Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail [bernyanyi] TV. 0:11 [musik] 0:30 [musik] 0:33 Asalamualaikum warahmatullahi 0:35 wabarakatuh. Waalaikumsalam 0:36 warahmatullah. Alhamdulillahilamin 0:39 wasalamu 0:40 sayidina Muhammad waa alihibihi ajmbi 0:44 zidni ilma Allahumf bimaamtani waimni 0:47 mafzuqni ilman yangfi. Dipancarkan dari 0:50 jalan masjid silaturahim nomor 36 0:53 Kalimanggis Cibubur Bekasi radio 0:55 silaturahim dan juga Rasil TV untuk 0:58 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 0:59 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:01 Senang sekali di kesempatan kali ini 1:03 saya Angga Aminuddin dapat kembali 1:05 menyapa Anda di mana pun Anda berada 1:07 yang dapat mendengarkan dan juga 1:09 menyimak siaran kami di waktu subuh 1:12 menemani waktu sahur Anda dalam acara 1:14 sahur bersama tokoh. Dan kali ini ikhwan 1:17 akhwat kami bersyukur kepada Allah 1:19 Subhanahu wa taala di saat ini saya 1:22 berada di kantor salah satu ee pengurus 1:26 BPKH. BPKH itu Badan Pengelola Keuangan 1:30 Haji. Ya, saya bersama kameramen Neza 1:34 berada di ruangan Bapak Dr. H. Rahmat 1:38 Hidayat, S. MT. Asalamualaikum 1:41 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Rahmat. 1:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:45 wabarakatuh, Mas Angga. 1:46 Apa kabar, Pak Rahmat? 1:48 Alhamdulillah sehat. 1:50 Sehatshat, Mas Angga. 1:50 Sehat. Alhamdulillah. Ini yang penting 1:52 sekarang ini kan kesehatan gitu, Pak 1:53 Rahm. 1:54 Betul. 1:55 Terima kasih nih, Pak Rahmat sudah 1:56 dijamu gitu ya di tempat kerja Bapak. 1:59 Kita bisa lihat nih bagaimana e 2:01 kesibukan dari sosok yang bukan hanya 2:05 aktif di BPKH tapi juga aktif di MUI 2:08 pusat dan sekarang amanat di MUI pusat 2:11 itu sebagai 2:12 bendahara. 2:13 Bendahara ya, Pak. Ya, selain itu tokoh 2:15 kita kali ini Oh ee sebagai dosen juga 2:19 dan beliau aktif di dunia dakwah ini 2:22 juga sebelum ee kita rekaman, beliau 2:24 tadi habis ngisi khotbah dulu, khutbah 2:26 Jumat gitu ya. Nah, ini menjadi tamu 2:28 kita kali ini menemani waktu Sahrande. 2:31 Nanti Pak Rahmad akan banyak cerita nih 2:33 kepada kita. Nah, mudah-mudahan ee 2:34 cerita dari Pak Rahmat nanti bisa 2:36 menginspirasi yang pasti bermanfaat bagi 2:39 Anda. Nah, Pak Rahmat ee kita ingin 2:42 lebih kenal, ingin lebih dekat dengan ee 2:47 Bapak gitu ya. Bisa diceritakan ee Bapak 2:50 masa kecilnya Bapak lahir di Pamekasan, 2:53 Madura ya? 2:54 Iya, betul. 2:54 Tahun 64. 2:56 Betul. 2:57 Baik, Pak. Silakan menyapa para 2:58 pendengar, Pak. Asalamualaikum 3:00 warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan 3:03 akhawat pendengar radio rasil untuk 3:05 Islam yang satu. Alhamdulillahiabbil 3:08 alamin wabihi nastain ala umur dunya 3:10 waddin wasalatu wasalamu ala asrofil iya 3:14 wal mursalin waa alihi wa ashabihi 3:16 ajmain. Sebelumnya kami menyucapkan 3:19 marhaban ya Ramadan. Semoga kita 3:23 diberikan kesehatan dan bisa 3:26 melaksanakan ibadah puasa dengan 3:27 sebaik-baiknya. 3:29 Dan semoga seluruh amal ibadah kita 3:31 diterima oleh Allah subhanahu wa taala 3:34 sehingga kita menjadi hamba Allah yang 3:35 muttaqin. Amin ya rabbal alamin. Ee 3:38 barangkali mungkin pada kesempatan ini 3:40 saya sedikit menceritakan masa lalu masa 3:42 kecil saya ya Mas Angga ya. 3:44 Iya. Saya lahir di Pamekasan di sebuah 3:48 ee desa ya, Desa 3:52 Telontoraja. Sekarang menjadi kecamatan 3:55 Pasian ya ee daerah ee pertanian, daerah 4:00 pantai juga ya sehingga masa kecil saya 4:02 cukup dekat dengan daerah ee pantai, 4:05 dengan nelayan, dengan ee pesisir ya. 4:09 Ya, selama saya masih kecil, saya dekat 4:11 dengan pendidikan agama ya. saya sekolah 4:14 di madrasah ya. Kemudian kalau sore atau 4:18 pagi sebelum ee belajar ke sekolah ee 4:22 ibtidaiiah saya ngaji di musala 4:25 dilanggar. Kalau sore pulang ee dari 4:29 sekolah ya setelah makan malam di rumah 4:33 ya ke tidur lebih banyak ee ke musala 4:37 kelanggar ngaji ke ustaz atau ke kiai di 4:41 lingkungan ee setempat ya. 4:43 Kemudian setelah lulus ee saya sekolah 4:47 di Madrasah Muhammadiyah waktu itu ya 4:49 karena satu-satunya yang ada ee sekolah 4:53 di luar madras SD itu ya sekolah 4:55 Muhammadiyah ya di sana. 4:58 Kemudian saya melanjutkan pendidikan di 5:01 pondok pesantren salaf di pondok 5:03 pesantren Alfalah Subergayang sampai 5:05 lulus Aliah. Alhamdulillah ee masa Aliah 5:09 itu saya mengalami masa ya percepatan ya 5:12 mestinya 3 tahun karena kemudian menjadi 5:15 2 tahun. Tapi selama saya pendidikan 5:18 sejak dari ee ibtidaiyah sampai lulus 5:21 ahliah alhamdulillah ya kualitas 5:26 pendidikan saya tidak jelek-jelek amat 5:27 karena menjadi bintang pelajar selama 5:29 masa mengenyap pendidikan ya 5:32 dari tingkat ee dasar iya bintang 5:34 pelajar itu ya 5:35 dari Tibay ya sampai ee lulus di Aliah. 5:40 Kemudian ee waktu itu saya sebelumnya ee 5:44 kiai saya Ki Luthfi itu berharap saya 5:47 melanjutkan kuliah di luar negeri ya di 5:49 Madinah sambil proses menunggu 5:52 keberangkatan ke sana. Saya ditaruh ee 5:55 mondok dulu di ee Tebuireng ee Jombang 5:59 dan sempat mengenyam kuliah di di 6:01 Fakultas Hukum Fakultas Syariah 6:04 Universitas Hasyim Asy'ari Tebireng e 6:08 Jombang 6:09 ya. Rupa-rupanya Allah berkehendak lain. 6:12 Saya tidak jadi berangkat ke Madinah ee 6:17 tapi saya melanjutkan kuliah ee di 6:20 Fakultas Ekonomi Universitas Jember ya. 6:24 Ee selama 6:27 pendidikan ee mengenyam kuliah di ee 6:29 Fakultas Ekonomi 6:31 saya banyak TV di dakwah ya. 6:35 Jadi sejak saya masih mahasiswa itu 6:38 sudah banyak mengisi ceramah ya. Bahkan 6:41 sebenarnya sejak SD saya sudah mengisi 6:43 ceramah ya ee ngisi pengajian aktif di 6:47 organisasi mahasiswa ya ekstra kampus 6:50 ya. Ee waktu hari-hari saya ee sangat ee 6:53 padat juga. 6:55 ee kemudian juga menulis sejak sejak 6:58 mahasiswa dulu di ee koran Jawa Pos itu 7:02 ada kolom mahasiswa. 7:05 Saya cukup sering juga mengisi tulisan 7:08 di kolom itu dan alhamdulillah dapat 7:11 honor ketika masih mahasiswa senang 7:13 sekali dapat honor karena bisa menambah 7:16 uang 7:17 ya. 7:18 Bisa saya bisa merasakan Pak pengalaman 7:19 itu. 7:19 Merasakan. [tertawa] Heeh. Heeh. Jadi ya 7:21 senang sekali. 7:22 Heeh. 7:23 Ee jadi waktu saya kuliah itu ee cukup 7:27 lama ya, bukan karena apa Pak IP saya 7:30 lumayan juga di atas tiga. Cuman waktu 7:32 itu memperpanjang masa kemahasiswaan 7:35 karena aktivis di organisasi. Syarat 7:38 untuk aktiv itu statusnya masih harus 7:40 mahasiswa. Ya, 7:41 itu sebenarnya latar belakang itu 7:43 aktivis biasanya gitu tuh. 7:44 Iya. Jadi bukan karena ee apa-apa untuk 7:49 memperpanjang status kemahasiswaan ya. 7:52 Jadi memperpanjang ee kuliahnya sudah 7:54 lama tapi enggak diselesaikan karena 7:56 lebih banyak ee di ee Jakarta ya. 8:00 Ee kemudian selesai kuliah tahun 90, 8:03 kuliahnya masuk tahun 3 selesai 90 jadi 8:08 menjadi mahasiswa abadilah 7 tahun itu 8:10 masa maksimum ya untuk ee sebuah ee 8:15 karir arah jenjang pendidikan ya ee S1 8:18 mungkin kalau sekarang sudah enggak 8:19 boleh lagi. Jangan-jangan ini karena ee 8:22 mengganggu hak orang lain untuk gel 8:24 bangku bangkunya orang diambil gitu ya. 8:27 Heeh. 8:28 Alhamdulillah. ee hijrah ke Jakarta. 8:32 Saya langsung bekerja itu ya ee karena 8:36 aktivis ya sudah ada jaringan ya. Waktu 8:40 itu saya ngajar di Universitas Trisakti, 8:44 kemudian sama Universitas Tarumanegara, 8:47 sebuah universitas swasta terbesarlah 8:49 untuk Jakarta bahkan untuk Indonesia ee 8:54 yang ada di kawasan Gorogol. 