Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:40 [musik] 0:45 Brail 1:04 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:05 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07 Alhamdulillah wasyukurillah wala haula 1:09 wala quwwata illa billah. Asyhadu alla 1:12 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 1:14 asyhadu anna muhammadan abduhu wa 1:15 rasuluh. Masih dipanjaruaskan dari jalan 1:18 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 1:21 Cibu berbekasi. Inilah radio Silaturahim 1:23 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:26 para pendengar radio silaturahim dan 1:28 juga pemirsa Rask Visual di mana pun 1:30 Anda dapat menyimak kesarahan kami. 1:32 Bagaimana kabar Anda di pagi hari ini? 1:35 Semoga pagi hari ini ikhwan akhwat masih 1:37 dalam keadaan semangat dan mudah-mudahan 1:39 masih dalam keadaan sehat walafiat dan 1:41 mudah-mudahan 1:43 puasa kita di hari ini diberikan 1:45 kekuatan oleh Allah subhanahu wa taala. 1:47 Amin. Allahum amin. Senang sekali 1:49 rasanya Muhammad Anis Mualim beserta kru 1:51 hasil yang bertugas di pagi hari ini. 1:53 Ada Ondi di kameramen dan juga ada 1:56 Muhammad Fahri di meja operator hadir 1:58 kembali secara langsung dalam program 2:00 acara 2:02 Hikmah Pagi dalam kajian keluarga islami 2:05 tentu dalam edisi hari ini yaitu di hari 2:07 Jumat di tanggal 22 Ramadan 1441 2:11 Hijriah bertepatan di tanggal 15 Mei 2:15 2020. Ikhwan akhwat, para pendengar 2:18 Radio Sultraim dan juga pemirsa Rasil 2:19 Visual. Kami menyapa ikhwan akhwat yang 2:22 berada di daerah yang berada di Batam, 2:25 Magelang, Pontianak, dan juga yang 2:27 berada di Sukabumi, Semarang, Palembang, 2:29 Bondowoso, Banyuwangi, dan juga yang ada 2:32 di Piungan, Yogyakarta. Semoga kabar 2:35 Anda dalam sehat walafiat. Amin. Allahum 2:37 amin. Di pagi hari ini kami menghadirkan 2:39 narasumber kita insyaallah akan 2:40 memberikan kajiannya dalam pembahasan 2:43 kajian keluarga islami di hikmah pagi 2:45 ini yaitu bersama Ustaz Agus Sudarmaji. 2:48 Kita sapa terlebih dahulu. 2:49 Asalamualaikum warahmatullahi 2:50 wabarakatuh, Pak Ustaz. 2:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:52 wabarakatuh. 2:53 Kabar baik, sehat walafiat, Pak Ustaz? 2:55 Alhamdulillah. Bang Anis 2:56 masih semangat, Ustaz? 2:57 Oh, masih. 2:58 Kita ee masih di kondisi pandemik kayak 3:01 gini, Pak Ustaz. Dan kita juga sudah 3:02 masuk di 22 Ramadan, Pak Ustaz. Ya, 3:05 enggak kerasa, Pak Ustaz. tidak berasa 3:07 ya waktu terus bergulitah dan di 10 3:09 terakhir Ramadan ini kan kita selalu 3:11 indi dengan iktikaf, Ustaz ya. 3:12 Iya, betul. 3:13 Nah, ini pembahasan kita bagus sekali, 3:14 Ustaz, ya mengenai ee iktikaf iktikaf 3:18 sebagai camping spiritual, Ustaz, ya. 3:20 Betul. Insyaallah pembahasan kita di 3:21 pagi hari ini. Kami juga akan mengundang 3:23 bagi ikhwan akhwat yang ingin 3:24 mengirimankan pertanyaan insyaallah di 3:26 sesi yang kedua dipersilakan di line 3:28 interaktif kami di line telepon di 3:30 0218451512 3:33 dan juga untuk layanan WhatsApp-nya di 3:35 0811999720. 3:40 Kita buka acara hikmah pagi. 3:42 Bersama-sama kita membaca doa thabul 3:44 ilmi. Bismillahirrahmanirrahim. 3:46 ilman Allah bimaamani waimni mafuni 3:51 warzuqni ilman aminad pak ustaz 3:55 bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum 3:57 warahmatullahi wabarakatuh 4:00 alhamdulillahi rabbil alamin ashadu alla 4:03 ilahaillallah wahdahu la syarikalah 4:06 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 4:08 rasuluhu la nabiya ba'dah Allahumma 4:10 sholli ala muhammad wa ala ali muhammad 4:12 wab qallahu taala fil kitabil karim 4:16 illahir 4:19 ya ayyuhalladina amanutaqulaha haqq 4:23 tuqatih wala tamutunna illa wa antum 4:27 muslimunqallahulzim 4:31 ikhwan dan akhwat rahimakumullah 4:34 syukur kepada Allah tak henti-hentinya 4:37 kita memuji 4:39 memuja 4:41 dan mensyukuri apa yang Allah berikan 4:44 pada kita 4:46 hanya kepada Allah, hanya untuk Allah 4:49 saja semua puja dan puji. 4:52 Ikhwan dan akhwat sekalian, tak lupa 4:55 kita senantiasa 4:57 mendoakan agar Allah curahkan selawat 4:59 dan salam keberkahan, 5:01 kesejahteraan, kemuliaan, 5:04 kebahagiaan kepada junjungan kita 5:06 baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam 5:09 beserta keluarga beliau, para sahabat 5:10 beliau, dan orang-orang yang setia 5:12 mengikut sunah beliau enggak akhir 5:14 zaman. 5:15 Ikhwan sekalian, 5:18 alhamdulillah pagi ini kita akan bicara 5:20 tentang iktikaf. 5:23 Kita beri judul Iktikaf sebagai camping 5:27 spiritual, spiritual camp. 5:31 Dan memang demikianlah adanya menurut 5:32 saya. 5:36 pribadi saya mempunyai satu pengalaman 5:40 dulu ketika kita kecil 5:44 kalau diajak bercamping entah oleh ee 5:48 sekolah dengan program pramuka ketika 5:50 kita kecil atau dengan kawan-kawan atau 5:54 dengan keluarga kamping 5:56 itu artinya meninggalkan rumah, 6:01 meninggalkan semua kegiatan rutin di 6:03 rumah. 6:05 menuju satu tempat yang kita sukai. 6:08 Apakah itu tepi pantai atau di 6:11 pegunungan sana? 6:13 Pasti kita menunggu-nunggu dengan rasa 6:17 rindu. 6:19 Sudah mempersiapkan berbagai perangkat, 6:21 peralatan, pakaian, semua. 6:24 Dan ketika harinya tiba, kita dengan 6:27 senyum-senyum pagi hari sudah bangun 6:29 pagi dengan semangat karena kita tidak 6:31 ingin menyia-nyiakan waktu camping yang 6:33 paling lama 3 hari itu. 6:37 Pengalaman itu pun seharusnya saya 6:40 transfer 6:43 kepada iktikaf. 6:46 Karena iktikaf itu seperti kemping. 6:48 Betul-betul kemping. 6:50 Kita meninggalkan saya minimal 6:52 meninggalkan semua rutin, semua kegiatan 6:55 rutinitas yang bisa kita lakukan 6:57 sehari-hari bermaisyah atau di rumah ya 7:01 dan lain-lain. 7:03 Nah, Ikhwan iktikaf tahun ini pun dengan 7:06 ketat menegakkan profil ee protokol 7:09 COVID-19. 7:11 Jadi saya sampaikan 7:13 kita mendatangi iktikaf itu seperti 7:17 anak-anak yang sukacita, bergembira, 7:19 rindu untuk mendatangi waktu berkamping, 7:23 waktu berkemah. 7:26 Ikhwan sekalian, 7:28 iktikaf ini apa sebenarnya? 7:33 Secara umum sebenarnya iktikaf bisa kita 7:35 lakukan kapan saja. 7:39 Karena tempat yang kita jadikan 7:41 beriktikaf adalah masjid dan masjid 7:43 terbuka 24 jam, 7 hari sepekan, 30 hari 7:48 sebulan, 365 hari setahun, all the time. 7:52 Sepanjang waktu masjid terbuka dan 7:55 sepanjang waktu itu pula kita bisa 7:57 beriktikaf. 7:59 Itu secara umum pengertian iktikaf. Apa 8:02 maknanya kita berdiam diri di dalam 8:06 masjid. Guru saya 8:08 memesankan kalau kamu 8:12 mau ke masjid, 8:15 niatkan iktikaf di masjid meskipun kamu 8:19 di sana tidak seharian. 8:21 Itu secara umum. Kamu duduk di masjid, 8:24 mendengarkan azan, menunggu waktu ee 8:27 qat, ya. 8:29 Kemudian kamu setelah salam salat jemaah 8:33 itu kamu duduk 8:36 entah berwirid atau lanjut dengan baca 8:38 Al-Qur'an selembar dua lembar. Selama 8:41 kamu di masjid kamu sudah dapat pahala 8:43 iktikaf. 8:46 Itu secara umum. 8:49 Nah, kita kemudian mengenal secara 8:52 khusus istilah iktikaf Ramadan. 8:55 iktikaf yang memang hanya ada di bulan 8:58 Ramadan. Mari kita lihat satu-satu. 9:01 Iktikaf itu 9:06 dalam bahasa Arab kata iktikaf itu 9:09 berarti alihtibas. 9:11 Artinya memenjarakan diri. 9:15 Kita itu 9:17 mengurung diri 9:20 dalam satu yang kita sebut dengan 9:22 penjara virtual. 