Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:55 Rasul TV 1:20 Bismillahirohmanirohim. 1:21 Assalamualaikum warahmatullahi 1:23 wabarakatuh. 1:24 Alhamdulillah wasyukurillah wala haula 1:26 wala quwwata illa billah. Asyhadu alla 1:29 ilaha illallah wahdahu la syarikalahu wa 1:30 asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 1:32 rasuluh. Amma ba'du. 1:34 Masjid Al Banjarluaskan dari Jalan 1:35 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 1:38 Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim untuk 1:41 Islam yang satu. 1:42 Ikhwan dan akhwat para pendengar Radio 1:45 Silaturahim dan juga pemirsa Rasul TV di 1:48 manapun ikhwan akhwat berada senang 1:51 sekali 1:52 kita dapat berjumpa kembali di ruang 1:55 dengar Anda 1:56 dengan program acara tausiah pagi 1:59 bersama Ustaz Umar Rashid Hasan edisi 2:02 hari ini yaitu di hari Kamis di tanggal 2:05 13 Jumadil akhir 1444 Hijriah 2:09 bertepatan di tanggal 5 Januari 2023. 2:15 Ikhwan dan akhwat di pagi hari ini 2:19 insyaallah Ustaz akan membahas masih 2:22 dalam kajian tafsir Ibnu Katsir 2:24 kita akan membahas di Quran surat 2:27 Fussilat surat yang 2:29 ke-41 2:30 dan mengambil di ayat yang ke-34 hingga 2:34 ayat yang ke-35. 2:37 Jadi ada dua ayat yang akan dibahas di 2:39 pagi hari ini dipersilakan ikhwan akhwat 2:42 eh disiapkan untuk Alqurannya. Kita 2:44 doakan semoga kabar ikhwan dan akhwat 2:46 masih dalam keadaan baik dan juga sehat 2:48 walafiat ya. Semoga aktivitas ikhwan dan 2:51 akhwat baik yang aktivitasnya masih di 2:54 rumah maupun yang sedang di kantor di 2:57 tempat pekerjaannya semoga 3:00 Allah memberikan kemudahan kepada ikhwan 3:02 dan akhwat dan selalu kita doakan juga 3:04 bagi ikhwan akhwat yang mungkin hari ini 3:06 juga sedang sakit kita doakan semoga 3:07 Allah memberikan kesembuhan secara 3:09 total. Amin amin ya rabbal alamin. 3:11 Baik kita sapa terlebih dahulu untuk 3:14 narasumber kita pada pagi hari ini. 3:16 Assalamualaikum warahmatullahi 3:17 wabarakatuh Pak Ustaz. 3:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:20 wabarakatuh. 3:21 Kabar sehat walafiat Pak Ustaz ya. 3:23 Alhamdulillahirobbil alamin. 3:24 Walaupun ini ada sedikit agak serak 3:27 Ustaz ya. 3:27 Agak serak ya ya. 3:30 Eh 3:30 Allah ya Karim. 3:31 Ini baru selepas pulang dari Majalengka 3:34 Ustaz ya. 3:34 Ngontrol biasalah ngontrol fisik 3:37 pesantren. 3:38 Ehm. 3:38 Sekarang memang untuk finishing-nya lama 3:41 banget kelihatannya sebab 3:43 hujan mulu kan 3:44 Ehm. 3:45 apalagi lantai kedua jadi agak eh 3:47 pekerjaan itu agak agak hati-hati. 3:49 Iya heeh. Cuman atap sudah terpasang 3:51 Ustaz ya. 3:51 Atap cuman genteng maksudnya. 3:53 Ehm. Genteng sudah, hanya tinggal 3:56 plester-plesteran yang lantai 2 saja. 3:58 He em, he em. 3:58 Kemudian mungkin ke sananya ya, 4:00 apa namanya keramik atau sama jendela 4:03 pintu. 4:03 He em, he em. 4:04 Nah, untuk akses ke pondok pesantrennya 4:07 enak Ustaz ya, mudah Ustaz ya? 4:08 Ya, mudah akses ke pesantren dari tol 4:11 itu hanya 4:13 kurang lebih 2 kilo dari exit Sumber 4:16 Jaya 4:17 He em, he em. 4:17 dari Cipali 4:18 He em. 4:18 itu hanya 2 kilometeran. 4:20 He em, enggak jauh Ustaz ya? Masya 4:22 Allah. Ya, semoga Allah memberikan 4:25 kelancaran, Pak Ustaz. 4:25 Amin, insya Allah. 4:26 untuk eee, program 4:30 dakwah Ustaz juga salah satunya, Pak 4:31 Ustaz ya? 4:31 Insya Allah, ya mengisi masa tua lah 4:33 kita. 4:33 Masya Allah. 4:34 Ya, dengan pesantren biar kita meninggal 4:35 banyak yang mendoakan. 4:37 Masya Allah. 4:39 Mudah-mudahan jadi amal jariyah, Pak 4:40 Ustaz ya. 4:40 Karena kita sadar kita banyak dosa, nah 4:42 gitu. 4:43 Betul, Ustaz. 4:44 Kalau ada manusia yang bilang tanpa dosa 4:47 gimana tuh, Ustaz? 4:47 Wah, itu manusia yang apa ya? Enggak 4:50 tahu diri. 4:52 Ya Allah, ya Allah. Baik, eee, Pak Ustaz 4:55 eee, insya Allah Pak Ustaz akan membahas 4:57 di Quran surat Fussilat, Pak Ustaz ya. 4:59 Iya, Pak Ustaz. 5:00 Ini sedikit pembahasan, Pak Ustaz, kalau 5:02 boleh tahu gambaran dari surat Fussilat 5:04 ini, Pak Ustaz. 5:06 Gambaran di surat ini nanti sebelum kita 5:08 buka ya. 5:09 Ini antara 5:11 antara kesulitannya ya, kesulitan di 5:14 ayat ini itu kesulitannya antara langit 5:16 dan bumi. 5:17 He em. 5:17 Kesulitannya soal kesulitan. 5:19 Iya. 5:20 Soal jarak ya. 5:21 He em. 5:21 Kemudian 5:22 kesulitan pada ayat ini adalah 5:24 menggambarkan manusia itu kerdil 5:27 dan manusia itu 5:29 sifatnya mau menang sendiri. 5:31 He em. 5:31 Gitu. 5:33 Akhirnya digambarkan oleh kedua ayat 5:35 ini, ayat 34, 35 ya. 5:37 Itu digambarkan oleh ayat ini bahwa 5:40 manusia itu harus apa ya? 5:44 Harus berusaha, berusaha untuk 5:46 melepaskan belenggu 5:48 ee hawa nafsu mereka 5:50 iya 5:51 iya kan dan memberi kesempatan pada diri 5:54 mereka itu untuk menerima apa adanya 5:56 dalam hidup nah itu kan 5:59 apa hatta kepada kesalahan orang pada 6:01 dirinya 6:02 hmm 6:03 atau 6:04 atau kesalahan dirinya pada orang gitu 6:07 maka kalau boleh kita ungkapkan ayat ini 6:09 adalah menggambarkan kesulitan kita saat 6:11 berhadapan dengan akhlak seseorang yang 6:13 buruk 6:14 hmm 6:15 akhlak seseorang atau adab ee seseorang 6:17 yang tidak berkenan gitu loh 6:19 hmm hmm 6:20 maka kita sebetulnya dengan ayat ini 6:23 diajarkan 6:25 supaya kita ini menjadi orang yang lemah 6:26 lembut gitu kan punya memiliki banyak 6:29 keutamaan saat memaafkan kesalahan orang 6:31 gitu 6:32 hmm 6:32 ini ayat dua ayat ya insyaallah 6:35 namun sesuatu yang berat juga pak ustad 6:37 kadang memaafkan seseorang ustad 6:40 soal memaafkan dan dan 6:43 minta maaf itu 6:44 iya 6:44 ada kalimat minta maaf 6:46 hmm 6:46 