Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tertawa]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Inilah radio
- silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat yang
- dimuliakan Allah. Bagaimana kabar Anda
- di pagi hari ini? Semoga selalu dalam
- keadaan sehat walafiat. Amin ya rabbal
- alamin. Bahagia sekali saya Rizka
- Agustin, Yusuf Subangkit juga Zen dan
- Robi Daerah Sil TV menjumpai Anda
- kembali dalam acara kajian pagi pada
- hari ini edisi Ahad 23 Jumadil Akhir
- 1439 Hijriah atau bertepatan dengan
- tanggal 11 Maret 2018. Dan seperti biasa
- kajian pagi pada hari ini akan diisi
- oleh guru kita Ustaz Hamzah Alaqos dan
- beliau sudah hadir di studio. Kita akan
- sapa dulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat ya,
- Ustaz? Ya, hari ini, Ustaz.
- Alhamdulillah. I Ustaz, pada hari ini
- kita akan membahas ee satu kalimat yang
- sering kita dengar ya, Ustaz ya, di
- radio silaturahim ya, yaitu Islam yang
- satu. Masyaallah. Baik, ee kita akan
- bahas ee bersama Ustaz Hamzah Alatos.
- Ikhwan dan akhwat. Langsung saja kita
- simak tausiah Ustaz Hamzah. Syukran.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
- wafiruh wa naudubillahi min syururi
- anfusina win sayiatialina.
- May yahdihillah fala mudhillalah. Wam
- yudlilhu fala hadiyaalah. Wa ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah. Wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
- wa
- habibuhu kiru nabiyin arsala
- arsalahullahu rahmatan lil alamina
- basyir
- wair faqadag risalah waal
- amanah ummah wahada fillahi haqq
- jihadanaharik allahum wasallim
- Subhanaka la ilma lana illa maamtana
- innaka antal alimul hakim. Rabbana zidna
- ilma wahiqna
- bisolihin. Rabbana la tuzig qulubana
- ba'da iditana wahablana minadunka
- rahmah. Innaka antal wahab.
- Rabbisrohli sodri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Amma
- ba'du. Para pendengar Radio Rasil serta
- pemirsa Rasil TV di mana pun antum
- berada. Salamullahi warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah wasyukrulillah. Kita
- panjatkan puja-puji syukur kita ke
- hadirat Allah Subhanahu wa
- taala yang mana memang selayaknyalah itu
- kita lakukan karena tak
- hentinya rahmat dan karunia-Nya tercurah
- senantiasa tercurah kepada kita terutama
- sekali nikmatul iman wal Islam wa kafa
- bihima min naamah.
- Para pendengar Radio Rasil serta pemirsa
- Rasil
- TV yang dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala.
- Pada kesempatan kali
- ini kita akan
- membahas ee judul yang kita pilih yaitu
- yang
- sering kita dengar di
- Rasil dan bahkan menjadi slogan Rasil
- yaitu Islam yang
- satu. Apa maksud slogan ini?
- tentunya slogan
- ini bukan hanya slogan kosong belakang,
- akan tetapi ini adalah
- mengacu dari dakwahnya dan seruannya
- para
- rasul dan terutama sekali dakwahnya Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam.
- Seruan para nabi dan
- rasul semuanya
- sama. Mereka
- menyeru kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Mereka menyeru
- kepada mengikhlaskan pengabdian kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Bahkan lebih khusus
- lagi, Allah Subhanahu wa taala telah
- menamai umat pengikut para anbiya dan
- rasul
- ini dengan nama
- muslimin. Ini adalah nama yang Allah
- Subhanahu wa taala berikan.
- Hua sammakumul
- muslimin min qoblu wafi
- hadza. Seperti yang disebutkan di dalam
- surah
- al-Haj, di akhir surah al-Haj itu ayat
- ke-78 yang insyaallah nanti kita baca
- dan renungi ayatnya satu persatu.
- Dialah Allah Subhanahu wa taala yang
- menamakan kalian muslimin min
- qablu dari
- dulu.
- Ya, di kitab-kitab yang
- terdahulu dia menamakan kalian muslim.
- Ini adalah nama yang diberikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala kepada kita.
- Inilah nama yang selalu
- kita hendaknya kita kemukakan, hendaknya
- kita ungkapkan, hendaknya menjadi
- kebanggaan kita. Dan juga nama inilah
- yang
- mempersatukan di antara umatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yang saat ini
- terkotak-kotak,
- bercerai-berai,
- bahkan berselisih di antara mereka yang
- ini
- merupakan perselisihan ini adalah
- merupakan
- sesuatu yang dimurkai oleh Allah
- Subhanahu wa taala sesuatu suatu yang
- dibenci oleh Allah Subhanahu wa
- taala bukan
- perbedaan. Perbedaan di antara umat
- manusia itu adalah merupakan suatu
- keniscayaan. Perbedaan adalah suatu yang
- memang Allah Subhanahu wa taala
- takdirkan bagi makhluk yang bernama
- manusia ini. Allah tidak ciptakan
- manusia ini seperti semut, seperti
- kerbau, seperti lebah. yang sama
- semuanya
- fungsinya. Allah juga tidak menciptakan
- manusia ee makhluk manusia ini seperti
- malaikat misalnya. Tidak. Karena Allah
- Subhanahu wa
- taala sudah ciptakan makhluk yang
- seperti itu, yaitu malaikat yang tugas
- mereka sudah diberikan oleh Allah
- Subhanahu wa taala dan mereka
- senantiasa taat dan patuh di dalam
- menjalankan perintah-perintah
- Allah. Malaikat-malaikat itu tidak
- pernah ada yang menentang Allah
- Subhanahu wa taala. Akan tetapi makhluk
- yang bernama manusia ini memiliki suatu
- khususiat, memiliki suatu
- keistimewaan di mana Allah Subhanahu wa
- taala menjadikan di dalam
- dirinya ada unsur malaikat, unsur
- rohani, ada juga unsur
- binatang, unsur
- syahwi. Dan manusia inilah yang
- diberikan amanah oleh Allah Subhanahu wa
- taala,
- diberikan tanggung jawab dan juga
- diberikan
- kebebasan untuk menentukan jalan yang
- diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Fahadainahu
- anijdain. Kami berikan petunjuk kepada
- manusia dua jalan.
- Ada jalan kebaikan dan ada
- jalan
- keburukan. Manusia
- diberikan amanah,
- diberikan kemampuan untuk memilih,
- diberikan bahkan diberikan kebebasan
- untuk
- memilih. Apabila dia memilih jalan
- kebaikan, maka dia akan menuju ke dalam
- surga.
- Apabila dia memilih jalan kesesatan, dia
- akan menuju ke neraka. Setiap pilihan
- yang
- dipilihnya memiliki konsekuensi yang
- harus ditanggungnya. Inilah perbedaan
- manusia dengan makhluk. Makhluk seperti
- hewan, binatang, atau makhluk yang lain
- yang mana Allah subhanahu wa taala tidak
- berikan kepada mereka pilihan, tidak
- berikan kepada mereka kebebasan untuk
- memilih mereka.
- semuanya musayyarun. Mereka semuanya
- majburun. Semuanya dikendalikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Akan tetapi
- manusia ada di dalam dirinya yang
- majbur, ada juga di dalam dirinya yang
- di mana dia diberikan kebebasan untuk
- memilih. Para pendengar Radio Rasil
- serta pemirsa Rasil TV yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala.
- lebih
- jauh terhadap
- pemahaman Islam yang satu
- ini yang
- merupakan seruan para nabi dan rasul.
- Marilah kita kaji dan renungi beberapa
- ayat Qur'anul Karim yang berbicara
- tentang masalah
- ini. Sebelum itu, marilah sebagaimana
- biasa kita
- awali renungan kita ini dengan membaca
- ummul kitab suratul
- fatihah. di mana dengan bacaan suratul
- fatihah ini kita mohon kepada Allah
- subhanahu wa taala agar supaya Allah
- subhanahu wa
- taala membukakan hati-hati
- kita, membersihkan hati-hati kita dari
- segala kotoran al-fawahisy
- albatinah. Memaafkan segala kesalahan
- dan dosa kita. Memaafkan segala
- kesalahan dan dosa kedua orang tua kita.
- para guru kita, orang-orang yang telah
- berjasa kepada kita, serta dosa
- saudara-saudara kita kaum mukminin dan
- mukminat. Ala hadin niatin shah waila
- hadratin Nabi Muhammadin sallallahu
- alaihi wa alihi
- wasallam.
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina anamta
- alaiimadin.
- Amin. Wamay yarghabu am millati Ibrahima
- illa man safiha
- nafsah
- walaqadofainahu fid dunya wa
- innahu fil akhirati laminas
- shihin idq lahu
- Q
- aslambilamin wa biha
- ibrahimu baniihi wa yaquu ya baniya
- innallaha stofaa
- lakumuddin
- [Musik]
- innallahaofaa
- lakumuddina fala La
- tamutunna illa wa
- antum
- muslimun. Kita baca kemudian surah akhir
- surah Al-Haj surah 7 ayat 77 dan 78.
- Ya
- ayyuhalladzina amanu rka'u wasjudu
- wa'budu rabbakum waf'alul khair
- la'allakum tuflihun.
- Wahidu fillahi haqqa
- jihadihtabakum wama ja'ala alaikum
- fiddini min
- haraj millata abikum
- ibrahim hua
- sammaakumul muslimina min qablu wafi
- hadza liyakun
- liyakunarasul syahidan alaikum
- watakunu
- syuhada
- alanas faqimus shata
- waatuzzakata
- waasimu
- billah hua maulakum fmal maula
- Qallahulim wasq rasul nabiul habibul
- karim wahnu alalika
- minyahidinakirin walhamdulillahi rabbil
- alamin. Di dalam surah yang tadi kita
- baca suratul anbiya ayat 132.
- Wam yargabu millati Ibrahima
- illa man safiha nafsah.
- Walaqadfainahu fid dunya wa innahu fil
- akhirati laminas
- shihin. Di sini Allah subhanahu wa taala
- menjelaskan
- bagaimana tentang ajaran yang dibawa
- oleh Nabi Allah Ibrahim Alaih Salam abul
- anbiya bapaknya para
- nabi yang
- merupakan
- ajaran yang lurus ajaran yang hanif.
- ajaran yang mengajarkan kepada
- mengikhlaskan pengabdian kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala. Allah Subhanahu wa taala
- menyebutkan, "Wam yargabu am millati
- Ibrahima illa man safiha nafsah." Tidak
- ada orang yang benci terhadap millah
- Ibrahim, agama Nabi Ibrahim illa man
- safiha nafsah. melainkan orang
- yang pandir jiwanya, orang yang
- bodoh. Millah di
- sini adalah sering diartikan kalau dalam
- terjemah
- agama ya.
