Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Asyhadu alla ilahaillallah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Masih dipancarkan dari jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimangis
- Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim dan
- juga Rasul Visual untuk Islam yang satu.
- Ikhwan akhwat, apa kabarnya di pagi hari
- ini? Semoga ikhwan akhwat di mana pun
- Anda berada dalam keadaan baik, sehat,
- dan selalu dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal
- alamin. Kembali di hari Sabtu pagi hadir
- program acara kajian kitab Fathul Bari
- bersama guru kita Ustaz Ahmad Sanusi
- yang alhamdulillah telah hadir di studio
- dan akan mengkaji kajian hadis kitab
- Fathul Bari. Kita sapa terlebih dahulu
- sebelum kita simak kajiannya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik
- dan sehat, Ustaz? Ya, alhamdulah.
- Alhamdulillah. Dan di hari ini, Ikhwan
- akhwat, Ustaz Ahmad Susi akan mengkaji
- hadis yang
- ke-4.109, Ustaz, ya. Insyaallah. Baik,
- sebelum ke kajiannya kami informasikan
- bagi ikhwan-akhwat yang di hari ini, di
- pagi hari ini ingin mengikuti senam
- terapi Link TNK. Insyaallah akan
- dilaksanakan kembali di Rasil, tepatnya
- di pendoko silaturahim ya, depan studio
- Rasil. Insyaallah seperti biasa akan
- dimulai pukul . Pagi ya. Kami persilakan
- bagi ikhwan akhwat yang ingin
- mengikutinya. Masih ada waktu kurang
- lebih ee 1 jam lagi ya akan dimulai.
- Kami persilakan kepada Ikwan Ahmad
- terbuka untuk umum dan gratis tidak
- dipungut biaya. Nah, Ustaz sebelumnya
- saya ingin menanyakan ini Ustaz banyak
- ee sekarang ee ikhwan akhwat pendengar
- itu masih banyak yang menanyakan
- bagaimana mendapatkan kitab Fathul Bari
- yang ee sesuai dengan yang ustaz bahas
- gitu. Selain itu yang menanyakan yang
- pendengar dan juga yang ikut pengajian
- kajian Ahad pagi Ustaz dua pekan kedua
- dan keempat Ustaz mungkin ada
- rekomendasi dari Ustaz bagaimana Ustaz
- nanti kita cerita insyaallah. Iya.
- Silakan Ustaz untuk
- kajiannya.
- Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahilladzi khalaqus samaawati
- wal ard.
- Alhamdulillahilladzi khalaqas samaawati
- wal ard waja'alad dzulumati
- wur khalaqal insana min
- thin tumma ja'ala naslahu min
- sulalatim mim
- maim
- mahin sarofa adama abal basyar
- bikhalqihi biyada
- filhami fi ajmali
- surah walaqahum fi ahsani
- taqwim ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadar
- rasulullahumma sholli ala sayyidina
- muhammad wa ala Ali sayidina
- Muhammad. Amma ba'du faya ibadallah
- uikum wa iyaya bitaqwallah. Ittaqulah
- haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa
- antum muslimun.
- Pendengar Radio Silaturahim dan
- pemirsa
- audio silaturahim di mana saja berada.
- Pada kesempatan kali ini kita akan
- mempelajari hadis Bukhari
- nomor
- 4
- 108 insyaallah
- sampai 4.000
- 119 di
- antaranya dengan bantuan kitab Fathul
- Bari juz
- 7 halaman 515 insyaallah sampai halaman
- 522. Untuk itu mari kita awali dengan
- ummil kitab
- alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- Maiki
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasiratal
- mustaqim shathalladzina anamta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Wa ukhro
- tuhibbuna
- nasrum
- minallah.
- Nasrum minallahi wa
- fathun
- qorib.
- Wabasyiril
- mukminin. Sadaqallahuladzim.
- Surah
- Assaf, suratus SF surah yang
- ke-61 ayat 13 sampai
- 14 mengantarkan kajian kita.
- Wa ukhro
- tuhibbuna. Dan yang lain tuhibbuna yaitu
- sangat menginginkan siapa?
- Ukhro menginginkan kepada apa? Yaitu
- kepada tijaratin
- tunjikum min adzabin alim. Di surah
- assf. Surah suratus Saf surah yang ke-61
- ayat 10.
- Ada sebagian orang yang pikirannya masih
- sehat sesuai Al-Qur'an dan Asunah. Dia
- selalu
- berharap tijarah perdagangan yang
- perdagangan itu dapat mengantarkan dia
- mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Tunjikum anja yunji dan dapat
- menyelamatkan apa tijarahkum kepada
- kalian semua minabin alim. diselamatkan
- min adzabin alim dari azab yang sangat
- pedih. Nasrum. Adapun pertolongan
- minallah yaitu dari Allah. Yang bisa
- menolong itu adalah Allah. Yang bisa
- membuat musuh tidak jadi mengganggu kita
- itu adalah Allah subhanahu wa taala. Wa
- fathung. Dan
- adapun insyaallah
- kebaikan tampaknya kebenaran itu qarib
- insyaallah tidak lama lagi. Betul-betul
- qarib dekat. Yang penting syaratnya kita
- harus betul-betul berusaha untuk
- mendekatkan diri kepada Allah dan terus
- berdoa mencontohkan dan menyampaikan
- kebenaran menurut kemampuan kita.
- Wabasyir. Dan memberilah kabar gembira.
- Siapa kamu? Almukminina. Kepada
- orang-orang mukmin. Wabasyiril
- mukminin. Ya ayyuhalladzina amanu. Wahai
- orang-orang yang beriman. Kunu hendaklah
- ada siapa kalian semua. Hendaklah kalian
- itu apabila betul-betul merasa beriman
- hendaklah menjadi
- ansarullah. Yaitu penegak, penolong,
- pendukung membicarakan sesuatu yang
- benar.
- Ansarallah.
- Ansarallah. Kama sebagaimana
- qala kasus diceritakan dialami Isa ibnu
- Maryam. Siapa Nabi
- Isa ibnu Maryam? Nabi Isa ini anak
- laki-lakinya Siti Maryam agar tidak
- disembah dan tidak dikultus. Tapi kita
- harus menghargai bahkan menghormati.
- Kenapa? Karena beliau adalah Rasul Allah
- Subhanahu wa taala. sebagaimana
- rasul-rasul yang
- lain. Pertama qala Isa sebagaimana
- berkata bertanya Isa Isa bnu Maryam
- siapa Isa ibnu Maryam lil hawariyina
- kepada teman-teman
- dekatnya Nabi Isa orang-orang yang
- hatinya masih bersih yang mudah
- tersentuh kepada kebenaran
- asfya asfiya Isa wa
- khawasihi man pertanyaan Nabi Isa kepada
- Orang yang
- masih tersentuh dengan kebenaran. Adapun
- siapa? Ansari yaitu yang hendak
- membantuk menemaniku ilallah untuk
- mendekatkan diri kepada Allah subhanahu
- wa taala dan menyampaikan al-haq. Qala
- menjawab
- alhawariyun. Siapa orang-orang yang
- masih bersih hatinya?
- Nahnu. Adapun kami Ansarullah yaitu akan
- betul-betul berusaha membantu kebenaran
- kebenaran yang diridai oleh Allah
- Subhanahu wa
- taala. Bukan membantu karena kelompok,
- golongan, sekte segala macam. Faaman
- thifah. Maka
- berimanlah. Maka beriman thaifatun apa?
- Sebagian kelompok m bani israilah. Dari
- bani israil.
- Namun namanya hidup ada siang, ada
- malam, ada orang sehat, ada orang sakit,
- tetap saja waafarat ada yang
- kufur. Tetap aja ada yang kufur tidak
- percaya kepada Islam, kepada Nabi Isa,
- kepada Al-Qur'an. Bahkan tidak percaya
- kepada Qurannya sendiri dan sunahnya
- rasulnya sendiri.
- lebih percaya kepada
- sunah-sunah yang di luar
- itu. Waafat thaifah. Dan kafirlah apa
- thafah? Ini di dalam kajian kita nanti
- akan di terakhir kajian akan juga
- menjelaskan masalah banyak hal perbedaan
- dan yang paling banyak itu nanti
- ketepatan di Senin malam Selasa. Banyak
- sekali tentang perbedaan itu nanti yang
- diceritakan.
- Senin malam Selasa sekitar jam 0.00
- insyaallah. Fa
- faayyadnalladzina. Jadi ada yang amanat,
- ada yang kafarat,
- begitulah. Ada yang beriman, ada yang
- kufur, ada yang pendukung orang yang
- beriman, ada pendukung orang kafir.
- Begitulah padahal dia
- beriman. Faayyadnalladzina amanu. Maka
- menolong siapa? Allah. Allah
- mengingatkan Allah hanya akan menolong
- dunia akhirat alladzina kepada
- orang-orang amanu yang
- beriman. Alladzina amanu yang beriman
- menolong ala aduhim untuk menegakkan
- yang hak dan membatilkan yang batil dan
- mengalahkan musuh-musuh yang hak.
- Musuhnya orang yang menyampaikan yang
- hak, musuhnya para ulama.
- Faasbahu. Maka menjadilah siapa mereka?
- Alladzina amanu atas bantuan Allah
- subhanahu wa
- taalairina yaitu galibina bil hujaji wal
- bayyinat. Insyaallah Allah menyampaikan
- kalian akan menang baik dari segi
- argumentasi ee cbernya, penjelasannya,
- argumentasinya dan pada kenyataan
- insyaallah zahirin. Al-Qur'an surah
- suratus Saf, surah yang ke-61 ayat 13
- sampai 14. Sekarang kita masuk pada
- materi kita hadis Bukhari 4.109.
- Haddasana Abu Nuaim, haddasana Sufyan an
- Abi Ishaq an
- Sulaiman ibni Surat. Sulaiman ibni Surat
- ini nama aslinya dulunya adalah Yasar.
- Ini satu-satunya hadisnya dia. Yasar itu
- artinya kiri. Lalu oleh Nabi karena
- menunjukkan arti yang kurang optimis
- maka diberilah nama. Bagaimana kalau
- kamu namanya diganti Sulaiman Salim yang
- dekat kepada Islam bin Surat? Kalau
- surat itu
- artinya laki-laki yang kuat dan mampu
- menahan dari berbagai rintangan, baik
- masalah dingin segala macam.
- Qala beliau ini adalah Sulaiman ibni Sur
- ibnil Jauzi Al-Khuza'i. Beliau adalah
- sahabat yang terkenal. Qalan Nabiyu
- bersabda, "Siapa Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam. Yaumal ahzab ketika terjadinya
- hari ahzab, peristiwa ahzab, perang
- Ahzab 5 Hijriah. Di mana di situ orang
- kafirnya bersatu.
- ee dari berbagai penjuri, dari kafir
- Quraisynya, dari Nasrananya, dari
- Yahudinya. Ee dia itu
- bahkan orang-orang di Madinah yang mohon
- maaf masih
- munafik. Waminal a'rabi munafikun. Kalau
- bahasa Al-Qur'an, padahal Quran masih
- turun, Nabi masih ada di tengah-tengah
- mereka. Mereka bersatu bagaimana
- caranya menghabisi Nabi dan para sahabat
- dan membasmi Islam dan menguasai kota
- Madinah dan kekayaannya seperti sekarang
- atau persis? Makanya dibilang ahzab.
- Nagzu setelah perangzab itu. Karena
- alhamdulillah itu mereka kekuatan yang
- sedemikian luar biasa itu diusir oleh
- Allah Subhanahu wa taala. itu di luar
- kemampuan manusia. Wafihi isyaratun ila
- annahum. bahwasanya mereka itu yang
- tergabung dalam ee komunitas Ahzab ini
- di mana di situ munafikun demikian juga
- orang kafir Nasra Yahudinya bersatu
- untuk menghancurkan Islam ila annahum
- bahwasanya mereka itu rajiu yaitu
- kembali tungganglang kalah dia
- bighirarihim bukan karena dia mau pulang
- sendiri dan bukan karena dikalahkan umat
- Islam secara fisik
- Tapi taala,
- tapi itu atas doa bantuan dari Allah
- Subhanahu wa taala dan usaha khandak
- yang dilakukan oleh Nabi dan para
- sahabat itu terjadi bisunaillahi taala
- akibat dari bantuan Allah Subhanahu wa
- taala lirasulihi untuk rasulnya Allah.
- alidi annahu shallallahu alaihi wa alihi
- wasallam qika ba'da inaro wika baqina
- minil q'dah itu terjadi tanggal 7 bulan
- zulkadah 5 hijriah wafihi dan yaitu di
- dalam riwayat itu alamun adapun ee
- semacam tanda minamin nubuwah dari
- tanda-tanda kenabian fnahu maka
- bahwasanya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihibihi
- wasallamarah yaitu berumrah siapa nabi
- waktu itu awalnya nabi berumrah
- fisanatil muqbilah di tahun yang akan
- datang tapi tahun 6 Hijriah 5 Hijriah
- diundangkan 6 Hijriah Nabi umrah untuk
- ibadah tapi fasaddathuma maka melarang
- membatasi bahkan dikasih undang-undang
- kalau khotbah harus begini dan begitu
- persis. Memang sebenarnya niatnya baik
- tapi karena seperti dia pakai dalil
- Quran dan Asunah tapi kalau bahasanya
- Sayidina Ali yang sangat masyhur itu
- kalimatu haqqin urida bihal batil.
- Terlalu banyak sekarang ayat Al-Qur'an
- dan Asunah, tapi dipakai untuk
- membenarkan sesuatu yang maksiat, untuk
- mempertahankan diri, cari-cari alasan.
- Sebenarnya kalau salah, ngaku saja
- salah. Tinggal dekat dengan Al-Qur'an,
- Asunah, dengan ulama. Minta maaf, minta
- nasihat. Ulama jangan dimusuhi. Ulama
- kalau yang ikhlas dimusuhi itu adalah
- tanda-tanda enggak lama lagi bakal
- hancur, enggak lama lagi bakal turun.
- Hidup itu sederhana. Tinggal dekat sama
- ulama yang ikhlas minta pendapat. Bahkan
- kepada ulama yang tidak ikhlas pun coba
- ditanya minta sarannya. Jangankan dengan
- manusia, kalau perlu kita minta saran
- nasihat kepada setan kalau setan lagi
- tobat.
- Itu hadis Bukhari itu bagaimana setan
- pernah menyampaikan kepada sahabat Abi
- Hurairah. Bagaimana apabila Anda membaca
- ayat kursi maka insyaallah
- sedekah-sedekah ini saya tidak akan
- mendekat karena sudah dijaga oleh Allah
- subhanahu wa taala melalui malaikatnya
- melalui bacaan ayat kursi yang Anda
- baca. Itu hadis Bukhari itu. Walika
- lisabim dan seterusnya. Fasadatu
- Quraisy. Nabi mau beribadah
- dihalang-halangi. Luar biasa sulitnya.
- Orang kalau menyampaikan kebenaran cepat
- diproses, tapi ketika luar
- biasa tidak didengarkan kalau untuk
- hal-hal yang
- lain. Fasadhu quraisyun anil baiti dari
- baitillah waqaat alhudnah. Dan
- terjadilah alhudna apa? Perdamaian. Nabi
- mengajak berdamai. Demi apa? Bukan Nabi
- takut. Enggak ada umat Islam takut mati
- syahid itu. Tapi untuk menyelamatkan
- semua umat. Baik yang sudah Islam maupun
- yang belum Islam supaya rukun tidak
- saling menzalimin. Tapi setelah itu
- mundur selangkah untuk maju 1000 langkah
- demi untuk kebaikan kalian semua. Bukan
- untuk memaksakan agama tapi sekedar
- untuk menyampaikan dan mencontohkan
- kebenaran. Selanjutnya Anda terima
- boleh, Anda tidak terima ya silakan.
- Waqat aludnatuahum di antara mereka naqu
- sampai pada akhirnya yang merusak
- perjanjian itu justru orang kafir
- Quraisy, orang Nasra dan orang Yahudi
- yaitu terjadi sampai kapan? Yaitu
- buktinya waktu yaumil Ahzab mereka
- semuanya
- berbondong-bondong memasang kekuatan
- maksimal untuk detik-detik membunuh Nabi
- dan para sahabat. Datang jauh-jauh dia
- dari Makkah. Ada yang dia memang tinggal
- di Madinah waktu itu. Orang Yahudi
- seperti Quraidah, Bani Nadir dan
- seterusnya itu semuanya dia bersatu.
- Demikian juga Bani Ghattfan untuk apa?
- Untuk menghabisi Nabi Islam dan
- menguasai kota Madinah. Fakana dalalika
- maka ada dalalika apa hal tersebut?
- Yaitu sudah jelas gerakannya, usahanya
- betul-betul mau membunuh dan terlaksana.
- Saling lempar, saling panah. segala
- macam. Untung saja diusir oleh Allah
- Subhanahu wa taala dengan pasukan
- anginnya. Fakana dalalika maka ada apa
- hal tersebut? Ke mengingkari janji,
- mengkhianati
- janji. Sababu fathi Makkata yaitu
- menjadi sebab futuhnya
- Makkah.
- Lalu didatanginnya kota Makkah oleh Nabi
- dan para sahabat untuk disadarkan
- orang-orang penduduk Makkah. Nah, ketika
- Nabi dari Madinah datang ke Fathi
- Makkah, kenapa? Karena orang kafir telah
- menzalimi sesama orang kafir. Meskipun
- yang dizalimi itu orang kafir, tapi Nabi
- wajib membantu apabila ada kemampuan.
- Apalagi kalau orang kafir itu sudah
- jelas-jelas minta bantuan kepada Nabi,
- kepada umat Islam. Makanya Nabi datang
- ke Makkah untuk meluruskan dan untuk
- menyampaikan setelah ini tidak ada
- kezaliman. Nabi datang ke Makkah, orang
- sekarang katanya enggak ada demo. Nabi
- bukannya demo itu dari Madinah ke Makkah
- cuman demonya
- damai. Mana ada itu nanti kalau datang
- ke dari Madinah ke Makkah jalan
- terganggu, pekerjaan terganggu. Sekarang
- terganggu cuman 1 jam, 2 jam. Tapi
- setelah itu, insyaallah bertahun-tahun
- sampai akhir hayat dengan datangnya Nabi
- dan sahabat, dengan datangnya Islam dari
- Madinah ke Makkah datang secara
- bersama-sama Nabi bukan sendirian dengan
- cara yang damai, yang sopan, yang
- santun, sampai rumput pun enggak ada
- yang keinjak-injak. Maka itulah
- perantara untuk datangnya ee pertolongan
- dari Allah Subhanahu wa taala bagi yang
- muslim maupun yang belum muslim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Idza ja
- nasrullahi wal fath waritanasa
- yadkhuluna fi dinillahi afwajan fasabbih
- fasabbih bihamdi rabbika wastagfirhu
- innahu kaana tawwaba. Oh, di YouTube dia
- mencak-mencak enggak ada itu orang demo
- haram itu buat itu khawarij. Buat dari
- mana? Coba lihat Nabi itu dari Madinah
- ke Makkah itu jalan bersama-sama. Itu
- memang dipikir sendirian apa dipikir
- jalan enggak terganggu sebentar berapa
- detik. Tapi kan setelah itu selesai
- semua. Orang berobat disuntik mana ab
- ditiup gitu langsung sembuh disuntik.
- Kalau di dokter itu anak kita masih
- kecil di SD disuntik sininya apa enggak?
- Heh. Ada yang disunat lagi kan. Jadi
- begitulah. Tapi namanya obat begitu
- sebentar.
- Jadi boleh itu Al-Qur'an juga jaa
- nasrullah demi untuk menjadi obat. Lalu
- apakah itu
- bugat atau itu
- khawarij? Khawarij itu menentang
- kekuasaan yang sah sebagaimana dulu
- Sayidina Ali ditentang dan Sayidina Ali
- tidak melanggar Al-Qur'an dan As-Unah.
- Nah, kalau sekarang nih mohon maaf
- melanggar Al-Qur'an dan Asunah apa
- tidak? Kalau perlu, kalau sekarang
- Al-Qur'an dilecehkan, orang yang
- melecehkan Al-Qur'an dibela segala
- macam, apa enggak harus diluruskan tuh?
- Padahal Allah sudah
- menyampaikan kuntum khair ummah ukhrijat
- linas tamuruna biluf watanhauna anil
- munkar. Oh,
- itu perdebatan kayak begitu.
- dulu tinggal lihat orang itu memahami
- aturan itu dari mana. Ada dulu begini
- orang saya bacain sajalah nanti jadi
- masalah. Itu ayat untuk orang kafir
- bukan untuk orang Islam dan lain
- sebagainya. Nanti kita lihat ya. Itu
- perdebatan
- antara menurut Zaid bin Wahab
- Rabadah di
- Rabadah. Suatu
- ketika sahabat Aba Dzar radhiallahu anh
- itu berselisih paham dengan sahabat
- Muawiyah radhiallahu anhum
- waradan. Tentang apa? Tentang Al-Qur'an.
- yaitu bunyi ayatnya, walladzina
- yaknizunadzahaba wal fidah wala
- yunfiquunaha fibilillah. Attuba ayat 34
- sampai 35 Al-Qur'an
- tentu itu kata sahabat Muawiyah
- radhiallahu anh itu untuk orang kafir
- bahwa orang yang menyimpan hartanya
- besok disiksanya luar biasa di setrika.
- Kata sahabat Azar, itu ayat untuk orang
- Islam dan untuk orang kafir berlaku
- untuk semuanya. Jadi kita lihat situasi
- dan kondisi kalau memahami ayat dan
- asunah. Nanti kita lihat sambil ke
- belakang sambil
- jalan. Lalu apa? Sahabat Muawiyah
- ini menulis surat kepada sahabat Utsman
- bin Affan radhiallahu anh yaskuni. Lalu
- dipanggillah sahabat Abi Dzar ini.
- Begitu dipanggil, "Bagaimana kalau kamu
- ngalah sajalah sahabat Abi Dzar? Kamu
- ngalah. Insya'ta tanahaita faunta
- qoriban. Fadakalladzi anzalani hadzil."