memaafkan 6:47 memaafkan itu itu 6:49 jaraknya langit bumi itu 6:53 namun masih ada hubungannya pak ustad 6:54 dari pembahasan sebelumnya pak ustad di 6:56 Quran surat Al-Araf di ayat 199 ini pak 6:59 ustad 6:59 oh yang nah ini mah 7:00 yang pekan yang lalu ustad 7:01 kalau yang Quran surat Al-Araf kan itu 7:02 ee masalah yang 7:04 ee apa namanya ustad kaitkan dengan 7:07 masalah 7:08 ee 7:09 bencana ya kemarin 7:10 iya 7:11 karena di bencana juga orang-orang itu 7:13 kadang kok mem saling membenci satu sama 7:15 lain 7:16 karena hal sepele semisal pemberian dari 7:19 lembaga satu terasa lebih banyak yang 7:21 lain yang lebih sedikit itu 7:23 kadang-kadang kok saya sedikit ya itu 7:25 juga hal-hal yang terjadi di ayat 159 7:28 surat Al-Araf kemarin nah ini sekarang 7:30 ada kaitan 7:32 ee dengan akhlak dan adab kita sesama 7:35 ya manusia insyaallah gitu 7:36 iya masyaallah pak ustad ya baik ee 7:39 langsung saja kita simak ikhwan dan 7:41 akhwat di pembahasan pagi hari ini dan 7:44 kita buka untuk membaca doa tholabul 7:46 ilmi. Bismillahirrahmanirrahim, Rabbi 7:48 zidni ilman, Allahumma anfa'ni bima 7:50 allamtani, wa allimni ma yanfa'uni, 7:53 warzuqni ilman yanfa'uni, amin. Tafadhol 7:56 Ustad. 7:57 Syukron Anis. Bismillahirrahmanirrahim, 7:59 ikhwatul iman yang dirahmati Allah 8:00 subhanahu wa ta'ala. 8:02 Pendengar setia Rasya dan pemirsa 8:04 televisi Rasya di mana saja berada. 8:07 Baik di Kalimantan, di Sumatera dan di 8:10 Jawa Timur ya. 8:12 Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. 8:15 Ustad ucapkan, assalamualaikum 8:17 warahmatullahi wabarakatuh. 8:19 Waalaikumsalam. 8:19 Innalhamdalillah, 8:21 nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh. 8:25 Wa na'udzubillahi min syururi anfusina 8:27 wa min sayyiati a'malina. Man 8:30 yahdihillahu fala mudhillalah. Wa man 8:33 yudhlil fala hadiyalah. 8:35 Wa asyhadu an la ilaha illallah wahdahu 8:37 la syarikalah. 8:39 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 8:41 rasuluh. Allahumma sholli ala Muhammadin 8:43 wa ala alihi wa shahabatihi ajma'in amma 8:46 ba'd. Subhanaka la ilmalana illa ma 8:48 allamtana innaka antal alimul hakim. Wa 8:51 tub alaina innaka antat tawwabur rahim. 8:53 Allahumma inna na'udzubika min ilmin la 8:56 yanfa' wa min qolbin la yakhsya wa min 8:58 nafsin la tusyba'. 8:59 Wa min da'watin la tustajab lah. 9:02 Allahumma inna nas'aluka ilman nafi'a wa 9:04 rizqon wasi'a wa amalan mutaqabbala. 9:09 Pendengar setia yang Allah rahmati, yang 9:11 Allah muliakan. 9:14 Eee. 9:15 Perkara-perkara yang memang pelik dalam 9:17 kehidupan itu akan nampak. 9:20 Pada diri seseorang saat mereka tidak 9:22 bisa mengendalikan diri. 9:24 Ehm. 9:24 Iya. 9:25 Maka maka muncullah kesuli kesulitan. 9:29 Tetapi manakala 9:30 kesulitan itu ada di hadapan kita. 9:34 Eee penderitaan-penderitaan yang ada di 9:36 di hadapan kita, manakala dapat 9:38 dikuasainya, maka penderitaan itu hampir 9:40 tidak akan muncul, Nannis. Gitu. 9:43 Nah, ini ini gambaran hidup manusia. 9:46 Sekali lagi ya, tidak akan muncul yang 9:48 namanya penderitaan, kesulitan, manakala 9:50 dapat kita kuasai. Nah, ini dapat 9:53 berlanjut 9:55 perkara seperti ini, manakala dalam 9:56 hidup itu 9:58 ee bukan berarti tidak boleh banyak 10:00 cita-cita, Nannis. 10:02 Silakan banyak cita-cita, tetapi di 10:04 disesuaikan dengan kemampuan 10:06 kemampuan. Ya. 10:08 Akhirnya kita untuk mengukur kekuatan 10:11 hidup kita itu, boleh dalam hidup 10:13 menyederhanakan program, gitu kan. Atau 10:16 menyederhanakan 10:18 cita-cita kita. 10:20 Ketimbang nanti di ujungnya malah me 10:23 melahirkan banyak problem, gitu. 10:25 Mana hadirkan banyak kesulitan, gitu. 10:28 Kenapa demikian? Karena 10:30 hidup karena karena kalau kita bicara 10:32 manusia ya, Ustaz. Manusia, antum 10:34 manusia, Nannis. Kan gitu. Semua 10:35 manusia. 10:36 Kadar kekuatan seseorang itu sangat 10:38 berbeda. 10:40 Kadar kekuatan seseorang dalam 10:42 menghadapi kondisi itu sangat berbeda. 10:44 Contoh para nabi saja, ya kan. Para nabi 10:46 itu tidak seluruhnya menjadi rasul. 10:49 Dari rasul, tidak seluruhnya menjadi 10:51 ulul azmi min ar-rusul. 10:53 Kan berbeda. Dari kalangan para nabi 10:55 saja berbeda. Apalagi kita ikhwatul 10:57 iman, manusia yang sangat-sangat biasa 10:59 yang Allah ciptakan. 11:01 Ya, tuh. Harus tahu diri dalam kondisi 11:03 apapun. Nah. 11:05 Termasuk pula kita akan bahas tentang 11:08 akhlak dan perilaku serta adab-adab 11:10 manusia dalam kehidupan sehari-hari. 11:13 Tadi Nannis bilang 11:15 minta maaf ya. 11:16 Atau memaafkan, gitu. 11:19 Kalimat minta maaf itu kan sangat sulit 11:21 bila digandengkan dengan memaafkan. 11:25 Kalau dia hanya seorang diri minta maaf, 11:27 minta maaf kepada siapa kalau dia enggak 11:28 salah. 11:30 Kan gitu. 11:31 Terus memaafkan, memaafkan siapa? Ya, 11:34 kan. Kalau dia ada orang yang salah kan 11:36 gitu 11:36 gitu 11:38 iya 11:39 minta maaf itu kalau kita salah boleh 11:41 minta maaf tapi kalau kita salah berarti 11:43 kan kita normal 11:45 iya 11:46 kemudian memaafkan kalau memaafkan itu 11:48 kalau ada orang salah kepada kita kalau 11:49 anda ada 11:51 iya kalau anda ada orang salah kepada 11:53 kita kan keadaan normal keadaan normal 11:55 inilah ikhwan 11:57 keadaan normal inilah yang harus kita 11:59 jaga 12:00 jangan sampai ada 12:02 jangan sampai kita terjerumus pada 12:04 kesalahan sehingga mengharuskan kita 12:06 meminta maaf maaf gitu loh 12:09 atau masyarakat iya jangan mencoba-coba 12:12 untuk melakukan kesalahan sehingga 12:14 menunggu maafannya orang gitu loh 12:18 menunggu Idul Fitri 12:19 menunggu Idul Fitri 12:21 kata Benyamin ini ustad ingat