Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Asalamualaikum warahmatullahi 0:00 wabarakatuh, Ustaz. 0:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:03 wabarakatuh. 0:04 Sehat, Ustaz? 0:05 Alhamdulillah demi baikan. Masyaallah. 0:08 Masyaallah. Alhamdulillah atas doa dari 0:10 semua ikhwan dan akhwat. Alhamdulillah. 0:12 He. 0:13 Semoga kesehatan juga dirasakan oleh 0:15 ikhwan akhwat di mana pun Anda berada. 0:17 Kami doakan semoga selalu dalam keadaan 0:20 sehat walafiat seperti Ustaz Ahmad Saleh 0:22 saat ini. 0:22 Masyaallah. Alhamdulillah. 0:23 Baik, Ikh ikhwan Ahwat. Semoga kajian 0:25 ini dapat menemani ikhwan akhwat dalam 0:27 segala aktivitas di Jumat sore. Tentunya 0:29 ini adalah salah satu waktu mustajab 0:33 untuk berdoa, beribadah, 0:36 dan menuntut ilmu. Salah satunya kita 0:39 akan ee mengikuti sunah menuntut ilmu di 0:42 dalam majelis 0:44 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh. 0:47 Insyaallah pada 0:49 sore kali ini Ustaz Ahmad Saleh akan 0:51 melanjutkan pembahasan dari kitab Syarah 0:55 Riyadus Shihin 0:56 N 0:56 karya Syekh Albugo dan kawan-kawan 1:00 dengan tema haram menjadi saksi palsu. 1:03 Nam semoga kita 1:06 bisa menjauh dari saksi palsu ini. Saksi 1:09 palsu ini. Baik, Ikhwanawat. Sebelumnya 1:12 Ikhwan Nawat yang ingin menyampaikan 1:14 pertanyaan dapat mengirimkan di WhatsApp 1:17 Prasil 0811 1:21 999720. 1:23 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 1:25 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 1:27 di 0218451512. 1:31 Baik ikhwan mari kita dengarkan ilmu 1:34 yang akan disampaikan oleh Ustaz Ahmad 1:35 Saleh tentang haram menjadi saksi 1:38 palsuad Ustaz. 1:40 Alhamdulillahi 1:42 hamdan katiron thyiban mubarokan fih 1:46 kama yuhibuna waard. Ashadu alla 1:50 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 1:54 ashadu anna muhammadan abduhu wa 1:57 rasuluhu wa innahu la nabi ba'dah. 2:00 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:03 nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa 2:06 ashabihi ajmain. Amma ba'd. Ikhwan dan 2:10 akhwat, pendengar radio silaturahim, 2:12 serta pemirsa Rasil Fitsual di mana pun 2:15 berada. Alhamdulillah kita bertemu 2:18 kembali dalam rangka mengkaji kitab 2:22 Syarhu Riyadus Shihin. Wal hadir 2:25 sanatallam. Pada kesempatan ini kita 2:28 akan membahas haram menjadi saksi palsu. 2:31 Tayib. Untuk tidak memperpanjang 2:33 percakapan kita langsung saja. Allah 2:36 azza wa jalla menyatakan di dalam surat 2:39 dalam potongan surah al-Haj ayat 30. 2:42 Wajtanibu qulazzur 2:45 yang diterjemahkannya adalah jauhilah 2:48 perkataan dusta gitu ya. Heeh. Kemudian 2:53 ee banyak lagi ayat yang dikutip oleh 2:56 Syekh ee oleh Imam an-Nawawi. Namun 2:59 kemudian kita langsung aja ya karena 3:00 memang ini cuma kajiannya satu hadis ya. 3:04 Nah, waj 3:07 dan jauhilah oleh kamu perkataan dusta. 3:11 Zur itu bisa dimaknai dusta, 3:15 dimaknai juga ee apa namanya? Palsu gitu 3:20 ya. bisa palsu, bisa dusta gitu loh. 3:24 Nah, zur kemudian jorok juga ya. Jorok 3:28 itu artinya tidak tidak terhormat. Bisa 3:31 dimaknai zur kan ee apa namanya di dalam 3:35 kemarin kita ngebahas bab puasa 3:38 ee man lam yadazuri. 3:42 Barang siapa yang tidak bisa 3:44 mengendalikan 3:46 perkataan dusta, 3:49 perkataan jorok gitu loh, perkataan 3:53 tidak layak gitu. Jadi ee jadi produk 3:57 dari lisan itu kaul zur 4:01 lisan tuh. Makanya puasa adalah 4:04 pengendaliannya. 4:07 Nah, puasa gitu ya. Nah, sekarang kan 4:10 baru Syawal tuh di penghujung Syawal. 4:12 masa puasa baru selesai sudah sudah ini 4:16 lagi gitu lah. Maka sebab dirawat tuh oh 4:20 kita enggak boleh berdusta, enggak boleh 4:22 bersaksi palsu, enggak boleh ngomong 4:24 kotor, enggak boleh ngomong jorok gitu. 4:28 Jorok dalam pengenan kotor gitu loh ya. 4:31 Nah, gitu ya. Ee jadi ee wajtanibu dan 4:35 jauhilah oleh kalian 4:38 azzur perkataan dusta. Ini dalam surat 4:41 al-Haj ayat 30. Ammal hadis. 4:44 Adapun hadisnya an Abi Baqrah 4:47 radhiallahu anhu qal qala Rasulullahi 4:52 shallallahu alaihi wasallam ala 4:55 unabbiukum biakbaril kabair. 4:59 Ala maukah aku ee kabarkan kepadamu? 5:06 Unabbiu nabaa ya. Surat An-Naba itu 5:09 adalah kabar yang besar ya. Maukah aku 5:14 kabarkan kepada kalian, ceritakan kepada 5:18 kalian biakbaril kabair tentang 5:22 sebesar-besar dosa? 5:26 Qulna kami menjawab, "Bala ya 5:29 Rasulullah." Of course ya Rasulullah. 5:33 Jadi bala itu beda dengan naam. 5:37 Kalau naam itu ya. 5:39 Iya. 5:40 Tapi kalau bala itu tentu of course gitu 5:45 loh ya. Jadi itu bedanya. 5:47 [menghela napas] Jadi apakah aku ini 5:49 Tuhanmu? Begitu di dalam surah Ala'raf 5:53 173 kalau tidak apa 172. 5:57 [menghela napas] Ee apa namanya? 5:59 Bukankah aku ini gitu lah tuhanmu gitu 6:03 ya. Qu bala syahidna. 6:07 Of course 6:08 kami menjadi saksi gitu. Tentu. Jadi ee 6:12 jadi kalau naam maka menjadi salah 6:14 jawabannya gitu ya. Karena pertanyaannya 6:17 negasi. Kalau naam berarti jawabannya 6:21 negasi gitu. Maka jawabnya bukan naam 6:24 tapi jawabnya adalah bala. Of course 6:28 gitu ya. Heeh. Qulna bala ya Rasulullah. 6:32 Q. Nabi kemudian menjawab, "Alisroqu 6:36 billah." 6:38 Pertama, syirik kepada Allah. Waququl 6:42 walidain. 