Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:09 [musik] 0:18 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:27 warahmatullahi wabarakatuh. 0:29 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:31 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:33 alihi wasbihi ajmain rbi zidni ilma 0:37 allahumfamtani 0:41 ilman yang dipancarkan dari jalan masjid 0:44 silaturahim nomor 36 kalimanggis Cibubur 0:47 Bekasi radio silaturahim dan Rasil TV 0:50 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:53 pendengar dan pemirsa di mana pun saja 0:54 Anda berada. Senang sekali di pagi 0:57 menuju siang hari ini saya Angga 0:59 Aminudin ditemani oleh Ondi di 1:01 kameramen. Ada juga Algi di meja 1:03 operator dapat kembali menyapa Anda di 1:05 mana pun saja Anda berada yang dapat 1:07 mendengarkan siaran kami. Hari Selasa, 1:11 hari yang ke-13 1:13 di bulan Januari 2026. Kajian ekonomi 1:17 Islam kembali hadir. Dan ikhwan akhwat, 1:21 alhamdulillah narasumber kita dari Dewan 1:24 Syariah Nasional telah hadir di studio, 1:27 Ustaz Ihwan Basri. Asalamualaikum 1:30 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:33 wabarakatuh. 1:34 Ustaz juga ini beliau sebagai pembina 1:37 Pondok Pesantren At-Taubah ya, Pak Ustaz 1:39 ya di Cilengsi. Pondok pesantren khusus 1:42 tahfiz. Alhamdulillah. Bahasa Arab 1:44 dan bahasa Arab ya. Jadi kesibukannya 1:47 ini bersama santri juga berarti Pak 1:49 Ustaz ya. 1:49 Betul. 1:51 Awal tahun sepertinya sudah banyak 1:52 kesibukan juga nih Pak Ustaz untuk 1:54 urusan ekonomi syariah nih Ustaz ya. 1:57 Masyaallah. 1:59 Masyaallah. 2:00 Kalau dunia ini tergoncang. Nah, AB ini 2:04 sudah kita bahas gitu dari berbagai ee 2:06 sektor. Ternyata di ekonomi Islam juga 2:09 atau di bidang ekonomi ini ujian pertama 2:12 di awal tahun 2026 sepertinya bukan hal 2:16 yang kecil, sepertinya hal yang besar 2:18 nih, Pak Ustaz ya. 2:19 Sangat besar, 2:20 sangat besar. 2:22 kita lihat bagaimana keluhan-keluhan 2:25 gitu ya muncul bukan hanya dari ee 2:27 publik yang segmennya ee dia tidak 2:32 bukan bidangnya gitu bukan bidangnya 2:34 ekonomi gitu ya mereka juga mengeluh 2:36 gitu apalagi yang di bidang ekonomi 2:38 segmennya yang dia paham dia ahli 2:40 ataupun praktisi gitu ya melihat 2:42 bagaimana di tahun 2026 ini bahkan 2:45 dengan kalimat era ketidakpasian gitu 2:48 katanya Pak Ustaz ya. Lalu sebenarnya 2:50 kita akan melihat bagaimana sebenarnya 2:53 ee gambaran sebenarnya perekonomian 2:55 dunia itu terutama ekonomi Islam gitu 2:58 ya. Jika 2:59 banyak pengamat yang melihat di 2026 ini 3:03 goncangan akan lebih besar daripada 3:06 2025. Apalagi faktor geopolitik yang 3:10 sepertinya akan semakin panas dari 3:12 Amerika Latin beralih ke Asia, ada Iran 3:16 gitu ya. beralih ternyata sekarang ke 3:17 Eropa yang bikin NATO ketar-ketir nih 3:20 ketika Greenland satu pulau terbesar di 3:22 dunia gitu hampir sama dengan pulau 3:24 Papua menjadi ee isu panas juga gitu ya. 3:28 Nah, ini akan menjadi bahasan kita Iwan 3:31 Ahwat ujian pertama di awal tahun 2026 3:33 mengguncang dunia. Kami juga mengundang 3:36 Anda untuk bergabung. Silakan sampaikan 3:37 pertanyaan ataupun komentar ke nomor 3:39 0811999720. 3:44 Baik, Pak Ustaz. bagaimana mengawali 3:46 topik kita di pagi hari ini. Kami 3:48 persilakan, Ustaz. 3:49 Terima kasih, Mas Angga. Asalamualaikum 3:52 warahmatullahi wabarakatuh. 3:55 Alhamdulillahiabbil alamin. Usholli 3:58 wasallim shatan wa tasliman 4:01 yaliqoni bimaqomi bimaqomi amiril ambiya 4:04 wal mursalin nabiina wa rasulina wa 4:07 habibina Muhammadin wa ala alihi 4:09 wasahbihi ajmain. Amma ba'du. 4:12 Para pemirsa Resul TV dan para 4:15 pendengaru silaturahim yang dirahmati 4:17 Allah subhanahu wa taala. 4:19 Alhamdulillah kita bersyukur ke hadirat 4:22 Allah Subhanahu wa taala karena dengan 4:25 rahmatnyaalah kita bisa menjalankan 4:27 kehidupan kita termasuk menjalankan 4:31 siaran live di pagi hari ini. Meskipun 4:35 dari kemarin hujan tidak berhenti, 4:37 Jakarta banjir di mana-mana 4:39 dan kita kemarin ke kantor sampai 2 4:41 seteng jam. Masyaallah. Tapi kita 4:44 syukuri karena semuanya itu ada 4:47 hikmahnya. 4:48 bagi kita sekalian sebagai orang yang 4:50 beriman. Dan di pagi hari ini hujan juga 4:55 masih turun. Kita ee dibarengi dengan 4:59 hujan ya. Keluar dari rumah ini ke sini 5:01 tadi gerimis rinte-rinta dan nampaknya 5:05 cuaca juga seperti yang diramalkan oleh 5:07 BMKG turun hujan di siang hari. 5:11 Mudah-mudahan demikian dan mudah-mudahan 5:12 itu rahmat bagi kita sekalian. 5:15 Oke, para pemirsa tadi Masanggal sudah 5:18 memberikan apa namanya topik ya yang 5:21 sebetulnya ada seperti orang mengatakan 5:24 sebagian orang mengatakan orang yang 5:26 tidak terlalu pintar itu lebih tenang 5:28 daripada orang yang pintar. 5:31 Ini kayaknya tepat ya untuk istilah ini 5:33 ya. 5:33 Hm. 5:34 Artinya begini, pengamat-pengamat yang 5:36 tahu tentang politik, geopolitik, 5:38 ekonomi, 5:40 ekonomi internasional, bisnis dan lain 5:42 sebagainya. Kalau melihat dunia seperti 5:45 sekarang ini ketar-ketir 5:47 h stres. 5:48 Iya stres ya. Tapi kalau orang yang 5:50 enggak ngerti ya tidak peduli ya dia 5:53 diam aja dia lebih tenang karena dia 5:55 enggak merasa 5:56 akan ada sesuatu yang berbahaya di 5:59 depan. Ya. 5:59 He. 6:00 Jadi sampai segitu perbincangan kita ini 6:03 ya. Kenapa saya jadi tahu masalah ini? 6:05 Andai kata saya enggak tahu saya tenang 6:07 aja. Tapi kan enggak mungkin tidak ya 6:10 kita berita ini seperti angin datang 6:13 sendiri lewat YouTube, lewat HP, lewat 6:16 segala macam channel. Karena kita enggak 6:20 mungkin tidak ya kalaupun kita enggak 6:22 buka channel-channel berita, sharing 6:25 dari teman kita dari WA juga datang mau 6:29 enggak mau kita baca ya kan akhirnya 6:31 kita tahu apa yang sebenar terjadi. Nah, 6:34 ini sampai pada semua komunitas kajian 6:38 ya, pengajian-pengajian ibu-ibu ya, 6:41 pengajian bapak-bapak yang ada topik 6:44 maupun yang umum-um saja itu ee kena 6:49 trending. ini bagaimana 6:52 ee apa namanya keadaan 6:57 2026 diteropong dari ee ekonomi 7:01 perdagangan terutama adalah ekonomi 7:03 Islam. Tapi setiap setiap waktu itu ada 7:07 update yang mengubah 7:10 asumsi ya. 7:12 mengubah asumsi karena peristiwa ABC 7:16 misalnya A terjadi di awal B terjadi di 7:19 minggu kedua misalnya dan kemudian C itu 7:22 tidak selang 2 hari kejadian lagi itu 7:25 sangat cepat dan peristiwa-peristiwa itu 7:28 mengguncang dunia 7:30 bukan, bukan hanya kita sebagai penduduk 7:33 bumi, tapi para pemimpin dunia ini 7:35 sekarang seperti enggak punya enggak 7:38 punya lagi apa namanya pondasi bagaimana 7:41 akan ee 7:44 menjadikan atau melanggengkan atau 7:47 menciptakan perdamaian jika salah satu 7:50 kekuatan dunia itu enggak mau damai. Dan 7:54 bukannya tidak mau damai, dia 7:55 menciptakan musuh terus. Ya, ini 7:59 logikanya itu menciptakan musuh terus. 8:01 Entah itu ancaman psikologis, entah itu 8:04 apa namanya ancaman real di masa yang 8:06 kat, tapi apa yang dilakukan, apa yang 8:09 diucapkan itu menimbulkan ketidakpastian 8:12 dalam skala politik internasional. 