Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:08 [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:17 rahimakumullah. 0:19 Alhamdulillah kita bisa bersama-sama 0:21 lagi di wirausaha muslim yang 0:24 mudah-mudahan mempersuasi kita semua 0:27 untuk bisa melangkah lebih ringan 0:29 menghadapi apapun yang Allah berikan 0:32 kepada kita. Tidak lupa salam selawat 0:34 kita lantunkan untuk junjungan umat 0:35 kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:37 sallallahu alaihi wasallam. 0:39 Mudah-mudahan kelak kita dipertemukan 0:41 dengan beliau di saat yang sangat kita 0:43 rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, 0:47 ngomong ngomong apakah Anda termasuk 0:49 orang yang tahan banting? Kayaknya 0:50 bahasan kali ini tadi waktu di off air 0:52 bicara soal itu tuh tahan dibanting. 0:55 Baik kita sapa narasumber kita. 0:57 Asalamualaikum warahmatullahi 0:58 wabarakatuh. 0:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01 wabarakatuh. 1:02 Jadi siap bantingnya [tertawa] 1:04 persisnya 1:05 mahal itu apa? Ember plastik. 1:07 persisnya topik kita adalah bagaimana 1:11 survival ekonomi cara cerdas bertahan di 1:14 masa paling sulit. 1:16 Nah, cerdas bertahan di masa paling 1:19 sulit dan sekarang ini kayaknya sulit 1:21 pangkat 3 ya. [tertawa] 1:22 Oke, mari kita simak sepenuh hati, 1:24 sepenuh jiwa, sepenuh rasa agar kita 1:26 bisa serap dengan baik. Silakan 1:28 ya. Terima kasih Mbak Nuring. 1:29 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:30 warahmatullahi wabarakatuh. 1:32 Waalaikumsalam. 1:32 Alhamdulukillah. Ikhwan akhwat yang 1:34 dirahmati Allah. Sebelum saya mulai 1:35 sebetulnya materi saya hari ini 1:39 survival ekonomi itu adalah satu dari 1:41 kabar gembira yang mau saya bagikan 1:43 kepada pemirsa dan pendengar hasil ya. 1:46 Saya ingin belikan tiga. 1:48 Nah, betul. 1:48 Jadi saya akan [tertawa] memberikan tiga 1:50 hadiah atau tiga kabar gembira bagi 1:53 teman-teman di Rasil, pendengar Rasil, 1:55 pemirsa Rasil. Ee ada tiga kabar gembira 1:58 yang akan saya berikan. Tapi sebelum 2:01 kita mulai kajian ini, saya ingin 2:03 teman-teman semua pertama mencatat nomor 2:06 handphone saya ya. Karena sudah tiga 2:08 kali ganti, empat kali ganti, lima kali 2:10 ganti biar tidak ini karena apa-apa ee 2:13 pasti Anda akan menghubungi saya dan 2:15 Anda akan butuh dengan siaran kita pada 2:18 hari ini. Catat nomor saya 0822 2:22 608 2:24 8060 2:26 2087 ya. Coba 0822 ee 8060 2:32 2087 2:35 ya. Ee itu yang pertama. Simpan nomor 2:39 itu. Kemudian yang kedua, dengarkanlah 2:42 siaran pada hari ini dengan positive 2:44 thinking. 2:46 Berpikir positif, positive feeling 2:49 dengan juga mengatur moda yang positif 2:52 feeling agar apa? Agar datang hal-hal 2:55 baik. 2:57 sesuatu yang baik datang menghampiri 2:59 Anda walaupun di tengah-tengah masa 3:01 sulit. Jadi saya tadi sekedar sama Mas 3:04 Krisa ngomong ya, ini saya minggu ini 3:06 lagi paling bahagia. Betul. Kenapa? 3:08 Karena saya memancarkan aura positif, 3:13 memancarkan positif thinking, positif 3:15 feeling, maka hal-hal yang positif juga 3:17 datang kepada diri saya. H 3:19 karena hadisnya jelas 3:23 aku tergantung bagaimana prasangka 3:26 hambaku kepada diriku. Jadi sebetulnya 3:28 kalau kita mau terjemahkan hadis ini 3:31 dengan teori Barat maka itu yang disebut 3:33 dengan law of attraction. Hukum 3:37 ketertarikan. Like attract like. Sesuatu 3:41 yang sama akan menarik yang sama. Jadi 3:43 minggu ini saya luar biasa sekali. 3:45 Tiba-tiba saja hari Selasa atau Senin 3:48 malam saya lupa ya. Itu tiba-tiba ada 3:51 abang saya panggil kita besok ee akan ee 3:56 bikin perusahaan merger. Jadi tiba-tiba 3:59 ada seseorang keluarga di Bogor yang 4:02 punya tanahnya enggak tanggung-tanggung 4:04 1861 4:05 hektar. Itu bikin satu kota kayak BSD 4:10 tuh 1861 hektar. He 4:12 dia minta maunya kerja sama dengan 4:14 perusahaan kami karena kami dibergerak 4:16 bidang properti dan dia memiliki lahan 4:18 tanah yang luasnya 18861 hektar. Dia 4:22 setuju untuk kita merger perusahaan kita 4:25 membentuk suatu perusahaan baru yang 4:26 disebutnya 3B. BBB kalau 2B itu bab ini 4:31 BBB. Ee BBB itu ee kami perusahaan nama 4:36 bumi Darussalam. Jadi bumi ee berkah, 4:40 bumi bersaudara. Nah, dia punya 4:42 perusahaan tujuh saudara. Akhirnya kita 4:44 bikin satu perusahaan baru di mana yang 4:46 luar biasanya mereka memberikan kami 4:48 saham kepemilikan tuh 55%. 4:51 Kami yang mengelola ee kami yang cari 4:54 pendanaannya 4:56 ee mereka memiliki aset tanahnya 4:59 ya [mendengus] 5:00 seluas 1000 ee 861 hektar ya. Jadi 5:05 tanahnya sudah ada, duitnya tiba-tiba 5:08 saja. Setelah kita sepakat itu datang 5:10 satu ee lembaga ee zakat infak, sedekah, 5:14 wakaf kemanusiaan. Ustaz, kami cip in 10 5:17 miliar, 5:18 tapi kami minta 10 hektar untuk bikin 5:22 pesantren dan boarding school. Ya sudah, 5:24 kita kasih Anda 10 hektar, sini 10 5:26 miliar. 5:28 tiba-tiba datang lagi, "Ustaz, kami 5:30 tertarik ee karena tanah itu sudah ada 5:33 400 dosen akan jadi bikin perumahan 5:36 dosen yang kelihatannya akan ee berminat 5:40 untuk ee buat perumahan dosen. Kemudian 5:42 ada kira-kira 2.000 3.000 tentara untuk 5:45 perumahan tentara 5:46 ya. Jadi masuk lagi 20 miliar ya. Jadi 5:51 tiba-tiba saja kok datang banyak banget 5:54 ya. Ya, tiba-tiba berturut-turut lagi 5:56 ya. He. 5:56 Ee kemarin sehari yang lalu tiba-tiba 5:59 ada suatu perusahaan pembiayaan ya ee 6:02 Ustaz kita tunjuk Ustaz sebagai mitra 6:05 utama. Saya tanya ee dananya berapa? 6:10 Nanti ini bahan yang kedua akan kita 6:11 bicarakan. Pembiaan haji dan umrah 6:14 dananya berapa? Dananya tak terbatas, 6:16 Ustaz. Tiba-tiba kemarin diajak Zoom, 6:18 "Ustaz, ini saya bawa mitra utama kami 6:22 juga yang di bidang haji dan umrah yang 6:24 paling bagus. Karena saya minta berikan 6:26 ujrah yang paling gede ngomong ketemu. 6:30 Tiba-tiba juga kemarin malam atau siang 6:34 sore saya lupa itu saya sepakat juga 6:36 dengan teman kakak kelas saya di UI yang 6:40 dia punya bawa perusahaan dari Singapura 6:42 yang bilang membiakan pembendanaan 6:44 sampai 4 triliun. Jadi itulah inna ana 6:48 indoni abdi 6:50 jadi positive thinking, positive 6:52 feeling. Kalau kita positive thinking, 6:54 positive feeling, maka hal-hal yang 6:56 positif juga akan datang kepada hidup 6:58 kita. Begitu juga sebaliknya kalau kita 7:01 negative thinking dan negative feeling, 7:03 maka hal-hal yang jelek, hal-hal yang 7:05 susah yang akan datang ke dalam 7:07 kehidupan kita. Oke, kita mulai bahas 7:09 yang pertama. Survival ekonomi cara 7:11 cerdas bertahan di masa paling sulit. 