Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:22 nastain waa umur dunya waddin wasalatu 0:26 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:29 waa alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:33 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:35 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:38 wasallim wabarik ala nabiyana muhammadin 0:41 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 0:45 taala fil quranil karim. 0:46 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:50 Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan 0:53 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shlu 0:56 alaihi wasallimu taslima. 0:59 Sadaqallahuladzim. Alhamdulillahi rabbil 1:01 alamin. Masih dipancarkan dari jalan 1:03 Masjid Silaturahim nomor 36 Cibubur 1:06 Bekasi, Radio Silaturahim dan Rasil TV 1:09 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:11 yang dimuliakan Allah Subhanahu wa 1:14 taala. Bagaimana kabar Anda di Jumat 1:16 sore ini? Semoga Allah selalu senantiasa 1:19 memberikan kesehatan [berdehem] 1:21 dan keistikamahan 1:23 kepada ikhwan akhwat dalam ketaatan 1:25 kepada Allah Subhanahu wa taala. Senang 1:27 sekali saya Fauzi Ridwanul Hak ditemani 1:30 oleh Neza dan juga Yusuf Subangkit dapat 1:33 kembali menemani ikhwan akhwat dalam 1:36 program tausiah sore edisi Jumat 18 1:40 Syakban 1447 1:43 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:46 tanggal 1:47 6 Februari 2026 bersama guru kita 1:52 almukaram Ustaz Ahmad Shoh. 1:54 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 1:56 kita. Kita sapa guru kita terlebih 1:58 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 2:00 wabarakatuh, Ustaz. 2:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:03 wabarakatuh. 2:05 Kabarnya sehat, Ustaz? 2:06 Alhamdulillah lebih baikan. 2:07 Alhamdulillah. Masyaallah. Segala puji 2:09 bagi Allah. 2:10 Alhamdulillah. Semakin baik insyaallah. 2:12 Alhamdulillah. Alhamdulillah. [tertawa] 2:14 Insyaallah ke depannya semakin baik, 2:16 Ustaz. 2:16 Amin. Amin. Amin. Masyaallah. 2:18 Baik ikhwan awat. Semoga kesehatan juga 2:20 dirasakan oleh ikhwan akhwat di mana pun 2:23 Anda berada. Kami doakan semoga Allah 2:25 selalu senantiasa memberikan kesehatan. 2:29 Semoga kajian dapat menemani ikhwan 2:31 akhwat di Jumat sore sambil 2:35 menunggu magrib dan ini adalah salah 2:37 satu waktu mustajab untuk berdoa. 2:39 Silakan digunakan waktunya dengan sebaik 2:42 mungkin sambil mendengarkan ceramah 2:45 Ustaz Ahmad Saleh. 2:47 Dan semoga kajian ini menemani ikhwan 2:50 akhwat di segala aktivitas yang masih 2:54 dalam perjalanan pulang. Semoga ini bisa 2:57 menemani kaji dapat menemani dalam 2:59 perjalanan dan yang sudah di rumah 3:02 semoga dapat menemani juga. Insyaallah 3:05 pada Jumat sore ini Ustaz Ahmad Saleh 3:09 akan membahas tentang kejelekan orang 3:12 yang bermuka dua dari syarah kitab 3:15 Riyadus Shihin karya Syekh Dub Albugo 3:18 dan kawan-kawan. 3:20 Sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang ingin 3:22 berpartisipasi dapat mengirimkan 3:24 pertanyaan Anda di 0811 3:28 999720. 3:30 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:32 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 3:34 di 0218451512. 3:39 Mari kita simak dan dengarkan ilmu yang 3:41 akan disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 3:44 tentang kejelekan orang yang bermuka 3:47 dua. Tafadol Ustaz. 3:50 Alhamdulillahi 3:52 hamdan katsiran thyiban mubarokan fih 3:57 kama yuhibuna 3:59 wa yard. 4:01 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 4:04 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 4:08 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya 4:11 ba'dah. Allahumma sholli wasallim 4:14 wabarik ala nabiyina Muhammadin waa 4:18 alihi wa ashabihi waman tabiahum 4:20 biihsanin ila yaumilqiamah. Amma ba'd. 4:24 Ikhwan kaum muslimin, akhwat kaum 4:27 muslimat yang sama-sama mengharapkan 4:30 rida Allah subhanahu wa taala. 4:33 Ee segala puji bagi Allah yang masih 4:37 memberi kesempatan kepada kita untuk 4:39 melanjutkan kajian kita, kajian kitab 4:42 syaruh syarhu kitab riyadus shihin. 4:47 Mudah-mudahan dengan pertemuan ini 4:50 meskipun lewat dunia maya Allah 4:53 tambahkan keberkahan, Allah tambahkan 4:56 manfaat, Allah tambahkan ilmu. Dan 5:00 dengan itu pula kita semakin dekat 5:02 kepada Allah, semakin bersaudara kita 5:05 [mendengus] sem kebencian-kebencian di 5:08 antara kita semakin terkikis habis dan 5:11 semoga kita dipersatukan oleh Allah 5:13 bukan hanya lewat radio ini, tetapi juga 5:17 mudah-mudahan kita disatukan di dalam 5:19 surganya Allah Subhanahu wa taala. Amin. 5:22 Jika saja para pendengar, ikhwan dan 5:25 akhwat nanti masuk surga duluan 5:28 kemudian dicari surga. Kok enggak ada 5:30 Ustaz Ahmad Saleh, enggak ada Ahmad 5:32 Saleh. Adukan fala Allah. Ya Allah, aku 5:36 mencari sahabatku, aku mencari temanku. 5:39 Ahmad Saleh kau enggak kelihatan. 5:42 Adukan. Mohonkan kepada Allah 5:44 mudah-mudahan kita berjumpa di dalam 5:46 surganya Allah azza wa jalla. Amin. 5:49 Ikhwan dan akhwat, setiap kajian kita 5:53 hendaknya 5:54 semakin mempersempit perbedaan, 5:58 semakin mengurangi perdebatan, 6:02 semakin menghilangkan 6:05 tafaruk dan ikhtilaf. 6:09 Semakin kita mengkaji kitab Allah, 6:12 semakin kita mengkaji sunah-sunah 6:15 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 6:17 kita semakin disatukan. Hati kita 6:19 semakin dilembutkan, 6:22 disatukan. 6:24 Apalagi kita sama-sama umat Nabi 6:26 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 6:29 Kita benar-benar disatukan karena kasih 6:31 sayang Allah. 6:33 Tidak ada gap, tidak ada kebencian, 6:37 tidak ada hal-hal yang bisa merusak 6:39 hubungan. 6:41 Maka oleh sebab itu hendaknya kita 6:43 senantiasa berdoa memulainya dengan 6:45 memohon kepada Allah ilmu yang 6:47 bermanfaat, 6:49 yaitu ilmu yang demi sedikit, sedikit 6:52 demi sedikit kita gali, kita hayati, 6:55 kita pahami. Waalika bersama dengan itu 7:00 hati kita semakin luas. semakin bisa 7:03 menerima perbedaan-perbedaan, 7:06 saling menjadi menyatu, 7:09 menyatu dalam perbedaan gitu loh. Memang 7:11 kita diciptakan itu fitrahnya berbeda 7:14 gitu loh ya. Tetapi kita harus punya 7:17 karakter yang sama. Sama-sama 7:20 mengibadahi Allah Subhanahu wa taala, 7:22 sama-sama meneladani Rasulillah Muhammad 7:26 sallallahu alaihi wasallam. Apalagi kita 7:29 sebentar lagi mau masuk syahrur Ramadan. 7:34 Syahrul Ramadan. 7:34 Nah, mau masuk syahrur rahmah. 7:38 Mau masuk universitas 7:42 ee pembentukan karakter jiwa, 7:45 universitas 7:47 pembentukan jiwa. 7:49 di mana kita perlu konsentrasi, perlu 7:52 kebersihan agar kita bisa menangkap mata 7:56 kuliah-mata kuliahnya di dalam syahr 7:58 Ramadan itu. 7:59 Masyaallah. Makanya betulus dibersihkan, 8:02 dimohonkan kepada Allah dibersihkan. 8:06 Kalau masih ada orang yang kita benci, 8:09 ya Allah 8:11 gugurkan kebencian itu. Ganti dengan 8:14 mahabbah, [tertawa] 8:16 ganti dengan kasih sayang. ganti dengan 8:19 menginginkan kebersamaan di dalam rida 8:22 Allah Subhanahu wa taala. 8:25 Jangan [mendengus] kita merasa atau 8:27 jangan kita berharap lebih baik dari 8:30 saudara-saudara kita. Tapi berharaplah 8:33 kepada Allah agar kita lebih baik dari 8:35 hari kemarin, lebih baik, lebih baik 8:38 dari masa-masa yang lalu. Bandingannya 8:41 kita dengan kita, jangan dibandingkan 8:43 dengan orang lain. Kalau nanti kita 8:46 merasakan lebih baik dari orang lain, 8:49 khawatir jatuh kepada perkataan seperti 8:52 di dalam Al-Qur'an dinyatakan perkataan 8:54 iblis. Ana khairum minhu. Saya lebih 8:58 baik daripada dia. Nauzubillah. 