Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:27 warahmatullahi wabarakatuh. 0:29 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:31 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 0:35 alihi wasbihi ajmainbi zidni ilma 0:38 allahumfamtani 0:40 mafizni ilman yang dipancarkan dari 0:44 Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:46 Kalimagis Cibubur Bekasi radio 0:49 silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 0:51 yang satu ikhwan akhwat pendengar dan 0:55 pemirsa di mana pun saja Anda berada 0:58 yang dapat menyimak siaran kami. Semoga 1:02 Anda dalam keadaan sehat walafiat. 1:04 Senang sekali ikhwan akhwat. [berdehem] 1:08 Di hari ini, 1:10 hari Selasa, Angga Aminuddin ditemani 1:13 oleh Ondi dan juga Algi di meja operator 1:18 hadir dalam acara kajian ekonomi Islam 1:21 bersama narasumber kita dari Dewan 1:24 Syariah Nasional Majelis Ulama 1:26 Indonesia, Ustaz Ikhwan Basri yang 1:29 alhamdulillah beliau telah hadir di 1:30 studio. Asalamualaikum warahmatullahi 1:31 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. 1:34 Apa kabarnya, Pak Ustaz? Alhamdulillah 1:36 sehat walafiat. 1:37 Sehat walafiat. Kita sudah memasuki hari 1:39 yang ke 13 nih, Pak Ustaz. Di bulan Mei 1:44 2026 1:46 karena tanggal Zulqadahnya itu tanggal 1:49 15 ya 1:50 lupa ya. Tanggal 15. Tanggal 15 1:53 berarti tinggal beberapait akhir 1:55 beberapa pekan lagi ini sudah mau Idul 1:56 Adha nih Pak Ustaz ya. 1:59 ada beberapa pekan lagi. Dan ikhwan 2:00 akhwat, kajian ekonomi Islam kali ini 2:03 kami akan menyoroti mengenai 2:06 jaminan kebutuhan pokok dalam ekonomi 2:09 Islam. Jadi salah satu latar belakang 2:11 itu ketika kita melihat perkembangan 2:14 ekonomi internasional dan juga domestik 2:18 yang saat ini terjadi PHK besar-besaran. 2:22 Kalau di kalangan media ini sudah jadi 2:25 perbincangan hampir setiap hari kita Pak 2:26 Kesat. Betul sekali. [tertawa] 2:28 Masyaallah. 2:29 Bukan hanya media kecil, Pak Ustaz. 2:30 Media besar gitu ya, rekan-rekan tuh ya 2:34 sekarang obrolan itu jadi kerja di mana 2:36 nih gitu ya. Karena sudah pada di PHK 2:37 gitu, Pak Ustaz gitu ya. Itu di kalangan 2:39 media gitu baik yang radio, TV apalagi 2:43 media-media online gitu ya. Ee mereka 2:46 sudah banyak yang jobless. Nah, akhirnya 2:51 ada yang turun menjadi apa tuh? 2:54 influencer 2:56 jadi content kreator sekarang 2:58 memanfaatkan medsos katanya gitu Pak 3:00 Ustaz yang bisa mendatangkan cuan 3:03 ternyata di situ ada juga pasarnya 3:05 begituun dengan ee sebagian ee rakyat 3:09 yang mereka bekerja di sektor-sektor 3:11 lain di pabrik gitu ya 3:14 tekstil yang PHK 3:16 gitu dan kisah ini terus berlanjut gitu 3:18 ya karena gelombang PHK masih terus ee 3:22 terjadi. banyak ee analisa dari ee para 3:25 pengamat gitu ya, para pengamat ekonomi 3:27 maupun pengamat sosial dalam hal ini. 3:30 Ini gimana nih kalau misalkan 3:32 penganggurannya makin banyak gitu ya, 3:34 negara bisa nanggung enggak 3:35 kebutuhan-kebutuhan dasar mereka gitu 3:37 ya. Sementara kondisi negara seperti 3:40 ini. Nah, bagaimana sebenarnya jaminan 3:42 kebutuhan pokok gitu ya dalam sebuah 3:44 negara tapi kita akan menendangnya juga 3:46 dalam pandangan ekonomi Islam. Anda bisa 3:48 bergabung bersama kami ikhwan akhwat. 3:51 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 3:53 ke nomor WhatsApp Rasil di 0811999720 3:58 dan siaran ini juga live melalui channel 4:01 YouTube Brahasil TV. Baik, Pak Ustaz, 4:04 bagaimana mengawali perbincangan kita 4:06 mengenai jaminan kebutuhan pokok itu 4:08 bagaimana gembarannya, Pak Ustaz? 4:10 Terima kasih, [berdehem] Mas Angga. 4:12 Asalamualaikum warahmatullahi 4:13 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 4:17 wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal 4:19 mursalin nabiina Muhammadin wa ala alihi 4:22 washabi ajmain. Amma ba'du. Para pemirsa 4:26 Rasil TV dan para pendengar radio 4:28 silaturahim yang dirahmati Allah 4:30 subhanahu wa taala. 4:32 Pada pagi hari ini, alhamdulillah kita 4:34 bisa datang kembali siaran live dan 4:38 alhamdulillah semoga rabat keluarga 4:40 besar Rasil termasuk yang di studio 4:44 dalam keadaan sehat walafiat ya. 4:46 Walaupun banyak cuaca yang tiba-tiba 4:50 berubah ya, siang panas tiba-tiba sore 4:54 hujan ya. Tapi alhamdulillah kita di 4:57 sini sehat walafiat sehingga siaran 5:00 berjalan dengan baik. 5:01 Dan tadi Mas Angangga sudah memberikan 5:04 mukadimah kepada kita ya tentang 5:06 banyaknya PHK. Kalau di Indonesia itu 5:09 mungkin ratusan ribu ya. 5:11 Iya. 5:11 Ee mungkin daftar berapa jumlah yang 5:14 kena BHK itu di Kementerian Tenaga Kerja 5:17 lebih akurat datanya. Tapi sebetulnya 5:20 gelombang PHK ini sekarang tidak hanya 5:22 di Indonesia, di Amerika juga luar 5:24 biasa. He. 5:25 Apalagi program efisiensi Elon Memotong 5:30 sekian puluh ribu pegawai negeri Amerika 5:33 Serikat ya yang Kementerian Luar Negeri 5:35 USA dan lain sebagainya. Nah, jadi 5:38 sebetulnya sekarang-sekarang ini di 5:40 Eropa juga terjadi gelombang PHK. Di 5:42 Inggris parah juga ya. Di Cina juga 5:45 parah karena ada embargo dari 5:47 [mendengus] Amerika sehingga 5:48 barang-barang [berdehem] Cina tidak bisa 5:50 dikirim ke Amerika atau Cina sendiri 5:52 enggak mau ngirim ke Amerika dan itu 5:54 membuat mogok artinya pabrik jadi 5:57 berhenti karena barang yang diproduksi 5:58 enggak ada yang dijual ke mana gitu. 6:01 Kalau sementara ini begitu keadaannya 6:03 dan di Indonesia juga demikian ya. 6:06 memasuki tahun 2025 ini justru kita 6:09 mendapat berita-berita yang luar biasa 6:12 dari sisi PHK perusahaan-perusahaan 6:15 terutama di ee sektor tekstil ya. Nah, 6:19 salah satu yang membuat ee judul atau 6:23 topik pada hari ini muncul dengan itu 6:25 adalah karena banyak sekali ee mereka 6:29 yang terdampak oleh PHK ini kemudian 6:32 tidak memiliki pekerjaan dan kemudian 6:35 tidak memiliki pekerjaan dengan 6:36 sendirinya tidak memiliki pendapatan 6:38 dari yang sebelumnya ada 6:40 dan mereka sebagian alhamdulillah ini ee 6:45 malah 6:47 sering ke masjid 6:48 H 6:48 ya salat lima waktu di masjid dan 6:52 berjamaah. 6:54 Dalam keadaan seperti itu mendekatkan 6:56 diri kepada Allah Subhanahu wa taala dan 6:59 bincang-bincang kepada kita semuanya 7:00 tentang ekonomi Islam ya karena tidak 7:04 sengaja sebetulnya. He. 7:06 Jadi, ada yang bertanya, 7:08 ada yang mendalami paling tidak itu 7:10 membuka-buka apa sih ekonomi syariah itu 7:13 silent feature atau fitur utamanya itu 7:16 dibitalis [berdehem] 7:18 yang berdampak kepada PHK, efisiensi, 7:24 rasionalisasi dan lain sebagainya. Yang 7:26 intinya itu adalah jika perusahaan sudah 7:29 begini maka jalan terakhir ya PHK begitu 7:32 saja ya. Nah, seperti ini kemudian ee 7:36 mereka mencoba untuk belajar 7:39 bertanya-tanya tentang bagaimana 7:41 sebetulnya ee 7:44 fitur ya fitur utama ekonomi Islam yang 7:47 menjadi jati dirinya yang berbeda 7:51 daripada yang sekarang ada kapitalis 7:54 kemudian sosialis dan campuran antara 7:56 keduanya atau ee seperti Cina ya. orang 7:59 bilang itu adalah apa namanya? Kapitalis 8:04 negara 8:06 itu karena untuk meotret 8:10 ee ekonomisnya itu ya gabungan negara 8:13 dengan kapitalis. Tapi yang ingin mereka 8:16 dapatkan adalah tentang bagaimana fitur 8:18 utama daripada ekonomi Islam. Nah, 8:20 kemudian kita berikan satu contoh saja 8:22 ya untuk menjadi apa namanya untuk 8:25 menjadi tambahan pengetahuan dan juga 8:28 menjadi bahan pelajaran yang relevan 8:31 terhadap keadaan sekarang. Ya, jadi 8:34 pertanyaannya adalah apakah di dalam 8:37 ekonomi Islam itu semua warga, semua 8:41 penduduk tanpa kecuali? Maksudnya tanpa 8:43 kecuali di sini mungkin penduduknya ada 8:46 yang tidak beragama Islam, ada yang 8:47 Katolik, ada yang Protestan. ada yang 8:50 Hindu, ada Buddha dan lain sebagainya 8:52 ya. Apakah semua penduduknya itu nanti 8:56 mendapat jaminan dari negara tentang 8:59 kehidupan? Ya. 9:00 Hm. 9:01 Itu jawaban utamanya adalah iya. Salah 9:05 satu fitur utama daripada ekonomi Islam 9:07 adalah garansi menjamin 9:10 ee minimum minimum level of living bagi 9:13 semua ee warga atau penduduknya. Nah, 9:17 ini ada ada pengertiannya harus di harus 9:20 diperjelas maksudnya apa? Garansi. 