ke 12:22 Benyamin 12:23 Benyamin kan orang yang kocak ya 12:26 gitu eh lu bikin salah di Jakarta minta 12:28 maafnya di kampung ha ha gimana 12:30 ketika pulang ke dik 12:32 gitu kan buat salahnya bertahun-tahun di 12:34 Jakarta gitu loh 12:35 pas pulang kampung 12:37 minta maaf minta maaf-maafan nya di mana 12:39 di kampung nah itu Benyamin orangnya 12:43 lu bikin salah di Jakarta bikin dosa di 12:45 Jakarta ngerampok di Jakarta korupsi di 12:47 Jakarta eh pulang kampung lu minta 12:49 maafnya ke orang kampung bodoh kan 12:53 orang yang salah jalan itu namanya 12:55 yang benar kan ketika salah di Jakarta 12:58 ya minta maaf sama orang Jakarta 13:00 Jakarta gitu loh 13:02 gitu 13:03 nah itu kadang-kadang kita 13:06 terperosok pada permasalahan hidup kayak 13:08 begitu Nannis 13:09 sekali lagi kondisi ya kondisi aman 13:11 damai tentram sejahtera no normal netral 13:15 gitu Nannis 13:16 itu ketika 13:18 tidak ada pihak yang harus 13:21 minta maaf 13:22 ingat itu Nannis catat 13:24 keadaan akan normal akan tentram damai, 13:27 damai sentosa saat tidak ada pihak yang 13:30 harus dimaafkan. 13:32 Itu camkan baik-baik hidup dalam 13:34 masyarakat itu. 13:36 Karena apa? Kalau ketika nanti terjadi 13:39 gitu kan 13:40 eee hal-hal yang tidak diinginkan oleh 13:42 manusia dari keributan ya kan, dari 13:46 sakit hati seseorang ke seseorang ya 13:48 kan. Dari hartanya diambil, dirampas, 13:51 dirampok itu pasti 13:53 tidak akan nor normal. Kondisi akan 13:55 menjadi gon goncang. Di situlah 13:58 terjadinya dua kalimat ini harus di 14:01 padankan dengan kehidupan itu. Harus ada 14:05 upaya meminta maaf dan harus ada pihak 14:07 yang dimaaf dimaafkan. Allahu Akbar 14:09 seperti itu nah ini. 14:11 Gitu. 14:13 Maka Ustaz memberikan semacam terapi ya 14:17 kepada masyarakat khususnya kepada diri 14:19 dan keluarga Ustaz itu untuk 14:21 mencoba menanamkan pada diri pada diri 14:24 kita masing-masing itu 14:26 eee rasa yang eee rasa yang dalam untuk 14:29 apa? Untuk selalu kalau melakukan 14:32 kesalahan segera minta 14:34 minta maaf. 14:36 Nah ini. Apakah kesalahan itu pada Allah 14:40 ya kan 14:41 atau kepada sesama makhluk Allah gitu. 14:43 Karena hablum minallah dan hablum 14:45 minannas ini sangat patut kita ja kita 14:48 jaga kita pelihara gitu. 14:51 Nah ini. 14:52 Dan juga 14:54 tadi kalau kita salah eee 14:56 itu jadi harus se ada upaya ada upaya 14:59 untuk segera minta maaf minta. Kenapa 15:02 kita harus segera minta maaf? Karena 15:04 kalau kita meninggal dunia membawa 15:07 kesalahan yang belum dimaafkan oleh 15:09 masyarakat 15:11 eee apalagi oleh Allah ya gitu kan 15:13 eee mungkin juga kesalahannya besar atau 15:17 kecil itu dampaknya di akhirat itu akan 15:20 besar gitu loh. 15:21 Eee. 15:22 Gitu loh. Makanya kita segeralah kalau 15:25 besar itu segera untuk minta maaf gitu. 15:28 Dan yang kedua yang paling sulit Nannis. 15:31 Minta maaf aja kadang sulit. 15:33 Kalau kita Ustaz salah, banyak salah. 15:35 Untuk minta maaf kepada orang itu sangat 15:37 sulit. Apalagi memaaf? 15:40 Jadi mana yang lebih sulit nih? 15:41 Minta maaf atau memaafkan? 15:43 Minta maaf. 15:45 Kadang memaafkan dulu. 15:46 Nannis agak pusing ngejawab tadi. 15:49 Yang paling sulit itu minta maaf ketika 15:52 kita salah atau memaafkan kesalahan 15:54 orang? 15:55 Keduanya lah. 15:57 Dua-duanya ya? 15:58 Tapi yang menurut Ustaz yang paling 16:00 sulit adalah memaafkan. 16:02 Kadang minta maaf itu ada rasa gengsi. 16:04 Gengsi ya kan? Ah gua kok minta maaf 16:06 sama orang yang begitu, ah enggak perlu 16:08 gitu ya. Itu berat juga ya. 16:11 Nah. 16:11 Lebih mudah. 16:11 Lebih mudah. 16:13 Nah. 16:14 Bisa, bisa saja itu argumen itu bisa 16:17 masuk akal. Tapi saya sendiri 16:19 berargumen. Untuk memaafkan orang itu 16:21 yang paling sulit. 16:23 Gitu loh. 16:24 Jadi kenapa? Kalau persoalan pada minta 16:27 maaf mungkin gengsi kita. 16:29 Tapi ketika kita memaafkan orang itu 16:33 harga diri kita. 16:34 Bedakan. 16:36 Bedakan antara gengsi dengan harga di. 16:38 Harga diri gitu loh. 16:40 Harga diri yang paling lebih tinggi 16:41 derajatnya bila dibandingkan dengan 16:43 geng, soal geng, soal gengsi. Nah. 16:46 Tetapi dalam hidup manusia ini kedua-dua 16:49 kalimat ini pasti bakal hidup. 16:52 Pak, pasti bakal kita jumpai di 16:53 mana-mana. 16:55 Nah. 16:56 Bahasan ini sederhana tetapi kalau kita 16:58 sentuh. 16:59 Meskipun bahasan ini sederhana. Hati 17:02 yang disentuh, oh maka dua kalimat minta 17:04 maaf dan memaafkan ini. 17:06 Harus kita miliki. 17:08 Saat kita salah segera minta maaf, saat 17:11 orang salah pada kita segera memaafkan. 17:13 Biar dunia ini selalu normal. 17:17 Gitu, biar dunia ini selalu aman, 17:19 tentram, damai, dinaungi oleh rahmat 17:23 Allah subhanahu wa taala. 17:25 Nah, ini adab dan akhlak Islam, gitu. 17:28 Ya. 17:29 Ini adab dan pendidikan Islam yang kita 17:32 dapati. 17:33 Nah, ayat ini Ikhwan yang dirahmati 17:35 Allah. Ketika Allah subhanahu wa taala 17:37 berfirman dalam surat 17:40 eee Fussilat ayat 34, 17:42 "Audzubillahiminasyaitanirrajim." 17:45 "Bismillahirrahmanirrahim." 17:47 "Wala tastawil hasanatu walas sayyi'ah." 17:51 Dan tidaklah sama 17:53 antara kebaikan dan keburukan. 17:57 Gitu kan. 17:59 "Idfa billati hiya ahsanu." 18:03 "Fa'izalladzi bainaka wa bainahu 18:06 adawatun ka'annahu waliyun hamim." 18:13 "Idfa billati hiya ahsan." Maka 18:16 idfa itu sebetulnya bayar, ya, tunaikan 18:18 gitu loh, atau seimbangkanlah gitu kan. 18:21 Ya, perbuatan yang buruk dengan 18:23 perbuatan baik itu. 18:25 Nah. 18:26 "Fa'iza fa'iza alladzi bainaka wa 18:29 bainahu adawah." Karena 18:31 ketika kita salah pada orang, suatu saat 18:34 kita juga salah pada orang. 