Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 Bismillahirrahmanirrahim. 0:02 Asalamualaikum warahmatullahi 0:04 wabarakatuh. 0:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:07 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 0:09 wabihi nastain waa umurid dunya waddin 0:12 wasatu wasalam ala asrofiliya wal 0:15 mursalin waa alihi wasohbihi ajmain. 0:19 Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna 0:22 muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma 0:25 sholli wasallim wabarik ala nabiyina 0:27 Muhammadin wa ala alihi wasohbihi 0:30 ajmain. Qallahu taala fil quranil karim. 0:34 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:37 Ya ayyuhalladzina amanu kutiba 0:39 alaikumusamu kama kutiba alalladina min 0:42 qoblikum laallakum tattaquun. 0:44 Sadaqallahulim. Alhamdulillahiabbil 0:46 alamin. Masih dipancarkan dari Jalan 0:49 Masjid Silaturahim nomor 36, Cibubur, 0:52 Bekasi, Radio Silaturahim dan Rasil TV 0:55 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:58 yang dimuliakan Allah Subhanahu wa 1:01 taala, bagaimana kabar Anda di Jumat 1:04 sore ini? Kami doakan semoga Allah 1:06 selalu senantiasa memberikan kesehatan 1:09 dan rahmatnya di bulan Ramadan ini. 1:12 Senang sekali saya Fauzi Ridanul Haq 1:14 ditemani oleh Neza dan juga Yusuf 1:17 Subangkit dapat kembali menemani ikhwan 1:20 akhwat dalam program tausiah sore edisi 1:23 Jumat 2 Ramadan 1447 1:28 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:30 tanggal 20 Februari 2026. Alhamdulillah 1:35 bersama guru kita Ustaz Ahmad Saleh 1:38 beliau sudah hadir bersama kita. Kita 1:41 sapa guru kita terlebih dahulu. 1:43 Asalamualaikum warahmatullahi 1:44 wabarakatuh, Ustaz. 1:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:47 wabarakatuh. 1:48 Bagaimana kabarnya, Ustaz? 1:50 Alhamdulillah lebih baik dari kemarin. 1:53 Alhamdulillah atas doanya. Masyaallah. 1:55 Iya. Alhamdulillah. Kemarin naik mobil 1:56 sekarang sudah bisa naik motor. 1:57 Oh iya. [tertawa] 1:59 Meskipun dibonceng. 2:00 Iyaallah. Sudah lebih kuat naik motor. 2:03 Iya. Iya. Alhamdulillah. 2:04 Alhamdulillah. Dengan tanda-tanda naik 2:06 motor berarti sudah semakin sehat, 2:08 Ustaz. 2:09 Masyaallah. Alhamdulillah. Amin. 2:11 Dan kami doakan buka ada dua keutamaan. 2:16 pertama 2:17 waktu untuk berbuka dan kedua waktu 2:21 magrib sebelum di Jumat sore. Dan 2:25 waktu-waktu mustajab itu tentunya 2:29 diselingi selain kita mendengarkan 2:32 tausiah dari Ustaz Ahmad Saleh diselingi 2:35 dengan berselawat dan banyak-banyak 2:37 berzikir kepada Allah Subhanahu wa 2:38 taala. Nah, 2:40 baik ikhwanawat. Insyaallah pada Jumat 2:43 sore ini Ustaz Ahmad Saleh akan membahas 2:46 tentang dusta yang diperbolehkan dan 2:49 anjuran untuk berhati-hati. 2:53 Namun sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang 2:55 ingin berpartisipasi dalam kajian ini 2:57 dapat mengirimkan pertanyaan di 0811999 3:04 720. Dan bagi Anda yang ingin 3:06 berinteraksi langsung dengan ustaz dapat 3:08 menghubungin di 0218451512. 3:13 Semoga 3:15 kajian ini dapat menemani ikhwan akhwat 3:17 di 3:19 bulan Ramadan. 3:21 Untuk itu kami persilakan kepada Ustaz 3:24 untuk menyampaikan materinya. Tafadul 3:26 Ustaz. 3:28 Innalhamdalillah 3:30 nahmaduhu wa'inuhu wafiruh. 3:35 W nauzubillahi min syururi anfusina 3:39 wamin sayiati a'alina. 3:43 May yahdihillahu fala mudillalah wam 3:45 yudlil fala hadiyaalah. 3:48 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 3:51 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 3:55 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya 3:58 ba'dah. Allahumma sholli wasallim 4:01 wabarik ala nabiyina Muhammadin wa ala 4:04 alihi wasohbihi ajmain. 4:08 Ikhwan 4:09 dan akhwat pendengar radio silaturahim 4:12 serta pemirsa Rasil Visual. 4:16 Alhamdulillah di awal Ramadan ini 4:19 berarti ada yang memulai 2 hari sudah 2 4:22 hari 4:23 ada yang memulai 3 hari gitu ya. 4:26 Masyaallah. Mudah-mudahan pokoknya 4:28 dua-duanya mudah-mudahan diterima Allah 4:30 gitu aja ya. Enggak usah ribut karena 4:33 dua-duanya benar bagi yang meyakininya 4:36 kan gitu. Wah itu salah ya. Salah kata 4:39 antum kata dia mah benar kan begitu. 4:42 Maksudnya fikih itu diambil meskipun 4:44 nanti ada penelitian-penelitian yang 4:46 harus kita pegang, tetapi dalam rangka 4:50 menjaga ukhuwah gitu sambil mengajak 4:53 untuk mengadakan analisa ee mengadakan 4:58 pendalaman tetap untuk tidak ribut 5:01 terlebih dahulu gitu ya. ee pada 5:04 prinsipnya bahkan nyaris nanti ee akan 5:09 diabaikan kapan mulanya, kapan ininya 5:13 gitu loh. Jadi nanti kadang diabaikan 5:17 kapan pendaftaran kuliah di sujud 5:20 Universitas Ramadan itu mulai 5:22 pendaftaran. 5:23 Jadi iya Pak pendaftaran diabaikan. 5:25 Kadang ada gelombang kedua lagi kena 5:28 benah. Nah yang paling penting adalah 5:31 mengikuti perkuliahannya. 5:33 Yang paling penting, yang penting antum 5:36 jadi sarjana dengan kompetensi yang 5:40 telah digariskan didapat gitu loh. Nah, 5:43 gitu. Nah, maka oleh sebab itu sekali 5:45 lagi ya tentu saya bukan ee plin-plan 5:51 bukan ya, tetapi tadi dalam rangka ee 5:54 apa namanya? sambil mengkaji, mendalami 5:59 ee argumentasi-argumentasi 6:01 akwa yang paling kuat, maka kalimat yang 6:05 ingin kita lontarkan adalah menghindari 6:08 perselisihan gitu ya. Ee masyaallah ya. 6:12 Oke. Baik. Nah, maka oleh sebab itu kan 6:16 kemarin apa? Namimah harus ditinggalkan. 6:20 Kemudian itu adu domba ya. Provokasi 6:23 harus ditinggalkan. Berdusta harus 6:26 ditinggalkan. 6:27 Kemudian berbohong. Iya, berbohong ya 6:30 atau berdusta harus ditinggalkan. 6:32 Bermuka dua. 6:33 Iya, bermuka dua. Sumpah palsu harus di 6:35 harus ditinggalkan. Nah, itu intinya itu 6:39 justru gitu loh ya. Bahwa kemudian nanti 6:42 ee nanti kan begini pada akhirnya, "Ya 6:44 Allah, inilah yang kami pahami 6:47 gitu loh. B ternyata salah, maafkan aku 6:49 ya Allah. 6:52 Hanya kami meyakini yang benar tuh ini 6:54 gitu loh. 6:56 Gimana tentang dia ya MB dia juga benar 6:59 kan begitu. Oh. Ah. Jadi plinplan tadi 7:02 tuh apa? Pelin-pelan itu karena ketika 7:06 ee umat Islam masih baru menuju kepada 7:09 persatuan, 7:12 banyak hal yang apa nam banyak hal yang 7:16 apa namanya? Harus berhati-hati. 7:19 Kalau kemandian umat Islam sudah satu e 7:23 leader gitu ya, eh one khalifah. Nah, 7:28 maka itu mesti sama. 7:31 nanti sama gitu loh. Hanya persoalannya 7:34 kan menuju ke situ bukan sesuatu yang 7:38 mudah. 7:39 Maka oleh sebab itu kita sama-sama 7:41 berdoalah ya kepada Allah azza wa jalla 7:44 mudah-mudahan puasa kita diterima oleh 7:47 Allah gitu loh ya. Nanti tanya kepada 7:51 hati kita gitu ya membenarkannya yang 7:54 mana kita ini apa yang tanggal 1 Ramadan 7:58 gitu loh atau yang 1 Ramadan gitu loh. 8:02 Iya kan? 18 [tertawa] 8:05 18 Februari 1 Ramadan bagi yang 8:08 meyakininya. 19 Februari juga 1 Ramadan 8:12 bagi yang 8:13 meyakini. 8:14 Nah meyakininya. Oke. 8:15 Jadi kita harus yakin si 8:16 Heeh. Gitu. Betul. Bagaimana kalau yang 8:19 pelin-pelan tadi di saat enggak yakin? 8:21 A 8:22 mereka sudah mulai satu ramadannya 18 8:24 Februari atau Februari, tapi mereka 8:27 tidak yakin. 8:28 Oh iya betul. Masyaallah. Makanya itu 8:31 alaihi bil ilmi. Wajib baginya untuk 8:35 tahu, untuk berilmu. Itulah sebabnya 8:38 kenapa kajian-kajian Ramadan, 8:41 kajian-kajian puasa dibahas 8:44 terus-menerus gitu loh. Karena memang 8:46 bekal atau paling tidak sudahlah saya 8:49 mah ikut ulama ini. Saya yakin yakin dia 8:53 orang saleh gitu aja 8:55 gitu ya. Karena orang awam ini gak bisa 8:58 berijtihad kan begitu. ya. Jadi yakinlah 9:01 gitu. Hanya jangan sampai begini 9:04 mulainya 9:06 tanggal 18. 9:08 Tapi kalau kemudian nanti Idul Fitrnya 9:10 beda juga ee mulainya ikut yang 9:14 belakangan, 9:15 bukanya ikut yang duluan. [tertawa] 9:18 Itu ya itu juga masyaallah ya. Itulah 9:21 makanya ya. Okelah ee apa namanya ee 9:25 kita mohon kepada Allah apa bimbingannya 9:30 ya meskipun sudah kita lewati terus apa 9:33 memohon bimbingan kepada Allah agar 9:35 ditunjukkan ditetapkan dalam ketaatan ya 9:38 muqalibalqika 9:42 ya musibalbi 9:47 bahwa kemudian nanti Allah 9:48 menunjukkannya seperti ini ya seperti 9:51 itulah gitu. gitu. Tapi yang jelas doa 9:53 kita itu gitu loh. Oke. Baik. Baik. Kita 9:57 masuk ke dusta yang dibolehkan. 10:00 An Ummi Kultsum radhiallahu anha anna 10:04 samiat arasula shallallahu alaihi 10:08 wasallam. Q laisal kadzabadzi 10:13 yuslihu 10:19 yaquiron muttafa alai 10:23 tidaklah dinamakan pendusta walaupun ia 10:26 berdusta 10:28 orang yang mendamaikan persengketaan 10:30 orang lain yang akhirnya mendatangkan 10:34 kebaikan atau akan menjadikan orang lain 10:37 berkata dengan perkataan yang baik 10:39 muttafaqun alaih. Jadi ee laisal kadzab 10:45 tidak dikategorikan sebagai orang yang 10:47 ber yang berdusta dengan maksud 10:51 mengislahkan antara manusia yang 10:54 bersengketa gitu loh. Ee ee akhi 10:59 sesungguhnya si anu tuh ingin sekali 11:01 baikan sama antum. Hanya rupanya dia 11:05 nyari kesempatan kok belum dapat 11:07 kesempatan aja gitu loh. Ngomong ke si 11:11 B, "Aki, 11:13 antum sesungguhnya si A itu sangat ingin 11:16 sekali islah sama antum. Hanya dia 11:20 mencari kesempatan yang pas belum ketemu 11:23 gitu loh ya. Tapi kayaknya siapa yang 11:26 mendahului lebih bagus tuh ya gitu loh. 11:29 Nah, padahal enggak si A enggak ngomong 11:31 begitu, si B enggak ngomong begitu 11:33 berarti dus dusta. Tetapi itu ee jaiz 11:37 diperbolehkan 11:39 bahkan dianjurkan. 