8:57 Merangkap juga sebagai konsultan ya di 9:00 beberapa tempat. Kemudian ya aktivitas 9:04 yang khasiah tentu khusus tentu sambil 9:08 berdakwah ya. ee dulu ya gabung di grup 9:14 Lim Sufi itu grup alumni Tebireng 9:17 Jombang di Jakarta di mana di situ juga 9:19 ada Kiai Makruf lah di grup Lem Sufi itu 9:23 di situ. [mendengus] 9:25 Kemudian ee waktu berjalan ya saya ngisi 9:31 pengajian ya ceramah zuhur, khotbah 9:33 Jumah dari kantor ke kantor, dari masjid 9:36 ke masjid ya. 9:39 Kemudian suatu ketika di Kementerian 9:41 Perdagangan karena saya sering mengisi 9:43 di sana, ada yang menawarkan saya, 9:46 "Ustadz, ada rencana enggak untuk 9:49 menjadi PNS?" Waktu itu saya belum 9:51 pernah ada cita-cita, keinginan untuk 9:54 menjadi PNS itu ya. [mendengus] 9:56 Saya tanya apa persyaratannya? Dikasih 9:58 tahu bla bla ini ini, "Ustaz." Oke, 10:01 kalau gitu saya coba melamar ya. 10:04 Alhamdulillah 10:06 ternyata lulus ya. 10:08 Lulus. lulus itu di Kementerian 10:10 Perdagangan dan waktu itu saya dikasih 10:12 tempat 10:13 penempatan di perdagangan ee luar negeri 10:16 ya. 10:18 Suatu ketika 10:19 ee saya ketemu ee seorang ee tokoh juga 10:24 ya yang [mendengus] sebelumnya e saya 10:27 juga sudah kenal karena ee dari awal 10:29 saya juga sering mengisi di Masjid Sunda 10:32 Kelapa ya. H 10:33 ee menawarkan saya, "Ustaz, mau enggak 10:37 menjadi pegawai Bappenas?" [tertawa] 10:40 Waktu itu saya baru diterima di 10:42 Kementerian Perdagangan ya, dulu 10:43 Departemen Perdagangan. Ee waktu itu 10:46 saya mendengar nama BPENAS itu lembaga 10:48 yang sangat otoritatiflah, geng 10:51 bergengsi. Wah, sama orang 10:53 pengin ke Bapenas. Waktu itu saya 10:55 ditawarin masuk BAPENAS. Kemudian saya 10:59 ikut tes ya melalui prosedur yang formal 11:03 lah. 11:04 Akhirnya juga saya dinyatakan 11:07 lulus diterima di BPENAS. 11:10 Ya, sambil ee saya istihara ya, minta 11:13 pertolongan ya. Ya, hati saya kok 11:16 terpaut di Bepenas. Karena waktu itu 11:18 saya berpikir ya saya hanya ingin 11:21 berkantor di Jakarta. Bepenas kebetulan 11:22 kantornya hanya di Jakarta ya. akhirnya 11:24 saya memilih di ee Bapak Nasulah 11:27 perjalanan ee 11:31 apa ya cara Allah menempatkan saya di ee 11:36 sebagai PNS di BPENAS. Jadi itu hikmah 11:40 buah dari kegiatan dakwah, perjalanan 11:42 dakwah ya. Jadi Allah mengantarkan saya 11:45 bisa bersilaturahim 11:48 ketemu ya dengan teman-teman senior ya 11:51 kemudian yang mengantarkan saya ke ee 11:54 BAPENAS itu ya barangkali itu mungkin 11:56 pahala yang Allah berikan di dunia lah 11:58 di samping pahala akhirat dari kegiatan 12:00 dakwah itu ya bisa ee terpaut di ee 12:04 BAPENAS ya. Ya, di BAPENAS tetap 12:06 menjalankan kegiatan dakwah di samping 12:08 tentu kegiatan-kegiatan profesional 12:11 sebagai PNS. ee di ee Bapernas ya. 12:16 Nah, terus ya 12:18 berkeluarga di usia berapa, Pak? 12:20 Ya, [mendengus] mungkin agak telat ya, 12:22 di usia 30-an lah ya karena memang 12:24 aktivis ya karena he 12:26 ee banyak sekali waktu di Bepenas pun 12:29 juga aktif di sana sini juga ya. 12:31 ee ya barangkali mungkin sekedar 12:34 informasi saya termasuk ee panitia 12:38 inti dari Festival Istiqlal pertama dan 12:41 kedua waktu itu ya tahun 91 itu 12:44 awal-awal saya hijrah ke 12:46 ee Jakarta bersama ee ada salah seorang 12:50 tokoh HMI ee Kanda e Zeki Sraj ya dan 12:55 Pak Ponco Sowo itu ya ee saya menjadi ee 13:00 panitia Iya di festival-istilah pertama 13:03 ya istilah itu saya 13:05 kegiatan yang sangat banyak sekali e 13:07 kenangan di 13:08 di sana ya 13:10 itu. 13:11 Lalu Bapak kan juga melanjutkan ya ee 13:15 kuliah 13:16 S2 ya sama S3 ya. 13:17 S2 S3. Nah, kemudian S2-nya itu ee 13:21 dilanjutkan ketika saya sudah di BAPENAS 13:24 ya ee di ITB ya ee ini orang santri 13:30 kemudian yang masuk ke ITB [tertawa] 13:34 iya iya 13:35 belajar teknik belajar kuantitatif ya 13:38 tapi itu senang ya Allah mudahkan semua 13:41 ya kalau saya kadang-kadang kalau mikir 13:44 dengan ee ini logika ini 13:47 kadang-kadang enggak nyambung Tapi 13:48 rupa-rupanya Allah punya rencana lain 13:50 memberikan kemudahanakun 13:55 Allah berkehendak jadilah jadi itu ya 13:57 semua dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa 14:00 taala. 14:01 Saya kuliah itu ya atas biaya sendiri ya 14:06 belum pernah menerima beasiswa ya. Ada 14:09 teman-teman yang menawarkan, "Kenapa 14:11 enggak cari beasiswa? Udahlah beasiswa 14:14 itu untuk teman-teman saja. Saya minta 14:16 kepada Allah langsung karena saya 14:18 meyakini barang siapa yang belajar ya 14:20 mencari ilmu, Allah mudahkan segala 14:22 urusannya dan Allah memang buktikan itu. 14:25 Termasuk ketika kuliah S3 di Malaysia 14:28 ya. Nah itu juga Allah mudahkan. Mungkin 14:32 saya betul-betul menjadi masuk terbang 14:34 karena kuliah itu ada di Malaysia. 14:37 Heeh. pada saat-saat kuliah. Jadi lebih 14:40 ya 14:42 inilah antara Jakarta dan ee Malaysia 14:46 kuliah lumpur tuh sangat dekat betul ya. 14:49 Ee ya sama-sama seringnya ada di Jakarta 14:53 dan ee Malaysia itu juga dimudahkan oleh 14:55 Allah Subhanahu wa taala. Iya karena 14:57 saya memang banyak 14:58 aktivitas ya sehingga mobilitas itu 15:00 cukup ee cukup ee cukup tinggi ya. H 15:03 dari ekonomi ke teknik ke ekonomi lagi. 15:05 Iya, ke ekonomi lagi. Jadi waktu itu 15:08 saya ngambil ekonomi syariah. 15:11 Waktu S2 juga meskipun di ITB saya 15:14 ee tesisnya itu ee terkait dengan ee 15:17 perbankan syariah. 15:19 Hm. 15:19 Waktu itu teman-teman BAPENAS itu tanya, 15:21 "Lu kok ngambil ekonomi syariah?" Ya, 15:24 kalau saya ngambil economic planning ya 15:28 atau perencanaan kewilayahan ya tentu 15:32 sudah banyak ahlinya di BAPENAS itu kan 15:34 jago-jagonya 15:36 regional planning apa ee atau yang 15:40 lain-lain. Tapi ketika saya mengambil 15:42 ekonomi syariah kan enggak ada saingan 15:43 di Bapenes. Sehingga ee awal-awal tahun 15:47 waktu itu ya meskipun ee tu Tupsi saya 15:51 ada di Direktorat Agama dan Pendidikan 15:54 ee tapi banyak saya banyak membantu 15:56 tugas-tugas Direktorat Jasa Keuangan ya. 15:59 Karena ketika ada surat undangan ke 16:01 BAPENAS terkait dengan ekonomi syariah 16:04 ee yang pasti ditugaskan adalah saya. 16:06 Jadi 16:07 ee portofolio saya cukup cukup luas. 16:10 [tertawa] 16:11 jadi dua direktorat ya. 16:12 Dan itulah yang kemudian mengantarkan 16:14 saya bergabung dengan Dewan Syariah 16:16 Nasional sejak tahun 2002 awal-awal e 16:20 periode ke ee Dewan Syariah Nasional ya. 16:23 saya sudah lima periode, tiga periode ee 16:27 di ee Badan Pelaksana Harian, dua 16:30 periode ee terakhir ini di Pleno karena 16:33 tingkat kesibukan apalagi sejak ee saya 16:36 duduk di anggota ee badan pelaksana BPKH 16:40 yang tidak memungkinkan aktif di Badan 16:42 Pelaksana harian sehingga mau tidak mau 16:44 saya lebih memilih ee di 16:47 pleno anggota pleno ee Dewan Syariah 16:49 Nasional MUI 16:51 DSN sejak 2002. Kalau di BPKH sejak 16:53 tahun berapa, Pak? 16:54 Sejak 2017, ya? 16:57 2017 ya. 16:58 Ee ya ini akan berakhir tahun Juni 22 17:03 Juni tahun 2000 ee 22 lah 1 seteng tahun 17:07 lagilah akan selesai masa kepengurusan 17:10 kami di ee BPKH. Kita ingin mengingat 17:15 kembali masa kecil Pak Rahmat ini sosok 17:18 sosok orang tua, Pak. Bisa diceritakan 17:20 bagaimana berperan mendidik mendidik Pak 17:23 Rahmat gitu ya. Tadi kalau ceritanya kan 17:25 sepertinya selalu dimudahkan oleh Allah. 