18:36 Orang salah pada kita, besok bisa jadi 18:38 kita yang salah ke orang, ke orang. 18:40 Kalau tidak ada 18:42 dua kalimat minta maaf dan memaafkan, 18:44 itu akan selalu bentrok manis. 18:47 Akan selalu bentrok antara yang positif 18:49 dan ne negatif. Akan selalu bentrok. Dan 18:53 soal persoalan pada 18:55 eee posi positif dan negatif itu 18:57 hakikatnya adalah perbuatan setan. 19:01 Setan itu paling suka kalau kita ini 19:02 selalu bentrok. 19:05 Setan itu paling suka kalau kita ini 19:06 selalu 19:07 eee istilahnya berpecah. 19:10 Gitu. 19:12 Dan iblis ini sangat paling senang kalau 19:15 menyuruh bala tentaranya itu 19:19 ketika disuruhnya kepada manusia untuk 19:21 menggoda sampai mereka tuh bentrok, 19:24 sampai mereka tuh pecah itu. 19:26 Nah, nah kita di sini dianjurkan oleh 19:28 Allah subhanahu wa taala agar apa? 19:30 Agar kita memiliki sifat 19:32 mahmudah dalam hidup. Mahmudah itu 19:35 kemudahan-kemudahan yang sifatnya mmm di 19:38 dalamnya ada kemuliaan. Itu. 19:40 Untuk selalu memaafkan kesalahan orang 19:42 dan 19:43 untuk meminta maaf kalau kita salah pada 19:44 orang. 19:45 Nah, ini. 19:47 Nanti kalau kita berupaya untuk 19:49 memaafkan orang dan kita meminta maaf 19:51 kalau kita salah, di sini dia katakan fa 19:54 idza alladzi bainaka wa bainahu adawah, 19:56 nah kalau saling memaafkan antara musuh 19:59 ke musuh itu 20:00 nanti akan Allah gantikan perasaan 20:03 benci, perasaan tidak suka, 20:06 perasaan tidak senang itu dengan apa? 20:08 Dengan mahabbah. Apa mahabbah? 20:10 Kecintaan. 20:10 Kecinta. 20:11 Kecintaan. 20:13 Ka annahu waliyun hamim, bahkan saking 20:15 cintanya pada orang-orang yang dulu kita 20:18 benci, kalau kita maafkan kesalahannya 20:21 menjadi kawan setia. 20:25 Menjadi kawan setia. Setia. 20:29 Inilah ilmu agama Islam 20:32 yang harus melekat terus dalam hati 20:33 sanubari kita. 20:35 Karena manusia, sekali lagi ikhwatal 20:37 iman, tidak ada manusia yang bersih dari 20:39 dosa. Enggak ada. 20:41 Betapapun ngaku-ngaku saya ini orang 20:44 yang selalu berbuat amal saleh gitu kan, 20:46 saya ini orang selalu takwa pada Allah, 20:49 ya satu saat tergelincir itu pada 20:51 kesala- kesalahan. Nah, 20:53 maka tafsirnya ikhwan, ayat yang ke-34 20:55 ini, kita sampai jam berapa Nani? 21:00 10.20. Ustaz mintanya 10.30 ya. 21:03 Ya. 21:05 Wa la tastawil hasanah wa la sayyi'ah, 21:07 gitu kan. 21:08 Ini kata Ibnu wala sayyiah, gitu kan. 21:12 Ini kata Ibnu Katsir farkun farkun 21:14 adhimun baina hadzihi wa hadzihi. 21:18 Yang saya tadi katakan perbedaannya itu 21:20 antara langit dan bumi, gitu. 21:22 Kata Ibnu Katsir ini farkun adhimun ini 21:25 ini adalah suatu perbedaan yang sangat 21:27 besar 21:28 antara keburukan kebai kebaikan. 21:31 Membunuh baik apa buruk? 21:34 Buruk. 21:35 Iya, keburukan. Mencuri? 21:37 Buruk. 21:38 Buruk. Berzina? 21:40 Berjudi? 21:40 Buruk. 21:41 Minum arak? 21:42 Buruk. 21:43 Dan seterusnya. 21:44 Salat? 21:46 Kebaikan. 21:46 Hah? Berzakat? 21:47 Kebaikan. 21:48 Bantu orang? 21:49 Kebaikan. 21:49 Kebaikan. 21:50 Antara keburukan dan kebaikan itu 21:53 perbedaannya jauh apa apa dekat? 21:55 Jauh. 21:56 Sama, jauh. 21:58 Maka di sini kata Ibnu Katsir hadza 22:00 farkun adhimun baina hadzihi wa hadzihi. 22:04 Ini merupakan 22:07 sesuatu yang sangat berbeda di antara 22:09 dua dua bentuk kalimat ini, gitu. 22:13 Tetapi betapapun itu merupakan ikhwatal 22:16 iman 22:17 farkun adhimun baina hadzihi wa hadzihi 22:20 manakala kita masih memiliki gitu 22:23 perasaan kasih sayang, perasaan 22:26 rasa memiliki, gitu kan Anis. Perasaan 22:30 ingin hidup sesama 22:31 ingin hidup selalu normal gitu loh pada 22:34 kehidupan berbangsa dan bernegara 22:37 tetapi tidak juga meng meninggalkan 22:40 tugas pokok dalam hidup yaitu beramar 22:43 ma'ruf nahi mung nahi mungkar 22:45 itulah mereka-mereka yang kelak di 22:47 akhirat kelak dzun nasibin wafir 22:51 mereka-mereka itu akan mendapatkan 22:54 daripada 22:56 nasib ini bagian Anis. Hmm. Seperti ilmu 22:59 faraid itu. 23:00 Nah, nasib ini bagian upah pahala. akan 23:04 digaji Allah Nannis kalau sabar nanti. 23:07 Mereka akan mendapatkan upah yang luar 23:09 biasa, wafir banyak. 23:11 Berupa apa? 23:14 Upahnya itu berupa apa gajinya itu? 23:17 Minas sa'adah fid dunya wal akhirah. 23:19 Daripada kebahagiaan hidup di dunia dan 23:22 akhirat. 23:23 Kebahagiaan di dunia, mereka menjadi 23:25 orang mulia karena 23:27 yang suka memaafkan. 23:29 Kebahagiaan di dunia 23:32 karena mereka kalau salah segera minta 23:34 maaf. 23:35 Dan di akhirat mereka-mereka itu ikhotal 23:38 iman. Mendapatkan surga jannatun na'im. 23:42 Orang-orang yang sabar hidup di dunia 23:43 dengan gambaran seperti itu. 23:46 Bahkan dimasukkan ke dalam surga. 23:49 Dengan berbagai jenisnya, alhamdulillah 23:51 ini informasi yang menarik bagi kita. 23:57 Maka berkatalah Ali bin Abi Thalib. Pada 24:00 ayat ini. An Ibnu Abbas fi tafsirihi. 24:05 Amarallahul mukminin bis sabri indal 24:08 ghodob. Nah ini Nannis, maka Allah 24:11 subhanahu wa ta'ala sesungguhnya. 24:13 Memerintahkan kepada kita orang-orang 24:15 beriman. Untuk selalu menahan. 24:19 Dari marah. 24:20 Ya dengan kesaba. 24:22 Kesabaran. 24:23 Atau kita harus bersabar. 24:25 Untuk tidak segera cepat mar marah, itu 24:28 Allah menyuruh pada kita. Kenapa? 24:31 Ada dalam kalau enggak salah dalam 24:33 sebuah hadis. Bahwa. 24:39 Awal-awalnya dosa itu itu adalah dari 24:41 kemarahan. 