Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [Musik] 0:06 [Tepuk tangan] 0:12 [Musik] 0:17 [Tepuk tangan] 0:18 [Musik] 0:27 [Tepuk tangan] 0:33 [Musik] 0:44 Rasil 0:46 TV untuk Islam yang satu. 0:56 [Musik] 1:19 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:21 warahmatullahi wabarakatuh. 1:22 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 1:24 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 1:27 alihi wasohbihi ajmain rbi zidni ilma 1:30 Allahumf bimaamtani waimni mafzuqni 1:33 ilman yangfa dipancarkan dari jalan 1:35 masjid silaturahim nomor 36 kalimis 1:38 cibur Bekasi radio silaturahim dan hasil 1:40 visual untuk Islam yang satu ikhwan 1:42 akhwat semoga kabar Anda di pagi hari 1:44 ini dalam keadaan sehat walafiat di mana 1:46 pun Anda berada yang dapat mendengarkan 1:48 siaran kami. Anda yang berada di daerah 1:50 Batam dan sekitarnya, Semarang dan 1:52 sekitarnya, Sukabumi, Banyuwangi, 1:54 Bondowoso, Pontianak ataupun di mana 1:56 Anda berada yang dapat mengakses kami 1:58 melalui siaran streaming rasil di 2:02 ww.silaturrahim.com ataupun Anda bisa 2:03 menyaksikan kami melalui siaran YouTube 2:06 streaming di channel YouTube Rasil yaitu 2:10 Rasil TV. Jadi, Anda bisa mencari 2:13 video-video di situ berisi siaran-siaran 2:15 Rasil di Rasil TV. Jadi di YouTube itu 2:19 Anda buka YouTube ketik Rasil TV nanti 2:22 akan keluar video-videonya. Ihon Ahot 2:25 senang sekali di pagi hari ini menuju 2:26 siang saya Angga Aminuddin ditemani oleh 2:28 Muhammad Fahri dan juga Muhammad Ondi 2:30 dapat kembali hadir dalam acara ekonomi 2:33 Islam. Kita akan mendengarkan tausiah, 2:36 nasihat dan juga kajian mengenai ekonomi 2:38 Islam bersama narasumber kita dari Dewan 2:40 Syariah Nasional Ustaz Ihwan Basri. 2:43 Alhamdulillah narasumber kita telah 2:44 hadir di studio. Asalamualaikum 2:46 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 2:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:49 wabarakatuh. Baik, Pak Ustaz. Kabarnya 2:50 sehat ya? Alhamdulillah bikhair di hari 2:54 kalau di hari Rabu ini hari Selasa. Eh, 2:56 hari Selasa tuh kan lupa. Kalau di hari 2:59 Selasa ini Ustaz selain ngantor ngajar 3:01 juga ada ya? Ngajar. Aktivitasnya apa 3:04 aja Ustaz? Ee biasa ke kantor ya. Heeh. 3:07 Tapi kita sediakan waktu untuk siaran 3:10 dulu. Siaran dulu baru setelah itu ke 3:12 kantor. Habis ini nanti kita pergi. 3:14 Baik. itu aktivitasnya Ustaz Ikhwan gitu 3:17 ya. Dan di pagi hari ini menyapa ikhwan 3:19 akhwat di mana pun Anda berada, kita 3:21 melanjutkan kajian. Insyaallah di 3:23 kesempatan kali ini topiknya itu 3:25 mengenai ee kita akan membahas surah 3:29 Quran surah Hud ayat 84 sampai 87 yaitu 3:34 mengambil pelajaran sisi ekonomi dari 3:37 kisah Nabi Syuaib Alaihissalam itu Pak 3:40 Ustaz ya. I ini biasanya kan Pak Ustaz 3:41 membahas mengenai topik tertentu di 3:44 persoalan ekonomi biasanya gitu ya. 3:46 Kenapa kali ini kita membahas Quran 3:47 surah Hud ayat 84 sampai 87. Latar 3:50 belakangnya urgensinya apa, Pak Ustaz? 3:52 Iya, terima kasih, 3:54 Mas. Asalamualaikum warahmatullahi 3:56 wabarakatuh. 3:57 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 4:00 wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin 4:03 sayyidina muhammadin wa ala alihi 4:04 washabi 4:05 ajmain. 4:07 Ee ini pertanyaan yang mungkin apa 4:12 namanya ee mengemuka ya karena biasanya 4:15 kita enggak seperti ini. Iya. Karena 4:17 kita selalu apa namanya kita bahas topik 4:21 topik tertentu di bidang ekonomi 4:23 konvensional atau syariah atau 4:26 perkembangan-perkembangan ekonomi yang 4:29 kita alami sekarang ini yang belum 4:31 pernah kita rasanya seperti ini ya. Ya. 4:34 Tiba-tiba kita hari ini apa 4:37 namanya ee mencoba untuk memahami surat 4:41 Hud ayat 84 sampai 87. Sebetulnya kita 4:45 tidak menafsirkan ya ee karena ada ahli 4:49 tafsir di sini ada yang memang spesifik 4:52 hanya bidang tafsir mutakhasis di 4:54 dalamnya. Ee jadi saya tidak 4:57 mentafsirkan di sini. Sebetulnya yang 5:00 saya lakukan adalah ee saya tertarik 5:05 untuk ee apa namanya? Mengaitkan ayat ee 5:10 84 itu sebetulnya surat Hud dengan 5:13 kehidupan kita di bidang ekonomi. Iya. 5:16 Dan 5:17 ternyata sangat berkaitan ya. Apalagi 5:21 setelah saya membaca beberapa tafsir ya. 5:24 Ada tafsir Thabari, kemudian juga tafsir 5:29 Fidilalil 5:30 Quran yang juga tafsir ini ya, tafsir 5:36 Fakhrzi ee tafsir Alkabir itu menambah 5:41 apa namanya kedalaman pemahaman saya 5:44 tentang persoalan ekonomi yang 5:47 mengemuka, yang sangat menonjol di dalam 5:49 dakwah Nabi Syuaib. Iya. Iya. Sebetulnya 5:52 sudah lama itu sudah dari kuliah dulu 5:54 saya sudah 30 tahun yang lalu saya 5:58 merasa bahwa kenapa ee nabi-nabi yang 6:02 diutus atau rasul-rasul yang diutus ini 6:06 ee fokusnya adalah membenai akidah yang 6:09 rusak dari kaumnya. Ya. Tapi Nabi Syuab 6:12 ini ee selain daripada membenai akidah 6:17 kaumnya yang rusak itu ada fenomena 6:21 ekonomi 6:23 yang dibenahi yang merupakan kondisi 6:26 yang sangat rusak parah sekali 6:29 sehingga Rasul ee Rasul Allah yaitu Nabi 6:32 Syab sendiri ee khusus diutus untuk 6:36 memperbaiki kerusakan di bidang ekonomi 6:39 itu. itu. Nah, kemudian ya kita 6:42 mempunyai background dari background 6:45 ekonomi ya ternyata memang sangat ee 6:49 mendalam gitu ya apa yang dikatakan oleh 6:51 Quran itu sangat mendalam dan akibat 6:54 kerusakan di bidang ekonomi ini 6:55 mengantarkan kepada 6:57 kehancuran kaum Madian itu sama dengan 7:00 kaum-kaum yang lain yang memang rusak 7:03 yang diutus kepadanya para rasul seperti 7:06 Nabi Luth sebelumnya itu sebelumnya 7:09 sebelum mengisahkan Kan Syab ini kan ee 7:12 Al-Qur'an menjelaskan tentang kaum Nabi 7:14 Luth. Apa yang mereka lakukan dan apa 7:17 yang mereka terima dari azab Allah. 7:21 Kemudian ee dilanjutkan dengan 7:24 ee penjelasan atau kisah tentang Nabi 7:28 Syab dan 7:29 kaumnya. Nah, tapi sekali lagi saya 7:31 tidak menafsirkan karena bukan bidang 7:33 saya ya. Tapi saya melihat bahwa ada 7:36 suatu hal yang sangat terkait dengan ee 7:39 ekonomi ya. Sebagaimana dikatakan di 7:42 dalam tafsir fidil Al-Qur'an itu bahwa 7:46 ee 7:48 antara dakwah ila 7:51 tauhid 7:53 dengan apa namanya al-adalah keadilan 7:58 dengan apa namanya keseimbangan di dalam 8:02 ekonomi itu ada hubungan yang sangat 8:04 kuat bahkan merupakan konsekuensi 8:07 daripada akidah yang benar ya. Jadi 8:09 kalau akidah yang benar ini maka dalam 8:12 ekonomi pun akan benar, dalam moral akan 8:14 benar, dalam semua bina dalam semua apa 8:17 itu semua bidang kehidupan akan benar. 8:20 Jadi bukan dibalik benar moralnya tapi 8:24 akidahnya rusak ya. Tidak mungkin ya. 8:27 Jadi inti inti itu akidahnya dulu. Inti 8:29 akidahnya. Iya. Ya. Lalu baru kemudian 8:32 setelah itu ee wujuhul hayat atau 8:36 kehidupan-kehidupan dunia ini. Nah, yang 8:38 sangat menonjol di situ adalah kalau 8:39 kita baca di dalam ee 8:42 surah Hud ayat 84 ini. Auzubillah 8:46 minasyaitanirrajim. 