- Itulah yang membuat saya pindah ke
- Rabadah. Enggak apa-apa saya ngalah dah.
- Begitulah. Padahal itu ayat aslinya
- untuk siapapun yang tidak menginfakkan
- hartanya. Orang Islamkah? Orang yang
- tidak Islam pun sama itu aslinya itu.
- Itu di terjadi di mana itu dialog
- itu. Dialog itu ada di dalam hadis
- Bukhari
- 1406. Silakan cek tuh dialog yang kami
- sampaikan itu. Ee 4.660.
- Ahah. Itu coba cek itu Fathul Bari juz 3
- halaman
- 346 atau Fathul Bari juz 8 halaman
- 411. Nantilah ini sementara dulu ya ee
- saya lanjutkan dulu.
- Jadi banyak orang sekarang dia tahu dari
- negara mana karena di negaranya mungkin
- tidak dibolehkan atau dia belajar di
- suatu negara yang tidak memperbolehkan
- kita mengingatkan pemerintah atau oknum
- pemerintah. Lalu orang yang mengingatkan
- itu dibilang buatlah, dibilang khawarij
- lah. Begitulah hati-hati kita harus
- menyampaikan kebenaran.
- Lalu kita kembali kepada materi kita.
- Hadis Bukhari
- 4109. Di dalam materi itu
- disampaikan nah nagzuhum wala yauzunana.
- Kami sampaikan
- dulu setelah kejadian yaumil ahzab ini,
- insyaallah Nabi menyampaikan insyaallah
- setelah ini tidak akan pernah mereka ee
- betul-betul bisa mengalahkan kita umat
- Islam. Justru sejak ini kita yang akan
- meluruskan mereka. Insyaallah penyiksaan
- tidak akan sekeras sebagaimana kerasnya
- penyiksaan ya, yaitu yaumil Ahzab. Itu
- satu sisi. Mungkin yang dimaksud e
- kejadian yaumil Ahzab itu lebih dahsyat
- daripada kejadian-kejadian yang dialami
- oleh umat Islam sekarang. itu satu sisi
- atau yang dimaksud di dalam hadis
- Bukhari ini umat Islam selama
- betul-betul dekat kepada Al-Qur'an dan
- Asunahnya, ijmak dan iiasnya dekat
- kepada ulama yang betul-betul ulama,
- maka insyaallah umat Islam harga dirinya
- akan dijamin oleh Allah Subhanahu wa
- taala dan Rasul-Nya. itu yang
- dimaksud di
- dalam
- Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat
- 214.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Mata nasrullah
- ala inna nasrullahi qorib. Karena selalu
- umat Islam ini dihancurkan oleh
- saudara-saudaranya sesama muslim.
- perjuangannya tidak didukung. Bahkan
- orang sekarang coba sudah betul-betul
- dia tidak
- mau kalau kita punya grup WA segala
- macam apabila di grup itu diajak kepada
- bendera tertentu, kelompok tertentu,
- partai tertentu, maka pasti enggak akan
- rukun.
- Begitu diajak kepada Al-Qur'an dan
- Asunah pasti rukun, pasti ketemu. Tapi
- apabila kita fanatik kepada kiai kita,
- kepada pemimpin kita, insyaallah enggak
- akan pernah ketemu. Kenapa? Karena sudah
- tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan
- Asunah. Kalau Al-Qur'an dan Asunah
- siapapun apabila benar dibenarkan,
- siapapun apabila tidak benar tidak
- dibenarkan.
- Lalu dengan demikian kadang-kadang
- jangan bicara politik di WA ini, jangan
- membawa ajaran Islam di WA ini. Jadi apa
- dong? Jadi cuma bercanda doang atau
- diajaklah ke kelompok kita. Dia enggak
- sadar bahwa ini adalah WA-nya kelompok
- ini. Dan
- subhanallah begitulah itu akhirnya
- membuat Islam ini tidak ada orang
- sungkan kepada Islam. Mata Nasrullah
- akhirnya berdoa kapan bantuan Allah?
- inahi Albaqarah ayat
- 214. Bantuan Allah itu memang dekat
- apabila Anda dekat kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Nasr minallah wa
- fathun qorib wabasyiril mukminin. Yang
- wabasyir itu adalah almukminin.
- Sedangkan kita ini kalau bahasa
- bercandanya al-fanatikin. Orang-orang
- kumpulan-kumpulan orang
- fanatik. Assf ayat 13.
- yazina
- amanu
- anallah jadi almuqallidin itu kan idza
- jaa nasrullahi wal fat qala man ansari
- ilallah apabila umat Islam betul-betul
- dekat kepada Allah dan rasul-Nya maka
- seperti Badar insyaallah dibantu oleh
- Allah apabila umat Islam tidak dekat
- kepada Allah dan rasul-Nya tidak dekat
- dekat kepada Islam dan ulamanya. Maka
- seperti khandak naik turun ee
- seperti Uhud, seperti Uhud, seperti
- Hunain itu. Sedangkan Khandak ini umat
- Islam dekat kepada Allah dan Rasul-Nya.
- Maka alhamdulillah seperti Badar kabur
- tuh musuh atas bantuan Allah subhanahu
- wa taala. Hadis Bukhari
- 4110. Kita bacakan hadis berikutnya.
- Samun nabi shallallahu alaihi wa alihi
- wa asabi wasallam yaakul hina ujliah
- kata sulaiman ibn
- surat bersabda siapa nabi mendengar
- siapa aku aku sulaiman ann naabya kepada
- nabi muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wa ashabihi wasallam meskipun nomor
- hadisnya berbeda tapi isinya masih
- sama perawinya juga
- samaun nabiya shallallallahu alaihi wa
- alihi wa asabi Wasallam yaakulu bersabda
- siapa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wa ashabihi wasallam hina ujliah
- ketika ujliah ujliah itu di apa? Ujliah
- itu dipersilakan
- pindah oleh Allah subhanahu wa taala
- orang kafir daripada anda di sini
- mengganggu sesama kafir, mengganggu
- orang Islam apalagi mengganggu Nabi dan
- para sahabat. Saya persilakan Anda
- pindah aja dah.
- pindah disuruh pindah dengan selamat.
- Bawa hartanya, rumahnya, bangunannya,
- pintunya, mobilnya, ATM-nya, semua bawa
- semua. Itu kelembutan dan kebijaksanaan
- Allah Subhanahu wa taala melalui
- lisannya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wa alihi wa ashabihi wasallam yang
- diabadikan di dalam Al-Qur'an surah
- Al-Hasyr. Surah Al-Hasyr ayat 1 sampai
- 5. Coba cek tuh sebaik-baiknya.
- Tapi kalau mereka, sebaliknya kalau
- mereka justru mengusir umat Islam,
- jangankan harta langsung dibantai,
- dibunuh, digorok di tempat. Itulah
- bedanya antara orang Islam dengan bukan
- Islam. Menurut siapa? Menurut Al-Qur'an
- surah Al-Hasyr, Allah tidak pernah
- bohong. Dan kenyataannya seperti itu.
- Bangkai kalau bangkainya umat Islam
- habis perang itu
- dibiarkan. Kocar-kacir, dimakan hantu
- kalau bahasa kita dimakan serigala
- segala macam. Udah begitu aja.
- Sedangkan bangkainya orang kafir habis
- perang Badar dikubur oleh umat Islam,
- dikubur oleh Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wa ashabihi wasallam.
- Waktu hidup dihargai, mati pun orang
- kafir dihargai oleh umat Islam.
- Begitulah ajaran
- Islam.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Sabbaha
- lillahi maa fis samawati wa ma fil ard.
- Wah azizul hakim. Walladzi
- akhrajalladina kafaru min ahlil kitab.
- min
- diarialil maantum ayakuju wu
- annahumatuhumuhum minallahi
- faatahumullahu min haitsu lam yahtasibu
- waqlubihim buyutahum biidihim waidil
- mmininabiru ya ulil abs
- waulaaballahu alaihimul
- jalabahum fid dunya itu aljala
- Jadi istilahnya aljala surah Al-Hasyr
- ayat 3, Aljalaah. Di dalam hadis Bukhari
- materi kita 4.110 hina
- ujliah. Jadi dipersilakan daripada Anda
- menzalimi di sini ribut terus kalau
- bahasa kita. Kalau bahasa WA mah gampang
- daripada Anda di grup WA ini berantem
- terus terima kasih saya mundur dari WA
- keluar saja. Ya ngapain
- kita yang kayak begitu terus?
- Laadzabahum fid dunya walahum fil
- akhiratizabunar. Apabila Anda tidak
- pindah dari kota Madinah, detik itu pula
- Anda tidak akan tenang. Lebih baik Anda
- pindah dah cari penghidupan apalagi di
- akhirat Anda itu luar biasa santunnya
- dan itu memang hukuman bagi si
- pengkhianat. Mestinya dia sudah dia
- berada di dalam kekuasaan umat Islam di
- Madinah, mestinya dia rukun dengan umat
- Islam.
- di Madinah waktu itu mayoritas umat
- Islam. Tapi kenapa dia masih berusaha di
- yaumil Ahzab untuk membunuh umat Islam
- dan bahkan pengin menguasai negara
- Madinah? Nah, itulah pengkhianatan luar
- biasa. Dalika annahum syaqulaha wa
- rasulah. Yaitu kerjanya untuk membantai
- Allah dan rasulnya, menentang Allah dan
- rasulnya. Wam yusyaqillaha fainnallah
- wam
- yusyaqqillaha fainnallah
- syadidulqab maqum millinah a tarokumuha.
- Itu kelembutan umat Islam. Jangankan
- dengan orang yang tidak beriman dengan
- manusia dengan tumbuh-tumbuhan pun Allah
- menyampaikan jangan dipotong.
- Kalau tumbuh-tumbuhan yang bisa
- dimanfaatkan dan sangat dibutuhkan
- seperti pohon kurma, tapi pohon-pohon
- yang sudah kurang berguna, apalagi itu
- untuk persembunyiannya orang-orang kafir
- dan orang-orang pendukung orang kafir,
- silakan kalau memang terpaksa harus
- dipotong demi untuk menyelamatkan mereka
- si kafir dan untuk menyelamatkan si
- munafik dan untuk menyelamatkan semua
- umat. Silakan cek penafsirannya yang
- kami jelaskan tentang penafsiran
- Al-Qur'an surah Al-Hasyr surah yang
- ke-59 ayat 1 sampai 5. Silakan.
- Insyaallah mudah-mudahan enggak ada
- tambahan. Cek tafsir apa saja. Ma
- quminum qimatan ala usuliha
- fabiidnillah waliyuhzial
- fasiqin.
- Makanya tugas kita hanya menyampaikan
- apa adanya. Jangan kita ini lebih
- daripada Allah Subhanahu wa taala. Sok
- nasionalis. Allah sudah menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- In
- takfuruah
- ganiunum. Apabila kufur, apabila kalian
- semua kufur, maka Allah ganiun ankum.
- Allah tidak butuh dengan kalian. Tapi
- dan masih dilanjutkan itu ayat wala
- yardibil kufro. Allah sedikit pun tidak
- rela apabila Anda kufur. Asli. Tapi
- kalian saja yang malu, yang mau itu.
- Jadi Allah enggak rela kalian kufur itu.
- Kenapa? Dengan kalian kufur atau membela
- orang kafir itu maka subhanallah
- mencelakakan mereka yang Anda bela dan
- mencelakakan diri Anda. Namun demikian
- tentu apabila orang yang belum beriman
- dia itu baik, tidak mengusir umat Islam,
- biarin saja kita berbeda dan kita harus
- mengamankan, membantu keselamatan dan
- kalau perlu membantu ekonomi mereka.
- Karena itu sama-sama ciptaan Allah
- Subhanahu wa taala. Tapi yang dimaksud w
- yard ibadihil
- kuf tidak suka kepada kekafiran. Allah
- memang menciptakan iradah tapi Allah
- tidak rida dengan kekafiran sedikitp.
- Karena apa? Karena Allah menciptakan
- manusia setelah itu Allah memberikan
- pilihan yaitu berbentuk akal itu dan
- hati itu. Wala yardibihil kufroh. Allah
- tidak suka kepada orang yang membela
- kekufuran. Wain taskuru. Dan apabila
- sebaliknya kalian bersyukur kepada Allah
- subhanahu wa taala, yardahu lakum. Itu
- yang diridai oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Al-Qur'an surah Azzumar surah
- yang ke-39 ayat yang
- keet7. Qul ma asalukum alaihi min ajr
- w ana minal mutakallifin. Aku hanya
- menyampaikan Alquran apa adanya dan aku
- w minal mutakalfin. Aku tidak
- mengada-ada itu.
- Al-Qur'an surah Sad, surah Sad, surah
- yang
- ke-38 ayat yang
- ke-86. Kita lanjutin materi kita
- 4.110. Menurut Sulaiman ibn Surat,
- menurut sahabat ini, Nabi bersabda,
- "Ketika diusir Al-ahzab, apa orang-orang
- yang bersekutu untuk menghancurkan Nabi
- dan para sahabat? anhu dari khandak alan
- maka nabi menyampaikan nabi menyampaikan
- alana sekarang mulai detik ini nauzuhum
- justru kami yang akan menyelamatkan
- membantu mereka semua meluruskan mereka
- semua wala yauzunana dan mulai detik ini
- insyaallah mudah-mudahan mereka tidak
- akan pernah memerangi kita sedahsyat
- ini. Itu
- maksudnya nahnu nahnu nasiru ilaihim.
- Karena apa buktinya? Kan ada perang,
- tapi mungkin tidak sedah saat ini.
- Bagaimana ceritanya? Ya, itulah. Oh,
- luar biasa. Orang kafir ibaratkan
- sebawah langit ini semuanya bersatu full
- dengan kekuatan penuh untuk menghabisi
- Nabi, para sahabat dan Islam. Kita
- lanjutin 4.111.
- an Aliin radhiallahu anh. Dari sahabat
- Ali radhiallahu anh anin Nabi
- shallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam annahu qala yaumal khandaki.
- Kalau Ishak Ibnu Mansur itu, kalau
- Hisyam itu Ibnu Abdillah. Kalau Muhammad
- itu Ibnu Sirin, kalau Abidah itu Ibni
- Amrin. Itu an Aliin radhiallahu
- anhu anin Nabi shallallahu alaihi wa
- alihi wasahbihi wasallam annahu qala
- yaumal khandaq. Ketika Nabi waktu itu
- menyampaikan waktu khandaq, mala Allahu
- alaihim. Menurut Sayidina Ali, Nabi
- bersabda, "Ya Allah, mudah-mudahan
- memberi pelajaran tegas. Allahu siapa?
- Allah alaihim atas kafirin buyutahum
- memenuhi kepada rumah-rumah mereka
- waurahum dan kuburan-kuburan mereka
- naron apanya? Api. Mudah-mudahan oleh
- Allah dikasih pelajaran tegas. Kama
- syagoluna. Kenapa Nabi sampai tegas
- begitu sampai berdoa seperti itu? Kama
- syagoluna. Karena mereka telah
- mengganggu kami, merepotkan kami,
- merepotkan siapa kafirinna kepada kami
- umat Islam an shatil wusto dari salat
- asar. Salat wusta, salat asar. Sampai
- kami belum salat asar ini gara-gara
- orang kafir.
- Subhanallah. Kami ibadah menjadi tidak
- tenang. Ini gara-gara kafir. Makanya
- tolong ya Allah kasih dia pelajaran yang
- tegas. Hadis Bukhari 411.
- Hatta gabat sehingga tenggelam asyamsu
- apa matahari. Makanya kalau di Muslim
- itu redaksinya tentang salat zuhur wusta
- itu maka yang paling mendekati kebenaran
- itu sebenarnya yang pas itu adalah salat
- asar di Bukhari itu. Namun apakah salah?
- Oh tidak. Yang dimaksud zuhur itu salat
- wusta itu ee tentang juga hubungannya
- dengan materi kita
- 41111 tentang khandak juga itu maksudnya
- begini. Malaikat Jibril menyampaikan
- nanti kami bacakan. Malaikat Jibril atas
- perintah dari Allah
- menyampaikan pengumuman itu masih waktu
- zuhur. Bagi siapa yang belum salat zuhur
- karena suatu halangan, tolong langsung
- berangkat saja nanti salat zuhur dan
- selanjutnya di di mana yaitu di tempat
- mereka
- itu diperintahkan oleh Allah Subhanahu
- wa taala untuk lanjut yaitu ke Bani
- Quraidah. Nah, itu
- sedangkan ini kan prosesnya dari
- Khandak. Habis Khandak ceritanya itu
- nanti terjadi peristiwa Bani
- Quraidah. Jadi begitu sama-sama 5
- Hijriah. Lalu sedangkan yang dimaksud
- Nabi dan sahabat, kebanyakan mayoritas
- umat Islam saat itu yang diperintahkan
- itu adalah salat asar di Bani Quraidah.
- Jadi yang dimaksud zuhur di situ hanya
- beberapa gelintir orang yang belum salat
- zuhur silakan salat di Bani Quraidah.
- Begitulah aljam'u baina baina
- hadisain itu ada di Muslim itu. Jadi
- salat wusta itu apa? Al-Arru aslinya
- al-Asru. Buktinya apa itu? Hatta
- gabatisyamsu sampai tenggelam matahari.
- Masa zuhur tenggelam matahari itu satu.
- Nanti tumma shala ba'daha al maghrib.
- Coba cek gabungkan hadis Bukhari itu
- dengan hadis berikutnya
- 4112. Haddasana Almakiyu ibnu Ibrahim
- haddasana Hisyam an Yahya an Abi Salamah
- an Jabir ibni ibni Abdillah anna Umar
- bin al Khattab radhiallahu anhu.
- Bahwasanya sahabat Umar bin al-Khattab
- radhiallahu
- anhu. Jadi Nabi itu tegas, tegas waktu
- tegas, tegas waktu lembut lembut.
- Kenapa? Itulah Islam. Islam itu tidak
- sama dengan agama Nasrani. Islam itu
- sama dengan ee agamanya ee kami ulangi
- AG Islam itu ya boleh dikatakan seperti
- itu. Tidak seperti di Injil tapi lebih
- dekat kepada Taurah. Taurat. Taurat itu
- tegas. Kenapa? Di situ ada hukum.
- Apabila melakukan begini akibatnya ini,
- hukumannya ini. Kenapa? Karena dengan
- demikian maka membuat pelajaran orang
- tidak saling menzalimi. Tapi coba
- apabila ditempeleng pipi kanan kasih
- pipi kiri atau sebaliknya. Tidak.
- Kenapa? Bukan salah. Injil tidak salah
- ee Nasra tidak salah yang asli. Kenapa?
- Waktu itu Nabi Isa belum kuat. Belum
- belum kuat. Makanya begitu. Sedangkan
- Nabi Musa ee meskipun belum kuat kita
- lihat Al-Qur'annya kalau bahasa kita
- Tauratnya jelas aturannya banyak hukum
- di situ. Ah jadi memang e lihat situasi
- dan kondisi karena hukumnya tegas,
- sumbernya jelas, nabinya juga tegas,
- maka ee begitulah. Jadi persis ee
- seperti Al-Qur'an itu adalah Taurah yang
- mendekati itu. Kalau
- 100% agama Islam. Nah, bagaimana dengan
- Nabi Musa doanya yang rabbisrohli sodri
- waassirli amri wahlul uqdatan min lisani
- yafqahu qua tentang menghadapi Firaun
- itu betul. Tapi meskipun ee lembut tapi
- terus perjuangannya tidak berhenti
- menyampaikan kebenaran terus. itu
- diabadikan di dalam Al-Qur'an surah
- Thaha. Tidak seperti kita. Kalau kita
- kan kerjanya menyanjung apalagi apa
- kalau di depan pejabat itu beda. Kalau
- Nabi Musa lembut tapi terus menyampaikan
- kebenaran. Tidak, tidak. itu justru pas
- lagi berhadapan itu kesempatan dengan
- lembut santun tapi terselip di situ
- kebenaran dan semuanya itu sudah kita
- dinasah diganti dengan Al-Qur'an
- kitab-kitab yang lain injilnya Tauratnya
- nabinya juga begitu makanya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa asahbihi
- wasallam Islam ini yang dibawa adalah
- sebagai penyempurna.
- Kita lanjutin
- 4112. Haddasana almaki ibnu Ibrahim.
- Haddasana Hisyam an Yahya an Abi
- Salamah. Tentu kalau Hisam Ibnu Abdillah
- Yahya Ibnu Katsir an Abi Salamah an
- Jabir ibn Abdillah anna Umar Al Khattab
- radhiallahu anhu ja datang siapa sahabat
- Umar yaumal khandaki. Waktu perang
- Khandak ba'da
- garabamsuh. Nabi waktu berdialog dengan
- Siti Aisyah tentang cacian orang kafir
- Nabi menyampaikan waalaikum. Cukup
- begitu Siti Aisyah. Tapi Nabi ketika
- orang kafir bertindak tegas beringas ya
- dihadapin dengan tegas. Coba lihat tuh
- tentang Khandak. Bagaimana Nabi ketika
- menghadapi ketika yaumil Ahzab, ketika
- di Bani Quraidah. Jadi lihat situasi dan
- kondisi. Ja yaumal khandak ba'dama
- garabatiyamsu. Hm. Setelah tenggelam
- matahari. Ya tentu setelah tenggelam
- matahari sebelumnya adalah salat asar.
- Ja'ala menjadi siapa sahabat Umar? Ya
- subuh yaitu mencela dengan tegas. Siapa
- sahabat Umar? Kuffar Quraisyin kepada
- orang-orang kafir Quraisy. Waqala dan
- berkata siapa sahabat Umar? Sekarang ini
- orang lebih mulia dari sahabat Umar
- lebih mulia daripada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
- wasallam. Bineka tunggal ika. Betul
- bagus tapi taruh
- porsinya. Ja'ala yasubbu kuffaro
- quraisyin. Kalau enggak hapus saja noh
- hadis
- Bukhari. Yasubbu kuffar quraisin waqala
- Umar. Dan berkata sahabat Umar
- radhiallahu anhu, "Ya Rasulullah, wahai
- Rasulullah, maitu an usalliah." Hampir
- saja aku tidak salat, belum salat ini
- Nabi. Aku belum salat asar. Hatta kaadat
- sehingga mendekat asyamsu apa matahari.