17:28 Nah, peran orang tua dan keluarga 17:30 bagaimana, Pak? 17:32 Ya, 17:34 orang tua itu mendoakan tentu syarat 17:38 kita itu berbakti kepada kedua orang tua 17:41 ya. berbakti kepada orang tua. Karena 17:44 kalau kita berbakti orang tua, orang tua 17:46 senang ya. Dan ee ridallah fi ridalil 17:50 walidain wastullah fi suhtil walidain. 17:52 Rida Allah itu tergantung rida orang 17:54 tua. Demikian pula merka Allah 17:55 tergantung merka orang tua. Karena itu 17:58 ya kita wajib berbakti kepada orang tua 18:01 baik pada saat kedua orang tua kita itu 18:04 ada. Manakala termasuk juga ketika orang 18:07 tua itu sudah tiada dengan mooakan ya 18:10 berbuat baik kepada orang-orang di mana 18:11 orang tua kita biasa berbuat baiklah itu 18:13 terus menjaga ee apa yang sudah menjadi 18:17 ee kebaikan dari orang tua kita tetap 18:21 itu bagian daripada ikhtiar untuk terus 18:23 berbakti kepada kedua orang tua itu, 18:25 Mas. Ya, saya ingat ee dan itu banyak 18:29 kisah-kisah itu ya, bagaimana perang 18:32 tua, peran orang tua ya terhadap 18:35 suksesnya anak ya. banyak tokoh-tokohlah 18:39 yang barangkali mungkin Radio Rasil 18:42 sudah lebih banyak ya ee punya semacam 18:46 cerita bersambunglah dengan tokoh-tokoh 18:49 e bagaimana ee hebatnya peran orang tua 18:53 terhadap kesuksesan anak. Demikian pula 18:56 sebaliknya ya, Tokoh Smalin Kumbang ya, 18:59 banyak ee orang-orang yang set hebat 19:03 tapi kemudian gagal karena ee murka 19:07 orang tua juga. Itu kan menjadi perlu 19:09 menjadi ee contoh ya dan memberikan 19:12 hikmah kepada kita untuk terus berbuat 19:14 baik kepada kedua orang tua itu. Mas 19:16 Angga. 19:17 Kalau di dunia dakwah sendiri, Pak, 19:21 pengalaman pertama kali tampil di mimbar 19:24 gitu ya. di tengah-tengah jemaah tuh 19:27 usia berapa, Pak? Atau sejak aktif 19:30 waktu itu saya masih ingat ya. 19:33 Heeh. 19:34 Ee mungkin saya umur kelas 5 ibtidaiyah 19:39 ya. 19:40 Heeh. 19:41 Ya. Jadi waktu itu ada imtihan ya. 19:45 itu ya 19:47 ee 19:49 kalau di tradisi pesantren itu menjelang 19:52 penutupan akhir pendidikan ya ada 19:55 imtihan ya. Kemudian waktu itu bersamaan 19:58 dengan peringatan Isra Mikraj ya ee saya 20:03 diminta untuk pidato itu cerita tentang 20:06 Isra Mikraj [tertawa] 20:08 itu masa kecil ya. 20:11 Ee jadi ee itulah kan kemudian ee 20:15 berlanjut ya. Kemudian ee waktu di 20:19 pesantren juga saya sering mengisi 20:21 pengajian ya. Bahkan kitab-kitab yang 20:24 saya ajarkan di pesantren masih sekarang 20:26 masih tersimpan dengan baik dan menjadi 20:29 referensi utama ketika saya memberikan 20:31 pengajian-pengajian ke jemaah ya. 20:33 Iya. 20:34 Ada kitab Riyadus Shihin, Duratun 20:36 Nasihin dan Asbah w Nadhair ya. Ikqna 20:39 itu masih ada. saya baca bawa Fathul 20:42 Muin ya itu referensi-referensi yang 20:45 terus saya baca, saya pelajari terus 20:48 untuk ee memberikan pencerahan ya kepada 20:52 ee masyarakat ya. Nah, sampai sekarang 20:54 alhamdulillah ee barokah ee ilmu ya dari 20:58 guru-guru yang ikhlas itu luar biasalah 21:01 untuk untuk ee kita semua. Barangkali 21:04 mungkin bukan hanya saya dan Mas Angga. 21:07 Guru-guru yang ikhlas bagi Pak Rahmat 21:09 sendiri yang terkenal terkenang di 21:11 pesantren atau di sekolah siapa, Pak? 21:14 Lalu pelajaran apa nih yang terus Bapak 21:16 pegang dari sosoknya? 21:18 Ya ee banyak ya. Karena kalau di tradisi 21:21 pesantren itu kalau libur Ramadan itu 21:23 kan berguru ke pesantren-pesantren ya. 21:26 Iya. Iya. Ada Kiai Husni, ada Ki Luthfi, 21:30 ada Kiai Ifi, ada 21:35 ya Pak Yusuf Hasyim Tebireng ya, ada ee 21:42 Salah Tebur dan masih banyak lagi 21:44 guru-guru saya yang secara langsung saya 21:46 mengaji ke beliau-beliaulah. Heeh. 21:49 Perjalanan beliau di dunia dakwah 21:52 betul-betul diperhatikan 21:54 gitu, Pak, atau menjadi contoh? 21:57 ee 21:59 ya tentu menjadi ee teladanlah bagi kita 22:04 ee untuk dia di dalam hal melakukan 22:07 dakwah ya, keikhlasan di dalam berdakwah 22:09 ya. 22:12 Sehingga ee dengan keikhlasan itu ya 22:14 kita tidak pi. Dengan keikhlasan itu 22:17 kita dalam melaksanakan dakwah itu ya 22:20 diringankan oleh Allah Subhanahu wa 22:22 taala dan dimudahkan juga gitu. itu Mas 22:25 Angga 22:26 waktu mahasiswa aktifnya di organisasi 22:29 apa saja Pak? 22:32 Ya, di organisi ekstra itu ya di 22:38 HMI ya. 22:40 Kemudian juga saya aktif juga di pecinta 22:44 alam ya. di pencipta alam itu ya agar 22:47 ya sejenis itulah ee apa dulu di Jember 22:51 mahapena atau apa ya ya 22:55 tugas saya itu kalau jalan-jalan ya saya 22:58 mendoakan gitu ya jadi dia paling senang 23:01 enggak perlu cari bagian doa ya e do 23:04 ee kalau di HMI ya saya ngisi 23:06 training-training yang terkait dengan 23:08 eik nilai identitas kader ya termasuk ya 23:12 tukang membaiat 23:13 [tertawa] 23:14 Jadi senang. 23:15 Iya iya iya. 23:17 Tukang ngambil sumpah, Pak. Ya, 23:19 tukang ngambil sumpah ya. Kalau sudah 23:22 penutupan acara di samping mengisi 23:24 materi-materi pergadan nikah ya tukang 23:26 baiat itu [tertawa] 23:29 tadi ada cerita ketika 23:32 ee Pak Rahmat juga ternyata lulus 23:35 pesantren tuh memang berniat ingin ee 23:39 kuliah di Timur Tengah. 23:41 Iya. Iya. Waktu itu Pak, tradisi kenapa 23:44 ya di khususnya di Indonesia santri itu 23:46 kalau lulus tuh ah harus ke Timur Tengah 23:49 nih ada tradisi itu kenapa? Ada nilai 23:52 apa sebenarnya Pak yang Pak Rahmat 23:53 sampai sekarang kan masih ada gitu ya. 23:56 Ya, karena kita menganggap ya salah satu 24:00 pusat Islam itu kan di Timur Tengah ya. 24:02 He. 24:03 Artinya berilmu kepada sumbernya lah di 24:06 sana. Nah, apalagi kalau misalnya di 24:08 sekitar tanah haram, Makkah, Madinah ya 24:11 sekalian sering ke Masjidil Haram, ke 24:13 Masjid Nabawi itu kan tentu menjadi 24:16 kebanggaan ee semua oranglah, terutama 24:18 santri-santri kan itu e di situ ya. 24:23 Terus juga mengenai perjalanan karir, 24:26 Pak Rahmat itu bisa gitu ya mendampingi 24:29 antara tadi ee kerja di kantor ya 24:32 profesional, lalu ada aktivitas ee 24:35 ceramah juga masih ada. Kalau ceramah 24:38 terus juga di masjid atau Bapak aktif 24:41 juga di organisasi dakwah tuh? 24:44 Ya, kalau di masjid itu ya 24:48 dari dulu ya saya sudah aktif ya di 24:52 ceramah-ceramah di kantor. Ee saya 24:56 setelah di BAPENAS itu tahun 1994 sampai 25:00 2006. 25:02 Kemudian setelah itu saya ditarik ke 25:04 Kementerian PUPR lah ya. He 25:06 ya. 25:08 termasuk kegiatan saya di PPR selain 25:10 menjalankan tugas-tugas profesional ya 25:13 sering diminta pimpinan untuk bantu baca 25:16 doa kemudian ngisi-ngisi pengajian gitu 25:18 [tertawa] 25:19 ya senang juga gitu. Jadi itulah cara 25:23 Allah memberikan kesempatan saya untuk 25:25 bersilaturahim 25:27 dengan semua 25:29 jajaran ya ee dari semua level mulai 25:32 dari 25:33 level ee paling ee bawah sampai pimpinan 25:37 ya. Ya. Sehingga itu memudahkan 25:39 ee kita bersilaturahimlah dengan cara ee 25:43 kegiatan dakwah itu ya. Ya, barangkali 25:46 mungkin itu ya mungkin dalam hal 25:49 tertentu ya bisa dianggap nilai plus 25:52 atau sebaliknya malah [tertawa] itu 25:54 banyak kegiatan dakwahnya. 25:56 Tapi ya 25:59 itulah perjalanan hidup ee saya gitu 26:02 dengan segala penis plus minusnya bahwa 26:04 apa yang saya lakukan itu belum tentu 26:06 punya nilai plus semua. Jangan-jangan 26:09 ada orang menilai ada plus ada minusnya. 26:11 Tapi saya anggap ya itulah sisi hidup 26:14 manusia yang selalu ee ada plus minusnya 26:16 kan manusia itu kan enggak bisa lepas 26:19 dari dua unsur itulah ya. Tapi itulah 26:22 perjalanan hidup saya itu. 26:24 Iya 26:24 ee ee Mas Angga ya. Dan saya menikmati 26:28 saya masih juga sempat mengajar ya 26:31 sampai sekarang saya mengajar di 26:33 Universitas Indonesia ya di hari-hari 26:36 Sabtu. ngajar di UIN Jogja UIN Jakarta 26:40 juga ya, ngajar di IF ee Universitas 26:43 Trisakti ya. Alhamdulillah. 