9:23 Garanti ya insal. Jadi itu adalah negara 9:26 Islam atau khalifah atau ekonomi Islam 9:30 itu ciri khasnya adalah semua 9:32 penduduknya dijamin untuk bisa hidup. 9:35 Paling tidak kebutuhan pokoknya 9:38 terpenuhi. Ya. Ya. Begini. kebutuhan 9:43 pokoknya terpenuhi dan seluruh kebutuhan 9:45 ini menyangkut semua warga negara dengan 9:47 mengabaikan background mereka, agama 9:50 mereka, budaya mereka. Pokoknya selama 9:52 mereka itu hidup dalam sebuah naungan ee 9:54 ekonomi Islam mereka berhak ya. Mereka 9:57 berhak dan negara berkewajiban untuk 9:59 memberikan jaminan minimum level, 10:02 minimum level of living ya bagi semua 10:05 apa namanya penduduknya. Nah, pun ada 10:08 diskusinya itu menariknya gini lah. Di 10:11 negara kita ini kan ada apa bukan negara 10:13 kita setiap ekonomi itu kan penduduknya 10:16 ada yang pegawai negeri Pak ya. ada 10:19 pegawai negeri dan itu pegawai negara 10:21 seperti tentara, polisi, kemudian ASN 10:23 ya, 10:24 sipil gitu ya yang 10:28 ada di semua departemen itu kan pegawai 10:30 negeri pemerintah. Nah, kalau mereka 10:32 yang sudah menjadi kerja seperti itu di 10:35 TNI, di Poli dan lain sebagainya 10:36 kemudian ASN ya mereka dijamin karena 10:39 mereka sebagai pegawai. Iya kan? Nah, 10:41 sekarang sebagian besar penduduknya kan 10:43 tidak menjadi pegawai ya. Ya. Pak. 10:46 tentara, TNI, Polri misalnya semua itu 10:49 dengan digabung dengan ASN jumlahnya 10:51 berapa hasil? Mungkin enggak nyampai R 10:53 juta mungkin ya. 10:54 Mungkin ee jatnya saya enggak tahu tapi 10:57 asumsinya katakan R juta. Sedangkan 10:59 penduduk kita ini R80 juta dan se juta 11:03 kan enggak mungkin masuk menjadi pegawai 11:05 negara semua. Ya betul kan ada yang 11:08 tidak mau menjadi pegawai negeri kan 11:10 banyak neguduk 11:12 yang tidak mau jadi negeri pegawai 11:14 negeri bahkan tidak mau juga menjadi 11:15 pegawai swasta karena apa mereka ingin 11:17 mandiri ingin menjadi apa namanya 11:20 pedagang mereka menjadi profesional dan 11:23 lain sebagainya jumlahnya puluhan juta 11:25 ya jadi ee atas pilihan sendiri mereka 11:29 tidak mau bergabung menjadi TNI menjadi 11:33 PORD [berdehem] menjadi ASN tapi Mereka 11:35 ingin mandiri, ingin pedagang. Ini 11:38 menjadi orang yang pendapatannya itu 11:41 tidak dari negara. Itu banyak sekali. 11:43 Maka di sini lebih banyak ya pedagang 11:46 termasuk petani di sini mereka adalah 11:48 memilih petani sebagai mata pencariannya 11:52 dan jumlahnya itu ya puluhan juta 11:53 mungkin e mungkin bisa ratusan juta 11:56 kalau digabung dengan katakanlah ee 11:59 perkebunan, 12:00 sawit dan keben dan lain sebagainya 12:02 termasuk pertambangan. N ini semuanya 12:05 adalah lapangan yang mereka pilih 12:06 sendiri dengan sadar. Tapi meskipun 12:08 demikian ya, ada pegawai negeri, ada 12:11 TNI, ada Poli, ada ASN, kemudian ada 12:13 pedagang, ada petani, ada dan lain 12:16 sebagainya tetap menyisakan ada mereka 12:18 yang tidak terserap di sini. H yang 12:22 tidak kedumanan kalau bahasa jawanya 12:25 kedumanan tidak apa ya tidak mendapatkan 12:29 bagian ya tidak mendapatkan bagian 12:32 daripada ee lapangan pekerja yang sudah 12:34 ada kan misalnya masuk pertambangan 12:36 lihat BUMN atau swasta kan juga tidak 12:38 mungkin ee seluruh negara atau 12:41 masyarakat ini atau penduduk masuk ke 12:43 pertambangan semua juga demikian gak 12:46 bisa menjadi nelayan semuanya juga tidak 12:49 mungkin Jadi petani semuanya kan ee 12:52 sektor-sektor ini ada batasnya dalam hal 12:55 serapan tenaga kerja. Tetap saja ada 12:58 yang tidak dapat masuk di sektor itu. 13:01 Nah, yang di sinilah mereka yang tidak 13:04 mendapatkan pekerjaan karena sudah tidak 13:07 mungkin masuk atau tidak diserap oleh 13:09 sektor formal maupun nonformal misalnya, 13:13 maka ini menyesatkan sekian puluh juta 13:16 orang yang tidak memiliki pekerjaan ya. 13:19 Nah, sampai di sini diskusi diskusi ya. 13:22 Ee teman tadi bertanya, 13:25 jika semua penduduk itu sudah diserap ke 13:29 sektor yang ada di ekonomi ya, tetapi 13:33 masih ada penduduk yang tidak 13:35 mendapatkan lapangan pekerjaan, 13:36 [mendengus] pertanyaannya adalah 13:38 apakah negara tetap bertanggung jawab? 13:40 Lah saya bilang iya tetap bertanggung 13:42 jawab ya. Dan si dan segmen itu tetap 13:46 ada. Betapa pun makmurnya suatu negara. 13:49 Saya beri contoh misalnya 13:51 ada orang itu hidup tapi cacat misalnya 13:55 ya cacat kakinya, cacat tangannya, cacat 13:58 intelektualnya dan ini jumlahnya banyak. 14:01 Nah, nah orang-orang seperti ini harus 14:04 mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan 14:07 apa ya dengan bidangnya. Kalau misalkan 14:10 tangannya cacat enggak pun ya tangannya 14:12 dikasih pekerjaan yang yang sesuai yang 14:14 tidak membutuhkan keterampilan tangan. 14:16 Kalau yang cacat itu kaki misalnya ya 14:18 diberikan pekerjaan e yang tidak ada 14:20 hubungannya dengan gerakan kaki. Kalau 14:23 misalkan intelektualnya ini tidak 14:26 sempurna misalnya ee kurang sempurna 14:29 akalnya ee tetap harus dicarikan ya ee 14:33 diminimalkan mungkin [berdehem] 14:34 mereka-mereka ini bergantung kepada 14:36 keluarganya ya. ini mereka nih 14:38 sebenarnya kita kategorikan sebagai 14:41 mereka yang dependen, orang yang 14:43 bergantung kepada orang lain. Tetapi 14:45 sebisa mungkin tetap negara itu hadir 14:47 dan mereka memberikan 14:48 pelatihan-pelatihan yang cocok sesuai 14:50 dengan kondisi mereka gitu loh. Nah, ini 14:53 tanggung jawab negara, tanggung jawab ee 14:56 negara terhadap rakyatnya. Jadi sampai 15:00 detail begitu ya dalam ekonomi Islam itu 15:03 semua selama 15:05 ee nyawa itu ada di dalam badan manusia, 15:08 selama manusia itu hidup ee dan 15:11 membutuhkan makanan, minuman, kebutuhan, 15:13 pokoknya mereka harus dipenuhi dan 15:14 negara berkewajiban dan mereka berhak. 15:17 Ya, jadi sampai ada pembahasan yang 15:20 sangat detail itu begini. Coba Pak Ustaz 15:24 ya 15:26 ee sekarang negara ya manaun juga negara 15:28 Timur Tengah ataupun manapun ini enggak 15:31 kita kita apa namanya tunjuk sebagai 15:34 negara Indonesia? Enggak gitu. Semua 15:36 negara mempunyai ee hal yang demikian. 15:39 Jadi misalnya sebagian penduduknya itu 15:41 [berdehem] sudah bekerja di perusahaan 15:43 negara misalnya perminyakan, 15:45 pertambangan ada menjadi tentara, 15:48 kemudian polisi, pegawai negeri dan lain 15:50 sebagainya. 15:52 Terus ee 15:55 sudah enggak ada lagi lapangan pekerjaan 15:57 di situ sudah tertutup ya. Sebagian 15:59 besar sebagian lagi masih ada yang belum 16:01 dapat pekerjaan. Nah, di mana letak 16:04 keadilan negara itu? 16:06 Kalau sebagian penduduknya mendapatkan 16:08 akses kepada ee pekerjaan yang formal, 16:13 tetapi yang lain dibiarkan. Nah, di sini 16:16 istilahnya keadilan itu me 16:18 menggelisahkan orang ya. 16:20 Kok soalnya begini, seolah-olah negara 16:23 itu ee dalam hal ini tutup mata terhadap 16:26 keadaan. Sebagian rakyatnya bisa bekerja 16:29 di sektor formal, di pegawai negeri, di 16:32 pertahanan, di kepolisian, di kejaksaan 16:35 dan lain sebagainya sebagai di 16:37 pendidikannya dari SD sampai perguruan 16:39 tinggi, dosen, guru, dan lain sebagainya 16:41 mereka masuk di situ terserap sebagai 16:43 pegawai yang dijamin kehidupannya oleh 16:45 negara. Tapi sebagian kan tidak ya, ada 16:48 yang tidak sebagian besar malah mungkin 16:50 ini tidak bisa ke sana. H. 16:52 Nah, harusnya kata dia itu harusnya 16:55 pemerintah juga harus memberikan 16:56 kesempatan yang sama kepada yang tidak 17:00 mendapatkan itu. Busut ya ini orang 17:05 cara berpikirnya egaliter. Jadi 17:08 egaliter. 