Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ikhwan Akhwat
- rahimakumullah.
- Syukur alhamdulillah kita dipertemukan
- kembali di acara bincang komunikasi
- bersama Dokter Laila Monaganin yang
- mudah-mudahan membuat kita semakin mahir
- berkomunikasi terhadap apapun dan
- siapapun serta kapanpun ya. Tidak lupa
- salam selawat kita lantunkan untuk
- junjungan umat kekasih kita Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Semoga kelak kita dipertemukan dengan
- beliau di saat-saat yang sangat kita
- rindukan di yaumil akhir.
- Dan mendapatkan syafaat beliau adalah
- kerinduan kita bersama ya.
- Ikhwan Akhwat bicara soal komunikasi
- banyak sekali yang berbeda satu sama
- lain. Ngomong-ngomong kalau sama
- eee tetangga di kiri kanan gimana?
- Bagaimanakah gerangan? Nah, tadi waktu
- off air
- Mbak Mona bilang akan bicarakan soal
- bagaimana berkomunikasi dengan tetangga.
- Seperti apa gerangan? Kita sapa beliau.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah sehat ya. Alhamdulillah.
- Nih ngomong-ngomong banyak cerita
- terkait tetangga nih.
- Iya. Ada yang negatif, ada yang ah
- pokoknya
- [berdehem]
- kayaknya kita perlu bekal tambahan nih
- Mbak Mona.
- iya. Refresh yuk kita ngobrolin yuk.
- Jadi seperti apa sih yang efektif gitu?
- Kayaknya kita udah baik tapi kok
- feedback-nya enggak atau sebaliknya.
- Oke, silakan.
- Terima kasih Mbak Nuning, Ikhwan dan
- Akhwat yang dirahmati Allah.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Bertemu lagi kita di
- sini, kita ngobrol-ngobrol yuk.
- Gimana ya komunikasi sama tetangga? Ini
- baru lagi seru banget di ee
- sosmed ya.
- He em.
- Ee tentang kasus ee yang ada di Malang.
- Yaitu Yai Mim dengan tetangganya Ibu
- Zahara dan itu ee ee ke
- ee ketidaksepakatan dan lain sebagainya.
- Ee tentang penggunaan lahan dan ee
- isu-isu lainnya gitu ya, merembet dan
- viral begitu ya. Nah
- ee kita
- ee
- pasti bertetangga iya kan? Sejauh ini
- kita punya tetangga gitu ya atau
- cenderung
- jaranglah kita enggak punya tetangga ya.
- Enggak mungkin sih hidup sendirian kan.
- Iya betul, bisa tetangga dekat bisa
- tetangga jauh ya.
- Nah ee hidup bertetangga itu banyak
- sekali hal-hal yang ee ee perlu kita ee
- perhatikan dengan baik gimana caranya
- kita berkomunikasi efektif dengan
- tetangga.
- Apalagi kita ingat ya pasca pandemi ini
- perubahannya juga luar biasa ya.
- Interaksi yang sebelumnya offline
- menjadi online atau kombinasi ee online
- dan offline, kebiasaan baru yang ada di
- ee lingkungan kita daerah perumahan kita
- itu juga terjadi. Kemudian juga isu-isu
- tetangga sekarang ini banyak rumah
- kos-kosan dekat rumah kita juga begitu
- ya.
- Ee apa namanya ada apartemen, ada
- kos-kosan, ee kemudian ada banyak juga
- ee perpindahan ya, urbanisasi juga gitu
- ya. Atau juga ee isu-isu lain yang kita
- temukan di dalam lingkungan tetangga
- kita. Bagaimana ee kehidupan kita,
- problem parkir, problem sampah, polusi,
- kebersihan dan lain-lain sebagainya.
- Sebuah contoh aja,
- ee konflik agraria itu dan sengketa
- tanah di tahun 2024
- tercatat 5.973
- kasus konflik.
- Ya, dan ini ee bisa karena ee
- individu-individu ya, antara kasus ee
- ee tetangga atau individu-individu atau
- ee penggunaan lahan atau juga ee yang
- tidak selalu terlalu berkaitan dengan
- tetangga adalah terkait dengan warisan.
- Apa lagi yang juga seru umu urusannya
- dengan tetangga adalah
- ee tentang WhatsApp. Ya, sosmed. Itu
- seru banget ya. Ee
- grup ee grup ee RT.
- Ee ada ada WhatsApp, ada Telegram, ada
- Facebook grup, ada aplikasi RW online.
- Ee dan
- itu berdampak pada pentingnya untuk kita
- mengetahui bagaimana etika
- ee berkomunikasi digital. Nah, itu semua
- akan kita bahas pada sore hari ini. Ya.
- [mendengus]
- Ee gimana Nawaf, ada sebuah cerita
- ee tentang seseorang yang kos gitu ya di
- di sebuah wilayah.
- Ee dia bilang dia enggak kenal sama
- tetangganya karena dia merasa aku kos
- doang kok. Jadi enggak perlu kenal sama
- tetangganya gitu ya.
- Dan itu ee perumahannya lumayan baguslah
- gitu ya. Jadi dia
- ya udah ee
- ee lu lu gue gue gitu ya.
- Nah, eee tempat itu dekat dekat ini, apa
- namanya? Dekat kampus. Tetapi di dekat
- sana itu ada eee wilayah yang eee
- di dekat perumahannya itu ada
- rumah-rumah yang sederhana lah begitu
- ya. He em. Tetangganya sederhana. Eee
- apa namanya? Kehidupannya kelihatannya
- sederhana gitu rumah itu.
- Nah, eee dia juga
- enggak terlalu ambil pusing, enggak
- terlalu ingin menyapa, ngajakin ngobrol
- dan lain sebagainya gitu ya. Tapi suatu
- saat lampunya di rumahnya tuh tiba-tiba
- eee padam, mati gitu ya.
- Eee ada giliranlah gitu ya.
- [tertawa]
- He em.
- Terus ada ada orang ketok-ketok. Terus
- sudah gitu dia bilang, "Eee Kak, Kak,
- eee ini kalau mau lilin gitu."
- Dia surprise ternyata itu tetangganya
- yang sederhana itu gitu yang yang
- ngasihin lilin gitu. Jadi ternyata eee
- apa ya? Orang yang kita enggak anggap
- ternyata luar biasa begitu. Luar biasa.
- Jadi ada omongan, ada ungkapan yang
- menurutnya benar banget.
- Tetangga adalah saudara terdekat begitu
- ya.
- Eee
- karena dia bersebelahan dengan kita dan
- dia akan biasanya paling cepat
- untuk membantu kita ketika ada masalah.
- Dan di dalam Islam, kedudukan tetangga
- itu punya proporsi yang signifikan, yang
- penting gitu ya. Dihormati, kedudukannya
- cukup tinggi, disayangi, dan di
- berikan arahan kita untuk memperlakukan
- tetangga kita dengan sebaik-baiknya.
- Ah, terus gimana tuh batasan tetangga?
- Kita sebut tetangga itu kayak gimana sih
- gitu ya. Tetangga itu jaraknya eh 40
- rumah dari rumah kita gitu ya. Dari
- depan, belakang, eh samping ya. Itu 40
- jaraknya gitu. Jadi emm itu yang kita
- masih kategorikan tetangga gitu ya.
- Eh atau siapa yang mendengar panggilan
- kita itu juga disebut sebagai tetangga.
- Biasanya pada saat sakit itu tetangga
- yang terdekat yang eh jamin langsung
- ngebantu nganterin ke rumah sakit atau
- eh eh eh bantuin atau ada misalnya yang
- meninggal itu jamin itu tetangga begitu
- ya.
- Eh paling pertama untuk menolong kita
- adalah tetangga kita. Apalagi waktu
- malam-malam hari gitu ya atau saat-saat
- di mana memang
- sangat-sangat sensitif. Ada hajatan
- misalnya begitu ya. Biasanya
- yang paling mungkin untuk kita repotkan
- adalah tetangga kita. Minimal di eh
- lingkup eh apa eh rumah daerah rumah
- akan terganggu begitu ya.
- Jadi
- punya tetangga sebenarnya
- lebih banyak senangnya.
- Terutama kalau kita butuh sesuatu
- eh dan dia menolong itu rasanya aduh
- rasanya adem banget gitu ya.
- Eh bagaimana kita memperlakukan tetangga
- kita, bagaimana kita berkomunikasi
- dengan tetangga kita
- itu luar biasa. Itu sesuatu yang perlu
- kita perhatikan karena
- punya tetangga yang
- menyenangkan itu adalah rezeki besar
- gitu ya.
- Yang
- eh tidak menyenangkan itu adalah ujian
- juga. Jadi so it's
- pilihan kita gitu untuk mengambil itu
- menjadi berkah atau sebaliknya.