- Antauruba, yaitu tenggelam apa asyams?
- Qan Nabi sallallahu alaihi wa alihibihi
- wasallam. Maka menjawab, bersabda siapa?
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Wallahi ma shitu. Demi Allah,
- Mar, saya juga, Mar belum salat nih
- gara-gara si kafir nih. Kita salat jadi
- terganggu, ibadah jadi terganggu.
- Subhanallah. Kalau ada oknum begini,
- tolong jangan dipilih lagi. Tolong,
- tolong. Dosa kita dosa. Kata siapa? Dosa
- ya kata Al-Qur'an. Kata Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa asahbihi
- wasallam, la yuldaul mukminu min juhrin
- marratain. Jangan umat Islam masuk
- kepada lubang yang sama. Nanti kalian
- mendapati kesulitan ibadah yang sama.
- Hadis Bukhari
- 6133. Fathul Bari juz 10 halaman 648
- 650. Apabila kita ini umat Islam,
- betul-betul umat Islam, kita pasti
- datang kepada ulama. Betul-betul
- langsung dengan hati ke hati didatangin
- minta pendapat, minta saran, bukan malah
- dikejar-kejar. Subhanallah. Ulama memang
- tugasnya menyampaikan kebenaran
- kadang-kadang ya itu walau murran
- meskipun pahit. Begitulah namanya obat
- kadang-kadang pahit tapi obat yang
- sesuai dengan dosisnya. Kalau enggak
- sesuai dengan dosisnya dia nanti mati.
- Makanya Islam itu kalau dia itu selama
- dia salat, selama dia salat, kalau
- pemimpinnya selama dia salat, KTP-nya
- muslim, jangan diturunin di tengah
- jalan. Begitulah Islam tuh luar biasa.
- Jangan diturunin di tengah jalan, tapi
- jangan dipilih
- lagi. Itu luar biasa, kan? Jangan di
- jangan diturunin di tengah jalan, tapi
- dan jangan diungkit-ungkit kesalahannya
- sudah bagus, anggaplah enggak ada
- kekurangan sama sekali, tapi cari yang
- lebih bagus. Begitulah kan memang umat
- Islam begitu. Jadi dari bagus yang lebih
- bagus, bagus, bagus terus begitu. Bukan
- enggak bagus, tapi mencari lagi yang
- bagus juga. Begitulah W kalau bahasa
- kita di
- dalam kita lanjutin
- dulu yaitu materi kita hadis
- Bukhari 4.112.
- Di dalam hadis Bukhari
- ini kita lanjutin. Hatta kadatyamsu
- anuba qan Nabiu shallallahu alaihi wa
- alihi wa ashabihi
- wasallam. Wallahi ma shaitu. Demi Allah
- aku juga Umar ini belum juga belum salat
- kalau bahasa
- kita. Fanazalna. Maka turunlah siapa
- kami? Para
- sahabat. Kami sahabat.
- Turun di
- mana itu? Bil
- batha eh fanazalna maan Nabi sallallahu
- alaihi wasallam buthan. Di
- buthan di tempat itu tempat yang lebar
- ada sungai ee ada batu kecil mungkin ada
- sumber waktu itu.
- Begitulah kita
- lanjutin. Fatawadna maka berwudu siapa
- kami? Para sahabat ee laha fatawadna
- maka berwudu siapa kami sahabat semua
- bersama Nabi juga bersama-sama laha di
- buthan
- tadi fasalla maka salat siapa kami nabi
- dan para sahabat alas kepada salat asar
- wah kita salat semua salat
- asar ba'dama garabati syamsuh setelah
- tenggelam asyamsu apa matahari Jadi,
- setelah tenggelamnya matahari. Nah,
- salat setelah tenggelamnya
- matahari, salat asar setelah
- tenggelamnya matahari itu salat apa
- namanya? Salat qada itu. Oh, saya enggak
- suka, Akhi. Istilah qada itu. Itu
- istilah hadis Bukhari itu. Kalau enggak
- hapus tuh hadis Bukharinya. Wong
- istilahnya dari lisannya Nabi kok kita
- enggak suka. Itu gimana itu? Coba cek
- itu di dalam hadis Bukhari itu. Coba cek
- hadis Bukhari 1953.
- Coba diklik itu Fathul Bari juz 4
- halaman
- 241245 itu. An ibni Abbas radhiallahu
- anhuma qala berkata siapa? Sahabat Ibnu
- Abbas radhiallahu anhuma qala jaa
- rajulun ilan Nabi shallallahu alaihi wa
- alihi wasbihi wasallam. Datanglah
- seorang laki-laki kepada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa asbihi wasallam.
- Faqala ya rasulallah inna ummi matat
- waaihariqiqi no qah kami harus
- mengqaminahiquq betul segala hutang
- kepada Allah itu lebih berhak untuk
- kalian qada untuk kalian bayar makanya
- berdasarkan ini hadis untuk puasa dan
- ada yang berpendapat juga ini hadis juga
- umum sehingga bisa untuk mengqada-qada
- yang lain.
- Rasulullah alaihi
- wasallamunu waliuhu. Hadis Bukhari
- 1952 Fathul Bari juz 4 halaman 241
- sampai
- 245. Kalau qada tentang salat di mana?
- Kalau qada tentang salat itu ada yaitu
- di dalam hadis Bukhari 597.
- 598. Coba cek tuh bagi yang mau qada.
- Yang enggak mau qada ya silakanlah.
- Hidup kan penuh pilihan. Kalau cuman
- begini mah tidak terlalu masalah. Beda
- pendapat mah silakan sajalah. Tetap kita
- sesama muslim. Fathul Bari juz 2 halaman
- 89 sampai
- [Musik]
- 92. Allah menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ikri Al-Qur'an surah Thaha ayat 14 itu.
- Jadi apabila mau ngecek coba di dalam
- Al-Qur'an surah Thaha ayat 14 anqotadah
- qala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi dirikan salat ketika Anda
- sudah bangun, sudah ingat. Kalau tadi
- enggak ingat lah. Bagaimana kalau lupa?
- Bagaimana? Apalah lupa tetap qada.
- Bagaimana kalau sengaja? Nah, wong lupa
- aja suruh bayar apalagi sengaja. Tapi
- terserah terserah. Coba cek tuh
- penjelasannya tentang qada salat itu.
- Hadis Bukhari 597. Coba dicatat, direkam
- kalau enggak diklik. Itu Fathul Bari juz
- 2 halaman
- 89. Qala Rasulullah sallallahu alaihi wa
- alihi asabi wasallam. Rqada ahadukum.
- Apabila kalian tertidur meninggalkan
- salat belum
- salatha atau kalian lupa belum salat
- falyusha. Bagaimana kalau sengaja?
- Apalagi sengaja, Mas. Sampean sengaja
- enggak bayar hutang itu dosa. Lupa aja
- enggak bayar hutang itu dosa. Misal
- kecuali kalau memang belum ada belum
- mampu
- akarohallah yaqul. Karena Allah telah
- berfirman, akimata
- lidik. Apalagi kalau pakai kias aulawi,
- segala macamlah,
- silakanlah kita lanjutin. Jadi tentang
- qada ada apa tidak? Silakan tuh dicek
- tuh. Kadang-kadang mohon maaf ya, tidak
- semuanya orang meskipun itu sarjana
- hadis itu kadang-kadang mungkin lupa
- kelewat biasa manusia. Saya pernah lihat
- juga di YouTube kalau enggak semalam
- semalam saya pas mau tidur enggak itu
- lihat YouTube sebentar ada pertanyaan
- begini. Bagaimana kalau kita sebagai
- seorang istri lalu menginfakkan sebagian
- harta pemberian suami itu kepada orang
- tua? Boleh apa tidak? Kata si penceramah
- itu. Padahal dia sudah sekolah di
- langit. Dia enggak tanggung-tanggung
- sekolahnya di langit. Itu harta siapa?
- Itu kan harta suami itu maling kalau
- bahasa kita. Pencuri tidak halal haram.
- Kata siapa ini orang kok melampaui Nabi
- dalam hati saya? Padahal Nabi
- mempersilakan. Justru suami yang tidak
- rela apabila istrinya membagikan
- sebagian hartanya untuk orang tuanya itu
- Firaun. Suami kayak begitu tuh.
- Bagaimana? Justru kita kalau ada rezeki
- bagi-bagi untuk orang tua, untuk mertua.
- Begitulah dia ngomong enggak ngomong ya?
- justru enggak ngomong termasuk sodqah
- sir pahalanya dua kali lipat. Begitulah
- kalau bahasa Al-Qur'an. Coba cek di
- dalam Al-Qur'an tuh surah Albaqarah ayat
- 271.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. In
- tubdusodqati faniimmahi. Apabila Anda
- terang-terangan, apalagi pakai tadi apa
- dengan jelas izin membagikan harta
- sebagian sedikit buat orang tua. Dijawab
- iya boleh. Wah, itu kok itu bahasa
- apanya bahasa kantornya begitu. Masa
- dengan keluarga pakai begitu-begituan.
- Dulu aja anaknya diberikan begitu utuh
- dalam keadaan cantik, bersih, ganteng,
- pintar, dan lain sebagainya. Eh,
- sekarang malah hitung-hitungan. Wa tufu
- wahal fuqra fahuair lakum
- waukiruum
- miniatikum wallahu bimaalun khir.
- Wafaha. Kalau sembunyi-sembunyi tapi
- tentu menurut kemampuan. Coba cek tuh
- hadis Bukhari yang saya sampaikan nih.
- Cek nih. Anin Nabi shallallahu alaihi wa
- alihi wasallam q
- apabila menginfakkan, membagikan,
- memberikan almaratu siapa istri mingkas
- bisujiha dari hasil uang suaminya bukan
- pribadi. Kalau dia sudah bekerja milik
- pribadi, ah enggak usah izinlah ya. Cuma
- suami sekarang banyak yang pelit ya.
- Tapi tidak semuanya.
- Tidak semuanya. Mungkin suaminya lagi
- enggak ada
- uang. Jangan suudon. Saya kan juga
- suami min kasbi
- zaujihairi amrihi tanpa sepengetahuan
- suaminya. Falaha maka yaitu bagi
- istrinya nisfu ajrihi. Adapun separuh
- pahalanya luar biasa separuhnya untuk
- suaminya. Begitulah hadis Bukhari. Cek
- tuh diklik tuh
- 2.66
- 5.192
- [Musik]
- 5.19560 Fathul Bari juz 4 halaman 377
- sampai
- 378. Wafihi di dalam hadis seperti ini
- roddun yaitu menolak. Raddun itu apa? Ya
- menolak. mardud alaman atas orang yang
- berpendapat ayyanahu fima adina laha
- fialik. Bagi orang yang berpendapat
- istri itu hanya boleh kalau atas izin
- suaminya
- ditolak. Pendapat seperti itu enggak
- sesuai dengan Al-Qur'an dan Asunah.
- Qurannya tadi Albaqarah ayat 271. Hadis
- Bukharinya 2066 dan seterusnya. Fathul
- Barinya juz 4 tuh cek tuh. Bukan
- pendapat saya.
- Dan berdasarkan firman Allah Subhanahu
- wa taala
- ainaum aknaum
- minalumahun. Nah, ini ceramah ini tolong
- dipotong. Suruh dengerin ke suaminya
- tuh. Mohon
- maaf, maaf maaf. Ya, bercanda. Jadi
- mulai dari sekarang biar mbok yo jangan
- pelit-pelitlah kalau kita memang mampu
- dan ada. Begitulah
- kira-kira. Kita lanjutin. Jadi kalau
- belajar itu jangan kepada satu ustaz,
- satu radio, satu kelompok. Belajarlah
- kepada yang lain-lain juga. Siapa tahu
- ee ada sedikit ilmu untuk ee untuk kita
- ya. Luar mudah-mudahan bermanfaat.
- Kita lanjutin materi kita
- 4112. Fasolla al asro ba'da
- garabatiamsuh. Kemudian salat siapa?
- Nabi alas kepada salat asar. Ba'dama
- garabat setelah tenggelam asyamsu apa
- matahari.
- Subhanallah. Ba'dama garabati syamsu.
- Setelah tenggelam apa matahari? Nah itu
- salat apa namanya? Salat qada. Qada itu
- istilah dari lisannya Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- ba'daha al magrib. Kalau di Fathul Bari
- coba cek yang megang Fathul Bari juz 7
- coba cek halaman 521.
- 521 itu
- analladzi
- yakha analladzi bahwasanya orang
- yataamadu yang sengaja siapa orang
- sengaja takirati kepada mengakhirkan
- salat hatta yakruja sampai hilang keluar
- waktu apa waktu salat yaqdi ha maka
- harus mengqada siapa orang itu ha kepada
- salat yang ditinggalkan
- baika setelah keluar waktu salat
- tadi lamus al
- shadika kama waqni ishaqahum sha waqtil
- isai wa musa ibniqbahum
- shayamsu juz 7 halaman 521 fathul bari
- di sebelah kiri agak di bawah coba cek
- tuh yang mau qada yang enggak mau qada
- silakan tugas kita hanya menyampaikan
- kalau perselisihan seperti ini. Makanya
- kembali lagi tadi yang kami sampaikan
- hadis bahwa kita tidak boleh menjatuhkan
- orang di tengah jalan itu selama dia
- masih muslim itu coba cek hadisnya hadis
- Bukhari ee Muslim saja. Kalau memang
- muslim itu lebih mudah itu ngeceknya.
- Hadis Muslim
- 1854. Coba cek lau
- itu kalau tafsir Al-Qurtubi juz 1
- halaman 314 itu dari 302 sampai 320 itu
- la ma aqomu fihim asalata itu atau
- Muslim
- 1855
- Ahmad e juz 6 halaman
- 2428 itu kalau Bukhari kalau mau ya
- silakanlah 7.100
- 199 itu
- 7.200. Noh kalau Bukhari, kalau Malik
- juz 2 halaman
- 445, 446. Ahmad juz 5 halaman 316
- 321 Ibnu Hibban
- 4.547 Albaihaqi juz 8 halaman 145 Muslim
- 1000 ee
- 700
- 9 atau di
- 2.709 itu coba cek itu. Tapi nanti kalau
- pemilihan lagi cari yang lain begitu
- loh. Jangan dicari kesalahannya, jangan
- diturunkan di tengah jalan, tapi nanti
- cari yang lain. Kalau pemilihan lagi.
- Itu saya menyampaikan apa adanya. Kalau
- yang mau sudah ada rekamannya ya. Kita
- lanjut. Tumma shala. Kemudian salat
- siapa? Nabi setelah salat asar qada tadi
- salat
- ba'daha alas ba'daha setelah salat asar.
- Almagriba kepada salat magrib. Kenapa
- Nabi mendahulukan salat asar? Karena
- supaya tertib apabila waktu magrib masih
- panjang. Apabila waktu magrib sudah
- tinggal sedikit, maka magrib dulu.
- Jangan asar dulu. Nanti apa? Akhirnya
- asarnya qada, magribnya jadi qada juga.
- Ah, begitulah. Supaya tidak qada
- dua-duanya, maka kalau waktunya sempit,
- magrib dulu baru asar. Kalau masih
- panjang supaya tertib, asar dulu baru
- magrib. Hadis Bukhari 4.112.
- Kita
- lanjutin ini masih separuh ini.
- Bismillahirrahmanirrahim. Sekarang
- 4113. Ee loncat saja supaya mudah. Qala
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yaumal ahzab samu jabir yaakul hadana
- Muhammad ibnu katirana sufyan ibniladir
- q jabirak q rasulullah sallallahu alaihi
- wasabi wasallam
- yaumalabarilum siapa yang hendak bisa
- membantu kami untuk menjadi intel
- tentang khabarnya orang-orang dalam hal
- ini orang kafir yang hendak membasmi
- kita umat Islam
- Qzubair ini cyber ini siapa yang bisa
- menjadi cyber untuk membantu kekuatan
- umat Islam. Hadis Bukhari
- 4113. Faqala Azzubair cuman Zer Zer Army
- ini ada macam-macam rupa-rupanya ya. Ah
- dicek dulu. Faqala Azzubair maka berkata
- siapa satat sahabat Azzubair? Ana saya
- nabi. Saya yang akan menjadi
- intel akan menjadi pasukan cyber untuk
- membantu perjuangan umat Islam. Karena
- sekarang memang berjuang melalui
- teknologi. Barilum. Nabi bertanya
- berkali-kali meyakinkan. Karena ini
- perbuatan yang berat ini meskipun
- ringan. Ee resikonya kalau ketangkap
- wafat.
- Tapi kalau enggak ketangkap ini supaya
- umat Islam bisa mempersiapkan bagaimana
- cara menghadapi musuh, kekuatannya
- berapa, rencananya apa. Begitulah mereka
- orang kafir itu. Faqala azzubair ana
- tumma qala mayatina bikarilum. Sampai
- tiga kali Nabi. Saking apa? Ini orang
- kafir sudah betul-betul dia bersatu
- untuk menghancurkan Islam. Makanya Nabi
- sampai minta tolong siapa yang
- betul-betul menjadi pasukan yang bisa
- ini menjadi intel. Faqala azzubair ana
- tumma qala. Kemudian Nabi menyampaikan
- Nabi bersabda, "Inna likulli nabiyin
- hawarian." Bahwa tiap-tiap nabi itu ada
- hawari, ada teman yang bisa menolong
- betul-betul tulus. Makanya tadi kami
- baca ini ayatnya yaitu di Al-Qur'an
- surah Assf surah yang ke-61 ayat 14 itu
- tadi. Man ansori ilallah qolal
- hawariyuna nahnu ansarullah. Ini materi
- kita. Kita
- lanjutin. Nabi menyampaikan tiap-tiap
- Nabi itu ada teman dekat yang sangat
- tulus. Teman dekatku adalah Az-Zubair.
- Begitulah Nabi. Nabi menyanjung
- sahabatnya dengan bahasa begini. Nanti
- satunya dengan bahasa begini. Begitulah
- Nabi. Selanjutnya hadis Bukhari 4114.
- Haddasana Qutaibah ibnu Said. Haddasana
- an Said ibni Abi Said an Abi Abi
- Hurairah radhiallahu anh anna Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam kana yaakul.
- Ada siapa nabi? Yaitu bersabda siapa
- Nabi berdoa. Siapa Nabi waktu yaumil
- ahzab waktu perang Khondak itu Nabi
- bacaannya apa? Doanya apa?
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Lailahaillallahu wahdah. Nah, yang di
- mobil, yang di rumah ayo ikuti ya.
- Lailahaillallahu
- wahdah aazza jundah wa nasoro abdah wa
- ghalabal ahzab.
- Lailahaillallahu wahdah la
- syarikalah lahul mulku walahul hamdu
- wahua ala kulli saaiin qodir.
- [Musik]
- abidun
- sajidun
- lirabbina
- hamidun.
- Shadaqallahu wa'dah waasara abdah
- wazamal
- ahzaba wahdah. Itu materi kita. Hadis
- Bukhari
- 4.114 sampai
- 4.116. Nabi itu apabila berangkat dan
- pulang hendak berperang, berangkat
- pulang haji, berangkat pulang umrah,
- beliau membaca itu doa. Makanya ada suka
- istighatah atau walimatul haj. Ini
- beliau pakai dalil. Kadang-kadang dia
- pengin mengajak tetangganya berdoa
- bersama-sama di samping dia sendiri.
- Kadang-kadang dia enggak bisa baca
- doanya. Dibaca dipimpin oleh kiai
- bersama-sama. Eh, dikit-dikit enggak ada
- itu walima safar haji itu enggak ada.
- Nih hadis Bukhari
- 4.116. Silakan diip X. Apa redaksinya?
- Saya bacain anna Rasulullah sallallahu
- alaihi wa alihi wa ashabihi wasallam
- menurut sahabat Abdillah radhiallahu anh
- haddasana Muhammad bin Muqatil akhbarana
- Abdullah akbarana Musa Ibnu Uqba an
- Salim wa Nafi an Abdillah radhiallahu
- anh yang enggak boleh pamer yang enggak
- boleh berlebih-lebihan itu loh
- laksanakan doa boleh sendiri boleh
- bersama-sama enggak usah
- berlebih-lebihan begitu jangan
- dikit-dikit bidah haram biarin saja
- Masyarakat itu yang penting dia baca
- Quran, yang penting dia ada tazkirah
- Al-Qur'an dan Asunah. Yang tidak baik
- dilurusin, ditemenin. Jangan diserbu
- jarak jauh pakai bom. Bidah, kafir,
- haram, buat, khawarij, la haula wala
- quwwata illa billahil aliyil adzim. Anda
- ini mau perang sama siapa
- sih? Anna Rasulullah sallallahu alaihi
- wa wasallam. Bah rasanya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam kana id
- qofala. Apabila Nabi itu pulang minal
- gazwi dari perang awil haji atau haji,
- awil umrati atau umrah. Nah istilahnya
- ini litanwi
- macam-macam. Pulang saja baca doa
- apalagi
- berangkatnya. Apa bacaannya itu? Yabdau.
- Nabi memulai dengan fayukabbiru salata
- marrat. Bertakbir tiga kali. Nah kan.
- Makanya pengajian-pengajian tu ada
- zikir. Fayukabbir sal marat baca
- Allahu Akbar,
- Allahu Akbar,
- Allahu Akbar. Kalau dibaca beratus-ratus
- orang bayangin tuh merinding tuh. Tumma
- yaakul. Kemudian Nabi bersabda membaca
- doa
- lailahaillallah wahdahu la syarikalah.
- Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali
- Allah. Agama yang diridai hanya Islam.
- Mudah-mudahan kita meninggal dalam
- keadaan husnul khatimah. Karena kita
- biasa membaca
- lailahaillallah. Wafat pun kita
- mudah-mudahan setelah membaca kalimat
- lailahaillallah. Wahdah Tuhan itu hanya
- satu esa. La syarikalah tidak ada
- sekutu. Tidak pantas kita mensekutukan
- Allah. Yang memberi nafas itu Allah
- bukan siapa-siapa. Lahul mulku. Yang
- lain adalah manusia. Manusia itu butuh
- makan, butuh ke kamar mandi. La
- syarikalah. Tidak ada sekutu bagi Allah.
