Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- berasil
- H
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat pendengar radio silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati
- Allah. Semoga kabar Anda sehat di hari
- ini, hari Senin hari yang ke-20 di bulan
- Jumadil Awal 1442 Hijriah atau
- bertepatan dengan hari yang keempat di
- bulan Januari 2021.
- I
- hadir di acara sirah sahabat bersama
- Ustaz Komrudin Basyuni yang
- alhamdulillah telah hadir di studio.
- Kita sapa terlebih dahulu Iman Nahahwat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah khair.
- Alhamdulillah. Kir. Hari ini akan
- menceritakan kisah sahabat siapa nih,
- Ustaz?
- Iya. Kita akan sampaikan pada hari ini
- adalah sahabat yang bernama Umir bin
- Wahab Aljumahi.
- Umir. Umir bin Wahab Aljumahi. Ya.
- Iya. Nanti akan ustaz kisahkan wwat
- kisahnya seperti apa dan nanti juga yang
- ingin bergabung silakan di ee kirimkan
- aman di 0811999720
- ataupun telepon di 0218451512
- T ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
- wafiruh wa naud nazubillahi min syururi
- anfusina wasiati a'malina. May yahdillah
- fala mudillalah w yudlil fala hadialah.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa asyhadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Amma ba'd.
- Para pendengar Radio Silaturahim
- di mana saja berada juga pemiar YouTube
- berhasil yang selalu menyimak acara
- kajian sirah sah. Alhamdulillah pada
- hari Senin [berdehem]
- 20 Jumadil Ula 1442
- atau tanggal 4 Januari
- 2021,
- kita kembali kepada sirah sahabat yang
- hari ini kita akan kaji ulang ya, yaitu
- sahabat Nabi yang bernama Umir bin
- Wahab. bin Wahab.
- Umir bin Wahab selalu identik dengan
- Umar bin Khattab. Kenapa? Karena dua
- jagoan ini yang selalu
- membuat suasana
- yang tidak normal khusus di kota Makkah.
- Dan siapa yang tidak kenal dengan
- namanya Umar?
- Maka oleh karena itu banyak orang-orang
- di sekitar Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang mereka
- berpostur,
- berpenampilan, bahkan wajahnya mirip
- seperti Rasul.
- Hm. Bisa mirip gitu.
- Nah, jadi di samping dia [berdehem]
- wajahnya kayak Rasul
- itu pakaiannya persis seperti Rasul. H.
- Kalau Rasul pakai igal, dia pakai. Kalau
- Rasul pakai sorban pakai. Kalau Rasul
- pakai gamis pendek, pakai. Pokoknya apa
- yang Rasul lakukan dia pakai. Ini satu
- hal yang aneh ya. Sehingga banyak
- orang-orang yang tertipu
- kalau ada di antara orang-orang lain
- ingin mengenal Rasulullah itu tiba-tiba
- kalau ditunjukin oleh orang noh songs
- sono
- dia percaya. Padahal itu bukan nabi.
- Karena saking samanya
- itulah kehadapan apa yang terjadi di
- depan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Nah, ada lagi sekarang
- [berdehem]
- peristiwa yang menakjubkan, yaitu
- peristiwa
- orang Quraisy.
- Orang Quraisy
- yang ini merupakan jagoan Quraisy, yaitu
- Umair bin Wahab Aljumahi. Gimana sih
- kisahnya?
- Setelah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam melaksanakan tugas
- yaitu menghadapi perang Badar,
- maka
- ada permasalah permasalahan sesudah
- [berdehem] perang Badar itu menghadapi
- tawanan.
- Karena ada yang ditawan sebanyak 70
- orang. Sementara yang wafat atau yang
- mati di antara orang kafir musyrik ada
- 70.
- Nah, yang 70 tawanan ini kebanyakan
- semua mereka itu dari Quraisy.
- Salah satunya adalah anaknya Umair bin
- Wahab.
- Umar bin Wahab
- dia ikut perang Badar
- pulang
- dengan menggenggam
- berbagai kesulitan dan penyesalan serta
- sesuatu yang sangat menyakitkan di
- hatinya karena anak kesayangannya
- tertawan
- namanya Wahab.
- Nah,
- pada saat dia sedang berada di depan
- Ka'bah
- di sebuah batu yang kita kenal namanya
- Hijir Ismail.
- Hijir Ismail.
- Nah, di situ
- Umedang
- duduk.
- Terus tidak jauh di situ ada orang
- Quraisy namanya
- Safwan bin Umayyah. Ini miliarder
- Quraisy.
