Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:16 warahmatullahi wabarakatuh. 0:19 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:21 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:23 wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin 0:26 waa alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:30 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:32 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:34 wasallim wabarik ala nabina muhammadin 0:37 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 0:40 taala fil quranil karim. 0:42 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:44 Qolu subhanaka la ilma lana illa ma 0:47 alamtana. 0:56 Ya ayyuhalladina amanu sh alaihi 1:00 wasallimuaslim. 1:02 Sadaqallahulim. Alhamdulillahiabbil 1:04 alamin. Masih dipancarkan dari jalan 1:06 Masjid Silaturahim nomor 36 Cibubur 1:08 Bekasi. Inilah radio silaturahim dan 1:11 Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 1:15 akhwat yang muliakan Allah Subhanahu wa 1:17 taala. Bagaimana kabar Anda di Jumat 1:19 sore ini? Semoga selalu dalam keadaan 1:22 sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:24 Ridanul Ha ditemani oleh Neza dan juga 1:27 Yusuf Subangkit dapat kembali menemani 1:30 ikhwan akhwat dalam program tausiah sore 1:34 edisi Jumat 17 Zulhijah 1446 1:38 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:41 tanggal 13 Juni 2025 bersama guru kita 1:45 almukaram Ustaz Ahmad Shoh. 1:48 Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama 1:49 kita. Kita sapa guru kita terlebih 1:51 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 1:52 wabarakatuh, Ustaz. 1:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:55 wabarakatuh. 1:56 Kabarnya sehat, Ustaz? 1:57 Alhamdulillah sehat walafiat atas doa 2:00 dari semuanya. Alhamdulillah. 2:01 Alhamdulillah. Semoga kesehatan juga 2:04 dirasakan oleh ikhwan akhwat di mana pun 2:05 Anda berada 2:07 dalam keadaan sehat walafiat. Baik 2:09 ikhwan akhwat. Semoga kajian ini dapat 2:12 menemani ikhwan akhwat di segala 2:14 aktivitas tentunya di Jumat sore. 2:16 Tentunya Jumat sore adalah waktu 2:18 mustajab untuk berdoa sebelum menjelang 2:21 magrib. 2:23 di mana pun Anda berada yang masih dalam 2:25 perjalanan, yang sudah sampai di rumah, 2:28 semoga Allah bisa semoga bisa 2:33 mendengarkan radio silaturahim dan 2:35 siaran setelah live bersama Ustaz Ahmad 2:38 Saleh. Bagi Anda yang ingin 2:40 berpartisipasi dapat mengirimkan di 2:42 WhatsApp 0811999720. 2:46 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 2:48 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 2:50 di 0218451512. 2:55 Mari kita persilakan kepada Ustaz untuk 2:57 menyampaikan ilmu mm ilmu tentang 3:01 insyaallah pada Jumat kali ini Ustaz 3:04 akan membahas tentang kemuliaan dan 3:06 keutamaan para wali Allah. Kajian kitab 3:10 syarah Riyadus Shihin karya Syekh Dib 3:13 Albukha. Mari kita simak dan dengarkan 3:16 ilmu yang akan disampaikan oleh Ustaz 3:18 tentang kemuliaan dan keutamaan para 3:21 wali Allah. Tafadul Ustaz. 