Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [Musik] 0:19 Bismillahirrahmanirrahim. 0:20 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:23 nastain w umurid dunya waddin wasatu 0:26 wasalamu ala asrofiliya wal mursalin waa 0:29 alihi wahabihi waman tabiahum bisan 0:32 yaumiddin amma ba asalamualaikum 0:34 warahmatullahi wabarakatuh masih 0:37 dipancarluaskan dari jalan masjid 0:38 silaturahim nomor 36 kalimanggis Cibubur 0:41 Bekasi radio silaturahim dan Rasil TV 0:44 untuk Islam yang satu ikhwan akhwat para 0:47 pendengar Radio Silaturahim dan pemirsa 0:48 Rasil TV yang di manaun pun Anda berada. 0:51 Bagaimana kabar Anda di sore hari ini? 0:53 Semoga ikhwan akhwat yang saat ini 0:55 sedang berada di rumah, berkumpul 0:56 bersama keluarga ataupun yang saat ini 0:58 sedang berada dalam berkendaraan, semoga 1:01 kita semuanya selalu dalam kesehatan dan 1:03 senantiasa selalu dalam lindungan dan 1:05 rahmat Allah Subhanahu wa taala. Senang 1:08 sekali rasanya bersama saya Muhammad 1:09 Hafiz Alfloresi. Beserta kru yang 1:11 bertugas di sore hari ini ada Bang Neja 1:14 di kameraman dan switcher dan ada Bang 1:16 Yusuf Subangkit di meja operator. 1:18 Alhamdulillah kembali hadir dalam 1:20 program tausiah sore bersama guru kita 1:22 Ustaz Ahmad Shoh di edisi hari Jumat 1:27 15 Ramadan. Alhamdulillah kita sudah 1:29 melewati hari ke-15 di bulan Ramadan di 1:32 1441 Hijriah atau bertepatan di tanggal 1:36 8 Mei 2020. 1:38 Alhamdulillah guru kita sudah berada di 1:40 Setiao. Kita sapa terlebih dahulu ikhwan 1:42 akhwat. Asalamualaikum warahmatullahi 1:43 wabarakatuh ustaz. 1:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:47 wabarakatuh. 1:48 Bagaimana kabarnya ustaz? 1:49 Alhamdulillah dalam keadaan sehat 1:51 walafiat. Alhamdulillah atas doa dari 1:53 semuanya. Alhamdulillah. 1:54 Masyaallah. 1:55 Masyaallah. 1:55 Ramadan kali ini gimana Ustaz? Dalam 1:57 kondisi pandemi seperti ini, Ustaz, 1:59 justru banyak kesempatan bisa 2:01 memfokuskan diri gitu kan di rumah. 2:03 Masyaallah bisa berkhalwat dengan Allah 2:05 Subhanahu wa taala. Insyaallah. N 2:07 ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 2:09 subhanahu wa taala. Insyaallah di 2:11 kesempatan sore kali ini guru kita Ustaz 2:13 Ahmad Saleh akan membahas dengan tema 2:17 Ramadan syahrul Quran. Artinya Ramadan 2:20 ini adalah bulannya Al-Qur'an. Sebelum 2:22 kita menyimak eh nasihat dan tausiah 2:25 dari guru kita, alangkah baiknya kita 2:27 buka acara kajian kita di sore hari ini 2:29 dengan membaca doa thabul ilmi. 2:31 Bismillahirrahmanirrahim. 2:32 Rabbana z'na ilman Allahumma fa'na bima 2:35 alamtana waimna ma yanfauna warzuqna 2:39 ilman yanfaad. 2:43 Alhamdulillahi 2:44 hamdan thayiban mubarokan fama 2:49 yuhibunaard. 2:52 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:55 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 2:58 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabi 3:00 ba'. Allahumma sholli wasallim wabarik 3:05 ala habibikal karim Muhammadin waa alihi 3:08 wa ashabihi waman tabiahum bisanin 3:11 yaumilqiamah. Amma ba'. 3:14 Ikhwan akhwat pendengar Radio 3:15 Silaturahim serta pemirsa Rasil Visual 3:18 di mana pun berada. 3:20 Senantiasa puji kita panjatkan kepada 3:23 Allah Subhanahu wa taala yang masih 3:25 melindungi kita, membimbing kita, 3:27 memberikan kesempatan-kesempatan kepada 3:30 kita untuk senantiasa meningkatkan 3:32 pendekatan diri kepadanya yang masih 3:35 memberikan tenaga kepada kita untuk bisa 3:38 berlaku lebih baik, beraman, lebih mulia 3:40 lagi. Nah, sementara yang lain tidak 3:43 diberi kesempatan itu. Sementara yang 3:46 lain jangankan mengerti, mengaplikasikan 3:48 tentang kebaikan, bahkan mengerti itu 3:51 kebaikan pun bingung dia. Nah, maka oleh 3:53 sebab itu, ikhwan akhwat sekalian, kita 3:56 bersyukur kepada Allah dengan bimbingan 3:58 Al-Qur'an, dengan bimbingan sunah Nabi 4:00 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 4:03 alhamdulillah kita menjadi mengerti ma 4:05 hual haq, apa itu e alhaq, apa itu 4:08 kebenaran, apa itu khair, apa itu 4:10 kebaikan, mana attauhid dan man syirik 4:14 dan seterusnya. Ee maka oleh sebab itu 4:16 pada kesempatan sore hari ini kita ingin 4:19 berbicara tentang Al-Qur'an. Karena 4:24 had syahr bulan ini yakni Ramadan adalah 4:29 ee bulan di mana di dalamnya diturunkan 4:32 Al-Qur'an. Sebagaimana Allah tegaskan, 4:34 syahru ramadanzi unzila fihil Quran. 4:39 Jadi bulan Ramadan itu adalah bulan di 4:41 mana di dalamnya diturunkan Al-Qur'an. 4:44 Di mana fungsi Al-Qur'an itu adalah ee 4:47 sebagai hudan, sebagai petunjuk. Banyak 4:49 sekali ee apa penyifatan terhadap 4:52 Al-Qur'an. Baik itu sebagai hudan, 4:54 sebagai ee kemudian ee ee apa namanya? 4:58 Sebagai obat syifa gitu kan. Dan masih 5:00 banyak lagi. Tetapi pada kesempatan ini 5:03 kita ingin memulai bahwa ee dalam kajian 5:06 kita ee tentang kitab Riyadus Shihin 5:09 beberapa pertemuan yang lalu dikatakan 5:12 dalam satu hadis bahwa iqrau 5:16 alqurana. Jadi, iqraul qurana fainnahu 5:20 yati yaumalqiamati syafi'an liashhabihi. 5:24 Bacalah oleh kalian Al-Qur'an 5:27 ya. Karena Al-Qur'an itu nanti pada hari 5:29 kiamat akan datang sebagai pemberi 5:33 syafaat kepada orang yang membacanya, 5:36 memahaminya, dan mengamalkannya. Ahlihi 5:38 di situ ee ya ini bisa ee diawali dari 5:41 yang membacanya. 5:43 Dari sini kita akan lihat dulu tentang 5:45 membaca. 5:47 Ada bacaan yang diberikan oleh Nabi 5:50 sebagai kabar gembira bagi mereka yang 5:52 baru mampu membaca, belum mampu 5:55 mentafakuri, belum mampu mengkaji 5:59 mutiara-mutiara tafsirnya, maka satu 6:03 huruf itu berbanding atau seekuivalen 6:06 dengan 10 kebaikan. Nah, ini jadi ee 6:10 kita tidak boleh ee tidak lagi pada 6:13 posisi perdebatan apakah mana yang lebih 6:17 baik. Sebagaimana ulama terdahulu kan 6:19 pernah juga mengkaji mana yang lebih 6:21 baik membaca Al-Qur'an sedikit tapi 6:23 kemudian mengerti maknanya dengan orang 6:25 yang banyak membaca Al-Qur'an tapi dia 6:27 tidak ngerti maknanya gitu kan. Ee Imam 6:31 Assyafi'i misalnya mengatakan lebih baik 6:33 yang membaca Quran banyak gitu kan. 6:35 Karena tadi satu huruf 10 kebaikan. 6:38 banyak huruf berarti dikalikan 10 6:40 kebaikan. Nah, namun kemudian 6:43 ee dalam ee beberapa hal beberapa hadis 6:48 gitu kan mengingatkan agar kita tidak 6:51 boleh melampaui 3 hari dalam membaca. 6:54 Artinya ee mengkhatamkan tidak boleh 6:57 kurang dari 3 hari. 7:00 Tapi fakta menunjukkan sekali lagi fakta 7:04 menunjukkan banyak ulama yang mampu 7:06 mengkhatamkan Quran dalam 1 hari satu 7:08 malam, 2 hari 2 malam. Artinya sebelum 3 7:11 hari pun mereka, nah para sahabat ya 7:15 terutama misalnya Utsman bin Affan itu 7:18 dalam satu malam gitu kan bisa 7:20 mengkhatamkan Quran. Nah, oleh sebab itu 7:23 bagaimana menghubungkannya? Nah, jadi oh 7:26 kalau yang tadi ee untuk orang yang 7:29 masih ee apa namanya? Terpatah-patah 7:32 membacanya dihibur oleh Nabi satu huruf 7:36 10 kebaikan. 