Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala
- alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma
- allahumfan bima alamtani waimni ma
- yangfani warzuqni ilman yangfi.
- Dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibwur
- Bekasi radio silaturahim dan rasil
- visual untuk Islam yang satu. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala di mana pun Anda berada yang dapat
- mendengarkan siaran kami semoga dalam
- keadaan sehat walafiat. Begituun pemirsa
- YouTube Brazil TV, semoga selalu sehat.
- Di kesempatan kali ini senang sekali
- saya angga Aminuddin ditemani oleh Fajar
- Hidayat dan juga Anis Mualim di meja
- operator dapat kembali menyapa Anda,
- Ikhwan Akhwad yang berada di daerah
- Jabur Tebek dan sekitarnya yang selalu
- setia dengan gelombang AM 720 ataupun
- Anda yang berada di Batam, Ikhwan
- Akhwat. Kami juga menyapa Anda yang
- berada di Semarang, di Sukabumi,
- Yogyakarta dan juga di daerah-daerah
- lainnya. Ihan Ah yang juga bisa
- mengakses siaran streaming rasil di
- ww.redalatrahim.com.
- Ikhwan Akhwat, kami hadir di hari Selasa
- pagi menuju siang hari ini dalam acara
- ekonomi Islam. Alhamdulillah narasumber
- kita telah hadir di studio Ustaz Ihwan
- Basri dari Dewan Syariah Nasional.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam. warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabarnya, Ustaz Ikhwan?
- Alhamdulillah sehat walafiat.
- Sehat ya?
- Sehat walafiat insyaallah.
- Ini kita sudah berapa pekan nih, Pak
- Ustaz? Ya. Sekarang berarti perdana di
- tahun baru.
- Iya.
- Di tahun 2021.
- Biasanya saya yang mendampingi ustaz
- gitu. Karena kan kalau ada tugas keluar
- nih, "Ustaz mohon maaf ya, kita siul
- dulu." [tertawa]
- Ustaz memantau terus ya, Pak Ustaz ya,
- perkembangan dan juga ee apa yang
- terjadi di khususnya Indonesia dan
- secara umum global ee dunia perkembangan
- ekonomi di masa pandemi yang ternyata di
- 2021 itu 2021 memasuki babak baru, Pak
- Ustaz.
- Iya.
- Memasuki babak baru. Cina memang sudah
- dihantam dalam 1 tahun bahkan mulai
- Desember 2019. Lalu beberapa negara
- termasuk Indonesia mulai di bulan Maret
- sebenarnya hantamannya Pak Ustaz ya. Dan
- sekarang sudah masuki tahun yang baru
- sudah hampir 1 tahun kalau misalkan
- sekarang masuki Januari, Februari,
- Maret. Nah, sebenarnya bagaimana sih
- membangkitkan ekonomi menurut perspektif
- ekonomi Islam? pandemi salah satu faktor
- mungkin banyak faktor yang sudah di
- kita bahas di kesempatan kali ini
- bagaimana sebenarnya membangkitkan
- ekonomi sesuatu hal yang bisa membuat
- roda ini berputar tuh bagaimana di
- negeri ini gitu ya dalam perspektif
- ekonomi Islam tentu saja kita akan
- menyimak ini. Baik sebagai pembuka Pak
- Ustaz kami persilakan.
- Terima kasih Mas Angga. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil iya wal mursalin
- sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa
- ashabi ajmain. Amma ba'du. Para pemirsa
- Rasil Visual dan para pendengar radio
- silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Alhamdulillah selalu
- kita panjatkan syukur kepada Allah
- Subhanahu wa taala yang senantiasa
- memberikan dan mencurahkan rahmatnya
- kepada kita sekalian sehingga dengan
- rahmatnya ini kita
- dapat ee melakukan atau melangsungkan
- siaran live di ee Perdana 2021
- ee setelah beberapa kali mungkin ada
- empat kali mestinya ya kita off ya
- karena berbagai ee ee alasan ya. Ada
- saya siap, masa enggak enggak siap, masa
- enggak siap, saya enggak siap. Nah, ini
- alhamdulillah di hari di minggu yang
- kedua di bulan Januari 2021
- kita dapat siaran live ee perdana ya.
- dan yang di ee yang dimunculkan diangkat
- topik pada hari ini adalah tentang
- bagaimana kita hendak ee membangkitkan
- kembali perekonomian di tengah pandemi
- Covid-19
- yang sudah berlangsung ee hampir setahun
- dan di Cina Cina sudah setahun ya sudah
- ulang tahun yang pertama itu.
- Nah, ee banyak karena ini pandemi ini
- meluas ya di seluruh dunia ya ee hampir
- semua negara itu melakukan ee apa
- namanya pendekatan-pendekatan,
- usaha-usaha yang intinya itu bagaimana
- walaupun ee pandemi berjalan tetapi
- ekonomi juga tidak boleh berhenti.
- begitu maksudnya sehingga ee kalau
- ekonomi itu berputar dan tidak berhenti
- ya kita masih bisa melaksanakan
- aktivitas sehari-hari meskipun sangat
- berkurang tetapi pendapatan cash of flow
- itu tidak mengganggu bagi kesejahteraan
- ini terutama ya tapi memang diakui bahwa
- pandemi ini mengakibatkan mungkin jutaan
- orang kehilangan
- pendapatan karena di PHK,
- karena disuruh apa namanya di rumah ya
- namanya cuti tidak ada upah, tidak ada
- gaji ee tapi dia tidak bekerja dan
- akhirnya juga tidak punya pendapatan.
- ee dan banyak orang melakukan berbagai
- hal dalam rangka untuk bertahan seperti
- ini. Nah, tiap-tiap pemerintahan di
- negara yang ada ini adalah memberikan
- bantuan langsung kepada mereka yang
- berdampak ya, mereka yang kena PHK,
- mereka yang kehilangan pekerjaan dan
- lain sebagainya. Dan itu besarannya
- bermacam-macam bergantung kepada ee
- kemampuan negara ya. Jadi kita juga
- sudah tahu itu ada namanya bantuan tunai
- sosial dan apapun namanya ya yang
- intinya adalah bantuan dari pemerintah
- untuk mereka yang berdampak ya meskipun
- ee kasusnya selalu ee sama dari dulu
- yaitu data yang kurang akurat ya
- sebagian itu masalah itu ya sehingga
- bantuan itu ee harusnya sampai kepada
- mereka tetapi ada juga karena ee apa
- data yang kurang akurat mengakibatkan
- bantuan itu tidak sampai dan kasus di
- kita lebih parah lagi itu dikorupsi
- bantuan sehingga disunat ya mungkin
- disunat atau diapainlah kemudian yang
- jelas kemudian tidak sampai sesuai
- dengan yang diinginkan ya ini
- nauzubillah minzalik ya di tengah kita
- seperti ini masih ada oknum yang tidak
- punya moral ya tidak punya ee rasa kasih
- sayang tidak punya empati kepada sesama
- sehingga merampok ya bantuan yang
- sebetulnya di ditujukan kepada mereka
- yang berhak.