3:24 Alhamdulillahi 3:26 hamdan katsiran thyiban mubarokan fih 3:30 kama yuhibuna waard. Ashadu alla 3:34 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 3:37 ashadu anna muhammadan abduhu wa 3:40 rasuluhu wa innahu la nabiya ba'da. 3:43 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 3:46 nabiina Muhammadin waa alihi wa ashabihi 3:50 waman tabiahum bisihsanin yaumilqiamah. 3:53 Amma ba'. 3:55 Ikhwan dan akhwat pendengar radio 3:57 silaturahim serta pemirsa Rasil Visual 4:01 di mana pun berada. 4:03 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah 4:05 yang masih mempertemukan kita dalam 4:07 upaya mengkaji taujih-taujih, 4:10 arahan-arahan dari Rasulullah sallallahu 4:12 alaihi wasallam melalui kitab Syarhu 4:15 Riyadus Shihin, syarah Riyadus Shihin 4:19 wal hadir yakni e wanabu 4:23 akan membahas atau sanataqallamu akan 4:26 berbicara ee tentang kemuliaan dan 4:30 keutamaan para wali. waliullah, para 4:32 wali Allah. 4:35 Di dalam ee mukadimah bab ini, Imam 4:38 an-Nawawi mengutip beberapa ayat 4:41 Al-Qur'an. Di antaranya adalah surah 4:43 Yunus ayat 62 sampai 64 yang ee kita 4:48 baca. Ala 4:50 inna 4:52 auliyaallahi 4:55 la khaufun alaihim. 4:59 La khaufun alaihim wala hum yahzanun. 5:04 Alladzina amanu waanu yattaquun. 5:10 Wanu yattaquuna lahumul busro fil 5:15 hayatid dunya wafil akhirah. 5:20 Laab la tabdila likalimatillah 5:26 dzalika huwal fauzul adzim. 5:32 Ala ingatlah inna auliya Allah. 5:35 Sesungguhnya 5:37 wali-wali Allah saya ee terjemahkannya 5:40 terjemahkan masih dalam bahasa Arab ya, 5:44 wali-wali Allah. Ah, seringki 5:46 diterjemahkan juga penolong-penolong 5:48 Allah. Nah, tetapi nanti ada 5:50 penjelasannya di ayat berikutnya. Maka 5:52 saya menggunakan ingatlah atau ee ee ya 5:57 ingatlah inna auliya Allah. Sesungguhnya 6:00 wali-wali Allah itu la khaufun alaihim. 6:04 Mereka tidaklah takut. Walahum yahzanun. 6:07 Dan mereka tidaklah bersedih hati. 6:10 Siapa? Nah, ini yang disebut aulia 6:13 Allah. Alladzina amanu. Mereka adalah 6:16 orang-orang yang telah beriman. Saya 6:18 gunakan amanu menjadi telah beriman 6:21 karena ada amanu, ada yukminun gitu. 6:24 Amanu yukminu. Nah, amanu telah beriman. 6:30 Wu dan adalah mereka yattaquun 6:33 senantiasa bertakwa. 6:35 Jadi iman dan takwa. Nah, maka dia wajar 6:40 dapat gelar apa? Waliullah atau 6:42 auliyaullah. Min auliyaillah. 6:46 Bagian dari wali-wali Allah. Lahumul 6:51 busro. Bagi mereka dapat kabar gembira 6:54 fil hayati dunia. dalam tentang 6:56 kehidupan dunia ini. Dalam kehidupan 6:58 dunia ini wil akhirah. Begitu juga di 7:01 akhirat la tabdila likalimatillah. Tidak 7:05 ada badal, tidak ada pengganti, tidak 7:08 ada perubahan. Likalimatillah 7:11 bagi kalimat-kalimat Allah. A 7:14 kalimatillah bimakna wa'd. Bisa dipahami 7:18 bahwa kalimatillah itu adalah 7:19 janji-janji Allah gitu. Ah, ini 7:22 kalimatnya bisa janji-janji Allah, bisa 7:24 ketetapan-ketetapan Allah. Tetapi karena 7:26 konteksnya dengan waliullah 7:29 laufun alim walahum yanzanun. Kenapa dia 7:32 tidak takut ya, tidak bersedih hati 7:37 karena yakin betul kepada janji Allah. 7:40 Baik janji Allah di dunia maupun janji 7:42 Allah di akhirat. Maka di sini 7:44 dinyatakan la tabdila likalimatilak 7:48 likalimat. Maka pengertiannya bisa 7:50 dimaknai janji-janji Allah. 7:54 Tidak ada keberubahan. 