7:38 Tapi bagi kita yang sudah memulai 7:40 mengkaji selain tilawahnya, selain 7:42 tahsinnya, bacaannya dengan benar gitu 7:45 kan ditingkatkan untuk memahami makna 7:48 dan maksudnya. Berarti ee terjemah w 7:51 tafsiriah gitu ya, terjemah dan 7:54 tafsirnya. sehingga kita mampu memaknai, 7:56 memahami, oh ke sini maksudnya. Nah, 7:59 maka kenapa kemudian dilarang? Larangan 8:02 dalam hal ini berarti bukan larangan 8:04 mutlak. Karena tadi kan fakta-fakta 8:07 menunjukkan bahwa ada yang memang ee 8:10 mampu membaca lebih eh kurang 8:12 menyelesaikan bacaan Quran khatam 30 juz 8:15 sebelum 3 hari. Maka ee yang dimaksud 8:18 larangan itu bukan larangan mutlak. Nah, 8:20 tapi memiliki maksud. Kenapa? agar orang 8:24 e mampu pula menelusuri pesan-pesan yang 8:28 ia baca, gitu kan. Nah, jadi ini harus 8:30 didudukkan sehingga semuanya memiliki 8:33 tempat, memiliki hak untuk dijadikan 8:35 hujah, untuk dijadikan dalil. 8:38 Jadi bagi mereka yang sudah mampu 8:41 memaknai, memahami, mengerti tafsirnya, 8:44 maka sebaiknya juga menggali 8:47 samudra-samud apa? Menggali 8:48 mutiara-mutiara di samudra hikmah. 8:51 samudra fadilahnya dari Al-Qur'an 8:54 tersebut. Nah, ini yang yang kemudian 8:56 harus dipahami. Kemudian kalau kita 8:59 melihat di dalam ee apa namanya? Ulumul 9:02 Quran misalnya, salah satu bahwa ayat 9:05 yang pertama kali turun sepakat para 9:08 ulama adalah ee ayat 1 sampai 5 dari 9:11 surah Al-Alaq. Mulai dari iqra gitu kan. 9:15 Nah, pada pertemuan yang lalu kita sudah 9:17 membahas bahwa iqra yang dimaksud bukan 9:20 hanya membaca dari sisi teks ya. Jadi 9:23 kalau dari kalau Nabi Muhammad 9:24 sallallahu alaihi wasallam itu membaca 9:26 dari pengertian membaca ayat-ayat Allah 9:29 tabaraka wa taala yang terdapat di alam 9:32 maya pada. Tapi iqra itu jika itu 9:35 ditujukan kepada umat Nabi Muhammad maka 9:38 iqra memiliki dua yang harus dibaca 9:40 yaitu ayat Allah yang termaktub. 9:43 maksudnya yang tertulis kedua ayat Allah 9:46 yang tidak termaktub, tidak tertulis 9:49 tetapi terpampang di alam maya pada. 9:52 Nah, menarik untuk sedikit kita lihat 9:54 misalnya iqra bacalah. 9:58 Sekali lagi karena kita dulu membahas 10:00 bahwa ketika ayat itu diturunkan kepada 10:02 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 10:03 wasallam, maka pengertian iqra di situ 10:05 adalah membaca alam, membaca ayat di 10:08 sekitarnya gitu ya. Bukan dalam bentuk 10:10 tulisan. Karena tak ada satu riwayat pun 10:13 mengatakan malaikat Jibril bawa tulisan 10:15 waktu itu gitu kan. Iqra sambil menunjuk 10:18 tulisan. Tidak ya. Tapi kemudian iqra. 10:22 Iqra gitu kan. Nabi e riwayat tak ada 10:25 satuun yang di ee dikemukakan oleh para 10:27 ulama. Tak ada satuun ayat eh apa 10:29 namanya? Riwayat yang menjelaskan bahwa 10:32 malaikat Jibril bawa tulisan. itu 10:33 menunjukkan berarti bukan tulisan, bukan 10:35 teks yang harus dibaca, bukan nas yang 10:37 harus dibaca, tetapi ayat Allah yang 10:40 kedua yaitu ayat Allah yang terpampang 10:42 di alam maya pada itu. Nah, nah namun 10:46 kemudian nanti kalau menggunakan ilmu ee 10:48 ee tanasubul tanasub gitu ya, Al-Qur'an 10:53 tanasub itu ee apa? ee munasabah, bisa 10:57 munasabah ayat dengan ayat, bisa 11:00 munasabah ee surat dengan surat, ada 11:05 juga munasabah antara juz dengan zuz 11:09 gitu ya, antar juz gitu. Nah, itu ee 11:12 tanasubul ayat. Ee misalnya kalau kita 11:16 melihat iqra itu apa yang harus dibaca 11:19 gitu kan, itu terdapat dalam surah 11:21 al-alaq. Tetapi kemudian 11:24 ada mm hubungannya yaitu ada surat 11:28 setelah itu kalau di dalam mushaf 11:30 setelah surah Al-Alaq itu adalah 11:33 Al-Qadr. Nah, Al-Qadr bicara tentang 11:35 Al-Qur'an gitu kan. Nah, maka kalau 11:38 begitu bisa dimaknai bahwa iqra jika itu 11:42 tertuju kepada umat Nabi Muhammad, maka 11:44 bukan hanya membaca seperti Nabi 11:47 Muhammad membaca alam sekitar yang 11:49 terjadi di sekitar kita, tetapi juga 11:52 harus juga membaca Al-Qur'an atau yang 11:54 termaktub tadi. Ayat Allah yang 11:56 termaktub. 11:58 Menarik untuk dipahami misalnya di situ, 12:00 iqra, bacalah olehmu ya Muhammad. Begitu 12:04 kurang lebih. 12:06 Bismi rbik. 12:09 Bismi. Saya terjemahkan terlebih dahulu 12:12 dengan nama 12:14 Rbika Tuhanmu. Sebelum dilanjutkan, ada 12:18 dua hal paling tidak dua pengertian 12:22 bismi huruf ba itu ya. Ba itu bisa 12:26 bermakna atas nama, bisa bermakna dengan 12:30 nama. 12:32 Bism bismillah. Tetapi dalam ayat ini 12:35 Allah belum memperkenalkan dirinya. Di 12:37 dalam surah Al-Alaq ini Allah belum 12:40 memperkenalkan namanya, 12:43 baru memperkenalkan 12:45 e sifat-sifatnya. 12:48 Kenapa begitu gitu ya? Kenapa tidak 12:50 namanya yang diperkenalkan? Misalnya 12:53 begini, mohon maaf ee kita simpan dulu 12:56 orang ee mengenal misalnya ada seseorang 13:00 ee yang namanya fulan itu diberi sifat 13:03 jelek. Nah, untuk supaya mengembalikan 13:07 kepada kebaikannya maka bukan namanya 13:09 dulu. Siapa dia? Oh, dia orang baik. Oh, 13:12 dia pemimpin perusahaan ini. Oh, sudah 13:15 semua kebaikan disebutkan baru dialah si 13:17 fulan yang nama fulan ini sesungguhnya 13:20 telah diberi sifat buruk. Nah, Allah 13:23 tabaraka wa taala diberi sifat jelek 13:26 oleh orang-orang musyrikin Quraisy. 13:30 Ya, dia punya ee dia punya anak 13:33 perempuan yaitu malaikat dianggap anak 13:35 perempuannya ya kan anak lelakinya ini 13:38 ini dan seterusnya. Nah, Allah 13:41 memperkenalkan bukan nama Allah dulu. 13:42 Karena nama Allah ini sudah masyhur. 13:44 Sebelum Nabi Muhammad dapat wahyu itu, 13:47 masyarakat Quraisy sudah mengerti 13:50 bahwa ada ee apa namanya? Allah itu. 13:53 Mereka juga tahu bahwa yang menciptakan 13:55 langit dan bumi itu Allah. Namun 13:57 kemudian mereka memberi sifat yang lain 13:59 yang ee apa namanya? Yang ee memberi 14:03 sifat yang buruk, memberi sifat yang 14:04 tidak layak. Ini kalimat yang tepatnya 14:06 yang tidak layak. Maka kemudian Allah 14:08 memperkenalkan dirinya bukan namanya 14:10 dulu. 14:12 Siapa? 14:14 Iqra bismi rabbikalladzi khalaq. Bacalah 14:20 dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah 14:23 menciptakan. 14:25 Ini pertama kali apa namanya? Ayat turun 14:29 kepada beliau sallallahu alaihi wasallam 14:33 sebagai argumentasi yang paling dahsyat. 14:36 Jadi kalau kemudian ada orang mengaku 14:38 rabb ana anbukum a'la misalnya Firaun 14:42 syaratnya apa? Oleh Allah dikatakan tadi 14:45 kalau syarat untuk jadi Rabb itu harus 14:47 punya kontribusi dalam penciptaan langit 14:49 dan bumi atau dalam menciptakan sesuatu. 