Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brasil 0:09 [Musik] 0:15 TV Asalamualaikum Bang ihsanudin Nur 0:19 Waalaikumsalam 0:21 warahmatullah wabarakatuhah sehat Bang 0:24 apa kabar hari 0:26 ini Nah ini ini bang kunjungkunjung ke 0:30 Jawa Barat Nampaknya banyak ini kalau 0:33 saya pulang dari apa Latansa dulu tuh 0:36 macet kali kalau ke Jakarta kemarin kok 0:38 lancar Saya bilang Kenapa Oh ini 0:40 pabrik-pabrik pada PHK katanya gitu Bang 0:43 pabrik tekstil di Jawa Barat ini Oh tapi 0:46 saya buka koran hari ini ekonomi menguat 0:48 kata BPS jadi bingung saya ini yang mana 0:51 yang sebenarnya yang terjadi gitu Bang 0:54 sementara penyebab kemiskinan si perokok 0:57 ini akan naik pajaknya di tahun depan 0:59 ini juga luar biasa para penghisab rokok 1:03 ini zalimnya luar biasa penyebab 1:05 kemiskinan ee tentang kemiskinan dan 1:08 juga PHK dan ekonomi yang menguat Ini 1:11 jadi yang sebenarnya macam mana sih 1:13 Mungkin Bang Isan Rusi bisa memberikan 1:16 penjelasan atas keadaan orang di sekitar 1:19 kita tentang ekonomi bangsa ini Silakan 1:22 Bang 1:24 eh Bismillahirrahmanirrahim ee kalau 1:29 soal e kemiskinan ya he Kebetulan saya 1:34 baru baru buka 1:38 data data 1:43 eh biro Sensus di Amerika statistik Hero 1:49 di Amerika dan saya adu-adu dengan 1:53 dengan Indonesia gitu He saya bandingkan 1:56 dengan Indonesia Saya coba lihat 2:00 perbandingan gimana 2:04 em lalu saya karena kemudian saya 2:07 dikirimi banyak soal PDB bahwa Indonesia 2:10 akan 2:12 melampaui Inggris 2:15 gitu Saya juga Coba lihat gitu lalu saya 2:18 adu lagi dengan suku bunga acuan saya 2:21 bikin perbandingan sekitar 20 berapa 2:23 negara ya He ada sekitar 21 negara Gitu 2:28 Ee 2:30 yang pertama saya berkesimpulan ee 2:33 pandemi berhasil 2:36 ee 2:38 melakukan penataan ulang ekonomi dunia 2:41 yang disebut dengan greatade reset itu 2:45 eh tetapi penataan itu sesungguhnya 2:48 terlihat kalau saya lihat dari 2:51 Eh ini yang kami menarik nih dari 2:54 1960 sampai dengan 2:57 2022 bulan September ok 3:00 Oktober 22 3:04 e justru hampir di beberapa krisis yang 3:07 terjadi di panggung Global 3:12 eh Amerika menikmati krisis itu gitu uh 3:18 eh dan yang menikmati krisis itu 3:21 ternyata pakai riset lebih dalam gitu 3:24 kalangan tertentu gitu dan eh dari 3:27 beberapa riset juga ditunjukkan bahwa 3:29 ternyata yang menikmati itu adalah eh i 3:32 tadi benar Yang pernah dilakukan oleh 3:34 stick eh thomasy hanya kelompok 3:37 tertentu maka ketika saya Coba telusuri 3:40 lagi di dalam gitu ya Eh saya dapatin 3:44 satu simpulan menarik di situ kok di 3:47 tengah Amerika teriak-teriak inflasi 3:50 tinggi di tengah teriak-teriak stakflasi 3:53 he di tengah teriak-teriak ada ancaman 3:55 eh krisis pangan keuangan dan eh energi 4:02 Amerika punya pertumbuhan yang bagus 4:05 gitu ini menarik nih gitu diambil gitu 4:08 He Oh iya benar eh ketika dia naikin kan 4:11 sekarang suku bunga dia 3,8 Iya 3,8% 4:15 dari 4:16 3,75 naik ke 3,8 dan 4:19 diperkirakan nanti akan naik lagi 4:21 sekitar 4:23 ee ya kalau 0 tidak 0,5 0,75 sehingga 4:27 dia dipergakkan di atas 4% he ya 4:31 dolarnya kan jadi menguat dolarnya kan 4:33 akan kembali nah dampaknya kan berarti 4:35 negara-negara yang punya ketergantungan 4:37 pada dolar itu jatuh pasti gitu jatuhnya 4:41 seperti e Anda bisa lihat Bagaimana 4:44 Indonesia Terpukul nilai tukarnya 4:46 menjadi 4:47 15.000 600 sekian 15.700 gitu 4:50 berkembangnya ke situ Git jadi semua 4:53 negara yang punya ketergantungan pada 4:55 pada greenb pada dolar Amerika pasti n 5:00 tuukarnya jatuh dan kalau jatuh karena 5:02 punya ketergantungan pada impor bahan 5:05 baku impor bahan penolong dan kebutuhan 5:07 akan mata uang Sing terutama pada dolar 5:10 untuk bayar cicalan dan e bunga juga 5:14 tinggi ya perekonomiannya walaupun 5:17 menguat menguatnya menguat bukan untuk 5:24 domestik gituit gembel juga banyak di 5:27 sana 5:28 gitah ketika adaa kan sebenarnya isu 5:33 soal berkaitan sama PHK ya 5:36 he berkaitan dengan 5:39 eh katakan perusahaan tektil melakukan 5:41 PHK 5:44 ee saya ditanya wartawan beberapa waktu 5:47 lalu bahwa sesungguhnya PHK sudah 5:50 berjalan sejak yang namanya tidak 5:52 terjadi penguatan beli gitu H jadi 5:56 kalaupun disebut sebagai kemiskinan 5:58 menurun sekian prosen ini rasio membaik 6:01 menjadi 0,382 dari 0,384 atau katakan 6:05 dari 0 39 gitu kan membaik tu kalau 6:09 diangil gitu yang kita ngomong sebulan 6:12 lalu tapi 6:13 ternyataak di lapangan begitu artinya 6:16 ada ada problematik antara sensusnya 6:20 dengan fakta 6:21 lapangan Bagaimana cara melihatnya lebih 6:23 lanjut lihat 6:25 perbkan nah kalauihat perbkan kita lihat 6:27 lagi apakah perb sudah menyalur 6:30 kredit ternyata 6:32 enggak dan bunga kita tertinggi kata IMF 6:35 juga kan IMF kan bilang juga ini 6:36 tertinggi kita ini apa apa gimana Bang 6:39 Iya Jadi kalau Eh kalau e sebentar 6:42 sebelum ke pmf sayaalis kalau AMF saya 6:45 nganalisis masih masih harus lebih ini 6:48 lagi kalau k terbangkan melakukan 6:50 kebijakan prosiklikal he sementara 6:54 apbnnya masih kontrakiklikel maka 6:56 pertanyaan berikutnya mana yang lebih 6:58 efektif 7:00 kebijakan perbankan yang prikal artinya 7:02 menahan diri dari dari situasi fuka dari 7:05 situasi penuh dengan ketidak pas atauter 7:09 yang lebih efektif Nah karena 7:13 ehternya adalah tetap happya pada 7:15 infrastruktur maka saya lari ke analisis 7:18 pembiaya infrastruktur nah Ketika saya 7:20 masuk ke analisis pembiaya infrastruktur 7:23 saya dapat lagi 7:26 angka 20 S4 per swasta peranan korporasi 7:31 tetapnya dalam pembangunan infrastukur 7:32 makin tinggi nah sementara yang disebut 7:35 dengan peranan swasta atau korporasi 7:36 makin tinggi dalam Pemban infrastruktur 7:39 itu basisnya adalah pinjaman 7:43 75% dari e lembaga keuangan 25%nya equ 7:47 at 30% dari equ ekuitas gitu 7:50 ya 70 samp 7% pinjaman pertanyaan 7:55 berikutnya eh Apakah memang perbankan 7:58 memberikan atauembaga po memberikan 7:59 betul memberikan tapi kan dampaknya 8:01 menjadi seperti yang ser Mulia ini 8:04 keluhkan harga logistiknya tidak turun 8:06 turunin cuma 0,5% dari 24 ke 8:09 23,5% harga logistiknya 10% lebih mahal 8:12 tetap dari negara tetangga jadi 8:14 lagi-lagi terjadi sesungguhnya beberapa 8:16 proses salah satunya proses kemiskinan 8:18 Apa itu karena hajat hidup orang banyak 8:20 diserahkan ke swasta 8:24 gitu