Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat
- rahimakumullah. Syukur alhamdulillah ini
- hari pertama Bincang Komunikasi hadir di
- tahun 2021. Insyaallah kita semuanya
- dalam kondisi yang jauh lebih baik ya.
- Syukur alhamdulillah sekali lagi kepada
- Allah Subhanahu wa taala atas karunia
- kita bersama-sama ini dan juga salam
- selawat kepada kekasih kita junjungan
- umat Muhammad Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam beserta keluarga dan
- kerabatnya. Dan untuk bincang komunikasi
- seperti biasa Mbak Mona sudah hadir.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Hujan di luar tidak hujan di hatimu kan?
- Iya betul.
- Alhamdulillah. Jadi untuk hari ini Mbak
- Mona, kita bicara soal apa nih?
- Eh, setelah setahun kita mendiskusikan
- berbagai isu tentang komunikasi, kita
- akan refleksi untuk ee memperbaiki
- komunikasi atau untuk membuat komunikasi
- kita lebih baik.
- Selalu ya, setiap kali ada kesempatan
- untuk meri ee apa ya untuk mengingat
- kembali perjalanan sepanjang tahun,
- refleksi akan membantu kita menjadi
- sosok yang jauh lebih siap. Dan untuk
- kali ini bersama Dr. Laila Monaganim
- kita akan bahas terkait dengan refleksi
- komunikasi. Silakan kami akan simak.
- Terima kasih Mbak Nuning, Ikhwan, dan
- Akhwat yang dirahmati Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofilya wal mursalin. Waa
- alihi wasohbihi ajmain.
- Amma ba'du. Eh, ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah. Eh, tadi tuh Mbak
- Nuning udah buka ya, apa sih yang akan
- kita bahas hari ini? Sekali lagi kita
- akan reflektif ngapain ya kita ya?
- Apakah ee yang perlu kita ee kembangkan
- kembali dari apa-apa yang sudah kita
- lakukan begitu ya. Kenapa perlu? Karena
- tiap hari, tiap saat kita pasti
- berkomunikasi di mana saja. Di rumah, di
- jalan, di sekolah, di kantor, di dalam
- kehidupan bermasyarakat pasti
- komunikasi.
- Ee kegiatan kita berkomunikasi itu ee
- dengan orang lain itu
- persentasi dari sejumlah penelitian ada
- yang menyatakan 75%.
- ee waktu kita habiskan untuk
- berkomunikasi.
- Jadi, manusia itu ee ketika lahir
- ee enggak bisa jalan. Dia belajar jalan
- sama seperti berkomunikasi. Manusia dari
- lahir itu belum bisa ngomongkan, belum
- ee bisa menyampaikan
- ee sesuatu, belum bisa ee menangkap gitu
- ya. paling insting-insting itu yang dia
- dapatkan. Nah, itu diasah terus-menerus
- melalui ee komunikasi. Jadi, komunikasi
- adalah sesuatu yang dia perlu asah
- terus-menerus gitu ya. Jadi, itu bukan
- bawaan komunikasi, keterampilan dalam
- berkomunikasi bukan bawaan dibawa
- beserta kelahiran, bukan warisan, tetapi
- dipelajari.
- ee kenapa kita perlu reflektif kembali?
- Karena komunikasi itu seperti oksigen
- gitu ya. Ee kita terus-menerus
- ee menjalaninya dalam kehidupan kita
- gitu ya.
- diam pun berkomunikasi
- dan ee secara secara personal itu
- seperti itu. secara profesional kita
- juga menemukan ee kalau sekarang ini
- skill apa ya yang dibutuhkan di abad
- ke-21
- ee
- dulu dan ee sekarang dan insyaallah yang
- akan datang terus-menerus kita pasti
- masih membutuhkan skill atau
- keterampilan berkomunikasi.
- Nah, hari ini saya ingin mengajak untuk
- kita reflektif nih gitu ya. apa sih
- kesalahan-kesalahan
- komunikasi atau mitos-mitos komunikasi
- yang ee ada di dalam ee kehidupan kita
- begitu ya yang mungkin kita pikirkan,
- mungkin kita rasakan begitu. Jadi ee
- kenapa perlu kita lihat lagi ee
- kesalahan-kesalahan dari komunikasi
- karena dengan kesalahan itu ee kita
- menyadari bahwa sebagai manusia kita
- bukan orang yang sempurna
- ya. ee kita juga ee mendapat kesempatan
- untuk membebaskan diri kita dari ee ee
- keterbatasan-keterbatasan
- begitu ya. Kita memperbaiki diri kita
- lagi, kita beresin diri kita kembali,
- begitu ya. Ee kemudian dengan
- memperbaiki diri kita, kita menjadi ee
- beruntung karena kita adalah orang yang
- lebih baik dari yang sebelumnya. kita
- jadi lebih merasa termotivasi untuk ee
- ee
- melampaui tingkat-tingkat
- ee lebih tinggi ee menjadi manusia
- begitu ya. Nah, itulah karenanya kita
- reflektif hari ini. Iwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah. Beberapa kesalahan ya.
- Yang pertama adalah ee ada orang
- berasumsi bahwa keterampilan
- berkomunikasi itu alami loh gitu.
- Ah, semua orang bisa.
- Sama kok kayak jalan. Kita juga belajar
- ya kan awalnya yang anak-anak bayi-bayi
- itu kan ditatih gitu ya dari tiduran
- mulai duduk kemudian mulai berdiri ya ee
- merangkak dulu terus berdiri terus jalan
- dan lain sebagainya sama kok gitu ya. Ee
- naik mobil pun juga demikian, naik motor
- pun juga demikian. Nah, skill komunikasi
- itu adalah ee ee apa namanya? Mm tidak
- alami, tetapi ee sesuatu yang
- dipelajari. Jadi ee semua orang ee bisa
- karena dia belajar dan belajarnya itu
- tidak terasa begitu. Ee skill itu perlu
- dipelajari ee dan diasah sesuai dengan
- konteks gitu ya. kita harus tahu oh di
- mana nih situasinya, di mana nih ee
- momennya dan lain sebagainya. Kita ee
- berbicara,
- kita mendengar, kita membaca, kita
- menulis, itu skill loh. [tertawa]
- Enggak ujuk-ujuk tuh bisa nulis ya.
- Enggak ujuk-ujuk bisa ee apa namanya?
- berbicara apalagi misalnya bayangin coba
- ya bicara di depan publik misalnya itu
- juga adalah skill yang luar biasa yang
- harus di dikembangkan terus-menerus
- begitu dalam konteks profesional tetapi
- juga dalam konteks personal begitu ya.
- saya nonton satu eh
- satu film eh kemarin-kemarin ini eh
- lebih lebih banyak refreshing juga
- begitu ya yang selama ini biasanya very
- tight schedule gitu ya kemarin-kemarin
- [tertawa]
- udah deh agak-agak rileks dikit eh
- rileksnya adalah eh nonton salah satu
- yang saya tonton adalah John Nash gitu
- ya dia ee penemu ee dia ahli matematika
- yang ee mendapatkan kan hadiah ee
- penghargaan Nobel. Kemudian dia juga ee
- teori-teorinya sampai sekarang masih
- digunakan gitu ya, terutama terkait
- dengan ee negosiasi dan lain sebagainya.