14:53 Kalau yang menciptakan langit dan bumi 14:54 itu hanya Allah, berarti yang pantas 14:56 jadi Rabb hanya Allah. Nah, maka oleh 14:59 sebab itu dalam paradigma kita umat 15:02 Islam bahwa yang dimaksud oleh kita 15:04 Allah itu pencipta. 15:07 Lalu kemudian 15:09 ee ada iblis membisikan kepada kita, 15:12 "Bagaimana kalau ada pencipta sebelum 15:14 sebelum Allah?" 15:16 Maka kita katakan, "Maka yang disebut 15:18 Allah adalah yang menciptakan itu, gitu 15:21 ya. Bagaimana kalau kemudian nanti ee 15:23 apa namanya? Ternyata yang menciptakan 15:26 Allah itu ada yang menciptakan lagi. 15:27 Maka yang saya maksudkan Allah itu yang 15:29 menciptakan tadi yang pertama kali gitu. 15:32 Jadi ini apa namanya em kausa primanya. 15:36 Jadi ee jadi kalau di antara manusia 15:39 mengatakan bahwa ada itu berasal dari 15:42 ketiadaan ini giriru maqulul. Enggak 15:44 bisa masuk akal. Orang tidak ada kok 15:46 bisa jadi menciptakan jadi ada. Orang 15:48 dianya sendiri tidak ada gitu. Maka oleh 15:51 sebab itu Allah subhanahu wa taala wajib 15:53 itu ee apa namanya ee wajib wajibil 15:56 wujud 15:58 gitu ya. Wajibil wujud. Jadi wajib 16:01 adanya baru bisa apa namanya bisa 16:03 dipahami karena ada mampu menciptakan 16:06 ada. Nah, maka oleh sebab itu ayat ini 16:08 dahsyat sekali. Ini pertama kali turun 16:11 ayat itu justru masyaallah dari sisi 16:14 apapun argumentasi apapun sangat dahsyat 16:17 ya. Jadi, iqra bismi rabbikalladzi 16:20 khalaq, Tuhanmu. Ya, atas nama. Sekali 16:24 lagi kemudian sekarang kita tarik ada 16:26 bismi dengan pengertian atas nama. Maka 16:29 kalau atas nama berarti dia wakil. 16:33 Iya kan? Kalau wakil maka dia adalah 16:35 khalifah, 16:38 khalifatullah gitu kan. Maka atas nama 16:40 Allah. Nah, maka dia dia cara membaca 16:43 seorang khalifah sebagai yang mewakili 16:46 Allah tabaraka wa taala. Tapi ada bismi 16:49 dengan pengertian dengan nama. Kalau 16:52 dengan nama berarti dia memposisikan 16:55 dirinya sebagai hamba. 16:58 Maka fungsi manusia ada dua gitu kan. 17:01 Pertama dia sebagai khalifatullah fil 17:03 ardhi. Yang kedua sebagai abdullah, 17:07 sebagai hamba hamba Allah yang bertugas 17:09 mengabdi kepada Allah Subhanahu wa 17:12 taala. Kalau tadi mewakili Allah, 17:14 menerapkan syariat-syariatnya 17:17 agar manusia bahagia di dunia dan di 17:19 akhirat. Nah, jadi ini indah sekali 17:22 Quran itu. Masyaallah. Maka kemudian 17:24 kenapa syahru Ramadan disebut apa 17:27 sebagai syahrul Qur'an? Ini hendaknya 17:30 momen-momen ini jangan sampai kemudian 17:32 nanti ee waktu-waktu yang kita lewati 17:35 menangisi kita. Kenapa? Karena 17:37 waktu-waktu itu tidak diisi dengan 17:40 pendekatan diri kita kepada Allah 17:42 melalui ee apa namanya? Baik tilawah 17:45 maupun qiraah Al-Qur'an. 17:48 Tidak diisi dengan ee apa namanya? 17:52 Berdua-duaan kita ngobrol dengan Allah 17:54 tabaraka wa taala. Ngobrol yang dimaksud 17:58 sering istilahnya adalah ee apa namanya? 18:01 Khalwat. Khalwat itu khulwun. Khulwun 18:03 itu manis. 18:05 Jadi ada orang baca Quran saat orang 18:08 lain dia baca Quran dengan bacaan yang 18:10 terbata-bata, apalagi bagus bacaannya, 18:13 terdengar oleh dirinya juga sampai 18:15 kepada hatinya. Tet sampai kepada satu 18:20 perasaan yang tidak ia ketahui, yang 18:22 tidak ia mengerti. tiba-tiba kemudian 18:24 menetes air matanya. Dia sendiri kadang 18:27 tidak ngerti apa yang dia baca, tapi 18:29 perasaan itu mengalir kepada jiwanya. 18:31 Ada satu ketenangan. Kemudian dia tidak 18:33 lanjutkan bacaan. Ya, tutup. Kemudian 18:35 dia, "Ya Allah, 18:37 inilah yang bisa aku lakukan ya Allah. 18:40 Hamba yang lemah ini baru bisa membaca." 18:43 Ini sebagai bukti bahwa dia bukan dia 18:45 kemudian tidak ingin melaksana, bukan. 18:48 Tapi ketawaduan sebagai hamba yang 18:51 sangat memerlukan Allah Subhanahu wa 18:53 taala. Kemudian dia katakan seperti itu. 18:55 Ya Rabbana ini yang bisa aku lakukan. 18:59 Mungkin belum sempurna, mungkin terlalu 19:01 banyak kekurangannya. Maka dari itu, ya 19:03 Allah sempurnakanlah 19:05 kekurangan-kekurangan ini. 19:08 Nah, maka oleh sebab itu, Ikhwatul iman, 19:10 makanya kenapa kemudian dia Al-Qur'an 19:13 menjadi Syafi'an sebagai pemberi syafaat 19:15 nanti di yaumil kiamah? 19:17 Karena oleh orang yang mencintainya, 19:20 siapa yang mencintai Qurannya berarti 19:22 dia mencintai Allah tabaraka wa taala. 19:24 Berarti mencintai siapa? Yang 19:26 berkalamnya, berfirmannya. 19:29 Nah, maka ini yang harus digaris bawahi. 19:31 Maka oleh sebab itu, maka hiasilah ee 19:34 syahru Ramadan sekarang ini dengan 19:38 tilawah ya, dengan kajian tadarus 19:42 maupun dengan memetik, menggali 19:44 hikmah-hikmah, menggali mutiara-mutiara 19:46 Al-Qur'an. Nah, ini ini yang kemudian 19:49 harus dipahami. Nah, maka oleh sebab itu 19:51 di dalam Al-Qur'an banyak sekali tadi 19:54 ada ee iqra bismi rabbikalladzi khalaq. 20:00 Bacalah olehmu ya Muhammad ayat-ayat 20:02 Allah yang termampang di alam p alam 20:04 maya pada ini. Karena nanti juga engkau 20:07 akan dibimbing oleh wahyu, dibimbing 20:08 oleh Al-Qur'an itu ya kan e bismibik 20:12 dengan menyebut ya atau atas nama 20:15 Tuhanmu khalaq ya yang telah 20:19 menciptakan. Jadi Rabb itu fungsi Rabb 20:22 itu adalah yang menciptakan. Jadi kalau 20:24 dia tidak mampu menciptakan berar 20:27 berarti dia bukan Rabb, bukan Tuhan. 20:29 Meskipun misalnya Firaun mengklaim, "Aku 20:32 ini rbukumul a'la." 20:35 Nah, aku ini katanya Tuhan kamu yang 20:38 maha tinggi. Gitu kan. Tapi kalau tidak 20:41 bisa menciptakan kadzaba, berarti dia 20:43 telah berdusta. Maka oleh sebab itu 20:46 didustakan juga oleh Allah Subhanahu wa 20:48 taala itu Firaun. Nah, kemudian tadi 20:51 atas nama ya, atas nama Rabbmu, atas 20:54 nama Tuhanmu ada dua kondisi posisi 20:58 tentang khalifah. 21:01 Ya, kalau kita lihat misalnya ada 21:03 khalifah yang hanya diakui oleh Allah, 21:07 tapi juga ada khalifah yang diakui bukan 21:11 hanya oleh Allah, tetapi juga diakui 21:13 oleh manusia. Maka nanti isyarat di 21:16 dalam Al-Qur'an misalnya Nabi Adam 21:20 pertama-tama itu diakui oleh Allah 21:22 sebagai khalifah di muka bumi. Maka 21:26 Allah menggunakan redaksinya di dalam 21:28 Al-Qur'an itu. Inni jailun fil ardhi 21:33 khalifah. Menggunakan inni sesungguhnya 21:36 aku jailun 21:39 yang menjadikan fil ardhi di muka bumi 21:42 ini khalifah. seorang khali khalifah. 21:44 Tapi di dalam surah Shad, Allah bukan 21:47 mengatasnamakan tidak e mengatasnamakan 21:50 dirinya lagi. 21:53 Waa'alnaka. 21:55 Kalau tadi ja'ilun gitu kan, inni jailun 21:59 ee mempresentasikan dirinya. Tapi 22:02 sekarang 22:04 ja'alnak inna ja'alnaka. Sesungguhnya 22:07 kami, kata Allah, kalau tadi aku, 22:09 sekarang kami menjadikan engkau ya ee 22:14 Daud gitu kan ya Daud khalifatan fil 22:18 ardhi. 22:20 Khalifah di muka bumi. Kalau tadi fil 22:22 ardhi khalifah, kalau sekarang 22:24 khalifatan fil ardhi. Ah, posisinya 22:26 terbalik. 