Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:13 [musik] 0:21 Bismillahirrahmanirrahim. 0:23 Asalamualaikum warahmatullahi 0:24 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:26 rahimakumullah. 0:28 Syukur alhamdulillah kita dipertemukan 0:30 kembali di acara Bincang Komunikasi 0:33 bersama Dr. Leila Monaganim yang 0:36 mudah-mudahan membuat kita semakin mahir 0:40 berkomunikasi terhadap apapun dan 0:42 siapapun serta kapanpun ya. Tidak lupa 0:45 salam selawat kita lantunkan untuk 0:48 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:50 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:53 Semoga kelak kita dipertemukan dengan 0:54 beliau di saat-saat yang sangat kita 0:57 rindukan di yaumil akhir dan mendapatkan 1:00 syafaat beliau adalah kerinduan kita 1:02 bersama. Ya, ikhwan akhwat. Bicara soal 1:06 komunikasi banyak sekali yang berbeda 1:10 satu sama lain. Ngomong-ngomong kalau 1:12 sama ee tetangga di kiri kanan gimana? 1:15 Bagaimanakah gerangan? Nah, tadi waktu 1:19 off air Mbak Mona bilang akan bicarakan 1:23 soal bagaimana berkomunikasi dengan 1:26 tetangga seperti apa gerangan kita sapa 1:28 beliau. Asalamualaikum warahmatullahi 1:30 wabarakatuh. 1:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. 1:34 Alhamdulillah sehat ya. 1:35 Alhamdulillah. 1:36 Nih ngomong-ngomong banyak cerita 1:38 terkait tetangga nih. 1:39 Iya. 1:40 Ada yang negatif, ada yang eh pokoknya 1:42 [berdehem] kayaknya kita perlu bekal 1:44 tambahan nih. 1:45 Iya. Iya. refresh yuk kita ngobrolin 1:47 yuk. 1:48 I beneran. Jadi seperti apa sih yang 1:50 efektif gitu? Kayaknya kita udah baik 1:52 tapi kok feedback-nya enggak atau 1:55 sebaliknya. Oke, silakan. 1:57 Terima kasih Mbak Nuning, Ikhwan dan 1:59 Akhwat yang dirahmati Allah. 2:00 Asalamualaikum warahmatullahi 2:02 wabarakatuh. 2:03 Waalaikumsalam warahmatullah. 2:04 Ketemu lagi kita di sini. Kita 2:06 ngobrol-ngobrol yuk. Gimana ya 2:10 komunikasi sama tetangga nih? baru lagi 2:12 seru banget di ee sosmet ya. 2:16 He 2:17 ee tentang kasus ee yang ada di Malang 2:22 yaitu IAI Mimim dengan tetangganya Ibu 2:26 Sahara dan itu ee ee ke ee 2:31 ketidaksepakatan dan lain sebagainya ee 2:34 tentang penggunaan lahan dan ee isu-isu 2:38 lainnya gitu ya. merembet dan viral 2:42 begitu ya. Nah, ee kita 2:47 ee pasti bertetangga ya kan sejauh ini 2:50 kita punya tetangga gitu ya atau 2:52 cenderung 2:54 jaranglah kita enggak punya tetangga ya 2:56 enggak mungkin hidup sendirian. 2:57 Iya betul bisa tetangga dekat bisa 3:00 tetangga jauh ya. 3:02 Nah, ee hidup bertetangga itu banyak 3:05 sekali hal-hal yang ee ee perlu kita ee 3:09 perhatikan dengan baik. Gimana caranya 3:12 kita berkomunikasi efektif dengan 3:13 tetangga lagi. Kita ingat ya pasca 3:17 pandemi ini perubahannya juga luar biasa 3:20 ya. interaksi yang sebelumnya offline 3:24 menjadi online atau kombinasi ee online 3:27 dan offline kebiasaan baru yang ada di 3:31 ee lingkungan kita, daerah perumahan 3:33 kita itu juga terjadi. Kemudian juga 3:37 isu-isu tetangga sekarang ini banyak 3:40 rumah kos-kosan dekat rumah kita juga 3:43 begitu ya. Ee apa namanya? ada 3:46 apartemen, ada kos-kosan, ee kemudian 3:50 ada banyak juga ee perpindahan ya 3:53 urbanisasi juga gitu ya atau juga ee 3:58 isu-isu lain yang kita temukan di dalam 4:00 lingkungan tetangga kita, bagaimana 4:03 kehidupan kita, problem parkir, problem 4:07 sampah, polusi, kebersihan dan lain 4:10 sebagainya. 4:12 sebuah contoh aja eh konflik agraria itu 4:16 dan sketa tanah di tahun 2024 tercatat 4:20 5.973 973 4:23 kasus konflik ya. Dan ini ee bisa karena 4:27 ee individu-individu ya antara kasus ee 4:32 ee tetangga atau individu-individu atau 4:35 ee penggunaan lahan atau juga ee yang 4:38 tidak selalu terlalu berkait dengan 4:41 tetangga adalah terkait dengan warisan. 4:44 Apalagi yang juga seru urusannya dengan 4:46 tetangga adalah ee tentang WhatsApp. 4:50 SOSM itu seru banget ya. Ee grup ee grup 4:56 ee RT ee ada ada WhatsApp, ada Telegram, 5:02 ada Facebook grup, ada aplikasi RW 5:07 e dan itu berdampak pada pentingnya 5:11 untuk kita mengetahui bagaimana etika ee 5:14 berkomunikasi digital. Nah, itu semua 5:17 akan kita bahas pada sore hari ini ya. 5:20 [mendengus] 5:21 Eh, Iwan dan Ahwat, ada sebuah cerita ee 5:26 tentang seseorang yang kos gitu ya di 5:30 sebuah wilayah. 5:31 Ee dia bilang dia enggak kenal sama 5:33 tetangganya karena dia merasa aku kos 5:36 doang kok. Jadi enggak perlu kenal sama 5:38 tetangganya gitu ya. Dan itu ee 5:40 perumahannya lumayan baguslah gitu ya. 5:43 Jadi dia ya udah ee ee lelu gue-gue gitu 5:48 ya. Nah ee tempat itu dekat dekat ini 5:53 apa namanya? Dekat kampus tetapi di 5:55 dekat sana itu ada ee wilayah yang ee di 6:02 dekat perumahannya itu ada rumah-rumah 6:04 yang sederhana l begitu ya. 6:07 Tetangganya sederhana ee apa namanya? 6:10 Kehidupannya kelihatannya sederhana 6:12 gitu. rumah itu. Nah, ee dia juga enggak 6:18 terlalu ambil pusing, enggak terlalu 6:20 ingin menyapa, ngajakin ngobrol dan lain 6:23 sebagainya gitu ya. Tapi suatu saat 6:26 lampunya di rumahnya tuh tiba-tiba ee 6:30 padam mati gitu ya. Ee ada giliran lah 6:34 gitu [tertawa] ya. 6:38 Terus ada orang ketok-ketok. Terus sudah 6:41 gitu dia bilang ee Kak Kak ee ini kalau 6:45 mau lilin gitu. Dia surprise ternyata 6:48 itu tetangganya yang sederhana itu gitu 6:50 yang yang ngasihin lilin gitu. 6:52 Jadi ternyata ee apa ya orang yang kita 6:56 enggak anggap ternyata luar biasa 6:59 begitu. Luar biasa. 7:02 Jadi ada omongan, ada ungkapan yang 7:06 menurut saya benar banget. Tetangga 7:09 adalah saudara terdekat. Begitu ya. 7:13 Ee karena dia bersebelahan dengan kita 7:17 dan dia akan biasanya paling cepat untuk 7:21 membantu kita ketika ada masalah. Dan di 7:24 dalam Islam kedudukan tetangga itu punya 7:27 proporsi yang signifikan, yang penting 7:30 gitu ya. dihormati, kedudukannya cukup 7:33 tinggi, disayangi, dan diberikan 7:36 arahan kita untuk memperlakukan tetangga 7:40 kita dengan sebaik-baiknya. 7:42 Ah, terus gimana tuh batasan tetangga? 7:44 Kita sebut tetangga itu kayak gimana sih 7:46 gitu ya. Tetangga itu jaraknya ee 40 7:51 rumah dari rumah kita gitu ya. Dari 7:54 depan, belakang, ee samping ya. Itu 40 7:59 jaraknya gitu. Jadi, mm itu yang kita 8:03 masih kategorikan tetangga gitu ya. 8:07 Ee atau siapa yang mendengar panggilan 8:12 kita itu juga disebut sebagai tetangga. 8:15 Biasanya pada saat sakit itu tetangga 8:19 yang terdekat yang ee jam inin langsung 8:22 ngebantu nganterin ke rumah sakit atau 8:27 ee ee e bantuin atau ada misalnya yang 8:30 meninggal itu jump in itu tetangga 8:33 begitu ya. ee paling pertama untuk 8:37 menolong kita adalah tetangga kita. 8:40 Apalagi waktu malam-malam hari gitu ya 8:42 atau saat-saat di mana memang 8:44 sangat-sangat sensitif. Ada hajatan 8:47 misalnya begitu ya. Biasanya yang paling 8:50 mungkin untuk kita repotkan adalah 8:53 tetangga kita. Minimal di ee lingkup ee 8:59 apa ee rumah daerah rumah akan terganggu 9:02 begitu ya. 9:03 Jadi punya tetangga sebenarnya 9:08 lebih banyak senangnya. Terutama kalau 9:11 kita butuh sesuatu ee dan dia menolong 9:15 itu rasanya aduh rasanya adem banget 9:18 gitu ya. Ee bagaimana kita memperlakukan 9:22 tetangga kita, bagaimana kita 9:24 berkomunikasi dengan tetangga kita itu 9:27 luar biasa. itu sesuatu yang perlu kita 9:30 perhatikan. Karena punya tetangga yang 9:34 menyenangkan itu adalah rezeki besar 9:37 gitu ya. 9:38 Yang ee tidak menyenangkan itu adalah 9:41 ujian juga. Jadi, so it's pilihan kita 9:44 gitu untuk mengambil itu menjadi berkah 9:47 atau sebaliknya. [tertawa] 9:51 Nah, 9:53 ada catatan yang penting yang perlu kita 9:55 perhatikan. Konflik ada dalam setiap 9:59 hubungan yang penting. Jadi kalau kita 10:02 punya hubungan sama orang penting 10:05 hubungannya cukup penting. 