Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:21 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:23 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:26 wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin 0:29 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ashadu 0:32 alla ilahaillallah wa ashadu anna 0:34 muhammadan abduhu wa rasuluh. 0:37 Qallahu taala fil quranil karim. 0:39 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:42 Innallaha wa malaikatahu yusuna alan 0:45 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 0:49 wasallimu taslima. Sadaqallahulim. 0:52 Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 0:54 dipancarkan dari jalan Masjid 0:57 Silaturahim nomor 36 Cibubur, Bekasi. 1:01 Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV 1:03 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:05 yang dimuliakan Allah subhanahu wa 1:07 taala. Bagaimana kabar Anda di Jumat 1:10 sore yang sejuk ini? Semoga selalu dalam 1:14 keadaan sehat walafiat. Senang sekali 1:16 saya Fauzi Ridwanul Haq ditemani oleh 1:18 Fajar Hidayat dan juga Yusuf Subangkit 1:21 dapat kembali menemani ikhwan akhwat 1:23 dalam program tausiah sore edisi Jumat 1:26 21 Jumadil Akhirah 1447 1:31 Hijriah. Dan juga bertepatan dengan 1:33 tanggal 12 Desember 1:36 2025. Alhamdulillah sudah hadir guru 1:39 kita Ustaz Ahmad Saleh, MA. Mari kita 1:42 sapa guru kita terlebih dahulu. 1:43 Asalamualaikum warahmatullahi 1:44 wabarakatuh, Ustaz. 1:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:48 wabarakatuh. 1:49 Kabarnya sehat, Ustaz? 1:50 Alhamdulillah atas doa dari semua, dari 1:53 pendengar, dari ikhwan dan akhwat, saya 1:57 berangsur lebih baik. Alhamdulillah. 2:00 Alhamdulillahirabbil alamin. Kelihatan 2:01 lebih segar, Ustaz, sekarang. 2:03 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 2:04 Masyaallah. [tertawa] 2:06 Iya. 2:06 Atas rahmat dan karunia Allah subhanahu 2:09 wa taala, Ustaz. 2:10 Amin. Amin. 2:11 H. Baik. Semoga kesehatan juga dirasakan 2:13 oleh ikhwan akhwat di mana pun Anda 2:14 berada. Kami doakan semoga 2:18 ikhwan akhwat dalam keadaan sehat 2:21 walafiat dan dalam keadaan yang dipunai 2:24 keberkahan oleh Allah subhanahu wa 2:27 taala. 2:27 Amin. Allah. Dan semoga kita doakan juga 2:30 Ustaz Ahmad Saleh semakin baik, semakin 2:33 segera pulih. 2:34 Amin. Amin. Allahum amin. 2:35 Heeh. Saraf-sarafnya lebih kuat lagi 2:37 kembali seperti sediakala bisa berjalan, 2:40 bisa 2:42 kerasil sendiri, Ustaz, ya. Insyaallah, 2:44 ya, Ustaz. Insyaallah. Amin. Amin. 2:46 Amin. Ee dan kita doakan juga kepada 2:49 saudara kita yang berada di Aceh, 2:53 Sumatera Utara, dan juga Sumatera Barat 2:55 yang sudah ee yang sudah meninggal. Kita 3:00 doakan Allah berikan 3:03 kasih sayang dan Allah ampuni segala 3:06 dosanya. 3:07 Allah jadikan syahid baginya. Dan bagi 3:10 yang masih hidup, Allah berikan 3:12 kesabaran. Amin. 3:13 Berikan bantuan bala tentara dari segala 3:16 arah yang tidak disangka-sangka 3:18 insyaallah. Amin. 3:19 Amin. 3:20 Baik, Ikhwan Awat, [berdehem] Jumat yang 3:22 lalu Ustaz Ahmad SH sudah membahas dan 3:26 mengajarkan kepada kita tentang 3:31 gibah. Namun dalam tema yang berbeda 3:34 kemarin tentang haram menggunjing dan 3:36 perintah untuk menjaga lidah. Topik 3:39 akhirnya adalah 3:42 gibah. Namun pada Jumat kali ini 3:43 insyaallah Ustaz Ahmad Saleh akan 3:45 membahas lebih khusus dan lebih spesifik 3:48 lagi dan lebih detail lagi tentang haram 3:51 mendengarkan gibah. 3:53 Nah, 3:53 namun sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang 3:55 ingin berpartisipasi dalam kajian 3:58 bersama Ustaz Ahmad Saleh dapat 4:00 mengirimkan pertanyaan di nomor WhatsApp 4:02 08111999720. 4:07 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 4:09 langsung dapat menghubungi di 4:12 0218451512. 4:15 Mari kita persilakan kepada Ustaz Ahmad 4:17 Sul untuk memberikan ilmu dari kitab 4:21 syarah Riyadus Shihin. Ustaz tafadul 4:23 Ustaz. 4:25 Alhamdulillahi 4:27 hamdan katsiran thyiban mubarokan fih 4:31 kama yuhibbuna waard. Ashadu alla 4:36 ilahaillallah. Wahdahu la syarikalah wa 4:39 ashadu anna muhammadan abduhu wa 4:42 rasuluhu wa innahu la nabi ba'da. 4:46 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 4:49 nabiyana Muhammadin waa alihi wa 4:52 ashabihi waman tabiahum biihsanin ila 4:56 yaumilqiamah. Amma ba'. 4:59 Ikhwan dan akhwat pendengar radio 5:02 silaturahim serta pemirsa Rasil Visual 5:05 di mana pun berada. 5:08 Alhamdulillah pada sore hari ini Allah 5:11 masih memberikan kesempatan kepada kita 5:15 untuk melanjutkan kajian kita kajian 5:17 kitab Syarhu Riyadus Shihin 5:21 wal hadir yakni alan sanat akan 5:25 berbicara atau membahas sanabhasu 5:29 tentang haramnya mendengarkan gibah. 5:33 ee persoalan gibah 5:37 juga ee bullying 5:41 juga head speech ada sesuatu yang 5:45 dilarang oleh Islam. H 5:47 di antaranya diwakili dengan ini dengan 5:50 isyarat gibah menceritakan keburukan 5:54 orang lain. Kalau terjadi bahwa si 5:57 pelakunya melakukan keburukan berarti 6:00 gibah. 6:01 Tetapi kalau ternyata yang kita 6:04 ceritakan tidak benar, berarti dusta. 6:08 Tidak ada pilihan. Jadi, dua-duanya 6:10 tetap dilarang, tetap tidak boleh. 6:13 Kenapa? Sesungguhnya gibah itu tidak 6:16 terlalu penting asalnya gitu loh. 6:19 Iya, 6:19 tidak terlalu penting. Tapi itu akan 6:21 berdampak menjadi persoalan sosial. Nah, 6:26 karena berdampak menjadi persoalan 6:28 sosial menjadi kericuhan 6:31 gitu. Padahal Quran 6:34 diturunkan untuk kedamaian. 6:37 Iya. 6:37 Setiap yang menghalangi kedamaian maka 6:39 diharamkan gitu loh asalnya. Jadi, 6:43 jadi intinya begini. Ee ada pertanyaan 6:46 misalnya di Quran tidak ada, di hadis 6:49 tidak dijelaskan, 6:51 tapi intinya menghalangi kerusak, 6:53 menghalangi kedamaian. 6:55 membuat kerusakan pasti itu diharamkan 6:59 oleh Quran, pasti diharamkan oleh Islam 7:02 gitu loh. Intinya begitu. Jadi maqasid 7:05 syariah sama maqasid Quran kalau kita 7:08 belum mendapatkan diduga keras bahwa itu 7:11 dilarang gitu intinya. Jadi ee setiap 7:14 yang mendorong kepada kerusakan, 7:18 mendorong ketidak tercapaiannya 7:21 kebaikan, kedamaian, ketentraman. Jadi, 7:25 jadi apa saja itu yang meng apa 7:28 mengakibatkan misalnya begini ee ustaz 7:32 boleh enggak saya nyalakan petasan di 7:34 malam takbiran? 7:37 Gitu. Ini satu persoalan. 7:40 Pertanyaannya, apakah orang-orang suka 7:43 dengar petasan? Enggak. Oh, suka. 7:46 Enggak ada masalah kalau suka. Tapi 7:49 kalau kemudian ada orang yang complain 7:53 karena itu mana mengganggu ketenangan 7:57 karena mereka orang sibuk kemudian mau 7:59 istirahat terganggu dengan bunyi-bunyi 8:01 petasan, maka bunyi petasan menjadi 8:05 dilarang 8:06 gitu ya. Jadi saat tergantung kondisinya 8:10 gitu. Maka oleh sebab itu menarik untuk 8:13 diteliti Al-Qur'an itu begitu. 8:16 Masyaallah. 8:17 Ee 8:19 jika komunitasnya 8:22 komunitas mayoritas muslim 8:26 dan ketika azan awal itu ee 8:30 dikumandangkan, masa iya sih orang 8:33 muslim terganggu gituah ya, maka tidak 8:36 ada masalah. 8:38 Loh, jadi azan awal disyariatkan 8:41 tuh karena untuk membangunkan orang 8:43 salat tahajud. Tapi kalau azan awal, 8:47 apalagi azan awalnya yang jam mulai jam 8:49 .00 misalnya kalau subuh jam .00 ini jam 8:52 .00 sudah azan. Sementara mah 8:54 lingkungannya di situ ada orang 8:56 nonmuslim 8:58 terus mana? Ada sebagian merasa 9:00 terganggu, ada sebagian tidak merasa 9:02 terganggu. 9:03 Ada yang terganggu. Maka oleh sebab itu 9:04 azan awal tidak begitu disyariatkan. 