- [tertawa]
- Nah,
- ada catatan yang penting yang perlu kita
- perhatikan. Konflik ada dalam setiap
- hubungan yang penting. Jadi kalau kita
- punya hubungan sama orang
- penting hubungannya cukup penting
- misalnya sama pasangan, sama anak, sama
- saudara, sama tetangga gitu ya.
- Bisa sangat mungkin
- ada konflik.
- Kenapa? Karena kita berinteraksi dan dua
- insan ini sama-sama punya persepsi yang
- berbeda atau sama-sama punya ekspektasi.
- Masing-masing manusia itu kan unik,
- wajahnya aja beda.
- Ya kan? Eh pikirannya juga beda, latar
- belakangnya beda, minatnya beda. Jadi
- kalau sama itu bisa saja karena ada
- beberapa hal sama, yang lain juga bisa
- jadi beda. Apakah sih yang beda itu
- menjadi ribut atau enggak? Itu
- tergantung dari kita eh bersikap dewasa
- atau tidaknya begitu.
- Ketika kita ketemu, kalau kita enggak
- ketemu sama orang, kita ngelihat dia
- terus udah gitu kita enggak enggak
- merasa punya hubungan yang penting sama
- dia misalnya, dia nyebelin kelihatannya,
- ah udah terserah lu aja deh gitu ya.
- [tertawa]
- Kita enggak terlalu peduli sama dia.
- Tapi kalau punya hubungan yang penting
- ya udah kita ter ya gimana ya? Eh kita
- eh mau enggak mau harus berhadapan terus
- sama dia. Kalau kita tidak mampu untuk
- mengelola konflik, maka itu
- banyak tantangan dalam
- eh setiap hari kita.
- [tertawa]
- Jadi gesekan itu pasti ada, gitu ya.
- Masalah bau kotoran, masalah
- ada eh tikus mati,
- masalah ada air kececeran, masalah
- talang air, masalah pembuangan air
- cucian ikan, atau masalah gosip, masalah
- parkir, masalah sampah,
- dan lain sebagainya.
- Jadi, hal sepele bisa jadi gede, bisa
- jadi ribut, begitu ya.
- Tetangga
- bisa jadi teman selamanya atau saudara
- atau juga musuh selamanya.
- Jadi,
- tergantung dari pilihan kita.
- Nah, eh yuk kita lihat yuk dari sisi
- komunikasi. Manusia itu pasti
- berkomunikasi. Kita tidak pernah tidak
- berkomunikasi, gitu ya.
- Jadi, eh jadi komunikasi itu adalah hal
- yang
- paling menakjubkan.
- [tertawa]
- Eh, karena manusia bertahan hidup itu
- juga berkat komunikasi dan berkembang
- juga berkat komunikasi, begitu. Jadi,
- manusia melakukan berbagai penyesuaian
- diri
- yang diperlukan untuk
- eh em memenuhi kebutuhan hidupnya
- melalui komunikasi, gitu ya. Jadi, eh
- komu termasuk komunikasi sama
- orang-orang dengan eh geografis yang
- dekat tadi ya, tetangga itu dengan letak
- geografis yang dekat. Nah, di dalam
- Islam panduan berkomunikasinya kita
- harus berhubungan baik dengan eh
- tetangga kita, gitu ya. Menolong waktu
- sulit, kemudian berbagi kebahagiaan
- kalau
- ada yang berbahagia, gitu ya. Melarang
- untuk ngegangguin tetangga, jangan
- nyebelin tetangga. Kemudian juga
- dilarang menyebarkan aib tetangga,
- saling menasehati, saling saling
- menyamankan begitu ya.
- Jadi eh tidak menghalangi pembangunan
- rumah tetangga begitu ya, memelihara hak
- tetangga, kemudian juga tidak gangguin
- tetangga, eh saling memberi makanan,
- sabar kalau diganggu eh atau cari solusi
- yang eh tepat eh untuk menyelesaikannya.
- Kalau lagi sakit kita jenguk, kita
- doakan begitu ya.
- Eh
- banyak sekali yang bisa kita lakukan
- untuk menyamankan hidup dengan orang
- yang penting tadi begitu ya di dalam
- lingkungan geografis kita sudah eh eh
- apa namanya eh
- eh
- ditakdirkan begitu ya
- [tertawa]
- untuk dekat [berdehem] dengan tetangga
- tersebut.
- Nah, eh
- kalau kita lihat gimana sih saat ini ya
- eh eh dan dalam konteks eh perkotaan dan
- pedesaan. Di desa itu
- saling peduli begitu ya eh eh
- cenderungnya apalagi kalau kita lihat di
- masa lalu. Sekarang saja juga masih kuat
- begitu ya.
- Eh orang menganggap eh ikatan di dalam
- tetangga itu sangat dekat sesama lain.
- Di kota cenderungnya eh apalagi di eh
- komunitas eh perumahan yang elit begitu
- ya. Eh perumahan itu cenderung eh ada
- jarak antara tetangga begitu ya. Eh
- cenderung individualis. Nah,
- kalau kita lihat dengan kondisi seperti
- itu tetap saja kalau kita ada di dalam
- sebuah RT, RW kita perlu untuk
- mengambil sikap lebih aktif dari dari eh
- apa namanya dari kecenderungan
- perubahan eh eh hubungan antara tetangga
- di perkotaan. Menurut saya ketika kita
- memahami itu
- kita
- akan kelihatan berbeda dan akan jadi
- lebih positif gitu karena kita mencoba
- hal-hal yang baru yang sebenarnya
- diharapkan gitu. Hubungan baik dengan
- tetangga kita bisa jalin begitu. Tentu
- saja menyesuaikan dengan kondisi
- lingkungan kita.
- Ada eh
- penelitian di Amerika. Yuk kita lihat
- yuk mudah-mudahan ada yang cukup pas eh
- compare sama Indonesia. Tipe tetangga
- gitu ya. Pertama, tipe introvert.
- Tetangga yang jarang atau tidak merawat
- rumah mereka.
- Ya.
- Eh rumputnya panjang
- eh eh di rumahnya juga kelihatan enggak
- bersih gitu ya. Mungkin dia butuh
- perhatian, mungkin malas, mungkin enggak
- mau enggak mampu memperhati tidak mampu
- membersihkan karena mungkin secara fisik
- ada masalah gitu ya.
- Sakit misalnya begitu ya.
- Ya kan? Jadi kita kita bisa ngelihat oh
- tetanggaku tuh yang ini nih introvert.
- Ya.
- Ternyata bisa jadi karena dia punya
- masalah gitu.
- Ma ma yang perlu kita lakukan adalah
- kita berkomunikasi ajak
- ke rumahnya
- atau ajak eh ngobrol, tanya kabarnya,
- tanya gimana kondisinya.
- Eh ada yang perlu dibantu barangkali.
- Itu yang perlu kita lakukan. Support.
- Kadang-kadang orang yang begitu tuh
- karena memang
- ada masalah gitu.
- Kedua, tetangga yang bahaya nih.
- [tertawa]
- Tetangga yang sama dia nih.
- Ini orang bikin kita enggak nyaman, ya.
- Eee misalnya dia apa namanya kasar, dia
- eee agresif dan lain sebagainya gitu ya.
- Nah, eee
- ada ada tipe orang yang seperti itu.
- Yang perlu kita lakukan adalah kita
- baikin gitu ya. He em. Eee
- kita tunjukkan keramahan. Orang
- kalau dibaikin kan akan baik juga begitu
- ya. Jadi kita enggak enggak enggak
- karena dia agresif atau dia atau bukan
- agresif ya, atau misalnya dia kesannya
- kesannya cuek, kesannya galak, terus
- kita jadinya ikutan galak sama dia.
- Enggak perlulah gitu loh. Karena itu kan
- tetangga kita gitu. Eee kasih saling
- kenal, coba untuk mengenal dia, eee
- pahami kebiasaan dia gitu ya. Eee
- hindari konfliklah sama dia gitu ya. Ada
- yang
- ini ini orang bisa jadi membahayakan,
- tapi kalau kita nambahin Iya. itu
- risikolah untuk kita gitu ya.
- [tertawa]
- Jadi
- eee
- ya berusaha baik aja. Kan kita enggak
- ingin punya masalah sama tetangga gitu
- ya. He em.
- Tetangga kaya raya. Dia kaya banget,
- rumahnya eee mentereng misalnya begitu
- ya. Kemudian eee
- tetangga yang lain bisa jadi eee ngerasa
- minder gitu ya sama dia. Oh, ini mah
- keluarganya elit bahasanya begitu ya.
- Eee
- ya kita positif aja. Masing-masing punya
- rezeki. Allah menjaga, menitipkan kepada
- masing-masing orang
- rezeki masing-masing. Enggak perlu kita
- eee minder sama dia, enggak perlu kita
- kecil hati sama dia gitu ya. Enggak
- perlu dijauhi gitu ya. Dekati dengan
- baik. Kita juga enggak perlu meminta
- ekspektasi apapun dari dia begitu ya.