- Lahul mulku. Kekuasaan itu hanya milik
- Allah. Yang membuat Anda berkuasa itu
- Allah. Makanya sadar, tobat. Walahul
- hamdu. Dan yaitu hanya bagi Allah, milik
- Allah. Alhamdu adapun pujian. Wahua dan
- hali adapun Allah ala kulli saiin atas
- tiap-tiap sesuatu qadirun. Yaitu kuasa.
- Allah kuasa mengangkat derajat orang.
- Allah pun kuasa membuat runtuh itu
- orang. Jangankan runtuh, mati langsung
- juga
- bisa. Sering-sering lihat itu di YouTube
- itu bagaimana begitu gempa tuh kejadian
- tuh. Sering-sering lihat kayak begitu.
- Sering-sering lihat orang tayangan orang
- di YouTube langsung mati. Itu loh. Nah,
- itu jadi biar kita ini ayibun segera
- kembali kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Taibun segera bertobat kepada Allah
- subhanahu wa taala. Abidun menyesal
- terhadap dosa-dosa. Segera beribadah.
- sajidun. Segera salat, segera sujud.
- Lirabbina kita menuju kepada Allah
- hamidun. Rajin-rajinlah berzikir, memuji
- Allah subhanahu wa taala. Katakan
- alhamdulillah, subhanallah sodqallah
- maha benar Allah. Telah membenarkan
- menyatakan siapa Allah. Wa'dahu kepada
- janji Allah wasara dan membantu siapa
- Allah. Abdahu kepada hambanya Allah. Wa
- hazamah. Dan telah mengalahkan siapa?
- Allah al-Ahzabah kepada al-Ahzab. Yaitu
- apa? Pasukan-pasukan yang bersatu untuk
- membumihanguskan kota Madinah. Itu semua
- atas wahdahu seizin Allah subhanahu wa
- taala. Menurut sahabat Abi Hurairah
- radhiallahu anhu, hadis Bukhari
- 4114 anna Rasulullah sallallahu alaihi
- wa alihi wasahbihi wasallam itu itu
- Syiah itu tasyayyuk itu anti dengan
- sahabat Abi Hurairah. Di sini saya
- nyebut sahabat Abi Hurairah setiap saya
- ada duduk perasaan nyebut sahabat Abi
- Hurairah
- mulu. Orang kalau hati kotor ada aja ada
- aja.
- Anna Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kana ada. Siapa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam? Yaakul.
- Yaitu berdoa Nabi
- lahaillallahu wahdah aazza jundah
- memuliakan siapa? Allah jundahu kepada
- pasukan cibernya Allah yang benar-benar
- wasar dan membantu siapa? Allah abdahu
- kepada hambanya Allah. Wagalaba dan
- mengalahkan mengusir memenangkan kepada
- muslim menguasai muslim. Allah memberi
- kekuasaan kepada umat Islam. Kalau umat
- Islam mau walabah artinya golaba cek itu
- di kamus golaba itu artinya kita suruh
- melawan melawan kezaliman jangan diam
- membantah. Coba cek gaba. Ghalaba itu
- artinya juga melawan, membantah. Jangan
- diam kita. Kalau kita yang bisa bicara
- aja enggak bisa menyampaikan kebenaran,
- apalagi yang lain. Gagalaba alahzab.
- Allah suruh kita melawan, membantah
- al-ahzab kepada musuh-musuh Islam yang
- dia bersatu hendak menghancurkan umat
- Islam wahdahu. Dan itu semua dikalahkan
- hale sendirinya Allah. Fala sai ba'dahu.
- Maka tidak ada yang tersisa. Coba cek
- dari semua orang yang hendak
- menghancurkan ulama Islam itu tidak ada
- yang tersisa sekarang. Coba cek tuh
- sejarahnya hancur. Orangnya wafat
- sejarahnya buruk. Sejarahnya buruk.
- Hati-hati mumpung kita punya jabatan,
- buat sejarah yang bagus untuk untuk anak
- cucu kita.
- Kasihanin haliun illa wajhah. Alqasas
- ayat
- 88. Walladzi akhrajalladzina kafaru min
- ahlil kitabi min diarihim liwalil
- hasri. Alqur'an surah al-Hasyr ayat 1
- sampai 5. Kemudian kita lanjutkan hadis
- Bukhari 5.115. Haddasani Muhammad
- akhbarana
- Alfazariyu ini Alfazari ini Marwan bin
- Muawiyah wa Abdah ibnu Sulaiman an
- Ismail ibni Abi Khalid qala samu
- Abdullah ibn Abi Auffa radhiallahu
- anhuma yaakul Abdullah bin Abi Auffa
- radhiallahu anhuma
- berkata, "Da'ana
- berdoa." Kami ulangi daa berdoa.
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam alal
- ahzab untuk Allah memberi pelajaran
- kepada orang-orang yang bersekutu
- termasuk orang siapa saja yang bersekutu
- untuk menghancurkan umat Islam. Faqala
- maka Nabi berdoa. Jadi doa itu tidak
- hanya Allah mahdini fiman hadit saja
- kalau bisa ditambah. Kalau keadaan dalam
- genting tambah apa?
- Allahumma munzilal kitab syarial hisab
- ihzimil ahzab.
- Allahummazimhum waalzilhum. Allahumma ya
- Allah. Allahumma ya munzilal kitab yang
- punya kekuasaan mampu menurunkan
- Al-Qur'an syari hisab dan Allah punya
- kekuasaan dan kekuatan untuk segeri
- memberi pelajaran yang tegas kepada
- orang yang hendak mencelakakan umat
- Islam. Ihzim. Mudah-mudahan Allah
- mengalahkan al-ahzab kepada orang-orang
- yang bersekutu untuk menghancurkan
- Islam. Allahumma ya Allah ihzimhum
- mudah-mudahan Engkau mengalahkan mereka,
- membuat mereka lari kocar-kacir kacau
- dia. Mudah-mudahan Allah menurunkan ee
- peringatan yang tegas mungkin dengan
- kekuasaan Allah Subhanahu wa taala.
- Wazalzilhum. Tolong goncangkan mereka ya
- Allah.
- Astagfirullahalazim. Ini hadis Bukhari
- 4.115. Doanya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wa ashabihi wasallam.
- Anna Zubair huadzi daha likasfi khabar
- bani Quraidah. Jadi, Sahabat Zubair itu
- waktu itu menjadi intel tentang apakah
- orang Bani Quraidah itu setelah perang
- Hondak ini kita tahu saya ulangi waktu
- perang Hondak orang kafir Quraisy dari
- Makkah, orang Yahudi Madinah dan
- sekitarnya dia bersatu semua tidak ada
- yang ketinggalan, menyusun kekuatan
- mengingkari janji. Janji damai hidup
- dengan Nabi. Ee dia mengingkari janji
- lalu dia hendak membunuh Nabi dan para
- sahabat. Nah, waktu itu yang menjadi
- intel untuk mengetahui gerak langkah dan
- persiapan orang kafir Quraidah adalah
- sahabat Azzubair. Ini satu sisi.
- Bagaimana dengan sahabat Hudzaifah? Kita
- lihat, kita baca aja.
- Zubairat likasfi khabari bani quraidh
- hal naq alahda bainahum wainal muslimin
- waqu quraisyan ala muatil muslimin. Eh
- itu memang ditugaskan oleh Nabi untuk
- mengintai bagaimana apakah dia itu
- melanggar janji damai dengan orang
- Islam. Kenyataannya betul dia ee orang
- Bani Quraidah ini mengingkari janji
- damai hidup dengan umat Islam. Buktinya
- di perang Ahzab tadi. Sedangkan waqisatu
- Hudzaifah tentang intel yang dijalankan
- oleh sahabat Hudzaifah. Berarti ada
- sahabat Zubair, ada sahabat Hudzaifah.
- Kanat lamadal hisor alal muslimin.
- Ketika pengepungan itu luar biasa di
- sekitar Khandak watamala alaihimwaif.
- Orang kafir semuanya sudah sepakat satu
- kata untuk detik ini. Detik ini orang
- Islam harus habis dari permukaan bumi.
- Waq bainal ahzab. Kemudian terjadi
- perselisihan yang dahsyat di tubuh orang
- kafir itu sendiri. Waqinal ahzabi alik
- apa beberapa
- persilihan minal ukhro. Terjadilah
- kecurigaan antara sesama kafir.
- Waarsalallahu taala alaihim arrihah.
- Kemudian Allah mengirim untuk
- menghancurkan orang kafir tadi arha
- kepada pasukan berbentuk angin. Wasadda
- albardu waktu itu sehingga dinginnya
- luar biasa.
- Tilkila Nabi shallallahu alaihi
- wasallam Quraisy. Kemudian Nabi
- menyampaikan siapa sahabat yang berkenan
- untuk menjadi intel tentang pergerakan
- orang kafir Quraisy. Yang menginteli,
- yang mencari berita orang kafir Quraisy
- adalah sahabat Hudzaifah. Yang mencari
- berita tentang pengkhianatan orang Bani
- Quraidah adalah sahabat Hudzaifah. Nah,
- fantadabahu Khudzaifah ba'da taqrarihi
- thaik.
- Akhirnya Nabi memerintahkan sahabat
- Hudzaifah ee lalu sahabat Hudzaifah
- menyelinap di ketengahan malam yang
- gelap gulita, penuh dengan angin dan
- dingin sekali. Dan sampai sahabat
- Hudzaifah tidak ketahuan. Dan ini ee
- sampai ditanya kan ketika kita ketemu
- dengan teman maka kita harus nanya siapa
- kamu dan itu harus pakai bahasa sandi.
- Maka sebelum ee orang kafir itu bertanya
- kepada sahabat Hudzaifah, sahabat
- Hudzaifah yang tanya dulu siapa Anda?
- Nah, itu pintarnya orang Islam begitu.
- Eh, orang sekarang malah bukan pintar
- malah ngeminterin umat
- Islam. Begitu selesai. Padahal sahabat
- Hudzaifah kalau mau langsung membantai
- sahabat ee Sufyan waktu itu bisa. Karena
- beliau berada di sampingnya sahabat
- Sufyan eh ya radhiallahu anhu. Kan
- sekarang sudah Abu Sufyan sudah Islam
- sekarang itu dulu. Lalu beliau kembali.
- Tugasnya beliau hanya pengintaian. Jadi
- beliau kembali. Begitulah Islam itu
- maunya tidak membunuh orang. Kalau bisa
- Anda pulang giih sana giih. Anda memang
- betul sudah hendak ke sini jauh-jauh mau
- bunuh kita. Kalau Anda berkenan
- pulang-pulang di sana pulang. Eh tapi
- dia enggak mau pulang-pulang itu. Jadi
- maunya membunuh umat Islam. Akhirnya ya
- sudah dikirim oleh Allah itu pasukan
- angin segala macam. Buktinya apa? Ee
- sahabat Hudzaifah tidak membunuh Abu
- Sufyan. Lebih baik sahabat Abu Hudzaifah
- syahid mati asal bisa bunuh Abu Sufyan
- waktu itu. Kenapa? Abu Sufyan mati pasti
- kotar-kacir dan setelah itu tidak akan
- pernah ada orang berani kepada umat
- Islam. Tapi karena umat Islam enggak
- haus darah, pulang dia. Dia hanya
- kepengin beritanya kayak apa. Dia
- menyusun kekuatan bagaimana supaya umat
- Islam bisa menghadapi dan supaya dia
- pulang dengan selamat. Begitulah umat
- Islam santunnya dalam keadaan perang ini
- waktu yaumil azab. Fawatthu. Maka ketika
- sahabat Hudzaifah pulang mendekat Nabi
- kedinginan maka oleh Nabi didekap. Wah
- diselimutin fawahu. Maka mendekap hu
- kepada sahabat Hudzaifah an Nabiu.
- Siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam fialika di dalam hal tersebut.
- E hatta hatta dafiah ini ngeloncat
- matanya dari bawah ke atas. Ini kan
- tulisannya kecil-kecil ya. Sudah begitu
- gundul. Jadi begitu kita lihat ee apa
- depan lihat kaca begitulah. Hatta dafiah
- sampai sahabat Hudzaifah ini merasa aja
- agak hanget. Yang tadinya kedinginan
- luar biasa akhirnya hangat. Ya bagaimana
- enggak kedinginan? Dia kan masuk ke
- tempat azab. tempat lingkungan orang
- kafir disiksa oleh Allah dengan angin.
- Yang kena angin tuh mereka. Orang Islam
- tenang. Padahal orang Islam di sebelah
- jalan, di sebelah parit. Di sini parit,
- di sini umat Islam. Di sini enggak ada
- angin. Coba lihat. Kadang-kadang, mohon
- maaf, di Jakarta hujan, di Cibubur
- enggak hujan. Begitulah. Di sebelah umat
- Islam enggak ada dingin, enggak ada
- angin. Biasa-biasa saja. Di sebelah
- angin kencang. Begitulah.
- Begitu dia pulang kedinginan langsung
- oleh Nabi didekap, dirangkul,
- diselimutin, meliputi meliputi mendekap
- hu kepada sahabat Hudzaifah an naabiyu
- siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Hatta dafiah sampai anget
- siapa? Sahabat Hudzaifah. Nah, itulah
- Nabi bagaimana cara ngobatin sahabat.
- Demikian juga kalau suaminya pulang
- kerja merasa dingin, cepat ibu-ibu
- segera dekap itu suaminya. Demikian juga
- sebaliknya. Loh, itu ustaz kok porno
- lah. Itu hadis Bukhari. Cek. Ketika Nabi
- merasa kedinginan langsung ee Siti
- Khadijah zammiluni, zammiluni. Tolong
- saya dekap, tolong saya kelonin.
- Langsung fazammaluhu. Langsung Siti
- Khadijah mendekap Nabi. Hatta dahahaba
- anhur hadis Bukhari. Hadis Bukhari nomor
- 3.392
- 4.953
- 4.955
- 4.956
- 4.957
- 6.982. Fathul Bari juz 1 halaman 28
- sampai 36. Jadi Nabi dan Siti Khadijah
- itu kerjanya saling dekap-dekepan. Nah,
- bagi yang belum mendekap suaminya atau
- sebaliknya, tolonglah silakan dekap.
- Kalau bukan di mobil, kalau di rumah itu
- ketika apa itu menceritakan waktu turun,
- iqra bismi rabbikalladzi khalaq. itu
- Al-Qur'an surah al-Alaq ayat 1 sampai
- 5. Anarulan dari sahabat Ikrima anarulan
- minal musyrikina qalq mayubariz faq nabi
- kum ya Zubair. Bahkan waktu
- Khandai umat Islam kalau memang Anda
- berani kita duel satu lawan satu.
- Langsung Nabi menyampaikan faqal Nabi
- sallallahu alaihi wahabi wasallam. Kum
- ya Zubair bangun kamu sahabat Zubair.
- Dia ngajak duel.
- Bismillahirrahmanirrahim. Berdoalah
- kepada Allah. Faqalat ummuhu Sofiah
- bintu Abdul Muthalib. Wahidi ya
- Rasulullah. Nabi dia sendiri atau dengan
- siapa? Atau kami ikut atau bagaimana
- atau yang lain juga ikut? Faqan. Maka
- bersabda siapa? Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasahbi wasallam. Kum ya Zubair
- faqom Zubair faqatalahu tumma jaa
- bisabihi ilan Nabi shallallahu alaihi
- wasallam fanafalahu iyah. Akhirnya
- sahabat Subir pun berdiri.
- Ya, dia ngajak duluan. Ini hadis ada
- yang sangat penting di 4.117 sampai
- 4.119. Tapi kita istirahat dulu. Kalau
- ada waktu akan kami baca hari ini juga,
- detik ini juga. Tapi kalau enggak ada
- waktu untuk sementara waktu kita
- istirahat dulu. Akhirnya dulu ustaz. Ya.
- Baik. Ya
- rabbanaarna
- [Musik]
- biananafna wa annana
- asrafna aladha
- asrofna. Fatub alaina
- taubah tagsilhu kulla
- haubah wasurlanal.
- [Musik]
- Rabbi wa
- mauludina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa dzi
- mahabbah jiratinbah
- [Musik]
- Ambi
- asma wudan
- manna la
- biktisabin
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suuli sh wasallam
- rabbi alaihi addal habbi
- [Musik]
- Walhamdulill ilahi fil badii
- [Musik]
- watanahi. Ya Allah kami mengaku bahwa
- kami berdosa, kami melampaui batas. Kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat, serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu. Bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir ya.
- Alhamdulillah amin. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Setelah kita simak
- bersama kajian kitab Fathul Bari yang
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Sanusi tadi
- dimulai dari hadis yang
- ke-4109, Ustaz ya. Dan juga seperti
- biasa Ustaz Ahmad Sanusi menjelaskan
- secara komprehensif ee penjelasan atau
- hukum-hukum yang lainnya juga seperti
- tadi dijelaskan mengenai qada Ustaz ya.
- Mengenai ee sunah kalau suami pulang
- bekerja didekap oleh istrinya. begituun
- ke sebaliknya ya hadis Bukhari ini halal
- Ustaz ya dicontohkan dicontohkan Nabi.
- Betul dan Iwan Nawat ee kita akan
- kembali mendengarkan lanjutan ee
- kelengkapan dari penjelasan Ustaz ya
- sebelum nanti juga closing masih ada
- beberapa waktu saya juga akan bacakan
- juga SMS nanti dijawab sekaligus
- melengkapi penjelasannya Ustaz ya.
- Insyaallah. Tapi saya gabung ee
- pertanyaannya enggak apa-apa, Ustaz?
- Insyaallah biar waktunya cukup. Dan ini
- juga mungkin sebagian juga yang saya
- bacakan. Yang pertama ee dari
- 08128068 sekian-sekian. Ustaz, saya
- kerja driver atau ee sopir ya. Kadang
- salat magrib suka telat sampai rumah
- sudah masuk isya. Bagaimana salat
- magribnya? Diqada terus. Bagaimana
- caranya?
- Kemudian, Ustaz, bagaimana pandangan
- Ustaz tentang jemah umrah yang
- kebablasan sambil nyanyi-nyanyi waktu
- sai? Apakah itu diperbolehkan dalam
- aturan Islam atau tata cara umrah atau
- haji? Siapakah yang mereka contoh? Siapa
- pemimpinnya? Mohon pencerahannya untuk
- kita semua agar tidak kebablasan dalam
- kebebasan katanya ustaz.
- Satu
- lagi pertanyaannya ee mengenai qada
- tadi, Ustaz sebaiknya kalau qada salat
- itu waktunya kapan, Ustaz? Sebaiknya
- terima kasih. Mungkin tiga, Ustaz,
- pertanyaan yang mewakili, ya. Kalau ada
- waktu nanti saya bacakan lagi yang lain.
- Bismillahirrahmanirrahim. Qada itu kapan
- waktunya? Apabila kita sudah ingat ya
- langsung seperti tadi kan Nabi sahabat
- Umar ketika beliau belum salat asar
- sudah masuk waktu magrib ingat langsung
- beliau salat salat asar kan itu kalau di
- dalam hadis Bukhari 4.112 112 Fathul
- Bari juz 7 halaman
- 515. Ada pendapat lain setiap waktunya.
- Kalau asar ya di waktu asar itu
- silakan ya. Terus
- tentang ee driver. Kalau bisa antum itu
- kalau enggak betul-betul darurah ee
- salatnya jangan
- sampai ee
- tidak tidak normal. Tapi kalau enggak
- dijamak aja kan ada jamak takdim, ada
- jamak takhir atau pokoknya Islam itu
- mudah. Yang penting jangan dibuat ee
- terlalu mudah. Kalau sufir itu termasuk
- safar, Ustaz, ya. Perjalanan gitu, ya.
- Insyaallah. Asalkan dia sopir yang
- bagus, hatinya itu selalu muallaqu bil
- masajid. Jadi, dia itu sebenarnya
- betul-betul karena terpaksa dia. Selama
- dia tidak terpaksa maka beliau akan
- salat. Dan kalau beliau ada waktu beliau
- parkir di tempat salat, maka itu
- biasanya banyak rezekinya. Orang jualan
- apabila waktu salat dia parkir di tempat
- orang salat itu banyak rezekinya. Dan
- kalau bisa membuat tempat bisnis segala
- macam usaha, usahakan di atas tempat
- salat, di bawah itu tempat bisnis. Maka
- insyaallah biasanya laku. Iya. Diberkahi
- ustaz. Insyaallah. Masalah sai di masa'
- A itu tempat sai itu ada orang yang
- membaca, ada yang membaca Pancasila, ada
- yang membaca apa lagi? Ee hubul watan
- ya. Yalal watan. Yalal watan itu saudara
- kita semua. Ee dan beliau sudah minta
- maaf rupa-rupanya. Jadi kita
- maafkan. Kita anggap beliau ini punya
- niat baik dan punya semangat. Tapi
- memang sebaiknya ee itu lebih baik
- berzikir saja.
- Satu. Keduanya karena khawatir dicontoh
- oleh orang yang mempergunakan lal watan
- itu bagus. Itu luar biasa bagus. Itu
- pengarangnya kiai. Tapi mungkin khawatir
- dipergunakan oleh orang yang kurang pas.
- Maksudnya bagaimana? Yaitu kalimatu
- haqin urda bihal batil. Kalimatnya
- bagus, pengarangnya bagus. Lal watan itu
- bagus. cuma dipakai oleh orang yang
- mendukung orang yang oknom-oknum yang
- tidak bagus. Jadi dukunglah itu semua.