9:24 Virtual prison. Kita memenjarakan diri 9:27 sendiri dari apa? Melakukan hal-hal yang 9:31 halal sebenarnya 9:33 ya. Tetapi kita tinggalkan contoh. 9:37 Contoh 9:40 orang iktikaf itu menjauhi jimak atau ee 9:45 hubungan pasutri. 9:48 Padahal boleh di dalam bulan Ramadan di 9:50 malam hari itu halal. Halal. 9:54 Tapi orang yang sedang iktikaf dilarang 9:56 sama Allah dalam Quran. 9:59 Maka 10:00 ini seperti virtual prison atau penjara 10:04 virtual yang kita sendiri yang memilih 10:07 untuk memenjarakan diri kita, 10:09 memenjarakan nafsu kita, 10:12 tidak melakukan hal yang halal, 10:16 tidak melakukan hal yang rutin. Ya. Nah, 10:19 kita sekarang sedang memenjarakan diri. 10:22 Nah, ikhwan dan akhwat rahimakumullah, 10:24 ketika tidak dalam e pandemi Covid, 10:28 banyak sahabat-sahabat kita, para 10:30 pegawai, para ee prajurit TNI ya, juga 10:35 bahkan para eksekutif bahkan pada 10:37 tingkatnya Pangdam, ada tingkatnya 10:40 Kapolda. Kalau Kapolri saya belum pernah 10:43 dengar, mungkin ada. Kalau kepala staf 10:47 angkatan saya juga belum pernah dengar, 10:48 tapi mungkin mudah-mudahan ada. 10:51 Mereka izin cuti kepada pimpinannya 10:54 untuk misalnya tidak harus 10 hari full 10:57 dalam bulan Ramadan. Karena mereka 11:01 adalah orang-orang kunci di organisasi 11:03 masing-masing. Mereka mengambil cuti 11:05 jauh-jauh hari sebelum 11:08 Idul Fitri. Mungkin cuti bersamanya Idul 11:10 Fitri itu H-1 Idul Fitri ya. Tapi mereka 11:14 orang-orang yang memilih untuk 11:16 melaksanakan sunah Nabi. Wah, saya harus 11:20 jauh-jauh hari ngajukan izin kepimpinan 11:22 ini ya. 3 hari sebelum cuti bersama dia 11:26 sudah izin untuk apa? Bisa iktikaf 11:28 karena nikmat sekali iktikaf itu. Nah, 11:30 ikhwan akhwat sekalian, 11:33 ada sebagian ulama yang me me memaknai 11:38 iktikaf itu sebagai menahan diri. 11:42 dari berbagai kegiatan yang rutin 11:45 dikerjakan 11:47 ya. Jadi 11:50 kita rutinnya apa sih di rumah? Oh, di 11:52 rumah kita rutinnya misalnya ya ee atau 11:56 bukan di rumah saja. Kita rutinnya 11:58 maisyah, kita rutinnya cari duit, kita 12:01 rutinnya buka toko, buka lapak, atau 12:04 kita rutinnya ke ladang, ke kebun, ke 12:06 sawah. 12:08 Tapi ketika masuk masa iktikaf dalam hal 12:10 ini ee iktikaf yang secara khusus tadi 12:13 ya di bulan Ramadan 10 hari terakhir 12:16 maka kita tinggalkan semua rutin itu. 12:18 Kita tidak ke ladang, kita tidak ke 12:21 kebun atau ke sawah juga kita tidak buka 12:23 toko, lapak kita atau kita tidak ke 12:26 kantor bagi yang pegawai. 12:29 Ini adalah satu perbuatan yang dahsyat 12:33 sebenarnya, 12:35 yaitu kita meninggalkan semua yang rutin 12:37 untuk apa? Takarub pada Allah, 12:39 mendekatkan diri kepada Allah. Minimal 12:41 setahun sekali sebulan Ramadan. Kita 12:43 kita jarang melakukan itu. Dan iktikaf 12:45 memang tidak ada di bulan lain. Saya 12:47 belum pernah dengar ada iktikaf ee 12:50 iktikaf Muharram gak ada. Karena memang 12:53 syariatnya iktikaf ini yang secara 12:56 khusus di bulan Ramadan. Tetapi secara 13:00 umum Anda boleh iktikaf kapanpun, tetapi 13:03 memang nilainya berbeda dengan iktikaf 13:05 bulan Ramadan. Jadi boleh dikatakan tadi 13:08 iktikaf ee ada saya kalau saya saya 13:11 lebih mengatakan iktikaf itu camping. 13:13 Tapi kalau ulama ada yang mengatakan itu 13:15 prison atau penjara silakan. Tetapi 13:19 intinya adalah kita itu ya meninggalkan 13:23 kegiatan rutin kita, meninggalkan semua 13:26 aktivitas hari-hari kita. Nah, ikhwan 13:28 sekalian, 13:31 dalam satu keterangan saya menemukan 13:34 bahwasanya 13:36 iktikaf itu dimaknai berdiam diri di 13:39 dalam masjid ya 13:43 untuk beribadah kepada Allah yang 13:45 dilakukan oleh orang-orang 13:48 muslim dengan tata cara tertentu. 13:51 Ya. 13:55 Jadi kalau orang kafir mau duduk di 13:59 masjid 14:01 kemudian dia niat ni niat iktikaf itu 14:03 tidak mungkin tidak mungkin disebut 14:05 iktikaf karena dia harus muslim 14:08 atau sekedar-sekedar saja ada saya lihat 14:11 di Malaysia atau di tempat-tempat lain 14:14 ee yang masjid-masjid besarnya dibuka 14:16 untuk nonmuslim mereka duduk-duduk 14:18 melihat orang sedang salat, nonton orang 14:20 salat 14:22 mereka bukan iktikaf. Tetapi kalau orang 14:24 muslim duduk saja sudah bermakna 14:27 iktikaf. Baik, sekarang kita akan 14:29 melihat apa yang Allah syariatkan 14:33 tentang iktikaf ini. Ikhwan dan akhwat. 14:37 Sebenarnya kapan itu iktikaf itu 14:39 dilakukan? Apakah ee di masa Rasulullah 14:44 Muhammad sallallahu alaihi wasallam atau 14:46 di masa rasul sebelumnya? Rasulullah 14:49 yang sebelumnya tentu ya. 14:51 Nah, kita temukan di dalam surah 14:54 Al-Baqarah 125. 14:57 Di sana Allah mengatakan begini, 15:00 azubillah minasyaitanirrajim. 15:02 Wa ahidna ila Ibrahima 15:06 wa Ismail 15:08 thhir baiti 15:11 walina 15:14 sujud. 15:17 Dan kami telah memerintah kepada 15:19 Ibrahim, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. 15:23 Dua orang, 15:26 dua orang nabi yang besar ini, 15:29 ayah dan anak. Nabi yang besar. Jadi 15:32 perintah oleh Allah. Apa perintahnya? 15:34 Nah, 15:36 an thhir baitia. Hendaknya kamu wahai 15:41 Ibrahim dan Ismail 15:44 bersihkan 15:46 rumahku. 15:48 E ini perintah dari Allah. Nabi 15:50 diperintah bersihkan tuh rumahku supaya 15:53 apa? Lifina 15:55 walakifina 15:57 untuk orang-orang yang tawaf dan 15:59 orang-orang yang beriktikaf. Warraka 16:02 sujud. Ya, 16:06 ini maksudnya adalah Baitullah 16:11 yang Allah perintahkan kepada Nabi 16:13 Ibrahim dan Ismail. Jadi Ismail itu 16:15 menghabiskan masa kecil dan dewasanya 16:17 itu di sekitar Masjidil Haram di Makkah 16:22 sana. Kita dengar kisah Ismail bagaimana 16:26 Zamzam itu muncul karena kisah Ismail 16:30 ya. Kemudian melintar melontar jumrah 16:35 sampai kepada beberapa prosesi ibadah 16:38 haji menyembelih ya korban dan lain-lain 16:41 itu di antara dua orang hamba Allah yang 16:43 besar ini. 16:46 Nah, perintah Allah itu adalah apa? 16:48 Bersihkan wahai Ibrahim, wahai Ismail 16:50 itu rumah aku untuk siapa? untuk 16:54 orang-orang yang datang bertawaf di 16:56 dalam rumah aku. Yang kedua, untuk 16:58 orang-orang yang beriktikaf di rumahku, 17:01 kata Allah. Dan juga orang-orang yang 17:03 rukuk dan sujud. Nah, ikhwan sekalian 17:07 kok tidak disebutkan cukup dengan ee 17:10 salat saja 17:13 ya sehingga terwakili semua kegiatan ya 17:17 rukuk ya sujud 17:20 dan juga iktikaf duduk saja ya. Ternyata 17:24 Allah ingin mengapresiasi setiap detail, 17:28 setiap rincian ibadah orang yang 17:31 dilakukan di rumahnya itu sangat 17:33 dihargai oleh Allah, diapresiasi Allah. 17:36 Anda tawaf. 17:38 Jadi, masjid yang tidak ada salat 17:41 tahiyatul masjid itu adalah Masjidil 17:43 Haram. 17:45 Para ulama menyepakati di Masjidil Haram 17:48 itu tidak ada salat tahiyatul masjid. 17:51 Yang ada adalah tawaf. Jadi kalau datang 17:54 masuk Masjidil Haram kita tawaf dulu 17:56 sekali atau tujuh kali silakan. Tetapi 18:00 tawaf muter dulu ya sambil membaca 18:03 kalimat talbiah. Kemudian 18:08 dikatakan iktikaf. Iktikaf ini kegiatan 18:11 yang berbeda dengan tawaf, berbeda 18:15 dengan rukuk, dan berbeda dengan sujud. 18:19 Iktikaf ini apa? berdiam saja, duduk 18:22 situ. Tetapi kemudian selama masa etika 18:25 berdiam di di dalam masjid itu Anda 18:28 boleh tawaf kalau di Masjid Haram. Tapi 18:30 kalau di masjid Anda di rumah, di di 18:33 kampung tidak ada tawaf. 