- Ee jadi seperti itu di di negara-negara
- Eropa, Jerman, Inggris dan lain
- sebagainya. Ini bantuan kepada rakyatnya
- itu kalau di dilihat dari kacamata
- rupiah kita itu berlimpah-limpah begitu
- sehingga walaupun mereka itu tidak ee
- bekerja tapi ee kehidupan mereka ya
- secara umum tidak berdampak. masih bisa
- beli apa saja lah gitu. Ee di sini yang
- kita ee soroti atau kita lihat adalah
- bagaimana hal itu juga dilakukan oleh
- pemerintah kita. Nah, tetapi dalam
- konteks ekonomi Islam seharusnya
- bagaimanakah kita itu ee melakukan ee
- ee melakukan atau berbuat atau berusaha
- untuk membangkitkan ekonomi dalam
- konteks ee ekonomi Islam ya. Karena
- pandemi yang seperti ini luasnya itu
- belum pernah terjadi dalam konteks
- ekonomi Islam ya. Dulu-dulu itu apa
- namanya? zaman kita zaman 1000 tahun
- yang lalu ketika ekonomi Islam berjalan
- atau kira-kira 700 ee tahun yang lalu ya
- ada pandemi tapi karena gerakan manusia
- itu lambat ya sehingga tidak berdampak
- seluruh dunia masih bersifat lokal gitu
- sehingga ee bisa diatasi ya dengan baik
- ya meskipun korban terutama ini adalah
- korban manusia itu banyak sekali karena
- pada waktu itu kita belum belum memiliki
- ee teknologi, belum memiliki ilmu
- kesehatan yang mewadai sehingga korban
- yang ee menjadi korban dari manusia itu
- banyak banget ya. Nah,
- nah kita juga tidak tahu ya tadi itu
- kita sudah diberitahukan bahwa tahun
- 2021 pun seandainya divaksinasi kita
- juga belum belum sa pada heart community
- ya eh heart immunity atau kita menjadi
- kebal semuanya dalam sebuah kelompok
- negara ini belum bisa seperti itu karena
- ternyata vaksinasi itu kan bertahap ya
- dan sekian ratus juta ya kita tidak
- mungkin melaksanakan dalam waktu yang
- serentak
- ini seperti itu. Jadi diprediksi bahwa
- itu tetap akan ada ee belum belum sampai
- pada tingkat hard immunity. Nah, oleh
- karena itu maka bagaimana dalam keadaan
- seperti ini kita membangkitkan ekonomi
- agar supaya tetap ee bergerak tetapi
- dengan dengan
- koridor apa itu e protokol 19 itu loh
- ee protokol kesehatan
- tetap dijaga.
- Memang di sebagian masyarakat itu sudah
- lelah lah sebetulnya dengan kondisi
- seperti ini. Maka di dalam menghadapi
- seperti ini, ajaran Islam memberikan ee
- apa namanya? [berdehem] penyemangat
- kepada kita ya. Ya, supaya kita
- bersabar.
- Bersabar dalam pengertian yang kita
- hadapi adalah kenyataan yang nyata dan
- perlu pendekatan seperti ini. Tapi tidak
- boleh kita itu menjadi pasrah gitu. itu
- tetap kita harus melakukan. Nah,
- beberapa hal yang bisa membuat apa
- namanya mengaktifkan ee kegiatan ekonomi
- adalah ee pekerjaan-pekerjaan yang itu
- tidak ee memerlukan banyak keluar rumah
- tapi menghasilkan. Nah, dan ini sekarang
- dan sekarang ini mulai berkembang ya.
- misalnya ee menggunakan jasa
- ee internet atau
- ada teman banyak sekali bukan hanya satu
- dua ya yang dulu tidak bisa membuat apa,
- enggak bisa produksi apa. Dia belajar
- sendiri akhirnya dia melakukan ee usaha
- produksi dan itu dijual lewat ee lewat
- internet ya. Dan ini tidak perlu kita
- sering keluar rumah. Paling kita keluar
- mungkin beli bahan ataupun
- ada apa namanya ee bagian yang akan
- mengantar dan mengambil itu ya. Ya, jadi
- agak agak ini agak
- apa namanya? Agak
- ee tetap jalan tetapi tidak banyak
- keluar gitu maksudnya tidak interaksi
- banyak sesuai dengan ketentuan itu. Nah,
- seharusnya yang seperti ini yang yang
- terbuka. Tapi kita melihat bahwa ini
- memang dengan sendirinya secara otomatis
- manusia itu akan mengembangkan teknologi
- yang cocok dengan kondisi. Nah, ini
- terus berkembang pesat sekali
- ya. Misalnya kita lihat Zoom misalnya
- dulu tidak pernah di ya setahun yang
- lalu tidak diliriklah ee aplikasi ini
- kan setelah ada ee pandemi ini
- masyaallah per semuanya menggunakan zoom
- pemerintah, swasta kemudian sekolah,
- perguruan tinggi itu itu luar biasa ya
- luar biasa dan manusia bisa mengatasinya
- dengan dengan ee kreativitas yang luar
- biasa.
- [berdehem]
- Maka benar seperti yang dikatakan
- Al-Qur'an itu, fainna [mendengus] maal
- usri yusro. Inna maal usri yusro.
- Sesungguhnya di balik daripada kesulitan
- itu adalah kemudahan sampai diulang dua
- kali yang menunjukkan bahwa kesulitan
- itu sebetulnya pasti akan bisa kita ee
- kuasai atau bisa kita kalahkan. Bahkan
- di dalam ee penjelasan ee ulama kalau
- kita lihat menggunakan tata bahasa Arab
- ya, innamal usri. Al-usri di situ
- menggunakan lam takrif.
- Nah, kemudian diulang lagi kah?
- Innama lusri juga menggunakan lam
- takrif. Sedangkan yusrona itu enggak
- ada. Itu nakirah atau dalam bahasa
- Inggris itu undefinite ya. undefinite
- artikel. Kalau yang tadi kan definite
- artikel ya, gak masuk angal bahasa
- Inggrisnya kan macam [tertawa]
- jadi bisa membedakan kalau lam takrif
- itu dalam bahasa Inggrisnya adalah
- definite artikle. Kalau nakirah tidak
- ada lam takrifnya itu kan namanya eh
- undefinite artikel. Nah, ini dalam ee
- tata bahasa Arab itu mengandung arti
- bahwa karena ada dalam takrif dalam usri
- itu menunjukkan bahwa kesulitan itu
- satu.
- yang kemudian ee yang berikutnya adalah
- usro atau kemudahan itu bentuknya
- undefinite artikel dan itu ee nakirah
- nakirah diulang maka nakirah yang
- pertama dengan nakirah yang kedua beda.
- Karena itu maka kemudahan itu dua dua
- beda. Sedangkan usur atau kesulitan itu
- satu. Nah, kan enggak mungkin satu ee
- dua pasti bisa mengalahkan satu begitu
- loh maksudnya. Jadi kalau kesulitan
- jumlahnya cuma satu, usranya ini dua
- pasti akan bisa dikalahkan. Kemudian
- diberi penjelasan lagi dalam hadis yang
- lain, sekiranya kesulitan itu adalah
- berbentuk binatang yang masuk ke dalam
- lubang,
- niscaya akan akan dikejar oleh Yusra
- kemudahan di belakangnya masuk ke dalam
- lubang dan dikeluarkan dari situ.
- H. Nah, ini betapa apa apa namanya
- petunjuk ini betapa ee dahsyatnya
- memberikan motivasi kepada kita bahwa
- bagaimanapun kesulitan kehidupan yang
- kita telah ee miliki atau kita terima
- itu di balik itu adalah ada kemudahan
- dan tidak terlalu lama ya. Oleh karena
- itu ee di sini kita bersabar dan setiap
- detik dalam kesabaran kita ini pahalanya
- diberikan oleh Allah kepada kita dengan
- luar biasa ya. Karena pahala itu
- bergantung kepada kesulitan. Makin sulit
- ya balanya makin gede gitu loh.
- Makin berisiko, makin banyak ee apa
- namanya istilahnya itu kalau dalam
- investasi itu makin berisiko makin
- tinggi retennya kan begitu. Nah, itu
- juga berlaku begitu. makin susah kita
- menghadapi keadaan dan kita bersabar ee
- berharap kebaikan dari Allah Subhanahu
- wa taala. Ketika itu berdetik, bermenit,
- berjam, berhari dan seterusnya ini
- semuanya dihitung sebagai amal saleh dan
- itu memberikan diberikan pahala yang
- lebih tinggi dari kondisi biasa. Dan
- itulah yang membuat kita ini menjadi ee
- bisa bertahan ya. Nah, jadi ee
- kita tidak pernah ee berputus asa
- mengharapkan rahmat Allah Subhanahu wa
- taala. Walaupun dalam
- pandangan kita itu belum ada kejelasan
- bagaimana masa depan. Istilah dalam
- kebiasaan orang Eropa itu silver lining.
- H
- iya apa? Lintasan perak di angkasa belum
- nampak. [tertawa]
- Iya.
- kita belum ada fajar gitu ya. Iya. Nah,
- ini jadi
- kaum muslimin ini kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam selalu dalam
- keadaan baik. Dalam keadaan apapun
- selalu baik khair. Dalam keadaan sedih,
- dalam keadaan bahagia, dalam keadaan
- tertekan, dalam keadaan kesulitan.