dan dan swasta juga nah ketika 8:28 menyatakan Indonesia akan meningkat 8:29 perekonomiannya pdnya ak naik benar yang 8:32 akan meningkat adalah korporasi bukan 8:35 rakyat ini ini pula mungkin Bang yang 8:38 dimaksud oleh dulu Abraham Samad yang 8:40 Bang Pak Mahfud ungkap lagi masalah 8:43 korupsi di dunia tambang yang memang 8:46 menghasilkannya Luar biasa ini yang di 8:48 dihitungkan tapi tidak rembes ke rakyat 8:52 sampai bilang kalau dibenahi ini banyak 8:55 uang ditambang ini sebenarnya apa yang 8:57 terjadi dengan konstitusi kita yang 9:00 mengatakan melindungi ee barang-barang 9:03 macam begini 9:04 Bang saya ngomong 17 tahun lalu nih 9:07 begini nih malasnya kalau ng begini sor 9:09 deh Ma saya ngomongin 17 tahun lalu 9:12 soalnya beginian Jadi bukan baru gitu eh 9:16 Gampang kok W Udah saya bilang ini under 9:19 invoicing H jadi kata kuncinya kan under 9:24 invoice penurunan penurunan laporan 9:26 eksor kan kata kuncinya adalah penurunan 9:28 laporan na Sehingga anda tidak tidak 9:31 melaporkan sesungguhnya produksi Anda 9:32 yang sesungguhnya berapa kan begitu 9:34 bahasa sederhananya kalau ee kalau kalau 9:38 Anda ekspornya 9:40 r.000 maka anda laporin aja jangan r.000 9:43 r.000 dengan begitu biaya ekspornya kan 9:46 turun itu kan korupsi I korupsi juga 9:50 nanti dipajak korupsi juga nanti yang 9:51 namanya di royalty 9:53 macammcambet-libet kasus baru ini 9:55 enggakak kasus baru Kenapa karena 9:59 korporasi harus mengeluarkan biaya 10:00 politik baik biaya politik lokal maupun 10:02 biaya politik 10:03 nasional itu dampak demokrasi korporasi 10:06 sistem yang jadi kalau saya baca barusan 10:10 dari saya baru aja buka financial times 10:12 sama saya buka rers gitu ya Eh saya coba 10:15 tulusuri bagaimana mereka sedang melihat 10:17 Indonesia dalam situasi sekarang Eh ada 10:20 ada lima media yang saya baongkar tadi 10:22 pagi gitu ya Ada Washington post ada New 10:25 York times ada R ada financial Su ada 10:27 Guardian gitu saya lihat itu persatu nah 10:31 eh mereka eh 10:34 rupanya apafokus pada persoalan 10:37 persiapan Indonesia menghadapi g20 gitu 10:40 dan Indonesia akan akan memainkan isu 10:43 penolakan atas newar gitu dan mereka 10:46 meyakini Putin enggak akan datang 10:48 gitu Vladimir Putin tidak akan datang 10:51 Kenapa ini relasinya dengan perekonomian 10:53 Karena pada saat yang sama eh 10:57 udara Bali di diamankan sedemikian rupa 11:00 oleh kekuatan asing 11:02 gitu uh 11:04 begitu jadi sudah jadi dirg Tara Bali 11:08 sudah demikian di apa di di di 11:12 istilahnya diweeping gitu dibersihkan 11:14 dari berbagai macam dalam hati saya jadi 11:17 begini Eh apa sesungguhnya yang 11:20 diperankan Indonesia dalam merangka g20 11:22 yang nanti ujungnya soal katakan Global 11:24 climate change soal krisis pangan soal 11:27 krisis energi sama soal krisis keuangan 11:29 gitu he eh sementara kalau 11:32 baca dokumen terbaru He ini saya 11:36 sampaikan kajian kajian saya terakhir 11:37 nih eh yang paling Mutahir maksud saya 11:40 kalau saya bongkar dokumen terbaru dari 11:43 National security Of Us yang terbit pada 11:45 12 Oktober dan National defense 11:47 strategic Of Us pada 27 Oktober 2022 11:50 gitu ya yang kemudian mereka baru rulis 11:53 di bulan November ini kelihatan bahwa eh 11:57 mereka menyebut sebagai Rusia itu ee 12:00 ancaman akut mereka sebutnya H uh Rusia 12:03 adalah ancaman akut gitu mereka lihat 12:06 lalu mereka melihat lagi Eh Cina bukan 12:09 cuma e bukan cuma sekedar pesaing gitu 12:13 tapi Cina juga telah menampilkan satu 12:15 kekuatan baru dalam dunia militer mereka 12:17 ngelihat didukung oleh Iran dan Korea 12:20 Utara 12:21 gitu Jadi saya teringat kajian saya 18 12:24 tahun lalu gitu 18 tahun lalu saya sudah 12:26 ngomong begini dengan merujuk kajian 12:28 sejumlah orang-orang itu dengan 12:30 mengatakan jadwal Kus selain 12:32 kebijakannya ee terhadap Afgan dan 12:35 terhadap Afghanistan dan terhadap Irak 12:37 seperti itu ternyata justru menampilkan 12:40 atau memunculkan 12:42 atau memperkuat posisi tampilnya 12:45 musuh-musuh potensial Amerika dan 12:47 sekarang menjadi kenyataan 12:49 gitu apa dampaknya bagi Indonesia Nah 12:52 Indonesia terak menolak newult perang 12:54 dingin baru sudah 12:57 terjadi dan sudah terjadi itu nampak 12:59 pada perang teknologi Perang energi 13:02 perang keuangan dan itu sudah dibuktikan 13:04 oleh Cina maupun oleh Rusia H dengan 13:07 dengan menggantikan sistem pembayaran 13:09 antar bank antar negara dengan 13:11 mengurangi penggunaan dolar dengan 13:13 menurunkan ee pemakaian ee kartu kredit 13:16 gitu dengan meninggalkan sistem e 13:20 multipolar mereka sehingga diterapkan 13:21 bipolar e ee kebijakan antar dua negara 13:25 saja lalu ee tegas-tegas hari ini 13:27 pembereritaan dari 13:29 Bagaimana Cina menjadi eksporter terbaik 13:32 buat yang namanya Rusia Rusia menjadi 13:34 memberikan pasakan energi terbaik buat 13:36 Cina gitu loh Itu jadi Suka tidak suka 13:39 itu muncul ke permukaan Lalu apakah 13:41 Indonesia bisa bertirak-tirak 13:42 menghindarkan new cult padahal itu sudah 13:46 terjadiitu lalu pertanyaan berikutnya 13:48 apa Indonesia bisa menghindar dari 13:50 krisis energi sementara ketergantungan 13:52 pada impor energi itu sebesar 800 sampai 13:56 dengan 815.000 barel per hari gitu 14:00 demikian juga persoalan gandum saya 14:02 dapatin angka dari dari beberapa negara 14:04 bahwa ternyata Indonesia mengimpor Garum 14:06 dandum dari dari Ukraina sebesar 31 juta 14:10 ton per tahun suruh ganti sorgum 14:14 katanya menarik gitu kajian-kajian kita 14:17 kita ngelihat kayak gitu gitu e Dokumen 14:20 itu panjang gitu yang 140 sekian halaman 14:22 yang satu 80 halaman gitu tapi e 14:24 pertanya adalah ee ee e yang saya sebut 14:29 sebagai tadi awal Oh ternyata mereka 14:32 sudah berhasil melakukan penataan ulang 14:34 tapi penataan ulang ini masih belum 14:36 sesuai dengan target karena itu mereka 14:38 butuhkan lebih lanjut GR riset mereka ke 14:40 depan eh supaya lebih taklek karena 14:43 kptocureny tidak bisa lagi dihindariah 14:45 muncul pernyataan permainan Mar sudah 14:48 bisa menunjukkan satu sikap gitu bahwa 14:51 dia berpolitik dan ditunjukkan oleh Elan 14:53 Mas berpolitik para pengguna Titor harap 14:55 memilih republikan dalam pemilu Seru kan 14:59 dan kena biaya lagi luar biasa iya iya 15:02 ya memang Memang kita ini menjadi 15:05 sorotan ya apalagi