8:15 Dan karena itu terkait dengan ekonomi 8:19 maka semua akan berpikir bagaimana nasib 8:22 kita sendiri. bagaimana misalnya 8:25 Republik Indonesia ini menghadapi 8:27 masalah-masalah yang seperti itu, 8:29 bagaimana industri kita, bagaimana 8:31 ekonomi kita, bagaimana pangan dan lain 8:33 sebagainya, itu mesti kita berpikir ke 8:35 sana ya. Maka orang yang tahu masalah 8:39 itu jadi ketar-ketir, takut ya 8:42 cemas ya. Tapi bagi orang yang tidak 8:44 terlalu tahu masalah itu ya biasa-biasa 8:47 aja 8:47 ya. Karena itu maka benarlah yang 8:49 dikatakan tadi. Orang yang terlalu 8:51 pandai, terlalu ngerti dalam masalah ini 8:53 akan ketar-ketir. Tapi orang yang tidak 8:55 tahu ee bodoh tentang ini biasa-biasa 8:58 aja. Ya. Ya. Itu kira-kira sampai pada 9:02 keadaan seperti itu. Nah, salah satu 9:04 peristiwa yang disebutkan Mas Sangga 9:07 tadi ialah ee 9:10 kalau Presiden Trump sendiri 9:12 terang-terangan ingin menguasai ya 9:14 mengambil alih mencaplok aneksasi ee 9:18 Greenland ya. Tapi kalau menteri luar 9:20 negerinya sendiri dalam bahasa yang 9:22 lebih halus ya, Rubio ini tidak ya 9:25 mungkin sama intinya tapi cara 9:27 pembawaannya agak lebih halus dalam 9:30 bahasa seperti Greenland itu enggak akan 9:33 dicaplok tetapi dibeli. Karena dalam 9:36 sejarahnya Amerika beli banyak ya banyak 9:39 wilayah di ee seperti Alaska itu kan itu 9:43 dibeli entah dari se dari Rusia saya 9:45 lupa juga ya. 9:47 Iya. Dan banyak wilayah dari 50 negara 9:51 bagian Amerika itu sebagian ada yang 9:53 dibeli ya kayak California itu kalau 9:55 enggak salah dari Meksiko ya itu jadi 9:59 sejarah dia ini memang begitu dari dulu 10:02 Amerika Serikat ketika dibuat sebagai 10:04 negara United States itu kan bukan 10:07 terdiri dari 50 negara bagian belasan 10:10 paling ya dan itu setiap waktu 10:12 berkembang-berkembang 10:15 nah sekarang ternyata perkembangannya 10:16 itu belum berh berhenti masih ingin ya 10:19 makin bernafsu. Iya. 10:23 Oke. Ee 10:25 iya e ini sebelum kita pikir atau kita 10:29 jelaskan damanya terhadap ekonomi 10:32 petanya kita lihat dulu ya. 10:33 H 10:34 Greenland ini secara de facto kan punya 10:37 Denmark. 10:39 Denmark dan Amerika itu terkait dalam 10:43 sebuah organisasi namanya NATO. 10:44 NATO 10:45 ya. NATO. Jadi, nah dalam perjanjian 10:49 NATO itu dibikin pada waktu setelah 10:52 selesai perang dunia kedua ee ada satu 10:55 ada pasal yang bunyinya itu jika anggota 10:59 NATO itu diserang oleh negara lain maka 11:02 anggota yang lain berkewajiban membantu 11:04 ya. Nah, sekarang ini antara anggota 11:06 NATO dengan NATO sendiri itu saling 11:09 mencaplok kalau modelnya seperti ini. 11:12 Kalau Greenland milik Denmark ya 11:14 kemudian Amerika mau mencaplok berarti 11:17 anggota NATO sesama anggota NATO saling 11:20 perebutan ya. Ya, kalau rebutan berarti 11:24 ee landasan filosofi daripada perjanjian 11:28 Nat itu sudah bukan hanya retak, sudah 11:30 di dilanggar oleh anggotanya sendiri. 11:33 meskipun sebetulnya 11:34 pelanggaran-pelanggaran itu kan sudah 11:36 terjadi setelah perang Ukraina dengan 11:38 Rusia ini ya kan sebagian dari negara 11:41 Eropa Timur yang ee apa namanya 11:43 tergabung dengan NATO enggak semuanya 11:45 100% sepenuh hati membela NATO. Ada 11:49 beberapa yang yang ragu-ragu, ada yang 11:51 malah tidak setuju dan lain sebagainya 11:54 ee terhadap cara menghadapi Rusia 11:56 misalnya. Jadi sudah retak ya, retak 12:00 bisa dilihat dari posisi Turki misalnya, 12:03 posisi Hongaria misalnya dan lain-lain 12:06 ya itu menunjukkan betapa rapuhnya NATO 12:09 itu. Nah, jika terjadi misalkan aneksasi 12:13 terhadap Greenland, nah ini bubar boleh 12:16 dikatakan bubar dan akhirnya ee 12:19 terjadilah perang sesama NATO. ya. Tapi 12:23 kalau kita lihat dari konteks ilmu ee 12:27 bukan ilmu ekonomi Islam, konsep apa 12:29 namanya ee pandangan nubuwat Nabi 12:32 Muhammad di akhir zaman dan kemudian 12:35 ilmu apa namanya tentang akhir zaman itu 12:39 ee memang akan terjadi perang antara dua 12:43 kekuatan besar 12:45 ya yang akan saling berperang. Nah, 12:47 enggak tahu nih kekuatan perang ini apa, 12:50 dia apa siapa. Dulu pada zaman sahabat 12:52 itu ditafsirkan perang antara Muawiyah 12:54 dengan Ali bin Abi Thalib. 12:56 Tetapi 12:57 sekarang ini kalau kita lihat dua 12:59 kekuatan yang jauh lebih besar 13:02 berkali-kali lipat dengan senjata 13:04 pemusnamal. 13:05 Maka dua kekuatan ini bisa kita coba, 13:08 bisa kita terka dengan siapa ya kita 13:11 terka tapi terkaita bisa salah karena 13:14 belum jelas ya. Makanya 13:17 sering sekali kita setiap hari itu 13:21 dengar di corong masjid itu ya selawatan 13:24 itu kan namanya selawat taskil. 13:29 Allahum shalli ala Muhammad. 13:32 iya kan itu sebenarnya bentuk tawasul 13:34 dengan selawat 13:36 yang mengingatkan memohon kita kaum 13:38 muslimin yang mengatakan atau berdoa 13:41 dengan selawat itu agar supaya 13:42 orang-orang zalim dengan zalim saling 13:45 cakar-menyakar enggak apa-apa ya 13:46 selamatlah kami di antara keduanya kan 13:48 begitu. Nah, ini tawasul dengan selawat 13:52 agar supaya kaum muslimin selamat dari 13:54 pertarungan dua raksasa zalim dengan 13:57 zalim kaum muslimin di tengah-tengah 14:00 mudah-mudahan diselamatkan. Ini kan 14:02 selalu di apa namanya diucap dilakukan 14:05 malah itu sebelum salat magrib sering 14:08 saya dengar begitu 14:10 atau sebelum salat isya atau sebelum 14:12 salat subuh ya. Ya, sampai segitu 14:15 kondisinya ya. Jadi ee jika skenario ini 14:20 terjadi 14:22 ya dan apa namanya 14:26 probabilitas ya kemungkinan terjadinya 14:28 itu mungkin besar ya mungkin sudah di 14:32 60% ya karena mukadimahnya sudah 14:34 terjadi. mukadimahnya adalah presiden 14:39 apa itu apa Venezuela, 14:41 Maduro 14:43 digerebek ya digerebek ke rumahnya 14:47 ditangkap dibawa ke Amerika ya 14:52 lah sebetulnya ini bukan presiden 14:54 pertama kali bukan bukan pertama kali 14:56 dulu juga sudah ada tahun -an siapa tuh 14:59 ee yang apa 15:02 oh yang dulu ya 15:02 enggak yang dulu tahun-an 15:06 He 15:06 sebelum Trump ini zaman 15:08 Oh, George Bus 15:09 e George Bush ya 15:11 termasuk penggulingan Saddam Husin ya 15:13 mirip saja itu sama ya. Jadi mereka itu 15:15 melakukan begitu ya. Sekarang ini 15:19 rencananya 15:20 ee ke Iran ya karena di Iran juga 15:24 digoyang sekarang ya. Jadi ee 15:28 probability 15:30 terjadinya kemungkinan ee terjadinya itu 15:34 makin hari makin naik ya meskipun walwab 15:37 apakah nanti jadi benar apa tidak. Nah, 15:39 jika umpamanya itu jadi ya 15:42 maka kekacauan itu terjadi luar biasa. 15:46 kekacauan di atas kekacauan. Seolah-olah 15:49 pada zaman sekarang kita ini tidak punya 15:51 lagi trust ya. Ya. Apa namanya 15:55 kepercayaan kepada siapapun ya. Tapi apa 15:58 yang terjadi pada zaman sekarang ini 16:02 kalau kita kaitkan dengan 70 tahun yang 16:05 lalu ya sudah terjadi ya. Misalnya 16:07 Perang Dunia Kedua itu kan sebetulnya 16:10 sebelum Perang Dunia Kedua itu ada 16:12 namanya Liga Bangsa-Bangsa, 16:15 National League L kalau enggak salah 16:17 Nation League, Liga Bangsa-Bangsa. Liga 16:19 Bangsa-Bangsa itu ya seperti BBB 16:22 sebetulnya dibikin sesudah perang dunia 16:25 pertama ya. meskipun yang mewakili pada 16:29 waktu itu negara barat dan kolonialis 16:33 kolonialnya kayak misalnya Belanda ya ee 16:36 Indonesia masuk jajan Belanda jadi 16:38 Indonesia itu ikut Belanda kalau 16:40 sekarang kan gak kalau posisinya kan 16:42 sekarang Belanda sebagai negara merdeka, 16:44 Indonesia sebagai negara merdeka dan 16:46 sebagai PBB ya. Tapi yang terjadi adalah 16:50 pada kasus Liga Bangsa-Bangsa itu segala 16:54 ee mukadimah yang membuat Perang Dunia 16:57 Kedua terjadi seolah-olah Liga Bangsa 16:59 itu enggak punya kekuatan, gak punya 17:02 peran sama sekali kayak di diacak-acak 17:05 dan tidak ada yang berani mengatakan no 17:08 kepada penyebab Pia kedua. Sekarang juga 17:11 begitu. PBB Seksen PB itu Guteres itu 17:14 juga dengan langkah Amerika dia bisa apa 17:17 enggak bisa apa 17:18 enggak bisa apa-apa ya 17:19 enggak ada yang berani ya gitu jadi 17:22 akhirnya semua orang yang ingin 17:24 mencaplok caploklah kan begitu 17:26 lakukanlah lakukanlah ya 17:29 kalau yang dicaplok itu sama anggota 17:31 mereka itu ya akhirnya terjadi konflik 17:34 yang luar biasa bayangkan saja nanti 17:37 jika ini terjadi seperti skenario Eropa 17:39 melawan Amerika 17:41 Maka jika itu terjadi perang ya luar 17:44 biasa akibatnya karena yang dipakai 17:47 adalah nuklir. Walaupun nanti 17:51 nuklirnya Amerika kan bukan hanya di 17:52 Amerika, ada di Turki, ada di Jerman, 17:55 ada di negara-negara Eropa kan. 17:57 Iya 17:57 ya. Nah itu nanti dipakai orang Eropa 18:01 juga untuk melawan Amerika. 