17:08 Iya. Eiter dalam mengeran penduduk itu 17:10 enggak bisa dibeda-bedakan ya. Mereka 17:13 yang tidak punya pekerjaan itu harus 17:15 diberikan pekerjaan yang opportunitynya 17:19 setara dengan yang mereka terima di 17:21 pihak lain kayak misalnya tentara, 17:23 polisi, dosen ee dan lain seb itu mereka 17:28 mendapat gaji karena mereka menjadi ee 17:31 menjadi pegawai pemerintah. Tapi ini 17:33 tidak menjadi pegawai pemerintah juga 17:35 berkewajiban untuk memberikan kesempatan 17:37 untuk memulai gaji yang kira-kira sama 17:39 dengan itu. Jika tidak itu enggak adil. 17:41 Nah, sampai begitu. Makanya ngeri ini 17:43 kalau kita diskusinya itu kita lanjutkan 17:46 ee ngeri banget ini sampai segitunya 17:49 mereka me 17:51 menerobong gara-gara masalah PHK. 17:53 Iya. I iya. Jadi orangnya sebenarnya 17:55 tidak ahli ekonomi tetapi apa yang 17:57 mereka rasakan itu ingin ada solusinya 18:00 dan mereka sekarang belajar 18:03 ekonomi syaria dan menuntut atau 18:05 menanyakan kepada kita 18:07 fitur utama ekonomi Islam itu apa? 18:09 Iya. yang paling 18:10 relevan dengan kondisi mereka ya itu ya 18:14 garansi atau garansi ya ee garansi 18:18 kehidupan minimal bagi penduduknya. 18:20 Minimal makanan, minuman, pakaian, 18:23 sandang, pangan, papan sudahudah 18:24 dipenuhi. Jika mereka kurang ya mereka 18:27 harus berusaha sendiri gitu loh 18:28 maksudnya. Paling tidak negara itu 18:30 memberikan jaminan kehidupan ya. H 18:33 ini di sini penting sekali. Nah, seperti 18:36 ini orang kadang-kadang melihat itu 18:39 suatu hal yang 18:41 seperti berbau sosialis gitu ya. 18:44 Berbut sosialis. 18:45 Saya bilang, "Ya enggaklah itu sosialis 18:47 belum ada, janinnya aja belum ada. Islam 18:50 sudah ada." Ya, 18:51 Islam sudah ada. Tapi apakah ada, Pak 18:53 Ustaz, dalam perjalanan sejarah Islam 18:55 nih negara gitu ya 18:59 itu dapat mengatasi kekurangan ee sumber 19:02 daya sehingga sebagian penduduk yang 19:04 kesulitan itu bisa memenuhi kebutuhan 19:06 pokoknya. 19:07 Iya. Kalau kita [berdehem] lihat dari 19:08 sejarah ekonomi Islam yang dimulai dari 19:11 dakwah Rasulullah sallallahu alaihi 19:12 wasallam 19:12 he 19:13 sampai beliau meninggal kemudian 19:14 diteruskan oleh Khulafa Rasyidin ya. 19:17 Heeh. 19:17 Ada beberapa yang perlu kita catat bahwa 19:20 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 19:22 itu selalu 19:24 me memperhatikan apakah 19:26 sahabat-sahabatnya itu bisa makan. 19:29 Hm. 19:30 Loh. Banyak hadis begat itu ya. 19:31 Kebutuhan pokok ya. 19:33 Salah satu ya hadisnya 19:35 suatu hari 19:37 orang Quraisy kalau enggak salah itu 19:40 orang kafir itu hampir aja mencekit Nabi 19:43 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 19:45 di depan sahabatnya. H ya. Kemudian 19:48 dilerai kemudian ditanya ada apa katanya 19:53 itu ini ee hari ini atau beberapa hari 19:56 yang akan datang itu utang apa anda itu 20:00 harus dibayar utang kepada saya kepada 20:02 dia. N menunjukkan bahwa pada waktu itu 20:05 Rasulullah enggak punya sumber daya 20:06 untuk melunasi utang. 20:07 H 20:08 ya. Maka 20:10 apa namanya yang di Mek itu Bilal e 20:13 bukan Rasul. Saya koreksi ya. Jadi, 20:16 Bilal itu di ini dicekik, sudah dicekik 20:20 mau dibunuh oleh mereka karena ee apa 20:23 namanya? Utang itu belum dibayar. 20:25 Nah, dari kasus ini ee Prof. Dr. 20:29 Njatullah Siddiq memberikan apa? 20:32 Komentar bahwa 20:35 tidak semua kehidupan beliau dan para 20:38 sahabat itu mulus. Bahkan sebelum Fatuh 20:41 ke Makkah itu mungkin makan itu enggak 20:43 tiga kali sehari. He 20:45 bisa sekali, bisa dua kali. Kehidupan 20:48 kaum muslimin pada zaman Rasulullah itu 20:50 menjadi lebih baik setelah Fathu Makkah. 20:52 Ya, 20:53 setelah fat Makkah. 20:55 Sesudah itu bagus-bagus. Tapi sebelumnya 20:57 itu dari zaman beliau ee mendakwahkan 21:00 Islam dari tahun pertama Hijri ee tahun 21:02 pertama nubuwah itu tidak begitu ee 21:07 sulit ya, sulit secara ekonomi. Nah, 21:10 akhirnya ini oleh Dr. Nijatullah Siddiq 21:14 diberikan penjelasan bahwa ee Rasulullah 21:17 sallallahu alaihi wasallam sebagai 21:18 pemimpin negara Islam itu menjamin 21:22 tiap-tiap penduduknya. Karena apa? 21:24 Karena sebagian penduduknya itu, 21:26 sebagian sahabat di Mekah itu ada yang 21:27 tidak makan. 21:28 Dan apabila Rasulullah mendapatkan 21:31 sumbangan atau apa namanya gunima atau 21:34 apa kan dibagi kepada keluarganya 21:36 kemudian kepada sahabat yang ikut 21:38 berperang dan yang lain sebagainya. 21:40 Maka ada contoh juga seperti ini. 21:42 Misalnya ada seorang pemuda minta-minta 21:46 Heeh. minta usia mungkin 20 tahunan ya 21:49 Rasulullah tidak mau memberikan sesuatu 21:52 malah hanya bertanya, "Kamu di rumah ada 21:54 apa?" "Saya punya hils semacam tikar, 21:59 tapi itu gunanya untuk apa? Karpet untuk 22:04 e ya untuk seperti karpet 22:07 yang di atas tanah gitu, lantai gitu. 22:09 Tapi kalau kedinginan kami pakai untuk 22:11 selimut. Coba bawa ke sini ya. Dibawalah 22:15 ke hadapan Nabi. Kemudian dilelang oleh 22:18 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 22:18 kepada sahabat. 22:20 Ada yang menawar 1 dirham, 22:22 Rasulullah enggak terima. Ada yang lebih 22:23 tinggi, "Ah, saya 2 dirham, ya 22:25 Rasulullah." Ketika harga sudah sampai 2 22:27 dirham diterima. Maka kemudian 2 dirham 22:29 diterima barang diberikan kepada yang 22:32 beli. 1 dirham diberikan kepada pemuda 22:35 ini dan berkata, "Kamu belikan kebutuhan 22:38 hari ini 1 dirham. 22:40 Yang 1 dirham ini kamu belikan kapak." H 22:43 n kalau sudah beli ke apanya bawa sini 22:46 itu nurut pemuda itu nurut akhirnya apa 22:49 akhirnya satu diran dipakai untuk 22:52 membeli kebelanjaan hari itu yang satu 22:55 diram beli kapak nah kapaknya pun dibawa 22:57 kepada hadapan Nabi. Kemudian di 22:58 diberikan coba kamu bawa kapak ini dan 23:02 pakai untuk usaha ee cari kayu. 23:06 Cari kayu dan jangan datang kepada saya 23:09 sebelum dua jumatan 2 minggu. 23:12 Hm. Nah, setelah itu 2 minggu kemudian 23:15 datang dan ternyata uangnya sudah banyak 23:18 ya. Kata Rasulullah, "Ini lebih baik 23:20 bagi kamu daripada kamu meminta-minta." 23:23 Jadi ee dari cerita hadis ini terbayang 23:27 dengan jelas bahwa Rasulullah sendiri 23:29 itu sampai me melihat sampai di mana ada 23:34 orang yang tidak bisa ee makan dari 23:36 sahabatnya. 23:37 Dan itu dilanjutkan kepada khalifah 23:39 berikutnya, 23:40 terutama Umar bin Khattab. Banyak 23:42 cerita. Kalau beliau malah ceritanya 23:44 banyak sekali. Beliau tiap malam 23:45 keliling 23:46 keliling. Apakah ada keluarga yang tidak 23:48 bisa makan? 23:49 Ceritanya begitu. He. 23:51 Dan banyak ya ini menunjukkan bahwa 23:54 khalifah atau kepala [mendengus] negara 23:56 itu wajib hukumnya ee memastikan bahwa 24:01 warganya atau penduduknya ini 24:05 terpenuhi kebutuhan minimumnya. H ya itu 24:11 selama belum maka dia berdosa. Makanya 24:15 hadisnya mengatakan kullukum roin wa 24:18 kullukum masulun an royatihi. Setiap 24:21 kamu adalah penggembala. Nah setiap 24:23 penggembala itu kan bertanggung jawab 24:25 pada gembalaannya. Kalau gembalanya gak 24:28 minum wajib memberi minum. Kalau 24:30 gembalaannya lapar karena kekurangan 24:32 makan dia harus memberikan makan. Kalau 24:35 gembalaannya enggak punya pakaian untuk 24:36 dipakai, wajib diberikan pakaian. Nah, 24:39 gitu. 24:39 Jadi, 24:41 dasarnya ini ada semuanya dalil dari 24:44 hadis ataupun dari kudwah contoh 24:47 Rasulullah sendiri dan para sahabat dan 24:50 khulafur rasyidin dan khalifah-khalifah 24:52 berikutnya. Nah, ini memberikan contoh 24:55 bahwa keadaan suatu yang keadaan yang 24:57 ekstrem misalnya ketika negara tidak 24:59 memiliki sumber daya untuk memenuhi 25:02 semua kebutuhan pernah terjadi. 