11:41 Nah, yang seperti itu. Laisal kadzab. 11:42 Laisal kadzab. Bukan pendusta gitu loh 11:45 ya. Nah, dari hadis ini dapat kita ambil 11:49 bahwa di antara kebohongan itu ada yang 11:52 dibolehkan syarak gitu ya. Karena Nabi 11:55 sallallahu alaihi wasallam membuat 11:56 keringanan di dalamnya. Jadi 11:58 sesungguhnya mesti kalau dalam ilmu 12:01 maqasid gitu ya, dalam ilmu maqasid 12:04 mesti apa maksudnya kok berdusta 12:07 dibolehkan? 12:09 Iya. 12:10 Jika tidak berdusta, jika tidak berdusta 12:13 akan tetap terjadi perselisihan. 12:17 Tapi jika berdusta menjelaskan kedustaan 12:22 dengan narasi kedustaan tapi narasin 12:25 narasi perbaikan, maka itu jika lebih 12:28 baik maka itu disukai gitu loh. Jadi 12:31 maqasid syariah. Syariah itu menghendaki 12:34 kedamaian, 12:36 menghendaki kesejahteraan. 12:38 Kalau dengan jujur-jujur saja itu malah 12:43 tetap ee terjadi ikhtilaf, terjadi 12:46 tafarruk, terjadi perselisihan, 12:49 terjadi permusuhan. 12:52 Maka dengan nah 12:55 maka dengan pengertian sebaliknya, maka 12:57 jika saya berbohong akan mengakibatkan 13:00 lebih baik, maka berbohong menjadi 13:03 disyariatkan. 13:05 Maka saya katakan bukan hanya boleh gitu 13:07 loh, 13:08 disyariatkan. 13:09 Disyariatkan. Nah, ah mana dalilnya? Oh, 13:12 iya. Itu dalam pendekatan ee apa nama? 13:15 Maqasidi. 13:16 Dalam pendekatan masidi. Dalam 13:19 pendekatan maqasidi itu banyak hal-hal 13:22 yang tidak di ditemukan. Letter look-nya 13:26 bisa ditemukan. 13:28 Misalnya begini, 13:31 apa contoh yang sering saya kemukakan? 13:33 Ya. Ee ah Nabi apa? Memutuskan hukum 13:38 talak tiga kali dalam satu majelis 13:41 hukumnya satu. Di masa Nabi itu 13:44 di masa Umar 13:45 di tapi di masa Umar kok dihukumi tiga? 13:48 Kok Umar dalam tanda petik kok melawan 13:51 keputusan Nabi? 13:52 Melawan. 13:53 Nah kan begitu melawan. Nabi kan 13:54 menutuskan satu. Umar kau tiga 13:57 berarti seakan-akan bertentangan. Nah, 14:01 Umar menemukan ilat 14:04 menemukan menemukan ee sirrus syariah 14:10 rahasia syariat 14:12 menemukan perubahan-perubahan ilatnya 14:15 itu gitu loh ya. Oh. Jadi kenapa Umar 14:19 mengatakan begini tadi? Kalau syariat 14:23 menetapkannya itu tidak merubah tidak 14:25 merubah keadaan atau memudahkan orang 14:29 untuk melakukan kemaksiatan, maka dengan 14:32 sikap yang berbeda untuk lebih 14:34 mempersempit gitu loh. Maka kemudian ee 14:38 apa diperbolehkan. Orang kemudian 14:40 bertanya, "Oh, masok tahu emang antum 14:43 lebih tahu dari Nabi?" 14:45 kan disuruh berpikir, suruh mengkaji 14:48 Quran, ngaji sunah, gitu loh. Allah 14:51 mengatakan bahwa pencuri laki-laki dan 14:54 pencuri perempuan hendaknya tangan 14:56 dipotong tangannya. 14:58 Tapi Nabi dalam satu keadaan malah 15:00 melarang. 15:02 Apa kita akan mengatakan apa Nabi? Ya 15:04 Rasulullah kok apa anda lebih tahu dari 15:06 Allah apa begitu? Tentu gak gitu loh ya. 15:11 Nabi itu membaca w ada sirus syariahnya 15:13 begini ini gitu loh. Kemudian dipahami 15:17 tek. Nah, ini juga contoh Nabi saja 15:21 begitu. Maka boleh kita mencontoh Nabi 15:23 dong. 15:24 Nah, kan sunah gitu loh. Mencontoh Nabi. 15:29 Nabi saja pernah melarang potong tangan 15:32 tuh. Kenapa? Karena musim pah ceklik 15:35 misalnya. 15:38 Karena dalam keadaan peperangan. 15:42 Karena kalau dalam peperangan orang yang 15:44 mencuri harus dipotong tangan. Ah, bisa 15:47 diduga keras, bisa belot tuh. Maka yang 15:52 tadinya harus dipotong tangan, jadi 15:53 tidak dipotong tangan. Maka oleh sebab 15:56 itu syariat itu maqasid syariat itu 16:00 perlu dikaji, didalami gitu loh. 16:02 Maqasid syariah. 16:03 Iya, betul. maqasid syariah. Maka 16:06 sesungguhnya begini, 16:09 perdebatan-perdebatan para ulama tuh 16:11 menarik lah pokoknya mah ya pokoknya 16:13 menarik gitu loh. [tertawa] 16:17 Eh masyaallah. Jadi kita berpegang 16:20 kepada fikih, 16:22 kadang orang lain berpegang kepada 16:24 hakikat 16:26 tuh gitu ya. Akhirnya diadu-adu, 16:30 diadu-adu 16:32 kemudian tidak ketemu dalilnya ramai. 16:35 Padahal aduh meskipun enggak ketemu 16:38 dalilnya kalau masuk akal gitu loh 16:41 misalnya masuk akal nih karena maqasid 16:43 syariahnya ketemu maka tidak ada 16:45 masalah. 16:48 Apa contohnya? Ya. Iya. Mungkin mohon 16:51 maaf ya saya dianggap 16:53 ee dianggap nyeleneh gitu loh. Tetapi 16:56 memang kajian Mangqasidi begitu gitu 16:59 kayak tadi kan Nabi memutuskan tiga kok 17:02 Umar eh Nabi memutuskan satu Umar 17:05 memutuskan tiga. Allah apa menghendaki 17:09 yang mencuri itu dipotong kok. Nabi 17:12 melarang dipotong tangannya seakan-akan 17:16 bertentangan kan begitu. Nah, kalau 17:18 tidak dengan kajian, tidak dengan 17:20 didalami dengan benar, maka kita akan 17:24 selalu ngadu-ngadu dalil. 17:27 Oh, itu kan itu kan hadis tuh yang 17:29 melarang. Ini kan Quran nih yang 17:31 memerintahkan dipotong tangan. Aduh, Pek 17:34 silakanlah Quran adu-adu dengan hadis 17:37 gitu. Kalau tidak tahu, tidak ngerti 17:40 cara mendudukkannya, maka seringki 17:44 terjadi pertentangan-pertentangan. 17:46 Karena makanya memahami sosiultural 17:51 atau bahasa kita sababun nujul 17:55 menjadi penting. 17:57 Meskipun nanti dalam kaidah kan ada tuh 18:00 ee tentang kaidah tafsir itu alibratu ee 18:05 apa namanya? Ibrah itu adalah ee karena 18:09 bisa apa namanya? la ee astagfirullah 18:13 lupa lagi saya bahwa penafsiran itu 18:16 tergantung latar belakangnya bukan 18:19 teksnya biumilf 18:21 biumilfus 18:23 sabab tapi ada juga albratu gitu ya 18:27 bikususi sabab biumil lafdi dua-duanya 18:31 tuh berlaku. 18:33 Nah tergantung nanti teksnya seperti 18:35 apa. Ah ribut pah orang mah. Oh, ini mah 18:38 salah. Yang kaidah yang benar mah, yang 18:40 kuat mah ini. Padahal dua-duanya juga 18:43 ada tempatnya gitu loh. Pengertian ini 18:46 juga apa namanya? 18:49 Ee 18:51 apa namanya? Orang yang bahwa kita hidup 18:54 ini digerakkan oleh Allah dan orang yang 18:56 hidup itu digerakkan oleh manusia 18:58 sendiri. Apa tuh nama alirannya? 19:02 Hah? 19:03 Iya. [tertawa] 19:05 Astagfirullahalazim. Luka-luka 19:06 Jabariah, 19:07 Jabaria dan Qadariah. 19:09 Sesungguhnya kalau ditempatkan pada 19:11 tempatnya berlaku semuanya gitu loh. 19:14 Hanya karena kita ngadu-ngadu ke 19:16 seringnya ngadu-ngadu gitu akhirnya aduh 19:19 wah itu mah pemahaman Jabariah. Oh ini 19:22 pemahaman qadariah. Ketika menafsirkan, 19:24 "Innallaha la yugdiru ma bi eh innallaha 19:28 la yugyiru ma biummin hatta yugyiru 19:31 maanfusihim." 19:33 Kemudian orang memahami bahwa ini adalah 19:35 dalil untuk merubah keadaan. Ya, kalau 19:38 kita ingin berubah, ya kita harus 19:40 berubah. 19:42 Kata penafsir lain, bukan bukan begitu. 19:45 Ayat itu maksudnya ketika kita apa 19:49 namanya? Merubah nikmat Allah yang sudah 19:52 Allah berikan kepada kita, maka Allah 19:54 pun akan ngerubah nikmat itu jadi azab. 19:58 Saya bilang, "Ya, itu kan tidak salah. 20:02 ketika apa namanya ee bahwa itu dalil 20:06 yang dipakai untuk merubah nasib boleh 20:10 ketika apa namanya ketika memang itu 20:15 mengantarkan 20:17 perubahan yang lebih baik 20:20 tapi juga kemudian ketika sudah kita 20:22 sudah berhasil merubah keadaan tapi 20:25 tetap kita kembalikannya kepada Allah 20:28 bukan itu maksudnya Allah yang akan 20:30 merubah nikmat kita gitu. gitu loh. 20:32 Jadi, masyaallah syariat itu harus 20:35 dipahami dengan bijaksana 20:38 gitulah ya. Ya. Jadi, oke saya kira ini 20:41 ya. Ah, baik. Jadi, ee di antara 20:44 kebohongan itu ada yang ee apa 20:47 dibolehkan menurut menurut syarat. Heeh. 20:51 Berdasarkan maqasid-mqasidnya. 20:53 Jadi, oleh sebab itu sampai kepada ah 20:56 ini kan ee dua table nih. The table itu 21:00 apa? 21:02 Misalnya 21:03 zakat dari 2,5% jadi 3%, dari 5% jadi 21:09 6%, dari 10% jadi 12% 21:13 atau dari 10% diturunkan jadi 8%. Dari 21:19 5% turunkan jadi 3% dari sunah 2,5% 21:23 turun jadi 2%. 21:28 Atau bisa jadi zakat fitrah yang asalnya 21:32 boleh ngasih dengan makanan pokok. 21:35 Berarti makanan pokok itu boleh dengan 21:37 beras. 21:39 Iya, 21:40 boleh dengan jagung 21:43 gitu. Pokoknya makanan pokok apalah atau 21:46 pokoknya makanan pokok. 21:47 Makanan pokok. 21:47 Heeh. Tapi kemudian zakat fitrah bisa 21:50 dirubah dengan apa? dengan kebutuhan 21:53 pokok 21:55 gitu loh ya. Nah, tentu ini perlu 21:58 maqasid syariatnya betul-betul gitu loh 22:01 ya. Maka itu saya tidak akan lanjutkan 22:03 lebih jauh lah karena memang ini ee 22:05 dampaknya bisa salah paham gitu ya 22:08 menjadi asing. Oh kok begitu ya? Kok 22:11 masa bayar zakat fitrah pakai baju, 22:13 pakai celana kan gitu atau pakai apa? 22:17 Sarung atau gamis gitu loh ya. Ya tadi 22:21 karena dirubah dari apa? Dari makanan 22:24 pokok ke kebutuhan pokok dan pakaian itu 22:28 kebutuhan pokok ya kan. Heeh. Okeir itu 22:31 saja ya. Kemudian para ikwan sekalian 22:33 sekarang anjuran untuk selalu 22:35 berhati-hati terhadap apa yang dikatakan 22:38 atau diceritakan. 