- Eee kalau dia sombong, eee ya kita
- berusaha untuk eee biasa-biasa aja gitu
- sama dia gitu ya. Eee jadi jangan jangan
- bermusuhan sama dia dan ngapain dia
- harus sombong juga gitu ya kalau kita
- eee reaksinya juga enggak enggak enggak
- merendahkan diri, tidak meninggikan
- diri, kita baik-baik saja menyapa dan
- lain sebagainya gitu ya. Ada yang
- seperti itu.
- Ada tetangga yang unik. Ini eee dari
- riset eee Jody Smith eee lima tipe
- tetangga. Yang keempat
- tetangga unik, kepedean misalnya gitu
- ya.
- Eee eee kepedean langsung masuk-masuk
- rumah eee buka kulkas gitu ya. Eee
- melanggar privasi lah gitu ya. Ini untuk
- tetangga yang kayak gitu kita perlu
- tegas gitu ya. Tapi tetap santun untuk
- menyampaikan eee aturan di kita gitu
- artinya menegaskan gitu ya. Itu
- perlu kita ini.
- Ada tetangga yang enggak mau
- bersosialisasi begitu ya.
- [mendengus]
- Menghindar, menutup diri ada kok ada di
- lingkungan kita tuh ada gitu ya.
- Eee
- jadi tetap
- ya berusaha
- eee menyapa saja ketika kita bertemu
- begitu ya.
- Eee kemudian salam dan lain sebagainya.
- Eee tidak perlu maksa eee untuk kita
- dekat sama dia tetapi ya
- ini apa namanya kita bisa kasih senyum
- atau misalnya memang kita punya hantaran
- untuk satu RT atau satu RW ya semuanya
- dapat gitu enggak cuman dia enggak
- dikasih gitu itu itu enggak itu itu eee
- apa namanya
- eee
- eee eee pendekatan yang baik gitu.
- Biasanya orang kayak gitu memang ingin
- zona nyaman sendiri gitu ya, enggak
- ingin diusik oleh orang lain.
- Eee sebagai orang yang tinggal paling
- dekat dengan kita, perilaku dari
- tetangga itu bisa berdampak
- pada kehidupan kita. Bahkan
- kalau mereka relatif asing gitu ya,
- tetangga baik dampaknya positif.
- Tetangga juga bisa jadi gangguan, bisa
- jadi konflik, bisa jadi ribetin kita
- gitu ya. Eee aturan
- eee aturan aturan tetangga yang terkikis
- berpotensi mengarah ke masalah keluhan
- eee keluarga yang keluhan di antara
- tetangga kita yang lebih besar gitu.
- Jadi
- penting untuk kita perhatikan.
- Eee ada ada penelitian terkait dengan
- penyakit jantung gitu ya, kesehatan
- jantung pada lebih dari 5.000 orang
- dewasa. Ini risetnya di Amerika. Mereka
- diminta untuk memvalidasi
- nilai berapa banyak mereka merasa
- diterima
- oleh lingkungan lokal mereka, di
- tetangga.
- Apakah mereka punya tetangga yang
- nyamanin, ramah, sering membantu, bisa
- dipercaya begitu ya.
- Eee dari periode pemantauan selama 4
- tahun
- 148
- dari 5.000 lebih peserta itu mengalami
- serangan jantung
- dan menunjukkan eee mereka punya
- lingkungan dengan tetangga yang baik itu
- menurunkan risiko penyakit jantung
- sampai 22%. Itu hasil penelitiannya ya.
- Ini
- menurut penelitian mereka.
- Jadi eee
- punya tetangga yang baik itu luar biasa.
- Saya punya tetangga ya, keren banget.
- Jadi ada yang sakit, itu tetangga lain
- itu bantuin
- eee bikinin makanan, nemenin gitu. Itu
- luar biasa. Kita eee kalau kita ingat
- bagaimana waktu Covid itu, itu
- peristiwanya luar biasa itu di Indonesia
- ya. Banyak sekali yang saling membantu
- satu sama lain dan masalah-masalah
- tetangga itu menjadi masalah bersama
- begitu. Tapi ini udah udah bukan Covid.
- Ini ada tetangga yang sakit itu yang
- lain itu merasa ikut gitu. Ikut
- terlibat, ikut ngebantu, nyiapin apa,
- punya apa dikasih dan lain sebagainya.
- Nah, sekarang kita lihat yuk gimana
- hubungannya sama generasi. Nah, Gen Z ya
- Gen Z. Gen Z itu ternyata cenderung cuek
- ama tetangga. Tetapi dia sibuk, aktif
- banget di komunitas online. Di komunitas
- offline
- eee tenang-tenang.
- [tertawa]
- Ini ini hasil risetnya ya. Eee jadi
- kalau dibandingkan sama generasi
- sebelumnya, apalagi tradisionalis, baby
- boomers, X gitu ya, masih cenderung suka
- face to face, tatap muka begitu ya. Nah,
- dari situ berarti kita perlu juga bisa
- eee eee tergantung dari kita ya saat ini
- kita di generasi apa begitu ya.
- Pertama kepada generasi Gen Z tadi kita
- memahami
- dan juga mengajak gitu. Karena bisa jadi
- karena mereka enggan tuh karena mereka
- enggak belum memahami begitu. Nah, eee
- ketika kita eee sebagai orang yang lebih
- eee senior, lebih dewasa begitu ya, itu
- kita bisa mengajak, ngerangkul sehingga
- eee kekeluargaan kita menjadi lebih
- baik. Dan luar biasa tetangga eee
- tetangga Gen Z itu, kita punya tetangga
- anak Gen Z itu, itu keuntungannya banyak
- banget. Mereka digital native, mereka
- bisa menjadi supporter yang sangat
- bagus, kreatif, dan lain sebagainya
- begitu ya. Bukannya enggak mau, mereka
- itu mau cuman mereka masih belum terlalu
- terbiasa dengan eh kehidupan yang face
- to face begitu ya. Apalagi dengan yang
- lebih senior.
- Eh
- jadi
- eh dua ri ini milenial ya, sekarang
- milenial tadi Gen Z. Dua dari tiga
- milenial
- tidak merasa jadi bagian dari komunitas
- lokal di mana mereka [berdehem] tinggal.
- 64% milenial terputus dari kelompok
- mereka. Heeh.
- Mereka tidak punya waktu luang, dua kali
- berpotensi tidak punya waktu luang untuk
- kumpul dalam lingkungan mereka dibanding
- non milenial.
- X, baby boomers, tradisionalis gitu ya.
- Yang yang lebih senior ya.
- Jadi
- mmm
- kita perlu
- eh
- eh menyadari artinya siapapun kita gitu
- ya. Ketika kita adalah milenial, kita
- perlu melihat eh rugi loh betapa
- pentingnya loh tetangga itu Gen Z.
- Penting loh tetangga itu, maka kita
- perlu mengubah gaya komunikasi kita eh
- menjadi lebih eh apa namanya ada ada
- porsi proporsional
- yang tepat untuk berinteraksi dengan
- lingkungan tetangga kita gitu.
- Nah yang lebih senior artinya
- eh eh baby boomers, tradisionalis itu
- juga perlu lebih empati, perlu lebih
- ngajak dan lain sebagainya gitu.
- Ini masih riset dari OnePool, dua dari
- lima atau 22% milenial tidak
- berpartisipasi karena tidak berteman
- dengan siapapun di lingkungan mereka
- gitu ya. 27% milenial tidak tahu cara
- berteman dengan tetangga, terputus
- dengan lingkungan lokal membuat mereka
- kesepian. Sayang sekali. 57% milenial
- merasa mengaku merasa terasing di
- lingkungan lokal karena mengalami
- perasaan kesepian akibat terasing dari
- lingkungan. Pada dasarnya mereka mau kok
- gabung sama komunitas gitu.
- Eee
- kesadaran ini perlu kita eee empati dan
- perlu kita eee sikapi dengan bijak gitu.
- Semua pihak eee baik eee si generasi
- tersebut maupun eee bukan generasi
- tersebut. 79%
- berharap bisa berkomunikasi. 79%
- milenial
- berharap bisa berkomunikasi dan
- berpartisipasi lebih banyak di
- masyarakat. Eh, keren banget kan?
- Eee tetapi faktanya hanya 16% kaum
- milenial bergabung. Jadi, mau sih tapi
- dia
- mungkin enggan atau
- eee eee tidak tidak terlalu eee apa ya
- tidak terlalu mudah berinteraksi dengan
- yang lebih senior gitu. Jadi,
- eee akhirnya ada jaga jarak.
- Ikhwan dan akhwat masih barengan di sini
- kan ngebahas tentang
- [tertawa]
- Kita lanjut ya, Mbak Nuning ya. Enggak
- ke mana-mana kok.
- [tertawa]
- Nah, gimana sih dalam eee Islam gitu ya?
- Jangan
- sakiti tetangga
- gitu ya. Menyakiti tetangga baik
- perilaku maupun kata-kata gitu ya
- bisa merusak hubungan ya. Jangan
- menghina
- eee mencela gitu ya.