7:14 Kenapa saya mengangkat topik ini? Dan 7:16 kabar bagusnya buku Survival Ekonomi 7:19 cara cerdas bertahan di masa paling 7:21 sulit sudah jadi. Jadi sebetulnya ini 7:23 saya topik bahasan saya minggu depan di 7:26 masjid rumah saya di 7:27 undang untuk ee membicarakan 7:30 ee topik ekonomi. Saya ngasih judulnya 7:32 Survival Ekonomi cara cerdas bertahan di 7:34 masa paling sulit dan ini sudah jadi 7:37 bukunya 7:39 ya dan ini insyaallah akan saya berikan 7:41 secara gratis ya. Nah, Teman-teman yang 7:45 ingin ya nanti bisa WA ke saya nanti 7:47 akan saya kirimkan file-nya untuk bisa 7:50 dibaca, untuk bisa dicetak ya dikerjakan 7:53 sendiri itu secara gratis. Survival 7:55 ekonomi secara cerdas di bahasa bertahan 7:58 di masa sulit. Pertanyaannya ketika dulu 8:00 kita dengar masanya Jokowi, the winter 8:03 is coming ya, musim dingin sudah tiba 8:06 ya. Jadi kalau kita lihat kemarin sempat 8:09 US Dollar sampai diangkat 17.300. 8:12 Kalau hari ini kalau saya tidak salah 8:15 angkanya sudah 16441. 8:17 Kita lihat dulu berapa nilai kurs pada 8:20 hari ini ya. Ternyata nilai kursus dolar 8:22 pada hari ini adalah 16.000 8:25 327.400. 8:27 Jadi lumayan nih menguat lagi nih ya 8:29 K dolarnya. Ee tapi tetap saja masih di 8:32 angka ee 16.300 8:35 ya. Padahal waktu saat krisis moneter 8:38 tahun 1998 harga kos dolar itu 16.000. 8:41 sekarang sudah lebih dari 16.000. Nah, 8:43 itu indikator apa ya kelihatan. Kemudian 8:46 juga kita lihat inflasi kita to-nya eh 8:50 year on year-nya kira-kira 3%. 8:52 Nerasa transaksi perdagangan kita, 8:55 ekspor impor kita agak sedikit menurun. 8:58 Dan kalau kita lihat ee prediksi kita 9:01 dengar kenapa saya menulis ee tentang 9:03 survival ekonomi karena diprediksi 9:05 sampai dengan tahun 2030 ini akan suram. 9:09 Kalau kita lihat dari tahun 2023 kemarin 9:11 ketika adanya Taufanul Aqsa itu badai 9:15 Aqsa Palestina eh menyerang Israel. 9:18 Kemudian ada juga perang Ukrain dengan 9:21 Rusia makin akselerasinya segala macam. 9:24 Kemudian kita masuk lagi kemarin perang 9:27 tarif antara Cina dengan ee Amerika dan 9:31 seluruh dunia. Jadi situasi dunia sedang 9:34 tidak baik-baik saja. Dan kalau kita 9:37 lihat memang krisis itu bukan sekedar 9:40 berita di televisi ya atau juga sekedar 9:43 angka statistik dia sudah mengetuk pintu 9:46 kita. 9:46 Masyaallah. J. Kalau kita lihat ya, 9:48 bagaimana ee uang belanja makin tipis, 9:52 dompet makin habis, tagihan banyak 9:54 enggak habis-habis, enggak lunas-lunas 9:57 ya semuanya ya seperti itu. Harga 10:00 sembakau naik, ya. Kemudian PHK di 10:04 mana-mana, utang sulit enggak bisa 10:06 dibayar, kurs nilai rupiah ee anjlok ya, 10:10 bunga bank naik terus, kredit ee gagal 10:15 banyak, pinjol di mana-mana. Itu 10:18 indikator apa? Jadi memang ya situasinya 10:20 memang sedang gawat, sedang susah, 10:24 sedang ee berat. Nah, pertanyaan apa itu 10:28 krisis tadi? itu harga naik berasa pasti 10:31 itu dan kita besok lebaran lagi kan ya 10:34 kurban ya kita enggak tahu kita lihat 10:35 pasti ketika menjang lebar terjadi 10:38 inflasinya juga naik ya kemudian kita 10:41 kenapa pertanyaan kenapa kita terlambat 10:44 sadar setiap krisis itu karena apa sudah 10:47 rutin 10:49 udah rutin kalau kita lihat tahun 1998 10:51 itu awalnya krisis ee keuangan, krisis 10:55 ekonomi, krisis politik itu 1998. 10:59 Tahun 2008 ada krisis lagi. Jadi krisis 11:01 itu sesuatu yang berulang ya. 10 tahun 11:04 kemudian 2008 adanya supreme mortgage ya 11:07 kredit perumahan di Amerika dan 11:09 tiba-tiba embas ke seluruh dunia. 11:12 Kemudian di tahun 2008 10 tahun kemudian 11:16 2018 juga terjadi krisis juga tuh ya. 11:21 He. 11:21 Kemudian juga setelah itu muncul COVID 11:25 2020 krisis lagi. Nah, sekarang 2024 11:29 2025 tiba-tiba Donald Trump bikin 11:32 kebijakan tarif ini makin ini jadi ee 11:35 dunia sedang tidak baik-baik saja. Untuk 11:39 itu apa ketika ini pertanya apakah 11:41 krisis ini ujian atau teguran? 11:45 Ujian agar kita apa? Agar kita dapat 11:47 bersyukur kemudian bisa bersabar dan 11:50 bertawakal. Tapi juga dia merupakan 11:52 tujuan atau teguran kalau kita kita 11:54 tetap konsumtif. Ya, makanya untuk itu 11:57 dibutuhkan apa di itu tentang bab 12:01 pertama tentang situasi kondisi yang 12:03 terjadi pada hari ini kekinian bahwa ya 12:06 kita sedang berada di mode krisis. Untuk 12:10 itu kita perlu survival ekonomi. Makanya 12:12 ekonomi bertahan. Kalau teman-teman 12:15 pengusaha ini enggak ada yang berani. 12:16 Saya waktu ingat di akhir tahun saya 12:18 bilang, "Kita tunggu sinyalnya kita 12:20 lihat sampai tanggal bulan 6. Bentar 12:24 lagi sudah bulan 6 nih ya. Apakah akan 12:26 lebih baik kondisinya sehingga kita bisa 12:28 bikin apa? Tapi kalau enggak kita bikin 12:31 lebih baik." Nah, kemarin adik saya baru 12:33 pulang dari Amerika setelah 30 tahun. 12:36 Nanti ee bulan depan tanggal 7 dia sudah 12:38 balik lagi. Saya tanya, "Bagaimana 12:40 kondisi di Amerika?" Oh, makin parah ya 12:42 kondisi di Amerika makin dan biasa 12:44 memang ketika terjadi parika Indonesia 12:46 akan kebagian juga. Bahkan ada bilang 12:49 kemungkinan saya bisa kena layof juga 12:50 nih, Bang. Padahal 30 tahun jadi Amerika 12:53 ahli IT. Kerjanya bukan kaleng-kaleng. 12:57 kerjanya dia programmer di Meta, di 12:59 Facebook, di YouTube yang memang ahli 13:02 bidang teknologi. Dia siap-siap kalau 13:05 kena ee pengurangan dan memang 13:09 imigran-imigran bisa dikurangi, ya sudah 13:11 dia bilang ee siap-siap belajar EI. Dia 13:14 ahli artificial intelligence dan ahli di 13:16 big data. Ee ya saya bilang, "Kalau ini 13:19 pulang aja ke sini, kita bikin sesuatu 13:21 di sini." ya kelihatan istrinya masih 13:23 belum mau. Dan untuk itu ee setelah 13:26 situasi itu saya gambarkan bagaimana 13:28 mindset kita bertahan di tengah krisis. 13:31 He. 13:31 Jadi memang selalu tadi kenapa saya 13:33 bilang kita perlu positive thinking, 13:35 positive feeling? Karena kalau kita 13:37 memancarkan aura-aura positif, berpikir 13:39 positif, merasakan positif, maka hal-hal 13:41 positif juga yang akan datang. 13:43 Ya, saya juga dalam kondisi modenya mode 13:46 survival, bertahan susah. Tapi susah itu 13:50 tentang perasaan saja ya. Susah itu kan 13:53 tentang pikiran saja. Jadi kalau kita 13:55 perasaan kita susah, pikiran kita juga 13:57 susah, maka hidup kita akan susah. Tapi 13:59 kalau kita pancarkan aura positif, ana 14:02 indoni abdi pikirannya positif, 14:04 perhatian positif, ya malah kok yang 14:07 datang 1681 14:10 hektar yang nilainya itu kalau kita 14:12 hitung sampai kira-kira 17 triliun. He. 14:14 Tiba-tiba duitnya datang, tiba-tiba 14:17 perusahaan yang supportnya juga datang, 14:19 tiba-tiba banyak orang yang datang, 14:20 tiba-tiba saya diajak jadi sebagai 14:22 komisaris di perusahaan tersebut. Ya, 14:24 itu apa? Kalau bukan karena saya 14:26 berpikir positif, bersangka baik kepada 14:28 Allah, maka hal-hal baik itu akan datang 14:31 kepada kita. Maka yang harus kita 14:34 lakukan ketika itu mindset dulu. Mindset 14:36 kita untuk bertahan di tengah badai 14:38 krisis. Jadi kita punya mental, mental 14:41 survivor atau mental korban. 