22:40 Imam an-Nawawi menukil dengan 22:42 mengemukakan satu dalil wada takfu 22:45 maisaaka bihi almun. Dan janganlah kamu 22:48 mengikuti sesuatu yang tidak kamu 22:50 ketahui. Surah Al-Isra ayat 36. 22:56 Adapun eh saya tidak harus membahasnya 22:58 ya. Adapun hadisnya di antaranya adalah 23:01 an Abi Hurairat radhiallahu anh anna 23:04 Nabi shallallahu alaihi wasallam q kafa 23:09 kafa bil mari kadiban ayyuhaddisa 23:12 bikulli ma sami. Rawahu Muslim. 23:15 ee seseorang itu cukup dianggap berdusta 23:18 kalau ia mengatakan segala apa yang 23:21 didengarnya. 23:22 Baru orang bisik-bisik atau ngerumpi 23:26 didengar sama kita, diomongin 23:27 seakan-akhirnya itu kejadian benar. 23:30 Padahal lagi bercanda gitu loh ya. Kita 23:33 dengar dari kawan kita ada satu begini 23:36 apa fitnah begini begini kita sebarkan 23:40 padahal itu fitnah bukan satu kejadian 23:43 yang betul-betul terjadi. Nah, jika kita 23:45 senantiasa ngomongin apa yang kita 23:47 dengar padahal belum check and recheck, 23:51 belum diketahui benar dan tidak 23:53 benarnya, maka cukuplah kita disebut 23:56 kafa bir mari kadiban gitu loh disebut 23:59 pendusta. Nah, dari hadis ini dapat kita 24:02 pahami bahwa ee perintah mengklarifikasi 24:06 berita dan tidak membenarkan setiap 24:09 perkataan yang tidak jelas sumbernya. 24:11 Jadi, tabayun itu keharusan gitu loh. 24:14 Jadi, siapapun yang membaat kabar berita 24:17 tabayun 24:19 ya meskipun ayatnya itu fasik, orang 24:23 fasik. fatabayyanu gitu loh. Maka tapi 24:27 kemudian ada orang yang menyerupai orang 24:30 saleh 24:32 kemudian diberkata kita percaya aja. 24:35 Kenapa menyerupai orang saleh? 24:37 Hakikatnya dia orang fasik. Hanya 24:39 menyerupai orang saleh pakai jenggotnya. 24:43 Oh ya terus jidatnya hitam. Ah pakai 24:47 peci. Nah tidak. Itu tidak menunjukkan 24:50 kesalehan. Pakai sorban panjang tidak 24:53 menunjukkan kesalehan gitu loh. Jidat 24:56 hitam tidak menunjukkan kesalehan. Tuh 25:01 sama juga jilbabnya lebar besar tidak 25:05 menunjukkan kesalehatan. 25:08 Belum menunjukkan 25:10 teh gitu loh. Kenapa? Karena itu masih 25:13 simbolistik. 25:14 Simbolistik. 25:15 Hm. Ibadah simbolistik. Nah, kalau dia 25:18 sudah terhadap apa? peminta-minta dia 25:22 sopan atau menolaknya dengan sopan. Ah, 25:25 bahkan dia memberinya. Ketika dia apa 25:28 namanya? Bener tetangga peduli sama 25:30 tetangganya. Tetangganya kelaparan, dia 25:33 peduli ngasih makanan. Nah, baru itu 25:36 menunjukkan kesalehan. 25:38 Saleh sosial. 25:39 Iya, saleh sosial. Kalau salat kalau 25:41 tadi kan simbolistik wong salat aja 25:44 boleh kita mengatakan masih simbol. Oh, 25:47 rajin dia salatnya. Iya. Rajin kan Umar 25:49 bin Khattab dengar ada orang ngomong 25:52 memang dia orang baik? Kemudian Umar 25:54 [tertawa] nanya, "Memang kamu pernah 25:56 berjalan bersamanya?" G pernah bareng 25:59 enggak jalan sama dia? Pernah safar sama 26:02 dia? Belum pernah. Ya. Amin. Apa engkau 26:04 tetangganya? Bukan. Apa engkau juga ee 26:09 apa? Pernah berselissi dengannya? 26:11 Enggak. Belum. Belum pernah. Oh, berarti 26:14 kamu mengatakan dia orang baik karena 26:15 kamu lihat dia selalu ke masjid kan? 26:17 katanya gitu. Kata Umar, orang yang 26:19 selalu ke masjid itu belum tentu baik, 26:22 masih belum tentu. 26:25 Tapi kalau kamu bertetangga, hak 26:27 tetangga kamu dipenuhi, 26:30 kamu tidak terganggu dengan lisan dan 26:33 tangannya. Kalau bepergian dia tidak apa 26:37 namanya ee tidak meninggalkan yang 26:39 semestinya. 26:41 Dan ketika kamu berselisih dengannya, 26:44 dia senantiasa tidak ingin menang 26:46 sendiri. Baru tuh orang orang baik, 26:48 orang saleh 26:50 karena baru apa bermasalah sedikit 26:52 pengin menang sendiri. 26:54 Ketika dia berargumentasi padahal dia 26:57 sudah ngomong ngomongnya sudah selesai. 26:59 Ketika giliran temannya yang mau ngomong 27:01 dibantah lagi. E nah makahal itu cirinya 27:06 kamu pernah apa ee berselisih paham kamu 27:09 tetangganya bukan. Kalau tetangganya kan 27:12 tahu, oh dia kan ee apa namanya? Ee 27:19 manana yukmin billahi wal yaumil akhir 27:22 falyukrim jarohu. 27:25 Hendaknya ia muliakan tetangganya. Nah, 27:28 itu jadi dasar jadi parameter oleh umat 27:30 itu dipakai jadi parameter. 27:32 Jadi antum tidak harus mengatakan saya 27:34 saleh gara-gara pakai peci sama pakai 27:37 sorban. [tertawa] Pak jenggotnya. Wah, 27:39 jenggotnya sudah pada putih ini. Saleh 27:41 ini. Ya, memang saya saleh sejak lahir 27:44 karena [tertawa] 27:45 namanya amat saleh kan gitu. Tetapi 27:48 sekali lagi 27:49 ee maka sesungguhnya bisa terbaca sih 27:52 oleh orang-orang yang biasa yang 27:54 memahami Quran dan sunah bisa membaca 27:57 mana orang saleh buatan dan mana yang 28:00 orang saleh asli. 28:03 Ketahuan. Ketahuan. Ah, dari mana ustaz 28:06 cara mengetahuinya? Ah, wallahualam lah 28:08 asalnya. Saya juga tidak tahu. Tapi 28:10 kemudian ketika ngomong, "Ah, ini 28:12 kayaknya dusta nih." Tapi tidak 28:15 diungkapkan karena takut salah ya. Tapi 28:18 di hati aja dusta. H 28:21 terasa nanti kalau kemudian orang 28:25 berdebat inginnya menang sendiri, 28:27 ketahuan. Wah, dia pajir ini. 28:30 Itu harus dibiarkan atau dikasih tahu, 28:32 Ustaz? Di 28:32 Oh, gini. nih. Kalau sudah nyata baru 28:35 kasih tahu. Tetapi kalau apa kalau tidak 28:39 terbukti, belum terbukti disindir. H. 28:43 Jadi kan kita tidak nyalahkan. 28:46 Nah, biasanya begini. 28:50 Ketika ada seorang munafik 28:52 ee dikatakan munafik 28:57 kemudian dia membalas dengan kalimat 28:59 begini, "Memangnya kamu tahu isi hati 29:02 saya? 29:04 kata orang munafik itu dijawab 29:08 tidak 29:08 ya dijawab oleh orang tidak mengatakan 29:11 ah enggak pokoknya kamu munafik enggak 29:13 begitu dikatakan iya 29:17 jendela a apa namanya ee ee apa namanya 29:22 jendela hati itu adalah lisan jendela 29:26 hati 29:27 jendela hati itu adalah lisan gitu aja 29:29 ngomongnya 29:30 apa maksud jendela hati itu ada lisan 29:32 Ustaz. Oh, berarti kalau dia berdusta 29:35 dia berarti munafik. Makanya tiga ciri 29:38 kata hadis kan dia disebut munafik 29:41 khalis. Munafik yang beneran jika 29:44 berkhianat. Nah, gitulah ya. Nah, itu 29:47 bisa dibaca gitu loh. Nah, tetapi juga 29:51 tetap kita harus menjaga diri ya. 29:54 Husnudan tetap harus didahulukan. Kalau 29:56 sebelum ter terbukti hanya jadi catatan 29:59 aja. Oh ya, berdusta nih. Gitu loh. 30:02 Catat diperhatikan. Oh, iya semakin iya 30:05 aja nih semakin mendek gitulah ya. Oke. 30:07 Baik. 30:09 Kemudian Ibnu Alan berkata, "Maka hadis 30:12 dan asal dalam bab ini adalah teguran 30:14 agar tidak membicarakan setiap hal yang 30:16 didengar. Karena yang didengar itu ada 30:19 kalanya benar dan ada kalanya dusta." 30:22 Ya, kalau ada kalanya kan yang didengari 30:24 karena apalagi sepotong orang lagi 30:26 berdusta gitu loh ya. lagi berdusa, lagi 30:29 bercanda dianggap beneran padahal lagi 30:32 bercanda. Apabila seseorang membicarakan 30:35 setiap dengannya maka ia telah berdusta 30:38 karena ia memberitahukan apa yang tidak 30:41 ada gitu. Oke. Baik. Hadis yang kedua ee 30:46 dari Samurah radhiallahu anh ia berkata, 30:48 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 30:50 bersabda, "Man hadasa biaditin yaro 30:53 annahu kadibun fahuul kadibin." Barang 30:57 siapa yang menceritakan tentangku kata 31:00 Nabi dengan satu berita dengan satu 31:04 cerita yaro dia melihat annahu kadib 31:07 bahwa itu dusta fahua ahadul kadibin. 31:11 dia adalah apa namanya? Salah seorang di 31:14 antara orang ahli-ahli dusta. Maka oleh 31:17 sebab itu kalau kita tahu bahwa hadis 31:20 itu derajatnya apa namanya ee mungkar la 31:25 aslalahu tidak ada asalnya. Kita tidak 31:28 boleh mengatakan bahwa Nabi pernah 31:29 berkata begini kecuali dikatakan bahwa 31:32 oh hadis ini diif. 31:36 Ya, makanya oleh sebab itu kalau 31:37 hadisnya diif harus disebutkan diif. 31:39 Menurut ulama ini hadis ini diif. Oh, 31:43 menurut ulama ini meskipun ada yang 31:45 mendaifkan tapi dihasankan. 31:48 Ah, itu kalau yang bukan sahih itu mesti 31:51 harus disebutkan. 31:53 Karena kalau kemudian ee hadisnya palsu 31:57 kemudian dikatakan qala Nabi sallallahu 31:59 alaihi wasallam telah bersabda Nabi 32:02 sallallahu alaihi wasallam kaz kaz kaz 32:03 kaz tanpa di label diberi label tanpa 32:07 dikasih catatan padahal itu diif jiddan 32:11 atau la aslalahu maka dia bisa jadi 32:14 kategorinya apa 32:17 kadab meskipun nanti kan kalau yang 32:21 sahih bertentangan dengan yang sahih 32:23 maka disebut syad. 32:26 Kalau hadis diif bertentangan dengan 32:29 kebenaran itu hadisnya apa? Hadis 32:33 mungkar kalau enggak salah ya. Iya. Saya 32:36 lupa lagi. Itu ada istilah hadis ya. 32:39 Banyak istilahnya Ustaz. 