8:48 Waa ak 8:50 suaiba q 8:52 yaullahum min 8:54 ilahin wusul miqala wal mizana inni 8:59 arumirin wa inni 9:01 akikumaba yaumin muhit 9:05 ya ee dan 9:09 kepada suku ya kepada kaum 9:13 madyan atau penduduk dan kami utus 9:15 saudara mereka yaitu Syuaib 9:18 Dia berkata, "Hai kaumku, sembahlah 9:21 Allah sekali-kali tiada Tuhan bagi 9:24 kalian selain daripada Dia. Dan 9:26 janganlah kalian kurangi takaran dan 9:29 timbangan. Sesungguhnya aku melihat 9:31 kalian dalam keadaan yang baik atau 9:34 mampu dan sesungguhnya aku khawatir 9:36 khawatir terhadap kalian akan azab hari 9:39 yang membinasakan." Ya, ini yang ee 84 9:43 ya. Sebenarnya dari sini sudah sudah 9:46 terlihat semuanya cerita ya. 9:49 Berikutnya 9:50 jadi 9:53 satu apa misi risalah 9:56 alkalidah kemudian yang isinya adalah 9:58 risalah tauhid ini dibawa semua para 10:01 rasul sebelum Nabi Muhammad sallallahu 10:03 alaihi wasallam. Ya intinya 10:05 anibullah agar supaya mereka menyembah 10:07 kepada Allah. Maakum minhairi ini adalah 10:11 apa? 10:12 Tapi yang di apa namanya yang 10:16 dijelaskan kembali kemudian setelah itu 10:18 adalah bahwa kerusakan yang sangat 10:21 menonjol di dalam ee kaum Madian ini 10:24 adalah di bidang ekonomi yang kemudian 10:27 dijelaskan wala tanquul mikyal wal mizan 10:30 dan jangan kamu 10:33 kurangi. Almiqyal itu takaran ya dan 10:36 mizan itu timbangan ya. Takaran itu 10:38 seperti liter gitu ya. Kalau mizan itu 10:41 kilo kilo timbangan ya. E sebetulnya ini 10:46 adalah dua apa namanya? Dua alat untuk 10:50 melihat apakah suatu itu seimbang atau 10:53 tidak. Karena yang diinginkan oleh 10:56 syariat Islam adalah adanya 10:58 keseimbangan. Ya, contoh misalnya kalau 11:01 kita jual beli ya. Jual beli saya 11:04 membeli air misalnya air Aqua harga 11:07 Rp3.000 saya berikan uang Rp3.000. Ibu 11:09 pada penjual saya dapat ya ini apa 11:12 namanya? Dapat air ya. Nah, ini 11:16 seimbang. Kalau misalkan ini mencuri 11:20 orang mencuri fulan mencuri 1.000 atau 11:23 10.000 dari orang lain, dia dapat yang 11:26 lainnya rugi. Hanya di dikurangi. Iya. 11:28 Merugikan orang lain gak seimbang. 11:30 begitu jugan korupsi dan seterusnya itu 11:33 itu manifestasi seperti 11:35 itu. Jadi 11:38 apabila keseimbangan ekonomi di dalam 11:41 masyarakat ini sudah tidak bisa 11:42 ditegakkan, maka yang berlaku adalah 11:44 kezaliman. Karena lawan daripada ee 11:47 adalah keadilan itu adalah kezaliman. Di 11:50 mana ada kezaliman, di situ ada di situ 11:52 tidak ada keadilan. Di mana ada 11:54 keadilan, di situ enggak ada kezaliman. 11:56 Ya, seperti itu hubungannya. Nah, yang 12:00 ini apa namanya? Ee sangat menozol itu. 12:03 Makanya yang kita ingin bahas ee kepada 12:07 apa namanya kita berikan ulasan tapi 12:10 bukan tafsir. Sekali lagi saya tidak 12:12 menafsirkan itu. Saya tadabur terhadap 12:14 ayat ini yang berkaitan dengan ee aspek 12:18 ekonomi dan background saya adalah di 12:19 situ gitu ya. 12:23 Sehingga nanti kita sehingga saya tidak 12:25 menafsirkan seluruhnya aspek yang lain 12:26 lebih lebih menonjol. Misalkan tauhid 12:29 yang dibawa Nabi Syuaib kemudian kaumnya 12:32 yang menolak kebenaran bagaimana mereka 12:33 mendapatkan hukuman dari Allah Subhanahu 12:35 wa taala. Itu yang aspek-aspeknya lain. 12:38 Tapi yang kita ceritakan adalah yang 12:40 terkait itu dengan dengan ekonomi ya 12:42 terutama ekonomi Islam 12:44 ya. Ya, itu kira-kira ininya background 12:47 kenapa saya jadi tertarik karena ini 12:49 sudah begitu lama padang saya. Jadi ada 12:51 kesan tersendiri ayat ini ya? Ada. Iya, 12:53 ada kesan tersendiri ya. Waktu saya 12:55 kuliah itu ada buku yang memang di ada 12:58 buku kecil saya lupa bukunya apa ya. 13:00 Tipis sekali ya. Kemudian oleh dosen 13:03 saya itu dimintakan membaca buku ini. 13:06 Pengarangnya sebetulnya kalau di 13:07 Indonesia itu kiai ya. Bukan bukan bukan 13:10 apa profesor atau bukan iya bukan pakar. 13:14 Bukan akademisi. Kiai di kampung gitu 13:16 ya. Akademisi. He. Tapi terkenal. H. 13:19 Kalau enggak salah namanya Mufti 13:21 Muhammad Syafi kalau enggak salah 13:24 itu. Nah, itu dulu ada buku kecil ya. 13:29 Buku ini berbicara tentang ekonomi tapi 13:31 bukan ditulis oleh seorang pakar 13:32 ekonomi, melainkan adalah seorang kiai 13:34 Maulana. Ya, kalau di Pakistan 13:35 disebutnya begitu. Nah, di situ ee saya 13:41 apa 13:42 namanya? Terhenyak ya. 13:45 Karena selama kita belajar ekonomi tidak 13:47 pernah membahas itu. Oh, gitu. Iya. 13:49 Misalnya 13:50 begini, janganlah diartikan bahwa ketika 13:54 Al-Qur'an menjelaskan tentang penuhilah 13:57 timbangan kamu waful miqyala wal mizan, 14:00 penuhilah timbangan kamu dan takaran 14:02 kamu. Ya, kemudian ayat sebelumnya itu 14:05 kan wala tanquusul miqyal wal mizan. 14:07 Jangan kamu kurangi timbangan dan 14:09 takaran. Takaran dan timbangan. ya. 14:12 Jangan kita hanya memikirkan timbangan 14:14 dalam bentuk fisik gitu loh. Misalnya 14:16 timbangan yang kita lakukan sehari-hari 14:18 menimbang apa itu namanya barang-barang 14:20 gitu ya, kilogram dan lain sebagainya 14:23 ya. Tetapi kita harus memikir lebih luas 14:26 lagi 14:27 bahwa Islam itu memberikan keseimbangan. 14:31 Contoh misalnya begini, dulu kita sudah 14:32 pernah bahas ini kalau enggak salah ee 14:35 kita mempunyai kontrak dengan PRT ya. 14:41 Masih ingat enggak itu cerita PRT itu 14:44 kan ee kita kontrak untuk bekerja di 14:47 rumah kita. Iya. Ya. Nah, kita tanya 14:52 pada prinsipnya kalau kita bikin kontrak 14:54 dengan orang lain itu ada misalnya jam 14:56 kerja. He. Jam kerjanya berapa? Ya, kita 14:59 juga di sini kalau bekerja di kantor kan 15:01 ada jamnya mulai jam berapa ya, jam 15:04 0.0.30 nanti pulangnya jam ee 5 e 30 15:08 misalnya. Kemudian nanti ada istirahat 15:11 berapa jam gitu tengah hari salat dan 15:13 seterusnya ya itu semuanya 15:16 begitu. Tapi kalau PRT itu kan gak ada 15:18 ininya pembantu rumah tangga itu enggak 15:21 ada jamnya. Enggak ada jamnya. Jadi 15:23 karena dia tinggal di tuan rumah tuannya 15:26 dia itu enggak ada jam kerjanya 24 jam. 15:28 Hampir nyaris 24 jam. Bahkan kalau lagi 15:31 tidur juga dibangunin. Iya. Nah, padahal 15:34 dia mendapat apa? Mendapat honor atau 15:37 gaji itu dibatasi. 15:43 katakan lah sebulan ee sesud atau 2 juta 15:47 misalnya sebulan ya. Tapi apa yang dia 15:51 terima sebagai honor, sebagai imbalan 15:54 iwatnya itu iwat dia pekerja itu itu 15:57 enggak seimbang dengan dengan jam 15:58 pekerja yang tidak ada batasnya. Nyaris 16:00 24 jam ya karena di situ dia tidak ada 16:05 disebutkan jamnya berapa kemudian apa 16:07 yang dikerjakan itu enggak jelas. 16:09 bisa mencuci, bisa membersihkan rumah, 16:11 bisa nyetrika, macam-macam. Kalau dia 16:14 anaknya kecil misalnya ada anak yang 16:16 punya rumah ini punya anak dua 16:18 kecil-kecil itu juga dia harus ini 16:20 mungkin harus memberi makan dan 16:22 sebagainya lah. Di sini ini sebetulnya 16:24 enggak 16:25 seimbang. Sebab perjanjian itu harus 16:27 kita buat ada hak dan 16:29 kewajiban. Haknya dia dapat berapa 16:32 sebulan atau per hari? Kemudian 16:34 kewajibannya itu apa yang harus 16:35 dikerjakan? ya. Dan dari waktu jam 16:38 berapa sampai waktu jam berapa gitu. 16:41 Nah, kalau terjadi seperti ini ya maka 16:45 tidak seimbang. Artinya perjanjian akad 16:48 seperti ini enggak seimbang. Berat 16:49 sebelah ya. Kalau berat sebelah berarti 16:52 ada hak orang lain yang diambil dalam 16:54 sistem itu. He. Sehingga dengan demikian 16:56 maka sistem itu zalim karena Heeh. Tidak 17:00 ada keadilan. Ini contoh ya. Ya. 17:03 Jangan-jangan di rumah kita begitu ya. 17:05 ee artinya kita mempunyai PRT, tapi kita 17:08 tidak mempunyai job description dari jam 17:11 berapa sampai jam berapa, batasan yang 17:13 dikerjakan itu apa. Enggak ada ya. 17:15 Mudah-mudahan dengan apa yang saya apa 17:19 namanya ungkapkan ini mungkin para 