14:44 Heeh. 14:45 Kalau kita mental korban kayak gini, ya 14:47 sudahlah memang susah, udahlah minang 14:49 hidup gua susah, keluarga gua susah, 14:51 bapak gua miskin, kakak gue, kakek gua 14:53 miskin, keluarga miskin. Udah memang 14:54 hidup gosuh, udah takdir gua hidup gitu 14:56 ya sudah. Ya, jadi itu kalau kita punya 14:59 mental korban. Tapi kalau kalau mental 15:00 survivor pertahan sudahlah ini terjadi 15:04 di luar kendali kita. Sekarang bagaimana 15:06 cara saya bisa merubah keadaan tersebut? 15:09 Bagaimana anak gua tetap bisa makan? 15:11 Bagaimana anak bini gua tetap bisa 15:13 sekolah? Bagaimana kita bisa berlalu 15:16 daripada krisis ini? Semua badai pun 15:19 pasti berlalu. Kan? Tuh lagu siapa itu, 15:21 Mbak Nun? Tuh 15:22 badai pasti berlalu. Krise. 15:23 Krise ya. [tertawa] Badai pasti berlalu. 15:25 Ya sudah kan kita sudah biasa ngandapin 15:28 98, ngadapin 2008, 2018, 2020 15:32 dan sekarang 2025. 15:33 Sekarang tiba-tiba [tertawa] 15:34 2025 ya sudah kita sudah terlalu biasa 15:36 orang Indonesia. Maka tadi saya bilang 15:38 kita ee kenapa dinosaurus punah tidak 15:42 hebat? Apa dinosaurus makhluk yang 15:44 paling gede. Jadi yang bisa bertahan itu 15:46 bukan yang paling kuat, bukan yang 15:48 paling kaya, bukan yang paling pintar, 15:50 tapi yang bisa beradaptasi. 15:52 Nah, ini dia adaptasi. Satu kata yang 15:55 kita genggam erat hari ini, ya. 15:56 Iya. Kalau kita bisa beradaptasi dengan 15:58 situs apapun, maka kita akan bisa 16:00 bertahan. Jadi setelah sikap mental 16:02 miliki sifat survivor, pejuang, maka 16:05 yang kedua hadapi. 16:07 Jangan lari, jangan kita sedih. Makanya 16:10 saya bilang tadi mental kita, mindset 16:13 kita ya positive thinking, positive 16:16 feeling dulu. Kalau pikiran kita 16:18 positif, feeling kita, hati kita tetap 16:20 positif, maka ana indazoni abdi Allah 16:23 yang akan membantu kita. Saya selalu 16:25 bilang kepada keluarga saya, "Udah kalau 16:27 kita punya Allah tenang aja. Selama 16:30 Tuhan kita masih Allah tenang gitu. Kita 16:33 khawatirangka baik 16:34 sangka baik." Walaupun saya 16:35 kadang-kadang suka protes juga sama 16:36 Allah. Saya ngomong gini, "Ya Allah, 16:38 saya percaya Engkau pasti bantu saya dan 16:42 keluarga saya. Kenapa? Udah puluhan 16:44 tahun hidup gue susah, di ujung-ujung 16:46 dibantu sama Allah. Susah banget, kagak 16:49 punya duit. Besok harus bayar sekolah, 16:51 anak segala macam. kuliah tiba-tiba dua 16:52 anak di luar negeri minta bayar e 16:55 selingnya satu hari yang ini minta besok 16:57 yang ini minta puyang kepala mau pecah 17:00 gitu duit kagak ada tiba-tiba semua 17:02 ngasil nol saya percaya aja istri kita 17:04 kadang-kadang sudah pusing bi besok g 17:06 mana bayar bi kalau saya udah tenang aja 17:08 kalau tuhan kita namanya Allah beres 17:10 saya selalu begitu 17:11 h 17:12 pusing enggak saya pusing tapi saya 17:14 orang pemain teater ya saya dulu 17:16 belajarnya sama Dedi Miswar ya rumah 17:19 saya dekat Dedi Miswar di Kemayoran saya 17:20 orang yang bisa berpura-pura tidak ada 17:22 apa-apa. Tenang, Mang. Seolah [berdehem] 17:24 tidak tenang dulu. Walaupun malah kita 17:27 pusing 17:27 ya tiba-tiba eh datang pertolongan 17:29 Allah. Cuman saya bilang, "Ya Allah, 17:31 hamba percaya Engkau pasti menolong 17:34 saya, pasti nolong keluarga saya. Tapi 17:36 ya Allah kalau bisa nolongnya jangan 17:38 last minute dong, ya Allah. 17:40 Baru malam gitu [tertawa] ya." 17:41 Kadang-kadang itulah kadang-kadang 17:43 memang Allah pertolongan tuh last 17:44 minute. Besok harus bayar, malam ini 17:47 tiba-tiba magribnya cekling masuk dari 17:49 siapa? Eh, tahu ada yang ngasih. Iya. 17:51 Iya. 17:51 Ini terakhir kemarin nih bulan lalu saya 17:54 kan bikin skanerionya 1 2 3 4 5 6 17:58 tujuh kita bikin skaner ni. Kalau 18:00 kondisi sulit saya bikin skenario satu. 18:03 Saya kira 1 2 3 4 5 6 kagak jalan. 18:07 Ada yang ketujuh. Yang tujuh apa? Ya 18:09 bikin setengah malu. Enggak apa-apa 18:10 pinjam aja. Saya bilang Rasulullah aja 18:13 berhutang enggak apa-apa saya pinjam 18:14 saya WA kan teman-teman saya nih gua 18:17 pinjam dulu nih ada kebutuhan begini 18:18 begini begini begini begini gitu kan. 18:21 Udah, udah besok bayar nih. Ini hari 18:24 akhir bulan nih, besok harus bayar gitu 18:27 kan. Ya udah kita enggak tahu istri saya 18:29 mari besok tenang aja. Kalau Tuhan kita 18:31 Allah beres. Tiba-tiba pulang saya dari 18:35 mana gitu saya mampir dulu ke sekolah 18:37 istri saya ya kan ya ngasuk begitu salat 18:40 zuhur tiba-tiba saya lihat W akan 18:43 cengkling hadiah untuk Ustaz Valentino 18:46 Dinsi dari kami berempat. Eh, 18:48 murid-murid saya 18:49 berupa 18:50 duit R10 juta. 18:52 Masyaallah. 18:52 Hadiah kan kita mau minjam. Dia bilang 18:55 kalau gua tulis deh. Gua tulis pakai 18:57 surat utang, penjatan utang ya. Pakai 18:59 meterai, pakai meterai. 19:01 Paling susahnya tuh. Tiba-tiba ada 19:03 murid-murid saya yang transfer kasih R10 19:06 juta hadiah. Saya bilang, "Tuh, hadiah 19:08 kita kagak perlu bayar lagi." Saya 19:10 bilang, "Dikasih hadiah kan ya begitu." 19:11 Akhirnya malam saya transfer kan ces 19:14 anak saya gitu kan. Wah, happy dia kan 19:15 ya. Kayak gitu. Tapi ya 19:17 itu efek dari berprasangka baik terhadap 19:19 Iya. Cuman ya Allah tapi jangan kasihnya 19:21 mepet-mepet dia kalah gua mau kasih 19:23 mepet gua pengin lihat lu gimana kan 19:25 kayak gitu ya. Jadi itu hadapi kemudian 19:28 yang berikut tenang. 19:30 Coba kalau pikiran kita tenang kita bisa 19:32 mikir. Tapi kalau kita panik banyak 19:34 orang mati karena panik. Ini ada satu 19:36 kisah ya. Saya ingat [mendengus] 19:37 kisahnya lama banget saya baca. Ada 19:39 tiba-tiba di Amerika ceritakan saya 19:41 tulis di buku saya tuh banyak. Dia masuk 19:43 ke sebuah ruangan, tiba-tiba ruangan itu 19:45 ketutup. Brak pintunya ketutup. Ruangan 19:48 itu adalah ruang penyimpan daging. Jadi 19:51 kalau orang Amerika tuh potong sapi saya 19:53 digantung kan tuh itu ruangan fro apa 19:56 freezer. 19:57 Wah terkunci pintunya dari dalam kagak 20:00 bisa dibuka. Dia gedor-gedor enggak bisa 20:03 terbuka karena udah kagak ada orang. 20:05 Akhirnya apa? Dia pasrah, dia lemas 20:08 lemas lemes mati. 20:10 Mati itu orang ya. Besoknya dibuka 20:14 ketemu itu orang tuh mati. Mati dalam 20:16 keadaan membeku karena mati di dalam 20:19 freezer daging. Mati beku makuning. 20:23 Masyaallah 20:23 kayak orang dia kayak daging di freezer 20:26 lah gitu. Tapi yang menariknya freezer 20:28 itu udah mati 3 bulan yang lalu. Kagak 20:30 ada listriknya. Kenapa dia mati membeku? 20:33 He. 20:33 Karena otaknya bilang ini ruangan 20:37 freezer pembeku daging. Hatinya 20:40 merasakan benar ini dingin. Akhirnya dia 20:42 mati dalam keadaan membeku. Kenapa? 20:45 Otaknya bilang ini dingin. Hatinya yakin 20:47 itu dingin. Akhirnya dia mati dalam 20:49 keadaan membekuk. Padahal itu ruangan 20:51 kagak ada listriknya. 