18:36 Ya, 18:39 selama Anda melakukan iktikaf di masa 18:42 iktikaf 10 hari terakhir bulan Ramadan 18:44 itu, Anda boleh rukuk, boleh sujud 18:47 salat, membaca Al-Qur'an, atau membaca 18:51 buku-buku agama atau buku pengetahuannya 18:53 itu boleh halal selama yang dilakukan 18:57 itu tidak melenggar syariah. Ya. 19:01 Kemudian 19:03 itu di dalam surah Al-Baqarah 120 25. 19:07 Kemudian datang ayat yang lain. Ini 19:11 dalam rangkaian ayat-ayat saum asiyam 19:15 berpuasa. 19:17 Di dalam surah Albaqarah 187 rangkaian 19:20 ayat berpuasa dikatakan di sana azah 19:22 minasyaitanirrajim wala tubasyiruhunna 19:26 wa antum aifuna fil masajid. 19:32 Dan janganlah kamu 19:35 mencampuri istri-istri kamu sedang kamu 19:39 beriktikaf di dalam masjid. Nah, ikhwan 19:42 sekalian, saya tadi sampaikan 19:46 iktikaf itu seperti kita camping 19:50 atau memenjarakan diri, 19:55 menghindari diri dari melakukan hal-hal 19:57 yang rutin yang meskipun halal tapi kita 20:00 hindari tadi ya. Ah, bercampur dengan 20:03 istri itu halal 20:06 malam hari untuk orang-orang berpuasa. 20:09 Tapi orang yang iktikaf dia berpuasa. 20:12 Bayangkan itu. Masyaallah hebat ya orang 20:14 beriktikaf ini kalau mampu beriktikaf 20:17 siangnya berpuasa 20:19 pagi fajar ya sampai magrib berpuasa dia 20:24 malam dilanjutkan puasanya meski boleh 20:27 makan dan minum boleh tetapi yang satu 20:29 itu tidak boleh bercampur tadi. 20:32 Bercampur ya. 20:34 Masyaallah. Nah, ikhwan sekalian, ini 20:39 adalah pengertian ee dalil syarinya 20:42 tentang iktikaf. Kemudian di dalam 20:45 sunah, di dalam hadis-hadis kita temukan 20:47 ada tidak ee tuntunan dalam hadis ada. 20:51 Nabi sallallahu alaihi wasallam 20:53 beriktikaf itu 10 hari ter bulan Ramadan 20:56 hingga beliau wafat. Kata Ummul Mukminin 20:59 ya, Ibunda Aisyah radhiallahu anha an 21:04 Nabi sallallahu alaihi wasallam kana 21:06 yaiful asro al awakir min Ramadan hatta 21:12 tawafahullah 21:15 tumma takfaa azwajuhu min ba'dihi. 21:19 Sesungguhnya 21:21 Nabi sallallahu alaihi wasallam itu 21:22 beriktikaf di 10 hari bulan Ramadan 21:26 sampai beliau wafat. Bayangkan, beliau 21:28 tidak tinggal. Tidak tinggal itu iktikaf 21:31 meskipun sudah sakit atau ada penurunan 21:35 kondisi tubuh beliau ya menjelang 21:39 wafatnya beliau sakit. 21:41 Nah, beliau tidak tinggalkan itu iktikaf 21:44 sampai beliau wafat Ramadan terakhir 21:48 yang beliau temui, ya. Nah, kemudian 21:51 tahun depannya beliau wafat di bulan 21:53 Rabiul Aal sekitar berapa bulan 21:56 kemudian? Sekitar 5 atau 6 bulan 21:58 kemudian ya. Nah, Nabi sallallahu alaihi 22:00 wasallam meninggal itu tidak pernah 22:04 meninggalkan iktikaf. Wafatkan 22:06 diwafatkan oleh Allah tidak meninggal 22:08 iktikaf. Kemudian setelah beliau wafat, 22:11 istri-istrinya 22:13 melanjutkan. 22:16 Di sini 22:18 tidak bermakna 22:21 seketika Nabi itu beriktikaf, 22:23 istri-istinya tidak beriktikaf. 22:27 Karena juga ada keterangan ketika Nabi 22:29 beriktikaf, Aisyah ada di rumah. Ya. 22:34 Jadi ketika Nabi itu ingin ee menyisi 22:37 rambutnya, beliau sekedar menjulurkan 22:41 kepalanya 22:43 melewati dinding atau jendela masjid. 22:46 Kemudian sudah sampai ke rumah beliau 22:50 ya, karena rumah beliau itu bersebelahan 22:53 dengan masjid. Kemudian disisir oleh 22:56 Aisyah. Nah, Ikhwan sekalian ini beliau 23:00 ya sampai beliau menjaga tidak melintas 23:03 masjid ya beliau biarkan beliau ada di 23:07 masjid dan kalau mau istri-istrinyalah 23:11 yang mengantar makan atau mengantar 23:14 keperluan-keperluan. Beliau sedang 23:16 kamping camping di dalam masjid. Dan 23:19 memang dalam beberapa kesempatan beliau 23:22 itu di catat oleh ee para ahli hadis 23:28 membawa kemah sendiri, membuat seperti 23:31 kemah-kemahan begitu terlindung. Jadi 23:34 beliau menghindari berbicara dengan 23:36 manusia. Bayangkan ya. Jadi iktikaf itu 23:39 tidak betul kalau kita ngobrol-ngobrol. 23:41 Gak ada itu. Nabi, Nabi ketika iktikad 23:44 iktikaf betul-betul eh total distancing 23:47 kepada manusia. total distancing. 23:52 Nah, ikhwan sekalian 23:55 eh 23:57 ini hadis yang kita temukan dari Bunda 23:59 Aisyah. 24:02 Jadi, beliau itu 24:04 ee beriktikaf di akhir Ramadan. juga 24:08 dari hadis yang kita temukan 24:12 dari sahabat Ibnu Umar, Abdullah bin 24:15 Umar radhiallahu anhu, beliau berkata, 24:19 "Yakiful asral awak min Ramadan." Ya, 24:24 karena Rasulullah sallallahu alaihi 24:25 wasallam 24:27 yaiful asro al awak min Ramadan. Nabi 24:32 sallallahu alaihi wasallam itu 24:34 beriktikaf di 10 hari terakhir bulan 24:38 Ramadan. Ya. 24:40 Kemudian di dalam ee yang lain-lain 24:45 ditemukan juga 24:47 iktikaf ini hukumnya sunah, tidak wajib. 24:51 Tidak seperti puasa. meninggalkan puasa 24:55 kena dosa dan harus harus menggantinya 24:59 di bulan yang lain. 25:03 Kalau iktikaf ini tidak dihukumi wajib 25:06 tetapi adalah sunah muakkadah ya. 25:09 [berdehem] 25:11 Kecuali kalau ada orang yang nazar kalau 25:14 mau mau iktikaf itu dia nazar maka wajib 25:17 itu. Misalnya 25:19 saya kalau nanti naik pangkat saya nazar 25:23 tahun ini saya iktikaf meskipun cuma 3 25:25 hari di masjid. Oh itu wajib sudah ya. 25:29 Ah jadi itu hukumnya sunah. Si Imam 25:32 an-Nawawi rahimahullah pun mengatakan 25:34 begitu. Hukum iktikaf adalah sunah 25:36 berdasarkan ijmak. Dan ulama sepakat 25:38 bahwa iktikaf tidak berhukum wajib 25:40 kecuali orang bernazar untuk iktikaf. 25:43 Ya, 25:45 ikhwan sekalian. 25:48 Kemudian 25:51 ada yang bertanya, 25:54 "Apakah iktikaf itu juga boleh dilakukan 25:57 oleh kaum wanita?" Tadi kita sudah 25:58 dengar 26:01 ya, sudah dengar bahwasanya dari Bunda 26:05 Aisyah 26:07 istri-istri beliau se peninggal beliau 26:10 wafat itu beriktikaf dan itu tidak 26:13 terlalang bagi wanita yang masih 26:15 bersuami ya. Boleh suaminya iktikaf di 26:18 bagian muslimin, istrinya iktikaf di 26:21 bagian muslimat. Itu yang biasa kita 26:24 lakukan di masjid-masjid kita ya. 26:26 Jadi para takmir DKM masjid kalau sudah 26:29 datang waktu iktikaf sudah sibuk membuat 26:32 tempat 26:35 yang khusus untuk perempuan didulukan ya 26:38 di dilindungi hijabnya, kamar mandinya, 26:42 tempat makannya ya karena sahur dan buka 26:44 kan tetap di situ ya. Apalagi ee kalau 26:50 memang ini social distancing di masa 26:53 COVID, ada yang mau iktikaf ekstra ketat 26:55 lagi. Ekstra ketat ya. Meskipun ada yang 26:59 masjid-masjid di sekitar kita tutup sama 27:01 sekali total tutup ya, bukan total 27:03 distancing lagi ya. Total tutup ya kan. 27:06 Ikhwan sekalian 27:11 iktikaf ini sebenarnya 27:14 bagaimana hikmahnya? Mari kita lihat. 27:19 Imam Ibnu Qayyim Aljauziyah 27:22 dalam kitab beliau Zadul Ma'ad 27:24 mengatakan, 27:26 "Kebaikan dan konsistensi hati 27:30 dalam berjalan menuju Allah tergantung 27:33 kepada terkumpulnya kekuatan hati kepada 27:36 Allah dan menyalurkannya dengan 27:39 menghadapkan hati secara total 27:41 kepadanya. 27:43 Karena hati yang keruh tidak akan baik. 27:46 kecuali dengan menghadapkan hati kepada 27:48 Allah secara totalitas. 27:52 Sedangkan makan dan minum secara 27:54 berlebihan. 