32:39 Oh, banyak hadis diif itu banyak. Jadi 32:41 hadis itu paling tidak terbagi tiga eh 32:45 dua dulu deh. E hadis makbul, hadis 32:48 mardud. Hadis makbul yaitu sahih dan 32:51 hasan. Hadis madud diif. Nah, hadis 32:55 hasan dibagi lagi ya. Ada hasan 32:59 lighhairihi, ada hasan lidzatihi. Hadis 33:03 diif. Oh, banyak gitu loh. Ah, 33:06 masyaallah ya. Jadi, aduh kadang saya 33:08 masyaallah sudah ngampul lagi mata kul 33:11 mustal hadis kadang [tertawa] 33:14 lagi. Masyaallah. Oke. Baik ya. Nah, 33:16 jadi man hadas biadinarahu 33:19 kadibun fawa ahadul kadibin 33:24 rawahu muslim telah meriwayatkan hadis 33:27 ini adalah Imam Muslim. Kemudian ee 33:29 mutiara-mutiara yang dapat kita ambil, 33:32 kita lihat yaitu perintah 33:34 mengklarifikasi hadis hadis yang 33:37 diriwayatkan dari Rasulullah sallallahu 33:39 alaihi wasallam dan memastikan 33:41 kebenarannya sebelum meriwayatkannya 33:43 kepada orang lain. Nah, karena penelitan 33:46 para ulama ini berbeda-beda kadang ya, 33:49 maka e kadang macam-macam. Ada yang 33:52 mengatakan diif, ada yang mengatakan 33:54 hasan, ada yang mengatakan sahih, ada 33:56 yang mengatakan hasan. Erihi. 33:59 Kemudian sifat pendusta diberikan kepada 34:02 setiap orang yang merekayasa kebohongan 34:05 dan juga orang yang mengutip dan 34:07 menyebarkannya kepada khalayak gituah 34:10 ya. Nah, ini mutiara dari hadis 34:12 tersebut. Kemudian kita lanjutkan dari 34:15 Asma e radhiallahu anha bahwa ada 34:19 seorang perempuan bertanya, "Ya 34:21 Rasulullah, wai utusan Allah inatan 34:26 junahun 34:29 minzi 34:32 yini. 34:34 Ya Rasulullah, sesungguhnya aku adalah 34:36 seorang istri yang dimadu. 34:39 Apakah aku berdosa bila aku berlagak 34:42 puas terhadap suamiku dalam hal apa yang 34:45 tidak diberikan olehnya? 34:50 Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam. 34:51 Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam 34:52 bersabda, "Almutasyabiu bima lam y 34:57 kalabisin tsubai zurin." 35:01 Orang yang berlagak kenyang dengan 35:03 sesuatu yang tidak diberikan kepadanya 35:06 adalah seperti orang yang memakai dua 35:09 pakaian palsu. 35:11 Jadi ee ini ini ada satu apa namanya? 35:15 Ada satu ni apa? Bahwa segala sesuatu 35:18 itu niat. Ya, ditentukan oleh niat. 35:21 Adakalanya dia ingin menjaga kehormatan 35:26 suaminya 35:27 sehingga dia berbohong. Berdasarkan 35:30 hadis ini, dia merasa kenyang padahal 35:33 dia lapar. 35:35 Dia merasa dia mengatakan bahwa saya 35:39 selalu dipenuhi oleh suami saya. Padahal 35:42 suaminya tidak apa tidak memenuhinya. 35:45 Berdasarkan di ini itu seperti pakai 35:48 pakaian palsu, seperti pakaian dusta. 35:51 Pakaian dusta. 35:52 Nah, tetapi lagi-lagi tadi ya, jika 35:55 maksudnya menjaga kehormatan suami 35:58 kemudian dia ifah menerima apa adanya. 36:01 Kan begini, 36:04 ada seorang istri merontak karena 36:07 dikasih uang jajan oleh suaminya Rp75 36:10 juta sebulan. 36:13 Ah, masa aku cuma dikasih R5 juta 36:15 sebulan. Orang-orang mah tuh R,5 miliar 36:20 atau e orang-orang itu sudah R50 juta 36:24 uang jajannya. E dia 75 36:28 merontta 75. 36:30 Tapi ada orang dikasih R5 juta dikasih 36:34 oleh suaminya. Hmm. Alhamdulillah, Kang. 36:36 Hatur nuhun. Jazakallah khairan. Tuh. 36:39 H 36:40 kan beda. Nah. Nah, jadi orang yang 36:43 dikasih R juta oleh suaminya kalau 36:46 kemudian alhamdulillah saya mah punya 36:48 suami itu baik tidak salah. Padahal 36:52 kalau dibandingkan dengan orang yang 36:54 menggerutu tadi padahal sudah dikasih 36:56 uang jajan R5 juta. 36:59 E sudah banyak kok berkali-kali lipat. 37:01 Tapi tetap dia masih ngeluh kan tidak 37:04 ada apa-apanya. 37:06 Nah, maka oleh sebab itu pemahaman 37:08 terhadap hadis ini ee apa namanya? 37:11 hendaknya dikomfrontir 37:13 gitu loh. Dibaca dengan hadis lain, 37:16 dibaca dengan ayat gitu ya. Heeh. Kan ee 37:21 Heeh. Jadi ee apa namanya ee tadi ya 37:25 kalau kalau apa namanya ee 37:29 senantiasa ifah bersyukur terus. Jadi 37:33 dia dapat sedikit, dia bersyukur padahal 37:36 dapat sedikit sedikit. 37:38 Tapi dia bersyukur, "Ah, alhamdulillah 37:40 suami saya, alhamdulillah 37:42 selalu memberikan uang belanja kepada 37:45 saya padahal kurang." Tapi dia katakan, 37:48 "Alhamdulillah suami saya mah selalu 37:50 memberikan uang belanja." 37:52 Masyaallah. Selalu. 37:55 Iya. Ngasih uang belanja du 2,5 juta 37:58 sebulan. 37:59 Berarti berapa tuh kalau 2,5 juta 38:02 sebulan? 38:04 R.000 juga enggak kan R3 juta tuh. Kalau 38:08 Rp3 juta berarti Rp100.000 sehari ini 38:12 mah kurang dari Rp100.000 tapi dia 38:13 katakan alhamdulillah 38:16 suami saya selalu memberi memberikan 38:19 uang belanja cuma nyebut uang belanja 38:21 aja dan dia tidak bohong. 38:26 Kenapa memang benar kok ngasih ide uang 38:28 belanja ke saya tiap bulan meskipun yang 38:31 dihilangkan kalimatnya meskipun enggak 38:33 cukup gitu loh. Nah, meskipun tidak 38:36 cukupnya tidak dia ucapkan. 38:39 Alhamdulillah suami saya selalu 38:41 memberikan kepada saya uang belanja. 38:45 Bahkan dia sendiri tidak tidak 38:47 dinafkahi. 38:49 Ah, kata kata para suami yang pas-pasan, 38:52 "Kan itu R3 juta tuh sudah saya ngasih 38:55 nafkah sama istri. Beda uang belanja 38:58 dengan nafkah gitu loh. Ah, tapi 39:00 kemudian ada yang menyamakan ya. Ya, 39:03 yang penting istrinya juga makan, 39:06 anaknya makan, dirinya makan. Ya sudah 39:08 berarti sudah dinfkahi. Padahal sebagian 39:11 lagi mengatakan 39:13 tidak sama uang makan. Yang uang makan 39:15 nafkah itu untuk keperluan istri. Iya. 39:19 Saya juga apa keperluan istri juga saya 39:20 belikan meskipun setahun sekali kan 39:23 begitu. 39:25 Kapan beliin jilbab untuk istri? Ya pas 39:27 mau lebaran aja. Karena memang 39:30 kemampuannya seperti itu. Jadi memang 39:33 ada beberapa yang harus ditinjau dengan 39:36 reality. 39:39 Ketika hidup miskin itu masalah, maka 39:42 paling tidak jangan nambah masalah, kan 39:45 gitu. Nah, berdusta adalah upaya tidak 39:49 menambah masalah dalam pengertian dusta 39:52 positif. 39:54 Tapi kalau kemudian dia mengatakan aba 39:57 adanya, apa adanya, bah atau bi 40:01 pah gitu, masa Umi cuma dikasih Rp3 juta 40:05 sebulan? 40:06 Mana napaqah untuk umi? 40:10 Kan bisa begitu juga. 40:12 Tapi kalau kemudian ee apa nam dengan 40:14 sama-sama mengerti sang istri 40:16 mengatakan, "Alhamdulillah ya, Bah ya 40:18 jazakallah khairon. Mudah-mudahan berkah 40:21 ya, Bah. Mudah-mudahan manfaat untuk 40:23 kita semua." Tuh, 40:26 padahal itu ada kalimat yang dihadap 40:28 dihapus. 40:30 Itu lebih banyak orang muslim Indonesia 40:34 mengitu ya. 40:36 banyak menyembunyikan penderitaan dengan 40:39 kesabaran dengan konsep kesabaran. 40:41 Masyaallah gitu loh. Itu banyak orang 40:43 Indonesia, orang Palestina aja nangis. 40:47 Kenapa nangis? Ketika dia lihat 40:50 sumbangan dari kita yang cuma Rp10.000, 40:53 Rp50.000, Rp100.000, 40:56 Nangis dia ketika dia datang ke 40:59 Indonesia nangis dia. H ya Allah 41:03 saudara-saudara muslim saya orang 41:05 Indonesia makan aja dengan peda, tidak 41:08 sampai empat sehat liban sempurna masih 41:10 bisa menolong kami bangsa Palestina. Tuh 41:14 itu ada pernah ceramah di Masjid Attaqwa 41:17 Cileng apa Alfatah nangis sampai nangis. 41:21 Inilah yang menjadikan kami semakin 41:24 bersemangat. 41:26 semakin terdorong untuk membebaskan 41:28 Al-Aqsa dan Palestina. Ingin 41:30 mempertahankan negara yang Allah 41:33 muliakan ini. Begitu karena lihat 41:36 makanan kita, [tertawa] makanan kita ya 41:39 Allah katanya cuma dengan seperti itu 41:44 tuh gitu loh ya. Jadi ya banyak juga sih 41:48 orang Arab yang lebih saleh, lebih sabar 41:50 juga banyak ini dokter siapa lupa lagi 41:53 tuh. sudah lama tuh ya 41:54 beliau doktor ustaz 41:55 doktor ya seorang doktor berkunjung ke 41:57 alfatah di masjid atau dikasih 42:00 kesempatan bicara bicara dia 42:02 h menggelor bergetar nangis 42:07 yang yang saya masih ingat itu 42:09 terjemahnya kayak tadi gitu loh saya 42:13 merasa berbahagia karena saya bisa 42:17 berkunjung bisa menemani bisa melihat 42:20 ikhwah-ikhwah muslimin Indonesia. 42:25 Dan kami semakin bersemangat ketika kami 42:27 tahu kalian itu makannya pas-pasan, 42:30 katanya, tapi kalian masih 42:32 menyumbangkan. Ada yang Rp100.000, ada. 42:35 Ah, masyaallah. Masyaallah. Nah, itulah 42:38 ya. Jadi sekali lagi maka ee bisa jadi 42:42 makna tadi bahwa seperti pakai-pakaian 42:45 palsu bermakna bukan bermakna negatif 42:49 gitu loh, tetapi bermakna apa ya? ee 42:52 bisa jadi dorongan atau bisa jadi apa 42:56 namanya peringatan lah gitu loh. Jadi 42:59 memang ee bisa jadi e agar supaya ee 43:03 orang itu tidak senantiasa menderita 43:06 maka bukalah baju palsunya gitu loh. 43:10 Nah, bisa pengertiannya seperti itu. 43:12 Tapi bukan berarti kalau mereka yang 43:14 sudah istiqamah sabar dengan kehidupan 43:18 itu. Kenapa ee Nabi tidak 43:20 merekomendasikan 43:22 ee apa namanya dia menerima kesabaran 43:25 karena khawatir kesabaran itu ada 43:28 batasnya. Jangan sampai dia bunuh diri. 43:31 Kan begitu kan banyak peristiwa sekarang 43:33 ya. Pertama anaknya digantung, anak 43:37 pertama digantung, anak kedua digantung, 43:39 kemudian dia menggantung dirinya. 43:41 Nauzubillah. Nauzubillah. Saya tidak 43:44 tahu apa agamanya, tapi yang jelas itu 43:47 viral. 