di tengah xinjining 15:08 yang baru saja membersihkan para 15:10 pesaingnya di Cina sana dan nampaknya 15:13 akan memperpanjang jalur kereta cepat 15:15 kita ini jadi hutang hampir ratusan 15:19 tahun 103 tahun ke depan kita akan 15:21 bergantung atas hutang apalagi kalau 15:24 sampai diperpanjang ini ee Ini apa ya ee 15:29 strategi Cina ini apakah memang sudah 15:31 tidak bisa terbendung Bang atau 15:33 tergantung pada seorang pemimpin yang 15:35 akan merunning sebuah negara macam 15:37 Indonesia ini 15:39 eh sebenarnya bisa terbentuk karena kan 15:44 Eh 15:47 ini fundamen yang dibangunnya keliru 15:51 gitu ya saya sayaak karena saya kajian 15:55 soal perkereta apian saya lakukan tahun 15:57 4 87 dan kemudian kena krisis gitu ya 16:02 maka ketika dibangun jalan tol 16:04 Cengkareng itu kan saya ngebanding ini 16:06 dengan ngebangun kereta api bukan bikin 16:07 yang jalan tol gitu kemudian dibangun 16:10 kereta api pun ternyata salah gitu 16:11 karena harganya sampai Rp75.000 dan 16:13 enggak laku sekarang cuma tinggal r5.000 16:16 gitu Kalau enggak salah D paknya dahsyat 16:19 itu salah salah-salah gitu 16:22 hitung-hitungan Menarik kan betul saya 16:24 ngomong soal pentingnya ngebangun double 16:27 track ke cengkar itu ketika merekasb ini 16:31 menyetuju malah bangun jalan tol gitu ya 16:34 lalu ketika mereka sudah bangun lagier 16:36 kat keretapi bandara dari dari duku atas 16:39 ke cengk Bandara Soekarno Hatta dan 16:42 kemudian memperpanjang sampai dengan ke 16:44 Manggarai kan harganya turun dari r5.000 16:47 itu kan Itu kelihatan 16:49 kesalahan-kesalahan berpikirnya gitu loh 16:52 ada kesalan-kesalan berpikir yang yang 16:54 amat sangat mendasar gitu kalau dilihat 16:57 dari praktik-praktiknya gitu lalu kalau 16:59 kita pindahkan sekarang kereta api 17:00 Jakarta cepat Bandung Jakarta Bandung 17:03 yang kemudian lanjut menjadi e Trans 17:06 Java bagian Selatan gitu ya high speed 17:10 Trans Jakarta e Trans e Java disebutnya 17:13 karena nanti akan muncul dari mulai 17:15 Merak sampai dengan ee Banyuwangi mereka 17:18 ngerancangnya gitu ya Dan itu pernah 17:21 saya bilang berapa bulan lalu dirasil 17:23 kan Iya kalau sesungguhnya ini bukan 17:25 persoalan Jakarta Bandung tapi ini 17:26 persoalan eh high speed eh Trans Java 17:29 gitu saya bilang duluan itu 17:32 eh itu kan mesti dilihat dalam kerangka 17:36 lima hal yang saya sebut eh pertama soal 17:40 modal yang kedua soal Teknologi yang 17:43 ketiga soal tenaga kerja yang keempat 17:45 soal maintenance kayak gimana Yang 17:47 keempat soal kemudian Apa yang dibawa 17:49 dengan rangkat tingkat pengembalian 17:52 seperti itu mana sebenarnya public 17:53 benefitnya gitu dalam kangka itu lalu 17:56 Kenapa mesti di Jawa ee kenapa enggak 17:59 mungkin misalnya katakan Saya pernah 18:01 bilang walaupun sekarang sudah dikerjain 18:03 untuk yang namanya Trans Sulawesi itu 18:05 gitu ya He tapi kan kalau kita lihat 18:07 lebih penting lagi yang namanya juga e 18:09 katakan di di di di eh Sumatera Bandar 18:14 Lampung b Banda Aceh atau sekarang sudah 18:18 terlintas saya sudah dengar juga ingin 18:20 ngejahit Bali gitu Iya itu juga mereka 18:22 pikirkan juga ternyata sudah sampai 18:24 kayak gitu lalu saya banding-bandingin 18:26 lagi dengan kebijakan infrastruktur yang 18:27 muncul dalam rpjmn 2020 2024 Nah itu 18:31 tadi yang sudah saya sampaikan Oh 18:32 ternyata pemberian peran ke swasta 18:34 tinggi sekali ya sudah berarti Haj tidak 18:36 kurang banyak dalam hal infrastruktur 18:38 yang tidak dipilah-pilah mana 18:39 infrastruktur dasar mana infrastruktur 18:41 pokok mana infrastruktur kuasi komersial 18:43 pokok gitu ya ya sudah akhirnya 18:45 diserahkan semua ke korporasi walaupun 18:48 masih tersisa peran swasta tersisa peran 18:51 negara yang komposisinya bergerak di 18:53 antara eh eh 30-an sampai 40-an Tapi 18:58 tetap saja korporasi lebih tinggi 19:00 perannya Nah kalau kita ambil dalam 19:03 kerangka hitung-hitungan lebih dalam apa 19:05 yang disebut dengan BRI 19:07 ataunya dengan kenikmatan Para investor 19:10 itu gitu ya Kelihatan 19:12 DII kajian BPKP misalnya saya kebetulan 19:15 menerima menerima kajian dari dari 19:19 Kementerian Negara BN yang akanent di di 19:25 komisi tent kemahalaneningkatan kemahal 19:28 kereta api Jakarta Bandung gitu ya Ee 19:31 ada beberapa eh skenario kemahalan saya 19:34 sebut di situ gitu ya dari angka asal 19:37 muasalnya 6 miliar 9 juta sekian gitu ya 19:41 90 juta sekian menjadi kenaikan ditambah 19:43 lagi tambahan mililiiar posisinya gitu 19:47 kan eh dan di situ kemudian memunculkan 19:50 PMN pmn-nya untuk ptkiai Iya pmn-nya 3, 19:54 sekian triliun 3,2 ke 3,5 Kalau enggak 19:57 salah 3,2 triliun 19:58 yang asalmasalnya tidak ada penyertaan 20:00 PMN dari atau dari pbn gitu kan dengan 20:03 adanya PMN Berarti ada pbn melibatin nah 20:07 lagi-lagi ini persoalan perencanaan nah 20:09 persoalan Pokoknya siapa yang bisa 20:11 menilai atau memberikan banding yang 20:14 melakukan 20:16 katakan melakukan pembobotan Apakah 20:20 investasi ini overpring atau tidak Gitu 20:23 I pernah muncul kita ngebandingin 20:25 misalnya E perbandingan kereta ap di ee 20:29 Jakarta Bandung ini dengan Iran dengan 20:31 Amerika dengan beberapa negara nah 20:33 beberapa kaj ini kan menyatakan 20:34 kemahalan gitu nah pertanyaannya Kenapa 20:38 kemahalan itu itu Lalu kenapa bisa 20:41 terjadi kesalahan perencanaan kan 20:42 menarik di sini sementara tersebar isu 20:45 bahwa Mitra yang di Cina di sana sudah 20:47 ditangkap karena permainan korupsi loh 20:50 Indonesia kenapa nih gimana ceritanya 20:52 gitu dari kajian itu begitu munculnya ee 20:56 eh Nah sebenarnya kalau diambil lagi 20:58 bikinnya konteksnya adalah Trans Java 21:00 high speed Railway gitu ya high speed 21:03 Railway Trans Java berarti sampai nanti 21:05 ke Banyuwangi dengan melewati bandara 21:09 Kertajati gitu balik lagi terus temgus 21:13 nanti Jogja lagi tembus lagi natikes 21:16 lewat jalur 21:17 selatan Apakah sungguh-sungguh jalur 21:19 selatan kan mestinya ketika ee Yusuf 21:22 kalah sebagai Wapres Dedek Yusuf sebagai 21:25 Wagub saya mendatangi khusus yang 21:27 namanya nya ee yang menamp khusus yang 21:30 namanya Dedek Yusuf itu bersama Ahmad 21:33 Hariawan kalau Jawa Barat ini cerdas 21:36 dengan sumber saya bilang cerdas saat 21:38 itu ya He kalau melihat ini ini karena 21:42 ini omongan saya disaksikan oleh