10:07 Misalnya sama pasangan, sama anak, sama 10:11 saudara, sama tetangga gitu ya, bisa 10:15 sangat mungkin ada konflik. Kenapa? 10:19 Karena kita berinteraksi dan dua insan 10:22 ini sama-sama punya persepsi yang 10:25 berbeda atau sama-sama punya ekspektasi. 10:28 Masing-masing manusia itu kan unik, 10:30 wajahnya aja beda 10:32 ya kan? Eh, pikirannya juga beda, latar 10:35 belakangnya beda, minatnya beda. Jadi 10:38 kalau sama itu bisa saja karena ada 10:42 beberapa hal sama, yang lain juga bisa 10:44 jadi beda. Nah, apakah sih yang beda itu 10:46 menjadi ribut atau enggak itu tergantung 10:49 dari kita ee bersikap dewasa atau 10:52 tidaknya begitu. 10:54 Ketika kita ketemu, kalau kita ketemu 10:57 sama orang, kita ngelihat dia terus udah 11:00 gitu kita enggak enggak merasa punya 11:01 hubungan yang penting sama dia misalnya 11:03 dia nyebelin kerannya, "Ah, udah 11:06 terserah lu aja deh gitu ya. [tertawa] 11:08 kita enggak terlalu peduli sama dia. 11:10 Tapi kalau punya hubungan yang penting 11:12 ya udah kita ter ya gimana ya ee kita ee 11:16 mau enggak mau harus berhadapan terus 11:19 sama dia. Kalau kita tidak mampu untuk 11:21 mengelola konflik maka itu 11:26 banyak tantangan dalam ee setiap hari 11:29 kita. [tertawa] 11:32 Jadi gesekan itu pasti ada gitu ya. 11:37 Masalah bau kotoran, masalah 11:41 ada ee tikus mati, masalah ada air 11:46 kececeran, masalah talang air, masalah 11:50 pembuangan air cucian 11:53 ikan atau masalah gosip, masalah parkir, 11:57 masalah sampah 11:59 dan lain sebagainya. Jadi hal sepele 12:02 bisa jadi gede, bisa jadi ribut begitu 12:05 ya. Tetangga 12:08 bisa jadi teman selamanya atau saudara 12:11 atau juga musuh selamanya. 12:14 Jadi tergantung dari pilihan kita. Nah, 12:18 ee yuk kita lihat yuk dari sisi 12:21 komunikasi. Manusia itu pasti 12:23 berkomunikasi. Kita tidak pernah tidak 12:26 berkomunikasi gitu ya. 12:29 Jadi ee jadi komunikasi itu adalah hal 12:32 yang paling menakjubkan. [tertawa] 12:36 Ee karena manusia bertahan hidup itu 12:39 juga berkat komunikasi dan berkembang 12:41 juga berkat komunikasi. Begitu. Jadi 12:44 manusia melakukan berbagai penyesuaian 12:46 diri yang diperlukan untuk ee ee 12:52 memenuhi kebutuhan hidupnya melalui 12:54 komunikasi gitu ya. Jadi ee termasuk 12:57 komunikasi sama orang-orang dengan 12:59 geografis yang dekat tadi ya, tetangga 13:01 itu dengan letak geografis yang dekat. 13:04 Nah, di dalam Islam panduan 13:07 berkomunikasinya kita harus berhubungan 13:09 baik dengan ee tetangga kita gitu ya. 13:13 Menolong waktu sulit, kemudian berbagi 13:17 kebahagiaan. 13:18 Kalau ada yang berbahagia gitu ya, 13:23 melarang untuk ngegangguin tetangga, 13:25 jangan nyebelin tetangga. Kemudian juga 13:29 dilarang menyebarkan aib tetangga, 13:31 saling menasehati, saling saling 13:34 menyamankan begitu ya. Jadi ee tidak 13:38 menghalangi pembangunan 13:40 rumah tetangga gitu ya. Memelihara hak 13:44 tetangga kemudian juga tidak gangguin 13:47 tetangga. ee saling memberi makanan, 13:51 sabar kalau diganggu ee atau cari solusi 13:55 yang ee tepat ee untuk menyelesaikannya. 14:00 Kalau lagi sakit kita jenguk, kita 14:03 doakan gitu ya. Ee banyak sekali yang 14:08 bisa kita lakukan untuk menyamankan 14:11 hidup dengan orang yang penting tadi 14:14 gitu ya. di dalam lingkungan geografis 14:17 kita sudah ee ee apa namanya ee 14:22 ee 14:24 ditakdirkan begitu ya [tertawa] untuk 14:26 dekat [berdehem] dengan tetangga 14:27 tersebut. 14:29 Nah, ee kalau kita lihat gimana sih saat 14:32 ini ya ee dalam konteks ee perkotaan dan 14:36 pedesaan di desa itu saling peduli gitu 14:41 ya ee cenderungnya apalagi kalau kita 14:44 lihat di masa lalu sekarang saja juga 14:46 masih kuat gitu ya. ee orang menganggap 14:50 ee ikatan di dalam tetangga itu sangat 14:54 dekat satu sama lain. Di kota 14:56 cenderungnya ee apalagi di ee komunitas 15:00 ee perumahan yang elit begitu ya ee 15:03 perumahan itu cenderung ee ada jarak 15:07 antara tetangga gitu ya ee cenderung 15:10 individualis. Nah, kalau kita lihat 15:13 dengan kondisi seperti itu, tetap saja 15:16 kalau kita ada di dalam sebuah RT RW, 15:19 kita perlu untuk mengambil sikap lebih 15:23 aktif dari ee apa namanya? Dari 15:27 kecenderungan 15:29 perubahan ee ee hubungan antara tetangga 15:34 di perkotaan. Menurut saya ketika kita 15:38 memahami itu kita akan kelihatan berbeda 15:42 dan akan jadi lebih positif gitu karena 15:44 kita mencoba hal-hal yang baru yang 15:47 sebenarnya diharapkan gitu. Hubungan 15:49 baik dengan tetangga kita bisa jalin 15:51 begitu. Tentu saja menyesuaikan dengan 15:53 kondisi lingkungan kita. 15:56 Ada ee 15:58 penelitian di Amerika. Yuk kita lihat 16:01 yuk. Mudah-mudahan 16:03 ada yang cukup pas ee compare sama 16:06 Indonesia. Tipe tetangga gitu ya. 16:09 Pertama tipe introvert, tetangga yang 16:13 jarang atau tidak merawat rumah mereka 16:18 ya. Ee rumputnya panjang 16:22 ee ee di rumahnya juga kelihatan enggak 16:25 bersih gitu ya. Mungkin dia butuh 16:27 perhatian, mungkin malas, mungkin enggak 16:30 mau, enggak mampu memperhati, tidak 16:32 mampu membersihkan karena mungkin secara 16:34 fisik ada masalah gitu ya. Sakit 16:37 misalnya begitu ya. Ya kan? Jadi kita 16:40 bisa ngelihat, "Oh, tetanggaku nih yang 16:42 ini nih introvert ya." Ternyata bisa 16:46 jadi karena dia punya masalah gitu. 16:49 yang perlu kita lakukan adalah kita 16:50 berkomunikasi, ajak ke rumahnya 16:54 atau ajak ee ngobrol, tanya kabarnya, 16:58 tanya gimana kondisinya. 17:01 Ee ada yang perlu dibantu barangkali 17:05 itu yang perlu kita lakukan. Support. 17:07 Kadang-kadang orang yang begitu tuh 17:09 karena memang ada masalah gitu. 17:13 Kedua, tetangga yang bahaya nih 17:17 [tertawa] tetanggaan sama dia nih. Ini 17:19 orang bikin kita enggak nyaman ya. Ee 17:23 misalnya dia apa namanya? Kasar, dia ee 17:29 agresif dan lain sebagainya gitu ya. 17:32 Nah, ee 17:34 ada tipe orang yang seperti itu yang 17:36 perlu kita lakukan adalah kita baikin 17:39 gitu ya. He 17:40 ee kita tunjukkan keramahan orang kalau 17:45 dibaikin kan akan baik juga begitu ya. 17:48 Jadi kita enggak enggak enggak karena 17:50 dia agresif atau dia atau bukan agresif 17:52 ya atau misalnya dia kesannya kesannya 17:55 cuek, kesannya galak terus kita jadinya 17:57 ikutan galak sama dia. Enggak perlulah 17:59 gitu loh. Karena itu kan tetangga kita 18:01 gitu. Ee kasih saling kenal, coba untuk 18:04 mengenal dia, ee pahami kebiasaan dia 18:07 gitu ya. ee hindari konflik lah sama dia 18:11 gitu ya. Ada yang 18:14 ini ini orang bisa jadi membahayakan 18:16 tapi kalau kita nambahin 18:18 itu resikolah untuk kita gitu ya. 18:20 [tertawa] Jadi 18:22 ee ya berusaha baik aja kan kita enggak 18:26 ingin punya masalah sama tetangga gitu 18:28 ya. 18:28 Heeh. 18:29 Tetangga kaya raya. Dia kaya banget 18:32 rumahnya ee mentereng misalnya begitu 18:35 ya. Kemudian ee 18:38 tetangga yang lain bisa jadi ngerasa 18:40 minder gitu ya sama dia. Wah, ini mah 18:42 keluarganya elit masanya begitu ya. 18:45 Ee 18:48 ya kita positif aja masing-masing punya 18:50 rezeki. Allah menjaga menitipkan kepada 18:55 masing-masing orang rezeki 18:57 masing-masing. Enggak perlu kita ee 19:00 minder sama dia, enggak perlu kita kecil 19:02 hati sama dia, gitu ya. Enggak perlu 19:04 dijauhi. gitu ya. Dekati dengan baik. 19:07 Kita juga enggak perlu meminta 19:09 ekspektasi apapun dari dia begitu ya. Ee 19:12 kalau dia sombong ya ee kita berusaha 19:17 untuk ee biasa-biasa