- Pergunakan itu ee warisan dari para kiai
- ulama itu untuk mendukung Islam, bukan
- mendukung kelompok atau seseorang. Jadi
- taruh di tempat yang tepat. Itu kalau
- berdasarkan Al-Qur'an itu Nabi Ibrahim
- dulu kan juga membaca semacam Jalal
- Wathan lah kasarannya. dia itu cinta
- negaranya berdasarkan Al-Qur'an surah
- Albaqarah. Ee argumennya kan begitu ee
- juz 2 halaman surah Albaqarah surah yang
- kedua ayat 126. Waid qala Ibrahimu rbi
- ja'alza baladan amina. Kalau Nabi
- Ibrahim jelas nabi tidak punya
- kepentingan politik. Satu jujur kita dan
- beliau betul-betul dan yang dibaca
- Al-Qur'an kalau bahasa kita yang
- disampaikan Al-Qur'an. Sedangkan orang
- sekarang kadang-kadang Quran dipakai
- untuk mendukung kelompoknya. Jadi lebih
- baik tapi janganlah diperpanjang
- dimaafkan dan lain waktu lebih bagus
- kita pergunakan untuk berzikir itu. Dan
- ini alasan tidak tepat. Khawatirnya
- nanti kalimatu haqqin urida bihal batil
- gitu loh. Nanti saya dicurigai
- macam-macam ini. Tapi saya sampaikan apa
- adanya. Jadi memang kadang-kadang begini
- saya boleh jujur ya kalau secara kitab
- kita boleh jujur beliau ini kitabnya
- luar biasa karena kita semua berguru
- sama beliau tapi memang namanya manusia
- mari kita jangan meleset daripada
- kebenaran itu satu kalau kita meleset
- dari kebenaran, tentu kita mesti diberi
- masukan oleh siapapun jadi mulai dari
- sekarang jangan diajak kepada kelompok
- jangan fanatik kepada kelompok tapi
- ajaklah kepada Al-Qur'an dan Asunah.
- Selanjutnya cukup ya, Aki kita
- lanjutkan. Jadi ustaz zikir yang terbaik
- saat sai itu seperti apa, Ustaz? Ya itu
- sudah ada tuntunannya. Sudah ada
- tuntunannya dari Nabi. Kalau enggak baca
- subhanallah, alhamdulillah, Allahu
- Akbar.
- Itu apa saja seingatnya? Kalau enggak
- bisa dipakai untuk apa ini? Lagi pula
- jangan sampai teriak-teriak
- berlebih-lebihan. Baca aja biasa. Dibaca
- biasa datar. Kalau orang banyak tetap
- aja suaranya agak kencengan.
- Subhanallah. Subhanallah. Alhamdulillah.
- Dengan demikian ini kan sepertinya beda
- ekspresinya. Jadi memang ya tapi kan
- sudah minta maaf. Jadi kita sudah
- maafkan dan jangan diperpanjang itu
- tetap saudara kita. Tapi kalau kita
- misal ke masalah A lagi sebaiknya kita
- banyak berzikir kepada Allah doakan
- semua saudara kita, keluarga kita,
- bangsa kita di dan termasuk semua umat.
- Barangkali untuk sementara begitu akhi
- sebagai nabi juga mengajarkan kan tadi
- itu
- lailahaillallahu wahdahu la syarikalah
- lahul mulku walahul hamdu wahua ala
- kulliin qodir dan seterusnya. Lanjutin
- hadis Bukhari cuman agak cepat ya. Iya,
- Ustaz.
- Lamma rajaah babu marji bukan marja ya.
- Marjiin Nabi shallallahu alaihi waam
- minal ahzab wjihi ila bani quraidah wa
- muhasatihi iyahum. Hadis bukhari 4117.
- Haddasani Abdullah ibnu Abi Abdullah
- ibnu Abi Syaibata haddasana Ibnu Numair
- an Hisyam an abihi an Aisyah radhiallahu
- anha qat lam Nabi shallallahu alaihi
- wahabi wasallam minal khandaki. Setelah
- Nabi menurut Siti Aisyah setelah Nabi
- pulang dari Khond Wawad dan meletakkan
- siapa Nabi asilaha kepada alat perang
- wagtasala dan mandi siapa nabi atahu
- maka datang hu kepada Nabi Jibrilu siapa
- malaikat Jibril alaihalam faqala maka
- bersabda faqala maka berkata siapa
- malaikat Jibril Q w't silahai nabi kamu
- meletakkan siapa engkau nabi asilaha
- kepada alat Alat-alat perang kalau
- bahasa kita kepada alat perang. Wallahi
- demi Allah ma wahu saya Jibril belum
- meletakkan alat perang. Pedang saya
- masih di tangan nih. Kamu sudah
- meletakkan alat perang. Fakruj
- ilaihim. Oleh karena itu tolonglah kamu
- keluar aja itu pasukanmu ilaihim kepada
- menghadapi mereka. Qala. Maka bersabda
- siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wa alihi wasahbihi wasallam. Faila aina
- Jibril kami diperintahkan ke mana? Nabi
- itu bukan tidak mau berperang, maksudnya
- istirahat dulu. Kalau Nabi sih kuat,
- kasihan sahabatnya. Begitulah Nabi itu
- selalu mengikirkan umatnya. Kecuali
- dalam keadaan darurat perintah, "Ya,
- siap pasukan selalu siap gitu kan. Faila
- aina kita diperintahkan ke mana?"
- Malaikat Jibril qala menjawab, "Siapa
- malaikat Jibril?" "Hahuna
- kemari kemari ke sini." Wa asyarah dan
- memberi isyarah siapa? Malaikat Jibril
- ila quraidat kepada Bani Quraidah.
- Kenapa Bani Quraidah supaya langsung
- diperangin setelah Khond itu? Karena
- dialah pengkhianat. Coba bayangkan
- tetangga sendiri mengkhianati kita.
- Menggoda istri kita atau sesama dia
- tinggal di Indonesia mengkhianati kita.
- Noh hati-hati. Ini hadis
- Bukhari enggak? Ini sama ini sama. Orang
- Yahudi waktu itu tinggal di Madinah
- mayoritas umat Islam. Dia dapat jaminan
- keamanan dari umat Islam. Eh, malah dia
- bersatu dengan semua orang kafir untuk
- membunuh Nabi. Lah piye toh?
- Pengkhianatan luar biasa. Langsung Allah
- memerintahkan melalui lisannya malaikat
- Jibril, habis yaumil ahzab langsung kamu
- pulang langsung berangkat lagi ke Bani
- Quraidah. Usir dia, usir. Jangan
- bertetangga dengan orang yang kayak
- begitu. Kenapa? Dia hanya akan
- mencelakakan dirinya dan mencelakakan
- orang lain. Fakorja, maka keluarlah
- siapa? Nabi ilaihim kepada Bani
- Quraidah.
- Haddasana Musa Bukhari
- 4118 berikutnya. E Jarir Ibnu Hazim an
- Humaid ibn Hilal an Anas radhiallahu
- anhu qala kaanni sepertinya aku sahabat
- Anas. Kata sahabat Anas radhiallahu anh
- anzuru yaitu melihat siapa aku sahabat
- Anas. Ilal ghubar kepada debu satian
- kepada memancar murtafian fi zuqi bani
- ghanmin di jalan-jalan yang sempit.
- Maukib Jibrilah. Debu-debu itu akibat
- pejalan pengiring. Malaikat Jibril itu
- debu. Jadi malaikat Jibril di depan.
- Nah, pasukannya itu yang berkuda itu
- debunya berterbangan ke atas. Malaikat
- Jibril dan pasukannya mengiringi Nabi
- dan sahabat. Luar biasa. Mauiba Jibrilah
- Sarah. Ini bukannya demo apalagi ini
- lebih daripada demo ini. Hina Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ketika
- berjalan. Siapa? Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Ila bani
- Quraidah. Kepada Bani Quraidah.
- 4119. Haddasana Abdullah ibnu Muhammad
- ibni Asma. Haddasana Juwairiyah Ibnu
- Asma Annafi an ibni Umar radhiallahu
- anhuma qala. Berkata siapa? Sahabat
- Abdullah bin Umar radhiallahu
- anhuma. Qa qan Nabi shallallahu alaihi
- wa alihi wasallam. Yaumal ahzabi ketika
- perang Ahzab. La
- yusollianna. Jangan la ini kita tahu la
- itu apa artinya? Tidak. Jangan atau
- tidak. Yusolanna pakai non taukid.
- Jangan pernah salat siapa kamu. Nah, ini
- jangan pernah salat. Perintah Nabi pakai
- la pakai nun taukid. Ini la seperti ini
- makruh. Berarti kalau Nabi bilang jangan
- pernah salat asar kecuali di Bani
- Qudzairah quraidah. Kalau yang salat
- berarti apa? Ini melanggar perintah
- Nabi. Padahal sudah pakai la. Jangan
- yusolianna nun taukid sakilah pakai
- tasdid. Ini kalau sudah begini ini hadis
- Bukhari ini sabda Nabi dan ini sahih.
- Jangan pernah salat siapapun ahadun
- seorang pun alas kepada salat asar illa
- fi bani
- quraidata sampai kecuali kalau Anda
- sudah sampai di Bani Quraidah. La
- seperti ini berarti salatnya batal. Apa
- batal? Apa makruh? Apa haram? Apa
- pilihan?
- Nah, ini menjadi bahasan kita.
- Sedangsang sekarang sudah waktunya
- habis. Hati-hati kalau memahami hadis.
- Banyak di dalam hadis itu, saya ulangi.
- Di dalam hadis itu la jangan haram.
- Hati-hati la seperti itu, larangan
- seperti itu haram, batal apa makruh apa
- pilihan.
- al bani
- quadrumqta
- waqalam
- minnaallahu alaihi wasallam falam yuanif
- wahidam minhum saya ulangi hanya sekilas
- saja nanti kelanjutannya minggu depan
- hadis bukhari 4119
- La yusollianna pakai nun taukid. Seorang
- pun jangan pernah ada yang melanggar
- perintah Nabi. Jangan pernah ada seorang
- pun yang salat kecuali di Bani Quraidah.
- Tapi di hadis berikutnya masih hadis
- Bukhari
- 4119. Falam yuannif wahidam minhum. Ini
- pelajaran pesannya ini soalnya enggak
- bisa akhi dibaca cepat juga enggak bisa.
- Ini masih tiga lembar. Dilanjutkan
- depan. Enggak bisa saya sampaikan ini
- sebenarnya intinya di sini karena ini
- pelajaran memahami hadis tidak boleh
- kita sepotong-sepotong apalagi tekstual
- apalagi cuman kita lihat redaksinya jadi
- lihat maksudnya apa. Banyak pelajaran di
- dalam hadis yang seperti ini. Hati-hati.
- Makanya saya pesan kalau kita punya anak
- jangan dididik di pesantren atau di apa
- saja pendidikan yang gurunya itu
- mengajarkan ini dikit-dikit bidah, ini
- kafir, ini haram, ini tidak sunah. Itu
- kita berdosa. Kenapa berdosa?
- Berdasarkan hadis Bukhari
- 4119. Nabi tidak pernah mengajarkan
- begitu. Yang benar kalau ini begini
- dalilnya ini. Kalau ini begini, dalilnya
- begini. Silakan ini pilihan. Insyaallah
- begitu. Jangan pernah meracuni anak kita
- sehingga dia hidup di tempat yang ee
- sempit dan dia dikit-dikit nanti begitu
- kita meninggal dia menjadi masyarakat
- yang menebarkan permusuhan orang lain.
- Dikit-dikit bidah, haram, kafir,
- musyrik, halal darahnya. Akibat tidak
- memahami hadis Bukhari
- 4119. Bayangkan sudah la pakai non
- taukid.
- illa bani quraid
- tiba-tibaukirikaallahu alaihi wasallam
- falam yuanif wahidam minhum kenapa ini
- yang satu pakai quran yang satu pakai
- riwayat penjelasannya silakan ikutin
- nanti di sabtu minggu depan insyaallah
- dan perbedaan seperti ini ini sayang
- waktunya enggak cukup perbedaan seperti
- ini tapi perbedaan yang lain nanti akan
- dijelaskan banyak sekali
- ee di dalam ee Senin malam Selasa jam
- .00 ketepatan itu kok banyak banget itu
- perbedaan. Subhanakallahumma wabihamdik
- nashadu alla ilahailla anta nastagfiruka
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
- Ustaz Ahmad Sanusi atas kajiannya karena
- memang waktu yang terbatas Ustaz ya.
- Sedangkan kajian dan penjelasannya ee
- harus komprehensif, panjang sekali dan
- insyaallah dilanjutkan pekan depan
- seperti yang Ustaz Ahmad Sanusi tadi
- sampaikan. Semoga Allah memberikan
- kesempatan ee dan juga kesehatan kepada
- Ustaz Ahmad Sanusi sehingga bisa hadir
- kembali di Sabtu yang akan datang. Dan
- jangan ikhwan kuat-lewatkan ya lanjutan
- dari kajiannya. Dan Senin malam juga
- insyaallah akan dilanjutkan dengan
- kajian ee tafsir Al-Qurtubi. Al-Qurtubi
- Ustaz ya insyaallah pukul 8.00
- Dan tidak berpanjang lebar lagi kami
- undur diri karena setelah ini akan ada
- acara tausiah pagi bersama Ustaz Ahmad e
- Jaj Kholil dan pukul 10.00 nanti ada
- kesehatan Islam bersama Bapak Ari
- Hidayat dari Iqra Sehat. Saya Rizalq dan
- Bang Zain, Bang Zulfikar dan Bang Rasid
- undur diri. Subhanakallahumika asadu
- alla ilahailla anta
- astagfirillahi taufik wal hiidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- Duhai jiwa yang
- [Musik]
- terluka. Tidak sepatutnya kau tumpahkan
- air mata di sosial media.
- [Musik]
- Namun tumpahkanlah air matamu di dalam
- kesunyian di hadapan Allah azza
- waalla. Karena hanya Dialah yang mampu
- memberikan solusi
- hakiki. Sementara sosial media hanya
- meresponmu dengan rasa iba.
- [Musik]
- Duhai jiwa yang
- gesah yang kesunyian dalam
- kerinduan. Jangan kau tuturkan resahmu
- di sosial media.
- [Musik]
- Sehingga syahwat
- dunia mengatur siasat untuk
- menerkammu, membuahimu dengan semua kata
- semu. Ketika kau lengah dan maka dia
- akan
- menceratmu. Curahkanlah hanya kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Karena hanya
- Allah azza waalla yang mampu memberikan
- solusi terbaik bagi setiap
- makhluknya. Sementara kepada makhluk
- hanya akan menimbulkan kekecewaan
- lainnya.
- Maka janganlah kau pajak auratmu di
- sosial
- media, terlebih lagi isi
- hatimu.
- [Musik]
- Inama
- asku wauzni ilallahi waamu minallahi maa
- laun.
- [Musik]
- Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Surah Albaqarah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah yang maha pengasih
- maha penyayang.
- [Musik]
- Oh
- [Musik]
- Allah telah mengunci hati dan
- pendengaran mereka. Penglihatan mereka
- telah tertutup dan mereka akan mendapat
- azab yang
- [Musik]
- Oh
- Oh.
- [Musik]
- humfaha.
- [Musik]
- Dan apabila dikatakan kepada mereka,
- "Berimanlah kamu sebagaimana orang lain
- telah beriman mereka menjawab, "Apakah
- kami akan beriman seperti orang-orang
- yang kurang akal itu beriman?
- Ingatlah sesungguhnya mereka itulah
- orang-orang yang kurang akal, tetapi
- mereka
- [Musik]
- Oh
- Oh.
- [Musik]
- [Musik]
- Oh
- [Musik]
- H
- minama
- maan faakhraja bih faakhraja bihi
- minatamarati rizqan lakum fala taj'alu
- lillahiadan wa antum tlamun.
- Dialah yang menjadikan bumi sebagai
- hamparan bagimu dan langit sebagai
- atap. Dan dialah yang menurunkan air
- hujan dari langit. Lalu dia hasilkan
- dengan hujan itu buah-buahan sebagai
- rezeki
- untukmu. Karena itu janganlah kamu
- mengadakan tandingan-tandingan bagi
- Allah padahal kamu mengetahui.
- mimma
- nazzalna jika kamu meragukan Al-Qur'an
- yang kami turunkan kepada hamba kami
- Muhammad. Maka buatlah satu surah
- semisal dengannya dan ajaklah
- penolong-penolongmu selain Allah jika
- kamu orang-orang yang benar.
- kamu tidak mampu membuatnya dan pasti
- tidak akan mampu, maka takutlah kamu
- akan api neraka yang bahan bakarnya
- manusia dan batu yang disediakan bagi
- orang-orang kafir.
- Kabar gembira kepada orang-orang yang
- beriman dan berbuat
- kebajikan. Bahwa untuk mereka disediakan
- surga-surga yang mengalir di bawahnya
- sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi
- rezeki buah-buahan dari surga, mereka
- berkata, "Inilah rezeki yang diberikan
- kepada kami dahulu.
- Mereka telah diberi buah-buahan yang
- serupa dan di sana mereka memperoleh
- pasangan-pasangan yang suci.
- Mereka kekal di
- nya Allah tidak segan membuat
- perumpamaan seekor nyamuk atau yang
- lebih kecil dari
- itu. Adapun orang-orang yang beriman,
- mereka tahu bahwa itu kebenaran dari
- Tuhan.
- Tetapi mereka yang kafir
- berkata, "Apa maksud
- Ah.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Barang siapa tujuannya
- akhirat, cita-citanya akhirat, maka dia
- akan mendapatkan tiga perkara.
- Pertama, Allah Subhanahu wa taala
- menjadikan kecukupan di
- hatinya. Kedua, Allah mengumpulkan
- urusannya. Ketiga, dunia akan datang
- kepadanya dalam keadaan kan
- [Musik]
- [Musik]
- Sungguh hati manusia itu lebih mudah
- berbolak-balik daripada air dalam bejana
- yang telah mendidih. Hadis riwayat Imam
- Ahmad.
- [Musik]
- Jazuli Khalil. Beliau telah hadir
- tengah-tengah kita. Mari kita sapa
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat ya, Ustaz?
- Alhamdulillah. Alhamdulillahirabbil
- alamin. Dan dalam e kurun waktu 90 menit
- ke depan tema yang akan diangkat Ustaz
- membahas tentang ukhuwah. Tafadal Ustaz
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfadilah hadri sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibni abdillah
- sallallahu alaihi wasallam wa ala alihi
- wa ashabihi wawajihi wriyati wa ahli
- baitihi wali ikhwani minal anwial
- mursalin wal khulafa
- rasyidinhabati tabiin wailatil mtahidin
- muqidihin muhain walamilin
- masikidin waina
- mautana humana usrona waahdina
- subulam yuhibardzu
- [Musik]
- Um
- bilna Muhammadinallahu alaihi wasallam.
- Al
- fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Arrahmanirrahim.
- iki iyaka na'budu wa iyaka nasta
- ihdinatal
- mustaqimathalladzina anamta alaihim
- ghairil magdubi alaihim
- waladin amin
- bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahi
- rabbil alamin wasalatu wassalamu ala
- asrofil mursalin sayyidina wa maulana
- muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain
- amma ba'd fainna asdaqal hadis kitab
- Kitabullah taala wahairal hadi hadi
- Muhammadin shallallahu alaihi
- wasallamar umur mukdatha wa mukdatin
- bidah waulla bidatin dolalah wa dolatin
- finar. Para pendengar radia
- silaturahim yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah pada pagi ini kembali kita
- dipertemukan oleh Allah subhanahu wa
- taala dalam keadaan sehat walafiat guna
- menjalankan salah satu kewajiban kita
- yaitu menuntut ilmu yang insyaallah pada
- pagi ini kita akan membahas tentang
- ukhuwah ulfah suhbah dan muasyarah.
- Ini satu empat kata tapi mengandung satu
- makna. Selawat dan salam semoga selalu
- tercurah atas Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- keluarganya, para sahabatnya, para
- pengikut dan pengamal
- sunahnya. Para pendengar radi
- silaturahim yang dirahmati Allah. Di
- dalam kajian tentang suhbah atau ukhuwah
- atau muasyarah ini, ada beberapa
- subhasan yang akan kita kaji ya. Yang
- pertama adalah mengenai
- keutamaan ee
- ukhuwah. Kemudian yang keduanya adalah
- tentang makna dari
- ukhuwah. Yang ketiganya adalah hak.
- Muslim, atas muslim hak rahim, yakni
- saudara, hak tetangga dan lain
- sebagainya. Itulah jadi ada tiga
- subbahasan yang akan kita uraikan dalam
- kaitannya dalam bab ee ukhuwah ini. Yang
- pertama mengenai
- ee keutamaan ukhuwah.
- Am annal
- ulfahrul husnil khuluq wat tafarruk
- tsamratu suil khuluk. Ketahuilah
- bahwasanya ulfah atau
- ukhuwah atau apa tadi? Suhbah ini
- merupakan buah dari akhlak yang
- baik. Ya,
- persaudaraan ya. Maknanya kan
- persaudaraan itu adalah buah dari ee
- akhlak yang
- baik. Ee perlu diingat
- bahwasanya ukhuwah ini tidak membutuhkan
- kepada qorabah. Innal ukhuwata la
- tahtaju ilal qorobah. Persaudaraan itu
- tidak membutuhkan kepada ikatan
- persaudaraan.
- Tapi ikatan persaudaraan itulah yang
- membutuhkan kepada
- ukhuwah. Nah, kita bisa bersaudara olin
- walaupun tidak ada hubungan
- darah. Ya.
- Ee dan dari kata itu juga kita mengerti
- bahwasanya orang berkerabat ada hubungan
- darah belum tentu orang itu bersaudara.
- Ya, yang tidak ada hubungan kerabat itu
- bisa
- bersaudara. Tapi orang yang punya
- hubungan darah atau kerabat belum tentu
- bersaudara. Hm. Karena itu
- maka kerabat atau ikatan darah itu
- membutuhkan
- persaudaraan. Tapi persaudaraan tidak
- membutuhkan adanya ikatan kekerabatan.
- Makanya ee ada orang bisa bersaudara
- dengan orang jauh sekalipun ya yang
- enggak pernah tadinya dikenal yang
- enggak ada hubungan darah tapi malah
- dengan saudaranya sendiri, dengan
- adiknya, dengan kakaknya sampai akhir
- hayatnya bermusuhan. Jadi mereka punya
- ikatan darah tapi mereka tidak punya
- ikatan saudara, enggak ada persaudaraan.