26:45 Bapak mengajar tentang ekonomi 26:47 ya. Enggak jauh-jauh dari ekonomi ya. 26:49 mulai dari ee ekonomi syariah, maqasid 26:53 syariah, pengantar usul fikih, ekonomik, 26:56 ekonomi mikro, kemudian ee perekonomian 26:59 nasional dalam Islam, kelembagaan 27:02 ekonomi dan keuangan Islam banyaklah 27:05 tergantung apa yang ditawarkan di dalam 27:08 ee kurikulum pada semester tersebutlah. 27:11 Heeh. Itu 27:12 Bapak waktu kuliah di Malaysia itu 27:14 ngambil PhD ekonomi ya? ngambil ekonomi 27:17 itu tahun 27:19 itu tahun 2003 sampai 2010 lah. 27:23 2 sampai 2010. 27:25 Nah, 7 tahun juga ya itu batas maksimum 27:28 juga itu. Itu kalau kita melihat 27:30 perkembangan ekonomi syariah ini 27:32 khususnya di bidang pendidikan ekonomi 27:34 syariah ya, Pak ya. 27:34 Heeh. 27:35 Sebenarnya kan Indonesia lebih dulu atau 27:37 Malaysia lebih dulu nih, Pak? 27:38 Ee Malaysia lebih lebih dulu ya. 27:41 Malaysia lebih dulu ya. 27:42 Lebih dulu ya. He. 27:43 Ee kita terus terang kalau dalam hal itu 27:46 ee dulunya banyak belajar ke Malaysia. 27:48 He. 27:49 Termasuk dulu ya kayak Dompet Dafa ya 27:52 belajarnya dulu kan PPZ Pusat Puutan 27:55 Sekat Malaysia ya. 27:56 Oh. 27:57 Ee Tabung Haji dulu berdiri tahun 3. 28:00 Sementara BPKH baru ada tahun 2017 28:04 setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 34 28:06 Tahun 2014. Jadi sekian puluh tahun. 28:09 Oh. justru Tabung Haji sudah dari 28:11 dari ee 63 ya. Ee memang beda ya antara 28:17 Indonesia dengan Malaysia. Di Malaysia 28:18 itu ee dari awal ya itu top down ya 28:22 artinya 28:24 didesain ya didorong didrive oleh e 28:27 negara oleh pemerintah. 28:28 Betul betul pemerintah [mendengus] berg. 28:29 Heeh. Kalau di Malai Indonesia ini 28:31 awalnya adalah bottom up. 28:33 Iya bottom up. 28:34 Sekarang ee antara bottom up dan top 28:36 down. Nah. Nah. Tapi saya tetap ee 28:40 memiliki keyakinan ya sepanjang 28:42 Indonesia itu memang dikelola dengan 28:44 baik memang Indonesia bisa jauh lebih ee 28:47 besar ya karena memang penduduk 28:50 muslimnya jauh lebih besar dibandingkan 28:52 ee Malaysia. I 28:53 termasuk misalnya dada kelolaan haji ya 28:56 ke depan ee 10 tahun ke depan sepanjang 28:59 konsisten insyaallah ada dana yang 29:01 dikelola BPK bisa lebih besar 29:03 dibandingkan Tung Haji itu Mas Mas 29:05 Angga. Karena memang jemaah haji 29:07 Indonesia jauh lebih besar 10 kali lipat 29:09 dibandingkan e Malaysia. Malaysia itu 29:12 kan sekitar 26.000, Indonesia 221.000 29:16 itu jauh lebih besar. 29:18 Kalau pendidikan ekonomi syariah 29:20 sebenarnya kan di pesantren-pesantren 29:21 tradisional di Indonesia itu sudah 29:23 dasar-dasarnya ada ya, Pak? Ya, 29:25 dasar-dasarnya ada. Karena dulu di 29:27 pesantren tradisional kita sudah ee 29:29 belajar fikih muamalat itu ya meskipun 29:32 dulu namanya tidak ee seodern 29:37 seperti sekarang ya lebih tradisional 29:39 tapi dasar-dasarnya ya di dalam banyak 29:41 pesan tradisional seperti Lirboy Kediri 29:44 itu biar itu sudah belajar basis-basis 29:46 itu itu ee qirat apa itu sudah ada. 29:50 Heeh. Kalau menyoroti dua ormas besar 29:53 nih, Pak ya, ee NU dan Muhammadiyah 29:56 untuk mengembangkan kader-kader 29:59 penggerak ekonomi syariah dalam 30:01 pandangan Pak Rahmad, bagaimana? 30:03 Ya, ya saya melihat ee NU dan 30:06 Muhammadiyah itu dua ormas yang 30:09 potensinya potensinya sangat luar biasa. 30:12 Mereka memiliki anggota yang sangat 30:15 besar dan sumber daya yang luar biasa 30:19 besar. Nah, tinggal bagaimana ee 30:22 dikelola dengan ee dengan baik sehingga 30:25 bisa [mendengus] optimal di dalam 30:26 mendorong ee pertumbuhan dan sekaligus 30:30 perkembangan ekonomi syariah ke depan 30:32 ya. Termasuk di dalam pemberdayaan 30:35 ekonomi keumatan itu luar biasa 30:37 potensinya. Tinggal barangkali mungkin 30:40 ya karena apapun juga ya sehebat-hebat 30:43 ormas seperti NU Um Muhammad dia dia 30:45 enggak bisa bergerak sendiri. harus 30:47 bertaawun, berkolaborasi dengan berbagai 30:49 potensi ee [mendengus] kemasyarakatan 30:52 kebangsaan, dan negara ya. Ee sehingga 30:55 ya ujungnya lagi-lagi bersilaturahimlah, 30:58 berkolaborasi. 30:59 Nah, sehingga dengan kolaborasi itu ya 31:02 kekuat akan menjadi kekuatan yang 31:03 dahsyat untuk mendorong ekonomi syariah 31:06 dan sekaligus pemberdayaan ekonomi umat 31:08 itu. Masangga. 31:09 Baik, Pak Rahmat. Kita jeda dulu ya. I 31:12 ikat yang dirahmati Allah subhanahu wa 31:14 taala. Sambil menemani waktu santap 31:16 sahur Anda. Ee sahur bersama tokoh akan 31:19 segera kembali. tetaplah bersama kami 31:52 [musik] 32:01 [musik] 32:16 Radio silaturahim dan rasil visual untuk 32:18 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 32:20 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 32:21 Terima kasih masih bersama kami dalam 32:23 acara sahur bersama tokoh Bapak Dr. H. 32:26 Rahmad Hidayat, S. MT menjadi narasumber 32:29 kita di kesempatan kali ini. Di sesi 32:32 pertama tadi kita sudah banyak ee tahu 32:34 sosok dari ee di BPKH ini Bapak sekarang 32:41 ee jabatan sebagai apa, Pak? 32:43 Ya, jabatan saya sekarang di PKH sebagai 32:46 anggota 32:48 bidang kesekretariatan badan dan 32:51 kemaslahatan. Ya, 32:52 kemaslahatan. Lalu kalau di MUI beliau 32:54 sebagai bendahara umui 32:57 sejak 2020, Pak, ya? 33:00 2021 ya? 33:01 2021. 33:01 2021 ya 33:02 berarti 33:03 apa 2020 ya? [tertawa] 2020 sudah lupa. 33:07 2020 sampai 2025. Iya. November dulu ya. 33:09 Heeh. 33:10 Iya ya. Nah, dan tadi kita sudah banyak 33:13 nih cerita dari bagaimana pendidikan 33:16 beliau juga ee masa kecilnya. Dan di 33:20 sesi kedua ini kita akan lebih menyoroti 33:23 profesi beliau yang memang aktif di 33:25 BPKH. Sebagai info tadi BPKH ini mulai 33:30 berjalan di tahun 2017. 33:32 2017. 33:33 Ketika dibandingkan dengan Malaysia 33:34 ternyata lembaga tabung hajinya itu 33:36 sudah dari tahun 0-an ya 33:38 ee ee 1963 ya. 63 bahkan gitu ya. 33:42 Ini kenapa Pak justru telat kayaknya 33:45 gitu? Padahal kan jemah haji Indonesia 33:47 ini kalau dibandingkan dengan 33:48 negara-negara lain cukup besar dari 33:50 puluhan tahun yang lalu atau mungkin ada 33:52 badan lain yang sudah mengelola cuman 33:54 belum terfokus di BPK di seperti badan 33:56 seperti BPKH. Apakah begitu, Pak? 33:58 Iya. Ee ya kalau di kita istilahnya 34:01 lebih baik terlambat daripada tidak sama 34:03 [tertawa] sekali ya. E barangkali 34:05 mungkin ee flashback ya. ee dulu ya 34:10 semuanya kan dikelola oleh Kementerian 34:13 Agama ya ee di dalam pelaksanaan ibadah 34:17 haji baik yang terkait dengan 34:18 operasional haji maupun pengelolaan 34:22 keuangannya e di dalam satu ee 34:25 kementerianusnya 34:26 di 34:27 ee Direktorat Jenderal ee 34:30 Haji ya, Dirjen Haji ya. Hm. 34:33 [mendengus] 34:33 Seiring perjalanan waktu ya. Kemudian 34:37 barangkali ya kan saya enggak tahu 34:39 historisnya dulu seperti apa. Ee mungkin 34:42 setelah melihat kok di Malaysia ada 34:44 Tabung Haji, lembaga yang sedemikian 34:47 hebatnya dan menjadi kebanggaan ee 34:50 Malaysia gitu. Bahkan masyarakat 34:52 internasional semua orang melihat Tabung 34:55 Haji. Tabung Haji ya. 34:58 Ya, mungkin pada saat itu ya ada 35:00 pemikiran dari para tokoh ya, baik di 35:04 pemerintahan maupun legislatif ya. 35:06 kemudian ya akhirnya ee merumuskan 35:09 