17:20 pendengar atau para para pemirsa itu 17:23 menyadari mari kita ee menegakkan 17:26 keadilan. Jadi walaupun ayat tadi itu 17:29 adalah berkaitan dengan apa namanya ee 17:31 timbangan atau takaran, tapi itu bisa 17:34 dikiaskan, dianalogikan kepada yang lain 17:38 yang merupakan suatu akad-akad yang di 17:41 dalamnya itu berat sebelah. Sebagian me 17:45 apa 17:46 namanya? Terbebani dengan suatu 17:48 kewajiban tapi tidak diimbangi dengan ee 17:51 apa iwat atau imbalan yang yang 17:54 seimbang. Jadi kalau diterapkan di 17:56 kasus-kasus saat ini lebih banyak ya 17:59 bisa diambil. Oh, sangat banyak luas 18:00 sekali. Luas sekali. Nah, yang apa 18:05 namanya? Ee di dalam ayat berikutnya itu 18:09 dalam surat Hud ini kan Heeh. itu 18:12 dilanjutkan dengan ee kalau di saya 18:15 lihat apa namanya? Sebentar ini kasusnya 18:19 ee Syed Kutub di dalam kitab Fidil Quran 18:21 itu dia menjelaskan bahwa 18:25 ee mungkin saya baca dulu ya ayat yang 18:28 selanjutnya yang ke-85 dan ke-86 gitu 18:32 Pak Ustaz ya. Ya, ini tadi coba dilihat 18:34 tapi saya mau lihat dari ini ya dari 18:38 komentarnya Sayid Kutub radhiallahu anhu 18:41 rahimahullah wun min adwar risalah alwak 18:46 bilqid 18:48 alida fi ahla matian ahli matian wid 18:54 tauhid qatun uk hiya qatul amanah wal 18:59 taulinas 19:00 wahq wah 19:03 bilqidati 19:05 fillahunati lahu 19:07 wahda syari wa amri wa ahladyan qalaqa 19:12 bidahsyatin baligh walam yudri alaqinal 19:15 muamalat aliah was al 19:18 muabbir anidinuna lillah. Jadi ee 19:23 maksudnya mungkin begini ya. 19:26 Jadi ee apa yang dibawa oleh Nabi Syuaib 19:29 dari risalah tauhid itu sebetulnya 19:32 membawa risalah yang lain, membawa apa 19:35 konsekuensi yang lain, yaitu apa? 19:37 Hubungan antara ee akidah ini dengan ee 19:41 taamul, dengan muamalah, dengan aspek 19:44 ekonomi. Nah, ketika Nabi Suaib itu 19:46 menjelaskan ya menjelaskan walausul 19:50 miqyal wal mizan wahai kaumku, janganlah 19:52 kamu mengurangi takaran dan timbangan. 19:56 itu reaksinya kan menunjukkan 19:58 seolah-olah mereka itu enggak ini enggak 20:02 ngerti sama sekali hubungan 20:04 apaanhana salatuka. Apakah salatmu ini 20:07 menahan melarang kami dari apa yang kami 20:10 lakukan terhadap harta benda kami? Coba 20:13 dibaca berikutnya itu ya ee yang 85 20:16 terus sampai 87. Iya, ada ya situ 20:20 ya. 20:22 Itu apa namanya memberikan kesan kepada 20:25 kita bahwa ee mereka itu tidak menyadari 20:29 sekali bahwa apa yang mereka lakukan 20:32 dalam bidang ekonomi ini sangat zalim 20:35 ya, sangat merugikan orang lain. Tapi 20:38 mereka merasa bahwa ajaran Nabi Syuaib 20:41 ini ee apa namanya? melarang mereka 20:44 untuk melakukan itu dan mereka itu 20:46 menolak ya bahwa kami inilah yang punya 20:49 harta, kami ini yang punya ee amwal. 20:54 Mengapa kami dilarang-larang untuk 20:55 melakukan apa yang kami miliki gitu kan. 20:58 Iya. Nah, di sini saya kaitkan dengan 21:01 misalnya ee paham sekularisme. Iya. 21:06 Ya, paham sekularisme. Paham sekularisme 21:09 itu kan sebetulnya ee 21:12 memisahkan memisahkan ajaran agama dari 21:15 kehidupan dunia semuanya. Tapi aspeknya 21:18 ini adalah aspek ekonomi ya. 21:21 Jadi kalau dalam ekonomi baik, 21:24 biarkanlah kami pakai kapitalisme, 21:26 biarkanlah kami pakai 21:28 sosialisme, biarkanlah kami pakai 21:30 mazhab-mazhab yang lain. Kami muslim, 21:33 kami haji, kami apa salat lima waktu 21:37 baca Al-Qur'an tiap hari. Tapi 21:40 ekonominya ribawi. Tapi untuk ekonomi 21:42 ribawi, ekonomi-ekonomi kapitalis, 21:44 ekonomi-ekonomi penuh dengan kezaliman, 21:46 penuh dengan dosa, yaitu riba, goror, 21:50 maisir yang sekarang terjadi kan begitu. 21:52 Ee apakah maksud di surat itu juga ya 21:54 kondisi masyarakat Madian waktu itu 21:56 begitu gitu ya? Iya. Jadi intinya adalah 21:59 mereka itu merasa bahwa harta yang 22:00 mereka kumpulkan 22:03 itu adalah milik mereka dan mereka bebas 22:06 untuk melakukan terhadap apa yang mereka 22:09 miliki. Bahkan di dalam tafsir Tabari 22:11 dikatakan bahwa mereka itu bebas 22:16 memotong dirham ya mata uang dirham itu 22:19 atau dinar digunting atau dipotong lah. 22:22 Kalau dilarang eh kamu jangan potong 22:24 uang dinar itu. Jangan kamu potong wang 22:26 dirham itu ngapain jawabannya kan begini 22:29 kan apa urusan kamu dengan saya ini kan 22:31 harta saya sendiri mau saya potong kek 22:33 mau saya buang mau apa ini harta saya 22:36 gitu loh jadi mereka merasa bahwa dengan 22:38 harta itu mereka memiliki kepemilikan 22:40 absolut kehendak iya absolute ownership 22:43 kepemilikan yang yang mutlak artinya 22:46 kepemilikan mutlak ini yang punya ini 22:48 berhak untuk ee menggunakan apa saja 22:51 termasuk di antaranya adalah memusnahkan 22:55 Ya. Ya. Jadi ada cerita kan sudah lama 22:58 ini ceritanya sudah tahun '0-an atau 23:00 berapa yang lalu ada 23:04 pengusaha kaya 23:07 kemudian ada suatu saat itu over supply 23:11 ini yang dia miliki ini beras atau 23:14 gandum atau apalah gitu sehingga karena 23:18 ada kelebihan supply over supply kan 23:21 jadi kalau dalam ekonomi kan kalau ada 23:23 over supply berarti harga turun harga 23:26 turun berarti dia rugi. Nah, apa yang 23:29 dilakukan ini cerita benar apa enggak, 23:31 tapi dulu berdar ya. Dia mengatakan 23:34 bahwa karena ini terjadi over supply 23:37 sehingga harga turun dan dia akan rugi, 23:40 maka yang dilakukan bukannya membagi 23:43 barang yang over supply tadi itu kepada 23:45 orang miskin, malah di malah 23:47 ditenggelamkan ke 23:49 laut supaya apa? Supaya tidak ada over 23:51 supply, gitu. Nah, nah kalau ditanya 23:54 kenapa orang itu melakukan seperti itu? 23:57 Dia akan menjawab, "Ini kan harta 23:59 saya." 24:00 Ya, apa yang saya lakukan terhadap saya, 24:03 harta saya itu boleh legal, enggak ada 24:05 masalah. Mau saya buang ke laut, mau 24:08 saya buang ke sungai, ini enggak 24:09 masalah. Ini kan harta saya. Nah, konsep 24:12 kepemilikan absolut inilah yang 24:14 mendasari itu tadi apa namanya? kaumnya 24:18 Nabi Syuaib itu dan sekarang diikutin 24:20 oleh ee aliran mazhab kapitalisme yang 24:23 menganggap bahwa kepemilikan ini 24:25 sifatnya adalah mutlak. Iya. H ya. 24:28 Mutlak atau ee absolut ya. Sehingga 24:31 dengan demikian kalau dia ee berkehendak 24:34 misalnya yang punya harta ini ee 24:36 membuang hartanya e apa memusnahkan har 24:39 membakar dan lain sebagainya itu enggak 24:42 secara hukum tidak bersalah karena dia 24:44 melakukan terhadap apa yang dimiliki 24:46 sendiri. Sementara dalam Islam, 24:49 sementara Islam itu enggak begitu. Kalau 24:51 harta enggak boleh dimusnahkan. Hatta 24:52 walaupun itu harta itu haram, kayaknya 24:54 di diambil dengan cara yang haram. 24:58 Misalnya ee deposito ke bank-bank 25:01 konvensional kan ada bunganya. Bunganya 25:03 malah gede kalau deposit ya. Lah terus 25:06 yang punya ini bilang, "Pak, itu kan 25:09 bunga jadi saya enggak usah ambil." 