25:03 Iya. Lah pada zaman Umar bin Khattab 25:05 misal pernah terjadi apa itu namanya ee 25:10 pajeklik ya karena musim tanamannya 25:13 enggak bagus ya jadi tidak bisa 25:15 menghasilkan sesuai dengan kebutuhan. 25:17 Sebagian rakyatnya enggak bisa beli 25:20 bahan makanan dan bahan makanan enggak 25:21 ada. 25:22 H. 25:22 Nah, itu itu pernah terjadi sehingga 25:24 pernah ee di zaman Umar bin Khattab itu 25:27 pencuri tidak dipotong tangan bukan 25:29 karena bukan Umar tidak mau taat kepada 25:32 Al-Qur'an. Bukan, tapi karena pencurinya 25:35 itu ada alasannya. 25:37 Iya. Ditangguhkan gitu ya. 25:39 Ee itu alasan alasan ekonomi yang 25:42 menunjukkan kepada kita betapa negara 25:45 Islam atau khalifah ini bertanggung 25:47 jawab kepada pemenuhan kebutuhan pokok 25:49 warganya dengan mengabaikan apakah 25:52 warganya ini muslim atau bukan. H 25:55 lah. Kalau yang non muslim kan bisa ada 25:57 cerita juga. Misalnya cerita tentang Amr 25:59 bin Ash ya yang mau memperluas masjid di 26:03 ee di Mesir tapi mengusur tanahnya 26:05 Yahudi ya. Yahjunya lapor kepada Umar 26:08 bin Khattab. Nah, kemudian Yahudinya di 26:11 disuruh bawain apa? Tulang ya kan? 26:14 Terus dibawa tulah tulang ke ke hadapan 26:16 Amr bin Ash. Begitu melihat tulang sudah 26:18 gemetar. Umar bin Khattab apa? Amr bin 26:21 As akhirnya enggak jadi me apa itu? 26:23 menggusur 26:24 menggusur tanahnya itu. Tetapi dengan 26:26 sebab itu kemudian Yahudi ini masuk 26:28 Islam. 26:28 Iya. 26:29 Iya kan? Jadi banyak cerita. Nah itu 26:32 cerita yang ekstrem ketika negara dalam 26:34 kondisi ee sumber daya ee tidak 26:37 mencukupi atau sangat genting untuk 26:39 memenuhi semua kebutuhan pokok 26:42 masyarakatnya. Tapi ada kalanya suatu ee 26:45 periode di mana ee Khilafah Islamiyah 26:48 ini kebanjiran rezeki ya. H 26:51 itu pada Umar bin Abdul Aziz. Ya, 26:54 sampai-sampai beliau mengambil kebijakan 26:56 [berdehem] kepada pemuda-pemuda 26:59 yang mau kawin, usianya sudah balik, mau 27:02 kawin dan enggak punya sumber daya bayar 27:05 mahar, datang ke Baitul Ma. nanti 27:08 ditanggung oleh negara 27:10 sampai bikin kebijakan itu. Dan ketika 27:12 semua pemuda sudah sepertiu seperti itu 27:15 kawin dengan mas kawin di zaman negara 27:17 khazanah yaitu berbendara negara tetap 27:20 jumlahnya enggak enggak berkurang tetap 27:23 sama. Makanya beliau memberikan dekrit 27:26 yang kedua kepada orang yang punya apa? 27:30 Utang kepada orang lain, maka akan 27:33 dibayar oleh negara. Dari dari Baitul 27:35 Mal 27:35 juga begitu. Dibayar oleh negara. 27:37 Sesudah semua dibayar khazanah 27:41 apa? Perbenaran negara tetap penuh ya. 27:44 Iya. 27:44 Sampai janda-janda dibagi-bagi segala 27:46 macam. Nah, ini kondisi di mana ketika 27:49 ee apa namanya periode ekonomi syariah 27:52 itu betul-betul berkah ya. 27:54 Jadi kita ada contoh semuanya mau yang 27:56 ekstrem kiri, ekstrem kanan [tertawa] 27:59 ekstrem sulit ekstrem ini 28:01 sulit atau yang betul-betul makmur 28:04 kita ada contoh dan bagaimana penguasa 28:06 atau khalifah-khalifah itu 28:07 menghadapi masing-masing keadaan. I. 28:10 Terus bagaimana kalau Ustaz memandang 28:12 kondisi sekarang nih, Pak Ustaz ya, 28:14 kondisi sekarang yang sistem ekonominya 28:17 itu ee di mana negara itu dengan 28:20 BUMN-nya atau dunia usahanya gitu ya, 28:24 itu masih belpotan nih, Pak Ustaz. 28:26 Siya pakai sistem kapitalis gitu ya. 28:28 Negaranya mayoritas muslim. 28:31 Itu contohnya sekarang ya. 28:32 Iya. Iya. 28:32 Jadi rakyatnya masih banyak yang hidup 28:35 di garis di bawah garis kemiskinan. 28:38 Berarti itu ini berarti itu mereka yang 28:40 tidak mendapatkan 28:42 apa namanya pendapatan dari negara atau 28:45 dari usaha sendiri gitu. 28:46 Jadi ada 28:48 ada negara yang punya banyak BUMN kayak 28:50 di Indonesia. Kalau di Saudi hampir 28:52 semuanya BUMN gede-gede mulai dari ee 28:55 tambang minyak kemudian Saudi Airlines 28:58 segala dikuasai negara. Kalau kita 29:00 enggak ya dikuasai tapi swasta boleh di 29:02 situ. Misalkan pertambangan ya 29:05 pertambangan ini ee kita punya biomen 29:08 banyak ya ada minyak, ada Pertamina, ada 29:10 pertambangan tima dan lain sebagainya 29:13 nikel ya. ee jadi dikuasai oleh negara 29:17 tetapi kerja sama dengan asing. Kalau 29:19 yang seperti minyak apa itu Pertamina 29:22 enggak sendiri Pertamina itu dengan Oh, 29:25 dengan macam-macam dengan Shell dengan 29:27 macam-macam dengan perusahan-pesan 29:29 ee minyak internasional ya. Begitu juga 29:32 dengan pertambangan yang lain kayak 29:35 kayak nikel sekarang ini ee tembaga dan 29:38 lain sebagainya itu kan dengan e 29:39 perusahaan-perusahaan Cina. Nah, intinya 29:42 adalah walaupun pemerintah sudah punya 29:45 perusahaan-perusahaan 29:47 dan perusahaan-perusahaan ini memiliki 29:49 kapasitas untuk menyerap tenaga kerja 29:53 dan itu di luar daripada yang dia bayar 29:56 ya dalam ee seperti pega negeri TNI dan 30:00 lain sebagainya. Ini ini apa namanya? 30:03 mereka sudah punya dan ada lapangan 30:06 pekerjaan lewat BUM 30:07 perusahaan-perusahaan pertambangan itu. 30:08 Tapi tetap saja jumlah orang yang 30:11 diterima untuk bekerji 30:13 perusahaan-perusahaan BUMN itu lebih 30:15 kecil daripada yang ada. Kalau ada 30:18 perusahaan yang membuka lapangan pekerja 30:21 dibutuhkan 100 orang 30:23 yang yang daftar itu R30.000 30:26 lebih banyak. 30:27 Iya kan kebanyakan ya. Iya. 30:29 Yang dibutuhkan 1000 lowongan misalnya 30:31 yang daftar itu 30:32 daftar 30:33 bisa puluhan ribu gitu kan 30:35 gak seimbang sama sekali. Jadi berapapun 30:37 kapasitas BUMN untuk menyarat tenaga 30:40 kerja masih lebih banyak lagi ee 30:43 penduduk yang tidak tercover dan 30:45 sehingga mereka itu enggak punya 30:46 pekerjaan. Begitu juga ini sudah 30:47 diimbangi dengan swasta ya 30:50 pemerintah dengan BUMN-nya swastanya 30:52 dengan perusahaan sendiri. macam-macam 30:55 di Indonesia itu ada mungkin jutaan ya 30:57 perusahaan nih mulai dari berbagai 31:00 sektor otomotif ya transportasi 31:04 ee udara darat laut dan lain sebagainya 31:06 semua swasta boleh masuk gitu ya. 31:09 Meskipun demikian serapan oleh dunia 31:12 usaha swasta itu terhadap jumlah 31:14 penduduk Indonesia tetap tidak bisa 31:17 menyerap semuanya ya masih banyak lagi 31:20 yang belum terserap. Nah, ini tentu saja 31:23 kemudian mau diserap di mana ya. 31:25 Pemerintah sudah tidak punya lagi 31:27 lapangan yang dapat menyerap tenaga 31:30 kelebihan tenaga kerja. Sektor swasta 31:32 sudah tidak mungkin menyerap lagi karena 31:36 sudah cukup sekarang. Nah, sekarang 31:38 jumlah pengangguran yang sarjana, yang 31:41 tidak sarjana begitu mendudak 31:43 mau dikemandin mereka ini 31:45 ya. Jadi kalau ee misalkan ini khalifah 31:49 itu hanya tenang saja. Oh, ini kan saya 31:51 sudah buka leat BUMN, sudah lihat 31:54 swasta, kemudian dia melepas begitu aja. 31:57 Sebagian daripada penduduknya yang tidak 31:58 punya pekerjaan itu ya zalim ya. 32:01 Iya. 32:01 Karena kenapa? Memberikan kesempatan 32:03 kepada sebagian 32:04 lalu membiarkan yang sebagian. Kan 32:06 kewajibannya adalah harus memberikan 32:08 kepada semua ee semuanya mendapat akses 32:11 yang sama kepada sumber daya. Nah, kalau 32:13 mereka ini yang tidak dapat terserap 32:15 oleh dunia usaha baik dari swasta atau 32:18 pemerintah, maka mereka harus ee 32:22 memiliki kemampuan diri sendiri untuk 32:25 menghasilkan, untuk memiliki pendapatan. 32:28 Tapi kan kalau dibuat begini kan berarti 32:30 ee kita tidak berbuat adil. Harusnya 32:33 mereka itu diberdayakan, diberikan 32:35 pelatihan. Nah, berikan pelatihan pun 32:37 harus gratis ya. Jangan ber 32:39 sampai mereka itu dapat bekerja secara 32:41 mandiri. He. 32:42 Misalnya kalau dilatih menjadi 32:44 bartender. Oh bukan bartender apa itu 32:46 bartender [tertawa] 32:48 salah ngomong 32:50 dilatih 32:50 jadi tukang baksulah misalnya ya 32:52 ternaklah. 