- Eee Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- bersabda, "Barang siapa yang beriman
- kepada Allah hmm subhanahu wa taala
- dan hari akhir
- maka janganlah dia
- menyakiti tetangganya.
- Eee menolong kesulitan tetangga.
- Bukanlah seorang mukmin
- orang yang kenyang
- sementara tetangganya
- kelaparan di sampingnya. Ini adalah
- hadis riwayat Bukhari ya.
- Perkataan yang baik dan pemberian maaf
- lebih baik dari sedekah yang diiringi
- oleh sesuatu yang menyakitkan.
- Menyakitkan yang nerima.
- Allah Maha Kaya lagi lagi Maha
- Penyantun.
- Itu di dalam Quran surat Al Baqarah.
- Ikhwan dan akhwat maka kita perlu
- beramah tamah, toleransi dengan
- tetangga, enggak ngomong keras-keras,
- enggak teriak-teriak, enggak bikin
- ribut, enggak bikin gaduh gitu ya,
- ngeganggu ketentraman tetangga kita.
- Eee sebaik-baiknya sahabat adalah yang
- paling baik sama sahabatnya dan
- sebaik-baik tetangga adalah yang paling
- baik
- sama tetangganya. Ini juga hadis ya.
- Jadi eee ini perlu kita perhatikan.
- Kadang-kadang ributan nih gara-gara ada
- polisi tidur dibikin yang tinggi banget
- gitu ya. Eee
- karena dia enggak mau nih lewat depan
- rumahnya eee apa cepat gitu ya. Maka ya
- udah deh saya tinggiin aja. Apa yang
- terjadi dengan tinggi? Itu ngeganggu ke
- mobil atau kendaraan jadi eee ngerusak
- mesinnya atau mengganggu begitu dan itu
- itu
- itu juga berbahaya ya eee untuk semua
- pihak.
- Karena kalau kita nyebelin kita juga
- berisiko untuk diri kita sendiri.
- Eh, barang siapa menutup aib seorang
- muslim, maka Allah akan menutupi aibnya
- di dunia dan akhirat. Ini juga
- perlu kita perhatikan karena cenderung
- tetangga itu tahu masalah tetangga
- lainnya.
- Jadi,
- dengan tetangga kita,
- kita perlu berkomunikasinya
- saling menghormati, saling menghargai,
- tolong-menolong,
- menjaga keharmonisan,
- hati-hati ngomongnya, hati-hati perilaku
- ekspresi nonverbal kita gitu.
- Duluan salam.
- Asalamualaikum.
- Apa kabar, Pak, Bu? Gitu ya. Menyapalah
- lebih dulu gitu. Itu akhlak yang lebih
- baik. Sapa, senyum, ya. Eh, enggak
- lama-lama ngobrolnya gitu ya karena bisa
- jadi
- eh, masing-masing punya
- punya eh, kesibukan atau bahkan bisa
- berdampak pada potensi gibah.
- Eh, jadi gosipin, jadi panjang lagi bisa
- fitnah dan lain sebagainya.
- Terus enggak usah banyak
- nanya gitu ya. Eh,
- apa namanya?
- Kan kalau di budaya Indonesia tuh kan
- eh, mau ke mana gitu ya. Okelah ya. Itu
- itu mau ke mana itu adalah pernyataan
- bahwa aku aku yang menyapa Anda dan aku
- tahu Anda ada gitu. Jadi cuman
- memanusiakan saja gitu ya. Jadi enggak
- enggak ke dalam-dalam. Tapi kalau kepo,
- [tertawa]
- mau ke mana sih gitu ya? Ada urusan apa?
- Bisnisnya apa gitu ya?
- Eh, mau beli apa? Itu udahlah biarin
- ajalah urusan dia. Dia mau beli apa, mau
- beli apa kecuali dia memang ingin
- menyatakannya begitu ya.
- Terus sama tetangga adalah kalau sakit
- dijenguk. Siapa tahu eee apa namanya ada
- hal yang memang perlu untuk kita bantu
- begitu ya.
- Kalau ada musibah ikut berbela sungkawa,
- takziah
- dan lain sebagainya, mendoakan ya. Ikut
- bahagia kalau ada kebahagiaannya, ucapin
- selamat atas keberhasilannya.
- Eee lembut sama anak tetangga dan juga
- eee orang yang bekerja di eee rumah
- tetangga juga begitu ya. Memaafkan kalau
- ada salah ucap begitu ya.
- Menegur secara halus dengan baik sekali
- komunikasi yang asertif.
- Kalau ada kesalahan tetangga kita
- enggak ngelihatin tetangga berlebihan
- begitu ya, sampai eee bisa jadi ada
- eee apa ya godaan setan yang terkutuk
- itu begitu ya.
- [tertawa]
- Eee menolong kalau diperlukan itu perlu
- kita lakukan.
- Jadi eee Ikhwan dan Akhwat yang
- dirahmati Allah
- begitulah
- eee yang sebaiknya kita lakukan untuk
- berkomunikasi efektif dengan tetangga
- kita.
- Masha Allah. Ini enggak mudah ya Mbak
- Nuning ya, tapi penting ini untuk kita
- kita eee hayati.
- Sangat karena ada apa yang terjadi pun
- Iya. nomor satu yang bisa membantu Iya.
- bisa meringankan tetangga. Iya betul.
- Kalau saudara secinta apapun jauh
- misalnya kan he eh. He eh. Seperti ini
- yang disampaikan oleh Ibu Dharma di
- Bekasi.
- He eh. Jadi ceritanya waktu saya sakit
- tuh Mbak Nuning
- jam 03.00 pagi He eh.
- kan enggak ada yang bisa membantu
- membawa keluar saya telepon [berdehem]
- tetangga. He eh.
- Dan kalau di-chat aja belum tentu saat
- itu juga
- He em.
- [tertawa]
- Alhamdulillah
- karena itu dialah yang antar. Ya Allah.
- Jam 3 pagi. Alhamdulillah ya Allah.
- Betapa pentingnya
- Kalau saudara kita jauh kan
- perjalanannya aja take time kan.
- betul.
- Alhamdulillah ya. Begitulah
- begitulah eh tetangga itu. Makanya eh
- itu ada investasi kan.
- Enggak ujug-ujug kan kita minta tolong.
- [tertawa]
- Jadi eh makanya bukannya kita mau apa ya
- mau ngerepotin tetapi ada saat memang di
- mana kita memang butuh orang lain
- begitu.
- Apalagi di sini dikatakan anak saya jauh
- semua. Kalau ada apa-apa ya tetangga
- [berdehem] dulu.
- Apalagi setelah
- eh lebih senior ya kita ya artinya
- aktivitas kita udah banyak di rumah gitu
- ya di lingkungan di sekitar kita ini
- yang paling penting gitu untuk kita
- punya hubungan baik kita. Betul. Ini ada
- pertanyaan.
- Iya.
- Apa dong yang harus kita lakukan agar
- anak-anak yang memang tidak atau kurang
- punya kepedulian untuk berkomunikasi
- dengan tetangga? Iya. Ya kan enggak
- perlu itu selalu jawabnya. Iya sih
- anak-anak kan remaja ya.
- Betul, he em. Sementara bisa jadi
- tetangga di sebelah rumah enggak punya
- anak remaja. Iya.
- gimana caranya Mbak? He em.
- Ya kita tunggu. Jadi di eh
- pengurus
- em
- RT RW
- ya RT RW lah terutama gitu ya.
- He em. Pengurus itu penting sekali gitu
- ya untuk memfasilitasi
- eh
- ruang-ruang perjumpaan mereka begitu.
- Misalnya ada
- eh Tarka ya, Taruna Karya atau juga
- Karang Taruna
- sekarang Taruna ya, hehehe.
- Karang Taruna, eh terus ada acara-acara
- yang nanti dikerjakan oleh anak-anak
- muda begitu ya. Ehm misalnya pengelolaan
- acara apa, mereka ini atau ada olahraga
- bersama yang difasilitasi begitu ya. Itu
- memudahkan untuk interaksi di antara
- mereka atau acara di tempat-tempat
- ibadah begitu ya. Heem. Eh yang eh
- mereka akhirnya bisa bertemu, bisa
- difasilitasila, ada ada ada momen-momen
- seperti itu. Sehingga itu menjadi
- eh tempat untuk bertemu dan mereka jadi
- merasa oke, aku juga punya kok
- teman-teman di kampungku sendiri gitu.
- Heem, heem. Itu itu penting itu.
- Eh eh itu dari eksternal ya, dari
- internal ada keluarga kita sendiri gitu.