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 itu ya 35:13 yang berdasarkan Undang-Undang tersebut 35:15 mengamanatkan lahirnya ee badan ya yang 35:19 namanya BPK itu Badan Pengolah Keuangan 35:22 Haji. Jadi BPKH lahir itu berdasarkan 35:25 amanat Undang-Undang 34 Tahun ee 2014 35:29 ya. 35:30 waktu berjalan ya tentu di mana-mana ada 35:35 jeda waktulah antara ee berlakunya 35:38 undang-undang dengan pelaksananya dan 35:41 satu dan lain hal mungkin harus men-set 35:43 up kelembagaannya dan lain-lain harus 35:46 menyiapkan ee kepengurusan. ee kami 35:50 adalah pengurus di periode pertama BPKH 35:54 ini. 35:55 Jadi insyaallah kami dan teman-teman 35:57 kami baik di Badan Paksana maupun di 36:00 Dewas Pengasukan memberikan legisasi lah 36:02 karena yang ikut ee apa [mendengus] 36:05 membangun ya kelahiran ee BPKH ini. Jadi 36:09 kalau ini anggap sebuah kawasan yang 36:12 kosong ya kamilah yang yang mengisi 36:15 kawasan itu dari ee dari awal ya itu ee 36:21 termasuk asabiun alwalun lah di dalam 36:24 periode ee BPKH ini 36:26 ya. [berdehem] Kalau kita bandingkan 36:29 dengan Malaysia dulu kan yang sering 36:31 menjadi ee perbandingan tuh Malaysia, 36:35 Malaysia, Malaysia ya. 36:38 ya. Kita memang melihat ya ee ya itu 36:41 saya sampaikan ya bahwa dalam beberapa 36:43 hal tidak terkait dengan ekonomi dan 36:46 keuangan syarat itu Malaysia itu lebih 36:48 cepatlah dibanding kita termasuk ee ee 36:50 berdirinya lembaga yang terkait 36:53 pengelolaan keuangan hajiah ya. Nah, ee 36:58 di Indonesia, kalau di Malaysia itu 37:00 pengelolaan keuangan haji dan ee 37:04 penyelenggaraan ibadah haji jadi satu di 37:06 Tabung Haji. 37:08 Nah, tapi apa yang ada di Malaysia itu 37:10 belum tentu sesuai dengan di Indonesia 37:12 karena beda karakteristik ee ee 37:15 masyarakatnya, kelembagaannya ee 37:18 beda-bedalah, 37:19 ada plus minusnya. Tetapi yang jelas di 37:21 Indonesia itu ee pengelolaan keuangan di 37:25 BPKH, penyelenggaraan ibadah haji di 37:28 Kementerian ee Agama. Agama 37:30 ee jadi ada checks and balance lah. Ee 37:34 kalau 37:35 kalau diambil sisi positifnya kan ada 37:38 hikmah ya. Karena kan setiap apapun itu 37:42 kan selalu ada plus minusnya ya. Kalau 37:45 di Malaysia seperti itu positifnya ada 37:48 minusnya ada. di Indonesia seperti ini 37:51 ada plusnya, ada minusnya. Ya, tentu 37:54 kita orang yang diberikan akal yang baik 37:57 oleh Allah Subhanahu wa taala selalu 38:00 mencari hikmah itu ambil sisi 38:02 positifnya. 38:03 Kalau Al-Qur'an mengatakan yutil hikmata 38:05 yasya wal hikmata faquirir 38:10 wakarab. 38:12 Allah berikan hikmah kepada siapa yang 38:13 Allah kehendaki. 38:15 Nah, barang siapa yang diberikan hikmah, 38:17 dia akan mendapatkan banyak sekali 38:19 kebaikan. Jadi, kita jangan memikirkan 38:22 kekurangannya, 38:23 tetapi pikirkanlah apa sisi positifnya 38:27 sehingga kemudian itu memberikan apa 38:29 sisi ee memotivasi kita untuk berbuat 38:32 baik dan lebih baik gitu ya dan 38:34 mengoptimalisasi sisi-sisi kebaikan. 38:37 Nah, itulah ee ulul albab itulah yang 38:40 kita lakukan. 38:42 Ee ya kalau situasinya sekarang seperti 38:43 ini ya kita ambil hikmahnya. Bagaimana 38:46 dalam situasi seperti ini kita 38:48 manfaatkan untuk yang terbaik. Nah gitu 38:50 e Mas Angga ya. 38:52 Heeh. 38:52 Kalau bagi masyarakat muslim sendiri 38:55 dengan adanya BPKH memudahkan ya 38:58 ya 38:58 bagi mereka yang ingin ibadah haji 39:00 karena sekarang sudah terbagi dua 39:01 lembaga misalkan gitu. Apakah jadi ada 39:03 struktural bagaimana gitu. Ee jadi ee 39:07 begini ya, barangkali mungkin sedikit 39:09 saya menjelaskan apa sih ee tugas BPKH 39:12 ya. Ya, berdasarkan amanat Undang-Undang 39:15 ee 34 ya ee tahun 2014 itu ee BPKH 39:21 mengelola keuangan haji ya. [mendengus] 39:24 Ee keuangan haji itu kita bagi dua ya. E 39:28 pertama adalah ee dana setan awal ya 39:33 dan yang kedua adalah dana di dana abadi 39:35 umat ya. [mendengus] Ee dana setan awal 39:38 itu ya 39:41 dana yang disetkan oleh jemaah yang akan 39:43 berangkat ya ee mulai kalau misalnya dia 39:47 mendaftar haji untuk mendapatkan nomor 39:49 porsi itu kan dia harus menyetor R5 juta 39:51 itu Mas Angga. 39:53 Kemudian pelunasan ya ee mungkin sampai 39:56 sekarang ya sekitar 10 juta ya 39:57 tergantung nanti berapa ee BPIA itu 40:01 diputuskan oleh pemerintah ya kan. Heeh. 40:04 Nah tapi sebenarnya real cost biaya haji 40:08 itu tidak R5 juta. 40:10 He 40:11 kisaran di angka R0 juta. 40:14 Oh 40:15 besar sekali. Ee teman-teman pernah 40:17 melakukan riset kecil-kecilan melakukan 40:19 penelitian 40:21 berapa sebenarnya real cost kalau 40:23 seandainya jemah haji itu berangkat 40:26 ee sendiri gitu 40:28 mandiri 40:29 ee bisa menggunakan platform apa ya 40:31 mungkin apa 40:32 backpackeran atau apa 40:34 backbra atau apa itu kisaran Rp80 juta 40:37 bisa segitu ya. He. 40:38 Nah, tapi karena sekarang berangkatnya 40:41 berjamaah 40:43 itu ee bisa lebih murah menjadi 70 juta. 40:47 Nah, sementara jemah haji membayar R35 40:50 juta. Dari mana sisanya itu? Itulah 40:54 sebagian besar diambilkan dari hasil 40:57 optimalisasi 40:59 pengelolaan dana haji itu. 41:01 Ah, sekarang masa tunggu itu kan sudah 41:05 panjang ya. Pak, 41:06 dari belasan tahun sampai puluhan tahun 41:08 ya. Ee di beberapa daerah kabupaten di 41:12 ee kalau enggak salah di Maros atau ee 41:16 Mamuju itu sudah sekitar 44 tahun lama 41:19 antrian 41:20 antrian haji. 41:21 Haji. Heeh. WH Plus sekarang pun juga 41:25 sudah antri sampai dari 5 sampai 15 41:28 tahun antri juga. Heeh. 41:31 Nah, sekarang jemaah tunggu itu 41:34 dikisaran 5,4 juta jumlah jemaahnya. 41:37 Nah, lamanya antrian ya dan besarnya 41:41 jemah tunggu itu menyebabkan akumulasi 41:43 dana haji itu sangat besar ya. Ya, 41:46 barangkali mungkin kalau di tootal 41:47 angkanya sekarang itu 147 juta termasuk 41:51 dana di AU. 41:52 Nah, dana Dia itu jumlahnya nilainya 3,7 41:57 triliun lah. 41:57 Triliun. Jadi 147 - 3,7 ya berarti dana 42:06 haji itu dana seton awal itu di kisaran 42:09 100 42:11 42, 42:13 ee 3 triliun ya K yang cukupcukup besar. 42:17 Masih kalah dibandingkan dana yang 42:18 dikelola Tabung Haji di kasaran 250 42:22 triliun ya. Tapi itu BPKH ada tahun ee 42:26 1000 ee 2017 ya sementara Tabung Haji 42:30 Tabung Haji 42:31 sejak 1963 42:33 beda beda sekali [mendengus] 42:35 ee 42:37 nah kemudian ee apa tugas BPKH ya ya 42:41 berdasarkan amanat Undang-Undang 34 itu 42:44 ya adalah bagaimana meningkatkan 42:47 kualitas pelayanan ibadah haji ya 42:49 kemudian bagaimana meningkatkan hasil 42:52 optimalisasi pengelolaan dana haji ya 42:54 dan ketiga memberikan kemaslahatan bagi 42:57 umat Islam ya. Nah, tentu ee dengan dana 43:00 haji yang besar dioptimalisasi ya ee 43:04 bagaimana meningkatkan kualitas 43:06 pelayanan ibadah haji. Nah, 43:09 dari hasil optimalisasi itu ada 43:12 keuntungan ya yang bisa dipergunakan 43:15 untuk meningkatkan kualitas pelayanan 43:17 ibadah haji. Nah, sebab kalau jemaah 43:20 haji itu hanya dengan R5 juta kemudian 43:23 untuk bayar hotel itu enggak cukup. 43:26 Nah, untuk jangankan tuh ya, hanya cukup 43:29 untuk penerbangan. 