32:52 Iya jadi tukang bakso. Nah cara bikin 32:55 bakso yang sehat harus dilatih 32:58 mulai dari apa adonannya dan lain 33:00 sebagainya marketingnya dan lain 33:01 sebagainya. He. 33:02 Begitu juga kalau dilatih misalnya jadi 33:04 tukang syukur ya harus ada lapangan apa 33:07 namanya pelatihan tukang syukur yang 33:08 yang gratis dan setelah itu mereka 33:11 menjadi tukang syukur-tukang syukur yang 33:12 yang profesional. Ya, 33:15 kalau enggak begitu enggak adil 33:16 pemerintah di mana pun juga karena 33:18 memberikan akses kepada sebagian 33:20 penduduknya mengabaikan akses kepada 33:22 sebagian besar penduduknya 33:25 itu karena semuanya tanggung jawab dia 33:27 ya. 33:28 Masulun an ryati. dia bertanggung jawab 33:30 terhadap gembalaannya. 33:33 Nah, gembalaannya itu ada yang tidak 33:34 bisa minum, 33:35 ada yang tidak bisa makan, ada yang 33:37 tidak bisa beli pakaian dan karena itu 33:40 harus diperdayakan. Nah, berdayakannya 33:41 itu ee polanya gratis gitu ya. 33:44 Polanya gratis. Berarti ini kan 33:46 kaitannya sama 33:47 kebijakan pemerintah itu Pak Ustaz ya. 33:50 Kira-kira cara-cara lain, Pak Ustaz, 33:52 untuk mencapai 33:54 ee jaminan kebutuhan pokok bagi 33:56 rakyatnya 33:58 yang harus dilakukan oleh pemerintah itu 34:00 bagaimana, Pak Ustaz? 34:02 I 34:02 jadi selain ini, selain jaminan 34:04 kebutuhan pokok itu membebaskan rakyat 34:06 dari kemiskinan. 34:07 Setelah mereka enggak miskin, berarti 34:09 kan ada jaminan pokok lain apa ee 34:12 ningkat lagi tuh bagaimana mereka jadi 34:13 sejahtera, bagaimana mereka jadi pintar 34:15 gitu, Ustaz? Ya paling tidak makanya 34:17 tadi [berdehem] kan disebut minimum 34:19 level of living 34:20 ya. Katanya isinya adalah makan ya 34:23 minum makanan, minuman, pakaian ee 34:26 tempat tinggal ya. 34:27 He he. 34:28 Tempat tinggal ini yang belpotan di 34:29 mana-mana bukan hanya di kita [tertawa] 34:32 mahal. 34:33 Oh Amerika parah itu. 34:34 Iya. Tapi kalau di kayak di Pakistan apa 34:36 di Yordan itu kan tidak banyak 34:39 menggunakan rumah tapak. Eh rumah tapak 34:42 ya. 34:42 Rumah tanah yang 34:43 Iya. 34:44 Iya, mereka apartemen flatfat gitu ya. 34:46 Pemerintah bikin banyak banget pokoknya 34:48 dibikin. 34:49 Nah, mereka yang enggak punya rumah ya 34:51 di suruh masuk dipaksa ke situ ya karena 34:54 pemerintahan sudah memperuntukkan kepada 34:56 mereka ya. Nah, financing-nya 34:58 macam-macam jangan ditanya financingnya 35:00 nanti itu perkara lain ya. [tertawa] 35:02 perkara lain. Tapi 35:04 tanggung jawab pemerintah untuk 35:05 memberikan apa 35:07 ee kebutuhan ee papan yaitu 35:10 ee tempat tinggal 35:11 di negara seperti itu itu apartemen ya. 35:15 Apartemen jangan dibayangkan kayak 35:16 apartemen 35:17 rumah susun 35:17 e rumah susun lah gitu ya. Kalau di kita 35:20 namanya RSTA. 35:22 RSTA 35:22 Rumah Susun Tanah Abang [tertawa] itu 35:25 contoh dulu sebetulnya. Iya. 35:26 Iya. 35:26 Dan bagus ya. Tapi itu enggak 35:28 dikembangkan lebih lagi. Nah, karena 35:30 kesulitan tanah maka caranya adalah 35:33 membangun seperti rumah susun ke atas 35:35 ya. Nah, kalau di kita mungkin merasa 35:38 tanahnya masih banyak, maka dibikinlah 35:40 rumah-rumah sederhana ya. 35:41 Heeh. 35:42 RS dulu zaman dulu itu namanya rumah 35:45 sangat sederhana. 35:46 Rumah SS. 35:47 RSS ya. 35:49 Rumah sangat sederhana. ada yang me apa 35:53 namanya 35:55 bikin istilahnya tuh bukan gitu rumah 35:59 rumah sedikit semennya ya karena cepat 36:01 rusak ya ee rumah sangat sempit karena 36:03 memang kecil ya kayak gitu dan rumah ini 36:07 sebetulnya dibuat pada zaman dulu pada 36:09 zaman order baru tapi sekarang saya 36:11 enggak tahu bagaimana nasibnya tapi yang 36:13 jelas ini merupakan tanggung jawab ya 36:14 jadi saya melihat sendiri ketika saya di 36:17 Yordan atau di Pakistan itu ee buahnya 36:20 banyakin kayak rumah susun gitu. Cuman 36:23 memang apa adanya. Jadi paling tinggi 36:27 itu 7 tujuh tujuh tingkat ya. 36:30 Karena enggak ada ininya enggak ada 36:32 lif-nya 36:33 ya. Orang yang di tingkat tujuh 36:34 kalau pakai tangga kasihan. 36:37 Saya juga pernah karena malas turun ya. 36:41 Kalau beli makanan itu ngasih ini tali 36:44 ke bawah bawah itu pabrik roti 36:46 dikerek dikerek. [tertawa] 36:49 Tapi enggak enggak enggak terlalu 36:50 tinggi, cuma tingkat tiga gitu ya. Tapi 36:52 tingkat tiga aja juga agak lumayan 36:54 karena 36:55 ee tangga turunnya itu enggak enggak 36:57 setiap ee apa itu sudut ada gitu. Kalau 37:01 kita sebelah sini harus ke sono ya 37:03 ya itu bikin ee malas kadang-kadang. 37:06 Tapi paling tidak ini adalah solusi. 37:08 [berdehem] 37:08 Nah, jika tadi pertanyaannya sekarang 37:11 minimum level of living sudah diberi ya. 37:14 He. 37:14 Jadi mereka dijamin adanya kehidupan 37:16 yang standar. Makan, minum sama papan di 37:20 apa namanya? Di ditanggung oleh 37:22 pemerintah, oleh negara 37:24 dan pada saat itu dia mereka belum punya 37:27 pekerjaan. mereka kondisinya seperti itu 37:29 tetap mendapatkan jaminan minimum level 37:32 of living. Tapi jika ini sudah selesai 37:34 dan kemudian ee mereka ini bisa karena 37:38 pendidikan, karena pelatihan mereka 37:39 mendapatkan job atau pekerjaan yang 37:41 lebih menjanjikan daripada sekedar 37:45 jaminan pemerintah, ini naik kelas 37:47 istilahnya. Jadi pemerintah istilahnya 37:49 Anda sudah lulus gitu loh, 37:50 Anda sudah lulus di sini dan Anda bisa 37:52 mandiri ya. Itu 37:56 memang harus begitu. Jangan terlalu 37:57 lama. Sektor ini dinamisnya itu harus 38:01 harus harus harus dinamis sekali. 38:03 Artinya minimum level of living itu 38:05 jangan lama-lama. Artinya pemerintah 38:07 harus bikin program sedemikian rupa 38:09 sehingga ee pelatihan yang berikan itu 38:12 mampu membuat mereka itu mandiri dalam 38:14 berbagai sektor. 38:15 Ada peningkatan juga. 38:16 Iya, ada peningkatan [berdehem] 38:17 ya. ada apa misalkan tahun depan ada 38:21 pembukaan pendaftaran baru TNI he 38:25 ee Polri IN kan ada setiap ini kan 38:28 setiap tahun kan 38:29 iya 38:30 nah kemudian juga swastanya juga itu ada 38:32 lowongan kerja di perusahaan apa gitu 38:35 atau mungkin dia sudah mandiri punya 38:37 profesi tukang jahit misalkan 38:40 ee kemudian punya 38:42 meracik coffee jadi sehingga dia bisa 38:45 jualan coffee macam-macam dan lain 38:47 sebagainya ya itu terbuka banyak ya. 38:50 Iya. Jadi ee kalau sudah masuk sudah 38:54 ee apa sudah dapat pekerjaan yang sesuai 38:58 dengan keinginannya ini jadi lepas ya. 39:01 He 39:02 menunggu yang lain lagi terus. Tapi itu 39:05 hadir harus hadir di negara 39:06 harus hadir. 39:07 Nah, yang konsisten di sini sulit ya. 39:09 Saya sendiri merasa 39:11 awalnya itu bagus. 39:13 Awalnya 39:14 awalnya bagus. Sokongan sana sokongan 39:16 sini. Iya, 39:18 ada. Nanti kalau sudah setahun, 2 tahun, 39:20 nah itu kemudian lemas. 39:22 Ustaz melihat tidak negara dalam hal ini 39:25 itu tegas gitu ya atau rincilah dalam 39:28 pemenuhan apa ee kebutuhan pokok bagi 39:31 rakyat itu seperti ekonomi Islam itu 39:33 gitu kan sangat tegas kan. 39:35 Tegas itu kan zaman dulu [berdehem] ya 39:36 zaman Khilafah Umar bin Khattab. 39:38 Khalifah tegas. 39:40 Jadi Khalifah Umar bin Khattab misalkan 39:41 ketika dia keliling malam hari kemudian 39:44 ada ibu yang lagi masak batu. Heeh. Iya. 39:48 Masa batu 39:50 anaknya menangis. 39:51 Ditunggu anaknya ditunggu anak sampai 39:53 anaknya tertidur karena kelaparan. Nah, 39:56 kemudian kan ee ditandai itu rumahnya 39:59 oleh Umar bin Khattab ya. Ya. Kemudian 40:01 Umar bin Khattab kan kemudian bawa 40:03 itunya sendiri 40:04 ya. Apa ini? Tepungnya di kantong itu 40:06 kan sendiri di apa? Di 40:07 asistennya dia asnya Abdullah bin Masud 40:10 Ali bin Abi Thalib. Enggak boleh enggak 40:12 saya yang menanggung ini. Jangan kamu. 40:14 Saya bertanggung jawab. Jadi yang 40:16 mengambil dari khazanah kemudian dia 40:19 yang manggul sendiri ke tempat itu. Dan 40:22 hebatnya lagi dia memasak coba. Ya kalau 40:25 kita baca cerita itu nangislah. Kayak 40:28 bukan kejadian beneran kayak drama ya. 40:30 Kayak drama. 