7:57 Senantiasa Allah penuhi janjinya gitu. 8:00 Dalika hual fauzul adzim. Yang demikian 8:02 itu adalah dia alfa kemenangan al-adzim 8:07 yang agung. Nah, jadi waliullah itu ciri 8:11 utamanya iman dengan penjabarannya dan 8:16 bertakwa dengan penjabarannya. Kalau 8:19 disimpulkan cuma dua syarat jadi 8:21 waliullah itu beriman dan bertakwa. 8:24 Hanya ah uraiannya hal yang mengikutinya 8:28 itu yang kemudian. Tetapi Allah 8:30 masyaallah menarik sekali. Kenapa Allah 8:32 cuma nyebutkan dua? Padahal maknanya 8:34 banyak. Bertahap tadaruj. 8:39 agak di oh ciri waliall itu dua nanti 8:41 kemudian yang beriman itu apa mulai dari 8:44 Albaqarah mulai dari e alfatihah sampai 8:47 annas cari ciri-ciri orang beriman eh 8:49 banyak juga ternyata 8:52 orang yang bertakwa oh bertakwa awalnya 8:54 yattaquun tapi setelah ditu banyak juga 8:58 tetapi itu semua meskipun banyak sulit 9:01 kita katakan tapi bukan berarti tidak 9:03 mungkin tercapai bisa saja tercapai 9:06 pertama tadarus terus bertahap Allah 9:08 mensyariatkannya tidak sekaligus ee agar 9:11 membentuk karakter dulu, menjadi 9:13 kebiasaan dulu, istiqamah baru kemudian 9:16 ciri yang lain diturunkan. 9:19 Nah, begitu. Jadi, makanya kemudian 9:22 hikmah 9:24 diturunkannya Al-Qur'an dengan dua 9:27 metode. 9:29 Ee pertama metode mubasyaratan langsung 9:33 min lauhil mahfid ila samaid dunya. 9:37 ila baitil izzah mubasyaratan langsung 9:40 tuh 9:42 wakin akan tetapi minasamaid dunya 9:46 langit dunia diturunkan kepada nabi 9:49 muhammadnya bertahap sesuai dengan 9:51 khitabnya sesuai dengan kondisi Nabi 9:55 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 9:57 gitu loh ya. Nah, kenapa bertahap tadi? 10:02 Salah satu di antaranya agar mendapatkan 10:05 kekokohan dalam pemahaman dan 10:08 pengamalan. 10:11 Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pun 10:13 mengajarkannya enggak banyak-banyak 10:15 sekali pertemuan paling paling banyak 10:17 itu 10 ayat. 10:19 Dan itu banyak riwayat yang menyatakan 10:21 seperti itu di antara para sahabat gitu 10:24 loh sampai kenapa 10 ayat? Supaya 10:26 gampang dihafalnya. 10:29 gampang dipahaminya, 10:31 gampang diaplikasikannya. 10:33 Jika ini semua sudah diaplikasikan baru 10:36 ditambah lagi. 10:38 Jadi enggak numpuk ilmu. 10:40 Oh, ilmu gak apa yang perlu diamalkan 10:43 dicek, diamalkan dulu. Lanjut lagi. Tapi 10:46 rata-rata para sahabat karena masyaallah 10:49 pemahaman para sahabat itu apa yang 10:51 datang dari Nabi? Kalau itu perintah, 10:55 mau hukumnya wajib maupun sunah 10:56 diamalkan. 10:59 Itu karakter para sahabat. 11:02 Kalau Nabi melarang, Nabi melarang mau 11:05 hukumnya haram maupun makruh 11:08 ditinggalkan. 11:10 Zaman sekarang nanya dulu ini hukumnya 11:13 apa? Wajib apa? Sunah ini perintah. 11:16 [tertawa] 11:17 Oh, ini sunah. Ah, kalau sunah mah atuh 11:18 enggak apa-apa kan enggak diamalkan 11:20 kayak gitu. Nah, maka ya namanya di satu 11:23 sisi kita bersyukur dengan pemahaman 11:26 yang diukan, ditemukan para ulama, 11:30 tapi di sisi lain kadang kemerosotan ee 11:34 apa tamasuknya, berpegang teguhnya 11:36 kepada Islam menjadi ee mulai apa 11:40 namanya ya? Mulai longgar. 11:43 Nah, bahwa kemudian berpegang teguh pada 11:45 akidah. Jelas di zaman Nabi, zaman 11:48 sahabat, di zaman tabiin itu kokoh. 