Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Marhaban ya Ramadan. Beta Analonina 0:04 anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik 0:07 Indonesia menyampaikan selamat 0:10 menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 0:14 Hijriah kepada seluruh bersaudara kaum 0:17 muslimin yang berada di Provinsi Maluku. 0:19 Semoga Allah Subhanahu wa taala 0:21 senantiasa memberikan rahmat, taufik, 0:24 hidayahnya kepada kita semua dalam 0:27 menjalankan ibadah Ramadan tahun ini dan 0:30 kita semua diterima amal ibadahnya. 0:34 Selamat menjalankan puasa Ramadan. 0:37 Marhaban ya Ramadan. 0:49 Bismillahirrahmanirrahim. 0:51 Asalamualaikum warahmatullahi 0:53 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:54 rahimakumullah. Syukur alhamdulillah 0:57 kita dikaruniai kesempatan bersama-sama 1:00 di bulan Ramadan yang berlimpah berkah 1:02 ini yang mudah-mudahan menjadikan kita 1:06 sosok yang jauh lebih mampu 1:09 mengoptimalkan 1:11 kebersamaan di bulan Ramadan ini. Tidak 1:15 lupa tentu saja salam selawat kita 1:17 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 1:20 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 1:22 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 1:25 mendapatkan syafaat beliau sekaligus 1:28 dipertemukan dengan beliau di saat yang 1:31 sangat-sangat kita rindukan di yaumil 1:34 akhir. Ikhwan akhwat, untuk mengisi dan 1:38 melewati Ramadan yang penuh berkah ini, 1:41 bulan di mana kita harus menahan diri 1:44 bukan hanya dari lapar dan haus, tapi 1:47 dari hal-hal lain juga mulai dari subuh 1:50 sampai tenggelamnya matahari. 1:53 Mudah-mudahan mendapatkan kesempatan 1:55 untuk mencapai ketakwaan yang lebih 1:57 tinggi ya dan juga bisa meningkatkan 2:01 empati kita apalagi kalau bisa menghapus 2:03 dosa kita. Masyaallah. 2:06 Menjadikan kita lebih dekat dengan Allah 2:08 Subhanahu wa taala. 2:10 Ikhwan dan akhwat, kebersamaan kita kali 2:12 ini itu mudah-mudahan sekali lagi akan 2:17 membuat kita menjadi lebih terpersuasi 2:20 dan termotivasi menjalankan Ramadan. 2:24 Tapi sebelumnya kami informasikan bahwa 2:27 siaran ini juga di ee siarkan oleh Radio 2:31 Seila FM yang ada di Batam, Radio Latan 2:34 yang ada di Sukabumi, Radio Silaturahim 2:38 di Bondowoso, kemudian juga Radio Suara 2:41 Habibullah di Banyuwangi, Radio 2:44 Silaturahim di Biungan, Yogyakarta, 2:47 serta radio megafon yang ada di Aceh. 2:51 Ikhwan dan akhwat, 2:53 sahur bersama Rasil Kari ini 2:55 menghadirkan 2:57 Hajah Ana Latuonsina, 3:00 SH. SIKOM, seorang senator DPD Republik 3:04 Indonesia yang berkiprah selama beberapa 3:07 periode. Beliau adalah sosok yang sangat 3:10 peduli dan fokus pada kegiatan sosial 3:13 dan pemberdayaan perempuan, kesehatan 3:17 ibu, dan juga anak. itu semua terwujud 3:20 dengan aktivitasnya sebagai ketua pusat 3:23 pelayanan terpadu perempuan dan anak di 3:26 Provinsi Maluku. Kemudian juga pengurus 3:29 Kaukus Perempuan Parlemen. Beliau juga 3:32 Ketua Village Development Foundation eh 3:35 Provinsi Maluku, Wakil Ketua Kesatuan 3:38 Perempuan Partai Golkar dan masih banyak 3:42 lainnya. Dan saat ini merupakan periode 3:45 keempat hajiah Ana Latuina ada di DPD 3:50 RI. Ikhwan Ahmad di samping beliau aktif 3:53 di ranah politik, kepeduliannya pada 3:55 dunia pariwisata luar biasa. Tahu 3:58 enggak? Beliau membuka destinasi wisata 4:01 Ora Beach Resort di Seram. Ini Seramnya 4:05 Seram Utara deh kalau enggak salah ya. 4:07 ee kemudian menjadi fenomenal banget 4:10 populer secara internasional. Tahu 4:13 enggak sih? Ora Beach ini sempat loh 4:15 dikategorikan sebagai salah satu resort 4:18 pantai terindah bukan cuma di Indonesia 4:21 tapi di dunia. Masyaallah. Beliau sudah 4:24 hadir di sini. Kita sapa beliau. 4:26 Asalamualaikum warahmatullahi 4:28 wabarakatuh. 4:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:31 wabarakatuh. Terima kasih sekali atas 4:34 kesediaannya 4:35 hadir di sahur bersama Rasil di puasa 4:39 Ramadan yang berlimpah ke 4:43 utamaan ini. Ngomong-ngomong sehat Bu 4:45 Gar? Aman? 4:46 Insyaallah sehat alhamdulillah. 4:49 He mudah-mudahan ya 4:50 sehat ya. 4:52 Oh ya. Ngomong-ngomong pada waktu dulu 4:55 memilih em jurusan di kuliah itu sudah 4:59 terinspirasi sejak masih SMA atau ada 5:02 hal lain? 5:04 Ee kalau bicara tentang pendidikan, 5:07 mohon maaf saya awalnya 5:09 Heeh. 5:09 malah pengin jadi guru. 5:11 Oh. Tapi jadi kepeleset ke tempat lain. 5:13 Kepeset tempat lain. Saya berkeinginan 5:16 jadi guru. Saya masuk ee IKIP ya. saya 5:20 masuk IG. Ee kemudian ee saya memilih 5:26 untuk jurusan ee pendidikan. 5:29 Tapi kemudian karena baru kuliah pada 5:32 saat itu ya tahun 0-an itu baru apa ya 5:35 baru dua eh kita baru ee 5:41 tidak apa namanya tidak seperti sekarang 5:43 maksudnya dengan apa dengan ee sistem 5:46 semester kita kan ke tingkat ya. Iya. 5:48 Jadi saya baru tingkat du 5:51 ee menikah. Jadi menikah cukup muda. 5:54 Oh, belum selesai kuliah pokoknya. 5:55 Belum selesai kuliah saya menikah. 5:58 Alhamdulillah dengan komitmen suami saya 6:00 mengatakan ee walaupun sudah menikah 6:03 kamu boleh kuliah, boleh berkarir. 6:05 Saya bersyukur karena memang sejak SMA 6:08 saya juga sangat aktif berorganisasi. 6:10 Alhamdulillah setelah punya anak 4 l 6:14 baru saya kuliah. Saya ambil Fakultas 6:16 Hukum. Oh, ganti tapi ya enggak ngerusin 6:19 lagi ambil Fakultas Hukum kemudian 6:21 dengan apa hukum perdata dengan catatan 6:25 mungkin saya bisa membuka low firm untuk 6:29 ee apa me ee dampingi 6:33 perempuan-perempuan dengan kasus 6:34 kekerasan perceraian dan sebagainya. 6:37 Kemudian saya merasa, "Wah, kayaknya 6:39 saya juga perlu mempelajari ilmu 6:41 komunikasi nih." Jadi saya ambil lagi S1 6:44 di komunikasi ya. itu komunikasi. 6:47 Iya. 6:48 Terus bisa terjun ke dunia politik 6:51 mungkin ya kalau dengar-dengar sih ee 6:53 karena ada juga peran ayah dan bunda 6:56 Iya. 6:58 yang juga aktif di dunia politik. Terus 7:02 abang atau ee yang mencuri hatimu itu 7:05 juga sama? 7:06 Iya. Jadi memang saya berasal dari 7:08 keluarga yang ee birokrat 7:11 dan ibu saya seorang ee kalau sekarang 7:14 kita bilang aktivis ya. Beliau dulu 7:16 sangat pemerhati masalah-masalah sosial 7:19 perempuan dan anak juga. Jadi sangat 7:21 mempengaruhi ee saya, memotivasi saya 7:24 dan juga menjadi apa ya ee idola saya. 7:28 Wah, saya pengin jadi ke ibu saya bisa 7:30 ngurusin orang sakit kusta, bisa orang 7:32 ngurusin orang sakit paru-paru dan orang 7:35 yang ayan yang tidak mampu. Itu buat 7:37 saya pada saat itu kayaknya keren banget 7:39 waktu saya masih kecil. He. 7:41 Jadi kemudian dapat suami juga seorang 7:44 birokrat yang kemudian pada zaman Orde 7:46 Baru tentunya ada jalur B, jalur B ya, 7:50 ada jalur A, jalur B, jalur G di di 7:53 sistem ee parlemen kita di kepian. 