- Semuanya itu kalau dihadapi dengan ee
- konteks kerida Allah, menghadapi dengan
- kesabaran, maka itu semuanya ada
- nilainya sendiri. ya. Dan ini memberikan
- ee apa namanya ee motivasi kepada kita
- ya. Ini dari sisi apa namanya ee
- individu ya. Kalau dari sisi pemerintah
- negara kan negara itu dalam konteks
- Islam itu bagaikan keluarga ya. Kalau
- ada anggota keluarganya yang sakit maka
- dia akan memberikan bantuan kepada itu.
- Nah, sekarang rakyatnya kena maka negara
- datang. negara hadir dalam keadaan
- seperti itu memberikan pertolongan. Jadi
- dalam konteks Islam itu melihat suatu
- perkumpulan apakah itu negara atau suatu
- komunitas maka ee dia dianggap sebagai
- satu kesatuan ya. Anggotanya yang lain
- kekurangan maka anggota yang lain akan
- memberikan bantuan. Itu secara individu.
- Tapi secara sistem juga terus berjalan.
- sistem itu harus bisa mendeteksi anggota
- yang mana yang misalnya
- itu berdampak dan kemudian mereka atau
- pemerintah bisa memberikan bantuan ya
- tarol muslimina fiumihim tawaddihim ya
- kamali jasadi alwahid ya kau lihat
- bagaimana kaum muslimin antara satu
- dengan yang lain dalam kasih sayang
- mereka kal jazidi al wahid seperti ee
- satu tubuh ya seperti satu tubuh
- [berdehem] ini juga begitu ee konteks
- bagaimana ekonomi Islam melihat ee apa
- namanya membangkitkan ekonomi dalam masa
- pandemi ini konteksnya seperti tadi itu.
- Ee tidak membiarkan kelompok yang lain
- yang berdampak oleh pandemi ini ee
- tetapi akan diberi bantuan dan itu dalam
- sebuah sistem yang sudah jalan. Jadi
- otomatis ketika ada satu pihak yang kena
- dampak sehingga dia tidak bisa
- menjalankan ekonominya ini sistem
- langsung mendeteksi
- kemudian menggerakkan sehingga ee
- membantu yang mereka berdampak itu bisa
- bangkit kembali dan akhirnya ekonomi
- boleh kembali gitu.
- Ini jadi melihatnya sebagai suatu
- kesatuan gitu.
- Iya. Yang pasti semua negara juga sudah
- berusaha semaksimal mungkin.
- Oh iya.
- Ada yang memang untuk bertahan tapi
- bertubi-tubi nih Pak nih pertahanannya
- sekarang harus didobel gitu ya.
- Sampai-sampai negara itu dalam hal ini
- ya negara kan punya pendapatan ya dari
- APBN, dari perusahaan-perusahaan milik
- negara dan lain sebagainya dari pajak
- ya. ini pendapatan yang pasti dia miliki
- itu di ee digeser alokasi kepada yang
- lain mungkin yang dianggap tidak penting
- di di digeser sedikit kemudian dipakai
- untuk ini.
- He
- ya. Sehingga negara sekarang di
- mana-mana defisit sebetulnya
- defisit anggaran karena penggunaan
- anggaran jauh lebih tinggi daripada
- pendapatannya.
- Dan ini memang tidak ada masalah
- sebetulnya semua orang begitu. sama
- dengan kita lah. Kalau kita misalnya
- anggota keluarga kita ada yang sakit
- kemudian pendapatan kita kan tetap ya
- dari pegai negeri golongan 4A misalnya
- ya segitu-segitu. Tapi kalau kemudian
- ada yang sakit, kemudian ada yang kena
- kecelakaan, maka otomatis alokasi yang
- biasanya dipakai untuk yang lain
- dialihkan sekarang ini untuk ee menutup
- ini yang sakit itu. Itu juga negara
- modelnya begitu. kebijakan keuangan
- publik ya ee apa namanya apa itu skala
- prioritasnya itu di di digeser-geser apa
- yang tidak perlu sekarang ini nanti dulu
- deh ini pendanya ke sini itu sekalipun
- sudah begitu hebat ya merancang anggaran
- ini mengalokasikannya sesuai dengan
- prioritas tapi karena besarnya
- dana yang diperlukan untuk pandemi ini
- ee bukan hampir semua negara itu defisit
- defisit anggaran kita juga berapa kita
- kalau Setelah 5, sekian berapa persen?
- Ya, tinggi ya dibandingkan dengan yang
- rata-rata biasa.
- Iya.
- Iya.
- Lalu Pak Ustaz menyentuh kepada
- masyarakat ee kita melihat apakah
- bantuan tunai sekarang yang diberikan
- oleh pemerintah itu
- bisa memberikan rangsangan untuk
- pertumbuhan ekonomi enggak? Dari awal
- memang dirancang masyarakat ini diberi
- suntikan. Jadi nanti pasar bergerak gitu
- ya, pertumbuhan juga akhirnya ada
- gerakan yang bisa jadi rangsangan.
- penting ini
- itu harus ada statistik ya. Misalnya
- kalau kita mengatakan bahwa
- bantuan tunai pemerintah sekian ribu
- perbulan itu ya sebetulnya secara
- rasional paling bisa untuk bertahan ya.
- Bertahan untuk makan saja, konsumsi
- sehari-hari.
- Tidak memungkinkan dengan dana yang
- seperti itu bisa membantu menggerakkan
- ekonomi mereka yang ee usaha mereka ya.
- Misalnya usaha mereka kan katakanlah
- walaupun itu kecil misalnya jualan ee
- sembaku.
- Iya.
- Ya. Semua orang berdampak ya yang
- tetangganya juga berdampak, dia juga
- berdampak, yang suplai sembako juga
- berdampak juga gitu.
- Jadi ee mungkin juga ada yang dengan
- bantuan itu bisa menggerakkan ekonominya
- walaupun terseret ee ter apa namanya?
- Terserseak-siak gitu ya. pelan-pelan
- geret istilahnya geret ya bahasa jawanya
- enggak bisa jalan.
- Heeh.
- Bergerak tapi pelan sekali karena
- kondisinya seperti ini. Tapi juga ada
- mungkin mungkin sebagian besar ya e ya
- bahwa bantuan itu ya hanya cukup untuk
- bertahan mereka.
- Heeh.
- Ee kita lihat sendiri ya banyak di
- tetangga kita juga begitu. mereka
- ee hanya bisa bertahan untuk bantuan
- itu. Untuk menjalankan usaha perlu yang
- lebih besar lagi. Tapi memang di ada
- kebijakan umum ya misalnya untuk yang
- mereka berhubung dengan bank ya terutama
- yang mikro ee itu pemerintah memberikan
- namanya relaksasi
- ya. Jadi tidak bisa membayar cicilan
- berapa kali itu ee jangan dianggap itu
- sebagai menurunkan aset dia atau
- membahayakan bank yang memberikan ini
- memberikan apa namanya pembian kepada
- mereka itu dianggap tidak ada ada
- apa-apa gitu istilahnya ada relaksasiah
- gitu
- supaya aset bank juga tetap kemudian
- mereka nasabahnya ini juga tetap bisa
- menjalankan hidupnya walaupun untuk
- sementara gak bisa mencic atau membayar
- cicilan bulanan itu ada relaksasi sampai
- berapa bulan? H
- ya. Ini bentuk daripada apa istilahnya
- tadi sistem pemerintah yang berusaha
- untuk meringankan seringan mungkin beban
- yang sekarang ada di pundak masyarakat
- yang terutama yang di bawah itu.
- Ini semuanya sebetulnya apa ya dilakukan
- oleh semua negara ya. ya karena kita
- merasa bahwa ini adalah ee sangat
- mengganggu gerakan atau roda ekonomi.
- Dan apabila roda ekonomi enggak berputar
- bisa dibayangkan ekonomi akan tumbuh
- negatif
- dan kita kan sudah tumbuh negatif mulai
- dari dua
- he
- semester.
- Iya negatif terus. Yang menarik waktu
- pas di tahun lalu ya, Pak ya,
- ketika pandemi menyerang negara-negara
- khususnya di Asia ini, negara-negara
- besarnya lah, ada Jepang, ada Korea itu
- kita dapat beritanya gitu ya, bahwa
- artis-artis Korea ini menyumbangkan
- dananya untuk membantu pemerintah karena
- pemerintah bertanggung jawab untuk
- memberikan bantuan kepada masyarakatnya
- sampai negara pun dibantu gitu oleh
- orang yang memang punya pendapatan
- tinggi. Ee sebenarnya
- kayak tadi bantuan tunai itu Pak Ustaz,
- efeknya apa sih sebenarnya untuk ee
- keuangan negara kayak Indonesia?