6:43 Ya, dan berani kepada kedua orang tua. 6:47 Uk itu artinya membangkang gitu ya. 6:50 Membangkang kepada kedua orang tua. 6:53 Wakana muttaqi'an fajalasa. Beliau masih 6:57 bersandar kemudian duduk. Jadi dari 7:00 bersandar asalnya bersandar kemudian 7:03 setelah menjawab alidain. 7:08 Kemudian beliau duduk. Faqala. Kemudian 7:11 Nabi melanjutkan 7:13 ala waqul zuri w syahadatuz zur. Nah, 7:18 ini ada ullu zurhadatuz zur 7:22 memberi sifat kepada kaul berarti 7:25 perkataan bohong gitu loh. Zur di situ 7:29 maksudnya menjadi bohong. Kalau syahadah 7:32 saksi maka zur dimaknai palsu gitu loh 7:36 ya. Jadi ngomongnya bohong dan saksinya 7:40 palsu gitu. Saksi palsu. Fazala 7:43 yukarriha 7:45 senantiasa beliau mengulang-ulangnya. 7:48 Hatta sehingga kami berharap sehingga 7:51 kami berkata 7:54 laitahu sakata. Mudah-mudahan beliau 7:57 cepat diam gitu ya. Muttafaqun alaih. 8:02 H hadis rawahu Bukhari wa Muslim. 8:06 Nah, di sini hadis ini menjelaskan 8:09 alisyraqu billah. Kenapa syirik kepada 8:13 Allah dinomor satukan? Karena dia adalah 8:16 mbahnya kekafiran. Eh, master dari 8:20 berbagai macam kekafiran. Maka disebut 8:23 alisyraqu billah. Dan itu tidak 8:26 terampuni syirik kepada Allah itu gitu 8:29 loh ya. Syirik kepada Allah. Dan orang 8:32 yang syirik kepada Allah inilah yang 8:35 akan memusuhi umat Islam. 8:39 Alisyraq ya alisyraqu billah. Siapa yang 8:43 syirik mensyirikatkan Allah ia akan 8:45 memesti orang beriman. 8:48 Meskipun dia orang Islam tapi kalau 8:50 syirik mesti dia tidak suka sama orang 8:52 Islam lain. Tuh. Makanya kalau dia 8:56 mentauhidkan Allah, maka dia akan 8:59 mempertahankan wihdatul ummah. 9:03 Ya, kalau dia mempertahankan 9:06 mendawamkan attauhid, 9:09 maka dia akan senantiasa menjaga 9:12 wihdatul umat, kesatuan umat. Kalau 9:15 syirik berarti sudah menduakan 9:18 sesembahan. Kalau sudah menyembah ee 9:21 menduakan sesembahan, maka dia pun tidak 9:24 akan bersatu dengan umat Islam lain. 9:27 Keluar dari persatuan. 9:28 Keluar dari persatuan gitu loh. Karena 9:31 karena ruhnya makanya orang yang tahu 9:34 ahli tauhid, ahli tauhid itu akan 9:36 menerima perbedaan 9:39 tuh perbedaan pemahaman 9:41 ya. Tauhidnya kan satu tauhid. Tauhid 9:44 itu adalah upaya mempersatu mesti. Jadi 9:47 tauhid itu upaya menyatukan 9:49 tauhid ya. Jadi bukan tauhid itu artinya 9:54 ee apa satu bukan tauhid itu apa namanya 9:58 upaya ee menyatukan. Jadi upaya 10:01 menyatukan Allah. Allah itu diberi sifat 10:05 itu satu-satunya 10:08 satu dan satu-satunya. Itu tauhid 10:11 namanya gitu ya. Oke. Nah, jadi oleh 10:14 sebab itu orang yang bisa gabung dengan 10:16 kita, 10:18 yang bisa mempertahankan jemaah itu 10:20 orang yang tauhid. 10:22 Tapi kalau dia mengklaim ahli tauhid 10:25 tapi dia memporak-porendahkan umat Islam 10:27 dipertanyakan. Tuh gitu loh. 10:30 Dipertanyakan 10:32 loh. Kenapa dia tidak mau menerima 10:34 perbedaan? 10:37 Padahal perbedaan itu sunatullah. 10:42 Kalau tidak mau mempertahankan ee apa 10:44 perbedaan berarti menolak sunatullah. 10:49 Kalau menolak sun apa perbedaan itu 10:52 menolak sunatullah sama dengan menolak 10:55 kemudahan, 10:57 inginnya kesempitan, 11:00 kesulitan tuh ya. Kalau kita misalnya 11:03 mohon maaf ya, mazhab cuma satu misalnya 11:07 tidak empat ya yang kita kenal kan empat 11:09 semnya banyak tuh mazhab. 11:11 Katakanlah satu, enggak ada pilihan 11:12 lain. Harus itu sama gitu. Tapi 11:15 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 11:16 memberikan keleluasaan. Kenapa? Karena 11:20 umatnya bukan orang Makkah saja 11:23 tuh. 11:26 Bisa jadi nanti umat Nabi Muhammad itu 11:29 tersebar di Indonesia, 11:35 tersebar di Eropa 11:38 yang nota benik struktur alamnya berbeda 11:41 dengan Makkah. [menghela napas] 11:43 Kalau satu-satunya pemahaman jadi sulit 11:46 itu yang iklimnya, keadaannya tidak 11:49 seperti Makkah. 11:51 Maka diperlukanlah kelenturan syariat. 11:55 Tuh gitu loh. Jadi hikmahnya di situ. 11:59 Jadi kenapa kita tidak tidak satu aja 12:01 gak 12:03 ya ma misalnya ee misalnya mohon maaf ya 12:06 pakaian yang dimenalnya pakaian yang 12:09 dibenarkan itu cuma gamis. 12:12 Jadi nantung umat Islam tuh semua pakai 12:14 gamis pakai yang mau di padang pasir mau 12:18 dibobok pakai gapis. 12:21 Jadi pakai celana haram. Eh, pakai 12:23 celana pakai celana panjang maksud saya 12:25 haram gitu. Nah, tapi kemudian Allah 12:29 mengakomodir itu semua. Yang penting 12:32 nutup aurat itu judulnya. 12:35 Kalau yang penting nutup aurat, yang 12:37 penting tidak ketat, yang terpenting 12:39 tidak transparan bagi muslimat gitu ya. 12:42 Maka kemudahan menjadi bawa kemudahan. 12:46 Misalnya maad kita harus seperti orang 12:49 Arab. 12:50 satu warna warna hitam semua jadi batik 12:55 tidak tidak laku tuh tidak ramai 12:58 tidak ada batik 12:59 iya tapi mohon maaf itu saya hargai itu 13:02 ya saya juga setuju dengan kebiasaan 13:05 orang Arab dengan pakaian satu warna 13:07 tidak banyak motif itu hikmahnya banyak 13:11 gitu loh putih-putih 13:13 hitamhitam gitu enggak ada maksudnya 13:17 supaya tidak mengganggu dalam salat 13:21 Kalau kemudian pakai batik dan tidak 13:23 mengganggu dalam salat berarti boleh 13:26 gitu ya. Nabi kan pernah dikasih pakaian 13:29 bermotif oleh sahabat. 