- Miliarder.
- Woh
- hartanya melimpah di mana?
- Umir bilang, kata Umir, "Waduh, kalau
- istilah bahasa gampang kita, waduh
- kalau bukan karena utang piutang
- dan
- tanggung jawab saya sebagai suami kepada
- istri yang akan menanggung kehidupan
- mereka,
- saya akan berangkat ke Madinah dan saya
- akan bunuh itu Muhammad.
- Itu cerita Umair bin Wahab di atas batu
- Hijri Ismail.
- Kedengaran sama U sama
- Sofan.
- Oh, Swan.
- Kalau bahasa gampang emang kamu ngomong
- tadi
- jadi
- kalau bukan karena utang pi utang
- dan keluarga yang saya
- atasi hari-hari saya sudah berangkat ke
- Madinah cuma karena dua masalah itu aja
- dah yang menghalangi saya.
- Oh, kalau itu masalahnya udah kamu
- enggak usah mikir rencanamu.
- Lanjutkan
- semua utang-utangmu, baik yang kepada
- saya apa bebas semuanya yang kepadaku
- dan yang lain aku penuhi.
- Kemudian urusan orang rumah selama kau
- pergi aku yang menanggung.
- Bahkan keluargamu akan aku jadikan
- seperti keluargaku.
- Yang penting kau berangkat. Iya. Tapi
- ingat
- kata Umar, ingat jangan ada orang lain
- yang tahu. Kita berdua aja. Iya. Jadi
- ini kesepakatan yang tersembunyi di
- depan Ka'bah antara jagoan Quraisy
- itu Umir bin Wahab dan miliarder Quraisy
- Safwan bin Umayyah. Nih nih kelasnya
- kelas tinggi nih nih
- pembicaraan yang enggak semua orang tahu
- ni. Pokoknya dia akan berangkat menuju
- Madinah akan membunuh Rasul. Oke siap
- ya. Akhirnya
- setelah hari yang dijanjikan siap dia
- dikasih istilah kita uang saku lah ya
- bekal perjalanan. Dan selama di Madinah
- sem utang-hutang dia bebas semuanya
- kepada sopan dan yang lain dia akan
- lunasi. J. Kemudian hubungan yang
- menyangkut dia kepada istrinya, kepada
- anaknya itu sudah tidak jadi pikiran.
- Itu sudah ditanggung semuanya oleh
- Sofwan bin Umayyah. Oke. Oke.
- Ya, namanya jagoan
- kan jagoan lain dengan preman.
- Iya.
- Preman yang mungkin bagian daripada
- jagoan ya.
- Oh, gayanya juga gaya jagoan. Wah,
- dia dengan pedang ditaruh di belakang
- panjang tajam. Itu sebelum berangkat
- hari-harinya apa? Dia ngasah pedang aja
- terus.
- Wah, begitu pedang diasah langsung
- ditaburi racun.
- Wuh.
- Hari berikutnya dia asah lagi, taburi
- lagi. Begitu terus kerjanya ngasah
- pedang, ngasah pedang sampai
- dirasakan betul-betul tajam. Nah, saya
- pernah mengasah golok.
- Golok.
- Bagaimana golok ini dikatakan tajam?
- Maka saya membuktikannya apa?
- Lebas.
- Saya asah bukan saya pakai tebat pisang
- dan sebagainya. Saya ambil
- yang namanya kertas.
- Kertas.
- Kalau sama saya diiriskan ke kertas.
- Kemudian seperti orang mengiriskan silet
- kertasnya itu baru tajam. Itu
- satu. Yang kedua, kalau tidak ada kertas
- saya taruh di kepala saya, saya krokin
- itu kalau kena itu. Nah, itu baru tajam
- itu.
- Itu selalu saya membuktikan alat itu
- tajam. Itu aja, enggak banyak yang
- lainnya.
- Ah, tidak ada niat untuk meracuni. Kalau
- Umar di samping ditap diracunin,
- juga
- akhirnya sudah selesai hari H-nya.
- Berangkatlah dia tanpa ada yang awal.
- Orang jagoan.
- Hm. Silakan dicegat apa silakan kalau
- ingin lepas lehernya.
- Nah, sampai di
- Madinah
- yang dia
- sampaikan kira-kira apa kan gitu. Coba
- enggak mungkin kalau dia datang kalau
- tiba-tiba dia datang ke Barinah langsung
- nerobos nyerang e konyol gitu kan.
- Iya.
