Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 Bismillahirrahmanirrahim. 0:05 Assalamualaikum warahmatullahi 0:06 wabarakatuh. 0:08 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:10 wa ala alihi sayyidina Muhammad. 0:12 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:13 ini hari Rabu tanggal 17 Dzulhijjah 1457 0:17 Hijriah atau tanggal 3 Juni 2026. 0:21 Kita jumpa lagi dalam acara tamu kita. 0:26 Siapkan pulpen sama kertas nanti akan 0:29 bacakan nomor HP narasumber kita. Anda 0:32 boleh tes Anda termasuk karakter yang 0:34 mana. Ini ada teknologi namanya 0:37 Vocaru. Vocaru adalah solusi mengenali 0:40 diri lebih dalam berbasis suara untuk 0:44 kehidupan yang lebih manfaat. 0:47 Jadi yang Anda bakatnya apa, karakter 0:49 Anda gimana itu bisa dilihat suara dari 0:52 suara. 0:53 Tapi direkam dulu suaranya. 0:56 Jadi bisa kirim ke Rahasia Suara 0:57 kira-kira berapa detik gitu. 1:00 Nanti bisa dilihat Anda ini bakatnya ke 1:02 mana. 1:03 Jadi Vo- Vocaru adalah platform inovatif 1:06 berbasis 1:08 AI yang menganalisis potensi, minat, dan 1:11 bakat Anda melalui suara dikembangkan 1:14 oleh Data Science Center 1:17 Universitas Indonesia. 1:20 Vocaris solusi cerdas menentukan jurusan 1:23 dan karakter sejak SMA. 1:27 Ini harusnya ada tiga narasumber kami 1:28 tadinya merencanakan menghadirkan 1:30 Profesor Alhadi Bustaman 1:34 FM IPA UI, Ketua Data Science Center, 1:38 Guru Besar Matematika Universitas 1:40 Indonesia, tapi beliau berhalangan 1:42 karena ada 1:43 saudaranya meninggal ya Pak ya. 1:45 Iya, 1:46 betul. 1:46 Kemudian 1:47 yang hadir di studio adalah Doktoranda 1:50 Rahmiati 1:51 eh Magister Psikologi, Dosen Psikologi 1:54 Pendidikan 1:55 eh F 1:57 Hamka. 1:59 Kemudian ada Bapak Bahri Devi, S.T., 2:01 founder 2:02 Vocaru, peneliti dan pengembang AI 2:06 keumatan. 2:07 Nanti kami akan membacakan nomor eee, HP 2:10 beliau. 2:11 Assalamualaikum, Pak Bahri. Eee, Ibu 2:14 Rahmi. 2:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:17 wabarakatuh. 2:19 Pak Bahri ini masyaallah, antum anaknya 2:21 tiga perempuan semua, semua hafal Quran 2:23 30 juz, ya? 2:24 Alhamdulillah. 2:25 Masyaallah. 2:25 Masyaallah, itu gimana itu bisa punya 2:28 anak tiga, tiga-tiganya hafal 2:30 30 juz? Gimana itu, Pak Bahri? 2:33 Izin Allah saja, Ustaz. 2:36 Masyaallah. 2:38 Ini dari Padang juga. Kalau Ibu dari 2:40 Payakumbuh, ya? 2:41 Dari Batusangkar. 2:42 Oh, dari Batusangkar. Kalau 2:43 Bukittinggi. 2:44 Bukittinggi. Yang Payakumbuh siapa tadi, 2:46 ya? 2:47 Saya sekolahnya di Payakumbuh. 2:49 di Payakumbuh. 2:51 Sekolahnya di Payakumbuh. 2:53 nih. Apa pokoknya Vocaru? Voice 2:55 character you, gitu? 2:56 Iya, benar, Ustaz. Voice character you. 2:58 Oke, bisa dijelaskan Vocar itu Vocar 3:01 ini. Vocaru. Vocar itu apa, Pak Bahri? 3:04 Iya. 3:05 Vocar itu singkatan sebetulnya, Pak 3:08 Ustaz. Jadi, dari singkatan voice 3:10 character you. Dari suara kita bisa 3:13 kenali diri kita. 3:15 Ehm. 3:15 Jadi, makanya disebut kita sebut dengan 3:16 vo 3:18 car you. Iya, Vocaru. 3:20 Ehm, car itu karakter. 3:21 Karakter. 3:21 Pantes saya tanya dia enggak tahu, ya. 3:23 Eee. 3:24 AI, [tertawa] aku tanya Vocar itu. 3:26 Iya. 3:26 Apa apa apa maksud Anda, voucher apa 3:28 voucher? 3:29 [tertawa] 3:31 Iya iya. 3:31 Belum dikenal di AI itu, rupanya. Kalau 3:34 belum dikenal, berarti itu yang terbaru 3:35 hari ini, Pak Ustaz. 3:36 Oh, berarti ya. Memang penemunya ini 3:38 bertiga, ya? 3:39 Iya, kita eee, saya dari eee, apa? Eee, 3:43 dari computer science-nya. Eee, kemudian 3:45 Ibu Rahmi dari eee, psikolognya. 3:47 Kemudian dari Profesor Al Hadi itu dari 3:49 matematikanya. Karena memang eee, AI itu 3:52 sebetulnya tidak lepas daripada tiga 3:54 komponen. 3:55 Apa saja? 3:56 Ada yang pertamanya ahli yang 3:57 mengimplementasikannya, itu orang 3:59 computer science, 4:01 orang teknik informatika, 4:02 kemudian [berdehem] domain expertis, itu 4:05 kalau hal yang kita bahas hari ini 4:06 objeknya adalah psikolog, berarti kita 4:08 bicara dengan psikolog. 4:09 Hmm. 4:09 Kalau kita bicara tentang kesehatan 4:11 misalnya, berarti kita bicara tentang 4:12 dokter, ah berarti domain expertisnya 4:14 dokter, tetapi yang matematiknya tetap 4:17 ahli matematik seperti Prof. Ali gitu. 4:20 Prof. Ali 4:21 oh gitu. Jadi seperti itu kira-kira 4:22 Ustaz. 4:23 Jadi kalau ada orang ingin tahu 4:24 karakternya melalui suara, apa yang 4:26 dilakukan? Bagaimana cara bekerjanya? 4:29 Kalau di kita hari ini, cukup dengan 4:31 rekam suara melalui voice note WA. 4:34 45 detik saja. 4:35 45 detik 4:36 45 detik saja, ah 4:38 kemudian dalam rekam itu cukup ceritakan 4:40 siapa dia diri dia dengan 4:41 sesantai-santainya, 4:42 Ah, yang penting suaranya. 4:44 Iya, tapi suaranya sendiri, jangan 4:46 gabung dengan suara yang lain. 4:48 Oke, silakan pendengar kalau mau coba, 4:50 silakan kirim ke 08111999720, 4:55 silakan rekam suara Anda 4:56 kira-kira 45 detik, ya ya 5:00 cerita suasana pagi boleh, pokoknya yang 5:01 penting suara Anda. 5:03 Mau kenalan boleh, mau cerita Anda 5:05 tinggal di mana, mau cerita 5:08 apa? 5:08 Hobi. 5:09 Lagu lagunya, nyanyi lagunya boleh, 5:11 boleh nyanyi enggak? 5:12 Ah, nyanyi enggak boleh. 5:13 Oh, enggak boleh, oh mesti ngomong ya. 5:15 Jadi jadi mesti ngomong, karena kita 5:16 ingin mengenali dirinya, kalau nyanyi 5:18 itu kan insidentil ad hoc ya. 5:19 Oh. 5:20 Bukan diri mencerminkan dirinya bukan. 5:22 Oh, oke. 5:23 cerita seperti kita seperti hari ini, 5:26 gitu ya, tapi cerita diri sendiri gitu 5:27 ya, nah nanti dari cukup 45 detik. 5:30 Iya. 5:30 Tidak habis tuh segelas kopi Pak Ustaz. 5:32 Masya Allah, oke, sekarang 5:36 ke Ibu Rahmi, 5:37 beliau ini seorang psikolog, ke Ibu 5:39 Rahmi apa perbedaan me 5:42 me me 5:43 me me melihat karakter dari suara dengan 5:46 kalau misalnya kita datang ke psikolog 5:49 lalu disuruh gambar, diberi 5:51 pertanyaan-pertanyaan yang 5:52 berulang-ulang gitu. 5:54 Diberi pilihan lalu ada suruh gambar, 5:56 apa bedanya? 5:58 Iya. 5:58 Dengan Vocal Character dengan 6:01 Voice Character atau Vocal Character, 6:04 apa bedanya? 6:05 Character, betul Pak. Selama ini kita 6:08 sering untuk mengenali kemampuan 6:10 seseorang itu melakukan tes menggunakan 6:15 pulpen dan kertas, kadang berbagai 6:18 pertanyaan 6:19 yang kita lakukan. Nah, [berdehem] kalau 6:22 kita lihat dari segi waktu, 6:25 masing-masing aspek yang mau kita uji 6:28 misalnya kepribadiannya, bakatnya, 6:30 minatnya, itu butuh waktu tersendiri. 6:33 Paling tidak 2 jam. 6:35 Kita mendatangi alamat itu ya. 6:36 Dan juga untuk 6:39 bisa tes itu 6:41 ya, kadang orang tidak mudah juga 6:43 mencari di mana adanya gitu, akhirnya ya 6:46 enggak pernah melakukan gitu. Kemudian 6:49 setiap orang dites 6:53 pasti ada groginya. 6:54 Hmm. 6:55 Maka enggak keluar sendiri 6:56 Yang akan dites itu ya. 6:58 dan apalagi sekarang banyak juga tes-tes 7:01 yang dia perlu latihan-latihan saja dulu 7:04 gitu. Nah, 7:06 jadi semakin banyak dia bisa menghafal 7:08 kunci jawabannya ya akan semakin lebih 7:11 bagus hasilnya, tapi itu kan belum tentu 7:13 juga menggambarkan dirinya sendiri. 