25:10 enggak diambil oleh bank itu diambil 25:14 dikasihkan kepada katakanlah misalkan 25:17 gerakan-gerakan yang anti Islam 25:19 dimanfaatin dimanfaatkan karena dalam 25:21 bentuk JSA dalam bentuk apalah gitu ya 25:24 karena ini kan ee apa 25:27 namanya harta yang pemilihan sendiri 25:30 enggak menganggap itu halal maka orang 25:33 lain pihak lain akan dimanfaatkan maka 25:36 dulu ada cerita beberapa orang Arab yang 25:40 mendepos itu kan uangnya di bank-bank 25:41 Eropa, di bank-bank Amerika itu, itu 25:45 kemudian tidak diambil bunganya karena 25:47 itu haram ya. Tapi kemudian ada mereka 25:50 bertanya pada ulama, Heeh. Apa hukumnya 25:52 itu mengambil bunga bank? Ya hukumnya 25:56 tetap haram kan riba ya tapi harus 25:58 diambil. Seb kalau ternyata kalau enggak 26:00 diambil itu dipakai 26:03 organisasi-organisasi bisa gereja bisa 26:05 apa yang tujuannya itu untuk dikasihkan 26:08 kepada 26:08 negara-negara miskin seperti Bangladesh 26:11 apa untuk Kristenisasi termasuk di 26:14 negara kita Quran katanya begitu. Cuman 26:16 kan Islam juga mengatur bagaimana untuk 26:17 mengelola I lah. Jadi di situ kan kita 26:19 lihat bahwa itu harta tapi tidak thayib, 26:22 tidak halal gitu ya. Tapi ini bagi orang 26:24 lain jadi harta kemudian dipakai untuk 26:26 mengantem kita. Itu harus ada namanya ee 26:29 sadudara harus kita tutup supaya bahaya 26:31 itu enggak mengan kita. Makanya itu 26:34 ulama membolehkan ee pendapatan yang 26:37 haram itu dipakai tapi bukan untuk 26:39 konsumsi. H. Sebu enggak dipakai, enggak 26:41 diambil itu enak sekali. Apa namanya? 26:44 Lembaga-lembaga ee lembaga-lembaga 26:47 Kristen ee yang ee meminta CSR meminta 26:51 bantuan kepada corporate ini akan dengan 26:53 mudah dapat dana dan mereka akan 26:55 memberikan dana itu. Karena ini dana 26:57 sebetulnya bukan tidak dimasukkan dalam 26:59 pembukuan. Iya. I. Dan kalau kita 27:03 melihat tadi di ayat yang ke-84 juga kan 27:05 di situ diterangkan bahwa ee kondisi 27:07 kalian itu makmur. He. Oh, dalam kondisi 27:11 makmur gitu ya. L 27:13 sebetulnya ee kondisi Madian ini ya 27:16 kalau kita lihat dari sisi apa namanya? 27:18 Dari sisi tafsir-tafsir yang kita baca 27:22 memang tidak kekurangan. He. Tapi 27:25 walaupun negara itu makmur ya bukan 27:27 berarti bahwa di dalamnya tidak terjadi 27:30 kezaliman. Tidak ada kendali. Lihat kita 27:31 sekarang Eropa, Jepang ya, Amerika 27:35 makmur KPTN kami 70.000 dolar per tahun 27:38 ya. Ada yang mungkin mendekati 80 27:42 tapi mereka itu makmur karena bunga, 27:45 karena riba, karena segala macam tadi 27:47 yang dilarang. Bahkan makmur dengan 27:48 hukum rimba juga ada ya. Iya. Jadi apa 27:51 namanya barang-barang yang mereka 27:53 produksi sebagian mungkin kalau enggak 27:55 sebagian besar itu mengandung hal yang 27:57 haram. misalnya bir, minuman minuman 28:01 makanan yang mengandung apa itu babi, 28:03 kemudian minuman yang mengandung alkohol 28:05 dan lain sebagainya sangat kemudian ada 28:08 yang sangat ee yang besar sekali itu 28:10 transaksi seperti judi. 28:12 Iya, dan lain sebagainya. Ini mereka 28:15 hidup dari hal seperti itu. Kalau kalau 28:17 Mas enggak misalnya ke Amerika cari 28:19 pekerjaan ya sulit. 28:21 Mau 28:22 restoran-restorannya ya mau jadi tukang 28:24 cuci piring tapi cuci piringnya itu 28:26 mengandung daging babi. Iya. Setiap saat 28:30 setiap saat gimana? Banyak orang 28:32 teman-teman yang pernah ke sana cerita 28:34 ke saya seperti itu ya sangat sulit ya. 28:36 Jadi di dada di dalam selimut kemakmuran 28:40 seperti ini ternyata mereka itu 28:42 transaksinya sangat apa namanya? Zalim 28:46 ya. Ee banyak sekali yang haram ya. Lalu 28:49 kalau kondisi pasarnya bagaimana? Di 28:51 situ kan diterangkan ya tadi masalah 28:52 timbangan dan takaran. Apakah apakah ada 28:55 praktik-praktik kecurangan di masa itu 28:57 gitu ya? Iya curang ya. Jadi akhirnya 29:00 seperti dikatakan dalam surat yang lain 29:02 ya. Auzubillah 29:04 minasyaitanirrajim. Wailul lil mutfifin. 29:07 Alladzinaalu alanasi 29:09 yastaufun waidzauhum aazanum ysirun. Ya. 29:14 Jadi celakalah neraka wail bagi 29:17 orang-orang yang mutafofifin. 29:18 Orang-orang yang curang. Iya. Siapakah 29:21 mereka ini? Alladzinaqtalu alanas 29:24 yastaufun. Apabila minta di apa namanya? 29:28 Ditimbang he kepada orang lain. Kita dia 29:31 kita beli mereka beli sesuatu yang 29:34 ditakar ya misalnya. Iya. Mereka ingin 29:37 disempurnakan takarannya benar-benar 1 29:39 liter ya. itu liter itu waid kaluhum 29:42 awazanuhum. Tapi Pak kalau dia mereka 29:44 ini posisinya sebagai penjual yang 29:47 menimbang untuk orang lain atau menakar 29:49 untuk orang lain itu mereka curang 29:52 mereka kurangi. Nah, jadi posisinya mana 29:56 dulu nih posisinya dia penjual yang 29:58 menimbang atau menakar dia tidak 29:59 memenuhi. Tapi kalau dia itu posisinya 30:02 pembeli, dia minta disempurnakan. Nah, 30:05 ini orang mutafif ini ya curang itu ya. 30:07 Iya ini curang. Jadi kalau dalam sebuah 30:09 masyarakat sudah seperti itu ya 30:11 timbangannya sudah tidak benar, maka 30:14 sudah enggak ada lagi keseimbangan. 30:17 Ya, dulu-dulu ya kira-kira 20 hampir 20 30:20 tahun yang lalu saya 30:23 kalau apa namanya di Pasar Rebo itu kan 30:25 ada bang 30:27 pinggir-pinggirnya jualan. Oh iya, 30:29 jualan-jualan. Jualan apa itu? Jualan 30:30 buah-buahan ya? Buah-buahan. Buah-buahan 30:32 ya? Buah-buahan lah. Tulisannya kan 1 30:36 kilo sama 10-an. 30:38 ini punya saya ini 1 kilo 10 ons. 30:42 Artinya apa di situ? Kenapa ditambahi 10 30:44 ons gitu kan? 30:47 Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa 30:50 timbangan 1 kilo di situ enggak 1 kilo 30:53 ya. Karena itu perlu diberikan 30:55 penjelasan tambahan itu 10 ons. 30:59 dulu juga ada yang ini pengalaman 31:01 pribadi ada waktu saya di di Dewan Sari 31:05 Nasional dan itu kita markasnya masih di 31:08 Istiqlal 2004 kalau enggak salah 31:12 itu ada pengusaha pom bensin ya datang 31:16 ke DSN minta SPBU-nya ditulis syariah 31:20 SPBU syariah gitu lah. Saya bertanyaah 31:24 apa fungsinya Pak di situ? He. Kenapa? 31:26 Kenapa Anda ingin apa namanya SPBU Anda 31:29 ini syariah? Iya. Dia menjelaskan kepada 31:33 kita sekarang, Pak, gak ada SPB itu yang 31:36 benar, Pak. Ya, kalau Bapak ke mana-mana 31:39 beli bensin untuk mobil Bapak itu itu 31:42 rata-rata tidak ada yang benar. Iya. 31:44 Iya. Ini berita. Nah, saya ingin bahwa 31:46 yang saya miliki ini benar, Pak. Ya, 31:48 karena itu saya perlu ada embel-embel 31:49 syariah karena tidak semua pemben itu 31:52 justru kurang ya. Jadi di sini 31:54 kecurangan sudah meluas ya lah. Kalau 31:57 kecurangan ini sudah meluas apa yang 31:59 terjadi? Yang terjadi adalah pengambilan 32:01 hak orang lain oleh orang lain secara 32:04 sistem secara sistemiklah gitu. Dan di 32:07 mata Allah Subhanahu wa taala ini 32:08 pelanggaran besar. He. Bahkan kalau apa 32:11 namanya riba atau bunga itu kalau kita 32:14 lihat itu tidak seimbang ya. dijelaskan 32:17 dalam 32:18 kitab tafsir Faur Rozi itu tentang riba 32:21 ini ya. Dan itu ditulis banyak oleh guru 32:24 saya oleh dr. Ee apa itu dr. Umat Sabra 32:28 ya. Ini begini. Kenapa di dalam sistem 32:31 kapitalis ya terutama dalam sistem 32:33 keuangan yang mengandung bunga itu ada 32:37 kezaliman? Ya, tidak seimbangan ya 32:39 kezaliman. Gambarannya begini. ee dalam 32:43 sistem kapitalis lender ya lender itu 32:46 artinya pemberi pinjaman, kreditur lah 32:48 istilahnya. Kreditur dalam bentuk bank, 32:52 dalam bentuk lembaga pembiayaan dan lain 32:55 sebagainya ee itu memberikan pinjaman 32:58 atau individu ya atau individu 33:00 memberikan pinjaman kepada orang lain 33:01 namanya debitur ya. Ya, lander itu 33:06 lawannya borower ya. ya yang memberikan 33:09 pinjaman dan menerima pinjaman gitu kan. 33:11 Nah, kalau dalam istilah bank itu 33:12 kreditur dan debitur gitu ya. Nah, 33:15 ketika kreditur atau lender ini 33:17 memberikan pinjaman kepada borower 33:21 atau debitur misalnya R juta bunga 10% 33:25 per tahun 33:27 misalnya. Terus terjadilah transaksi 33:29 dalam ee apa namanya? Kredit itu 33:33 ditandatangani di pantut tarif dan lain 33:34 sebagainya. disaksikan orang 33:37 ditandatangi oleh semua pihak ya lalu 33:39 kemudian diserahkan uang R1 juta kepada 33:42 borower kepada debitur dan nanti akan 33:45 dikembalikan per bulannya bisa 33:48 cicilannya sekian lah yang jelas itu per 33:50 tahun itu bunganya 100 ee 10%. 