- Millah sebenarnya
- adalah
- merupakan
- attauhid, keimanan kepada Allah
- Subhanahu wa taala dan
- akhlak atau budi pekerti yang luhur. ini
- yang
- senantiasa ya menjadi
- acuan yang diikuti oleh
- para para nabi setelah
- itu. Wam yargabu am millati Ibrahim illa
- man safiha nafsah. Tidak ada orang
- yang
- benci, tidak suka kepada agamanya Nabi
- Ibrahim, melainkan orang yang pandir,
- orang-orang yang bodoh. Kenapa? Karena
- ajaran yang dibawa oleh Nabi Allah
- Ibrahim adalah merupakan ajaran yang
- sesuai dengan fitrah
- manusia. Fitrah yang Allah Subhanahu wa
- taala tanamkan kepada setiap jiwa
- manusia yang
- terlahir. Agama yang dibawa oleh Nabi
- Allah Ibrahim dan juga para nabi
- sesudahnya itu sesuai dengan fitrah
- manusia. Oleh karena itu, orang yang
- mengingkari fitrahnya adalah merupakan
- orang yang bodoh.
- Walaqadfainahu fid dunya wa innahu fil
- akhirati lamin shihin. Sesungguhnya kami
- telah memilih Nabi Allah Ibrahim itu di
- dunia dan dia di akhirat termasuk
- orang-orang yang
- saleh. Ayat berikutnya kita lihat
- bagaimana Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Id qala lahu rbuhu aslim.
- Ingatlah,
- ceritakanlah tatkala Tuhannya berkata
- kepadanya,
- "Alim, tunduklah kamuku."
- Atau sering
- kita katakan kalimat ini ya kita dengar
- kalau orang dibilang secara bahasa Arab
- aslim artinya masuk Islam lah.
- Sebenarnya kata aslama yuslimu
- artinya menyerahkan diri, patuh tunduk
- itu arti kata aslama yuslimu. Fi'il
- amrnya adalah aslim.
- Tunduklah kamu, berserah dirilah kamu
- atau masuk Islamlah
- kamu. Qala aslamtu lirabbil
- alamin. Nabi Allah
- Ibrahim mendapat perintah aslim langsung
- dijawab, "Aslamtu lirabbil alamin." Aku
- berserah diri bagi Allah Rabbul Alamin.
- Bagi Tuhan semesta alam.
- Jadi perintah ini adalah perintah dari
- Allah Subhanahu wa taala. Ditujukan
- pertamanya kepada Nabi Allah Ibrahim
- agar supaya Nabi Allah
- Ibrahim patuh tunduk kepada perintah
- Allah Subhanahu wa taala.
- Perintah yang ditujukan kepada Nabi
- Allah Ibrahim agar supaya senantiasa
- menjadi seorang yang muslim, seorang
- yang patuh dan tunduk kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi menjadi seorang
- muslim adalah perintah dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Kemudian perintah ini pun
- senantiasa dikumandangkan oleh Nabi
- Allah Ibrahim dan dipesankan,
- diwasiatkan kepada anak cucunya. Wawas
- biha Ibrahimu banihi wa yaqub. Dan
- kemudian Nabi Allah Ibrahim berwasiat
- biha dengan tadi dengan ucapan tadi
- dengan perintah
- tadi itu memerintahkan agar supaya anak
- cucunya ini berada di dalam kepatuhan
- dan ketundukan kepada Allah berada di
- dalam Islam. Wawaso biha Ibrahimu
- banihi. Nabi Allah Ibrahim berwasiat
- kepada anaknya wa Yaakub. Dan demikian
- pula Nabi Allah Yaakub berwasiat kepada
- anak-anaknya. Ya baniya
- innallahafaakumuddina. Wahai anak-anakku
- sesungguhnya Allah telah memilikkan
- untuk kalian agama. Fala tamutunna illa
- wa antum muslimun. Maka jangan
- sekali-kali kalian mati melainkan kalian
- mati dalam keadaan muslim.
- Lihat
- ini perintahnya, pesannya Nabi Allah
- Ibrahim kepada anak cucunya. Anak
- cucunya semuanya banyak adalah para nabi
- ya. Ya, Nabi Allah
- Ibrahim ya. pesan
- kepada Nabi Ishak, Nabi
- Ismail, Nabi Yaakub, Nabi Yusuf dan
- semuanya terus sampai kepada
- keturun-turunannya sampai kepada Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Oleh karena
- itu Rasulullah pun diperintahkan anbi
- milli Ibrahim hanifah muslimah. Ikutilah
- millah Ibrahim.
- Ikutilah agamanya Nabi Allah Ibrahim.
- Jadi pesan Nabi Allah Ibrahim, pesan
- para nabi sebelum Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam dan juga
- pesannya Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam agar supaya kita
- senantiasa berada di dalam keislaman,
- ketundukan, kepatuhan kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Kemudian di dalam ayat yang kita baca
- tadi di dalam surah Al-Haj, Allah
- Subhanahu wa
- taala
- berfirman, "Ya ayyuhalladzina
- amanu irk wasjudu wa'budu rabbakum
- waf'alul khair la'allakum tuflihun."
- Wahai orang-orang yang beriman,
- berimanlah kalian.
- Ya ayyuhalladzina amanu, wahai
- orang-orang yang beriman, irku, rukuklah
- kalian. Wasjudu dan sujudlah
- kalian.
- W'budubakum dan sembahlah Tuhan
- kalian. Waf'alul khair. Dan
- senantiasalah melakukan kebaikan.
- La'allakum tuflihun. Agar supaya kalian
- beruntung.
- Ini perintah dari Allah Subhanahu wa
- taala kepada orang-orang yang beriman
- untuk selalu rukuk sujud. Ini merupakan
- isyarat
- kepada ibadah salat yang merupakan
- ibadah yang sangat penting yang
- merupakan hablum minallah. Hubungan kita
- kepada Allah subhanahu wa taala.
- Kemudian ditegaskan lagi secara umum
- wa'budu rabbakum. Sembahlah Tuhan
- kalian. Ini pengertian ibadah yang
- secara umum arti bukan hanya dalam
- bentuk salat arti pengabdian atau
- ibadah-ibadah yang lainnya. Waf'alul
- khair la'allakum tuflihun. Kemudian
- setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- menyebutkan wajahu fillahi haqqa
- jihadihi. Dan berjuanglah kamu,
- berjihadlah kamu di jalan Allah dengan
- sebenar-benarnya jihad, dengan
- sebenar-benarnya perjuangan.
- Ya, berjuang berjihad ini kata berjihad
- bukan selalu berarti mengangkat
- senjata.
- Berjihad ya
- terbagi berbag kepada berbagai macam
- bidang, berbagai macam hal. Yang pertama
- jihadul aduwi. Berjihad kepada musuh
- dengan
- misalnya dengan mengangkat senjata.
- Kemudian jihadun nafs, jihad melawan
- hawa nafsu
- kita itu juga
- berjuang.
- Kemudian jihad yang ketiga adalah jihad
- melawan setan. Godaan setan itu juga
- merupakan bagian daripada jihad. Allah
- Subhanahu wa taala tekankan wajahu
- fillahi haqqo jihadi. Berjuanglah di
- jalan Allah dengan sebenar-benarnya
- perjuangan. Jadi perjuangan ini artinya
- apa? Itu berjihad. Artinya
- menumpahkan me mencurahkan segala
- kemampuan kita. Itu arti kata aljihad
- dari kata aljuhdu. Jadi badlul juhdi
- kata aljihad itu
- artinya mengorbankan,
- mencurahkan ya segala kemampuan kita,
- segala usaha
- kita, segala potensi kita di dalam
- menghadapi berbagai tantangan itu adalah
- perjuangan, adalah berjihad.
- berjihad
- ya bukan hanya berarti mengangkat
- senjata apalagi saat sekarang ini
- berjihad atau perjuangan kaum muslimin
- banyak sekali bidangnya ya banyak sekali
- ee salurannya ya bukan hanya dalam hal
- mengangkat senjata. Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam pun waktu di
- Makkah diperintahkan untuk berjihad.
- Wajahidhum bihi jihadan kabir. Dan
- berjuanglah menghadapi mereka dengan
- perjuangan yang berat yang besar.
- Padahal kita tahu di dalam sejarah tidak
- pernah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam di Makkah mengangkat senjata.
- Akan tetapi yang dimaksud di sini adalah
- jihad yang lain. Jihad yang bukan dengan
- mengangkat senjata.
- w jaalaikum fidini min dialah yang telah
- memilih kalian w
- jaikum dan Allah tidak
- menjadikan di dalam agama ini dari
- kesulitan Allah tidak jadikan ya agama
- ee tidak ada menjadikan kesukaran
- untukmu di dalam agama
- ini. Arti di dalam agama ini, agama yang
- kita ada tidak ada kesulitan, tidak ada
- kesukaran. Allah Subhanahu wa taala
- senantiasa menginginkan kemudahan untuk
- kita.
- Tidak ada yang sulit di dalam
- menjalankan agama
- ini. Yuridullah dalam surah Albaqarah
- Allah menyebutkan ya di tengah-tengah
- perintah puasa, yuridullahu bikumul
- yusro wala yuridu bikumul usr. Allah
- menghendaki kemudahan bagi kalian. Allah
- tidak menghendaki
- kesulitan ya dalam perintah-perintah
- Allah Subhanahu wa taala ya.
- Allah selalu menginginkan kemudahan buat
- kita. Contohnya dalam praktik salat,
- tatkala
- seorang tidak bisa salat berdiri, dia
- boleh salat secara dalam keadaan duduk.
- Tidak mampu duduk, dia bisa
- berbaring. Tatkala
- dia tidak bisa menggunakan air, dia bisa
- bertayamum.
- Tatkala dia
- bepergian, dia diperbolehkan mengqasar
- salatnya yang asalnya empat empat rakaat
- menjadi dua. Dan juga dia diperbolehkan
- menjamak salatnya di dalam keadaan
- kesulitan. Jadi, tidak ada ee yang sulit
- di dalam agama ini ya.
- Yang ada adalah
- orang yang tidak mau menjalankan agama
- ini. Allah Subhanahu wa taala berikan
- kemudahan selalu. Dan ini adalah dakwah
- Islam yang diperintahkan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- senantiasa jangan membikin orang itu
- takut kepada
- Islam. Mudah permudahlah.
- Ya, ini pesan yang Rasulullah pesankan
- kepada sahabat Muad bin
- Jabal tatkala mengutus sahabat Muad ibn
- Jabal radhiallahu anhu ke
- Yaman dan juga mengutus Sayidina
- Ali. Apa yang Rasulullah pesankan?