- Nah, dia karena dia kesibukannya yang
- begitu ee
- begitu menyita gitu ya, kepribadiannya
- pun ee banyak ee serius begitu ya. eh
- menjadi dia ee e dia terbatas dalam
- kehidupan yang lebih lebih ee santai
- begitu. Nah, ee kalau kita lihat
- komunikasi itu perlu dipelajari ee
- supaya apa? Supaya pesannya bisa sampai,
- supaya ee kita bisa menjalankan
- tugas-tugas
- dalam kehidupan kita. baik kehidupan,
- baik tugas-tugas kehidupan ee interaksi
- atau juga kehidupan ee yang berkaitan
- dengan ee pekerjaan begitu ya. Dan
- komunikasi dibutuhkan karena itu akan
- mempererat ee hubungan kita.
- Ada hal lain yang saya ingin ajak untuk
- refleksi kembali Iwan dan Ahwat, yaitu
- komunikasi di mana aja sama. Ya, itu
- adalah pendapat yang salah.
- Sama seperti yang tadi tuh pendapat
- sebelumnya adalah komunikasi itu alami.
- Padahal enggak tuh dipelajari. Kalau
- sekarang komunikasi itu sama loh gitu.
- Padahal ya yang benar adalah ada
- konteks-konteks.
- Kita harus tahu di mana kita
- berinteraksi
- gitu ya. Kalau kita konteksnya adalah eh
- keluarga
- eh berarti komunikasi dalam keluarga eh
- komunikasi dalam konteks profesional itu
- ada skill khusus yang perlu kita
- kembangkan juga begitu. Nah ee saya beri
- contoh misalnya begini. seorang politisi
- ee ee dia ingin ee menjadi politisi yang
- humanis misalnya begitu ya. Ee dia ingin
- ee masyarakat punya persepsi dia adalah
- politisi yang humanis. Ee masyarakat
- juga ingin mendapatkan politisi yang
- humanis begitu ya. Nah, ee bagaimana
- bisa
- menjalankan perannya sebagai politisi
- yang humanis? dia perlu mudah diajak
- berbicara, dia perlu mudah dimintai
- pertolongan, dia juga perlu ee mampu
- menyampaikan, mampu menemukan
- solusi-solusi dan menyampaikan
- solusi-solusi
- yang dibutuhkan oleh masyarakat. Itu
- adalah komunikasi efektif dalam konteks
- politisi. Jadi, ee ee keterampilan itu
- perlu kita asah.
- eh perbankan misalnya gitu atau customer
- service misalnya begitu ya. Itu dalam
- konteks profesional ee dia perlu tanggap
- dalam menerima telepon, menerima ee
- permintaan, menerima ee apa namanya? ee
- komplain, menerima ee apa? layanan
- misalnya ya, ada permintaan layanan.
- Kemudian dia juga mampu menggunakan
- bahasa yang positif. Kemudian juga dia
- tidak mengumbar janji yang dia tidak
- mampu untuk menepatinya.
- Kemudian dia juga punya pengetahuan
- tentang produk yang dia jual atau produk
- yang produk atau jasa yang mereka ee ee
- tawarkan kepada masyarakat. Jadi
- keterampilan
- berkomunikasi itu kontekstual gitu ya.
- dia juga perlu misalnya dia di e
- customer service atau di eh
- bidang-bidang apa saja ya di perusahaan
- misalnya ya dia perlu punya orientasi
- terhadap ee target si orientasi itu
- perlu diturunkan dalam ee
- aktivitas-aktivitas yang perlu ee
- berhubungan dengan orang lain, perlu
- berhubungan dengan customernya, perlu
- berhubungan dengan pihak-pihak yang
- diajak berkomunikasi. Jadi skill itu
- perlu kita kembangkan. Saya beri contoh
- lagi tentang komunikasi antara eh tenaga
- kesehatan ee ya ee dengan pasien ya
- dengan penerima layanan kesehatan gitu
- ya. Misalnya e misalnya antara dokter
- dengan pasien. Ee dokter ketika
- berinteraksi dengan pasien itu ada satu
- tahap tahap yang namanya prognosis gitu
- ya. apa itu prognosis gitu ya, Dokter
- ngasih tahu tentang potensi
- ee yang akan dialami oleh pasien. Jadi
- enggak cuman ngasih tahu ini ini
- penyakitnya apa gitu ya. Enggak cuman
- dari awal tuh kan ada tahapan-tahapan.
- Tahapannya dengerin, tahapannya
- bertanya-tanya memastikan, tahapannya
- pemeriksaan, kemudian tahapannya ngasih
- tahu. Termasuk juga di antaranya
- tahapannya memberikan prediksi-prediksi
- ya ke depan kira-kira dia akan mengalami
- proses apa sih selanjutnya itu tahap
- itu. Jadi skill itu pun perlu disadari
- oleh seorang pemberi pelayanan kesehatan
- bahwa dia perlu mampu mengekspresikan
- tahap itu. Kalau dia cuman dengerin
- doang, kemudian juga ee tahu kemudian
- kasih obat aja gitu ya ee tanpa
- menyampaikan ee ini apa dan juga
- prediksi ke depan itu
- ee tidak menghasilkan komunikasi yang
- efektif gitu atau kurang menghasilkan
- komunikasi yang efektif terutama ee
- seperti yang diharapkan oleh pasien.
- Jadi ee di tahap ini dokter ee
- memberiahu tidak hanya pengetahuan
- teknis
- ee medis gitu ya ee harusnya begini
- harusnya melakukan ee ini atau juga ee
- nanti ke depannya bakal seperti apa dan
- lain sebagainya. Tetapi juga perlu di
- sini memberikan perhatian apa sih
- keinginan dari pasien, apa sih harapan
- dari pasien, apa sih kekhawatirannya,
- apa sih kebingungannya, bagaimana
- perasaan pasien gitu ya. itu adalah
- skill yang enggak ujuk-ujuk itu
- dipelajari gitu loh. Jadi eh komunikasi
- itu sesuatu yang sekali lagi tadi enggak
- sama antara antara satu momen dengan
- momen lain. Ada konteks gitu ya. Dan
- konteks itu perlu dipelajari tadi yang
- pertama ya.
- Kemudian ee ada pendapat lain bahwa
- kalau saya ngomong saya berarti
- berkomunikasi gitu. Padahal diam pun
- berkomunikasi gitu ya. Diam pun adalah
- bentuk dari komunikasi. Ee ada
- komunikasi verbal, ada komunikasi
- nonverbal. Verbal adalah kata-kata.
- Nonverbal adalah bukan non kata-kata.
- Ya, apa aja itu?
- Ada ekspresi wajah, ada gerak tubuh, ada
- sentuhan, ada suara, ada ee ee apa
- namanya? Suara itu ada kecepatan,
- kekerasan, kualitas suara, ada intonasi
- gitu ya, dan lain sebagainya. Itu dari
- suara saja udah ada banyak ee ee ee
- items-nya. Misalnya ngomongnya keras,
- ngomongnya pelan, itu bermakna sesuatu
- begitu. Jadi bentuk-bentuk dari
- komunikasi
- itu bisa komunikasi yang ee tidak hanya
- kata-kata begitu. Itu juga perlu kita
- sadari. Ee saya ingin mengatakan tidak
- mudah semuanya itu kita
- apa namanya ee lakukan karena itu
- berkaitan dengan persepsi, dengan
- kepentingan,
- dengan harapan begitu. Karenanya ee kita
- perlu terus-menerus
- memperbaiki diri kita ee memperbaiki
- lingkungan kita dan lain sebagainya.