18:05 Kalau ini terjadi lailahaillallah 18:07 Muhammadar Rasulullah. Bisa bayangkan 18:09 ya. 18:10 Ya, tetapi mudah-mudahan mereka yang 18:13 menguasai nuklir dan memiliki senjata 18:15 nuklir itu mereka sendiri yang akan 18:17 mengalami apa namanya mengalami 18:22 menjadi korban daripada senjata mereka 18:24 sendiri. He 18:25 mudah-mudahan Allah menjauhkan 18:28 apa itu dari kaum muslimin. Karena kaum 18:30 muslimin enggak enggak bikin-bikin 18:34 itu. Ee ini jadi sekir yang kita lihat 18:36 seperti itu. Nah, fokusnya adalah 18:39 bagaimana para jemaah ini melihat 18:42 skenario-skenario yang mereka bayangkan 18:44 sendiri berdasarkan informasi yang 18:47 begitu banyak di media, di 18:49 channel-channel yang ada. He 18:51 ya. mereka akhirnya jika itu terjadi 18:54 kayak gimana ya? Nah, kayak gimana 18:56 ekonomi Islamnya bagaimana. Nah, itu 18:59 pasti terj eh apa eh padahal kalau 19:00 terjadi pasti akan berubah akan mengubah 19:03 segala-galanya. 19:04 He. 19:05 Karena perang itu akan mengakibatkan 19:07 ketidakstabilan ya. Ketidakstabilan itu 19:11 ee akhirnya mengakibatkan 19:14 channel apa namanya? Channel apa nih? 19:17 Mata rantai produksi itu ya rusak ya. 19:21 yang tadinya memproduksi beras karena 19:24 sawahnya dibom ya akhirnya ya enggak 19:27 bisa bertani. Karena dalam perang itu 19:29 enggak ada lagi aturan-aturan. Katanya 19:32 jangan diserang ini, jangan diserang 19:34 itu. Tapi kalau sudah perang diserang 19:35 semua ya. 19:37 Karena misalnya logistik adalah kekuatan 19:40 ya. Kalau logistiknya di bom misalnya, 19:43 ee otomatis suplai bahan makan akan 19:47 berhenti dan akhirnya yang menjadi 19:49 korban bukan prajurit yang berhadapan 19:51 dengan prajurit lainnya, 19:53 tetapi orang awam itu yang akan banyak 19:56 menjadi korban. Dan seperti yang kita 19:59 lihat ya, data daripada korban perang 20:03 dunia pertama, kedua itu berpuluh-puluh 20:05 juta. Nah, itu sebagian besar adalah 20:09 yang tidak ikut perang. 20:10 H 20:10 sebagian besar adalah penduduk biasa, 20:13 orang awam. Bisa petani ya, bisa 20:17 pedagang 20:18 dan buruh yang bekerja di pabrik dan 20:20 lain sebagainya. Ya, sama dengan kita 20:24 alami ketika perang kemerdekaan. 20:28 Belanda itu mengebom apa saja pabrik, 20:32 ril kereta api, jembatan 20:35 itu dibom agar supaya prajurit TNI yang 20:39 mempertahankan kemerdekaan itu enggak 20:41 bisa ke mana-mana ya. Dan itu kalau 20:44 menurut cerita-cerita dari orang tua 20:46 kita luar biasa. Saya punya Budi ya, 20:50 kakaknya ibu saya itu 20:52 kalau ada pesawat yang rendah menuju 20:55 Juanda itu kan lokasi kita k di Lamungan 20:58 itu kabur di sawah gitu lari dia ke 21:01 gubuk. 21:02 He 21:02 sayaang kenapa 21:05 ya ingat waktu kecil itu 21:06 takut 21:07 iya. 21:08 Heeh. itu kan perang gerilia itu jadi 21:11 Belanda ngebom jembatan kan saya lihat 21:14 juga jembatannya itu jadi akhirnya 21:16 trauma ya nah itu bisa dibayangkan 21:19 bagaimana kalau sekarang ya luar biasa 21:23 pengalaman buru di masa kecil dan tidak 21:27 tidak bisa terobati akhirnya di 21:29 pengalaman itu menjadi traumat seumur 21:33 hidupnya 21:35 ini jadi yang bisa ee kita bayangkan 21:41 adalah jika benar-benar terjadi maka 21:44 proses produksi semua barang ekonomi 21:46 apakah pertanian apakah itu bahan mentah 21:49 atau segala macam 21:50 yang dipakai dan dibutuhkan oleh manusia 21:52 akan terhambat sangat besar 21:54 sehingga otomatis 21:57 akan terjadi Malaysia arti Malaysia itu 21:59 artinya ee apa namanya musibah yang luar 22:03 biasa 22:04 yang mengorbankan 22:06 ber 22:08 mengorbankan massal semua manusia 22:10 termasuk hewan karena akibat perang 22:13 seperti itu. 22:14 Hm. Jika skenario 22:17 benar-benar terjadi. [tertawa] 22:19 Tapi kita juga ingin melihat sebenarnya 22:20 Pak Ustaz ya kalau tadi ada gambaran 22:23 perang lalu apa yang dilakukan oleh 22:24 Amerika sekarang meningkatnya ekspansi 22:27 gitu ya. ya ekspansi sudah dilakukan 22:29 sebenarnya berpuluh-puluh tahun, tapi 22:31 ini peningkatan dan juga dengan cara 22:33 militer. Bagaimana, Ustaz ee melihat 22:39 ini kan kalau dari kacamata ekonomi 22:41 Amerika Serikat sebagai negara kapitalis 22:43 gitu ya. 22:44 Benar. 22:45 Dia ingin menguasai tadi melakukan 22:48 ekspansi. 22:49 Ini sepertinya ada filosofi kerakusan 22:52 tanpa batas ini, Pak Ustaz. Negara 22:54 kapitalis ini. Cuman masalahnya kan 22:56 bukan hanya Amerika, negara kapitalis 22:58 kan banyak. Ini gimana kalau 22:59 negara-negara kapitalis lain gitu ya, 23:02 ini enggak terima gitu. Bisa dibayangkan 23:04 nih saya ingin melihatnya filosofi 23:06 kerakusan tanpa batas ini negara-negara 23:08 kapital bagaimana Pak Ustaz? Penyebab 23:10 perang atau penyebab keos, penyebab yang 23:12 lain-lain. 23:13 Jadi kalau kita pelajari dalam ee 23:15 kapitalisme sebagai sistem ekonomi ya. 23:18 He. 23:19 Satu unsur yang penting adalah greedy. 23:24 Grey 23:25 yaitu kerakusan yang tanpa batas. 23:27 Unlimited boleh dikatakan demikian. 23:30 Sebab ee kerakusan itu dibela-belain 23:34 oleh ee oleh pembela kapitalisme karena 23:37 inilah faktor yang membuat mereka itu 23:38 berkembang. H 23:39 tanpa ada ini, tanpa ada kriti, maka 23:42 mungkin kapitalis tidak seperti sekarang 23:44 ini. Itu maksudnya adalah bahwa greit 23:49 itu kerakusan yang selalu ditumbuhkan 23:51 menyala-nyala dalam dada kapitalis itu 23:55 sebagai obur, sebagai bahan bakar untuk 23:58 mengembangkan produksi, 24:00 untuk mengembangkan ekspansi. Nah, 24:03 karena itu maka itu diperlukan gitu loh. 24:06 Kalau tidak mesin mati. 24:09 Makanya kalau dulu saya kuliah itu ya ya 24:13 dalam ekonomi pembangunan itu kita 24:15 dialog ee diskusi dengan dosen itu 24:19 kita asalnya begini kita ini pada zaman 24:21 saya kuliah itu negara dibagi tiga, 24:24 develop negara maju ya kemudian negara 24:27 kedua itu developing 24:28 kemudian negara under develop orang 24:30 negara yang ketiga. Nah, yang dunia 24:33 kedua dan ketiga ini dianggap sebagai 24:36 dunia yang floating ya, mengambang. 