- Yassiru wala tuassiru wasyiru wala
- tunaffiru. Permudahlah. Jangan kalian
- mempersulit. Wabasyiru. Berikan khabar
- gembira. Wala tunafiru. Jangan membuat
- orang kabur dari
- Islam. Menampakkan wajah Islam dengan
- bengis, dengan kejam sehingga orang
- takut untuk masuk ke dalam Islam. Ini
- tidak sesuai dengan pesan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam senantiasa
- berpesan agar supaya yassiru wala
- tuassiru wasyiru wala tunaffiru ini
- adalah sesuai dengan apa yang di
- sebutkan di dalam Al-Qur'anul Karim.
- Wama ja'ala alaikum fiddini man
- haraj. Allah tidak jadikan dalam agama
- ini suatu yang sulit, yang sempit.
- Seorang yang terkala tatkala dia dalam
- kesulitan, dia lapar di hutan misalnya
- tidak ada makanan, ada di sana makanan
- yang haram. Tatkala
- untuk menyambung nyawanya, yang haram
- menjadi halal
- baginya. Ini adalah
- merupakan kemudahan dari Allah Subhanahu
- wa taala. Yuridullahu bikumul yusro wala
- yuridu bikumul
- usro millata abikum Ibrahim. Ini adalah
- merupakan
- agama nenek moyang kalian
- Ibrahim alaih
- salam. Kemudian Allah menyebutkan, "Hua
- sammaakumul muslimina min qoblu wafi
- hza." Ya, Dialah Allah yang menamai
- kalian
- muslimin. Jadi Allah yang menamai kita
- dengan nama
- muslim. Min qablu wafi had. Dari dari
- dahulu di kitab-kitab yang
- terdahulu. Wafi hadza. Dan di dalam
- Al-Qur'an ini Allah menamakan
- kalian
- muslimin. Nama yang Allah Subhanahu wa
- taala berikan
- ini ya adalah nama yang pas buat kita.
- Nama yang akan menjadi
- hujah pada saat kita menghadap Allah
- Subhanahu wa taala. bukan nama-nama yang
- lain. Dalam surah Al-Maidah Allah
- Subhanahu wa taala menyebutkan, "Alyauma
- akmaltu lakum dinakum wa atmamtu alikum
- nmati waritu lakumul
- islama. Hari ini aku
- sempurnakan bagi kalian agama
- kalian. Waamtu alaikum nikmati.
- Dan aku sempurnakan pula bagi kalian
- nikmatku. Waraditu lakumul islama dinan.
- Dan aku rida Islam sebagai agama
- kamu. Jadi yang Allah Subhanahu wa taala
- ridai adalah
- alislam. Inilah
- nama yang sehendaknya selalu kita ee
- kedepankan. Yang selalu menjadi tolak
- ukur kita. yang selalu menjadi pemersatu
- di antara
- kita. Sebab kalau kita menggunakan
- nama-nama lain akan timbul sekat-sekat
- di antara
- kita. Ini bukan
- berarti kita tidak boleh
- berorganisasi. Ini bukan berarti kita
- tidak boleh bermazhab. Ini bukan berarti
- kita tidak boleh berkelompok. Tidak.
- Bukan. Tapi kesemuanya itu
- ya bukanlah menjadi sesuatu yang asasi.
- Yang utama adalah alislam. Inilah yang
- akan mempersatukan setiap kelompok,
- setiap golongan, setiap mazhab.
- Nabi Allah Ibrahim pun diperintahkan dan
- juga kita sekalian qul inna shati
- wausuki wa mahyaya wa mamati lillahi
- alamin la syarika lahu wabidzalika
- umirtu wa ana awalul
- muslimin.
- Katakanlah ya, ya
- Rasulullah inna shati. Sesungguhnya
- salatku wusuki dan segala bentuk
- ibadahku. W mahyaya waamati hidupku dan
- matiku lillahi rabbil alamin. Hanya
- untuk Allah rabbul alamin la syarika
- lahu tidak ada sekutu baginya.
- Wabidzalika umirtu. Dan dengan itulah
- aku diperintahkan wa ana awalul
- muslimin. Dan aku adalah orang yang
- pertama berserah diri. Ini adalah ucapan
- qul ini kepada Nabi Allah Ibrahim. Dan
- ini juga yang menjadi bacaan kita ketika
- kita salat. Inna shati wausuki wa
- mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin
- la syarika lahu wabidzalika umirtu wa
- ana minal
- muslimin. Ini kita ikrarkan setiap saat
- setiap kita kali setiap kali kita salat
- kita ikrarkan wa ana minal muslimin.
- Tapi setelah selesai salat ikrar ini
- kita lupakan yang kita kedepankan adalah
- golongan masing-masing. melihat
- saudaranya berbeda ya terjadi gap antara
- kita karena perbedaan yang yang mungkin
- adalah perbedaan-perbedaan yang sangat
- kecil terjadi gap antara sesama kita.
- Padahal ya ini adalah merupakan sesuatu
- yang dilarang. Perbedaan di antara kita
- adalah seperti yang pernah kita
- terangkan dalam fikqhul ikhtilaf adalah
- merupakan suatu keniscayaan ya dan
- perbedaan
- hendaknya memperkuat di antara kita
- merupakan
- menjadikan jadi khazanah ya pengetahuan,
- khazanah ee inspirasi, khazanah ide di
- antara kita itu perbedaan
- seharusnya ya tidak menjadikan
- kita menjadi bercerai-berai.
- Ini adalah
- pesan
- ya dari Allah Subhanahu wa taala dan ini
- adalah nama yang Allah berikan kepada
- kita dan ini juga
- yang menjadi
- hujah ya di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala yang mana Allah subhanahu wa taala
- menyebutkan wam yabthi ghairal islami
- dinan fal yuqbala minhu wahua fil
- akhirati minal
- Barang siapa yang mencari selain Islam
- sebagai
- agamanya, falqbala minhu maka dia tak
- tidak akan diterima. Wahu fil akhirati
- minal
- khasirin. Dan dia di akhirat nanti
- termasuk orang-orang yang
- merugi. Ya, dalam kata agama di sini
- artinya sesuatu yang dianut. Seorang
- boleh saja di KTP-nya ada tulisan
- muslim, tapi dalam perilakunya ya,
- sikapnya, akhlaknya, bahkan dalam
- keyakinannya dia membesarkan yang lain
- selain Allah Subhanahu wa taala. Ya.
- Sehingga Allah Subhanahu wa taala
- menyebutkan banyak orang yang menjadikan
- hawa nafsunya sebagai Tuhan.
- Dan ada juga Allah Subhanahu wa taala
- menyebutkan ada orang menjadikan
- ulama-ulamanya sebagai
- Tuhan. Itaku akhbarahum wa
- arbabahum ya itakuhadu
- akhbarahum waruhbanahum arbabam min
- dunillah. Mereka
- jadikan rahib-rahib
- mereka ya, orang-orang yang alim di
- antara mereka menjadi Tuhan selain
- Allah. Ini walaupun ayat ini asalnya
- ditujukan kepada ahlul kitab, tapi ini
- banyak juga ya dilakukan oleh sebagian
- kaum
- muslimin ya.
- Selanjutnya seperti yang
- kita sebutkan
- tadi yang kita terangkan
- tadi
- bahwasanya yang kita usung ee yang kita
- utamakan yang kita usung slogan utama
- kita adalah il Islam.
- Islam yang satu maksudnya Islam saja ya.
- Yang satu ini sebagai penegasan saja ya.
- Yang kita usung adalah Islam dan itu
- adalah merupakan kebanggaan kita dan itu
- adalah merupakan nama yang Allah
- Subhanahu wa taala berikan kepada kita.
- Apakah kita mau tolak ini nama yang
- Allah berikan lalu kita pakai nama-nama
- yang lain? Tidak.
- Ya, nanti kita akan merugi kalau
- demikian. Para pendengar
- Rasil, pendengar Radio Rasil, serta
- pemirsa Rasil TV yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Kemudian ada
- satu
- ungkapan atau ada suatu petikan hadis
- ucapan dari Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang berbicara tentang
- bagaimana
- jeleknya fanatik terhadap kelompok.
- Ya, bukan berarti dilarang berkelompok,
- tapi
- kefanatikan ya
- fanatikan buta maka itu adalah merupakan
- sesuatu yang sangat dibenci oleh Rasul.
- Bahkan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam katakan ya ini penggalan dari
- hadis dari suatu peristiwa yang
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ucapkan yaitu dengan ucapan yang
- terkenal da'uha fainnaha
- muntinah. Tinggalkan hal itu karena itu
- adalah bau
- busuk. Artinya kefanatikan terhadap
- gegolongan, terhadap kelompok itu adalah
- merupakan sesuatu yang menjijikkan yang
- harus ditinggalkan.
- Hadis
- ini ee Rasulullah
- ucapkan kapan
- itu
- ya. Hadis ini Rasulullah ucapkan
- tatkala di Madinah ketika hampir saja
- terjadi peperangan
- antara kelompok Aus dan Khazraj. Di
- dalam riwayat lain ya antara Muhajirin
- dan
- Ansar, saya ambil salah satu contoh
- yaitu
- peperangan ya perselisihan antara kaum
- Aus dan
- Khazraj. Kita ketahui dalam
- sejarah
- bahwasanya di Madinah ini penduduk asli
- di Madinah adalah kaum Aus dan Khazraj.
- Kabilah Aus dan kabilah Khazraj ini
- sebelum datangnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sering terjadi
- peperangan di antara mereka, sering
- terjadi perselisihan, pertempuran di
- antara mereka, permusuhan di antara
- mereka.
- Bahkan 40 tahun sebelum Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam datang ke
- Madinah. Sering terjadi percektean,
- sering terjadi perselisihan, sering
- terjadi bahkan pertumpahan darah di
- antara mereka.
- Dan ketika mereka
- berelisih tatkala mereka
- berperang yang selalu ngomporin mereka,
- yang
- selalu mengadu domba di antara mereka
- adalah orang-orang
- Yahudi. Masing-masing kelompok ini ada
- pendukungnya dari orang-orang Yahudi,
- dari kelompok Yahudi. Yahudi juga
- macam-macam. Ada Yahudi Bani Quraidah,
- ada Yahudi Bani Qainuqa, ada Yahudi Bani
- Nadir ya, ada Yahudi Bani Mustaliq.