seorang 21:44 teman gitu ya kalau Jawa Barat ini 21:47 cerdas dia akan ngejahit minimal Banten 21:49 Jakarta mungkin Jakarta enggak terlibat 21:52 Banten e Jawa Barat dan Jawa Tengah 21:55 minimal sampai dengan Cilacap lalu 21:57 kemudian mau kerja sama dengan Jawa 21:58 Timur maka ee dari Merak sampai dengan 22:01 Banyuwangi itu tidak perlu high Speedway 22:04 yang dipenting adalah yang dipenting 22:06 adalah terhubungkannya kawasan Selatan 22:08 nah pertanyaan berikutnya Apa memang 22:10 kereta api Jakarta cepat itu 22:11 menghubungkan kawasan Selatan dengan 22:13 baik kan enggak juga karena kebutuhannya 22:16 adalah bagaimana menarik kawasan Selatan 22:19 ini di Pulau Jawa ya Yang ternyata punya 22:22 potensi-potensi yang luar biasa potensi 22:25 anda bicara tentang 10 tahun second home 22:28 bisa tapi ternyata kalau kita bedah yang 22:30 namanya Jawa Selatan itu tidak punya 22:32 fasilitas cukup untuk infrastruktur yang 22:34 baik Banten misalnya dengan kawasan 22:37 pantainya yang sebenarnya setara dengan 22:39 kualitas Kute gitu ya di Banten itu e 22:43 pantai Swarna macam-macam kayak gitu 22:45 saya kebetulan pernah menusuri 22:47 dengan dengan bersepeda dan naik mobil 22:49 gitu itu luar 22:52 biasa kawasankawasan pantainya gituitu 22:55 tapi kan tidak terkol dengan baik 22:57 munculnya SW kita melakukan membkan 22:58 suasa masyarakat mengelola Pantai 23:00 Selatan itu malah menimbulkan kekunguhan 23:03 gitu dan tidak ada sentuhan dari dari 23:07 pemerintah dengan baik lalu muncul 23:08 swasta yang melakukan itu gitu korporasi 23:11 E saya bisa ngelihat misalnya katakan 23:13 Saya enggak perlu sebut pt-nya Wah 23:15 dampaknya menjadi kemahalan luar biasa e 23:18 public area menjadi public public public 23:21 eh eh menjadi private area gitu sama 23:25 seperti di kawasan Sor kawasan di Ancol 23:30 kan kalau kita melihat masuk ke Ancol 23:31 ada ada public area menjadi private area 23:35 PT 23:36 punya padahal pantai tetap publik area 23:39 di manapun di manapun di dunia anda akan 23:41 melihat pantai itu adalah publik area 23:43 bukan private area jangan enggak usah 23:45 jauh-jauh diual aja ada kayak gitu dan 23:47 gak bisa bikin apa-apa gitukan dipagerin 23:50 gitu sehingga orang gak bisa lewat lewat 23:52 itu itu terjadi itu di kawasan itu meny 23:56 kebayang engak kalau itu kita buka di 23:58 kawasan Selatan itu gitu lalu kemudian 24:01 kita munculin ee pemberdayaan masyarakat 24:04 sekitarnya Waduh luar biasa itu maksud 24:07 saya jadi ee perencanaan 24:09 infrastrukturnya juga begitu lalu 24:11 berikutnya punya dampak pada pembiayaan 24:13 punya dampak pada tadi keluan Sri 24:15 Mulyani bahwa ternyata biaya logistik 24:18 enggak menurun gitu problematiknya 24:21 berarti problem ee kualitas kebijakan 24:24 kualitas perencanaan kualitas 24:26 pelaksanaan pengawasan dan kualitas 24:28 pembiasaan ee sistematik melihatnya 24:31 begitu gitu kalau saya 24:34 memandang Iya Bang iksandudin nursi ini 24:38 masalah kemiskinan juga ada catatan kami 24:40 di sini pagi hari ini kami dapat berita 24:43 tentang kenaikan Cukai rokok 24:47 dari apa komite nasional pengendali 24:49 tembakau minta Kurang tinggi tapi kita 24:52 lihat 24:54 201429 saya ingat ini karena ada Pemilu 24:56 jadi Cukai pada enggak naik gitu nah 24:59 saya baca lagi berita tapi gak ada 25:01 berita update yang mengingatkan tentang 25:03 posisi kedua setelah beras penyebab 25:06 kemiskinan di Republik ini apalagi di 25:08 daerah perkotaan ini ngadapin orang 25:11 stres apa-apa yang ketiganya Itu ada 25:13 daging ayam selanjutnya ada mi instan 25:15 dan lain-lain eh tentang rokok nih saya 25:18 enggak tahu nih Bang isanin Rusi mantan 25:20 perokok atau masih perokok atau gak 25:22 pernah merokok saya juga jangan sampai 25:24 nanti kayak page saya tanya ini seman 25:27 hiburan satu-satunya kok dilarang juga 25:29 lagi gimana Bang tentang rokok ini Bang 25:32 saya enggak sepakat rokok sama sama 25:36 beras sebagai penyebab kemiskinan Oh ini 25:39 dia itu misleading 25:41 simplification tuh nah 25:43 ini yang 25:45 menyesatkan 25:49 eh itu kan unsur inflasi yang dilihat Oh 25:54 gitu jadi rokok menyumbang inflasi 25:57 berapa persen kebutuhan beras menyumbang 25:59 inflasi berapa persen dan karena 26:01 inflasinya naik maka dianggaplah 26:04 konsumsi rokok mengakibatkan eh inflasi 26:07 tinggi dan inflasi mengakibatkan 26:08 kemiskinan karena daya bel yang kurang 26:10 kan salah kan berpikirnya iya inflasinya 26:14 mesti dibenerin gitu ya yang mesti 26:17 dibenerin adalah daya 26:17 [Musik] 26:22 beli menarik di sini karena ini tadi 26:24 berhubungan dengan suku bunga 26:25 berhubungan dengan yang namanya 26:27 kebijakan nilai tukar berhubungan dengan 26:29 kebijakan namanya inflasinya sendiri 26:31 gitu jadi ada tiga saudara saudara itu 26:34 adalah nilai tukar suku bunga sama 26:37 inflasi itu dalam dalam teori mainstream 26:40 begitu gitu jangan bicara ekonomi Islam 26:42 ya I karena pertanyaannya soal ini jadi 26:45 bukan bukan walaupun nanti Islam punya 26:47 jawaban gitu Bu Islam tidak punya 26:50 jawaban Nah kalau kita melihat rokok dan 26:53 beras dianggap sebagai kemiskinan 26:56 ituication 26:59 mendalam ini pun pernah saya ributi di 27:01 2015 Di sebuah stasiun TV swasta yang 27:05 saat itu pemerintah menolak untuk 27:07 mengakui adanya penurunan daya beli 27:10 gitu Nah kalau gitu mestinya evaluasinya 27:13 evaluasi daya beli dong loh kalau gitu 27:16 Kenapa mesti diaku soal pertimuan 27:18 Ekonomi membaik tapi ternyata turunan 27:19 daya beli kan gitu logikaogikanya Jadi 27:22 ada data-data yang tidak konsisten 27:25 sehingga secara keilmuan engak bisa 27:27 terima kan aspeknya adalah ketika 27:29 sesuatu tidak konsisten satu sama lain 27:31 dia terhubungkan terjadi korespondensi 27:34 Dia ee punya relasi kental karena itu 27:36 terjadi koherensi tapi tidak konsisten 27:39 gitu loh maka enggak bisa diterima 27:41 secara keilmuan ituah filsafat ilmu gitu 27:44 bahkan Mestinya Kita menunjuk pada 27:45 konsekuensinya Gitu Ee e untuk k k k 27:49 keempatnya kan konsistensi korespondensi 27:52 koherensi dan konsekuensi gitu kalau 27:54 kita ngelihat filsafat ilmu gitu ya Nah 27:56 ee ketika kita lihat yang yang disebut 27:59 dengan e beras memberikan kontribusi 28:01 tinggi pada inflasi begitu juga ee 28:04 tembakau e rerokok men maka dianggap 28:07 sebagai sumber pemiskinan loh eh 28:10 persoalan