11:52 Tapi nanti setelah mulai ushul fikih 11:55 ditemukan, diteliti, gitu kan, maka di 12:00 satu sisi sekali lagi kita bersyukur 12:01 ditemukannya itu, tapi di sisi lain 12:04 nanti orang milih. 12:05 H 12:06 kok ada lima hukum jadinya kan. Kalau 12:08 dulu di zaman Nabi perintah laksanakan, 12:12 larangan jauhi cuma itu. 12:15 Tapi kemudian mulai banyak 12:18 penelitian-penelitian terhadap tidak apa 12:21 tidak semuanya ayat memerintah dan tidak 12:24 semua ayat melarang. 12:26 Kan gitu. ee kaidah misalnya mengatakan 12:30 dalam ee salah satu ayatnya Nabi 12:32 mengatakan, "Ambillah 12:35 yang aku berikan dan hindarilah yang 12:38 tidak aku berikan atau lakukan apa yang 12:41 diperintahkan dan jauhi apa yang 12:43 dilarang." Nah, sekarang ada pernyataan 12:45 baik di Quran, di sunah bukan larangan, 12:48 bukan juga perintah 12:50 apa? Khabari khabar. 12:53 Heeh. Mulailah muncul tuh ilmu tafsir. E 12:57 kan tafsir di zaman Nabi itu 13:01 yaitu Quran sendiri di zaman Nabi itu ee 13:05 ya ketika Nabi masih hidup itu ya Quran 13:08 dan Nabi gitu ya. Nah, nanti di zaman 13:11 sahabat ee apa eh Quran Nabi kadang 13:15 kemudian para sahabat juga melihat ee 13:18 mereka berijtihad sekemampuannya kalau 13:21 tidak nanya kepada Nabi berijtihad 13:23 sekemampuannya dan mm dari ahli kitab 13:28 Nasrani Yahudi dan Nasrani itu sebagai 13:31 apa namanya? pembanding. Nah, namun 13:34 kemudian di zaman para sahabat Quran itu 13:38 sebenarnya tafsir Quran itu Quran itu 13:40 sendiri hadis Nabi. Karena Nabi sudah 13:43 wafat maka sekarang bukan lagi Nabi, 13:45 tapi hadisnya ya sunahnya. Ketiga ee apa 13:50 namanya? Ijtihad dan bahasa Arab serta 13:55 apa tadi? Ee bertanya kepada apa? 13:58 Ahliahli kitab. Karena hadisu bani 14:01 israila wala haraja. Tidak mengapa kamu 14:05 membicarakan membahas tentang ahli kitab 14:08 gitu ya. Yang penting la yukadzibun 14:11 la yukadzibuhu wala yusoddiqu. Jangan 14:15 kamu dustakan, jangan kamu 14:17 percaya. 14:18 Heeh. Kamu benarkan. Kalau tidak tidak 14:22 kalau analisanya tidak sejalan dengan 14:25 Quran atau tidak bertentangan dengan 14:26 Quran. Kalau menurut analisa 14:29 bertentangan dengan Quran, jauhi. 14:33 Kalau analisanya terhadap apa yang 14:36 datang dari ahli kitab itu sejalan 14:38 dengan Quran, boleh diambil. Nah, tapi 14:41 Nabi mengatakan untuk menetralisir 14:44 ee karena pengetahuan para sahabat itu 14:47 berbeda. 14:49 Jadi jangan dianggap pengetahuan para 14:51 sahabat itu sama, beda, gitu. Nah, maka 14:54 Nabi mengatakan eh haditsu bani israila 14:59 wama haraja atau wala haraja. 15:03 Hadisu ceritakanlah tentang Bani Israil 15:07 walahar dan tidak apa-apa. Ada yang 15:10 menyatakan hadditsu itu ceritakan. 15:13 Haddisu juga bercakap-cakaplah 15:17 gitu loh. Menarik sekali dalam [tertawa] 15:20 kajian-kajian itu ya. Tapi yang jelas 15:22 tetap kembalinya kepada utamanya kepada 15:25 Quran dan Asunah. Ketika Quran dan 15:28 Asunah belum ditemukan penjelasan 15:30 terhadap beberapa ayat. Nah, ini 15:33 menunjukkan bahwa para sahabat perlu 15:34 tafsir ya. Jangan menyangka bahwa para 15:38 sahabat kemudian ngerti karena ngerti 15:41 bahasa Arab. Enggak juga. 15:43 Umar sendiri pernah pernah bertanya 15:46 terhadap ayat Quran