- Nah, ini kelompok Aus dan
- Khazraj masing-masing didukung oleh
- orang-orang Yahudi
- juga yang aus misalnya di didukung oleh
- Bani Nadir, yang Khazraj oleh Bani
- Quraidah seperti itu. Nah, orang-orang
- Yahudi ini mereka bersepakat
- masing-masing menyokong
- kelompoknya ya. Pada saat mereka damai,
- dikilik-kilik supaya mereka
- berperang. Ketika
- berperang,
- ya orang-orang Yahudi yang men-suplai
- senjatanya. Ya tentunya mereka suplai
- senjata bagi kaum Aus dan Khazraj ini
- tidak
- gratis. Itu dengan menjual senjata
- kepada mereka.
- Nah, ketika mereka enggak punya dana
- untuk membeli senjata tersebut,
- dihutangkan, diberikan pinjaman uang
- untuk membeli. Akan tetapi dengan dengan
- tentunya dengan
- riba, ya.
- Maka dengan riba ini yang terus makin
- lama
- berkembang ya tatkala mereka tidak bisa
- bayar akhirnya mereka bayar dengan
- tanahnya, mereka bayar dengan
- kebunnya ya sehingga komunitas Yahudi
- makin lama makin besar, makin besar,
- makin berkembang, makin kuat di Madinah.
- Jadi, nah tatkala Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam hijrah ke
- Madinah, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pertama yang lakukan ketika
- Rasulullah sampai di Madinah adalah ada
- dua hal yang penting yang Rasulullah
- lakukan. Yang pertama
- membangun masjid, yaitu Masjid
- Quba. Ya, bukan Masjid Nabawi ya. Masjid
- Quba. Tentu kalau orang yang umrah ke
- Madinah biasa kita
- ya salat di Masjid Quba ya. Dari Madinah
- kita naik mobil ke Quba ya enggak enggak
- begitu jauh. Nah, di Masjid Qaba ini
- disunahkan kita salat sunah dua rakaat
- seperti itu dan wudunya ya wudunya dari
- rumah. Itu yang diajarkan Rasul ini.
- Kata Rasul ya, ini sama dengan pahala
- umrah. Ini umrahnya orang Madinah ya.
- Ya, orang Madinah pernah jealous ya.
- Pernah pernah apa iri kepada penduduk
- Makkah. Ya Rasulullah, penduduk Makkah
- enak. Setiap saat dia kalau mau umrah
- gampang dia keluar aja dari kota Makkah
- pergi ke Tan'im atau ke
- Jronah. Dia ee pakai pakaian umrah, niat
- umrah. Kemudian balik lagi ke Makkah.
- Setelah itu tawaf di Makkah, kemudian
- sai dan
- tahalul. Selesai umrah. Dia bisa
- melaksanakan umrah kapan
- saja. Ya, kalau orang dari Madinah kan
- jauh 600 km Makkah. Bagaimana kalau
- mereka mau umrah? Kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Barang
- siapa yang keluar dari rumahnya dalam
- keadaan wudu, kemudian dia pergi ke
- Masjid Quba, kemudian dia salat dua
- rakaat, maka itu sama dengan pahala
- umrah, kata Nabi." Ya, ini tentang
- masjid pertama yang dibangun oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tatkala sampai di Madinah, yaitu Masjid
- Quba. Setelah itu apa yang dilakukan?
- Hal yang kedua yang terpenting yang
- pertama dilakukan adalah ak nabiyu
- bainal muslimin bainal khazr wainal
- muhajirina wal ansar.
- Rasulullah persaudarakan di antara kaum
- muslimin dengan rasda nyata, "Akhau
- akhawaini akhawaini." Saling angkat
- saudaralah kalian. Ya, berdua-dua ya
- berdua seperti itu dipersaudarakan di
- antara kaum muslimin. Begitu juga di
- antara Aus dan Khazraj. Allah Subhanahu
- wa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- persaudarakan mereka. Dan ini juga ya
- dinyatakan dengan firman Allah. Innamal
- mukminuna ikhwatun faaslihu baina
- akhwaum. Dalam surah
- Al-Hujurat ini Rasulullah persaudarakan
- mereka sehingga
- mereka ya
- bersatu ya tidak lagi tak ada
- perselisihan di antara
- mereka tatkala mereka tidak berperang
- lagi, tidak berselisih lagi di antara
- kaum muslimin, terutama sekali di antara
- Aus dan Khazraj. Nah, orang-orang Yahudi
- gigit
- jari ya. Bagaimana perdagangan senjata
- mereka ya enggak laku. Bagaimana mereka
- mau meminjamkan uang lagi ya. Di antara
- mereka kaum muslimin Aus dan Khazr sudah
- saling bantu membantu di antara
- mereka. Akhirnya hal ini membuat mereka
- bingung dan akhirnya
- mereka ingin menjalankan siasat seperti
- apa yang pernah dahulu. mereka biasa
- laksanakan. Mereka selalu memanas-manasi
- setiap kelompok untuk selalu berperang
- di antara
- mereka. Ini adalah peran Yahudi yang
- sehendaknya ya jangan kita lupakan. Dan
- sini sekarang pun berlang
- berlangsung senantiasa berulang berulang
- peran
- mereka seperti yang terjadi saat ini di
- Timur Tengah. selalu yang berperang
- adalah kaum
- muslimin. Mereka yang jualkan yang
- menjual senjata mereka ya yang mengeruk
- kekayaannya adalah mereka. Kita diadu
- seperti ya domba aduan atau seperti
- kalau anak-anak kecil dulu suka ngadu
- jangkrik dikilik-kilik
- masing-masing. Ya, kita ini seperti itu.
- Ini adalah pelajaran sebenarnya yang
- harus ya kita ingat. apa yang ada di
- zaman Rasul itu ini bisa terulang kalau
- kita tidak benar-benar
- mempelajari apa yang diajarkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Orang-orang Yahudi kemudian
- bagaimana? Dicari anak-anak
- kecil. Anak-anak kecil ya diajarkan
- syair-syair yang biasa di diungkapkan
- oleh masing-masing kelompok. baik ausnya
- maupun khazrotnya, yaitu syair-syair
- yang menghujat kelompok
- lain. Diajarkan syair-syair ya. Kemudian
- tentunya diberikan imbalan untuk anak ya
- suruh suruh melontarkan syair-syairnya
- ini
- di tengah masyarakat, apakah itu di
- pasar atau di tempat perkumpulanlah.
- Nah, saling akhirnya anak-anak kecil ini
- saling saut bersautan ya,
- sambut-menyambut syair yang saling
- menghujat satu sama lain. Nah, ketika
- dilontarkan syair-syair ini, orang-orang
- yang dewasa yang mendengarkan itu
- kembali terkuak luka lama yang mereka
- alami. Panas mereka, mereka pun akhirnya
- ikut-ikutan saling menghujat ya
- masing-masing kelompok.
- Akhirnya mulai terjadi panas di antara
- mereka dan akhirnya
- mereka bertikai dan siap bertempur lagi.
- Ayo
- kita pergi ke lapangan.
- ke lapangan yang biasa mereka lakukan ee
- untuk bertempur berangkat mereka
- semuanya ya membawa senjata
- masing-masing untuk siap bertempur.
- Karena tadi
- dipanas-panasin karena memang
- kadang-kadang lidah itu lebih tajam
- daripada pedang bisa melukai hati
- seseorang ya dengan syair-syair tadi
- bagaimana luka mereka terkoak kembali
- akhirnya mereka berangkat ke lapangan
- dan ini
- dilihat oleh kaum muslimin yang lain
- oleh muhajirin melihat hal ini kemudian
- mengadu kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- Ya, bahwasanya akan terjadi pertikaian
- peperangan antara Kaus dan Khazraj.
- Rasulullah mendengar ini langsung
- berangkat menyusul mereka. Sampai di
- sana Rasulullah kumpulkan
- mereka.
- Rasulullah pidato di tengah mereka.
- Atadribuna ba'dukum riq ba'din waana
- baina adhurikum. Apakah kalian mau
- saling penggal satu sama lain? mau
- saling bunuh di antara kalian, padahal
- aku masih berada di tengah-tengah
- kalian.
- Ya, tinggalkanlah slogan-segelogan
- jahiliah ya. Karena mereka sampai ketika
- mereka ke sana
- masing-masing
- me menggaungkan slogan
- masing-masing ya.
- yang
- ausnya mengagungkan slogan mereka, yang
- khazrajnya pun
- mengagungkan slogan
- mereka. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kemudian mengatakan, "Da'uha
- fainnaha munti muntinah." Tinggalkan
- slogan-slogan
- itu. Fainnaha muntinah. Sungguhnya
- slogan itu bau busuk.
- Ini hadis yang diucapkan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang
- memerintahkan agar supaya mereka itu
- meninggalkan fanatik kelompok
- tersebut. Lalu
- apakah ee pertanyaannya? Ya, seperti ya
- juga pernah ada bertanya kepada ke Rasil
- ya, apakah ada yang apakah ini
- berarti ee kita tidak boleh
- berkelompok, kita tidak boleh
- bersyerikat, kita tidak boleh bermazhab
- tidak. Itu boleh saja. Akan tetapi itu
- jangan dijadikan sesuatu yang utama.
- tetap acuannya adalah alislam
- tadi itu ya kelompok adalah digunakan
- untuk
- tujuan-tujuan tertentu ya seperti
- organisasi di dalam ee menjalankan
- organisasi, menjalankan tujuan
- organisasi seperti itu. Tapi prinsipnya
- kita ini adalah satu kaum muslimin dan
- Islam itulah yang perlu diusung.
- Buktinya mana ya? Kelompok-kelompok
- tetap ada. Buktinya bagaimana Allah
- Subhanahu wa taala menyebutkan kelompok
- Muhajirin tetap ada. Di dalam Al-Qur'an
- Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan
- wasabiquuna minal mukminin minal
- muhajirina wal ansar. Kelompok ansar
- tetap ada. Nama Anshar. Nama Muhajirin
- tetap ada. Nama Aus dan Khazraj tetap
- ada. Bahkan masing-masing ada
- pemimpinnya. Ada Saad bin Ubadah, ada
- Sa'ad bin Muad. Itu
- pemimpin-pemimpin dari yang satu
- pemimpin Aus, yang satu pemimpin
- Khazraj. Ya, tetap ada ya. Akan tetapi
- ini tidak menjadi
- mereka
- bercerai-berai ya. Tatkala Rasulullah
- futuh Makkah, merebut kota Makkah ya
- dengan membawa panji utamanya. Dan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- juga ya
- membawa kaum muslimin dan di antara
- mereka ada panji
- masing-masing. Ada orang yang aus bawa
- panjinya masingnya tapi semuanya berada
- di bawah
- panji Islam. ini
- menunjukkan bahwasanya ya bukan
- diharamkan
- ee adanya kelompok organisasi, tidak
- adanya mazhab, tidak. Akan tetapi
- tatkala kelompok
- tersebut menjadi dilebih utamakan
- daripada alislam, maka itulah yang
- dilarang. Tatkala kelompok tersebut
- menjadi titik perpecahan di antara kaum
- muslimin, itulah yang
- dilarang. Itulah yang di yang disebutkan
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Laaisa minna man mata ala
- asabiyah. Bukan dari umat kami, bukan
- dari golongan kami orang yang mati dalam
- ashabiyah. Ashabiyah itu apa?