- Nah, padahal yang penting ini adalah
- bukan kekerabatannya, persaudaraannya
- itu ukhuwah
- islamiah. Di dalam NU itu ada beberapa
- ukhuwah. Ada ukhuwah islamiah, artinya
- persaudaraan antar agama sesama agama
- Islam. maksudnya ya ee enggak melihat
- mazhabnya
- apa, pahamnya
- apa. Selama dia itu adalah orang Islam,
- Tuhannya Allah, nabinya Nabi Muhammad,
- kitab sucinya adalah Al-Qur'an dan
- kiblatnya adalah Ka'bah, dia adalah
- saudara. Ini ukhuwah
- islamiah. Cuma ukhuwah islamiah ini
- kayaknya baru sebatas lidah kita ini.
- Belum kepada praktik. Wong kadang-kadang
- kita hanya beda beda pendapat saja itu
- sudah enggak mau saling
- tanya. Punya hajatan enggak diundang.
- Seolah-olah kalau sudah beda paham itu
- sudah bukan saudara lagi. Padahal kan
- perbedaan pendapat di kalangan sahabat
- itu sudah
- lumrah ya. Sudah lumrah bagaimana Abu
- Bakar dan Umar radhiallahu anhuma
- berbeda dalam salat
- witir, dalam hal yang lainnya ya. Begitu
- juga dengan sahabat-sahabat yang
- lainnya. Tapi walaupun mereka berbeda
- pendapat, tapi tidak sampai meruncing
- kepada perbedaan sikap. Inilah
- kedewasaan mereka sebagai seorang muslim
- yang tentu ini karena ditunjang,
- ditopang oleh ee wawasan mereka dan ee
- pemahaman mereka tentang perbedaan
- pendapat. Itu adalah suatu hal yang
- wajar.
- ya suatu hal yang wajar sepanjang itu
- adalah masih bisa ditolir ya masalah
- furuiah itu biasa ya cuma kita juga
- harus mengerti ya jangan karena kita ini
- boleh ber beda pendapat lalu segalanya
- boleh ada hal-hal yang tidak
- boleh ee kita ini berbeda pendapat
- makanya dalam hukum agama itu ada yang
- namanya usul ada yang namanya furuk lah
- kalau furuk boleh beda pendapat. Tapi
- kalau dalam masalah usul enggak boleh
- beda pendapat. He. Nah, cuma orang ini
- karena tadi hargai perbedaan pendapat
- sampai kepada masalah usul pun kita ee
- boleh apa namanya berbeda. Ini namanya
- enggak mengerti. Jadi kita harus
- memahami mana yang boleh kita ini
- berbeda pendapat mana yang tidak boleh.
- Jadi kalau masalah furuiah boleh
- walaupun begitu bukan asal beda tapi
- punya dasarnya gitu. Nah, kalau masalah
- khusul enggak boleh berbeda pendapat.
- Ee jadi kembali lagi
- kepada ee kepada ini perbedaan apa maaf
- ee ukhuwah ini. Jadi tidak
- membutuhkan apa itu ee ikatan darah ya.
- Nah, yang keduanya dalam NU itu ada lagi
- ukhuwah namanya ukhuwah
- wataniah. Ukhuwah wataniah itu adalah
- persaudaraan sebangsa setanah air. Jadi,
- ini adalah saudara sebangsa. Kalau
- saudara sebangsa kita yang enggak
- ngelihat apa agamanya. Sepanjang dia
- orang Indonesia itu adalah saudara
- sebangsa
- kita gitu ya. dari Sabang sampai
- Merauke itu namanya ukhuwah
- watathaniah. Kemudian yang berikutnya
- lagi nanti ada lagi ukhuwah
- Nahdiyah. Nahdiyah itu berarti
- persaudaraan sesama warga Nahdlatul
- Ulama. Yaah sesama ee orang-orang NU.
- Nah, ini namanya ukhuwah Nahdiyah.
- Nah, baru yang terakhir yang keempat itu
- disebut ukhuwah
- basyariah, persaudaraan sesama bangsa
- manusia. Nah, ini enggak cuma dengan
- Indonesia saja. Sepanjang dia itu
- manusia, nah itu adalah saudara. Saudara
- sebagai sama-sama bang ee bangsa
- manusia.
- Maka kalau kalau kita melihat ke sini
- ya, orang NU enggak usah diajarin teka
- apalagi kiainya. Kiai itu enggak usah
- diajarin tentang
- NKRI, tentang
- Pancasila ya. Sebab bagi kiai itu yang
- namanya
- NKRI, Pancasila itu sudah
- menjadi darah. Ya, makanya kalau ora ada
- kiai suruh membaca
- Pancasila sebagai bukti bahwa dia ini
- adalah cinta kepada NKRI, menurut para
- kiai ini lucu
- gitu. Baik, para pendengar radio
- silaturahim yang dirahmati
- Allah. Jadi, ulfah atau suhbah ini
- adalah merupakan buah dari akhlak yang
- baik, perceraian.
- Nah,
- berfirqah-firkah bukan berarti berfirqah
- itu tuh enggak boleh kita berbeda
- pendapat seperti ada NU, ada
- Muhammadiyah. Enggak ada masalah. Wong
- dari dulu NU dengan Muhammadiyah beda
- ya. Beda. Bedanya itu dalam masalah
- furuiah. Kalau dalam masalah usulnya kan
- sama. Apalagi kalau kita melihat siapa
- pendirinya. pendirinya NU dengan pendiri
- Muhammadiyah itu seperti adik kandung e
- adik kakak saudara kandung luar biasa
- saling cintanya wong Mbah Hasyim Asari
- itu manggil kepada Kiai Ahmad Dahlan itu
- Mas wong mondoknya bareng mondoknya di
- Jawa ya bareng ketika kemudian ke Makkah
- di sana mukim ya bareng pulang dari sana
- sama-sama berjuang yang satu berjuangnya
- di di perkampungan yang satu lagi di
- kota ya. Jadi enggak ada perbedaan sama
- saja kalaupun ada beda masalah masalah
- furuih. Karena itu orang-orang
- Muhammadiyah enggak pernah mengkafirkan
- orang NU. Begitu juga sebaliknya
- walaupun beda karena
- kedewasaan tokoh-tokoh Muhammadiyah
- dengan tokoh-tokoh NU pada saat
- itu.
- Nah, fakusnul khuluk yujib eh attahab
- wat taaluf wal ee wat tawafu wasuul
- khuluk yusmirut tabagud wat tahasud wat
- tadabur. Akhlak yang baik ini
- mengharuskan adanya saling cinta, saling
- suka, ee keserasian. Sebaliknya akhlak
- yang buruk itu adalah akan membuahkan
- saling benci, saling hasud, dan saling
- membelakangi. Jadi jelas berarti
- persaudaraan itu adalah buah dari akhlak
- yang baik.
- Ee selanjutnya, Saudara ya, bahwa
- seseorang itu kan tidak mungkin
- bersaudara ya. Tidak mungkin saling ee
- bersaudara kalau tidak adanya rasa suka,
- tidak adanya rasa
- cinta. Karena adanya suka itulah maka
- terjadi kemudian persaudaraan.
- Kalau saya bersaudara dengan
- dengan
- Anda, ya bersaudara dengan Anda ke
- mana-mana kemudian pergi bersama
- umpamanya itu kan terjadinya karena saya
- suka kepada Anda, Anda pun suka kepada
- saya. Kalau di antara di antara kita
- tidak ada rasa suka, enggak mungkin.
- Persaudaraan ini akan terjadi. Jadi
- persaudaraan itu terjadi karena adanya
- khub, adanya mahabbah, adanya rasa suka
- atau cinta. Nah, ini ini cinta itu kan
- merupakan ajaran yang tertinggi di dalam
- Islam. Bicara masalah hub, masalah suka
- atau cinta itu ada empat tingkatan orang
- yang suka.
- Yang pertama
- adalah menyukai seseorang. Hubbukal
- insan lidzatih. Kita menyukai seseorang
- karena
- zatnya. Ah, saya mencintai Anda karena
- memang rupa Anda yang tampan, rupa Anda
- yang cantik, suka.
- Dan ini mungkin terjadi sama dengan
- seorang wanita menyukai bunga ya. Karena
- bunga itu adalah baginya indah, suka dan
- ini mungkin kan terjadi. Itu namanya
- mencintai sesuatu karena zat sesuatu itu
- sendiri. Nah, bagi orang yang pertama
- ini semua jenis bunga dia suka.
- Dia suka semua yang yang tampan. Saya
- suka semua yang cantik saya suka. Nah,
- itu karena melihat lahir mahar zahir.
- Ini hub yang
- pertama. Ada orang mencintai kepada
- kiai. Kenapa? Karena dia
- ganteng. Saya suka kepada ustazah anu
- karena cantik. mungkin itu
- terjadi. Nah, kalau yang kedua
- adalah ee yang keduanya adalah menyukai
- sesuatu bukan karena zahirnya, tapi yang
- ada di balik sesuatu
- itu. Kalau kita menyukai bunga bukan
- karena bunganya, tapi karena
- baunya, karena harumnya, maka orang yang
- kedua ini enggak semua bunga dia
- suka. Tapi khusus hanya bu hanya bunga
- yang beraroma saja yang wangi. Bunga
- mawar, bunga melati misalnya dan lain
- sebagainya. Kalau bunga pacar Cina
- misalnya gitu tuh enggak enggak suka
- gitu karena enggak ada baunya.
- Seseorang menyukai menyukai seseorang
- bukan karena rupanya yang ganteng ya.
- Menyukai kiai bukan karena kiainya
- ganteng. Menyukai ee menyukai nyai atau
- ustazah bukan karena cantik tapi apa
- yang dimiliki oleh kiai itu, yang
- dimiliki oleh ustazah itu apanya? Ya
- akhlaknya atau apa namanya?
- Ilmunya gitu. Jadi ilmunya yang disukai
- sebenarnya bukan orangnya. Karena orang
- ini suka ilmu, enggak peduli apakah
- kiainya itu ganteng apa jelek,
- ustazahnya jelek atau cantik, enggak ada
- perbedaan. Karena yang dicintai pada
- hakikatnya bukan orangnya, tapi apa yang
- dimiliki oleh orang itu. Jadi kayak tadi
- bunga bukan masalah bunganya rupanya
- kayak apa, tapi harumnya
- ini. Ini ini adalah jenis kedua yang
- tentu lebih baik. Maka kalau
- mencintai ilmunya itu adalah baik, ya,
- maka mencintai pemilik ilmunya juga
- tentu baik.
- itu maka mencintai ulamanya itu kiainya
- ya adalah suatu perbuatan yang
- baik karena dia memiliki sesuatu yang
- kita sukai, yang kita cintai yaitu ilmu.
- H ini adalah suka ya. Jadi kembali awas
- sekali lagi bahwa subah itu terjadi
- karena adanya khub karena adanya
- mahabbah tuh. Dan ketika sudah ada rasa
- suka, kalau jenis kedua enggak melihat
- rupanya kayak apa. Sehingga kita bisa
- lihat ada orang bisa bersahabat, yang
- satu ganteng, yang satu jelek. Yang satu
- cantik, yang satu udah enggak karuan
- rupanya. Tapi bisa bersahabat. Kenapa?
- Karena bukan masalah lahiriah yang dia
- lihat, tapi yang dilihat itu adalah yang
- di balik penampilan orang itu ilmunya
- atau
- akhlaknya. Hm.
- Kemudian yang
- ketiganya, yang ketiganya orang
- mencintai atau menyukai sesuatu bukan
- karena zatnya, bukan karena di balik
- sesuatu itu, tapi manfaat dari sesuatu
- itu. Saya ingat katanya dari Perancis,
- Inggris sampai ke Paris atau ke mana itu
- ada kereta bawah
- tanah. Mereka ini stres kalau sudah naik
- kereta.
- lewat situ. Jadi bayangannya kan
- macam-macam. Nah, untuk menghilangkan
- keset itu mereka menggunakan minyak
- wangi yang non
- alkohol. Nah, itu itu jadi di sini bisa
- menghilangkan kestresan mereka. Berarti
- ada manfaatnya.
- Ee kalau orang ini orang dalam acara
- maulid apalagi di daerah Olin itu
- ya ee ruangannya enggak seperab besar
- itu kadang-kadang ketika mau di acara
- dimulai
- udah gelap
- duluan karena asap rokok itu sudah luar
- biasa. Iya.
- [Musik]
- Nah, jadi bagi yang enggak ngerokok kan
- bisa stres ngelihat begitu aja. Nah,
- untuk menghilangkan kesetresan itu salah
- satunya adalah dengan me menghirup
- wewangian ya. Di antaranya adalah bunga
- melati. Ah, itulah makanya kalau dalam
- acara-acara entah maulid atau apa suka
- disediakan itu di tengah-tengah itu
- bunga melati.
- Maksudnya bunga melatih itu ya untuk
- menghilangkan tadi stres itu. Maka
- silakan ambil sambil ini sambil begini
- gitu tuh. Bahkan Imam Syafi'i kan
- mengatakan wewangian itu bisa
- mencerdaskan otak. Kata Imam
- Syafi'i ee para kiai itu makanya suka
- nanam bunga melati. Kalau mau dakwah itu
- kan keluar dia melatih itu mekarnya di
- malam hari. Jadi ketika mau keluar itu
- ya petikin tuh bunga-bunga di perjalanan
- dia hisap itu akan membawa apa namanya
- ketenangan tersendiri wewangian dan ini
- merupakan ee sifat
- Rasul. Tiga hal yang menjadi kebiasaan
- Rasul kalau bepergian. Satu membawa ee
- apa namanya? Ee ini minyak
- wangi salah satunya itu selalu dipakai
- oleh Rasul. Jadi Rasul selalu harum ya.
- Jadi enggak bikin orang apa
- namanya ee tersiksa kebauan, keringat
- dan lain sebagainya. Itu contoh yang
- sangat
- baik. Ee demikianlah para pendengar ya.
- Jadi yang ke ee ketiganya jadi
- manfaatnya.
- Maka kalau orang mencintai kepada kiai,
- mencintai kepada
- ustazah, bukan karena rupa kiainya,
- bukan juga karena
- ilmunya, tapi manfaat dari ilmu itu.
- Jadi sebenarnya orang itu berarti
- mencintai amal saleh, gitu. Ini berarti
- ini sudah lebih bagus lagi dari yang
- kedua.
- Jadi bagi dia seolah begini, apa artinya
- ilmu? Ya wong ilmu itu hanya bisa menj
- hanya akan menjadi
- beban. Kalau kita ini pergi ke hutan,
- lalu tangan kanan kanan kiri kita
- membawa pedang lalu bertemu dengan
- harimau, ya, maka pedang ini hanya akan
- menjadi beban kita. Tidak bisa berbuat
- apa-apa, tidak ada manfaatnya. justru
- akan menjadi belenggu, menjadi beban
- buat
- kita. Kecuali kalau pedang itu
- dipergunakan. Ketika dipergunakan
- jadilah dia
- bermanfaat. Itulah ilmu. Ilmu ini akan
- bermanfaat bagi kita kalau memang ilmu
- itu
- diamalkan. Lah kalau enggak diamalkan
- ilmu itu menjadi beban buat kita. Ya,
- menjadi berat buat kita. Makanya ada
- ancaman dalam Al-Qur'an. Atmurunanasa
- bil birri watansauna anfusakum wa antum
- tatlunal kitab afala taqilun. Kamu
- katanya suruh orang lain berbuat baik,
- tapi kamu sendiri melupakan dirimu
- sendiri. Padahal kamu yang ngerti. Maka
- ditegur oleh Allah, "Afala takqilun? Apa
- kamu itu enggak punya ini?" kata Allah.
- Kan begitu ya.
- Itu adalah gambaran orang yang berilmu
- yang tidak mengamalkan. Maka yang ketiga
- ini adalah orang yang cinta kepada amal
- saleh. Amal saleh. Maka tingkatannya
- lebih baik lagi. Sebab bagi dia ilmu itu
- benar-benar berguna ketika diamalkan.
- Tanpa ada amal enggak ada gunanya. Buat
- apa punya ilmu gitu. Bahkan bukan
- disebut orang alim, disebutnya orang
- orang bodoh. Kalau Nabi mengatakan di
- dalam satu hadisnya,
- manizdada ilman walam yazdad hudan lam
- yazdad illa budan. Orang yang ilmunya
- bertambah tapi hidayahnya enggak
- bertambah, berarti amaliahnya itu enggak
- bertambah, maka dia semakin jauh dari
- Allah, bukan semakin dekat.
- Kalau kita ini menggunakan sepeda ya,
- pergi ke Bogor
- kemudian ee membutuhkan waktu ee 2 jam.
- Kalau menggunakan motor kan yang lebih
- cepat lagi itu paling cuma setengah jam.
- Maka sekarang kalau orang menggunakan
- motor kok nyampainya malah 1 jam,
- berarti dia lebih lambat dari orang yang
- memakai
- sepeda. Karena mestinya setengah jam
- sudah sampai. Jadi kalau 1 jam baru
- nyampai, jangan mengatakan saya lebih
- cepat dari Anda yang pakai sepeda. Ya,
- keliru ya.
- Nah, karena dia membandingkan antara
- motor itu dengan sepeda. Ya, enggak
- benarlah cara seperti itu ya. membuat
- perbandingan yang
- keliru. Jadi semakin jauh karena
- mestinya lebih cepat dari
- itu. Nah, itu mengenai suhbah yang
- ketiga. Jadi, makanya orang yang seperti
- ini dari
- siapapun enggak ada masalah. Yang
- penting itu adalah ilmu. Makanya
- Sayidina Ali mengatakan begini ya, lihat
- oleh kamu ee apa yang dikatakan. Jangan
- melihat siapa yang berkata. Unzur ma
- qola wala tanzur man qola. Cuma yang
- begini itu kan kadang-kadang kita
- sendiri cuma baru bisa
- ngomong untuk mengamalkannya itu ya
- ketika bicara begini aja bisa. Tapi
- dalam praktiknya belum tentu yang
- ngomong begitu pun
- bisa. Saya punya kawan ya dijuluki
- dengan Islam
- Protesan karena pintarnya protes mulu
- ya. Jadi dia
- ini emang suka mengkritik.
- Lalu ketika ee suatu hari ada panitia
- pembangunan
- masjid, dia enggak mau
- nyumbang. Bukan berarti dia itu bakhil
- ya, karena dia enggak cocok dengan apa
- itu dengan
- panitianya. Yang maunya dia adalah ini.
- Ya, sama dengan beginilah ya. kita milih
- calon presiden si fulan ternyata enggak
- jadi. Begitu sudah enggak jadi kalah ya.
- Yang jadi adalah ini. Wah, udah enggak
- mau ee segalanya didukung dan
- sebagainya. Walaupun itu baik ya
- tentunya kan tidak seperti itu di dalam
- kita bernegara.
- Nah, ini kawan saya
- ini dia enggak mau membantu karena
- jagonya dia itu bukan bukan dia yang
- diinginkan oleh dia menjadi pengurus
- masjid. Lalu saya tanya
- begini, sampean kan hafal betul
- kata-kata Sayidina Ali, undur maqola
- wala tandur
- manqola. Lihat apa yang dikatakan,
- jangan melihat orang yang berkata.
- Ya, sekarang yang ingin saya tanyakan
- kepada Anda. Anda ini sebenarnya
- membantu panitia apa membantu
- masjid? Kalau Anda mauembantu masjid,
- siapa k yang jadi
- pengurusnya? Sepanjang memang dia ini
- amanah, sepanjang itu memang untuk
- masjid, kenapa tidak?
- Nah, itu namanya Anda masih ngelihat
- siapa pengurusnya, bukan apa namanya apa
- yang
- diurusin. Ya
- kan melihat siapa yang menjadi pengurus,
- bukan apa yang diurusi orang itu lah.
- Kalau memang yang diurusi memang adalah
- masjid dan sumbangan kita memang untuk e
- untuk takmir masjid, kenapa tidak?
- Walaupun kita enggak cocok dengan
- pengurusnya gitu ya.
- Mutiara itu tetap mutiara walaupun
- adanya di comberan. Jangan karena
- mutiara di comberan kemudian kita enggak
- mau mengambilnya. Ya kelirulah kita
- ambil mutiara. Kalau ada bau-baunya ya
- tinggal dibersihkan aja. Cuma kembali
- begini juga kan gampang ngomongnya.
- Ngamalinnya ini kan belum tentu ya.
- Nah, itulah makanya dijuluki dengan tadi
- dengan usaha Islamnya Islam protesan
- kata saya ada-ada aja. Nah, kemudian
- yang ke terakhir yang keempat orang suka
- itu bersahabat karena dasarnya suka.
- Sukanya itu kenapa? Oh, bukan karena dia
- ganteng, bukan karena dia ini ada
- ilmunya, ya. Bukan karena ngelihat
- manfaat dari ilmunya.
- Saya bersahabat dengan dia karena suka
- sama dia. Sukanya itu karena Allah
- Subhanahu wa taala. Enggak ada karena
- yang lain. Dia adalah sama-sama
- makhluknya Allah dengan saya. Sama-sama
- hamba Allah. Begitu saja. Nah, ini
- tingkatan yang keempat yang biasanya
- dalam hatinya sudah enggak ada
- kedengkian, enggak ada benci. Jarang
- orang yang memiliki yang semacam ini.
- Nah, inilah mengenai suhbah. Selanjutnya
- para pendengar radia
- silaturahim, kalau kita berada di
- perjalanan bertemu dengan seorang ya
- dengan seseorang, kita tidak wajib
- menjadikan orang ini
- sebagai sahabat
- kita. Enggak wajib ya sebagaimana kita
- ee ee jadi enggak wajib dijadikan
- sebagai sahabat. Tapi kalau kita sudah
- menjadikan dia itu sebagai sahabat kita,
- jangan sampai kita
- putuskan. Memutuskan persahabatan itu
- enggak
- bagus, ya. Wong persahabatan,
- persaudaraan, ukhuwah ini merupakan
- perbuatan sangat mulia. Lah kemudian
- kita
- memutuskan ya kalau kemudian nantinya
- menyebabkan putusnya rahmat Allah juga
- ya wajar.