ya apa ini maksudnya 15:49 ya gitu loh ya sahabat yang lain juga 15:52 sama itu ya maka karena ada belakangan 15:56 kita ketahui ternyata di Quran itu ada 15:58 ayat mujmal 16:00 dan ada ayat bayan atau mubayyin ya ada 16:05 ayat yang menjelaskan, ada ayat yang 16:08 global umum. Nah, ini mereka kadang 16:11 nanya ke Nabi untuk penjelasannya gitu. 16:14 Nah, oke kembali ya. 16:17 Sementara para waliullah 16:19 itu dengan pemahaman yang diterimanya 16:24 ya yang akidahnya mengakibatkan kokoh. 16:27 Sekali lagi akidahnya kokoh. Jadi sekali 16:31 lagi karakter apalagi di karakter para 16:34 sahabat dengan karakter pasca tabiin itu 16:36 ee ada beberapa perbedaan ya. Karakter 16:40 para sahabat itu seakan-akan 16:44 syariat apapun seakan-akan seperti 16:46 akidah. 16:48 Makanya bawa mimbar ke lapangan 16:52 ya di waktu Idul Fitri atau Idul Adha 16:54 ributnya minta ampun. 16:57 Eh ini enggak pernah dilakukan Nabi ini. 16:59 Padahal cuma apa? Mimbar. 17:03 Pertanyaannya apa pengaruhnya sih 17:07 mimbar dibawa ke lapangan dengan mimbar 17:09 tidak dipakai di masjid gitu? Apa 17:13 apa pengaruhnya [tertawa] gitu? 17:15 Tidak ada pengaruh. 17:16 Nah, tapi kemudian para sahabat itu 17:18 karena Nabi tidak pernah melakukan 17:20 dianggap kalau kita lakukan adalah 17:22 penyimpangan. 17:24 Maka ini karakter ya karakter pemahaman 17:26 para sahabat. Nah, maka seakan-akan 17:29 sekali lagi seakan-akan 17:32 di kalangan para sahabat sekaligus e apa 17:34 saya jelaskan juga tidak semua sahabat 17:37 ya tidak semua sahabat hanya ee 17:40 aglabuhum 17:42 aglab itu aksaruhum kebanyakan mereka 17:45 memahami syariat itu seperti memahami 17:48 akidah 17:51 tuh ya orang baca doa qunut saja 17:55 diperdebatkannya minta ampun 17:58 H 17:58 bawa apa namanya? Mimbar ke lapangan 18:02 diperdebatkannya minta ampun. Ha ah 18:05 sahabah thirrus sahabah. Itu periode 18:09 sahabat memang begitu 18:12 gitu ya. Nah makanya juga kemudian tidak 18:16 dikenal salat tarawih bakda isya gitu 18:20 gitu ya. Nabi kemudian Umar. Nah saya 18:22 maksudkan tidak semua sahabat itu ada 18:24 sosok-sosok seperti Abu Bakar, seperti 18:26 Umar. seperti Ali bin Abi Thalib yang 18:30 out of the box. Out of apa? Out of the 18:34 box itu ya keluar dari kebiasaan dari 18:37 mainstream pemahaman. 18:40 Kenapa? Karena mereka menemukan baik 18:43 dalalah maupun ilat maupun hikam, 18:47 hukum-hukum hikmah-hikmah. 18:51 Dalalah itu adalah kajian terhadap nas, 18:54 terhadap teks yang seperti saya sering 18:56 contohkan. Nah, itu Umar. Ah, 19:00 sesungguhnya 19:02 ee sesungguhnya pemahaman itu tidak 19:05 dicontohkan oleh Umar. Sesungguhnya 19:08 peristiwa apa namanya ee salat asar di 19:12 di ee Bani Quraidah 19:15 itu menjadi cikalbakal pemahaman 19:17 kontekstual gitu. Oke. Baik. Jadi, 19:20 makanya memahami Quran itu aduh 19:22 masyaallah. Pokoknya siapapun yang 19:24 menafsirkan semuanya jika merujuknya 19:27 kepada Quran lagi, merujuk lagi kepada 19:29 sunah nah benar gitu loh. Sehingga kata 19:32 Ali bin Abi Thalib, tidak mengapa Quran 19:34 itu ditafsirkan yang penting menuju 19:36 ketakwaan. 19:39 Kalau ditafsirkannya 19:41 mengutip riwayat-riwayat yang sahih, 19:43 tapi dimaksudkan untuk melenceng dari 19:45 ketakwaan, berarti mardud. Gitu 19:48 kesimpulannya. 