- Ya, sudah punya perhitungan
- taktik strategisnya sudah diperhitungkan
- semuanya.
- Qaddarallah
- ketemu dengan Umar bin Khattab. Nah, ini
- jadi Umir ketemu Umar
- nih kan
- hanya satu huruf.
- Satu huruf bedanya
- Umar.
- E
- Umer dikasih iya.
- Heeh. Artinya Umar Umar gede. Kalau Umar
- Umar yang kecil kan dikasih iasgir itu.
- Tapi gayanya sama ini
- beraninya sama.
- Oh beraninya sama. Babak blurnya sama
- kalau dia main kalau istilah orang sana
- mah kalau joggoljogol beneran ini
- banting-banting wah ini jagoan ini.
- Makanya
- jagoan Quraisy namanya dikenal.
- Begitu sampai di Madinah,
- dia teringat anaknya yang ditawan.
- Terus
- kata Umar, "Kaget, hah
- ada Umir."
- He.
- Terus dia bilang, "Apa anjing ini
- gitu
- pasti dia datang akan berbuat keonaran.
- Jangan harap dia lolos. Langkahin dulu
- Umar." Pak Umar yang akan berhadapan
- dengan dia.
- Aduh, gimana nih? Akhirnya dia kontak
- sahabat lagi. Yang lain tolong kasih
- tahu Rasul. Saya akan berhadapan dengan
- dia. Katakan Umir ada datang ke Madinah.
- Laporan
- [berdehem]
- pada Rasul bahwa Umir ada. Kata Umar,
- "Gimana nih?" Ya, suruh masuk.
- Uh, kaget kan Umar disuruh masuk kayak
- apa coba?
- Orang tahu gayanya seperti itu. Lihat
- mukanya aja orang sudah takut ini.
- Ah, begitu Umar
- kan di ininya ditarik sama Umar ini
- dadanya ni
- dadanya.
- Jadi waktu dia berjalan dalam keadaan
- tangan Umar mencengkeram dadanya Umar.
- Wuh Umar beranian sekali ya. Duk aja
- begitu P nunduk aja [tertawa] kayak ayam
- cing ngulapes.
- Ah sudah
- hanya dipersilakan masuk ke rumah Rasul
- duduklah.
- Nabi lepaskan Umar sudah sekarang
- udah di sekarang dia di hadapan Nabi.
- Umar di situ. Umir di hadapan.
- Nabi nanya kepada Umir. Umir
- apa yang menyebabkan engkau datang ke
- Madinah berhadapan denganku?
- Oh begini ya Muhammad.
- Saya
- datang kemari karena ingat anak saya.
- Anak saya berada dalam tawananmu.
- Saya khawatir anak saya
- diapa-apain.
- Maka saya mohon anak saya jangan
- diperlakukan semaunya apalagi dipukul
- dan sebagainya.
- Jadi itu. Iya.
- Ah,
- bukankah begini ya, Umir?
- Yang menyebabkan kamu datang kemari itu
- waktu itu kan kamu berada di atas batu.
- Nah, kaget dia.
- Kamu berdua berbicara dengan Sofan kan?
- Terus kamu berkata, "Kalau tidaklah
- utang piutang yang menghalangi dan
- tanggung jawab kepada keluarga yang
- ditinggal, saya akan berangkat.
- Begitu kan? Terus Sofan menjamin kan
- semua utang-utangmu akan dilunasi
- dan semua keperluan rumah tanggamu akan
- di penuhi. Bukan begitu.
- Nunduk dia
- yah.
- Hatinya ngomong.
- Saya waktu bicara itu berdua
- enggak ada orang lain lah. Kok Nabi
- Muhammad di Madinah jauh 450 km nun jauh
- di sana. Kok bisa tahu persis?
- Saya berada di atas batu di depannya
- sup.
- Berarti yang selama ini diucapkan dia.
- Benar. Kalau gitu dia nabi
- yakin
- saya baru tahu nih katanya jauh nun di
- sana dia bisa tahu persis apa yang saya
- katakan
- tiba-tiba hatinya melunak langsung
- mencair dan mencair kemudian bilang
- absit yadak ya rasul ulurkan tanganmu
- wahai rasul ana ubaiuka saya mau membiat
- engkau
- lalu diulurkan tangan rasul terjalah
- pembaiatan
- mengucapkan dua kalimat syahadat.
- Setelah selesai dua kalimat syahadat
- diucapkan oleh dia,
- Nabi bilang kepada sahabat, "Tolong
- ajarin ajaran Islam, tolong bacakan
- Al-Qur'an dan lain sebagainya."