20:52 You what you think, you feel. Terus jadi 20:55 kan what you think is what you feel. Ya, 20:58 itulah kenyataannya ya. Syukur dan 21:01 tawakal aja. 21:03 dan anggap itu sebagai sekolah 21:06 kehidupan. 21:10 Nah, bab yang ketiga adalah strategi 21:12 bertahan kelola keuangan dengan bijak. 21:16 Heeh. 21:16 Pasti semuanya naik, kebutuhan naik, 21:20 duit kagak naik, 21:21 OMR naik. Maka untuk itu apa? Kelola 21:25 keuangan. 21:27 Kenali kebutuhan dengan keinginan. 21:30 Kebutan tuh beli beras, bayar listrik, 21:33 bayar air itu kebutuhan. Tapi kongko, 21:36 minum kopi bareng di kafe itu keinginan 21:40 needs and want. Kemudian catat semua 21:44 pengeluaran-pengeluaran kita. Sesuai 21:46 enggak dicatat, ya enggak bisa 21:47 dikontrol. Kemudian anggaran buat 21:49 anggaran 50 30. J. Jadi anggaran 50 30 21:53 artinya apa? 50% itu untuk kebutuhan, 21:57 30% itu untuk 22:00 tabungan dan lain-lain 10% untuk infak. 22:05 Ini kita buat anggaran tersebut. 22:08 Dan yang keempat bab 4 ya ini saya nulis 22:11 ada empat bab lima babnya cari peluang 22:14 di tengah keterbatas. 22:16 H 22:17 sudah susah udah pengeluaran gede, 22:20 kebutuhan gede enggak bisa ditekan. Cari 22:22 apa? Cari peluang. Innallaha laugumin 22:25 hatta yugirfusihim. 22:27 Allah tidak akan merubah nasib suatu 22:29 kaum, sebuah keluarga, seorang individu, 22:32 kecuali dia sendiri mau berubahnya. Itu 22:34 surat Arad, surah 13 ayat 11. Jadi kita 22:37 tidak bisa merubah, tidak bisa 22:39 mengontrol yang di luar 22:42 kita, tapi kita bisa mengontrol dari 22:44 dalam pikiran kita, dari hati kita. Kita 22:46 bisa merubah yang di bawah kontrol kita. 22:49 Jadi tadi mindset keyakinan kita 22:53 ya. Kalau kita positif ya akan datang 22:54 hal yang positif. Kemudian gunakan 22:56 teknologi 22:58 ya. Saya makanya begitu udah belajar 23:00 apapun juga makanya tiba-tiba ada 23:03 digital produk. Jualan digital produk 23:06 walaupun ternyata saya yang beli baru 23:07 dua. Kalau kita dengarin cerita, "Wah si 23:09 ini jual digital produk dalam 3 bulan 23:12 dapat 1,3 miliar." Oh, istri saya 23:14 semangat ya. Nurdin namanya tuh. Mukanya 23:17 kalau lihat wah kayak tukang tukang 23:19 sampah lah gitu kan. Mukanya cupu. Tapi 23:21 saya bilang sama C ya lihat dulu dia 23:24 sudah berapa tahun main di digital 23:25 marketing, digital produk sudah 17 tahun 23:27 23. Ya wajar kita baru mulai mau 23:30 tiba-tiba dapat miliar-miliar juta. 23:31 Enggak mungkin ya mulainya dari kecil 23:33 dulu 23:34 ya belajar ya digital produk segala 23:37 macam ya. Kemudian apa? Kita harus 23:39 berjamaah. 23:41 Enggak bisa kita melakukan sendiri. 23:43 Fainna ya'bu minal wahidin. Serigala itu 23:46 akan memang domba yang sendirian. Kalau 23:49 kita sendiri enggak punya teman, kita 23:51 stres aja. Ujung-ujungnya pikiran 23:53 negatif, ujung-ujungnya mau bunuh diri 23:54 aja gitu. Tapi kalau kita berjamaah, ya 23:57 udah makanya saya gini, saya habis rumah 24:00 saya dua, kita magrib kita, mobil kita 24:02 dua, duit kita miliaran habis ya kita 24:05 bersyukur aja akhirnya bisa bayar utang 24:07 kan. Jual rumah dua, jual mobil dua, 24:09 utang ini miliaran bayar ya setengah 24:12 lunas gitu kan. Alhamdulillah ya ketemu 24:15 teman kita punya hutang 4 triliun. 24:18 Rumahnya di Pondok Indah ada beberapa 24:20 biji. Kota wisata rumahnya paling gede 24:22 ya. Miliaran duitnya habis ya. Jual jual 24:25 jual 1 triliun utangnya masih 3 triliun. 24:27 Gana bayarnya serangan jantung. 24:30 Sementara saya punya saudara juga 24:32 tiba-tiba kita dikirim video diemo 400 24:35 orang hutangnya puluhan miliar juga ya. 24:39 Kita kan alhamdulillah enggak sampai di 24:40 demo segala macam ya. Kalau inna andi 24:42 indabni abdi itu ya begitu. Kalau kita 24:46 berjamaah, kita lihat, oh ternyata ada 24:48 yang lebih susah dari kita. Ya, jadi itu 24:50 yang pertama. J bagi teman-teman yang 24:53 ingin buku survival ekonomi cara cerdas 24:56 bertahan di masa paling sulit bisa kirim 24:59 WA ke saya 0826080 25:03 2087. 25:05 Saya terbalik apa enggak ya tuhing? 25:07 Enggak tadi yang ditulis betul sudah 082 25:10 80602087. 25:15 Benar namanya itu 25:17 ya tadi yang diawalin 25:19 enggak saya karena sering berganti 25:22 ya jadi suka lupa kita nomor kita itu 25:26 ganti-ganti nomor telepon bukan di 25:29 banyak orang benar tuh benar 086080 25:33 bukan 806 6080 2087 25:36 oh terbalik berarti tadi tadi 80 oke 25:39 082260802087 25:44 saya akan berikan buku bukunya secara 25:45 gratis. Tapi versinya PDF ya. Dibaca, 25:49 dipraktikkan, simpel kok, enggak 25:51 banyak-banyak. Itu seingat saya 24 25:54 halaman saja. 25:55 Bahasanya simpel, bahasanya to the 25:57 point. 25:57 Ee alhamdulillah sudah banyak yang minta 26:01 ee saya sudah kirimkan. Mereka sudah 26:03 banyak merasakan manfaatnya. Jadi itu 26:06 yang pertama bahasan kita hadiahnya. 26:09 Hadiah buku gratis untuk antum para 26:12 pendengar hasil survival ekonomi cara 26:14 cerdas bertahan di masa sulit. Itu 26:16 berita bagus yang pertama. Berita bagus 26:17 yang kedua yang ingin saya sampaikan 26:21 bahwa ee kira-kira bulan inilah saya 26:25 baru saja melakukan MOU dengan sebuah 26:27 perusahaan pembiayaan haji dan umrah 26:30 terbesar di Indonesia. He 26:32 ee BUMN ditunjuk sebagai mitra utama 26:36 untuk pembiayaan haji dan umrah. Jadi 26:37 kalau teman-teman yang ingin haji, yang 26:40 ingin umrah, enggak punya duit, tenang 26:42 aja bisa hubungi nomor saya itu BUMM ya, 26:46 haji e wisata, haji dan umrah. Kita bisa 26:49 memberangkatkan haji dan umrah dengan 26:52 skema pembiayaan. Ya, bayar pergi dulu, 26:55 bayarnya belakangan. Bahkan saya 26:57 akhirnya bikin produk yang namanya ee 26:59 pergi haji tahun depan. Nah, itu bisa 27:01 dibuka di pergihajitaahundepan.com. 27:04 Jadi, yang pengin pergi haji tahun depan 27:07 enggak pakai antri nih ya. Bisa karena 27:12 haji itu kan ada haji reguler 27:13 di Depok 27 tahun. 27:15 Kemudian ada haji khusus itu 5 sampai 7 27:19 tahun. He 27:20 bisa punya ketiga haji Furoda antara 250 27:24 sampai 600 juta. Punya duit 800 juta 27:28 bisa pergi tahun ini juga tahun depan 27:31 ya. Kalau punya duit ee itu bisa pergi 27:34 kalau ee haji furodanya enggak bodong. 27:37 Kalau bodong ya duitnya hilang kagak 27:39 jadi pergi. Nah kita menggandeng 27:41 mitang-mintang bisa terpercaya. Kalau 27:43 perlu enggak keluar duit dulu. Bahkan 27:44 saya berpikir bagaimana karena saya 27:47 jumpai teman saya ini yang punyaanya 27:49 ustaz saya sama istri saya pengin pergi 27:52 haji tahun depan 27:55 tapi saya kagak punya duit. Nah surga 27:57 coba pikirin gimana caranya. Saya juga 28:01 mikir saya kutakatik kutakatik eh bisa 28:03 ketemu. Jadi kalau antum yang pengin 28:07 pergi haji tahun depan 28:09 dan enggak punya duitnya, ah nanti bisa 28:11 pakai formula saya ya, bisa hubungin 28:14 saya nanti bisa jumpa saya terangkan 28:16 formulanya. Jadi pergi haji tahun depan 28:18 buka pergi haji tahun depepan.com ya. 28:21 Pergi haji tahun depepan.com. Jadi yang 28:23 kedua adalah haji dan umrah. Yang ingin 28:27 haji, yang ingin umrah bisa juga haji 28:30 umrahnya lewat Rasil. 