9:01 Nauzubillah. Maka oleh sebab itu 9:04 semuanya kita berdoa kepada Allah ilmu 9:06 yang bermanfaat. 9:09 Semakin dikaji, semakin nambah 9:11 ketakwaan, keimanan, 9:13 semakin dipersaudarakan, 9:16 semakin lapang gitu ya. Sekali lagi, 9:19 sekali lagi. Karena perbedaan itu 9:24 sebuah kemestian, 9:26 maka oleh sebab itu kita harus 9:28 menghadapinya dengan lapang dada. gitu 9:31 ya. Masyaallah. Nanti kita akan ee kaji, 9:34 kita akan sedikit demi sedikit 9:37 membahasnya ya. Baik, kita akan membahas 9:41 pada kesempatan ini tentang kejelekan 9:43 orang yang berbuka doa. Namam, mari kita 9:47 mulai saja kepada firman Allah Subhanahu 9:50 wa taala dalam Quran surah An-Nisa ayat 9:53 108. 9:55 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 10:07 minallahi wahua maahum 10:10 wahua maahum id yubayyituna ma la yard 10:15 minal 10:17 wanahu bimaa ya'maluna muhit 10:23 yastakhfuna 10:25 minanisa 10:28 mereka dapat bersembunyi dari manusia. 10:33 Mereka dapat bersembunyi dari pandangan 10:36 manusia. Wala 10:39 yastakfuna minallah. Akan tetapi mereka 10:43 tidak dapat bersembunyi dari Allah. jadi 10:46 pelaku kejahatan. Meskipun dia menuduh 10:49 orang lain yang melakukannya, 10:52 seakan-akan dia di atas angin. Tapi 10:55 Allah maha mengetahui. Dia bisa 10:57 bersembunyi di hadapan manusia, bahkan 11:00 bisa mempraktikkan dia sebagai 11:03 sutradara. Seakan-akan dialah pelaku 11:06 kebenaran. 11:07 Dia seakan-akan terbebas dari kejahatan. 11:11 Nah, ini seperti kita lihat hari ini ya, 11:14 orang-orang kafir itu begitu nyeruh 11:17 kepada apa pertamaan hak, persamaan itu. 11:21 Tapi kemudian ee masyaallah mereka 11:23 sendiri yang melanggarnya. Mereka ngajak 11:26 damai, mereka sendiri yang 11:28 menghancurkannya. Mereka genjatan minta 11:30 genjatan senjata mereka sendiri yang 11:33 memporak-porandakan. 11:35 Ini memang masyaallah maha benar Allah 11:37 dengan segala firmannya sudah tidak bisa 11:40 dijadi aksioma yang tidak bisa dibantah 11:44 tuh ya sudah tidak bisa karena mereka 11:48 makanya sesungguhnya [mendengus] jadi 11:50 mereka itu hanya nipu aja ngajak damai 11:52 ngajak genjatan senjata itu akal-akalan 11:57 saja tetapi lagi-lagi kita mendahulukan 12:00 komitmah 12:02 ee prasangka kepada Allah yang baik gitu 12:06 ya. Heeh. 12:08 Ee id yubayituna la yard minal quul. Ah 12:13 jadi id yubayitu ketika yubayyituna. 12:17 Jadi ketika pada suatu malam. Ah di pada 12:20 suatu malam ini hadf ya tidak 12:22 dimunculkan. 12:24 Tapi maksudnya kepada suatu malam mereka 12:27 menetapkan keputusan rahasia. La yard ma 12:32 yard minal keputusan ul di situ adalah 12:35 keputusan rahasia yang tidak diridainya 12:39 wallahu dan Allah maha e bima yaluna 12:43 muhit terhadap apa-apa yang mereka kerja 12:46 yang mereka amalkan muhit maha meliputi. 12:49 Maha mengetahui. Ya. Jadi meliputi di 12:53 situ maksudnya mengetahui. mengetahui 12:55 perbuatan, 12:57 mengetahui perkataan, dan lain 12:59 sebagainya. 13:03 Kemudian kita lanjutkan kepada hadis ee 13:07 apa? Hadis yang pertama yang berhubungan 13:09 dengan ini. An Abi Hurairat radhiallahu 13:12 anhu qala Rasulullahi sallallahu alaihi 13:16 wasallam, 13:17 tajidunasa 13:19 mainaaruhum 13:21 jahiliyatium 13:24 islam. 13:25 faqihu 13:26 tajidunanas 13:28 kalian akan mendapati manusia 13:32 maadina seperti barang-barang tambang 13:35 khiaruhum sebaik-baik mereka fil 13:38 jahiliyati di zaman jahiliah hiaruhum 13:42 fil islam adalah mereka sebaik-baik di 13:46 dalam Islam faqihu apabila mereka ngerti 13:50 mendalam syariat-syariat 13:55 Dan kamu akan mendapati sebagai 13:58 sebaik-baik manusiaan 14:10 biin. 14:12 Jadi kalian mendapati sebaik manusia 14:14 dalam perkara ini adalah orang yang 14:17 tadinya sangat benci terhadap Islam dan 14:20 kalian 14:23 ee mendapati sejelek-jelek manusia 14:27 adalah orang dza wajhain 14:30 yang memiliki double wajah. 14:32 Dua wajah wajhain dua wajah double 14:35 wajah. Alladziati yang dia datang haulai 14:39 datang kepada suatu kaum kepada ke sana 14:42 dengan satu wajah wahaulai biwajhin. 14:46 Adapun datang ke tempat yang lain ke 14:47 kaum lain dengan wajah yang berbeda 14:50 gitulah ya. Nah ini paling apa? Syaron 14:53 nas sejelek-jelek manusia. Nah, ee 14:58 mutiara mutiara yang dapat kita lihat, 15:01 orang-orang yang memiliki prinsip yang 15:03 baik di masa jahiliah 15:06 itu semakin terhormat ketika mereka 15:08 telah masuk Islam asalkan mereka 15:11 mengetahui hukum-hukum syariat. Jadi, 15:14 orang yang dermawan di masa jahiliahnya 15:17 itu dermawan pula mesti di zaman 15:19 Islamnya gitu loh. Karena dia punya 15:22 prinsip gitu loh ya. Kalau dia ee baik 15:26 kemudian suka tolongmenolong, suka 15:29 menolong, suka meringan bawaan orang, 15:31 setelah masuk Islam apalagi gitu loh ya. 15:34 Jadi ee orang yang baik di zaman 15:36 jahiliah nanti di Islam juga semakin 15:39 semakin baik. 15:42 [berdehem] Sebaik-baik orang untuk 15:43 diberi kekuasaan adalah yang bersikap 15:45 zuhud, orang tidak antusias terhadap 15:49 kekuasaan. 15:51 Karena apabila ia diberi kewenangan, 15:53 maka ia mengikuti batasan-batasan Allah 15:56 dan berusaha keras untuk 15:58 melaksanakannya. 16:00 Tiib. Jadi yang dimaksud tadi dengan 16:03 yang syaronasi dza wajhain, 16:06 sejelek-jelek manusia itu orang yang 16:08 memiliki dua wajah. Ee artinya bukan 16:11 begini. 16:14 datang kepada kaum tersebut memiliki 16:17 kebiasaan 16:18 yang ee berbeda dengan kebiasaan di kaum 16:22 yang lain. Nah, ketika datang kepada 16:24 kaum itu dia mengikuti kebiasaannya. 16:27 Tapi ketika ikut ke kaum ini, dia ikuti 16:30 kebiasaan yang lain. Nah, ini bukan 16:32 tidak termasuk yang ee dalal wajhain, 16:35 tidak termasuk bermuka dua. Maksud 16:37 bermuka dua itu karena apa? ee ingin 16:41 memecah belah, datang ke sini mengatakan 16:43 begini, datang ke sini beda lagi. Atau 16:46 datang ke sini apa namanya? Berkata a 16:50 gituah sehingga disepakati oleh kaum 16:52 tersebut a gitu ya. Sehingga kemudian 16:55 diangkat, dipuji gitulah datang ke si B 16:59 dengan perkataan berbeda lagi sehingga 17:02 dia diangkat ini akibatnya A dan B ribut 17:06 ya. 17:07 Itu yang dimaksud dengan zal wajhain. 17:10 Adapun kalau ke kelompok A dia baca 17:12 bismillahnya sir, ke kelompok B dia baca 17:15 bismillahnya jahar. Itu tidak termasuk 17:18 itu. Itu loh. Karena kalau dia datang 17:21 kepada orang biasanya jahar, dia sir. 17:24 Kepada yang biasanya sir dia jahat jadi 17:26 masalah gitu loh. Nah, maka itu lain 17:29 lagi. Makanya gitu ya. Ah, yang kemudian 17:33 yang kedua, 17:36 sebaik-baik orang untuk diberi kekuasan 17:38 adalah yang bersikap zuhud. 17:40 Ini di zaman normal. 17:42 jika zamannya belum penuh dengan ee 17:47 fitnah, 17:48 tapi ada 17:52 menginginkan jadi penguasa ketika 17:56 zamannya 17:57 e orang-orang yang jadi penguasa 18:00 orang-orang durhaka, yang jadi 18:03 penguasanya orang-orang kafir gitu loh. 18:06 Maka tadi sekali lagi meskipun dia 18:10 dengan penuh rasa takut kepada Allah, 18:12 dia tampil sebagaimana dia meminta 18:15 sepertimana Nabi Yusuf meminta agar 18:18 dijadikan apa? Dijadikan pengurus 18:21 logistik tuh gitu karena dia punya 18:23 keahlian. Nah, yang tidak boleh itu dia 18:26 ambisi tapi tidak mampu mimpin. 