24:39 Karena pada zaman itu masih ada 24:41 sosialisme dengan ee kapitalisme. I kan 24:45 negara-negara berkembang dan 24:47 negara-negara ee apa namanya? Underde 24:49 develop ini ditarik-tarik ke ee ke 24:52 sosialisme atau kapitalisme ya menjadi 24:56 wilayah dari apa namanya pencaplokan ya. 25:00 Nah, kita subsikan jika negara-negara 25:03 yang sedang berkembang ini membangun 25:06 negaranya terus lalu mereka mencapai 25:09 pada tingkat develop ya semuanya, maka 25:13 apa yang terjadi? Nah, di situ 25:16 diasumsikan bahwa inilah pesimisme 25:19 kapitalisme yaitu zaman dulu ya. 25:22 pesimisme arinya melihat masa depan masa 25:25 depan berdasarkan teropong kapitalisme 25:29 menjadi suram karena apa? Karena sedap 25:31 negara yang sudah pada tahapan 25:33 pembangunan seperti Eropa, negara-negara 25:36 di Afrika, kemudian negara-negara di 25:39 Amerika Latin, kemudian di Asia termasuk 25:41 Asia Tenggara ini bayangkan aja kalau 25:43 sudah seperti ee Eropa atau Jepang atau 25:48 Amerika. Lalu apa yang terjadi? karena 25:51 mereka bisa membuat apa yang mereka 25:52 buat, apa mereka Amerika buat. Kalau 25:56 Indonesia misalkan bisa membuat apa saja 25:58 yang dibuat oleh Jepang, apa saja yang 26:00 dibuat oleh Amerika bisa. Maka basis 26:03 tertrade, 26:05 basis apa namanya? perdagangan 26:07 internasional mati karena enggak ada 26:09 yang membutuhkan. Ee Indonesia bikin 26:11 mobil jumlahnya sama dengan mobil yang 26:14 ada di Amerika kualitasnya sama. Tidak 26:17 ada perbedaan sama sekali karena 26:19 teknologinya sama. Begitu juga dalam 26:22 bidang ee informasi, dalam bidang 26:25 transportasi semuanya apa yang Amerika 26:27 bisa bikin, Indonesia bisa bikin dengan 26:30 kualitas yang persis sama. Nah, kalau 26:33 ini terjadi maka ee Amerika enggak butuh 26:36 Indonesia, Indonesia enggak butuh 26:38 Amerika. Akhirnya basis perdagangan itu 26:41 tidak ada ya. Nah, kalau tidak ada ya 26:44 dunia ini homogen jadinya. Hm. 26:46 Ya, seperti itu lah. Ini sebelum itu 26:50 terjadi maka harus ada negara yang 26:53 menjadi korban terus menjadi pasar 26:55 istilahnya. Maka kapitalisme itu 26:57 menciptakan 26:59 dependensi ketergantungan 27:02 korban kepada yang menguasai. Ya, 27:05 makanya ini adalah pemicu kenapa terjadi 27:10 seperti ini. Karena ada negara yang 27:12 merasa khawatir jika negara yang 27:14 berkembang ini maju semuanya maka mereka 27:17 tidak akan bisa mengontrol. Nah, 27:19 kekhawatiran Amerika terutama inilah 27:22 yang menyebabkan konflik sebetulnya ya. 27:25 Lah sebetulnya semua presiden Amerika ya 27:27 dari tahun 60-an misalnya John F. 27:29 Kennedy sampai dengan apa itu Jimmy 27:33 Carter sampai dengan Jutbus dan lain 27:35 sebagainya. Ini menyadari seperti itu. 27:38 Tapi dia tidak menjadikan ee Amerika 27:41 sebagai aventurir kalau gitu ya. 27:44 Aventurir itu petualang ya. Petualang ee 27:48 kapitalis yang seperti Masangga 27:51 ceritakan yang greedy 27:54 untuk mengasih dunia. Nah, ini kebetulan 27:57 pemimpinnya ini pas nih Trump ya, Trump 28:01 ya Tanyaho ya. Ini yang akan menjadi 28:03 arsitek ee mengarsitek konflik di dunia. 28:07 Karena dengan cara itu maka 28:09 dia akan bisa menguasai. Menurut dia, 28:12 dia juga lupa bahwa Eropa ee tidak semau 28:17 tidak seperti itu. Nah, kalau itu kalau 28:19 itu terjadi arya apa yang diinginkan 28:22 oleh tidak sama dengan diinginkan oleh 28:24 Netanyahu ataupun Amerika, konflik di 28:27 antara Amerika mesti terjadi dan pasti 28:29 tidak akan sama. Karena itu maka ee jika 28:33 seperti dikatakan tadi ee jika if and if 28:38 it happen jika ini terjadi skenario 28:41 seperti terjadi ya carut-marut luar 28:44 biasa kekacauan ee apa namanya ee 28:48 terjadi di dunia ini. 28:50 Kalau dalam bahasa Imam Ghazali untuk 28:52 filsafat yang kacau ya tahabud tahabud 28:54 kekacauan di atas kekacauan, inkoheren 28:57 di atas inkoheren. Ya, artinya sudah 29:00 tidak ada lagi yang bisa bicara tentang 29:03 kebenaran, tidak ada lagi yang bisa 29:05 bicara tentang ee kepercayaan satu 29:08 dengan yang lain. Semua orang tidak 29:10 percaya, semua bangsa tidak percaya 29:12 dengan bangsa lain. Yang terjadi adalah 29:14 konflik. 29:14 H 29:15 ya. Dan seperti inilah yang mereka mau 29:19 ya mereka mau karena mereka menginginkan 29:21 bahwa jika itu terjadi pasti kamilah 29:23 yang akan menang karena mereka didukung 29:25 oleh alista senjata 29:28 yang secara manusia enggak terkalahkan 29:32 gitu. Tapi apa yang mereka katakan kan 29:34 apa yang mereka inginkan kan belum tentu 29:36 seperti itu. Karena Allah itu ee maha ya 29:42 maha hakim, maha bijaksana. He 29:44 ya. Maha rahman rahim terhadap hambnya. 29:47 Apalagi yang menyembah dia kaum 29:49 muslimin. Maka 29:52 skenario yang terburu itu ya kita 29:55 harapkan tidak terjadi dan ada pemimpin 29:58 yang lain yang membelokkan arah ini 30:01 menjadi seimbang. Ya gitu. Sebab kalau 30:04 tidak demikian maka boleh dikatakan ee 30:08 skenario tentang ekonomi apapun ya 30:11 enggak ada ya. artinya tidak bisa kita 30:15 bayangkan kayak bagaimana gitu ya, 30:18 apalagi dalam konteks ekonomi Islam. 30:20 Nah, karena itu maka di sini 30:23 ee kajian seperti ini dikaitkan dengan 30:26 ee beberapa ramalan atau nubuwat di 30:29 akhir zaman ya. di akhir zaman di mana 30:32 akan ada dua kekuatan yang saling 30:34 berperang satu sama lain dan kekuatan 30:38 itu tentu saja bukan kekuatan kaum 30:40 muslimin. Nah, sengaja ini terjadi 30:43 sehingga dua kekuatan yang apa namanya 30:46 di luar kekuatan kaum muslimin itu 30:49 perang sesama mereka sehingga melemahkan 30:51 kekuatan dan akhirnya pada saat itu 30:54 kaum muslimin ee menguasai dunia. 30:56 Mungkin ceritanya seperti itu. Dan 30:58 ketika itu terjadi, maka kalau Islam 31:02 jaya, ukun Islam akan jaya. Karena akan 31:07 terjadi nuzulu Isa, turunnya Nabi Isa 31:10 dan lain sebagainya. Dan di situ akan 31:12 ada 31:13 apa namanya? Keadilan yang lama kita 31:16 tunggu-tunggu akan muncul sehingga 31:19 ajaran Islam akan menjadi ee apa 31:22 namanya? karunia atau rahmat bagi semua 31:24 orang. Dan akhirnya orang yang tadinya 31:26 itu kaum muslimin yang tidak apa namanya 31:30 kalah dengan musuhnya akan menang. Dan 31:32 ketika itu terjadi maka ekonomi Islam 31:34 akan muncul dalam bentuk yang genuin ya 31:38 yang asli. di mana riba tidak ada, di 31:41 mana produksi barang-barang yang haram 31:44 tidak mungkin karena babi juga 31:45 produksinya juga enggak boleh dianggap 31:49 sebagai barang ekonomi. 31:51 Artinya kekuatan pada waktu itu 31:53 benar-benar yang muncul adalah kekuatan 31:55 Islam dan ekonomi Islam akan menjadi 31:58 yang berlaku. I 32:01 iya kira-kira begitu. Tapi itu enggak 32:03 tahu kapan terjadi ya. 32:04 Iya. Tapi tadi kalau dilihat kondisinya 32:07 Pak Ustaz ya kalau seperti itu kita 32:10 melihat dunia ini dengan masa depan yang 32:15 pesimis sepertinya. Tapi kalau kita 32:18 lihat masalah di 2025 yang akan terulang 32:21 di 2026 ee saya ee mendapat beberapa 32:26 data, Pak Ustaz ya. 32:27 Iya. masalah perekonomian di 2025 yang 32:31 paling ee mencuat ada banyak hal selain 32:34 perlambatan ekonomi global, suku bunga, 32:38 inflasi pangan dan energi. Nah, ini yang 32:40 poin tiga ini inflasi pangan dan energi 32:43 salah satu indikator penyebabnya 32:45 ternyata konflik geopolitik yang 32:47 mengganggu rantai, pasok, energi dan 32:49 logistik. 32:50 Pasti 32:50 sampai dampaknya bukan hanya dunia, 32:52 dampaknya juga. 32:55 harga pangan, 32:57 kebutuhan pokok fluktuatifnya itu naik 32:59 gitu. Dai beli terus tergerus. Ini 33:02 masalah di 2025. Di 2026 geopoliknya kan 33:05 makin panas, Pak Ustaz. 33:06 Makin 33:07 tadi kalau kita katakan pesimistisnya 33:09 itu. Lalu kalau urusan inflasi pangan 33:11 energi ini lebih khusus kaitan dengan 33:13 Indonesia menurut Ustaz Gimana? 33:15 Iya. Kalau inflasi dalam pangan itu 33:19 sudah terjadi sebetulnya. 33:20 Heeh. ee sudah mungkin 10 tahun 33:22 terakhir, satu dekad terakhir ini dunia 33:25 menyaksikan betapa harga pangan itu 33:26 mahal ya. 33:28 Ee maksudnya mahal dalam pengertian 33:31 makanan olahan, bukan 33:33 bahan pokok ya. 33:35 He. 33:35 Kalau bahan pokok itu relatif 33:37 terjangkau. Umpamanya gini, kita kan 33:39 impor gandum ini. 33:41 Heeh. 33:42 Kita bikin mie indomi super mie apa miie 33:45 itu banyak sekali. 