24:42 Itu loh, bisanya. Orang-orang melakukan 24:45 dosa itu akibat dari kemarahan kemarahan 24:47 yang tidak bisa menahan ha 24:49 hati. 24:50 Ha apa namanya jiwa gitu loh. Nah. 24:53 Ini ikhwan, bahwa Allah subhanahu wa 24:55 ta'ala memerintahkan kepada kita 24:59 ee kepada kesabaran daripada marah, iya 25:02 kan? Bisabri indal godob, jadi kita 25:05 harus bersabar pada saat seharusnya kita 25:07 marah. Walhilmu indal jahli. 25:11 Walhilmu indal jahli, dan kita ini harus 25:14 memiliki sifat hilm, ya hilm itu halus, 25:17 ya kelemahlembut, iya kan? 25:19 Pada masalah-masalah yang memang ada di 25:22 dalamnya sifat kebodohan. 25:24 Gitu kan? Annas manusia itu ada majahilu 25:29 manusia itu Nannis akan selalu menjadi 25:31 musuh bagi bagi sesuatu yang dia tidak 25:33 ketahu tidak ketahui. Coba Nannis 25:36 sekarang tahu enggak bagaimana cara 25:38 merakit katakanlah pesawat? 25:42 Nah, sesuatu yang tak Nannis tidak tahu 25:44 kan jadi musuh Nannis kan, untuk untuk 25:46 supaya tak tahu itu maksudnya. Nannis 25:48 bisa enggak membuat tutup gelas ini? 25:51 Enggak tahu kan bagaimana caranya? Ilmu 25:53 harus, ya itulah maksudnya. Me kita 25:56 menjadi 25:56 akan menjadi musuh pada sesuatu yang 25:58 tidak kita ketahui, untuk selalu belaj 26:00 belajar maksudnya itu. 26:03 Nah. 26:04 Walhilmu indal jahal, dan kita harus 26:06 memiliki sifat kelemahan apa kelembutan 26:09 pribadi kita, pembawaan kita, akhlak 26:12 kita. 26:13 Saat kita berhadapan dengan sesuatu yang 26:16 memiliki sifat jahal, jahal itu bodoh, 26:18 gitu kan? Walafwu indal isaaah dan kita 26:21 harus sanggup ikhotal iman dalam hidup 26:23 itu memaafkan kesalahan-kesalahan 26:26 keburukan orang lain. 26:28 Eee faiza fa'alu zalika, maka kalau lah 26:31 kita ikhotal iman termasuk hamba-hamba 26:34 Allah yang selalu melakukan itu tadi 26:36 bersabar, iya kan? Dari kesalahan orang, 26:39 memaafkan kesalahan orang eee maka Allah 26:42 Subhanahu Wa Ta'ala waiza fa'alu zalik 26:45 kalau kita termasuk yang melakukan itu 26:48 asomahumullahu minas syaiton maka kita 26:51 akan dijaga Allah subhanahu wa taala 26:53 dari berbagai bisikan setan dalam hidup 26:57 wa khoba alahum aduwahum kaanahum 27:00 waliyun hamim ya kan dan kita dapat 27:04 mengalahkan setan-setan itu ikhwat al 27:06 iman ya kan dan orang-orang yang dibenci 27:09 itu 27:10 sehingga menjadi sahabat kita malah 27:12 nanti 27:13 akan menjadi penolong kita nanti akan 27:15 menjadi teman kehidupan kita sekali lagi 27:18 ikhwan ayat ini merupakan ayat yang 27:20 sangat penting dibahas 27:22 oleh kita manusia apatah lagi ayat ini 27:25 kita ketika berpapasan 27:28 dengan hamba-hamba Allah yang dalam 27:30 hidupnya itu selalu mendahulukan emo 27:33 emosi mendahulukan sifat mar marah tidak 27:37 mau tidak mau bersa bersabar apa yang 27:40 terjadi maka yang terjadi adalah 27:41 malapetaka 27:43 dan kita tidak ingin ikhwat al iman 27:44 dunia ini rusak gara-gara apa gara-gara 27:48 kita tidak bisa 27:50 menahan dari emosi dan tidak bisa 27:52 mengendalikan diri 27:54 wallahualam bissawab itu saja ikhwat al 27:56 iman pendengar setia Radio Rodja Bandung 27:58 apa yang saya sampaikan semoga 27:59 bermanfaat 28:02 alhamdulillah baik syukron Pak Ustadz 28:04 untuk tausiahnya di 28:06 pagi hari ini membahas Quran surat 28:09 Fussilat di surat yang ke 41 membahas di 28:12 ayat yang ke 34 hingga ayat yang ke 35 28:16 tadi di antaranya mengenai sabar Pak 28:19 Ustadz ya 28:19 iya 28:19 sabar ini salah satu bentuk keimanan 28:21 kita Pak Ustadz 28:22 salah satu ya kalau kesabaran itu 28:23 merupakan pasangan hidup keimanan 28:26 mmm masyaallah ya 28:27 kalau iman tanpa kesabaran 28:29 he 28:30 hambar namanya 28:30 hambar Ustadz ya 28:32 baik Pak Ustadz kita rehat sejenak Pak 28:34 Ustadz ya 28:34 silakan 28:35 nanti kita juga sambil menunggu 28:36 pertanyaan-pertanyaan dari ikhwan dan 28:37 akhwat bagi ikhwan dan akhwat yang ingin 28:39 memberikan pertanyaan bisa langsung saja 28:41 di layanan telepon bisa menghubungi di 28:44 0218451512 28:47 untuk WhatsApp Ikhwan dan Akhwat dapat 28:49 mengirimkan di 08111-999-720. 28:54 Bagi pemirsa Rasil TV yang ingin 28:56 bertanya bisa langsung di kolom chat 28:58 YouTube Rasil TV. 28:59 Baik, kita rehat sejenak. Pastikan Anda 29:01 tetap di Radio Syiar Tauhid untuk Islam 29:03 yang satu. 30:01 Rasil TV 30:25 Radio Syiar Tauhid dan juga Rasil TV 30:28 untuk Islam yang satu, Ikhwan dan 30:30 Akhwat. 30:31 Terima kasih masih 30:36 bersama Ustadz Umar Syit Hasan 30:38 dengan kajian tafsir Ibnu Katsir di 30:41 Quran surat Fussilat 30:43 di surat yang ke-41 membahas di ayat 30:46 yang ke-34 hingga ayat yang ke-35. 30:49 Kita langsung saja Pak Ustaz ya untuk 30:51 membacakan pertanyaan. Eh, ini karena 30:53 waktu kita yang sangat terbatas. 30:55 Iya, tinggal beberapa menit lagi. 30:56 Tinggal beberapa menit lagi nih Pak 30:57 Ustaz. Nah, ini pertanyaan yang masuk 31:00 yang pertama dari Edi. Assalamualaikum 31:02 warahmatullahi wabarakatuh. 31:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:05 wabarakatuh. 31:06 Ustaz Umar, saya lebih sulit untuk minta 31:09 maaf. Kalau memaafkan mudah karena 31:12 memberi itu lebih baik daripada meminta. 31:15 Bukan cuma meminta maaf yang sulit, 31:17 minta apapun sama manusia juga sulit. 31:19 Syukron Pak Ustaz. 31:20 Allah ya Karim, inilah eh memberikan 31:23 kesempatan pada pendengar untuk 31:25 ber-berbeda pendapat kan. 31:27 Betul. 31:29 Memberikan kesempatan kepada pendengar 31:31 untuk mungkin eh persepsi itu bisa saja 31:34 berbeda. 31:35 Iya. 31:36 Tidak dipungkiri kalau itu memang 31:38 menjadi menjadi pendapat beliau. 31:40 He eh. 31:40 Iya kan. 31:41 Dan mungkin Ustaz juga mmm akan melebur 31:43 pada kondisi itu pada suatu ketika kan 31:46 gitu. 31:46 Iya. 31:46 Namun pada ketika lain mungkin hal itu 31:49 tidak akan cocok gitu. 31:51 Artinya dilihat kondi- 31:53 Dilihat kondi- 31:54 Kondisi. 