22:28 Kalau posisinya terbalik mesti tafsirnya 22:30 juga beda gitu. Itu Quran. Masyaallah. 22:33 Nah, maka karena diakui Nabi Daud 22:36 sebagai khalifah bukan hanya diakui oleh 22:38 Allah, maka kemudian Nabi Daud 22:40 diperintah untuk memberikan 22:42 kebijakan-kebijakan atas nama Allah. 22:45 Maka di situ fahkum maka hukumilah. Nah, 22:48 ini kan kebijakan mengatur gitu kan 22:51 ketika tadi. Nah, ini isyarat-isyarat 22:53 masyaallah menarik sekali. Nah, menarik 22:55 sekali. Maka oleh sebab itu sekali lagi 22:57 bahwa wajar kalau kemudian Al-Qur'an ini 23:00 menjadi menu bagi kita. menu harian kita 23:03 ya untuk mengisi syahru Ramadan ini 23:07 sehingga dengan tadi pemahaman-pemahaman 23:10 hasil galian dari ulama terdahulu 23:12 dikumpulkan ditambah dengan riset kita, 23:14 penelitian kita itu akan mendapatkan 23:16 sesuatu yang menyegarkan dalam kehidupan 23:19 insyaallah. Nah, maka oleh sebab itu 23:21 saya kira dengan tema kita Ramadan 23:24 Syahrul Quran itu harus betul-betul 23:26 diwujudkan 23:28 bahwa ee hendaknya kita menjadi sahabat 23:32 Al-Qur'an. Sahhib. Sahhib itu teman 23:35 dekat ya. Sahib ee atau e shodq gitu ya. 23:40 Sodq kan artinya juga teman ya. Sahib 23:42 juga sama. Jadi sahabat Al-Qur'an. Nah, 23:46 karena nanti ke mana-mana tidak mesti 23:48 harus bawa mushaf, tidak mesti harus 23:50 membawa misalnya gadget yang berisi 23:52 aplikasi Al-Qur'an, tetapi Al-Qur'an 23:54 sudah ada di dalam hati kita. Maka oleh 23:56 sebab itu, kenapa dari sini mengerti 23:58 kenapa para sahabat diminta oleh Nabi 24:02 untuk menghafal? 24:04 Nah, ini kalau dalam pendidikan di 24:07 tempat lain, maksudnya di dunia lain, 24:09 dunia lain yang dimaksud misalnya dunia 24:12 ee sekuler, hafalan-hafalan kitab suci 24:15 tidak dikenal, maka hanya ada di dalam 24:17 Islam. Hm. Nah, makanya disebutnya ada 24:20 yang bergelar ee alhafid meskipun 24:23 maksudnya adalah alhamil. Alhamil itu 24:25 orang yang membawa gitu ya, membawa 24:28 hamala. alhamil al namun kemudian 24:31 alhafid yang menjaga alhafid itu ya. 24:34 Nah, maka oleh sebab itu ini harus 24:37 menjadi hal yang sangat penting ya 24:40 karena membacanya saja membacanya saja 24:44 sekali lagi mendapatkan kebaikan bagi 24:47 orang pemula pemula nih bacanya 24:50 terbata-bata saja Allah menghargai. 24:53 Kenapa? Karena dia telah menunjukkan 24:55 dirinya cinta kepada Allah melalui 24:57 pembacaan kalam-kalam Allah. 25:01 Masyaallah. Kan orang yang cinta kepada 25:04 seseorang misalnya sang kekasih 25:07 memberikan sapu tangan, maka sapu 25:10 tangannya dilihatnya, 25:12 diciumnya. Mm. H yadullu. Ini 25:15 menunjukkan bahwa dia mencintai 25:16 pemberinya. 25:19 Itu ilustrasi di kehidupan manusia. 25:22 Apalagi Allah yang maha syakur, Allah 25:25 maha yang maha berterima kasih. 25:27 Jangankan masalah seperti tadi, 25:30 mengamalkan ya, menggali, bahkan hanya 25:33 membaca pun Allah berterima kasih. 25:36 Makanya Allah punya sifat tadi maha 25:39 berterima kasih. Ee maka oleh sebab itu 25:42 seringki tidak seimbang, hanya 25:44 ditakut-takuti aja dengan sifat-sifat 25:47 yang mohon maaf sifat-sifat yang 25:49 mengakibatkan tidak nyaman. meskipun itu 25:53 juga iya, tapi kalau kita meneliti 25:55 Al-Qur'an, 25:57 tapi justru yang harus ditonjolkan 25:58 sesungguhnya adalah ee apa? Sifat-sifat 26:01 positifnya. Kenapa? Karena rahmat Allah 26:05 wasi wasiun. Sangat luas. Rahmat Allah 26:09 wasiah gitu kan. Bahkan melampaui 26:13 murkanya tuh. Makanya ada di antara 26:16 sahabat saya lupa lagi bertanya, "Siapa 26:18 nanti akan menghisab di yaumil kiamah 26:20 itu? Maka dijawab Allah, "Oh, Allah ya 26:23 baguslah kalau Allah ya akan 26:24 menghisabnya." Kenapa? Ya selama ini 26:26 saya dengan Allah baik-baik saja. Dia 26:28 bilang gitu. Nah, maka oleh sebab itu 26:30 saya kira bagaimana kita ee tetapi yang 26:33 jelas bahwa 26:35 interaksi kita dengan Quran sebagaimana 26:38 kita lihat bagaimana Rasul dengan 26:40 malaikat Jibril tiap Ramadan itu 26:42 murajaah. 26:43 Ee ya masyaallah sampai kemudian di 26:46 tahun kewafatannya kan dua kali ya. Dua 26:48 kali khatam berarti itu ya. Heeh. Apa 26:51 berarti maksimal dua kali khatam, Ustaz? 26:54 Gak. Anda boleh saja misalnya seperti 26:57 tadi ukuran yang Nabi jelaskan bisa saja 26:59 tiga kali apa 3 hari khatam. Berarti 27:02 kalau sebulan berarti 10 kali fadal. 27:05 Tapi kalau Anda ah gak ustaz saya mah 27:06 mau ngambilnya. Silakan mahu khatamnya 27:09 cuma dua kali atau sekali silakan gak 27:11 masalah gitu kan. Nah, kenapa cuma dua 27:15 kali? Oh, saya mah ee baca sekaligus 27:17 juga menggali maknanya. Oh, silakan toh 27:20 nanti yang menikkan Allah gitu ya. 27:22 Tetapi saya kira dengan program-program 27:25 ikhwan kita ya kan tentang odod one day 27:29 one juz gitu atau one day khatam Quran 27:32 kalau itu kelompok gitu kan satu 27:34 kelompoknya 30 orang gitu masyaallah itu 27:38 bukan sesuatu yang bidah dolalah ya tapi 27:41 itu adalah sebuah inovasi bagaimana 27:44 membangkitkan kecintaan kepada Allah 27:46 subhanahu wa taala. Sekali lagi kalau 27:48 masalah itu Allah sangat berterima kasih 27:50 karena Allah maha berterima kasih loh. 27:54 Dan itu kan menunjukkan kerja sama ingin 27:57 mengkhatamkan Quran toh juga pada 27:59 akhirnya nanti giliran semuanya. 28:01 Masyaallah ya. Ini saya kira sebagai 28:03 pengantar kajian kita tentang Ramadan 28:08 Syahrul Quran. Wasallallahu ala nabiina 28:11 Muhammadin walhamdulillahiabbil alamin. 28:14 Wallahuam bisawab. 28:17 Masyaallah menarik sekali. Begitu indah 28:20 sekali nasihat yang disampaikan oleh 28:21 guru kita. Begitu menyentuh rulung kalbu 28:24 kita. 28:25 Masyaallah. 28:26 Dan alhamdulillah sudah kita 28:29 mendengarkan paparan dari Ustaz mengenai 28:32 ee tema yang disampaikan di sore hari 28:33 ini Ramadan Syarul Quran. Yakni Ramadan 28:37 adalah bulannya Al-Qur'an. Semoga dalam 28:39 bulan ini kita selalu dekat dengan 28:41 Al-Qur'an, cinta dengan Al-Qur'an, dan 28:43 menjadikan Al-Qur'an sebagai nutrisi 28:44 dalam kehidupan kita. Dan kami 28:46 mengundang bagi ikhwan akhwat para 28:48 pendengar silaturahim yang ingin 28:50 menyampaikan pertanyaannya bisa langsung 28:52 melalui L interaktif kami melalui 28:54 telepon di 0218451512 28:59 dan ikhwan akhwat juga bisa mengirimkan 29:01 pertanyaannya melalui WhatsApp dan juga 29:03 SMS di 08111999720. 29:09 Kami akan segera kembali tetap di rode 29:11 silaturahim dan Rasul TV untuk Islam 29:13 yang satu. 29:23 [Musik] 29:32 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 29:35 Islam yang satu. Ikhwan Akhwat, terima 29:37 kasih Anda masih setia menyimak kajian 29:39 kita di sore hari ini di tausiah sore 29:41 bersama guru kita Ustaz Ahmad Shamad 29:45 Syahrul Quran. Dan alhamdulillah kita 29:48 sudah memasuki di sesi yang kedua dan 29:50 kami akan membacakan 29:51 pertanyaan-pertanyaan dari ikhwan akhwat 29:53 yang sudah masuk di kami. Pertanyaan 29:55 pertama Pak Ustaz ini datangnya dari 29:57 hamba Allah dari Bekasi Pak Ustaz. 