18:29 H 18:29 nanti udah saya aja yang padahal dia 18:32 tidak punya kemampuan. Nah, itu nanti 18:34 banyak tuh dah hadis-hadis bahwa apa? 18:37 Tunggulah kehancurannya. Jika suatu 18:40 persoalan diserahkan kepada yang bukan 18:42 ahlinya gitu loh. Kan bukan ahlinya 18:45 ngotot. Saya aja, saya aja, saya aja. 18:48 Ternyata dikasih berantakan. Nah, jadi 18:52 kalau kita punya skill, punya kemampuan, 18:56 kemudian orang-orang durhaka sudah 18:58 ngintip, 18:59 nah boleh dia mengajukan gitu loh ya. 19:03 Jadi tidak haram mutlak, tidak juga 19:06 didorong mutlak gitu loh ya. Oh enggak 19:09 boleh kita berambisi kepada kekuasaan 19:13 kalau semua orang-orang semuanya jujur. 19:17 Bahkan di zaman sahabat jadi penguasa 19:20 tuh nolak Abu Bakar. Ya, Bilal, 19:25 bantulah aku. Kata Abu Bakar, tidak ya 19:27 Abu Bakar [tertawa] 19:29 dijadikan 19:31 gubernur kalau bahasa kita. Tidak, ya 19:33 Abu Bakri. 19:36 Apa kau enggak akan menyerahkan umat 19:38 urusan umat Muhammad ini kepadaku saja? 19:41 Aku tanggung sendiri. Tidak ya Abu 19:44 Bakrin. Apa karena engkau dulu pernah 19:47 membebaskan aku dari perbudakan sehingga 19:49 engkau seenaknya nunjuk aku. Wis coba 19:52 ditunjuknya gubernur aja ribut gitu. 19:54 Masyaallah. Kenapa? Karena dia takut. 19:58 Takut. Tapi kalau kemudian sudah zaman 20:01 fitnah ah jelas kedudukannya beda gitu 20:05 loh. Seperti zaman Utsman bin Affan. 20:08 Kenapa Utsman bin Affan itu dituduh 20:12 nepvotisme 20:14 karena ada di antara saudara-saudara 20:17 Utsman yang jadi pejabat. 20:20 Karena pada sahabat itu pada enggak mau 20:23 ya maka muncullah saudara-saudara 20:25 Utsman. Ya udah Utsman kalau gitu aku 20:27 bantulah gitu loh. Meskipun tidak banyak 20:30 hanya beberapa aja tapi kemudian dari 20:33 situ timbul fitnah. nepotisme lah, 20:36 kontruisme lah gitu loh. Maka kemudian 20:40 masyaallah itulah kehidupan. Kalau cara 20:42 membacanya tidak tekstual, baca ee 20:45 membacanya dengan sosiokultural, kita 20:48 bisa paham di zaman Abu Bakar saja para 20:51 sahabat itu sudah gak mau. 20:55 Ah, maka puncaknya di zaman Utsman gitu. 20:59 Maka kerabat-kerabatnya yang menawarkan. 21:01 Sudah kalau gitu Utsman karena 21:03 sahabat-sahabat pun banyak yang tidak 21:05 mau gitu loh. Ya udah akulah sebagai 21:08 saudaramu, karib kerabatmu 21:11 aku bantu. 21:13 Tuh. Maka kemudian dalam sejarah dalam 21:16 tarikh cara membacanya beda. E karena ya 21:20 karena ee cara apa? cara memandangnya 21:23 Utsmanul Mujrimin, 21:25 bukan dengan cara melihatnya Utsmanul 21:28 Muslimin 21:29 gitu loh. Maka kan fitnah itu di zaman 21:32 Utsman kan terjadi gitu loh ya. Oke. 21:34 Baik. Jadi sekali lagi kalau kemudian ee 21:40 kita 21:41 sudah melihat orang-orang kafir, 21:44 orang-orang munafik 21:46 sudah mau menguasai kehidupan, maka kita 21:49 boleh gitu loh ya. Tapi secara tidak 21:52 mutlak ya boleh gitu kalau kita punya ke 21:56 keahlian gitu. Kemudian yang ketiga, 22:01 yang dimaksud dengan orang yang bermuka 22:03 dua adalah seseorang yang bertemu dengan 22:06 dengan suatu kelompok orang dengan 22:09 memperlihatkan sikap bahwa ia adalah 22:12 bagian dari mereka dan berseteru dengan 22:15 kelompok lain. Nah, ia termasuk manusia 22:18 paling jahat. Sedangkan orang yang 22:21 mendatangi setiap kelompok dan 22:23 mengkumayakan perbaikan itulah yang 22:26 terpuji. Jadi yang tidak termasuk itu 22:29 ketika dia bersikap dengan sesuatu 22:32 dengan kelompok lain tapi tidak tidak 22:35 menyatakan berseteru dengan kelompok 22:37 lain. Nah, kalau yang dianggap bermuka 22:40 dua itu menyatakan berseteru dengan 22:43 orang lain, dengan kelompok lain. Nah, 22:45 itu yang kemudian bermuka dua. Tapi 22:48 kalau tadi dengan kelompok yang baca 22:50 bismalahnya sir, sir basmalahnya tidak 22:54 mengatakan anti kepada yang basmalahnya 22:56 jahar. Nah, ketika gabung dengan 22:59 basmalah jahar, jahar dia pun tidak 23:02 mengatakan anti kepada orang yang bacaan 23:05 basmalahnya sir. Nah, kalau itu tidak 23:08 termasuk apa namanya ee apa dua muka 23:12 atau double muka. Tiib. 23:14 Kita lanjutkan pada hadis berikutnya. Wa 23:18 Muhammad ibni zaidin anna nasan qaddihi 23:24 Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma 23:28 inkulufi 23:34 natakamu khjna minihim qna naudu nifaq 23:41 ahdi rasulillahu alaihi wasallam 23:45 dari Muhammad bin Zaid manusia bahwa ada 23:48 beberapa orang berkata 23:51 kepada kakeknya Abdullah bin Amr, semoga 23:55 Allah rida kepada keduanya yaitu kepada 23:58 ke Abdullah dan kepada Amr bin Ash. Inna 24:02 nadkhulu sesungguhnya kami datang masuk 24:06 ke hadapan ala salatina. Nah, ke hadapan 24:10 para penguasa salainina. 24:14 Ini jemak dari sultanina 24:19 sultan-sultan kami. 24:22 Dan kami berkata kepada mereka bikilafi 24:26 natakam 24:28 indihim yaitu kami berkata berbeda 24:33 dengan apa yang mengatakan ketika kami e 24:36 khjna keluar dari sisi mereka. Jadi 24:39 kalau di hadapan mereka kami mengatakan 24:40 begini begini beres tuan beres tuan. Pas 24:43 keluar, aduh masalah ni gimana gitu loh. 24:46 Jadi padahal ada masalah tapi di hadapan 24:49 para kuasa mengat enggak ada masalah ya 24:52 itu kan asal asal babeh senang gitu ABS 24:55 gitu ya. Nah makanya ABS itu dicela 24:58 dalam hal selah ini gitu loh. Qala maka 25:02 ia berkata kunna naud naudu h nifaqon. 25:06 Kemudian Abdullah bin Umar berkata pada 25:09 masa e kunna naudu h nifaqon al 25:13 rasulillah sallallahu alaihi wasallam 25:15 pada masa Rasul sahu alaihi wasallam 25:17 kami menganggap hal yang demikian itu 25:19 termasuk perbuatan nifak perbuatan 25:22 munafik rahu muslim nah maka oleh sebab 25:26 itu di zaman Nabi itu masyaallah jadi 25:31 lurus-lurus saja jadi tidak ada yang 25:34 bersilat lidah 25:36 e bersila itu apa? Berargumentasi beda 25:40 dalam satu pertemuan dengan pertemuan 25:42 lainnya gitu ya. Oke. Mutiara-mutiara 25:45 yang dapat kita ambil dari hadis kedua 25:48 ini yang pertama jujur saat di depan 25:51 seseorang dan di belakangnya adalah 25:54 perilaku orang-orang mukmin yang jujur 25:58 gitu ya. Adapun memuji di depannya dan 26:02 mencaci di belakangnya adalah perilaku 26:04 para pengecut yang munafik. 26:07 Kalau di belakangnya dia mencaci, pas di 26:11 hadapannya, ohje nje enge enge gitu 26:14 [terkesiap] ya. Ya, saya setuju, saya 26:16 setuju. Pas di belakang, Iya, saya 26:18 enggak setuju tuh. Nah, gitu loh. Jadi 26:21 tidak ada yang penting babai senang yang 26:24 penting ya ini ternyata memang sudah 26:27 diisyaratkan. 26:28 Jadi kita dididik harus punya prinsip 26:31 gitu loh ya. He. Kemudian yang kedua, 26:34 seorang muslim memberikan nasihat kepada 26:37 penguasa dan tidak tunduk kepadanya 26:40 untuk mengharapkan manfaat yang semu. 26:43 Maka oleh sebab itu ada di antara kita 26:45 ustaz-ustaz, 26:47 alim-alim, ulama-ulama yang tidak mau 26:50 dekat dengan para penguasa. 26:52 Ya sudah, tuan 26:55 tuan jangan undang saya ke istana biar 26:58 saya jadi guru ngaji saja gitu kan. 27:01 Seperti yang dikumakan oleh Ustaz Abdul 27:03 Somad. [tertawa] Masyaallah. Biar saya 27:05 mah apa ngurus anak ngaji saja. Karena 27:10 memang ibu saya dulu mengatakan semua 27:13 orang boleh jadi kecuali saya mah ngaji 27:15 aja ngurusan ngaji gitu. Tetapi 27:18 masyaallah ya begitulah kehidupan ya 27:21 sehingga kemudian ee ada saja ee 27:25 celah-celah yang akan dimanfaatkan oleh 27:28 orang lain untuk menjatuhkannya. Jadi 27:31 sesungguhnya ya tidak semua penguasa itu 27:34 jelek sebagaimana juga tidak semua 27:36 penguasa itu baik. Jadi ini sifatnya apa 27:40 namanya ee tidak mutlak jadah ya. Jadi 27:45 karena ada juga sultan sultan Allah. 