13:31 Paling tidak ya bermotiflah saya sebut 13:34 bermotif. Khai salat kemudian Nabi buka 13:37 tuh baju kembalikan lagi nih pakaian 13:40 karena dia telah melalaikanku salat. 13:43 Nah, jadi misalnya mohon maaf ya, kalau 13:48 kita salatnya pakai batik apalagi sekali 13:52 lagi apalagi pakai gambar genderwo 13:56 [tertawa] gitu ya. Atau misalnya ada 13:58 tulisannya Anda layak jadi bintang. 14:02 Mengganggu orang salat maka itu 14:04 sebaiknya ganti bajunya. 14:08 Iya, 14:08 gitu loh. Ya, jadi bukan haram gitu loh. 14:12 Nah. Nah, tentu para ulama berselisih 14:15 loh kalau gambar gandrower mah meskipun 14:18 meskipun sebagian gak boleh menolak tuh 14:20 gambar gandaro padahal juga enggak ada 14:22 masalah. 14:23 Oh, hukumnya tidak haram. 14:24 Iya kan begini. Jadi makanya suruh maju 14:27 kan ada maqasin-maqosidnya gitu. 14:29 [tertawa][terkesiap] Jadi kalau ada 14:30 gambar oh ini kalau misalnya tapi kalau 14:33 kemudian dia pakai itu karena dia tidak 14:36 punya lagi baju. 14:37 Hm. Iya. 14:39 Padahal dia apa namanya? pertama kali 14:42 dia tobat masuk di sa pertama gitu. 14:46 [tertawa] 14:47 Allahu Akbar kata yang di belakangnya 14:49 gitu dipandang gambar w dia mau menerkam 14:54 gitu [tertawa] atau anda layak dapat anu 14:58 gitu bisa. 14:59 Heeh. Nah, lagi-lagi kalau itu 15:01 mengganggu dalam salat makanya 15:04 disunahkan 15:06 pertama pakaiannya yang tidak mengandung 15:09 perhatian. 15:11 kedua yang bersih 15:14 tidak beraroma busuk gitu loh. Makanya 15:18 kan disunahkan pakai parfum 15:21 gitu loh ya. Disunahkan pakai parai 15:24 parfum. Tapi kalau parfumnya juga 15:27 aromanya berbeda dengan kebanyakan 15:30 sebaiknya jangan pakai parfum itu 15:33 menyengat 15:34 ya. Menyengat. Kalau sekedar menyengat 15:36 kan ada parfum yang orang lain tidak 15:39 suka. 15:41 gitu loh ya. Orang lain tidak suka. 15:43 Kalau Anda pakai parfum dengan aromanya 15:46 yang tidak disukai banyak orang, itu 15:49 sama dengan Anda makan jengkol. 15:52 Nah, gitu kan. Jengkol juga aroma, 15:55 bawang putih juga aroma, bawang merah 15:57 juga aroma. Hanya aromanya tidak disukai 16:00 banyak orang. 16:03 Tuh, maka kemudian dimakruhkan oleh para 16:06 ulama. 16:08 Bagi hanya habis makan jengkol kemudian 16:10 buru-buru salat magrib sebaiknya juga 16:13 kumur-kumur juga bagi pakai alat kumur 16:16 pakai cairan kumur merek A atau merek B 16:20 gitu ya. Nah gitu loh. Jadi intinya oh 16:23 syariat jadi bukan mestinya oh pokoknya 16:26 pakai parfum ya. Kalau Anda suka 16:29 misalnya parfum yang bau kemenyan banyak 16:31 disukai enggak apa-apa. Tapi kalau bau 16:34 kemenyan itu tidak disukai banyak orang, 16:37 bahkan mengganggu kan bisa tetangganya 16:40 kita pakai parfumnya parfum tadi bukyan. 16:44 Allahu Akbar. Tetangga kita Allahu Akbar 16:49 [berdehem] 16:51 terganggu dia tuh. Maka setiap yang 16:54 mengganggu hendaknya dihindari supaya 16:58 salatnya fokus. 17:01 Anak nakal kalau tidak mengganggu ada 17:04 masalah. Makanya Sayidina Hasan dan 17:07 Husein kan tidak masalah dibiarkan aja 17:09 naik ke punggung Nabi karena tidak 17:12 mengganggu. 17:14 Tapi kalau kemudian mereka lari 17:16 lari-lari teriak-teriak gitu, nah itu 17:19 harus diamankan 17:21 atau ah saya mah enggak terganggu. Kata 17:24 jemaah meskipun anak-anak lari-lari 17:27 teriak enggak ada masalah. Biarkan 17:29 mereka apa menyukai apa 17:32 masjid. 17:32 Masjid gitu. Nah, jadi kalau kemudian 17:35 ada pendapat-pendapat oh enggak boleh ke 17:37 masjid anak-anak mah dengan maksud tadi 17:40 khawatir mengganggu apa orang yang salat 17:43 saya setuju. 17:45 Tapi kemudian anak-anak enggak boleh ini 17:47 karena masih ada najis belum dikhitan. 17:50 Kenapa, Pak? Kalau belum dihitan iya kan 17:53 ada najis di kulfnya. Kalau ada najis di 17:57 khulufnya itu mengakibatkan anak itu 17:59 tidak boleh ke masjid, maka kita pun 18:01 enggak boleh ke masjid karena di perut 18:03 kita ada najis. 18:05 Betul enggak? 18:06 Betul. 18:06 Iya [berteriak] 18:07 kan? Itu di dalam kulub kan? Di dalam 18:10 kulub luarnya kan bersih dipersoalkan. 18:14 Kalau begitu berarti kita juga enggak 18:16 boleh ke masjid karena di dalam perut 18:18 kita ada na ada najis. Nah, jadi memang 18:21 menarik itu syariat itu harus diteliti 18:24 didalami gitu loh. Jadi tidak ngundang 18:27 berkonflik-konflik lah. Tidak ngundang 18:29 konflik-konflik gitu ya. Nah, maka oleh 18:31 sebab itu, Ikhwan sekali lagi ya. 18:34 Jadi alisyraqu billah orang yang 18:36 mensyirikatkan Allah dalam Quran jelas 18:38 itu yang paling kasar, yang paling 18:42 syadid permusuhannya kepada orang 18:44 beriman adalah Yahudi dan orang yang 18:47 mensyirikatkan Allah. 18:49 yang mensyirikatkan Allah itu jelas yang 18:52 dimaksudkan adalah musyrikin Quraisy. 18:56 Tapi kalau kemudian menggunakannya 18:59 keumuman lafaz 19:01 orang Islam yang melakukan syirik juga 19:04 sama begitu. 19:07 Bukanlah ahli syirik melakukan syirik 19:11 masih ada keyakinan-keyakinan akan 19:13 begitu. Dia tidak akan welcome kepada 19:16 orang-orang yang bersih, kepada 19:20 orang-orang taat. Kalau kita sebut 19:22 kepada tidak welcome kepada ahlusunah, 19:26 pengamalan sunah maksudnya ahlusunah itu 19:28 ya. Oke. Nah, kemudian wauqul walidain. 19:32 Dan orang yang kasar apa namanya berani 19:37 menentang kepada kedua walidain itu kan 19:41 artinya dua bapak. 