- Keluarga kita bisa mengajak eh anak-anak
- untuk ayo dong, eh kenal dong sama
- tetangga dong, ngobrol dong sama dia
- gitu. Heem. Gitu. Enggak enggak mudah
- sih eh dorong-dorong anak eh sekarang
- ini ya, Gen Z apalagi ya atau Alfa
- barangkali ya. Heem. Mungkin kalau Alfa
- anak-anak kecil ya, itu masih ada ehm
- makan, suka jalan-jalan atau eh
- jalan-jalan di eh apa ya, di
- daerah-daerah taman atau eh ruang-ruang
- tetangga dan lain sebagainya masih
- memungkinkan.
- Eh nanti kalau sudah mulai aktif di
- sekolah dengan kesibukan yang begitu
- rapid, begitu banyak begitu ya, bisa
- jadi akan berkurang. Tapi ada
- ruang-ruang untuk memungkinkan mereka
- berinteraksi, itu yang perlu kita
- fasilitasi begitu.
- Bagus banget kalau kita bisa eh membuat
- itu. Jadi kita kasih tahu anak kita
- dan lingkungan juga memfasilitasi gitu.
- Iya, belum lagi kalau memang ada
- komunitas-komunitas yang terbentuk, ya,
- di antara remaja-remaja kita atau
- mungkin juga Tujuh belasan itu bagus
- banget, ya, Mbak, Nuning. Tujuh belasan
- atau acara apa, ya, akhir tahun atau
- acara liburan, gitu loh. Iya. Ini
- pertanyaan tidak ada namanya. "Saya
- punya anak tiga. Heeh.
- Di kamar masing-masing lebih 75%
- dibandingkan berkumpul di ruang tengah.
- Bagaimana cara membuat mereka menyatu
- satu sama lain karena
- ya, ada pekerjaan, ya, ada banyak deh
- pokoknya alasannya. Iya, ya. Iya,
- setuju. Apa yang harus saya lakukan
- sebagai ibu? Kok rasa, oh, ini dari ibu,
- ya. Iya. Iya. Itu tadi, ya, ada dua.
- Satu, ee di dalam keluarga kita kita
- ingatkan, ya, bahwa mereka juga kamu
- fair dong punya teman yang ada di
- lingkungan kamu sendiri, di sekolah, di
- kampus. Ee atau di tempat kerja, tetapi
- juga ada sesekali ikut dong ngumpul sama
- tetangga, gitu, ya. Ee dan juga
- lingkungan kita perlu memfasilitasi,
- gitu.
- Emm, memang butuh waktu. Nantinya pada
- saat dia sudah masuk ke kehidupan
- keluarga dan menjadi memiliki ee apa
- namanya ee tetangga sendiri, gitu, ya,
- karena ee berumah tangga sendiri, dia
- merasakan itu, merasakan itu
- tantangan-tantangannya, gitu, ya, ketika
- sudah dijegurin, ngerasain tantangannya.
- Sebelumnya belum, enggak? Maka,
- mendingan kita ingatkan bahwa ini akan
- terjadi loh, kamu butuh loh dan lain
- sebagainya. Haruslah ada momen untuk
- mengingatkan itu, gitu.
- Ee
- ini tantangan kolektif, ya.
- [tertawa]
- Kita semua atau kebanyakan orang punya
- tantangan itu untuk anak-anak ee yang
- Gen Z, gitu, ya, ee yang
- cenderung Gen Z atau milenial ya, yang
- cenderung sudah aktif dengan media
- sosialnya gitu.
- Itu
- itu masalah. Tapi ketika dia sudah masuk
- ke kehidupan keluarga,
- mereka berumah tangga, punya rumah
- sendiri, mereka ngadepin itu. Maka dari
- awal kita sudah kasih tahu, "Ini produk
- prediksinya kayak gini loh. Kamu tuh
- juga butuh loh tetangga loh gitu." He
- em, he em.
- Terus kalau adik kakak pada
- masing-masing tadi diapain ya anaknya
- ya? Itu pertanyaannya. Iya, eh
- ini ini ini kan tadi
- konteksnya tetangga ya. Tapi kalau di
- dalam rumah sendiri, kita harus cari
- waktu yang memungkinkan untuk acara
- kumpul keluarga seperti misalnya ada
- makan bersama, ngajakin, narikin untuk
- makan bersama aja tuh enggak mudah loh.
- [tertawa]
- Tapi kita bisa menyediakan itu gitu.
- Kita masih punya kuasa ya.
- Aduh, kata-katanya berat ya. Tapi it's
- real ya. Susah ya cari kata lain ya.
- Intinya gitu. Eh seorang ibu masih punya
- eh
- apa ya, kemampuan untuk menyatukan
- dengan cara eh memberi eh stimulus gitu
- ya.
- [tertawa]
- Rangsangan yang eh yang seru, makan
- bersama atau ngobrol apa atau
- jalan-jalan gitu.
- Itu eh tak terlupakan dan itu menjadi
- pelajaran berharga untuk tahu. Atau ada
- kisah-kisah yang kita bisa ceritakan
- gara-gara ini jadi gini gitu. Itu juga
- bisa tuh jadi reflektif ya.
- Iya, ini dari Ibu Indah. He em.
- Kebetulan dua anak saya ikut Karang
- Taruna, mereka jadi jauh lebih bahu
- membahu
- dibanding sebelumnya. He em.
- Dan tetangga saya anaknya ikut remaja
- masjid, Eh, ikut juga anak saya. Keren
- ya.
- Gitu. Berarti yang bertetangga enggak
- cuman orang tua yang perlu ya. Iya, si
- bocah juga.
- Iya.
- Mudah-mudahan semua anak-anak kita
- tertarik untuk juga bergabung di entah
- Karang Taruna atau remaja masjid.
- Iya, keren banget.
- Iya.
- Oke, Mbak Nuning. Lanjut. Saya ada
- beberapa yang saya ingin sampaikan
- terkait dengan eh kasus-kasus gitu ya
- yang
- eh menimbulkan
- kertakan dalam tetangga. Tadi sudah
- bagaimana harmonisnya, bagaimana
- menciptakan suasana harmonis, apa saja
- tips-tips yang perlu kita lakukan.
- Sekarang ini yang kita perlu perhatikan
- bahwa
- eh kalau ini dilanggar, ini akan
- mengganggu begitu ya. Eh
- diantaranya yang pertama adalah batas
- privasi, penggunaan ruang umum gitu ya.
- Di lingkungan tetangga itu pemahaman hak
- dan kewajiban pemanfaatan ruang publik,
- jalan, lahan parkir.
- Itu penting. Kalau ngerti itu penting,
- maka kita perlu menjaganya. Kalau enggak
- entar konflik, ributan begitu ya.
- Eh misalnya eh ruang umum itu adalah
- ruang yang dipakai bersama.
- Yang eh seperti jalan di lingkungan
- kita, trotoar, taman,
- eh lahan parkir, selokan, eh fasilitas
- sosial dan lain sebagainya. Itu adalah
- ruang umum. Nah, itu perlu kita pahami
- ini punya bersama loh, kita sama-sama
- ngejaganya gitu ya.
- Batas privasi itu juga perlu kita
- pahami. Ruang pribadi misalnya begitu
- ya, di rumah, di halaman, di dalam pagar
- rumah, garasi
- eee
- itu
- eee orang lain enggak boleh masuk tanpa
- izin. Nah,
- pemahaman
- eee tentang hal mendasar itu, meskipun
- kayaknya mendasar ya, tapi ada yang
- melanggarnya juga begitu. Dan
- pelanggaran itu menimbulkan eee eee
- masalah. Ruang semi pribadi, misalnya.
- Halaman depan tanpa pagar,
- teras terbuka.
- Eee
- et apa ya? Etisnya orang lain enggak
- boleh gunakan tanpa izin dari pemilik.
- He em. Itu itu punyanya dia, tapi memang
- terbuka begitu.
- Ruang umum, public space ya. Jalan
- lingkungan,
- lahan parkir umum, pos ronda.
- Semua warga punya akses di sana. Tetapi
- enggak boleh jadinya dia nguasain
- sendiri gitu. Ada yang menguasainya, ya,
- yang merasa ini jadinya ini bagian aku
- gitu.
- Atau dia simpan eee dia dia manfaatin
- eee paling dominan begitu ya. Itu
- kalaupun misalnya dia mau memanfaatkan
- dengan dominan, dia perlu meminta izin
- kepada RT atau RW begitu. Eee
- sehingga eee RT dan RW bisa
- mendiskusikannya, misalnya memberikan
- kesempatan oke, misalnya mau berdagang
- di situ eee karena minta izin dan lain
- sebagainya dengan batasan-batasan yang
- dia selesaikan juga dan lain sebagainya
- begitu.
- Kewajiban dalam penggunaan ruang umum,
- tidak
- menguasai berlebihan.
- Ya.
- Parkir
- mobil di jalan umum boleh.
- Ya. Tapi tidak boleh sampai menghalangi
- Yang mau lewat.
- lalu lintas atau menutup akses ke rumah
- tetangga gitu. He em, he em.
- Ini yang kemarin ribut itu di antaranya
- ini.