27:49 Nah, sultan Allah ada juga sultanut 27:53 thagut. Sultan thaut. 27:55 Heeh. Iya. Ada khalifatullah 27:59 al ada juga selainnya. 28:02 Ada khalifah Allah, ada juga khalifah 28:04 iblis. Kan gitu pemahamannya. Nah, 28:07 begitu juga hukum. Ada dinullah, ada 28:11 dinul malik. 28:13 Dinul malik. Dinu Malik apa aturan 28:16 kerajaan 28:17 gitu loh. Itu dalam surat Yusuf itu. 28:20 Nah, maka oleh sebab itu kita dituntut 28:22 berpegang kepada dinullah maka kita 28:25 menjadi sultanallah. 28:28 Kalau kita kemudian mengikuti ee ajaran 28:32 selain ajaran Allah, maka kita menjadi 28:35 pengikut ahlul batil. Maka kan gini, di 28:39 dalam Quran itu ada dua term. 28:42 Ada ilah, ada alihah. 28:45 Ilah itu mufrad, aliha itu jamak. Nah, 28:49 yang dimaksud lailaha tidak ada 28:52 sesembahan 28:53 itu ada yang mahduf, ada tidak ada 28:56 sesembahan yang hak gitu loh. Karena 28:59 sesembahan itu banyak ya. 29:02 Lailahaillallah. Tidak ada sesembahan 29:05 yang hak. Nah, harus kata ada hak, 29:07 haknya dihapus. 29:08 Heeh. Nah, maka kalau kemudian para 29:10 ulama mempersoalkan tuh tidak ada 29:12 sesembahan kecuali Allah. Oh, berarti 29:15 setiap yang disembah Allah. Ah, gitu 29:18 loh. Maka dijelaskan la ilaha maknanya 29:22 la ma'buda bihaqqin. Tidak ada ses atau 29:25 la ma'buda haqqin. Tidak ada sesembahan 29:29 yang hak illallah. Nah, selain Allah ada 29:33 juga sesembahannya. Wakinna akan tetapi 29:36 ilahul batil. 29:39 batil. Pengikut ilah yang hak disebut 29:42 ahlul haq. 29:44 Pengikut ilahul batil disebut ahlil 29:47 batil. Gitulah ya. Maka oleh sebab itu, 29:52 maka ee ketika kita membahas tauhid, 29:55 maka ketika memahami lailahaillallah itu 29:59 lailaha itu bisa bermakna tidak ada 30:02 sesembahan yang hak. Tapi juga kemudian 30:06 dibandingkan dengan alihah selain Allah, 30:09 tidak ada sesembahan yang maha kuasa. 30:14 [mendengus] Anda saya juga nyembah tapi 30:16 tidak kuasa. I 30:18 gitulah ya. Tidak kuasa. Tidak kuasa 30:20 nyiptakan langit dan bumi. Tidak kuasa 30:22 menurunkan hujan. Tidak gitu. Maka bisa 30:25 dimaknai juga 30:26 tidak kuasa. 30:27 Heeh. Apa? Tidak ada sesembahan yang 30:29 maha kuasa. 30:30 Tidak ada sesembahan yang maha kuasa. 30:31 Tidak ada kekuasaan yang maha pandai. 30:36 Tidak ada kekuasaan. Makanya 30:37 kesimpulannya tidak ada sesembahan yang 30:41 maha sempurna. 30:43 Tidak ada sesembahan yang 30:47 apa yang e ya yang tidak memiliki cacat 30:51 illallah kecuali Allah. Tuh gitulah. 30:54 Maka oleh sebab oh bisa dipahami. Jadi 30:58 lailahaillallah ilaha juga menjadi multi 31:02 multifsir. 31:03 Multsir 31:04 multitafsir. Tapi maksudnya intinya 31:06 tidak ada Tuhan yang sempurna kecuali 31:11 Allah. Adapun Tuhan selain Allah ya 31:14 tidak sempurna. 31:16 Tidak ada ee Tuhan yang maha kuasa 31:21 kecuali Allah. ada sesembahan juga tapi 31:24 tidak berkuasa 31:26 gitu loh ya. Jadi oleh sebab itu, maka 31:29 oleh sebab itu tidak ada yang 31:32 ee tidak memiliki apa tidak ada yang ee 31:36 ya tidak ada yang sempurna ee kecuali 31:39 yang sempurna itu Allah gitu ya. Nah, 31:42 itu pengertian daripada lailahaillallah. 31:44 Apakah oleh sebab itu para ulama 31:46 membahasnya lama gitu mengurai sehingga 31:49 penafsiran-penafsirannya 31:51 ada yang hanya mengatakan la ma'buda haq 31:55 illallah. Tidak ada sesembahan yang hak 31:58 kecuali Allah. Namun kemudian tadi 32:00 ketika dibandingkan di mananya Allah 32:02 maha maha kuasa, sesembahan lain mah 32:04 tidak kuasa. Allah maha maha ilmu, maha 32:07 mengetahui. Kalau ini mah enggak 32:09 akhirnya oh akhirnya lailaha itu 32:12 maksudnya tidak ada Tuhan yang sempurna 32:15 kecuali Allah. Tidak ada yang maha 32:18 pengampun kecuali Allah. Tidak ada yang 32:22 maha menerima tobat kecuali Allah. 32:25 Adapun sesembahan lain tidak bisa 32:27 menerima tobat, tidak bisa memberikan 32:30 tobat, gitu. Makanya hanya Allah. 32:33 Demikian saya kira sebagai pengantar 32:35 kajian kita pada sore hari ini. 32:37 Wasallallahu ala nabiyina Muhammadin. 32:40 Wallahu aam bisawab. 32:44 Wallahuam bisawab. Alhamdulillahirabbil 32:46 alamin. Jazakumullah khairan kasiran 32:48 khairan kasiran Ustaz. 32:49 Oh iya. 32:50 Alhamdulillah kita dapat ilmu baru ya 32:52 tentang lailahaillallahnya. Dapat ilmu 32:54 baru ustaz. 32:54 Nah. Masyaallah. 32:55 Alhamdulillah. Baik, Ikhwan Akhwat, 32:58 silakan kirimkan pertanyaan Anda di 33:00 0811999720. 33:03 Tetap di Radio Silaturahim. Kami akan 33:06 segera kembali. Terima kasih. 33:24 Alhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih 33:25 Iwanawat masih bersama Radio 33:28 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 33:30 menyiarkan 33:32 siaran langsung tausiah sore bersama 33:35 Ustaz Ahmad Saleh dengan tema 33:39 kejelekan orang yang bermuka dua. Tadi 33:42 sudah disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 33:44 dua hadis. 33:47 Saat ini kita akan membacakan 33:48 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk. 33:50 Sebelumnya kita akan menyapa pendengar 33:53 dulu yang sudah masuk. Pertama dari Ibu 33:55 Hani Hufaidah. 33:58 Bismillahirrahmanirrahim. 33:59 Asalamualaikum warahmatullahi 34:01 wabarakatuh, Ustaz. 34:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:03 wabarakatuh. 34:05 Alhamdulillah hadir menyimak tausiah 34:07 sore insyaallah Ustaz Ahmad Saleh dan 34:09 pejuang Rasil selalu sehat walafiat. 34:12 Barakallahu fikum. Amin. 34:14 Kemudian dari Ibu Retno. Alhamdulillah 34:16 Ustaz bisa menyimak tausiah sore Ustaz 34:19 Ahmad Saleh. Syukron pencerahannya 34:21 Ustaz. 34:21 Alhamdulillah. Barakallahu fikum. 34:25 Kemudian ada Ibu Nani. 34:29 Kemudian kita akan bacakan pertanyaan 34:32 pertama dari Ibu Fani. Asalamualaikum 34:37 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 34:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:41 wabarakatuh. 34:43 Ustaz, alhamdulillah menyimak masih 34:45 dalam perjalanan menuju pulang ke rumah. 34:48 Masyaallah, barakallah fikum. 34:50 Semoga Ustaz selalu dalam sehat dan 34:53 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 34:54 Amin. Allahum amin. 34:56 Ustaz, izin bertanya 35:01 tentang puasa Syakban, Ustaz. 35:03 Namam. Ustazkah benarkah tidak boleh 35:06 berpuasa sesudah tanggal 15 Syaakban dan 35:09 bagaimana dengan puasa sunah yang sudah 35:12 biasa dilakukan? Apakah masih boleh 35:14 dilakukan hingga penghujung Syakban, 35:16 Ustaz? Jazakumullah khairan kiram. 35:19 Masyaallah. Sesungguhnya larangan itu 35:21 atau kemakruhan puasa 35:25 setelah nisfu Syakban 35:28 itu untuk menghindari dugaan 35:31 bahwa nanti dia puasa Ramadannya 45 hari 35:36 [tertawa] 35:37 atau 40 hari atau 35 hari. 35:40 Itu semua menjadi hilang kemakruhan dan 35:44 keharamannya 35:45 jika memang dia sudah terbiasa puasa. 35:50 gitu loh. Misalnya puasa Senin Kamis 35:52 terus Senin Kamis. Jadi tidak diduga 35:55 mulai puasa Ramadannya sejak Syakban 35:58 gitu loh. Jadi oh dia puasa oh itu 36:01 setengah sudah tanggal 20 Syakban juga 36:04 masih puasa yang terbiasa kok Senin 36:06 Kamis 36:07 apa namanya terbiasa dia puasa yang lain 36:10 gitu loh. Nah, maka pengharaman itu atau 36:14 kemakruhan itu artinya supaya tidak apa 36:18 namanya keder orang sudah apa supaya 36:21 tidak salah menilai. Karena kan begini, 36:25 makanya puasa itu harus rukyat. 