29:59 He 30:00 pertanyaannya. Asalamualaikum 30:01 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 30:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:04 wabarakatuh. Semoga Pak Ustaz dan Kru 30:07 Rasil semuanya selalu dalam kesehatan 30:08 dan selalu dalam lindungan Allah 30:09 Subhanahu wa taala. 30:10 Amin. Allahum amin. 30:12 Ustaz, di bulan Ramadan ini kita selalu 30:14 berusaha untuk selalu dekat dengan 30:17 Al-Qur'an. Di dalam bulan ini kita 30:20 selalu membaca Al-Qur'an dan kita punya 30:22 target misal harus khatam satu kali atau 30:25 dua kali, Pak Ustaz. Sehingga bisa 30:27 membuat kita dalam membaca Al-Qur'an 30:29 menjadi lebih cepat dan bersemangat 30:30 seperti hari-hari biasanya, Pak Ustaz. 30:32 Namam. 30:34 Dan apabila kita membaca Al-Qur'an 30:36 dengan menggunakan makhraj, 30:37 memperhatikan makhraj dan 30:38 tajwid-tajwidnya dan berusaha mengerti 30:41 terjemah dan artinya, Pak Ustaz, 30:43 apakah dengan begini itu 30:45 kita bisa memperoleh keutamaan dalam 30:47 membaca Al-Qur'an? Pak Ustaz, syukran, 30:48 Ustaz. Mohon penjelasan. Ustaz, 30:49 Masyaallah. Nam. Jadi, tadi sudah saya 30:51 jelaskan bahwa pertama yang dikehendaki 30:54 bahwa Al-Qur'an ini adalah fungsinya 30:57 hudan, petunjuk. Nah, bagaimana kemudian 31:01 hasil bacaan ini menjadikan guiden bagi 31:04 kita dalam kehidupan itu awalnya gitu 31:06 ya. Maka kemudian untuk menuju itu 31:09 setiap yang berhubungan dengan tujuan 31:11 itu maka diberi kebaikan. Nah, salah 31:13 satu orang membaca, mengkaji sehingga 31:15 kemudian jadi petunjuk itu yang 31:17 dikehendaki. Nah, tetapi ada orang yang 31:20 memang baru mempelajari saja e baru 31:22 membaca, belajar membaca sehingga dia 31:24 tilawah tahsinnya yang diperhatikan. 31:26 Jadi dia fokusnya ke bacaan dulu. itu 31:28 juga oleh Nabi mendapatkan keutamaannya 31:31 tadi satu huruf 10 ke kebaikan selama 31:34 tahsinnya juga terpenuhi. Bagaimana 31:36 kalau kemudian nanti gini ada nadanya 31:38 nada cepat, 31:40 ada yang nadanya nada lambat. Kalau nada 31:42 lambat misalnya ya berarti bisa 31:45 makanannya tidak dalam nada cepat itu 31:48 perbandingan antara mad thobi'i dengan 31:51 biasa itu harus begitu seimbang 31:54 gitu ya. Ya, kalau ini setengah berarti 31:56 kalau mad berarti satu. Kalau ini satu 31:59 yang biasa madobii berarti dua ketukan 32:03 seperti itu. Nah, jika itu terpenuhi 32:05 tidak ada masalah gitu kan. Nah, maka 32:08 namun saya ingin sampaikan 32:10 bahwa target itu motivasi itu ingin 32:13 membiasakan kecintaan kita pada Quran 32:15 itu tuh yang yang ingin harus 32:16 ditumbuhkannya dengan tidak mengabaikan 32:20 tahsinnya, dengan tidak mengabaikan 32:23 tajwidnya gitu ya. Nah, nanti kalau 32:26 kemudian kita mengejar target khatam 32:30 sekian kali tetapi tahsinnya, tajwidnya 32:33 terbengkalai sebaiknya saya kira 32:35 sesuaikan dengan tajwid. Jadi target itu 32:39 kemudian harus diturunkan dari target 10 32:41 diturunkan jadi sekian. Karena ada 32:43 orang-orang tentu yang memang bisa 32:45 target 10 kali khatam berarti ee apa 32:48 dalam 3 hari kan selesai tuh ya. Berarti 32:51 per hari 10 juz. Mungkin enggak itu 32:53 dalam Oh, mungkin sangat mungkin. 32:55 Ya, sangat mungkin bakda isya sampai 32:57 tengah malam aja itu 10 juz bisa baca 32:59 dengan bacaan ngikuti tahsinnya 33:00 terpenuhi insyaallah ya. Ya. Jadi 33:03 artinya 33:05 ee yang demikian dapat ee kemuliaannya 33:08 apalagi kemudian tadi dia pelajari 33:11 tajwidnya ya kan bacaannya disesuaikan 33:14 kemudian makna-makna dan terjemahannya 33:17 sampai paham akan maksudnya. Masyaallah. 33:20 Itu tentu bukan hanya keutamaan dalam 33:22 bentuk pahala juga, tetapi juga 33:24 insyaallah akan mendapatkan kebaikan 33:27 bahwa dia akan menjadi ahlul Quran. 33:30 Masyaallah 33:30 gitu ya. Jadi pengamal Al-Qur'an karena 33:32 dia ngerti tadi menghujam dah. Makanya 33:35 ee apa namanya ini yang harus di 33:37 senantiasa digaris baik. Maka oleh sebab 33:39 itu sebelum membaca itu kenapa kemudian 33:42 para ulama menekankan adab-adab membaca 33:45 Quran? Boleh enggak baca Quran tanpa 33:48 berwudu? secara hukum ikhtilaf alias 33:51 paling tidak ada yang mengatakan boleh. 33:53 Paling tidak ada yang mengatakan boleh. 33:56 Tetapi kalau kita sudah sampai kepada 33:58 pengenalan, 34:00 kita mau berkomunikasi dengan kekasih 34:02 kita, 34:03 maka kita akan mempresentasikan diri 34:06 kita dengan persentasi yang terbaik, 34:08 terindah. Salah satunya dalam keadaan 34:12 bersuci. Masyaallah. 34:13 Betul. Boleh enggak apel itu pakai 34:17 jaketnya sudah bulukan? Boleh engak 34:19 masalah gitu kan? Tapi masa iya sih mau 34:22 berkunjung gitu, mau apel pakai seperti 34:25 itu. Itu di kalangan manusia seperti itu 34:27 gitu kan. Apalagi gitu kepada Allah 34:31 harus lebih. Sekali lagi. Jadi kalau 34:33 pertanyaannya boleh enggak baca Quran ee 34:35 dalam keadaan tidak punya wudu, maka 34:38 jawabannya ikhtilaf para ulama. 34:40 Tetapi sekali lagi itu kalau di sisi 34:42 fikihnya. Nah, nanti dari sisi lain 34:45 tentang keutamaan masyaallah adab 34:47 macam-macam. Maka orang yang mengerti 34:50 gitu kan tadi adabnya dia dia akan 34:53 berwudu bahkan bisa jadi mohon maaf 34:54 bersiwak 34:56 menggunakan parfum gitu kan. Bahkan ada 34:59 orang tertentu mau baca Quran itu pakai 35:01 gamisnya khusus. 35:03 Jadi jangan wah gitu aja susah mau baca 35:06 Quran gak. Anda belum sampai saja 35:08 memahaminya gitu loh. Nah, seringkiali 35:11 tadi kita ini menghukumi orang lain 35:15 seakan-akan orang lain seperti kita 35:17 atau orang lain harus seperti kita. 35:19 Padahal kita juga padahal belum apa-apa, 35:21 belum sampai ke apa-apa gitu kan. Nah, 35:24 ini maka oleh sebab itu subhanallah ya 35:27 keharusan kita senantiasa melanjutkan 35:29 iqranya. 35:31 iqra, membaca Qurannya, membaca sunah 35:33 nabinya dan lain sebagainya. Sehingga 35:35 itu menjadikan kita bisa menjadi orang 35:38 yang bijak sana, bijak sini, bijak sono 35:41 gitu. Jadi semuanya kebijak gitu kan. 35:44 Semuanya kerangkul. Insya insyaallah. 35:46 Demikian. Wallahuam bisawab. 35:49 Masyaallah. Dan mana yang ee harus kita 35:51 lebih dahulukan, Ustaz? Antara membaca 35:53 Al-Qur'an di bulan Ramadan atau 35:55 menghafalnya, Ustaz? Kan sama-sama 35:56 membaca Al-Qur'an juga, Ustaz. 35:58 Enam. 36:00 ee membaca dengan menghafal bisa 36:02 simultan 36:04 gitu ya. Tapi kalau Anda misalnya orang 36:06 yang sedang ee apa punya program 36:08 menghafal tidak masalah. 