- Menjaga kebersihan dan kenyamanan. Tidak
- buang sampah, tidak menaruh barang,
- semen, material
- eee
- kandang di jalan umum gitu ya.
- Eee
- menghormati
- kesetaraan. Ruang umum itu dipakai
- gantian, bukan untuk kelompok tertentu
- saja.
- Ada juga batasan privasi tetangga di
- ruang umum.
- Jangan ngintip-ngintip.
- Ya.
- Atau campurin urusan tetangga.
- Ya.
- Eee meskipun itu kelihatan dari rumah
- kita gitu.
- Ya, kecuali memang perlu kita ikut
- terlibat karena ada kekerasan misalnya
- begitu ya. Atau ada ada ada hal-hal yang
- memang kita perlu ikut involve gitu ya.
- Jangan motret, nyebarin kondisi rumah
- atau aktivitas pribadi tetangga di ruang
- publik tanpa izin.
- Ini sensitif loh.
- Jangan pakai ruang publik seolah-olah
- itu ruang pribadi kita.
- Eee
- depan
- depan rumah orang [berdehem] jadi garasi
- pribadi permanen misalnya begitu. Ya.
- Ini tidak tepat.
- [mendengus]
- Eee
- Eee prinsip keseimbangan hak dan
- kewajiban itu perlu kita jaga.
- Setiap warga berhak pakai ruang publik
- untuk akses, parkir sementara atau
- kegiatan sosial. Kewajiban kita setiap
- warga wajib untuk menjaga penggunaannya
- tidak mengurangi kenyamanan dan hak
- orang lain. Ini penting untuk kita
- sadari. Ini batasan-batasan tentang
- ruang publik.
- Karena ketika kita melanggar,
- implikasinya akan banyak kepada
- lingkungan kita.
- Iwan dan Awan, saya ingin juga ngebahas
- tentang penggunaan media sosial ya.
- Tetapi sebelumnya saya ingin ngajak
- untuk ngelihat bagaimana sih empati gitu
- ya dan sikap sabar
- dalam konflik yang berkembang misalnya
- di dalam lingkungan kita gitu ya.
- Konflik ada dalam setiap hubungan yang
- penting. Itu, itu clear ya. Pasti ada
- konflik gitu ya. Sama tetangga kita juga
- ada konflik, sangat mungkin. Apakah
- konflik-konflik itu kan sesuatu yang
- memang tidak kita nyamani, sama-sama
- punya perbedaan. Tapi gimana cara
- nyelesaiinnya gitu ya? Enggak usah
- enggak usah dikembang-kembangin lah.
- Konflik kecil
- bisa melonjak
- kalau ada prasangka atau juga sikap
- defensif. Kayaknya dia paling benar gitu
- ya.
- Maka yang perlu kita lakukan adalah kita
- diskusikan, kita omongin dengan tenang.
- Ya.
- Ketika ada prasangka
- kayaknya dia enggak ngehargain gue deh
- gitu ya.
- Atau
- defensif ya ngerasa takut disalahin gitu
- ya. Emosi itu cepat banget meledak.
- Konflik itu jadi jauh lebih besar
- daripada masalahnya.
- Padahal masalahnya mungkin
- eh parkiran atau mungkin eh apa namanya
- mmm ada kucing misalnya gitu ya.
- [tertawa]
- Kucing yang di mana atau binatang dan
- lain sebagainya gitu.
- Jadi
- eh awal masalah adalah kecil. Misalnya
- tetangga eh nyimpen di tempat yang tidak
- seharusnya kendaraannya gitu ya.
- Ya udah bilang aja.
- Tinggal bilang kok.
- Eee dia juga akan berpikir gitu, akan
- bersikap begitu ya.
- Nah, kalau ada prasangka atau defensive.
- Wah, dia sengaja parkir di sini nih.
- Jadi dia enggak ngehargain aku gitu ya,
- wah.
- [tertawa]
- [terkesiap]
- Tetangga akan mikir, gila ya ini kan
- cuman sebentar kenapa sih marah gitu ya.
- Jadi
- eee nyolot ya.
- Jadi dua-duanya tidak merasa dihargai
- dan enggak nyaman.
- Emosi jadinya gitu ya.
- Bisa kok kita ketuk eee sambil ngomong.
- Maaf ya mobilnya eee ganggu digeser ya
- heeh.
- Eee saya mau keluar gitu misalnya.
- Nah,
- eee beda beda sama kalau kita
- ngomong ya.
- Eee gimana sih geser dong mobilnya
- ngeganggu aja gitu ya. Itu itu beda
- ekspresi suara, pilihan kata dan lain
- sebagainya.
- Ini jalan umum bukan jalan kamu ribut
- lagi gitu [tertawa] ya. Suasana panas
- orang lain yang nonton juga ikut
- nambah-nambahin emosi makin ini jadi
- konflik makin besar gitu ya.
- Awalnya cuman sebentar parkir bisa lebar
- saling sindir enggak nyapa
- unggah status di medsos ya ini makin
- rame.
- Kalau udah gitu
- hubungan jangka panjang bisa berisiko.
- Ya.
- Jadi
- hindari buat masalah sama tetangga deh
- gitu ya. Kalau ada
- komunikasikan.
- Beresin deh. Komunikasikan. Jangan
- biarkan berlarut.
- Sabar, dewasa.
- Eee sadari bahwa iya ada kita saling
- take and give gitu.
- Eee mungkin ada yang enggak enggak
- paham, salah paham. Eee
- maka kita selesaikan masalah itu
- sehingga hubungannya makin hubungannya
- jadi baik kembali dan harmonis. Iya
- enggak apa-apa saling kasih ada yang
- kurang dikit, ada yang gantian gitu loh.
- Iya kan? Hajatan misalnya bikin rame di
- tetangga. Iyalah kita juga sesekali bisa
- hajatan kok gitu loh.
- Parkir di depan rumah misalnya. Jadi
- rame dan lain sebagainya. Nih ya kalau
- kita bisa ngelihat dengan cara yang
- berbeda itu juga bisa kok. Ketika oke
- eee
- misalnya eee parkir itu mengganggu.
- Ah enggak apa-apa. Enggak misalnya
- enggak terlalu mengganggu misalnya.
- Kalau mengganggu kita kasih tahu. Tapi
- kalau tidak terlalu mengganggu sudahlah
- enggak apa-apalah. Saya dapat pahala
- juga dari kesabaran saya gitu ya kan?
- Diam-diam enggak enggak enggak enggak
- perlu pakai energi dapat pahala.
- [tertawa]
- Itu juga kenapa enggak positif juga kan
- gitu loh.
- [tertawa]
- Hindari gosip ya.
- Banyak orang ngomongin orang lain. Eee
- yang suka gosip jaga jarak.
- Ya bisa jadi ini jadi masalah gitu ya.
- Eee berbahaya kalau ada adu domba,
- saling ngomong dan lain sebagainya. Ini
- bisa sampai bisa sampai jadi lebih
- panas, jadi gugatan dan lain sebagainya.
- Yang kita lihat ini kasus sekarang ini
- juga sampai ada eee isu gugatan dan lain
- sebagainya. Ini
- perlu kita lihat dengan
- hati-hati sehingga kita juga
- bisa lebih bijak dalam menyikapi
- komunikasi dengan tetangga yang penting
- banget sudah kayak saudara gitu ya.
- Gimana caranya resolusi dari konflik
- itu?
- Mediasi, RT, RW. RT, RW itu penting
- sekali ya, musyawarah lingkungan,
- lembaga keagamaan bisa jadi
- sebelum kita nyelesaiin ke jalur hukum
- atau ke medsos. Ya.
- Jalur damai deh yang yang menurut saya
- lebih tepat untuk kita gunakan ya.
- Mediasi, peran RT, RW itu sebagai
- pemimpin lokal mereka biasanya dihormati
- dan juga mereka harus netral gitu ya.
- Masalah jadi cepat selesai, tidak
- melebar dan menjadi gosip, tidak merusak
- hubungan, tidak berdampak lebih lanjut
- lagi gitu ya.
- Musyawarah, rapat rutin,
- di situlah
- percakapan atas masalah-masalah kolektif
- di dalam lingkungan menjadi
- dibuka
- dan diselesaikan secara bersama gitu ya.
- Misalnya sampah berserakan
- disepakati jadwal piket atau iuran ya
- kan ada yang bisa physically ikut
- membantu ada yang dia bisa suruh iuran
- gitu ya.
- Jangan bikin masing-masing merasa enggak
- nyamanlah gitu ya.
- Semua warga merasa ikut memutuskan jadi
- bukan
- dipaksa atau lembaga keagamaan atau
- tokoh masyarakat
- di bidang keagamaan atau tokoh
- masyarakat di bidang umum lah gitu ya.
- Ustaz, kiai, pendeta, tokoh adat dan
- lain sebagainya itu juga bisa berperan,
- gitu ya. Eee jadi bisa saling
- menyelesaikannya.