- Akhirnya kan kita dengarlah kabar bahwa
- hutangnya nambah terus ya. Alasan sih
- untuk ee apa mengatasi pandemi ini. Nah,
- bagaimana sebenarnya keuangan negara
- ini, Pak Ustaz?
- ee kalau sebagian masyarakat yang peduli
- kepada negaranya yang terkena beban
- seperti ini kemudian mereka membantu
- negara di di kita juga ada ya
- dulu-dulu enggak tahu sekarang
- dulu-dulu yaulu
- ingat misalnya kita ee membeli pesawat
- pertama orang Aceh
- iya
- itu ibu-ibu
- itu apa namanya memberikan kalung gelang
- perhiasan semuanya
- perhiasan Dan dengan itu kemudian mereka
- bisa membeli pesawat shawah ya. He.
- Pesawat pertama Indonesia yang resmi
- jadi Garuda.
- Iya.
- Itu.
- Nah, rohnya masih kuat. Nah, sekarang
- ini ke sini ke sini kan kohesi sosial
- ini berkurang karena berbagai macam apa
- ya keadaan dinamislah yang membuat kita
- ini sekarang sebagian orang tidak begitu
- peduli kepada negara. Tapi di
- negara-negara yang seperti juga kita
- lihat
- apa dampaknya ketika pemerintah
- mengalokasikan
- dananya yang sebetulnya itu bisa dipakai
- untuk yang lain kemudian dipakai untuk
- ini ya tadi itu dananya itu kemudian
- dipakai untuk ini dan itu bisa jadi
- tidak produktif. Artinya begini, bantuan
- tunai sosial misalnya hanya sekedar
- untuk ee bertahan hidup. Nah, kondisi di
- masyarakat untuk bertahan hidup kalau
- seandainya tanpa BLD ini mereka enggak
- bisa hidup.
- Nah, apakah seperti itu? Nah, kalau
- seperti itu maka bantuan ini sangat
- berguna bagi mereka. Cuman bantuan ini
- sebetulnya ya
- tidak bisa memberikan rasangan untuk
- pertumbuhan lah. Bantuan yang mempunyai
- rangsangan atau trigger untuk
- pertumbuhan ekonomi adalah yang sifatnya
- itu menggerakkan ee roda ya. Misalnya
- untuk usaha ya,
- dia bikin usaha. Nah, usaha ini kan bisa
- menghasilkan barang.
- He.
- Nah, barang ini kemudian dijual dan dia
- dapat uang dan terus bekerja. Usaha ini
- menimbulkan lapangan pekerjaan. Perlu
- satu dua orang untuk bekerja. Dia dapat
- apa namanya? Upah dari membantu
- pekerjaan. Nah, ya seperti itu yang yang
- sebenarnya efektif yang diinginkan oleh
- ekonomi itu seperti itu. Karena dengan
- bantuan ini bisa menggerakkan generating
- income kepada ekonomi. Tapi kalau tidak
- dimungkinkan di mana memang kondisi
- seperti tidak memungkinkan orang itu
- berusaha dan hanya bisa bertahan ya ini
- juga harus dibantu ya. Sebab kalau
- enggak dibantu mati kan.
- Iya. Seperti orang yang sudah kehilangan
- pekerjaan, orang yang kena PHK ya.
- Walaupun dia dapat pesangon, tapi
- pesangon itu berapa bulan dia akan habis
- dikonsumsi begitu. Karena uang ini uang
- tidak tidak
- menjilkan
- barang gitu loh. I
- hanya untuk konsumsi. Makanya banyak
- sekali yang kalau kita lihat ekonom itu
- yang ee yang tidak me tidak apresiatif
- lah terhadap BLT. Tapi sekarang ini
- bagaimanapun mereka harus melihat bahwa
- kondisi susah di lapangan.
- Kalau dalam keadaan normal kita kasih
- BLT ya itu enggak mendidik ya. He.
- Ya itu apalagi untuk partai politik bisa
- sebagai apa e pencitraan ya. Tidak ada
- masalah kok tiba-tiba ada ada BLT. Tapi
- ini kan kondisi seluruh dunia ya.
- Semua negara kena dan sebagian daripada
- masyarakat kita itu ada yang benar-benar
- hanya bisa bertahan. Nah, itu yang
- seharusnya dikasih BLT untuk bertahan
- ya.
- Dan bagi mereka BLT sangat berguna.
- Sangat berguna.
- Yang menyedihkan bukan hanya jadi alat
- pencitraan Pak Ustaz, tapi jadi alat
- bancakan.
- Nah, ini dia. Cuman yang kita itu yang
- apa istilahnya [berdehem]
- ngelus dada.
- Bagaimana dalam situasi seperti ini kok
- masih bisa dikorupsi?
- Kok masih tega menteri mengkorupsi ini?
- Padahal departemen dia itu sosial.
- H
- yang harusnya membantu masyarakat yang
- berdampak.
- Ini yang membuat kita menjadi
- bertanya-tanya
- kok tidak mempunyai pejabat yang segitu
- tingginya tidak mempunyai empati. H
- pej pejabat yang segitu ee tingginya ya
- kalau tidak memiliki moral ya tidak
- bermoral sebetulnya kalau seperti itu.
- Nah, Pak Ustaz sebenarnya sampai kapan
- masyarakat itu harus bergantung pada
- bantuan tunai? Apakah ya sampai pandemi
- aja gitu? Tapi kan efeknya efek setelah
- pandemi ternyata orang banyak nih
- pengangguran yang menikat. Gimana?
- Dipastikan ya.
- Heeh. Kalau dilihat dari kacamata
- ekonomi biasa itu jawabannya kan nunggu
- ini sampai selesai dulu.
- Iya.
- Karena kita tidak bisa melakukannya ee
- dalam keadaan normal. Jadi kenormalan
- ekonomi ini hanya bisa terjadi jika
- pandemi ini selesai.
- Iya. ee itu ee
- jadi selama itu bantuan tunai sosial
- atau apapun semacamnya ini
- he
- e tetap akan menjadi bagian dari tugas
- pemerintah
- h
- dari tugas negara untuk menyelamatkan
- masyarakatnya
- tidak bisa dikesampingkan sama sekali
- ya. Kemudian ee ada lagi yaitu bagaimana
- ee dibuka
- peluang-peluang pekerjaan yang
- sebetulnya tidak berdampak dalam pandemi
- ya.
- Nah, itu sih sebetulnya tiap-tiap orang
- yang kreatif akan melakukannya ya.
- Itu sudah walaupun pemerintah mungkin
- juga membukakan membantu lapangan
- seperti itu, tapi masyarakat sekarang
- kreatif ya. Mereka bisa melakukannya
- dalam keadaan terdesak ya. punya didik
- kreatif dan ini subhanallah kalau kita
- lihat di dalam internet
- penawaran-penawaran seperti ini banyak
- gitu ada LSM ada individu tertentu yang
- membuka ya kesempatan memberikan
- pelatihan atau semacam apa ya ya
- pelatihan atau bekal-begal yang bisa
- dipakai oleh mereka yang tidak punya
- keterampilan ini untuk
- ee bergabung dan itu gratis ya ini kita
- cukup cukup senang gitu ya cukup
- menggembirakan ya kan. Dan itu tidak
- tidak lahir dari ee sisi pemerintah
- orang-orang individu yang terketu
- hatinya ingin share keahlian mereka
- kepada orang lain sehingga orang lain
- bisa memanfaatkan dan akhirnya bisa
- melakukan satu kegiatan yang produktif
- dengan keterampilan itu.
- ini semakin banyak kita lihat ya dan itu
- penting di masa seperti sekarang ini ee
- kita galakkan apalagi dari Islam itu
- dorongannya kuat sekali ya e itu kan
- kirukum anfaum ee kirukum anfaum linas
- ya
- sebaik-baik kamu adalah orang yang
- terbaik ee berguna bagi orang nah
- artinya berguna bagi orang kita punya
- apa sih sebenarnya potensi apa nah kita
- bagi kita share kepada orang lain kita
- apa namanya gratiskan kan kemampuan kita
- ini kepada orang lain sehingga orang
- lain bisa melakukan kegiatan yang
- seperti kita itu produktif ya bisa
- menghasilkan. He.