40:31 Bagaimana Umar bin Khattab masak sendiri 40:33 sampai kemudian dimasukkan ke dalam 40:37 tempat nampan untuk dimakan. Anak itu ee 40:40 dibangunkan sampai makan. Kemudian 40:42 mereka ketawa. Dia mengatakan, "Saya 40:45 tidak mau keluar dari tempat ini 40:46 sehingga mereka ketawa karena kenyang." 40:48 H 40:48 ya itu luar biasa. Seandainya ada tempat 40:51 seperti itu 10, dia datang juga. 40:53 Karena pada waktu itu memang dia detail 40:56 itu detail dan tegas kan rinci sekali 40:58 jumlahnya berapa harus ada. He. 41:00 Dan besoknya setelah hari itu si ibu itu 41:03 kan malamnya disuruh datang besok ke 41:05 kantor khalifah ya. 41:06 Nah kemudian 41:08 ketemu Umar bin Khattab ya. Tadi tadi 41:10 malam itu Bapak ya. Iya. I 41:13 iya 41:13 ya sampai segitu ceritanya. Nah, banyak 41:15 cerita yang seperti ini pada zaman Umar 41:18 bin Khattab itu sepertinya drama seperti 41:21 enggak enggak mungkin terjadi dalam 41:23 kenyataan. Tapi kenyataannya begitu ya. 41:25 Itu menunjukkan kepada kita bahwa contoh 41:27 yang diberikan oleh Khalifah Umar 41:29 terhadap apa namanya pengawasan penduduk 41:33 yang 41:34 tidak mendapatkan jatah dari pemerintah 41:36 terus walaupun dijaman oleh negara 41:38 tetapi dia sendiri yang melakukan 41:41 pengawasan. H 41:42 ya mungkin karena jumlah penduduk masih 41:45 sedikit ya. Kalau berikutnya kan ee Pak 41:48 apa namanya periode-prode berikutnya kan 41:51 ee lewinya luas kemudian penduduknya 41:53 banyak maka disampaikan oleh 41:55 wakil-wakilnya, gubernur-gubernurnya. 41:57 Tapi gubernur ini dapat dipercaya. Maka 42:00 seandainya ada data yang tidak valid 42:03 seperti zaman sekarang ya, 42:04 data hoa 42:05 i data [tertawa] 42:07 data yang abal-abal istilahnya. Jadi 42:10 akhirnya negara dipermainkan zaman dulu 42:11 enggak bisa ya karena pertama ketakwaan 42:15 itu masih menjadi ciri khas daripada 42:17 pemimpin ya. 42:18 Takut kepada Allah di mana saja takut 42:20 menggunakan atau salah menggunakan 42:22 wewenang dan akibatnya itu sangat berat 42:25 di hari akhirat itu mereka yang mereka 42:27 takuti. Tapi sekarang itu kan tidak ada 42:30 seperti itu. 42:30 Iya. 42:31 I. 42:32 Baik Pak Ustaz. Apakah ee pemerintahan 42:35 sekarang negara ini juga tegas untuk 42:38 memenuhi jaminan kebutuatan pokok 42:40 rakyatnya? Ikwan Ah, kami akan kembali 42:42 di sesi kedua. Tetaplah bersama kami. 42:45 kami akan segera kembali dengan menjawab 42:47 pertanyaan-pertanyaan Anda yang 42:53 [musik] 43:00 [musik] 43:06 [musik] 43:14 radio Ster Rahim dan Rasil TV untuk 43:16 Islam yang satu. Ihman Allah terima 43:18 kasih [berdehem] masih bersama kami 43:19 dalam kajian ekonomi Islam. Kita 43:21 membahas mengenai jaminan kebutuhan 43:23 pokok dalam ekonomi Islam. Di sesi kedua 43:27 ini kita akan menjawab 43:28 pertanyaan-pertanyaan sudah masuk dari 43:30 ikhwan dan akhwat. Namun sebelumnya ada 43:32 atensi dari Ibu Ani Ci. Asalamualaikum. 43:35 Alhamdulillah menyimak siaran di pagi 43:37 hari ini. Begitupun Ibu Rita. 43:40 Asalamualaikum warahmatullahi 43:40 wabarakatuh. Terima kasih, Pak Ustaz 43:43 atas ilmu ekonomi Islamnya di kesempatan 43:46 kali ini. Semoga Ustaz selalu sehat dan 43:48 rasil selalu jaya. Dan kita ke 43:51 pertanyaan ada Abu Abdullah ini di 43:54 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 43:55 wabarakatuh. 43:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:57 wabarakatuh. 43:58 Pak Ustaz, menurut saya kalau di negeri 44:01 ini tantangan terbesar jaminan kebutuhan 44:05 pokoknya oleh pemerintah adalah korupsi 44:09 yang meraja lela. Akhirnya juga ada 44:12 kesenjangan, Pak Ustaz, di mana-mana. 44:14 Apalagi kesenjangan antara kelompoknya 44:15 ini sangat jauh. Bagaimana menurut Pak 44:19 Ustaz? Terima kasih. [berdehem] 44:21 Ya, terima kasih Pak Bu Abdullah. Ya. 44:24 Ya. Kalau dilihat dari sisi 44:27 undang-undang, undang-undang kita ada 44:30 ya, 44:31 fakir miskin dipelihara oleh negara. 44:33 Heeh. 44:34 Maknanya maksudnya kan dipelihara negara 44:36 dipenuhi kebutuhan pokoknya. 44:38 Iya. Kalau enggak mungkin dipelihara 44:40 biar dipelihara dibiarkan 44:42 enggak? Di sini dipelihara negara itu 44:44 maksudnya adalah diberi ee dipenuhi 44:46 kebutuhan pokoknya lah. Kebutuhan 44:48 pokoknya itu mestinya adalah makan, 44:50 minum, papan, sandang, pangan paling 44:52 tidak itu ya itu paling sederhananya 44:54 gitu. 44:55 Nah, itu. Tetapi pelaksanaannya di mana 44:57 nih? Di sini pelaksanaannya itu 44:59 kita punya departemen atau Kementerian 45:01 Sosial 45:02 ada? 45:02 Masih ada. 45:03 Iya. 45:04 Tanggung jawabnya mesti dia ya. Heeh. 45:06 Jadi data orang miskin, data orang fakir 45:10 yang tidak bisa berdiri sendiri yang 45:12 bergantung kepada keluarganya ini harus 45:15 akurat. mereka punya data yang akurat 45:17 dan bagaimana mereka 45:18 dengan data itu mereka lakukan 45:21 program-program yang tadi itu memelihara 45:24 dipelihara oleh negara itu dipenuhi 45:27 kebutan pokoknya dan dilatih [berdehem] 45:30 ada pelatihan-pelatihan yang 100% itu 45:33 gratis sehingga dia mendapatkan 45:35 pelatihan yang cukup sehingga dia bisa 45:37 melakukan punya profesi yang 45:39 menghasilkan gitu loh. 45:41 Nah, itu. Nah, ini saya enggak tahu 45:43 kelihatannya enggak ada. Masangga lihat 45:46 enggak? [tertawa] 45:48 Enggak ada, Ustaz. 45:49 Malah yang sebaliknya ada. Kan dulu saya 45:52 tahun 2000 45:54 99 itu kalau naik dari Jel sini angkot 45:56 itu 45:57 He. 45:57 121 ke Rambutan. 45:59 Heeh. 46:00 full pergi itu ke rambutan 12 13 menit 46:05 sampai sekarang kita kita dari jelengsi 46:08 sudah ada pengamen 46:10 pengamennya nanti berhenti di kota 46:12 wisata ada lagi nyambung sampai 46:14 nah ini kondisinya makin makin buruk dan 46:17 makin banyak 46:18 makin banyak dan mereka masuk perumahan 46:20 di perapatan dan lain sebagainya ya. 46:22 Nah, ini kalau seandainya Departemen 46:24 Sosial atau Kementerian Sosial bekerja 46:26 harusnya seperti ini makin tidak ada 46:29 [berdehem] 46:29 tapi makin hari makin bervariasi makin 46:32 banyak dan bervariasi 46:34 ya sepanjang jalan ee Transoki ini di 46:37 bawah jalan tol itu malah menjadi tempat 46:40 yang paling enak karena enggak ada 46:41 kepanasan ya 46:42 enggak ada di bawah jalan tol jadi 46:45 ee permanen di situ seolah-olah ini 46:48 harusnya ada tindakan ya 46:51 ee Dinas Sosial dan lain sebagainya 46:53 untuk menuntaskan. Menuntaskan jangan 46:56 menangkap. Menangkap itu menuntaskan 46:59 diidentifikasi kalau kemudian bukan 47:01 warga sini ya bagaimana peraturannya 47:03 mengatakan kembalikan ke kampungnya atau 47:06 kembalikan ke kabupatennya. Nah, 47:07 kabupatennya nanti yang melakukan ini 47:10 apa namanya treatmen kepada dia 47:12 gitu ya. Pokoknya sistemnya harus 47:14 berjalan. Iya. 47:15 Tapi yang yang kita lihat kan enggak 47:17 berjalan 47:18 tadi jadi tantangan terbesar malah 47:20 korupsi itu di 47:21 kemudian korupsi. Nah, korupsi itu 47:23 jumlahnya yang apa klasemen sementara 47:26 berapa [tertawa] 47:29 Pertamina itu masih 47:30 BUMN Ustaz? BUMN. 47:33 Subhanallah. 47:34 Cuman yang sedih kan pernah Kemensos itu 47:36 kasus korupsinya banyak juga ngeri 47:38 jadinya. 47:39 Iya. Itu korupsi yang ketahuan yang 47:40 enggak ketahuan 47:41 yang enggak ketahuan dan lain sebagainya 47:43 [berdehem] aja. Akhirnya apa? Akhirnya 47:44 dana atau sumber daya untuk mengentaskan 47:47 kemiskinan itu mengabung di atas awang. 