- Nah, selesai nih, Umar.
- Sementara di Makkah
- yang namanya Safwan bin Umayyah
- kepoh.
- H.
- Kepohnya apa? karena dia telah
- memberangkatkan Umir.
- Heeh.
- Dan tidak lama kemudian akan datang
- berita yang menghebohkan, yaitu akan
- terjadi pembunuhan terhadap Nabi. Woh,
- dia dengan bangga sampaikan kepada
- teman-temannya, enggak lama lagi kita
- akan mendapatkan berita yang
- menghebohkan. Menghebok
- apa? Umir akan membunuh Nabi Muhammad.
- Setiap orang yang pulang dari Madinah
- ditanya, "Ada kabar apa?" Kata orang,
- "Enggak ada berar apa-apa."
- Wah, datang lagi, tanya lagi. Ah, tanya
- berikutnya lain. Ada berita apa? Umir
- masuk Islam bek aja kayak ditendang.
- Hah?
- Kaget.
- Masuk Islam. Kata sopan, "Enggak mungkin
- orang semacam dia akan masuk Islam.
- Tapi kenyataan, Mas. Kalau istilah
- bahasa kita, kenyataan Umar masuk Islam.
- Benar, ya? Benar.
- Waduh, itu sopan. Kalau istilah bahasa
- kita mah udah tujuh keliling pusing.
- [tertawa]
- Mana biaya sudah dikerahkan.
- Kemudian harapan enggak terbukti.
- Kemudian kekecewaan dan kekesalan
- tambah-tambah terjadi.
- Nah,
- sekarang beritanya bukan akan datang
- berita heboh terbunyah terbunuhnya Nabi.
- Tapi Umar yang berangkat itu berubah
- menjadi seorang muslim. Maka Sofan
- berkata, "Saya tidak akan bicara sepatah
- kata pun kepada dia. Sementara Umir,
- saya tidak akan mengajak seorang pun
- kecuali sopan duluan karena dialah teman
- baik, teman dekat, dan orang yang
- membiayai perjalanan dia ke Madinah."
- Jadi, Saopan tidak akan berbicara sekata
- sepatah kata pun. Sementara Umar dia
- akan berdakwah. Orang yang pertama
- adalah Safan. Jadi niat yang ditanamkan
- oleh Safwan setelah keislamannya.
- Setelah cukup dia belajar Islam di
- Madinah, akhirnya dia pamit izin dan
- langsung anaknya dibebaskan oleh
- Rasulullah.
- Jadi dia bawa anaknya dalam keadaan
- bebas, dia pun dalam keadaan muslim.
- Ulanglah ceritanya.
- Benar tuh.
- Begitu Umir datang ke rumahnya Swan
- Bader
- udah tutup kuping aja itu.
- Begitu lihat Umar istilah bahasa
- [berdehem] kita tutup kunci.
- Akhirnya ya Umar enggak bisa bicara
- apa-apa orang ditutup.
- Terus seiring berjalannya waktu
- terjadilah [mendengus] apa yang disebut
- namanya Fathu Makkah. Mekah.
- Saking bencinya dan saking tidak mau
- kedatangannya Nabi dari orang Islam itu,
- Safwan bin Umayyah lari dari Makkah naik
- kapal menuju Yaman.
- Kedengaran
- sama Umair bin Wahab. Aduh sopan kabur
- y. Kumaha kita mau dakwah sama dia,
- orangnya kabur sekarang.
- He.
- Arnya langsung Umir datang menghadap
- Rasulullah. Ya Rasulullah,
- saya menjamin minta jaminan engkau. Saya
- akan menolong Swan
- yang mana dia sudah siap mau melarikan
- diri ke Yaman. berikan tanda bahwa
- engkau menjamin keamanan. Ya, kata Nabi
- kali dikasih sorban dia nih. Pakaikan
- sorban kepada sopan sebagai bukti aku
- menjamin keamanan dia.
- Akhirnya
- Umat ketemulah dengan sopan.
- Iya.
- Bilang, Sopan,
- hari ini tidak ada tempat berlari.
- Semua orang-orang sudah pasrah.
- Tokoh-tokoh Quraisy sudah menyatakan
- diri. Masa engkau mau lari? Engkau tidak
- percayalah dengan aku? Nih Rasul
- memberikan amanah kepada saya sebagai
- jaminan ini sorbannya.
- Benar. Iya.
- Dikalungnya dibawa
- di hadapan Rasul.