7:57 Kemudian terjun ke politik 7:59 suami saya. Jadi ee kita sering sekali 8:03 berdiskusi berbagai hal masalah-masalah 8:06 ee keadaan sosial di Maluku maupun 8:09 Indonesia. samalah sampai ke ee 8:13 apa ee global gitu. Suami saya sering 8:15 kita juga berdiskusi di situ saya mulai 8:17 terpikirkan menarik juga gitu ya. 8:20 Alhamdulillah setelah suami saya tidak 8:22 lagi dunia politik, saya pikir saya 8:25 harus melanjutkan apalagi 8:28 di era reformasi ee di kita kan sudah 8:31 empat kali amandemen Undang-Undang Dasar 8:33 kita 8:34 dan di amandemen yang keempat tahun 2002 8:38 ada lahir satu lembaga baru yang 8:41 mewarnai dua kamar atau ee ee dua kamar 8:45 di keparlemen ee kita yaitu DPR dan DPD. 8:49 He. 8:49 Saya memilih jalur DPD yaitu non partai. 8:52 Jadi sebelumnya saya juga sangat aktif 8:54 di Partai Golkar dengan berbagai 8:56 kegiatan maupun jabatan saya di tingkat 8:59 ee provinsi maupun pusat saya tinggalkan 9:02 karena memang harus meninggalkan ee 9:05 semua jabatan di partai politik untuk 9:07 terjun ke DPD. Walaupun DPD sendiri 9:10 adalah ranah politik tapi murni 9:13 mencerminkan kepentingan daerah. Jadi 9:15 tidak 9:16 bukan partai, tapi daerah. Masyaallah. 9:18 Jadi saya akhirnya mengambil jalur Dewan 9:20 Perwakilan Daerah Republik Indonesia. 9:23 Alhamdulillah 2009 sampai dengan saat 9:27 ini saya masih 9:28 masih. Masyaallah. 9:30 Alhamdulillah. 9:31 Alhamdulillah. Jadi, ikhwan akhwat, 9:33 betapa besar peran seorang ibu terhadap 9:37 Ibu Ana ini terkait dengan aktivitasnya 9:40 baik di organisasi ataupun di 9:42 kepeduliannya pada perempuan dan 9:45 anak-anak ya. Terus tadi di informasi 9:48 yang kami dapat kan di dunia pariwisata 9:51 juga bergerak luar biasa terkait dengan 9:53 oraabit study itu. Bisa cerita? 9:55 Iya. Iya. Jadi memang sejak ee saya 9:59 masih muda sampai menikah saya bergelu 10:02 di berbagai organisasi. 10:03 Nah, salah satu kegiatan yang saya 10:05 senangi yaitu traveling keliling 10:08 daerah-daerah terutama Maluku. 10:10 Wow. ee Maluku ini punya 1342 pulau 10:14 dan 10:15 13 10:15 1342 pulau besar dan kecil 10:19 dan banyak sekali daerah-daerah yang 10:21 indah, tidak terjamah. Kebetulan saya 10:24 keliling Maluku di bulan Ramadan juga 10:27 melakukan kegiatan bukan bersama bersama 10:30 masyarakat, kegiatan sosial ee 10:32 pengobatan massal. He 10:34 di situ saya melihat ada satu tempat 10:36 yang tertutup sebenarnya tersembunyi. 10:39 Tersembunyi dalam arti pantainya enggak 10:41 kelihatan. Lebih banyak di apa namanya? 10:44 Ditutupi dengan pohon-pohonan gitu. 10:46 Enggak kelihatan pantainya. Tapi di atas 10:48 pantai itu gunungnya sangat indah sekali 10:50 gitu. Nah, saya berpikir 10:52 wah ini kayaknya kalau dipisah di apa 10:55 dibersihkan sedikit pantainya kelihatan 10:58 indah sekali. Karena view di sekitar 11:00 pantai itu sangat indah. Kalau biasanya 11:02 kita lihat kayak di Maldiv. pantai ya 11:05 pantai saja 11:06 tapi kita sangat sempurna saya pikir 11:08 di belakang ada hutan, ada gunung di 11:12 depan ada gunung di depan karang lautnya 11:14 indah sekali 11:16 nah itu yang membuat saya langsung 11:18 bersama-sama dengan masyarakat setempat 11:20 ayo kita kembangkan tempat ini menjadi 11:23 satu tempat yang insyaallah 11:24 mudah-mudahan menjadi berkah buat semua 11:26 orang yang ada di sekitar situ. Dan 11:28 alhamdulillah saat ini sudah tumbuh ee 11:31 banyak tempat-tempat lain selain Ora 11:33 Beach Resort dan juga 11:35 ee tumbuh UMKM ee di sana 11:39 ya. Alhamdulillah ya. 11:41 Jadi 11:43 membuat sesuatu yang kelihatannya enggak 11:45 ada apa-apanya terus menjadi bagian yang 11:47 juga secara internasional dianggap ada 11:51 dan keren itu luar biasa banget. 11:52 Iya. Emm, ngomong-ngomong Bu Ana sebagai 11:56 sosok yang sangat peduli dengan ee 12:00 kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan 12:04 dan juga kesehatan ibu dan anak. 12:07 Iya. anak-anak sekarang ini yang 12:09 merupakan generasi penerus bangsa ini 12:12 kayaknya perlu deh diperkuat bagaimana 12:15 perempuan secara strategis ini bisa 12:18 memperkuat generasi muda kita di 12:20 berbagai bidang kehidupan sebagai sosok 12:23 yang luar biasa tentu bisa dong 12:24 menginspirasi kita. 12:26 Iya. Ee saya pikir peran perempuan dari 12:31 zaman dunia ini mulai ada sampai dengan 12:34 nanti itu sangat penting. 12:36 Sangat penting. Apalagi di era seperti 12:39 saat ini 12:40 di mana kemajuan teknologi begini pesat, 12:43 tantangan semakin banyak, peran 12:45 perempuan sangat besar. Saya selalu 12:47 bilang apa yang dilakukan laki-laki 12:49 semua perempuan bisa lakukan. 12:51 He. 12:52 Tapi ada peran perempuan yang laki-laki 12:54 enggak bisa lakukan. 12:55 Iya, betul. hamil melahirkan itu enggak 12:57 bisa. 12:57 Hamil melahirkan menyusui mereka enggak 13:00 bisa. Itulah Allah memperkuat perempuan 13:03 untuk menjadi ee kuat dan juga mempunyai 13:06 keistimewaan yang khusus. Sehingga ee 13:09 menurut saya perempuan mempunyai peran 13:12 di dalam membentuk generasi 13:15 bangsa, generasi Islam yang tentunya 13:20 diharapkan sebagaimana oleh agama kita. 13:23 Semua ibu. Saya pikir begitu melahirkan 13:26 cinta pertama dia adalah cinta pada 13:28 anaknya. Seorang ibu pada anaknya. 13:30 Bahkan melebihi kepada pasangan. 13:31 Melebihi kepada pasangan. Saat itu kita 13:34 merasakan bahagia sekali. 13:36 Nah, tentunya 13:38 kita juga mempunyai cita-cita bagaimana 13:40 cara kita bisa mendidik anak, 13:42 membesarkan anak. 13:44 Saya melihat banyak sekali kita 13:46 ee setelah menjadi ibu ya kita jalanin 13:49 aja apa yang ada gitu. kita tidak pernah 13:52 mempersiapkan diri kita ataupun 13:54 merencanakan mplanning saya harus 13:57 mendidik anak saya dari umur sekian 13:59 sampai umur sekian nih seperti apa. 14:02 Nah, sekarang kan terbuka informasi 14:04 untuk mempelajari itu. 14:05 Jadi saya pikir seorang ibu itu harus 14:08 pintar, 14:09 harus pintar 14:11 untuk bisa bagaimana 14:13 membesarkan anaknya menjadi anak-anak 14:16 yang berkualitas. kualitas di sini, 14:18 kualitas imannya, kualitas kesehatannya, 14:22 kualitas pendidikannya. Di situlah 14:24 kemudian kita bisa ukur apakah seorang 14:27 ibu berhasil mendidik anaknya, 14:30 mempersiapkan seorang manusia itu saya 14:32 pikir itu satu tugas yang sangat mulia 14:35 dan bukan tugas ibu sendiri tentunya 14:37 dengan pasangannya. Bagaimana ibu bisa 14:39 membesarkan anak dengan baik kalau dia 14:42 tidak mendapatkan support kasih sayang 14:44 juga dari suaminya. Iya. 14:46 Nah, Mbak Ning tahu ini saat ini 14:49 kekerasan terhadap perempuan itu luar 14:51 biasa, 14:53 sangat banyak sekali. Nah, bagaimana 14:55 perempuan bisa ee membesarkan anaknya 14:58 dalam lingkungan keluarga yang dalam 15:00 keadaan happy. Kalau perempuan dalam 15:02 keadaan stres, tentunya anak-anak juga 15:04 akan terpengaruh. He. 15:05 Jadi kalau perempuan itu dalam tanda 15:08 kutip menjadi ee beban untuk dia dalam 15:13 segi perasaan maupun ee apa yang dia 15:16 lakukan terpengaruh semua dalam rumah 15:18 itu bukan cuma suaminya tapi 15:20 anak-anaknya. Jadi support pendamping 15:22 itu sangat penting. Jadi tapi dengan 15:24 adanya kekerasan terhadap perempuan yang 15:27 cukup besar ini sangat memprihatinkan. 