- [mendengus]
- Ee next ya. Mudah-mudahan ee ini ee
- reflektif gitu ya. Ee Iwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah. Ee berikutnya
- adalah em komunikasi itu berdasarkan
- niat. Heeh. Betul. tetapi tanpa niat pun
- ee atau kita tidak menyadari nih gitu
- ya, komunikasi itu juga terjadi begitu.
- kita enggak niat buat buat ee me
- ee menyakiti orang lain. Kita enggak
- niat buat ee ee
- membuat seseorang ee senang, tetapi itu
- bisa saja terjadi. Jadi, komunikasi bisa
- saja ada niat, bisa juga tanpa niat,
- gitu ya.
- Next.
- komunikasi.
- Sekali lagi tadinya enggak jauh beda eh
- tidak hanya kata-kata tetapi juga verbal
- dan nonverbal. Ee saya saya tadi sudah
- jelaskan ya. Dan ternyata nonverbalnya
- lebih banyak begitu. Ternyata
- nonverbalnya lebih banyak daripada
- verbal begitu ya. Ini reflektif sekali
- ya. Terutama juga untuk saya sendiri ini
- reflektif gitu seperti tadi ada yang
- tidak kita sadari, ada yang kita sadari.
- barangkali pendapat-pendapat
- yang tidak kita bayangkan itu terjadi
- begitu.
- Ee
- ada kesalahan lainnya yang kerap terjadi
- gitu ya. Pertama
- ee adalah bahwa makin banyak
- berkomunikasi makin efektif.
- Enggak juga gitu. Enggak juga. Nonverbal
- kan lebih banyak. bisa saja ee ee dengan
- tidak menyampaikan atau tidak ee
- menyampaikan dengan kata-kata itu juga
- lebih efektif gitu ya.
- Nah, jadi kita perlu ee kembali
- berefleksi tentang pilihan-pilihan kata,
- pilihan-pilihan nonverbal kita gitu ya.
- ee yang memang ee
- banyak hal yang sebenarnya kalau kita
- semua bisa me mem me apa berefleksi
- memperbaiki diri itu akan indah sekali
- gitu dan itulah manusia ee melihat
- kembali apa ya yang perlu saya benahi
- dalam hidup gitu.
- Ee saya ingat ada
- kata-kata yang di jalan tadi ya, on the
- way ini eh ada pernyataan ee dihasil
- begitu ya yang di ee diambil dari ee
- Al-Qur'an. Perkataan yang baik itu
- laksana pohon yang akarnya menghujam ke
- bumi [mendengus] ee dan pucuknya
- menjulang ke langit. Aduh, bagus sekali.
- Jadi pilihan kata itu
- penting.
- Ee keterampilan ya kan keterampilan
- komunikasi itu mendengar, bicara,
- membaca, menulis. Keterampilan ini
- penting sekali gitu.
- Pilihan kata aja ya. Kata-kata yang baik
- itu e laksana pohon yang akarnya
- menghujam ke bumi dan pucuknya menjulang
- ke langit. Jadi ee membawa kebaikan,
- menyegarkan dan positif ya. Atau
- misalnya orang banyak banget ngomong
- gitu ya, [tertawa]
- apa yang terjadi kalau banyak ngomong
- ya?
- Eh, barang siapa yang banyak bicara maka
- akan banyak salahnya.
- Ee dan barang siapa yang banyak salahnya
- maka akan banyak dosanya.
- Dan barang siapa yang banyak dosanya
- maka nerakalah yang pantas baginya. Itu
- e dari ee sahabat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, Umar bin Khattab.
- radhiallahu anhu. Ee
- berarti
- kita perlu ee lihat kembali begitu ya.
- Apa kita banyak menyampaikan kata-kata
- yang nonsense, kata-kata yang enggak
- tepat, kata-kata yang salah begitu ya.
- Ee
- banyak ngomong yang enggak perlu itu
- juga ee
- perlu kita pertimbangkan kembali. Jika
- engkau merasakan ee kekerasan di dalam
- hatimu, kelemahan pada badanmu, dan ee
- sulitnya rezekimu,
- maka ketahuilah bahwa engkau telah
- bicara pada perkara-perkara yang tidak
- ada manfaatnya bagimu.
- Keren banget ya.
- Al Imam Malik bin Dinar
- ee rahimahullah.
- Ee
- berarti
- [berdehem]
- ee kita perlu lihat kembali
- ee bahwa
- bicara itu ada maksudnya dalam
- berkomunikasi itu ada kata-kata dan juga
- ada bukan kata-kata. Kata-kata pun kita
- juga jangan berpikir, "Oh, karena
- kata-kata berarti kita banyak ngomong."
- Enggak juga. Belum tentu omongan kita
- itu beres begitu. Ee
- atau kita lupa tentang nonverbal.
- Padahal nonverbal itu ternyata
- berpengaruh begitu.
- Ee banyak bicara seringnya mengakibatkan
- penyesalan. [tertawa] Banyak orang
- nyesal karena banyak ngomong yang enggak
- penting gitu ya. makin banyak kita
- bicara, makin dikit kita dengerin
- karena harus ee
- ee apa namanya?
- Ada ada orang yang merasa wajib bicara
- ee
- karena dia ingin dengerin dia ngomong
- begitu ya. Efek samping dari bicara
- terlalu banyak itu juga hilangnya dialog
- dengan orang lain. Jadi,
- mari kita refleksi kembali. [tertawa]
- Ee masih banyak Mbak Nuning yang saya
- ingin elaborasi saat ini. Apakah kita ee
- ini
- lanjut dulu saja?
- Lanjutkan dulu. Oke. Baik. Oke. Ee
- jadi Mbak Nuning, ada satu kata bijak
- yang saya suka sekali ya.
- Waktu memang abadi
- tetapi manusia tidak.
- Maka dari itu tetap jalinlah komunikasi
- yang baik dengan orang-orang yang engkau
- sayangi.
- Ee
- ini penting untuk refleksi bagi kita
- juga.
- ee termasuk untuk saya sendiri.
- Eh,
- kita juga melihat berefleksi tentang
- mitos-mitos,
- mitos-mitos dari ee interaksi kita
- dengan orang lain.
- ee ketika kita mengalami ee
- perbedaan-perbedaan
- ee
- kita mengatakan bahwa ada orang yang
- memiliki mitos bahwa ketika ada konflik
- itu selalu dapat dihindari.
- Jadi ada kesalahpahaman
- kalau ee menemukan ketidakcocokan dalam
- berkomunikasi
- ee itu berarti
- enggak benar. Enggak enggak kayak gitu.
- Enggak cocok itu
- normal. Karena orang-orang itu beda.
- [tertawa]
- Kita sudah tahu nih wajahnya beda gitu.
- [tertawa]
- [mendengus]
- ee situasi harmonis itu bukan situasi
- yang ideal.
- Jadi ee serumah terus ee harmonis terus
- itu enggak enggak mungkin kayak gitu.
- [tertawa]
- Jadi kemarin saya ketemu sama orang Mbak
- Nuning sama sahabat saya ee ketemu lagi
- dia bilang begini
- ee
- beda usia ya saya sama orang tua saya
- itu kadang-kadang beda banget sudut
- pandangnya kata dia gitu.