9:08 Kenapa? Karena mengganggu. Sekali lagi 9:11 tuh kan beda kan. Kalau masyarakatnya 9:14 muslimin masa ia terganggu sama ada awal 9:17 kan begitu. Nah, tapi kalau e kultur apa 9:21 kulturnya adalah majemuk maka tetap kita 9:25 harus menghormati 9:27 toleransi. 9:27 Nah, toleransi maka azan. Maka ke mereka 9:30 juga betul ada mengatakan kami kalau 9:33 kalian azan subuh enggak ada masalah. 9:36 [mendengus] 9:36 Kalau azan subuh kami juga ngertilah itu 9:39 kewajiban Anda. Tapi kami sedang nyenyak 9:42 tidur jam .00 terganggu 9:45 gitu. Ini pernah terjadi di 9:47 ikhwan-ikhwan kita di ee kembayan di 9:51 Kalimantan Barat itu begitu saya tanya, 9:54 "Oh, di sini kok ada enggak ada azan 9:56 awal?" gitu. 9:59 Di sini bukan hanya muslim katanya ya, 10:02 di sini juga ada nonmuslimnya ada ini. 10:04 Dan mereka merasa terganggu. Oh ya, ya 10:06 sudah udah udah saya bilang saya paham 10:08 ya itu ya. Nah, oleh sebab itu 10:11 seringkian 10:14 apa? Sunah sekaligus hal-hal yang sunah 10:18 ya keutamaan-keutamaan hal yang bersifat 10:21 sunah menjadi diperhitungkan 10:25 objeknya gitu loh ya. Menjadi 10:28 diperhitungkan objeknya. Kalau objeknya 10:30 mau menerima tidak terganggu falyamal 10:35 maka kerjakan 10:37 tidak ada masalah. Tapi kalau kemudian 10:40 apa mengganggu ah kan kita juga merasa 10:43 terganggu gitu malam malam 25 Desember 10:50 gitu ya atau 25 Desember malam 26 atau 10:53 tanggal 31 Desember menuju tanggal 1 10:56 Januari 10:59 setiap jam 12.00 dibunyikan sesuatu 11:02 padahal kita mayoritas muslim. Iya 11:05 kan kita juga mintanya tidak dilakukan 11:07 karena kita merasa terganggu. 11:10 Nah, itu logika-logika Islam itu seperti 11:13 itu gitu loh. Nah, ini juga tentu 11:15 debatable di kalangan para ulama. Ada 11:17 yang setuju, ada yang tidak. Tapi dalam 11:19 pasal namanya sudah ke fikih gitu loh 11:22 ya. Heeh. Oke. Oke. Baik. Pada 11:25 kesempatan ini kita akan melanjutkan 11:27 kajian kita tentang haram mendengarkan 11:30 gibah gitu ya. diambil dalam kitab itu 11:34 dalam kitab Riyadus Shihin satu ayat 11:37 atau beberapa ayat tapi saya cukup 11:40 menyengemukakan satu ayat aja yaitu 11:42 surah Al-Qasas 55. Di Al-Qasas 55 itu 11:47 ada potongan waidza samiulagwa 11:51 ahu 11:53 waidza samiu. Dan apabila mereka 11:57 mendengar siapa mereka di situ? 11:59 orang-orang yang mengatakan kebenaran 12:02 Al-Qur'an di ayat sebelumnya begitu 12:04 gitu. Kemudian mereka mensami allagwa. 12:08 Kalau samiu berarti pendengaran, 12:10 mendengarkan perkataan yang buruk. 12:13 Alagwa. Lagwa itu berlebihan. 12:17 Lagwi itu berlebihan gitu ya. 12:21 Wa samiulagwa. Maka mereka apabila 12:24 mendengar laagwa di sini diterjemahkan 12:28 perkataan buruk. Atau jangan perkataan 12:31 berkata berlebihan yang tidak 12:32 mengenakkan 12:34 wau 12:36 a mereka berpaling darinya. Ini isyarat 12:41 bahwa ciri ahlul Quran, ciri orang 12:44 mukmin apabila mendengar 12:47 perkataan-perkataan 12:48 yang melampaui batas apalagi perkataan 12:51 yang buruk maka mereka berpaling 12:55 darinya. Ah gitu ya. itu di dalam surah 12:59 al-Qasas ayat 55. 13:03 Walan sekarang kita sanastamiru akan 13:07 kita lanjutkan 13:09 kepada alhadis alula eh al-hadis al-awal 13:13 hadis yang pertama dalam bab ini atau 13:17 hadis ke-1529 13:20 dalam e kitab Riyadus Shihin 13:25 dari Abu Darda radhiallahu anh dari Nabi 13:28 sallallahu alaihi wasallam beliau 13:30 bersabda, "Man 13:41 Tirmidziu waqala haditun hasan. 13:45 Barang siapa membela kehormatan 13:47 saudaranya gitu ya, membela kehormatan 13:51 saudaranya itu barang siapa yang ee roda 13:56 itu mengembalikan menolak gitu ya. Tapi 13:58 di sini diterjemahkan, barang siapa 14:01 membela kehormatan saudaranya, rodallahu 14:05 an wajhin nararo Allah akan rod itu e 14:10 menjauhkan. Roda itu menolak menjauhkan 14:15 ad wajhi dari wajahnya annaro dari 14:20 neraka yaumalqiamah pada hari kiamat. 14:25 Jadi ketika ada saudaranya yang digibah 14:28 ee dizalimi, kemudian dia membela 14:33 kehormatannya, maka dia dijamin oleh 14:36 hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam 14:39 dia akan dijauhkan dari siksa api neraka 14:43 karena menjaga kehormatan orang mukmin 14:47 atau orang Islam. Bisa jadi misalnya 14:52 ada ee narasi yang mengatakan bahwa 14:56 misalnya Hamas itu adalah organisasi 15:00 teroris 15:02 karena begini begini. Ah kita bela 15:04 dengan narasi lagi. Hamas adalah 15:07 pergerakan perlawanan untuk kemerdekaan 15:10 Palestina. Mereka adalah orang-orang 15:12 saleh. Mereka adalah ahlul Quran. Mereka 15:14 adalah hafiz Quran. Mereka berkomitmen 15:17 kepada ah itu cara membelanya. Nah, kita 15:22 yang membela saudaranya yang dizalimi 15:25 ya, dibully 15:27 kemudian di apa namanya? Difnah maka 15:31 kita membelanya. Yang membela itu 15:33 dijamin oleh hadis Nabi ini akan 15:36 dijauhkan dari api neraka. Begitu juga 15:40 misalnya kita di kantor 15:42 ya. Ya kan biasanya bawahan juga 15:45 ngerumpi itu ya super supervisor kita 15:49 gini gini gini gini gini ya kita yang 15:52 tahu kondisi supervisor kita jangankan 15:55 tahu kondisinya kalau tahu dia itu 15:58 muslim saja dibela ah kamu jangan suudon 16:03 kalau enggak ada bukti enggak boleh gitu 16:05 loh jadi di apa dibela lah nah maka dan 16:10 tidak dalam kategori cari muka muka 16:13 ya ketika membela atasan kita bukan cari 16:17 muka kalau itu keben kebenaran gitu loh 16:20 ya. Heeh. Jadi ini man akhiallahu 16:25 wajhin yaumalqiamah. 16:29 Mutiara hadis yang dapat kita lihat 16:31 adalah membela seorang muslim di dunia 16:34 merupakan jalan untuk memperoleh 16:36 keselamatan dari siksa neraka pada hari 16:40 kiamat. gitulah. Oke, toib. Kita 16:43 lanjutkan kepada hadis kedua. 16:46 Wa 16:48 Malikin radhiallahu anhu fi hadis 16:51 masyhur. 16:53 Langsung aja ya. Q 16:56 nabi 16:57 nabiu yusli faqala aina maliknu duksum. 17:07 Mana Malik bin Luksyub? Faqala rjulun. 17:10 Kata seorang lelaki, "Dalika 17:12 munafiquun." 17:14 Dia orang munafik. La yuhibullaha. Kalau 17:17 dibacanya la yuhibullahu waasuluhu, 17:20 berarti Allah dan rasulnya yang tidak 17:22 menyukai. Kalau bacanya ee Allahu wa 17:25 rasuluhu. Tapi kalau bacanya la 17:28 yuhibbullaha wa rasulahu, berarti si 17:30 laki-laki itu yang tidak menyukai Allah 17:33 dan rasulnya. Nah, 17:36 ee faq Nabi sallallahu alaihi wasallam. 17:39 Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam 17:40 bersabda, 17:43 "Jangan kau katakan seperti itu. 17:46 Alahuqala, 17:48 apakah engkau tidak memperhatikannya?" 17:50 Dia telah mengatakan lailahaillallah. 17:54 Mengucapkan lailahaillallah. Yuri 17:56 bidalika wajah. Dia menghendaki dengan 17:58 ucapan lailahaillallah itu adalah rida 18:02 Allah. Ya, wajallah itu rida Allah ya. 18:05 Heeh. Wa inallahaq harama. Dan 18:08 sesungguhnya Allah telah mengharamkan 18:10 alari atas neraka manqala 18:13 lailahaillallah yang mengatakan 18:15 lailahaillallah yabagika 18:18 wajallah yang dengan itu dia berharap 18:20 rida Allah atau ee pahala dari Allah. 18:25 Nah, jadi oleh sebab itu ini menarik 18:28 hadis itu. Jadi yang mengatakan 18:30 lailahaillallah tuh bukan di neraka. 18:33 Oh, enggak boleh itu bidah itu ngucapkan 18:36 lailahaillallah. 18:38 Bidah. 18:39 Bidah itu ngucap lailahaillallah. 18:41 Lailahaillallah. Bidah ahlunar. Dari 18:45 mana dalilnya? Ada itu 18:46 maqahillallahqolal 18:49 jannah gitu loh. Nah itu kita gegabah 18:54 memponis menjustifikasi 18:56 tanpa dalil ya. Ngikuti dia ngikutan 19:00 sunah. sunahnya sunah letelek 19:04 tekstual bari salah bari itu sambil 19:08 sambil salah pemengamalnya. Oke tayib 19:11 ya. Ee kita lanjutkan mutiara-mutiara 19:14 yang dapat kita lihat. 