36:29 Nah, jadi oh pokoknya saya mau puasa 36:31 puasa aja. Nanti orang menduga dia sudah 36:34 mulai puasa padahal baru besok puasanya 36:37 gitu loh. Maka apa sumuluyatihi wairu 36:42 liruyatihi. Nah, jadi kalau terbiasa 36:45 dengan puasa sunah itu tidak ada 36:48 masalah. Nah, hanya bagi mereka yang 36:51 tidak apa tidak membiasakan puasa sunah 36:54 tiba-tiba dia puasa aja tanggal 16 36:57 Syakban atau 20 Syakban. Nah, itu 37:00 dilarang supaya tadi jangan sampai ada 37:03 pemahaman seperti karena kan orang yang 37:06 rajin puasa itu masih belum belum merata 37:11 apa dulu dulu itu gitu loh. Begitu juga 37:14 sekarang gitu. Nah, maka oleh sebab itu 37:16 supaya tidak ee dianggap mendahului 37:19 puasanya 37:21 ee karena kenapa? Karena puasa itu juga 37:24 simbol persatuan. Maka diupayakan 37:26 serentak tuh puasa tuh bahwa kemudian 37:29 ada yang mendahului. Oke, itu adalah 37:31 dalam upaya-upaya untuk penyeragaman 37:33 tapi ada pembelajaran-pembelajaran dulu 37:36 kan gitu. Oh, menurut kelompok A 37:40 puasanya tanggal sekian. 37:44 Menurut kelompok B puasanya mulai 37:46 tanggal sekian. Sama-sama menentukannya 37:49 1 Ramadan. 37:51 Hanya 1 Ramadannya ditentukannya tanggal 37:53 18. I 37:57 menentukan tanggal 37:59 kita serahkan dulu kepada Allah sambil 38:01 berdoa terus perbedaan-perbedaan tu di 38:04 mana sih sesungguhnya gitu loh ya tentu 38:07 tidak orang awam sih tidak diajak dulu 38:09 berpikirlah orang awam yang penting 38:11 supaya puasa benar dulu gitu. Nah 38:14 orang-orang alimnya orang-orang 38:15 berilmunya gimana diskusi terus bahwa 38:19 kemudian sampai kiamat tetap beda. Ya 38:21 udah serahkan pada Allah kan begitu ya. 38:24 Nah, jadi kembali lagi pada persoalan. 38:27 Jadi memang ada larangan ya, larangannya 38:30 untuk tidak berpuasa setelah nisfu 38:33 Syakban. 38:35 Nah, larangan itu ada yang memaknai 38:37 haram, ada yang memaknai makruh. Tapi 38:41 sekali lagi, kemakruh kemakruhan dan 38:44 keharaman itu menjadi hilang ketika kita 38:48 terbiasa puasa sunahnya 38:51 sejak sebelum Syakban gitu. Jadi sebelum 38:54 Syakban kita sudah puasa sunah terus 38:57 terus. Demikian yang dapat saya jawab. 39:00 Wallahuam 39:02 bisawab. 39:04 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Fan 39:07 semoga dapat menjawab. Berikutnya 39:09 pertanyaan yang kedua datang dari Bapak 39:12 Abdullah. Asalamualaikum warahmatullahi 39:14 wabarakatuh Ustaz. 39:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:17 wabarakatuh. 39:18 Jazakumullah khairun kiron ilmunya, 39:20 Ustaz. Wyakum jazakumullah khair. 39:25 Ustaz izin bertanya. 39:27 Namam. 39:29 Jika seseorang bekerja 39:33 kemudian 39:35 mempunyai pendapat ketika 39:37 dimusyawarahkan 39:38 pendapatnya tidak dimufakati, 39:42 maka ketika 39:46 disepakati oleh pimpinan. Nah, namun 39:51 yang tidak disepakati itu di dalam 39:53 hatinya dia tidak tidak 39:58 menerima. 39:59 Hm. 39:59 Tapi yang sudah disepakati 40:02 ee di di depan dia bilang iya, tapi di 40:05 dalam hati dia tidak sepakat. Itu 40:07 bagaimana? Apakah itu termasuk bermuka 40:09 dua, Ustaz? 40:10 Oh, iya. Jadi kalau kemudian dalam 40:13 sebuah argumentasi ya, ada musyawarah 40:16 misalnya 40:17 Iya. Kita punya pendapat, orang lain 40:20 punya pendapat. Pendapat kita tidak 40:22 diterima. Yang diterima pendapat orang 40:25 lain. 40:26 Itulah bermasyarakat. Jadi pimpinan 40:29 punya hak mutuskan. 40:31 Kita meskipun kita tidak suka, tidak 40:33 nerima, maka kata samina wa'na. Nanti 40:37 kalau ternyata argumentasi kita nih 40:39 kuat, bisa jadi nanti di perjalanan 40:42 pimpinan juga akan berubah gitu loh. 40:44 Kalau ternyata pendapat kita ini yang 40:47 benar. gitu loh. Nah, argumentasi sudah 40:49 dikemukakan gitu. Nah, tetapi kemudian 40:52 sama-sama kuatnya pendapat kita tidak 40:54 diterima, pendapat orang lain diterima. 40:57 Pendapat itu bukan kemutlakan. 41:00 Itu dalam bermasyarakat itu begitu. Oh, 41:03 misalnya sudah usul aja enggak diterima. 41:05 Ya memang karena orang lain juga usul 41:08 gitu loh ya. Jadi maka kenapa kalau 41:11 dalam bahasa hadis itu uktum haqqohum 41:14 berikanlah haknya kepada pimpinan, 41:16 kepada khalifah biar di mereka yang 41:19 memimpin. Nah, para sahabat bertugas 41:23 memeras pemikiran ngasih 41:24 masukan-masukan. 41:26 Bahwa ngasih masukan itu tidak harus 41:29 dianggap paling benar. Tuh, jadi kita 41:32 ini ibadah. ngasih masukan tuh ibadah 41:35 gitu loh. Diterima atau ditolak sama 41:38 ibadah pada Allah kok gitu loh. Enggak 41:41 diterima ya alhamdulillah. Diterima ya 41:44 alhamdulillah juga gitu loh. Nah maka 41:47 kebiasaan ini yang harus ditanamkan. 41:50 Jadi Heeh. lapang dada itu jangan sampai 41:52 nanti oh pendapat kita yang paling benar 41:55 ya menurut kita paling benar 41:57 gitu loh tapi menurut orang lain punya 41:59 alasan lain. Nah, maka oleh sebab itu 42:02 argumentasi siapkan gitu loh. 42:04 Argumentasi-argumentasi. 42:06 Tapi kemudian meskipun argumentasi kita 42:09 kuat tapi sulit dilaksanakan, 42:12 pimpinan boleh merubah. H 42:14 tuh. Iya kan? Oh iya ini masuk akal nih. 42:17 Tapi susah ngelaksanakannya. 42:19 Nah, maka yang gampang dilaksanakan 42:21 kadang yang diterima 42:23 gitu loh. Jadi kehidupan itu tidak 42:25 melulu berdasarkan pemikiran kita gitu 42:29 ya. Jadi ada beberapa yang di luar 42:32 pertimbangan kita justru oleh pimpinan 42:35 itu dipertimbangkan 42:37 ya itu masyaallah dalam bermasyarakat 42:40 itu begitu apalagi dalam hidup berjamaah 42:42 itu begitu ya operas saya dalilnya 42:45 paling kuat ini paling ini tapi kok 42:47 ditolak gitu. Iya, Mas. Karena itu belum 42:51 bis belum bisa dilaksanakan. 42:55 Nuntut saya apa namanya potong tangan 42:58 bagi pencuri. Dalil-dalilnya kuat ini. 43:01 Iya, saya tahu memang itu kita mengarah 43:04 ke sana tapi sekarang mah belum bisa 43:06 dilaksanakan. Kan begitu. 43:08 Iya. 43:09 Akhirnya tidak diterima tuh. Yang 43:11 diterima tidak dilaksanakan. 43:14 Nabi juga kan kata Quran yang pencuri 43:17 laki-laki kan dipotong. Tapi Nabi juga 43:19 tidak serta-ma langsung memotong. Bahkan 43:22 Nabi pernah melarang memotong tangan 43:25 tuh. Kenapa? Karena ilatnya enggak pas, 43:28 belum ketemu gitu loh. Belum dong gitu 43:31 loh. Nah, sekarang itu oh masih ini dan 43:34 ini. Kenapa di musim paceklik itu tidak 43:37 diterapkan? 43:39 Ya, ya Rasulullah kan mestinya ini 43:41 dipotong tangan. Kalau nabinya ini 43:45 masyaallah kalau para sahabatnya enggak 43:47 tawadu mungkin begitu gitu ya. 43:49 Nabi kan tahu meskipun Allah 43:52 memerintahkan tetapi ini masih musim pa 43:55 ceklik jadi normal ee psikologi 43:59 normalnya tidak berjalan maka tidak di 44:03 tidak dipraktikkan. Tuh di zaman Umar 44:06 bin Khattab juga begitu. Jadi ilatnya, 44:09 tinjauan dari berbagai sisinya itu harus 44:12 diperhatikan. 44:14 Jadi seakan-akan kalau gitu Nabi tidak 44:16 ngamalkan ya 44:17 h 44:18 tidak ngamalkan Quran. Memang berani 44:20 kita ngomong begitu. [tertawa] 44:22 Nah rupanya oh Nabi itu justru ngajarkan 44:27 oh ini loh ilmu yang harus kita kuasai 44:30 ini dan ini gitu ya. Baik saya kira itu 44:33 saja. Jadi sekali lagi tidak ber apa ee 44:37 boleh saja kita mengguru tu ah pokoknya 44:40 tapi tetap harus taat kepada keputusan 44:43 gitu ya. Meskipun sekali lagi keputusan 44:46 kita yang tidak diambil boleh menggerutu 44:49 awal-awal mah gitu loh. Tapi tidak boleh 44:52 menghalangi penerapan atas keputusan 44:57 pimpinan gitu ya. Demikian yang dapat 45:00 saya jelaskan. Wallahu aam bisawab. 