7:16 Kemudian kalau kita hitung dari harga, 7:20 karena banyak item yang harus dites 7:24 tentu harganya lebih mahal ya Pak ya. 7:26 Karena satu item A satu, item B satu, 7:29 item C satu. 7:31 Kemudian [mendengus] 7:32 orang 7:34 yang ikut tes itu hasil tesnya juga 7:37 kadang terpengaruh oleh situasi lagi tes 7:41 itu. 7:41 Hmm. 7:42 misalnya 7:43 macet mau mau ke 7:44 Iya. tempat tes macet 7:46 misalnya nih kalau masih kecil dia saya 7:50 tidak um 7:52 bersahabat wajah saya dengan dia sebagai 7:54 pengetesnya [tertawa] 7:56 deg-degan duluan ya pak ya 7:58 atau kadang tidak iya 8:00 nah kalau ini dengan Vocaru 8:04 alhamdulillah 8:06 dia tidak perlu merasa dites karena dia 8:09 cukup bercerita saja misalnya cerita wah 8:12 saya sekarang bersama pak Krisna bajunya 8:15 putih topinya hitam 8:17 terus kita berada di Radio Rasika ya 8:20 paling waktunya cuman 40 8:22 detik 8:23 detik dan itu apapun boleh diucapkan 8:27 tidak harus 8:28 suara 8:28 iya yang penting suara dan tidak 8:30 bergabung dengan orang lain dan dalam 2 8:33 sampai 5 menit hasil keluar 8:36 dan dari [mendengus] hasilnya dia sudah 8:38 tahu siapa dia bagaimana sifatnya 8:42 kemampuannya kalau kayak anak sekolah 8:44 bagaimana IQ-nya EQ-nya 8:47 gaya belajarnya cara berkomunikasinya 8:50 dan sebagainya tapi Vocaru memang tidak 8:53 terlalu menonjolkan kekurangannya apa 8:57 tapi kita akan menyampaikan dalam bentuk 8:59 saran 9:01 misalnya 9:02 dia 9:04 kurang 9:05 apa ya kalau dengan ketemu orang itu 9:09 kurang 9:10 PD 9:10 kurang PD kurang apa maka nanti kita 9:13 sarankan mulai bagaimana menegur orang 9:16 bertemu orang dengan senyum gitu ya jadi 9:19 tidak 9:20 diam saja terus dengan sapaan yang ini 9:24 kita cuman saran yang kita berikan 9:26 sehingga dia tidak kita kupas betul yang 9:29 negatifnya karena hampir semua orang 9:31 susah kalau dikasih tahu ini gitu ya 9:34 yang tidak menyenangkan dia Terus kita 9:38 akan kasih tahu kelebihannya apa. 9:40 Ehm. 9:41 Ya, di sini ini bisa dia manfaatkan. 9:44 Sehingga dengan waktu yang pendek, 9:47 hasilnya yang banyak, 9:50 bisa bakat, minat, kepribadian, 9:53 gaya belajar dan sebagainya, itu bisa 9:56 digunakan untuk pedoman bagi setiap 9:59 orang bagaimana dia mengembangkan diri. 10:02 Pun juga kalau Bapak sebagai gurunya, 10:05 Bapak tahu bagaimana mengarahkan murid. 10:08 Ehm. 10:08 Kalau jadi orang tua, 10:11 biar bisa bagaimana berkomunikasi dengan 10:15 anaknya, biar paham sehingga tidak 10:18 anak bukan lagi titipan 10:22 cita-cita orang tua yang tak kesampaian. 10:25 Nah, misalnya saya dulu cita-cita jadi 10:28 dokter, ya sudah ekonomi enggak 10:29 memungkinkan, akhirnya sekarang ekonomi 10:32 sudah bagus, ya sudah anak saya saya 10:33 paksa untuk jadi dokter. 10:35 Itu kan banyak itu, Pak. Iya. 10:37 Nah, itu akhirnya ya 10:41 anak tidak berkembang sesuai dengan 10:44 potensi karakternya. Dan saat ini 10:48 dalam perkembangan kehidupan ke depan, 10:52 kalau dulu betul kita yakin orang kalau 10:56 IQ-nya tinggi pasti sukses. 10:58 Ehm. 10:58 Ya. Tapi setelah dilakukan berkali-kali 11:02 penelitian, 11:04 ternyata bukan 11:05 Pak. 11:05 Bukan IQ. 11:06 Itu cuman pembuka jalan di awal. Mungkin 11:10 SD, SMP masih terpakai ya, Pak. 11:12 Ke depan, 11:14 yang diperlukan karakternya. 11:16 Bagaimana dia bisa 11:18 ramah dengan orang, bagaimana dia gigih. 11:24 Ya, kalau kita amati orang-orang yang 11:26 sukses itu kan bukan yang pintar saja, 11:28 tapi gigih. 11:31 Jatuh bangun, jatuh bangun, ya itu kan 11:34 karakter, tidak cepat putus asa. 11:36 Enggak. 11:37 Nah, [berdehem] sukses-sukses juga ya. 11:38 He em. Nah, jadi maka eh kita ke depan 11:42 ya karakter ini yang yang akan kita beri 11:49 apa ya informasi kepada dia. Jadi, dia 11:51 mengenali dirinya sebagai langkah awal 11:54 untuk pengembangan. 11:55 Oke. 11:56 Ya. 11:57 Baik, eh 11:59 pendengar radio, silaturahim kami masih 12:01 membicarakan soal Vokaru, yaitu 12:05 eh platform dari ino yang inovatif ya, 12:08 berbasis eh AI yang menganalisis 12:10 potensi, minat, dan bakat Anda melalui 12:14 suara, dikembangkan oleh Data Science 12:17 Center 12:18 Universitas Indonesia. 12:20 Di sini ada Bapak Bahri Devi, founder 12:23 dari Vokaru. Vokaru tuh singkatan dari 12:25 voice character you. 12:28 Kemudian di sini ada juga Doktoranda 12:30 Rahmiati, 12:32 dosen psikologi pendidikan di UHAMKA. 12:35 Ini sudah ada yang masuk nih, kasih 12:37 suara nih. 12:38 Entar ya, siapa namanya nih? Terus terus 12:40 terus. 12:40 Laptopnya laptopnya nyalain dulu. 12:42 Enggak apa-apa, langsung aja. Ini dia 12:44 lebih private di sana. 12:46 Ini siapa nih suaranya apa nih? 12:48 Suaranya terdengar. 12:49 Terdengar ya? 12:50 Heeh. 12:53 Bisa langsung ke sana. 12:53 Enggak enggak suara kalau enggak keluar 12:55 suaranya. 12:55 Siap, Bang Krisna dan semua yang 12:59 sekarang hadir di antaranya tamu hari 13:02 ini. Saya nyimak Jannah Arifin dari 13:05 Sukabumi. 13:06 Oh, dia dengar. 13:07 Jannah Arifin. 13:07 Gimana tuh? 13:08 Coba dikirim ya, Ustaz, suaranya. 13:09 Berapa menit? 13:11 nomor itu? 13:12 Oke, Jannah Arifin, 13:14 tolong dikirim, dicatat nomor teleponnya 13:16 ya, 0877. 13:18 langsung saja. 13:19 Hah? 13:20 Langsung ke sini saja. 13:21 Oh, tunggu ke ke nomor berapa? Dibacakan 13:24 saja. 13:24 Ya, langsung saja. 13:26 0817 13:30 708 13:33 73 13:35 794 13:37 Oke, silakan kirim suara Anda. 13:39 Nama dan usia. 13:40 Nama dan usia ya, juga di dicantumkan 13:43 juga disebutkan juga. 0817 13:47 708 13:50 73 13:51 794 13:55 0817 kemudian 708 13:59 73 794. 14:02 Jadi 14:03 kirim suaranya ke nomor tadi, 14:05 nanti akan [berdehem] 14:07 dilihat Anda karakternya seperti apa. 14:10 Oke, silakan sambil nunggu saya mau 14:12 nanya-nanya lagi ke Pak Bahri Devi nih 14:16 sebagai penemu ya, peneliti dan 14:18 pengembang AI keumatan. 14:21 Ini bagaimana ceritanya bisa menemukan 14:22 metode ini? 14:24 Oh. 14:25 Ceritanya itu. 14:27 Oh. 14:28 Vocaru, vo-vocaru, voice 14:30 Voice karakter 14:31 karakter you 14:33 Ya, voice karakter you. 14:35 Eh 14:36 ini sebetulnya agak unik juga eh Pak 14:39 Ustaz. Jadi 14:40 Saya bukan Ustaz. 14:42 Pak Kresna 14:43 [tertawa] 14:44 Pak Haji, ya. 14:47 Ya, baik-baik Pak. 14:48 [berdehem] 14:49 Jadi di ada di suatu eh apa di bulan 14:52 Ramadan 14:53 eh 14:54 ada biasanya imam itu hadir hanya dengan 14:57 dengan dengan apa dia sendiri ya eh 14:59 memberi ceramah gitu ya. Kemudian 15:01 biasanya ceramah itu kan satu paket ya 15:03 Pak Ustaz dengan imam gitu ya. Nah, 15:05 tetapi saat itu 15:07 eh ternyata yang ceramah beda dengan 15:11 yang jadi imam. 15:12 Tapi suaranya nih mirip-mirip 15:14 mirip-mirip gitu. Nah, setelah akhir 15:18 salat tarawih itu kemudian mereka 15:19 kenalkan ini anak saya 15:22 katanya seperti itu oleh Ustaz yang ee 15:25 yang biasa ngisi itu gitu ya. 15:27 Nah, dari situ saya timbul, oh 15:29 ada ya kemiripan antara suara Bapak 15:32 dengan anak. 15:34 Kemudian, oh ada ya bisa dikenali ya. 15:37 Saya sebetulnya tadi enggak tahu nih 15:38 anaknya. 15:39 He eh. 15:39 Gitu si Bapak ini. Tetapi saya kok 15:41 mendengar suaranya ini mirip Bapak Ustaz 15:44 ini. 15:44 He eh. 15:44 Tetapi dikatakan mirip enggak 100% 15:47 He em. 15:47 gitu kan. Mungkin hanya sekitar 10 atau 15:49 20% lah gitu. 15:50 Nah, dari situ 15:52 akhirnya saya penasaran ee Pak Ustaz 15:54 saya 15:55 ee biasa orang yang ngulik-ngulik gitu 15:57 ya Ustaz ya. 15:58 He em. 15:58 Gitu kan sesuatu itu ingin saja 16:00 diketahui secara ilmiahnya bagaimana 16:01 gitu kan ya. Kita cari jurnal, kita cari 16:04 apa segala macam. Betul enggak sih suara 16:06 orang ini membedakan orang dengan orang 16:07 lain gitu. Secara apa secara biasa hari 16:11 ini kan iya suara Pak Ustaz Krisna saya 16:13 enggak bisa tiru. 16:14 He em. 16:14 Iya kan pendengaran kita memang bisa 16:16 langsung membedakannya. 16:17 Iya betul, tetapi secara objektifnya, 16:20 secara kuantitatifnya gimana? Kan saya 16:22 perlu uji gitu Pak Ustaz. 16:23 He 16:24 Iya kan. Akhirnya 16:26 saya coba mencari suara orang 16:28 di YouTube, kemudian saya kumpulkan 16:30 suaranya mulai dari dia usia 6 tahun 16:33 sampai 35 tahun. Ada puluhan suara. 16:37 Tidak hanya satu orang. 16:38 Gitu. Kemudian 16:40 ada sekitar 25 orang sampel yang saya 16:41 ambil. 16:42 Dari suara itu, dari suara si A misalnya 16:45 ternyata suara si A itu walaupun dia 16:47 dari kecil kemudian sudah baligh, 16:50 kemudian sudah bermacam-macam kegiatan 16:51 dia lakukan sampai usia 35 tahun gitu 16:53 misalnya kan. 16:54 Dari 6.600 warna suara yang bisa kita 16:58 identifikasi itu 16:59 33 di antaranya tuh statis, tidak 17:02 berubah. 17:02 He em. 17:03 Nah, ternyata yang tidak berubah inilah 17:05 yang menyatakan bahwasanya 17:06 Yang betul-betul karakternya. 17:07 Yang betul-betul karakternya itu yang 17:09 mencirikan 17:10 Dia. 17:11 Dia sendiri gitu ya yang sehingga 17:13 disebut dengan bio voice-nya dia. 17:15 He em. 17:16 Kembar itu bisa lain ya? 17:17 Kembar bisa 17:18 ada 33 dia beda suaranya beda. Gitu kan 17:22 suaranya beda, makanya ini agak menarik 17:23 juga nanti ini Pak Ustadz kalau orang 17:25 ada tes DNA nanti untuk mencari 17:27 keturunannya. 