36:10 Nah, tetapi kemudian tadi untuk Ramadan 36:13 baca saja dulu 36:14 e baca saja dulu gitu kan untuk 36:17 menghafalnya bisa setelah membacanya 36:19 gitu. Jadi sesungguhnya itu bukan 36:21 ketentuan yang mutlak. Anda boleh pilih 36:23 sesungguhnya. Ah, saya pokoknya ingin 36:25 menghafal di bulan Ramadan karena saya 36:27 tahu bulan Ramadan itu berkahnya lu ini. 36:28 Maka bisa jadi fadol falyatafadal 36:31 masykur gitu. Silakan. Karena sekali 36:33 lagi ini bukan sesuatu yang mutlak 36:35 dipatok. Harus baca Quran dulu. Oh, ini 36:37 harus menghafal dulu. Gak. Sebaiknya 36:39 baca juga memang punya keutamaan. 36:42 Menghafal punya juga keutamaan. Jadi di 36:45 jadi ini adalah keutamaan satu keutamaan 36:48 yang akan kita pilih di antara dua 36:49 keutamaan yang semuanya baik. 36:51 Oh. gitu ya. Jadi tidak ada yang 36:53 kemudian kan ee oh baca dulu tapi dia 36:56 memang sedang punya program hafalan. 36:58 Oh menghafal dulu. Oh saya sedang 37:00 belajar ini kok tahsin. Kalau menghafal 37:03 dengan tahsin yang buruk nanti 37:04 melekatnya buruk. Melekatnya salah. 37:07 Kalau sudah melekat padahal bacaannya 37:09 salah susah merubahnya. Jadi kalau 37:12 begitu oh kalau begitu ya tahsin dulu. 37:14 Tahsin dulu alias membaca dulu baru 37:16 nanti menghafal. Jadi menghafal itu jika 37:19 ee kaidah-kaidah tadi sudah dikuasai, 37:21 tahsin sama atau tajwidnya sudah 37:23 dipenuhi baru menghafal. 37:24 Bahkan Imam Syafi'i dulu aja dia sehari 37:26 itu bisa dua kali khatam ya, Ustaz ya. 37:28 Iya. Tadi saya katakan jadi meskipun 37:30 Nabi mengingatkan tidak boleh apa 37:32 namanya tidak boleh mengkhatamkan Quran 37:35 kurang dari 3 hari itu maksudnya. Jadi, 37:39 makanya maksudnya itu maksudnya agar 37:40 kita mampu diberi kesempatan itu untuk 37:42 mutalaah, memahami. Tetapi kalau memang 37:45 Imam Syafi'i kan memang orang yang 37:47 bergelut dengan Quran terus 37:49 jadi ketika dibaca juga dia sudah 37:51 tergambar maksudnya gitu ya, tafsirnya 37:53 sudah paham. Maka kemudian ketika baca 37:55 itu laisa huna musykilah, tidak ada 37:57 masalah di dalamnya gitu ya. Heeh. 37:59 Demikian saya kira. Wallahuam. 38:00 Masyaallah, menarik sekali ya. Semoga 38:02 terjawab ya hamba Allah di Bekasi. Ke 38:03 pertanyaan selanjutnya, Pak Ustaz. 38:05 Ini datangnya dari Bapak Abdullah Gani 38:08 di Cilengsi. Pak Ustaz, asalamualaikum 38:10 warahmatullahi wabarakatuh. 38:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:13 wabarakatuh, 38:13 Pak Ustaz, kita kan tahu di bulan 38:15 Ramadan ini adalah bulannya Al-Qur'an, 38:17 Pak Ustaz. 38:18 Nam. 38:18 Namun terkadang kesibukan kita ee 38:21 beraktivitas mencari nafkah dan 38:23 kesibukan-kesibukan lainnya membuat kita 38:25 terganggu 38:26 sehingga tidak selalu dekat dengan 38:28 Al-Qur'an. Pak Ustaz, 38:29 pertanyaannya bagaimana caranya sehingga 38:31 k ee 38:33 ada rasa yang bisa menumbuhkan diri 38:36 sehingga selalu dekat dengan Al-Qur'an? 38:37 Ustaz, ada tips-tipsnya, Ustaz? 38:39 Masyaallah. 38:39 Syukran jazakallah khairan jazakumull 38:41 khair. Nam. Masyaallah. Mestinya gitu 38:44 kan ketika orang menggerutu dengan 38:46 adanya COVID-19 gitu kan. 38:49 Tapi justru itu adalah upaya menjadikan 38:52 kita lebih dekat kepada Allah. 38:53 Hikmahnya. 38:54 Hikmahnya kan begitu. 38:55 Masyaallah. Awal di bulan-bulan lain 38:57 kita kerja babak belur sebelum ada 38:59 ditemukannya COVID-19. Wah sibuk. 39:01 Kemudian oleh Allah diberikan 39:02 ketenangan. Udah apa namanya? Work from 39:05 home. Ahah. Kerjanya dari rumah. Nah 39:07 dari situ sesungguhnya itu adalah Allah 39:09 menegur kita atau memberikan kesempatan 39:12 kita agar kita dekat dengan Al-Qur'an. 39:14 Betul. 39:15 Jadi bahwa kemudian ini juga menjadi 39:17 sebuah ee apa namanya? Irama. Eh bukan 39:21 irama ya artinya sebuah metode atau 39:23 model. Jadi okelah cari nafkah itu 11 39:27 bulan. 39:28 11 bulan silakan babak blur gitu. Tapi 39:31 yang sebulan antum gunakan. Dan saya 39:33 lihat para sahabat seperti itu. Maka 39:35 iktikaf di 10 hari tar di bulan Ramadan 39:38 selalu apa? Selalu makmur. Kenapa? 39:41 Karena difokuskan. 39:43 Kalau bahasa kita, saya ngumpulkan duit 39:45 dunia tuh 11 bulan saya terurus. Kan 39:47 begitu ngumpulkan dunia. Jadi kalau 39:49 kemudian cuma kewajiban aja sisanya kan 39:51 gitu. Tapi kalau sebulan terakhir nih di 39:53 Ramadan misalnya, nah maka saya 39:55 manfaatkan ini untuk apa namanya? 39:58 Mengkonsentrasikan semuanya kepada Allah 40:00 Subhanahu wa taala. Di antaranya adalah 40:03 membaca Al-Qur'an. 40:04 Masyaallah. Apalagi tinggal 15 hari 40:06 lagi, Ustaz. Ramadan meninggalkan kita, 40:07 Mas kita manfaatkan. Iya. Tapi tetap 40:09 kita juga tidak boleh ee apa namanya? 40:12 Istijal. Tidak boleh terburu-buru. 40:15 Iya. 40:15 Ya, tidak boleh terburu-buru. Aduh, 15 40:17 hari lagi. Padahal saya belum 40:19 memulainya. orang lain sudah haptam 40:21 empat kali gitu ya, sudah khatam 40:24 menjelang lima kali kita belum 40:26 memulainya ya. Nah, tetapi sekali lagi 40:29 Allah lebih mengetahui gitu kan. Bisa 40:32 saja dia baru memulai karena baru sadar. 40:34 Nah, kita juga tidak boleh kemudian 40:36 menjustifikasi. 40:38 Nah, sekali lagi makanya para sahabat 40:40 itu kalau kepada dirinya ketat tapi 40:42 kepada orang lain longgar. Banyak 40:45 logika-logika kemungkinan. Kalau ke 40:47 orang lain, oh mungkin dia belum sempat 40:51 apalagi kan bukan sebuah kewajiban, 40:54 tapi ini adalah sunah, kan begitu. Nah, 40:58 itu makanya makanya mereka menerapkan 41:01 hukum wajib dengan hukum sunah itu 41:03 berbeda. 41:04 Jadi, sunah tidak boleh ngalahkan hukum 41:06 wajib. 41:08 Nah, maka oleh sebab itu, tapi kalau 41:10 untuk dirinya seakan-akan sunah itu 41:12 wajib. Nah, gitu. Nah, kalau kita kepada 41:15 orang lain yang sunah seakan-akan wajib 41:17 gitu kan, tapi untuk diri kita yang 41:19 wajib seakan-akan sunah kan gitu. Kaifa 41:23 h gimana ini kan begitu ya. Nah, maka 41:25 oleh sebab itu ikhwan akhwat pendengar 41:27 radio silaturahim serta pemirsa rasil 41:29 visual di mana pun berada hendaknya kita 41:31 jujur ya. Ya, jujur dalam tadi. Kalau 41:35 memang ketat kepada orang lain, 41:37 sebaiknya dahulukan ketat kepada diri 41:40 kita ya. Maka oleh sebab itu, coba 41:42 perhatikan 41:43 bagaimana menyikapi seperti tadi ya. 41:46 Karena misalnya Nabi menginginkan 41:48 katakanlah kalau kita rank gitu kan, 41:50 rank orang yang masuk surga itu rank-nya 41:52 rank itu adalah area ya. Area nilainya 41:55 minimal 6 sampai 10. Nabi seringki 41:58 memberi contoh di angka 10 tapi ada 42:02 sahabat yang dinilai enam itu oleh Nabi 42:04 dihargai. 42:07 Ada. Oh, dia ahli surga kata Nabi ini. 42:09 Ternyata Ibnu Umar ketika periksa nginp 42:11 pura-pura bermasalah dengan orang 42:13 tuanya. Nginp 3 malam apa? Enggak pernah 42:15 dia salat tahajud salat malam gitu kan. 42:17 Iya. Iya. 42:18 Tapi kemudian dia katakan ahli surga 42:21 dia. 42:21 Ah surga. 42:22 Ternyata dia enggak pernah tahajud. 