aja gitu sama dia 19:20 gitu ya. Ee jadi jangan jangan 19:24 bermusuhan sama dia dan ngapain dia 19:26 harus sombong juga gitu ya. Kalau kita 19:28 ee ee reaksinya juga enggak enggak 19:31 enggak merendahkan diri, tidak 19:33 meninggikan diri, kita baik-baik saja 19:35 menyapa dan lain sebagainya gitu ya. Ada 19:37 yang seperti itu. Ada tetangga yang unik 19:40 ini ee dari riset eh Jod Smith ee lima 19:44 tipe tetangga. Yang keempat tetangga 19:47 unik kepdean misalnya gitu ya. Ee ee 19:51 kepedean langsung masuk-masuk rumah ee 19:54 buka kulkas gitu ya. eh melanggar 19:57 privacy lah gitu ya. Ini untuk tetangga 20:00 yang kayak gitu kita perlu tegas gitu 20:02 ya, tapi tetap santun untuk menyampaikan 20:06 ee aturan di kita gitu artinya 20:09 menegaskan gitu ya. Itu perlu kita ini 20:14 ada tetangga yang enggak mau 20:16 bersosialisasi gitu ya, [mendengus] 20:18 menghindar, menutup diri. Ada kok, ada 20:20 di lingkungan kita tuh ada gitu ya. Ee 20:25 jadi tetap 20:27 ya berusaha 20:30 ee menyapa saja ketika kita bertemu 20:33 begitu ya. Ee kemudian salam dan lain 20:36 sebagainya. Ee tidak perlu maksa ee 20:39 untuk kita dekat sama dia. Tetapi ya ini 20:43 apa namanya? Kita bisa kasih senyum atau 20:46 misalnya memang kita punya hantaran 20:48 untuk satu RT atau satu RW ya semuanya 20:52 dapat gitu. Enggak cuman dia enggak 20:53 dikasih gitu. Itu itu enggak itu itu ee 20:56 apa namanya? Ee ee ee pendekatan yang 21:01 baik gitu. 21:04 Biasanya orang kayak gitu memang ingin 21:06 zona nyaman sendiri gitu ya, enggak 21:08 ingin diusik oleh orang lain. 21:11 Ee sebagai orang yang tinggal paling 21:13 dekat dengan kita, perilaku dari 21:16 tetangga itu bisa berdampak pada 21:18 kehidupan kita. Bahkan 21:22 kalau mereka relatif asing gitu ya, 21:25 tetangga baik dampaknya positif. 21:29 Tetangga juga bisa jadi gangguan, bisa 21:31 jadi konflik, bisa jadi ribetin kita 21:35 gitu ya. Ee aturan ee aturan-aturan 21:38 tetangga yang terkikis berpotensi 21:41 mengarah ke masalah keluhan ee keluarga 21:45 yang keluhan di antara tetangga kita 21:48 yang lebih besar gitu. Jadi 21:50 penting untuk kita perhatikan. 21:52 Ee ada ada penelitian terkait dengan 21:56 penyakit jantung gitu ya, kesehatan 21:58 jantung pada lebih dari 5.000 orang 22:02 dewasa. Ini risetnya di Amerika. 22:05 Mereka diminta untuk memvalidasi nilai 22:08 berapa banyak mereka merasa diterima 22:13 oleh lingkungan lokal mereka di 22:15 tetangga. Apakah mereka punya tetangga 22:18 yang nyamanin, ramah, sering membantu, 22:21 bisa dipercaya, begitu ya. 22:24 ee dari periode pemantauan selama 4 22:27 tahun 148 22:31 dari 5.000 lebih peserta itu mengalami 22:35 serangan jantung dan menunjukkan ee 22:38 mereka punya lingkungan dengan tetangga 22:40 yang baik itu menurunkan risiko penyakit 22:44 jantung sampai 22%. Itu hasil 22:47 penelitiannya ya. Ini menurut penelitian 22:50 mereka. Jadi ee 22:55 punya tetangga yang baik itu luar biasa. 22:57 Saya punya tetangga ya keren banget. 23:00 Jadi ada yang sakit itu tetangga lain 23:03 itu bantuin 23:05 ee bikinin makanan, nemenin gitu. Itu 23:09 luar biasa. Kita ee kalau kita ingat 23:12 bagaimana waktu COVID itu peristiwanya 23:15 luar biasa itu di Indonesia ya. banyak 23:17 sekali yang saling membantu satu sama 23:19 lain dan masalah-masalah tetangga itu 23:21 menjadi masalah bersama begitu. Tapi ini 23:24 udah udah bukan COVID ini ada tetangga 23:28 yang sakit itu yang lain itu ngerasa 23:29 ikut gitu ikut terlibat ikut ngebantu 23:32 nyiapin apa punya apa dikasihin dan lain 23:35 sebagainya. 23:36 Nah sekarang kita lihat yuk gimana 23:38 hubungannya sama generasi. Nah Gen ya 23:41 Genzy. Gen itu ternyata cenderung cuek 23:46 sama tetangga, tetapi dia sibuk, aktif 23:50 banget di komunitas online. Di komunitas 23:53 offline 23:54 ee tenang-tenang [tertawa] 23:58 ini hasil risetnya ya. Ee jadi kalau 24:01 dibandingkan sama generasi sebelumnya, 24:03 apalagi tradisionalis, baby boomers, x 24:06 gitu ya, masih cenderung suka face to 24:09 face, tatap muka begitu ya. Nah, dari 24:12 situ berarti kita perlu juga bisa ee ee 24:16 tergantung dari kita ya saat ini kita di 24:18 generasi apa begitu ya. Pertama kepada 24:22 generasi Gen Z tadi kita memahami 24:25 dan juga mengajak gitu karena bisa jadi 24:28 karena mereka enggan tuh karena mereka 24:30 enggak belum memahami begitu. Nah, ee 24:33 ketika kita ee sebagai orang yang lebih 24:36 ee senior, lebih dewasa begitu ya, itu 24:39 kita bisa mengajak, ngerangkul sehingga 24:42 ee kekeluargaan kita menjadi lebih baik. 24:45 Dan luar biasa tetangga ee tetangga Gen 24:48 itu kita punya tetangga anak Gen itu itu 24:51 keuntungannya banyak banget. Mereka 24:53 digital native, mereka bisa menjadi 24:55 supporter yang sangat bagus, kreatif dan 24:58 lain sebagainya begitu ya. Bukannya 25:00 enggak mau, mereka itu mau cuman mereka 25:02 masih belum terlalu terbiasa dengan eh 25:06 kehidupan yang face to face begitu ya. 25:08 Apalagi dengan yang lebih senior. He. 25:12 Ee 25:13 jadi ee dua ini milenial ya, sekarang 25:18 milenial tadi gensi. Dua dari tiga 25:21 milenial 25:22 tidak merasa jadi bagian dari komunitas 25:25 lokal di mana mereka [berdehem] tinggal. 25:29 64% milenial terputus dari kelompok 25:33 mereka. 25:34 Heeh. 25:34 Mereka tidak punya waktu luang. Dua kali 25:37 berpotensi tidak punya waktu luang untuk 25:39 kumpul dalam lingkungan mereka dibanding 25:42 nonmilenial, 25:44 baby boomers, tradisionalis gitu ya yang 25:47 lebih senior ya. 25:48 Jadi, mm 25:51 kita perlu 25:54 ee ee menyadari artinya siapapun kita 25:58 gitu ya. Ketika kita adalah milenial 26:00 kita perlu melihat eh rugi loh, betapa 26:02 pentingnya loh tetangga itu, Gen penting 26:06 loh tetangga itu. Maka kita perlu 26:08 mengubah gaya komunikasi kita ee menjadi 26:13 lebih ee apa namanya? Ada ada porsi 26:16 proporsional. 26:18 yang tepat untuk berinteraksi dengan 26:20 lingkungan tetangga kita gitu. Nah, yang 26:23 lebih senior artinya eh e baby boomers, 26:28 tradisionalis itu juga perlu lebih 26:30 empati, perlu lebih ngajak dan lain 26:32 sebagainya gitu. 26:34 Ini masih riset dari one pool. Dua dari 26:38 lima atau 22% milenial tidak 26:42 berpartisipasi karena tidak berteman 26:44 dengan siapapun di lingkungan mereka 26:45 gitu ya. 27% milenial tidak tahu cara 26:48 berteman dengan tetangga terputus dengan 26:50 lingkungan lokal membuat mereka 26:52 kesepian. Sayang sekali 57% milenial 26:55 merasa mengaku merasa terasing di 26:57 lingkungan lokal karena mengalami 27:00 perasaan kesepian akibat terasing dari 27:03 lingkungan. Pada dasarnya mereka mau kok 27:06 gabung sama komunitas gitu. ee kesadaran 27:11 ini perlu kita ee empati dan perlu kita 27:17 ee sikapi dengan bijak gitu. Semua pihak 27:20 ee baik ee si generasi tersebut maupun e 27:23 bukan generasi tersebut. 79% 27:27 berharap bisa berkomunikasi. 79% 27:30 milenial 27:32 berharap bisa berkomunikasi dan 27:33 berpartisipasi lebih banyak di 27:36 masyarakat. Eh, keren banget kan? 27:41 Ee tetapi faktanya hanya 16% kaum 27:44 milenial bergabung. Jadi mau sih, tapi 27:47 dia mungkin enggan atau ee ee tidak 27:53 tidak terlalu ee apa ya tidak terlalu 27:57 mudah berinteraksi dengan yang lebih 27:59 senior gitu. Jadi ee akhirnya ada jaga 28:03 jarak. 28:04 Iwan dan Akhwat masih barengan di sini 28:07 kan ngebahas tentang [tertawa] 28:10 Kita lanjut ya Mbak Nuning ya. 28:11 Enggak ke mana-mana kok. [tertawa] 28:14 Nah, gimana sih dalam ee Islam gitu ya? 28:18 Jangan sakiti tetangga gitu ya. 28:23 Menyakiti tetangga baik perilaku maupun 28:27 kata-kata gitu ya bisa merusak hubungan 28:31 ya. Jangan menghind ee mencela gitu ya. 28:36 Ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 28:40 bersabda, "Barang siapa yang beriman 28:44 kepada Allah 28:45 subhanahu wa taala 28:46 dan hari akhir, maka janganlah dia 28:51 menyakiti tetangganya. 