43:31 Nah, penerbangan itu ya di direct cost 43:35 itu ya kira-kira enggak jauh-jauh dari 43:36 32 juta PP itu. 43:39 Jadi, habis itu. 43:41 Nah, karena itu ya pengelolaan dana haji 43:44 yang sekarang diamanatkan BPKH itu ya 43:47 untuk membantu meningkatkan kualitas 43:49 pelayanan ibadah haji itu ya. sekarang 43:52 ya jemaah haji itu kan di tinggal di 43:55 hotel lah ya rata-rata minimal hotel 43:57 bintang tig ada yang bintang empat 43:59 bahkan mungkin ada yang juga bintang 44:01 lima ya ee tergantung hasil ininya 44:05 qurahnya ya ee 44:06 ee qurahnya itu. 44:09 Nah dapat [mendengus] ee di mana? Nah, 44:11 kemudian kalaupun misalnya tinggal di 44:12 tempat yang jauh ya karena enggak 44:14 mungkin juga ada di ring satu karena 44:16 terbatas hotel ee di 4 kilu dari 44:20 Masjidil Haram. Tapi mereka dapat 44:23 layanan bis selawat ya, bis antar jemput 44:26 ya sepanjang hari ya dari Masjidil Haram 44:29 ke tempat ee hotel penginapan itu. Jadi 44:32 itu bagian daripada meningkatkan 44:34 kualitas peran ibadah haji. Jemah haji 44:36 juga masih ee dapat apa ya 44:40 ee makanan ya catering ya selama di 44:45 tanah suci di tanah haram baik di Makkah 44:48 maupun Madinah tiga kali sehari. di 44:50 Malaysia hanya dua kali jemaah haji 44:52 Malaysia. 44:53 Oh, Malaysia hanya dua kali ya. 44:54 Itu pun hanya dibatasi 25 hari. Kalau 44:56 sudah lebih daripada itu, bayar sendiri. 44:58 Nah, jemaah haji Indonesia masih dapat 45:00 living cost 1500 riyal, Malaysia tidak 45:04 ada. Jadi, jemah haji Indonesia itu 45:06 sudah luar biasa ya mendapatkan 45:09 fasilitas yang sangat-sangat lerilah, 45:11 sangat sangat baik ya. Itulah ee buah 45:15 dari ikhtiar negara ya, baik melalui 45:18 Kementerian Agama dan BPKH untuk 45:21 meningkatkan kualitas pelayanan ee 45:23 ibadah haji. Ya, 45:25 selama ini Kementerian Agama atau 45:28 sekarang BPKH itu kalau mengukur potensi 45:31 haji masyarakat Indonesia itu bagaimana, 45:35 Pak? Apakah hanya tadi melihat oh ini 45:37 antriannya aja sudah puluhan tahun? 45:39 ukuran pastinya ini bahwa potensi ibadah 45:41 haji Indonesia itu selalu besar tuh 45:43 latar belakangnya apa, Pak? 45:44 Jadi begini, 45:46 Indonesia itu negara dengan jumlah jemah 45:49 haji terbesar di dunia ya, Indonesia, 45:53 kemudian Pakistan, 45:55 India, 45:57 ee kemudian ee Mesirlah ee ya negara 46:01 yang jumlah jemah hajinya besar. Iran ya 46:05 itu mengalahkan Saudi Arabia sendiri ya. 46:09 Tapi kalau jemah umrah itu terbesar 46:11 Pakistan. 46:12 Umrah. 46:13 Umrah. Heeh. He. 46:14 Tetapi [mendengus] 46:16 dari sisi kemampuan belanja 46:19 tetap jemaah umrah Indonesia terbesar. 46:21 Indonesia paling besar. 46:22 Ee kita tahu ya kalau jemaah umur 46:24 Pakistan itu kan ya Aladzifi ya. 46:27 Iya. 46:28 Aladifi. Mungkin Mas Angga tahu mereka 46:30 banyak tinggal di tempat-tempat yang 46:32 sangat sederhana. Kadang-kadang di 46:34 impiran Masjidil Haram Madinah. Ya, 46:37 makanya 46:37 barangkali mereka juga bahkan juga naik 46:40 kendaraan darat ya dari Pakistan ke 46:42 ee masih Saudi Arabia. 46:45 Kalau Indonesia kan diring satu maunya 46:47 kan. 46:48 Betul. 46:48 Eeah kemampulan belanjanya. Sehingga 46:51 secara potensial tetap jemaah haji 46:53 Indonesia dan umrah itu nomor satu 46:55 sebenarnya. 46:56 Apalagi kalau jemaah haji sudah 46:58 pastilah. 46:59 Iya. Iya. 47:00 Nah, jadi potensi itu luar biasa. Karena 47:03 itu ya ee berdasarkan hasil ee kajian 47:08 BPKH, hitungan BPKH ya kira-kira 1015 47:12 tahun ke depan dana yang dikelola BPKH 47:14 ini bisa melampaui 47:16 ee Malaysia ya 47:19 ee bisa ngelola sekitar 300 triliun ya 47:24 yang dikelola H BPKH itu ya 47:27 ini potensi keuangan yang yang sangat ee 47:30 yang sangat ee besar ya untuk ee BB PKH 47:33 ya. Nah, barangkali mungkin yang menjadi 47:36 penting juga terkait dengan masa tunggu 47:39 ini ya yang lama ini karena ee baik 47:44 Indonesia, Malaysia ini ya menghadapi 47:47 ee masalah yang sama ya. Bahkan di 47:49 Malaysia masa tunggu itu jauh lebih lama 47:51 lagi. 47:52 Malaysia malah lebih lama 47:52 115 tahun ya. 47:54 Wah, 47:55 115 tahun ya. [mendengus] 47:57 Indonesia ya sudah 44 tahun paling 48:00 paling lama. Tapi kan ke depan potensi 48:03 itu terus terus terus tambah gitu ya. 48:07 Nah, karena itu barangkali mungkin yang 48:09 menjadi penting bagaimana mendaftar haji 48:12 di usia muda itu bukan apa-apa ya. 48:15 Karena kalau mendaftar haji usia 50 48:17 tahun, masa tunggu 30 tahun 48:20 khawatir 48:20 khawatir ya umurnya enggak sampai ke 48:23 sana. Kalaupun berangkat 48:24 sudah di usia yang tidak ideal untuk 48:26 melaksanakan ibadah haji umur 80. Karena 48:29 kita tahu sebagian besar ya kewajiban 48:33 haji itu melibatkan 48:35 apa ya? Fisik ya. 48:37 Betul. Kekuatan fisik. 48:38 Kekuatan fisik yang luar biasa. Mulai 48:41 dari tawaf, sai, [mendengus] 48:44 wukuf, mabid, jamarat itu perlu kesiapan 48:49 fisik yang luar biasa. Yang kalau itu 48:52 dilakukan oleh orang-orang yang umur 80 48:54 tahun rasa-rasanya agak berat. Ya, 48:56 jangan-jangan berangkat lebih banyak 48:58 safari wukufnya itu. Ah, tapi kalau kita 49:00 mendaftar haji pada usia 49:02 muda, 49:02 muda 20 tahun, 25 tahun, lama antrian 30 49:06 tahun, ya mungkin insyaallah umur 50 60 49:10 relatif masih cukup sehat dan ideal 49:12 untuk bisa melaksanakan ee kegiatan 49:16 ibadah haji dengan manasik haji secara 49:18 lebih ee sempurna. Itu poinnya di di 49:21 sana sebenarnya itu, Mas Angga. 49:23 Hm. 49:24 Heeh. 49:24 Nah, Pak. Terus bagaimana sih menjawab 49:28 masyarakat ketika muncul isu? Ya, kita 49:30 tahu ya beberapa tahun beberapa 49:32 akhir-akhir ini ee mempertanyakan dana 49:36 dana abadi umat itu, Pak. Ya, itu 49:38 pengelolannya gimana sih itu sebenarnya? 49:39 Dana abadi umat kan kalau dikaitin sama 49:41 politik pusinglah kita. Dana haji itu 49:44 sebenarnya aman, Pak, ya. 49:45 E dana haji itu ya dana restoran awal 49:48 jam itu alhamdulillah sudah dijamin oleh 49:51 LPS ya, lembaga penjamin ee simpanan. 49:54 [mendengus] 49:54 Nah, kemudian di luar selain ee dana apa 49:59 ya setoran awal ada dana dia daa abadi 50:01 umat ya 50:02 yang dulu sejarahnya itu adalah 50:04 merupakan hasil efisiensi operasional 50:07 haji 50:08 ya kalau tidak salah masanya menteri 50:10 waktu itu Pak Tarmidi Tahir lah ya. 50:12 Iya. 50:13 Nah, dikumpulkan terus sekarang angkanya 50:16 cukup besar ya 50:17 3,7 triliun ya. ee dana itu dikembangkan 50:21 oleh BPKH masuk ke instrumen ee 50:23 perbankan, masuk ke instrumen surat 50:26 berharga syariah negara, ya. Kemudian 50:29 hasil optimalisasinya 50:31 dijadikan kegiatan kemaslahatan. 50:34 Ee kalau di perusahaan ada yang namanya 50:36 CSR lah, ini CSR-nya BPKH 50:38 itu sosial semua. 50:39 Nah, sosial. Jadi rul malnya dana 50:42 pokoknya itu tetap utuh 50:44 yang dipergunakan hasil optimalisasinya 50:47 keuntungannya itu jadi tidak mengganggu 50:49 PL-nya. 50:50 Hm. 50:51 Nah. Nah. Jadi kegiatan kemaslahatan 50:54 tidak mengambil dari setoran awal. 50:57 Jadi dua hal yang sama sekali berbeda. 51:01 Nah kemudian kegiatan di maslahatan itu 51:02 dipergunakan untuk ya enam kluster lah 51:05 ya. 51:05 Iya. untuk meningkatkan kualitas 51:07 pelayanan ibadah haji ya kan. Kemudian 51:11 pendidikan dan dakwah, 51:13 kesehatan 51:15 ya, pemberdayaan ekonomi umat, ee sosial 51:19 ee keagamaan dan membantu sarana 51:23 prasarana ibadah ya. Ya, masjid rusak, 51:27 musala rusak, pembangunan baru itu 51:29 dibantu dari situ. Termasuk membantu 51:32 apa? [mendengus] RKB, ruang kelas baru 51:35 ya, termasuk bantu ambulan ya di 51:38 beberapa poliklinik itu ya mengambil 51:41 dari plot dana kemaslahatan. termasuk di 51:44 awal-awal pandemi BPK banyak membantu ya 51:46 sembaku, 51:48 ventilator, 51:49 kemudian APD, sembako ya dari ploting 51:54 dana peran kemasatan kemarin termasuk 51:57 juga ketika terjadi banjir di 51:59 kawasan Jabodetabek ya, Bento BKH masuk 52:02 melalui ya kegiatan program kemaslahatan 52:06 ya 52:07 yang pelaksananya bermitra dengan 52:09 mitra-mitra kemaslahatan ya ada rumah 52:12 zakat 52:13 ada DT Peduli, ada Darul Quran, ada 52:17 Basnas ya dan ee masih ee ada Lazismu, 52:22 Lazisno dan masih banyak lagi 52:24 mitra-mitra kemaslahatan BPKH. 52:26 Hm. Nah, Pak Rahmat selanjutnya 52:30 kita kan masih mengalami pandemi Covid 52:32 ya 52:33 setelah setahun lebih bahkan masuk 52:35 Ramadan ini juga 52:37 bahkan kita sudah hidup bersama COVID. 