33:53 Silender ini begitu menyerahkan uang 33:55 terus dia tidur. Tidurnya Ashabul 34:00 Kahfi. Bangun-bangun uangnya sudah 34:02 numpuk gitu kan. Hm. Dia tidak mau tahu 34:06 pengguna dana ini apakah dia bangkrut, 34:09 apakah dia berhasil, apa dia hanya break 34:11 even point. Pokoknya kewajiban dia 34:13 adalah 34:14 mengembalikan pokok dan 10% kepada 34:17 lender tadi, kepada kreditur tadi. 34:20 Sementara kreditur itu dijamin dengan 34:23 positif return ya, dalam keadaan dia 34:25 enggak punya risiko sama sekali. 34:28 Sedangkan orang yang menggunakan dana 34:30 ini berisiko tinggi kan dia mengusahakan 34:33 uang ini belum tentu ada tiga 34:35 kemungkinan. Pertama dia untung 34:37 kemungkinan satu. Kemungkinan dua untung 34:39 tidak rugi juga tidak. Namanya break 34:41 even point saja. Yang ketiga adalah 34:44 rugi. Ya, ketiga-tiganya mempunyai 34:47 probabilitas yang sama. He ya. tidak 34:49 bisa dijamin. Nah, tapi yang harus 34:52 dilakukan adalah 34:54 mengembalikan pokok plus bunga ini 34:56 kepada kepada lender, kepada kreditur 34:59 tadi. Sebentar kreditur sebenarnya 35:01 tinggal tidur saja. I iya. Nah, di 35:04 sinilah ee dikatakan bahwa segala sistem 35:07 yang membolehkan seperti ini adalah 35:09 sistem yang zalim. Karena di dalam Islam 35:11 tidak ada. Karena kita menggunakan 35:13 mudarabah musyarakah. Mudarabah 35:15 musyarakah ini risiko ditanggung berdua. 35:18 H ya. 35:20 Sakibul mal menanggung risiko finansial 35:22 loss. Jika rugi dia yang kena begitu 35:26 musyarik syarik satu syarik du syarik 3 35:28 kalau usahanya ini ee gagal atau rugi 35:31 semuanya bertanggung jawab terhadap 35:34 kerugian proporsional terhadap modal 35:36 yang disetor. Iya. Tapi kalau ini kan 35:38 gak ya. Jadi ee apa namanya? 35:42 Kesimpulannya adalah setiap sistem yang 35:45 seperti tadi itu membolehkan bunga. 35:47 Berap pun bunga 1% 2% atau sekarang di 35:50 Indonesia 35:52 12%. Ini adalah mengandung kezaliman 35:55 inheren. He ya. Inherent secara inherent 35:59 dia mengandung ya. Oleh karena itu yang 36:01 seperti 36:02 inilah mengabadikan kezaliman perpual 36:07 mengabadikan kezaliman dan itu 36:09 mengakibatkan murka Allah Subhanahu wa 36:11 taala karena ini haram dijaga, 36:13 dipelihara dan terus diusahakan ya. Nah, 36:16 itulah sebabnya maka akhir daripada 36:19 nihayatul matf, akhir 36:21 daripada ee Madyan itu kan seperti akhir 36:24 daripada kaumnya Nabi Luth, kaum lain. 36:27 Karena ee apa namanya? kezaliman ini 36:30 begitu menggunung ya menumpuk sedemikian 36:33 rupa sehingga hak warga itu diambil 36:36 secara sistemik dalam sistem ini 36:39 mengakibatkan kemurkaan Allah Subhanahu 36:41 wa taala dan itu misi yang disampaikan 36:44 begitu ya jadi kritikan apa namanya 36:46 relevansinya dengan hari ini itu ya kita 36:49 katakan bahwa mazhab ekonomi apapun ya 36:52 konvensional itu ada kapitalis ya dan 36:55 sekarang kapitalisme boleh dikatakan 36:57 mendunia dunia ya. Komunis Cina dulu ya 37:01 tidak menggunakan kapitalis, sekarang 37:03 dia menjadi kapitalis tidak peduli apa 37:06 yang terjadi dalam ee partainya. Tapi 37:08 yang jelas ekonominya ini sekarang sudah 37:10 seperti itu ya. Ya, begitu juga 37:13 negara-negara yang dulu tergabung dengan 37:15 Uni Soviet yang apa namanya dulu 37:17 ekonominya sosialis, Marsis ya. Iya. itu 37:21 bubar tahun 1989 dan akhirnya kan 37:25 ngikutin ee kapitalisme ya. Yang tidak 37:28 kapitalis ya apa apa namanya sakarat 37:32 dalam keadaan sakarat layamut alaiha 37:34 seperti he 37:36 ee seperti apa Korea Utara gitu ya. Yang 37:40 lainnya sudah ya. Nah, jadi apa 37:45 namanya ee surat Hud ayat 84 tadi itu 37:49 dan seterusnya sampai 87 i sangat 37:52 memberikan ini apa namanya ee inspirasi 37:55 kepada saya yang background saya itu 37:57 adalah ekonomi. di mana ketika kita 37:59 bicara tentang mazhab ekonomi ataupun 38:02 aliran-aliran ekonomi sekarang ini di 38:04 mana kapitalisme menjadi mainstream ya 38:07 itu di dalamnya penuh dengan apa yang 38:10 ada di dalam masyarakat ee Madian tadi 38:13 itu. He. Jadi persoalan ekonomi yang 38:15 diceritakan di ayat ini pun saat ini 38:17 justru Iya. Terjadi juga ya. Iya. 38:19 Terjadi juga relevan bahkan lebih banyak 38:21 dan juga dengan ragam ragam-ragamnya 38:25 gitu ya. Sekarang kan kecurangan juga 38:26 sudah dibalut dengan sesuatu yang itu 38:29 bukan curang gitu. Dikemas ya. Iya. Sesu 38:31 kejahatan pun dikemas tidak terlihat 38:33 jahat gitu ustaz. Iya. Jadi yang 38:35 pelajaran pertama yang penting sekali 38:37 adalah he bahwa hubungan hunaka apa 38:41 namanya? ada hubungan yang sangat kuat 38:46 iya ya antara ideologi dalam bentuk 38:48 akidah ini he dengan sistem ekonomi. He 38:52 itu yang saya ambil dari fidil Quran 38:55 ya. Tidak mungkin sebuah akidah yang 39:00 salim art yang salimah akidah yang 39:02 sahihah, akidah yang hanya hamba ini 39:06 hanya menyembah kepada Allah dalam 39:07 seluruh bidang kehidupan. Lalu kemudian 39:11 dalam bidang ekonomi dipakai sistem yang 39:13 tidak berasal dari sumber akidah 39:15 tersebut itu enggak terjadi. Jadi 39:18 sekularisme enggak ada dalam Islam. Iya. 39:20 Ya, kalau yang kita bahas ini kan apa 39:22 namanya? Ekonomi bukan politik ya. Sama 39:25 dianalogikan kalau dalam sistem politik 39:27 itu ee sekuler ya sama aja. Artinya 39:30 akidahnya tidak sampai ke sana. Padahal 39:33 akidah itu harus sampai menjangkau 39:34 seluruh kehidupan. Apakah kehidupan itu 39:38 ee sosial, politik, ekonomi, budaya dan 39:41 lain sebagainya. Semuanya harus tunduk 39:44 kepada sistem Allah Subhanahu wa taala. 39:47 Ya. He ketika keadilan tidak diterapkan 39:50 dalam hal perekonomian, ada kezaliman, 39:53 lalu balasannya bagi sebuah sistem 39:55 kemasyarakatan itu hancur, kan? Nah, di 39:58 saat ini apakah Ustaz sudah melihat 40:02 benih-benih kehancurannya atau cara 40:04 merubahnya bagaimana, Pak Ustaz? Di 40:06 dalam ee dalam ayat yang lain kan 40:08 dikatakan sanastadrijuum min haitsu la 40:11 ylamun wa umlilahum. Ya, bukan berarti 40:15 ini tidak ee kapan kehancuran sistem 40:17 ini? Apakah kita menyaksikan 40:19 kehancurannya atau tidak? Kita sudah 40:22 menyaksikan. Kalau yang sosialisme kita 40:23 sudah menyaksikan. He ya. tahun itu 40:27 bagaimana tembok Berlin dihancurkan. Iya 40:29 kan? Kita lihat tahun '8 at 89 itu ya. 40:33 Terus demo-demo yang luar biasa ya di 40:37 bawah e pimpinan korupaj dulu itu ya dan 40:40 lain sebagainya. Kita lihat itu 40:42 periodenya sudah lama sudah 30 tahun 40:43 yang lalu ya kita masih masih ingat saya 40:46 ya. Iya. Nah yang satu ini ya yang satu 40:48 kapitalisme ini kapan akan hancur? 40:52 Apakah kita nanti sempat menyaksikan 40:54 kehancuran dia atau tidak. Tapi 40:56 keyakinan saya adalah bahwa dia akan 40:57 hancur. Ya kan? Tinggal nunggu ayat 41:00 Allah dalam Al-Qur'an yang lain 41:02 mengatakan sanastadriju min haitu la 41:05 yalamun. Diberikan 41:06 istidraj. Istidraj itu ee apa namanya? 