33:46 100% 33:48 we impor from other country ya kita itu 33:52 impor dari negara lain terutama 33:53 Australia misalnya Ukraina termasuk 33:55 Rusia termasuk Amerika Serikat sendiri 33:57 ya Amerika Serikat itu lumbung pangan 34:01 sebetulnya dia memproduksi lebih dari 34:04 kebutuhannya dalam hal gandum 34:06 Heeh 34:06 terus dalam hal kapas dalam hal 34:09 macam-macam dia ya termasuk apa namanya 34:13 jagung ya kan kita malah kurangan Ya, 34:16 kacang tanah juga gitu. 34:17 Heeh. 34:18 Karena kita banyak menggunakan sambal 34:20 kacang itu ya, maka kicak kacang yang 34:23 kita produksi kurang. 34:25 Iya. 34:25 Ya, kita impor dari India. Kacang tanah 34:28 kita impor dari India itu dan dari 34:30 Amerika Serikat. I. 34:31 Nah, kalau bahan baku yang dari petani 34:33 ini politikan relatively stabil. 34:36 Iya. 34:37 Tapi kita dibuat makanan 34:39 harganya beda. 34:40 Itu yang 34:40 Iya kan? 34:41 Heeh. Heeh. 34:41 Ee kita bisa ini kita bisa 34:43 bandingkanlah. makanan yang dari 34:46 restoran yang sebetulnya kan cuman roti 34:48 ya, 34:49 tapi harganya gila-gilaan. Di Amerika 34:52 kita sarapan berapa cuk? Sarapan bisa 34:54 5 dolar. 34:55 Iya [tertawa] 34:56 5 dolar satu sepotong. 34:57 5 dolar sepotong ya. Padahal di sini 5 34:59 dolar sudah. 35:00 Oh 5 dolar sudah hampir [tertawa] 35:03 beda. 35:04 Iya ya. 35:04 Makanya orang mengeluh bahwa biaya makan 35:06 termasuk di Singapura itu makan mahal 35:08 sekali. 35:09 Iya Singapura mahal Ustaz. 35:10 Tapi kita bisa maknai karena Singapura 35:12 enggak menghasilkan bahan baku ya. He 35:14 tapi untuk bahan baku sebenarnya 35:16 relatively eh stabil. Tapi yang kalau 35:19 sudah dibuat menjadi makan olahan itu 35:22 volume editnya tinggi banget ya. Nah, 35:24 sehingga orang semuanya komentar ya 35:27 orang-orang asli yang kayak Indonesia 35:28 kemurahan beli makanan di sini ya 35:30 enggak masuk akal harganya ya kan. 35:32 Tapi kalau ke negaranya ya 35:35 dia kemahalan. Ada yang cerita kalau di 35:39 Indonesia itu beras ya 1 dolar aja udah 35:42 1 liter lebih 1 kilo. 35:44 Kalau di negara yang dituju kayak di 35:46 Eropa itu beli beras cuman 200 gram 35:51 harganya di atas 1 dolar ya ketengan 35:55 kalau belinya. Masyaallah ya kan. 35:57 Itu luar biasa di Indonesia itu murah 35:59 meriah ya. Tapi jika umpamanya seperti 36:02 yang kita cerpor 36:05 bahan pakanan tadi itu perang lah mereka 36:08 kan enggak bisa. 36:09 Heeh. 36:09 Ya ukrainnya sibuk dengan perang. 36:11 Petaninya enggak mungkin bisa garap 36:13 sawahnya. Kalau garap sawahnya belum 36:15 selesai panen sudah dibom. 36:17 Iya kan? 36:18 Jadi untuk bisa membangun itu harus ada 36:20 stabilitas. 36:22 Itu sebabnya kita itu mengalami zaman 36:24 Orde Baru. Stabilitas adalah di atas 36:27 segala-galanya. H 36:29 dan karena itu maka kita bisa sewasada 36:31 padi, kita bisa sewasada kedelai, kita 36:35 menjadi ee negara berkembang yang paling 36:38 berhasil membangun pertanian. Tapi itu 36:41 eh at the cost of stability. 36:45 Eh stabilitas itu enggak bisa diganggu 36:46 gugat ya. Ya, pada waktu itu ya. Tapi 36:50 era itu sudah selesai. Begitu RD baru 36:52 hilang ya apa yang kita dapatkan, apa 36:55 yang kita capai dalam hal prestasi 36:58 bidang pertanian turun 37:01 stabilitas ee untuk beras untuk ee kita 37:04 tidak impor beras itu baru tahun 2025 37:08 kemarin. 37:09 He 37:09 Pak Menteri Pertanian begitu bilang, 37:11 "Iya, 37:11 stok bahan apa beras ini kita sampai R7 37:16 juta paling tinggi. Kalau stok banyak ya 37:19 diekspor gitu bahasanya 37:20 gitu. Jadi, nah ini perlu stabilan. 37:23 Kalau gak stabil enggak mungkin 37:24 petani-petani kita itu bisa tanam padi, 37:27 bisa tanam jagung, 37:28 tanam kedele. 37:30 Iya. 37:31 Makanya kalau terjadi perang, apalagi 37:33 perang itu kemudian merembet kepada 37:34 negara-negara yang yang simpati kepada 37:37 salah satu yang berbang. Ya, bisa kita 37:39 bayangkan 37:40 tadi ya. 37:40 Iya. 37:41 Rantai pangannya itu bermasalah nanti. 37:43 Rantai itu sangat mengganggu. Iya. Nah, 37:45 melihat hal-hal tersebut, Pak Ustaz ya 37:47 tadi juga kan Pak Ustaz sedikit juga 37:49 sudah disampaikan bahwa di tengah 37:50 kekacauan dan juga keos ini akan ada 37:54 masanya ekonomi Islam itu muncul gitu. 37:58 Namun kita pengin tahu bagaimana cara 38:00 pandang ekonomi Islam sebenarnya melihat 38:02 kalau skenarionya 38:05 itu dari kekacauan, dari perang atau 38:10 dari ketidakptian gitu ya. Bagaimana Pak 38:12 Ustaz? 38:13 harus membuat negara itu supaya tidak 38:17 ikut-ikutan. 38:19 Kalau kalau posisi Indonesia mungkin 38:21 bisa ya. Indonesia ini sampai dengan 38:25 hari ini dianggap sebagai apa namanya? 38:28 negara netral ya. Tapi kalau seperti 38:31 Timur Tengah itu sulit ya. Nah, karena 38:33 justru itu yang digoyang itu kan. Tapi 38:35 kalau Indonesia misalnya bisa ee 38:39 mempertahankan netralitas ee hubungan 38:42 internasional dan menjadi penengah dari 38:44 semua konflik, maka ee skenario yang 38:48 berlaku bagi negara-negara yang ikut 38:50 konflik tidak berlaku di sini. dan 38:52 pembangunan ekonomi termasuk pembangunan 38:55 pertanian seperti yang disyaratkan Pak 38:57 Presiden sekarang ini itu insyaallah 39:00 tetap enggak terganggu gitu loh. 39:02 Dan kita kita berdoa supaya seperti itu 39:05 artinya posisi kita sebagai netral, 39:08 posisi negara netral dan negara cinta 39:10 damai berusaha untuk mendamaikan konflik 39:14 antar negara, berusaha untuk mendamaikan 39:17 negara-negara yang berpotensi berperang 39:20 ini. kita masih masih ok lah posisi 39:23 seperti itu ya kalau menurut saya ya. 39:25 Nah, apabila kita bisa ee pertahankan 39:28 itu maka ee kegiatan ekonomi, produksi 39:33 dan lain sebagainya dalam bidang 39:36 pertanian, perkebunan, dan lain 39:37 sebagainya itu akan tetap seperti ini. 39:39 Mudah-mudahan malah lebih baik ya, 39:42 lebih bagus karena 39:44 negara yang berperang itu akan ee apa 39:47 namanya? tidak bisa membangun dan ketika 39:50 itu dia akan ambal apa namanya ambil 39:52 barang dari luar negeri. Dan ketika itu 39:55 terjadi maka mungkin kita menjadi 39:57 penyelamat justru ya. Ya, mudah-mudahan 40:00 begitu ya. 40:01 Karena tidak mungkin kita menghindarkan 40:03 diri dari konflik yang ada. Banyak yang 40:06 mencoba untuk menceret-seret agar setiap 40:09 negara itu ikut dalam konflik ya. 40:11 He. 40:12 Karena sekarang kan perang itu pro ya. 40:14 Iya. 40:14 Ya, Amerika enggak mungkin nyerang 40:16 Rusia. ada 40:17 kecuali ada nuklir yang jatuh entah dari 40:19 mana dan dia dari mana gitu 40:22 ya Amerika melihat nuklir yang jatuh di 40:24 wilayahnya dari Rusia Rusia enggak 40:27 enggak mengaku enggak menembak 40:29 nah terus seperti kalau terjadi maka 40:31 perang enggak bisa dihindar tapi selama 40:33 ini kan perang itu proksi ya 40:35 perang Timur Tengah itu proksi Amerika 40:37 perang Lebanon itu 40:40 dan lain sebagainya ya proksi semuanya 40:41 Cina juga begitu 40:43 nah tapi kalau enggak proksi hadapan 40:45 satu perang tanding jalannya satu 40:47 berhadapan dengan yang lain. Kalau 40:48 seperti itu segala all out akan 40:51 dilakukan. 40:51 H 40:52 ya mudah-mudahan 40:54 tidak bisa apa kita berharap itu gak 40:57 terjadi tapi akan terjadi karena 41:01 apa namanya ee seperti yang dikatakan 41:03 tadi ya nubuwat itu begitu akan terjadi 41:06 perang antara dua kekuatan besar. 41:08 He he 41:09 itu. 41:10 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 41:12 Subhanahu wa taala. Saat ini Anda sedang 41:13 menyimak siaran langsung kajian ekonomi 41:15 Islam bersama guru kita Ustaz Ih Basri. 41:18 Ujian pertama di awal tahun 2026 41:22 Mengguncang Dunia. Kami mengundang Anda 41:24 untuk bergabung. Silakan sampaikan 41:25 pertanyaan ataupun komentarnya ke nomor 41:27 WhatsApp Rasil di 0811999720. 