pokoknya mereka punya daya 28:12 beli apa enggak mereka enggak punya day 28:14 ya berarti bukan ini kan Soal struktur 28:17 kebutuhan betul bahwa problematiknya 28:20 adalah gitu ya bagi masyarakat yang 28:22 menganggur daripada dia bengang sudah 28:24 ngerokok walaupun kemudian ada juga 28:26 tesis bagai kalangan kedokteran menyebut 28:29 rokok adalah pintu masuk untuk 28:30 penggunaan narkoba Iya perangnya jadi 28:33 sangat sistematik ini pun peristiwa 28:35 tahun 2000 berapa ni 2001 saya ikut 28:38 dalam 28:39 International Conference for drug abuse 28:42 gitu ya di di di Brunei Darussalam saya 28:45 ikut gitu ya Eh 2001 itu Nah kalau kita 28:49 lihatnya begitu ba sesungguhnya 28:51 problemnya bukan sekedar pada daya beli 28:54 tapi pada soal 28:55 pengamanan pengamanan aoman pendidikan 28:58 dan pemberian pekerjaan jadinya orang 29:01 orang nganggur ya sudah lalu orang dapat 29:04 duit dengan Seca haram ya digunain 29:08 secara 29:10 haram siklusnya akan begitugitu loh eh 29:14 kalau Anda lihat pembiayaan 29:15 infrastruktur pada 20 20 24 sebesar 29:19 6.445 triliun di mana sebagian besar 29:22 dilakukan oleh swasta dan swasta 29:24 kemudian bisa melakukan macam-macam lalu 29:26 kita tahu di sana seperti kita tahu gitu 29:29 ya problematik konstruksi itu kayak apa 29:32 gitusan Thalib danifari Thalib Tahu 29:35 betul soal konstruksi Kak gimana gitu 29:38 ya ya begitu Jadi jatuhnya gitu kebayang 29:42 enggak belanjanya 29:43 6445 triliun loh sementara pada 29:47 2015-220 itu belanjanya 5.000 sekian 29:50 triliun gitu kebayangkan kalau kita kita 29:53 enggak usah gede-gede di bilangnya 29:54 bocornya usah gede-gede deh% a berapa tu 29:58 ya luar biasa karena memang bukan bocor 30:01 tapi memang sudah disiapkan untuk bocor 30:03 gitu biasanya begitu kan saya masih 30:05 menggunakan bahasa halus 30:07 bocor saya masih menggunakan halus 30:09 bahasa telfisien untuk mencegah tuingan 30:12 entar busia enak aja korupsi Wun 30:15 sejumlah direkinnya sudah masuk 30:18 KPK karena memang korup 30:21 gitu ya Luar biasa sementara 30:25 ee apa kita lewati masalah ini sekarang 30:29 bang lagi ada pertemuan di Mesir sana 30:31 sharm LS tentang krisis bumi mereka 30:36 minta jatah pengrusak itu bayar dong 30:40 kepada yang karenena dampaknya walaupun 30:42 di Eropa sekarang sudah mulai melirik 30:44 batu bara lagi atom pun lagi pusing 30:48 Akankah jadi karena Rusia dengan caranya 30:51 ini akan merubah mata uangnya menjadi 30:53 lebih kuat apa yang sebenarnya terjadi 30:56 terhadap umat umat manusia di bumi ini 30:58 yang sedang terus merusak alamnya 31:00 mentreak dia di sharm LS kemarin apa 31:03 yang bang lihat di sana 31:05 Bang kalau ada apa kalau New York times 31:09 he eh bicaranya begini Eh siapa yang 31:13 bisa mampu menurunkan penurunan panas 31:15 bumi dari 1,5 ke 31:18 1,2 itu pertanyaan yang muncul di New 31:21 York times itu pertanyaan mengejek gitu 31:24 Apa mungkin itu negara-negar betul Iya 31:26 gitu 31:27 kalau kalau kalau bicaranya di New York 31:29 times begitu gitu eh yang saya mau 31:32 bilang Bukan soal itu yang saya mau 31:34 bilang adalah eh What the real issues 31:36 from the global climate change apa sih 31:38 sesungguhnya isu yang sesungguhnya pada 31:40 pada Global climate change itu gitu loh 31:42 isu yang sesungguhnya apa kan isu yang 31:43 sesungguhnya adalah keserakahan itu 31:46 manusia keserakahan I kalau lihat itu di 31:48 Kalimantan itu luar biasa kan 31:50 hancur-hancuran itu lahannya Eh iya jadi 31:53 jadi kalau e lagi-lagi gampang 31:55 menggunakan tesisnya ambil aja 31:57 tesis-tesis orangorang yang ngebongkar e 32:01 eh isu-isu Global di Amerika gitu ya 32:05 Naomi k siapa k ambil aja Bong kartesis 32:08 kayak gitu dengan sok doktrinnya e bkan 32:11 Josep dengan kajian tentang e perubahan 32:14 iklimnya gitu ya Eh banyak ada beberapa 32:17 yang bisa kita lihat gitu lalu disahuti 32:19 dengan yang disebut dengan eh oleh je 32:22 sah dengan eh kalimop go seingga disebut 32:26 dengan Green ekonomic tapi green 32:28 Economic basisnya adalah ee eh investasi 32:31 global dan tabungan berbasis tabungan 32:34 Global di investasi Global ya itu 32:36 berarti membenarkan orang kaya makin Kay 32:38 Si Miskin makin miskin gitu ya yang 32:40 YouTube saya untuk ngomongan kayak gitu 32:41 ditick down 32:42 [Tertawa] 32:44 Gitu gampang ngebongkarnya sesungguhnya 32:47 Gampang sekali ngelihatnya jadi kalau 32:49 kita kita pahami bahwa Global climate 32:51 change sesungguhnya dalam rangka mereka 32:53 mempertahankan posisi mereka tetap 32:55 menjadi kaya raya dengan keserakan 32:57 ketidakjujuran dan permainan persepsi 32:59 maka sesungguh problematiknya adalah apa 33:02 yang disebut dengan persoalan persoalan 33:04 hidup merasa cukup atau enggak he hidup 33:07 bebas persepsi apa enggak hidup dengan 33:08 jujur apa enggak gitu He iya nah kemarin 33:11 ada ada konferensi Bandung biograd dan 33:14 havfana gitu itu muncul dalam dalam isu 33:18 itu di situ gitu isunya adalah soal 33:20 Bagaimana menghentikan sikap Greedy is 33:23 good gitu keserakan yang baik itu harus 33:25 dihentikan Bagaimana cerita tentang e 33:28 dunia harus sampai pada mengutamakan 33:31 kejujuran dan merasa kecukupan atas e 33:35 pertumbuhan ekonomi dengan tidak 33:36 terus-menerus memburuh pertumbuhan 33:37 setinggi-tingginya gitu jadi tesis 33:39 pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya 33:41 atau melakukan akselerasi pertumbuhan 33:43 kan kalimatnya akselerasi pertumbuhan 33:45 atau pertumbuhan ekonomi 33:46 setinggi-tingginya itu kan Bahasa 33:48 pertumbuhan ekonomi setinggi tingginya 33:49 gambaran 33:50 keserakahan kalau bicara tentang 33:52 akselerasi pertumbuhan itu kan bicara 33:55 ketergesa-gesaan bukan bahasa sedanya 33:58 gitu karena itu sesungguhnya problematik 34:00 Global problem simbolik t kekerasan 34:03 simbolik Sal itu kekerasan simbolik tadi 34:05 adalah misleading simplification e 34:08 Stockholm syindrom-nya itu sampai dengan 34:09 misleading simplificationnya itu 34:11 Gambarkan bahwa Barat masih tetap ingin 34:14 mendominasi posisinya selama sat abad 34:16 ini yang selama sat abad ini terbukti 34:18 dia gagal gitu loh 34:21 i i i Ya karena ya itu hanya segelintir 34:25 kan kita sebenarnya punya ya landasan 34:27 konstitusi dengan keadilan bagi seluruh 34:30 bangsa Indonesia ini kan keren kalau 34:33 dijalankan itu kan apa kalau kalau