- Semakin banyak kita share semakin banyak
- apa namanya berkah yang diberikan oleh
- Allah kepada kita kepada yang memberi
- itu. Jangan takut misalnya kita, "Oh,
- saya ini punya kemampuan begini kalau
- saya bagi banyak dong pesaing saya
- pesaingan saya atau kompetitor saya."
- Ini cara berpikir pelit nih, cara
- berpikir tidak islami. Yang islami dan
- semakin Anda itu berbagi,
- semakin Anda itu memberi. Ya, ada the
- power of giving
- semakin banyak memberi itu Allah akan
- menggantikan dengan yang lebih baik.
- H
- berarti kalau masyarakat nanti sudah
- makin berdaya, berarti bantuan tunai itu
- sudah stop aja walaupun dananya masih
- ada misalnya.
- Iya, [tertawa]
- itu enggak mungkin.
- Enggak mungkin ya.
- Itu enggak mungkin ya. Ya.
- Hm. He
- ya. Karena bahkan seandainya kita bisa
- deadeline k deadeline pandemi ini
- berakhir tanggal
- 21 April 2021
- ya tetap aja
- tetap aja
- tetap aja
- karena itu apa namanya kontinjensi atau
- pencadangan
- kita itu mesti harus ada ya.
- Iya. Iya.
- Tidak mungkin kita ee matikan sama
- sekali karena kita tidak tahu ya tidak
- tahu apa yang terjadi masa yang akan
- datang. He
- kita memerlukan sebenarnya ee pandangan,
- Pak Ustaz, untuk menjadi ee petunjuk
- sebenarnya kalau ekonomi Islam itu dalam
- mengurus negara ketika terjadi pandemi
- itu seperti apa sih, Pak Ustaz?
- Banyak contoh ya.
- Ketika terjadi
- krisis zaman Umar bin Khattab
- radhiallahu anhu, radhiallahu anhu itu
- beliau ada beberapa contoh yang bisa
- kita petik sebagai pedoman. Pertama,
- pernah tidak turun hujan?
- Hm. Ya, tidak turun hujan sih biasa,
- tapi itu tidak turun hujan yang cukup
- lama sehingga tidak ada yang bercocok
- tanam di Madinah misalnya gitu.
- Sehingga penduduk Madinah itu kesulitan
- suplai makanan itu berkurang.
- Nah, itu
- ada kebijakan misalnya orang mencuri
- pada zaman enggak dipotong tangan. Bukan
- masalah Umar bin Khattab itu ee tidak
- menegakkan syarat Islam ya.
- Kalau di masa itu di mana orang tidak
- punya makanan, di rumah tidak ada,
- tetangga enggak ngasih.
- Iya.
- Terus dia harus harus makan, harus
- hidup. Mencuri untuk sekedar seperti
- itu, itu tidak dipotong tangan. Pernah
- kejadian seperti itu ya? Ya. Di
- relaksasi itu hukum syaratnya di
- relaksasi ya.
- Bukan bukan direlaksasi tapi diubah.
- Bukan diubah tapi
- disesuaikan.
- Disesuaikan dengan keadaan. Iya.
- Karena fikih ya, Ustaz ya. Iya, ada itu
- contoh-contoh ya. Paling banyak yang
- terjadi pada Umar bin Khattab ya.
- Kemudian ketika tidak terjadi turun yang
- cukup lama itu ee Umar bin Khattab ee
- melakukan
- salat apa? Istisqa dan minta kepada
- paman Nabi Muhammad yang masih hidup
- pada waktu Abbas bin Abdul Muthalib. Hm.
- Ya. Beliau mengatakan dulu ketika
- Rasulullah hidup, kami bertawasul kepada
- beliau. Sekarang Rasulullah sudah wafat.
- Kemudian pamannya ada. Nah, menurut Umar
- bin Khattab, pamannya ini Abbas bin
- adalah orang yang dekat kepada Allah.
- Mohon supaya Abbas itu berdoa kepada
- Allah supaya diturunkan hujan. Ya, Abbas
- berdoa kemudian turun hujan setelah itu
- ya.
- H. Jadi ee kita lihat di sini pemimpin
- tertinggi khalifah ya itu berusaha untuk
- tetap menjaga hubungan kepada Allah ini
- kuat di saat seperti itu.
- Iya. Yang seperti ini kita enggak lihat
- zaman sekarang.
- Iya.
- Bukan di kita, di mana-mana enggak
- kelihatan. Mana ada
- raja di Malaysia atau misalkan sultan di
- mana yang ayo kita ke lapangan salat
- istisq
- kita berdoa istighasah kepada Allah
- Subhanahu wa taala. e minta supaya ini
- diangkat enggak ada. Nah, seharusnya itu
- sunah seperti ini atau contoh yang
- seperti ini baik ya. itu. Kemudian
- apalagi ya? Ya. Ee
- ada yang tidak ini tidak diambil zakat
- karena apa namanya? Ee ee bukan bukan
- tidak diambil zakat, sori nanti salah
- nanti.
- Ee jadi kebijakan-kebijakan publik yang
- terkait dengan ini banyak yang kita
- lihat dari Umar bin Khattab.
- Kalau Umar bin Abdul Aziz lebih lebih
- hebat lagi itu.
- Iya. Ya, kalau ini kebalikan. Kalau pada
- zaman Umar bin Khattab radhiallahu anhu
- itu tidak turun cukup lama. He.
- Ee tapi pada zaman Umar bin Abdul Aziz
- ini saking makmurnya
- H
- itu khazanah atau apa namanya bendahara
- negara
- ya itu kelebihan kelebihan uang. Keleban
- mau masuk dari berbagai wilayah datang
- ke ke
- Damaskus ya.
- Heeh.
- Dan itu saking banyaknya apa namanya?
- Saking banyaknya uang negara yang belum
- terpakai pada waktu itu, dia mengumumkan
- pemuda-pemuda yang sudah baah, sudah
- dewasa dan tidak punya uang mahar, maka
- negara akan memberikan mahar bagi. Jadi
- pemuda-pemuda itu dikasih uang mahar
- untuk kawin
- dan tasjik apa mendorong untuk kawin
- gitu ya.
- ee setelah dikasih sekian berapa ribu ee
- ee apa pemuda itu kondisi uang negara
- itu enggak berkurang sama seperti
- semula.
- He
- umumkan lagi berikutnya segitu juga
- enggak habis-habis ya. Kemudian orang
- yang apa namanya yang berhak mengeluar
- ee menerima zakat dipanggilin dicek
- semuanya sesuai dengan data yang ada itu
- tidak berkurang sama sekali.
- Ya seperti itu ya kondisinya. Nah, apa
- sebetulnya dampak daripada ketika
- pemerintah mendorong ee pemuda untuk
- kawin? Ya, itu dari sisi ekonomi ada ada
- apa ya, bukan nilai, ada dampaknya.
- He.
- Ee pertama akan menimbulkan ee
- pertumbuhan
- ya dengan kawin kan
- manusia jumlahnya mungkin banyak. Iya.
- Pertumbuhan penduduk. [berdehem]
- Nah, salah satu faktor daripada
- pertumbuhan adalah jumlah penduduk yang
- meningkat. Ya.
- I. Nah, itu juga begitu. Nah, jadi ini
- dilihat dari situ sudah cukup apa
- khalifah ini luar biasa melihat ke depan
- apalagi pada zaman itu ekspansi ya ke ke
- Eropa ke mana-mana butuh ee sumber daya
- manusia yang cukup banyak. Maka caranya
- adalah begitu supaya jumlah tentara
- Islam itu tetap kuat ya.
- Dan sebuah negara yang makmur tapi tidak
- didukung dengan militer yang kuat ya dia
- tidak ada wibawanya dengan tetangganya.
- Nah, akan diremehkan dan tidak akan bisa
- diserang kapan saja. Nah, ini tidak
- boleh. Makanya kuat ekonomi pada yang
- sama ya kuat militernya
- itu mendukung dengan cara itu ya.