41:10 Istilahnya mereka itu sesungguhnya 41:12 berjalan menuju kehancuran. Tapi mereka 41:14 ini enggak menyadari bahwa dia menuju 41:16 pada kehancuran. 41:18 wa umlilah kan kami berikan peluang di 41:21 di apa namanya dalam konteks umur 41:25 manusia itu mungkin panjang mungkin 70 41:27 tahun 60 tahun itu panjang masanya tapi 41:30 dalam perhitungan Allah Subhanahu wa 41:32 taala itu sangat cepat sekalian jadi 41:34 kita apa namanya ee kita yakin bahwa 41:37 sistem ini mengarah kepada kehancuran 41:38 dirinya sendiri tetapi 41:40 pembeluk-pembeluknya yang 41:41 pengikut-pengikutnya ini tidak menyadari 41:43 bahwa itu adalah akan menunjuk pada 41:45 kehancuran sebagaimana umat-umat yang 41:47 lain yang dulu melakukan hal yang sama 41:49 dihancurkan oleh Allah Subhanahu wa 41:51 taala. Itu baik Pak Ustaz Ihhat yang 41:55 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 41:56 Ekonomi Islam bersama Ustaz Ihhan Basri 41:59 kita siaran live di pagi menuju siang 42:01 ini. Kita mengangkat topik mengambil 42:03 pelajaran sisi ekonomi dari kisah Nabi 42:06 Sulaim Alaih Salam. Telaah Quran surah 42:09 Hud ayat 84 sampai 87. 42:14 Sudah ada beberapa hal tadi yang kita 42:16 bahas. Namun, Ustaz, kita jedak dulu ya. 42:18 Kita nanti akan lanjutkan di sesi kedua. 42:20 Ikhwan akhwat, kami mengundang Anda 42:22 untuk bergabung di acara kami. Silakan 42:24 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 42:27 ke nomor SMS dan juga WhatsApp Rasil di 42:30 0811999720. 42:36 Untuk berdialog langsung bersama Ustaz 42:38 Ihan Basri mengenai topik yang kita 42:40 bahas ataupun mengenai ekonomi syariah, 42:43 silakan telepon kami di nomor 42:47 0218451512. Kami akan segera kembali. 42:54 [Musik] 42:59 [Tepuk tangan] 43:05 [Musik] 43:09 [Tepuk tangan] 43:12 [Musik] 43:19 [Tepuk tangan] 43:25 [Musik] 43:32 [Musik] 43:37 [Tepuk tangan] 43:43 [Musik] 43:47 [Tepuk tangan] 43:49 [Musik] 43:57 [Tepuk tangan] 44:03 [Musik] 44:10 [Musik] 44:15 [Tepuk tangan] 44:21 [Musik] 44:25 [Tepuk tangan] 44:27 [Musik] 44:35 [Tepuk tangan] 44:41 [Musik] 44:53 [Tepuk tangan] 44:58 [Musik] 45:03 [Tepuk tangan] 45:09 [Musik] 45:13 [Tepuk tangan] 45:15 [Musik] 45:31 [Tepuk tangan] 45:37 [Musik] 45:41 [Tepuk tangan] 45:44 [Musik] 45:51 [Tepuk tangan] 45:57 [Musik] 46:08 Berasil 46:10 TV untuk Islam yang satu. 46:20 [Musik] 46:45 Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk 46:47 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 46:48 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 46:49 Terima kasih masih bersama kami dalam 46:51 acara ekonomi Islam bersama Ustaz Ihwan 46:55 Basri. Kita mengkaji Quran surah Hud 46:58 ayat 84 sampai87. Pelajaran yang kita 47:02 ambil dari kisah Nabi Syuaib Alaih Salam 47:06 dari sisi perekonomian. Dan Ustaz 47:08 sebelum kita lanjut, kita sudah 47:09 terhubung dengan pendengar di sesi kedua 47:11 ini. Halo. Asalamualaikum. 47:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:14 wabarakatuh. Baik. Dari siapa? Di mana, 47:16 Pak? dari Pak Janar Rasyid Pondok Kopi. 47:19 Pak Janarsi ya. Rasyid Pondok Kopi. 47:21 Silakan Pak Rasyid. Ya. Mau tanya Pak 47:23 Ustaz silakan Pak. Bahwa negara kita ini 47:29 diakui berdasarkan Pancasila. 47:33 Kemudian penjabarannya di dalam 47:35 Undang-Undang Dasar 47:37 45 bab agama negara berdasarkan 47:41 Ketuhanan Yang Maha 47:43 Esa. Apabila sila pertama ini dikaitkan 47:46 dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 47:48 45 adalah atas rahmat Allah Indonesia 47:53 menyatakan kemerdekaannya. Berarti 47:55 ketuhanan di sini adalah Allah. 47:58 Pertanyaan 48:00 saya bahwa seluruh 48:04 kegiatan yang harus dilakukan di 48:06 Indonesia ini baik di dalam bidang 48:08 politik, ekonomi, sosial, budaya dan 48:12 sebagainya harus merujuk kepada 48:15 ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu wa 48:17 taala. Iya. 48:19 Pertanyaan saya sekarang yang dilakukan 48:22 oleh negara meminjam uang ke luar negeri 48:27 dengan bunga sehingga menurut ee 48:32 penjelasan Bapak Ustaz tadi bahwa sistem 48:35 riba itu akan ee tidak akan melahirkan 48:39 suatu keseimbangan, bahkan melahirkan 48:42 suatu kehancuran. 48:44 Ah, maka pertanyaan saya, apakah yang 48:47 harus kita 48:48 lakukan atau usahakan agar ekonomi 48:53 Indonesia ini menggunakan 48:55 petunjuk syariah Islam? Sekian, terima 48:59 kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi 49:02 wabarakatuh. Waalaikumsalam 49:03 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Nasi 49:05 Rasib. Terima kasih. Baik, sudah 49:06 menangkap pertanyaan Pak Ustaz? Ya, 49:07 sudah ya. Ya, tapi sebetulnya bukan 49:09 pertanyaan kalau menurut saya lebih 49:12 kepada pengamatan masukan ya. I. Jadi 49:15 saya juga sepakat dengan beliau itu 49:17 bahwa ee apa namanya negara berdasarkan 49:20 Tuhan Yang Maha Esa kemudian dihubungkan 49:23 dengan pembukaan undang-undang atas 49:25 berahmat berkat rahmat Allah yang maha 49:27 kuasa menunjukkan bahwa ee cita-cita 49:30 pendiri bangsa kita ini menginginkan apa 49:32 nilai-nilai agama itu menjadi dominan di 49:36 dalam semua aspek kehidupan terutama 49:38 adalah nilai-nilai Islam. Ya, seperti 49:41 itu. Nah, tetapi sekarang wujudnya 49:44 seperti ini ya yang dipertanyakan oleh 49:46 Bapak tadi ya seperti itu hutang masana 49:48 hutang sini perilaku negara yang 49:51 berhutang. Iya. Jadi kita ee melihatnya 49:56 itu perkembangan ekonomi Islam ini kan 49:58 baru, Pak. Jadi ee animo masyarakat itu 50:02 ee belajar ekonomi Islam, mempraktikkan 50:05 ini sangat baru di Indonesia mungkin 50:08 sangat menonjol itu setelah tahun 2000 50:10 ya sebelum tahun 2000 itu ya ada 50:14 sekelumit segelintir orang yang mencoba 50:16 untuk memperkenalkan itu ya. Tapi 50:18 setelah reformasi tahun 2000 ini menjadi 50:21 agenda nasional, bahkan sistem keuangan 50:24 syariah itu menjadi bagian integral 50:27 daripada sistem keuangan nasional. 50:29 Sekalipun sekarang ini tetap dominan, 50:31 sangat-sangat dominan sistem 50:33 konvensionalnya. Ya, tetapi pelan-pelan 50:35 ya, pelan-pelan ya. 50:37 Mudah-mudahan apa yang kita lakukan 50:40 dalam rangka ee memperkenalkan kemudian 50:44 mempopulerkan, kemudian mengamalkan 50:46 ekonomi Islam ini terus berkembang dan 50:49 mendapatkan dukungan dari semua kalangan 50:52 ya di Indonesia ini sehingga 50:53 lama-kelamaan nanti sistem keuangan ini 50:55 akan berbalik. Yang konvensional menjadi 50:58 minoritas, yang syaria menjadi pembesar. 51:00 Mudah-mudahan searannya seperti itu ya. 51:03 ya kita perjuangkan baik itu lewat 51:06 politik, baik itu lewat hukum dan lain 51:08 sebagainya. Tapi yang paling penting 51:09 sebetulnya kalau dalam pandangan saya 51:11 adalah setiap kita sudah mengetahui 51:14 ekonomi Islam wajib kita lakukan dan 51:17 kita praktikkan ya. Enggak usah menunggu 51:20 ee di nanti ada bank syariah atau 51:22 asuransi syariah atau apapun ya enggak 51:24 usah menunggu ke sana itu sudah menjadi 51:26 agenda nasional. Tapi mari kita 51:28 praktikkan dalam kehidupan kita sendiri. 51:29 Misalkan tadi kita contohkan kita punya 51:32 PRT, sudahkah PRT kita ini kita bikin 51:35 akad yang sesuai dengan syariah? Ya, 51:37 artinya jangka waktu ya pekerja dia itu 51:41 tidak 24 jam lagi. Kemudian hak-hak 51:44 mereka ini kita berikan full sesuai 51:46 dengan kesepakatan dalam akad ya. N itu 51:49 sehingga kita melakukan kontrak dengan 51:51 orang lain itu insyaallah dijamin tidak 51:54 ada kezaliman yang adalah ada keadilan. 