28:32 Kita yang pembiayaannya, kita yang 28:33 menyediakan dananya ya antum tinggal 28:36 nanti ngisi formulir saja jaminan dan 28:38 kita enggak megang duit ya. Jadi 28:40 langsung ke perusahaan pembiayaannya MOI 28:42 dengan perusahaan pembiayaannya. Jadi 28:44 saya BUMM itu cuma sekedar apa e 28:47 marketing ya jembatan yang menghubungkan 28:49 itu dan insyaallah 28:51 itu dananya dia bilang unlimited ya saya 28:54 percaya perusahaan-perusahaan UDTK 28:57 perusahaan [mendengus] otomotif terbesar 28:59 ya sudah itu yang kedua bagi Bapak Ibu 29:02 yang ingin haji dan umrah tapi kagak 29:04 punya duit bisa kita bantu 29:06 memfasilitasinya untuk bisa haji dan 29:08 umrah bahkan pergi haji tahun depan 29:11 tahun depan nih 2026 29:12 he 29:13 saya lagi nyiapkan skimnya bagaimana 29:14 saya dan istri. Nah, Bapak-bapak, 29:16 Ibu-ibu yang ingin pergi haji tahun 29:18 depan juga bisa bareng saya. Yang enggak 29:20 punya duit, eh kita bikinin skimnya. 29:22 Bagaimana juga kan maunya gitu pergi 29:24 haji depan tapi enggak keluar duit. 29:27 Bayarnya pokoknya belakangan yang 29:28 penting berangkat. 29:29 Engak keluar enggak bayar duit. Bukan 29:31 bayarnya belakangan. 29:33 Tadi bukan dibayar belakangan. 29:35 Nah, itu ya yang bayar belakangan. 29:37 Oh, inilah yang 29:37 tapi saya berpikir bagaimana kita bisa 29:40 pergi haji dan umrah. Pergi haji lah ya. 29:43 tahun depan tapi kagak keluar duit 29:47 bisa 29:49 caranya lu jadi marketing kan 29:51 oke 29:52 tapi komisi kan 29:53 katakan mending saya kasih komisi ee 20 29:57 juta untuk ngajak orang yang bisa pergi 29:59 haji. He 30:00 khusus R juta nih 30:02 untuk bisa pergi haji khusus itu furoda 30:06 kan 240 juta deh. Jadi, Mbak Nuning kan 30:10 cuman ngajekin 12 orang aja. Eh, 30:13 ee 20 10 orang aja kan. 30:15 Iya. 30:15 I kan 10 orang kan R juta kan. 30:17 He. 30:17 Kalau Mbak Nun bisa ajak 10 orang untuk 30:19 pergi haji kan dapat komisi R juta bisa 30:23 pergi haji kan? 30:24 Enggak keluar duit kan. 30:25 Jadi dengan menjadi ee 30:28 agen 30:29 agen 30:29 menjadi wrestler, 30:30 he 30:31 menjadi marketer dan ini bisa berlaku 30:33 juga untuk teman-teman pengurus DKM nih, 30:36 pengurus masjid. 30:38 Menarik, menarik. 30:39 Jadi, jadi 30:41 karena saya selalu orangnya challenging, 30:42 Pak Nuning ya. 30:43 Heeh. 30:43 Kalau orang pergi haji bayar furoda 30:46 punya duit R 300 juta, ya bisa pergi. 30:49 Pertanyaan gua kagak punya duit. Saya 30:51 ngomong gitu, Ustaz. Saya ingin pergi 30:53 haji tahun depan 2026 tapi saya samonya 30:57 sama istri saya pergi haji tahun depan, 30:59 tapi saya kagak punya duit. Coba ente 31:01 pikirin caranya. Saya suruh dia mikir 31:05 enggak ketemu, Mbak. 31:08 Kalau saya mikir sekarang gini, saya 31:10 ngubungin yang tadi perusahaan Banajum. 31:12 Ustaz, saya ditunjuk jadi mitra utama 31:16 perusahaan tersebut. Sebut saja namanya 31:18 mitra. 31:20 Dah, saya minta lagi, "Ustaz, tolong 31:22 saya cariin mitra antum yang paling 31:24 bagus yang bisa ngasih komisi, ngasih 31:26 ujroh paling gede." Dikasihlah. Ya, saya 31:29 ngubungin langsung. 31:31 Iya, 31:31 saya ngubungin langsung, "Saya pengin 31:33 pergi haji tahun depan. Berapa orang 31:35 yang harus saya ajak sehingga saya bisa 31:38 pergi haji tahun depan sama istri saya 31:40 dan kagak keluar duit?" 31:43 Pada akhirnya kan kita menjual kan, 31:45 menjual jasa kan gitu. Itu yang namanya 31:46 berpikir. Makanya sesungguhnya kajian 31:49 dalam wirausaha muslim kita ini intinya 31:52 apa sih? Intinya creativity and 31:54 innovation. Selama kita kreatif dan 31:57 inovasi, enggak ada tuh yang namanya 31:59 krisis. Tapi kalau udah lu malas bilang, 32:03 "Wah, susahlah hidup ni. Pemerintah yang 32:05 salah, goblok nih harga naik dolar 32:07 segala macam, enggak ada urusan sama 32:09 kita. 32:10 Kalau kita punya duit banyak mah 32:12 gampang." Iya kan? Tapi persoalan 32:14 bagaimana ketika kita menghadapi 32:16 scarcity, 32:18 kelangkaan. Enggak punya duit 32:21 tapi mau kita banyak. Ya harus kreatif 32:24 dan harus inovasi. Dan itu yang saya 32:26 lakukan. Saya pengin pergi haji tahun 32:29 depan sama istri, tapi saya enggak punya 32:32 duit. 32:34 Akhirnya ketika itu kan berpikir 32:37 kreatif, ya. Ketemulah solusi-solusi. 32:39 Iya. 32:40 Nah, itu yang kedua ya. Jadi ee buka di 32:43 pergihajitaahundepan.com. 32:45 Nyambung tuh pergihundepan.com. 32:47 Yang ketiga, 32:49 jadi saya kasih hadiah nih kabar 32:50 bagusnya. Yang ketiga, 32:52 kalau teman-teman yang punya ide 32:54 kreatif, ide genius, belum ada ya, punya 32:58 produk, punya penemuan, punya keahlian, 33:01 atau punya perusahaan yang untungnya 33:04 lagi dapat proyek tetapi kekurangan 33:06 dana. 33:06 He. 33:07 Atau kayak tadi itu punya tanah segala 33:09 macam, kagak punya dananya, ya bisa saya 33:11 bikin yang ketiga namanya BUMM Kapital. 33:15 Kita membiayai dari R juta sampai R 33:19 miliar. 33:21 ya untuk ee startup. Kemudian dari 1 33:26 sampai 5 miliar, dari 5 sampai 50 33:28 miliar, dari 50 sampai 500 miliar dan di 33:31 atas 1 triliun. 33:33 He 33:34 itu saya punya mitra ee teman perusahaan 33:37 IPO atau juga mungkin teman-teman yang 33:39 punya perusahaan butuh dana publik untuk 33:42 IPO. kemarin datang ke kami itu ada 33:45 perusahaan dia butuh R50 miliar, ada 33:47 yang butuh juga 200 miliar, ada yang 33:49 butuh 600 miliar. [mendengus] Saya 33:51 bilang ee ya kita bisa ee akhirnya saya 33:55 membentuk perusahaan apa? Private 33:56 equity. Saya konteks Sandiaga Uno 33:58 langsung nanti saya bilang, "Gue pengin 34:00 bikin private equity khusus 34:02 perusaha-pengusaha muslim." 34:05 He 34:05 ya. Akhirnya datang tuh, Mbak, ketika 34:07 kita berpositive thinking, berpositif 34:09 feeling, ya. Mitra saya, kakak kelas 34:12 saya kuliah dulu, dia perusahaannya 34:15 memang IPO. Dan ada dosen saya ee di UI 34:20 yang dia dulu di Bursa 34:22 efek Indonesia, BEI itu memang 34:25 mengipok-kan perusahaan-perusahaan yang 34:28 butuh dana dari ee pasar ee bursa gitu 34:33 kan. akhirnya datang. Jadi kalau 34:36 teman-teman yang butuhkan itu ya bisa 34:39 nanti ee nanti kita akan adakan 34:40 pertemuan ya khusus namanya investor 34:43 meeting. Khusus investor meeting. 34:45 Rencananya bulan Juni agak-agak akhir 34:47 kita akan adakan pertemuan bagi 34:49 teman-teman investor, mungkin juga bagi 34:51 teman-teman yang butuh untuk diipok-kan 34:55 atau butuh para inovator-inovator untuk 34:57 di start up company. Kemarin ada juga 35:00 itu chat konteks ee siaran kita bulan 35:02 lalu dari 35:03 percetakan kata dia yang dibilang ee ya 35:06 saya bilang kita ketemu aja dulu yang 35:08 penting kasih rapotnya dulu kasih saya 35:10 laporan keuangannya kasih neracanya kita 35:13 lihat ee lu cuma 5 miliar aja kesulitan 35:18 ee ada PO-nya enggak pesenan segala 35:20 macam sehingga bisa kita doig juga 35:23 sehingga layak untuk mendapatkan 35:25 pembiayaan nanti kita tinggal 35:26 hitung-hitungan bagaimana ee ee bagi 35:29 hasilnya bagaimana proses kerjaamanya. 