19:43 Nah, dan orang yang berani kepada dua 19:46 bapaknya. Yang dimaksud walidain itu ibu 19:50 bapak. Dalam bahasa Arab ketika ada 19:53 pasangan itu cukup disebut mufrad dikali 19:56 dua jadi tasniah. Asalnya kan walidun 19:59 Bapak itu. Nah, kalau dua walidan kalau 20:03 dibacanya berarti di sini dibaca nasab. 20:06 walidain gitu loh. Artinya walidain itu 20:10 dua bapak tapi maksudnya adalah ibu 20:13 bapak. 20:15 Misalnya apa namanya kan ada hadis yang 20:18 menjelaskan 20:19 fawahu yuha fa abawahu maka kedua 20:24 bapaknya kalau ini walidan walidain dua 20:28 bapak dua bisa dimaknai di bisa ini dua 20:30 bapak kandung kalau abawah itu bisa 20:34 dimaknai dua bapak angkat 20:37 bisa begitu bisa juga dua bapak kandung 20:40 jadi memang antara walidun dengan abun 20:44 itu ada sebagian ulama yang membedakan 20:47 pengertiannya, tetapi juga dalam 20:49 penggunaannya kadang sama. 20:52 Nah, kadang sama dua-duanya dipakai gitu 20:55 abun ya. Kalau misalnya, tapi yang jelas 21:00 kalau misalnya apa namanya? Bapak ee 21:04 Bapak tinggal di mana gitu. Itu misalnya 21:07 ee kita boleh memanggil orang lain ee 21:11 Abuya 21:13 misalnya kepada guru kita Abuya. 21:18 Tapi jarang kita menggunakan kata 21:21 walidi. 21:22 Walidi itu hanya untuk bapak kandung. 21:25 Hmm. Tapi kalau abuya ah itu boleh 21:28 meskipun bukan bapak kandungnya boleh 21:30 manggil Abuya gitulah. Oke. Wallahualam 21:33 ya. Ini karena pendapatan pendapat para 21:36 ulama itu menarik gitu ya. Oke. Baik. 21:38 Waqul walida waj 21:42 ala waqu dan perkataan 21:46 apa namanya? Perkataan bohong, dusta. 21:49 Nah, ini semua sesungguhnya 21:52 apa namanya? Dididik di bulan Ramadan 21:55 dengan puasa. 21:57 Loh, puasa itu bukan meninggalkan makan, 21:59 minum, dan hubungan suami istri. Gak. 22:02 Bukan hanya itu. Jadi puasa itu, tapi 22:05 juga menghindari perkataan dusta. Kan 22:09 tadi e hadisnya dikemukakan yaillahiu. 22:22 Jadi siapa yang tidak bisa mengendalikan 22:24 perkataan zur, perkataan kotor, 22:27 perkataan jorok, perkataan dusta. Jadi 22:30 pengertiannya begitu. Perkataan yang 22:33 tidak layak gini ngerti. Sekarang 22:35 ditambah lagi wasyaatu zur 22:39 gitu ya. Memberi sifat kepada kaul dan 22:42 memberi sifat kepada syahadah. Kalau 22:44 syahadah itu saksi maka dimaknai zur 22:47 adalah palsu. Saksi palsu. Tapi kaula 22:51 zur perkataan yang tidak baik tidak 22:54 layak lawan dari lima. Ulut thayibah. 22:58 Thyib gitu ya. Nah, Nabi ngulang-ulang 23:01 terus itu al billahi walidain alad 23:07 sehingga kata sahabat laitahu sakata apa 23:12 namanya? Saya berharap mudah-mudahan 23:15 Nabi hendak apa namanya ee cepat diam 23:19 gitu loh. Nah, nah ini saya kira para 23:21 ikwan sekalian tentang haram menjadi 23:23 saksi palsu ya. Kalau memang bab ini 23:26 hanya satu hadis jadi itulah yang dapat 23:29 dikemukakan. 23:30 Wasallallahu ala nabiina Muhammadin. 23:33 Wallahu aam bisawab. 23:38 Allahumma shalli ala Muhammad. 23:39 Alhamdulillahirabbil alamin. 23:40 Jazakumullah kirakum. 23:42 Baik, Ikhwan Ahmad. Demikian satu hadis 23:44 yang sudah disampaikan oleh Ustaz Ahmad 23:47 Saleh tentang menjadi saksi palsu. 23:49 Semoga dapat kita amalkan. Demikian kami 23:52 akan segera kembali tetap di radio 23:55 silaturahim. Terima kasih. 23:59 [musik] 24:09 Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima 24:10 kasih ikhwan akhwat masih bersama Radio 24:13 Silaturahim. Baik, saat ini Anda sedang 24:15 menyaksikan siaran live tausiah sore 24:18 bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema 24:20 Haram Menjadi saksi palsu. Sekarang kita 24:23 akan tanya jawab, diskusi bersama ikhwan 24:26 akhwat. Sebelumnya kita bacakan atensi 24:29 yang pertama dari Ibu Ani Hani Hufaidah. 24:32 Bismillahirrahmanirrahim. 24:34 Asalamualaikum warahmatullahi 24:36 wabarakatuh. 24:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 24:39 wabarakatuh. 24:41 Insyaallah Ustaz Ahmad Saleh dan pejuang 24:43 Rasil sehat walafiat. 24:45 Amin. Allahumma amin. 24:47 Amin. Alhamdulillah hadir menyimak 24:49 [berdehem] tausiah sore via radio, 24:51 Ustaz. Amin. Amin. 24:52 Kemudian Pak Arwin, asalamualaikum 24:55 warahmatullahi wabarakatuh. 24:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 24:59 wabarakatuh. 25:00 Terima kasih Ustaz atas tausiah, 25:02 nasihat, dan pencerahannya. Semoga Ustaz 25:04 dan pejuang dakwah Rasil serta pendengar 25:07 hasil sehat walafiat dan dalam lindungan 25:10 Allah Subhanahu wa taala. 25:12 Barakallahu fikum. Amin. Allahum amin. 25:15 [batuk] 25:15 [berdehem] 25:15 Kemudian ee Ibu Lis. 25:20 Asalamualaikum warahmatullahi 25:21 wabarakatuh, Ustaz. 25:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 25:24 wabarakatuh. 25:25 Alhamdulillah, Ustaz menyimak tausiah 25:27 sore Ustaz Syukron, Ustaz Ahmad Saleh. 25:30 Alhamdulillah barakallahu fikum. 25:32 Ibu Retno juga alhamdulillah hadir 25:35 menyimak tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh. 25:37 Semoga Ustaz dan kru Rasil sehat-sehat 25:40 selalu. 25:40 Amin. Allahum amin. Barakallahu fikum. 25:43 Kemudian Bapak Setiawan di Cilungsi juga 25:46 alhamdulillah menyimak dan hadir. 25:48 Kemudian kita akan baca pertanyaan. 