41:33 Kami akan jeda sejenak akhwat dan akan 41:36 kembali di sesi kedua dengan menjawab 41:38 pertanyaan-pertanyaan dari Anda. 41:40 Tetaplah bersama kami. 41:46 [musik] 41:57 [musik] 42:07 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 42:09 Islam yang satu, kajian ekonomi Islam 42:12 bersama Ustaz Ikhwan Basri. Di sesi 42:14 kedua ini, Ikhwan Afwad, kita akan 42:16 menjawab pertanyaan-pertanyaan yang 42:17 sudah masuk dari Anda. Kami akan 42:19 membacakan dulu ee WhatsApp yang masuk 42:21 yang memberikan atensinya di pagi eh di 42:24 siaran kali ini. Bu Suprapti. 42:25 Asalamualaikum warahmatullah 42:26 wabarakatuh. Terima kasih, Pak Ustaz 42:28 menyimak. Begituun Ibu Ani Hudaifah. 42:32 Alhamdulillah bismillah. Insyaallah saya 42:34 hadir selalu menyimak acara ekonomi 42:37 Islam kali ini. Begituun ini ada dari 42:40 081 42:42 36288. Sekian sekian. Asalamualaikum 42:45 warahmatullahi wabarakatuh. 42:46 Waalaikumsalam. 42:47 Menyimak Pak Ustaz penjelasan yang 42:48 disampaikan oleh Pak Ustaz. Terima 42:49 kasih. Syukran. Ada juga Ibu Fani. 42:53 Asalamualaikum warahmatullahi 42:54 wabarakatuh. 42:56 Pak Ustaz izin bertanya. bagaimana agar 42:59 kita bisa meraih keberkahan dan tetap 43:04 optimis dalam berbisnis di tahun 2026 43:07 ini. Bagaimana menurut Pak Ustaz? 43:10 Iya, terima kasih Bu Fani yang selalu 43:13 menyiwa acara kita. Jadi kita itu 43:17 sebagai seorang muslim, salah satu 43:19 karakter seorang muslim adalah optimis. 43:22 Ee kita dilarang ee pesimis, ya. Kita 43:26 dilarang. Jadi harusnya karakter 43:30 optimisme itu menjadi bagian dari 43:33 kepribadian seorang muslim apapun 43:36 profesinya ya. mau petani, mau pedagang, 43:39 mau pegawai dan lain sebagainya, maka 43:42 optimisme adalah salah satu karakter 43:46 yang kita miliki. Ya, 43:50 tetapi memang ada tekanan dalam pikiran 43:55 karena kita terhubung secara eksternal 43:57 kepada orang lain, kepada 43:59 peristiwa-peristiwa 44:00 yang kita lihat sehari-hari ataupun 44:02 berita yang kita baca akan mempengaruhi 44:05 ee derajat optimisme kita itu sehingga 44:10 seringki atau mungkin dalam keadaan 44:12 tertentu turun kadarnya. ya. Nah, ketika 44:16 turun kadarnya ah itu manusiawi. Tapi 44:19 harus kita balik lagi kondisinya menjadi 44:20 optimisnya. 44:22 Ya, ini seperti itu ya. Kalau kita 44:26 sebagai pedagang misalnya, kita akan 44:29 lihat begitu banyak kompetitor baik itu 44:32 kompetitor di lingkungan kita, maupun 44:36 kompetitor di luar lingkungan kita, 44:39 bahkan kompetitor antar negara. Ya, itu 44:43 jamak itu biasa aja ya. Makanya 44:45 Al-Qur'an selalu Al-Qur'an memberikan ee 44:49 petunjuk kepada kita fastabiquul khairat 44:52 ya. Berlomba-lombalah dalam kebaikan. 44:56 Artinya dalam kebaikan kebaikan itu 44:58 bukan tidak dibatasi hanya salat, zakat. 45:01 Enggak. Kebaikan ya amal saleh. 45:04 Berdagang itu kebaikan. 45:06 Ee sebagai seorang guru mendidik anak 45:08 didik itu kebaikan. 45:11 seorang yang bekerja di perkebunan atau 45:14 di pabrik itu semua kebaikan karena kita 45:18 menghidupi diri kita sendiri dan 45:19 keluarga kita. Maka seharusnya ee dalam 45:24 proses apapun dalam dalam mata rantai 45:27 produksi apapun kita ini, maka optimisme 45:31 itu harus menjadi karakter kita, gitu. 45:34 Dan pesimisme itu tidak menjadi karakter 45:37 kita. Jika kita seperti ini maka akan 45:39 bersemangat ya semangat ya. Adam Smith 45:43 saja itu mengatakan dalam kitabnya apa? 45:45 the will of nation itu bahwa orang 45:48 tiap-tiap orang ini agen ekonomi ya kita 45:51 sebagai pedagang kita sebagai guru, 45:53 sebagai TNI, 45:55 sebagai polisi masing-masing itu 45:59 didorong oleh teori namanya invisible 46:01 hand ya 46:02 invisible 46:03 tangan gaib 46:04 yang membuat TNI ya keluar rumah untuk 46:06 jaga negara 46:07 ee polisi keluar rumah e untuk menjaga 46:10 keamanan 46:11 pedagang datang ke pasar untuk berdagang 46:13 petani datang ke sawah apa untuk 46:15 mengharap sad dan seterusnya dan 46:16 seterusnya. Ini semuanya adalah ee dalam 46:19 bahasa apa namanya? Hadam Smith didorong 46:22 oleh invisible hand. Apa itu invisible 46:26 hand? Adalah tangan gaib dalam bentuk 46:28 tafsirannya adalah self interest, 46:31 kepentingan sendiri. Nah, nah walaupun 46:33 kita sebetulnya adalah memenuhi 46:36 kepentingan diri kita sendiri, tapi pada 46:38 gilirannya kita ini memberikan apa 46:41 namanya ee saham kepada pembangunan, 46:46 kepada kontribusi kepada masyarakat. 46:48 Kalau kita sebagai orang yang membuat 46:50 kue untuk kita jual, maka meskipun kita 46:53 itu mendapatkan keuntungan dari jual 46:55 kue, tapi sebetulnya kita memberikan 46:57 keuntungan kepada masyarakat karena 46:59 masyarakat itu bisa ee makan kue kita. 47:02 bisa makan nasi kita, bisa makan lauk 47:05 kita yang kita jual. Ya, jadi itu ketika 47:08 kita memenuhi kepentingan pada 47:10 prinsipnya kita ini memenuhi kontribusi 47:14 kepada orang lain. Nah, karena itu maka 47:17 benar sekali Al-Qur'an mengatakan 47:19 fastabiul khairat berlomba-lomba. Jangan 47:22 sampai kita itu tidak bersemangat. 47:25 Karena ketika kita itu menjual barang, 47:27 bukan saja kita itu memenuhi kepentingan 47:29 kita, tapi memenuhi kepentingan 47:31 masyarakat. Ya, 47:33 itu jadi berkontribusi kepada 47:34 masyarakat. Nah, itu makanya kita itu 47:37 kalau melihat konteks seperti itu itu 47:40 kita akan tetap semangat dan optimis ya. 47:43 Meskipun kita tidak tahu apa yang 47:45 terjadi di masa yang akan datang. 47:48 Skenario tadi yang dikatakan Mas Angga 47:50 mengerikan merinding kita ya. 47:52 Tapi itu kan kita tidak tahu apakah 47:55 benar terjadi ya. Seandainya terjadi 47:57 kita tetap apa? Punya pegangan tawakal 48:00 kepada Allah ya. Kita punya doa untuk 48:03 mempersenjati diri kita agar kita 48:05 dilindungi oleh Allah Subhanahu wa 48:06 taala. Kalau kita masih ragu apakah kita 48:09 akan dilindungi oleh Allah? Mari kita 48:11 lihat diri kita sendiri. Kita tidur itu 48:13 sebenarnya dilindungi oleh Allah. Enggak 48:15 ada kecoa masuk ke hidung kita. Tidak 48:17 ada binatang-binatang kecil masuk ke 48:19 dalam hidung kita. H 48:21 kenapa begitu? Karena kita dijaga. Nah, 48:23 kalau dalam kita tidur aja dijaga oleh 48:26 Allah, maka kalau kita berdoa kepada 48:28 Allah agar supaya dihindarkan dari 48:29 hal-hal yang tidak baik akan menimpa 48:32 kita, Allah akan lindungi. Ya, maka 48:37 dengan seperti itu kita tetap optimis. I 48:41 justru orang yang tidak berimannya dia 48:43 optimis karena dia tidak punya 48:44 perlindungan 48:46 ya. Tidak punya Tuhan yang melindungi 48:48 mereka gitu loh maksudnya. 48:50 Baik. Selanjutnya ini ada Ibu Asma di 48:54 Jakarta Selatan. Asalamualaikum 48:56 warahmatullahi wabarakatuh. 48:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:58 wabarakatuh. 