28:55 ee menolong kesulitan tetangga. 29:00 Bukanlah seorang mukmin, orang yang 29:04 kenyang sementara tetangganya 29:07 kelaparan. 29:08 Kelaparan di sampingnya. Ini adalah 29:10 hadis riwayat Bukhari. Ya, perkataan 29:14 yang baik dan pemberian maaf lebih baik 29:19 dari sedekah yang diiringi oleh sesuatu 29:21 yang menyakitkan. 29:23 menyakitkan yang nerima. 29:26 Allah maha kaya lagi maha penyantun. 29:30 Itu di dalam Quran surah Albaqarah. 29:33 Ikwan dan akhwat. Maka kita perlu 29:35 beramah-tamah, toleransi dengan 29:38 tetangga. Enggak ngomong keras-keras, 29:42 enggak teriak-teriak, enggak bikin 29:43 ribet, enggak bikin gaduh gitu ya. 29:46 Ngeganggu ketentraman tetangga kita. 29:49 Ee sebaik-baiknya sahabat adalah yang 29:52 paling baik sama sahabatnya dan 29:55 sebaik-baik tetangga adalah yang paling 29:57 baik sama tetangganya. Ini juga hadis 30:01 ya. 30:03 Jadi ee ini perlu kita perhatikan. 30:07 Kadang-kadang ributan nih gara-gara ada 30:09 polisi tidur dibikin yang tinggi banget 30:12 gitu ya. Eh e karena dia enggak mau nih 30:16 lewat depan rumahnya ee apa cepat gitu 30:21 ya. Maka ya udah deh saya tinggiin aja. 30:24 Apa yang terjadi dengan tinggi itu 30:25 ngeganggu ke mobil atau kendaraan. Jadi 30:28 ee ngerusak mesinnya atau mengganggu 30:31 begitu. Dan itu itu 30:33 itu juga berbahaya ya ee untuk semua 30:36 pihak. Karena kalau kita nyebelin, kita 30:39 juga berisiko untuk diri kita sendiri. 30:45 Ee barang siapa menutup aib seorang 30:47 muslim, maka Allah akan menutupi aibnya 30:50 di dunia dan akhirat. Ini juga perlu 30:54 kita perhatikan karena cenderung 30:55 tetangga itu tahu masalah tetangga 30:58 lainnya. 31:00 Jadi 31:02 dengan tetangga kita, kita perlu 31:05 berkomunikasinya saling menghormati, 31:08 saling menghargai, tolong-menolong, 31:11 menjaga keharmonisan, 31:14 hati-hati ngomongnya, hati-hati perilaku 31:17 ekspresi nonverbal kita, gitu. Duluan 31:21 salam, asalamualaikum, 31:25 apa kabar, Pak, Bu? Gitu ya. menyapalah 31:29 lebih dulu gitu. Itu akhlak yang lebih 31:31 baik. Sapa, senyum ya ee enggak 31:35 lama-lama ngobrolnya gitu ya. Karena 31:37 bisa jadi ee masing-masing punya punya 31:41 ee kesibukan atau bahkan bisa berdampak 31:44 pada potensi gibah ee jadi gosipin jadi 31:48 panjang lagi bisa fitnah dan lain 31:50 sebagainya. terus enggak usah banyak 31:54 nanya gitu ya. Ee apa namanya? Mm kan 32:00 kalau di budaya Indonesia tuh kan ee mau 32:02 ke mana gitu ya. Okelah ya. Itu itu mau 32:05 ke mana itu adalah pernyataan bahwa aku 32:09 ingin menyapa Anda dan aku tahu Anda ada 32:13 gitu. Jadi cuman memanusiakan saja gitu 32:17 ya. Jadi enggak enggak ke dalam-dalam. 32:19 Tapi kalau kepo [tertawa] 32:21 mau ke mana sih gitu ya? Ada urusan apa 32:24 bisnisnya apa gitu ya. Ee mau beli apa 32:28 itu udahlah biarin aja l urusan dia. Dia 32:30 mau beli apa, mau beli apa kecuali dia 32:32 memang ingin menyatakannya begitu ya. 32:35 Terus sama tetangga adalah kalau sakit 32:38 dijenguk. Siapa tahu ee apa namanya? Ada 32:44 hal yang memang perlu untuk kita bantu 32:45 begitu ya. Kalau ada musibah ikut 32:48 berbela sungkawa, takziah 32:51 dan lain sebagainya. Mendoakan ya ikut 32:54 bahagia kalau ada kebahagiaannya. Ucapin 32:58 selamat atas keberhasilannya. 33:01 Ee lembut sama anak tetangga dan juga ee 33:05 orang yang bekerja di ee rumah tetangga 33:08 juga gitu ya. Memaafkan kalau ada salah 33:11 ucap gitu ya. Menegur secara halus 33:15 dengan baik. sekali komunikasi yang 33:17 asertif. 33:19 Kalau ada kesalahan tetangga, kita 33:22 enggak ngelihatin tetangga berlebihan 33:26 gitu ya, sampai ee bisa jadi ada ee apa 33:31 ya godaan setan yang terkutuk itu begitu 33:33 ya. [tertawa] 33:34 Ee menolong kalau diperlukan itu perlu 33:37 kita lakukan. Jadi ee hewan dan akhwat 33:42 yang dirahmati Allah, begitulah ee yang 33:46 sebaiknya kita lakukan untuk 33:48 berkomunikasi efektif dengan tetangga 33:50 kita. Masyaallah. 33:52 Ini enggak mudah ya, Mbak Nuning ya, 33:53 tapi penting ini untuk kita ee hayati 33:58 sangat karena ada apa yang terjadi pun 34:02 nomor satu yang 34:04 bisa membantu, bisa meringankan 34:07 tetangga. Iya, betul. Kalau saudara 34:11 secinta apapun jauh misalnya kan. Heeh. 34:14 Seperti ini yang disampaikan oleh Ibu 34:17 Darma di Bekasi. 34:19 Heeh. 34:20 Jadi ceritanya waktu saya sakit tuh, 34:22 Mbak Nuni. 34:23 Jam 3.00 pagi. 34:24 Heeh. 34:25 Kan enggak ada yang bisa membantu 34:27 membawa keluar saya telepon [berdehem] 34:29 tetangga. 34:30 Heeh. 34:31 Dan kalau dichat aja belum tentu saat 34:33 itu juga kan. [tertawa] Alhamdulillah. 34:37 Karena itu dialah yang antar 34:39 jam 3.00 pagi. 34:40 Ya Allah. Alhamdulillah ya Allah. Betapa 34:42 pentingnya 34:43 kalau saudara kita jauh kan 34:44 perjalanannya aja take time kan. 34:45 Betul. Betul. Betul. 34:47 Alhamdulillah ya. Begitulah begitulah ee 34:51 tetangga itu. Makanya ee itu ada 34:53 investasi kan 34:55 enggak ujuk-ujuk kan kita minta tolong. 34:58 [tertawa] Heeh. Jadi ee makanya bukannya 35:02 kita mau apa ya mau ngerepotin, tetapi 35:05 ada saat memang di mana kita memang 35:08 butuh orang lain begitu. 35:09 Apalagi di sini dikatakan anak saya jauh 35:13 semua. Kalau ada apa-apa ya [berdehem] 35:15 tetangga dulu. 35:16 Betul. Betul sekali. 35:18 Apalagi setelah ee lebih senior ya kita 35:21 ya. Artinya aktivitas kita sudah banyak 35:24 di rumah gitu ya, di lingkungan di 35:28 sekitar kita. ini yang paling penting 35:30 gitu untuk kita punya hubungan baik 35:32 gitu. 35:33 Betul. Ini ada pertanyaan, I. 35:37 Apa dong yang harus kita lakukan agar 35:40 anak-anak yang memang 35:43 tidak atau kurang punya kepedulian untuk 35:45 berkomunikasi dengan tetangga? 35:48 Iya. 35:49 Ya kan enggak perlu itu selalu jawabnya. 35:52 Iya sih. Anak-anak kan remaja ya. Heeh. 35:55 Sementara bisa jadi tetangga di sebelah 35:57 rumah enggak punya anak remaja. 35:59 Iya. 36:00 Tapi kan 36:01 gimana caranya, Mbak? 36:03 Yes. Kita tunggu. 36:04 Iya. Jadi di ee 36:07 pengurus 36:09 em 36:12 RT RW ya, RT RW lah terutama gitu ya, 36:16 pengurus itu penting sekali gitu ya 36:19 untuk memfasilitasi 36:22 ee ruang-ruang perjumpaan mereka begitu. 36:26 Misalnya ada ee Tarka ya, Taruna Karya 36:30 atau juga ee 36:32 Karang Taruna ya. Heeh. Karang Taruna. 36:35 Ee terus ada acara-acara yang nanti 36:38 dikerjakan oleh anak-anak muda begitu 36:41 ya. Ee misalnya pengelolaan acara apa 36:44 mereka ini atau ada olahraga bersama 36:47 yang difasilitasi begitu ya. Itu 36:50 memudahkan untuk interaksi di antara 36:52 mereka atau acara di tempat-tempat 36:55 ibadah gitu ya ee yang ee mereka 36:58 akhirnya bisa bertemu, bisa 37:01 difasilitasilah. ada ada momen-momen 37:03 seperti itu sehingga itu menjadi ee 37:08 tempat untuk bertemu dan mereka jadi 37:10 merasa oke aku juga punya kok 37:13 teman-teman di kampungku sendiri gitu. 37:16 Itu itu penting gitu. 37:18 Ee e itu dari eksternal ya, dari 37:20 internal adalah keluarga kita sendiri 37:22 gitu. Keluarga kita bisa mengajak ee 37:26 anak-anak untuk ayo dong ee kenal dong 37:29 sama tetangga dong ngobrol dong sama dia 37:31 gitu. He 37:31 gitu. Enggak, enggak mudah sih e 37:34 dorong-dorong anak ee sekarang ini ya, 37:36 Genzi ya, apalagi ya atau Alfa 37:38 barangkali ya. 37:39 Mungkin kalau Alfa anak-anak kecil ya 37:41 itu masih ada makanan suka jalan-jalan 37:45 atau ee jalan-jalan di apa ya di 37:49 daerah-daerah taman atau ee ruang-ruang 37:52 tetangga dan lain sebagainya masih 37:54 memungkinkan. 