31:54 Kondisi gitu loh. Boleh mendahulukan 31:57 kita meminta maaf atau kita mendahulukan 32:00 memaaf-memaafkan. Lihat saja kondisi. 32:03 Dan soal pendapat Ustaz tadi bisa 32:04 melebur pada kondisi yang memang 32:06 dibutuh-dibutuhkan. 32:08 Jadi Akhi Edi tadi ya. 32:09 Iya. 32:10 Akhi Edi di mana tuh? 32:11 Enggak nyebutin namanya sih, lokasinya 32:12 maksudnya. 32:13 Akhi Edi salam untuk keluarga dan 32:14 ikhwan-ikhwan di tempat Akhi Edi dan 32:17 jaga ya kondisi eh 32:19 tempat Edi ini jangan sampai ada 32:22 kan gitu. 32:22 Iya. 32:23 Jangan sampai ada keributan 32:25 jangan sampai ada ketidaknyamanan dalam 32:27 kehidupan eh akibat kalimat ini. Akibat 32:30 eh dua kalimat pertama minta maaf dan 32:32 memaaf-memaafkan. 32:34 Artinya ikhwatul iman di mana saja 32:36 berada kita hidup harus menjaga kondisi 32:38 agar yang normal itu jangan diusik 32:41 menjadi tidak nor normal. Yang aman 32:44 damai itu jangan diusik malah menjadi 32:46 hal-hal yang kok menjadi keonaran 32:48 keonaran. Ya itu, tugas kita dalam hidup 32:51 itu menjaga kedamaian. 32:53 Tugas kita itu menjaga keamanan, begitu 32:55 ya. Karena apa? Dengan aman dan damai, 32:58 hidup manusia akan tentram dan kalau 33:00 tidak, oh di mana-mana hidup kita akan 33:02 jumpai eh masya Allah, pertengkaran, ya 33:07 kan? Perbedaan pendapat, lalu apa yang 33:09 terjadi? Permusuhan. Kalau sudah 33:11 bermusuhan, ya senang setan, ya kan? 33:13 Kita ditertawakan oleh mereka. 33:15 Nauzubillah min zalik. Pak Edi, terima 33:17 kasih banyak atas pertanyaannya dan ini 33:19 bukan pertanyaan sebenarnya 33:21 ini sharing kita dengan beliau. 33:22 Wallahualam bis sawab. 33:23 Wallahualam bis sawab. Baik, syukron Pak 33:25 Ustaz untuk jawabannya dan kita 33:27 lanjutkan 33:28 di pertanyaan selanjutnya ini dari Bapak 33:32 Yudi di Bogor, Pak Ustaz. 33:33 Assalamualaikum warahmatullahi 33:34 wabarakatuh. 33:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:36 wabarakatuh. 33:37 Tadi Ustaz 33:38 Um tadi Ustaz Umar membahas tentang 33:41 maaf-memaafkan. Di saat kita menegur 33:43 secara baik tetangga 33:46 eh yang mempunyai sampah 33:48 tapi tetangga tersebut malah marah, Pak 33:50 Ustaz. Lalu kita mengalah dan meminta 33:52 maaf, tapi tetangga tidak memaafkan. Apa 33:55 yang harus saya lakukan? Syukron Pak 33:57 Ustaz. Assalamualaikum warahmatullahi 33:58 wabarakatuh. 33:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:59 wabarakatuh. Kondisi seperti ini persis 34:01 seperti yang dialami oleh Rasulullah 34:03 sallallahu alaihi wasallam. 34:05 Jangan berhenti, Pak. 34:06 Untuk menjadi orang baik. Ha itu. 34:08 Kuncinya itu, ya. 34:09 Nah, kuncinya. Jangan pernah berhenti 34:11 menjadi orang yang sabar. 34:12 He eh. 34:13 Jangan pernah berhenti menjadi orang 34:15 yang subhanallah memiliki kemuliaan. 34:17 He eh. 34:17 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 34:19 itu panutan kita. Ya Allah ya Rabbi, 34:22 mungkin kalau Pak Bapak tadi Pak Yudi 34:24 ya, bisa hanya sekitar sampah doang 34:26 begitu. 34:26 Iya. 34:28 Mungkin di Pak Yudi hanya di Ya, orang 34:30 dibentak tetangga meskipun dia yang 34:32 salah gitu. 34:32 Iya. 34:33 Sabar Pak Edi, eh Pak Pak Yudi, sabar 34:35 tahan untuk tidak emosi. 34:37 Karena kita memiliki panduan dari Rasul 34:39 Sallallahu Alaihi Wasallam. 34:41 Ya Allah, Rasul Sallallahu Alaihi 34:42 Wasallam itu 34:43 ketika mengalihkan dakwah dari Mekah ke 34:46 ke Kota Thaif 34:47 He 34:48 diharapkan keluarga beliau di sana bisa 34:50 me mendukung dakwah beliau. Apa yang 34:52 terjadi? Beliau malah di dilemparin batu 34:56 melalui kaki, bukan tangan. 34:58 He 34:58 Kalau tangan mungkin masih terhormat ya. 35:00 Ini kaki, dari kaki blek tuk blek tuk 35:02 blek tuk. 35:03 Sampai apa? Luka-luka sampai 35:04 berdarah-darah. Iya kan? 35:06 He 35:06 Subhanallahil Adzim. 35:08 Sampai saat itu 35:10 beliau itu ditawari oleh malaikat 35:13 penjaga gunung di situ. 35:14 He 35:15 Ditawari sama Anis. 35:17 Iya. 35:17 Apa kata malaikat penjaga gunung? 35:19 Eee Alaihi Sallallahu Alaihi Wasallam. 35:22 Wahai Muhammad 35:23 jika engkau kehendaki 35:25 He 35:27 aku akan timpakan dua gunung besar ini 35:29 kepada umat yang kurang ajar padamu, 35:31 gitu istilahnya. 35:32 Iya. 35:34 Tapi Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi 35:35 Wasallam 35:36 tidak menjawab iya. 35:37 He 35:38 Nah, ini Pak Yudi harus seperti itu. 35:39 Iya. 35:42 Tidak mengatakan iya, silakan itu dua 35:44 gunung ditimpakan kepada orang yang 35:45 tidak begitu. 35:47 Tetapi dengan lembut Nabi kita Muhammad 35:50 Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab, 35:51 tidak. 35:53 Justru yang aku harapkan dengan kondisi 35:56 seperti ini kelak 35:58 di Kota Thaif di Kota Thaif ini akan ada 36:03 orang-orang yang akan apa? 36:05 Yang akan menyembah Allah Subhanahu Wa 36:07 Ta'ala Wa Ta'ala. 36:09 Biarkan hari ini aku menjumpai 36:11 kesulitan, iya kan? 36:13 He 36:13 Sehingga kesabaran aku diuji, betul 36:15 enggak Anis? Dengan adanya kesulitan 36:17 kesabaran seseorang di diuji. Biarkan 36:20 eee penderitaan ini aku alami demi apa? 36:23 Demi masa depan generasi anak tempat ini 36:26 nih, iya kan, menjadi 36:28 Ubadullah, menjadi hamba-hamba Allah 36:30 yang beribadah kepada Allah. 36:33 Iya, gitu. Buktinya apa? Buktinya 36:35 alhamdulillah, Kota Taif sekarang ramai 36:37 dengan masjid, iya kan? 36:40 Kita kalau saat beris, biasanya Ustaz 36:42 kalau istirahat musim panas, nangis. 36:44 Ada dua kota yang sering Ustaz kunjungi 36:46 kalau masa panas itu, antara Taif dan 36:48 Abha. 36:50 Di Kota Taif itu dinginnya luar biasa. 