17:28 Kita sebetulnya bisa [tertawa] lihat 17:30 dari voice juga nanti. 17:30 Kalau orang yang pandai ber 17:33 apa namanya impersonate gimana? Dia 17:34 orang pandai meniru-nirukan suara. 17:37 Iya. 17:38 Kayak siapa namanya yang suka di TV? 17:41 Nah gitu misalnya contohnya ya. 17:44 Yang Gilang. Gilang Galang Gilang Gilang 17:47 nah dia kan pintar meniru-nirukan suara 17:49 presiden, suara si penyanyi lain. Itu 17:51 gimana tuh? 17:52 Iya 17:53 sebetulnya kan 17:54 di sini lagi-lagi kejujuran ya yang kita 17:56 identifikasi adalah diri kita sendiri 17:58 gitu ya. 17:58 Harus pakai suara aslinya dia. 18:00 Harus suara asli kita sebetulnya gitu 18:01 kan ya karena bagaimanapun teknologi 18:03 juga ada batasnya gitu kan tidak 18:05 sempurna juga gitu kan ya. Nah tetapi 18:08 walaupun demikian kami sudah menguji 18:10 juga secara matematik. Jadi kalau secara 18:12 matematik itu ada min, ada median 18:14 namanya. Jadi dalam hal ini kita ngambil 18:16 median tuh gitu kan artinya kalau suara 18:18 pun dia rubah-rubah makanya kita ambil 18:20 45 detik. 18:21 45 detik itu dia akan sulit tuh untuk 18:24 merekayasa suaranya. 18:25 [tertawa] 18:26 Nah dari situ nanti itu akan dapat ciri 18:29 suaranya dia yang sebenarnya itu 18:30 bagaimana gitu. Nah itu yang menjadikan 18:32 inilah karakternya dia. Nah dari situ 18:35 nanti kita ketahuan berapa tinggi sih 18:37 frekuensi suaranya untuk jitternya 18:38 misalnya untuk shimmernya kalau di 18:39 fitur-fitur suara gitu ya Pak Ustadz. 18:41 Nah itulah yang kita jadikan 18:43 menginterpretasikan ke ini. 18:44 Sudah ada belum yang masuk? 18:46 Silakan kirim ke suaranya ke 0817. 18:51 Kemudian 708. 18:54 Ini banyak sekali yang masuk Pak Ustadz 18:56 cuman 18:57 kita agak terbatas juga ya kita mungkin 18:59 Satu saja dulu deh. 19:00 Satu saja kita ambil ya Ustadz ya nah. 19:03 Siapa namanya ada sebut sebut nama usia 19:05 usia ya. 19:08 Oke. 19:09 Saja dulu. 19:11 Proses. 19:12 0817. 19:15 708 19:16 73794. 19:19 0817 19:21 70873 19:24 79 19:26 4. 19:28 Vocaru 19:30 solusi mengenali diri lebih dalam 19:34 berbasis 19:36 suara untuk kehidupan yang 19:39 lebih 19:41 manfaat. 19:43 Oke, sekarang sedang diolah. Oke. 19:48 Kalau Ibu Rahmi sudah mencoba kepada 19:50 siapa? 19:51 Kepada anak-anak? 19:53 Eee 19:55 dari awal-awal kami cobanya ke anak-anak 19:57 Heeh. 19:58 dulu dengan ini. Tapi waktu itu kan 20:01 masih dalam tahap proses-proses. 20:03 Terus kita juga eee waktu liburan 20:07 semester 20:08 tahun kemarin 20:10 itu eee kami roadshow, Pak, di kabupaten 20:16 eee di Sumatera Barat. 20:18 Heeh. 20:18 Kami mengujicobakannya mulai dari 20:20 gubernur eee wakil eee 20:23 bupati, walikota 20:26 di di Tanah Datar, di Bukittinggi, di 20:29 apa kita sudah coba. Iya. 20:32 Eee alhamdulillah ya dari mereka ya 20:38 hasilnya kok saya banget gitu. 20:40 Oh, gitu ya. 20:42 Heeh. 20:43 Kok saya banget. Baru di waktu roadshow 20:46 itu kami 20:48 eee dapat informasi ternyata 20:51 ada salah satu wakil bupati di Tanah 20:53 Datar itu yang kuliahnya awalnya di ITB. 20:57 Heeh. 20:58 Tapi dia enggak tahu eee kondisi 21:00 badannya. 21:01 Heeh. 21:02 Akhirnya ada satu mata kuliah yang dia 21:04 enggak bakal bisa lulus. 21:06 Oh. 21:06 Sampai 5 tahun dia di situ ya enggak 21:08 jadi lulus. Akhirnya pindah, maka dia 21:11 baru bisa menyelesaikan S1-nya setelah 7 21:14 tahun. 21:15 Mmm, oke. 21:16 pindah jurusan. Nah, itu yang banyak 21:19 kalau orang tidak mengenali dirinya 21:22 cerdas mungkin cerdas dia, tapi kan 21:25 masing-masing kita Allah berikan 21:27 kelebihan dan kekurangan. Nah, andaikan 21:30 kita mengenali di mana kelebihan kita 21:32 dan kita pacu di situ, tidak kita akan 21:35 dibentur terus dengan 21:36 kekurangan-kekurangan kita. 21:39 Saya yakin 21:40 semua orang itu sudah dibekali 21:43 Oke. 21:44 dengan baik oleh Sang Pencipta. 21:46 Sudah? 21:47 Ini? 21:47 Sudah sedang diproses, Ustaz. 21:49 Sudah sedang diproses ya? 21:50 Karena ini agak banyak yang masuk tadi 21:52 itu. 21:52 Ngetes satu saja dulu. 21:54 Ini sedang di 21:55 Bentar, nanti dia 21:56 [tertawa] 21:58 Yang banyak yang masuk ya ke 0817 22:02 708737 22:05 94. Ya, kami sedang berbincang-bincang 22:07 tentang teknologi Vokaru yang 22:10 singkatannya adalah Voice Character You 22:13 adalah 22:14 flat form inovatif berbasis AI yang 22:19 menganalisis potensi, minat, dan bakat 22:22 Anda melalui suara dikembangkan oleh 22:25 Data Science Center Universitas 22:29 Indonesia. 22:31 Vokaru solusi cerdas menentukan jurusan 22:33 dan karakter sejak SMA. 22:38 Sudah? 22:41 Bisa dibacakan belum? 22:43 Eh, belum. Eh, mungkin masih proses ini, 22:45 Ustaz. 22:46 Masih proses ya? 22:47 Masih proses gitu. 22:47 Oke. 22:48 Memang karena banyak yang masuk. Jadi, 22:51 eh, rata-rata setiap satu suara itu 22:53 diperlukan 2 menit. 22:54 Gitu kan. 22:55 Jadi 22:56 Ini enggak bahasa boleh apa saja kan? 22:57 Bahasa boleh apa saja. 22:58 Boleh bahasa Inggris, bahasa Sunda, 23:00 bahasa Tegal, bahasa apa boleh ya? 23:02 Karena yang dilihat itu yang dilihat 23:04 Karena yang dilihat itu akustiknya ya, 23:05 suaranya itu. Jadi bukan bukan apa yang 23:08 dia bicarakan. 23:09 Oke. 23:10 Tapi eh pergerakan dari eh alat eh 23:13 komunikasinya itu. 23:14 Gelombang suaranya. 23:16 Itu the the jadi memakan waktu berapa 23:18 menit semua nih? 23:19 Kalau di ta apa 4 5 menit sampai 23:22 hasilnya itu kalau per orang itu itu 23:25 rata-rata di 3 menit selesai. 23:26 3 menit. 23:27 Nah, 3 menit selesai gitu ya. 23:29 Perbedaan yang seperti yang tadi Bu 23:31 Rahmi bilang kalau kita tes psikologi 23:33 kan mesti datang ke alamat. Terus 23:35 kadang-kadang 23:36 ketika tes itu keadaan kita sedang 23:38 sakit, sedang enggak ceria itu juga 23:40 berpengaruh terhadap objektivitas ya. 23:43 Jadi kurang presisi ya hasilnya. 23:45 Kalau ini insya Allah presisi ya Ustaz 23:47 ya. 23:47 Insya Allah presisi. 23:48 Eh. 23:49 Insya Allah presisi. Karena yang eh 23:51 diambil itu walaupun dia mainkan 23:53 suaranya segala macam itu, tetapi yang 23:56 pergerakan dari eh alat komunikasinya 23:59 itu tidak akan pernah bisa direkayasa. 24:01 Eh. 24:01 Gitu kan. Seperti misalnya lidah kita 24:03 itu bergeraknya itu pasti alaminya kiri 24:06 kanan gitu kan ya. Kemudian eh suara 24:09 kita itu besar atau tidaknya itu memang 24:10 dipengaruhi juga oleh dinding-dinding eh 24:13 apa pipi kita ini gitu ya. 24:14 Oke. Dengan dia berbisik, berteriak, 24:16 dengan tenang beda enggak tuh hasilnya? 24:18 Eh yang yang akan membedakan dia nanti 24:22 adalah seberapa tinggi frekuensi yang 24:23 bisa ditangkap oleh eh device kita ini. 24:26 Makanya eh device kita ini kan eh sudah 24:29 standar ya. Kemudian kita menterjemahkan 24:31 bahasa apa bahasanya dia itu ke bahasa 24:35 yang kita frekuensi itu, itu juga kita 24:36 menggunakan standar dunia eh apa eh Pak 24:39 Haji gitu kan. Nah, sehingga suara yang 24:42 berbisik kalau dia ada suaranya, itu 24:45 ketangkap sebetulnya tetapi dia akan 24:46 menjadi low. 24:47 Oke. 24:48 Gitu ya. 24:49 Eh tapi di kalau di istilahnya kita di 24:51 komputer itu overfitting dia gitu kan 24:53 atau low fitting [tertawa] gitu kan gitu 24:54 ya. 24:55 Nah, kan sekarang seharusnya ada 24:56 Profesor Al-Hadi Bustaman, ya? 24:58 Iya, Bustaman. 24:59 Beliau kan guru besar matematika 25:01 Universitas Indonesia. Nah, kalau beliau 25:03 hadir kira-kira apa yang akan tinjauan 25:05 dia apa? 25:06 Eh, tinjauan dari sisi matematis, eh, 25:08 bagaimana bisa membuktikan ini secara 25:11 matematik. 25:12 Oh, begitu. 25:13 Iya, karena, eh, kita untuk mendapatkan 25:16 seperti ini kita membutuhkan ribuan 25:18 suara. 