42:24 Ketika ditanya kenapa 42:27 engkau bisa dikatakan sebagai ah sur? 42:28 Ah, enggak ada. Saya enggak punya amalan 42:30 apa-apa kecuali satu. Ustaz dia bilang 42:32 kalau saya bangun dari tidur bukan 42:34 bangun dari tidur kemudian berdiri bukan 42:36 melek melek itu sadar dari tidur 42:38 kemudian tidur lagi. Dia istigfar atau 42:41 zikir kepada Allah 42:42 astagfirullahalazim 42:44 Allahu Akbar gitu kan. Tidur lagi. 42:46 Masyaallah. 42:47 Kemudian yang kedua, dia senantiasa 42:49 mengendalikan perasaannya untuk tidak 42:51 benci kepada orang lain. 42:53 Coba. 42:54 Ah itu kan susah. Lebih susah daripada 42:56 salat tahajud. 42:57 Benar 42:57 gitu kan. Tapi oh enggak lebih susah 42:59 mengendalikan apa lebih susah tahajud 43:01 dibanding ngendalikan. Iya memang 43:03 semuanya susah gitu kalau bukan atas 43:05 rahmat Allah Subhanahu wa taala gitu. 43:07 Tapi saya katakan lebih susah apa lebih 43:09 susah itu dibanding salat tahajud bagi 43:12 orang yang memang sudah terbiasa salat 43:14 tahajud gitu. Maka oleh sebab itu kalau 43:16 orang susah salat tahajud dan senantiasa 43:19 mengendalikan diri maka mengendalikan 43:20 diri lebih mudah dibanding salat 43:22 tahajud. Maka oleh sebab itu, Nabi 43:25 ketika menjawab pertanyaan seorang 43:26 sahabat itu disesuaikan dua kondisi 43:28 sahabat. 43:30 Ayyulali afdal, ya Rasulullah. 43:33 Pertanyaannya sama tiga orang itu 43:34 pertanyaan ayu ayyul amali afdal. Amalan 43:37 apa yang paling afdal, paling utama? 43:39 Jawabannya beda. Yang pertama birul 43:43 walidain. 43:44 Kepada yang pertama berbuat baik kepada 43:47 ibu bapak. Karena orang ini susah nih 43:48 buat baik sama ibu bapaknya. 43:51 Ah, kalau yang satu salatnya ini apa 43:54 namanya? Ngakhir-ngakhirkan salat terus. 43:56 Maka kemudian jawabannya asalatu ala 43:59 wqtiha 44:00 atau fi awali waktiha gitu ya. Nah, ini. 44:03 Kemudian yang ketiga apa? Tabir walidain 44:06 shat ala wqtiha. Kemudian ketiga apa? 44:08 Jadi bisa saja kemudian antum mohon maaf 44:10 ya. 44:11 Heeh. 44:12 Ee ada orang nanya kepada saya, "Ustadz, 44:14 amalan apa yang paling baik sesungguhnya 44:16 bagi saya?" Ya. Oh, amalan paling baik 44:18 kamu, kamu menghindari pacarmu yang 44:20 belum sah itu. 44:22 Ketika saya tahu bahwa dia sering 44:24 pacaran bahkan sudah dekat kepada zina, 44:27 maka saya katakan amalan yang paling 44:29 baik, yang paling afdal buat kamu adalah 44:31 menghindari pacarmu yang belum sah. Itu 44:34 gitu. Nah, jadi ini yang harus digaris 44:37 bawahi. 44:38 Jadi saya kira ee terjawablah ya 44:40 insyaallah ya. Ah, demikian saya kira 44:42 yang bisa saya jawab. Wallahuam bisawab. 44:46 Masyaallah. He. 44:47 Alhamdulillah. Semoga terjawab ya, Bapak 44:49 Abdul Gani di Cilengsi. 44:51 Ke pertanyaan selanjutnya, Pak Ustaz. 44:53 Ini datangnya dari Bunda 44:57 Bunda Rani di Pejaten. Pak Ustaz, 44:59 asalamualaikum warahmatullahi 45:00 wabarakatuh. 45:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:03 wabarakatuh. 45:04 Pak Ustaz, apa bedanya antara tadarus 45:08 dengan tilawah, Pak Ustaz? Syukron. 45:10 Namam, 45:10 peranyaannya singkat. 45:11 Tadarus, tilawah, kemudian qiraah. 45:15 Qiraah. H tadarus itu adalah ee kalau 45:19 membicarakan sesuatu saling ya seperti 45:21 diskusi. Tetapi kalau tadarus dari kata 45:23 darosa tapi kemudian di situ tadarus 45:26 berarti ada aktif 12 belah pihak minimal 45:29 12 belah pihak. Tadarus berarti saling 45:31 mempelajari, diskusi gitu kan. Diskusi 45:34 mengkaji misalnya satu permasalahan 45:37 tentang Al-Qur'an. Nah, kemudian saling 45:39 mengingatkan kalau bacaannya salah 45:40 diluruskan itu dari sisi bacaan. dari 45:43 sisi tafsir kemudian memberikan saling 45:45 penguatan itu tadarus gitu ya berarti 45:48 mengkaji mempelajari gitu dari kata 45:50 darasa. 45:51 Adapun tilawah tilawah itu adalah 45:54 membaca sesuai dengan aturannya. 45:57 Makanya karena ini sesuai dengan 45:58 aturannya maka nanti dalam musabaqah 46:01 tilawatil Quran yang dinilaikan itu 46:03 tahsinnya, tajwidnya sama ee iramanya 46:07 gitu. Itu tilawah. Maka musabaqah 46:09 tilawatil Quran bukan musabaqoh ee apa 46:13 namanya qiraatil Quran. Adakah qirah ada 46:15 misalnya qiraatul kutub yang lain bukan 46:17 Quran. Karena kalau qiraah berarti yang 46:21 dimaksud adalah pesan yang dikandungnya 46:23 dipahaminya memahami sesuatu gitu kan. 46:26 Mengil dari yang dibaca itu qiraah. 46:30 Kalau tilawah membaca dengan sesuai 46:32 dengan aturan-aturannya, 46:34 lagunya gitu kan. Ee saya kira mm para 46:40 pemirsa lebih ee punya kesempatan untuk 46:43 mengkaji lebih jauh tentang tilawah ini 46:45 kan ada yang ya saya kira banyaklah ada 46:48 Nihawan dan lain sebagainya lah 46:50 banyaklah itu ya saya kira e tentang 46:52 bacaan. Jadi itu saya kira yang bisa 46:54 jawab ee kepada Bunda Rani ya. Heeh. 46:57 Demikian saya kira yang bisa saya 46:59 jelaskan. Jadi bedanya tadarus ee 47:01 tilawah dengan qiraah. Ah, jadi kalau 47:05 tilawah tadi bacaannya keindahannya 47:08 disesuaikan dengan aturannya, 47:11 nada-nadanya. Kalau qiraah, qaraah itu 47:14 adalah menghimpun pesan-pesannya. 47:16 Adapun tadarus itu saling memberikan 47:19 pelajaran dari ee ayat tersebut atau 47:22 misalnya dari ayat tersebut yang cara 47:24 bacanya diberikan oh itu cara bacanya 47:26 begini itu dua ketukan karena itu mad 47:28 thai. Oh ini sekian ketukan. Nah gitu. 47:30 Oh, itu harusnya bacanya pendek karena 47:33 dari itu itu bisa termasuk tadaruf atau 47:36 diskusi saling melengkapi tentang 47:38 pemahaman tadi. Ya, demikian saya kira 47:40 yang bisa saya jelaskan. Wallahuam 47:43 bisawab. 47:44 Masyaallah. Semoga terjawab ya, Bunda 47:48 Rani di Pejaten dan kita sudah ada 47:51 telepon penelepon yang masuk, kita sapa 47:53 terlebih dahulu. Asalamualaikum 47:54 warahmatullahi wabarakatuh. 47:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:57 wabarakatuh. Baik. 47:59 Dari Pak Asri di Jatias. 48:01 Bapak siapa? Pak Asri. Pak Asri Jatiasi. 48:03 Silakan Pak. 48:04 Asalamualaikum. 48:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:07 wabarakatuh. 48:09 Saya sedih kenapa? Saya kalau ngaji baca 48:12 Alquran tuh seperti ngeja jadinya 48:15 lantaran pertama faktor usia mungkin. 48:17 He apa saya kalau namanya enggak sampai 48:21 habis ini 48:23 apakah bisa saya lanjutkan atau memang 48:26 diantikan saja ini? satu ya banyak 48:30 kuranglah tahun sekarang ini kan para 48:33 enggak faktor indah fisik 48:36 jadi saya berharap harus ini termasuk 48:40 bagian pada saya boleh jangan walaupun 48:46 ya ayuhalladina 48:50 amanu 48:52 gitu jadi ya itulah usia saya baru 84 48:57 empat. Hyaallah masyaallah. Iya. Ya. 49:00 Oke. Itu barang 49:01 baik baik baik baik. 49:02 Ada i baikum warahmatullahi wabarakatuh. 49:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:06 wabarakatuh. Masyaallah. Jadi 49:08 Pak Asri 49:09 masyaallah semoga Allah senantiasa 49:11 merahmati Anda dan kita semua ya. Ketika 49:14 kita membaca seperti tadi terfatah-fatah 49:17 karena faktor-faktor lain, maka Allah 49:20 pun akan memaafkan dari sisi tadi karena 49:23 ada keterbatasan kategorinya uzrun 49:27 ya. Jadi kini mazirah artinya dimaafkan 49:30 gitu ya. Namun tetap harus dilanjutkan 49:33 supaya kita tetap mendapatkan 49:35 kebaikannya gitu ya. Bacaannya mungkin 49:38 kedengaran orang tidak bagus tapi di 49:40 sisi Allah. Masyaallah. Nah, maka itu 49:43 ada logika manusia yang tidak bisa 49:45 disamakan dalam menilai itu. Karena 49:47 penilaian Allah penuh dengan tadi penuh 49:50 dengan Allah itu maha berterima kasih. 49:54 Mudah gitu. Kalau Allah tuh apa yang 49:56 bisa kita lakukan? Allah akan memberikan 49:57 penghargaan. Beda dengan manusia. Kalau 50:00 aturannya begitu ya begitu SK syarat dan 50:03 ketentuan berlaku gitu kan. Itu tidak 50:05 bisa. Kemudian ada rukshsah-rukhsah. 50:08 Nam. 50:08 Tapi kalau Allah tabarak wa taala 50:10 apalagi usia sudah 84 tahun masyaallah 50:13 ya itu sesungguhnya sudah bonus. 50:16 Kemudian apalagi Anda masih ini Pak Asri 50:18 masih berupaya masyaallah untuk membaca 50:21 kalamullah maka insyaallah lanjutkan 50:24 itu. Mudah-mudahan Anda nanti diberkahi 50:27 usianya itu dengan dipenuhi dengan 50:28 bacaan Quran tadi. Masyaallah ya. Jadi 50:31 teruskan saja ya semampu Bapak ya. 50:34 semampunya juga tidak harus di ini. 50:36 Kalau misalnya baca alfatihah perlu 50:38 waktu 10 menit, misalnya orang lain 3 50:40 menit selesai, Bapak perlu waktunya 10 50:41 menit. Laabih gak apa-apa. Tapi 10 menit 50:44 itu mudah-mudahan dinyatakan Anda 50:46 senantiasa taat kepada Allah di waktu 50:48 rank 10 menit itu orang lain baca Quran 50:51 3 hari selesai atau bahkan kadang-kala 50:54 diundur sebulan baru selesai itu atau 1 50:56 Ramadan. 1 Ramadan itu dia baru khatam 50:59 sekali. Tapi Bapak misalnya 3 bulan baru 51:01 selesai tidak apa-apa. Bukan aib berarti 51:03 ya, Ustaz. Laisa hunaka musykilah. Laisa 51:06 aib. Bukan aib. 51:08 Apalagi tadi kalau misalnya saya yang 51:11 masih sehat gitu kan membacanya oh gitu 51:16 ya artinya menomor duakan. Sementara Pak 51:18 Asri itu berupaya terus sama-sama 3 51:21 bulan itu sangat berbeda. 51:22 Bahkan ada yang kalau enggak baca sama 51:24 sekali itu malah lebih parah. 51:25 Ah masyaallah. Apalagi yang kemudian 51:27 tidak pernah membaca sama sekali. Maka 51:29 oleh sebab itu kita bersyukur kepada 51:31 Allah khususnya ini Pak Asri ya ee 51:35 karena masih diberi kesempatan oleh 51:36 Allah untuk senantiasa membaca 51:39 kalamullah Al-Qur'an. 51:41 Demikian saya kira yang bisa saya 51:43 jelaskan. Wallahu aam biswab. 51:48 Masyaallah. Semoga terjawab ya Bapak 51:50 Asri di Jati Asih. 51:52 Nampaknya sudah di penghujung acara 51:53 Ustaz. Mohon kesimpulannya Ustaz. 51:56 Masyaallah. Gak terasa ya. 51:58 Iya. 51:59 Kesimpulannya bahwa bulan ini adalah 52:02 bulan 52:04 di mana diturunkannya Al-Qur'an. Maka 52:07 hendaknya kita senantiasa mengoptimalkan 52:10 berinteraksi dengan Allah melalui 52:13 membaca Al-Qur'an. 52:15 Al-Qur'an ini jangankan dipahami 52:19 bacaannya, tidak dipahaminya saja Nabi 52:22 menjanjikan satu hurufnya sama dengan 10 52:26 kebaikan. Mas 52:27 jadi satu huruf satu kebaikan tapi 52:29 dikali 10 gitu. 52:31 Kalau di bulan suci Ramadan ini 52:32 apalagi di sekarang bulan suci Ramadan 52:34 yang ini merupakan bonus. Nah, kenapa 52:37 bonus? Sampai-sampai kemudian Nabi 52:39 pernah mengatakan saking banyaknya ee 52:42 kata orang Sunda ini kalau marema. 52:44 Marema itu banyak sekali keuntungannya. 52:47 Maka diduga keras saking banyak 52:49 keuntungannya neraka itu dikunci. 52:52 Allah. 52:53 Nah, surga dibuka. Karena tadi 52:56 kemungkinan mendapatkan kebaikannya itu 52:59 bisa lebih besar sehingga masuk surga 53:01 itu lebih mudah seakan-akan surga 53:04 dibuka. Nah, sementara untuk masuk 53:06 neraka menjadi lebih sulit. Maka 53:08 digambarkan apa? Neraka dikunci, 53:12 ditutup. Nah, oleh sebab itu juga ee 53:15 siapa yang mengikuti fikihnya, mengikuti 53:18 aturan-aturannya 53:20 Ramadan ini, selain tadi membaca 53:22 Al-Qur'an, maka dia akan menemukan setan 53:25 pun terbelenggu gitu ya. Karena kita 53:28 mengikuti fikih-fikihnya 53:31 gitu. Jadi ini se yang dapat saya 53:33 simpulkan. Maka oleh sebab itu setelah 53:34 kita baca Quran tadi mengenal 53:36 fikih-fikihnya maka kemudian kita 53:39 menjadi orang yang akan terbimbing ke 53:41 jalan rida Allah tabaraka wa taala. 53:43 Demikian saya kira yang dapat saya 53:45 simpulkan. Wasallallahu ala nabiina 53:48 Muhammadin walhamdulillahi rabbil 53:50 alamin. Alainkum billahi taufik wal 53:52 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 53:55 wabarakatuh. 53:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:57 wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat, 54:00 para pendengar radio silaturahim dan 54:01 pemirsa Rasil TV yang di mana pun Anda 54:03 berada. Semoga Allah subhanahu wa taala 54:05 selalu merahmati kita semuanya dan telah 54:07 kita simak bersama-sama nasihat dan ilmu 54:10 yang disampaikan oleh guru kita Ustaz 54:11 Ahmad Saleh di sore hari ini dalam 54:13 pembahasan dengan tema Ramadan adalah 54:17 syahrul Quran. Ramadan adalah bulannya 54:19 Al-Qur'an. Semoga nasihat dari guru kita 54:21 dapat bermanfaat buat kita semuanya 54:23 sehingga bisa menambah ke 54:26 ilmuwan dan menambah wawasan kita yang 54:27 terutama bisa meningkatkan kualitas iman 54:29 dan takwa kita di sisi Allah Subhanahu 54:31 wa taala dan sehingga kita selalu dekat 54:33 dengan Al-Qur'an, mencintai Al-Qur'an, 54:35 dan selalu berinteraksi dengan 54:37 Al-Qur'an. 54:39 Dan sekali lagi kami mengucapkan 54:40 jazakallahu khairan kepada Pak Ustaz 54:42 yang telah menyampaikan nasihatnya. Dan 54:45 kami doakan semoga guru kita Ustaz Ahmad 54:47 Saleh dan keluarga selalu dalam 54:48 kesehatan dan selalu dalam lindungan dan 54:50 rahmat Allah Subhanahu wa taala. Amin. 54:51 Allahum amin. 54:52 Dan kami mengucapkan terima kasih kepada 54:54 para ikhwan akhwat yang telah 54:55 menyampaikan pertanyaannya. Dan mohon 54:57 maaf bagi ikhwan akhwat yang 54:58 pertanyaannya belum sempat kami bacakan 55:00 karena keterbatasan waktu di sore hari 55:02 ini. 55:03 Akhir kata bersama saya Muhammad Hafiz 55:04 Alfloresi. Beserta kru yang bertugas di 55:06 sore hari ini ada Bang Neja di kameramen 55:08 dan switcher dan ada Bang Yusuf 55:10 Subangkit di meja operator. Mohon undur 55:12 diri dari ruang dengar Anda. 55:13 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 55:16 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 55:18 ilaik. Wabillahi taufik wal hidayah. 55:20 Asalamualaikum warahmatullahi 55:23 wabarakatuh. 55:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:25 wabarakatuh. 55:30 [Musik]