43:48 viral itu. Masyaallah. Terus kemudian 43:50 ada seorang anak ya kan 43:54 karena minta untuk beli pulpen sama 43:56 kertas sama ibunya. Masyaallah 43:59 kata ya mungkin ilustrasinya bisa kita 44:02 bayangkan akhirnya dia mengakhiri 44:04 hidupnya. Yang kemudian menjadi 44:06 persoalan kan begini 44:10 maka hebatnya Islam tuh di situ gitu 44:12 loh. Masyaallah bisa menghidupkan orang 44:16 yang sudah mau mati. Maksudnya apa? Mau 44:18 mati semangatnya, mau sudah putus asa, 44:22 tapi dia tetap masih hidup. Kenapa? 44:25 Karena tetap dia berkeyakinan Allahus 44:27 Somad, Allah tepat bergantung segala 44:29 sesuatunya. Tetap aja berdoa kepada 44:32 Allah tuh. Nah, nampaknya masyarakat 44:36 tadi itu jauh dari Islam kayaknya gitu 44:40 loh. Jauh dari Islam. Masyarakatnya juga 44:42 jauh dari Islam sehingga dibiarkan gitu 44:46 loh ya. Dibiarkan bunuh bunuh diri gitu 44:50 ya. Nah, ini saya kira hal yang harus 44:53 menjadi perhatian kita semuanya ya. Nah, 44:56 ee apa namanya? Ee mutiar yang dapat 45:00 kita lihat dari hadis ini, sikap 45:03 pura-pura menjadikan seseorang termasuk 45:06 kelompok pendusta yang suka menipu. 45:09 Seorang muslim harus tampil apa adanya, 45:11 tidak memalsukan, dan tidak menipu, 45:14 serta tidak mengubah ciri-ciri 45:16 pribadinya. Apa yang ditampilkan manusia 45:19 dengan pura-pura itu termasuk 45:22 kebohongan. termasuk misalnya begini, 45:25 ada orang seorang tokoh melakukan ee apa 45:29 namanya? Kemaksiatan, melakukan 45:31 kezaliman. Kemudian dia nanya, "Ya boleh 45:35 kan ustaz melakukan seperti ini?" Karena 45:37 di banyak orang kemudian si ustaznya 45:39 manggut. "Iya boleh." Padahal itu 45:41 kemaksiatan, padahal itu kezaliman. Maka 45:45 rekomendasi dari ustaz itu secara ee 45:48 normatif berarti dusta. 45:52 Tuh, gitu ya. Jadi narasinya dusta bahwa 45:55 nanti ada tinjauan-tinjanjaan lain itu 45:57 dalam kajian lain gitu loh. Tapi ketika 46:00 dia mengatakan ada tokoh melakukan 46:02 sesuatu kezaliman atau sesuatu yang 46:05 merugikan rakyat kemudian dia apa 46:08 namanya? Meminta pendapat. Bukan begitu, 46:10 Ustaz? Kan? Iya kan? Oh, iya iya. Nah, 46:14 iya-iyahnya itu jadi stempel. 46:17 Nah, maka itu dianggap sebagai ikut 46:20 berdusta gitu ya. Demikian saya kira 46:23 yang dapat saya kemukakan. Wasallallahu 46:26 ala nabiina Muhammadin walhamdulillahi 46:29 rabbil alamin. Wallahu aam bisawab. 46:35 Alhamdulillahiabbil alamin. Wallahuam 46:36 bawab. Jazakumullah khairan kirsir 46:38 ustaz. Waakum jazakumullah. 46:40 Demikian ikhwanawat sudah disampaikan 46:42 oleh guru kita Ustaz Ahmad Saleh. Empat 46:44 hadis 46:46 dari tema dusta yang diperbolehkan dan 46:48 anjuran untuk berhati-hati. 46:51 Tetap 47:05 Alhamdulillahirabbil alamin. Terima 47:06 kasih ikhwan akhwat. Masih bersama Radio 47:08 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 47:11 menyimak siaran langsung tausiah sore 47:14 bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema 47:17 dusta yang diperbolehkan dan anjuran 47:20 untuk selalu berhati-hati. 47:24 Saat ini kita masuk ke sesi kedua untuk 47:27 sesi tanya jawab bersama ikhwan akhwat. 47:30 Kita akan membacakan 47:32 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk. 47:34 Sebelumnya kita akan baca atensi yang 47:36 sudah masuk terlebih dahulu. Pertama 47:38 dari Ibu Anihani Hufaidah. 47:42 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 47:44 warahmatullahi wabarakatuh. 47:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:48 wabarakatuh. 47:49 Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan pejuang 47:52 Rasil sehat walafiat, Ustaz. 47:53 Amin. Allahum amin. 47:55 Selamat menjalankan ibadah saum Ramadan 47:58 1447 48:00 Hijriah. 48:01 Barakallahu fikum. Alhamdulillah hadir 48:04 menyimak tausiah sore Ustaz di radio 48:07 Syukron pencerahannya Ustaz. 48:08 Masyaallah. 48:09 Kemudian Ibu Yeti Sri Heryati dari 48:14 Depok. Alhamdulillah menyimak. 48:17 Kemudian 48:18 barakallahu fikum 48:20 Bapak Arwin. 48:23 Asalamualaikum warahmatullahi 48:24 wabarakatuh. 48:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:27 wabarakatuh. 48:29 Terima kasih atas tausiah, nasihat, dan 48:31 pencerahannya, Ustaz. Barakallahu fikum. 48:33 Semoga ustaz dan pejuang Rasil serta 48:36 pendengar Rasil selalu dalam keadaan 48:38 sehat walafiat. 48:40 Amin. Allahum amin. 48:42 Kemudian 48:44 ada Ibu Fani. Bismillahirrahmanirrahim. 48:48 Alhamdulillah Ustaz menyimak. 48:51 Barakallahu fikum. 48:53 Tapi maaf tidak bisa ikut bertanya 48:56 karena masih sibuk dan sepertinya lembur 48:59 sampai. [tertawa] 49:00 Barakallahu fik. 49:02 Masyaallah. Barakallah fik. 49:04 Lembur ini. 49:05 Iyafanya. Masyaallah. Berkah ibu. 49:08 Buka puasa di kantor. 49:09 Ah. Masyaallah. Barakallah fikum. 49:13 Kemudian ada Bapak Yusman Yus. 49:15 Alhamdulillah menyimak. 49:16 Alhamdulillah. Barakallahu fikum. 49:18 Kemudian kita akan bacakan pertanyaan 49:22 pertama dari 49:25 Ibu Retno. Asalamualaikum warahmatullahi 49:28 wabarakatuh. Waalaikumsalam 49:30 warahmatullahi wabarakatuh, 49:32 Ustaz. Alhamdulillah hadir menyimak 49:34 tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh. Syukron 49:37 pencerahannya, Ustaz. 49:38 Afan. 49:39 Ustaz, izin bertanya. Bagaimana caranya 49:42 kita menyikapi orang yang suka berdusta, 49:45 Ustaz? 49:46 Bicaranya tidak dapat dipercaya, Ustaz. 49:50 Syukron. 49:51 Ee naam apabila kita sudah mengetahui 49:54 dia suka berdusta dan memang berdusta, 49:58 ya. pertama diabaikan aja omongannya. 50:01 Yang kedua nasehati kalau berani. 50:05 Mas nih berkali-kali saya perhatikan 50:08 sampean tuh ngomongnya kok bohong melulu 50:10 sih? 50:11 kemarin katanya begini-begini saya bukti 50:13 kan enggak ada apa-apa ternyata gitu 50:16 loh. Nah, kalau bisa kurangilah dosa itu 50:19 nanti apa namanya mengakibatkan ke 50:22 neraka gitu loh. Jadi kan kedustaan itu 50:26 mengakibatkan kepada ketidakjujuran ya. 50:30 Dusta tidak jujur. Nah, maka dia akan 50:33 apa akan kedustaan juga akan melakukan 50:36 perbuatan buruk. perbuatan buruk akan 50:39 mengarah kepada neraka. Nah, mak kalau 50:42 sampaikan ya Mas jangan coba-coba lagi 50:46 bohong-bohongan lah. Banyak orang 50:47 tertipu kasihan kalau memang itu 50:49 mempengaruhi masyarakat. 50:52 Tapi kalaupun tidak mempengaruhi 50:54 masyarakat, tidak ada yang dirugikan 50:56 dari sisi material gitu loh, tapi 50:59 kontennya adalah kebohongan, nasihati 51:01 aja tetap ya. Ah, udah sampai kalau 51:04 memang itu konten misalnya, kamu bohong 51:06 itu konten apa? Kalau konten sih saya 51:09 bisa memahami gitu. Tapi kalau kemudian 51:12 itu apa namanya? Kebohongan memang 51:15 kebohongan yang dipublis gitu loh. Nah, 51:18 ini juga persoalannya kan tidak boleh 51:22 membuat konten bohong. Nah, untuk 51:25 menilai bohong atau tidak kan tergantung 51:27 kita memandangnya. Maka oleh tadi kamu 51:31 kalau niat bikin kontennya bohong lebih 51:34 baik janganlah gitu loh. Kan sekali lagi 51:37 tadi bahwa penilaian bohong atau tidak 51:39 itu tergantung dari sisi mana kita 51:41 memandangnya. Kan begitu. Jika kemudian 51:44 ee kata-kata apa sesuatu kebohongan itu 51:47 mendominasi 51:49 sehingga tidak ada nilai kebaikannya 51:51 dalam konten itu, maka hindari gitu. 51:54 Tapi kalau kemudian ada konsep bohong, 51:57 kemudian ada kebaikan-kebaikan, kemudian 51:59 ditekankannya kebaikan, oh berarti 52:02 maksudnya dia adalah membuat konten agar 52:06 orang menghindari kebohongan dan berlaku 52:09 jujur, gitu loh. Nah, maka sekali lagi 52:12 kalau misalnya kita berani nasihati, 52:16 tapi kalau kita belum berani cari orang 52:18 yang berani. He, 52:20 Mas. Atau misalnya, "Ustaz, ini tetangga 52:23 saya suka ngebohong. Tolong nasihati, 52:25 Ustaz." Gitu loh. Nah, si Ustaz juga kan 52:28 tidak gampang langsung menasehati. 52:30 Paling tidak dia secara umum 52:33 ee menyindir dulu kan tidak langsung ini 52:36 karena belum tentu juga pengaduan 52:38 tetangganya benar kan gitu. Ustaz 52:41 nasihati pas dinasihati bohong ternyata. 52:44 Jadi yang ber yang dianggap bohong itu 52:47 yang melaporkan bohongnya adalah orang 52:49 bohong kan begitu. Nah, seringkiali 52:51 begitu 52:52 ya. Nah, maka oleh sebab itu seorang 52:55 ustaz juga tidak ujug-ujug, tidak 52:58 tiba-tiba langsung apa mengambil action 53:02 dengan menjustifikasi bahwa dia telah 53:04 berbohong. Paling tidak dengan dugaan. 53:07 Dugaan tak bersalah, maka pakai sindiran 53:11 gitu loh ya. Pakai sindiran. Kalau 53:14 ternyata sudah terbukti dia berbohong 53:16 baru dinasehati gitu ya. Baik demikian 53:19 saya kira. Wallahu aam biswab. 53:24 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Retno 53:28 semoga dapat menjawab. 53:30 Berikutnya pertanyaan 53:33 dari Ibu Wiwin. Ustaz asalamualaikum 53:36 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 53:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:39 wabarakatuh. 53:41 Ustaz mohon izin bertanya di luar tema 53:43 tapi berkaitan dengan bulan Ramadan, 53:45 Ustaz. 53:46 Oh, namam. 53:47 Saya mempunyai keluhan penyakit dalam 53:50 Ustaz saat ini, yaitu radang usus besar. 53:52 Kalau buang air besar berdarah, apakah 53:56 boleh diperbolehkan untuk berpuasa, 53:58 Ustaz? Mohon pencerahannya. 