48:59 Betul apa yang disampaikan oleh Pak 49:01 Ustaz tadi di awal. Saya sendiri tidak 49:04 punya rasa ketar-ketir ataupun khawatir 49:07 karena hidup sudah getir. [tertawa] 49:10 Namun, Pak Ustaz, saya punya senjata 49:12 pamungkas untuk menghadapi semua situasi 49:15 yang terjadi. Bahwa Allah itu akan 49:17 bersama kita sehingga kita bisa 49:20 berlapang dada dan juga sabar. Makanya 49:23 mendekatkan diri kepada Allah. Bagaimana 49:25 menurut Pak Ustaz? Iya. 49:26 Wah, ini sudah benar sekali. Ini malah 49:28 kita sharing ya, Bu ya. sharing kepada 49:30 pendengar yang lain bahwa apa yang ee 49:34 Ibu tadi alami itu baik sekali untuk 49:37 ditiru oleh para pendengar yang lain 49:39 juga ya. Jadi kita punya senjata 49:42 pamungkas ya, 49:44 kita punya senjata pengkos yang kita 49:46 bisa pakai di saat dalam keadaan sangat 49:49 genting ataupun di saat dalam keadaan 49:53 lapang enggak masalah ya. Makanya ee 49:58 aduau silah mukmin ya doa atau zikir 50:02 silah mukmin itu adalah senjata kaum 50:05 muslimin, perisai kaum muslimin. Ya, 50:08 untuk menghadapi hal-hal yang tidak 50:10 terduga kita mempunyai doa mohon 50:13 perlindungan kepada Allah Subhanahu wa 50:15 taala agar hal-hal yang kita bayangkan 50:19 buruk akan menimpa kita, tidak mengenai 50:22 kita. Allah melindungi kita. Ya, doanya 50:26 kan banyak itu doa-doa pagi sore yang 50:30 kita kalau pagi kita baca tiga kali, 50:33 sore kita baca tiga kali dan adaarul 50:36 azkarus shah wal masa, zikir-zikir pagi 50:38 dan sore ee itu sudah banyak ya. Ya, 50:42 saya enggak mungkin mengulang karena 50:43 saya tidak memberi e tidak mengajari 50:46 doa-doa gitu. Tapi itu dua-dua itu harus 50:48 menjadi kelaziman yang kita lakukan 50:50 sehari-hari untuk melindungi dan 50:53 membentengi diri kita dari hal-hal yang 50:54 tidak kita inginkan terjadi pada kita. 50:57 Dan insyaallah itu yang akan me apa 51:00 namanya akan terjadi. Artinya Allah akan 51:03 melindungi kita kalau kita minta 51:04 perlindungan ya. Kemudian kita terjaga 51:07 dari hal-hal yang kita tidak inginkan di 51:10 hari itu. Maka doa itu jangan dibaca 51:15 sehari kemudian besoknya enggak. Tiap 51:18 hari. Makanya doa itu kan ini apa 51:21 namanya judulnya kan adzkarus shabah wal 51:24 masa. 51:25 Zikir-zikir dan doa-doa pagi dan sore. 51:28 Pagi dan sore 51:29 setiap hari. Setiap pagi, setiap sore, 51:31 setiap pagi, setiap sore terus. 51:33 Nah, dengan itu kita akan membantengi 51:35 diri kita. Insyaallah kita enggak akan 51:37 terkena. Kalaupun terkena kita diberikan 51:39 oleh Allah 51:40 ee ee keridaan terhadap a yang menimpa 51:44 itu sehingga hati kita tetap lapang. 51:47 Seperti yang barusan Ibu tadi katakan 51:49 ya, beliau sudah siap dengan apapun yang 51:51 terjadi umumannya buruk ya kita tetap 51:54 terima itu sebagai takdir 51:56 dan kita lapang dada dan di situlah ya 51:59 diolba Allah memberikan petunjuk kepada 52:02 hati kita. di saat kita mendapatkan 52:04 musibah. 52:06 Baik, selanjutnya ini ada Ibu Iskandar. 52:09 Asalamualaikum warahmatullahi 52:10 wabarakatuh. 52:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:12 wabarakatuh. 52:13 Pak Ustaz, beberapa waktu yang lalu saya 52:16 melihat sebuah postingan di media sosial 52:20 seorang anak usia 25 tahun yang sudah 52:24 menyelesaikan 52:25 S2-nya dengan kumlaut. 52:29 hanya melihat komen-komennya itu, komen 52:33 orang itu di media sosialnya gitu, Pak 52:34 Ustaz. Lumayan sinis. Banyak yang 52:36 mengatakan bahwa lulusan S2 itu percuma. 52:40 Apalagi di zaman sekarang cari kerjaan 52:43 susah, ujung-ujungnya menambah angka 52:46 pengangguran. Bagaimana dengan hal 52:49 tersebut, Pak Ustaz? melihat tadi 52:51 gambaran di 2026 ini, apakah yang harus 52:55 diberikan oleh orang tua untuk masa 52:57 depan anak-anaknya? Sebagai orang tua 53:00 kepikiran hal ini. Mohon pencerahan dari 53:02 Pak Ustaz. 53:03 Iya, terima kasih. 53:05 Ini mengingatkan ketika saya kuliah, 53:08 saya kuliah itu tahun 1000 53:12 987 53:13 hm 53:14 hingga 1994. 53:17 Iya. tempat saya kuliah di Islam Abad di 53:20 Pakistan ya. 53:20 Islam. 53:21 Nah, teman-teman saya dari Pakistan 53:25 banyak yang melanjutkan dari setelah 53:28 lulus sarjana 1 S1 ya 53:30 di S2. 53:32 Habis S2 S3 malah ada yang beda. 53:35 Misalnya kan S2 sudah selesai Fakultas 53:38 Ekonomi. 53:38 He 53:39 dia S2 juga tapi dakwah. 53:41 Oh nambah gitu 53:42 dari fakultas yang berbeda. 53:43 Nambah yang lainnya. Saya tanya dan itu 53:45 menjadi perbincangan di kalangan 53:47 teman-teman kita ketika kita istirahat 53:50 siang makan di kantin gitu ya. He 53:52 iya. Ceritanya itu begini. Fulan ini mau 53:56 sekolah terus sampai S3 dan kalau sudah 53:59 S3 ini nanti selesai dia akan kuliah 54:01 lagi di S3 lagi tapi beda fakultas. 54:03 H 54:04 apa tujuannya? 54:06 He wants to be student. 54:09 Oh itu 54:10 ya dia ingin disebut sebagai mahasiswa. 54:13 Sebab kalau di sini kalau enggak masuk 54:15 dia pengangguran enggak ada [tertawa] 54:17 lapangan pekerjaan. 54:18 Nah, itu dulu karena di Pakistan itu 54:20 sulit ee mendapatkan lapangan pekerjaan 54:23 kan sehingga 54:23 kecuali yang berpendidikan. 54:24 Iya. Walaupun harta pendidikan saya 54:27 ketemu 54:27 Oh, gitu ya. 54:28 Doktor jualan buku di pasar 54:31 banyak gitu. 54:31 Setidaknya statusnya [tertawa] 54:34 jadi ingin statusnya dianggap sebagai 54:36 mahasiswa 54:38 agar supaya tidak dianggap orang 54:39 pengangguran. He. 54:40 Nah, kita lihat bahwa Pakistan itu 54:42 negara yang ekspor luar negeri ya, 54:45 pendidikannya tinggi. 54:46 Iya. 54:46 Dia ber mereka itu bahkan mengatakan ke 54:49 saya, orang Pakistan itu ingin ke luar 54:52 negeri apapun negaranya meskipun secara 54:55 ekonomi lebih rendah daripada Pakistan. 54:57 Sampai segitunya ya. 55:00 Nah, ini yang saya kan Ibu ini 55:01 mengingatkan saya peristiwa itu ya. He. 55:03 Jadi ee dia 25 usia 25 kemudian S2 tapi 55:11 setelah lulus ee S2 ee status 55:14 mahasiswanya hilang menjadi status 55:16 pengangguran. He. 55:17 Nah, ini adalah cara berpikir yang 55:20 pesimis. Kalau saya lihat ya saya itu 55:24 ada suatu pegangan ya yang saya sampai 55:27 sekarang saya pegang. 55:29 Saya dengar itu kuliah dari Kiai Imam 55:32 Jarasi. 55:33 Heeh. Gontor. 55:34 Gontor itu tahun berapa lupa ya. 55:36 Jadi saya kaget loh. Dia mengatakan 55:39 begitu. 55:41 Dia mengatakan di pembukaan itu ini 55:43 adalah wasiat kepada santri yang mau 55:45 keluar 55:46 bekal gitu ya. 55:48 Jadi mengatakan bahwa pada masa sekarang 55:51 ini katanya orang cari pekerjaan sulit. 55:54 Setelah kuliah, setelah sekolah SMA 55:56 sulit cari pekerjaan. 55:58 Kenapa sulit? 56:00 Karena di mata kita pekerjaan itu 56:03 misalnya pabrik, misalnya kantor, 56:06 departemen dan lain sebagainya. Itu kan 56:09 itulah nama lapangan pekerjaan. He. 56:12 Kalau itu yang kita inginkan, pintunya 56:16 tertutup jam 0.00 buka, jam 5.00 sore 56:18 tutup. Iya kan? Tapi kalau kita ingin 56:22 bekerja apa saja, maka pintu lapangan 56:25 pekerjaan terbuka 24 jam. 7 hari 56:28 seminggu, 30 hari sebulan, 365 hari 56:31 setahun. Itu saya saya terkesan ya. Saya 56:35 terkesan karena beliau mengatakan bahwa 56:38 lapangan pekerjaan terbuka 24 jam 7 hari 56:41 seminggu. Lah kalau yang lulusan tadi 56:43 itu lapangan kerjanya disempit banget 56:45 kan mengharapkan itu. 56:47 Iya. I 56:47 persis lagunya E dari pintu ke pintu ya. 56:49 Dari [tertawa] 56:51 door to door 56:53 dari pintu ke pintu itu membawa ijazah. 56:55 H. 56:57 Enggak diterima di pintu yang satu, 56:58 pindah ke pintu yang lain enggak 57:00 diterima lagi ijazah. Enggak diterima 57:02 lagi. 57:02 Ya, kalau kita mengharapkan seperti itu, 57:05 maka pintu lapangan pekerjaan itu 57:08 tertutup ee sedikit sekali tersedia. 57:10 Tidak sama dengan jumlah yang keluar 57:12 dari SMA atau keluar dari STM atau 57:14 keluar dari peruan tinggi. 57:16 Iya, di mana-mana akan begitu. Tapi 57:18 kalau kita lihat diri kita sendiri itu 57:21 potensinya apa sekarang? Apa yang kita 57:24 miliki? 57:25 kita apa dan kita melihat lapangan 57:29 pekerjaan itu tidak ada yang rendah, 57:31 semuanya mulia di sisi Allah Subhanahu 57:34 wa taala. Maka inilah yang akan kita 57:38 cari dan inilah sebuah lapangan 57:40 pekerjaan yang unlimited. 57:43 Ya, bahkan dulu saya pernah ya setelah 57:45 saya kuliah pulang ke Indonesia ee saya 57:48 cari-cari ini lapangan pekerjaan. setiap 57:52 saya melamar pasti tidak diterima dan 57:56 akhirnya kita kembali kepada diri diri 57:58 kita sendiri. 