27:56 Kemudian 27:58 ada terlibat bergaul dengan manusia atau 28:02 bahkan dengan istri secara khusus itu 28:05 menurut beliau ya 28:09 bisa menyibukkan hati ya menyibukkan 28:13 hati tidak 28:15 untuk bertaqarub kepada Allah 28:20 ya. 28:22 Nah, ini adalah bagian yang penting 28:24 untuk kita pahami bahwa iktikaf itu 28:27 memang tidak wajib. Tetapi para ulama, 28:32 para alim, 28:34 para salihin 28:37 itu sangat mendahulukan iktikaf ketika 28:41 Ramadan akhir. Untuk apa? Menjadi sarana 28:44 kita camping spiritual. Spiritual 28:47 camping. Kita ingin takarub pada Allah. 28:49 sudah 12 bulanah, 11 bulan lah full kita 28:53 cari dunia, hati kita sibuk dengan 28:57 dunia. Sekarang kita fokus pada Allah 29:02 ya. 29:05 Rahmat Allah yang maha perkasa dan maha 29:07 penyayang menuntut pensyariatan puasa 29:09 bagi mereka yang mampu 29:13 dan menghilangkan 29:15 kenikmatan makan dan minum yang 29:18 berlebih. itu ya. Jadi supaya kita 29:24 betul-betul fokus mengejar rahmatnya 29:26 Allah. Begitu pula hati. Hati yang keruh 29:29 tidak dapat disatukan kecuali dengan 29:31 menghadap pada Allah. Padahal banyak 29:34 kegiatan manusia yang memperkuruh 29:37 hatinya. termasuk adalah makan dan minum 29:40 berlebihan, bergaul dengan manusia, 29:43 banyak bicara, banyak tidur. Ini semua 29:47 kata ee Imam Ibnu Kay mengatakan ini 29:50 memporak-porandakan hati, memutus dan 29:52 melemahkan atau mengganggu dan 29:54 menghentikan hati dari berjalan kepada 29:56 Allah. Ya. Maka ikhwan sekalian 30:00 ee 30:03 para ulama ini menjadikan iktikaf itu 30:07 betul-betul sebagai waktu yang spesial 30:09 untuk takarub pada Allah, berjalan 30:12 kepada Allah. 30:16 Waktunya kapan iktikaf? Iktikaf itu 30:20 dikatakan 10 hari terakhir bulan Ramadan 30:24 yang mulai malam ke-21 30:27 ya. 30:29 Kemudian 30:31 kapan waktunya mulai? Ada yang 30:33 mengatakan dalam beberapa riwayat ya 30:37 sesuai dengan dalil. 30:42 Iktikaf itu dimulai sebelum magrib 30:46 ya, sebelum magrib. Begitu azan magrib 30:49 sudah ada di masjid 30:51 atau 30:53 hari berikutnya tanggal 21 pagi itu 30:57 sebelum subuh. Ya. 31:01 Jadi silakan saja mau beriktikaf 31:06 menjelang magrib boleh atau menjelang ee 31:10 subuh boleh. 31:11 atau bakda subuh juga boleh. Itu tidak 31:14 disalahkan. 31:16 Nah, bagaimana kalau yang tidak mampu ya 31:19 tidak mampu 31:23 melaksanakan iktikaf full 10 hari? 31:25 Bagaimana? 31:28 Para ulama mengatakan, "Kalau mampu 31:30 jangan kurang dari 3 hari. Karena apa? 31:33 hatimu sudah dipakai 362 31:37 hari untuk kegiatan dunia ini. 3 hari 31:41 saja jangan sampai kamu kurang untuk 31:43 Allah. 31:45 Ya, masa 3 hari enggak bisa. 31:49 Ada yang bilang masih susah buat saya. 31:52 Saya kan seorang penggawa apa namanya 31:57 pengabdi masyarakat. melakukan social 32:00 service ya, civil service gimana? Mampu 32:04 saya gak bisa. 32:07 Kalau gitu gimana? Ada keterangan ada 32:09 seorang sahabat dia sudah niat iktikaf 32:12 meskipun cuma 1 jam karena begitu sibuk 32:14 barangkali. Nah, ikhwan sekalian 32:18 intinya silakan niatkan jangan sampai 10 32:21 hari Ramadan ini kita keluar dari 32:23 Ramadan tidak sempat se 32:26 jam pun kita iktikaf. 32:30 Ulama ada yang mengatakan iktikaf itu 32:32 kalau kurang dari sejam itu bukan 32:33 iktikaf ya. Minimal 1 jam dan dia 1 jam 32:38 tuh bukan keluar masuk ya. 1 jam baru 32:42 dapat setengah jam keluar nanti sambung 32:44 lagi gak full 1 jam jangan sampai kurang 32:49 apalagi bisa seharian full tidak keluar 32:52 masuk dari masjid. 32:54 Nah, ikhwan sekalian tadi iktikaf ini 32:57 subhanallah camping bahkan penjara ya 33:00 untuk untuk 33:02 yang lebih tegas 33:05 untuk me 33:08 memisahkan kita dari rutinitas 33:11 keseharian kehidupan duniawi kita. 33:17 [mendengus] 33:18 Setelah hati kita itu disibukkan dengan 33:20 urusan dunia. 33:23 Cari nafkah, cari makan, melaksanakan 33:27 profesi, 33:31 berbisnis, berniaga, 33:34 mengolah sawah, mengolah kebun, 33:38 mendidik anak, dan lain-lain. Sekarang 33:41 waktunya kita untuk Allah 33:45 24 jam 10 hari. Bayangkan itu 33:51 untuk Allah saja. 33:54 Nah, ketika iktikaf apa yang dilakukan? 34:00 Karena ada di masjid, lakukanlah semua 34:03 hal yang bernilai ibadah 34:06 dalam konteks masjid. Apa itu? Tentu 34:11 salat. Memperbanyak salat 34:15 yang sunah-sunah dibanyakkan. 34:18 salat sunah rawatib, 34:21 salat sunah israq 34:24 lepas suruk ya salat duha. Jadi kita 34:28 kita petakan dulu saloting waktunya 34:31 [mendengus] salat ee qobliah subuh. 34:36 Kemudian salat subuh berjamaah. Bakda 34:39 subuh lakukan apa? Mendengarkan taklim. 34:42 Kalau ada taklim, pengajian atau tausiah 34:45 dari ee ulama. 34:48 Kemudian baca Quran. 34:51 Ketika waktu syurk tiba, persiapan. 34:54 Waktu syuruk misalnya sekarang 554 34:57 ya. E pagi ini 5.54 ditambah 10 menit 35:02 lagi. Jangan pas syuruk itu tanduk 35:04 setan. 10 menit kemudian lah lakukan 35:08 salat isyrq. 35:10 beraktivitas sedikitlah kita gerak badan 35:14 senam kanan kiri kemudian mandi kemudian 35:17 waktu duha mulai pukul waktu duha sudah 35:19 masuk pukul laksanakan duha boleh dua 35:23 rakaat sampai 8 rakaat Nabi melakukan 35:25 duha sampai 8 rakaat 35:28 kemudian perbanyak ee berzikir baca 35:32 Quran ya usahakan 10 hari ini khatam 35:35 satu kali 10 hari ini khatam satu kali 35:37 maknanya kalau Kalau 10 hari ini 30 juz, 35:41 1 hari 3 juz. Dan itu ringan bagi yang 35:44 ee sudah membiasakan 3 juz itu ringan. 35:49 Kemudian 35:51 juga 35:53 merenung, 35:58 mengingat-ingat 35:59 semua dosa-dosa kita di masa lalu. 36:04 Mengingat dosa-dosa kita kepada kedua 36:06 orang tua kita. 36:09 Minta ampun kepada Allah atas dosa-dosa 36:12 kita kepada kedua orang tua. 36:16 Mengingat dosa-dosa suami kepada 36:18 istrinya. 36:22 Dia sering menyakiti istrinya. Sengaja 36:24 atau tidak sengaja? 36:27 Mengingat dosa-dosa kepada anak-anak. 36:33 Tidak memberikan mereka waktu yang 36:35 semestinya. 36:37 tidak memerekan, tidak memberikan mereka 36:39 jajahan yang semestinya, 36:42 tidak memberikan mereka hak pendidikan 36:47 yang semestinya. [mendengus] 36:50 Seharusnya seorang ayah mampu 36:54 untuk membimbing anak-anaknya membaca 36:57 Quran, 37:00 menyimak bacaan Quran mereka, 37:02 membenarkan bacaan Quran mereka, 37:05 melihat bagaimana mereka berwudu, 37:08 melihat bagaimana mereka bersalat. 37:12 Sehingga kalau mereka itu melakukan 37:14 kesalahan, 37:16 sang ayah mampu untuk mengkoreksinya. 37:20 Tapi karena ayah terlalu sibuk, 37:23 mungkin inilah waktunya 37:26 para ayah [mendengus] mohon ampun kepada 37:29 Allah. 37:35 Kemudian kita mengingat 37:38 kesalahan-kesalahan kita kepada 37:39 tetangga. 37:41 [mendengus] 37:42 kepada saudara-saudara kita satu nasab 37:43 kakak atau adik kita sekandung. 37:48 Semua dosa kita yang lalu-lalu kita 37:50 mintakan ampun pada Allah. 37:56 Membaca Quran sudah. 38:00 Kemudian 38:02 berzikir, beristigfar, mohon ampun pada 38:05 Allah. Lanjutkan. Dan tidak kalah 38:08 penting dan ini biasanya dilakukan oleh 38:11 semua para muktakifin 38:13 mengejar lailatul qadar. 38:17 Lailatul qadar ini insyaallah kalau 38:19 orang beriktikaf 10 hari terakhir bulan 38:21 Ramadan insyaallah dia dapat lailatul 38:23 qadar. Dipastikan itu. Gak usah kita 38:26 berspekulasi 38:28 dapat tidak ya. Lailatul qadar itu indah 38:31 sekali dan itu hak semua orang yang 38:33 mengejarnya. Jadi bukan sesuatu yang 38:36 mitos dan susah dikejar ya seperti 38:38 makhluk langka. Insyaallah menurut surah 38:42 al-Qadr ya 38:45 azasyaitanirrajim. 