- Ee terus saya sama anak saya itu beda
- banget sudut pandangnya.
- Terus dia bilang, "Itu normal." Betul.
- Betul sekali.
- Jadi
- kalau sama [tertawa]
- itu yang enggak normal [terkesiap] atau
- ee tidak seekstrem itu ya. Tetapi saya
- ingin mengatakan bahwa kalau beda
- pandangan Heeh. Ini namanya ee ee kita
- orang dewasa tuh sama anak-anak umur
- misalnya 5 tahun ya iyalah beda gitu ya
- [tertawa]
- masa sama. Nah, terus ee sama ee
- orang-orang yang sudah usianya senior
- banget gitu ya ee itu juga beda, wajar
- banget beda itu gitu. Jadi
- gimana caranya ee menyatukan
- perbedaan-perbedaan
- secara baik gitu. Men me bukan bukan
- menghindari
- ee situasi yang berbeda karena enggak
- mungkin
- enggak beda gitu.
- Kita pun yakin kembar aja beda gitu pola
- pikirnya. Apalagi enggak kembar gitu,
- apalagi background-nya
- ee
- berbeda.
- Jadi ee bukan kalau ada konflik
- dihindari, tetapi kemampuan untuk
- menyelesaikan konflik itu perlu kita
- kembangkan gitu.
- Mm. Kita dapat menghindari
- ee ee konflik ee dengan sengaja
- menutup-nutupi konflik sehingga kayaknya
- enggak ada apa-apa. Itu enggak benar.
- Heeh. Ee
- jadi sebaiknya adalah ee kita mampu
- menyelesaikan
- konflik gitu dengan apa?
- dengan mendiskusikannya,
- dengan me ee mengubah sudut pandang kita
- begitu ya. Karena manusia beda-beda,
- sangat wajar untuk enggak sepaham
- pikirannya.
- Ee jadi diselesaikan konfliknya bukan
- dihindari.
- Ini perlu kedewasaan, perlu perlu ee
- apa ya? perlu
- keterampilan ya. Sekali lagi niat baik
- itu perlu dijewantahkan
- dalam eh real eh eh action.
- Eh niat baiknya penting ya. Niat baiknya
- penting. Tetapi niat baik itu harus
- diekspresikan.
- Ee ada mitos lagi.
- Konflik selalu terjadi karena salah
- paham.
- Ya, kenyataannya
- ketegangan dan masalah biasanya muncul
- dari hal-hal yang sepele bahkan tidak
- masuk akal. Jadi bukan hanya bisa jadi
- kesalahpahaman itu ee ee bukan karena
- perbedaan yang besar begitu ya, tetapi
- yang sederhana-sederhana itu juga kerap
- kali. Ee beban pikiran yang banyak ya
- terkadang membuat orang salah
- mengekspresikan maksud dan tujuan orang
- lain sehingga bisa saja terjadi konflik
- begitu ya. ee prasangka,
- harapan ya itu juga bisa memicu konflik
- gitu.
- Misalnya kenapa itu? Oh, karena
- bahasanya misalnya sulit dimengerti gitu
- ya. Kemudian juga karena isu atau
- informasi yang diserapnya enggak lengkap
- misalnya begitu. Kemudian juga ee karena
- ada nilai-nilai yang berbeda, ada
- persepsi-persepsi yang berbeda, ee ada
- faktor lingkungan juga yang mempengaruhi
- gitu ya. Ee itu juga sangat memungkinkan
- untuk terjadinya ee konflik.
- Jadi sekali lagi reflektif. Mitos ketiga
- adalah konflik tanda lemahnya hubungan
- antar pribadi.
- Enggak kayak gitu, enggak benar itu.
- Begitu. Seringki orang merasa berbeda
- ketika tidak sepaham mengenai
- sifat-sifat antar individu begitu ya.
- Padahal
- kalau dikaji lebih dalam lagi, perbedaan
- sifat itu tidak ada
- korelasinya dengan hubungan antar
- pribadi. Yang terjadi kalau hubungannya
- dalam posisi yang kuat dan ideal dari
- sisi kecocokan-kecocokan sifat
- sekalipun, enggak bisa jadi ada konflik
- gitu loh. meskipun ini sahabat atau
- orang yang kita cocok, ada aja konflik
- gitu. Jadi konflik ada dalam setiap
- hubungan yang penting gitu ya.
- Ee
- yang perlu kita kembangkan adalah
- bagaimana kemampuan dalam mengatasi
- konflik tersebut.
- Konflik harus dapat dipecahkan.
- Iya mungkin.
- Ee tetapi tidak semua hal yang berbeda
- itu harus disatukan.
- Ya, enggak apa-apa. Satu mau ambil warna
- kuning, satu [tertawa] mau ambil warna
- hijau gitu ya. Ya, enggak apa-apa gitu.
- Ee memaksakan kehendak itu bisa jadi ee
- merugikan pihak lain justru akan memicu
- konflik. Jadi memahami ya, mm satu suka
- nasi goreng, satu suka soto ya enggak
- apa-apa juga begitu.
- Begitu Mbak Nuning.
- Ee mungkin itu dulu overview-nya.
- Iya,
- overview-nya kepanjangan. [tertawa]
- Tapi jelas memang ini semua merupakan
- bagian yang terus tetap harus
- dikembangkan, dipelajari. Ya,
- bayangkan kalau pilihan diksi
- berpengaruh begitu luar biasa. sementara
- kita sebodoh amat gitu.
- Iya betul.
- Oke nanti kita lanjutkan kembali
- sementara kalau ada yang ingin Anda
- lakukan, silakan nanti kembali ke
- ruangan Anda dengan bahasan ee lanjutan
- dengan beberapa hal yang mudah-mudahan
- membuat kita akan semakin mahir
- melakukan komunikasi bukan hanya pada
- diri sendiri bahkan untuk keluarga dan
- lingkungan kelompok pun tetap perlu
- belajar dan terus belajar.
- [musik]
- Brail TV.
- Masih bersama Rasil untuk Islam yang
- satu di acara Bincang Komunikasi dengan
- menghadirkan Dr. Laila Monaganim. Jadi,
- ikhwan akhwat, kalau kita berbicara saat
- kita punya kesempatan berbicara, tetapi
- juga diam ketika orang lain mau
- berbicara itu memang keren banget.
- bagian yang kadang-kadang bikin kita
- gergetan ya itu selalu saja terjadi
- karakternya orang masing-masing apalagi
- kalau yang cerewet
- dan kalau tadi Mbak Mona bilang pilihan
- diksi yang tepat itu seperti akarnya
- menhujam ke dalam bumi ee ujungnya
- menjulang ke angkasa itu luar biasa
- sekali kita lanjutkan karena masih ada
- beberapa yang perlu kita simak dan nanti
- kita ke pertanyaan yang sudah dikirim ya
- silakan Mbak Man.
- Oke Mbak Nuning. Thank you very much. ee
- saya akan elaborasi sedikit tentang
- kendala-kendala ya ee dalam
- berkomunikasi, kendala fisik ya ee
- karena waktunya
- ee enggak tepat waktu berinteraksi,
- kemudian tempatnya juga gitu ya,
- kemudian juga ruangannya, iklim juga.