- Ya, Imam Jafar Shaoddiq atau Imam Ali
- Zainal Abidin
- ya. Ketika ditanya itu apa apa
- ashabiyah? Ya, ashabiyah
- itu ya bukan berarti suatu ee ashabiyah
- itu kalau seseorang mencintai
- negaranya, seorang mencintai daerahnya,
- seorang mencintai bangsanya. seorang
- mencintai
- kelompoknya. Ya, itu hal yang
- biasa
- ya. Kita cinta
- kepada keluarga kita, kita cinta kepada
- orang sedaerah dengan kita, ya. Kita
- gembira kalau ketemu mereka terutama
- sekali ibaratnya kalau kita sedang pergi
- jauh misalnya ke Amerika atau ke mana
- pun ke Afrika. Ketika kita ketemu orang
- yang sedaerah, padahal kita enggak
- kenal, oh dari Indonesia, oh dari Jawa.
- Oh, kita gembira sekali. Ini hal biasa
- kata ya. Yang dikatakan ashabiyah itu
- adalah kamu melihat
- kebaikan yang ada pada kelompok lain,
- kamu anggap itu kejahatan.
- Sebaliknya kejahatan yang ada pada
- kelompok kamu, kamu anggap kebaikan. Itu
- namanya asabiah. Jadi
- kalau ada kebenaran di pihak lain, pihak
- yang bukan pihak kita, kita bilang, "Oh,
- itu tetap jelek." Walaupun dia katakan
- dia mengatakan yang benar tetap jelek.
- Nah, itu namanya ashabiyah. Ini fanatik.
- Ini bahaya sekali. Ini yang Rasulullah
- katakan, "Laisa minna man mata ala
- asobiyah." bukan dari golongan kami
- orang yang mati dalam keadaan asabiyah
- ini. Ini ashabiyahnya.
- Jadi kita bedakan antara ashabiyah
- dengan kecintaan kepada kita kelompok
- ya. Sebab ya seorang berkelompok itu
- adalah seperti yang kita bahas dalam
- fikqhul ikhtilaf ya. seorang biasanya
- itu dia itu
- cenderung
- bekerja ya beraktivitas itu dengan
- orang-orang yang seide seirama dengannya
- itu wajar misalnya ya kelompok
- Muhammadiyah ya dengan orang-orang
- Muhammadiyah ya karena cara kerjanya
- mereka yang firm yang yang sesuai dengan
- cara mereka ya dalam bidang pendidikan
- misalnya, dalam bidang kesehatan seperti
- itu dan kelompok NU misalnya mereka
- sereknya dengan kelompoknya seperti itu
- dalam bidang pendidikan bagaimana
- berdakwah melalui pesantren-pesantren
- seperti itu. Masing-masing ini adalah
- merupakan sesuatu khazanah kekayaan
- kita. variasi di dalam sistem yang ada
- di antara kita ini merupakan kekayaan
- kalau hal ini tidak
- dijadikan suatu yang akan memecah belah
- di antara kaum muslimin, tapi sesuatu
- yang saling memperkuat, saling isi-
- mengisi ya di antara
- kita
- ya. Para pendengar radio Rasil serta
- pemirsa Rasil TV yang dimuliakan.
- oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Berikutnya
- ya kita katakan di sini dalam
- slide, semua manusia yang lahir setelah
- diutusnya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam adalah umat beliau. Ini
- yang harus kita ingat.
- Semua manusia yang
- terlahir setelah diutusnya Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi
- wasallam itu adalah umat Nabi
- Muhammad. Mana dalilnya?
- Dalilnya adalah dalam surah Saba Allah
- Subhanahu wa
- taala berfirman, "Wama arsalnaka illa
- kaatanasi basir wair wakinna aksarasi la
- yamun." "Tidaklah kami mengutus engkau
- ya Rasulullah illa kaatan linnas
- melainkan untuk seluruh
- manusia." Ya annas di sini manusia ya.
- Siapa? saja yang namanya manusia itu
- adalah umatnya Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam. Apakah dia itu asalnya seorang
- Yahudi, Nasrani, Majusi, ateis
- sekalipun, Hindu, Buddha, semuanya
- asalnya seperti itu. Itu sebenarnya itu
- adalah umatnya Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam atau ulama
- yang menyebutkan ya dikategorikan ini
- sebagai ummatud dakwah.
- Arti umat
- yang perlu mendapatkan dakwah seruan
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- Jadi sejak Rasulullah diutus maka
- semuanya mereka adalah menjadi umatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Oleh karena itu Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam dakwahnya ini bukan
- kepada orang Arab saja ya, kepada orang
- non Arab juga ya, kepada orang
- Amerikanya, orang Indonesianya, orang
- Cinanya, orang
- Indianya, ya orang Afrikannya semuanya.
- Karena mereka adalah umatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Dan dakwahnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ini diteruskan oleh
- para
- ulama-ulama, para dai setelah beliau.
- Setelah kita pahami bahwasanya
- seluruh manusia yang
- lahir setelah diutusnya Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- adalah merupakan umatnya
- beliau. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kita harus pahami. Rasulullah
- ingin semua umatnya ini masuk surga.
- Rasulullah
- berharap semua umatnya ini masuk
- surga. Ya, oleh karena itu Rasulullah
- sallallahuam ajak mereka, dakwahi
- mereka. Sampai kita kenalkan dakwah
- Rasulullah. Hadis Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang sering kita dengar.
- Kullu ummati yadkhulunal jannah illa man
- aba. Kata Nabi, "Semua umatku akan masuk
- surga kecuali yang enggak
- mau." Sahabat heran, "Kok ada yang
- enggak masuk surga? Eh, kok ada yang
- enggak mau masuk surga?" Orang yang
- jahat seperti apapun, yang bergajul
- seperti apapun, ya pengin kalau sudah
- mati masuk surga.
- Sahabat bertanya, "Qila ya Rasulullah
- wam ya?" Wamba ya Rasulullah, siapa itu
- orang yang enggak
- mau masuk surga ya Rasulullah? Q
- mananial jannah waman asoni faqad aba.
- Kata Rasulullah,
- "Yang taat
- kepadaku, dia akan masuk surga. yang
- enggak taat kepadaku, yang enggak mau
- ikuti aku, faqat aba, maka itu enggak
- mau. Jadi, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam berdakwah siang malam sejak
- diutus oleh Allah Subhanahu wa taala,
- waktunya selalu digunakan untuk
- berdakwah, untuk ingin mengajak mereka
- agar supaya
- semuanya umatnya itu masuk surga.
- Dan beliau
- bersedih kalau ada orang yang mati belum
- mendapatkan
- hidayah. Rasulullah
- sedih. Rasulullah sebaliknya gembira
- kalau ada orang yang meninggal dalam
- keadaan
- muslim, dalam keadaan mendapatkan
- hidayah.
- Pernah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ketika duduk bersama sahabatnya
- ada kelompok kerumonan orang mengusung
- jenazah seorang
- Yahudi. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam terlihat sedih murung melihat
- jenazah si Yahudi tadi. Sahabat kemudian
- berkata, "Ya Rasulullah, kenapa kamu
- bersedih melihat jenazah itu? Biarkan
- saja. Dia kan orang Yahudi ya, dia mati
- masuk neraka
- nantinya. Kemudian Rasulullah
- mengatakan, "Itulah yang saya
- sedihkan. Kenapa? Karena saya tidak
- berhasil menyelamatkan dia dari api
- neraka. Dia
- meninggal, belum mengucapkan dua kalimat
- syahadat. Dia meninggal belum masuk
- Islam."
- Ya, Rasulullah
- bersedih. Sebaliknya Rasulullah
- gembira kalau ada orang
- yang
- meninggal dalam keadaan muslim. Ada saya
- kita dulu waktu masih kecil di pesantren
- baca kitab Akhlak Lil
- Bbanin diceritakan bagaimana ada seorang
- anak yang suka ya sering ke rumah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- membantu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian anak ini seorang
- Yahudi sakit sakit keras. Rasulullah
- jenguk
- dia ya. Seorang pemuda ini Rasulullah
- jenguk dia. Kemudian Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam katakan
- kepadanya, "Aslim ya masuk Islam. Qul
- lailahaillallah Muhammadur Rasulullah."
- Ya, suruh diajak sama Rasul supaya dia
- masuk
- Islam. Ya, dari sebelum-sebelumnya sudah
- diajak sama Rasulullah, sudah
- diperlihatkan bagaimana akhlak Islam.
- Tapi dia masih belum mau saja.
- Nah, ketika dia sakit dan Rasulullah
- mengingatkan hal ini ya, dia menoleh
- kepada orang tuanya. Rupanya dia mungkin
- takut atau apa dengan orang tuanya tapi
- kemudian respon dari orang
- tuanya ternyata berbeda dari apa yang
- dikhawatirkan. Orang tuanya bilang, "Ati
- Abal Qasim, taatilah Abal Qasim."
- Ya, Rasul sallallahu alaihi wasallam
- dipanggil Abul Abul Qasim karena anak
- laki-laki tertua dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ya walaupun
- meninggal masih kecil. Yang pertama
- adalah qasimnya sehingga dipanggil di
- kunyah namanya kalau ada abu-abu gitu
- kunyah yaitu Abal Qasim. Ati Abal Qasim
- dia enggak bilang Rasulullah.
- Akhir
- kemudian anak itu mengucapkan dua
- kalimat
- syahadat ya dari beriman kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Enggak lama kemudian meninggal
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kemudian mengangkat tangannya.