- Begitu sampai di hadapan Rasul
- karena Rasul menjamin keamanannya
- langsung dia masuk Islam. Siapa? S.
- Inilah yang disebut namanya Islam
- tulaqo.
- Tulaqo
- ya. Kalau istilah gampangnya Islam
- kepepet. [tertawa]
- Dia masuk Islam karena sudah terkepung.
- Terkepung.
- Sudah tidak ada daya lagi.
- Sudah habis usahanya. Udah lari. Udah
- enggak bisa lari. Akhirnya ini disebut
- Islam tulaqo atau Islam yang terbebaskan
- dari rencana-rencana yang tidak baik.
- Nah, itulah di antaranya hasil
- perjuangan sahabat Nabi yang namanya
- Umir bin Wahab yang keislamannya justru
- bukan semata-mata dia masuk Islam kena
- dakwahnya Nabi, tapi justru masuk
- Islamnya dia mau membunuh Nabi. He.
- Nah, di tengah rencana itulah Allah
- membelokkan niatnya. Itulah yang
- disebutkan taufik.
- Yuwaffikillah.
- Allah memberikan taufik kepadanya. Yang
- tadinya mau membunuh berubah menjadi
- melindungi bahkan menjadi pembela is
- itulah Umir bin Wahab Aljumah.
- Nah, Umir ini umurnya panjang.
- Pada saat Umar jadi khalifah,
- daerah
- bagian dari daerah Syam sudah
- terbebaskan oleh Islam.
- Umar bingung siapa ini orang yang akan
- memimpin daerah SAM?
- Tiba-tiba
- Umar ingat Umer. Wah ini cocok nih
- kalau Umir ini diangkat menjadi pejabat.
- Akhirnya dipanggillah Umir. Apa
- jawabannya? Enggak.
- Saya enggak mau jadi pejabat Anda.
- Enggak mau. Kenapa? Yang enggak jangan
- saya yang lain aja.
- Lolaknya.
- Heeh. Umar marah.
- Apakah kamu rela beban diserahkan kepada
- saya sendiri sementara engkau
- mengelak tidak mau? Tidak. Kata Umar,
- saya angkat kau menjadi pejabat sana.
- Wah, kalau sudah khalifah begitu
- akhirnya ya sudah bolehlah berangkat.
- Berangkatlah dia memimpin daerah Syam
- untuk mengatur muslimin yang belum lama
- mereka masuk Islam. Jadi Um istilah
- bahasa kita mah setelah
- kekhalifahan Umar bin Khattab itu
- menjadi
- kalau istilah kita gubernur
- gubernur
- atau waliul imam di sebuah wilayah yang
- jauh. Dan ternyata pada saat dia
- memimpin daerah sana itu Allah uji
- dengan ujian yang sangat tidak pernah
- digambarkan oleh dia bahwa dia akan
- mendapatkan ujian. salah satu ujiannya
- dia dilaporkan
- itu
- kalau sedang di kantor
- suka merenung kemudian
- kalau istilah bahasa kita
- ngajuralit
- bisa
- disungkur prok aja
- nah ini bukan sekali dua kali
- Umar waktu turba turun ke bawah
- dilaporkan
- akhirnya ditanya nanya oleh Umar,
- "Apakah betul kamu suka pingsan
- bahkan suka menangis sebelumnya?"
- diam aja. Iya.
- Sekarang saya undang rakyatmu biar kamu
- jawab itu
- terbuka,
- biar terbuka di depan umum.
- Baik. Kata [berdehem]
- Umir bicara kata Umir, "Apa yang
- menyebabkan saya sering merenung
- kadang-kadang saya jatuh tersungkur?"
- Begini, waktu saya di Makkah, awal-awal
- saya masuk Islam
- itu ada sahabat Nabi yang namanya
- Khubaib bin Adi
- di
- ikat di tiang salib, dibunuh secara
- geji.
- Kemudian sebelum dibunuh dia minta salat
- dua rakaat.
- Habis salat dua rakaat orang pada
- ngomong, "Wah, ini salat politik."
- istirba.
- Heeh.
- Salat supaya dibkan
- nanti-nantikan hukuman eksekusinya.
- Kalau kalian membolehkan, saya mau
- tambah lagi salatnya lebih lama lagi.
- Tapi orang Quraisy nolak. Akhirnya
- Ubin Adi
- ditembak
- oleh para
- panah
- panah pejitu sehingga dia gugur di tiang
- Kalimah. Sebelum dia mati, dia sempat
- berdoa,
- "Ya Allah, semua orang yang menyaksikan
- peristiwa ini, hitung semuanya.