25:51 Ada dua pertanyaan Ustaz dari Ibu 25:53 Karisa, Ustaz. 25:54 Heeh. Naam. 25:55 Yang pertama Ustaz Asalamualaikum 25:57 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 25:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:01 wabarakatuh. 26:02 Izin bertanya, Ustaz. Yang pertama, 26:04 bagaimana menjadikan tauhid sebagai 26:08 benteng fitnah akhir zaman, Ustaz? Yang 26:11 kedua, 26:13 Afon Ustaz di luar tema bagaimana agar 26:15 apa yang kita lakukan mendapat 26:18 keberkahan waktu dan menjadi 26:21 mendapatkan keberkahan umur, mendapatkan 26:24 multiple efek hingga hari kiamat, Ustaz. 26:27 Masyaallah. Masyaallah. Barakallahu 26:30 fikum. Baik. Naam. Bagaimana menjadikan 26:33 tauhid itu sebagai beteng segala 26:36 sesuatunya? Naam. Jadi memang 26:38 kajian-kajian tauhid ya, kajian-kajian 26:42 keimanan itu menjadi basic, menjadi 26:45 mabda gitu loh ya. Jadi asas segala amal 26:51 gitu loh. Maka oleh sebab itu niat 26:53 keikhlasan itu harus jadi dasar. Jadi 26:57 oleh sebab itu tauhid alias ibadah 27:00 segala sesuatu ibadah karena Allah saja 27:03 ya karena lillah saja. Yang pertama 27:06 harus lillah. segala amal ibadahnya 27:08 harus lillah. Kedua adalah masyruun yang 27:12 sesuai dengan syariat. Ya, kalau asalnya 27:15 masyruun itu disyariatkan. Nah, sekarang 27:17 berarti yang sejalan dengan syariat. 27:19 Jadi segala jadi pemahaman kita dalam 27:23 kehidupan itu harus menghadirkan oh 27:25 berarti segala amal kita, amal kebaikan 27:28 apapun baik yang sudah ada di zaman Nabi 27:31 maupun yang belum di zaman Nabi, tetapi 27:33 pekerjaan itu dianggap baik harus 27:36 lillahi taala. Satu. Yang kedua, harus 27:41 ee apa namanya? Menyesuaikan segala 27:43 amalannya itu yang masyruun 27:46 ya. yang tadinya asalnya yang 27:48 disyariatkan, tapi sekarang yang sejalan 27:52 dengan syariat gitu loh. Jadi itu ee 27:55 maka kemudian tadi ee ikhlas itu, tauhid 27:59 itu, keimanan itu kuncinya 28:03 gitu loh. Jadi kemudian misalnya sebagai 28:06 pendorong dalam amalan misalnya kita mau 28:08 beramal sesuatu ditanyakan nih ini 28:10 baiknya sih amalan itu masyruun apa 28:14 tidak? 28:15 Kalau masyruun atau tidak itu masih bisa 28:18 ditolelir. Tapi kalau masyruun apa 28:21 bertentangan? 28:23 Nah, oh ini sejalan dengan syariat 28:25 berarti kerja kerjakan tuh hadirkan, 28:28 buktikan. Tapi orang ini pekerjaannya 28:31 bertentangan dengan syariat berarti 28:33 jangan hindari. Nah, jangan hindari 28:36 dengan dengan kerjakan itu adalah 28:39 intisari yang diserap dari tauhid 28:42 gitu loh. Ya. Jadi, oleh sebab itu maka 28:45 kegiatan apapun parameternya 28:49 ee wazannya, timbangannya itu adalah 28:52 harus akidah ya atau harus keimanan gitu 28:57 loh ya. Iman kepada kan ee misalnya 29:00 asasul iman kan ada enam. Nah, maka 29:02 kemudian itu yang harus mendorong jadi 29:03 parameter gitu loh. Kalau ada yang di 29:07 apa namanya? Dinodai dari asasul iman 29:10 itu hati-hati dulu gitu. Rem dulu. Aduh 29:14 kok saya mendustakan 29:17 iman kepada Allah, mendustakan iman 29:20 kepada Rasulullah atau para rasul. Nah, 29:23 maka kemudian ee apa namanya? ee 29:26 berhenti dulu, renungkan dulu, gitu loh. 29:29 Nah, jadi sekali lagi bahwa itu harus 29:31 menghadirkan bahkan harus memproduksi 29:35 ya keimanan itu, tauhid itu, keikhlasan 29:39 itu harus memproduksi 29:41 amalan-amalan yang saya maksud amalan 29:44 itu berarti amalan lisan, amalan fisik 29:48 gitu, amalan hati itu harus sesuai 29:51 dengan syariat Islam gitu loh. Nah, 29:54 tentu ini tidak bisa apa namanya 29:56 dipahami kalau kita tidak mengerti 29:59 syariat Islam. Maka oleh sebab itu kaji 30:02 kajian-kajian tentang keislaman menjadi 30:04 penting, 30:06 urgen gitu loh ya. Maka oleh sebab itu 30:09 kah misalnya mendengarkan radio 30:11 silaturahmi itu hukumnya menjadi 30:14 wajibun. 30:17 Karena apa? Karena kita tidak akan 30:19 sempurna beragama kecuali dengan ilmu. 30:23 Ilmu itu di antaranya adalah lewat 30:27 kajian di radio silaturah. Nah, begitu 30:30 loh ya. Oh, kan bisa aja ustaz kuliah. 30:33 Iya, itu juga lain lagi. Kuliah, kajian 30:35 juga. Iya, kajian juga tapi hukumnya 30:38 menjadi wajib. Kalau Anda tidak mau 30:40 menambah pengetahuan 30:43 kemudian Anda hanya bisa mendapatkan 30:45 saluran satu yaitu radio silaturahim, 30:49 maka mendengarkan mengikuti kajian di 30:52 radio silaturahim fahukmuhu wajibun. 30:55 Oh wajib 30:56 gitu loh ya. Oke. Baik. Jadi saya kira 30:59 itu apa namanya tentang bagaimana 31:02 menjadikan tauhid ya menjadikan keimanan 31:06 sebagai muharrik, sebagai penggerak 31:08 amal. gitu ya. Itu yang pertama. Terus 31:10 yang kedua apa tadi pertanyaannya, 31:13 Ustaz? Mm bagaimana agar apa yang kita 31:16 lakukan men waktu? 31:18 Oh, keberkahan. Iya. Jadi sesungguhnya 31:21 keberkahan waktu, keberkahan 31:24 usia. Jadi begini, usia sama-sama 31:28 apa misalnya Abu Bakar. Abu Bakar tuh 31:30 usianya berapa tahun? Terus kita berapa 31:32 tahun? Dibandingkan usia kita yang ee 55 31:36 tahun, Abu Bakar kan tidak sampai 55 31:39 kalau tidak salah. E 31:41 63. 31:42 Hah? Berapa? 31:43 63. 31:43 Oh, 63. Sama dengan Nabi ya. Oke. 31:45 Katakanlah sama dengan Nabi 63. 31:48 Nah, kita 63, Abu Bakar 63. Abu Bakar 63 31:52 menghasilkan apa tuh dalam peradaban? 