38:48 Inna anzalnahu fi lailatil qadr. Wama 38:52 adrokama lailatul qadr. Lailatul qadr 38:56 min alfia syah. 39:05 Ikhwan sekalian, lailatul qadr ini sama 39:08 Nabi disuruh dikejar ya. Disuruh dikejar 39:12 ya. Nabi 39:15 pernah diingatkan Jibril ya. 39:21 Beliau [berdehem] 39:25 itu beriktikaf 39:27 awalnya di awal bulan Ramadan. Kemudian 39:30 di tengah bulan Ramadan. Akhirnya di 39:32 akhir bulan ditanya di diingat oleh 39:34 Jibril, "Kejarlah ee ee kejarlah 39:40 Lailatul [berdehem] Qadar itu di puluhan 39:42 terakhir Ramadan." Terutama 39:45 malam-malam ganjil. itu Jibril yang 39:47 bilang. Jadi silakan kita mengajar 39:50 mengejar lailatul Qadar itu ada 39:52 sunahnya. 39:55 Ee saya sampaikan ternyata ada satu 39:59 hadis dari Ubay bin Ka'ab radhiallahu 40:01 anhu. Beliau mengatakan Rasulullah 40:03 sallallahu alaihi wasallam beriktikaf 40:05 pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. 40:07 Kemudian beliau pernah bersafar selama 40:09 setahun dan tidak beriktikaf. Akhirnya 40:10 beliau pun bertikaf pada tahun 40:12 berikutnya selama 20 hari. Masyaallah. 40:15 Jadi sampai begitu pentingnya baginda 40:18 Nabi sallallahu alaihi wasallam itu 40:21 mengqada iktikafnya. Kalau tahun ini 40:24 saya tidak mampu 10 hari Ramadan karena 40:26 saya safar [mendengus] ya tahun 40:29 berikutnya Nabi ketemu umur didobel 40:32 dirapel itu sampai begitu Kanjeng Nabi 40:35 sallallahu alaihi wasallam ya. Nah, 40:37 sekalian. Jadi itulah 40:40 iktikaf ini sesuatu yang spesial 40:44 dan 40:45 ketika iktikaf itu sebenarnya 40:48 secara fisik memang kita tidak. 40:51 Ketika iktikaf 40:53 kita disuruh oleh Nabi sallallahu alaihi 40:55 wasallam menyibukkan hati istigfar tadi 40:58 merenung. Dan insyaallah para ikwan 41:01 sekalian, 41:03 ketika seorang muslim 41:06 menyembuhkan hatinya dengan berbagai 41:08 kegiatan, berbagai ibadah untuk takarub, 41:13 mendekatkan diri kepada Allah selama 10 41:15 hari terakhir, insyaallah dia 41:17 dibersihkan oleh Allah subhanahu wa 41:18 taala. 41:20 Siangnya berpuasa, malamnya beriktikaf, 41:23 sepanjang hari takarub pada Allah, baca 41:26 Quran, berzikir, insyaallah dia akan 41:29 diampuni dosa-dosanya oleh Allah. Dan 41:32 ketika dia mendapati Idul Fitri, dia 41:36 terlahir suci kembali. 41:39 Kemudian 41:41 banyak sahabat-sahabat saya yang 41:43 mendapatkan insight 41:46 atau 41:48 gagasan-gagasan besar dalam hidup. 41:51 Apakah untuk bisnisnya, apakah untuk 41:53 kehidupannya itu selepas mereka iktikaf, 41:57 mereka merasakan satu eh spiritual 42:01 experience, pengalaman spiritual yang 42:03 dahsyat pada dalam hal dalam ee iktikaf 42:07 meskipun cuma duduk diam tidur di 42:09 masjid, tapi bukan cuma sekedar pindah 42:13 tikar, pindah bantal, tidur di masjid. 42:15 Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak 42:16 mencontohkan banyak tidur di masjid, 42:19 tapi menyibukkan diri ya. Yang biasanya 42:22 mohon maaf hanya sempat 1 jam saja salat 42:27 salat ee tahajud ketika iktikaf itu bisa 42:31 2 jam lebih salat tahajud. Bangunnya jam 42:34 .00 atau jam . jam .00 baru selesai. 2 42:37 jam sambil baca Quran di dalam salat 1 42:41 juz atau lebih. Itu indah sekali. 42:45 Nah, ikhwan akhwat sekalian, demikian. 42:47 Jadi, iktikaf ini betul-betul sebuah 42:50 camping atau perkemahan spiritual yang 42:54 sangat sayang untuk dilewatkan. Ya, 42:56 mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 42:59 menolong kita untuk mampu melaksanakan 43:01 iktikaf pada tahun ini meskipun dalam 43:04 suasana pandemi Covid-19. Amin. Allahum 43:07 amin. Wallahuam bisawab. 43:09 Walhamdulillahiabbil 43:11 alamin. 43:13 Baik ikhwan akhwat para pendengar di 43:15 silatahim yang dirahmati Allah subhanahu 43:16 wa taala. Sudah kita dengarkan tafsir 43:18 yang disampaikan oleh Ustaz Agus 43:20 Dararmaji dalam pembahasan kita di pagi 43:22 hari ini yaitu iktikaf sebagai camping 43:24 spiritual. Nah, dengan kita beriktikaf 43:27 yaitu kita berdiam diri di masjid dengan 43:29 niat ibadah karena Allah subhanahu wa 43:31 taala. Juga kita selalu berdoa, 43:34 berzikir, membaca Al-Qur'an dan juga 43:35 yang lainnya. Semoga kita senantiasa 43:37 istikamah dalam ee 10 terakhir di bulan 43:41 suci Ramadan ini. Ikhwan akhwat para 43:43 pendengar Radio Silaturrahim yang 43:44 dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kami 43:45 mengundang bagi ikhwan akhwat yang ingin 43:47 mengirimkan pertanyaan bisa langsung 43:48 saja ee memberikan pertanyaannya di line 43:52 interaktif kami di layan telepon di 43:53 0218451512. 43:56 Untuk layanan WhatsApp-nya ikhwan akhwat 43:57 dapat mengirimkan di 0811999720. 44:03 Bagi pemirsa rasil visual yang ingin 44:06 memberikan pertanyaan juga bisa langsung 44:07 saja di kolom komentar YouTube Rasil TV. 44:11 Insyaallah kami akan bacakan dan kami 44:14 akan rehat sejarak ikhwan akhwat 44:16 tentunya pastikan Anda tetap di radio 44:18 Sultrahim untuk Islam yang satu. 47:41 Brail 47:43 [musik] 48:00 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 48:03 Ikhwan akhwat para pendengar Radio 48:04 Sultraim dan juga pemirsa Rasil Visual 48:06 di manapun Anda dapat menyimak saran 48:07 kami. Terima kasih Anda masih di 48:11 frekuensi kami di 720 AM Radio Solarim 48:14 untuk Islam yang satu dan juga di 48:16 channel YouTube Rasil TV. Dan kami 48:18 menyapa ikhwan akhwat yang sedang 48:20 menyimak kami di eh audio streaming di 48:23 www.radiosaltrahim.com 48:24 radiosaltrahim.com dan juga ikhwan 48:27 akhwat yang berada di daerah yang sedang 48:30 menyimak acara Hikmah Pagi, Kajian 48:32 Keluarga Islami yang berada di Batam, 48:34 Magelang, Pontianak, Sukabumi, Semarang, 48:36 Palembang, Bondowoso, Banyuwangi, dan 48:38 juga yang berada di Piungan, Yogyakarta. 48:41 Kita sudah masuk di sesi yang kedua. 48:43 Kami akan bacakan pertanyaan-pertanyaan 48:44 yang sudah masuk di pagi hari ini. Dan 48:47 untuk pertanyaan pertama sudah masuk 48:49 melalui via telepon. Kita angkat dulu. 48:50 Asalamualaikum warahmatullahi 48:51 wabarakatuh. Waalaikumsalam 48:53 warahmatullahi wabarakatuh. 48:55 Baik. Dari Bapak siapa? Di mana, Pak? 48:57 Dari Bapak Tasmin di Cibubur. 49:00 Baik, Pak Taslim di Cibubur. Silakan, 49:01 Pak Taslim. 49:02 Asalamualaikum, Pak Ustaz. 49:04 Waalaikumsalam warahmatullah. 49:05 Sehatsat, Pak Ustaz, ya. 49:06 Alhamdulillah, Pak. Menjelang akhir 49:08 Ramadan nih, Pak Ustaz, ya. 49:09 Alhamdulillah, Pak Taslim. yang saya 49:11 menyimak tadi ee ada dua hal yang saya 49:14 tanya sama ke Pak Ustaz nih. Ada 49:17 peristiwa Rasulullah pada saat berhujrah 49:20 ke Gua Hira itu juga kan urusannya 49:23 vertikal ya, Pak Ustaz ya. 49:25 Betul, Pak. Iya, vertikal. 49:26 Ee secara kita juga diikt ini horizontal 49:29 kita lupakan ya toh ee vertikal kita 49:34 laksanakan sepenuh hati seakan-akan kita 49:36 mati besok kan gitu Pak Ustazah. 49:38 Betul, Pak. Namun di ada di fenomena 49:41 sekarang ini justru kita dipenjarakan di 49:44 rumah gitu, Ustaz. 