- Alhamdulillahilladzi anqadahu
- minanar. Rasulullah dengan gembira
- mukanya wajahnya berseri-seri ya karena
- orang ini meninggal dalam sudah keadaan
- muslim ya. Alhamdulillahilladzi
- anqadzahu minanar. Segala puji bagi
- Allah yang telah menyelamatkan dia dari
- api
- neraka. Ini saya tidak menyebutkan
- riwayatnya ya, tapi memang saya baca
- sejak masih kecil itu di dalam kitab
- Akhlak Lil Banin ya. Di pesantren sering
- dibaca ya kitab
- ini. Tapi kita lihat dari ayat-ayat
- Quran menyebutkan bagaimana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu bersedih,
- benar-benar bersedih tatkala ada umatnya
- itu tidak mau beriman. Kita lihat dan
- firman Allah Subhanahu wa taala dalam
- surah Al-An'am
- misalnya ayat 33 Allah Subhanahu wa
- taala menyebutkan qadamu
- innahuahzunukadina yaquuluna fahum la
- yukadzibuna wakinimina biayatillahi
- yaajun q naamu sesungguhnya kami telah
- mengetahui innahu la yahzunuka
- sungguhnya membuat engkau sedih jadi
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- benar-benar bersedih ini Allah yang
- mengatakan ini. Jadi bukan cari bukan
- hanya cerita dari riwayat tadi, tapi
- dikeluarkan di ini e di di sini Allah
- menyatakan ya sungguhnya kami tahu la
- yahzunukalladzina yaqulun sesungguhnya
- membuat engkau sedih orang-orang yang
- mengatakan ya tidak benar tentang
- Al-Qur'an mendustakan engkau itu
- sesungguhnya membuat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- bersedih la yukadzibunaka sesungguhnya
- Mereka itu sebenarnya tidak mendustakan
- engkau ya Rasulullah. Wakinzalimina
- biayatillahi yajhadun. Akan tetapi
- orang-orang zalim tersebut mereka ingkar
- terhadap ayat-ayat
- Allah. Dari ayat
- ini kita tahu bagaimana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersedih,
- sangat-sangat bersedih kalau ada orang
- yang ingkar kepada Al-Qur'an, ingkar
- kepada Allah Subhanahu wa taala, tidak
- mau mentaati beliau.
- Ya. Atau di dalam surah Luqman Allah
- Subhanahu wa taala juga menyebutkan
- waman kafara fala yazunk kufroh. Barang
- siapa yang kafir janganlah kekafirannya
- itu membuat kamu sedih, ya Rasulullah.
- Jadi Rasulullah ini dari kalimat
- ini apa? Allah Subhanahu wa taala ingin
- mengungkapkan bahwasanya Rasulullah itu
- begitu bersedih kalau melihat ada
- orang-orang yang
- kafir. Ilaina marjiuhum funabbium bima
- amilu. Karena kepada
- merekalah mereka akan di kepada kamilah
- mereka akan dikembalikan. Funabi bima
- amilu. Maka kami akan beritahukan mereka
- apa yang mereka kerjakan. Innallaha alim
- sudur. Sesungguhnya Allah mengetahui apa
- yang ada di dalam hati.
- Atau di dalam surah Kahfi yang sering
- kita baca Allah sebutkan
- falaakaun
- nafsaka amminu bial
- hadfa. Boleh jadi kamu itu bak nafsaka
- ini Allah ingin menggambarkan bagaimana
- rasa sedihnya Rasul rasa mereras hatinya
- ya rasa pilu hatinya ya. Fala'allaka
- bakiun nafs. Seolah-olah kamu itu ingin
- mencelakakan diri kamu. Alaarihimam
- yukminu biadal hadisi asf. Karena
- menyesal dikarenakan mereka itu tidak
- beriman dengan Al-Qur'an ini. Jadi
- saking sedihnya Rasulullah digambarkan
- seolah-olah seperti Rasulullah
- ingin
- ya mencelakakan dirinya ya. Bukan
- berarti ini suka ada riwayat ya yang
- katakan katanya Rasulullah mau bunuh
- diri. Enggak mungkin ya. Ini riwayat
- enggak benar. Ini hanya penggambaran
- bagaimana sedihnya Rasulullah melihat
- kalau ada
- umatnya yang tidak beriman, umatnya yang
- enggak taat kepada Rasulullah, umatnya
- yang maksiat. Ya, Rasulullah
- bersedih dan mengharapkan mereka sadar
- mereka sehingga mereka mati dalam
- keadaan mukmin dan keadaan muslim dalam
- keadaan taat kepada Allah subhanahu wa
- taala.
- Yang terakhir ya saya ingin kutip
- ada
- ee seorang ulama terkenal As Syekh
- Muhammad Mutawalli Asya'rawi. Pernah
- berdialog dengan orang-orang
- yang yang suka mengkafirkan orang, yang
- senangnya menyesatkan orang, yang
- senangnya penginnya semuanya orang masuk
- sur masuk neraka. Cuman dirinya doang
- yang dan kelompoknya yang masuk.
- surga. Dia berdialog. Kemudian Syekh
- Mutawali Asya'arawi bertanya, "Bagaimana
- pendapatmu orang-orang yang ada di kafe
- yang sedang minum-minuman, sedang
- bermaksiat di sana? Pendapat kamu
- tentang
- mereka?" Oh, mereka menjawab, "Oh, saya
- kalau saya ada kesempatan saya mau bom,
- saya hancurkan mereka biar mereka mati
- sekalian ya. Dan mati masuk ner masuk
- neraka.
- Kemudian Syekh Mutawali Asy'ari
- mengatakan, "Oh, kalau begitu kamu ini
- tidak bedanya seperti misi
- iblis. Misi iblis itu pengin memasukkan
- semua manusia ini, anak cucu Adam ke
- dalam neraka temannya." Jadi kalau kamu
- ingin bunuh mereka, kemudian mereka
- dalam keadaan maksiat itu mereka mati
- dalam keadaan kafir ya mereka mati dalam
- eh masuk ke dalam
- neraka, ya. Jadi kalau enggak kalau
- seperti itu berarti ya apa yang kamu
- lakukan ini adalah tidak berbeda dengan
- apa yang dilakukan oleh iblis. Tidak ya
- keluar dari misinya iblis ya.
- Jadi yang dijalankan oleh kamu itu tidak
- sesuai dengan apa yang dibawakan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Kalau Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ingin semua umatnya masuk
- surga. Ingin kalau melihat ada orang
- yang salah dinasehati
- diluruskan. Ya. Apabila melihat ada yang
- bengkok diluruskan. Apabila yang
- tersesat ditarik ya dari
- kesesatannya. Ini adalah misi dan
- dakwahnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. dan juga orang-orang yang
- mengikuti, yang mengaku, mengklaim
- bahwasanya adalah mereka pengikut
- Rasulullah. Harusnya dakwahnya seperti
- itu. Jadi bukan melihat ada orang yang
- zalim lalu
- di malah dibinasakan. Ya, ini pemikiran
- yang salah, pemikiran yang sesat seperti
- ini yang inilah yang mendorong
- seorang ya melakukan bom bunuh diri di
- tengah-tengah masjid ya. Ini bukan saja
- di Timur Tengah, di Indonesia juga
- pernah kejadian kan di Cirebon, di
- masjid polisi lagi salat Jumat
- dia, dia meledakkan bunuh
- diri. Ya, inilah
- perbuatan-perbuatan ya
- yang sesuai dengan misinya iblis. Dan
- iblis memberikan godaan kepada
- orang-orang seperti ini. Woh, nanti
- kalau kamu mati mati nih ya bomur ini
- nanti kamu akan masuk surga.
- Iblis
- pun ee memasukkan bisikan-bisikannya
- kepada orang seperti tersebut sehingga
- dia melakukan perbuatan jahat
- seolah-olah dia merasa itu adalah
- perbuatan
- baik. Ya, dalam surah Kahfi
- disebut
- bagaimana ee orang yang melakukan
- perbuatan jahat mereka mengira annahum
- yuhsinuna
- suna ya. bagaimana mereka melakukan
- perbuatan jahat tapi mereka mengira
- bahwasanya mereka melakukan kebaikan.
- Ya, saya rasa sampai di sini dulu ya
- pengenalan kita tentang Islam yang satu.
- Apa yang dimaksud dengan Islam yang satu
- ini? Tiada lain adalah bagaimana kita
- menyeru berdakwah seperti apa yang
- diseru oleh para nabi sebelum Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- maupun juga kita menyeru seperti apa
- yang diseru oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yaitu menyeru
- kepada alislam. Ini saja yang dapat saya
- sampaikan mudah-mudahan bermanfaat.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- bianqtara wa annana
- asrafna aladha
- asrofna fatub alaina
- taubah tagsilhu kulla
- haubah
- wasurlanal
- aurati wa aminir raati
- [Musik]
- wa
- maudina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah au jiratin au shohbah wal
- muslimina ajma amin
- [Musik]
- wudanin minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suli
- shallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi
- wasohbi adadat
- [Musik]
- Ya Allah, kami mengaku bahwa kami
- berdosa, kami melampaui batas, kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami, ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir.
- Ikhwan dan akhwat yang dimuliakan Allah,
- demikian tadi telah kita simak bersama
- tausiah dari Ustaz Hamzah Alatos dengan
- temanya pada hari ini Islam yang satu.
- Untuk ikhwan dan akhwat yang ingin
- bertanya atau mungkin menanggapi atau
- berdialog langsung dengan Ustaz Hamzah
- Alatos bisa melalui layanan interaktif
- kami di nomor telepon
- 0218451512 atau melalui layanan SMS atau
- WhatsApp di
- 0811999 720.
- Kami akan kembali setelah yang berikut
- [Tertawa]
- [Musik]
- ini. Merupakan suatu etika yang baik
- terhadap Allah Subhanahu wa taala. Jika
- setiap kali kita keluar dari rumah untuk
- melakukan sesuatu, kita buka dengan
- memanjatkan doa kepada Allah seraya
- menyerahkan diri sepenuhnya kepadanya.
- [Musik]
- Ummu Salamah radhiallahu anha
- berkata bahwasanya Nabi sallallahu
- alaihi wasallam apabila keluar dari
- rumahnya beliau membaca bismillahi
- tawakaltu alallah Allahumma
- inniubika adila uda au adilla au udalla
- aulima uzlama ajhala
- Hadis riwayat Abu Daud dan
- [Musik]
- At-Tirmidzi. Doa dalam hadis di atas
- adalah doa yang biasa dibaca oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- apabila beliau keluar dari rumah.
- Demikianlah yang biasa dilakukan Nabi
- setiap kali beliau keluar dari rumah.
- [Musik]
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- adalah orang yang senang bermusyawarah
- apabila menghadapi suatu masalah.
- Terutama jika masalah tersebut adalah
- masalah yang penting yang menyangkut
- urusan kaum muslimin dan agama Allah
- Taala.
- Terdapat banyak hadis yang menyebutkan
- bahwa kebiasaan beliau apabila
- menghadapi suatu masalah penting, beliau
- membicarakannya atau memusyawarahkannya
- bersama para sahabat radhiallahu anhum.
- Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata
- bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bermusyawarah dengan para
- sahabat pada hari perang
- Badar. Maka Abu Bakar berbicara
- menyampaikan pendapatnya tetapi beliau
- berpaling darinya.