25:19 Untuk jadi mesin learning atau, eh, ini 25:22 sebetulnya di ranahnya Prof. Hadi itu 25:24 bisa menjelaskan gitu kan, ya. Jadi, 25:26 suara kita ini kita kumpulkan sebanyak 25:28 1.000 atau 2.000 suara. Nah, 2.000 suara 25:31 itu nanti mesin kita akan ajari hanya 25:34 satu saja. Kalau yang begini ini loh 25:36 tipe suaranya, kalau ini yang begini loh 25:37 tipe suaranya gitu. Nah, kemudian nanti 25:39 mesin akan mengkaji dari yang begini 25:42 6.600 suara tadi itu mana sih yang 25:45 paling mempengaruhi si A ini. 25:47 Ehm. 25:47 Gitu kan, sehingga timbul istilahnya 25:49 black box nanti kalau di AI itu. 25:51 gitu. 25:52 Ngomong-ngomong sudah ada di copyright 25:55 belum ini, hak cipta apa segala rupa 25:57 apa? 25:58 Alhamdulillah, hak ciptanya sudah di 26:00 copyright. 26:01 Sudah, copyright-nya sudah, ya? Sudah. 26:03 Patennya juga sudah, ya? 26:04 Sudah. 26:04 Masya Allah. Oke, sudah bisa dilihat 26:07 belum hasilnya? 26:09 Ini 26:12 belum ada kiriman ini, Pak Ustaz. 26:14 Yang tadi, yang tadi. 26:15 Di di apa, di server kita di ini, di 26:18 Oh. 26:19 Heeh, di UI. 26:20 [tertawa] 26:22 Belum datang ke sini, ya? 26:23 Jadi, suaranya nanti dikirim langsung ke 26:25 server di UI. 26:27 Ehm. 26:27 Di SC nanti, dia sedang proses. 26:29 Sip, oke, siap itu. 26:30 Kuntur. 26:31 Kuntur. 26:32 Oke, oke. 26:36 Ini untuk usia berapa sampai berapa? 26:40 Eh, kalau untuk usia yang sekarang 26:42 produk Vocaroo itu dibagi dua, yang 26:45 untuk usia umum. Jadi, kalau umum 26:47 tujuannya umum bebas usianya dari berapa 26:49 saja, tetapi minimal itu dari usia 15 26:52 Sampai ke eh 26:53 Kalau dari TK, SD enggak bisa? 26:55 Eh kebutuhan fasetnya, faset ya Bu Acha 26:58 ya. 26:58 Fasetnya sedang kita proses, Pak. 27:01 Oh, gitu. 27:02 Iya. 27:02 Bisanya SMP mungkin bisa ya? 27:04 Ah eh SMP karena eh bisa itu sebetulnya 27:07 kita lakukan karena yang penting kan 27:08 kita dia bersuara. 27:09 Ehm. 27:10 Ah gitu kan. Ah cuman memang 27:11 kebutuhannya itu fasetnya itu apa saja 27:13 yang dibutuhkan oleh seorang anak SMP 27:15 gitu. Nah itu yang sedang dikaji secara 27:17 eh riset gitu. 27:19 Kalau usia 50, 60 tahun bikin ini 27:21 manfaatnya apa? Kan dia sudah selesai 27:24 sudah 27:24 [berdehem] 27:25 ada di jurusannya gitu. 27:26 [tertawa] 27:27 Kalau sudah lansia ya, Pak ya. 27:29 Mendekati. Iya. 27:31 Manfaatnya apa? 27:32 Bapak kita ya mungkin Bapak dan saya 27:35 hampir sama lah ya. 27:36 Ehm. 27:37 Kalau Bapak pensiun enggak ada kerja 27:40 kita banyak dengar orang sebentar 27:42 pensiun sudah sakit ya, Pak. 27:43 Ehm. 27:44 Kenapa? Karena aktivitas sehari-harinya 27:47 biasanya sibuk. 27:49 Ehm. 27:50 Pagi menyiapkan diri terus berangkat. 27:52 Iya. 27:53 Terus begitu pensiun 27:55 di rumah saja. 27:56 Maka yang banyak tuh sering laki-laki 27:59 yang kita sebut dengan post power 28:01 syndrome. 28:02 Ehm. 28:02 Ya. Jadi dia bingung mau ngapain lagi. 28:05 Nah apa gunanya ada Pokaru? Sebelum itu 28:09 dia mengenali dirinya. Dia paham ke arah 28:12 mana. 28:13 Misalnya kayak saya nih, saya lebih ke 28:15 orang sosial. 28:17 Maka saya dari sekarang sudah mulai 28:19 menyiapkan diri saya. 28:20 Ehm. 28:21 Di kampus sebentar lagi pensiun. 28:23 Ehm. 28:23 Maka saya harus bentuk 28:25 cari lingkungan mana 28:27 yang memungkinkan saya ada di situ. 28:30 Misal masuk ke sekolah lansia kita. 28:33 Nanti akan ketemu teman-teman itu. 28:36 Kita lebih ke agama misalnya ikut kita 28:39 tahsin 28:40 Oke. 28:40 bikin jadi apa atau kalau di rumah 28:43 ngapain? Kita suka tanaman. Jadi 28:46 sebelumnya kita sudah ada persiapan. 28:50 Kalau suka tanaman bukan otomatis 28:51 [berdehem] tanpa ini kan dia pasti akan 28:53 kalau memang dia hobi tanaman kan tanpa 28:56 ini pun dia sudah otomatis ke sana. 28:58 Ya kan selama ini dia sudah sibuk, Pak. 29:00 Enggak sempat kan, Pak. Pagi jam 29:03 ya kalau di Jakarta dia kerja misalnya 29:05 ya. Pagi sudah berangkat kerja. 29:09 Terus pulang sudah sore enggak sempat. 29:11 Jadi, dia sudah lupa dengan 29:13 sudah sekian tahun sudah lupa dengan apa 29:16 dia itu gitu. 29:17 Oke, Pak Baris sudah ada yang masuk? 29:19 Sudah ada yang masuknya sudah. 29:20 maaf Ibu kita potong, Bu. 29:21 Ah, iya. 29:21 Iya. 29:22 Sudah ada yang masuk ini yang di kita 29:24 berhasil proses itu Ibu Titi Indrawati 29:27 ini. 29:27 Tut, Ibu Titi Indrawati. 29:30 Ehm. 29:30 Iya. 29:31 Suaranya bisa dikeluarin dulu apa 29:32 gimana? 29:33 Eee lah sudah langsung hasil. 29:35 Sudah hasil, oh. 29:35 Sudah langsung hasil ya. 29:36 Heeh. 29:37 Heeh. 29:38 Hasilnya seperti apa? 29:39 Hasilnya Ibu Titi ini dari analisa kita 29:42 kalau dilihat dari sifat eee dasarnya 29:46 itu 29:47 eee Ibu suka extraversion sebetulnya 29:49 orangnya, sosial 29:50 Sosial. 29:51 energic 29:51 Energetic. 29:52 suka berinteraksi dengan orang lain. 29:54 Ehm. 29:55 Mungkin [berdehem] bisa dikomen 29:56 langsung. 29:57 [tertawa] 29:58 Nah, kalau berperilaku ber apa dalam 30:01 kelompok 30:02 ini eee Ibu Titi ini lebih kepada 30:05 orangnya visioner nih, tegas 30:07 ambisius berani mengambil resiko, 30:09 berorientasi pada hasil, result oriented 30:12 ini kelihatannya seperti itu. Kemudian 30:14 kalau lihat gaya berpikir Ibu ini lebih 30:17 cenderung kepada orangnya emosional, 30:19 ekspresif, empatik menghargai hubungan 30:22 sosial. 30:23 Terus kalau kemampuan eee untuk cara 30:25 berpikirnya Ibu ini kemampuan 30:27 berpikirnya analitis dalam memecahkan 30:29 masalah. 30:30 Nah, itu. Itu kalau dilihat dari empat 30:32 utamanya saja, Pak eee eee 30:35 Pak Haji. 30:36 Tapi kalau kita lihat lagi nanti 30:38 misalnya bagaimana ketertarikan apa 30:40 ketertarikan pada ide-ide abstrak oleh 30:43 Ibu ini misalnya kan, ide intelektual 30:45 dan konsep misalnya gitu kan. Ini Ibu ee 30:49 Ibu Titi ini tinggi-tinggi. Yang 30:51 bersangkutan sangat tertarik pada 30:52 ide-ide abstrak. 30:54 Intelektual abstrak itu memang apa 30:55 misalnya? 30:56 Ide-ide ee yang 30:58 yang sulit barangkali orang lain 31:00 menterjemahkannya gitu ya. Tetapi ee 31:04 dia 31:05 dengan mudahnya 31:07 mungkin 31:08 seperti bahasa matematik barangkali ya 31:09 Pak Ustaz. Gitu ya. 31:10 Senang trial and error. 31:11 Iya, senang trial and error gitu kan ya. 31:13 Ee yang kalau kasat mata bisa 31:16 memindahkan misalnya kunci ke sebelah 31:18 kiri, ke sebelah kanan itu kan kasat 31:19 mata. Tetapi kalau ide abstrak misalnya 31:22 bagaimana ya kalau seandainya saya bikin 31:24 sesuatu menghasilkan sesuatu seperti ini 31:27 gitu ya. Mungkin imagine ya, ah itu kan 31:29 abstrak ide-ide itu. Itu lebih suka 31:31 kelihatannya seperti itu gitu. Eee 31:35 kayaknya renungannya lebih-lebih tinggi 31:37 juga nih. 31:38 Nah, kalau bisa Bu Titinya telepon 31:40 konfirmasi betul enggak seperti itu ya. 31:41 Iya, iya. 31:43 Bu Titi bisa telepon enggak ke 31:45 ke Rasil. 31:46 Ke Rasil ke 021 8451512 31:49 atau ke 0811199720. 31:52 Iya. 31:53 Untuk konfirmasi betul enggak seperti 31:55 yang dikatakan Pak Bahari [tertawa] itu. 31:59 Ini ada 40 lagi ciri-cirinya Ibu ini 32:02 yang bisa apa kita sampaikan. 32:03 Apa misalnya lagi? 32:04 Termasuk bagaimana nih cara kita 32:06 komunikasi kalau saya ketemu dengan Ibu 32:08 Titi dan saya ingin berkomunikasi dengan 32:10 Ibu saya mungkin ee misalnya cara mem 32:14 apa memberi ekspresi apresiasi ya ee 32:16 Ustaz. Nah, di situ saya akan berikan 32:19 penghargaan spesifik dan personal. 32:21 Ehm. 32:21 Jadi kalau saya ketemu Ibu saya beri 32:23 apresiasi, wah Ibu memang eee apa eee 32:27 pengetahuannya tentang eee apa 32:30 masak-memasak ini 32:31 Ehm. 32:31 ya membuat ini spesifik ya, membuat ini 32:34 ini memang sangat luar biasa dan hanya 32:36 Ibu yang 32:37 yang punya Ibu sendiri yang bisa ini 32:39 gitu ya. Jadi personal betul kita 32:41 melayaninya [berdehem] gitu kan. Nah itu 32:42 salah satunya gitu ya. 32:43 Terus? 32:44 Jadi kalau kita sampaikan secara umum 32:45 gitu ya, Ibu ini kurang tertarik 32:46 kelihatannya. Walaupun dia berhasil gitu 32:48 tapi kita ungkapkan secara umum. 32:50 He eh. 32:51 Yang bagus itu Ibu ini gitu misalnya. 32:53 Nah itu kurang tertarik. Tetapi kalau 32:54 langsung kita sampaikan Ibu, Ibu memang 32:57 luar biasa. Ibu memang ee apa kreasinya 33:00 ini tidak ada orang lain hanya kecuali 33:02 Ibu nih. Memang Ibu hebat gitu misalnya. 33:04 Dalam hal masak apa dalam 33:05 Dalam hal apa? 33:05 Ee misalnya seperti itu salah satu 33:07 contoh kita cara kita memberi apresiasi. 