kalau 34:36 saya melihatnya eh itu keadilan sebagai 34:38 Katakanlah sebagai tujuan akhir gitu ya 34:41 Tapi sebelum sampai dengan tujuan akhir 34:43 itu kan dibayangkan oleh bukan 34:46 dibayangkan diamanatkan oleh Pancasila 34:48 untuk peri kemanusiaan yang 34:52 beradab Iya beri kemanusiaan yang 34:54 beradab pertanyaan besarnya kita sudah 34:56 beradab belum sih dengan jangan ngomong 34:59 kalau kita memperlakukan seperti 35:01 sekarang ini kita sudah beradab H 35:03 beradab apa kalau kemudian kita timpang 35:05 dalam penegakan hukum berhadap apa kalau 35:07 kita timpang dalam penegakan sosial 35:08 berhadap apa kalau kita timpang dalam 35:10 persoalan politik berhadap apa kalau 35:12 kita timpang dalam persoalahan ekonomi 35:13 enggak beradab dong enggak beradab 35:16 posisinya jadi eh kalau kita ngambil 35:19 butir-butir Pancasila itu maka ee 35:22 musyawarah mufakatnya pri kemanusiaan 35:24 yang apa pri kemanusiaan yang beradab 35:27 gitu ya kan harusnya kita ngelihat dalam 35:29 dimensi bahwa itu adalah satu ee di satu 35:34 sisi merupakan pijakan tapi sisi lain 35:37 dia merupakan arahan untuk kita mesti 35:39 capai ke sana H nah Maka jangan 35:42 tinggalkan ke Tuhan Yang Maha esanya itu 35:46 keren sehingga kita enggak kemanusiaan 35:49 yang beradil beradab itu enggak enggak 35:51 terlepas gitu lalu jangan bikin terbelah 35:54 bikin persatuan maka pertanya peranyaan 35:57 Berikutnya ini elit-elit politik ini 35:59 sesungguhnya aset bagi bangsa atau beban 36:01 ya Ah pertanyaannya begitu nah itu yang 36:05 pernah pernah 4 tahun lalu sudah muncul 36:07 di rasil Tu iya iya iya aset apa beban 36:11 ini yang masalah karena kan untuk jadi 36:13 elit politik tuh katanya perlu modal 36:15 gitu Bang ini yang jadi masalah Iya Iya 36:19 kalau anda merasa perlu modal maka 36:21 modalnya sesungguhnya bukan modal materi 36:23 tapi modal 36:25 dipercaya modal dipercaya jangan 36:27 kepercayaan itu anda beli What Money can 36:29 buy kalau kepercayaan anda beli ya 36:31 akhirnya begitu demokrasi demokrasi 36:33 transaksional demokrasi korporasi Nah 36:36 kalau demokrasinya demokrasi korporasi 36:39 saya menggunakan istilah istilah lebih 36:42 lebih sakok dari itu ya itulah kudeta 36:44 korporasi jadinya Oh iya jatuhnya jadi 36:48 begitu Gitu begitu segala sesuatunya 36:51 serba transaksional untuk memperoleh 36:53 kepercayaan anda beli untuk mendapatkan 36:55 jabatan Anda beli untuk mendapatkan 36:57 kekuaan and Bah untuk mendapatkan 36:59 kekuasaan and melakukan manipulasi dan 37:01 melakukan pemalsuan macam-macam gitu 37:04 akhirnya ya begitu 37:11 gitu terakhir Bang tolong diungkap Bang 37:14 tentang sila pertama kita ketuhanan yang 37:16 maha esa karena kan ini multifsir 37:20 bagi penganut agama lain tapi kita tetap 37:23 legowo dengan tafsiran berbagai agama 37:26 dan kita umat Islam itu punya tafsir 37:30 sendiri yang jelas tidak melenceng dari 37:33 Ketuhanan Yang Maha Esa Yang pengorbanan 37:37 dari Piagam Jakarta meningkat kepada ee 37:40 sebuah statement ini gitu bagaimana Bang 37:45 sejarahnya kan sesungguhnya kita bicara 37:48 tentang Ketuhanan Yang Maha Esa dengan 37:51 kewajiban menjalankan syariatnya bagi 37:55 pemeluknya lalu kemudian dibuang 37:58 kata-kata 38:00 e kewajiban menjalankan 38:03 syariatnya dibuang kata pemeluknya 38:05 tinggalah dengan kewajib menjalankan 38:07 syariatnya bagi pemeluknya dibuang Lalu 38:10 setelah itu masih juga dibuangajiban 38:12 menjalankan syaratnya tinggal cuma 38:14 tinggal ketuhanan yang maha esa itu 38:16 riwayatnya begitu Jadi itu bentuk 38:18 toleransi toleransi 38:20 pertama saya ulang konsep dasarnya 38:23 adalah ketuhanan yang maha esa dengan 38:25 kewajiban menjalankan syariatnya bagi 38:28 pemeluknya he toleransi pertama bagi 38:31 pemeluknya dibuang toleransi kedua gitu 38:34 ya Ee kewajiban syariatnya yang dibuang 38:36 jadi tinggallah ketuhanan yang maha esa 38:38 itu toleransi pertama itu sejarahnya 38:40 arti artinya apa eh tokoh-tokoh Islam 38:43 seperti ki ki Hadi bagus gusumo menerima 38:46 konsep itu karena dianggap eh karena 38:49 mereka menganggap eh dibalik ketuhan 38:51 yang Mesa itu tetap itu tentang 38:53 ketauhidan tentang Tuhan yang yang maha 38:57 kuasa Tuhan yang maha 39:01 kuasa kan tidak menggunakan Tuhan Yang 39:04 Maha Eka yang tunggal tapi ESA ESA itu 39:08 berarti Tuhan yang maha kuasa di situ Oh 39:10 literasinya begitu ini permainan 39:13 bahasanya harus hati-hati di sini H 39:16 karena permainan ini yang saya sebut 39:18 sebagai 39:20 eh analisis 39:23 ee diksi narasi argumentasi bukti dan 39:28 konsistensi 39:30 EE bisa kita lakukan dengan pendekatan 39:33 semantik namanya jadi language-nya 39:38 bahasanya apa yang digunakan kalau kita 39:40 pakai ada tiga komponen kalau pakai 39:42 pendekatan semantik berarti kita pakai 39:45 pendekatan bahasa pendekatan psikologi 39:47 pendekatan filsafat pada pendekatan 39:50 bahasa itu kita gunakan 39:52 etimologiitu ya dan 39:55 Eha Bagaimana leksiologinya Nah kita 39:59 tinggal lihat diiksi ketuhanan ee dengan 40:03 yang maha esa menjadi narasinya ketuhan 40:05 Yang Maha Esa ini ee apa ee e ininya 40:09 argumentasinya nah argumentasinya kalau 40:12 ini maknanya ketuhanan saja maka dia 40:15 diterima oleh semua agama Gitu Ee 40:20 terutama agama langit ya diterima oleh 40:24 semua agama langit ketuhanan 40:27 ini 40:28 eh terutama bagi yang agnostik pun 40:31 mereka tidak mengakui agama tapi 40:33 mengakui ada Tuhan maka kata ketuhanan 40:35 itu bisa diterima Oh itu mana tapi 40:38 begitu dikunci dengan yang mahaah Esa 40:41 kuasa yang maha esa di mana yang 40:44 pengertian Esa tadi sesungguhnya 40:46 bermuatan yang maha kuasa dan maha kuasa 40:48 itu adalah maha esa Ya Tuhan yang tauhid 40:51 yang tunggal itu maka sesungguhnya 40:53 konsepnya dalam cara pandang dalam 40:55 konstruksi ee bahasa seperti itu kita 40:58 cari dari posisi ee etimologi dan 41:01 aksiologi eh dia akan ketemu dengan rasa 41:05 bahasanya rasa bahasanya dalam 41:07 konstruksi ini adal berarti ya 41:09 psikologinya dia akan ketemu dengan 41:11 ketauhidan tadi Tuhan Yang Yang Maha 41:14 maha Esa Tuhan yang tunggal gitu Tuhan 41:18 yang tidak punya anak dan Tuhan tidak 41:19 beranak gitah ketemulah filsafatnya di 41:22 situ ketauhidatan di keilatan itu dalam 41:25 terjemahan gitu nah ini hanya ee kalau 41:29 pakai konstruksi kul hu Ahad gitu ya 41:33 maka dia jelas