35:31 Jadi, itulah tiga kabar gembira yang 35:34 ingin saya sampaikan pada hari ini 35:35 kepada pemisa. Satu, buku Survival 35:38 Ekonomi secara cerdas bertahan di masa 35:40 paling sulit. Yang ingin bukunya silakan 35:43 tinggal WA saja. 35:44 Yang kedua, yang ingin pergi haji dan 35:46 umrah, 35:47 bahkan kalau haji tahun depan enggak 35:50 punya duit, ah tinggal kontak aja bisa 35:51 ketemu nanti di tempat saya gitu kan. 35:54 Dan yang ketiga, bagi teman-teman 35:56 pengusaha UMKM, usaha kecil, mikro, 35:59 menengah, sedang, dan besar yang butuh 36:01 ee pembiayaan untuk e start up company, 36:05 untuk eh expanding company, membesarkan 36:08 company, untuk menjalan company bisa 36:11 kontak ke nomor saya 082608087. 36:19 Itu BUMM capital. 36:21 BUMM Capital. 36:22 Heeh. Ya. Jadi akhirnya terpaksa saya 36:24 membuat perusahaan private equity. 36:26 Iya. 36:27 Ya. Saya hubungi siapa ya? Kebetulan 36:28 Sandi, teman saya Sandi Agak Uno. Saya 36:30 WA aja beliau. Saya kirim ee email ke 36:33 beliau, kita akan atur pertemuannya. 36:36 Akhirnya kan itulah networking, itulah 36:39 creativity dan inovasi. Butuh duit 36:41 enggak? Enggak ada yang pakai duit. 36:43 Semuanya pakai apa? Kreativitas dan 36:46 inovasi. Karena ketika kita punya 36:48 kreativitas dan inovasi, kita bisa 36:50 earning money, kita bisa menghasilkan 36:52 uang. Tapi kalau kita punya duit tapi 36:54 otak kita begok, habis itu duit 36:57 [tertawa] ya. Tapi kalau kita punya otak 36:59 enggak punya duit, kita bisa bikin duit. 37:01 Jadi perlunya tadi saya bilang di 37:03 awal-awal kan positive thinking and 37:05 positive feeling. Berpikirlah positif 37:08 dan pancarkanlah aura-orang positif. 37:10 Maka ee banyak hal-hal positif yang akan 37:12 datang ke dalam hidup kita walaupun di 37:15 tengah-tengah masa yang paling sulit. 37:19 di tengah kesulitan yang penting eh ber 37:22 there is a will, there is a way. 37:24 [tertawa] 37:24 Di mana ada kemauan selalu ada 37:26 di situ pasti ada jalan. 37:28 Oke, keren banget. Jadi, lagi-lagi kalau 37:32 kita kenali 37:34 bahwa kita punya kendali atas diri kita 37:36 sendiri seperti yang tadi di awal ee 37:39 Bung Valentino Dinsi bilang, insyaallah 37:43 akan selalu ada jalan. Tetapi strategi 37:45 bertahan nih ada yang nanya nih. 37:47 Yes. 37:48 Bagaimana mungkin bisa bertahan kalau 37:51 kondisi ekonomi yang sulit sementara 37:54 makan harus jalan terus, anak-anak bisa 37:56 kelaparan. 37:57 Saya tidak bisa lagi ngapa-ngapain 38:00 karena dipecat dari kantor. H 38:03 ya ikut. 38:04 Dia bilang kenapa saya tidak bisa 38:06 ngapa-ngapain lagi? Karena di pikir 38:09 setelah dipecat semuanya selesai. 38:11 [tertawa] 38:11 Karena itu sebenarnya jadi mindsetnya 38:12 dia. Padahal sekarang yang namanya kita 38:17 apa? Westler produk digital. 38:21 He he. 38:21 Itu modalnya handphone doang. 38:25 Gabung ke Linkit, kita jualin produk 38:27 orang dapat komisi 10 sampai 38:30 20% 38:31 20 30 40%. 38:33 Tadi saya cerita orang yang namanya 38:35 Nurdin inilah googling lihat muka Nurdin 38:39 kayak tukang kebon saya bilang tapi dia 38:42 bisa menghasilkan dalam 3 bulan itu 1,3 38:45 miliar kalau ngelihat bukanya saya 38:46 bilang kayak tukang kebon. 38:49 Jadi tantangannya adalah bisa menjual 38:51 diri kita sendiri sebetulnya karena apa 38:54 saya tidak bisa ngapa-ngapain karena dia 38:56 pikir setelah dipecat dunianya selesai. 38:59 Coba kalau bilang saya harus bangkit 39:02 karena anak saya perlu makan, karena 39:05 anak saya perlu sekolah, apa yang harus 39:07 saya lakukan? Naik ke langit mikraj, 39:10 salat duha, baca Quran, saum, tahajud, 39:13 minta pasti terbuka. 39:15 Jadi di situ positive feeling, positive 39:17 thinking bergerak. 39:18 Tanpa itu jangan harap 39:20 tahu-tahunya datang aja. 39:23 Ya, saya bilang, "Saya kan enggak tahu. 39:24 Saya cuman lagi susah juga butuh anak 39:26 saya sekolah kagak main-main. 39:28 Dua orang ke Turki, S2, S1. Pengeluaran 39:32 bulanan itu sampai belasan juta. 39:35 Tiba-tiba bisnis saya dirampuk orang, 39:37 semua duit saya habis, semua perusahaan 39:39 saya habis, kebutuhan tidak bisa ditar. 39:42 Tapi gua masih punya Allah. 39:45 Terbuka aja itu tiba-tiba walaupun 39:47 datangnya Allah last minute gitu kan. 39:49 Tapi saya bilang kalau saya tidak pernah 39:51 kalau saya kemarin adik saya tuh gitu 39:53 datang saya cerita, "Dek, ini gua hidup 39:56 gua sekarang saya enggak bilang susah 39:57 loh Buning." 39:58 He 39:59 hidup gua seru 40:02 seru pakai tanda petik ya. 40:03 Dulu penghasilan gua saya bilang saya 40:06 bisnis, saya nulis buku, 40:09 saya ceramah, saya ngajar ada berapa? 40:12 Lima. Tiba-tiba ini lima-limanya hilang 40:16 berhenti semuanya. Heeh. 40:18 Seru enggak tuh? 40:19 Seru aja banget. 40:20 Seru [tertawa] saya bilang. Tapi kalau 40:21 saya bilang susah berhenti kan. 40:23 Iya. 40:24 Saya dipecat berhenti. Tapi kalau seru 40:27 kayak kita main game. 40:29 He 40:29 kayak kita apalagi tuh Mbak Nuning ya. 40:32 Pokoknya kayak lagi main game. Kalau 40:33 seru kan kagak mau berhenti kan. Jadi 40:35 jadi asyik gitu. Jadi ini tentang 40:37 masalah bagaimana cara kita merubah 40:39 paradigma, bagaimana cara kita melihat 40:42 persoalan. Kalau kita bilang seru, kita 40:44 akan cari solusinya. Tapi kalau hidup 40:47 gua susah, berhenti langsung ke otak. 40:50 Jadi negatif itu memang harus dibuang. 40:52 Iya. Buang itu dulu. Naiknya apa? Naik 40:54 ke Allah. Baca Quran, salat duha, saum, 40:57 salat tahajud. 40:59 Udah kita naik aja. Ya Allah terserah 41:01 Engkau anta rbus samawati wal ardhi w 41:04 bainahuma. Engkau Tuhan langit bumi, 41:06 Tuhan pemilik di antara keduanya. Ya, 41:09 masa kita enggak dikasih rezeki kan. 41:11 Engkau kasih saya anak lima, engkau 41:13 tanggung jawab dong, ya Allah. Emang 41:15 kita yang bikin, tapi Engkau yang 41:17 ngasihkan itu. Ya Allah minta baca 41:21 amalan-amalan doa kan. Lailahailla anta 41:25 subhanaka ini kuntu minzalimin. Nabi 41:27 Yunus tuh 41:28 ditelan ikan paus 41:31 di dalam tiga kegelapan. Gelap di perut 41:34 ikan paus, gelap di waktu malam dan 41:36 gelap di dalam laut yang paling dalam. 41:38 Tiga kegelapan. 41:40 Yunus cuman bilang, "La ilahailla anta 41:43 subhanaka intu selamat. 41:46 Pertolongan Allah turun. Nabi Adam 41:48 diusir dari surga semuanya nikmat. 41:51 Tiba-tiba disusah nyari makan sendiri 41:54 harus nangkap ikan, harus bertani. 41:56 Rabbanaamna anfusana waillam tagfirlana 41:59 watarhamna lanakunana minal khirin." 42:01 Selesai masalahnya. 