- Kadang-kadang kalau iklimnya terlalu
- panas, terlalu dingin, kita jadi enggak
- bisa konsentrasi nih mau mau ee apa
- namanya? Ngomongin bisnis enggak akan
- bisa. Mungkin ee ngomongin sesuatu yang
- serius-serius mungkin juga akan tidak
- terlalu tepat begitu ya. Ee kalau
- misalnya iklim tertentu begitu. Jadi ee
- ternyata kita juga perlu
- mempertimbangkan hal-hal itu gitu.
- Kemudian juga suaranya bising misalnya
- begitu ya. Itu memungkinkan untuk
- keterbatasan kita dalam berinteraksi. Em
- ee telepon misalnya ya pelan banget,
- keras banget dan lain sebagainya. Ee
- atau pilihan ee mediumnya misalnya ya
- pakai telepon atau misalnya mau
- ngomongin sesuatu yang penting tapi kita
- pakai ditulis gitu ya, pakai WhatsApp
- misalnya begitu ya. itu enggak terlalu
- tepat. Eh
- eh kalau sesuatu isu yang penting akan
- lebih baik atau penting dan detail akan
- lebih baik melalui ee percakapan ee
- langsung misalnya ngomong langsung
- misalnya gitu ya. Ee kemudian ee ee atau
- juga ditulis gitu ditulis ee
- kesepakatan-kesepakatan itu kan penting
- ya. itu juga ditulis misalnya ya dalam e
- kegiatan-kegiatan kantor dan lain
- sebagainya ditulis dengan jelas sehingga
- tidak ada ee perbedaan ee sudut pandang
- tetapi juga disampaikan. Jadi
- pilihan-pilihan itu kita perlu
- pertimbangkan dengan baik begitu ya.
- Kemudian ee kendala karena tadi salah
- milih ee ruang atau salah milih medium
- misalnya mau ngomongin sesuatu yang
- penting melalui Facebook gitu ya.
- [tertawa]
- Itu ruang publik gitu ya. E enggak tepat
- deh ngomongin sesuatu yang penting sama
- teman atau sama e seseorang yang kita
- anggap penting, tetapi melalui e medium
- publik gitu. Kemudian juga misalnya
- perbedaan budaya
- itu enggak bisa kita abaikan juga
- misalnya ya ee keragaman budaya antara
- satu budaya dengan budaya lain yang
- biasanya yang budaya ini adalah straight
- forward langsung ngomongnya budaya ini
- ngomongnya enggak langsung misalnya
- begitu bisa menjadikan kendala juga.
- Kemudian juga misalnya ee karena ee
- psikologis kepribadian seseorang
- itu juga bisa mempengaruhi ee kita
- berjalan
- dalam berkomunikasi. Yang satu misalnya
- introvert, satu ekstrovert gitu ya. Satu
- ee orangnya biasa menyampaikan banyak
- hal, yang satu enggak terlalu biasa
- begitu ya. itu juga bisa menjadi kendala
- apa ya, chemistry atau juga kendala
- psikologis yang e perlu kita perhatikan
- atau karena mood-nya misalnya e karena
- mood-nya atau karena ee
- persepsi-persepsi tertentu misalnya gitu
- ya. Jadi ee yuk makin kita asah, makin
- kita kembangkan kembali keterampilan ini
- begitu ya dalam kita berinteraksi dengan
- orang lain.
- Ee saya mau nambahin lagi tentang
- konflik tadi ya. Ada orang yang
- berpendapat bahwa konflik adalah sesuatu
- yang buruk. Jadi kita sedemikian rupa
- menghindari konflik. Sekali lagi, enggak
- mungkin kita itu ee menghindari konflik
- karena konflik ada dalam setiap hubungan
- yang penting dan orang itu
- berinteraksinya itu pikiran dan perasaan
- serta tindakan. Beda-beda nih orang sama
- orang begitu. Jadi kita membiasakan
- untuk bisa menerima dan membuka diri
- gitu ya ee itu akan jauh lebih baik
- gitu.
- Ada mitos lagi, saya harus tahu pikiran
- orang lain gitu ya. Saya harus tahu isi
- hati orang. Nah, ada rumus nih.
- Manusia bukan pembaca pikiran, manusia
- bukan pembaca perasaan, gitu ya. Ee ee
- jadi kita ee
- tidak perlu
- me apa ya merasa ee bersalah gitu ya.
- Karena kita tidak tahu itu. Karenanya
- cari cara untuk menyampaikan
- sehingga kita tahu pikiran dan perasaan
- orang lain.
- Ee ketika salah paham, oh berarti ini
- pikirannya kayak gimana ya, perasaannya
- kayak gimana ya, gitu ya. Ee kita perlu
- sampaikan e jadi menghindari untuk tidak
- menebak-nebak tetapi perlu menyampaikan.
- Ee terus ada pendapat bahwa
- mengekspresikan perasaan tidak suka atau
- marah itu tidak baik untuk kita lakukan.
- Itu baik kita lakukan sebenarnya karena
- ee kita perlu menyampaikan dengan cara
- yang baik ya. ee kita perlu
- manusia kan punya pola pikir
- cara pandang yang berbeda-beda karena
- itu perlu disampaikan dengan tepat
- begitu ya ee ee kecuali ada hal yang
- sangat ee krusial dan penting ya ee
- tepat untuk kita sepakat untuk tidak
- sepakat bisa aja gitu
- ya. itu tadi beda-beda. Yang [tertawa]
- satu mau pergi ke mana, yang satu mau
- pergi ke mana. Ya, kalau misalnya itu
- benar-benar penting banget ya enggak
- apa-apa gitu. Tetapi ketika berbeda
- enggak apa-apa kita sampaikan ternyata
- dari perbedaan itu, "Oh, i ya kita
- sama-sama mau bikin nasi goreng gitu ya
- [tertawa]
- udah masak aja nasi goreng gitu." Tetapi
- kalau ee yang satu boleh makan nasi
- goreng, yang satu enggak boleh karena
- lagi sakit jadi harus bubur misalnya
- begitu ya. itu kan beda banget tuh gitu.
- Jadi ya ee ee kita bisa
- memahami. Kalau beda beda awalnya ya
- enggak apa-apa wajar aja gitu ya. Jangan
- merasa ee salah untuk ee berbeda. Jangan
- merasa salah untuk menyampaikan perasaan
- ee tidak nyaman atau marah begitu ya.
- ee
- dan kita perlu tahu dampak dari
- pilihan-pilihan yang kita lakukan. Jadi
- menghargai pandangan orang lain ya yang
- mungkin juga berbeda apalagi dalam
- situasi COVID ini ya banyak hal sensitif
- yang terjadi begitu ya sudut pandang
- ekspektasi dan lain sebagainya. Ee itu
- perlu kita lihat kembali dengan baik.
- Mbak Nuning ada yang mau disampaikan
- enggak?
- Iya beberapa pertanyaan ya boleh
- langsung ya. kita masih akan terus
- sambil ee menjawab pertanyaan sambil
- memberikan
- tambahan
- ini dari hamba Allah saya sering diminta
- coba deh ulang coba deh atas pembicaraan
- saya ini karena apa ya saya sudah
- jelaskan tapi seringnya begitu terus apa
- karena bicara saya memang terlalu cepat
- mau tipsnya dong
- iya
- jadi ee ceritanya ee siapa ya namanya
- enggak disebut
- ada. Oke ya untuk ee Iwan atau alhawat
- yang sharing barusan. Terima kasih. Jadi
- ee
- beliau itu ketika ngomong ada orang
- nanya
- diulang dong diulang diulang
- diulang dong diulang gitu ya. Ini juga
- bagus banget ya untuk kita berefleksi.