37:55 ee nanti kalau sudah mulai aktif di 37:57 sekolah dengan kesibukan yang begitu 38:00 rapid, begitu banyak begitu ya bisa jadi 38:03 akan berkurang. Tapi ada ruang-ruang 38:05 untuk memungkinkan mereka berinteraksi. 38:08 Itu yang perlu kita fasilitasi begitu. 38:11 Bagus banget kalau kita bisa ee membuat 38:14 itu. Jadi kita kasih tahu anak kita dan 38:18 lingkungan juga memfasilitasi gitu. 38:21 Iya. Belum lagi kalau memang ada 38:23 komunitas-komunitas yang terbentuk ya 38:25 di antara remaja-remaja kita atau 38:28 mungkin 38:28 17an itu bagus banget ya Mbak Nuning. 38:31 17-an atau acara apa ya akhir tahun atau 38:35 acara liburan gitu loh. 38:37 Iya. Ini pertanyaan tidak ada namanya. 38:40 Saya punya anak tiga. 38:42 Heeh. 38:42 Di kamar masing-masing lebih 75% 38:46 dibandingkan berkumpul di ruang tengah. 38:49 Iya. 38:50 Bagaimana cara membuat mereka menyatu 38:52 satu sama lain? Karena ya ada pekerjaan. 38:56 Iya. Ada 38:57 banyak deh pokoknya alasannya. 38:59 Iya. Iya. Ya. 39:00 Apa yang harus saya lakukan sebagai ibu? 39:02 Kok rasa? Oh, ini dari Ibu ya. 39:04 Iya. Iya. itu tadi ya ada dua. Satu ee 39:09 di dalam keluarga kita ingatkan ya bahwa 39:12 mereka juga kamu fair dong punya teman 39:15 yang ada di lingkungan kamu sendiri, di 39:18 sekolah, di kampus ee atau di tempat 39:21 kerja, tetapi juga ada sesekali ikut loh 39:24 ngumpul sama tetangga gitu ya. Ee dan 39:28 juga lingkungan kita perlu memfasilitasi 39:30 gitu. 39:32 Mm memang butuh waktu nantinya pada saat 39:35 dia sudah masuk ke kehidupan keluarga 39:38 dan menjadi memiliki ee apa namanya ee 39:43 tetangga sendiri gitu ya karena berumah 39:46 tangga sendiri 39:48 dia merasakan itu merasakan itu 39:50 tantangan-tantangannya gitu ya ketika 39:53 sudah dijegurin ngerasain tantangannya 39:55 sebelum nyebur enggak 39:56 maka mendingan kita ingatkan bahwa ini 39:59 akan terjadi loh kamu butuh itu loh dan 40:02 lain sebagainya. Haruslah ada momen 40:04 untuk mengingatkan itu gitu. Ee ini 40:08 tantangan kolektif ya. [tertawa] 40:10 Kita semua atau kebanyakan orang punya 40:12 tantangan itu untuk anak-anak ee yang 40:15 genzi gitu ya ee yang 40:18 cenderung genzi atau milenial ya, yang 40:21 cenderung ee sudah ee aktif dengan media 40:24 sosialnya gitu. Itu itu masalah. Tapi 40:28 ketika dia sudah masuk ke kehidupan 40:31 keluarga, ee mereka berumah tangga, 40:33 punya rumah sendiri, mereka ngadapin 40:35 itu. Maka dari awal kita sudah kasih 40:38 tahu, "Ini prediksinya kayak gini loh. 40:40 Kamu tuh juga butuh loh tetangga loh, 40:42 gitu." 40:43 He. Terus kalau adik kakak pada 40:45 masing-masing tadi diapain enaknya ya? 40:48 Itu pertanyaan. 40:48 Iya. Ee ini ini kan tadi ee ee 40:51 konteksnya ee tetangga ya. Tapi kalau di 40:53 dalam rumah sendiri, kita harus cari 40:56 waktu yang memungkinkan untuk acara 40:59 kumpul keluarga. Seperti misalnya ada 41:02 makan bersama, ngajakin narikin untuk 41:06 makan bersama aja tuh enggak mudah loh. 41:08 [tertawa] 41:10 Tapi kita bisa menyediakan itu gitu. 41:12 Kita masih punya kuasa ya. Aduh 41:15 kata-katanya berat ya. Tapi it's real 41:17 lah. Susah ya cari kata lain ya. Intinya 41:19 gitu. ee seorang ibu masih punya ee apa 41:24 ya kemampuan untuk menyatukan dengan 41:27 cara ee memberi ee stimulus gitu ya, 41:32 [tertawa] 41:32 rangsangan yang ee yang seru, makan 41:36 bersama atau ngobrol apa atau 41:39 jalan-jalan gitu. 41:41 itu ee tak terlupakan dan itu menjadi 41:44 pelajaran berharga untuk tahu atau ada 41:47 kisah-kisah yang kita bisa ceritakan 41:49 gara-gara ini jadi gini gitu. Itu juga 41:51 bisa tuh jadi refleksif ya. 41:54 Iya. Ini dari Ibu Indah. 41:57 Heeh. 41:57 Kebetulan dua anak saya ikut Karang 42:00 Taruna. Mereka jadi jauh lebih bahu 42:04 membahu. Iya. Iya. He. 42:05 Dibanding sebelumnya. 42:07 Keren. Heeh. Dan tetangga saya anaknya 42:11 ikut remaja masjid. Eh, ikut juga anak 42:14 saya itu berarti yang bertetangga enggak 42:17 cuman orang tua yang perlu ya, si bocah 42:19 juga. 42:19 Iya. Iya. 42:21 Mudah-mudahan semua anak-anak kita 42:25 tertarik untuk juga bergabung di entah 42:28 Karang Taruna atau remaja masjid. 42:32 Iya, keren banget. Iya. 42:35 Oke, Manun. 42:36 Lanjut. saya ada beberapa yang saya 42:39 ingin sampaikan terkait dengan ee 42:42 kasus-kasus gitu ya yang 42:44 ee menimbulkan 42:47 keretakan dalam tetangga tadi udah 42:50 bagaimana harmonisnya, bagaimana 42:53 menciptakan suasana harmonis, apa saja 42:55 tips-tips yang perlu kita lakukan 42:57 sekarang ini yang kita perlu perhatikan 42:59 bahwa ee kalau ini dilanggar ini akan 43:03 mengganggu begitu ya. E di antaranya 43:06 yang pertama adalah batas privacy, 43:08 penggunaan ruang umum gitu ya. Di 43:10 lingkungan tetangga itu pemahaman hak 43:13 dan kewajiban, pemanfaatan ruang publik, 43:17 jalan, lahan, parkir, itu penting. Kalau 43:21 ngerti itu penting, maka kita perlu 43:24 menjaganya. Kalau enggak entar konflik, 43:26 ributan begitu ya. ee misalnya ee ruang 43:30 umum itu adalah ruang yang dipakai 43:32 bersama 43:34 yang ee seperti jalan di lingkungan 43:37 kita, trotoar, taman, ee lahan parkir, 43:42 selokan, ee fasilitas sosial dan lain 43:45 sebagainya itu adalah ruang umum. Nah, 43:48 itu perlu kita pahami. Ini punya bersama 43:52 loh, kita sama-sama ngejaganya gitu ya. 43:55 batas privacy itu juga perlu kita 43:58 pahami. Ruang pribadi misalnya begitu ya 44:02 di rumah, di halaman, di dalam pagar 44:05 rumah, garasi 44:08 ee itu ee orang lain enggak boleh masuk 44:14 tanpa izin. Nah, pemahaman ee tentang 44:18 hal mendasar itu meskipun kayaknya 44:21 mendasar ya, tapi ada yang melanggarnya 44:23 juga begitu. dan pelanggaran itu 44:25 menimbulkan ee ee masalah ruang semi 44:29 pribadi misalnya halaman depan tanpa 44:32 pagar, teras terbuka, 44:37 ee 44:40 etisnya 44:42 orang lain enggak boleh gunakan tanpa 44:45 izin dari pemilik. 44:46 Itu itu punyanya dia tapi memang terbuka 44:49 begitu. 44:50 ruang umum public space ya, jalan 44:54 lingkungan, 44:55 lahan parkir umum, pos ronda, 45:00 semua warga punya akses di sana tetapi 45:03 enggak boleh jadinya dia nguasain 45:06 sendiri gitu. Ada yang menguasainya ya, 45:09 yang merasa ini jadinya ini bagian aku 45:11 gitu atau dia simpan ee dia manfaatin ee 45:16 paling dominan begitu ya. itu kalaupun 45:19 misalnya dia mau memanfaatkan dengan 45:22 dominan, dia perlu meminta izin kepada 45:25 RT atau RW begitu. Ee sehingga ee RT dan 45:30 RW bisa mendiskusikannya misalnya 45:32 memberikan kesempatan oke misalnya mau 45:34 berdagang di situ ee karena minta izin 45:37 dan lain sebagainya dengan 45:38 batasan-batasan yang dia selesaikan juga 45:41 dan lain sebagainya gitu. 45:43 Kewajiban dalam penggunaan ruang umum 45:45 tidak 45:47 menguasai berlebihan. Ya, parkir 45:51 mobil di jalan umum boleh ya, tapi tidak 45:57 boleh sampai menghalangi 45:59 lalu lintas atau menutup akses ke rumah 46:02 tetangga gitu. 46:04 Ini yang kemarin ribut itu di antaranya 46:06 ini menjaga kebersihan dan kenyamanan. 46:10 tidak buang sampah, tidak menaruh 46:13 barang, semen, material, ee 46:17 kandang di jalan umum gitu ya. Ee 46:21 menghormati kesetaraan ruang umum itu 46:25 dipakai gantian bukan untuk kelompok 46:28 tertentu saja. 46:31 Ada juga batasan privacy tetangga di 46:33 ruang umum. 46:35 Jangan ngintip-ngintip 46:38 ya atau campurin urusan tetangga ya ee 46:43 meskipun itu kelihatan dari rumah kita 46:45 gitu ya. Kecuali memang perlu kita ikut 46:49 terlibat karena ada kekerasan misalnya 46:51 begitu ya atau ada ada hal-hal yang 46:54 memang kita perlu ikut involve gitu ya. 46:57 Jangan motret, nyebarin kondisi rumah 47:01 atau aktivitas pribadi tetangga di ruang 47:04 publik tanpa izin. 47:06 Ini sensitif loh. Jangan pakai ruang 47:10 publik. Seolah-olah itu ruang pribadi 47:13 kita. Ee 47:16 depan 47:17 depan rumah orang [berdehem] jadi garasi 47:20 pribadi permanen misalnya begitu ya. 47:24 Ini tidak tepat. 