47:50 Gak sampai tujuan. Karena ya tadi itu ya 47:54 [mendengus] partai politik diisi oleh 47:55 orang-orang yang tidak bertakwa kepada 47:58 Allah Subhanahu wa taala ya. Kemudian 48:00 pegawai-pegawai 48:02 di perkantoran pemerintah itu juga tidak 48:05 diisi oleh orang yang bertakwa kepada 48:07 Allah Subhanahu wa taala. Walaupun 48:08 syaratnya untuk menjadi pega negeri 48:10 Heeh. 48:11 bertakwa kepada Allah Subhanahu wa 48:12 taala. syaratnya tuh. 48:14 Iya. 48:14 Tapi kita bertakwa di situ enggak tahu 48:16 maksudnya apa. Tidak ditunjukkan dalam 48:18 keadaan nyata ketika dia bertugas. Ya. 48:21 Nah, dia akhirnya kebocoran banyak dan 48:24 kebocoran itu bukannya di pusat, bukan 48:26 di pemerintahan, tapi di legisl 48:29 legislatif ya, yudikatif segala macam. 48:32 Sana sini ada semuanya dan sampai pada 48:35 tingkat yang paling kecil, kepala desa 48:37 pun sudah ada ya. 48:38 Paling bawah. Iya. H 48:39 ini sudah ada terindikasi korupsi dan 48:42 terbukti korupsi. Makanya kita hanya 48:45 ngelus dodo, ngelus dada. La haula wala 48:47 quwwata illa billah. Ainal wafar mau 48:50 lari ke mana kita? Ya, seperti ini. Jadi 48:53 ee seperti kita apa namanya? Berbicara 48:55 kepada tembok kita enggak ada ee enggak 48:58 mungkin ada perubahan. 48:59 Tapi yang yang saya sampaikan ini kan 49:01 sebetulnya bukan masalah itu ya. yang 49:03 saya sampaikan beginilah kira-kira 49:06 ekonomi Islam yang silent feature-nya 49:09 satu di antaranya yang paling pokok 49:10 adalah 49:11 garan minimum level of living ya ini ada 49:16 dan itu dibuktikan dari sejarah dan 49:18 sampai sekarang walaupun tidak 100% 49:20 negara-negara di Timur Tengah itu 49:21 melakukannya tapi dampaknya itu masih 49:24 ada n kita ya seperti ini [berdehem] 49:28 kita inginkan ya kita ingin tiru bahwa 49:31 yang lebih baik itu lebih baik kita 49:33 tiru. Apalagi jumlah kaum muslimin 90% 49:35 di negara kita ini tidak ada salahnya 49:37 apabila ee data-data sejar yang kita 49:40 ceritakan tadi itu [berdehem] kita coba 49:42 aktifkan di sini sehingga keberkahan itu 49:45 akan ada dan orang yang ee miskin atau 49:49 fakir itu ee berkurang atau hilang sama 49:52 sekali karena program ekonomi Islam. 49:56 [mendengus] 49:57 Selanjutnya, Pak Ustaz ada Pak Mas'ud di 49:59 Batam. Asalamualaikum warahmatullahi 50:01 wabarakatuh. Waalaikumsalam Ang dan juga 50:04 Ustaz Ihwan, mohon nasihat dan juga 50:07 penjelasannya, Pak Ustaz. Apakah ada 50:09 ayat yang menerangkan 50:12 Nabi Musa diperintahkan memukulkan 50:15 tongkatnya hingga mengeluarkan 12 mata 50:18 air? Bagaimana penjelasan dari ulama 50:21 ataupun peneliti yang menafsirkan 12 50:25 mata air itu dinyatakan dalam sistem 50:28 ekonomi Islam? Mohon penjelasan, D 50:31 Ustaz. Terima kasih. 50:33 Ini terima kasih nih kepada Pak Masud di 50:36 Batam yang sudah bergabung dengan kita 50:39 dan menanyakan suatu yang saya ee belum 50:42 begitu tahu ya jawabannya. Jadi ada 50:47 dalam surat Albaqarah ayat 60. 50:49 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 50:51 Waistasqo 50:53 Musa 50:55 faqulbokal 50:57 hajarfajar 50:59 minnata asr aina 51:02 alayah. H. 51:04 Dan ingatlah ketika 51:07 Nabi Musa ketika Musa diminta 51:11 untuk ee 51:14 ketika Musa minta apa? Kaumnya minta air 51:18 gitu loh. 51:19 Heeh. Heeh. minta diberikan air. Lalu 51:21 kami katakan kepada Musa, "Pukullah 51:25 dengan tongkatmu itu batu." Ya, fanfajar 51:30 minusnat itu maka batu itu setelah 51:33 dipukul mengeluarkan 12 mata air ya, 51:38 sesuai dengan jumlah suku Bani Israel 51:41 yang 12 ya. 51:42 Jadi masing-masing suku itu punya satu 51:45 saluran. Satu saluran mata air lah. Ini 51:49 di Al-Qur'an dalam surah Albaqarah 51:50 dikatakan demikian. Dalam surah ee ee 51:53 Thaha juga ada ya. Tapi yang saya kutip 51:56 ini surah Albaqarah ayat 60. Coba dicek 51:58 ya. Di situ Nabi Musa memang memukul 52:02 dengan tongkatnya itu kepada batu ya. 52:05 Lalu sudah dipukul memancarlah fanfajar. 52:08 Maka memancarlah dari situ 12 mata air 52:13 ya. Ain itu mata air ya. Jadi ee ada 12 52:19 mata air. Nah, hubungannya dengan 52:21 ekonomi Islam saya tidak tahu kalau 52:24 yang mata R1 apa, mata R2 apa. Itu saya 52:27 tidak punya informasi ya. Tapi yang 52:30 jelas kalau ini cerita dari Al-Qur'an 52:32 itu pasti benar. haqun ya pasti benar 52:36 bukan batil dan itu memberikan jawaban 52:39 terhadap Bani Israil ketika mereka 52:41 membutuhkan air Nabi Musa bisa 52:43 mengeluarkan air dari tongkatnya setelah 52:45 dipukulkan kepada batu sebanyak 12 mata 52:48 air dan 12 mata air itu mewakili jumlah 52:52 suku Bani Israel pada waktu itu. Ya. 52:54 Ya, itu aja. Nah, kalau dia dihubungkan 52:57 dengan ekonomi berarti 52:59 ee persoalan air selesai ya. air itu 53:03 bisa dipakai untuk minum, air itu bisa 53:05 dipakai untuk apa namanya? mengairi 53:08 kebun saud dan lain sebagainya sehingga 53:11 terjadi kemakmuran ya kemakmuran. Saya 53:15 pernah baca materinya itu ada yang masih 53:17 ada sampai sekarang 53:19 di Sinai ini e tapi saya dulu dulu 53:21 sekalian Sinai 53:23 mereka sebut uyun Musa mata air Nabi 53:26 Musa. 53:27 Wallahuam baw apakah itu benar apa 53:29 tidak. He. 53:30 Tapi ee dalam Al-Qur'an jelas dikatakan 53:33 demikian dan harus kita imani 53:34 kebenarannya. [berdehem] Tetapi itu 53:37 mungkin adalah kalau dikaitkan dengan 53:38 ekonomi menunjukkan bahwa persoalan 53:41 tidak punya air karena ee gersang dan 53:44 lain sebagainya selesai. Sehingga dengan 53:46 adanya 12 mata air itu menghidupi Bani 53:49 Israel dan memakmurkan mereka 53:52 karena soalan apa? Mata air atau irigasi 53:55 menjadi selesai. 53:56 He 53:56 ya. Begitu. 53:58 Baik. 54:00 Ada Pak Mas'ud, ada juga Abu Muaz ini, 54:03 Pak Ustaz dari Batam. 54:04 Oh, Abu Muaz juga. Masyaallah. 54:06 Asalamualaikum warahmatullahi 54:06 wabarakatuh. 54:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:08 wabarakatuh. 54:09 Alhamdulillah bisa live, Pak Ustaz. 54:10 Sehat untuk semua 54:13 khususnya untuk narasumbernya. 54:16 Maaf, Pak Ustaz, untuk saat ini masih 54:18 pesimis. Kita mengharapkan pemerintah 54:21 bisa menjamin kebutuhan pokok rakyatnya. 54:25 Karena yang lebih utama sepertinya 54:27 kebutuhan bazer. 54:29 influencer [tertawa][terkesiap] berapa 54:31 dana dari dulu itu buat biaya bazer 54:34 membela apa pemerintahan di medsos 54:39 kesehatan juga termasuk pokok Pak Ustaz 54:41 infonya dapat hibah akan dapat hibah 150 54:44 juta dolar tapi mau jadi tempat tes 54:46 vaksin baru oleh 54:50 Bill Gates [tertawa] 54:52 banyak yang nentang tapi tetap akan 54:53 dijalankan katanya karena belum dapat 54:56 pengurus negara yang benar-benar 54:58 memikirkan rakyat lebih kepada bagi-bagi 55:01 kue lebih utama jika kita tambahkan 55:05 keyakinan pada Allah saja yang tak 55:07 pernah membiarkan hambanya untuk 55:09 kesulitan. Mohon beri kami pencerahan, 55:12 Pak Ustaz. Dunia sementara wasalam. 55:14 Terima kasih ee Pak Abu Muad ya. Jadi 55:18 beliau ini sepertinya sudah memberikan 55:20 pencerahan malah saya juga dapat 55:21 pencerahan dari sini malah. Jadi 55:25 situasi menurut beliau tidak kondusif 55:28 untuk kita bisa apa namanya 55:32 menggaransi atau menjamin kebutuhan 55:34 pokok bagi sebagian besar orang yang 55:37 hidup di bagis kemiskinan. Saya setuju 55:39 ya. Saya setuju dan memang belum ada 55:42 tindakan yang 55:44 optimal ee yang dilakukan oleh yang 55:47 berwenang untuk mengatasi masalah ini. 55:49 Terbukti 55:50 jumlah kemiskinannya itu 55:52 makin nambah, 55:53 makin nambah. 55:55 Ya, walaupun orang pro kontra ya, tapi 55:57 ya sama ahli penduduk, ahli-ahli 56:01 kependudukan itu kan ee cara menilai 56:04 suatu karena ada kriteria yang berbeda 56:07 ya. Tapi walaupun begitu kan tidak 56:09 semuanya salah. Taruhlah dia salah 56:11 separuh ya. 56:13 He. 56:13 Berarti penduduk kita ini paling tidak 56:16 30% itu adalah miskin gitu ya. Kalau 56:19 tadi dia dari Bank Dunia kan EMF itu ya 56:22 itu 60%. Nah, kalau kita katakan dia 56:24 salah 50% kesalahannya ee menyisakan 56:28 sekitar 30% dari penduduk Indonesia yang 56:31 hidup di bagaris kemiskinan itu juga 56:33 tetap banyak sekali ya. Banyak benar ya. 56:36 Dan karena itu maka tadi kita katakan 56:39 penjabaran tentang silent feature 56:42 daripada ekonomi Islam itu salah satunya 56:44 adalah garansi minimum level of living. 