19:50 Jadi, oh kalau begitu seakan-akan 19:52 seakan-akan siapapun boleh menafsirkan 19:54 sekali lagi ini kalimat ininya dulu 19:57 selama tadi apa? Menuju kepada 19:59 ketakwaan. Namun para ulama tetap 20:02 berhati-hati jangan sampai gegabah. 20:05 Dibuatlah aturan-aturan penafsir itu 20:08 harus begini begini gitulah. Paling 20:11 tidak memahami nahwu soro bahasa Arab, 20:14 balagah, badi, bayan, mantik. 20:18 Masyaallah. 20:19 Ah, masya. Oke. Baik, gitu ya. Nah, di 20:22 sini juga ada analisa alladzina amanu. 20:25 Kenapa tidak? Alladzina yukminu. 20:29 Alladzina yukminuna 20:32 yattaquun gitu misalnya. Ini mesti ada 20:35 tafsirannya beda. Alladzina amanu dengan 20:37 alladzina yukminu beda meskipun bahasa 20:40 kita menterjemahkannya yaitu orang-orang 20:43 yang beriman. Mesti beda maksudnya. Ya, 20:48 satu menggunakan fi'il madhi, yang satu 20:50 menggunakan fi'il mud mudhori gitu loh. 20:54 Oke, ya. Terlepas dari tafsirnya 20:56 nantilah kajian tafsir itu gitu. 20:58 [tertawa] 21:00 Masyaallah. La haula wala quwwata illa 21:02 billahim. Heeh. 21:04 Kemudian di dalam surat Maryam ayat 2526 21:11 ilaika 21:17 rutban jani 21:20 fauli wasrobi dan seterusnya. 21:24 Wahuzzi. Dan goyangkanlah ilaika 21:29 pangkal pohon kurma itu ke arahmu. 21:33 Niscaya pohon itu akan menggugurkan buah 21:36 kurma yang masak kepadamu. 21:39 Maka makan, minum, dan bersenang hatilah 21:42 engkau. Ah, ini ketika kita memahami 21:46 apa? 21:48 memahami teks. Berarti Maryam disuruh 21:52 mengapakan menggoyangkan pangkal pohon 21:56 kurma gitu ya. 21:58 Ya. Niscaya pohon itu akan menggugurkan 22:00 buah kurma yang masuk ke yang masak 22:03 kepadamu. 22:04 Maka makan, minum, dan bersenang hatilah 22:07 kalian. Itu kalau memahami ini memahami 22:11 teks. 22:12 Iya, 22:13 teks itu begitu. 22:15 Tapi kalau memahaminya di luar tek ini 22:18 bisa menarik lagi. Maksudnya di luar 22:20 teks itu 22:21 tetap berpegang kepada teks ya, 22:23 berisyaratnya kepada tek tapi 22:25 pemahamannya konteks 22:28 gitu loh. Seperti seperti janganlah 22:31 kalian salat salah seorang salat asar 22:34 kecuali di Bani Quraidah. Kan jelas tuh 22:36 teksnya. 22:38 Jadi dilarang salat asar kecuali di Bani 22:41 Quraidah. Tapi ada yang memahami bukan 22:43 begitu. 22:45 [tertawa] 22:46 Maksudnya Nabi menyuruh kita bersegera 22:49 pergi berangkat. 22:52 Adapun nanti waktu asar sudah mau habis 22:54 ya salat aja di jalan. Kalau pun belum 22:59 sampai ke Bani Qura Quraidah. Tuh pemnya 23:02 begitu. Begitu juga Quran. Quran itu 23:06 bisa dipahami dengan makna qorib, makna 23:09 dekat, tapi juga bisa dimaknai makna 23:11 baid. 23:13 Makanya saya ah ya udah enggak usah 23:14 ribut lah. 23:16 Anda tafsirnya begini tafsir siapa? 23:17 Pakai udah Anda tafsir siapa? Tafsir 23:21 saya sendiri berdasarkan pakai kan 23:24 begitu. Yang penting tadi mengabdi 23:26 kepada Allah dengan benar gitu loh. 23:28 Selama dipahami apa? Ketakwaan laisa 23:31 hunaka musykilah. 23:36 Masyaallah. La haula wala quwwata illa 23:38 billah. Nah, jadi pertama tafsir itu kan 23:42 ada yang pendekatan apa namanya bahasa 23:47 language approach, pendekatan bahasa 23:50 yaitu ditafsir di awal-awal itu misalnya 23:54 dzalika ae hadza 23:58 dalalikal kitabu itulah yang dimaksud 24:01 itu adalah ini. Nah, itu apa namanya? 