49:45 Oh iya iya. 49:46 Artinya sama juga sebetulnya cuma konsen 49:49 di rumah itu, maaf ya, Pak Ustaz ya, 49:52 ekonomi-ekonomi lemah itu 49:54 ini bukan lagi dia beriktikaf, tapi dia 49:56 memikirkan segala macam apa besok yang 49:58 akan dimakan begitu. Ini ini 50:00 terganggunya dengan sekarang ini gitu 50:01 loh, Pak. 50:02 Iya, Pak. 50:02 Masjid juga ditutup, mall dibuka segala 50:05 macam. Ini apa keadilannya? Satu itu 50:08 yang saya tanya bedanya dengan hujrah di 50:11 guahir Nabi dengan kitab ini. Yang kedua 50:15 ee terbebas dari masalah ee virus ini, 50:18 saya akan ee membentengi apapun rumah 50:21 tangga kita yang terkecil dan juga 50:24 negeri kita yang besar ini. Ya, Pak, 50:25 Ustaz ya. 50:26 Iya, Pak. 50:27 Alangkah baiknya para pejabat kita dari 50:29 mulai eksekutif, legislatif, yudikatif, 50:31 presiden, menteri dan sebagainya itu 50:34 cobalah dalam 10 tahun, 100 tahun 50:36 melakukan sikap bersama gitu loh, Pak 50:38 saat. Kita bingung, rindu gitu 50:40 supaya kita ini adil dan tidak e bisa 50:44 ada benteng enggak enggak enggak apa 50:46 digarong negara kita ini dengan 50:48 orang-orang lain. Kemudian rakyat miskin 50:50 menjadi tengkorak dan tidak adil. Hukum 50:53 pun berantakan. Enggak punya benteng 50:55 gitu, Bu. Jadi kesimpulan saya dengan 50:57 itikap para presiden yang maaf ya yang 51:00 ya selama ini saya enggak tahu syiar 51:02 Islam ini selama Pak Joko ini enggak ada 51:04 sama sekali dan juga uswah kita Pak 51:08 Marruf Amin juga sudah keeksekutif jadi 51:11 abu-abu gitu loh Pak Ustaz sekarang gitu 51:12 aja Pak Ustaz iya iya 51:14 asalamualaikum 51:14 waalaikumsalam warahmatullahi 51:15 wabarikumsam Pak Taslim di Cibub 51:19 baik Pak Taslim bismillahirrahmanirrahim 51:21 Allahumma shalli ala Muhammad waa ali 51:22 Muhammad ba'du pazlim Ini akhir Ramadan 51:26 malah semangatnya luar biasa ya, Pak 51:29 Taslim. Memang ini ironi. Saya sampai 51:32 nangis, Pak. Barusan ini. 51:35 Ini adalah derita kita ya. 51:38 Penderitaan kita, 51:41 derita batin kita. 51:43 Bayangkan kalau nabi itu hidup sekarang 51:47 beliau mungkin nangis. 51:51 Kenapa 51:53 [mendengus] 51:53 umat Muhammad 51:56 terhalang untuk salat berjamaah, 51:59 [mendengus] 52:01 untuk takjilan berjamaah, 52:06 futur bersama, berbuka bersama, 52:10 untuk tarawih berjamaah di masjid 52:15 dan untuk iktikaf berjamaah di itu Nabi 52:17 nangis kalau beliau hidup sekarang. Saya 52:20 merasakan itu penderitaan kita semuanya. 52:23 [mendengus] Ini fitnah besar, fitnah 52:25 akhir zaman yang besar. 52:29 Apalagi nanti saya sudah lihat 52:30 orang-orang yang bersedih, menangis, 52:34 kemungkinan kita tidak salat Id 52:37 di tempat terbuka seperti tahun-tahun 52:40 sebelumnya. berbondong-bondong dari 52:42 rumah, 52:44 melampiaskan 52:47 kebahagiaan bertemu hari kemenangan 52:51 bersama-sama sanak keluarga, silaturahim 52:53 di tanah lapang. [mendengus] 52:55 Itu tidak akan terjadi tahun ini 52:57 kemungkinan. Ya, 53:00 jadi ini derita kita. 53:03 Derita kita. [mendengus] 53:06 Mudah-mudahan Allah memberikan umat 53:08 Muhammad pertolongan yang terbaik. 53:13 Kita sabar menjalani musibah ini. 53:16 Musibah yang besar ini. 53:19 Baik. Jadi, Pak Taslim iniang ironi ya. 53:24 Masjid ditutup, mall dibuka. Ini ada 53:27 apa? 53:29 Sebenarnya masjid pun bukan orang-orang 53:31 yang terinfeksi. 53:33 di masjid pun lebih terjaga, 53:38 lebih terkendali daripada di mall. Itu 53:40 masuk orang masuk masjid semuanya sudah 53:43 bermasker. 53:45 Kemudian bahkan DKM-nya membawa 53:49 apa? ee tem gun ya 53:53 dicek temperaturnya di kepala itu 53:56 ditembak pakai pistol temperature ya 53:59 pistol suhu 54:01 sudah semuanya cuci tangan disiapkan 54:03 sama DKM sabun cair semuanya dietok 54:06 dengan lengkap [mendengus] 54:09 di mall gimana kita tidak tahu orang 54:12 mall dari mana-mana kalau di masjid tuh 54:14 insyaallah dipastikan masjid itu isinya 54:16 orang sekitar kita 54:19 jadi Pak Taslim ini kita jalani dengan 54:21 sabar, Pak. Dengan mendoakan semoga 54:25 saudara-saudara kita yang masih 54:26 berkeliaran itu diberi oleh Allah 54:28 hidayah untuk kembali ke rumah. Ya, 54:32 tidak perlu berlebihanlah berlama-lama 54:34 di mall bahkan menikmati jalan-jalan di 54:36 mall. Gak ada sekedarnya secukupnya. 54:38 Kalau perlu enggak usah [mendengus] ke 54:40 mall. 54:43 Warung-warung dekat rumah tetangga kita 54:46 yang ada kita 54:49 beli saja. 54:50 Bahkan kita tidak perlu memaksakan beli 54:52 ini, beli itu seperti tahun-tahun 54:53 sebelumnya seg normal. 54:57 Kita sedang tidak normal. 54:59 [mendengus] Itu yang pertama ya, Pak 55:00 Tasin ya. Yang kedua, 55:03 andai kata seluruh pejabat kita sadar ya 55:07 dan mau iktikaf bersama-sama itu indah 55:10 sekali, Pak. Saya yakin Indonesia akan 55:12 menjadi negara yang terkuat di Asia 55:14 dalam waktu 5 tahun. [mendengus] Dalam 55:17 waktu 5 tahun, Pak. dengan syarat tadi 55:20 Pak Jokowinya iktikaf, Pak. Mungkin 55:23 dekat radio silaturahim ada masjid 55:25 silaturahim. Pak Jokowi mau mau iktikaf 55:27 di sini. Saya senang sekali saya nemenin 55:29 Pak Jowi sampai selesai. 55:32 Ya, saya nemeni Pak Jokowi sampai 55:33 selesai. Kalau perlu Pak Jokowi mau 55:35 dipijit sama saya pun mau, Pak. Asal dia 55:38 bawa menteri-menterinya juga ya kan. 55:40 Tapi kan mereka itu bukan orang-orang 55:44 yang berpikir seperti Pak Taslim ya. 55:47 [mendengus] 55:48 kita doakan sajalah ya. Kalau ada 55:52 pejabat tinggi yang pejabat tinggi 55:54 negara yang ee senang ibadah itu kita 55:57 salut sekali ya toh. [mendengus] 55:59 Kemudian kalau mereka mau iktikaf 56:01 meskipun cuma sejenak aja 1 jam saja 56:04 dalam 30 e minggu ee 10 terakhir bulan 56:09 Ramadan ini. Oh, masyaallah akan terjadi 56:11 perubahan. Karena apa? Hatinya dicuci 56:14 oleh Allah. hatinya disetel ulang, 56:17 diinstall ulang, virusnya dibuang sama 56:20 Allah. Betul enggak, Pak? Ini ibarat 56:22 orang bawa komputer itu sudah setahun 56:25 ini dipakai komputernya macam-macam. 56:28 Download ini dokumen seperti saya, Pak. 56:30 Saya semalam itu bisa download dokumen 56:33 e-book itu bisa 100 minimal ya. ee baru 56:37 2 hari yang lalu laptop saya serahkan ke 56:39 tukang servis ini udah lemot ini. Apakah 56:42 kena ee melware atau apa ya? Jadi 56:46 intinya masyaallah lah wah laptop saja 56:49 capek Pak 56:51 apalagi orangnya ya kan laptop saja 56:53 capek. 56:55 Laptop terpapar laptop tuh terpapar Pak 56:59 terpapar malware virus segala macam ya 57:02 serahkan ke ahlinya di apa karantina. di 57:04 karantina 24 jam kurang lebih itu laptop 57:07 saya baru kemarin diambil 57:10 apalagi manusia manusia selama 1 tahun 57:12 ini terpapar macam-macam infeksinya 57:15 mungkin juga sudah kena mulai infeksi 57:18 apa hatinya karena kita mata melihat 57:22 mulut berucap telinga mendengar tangan 57:27 bekerja kaki melangkah itu semua 57:31 jalan-jalan 57:33 yang terbukanya 57:36 ee paparan virus hati. Maka Pak Taslim 57:39 setuju. Kalau gitu, Pak, enggak usah 57:42 kita menunggu mereka beriktikaf ya, Pak. 57:46 Ya, kita kalau sama-sama nih 57:50 pendengar Rasil, pemisra Rasil TV itu 57:53 ada berapa orang? Kalau menurut ee 57:55 survei kita nih ada satu seteng sampai 2 57:59 juta ya pendengar hasil itu semuanya 58:03 lama sama-sama medsosnya ngajak Pak 58:06 Jokowi dan para menteri iktikaf. Wah itu 58:09 insyaallah tembus itu ya langit aja 58:11 tembus. Ayo Pak Jokowi yuk sama-sama Pak 58:15 kita Indonesia sedang kena musibah kayak 58:18 gini ya musibah pandemi ya. [mendengus] 58:22 dan nanti akan muncul pandemi-pandemi 58:24 yang lain. Maka coba kita iktikaf untuk 58:26 apa? Membangun kekuatan spiritual. 