19:16 Pertama larangan gibah di dalam hadis 19:18 ini menunjukkan hukumnya haram. Dan 19:22 larangan gibah itu bisa jadi untuk 19:24 mencegah orang yang ingin mengguncing 19:27 dengan cara menakut-nakuti dan bisa 19:30 dengan mengoreksi ucapan. 19:33 Jadi enggak ada urgensinya, enggak ada 19:35 kepentingannya gibah itu ya. Ah, enggak 19:38 ada kerjaan saya udah daripada nganggur 19:42 daripada ini mendingan gibah. Ah, enggak 19:45 ada enggak ada keperluannya 19:48 gibah itu. Maka yang ada bagaimana 19:50 mencari kita amar makruf nahi mungkar, 19:54 bagaimana mengadakan perbaikan 19:57 masyarakat, perbaikan itu aja lebih 20:00 penting daripada gi gib gibah gitu ya. 20:03 Yang kedua, amal saleh tidak bermanfaat 20:06 kecuali dimaksudkan untuk mencari rida 20:09 Allah. 20:11 Nah, menjalankan ubudiah kepadanya serta 20:13 takarub kepada Allah Subhanahu wa taala. 20:17 Jadi sekali lagi 20:21 ada orang amal saleh tapi tidak 20:24 ditujukan takub kepada Allah, maka 20:27 Mardud 20:28 ditolak. 20:30 Dia ngasih bantuan 20:32 ke bantuan ke Aceh, bantuan ke Sumatera 20:35 Utara, bantuan ke mana? 20:37 Sumatera Barat. 20:37 Ke Sumatera Barat. Tapi kalau niatnya 20:40 bukan karena Allah ditolak. Meskipun 20:44 sekali lagi ini peringatan saja ya. Kita 20:47 kan enggak tahu niatnya. Pokoknya oh 20:50 setiap yang ngasih baik gitu aja. Setiap 20:53 yang sodqah baik, setiap yang donasi itu 20:57 baik. Tapi untuk masing-masing kita 21:00 hati-hati. 21:01 Jangan sampai niatnya hanya untuk 21:03 pencitraan. 21:05 Hah. Jangan sampai niatnya untuk 21:07 mempersiapkan 2029. 21:11 Masyaallah. Ya Allah ya rabbana. Jangan 21:14 sampai nanti ditiup seperti debu. Maka 21:18 luruskan niat kita ya sebelum terlanjur 21:21 jauh enggak apa-apa. Sedodqah itu boleh 21:25 terang-terangan, boleh 21:26 sembunyi-sembunyi. 21:28 Terang-terangan boleh. E asal jaga hati 21:31 gitu aja gitu loh ya. Ee jangan 21:34 mentang-mentang sekarang 2026 nih bentar 21:36 lagi ah masih ada 3 tahun nih. Ah harus 21:40 dibangun lah. Gak apa-apa. Gak apaapa 21:44 itu maksudnya ya nih apa namanya ee ee 21:48 keutamaannya didapat oleh orang yang 21:50 menerima tapi yang mendonasikan 21:53 menjadi rugi gitu ya. Ya. Maka oleh 21:56 sebab itu kembali kepada niat agar 21:59 innamal a'malu bin niyah. Nah, segala 22:03 amalan itu tergantung niatnya. Nah, oke. 22:06 Baik. 22:07 Ee hadis yang ketiga, Ikhwan dan akhwat 22:10 rahimakumullah. 22:12 Wa e waan Ka'b ibni Malik. Dari Ka'ab 22:15 bin Malik radhiallahu anhu semoga Allah 22:18 meridainya. 22:19 Di dalam hadis yang panjang dalam kisah 22:21 taubatnya qala dia berkata q nabiyu 22:25 shallallahu alaihi wasallam wahua 22:28 jalisun filmi 22:31 Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda 22:33 sementara beliau sedang duduk-duduk di 22:35 antara para sahabat di Tabuk 22:39 Ma faala Ka'bnu 22:42 Malik. Apa yang dilakukan oleh Ka'ab bin 22:44 Malik? Nabi bertanya faqulun. Maka 22:47 seorang lelaki menjawab, "Min bani 22:50 Salamah?" Dari Bani Salamah, "Ya 22:52 Rasulullah, wahai utusan Allah. Habasahu 22:56 burdah wadoru 22:59 fihi faqala lahu Muad ibnu Jabbalin 23:03 radhiallahu anhu." "Bisama qulta." 23:06 "Wallahi ya Rasulullah ma alimna alaihi 23:10 illa 23:12 fasa." Kata Rasulullah sallallahu alaihi 23:15 wasallam. Nah, ada seorang dari Bani 23:17 Salam berkata, "Ya Rasulullah, ia 23:20 tertahan oleh keindahan pakaiannya dan 23:23 keasyikan memandangi kedua belikatnya." 23:27 Kemudian Muad bin Jabal berkata, 23:30 "Membantah 23:32 ee kepada orang yang mengatakan bahwa 23:34 dia tertahan karena keindahan, menikmati 23:37 keindahan. Jadi, lalai tidak ikut perang 23:39 Tabuk." 23:41 Ee kata Muad bin Zabal, "Alangkah 23:44 jeleknya perkataanmu itu. Demi Allah ya 23:48 Rasulullah, kami tidak mengetahui 23:50 sesuatu padanya selain kebaikan." Jadi 23:54 kalau ada orang misalnya yang sudah kita 23:56 ketahui dia sudah bersyahadat kemudian 24:00 dia melakukan 24:02 ee kesalahan baik disengaja atau tidak 24:05 sengaja, apalagi dia tidak 24:07 terang-terangan. 24:09 Kemudian ada orang yang ngintip kemudian 24:11 dia mah begini dan begitu. Nah, maka 24:15 kita boleh mengatakan, "Demi Allah, saya 24:18 tidak menemukan dia kecuali dia dalam 24:22 kebaikan." Nah, jadi itu untuk 24:26 Heeh. untuk membela, untuk ee menutupi 24:30 aib saudaranya. Apalagi tidak disengaja 24:34 ya dikerjakannya tidak sesengaja. 24:37 Kalaupun disengaja dikerjakannya 24:39 sembunyi-sembunyi. 24:40 Nah, itu yang tidak boleh digibah. 24:43 Adapun mereka menantang melingkat 24:46 syariat Allah, melakukan kemaksiatan 24:48 terang-terangan. 24:50 Ah, itu mah enggak usah diceritakan juga 24:52 orang sudah pada tahu kan begitu karena 24:54 terang-terangan. Maka cara tobatnya juga 24:57 beda. Kalau yang tadi melakukannya 25:01 dengan sembunyi-sembunyi, tobatnya cukup 25:03 dia dengan Allah. 25:06 Nah, kalau bagi yang terang-terangan, 25:09 dia berarti harus tobat kepada Allah, 25:11 harus memperbaiki kebiasaan itu 25:15 disaksikan oleh orang-orang yang 25:17 mengesakkan kemaksiatannya. 25:20 Nah, kan berat sekali gitu. Aduh, yang 25:22 padahal yang misalnya mohon maaf di 25:25 televisi ada orang ee apa namanya 25:28 melakukan kemaksiatan terang-terangan. 25:31 Iya. 25:31 Tervisi itu berapa orang yang 25:33 melihatnya? 25:34 Banyak. 25:34 Katakan banyak sejuta orang gitu loh. 25:37 Nah, ketika tobatnya bingung dia. Sejuta 25:39 orang itu harus tahu. Jangan sampai dia 25:42 yang dari antara sejuta orang itu masih 25:45 terkesan bahwa dia itu ahli kejelekan. 25:48 He. 25:48 Padahal dia sudah tobat. hal gitu loh. 25:51 Maka oleh sebab itu hendaknya 25:53 berhati-hati apabila kita melakukan 25:56 kemaksiatan dengan terang terangan gitu 25:59 loh ya. Hmm. Oke. Baik. Maka ee 26:03 apa namanya? Mutiara-mutiara yang dapat 26:06 kita ambil dari hadis ini, persetujuan 26:09 Nabi sallallahu alaihi wasallam terhadap 26:11 Muad bin Jabal dalam membela saudaranya 26:14 yaitu Ka'ab bin Malik radhiallahu anh 26:17 dan arahan kepada umat Islam untuk 26:19 melakukan tindakan mulia untuk mencegah 26:22 gibah semacam ini. Nah, jadi ini saja 26:27 saya kira apa pengantar kajian kita dan 26:31 memang babnya cuma tiga hadis ya. 26:34 Insyaallah kita akan lanjutkan kepada 26:37 masalah kibah yang dibolehkan. 26:40 Demikian ee pengantar ee pada kesempatan 26:44 ini. Wasallallahu ala nabiina 26:47 Muhammadin. Wallahu aam biswab. 26:53 Alhamdulillahirabbil alamin. Wallahuam 26:54 bawab. Jazakumullah khairan kasiran 26:56 ustaz. Baik, ikhwan kita sudah selesai 26:58 mendengarkan tiga hadis yang sudah 27:00 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 27:02 tentang haram mendengarkan gibah. Baik, 27:05 kita akan lanjutkan setelah di sesi 27:08 kedua ini setelah nada takwa berikut. 27:11 Terima kasih. 27:13 Amin. Terima kasih Wan Awat masih 27:14 bersama Radio Silaturahim. Saat ini Anda 27:18 sedang menyaksikan 27:21 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh. 27:24 Sekarang kita akan masuki t sesi kedua 27:28 untuk tanya jawab bersama ikhwan akhwat. 27:30 Sebelum kami bacakan pertanyaan, 27:33 kami akan bacakan terlebih dahulu 27:35 atensi-atensi yang sudah disampaikan 27:37 oleh ikhwan akhwat. Pertama dari Ibu 27:39 Sri. Asalamualaikum warahmatullahi 27:41 wabarakatuh. 27:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 27:43 wabarakatuh. 27:45 Alhamdulillah Bapak Kiai sudah sehat. 27:47 Terima kasih Ustaz tausiahnya. 