42:02 Nabi Ayub orang kaya, duitnya banyak, 42:06 hartanya berlimpah, anaknya banyak. Mati 42:10 anaknya satu-satu habis hartanya semua 42:13 badannya. Penyakit yang belum pernah ada 42:16 orang ee mendirin penyakit itu dia cuma 42:18 baca rabbi anni masyan dururru wa anta 42:21 arhamur rahimin. Ya udah Allah kasih. 42:24 Nah itu makanya bagaimana kuatusilah 42:27 bila kedekatan kita kepada Allah is the 42:30 solution. Kalau kita jadi jauh dari 42:32 Allah perasanya pengin mati aja tuh. He 42:35 ya karena pusing tekanan beban ekonomi 42:39 dan 80% orang stres itu karena masalah 42:42 ekonomi. Ya. Kalau kita dekat dengan 42:43 Allah walaupun yang t bilang sayaang ya 42:47 Allah jangan gini-gini amat dong engau 42:49 pasti tolong aku. Tapi jangan dikasih 42:51 last menit dong ya Allah engkau kasih 42:53 last menit terus kita tergoncang-goncang 42:55 sampai nangis-nangis baru datang jk tapi 42:57 datang gitu kan. 42:59 Tapi goncang dulu kita kan 43:01 besok mesti bayar gimana harus bayar nih 43:03 R juta besok. kagak punya duit. E 43:05 tiba-tiba cring masuk dari mana? Ya 43:07 Allah, mana gua sangga? Ini murid sudah 43:09 belasan tahun kagak ketemu. Tiba-tiba 43:12 dia ketemu, tiba-tiba kita itu minta 43:15 ini, dia bilang, "Ini dari kami berempat 43:18 hadiah lah." Hadiah arti apa? Enggak 43:21 perlu kita balikin kan kayak gitu kan. 43:22 Ya begitulah pertolongan Allah. Ala inna 43:25 nasrullahil qorib. Pertolongan Allah itu 43:28 dekat. 43:31 Iya. Luar biasa sekali bahasan kali ini. 43:33 Karena meskipun ekonomi kita suram dan 43:36 semakin suram, itu bukan alasan untuk 43:39 menyerah. Dan tetap bertahan itu kalau 43:42 kita bisa seperti yang tadi Ustaz 43:45 Valentino Dinsi bilang, positive 43:47 thinking, positive feeling, dan terus 43:50 berprasangka baik kepada Allah. Mbak 43:52 Nuning tolong dibacain lagi dong nomor 43:54 teleponnya. Oh iya, nanti di penghujung 43:56 pasti akan diulang. Tapi pertanyaan yang 43:59 terkait dengan 50 30 tadi apa ya? Aku 44:03 telat nih nontonnya dengarnya. Oke. 44:06 Jadi 50 itu adalah nih kita dapat nih 44:11 R10 juta. 44:11 Heh. 44:12 50% itu untuk kebutuhan. 44:15 Tapi yang 50% 44:16 50% tuh kan sis 50 tuh 44:18 50 untuk kita makan minum segala 44:20 kebutuhan. 44:21 Kemudian 30 itu untuk tabungan 44:26 80 sudah. ya untuk di masa-masa sulit 44:29 ya. Ee kemudian 10% atau 20% itu adalah 44:33 infak kita. 44:34 Oh 10 sampai 20 berarti 100%-nya lengkap 44:37 ya. Oke. 44:37 Iya. Habisin. Jadi jadi jangan dapat 44:39 duit 44:40 R10 juta langsung gaya-gayaan. Beli 44:42 handphone, beli apa segala macam. Itu 44:44 namanya 44:45 keinginan nongkrong. Udah jadi sulit 44:48 gini hilangin dulu nongkrong-nongkrong. 44:50 Enggak ada enggak usah ngopi-ngopi ya. 44:52 Ya. Kalau gaya hidup saya kan masih 44:54 tetap ngopi, Mbak. Udah saya beli aja. 44:56 kopi giling beli sendiri nih beli binnya 45:00 giling berapa harganya Rp50.000 Ibu 45:02 kemudian kita minta digilingin, kita 45:04 beli pors-nya, kita bikin sendiri di 45:07 rumah ya kan tetap masih ngopi ngopi 45:10 juga gitu kan. 45:11 Kemudian ya kalau kita mau sedikit gaya 45:14 ya udah kita bawa kopinya bikin pakai 45:16 apa itu yang botol itu apa namanya? 45:18 Tumbler ya. Tumbler kita pergi aja 45:21 katakan ke hotel Indonesia. 45:23 H 45:24 ya atau ke mana? Kempinski duduk situ 45:27 kan duduk aja di ruang tunggunya kan ada 45:30 yang main musik ya. kita perasa minum di 45:32 kafe itu di hotel kopinya bawa sendiri 45:35 gitu kan. Jadi ee itu adalah apa 45:37 kecerdasan kecerdasan siasat-siat bahwa 45:40 ya gua tetap bisa ngopi juga di Hotel 45:42 Campincy tapi gua enggak perlu bayar 45:43 Rp200.000 satu gelasnya apa [tertawa] 45:45 gua bawa tumbler sendiri gitu. 45:49 Ini dari Mbak Lia Yahya. Wow keren 45:52 banget temanya nih. Perlu nih yang pada 45:56 udah pada pesimis. Iya, mudah-mudahan 45:58 ya, Mbak e Lia yang sedang menyimak dan 46:02 masih menyimak. Kemudian dari ini tidak 46:05 ada namanya. Wow, bukunya enggak ada 46:08 yang hard copy ya, semuanya yang soft 46:11 copy. 46:12 Dia cetaknya sendiri nanti ke digital 46:14 print. 46:15 Iya, betul. Dari 46:16 atau minta ee bawa file-nya ke tukang 46:19 fotokopi diprint aja. 46:21 Cuma 24 halaman, Mbak. 46:23 Iya, diprint. 46:23 Satu print kan 200 perak ya. 46:25 Eh, terus dijepret aja ya. [tertawa] 46:27 Baca aja. Iya. Iya. 46:28 Insyaallah. Istri saya bilang waktu saya 46:30 istri saya kan saya kirimin mana 46:32 bukunya? Dia bilang gitu. Saya kirimin 46:34 file-nya dibaca top kayak gini dong kamu 46:37 gitu. Kenapa? Iya kan zaman canggih kan 46:40 ada chat GPT. 46:42 Iya. 46:42 Saya kan seorang penulis. Jadi ketika 46:44 kita bisa mengguna chat GPT semua bisa 46:46 dibuat oleh chat GPT. Tapi problemnya 46:48 apa? Saya ini seorang penulis. saya bisa 46:51 memerintahkan chat GPT untuk menulis apa 46:54 yang saya mau. 46:55 He he. 46:55 Jadi bukan umum. Jadi pentingnya pada 46:57 akhirnya ketika sudah era artificial 47:01 intelligence, era chat GPT, yang paling 47:03 penting itu adalah bagaimana menulis 47:05 prom. 47:07 Makanya profesi prom engineer itu akan 47:09 jadi mahal. Karena saya seorang penulis, 47:12 saya bisa memerintahkan chat GPT untuk 47:15 menulis seperti yang saya mau. Ketika 47:18 dia salah, perbaiki ininya, perbaiki 47:20 ininya. Makanya jadilah 24 halaman itu 47:23 kalau nanti Bapak Ibu membaca asik 47:25 betul. Saya juga tidak menyak weh dia 47:27 bisa nulis kayak begini loh. Itu berapa 47:30 lama saya buat? Just only one day. Saya 47:32 1 hari buku itu saya buat satu hari dan 47:35 karena memang buku ini saya tulis untuk 47:37 saya mengisi kajian minggu depan. H 47:40 jadi segera jadi juga. 47:41 Sudah jadi dulu [tertawa] ya. Malah 47:42 bukunya sudah jadi dulu ya. Jadi 47:44 judulnya kan survival ekonomi. Itu ide 47:47 dasar dari saya. Saya bilang, "Tolong 47:49 buatkan judulnya yang provokatif, yang 47:52 asik segala macam." Yang menambahkan 47:54 cara cerdas bertahan di masa paling 47:56 sulit itu CGPT. 47:59 Saya cuma ngasih saya seorang penulis 48:02 dibuka gitu dulu. Saya sedang menulis 48:04 buku dengan judul Survival Economy. 48:07 He, 48:07 tolong buatkan saya lima bab yang 48:10 berkaitan dengan hal tersebut. Iya. 48:13 Tulislah dengan bahasa yang simpel, 48:16 sederhana, menggugah, dan membuat orang 48:18 untuk segera bertindak 48:21 dan perintah itu diturutin. 48:22 Nah, itu itu perintah. Nah, itu namanya 48:25 prom itu adalah bagaimana cara kita 48:27 membuat perintahnya dengan baik. Ya, ini 48:31 kebanyakan saya bilang turunkan saja 48:33 menjadi tiga bab saja yang begini dan 48:35 gitu. Nah, itu bagaimana cara kita bisa 48:37 memerintah 48:40 jack GPT untuk menulis itu namanya prom. 48:42 Intinya ketika kita bisa menulis prom 48:45 yang baik maka dia akan memberikan hal 48:47 yang baik. Jadi memang ee penting sekali 48:49 untuk teman-teman ke depan itu ee 48:51 diperkirakan tahun 2030 itu akan ada ee 48:55 10 atau 12 juta ee pekerjaan yang akan 48:58 hilang. 