33:09 Oh. 33:10 Nah gitu kan. Kalau kita cara menolak 33:13 permintaan. Nah ini ada juga nih. 33:15 [tertawa] 33:15 Kalau kita ingin menolak permintaan dari 33:17 Ibu Siti ee Ibu Siti tadi misalnya kan. 33:19 Di sini kita ditunjukkan caranya menolak 33:21 permintaan dengan sopan dan memberikan 33:23 alternatif solusi. Kan ada juga orang 33:25 yang menolak Ah lu gitu aja. 33:28 He eh. 33:28 Nah gitu kan sampai di situ. Tetapi Ibu 33:30 Siti akan lebih senang kita tolak iya 33:32 gitu kan. Tetapi Bu, mungkin lebih baik 33:35 Ibu nemuin Pak Ustad untuk meminta 33:37 arahan misalnya. Nah itu lebih senang 33:39 tuh seperti itu gitu. 33:41 Nah 33:42 Ada 33:42 kan itu kan sikap-sikap dari 33:44 eksternalnya. 33:45 Iya. 33:47 Bagaimana dia memperlakukan Ibu Siti 33:49 itu. Kalau yang dari Ibu Siti sendiri 33:51 apa yang harus dilakukan? 33:52 Ibu Siti dari Ibu Siti sendiri misalnya 33:54 cara menunjukkan kepedulian. Nah 33:56 misalnya kan kalau Ibu Siti ingin 33:57 menunjukkan kepedulian kepada orang lain 33:59 maka tunjukkan empati. 34:01 Dan perhatian melalui tindakan nyata dan 34:04 dukungan emosional. 34:05 Jadi tidak hanya sekedar dukungan 34:06 emosional tapi juga tindakan nyata nih 34:08 kalau Ibu memberikan ini kepada orang 34:10 lain gitu misalnya. 34:11 Kemudian cara mendengarkan orang lain. 34:13 Ini kan orangnya lebih ekstrovert tadi 34:15 ya lebih suka sosial energik tadi. 34:17 Praktikkan mendengarkan aktif. Dan 34:20 respon yang empati. 34:22 Gitu kan. 34:23 Kalau orang suka bicara 34:25 [tertawa] 34:25 Harus didengar. 34:27 Jadi ini belajar juga loh mendengar gitu 34:29 kan. 34:30 Nah gambarannya seperti itu Pak. 34:32 Ah, 34:33 ini ada arahan juga, ada gambaran juga 34:35 20 arahan ah bagaimana seorang Ibu Titik 34:39 berkomunikasi dengan orang lain. 34:40 Kemudian ada juga hasilnya di sini 20 34:43 juga kita buatkan di sini. 34:46 Bagaimana orang lain bisa ah 34:48 berkomunikasi dengan lebih harmonis 34:49 dengan Ibu gitu. 34:50 Itu kira-kira gitu. 34:52 Ah, jadi ada berapa item tuh itunya 34:54 analisanya? 34:55 Ada 34:57 ada 70-an. 34:58 70? 34:59 70. 35:00 Aduh. 35:00 Ini kalau kita tes secara konvensional 35:03 ini ah 35:05 sekitar 1.000 soal yang harus dijawab. 35:08 1.000 soal. 35:09 Konvensional. 35:10 Konvensional. 35:11 Dan kemudian mungkin butuh waktu kalau 35:13 1.000 itu sekitar ah 100 anggap 100 35:15 lembar halaman. [tertawa] 35:17 Ya, dengan catatan 10 soal per halaman. 35:21 Dengan catatan kita enggak stres duluan. 35:24 Aduh, ini lembaga psikologi gimana Bang 35:27 Ustaz? 35:27 Oh, justru semakin kuat dengan adanya 35:29 ini, Pak Ustaz. 35:30 Ya kan semakin terbantu. Ya kan? Ah, 35:33 semakin terbantu. Ibarat dokter gitu kan 35:35 selama ini susah untuk mengetahui 35:37 darahnya tapi dengan adanya cek lab 35:39 darah dokter lebih senang kan? Wah, ini 35:42 tinggi, ini sedang, ini tinggi, ini 35:43 sedang gitu kan. 35:44 obatnya. 35:45 Ah, langsung memberikan obatnya. Justru 35:47 merasa terbantu. Makanya lembaga apa 35:49 psikologi UI sekarang kerja sama dengan 35:51 kita. 35:52 Oh, gitu. 35:53 Senang sekali gitu. 35:54 Nah, kan di TV apa di media sosial kan 35:57 banyak pejabat juga ngomong. Itu bisa 36:00 dideteksi dong 36:01 suaranya Pak Balil, Pak Prabowo bisa 36:03 dong ya? 36:04 Sangat bisa sekali. 36:05 Sangat bisa. Sudah pernah di dicek 36:06 belum? 36:07 Suara siapa Pak Ustaz? 36:08 Prabowo misalnya. 36:09 Sudah. 36:10 Sudah? 36:10 Sudah. 36:11 Gimana dia orangnya? 36:12 [tertawa] 36:14 Ini kredensial kayaknya Pak Ustaz enggak 36:16 berani deh kita ungkap. 36:18 Iya. 36:18 Tapi saya lihatkan saja grafiknya ini 36:20 Pak Ustaz. 36:21 [tertawa] 36:21 Hasil penelitian ini 36:23 gitu kan. 36:24 Terima kasih Bang Ustaz sudah [tertawa] 36:26 nyapa-nyapa gitu. 36:27 Tapi tapi yang jelas seperti 36:30 Pak Prabowo itu orangnya tangguh. 36:31 Tangguh. 36:32 Tangguh, gitu kan ya. 36:33 Sabar. 36:34 Eh, 36:35 kesabarannya tinggi. 36:36 Tiga kali ngikut ya, Guru? Tiga kali apa 36:38 empat kali tuh? 36:39 Eh, ketangguhannya tinggi. 36:40 He eh. 36:41 Nah, izin kalau sedikit boleh 36:42 menyebutkan orang lain lagi. 36:44 He eh. 36:44 Kalau 36:45 Pak Limbong. 36:46 Pak Limbong? 36:47 Ah, itu orangnya suka menghindari 36:48 konflik itu. 36:49 Oh, gitu. 36:50 Heeh, gitu. Jadi, dia dia kolosiannya 36:53 itu dia agreeableness jatuhnya. Gitu 36:55 yang kalau Pak Pak Limbong yang pernah. 36:58 He eh. 36:58 Kalau Pak Purbaya. 36:59 He eh, he eh. 37:00 Nah, ini orangnya open nih. 37:02 He eh. 37:02 Gitu kan. Eh, suka berpikir di luar 37:05 konteks, gitu kan. 37:06 He eh. 37:06 Eh, 37:07 kayak out of the box, gitu. 37:08 Oh, gitu. 37:09 Gitu kan. Orang yang enggak bisa 37:10 memikirkan ini, dia terpikirkan itu. 37:12 Oke. 37:12 Eh, itu tuh kalau Pak Purbaya. 37:14 Kalau Rocky Gerung? 37:15 He eh. 37:15 Kalau eh, Rocky Gerung belum ada saya 37:17 ini tuh. 37:18 [tertawa] 37:18 Belum belum ada. 37:19 Prabowo yang sudah ya. Siapa lagi yang 37:21 sudah? 37:21 Eh, 37:22 Gibran sudah belum? 37:22 Siapa? 37:23 Gibran. 37:24 Gibran? Belum, belum. Gibran belum. 37:26 [tertawa] 37:28 Pernah diminta, tapi kita enggak pernah 37:30 lakukan. 37:31 Oke, Anda juga boleh ya tes suara 37:34 eh, melalui Vocaru, yaitu voice eh, 37:38 character you. 37:39 Adalah platform inovatif berbasis eh, AI 37:44 yang menganalisis potensi, minat, dan 37:47 bakat Anda melalui suara. Dikembangkan 37:50 oleh data science center Universitas 37:54 Indonesia. 37:55 Ada lagi yang masuk enggak? Silakan yang 37:57 mau suaranya di 38:00 di sedikit di 38:01 Iya. 38:02 [tertawa] 38:03 Di tes. 38:04 Nomornya 0817 38:06 70 38:08 kemudian 87 38:10 37940817. 38:14 Tadi suara yang masuk itu kurang dari 45 38:16 detik, Ustaz. Jadi, itu yang enggak 38:17 bisa. 38:18 Oh, tadi kurang? 38:19 Ah, kurang. 38:19 Ambil butiti itu kurang? 38:20 Ambil butiti bisa. Tapi, ada 45 detik. 38:23 Oh, harus 45 detik ya? 38:25 Minimal 45 detik, gitu. 38:27 45 detik, mhm. 38:31 Kalau 45 detik ngomongnya semua "huuu" 38:34 gitu, bisa enggak? 38:36 Ehm, dia tidak ada irama, dia polos saja 38:38 itu. 38:38 Oh, 38:40 enggak 38:40 kata-kata ya? 38:40 Iya, ehm, dia akan frekuensinya itu 38:43 timbul eh apa turun naik nanti kan. 38:45 Nah, dibacakan saja naskah proklamasi 38:48 atau Pancasila, 38:49 [tertawa] 38:49 bisa ya? 38:49 Dari hasil ah bisa, tapi dari hasil 38:51 penelitian kita ini kan semua eh 38:53 guidance ini kita ambil dari riset-riset 38:55 eh apa jurnal ya Pak Ustaz ya. Jadi, 38:58 kalau kita ingin merekam itu yang paling 39:00 pas, yang paling menunjukkan dirinya 39:02 adalah dia bercerita apa adanya. 39:04 Mhm, wajar saja gitu ya. 39:05 Iya, wajar saja, tidak membaca teks. 39:07 Oh, enggak mau enggak baca teks 39:09 Enggak baca teks gitu. 39:10 [berdehem] 39:10 Jadi, kalau baca teks itu itu di 39:12 levelnya level kedua, eh keiniannya, 39:15 kayak eh hasil akurasinya. Gitu kan, 39:17 jadi yang lebih menunjukkan siapa 39:19 dirinya itu adalah eh dia bercerita apa 39:21 adanya seperti kita ini. 39:22 Narasinya apa saja boleh ya? 39:25 Dan itu eh apa dia akan yang dituntut 39:28 sebetulnya kenyamanan di situ. 39:30 Gitu, kalau dia membaca teks pasti 39:32 otaknya itu sudah menuju kepada kertas. 39:34 Gitu, dia sudah dikendalikan oleh 39:36 kertas. 39:37 Oh, gitu. 39:38 Jadi, bukan lagi otaknya yang bekerja. 39:39 Kan ini sebetulnya juga gabungan dari 39:41 teori neuro sebetulnya. Iya kan, jadi 39:44 teori neuro itu adalah eh apa yang kita 39:47 ucapkan ini hasil akumulasi daripada 39:50 Otak, apa yang kita pikirkan. 39:51 apa yang kita pikirkan tadi itu, gitu 39:52 kan. Jadi, mulut kita ini kan sebetulnya 39:54 kalau di mobil ini knalpot nih 39:56 sebetulnya Pak Ustaz. 39:57 [tertawa] 39:58 Iya kan, bagaimana iramanya itu 40:00 tergantung eh apa rongga-rongga knalpot 40:02 kan gitu ya. Ada suaranya yang bagus ya, 40:05 berarti rongga di knalpot itu bagus 40:06 diatur sedemikian rupa kan gitu ya. Nah, 40:08 tapi kalau di kita 40:10 apa yang dihasilkan oleh kerja otak kita 40:13 eh itulah yang di kepala. 