27:49 Barakallahu fikum. 27:50 Kemudian dari 27:53 Bapak Arwin. Asalamualaikum 27:55 warahmatullahi wabarakatuh. 27:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 27:58 wabarakatuh. 27:59 Terima kasih Ustaz atas tausiah, nasehat 28:02 dan pencerahannya. Semoga ustaz dan 28:05 pejuang dakwah serta pendengar Radio 28:07 Silaturahim selalu dalam keadaan sehat 28:10 walafiat. 28:11 Amin. Barakallahu fikum. 28:13 Kemudian dari 28:16 Ibu Retno, alhamdulillah hadir menyimak 28:18 Ustaz tausiah sore melalui radio. 28:22 Barakallahu fikum. 28:23 Kemudian sekarang kita akan membacakan 28:25 pertanyaan pertama dari Bapak Yudi di 28:28 Bogor. 28:28 H. 28:30 Asalamualaikum warahmatullahi 28:32 wabarakatuh, Ustaz. 28:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 28:34 wabarakatuh. 28:36 Hm. Saya Yudi dari Masjid Arrahman 28:38 Cibubur. Semoga Ustaz lekas sembuh. 28:41 Amin. Allahum amin. Amin. 28:43 Ustaz, saya ingin bertanya. Bagaimana 28:46 cara menghindari teman yang suka gibah, 28:50 memfitnah, dan namimah, Ustaz? 28:52 Jazakumullah kir. 28:53 Nah, masyaallah. Ada dua pendekatan yang 28:55 dapat kita lakukan. Yang pertama 28:58 pendekatan langit. Kedua, pendekatan 29:01 physically. 29:02 Pendekatan pendek apa? Pendekatan fisik. 29:05 Pendekit. 29:05 Pendekatan langit yaitu didoakan 29:09 gitulah ya. Allahum ya Allah berilah 29:13 hidayah kepada saudaraku si fulan bin 29:16 fulan jagalah lisannya gitu loh jagalah 29:20 perbuatannya sebagaimana juga engkau 29:23 telah menjaga diriku senantiasa menjaga 29:27 diriku dari keburukan-keburukan 29:29 jadi apapun inti doanya dan mendoakan 29:31 dia kebaikannya dan kita juga seningnya 29:33 sudah sudah sering mendoakan kan 29:36 Allahfir lil musliminal muslimatal 29:41 kurang diyakan 29:43 pernah mendoakan dia gitu. Padahal tadi 29:47 termasuk doa itu yang pertama. Yang 29:49 kedua nasihati akinal habib. Wahai 29:52 saudaraku yang mulia, 29:55 maaf saya bukan menggurui. 29:58 Sebaiknya kita mending evaluasi diri 30:00 kita sendiri daripada ngomongin orang 30:02 lain. Maaf sekali lagi bukan berarti 30:05 saya sok suci karena saya cinta sama 30:08 antum. Karena engkau umat Nabi Muhammad 30:12 kata Nabi Muhammadinaq. 30:26 Maka saya cuma mengamalkan ayat itu 30:28 menasihati antum. Masyaallah 30:30 sebaiknya kita berhenti 30:32 menggibah, membully g speech terhadap 30:37 orang lain. Doakan saja ya Allah jika 30:41 kalau misalnya apa namanya kita gibah ya 30:45 kita gibah kemudian kita sampaikan 30:47 kepada orang tadi seperti itu. Sekali 30:50 lagi, saya bukan sok suci. Saya juga 30:52 menyadari saya banyak salah, 30:55 banyak khilaf. Tapi antum saudara saya 30:59 dalam Islam 31:01 wajib juga. Karena saya mendengar 31:03 gibahan antum, wajib bagi saya untuk 31:05 mencegahnya. 31:07 Maka berhentilah wahai saudaraku. 31:10 Ya, lebih baik kita muhasabah, 31:13 ibda binafsik. mulai dari diri kita 31:16 mengevaluasi diri, insyaallah kita akan 31:19 menjadi orang yang beruntung. Amin. 31:23 Gitu ya. Mohon maaf ya, antum enggak 31:24 usah tersinggung ya gitu loh. Saya 31:27 karena sayang sama antum, cinta sama 31:30 antum, maka terasa pahit pun saya 31:32 ucapkan itu terserah antum sih mau 31:35 nerima alhamdulillah. Enggak pun ya 31:37 alhamdulillah gituah. Nah, jadi sekali 31:41 lagi ada dua jalan yang harus ditempuh. 31:44 Yang pertama jalur langit, kedua jalur 31:47 tadi ya, jalur ee komunikasi gitu loh. 31:52 Insyaallah kalau semua itu diterapkan 31:55 oleh semua muslimin, ah di dunia itu 31:58 enggak ada gontok-gontokan. 31:59 Masyaallah. 32:00 Betul. Enggak ada gontok-kontokan. Yang 32:02 ngaji di sono aman, yang ngaji ngaji di 32:05 sini aman. Yang salatnya begini aman, 32:09 yang salatnya tidak begini aman. gitu 32:12 loh. Karena kan semuanya punya 32:14 argumentasi, punya alasan. Tidak ada 32:16 yang yang harus dipahami. Nah, saya 32:20 pernah pengalaman 32:23 dia si orang ini menceritakan tentang 32:26 keluarga saya. Rupanya dia tidak tahu 32:28 bahwa yang sedang diceritakan itu ada di 32:30 hadapannya. 32:32 Enggak tahu. Enggak tahu. 32:34 Iya, saya tapi diam. I itu kan itu apa? 32:38 Waktu orang tuanya meninggal. ee orang 32:40 tua dia kenalnya itu dengan dengan 32:44 ee saudara saya. Dia waktu mertuanya 32:46 meninggal tuh enggak boleh disalatkan 32:48 oleh yang lain gitu loh. Ketika saya mau 32:51 nyolat udah enggak apa-apa udah cukup 32:53 gitu. Padahal bukan berarti tidak boleh 32:56 karena mungkin padahal dia sendiri juga 32:58 bisa nyolatkan kalau rombongan pertama 33:01 sudah nyolatkan. Karena kenapa rombongan 33:04 pertama? karena penuh rumahnya gitu loh. 33:07 Aknya kesimpulannya enggak boleh tuh 33:09 enggak boleh disalatkan oleh orang lain. 33:11 Eh tapi tentu saya jaga jaga 33:14 perasaannya. Saya tidak memperkenalkan 33:16 bahwa saya saudaranya saudara saya gitu 33:19 loh. Lagi itu karena saya khawatir dia 33:22 malu gitu loh. Kalau coba kalau saya 33:24 ngenalkan oh yang maksud bapak itu 33:27 adalah orang tua saya gitu kan. Jadi 33:29 malu makanya saya pura-pura aja gitu ya. 33:32 pura-pura meskim dia hanya mengarah ke 33:35 situ, tapi tetap saya tidak jelaskan 33:38 dengan apa? Dengan maksud ee menutup ya 33:42 menutup agar dia tidak menjadi malu. 33:45 Jadi gitu ya. 33:46 Jadi ada jalur langit, ada jalur 33:48 komunikasi. 33:50 Demikian. Wallahuam 33:53 biswab. 33:57 Demikian Bapak Yudi semoga dapat 33:58 menjawab. Pertanyaan kedua dari Bapak 34:02 Sayyan Rohili. Asalamualaikum 34:05 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 34:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:09 wabarakatuh. 34:10 Saya Rohili di Pulau Gebang. Izin 34:12 bertanya, Ustaz. Bagaimana jika 34:15 seseorang berbuat zalim atau gibah 34:18 kepada tetangganya sampai meninggal 34:20 dunia? Belum minta maaf, Ustaz? 34:22 Bagaimana hitungan dosanya? 34:24 Ah, masyaallah. pertama dia sendiri 34:26 harus minta ampun kepada Allah gitu ya. 34:30 Kemudian bagaimana caranya orang yang 34:33 digibahi menjadi mulia kembali? 34:36 Coba gimana caranya orang yang digibahi 34:39 sampai sudah sudah meninggal dunia 34:41 kemudian kita belum minta maaf berarti 34:43 kan kita ada konsekuensi untuk 34:46 mengangkat derajat dia. Karena kan 34:49 selama hidupnya dia menjadi terhina 34:52 karena omongan kita. He. 34:53 Nah, logikanya untuk tobatnya berarti 34:56 harus ngangkat lagi, jadi mulia lagi. 34:59 Gimana caranya? 35:02 Kalau minta maaf ke orang yang hidup, 35:04 Ustaz. [tertawa] 35:06 Nah, jadi caranya mah gini. 35:10 Misalnya gini ee dia lahir, mohon maaf. 35:14 Oh, oke. Terserah mau tanggal lahir, 35:16 Pak. Pokoknya dia kesempatannya begini. 35:20 Ketika dia sudah meninggal dunia, maka 35:22 kita bersedekah. 35:24 Sodqah. 35:25 Sodqah. Akhi ana sodqah nih buat antum 35:29 ya. Ana sodqah antum. Ini pesan atas 35:33 nama si fulan 35:35 yang yang kita gibahi itu ya. Ini 35:37 kebaikan dia. 35:39 Kebaikan dia. Maka sodqah sama antuk. 35:41 Doakan ya dia mudah-mudahan diampuni 35:44 oleh Allah. 35:47 Nama di dunia siapa yang mulia? Orang 35:50 yang sudah meninggal dunia. 35:52 Karena apa? Karena kita sedekah tapi 35:55 mengatasnamakan orang yang sudah 35:56 meninggal dunia. 35:57 Iya. 35:58 Karena kita, "Duh, akhi ini si anu pesan 36:03 sebelum meninggal dunia." Enggak 36:04 berbohong di situ boleh 36:07 gitu ya. Doakan mudah-mudahan Allah 36:09 mengampuni dosanya, meringan apa? ee 36:12 mengampuni dosanya dan menempatkannya di 36:15 tempat yang mulia. He 36:16 gitu ya. Dia itu sayang sama antum, maka 36:20 titip nih sodqahnya dari dia. 36:24 Dia menyangka bukan kita yang sedekah, 36:27 tapi siapa yang sudah mening meninggal. 