52:39 Iya, 52:39 kalimatnya sudah seperti itu. 52:41 Untuk ibadah haji sendiri peluangnya ke 52:44 depan dengan kita istilahnya ini kan ada 52:47 ada 52:48 ee break gitu ya di masa pandemi apalagi 52:51 yang tahun lalu itu. Bagaimana Pak 52:53 Program BPKH tersendat atau bagaimana 52:56 menyesuaikan dengan pandemi ini? 52:58 Iya. 53:00 Kalau kegiatan ibadah haji itu kan 53:02 sepenuhnya tergantung daripada kebijakan 53:05 pemerintah Arab Saudi ya. He 53:08 ada tidaknya adalah merupakan kewenangan 53:10 di sana. 53:12 Ee BPKH siap apapun yang terjadi gitu 53:15 ya. Termasuk kalau seandainya jadi 53:18 berapa kuotanya BPK sudah menyiapkan 53:20 skenari-senari itu ee Mas Angga ya. 53:24 Ya. Ya. Kita tinggal ee nunggu kebijakan 53:28 pemerintah Saudi seperti apa ya. Heeh. 53:31 Iya. Kalau pendekatan emosional ke jemah 53:34 haji yang tahun lalu gagal berangkat tuh 53:36 bagaimana, Pak? Dari pemerintahan, dari 53:38 Kemenak atau BPKHKH? 53:39 Kan begini ya. 53:42 Waja likulliin zaujian. Kami ciptakan 53:45 segala sesuatu itu pasti 53:46 berpasang-pasangan. Ya, kebalik tadi 53:48 selalu ada hikmah ya. Karena kalau 53:51 dipaksakan juga tahun lalu ya itu juga 53:54 kan enggak bisa tenang itu beribadah. 53:57 Sekarang misalnya 53:59 ya kayak kita di Indonesia lah ee salat 54:03 di tengah jalan dalam kondisi bahaya 54:06 tenang apa tidak? Enggak tenang. 54:08 Enggak tenang. 54:09 Beribadah di masa pandemi tenang apa 54:11 tidak? Ya. Nah kan lebih baik ditunda ya 54:15 kan. Nah, karena kan fikihnya itu darul 54:17 mafasid muqadam jalh. Menolak mafsadah, 54:21 menolak bahaya itu harus diutamakan 54:24 dibandingkan mendapatkan maslahat. 54:27 [mendengus] 54:28 Pelaksanaan haji itu pasti maslahat ya. 54:31 Siapa yang enggak bilang 54:32 maslahat-maslahat. 54:33 Tapi kalau dipaksakan ada potensi risiko 54:36 di situ ya terpapar, 54:38 siapa yang bertanggung jawab? Apakah 54:41 jemaah juga sudah siap menerima 54:45 ya resiko itu? Nah, itu kan juga enggak 54:47 mungkin siap ya. Nah, siapapun juga 54:52 jangan-jangan kalau itu dipaksakan 54:54 enggak ada orang yang mau jadi petugas. 54:57 Iya. [tertawa] 54:57 Petugasnya malah enggak ada. 54:59 Petugasnya enggak ada. E ya seperti 55:01 kemarin yang saya dapat informasi ya 55:04 waktu ee tahun lalu jemaah haji hanya 55:08 khusus untuk warga Saudi ya, termasuk ee 55:11 mukimin ya. Ee ternyata konon 55:14 informasinya saya enggak tahu persis ya, 55:16 jumlah petugas lebih banyak dibandingkan 55:18 jamah hajinya itu kan kemudian menjadi 55:19 sangat mahal ya. Nah, itu 55:21 Iya. Nah, dan barangkali mungkin ya 55:24 kalau dipaksakan pada saat itu 55:25 jangan-jangan orang lebih banyak di 55:27 hotel dibandingkan 55:29 e pergi ke 55:32 apa ya? Pergi ke Masjidil Haramnya 55:34 karena kondisinya memang sangat sangat 55:37 terbatas. sebelum lagi ya dalam 55:40 perjalanan seperti apa. Oleh karena itu 55:43 ee untuk tahun 2021 kita sepenuhnya 55:46 menunggu kebijakan ee pemerintah Saudi 55:48 Arabia seperti apa kebijakannya, berapa 55:50 jumlahnya ya BPKH ee menunggulah 55:53 menunggu ya. Tapi peluang tahun ini 55:56 sepertinya terbuka, Pak ya 55:58 dengan kondisi yang lebih baik. 55:59 Iya. Semogalah semoga bisa lebih baik 56:01 meskipun juga tidak bisa dihindari tetap 56:04 menjalankan protokol ya. Kalaupun 56:06 misalnya berangkali berangkat ke sana 56:09 berapa lama dulu isolasi dulu ya kan. 56:11 Nah itu kan 56:12 prosesnya jadi tambah kayak ya. 56:13 Nah itu kan karena itu kan menjadi 56:15 standar internasional WHO ya. Kayak kita 56:17 misalnya ada teman-teman yang 56:19 baru pulang dari luar negeri ya sekian 56:21 lama sudah harus diisolasi dulu kan. 56:24 Di mana? Di rumah sakit atau di rumah 56:29 sakit atlet atau di hotel tapi enggak 56:32 boleh langsung ke 56:33 rumah kan. Nah, ee barangkali mungkin ee 56:36 itu juga akan dialami oleh ee jemaah 56:39 haji yang kalau nanti berangkat ya akan 56:41 diperlakukan sama seperti itu ya. Heeh. 56:44 Baik, ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 56:46 subhanahu wa taala, saat ini Anda sedang 56:48 menyimak sahur bersama tokoh. Tokoh yang 56:51 kami hadirkan salah satu pengurus di 56:54 BPKH Badan Pengelola Keuangan Haji dan 56:56 juga beliau sebagai Bendahara MUI pusat, 57:01 Pak. Ya. 57:01 Iya. 57:01 Bendahara MUI pusat. Bapak Rahmat 57:04 Hidayat nih kalau sejak masa muda sudah 57:07 disebutnya Bapak Ustaz ya. Karena tadi 57:09 ya Pak ya sering diminta [tertawa] untuk 57:11 ngisiaran agama e doa juga. Nah, Pak 57:15 Rahmat kita di sesi terakhir sebelum 57:17 kita e closing ini kan memasuki Ramadan. 57:21 Kita melaksanakan Ramadan pandemi ini. 57:24 Berarti yang kedua, Pak. Tahun lalu kita 57:26 juga merasa itu lagi puncak-puncaknya 57:28 itu ya, sepi-sepinya ibadah di rumah 57:31 lebih banyak. Namun tahun ini sudah ada 57:33 kebijakan baru. Pemerintah juga di 57:35 beberapa daerah sudah membolehkan untuk 57:37 ee tarawih dengan protokol gitu ya. 57:39 Kegiatan masjid juga dengan protokol. 57:41 Nah, Pak Rahmat 57:43 tausiah Ramadan apa? Mungkin pesan 57:47 Ramadan apa yang bisa Bapak Rahmad 57:49 sampaikan kepada ee pendengar di 57:51 silaturahim? 57:52 Ramadan itu adalah bulan yang sangat 57:55 kita nantikan karena memang menjadi 57:58 bulan yang penuh kebaikan dan 58:01 keberkahan. Ya, karena itu ya mari kita 58:04 sambut ee kehadiran Ramadan itu dengan 58:07 penuh sukacita dan kebahagiaan 58:09 sebagaimana sabda Nabi, man ramadana 58:12 imanan wtisaban gfir lahu ma taqaddam 58:15 minambih. Barang siapa yang berbahagia 58:17 dengan datangnya bulan Ramadan, maka 58:20 Allah haramkan jasadnya dari api neraka. 58:23 Bentuk kebahagiaan itu bagaimana 58:25 kesiapan mental kita untuk mengisi 58:27 Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. 58:29 Jadi, Ramadan itu bagi kita sebenarnya 58:32 bulan zaman Allah Subhanahu wa taala. 58:36 Allah sudah siapkan menu-menu yang 58:38 menarik ya. Ee kalau kita diundang 58:41 pimpinan saja bangga, kita ini diundang 58:44 oleh Allah lah ya. 58:46 amikum 58:48 wahai orang yang beriman diwajibkan 58:49 kepada kalian berpuasa di bulan ee 58:52 Ramadan sebagaimana telah diwajibkan 58:54 kepada hamba-hambanya. Oleh karena itu, 58:56 ayo kita siapkan kita untuk menikmati 59:00 untuk memenuhi undangan Allah. Kita 59:02 siapkan siap untuk menikmati menu-mono 59:04 yang disiapkan Allah. menu-menu itu 59:06 berbagai amalan-amalan kebaikan, amalan 59:08 saleh, baik amalan wajib yang terkait 59:11 dengan langsung dengan Ramadan seperti 59:14 siamu Ramadan, qiamu Ramadan, kemudian 59:17 tadarus Al-Qur'an, infak, sedekah, 59:20 berbakti kepada orang tua, membantu 59:22 operasional masjid ya dan memperbanyak 59:28 doa, zikir kepada Allah, tasbih ini 59:31 adalah ee bentuk-bentuk amal ibadah yang 59:35 memang memang perlu kita ee tingkatkan 59:38 selama bulan suci Ramadan ya. Jadi kalau 59:43 kita membaca sebuah hadis itu gini masa 59:45 enggak ya ee qjaakum syahrun mubarok. 