53:59 Baik. Jika tidak berpengaruh kepada 54:02 kesehatan lebih parah, jadi apa namanya? 54:06 tidak berpengaruh tuh ee puasanya 54:08 meskipun apa namanya bab-nya keluar 54:12 darah ya, maka lanjutkan aja puasa tidak 54:16 membatalkan. Jadi keluar darah lewat ee 54:19 ee saluran itu tidak masalah ya karena 54:22 bukan memasukkan kepada ee ya kepada 54:26 mulut gitu loh. Jadi kan kemarin itu 54:30 kita memaknai bahwa yang membatalkan tuh 54:32 segala sesuatu yang melewati 54:35 kerongkongan. Hm. Gitu loh. Nah, 54:37 termasuk 54:39 perbedaan pendapat itu terhadap infus 54:45 kan itu tidak masuk kerongkongan gitu 54:47 ya. Tapi dijawab oleh yang e apa yang 54:50 ketat itu ya. Tapi kan itu mengakibatkan 54:53 orang jadi segar gitu. Padahal segar 54:56 atau payah itu bukan tujuan puasa gitu 55:01 loh. Sebagai mau lapar, mau haus itu 55:04 bukan tujuan puasa. Tujuan puasa itu 55:07 laallakum tattaquun gitu loh. Mau 55:10 diinfus, mau disuntik. Tapi lagi-lagi ya 55:13 saya tetap menghormati orang yang apa 55:16 atau orang alim yang mengatakan itu 55:19 batal karena tadi apa? tidak bisa 55:23 merasakan keadaan orang yatim, orang 55:25 yatim piatu, tidak bisa merasakan orang 55:28 fakir miskin. Orang fakir miskin tuh 55:31 selalu lemas. 55:33 Ya gitu loh ya. Kan ada yang membahas 55:36 bahwa kita puasa itu salah satunya ingin 55:39 merasakan 55:41 seperti fakir 55:41 seperti orang fakir miskin. Nah, kalau 55:43 itu penjelasannya berarti diinfus batal. 55:47 Karena diinfus jadi segar tuh gitu loh. 55:50 Tapi bagi mereka yang memahami bukan itu 55:53 tujuannya. Tujuan puasa itu adalah 55:56 takwa. Maka diinfus enggak ada masalah, 55:59 disuntik enggak ada masalah gitu loh ya. 56:02 Dikecer ke apa kecer mata tidak ada 56:05 masalah. 56:07 Tetes mata. 56:07 Hah? Tetes mata. Ketas mata itu tetes 56:10 mata gitu loh. Tapi sekali lagi ya kita 56:13 mengcombine 56:14 menggabungkan ada ulama-ulama di 56:17 berpandangan begitu dengan 56:20 ul-ulama-ulama yang tidak berpandangan 56:22 seperti itu. Karena memang para ulama 56:25 itu cerdas-cerdas, pintar-pintar 56:27 memahami hadis itu. 56:28 Masyaallah. 56:29 Ya, misalnya apa e apa namanya? E rihu 56:34 famimimi bau mulut orang yang berpuasa. 56:37 Atyabu. Atyabu itu lebih harum. 56:40 Lebih harum. 56:41 Knot itu artinya parfum. Kalau thayib 56:44 itu artinya baik. 56:46 Jadi atyabu bisa dimaknai lebih baik 56:49 atau atyabu itu lebih harum. Birihil 56:53 miski dari aroma aroma misk gitu loh. Ah 56:59 kemudian dibutuh ada orang ustaz boleh 57:02 enggak kalau sudah jam 09.00 saya gosok 57:04 gigi? Kenapa? Mulut bau. 57:09 Eh, mulut bau itu di sisi kita, di sisi 57:12 Allah mah wangi. Nah, kata dia begitu 57:15 kan. Betul ada hadisnya tadi kan. Ah, 57:18 kemudian ada ulama lagi membantah, iya, 57:22 baunya saja wangi di sisi Allah apalagi 57:25 wanginya lebih wangi lagi, kan begitu. 57:28 Nah, jadi ee analisa para ulama itu 57:31 menarik gitu loh ya. Oh, gitu. Tapi 57:34 lagi-lagi ya, lagi-lagi ada yang 57:37 berpandangan kepada 57:39 ee apa cakupannya fikhiah. 57:43 Ada yang ee apa namanya payungnya adalah 57:48 maqasidi 57:50 gitu loh. Orang maqasidi itu begini. Oh, 57:53 orang maqasidi mah tidak batal. Tidak 57:55 batal kan maksudnya begini. Tapi kalau 57:57 orang fikih, oh tadi seperti infus 58:01 batal. Karena infus mengikbatkan segar. 58:04 Kalau segar apa? Berbeda apa namanya? 58:08 Berbeda rasa dengan orang fakir miskin. 58:11 Orang fakir miskin itu selalu kelaparan, 58:14 kehausan gitu loh. Kalau kita puasa 58:17 tujuannya mau merasakan fakir miskin 58:20 tapi malah diinpus, maka tidak tercapai 58:23 tujuannya gitu. Maka kata mereka batal. 58:27 Tuh gitu loh. Nah, begitu jangan 58:30 berenang. 58:31 berenang ke dia kemudian apa nelan air. 58:34 Tidak sengaja nelan air batal. 58:39 Memang ini memang tetapi kan 58:41 persoalannya tidak sengaja kan gitu. 58:44 Tadi kalau pandangannya pendekatnya 58:46 fikih tadi debat gitu loh bisa batal 58:50 bisa tidak. Nah tapi kalau tidak sengaja 58:53 maka diabaikan. 58:55 sudah diabaikan saja. Karena tujuan 58:57 puasa apalagi kan cuma cuma seregot ya. 59:01 Seregot tu apa ya? Ee minum airnya itu 59:05 cuma berapa tetes gitu kan. Karena tidak 59:08 sengaja bahwa kemudian kita paham ada 59:11 hadis kalau sedang berpuasa kumur-kumur 59:14 wudu harus dibatasi. Itu bisa dipahami 59:17 karena takut ke ketelen gitu loh ya. 59:21 Jadi memang ada pandangan-pandangan 59:23 pendekatan fikhiah 59:26 ya, ada pend apa pendekatan-pendekatan 59:29 maqasidi. Nah, itu akan menjadi ee 59:34 variasi pemahaman menjadi wah kalau gitu 59:37 bingung lalu saya harus bagaimana. Ya 59:40 sudah, Ibu mah kalau pahamnya minum air 59:43 itu batal, batar berarti gitu aja kan 59:45 gitu loh. Tan tidak masalah dia diqada 59:48 di bulan lain misalnya ya dia puasa lag 59:51 enggak apa-apa. Adapun ini yang mau 59:53 qosidi meskipun tidak batal tetap dia 59:55 mau puasa lagi di Syawal Senin Kamis 59:59 atau ayamul biduasa 1:00:03 tapi niatnya berbeda. 1:00:06 Itu semua menarik. Sekali lagi menarik 1:00:09 gitu loh di Syawal sama puasa. Yang satu 1:00:12 mah puasanya qada, yang satu mah apa? 1:00:16 Yang satu mah sunah. Sunah 1:00:18 mengamalkan sunah keutamaan. 1:00:20 Iya. 1:00:21 Sekarang pertanyaannya yang dirasakan 1:00:24 oleh orang yang berpuasa sunah dengan 1:00:27 yang mengqada perasaannya sama tidak 1:00:30 sama? 1:00:31 Sama. Dari terbit fajar hingga terbena 1:00:33 matahari sama gitu ya. Ada yang memahami 1:00:37 waimusiamu 1:00:39 ilalil dan sempurnakanlah salatnya 1:00:42 sampai malam. Maka kemudian ada orang 1:00:45 yang buka puasanya isya bukan magrib 1:00:48 gitu. Tapi berdasarkan ayat itu juga 1:00:51 dapat dipahami bahwa berpuasa menahan 1:00:55 segala kemaksiatan itu diteruskan sampai 1:00:58 malam gitu. Maka tadi watimusam ilal 1:01:01 lail gitu loh. Jadi ee apa namanya? Lail 1:01:05 itu berarti dimaknai semu seluruh malam 1:01:09 lah. Kalau gitu kan 1:01:11 sepanjang hari. 1:01:12 Iya kan sepanjang hari enggak boleh 1:01:14 hubungan suami istri. Tapi buktinya 1:01:16 kalau malam hari kan boleh. Nah. Jadi 1:01:18 memang menarik itu kajian-kajian itu ya. 1:01:21 Jadi diperdebatkan, diaduk di ini ya 1:01:24 gitu. Masyaallah. Nah, tetapi pada 1:01:26 intinya sekali lagi apa yang kita pahami 1:01:29 itulah yang ambil diambil gitu loh ya. 1:01:31 Jangan sampai kemudian dengan banyak 1:01:34 kajian kok malah jadi bingung. Enggak. 1:01:36 He. 1:01:37 Antum pahami aja mana yang bisa 1:01:39 dipahami, penjelasan mana yang masuk 1:01:41 akal menurut Anda itu ambil 1:01:43 atau yang lebih mudah? 1:01:44 Atau yang lebih mudah. Boleh yang lebih 1:01:46 mudah gitu loh ya. Oh, kalau yang lebih 1:01:48 mudah mah nanti kita kalau mazhab A 1:01:51 wudunya mazhab Syafi'i, tapi kalau yang 1:01:54 membatalkannya mazhab lain nih ya 1:01:57 seperti yang kita lakukan ya. Wudunya 1:02:00 wudu Imam Syafi'i tapi yang 1:02:02 membatalkannya bukan Imam Syafi'i gitu. 1:02:05 Oh, menurut imam lain mah tidak batal 1:02:07 sentuhan kulit dipindah ke 1:02:10 Nah, itu itu yang menarik. Menarik itu 1:02:12 bukan berarti salah atau bukan berarti 1:02:14 benar. menarik untuk dikaji 1:02:16 terusmenerus. 1:02:18 Demikian wallahuam 1:02:20 bisawab. 1:02:22 Wallahuam bawab. Demikian semoga dapat 1:02:25 menjawab. 1:02:27 Berikutnya pertanyaan dari 1:02:31 Ibu Supini, Ustaz. 1:02:34 Naam. 1:02:34 Asalamualaikum warahmatullahi 1:02:36 wabarakatuh. 1:02:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:38 wabarakatuh. 1:02:41 Ee Ustaz, saya Ibu Supi. Kalau 1:02:45 izin saya mau bertanya, Ustaz. Kalau 1:02:47 kita salat tarawih di rumah aja sah atau 1:02:52 tidak, Ustaz? Karena masjidnya jauh, 1:02:54 Ustaz. Mohon jawaban. 1:02:55 Masyaallah, Ibu. Salat tarawih di rumah 1:02:59 bahkan lebih baik. Jangankan untuk 1:03:02 perempuan, untuk lelaki pun salat 1:03:05 tarawih di di rumah lebih baik. 1:03:08 Lebih baik. Kenapa? Karena tarawih itu 1:03:11 salat sunah. Nah, salat bagi lelaki 1:03:16 salat lebih baik di rumah kecuali salat 1:03:18 wajib gitu loh ya. Nah, maka kalau salat 1:03:22 tarawih itu di w apa di rumah 1:03:25 sunah. 1:03:26 Nah, sunah tuh. Nah, gitu ya. Tapi 1:03:29 kemudian mulai dia diadu tuh bahwa 1:03:32 salatul jamaati afdolu min shatil fadli. 1:03:36 Salat berjamaah lebih baik daripada 1:03:38 salat sendirian. Ah, kemudian dipakai 1:03:40 dalil itu. Ee kalau di rumah kan tidak 1:03:43 berjamaah gitu misalnya tidak berjamaah 1:03:45 sementara kalau di masjid kan berjamaah. 1:03:48 Padahal kan menurut hadis salat 1:03:49 berjamaah lebih baik daripada salat 1:03:51 sendirian. 1:03:53 Oke. Meskipun saya tidak melanjutkan 1:03:55 analisanya ya sudah antum di masjid aja 1:03:59 kalau memahaminya begitu ya. 1:04:01 [tertawa] 1:04:02 Tapi kalau kemudian kita memaknainya 1:04:04 bahwa salat sunah, apapun itu salat 1:04:07 sunah lebih baik di rumah kecuali dalam 1:04:10 kondisi tertentu. 1:04:12 Apa yang dimaksud kondisi tertentu? 1:04:14 Misalnya saya ini salat sunahnya di 1:04:17 masjid apa di rumah kalau mau salat 1:04:20 qobliah subuh. 