- Lalu Umar berbicara, namun beliau juga
- berpaling. Kemudian kaum Ansar berkata,
- "Wahai Rasulullah, sebenarnya kamilah
- yang engkau
- kehendaki." Miqdad bin Al-Aswad berkata,
- "Wahai Rasulullah, demi Allah sekiranya
- engkau memerintahkan kami untuk terjun
- ke laut, pasti akan kami lakukan." Hadis
- riwayat Ahmad dan Muslim.
- Hadis di atas hanyalah salah satu dari
- sekian banyak hadis yang menyebutkan
- kebiasaan beliau yang senang
- bermusyawarah ini.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Masih bersama Riska
- Agustin Yusuf Sebangkit di meja
- operator. Ada juga Zen dan Robi dari
- Rasil TV dalam acara kajian pagi Ahad
- bersama Ustaz Hamzah Alatos dan tema
- pada kali ini adalah Islam yang satu.
- Ya. Ee kita langsung saja Ustaz
- membacakan iya pertanyaan-pertanyaan
- dari para pendengar dan
- pemirsa ee pertanyaan pertama melalui
- SMS dari Bapak M. Ramli Tangerang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Menyimak
- tausiah, Ustaz, mohon pencerahan dan
- nasihat dari Quran surah Al-Anbiya ayat
- 92 dan 93. Syukran.
- N. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala ali sayyidina Muhammad. Rabbana
- zidna ilma wa
- alhiqnahin. Di dalam surah Al-Anbiya 92
- dan 93 ini juga tadi
- kita sebutkan. Inna hadhi ummatukum
- ummatan wahidah. Wa ana rbukum fa'budun.
- Sungguhnya umat ini umat tauhid, umat
- yang diseruhi oleh seluruh nabi ya,
- termasuk nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam ini adalah umat yang
- satu. Jadi kita ini dipersatukan bukan
- saja nanti dengan
- dengan kita dengan di antara umat Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- nanti juga ya ituu dengan umat-umat yang
- lain akan disatukan ya tentunya di dalam
- di dalam surga. Dan ini adalah merupakan
- umat yang satu.
- Ya, agama tauhid ini adalah merupakan
- agama yang satu. Wa anab rabbukum
- fa'budun. Dan aku adalah Tuhan kalian
- fa'buduni. Maka sembahlah aku,
- beribadahlah
- kepadaku. Niya di sini nnya dikasr ya.
- Maksudnya ini sebagai pengganti dari
- damir mutakallim. Arti yang berarti
- aku. Kemudian ayat 93-nya watq amrohum
- bainahum. Dan mereka kemudian berpecah
- belah di antara
- mereka. Kulun ilaina rojiun. Tapi
- semuanya nanti akan dikembalikan kepada
- kami.
- Ya, di dalam ayat yang lain juga Allah
- Subhanahu wa taala yang sejalan dengan
- ini di dalam misalnya ayat Albaqarah 213
- Allah Subhanahu wa
- taala menyebutkan kananasu ummatan
- wahidah. Al-Qur'an ayatnya saling
- menafsirkan ya.
- adalah manusia itu awalnya merupakan
- umat yang
- satu. Ya. Kemudian biasa setelah itu
- suka terjadi perselisihan di antara
- mereka. Ketika terjadi perselisihan
- disatukan lagi. Fabatallahun
- nabiyina mubasyirina wa mudirin. Lalu
- Allah utus para nabi mubasyirin
- memberikan khabar gembira. wa mubasyirin
- wa mudirin dan memberikan peringatan.
- Jadi disatukan lagi mereka diberikan
- kabar gembira kalau kalian bersatu ya
- kalian akan kuat kalian akan mendapatkan
- keridaan dari Allah Subhanahu wa taala
- ya akan ee dan juga memberikan
- peringatan ya maksudnya mudirin
- mubasyirin di sini berbagai hal
- maksudnya ya nasihat-nasihat yang lain
- di antaranya peringatannya yaitu kalau
- kalian berpercah
- belah kalian
- akan dimurkai oleh Allah subhan
- Subhanahu wa taala. Kalian akan lemah
- ya. Ya. Kalian akan hancur, mudah
- dihancurkan oleh musuh-musuh
- kalian. Wa anzala maahumul kitabu
- bilhaqqi
- liyahkuminan fu. Dan Allah turunkan
- bersama mereka alkitab ya, kitab suci
- Al-Qur'an dengan membawa kebenaran.
- Liahkuma bainahum. agar supaya
- menghukumi di antara mereka bainanas
- ftalafu fi pada apa yang mereka
- perselisihkan. Jadi tugasnya, misi para
- anbiya mensatukan kembali umat yang
- bercerai
- ini. Ya, begitu juga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ya, bagaimana
- mensatukan umat ya
- dalam Islam, mensatukan umat dalam
- mengabdi kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Dan ini
- tatkala Rasulullah sudah satukan
- bagaimana di
- antara kaum
- muslimin ya. Kemudian jika terjadi
- perselisihan lagi perannya dibawa
- dipegang oleh para ulama. Seharusnya
- ulama harusnya mempersatukan.
- Kalau ada ulama memecah belah, memecah
- mencerai itu dia enggak mengikuti
- jalannya para anbiya tadi. Tidak
- mengikuti jalannya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang
- mempersatukan. Dan misinya para anbiya
- yang Allah sebutkan
- bagaimana mereka itu mensatukan di
- antara mereka. Dan juga Al-Qur'an ini
- sebenarnya adalah kitab yang
- mempersatukan di antara umat. liyahkuma
- bainanasi ftalafu
- fihi. Kemudian setelah
- mereka ee berselisih dinasehatin oleh
- para ulama disatukan ya ya dirasil ini
- seringkali menyerukan agar supaya umat
- Islam ini
- bersatu. Tapi di antara mereka ada juga
- yang enggak mau bersatu. Apa
- penyakitnya?
- Allah sebutkan di sini
- penyebabnya
- fiinau ba'di
- mauminatu dan tidaklah berselisih
- padanya
- ya illalladina utuhu min ba'di ma jaat
- humul bayyinat
- kecuali orang-orang yang telah
- mendapatkan Alkitab itu. itu ya. Dan
- tidaklah berselisih padanya kecuali
- orang-orang yang dapat sudah dapat
- Alkitab arti sudah dapat penjelasan
- Al-Qur'an sudah dapat penjelasan dari
- hadis-hadis dari sunah-sunah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tapi tetap
- mereka
- berselisih ya.
- min
- ba'di utu min ba'di ma jaum bayina telah
- datang kepada mereka penjelasan semua
- bainahum kenapa mereka berseli tetap
- berseli karena ada kedengkian di hati
- mereka ini bahayanya makanya penyakit
- hati ini albagyu
- kedengkian iri hasud ini yang yang
- membuat orang bisa
- berselisih jangankan di antara anara
- orang-orang yang awam, di antara ulama
- suka bisa kalau ada albagyu di sini
- mereka akan berselisih jangan karena
- ulama anak
- nabi bagaimana dengan ada albagyur rasa
- iri hati dengki hasud qabil bisa
- membunuh
- Habil karena ada rasa dengki
- ini. Kenapa? Bagaimana bisa Nabi Allah
- Yusuf Alaih Salam waktu masih kecil
- diceburin ke dalam sumur? Karena ada
- albagyu di
- sini. Karena ada kedengkian dalam hati,
- rasa hasut iri dalam hati. Nah, inilah
- pangkal. Kenapa orang walaupun sudah
- dibacain ayat Quran, dibacakan hadis dan
- sunah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam tentang pentingnya bersatu,
- tapi tetap enggak
- mau karena iri melihat,
- oh dia kan begini, dia akan begitu
- seperti itu. Kedengkian di dalam hati.
- Makanya orang yang selamat nanti di
- dalam yaumul kiamah. Illa man atallaha
- biqalbin salim.
- yang selamat,
- yang hatinya bersih dari rasa dengki,
- dihasut, gebir, ini mereka yang akan
- selamat. Dan bagaimana orang-orang ahli
- surga nanti ya mereka orang-orang yang
- bersih
- hatinya ya. Waaz'na maa fi qulubihim min
- gillin ikhwanan
- yataqabalun. Kami sudah hapuskan di hati
- mereka
- dari, dari kedengkian di dalam hati
- mereka.
- Mereka bersaudara, saling jumpa ya,
- saling bertemu satu sama lain. Itu di
- surga seperti itu. Kalau orang yang
- hatinya busuk, hatinya ada kedengkian,
- ini enggak layak dia dia masuk surga.
- Ya. Nah, seperti itu. Jadi, kembali
- kepada ayat yang ditanyakan tadi itu
- sejalan dengan ayat
- 213 dari surah Al-Baqarah ya. Bagaimana
- umat ini asalnya merupakan umat yang
- satu ya sejak awalnya misalnya dalam
- sebelum ya sejak diturun Nabi Allah Adam
- turun ke muka bumi mereka bersatu
- kemudian terjadi perselisihan akhirnya
- untuk melerai perselisihan tersebut
- mensatukan kembali Allah utus para nabi.
- Demikian terus ya ketika bersa utus lagi
- para nabi. Nah, zaman Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam setelah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- meninggal maka ya tidak ada terputus
- sudah wahyu. Artinya Allah tidak
- mengutus lagi nabi. Tapi peran Rasul
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya
- digantikan oleh peran para ulama. Oleh
- karena itu Nabi hadis dalam hadis Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- mengatakan ulama umati ke anbiyai bani
- israil. Ulama-ulama umatku ini ya
- fungsinya perannya
- seperti nabi-nabi pada zaman Nabi Bani
- Israil. Ghair annahu la nabiya ba'di.
- Ya, hanya sanya setelahku ini tidak ada
- nabi lagi. Tapi mereka berperan ya ulama
- yang sebenarnya ini ya ulama yang
- mengikuti jejak Nabi ya. Mereka itu
- adalah seperti kedudukannya nanti
- seperti bani anbiya bani bani Israil.
- Wallahuam.
- Iya. Ya. Jul. Oh, ada pertanyaan. Sudah.
- Iya. Baik. Ee ya mudah-mudahan terjawab
- ya.
- Iya. Baik. Pertanyaan kedua, Ustaz
- melalui WhatsApp. Iya. Iya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Dari hamba
- Allah. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sangat besar cintanya pada
- umatnya. Tapi banyak umatnya yang
- membalasnya dengan menebar kebencian,
- dengan fanatik pada kelompok dan
- golongan. Semoga dengan dakwah ustaz
- mereka dibuka hatinya. Amin ya rabbal.
- Amin. Ini ini doa aja ya kita. Iya. Ada
- tanggapan mungkin Ustaz mau menanggapi.