- Jadi kita lihat seperti itu, negara itu
- hadir, negara itu melihat masalah ini
- seolah-olah dia adalah masalah
- pribadinya. Sehingga
- memohon kepada Allah Subhanahu wa taala
- supaya ini tetap di apa namanya? Di
- diangkat wabak ini. Kalau sekarang ini
- enggak ada begitu ya. Yang suruh kiai
- ustaznya.
- Iya.
- atau ulamanya gitu.
- Kalau ulama kiai sudah biasa ustaz ya.
- Ulama sudah tiap hari qiyamullail untuk
- berdoa kepada Allah supaya
- wabah ini diangkat. Tapi doa itu akan
- menjadi lebih dikabulkan jika yang
- berdoa itu amir.
- H
- pemimpin yang saleh.
- Iya.
- Lebih hebat lagi daya dahsyat daripada
- terkabulnya doa itu.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Saat ini Anda sedang
- menyimak ekonomi Islam. Kami membahas
- topik mengenai bagaimana membangkitkan
- ekonomi menurut perspektif ekonomi
- Islam. Kami akan hadir nanti di sesi
- kedua Ihan Afad. Kita akan jeda terlebih
- dahulu dan di sesi kedua nanti kami akan
- menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
- masuk dari Anda. Untuk itu silakan
- sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya
- ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720.
- Kami akan jeda terlebih dahulu dan akan
- segera kembali. Tetap [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Busol untuk
- Islam yang satu. Iwan Nafat, pendengar
- dan juga pemirsa YouTube Rasil TV.
- Terima kasih masih bersama kami
- pendengar yang di mana pun saja Anda
- berada yang selalu setia mendengarkan
- siaran-siaran Rasil ekonomi Islam.
- Ikhwan akhwat ini kami alhamdulillah
- kembali hadir dengan siaran live bersama
- narasumber kita Ustaz Ikhwan Basri. Di
- sesi pertama tadi kita sudah membahas
- mengenai bagaimana sebenarnya
- membangkitkan ekonomi menurut perspektif
- ekonomi Islam ketika pandemi yang sudah
- hampir berjalan 1 tahun ini betul-betul
- menimbulkan kalau dalam istilah ekonomi
- itu stagnan bahkan negatif terus Pak
- Ustaz ya bukan hanya Indonesia tapi
- seluruh dunia seluruh negara sekarang
- survive bertahan gitu ya yang sudah
- mempunyai cadangan besar mungkin ee juga
- oleng maksud dia ya apalagi enggak punya
- cadangan
- [tertawa]
- Bukan hanya oleng itu Pak Ustaz. Mereka
- ee dikhawatirkan sekali. Tadi kita sudah
- membahas juga sebenarnya yang dilakukan
- oleh pemerintah ketika pemerintah
- melakukan bantuan tunai kepada
- masyarakatnya untuk membantu pertumbuhan
- ekonomi. Lalu sampai kapan sebenarnya
- bantuan itu muncul dan sebenarnya Islam
- itu dalam konsep ekonomi Islamnya
- bagaimana mengatur pandemi. Nah, Pak
- Ustaz sebelum kita ke beberapa
- pertanyaan sudah masuk petunjuk mengenai
- kalau ingin bangkit dalam ekonomi Islam
- dengan kondisi seperti ini, krisis
- karena pandemi ataupun krisis karena
- hal-hal lainnya mulai bangkitnya dari
- mana, Pak Ustaz?
- I
- petunjuknya itu seperti apa, Pak Ustaz?
- Ee
- jadi karena yang menggerakkan ekonomi
- ini kan sebenarnya orang ya.
- Iya.
- Maka sektor yang langsung menuju kepada
- orang itulah yang harus di yang
- diperbaiki gitu ya.
- Apa namanya?
- Apa namanya di Indonesia ini sektor yang
- sebetulnya sangat penting, sangat
- penting sekali dan pada umumnya tidak
- begitu terkena dampak dalam berbagai
- krisis yaitu sektor ee mikro mikrofen
- mikro. Jadi yang kecil-kecil. Kalau yang
- besar-besar itu, oh sudah banyak yang
- jatuh. Apalagi kalau itu
- ee industri yang kait dengan pariwisata,
- industri terkait dengan ee hotel gitu
- ya, penginapan segala macam ya ee
- penerbangan itu itu semuanya boleh
- dikatakan yang paling berdampak itu.
- Tapi kalau industri-industri yang bukan
- industri sebutannya yang sektor yang
- mikro yang sekarang kita miliki kayaknya
- kerajinan pertanian di dekat di kampung
- ini sebetulnya dari dulu kita lihat itu
- adalah yang ee tidak begitu terkena
- dampak krisis apapun ya termasuk pandemi
- ini. Itu yang yang kita bersyukur ke
- hadirat Allah Subhanahu wa taala bahwa
- seandainya pertanian juga berdampaknya
- kemudian ada hama, ada banjir, ada kita
- bagaimana kita pasti impor beras. Tapi
- kalau negara yang kita impor beras ini
- juga kena yang sama, itu bencannya luar
- biasa. Makanya ini ee ee harus
- diperhatikan sektor seperti harus
- dipelihara dengan baik supaya memberikan
- daya tahan kita, imunitas kita secara
- ekonomi ini baik dengan tetap memelihara
- sektor seperti itu. Ee kemudian
- memberikan bagaimana rangsangan ya
- trigger gitu ya.
- Iya. Treer itu adalah bagaimana kita ini
- membuka sektor-sektor yang bisa kita
- lakukan walaupun pandemi ini belum belum
- belum belum berakhir ya. Itu harus di
- apa namanya? digali terus apa saja itu
- yang bisa dimanfaatkan sehingga ee bisa
- di ee gali bisa di ee eksploitasi untuk
- bisa menghasilkan atau
- menggenerating income bagi orang-orang
- ya. Kalau ini pemerintah sudah tahu
- petanya ya. Ya. Cuman bagaimana supaya
- ini bisa di lebih disegerakan agar
- supaya mereka yang berdampak tidak
- memiliki pekerjaan karena ee tutup
- perusahaannya atau karena pihak dan lain
- sebagainya. Ini mulai bisa mengalihkan
- sumber dayanya kepada sektor tersebut.
- Ya, ini petanya ada di tangan pemerintah
- ya. Kita sebagai individu enggak mungkin
- tahu ini pasti ada mereka. Nah, di
- situlah mulai harus dibangun bagaimana
- ee SDM atau sumber daya manusia yang
- kemarinnya itu masih
- ee bekerja, sekarang ini muatol ya,
- tidak memiliki pekerjaan, menganggur,
- yaitu bagaimana dialihkan ke sini supaya
- ekonomi ini bergerak. Itu harus menjadi
- agenda terus-menerus ya. Karena tanpa
- begitu ekonomi akan staknan. Stakenan
- juga enggak bagus karena itu akan ibarat
- kita itu makan tapi enggak ada yang
- keluar.
- Iya. Akhirnya menjadi busuk [berdehem]
- di tubuh kita, menjadi sakit kita. Iya.
- H.
- Bust, kita ke pertanyaan pertamanya dari
- Bapak Ardin di Bintaro. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, salah satu solusi mungkin
- yang bisa dikembangkan yaitu zakat, Pak
- Ustaz. Solusi zakat terbatas pada delan
- asnaf. Gimana solusi penggalangan
- menggalakkan wakaf harta dan wakaf
- tunai? ini bisa lebih dahsyat dan boleh
- berbatas waktu dikembalikan diikuti oleh
- seluruh masyarakat termasuk nonmuslim.
- Banyak sekali tanah kosong, rumah dan
- lain-lain. Adakah hambatan BWI Badan
- Wakaf Indonesia Pak Ustaz ya
- menjadi pendorong ekonomi negara? Nah,
- mengingat solusi inti multifungsi dan
- tidak ada sekat suku, agama ras dan
- lain-lain.
- Mohon mohon komentarnya, Pak Ustaz.