- Jangan ada yang terlepas satuun. Dan
- berilah mereka azab di sisimu."
- Nah, doa khubab itulah yang membuat saya
- menangis
- karena dia disaksi juga waktu itu ya.
- Karena dia tuh salah satu orang yang
- menyaksikan
- penganiayaan atau penyiksaan Hubebi di
- tiang apa?
- Salib.
- Di tiang salib itu. N saya takut
- [berdehem] doa itu kena sama saya. Maka
- saya nangis. Kata Umar dikira apa kamu
- menangis? Orang itu bebas. Nah.
- Itulah di antaranya proses atau perilaku
- yang dilakukan oleh Umar bin Wahab
- setelah masuk Islam berubah total.
- Sikapnya tawadu, rendah diri, akhlakul
- karimahnya meningkat,
- ilmunya meningkat, tawadunya meningkat,
- semuanya meningkat amal salehnya. Jadi
- begitu dicelup oleh Islam dibgah
- minallah sibgatallah itu berubah warna.
- Jadi warnanya warna Islam semuanya tata
- kramanya, sopan santunnya indah sekali
- termasuk keadilan dan tanggung jawabnya
- begitu besar terhadap umat. Demikian
- walhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian Iwan akhwat, kisah
- sahabat Umir bin Wahab aljumahi yang
- telah Ustaz sampaikan di sirah sahabat
- siang ee pagi hari ini bersama Ustaz
- Komadin Basyuni. Dan yang ingin
- bergabung silakan di 0811999720
- ataupun telepon di 0218451512.
- [musik]
- Amin.
- H
- [musik]
- [musik]
- Radio Rasil untuk Islam yang satu masih
- bersama kami Iwan Awat di acara sirah
- sahabat bersama Ustaz Komuni dengan
- kisah Umir bin Wahab Aljumahi.
- Sudah ada beberapa WhatsApp yang masuk
- Ustaz saya bacakan saja. Ini yang
- pertama datangnya dari Bapak Hasan,
- Ustaz di Bogor. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam Pak Hasan. Kalau melihat
- kisah Umir ini, Pak Ustaz, apakah kita
- tidak boleh benci kepada musuh Islam
- karena pada akhirnya kemungkinan jadi
- pembela Islam juga? Seperti kisah Umir
- yang tadi Ustaz sampaikan.
- Iya, betul.
- Bahwa
- yang selama ini kadang kala kita
- menimbulkan rasa tidak suka sehingga
- kebencian ada. Allah berfirman dalam
- Al-Qur'an, "Asa
- bisa jadi
- an tuhibu saian wahua qurhu lakum."
- Hm. yang kamu sayangi ujung-ujungnya
- benci
- benci waasa anan bahwairakum
- bisa jadi yang kau tidak suka ujungnya
- jadi suka nah maka biasa saja
- anteng-anteng aja
- jadi jangan ada benci di hati ya ya
- kalau mereka berbuat yang tidak senonoh
- itu ada tapi kalau kekafirannya itu
- tidak menimbulkan
- sesuatu yang menimbulkan kan malapetaka
- kepada muslimin ya itu enggak usah
- enggak usah dibenci. Contoh kan kafir
- teh ada dua. Ada kafir zimi, ada harbi.
- Harbi
- ya. Kafir harbi itu istilahnya
- orang-orang kafir yang brutal
- memerangi gitu ya.
- Heeh. Memerangi. Kalau zimi mereka yang
- tidak memerangi.
- Heeh.
- Jadi memang sebaiknya kita ngapain kita
- benci sama orang?
- He.
- Bisa jadi yang dibenci itu nantinya
- justru jadi pelindung, jadi pembela.
- Ya normal-normal aja dah.
- Kalau ada sesuatu yang perlu kita kasih
- tahu, ya kasih tahukan aja. Beritahukan.
- Kalau mereka enggak nerima, itu
- urusannya bukan urusan kita, urusan dia.
- Karena kewajiban kita itu adalah hanya
- menyampaikan. Wama alaika illal balag.
- Tidak ada kewajiban kamu kecuali hanya
- menyampaikan. Demikian.
- Baik, Pak Ustaz. Selanjutnya pertanyaan
- dari
- hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Heeh.
- Generasi sekarang banyak yang tidak
- mengenal sejarah para sahabat Nabi, Pak
- Ustaz. Kebanyakan mereka kenal dengan
- tokoh-tokoh fiktif, superhero, dan
- lain-lain.