57:59 Sebetulnya yang kita miliki itu apa? 58:01 Kompetisi kita itu apa? 58:02 Iya. 58:03 Nah, ketika kita kembali kepada diri 58:04 kita, lapangan terbuka. Bahkan kalau 58:06 menurut saya pengalaman saya pribadi 58:08 he 58:09 pekerjaan datang kepada saya. 58:13 Iya. Jadi tidak pernah ke sana. 58:17 ya kembali kepada apa namanya ee 58:21 wejangannya Kiai Imam Darkasi itu loh. 58:23 Iya. Iya. 58:24 Jadi kita bisa melihat lapangan 58:26 pekerjaan buka 24 sehari, 24 jam sehari, 58:29 7 hari seminggu, 30 hari per bulan, 58:32 365 hari dalam setahun. Jangan sampai 58:35 kita hanya melihat pintu-pintu itu 58:37 terlalu kecil gitu. 58:38 Iya, betul ya. 58:40 Iya, itu optimis ya. Yang kedua adalah 58:43 kita selalu yakin bahwa yang memberi 58:45 rezeki itu Allah Subhanahu wa taala. 58:47 Nah, ini yang seringkiali kalau saya apa 58:50 namanya dialog dengan orang-orang dengan 58:53 teman-teman ini lemah ya. Keyakinan 58:56 Allahu Arrazaq ya. Allah sebagai pemberi 58:59 rezeki itu lemah ya. He 59:01 ya. Jadi akhirnya yang memberi rezeki 59:03 pada kita perusahaan bukan Allah. 59:06 Padahal kita bisa masuk perusahaan itu 59:08 karena Allah ya. Sehingga kita 59:10 bersyukurnya kepada Allah. Bukan 59:12 bersyukurnya kepada perusahaan. Bukan 59:13 berarti tidak terima kasih kepada 59:15 perusahaan. Terima kasih. Kan Nabi 59:17 mengatakan, "Man lam yaskur linnas lam 59:20 yaskur lillah." 59:22 Barang siapa tidak bersyukur kepada 59:23 manusia yang memberi kebaikan kepada 59:26 dia, dia tidak bersyukur kepada Allah 59:28 Subhanahu wa taala. Tapi sebagai tauhid 59:31 ya, visi tauhid kita bahwa semuanya itu 59:35 dari Allah dan Allah yang bisa memberi 59:37 rezeki kepada kita dan kita minta kepada 59:40 Allah kapanp minta rezeki. 59:42 H 59:43 ya hari ini kita di PHK tetap kita mohon 59:45 kepada Allah rezeki tetap mohon kepada 59:48 Allah diberikan pekerjaan itu hanya 59:50 kepada Allah Subhanahu wa taala. Nanti 59:53 Allah akan mengisyaratkan 59:55 agar kita mendapatkan pekerjaan. Iya. 59:58 Tapi kita minta dulu kepada Allah 59:59 Subhanahu wa taala. 1:00:02 Semoga jawaban tadi penjelasan berikut 1:00:05 itu juga menjawab pertanyaan dari Eyang 1:00:09 Sri dan juga Ibu Tini nih tadi yang 1:00:11 bertanya tentang optimisme ya. Jadi 1:00:13 mudah-mudahan tadi penjelasannya itu 1:00:15 menjadi jawaban juga karena hampir sama 1:00:16 tadi pertanyaannya yang Sri dan juga Ibu 1:00:20 Tini ya yang menyampaikan pertanyaan 1:00:21 juga. Ini juga ada Ibu Yuli Lestari. 1:00:24 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:25 wabarakatuh. menyimakam 1:00:27 kajian ekonomi Islam. Terima kasih Pak 1:00:30 Ustaz. Ada juga Tuan Baron Betawi nih 1:00:32 sambil kerja nih mendengarkan siaran 1:00:35 Rasil. Terima kasih Pak Ustaz. Begituun 1:00:37 Pak Andi di Ciledug. Asalamualaikum 1:00:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:00:40 Alhamdulillah terima kasih banyak Ustaz 1:00:42 Ikhwan dan juga Staf Radio Silaturahim 1:00:44 kami dan sekeluarga sedang menyimak 1:00:46 acara ekonomi Islam ini. 1:00:48 Kalau nonton kan nobar. Kalau dengerin 1:00:51 dengerin radio dengerin bareng gitu ya. 1:00:55 Baik, Pak Ustaz. Itu ee 1:00:57 pertanyaan-pertanyaan yang bisa kita 1:00:59 jawab di kesempatan kali ini. Sebagai ee 1:01:02 penutup, Pak Ustaz, dari seluruh bahasan 1:01:04 kita yang diingatkan kepada pendengar. 1:01:05 Apa dari Pak Ustaz? 1:01:06 Terima kasih Mas Angga. Para pemirsa 1:01:09 Rasil TV dan para pendengar radio 1:01:12 Silaturahim yang dirahmati Allah 1:01:13 subhanahu wa taala. 1:01:15 pesimisme menghadapi 2026 karena 1:01:19 skenario yang kita bentangkan tadi 1:01:22 akan mempengaruhi kepada semua orang 1:01:25 termasuk mereka yang punya profesional e 1:01:30 memiliki profesionalisme yang sulit, 1:01:32 yang bagus ya. Tapi seperti yang saya 1:01:35 katakan tadi bahwa ee kejadian-kejadian 1:01:40 yang akan terjadi ataupun yang sudah 1:01:42 terjadi ini adalah ee af'alullah ya 1:01:45 kerjaan Allah Subhanahu wa taala untuk 1:01:47 menguji kepada kita apakah kita tetap 1:01:50 bertahan dalam keadaan yang dicobakan 1:01:53 kepada kita atau kita lepas pegangan 1:01:57 dari pegangan hidayah Allah ini kita 1:01:59 lepaskan karena kita tidak tahan 1:02:00 terhadap apa yang menimpa kita Ya, maka 1:02:05 se seburuk apapun 1:02:08 yang akan terjadi, kita mohon kepada 1:02:11 Allah Subhanahu wa taala agar supaya 1:02:12 kita dihindarkan 1:02:14 atau diberikan kekuatan untuk bisa 1:02:16 menghadapinya dan tetap berpegang pada 1:02:19 tauhid 1:02:21 pada saat yang begitu genting. Karena 1:02:23 justru pada saat yang begitu genting 1:02:25 kita sangat membutuhkan pertolongan 1:02:27 Allah Subhanahu wa taala. 1:02:29 Karena itu maka menghadapi hal-hal yang 1:02:32 belum pasti, menghadapi hal-hal yang 1:02:34 skenarionya buruk, ya kita tidak tahu 1:02:37 bagaimana itu akan terjadi. Tetapi tetap 1:02:40 senjata kita adalah berpegang kepada 1:02:42 hidayah Allah Subhanahu wa taala dan 1:02:44 berpegang teguh kepada tauhid. Jangan 1:02:46 sampai kita lepas ya. Karena kalau kita 1:02:49 lepas justru kita akan bahaya ya. 1:02:52 Allah memberikan ee apa namanya? senjata 1:02:56 pada kita agar supaya kita bisa 1:02:59 menghadapi segala yang dia ciptakan 1:03:01 kepada makhluknya ya. Termasuk kejadian 1:03:03 kejadian besar di tahun-tahun yang akan 1:03:06 datang ya itu bekalnya cuman iman ya 1:03:10 karena iman itulah yang akan 1:03:11 menyelamatkan kita ya. 1:03:13 Kemudian mari kita apa namanya ee selalu 1:03:18 optimis dan selalu bersemangat dalam 1:03:21 mengerjakan apapun yang seolah-olah itu 1:03:24 adalah kehidupan duniawi, 1:03:26 kegiatan-kegiatan komersial, 1:03:28 kegiatan-kegiatan dagang, 1:03:30 kegiatan-kegiatan ekonomi yang membawa 1:03:32 kita kepada peringkat lebih tinggi dalam 1:03:34 duniawi tetap kita jalankan dengan baik, 1:03:37 tetap kita jalankan dengan penuh 1:03:39 semangat karena itu semua adalah amal 1:03:41 saleh yang akan memberi bekal kepada 1:03:44 kita. Jadi, fastabiquul khairat, 1:03:46 berlomba-lomba dalam kebaikan itu tidak 1:03:49 hanya berlaku pada ibadah, tapi berlaku 1:03:52 pada muamalah, kegiatan ekonomi, 1:03:54 perdagangan, dan lain sebagainya. 1:03:57 Karena itu adalah hal yang diwajibkan 1:04:00 sesudah salat. 1:04:02 Karena sudah salat dilakukan, maka kita 1:04:04 diwajibkan dianjurkan untuk bertebaran 1:04:08 di muka bumi, kembali kepada pekerjaan 1:04:10 masing-masing. Dan jangan sampai kita 1:04:14 melupakan zikir kepada Allah Subhanahu 1:04:15 wa taala dalam keadaan apapun. Itu 1:04:18 senjata kita. Dan orang-orang yang tidak 1:04:20 beriman tidak punya senjata itu ya. 1:04:22 Hanya kita alhamdulillah 1:04:24 diberikan sila, senjata, dan tameng agar 1:04:27 kita terhindar dari hal-hal yang tidak 1:04:29 baik. Saya kira itu masa enggak ya. 1:04:31 Baik. Demikianlah ikhwan dan akhwat yang 1:04:35 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:04:36 Kajian ekonomi Islam edisi hari ini 1:04:38 bersama guru kita Ustaz Ihwan Basri. 1:04:41 Semoga apa yang beliau sampaikan 1:04:42 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:04:44 banyak atas kebersamaan Anda. Mohon maaf 1:04:46 atas segala kesalahan kata. Kami undur 1:04:49 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:04:51 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:04:53 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:04:55 atubu ilaik. Asalamualaikum 1:04:57 warahmatullahi wabarakatuh.