36:30 Maka kemudian yang sudah meninggal 36:32 derajatnya naik lagi. Dian banyak orang, 36:35 wah masyaallah dia ya sebelum 36:37 meninggalnya saja begini. Nah, itu 36:40 adalah upaya memperbaiki. 36:43 Mohon maaf saya belum belum menemukan di 36:46 dalam kitab he 36:48 yang berbicara seperti ini caranya untuk 36:52 meman ampun kepada orang yang sudah apa 36:54 yang sudah meninggal dunia. Saya hanya 36:57 isyarat-isyar Quran, sunah dan dalam 36:59 maqasid syariah dan maqasid Quran. Oh, 37:03 berarti ketika dia dihinakan waktu 37:05 hidupnya, maka setelah meninggalnya 37:07 harus diangkat lagi derajatnya. 37:10 Nah, salah satunya tadi gitu loh. Atau 37:13 misalnya kita bersedekah atas nama dia 37:17 atau ya apapunlah kebaikan kebaikan lain 37:21 yang dinisbatkan kepada dia. 37:24 Dan antum jangan merasa rugi. Oh, nanti 37:27 cuma dia aja yang dapat kebaikan. 37:29 Enggak. 37:31 Dia dapat kebaikan menjadi mulia 37:33 kembali. Antum juga dapat kebaikan. 37:37 Apa kebaikannya? 37:39 memberi orang 37:40 mengangkat kembali kehinaannya menjadi 37:43 mulia gitu loh. Nah, kan tanggung jawab 37:46 kita karena waktu hidupnya K dia 37:48 menjatuhkan namanya. Nah, maka oleh 37:51 sebab itu ee salah satu caranya adalah 37:55 tadi seperti itu seodqah atau misalnya 37:59 apalah yang bernilai kebaikan kemudian 38:02 disbatkan kepada orang tersebut karena 38:05 kita belum sempat meminta maaf. meskipun 38:09 sempat meminta maaf juga tetap punya 38:11 tanggung jawab untuk mengangkat 38:13 derajatnya gitu loh kan minta maaf 38:16 antara kita dengan dia. Tapi di 38:18 masyarakat dia nilainya sudah jatuh 38:20 karena sering digibah oleh kita. Maka 38:23 salah satunya tetap meskipun sudah minta 38:25 maaf belum minta maaf tetap harus 38:27 diangkat derajatnya kembali 38:31 gitu ya. Demikian yang dapat saya 38:32 jelaskan. Wallahu aam biswab. 38:38 Wallahuam bisab. Demikian Bapak Rohili 38:40 semoga dapat menjawab. 38:43 Berikutnya dari 38:46 Bapak Dodi di Cilangkap, Ustaz. 38:49 Heeh. 38:49 Asalamualaikum warahmatullahi 38:51 wabarakatuh, Ustaz. 38:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:54 wabarakatuh. 38:55 [mendengus] 38:56 Semoga Ustaz selalu sehat 38:58 dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa 39:00 taala. Amin. Allahum amin. Barakallahu 39:03 fikum. 39:03 Ustaz, saya izin bertanya. 39:06 Dalam surah Almaun bahwa orang yang 39:08 mengabaikan fakir miskin 39:11 he 39:11 dianggap sebagai pendusta agama. 39:13 Iya. 39:14 Pertanyaan saya, bagaimana batasannya 39:16 kita menyantuni fakir miskin tersebut 39:19 sehingga kita tidak tergolong sebagai 39:22 pendusta agama? 39:24 He. 39:24 Apakah fakir miskin yang dimaksud di 39:27 sekitar tempat tinggal kita atau di 39:29 tempat lain? 39:30 Iya. 39:30 Apakah dikasih sedekah setiap hari atau 39:33 setiap bulan, Ustaz? Ah. 39:35 [tertawa] 39:35 Masyaallah. Barakallah fikum. Tiib. 39:38 Pertama, objeknya fakir miskin 40 rumah 39:43 di sekitar kita. Karena itu yang disebut 39:46 dengan tetangga. 39:48 Kalau sekitar radius 40 rumah tidak 39:52 ditemukan fakir miskin, maka berkembang 39:56 lagi ke tempat lain, gitu ya. Ah, kalau 39:59 ditemukan di radius 40 rumah, maka kita 40:02 bertanggung jawab, orang-orang kaya 40:05 bertanggung jawab menyelesaikan 40:07 kebutuhan mereka. Kalau kita ingin 40:10 dianggap ahlus salah gitu ya, maka 40:14 diselesaikan urusannya. 40:17 Apakah berapa, Pak, Ustaz, ke ininya 40:20 besarannya? 40:21 Tidak ditentukan. Yang jelas kebutuhan 40:24 dia diringankan, kebutuhan dia ditutupi. 40:28 Jadi kebutuhan dia ditutupi itu lebih 40:31 bagus. Tapi kalau tidak sampai menutupi 40:35 diringankan. Paling tidak 75% 40:38 kebutuhannya. 40:40 Ah, enggak bisa tuh 75% mah. Jangankan 40:43 75%, 40:45 kami aja pas-pasan misalnya ya 50%-nya 40:48 lah. Oh, enggak bisa ya. Berapa puluh 40:51 persen? Berapun yang kita mampu untuk 40:55 meringankannya, maka ringankan. Dan 40:58 paling tidak adalah dengan doa. 41:03 Ketika dengan ee finansial tidak bisa 41:06 karena sama-sama susahnya. Susah itu 41:08 kalau kita pas-pasan, kalau dia 41:10 kekurangan. 41:12 Beda enggak tuh 41:13 pas-pasan dengan kekurangan? Kalau 41:15 pas-pasan pas gitu. Pas mau ke mall ada 41:19 duitnya. 41:20 [tertawa] 41:21 pas-pasan itu artinya setiap kebutuhan 41:23 kita pas tidak ada lebihnya misalnya 41:26 hitungan padahal isungnya bisa 41:28 diutak-atik jadi lebih gitu ya. Nah, 41:30 kalau dia kekurangan 41:32 anak sekolah ini bahkan makan do orang 41:35 lain mah tiga kali dia mah cuma satu 41:37 kali atau dua kali itu kekurangan. Nah, 41:41 Islam datang dengan tujuan apa? 41:44 Meringankan beban atau menyelesaikan 41:47 persoalan. 41:48 Kalau belum selesai harus diupayakan 41:51 terus gitu sampai selesai persoalannya. 41:54 Tapi paling tidak diperkecil 41:57 permasalahannya yaitu diringankan 42:00 bukan dituntaskan gitu. Yang lebih bagus 42:03 dituntaskan tapi paling tidak 42:05 diringankan. Kita berdonasi untuk rakyat 42:08 Gaza itu meringankan. 42:11 Belum bisa menyelesaikan persoalan kan 42:14 begitu 42:15 bisa dipahami ya. Nah, jadi ee 42:18 persoalannya kita tinggal milih, bukan 42:21 tinggal milih sekemampuan kita kita ini 42:23 bisa menyelesaikan atau baru bisa 42:26 memperkecil, baru bisa meringankan. 42:30 Kalau bisa baru bisa meringankan, maka 42:32 ringankanlah gitu loh. Sambil di 42:35 didorong dengan doa, "Ya Allah, saya 42:38 belum bisa nolong dia. Dia keperluannya, 42:41 keperluannya misalnya 2,5 juta, saya 42:44 bisa ngasih R juta gitu loh. Tapi atau 42:47 ya Allah kami semua di warga RT sekian 42:52 ada janda yang perlu R juta tiap 42:55 bulannya untuk membiaya anak-anaknya. 42:59 kami belum bisa menyelesaikannya baru 43:01 bisa terkumpul 2,5 juta. Du kasihkan 2,5 43:04 juta gitu loh ya. Jadi sekali lagi tapi 43:08 kalau kemudian kita mampu jangankan 43:11 memenuhi kebutuhan tadi ya kebutuhan ee 43:15 dia ee keperluannya bahan bahkan kita 43:19 bisa memberikan modal tambahan. 43:23 Masyaallah 43:23 gitu loh. Oh kenapa? Kenapa sih? Ini ada 43:26 tetangga nih. Kemarin habis DPHK 43:28 sekarang sudah 7 bulan belum dapat 43:30 pekerjaan lagi. He. 43:32 Dan dia sekarang tabungannya di bulan 43:35 kelima tabungannya sudah habis. Selama 2 43:38 bulan dia luntanglantung nyari 43:40 pekerjaan. Oh, masyaallah. Sini suruh 43:43 ini menghadap ke saya. Nah, bisa begitu 43:46 atau kita datang ke rumahnya? 43:49 Yang lebih bagus itu kita datang ke 43:51 rumahnya. Pak, gimana kabarnya Pak? 43:54 Heeh. 43:55 Alhamdulillah. Baik. Saya dengar Bapak 43:56 sudah PHK ya? Iya. Saya sudah PHK sudah 43:59 7 bulan tabungan sudah habis gini. Oh. 44:03 Apa Bapak punya keahliannya? 44:06 Ah, saya mah enggak punya keahlian. 44:07 Paling paling cuma jualan bakso. Berapa 44:10 butuh biaya untuk jualan bakso? 44:13 Heeh. 44:13 Dikalkulasi giniini. Oh, perlu se 44:16 jumlahnya jumlah jablai perlu R juta 44:18 misalnya kasih R5 juta. Mudah-mudahan 44:21 berkah ya, Pak. Terus diajari apa 44:24 namanya? Manajerialnya 44:26 diajari. 44:27 Nah, jadi modalnya dikasih, 44:28 manajerialnya dikasih. Di ah saya 44:32 bisanya baru finansialnya kasih 44:34 finansialnya. 