- Sama halnya dengan kalau dikiaskan
- kepada pernikahan, kalau kita bertemu
- dengan seorang
- wanita ya jangan ee tidak harus kita
- jadikan dia sebagai seorang istri. Tapi
- kalau sudah kita jadikan istri ya tidak
- sebaiknya kemudian kita
- putuskan. Itu kan sama dengan suhbah ya,
- sama dengan persahabatan. dan
- persahabatan itu luar biasa
- nilainya. 1000 sahabat, 1000 saudara itu
- sedikit. Satu musuh itu sudah banyak.
- Jadi kalau kita harus punya musuh cukup
- satu saja sudah banyak itu musuh. Tapi
- kalau saudara 1000
- saudara itu
- sedikit. Itu sedikit. Bagaimana semua
- orang ini bisa menjadi saudara kita.
- Nah, kalau semuanya jadi saudara kan
- kita ke mana-mana luar
- biasa ya akan tenang pergi ke sini. Saya
- punya ipar Alin sampai orang mengatakan
- begini, dia mah temannya ya di Jawa
- temannya semua. Pergi ke Semarang, di
- sana banyak temannya. Pergi ke Surabaya
- begitu juga, ke Madura begitu juga.
- Emang orangnya supel, supel orangnya ya.
- Hm. Jadi ketika dia pergian itu ya
- banyak teman, banyak saudara ya dan itu
- memang yang diinginkan gitu. Nah, itulah
- mengenai kenapa kita ini berteman. Jadi
- alasannya adalah ee karena tadi karena
- adanya rasa suka.
- Nabiullah Daud alaihialatu wasalam
- pernah bertanya kepada kepada Allah, "Ya
- Rabb, kaifa
- ayyuhibbanianas kulluhum."
- Katanya, ee ya Allah, bagaimana supaya
- ee manusia, semua manusia menyukai
- aku? Itu kata Nabi Daud begitu.
- Bagaimana supaya semua manusia itu
- menyukai Aku? Maka kata Allah Subhanahu
- wa taala, "Kholiqinas biakhlaqihim."
- Pergauli manusia dengan akhlak
- mereka. Dengan akhlak mereka. Artinya
- kalau dia ini adalah pedagang, cobalah
- dengan bahasa
- pedagang. Ya, kalau dia itu petani,
- bergaullah dengan ee pergaulan petani.
- Bergaul dengan para kiai, ya dengan
- bahasanya
- kiai gitu. Dengan bahasanya kiai.
- Bagaimana kebiasaan di kalangan kiai?
- Bagaimana kebiasaan di kalangan si
- fulan? W Nabi sallallahu alaihi wasallam
- sendiri menjelaskan bahwasanya umirna
- anukalimanas
- biqodulhim. Kami ini diperintahkan oleh
- Allah untuk berbicara kepada manusia
- menurut kadar akal
- mereka dengan kalau orang dengan orang
- bawah ya jangan menggunakan
- bahasa-bahasa populer lah orang enggak
- ngerti ya. Nah, tapi juga ketika bicara
- dengan kalangan atas ya jangan
- menggunakan bahasa yang biasa dipakai di
- kampung. Begitulah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Maka pergaulilah mereka
- kata Allah dengan akhlak
- mereka. Selanjutnya mengenai keutamaan
- daripada ukhuwah ini ya.
- Keutamaan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- bersabda, "Aksaru ma
- yudkilunas al jannata tak taqwallah wa
- husnul
- khuluq." Nabi sallallahu alaihi wasallam
- bersabda, "Yang paling banyak memasukkan
- manusia ke dalam surga itu adalah
- takwallah wa khususul khuluk." Takwa
- kepada Allah dan akhlak yang baik.
- Takwa
- ini asal maknanya adalah attaqwa hua
- turs. Takwa itu asal maknanya taming.
- Kalau orang perang di tangan kanannya
- dulu tuh ya ya bawa pedang atau bawa
- tombak di tangan kirinya ada perisai.
- Nah itu perisai itu tameng itu namanya
- takwa ya. Namanya takwa. Asal makna
- takwa begitu. Kemudian kenapa sekarang
- orang menjalankan perintah Allah,
- meninggalkan larangan Allah ini disebut
- takwa? Karena perbuatan menjalankan
- perintah Allah menju larangan itu akan
- menjadi perisainya dari azab Allah
- Subhanahu wa taala. Tuh begitu. Makanya
- disebut takwa.
- Dan menarik sekali mengenai takwa ini
- oleh Allah Subhanahu wa taala
- ditamsilkan dengan
- pakaian. Ditamsilkan dengan pakaian.
- Begitu juga oleh Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Ya Allah sekarang menafsilkan,
- menyamakan takwa dengan pakaian.
- Misalnya di dalam Al-Qur'an, ya bani
- Adam qod anzalna alaikum libas
- yuariatikum warisa walibasut taqwa
- dalika khair. Wahai anak cucu Adam, kami
- telah turunkan kepada kamu
- pakaian-pakaian untuk menutupi aurat,
- menutupi aib-aib
- kalian. Tapi kata Allah, walibasut takwa
- dalzalika khair. Pakaian takwa. Nah, itu
- disamakan pakaian itu dengan takwa. Itu
- yang
- terbaik. Nabi sallallahu alaihi wasallam
- juga menjelaskan iman itu adalah
- telanjang. Walibasuut takwa. Al iman
- iryan. Iman itu
- telanjang. Walibasuhu takwa. Pakaiannya
- adalah takwa. Pakaian iman itu takwa.
- Jadi, Nabi juga menyamakan ini. Suatu
- hari Nabi sallallahu alaihi wasallam
- cerita kepada para sahabat tentang mimpi
- beliau. Kata beliau, "Aku lihat manusia
- yang berpakaian. Ada yang sampai dada,
- ada yang sampai puser, ada yang sampai
- kemaluan, bahkan ada yang telanjang."
- Sedih Rasulullah menceritakan itu.
- Kemudian enggak lama beliau melanjutkan
- lagi dan enggak lama kemudian aku lihat
- katanya Umar nyeret-nyeret bajunya,
- pakaiannya. Jadi bukan cuma lengkap,
- berkelebihan ngengser pakaiannya. Ketika
- menceritakan itu, wajah Rasulullah
- berseri-seri. Maka mereka kemudian
- sahabat bertanya kepada Rasul, "Apa arti
- atau takwil mimpi itu?" Di sini masalah
- pakaian. Pakaian itu adalah takwa.
- Itu ya. Makanya kalau Anda mimpi
- misalkan mimpi kok telanjang gitu. Nah,
- ini ya perlu di apa namanya?
- Ditingkatkanlah ya. perlu
- ditingkatkan
- ee amaliah kita, ibadah kita kepada
- Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, jadi Allah maupun Rasul
- menyamakan mentafsilkan takwa itu dengan
- pakaian. Loh, kenapa pertanyaan sekarang
- mentafsilkannya dengan pakaian?
- Kalau kita lihat yang namanya pakaian
- ini kan asalnya dari
- bahan dan bahan itu jadi bahan karena
- adanya dua benang. Satu benang ke atas,
- yang keduanya benang ke samping. Kalau
- benangnya ke atas semua ya enggak bisa
- jadi bahan. Benangnya ke samping semua
- juga enggak bisa jadi bahan. Untuk bisa
- jadi bahan itu, maka ada yang ke atas,
- ada yang ke samping. Nah, benang itu
- dalam bahasa Al-Qur'an namanya habel.
- at alaihimillatu ainamau illa bihabli
- minallahi wali minanas w minallah wibat
- alaihimul maskanah dan
- seterusnya ya. Jadi dalam ayat ini Allah
- menjelaskan bahwasanya di mana saja kita
- berada kita akan ditimpa
- kenistaan, kehinaan kecuali kita
- berpegang teguh kepada
- hablumlah, kitab Allah. Nah, hablum
- minallah ya. Wa hablum minannas di situ
- dua. Nah, jadi benang ke atas itu
- mengisyaratkan berarti adanya hablum
- minallah. benang ke samping
- mengisyaratkan adanya hablum
- minannas. Hubungan vertikal dan hubungan
- horizontal. Itulah ciri orang yang
- bertakwa. Jadi orang yang bertakwa itu
- adalah orang yang di samping hubungannya
- dengan Allah baik juga baik dengan
- masyarakat. Itu yang namanya orang baik.
- Sekarang yang kalau umpamanya orang baik
- kepada Allahnya tapi ke masyarakatnya
- enggak baik.
- ibadah salatnya rajin ya. Jangankan yang
- fardu, yang sunah, tahajudnya dia
- jalankan. Begitu juga ibadah yang
- sifatnya hablum minallah lainnya
- benar-benar dia laksanakan, tapi
- hubungannya dengan saudara, dengan
- tetangga ya ini enggak baik. Maka itu
- ibarat orang bikin bahan benangnya cuma
- ada ke atas, enggak ada ke sampingnya.
- Jadi belum disebut sebagai
- muttaqin. Padahal orang muttaqin itulah
- yang menjadikan Al-Qur'an sebagai hudan,
- sebagai
- petunjuk. Dzalikal kitabu laiba fi hudan
- lil muttaqin. Ya. Jadi orang bertakwa
- itu adalah orang yang menjadikan
- Al-Qur'an sebagai
- hidayah-Nya. Sebagai hidayahnya.
- Nah, sedangkan sekarang orang yang
- muttaqin itu tadi adalah yang menjadikan
- Al-Qur'an sebagai hidayah ini yaitu
- mempunyai hubungan ee vertikal tapi juga
- hubungan horizontal. Sebaliknya sekarang
- yang kedua dia baik kepada sesama tapi
- kepada Allah enggak
- baik. Ya, kepada Allah enggak baik. Maka
- orang ini enggak bisa dikatakan orang
- baik. Enggak dikatakan orang
- muttaqin hubungan sosial ya kepada
- saudara, kepada tetangga luar biasa
- bantuin.
- Tapi bagaimana dia dengan yang memberi
- dia hidup, yang memberi dia rezeki itu
- tidak baik. Maka orang semacam ini
- enggak bisa dikatakan sebagai muttaqin.
- Nah, itulah makanya disamakan oleh Allah
- ee takwa itu dengan pakaian. Begitu juga
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi yang paling banyak
- memasukkan manusia ke surga itu adalah
- ketakwaannya kepada Allah wa husnul
- khuluk dan akhlak yang baik. Nah, ini
- husnul khuluk itu apa? Bukan bagian dari
- takwa. Ya, tentu bagian dari takwa. Cuma
- khusnul uluk lebih khusus nantinya
- seperti
- itu. Waqala Usamah ibnu Surik, qulna ya
- Rasulullah mahair maal
- insan.
- Bertanya dia ini kepada Rasulullah.
- Rasulullah yang paling baik diberikan
- Allah kepada manusia itu apa?
- Kata Rasulullah, khususnul khuluk,
- pemberian yang paling luar biasa yaitu
- adalah akhlak yang baik. Maka kalau ada
- orang yang akhlaknya baik, itu berarti
- orang yang mendapatkan karunia luar
- biasa dari
- Allah ya. Luar biasa dari
- Allah. Ee itu apa namanya? Ee husnul
- khuluk ya. kita kalau kita lihat ya Nabi
- ee saya sudah katakan bahwa Nabi
- Muhammad itu adalah makhluk yang sangat
- cerdasnya luar
- biasa. Sangat cerdas Rasulullah itu
- sehingga beliau ini sangat memahami apa
- yang diinginkan oleh
- Allah. Kita lihat di dalam
- Al-Qur'an Allah memerintahkan kepada
- Nabi Muhammad
- salat. Tapi lihatlah dalam Al-Qur'an.
- Apakah ada dalam Al-Qur'an salat lima
- waktu yang rakaatnya dijelaskan
- masing-masing? Zuhur 4, asar 4, magrib
- 3, kan enggak ada. Kemudian bagaimana
- syarat rukunnya salat? Yang ada cuma
- idza kumtum ilas shasilu wujuhakum wa
- aidakum. Lalu bagaimana dengan salat
- ini, salat itu? Kan enggak ada
- penjelasan dalam Al-Qur'an. Tapi ke
- Rasulullah ngerti ya, paham. Itu kan
- berarti kan cerdasnya luar biasa.
- Dijelaskan oleh Rasulullah tuh. Jadi
- Rasulullah memahami apa yang diinginkan
- oleh Allah. Begitu juga bab haji ya.
- Bagaimana kaifiah haji itu kan enggak
- diuraikan di dalam Al-Qur'an. Tapi Nabi
- kok bisa menguraikan seperti itu kan
- menunjukkan kecerdasannya luar biasa.
- Tapi walaupun Nabi itu orang yang sangat
- alim, alamah yang tidak ada bandingan
- kealimannya, toh Allah enggak pernah
- memuji Nabi karena
- kealimannya. Justru Nabi itu dipuji oleh
- Allah karena akhlaknya. Jadi enggak ada
- wa innaka laa ilmin adzim. Kamu itu
- orang yang memiliki ilmu yang luar
- biasa. Enggak ada. Enggak ada dalam
- Al-Qur'an yang ada. Wa innaka laa
- khuluqin adzim.
- Engkau ini adalah orang yang akhlaknya
- luar biasa. Begitu Allah. Jadi pujiannya
- itu Allah itu karena akhlaknya, bukan
- karena ee
- ilmunya. E dan ternyata Rasul mengatakan
- bahwasanya yang menyebabkan, yang paling
- banyak memasukkan orang ke dalam surga
- itu tadi antara lain adalah khusus
- khuluk dan khususnul khuluk itu adalah
- ah karunia Allah yang luar biasa.
- Ee dulu itu ada
- seorang ada seorang pemuda ya namanya ee
- dia itu
- Mubarok. Aslinya dari dari Parsi, dari
- Iran. Kemudian mengembara sampai ke
- Syria. Juh Syria rupanya jadi tukang
- kebun. Dia ngurusin kebun kebun
- delima ya.
- Nah, suatu hari majikannya ini menemui
- mubarok ini karena mau kedatangan
- tamu-tamu
- terhormat. Kata majikannya, "Mubarok,
- aku mau kedatangan tamu. Karena itu
- tolong petikkan oleh kamu delima yang
- besar-besar, yang bagus, yang manis."
- Lalu kata Mubarok, "Tuan, kalau delima
- yang besar, delima yang bagus, yang
- mulus saya tahu. Cuma kalau delima yang
- manis, nah itu saya enggak tahu,"
- katanya
- Tuhan. Nah, maka majikannya kan
- nanya, "Berapa tahun kau urusin kebun
- delima saya?" "14 tahun," katanya Tuhan.
- Dan selama 14 tahun itu kamu tidak bisa
- membedakan mana delima yang manis dan
- yang bagaimana delima yang tidak atau
- kurang
- manis. Jawab
- Mubarok, "Iya," katanya
- Tuhan. "Lah kok bodoh benar?" katanya
- kamu.
- "Kenapa?" "Karena tuan kan enggak pernah
- nyuruh saya makan
- delima. Tuan itu nyuruh saya ngurusin
- pohon delima.
- Jadi, ya saya enggak tahu yang manis tuh
- yang kayak apa gitu. Itu artinya selama
- 14 tahun dia ngurusin kebon delima itu
- berarti kan belum pernah makan buah
- delima. Maka majikannya kaget, "Jadi
- selama 14 tahun itu kamu katanya belum
- pernah makan buah delima ini?" "Ya,
- belum, Tuan. Wong saya enggak ada izin
- dari Tuan."
- Buat orang-orang yang sudah lihat tinggi
- keimanannya, maka
- ketika bicara masalah hukum agama bukan
- lagi halal, haram, makruh, mubah,
- enggak. Itu sudah enggak bicara itu
- lagi. Yang mereka
- bicarakan perintah larangan itu aja.
- Jadi enggak ada lagi apa namanya wajib
- sunah. Enggak. yang ada perintah
- larangan gitu buat mereka. Namanya
- perintah ya wajib harus dilaksanakan.
- Namanya larangan ya haram enggak boleh
- di dilakukan. Apapun itu begitu buat
- mereka.
- Hm. Jadi kagumnya luar biasa ini
- majikan. Nah, kemudian si istri ini eh
- istri dari majikannya ini ngomong,
- "Pak, kita ini ya teman-teman kita udah
- pada punya cucu. Kita jangankan cucu ya,
- menantu saja kita belum punya. Apa bapak
- ini belum pengin gendong? Enggak pengin
- gendong cucu?" Ya penginlah, Bu,
- katanya. Cuma ya mau apa wong anak kita
- belum nikah ya nikahkan l Pak katanya
- bapak ini sebagai bapaknya ya harus cari
- ikan buat anak
- kita ya terus ke
- mana iya harus cari coba ibu k tanya dia
- sama
- mubarok gitu makanya disuruh nanya
- mubarok
- udah selesai nanya ditanya oleh mubarok
- itu, "Nyonya mau menikahkan anak ini mau
- Cara Yahudi, cara Nasrani apa cara
- Islam? Lalu kata majikannya lah. Kalau
- cara Yahudi bagaimana? Kalau cara
- Yahudinya cari menantu yang
- kaya. Masalah akhlak, masalah ibadah
- ulah nomor berapa kek. Yang penting kaya
- dulu. Kalau cara Nasrani, cara Nasrani
- cari orang yang mempunyai penghasilan
- yang tetap yang sudah jelas.
- pegawai negeri misalnya di kampung saya
- laku banget pegawai negeri udah bukan
- kalau udah pegawai negeri
- udah gampang banget nyari
- jodoh karena kalaupun mati
- penghasilannya masih ada ya apa
- pensiun yang enggak laku ustaz misalnya
- iya karena enggak pensiun-pensiun
- ustaz nah kalau Islam katanya kalau
- Islam cari menantu calon menantu yang
- akhlaknya
- mulia. Sudah selesai pulang. Gimana, Bu?
- Kata kata bapaknya, kata suaminya, kata
- Mubarok begini begini begini. Ah, itu
- benar sekali itu. Katanya,
- Bu. Ah, lalu
- katanya ee Ibu mau mau menikahkan dengan
- siapa? Bapak siapa, Pak? Katanya anak
- muda yang akhlaknya mulia. Ya, kalau
- anak muda yang akhlaknya enggak ada lagi
- ya. Mubarok katanya.
- Bu kata istrinya, "Ya Allah, Pak, apa
- kata orang kalau anak kita yang
- satu-satunya kita nikahkan dengan tukang
- kebun?" I ya. Saya juga berpikir 100
- kali
- ngeliin. Kalau anak saya demen sama apa
- namanya? Tukang kebon. Apa saya bisa?
- Saya sudah tanya. Makanya saya enggak
- punya tukang
- kebun ya. Biar anak saya enggak demen
- sama tukang
- kebun ya. Nah, dari situ kemudian kata
- ini
- begini. Kata suaminya, "Bu, Ibu mau
- menikahkan anak ini mau cara Yahudi,
- cara Nasrani, apa cara Islam?" Ya Islam,
- Pak. Kalau Islam ya enggak ada lagi anak
- muda yang kayak mubarok, akhlaknya luar
- biasa. 14 tahun ngurusin kita atau pun
- dia belum pernah makan. Coba kalau bukan
- karena akhlaknya, bukan karena
- ketakwaannya, akhirnya ya dinikahkan.
- Dari hasil pernikahan itulah kemudian
- dikaruni seorang anak yang diberi nama
- Abdullah. Ya, di kalangan para kiai
- apalagi orang-orang thariqoh, orang
- tasawuf namanya Syekh Abdullah bin
- Mubarok. Itu luar biasa.
- Ya, semuanya pada kenal siapa namanya?
- Abdullah bin Mubarak. Ini ini karena
- dari apa namanya? Orang tua yang
- akhlaknya memang luar biasa. Maka kata
- Nabi bahwa karunia yang terbesar
- diberikan kepada hamba adalah ya akhlak
- yang
- baik. Saya rasa itu dulu barangkali ya.
- Kali ini sudah jam. Heeh. Mudah-mudahan
- apa yang saya sampaikan ini besar
- manfaatnya buat kita semua. Wallahuam.
- Ya
- rabbanaarna biananafna
- ana
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala, telah kita dengarkan
- pemaparan Ustaz dengan tema ukhquah dan
- kami undang ikhwan dan akwat untuk
- menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan
- tema tersebut untuk nomor telepon dan
- nomor telepon ya di 0218451512.
- Kemudian untuk WhatsApp bisa juga via
- SMS nomornya sama
- 08111999720. Nomor tersebut tidak bisa
- dilakukan ee telepon. Jadi kalau untuk
- telepon bisa di nomor yang pertama. Baik
- e ikhwan dan akhwat, kami akan kembali
- kami jeda sebentar setelah nasyid
- berikut
- [Musik]
- ini. Ini gimana bahasanya? Pendapatan
- salat. Salat tiang agama. Tidak ada
- salat. Semua amalan sia-sia. Semua
- amalan sia-sia.
- Gak ada artinya puasa gak ada artinya
- haji gak ada artinya semua salat malam
- gak ada artinya sedekah gak ada artinya
- bangun 1000 masjid gak ada artinya
- karena tian
- agama atau istilah lain tali hubungan
- kita sama Allah salat kalau tali itu
- terputus mana ada lain yang bisa
- sambungkan gak ada dan bisa
- disambungkan makanya salat itu
- Satu-satunya ibadah
- yang bisa dikatakan
- yang meninggalkan salatnya sengaja bisa
- dikatakan kafir.
- Tiap orang akan diwafatkan tergantung
- dalam keadaan hidupnya. Bila hidupnya
- lupa kepada Allah, bila hidupnya
- bergelimangan maksiat, dikhawatirkan dia
- akan mati dalam keadaan tersebut.
- Kemudian dia akan dibangkitkan
- tergantung bagaimana keadaan dirinya
- wafat. Maka marilah hadirin sekalian
- kita bersiap-siap berkemas untuk
- menghadapi panggilan Allah. Dekatkan
- diri kepada Allah. Baca ayat-ayatnya.