- Terima kasih, Pak. Siapa? Pak Ardin
- dibicar
- Pak Ardin ya tadi kita bahkan tidak
- menyinggung masalah zakat tapi pada
- syaran-syaran sebelumnya kita selalu
- bicara ya memang potensinya luar biasa
- ya zakat itu dan wakaf ya dan kita lihat
- bagaimana potensinya itu di Indonesia
- juga cukup sangat besar ya ada banyak
- sumber daya alam ya entah tanah entah
- itu mungkin sungai entah itu rawa-rawa
- dan lain sebagainya yang selama ini
- belum bisa dimanfaatkan itu bisa diman
- manfaatkan ya. Kemudian zakat bagaimana
- ini memberikan dorongan keuangan
- finansial kepada mereka yang menerima
- sehingga mereka akan ee bisa bertahan
- dan juga bisa apa namanya melakukan
- usaha yang produktif dengan zakat.
- Kemudian wakaf juga begitu. Ini banyak
- sekali. Nah, kalau dalam konteks Islam
- memang ini luar biasa. Ketika seandainya
- saja negara enggak hadir dalam situasi
- seperti ini, ekonomi Islam masih punya
- masih punya alat yang lain eh institusi
- yang lain namanya zakat. Zakat dan wakaf
- ini peranannya luar biasa ya. Kita lihat
- di Indonesia potensinya sampai 200
- triliun ya kalau di diaplikasikan
- semuanya itu belum wakaf. Wakaf juga
- triliunan ya
- dan lain sebagainya ya. ini apabila kita
- kerahkan dalam keadaan apapun mungkin
- dalam keadaan pandemi yang
- berkepanjangan ini tetap bisa memberikan
- ee solusi kepada mereka yang berdampak
- ya selain daripada yang tugas negara
- yang harus di
- harus dilakukan. Tapi kalau dalam sebuah
- perspektif di mana seluruh ekonominya
- itu Islam, maka zakat ini diintegrasikan
- kepada anggaran belanja negara dan
- pemerintah yang melaksanakan. He.
- Tapi karena ini beda ya konvensional
- dengan syariah ya, akhirnya begini ya ee
- tidak dikelola dengan ee baik karena
- pemerintah tidak terlalu memperhatikan
- itu. Meskipun sekarang sudah ada badan
- wakaf, sudah ada peramil zakat, tapi
- belum begitu ee efektif ya, masih perlu
- jalan yang panjang dan pengalaman yang
- baik. Iya.
- Sehingga nanti ee zakat ini menjadi ee
- sangat terlihat bagaimana peranannya
- dalam ekonomi.
- Kalau sekarang belum kecil kan sekarang
- ini baru belum sampai 1% pendapatan dari
- zakat itu 230
- triliun sekarang itu belum baru sampai 2
- triliun per tahun.
- Berarti
- itu masih kecil banget.
- masih terkendala di
- penyerapan
- ee terkendala aplikasi mungkin orang
- tidak mengeluarkan zakat iya
- kemudian sistemnya juga belum ee
- menginput dengan baik dan lain
- sebagainya banyak ini.
- Iya iya padahal kalau sudah terkelola ya
- Ustaz ya
- luar biasa
- luar biasa
- ada juga Umutia ini Pak Ustaz
- menyampaikan WhatsApp-nya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Ustaz, dalam kondisi pandemi seperti
- sekarang ya, bantuan sosial pada
- masyarakat itu sangat bermanfaat dan
- membantu. Hanya saja, Pak Ustaz, ini
- karena kurang pendataan biasanya sudah
- ada dari pusat. Seringki kasusnya itu
- ketika di daerah justru tidak tepat
- sasaran. Diperparah lagi, Pak Ustaz.
- Masyarakat tidak percaya dengan mas
- dengan pemerintah ketika bantuan sosial
- tunai ini dikorupsi. Belum lagi, Pak
- Ustaz, masalah pendataan belum beres.
- Orang yang tidak terdata biasa sampai
- benar-benar marah karena enggak dapat.
- Apa yang biasa dilakukan untuk
- pemerataan dan juga keadilan dalam
- pembagian bansos tersebut? Ya, pendataan
- memang sudah ada dari sananya biasanya,
- Pak Ustaz. Mohon nasihatnya.
- Itu yang disampaikan oleh Bu
- Mutia.
- Bu Mutia itu apa yang sedang terjadi di
- masyarakat kita
- cermin ya. Beliau hanya mengatakan apa
- yang sedang terjadi
- yang beliau lihat sendiri dan kita juga
- menyaksikan seperti itu ya.
- Jadi ini apa namanya sebuah negara yang
- oh rakyatnya enggak percaya misalnya,
- kemudian aparatnya tidak kompeten,
- kemudian data tidak akurat. Nah, ini
- semuanya nuuk dan banyak seperti itu di
- negara-negara berkembang bukan hanya
- Indonesia saja.
- Heeh.
- Yang lebih parah dari kita juga banyak
- [tertawa]
- ya data tidak akurat ya. ketidakurat
- data. Ketidakuratan data ini menimbulkan
- ya menimbulkan persoalan. Yang
- seharusnya mendapat dia tidak dapat,
- yang seharusnya tidak dapat dia dapat.
- Yang paling parah adalah yang tidak
- dapat banyak. Yang tidak dapat gak dapat
- sama sekali.
- Ketidakadilan ya. Dan ini memang di
- mana-mana begitu ketidakuratan data
- tidak akurat. Kemudian tidak kompeten ya
- yang melaksanakan ini selain tidak
- kompeten juga dia ini mentalnya bukan
- mental apa
- pengabdi masyarakat
- ya perampok masyarakat kita lihat itu ya
- mentalnya seperti ini ya masih banyak
- sekali dan
- dan mental-mental ini dipupuk ya
- tidak di tidak dihilangkan sistem yang
- ada di masyarakat tidak mendidik orang
- supaya mengabdi kepada masyarakat tapi
- sistem yang ada apakah pendidikan atau
- pelatihan atau apapun satu partai
- politik juga begitu. Tidak membuat
- sistem ini hilang, tetapi me memupuknya.
- Sehingga yang muncul adalah tadi
- pemimpin yang tidak kompeten ee apa
- namanya? Petugasan tidak kompeten, tidak
- punya ee maruah, tidak punya moral
- istilahnya itu perampok mereka. Perampok
- yang merampok harta masyarakat. I
- nah seperti ini bagaimana caranya?
- Masyaallah ya. Kita sudah tahu caranya.
- kembali kepada Al-Qur'an dan Asunah.
- Iya. [tertawa]
- Kalau tidak seperti itu ya enggak bisa
- ya, enggak ada kamusnya lah. Saya
- sendiri juga tidak tahu bagaimana
- mencari mencari petunjuk lain
- supaya orang itu jadi kompeten, orang
- itu jadi adil, orang itu menjadi
- profesional tanpa iman. Enggak mungkin
- ya. Bagi saya tidak ada itu ya. Ya.
- Amalu waamilus shihat ya. Itu
- kriterianya.
- Nah, itu yang tidak semua orang suka
- gitu ya. He.
- Makanya hal seperti ini tidak
- berkembang, tidak bisa tidak efektif
- karena selalu dihalang-halangi.
- Sedangkan yang seperti itu tadi itu
- dipupuk ya secara langsung atau tidak
- langsung. pembenahan dan juga memberikan
- bukti kepada masyarakat apa yang harus
- dilakukan oleh pemerintah nih, Pak Ustaz
- supaya kepercayaan itu tumbuh lagi.
- [tertawa]
- Percaya ee percaya masyarakat ee
- kepercayaan masyarakat akan tumbuh akan
- bisa direalui pemerintah itu trust ini
- apabila pemerintah bekerja dengan tulus
- ya. H
- ya. Bekerja dengan tulus, tidak
- tidak untuk pencintraan,
- tidak setengah-setengah. Ya, pokoknya
- bekerja dengan tulis dan objektiflah
- gitu ya.
- Heeh.
- Ee itu menggunakan model apa saja
- insyaallah bisa.
- He
- ya. Karena ada negara yang mungkin
- negara itu ee tidak islami ee kafir
- mungkin malah
- tapi dia mungkin adil.
- Jadi dimungkinkan adanya seperti itu. I
- iya. Jadi bisa keadilan di
- didistribusikan dalam negara yang
- mungkin ingkar kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Tetapi kalau sekarang ini adalah ee kita
- tidak berusaha untuk berbuat adil,
- trust, tidak melaksanakan dengan tulus.