31:55 Terus kita 63 apa saja yang dihasilkan? 31:58 Nah, itu. Nah, supaya berkah Abu Bakar 32:02 juga sama. punya waktu 1* 24 jam sehari 32:06 semalam kita juga sama. Tetapi kemudian 32:09 dalam mengisi waktu 1* 24 jam itu diisi 32:13 apa saja. Nah, maka oleh sebab itu harus 32:16 selalu menghadir harus selalu salat kita 32:19 ini. Betul kan salat cuma lima waktu, 32:22 Ustaz. Naam. Jadi salat taswiriahnya, 32:26 salat taswiriyah itu simboliknya lima 32:28 kali itu lima waktu. 32:31 Tapi hakikatnya kita senantiasa salat. 32:35 Kan ada hadis yang pertama kali hisab 32:38 bagi seorang hamba itu salatnya. Apabila 32:40 salatnya benar, seluruh amalnya benar. 32:42 Memahaminya gimana? Itu kalau salatnya 32:45 benar tuh seluruh amalnya benar. Berarti 32:48 seluruh amal itu adalah salat. 32:50 Seluruh amal salat. 32:51 Seluruh amal itu salat gitu loh. Saya 32:54 sekarang sedang mengkaji kitabul. Saya 32:56 sedang salat. Kenapa? inhaya 33:01 munkar saya mencegah perbuatan keji dan 33:04 kemungkaran dengan menjelaskan ini. 33:06 Makanya saya salat tuh gitu loh. Jadi 33:10 kalau kemudian kita diam aja main HP 33:13 enggak berarti tidak salat kita tuh. 33:17 Kalau salat itu senantiasa setiap 33:20 waktunya bermanfaat. 33:22 Maka niatkan paling tidak kalau tidak 33:24 punya pekerjaan yang dijagokan, niatkan, 33:26 "Ya Allah, saya niat menghindari 33:28 maksiat." 33:30 Jadi meskipun dia tidur 33:33 salat 33:34 salat. Kenapa? Menghindari maksiat. Tuh, 33:38 begitu kan. Segala sesuatu tergantung 33:41 niatnya. Innamal a'malu bil bin bil 33:43 binni gitu loh. 33:46 Nah, maka oleh sebab itu kan nanti ada 33:47 balasan, ada batasan yang penting boleh. 33:51 Nah, kalau sudah kemudian sudah ee 33:54 haram, makruh, nah itu sudah mulai 33:56 ditinggalkan tuh. Makruh itu sudah 33:58 kelampu kuning gitu. Kalau haram lampu 34:01 merah tuh gitu loh, ya. Nah, jadi saya 34:05 memahami aduh gimana kalau salatnya 34:07 benar maka seluruh amalnya benar. 34:11 Oh, ternyata iya. Salat itu adalah 34:14 mencegah perbuatan keji dan mungkar. 34:16 Bukan hanya gerakan rukuk dan sujud 34:19 saja. mencegah perbuatan keji dan 34:22 mungkar itu salat 34:25 gitu loh. Jadi berarti kita harus 34:27 memberi nasihat. 34:30 Adinu an nasihah 34:33 tuh ya. Agama itu adalah menutup celah. 34:39 Kok ana sehah menutup celah sih? 34:41 Maksudnya gimana? Naam. Jadi ee apa 34:44 namanya? E 34:48 nasharjuluahu 34:51 nasohar rulu. Seseorang sedang 34:54 menasehati 34:55 saubahu bajunya. 34:58 Menasihati di situ maksudnya 35:02 ya kh ya menjahit. 35:05 Oh menjahit. 35:05 Nah, jadi seseorang sedang menjahit 35:08 bajunya. Jadi menjahit itu nasihat. 35:12 Nah, menjahit itu apa? menutup yang 35:15 lubang, menyambung yang sobek. 35:17 Kalau kita 35:20 masih ada lubang, kalau ada 35:22 kemaksiatan-kemaksiatan, 35:24 nah dinasihati tuh dijahit. 35:28 Kan pertanyaannya hadis itu liman ya 35:31 Rasulullah? Untuk siapa nasihat itu? 35:33 Lillahi untuk Allah. Masa Allah harus 35:36 dinasihati? Nah, jadi kalau pengertian 35:38 nasihat itu adalah memberikan apa 35:40 namanya? mengingatkan terus bagaimana 35:43 dengan dimaksud nasihat bagi Allah. 35:48 Jadi menjahit atau nasohtul asala saya 35:54 membersihkan 35:55 madu dari apa namanya? Heeh. Gitu. Jadi 36:00 membersihkan 36:01 ee apa namanya? Mengikhlaskan 36:05 tuh. Jadi nasihat itu adalah 36:07 membersihkan. Nah, jadi ee liman ya 36:10 Rasulullah. Lillah bagi Allah. Jadi 36:12 agama itu nasihat untuk Allah. Maksudnya 36:15 apa? Agama itu adalah membersihkan 36:18 Allah. Allah dikotori oleh orangorang 36:21 musyrik dengan diberi sifat yang tidak 36:23 pantas dibersihkan oleh agama. Enggak 36:27 begitu. Allahusama apa? Allah la ilaha 36:31 illa huwal hayyul qayyum la takuduhuatun 36:35 wala naum. 36:37 Jadi Allah itu enggak punya waktu 36:39 istirahat. 36:41 selalu sibuk tuh. Itu berdasarkan ayat 36:43 kursi itu 36:44 gitu loh ya. Maka oleh sebab itu kalau 36:47 mau meniru Allah ya enggak bisa 36:49 istirahat. 36:51 Kan kalau di agama tetangga kan Allah 36:54 itu istirahat hari ketujuh. 36:56 Di agama kita mah enggak ada Allah 36:58 istirahat gitu. Ngantuk aja enggak. 37:01 Jangankan tidur ngantuk juga enggak. 37:03 itu. Nah, maka kemudian kalau kita mau 37:07 mengikuti kebaikan, karena kebaikan itu 37:10 adalah Allah, 37:13 segala kebaikan itu dari Allah. 37:17 Biyadikal khair. Begitu di dalam surah 37:20 Ali Imran. Maka maknanya biyadihil 37:23 khair. Segala kebaikan ada pada tangan 37:25 Allah. Berarti apa yang Allah lakukan, 37:28 apa yang Allah kerjakan itulah kebaikan. 37:32 Tapi kan Allah punya sifat sombong. 37:35 Kita kan dilarang sombong. Dilarang 37:37 sombong itu enggak enggak ada maksud. 37:40 Kalau ada maksud mah boleh kita sombong 37:44 gitu loh. Loh, maksudnya gimana? Sombong 37:47 di hadapan orang sombong itu sedekah. 37:49 Nah, jadi boleh tuh di situ. Jadi kalau 37:52 kita sombong dalam peperangan dibolehkan 37:56 petangtang petengteng gitu loh. S 37:58 dibolehkan karena untuk apa? 38:01 untuk menekan psikologi musuh. 38:06 Nah, disiasat. Betul. 38:08 Iya. 38:09 Nah, kalau untuk merendahkan musuh jadi 38:12 boleh. 