59:52 Telah datang kepada kalian 59:54 bulan yang penuh keberkahan 59:57 ya. 59:59 di mana pada bulan itu ya 1:00:04 ee seluruh pintu langit ee pada bulan 1:00:08 itu qad faradallahu lakum siamahu pada 1:00:12 bulan itu diwajibkan kepada kalian 1:00:14 melaksanakan siam Ramadan ibadah puasa 1:00:19 e pada bulan tersebut ya 1:00:23 tuftahu fi ababus sama pintu-pintu 1:00:25 langit itu dibuka ya Jadi barang siapa 1:00:29 yang melaksanakan amal-amal saleh 1:00:31 langsung naik itu berdoa langsung tembus 1:00:34 aras itu. Ee Mas Anggau 1:00:39 fi abwabul jahim. Pada bulan itu 1:00:42 pintu-pintu neraka itu ditutup neraka 1:00:45 jahim. Karena sudah ditutup jangan kita 1:00:49 malah yang membukanya. Nah 1:00:51 dengan berbagai amalan maksiat. Sudah 1:00:53 ditutup kita buka. Ah. 1:00:57 Nah. Kemudian fi maratusayatin. Nah, 1:01:02 pada bulan itu ya gangguan-gangguan 1:01:05 setan dibelenggu setan itu. Karena itu 1:01:07 jangan kita yang buka belenggu itu 1:01:10 [tertawa] ya 1:01:11 dengan mengikuti rayuan setan, 1:01:13 pekerjaan-pekerjaan syayatin ya. Dan 1:01:16 pada bulan itu ada satu malam yang lebih 1:01:19 baik dibandingkan 1000 ee bulan. Itu 1:01:23 kita manfaatkan itu malam keberkahan, 1:01:26 malam-malam. Betul malam keberkahan. 1:01:29 Ee barang siapa yang tidak mendapatkan 1:01:32 kebaikan pada bulan Ramadan, maka 1:01:35 sungguh merugi dan sungguh tertutup 1:01:37 kebaikan. Sudah dibuka kesempatan yang 1:01:39 luar biasa oleh Allah, tapi kita tidak 1:01:42 manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh 1:01:44 karena itu, ayo kita songsong Ramadan 1:01:46 ini dengan penuh harap ya, dengan penuh 1:01:49 optimisme, 1:01:51 kemudian 1:01:53 bangga, bahagia, dan tentu lebih 1:01:56 daripada itu. Ayo mari kita berdoa 1:01:58 kepada Allah Subhanahu wa taala semoga 1:02:01 Allah memberikan kita umur panjang. Ini 1:02:03 yang penting. 1:02:04 Allah berikan kesehatan agar kita bisa 1:02:07 mengisi Ramadan. Allah berikan 1:02:09 keberkahan sehingga kita berjumpa dengan 1:02:12 bulan suci Ramadan ini dan kita siap 1:02:14 mengasihi Ramadan ini dengan 1:02:16 sebaik-baiknya agar kita menjadi hamba 1:02:18 Allah yang muttaqin. Amin ya rabbal 1:02:20 alamin. 1:02:22 Lalu dengan kondisi seperti sekarang 1:02:24 juga ya, Pak ya, dengan segara ee ada 1:02:28 yang mungkin ee kekurangan ekonominya 1:02:31 dari efek pandemi ini, jadikan Ramadan 1:02:34 sebagai ee motivasi dan optimisme. Bisa 1:02:39 ya, Pak ya? 1:02:40 Ramadan dijadikan motivasi, optimisme 1:02:42 hidup. E jadi ee begini ya, kalau 1:02:46 merujuk kepada hadis itu, 1:02:51 Nabi itu adalah ajidunas, orang yang 1:02:53 paling dermawan. 1:02:56 Tetapi paling pada bulan Ramadan beliau 1:02:58 itu lebih dermawan lagi. Oleh karena 1:03:01 itu, ayo kita saling membantu pada bulan 1:03:04 suci Ramadan dengan menyiapkan takjil 1:03:06 ya, perbanyak infak dan sedekah ya, 1:03:09 terutama untuk keluarga-keluarga kita 1:03:11 yang kurang mampu ya, termasuk yang 1:03:14 terdampak karena COVID-19 ini ya. Dan 1:03:18 kemudian penting juga ya ee ini untuk 1:03:21 jemaah juga ya untuk kita pribadi 1:03:23 terutama [mendengus] ee kan ini apa 1:03:27 tujuan ibadah puasa? Laallakum tattaquun 1:03:30 agar kalian menjadi orang yang bertakwa. 1:03:34 Ah kemudian apa hikmah ya dari takwa itu 1:03:38 ya? 1:03:46 Barang siapa yang bertakwa kepada Allahu 1:03:50 Allah berikan jalan keluar dari berbagai 1:03:54 persoalan hidup. 1:03:56 Wararzuqu min haitu yahtasib. Dan Allah 1:03:58 berikan rezeki dengan cara-cara yang 1:04:00 tidak terduga. Nah, apapun kita 1:04:03 menyadari bahwa COVID ini persoalan 1:04:05 hidup. tidak ada yang tidak merasakan 1:04:07 dampak dari pandemi ini, baik di bidang 1:04:10 kesehatan maupun ekonomi. 1:04:13 Tetapi kita selalu mengambil hikmah dari 1:04:15 setiap kejadian. 1:04:17 Orang yang beriman kepada Allah harus 1:04:19 cerdas mengambil hikmah. Nah, kalau saya 1:04:22 melihatnya begini ya, hikmah terbesar 1:04:24 dari pandemi ini 1:04:29 menekatkan yang jauh ya. Orang pada saat 1:04:32 pandemi bisa meeting tiga kali pada saat 1:04:36 yang bersamaan. 1:04:37 Iya. 1:04:37 Lebih banyak pesertanya yang datang. Itu 1:04:40 hikmah yang dulu enggak pernah 1:04:42 terbayangkan itu hikmah. Kemudian orang 1:04:45 kemudian semakin melek IT. Dulu dengan 1:04:49 hikmah dengan pandemi orang lebih care 1:04:51 dengan urusan keluarga. Belajar menjadi 1:04:54 imam untuk istri dan anak-anak. Dulu 1:04:57 istri dan anak kita berimam kepada orang 1:04:59 lain. Sekarang harus suami yang jadi 1:05:02 imam. 1:05:03 Kalau dulu mungkin karena enggak care 1:05:05 ketika jadi imam disuruh jadi imam oleh 1:05:08 anaknya bacaannya qulhu terus ya. Apa? 1:05:10 Qul huallah qul azubil falaq 1:05:12 qulzubinnas. Tapi tahun lalu insyaallah 1:05:15 bacaan suami para suami itu insyaallah 1:05:18 akan lebih baik. 1:05:20 Mungkin juga apa hafalannya lebih banyak 1:05:23 lagi ya kan. Nah, itu barangkali sisi 1:05:25 lain, sisi hikmah lain daripada ee 1:05:28 pandemi itu. Dan kemudian 1:05:31 banyak muncul bisnis-bis baru ya ee 1:05:33 dengan pandemi itu. Tapi apapun juga 1:05:37 yang terkena dampak dari pandemi ini 1:05:39 banyak di bidang ekonomi, layout, 1:05:42 pengangguran. E barangkali mungkin ini 1:05:44 tugas kita bersama bagaimana meringankan 1:05:47 beban ya keluarga-keluarga kita ya. Ada 1:05:52 dalam sebuah hadis eh 1:05:55 wallahu fiil amdial 1:05:58 abdu fi akhi. 1:06:01 Jadi ee bahwa Allah akan senantiasa 1:06:05 memberikan pertolongan kepada seorang 1:06:07 hambanya sepanjang hamba itu selalu 1:06:10 berikan pertolongan kepada orang lain. 1:06:11 Nah, ini barangkali pada saat bulan 1:06:13 Ramadan ini ya bukan hanya Ramadan 1:06:16 sebenarnya bagaimana kita membantu 1:06:19 keluarga-keluarga kita yang ee 1:06:22 terimbaslah, yang kurang beruntung, yang 1:06:24 terkena ee dari pandemi ini ya. Apalagi 1:06:27 lebih-lebih pada saat-saat bulan bulan 1:06:29 Ramadan ini insyaallah selalu ee terbuka 1:06:32 ya untuk ee kita sharing e kebaikan di 1:06:35 tengah-tengah masyarakat dan BPKH 1:06:38 melalui program kemaslahatan itu ya 1:06:42 insyaallah bisa menebar kebaikan di 1:06:43 tengah-tengah masyarakat ya. BPK telah 1:06:46 melakukan program pemberdayaan ekonomi 1:06:48 ya, membantu sekolah-sekolah yang rusak, 1:06:52 masjid-masjid yang rusak ya, membantu 1:06:54 orang yang tertimpa musibah ya 1:06:57 menyiapkan ambulans gratis ya itu adalah 1:07:00 bagian ikhtiar fikar kebaikan di 1:07:02 tengah-tengah ee masyarakat itu. 1:07:05 Apalagi di Ramadan ini Pak ya. 1:07:06 Heeh. 1:07:07 Insyaallah nanti Ramadan ini BBK akan 1:07:09 menebar Al-Qur'an lah ee di seluruh 1:07:12 Indonesia ini bekerja sama dengan 1:07:15 beberapa mitra kemaslahatan BPKH. 1:07:18 Terima kasih banyak Pak Rahmat. Ini tadi 1:07:20 sharing ceritanya, pengalaman hidupnya 1:07:23 dan juga tausiahnya tadi ikhwan akhwat 1:07:25 itu luar biasa. Semoga Pak Rahmat selalu 1:07:28 sehat Pak. 1:07:29 Amin. Amin. Amin. Terima kasih, Mas 1:07:30 Angga doanya. 1:07:31 Sama-sama. Sama-sama. Ikwan Ah. 1:07:34 Demikianlah sahur bersama tokoh edisi 1:07:37 kita bersilaturahim 1:07:40 ini ke kantor BPKH tempat kerjanya Bapak 1:07:43 eh Rahmat Hidayat yang beliau juga aktif 1:07:46 di ee Majelis Ulama Indonesia Pusat. 1:07:49 Semoga menginspirasi dan juga bisa 1:07:52 memberikan manfaat untuk Anda semua. 1:07:54 Kami undur diri. Billahi taufik wal 1:07:55 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:07:57 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:07:59 waubu ilaik. Asalamualaikum 1:08:01 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:04 wabarakatuh.