40:13 Kalau dia ngasih 45 detik itu dipakai 40:15 untuk ngaji, ngaji Quran. Ini bisa 40:17 enggak itu? 40:18 Ah. Ah, iya. Karena kalau dia tidak 40:21 menceritakan diri dia sendiri 40:22 sebetulnya. Gitu kan. Jadi kalau mengaji 40:25 itu kan sifatnya dia ad hoc ya, ah, 40:27 sementara. 40:28 Heeh. 40:28 Ataupun juga sama dengan nyanyi itu, Pak 40:29 Ustaz. Jadi yang memang kita harapkan. 40:31 nyanyi, bukan ngaji, tapi ngomong gitu 40:33 ya. 40:33 cerita. 40:34 Cerita. 40:35 Cerita. 40:35 Cerita. Jadi ceritalah tentang diri, 40:37 gitu kan. Ah, cerita tentang apa saja, 40:40 gitu kan. Yang paling yang penting 40:41 nyaman. 40:41 Ini Ibu Fanny mau tanya nih ya. Wah, 40:43 mana nih Ibu? Kok terputus? Silakan. 40:45 Fanny telepon lagi, telepon lagi Ibu 40:47 Fanny. 40:48 Kalau mau tanya. 40:49 Ada Pak Suroso. Ada Pak Sumai Depo. 40:52 Iya. 40:52 Wiraswasta juga nih beliau. Ada nih, 40:55 sudah ada hasilnya. 40:55 Ada nih. 40:56 Heeh. 40:57 Jadi nanti bisa di WA saja berarti 40:58 dibalas. Gimana gimana? 41:00 Ah. 41:00 Pak Suroso telepon sudah pun baru tadi. 41:02 Pak Suroso suruh telepon. 41:05 Wiraswasta sudah telepon. 41:07 Di. 41:08 Iya, mungkin Pak Suroso coba ini. 41:11 Telepon ke sini. 41:12 Coba telepon ya. Heeh. 41:13 Oke, silakan Pak Suroso telepon ke 41:15 08111999720 41:20 atau ke 0218451512. 41:23 Silakan. [berdehem] 41:25 Mungkin juga kita ini juga, ah, kayak 41:27 anak pelajar. Kalau ini kan umum ya, Pak 41:29 Ustaz. Mungkin kayak pelajar SMA 41:31 barangkali yang kelas 1 SMA atau kelas 41:34 kelas 10 ya. 41:35 Sekarang lagi libur maksudnya. 41:36 Mungkin enggak di rumah kali ini. 41:37 Iya, enggak apa-apa. Kan dia bisa di 41:39 mana saja. Yang penting kirim suaranya 41:41 melalui handphone gitu ya. Tadi itu. 41:43 Itu. Ini kelebihan kita kan ini juga 41:45 seperti yang dikatakan Bu Rahmi tadi. 41:46 Kalau kita mencari psikolog yang apa, 41:48 profesional itu kita enggak tahu 41:50 tempatnya juga segala macam. Tapi kalau 41:51 hari ini hadir dari mana saja kita bisa. 41:54 Salah satunya bisa menghindari 41:56 orang-orang yang beda, 41:58 ah, kantor tidak sesuai dengan 42:00 fakultasnya. 42:01 Iya. 42:01 Atau dia sudah maksimal 42:04 enggak maksimal gitu ya. Karena. 42:06 Dia ada di posisi tidak sesuai dengan 42:08 jurusannya, dengan apa, karakternya dia. 42:10 Iya, betul. 42:12 Kemarin ada testimoni dari apa dari 42:15 Sukabumi. 42:15 Heeh. 42:16 Heeh. 42:16 Eee waktu kita analisis anaknya ini 42:19 sebaiknya masuk ke eee salah satu 42:22 jurusan itu ke teknik mesin. 42:24 Baik-baik kita terima telepon dulu. Halo 42:26 ada dari RKW saya penerka win. Halo 42:28 asalamualaikum. 42:29 Halo. 42:31 Halo. 42:32 Waalaikumsalam, dengan siapa ini maaf? 42:34 Alhamdulillah. 42:35 Ini dari Pak Agus, saya di Jawa Tengah. 42:38 Oh Jawa Tengah Pak Agus ya di mana? 42:40 Hasil jadi langsung tertarik telepon 42:42 masuk nih. 42:43 Oke. 42:45 Belum. 42:46 Yang ada Pak Sumedi tadi. 42:47 belum masuk sana ya? 42:49 Belum ada. 42:49 Pak Pak Agus tadi belum belum masukin 42:51 suara ke 0817 ya? 42:54 Belum, saya mau langsung aja rencananya. 42:56 Enggak bisa karena ini komputer yang 42:58 yang akan 42:59 Tolong dijelaskan disangkanya bisa kalau 43:02 begini. 43:02 Iya ini kita memang ada jeda Pak Agus. 43:07 Eee kita mesti rekamkan dulu 45 detik 43:10 itu. Nah kemudian kita harus sesuai 43:12 standarnya apa sistem kita baru kita 43:15 proses gitu Pak Agus. Jadi enggak 43:17 langsung. 43:17 Oh. 43:18 Enggak langsung live. 43:19 Iya iya iya. 43:19 Heeh. Gitu. Karena yang eee apa selama 43:23 ini yang jadi targetnya adalah eee 43:27 karena orang yang ingin mencoba itu 43:28 banyak langsung suara eee jadi bukan 43:30 satu persatu. 43:31 Tapi bisa 10 orang sekaligus kita proses 43:33 gitu seperti itu Pak Agus. Jadi makanya 43:35 tidak live ya. Heeh. 43:37 Pak Pak Agus tinggal di mana Pak mohon 43:38 maaf? 43:40 Jawa Tengah Pak Agus ya. 43:41 Jawa Tengahnya di mana? 43:43 Jawa Tengahnya di Kota Militer. 43:47 Kota Militer di 43:48 Magelang. 43:49 Oh eee mendengarkan Rasyid melalui 43:52 melalui apa? Mendengarkan Rasyid melalui 43:53 apa? 43:55 Ini pakai streaming Pak Agus. 43:56 Oh pakai streaming 43:57 [tertawa] 43:57 Magelang. Baik-baik Pak Agus. 44:01 Pak Agus ya. 44:02 Iya. 44:02 Mau tahu nomornya Pak Agus ya? Nanti 44:03 saya coba kirim. 44:04 Oke di 0817. 44:07 Iya. 44:09 70. 44:10 70. 44:11 87. 44:13 87. 44:14 37. 44:16 37. 44:17 94. 44:19 94081770873794. 44:24 Oke, kirim ke sana suaranya ya, nanti 44:27 akan di dibaca. 44:28 Suara 45 detik. 44:29 45 45 detik saja, baik terima kasih Pak 44:32 Agus. 44:33 Jangan kurang. 44:34 Waalaikumsalam, Pak Agus di Magelang. 44:37 Iya. 44:38 Oke. 44:39 Jadi jangan kurang 45 detik, tidak bisa 44:41 kita proses, iya betul. 44:43 yang baru memenuhi kriteria. 44:45 Ah. 44:46 Yang lainnya enggak memenuhi rek, kenapa 44:48 kurang? 44:48 Karena kurang. 44:49 Kurang. 44:49 Kurang. 44:50 Iya, hasilnya tidak. 44:51 Padahal 45 detik ngomong berapa kalimat 44:54 sih? 44:56 10 kalimat. 44:57 10 kalimat paling banyak. 44:58 10 paling banyak itu, iya. Tergantung 45:00 juga 45:02 jeda mereka bicara, iya. 45:04 Dan sebetulnya jeda itu mencirikan 45:05 seseorang juga Pak Ustad. 45:06 Oh, gitu. 45:08 Jadi memang suara kita ini sekali kita 45:10 lontarkan ini, kalau kita analisis 45:12 dengan alat kita itu, itu ada 6600 warna 45:15 suara sebetulnya Pak Ustad. 45:16 Hmm. 45:17 Gitu kan, nah 6600 suara itu. 45:20 30 di antaranya ini yang kita ambil. 45:22 Untuk kita analisis. Dari 6000 itu, 30 45:25 kita ambil. 45:26 Suaranya suara ngomong ya, bukan nyanyi, 45:27 bukan ngaji Quran. 45:29 gitu kan, jadi suara apa? Suara alami 45:31 seperti ini. 45:32 Bukan apa namanya itu? 45:33 Nge-rap, nge-rap ya, bukan. 45:35 Bukan. 45:35 Ah. 45:36 Jadi suara normal suara seperti ini. 45:38 Suara wajar seperti ngobrol begitu, 45:39 nanti bisa diketahui itu karakternya 45:41 seperti apa, ada berapa. 45:43 Atom tadi 70. 45:45 Ah, 70 kalau untuk untuk umum. 45:47 Oh. 45:47 Kalau untuk pelajar, ah lebih banyak 45:50 lagi dan lebih rumit lagi. 45:51 Lebih rumit. 45:52 Iya, lebih he eh, kalau pelajar itu 45:53 misalnya Pak Ustad, kita bisa mengenali 45:56 gaya belajarnya. 45:57 Oh. 45:57 Gaya belajar itu apakah dia video, audio 46:01 gitu kan ya, atau reading atau visual 46:03 gitu. 46:04 Atau kecerdasannya kecerdasan ilmunya 46:07 apa? Kinestetik atau apa gitu ya. 46:09 Dan lebih lagi Pak Ustaz, di untuk 46:11 pelajar itu kita tambahkan teori 46:13 Clifford Strength. Itu orang bank 46:15 biasanya tahu itu. 46:16 Apa itu? 46:16 Teori Clifford Strength itu 46:18 teori yang dipakai oleh orang bank untuk 46:21 apa? Untuk menempatkan seseorang sesuai 46:23 dengan posisinya. Untuk pejabat-pejabat. 46:25 Nah, kita sebut teori kepemimpinan gitu 46:27 ya Ustaz ya. Nah, 46:29 kita di SMA untuk pelajar itu kita sudah 46:31 langsung arahkan ini kamu tipe tipe 46:34 kepemimpinan kamu nanti kalau kamu 46:36 seorang pemimpin adalah tipe manajerial 46:39 misalnya gitu kan ya, atau tipe 46:40 executing atau tipe big thinking 46:43 misalnya gitu kan ya. Hanya ada empat 46:45 kalau Clifford Strength itu membagi apa? 46:47 Membagi orang itu, tipe kepemimpinan. 46:49 Gitu kan, jadi kalau seandainya dia 46:51 tipenya adalah tipe relasional, maka 46:53 orang ini sebetulnya tidak cocok dia di 46:55 tipe eksekutor gitu misalnya kan. Atau 46:57 dari sekarang tuh sudah bisa tuh 46:58 diarahkan. Kalau seandainya dia tipe 47:00 eksekutor, nah ada sarannya nanti. Kamu 47:03 nanti lebih banyak ya diskusi, memimpin 47:05 diskusi gitu. Nah, itu kalau untuk 47:07 pelajar tuh. Gitu, jadi lebih rumit lagi 47:10 untuk pelajar tuh Pak Ustaz. 47:11 Setiap orang pasti punya bakat. 47:13 Setiap orang pasti punya. 47:14 Setiap orang pasti berbeda-beda intinya. 47:16 Pasti orang pasti berbeda-beda. 47:17 Dan setiap orang pasti pintar, pasti 47:19 punya potensi yang unggul. 47:21 Pasti punya potensi semua. 