memberlakukan modal bahwa 41:37 kehidupan itu kehidupan yang tercermin 41:39 pada sila-sila selanjutnya yang berujung 41:41 pada keadilan ee Silah soal pri 41:45 kemanusiaan yang yang yang beradab gitu 41:47 soal pri kemanusiaan itu gitu ya lalu 41:49 kemudian juga soal musyawarah mufakatnya 41:51 soal persatuan Indonesia soal keadilan 41:53 sosialnya akan kelihatan di situ 41:55 runtunan dari ketuhanan Isa saya 41:58 menggunakan tesis misalnya katakan tesis 42:00 hazairin gitu ya Eh Profesor hazairin eh 42:03 di fui Bagaimana merelasikan sila 42:06 pertama itu punya punya tujuan untuk 42:09 tegaknya sila terakhir keadilan sosial 42:12 dan untuk bisa mencapai tegaknya itu 42:14 maka dijalankanlah sila kedua sila 42:16 ketiga sila keempat caranya begitu nah 42:19 ketika orang hanya bicara tentang 42:20 Ketuhanan Yang Maha Esa tapi tidak 42:22 berujung pada Ee tidak bertujuan untuk 42:25 menegakkan keadilan atau malah 42:27 melahirkan ketidakadilan dipastikan 42:29 butir 2 3 dan empatnya melenceng itu e 42:32 kajian itu sudah kajian sejak lama 42:33 begitu gitu jadi orang orang boleh 42:36 bicara tentang Ketuhanan maha esa tapi 42:38 ternyata eh yang muncul rasa di 42:41 masyarakat adalah ketidak bilang atau 42:43 muncul terasa dizalimi posisinya maka 42:46 dipastikan perasaan penzaliman itu 42:48 perasaan dizalimi kayak gitu yang 42:50 menimbulkan rasa ketidakadilan itu itu 42:52 dipastikan melanggar e sila kedua sila 42:55 ketiga sila keempat Nah kalau sudah 42:57 bicara pelanggaran terhadap sila kedua 42:59 sila ketiga sila EMP itu berarti visi 43:01 Indonesia tidak tercapai Indonesia yang 43:04 bebas merdeka berdaulat adil dan 43:06 makmur pulang Bebas Merdeka berdaulat 43:10 adil dan makmur tercapai kalau visi 43:12 tidak tercapai karena tidak adil dan 43:14 tidak Makmur maka misinya juga tidak 43:16 tercapai apa itu EMP itu analisis 43:18 berpikirnya begitu 43:24 gitu yak ini eh ya Eh Mungkin ada orang 43:28 yang sudah ngomong kayak gitu Tapi orang 43:30 tidak pernah berpikir bahwa sesungguhnya 43:32 betapa hebatnya para pendiri republik 43:34 ini membuat kata pembukaan 43:38 sehingga Pancasila itu dimuat dalam 43:40 Alinia 4 tapi dia bukan cuma sekedar 43:43 bicara misi tapi dia juga sudah 43:45 mengandung muatan Visi dan itu 43:47 dituangkan 43:48 dalam Alin du paragraf 2 gitu dan dari 43:53 sana sesungguhnya Ketuhanan yang mahaa 43:54 menjadi kata kunci atau arahan utama 43:58 untuk melaksanakan sila-sila selanjutnya 44:00 untuk dengan tujuan akhirnya adalah 44:02 keadilan sosial bagi seluruh rakyat 44:04 Indonesia maka ketika tidak terjadi 44:06 keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia 44:09 dipastikan penegakan ketuhanan Mahesa 44:12 salah sila kedua sila ketiga sila 44:14 keempatnya juga salah gu he begitu 44:16 penjelasan saya dan itu berarti visi 44:18 Indonesia tidak tidak berjalan dan itu 44:20 berarti visi keempat makin makin jauh 44:23 gitu dilaksanakan gituelihat 44:26 I luar biasa terakhir Bang itu kan 44:30 ditulis panjang sekali itu a iya panjang 44:32 saya ini terakhir karena momentum ini 44:34 kan eh apa nih du hari lagi ini kan Hari 44:37 Pahlawan Bang ketika politik identitas 44:40 menjadi sorotan dan negeri kita ini 44:43 merdeka karena identitas ee apa Eh 44:52 revolusiag tapi yang mau kita Ingatkan 44:54 adalah bagaimana Pak para syuhada itu di 44:57 antaranya Abdul Aziz dari Ampel yang 44:59 berhasil membunuh Malabi 45 tahun dan 45:04 itu kan pasukan perang yang yang 45:06 pemenang Perang Dunia Kedua gitu E ini 45:10 ini sebuah literasi Yang kadang-kadang 45:12 disimpelkan tapi ini adalah pondasi 45:15 bangsa kita mungkin bisa diingatkan 45:17 pendengar kita untuk memanaskan kembali 45:20 menghangatkan kembali para Suhada kita 45:23 yang tak ditanam di makam lawan ini 45:26 sebagian besar itu 45:28 silakan 10 November 45 itu adalah bukti 45:32 bahwa kekuatan keimanan bisa meluh 45:35 lantakkan 45:36 hm kekuatan persenjataan berbasis 45:39 militer 45:41 militer Saya ulang ya Saya ulang ini 45:43 penting sekali ini he kekuatan keimanan 45:46 itu ee menjadi sahih menjadi bukti 45:50 kekuatan yang dahsyat pada 10 November 45:53 45 itu kan ee bermula dari cerita bulan 45:59 ee September Oktober agar Indonesia 46:02 ee kembali lagi ke dalam pangkuan gitu 46:05 kemudian E itu ditolak sampai akhirnya 46:08 muncul serangan dan kemudian dilakukan 46:10 perlawanan maka munculah yang namanya 46:12 fatwa agar kita berjihad dan jihadnya 46:15 dengan Allahu Akbar dan itu kekuatan 46:17 keimanan itu dan persenjataan yang kita 46:20 ambil dari dengan meluluh lantakan 46:22 pasukan Sekutu itu mengakibatkan ee satu 46:24 kekuatan buhkan keyakinan luar biasa dan 46:27 kemudian kita menang wah salah satunya 46:29 Malabi terbunuh di situ gitu eh tetapi 46:32 jangan salah di situlah letak eh eh 46:35 Bagaimana eh siratun Nabawiyah pada 46:38 perang-perang yang dilakukan oleh 46:40 rasulah Karang diserang pada peristiwa 46:43 setelah yang namanya hijrah itu kan 46:45 Hampir rata-rata terjadi pada bulan 46:46 Ramadan I dan bulan Ramadan itu energi 46:50 naik sekian kali lipat nah pada cerita 46:53 10 46:54 november5 itu energi jinya naik sekian 46:56 kaliat karena basisnya keimanan n itu 46:59 bukti bahwa sesungguhnya kekuatan 47:00 keimanan bisa meluluh lantakkan gitu itu 47:02 yang pertama dan di situ setuju tidak 47:04 setuju sesungguhnya menimbulkan rasa 47:07 dendam pada Sekutu yang bermaksud 47:10 kembali menjajah Indonesia H itu 47:13 menimbulkan rasa dendam 47:15 I rasa dendam itulah yang kemudian 47:18 melahirkan aksi militer satu dan aksi 47:20 militer dua Nah kalau kita bicara 47:22 tentang 10 novembernya sendiri 47:23 sesungguhnya balik pada pertanyaannya 47:25 sekarang e karakter pahlawan apa yang 47:27 kita punya sekarang karakter pahlawan 47:30 mana yang Berusaha tetap menyatukan 47:32 Indonesia dalam dalam 47:34 merujukan dalam merujukan nilai semangat 47:36 dan kejuangan kemerdekaan Saya ulang 47:39 pahlawan apa yang kita punya sekarang 47:40 dalam merujukan nilai semangat dan 47:42 kejuangan kemerdekaan ada enggak 47:45 sekarang 47:46 ini bukan enggak ada negatif kalau 47:50 enggak ada nol ini negatif seperti saya 47:53 bilang ini e kita terjadi yang namanya 47:56 eh eh eh surplus politisi gitu ya Luar 48:01 biasa surplus politisinya lalu kemudian 48:04 kita e defisit negarawan Kanang 48:07 berkali-kali di di rasil dan itu