44:36 Ah, saya mah baru bisa ngajarin tentang 44:38 apa? Manajerialnya. Manajerialnya dulu. 44:41 H 44:41 gitu loh. Jadi paling tidak dia ada 44:45 bebannya berkurang gitu loh ya. Nah, 44:48 nanti kalau sudah teratasi bisa pindah 44:51 lagi nanti. Oh, dia sudah mandiri cari 44:54 lagi orang fakir miskin di sekitar kita 44:57 yang lainnya. Atau kalau dikoleksi bisa 45:00 kan DKM misalnya mengkoleksi 45:04 maka DKM masjid itu harus menjadi 45:07 soluter of. 45:10 Orang punya hutang kalau bisa bukan 45:13 datang ke rentir, datang ke DKM. 45:17 He 45:18 iya. Datang ke ke DKM. Saya mau minta 45:22 hak. Hak apa? Hak zakat 45:25 gorimin. 45:27 Eh. Oh iya ada nih. Setua berapa 45:29 perlunya? Saya cuma untuk minta bayar 45:32 hutang aja ke dia R juta ya. Dikasih R5 45:35 juta tuh. 45:36 Iya. Iya. 45:37 Jadi tidak harus pinjam ke renten dong 45:38 dia. Apalagi ketika jayanya dia seding 45:41 infak kok. 45:43 Atau kalau enggak di ada jemahnya di 45:45 situ misalnya jemah yang mengkoordinasi 45:48 amirnya gitu loh, maka jemaahnya yang 45:51 bertanggung jawab gitu loh. Jadi masjid 45:55 itu bukan hanya pusat peribadahan 45:58 tapi juga pusat finansial, pusat ee 46:02 iqtisadiah, 46:03 pusat ekonomi. Maka tidak mengapa masjid 46:07 juga membangun perusahaan, membangun 46:10 usaha-usaha untuk umat, untuk jemaah 46:12 yang fakir, untuk jemaah yang tidak 46:15 punya pekerjaan itu harusnya DKM itu 46:17 jadi punya programnya bukannya malam ini 46:20 kajian ini. Itu juga betul. 46:23 Padahal DK memang dewan kemakmuran. 46:25 Oh iya, dewan kemakmuran masjidnya. Jadi 46:27 ada kajian keilmuannya. 46:30 Jangan pisahkan ada ilmu dunia, ilmu 46:33 agama. Karena ilmu dunia juga ilmu 46:36 agama. 46:37 Iya. 46:37 Memang agama cuma apa? Tidak mengatur 46:40 dunia. Enggak. 46:41 Nah, karena karena agama juga mengatur 46:44 dunia, maka dikaji seluruh keilmuan. 46:47 Misalnya ada ee apa? Tadrib ee apa 46:51 namanya? Usaha mandiri. 46:53 Ada tadrib ini. Tadrib itu kalau di kita 46:56 ee apa ya? Training. 46:57 Pelatih. Pelatihan. 46:58 Oh, pelatihan ya. Ada pelatihan ini 47:00 pelatihan begitu. Nah, kalau tiap masjid 47:04 itu sudah berjalan seperti itu, tidak 47:07 akan ditemukan lagi orang yang fakir 47:09 miskin. 47:11 Tidak akan ada lagi orang yang memeluk 47:13 Islam itu menjadi susah. Aduh, susah 47:18 saya. Saya punya hutang kerentenir. 47:20 Tidak ada lagi yang pinjam kerentenir 47:23 gitu loh. Bahwa sekarang dia sedang 47:25 dibawa, sedang jatuh ke pinjak ke DKM. 47:29 Kalau misalnya DKM kasih pinjaman lunak 47:32 enggak masalah akadnya pinjam dulu 47:35 enggak apa-apa kalau kita tidak percaya 47:38 nih saya kasih pinjam R juta ya 47:40 kembalikan dengan dicicil ternyata dia 47:43 tidak berhasil pula enggak apa-apa 47:45 dihapuskan nanti dalam waktu tertentu 47:48 kesepakatan EKM-nya gitu loh. Tapi kalau 47:51 kemudian dia bisa mencicir kan sama 47:53 dengan menguatkan yang lain juga. Ketika 47:55 ada orang yang miskin datang lagi bisa 47:57 dikasih pinjam lagi. Ah ini ya sekali 48:01 lagi kita musyawarahnya dengan ini. Ini 48:04 pinjamannya istilah saja. Sesungguhnya 48:07 ini sudah disodqahkan buat dia. Tetapi 48:10 supaya dia ada upaya-upaya serius untuk 48:14 bisa infak lagi maka dikata katakanlah 48:17 pinjam gitu. pinjaman lunak gitu loh 48:21 bahwa oh enggak dos kasihkan oh enggak 48:23 apa-apa juga dilafazkan sudah saya nih 48:26 ini tunjangan dari masjid ya buat antum 48:28 ini modalnya nih tidak harus 48:30 dikembalikan tapi kamu serius begitu ya 48:34 oke saya kira itu saja yang dapat saya 48:36 jelaskan wallahu aam bisawab 48:42 wallahuam bisawab demikian Bapak Dodi 48:44 semoga dapat menjawab baik ikhwan akhwat 48:47 kami akan rehat sejenak Setelah nada 48:49 takwa berikut tetap di radio 48:52 silaturahim. Terima kasih. 49:10 Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima 49:11 kasih Iwan. Masih bersama tausiah sore 49:13 bersama Ustaz Ahmad Saleh. 49:16 Sebelum kita bacakan pertanyaan, kita 49:18 akan menyapa 49:21 ee yang masuk melalui WhatsApp. Oh, ada 49:24 Ibu Aminah. Asalamualaikum 49:26 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 49:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:29 wabarakatuh. 49:30 Terima kasih, Ustaz, ilmunya. 49:32 Alhamdulillah, saya menyimak. 49:34 Barakallahu fikum. 49:35 Kemudian, Ibu Ani Hani. 49:38 Bismillahirrahmanirrahim. 49:41 Pendengar setia Rasil alhamdulillah 49:43 hadir menyimak di tausiah sore. 49:45 Barakallahu fikum. 49:47 Ustaz dan pejuang dakwah Rasil 49:49 insyaallah selalu sehat walafiat. 49:51 Amin. Allahum amin. 49:53 Kemudian Ibu Darma di Bekasi. 49:55 Alhamdulillah Ustaz menyimak 49:58 selalu. Terima kasih ilmu dan juga 50:00 pencerahannya Ustaz. 50:01 Barakallahu fikum. 50:04 Kemudian 50:06 ee ada 50:11 permohonan doa dari Bapak Adi Ustaz 50:13 tentang beliau ingin didoakan semoga 50:17 beliau di ampuni dan dimaafkan segala 50:20 dosa-dosanya dan 50:22 dosa kedua orang tuanya dan dimaafkan 50:27 atas segala kesalahan-kesalahannya. 50:30 Hm. Demikian Ustaz 50:31 dari Pak siapa? 50:32 Dari Bapak Adi. 50:33 Dari Pak Adi. Allahumfirli Adi wa 50:36 ahlihi. Allahumfirli wa ahlihi. Allah 50:44 muslimatminalika 50:49 ya arhamarahimin. 50:52 Amin. 50:54 Ustaz 50:55 e demikian Bapak Adi. Semoga Allah 50:57 mengijabah doa 51:00 dari Ustaz Ahmad. Amin. Amin. Amin. 51:04 Berikutnya kita akan menjawab pertanyaan 51:06 dari Bapak Asrofudin. Ustaz. 51:09 Asalamualaikum warahmatullahi 51:10 wabarakatuh, Ustaz. 51:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:13 wabarakatuh. 51:15 Saya izin mau bertanya 51:18 tentang hibah. Ini Ustaz termasuk hibah 51:20 atau tidak? Kalau saya 51:22 suka ngasih contoh dari om saya atau 51:27 dari saudara untuk saudara anak saya. 51:31 Hm. Ee Om ini pelakunya baik supaya 51:36 ditiru. Kalau misalnya ada perlakuan 51:38 dari om yang tidak baik supaya jangan 51:40 ditiru dan jangan dijauhi, Ustaz. 51:43 He he. 51:44 Berikut, Ustaz, penjelasannya. 51:46 Heeh. 51:48 Iya. Baik. Masyaallah. Jadi boleh saja 51:50 menyebut kebaikan misalnya tuh nak lihat 51:54 Ummu dia rajin ini ni kamu tiru. Nah 51:58 tapi ketika mau menceritakan jelekan 52:01 tidak disisbatkan ke umnya. He. 52:04 Misalnya umnya ini ya jeleklah 52:07 perilakunya ya. 52:10 Coba kamu lihat tuh umu betapa baiknya 52:13 kamu tiru tuh ya tapi jangan seperti 52:15 orang yang begini begini. Nah gitu. Jadi 52:18 tidak keburukannya tidak dinisbatkan ke 52:20 umnya ya. Jangan. Tapi kalau ada orang 52:23 yang melakukan begini begini padahal ya 52:25 kita senang bicara umnya gitu ya. Ah 52:28 tapi tidak disebutkan. 52:30 Jadi pertama kamu tiru Ummu tuh dia 52:33 rajin belajarnya, rajin kerjanya gitu 52:36 ya. Hormat sama nenekmu, sama kakekmu 52:40 tuh ya. Sayang tuh kamu ikuti tuh. Tapi 52:43 jangan kamu seperti orang yang seperti 52:45 sono, di sono gini. Di sono juga tidak 52:47 disebutkan. Tapi jangan seperti orang 52:50 yang begini begini keburukannya. Jadi 52:52 kalau kebaikannya itu dinisbatkan ke 52:57 kepada pamannya itu boleh. Tapi 52:59 keburukannya tidak harus disebutkan 53:02 dinisbatkan kepada obnya gitu loh. Jadi 53:06 agar supaya kita selamat ya selamat dari 53:09 gibah. Jadi kita hanya menceritakan 53:12 kebaikannya. Maka banyak sekali di dalam 53:15 Al-Qur'an atau di dalam doa-doa para 53:18 ulama itu segala kebaikan disebutkan kan 53:21 di dalam Quran begini. 53:23 di dalam Al-Qur'an 53:26 misalnya eh ihdinasiratal 53:29 mustaqimatalladzina 53:32 anamta 53:34 alaihim ghairil magdubi alaihim wadin. 