45:05 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 45:07 Abdullah semoga dapat menjawab. 45:09 Berikutnya pertanyaan ketiga dari Bapak 45:12 Arwin. Bismillahirrahmanirrahim. 45:15 Asalamualaikum warahmatullahi 45:16 wabarakatuh. 45:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:19 wabarakatuh. 45:20 Terima kasih Ustaz atas tausiah dan 45:23 nasihatnya. Semoga Ustaz dan pejuang 45:26 dakwah serta pendengar hasil selalu 45:29 dalam keadaan sehat. 45:31 dan dalam lindungan Allah subhanahu wa 45:33 taala. 45:33 Amin. Amin. Allahum amin. Barakallahu 45:35 fikum. 45:36 Ustaz, izin bertanya ee di luar tema, 45:39 Ustaz. Apakah hukumnya orang Islam yang 45:41 tidak mengikuti salah satu mazhab dalam 45:44 beribadah? Ustaz, terima kasih atas 45:46 jawabannya. 45:47 Naam. Saya akan kasih jawaban dua. 45:51 Pertama, tidak boleh. 45:53 Jadi, artinya harus bermazhab. 45:55 Iya. 45:56 Tapi yang kedua tidak harus bermazhab. 45:59 Terus gimana jawabannya, Ustaz? Kok 46:01 begini, kalau kita kategorinya awam 46:05 ngikuti pendapat ulama. Kata ulama 46:08 begini begini, "Oh, ya sudah ikut gitu 46:10 kan. Antum atau kita semua belum ngerti 46:13 ilmu hadis, belum ilmu tafsir, belum 46:15 ngerti ushul fikih, belum ah jadi 46:18 bingung kalau Nah, kal tapi bagi mereka 46:21 yang sudah bisa nyaring, bisa ee bisa 46:24 komparasi mengadakan 46:26 perbandingan-perbandingan 46:28 gitu loh, maka bagi mereka sekali lagi 46:31 bagi mereka apalagi sudah kategori 46:33 muztahid tidak harus ber apa? tidak 46:36 harus mengekod bermazhab. Meskipun juga 46:39 rata-rata orang ulama saja masih 46:42 bermazhab. 46:44 Kadang begitu ya, kadang. 46:45 Nah, bagi mereka ee apa namanya yang 46:49 sekali lagi seperti kita orang-orang 46:51 awam ya sebaiknya ikut ulama lah. Yang 46:54 dikategorikan mazhab itu adalah ikut 46:56 ulama gitu loh ya. Sebagaimana kita 46:59 berobat. 47:01 Kan kita enggak pernah nanya ini kenapa 47:03 3* 1, kenapa ini satu sendok 47:07 atau apa sih di dalam obat ini isinya? 47:10 Pokoknya udah makan makan aja di minum 47:13 aja. 47:14 Nah kita ini seperti orang awam berobat. 47:17 Iya 47:18 ikut aja apa kata dokter gitu loh. Tidak 47:21 pernah membantah kita 3* 1 3* sat bagi 47:25 mereka yang berobat pasien orang awam. 47:28 Tapi kalau pasiennya apoteker, [tertawa] 47:31 e kalau pasiennya juga dokter ya tidak 47:33 harus nanya gitu loh ya. Tidak harus 47:36 nanya kenapa ini begini? Karena dia 47:38 sendiri yang bikin, "Oh, ini obat ini, 47:39 obat ini, obat ini," gitu ya. Nah, 47:42 begitu juga dalam beragama ya. Kita 47:44 kalau orang awam tidak ngerti tentang 47:47 ilmu apoteker, gitu, maka kita ikut 47:51 ulama yang terpercaya. 47:54 Ah, kalau kita kan bisa belajar sendiri. 47:56 Iya, belajar aja, belajar dulu yang 47:58 benar. Nanti kalau sudah kategorinya 48:00 mujtahid, baru tuh bikin obat sendiri 48:03 gitu loh. Tapi kalau belum kategori 48:06 mujtahid ya ngikut aja pendapat ulama 48:09 gitu ya. Demikian ya yang dapat saya 48:11 jelaskan. Wallahu aam bisawab. Ah perlu 48:15 saya tambahkan karena begini ya. Tapi 48:18 sesungguhnya meskipun jawabannya boleh 48:21 atau tidak boleh tetap aja fleksibel. 48:25 Jarang orang yang komitmen satu mazhab. 48:27 Jarang. [berdehem] 48:30 Misalnya kita mazhab Syafi'i 48:33 kalau mau naik haji kan bidah dulu 48:35 mazhab. [tertawa] 48:37 Karena aduh mazhab Syafi'i batal nih, 48:39 Pak. Ini apa wudunya? Kalau lagi tawaf 48:43 lagi aduh batal lagi ya. Akhirnya suruh 48:46 kata ustaznya sudah pindah dulu aja 48:48 mazhabnya. Tuh. Jadi pada akhirnya mau 48:51 diributkan bagaimana? Pada faktanya 48:53 begitu. gitu loh ya. Sudah pada intinya 48:57 adalah fleksibel tapi sekali lagi kita 49:00 tetap berpegang teguh kepada pendapat 49:02 ulama dan rata-rata sependapat-pendapat 49:06 yang kita temukan itu sudah ada di 49:08 pendapat-pendapat ulama terdahulu gitu 49:12 loh ya. Nah, hanya kita mengembangkan 49:14 saja gitu ya. Demikian wallahuam 49:18 bisawab. 49:19 Wallahuam bawab. Demikian Bapak Arwin 49:22 semoga dapat menjawab. Jadi intinya 49:24 semua mazhab satu agama, agama Islam. 49:28 Betul. Jadi begini, kenapa di Indonesia 49:31 lebih cocok mazhab Syafi'i? 49:33 Iya. 49:34 Nah, karena memang lebih membuminya di 49:38 Indonesia. 49:38 Iya, lebih cocok. 49:39 Tapi kalau di Afrika, mazhab Syafi'i 49:41 bahkan tidak cocok. 49:43 Iya. Nah, di Saudi misalnya lebih 49:45 cocoknya mazhab Ahmad bin Hambal gitu 49:49 loh. Jadi tidak bisa ditetapkan ini ini 49:52 gak. Kadang juga Imam Syafi'i kan ada 49:56 kaul qadim, ada kaul jadid juga gitu 49:59 loh. Maka oleh sebab itu menarik 50:02 perkembangan fikih itu gitu. Nah, nanti 50:05 kemudian fikih itu menjadi lintas 50:07 mazhab. bisa jadi lintas mazhab karena 50:11 dia misalnya sekian tahun hidup di 50:13 Indonesia tugas ke Afrika. Ah, saya maan 50:18 mazhab Syafi'i. Saya pertahankan mazhab 50:20 Syafi'i di sana. Di Afrika susah air 50:24 misalnya kalang ini harus wudu, harus 50:27 bersentuhan kulit harus wudu. Susah 50:30 akhirnya. Maka mau tidak mau tadi sekali 50:33 lagi maka apalagi zaman sekarang zaman 50:37 yang bisa berubah-rubah 50:39 ya. bisa berubah-rubah tuh karena ada 50:41 tugas ee apa ada ee tugas gitu dari 50:46 perusahaan atau tugas negara atau dan 50:48 lain sebagainya. Maka kemudian kita bisa 50:51 berubah-rubah mazhab gitu ya. Demikian 50:53 ada kajiannya ustaz ee fikih lintas 50:56 mazhab ada kajiannya. Oh iya betul. Ada 50:58 muqaranah a jadi mazahibul arbaah ya 51:02 mazhab-mazhab yang empat ya atau ada 51:05 muqaranah perbandingan ya perbandingan 51:08 mazhab itu ada juga ya demikian. 51:11 Wallahuam bawab. 51:13 Wallahuam bawab. Demikian baik kami akan 51:16 rehat sejenak tetap di nada takwa. 51:19 Setelah nada takwa berikut kami akan 51:22 segera kembali. Terima kasih. 51:40 Bismillahirrahmanirrahim. 51:42 Terima kasih Iwan Awat masih bersama 51:44 Radio Silaturahim. Saat ini Anda sedang 51:47 menyaksikan siaran siaran live tausiah 51:51 sore bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan 51:53 tema kejelekan orang yang bermuka dua. 52:00 Yang bergabung 52:02 Ibu Sri. Alhamdulillah, Ustaz 52:06 Kiai, Ustaz Ahmad Saleh selalu sehat 52:09 selalu. 52:10 Amin. Allahum amin. 52:12 Kemudian 52:17 Ibu Nani, alhamdulillah menyimak. 52:21 Kemudian Bapak Rohili 52:23 di Bantar Gerbang. Alhamdulillah 52:25 menyimak, Ustaz. 52:29 Kemudian pertanyaan dari 52:33 Ibu Siti, Ustaz. 52:35 Naam. 52:36 Asalamualaikum warahmatullahi 52:37 wabarakatuh. 52:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:40 wabarakatuh. 52:42 Terima kasih Ustaz atas tausiahnya. 52:45 Semoga Ustaz selalu ditambahkan 52:47 kesehatannya. 52:48 Amin. Allahum amin. 52:50 Sampai pulih seperti sediakala. 52:52 Amin. Amin. Amin. Masyaallah. Barakallah 52:55 fik. 52:57 Ustaz, izin bertanya. 52:59 Naon? 53:00 Apabila kita baik kepada orang yang 53:02 saleh, H 53:04 namun kita tidak baik kepada orang yang 53:06 tidak baik kepada kita, 53:08 hmm 53:10 apakah itu termasuk bermuka dua? Atau 53:12 misalnya kita baik baik kepada orang 53:15 yang tidak merokok, tapi tidak baik 53:17 kepada orang yang merokok. Bagaimana, 53:18 Ustaz? Apakah termasuk orang yang 53:20 bermuka dua, Ustaz? Iya. Iya. 53:21 Masyaallah. La haula wala quwata ill. 53:24 Nah. Tayib. Baik. Untuk tingkatan 53:27 tertentu sebaiknya sama sikap kita 53:31 kepada ahlut taah. Sama juga berhadapan 53:35 dengan ahlul nasih. 