15:30 Tapi dengan adanya beberapa regulasi 15:33 yang telah kita hasilkan di parlemen 15:35 tentunya mudah-mudahan ini akan ee 15:38 mengurangi ataupun ada efek jera 15:42 Undang-Undang Perlindungan Anak, 15:44 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan 15:46 Dalam rumah tangga, Undang-Undang 15:48 tentang ee tindak pidana kekerasan 15:52 seksual, kemudian KUHP yang baru yang 15:55 juga menindak ee 15:57 apa ee perselingkuhan dan sebagainya. 15:59 Ya, saya pikir ini menolong perempuan. 16:01 I 16:02 alhamdulillah ada perundang-undangan itu 16:04 ya. Jadi memudahkan alhamdulillah ini 16:06 salah satu cara negara memprotect 16:08 perempuan ya. 16:10 Iya. Iya. Masyaallah. Ngomong-ngomong 16:13 karena dari apa yang Bu Ana lakukan itu 16:17 kan perempuan punya potensi ya 16:20 untuk berkontribusi di dalam membangun 16:23 kemandirian ekonomi 16:25 untuk memperkuat dakwah juga serta 16:28 meningkatkan kepedulian sosial. 16:31 Bagaimana nih mengoptimalkan 16:33 perempuan di dalam ee bidang 16:35 perekonomian dan juga 16:37 ee pengembangan agama tadi? 16:39 Iya. Eh, saya sering bilang ke ibu-ibu 16:42 di desa-desa terutama 16:44 karena kalau kita lihat di pasar-pasar 16:46 kayak pasar di Maluku misalnya, mungkin 16:48 pasar di Jawa, di Sumatera, di mana pun 16:50 Indonesia itu yang berperan paling 16:53 banyak di bawah di Grestro itu perempuan 16:55 justru ya, 16:56 justru perempuan yang jual sayur, jual 16:58 Makluku malah jual ikan. Ikan gede-gede 17:00 mereka bisa potong perempuan itu dan 17:03 sampai jualan makanan jadi dan 17:04 sebagainya itu perempuan. Saya selalu 17:06 bilang perempuan bukan pencari nafkah 17:09 tambahan. 17:10 Justru utama 17:10 perempuan pencari nafkah utama. Nah, 17:13 bagaimana kita harus men-support 17:15 perempuan untuk dapat lebih meningkatkan 17:20 kapasitas dia dalam segi akses 17:23 permodalan maupun peningkatan kapasitas 17:26 dalam dia berusaha. ini sangat penting. 17:28 Nah, pemerintah melalui berbagai 17:30 kementerian berusaha untuk itu. Kita 17:34 mengawal sebenarnya mengawal bahwa 17:36 perempuan harus mendapatkan akses 17:38 permodalan dengan baik. Kemudian juga ya 17:40 tadi yang saya katakan meningkatkan 17:42 kualitas ee skill dia di dalam dia 17:46 berusaha. Karena biasanya ibu-ibu itu 17:48 kalau dapat uang, kalau anaknya sudah 17:51 minta uang 17:52 kasih semua ataupun dikasih aja begitu 17:55 tanpa planning. Nah, kita pun memberikan 17:57 edukasi tentang bagaimana 18:00 keuangan dia agar bisa tidak mencari 18:03 uang hari ini, habis hari ini. Tapi 18:05 kenyataannya demikian di lapangan. 18:07 Uang masuk hari ini ya buat makan hari 18:09 ini. Mereka enggak punya 18:11 planning ataupun simpanan-simpanan yang 18:13 memang karena pendapatannya kecil 18:16 ataupun karena tidak mengetahui 18:18 bagaimana cara memanage keuangan itu. 18:20 I. 18:20 Iya, Ibu Ana. 18:23 dari gambaran bahwa peran ibu juga peran 18:29 ayah di dalam ee langkah-langkah ke 18:31 depan perjalanan sampai sekarang ini kan 18:34 Ramadan nih. 18:34 Iya. 18:35 Dulu puasa tuh beneran puasa sampai sore 18:37 hari itu mulai umur berapa? 18:39 Oh, saya mulai puasa pertama kali saya 18:41 ingat tuh saya umur 5 tahun. 18:43 Sudah puasa 5 tahun? 18:44 Iya. Saya saya nangis saya bilang ee 18:47 kenapa orang semua ee baru makan sore? 18:51 He. 18:51 Kalau saya makan sendirian ee pagi waktu 18:54 itu kita waktu saya umur 5 tahun saya 18:56 baru punya adik tiga. Kita bersaudara 18:57 tujuh 18:58 dan saya iri gitu kenapa makan terus 19:02 makanan banyak sekali. Ibu saya bilang 19:03 boleh kita ayo makan enggak apa-apa. 19:05 Tapi terus saya bilang saya coba. Saya 19:07 coba setengah hari dan adaakanya jam 12 19:10 ibu saya bilang buka puasa. Ini jam buat 19:13 buka kamu buka puasa buat buka puasa 19:16 anak umur 5 tahun jam segini boleh. He. 19:19 Tapi setelah 6 tahun, 7 tahun saya sudah 19:21 full puasa. 19:22 Puasa sampai 19:24 sampai 19:24 jadi masuk sekolah dasar tuh sudah puasa 19:26 penuh ya, 19:26 sampai magrib. Alhamdulillah anak-anak 19:28 maupun cucu-cucu saya juga begitu. 19:29 Sekarang masih SD kelas 1 TK sudah full 19:33 puasanya. 19:34 Sudah full puasa. Mungkin juga karena 19:36 anak-anak dengan gizi yang baik ya apa 19:39 kuat untuk berpuasa. 19:41 Iya. 19:42 Ee ikhwan akhwat mendengar ini 19:45 kepedulian pada rumah kita. Siapa yang 19:48 puasa dan enggak ada informasi yang aku 19:52 terima nih. Katanya tuh cucunya Ibu Ana 19:55 tuh semuanya sudah hafiz. Cerita dong 19:56 gimana ceritanya bisa seperti itu. Ee 19:59 saya terus terang saya juga ee tidak 20:03 bukan hafiz dan saya juga tidak terlalu 20:05 pintar atau lancar sekali baca Quran. 20:08 Saya bermimpi atau saya menginginkan 20:10 anak-anak saya harus lebih bisa dari 20:12 saya. Alhamdulillah anak-anak saya saya 20:14 panggilkan guru ngaji di rumah, saya 20:16 panggilkan ustaz di rumah. Kemudian 20:18 cucu-cucu saya juga alhamdulillah 20:20 anak-anak semuanya menyekolahkan 20:23 anak-anaknya sekolah Islam yang mereka 20:26 pilih dengan ee metode tahfiz sehingga 20:29 anak-anak itu hafal Quran. Jadi saya 20:31 punya 17 cucu, Ibu dan dua yang sudah 20:35 dua sudah ee S1. 20:37 Sudah S1 dan yang cucu-cucu yang 20:39 kecil-kecil semuanya saat ini lagi 20:42 berlomba-lomba. Siapa yang bisa hafal 1 20:45 juz? Nenek kasih R juta. 20:47 Masyaallah. Jadi dipersuasin. Memang sih 20:51 semua anak pasti kalau dengan hadiah 20:52 lain ya. 20:53 Walaupun mereka enggak pernah tanya, 20:54 "Mana duitnya nih? Aku sudahudah 5 juz, 20:56 aku sudahud 6 juz." Mana duitnya? Mereka 20:58 enggak pernanya nanya. Tapi saya bilang, 21:00 "Nenek akan simpan ini mungkin buat 21:02 keperluan kalian yang akan datang." Mas 21:04 saya sangat bersyukur dan anak-anak 21:07 semua menyok anak-anaknya di 21:09 sekolah-sekolah yang memang ee 21:11 mementingkan agama dan mereka mengatakan 21:14 bahwa ee agama lebih ee utama untuk 21:18 waktu-waktu yang akan datang ini ya. 21:20 Kita mempunyai tantangan yang paling 21:21 besar. Banyak sekali orang dengan apa 21:24 gangguan jiwa dan sebagainya ya. Itu 21:27 memerlukan fondasi agama yang kuat dan 21:29 tantangan ke depan bagi anak-anak kita 21:31 ini sangat besar. Semakin banyak manusia 21:34 ya tumbuh setiap hari, lahir setiap 21:36 hari, lahan berkurang, tidak banyak, 21:39 lapangan pekerjaan semakin kecil. Kita 21:41 harus berani ataupun mampu menciptakan 21:44 lapangan pekerjaan sendiri. Nah, ini 21:46 semua tentunya didasari dengan ee 21:50 keimanan dan ketakwaan agama kita ee 21:53 tentunya masing-masing anak-anak. Jadi, 21:56 bekal agama menurut saya 21:58 lebih utama 21:59 utama. Masyaallah. 22:00 Agama untuk anak-anak lebih utama. 