53:39 Ketika yang diberi nikmat itu 53:41 dinisbatkan kepada Allah an'amta yang 53:45 telah engkau beri nikmat 53:48 ghairil magdub bukan jalannya 53:50 orang-orang yang dimurkai 53:53 padahal kan yang dimaksud bukan jalannya 53:56 orang-orang yang engkau murkai tapi yang 53:59 dimurkai tidak dinisbatkan ke Allah 54:02 giril magdub orang yang dimurkai 54:06 anamta yang telah engkau beri nikmat 54:10 Iya. 54:10 Nah, magdub yang dimurkai kan maksudnya 54:13 yang engkau murkai tetapi tidak 54:15 dinisbatkan kepada Allah. Kenapa? Karena 54:19 Allah itu ee biyadikal khair. Di 54:23 tanganmulah segala kebaikan. 54:26 Maka segala keburukan meskipun bersumber 54:30 dari Allah tidak disebutkan itu dari 54:33 Allah. 54:34 Tuh, itu rahasia Quran tuh. 54:36 Masyaallah. Ihdinatal mustaqimadina 54:41 anamta alaihim ghairil magdubi alaihim 54:46 wadin yang dimurkai dan sesat kan 54:50 artinya yang engkau murkai dan engkau 54:52 sesatkan kan begitu tapi 54:55 redaksi Quran enggak begitu 54:57 dimurkai 54:58 nah dimurkai dan yang sesat walin dan 55:02 orang yang tersesat gitu 55:04 tidak dinisbatkan kepada Allah kenapa 55:06 kena Karena Quran sendiri mengatakan 55:09 biadikal khair pada tanganmulah segala 55:11 kebaikan. Begitu dalam surah Ali Imran 55:14 kalau tidak salah gitu ya. Jadi sekali 55:17 lagi sampaikan ee kebaikan pamannya 55:21 untuk bisa diikuti dan ketika mau 55:24 berbicara keburukannya tidak 55:26 dinisbatkan. 55:28 Nah keburukannya jangan seperti orang 55:31 yang selalu gibah, selalu ngadu domba. 55:34 Jangan ya. tidak disisbatkan kepada 55:37 omnya gitulah ya agar kita selamat dari 55:41 gi gib gibah. Demikian yang dapat saya 55:44 jelaskan. Wallahu aam bisawab. 55:50 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 55:52 Asrofudin semoga dapat menjawab. Ee baik 55:56 Ustaz, kita ee akan berada di sebentar 56:00 lagi 56:01 untuk sebelum kita tutup, Ustaz bisa 56:06 sebagai penutup, Ustaz. 56:07 Oke. 56:08 Tafadul, Ustaz. 56:09 Baik. Agak agak sedikit panjang, ya. 56:11 Iya. Tafadul. 56:11 Heeh. 56:12 Jadi isyarat gibah 56:16 berbicara dan berlaku yang tidak 56:19 bermanfaat itu tidak diakui atau tidak 56:23 direkomendasikan oleh Islam. Maka oleh 56:26 sebab itu Islam hanya menganjurkan 56:30 segala sesuatu yang bermanfaat gitu loh. 56:34 Jadi batasannya itu tidak bermanfaat 56:37 gitu loh. L tapi kalau sudah dosa 56:40 dicegah oleh Islam. 56:42 Misalnya begini, 56:47 berkata yang baik, qul khairon aasmut. 56:50 Berkata baik itu nilai pahala ada 56:52 berkata baik. 56:53 Iya. 56:55 Berkata buruk itu dosa. 56:58 Nah, tengah-tengahnya batasannya diam. 57:01 Diam. 57:02 Qul khairon aasmut. sampai situ. Nah, 57:05 maka oleh sebab itu segala sesuatu 57:08 hendaknya diisi dengan kebaikan, 57:11 dengan amalan baik ya paling tidak kita 57:15 tidak mengamalkan keburukan. 57:18 Nah, tidak mengamalkan keburukan 57:20 katorinya berbuat baik. 57:23 Gini, 57:27 jangan membuat kerusakan di muka bumi. 57:32 Membuang sampah pada tempatnya itu 57:34 sebuah kebaikan. 57:37 Nah, tidak membuang sampah gitu ya di 57:41 luar tempatnya itu juga kebaikan. 57:46 Sekali lagi ya, membuang sampah pada 57:48 tempatnya itu baik karena banjir 57:51 katakanlah diakibatkan oleh sampah. 57:54 Kalau sekarang kan sampahnya 57:56 gelundungan. [tertawa] 57:58 Gelundungan. Aduh, ya Allah ya Rabbana. 58:00 Sampai ada 58:01 ee kayu siapa yang nanam si yang siapa 58:04 yang motong gitu ya. Kenapa? Siapa yang 58:06 nanam? Siapa yang motong? Yang nanamnya 58:08 siapa? Yang menikmatinya siapa? Yang 58:11 kena musibahnya siapa? 58:14 Nah, ini itu anekdot-anekdot yang harus 58:17 kita pahami. Nah, maka oleh sebab itu, 58:19 jadi sampah atau tadi menebang pohon 58:24 tidak sembarangan, tidak menambang pohon 58:27 sembarangan itu kebaikan. 58:31 Nah, mendebang pohon yang seharusnya 58:33 ditebang itu kebaikan. Tidak menebang 58:37 pohon yang tidak sebaiknya ditebang itu 58:40 juga kebaikan. Tapi menebang pohon yang 58:44 apa mengakibatkan gundulnya pohon itu 58:47 dosa. 58:49 Maka tidak nebangnya, menjaganya adalah 58:52 kebaikan. Gitu logikanya begitu. 58:55 Maka oleh sebab itu begitu juga berkata 58:58 benar, berkata baik, berkata e diam 59:01 adalah emas, kan begitu. Diam adalah 59:06 emas, tapi berkata baik itu berlian 59:10 gitu loh ya. Ah, ini diam kan emas ya, 59:13 emas enggak apa-apalah kamu kumpulkan 59:15 aja emas, diam aja gitu. Adapun saya 59:18 berkata baik gitu kan ngumpulkan berlian 59:21 gitu loh. Nah, jadi di bawah itu berkata 59:26 dusta, berkata jelek itu adalah 59:28 keburukan. Maka oleh sebab itu hendaknya 59:31 kita isi kehidupan ini ya. Misalnya baca 59:35 Quran. Kalau tidak baca Quran ya jangan 59:38 ngomong jangan ini yang tidak baik gitu. 59:41 Zikir gitu ya. Kalau tidak zikir ya 59:44 jangan ngomong yang jelek gitu loh. 59:47 Paling tidak diam aja gitu. Diam aja 59:49 sudah dapat pahala. Itu kelebihan Islam 59:51 ya. Maka oleh sebab itu saya kira ee 59:55 daripada gibah kemudian bacalah 59:57 subhanallah. 59:58 Subhanallah. 1:00:00 Bacalah Allahu Akbar, 1:00:04 bacalah lailahaillallah 1:00:06 gitu atau baca surah Al-Ikhlas. Karena 1:00:09 ada hadis yang orang memulai doanya 1:00:12 dengan 1:00:14 ya Allahu ahad. Allahusad lam yalid 1:00:17 walam yulad walam yakun lahu kufuwan 1:00:19 ahad. Saya memohon kepadamu kad waz. 1:00:21 Atau baca aja surah Al-Ikhlas 100 kali 1:00:24 tiap habis salat misalnya. 1:00:26 Bismillahirrahmanirrahim. 1:00:28 Qul huallahu ahad. Allahus somad. Lam 1:00:30 yalid walam yulad walam yakun lahu 1:00:32 kufuwan ahad. Fadilahnya menurut para 1:00:35 ulama dia diampuni dosanya. 1:00:39 Kedua, dia akan pada saat kematiannya 1:00:42 para malaikat akan berbondong-bondong 1:00:45 menghadiri 1:00:47 penguburannya. 1:00:48 Masyaallah. 1:00:49 Tuh. Jadi orang yang baca Al-Ikhlas itu 1:00:52 pertama akan waktu kewafatnya orang 1:00:55 berebut untuk mengurusnya. 1:00:58 Kemudian dia akan dihadir malaikat 1:01:00 ribuan ketika mau dikuburkannya 1:01:03 gitu ya. Dan itu ternyata kenapa ada 1:01:06 ulama sampai ribuan orang yang melayat 1:01:09 datang mengunjungi 1:01:12 masyaallah. 1:01:13 Tapi ada juga yang 1:01:15 ngantarnya cuma beberapa gelintir. Kita 1:01:18 tidak bisa menyimpulkan mana yang baik, 1:01:20 mana yang tidak baik terlebih dahulu. 1:01:22 Oh, 1:01:23 karena rahasia yang ngantar cuma lah 1:01:25 cuma 100 orang. 1:01:28 Nah, kenapa rahasia juga? Tapi kemudian 1:01:33 tiba-tiba oh dari berbagai tempat pada 1:01:35 bertatangan apa mengantar jenazahnya ke 1:01:38 kuburan sampai ada 10.000, 20.000 1:01:42 lautan 1:01:43 lautan manusia gitulah. Tetapi kemudian 1:01:46 jangan sekali, jangan buru-buru 1:01:48 disimpulkan 1:01:50 karena juga para tokoh-tokoh dunia yang 1:01:52 kafir banyak yang nganter ke kuburan 1:01:55 gitu loh ya. Ah gitu loh. Nah, maka oleh 1:01:58 sebab itu, oh kalau dia muslim itu 1:02:00 syaratnya. Kalau dia muslim banyak yang 1:02:02 ngant oh berarti ke pertana kebaikan. Oh 1:02:05 kalau orang kafir banyak yang ngantar. 1:02:08 Oh berarti kemaksiatannya terkenal. Ya 1:02:11 kan gitu. Nah, jadi saya kira ee apa 1:02:14 namanya? Intinya adalah mari kita isi 1:02:17 kehidupan ini dengan berbagai macam 1:02:19 kebaikan. mulai dari ucapan kemud 1:02:23 ucapan-ucapan yang baik ya yang tidak 1:02:27 melukai orang lain. [mendengus] Nah, 1:02:29 maka di tingkat tertentu nasihat saja 1:02:33 meskipun nasihat itu baik, kalau 1:02:36 menyakiti menjadi terhina orang yang 1:02:38 dinasihati. Hati-hati. 1:02:41 Makanya Nabi itu kalimat-kalimatnya 1:02:44 pilihan cuma menasihati orang yang 1:02:47 salah. Tetap saja Nabi memilih pilihan 1:02:50 kata-kata yang mulia. 1:02:52 Tidak tersinggung orang yang dinasehati. 