38:13 Yang tidak boleh itu sombong kepada 38:15 orang baik. Tuh, gitu ya. Jadi kemudian 38:19 ada orang kafir. Oh, orang kafir mah 38:21 kekayaannya banyak. Nah, kita boleh 38:23 ngomong apalagi umat Islam banyak 38:25 kekayaannya. Itu pun juga dimakan sama 38:27 orang-orang kafir kan gitu. tuh gitu loh 38:31 ya. Oke. Jadi ee sekali lagi jadi ee 38:35 baik keberkahan umur, keberkaan usia 38:38 sama tuh keberkahan umur, keberkahan 38:41 usia itu maksudnya waktu yang kita 38:44 tempuh x 38:47 tahun atau x bulan atau x minggu, tapi 38:49 hasilnya lebih banyak itu yang berkah. 38:52 Jadi ziadatul khair nambahnya kebaikan 38:55 dan ziyadatul manfaah dan nambahnya 38:58 manfaat. Nah, tadi perkembangannya Abu 39:02 Bakar usianya sekian 39:04 atau Ali bin Abi Thalib usianya berapa 39:06 tahun, Umar bin Khattab berapa usianya. 39:09 Kemudian apa yang dia sumbangkan untuk 39:11 peradaban? Lalu kita 39:15 apa? 39:17 Maka kemudian ada seorang hamba Allah 39:20 saya sebut tidak di kedudukannya tidak 39:23 saya sebut. Apakah dia kedudukannya 39:25 kiai, Gus, atau misalnya ee akademisi 39:30 atau enggak, enggak saya sebut itu. Tapi 39:33 dia kemudian sudah pensiun masih tetap 39:36 bekerja, berusaha. 39:39 Masyaallah. 39:40 Masih berusaha. Kenapa? Karena ketika 39:45 dia masih punya anak yang harus 39:46 disekolahkan, dia berusaha untuk 39:48 membiayai anak-anaknya. 39:52 Tapi kenapa dia setelah anak-anaknya 39:54 sudah jadi orang, dia sudah pensiun 39:57 masih tetap bekerja? Karena dia juga 39:59 masih memperhatikan anak-anak orang 40:02 lain, 40:04 anak yatim yang harus dia perhatikan. 40:07 Jadi sekarang kalau dulu dia bekerjanya 40:09 untuk membiayai anak-anaknya, nah 40:11 sekarang anak-anaknya sudah jeneng 40:13 semua, sudah jadi ee pejabat, maka dia 40:17 tetap melakukan kebaikan untuk menjawab 40:20 persoalan umat. Banyak para janda yang 40:23 perlu perlindungan. Paling tidak 40:25 perlindungannya untuk mikirkan makan aja 40:27 susah. Dia mikirkan tuh, "H, ya Allah, 40:31 istri saya mah alhamdulillah di enggak 40:33 enggak juga sering saya kasih uang 40:35 dapur." Hm. Adapun mereka jangankan 40:38 untuk makan, masyaallah tuh. Jangankan 40:41 untuk makan sehari tiga kali, makan 40:44 sehari sekali aja untuk ya Allah beri 40:46 saya kekuatan [mendengus] agar saya bisa 40:49 berusaha untuk menghasilkan sesuatu yang 40:51 bermanfaat buat umat Nabi Muhammad. tuh 40:54 gitu loh. Jadi ada orang-orang yang 40:56 sudah mestinya pensiun masih tetap 40:59 bekerja tuh atau masih ada orang-orang 41:03 yang kada kalau usianya usia pensiun 41:05 masih kuliah. 41:07 Kalau itu mah banyak tuh yang masih 41:08 kuliah masih alasannya apa? Karena kalau 41:12 tidak dipakai kuliah otak saya bisa 41:14 tumpul. Itu masuk akal. 41:17 Makanya saya kuliah. Oh berarti Bapak 41:19 supaya ngasah. Iya. Ya enggak apa-apa 41:21 bagus itu juga. 41:24 Tapi tadi itu usia pensiun padahal juga 41:27 tidak seberapa penghasilannya tapi 41:29 paling tidak tadi ya istimrariah 41:33 kontinuitas 41:35 dari amal itu yang kemudian tadi berkah 41:38 usia dan berkah waktu gitu loh ya. 41:42 Masyaallah. Nah atuh duh saya masyaallah 41:45 belum bisa seperti itu gitu ya. Tapi 41:47 paling tidak kita niatkan 41:50 ya, kita niatkan sekarang untuk ngasih 41:52 apa biaya istri dan anak. Nanti kalau 41:55 sudah pensiun 41:57 apa anak-anak kita sudah jadi sarjana 41:59 semua sudah pernah jadi pengusaha yang 42:01 sukses, penghasilan yang banyak ni 42:04 mereka dorong juga untuk bisa berbuat 42:06 lebih baik gitu loh. Kita juga 42:11 ah saya mah ustaz karena ngasuh anak 42:13 aja, ngasuh cucu maksudnya. 42:17 Karena anak-anak saya sudah pada ngasuh 42:20 jika itu berdampak jadi meringankan 42:23 beban anak-anak kita yang berjuang 42:25 mencari nafkah untuk istri dan anaknya 42:29 serta orang lain, maka kita pun juga 42:31 terlibat jadi baik 42:33 gitu loh. Jadi ee awalnya awalnya itu 42:36 tidak bagus apa namanya ee anaknya 42:40 dimanjakan 42:41 jadi anak kita menjadikan ibu bapaknya 42:44 jadi pembantu asalnya tidak bagus. 42:47 Tapi kalau niatnya dari kita sudah nak 42:50 adapun cucu cucu Mbah biar Mbah yang ini 42:53 yang ngasuh kamu kerja aja fokuskan aja. 42:57 Betul Mbah saya ngetega khawatir saya 43:00 dosa bahkan sudah mestinya duduk manis 43:04 gak aku tidak mau. Aku juga ingin masuk 43:07 surga. Memang yang masuk surga itu yang 43:09 enggak harus masuk surga itu yang 43:10 muda-muda saja. Aku juga yang tua ingin 43:13 masuk surga. Nah, maka kemudian jika 43:15 seperti itu sekali lagi makanya kemudian 43:18 ada rahasia kehidupan. Saya ngobrol 43:21 dengan orang-orang sepuh ya, Hm. Ustaz 43:24 katanya saya ee apa di rumah saya ibu 43:28 saya sudah tinggal sekian tahun. 43:34 Rahasianya ibu saya betah gitu ya. 43:38 Suatu saat beliau ketika saya ketika ibu 43:42 saya tidak tinggal di rumah saya, beliau 43:44 begini, "Nak, jangan bedakan 43:48 ibu bapakmu dengan ibu bapak mertuamu. 43:53 Pelakukan dengan sama." Satu. 43:56 Kedua, jika di antara mereka tinggal 43:59 bersamamu, jangan engkau suruh-suruh, 44:02 jangan engkau larang-larang. 44:05 Jangan disuruh. 44:06 Heeh. Jangan disuruh, jangan dilarang. 44:09 Enggak disuruh pun orang tua mah mikir. 