24:04 Itu tafsir pendekatan e apa namanya? 24:07 Language approach, 24:10 pendekatan apa? Bahasa. 24:13 Nanti kemudian ada sociosiological atau 24:17 sociosiologi approach, pendekatan 24:20 sosiologi beda lagi 24:24 falasifah atau eh filosofi 24:28 approach, pendekatan filsafat. 24:32 B lagi cara ih masyaallah maka wajar 24:37 pakar apapun masuk Islam 24:40 pas pakar sosiologi baca ayat masuk 24:43 Islam oh kok ini Muhammad kok bisa tahu 24:46 ya begini ilmu sosiologi 24:49 ada kedokteran 24:50 dia baca di rumah sakit ada ayat yang 24:53 dimuat tentang ee tiga fase kegelapan 24:56 itu. Terus si dokter tadi, dokter kafir 24:59 saya sebut dokter kafir atau dokter 25:01 nonmuslim. Nanya ini dari mana ini? Oh, 25:05 tuan itu dari Quran. Quran 25:09 bisa enggak saya dapat Quran? Bisa. Tuan 25:11 pergi aja ke toko, beli aja Quran sama 25:13 transitnya English translate atau 25:16 ArabicAbik. Oh, ada ya? Ada [tertawa] 25:20 mau beli ternyata benar ketubuh masuk 25:22 Islam. dokter itu pekat psikologi 25:27 misalnya 25:29 ee apa namanya 25:32 ee apa 25:34 e enggak pasar apa e pakar psikologi itu 25:39 eh B 25:41 sama equal behavior equal gitu kan eh 25:46 konstanta faktor faktor kali environment 25:52 P 25:54 dia bilang dari mana ini gitu. Apa 25:57 namanya e eh eh behavior. Behavior itu 26:00 berarti apa? Kebiasaan. 26:02 Kebiasaan 26:03 atau pengertian kita akhlak itu 26:06 perbandingan terbalik antara ee faktor 26:11 kali environment lingkungan sama 26:14 personality. 26:17 Karena hadis mengatakan 26:19 ee apa namanya 26:22 ee apa itu yang ee Yahudi e Nasrani. 26:28 Nah, ee innama ya e 26:33 innama yuladu alal ah astagfirullah ya 26:36 apa itu maudin 26:38 kullu mauludin ya dalam satu riwayat itu 26:40 kullu mauludin yuladu alal fitroti 26:44 fawahu yuhaiunironi 26:47 yumajisani 26:48 kata pakar fisiologi ini Muhammad tahu 26:51 dari mana 26:53 bahwa kebiasaan seseorang itu 26:55 dipengaruhi oleh lingkungan 26:58 Dan Muhammad menyebut lingkungan 26:59 terdekat yaitu ibu bapak. Pa abawahu 27:03 yuhawidanihi yunasironi a yubajisanihi. 27:07 Kami di psikologi itu mengkaji lama 27:10 mencari rumusan itu. Eh kok Muhammad ini 27:13 sudah [tertawa] 27:14 gitu loh. Maka orang pakar psikologi 27:17 masuk Islam tanpa didakwahi gitu ya. 27:20 Demikianlah hidayah. Oke kembali kepada 27:22 persoalannya. Jadi pengertiannya ya saya 27:25 mengambil pemahaman dekat saja ya, 27:28 tafsiran dekat. Jadi goyangkanlah 27:30 pangkal pohon kurma itu ke arahmu, 27:32 niscaya pohon itu akan menggugurkan buah 27:34 kurma yang masak kepadamu. Maka makan, 27:37 minum, dan bersenang hatilah engkau. 27:40 Gitu ya. Dan lagi ditambahkan lagi oleh 27:43 ee Syekh siapa? 27:46 oleh Imam an-Nawawi itu dalam surah 27:50 Al-Imran ayat 37 dan Al-Kahfi ayat 16 27:54 sampai 17 ya yang apa namanya ee seperti 27:59 begini. 28:01 Zakaria kan ee setiap kali Zakaria masuk 28:06 menemuinya maksudnya menemui siapa? 28:08 Menemui Maryam di mihrab. Mihrab itu 28:12 kamar khusus ibadah. Itu menurut ee ee 28:16 pemahaman mihrab itu bisa memang ada 28:20 kamar khusus. 