51:57 Saya kira itu Mas Angangga ya. Iya. 51:59 Kemudian kita lanjutkan dalam surah Hud 52:02 ayat yang 87 yang ayat yang ke-87. Saya 52:05 tadi menyebutkan salah. 52:07 Astagfirullahalazim ya. Auzubillah 52:09 minasyaitanirrajim. Qolu ya suyuaibu 52:12 asolatuka tamuruka anatruka ma ya'budu 52:17 abauna an naf'ala fi amwalina ma nasya. 52:21 Innaka laantal halimur rasyid. Mereka 52:24 berkata, "Reaksi daripada ee suku Madian 52:27 atau komadian ini kepada Nabi Suaib 52:29 setelah mereka mendengarkan paparannya, 52:32 dakwahnya semuanya itu apa yang mereka 52:35 lakukan? Mereka 52:37 mengatakan, "Wahai Syuib, apakah salat 52:41 kamu menyuruh kamu agar 52:44 kami menghentikan dari menyembah apa 52:48 yang telah disembah oleh bapak-bapak 52:49 kami atau dari berhenti untuk melakukan 52:53 apa yang kami lakukan terhadap harta 52:55 kami sesuai dengan kehendak kami." Nah, 52:57 di situ. Nah, yang apa namanya? Ee yang 53:03 saya perhatikan dua hal ya. 53:05 Ya, pertama adalah salat di sini ya. 53:09 Salat itu adalah lambang utama daripada 53:12 ketundukan kepada Allah. Bahkan di dalam 53:14 tafsir Ibnu Kathir dikatakan itu din 53:16 kulluh semua agama. Apakah ajaran kamu 53:19 semua ini ya 53:21 Sub yang disebut cuma salat tapi 53:23 sebelumnya seluruh agama gitu. Seluruh 53:25 ajaran agama gitu. Apakah ajaran agama 53:28 kamu? salat kamu 53:30 ini mengajak kami agar supaya kami ini 53:33 berhenti menyembah kepada tuhan-tuan 53:35 yang telah disembah oleh bapak-bapak 53:36 kami atau meninggalkan terhadap apa yang 53:40 kami lakukan terhadap harta-harta kami 53:42 seperti se kehendak kami. Jadi seperti 53:44 saya katakan tadi ya, mereka ini 53:46 mempunyai pandangan bahwa apa yang 53:48 mereka peroleh dari harta mereka 53:51 memilikinya secara absolut ya absolut 53:55 opnership atau kepemilikan mutlak 53:57 sehingga apa yang mereka lakukan dalam 54:00 harta mereka itu tidak ada 54:03 salahnya. Nah, ini bahaya ini ya. Bahkan 54:06 dalam kapitalisme pun enggak seperti 54:08 itu. Kalau misalkan gini, kita mengenal 54:11 istilah equekuilibrium dalam ilmu 54:13 ekonomi, ya. Apa yang terjadi dalam satu 54:17 sektor itu bisa berakibat pada sektor 54:19 yang lain. I iya. Sekarang coba sektor 54:24 misalnya 54:26 pertambangan minyak 54:28 misalnya, 54:30 Indonesia tidak bisa memiliki teknologi 54:33 baga ngebor minyak secara efisien. 54:36 Ya, teknologi canggih lah. yang terak 54:38 maksudnya dia mitra dengan shell, mitra 54:41 dengan bitrus petroleum atau ya apa ya 54:45 banyaklah perusan di e di dunia ini 54:48 sebagai mitra itu dilakukan 54:50 bertahun-tahun berpuluh-puluh tahun ya 54:54 tapi tidak ada usaha untuk bagaimana 54:57 jiblai itunya gitu loh ilmunya gitu kan 55:00 teknologinya dia hanya ini aja akibatnya 55:03 apa akibatnya tidak bisa nyedot sesuai 55:07 dengan apa 55:09 istilahnya apa namanya kuotanya kan 55:11 misalnya 800 atau 55:14 R900.000 barel per hari dia hanya sampai 55:17 600 55:19 700 sudah paling tinggi ya. Iya. Nah itu 55:22 lifting-nya enggak tercapai. Nah 55:24 akibatnya lifting tercapai apa? Maka dia 55:26 harus karena ini kebutuhannya itu kan 55:29 satu juta barel per hari misalnya. Nah 55:32 dia nak sampai segitu. Nah dia apa yang 55:34 dilakukan ya diimpor kan. 55:37 Kalau enggak diimpor, kita berhenti 55:38 dijalani, enggak ada bensin gitu loh. He 55:40 ya. Jadi karena ini sektor tidak 55:43 seimbang, tidak bisa memenuhi targetnya, 55:46 maka mengakibatkan pada biaya yang 55:48 sangat tinggi kita impor bahan bakar. 55:50 Jadi kesimpulannya adalah apa yang 55:52 terjadi pada sektor tertentu ini akan 55:54 berakibat pada sektor yang lain. 55:55 Istilahnya itu Heeh. Apa itu dalam 55:58 bahasa teori apa ini namanya 56:02 yang roboh? Roboh satu roboh semua ya. 56:06 Oh iya domino efek domino ya seperti 56:09 itu. Domino. Jadi ee orang yang merasa 56:14 dia merasa bahwa dengan kekayaannya dia 56:16 bisa berbuat apa saja ini sebetulnya 56:18 sangat berbahaya bagi keseluruhan 56:20 manusia. 56:22 Ini ada adalah harta saya. Apa salahnya 56:25 kalau harta saya ini saya bakar, saya 56:27 tenggelam ke laut. Ya, ini seolah-olah 56:31 apa namanya merasa bahwa kepemilikan 56:34 yang dia miliki, yang dia rasakan itu 56:36 adalah kepindakan mutlak dan hukumnya 56:38 ikut mengikuti hawa nafsu dia. Bahwa 56:40 harta itu adalah titipan. Nah, konsepnya 56:42 Islam kan berbeda. Titipan dari Allah 56:45 Subhanahu wa taala yang harus kita 56:46 gunakan sesuai dengan kehendak Allah. 56:48 Gak boleh dipakai untuk belanja yang 56:49 haram. Nah, dia enggak apa yang dia 56:51 maui. Saya hari ini beli ini, saya hari 56:54 ini mau berjudi, saya hari ini mau apa 56:56 namanya nyumbang orang. saya apa namanya 57:00 hari ini mau begini mau begini dia dia 57:01 maunya tidak ada batasan ya tidak ada 57:04 batasan halal tidak ada batasan haram 57:07 dan itulah yang terjadi pada masa 57:08 sekarang ini. Cuman pada zaman Nabi Saib 57:11 itu kayaknya lebih dominan gitu sehingga 57:13 mempercepat kehancuran. kehancurannya di 57:16 saat Nabi Yusuf alaihi salam masih hidup 57:18 menyaksikan ya lah kita kita juga enggak 57:21 tahu ini kapan ini akan ada iya 57:23 hancurnya pasti ini saya yakin sekali 57:26 iya bahwa peradaban itu ee 70 tahun itu 57:29 sudah sudah cukup lama Baitul Muqaddas 57:31 dikuasai orang Kristen itu zaman Silh 57:34 Huddin al-Ayyubi kan jaraknya 70 tahun 57:36 sekarang ini sudah dikuasai Israel sudah 57:38 berapa tahun sudah lebih daripada 70 57:41 dikasih bonus berapa tahun lagi dari 57:43 dari 4 pasti akan terjadi ya seperti 57:45 itu. Ini masalah Israel lagi. Tapi 57:47 sebetulnya kita bicara tentang peradaban 57:49 ya. Dalam hal ini apabila suatu 57:51 peradaban itu mengandung kezaliman 57:53 sistemiknya di mana pelakunya sendiri 57:57 tidak merasa bahwa itu adalah kezaliman 57:59 yang sangat berbahaya. Akibatnya adalah 58:01 dia sadar atau tidak akan menuju kepada 58:05 nihayatul mataf, akhir putaran. E akhir 58:08 putarannya itu adalah kehancuran. 58:09 sebagaimana yang terjadi pada 58:11 bangsa-bangsa yang lain yang diceritakan 58:13 dalam Al-Qur'an. H iya. Baik, Pak Ustaz. 58:16 Saya akan ke beberapa pertanyaan yang 58:18 sudah masuk. Diantara dari sil Bapak 58:21 Kasmui di Tegal. Asalamualaikum 58:23 warahmatullahi wabarakatuh. 58:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:25 wabarakatuh. Pak Ustaz Yuhan Basri yang 58:27 dirahmati Allah. Seandainya hukum Allah 58:29 Subhanahu wa taala di negara kita ini 58:32 diterapkan dan juga ditegakkan khususnya 58:35 di bidang ekonomi. Ekonominya semua 58:38 berdasarkan Al-Qur'an. 58:40 Apakah negara kita ini akan kaya raya, 58:42 Pak 58:44 Ustaz? Kira-kira bisa enggak ya? Gitu. 58:48 Jadi bisa tidak diterapkan gitu. Iya. 58:50 Ekonomi berdasarkan Al-Qur'an. Terima 58:53 kasih kepada Pak siapa nih? Pak Kasmui 58:56 Pak Kasmui dan tadi apakah ketika 58:57 diterapkan itu apakah sebuah negara itu 58:59 akan kaya gitu ya. 59:01 Jadi kalau kasus kita seperti yang di 59:03 Indonesia ini sebetulnya adalah salah 59:06 urus istilahnya ya mismanajemen gitu 59:08 loh. Mis manajemen. Iya. Jadi mis 59:11 manajemen itu ada ilmunya. Ilmu 59:12 manajemen bagaimana mengelola suatu 59:14 supaya benar gitu. Iya. Iya. 59:17 Prinsip-prinsip manajemen itu secara 59:19 umum ee pada umumnya sesuai dengan 59:21 syariah GCG dan lain sebagainya itu pada 59:23 umumnya itu poin-poin besarnya itu semua 59:26 adalah kalau kita lihat itu sesuai 59:28 dengan ee syariah. Jadi ada ada 59:32 pertemuan itu ada apa namanya titik temu 59:35 antara prinsip-prinsip manajemen umum 59:37 secara ee umum itu dengan 59:39 prinsip-prinsip syariah yang ee yang 59:43 yang dilarang itu adalah riba. yang 59:45 dilarang itu adalah ee goror, yang 59:48 dilarang itu adalah maiser. Nah, 59:50 unsur-unsur inilah yang kita hilangkan 59:52 dalam sistem ini. Ya, itu tentu dengan 59:55 manajemen yang ee yang berbeda ya. 59:58 Karena manajemen sekarang ini masih 1:00:00 menggunakan itu tadi unsur itu masih ada 1:00:02 di dalamnya lah. Unsur Islam itu enggak 1:00:04 boleh. Eh, unsur yang dilarang tadi itu 1:00:05 enggak boleh. Karena itu maka ketika 1:00:08 sebuah entitas dalam hal ini negara 1:00:10 ataupun apa mempraktikkan manajemen yang 1:00:14 baik ditambah dengan menghilangkan 1:00:17 unsur-unsur yang diharamkan dalam Islam 1:00:19 itu pasti ada kan pasti ada kemakmuran, 1:00:21 pasti ada apa namanya berkah. Al-Qur'an 1:00:25 jugaah sudah menjelaskan begitu. Walau 1:00:28 amanu wattaq lafatahna alaihim barokati 1:00:31 minama ya ayat ini umum ya bagi artinya 1:00:35 begini. 1:00:36 ee ketakwaan, keimanan dibarengi dengan 1:00:39 pengelolaan yang benar. Ya, dalam hal 1:00:42 ini adalah ketahuan dan keimanan tadi 1:00:44 tentu akan menghilangkan unsur yang 1:00:46 diharamkan. He ya. 1:00:49 Riba diharamkan gak ada di situ. Maisir 1:00:52 diharamkan gak ada di situ. Goro 1:00:54 dihalamkan. Doalim diharapkan tidak ada. 1:00:57 Jadi ini semuanya adalah implementasi 1:00:59 daripada takwa dan dan keimanan ya dalam 1:01:03 kehidupan ekonomi. Nah, inilah maka 1:01:05 apabila kita lakukan akan menimbulkan 1:01:08 banyak sekali berkah ya. Banyak sekali 1:01:10 berkah. Allah sudah janjikan seperti 1:01:12 itu. Bahkan seandainya pun ya seandainya 1:01:15 pun bangsa itu apa namanya tidak 1:01:19 bertuhan sekalipun tapi dia itu 1:01:21 sistemnya benar ada 1:01:23 kemakmuran berlebih-lebih. 1:01:26 Kalau yang sekarang ini tidak 1:01:27 berlebih-lebih karena di dalamnya itu 1:01:29 ada unsur yang haram kan, ada unsur riba 1:01:33 dan lain sebagainya. Sehingga walaupun 1:01:35 itu ada kemakmuran di negara-negara maju 1:01:37 itu tapi dalam aspek yang lain itu tidak 1:01:41 makmur. Ya, misalnya aspek lain ada 1:01:43 kemunduran justru Heeh. Justru misalkan 1:01:45 ketenangan batin ya, misalkan ee 1:01:48 ketenangan jiwa ee itu enggak ada. Heeh. 1:01:52 Heeh. Artinya pendapatan perkapita yang 1:01:54 tinggi tidak dengan sendirinya membuat 1:01:57 penduduk yang berpendapatan tinggi itu 1:01:59 damai hatinya, tentram hidupnya gak ya. 1:02:02 Malah terjadi bunuh diri, terjadi 1:02:06 alkoholisme. Alkoholisme itu kan 1:02:07 sebetulnya pelarian dari kenyataan 1:02:10 karena dia stres mengadai kehidupan 1:02:12 karena dipush terus untuk berlomba terus 1:02:14 gitu ya. 1:02:15 Makanya ada yang memprediksi guru saya, 1:02:17 Dr. Marsapra, bahwa peradaban seperti 1:02:19 Amerika itu hancurnya bukan diserang 1:02:22 oleh bom nuklir, 1:02:24 tapi oleh dari dalam dirinya sendiri. 1:02:26 Ya, saya tanya bagaimana itu bisa saya 1:02:28 tinggal berpuluh-puluh tahun di Amerika. 1:02:31 Dia mengatakan begitu lah. Hasilnya apa? 1:02:33 Hasilnya adalah bahwa growing 1:02:36 generation, generasi yang sedang tumbuh 1:02:38 ini tidak mendapatkan kasih sayang dari 1:02:40 orang tua. Hm. 1:02:42 yang sangat diperlukan pada ket umur 1 1:02:44 tahun sampai umur 10 tahun di Amerika 1:02:47 itu mereka tidak mendapatkan kasih 1:02:48 sayang. Orang bapak, Ibu semuanya sibuk 1:02:50 di kantor bekerja. Sehingga inilah 1:02:53 generasi yang tumbuh tanpa kasih saya 1:02:54 orang tua akhirnya ya segala macam 1:02:57 terjadi. Itu juga dialami oleh Jepang 1:02:59 gitu ya. Iya. Di sini juga sudah. Jadi 1:03:01 enggak di mana-mana di mana-mana. Tapi 1:03:03 itu terjadi ya karena mengekor kepada 1:03:06 hal yang tidak baik. Baik Pak Ustaz 1:03:08 sayang sekali kita sudah dibatasi oleh 1:03:10 waktu. Masih ada pertanyaan dari Pak 1:03:12 Samsul di Seragen, Pak Marsan. Tapi 1:03:14 mohon maaf tidak bisa kita bacakan 1:03:15 karena memang sudah terbatasnya waktu di 1:03:18 studio kita sudah menunjukkan 1013. 1:03:20 Baik, Pak Ustaz sebagai penutup dari 1:03:23 seluruh bahasan kita apa? Terima kasih 1:03:26 Mas Sangga. Para 1:03:28 pemirsa resil visual dan para pendengar 1:03:30 sui silaturahim yang dirahmati Allah 1:03:32 subhanahu wa taala. Kali ini kita 1:03:35 menyajikan topik yang agak berbeda 1:03:37 karena kita mencoba untuk tadabur ya, 1:03:40 bukan menafsirkan tadabur saya terhadap 1:03:42 surat Hud ayat yang ke-84 sampai dengan 1:03:46 87 ya. Dan saya tidak mencoba untuk 1:03:49 menafsirkannya. Saya cuma mempunyai apa 1:03:51 namanya kesan ayat ini sangat berbau 1:03:54 ekonomi karena saya adalah ekonomi dan 1:03:57 ekonomi yang terjadi di dalam ee 1:03:59 masyarakat ee Madian yaitu kaum Nabi 1:04:03 Syuaib ini adalah penyimpangan dalam 1:04:05 bidang ekonomi yang tercermin dalam 1:04:08 ketidakseimbangan h dalam hampir segala 1:04:11 hal. Tapi yang ditonjolkan adalah 1:04:12 ketidakseimbangan dalam timbangan dan 1:04:15 ketidakseimbangan dalam takaran. 1:04:17 Sebetulnya dua timbangan ini itulah yang 1:04:19 akan menimbang keadilan. Gak ada lagi 1:04:21 sebetulnya. Nah, apabila dalam dua hal 1:04:23 ini sudah rusak, maka bisa kita 1:04:25 bayangkan betapa rusaknya masyarakat 1:04:28 itu. Dan lebih parah lagi adalah 1:04:30 tergambar betapa banyaknya kezaliman 1:04:32 yang tercermin kepada yang tercermin 1:04:35 dalam pengambilan hak sebagian orang 1:04:38 sebagian yang lain secara sistemik dan 1:04:40 mengumpuk menumpuk menumpuk menumpuk 1:04:42 terus enggak terkendali. Yang ujungnya 1:04:44 itu mendatangkan kemurkaan Allah 1:04:45 Subhanahu wa taala. Iya. dan kehancuran 1:04:47 bangsa itu. Nah, ini peringatan bagi 1:04:49 kita semuanya termasuk bangsa Indonesia 1:04:51 bahwa semakin kita tidak atau semakin 1:04:54 kita memelihara bunga, memelihara riba, 1:04:58 memelihara kezaliman-kezaliman dalam 1:04:59 bidang ketum yang lain, maka sudah bisa 1:05:03 kita baca di mana masa depan kita ini 1:05:05 ya, sebagaimana masa depan bangsa-bangsa 1:05:08 yang lalu. Saya kira itu ya. Terima 1:05:10 kasih. Wabillahi taufik walhidayah. 1:05:12 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:05:13 wabarakatuh. 1:05:15 Ya, Iwan akhwat. Demikianlah ekonomi 1:05:17 Islam kesempatan kali ini bersama Ustaz 1:05:19 Yohan Basri. Semoga apa yang beliau 1:05:20 sampaikan bermanfaat bagi kita semua. 1:05:22 Terima kasih banyak Pak Ustaz telah 1:05:23 hadir di studio. Insyaallah kita siaran 1:05:25 lagi di minggu depan. Dan juga terima 1:05:28 kasih kepada Anda Ihan Ahmad yang telah 1:05:30 bersama kami. Jangan lupa simak selalu 1:05:33 ekonomi Islam bersama Ustaz Ihan Basri 1:05:35 setiap hari Selasa mulai jam 09.00 1:05:38 setelah topik berita pagi dan dari 1:05:41 studio saya Angga Aminudin ditemani oleh 1:05:43 Muhammad Ondi dan juga Muhammad Fahri 1:05:46 undur diri mohon maaf atas segala 1:05:48 kesalahan kata billahi taufik wal 1:05:50 hidayah subhanakallahumma wabihamdika 1:05:51 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:05:54 wa atubu ilaik asalamualaikum 1:05:56 warahmatullahi wabarakatuh Oh. 1:05:59 [Musik] 1:06:57 H 1:07:48 [Musik] 1:07:53 H 1:07:57 Berasil 1:07:59 TV untuk Islam yang satu. 1:08:09 [Musik]