47:27 [mendengus] 47:27 ee 47:30 ee prinsip keseimbangan hak dan 47:33 kewajiban itu perlu kita jaga. Setiap 47:36 warga berhak pakai ruang publik untuk 47:41 akses parkir sementara atau kegiatan 47:44 sosial. 47:45 Kewajiban kita setiap warga wajib untuk 47:49 menjaga penggunaannya, tidak mengurangi 47:52 kenyamanan dan hak orang lain. Ini 47:54 penting untuk kita sadari. ini 47:56 batasan-batasan tentang ruang publik. 48:00 Karena ketika kita melanggar 48:02 implikasinya akan banyak kepada 48:03 lingkungan kita. 48:06 Ewan dan saya ingin juga ngebahas 48:08 tentang penggunaan media sosial ya. 48:09 Tetapi sebelumnya saya ingin ngajak 48:11 untuk ngelihat bagaimana sih empati gitu 48:14 ya dan sikap 48:16 sabar 48:17 dalam konflik yang berkembang misalnya 48:20 di dalam lingkungan kita gitu ya. 48:23 konflik ada dalam setiap hubungan yang 48:25 penting itu clear ya. Pasti ada konflik 48:30 gitu ya sama tetangga kita juga ada 48:33 konflik sangat mungkin. Apakah 48:36 konflik-konflik itu kan sesuatu yang 48:37 memang ee tidak kita nyamani, sama-sama 48:40 punya perbedaan, tapi gimana cara 48:43 nyelesaiinnya gitu ya. Enggak usah, 48:44 enggak usah dikembang-kembangin lah. 48:47 Konflik kecil bisa melonjak kalau ada 48:51 prasangka atau juga sikap defensif. 48:54 Kayaknya dia paling benar gitu ya. Maka 48:57 yang perlu kita lakukan adalah kita 48:59 diskusikan, kita omongin dengan tenang 49:03 ya. Ketika ada prasangka 49:07 kayaknya dia enggak nghargain gue deh 49:09 gitu ya. 49:10 atau 49:12 defensif ya, ngerasa takut disalahin 49:14 gitu ya. Emosi itu cepat banget meledak. 49:19 Konflik itu jadi jauh lebih besar 49:24 daripada masalahnya. Padahal masalahnya 49:27 mungkin ee parkiran atau mungkin ee apa 49:32 namanya? M ada e kucing misalnya gitu 49:35 ya. [tertawa] 49:36 kucing yang di mana atau binatang dan 49:39 lain sebagainya gitu. 49:42 Jadi ee awal masalah adalah kecil 49:45 misalnya tetangga ee nyimpan di tempat 49:49 yang tidak seharusnya kendaraannya gitu 49:51 ya. Ya udah bilang aja tinggal bilang 49:55 kok. Ee dia juga akan berpikir gitu, 49:59 akan bersikap begitu ya. Nah, kalau ada 50:03 prasangka atau defensif, 50:05 wah dia sengaja parkir di sini nih. Jadi 50:09 dia enggak ngehargain aku gitu ya. Wah, 50:13 [tertawa] 50:14 [terkesiap] 50:15 tetangga akan mikir, gila ya, ini kan 50:19 cuman sebentar, kenapa sih marah gitu 50:21 ya. Jadi ee nyolot ya. Jadi dua-duanya 50:27 tidak merasa dihargai dan enggak nyaman. 50:31 emosi jadinya gitu ya. Bisa kok kita 50:35 ketuk ee sambil ngomong, 50:40 maaf ya mobilnya ee 50:43 digeser ya. Heeh. 50:45 Ee saya mau keluar gitu misalnya. 50:49 Nah ee beda beda sama kalau kita ngomong 50:56 ya ee gimana sih? Geser dong mobilnya 51:00 ngeganggu aja gitu ya. Itu itu beda 51:03 ekspresi suara, pilihan kata dan lain 51:05 sebagainya. Ini jalan umum bukan jalan 51:08 kamu. Ribut lagi gitu [tertawa] ya. 51:11 Suasana panas, orang lain yang nonton 51:13 juga ikut nambah-nambahin. Emosi makin 51:16 ini, jadi konflik makin besar gitu ya. 51:21 Awalnya cuman sebentar parkir bisa 51:25 lebar, saling sindir, enggak nyapa. 51:29 unggah status di medsos ya ini makin 51:32 ramai kalau udah gitu 51:35 hubungan jangka panjang bisa berisiko ya 51:40 jadi hindari buat masalah sama tetangga 51:43 deh gitu ya kalau ada komunikasik 51:48 beresin deh komunikasikan jangan biarkan 51:52 berlarut 51:54 sabar dewasa bisa 51:58 ee sadari bahwa iya ada kita saling take 52:03 and give gitu. Ee mungkin ada yang 52:07 enggak enggak paham, salah paham ee maka 52:12 kita selesaikan masalah itu sehingga 52:15 hubungannya makin hubungannya jadi baik 52:17 kembali dan harmonis. Ya enggak apa-apa 52:20 saling kasih ada yang kurang dikit, ada 52:22 yang gantian gitu loh ya kan. hajatan 52:25 misalnya bikin ramai di tetangga. Iyalah 52:28 kita juga sesekali bisa hajatan kok gitu 52:30 loh. 52:33 Parkir di depan rumah misalnya jadi 52:36 ramai dan lain sebagainya. Nih ya kalau 52:38 kita bisa ngelihat dengan cara yang 52:40 berbeda itu juga bisa kok. Ketika oke ee 52:45 misalnya ee parkir itu mengganggu. Ah, 52:49 enggak apa-apa. Enggak misalnya enggak 52:52 terlalu mengganggu misalnya. Kalau 52:54 mengganggu kita kasih tahu, tapi kalau 52:55 tidak terlalu mengganggu lah sudahlah 52:56 enggak apa-apalah saya dapat pahala juga 52:59 dari kesabaran saya gitu ya kan. 53:01 Diam-diam enggak enggak enggak enggak 53:03 perlu pakai energi dapat pahala. 53:05 [tertawa] 53:07 Itu juga kenapa enggak positif juga kan 53:10 gitu loh. E try to see like that. 53:12 [tertawa] 53:14 Hindari gosip ya. 53:16 Banyak orang ngomongin orang lain ee 53:20 yang suka gosip jaga jarak ya. Bisa jadi 53:24 ini jadi masalah gitu ya. Ee berbahaya 53:28 kalau ada adu domba, saling ngomong dan 53:32 lain sebagainya. Ini bisa sampai bisa 53:35 sampai jadi lebih panas, jadi gugatan 53:37 dan lain sebagainya. Yang kita lihat ini 53:39 kasus sekarang ini juga sampai ada ee 53:43 isu gugatan dan lain sebagainya. ini 53:46 perlu kita lihat dengan ee hati-hati 53:49 sehingga kita juga ee bisa lebih bijak 53:52 dalam menyikapi komunikasi dengan 53:54 tetangga yang penting banget udah kayak 53:56 saudara gitu ya. 53:59 Gimana caranya resolusi dari konflik 54:01 itu? 54:03 Mediasi RT RW. RT RW itu penting sekali 54:07 ya. Musyawarah lingkungan, lembaga 54:11 keagamaan. Bisa jadi ee sebelum kita 54:15 nyelesaiin ke jalur hukum atau ke medsos 54:18 ya. Jalur damai deh yang menurut ee saya 54:23 lebih tepat untuk kita gunakan ya. 54:26 mediasi per RT RW itu sebagai pemimpin 54:30 lokal. Mereka biasanya dihormati dan 54:32 juga mereka harus netral gitu ya. Ee 54:35 masalah jadi cepat selesai, tidak 54:38 melebar dan menjadi gosip, tidak merusak 54:40 hubungan, tidak berdampak lebih lanjut 54:43 lagi gitu ya. 54:45 musyawarah, rapat rutin. Ee ee di 54:49 situlah ee percakapan atas 54:51 masalah-masalah kolektif di dalam 54:53 lingkungan menjadi ee dibuka dan 54:57 diselesaikan secara bersama gitu ya. 55:00 Misalnya sampah berserakan 55:03 disepakati jadwal piket atau iuran ya 55:07 kan ada yang bisa physically ikut 55:10 ngebantu, ada yang dia bisa suruh iuran 55:13 gitu ya. 55:14 jangan bikin masing-masing ngerasa 55:16 enggak nyaman lah gitu ya. Ee semua 55:19 warga merasa ikut memutuskan jadi bukan 55:22 ee dipaksa atau lembaga keagamaan atau 55:25 tokoh masyarakat 55:27 di bidang keagamaan atau tokoh 55:29 masyarakat di bidang umum lah gitu ya. 55:32 Ee ustaz, kiai, pendeta, tokoh adat, dan 55:35 lain sebagainya itu juga bisa berperan 55:37 gitu ya. Ee jadi bisa saling 55:41 menyelesaikan ya. Ee jadi dengarkan dua 55:45 sisi ee kemudian pakai bahasa yang 55:49 netral. Jangan sampai ee ikut 55:52 bela-belain satu pihak. Cari titik temu 55:55 yang menyamankan gitu ya. Ramah dalam ee 56:00 menyampaikannya. Kemudian juga ee 56:02 disepakati dan ee dipantau, dijaga, di 56:06 di dikawal untuk penyelesaiannya gitu 56:08 ya. Jadi jalur damai itu penting. Ee 56:13 pertahankan silaturahmi. Ee ini akan 56:16 jauh lebih mudah, lebih murah gitu ya. 56:19 Jadi teladan enggak viral ya. 56:25 Ee 56:28 saya ingin ngebahas satu lagi tentang 56:31 medsos. Mbak Nuning. Bolehkah Mbak 56:33 Nuning? Masih ada waktu? 