- Renungkan dan pelajari isinya. jadikan
- sebagai petunjuk bagi kita dan terangi
- rumah tangga kita dengan ayat-ayat Allah
- dan bimbingan Rasul-Nya dan jauhkan dari
- perbuatan-perbuatan aniaya. Semoga Allah
- Subhanahu wa taala mengampuni dosa kita
- dan memasukkan rahmatnya dan menutup
- kehidupan kita dalam keadaan husnul
- khatimah.
- [Musik]
- [Musik]
- Roda silaturahim Rasil TV yang bisa
- diakses dengan YouTube juga yang bisa
- meraih kami lewat streaming di
- www.radiosilaturrahim.com. Juga jaringan
- rasil yang berada di beberapa tempat di
- daerah-daerah di Indonesia, di antaranya
- Pontianak, di Batam dan sekitarnya juga
- masjid-masjid yang saat ini ada beberapa
- yang e mer-relay siaran kami ee salah
- satunya dari Depok. Mudah-mudahan
- bermanfaat pada hari ini dan kami akan
- masuk ke tanya dan jawab. Ikhwan dan
- akhwat sudah ada penanya lewat WhatsApp
- ini. Ee Ustaz, saya akan mulai bacakan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ini hamba
- Allah, Ustaz. Berkaitan dengan ukhuwah,
- Ustaz. Bagaimana caranya memberikan
- pengertian kepada suami saya yang lebih
- baik kepada orang-orang di sekitarnya,
- terutama teman-temannya dibandingkan
- kepada kami, keluarganya, terutama pada
- istrinya. Ustaz, pelit sekali. Mohon
- maaf, Ustaz. Mohon pencerahannya. Syukr.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ee
- memang ee kalau kalau apa namanya kita
- nasihatin
- orang
- ada orang yang dinasihati itu kan
- melihat orangnya kan masih banyak yang
- seperti itu. Kalau suami kita atau orang
- yang mau kita nasehhatin tipe orang
- seperti itu, enggak bisa kita yang
- nasehatin. Maka harus kita cari orang
- yang paling didengar suaranya oleh
- dia. Ya, siapa yang yang ditaati
- suaranya oleh apa omongannya tuh oleh
- dia. Nah, itu yang nasihatin. Kalau
- sekarang ibu yang nasehatin, jangankan
- apa namanya ee bertentangan ya dengan
- dengan si suami. Walaupun si suami
- nerima benar, kebenarannya mengakui
- belum tentu diturut kalau suami Anda
- adalah tipe orang seperti
- itu. Tapi kalau orangnya memang bukan
- tipe melihat siapa yang bicara, tetapi
- adalah tipe orang yang melihat apa yang
- dibicarakan, itu enggak susah insyaallah
- ya.
- ee orang seperti ini kan dia akan
- mengakui dari mana saja kebenaran itu
- dan dia akan menghargai kebenaran dari
- siapapun juga itu apa tuh dari istri
- dari dari anak bahkan ya dia akan terima
- tentunya seperti itu. Maka enggak enggak
- susah. Jadi kalau termasuk tipe yang
- pertama, ibu harus cari orang yang
- paling tadi itu ditaati atau paling di
- segani, didengarkan ucapannya. Kalau Ibu
- ya, Ibu yang ngomong udah enggak bakalan
- dengerin sama sekali. Iya. Ya, bukan
- berarti enggak boleh dakwah gitu ya
- kalau pengin berhasil. Tapi kalau
- macarah dakwah ya ibu ajak bicara cuma
- bukan nasehatin dengan bahasa kita ini
- yang santai gitu. Bahasa santai lalu
- diajak ee berpikir bersama gitu kan bisa
- sebenarnya kan olin nasehatin Ibnu atau
- sebaliknya. Tapi bahasanya bukan pakai
- bahasa nasehat, Pak. Ada ini kita bikin
- bikin apa namanya ee perbandingan atau
- peresamaan Tsil ada kasus begini-begini
- bagaimana sih? Ah, itu kan bisa masuk di
- cuma sekarang ini orang juga karena apa
- namanya ketika nasehhatin orang to the
- point langsung pada permasalahan ya. Ya
- susahlah. Bagaimana dulu sahabat Thalhah
- ya, sahabat Thalha itu kan diceritakan
- ketika dia mau berangkat kerja, mau
- dagang, anaknya lagi
- sakit. Dia bingung bagaimana ini kalau
- kalau ditinggalkan. Kata istrinya, "Pak,
- sekarang kalau Bapak itu berangkat kerja
- ya dagang, maka yang sakit kan cuma
- anak.
- Tapi kalau Bapak enggak, nanti yang
- sakit bisa kita semua
- serumah gitu. Nah, mau yang mana gitu
- kan ya. Harapannya itu kan lebih baik
- kalau Bapak ini berangkat ke sana usaha
- gitu. Benar juga gitu kan kata suaminya.
- Berangkat menganya suaminya ternyata si
- anaknya itu meninggal sebelum suami si
- ayahnya pulang.
- Nah, begitu mau pulang istrinya bingung
- apa yang harus dilakukan sama dia. Ah,
- pintarnya itu si istri suaminya itu
- datang ini disambut dengan demikian luar
- biasanya sehingga lupa kalau lupa kepada
- anaknya. Maka ketika
- tiduran baring si istri ngomong begini,
- "Pak," katanya ada orang nitip
- sesuatu ya, menitipkan
- sesuatu dan berhari-hari, berbulan-bulan
- ya ee karena sudah lama itu dititipkan.
- Suatu hari si yang menitipkan ini datang
- mau mengambil. Orang yang menerima
- titipan itu merasa karena enggak
- diambil-ambil udah lama itu menjadi
- haknya. Dia enggak mau menyerahkan itu
- titipannya. Itu sebenarnya dalam hukum
- Islam bagaimana? Langsung enggak benar
- itu orang. Itulah enggak benar. Dia
- harus serahkan. Harus serahkan karena
- itu bukan miliknya. Itu ke serahkan
- kepada pemiliknya. Begitulah katanya ya
- ee dalam hukum Islam.
- Baru istrinya ngomong, "Pak, sekian
- tahun yang lalu Allah itu menitipkan
- kepada kita seorang
- putri. Nah, kini putri itu sudah diambil
- oleh Allah. Apa yang harus kita
- lakukan?" Diam aja suaminya baru
- kemudian terima kasih kepada istrinya.
- Diberi kesadaran itu dia ngadu kepada
- Rasulullah ya. mengadu kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam tentang
- perbuatan istrinya itu. Bagaimana itu
- bisa yang demikian ini ya? Ee kan itu
- pintarnya kan si istri bukan orang baru
- datang
- paerit-jerit gitu anaknya tak mati ya
- udah celeng dua-duanya akhirnya. Nah
- inilah kita juga namanya istri ketika si
- suami ini kok baik kepada orang lain
- tapi kepada keluarganya itu adalah
- pelit. Bagaimana supaya tidak terjadi
- begitu? Kalau ibunya, kalau si istrinya
- yang ngomong belum tentu didengar.
- Berantem. Berantem bisa ya. Jadi harus
- menggunakan orang lain yang paling
- didengar. Paling didengar. Kalau enggak
- minjam tangan atau minjam lisan orang
- lainlah pokoknya. Coba kita lihat ya.
- Ketika ke ee ada dalam hadis namanya
- hadis disebut hadis Jibril.
- Ya. Dan ini
- panjang. Satu hari kata sahabat Umar bin
- Khattab, "Kami duduk di sekitar Nabi.
- Tiba-tiba datang seseorang yang memakai
- pakaian putih, rambutnya sangat hitam,
- bajunya sangat putih bersih. Duduk di
- hadapan Rasulullah, adu dengkul, lalu
- pegang paha Rasulullah. Ya Muhammad
- akhbirni anil Islam. Ya Muhammad
- akhbirni anil iman anil ihsan." kan tiga
- beritahu saya tentang
- Islam. Ah, dan ini malaikat sebenarnya
- kan. Eh, Muhammad beritahu saya apa itu
- Islam. Begitu dijelaskan oleh Nabi Islam
- itu begini begini begini langsung sodak.
- Kok benar katanya Muhammad. Berarti
- orang ini gitu kan sudah tahu jawabannya
- apa.
- Yang namanya nanya itu kan ee orang yang
- enggak tahu, enggak benar kalau menyoal
- orang.
- Iya. Sekarang di sini ada ada ustaz. Ah,
- kita uji coba dia orang alim apa enggak
- nih. Nah, itu enggak benar begitu ya.
- Eah. Karena dia bukan bertanya tapi mau
- nguji orang ini ee pintar apa enggak
- gitu kan.
- Nah, sekarang boleh kita ini menanyakan
- sesuatu yang sudah kita ketahui
- jawabannya dengan tujuan kita ini akan
- memberikan jawaban kepada orang lain
- lewat lidah orang lain yang kalau kita
- yang jawabnya enggak boleh didengar.
- Tapi kalau orang lain yang men jawab
- akan didengar. Itulah contohnya malaikat
- Jibril. Kalau Jibril bicara mungkin
- belum tentu didengar oleh para sahabat.
- Makanya nanya sama Nabi Muhammad. Jibril
- sudah tahu jawabannya pasti begitu gitu.
- Nah, ini sebuah petunjuk kepada kita ya.
- Kalau memang suami ini adalah tipe model
- tadi, jangan kita yang nasihatin enggak
- ada
- gunanya ya. Jangan enggak ada
- gunanya. Ya gitu dinasehhatin gimana
- juga cari orang siapa yang paling
- didengar gitu nanti caranya.
- Wallahualam. Amin. Baik-baik.
- Mudah-mudahan Ibu bisa menemukan
- solusinya segera ya. Insyaallah supaya
- lebih baik. Saya langsung ke pertanyaan
- berikutnya. Masih di WhatsApp Ustaz dari
- hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Menurut Ustaz, fenomena
- media sosial saat ini, terutama
- Facebook, Ustaz, menurut saya bukannya
- menambah erat persaudaraan malah makin
- runyam, Ustaz. Banyak konflik yang
- datang dari media sosial. Sebenarnya
- kita ini umat Islam perlu pedulikah
- dengan media sosial atau kita abaikan
- saja, Ustaz?
- Iya. Sebenarnya kita ini memang tidak
- bisa kita lari dari kenyataan bahwa
- inilah dunia sekarang. Ya, jadi ee
- kemajuan teknologi tidak bisa kita
- hindari. Nah, tinggal sekarang bagaimana
- kita bisa mengambil manfaat dari situ.
- Karena segala sesuatu itu oleh Allah
- dijadikan ee selalu ada ada sisi
- positifnya, ada juga sisi negatifnya.
- itu apapun juga. Subhanalladzi khalaqal
- azwaja kulha. Semuanya itu
- berpasang-pasangan termasuk adalah
- medsos. Jadi sisi positifnya ada,
- negatifnya juga ada. Nah, bagaimana kita
- bisa mengambil sisi positifnya? Gitu kan
- ya. Harus pandai-pandai di sini. Maka
- kita juga jangan selalu ketika ada
- berita masuk kepada ee berita ada lalu
- kita langsung menerima begitu saja ya.
- Tapi kita harus
- tabayun ee ee harus tabayun ee
- konfirmasi ya, enggak langsung kita
- telan begitu saja. Bagaimana Al-Qur'an
- sudah menjelaskan kalau datang berita
- dari orang munafik kata Allah, artinya
- orang yang kita enggak jelas nih benar
- apa enggaknya dan jangan langsung
- ditelan begitu saja ya. Ee saya coba
- kadang-kadang kepada jemaah mengirimkan
- entah itu foto atau apa eh apa namanya
- ya ee video atau apa. Wah, ini adalah
- berita
- yang belum tentu benar, Pak Ustaz. Ya,
- cakep kata saya bagus gitu ya. Bukan
- berarti saya terbawa-bawa seperti itu.
- Cuma ada juga yang wah ini kurang ajar
- dan sebagainya loh. Padahal kan belum
- tentu benar dalam hati kan begitu ya.
- Jadi kita tabayun lebih dulu. Cobalah
- sekarang begini. Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam ketika beliau
- mau hijrah ke Madinah ya hijrah ke
- Madinah itu dari Makkah ke Madinah itu
- kan arahnya ke
- utarain ke
- utara. Nah yang menariknya pada saat itu
- kan Nabi Muhammad jalannya bukan ke
- utara ke selatan malah tambah jauh.
- Makanya sahabat Abu Bakar nanya,
- "Rasul, bukankah kita mau ke Madinah?"
- "Iya, Abu Bakar lah kok ke sini gitu
- kan. Lah orang kalau Madinah kan ke sono
- Rasulullah apa Rasulullah enggak tahu?
- Tentu Rasulullah tahu umumnya orang tuh
- jalan ke sana. Tapi kenapa Rasulullah
- kok ke
- selatan?" Ya. Nah, tapi akhirnya kan
- Rasulullah sampai juga itu Ibnu ke
- Madinah. Nah, nah
- ini kadang-kadang dalam ee kadang-kadang
- dalam kehidupan
- kita banyak kita melihat paling tidak
- pernah melihat ada tokoh
- ulama ya umumnya orang lagi pergi ke
- sini lah ini kok malah melawan arus ini
- ulama ini. Kita jangan dulu ngecap
- langsung ini kiai gebi edan, kiai apa.
- Kita belum tahu ada apa. Kayak sahabat
- Abu Bakar mau nanya kenapa ke selatan
- Rasulullah? Ya kalau ke Madinah itu kan
- ke sana ke ke utara atau ke selatan
- dijelaskan oleh Rasulullah.
- Begitu sekarang ini kan kita ketika
- melihat ada kiai begini langsung udah
- kiai apa namanya? Wah, udah macam-macam
- bawa tabayun lebih dulu ya. Siapa tahu
- model ini Rasulullah ini kan kalau
- jalannya ke utara ya ketangkap sama
- orang apa? Orang
- Quraisy ya. Dikejar oleh orang Quraisy
- ya ketangkap. Makanya cari jalan yang
- apa namanya kira-kira enggak ketangkap
- orang ini lulus. Tujuan tercapai tapi
- aman segalanya. Nah, ini ada tokoh kiai
- di kita itu yang semacam itu. Cuma ada
- orang yang ngerti sebenarnya tujuan kiai
- ini, tapi karena dia memang apa namanya
- tidak suka ya mau ngerusak Islam lalu
- dimanfaatkan ini ya kan banyak ee
- ceramah-ceramah kiai yang
- dipotong-potong, disebarkan begitu kita
- langsung nerima begitu saja. Saya enggak
- bisa begitu ya. Walaupun kalimatnya
- kayaknya enggak bagus sekali. Saya kalau
- enggak ngelihat aslinya bagaimana ya
- saya enggak bisa memberikan
- komentar ya. Barangkali begitulah. Ini
- juga sama ya. Wallahualam. Satu lagi
- ustaz. Ya. Di luar tema nampaknya ini
- dari hamba Allah di Jelengsi Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Apakah
- ibadah salat saya diterima Allah dengan
- keterbatasan saya memahami Islam karena
- belum lama saya pelajari berkaitan
- lingkungan saya yang berbeda agama. Saya
- mendalami tentang Islam dengan mendengar
- dan melihat lagi-lagi dari sosial media.
- Ustaz mohon sarannya Ustaz untuk saya
- yang sedang belajar tentang Islam yang
- baru ini, Ustaz. Syukran.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- ee kita
- ini mempunyai tujuan akhir ya setiap
- orang beriman. Apa tujuan akhir orang
- beriman adalah bertemu dengan Allah. Itu
- puncak. Hmm. Bertemu dengan Allah dan
- tidak ada kenikmatan dibanding dengan
- kenikmatan bertemu dengan Allah.
- Sama dengan orang anak muda yang sedang
- jatuh cinta, yang paling diinginkan oleh
- dia adalah bertemu dengan yang
- dicintainya. Nah, sedangkan dalam Islam
- tadi saya katakan ajaran tertinggi
- adalah mahabbah, cinta. Cinta kepada
- Allah harus dilebihkan dari kecintaan
- yang
- lainnya. Dan orang yang kalau cinta yang
- diinginkan kan bertemu dengan yang
- dicintainya. Begitulah kalau kita cinta
- kepada Allah dan kita tidak mungkin
- bertemu dengan Allah.
- Ya, Ibu. Kecuali dimiliki dua syarat.
- Satu adanya ilmu, keduanya amal saleh.
- Sama dengan anak muda yang ingin bertemu
- dengan yang di ee dengan kekasihnya.
- Syaratnya dua. Satu, adanya ilmu. Tahu
- bagaimana caranya ke sana,
- alamatnya juga ada tindakan amal saleh
- itu. Nah, ini sekarang ada ilmunya, tahu
- caranya bertemu dengan Allah, tapi
- enggak ada amal salehnya. Ya, ya enggak
- akan bertemulah dengan Allah. Ada
- tindakannya, amal salehnya. Nah, Ibu
- salat
- dikerjakan gitu kan, puasa dikerjakan
- tapi tidak dilandasi oleh ilmu. Nah, ya
- ini juga sama dengan orang nyari alamat
- gitu kan mau ketemu kekasih enggak tahu
- alamatnya, nyasarnya sudah pasti
- ketemunya belum
- tentu. Jadi kalau ibu pengin benar
- diterima oleh Allah, maka salatnya
- dikerjakan tapi berdasarkan ilmu. Ilmu
- dari mana lah? Itu bimbingan dari
- Rasulullah lewat para ulama gitu ya.
- Nah, kalau umpamanya lewat Google gimana
- ya begitu belajarnya ya sepanjang itu
- adalah ajaran yang benar ya enggak
- apa-apa lewat Google atau lewat apa
- silakan. yang sekarang kan ada kiai
- namanya kiai Google ya.
- Nah, cuma masalahnya ya kalau kita ini
- belajarnya cuma lewat situ, apalagi ibu
- yang belum tahu tentang Islam
- sebagaimana pengakuan ibu ya, maka benar
- dan tidak benarnya bagaimana Ibu
- tahu. Nah, untuk mengetahui itu makanya
- kita belajarlah kepada seorang ulama,
- seorang kiai, seorang ustazah minta
- dibimbing, minta dibimbing. Para sahabat
- juga pada dibimbing gitu. Datangi
- majelis ilmu ya. Majelis ilmu.
- Kemudian ee lah saya kan tidak tahu
- juga, Ustaz ini ustaznya ini beres apa
- enggak, ustazahnya beres apa enggak,
- kiainya bener apa enggak. Wong katanya
- ulama ada ulama yang baik, ada ulama
- yang enggak baik. Lah gampang insyaallah
- ya. Ibu kalau ngaji kepada seorang ustaz
- ya, lalu ustaz itu mengatakan, "Pak
- ustazanya, saya pengin belajar ini.
- Kalau mau di samping di sini saya
- belajar lagi di tempat lagi. Bagaimana,
- Pak Ustaz?" "Oh, kata Ustaz, silakan."
- Bagus, Ibu untuk menambah wawasan
- silakan jangan cuma di sini belajar, di
- tempat lain juga. Kemudian nanti ibu
- buatkan perbandingan dari semua ini mana
- yang lebih serek dengan Ibu. Nah, ustaz
- yang gitu ikutin tuh boleh. Tapi kalau
- ustaz itu muatan jangan, jangan sama
- ustaz itu, jangan sama ustaz ini, jangan
- sama ustaz itu. Enggak baik ustaz itu.
- Kalau pengin ustaz yang baik, yang ini
- namanya ini, ini, nih. Nah, sebaiknya
- ibu enggak usah ngikutin deh, ya. Itu
- nanti ustaz yang disebutkan itu yang
- sekelompok dengan dia doang yang beda
- dengan paham dia itu dipandang tidak
- baik semua. Nah, ini namanya orang yang
- enggak menerima perbedaan pendapat.
- Sebaiknya ibu hindari aja yang begini.
- Enggak bakal beres. Nanti berantem lulu
- yang begitu. Ya, itu jadi antara lain
- caranya. Insyaallah kalau demikian ya
- saya sampaikan ini kepada Ibu diterima
- oleh Ibu alhamdulillah enggak diterima
- kewajiban saya sudah sampaikan gitu ya.
- Nanti apakah nanti ibu dapat taufik dari
- Allah atau tidak itu hakatif Allah. Wong
- saya ini tidak bisa memberikan petunjuk
- pada siapapun. Masalah hidayah dan
- taufik itu haknya Allah Subhanahu wa
- taala. Hanya saja minta semoga siapapun
- yang mendengarkan apa yang saya
- sampaikan ini ya itu mendapatkan hidayah
- dan taufik dari Allah subhanahu wa
- taala. Akhirnya marilah kita memohon
- kepada Allah semoga Allah selalu
- melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah
- kepada kita sehingga dapat istikamah
- dalam menjalankan perintahnya, menjadi
- larangannya dan Allah berikan selalu
- semangat kepada kita untuk terus
- meningkatkan pengetahuan kita tentang
- agama juga meningkatkan keimanan dan
- ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- birahmatika
- yainbana hasanah wail
- akabar wasallahu ala sayidina muhammadin
- waamhamdulillahabbil alamin
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh jazakallah
- khairan kasiran kita ucapkan kepada guru
- kita ustazmaduli kholil atas waktunya
- atas ilmunya mudah-mudahan dan
- insyaallah bermanfaat besar untuk kita
- semua yang menyimak pada hari ini yang
- bertugas pada hari ini saya Carolin
- didampingi e pejuang dakwah. Di belakang
- ada Bang Rosyid dan Zulfikar di Mika
- Radio juga YouTube Rasil. Ee kembali
- meminta maaf apabila ada kekurangan
- terutama untuk para pendengar yang
- pertanyaannya belum sempat dibahas oleh
- Ustaz Insyaallah di lain kesempatan.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ila anta astagfiruka wa atubu ilai
- wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Yeah.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Allah
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Ya sail fadim
- [Musik]
- ya
- [Musik]
- Surah Albaqarah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Dengan nama Allah yang maha pengasih
- maha penyayang.
- yaitu mereka yang beriman kepada yang
- gaib, melaksanakan salat dan
- menginfakkan sebagian rezeki yang kami
- berikan.