- Mungkin aja kita pretelin ya mungkin aja
- pilihan katanya enggak jelas ya. ee
- mungkin juga ee apa namanya cara
- menyampaikannya
- ee perlu diperbaiki lagi misalnya ee
- kekerasannya,
- kecepatannya begitu ya. Nah, gimana cara
- memperbaiki yang pilihan katanya dulu?
- Yang pertama adalah clear dulu idenya
- apa, mau ngomong apa, clear dulu idenya.
- dari clear idenya lalu disampaikan
- dengan bahasa yang se
- see sefisien mungkin, sesederhana
- mungkin begitu ya. Sesuatu yang orang
- tuh mudah untuk ee pahami.
- Memang ini ee PR kita bersama untuk bisa
- menyampaikan dengan bahasa yang
- sederhana ya di ee
- di dalam ee apa? di dalam ee panduan di
- dalam Islam itu ada ee namanya ee
- ulan baligho ya, tepat sasaran
- komunikatif to the point, mudah
- dimengerti gitu ya. Jadi omongannya itu
- ee menyentuh saraf yang tepat gitu ya
- bahasa sederhananya. Nah, ini ee saya
- saya suka kasih contoh ini
- ee
- kita ingin meminta
- em apa namanya? Minum. Heeh.
- Heeh. [berdehem]
- Mau minta minum nih gitu ya. Gimana sih
- ngomongnya ya? Terus ee ketika saya
- bilang ee bayangin mau minta minum
- gimana ngomongnya? Nah, terus ee
- jawabannya tuh begini. Mem
- enak ee haus ya gitu ya. Itu pertama.
- Kedua ee
- kayaknya ee siang-siang gini ee
- enak ya minum gitu ya. Ee kemudian yang
- ketiga
- saya
- mau minum ya gitu.
- Tiga aja. Tiga aja ya. Tiga aja ya. Yang
- pertama ee haus ya gitu ya. Yang kedua
- ya kan haus ya adalah informasi saya
- haus ya gitu. Kedua eh siang-siang gini
- enak ya kalau kita minum gitu ya. It's
- information juga. Ketiga adalah apa tadi
- Mbak? [tertawa]
- Eh ee saya mau minum. Heeh. Nah,
- pertanyaannya adalah mau minumnya apa
- sih? Ya, ketika saya tanya lagi,
- minumnya apa ya yang benar-benar
- diinginkan gitu ya. Oh, ternyata
- keluarnya itu ee es campur gitu ya atau
- e es teh misalnya begitu ya. Misalnya es
- teh,
- pernyataan yang pertama yang tadi, yang
- kedua, yang ketiga itu tidak membuat
- orang ngerti bahwa maunya es teh gitu
- loh. Enggak sampai nih pesannya gitu.
- Jadi kita perlu ngelihat lagi, refleksi
- lagi gimana ya ngomong yang bikin orang
- ngerti maunya saya maunya es teh.
- Ee sehingga orang enggak akan nanya lagi
- saya perlu bawain apa misalnya gitu kan.
- tadi kan ee coba diulang lagi misalnya
- ee kalau misalnya dia mau minta minum
- tetapi dia ngomongnya begitu mungkin
- kemungkinan besar orang tersebut yang
- kita ajak berkomunikasi bingung saya
- harus apa ya gitu saya harus ngapain
- saya harus bawain apa air putih kalau
- air putih nanti nanti akan salah pasti
- pasti setelah sampai juga akan bilang
- karena ekspektasinya adalah es teh, ya
- kan? ee jadi enggak sampai. Nah, itu
- juga perlu kita pertimbangkan. Pilihan
- kata perlu
- menyentuh saraf yang tepat itu perlu
- kita kembangkan. Lalu yang kedua yang
- memungkinkan juga adalah ee
- menyampaikannya dengan baik gitu ya.
- Menyampaikannya dengan baik dengan ee
- nonverbal yang tepat begitu. Itu itu
- juga perlu kita kembangkan juga begitu.
- Eh, semoga menjawab, Mbak Nuni.
- Baik. Kemudian ini dari hamba Allah
- lagi.
- Heeh.
- Emm. Asalamualaikum Mbak Mona, Mbak
- Nuning.
- Waalaikumsalam.
- Mungkinkah bisa belajar
- cara berkomunikasi lewat media grup WA
- misalkan dengan melihat teman-teman di
- grup dalam berbicara, saling komen-komen
- atau menyelesaikan satu masalah di dalam
- grup itu.
- Kita lihat, He.
- Kita belajar.
- Heeh. meskipun dalam lingkup yang kecil.
- Mohon tanggapan dan nasehatnya Sukron.
- Iya.
- Iya.
- Of.
- Betul. Bisa banget. Bisa banget gitu ya.
- Ee yang pertama perlu kita miliki adalah
- panduan ee
- petanya. Heeh. Komunikasi itu perlu
- kayak gimana gitu ya. atau ee ini ini
- boleh kita lakukan petanya kita miliki
- kita kita pahami dulu oh harus jelas
- harus ee enak gitu ya harus sampai
- pesannya dan sebagainya ee kemudian kita
- jadi lihat oh pantesan ya ini
- pertanyaannya muncul lagi soalnya enggak
- jelas misalnya begitu itu. Jadi kita
- menjadi lebih kritis atas pesan-pesan.
- Jadi ini kayak sekolah, kayak training
- gitu ya yang kita lakukan melalui media
- sosial yang kita miliki gitu. Oh ya ini
- pantesan aja kok jadi ribut gara-gara
- ini kita evaluasi itu bisa kita lakukan
- karena kita punya panduan atau kita
- langsung terjun ya baca kenapa kalau ada
- ada masalah ada keributan dan lain
- sebagainya. Oh, kenapa ya? Coba kita
- analisa. Oh, karena barangkali berapa
- saat yang lalu ada ada salah satu WA di
- grup ee salah satu grup yang saya ada di
- sana itu ramai banget gitu ya. Dan
- akhirnya sampai ee ee ada apa ya, ada
- persinggungan verbal gitu ya, ributlah
- kira-kira gitu ya. Ee si ini mikir gini,
- si ini mikir gini, terus e jadi saling
- nyerang dan lain sebagainya.
- Ee
- nah kalau kita lihat kembali ke atas itu
- ee ternyata ee interpretasi yang berbeda
- gitu. Dicroll lagi ke atas. Oh iya ya.
- Ternyata dia itu mengkopas satu pesan
- yang sebenarnya bukan pesan yang dia
- bikin sendiri tetapi kopas saja. Lalu
- orang yang memaknai pesan tersebut udah
- sampai jauh banget nyalahin ke pribadi
- dari teman yang tersebut mengirimkan.