22:02 Setelah itu insyaallah kalau dengan 22:05 beragama pasti beradab. Ilmu tanpa adab 22:08 enggak ada artinya. Dan mereka pun biar 22:11 berilmu tapi kalau tidak punya adab dan 22:13 akhlak yang baik saya yakin dia enggak 22:15 akan kerja lama di satu tempat. 22:17 Tapi kalau dia berakhlak dan beradab 22:19 baik, insyaallah 22:21 dia akan Allah buka jalan untuk rezeki 22:24 masing-masing. Orang sudah disediakan 22:26 insyaallah. Ya. 22:27 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, 22:30 kepedulian kita bagaimana dengan tumbuh 22:32 kembang anak-anak itu memang enggak bisa 22:34 dinafikan. Ibu, ayah punya peran ee di 22:38 atas 99% kali ya terhadap tumbuhnya buah 22:42 hati kita. Betul. Ibu dan ayah punya 22:45 peran sangat besar. Mungkin lingkungan 22:47 juga berperan tapi contoh yang diberikan 22:50 oleh orang tua itu lebih penting. Kita 22:52 suruh I 22:53 Iya. Itu sangat penting. Kita bilang, 22:55 "Ayo salat." Tapi kita sendiri enggak 22:57 salat. Kita bilang, "Ayo puasa." Tapi 22:59 anak-anak lihat kita orang tua lagi 23:01 makan. 23:02 Kita bilang, "Jangan bicara kasar, tapi 23:04 kita memakai. 23:05 Bentakbentak. 23:06 Jadi saya pikir ee yang paling terbaik 23:10 adalah memberikan contoh. Memberikan 23:12 contoh kepada anak-anak 23:15 ee ataupun orang-orang di sekitar kita. 23:18 Itu paling penting. Contoh paling 23:20 penting bagi orang tua apa yang kita 23:23 lakukan itulah yang dilakukan oleh 23:24 anak-anak kita. Jadi contoh paling 23:26 penting 23:28 ya. 23:28 Iya. 23:30 Zaman sudah berubah begitu cepat ya. 23:33 Sementara nilai-nilai spiritual dan 23:36 moral bagi anak-anak enggak boleh 23:38 berkurang satu titik pun ya. Karena 23:41 itulah yang akan mewujudkan Indonesia 23:43 kita jadi jauh lebih bercahaya. Apa yang 23:46 sudah Ibu Ana lakukan terhadap keluarga 23:48 itu gampang enggak sih ya kita 23:50 ngikutinnya? karena 23:52 bisa 23:53 ee dukungan dari ee buah hati pasti 23:57 mendapatkan dukungan dari belahan jiwa 23:59 juga kan ya. 24:00 Ah, suami saya sangat mendukung dan dia 24:03 sang karena kita menikah sudah 50 tahun 24:05 lebih ya 24:06 jadi sampai sudah segini aja nih selalu 24:08 kalau kita saya baru begini dia sudah 24:10 tahu saya maunya apa. Jadi sangat 24:12 mendukung sekali jadi dia selalu bilang 24:15 ini ada acara apa lagi? Saya mau begini. 24:16 Oh ya, insyaallah mudah-mudahan. 24:18 Bismillah jalanin. Jadi dia sangat 24:20 mendukung Mbak Ning. Saya bersyukur 24:22 sekali mendapat ee pendamping yang 24:25 sangat mendukung semua aktivitas saya. 24:27 Bukan saja mendukung, tapi banyak sekali 24:30 memberikan masukan dan saran dalam saya 24:32 mencetuskan berbagai ide maupun hal-hal 24:35 yang saya lakukan di tengah-tengah 24:36 masyarakat. 24:37 Itu yang paling penting menurut saya. 24:39 Dan intinya kalau di dalam rumah tangga 24:41 itu istri akan kreatif, istri akan bisa 24:46 apa ya bisa berbuat banyak kalau dia 24:48 didukung oleh suaminya ya. Jadi kalau 24:52 dia tidak didukung dengan dan 24:53 alhamdulillah ini suami saya tuh makan 24:57 apa aja terserah disediain dimakan. Jadi 24:59 enggak ada enggak harus saya harus bikin 25:02 teh, saya harus bikin ABC pagi saya 25:04 harus ngurus makannya apanya saya 25:06 urusin. Tapi ada kalanya dia juga dia 25:08 yang bikinin teh buat saya boleh juga 25:10 saya juga bisa bikinin. Jadi tidak 25:12 terlalu 25:13 kaku kita apa aja yang bisa saya 25:15 kerjakan, dia kerjakan, kita kerjakan. 25:18 Jadi, wahai para ikhwan, para suami, 25:20 please deh. Apa yang barusan kita dengar 25:23 tuh kayaknya mempersuasi kita juga kan. 25:26 Apalagi kalau ngomong-ngomong ee terkait 25:29 dengan diskusi ya, apa-apa dibahas ya. 25:32 Iya, betul. Saya selalu bahas. Enggak 25:34 ada tersembunyi di antara kita. Apapun 25:37 yang saya rasakan apakah itu jelek, 25:39 baik, marah, saya sampaikan. 25:42 Pasti saya sampaikan. Dan alhamdulillah 25:44 saya punya 1000 telinga di rumah ini. 25:47 1000 telinga saya bilang. Karena apapun 25:49 yang saya omongin suami saya dengerin 25:51 dan dia selalu punya jawaban-jawaban 25:53 yang kalau dia tahu yang saya bicarakan 25:55 ini bikin saya 25:56 bisa marah atau kesal, dia bikin saya 25:58 ketawa dulu gitu. Jadi itu yang membuat 26:00 saya bersyukur sekali bahwa ee saya 26:03 punya telinga yang begitu banyak di 26:06 rumah ini dari satu orang ya itu suami 26:08 saya 26:09 yang kalau saya bicara apapun apakah itu 26:12 sesuatu yang menyakitkan yang saya 26:14 dapatkan saya ceritakan semua dan dia 26:16 selalu memberikan pencerahan buat saya. 26:18 Nah, itu mungkin yang buat saya ee 26:21 semakin merasa mantap untuk keluar 26:24 melangkah dan juga datangi masyarakat 26:27 sampai ke pelosok-pelosok untuk 26:29 bagaimana kita berbagi tips ee 26:32 di dalam rumah tangga maupun bagaimana 26:35 kita membesarkan anak kita dengan penuh 26:37 kasih sayang. Hal-hal yang sangat 26:39 sederhana kita bicarakan. Contoh saja 26:42 anak-anak kita kalau sudah gede-gede 26:45 mana mau dia kita peluk enggak mau. Tapi 26:48 ternyata pelukan itu kan sesuatu yang 26:51 apa ya 26:51 nilainya enggak terhitung sih 26:53 sebetulnya. 26:53 Iya enggak bisa dibi dengan duit dan itu 26:55 katanya keluar aura-aura positif kita. 26:57 Jadi sesuatu yang tadinya rasanya 27:00 ee terhambat di dalam diri kita itu 27:02 keluar semua. Sekarang ini kan banyak 27:04 sekali orang stres dengan orang bunuh 27:06 diri dengar orang sakit jiwa dan 27:09 sebagainya. 27:10 Tapi sebenarnya itu perhatian. Perhatian 27:13 antar sesama kita di dalam keluarga 27:14 maupun teman dan lain-lain. Banyak yang 27:17 bilang begini, "Kita punya 1000 teman 27:20 yang selalu kita hubungi, tapi kita 27:22 tidak punya teman yang ee punya satu 27:25 teman yang punya telinga yang setia 27:26 katanya gitu." 27:28 Jadi kita mungkin tiap hari dengan 27:29 handphone ya ngechat semua orang di grup 27:31 dan sebagainya. Satu hari kita bisa 27:33 berhubungan komunikasi dengan 100 orang 27:36 mungkin malah lebih karena banyak orang 27:38 yang menonton kita. Iya. 27:39 Tapi adakah satu atau lima ya L atau 10 27:43 atau satu deh orang yang betul-betul 27:46 bisa mendengarkan dan memberikan sesuatu 27:48 kepada kita dengan catatan ee 27:52 betul-betul ikhlas tulus menyampaikan 27:55 kepada kita bahwa sebenarnya Anda tuh 27:57 begini loh. Sehingga kita bisa bercermin 28:00 bahwa oh ternyata kita punya 28:02 kelemahan. Kita harus berevaluasi, 28:05 kita harus mengintrospeksi. Kita butuh 28:07 orang-orang seperti itu di zaman saat 28:09 ini. 28:10 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat, benda 28:12 berukuran 5* 10 cm ini yang membuat kita 28:16 merasa punya ribuan teman belum tentu 28:19 efeknya seperti yang kita harapkan. Yang 28:21 jelas di zaman yang serba cepat ini 28:24 kecanggihan teknologi dan derasnya arus 28:28 informasi itu bisa saja punya pengaruh 28:31 yang luar biasa. Iya. 28:33 Ee hampir bisa