47:22 Permasalahannya kan tidak mengenali 47:23 diri. 47:24 Nah, itu arah punya tadi barangkali 47:26 Ada orang enggak tahu diri sendiri ya 47:28 enggak 47:29 [tertawa] 47:29 Itu yang banyak, tidak mengenal diri. 47:33 Contoh kalau Ustaz Pak Haji ditanya nama 47:36 siapa? Cepat kan jawabnya. 47:38 Tapi siapa yang ngasih nama? 47:41 Orang tua bukan diri, iya. Agama apa? 47:43 Islam. 47:44 Yaitu Muhammad yang bawa Pak, bukan 47:46 Bapak yang bawa, bukan diri Bapak. 47:49 Tapi nanti kalau ditanya 47:51 kelebihan kamu apa? Nah, itu mulai 47:53 bingung tuh nulis, kekurangannya apa? 47:56 Harapan kamu apa? 47:58 Kamu ingin seperti apa ke depan? Nah, 48:00 itu agak sulit tuh. Coba diberikan data 48:03 ke orang itu susah mengisinya. Tapi 48:05 kalau alamat, nama, umur, tempat dan 48:08 tanggal lahir, wah itu berlari saja bisa 48:10 selesai. Tapi semua itu kan pemberian 48:13 orang, bukan dirinya. 48:14 Oh, begitu. 48:15 tidak mengenal dirinya. Kalau dia tidak 48:18 mengenal dirinya, dia susah untuk 48:19 mengarahkan dirinya. Ke mana tujuannya 48:21 akan baik. 48:22 Itulah banyak anak-anak itu kadang yang 48:24 mereka sebut bete, Pak. 48:27 Mmm. 48:27 Ya. 48:28 Boring-boring gitu, bingung mau ke mana, 48:30 enggak tahu arah yang mau dia tempuh. 48:33 Nah, maka banyak sekali yang saat ini 48:36 orang stres, depresi, dan sebagainya. 48:39 gila gimana? Orang gangguan jiwa, Mbak, 48:41 ini. Dia kan juga bisa bersuara. Bisa di 48:44 Bisa enggak ya? 48:45 Ada enggak manfaatnya? 48:47 Eee. 48:48 Ini memang out of the box nih 48:49 pertanyaannya, Pak Ustaz. 48:51 Iya. [tertawa] 48:52 Kalau orang gila gimana? 48:53 itu. 48:54 Belum kita belum coba. 48:55 Coba itu. 48:55 Orang mabok gitu. 48:56 Iya. 48:57 Belum belum kita coba. 48:59 [berdehem] 48:59 Heeh, belum kita coba. 49:00 Baru kepada orang yang biasa-biasa. Tapi 49:03 kalau dia lagi ada masalah, apa semua 49:07 orang pasti ada bermasalah. 49:08 Mmm. 49:09 Itu biasa saja. 49:10 Mmm. 49:11 Cuman kalau yang gila, belum di pernah 49:13 dicoba. [tertawa] 49:14 mau dites, mau ditanya itu kan orang 49:16 yang normal juga. 49:18 [tertawa] 49:20 Jadi ya, metode ini, pola ini tidak 49:23 mengganggu klinik-klinik psikologi ya 49:25 untuk 49:26 Tidak. 49:27 Karena ini baru awal. 49:28 Heeh. 49:28 Untuk berikutnya dia kan bisa 49:30 konsultasi. Jadi kalau anak sekolah, di 49:33 sekolahnya kan ada guru BK. 49:35 Mmm. 49:35 Jadi guru BK ini akan lebih mudah 49:37 mengarahkan anaknya. Nih, ke mana? Kan 49:40 banyak yang salah-salah jurusan. Eee 49:43 biasanya untuk dia mau selesai itu kan 49:45 nanya dulu dia, ke mana nih mau masuk, 49:47 ke mana? Karena selama ini ke mana masuk 49:50 ya tergantung orang tua. 49:51 Mmm. Tergantung saudara, tergantung 49:53 teman, tergantung apa. Nah, kalau sudah 49:56 data ini kan guru BK sudah bisa 49:58 memberitahu, "Nak, kalau potensimu ke 50:01 sini. 50:03 Lebih baik kamu memilih jurusan ini." 50:05 Jadi, karena eh 50:07 Tuhan menitipkan kepadamu yang begini. 50:11 Jadi, bukan karena temanmu, tapi karena 50:13 dirimu sendiri. 50:14 Karena orang macam-macam ada introvert, 50:16 ada ekstrovert, ada mudah tersinggung, 50:18 ada selalu ceria. 50:19 Iya. 50:20 Ada yang pemurung. 50:22 Ya, kalau dia introvert kerja sosial kan 50:24 susah, Pak. 50:25 Oke, eh jadi 50:27 dengan adanya Vocar ini apa manfaat apa 50:30 yang akan dia bisa dapatkan? 50:32 Dia lebih mengenal dirinya, lebih paham 50:35 dirinya, bisa menempatkan dirinya, bisa 50:38 berperilaku, dan bisa eh juga 50:41 memperbaiki dirinya. 50:43 Jadi, menempatkan saya. 50:44 Iya. Bisa menempatkan ke mana saya lebih 50:47 pas ini gitu. 50:48 Ini ada juga Ibu Liza Emida. 50:51 Hmm. 50:51 Liza kita bisa 50:52 tuh, dari Palembang dia. 50:54 ya. Liza mau 50:56 Sudah sudah masukin suaranya? 50:58 Iya, sudah ada istilahnya 50:59 Sudah ada. 50:59 Ini tadi Pak yang barusan Pak Agus yang 51:01 dari Magelang sudah masukin suaranya 51:03 katanya. 51:03 Eh, sudah eh tunggu sebentar ya, Pak. 51:06 Eh, 51:07 kita lihat ini yang 51:09 Ibu Rami mau tanya kalau orang yang 51:11 kerjaan jadi menara su su mercusuar tuh 51:14 ya 51:14 Mercusuar. 51:15 kesendirian itu 51:17 bagaimana karakter apa yang cocok orang 51:19 yang 51:22 benar mercusuar enggak ngobrol sendirian 51:24 nah itu gimana? 51:26 Jadi, ya orangnya ya jangan yang berjiwa 51:29 sosial banget, Pak. Karena kalau orang 51:30 sosial kan harus berkomunikasi dengan 51:32 orang kebahagiaannya. 51:34 Iya, jadi kalau dia mengenal dirinya 51:38 maka dia harus eh berada di 51:41 lingkungan mana yang sesuai dengan 51:43 dirinya. Kalau orang enggak bisa 51:45 bersosialisasi 51:47 ya jangan berada di lingkungan sosial, 51:50 nah itu bisa cocok di situ. 51:52 Karena itu bisa menjadi apa ya, orang 51:56 yang introver Bapak bilang itu 51:58 memungkinkan itu berada di situ, lebih 52:00 produktif dia di situ karena dia pengin 52:02 punya gua tersendiri. 52:04 Oke. 52:05 Heeh. 52:05 Salam Pak Bahari dan Ibu Rahmi, saya 52:09 ingin tanya sejauh mana presisi dari 52:11 penelitian ini? Apakah 52:14 apakah presisinya bagus? 100% atau 52:17 bagaimana? Apa ada meleset-melesetnya? 52:19 Oh iya. 52:20 Iya. 52:20 Ya, eh baik. Ibu, Ibu siapa tadi, Bu? 52:23 Ibu Retno. 52:24 Ibu Retno, baik Bu Retno. Eh 52:27 [berdehem] 52:27 memang eh kita eh setelah lakukan eh 52:32 pekerjaan ini kemudian kita validasi ya, 52:34 jadi ada validasi namanya validasi 52:36 kuantitas dan kualitas. 52:37 Iya. 52:38 Iya. Nah, validasi kualitas itu hampir 52:41 waktu kita seluruh roadshow itu 52:43 menyatakan ini kok ini saya, saya banget 52:46 gitu ya. Jadi kalau kita presentase dari 52:49 hasil yang masuk, ya itu 52:51 ya 80 sampai 90% lah, gitu kan ya. Kita 52:54 juga enggak mau jumawa gitu, Pak Ustaz 52:56 ya. Tetapi dengan suara hanya 52:58 yang pernah tes di 53:01 tempat tertentu. 53:02 Iya. 53:03 Terus telak belakang dengan posisi dia 53:05 ya. 53:05 dengan lembaga profesional. 53:07 Heeh. 53:08 Gitu kan, tapi hasilnya yang dia terima 53:10 itu tidak gua banget katanya. 53:12 Nah, dia lebih percaya mana? 53:14 Yang kita kita punya yang sampai dia 53:15 bukakan. 53:17 Iya. 53:18 Sampai dia bukakan hasil dari lembaga 53:21 itu. 53:21 Iya. 53:22 Ini loh, Pak. 53:22 Karena pejabat, Pak. Jadi kan setiap 53:24 pejabat harus dites dulu. 53:26 Berat, iya. 53:28 Terus dia sudah memimpin sekian um apa 53:32 unit ya, pindah-pindah gitu. Terus hasil 53:36 tes dari lembaga itu 53:38 menunjukkan dia tidak memiliki jiwa 53:40 kepemimpinan. 53:42 Mmm. 53:43 Kepemimpinannya rendah. 53:45 Ada ada ada yang kita temukan begitu. 53:47 Baik. 53:49 [berdehem] 53:49 Iya. 53:49 Kita sapa orang-orang yang sudah 53:50 memasukkan suara siapa saja, Pak eh 53:52 Bahri? Siapa saja yang sudah memasukkan 53:54 suaranya? 53:54 Ini ada ada Nafisah ini. Nafisah ini ini 53:59 pelajar 16 tahun ini. 54:01 Oh, 16 tahun. Terus apa lagi? 54:03 Terus. 54:06 Ini Nafisah eh 54:09 yang bisa di ini Bu Liza Emilda ya, 54:11 kemudian Sumaidip Sumaidpo 54:15 eh Pak Suroso 54:16 Bu Titik. Itu yang baru bisa kita 54:18 proses. 54:20 Eh cuman Nafisah ini coba 54:22 Kalau misalnya sudah di luar siaran ini 54:24 berarti nanti akan dikirim melalui 54:26 voicemail atau gimana? 54:27 Eh nanti berarti kan 54:29 nomor handphone-nya langsung ke masuk ke 54:31 sistem kita tadi ya. Nanti dikirim 54:33 dengan handphone saja. 54:34 Mantap. 54:35 Iya. Dia bisa mengetahui karakternya. 54:39 Semoga obrolan kita ini bermanfaat ini 54:41 ya, Ustaz. 54:42 Hanya itu. 54:42 [tertawa] 54:43 Kita enggak bisa dakwah masalahnya, Pak 54:44 Ustaz. 54:45 orang yang 54:47 anaknya enggak mau di jurusan kedokteran 54:48 tapi orang tuanya penginnya dia jurusan 54:50 kedokteran tapi dia nya enggak minat 54:51 sana. Ada yang dia dia menyelesaikan 54:54 lalu 54:55 dia pilih ke musik itu gimana, Bu? Jadi 54:57 Iya. 54:58 antara kemauan orang tua dengan si anak 55:00 beda 55:01 si anak akhirnya tetap sekolah. 55:03 Iya, sama dengan gini yang saya cerita 55:06 tadi itu, Pak. 55:07 Anaknya tuh 55:09 kalau ikan 55:11 harusnya diarahkan 55:13 ke berenang. 