- Eee jadi dengarkan dua sisi,
- eee kemudian pakai bahasa yang netral,
- jangan sampai
- eee ikut bela-belain satu pihak, cari
- titik temu yang menyamankan, gitu ya.
- Ramah dalam eee menyampaikannya,
- kemudian juga eee disepakati dan eee
- dipantau, dijaga, di di dikawal untuk
- menyelesaikannya, gitu ya.
- Jadi jalur damai itu penting, ji eee
- pertahankan silaturahmi, eee ini akan
- jauh lebih mudah, lebih murah, gitu ya.
- Jadi teladan,
- enggak viral.
- Ya.
- Eee
- saya ingin
- ngebahas satu lagi tentang medsos, Mbak
- Nuning. Bolehkah, Mbak Nuning? Masih ada
- waktu? Boleh.
- Medsos, ya.
- [tertawa]
- Penting banget nih.
- Eee
- waktu ada konflik saat ini,
- orang itu banyak juga sharing di medsos,
- ya.
- Eee
- langsung ke medsos, eee sharing, atau
- juga misalnya misalnya tidak dikasih
- gambar, gitu ya. Tapi langsung
- komen-komen hal-hal yang diunggah,
- apalagi sampai gambar dan video, ya.
- Ini akan memperbesar konflik.
- Ketika masalah
- internal kita
- di lingkungan kita diunggah ke
- medsos, itu
- eee
- jadi lebih banyak masalahnya, gitu.
- Lebih besar, ya.
- Ke Facebook, ke TikTok, ke WhatsApp grup
- gitu, ya.
- Orang ikut komen padahal dia enggak tahu
- masalahnya.
- Eee jadi viral, jadi cekcok dan lain
- sebagainya. Padahal sejak awal
- kalau difasilitasi
- itu bisa jadi
- tidak
- eee berdampak jauh seperti sekarang
- gitu, ya.
- Dialog tatap muka itu jauh lebih
- efektif. Jadi
- teman-teman semua Iwan dan Ahwat
- dalam bertetangga itu sensitif sekali
- eee terkait dengan medsos, ya.
- Dialog tatap muka lebih efektif, ya,
- daripada
- eee
- foto
- kendaraan yang kita mau komenin atau
- foto sampah yang kita mau komenin atau
- foto kotoran hewan yang kita mau komenin
- gitu, ya. Enggak langsung.
- Kita langsung upload gitu, ya. Itu
- aduh sakit hatinya, makjleb gitu, ya.
- Dan dengan makjleb itu
- eee jadi merasa ingin membalas dendam
- atau ingin ikut eee setara gitu, ya,
- dalam ini.
- Potensinya itu akan tinggi gitu, ya.
- Eee
- Pak, boleh
- tolong di
- kecilkan volumenya, anak saya lagi
- belajar gitu, ya.
- Datangin aja.
- Dia juga akan mikir, oh iya iya iya.
- Oke.
- Dibandingin sama enggak tahu diri
- misalnya begitu, suaranya [tertawa]
- digedein dan lain sebagainya gitu, ya.
- Eee
- terus
- pertama hindari untuk medsos
- pakai forum RT RW sebagai jalur resmi
- gitu, ya.
- Eee ada kok forum-forum yang tadi kita
- sudah bahas, ada forum
- arisan, kerja bakti, pertemuan warga ya.
- Di situ, itu urusan masalah eh
- kepemilikan bersama, bukan masalah
- individu. Jadi, ini memang masalah
- kolektif kita gitu ya.
- Eh
- itu bisa dibahas. Jaga martabat dan
- hubungan jangka panjang.
- Kecuali kita memang ingin
- pindah-pindah-pindah
- gitu ya.
- Tetangga adalah orang yang kita akan
- temuin terus, mostly setiap hari begitu
- ya. Kalau konflik ke mana-mana,
- hubungannya jadi rusak secara permanen.
- Dan itu mengganggu kita, kita juga
- enggan ketemu sama dia, padahal rumah
- kita juga di situ juga begitu ya.
- Dengan tatap muka, ada ruang
- untuk saling ngertiin masalahnya apa.
- Eh kalau masalah itu karena salah paham
- aja, itu juga jadi bisa diselesaikan.
- Jadi, unggahan video atau narasi-narasi
- di media sosial
- eh sepihak, itu membentuk opini publik
- dan
- dampaknya panjang. Klarifikasinya juga
- ribet. Karena belum tentu eh cover both
- side ya, dua-dua belah pihak bisa eh
- menyem apa memberikan klarifikasi atau
- eh sudut pandang dua-duanya di dipahami
- gitu oleh kita. Misalnya, ada orang
- ribut terus kita eh dengar dari satu
- pihak, kita jadi punya keberpihakan,
- kita enggak sempat untuk dengar yang
- dari yang pihak lain, kita juga punya
- persepsi. Mengganggu ke individu kita
- yang menjadi lebih berpikirnya jadinya
- negatif. Dosa juga untuk yang
- bersangkutan, yang lain juga jadi merasa
- ingin
- eh jadi ribut terus nih.
- Jadi,
- gimana kita berada di posisi netral
- juga, apa yang kita butuhkan untuk adil
- dan objektif.
- Kemudian juga pada saat kita penggunaan
- media sosial di grup warga gitu ya,
- WhatsApp grup misalnya ya WhatsApp grup
- atau juga Telegram dan lain sebagainya.
- Perhatiin waktu gitu ya.
- Ada waktu untuk menjaga aktivitas
- masing-masing privasi.
- Bahasan yang relevan aja, yang enggak
- relevan simpan ke grup yang relevan.
- He em, iya.
- Terus
- hindari ujapan ujaran kebencian, jangan
- sampai ngomong yang
- rasis lah, kata-kata yang enggak udah
- deh, jangan deh.
- Pokoknya mah baik aja hubungannya ya,
- hormati anggota grup. Kalau ada sesuatu
- yang enggak nyaman japri aja didiskusiin
- langsung kepada orang tersebut.
- Bahasanya juga baik, bahasanya juga
- nyaman ya.
- Keperluannya aja deh yang kita bahas
- karena itu adalah ruang untuk diskusi,
- kecuali personal ya kita bahas japri
- sama dia gitu.
- he em.
- Eee
- apa namanya pahami tujuan dari grup itu
- adalah untuk keharmonisan
- eee warga, jadi perlu kita pahami itu
- maksudnya kemana. Itu Mbak Nuning. Ini
- tadi bicara soal tetangga berisik
- dengerin
- musik nya sebel kenceng banget
- dibilangin malah cuek, diapain dong
- kalau udah kayak gitu?
- Iya. [tertawa]
- Iya, kita enggak bisa maksa juga sih ya.
- Iya. Kalau memang seperti itu, apalagi
- kalau tinggalnya di gang. Iya.
- Kedengeran banget, yang tinggal di
- komplek masih mending jauh-jauh jaraknya
- kan.
- Eee kita bisa sampaikan langsung kepada
- dia, eee kitanya harus sabar dulu gitu
- ya.
- [tertawa]
- Sabar dulu terus sudah gitu eee omongin
- aja langsung sama dia gitu ya. Eee
- upayakan ngomongnya dengan baik bahwa
- kenapa kok saya mau ini karena begini
- misalnya begitu ya.
- Kalau enggak bisa kita sampaikan kepada
- ini
- kepada kelompok gitu ya RT, RW gitu ya
- atau forum-forum tokoh masyarakat yang
- bisa gitu.
- Ini
- itu mekanismenya.
- Yang bicara soal sampah tadi. Iya. Ada
- yang naruh kulit duren di tong sampah di
- depan rumah baunya mengganggu orang yang
- enggak suka durian padahal tukang sampah
- ngambilnya kan enggak setiap hari.
- Iya. Iya, iya. Sudah dibilangin Ya.
- Sudah begitu jawabannya. Iya. Pengen
- rasanya ngelempar. Iya. Oh begitu ya.
- Iya, iya, iya. Ada yang enggak suka
- durian jadi terganggu banget.
- bilang aja aduh maaf ya saya enggak suka
- durian baunya tolong ya dipindahin. Buat
- dia mengerjakan itu tapi dengan cara
- yang baik gitu. Heeh. Saya jadi alasan
- alasan itu membuat perbedaan ketika dia
- menyampaikan bahwa aduh Bapak, Ibu maaf
- sekali saya itu enggak tahan sama durian
- jadi tolong ya dibuangnya jangan di sini
- ya gitu. Jadi sekali lagi kehangatan,
- keramahan dan kerendah hati yang sangat
- diperlukan.
- Heeh, heeh. Marahnya dikantongin dulu.
- Marah dikantongin dulu heeh sabar dulu
- heeh sabar dulu omongin bikin dia ngerti
- sehingga dia akan
- me berperilaku mudah-mudahan dia
- berperilaku begitu. Mbak Mona bisa
- enggak ngasih tahu bagaimana ke tetangga
- enggak tetangga yang sukanya belanja di
- market-market padahal tetangga kiri
- kanan buka warung. Iya.