memporakandakan 28:36 keluarga kita juga, anak-anak kita. Kita 28:38 juga. 28:39 Heeh. Nah, 28:41 kita harusnya ngapain nih terkait dengan 28:44 kondisi dunia yang seperti sekarang ini? 28:47 Bisa apa nih kita? Karena kebanyakan 28:50 ibu-ibu sekarang anaknya ngapain 28:52 sedikit? Pegang HP biar diam. 28:53 Y. Nah, itu yang paling itu yang paling 28:57 gampang memudahkan ibu-ibu untuk 28:59 menenangkan anak dan ibu-ibu juga bisa 29:01 bebas 29:01 ngapa-ngapain 29:02 ngapa-ngapain gitu kan. Nah, itu yang 29:04 paling saya katakan tadi contoh N contoh 29:06 contoh kita. Jadi kalau kita mau larang 29:09 anak tidak pegang HP kita juga harus 29:10 konsekuen benar. Jadi 29:12 kita pegang terus tapi kita ngelarang 29:13 terus kita tapi kita ngelarang. Jadi 29:16 sebenarnya ee dengan kecanggihan 29:19 teknologi ini sesuatu yang sangat 29:20 menguntungkan kita, tapi juga akan 29:22 sangat merugikan malah membahayakan 29:26 pribadi maupun keluarga kita. Karena di 29:28 benda sekecil ini di genggaman tangan 29:31 kita ini informasi banyak sekali. Nah, 29:34 bagaimana kita mensortir informasi itu 29:37 kan memerlukan 29:38 ee keahlian 29:40 iya 29:40 dan juga ee komitmen kita, istikamah 29:43 kita. He. 29:44 Apa sih yang kita mau dapatkan dari 29:46 benda kecil ini? Sesuatu yang positif 29:48 atau negatif? Saya selalu katakan pada 29:50 anak-anak, kalau kita biasakan diri kita 29:54 dengan handphone dari pagi sampai malam, 29:57 apalagi di bulan Ramadan ini, 30:00 ini kan godaan nih. 30:01 Apa? Begitu buka sekali kita buka 30:03 sesuatu yang tidak kita inginkan Iya. 30:06 Tidak kita inginkan. Tapi begitu menarik 30:07 dia datang terus 30:08 kan. Dia datang terus terpancing kita 30:10 seperti sudah terdeteksi gitu. Nah, ini 30:13 yang sangat bahaya. Nah, kita orang tua 30:15 bisa bisa menghindari tapi anak-anak dan 30:20 pornografi ya tantangan tentang ee 30:24 berbagai hal ee cinta sejenis dan 30:26 sebagainya ini hal-hal yang sangat 30:29 mempengaruhi kehidupan anak-anak. Nah, 30:31 kalau saya diminta tip saya pikir 30:34 jangan anak masih bayi dikasih 30:36 handphone. Alhamdulillah cucu-cucu saya 30:38 kebetulan boleh nonton Lenton lewat TV. 30:42 Hm. Jangan lewat HP, 30:43 lewat HP. Tapi mereka juga dikasih HP 30:46 tapi ada jam-jam tertentu dikasih. 30:49 Nah, 30:50 saya pikir ada ide dari bangsa ee bangsa 30:54 dan negara di manaun termasuk di Amerika 30:58 untuk membatasi 31:00 ya ee situs-situs yang untuk anak-anak. 31:04 Nah, Indonesia juga berencana untuk 31:06 demikian. Kita berharap demikian karena 31:08 susah untuk membendung. kita mungkin 31:10 jaga anak-anak kita, tapi ada begitu 31:11 banyak anak di luar yang tidak bisa di 31:15 apa ya 31:16 kendalikan dalam men 31:17 dikendalikan oleh orang tuanya 31:20 nular deh 31:20 nular ke mana-mana dan saya selalu 31:22 mengatakan pada ee anak-anak maupun 31:25 cucu-cucu saya, saya bilang, "Pilih 31:27 teman yang memang menguntungkan kamu 31:30 dunia akhirat. Pilih teman yang memang 31:33 membawa kamu itu nanti ee menjadi orang 31:36 yang baik." Karena pilih teman ini 31:39 sangat penting. Sekarang ini banyak 31:41 teman-teman yang kelihatan baik, tapi 31:43 dia mencoba berbagai hal dari kita. Nah, 31:46 ini pilih teman pun sangat dan ini teman 31:48 bisa diperoleh dari dalam segala segala 31:50 bisa 1000 ya. Banyak orang sekarang kan 31:54 mendapat teman lewat medsos. Ada yang 31:56 positif, ada yang negatif. Kita enggak 31:57 bisa bilang semua negatif, ada 31:59 positifnya. Tapi menjadi positif dan 32:02 negatif tergantung bagaimana kita 32:04 menseleksi. Karena ribuan informasi 32:07 masuk dalam waktu semenit itu banyak 32:09 sekali 32:10 ya. Jadi tipsnya adalah pertama jangan 32:13 memberikan handphone kepada anak yang 32:15 masih kecil apalagi baru umur berapa 32:18 bulan sudah memperkenalkan handphone 32:20 karena ibunya pegang handphone anaknya 32:22 kemudian melirik dan menarik. Kemudian 32:24 itu pertama. Yang kedua, 32:26 jangan juga membiarkan mereka buta 32:29 tentang informasi. Apalagi yang sudah 32:31 mulai SD boleh belajar melalui ee gadget 32:36 tapi dengan ee waktu yang telah 32:39 ditentukan. Kalau tidak memuk apa yang 32:42 Ibu katakan, kamu enggak boleh pegang 32:44 handphone sekian menit atau boleh kalau 32:46 5 menit dikasih. Jadi ada batasan dan 32:49 juga ada apresiasi gitu. Kalau dia bisa 32:52 ikutin apa yang kata kata mama atau 32:55 papa, kamu diberi kesempatan tapi 32:56 nontonnya ini. Dan kita mengarahkan 32:59 anak-anak. Ada yang bilang begini, "Ini 33:00 zaman anak-anak tidak bisa lagi ee di 33:04 diperintah ataupun dilarang-larang oleh 33:08 orang tua, katanya begitu. Harus 33:09 tinggalkan saja. Jangan melarang 33:12 anaknya." Tapi menurut saya, anak 33:14 namanya anak. He 33:16 anak itu menurut undang-undang di 33:18 Indonesia dari dalam kandungan sampai 33:20 umur 18 tahun. Usia anak itu usia di 33:24 mana mereka belum secara bukan bukan 33:26 bukan belum secara memang belum tahu 33:28 mana yang baik buat mereka. 33:30 Mereka belum bisa memilih. Jadi kita 33:32 yang harus mengatakan contoh anak kecil 33:34 kalau dia mau makan saya selalu bilang 33:36 nak mau makan ini makan. Jangan ditanya 33:39 ini vitamin harus kasih dan dia harus 33:40 makan. Heeh. 33:41 Ya, kalau kita mulai dari awal 33:43 menanyakan dan dia dia bilang enggak, 33:45 nanti kita bagaimana? Kita mesti marah. 33:47 Akhirnya melarang dan memarahi itu 33:49 sesuatu yang tentunya tidak juga selalu 33:51 harus kita lakukan dan memang sebaiknya 33:53 tidak. 33:54 Nah, jadi intinya adalah kita beri 33:58 kesempatan kepada mereka tetapi kita 34:00 mengarahkan dan kita memberikan 34:02 contoh-contoh yang baik pada anak-anak. 34:04 Itu yang paling penting, Bu. Dan memang 34:07 dan satu lagi ee 34:10 gadget ini 34:12 kita harus batasi pemakaiannya. Saya 34:15 lihat dari ee ada berita yang 34:18 menciptakan handphone ini pun sendiri 34:21 mengatakan begini. Ee dia heran kok 34:24 hidup kita itu dihabiskan 34:27 dengan ee menggunakan ataupun melakukan 34:31 komunikasi yang sebenarnya tidak penting 34:33 bagi ee kehidupan kita. Banyak sekali 34:37 informasi yang kita terima. Kalau kita 34:39 sortir belum tentu bermanfaat untuk apa 34:42 yang sedang kita lakukan saat ini maupun 34:44 untuk akhir dari hidup kita. Jadi 34:46 intinya kita harus membatasi ataupun 34:49 memilih ataupun pintar-pintar memilih 34:53 hal-hal yang akan kita ee dapati dari 34:57 benda kecil ini. 34:59 Masyaallah. Jadi di Ikhwan Akhwat. 35:01 Memang sih ya media sosial itu seringki 35:04 membatasi daya kreativitas kita bahkan 35:07 juga daya kritis kita. Sementara 35:09 anak-anak kalau tadi masih bocil ya. 35:11 Nah, untuk yang remaja itu juga akan 35:14 sangat terpengaruh karena sesuatu yang 35:18 membuat opini mereka jadi tersesat entah 35:21 bagaimana dan juga 35:23 kritis kekritisannya juga hilang. 