- Nah, itu kemudian akhirnya dalam
- perjalanannya ini adalah kita di
- dibarengi dengan SDM-STM yang curang,
- yang perampok yang tadi itu ya. Kita
- mungkin satu orang di antaranya ada yang
- tulis tetapi ini sistem tidak.
- sistem tidak dibuat sedemikian rupa
- sehingga menghasilkan orang yang tulus,
- menghasilkan orang yang saleh,
- menghasilkan orang yang ee bisa kontable
- ya tidak seperti itu ya. Tapi
- menghasilkan yang lawannya ya.
- Iya.
- Lawannya seperti tidak kontabel, tidak
- tulus, tidak transparan ya koruptor
- [mendengus]
- gitu. Iya.
- Selanjutnya ini tidak menyebutkan nama,
- Pak Ustaz. WhatsApp dari 08785008.
- Sekian-sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Bagaimana supaya sabar, tabah, dan juga
- kuat. Pandemi belum berakhir, tapi
- musibah datang terus, longsor,
- kecelakaan pesawat terus-menerus. Tadi
- dijelaskan mengai mengenai kemudahan dan
- juga kesulitan. Dalam kesulitan pasti
- ada kemudahan. Mohon nasihatnya. ya ee
- ke dalam yang saya maksud dengan yang
- dimaksud dengan tadi ee surah
- Al-Insyirah itu ya sebetulnya itu
- konteksnya bisa dalam konteks individu,
- dalam keluarga, dalam negara juga bisa.
- Tapi dalam dalam konteks individu lebih
- gampang ya karena kita bisa mengontrol
- individu ya kita bisa bersabar
- menghadapi masalah. Kita bisa berharap
- kepada Allah akan rahmatnya di
- tengah-tengah seperti ini. Tapi kalau
- dalam konteks yang lebih luas seperti
- negara kita sulit untuk ee menyadarkan
- ee orang walaupun itu ada orang yang
- sangat berpengaruh di situ untuk
- berdakwah dan lain sebagainya. Tapi itu
- tidak, belum tentu bisa karena
- hambatannya cukup besar. Oleh karena itu
- kalau dalam konteks ee ini dalam
- pandangan saya itu yang paling utama
- kita bisa melakukannya dalam konteks
- individu ya. Bahwa kalau kita sendiri
- dalam keadaan sulit ya kita bersabar dan
- berharap insyaallah tidak lama lagi ee
- kemudahan akan ada. Itu harus kita
- ee tanabkan dalam pikiran kita ya.
- sehingga kita happy-happy saja
- melaksanakan apa-apa dalam keadaan yang
- sangat terkontrol ini. Saya kira itu ya,
- Mas.
- Iya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Ini dari Ibu
- Hani, Pak Usah. Sepertinya bantuan untuk
- UMKM yang bisa menggerakkan pertumbuhan
- ekonomi juga belum maksimal dilakukan
- oleh pemerintah. Begitupun bantuan
- sosial tunai sebagai pengganti bantuan
- sembako, jurus-jurus
- jurus-jurus elakan pemerintah.
- Bagaimana, Pak Ustaz?
- Iya.
- ee itu harus ada pembuktian ya bahwa
- tidak efektif ya itu secara rasional aja
- atau kita hanya menduga-duga ya karena
- di situ dikaitkan dengan jumlah penduduk
- ya untuk membuat anggaran seperti ee
- tunai bantuan tunai sosial misalnya itu
- alokasinya sekian untuk masyarakat
- sekian itu ada hitungannya gitu kan ee
- pemerintah berbuat seperti ini
- berdasarkan data gitu ya mudah-mudahan
- datanya benar kemudian disalurkan dengan
- yang benar terus yang untuk UMKM ee
- mungkin yang dibantu sekarang ini adalah
- dalam pandangan pemerintah adalah ee itu
- yang the best they can do. Mereka yang
- itulah yang terbaik yang mereka bisa
- kerjakan ya.
- Karena kita juga mengalami keterbatasan
- ya, keterbatasan dana, keterbatasan
- anggaran dan lain sebagainya. maka itu
- diperlukan keliahan ee
- pencermatan terhadap segala prioritas
- dari penggunaan anggaran. Sehingga dalam
- keadaan seperti ini apa yang harus kita
- delay dulu, apa yang harus kita
- prioritaskan. Nah, ini segala prioritas
- ini penting sekali ya. Tentu mungkin
- tidak bisa memuaskan semua pihak ya,
- apalagi pengamat atau ekonom atau
- akademisi pasti tidak akan ee puas
- dengan
- dengan seperti ini
- ya. Tapi paling tidak inilah yang the
- best they can do ya. Apa yang mereka
- buat ya itu yang terbaik apa yang bisa
- mereka lakukan gitu ya. Bagi akademis
- ataupun mungkin yang punya pikiran yang
- lebih ideal itu harus memberikan
- proposal ya pada pemerintah. Kemudian
- memberikan ee bukan menceramah ya
- memberikan proposal. Eh kira-kira
- seperti ini.
- He
- ya itu mereka yang bisa lakukan seperti
- itu ya. Kalau di apa disetujui oleh Pak
- Menteri ya alhamdulillah kalau tidak
- kita juga sudah apa yang terbaik yang
- kita bisa lakukan kita bisa sumbangkan
- negara tapi karena tidak diterima apa
- boleh buat gitu.
- Baik Pak Ustaz itu pertanyaan terakhir
- yang bisa kita jawab di kesempatan kali
- ini karena keterbatasan waktu
- dan sebagai penutup Pak Ustaz dari
- seluruh bahasan kita, Pak.
- Iya terima kasih Masangga para pemirsa
- Rasil Visual dan para pendengar radio
- silaturahim yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala.
- kita mencoba melihat bagaimana ee roda
- ekonomi ini harus berputar walaupun
- dalam keadaan pandemi dan bagaimana cara
- kita mencoba untuk membangkitkan
- perekonomian dalam konteks ee ekonomi
- Islam. Ya, tadi juga sudah disinggung
- tentang bagaimana kita menyingapi
- menyikapi ee kondisi seperti ini jangan
- sampai kita putus asa. Kemudian juga
- kita berikan contoh bagaimana keadaan
- pada zaman Umar bin Khattab ketika
- terjadi kemaruh panjang sehingga tidak
- bisa menghasilkan para petani tidak bisa
- menghasilkan
- ee sumber apa namanya pangan yang cukup
- bagi negara. Kemudian bagaimana sikap
- beliau radhiallahu anhu, kemudian juga
- Umar bin Abdul Aziz. Kemudian juga
- bagaimana peran zakat yang ee begitu
- besar dalam keadaan apapun, baik dalam
- keadaan normal ataupun dalam keadaan
- darurat seperti sekarang ini. Begitu
- besar peranannya dalam meringankan beban
- pemerintah sebetulnya. Termasuk di
- antaranya adalah peran wakaf ya yang
- tidak kalah pentingnya dengan peran
- zakat ya. Tapi untuk zakat dan wakaf
- belum begitu terlihat peranannya karena
- masih sangat kecil sekali ee belum
- diaplikasikan secara utuh dan
- komprehensif di ee negara kita ini.
- Kalau itu di ee aplikasikan 50% saja
- saya kira sudah banyak sekali ee ininya
- pengaruhnya terlihat di dalam ee
- performance ekonomi atau performa
- ekonomi. Saya kira itu ya Mas Anangga.
- Baik. Baik.
- Terima kasih.
- Iya. Ya, terima kasih banyak Pak Ustaz
- telah hadir di studio dan memberikan
- ilmunya kepada kita semua. Ikhwan
- akhwat, demikianlah ekonomi Islam
- bersama Ustaz Ih Basri dari Dewan
- Syariah Nasional. Semoga apa yang beliau
- sampaikan kepada kita semua bermanfaat.
- Terima kasih banyak atas kebersamaan
- Anda. Mohon maaf atas segala kesalahan
- kata dan juga pertanyaan-pertanyaan yang
- masuk belum sempat terjawab. Semoga Anda
- selalu menyimak ekonomi Islam di setiap
- hari Selasa pagi menuju siang hari.
- biasa mulai setelah topik berita pagi
- jam 09.00 ikhwan akhwat hanya di radio
- silaturahim untuk Islam yang satu. Angga
- Aminuddin ditemani oleh Fajar Hidayat.
- Ada juga Anis Mualim di meja operator.
- Undur diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.