- Seolah-olah itu pernyataan dia yang ee
- ee agresif seperti itu begitu. Padahal
- itu dia tidak bermaksud jadi ekspektasi
- atau ada keyakinan-keyakinan tertentu
- yang yang dia yakini ini pasti salah nih
- kayak gini. Jadi jadinya ribut. Padahal
- ee
- kalau misalnya kita bisa ngelihat
- kembali ini perlu diseriusin apa enggak
- ya gitu, kayaknya sayang deh hubungan
- kita jadi rusak gara-gara pesan-pesan
- yang enggak tepat gitu. Balik lagi sama
- tadi ee mitos atau refleksi bahwa mm
- membuat
- ee pesan itu kalau kalau enggak tepat
- itu ternyata berdampak begitu. Jadi
- tidak hanya pesan verbal tapi juga
- nonverbal.
- Ini PR untuk kita bersama.
- Iya.
- Makanya refleksi [tertawa]
- dan enggak ada berhentinya ya. yang
- namanya PR. Terus
- ee ini ada pertanyaan lagi.
- Heeh. Kalau dalam bertukar ide dan
- diskusi tentang gagasan, ada yang ngotot
- dengan idenya, terus gimana cara
- menengahinya? Di grup kami ada yang
- kayak gitu tuh sebel. [tertawa]
- Iya. Iya, saya mengerti. Eh, jadi ee
- saya suka sama satu pertandingan yang ee
- pernah ee apa namanya?
- Saya suka sharing sama teman-teman ya,
- main panco. Analoginya panco gitu ya.
- Jadi, mm saya
- ee jadi panco. Kalau kalau main panco
- yang real itu
- apa ya bahasa sundanya? Pangotot-ngotot
- gitu ya. [tertawa]
- Pokoknya gue yang menang. Wah, ya.
- Fighting spiritnya tinggi sekali. Harus
- gini, harus gini gitu ya. Pokoknya gue
- yang menang nih kayak gini nih, gitu.
- Nah.
- menang adalah menjatuhkan lawan di di
- ee
- diletak ee apa namanya? Tangan kita,
- jatuhnya tangan kita gitu ya yang ee itu
- adalah menang. Nah, setelah kita lihat
- kembali kalau kita main pakai gaya itu
- di dalam konteks percakapan sehari-hari
- itu yang enggak benar gitu. Itu itu oke,
- bagus banget. Di mana? Di olahraga.
- Konteks percakapan kalau begitu enggak
- tepat begitu. Jadi apa yang perlu kita
- lakukan adalah
- ee mendengarkan kuncinya di keterampilan
- mendengarkan mendengarkan sudut pandang
- dia.
- Ee jadi kita tahu
- karena sisi yang mungkin benar tidak
- dapat dipertimbangkan pada saat yang
- sama gitu. Ee
- saya kasih contoh Mbak Nuning ini ya.
- Ini ya. Ini adalah cawan ya, Mbak Nuning
- ya.
- Nah, cawan ini warnanya ada putih, ada
- bunga, bunga, bunga-bunga ya. Kemudian
- atau ada apa? Desain bunga. Terus ini
- adalah warnanya coklat, ada putihnya
- sedikit gitu ya. Nah, ini cawan ini
- sama nih sama yang ini ya kan beda aja
- ee ngelihatnya gitu ya. Beda aja di
- balik sana. balik sini gitu. Jadi kalau
- misalnya yang ee teman kita misalnya ya,
- A ngelihatnya yang di bagian ini, B
- ngelihatnya yang di bagian yang ini ya,
- yang warnanya coklat semua atau coklat
- di tengah dengan putih sedikit, itu yang
- benar yang mana? Kalau dia bilang ini,
- ini warnanya ee dominan putih ee e
- dengan bunga-bunga di samping di
- pinggiran misalnya gitu. itu benar. Nah,
- sekarang yang di sini e warnanya coklat
- dengan ada ee ee bulat putih. Benar.
- Jadi dua-duanya benar nih.
- Kalau gitu yang mana yang paling benar?
- Nah, dengan kita dengerin sudut pandang
- teman kita gitu ya
- ee oh dia ngelihatnya dari sisi yang di
- bagian bagian ee yang ada bunga-bunga
- di pinggir-pinggir. Jadi benar dia benar
- nih gitu. Terus ee jadi kita dengerin
- dia yang ngelihat dengan sudut pandang
- itu. Oh iya benar. Nah, sekarang ajak
- dia untuk ngelihat sudut pandang kita
- yang begini nih, yang warnanya dominan
- coklat, ada bulat ee putih. Jadi, enggak
- ada bunga-bunga, bulat putih begitu
- saja. E, itu benar enggak? Benar. Jadi,
- dua-duanya benar.
- Sudut pandang yang berbeda itu
- bisa saja benar. Jadi kita enggak
- kegekeh-kekeh gitu ya, bahwa sudut
- pandang saya lebih benar dengan kita mau
- mendengarkan orang lain. Ee oh iya ya,
- dia benar, saya benar, terus apa dong
- yang mana yang harus kita pilih? Ya
- enggak, enggak ada yang dipilih ya.
- Dua-duanya emang benar gitu.
- Ee kita bisa sepakati yang mana sih yang
- mau ditampilkan. Boleh kan seperti itu
- begitu. He.
- Jadi ee
- memahami sudut pandang orang lain itu
- yang perlu tips yang perlu kita
- kembangkan.
- Mungkin
- kitanya bisa, orang lainnya enggak bisa
- jadi ramai juga ya.
- Ee karenanya kita dengerin dulu. Heeh.
- Supaya dia tahu. Oh iya ya gitu ya sudut
- pandangnya. Terus nanti kita dengerin,
- oke, saya ngerti sudut pandang kamu itu.
- Lalu boleh enggak saya sampaikan cara
- saya ngelihat? Nah, diajak di untuk
- ngelihat sudut pandang kita, dia juga
- akhirnya iya ya benar juga gitu gitu.
- Jadi
- kita duluan gitu yang dengerin dia. He.
- Jadi telinga tuh dua ya, mulut satu.
- [tertawa]
- Betul.
- Betul. Oke, ini ada pertanyaan dari
- mana nih? Kawan saya suka sekali dari
- Mbak Susi,
- kawan saya suka sekali pakai istilah
- asing, sebel tahu.
- Heeh.
- Biar keren apa gimana sih? Respon yang
- baik bagaimana agar dia tidak begitu
- terus dan terus dan terus karena kami
- ada dalam satu kelompok.
- Iya. Iya. Ya. Ya. Ya. Jadi itu ada
- kajiannya juga Mbak Nuning. Ee
- kita bisa ee menyampaikan
- terminologi asing atau istilah-istilah
- asing kalau kita sama-sama sudah sepakat
- gitu ya. Karena kan itu kan ee
- istilah itu kan ee udah disepakati gitu.
- Kalau enggak kan kita kesulitan juga
- begitu ya kan menyatakannya kalau enggak
- kalau enggak sama.
- Karenanya kalau ternyata itu istilahnya
- itu ada istilah lain yang sudah
- bisa kita sama-sama ngertiin
- ya, mm
- kita mungkin bisa sampaikan sama teman
- kita bahwa ee tolong dong jangan pakai
- istilah asing gitu ya ee
- supaya lebih ngerti gitu. Ee kita bisa
- sampaikan saja gitu. Ee ternyata yang
- kita khawatirkan untuk sampaikan itu
- ternyata bisa jadi ringan kok. [tertawa]
- Kadang-kadang sudah berat duluan ya,
- beban duluan. Karena akan menyinggung
- perasaan orang itu biasanya suka berat
- gitu.