- Mengapa bisa seperti ini, Pak Ustaz?
- Bagaimana cara mengenalkan para sahabat
- Nabi kepada umat Islam saat ini,
- terutama generasi muda? Supaya mereka
- mengenal sejarah sahabat-sahabat Nabi
- dan tentunya sejarah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Ya,
- inilah salah satu hasil mereka yaitu
- dengan istilah pendegrasian.
- Degradasi
- degradasinya tentang sejarah. He.
- Jadi, anak-anak muda sekarang itu
- dikenalkan kepada hal-hal yang sifatnya
- fiktif.
- Fiction fiktif ya.
- Iya. Jadi tokoh tapi tokohnya tokoh
- fiktif.
- Superman gitu.
- Superman,
- Spider-Man. Pedermaan itu kan
- enggak ada,
- enggak ada itu. Tapi mereka yakin itu
- herannya tuh
- ngpansnya ngpansnya bukan main.
- Nah, maka ada salah satu cara bagaimana
- agar mereka itu mengenal tokoh. Nah,
- ingat orang-orang
- dahulu
- yang mereka sekarang sudah pulang pada
- Allah tahun 60-an itu
- kami waktu itu menjadi anak-anak umurnya
- 10 tahun itu
- itu sebelum tidur itu orang tua itu
- ngadongeng bercerita
- kisah-kisah sahabat
- yang mengkisahkan para nabi, para
- sahabat itu yang membekas itu. He.
- Sehingga kalau sudah mendengar kisah
- itu, itu siangnya itu berubah. Ingin
- jadi Ismail. Ah, ingin jadi Ali,
- ingin jadi Nabi Ibrahim, ingin jadi
- Umar. Jadi yang jadi pennya itu jagoan.
- Sahabat Nabi. Siapa yang jago tarung
- itu? Ali yang enggak pernah mundur.
- Siapa sahabat Nabi yang tidak pernah
- menyerah? Umar bin Khattab. Wah.
- Siapa sahabat Nabi yang selalu dermawan?
- Abu Bakar Siddiq. Siapa sahabat Nabi
- yang kaya raya yang tidak pernah habis
- artinya? Abdurrahman bin Auf, Utsman bin
- Affan. Wah, hebat-hebat semua.
- Nah, siapa di kalangan Nabi orang yang
- hebat yang selalu bergulat dengan besi?
- Nabi Daud. Wah, dia bikin baju dengan
- tangannya sendiri tanpa dikeprek,
- tambah dipukul, pelitai pelitai langsung
- jadi. Jadi besi di tangan dia berubah
- jadi lunak itu. Nah, itulah jadi
- anak-anak muda itu dikenalkan dengan
- sirah itu sangat bagus sekali dan akan
- ada bekasnya lain dengan dikenakan
- dengan fiktif yang tidak jelas apa
- jenderungannya
- jendrungannyausulnya.
- Nah, waktu saya
- ke Arab Saudi yang selama ini kalau saya
- baca Nabi Muhammad itu hanya di buku.
- Nah, waktu keluar dari jalan tol masuk
- ke jalan biasa ada tulisan
- hadza madinatun nabawi. Itu baru ada
- tulisan itu. Ini adalah kotaknya Nabi
- itu air mata enggak bisa dibendung.
- Nangis saya. Ya Allah, di tempat ini
- kata saya Nabi [berdehem] dulu tinggal
- di tempat ini Nabi berjuang. Masyaallah.
- Sehingga begitu saya
- ziarah ke kubur Nabi,
- H
- itu saya ingat hadis yang saya baca
- dalam riwayat Imam an-Nasai dengan
- derajat hasan sahih.
- Nabi waktu bicara di hadapan sahabat,
- "Jika nanti satu saat kamu lewat di
- kuburan saya,
- maka salamlah kepada saya, niscaya saya
- akan menjawab salam kamu."
- Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah,
- kalau engkau dikuburkan
- tulang bululang, engkau sudah hancur
- dimakan bumi." Kata Nabi, "Allah telah
- mengharamkan bumi untuk memakan jasad
- nabinya."
- Maka dengan hadis itu saya yakin
- Rasulullah [berdehem] mendengar salam
- saya. Sehingga waktu saya bilang,
- "Assalamualaika ya Rasulullah.
- Itu dalam gambaran saya, Rasul pas
- menjawab, "Waalaikumsalam Qaruddin
- Basuni." Itu bayangan saya karena saya
- baca hadis itu, Imam Annasai itu hati
- tersnya tentram saya. Begitu saya ziarah
- ke makam Rasul, masyaallah
- dan saya idam-idamkan pengin saya ziarah
- ke makam Rasul.