56:34 Masih ada waktu. Masih 56:36 medsos ya? [tertawa] penting banget nih 56:40 ee 56:43 waktu ada konflik saat ini orang itu 56:48 banyak juga sharing di medsos ya ee 56:54 langsung ke medsos eh sharing atau juga 56:59 misalnya misalnya tidak dikasih gambar 57:03 gitu ya tapi langsung komen-komen 57:05 hal-hal yang diung unggah apalagi sampai 57:09 gambar dan video ya. 57:11 ini akan memperbesar konflik 57:15 ketika masalah 57:18 internal kita di lingkungan kita 57:23 diunggah ke 57:25 medsos itu ee 57:29 jadi lebih banyak masalahnya gitu lebih 57:31 besar ya ke Facebook, ke TikTok, ke 57:35 WhatsApp grup gitu ya. 57:38 orang ikut komen padahal dia enggak tahu 57:40 masalahnya. 57:42 Ee jadi viral, jadi cekcok dan lain 57:46 sebagainya. Padahal sejak awal 57:50 kalau difasilitasi 57:53 itu bisa jadi tidak ee berdampak jauh 57:58 seperti sekarang gitu ya. 58:01 Dialog tatap muka itu jauh lebih 58:03 efektif. Jadi teman-teman semua, Iwan 58:06 dan Akhwat 58:07 dalam bertetangga itu sensitif sekali eh 58:10 terkait dengan metsos ya. Dialog tatap 58:13 muka lebih efektif ya daripada 58:16 ee 58:18 foto 58:20 kendaraan yang kita mau komenin atau 58:23 foto sampah yang kita mau komenin atau 58:25 foto kotoran hewan yang kita mau komenin 58:28 gitu ya. 58:29 Enggak langsung 58:29 kita langsung upload gitu ya. Itu 58:32 aduh sakit hatinya. ee makjabb gitu ya. 58:34 Dan dengan makjab itu 58:37 jadi merasa ingin membalas dendam atau 58:40 ingin ikut ee setara gitu ya dalam ini 58:45 potensinya itu akan tinggi gitu ya. 58:48 Ee 58:52 Pak boleh 58:54 tolong di kecilkan volumenya anak saya 58:58 lagi belajar gitu ya. Datangin aja. Dia 59:02 juga akan mikir, "Oh, iya ya. Oke." 59:04 dibandingin sama enggak tahu diri 59:07 misalnya begitu, suaranya [tertawa] 59:09 digedein dan lain sebagainya gitu ya. 59:12 Mm. 59:13 Terus 59:15 pertama hindari untuk medsos pakai forum 59:20 RTRW sebagai jalur resmi gitu ya. 59:24 Ee ada kok forum-forum yang tadi kita 59:26 sudah bahas, ada forum arisan, kerja 59:29 bakti, pertemuan warga ya 59:32 di situ itu urusan masalah ee 59:36 kepemilikan bersama bukan masalah 59:38 individu. Jadi ini memang masalah 59:40 kolektif kita gitu ya. 59:42 Ee itu bisa dibahas jaga martabat dan 59:47 hubungan jangka panjang. Kecuali kita 59:49 memang ingin pindahpindahpindah gitu ya. 59:54 Tetangga adalah orang yang kita akan 59:57 temuin terus mostly setiap hari begitu 1:00:00 ya. Kalau konflik ke mana-mana 1:00:03 hubungannya jadi rusak secara permanen 1:00:05 dan itu ngeganggu kita. kita juga enggan 1:00:07 ketemu sama dia. Padahal rumah kita juga 1:00:10 di situ juga begitu ya. Dengan tatap 1:00:13 muka ada ruang untuk saling ngertiin 1:00:17 masalahnya apa. Ee kalau masalah itu 1:00:21 karena salah paham aja itu juga jadi 1:00:24 bisa diselesaikan. 1:00:26 Jadi unggahan video atau narasi-narasi 1:00:30 di media sosial 1:00:32 ee sepihak itu membentuk opini publik. 1:00:37 dan 1:00:38 dampaknya panjang, klarifikasinya juga 1:00:40 ribet karena belum tentu ee cover bot 1:00:44 side ya, dua-dua belah pihak bisa ee apa 1:00:48 memberikan klarifikasi atau ee sudut 1:00:51 pandang dua-duanya dipahami 1:00:54 gitu oleh kita. Sebencnya ada orang 1:00:57 ribut terus kita ee dengar dari satu 1:01:00 pihak, kita jadi punya keberpihakan. 1:01:02 kita enggak sempat untuk ngedengar yang 1:01:04 dari yang pihak lain. Kita juga punya 1:01:06 persepsi ngeganggu ke individu kita yang 1:01:09 menjadi lebih berpikirnya jadinya 1:01:12 negatif. 1:01:13 Dosa juga untuk yang bersangkutan. Yang 1:01:15 lain juga jadi merasa ingin 1:01:17 jadi rebut terus deh. Jadi gimana kita 1:01:20 berada di posisi netral juga apa yang 1:01:23 kita butuhkan untuk adil dan objektif. 1:01:26 Kemudian juga pada saat kita penggunaan 1:01:28 media sosial ee di grup warga gitu ya, 1:01:32 WhatsApp grup misalnya ya, WhatsApp grup 1:01:34 atau juga Telegram dan lain sebagainya. 1:01:36 Perhatiin waktu gitu ya. Ada waktu untuk 1:01:40 menjaga aktivitas masing-masing privacy. 1:01:44 Bahas yang relevan aja yang enggak 1:01:46 relevan simpan ke grup yang relevan 1:01:48 ya. 1:01:49 Terus hindari ujapan, ujaran kebencian. 1:01:53 Jangan sampai ngomong yang 1:01:57 rasis lah, kata-kata yang enggak. Udah 1:02:00 deh, jangan deh. Pokoknya mah baik aja 1:02:03 hubungannya. Ya, hormati anggota grup. 1:02:05 Kalau ada sesuatu yang enggak nyaman, 1:02:07 japri aja didiskusiin langsung kepada 1:02:10 orang tersebut. Bahasanya juga baik, 1:02:13 bahasanya juga nyaman. Ya, keperluannya 1:02:16 aja deh yang kita bahas karena itu 1:02:18 adalah ruang untuk diskusi. Kecuali 1:02:20 personal ya, kita bahas japri sama dia 1:02:23 gitu. He 1:02:24 ee 1:02:26 apa namanya? Pahami. Tujuan dari grup 1:02:29 itu adalah untuk keharmonisan 1:02:32 ee warga. Jadi perlu kita pahami itu 1:02:34 maksudnya ke mana itu. Mbak Noning. 1:02:37 Ini tadi bicara soal tetangga berisik 1:02:41 dengerinya 1:02:42 musiknya sebel, kencang banget 1:02:44 dibilangin malah cuek. Diapain dong 1:02:46 kalau udah kayak gitu. [tertawa] 1:02:48 Iya iya. Kita enggak bisa maksa juga sih 1:02:50 ya kalau memang seperti itu. Apalagi 1:02:53 kalau tinggalnya di gang kedengaran 1:02:55 banget yang tinggal di kompleks masih 1:02:57 mending jauh-jauh jaraknya. 1:02:58 Iya. Betul. 1:03:00 Ee kita bisa sampaikan langsung kepada 1:03:03 dia ee kitanya harus sabar dulu gitu ya. 1:03:07 [tertawa] 1:03:08 Sabar dulu terus sudah gitu ee omongin 1:03:11 aja langsung sama dia gitu ya. ee 1:03:14 upayakan ngomongnya dengan baik bahwa 1:03:17 kenapa kok saya mau ini karena begini 1:03:20 misalnya begitu ya. 1:03:21 Kalau enggak bisa kita sampaikan kepada 1:03:24 ini ee kepada kelompok gitu ya, RT, RW 1:03:28 gitu ya atau forum-forum tokoh 1:03:30 masyarakat yang bisa gitu. Ini Mbak 1:03:32 emang itu mekanismenya 1:03:35 yang bicara soal sampah tadi 1:03:37 ada yang naruh kulit duren di tong 1:03:39 sampah di depan rumah baunya mengganggu 1:03:42 orang yang enggak suka durian padahal 1:03:44 tukang sampah ngambilnya kan enggak 1:03:45 setiap hari 1:03:47 sudah dibilangin 1:03:49 ya sudah begitu jawabannya 1:03:51 iya 1:03:52 pengin rasanya ngelempar 1:03:54 oh begitu ya 1:03:54 iya iya iya iya 1:03:56 ada yang enggak suka durian jadi 1:03:57 terganggu banget 1:03:58 iya betul bilang aja aduh maaf ya saya 1:04:00 enggak suka durian baunya tolong ya 1:04:03 dipindahin buat dia mengerjakan itu tapi 1:04:07 dengan cara yang baik gitu. 1:04:09 Heeh. Saya jadi alasan alasan itu 1:04:11 membuat perbedaan ketika dia 1:04:13 menyampaikan bahwa aduh Bapak Ibu maaf 1:04:15 sekali saya itu enggak tahan sama durian 1:04:18 jadi tolong ya dibuangnya jangan di sini 1:04:21 ya gitu. 1:04:21 Jadi sekali lagi kehangatan, keramahan 1:04:25 dan kerendah hatian sangat diperlukan. 1:04:28 Heeh. Heeh. 1:04:28 Marahnya dikantongin dulu gitu. 1:04:30 Marik kantongin dulu. Heeh. Sabar dulu. 1:04:32 Heeh. Sabar dulu. Omongin bikin dia 1:04:34 ngerti sehingga dia akan me berperilaku. 1:04:38 Mudah-mudahan dia berperilaku. Begitu. 1:04:40 Mbak Mona bisa enggak ngasih tahu 1:04:43 bagaimana ke tetangga-tetangga yang 1:04:46 sukanya belanja di market-market padahal 1:04:49 tetangga kiri kanan buka warung? 1:04:52 Iya. 1:04:54 Persuasinya seperti apa ya? 1:04:55 Iya. Iya. Jadi di grup ee di kampung 1:04:58 saya itu ada 1:05:01 kata-kata bijak yang lumayan sering 1:05:03 disampaikan gitu ya. 1:05:05 Ee belanja ke tetangga aja dong. Itu 1:05:08 juga nyelesaiin masalah dia, masalah ee 1:05:11 ini dia gitu. Itu tuh reminding itu 1:05:14 perlu gitu. Jadi jangan personal. 1:05:16 Menurut saya sih enggak personal. 