- Mempersuasinya seperti apa ya? Iya. Jadi
- di grup ee di kampung saya itu ada ada
- kata-kata bijak yang lumayan sering
- disampaikan gitu ya. Ee belanja ke
- tetangga aja dong itu juga nyelesaiin
- masalah dia masalah ee ini dia gitu. Itu
- tuh reminding itu perlu gitu. Jadi
- jangan personal, menurut saya sih enggak
- personal. Kan ada WA grup eh
- arisan atau Posyandu, Posyandu gitu ya
- di situ
- he eh he eh he eh he eh
- Eh misalnya sebagai kata bijak atau apa
- ya
- ya
- He eh saran-saran
- eh bijaklah kayak gitu gitu. Jadi enggak
- enggak enggak ke personal. Itu kan hak
- asasi dia juga untuk membeli di mana
- saja kan gitu.
- tapi kalau sampai masjid punya warung
- terus semua belanja ke situ kan asik.
- Iya, eh itu kan bisa dilakukan himbauan.
- Betul.
- Iya kan Oke.
- Iya, kita masih ada sedikit waktu. Kalau
- dua dari lima tidak berkomunikasi dengan
- tetangga
- emang amit-amit ya, tapi kan orang sibuk
- alasannya selalu seperti itu.
- betul betul. Cara terus sederhana untuk
- menunjukkan [berdehem]
- bahwa kita punya kepedulian pada
- tetangga padahal kesibukan kita juga
- amit-amit gitu gimana?
- nah iya.
- Eh eh saya mengalami
- [tertawa]
- Mbak Noni enggak pernah di rumah juga.
- gitu ya.
- Jadi yang saya lakukan adalah kalau saya
- bisa saya akan datang. Gitu ya. Atau
- minimal saya datang sebentar gitu ya
- nunjukin bahwa I take care also. Saya
- kasih perhatian juga. Saya bukannya saya
- enggak ini tapi saya karena begini gitu.
- Jadi ketika saya diminta untuk
- berpartisipasi dan saya bisa I will do
- my best gitu ya.
- Eh
- eh tapi kalau hal-hal yang memang secara
- fisik saya enggak bisa ya saya sampaikan
- saja gitu. Dan itu bisa saling mengerti
- kok eh orang yang mm eh apa namanya yang
- yang
- sibuk
- eh bisa saling mengerti sesama lain kok
- insyaallah gitu. Iya, ini ada
- eh WA mendengar apa yang disampaikan
- Mbak Noni He eh. saya memang sangat
- sangat sibuk, tapi saya bikin
- sebulan sekali. He eh.
- Berapa nih? 14 bungkus.
- Apapun itu, kue kah atau apa ke tujuh
- rumah di depan. He eh. Dan yang tujuh
- rumah di kiri kanan. He eh. Oke. Keren
- banget ya. Daripada susah, ya udah deh.
- Terima kasih. Ini kemarin aku
- jalan-jalan loh. Iya. Ada ini nih. Iya.
- Gitu gitu kali ya. Iya iya iya. Enggak
- ada juga.
- Bu melakukan itu, ya enggak apa-apa
- bagus gitu ya kan.
- setiap saat juga. Iya, he eh. Bahkan
- tiga bulan sekali juga enggak masalah.
- Iya, he eh. Cuman apa ya? Eh, sayang
- gitu ya.
- Betul. He eh.
- Jadi Mbak Mona, mari kita rangkum
- closing statement
- Iya. terkait dengan bagaimana
- berkomunikasi dengan tetangga. Iya.
- Mbak Nuning, eh saya akan berikan
- beberapa kisah dulu ya.
- He eh.
- Eh.
- Seorang Yahudi tetangga Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam
- ngasih kotoran manusia tiap hari
- ke rumah Rasulullah.
- Rasulullah sholat subuh He eh. di
- masjid. Dia selalu lihat.
- Pagi itu Rasulullah enggak ngelihat
- kotoran.
- Dicari tahu, ternyata sakit. Lalu beliau
- jenguk,
- dikasih makanan tanpa pak dendam.
- Tetangganya nanya, "Tahu dari mana kalau
- saya sakit?"
- Enggak ada itu di
- [tertawa]
- "Sudah beberapa hari saya enggak
- ngelihat ada kotoran
- di depan pintu rumah.
- Dan beliau berpikir pasti ada apa-apa."
- Tetangganya itu langsung bersyahadat.
- Masya Allah. Masya Allah.
- Ada kisah lagi dari Tiongkok.
- Petani itu punya tetangga, profesinya
- pemburu. Mhm. Punya anjing, anjingnya
- galak-galak.
- Tapi kurang terlatih si anjingnya itu.
- Anjingnya itu sering loncat
- pagar dan mengejar domba dari si petani
- itu.
- Petani
- kadang-kadang
- eh petani itu didatangin sama
- tetangganya minta
- eh jadi si si petani yang punya
- domba-domba itu datang ke tetangganya.
- "Tolong dong jagain anjing kamu dong."
- Tapi si
- tetangga ini cuek aja gitu.
- Suatu hari
- anjingnya
- lompat pagar
- dan menyerang domba-domba
- sampai luka parah.
- Petani
- marah waktu itu, lalu dia akhirnya
- ke
- hakim.
- Hakim ngomong gini.
- "Saya bisa aja
- menghukum pemburu itu.
- Memerintahkannya untuk merang
- eh ngerangkengin gitu ya
- atau ngurung anjing-anjingnya.
- Tapi
- Anda akan kehilangan teman dan dapat
- musuh.
- Mana yang kamu pilih? Teman
- atau musuh yang jadi tetangga kamu?"
- Petaninya bilang
- "Saya lebih suka
- teman yang mulia." "Oke.
- Kalau gitu saya nawarin solusi.
- Domba aman, tetangga jadi teman."
- Petani pulang, dia ngambil tiga domba
- yang bagus-bagus dihadiahin ke tiga anak
- tetangganya. Tetangganya punya anak
- tiga.
- Mereka senang banget tuh dikasih eh apa
- namanya domba gitu ya. Dan mereka main
- sama dombanya seru gitu ya.
- Eee karena itu jadi mainan baru.
- Si pemburu
- ngerangkeng
- eee anjing
- pemburunya karena takut si
- domba-dombanya [tertawa] mati.
- Ini kan penting buat mainan anak saya
- gitu. Jadi anjing-anjing itu udah enggak
- gangguin lagi
- eee domba dari petani. Sebagai ucapan
- terima kasih
- karena petaninya begitu baik gitu ya
- sama anak-anaknya, pemburu itu
- sering bagi hasil buruannya ke petani.
- Ehm. Balasannya petani juga ngirimin eee
- daging domba dan keju buatannya.
- Jadi gara-gara itu hubungannya jadi
- bagus. Ini luar biasa nih ya.
- Jadi sisi-sisi lain kita bisa ambil.
- Itulah Ikhwan dan Akhwat, tetangga
- adalah orang yang
- rumahnya paling dekat dengan kita
- dan
- eee bisa jadi bagian dari keluarga kita
- sebenarnya gitu ya.
- Ehm.
- Eee.
- Tetangga bisa bikin perbedaan besar
- dalam kehidupan kita atau
- in a positive way atau negative way gitu
- ya.
- [tertawa]
- Nyenengin atau nyebelin gitu ya.
- Maka komunikasi dengan tetangga kita ini
- perlu kita jaga dengan baik.
- Tak kenal maka tak sayang ya.
- Maka dengan komunikasi yang baik eee
- kita perlu menjaga hubungan baik dengan
- tetangga kita. Barang siapa yang beriman
- kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia
- berbuat baik kepada tetangganya.
- Demikian aturan
- Masyaallah. dari hadis ya. Konflik
- tetangga jangan buru-buru dibawa ke
- polisi, dibawa ke medsos ya.
- Upayakan untuk jalur damai secara antar
- pribadi
- kalau mentok kepada jalur RT RW atau
- tokoh masyarakat.
- Viral itu ngerugiin He eh. hubungan
- jangka panjang.
- Demikian semoga bermanfaat diskusi kita
- hari ini. Terima kasih, mohon maaf kalau
- ada yang kurang berkenan. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Makasih
- banyak.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Medsos bisa
- memudahkan komunikasi tapi bisa jadi
- bumerang ya. Betul. Baik. Dan hubungan
- yang baik dengan tetangga penting banget
- karena merekalah tempat kita berbagi
- cerita, saling membantu, juga
- menciptakan lingkungan yang aman dan
- nyaman. Dan
- orang atau siapapun yang pertama kali
- membantu, menolong kita adalah
- Betul. yang paling dekat dengan kita
- tinggal. Betul. Baik, terima kasih
- sekali lagi Mbak Mona. Insya Allah kita
- ketemu lagi bulan depan. Kapan ya
- seminggu sekali?
- [tertawa]
- Baik Ikhwan Akhwat di manapun bisa
- menyimak Radio Silaturahim. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.