44:13 Jangan dilarang larang. Tadinya 44:16 maksudnya baik tuh dilarang. Aduh, Bu, 44:18 sudahlah ini. 44:21 Nah, aku tinggal di sini tuh ingin 44:23 menikmati hidup. Kalau sekedar ngelamun, 44:27 di rumah aja juga bisa. Maksudnya tidak 44:30 ada kerjaan ngelamun tuh. Maka jangan 44:32 dilarang-larang gitu. Jangan sekali-kali 44:35 kalau misalnya namanya sudah tua ya, ibu 44:39 kita atau bapak kita, mertua kita nyapu, 44:43 kemudian masih ada kotorannya, kita sabu 44:46 lagi. Jangan karena itu akan menyakiti 44:48 hati mereka. [tertawa] 44:50 Yang kita bersihkan. 44:51 Iya, padahal pada biarin aja dulu gitu 44:54 loh. Biarin aja dulu ya. Nanti kemudian 44:57 setelah ada komunikasi adanya, "Bu, saya 45:00 mau bersihin lagi ah lantai ya, Bu." Ya, 45:02 justru kalau misalnya isi ibu pagi-pagi 45:05 apa nyapunya kita siang-siang gitu loh. 45:09 Aduh ini nih apa namanya? Debu nih masuk 45:11 nih sapu lagi gitu. 45:13 Heeh. Jadi jangan responsif, jangan 45:16 langsung gitu. Nah, maka rahasia itu di 45:19 antaranya ee apa namanya? Dia akan betah 45:22 tuh ya. Jadi tidak disuruh-suruh, tidak 45:26 dilarang-larang 45:28 gitu loh ya. Jadi alasannya kalau tidak 45:31 betah dia, "Aduh Nak, di rumahku ayam 45:35 enggak ada yang ngurus. 45:39 Alasannya ayam enggak ada yang ngurus." 45:42 Padahal maksudnya enggak betah 45:45 saya. Duh, masyaallah 45:47 saya masyaallah ya. Kedatangan mertua 45:51 enggak bisa diam. Enggak bisa diam. 45:54 Nyapu bikin ini, bikin apa? Kursi bikin 45:57 masyaallah. Karena memang orang pekerja 46:00 di kampungnya itu pekerja jadi enggak 46:02 bisa diam. Kalau diam itu pada sakit 46:03 badannya katanya gitu. 46:05 Heeh. Sakit. Ah. Oh. Makanya saya lah. 46:08 Sementara saya waktu itu kerja sedikit 46:11 aja kerja di pabrik ini kalau waktu 46:14 libur istirahat. 46:16 Kenapa liburan gitu [tertawa] 46:18 kayak kayak tiap waktu kerja gitu 46:21 padahal masyaallah. Nah, maka oleh sebab 46:23 itu beda tuh orang tua keberkahan 46:27 waktunya, keberkahan usianya dengan kita 46:30 yang apa-apa capek, yang apa-apa. Saya 46:33 juga terus terang masih belum bisa ya 46:35 belum bisa ee mengisi. Tapi paling tidak 46:38 tadi dinatkan, "Oh ya, ya Allah saya ee 46:41 apa namanya? menghindari kemaksiatan 46:43 gituah." Masyaallah. Nah, itu saya kira 46:45 ya yang bisa saya jelaskan. Wallahu aam 46:49 bisawab. 46:51 Wallahuam. 46:53 [berdehem] Baik, mohon maaflah. 46:55 Eh, terima kasih Ustaz atas jawabannya. 47:00 Masih ada pertanyaan tapi kita lanjut 47:03 Jumat depan, Ustaz. 47:04 Oh, gitu ya. 47:05 Iya. 47:05 Oh, masyaallah. Iya. I ya. Ya, baikbaik 47:08 baik. [tertawa] 47:09 Iya, ya. Baikbaik. Iya, 47:10 mohon maaf Bapak Fakrul, Ibu Ret. 47:13 Insyaallah kita dilanjut dengan Ustaz 47:17 Ahmad Saleh di Jumat depan. Insyaallah. 47:19 Insyaallah. Iya. 47:21 Ustazum jazakumullahir. 47:23 Sebagai kesimpulan ada Ustaz. 47:24 Iya. Kesimpulannya adalah bahwa 47:27 kemaksiatan yang paling tinggi adalah 47:30 syirik kepada Allah Subhanahu wa taala. 47:32 Kemudian diikuti denganu uqul walidain. 47:37 Sikap berani, sikap menentang kepada 47:40 orang tua. Ini coba di hadis Nabi maupun 47:44 di ayat. H 47:46 kalau di ayat berbuat baik kepada ibu 47:49 bapak disejajarkan dengan tauhid dan 47:53 larangan syirik. Di hadis ini uqul 47:56 walidain disebut setelah al-isyraqu 47:59 billah. 48:00 Setelah syirik. 48:01 Setelah syirik. Coba. Jadi kalau kita 48:04 melawan orang tua itu hampir dekat 48:07 dengan syirik. begitu pemahamannya itu. 48:10 Maka oleh sebab itu hendaknya bagi 48:13 orang-orang yang masih punya ibu bapak, 48:16 yang masih punya ibu dan bapak mertua, 48:19 baik-baiklah kepada mereka karena mereka 48:22 adalah babun min abwabil jannah. Karena 48:26 mereka adalah satu pintu dari beberapa 48:30 pintu surga. Maka oleh sebab itu para 48:32 ulama ada yang nangis [mendengus] ketika 48:35 ditinggal ibunya. K lima la abki. 48:39 Mengapa saya tidak menangis? 48:43 Karena hua min ababil jal. Karena ibuku 48:47 itu adalah satu pintu dari sekian banyak 48:49 pintu surga. Sekarang pintu surga itu 48:52 sudah diambil oleh Allah. Nah, maka oleh 48:54 sebab itu sekali lagi berbuat baiklah 48:57 kepada ibu bapak kita. Berbuat baiklah 49:00 kepada apa? Kepada mertua kita. Kalau 49:02 kita sudah tidak punya mereka semua, 49:05 maka berbuat baiklah kepada bibi-bibi 49:08 kita dan peman-peman kita karena mereka 49:11 adalah ganti orang tua. Gitulah ya. 49:13 Heeh. Baik, saya kira itu yang dapat 49:15 saya simpulkan. Wasallallahu ala nabiina 49:19 Muhammadin. Walhamdulillahi rabbil 49:21 alamin. Wasalamualaikum 49:24 warahmatullahi wabarakatuh. 49:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:28 wabarakatuh. Jazakumullah khairan. 49:31 Eh, baik ikhonat. Insyaallah Jumat depan 49:34 akan dilanjutkan. Mungkin dari Ustaz 49:37 Fahrul, dari Bapak Fahrul ini menanyakan 49:41 alladina hum ala shatihim daimun. Itu 49:43 maknanya apakah kita berarti salat 49:46 secara terus-menerus, Ustaz? 49:47 H iya insyaallah ya. Nah, insyaallah 49:50 bisa menyambung di Jumat. 49:52 Iya. Iya. I 49:53 baik Ikhwan Nawawat terima kasih atas 49:55 segala partisipasi. Mohon maaf atas 49:57 segala kesalahan. Jazakullahir kasiran 50:00 ustaz. Amin. Amin. 50:02 Iya. Mari kita tutup dengan doa 50:04 subhanakallahum 50:06 asadu ilahailla anta astagfiruka. 50:10 Asalamualaikum warahmatullahi 50:11 wabarakatuh. 50:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:14 wabarakatuh. 50:17 [musik]