35:26 Jadi memang ya untuk menghambat arus 35:30 yang memprihatinkan ini tuh lagi-lagi 35:32 dari orang terdekatnya dulu baru 35:35 lingkungannya. Ibu Ana tadi kan kita 35:37 ngomong tentang arus yang memprihatinkan 35:39 dari ee media sosial ini. 35:43 Peran orang tua. Kalau tadi untuk yang 35:45 bocil kan oke dengan catatan seperti 35:47 tadi. Tapi remaja-remaja sekarang ini 35:50 apakah masih bisa dihhatin 35:53 atau dikasih tahu oleh ayah bundanya 35:55 untuk jangan bla bla bla terkait dengan 35:58 benda satu itu. Itu kalau misalnya itu 36:00 yang harus kita hadapi. What should we 36:02 do? anak-anak remaja sekarang kan 36:04 kayaknya begitu banget. Nah, semua itu 36:08 tergantung pendidikan agama di rumah. 36:12 Pendidikan agama di rumah sangat 36:14 penting. He. Kalau seorang anak 36:19 mendapatkan contoh salat lima waktu di 36:22 rumah 36:23 dan mereka juga diwajibkan harus salat 36:26 lima waktu ya itu saya rasa dari subuh 36:30 ke zuhur mereka 36:33 ada mungkin ada sedikit melenceng tapi 36:35 begitu mereka sujud mereka akan tahu 36:38 di sinilah saya sebenangnya kecil remaja 36:42 sudah harusnya tahu kalau memang 36:43 pendidikan agamanya baik pendidikan 36:45 agama sama sangat penting dari zuhur ke 36:46 asar, asar ke magrib, magrib ke isya, 36:48 isya ke subuh. Selalu ada yang waktu 36:52 agama kita itu memberikan protect kepada 36:54 kita untuk evaluasi, untuk 36:55 mengintrospeksi. Jadi menurut saya 36:58 bagaimana 37:00 memberikan motivasi ataupun ee warning 37:04 pada anak-anak kita bahwa apa yang kamu 37:06 tonton harus sesuai dengan ajaran agama. 37:10 Jangan sampai kamu nonton yang kamu 37:13 lihat di handphone adalah sesuatu yang 37:15 dilarang. Porno-porno misalnya 37:17 ya, ataupun hal-hal yang dilarang oleh 37:20 agama sebaiknya kamu hindari atau kalau 37:25 kamu melihat sesuatu yang baik kamu 37:29 dalami 37:30 kan banyak sekali ee ee informasi di 37:33 medsos yang sangat positif. Jadi dengan 37:37 orang tua memberikan ee pendidikan agama 37:40 yang baik dan dia betul-betul memahami 37:43 agamanya dengan baik, saya pikir remaja 37:44 itu sudah akil balik ya. Umur 13 ke atas 37:48 dia sudah tahu harusnya 37:50 sudah walaupun mungkin masih tidak 37:52 seperti orang dewasa, tapi setelah akhir 37:54 balik dia mempunyai kewajiban yang sudah 37:57 sama dengan orang dewasa dalam 37:59 menjalankan salat lima waktu. Nah, salat 38:02 lima waktu menurut saya ini harus 38:05 diterapkan dalam rumah. Enggak ada 38:06 cerita yang lain lebih penting 38:09 dibandingkan dengan bersujud lima kali 38:13 sehari dalam arti salat lima kali sehari 38:16 yang diwajibkan kepada kita 38:18 umat manusia dan khususnya umat Islam. 38:22 Apalagi kalau pas ayah di rumah 38:25 makmuman. Wis keren banget ya. 38:28 Betul. tadi harus ber apa ee kita ee 38:33 berimaman kalau enggak ya yang penting 38:36 harus kita lihat anak-anak pada jam 38:38 salat mungkin kita sudah mereka pulang 38:40 sekolah belakangan ya dan mereka salat 38:43 ee sendiri enggak apa-apa tapi kita 38:44 harus memperhatikan atau mau lihat sudah 38:46 salat belum kita selalu mengingatkan 38:48 tugas orang tua terutama ibu salat salat 38:51 salat karena salat itu menjauhkan kita 38:55 dari perbuatan yang ee ee tentunya 38:59 membuat kita 39:00 iya 39:01 akan bisa memprotek diri kita. 39:02 Masyaallah. Jadi, Ikhwan akhwat, kalau 39:05 pas magrib di rumah ya salat bareng. 39:09 Pokoknya ketika waktunya salat kita ada 39:11 di rumah sebaiknya jangan salat sendiri 39:13 gitu ya. 39:13 Iya, betul. ee Ibu ngomong-ngomong nih 39:16 ee meningkatkan etos kerja kemudian 39:19 memegang teguh integritas itu penting 39:22 banget di dalam langkah perjalanan ee 39:24 kehidupan kita ini. 39:26 I 39:26 tetapi di dalam proses mulai dari kapan 39:29 tahu sampai sekarang ini kan luar biasa 39:31 ya. pernah enggak sih ngalamin kondisi 39:35 yang acakadul gitu, yang amburadul yang 39:38 agak membuat kecewa atau apa atau 39:41 kalau 39:42 gimana 39:43 ya kalau ee apa ee keadaan yang 39:47 mengecewakan mengecewakan atau membuat 39:50 saya itu saya pikir manusia hidup pasti 39:52 ada hal-hal dan saya pikir ee saya 39:57 siapa bilang tidak ada hal itu terjadi 39:59 terjadi 40:00 terjadi 40:00 terutama peristiwa 40:02 Konflik sosial di Maluku. 40:04 He. 40:05 Kami punya begitu banyak usaha yang 40:08 hancur dan kami mulai dari nol. Setelah 40:11 itu semua kami punya ada dua resort ya 40:15 tadi Ora Beach Resort baru dibangun 6 40:18 tahun. Tah tahun 92 saya menemukan Ora 40:20 Beach Resort. kami baru betul-betul 40:22 beroperasi di tahun 96 ee dan kemudian 40:26 baru ee betul jalannya itu tahun 98 40:30 Desember Oktober ya sampai Desember 40:33 Januari tahun 99 hancur sama sekali 40:36 bencana alam 40:37 bencana bukan bencana alam konflik 40:39 sosial di man dan tidak ada tamu yang 40:42 datang dari mana pun untuk mengunjungi 40:45 tempat kami sehingga ditutup dan kita 40:48 baru mengeluarkan modal cukup besar 40:50 Kami peternak ayam di Kota Abon cukup 40:53 besar dan itu semua hancur dan semua 40:57 saya juga punya satu resort di Kota 41:00 Ambon juga hancur dan anak-anak saya 41:03 masih sekolah di Amerika dan mereka 41:05 membutuhkan biaya dan dolar yang tadinya 41:08 1000an menjadi 16.000. Bayangkan 41:11 bagaimana saya menghadapi semua itu. 41:13 Semua aset saya hancur 41:15 dan semua 41:17 ee tidak ada penghasilan apapun. Dan 41:20 kemudian anak-anak harus membiaya hidup 41:22 mereka di Amerika. Saya mengatakan pada 41:24 mereka, "Ayo pulang. Mama sudah enggak 41:27 mampu, Papa sudah enggak mampu pulang. 41:29 Biarlah kita sama-sama di Indonesia." 41:32 Alhamdulillah pada tahun itu anak saya 41:34 yang paling besar perempuan sudah 41:35 selesai. He. 41:36 Tapi ada tiga anak saya laki yang masih 41:38 kuliah. Mereka mengatakan, "Mam, izinkan 41:41 kami kuliah sambil e kerja dan 41:44 membantu." Dan akhirnya kakak yang 41:47 paling gede kerja bantu adiknya yang 41:48 nomor dua. Selesai nomor dua selesai. 41:51 Dia kerja bantu kakaknya selesai dan 41:54 mereka selesai dengan usaha mereka 41:55 sendiri. Dan anak lelaki yang paling 41:58 kecil alhamdulillah dapat beasiswa dari 42:00 Astra 42:01 dan untuk melanjutkan kuliahnya. Jadi 42:03 saya pikir Allah memberikan cobaan, 42:06 memberikan ee tantangan kepada kita 42:09 bagaimana kita bersabar. Dan saya 42:11 melihat konflik pada saat itu di Maluku 42:14 ee banyak bukan saya saja kok yang 42:16 susah, banyak orang kehilangan harta 42:18 benda 42:19 dan banyak orang dan juga kehilangan ee 42:24 nyawa. 42:25 Saya hanya kehilangan harta benda. Apa 42:27 artinya itu? 42:28 Kan bisa cari kok. Yang penting Allah 42:30 kasih saya sehat, Allah kasih saya 42:32 kesempatan. Apapun kita bisa kerjakan. 