55:13 Berenang. Kalau burung ya diarahkan 55:16 terbang. Sekarang orang tua dia punya 55:19 anak seperti burung 55:21 orang tuanya maunya berenang 55:23 ya dilatih lah untuk berenang tapi 55:26 tentu anaknya akan menemui banyak 55:28 kesulitan, banyak kesal dan hasilnya 55:31 tentu tidak akan optimal. Dan kadang 55:33 akhirnya ya lari. 55:35 Saat sekolah kenapa dia masih tetap 55:38 karena masih membutuhkan orang tua. 55:41 Ehm. 55:41 Dan harus patuh. Nah, terus berikutnya 55:47 dia [mendengus] makanya kita temukan 55:48 banyak orang yang 55:51 sekolahnya di sini nanti bekerjanya di 55:53 bidang lain karena enggak sesuai dengan 55:55 dia. Nah, tentu hasilnya tidak akan 55:57 seoptimal kalau dari awal sudah 56:01 searah gitu loh, Pak. 56:03 Tidak akan habis umur, tidak habis 56:06 perasaan, tidak habis pikiran, 56:08 uang, kesempatan 56:12 Ehm. 56:13 Sekarang dia di musik. 56:14 Iya. 56:15 Lalu Faris RM, dulu dia seni rupa di 56:18 ITB. 56:20 Iya. 56:20 Tapi di musik. 56:21 Iya. 56:22 Siapa Mbah Bejo, siapa? 56:24 Eh, yang mic-nya mic-nya. 56:26 Oh, iya. Eh, 56:27 yang Mbah Bejo ya. 56:29 Ehm. 56:29 Oh, di ITB juga tuh. 56:30 ITB juga itu. 56:31 Iya. 56:32 Iya. ITB keren itu. Iya kan, sekarang 56:34 lebih seni dia. 56:35 Ah, lebih ke seni ya. 56:36 Iya. Coba kalau dari awal seninya 56:38 dibentuk. 56:39 Mungkin lebih enak maksimal lagi 56:40 hasilnya. 56:43 Ya, itu yang yang salah jalur itu yang 56:45 banyak, Pak. 56:45 Ehm, oke. 56:46 Kenapa dia salah jalur? Dia tidak 56:48 mengenal dirinya. Jadi, orang berusaha 56:51 dari luar untuk memaksakan 56:53 kehendak ya ujungnya nanti lama-lama ya 56:56 dia akan 56:58 eh, kembali. Kalau pengin bahagia kan 57:00 kita harus melakukan apa yang sesuai 57:02 dengan diri kita, Pak. 57:04 Ehm, oke. 57:05 Iya. 57:06 Kalau tidak, maka berlawanan terus 57:08 dengan batin. Maka itulah banyak orang 57:11 yang stres, yang depresi, 57:14 kadang SMA saja sudah 57:17 banyak masalah dia kan, Pak. 57:18 Ehm, ehm. 57:19 Hasil belajarnya tidak sesuai dengan 57:21 yang diharapkan. 57:22 dagang itu juga bakat juga [terkesiap] 57:24 ya? 57:24 Iya. 57:24 Ehm, bakatnya. Itu bisa dilihat ini 57:26 orang bakatnya bisnis 57:28 dagang itu ad bisa dilihat dari sini. 57:31 Secara garis besar bisa Pak dari 57:34 Kalau di pelajaran SMA, ini menariknya. 57:36 Pelajaran itu ada 57:37 Jadi SMA itu, itu eh 57:39 dengan kurikulum baru itu, itu sudah 57:41 diarahkan orang ini apakah dia tipe-tipe 57:43 bisnis nantinya, apakah dia tipe 57:45 kesehatan, bekerja di bidang kesehatan, 57:47 atau wiraswasta, atau di bidang sains 57:49 nanti gitu. Nah, dari situ nanti 57:53 termasuk juga mata pelajarannya nanti 57:54 itu Pak Ustaz. Dia itu sudah eh 57:58 menyatu itu eh dengan ininya. Nah, ini 58:00 kalau ini ada grafiknya juga nih Pak 58:02 Ustaz. Kalau seandainya ini nih seperti 58:04 ini. Jadi kita sudah bisa identifikasi 58:07 dari dari sekarang 58:09 eh anak ini kecenderungannya ke mana 58:10 sih? Ke pekerjaannya nanti ke bidang 58:12 kesehatan kah, ke sains kah, ke bisnis 58:15 kah, ke kewirausahaan kah, atau ke eh 58:18 jadi guru kediniyah. 58:20 Gitu. Ada lima itu sekarang yang jadi 58:21 acuan oleh pemerintah. Dan itu sudah 58:23 mengacu ke sana. Jadi nanti kalau 58:25 sebagai contoh sampel sekarang itu eh 58:27 mungkin Pak Ustaz bisa lihat ke izin Ah, 58:30 ini merah ya. Berarti anak ini lebih 58:31 condong kepada bidang kesehatan nih. 58:34 Nah, kalau sudah kayak gitu artinya apa? 58:36 Lebih enak ya. 58:37 Pembelajaran-pembelajarannya itu, nah di 58:38 sini juga ada nih Pak Ustaz. Pelajaran 58:40 apa kira-kira yang sesuai dengan dia? 58:43 Yang pertama, yang kedua nih. Sudah ada 58:45 nih mata pelajarannya juga Ustaz. Jadi 58:46 dari 17 itu pelajaran di SMA, dia sudah 58:49 bisa tuh pelajaran utamanya misalnya 58:51 matematika, apakah IPA [berdehem] atau 58:52 kimia. Sudah langsung ketahuan tuh. Itu 58:55 sebetulnya preferensi untuk dia belajar 58:57 gitu. 58:58 Dan kemudian juga eh dari situ nanti 59:01 kita akan dapatkan juga 59:03 apa langkah-langkahnya dia nanti gitu 59:04 Pak Ustaz. 59:06 Gitu. 59:07 Misalnya 59:08 kalau kalau di sini nanti ada eh 59:13 misalnya 59:17 eh ekstra eh apa karena dia kesehatan 59:20 tadi misalnya kan aktivitas 59:21 ekstrakurikulernya apa? 59:23 Aktivitas ekstrakurikulernya yang cocok 59:24 adalah seni dan logika misalnya. Nah, 59:26 kemudian di sini ada arahannya juga 59:28 didorong anak mengikuti klub seni 59:30 seperti drama atau musik dan klub sains 59:33 atau matematika untuk mengasah logika. 59:35 Ada gambar apa arahan seperti itu, gitu. 59:38 Oke, aduh sayang sekali kita 59:41 mudah, lebih mudah guru dan orang tua 59:44 mengarahkan anak. Jadi tidak perlu 59:46 meraba-raba di tempat yang gelap lagi 59:48 kita. 59:49 Ya, sayang sekali ya Ustaz kita sudah 59:51 dibatasi oleh waktu. Jadi orang yang apa 59:55 yang sudah memasukkan suaranya gimana? 59:57 Eee 59:58 Akan dihidangkan dibalas ya? 59:59 Iya, sepanjang yang tadi terpenuhi 1:00:02 kriterianya 45 detik tadi itu. Nah, 1:00:04 nanti akan kita balas. 1:00:06 tidak mengaji, tidak DM. 1:00:09 [tertawa] 1:00:09 Tidak kurang. 1:00:10 Tidak kurang dari 45 detik tadi itu. 1:00:12 Nah, nanti 1:00:12 Nanti akan dibalas ya. Silakan yang mau 1:00:15 juga suaranya akan dilihat karakternya 1:00:18 seperti apa, silakan kirim suara Anda ke 1:00:20 0817 1:00:23 kemudian 70 1:00:25 kemudian 87 1:00:27 kemudian 37 1:00:29 kemudian 94 0817 1:00:34 70 87 1:00:36 3794 1:00:39 yang nama programnya 1:00:41 Vo Caru 1:00:44 Voice Character You Masya Allah. 1:00:48 Baik 1:00:50 Ada lagi yang mau terakhir mau 1:00:51 disampaikan? 1:00:52 Iya, sedikit Pak Ustaz. Eee 1:00:56 Orang mungkin meramal apa eee 1:00:59 memperkirakan ini adalah ramalan. 1:01:01 Tetapi sebetulnya kita di sini adalah 1:01:04 bekerja secara ilmiah berdasarkan 1:01:06 jurnal-jurnal eee penelitian-penelitian 1:01:08 sebelumnya. Sehingga di kita tim ini 1:01:11 bekerja 1:01:12 ada profesor matematiknya 1:01:15 ada ahli psikologinya ada orang 1:01:19 komputer. Jadi eee yang kita kerjakan 1:01:22 ini eee tidak semerta-merta ada begitu 1:01:25 saja, Pak Ustaz. Jadi, benar-benar ini 1:01:28 dilatarbelakangi oleh ilmiah yang 1:01:31 tinggi. 1:01:31 Dan latar belakangnya Universitas 1:01:33 Indonesia. 1:01:34 yang panjang. 1:01:35 Alhamdulillah dalam waktu yang panjang 1:01:37 juga 1:01:37 [tertawa] 1:01:37 bisa sampai ke sini. 1:01:38 Indonesia dan UHAMKA. 1:01:40 Iya, 1:01:41 kita sampai ke sini saya pengalaman 1:01:43 komputernya hampir 35 tahun. 1:01:45 Masya Allah. 1:01:46 Jadi, salah satu misalnya yang kami 1:01:48 kerjakan itu prediksi gelombang laut. 1:01:50 Jadi, saya nama saya Bahri kebetulan 1:01:51 saya juga bermain di 1:01:53 Laut. 1:01:53 memperkirakan cuaca laut itu. 1:01:55 Itu di BMKG. Alhamdulillah sampai 1:01:56 sekarang itu terpakai. 1:01:57 Laut Jakarta aman sekarang? 1:01:58 Alhamdulillah kalau tinggi gelombang sih 1:02:01 kelihatannya tapi saya belum lihat data 1:02:02 hari ini. 1:02:03 [tertawa] 1:02:03 Tapi itu salah satu 1:02:05 menjelang sampai ke sini. 1:02:06 Ini kan tadi nomor telepon 0817 nomor 1:02:09 yang ngisi suara. Kalau nomor telepon 1:02:10 Pak Bahri sendiri? 1:02:11 0817 1:02:13 98 1:02:14 0817 8 1:02:17 Enggak hafal 1:02:19 [tertawa] 1:02:20 0877 084558 1:02:23 itu. 1:02:23 9393 1:02:24 Iya, iya itu betul. 1:02:26 Kalau nomor telepon Pak Bahri sendiri 1:02:28 adalah 0877 1:02:30 84589393 1:02:34 ya. 1:02:35 Gitu kan? 1:02:35 Iya. 1:02:35 0877 1:02:37 84589393. 1:02:41 Kalau yang mau ngisi suara di 0817 108 1:02:45 73794. 1:02:49 Terima kasih Pak Bahri, 1:02:51 Ibu Rahmi mudah-mudahan ini bermanfaat 1:02:54 ya hari ini ya. 1:02:55 Amin, iya. 1:02:56 Terima kasih mudah-mudahan kita bisa 1:02:58 jumpa lagi. Nanti tolong hasilnya 1:02:59 kabarin juga ke Rasel ya. 1:03:01 Iya. 1:03:02 [tertawa] 1:03:03 Terima kasih Nda. 1:03:03 Enggak ada nih. 1:03:04 Hah, apa? 1:03:05 Orang Rasel. 1:03:06 Entar dong, entar dong. 1:03:07 Kan lagi pada sibuk semua. Oke, terima 1:03:09 kasih Kang Ondy, Kang Fahri Fahrurrozi, 1:03:12 Ustaz kita nih. 1:03:14 Saya Muhammad Krisna mohon pamit 1:03:15 wabillahi taufik walhidayah, 1:03:16 wassalamualaikum warahmatullahi 1:03:17 wabarakatuh.