- Heeh. Heeh. Ya, mudah-mudahan memang
- seperti itu ya. Hendaknya kita harus
- memahami bagaimana Rasulullah begitu
- susah payah berdakwah ingin
- menyelamatkan semua umatnya. Begitu
- sayangnya kepada umat. Bagaimana
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ketika hijrah ke Thaf di sambitin
- dimusuhin sampai berdarah-darah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- sampai malaikat turut tangan mau
- ngancurin itu penduduk
- Taif. Tapi Rasulullah bilang apa?
- Allahumahdi fainnahum la yamun. Ya Allah
- berikanlah hidayah kepada kaumku karena
- mereka enggak tahu, enggak kenal
- aku. Ya enggak enggak mengerti seperti
- itu. Bahkan Rasulullah mengatakan, "Jika
- mereka tidak beriman kepadaku, saya
- masih mengharapkan anak cucu mereka
- nanti akan ada yang beriman kepadaku."
- Ini betapa sayangnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ya. Jadi
- bukan hanya kepada umat yang dihadapi,
- tapi yang kepada keturunannya pun.
- Ya, yang belum pernah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- jumpai. Rasulullah begitu
- sayang. Sehingga sampai Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam bersedih. Dia merasakan rindu.
- Dia pernah
- Rasulullah berucap di antara
- sahabat-sahabatnya, aduh apa?
- Saya ingin sekali melihat berjumpa
- dengan saudara-saudara
- kami. Lalu sahabat-sahabat bilang, "Ya
- Rasulullah, alasna ikhwana, bukankah
- kami ini saudara-saudara kamu ya
- Rasulullah?" Rasulullah kemudian
- mengatakan, "Antum ashabi, engkau adalah
- sahabat-sahab sahabatku. Akan tetapi
- yang aku rindukan, saudara-saudaraku,
- maksudnya adalah orang-orang nanti yang
- datang dan beriman kepadaku walaupun
- mereka tidak ber melihat aku, tidak
- berjumpa kepada aku. Nah, kita ini
- adalah umat yang zaman sekarang ini
- enggak pernah melihat Rasulullah, enggak
- pernah berjumpa Rasulullah. Kalau kita
- cinta kepada Rasulullah, kita ikuti
- ajaran Rasulullah, kita berdakwah sesuai
- dengan apa yang dibawa oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, inilah yang
- akan di inilah adalah orang-orang yang
- dirindui oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, yang dicintai oleh
- Rasulullah. Rasulullah kangen ingin
- berjumpa dengan orang-orang seperti ini.
- Kalau kita enggak ngikuti dakwah
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ya kita mengaku cinta kepada
- Rasulullah tapi perilaku kita mengikuti
- jalannya iblis enggak bakal ketemu
- dengan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- ketika mau nanti di dalam ada satu hadis
- yang mengatakan Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam ketika
- memberikan minum dari telaga Kautsar,
- ada
- orang-orang bahkan yang Rasulullah
- kenal diusir sama malaikat.
- Hampir Rasulullah katakan usaiha
- usaihabi itu sahabat-sahabat
- saya. Lalu malaikat mengatakan innaka
- tadriza ahad baak. Engkau enggak tahu
- apa yang mereka
- lakukan setelah setelah kau meninggal.
- Artinya bagaimana kalau orang yang
- berperilaku tidak seperti yang dilakukan
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Walaupun mereka mengklaim
- mereka ini adalah mencintai Rasul,
- mereka
- mengklaim mereka itu pengikut Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, pengikut
- sunahnya tapi perilakunya sangat jauh
- dari sunahnya Rasul Sallahu Alaihi
- Wasallam. Mereka akan diusir nanti.
- Mereka tidak akan berjumpa dengan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Nauzubillah minzalik. Oleh karena itu,
- kita senantiasa
- berusaha mengikuti apa yang didakwahkan
- oleh Rasul, mengikuti sepak terjang
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Walaupun mungkin kita enggak enggak ada
- 10%nya dari apa yang dilakukan oleh
- Rasul, tapi kita berusaha dengan sekuat
- tenaga.
- Ittaqulaha'tatum. Taklah kepada Allah
- sesuai dengan kemampuan kalian.
- Insyaallah dengan kecintaan kita, dengan
- tekad kita, dengan perilaku kita yang
- selalu ingin
- berkhitah,
- berjalan pada garis yang Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam jalankan,
- insyaallah kita akan dikumpulkan bersama
- Rasulullah. Sampai Rasulullah katakan,
- "Almaru maaman ahabba
- yaumalqiamah." Seorang akan dikumpulkan
- kepada orang yang dicintai bersama orang
- yang dicintai di yaumul kiamah.
- Cinta itu bukan
- hanya
- ucapan ya. T'sil ilaha. Imam Syafi'i
- mengatakan, "Til ilaha wa anta tudhiru
- khubbahu
- hadza amrun filqiasi badiu
- in kunta shodiqan fi hubbihi lahu inal
- muhibba liman
- yuhibbuhu imam syafi
- mengatakanilahabah engkau bermaksiat
- kepada Allah tapi kamu menampak
- mengungkapkan kamu cinta kepada Allah
- tapi kamu bermaksiat enggak mau taat.
- Begitu juga kepada Rasul. Aku cinta
- kepada Rasul tapi perbuatannya
- bertentangan dengan apa yang
- diperintahkan oleh
- Rasul. Hadala
- umri ya ini
- sungguh
- ya bertolak belakang dalam kias.
- In kunta shodqan fi hubbih. Jika engkau
- benar-benar mencintainya, Laahu, pasti
- engkau mentaatinya. Kalau orang ingin
- cinta kepada seorang pasti apa yang dia
- pengenin, dia minta pasti
- diturutin. Ya in kunta shodiqan fi
- hubbihi lahu. Innal muhibba liman
- yuhibbuhu mutiu. Sesungguhnya orang yang
- mencintai itu akan mentaati orang yang
- dia cintai. Ya, kita ukur sendiri.
- Benarkah kita mencintai Rasul? Kemudian
- kita lihat perbuatan kita. Ya, kalau
- kita mentaati Rasul berarti kita benar
- dalam kecintaan kita kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Wallahuam.
- Baik. Ee pertanyaan terakhir ya, Ustaz
- ya. Iya. Melalui SMS dari hamba Allah di
- Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz yang dirahmati
- Allah. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kenapa akhir-akhir ini para
- dai kita tidak ada yang menyampaikan
- dakwahnya yang berhubungan dengan
- kepemimpinan? Apakah karena mereka lebih
- takut dengan penjara dunia daripada
- penjaranya Allah Subhanahu wa taala
- kelak di akhirat? Terima kasih
- ya. Wallahualam ya. masing-masing ya
- daripada dai seharusnya menyampaikan apa
- adanya ya
- justru masalah kepemimpinan ini adalah
- merupakan sesuatu yang
- penting
- ya pemimpinan ini kan
- nakqod pemimpin ini adalah ibarat kemudi
- Ya, kalau pemimpinnya salah nanti
- dibawanya
- ya ke jalan yang
- salah. Ibarat kita mau memilih sopir bis
- ya. Maka kalau sopirnya itu enggak benar
- ya, sopirnya misalnya ugal-ugalan,
- sopirnya mama-bamaan, yang
- celaka bukan hanya sopir nanti, tapi
- penumpangnya pun akan celakap. Oleh
- karena itu ya ini masalah yang penting
- yang harusnya juga menjadi suruan
- daripada dai para ulama agar
- supaya ee mereka
- benar-benar menganjurkan kepada ee
- murid-muridnya, kepada audiens-nya untuk
- selalu ee teliti di dalam memilih
- pemimpin yang baik ya. pemimpin yang
- akan membawa kemaslahatan kepada umat
- ya. Bukan memimpin yang menyengsarakan
- umat ya. Membikin umat sengsara ya
- membikin umat susah seperti itu.
- Membikin umat ini selalu berada di
- dalam kesulitan,
- ketidakaman ya kebimbangan dan
- seterusnya ya. Nah, pilihlah ya tentunya
- ulama-ulama eh pilihlah
- pemimpin-pemimpin yang benar-benar takut
- kepada Allah Subhanahu wa taala, yang
- benar-benar amanah, jujur ya sehingga ya
- dia akan membawa ee umatnya, dia akan
- membawa rakyatnya ke dalam
- ee kesejahteraan, ke dalam keridaan
- Allah Subhanahu wa taala. Kemudian
- bagaimana
- ee banyak ulama-ulama yang tidak
- membicarakan mengenai ini ya.
- Wallahualam bagaimana pertimbangan
- mereka ya. Akan tetapi jika mereka
- mengetahui sesuatu kemudian tidak
- menyampaikannya ya tentunya para ulama
- terlebih dahulu nanti akan dimintai
- pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu
- wa taala sebelum yang
- lainnya ya.
- Ya, ini masing-masing ya dari para ulama
- akan ya bahkan dari setiap manusia akan
- dimintai pertanggungjawaban oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Oleh karena itu,
- bagi yang meyakini
- ya, terutama sekali bagi kita yang
- pastinya meyakini kita akan dihisab oleh
- Allah Subhanahu wa taala, akan ditanyai
- setiap amal, setiap perbuatan yang kita
- lakukan.
- hendaknya kita harus prihatin, kita
- harus benar-benar
- ya memperhatikan hal
- ini. Agus harus kita pertimbangkan
- segala perbuatan kita karena perbuatan
- kita akan dimintai pertanggungjawaban
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya,
- mengenai pertimbangan para ulama
- bagaimana ya, para pemimpin seperti apa
- ya. kita kembalikan kepada mereka
- masing-masing. Yang penting ya kita akan
- senantiasa berusaha senantiasa
- menyampaikan kebenaran,
- menyampaikan bimbingan-bimbingan kepada
- umat ya agar supaya mereka tidak salah
- pilih. Ini saja yang dapat saya
- sampaikan mudah-mudahan
- bermanfaat lebih kurang saya mohon maaf.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat yang dimuliakan Allah,
- demikianlah kajian pagi pada hari ini.
- Semoga bermanfaat dan menambah keimanan
- kita. Amin ya rabbal alamin. Ee tidak
- lupa saya ucapkan terima kasih kepada
- Ustaz Hamzah Alatos yang telah membagi
- ilmunya di pagi hari ini. Dan tidak lupa
- juga kami ucapkan terima kasih kepada
- ikhwan dan akhwat yang telah setia
- menyimak dan berpartisipasi. Kami mohon
- maaf banyak pertanyaan yang belum
- terjawab pada hari ini. Insyaallah di
- lain waktu. Amin ya rabbal alamin. Saya
- Riska Agustin Yusuf bangkit di meja
- operator. Ada juga Zen dan Robi Daerah
- Rasil TV beserta segenap kerabat kerja
- kami di seluruh Indonesia. Mohon pamit.
- Mohon dimaafkan segala kekhilafan dan
- kekurangan. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- H