53:37 Tapi dalam tingkat yang berbeda, kadang 53:40 kita mendudukkan persoalan sesuai dengan 53:44 apa yang dia lakukan. Kalau dia baik, 53:46 kita baik. Kalau dia jelek sama kita, 53:49 kita juga jelek. Ya, itu enggak ada 53:51 masalah. Enggak ada masalah. karena 53:53 memang ee setimpal. Tapi sekali lagi 53:56 makam yang paling mulia adalah kita 54:00 menyamakan, memuliakan kedudukan baik 54:02 orang yang taat maupun orang yang berma 54:05 bermaksiat. 54:06 Kepada ahlul takwa kita hormat, kita 54:10 cinta. Kepada ahlu maksiat juga kita 54:13 cinta meskipun tidak hormat gitu ya. 54:17 Kenapa cintanya? Karena cinta itu 54:20 begini. 54:22 Kepada orang ahl dusta, kita 54:24 mencintainya dengan cara menasehatinya. 54:28 Kamu jangan bohong melulu. Saya juga 54:30 tahu kamu bohong. Ya begitulah. Itu 54:33 mencintainya juga gitu loh. Sikapnya 54:36 beda kan dengan orang jujur. Oh, 54:37 alhamdulillah terima kasih ya. Ee 54:40 alhamdulillah terima kasih ya atas 54:41 informasinya kepada orang jujur tuh. 54:44 Adapun kepada orang pendusta kita tahu 54:47 persis di hadapan kita kok kejadiannya. 54:50 malah dia membuat cerita yang ada 54:52 mengada-ngada. Nah, udah udah udah udah 54:54 kamu jangan mengada-ngada. Bohong itu. 54:57 Saya kan ada waktu kejadian gitu 55:00 misalnya. Nah, itu juga menyayanginya 55:02 dengan cara menasehatinya. Jadi sekali 55:05 lagi kalau makam kepada ahl taah kita 55:09 berbaik baik kepada makam ahlul maksiat 55:13 kita juga berbuat baik. seperti tadi 55:15 nasihati. Tapi pengertian pengertian 55:19 yang berbeda adalah kepada ahl taah kita 55:21 berbuat baik, kepada ahlul maksiat kita 55:24 juga menyesuaikan dengan kejelekan dia 55:27 gitu loh ya. Kan kalau dia mukul boleh 55:30 mukul lagi gitu loh. Boleh mengkisos. 55:34 Heeh. Mukul pukul lagi. Nyubit cubit 55:36 lagi. Tapi kalau makamnya sudah tinggi 55:39 kita dia nyubit kita maafkan. Oke. 55:43 Bahkan kita doakan. tuh kan beda itu. 55:47 Nah, maka oleh sebab itu kita menggapai 55:50 tingkat yang paling tinggi. Tapi kalau 55:53 belum bisa menggapai tingkat yang paling 55:55 tinggi ee makam yang wajar gitu loh ya. 56:00 Ee jadi masyaallah Rasulullah sallallahu 56:02 alaihi wasallam itu tidak pernah ee apa 56:05 namanya membenci orang yang membenci 56:08 dirinya. Coba yang membenci Rasulullah 56:12 tidak beliau benci. 56:14 Tapi kalau sudah mengkhianati Allah, 56:17 sudah mengkhianati Islam, Nabi juga 56:20 ngasih apa? Penekatan gitu loh. Nah, ini 56:23 yang menarik ya. Maka oleh sebab itu, 56:25 sekali lagi kita mohon kepada Allah agar 56:27 kita memperlakukan 56:30 setiap manusia itu dengan kebaikan. 56:33 Karena memang itu sikap Allah. Allah itu 56:36 selalu apa namanya? Memberi sikap baik 56:39 kepada siapapun, kepada orang kafir, 56:42 dikasih harta. Kepada orang taat dikasih 56:45 harta, 56:46 kepada orang taat dikasih anak, kepada 56:49 orang kafir dikasih anak, bahkan belum 56:52 nikah juga dikasih anak kan gitu. Nah, 56:55 maka oleh sebab itu, oh iya ya. 56:57 Masyaallah. Nah, tuh tapi sekali lagi 56:59 kalau kita di makam normal ya boleh 57:02 saja. Ada orang mukul pukul lagi. Ada 57:06 orang misalnya nyopet 57:09 diminta lagi gitu loh. Tapi kemudian ada 57:12 orangnya nyopet sudah kasihkan aja. Udah 57:14 saya bawa-bawa sana. Oh dia nyopet 57:17 ketangkap sama kita. Duitnya R5 juta 57:20 dicopet tuh. Ya sudah bawa kasih makan 57:23 istri dan anakmu saya rida. Bisa begitu. 57:26 No enggak harus diurus. Nah bagi makam 57:29 yang berbeda harus diurus. polisikan itu 57:32 dipolisikan. 57:33 Nah, jadi kehidupan itu begitu 57:36 pilihan-pilihan gitu loh. Dan hukum 57:38 tidak disamaatakan 57:42 kalau kemudian kita rida kan enggak jadi 57:44 masalah. 57:45 Iya 57:45 ya kan tidak ada problem dia nyuri yang 57:48 penting kita rida diri biarin aja 57:52 [tertawa] 57:52 dia nyuri dipolisikan juga ee bisa 57:55 tetapi jadi masalah kan gitu. Nah, maka 57:58 bahkan bisa jadi mohon maaf ada orang 58:00 nyuri itu bersyukur pada Allah. Ketika 58:04 dia dicuri, alhamdulillah ternyata harta 58:06 saya ada yang masih membutuhkan gitu loh 58:09 ya Allah ampuni hamba. Maka malah dia 58:11 yang minta ampun padahal dia yang 58:13 dicuri. Nah, tapi juga ada yang 58:16 mempersoalkan persoalan-persoalan. Tapi 58:18 intinya adalah dunia itu supaya baik. 58:21 Tidak ada yang mencuri gidel ya. Juga 58:24 tidak ada dendam. Ada yang mencuri tapi 58:28 kemudian tidak dendam yang dicuri. Udah 58:30 enggak apa-apa 58:31 dibawa aja ya. Jangan bilang-bilang ya 58:34 sudah saya rida. 58:37 Eh begitu. Maka oleh sebab itu 58:39 sesungguhnya kalau kita lihat perspektif 58:42 ajaran Nabi kepada petani 58:45 itu indah sekali. Hanya saja kemudian 58:48 kalau semuanya begitu juga masalah. Kan 58:51 begini, kalau kita nanam padi kemudian 58:55 dimakan burung. 58:57 Iya, 58:57 gitu ya. Dimakan burung karena kita 59:00 tidak mampu menjaga sawah itu sepanjang 59:03 masa. Tapi apa kata Nabi itu dicatat 59:06 sedqah. 59:09 Dimakan burung sedekah itu bahkan 59:12 dimakan tikus sedekah. 59:14 Tuh. Kalau pemahamannya sudah seperti 59:16 itu, maka sudah dia boleh dibilang biar 59:20 tapi kan semuanya tidak siap begitu. 59:22 Iya. Iya. 59:22 Maka bikin bebegig apa bebegig itu ya 59:25 lambang untuk mengusir burung gitu loh. 59:29 Itu karena makamnya itu makam makam 59:31 makam tidak ingin dicuri. Tapi bagi 59:34 mereka yang makamnya makam ingin 59:36 bersedekah dibiarkan. 59:39 Dia punya kebun pintunya enggak dikunci. 59:43 Biar orang masuk mentik ini silakan gitu 59:47 loh. Jadi ujian juga gitu. Kekak saya 59:51 tuh ingat tu 59:54 di kebunnya itu 59:57 apa aja ada sowo hitam, sowok merah ah 1:00:01 pokoknya banyaklah gitu loh. Tapi 1:00:04 orang-orang enggak berani ngambil. 1:00:08 Ada satu ee apa namanya? bukan anekdot 1:00:11 ya, satu ee ee slogan yang beredar di 1:00:15 masyarakat. Saya waktu itu masih kecil, 1:00:17 masih SD, tinggal sama kakek, 1:00:20 jangan ngambil ee buah di Mama Ajengan 1:00:24 nanti kamu diyasinkan gitu. [tertawa] 1:00:28 Diyasinkan. Jadi rupanya ada pemahaman 1:00:31 kalau ada orangnya nyuri diyasinkan 1:00:34 tahu-tahu perutnya bengkak gitu loh. 1:00:37 Jadi makanya orang-orang pada enggak 1:00:39 berani. Oh, saya bilang begitu ya gitu 1:00:43 loh. P teman-teman cerita saya aja kan 1:00:45 enggak tahu hanya teman-teman cerita, 1:00:48 "Eh, jangan ngambil buah-buahan di kebun 1:00:50 mama ajengan katanya. Nanti kalau ini 1:00:53 kamu diyasinkan. Kalau diyasinkan nanti 1:00:56 perutmu bisa bengkak bisa ini." Oh. Nah, 1:00:59 jadi ee salah satunya mitos itu boleh 1:01:04 dibilang mitos ya atau memang 1:01:05 kepercayaan 1:01:08 itu menjadi alat gitu loh untuk keamanan 1:01:12 gitu. Padahal kakek saya kalau pan 1:01:14 dibagi-bagi terutama misalnya ada orang 1:01:16 yang beli beli diilayani yang beli 1:01:18 dilayani. Tapi kalau di belinya ini 1:01:21 untuk obat ajengan. Oh ya udah ambil aja 1:01:24 enggak bayar kalau untuk obat. Tuh itu 1:01:27 tuh kakek saya tuh. Masyaallah. 1:01:28 Barakallahu fikih. Masyaallah ya. Nah, 1:01:31 ee seperti itulah kurang lebih jawaban 1:01:33 yang dapat saya kemukakan. Wallahu alam 1:01:36 bisawab. 