36:52 Kita bisa ke Al Hada, ya, yang lebih 36:54 dingin. Atau kita bisa ke tempat lain, 36:56 gitu. 36:57 Eh, kalau di Abha, sangat dingin lah, 36:59 gitu. Eh, dekat dengan 37:01 apa namanya, Yaman itu. 37:03 Ustaz kalau sudah libur suka ke sana. 37:05 Nah, ini kondisi penduduk Taif sekarang, 37:08 oh, luar biasa. 37:10 Dari tempat ini lahir para alim ulama 37:12 besar. Iya kan, panutan masyarakat 37:15 muslim. Nah, ini hasil doa daripada Nabi 37:18 kita Muhammad sallallahu alaihi 37:19 wasallam. Nanti Ustaz akan jawab seperti 37:22 Pak Yudi tadi, jadi harus seperti apa 37:24 saya ya? Iya, iya, Ustaz dengar gitu, 37:25 nih. 37:26 Jadilah kita seperti Nabi kita Muhammad 37:29 sallallahu alaihi wasallam meskipun 37:31 tidak per, 100% per, persis. 37:34 Meskipun tidak se, 100% kaya Rasul 37:37 sallallahu alaihi wasallam dalam 37:38 perilaku kita, namun kita akan mencoba 37:41 untuk menerapkan akhlak etika yang 37:44 dimiliki Rasul pada kehidupan yang 37:45 sekarang kita alami. Wallahualam 37:47 bishawab. 37:48 Wallahualam bishawab, baik. Kita 37:50 lanjutkan kembali, Pak Ustaz. Ini 37:51 pertanyaan 37:52 Iya. 37:53 Ustaz akan memberikan contoh eh, pada 37:55 kenyataan Rasul sallallahu alaihi 37:56 wasallam ketika Rasul sallallahu alaihi 37:57 wasallam berhadapan dengan wanita yang 37:59 wanita Yahudi, iya kan? Ketika keluar 38:02 rumah, diapa? 38:03 Setiap langkahnya itu di, ditaruh apa? 38:05 Kotoran kan? 38:06 He eh. 38:06 Iya kan? 38:07 Iya, setiap hari itu. 38:09 Nah, hari ke, hari berikutnya tiba-tiba 38:11 kotornya 38:12 sama Rasul tuh di, kotoran yang ditaruh 38:15 oleh wanita Yahudi itu, kotorannya 38:16 disingkirin. 38:17 Iya. 38:18 Iya. 38:18 Tapi hari berikutnya kok kotoran itu 38:20 enggak ada. 38:21 He eh. 38:23 Al, Alquran itu ciri oleh orang Yahudi 38:25 kan. 38:26 Tiba-tiba dicari penyebabnya ini kenapa 38:28 sampai tidak ada kotoran. 38:30 Tiba-tiba dijumpailah oleh Rasul 38:32 Shallallahu Alaihi Wasallam pelakunya 38:33 kan itu. 38:35 Maka pelakunya mengatakan, "Aku tidak 38:37 menyangka kalau orang yang selama ini 38:38 aku benci 38:40 aku dapati adalah orang yang sebaik-baik 38:42 akhlaknya." 38:43 Itu begitu nangis. 38:44 Akhirnya apa? Masuk Is 38:46 masuk Islam orang Yahudi itu kan begitu. 38:48 Allahu Akbar walillahil hamdu. Ini kisah 38:51 yang memang harus kita terapkan dalam 38:53 hidup sehari-hari kita di masyarakat ini 38:55 karena masyarakat akhir zaman Anis 38:57 banyak masyarakat yang bodoh terhadap 38:59 agam agama. Dinasehatin enggak nerim 39:01 nerima. Malah mereka yang salah itu 39:04 malah balik menasehatin kita, "Eh, lu 39:06 jangan nasehatin gue." 39:08 "Gue ini orang sini, ya, pemilik tempat 39:10 ini." Waduh. 39:12 Preman sini rupanya kan gitu. 39:14 Jagoan eta teh. 39:15 Jagoan sini lu jangan ikut campur ini 39:17 wilayah gue. Nah, kadang-kadang seperti 39:19 itu. Eh, kepada Pak Yudi mohon bersabar. 39:22 Ditahan terus kesabaran Pak Yudi eh, 39:25 idfa billatihi ya ahsan. Balas keburukan 39:27 orang selalu dengan kebai kebaikan. 39:29 Salam Pak Yudi ke keluarga dan 39:31 masyarakat Pak Yudi. Eh, jaga, ya, 39:33 kondisi masyarakat Pak Yudi agar tetap 39:35 kesabaran selalu eh, milik antum 39:38 semuanya. Amin. Insya Allah. 39:40 Berarti seperti kisah ini Ustaz, ya, eh, 39:43 pengemis yang tuna netra orang Yahudi 39:46 ketika dia selalu menghina Baginda 39:48 Rasulullah Shallallahu 39:49 Betul. kisah yang lain. Iya, betul. 39:51 Ketika waduh saya paling benci sama 39:53 Muhammad katanya. Tiba-tiba 39:56 iya kan sama Abu Bakar itu nanti. Eh, 39:58 Subhanallah. Eh, ketika sudah meninggal 40:00 siapa yang Muhammad ya yang menolong itu 40:02 Muhammad Allahu Akbar. Itu kisah-kisah 40:05 kayak begitu. Itu membangkitkan selera 40:08 manusia untuk apa? Untuk memiliki sifat 40:11 yang baik, akhlak mulia dari kesabaran. 40:14 Masya Allah. Baik, syukron Pak Ustaz. 40:16 Kita lanjutin kembali Pak Ustad ya. Di 40:18 pertanyaan selanjutnya, ini 40:20 pertanyaannya alhamdulillah Pak Ustad, 40:21 masya Allah luar biasa sekali antusias 40:23 ya para pendengar Pak Ustad. 40:25 Ini pertanyaan 40:27 eh selanjutnya 40:30 ini dari Ibu Rahmawati di Cilodong, 40:33 Depok. Assalamualaikum warahmatullahi 40:35 wabarakatuh Pak Ustad. 40:35 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:37 wabarakatuh. 40:37 Ustad, kalau dalam suatu negara dengan 40:39 sistem kapitalis atau pemerintahan 40:41 dengan kebodohan dia dalam memimpinnya 40:44 kita sebagai rakyatnya apa yang harus 40:46 apa yang harus kita lakukan? Bersabar 40:49 dan apa harus memaafkan juga selama masa 40:51 tugasnya? Syukron Pak Ustad. 40:54 Ini kaitan tadi dengan pribadi ya, 40:55 kemudian masyarakat sampai berbangsa 40:57 bernegara bernegara. Yang paling bagus 41:00 itu terapkan pada semua kondisi. 41:02 He 41:02 Tetapi karena ini skopnya skop berbangsa 41:06 dan bernegara 41:07 arti sabar ini akan berbeda Nannis. 41:09 He 41:10 Arti sabar ini akan digandengkan dengan 41:12 kalimat tugas dengan amaran amaran Allah 41:15 subhanahu wa taala untuk apa? Untuk agar 41:17 kesabaran itu ada melekat pada hati kita 41:20 masing-masing. 41:21 He 41:21 Dengan cara apa? Amar ma'ruf nahi 41:24 mungkar. 41:26 Ya, kalau kita melihat kebobrokan 41:29 masyarakat ya kan, dari pelaku-pelaku 41:32 kejahatan gitu kan baik itu peminum 41:35 arak, penjudi, pezina, perampok, 41:37 koruptor ya kan? 41:40 Kalau tidak ada 41:42 yang namanya amar ma'ruf nahi mungkar 41:44 sama saja sama saja negara itu tidak 41:46 memiliki sifat kesabaran. 41:48 He 41:49 Gitu loh, itu arti sabarnya di situ 41:51 Nannis. 41:52 He 41:52 Karena apa? Karena kesabaran yang hakiki 41:55 maknanya itu gini Nannis. 