58:30 Ya. Dan yang paling penting adalah 58:34 setel ulang itu hati kita, install ulang 58:37 hati kita ya supaya apa? Kembali ke 58:40 jalan pada jalan yang benar. Jangan kita 58:43 takut dengan macam-macam ya. Takut 58:45 kehilangan suara, takut kehilangan 58:46 jabatan, takut kehilangan pengaruh, 58:48 takut kehilangan harta lain-lain. Ya. 58:52 Nah, kita iktikaf itu seolah-olah 58:55 disimulasikan kita sebentar lagi mati 58:57 kok. Ya, seolah-olah kita 59:02 berdekatan dengan maut. Dan orang yang 59:04 iktikaf keluar dalam dari masa iktikaf 59:06 di akhir Ramadan itu biasanya punya 59:09 perasaan yang sangat ingin menjadi orang 59:13 yang benar 59:16 dengan tobatnya. Ya, demikian Pak Tasim. 59:19 Terima kasih. Jangan bosan untuk terus 59:21 menyimak Rasil. Mudah-mudahan Pak Tasim 59:23 sekeluarga sehat walafiat selalu dan 59:27 tidak terpapar 59:28 penyakit-penyakit hati. Amin. Allahum 59:31 amin. 59:31 Amin. Amin. Allahum [mendengus] amin. 59:32 Terima kasih, Pak Ustaz. Kita lanjutkan 59:34 kembali, Pak Ustaz. Di pertanyaan 59:36 selanjutnya ini dari Ibu Hani. 59:38 Asalamualaikum warahmatullahi 59:39 wabarakatuh, Ustaz. Agus. 59:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:41 wabarakatuh. 59:42 Pak Ustaz, apakah [berdehem] seorang 59:43 akhwat yang beribadah selama di bulan 59:46 suci Ramadan ini yang berada di rumah 59:48 saja bisa mendapatkan pahala iktikaf? 59:50 Syukran. Mohon pencerahannya. 59:52 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 59:53 shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad 59:55 w ba'du. Bu Hani terima kasih atas 59:58 pertanyaannya. 59:59 Iktikaf itu memang harus dilaksanakan 1:00:02 physically masuk masjid, Bu. Physically. 1:00:06 Kalau cuma niat dari rumah, nanti Allah 1:00:08 yang ee menilai niatnya, ya. Tapi dalam 1:00:13 pandangan saya, selama seorang muslimah 1:00:17 tidak dihalang, tidak di batasi untuk 1:00:21 masuk masjid, silakan. Meskipun cuma 1:00:23 sejam ya, Bu, ya. Meskipun cuma 1 jam, 1:00:26 niatkan iktikaf ya. 1:00:29 E tadi ya 24 jam itu berapa sih yang 1:00:33 kita pakai untuk keperluan menghadap 1:00:35 Allah ya kan? E 1:00:39 yang lain saya perkirakan itu kita 1:00:43 menggunakan separuh waktu kita itu untuk 1:00:46 keperluan hidup kita. Separuhnya belum 1:00:50 tentu untuk Allah ya kan? Nah 24 jam 12 1:00:53 jam itu untuk keperluan hidup kita. Yang 1:00:55 12 jam lagi isinya 8 jam tidur. Jadi 1:00:59 tinggal 4 jam. Insya jam itu minta 1 jam 1:01:01 aja duduk di masjid baca Quran ya. 1:01:05 Separuhnya tidur pun enggak apa-apa. 1:01:08 Sudah niat iktikaf karena buah lelah 1:01:11 bekerja untuk keluarga. Ya, Ibu sudah 1:01:13 niat nih ya misalnya mohon maaf Bu salat 1:01:17 zuhur berjamaah di masjid sudah niat nih 1:01:20 .30 sampai .30 mau di masjid nanti .30 1:01:24 pulang karena sudah menunggu masak 1:01:27 persiapan buka lain-lain. Ibu-ibu sambil 1:01:31 pegang Quran separuh 1:01:34 perjalanan di masjid setengah jam ibu 1:01:36 sudah terkantuk tertidur tanpa sadar ibu 1:01:40 sudah dapat iktikaf. Bahkan ibu dapat 1:01:43 pahala membaca Quran karena sedang 1:01:45 pegang Quran. Maunya kan 1 jam ini full 1:01:49 baca Quran. Ibu sudah dapat pahala baca 1:01:52 Quran. Jadi begitu Bu Ani ya. Nah, 1:01:54 sekarang gimana? Ada yang tanya, 1:01:57 "Ustaz, kalau kami tidak boleh ke masjid 1:01:59 dibatas, bahkan masjid kami ditutup, 1:02:01 gimana iktikafnya?" di rumah. 1:02:06 Tapi tidak bisa gini iktikaf. "Saya 1:02:07 lagi, kamu lagi ngapain?" Niat, "Saya 1:02:09 sedang niat iktikaf di masjid, Ustaz." 1:02:12 Tapi di tangannya lagi pegang HP kayak 1:02:15 dibuka eh lagi nonton YouTube. Ini bukan 1:02:18 iktikaf. 1:02:23 Ditengok kamu sedang apa? Niat iktikaf, 1:02:26 Ustaz. Kan lockdown masjidnya ditutup, 1:02:28 Ustaz. Tapi dia lagi nongkrong di depan 1:02:31 TV ya kan. Lagi nonton update COVID-19. 1:02:35 Boleh nonton update. Tapi kalau sedang 1:02:37 niat iktikaf, uzla. 1:02:40 Pilih tempat meskipun cuma sebatas, 1:02:42 mohon maaf ya, sebatas 1:02:45 ee sajadah. 1:02:48 kasih garis demarkasi 1:02:51 kanan kiri depan belakang ya kalau atas 1:02:55 bawah enggak bisa kan 1:02:58 kasih demarkasi bilang ibu mau iktikaf 1:03:02 di sini niat iktikaf kata ustaz boleh di 1:03:05 rumah dalam keadaan pandemi Covid asal 1:03:08 kita 1:03:10 buat batas yang jelas nah boleh ibu 1:03:13 boleh atau betul-betul jangan diganggu 1:03:16 selama Ibu iktikaf di sana, di sini 1:03:19 sampai jam .00 nanti. Jangan ada yang 1:03:21 ngomong sama ibu, jangan ada yang ganggu 1:03:23 ibu, jangan ada yang panggil-panggil 1:03:25 ibu. Setuju? Anak-anak paling 1:03:27 senyam-senyum itu ya. Boleh, Ibu. Jadi 1:03:32 buat sejadah, Bu. Ah, bikin aja batas 1:03:35 kursi depan apa di depan kasih kursi 1:03:39 kanan kiri belakang kasih kursi tuh ya. 1:03:44 supaya ibu juga ee tidak terpengaruh 1:03:46 macam-macam. Misalnya ibu ada headset di 1:03:49 rumah, pakai headset, Bu, ya. Enggak ibu 1:03:52 bisa salat nikmat di situ, ya. Meskipun 1:03:55 cuma 1 jam, apalagi sampai malam. Oh, 1:03:58 subhanallah. Ya, saya kira demikian, Bu 1:04:01 Hani ya. Mudah-mudahan Ibu dapat 1:04:04 melaksana iktikaf sesuai dengan 1:04:06 kemampuan dan sesuai dengan keadaan saat 1:04:09 ini. Insyaallah. Amin. Allahum amin. 1:04:11 Iya. Baik. Syukran. eh Ustaz atas 1:04:14 jawabannya. Dan kita lanjutkan kembali 1:04:16 di pertanyaan selanjutnya ini dari 1:04:21 tidak menyebutkan nama. Asalamualaikum 1:04:22 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:04:24 Waalaikumsalam wabarakatuh. 1:04:25 Alhamdulillah, Pak Ustaz, kami 1:04:26 sekeluarga sudah belajar tarbiah dan 1:04:29 juga sunah. Tapi bagaimana jika calon 1:04:32 suami anak saya belum mendapatkan 1:04:34 hidayah untuk hal ini, Pak Ustaz? Yang 1:04:36 dimaksud sekufu itu lebih jelasnya 1:04:38 bagaimana? Bagaimana, Pak Ustaz? 1:04:41 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:04:42 shalli ala Muhammad wa ali ba'du. Ikhwan 1:04:45 dan sekalian, memilih pasangan hidup itu 1:04:49 sesuatu yang sangat prinsip dalam Islam. 1:04:51 Hati-hati. Di Quran banyak sekali 1:04:53 tuntunan kita ya. Salah satunya jangan 1:04:57 kita memilih orang yang tidak satu 1:04:59 akidah apalagi yang mudah masuk golongan 1:05:02 musyrik. Haram. 1:05:04 Ya, diharamkan itu menikahi orang yang 1:05:07 musyrik. Haram. 1:05:09 Nah, bagaimana kalau yang belum dapat 1:05:11 hidayah? Menurut hemat saya pun jauhi. 1:05:14 Memang tidak ada laki-laki lain, ya kan? 1:05:19 Khawatir nanti anak perempuan Anda 1:05:23 menyesal di kemudian hari. 1:05:26 Karena pesan Nabi, 1:05:28 "Nikahkanlah anakmu dengan orang yang 1:05:30 saleh." Ya, bahkan ada orang jauh-jauh 1:05:33 datang dari luar kota Madinah cuma 1:05:36 pengin ketemu cucu Nabi Alhan bin Ali. 1:05:41 Dan 1:05:44 yang ditanya cuma satu, "Wahai Alhan, 1:05:47 apa yang engkau nasihatkan 1:05:50 kalau aku punya anak mau menikah?" 1:05:53 Alasan dengan tegas bilang, "Dan ini 1:05:55 pesannya Kanjeng Nabi, datuk beliau ya, 1:05:58 kakek beliau, nikahkanlah anakmu dengan 1:06:02 pemuda yang bertakwa, dengan orang yang 1:06:04 bertakwa. 1:06:05 Kalau laki-laki itu 1:06:09 mencintai istrinya, anak bapak misalnya 1:06:11 tadi ya, maka dia akan memuliakan 1:06:14 istrinya. Tapi kalau tidak cinta pada 1:06:15 istrinya, mungkin karena sesuatu hal dia 1:06:17 agak dingin atau apa, dia tidak akan 1:06:21 menghinakan istrinya. Itu cirung takwa. 