1:05:17 Kan ada WA grup e arisan atau posyandu, 1:05:22 posindu gitu ya di situ anunya. Heeh. ee 1:05:26 misalnya sebagai kata bijak atau 1:05:30 Heeh. saran-saran 1:05:31 ee bijaklah kayak gitu gitu. Jadi enggak 1:05:34 enggak enggak kepersonal. Itu kan hak 1:05:36 asasi dia juga untuk membeli di mana 1:05:37 saja kan gitu. 1:05:38 Iya. Tapi kalau sampai masjid punya 1:05:41 warung terus semua belanja ke situ kan 1:05:43 asik. 1:05:44 Iya. Ee itu kan bisa dilakukan himbauan. 1:05:47 Iya kan? 1:05:48 Betul. Oke. Iya. Kita masih ada sedikit 1:05:51 waktu. Kalau dua dari lima tidak 1:05:53 berkomunikasi dengan tetangga 1:05:56 emang amit-amit ya. Tapi kan orang sibuk 1:06:00 alasannya selalu seperti itu. 1:06:01 Betul. Betul. Betul. 1:06:02 Cara tersederhana 1:06:04 untuk [berdehem] menunjukkan bahwa kita 1:06:05 punya kepedulian pada tetangga padahal 1:06:07 kesibukan kita juga amit-amit gitu 1:06:09 gimana? 1:06:10 Iya. Iya. Ee ee saya mengalami [tertawa] 1:06:14 Mbak Mona enggak pernah di rumah juga 1:06:16 itu gitu ya. 1:06:19 Jadi yang saya lakukan adalah kalau saya 1:06:21 bisa saya akan datang gitu ya atau 1:06:24 minimal saya datang sebentar gitu ya. 1:06:27 Nunjukin bahwa I take care also. Saya 1:06:30 kasih perhatian juga saya bukannya saya 1:06:32 enggak ini tapi saya karena begini gitu. 1:06:35 Jadi ketika saya diminta untuk 1:06:37 berpartisipasi dan saya bisa, I will do 1:06:39 my best gitu ya. Ee ee tapi kalau 1:06:43 hal-hal yang memang secara fisik saya 1:06:45 enggak bisa, ya saya sampaikan saja 1:06:47 gitu. Dan itu bisa saling mengerti kok 1:06:49 ee orang yang ee apa namanya yang 1:06:55 sibuk ee bisa saling mengerti satu sama 1:06:58 lain kok. Insyaallah gitu. 1:06:59 Iya. Ini ada ee WA mendengar apa yang 1:07:04 disampaikan Mbak Nuning. 1:07:06 Saya memang sangat sangat sibuk tapi 1:07:10 saya bikin 1:07:12 sebulan sekali. 1:07:13 Heeh. 1:07:15 Berapa nih? 14 bungkus. 1:07:18 apapun itu kueah atau apa ke tujuh rumah 1:07:22 di depan 1:07:23 dan yang tujuh rumah di kiri kanan. Oke 1:07:27 daripada susah ya udah deh terima kasih. 1:07:29 Ini kemarin aku jalan-jalan loh 1:07:31 ada ini nih gitu gitu kali ya. 1:07:33 Iya iya iya 1:07:34 yang mampu melakukan itu ya enggak 1:07:36 apa-apa bagus gitu i kan 1:07:37 tau enggak setiap saat juga 1:07:39 iya 1:07:39 bahkan 3 bulan sekali juga enggak 1:07:41 masalah. 1:07:41 Iya heeh cuman apa ya ee sayang gitu ya. 1:07:46 Heeh. 1:07:46 Heeh. 1:07:48 Jadi, Mbak Mona, mari kita rangkum 1:07:51 closing statement terkait dengan 1:07:53 bagaimana berkomunikasi dengan tetangga. 1:07:56 Iya, 1:07:58 Mbak Nuning. Ee saya akan berikan 1:08:01 beberapa kisah dulu ya. 1:08:02 He. 1:08:04 Ee, 1:08:06 seorang Yahudi tetangga Rasulullah 1:08:09 sallallahu alaihi wasallam ngasih 1:08:12 kotoran manusia tiap hari. ke rumah 1:08:16 Rasulullah. Rasulullah mau salat subuh 1:08:19 di masjid. Dia selalu ngelihat 1:08:23 pagi itu Rasulullah enggak ngelihat 1:08:27 kotoran. 1:08:28 Dicari tahu ternyata sakit. Lalu beliau 1:08:32 jenguk dikasih makanan tanpa dendam. 1:08:36 Tetangganya nanya, "Tahu dari mana kalau 1:08:39 saya sakit?" Enggak 1:08:43 ada itu [tertawa] di 1:08:45 sudah beberapa hari saya enggak ngelihat 1:08:47 ada kotoran di depan pintu rumah dan 1:08:50 beliau berpikir pasti ada apa-apa. 1:08:54 Tetangganya itu langsung bersyahadat. 1:08:56 Masyaallah. Masyaallah. 1:08:59 Ada kisah lagi dari Tiongkok. 1:09:02 Petani itu punya tetangga profesinya 1:09:06 pemburuh. 1:09:07 He. 1:09:07 Punya anjing. Anjingnya galak-galak. 1:09:10 Tapi kurang terlatih si anjingnya itu. 1:09:13 Anjingnya itu sering loncat 1:09:16 pagar dan mengejar domba dari si petani 1:09:19 itu. 1:09:21 Petani kadang-kadang 1:09:24 ee petani tuh didatangin sama 1:09:26 tetangganya minta e jadi si petani yang 1:09:30 punya domba-domba itu datang ke 1:09:32 tetangganya. Tolong dong jagain anjing 1:09:35 kamu dong. Tapi si tetangga ini cuek aja 1:09:38 gitu. Suatu hari anjingnya 1:09:43 lompat pagar dan menyerang domba-domba 1:09:47 sampai luka parah. Petani 1:09:51 marah waktu itu. Lalu dia akhirnya ke 1:09:56 hakim. Hakim ngomong gini, 1:10:00 "Saya bisa aja 1:10:03 menghukum pemburu itu, memerintahkannya 1:10:06 untuk merang 1:10:08 ngerangkengin gitu ya atau ngurung 1:10:11 anjing-anjingnya. 1:10:13 Tapi Anda akan kehilangan teman dan 1:10:17 dapat musuh. 1:10:20 Mana yang kamu pilih, teman atau musuh 1:10:23 yang jadi tetangga kamu?" 1:10:26 Petaninya bilang, "Saya lebih suka teman 1:10:31 yang mulia." Oke, kalau gitu saya nawari 1:10:34 solusi. Domba aman, tetangga jadi teman. 1:10:38 Petani pulang, dia ngambil tiga domba 1:10:42 yang bagus-bagus 1:10:43 dihadiahin ke tiga anak tetangganya. 1:10:46 Tetangganya punya anak tiga. Mereka 1:10:49 senang banget tuh dikasih ee apa 1:10:52 namanya? domba gitu ya. Dan mereka main 1:10:56 sama dombanya seru gitu ya. Ee karena 1:10:59 itu jadi mainan baru. Si pemburu 1:11:03 ngerangkeng 1:11:04 ee anjing pemburunya karena takut si 1:11:09 doma-domanya [tertawa] mati. Ini kan 1:11:11 penting buat mainan anak saya gitu. 1:11:13 Jadi, anjing-anjing itu udah enggak 1:11:15 gangguin lagi eh domba dari petani. 1:11:19 Sebagai ucapan terima kasih karena 1:11:22 petaninya begitu baik gitu ya sama 1:11:24 anak-anaknya. Pemburu itu sering bagi 1:11:28 hasil buruannya ke petani. 1:11:30 Hm. 1:11:31 Balasannya petani juga ngirimin ee 1:11:35 daging domba dan keju buatannya. Jadi, 1:11:39 gara-gara itu hubungannya jadi bagus. 1:11:42 ini luar biasa nih ya. Jadi sisi-sisi 1:11:45 lain kita bisa ambil. 1:11:49 Itulah Iwan dan Akhwat. Tetangga adalah 1:11:52 orang yang 1:11:55 rumahnya paling dekat dengan kita 1:11:58 dan ee bisa jadi bagian dari keluarga 1:12:03 kita sebenarnya gitu ya. 1:12:05 ee 1:12:07 tetangga bisa bikin perbedaan besar 1:12:10 dalam kehidupan kita atau 1:12:13 in a positive way atau negative way gitu 1:12:15 ya, [tertawa] 1:12:17 nyenengin atau nyebelin gitu ya. Maka 1:12:20 komunikasi dengan tetangga kita ini 1:12:22 perlu kita jaga dengan baik. Tak kenal 1:12:25 maka tak sayang. Ya. Maka dengan 1:12:28 komunikasi yang baik ee kita perlu 1:12:31 menjaga hubungan baik dengan tetangga 1:12:32 kita. Barang siapa yang beriman kepada 1:12:35 Allah dan hari akhir hendaknya ia 1:12:38 berbuat baik kepada tetangganya. 1:12:40 Demikian atau 1:12:42 masyaallah 1:12:43 dari hadis ya. Konflik tetangga jangan 1:12:47 buru-buru dibawa ke polisi, dibawa ke 1:12:50 medsos. Ya, 1:12:52 upayakan untuk jalur damai secara antar 1:12:56 pribadi kalau mentok kepada jalur RT RW 1:13:00 atau tokoh masyarakat. 1:13:03 viral itu ngerugiin 1:13:06 hubungan jangka panjang. 1:13:07 Demikian, semoga bermanfaat diskusi kita 1:13:10 hari ini. Terima kasih. Mohon maaf kalau 1:13:12 ada yang kurang berkenan. Wabillahi 1:13:14 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 1:13:17 warahmatullahi wabarakatuh. Makasih. 1:13:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:21 wabarakatuh. Metsos bisa memudahkan 1:13:24 komunikasi tapi bisa jadi bumerang ya. 1:13:27 Baik. Dan hubungan yang baik dengan 1:13:29 tetangga penting banget karena merekalah 1:13:31 tempat kita berbagi cerita, saling 1:13:34 membantu juga menciptakan lingkungan 1:13:36 yang aman dan nyaman. Dan orang atau 1:13:39 siapapun yang pertama kali membantu 1:13:41 menolong kita adalah yang paling dekat 1:13:43 dengan kita tinggal. 1:13:44 Betul. Betul. 1:13:45 Baik, terima kasih sekali lagi Mbak 1:13:47 Mona. Insyaallah kita ketemu lagi bulan 1:13:49 depan kapan ya? Seminggu sekali bukan 1:13:52 sebulan [tertawa] sekali. 1:13:54 Baik, ikhwan akhwat di mana pun bisa 1:13:57 menyimak radio silaturahim. Billahi 1:13:59 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 1:14:01 warahmatullahi wabarakatuh.