1:04:23 Padahal rumah saya jauh ke masjidnya 1:04:26 kan azan nunggu dulu di rumah. Ah, sudah 1:04:29 azan salat dua rakaat, pas sampai masjid 1:04:31 sudah hilang satu rakaat gitu loh. Nah, 1:04:34 maka oleh sebab itu salat sunahnya di 1:04:36 masjid saja gitu loh ya. Jadi tidak 1:04:39 saklek-saklek amat sih dalam pemahaman 1:04:42 itu ya. Ada kalanya fleksibel gitu loh 1:04:46 ya. Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi 1:04:48 ya Bu saya rekomendasikan kalau Ibu 1:04:50 sudah banyak bacaannya, sudah banyak 1:04:53 hafalannya maksud saya, maka lebih baik 1:04:55 salat tarawihnya di rumah. Masyaallah. 1:04:58 Heeh. 1:05:00 Tapi bagi kita yang hafalannya masih 1:05:02 sedikit, 1:05:04 nah jika bisa enggak apa-apa salat di 1:05:08 mas di masjid, berjamaah di masjid. Maka 1:05:11 oleh sebab itu saya setuju kepada DKM 1:05:15 yang menyarankan agal imamnya jangan 1:05:17 baca ayat panjang-panjang. 1:05:20 Satu tuh. Tapi saya juga setuju kepada 1:05:24 DKM yang mengharuskan imamnya bacaannya 1:05:27 panjang-panjang. 1:05:29 Kenapa ya? Kenapa harus setuju 1:05:32 pendek-pendek? Karena banyak yang tidak 1:05:35 orang awam banyak yang tidak hafal. 1:05:38 Kebanyakan awam. 1:05:39 Heeh. Kebanyakan awam kan tidak hafal. 1:05:41 Udah gitu ee apa nama? Malas. Ah, kalau 1:05:44 kelamaan wah ngantuk gitu loh. Tapi 1:05:47 kemudian setuju panjang-panjang karena 1:05:49 ini bukan salat wajib 1:05:52 gitu loh. Ah, saya mah kelamaan saya mah 1:05:54 mau pulang aja. Ya pulang aja enggak 1:05:56 apa-apa wong tidak dosa kok gitu loh. 1:05:59 Jadi apapun yang diputuskan oleh DKM 1:06:02 dua-duanya boleh diambil. Tentu dalam 1:06:05 pendidikan dalam pendidikan kita tentu 1:06:09 meminta imamnya baca bacaannya 1:06:11 panjang-panjang 1:06:13 tuh. Kalau apa pendidikannya ingin 1:06:16 tetapi lagi-lagi 1:06:18 lihat sensus jemah kita teh sukanya apa 1:06:23 kalau suka kalau tidak suka bacaannya 1:06:26 panjang-panjang ya sudahlah ngalah 1:06:28 pendeknya juz ama saja yang dibaca tuh 1:06:31 enggak apaalah juz ama wah saya mah 1:06:34 malah penginnya bacaan Quran sambil 1:06:37 murajaah ya udah di rumah aja antum atuh 1:06:40 ya kalau di sini mah banyak orang awam 1:06:44 Maka dari pemahaman itu sekali lagi 1:06:47 akhirnya 1:06:49 salat tarawih balik jadi boleh milih 1:06:52 masjid mana nih yang bacaannya 1:06:54 panjang-panjang. Ah saya di sini ah. 1:06:57 Sebagaimana juga orang memilih di mana 1:07:01 sih yang tarawihnya bacaannya 1:07:02 pendek-pendek. 1:07:04 dia pilih karena kemampuan dia seperti 1:07:07 itu. Tapi lagi-lagi dalam ee education, 1:07:11 dalam pendidikan mesti harus yang 1:07:14 panjang. Karena memang tujuan salat 1:07:17 malam itu meskipun bukan tarawih itu 1:07:20 adalah melatih keistikamahan, 1:07:23 melatih kesabaran. Maka Nabi sampai 1:07:26 bengkak-bengkak kok kakinya itu kan 1:07:29 sampai melatih sampai bengkak-bengkak 1:07:30 tuh gitu loh. Nah, kalau kita penginnya 1:07:33 yang pendek-pendek. Nah, tadi 1:07:35 alasan-alasannya ya. Jadi kenapa saya 1:07:38 setuju kepada apa kepada masjid yang 1:07:41 imamnya bacaannya pendek-pendek tadi tuh 1:07:45 banyak orang awam banyak ini ini ini. 1:07:48 Kalau misalnya ketika dibacakan ayat 1:07:50 pendek-pendek terus ada orang yang tidak 1:07:52 puas. Heh tarawih cuma 45 menit 11 1:07:56 rakaat. 1:07:58 Saya masa masih haus atuh. Sudah Bapak 1:08:02 nanti pulang salat lagi salat malam. 1:08:05 Jadi bakda isya tarawih di masjid. 1:08:08 Iya 1:08:08 masih kurang puas. Nanti jam . Jam . 1:08:11 lanjutkan lagi. Bagi Anda yang memahami 1:08:14 witir itu penutup apa? Salat malam, 1:08:17 salat satu rakaat dulu. Tapi jika Anda 1:08:20 tidak memahaminya bahwa witir itu 1:08:22 penutup salat malam, langsung aja salat 1:08:24 sunah. Tidak harus ditambah dulu satu 1:08:27 rakaat. Berarti Anda tidak harus witir 1:08:29 lagi karena sudah tuh. Tapi bagi mereka 1:08:32 yang menyatakan bahwa witir itu penutup 1:08:34 salat malam ya berarti harus ditambah 1:08:37 dulu supaya tidak jadi witir dulu. 1:08:40 Nah. Heeh. Genap. Nah, nanti di 1:08:41 penghujung ditambah salat witir. Wallahu 1:08:46 aam bisawab. 1:08:50 Wallahuam bawab. Demikian ee Ibu Supini 1:08:53 semoga dapat menjawab 1:08:56 berikutnya. 1:08:58 Bapak Baron. Alhamdulillah mendengar 1:09:01 pencerahannya Ustaz. Jazakumullah 1:09:04 khairan. Wukum jazakumullahu khair. 1:09:08 Kemudian Bapak 1:09:11 Say Rohilin. Ustaz. 1:09:13 Heeh. 1:09:15 Izin bertanya Ustaz. 1:09:17 Naam. 1:09:17 Asalamualaikum warahmatullahi 1:09:18 wabarakatuh Ustaz. 1:09:19 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:09:21 wabarakatuh. Bagaimana kalau pengantin 1:09:25 baru dalam melaksanakan bulan puasa 1:09:28 Ramadan? 1:09:29 Heeh. 1:09:31 Apakah jika mereka batal, apakah sah 1:09:35 puasanya? 1:09:36 Oh iya. 1:09:37 Atau batal, Ustaz? 1:09:38 Ah iya. Jadi begini, karena penganten 1:09:42 baru itu lebih banyak apa? lebih banyak 1:09:46 kesempatan, 1:09:48 [tertawa] 1:09:49 lebih banyak kesempatan untuk 1:09:51 membatalkan puasa. Apakah kemudian 1:09:54 puasanya boleh dilanjutkan atau 1:09:57 bagaimana gitu k lebih ya? Heeh. 1:09:59 Jadi puasa itu harus menahan menahan 1:10:03 makan, menahan minum, menahan hubungan 1:10:06 suami istri, menahan hal-hal yang mata 1:10:09 puasa mulai dari terbit fajar hingga 1:10:11 terbena matahari. Jadi, Anda harus tahan 1:10:14 dulu itu gitu loh. Kalau Anda kemudian 1:10:18 ya sudah kebelet nanti habis magrib. 1:10:21 Dalam satu riwayat ada sahabat, ada 1:10:24 sahabat buka puasanya 1:10:27 inian istrinya 1:10:28 iftarnya. 1:10:29 Iftir masyaallah gitu. Karena sudah 1:10:32 masuk azan magrib langsung gitu ada 1:10:35 halal batalkan. 1:10:36 Jadi bukan aib itu gitu ya. Jadi ketika 1:10:39 Anda sudah tidak tahan, nunggu magrib, 1:10:42 ngunci dulu pintu sendirian, nanti pas 1:10:44 magrib buka gitu loh. [tertawa] 1:10:47 Nah, itu satu ya. Yang kedua, kalau Anda 1:10:49 tidak kuat lalu Anda melakukan 1:10:53 pertama Anda harus puasa 2 bulan 1:10:56 berturut-turut 1:10:58 atau memberi makan 60 orang 1:11:01 karena sengaja, Ustaz. 1:11:02 Heeh. Gitu ya. Ya, jangankan 2 bulan, 1:11:06 sebulan aja nyelonong kan gitu. Maka 1:11:09 oleh Nabi disegah itu setiap yang 1:11:11 mengarah ke situ oleh Nabi disegah. Maka 1:11:14 ada orang yang nanya, "Boleh enggak saya 1:11:15 mencium istri saya ketika saya puasa?" 1:11:18 Yang satu dibolehkan karena sudah uzur, 1:11:21 sudah syekh, yang satu, "Oh, enggak 1:11:23 boleh. Jangan kata Nabi." Gitu loh. 1:11:26 Karena ini akan menjadi pembukaan, 1:11:29 menjadi pengantar. He. 1:11:31 Nah, daripada kamu harus puasa 2 bulan 1:11:33 berturut-turut kemudian kamu apa 1:11:36 namanya? Jelas tidak mampu gitu loh. 1:11:39 Yang kedua, orang yang membatalkan puasa 1:11:42 tanpa alasan yang disyariatkan 1:11:45 maka tidak akan tidak ada tobat baginya. 1:11:49 Jadi, tidak ada tobat itu tidak ada 1:11:51 penggantinya, tidak ada qada. Makanya 1:11:54 kalau membatalkan puasa tanpa uzur 1:11:57 seperti itu, maka jika Anda sakit boleh 1:12:00 tuh buka puasa. Jika Anda bepergian 1:12:04 boleh tuh buka puasa. Tapi selain ada 1:12:06 ruksah maka tidak boleh buka puasa. 1:12:10 Karena puasa terus-menerus pun tidak ada 1:12:13 bandingannya. 1:12:15 Jadi kenapa? Karena tidak bisa membalas, 1:12:18 tidak bisa mengganti. Puasa yang 1:12:20 disengaja batal. Nah, maka oleh sebab 1:12:23 itu kenapa? Karena ini penghormatan 1:12:25 kepada bulan Ramadan gitu loh ya. Nah, 1:12:28 maka oleh sebab itu meskipun ah nanti 1:12:30 saya diqada saja karena sakit misalnya 1:12:33 ah sakit misalnya nanti qada saja. Mas, 1:12:37 saya kasih tahu 1:12:39 menderita ramai-ramai itu lebih ringan 1:12:42 dibanding menderita sendirian gitu loh. 1:12:45 Puasa ramai-ramai bareng nih seperti 1:12:47 sekarang itu lebih ringan dibanding 1:12:50 nanti orang makan bakso, makan ini kita 1:12:53 hah puasa saya tersiksa. Nah, maka 1:12:55 jangan coba-coba gitu loh. Meskipun apa 1:12:58 sakit kalau masih bisa puasa, puasa aja. 1:13:02 Nah, gitu. Ee apa namanya? dan puasa itu 1:13:06 lebih baik bagimu, gitu ya. Nah, maka 1:13:09 oleh sebab itu lagi-lagi ya masyaallah 1:13:12 menarik sekalilah fikih itu menarik 1:13:15 sekali pemahaman itu menarik ya. Nah, 1:13:18 jadi seperti itu ya. Jadi ee apa 1:13:21 namanya? Meskipun penganten baru kan 1:13:24 tidak mungkin misalnya malam ini rukyat 1:13:27 baru nikah gitu. Kemudian, nah jadi 1:13:31 bolehnya kalaupun seperti itu, kalaupun 1:13:33 ada ya cuma malam hari, 1:13:35 tiap malam boleh, semalam tiga kali, 1:13:38 empat kali boleh silakan asal malam gitu 1:13:42 loh. Nah, kalau Anda misalnya apa 1:13:45 namanya tidak bisa seperti itu, ah nanti 1:13:48 konsekuensinya kan satu kali melanggar 2 1:13:51 bulan 1:13:52 gitu loh kan. Aduh, masyaallah tadi 1:13:55 menderita sekali gitu. 2 bulan sendirian 1:13:58 lagi. Kalau ini sebulan ramai-rame kan 1:14:01 gitu ya. Baik demikian. Wallahuam 1:14:05 bisawab. 1:14:07 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak Rohili 1:14:10 Sayan semoga dapat menjawab. 1:14:15 Masih ada waktu, Ustaz? 