56:47 Minimum level of living ini menjadi 56:50 kewajiban pemerintah sepanjang hidupnya 56:53 eh sepanjang periodenya. Maksudnya kan 56:55 pemerintah bisa berganti-ganti ya. Ee 56:57 itu ini menjadi tugas yang paling berat 57:00 untuk zaman sekarang karena jaringan ee 57:03 pemerintahan atau jaringan yang ada di 57:06 negara kita ini mungkin sudah keropos, 57:08 sudah banyak dimakan korupsi sehingga 57:11 kita tidak bisa memberikan jaminan 80% 57:16 program itu berhasil. Tapi yang kita 57:18 syarat bukan kita syaratkan. Kita hanya 57:20 memberikan contoh bahwa dalam ekonomi 57:22 Islam ada seperti ini. Bahwa khalifah, 57:24 bahwa pemerintah, bahwa negara itu 57:26 berkewajiban 57:28 untuk memberikan penghidupan kepada 57:31 rakyatnya. Dan itu dijamin oleh 57:33 Undang-Undang Dasar kita bahwa orang 57:36 fakir dan miskin dipelihara oleh negara. 57:39 Ya, dipelihara itu maksudnya dikasih 57:41 makan, dikasih minum, dikasih pendidikan 57:44 sampai mereka itu mandiri, bisa 57:46 menghasilkan pendapatannya sendiri. Ya, 57:49 pemahaman saya begitu. Saya kira orang 57:51 lain juga demikian. Ya, tidak mungkin 57:53 gitu orang miskin dan fakir dipelihara 57:56 negara cuma dipelihara begitu doang, 57:57 tidak diapa-apain. Ya, salah sekali ya. 58:01 Dipelihara tapi tujuannya adalah mereka 58:02 itu supaya bisa mandiri ya. Jadi ya kita 58:07 kita tidak optimis boleh ya kalau 58:10 melihat kayak gini korupsi klasemen 58:12 sementara kayak gitu 58:13 pesimis. 58:14 Nah, pesimis sekali. Tapi Pak Abu Huas 58:16 ya, [berdehem] kita sebagai orang Islam 58:18 tidak boleh ee pesimis ya. Innallaha 58:22 yagfirudzunuba jamiah. Sesungguhnya 58:25 Allah Subhanahu wa taala mengampuni 58:26 semua dosa. 58:27 H 58:28 kita pemerintah atau siapa yang punya 58:31 kuasa melanggar kekuasaannya. Allah 58:34 Subhanahu wa taala tidak mau memberikan 58:36 amanah, tidak mau menyampaikan amanah, 58:39 tidak mau melakukan tugas-tugas yang 58:41 menjadi kewajibannya itu melanggar 58:42 peraturan Allah. Dan walaupun demikian 58:45 seandainya mereka bertobat akan tetap 58:47 diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. 58:49 Tetapi yang harus dilakukan adalah 58:51 melaksanakan amanah ini ya. Jadi ee 58:55 sumber daya negara yang dipakai untuk 58:58 apa namanya menjamin 59:00 kehidupan penduduknya harus dipakai 59:03 terutama kepada mereka yang tidak bisa 59:07 mendapatkan akses kepada sumber daya 59:09 yaitu fukar dan masakin itu kalau yang 59:12 sudah menjadi bag negeri, sudah menjadi 59:13 tentara, polisi, sudahudah karyawan di 59:16 perusahaan dan lain sebagainya itu 59:18 enggak masalah. Nah, ini ya 59:20 berpuluh-puluh juta karena PHK yang 59:22 kemudian tidak punya pekerjaan. Kemudian 59:24 yang belum punya pekerjaan baru selesai 59:27 kuliah, baru selesai diploma, baru 59:29 selesai SMK. 59:30 He 59:31 pujibun jumlahnya ya kan. 59:32 Iya. 59:33 Nah, ini harus menjadi bukan PR 59:35 kewajiban kita e negara untuk 59:37 menyelesaikan 59:38 kewajiban. Betul. 59:39 Iya. 59:40 Terakhir Pak Ustaz ada Ibu Tini. 59:41 Asalamualaikum warahmatullahi 59:42 wabarakatuh. 59:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:44 wabarakatuh. Pak Ustaz menurut saya dan 59:46 merujuk pada tausiah dari ustaz-ustaz, 59:50 kalau saja penduduk negeri ini taat 59:52 zakat seperti halnya taat bayar pajak, 59:56 insyaallah negeri ini tidak mengalami 59:58 kesusahan seperti sekarang ini. Jadi 1:00:01 tidak semata-mata tergantung pada 1:00:04 pemerintah. Bagaimana pendapat Pak Ustaz 1:00:06 Sukron? 1:00:07 Saya setuju dengan pendapat itu ya. Ya, 1:00:10 zakat ini pun kalau kita lakukan dengan 1:00:13 profesional ya, ditarik dari muzakih 1:00:17 secara profesional, dihimpun secara 1:00:20 profesional, didistribusikan kepada yang 1:00:23 berhak secara profesional, itu akan 1:00:25 sangat ee membantu ekonomi Indonesia. 1:00:28 Ya, kalau misalkan dulu-dulu kita pernah 1:00:31 estimasikan pendapatan zakat 220 triliun 1:00:35 ya. Nah, sekarang ini mungkin lebih ya 1:00:38 sudah 10 tahun yang lalu kita ngomong 1:00:40 begitu berarti sekarang mungkin lebih. 1:00:42 Katakanlah sama tidak berubah. 220 1:00:46 triliun itu luar biasa angka yang sangat 1:00:48 besar bagi kita dan sangat berguna 1:00:50 [mendengus] terutama dalam hal untuk 1:00:53 pemberdayaan 1:00:55 orang-orang fuqara wa masakin pemenuhan 1:00:58 minimum level of living dan sekitar itu 1:01:01 ya sangat banyak pendidikan juga 1:01:04 kemudian kesehatan juga itu saya setuju 1:01:06 ya maka melalui radio ini kepada semua 1:01:09 kaum muslimin yang merasa dirinya sudah 1:01:13 menjadi muzaki lagi mohon segera 1:01:16 dikeluarkan zakatnya ya. Ya, kita enggak 1:01:19 perlu datang ke rumah untuk menghitung 1:01:20 harta Anda, tapi Anda sendiri yang 1:01:22 menghitung apakah sudah masuk muzaki 1:01:25 atau belum. Kalau sudah muzaki monggo 1:01:27 dilaksanakan zakatnya tidak menunggu 1:01:29 kedatangan bulan Ramadan ya. Kalau 1:01:32 Ramadan sudah lewat ya kalau sekarang 1:01:34 kita baru sadar monggo sekarang kita 1:01:36 hitung dan kita keluarkan zakatnya dan 1:01:39 kita berikan kepada yang berhak. Saya 1:01:41 kira itu. 1:01:43 Baik. 1:01:44 Ibu Iskandar di Magelang ini mohon maaf 1:01:47 tidak sempat terjawab ya pertanyaannya. 1:01:50 Singkat Pak Ustaz sebagai penutup dari 1:01:52 seluruh bahasan kita apa nih Pak Ustaz? 1:01:53 Terima kasih Mas Sangga para pemirsa 1:01:55 [berdehem] Rasil TV dan para pendengar 1:01:58 radio silaturahim yang dirahmati Allah 1:01:59 subhanahu wa taala. Jadi banyak 1:02:03 pengalaman dari mereka yang di PHK ini 1:02:05 tidak memiliki pekerjaan dengan dengan 1:02:08 demikian juga tidak memiliki pendapatan 1:02:09 dan mereka bergabung kita di 1:02:12 masjid-masjid salat bersama dan tukar 1:02:14 pikiran. Salah satu yang ditanyakan 1:02:16 adalah tentang bagaimana dalam sebuah 1:02:19 ekonomi Islam orang yang tidak punya 1:02:21 pendapatan bisa hidup. Ee kita ceritakan 1:02:24 bahwa kita memiliki satu silent feature 1:02:27 dalam ekonomi Islam, yaitu yang paling 1:02:29 pokok adalah garanti atau menjamin 1:02:33 negara itu menjamin kepada rakyatnya 1:02:35 untuk mendapatkan jaminan hidup yang 1:02:38 standar. Nah, dan apa namanya jaminan 1:02:42 itu diberikan pada warganya dengan 1:02:44 mengabaikan background latar belakang 1:02:46 mereka. Apakah mereka beragama Islam? 1:02:49 Apakah mereka beragama ee Katolik, 1:02:51 Hindu, Protestan dan lain sebagainya. 1:02:53 Selama mereka hidup dalam naungan 1:02:55 ekonomi Islam, mereka berhak untuk 1:02:57 mendapatkan jaminan kehidupan minimal 1:03:01 dan pemerintah ber atau negara 1:03:03 berkewajiban wajib hukumnya memenuhi 1:03:05 kebutuhan pokok mereka. Itu itu yang 1:03:07 paling untuk relevansinya itu memang 1:03:10 cuman ini ya. Nanti mungkin ada ketemu 1:03:13 lagi dengan mereka-mereka lagi membahas 1:03:15 yang lebih detail dalam masalah yang 1:03:17 berlainan. Saya kira itu Masangga ya. 1:03:20 Baik, Pak Ustaz. Demikianlah ikhwan 1:03:22 akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa 1:03:23 taala kajian ekonomi Islam edisi hari 1:03:26 ini bersama guru kita Ustaz Ikhwan 1:03:28 Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan 1:03:30 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:03:32 banyak atas kebersamaan Anda. Mohon maaf 1:03:34 atas segala kesalahan kata. Kami undur 1:03:36 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:03:38 Subhanakallahumma wabihamdika asadua 1:03:40 ilahailla anta astagfiruka. 1:03:42 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:44 wabarakatuh.