- Itulah satu kelebihan hidup bersama
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Demikian. Baik, berarti peran serta
- orang tua juga berperan ya untuk
- mengenalkan para sahabat, para rasul,
- para nabi juga kepada anak-anaknya
- ketika mau tidur diceritakan bisa atau
- bisa baca buku juga ya, Ustaz ya.
- Atau bisa buku buku sirah
- kalau di rumah enggak punya datang ke
- Radio Rasil.
- Heeh. Banyak di toko.
- Tinggal dipilih yang mana ada.
- Baik. Dari Bunda Emila, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz selalu
- menceritakan tentang sejarah-sejarah
- para sahabat. sangat penting dan bisa
- untuk kami belajar dan mengenalkan
- sedikit demi sedikit
- pada anak-anak agar mereka lebih kenal
- para sahabat dan makin cinta Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Amin.
- Komentar doang nih Bu Emil Ida ya.
- Selanjutnya dari Ibu Ida di Bekasi, Pak
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam Bu Ida.
- Tadi Ustaz e berbicara mengenai baiat,
- Pak Ustaz. Apa arti baiat itu kalau di
- zaman sekarang? Bagaimana dengan baiat
- itu, Pak Ustaz?
- Ee baiat itu kalau diterjemahkan janji
- setia, ikrar. Ikrar. Iya,
- Ikrar jenis setia.
- Iya.
- Terus Bapak Yudi di Perumahan Cibuberur
- Siti Bogor. Pak Ustaz, apa ibrah yang
- diambil dari kisah Umair bin Wahab ini,
- Pak Ustaz?
- Wah, ibrah dari Umair bin Wahab ini
- banyak. Satu,
- penampilan bukan menjadi sorotan utama.
- He.
- Ya,
- Bu penampilan yang lihat
- penampilan itu kadang-kadang kan
- penampilannya gagah. Heeh.
- Jadi yang menjadi sorotan pada diri
- seorang adalah perilaku dan akhlak.
- Akhlak
- itulah akhlak atau dan perilaku itu yang
- menjadi sorotan. Yang kedua,
- Umir setelah dia masuk Islam itu berubah
- total
- dari ketidak tawaduan, jadi tawadu
- dari pemabuk. Jadi dia menjadi orang
- yang tenang, tidak pernah mabuk lagi.
- Yang tadinya dia sedikit ha gaplok,
- sekarang ditahan
- menjadi orang penyabar. Itulah Umar dan
- selalu dekat dengan Allah, selalu
- membaca ayat-ayatnya.
- Demikianallah.
- Terakhir, Ustaz ya.
- Dari hamba Allah, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apakah Nabi akan menjamin
- seluruh para sahabatnya masuk surga?
- Ya, Nabi pernah bersabda dalam hadis
- riwayat Imam Ahmad dengan derajat hasan
- sahih. Kullu umati yadkhulunal jannah.
- Setiap umatku akan masuk surga. Illa man
- ab. Kecuali orang yang engg.
- Siapa yang enggan?
- Nah, sahabat bertanya, "Wamba ya
- Rasulullah, siapa orang-orang yang
- enggan itu ya Rasul?" Rasul menjawab,
- "Man atani dakhalal jannah."
- Siapa yang taat kepadaku itulah yang
- akan masuk surga. Waman asoni.
- Dan siapa yang durhaka kepada aku faqod
- aba, itulah orang yang enggak yang
- enggan
- itulah orang yang enggak mau masuk surga
- ya. Orang yaitu orang yang durhaka terus
- selalu mengingkari perintah Nabi, selalu
- menodai hal-hal yang positif. Nah,
- itulah makanya jangan jadi orang aba
- aba enggan.
- Aba itu enggan masuk surga karena dia
- selalu melang melanggar. Demikian
- berarti bukan hanya sahabat saja
- semuanya pasti surga ya.
- Tapi yang enggan itu yang tidak bakal
- masuk.
- I baik
- baik Ustaz ada yang disampaikan terakhir
- cukup ya. Terima kasih Ustaz atas
- pencerahannya kisahnya di hari ini kisah
- sahabat Umair bin Wahab Aljumahi. Semoga
- yang disampaikan dapat menambah ilmu
- agama kita juga iman kita kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Amin ya rabbal. Saya yang bertugas P
- ditemani Neza dan juga Anisur pamit.
- Subhanakallahumma w bihamdika asyhadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.