41:57 Kesabaran hakiki itu makna terakhirnya 42:00 adalah 42:01 bersabar ketika kita menjalankan segala 42:05 perintah Allah satu. 42:07 Ya 42:08 Dan yang kedua makna sabar hakiki adalah 42:10 saat kita meninggalkan seluruh larangan 42:13 Allah. Itu kesabaran, makna kesabaran 42:15 yang paling tepat. 42:18 Maka jika kondisi yang seperti Ibu 42:19 Rahmawati katakan tadi, 42:22 bisa saja kita memaafkan orang per 42:24 orang. 42:25 Bisa saja kita memaafkan, katakan 42:27 lembaga. Bisa saja kita memaafkan, ya 42:30 kan? Pemerintah yang yang melakukan 42:32 kezaliman, tapi ketika kita harus 42:35 menghentikan kezaliman mereka, itu 42:37 hakikatnya kita sedang menerapkan 42:39 kesabaran yang hakiki. 42:43 Meskipun 42:44 efek daripada kesabaran seperti itu kita 42:46 lakukan, 42:47 dampaknya ada pada diri kita berupa 42:49 ancaman. Betul kan, Anies? 42:51 Berupa resiko kita dimasukkan penjara. 42:53 Itu soal kesabaran akhirnya kan 42:56 ujungnya. Kita mendekam di penjara kan 42:58 harus bersabar. Itu akibatnya. 43:00 Oleh karenanya Ikhwatul Iman yang 43:02 dirahmati Allah, persoalan Ibu Rahmawati 43:04 ini akan berkembang pada sebuah negara 43:06 manapun. 43:08 Manakala di dalam sebuah negara ini 43:09 sudah tidak keseimbangan hidup antara 43:12 kenyamanan, kedamaian, ketenteraman, 43:14 berlawanan dengan ketidaknyamanan berupa 43:17 huru-hara, ketidakadilan, ini akan terus 43:20 berada. 43:21 Maka untuk 43:22 menghentikannya itu, yaitu harus dengan 43:24 kesabaran. Kesabaran bentuk apa? 43:27 Kesabaran berbentuk amar ma'ruf nahi 43:29 munkar. Itu yang akan yang paling tepat. 43:31 Kalau tidak ada, wah negara ini akan 43:33 kacau balau. 43:34 Wallahu a'lam bishawab. 43:36 Wallahu a'lam bishawab. Baik, Pak Ustad. 43:37 Ini nampaknya pertanyaan terakhir, Pak 43:38 Ustad. 43:39 Nampaknya seperti yang saya bilang ya, 43:40 saya 43:40 Betul, Pak Ustad. Mungkin kita tutup 43:43 dengan kesimpulan dari Pak Ustad, dari 43:45 pembahasan kita, Ustad. 43:46 Bahasan ini sebetulnya bahasan yang 43:47 sangat sederhana. Karena ini bahasan 43:50 bahasan kehidupan, ya kan? 43:52 Kehidupan sehari-hari kita. 43:54 Dan bayangkan kalau kita hidup di dunia 43:56 tidak memiliki rasa seperti ini. 43:59 Jangankan skop RT/RW, Anies. Ya Allah, 44:02 skop keluarga saja antara suami dan 44:05 istri enggak bakal ada kedamaian. 44:06 Heem. 44:07 Kalau tidak kita memiliki sifat kesa 44:09 kesabaran. 44:11 Antara anak dan ibu, ya kan? Antara anak 44:14 dan ayah. Kalau tidak memiliki saling 44:16 kesabaran seperti ini, wah bisa jadi 44:19 anak itu memusuhi orang tua terus gitu 44:21 nah ini. 44:22 Apalagi dengan tetangga. Ya, apalagi 44:24 dengan masyarakat. Maka ikhwan yang 44:27 dirahmati Allah, mohonlah kepada Allah 44:29 subhanahu wa taala, baik ustaz, baik 44:32 semua siapapun, bermohonlah pada Allah 44:34 subhanahu wa taala agar kesabaran itu 44:37 melekat dalam hati sanubari kita yang 44:39 sangat dalam dan menjadikan kekayaan 44:42 kehidupan kita. Baik saat kita bersalah, 44:45 cepat kita memaafkan orang minta maaf 44:47 kepada orang. Baik orang tersalah pada 44:49 kita, kita memaafkannya sehingga dunia 44:52 ini tetap ikhwatul iman dalam keadaan 44:55 bingkai rahmatan lil alamin sesuai 44:58 dengan ee apa namanya dakwah Allah 45:01 subhanahu wa taala dakwah nabi kita kan? 45:03 Nah, sesuai dengan keinginan daripada 45:05 semua manusia hidup damai tentram abadi, 45:09 apalagi kalau kita sampai memperjuangkan 45:10 baldatun 45:11 toyyibah. 45:12 toyyibatun warobbun ghofur. Nah ini 45:14 cita-cita kita semuanya. Wallahualam 45:15 bishawab. Jazakumullah khair. 45:17 Wallahualam bishawab baik kami ucapkan 45:19 jazakumullah khair kepada Ustaz Umar 45:21 untuk tausiyahnya dalam 45:23 ee pembahasan tafsir Ibnu Katsir Quran 45:26 surat Fussilat di surat yang ke 41 di 45:28 ayat yang ke 34 hingga ayat yang ke 35. 45:32 Ikhwan dan akhwat para pendengar Radio 45:34 Suara Tauhid demikian acara kita pada 45:36 pagi hari ini. Semoga apa yang Ustaz 45:39 sampaikan dapat bermanfaat bagi kita 45:40 semuanya ikhwan dan akhwat dan 45:42 mudah-mudahan menambah keimanan dan juga 45:44 ketakwaan kita di sisi Allah subhanahu 45:46 wa taala dan menambah rasa kesabaran 45:49 kita Pak Ustaz ya. 45:50 Insya Allah. 45:50 Dan sama-sama saling ee memaafkan dan 45:53 juga belajar untuk ee meminta maaf Ustaz 45:56 ya. 45:56 Iya. 45:57 Insya Allah. 45:58 Dan ikhwan dan akhwat di pagi hari ini 46:01 juga saya Muhammad Aris Mualim dan juga 46:04 Ondy dan Agus Susilo mohon undur diri. 46:07 Terima kasih untuk rekan-rekan kita yang 46:08 me-relay acara 46:10 kita di pagi hari ini yang berada di 46:11 daerah, yang berada di Banyuwangi, 46:13 Bondowoso, Jogja dan berada di Batam, 46:17 Sukabumi, Pontianak dan juga di 46:21 daerah-daerah yang lain yang me-relay 46:22 acara kita pada pagi hari ini. Semoga 46:24 kita selalu diberikan kesehatan oleh 46:26 Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mohon maaf 46:28 ada beberapa pertanyaan yang masuk yang 46:30 belum sempat kami bacakan, salah satunya 46:32 dari Ibu Aminah 46:34 dan juga ada Ibu Atik di Jatiasih, ada 46:37 Bapak Darmawan dan juga ada Abu Muaz di 46:42 Batam dan juga Ibu Yuli di Jonggol yang 46:45 memberikan pertanyaan yang belum sempat 46:47 kami bacakan. 46:49 Semoga pertanyaan yang kami bacakan 46:51 mewakili dari pertanyaan ikhwan dan 46:53 akhwat. 46:54 Kita tutup acara tausiyah pagi dengan 46:56 membaca doa kafaratul majelis, 46:58 Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu 47:00 Alla Ilaha Illa Anta, Astaghfiruka 47:02 Waatubu Ilaik. Kurang lebih kami mohon 47:04 maaf, Wassalamualaikum Warahmatullahi 47:06 Wabarakatuh.