1:02:55 Tuh meskipun pada awalnya enggak ada 1:02:57 masalah pasal niatnya benar aja kan gitu 1:03:00 awalnya. Mau nasat ah misalnya ya pulang 1:03:03 kalau 1:03:05 iya paling tidak dia sudah di tingkat 1:03:07 paling dasar. Tapi tingkat berikutnya 1:03:10 dia pilih kata-kata yang tidak menyentuh 1:03:14 apa yang tidak menyakiti tapi dia 1:03:17 mengakibatkan ingat. Maka Nabi Musa 1:03:20 menasehati Firaun dengan 1:03:23 layinan 1:03:24 dengan perkataan yang lemah lembut. 1:03:27 Layin. Layin itu lembek. 1:03:30 Maka dimaknai lemah lembut. Padahal Nabi 1:03:32 Musa itu sebaik-sebaik manusia. Firaun 1:03:35 sedurhaka-durhakanya 1:03:38 manusia. Maka pernah di zaman kerajaan 1:03:40 ada seorang seorang raja muslim tuh 1:03:44 dinasehati dengan apa? Dengan sospol 1:03:48 gitu. Sosp sosorongot popelotot gitu 1:03:51 loh. Kemudian nih si raja ini meskipun 1:03:55 durjana pintar 1:03:58 kamu menasihati saya begitu jeleknya. 1:04:01 Begitu jeleknya itu karena kasar. 1:04:04 Dulu Nabi Musa sebaik-baik manusia 1:04:08 menasehati sejelek-jelek manusia dengan 1:04:11 perkataan yang lemah lembut baca Quran. 1:04:14 Eh tahu juga dia [tertawa] 1:04:16 suruh baca Al-Qur'an dengan ulayinan 1:04:19 dengan perkataan yang lemah lembut. Nah, 1:04:22 maka oleh sebab itu sekali lagi maka 1:04:25 Islam itu mengajarkan kemuliaan 1:04:29 termasuk dalam menasehati, dalam berkata 1:04:32 baik gitu. Nabi sendiri menasehati 1:04:35 pamannya itu dengan kalimat-kalimat yang 1:04:38 mulia. Kecuali orang-orang yang memang 1:04:40 memperlihatkan kebrutalannya, 1:04:43 memperlihatkan gangguan-gangguannya. 1:04:46 Baru Nabi pun bersikap tegas gitu loh 1:04:49 ya. Maka oleh sebab itu dalam sejarah 1:04:51 dalam tarikh banyak apa banyak ditemukan 1:04:55 ee sikap-sikap rasul itu ya di oleh 1:04:59 beberapa kalangan. Pakar pendidikan 1:05:02 mengatakan waduh Muhammad itu hebat. 1:05:05 Pakar psikologi mengatakan oh Muhammad 1:05:08 itu hebat. 1:05:09 Masyaallah. Iya. Pakar psikologi aja kan 1:05:12 Nabi pernah mengatakan 1:05:15 e maulin 1:05:26 sallallahu alaihi wasallam 1:05:29 yang apa? Semua yang dilahirkan itu 1:05:32 fitrah. 1:05:33 Maka kedua ibu bapaknya pa abawahu. Maka 1:05:36 kedua ibu bapaknya yang menjadikan dia 1:05:39 Yahudi, Nasrani. Jadi dalam konteks 1:05:42 hadis ini bahwa yang mempengaruhi itu 1:05:45 adalah lingkungan terdekatnya yaitu Ibu 1:05:47 Bapak. 1:05:49 Lingkungan terdekat. Penelitian 1:05:51 menunjukkan bahwa hubungan environment 1:05:55 lingkungan itu pengaruh besar terhadap 1:05:57 perubahan sikap. Maka kemudian kata 1:06:00 orang psilologi, "Wah, Muhammad tahu 1:06:02 dari mana [tertawa] ya gitu. Kok dia 1:06:04 bisa tahu bahwa yang mempengaruhi itu 1:06:06 adalah ibu bapaknya, lingkungan 1:06:08 terdekatnya gitu." Karena ketika 1:06:11 faabawahu, abawah itu adalah ibu bapak 1:06:15 yang bukan ibu kandung, bapak kandung. 1:06:17 Karena bisa jadi dia ketika dilahirkan 1:06:19 langsung ibunya meninggal dunia, 1:06:21 bapaknya sudah meninggal dunia. Kan 1:06:23 fawah di situ bukan ibu bapaknya. Iya. 1:06:26 Bisa jadi paman dan bibinya. 1:06:29 Ngapa bibirnya sudah tidak ada? Maka 1:06:31 fawah itu bisa dimaknai lingkungannya. 1:06:35 Lingkungan. 1:06:36 Nah, gitu loh. Oh, maka kemudian para 1:06:38 ahli psikologi juga mengatakan, "Oh, 1:06:41 masyaallah Muhammad itu hebat." Gitulah. 1:06:45 Nah, maka oleh sebab itu sekali lagi 1:06:48 saya mengajak diri saya sendiri dan juga 1:06:51 semuanya mari kita isi kehidupan ini 1:06:54 dengan berbagai kebaikan dan prasangka 1:06:56 baik. 1:06:58 minta kepada Allah ketika kita dibenci 1:07:01 orang lain dan kita tahu si A itu 1:07:04 membenci kita gitu ya. Mintakan e 1:07:08 doakanlah ya Allah jika sikap dia adalah 1:07:12 sikap yang tidak pantas, sikap yang 1:07:15 menyeleweng, ampuni dia ya Allah. Tapi 1:07:18 sebaliknya jika perkataannya itu ee 1:07:22 benar, jadi apa yang dia katakan itu 1:07:24 benar ternyata maka ampuni saya. Jadi 1:07:27 kalau salah diampuni dia, kalau benar 1:07:30 ucapannya diampuni kita. Jadi semuanya 1:07:34 ampunan yang kita mohonkan. Kebaikan 1:07:36 untuk di orang lain, kebaikan untuk 1:07:38 kita. Kalau kita kemudian ee yang 1:07:41 namanya kitab tentu ada persoalan hidup. 1:07:44 Heeh. 1:07:45 Maka ya Allah jangan Engkau tanamkan 1:07:47 kebencian kepada hamba-Mu, kepada umat 1:07:49 Nabi Muhammad. 1:07:52 Jadi kepada umat Nabi Muhammad sedurjana 1:07:54 durajananya umat Nabi Muhammad tetap 1:07:58 agar ditanamkan rasa cinta 1:08:01 gitu loh. Dia memusuhi kita enggak 1:08:03 apa-apa dia memusuhi kita tapi kita 1:08:05 mencintainya. 1:08:07 Ini kan logika yang berat tetapi itulah 1:08:10 keharusannya. 1:08:11 He 1:08:11 Nabi Muhammad itu banyak dimusuhi gitu 1:08:15 loh ya. Banyak dimusuhi terutama. Tapi 1:08:18 Nabi Muhammad berdoa, "Umati, umati, 1:08:22 umatku, umatku." 1:08:25 Padahal masyaallah beliau adalah 1:08:28 disakiti bahkan mau dibunuh. Tapi yang 1:08:31 beliau ingat tetap saja umatku, umati, 1:08:34 umati, umatku, umatku ya Allah umatku. 1:08:38 Nah, itulah kasih sayang Rasulullah 1:08:40 sallallahu alaihi wasallam yang tidak 1:08:42 pernah berkurang terhadap 1:08:45 umatnya. 1:08:46 Heeh. Maka oleh sebab itu, bergembiralah 1:08:48 kita kalau kita bisa menyenangkan hati 1:08:51 Nabi Muhammad. Gitu. Cara menyenangkan 1:08:54 hati Nabi Muhammad pertama banyak 1:08:56 berselawat. Kedua mengaplikasikan 1:08:59 ajarannya. Mencintai umat Nabi Muhammad 1:09:02 juga gitu. Kita mendoakan kepada 1:09:05 muslimin muslimat yang lain. Tapi pada 1:09:07 praktiknya kita ngomongin keburukannya. 1:09:10 Oh, jangan ngikut kajian di situ. Di 1:09:12 situ mah gampang membidahkan [tertawa] 1:09:15 loh. Katanya ini mohonkan ampun kalau 1:09:17 dia. Tapi tetap saja kita benci. Enggak, 1:09:20 enggak boleh begitu. Jadi 1:09:22 sejelek-jeleknya saudara kita yang 1:09:24 berbeda pemahaman dengan kita, tetap 1:09:27 saja kita doakan. 1:09:37 yaimin. 1:09:39 Maka mohonlah kepada Allah agar hati 1:09:41 kita dipenuhi dengan sifat rahmah. 1:09:45 Mohonlah kepada Allah agar hati kita 1:09:48 dijauhkan dari sifat benci kepada umat 1:09:51 Nabi Muhammad. 1:09:54 Maka ketika kita bisa berelaku seperti 1:09:56 itu, maka kita sama dengan menyenangkan 1:09:59 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:10:01 wasallam. Kalau Nabi Muhammad sudah 1:10:04 senang dengan apa yang kita lakukan, 1:10:07 insyaallah 1:10:09 syafaatnya akan diberikan kepada kita. 1:10:12 Gitu ya. Baik, itu saja yang dapat saya 1:10:15 kemukakan. Wasallahu 1:10:18 nabiina Muhammadin walhamdulillahiabbil 1:10:21 alamin. Wasalamualaikum 1:10:24 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:28 wabarakatuh, Ustaz. Jazakumullah khairan 1:10:29 kasiran, Ustaz. Jazakumullah khair. 1:10:31 Alhamdulillah waktunya cukup Ustaz tadi. 1:10:34 Alhamdulillah pas. 1:10:35 Demikian ikhwan awat kajian tausiah sore 1:10:38 bersama Ustaz Ahmad Saleh tentang haram 1:10:41 mendengarkan gibah. Semoga kita 1:10:44 terhindari dari semua gibah dan kita 1:10:48 selalu ingat kepada Allah dan selalu 1:10:51 ingat kepada Rasulullah. Karena 1:10:52 Rasulullah 1:10:53 mengatakan, "Umati, umati, umati." 1:10:56 Masyaallah, 1:10:57 masyaallah. Allahum 1:11:00 Allahumma taqobbal minna min umati 1:11:02 rasulillah sallallahu alaihi wasallam. 1:11:03 Amin. 1:11:03 Amin. Amin. Amin. Allahum amin. 1:11:05 Demikian semoga bermanfaat. Sayaul mohon 1:11:09 undur diri. Subhanakallahumma 1:11:10 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:11:13 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 1:11:15 warahmatullahi wabarakatuh. 1:11:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:18 wabarakatuh.