42:35 Alhamdulillah ee 42:38 sesuatu yang menurut saya menurut banyak 42:40 orang, "Wah, Bu Ana bertahan nih dengan 42:42 begini banyak ee aset yang hancur dan 42:45 sebagainya." Saya bersyukur 42:47 ee benar, Bu. Ee Mbak Ning, saya sama 42:50 sekali enggak berasa bahwa saya 42:52 kehilangan walaupun saya masih punya 42:54 banyak hutang waktu itu juga ya. Tapi 42:56 saya merasa saya enggak keadaan 42:58 kehilangan karena saya pikir ada banyak 43:00 orang lebih susah dari saya. Dan saya 43:02 hanya minta kepada Allah, "Ya Allah 43:03 sehatkan saya, sehatkan kami berdua. 43:05 Kami bisa bekerja apapun yang penting 43:08 Allah sehatkan, Allah beri kesempatan. 43:10 Rezeki itu ada kok di mana saja." Dan 43:12 benar, alhamdulillah setelah itu kami 43:15 merasa semuanya mudah sekali buat kami. 43:18 Masyaallah. 43:18 Dan kami saya selalu berdoa 43:20 mudah-mudahan 43:22 umur yang barokah yang dikasihkan Allah 43:24 di sisa umur kita. Allah 43:28 harus harus lebih banyak bersyukur dan 43:31 berdoa mudah-mudahan lebih bermanfaat 43:33 bagi banyak orang lah gitu. Ee 43:35 kesehatannya maupun kekuatannya maupun 43:38 rezekinya bermanfaat buat banyak orang. 43:40 Itu yang paling penting saya pikir. 43:42 Iya. Jadi ikhwan akhwat enggak ada orang 43:45 yang enggak pernah diterta badai. Pasti. 43:48 Cuma masalahnya seberapa tangguh kita 43:50 dan percaya bahwa Allah ada bersama 43:53 kita. itu yang perlu kita tingkatkan ya. 43:56 Itu ngomong-ngomong kalau dalam kondisi 43:58 seperti itu melakukan introspeksi juga 44:01 enggak? Oh iya melakukan introspeksi. 44:04 Jadi kita kan itu konflik waktu saat itu 44:06 kan bukan cuma di Ambon ya, seluruh 44:08 Indonesia dan kita juga melihat pada 44:11 saat itu suami juga masih 44:13 masih menjabat ya. Jadi ee apa waktu itu 44:17 jadi jadi sebagai anggota DPD juga kayak 44:19 waktu itu utusan daerah ya di Jakarta. 44:22 Jadi kita berintrospeksi ya. Kalau orang 44:25 lain ee 44:28 kesusahannya 44:30 kita lihat. Jadi kita enggak lihat ke 44:31 atas terus kita lihat juga ke bawah. 44:33 Ternyata banyak orang yang lebih susah 44:35 dari kita. Kita belum ada apa-apanya. 44:37 Jadi kita berintrospeksi mungkin kita 44:39 memerlukan perbaikan lebih baik ke 44:40 depan. Mungkin kita juga harus lebih 44:43 kuat berusaha. Yang penting bagi kita, 44:45 bagi saya dan suami pada saat itu adalah 44:48 ee anak-anak secara adab, akhlak, dan 44:52 ilmu terpenuhi. 44:54 Itu yang paling penting. Setelah itu 44:56 ya namanya hidup sepanjang Allah masih 44:59 kasih nafas kita, kita tetap bisa 45:02 berusaha karena rezeki itu Allah yang 45:05 tahu. 45:05 Subhanallah. 45:08 Iya. Jadi memang sih ya ikhwan akhwat 45:12 perjalanan hidup kita itu selalu naik 45:14 turun. 45:15 Kadang-kadang nyaman, kadang-kadang 45:17 enggak. Nah, terkait dengan apa yang 45:19 pernah dialami perjalanannya sampai 45:21 sekarang ini antara bahagia dan sukses 45:24 itu kan dua kata yang ingin diraih kita 45:27 semuanya. Meskipun kadang-kadang bahagia 45:30 iya tapi sukses enggak atau sebaliknya 45:32 sukses tapi kenapa enggak bahagia? 45:34 bagaimana bisa menyeimbangkan 45:36 ee hal ini, apapun yang terjadi terkait 45:39 dengan bahagia dan sukses tadi untuk 45:41 bisa membuat kita mencapai kemuliaan 45:44 dalam hidup ini. 45:45 Saya pikir orang yang sukses harusnya 45:48 dia bahagia. Karena dia diberi, dia 45:51 sukses pasti dia harusnya dia bahagia. 45:53 Artinya dia bersyukur. 45:54 Nah, dari syukur dar 45:55 dari syukur itu dia merasa bahagia. He. 45:57 Kalau dia sukses kemudian dia berhasil 45:59 mempunyai kedudukan tapi dia merasa 46:01 susah enggak bahagia menurut saya salah 46:04 itu. Allah kasih kesempatan. 46:06 Iya. Allah kasih kesempatan dia bahagia. 46:09 Dia sukses dalam 46:10 pekerjaannya misalnya ya. Tapi kok 46:12 enggak bahagia? Harusnya bersyukur. Ada 46:14 orang enggak berhasil kan enggak 46:16 berhasil tapi ee dia bahagia. Itu 46:21 sesuatu yang istimewa. Tapi kalau dia 46:22 berhasil, dia sukses, kemudian enggak 46:24 bahagia, bersyukur itu. Jadi kalau 46:27 sukses pasti harus menurut saya harus 46:30 pasti bahagia. 46:31 Tapi kalau dia enggak berhasil, tapi dia 46:33 berbahagia dengan apa berhasil dalam 46:35 dalam hal ini tanda kutip ya, bukan 46:37 hanya materi, bukan hanya sesuatu yang 46:40 bisa dilihat dengan mata, tapi perasaan 46:42 yang damai, selalu merasa ikhlas, selalu 46:46 merasa ee dengan siapa aja bisa 46:49 berkomunikasi, bisa baik. Kemudian tidak 46:52 overthinking yang negatif, tapi selalu 46:54 positive thinking. Saya pikir itu suatu 46:56 yang membahagiakan. Bahagia itu bukan 46:59 punya sesuatu yang mahal yang dinilai 47:01 dengan materi saja, tapi bahagia itu 47:03 sesuatu yang didapatkan dengan cara 47:06 harus bisa memanage diri. Karena bahagia 47:09 menurut saya enggak datang sendiri. 47:11 Bahagia itu enggak datang sendiri. 47:12 Bahagia itu harus diciptakan di 47:14 lingkungan di mana kita berada. Apakah 47:16 dengan anak-anak kita, dengan suami 47:18 kita, dengan teman kerja kita itu kita 47:20 ciptakan. Kita mau ketemu teman dengan 47:22 muka cemberut atau kita mau ketemu teman 47:25 dengan kesal yang kita bawa dari rumah. 47:27 Kita mau melakukan sesuatu yang kita 47:29 rasa di kantor enggak beres bawa pulang 47:31 ke rumah. Nah, itu bagaimana memanage 47:33 diri kita untuk di semua tempat kita 47:36 harus bisa menciptakan sesuatu yang 47:38 positif untuk ee diri kita. Nah, saya 47:41 pikir dengan cara itu kita bisa 47:44 meningkatkan kualitas diri kita dalam 47:47 mengatakan diri kita berbahagia. Karena 47:50 bahagia itu sekali lagi bukan sesuatu 47:52 yang turun begitu saja, tapi sesuatu 47:55 yang diciptakan dan harus di-manage 47:57 untuk diri kita sendiri 47:59 untuk bisa 47:59 karena I karena dengan aura yang keluar 48:01 dari kita tentunya akan berpengaruh 48:03 kepada sekitar kita. Kalau orang semua 48:05 lagi bergembira tapi kita datang dengan 48:08 menyun dan muka yang ini ataupun dengan 48:10 hal-hal yang positif pasti mempengaruhi 48:12 semua orang dan itu akan berdampak 48:15 negatif pada diri kita. Itu menurut saya 48:17 kayak gitu. Jadi bahagia itu sesuatu 48:19 yang harus kita ciptakan, kita bikin 48:23 setiap hari dalam diri kita. Saya sering 48:25 bilang gini, Mbak Ning, kalau saya 48:27 bangun pagi terus terang kayak semalam 48:29 saya kurang tidur. 48:30 Tapi pagi saya bangun, saya selalu 48:34 berdoa. Begitu bangun dari tempat tidur, 48:37 alhamdulillah ya Allah saya diberi napas 48:39 hari ini. Lailahaillallah wahdahu la 48:42 syarikalah lahul mulku walahul hamdu 48:45 wahua kulin qadir. Saya bersyukur Allah 48:48 kasih saya takdir yang baik hari ini. 48:50 Mudah-mudahan hari ini saya mendapat 48:51 hadir takdir yang baik. Kenapa? Kalau 48:53 kita sudah mensugesti kita seperti itu, 48:55 itu terdampak sampai seharian 48:57 walaupun kurang tidur semalam. 