49:00 Masyaallah. Tapi pada saat yang sama 49:02 dengan eranya, chat GPT, blockchain akan 49:05 menciptakan 2 juta pekerjaan baru. 49:07 Nih yang kreatif, yang inovatif itu 49:09 pasti bisa. 49:11 Heeh. 49:11 Saya penulis nih, era penulis sudah 49:14 selesai, era wartawan sudah selesai, 49:18 bahkan era jurnalis sudah selesai, era 49:20 penyiar sudah selesai. Orang bisa bikin 49:23 radio sendiri, TV sendiri di rumah kan 49:25 gitu. 49:25 Itu sudah selesai. Nah, bagaimana agar 49:28 kita tidak punah seperti dinosaurus? 49:31 Kita harus mengikuti perkembangan zaman, 49:33 harus adaptif. Kita harus bisa 49:36 beradaptasi dengan perubahan. Kalau kita 49:38 tidak bisa beradaptasi dengan perubahan, 49:40 maka kita termasuk kelompok yang akan 49:42 punah seperti punahnya dinosaurus. Kita 49:44 cuman akan dikenang saja. 49:47 Masyaallah. 49:49 Mudah-mudahan apa yang dibahas hari ini 49:51 mempersuasi kita semua untuk mempunyai 49:56 apa ya kreativitas yang kita kembangkan 49:58 mungkin dengan apa yang ditawarkan tadi. 50:00 Gila banget ya. Hanya dengan menjadi 50:04 reseller bisa hidup yang selama ini yang 50:07 kita pikir adalah kalau sudah tidak lagi 50:10 memiliki pekerjaan tamat. Ternyata 50:13 tidak. Baik, kita rangkum saja bahasan 50:15 kali ini terkait dengan survival ekonomi 50:18 bersama. 50:20 Jadi selalu saya ingin kembali ke ini 50:23 sudah masuk tahun ke-10 ya. Saya Mbak 50:24 Nuning ya diasil ya. 50:26 Jadi yang pertama itu adalah sumber 50:30 kekuatan kita Allah Subhanahu wa taala. 50:33 Allah dulu, Allah lagi, Allah selamanya. 50:37 Ya. Pertama. Yang kedua adalah ilmu. 50:40 Heeh. 50:45 Katakan Muhammad, apakah sama orang yang 50:46 punya ilmu dengan orang yang enggak 50:47 punya ilmu? Enggak. Jadi kalau kita 50:49 punya ilmu, maka insyaallah kita akan 50:52 bisa terus bertemu Allah. Dua ilmu. Yang 50:55 ketiga adalah community. Kita perlu 50:58 komunitas yang saling menguatkan, yang 51:01 saling membantu. Makanya saya bikin BUMM 51:04 badan usaha milik masjid. Memang saya 51:05 desain ini sebagai sebuah ekosistem. ke 51:08 depannya adalah sebagai sebuah komunity 51:10 yang di mana komunity itu bisa saling 51:12 menguatkan, bisa saling membantu. 51:13 Makanya saya sekarang kan menulis buku 51:15 saya tidak jual, saya kasih aja gratis. 51:17 Heeh. Heeh. 51:18 Jadi biar dapat pahala aja kan gitu. Dan 51:20 paling enggak orang-orang yang ee 51:22 terecourage ya terasakan manfaatnya itu 51:26 ee ketika dia bermanfaat dia bisa 51:28 berubah hidupnya, dia bisa secara baik 51:30 ekonominya maka saya akan dapat 51:32 pahalanya juga. 51:34 balasannya enggak usah dipikirin kayak 51:36 tadi tiba-tiba datang orang, "Ustaz, 51:38 kita jadiin komisaris di sini. Ini kita 51:41 kasih tanah 1681 51:43 hektar yang nilainya sampai 14 triliun. 51:46 Tiba-tiba datang, "Ustaz, kami mau beli 51:49 10 hektar dari KD ini kami chip in 10 51:52 miliar. Kami mau bikin pesantren, kami 51:55 juga mau bikin boarding school, tapi 51:57 kami minta timnya ustaz yang 51:59 membangunkan sebagai kontraktor dan 52:01 developernya." Heeh. 52:02 Tiba-tiba Ust ini kita lihat peluangnya 52:04 ini ada triliun kita mau in miliar. 52:08 Ustaz kami dari perusahaan Singapura 52:10 kami bisa menyediakan pendanaahan sampai 52:12 angkanya 4 triliun. Nah, bagaimana 52:15 mekanismenya kerja sama? Ya ketemu aja 52:17 dulu. Jadi ketika kita bekerja secara 52:20 benar, positive thinking, positive 52:22 feeling, dan eh enggak tahu ya ee saya 52:26 belakangan ini setiap hari ambil 52:28 olahraga, Mbak Nuning. 52:29 He. 52:29 Ngantarin anak sekolah. 52:32 di Gas Alam. Kemudian saya pulang mampir 52:34 ke Timah, masjid pondok ee masjid 52:37 Al-Huda di lapangan Timah itu ada 52:39 lapangan bola 52:41 itu ada jogging TRKnya. Jadi kita 52:44 kelilingnya saya sampai 5 kali 7uh kali 52:46 keliling. Satu kali keliling itu 300 m. 52:48 Jadi kalau tuju 2,1 kilo aja. Dapat 52:51 cahaya matahari yang bagus. Ee saya 52:55 tiba-tiba kok masuk ke handphone saya 52:57 itu pikiran-pikiran lama tentang namanya 53:00 Bob Protter. itu bicara tentang secrets, 53:03 bicara tentang this secret dan segala 53:05 macam ya. Saya sambil ngeliling tujuh 53:08 kali itu 1 jam itu sambil nambah ilmu 53:11 pengetahuan sambil berolahraga kan 53:13 sambil kita dengerin aja. Jadi sehatnya 53:15 dapat, ilmunya dapat itu memang kita 53:18 sendiri harus menemukan pola-pola kita 53:21 harus menemukan format untuk diri kita 53:24 sendiri. Jadi satu hal olahraga sehatnya 53:27 dapat, kemudian ilmunya kita dapat. Dan 53:31 itu kan 53:32 rememberembering mengingatkan kita 53:34 membangkitkan lagi energi dalam tubuh 53:36 kita yang tiba-tiba kok dalam satu 53:40 mingguan ini banyak hal-hal besar, 53:42 banyak hal-hal spektakuler, banyak 53:45 potensi-potensi duit yang saya bilang 53:47 tadi tanha 1861 sampai 17 triliun itu 53:51 nilainya kok datang begitu saja. Dari 53:53 mana itu? 53:55 Karena apa? Kita merubah apa yang ada di 53:57 dalam diri kita, maka yang luar pun akan 53:59 ikut merubah diri kita. Jadi sarannya 54:03 rubah apa yang ada di dalam dirimu. 54:05 Innallaha la yughairu ma bianfusihim. 54:09 Allah tidak akan merubah nasib keadaan 54:11 kita, ekonomi kita, sosial kita, kesehat 54:15 kita. Hatta sampai yughairuma 54:20 bifusim. sampai kamu merubah apa yang 54:23 ada di dalam dirimu. Jadi mangkit tadi 54:26 pesannya positive thinking, pikiran, 54:29 positif feeling, heart. 54:31 Jadi IQ dan EQ. 54:33 Ketika IQ dan IQ itu adalah dalam diri 54:36 kita berubah, maka lingkungan di keluar 54:38 di luar kita akan ikut berubah. Jadi apa 54:41 yang ada di luar itu sesungguhnya adalah 54:43 cerminan apa yang ada di dalam diri 54:46 kita. Hatta yughairuma bianfusihim. Dan 54:50 semua itu bisa terjadi dengan izin 54:52 Allah. Makanya back to Allah, tambah 54:55 ilmu, kemudian bergaul dengan community 54:58 yang supporting community. Salah satunya 55:01 adalah Radio Rasil. 55:03 Alhamdulillah 55:05 luar biasa sekali. Mudah-mudahan kita 55:07 semua terpersuasi karena dengan positive 55:10 thinking dan positive feeling kita punya 55:12 daya pikat yang luar biasa. Sementara 55:15 mental survival kita juga bisa bikin 55:17 kita tahan banting ya. Baik. Kalau tadi 55:21 jangan pernah berburuk sangka kepada 55:23 Allah dan kita jangan pernah 55:27 meninggalkan apa yang namanya komunitas 55:29 dan terus mencari ilmu. Insyaallah ya. 55:33 Lagi-lagi nomor telepon yang tadi saya 55:34 janjikan untuk disebut siapa tahu ada 55:36 yang telat. 0822 55:40 6080 55:43 2087. 55:46 Di situ nanti bisa dapat buku yang tadi 55:48 dibilang free. Kemudian juga kalau 55:50 misalnya ingin ikutan pergi haji 55:54 berangkat tahun depan ke nomor itu juga 55:56 bisa dihubungi sekali lagi 08260802087. 56:01 Terima kasih untuk kebersamaan kita. 56:02 Sama-sama Mbak Nun. 56:03 Billahi taufik walhidayah. 56:04 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:06 wabarakatuh. 56:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:08 wabarakatuh.