1:01:38 Wallahuam bawab. Demikian Ibu Siti 1:01:40 semoga dapat menjawab. Berikutnya 1:01:45 pertanyaan dari Bapak Abdul Malik. Ustaz 1:01:48 naam. 1:01:48 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:49 wabarakatuh Ustaz. 1:01:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:52 wabarakatuh. 1:01:53 Jazakumullah khairan kirmunya. 1:01:58 Ustaz, di Al-Qur'an banyak 1:02:01 ayat yang berisi tentang 1:02:04 wama yusiruna wama ylinun. Apa yang 1:02:07 dirahasiakan atau disembunyikan dan apa 1:02:10 yang di jelaskan. Salah satunya di surah 1:02:13 Annahl. Azubillahiminasyaitanirrajim. 1:02:17 La jaroma annallaha yalamu maa yusirruna 1:02:20 w ylinun. Innahu la yuhibbul 1:02:23 mustakbirin. 1:02:25 Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya 1:02:27 Allah mengetahui apa yang dirahasiakan 1:02:30 dan apa yang mereka tampakkan. 1:02:32 Sesungguhnya orang sesungguhnya Allah 1:02:34 tidak menyukai orang-orang yang sombong. 1:02:36 Nam 1:02:37 pertanyaannya, Ustaz eh kata ma 1:02:40 yusirruna wama yullinun. Apa yang 1:02:42 dirahasiakan atau yang ditampakkan itu? 1:02:46 Apakah ini ada hubungannya dengan 1:02:48 bermuka dua, Ustaz? Jazakumullah khair 1:02:51 nam. Masyaallah. La haula wala quwwata 1:02:53 illa billah. Jadi hubungannya bisa 1:02:55 dengan bermuka dua, bisa juga dengan 1:02:58 riaan wasumatan. 1:03:01 Riya kan susah tidak ditampak ke apa. 1:03:04 Tapi itu kan diterb khof khofi gitu. 1:03:08 Maka di situ Allah tidak yastagfirun 1:03:11 kepada orang-orang yang sombong. Karena 1:03:12 riya bagian dari kesombongan gitu loh. 1:03:15 Maka berlaku apa saja dengan rian 1:03:19 ingin dilihat atau sumatan ingin 1:03:22 didengar tadi tu. Maka oleh sebab itu, 1:03:25 kenapa harus ikhlasan lillahi tabaraka 1:03:27 wa taala? Kenapa para ulama mensyaratkan 1:03:31 bahwa ibadah itu jika ingin diterima? 1:03:33 Pertama al-ikhlasu lillah. 1:03:36 pertama ikhlas karena Allah. [mendengus] 1:03:39 Yang kedua, ittiba atau masyruun 1:03:43 yang disyariatkan atau ikut kepada Nabi 1:03:46 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 1:03:49 Dalam dalam ria itu, RI itu justru yang 1:03:51 ditakutkan oleh Rasulullah 1:03:53 gitu loh ya. Ee apa namanya? RI ee jadi 1:03:59 ee 1:04:01 ri 1:04:03 syirik yang yang kecil. 1:04:05 Syirik kecil. Ada kan syirik itu juga 1:04:07 ada tingkatannya. 1:04:09 Ada syirik akbar, ada syirik asghar. 1:04:12 Kenapa? Makanya neraka ada tingkatannya, 1:04:15 surga ada tingkatannya. Karena syirik 1:04:16 pun ada tingkatannya, 1:04:19 iman juga ada tingkatannya, kan gitu. 1:04:22 Nah, misalnya ee tingkatan adaful iman. 1:04:26 Iman selemah-lemah iman gitu. Karena ee 1:04:29 itu membenci dengan hati, membenci 1:04:32 kemungkaran dengan hati itu 1:04:33 selemah-lemah iman. Nanti ada iman yang 1:04:36 paling kokoh, paling kuat. Syirik juga 1:04:38 sama ada tingkatannya. Jadi neraka juga 1:04:41 ada tingkatannya. Ada syirik asghar, ada 1:04:44 syirik akbar. Syirik akbar tidak 1:04:47 mengakibatkan lagi keluar dari neraka 1:04:50 gitu. Kholidun fiha. Tapi kalau syirik 1:04:53 asghar masuk tuh neraka. Tapi masih ada 1:04:56 harapan untuk bisa kelu keluar. Nah, ee 1:05:00 akhfa ya syirik asghar yaitu riya itu 1:05:04 adalah yang paling ditakutkan oleh 1:05:06 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:05:08 Karena apa? Karena tadi saking tidak 1:05:11 kelihatannya seperti ee semut hitam 1:05:15 berjalan di atas ee batu hitam di 1:05:18 kegelapan malam. Ah, susah mendeteksinya 1:05:21 gitu. Nah, tiba tiba-tiba dirasakan. 1:05:24 Orang ikhlas bisa merasakan ria, tapi 1:05:27 orang yang senantiasa ria tidak bisa 1:05:29 merasakan ikhlas, 1:05:32 gitu ya. Jadi sekali lagi kalau orang 1:05:35 ikhlas bisa merasakan ria, bisa 1:05:37 merasakan sumah'ah tapi orang riya atau 1:05:42 orang sumah'ah tidak bisa merasakan 1:05:44 ikhlas. 1:05:45 Naubillah 1:05:45 gitu. Nauzubillah minzalik. Nah, gitu. 1:05:47 Jadi ya ee oleh sebab itu saya kira ee 1:05:51 apa yang harus kita upayakan yaitu tadi 1:05:54 senantiasa mengikhlaskan ibadah karena 1:05:57 Allah subhanahu wa taala dan senantiasa 1:06:01 mengikuti saran arahan dari Rasulillah 1:06:04 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 1:06:07 Demikian wallahu aam bisawab. 1:06:13 Wallahuam bawab. Demikian Bapak Abdul 1:06:15 Malik semoga dapat menjawab. 1:06:17 Alhamdulillah kita sudah di ujung waktu 1:06:20 ini juga ada dari Bapak Nana Sumarna 1:06:23 menyimak, Ustaz. 1:06:24 Alhamdulillah terima kasih Ustaz ilmunya 1:06:26 dan tausiahnya. 1:06:28 Alhamdulillah. 1:06:28 Baik Ustaz tafadul untuk sebagai 1:06:30 kesimpulan untuk kita semua, Ustaz. 1:06:32 Iya. Kesimpulan yang harus ee yang dapat 1:06:35 dikemukakan bahwa double make 1:06:40 bermuka dua itu hendaknya dihindari. 1:06:43 hendaknya kita menanamkan mendidik untuk 1:06:47 senantiasa istiqamah 1:06:49 berpegang kepada keikhlasan, kejujuran 1:06:53 sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk 1:06:56 bermuka dua. lebih baik kita menggunakan 1:07:00 kata-kata yang semakna ya, kata-kata 1:07:05 kita pilih gitu ya, tetapi semakna gitu 1:07:09 dengan keistikamahan daripada kita harus 1:07:12 bermuka dua gitu, daripada kita harus 1:07:15 berdusta gitu. Maka oleh sebab itu 1:07:18 sekali lagi hendaknya kita membiasakan 1:07:21 diri ya dengan zikir-zikir itu juga 1:07:24 minta diberikan keistiqamahan 1:07:28 ya. Kalau tidak ya tidak. Kalau iya iya 1:07:31 gitu. Jadi tidak mengatakan iya di 1:07:34 hadapannya tidak di belakangnya gitu 1:07:36 loh. Nah maka oleh sebab itu kalau itu 1:07:39 sudah terbiasa maka kita akan bebas akan 1:07:42 ringan menghadapi kehidupan ini. 1:07:44 Termasuk dalam bermasyarakat. termasuk 1:07:47 dalam bekerja ngasih masukan kan ada 1:07:51 brainstorming. 1:07:53 Nah, brainstorming itu apa namanya? Eh 1:07:56 eh brind itu eh storming jadi pengkajian 1:08:02 gitu. Jadi masukan-masukan. 1:08:05 Nah masukan aja bahwa kemudian diterima 1:08:07 atau enggak terserah. Pokoknya saya 1:08:09 menikmatnya ibadah lah gitu loh. Oh 1:08:11 menurut saya begini begini begini. Oh, 1:08:12 iya. Bagus. Terima kasih. Tapi tidak 1:08:14 dipakai ya enggak apa-apa juga gitu ya. 1:08:16 Nah, jadi senantiasa dalam brainstorming 1:08:20 ataupun e apa namanya dalam 1:08:22 istilah istilah Islamnya Ustaz 1:08:24 ya. Ya. Jadi apa ya? Musyawarah. 1:08:27 Heeh. Musyawarah atau muzakarah. Bahkan 1:08:30 kita senantiasa mendahulukan baik sangka 1:08:32 kepada Allah Subhanahu wa taala. 1:08:34 Demikian. Wasallallahu ala nabiina 1:08:37 Muhammadin. Walhamdulillahiabbil 1:08:39 alamin. Wasalamualaikum. 1:08:42 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:46 wabarakatuh. Jazakumullah khair kasiran 1:08:47 ustaz 1:08:48 wikum jazakumullah khair. 1:08:50 Insyaallah kita bertemu di Jumat depan. 1:08:52 Amin. Insyaallah. Amin. Amin. 1:08:53 Amin. Baik, Ikhwan Akhwat. Demikian 1:08:56 tausiah sore dari Ustaz Ahmad Saleh 1:08:58 tentang kejelekan dari orang yang 1:09:01 bermuka dua yang harus kita hindarkan. 1:09:03 Semoga kita bisa menghindarinya. Dan ini 1:09:06 juga kalau kita bisa menghindarinya 1:09:09 merupakan salah satu bekal untuk 1:09:11 memasuki bulan Ramadan. 1:09:12 Namam naam. 1:09:13 Baikot. Semoga bermanfaat. Mohon maaf 1:09:15 atas segala kata. Saya Fauzi Ridwanul 1:09:18 Haq. Mohon undur diri. Subhanakallahumma 1:09:20 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:09:23 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:09:25 Asalamualaikum warahmatullahi 1:09:27 wabarakatuh. 1:09:28 Waalaikumsalam.