48:59 Tadi kan saya bilang, "Aduh saya ini 49:01 agak kurang sehat nih kan." Tapi kalau 49:03 sudah ketemu Mbak Ning terus kita sudah 49:04 ngobrol saya jadi yah mungkin penyakit 49:07 saya jadi kurang tidurnya jadi mungkin 49:09 tadi agak lemas jadi hilang. Jadi memang 49:11 sesuatu yang harus selalu kita 49:12 perbaharui di diri kita. 49:14 Sesuatu yang harus kita ee kejar ya. 49:17 Kebahagiaan itu kita kejar, kita 49:19 ciptakan kita dan bukan untuk kita diri 49:21 sendiri. diri kita sendiri, tapi untuk 49:24 orang di sekitar kita. 49:25 I 49:26 jadi betapa pentingnya sudut pandang 49:28 menghadapi apapun yang terjadi itu. 49:30 Betul. Betul sekali. 49:33 Ngomong-ngomong em untuk yang masih 49:36 punya ibunda nih, 49:38 kalau ada yang bilang berbakti kepada 49:40 orang tua itu harus kudu, musti gitu 49:43 kan. 49:44 Nah, apa yang bisa kita lakukan kalau 49:46 beliau misalnya masih ada tapi sudah 49:49 tidak 49:50 berdaya lagi? sebagai anak yang bisa 49:52 jadi juga tidak dekat tapi jaraknya 49:56 berjauhan. Apa yang kira-kira harus kita 49:59 lakukan nih untuk berbakti kepada ayah 50:01 bunda? Kalau yang masih punya ayah dan 50:04 ibu, 50:04 he 50:05 itu surga yang sangat besar. Apalagi 50:07 umur mereka sudah 50:09 ee sepuh ya. 50:10 Itu sesuatu 50:13 surga, sesuatu jalan menuju kebahagiaan 50:17 dunia akhirat. Kalau saya selalu 50:19 mengatakan kalau kita memperhatikan 50:22 orang tua kita, Allah balas bukan hanya 50:24 di akhirat, 50:25 di dunia sudah diperlihatkan. 50:28 Kalau kita memperhatikan orang tua kita, 50:30 ibu kita, ayah kita, Allah tidak 50:32 memberikan kita tunggu nanti pahalanya 50:35 di akhirat. Di dunia sudah 50:36 dipertunjukan. Saya merasakan itu. 50:39 Tapi saya selalu merasa kurang 50:42 bahwa saya kurang perhatikan ibu saya. 50:44 Mungkin karena saya sibuk, jarang 50:45 berdekatan saya di luar kota ataupun 50:48 tidak dekat, tapi saya selalu berusaha 50:51 untuk telepon, "Doain aku ma doain aku, 50:55 Pah." Jadi doa orang tua tuh sangat kita 50:57 harapkan. Jadi yang bagi mempunyai orang 51:00 tua, ayo jangan pernah sehari pun tidak 51:05 menegur orang tua kita dengan kata-kata 51:07 yang manis, kalau bisa dengan 51:09 pemberian-pemberian. Mungkin orang tua 51:11 kita semua dia punya. He 51:13 dia punya semua tapi 51:15 beda kalau dikasih oleh anak. Benar itu 51:17 beda. Saya saya pikir saya enggak perlu 51:19 ada apa-apa dari anak-anak saya. Tapi 51:21 kalau ada anak-anak saya ngasih saya 51:22 bunga aja aduh saya bersyukur. Dan 51:25 syukurnya orang tua itu dalam hati dia 51:28 kata orang Ambon nih. 51:30 Mengangkat hati kepada Allah aja tuh 51:32 langsung Allah kasih turun rahmatnya. 51:33 Masyaallah. 51:35 Oke. Bulan Ramadan itu katanya paling 51:38 bagus tuh sedekah deh. 51:39 I 51:39 tapi enggak semua orang dompetnya ada 51:41 isinya. Iya. 51:46 Ada enggak kira-kira sedekah apa yang 51:48 bisa kita lakukan untuk 51:50 yang terbatas tadi? Tapi nilainya juga 51:52 keren. 51:52 Ya, kalau bicara sedekah kita senyum aja 51:55 sedekah kan katanya gitu. Betul. 51:57 Tapi kalau kita tidak mampu secara 52:00 finansial, kita bisa mungkin secara 52:02 tenaga kita 52:04 mungkin kita 52:05 membantu misalnya di masjid ya kitaak 52:08 bantu di masjid kita bantu menolong di 52:11 panti asuhan untuk masak misalnya di 52:13 panti asuhan bagaimana ayo aku bisa 52:15 bantu apa saya bisa jadi bantu tenaga, 52:18 bantu pemikiran jadi tidak harus dengan 52:21 finansial saja 52:22 tapi yang paling penting adalah sedekah 52:26 kita. adalah sedekah bagaimana 52:28 memperhatikan orang-orang di sekitar 52:30 kita, apakah itu orang tua dan juga 52:32 mengajak teman-teman yang mampu. Ayo 52:35 bisa enggak nih bantu saya? Saya dengar 52:37 di sini ada orang yang tidak mampu, ada 52:39 yang tidak apa tidak bisa orang tua yang 52:42 tidak bisa jalan, tidak di rumah. Ada 52:44 loh, Bu, di daerah yang ada orang tua 52:46 yang tidak bisa jalan 52:48 ya di rumah sendirian. Ayo, tolong dong. 52:51 di tempat saya ada seperti itu. Sendiri 52:54 di rumah, lumpuh, tidak bisa apa-apa. 52:57 Tapi orang tua itu punya uang, tapi dia 52:59 enggak bisa masak. Nah, ya ada tetangga 53:01 yang secara ekonomis tidak mampu dia 53:04 bantu tetangganya untuk masak walaupun 53:06 anggarannya dari orang lain. Jadi saya 53:10 pikir untuk bersedekah itu Allah buka 53:12 pintu pahala selebar-lebarnya, 53:15 sebesar-besarnya kalau kita kreatif dan 53:17 mau untuk membantu. Di bulan Ramadan 53:21 bersedekah itu sangat penting. Dan 53:23 sedekah yang paling baik adalah sedekah 53:26 bagaimana bisa membantu orang-orang yang 53:28 membutuhkan bantuan kita secara 53:30 finansial maupun secara fisik tenaga 53:32 kita. 53:33 I meskipun awal senyum itu adalah luar 53:36 biasa. 53:37 Banyak loh orang yang susah senyum. 53:38 Ya, itu dia. 53:40 Oke, kita sudah di penghujung ee terkait 53:43 dengan ibadah yang kita lakukan ini. 53:46 Bagaimana mengoptimalkan, menyeimbangkan 53:49 antara ibadah ritual dan ibadah sosial. 53:51 Iya. Ee saya pikir ibadah ritual sesuatu 53:55 yang waktunya sudah ditentukan 53:58 ya. Jam-jamnya sudah ditentukan. Apakah 54:01 salat lima waktu, apakah salat ee 54:03 tarawih, tahajud dan sebagainya. Nah, 54:06 bagaimana menyeimbangkan waktu di antara 54:08 waktu salat di bulan Ramadan? Menurut 54:10 saya, saya kita kalau saya pribadi saya 54:13 sering keliling desa-desa. Kita ketemu 54:15 dengan para dua dan sebagainya, kita 54:18 memberikan bantuan-bantuan ya kepada 54:21 mereka dalam bentuk ee makanan ataupun 54:24 ee bantuan materi ya. Kemudian juga ee 54:29 kita juga menyediakan ee teman-teman 54:32 yang lain untuk pergi ke daerah-daerah 54:34 untuk memberikan bantuan-bantuan yang ee 54:38 disalurkan kepada orang-orang yang 54:39 membutuhkan. Jadi di bulan Ramadan ini 54:42 pintu pahala sangat terbuka lebar dan ee 54:47 sedekah dalam bentuk apapun insyaallah 54:50 mudah-mudahan mendapatkan rida Allah 54:52 Subhanahu wa taala untuk kita semua ya. 54:55 Saya berharap mudah-mudahan di bulan 54:57 Ramadan ini kita diberi kemampuan secara 55:00 fisik maupun finansial untuk bisa dapat 55:02 membantu ee saudara-saudara kita yang 55:06 kurang mampu. Dan ini bulan yang penuh 55:09 dengan 55:10 berkah rahmat Allah diberikan, 55:13 magfirahnya juga diberikan, ampunannya 55:15 diberikan. Mari kita meraih itu 55:17 sebanyak-banyaknya 55:19 dengan ber ee ibadah maupun bersedekah. 55:23 Jadi ibadah ubudiyah, muamalahnya 55:25 seimbang ya. 55:27 Masyaallah, Ikhwan Akhwat. Terima kasih 55:30 sekali ya kita sudah menyimak sambil 55:32 mempersiapkan segala sesuatunya buat 55:34 sahur kali ini. Terima kasih atas 55:37 kesediaan Mbak Ana Tutanina hadir di 55:40 sahur bersama Rasil dan 55:43 terima kasih juga sudah bisa sama-sama 55:46 dengan saya dan semua ee saudara-saudara 55:50 kaum muslimin muslimat di seluruh 55:52 Indonesia. Mudah-mudahan semua amal 55:54 ibadah kita diterima oleh Allah 55:55 Subhanahu wa taala dan kita semua 55:58 termasuk orang-orang yang nantinya 56:00 tentunya akan dikumpulkan dalam tunai 56:04 tempat akhir kita insyaallah. Amin. 56:06 Billahi taufik wal hidayah. 56:08 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:10 wabarakatuh. ya