1:14:16 Iya. 1:14:18 Ini dari Teh 1:14:21 Ibu Fani. Ustaz 1:14:23 Nam. 1:14:25 Asalamualaikum warahmatullahi 1:14:26 wabarakatuh, Ustaz. 1:14:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:14:28 wabarakatuh. 1:14:29 Ketika orang 1:14:32 seorang wanita semangat beribadah, 1:14:34 qadarallah dia datang bulan 1:14:35 nam 1:14:36 lalu dia sedih karena tidak bisa 1:14:38 beribadah. 1:14:39 Nam. 1:14:40 Bagaimana dalam keadaan demikian kita 1:14:42 bisa mendapatkan pahala seperti 1:14:45 saudari-saudari lain dalam keadaan 1:14:47 normal kita bisa berpuasa dan salat. Dan 1:14:52 apa lumbung pahala yang lain yang bisa 1:14:54 kita lakukan di saat seperti itu, Ustaz? 1:14:56 Nah, masyaallah. Jadi ketika datang 1:14:59 bulan itu yang dilihat kebiasaan ketika 1:15:02 belum datang bulan. Anda baca Quran, 1:15:06 Anda zikir, Anda baca selawat. Nah, itu 1:15:09 dicatat tuh ketika datang bulan. Nah, 1:15:12 tapi kalau saya enggak tenang, 1:15:15 maka Anda boleh zikir. 1:15:18 Jadi meskipun dalam keadaan head, Anda 1:15:20 zikir, Anda menghafal Quran 1:15:24 meskipun apa tadi? Membaca Quran. 1:15:27 Membaca Quran itu maksudnya sampai 1:15:29 menggang mushaf gitu. Itu tidak boleh. 1:15:32 Tapi murajaah boleh. Tuh, ya. Ini 1:15:35 perdebatan lagi para ulama. Masyaallah. 1:15:37 menarik gitu. Nah, kemudian tadi zikir 1:15:41 ah kan diragukan kalau zikir jahar. Ya 1:15:44 udah zikir khofi kalau gitu gitu lah ya 1:15:47 zikir khafi. 1:15:50 Ah subhanallah subhanallah. Allahumma 1:15:53 sholli ala sayyidina Muhammadin wa ala 1:15:55 ali sayyidina Muhammad gitu. 1:15:58 Kembali lagi kalau Anda yakin 1:16:00 melafazkannya itu boleh, ya sudah baca 1:16:03 itu gitu loh. Kan yang tidak boleh itu 1:16:06 salat, puasa. 1:16:09 Adapun zikir boleh. 1:16:11 Masa dalam keadaan gitu betul-betul 1:16:14 tidak boleh beribadah 1:16:18 dalam keadaan haid. Betapa ruginya 1:16:20 perempuan meskipun ada hadis bahwa agama 1:16:24 perempuan itu setengah dari agama 1:16:26 laki-laki. Tapi bukan berarti hal 1:16:28 seperti itu karena ada haid. Anda tidak 1:16:31 boleh zikir, tidak boleh murajaah. 1:16:34 maksudnya murajaah dari hafalan tidak 1:16:37 boleh ee apa istigfar tidak boleh baca 1:16:40 selawat tidak boleh ini. Betapa ruginya 1:16:42 jadi perempuan gitu loh. Maka sekali 1:16:46 lagi kenapa tadi bahwa ee bahwa agama 1:16:50 perempuan itu setengah daripada agama 1:16:52 lelaki ya karena dia meninggalkan salat 1:16:56 saat haid 1:16:57 meninggalkan puasa. Nah, kalau puasa 1:17:00 harus diqada, kalau salat tidak harus 1:17:03 diqada. 1:17:04 Nah, coba kalau salat tidak harus diqada 1:17:08 terus apa gitu kesempatan untuk dapat 1:17:11 pahala pahala salat 1:17:15 kan gitu. Nah, maka oleh sebab itu 1:17:19 sekali lagi aduh betapa ruginya saya 1:17:21 jadi perempuan kan gitu ya. Kalau semua 1:17:23 tidak boleh ini tidak boleh apalagi yang 1:17:25 haus ibadah. Nah, maka orang yang itu 1:17:28 orang yang haus apa namanya? haus ibadah 1:17:31 itu di antaranya sudah zikir khafi zikir 1:17:34 aja masyaallah zikir saja dan istigfar 1:17:38 itu masyaallah 1:17:40 cukuplah cuma cukup anda misalnya 1:17:42 mengatakan apa ya lailahaillallah 1:17:46 lailahaillallah atau lailahaillallah 1:17:49 wahdahu la syarikalah lahul mulku 1:17:51 walahul hamdu wahua ala kulli q itu 1:17:53 tidak ternilai 1:17:56 jadi zikir-zikir kita ini masyaallah 1:17:58 sesungguhnya mestinya nya mengakibatkan 1:18:01 hati tenang, baik sangka kepada Allah. 1:18:03 Zikir-zikir kita itu kalau kita pahami, 1:18:06 kita renungi gitu loh. Ah, sayangnya 1:18:09 kadang kita berzikir hanya sepintas, 1:18:14 tidak meresap ke hati. Padahal dahsyat 1:18:17 sekali ya zikir-zikir kita ini kan. Kan 1:18:21 ada yang berdoa dengan Allahumma 1:18:23 antallahu ahad, Allahus somad. Kemudian 1:18:26 diganti dengan surah al-Ikhlas. Qul 1:18:28 huallahu ahadunillahus somad lam yalid 1:18:31 walam yulad walam yakun lahu kufuwan. 1:18:33 Ada orang yang senantiasa baca surah 1:18:35 al-Ikhlas tiap salat 100 kali. 1:18:39 Ada yang baca 50 kali tiap habis salat. 1:18:42 Minimal lima kali dalam habis setiap 1:18:45 habis salat. Jadi sehari semalam berarti 1:18:47 5 * 5 25 kali. 1:18:51 Nah, kalau misalnya apa hubabah annah 1:18:55 itu banyak sampai tidak terhitung kan 1:18:57 karena ininya apa namanya? Kerikil. Jadi 1:19:00 tasbihnya itu kerikil. 1:19:02 Bismillahirrahmanirrahim. Qul huallahu 1:19:04 ahad. Allahuad. Lam yalid walam yulad 1:19:06 walam yakun lahu kufuwan ahad. Pindahkan 1:19:08 satu. 1:19:09 Bismillahirrahmanirrahim. Qul huallahu 1:19:10 ahad. Allahusad. Lam yalid walam yulad 1:19:12 walam yakun. Pindahkan satu. Maka di 1:19:16 satu ember tu kerikilnya tu. Maka kan 1:19:18 beliau pernah apa? berwasiat, "Kalau 1:19:21 nanti saya meninggal dunia, taburkan 1:19:24 kerikil-kerikil ini di atas kuburan 1:19:26 saya." 1:19:27 Masyaallah. 1:19:28 Kalau ini tidak tidak tahu ini enggak 1:19:30 nyambung itu. Bahkan bisa jadi syirik 1:19:33 jatuhnya. 1:19:35 Jadi, Hubabah Anisah maksudnya taburkan 1:19:38 di atas kuburan itu agar kerikil-kerikil 1:19:42 itu jadi saksi. 1:19:44 Jadi saksi, 1:19:45 jadi saksi. Oh saya loh kalimat apa e 1:19:49 surah al-Ikhlas yang selalu dibaca 1:19:52 dengan hitungan saya inilah Hubabah 1:19:56 Anisa melakukannya kan begitu. Maka saya 1:19:59 mohon maaf ketika zikir pakai tasbih 1:20:03 saya tidak memvonis bidah. 1:20:05 C gitu loh ya. Tidak memponis bidah. 1:20:11 Wah, tapi kan nanti mirip ini apa 1:20:14 namanya apa di agama kayak di film-film 1:20:18 Taicii itu 1:20:20 iya budaya 1:20:22 [tertawa] 1:20:24 pokoknya gitu ya. Di agama Kristen juga 1:20:26 ada tasbih sama gitu. 1:20:29 Saya sering nonton ee apa namanya ee apa 1:20:33 tuh ee 1:20:35 bukan anak muda apa namanya Korea. 1:20:38 Drakor. 1:20:39 Drakor. 1:20:40 Nah, itu para tokohnya senantiasa megang 1:20:43 hasb. 1:20:44 Heeh. Kalau di kita mungkin yang 33 kali 1:20:47 gitu. Enggak tahu yang dibacanya apa, 1:20:49 tapi. Oh, jadi ada kebiasaan juga ya 1:20:52 saya bilang mereka 1:20:55 sama enggak dengan kita. Dia seperti itu 1:20:58 tasbih bukan tasbih sesungguhnya ya. 1:21:01 Adapun kita pakai itu juga mirip enggak 1:21:03 dengan dia? 1:21:04 Mirip. 1:21:06 Mirip apanya? 1:21:07 Mirip tasbihnya. 1:21:08 Mirip alatnya saja kan bacaannya kita 1:21:11 subhanallah subhanallah subhanallah 1:21:13 mereka bacaannya kan enggak tahu. 1:21:15 Maka saya menyatakan beda orang tahlilan 1:21:19 dengan orang yang kumpul-kumpul bada 1:21:22 kematian. Karena di agama di agama lain 1:21:26 itu mereka membaca mantra-mantra syirik 1:21:30 ngumpul dulu. Nah, kita para apa? Para 1:21:33 ulama, para wali mengajarkan doa-doa 1:21:37 tauhid. Makanya lailahaillallah 1:21:41 gitu. Sama enggak apa ungkapan syirik 1:21:44 dengan ungkapan tauhid? 1:21:46 Makanya kemudian bagaimana kita 1:21:47 mengatakan wah itu mirip dengan agama 1:21:50 anu. Di mana miripnya? dia mamantra 1:21:53 syirik, kita mamantar tauhid. Tuh, gitu 1:21:56 loh. Jadi, makanya saya sekarang nih 1:21:59 tidak gegabah dalam menjustifikasi gitu 1:22:02 loh. Ada tinjauan-tinjauan yang dilihat 1:22:05 dari berbagai sisi bahwa saya tidak 1:22:07 melakukan iya saya tidak melakukan 1:22:09 begini, tidak melakukan begitu, tapi 1:22:12 menilai orang lain saya harus hati-hati, 1:22:14 gitu ya. Nah, ini saya kira apa namanya 1:22:18 beberapa pandangan yang menariklah dalam 1:22:20 berbagai persoalan gitu loh ya 1:22:23 tambahannya ya. Demikian saya kira 1:22:25 wallahu aam biswab. 1:22:28 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Fan 1:22:30 semoga dapat menjawab. Ee baik Ustaz 1:22:34 sebagai penutup kesimpulan untuk ikhwan 1:22:37 akhwat. Tafadul Ustaz. 1:22:39 Iya. Jadi kesimpulan yang dapat diambil 1:22:41 yang pertama kita dilarang untuk 1:22:44 berdusta bahkan mujamalah saja. 1:22:47 Mujamalah itu apa ya? Basa-basi gitu 1:22:51 loh. Antara bahasa kan tadi e basa-basi 1:22:54 juga tuh dia tidak diberi oleh suaminya 1:22:56 tapi dia merasa diberi kemudian ee 1:22:59 jatuhnya bohong, jatuhnya dusta. Tapi 1:23:02 mujamalah juga nyaris ke situ meskipun 1:23:04 tidak sama. 1:23:05 Heeh. Mujamalah itu basa-basi. Jadi 1:23:08 sebaiknya seorang muslim itu dalam 1:23:11 keadaan normal senantiasa ee menjadi 1:23:16 dirinya sendiri, menjadi dia apa adanya 1:23:19 gitulah ya. Karena memang ee itu akan 1:23:22 jatuh kepada kalau terus-menerus 1:23:24 dilakukan khawatir jatuh kepada sifat 1:23:28 dusta, khawatir jatuh kepada sifat ee 1:23:31 apa namanya ee pembohong gitu ya. 1:23:34 Demikian saya kira yang dapat saya 1:23:36 kemukakan. 1:23:40 Muhammadinhamdulillahbilamin. 1:23:45 Alhamdulillahabbil alamin. Jazakumullah 1:23:47 kir ustazikumakumullah. 1:23:50 Baikwat. Semoga bermanfaat apa yang 1:23:52 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 1:23:54 tentang dusta yang diperbolehkan dan 1:23:57 anjuran untuk berhati-hati terutama 1:24:00 pada kita di bulan Ramadan ini. Saya 1:24:03 Fauzi Ridwanul Haq mohon undur diri. 1:24:05 Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla 1:24:08 ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik. 1:24:10 Asalamualaikum warahmatullahi 1:24:12 wabarakatuh.