bukti 48:09 tidak ada lagi pahlawan sesungguhnya 48:11 bagi tegaknya negeri ini merujuk pada 48:14 yang namanya eh Semangat nilai-nilai 48:17 kejuangan Kemerdekaan sehingga akhirnya 48:20 eh Suka tidak suka berhasil ditundukkan 48:24 oleh kekuatan modal yang saya bilang 48:26 kita kembali dalam penjara neoliberal 48:28 Suka tidak suka kita dalam posisi itu 48:30 dan akibatnya adalah kita tidak punya e 48:34 eh daya tawar terhadap negara-negara 48:38 yang melakukan penekanan terhadap kita 48:40 saya Saya baru saja berusaha bukan 48:43 berusaha baru saja membuka laporan 48:45 keuangan e Inalum dan laporan keuangan 48:49 prortmen Aduh sedih sedih saya bacanya 48:54 Betapa mudahnya orang asing itu mendikt 48:56 kita loh itu lagi-lagi saya buktikan 48:58 kekuatan Sei bahwa begitu Anda 49:00 menghadirkan modal asing begitu Anda 49:02 menghadirkan investasi asing maka 49:03 sesungguhnya sefan itu akan terjadi dan 49:05 itu dibuktikan dengan dua laporan 49:07 keuangan laporan keuangan Inalum dan 49:09 laporan keuangan e pret 49:12 mm apa artinya enggak ada kejuangan kok 49:14 mereka dipanggung tapi mereka tidak 49:16 punya kejuangan kejuangan mempertahankan 49:18 kedaulatan sumber daya alam Indonesia he 49:21 kejuangan Semangat kejuangan 49:22 mempertahankan itu tuh mana gitu Iya 49:25 kita kan sekarang perangnya sudah bukan 49:26 lagi perang model model 45 perang kita 49:29 sudah perang yang saya sebut sebagai 49:31 akumulatif 49:33 akumulatif power toumula War satu 49:36 kekuatan yang terakumulasi menjadi 49:37 sebuah perang yang terakumulasi dari 49:40 kekuatan yang paling konvensional sampai 49:42 dengan kekuatan yang 49:44 paling membuat teknologi maju dalam 49:47 teknologi maju Nah sekarang ini kita 49:49 bertanya menjadi Siapa yang melakukan 49:52 itu tolong maaf jika ada pendengar fil 49:55 jika ada pemirsa rasil TV yang yang bisa 49:58 mendapatkan satu contoh Siapa yang 50:00 sesungguhnya kita sebut sebagai pahlawan 50:01 sekarang Yang sungguh-sungguh menegakkan 50:04 Semangat kejuangan nilai-nilai 50:06 Kemerdekaan itu yang saya sebut tadi 50:08 Bagaimana relasi Pancasila dalam 50:10 hubungan dengan alinea 2 dan Alinia 4 50:12 sehingga harga diri kita tegak gitu dan 50:16 kepala kita berdiri tegak gitu ya untuk 50:18 menunjukkan bahwa kita punya harakat 50:19 martabat bangsa Indonesia yang kokoh 50:21 Masyaallah Siapa yang nunjukin itu gitu 50:23 ya Eh apalagi kalau saya baca National 50:26 defense strategic Of Us yang terbit 27 50:28 Oktober 2022 dan National security 50:30 strategic yang terbit pada tadi 12 50:32 Oktober saya makin makin kesulitan 50:35 mencari Siapa tokoh Indonesia yang 50:38 pahlawan itu yang mampu memahami bahwa 50:40 pertarungan antara Amerika dengan 50:43 aliansinya lalu Rusia Cina dengan 50:45 aliansinya itu kemudian menumbuhkan eh 50:49 keyakinan menumbuh kembangkan keyakinan 50:51 bagi Indonesia bahwa cara berpikir 50:53 Indonesia tentang posisi di di antara 50:55 negara-negara itu adalah benar Saya 50:57 enggak lihat itu gitu loh karena 50:59 jawabannya tetap pada kata pembukaan 51:00 Lang jadi cerita Konstitusi sekarang itu 51:03 tetap ada kata pembukaan dan itu adalah 51:05 wujud kejuangan bangsa Indonesia pada 10 51:07 November 45 itu masyaah itu yang saya 51:10 mau saya saya terus Serang kembali 51:12 bersemangat gitu ya karena pada 51:14 hakikatnya Oh iya ya Ee orang-orang ini 51:17 para pendahulu kita luar biasa daya 51:19 juangnya daya juang pemikiran Daya juang 51:22 ee badan Daya juang jiwa Daya juang 51:24 harta itu luar biasa ljang pemikiran 51:28 dibuktikan dengan kata pembukaan dengan 51:29 undang-undang 5 ituoh terbukti di situ 51:32 dan Islam punya sikap toleransi yang 51:34 luar biasa tadi seperti saya sebut di 51:35 dalamnya lalu kemudian Daya juang jiwa 51:38 Berapa orang yang mati begitu saja gitu 51:40 ya Sampai akhirnya Sudirman pun sebagai 51:43 panglima besar dia tetap berpuasa dan 51:45 tetap tidak memikirkan kepenting dan 51:47 tetap tidak meneggang salat di awal 51:49 waktu betul dengan sikap tidak mau k 51:52 kerja sama dengan Belanda biasa baik 51:55 menyinggir pedalaman daripada 51:57 haruskooperasi s kooperatifap dan tetap 51:59 menghormati Bung karnou lagi seperti itu 52:01 kan tetap menghormati jadi artinya 52:03 lagi-lagi kalau kita mau ngambilangan 52:05 semangat kejuangan kayak gitu gitu 52:06 muncul pertanyaan sekarang ini ini 52:08 rupanya kita sudah hanyut dan terjebak 52:10 dalam pendekatan pragmatis materialis 52:12 dan hanyut terjebak secara mendalamnya 52:15 pada pragmatis materialisnya itu tidak 52:17 sederhana sudah demikian mendalam saya 52:19 urut kemarin Aan Talib dalam 52:22 perundang-undangan saya dapatin itu 52:24 Subhanallah pantas aja H sistemnya sudah 52:28 sudah jauh menjerak sisimnya sudah jauh 52:30 menggulung kita untuk terperangkap ke 52:32 dalam terjebak begitu ya sabarar 52:34 terpenjara dalam S 50 menit sudah Bang 52:38 muncul musestinya seorang pahlawan yang 52:40 mengembalikan kata pembukaan dan batang 52:42 tubuh Undang batu 52:44 imy weh luar biasa waktu pula Bang kita 52:47 harus stop ini bincang kita gak kelar 52:49 kita nih Eh apa E session hari ini eh 52:54 akan ada session lagi tentu tentang 10 52:57 November ini Nah sebagai penuntut P 52:59 mudah-mudahan kita disadarkan amin bahwa 53:03 yang namanya pengorbanan 53:06 ee jiwa harta pemikiran Bi tegaknya 53:11 harkat martabat Satu Bangsa he itu 53:13 bukanlah pengorbanan yang biasa bukanlah 53:16 pengorbanan yang sia-sia nah tapi ee 53:19 mestinya sekarang di tengah kita mau 53:21 masuk 2024 kita tanya dulu apa yang 53:24 sesungguh nya yang kita mau 53:25 kontribusikan kepada bangsa ini He kalau 53:28 kita mau tetap masuk dalam siklus agenda 53:31 kenegaraan 5 tahunan maka siklus itu 53:33 mestinya kita isi dengan ee ee dengan 53:36 tekad semangat kita mengembalikan bangsa 53:39 ini pada jalur yang sebenarnya pada 53:41 warisan para pendiri republik ini dan 53:44 warisan para pendiri republik ini masih 53:46 ee eh dalam catatan yang e tersedia 53:50 dengan baik gitu ya kecuali catatan itu 53:52 Anda masukin dalam kotak Lati Walaupun 53:54 anda kemian menggunakannya pada sumpah 53:56 gitu pada sumpah jabatan Nah itu saya 53:59 kira peringatan kita masuk 10 November 54:01 ee 2022 wabillahi taufik wal hidayayah 54:04 asalamualaikum warahmatullahi 54:05 wabarakatuh Waalaikumsalam 54:07 warahmatullahi 54:16 wabarakatuh