1:06:24 Tapi kalau tidak takwa, tidak iman, 1:06:27 tidak tersentuh tarbiah, jangan jangan 1:06:30 harap Pak dijamin seperti itu. Jadi 1:06:33 sebelum sebelum ee mohon maaf ya, 1:06:36 sebelum ee 1:06:39 menyesal di kemudian hari, pikirkan lagi 1:06:42 istikharah kalau perlu istikharah lebih 1:06:44 baik ya. Dan pengertian sekufu ini 1:06:47 memang bukan sekufu dalam arti ee 1:06:52 sekedar sama-sama selevel sosial 1:06:55 ekonominya, tetapi sekufu ini lebih 1:06:59 kepada 1:07:01 spiritual level atau juga 1:07:05 keterpelajaran, keterpendidikan. Ini 1:07:07 SKUFU karena di belakang hari banyak 1:07:09 masalah ya. 1:07:11 Contoh, ada seorang laki-laki yang 1:07:13 sangat sederhana mendapatkan istri ee 1:07:17 seorang sarjana itu belakangan bisa 1:07:20 cerai karena apa? 1:07:22 ee 1:07:23 sang laki-laki minder. Kecuali sang 1:07:26 laki-laki tadi, pemuda tadi memperbaiki 1:07:28 diri untuk mengkufuku, 1:07:30 mengejar levelnya, levelingnya itu, 1:07:33 leverage-nya itu terkejar dia l dia 1:07:36 belajar 1:07:37 ya gimana istrinya lebih powerful dari 1:07:40 dia ya kan. Nah, secara pendidikan, 1:07:43 secara pemikiran, mungkin juga secara 1:07:45 penghasilan karena pendidikannya lebih 1:07:47 tinggi. Jadi, e sikufu ini para ulama 1:07:51 lebih kepada 1:07:53 dari sisi spiritual, dari sisi 1:07:56 pendidikan keterpelajaran ya. 1:07:58 Wallahualam bawab. Ya. Baik. [berdehem] 1:08:00 Syukran Pak Ustaz atas jawabannya dan 1:08:02 terima kasih untuk hamba Allah ya. Tidak 1:08:05 menyebutkan nama tadi. Ee kita lanjutkan 1:08:07 kembali Pak Ustaz di pertanyaan terakhir 1:08:09 Pak Ustaz di pagi hari ini. Mm sebentar 1:08:14 pertanyaannya. Asalamualaikum 1:08:16 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz. 1:08:17 Warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:18 Dari Bunda Fajar di Bekasi. 1:08:21 Ustaz waktu iktikaf paling sebentar 1:08:23 berapa lama ustaz? Misal kita sedang 1:08:25 dalam perjalanan mampir di sebuah masjid 1:08:27 untuk beristirahat, tapi kita ingin 1:08:30 meniatkan iktikaf, bisakah Ustaz minimal 1:08:33 berapa lama? Dan selain di masjid, 1:08:35 apakah kita bisa beriktikaf di tempat 1:08:36 lain misalnya musala atau yang lainnya? 1:08:39 Mohon nasihatnya. Syukran. 1:08:40 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:08:41 shalli ala Muhammad wa ala ali w ba'duh. 1:08:44 Bunda Fajar menurut ee satu keterangan 1:08:48 ada sahabat yang karena mungkin dia 1:08:50 sibuk dan terkendala untuk iktikaf 1:08:52 seperti Nabi dan sahabat yang lain yang 1:08:54 24 jam, dia 1 jam saja dan itu tidak 1:08:58 disalahkan oleh Kanjeng Nabi. Jadi boleh 1:09:01 asal full jangan 1 jam tapi sambil buka 1:09:04 HP ya. ini sebenarnya ter terpulang 1:09:09 kepada bagaimana kita memfokuskan 1:09:13 perhatian kita, memfokuskan hati kita, 1:09:16 kesadaran dalam batin kita itu hanya 1:09:19 untuk Allah. Meskipun 1 jam ya, Bu ya. 1:09:22 Misalnya, Ibu dalam perjalanan niat, 1:09:23 "Wah, aku mau niat ikikaf dulu deh 1 1:09:26 jam." I kan dari masuk jam 12.00 sampai 1:09:29 jam .00 tapi full. Jangan buka HP, 1:09:32 jangan buka gadet, ya. Jangan ngobrol 1:09:35 sama orang 1 jam full di masjid. Untuk 1:09:39 apa? Salat, 1:09:41 bertauat. Salat tobat banyak-banyak 1:09:44 tobat kita banyak dosa. Salat tobat. 1:09:49 Kemudian baca Quran 1:09:52 1 jam itu insyaallah setelah salat zikir 1:09:55 dapat 1 juz atau minimal setengah juz 1:09:59 ya, Bu Fajar ya. Nah, jadi itu kemudian 1:10:04 masjid mana yang bisa ee digunakan untuk 1:10:07 iktikaf 1:10:09 diutamakan 1:10:10 masjid jami ya yang digunakan untuk 1:10:13 salat Jumat berjamaah. Masjid jam. Kalau 1:10:16 untuk perempuan gimana? Oh, untuk 1:10:17 perempuan kalau begitu silakan di musala 1:10:19 pun boleh 1:10:21 ya. Untuk muslimin usahakan di masjid 1:10:24 jami. Mengapa? Ya, di situlah ya dia 1:10:27 merasa mendapat teman banyak ya dari 1:10:30 berbagai penjuru sa-saudara kita yang 1:10:33 ikut iktikaf. Itu kalau kalau normal. 1:10:35 Kalau enggak normal ya apa boleh buat. 1:10:37 Saya sudah jawab di awal tadi. Boleh di 1:10:39 rumah tapi buat demargasi ya Bu ya. 1:10:41 Demargasi dengan catatan fokus kepada 1:10:44 Allah. Jangan pegang gadet, jangan 1:10:46 pegang laptop, jangan pegang ini itu ya. 1:10:48 Fokus kepada Allah. Demikian 1:10:51 mudah-mudahan Bunda Fajar di mana pun 1:10:53 berada sekeluarga dan juga 1:10:54 sahabat-sahabat terasil yang sedang 1:10:57 berusaha melaksanakan ibadah 1:11:01 dengan menyempurnakannya meskipun 1:11:04 terkendala protokol COVID-19. 1:11:07 Mudah-mudahan semuanya dimudahkan oleh 1:11:08 Allah dan niatnya untuk ibadah dengan 1:11:12 menyempurnakan syariatnya Allah itu 1:11:15 dicatat dengan sempurna oleh Allah. Ya 1:11:18 meskipun kita dalam keadaan terkendala 1:11:21 protokol Covid-19. Rabbana aina 1:11:24 alaikrika 1:11:27 wusna ibadat. Allahumbana hablana min 1:11:31 azwajun 1:11:36 Allah 1:11:38 waba walilan 1:11:42 minadil 1:11:45 mmin inaka qir 1:11:49 wabil ijabati jadir wasallallahu ala 1:11:52 muhammad wa ala ali muhammad 1:11:54 walhamdulillahabbil alamin 1:11:55 wasalamualaikum warahmatullahi 1:11:57 wabarakatuh Waalaikumsalam [mendengus] 1:11:59 warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan 1:12:01 jazakol kepada Ustaz Agusarmaji dalam ee 1:12:05 memberikan tausiah dan juga nasihatnya 1:12:06 kepada kita semua dan juga menjawab 1:12:08 pertanyaan-pertanyaan 1:12:10 dari pendengar Radio Silaturahim dan 1:12:12 semoga dapat bermanfaat apa yang 1:12:14 disampaikan oleh Ustaz Agus Dararmaji 1:12:16 dan mudah-mudahan menambah keimanan dan 1:12:18 juga ketakwaan kita di sisi Allah 1:12:20 Subhanahu wa taala. Amin. Allahum amin. 1:12:22 Kami ucapkan juga kepada ikhwan akhwat 1:12:25 pendengar Radio Sultrahim yang telah 1:12:26 memberikan pertanyaannya melalui telepon 1:12:28 dan juga WhatsApp. Semoga terjawab dan 1:12:31 mohon maaf bila ada pertanyaan yang 1:12:33 belum sempat kami bacakan dan terima 1:12:36 kasih semoga pulsa ataupun kuota yang 1:12:37 dikeluarkan dicatat oleh Allah subhanahu 1:12:39 wa taala. Amin. Allahumma amin. Akhir 1:12:41 kata saya Muhammad Anis Mualim dan 1:12:43 tentunya kita selalu berdoa semoga ee di 1:12:46 hari Jumat ini kita dipermudahkan urusan 1:12:49 kita dan juga mudah-mudahan Allah 1:12:51 Subhanahu wa taala membuka pintu rezeki 1:12:53 dan segala pintu kebaikan buat kita 1:12:55 semuanya. Amin. Allahuma amin. Akhir 1:12:57 kata Muhammad Anis Mualim dan juga ada 1:12:59 Fahri di meja operator dan juga ada Ondi 1:13:01 di kameraman dan juga switcher. Mohon 1:13:04 uruh diri dari ruang dengar Anda. Dan 1:13:06 juga untuk teman-teman kita terima kasih 1:13:07 yang telah merrelay acara kita di pagi 1:13:11 hari ini. tentu yang berada di daerah 1:13:14 ada radio Sukab di Sukabumi ada Latan FM 1:13:20 dan juga yang berada di Semarang, 1:13:21 Bondowoso, Banyuwangi, Batam, Magelang 1:13:24 dan juga yang berada di Pontianak, 1:13:26 Palembang. Semoga kita selalu diberikan 1:13:28 kesehatan oleh Allah Subhanahu wa taala. 1:13:30 Kita tutup acara kita di pagi hari ini 1:13:32 dengan bersama-sama kita membaca doa 1:13:34 kafaratul majelis. Subhanakallahumma 1:13:35 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:13:38 astagfiruka waubu ilaik. Kurang lebih 1:13:40 kami mohon maaf. Billah taufik wal 1:13:41 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:13:43 wabarakatuh.