- Betul. He itulah pelajarannya kita harus
- mendengarkan dan
- perbaiki lagi gitu, Mbak Nuning.
- Oh iya ya. Saya coba deh. Saya coba yang
- tadinya ee di di pikiran dan perasaan
- kayaknya gini, kayaknya gini, kayaknya
- gini. Nah, itu ee coba deh di challenge
- gitu. Keren juga tuh kalau di grup kita
- nanya ya.
- Heeh.
- Eh menurutmu aku gimana? Apa yang harus
- aku perbaiki? Gitu.
- Betul. Betul. Betul.
- Iya. Iya. Terus kalau orang dengan kadar
- heboh yang luar biasa juga yang susah
- sekali untuk direm itu
- Iya. Mbak Noni
- harus diapain [tertawa]
- itu? Itu juga itu kategorinya
- karakteristik pribadi gitu ya.
- Kepribadian orang gitu ya yang heboh,
- yang suka ini gitu ya. ee kita bisa
- nerima dia gitu ya. Jadi yang yang kita
- perbaiki kan adalah kita nih gimana ya
- caranya saya nerima dia dengan
- kepribadian yang berbeda gitu ya.
- Dan dalam kategori tertentu yang di mana
- itu lagi enggak pantas buat heboh,
- kita bisa sampaikan bahwa ee
- jangan berperilaku seperti itu gitu.
- Jadi, mm kan tadi orangnya wajahnya
- sudah beda ya, [tertawa] latar
- belakangnya beda, ee apa ee aktivitasnya
- beda, pekerjaannya beda, kepribadiannya
- beda gitu. Jadi ini itulah mengapa
- komunikasi itu enggak sederhana,
- [tertawa]
- harus dipelajari. Tadi bicara soal
- heboh, Mbak. He.
- Tapi kalau misalnya di sini bukan heboh
- yang jadi kendala ada pertanyaan tapi
- karena di
- ee terputus atau gimana? Tapi intinya
- adalah ada orang yang sebenarnya enggak
- tahu tapi sok tahu. Nah, ini gimana juga
- cara ngatasinya [tertawa]
- ngebuang-buang waktu di dalam pertemuan
- jadinya.
- Iya. Iya. Iya. Iya. Nah, itu dia ee di
- situ strategi strategi memastikan
- ee pertemuan ini ditujukan untuk apa.
- Jadi, penyelenggara dalam pertemuan itu
- perlu
- menjadi apa ya ee pemandu pemandu arah
- dalam pertemuan itu. Oke, kita diskusiin
- ini ya. Nanti kalau mulai melenceng
- misalnya kita diskusiin tentang
- ee
- ee satu isu ya, tetapi nanti
- pembahasannya misalnya tentang ee nasi
- goreng, [tertawa]
- nanti pembahasannya cara masak nasi
- goreng kan itu kan isunya mendalam juga
- begitu. Ternyata nanti yang ngebahasnya
- tentang gudek itu gudek aja pasti banyak
- banget kan perentilannya dan lain
- sebagainya. Nasi goreng aja banyak gitu
- ya kan. nasi goreng yang kesannya
- sederhana, tetapi sebenarnya ee paketnya
- juga ada ini, ada itu dan lain
- sebagainya begitu. Nah, ternyata ketika
- kita membahas isu yang lain yang ee
- gudek misalnya, itu juga akan menjadi
- fokus kita terhadap nasi goreng enggak
- jalan gitu loh. Jadi pemandu dari itu
- acara tersebut perlu dari agenda
- tersebut perlu ee memiliki kemampuan
- untuk menengahi, mengingatkan gitu. Itu
- keterampilan lagi. [tertawa]
- Baik. ini ya
- ya Mbak Nuni kalau kita terus-menerus
- memperbaiki kita.
- Pertanyaan jauh cukup ee dari yang
- terakhir ini mungkin ya. Asalamualaikum.
- Tadi disebutkan peta ya. Peta yang
- dimaksud ini peta apa sih dan
- unsur-unsurnya apa saja? Mau tahu dong?
- Iya. Jadi ee misalnya begini, ketika
- kita mau bicara itu perlu ee dapat
- dipahami. Misalnya petanya ya ee
- bahasanya mudah dipahami, kemudian
- sederhana, kemudian em apa namanya?
- Terdengarnya nyaman dan lain sebagainya.
- Itu tuh panduan-panduan menyampaikan
- pesan begitu ya. Ee kita perlu tahu. Oh
- iya ya. Ee kalau perlu kita cari dulu.
- Kalau enggak ya kita pakai insting aja
- ngelihat ini ini jelas enggak sih?
- Misalnya kayak tadi saya kasih contoh ee
- kita ingin minta minum terus
- kata-katanya ee haus ya gitu. Hausnya
- itu padahal inginnya minumnya adalah es
- teh, es teh manis. Kalau pilihan kata
- haus ya, apakah itu sudah cukup me ee
- menjelaskan ee e permintaan saya ingin
- minum es teh manis ya gitu enggak cukup.
- Kecuali sudah punya pengalaman
- kebersamaan yang sama dan berulang-ulang
- dia udah tahu nih kalau dibilang haus
- berarti pasti es teh manis gitu. Jadi
- kita perlu ee
- memahami bahwa belum tentu jadi orang
- bukan pembaca pikiran, perasaan gitu.
- Iya. Itu tadi dari Anis ya, dari Anis
- Bahen.
- Jadi karena kita sudah sampai di
- penghujung, mudah-mudahan bahasan hari
- ini ee cukup mencerahkan. Mari kita
- rangkum, Mbak Mona. Iya, Mbak Nuning.
- Eh,
- kebiasaan baik mari kita kembangkan,
- kebiasaan buruk mari kita tinggalkan.
- Itu refleksi dari komunikasi
- yang sudah kita lalui selama ini. Ee
- setiap saat kita ingin lebih baik, kita
- ingin jadi orang yang lebih baik, lebih
- baik dan lain sebagainya. Untuk itu,
- mari kita ee tingkatkan
- keterampilan
- penting
- dalam kehidupan kita, yaitu komunikasi.
- Karena manusia itu lahir tidak langsung
- diberi keterampilan
- ee ber komunikasi yang ee komprehensif
- gitu ya. Insting-insting dapat gitu ya.
- Dia mengkomunikasikan dengan gerak
- tubuh, nangis dan lain sebagainya. Tapi
- untuk komunikasi yang lebih efektif,
- kita perlu kembangkan ini keterampilan
- kayak nyetir, kayak kayak berenang,
- kayak ee masak. Ya, [tertawa]
- [terkesiap]
- demikian. Semoga ada manfaatnya dialog
- kita hari ini dan mari kita terus
- mengembangkan potensi-potensi yang pasti
- tersembunyi dalam diri kita. Terima
- kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Mbak Mona dan
- ikhwan akhwat. Tadi disebut juga ya
- bahwa waktu itu memang abadi tapi
- kitanya tidak abadi ya. Jadi menciptakan
- hubungan yang baik dengan komunikasi
- yang juga perlu kecerdasan serta
- kesabaran untuk menempatkan diri.
- Mudah-mudahan membuat kita menjadi sosok
- yang cukup ee menyenangkan untuk
- dijadikan teman ngobrol oleh siapapun
- juga.
- Terima kasih sekali lagi. Billahi taufik
- wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.