28:22 Kamar khusus tapi mihrab juga bisa 28:25 bermakna masjid itu sendiri. Masjid itu 28:28 bisa disebut mihrab gitu ya. Itu di 28:31 zaman Nabi Sulaiman itu ya maharib 28:34 Sulaiman. Bahkan di maknai maharib itu 28:38 adalah istana. 28:40 Maharib itu zaman dari mihrab 28:42 gitu. Jadi bisa dimaknai di zaman Nabi 28:45 Sulaiman sudah ada masjid. Bisa juga 28:47 begitu pemahamannya. [tertawa] 28:50 Iya gitu loh. Nah jadi para nabi itu 28:54 meskipun Nabi Sulaiman itu apa namanya? 28:56 Punya kerajaan ya ini antara pemahaman 28:59 tafsir dengan pemahaman ee historical 29:03 story atau sejarah. 29:05 Ah bukan sejarah ya. Ya, ya story lah. 29:09 Tetapi kan sejarahnya ee 29:13 perlu apa? Valid validasi ya kan. Oke. 29:16 Baik. Nabi Sulaiman seorang raja. Tentu 29:20 gambarannya kalau raja punya istana. 29:24 Nabi Muhammad juga raja diraja. 29:28 Nah, betul enggak? Betul. 29:30 Raja diraja kalau kita mau pahami. 29:33 Meskipun tidak mengatakan bahwa nabi itu 29:35 raja, tetapi mihrabnya, maharibnya, 29:40 istananya apa? Masjid. 29:44 Tuh, gitu. Jadi pemahaman-pemahaman 29:47 yang namanya juga distorsi, pemahaman 29:50 itu bisa 29:52 ya bisa istana. Memang fakta ee faktanya 29:56 istana gitu. Tapi bisa dimaknai juga 29:59 bahwa yang dimaksud itu bukan istana, 30:01 tapi masjid. Karena para nabi tidak 30:04 mungkin menghiasi dunia, 30:07 tidak mungkin dia membangun istana lebih 30:09 megah dibanding masjid. 30:12 Kan di makanya di ajaran di ajaran umat 30:14 Nabi Muhammad paling tidak itu ee tidak 30:17 boleh itu masjidnya lebih buruk 30:20 dibanding rumah-rumahnya 30:22 tuh. Jadi masjidnya harus yang terbagus. 30:25 Di sisi lain akhir zaman itu masjid itu 30:29 akan megah-megah tapi kosong dari 30:31 hidayah. Tuh. [tertawa] 30:33 Ini intinya apa? Intinya pertama masjid 30:36 harus diperhatikan, harus dirawat, harus 30:39 diperbagus dan harus diisi dan 30:41 dimakmurkan. Itu intinya. 30:44 Nabi mengingatkan di akhir zaman itu 30:46 akan banyak orang berlomba-lomba 30:48 memperbagus apa? Mas masjid tetapi 30:51 kosong dari hida hidayah. Oke. Baik. 30:54 Saya kira itu ya. 30:56 Nah, ee kemudian ee Nabi Zakaria 31:00 berkata, "Ya Maryam, dari mana ini 31:02 engkau peroleh?" Dia Maryam menjawab, 31:05 "Itu dari Allah. Sesungguhnya Allah 31:07 memberi rezeki kepada siapa yang dia 31:09 kehendaki tanpa perhitungan." Jika 31:11 pendekatannya pendekatan ee tekstual dan 31:15 akidah menyetujuinya seperti itu, khas 31:18 intahal amr urusan selesai pokoknya dari 31:22 Allah. 31:24 Kenapa kamu ee apa namanya? Ee tidak 31:27 kerja di perusahaan. Alah 31:29 kerja di perusahaan seberapa gajinya? 31:32 Nah, terus kamu ngasih makan istri dari 31:34 Allah aja saya. Nah, itu ada 31:38 perdebatan-perdebatan. 31:40 Ada yang menganggap bahwa sifat dan 31:42 sikap semacam itu salah. 31:45 ngutip pendapat Umar bin Khattab 31:48 yang menegur salah seorang yang 31:51 sepanjang hari salat tah. Kemudian Umar 31:55 nanya, "Sedang apa kamu?" 31:59 "Saya sedang ibadah ya Amirul Mukminin. 32:01 Jam segini masih ibadah tuh? Coba ibadah 32:05 aja ini salah." Siapa yang ngasih makan 32:08 kamu? Adik saya. Kalau begitu adikmu 32:11 lebih mulia dibanding kamu. Tuh, itu 32:13 satu tuh. Ya, tapi memang ada juga 32:16 pendekatan yang memang ya memang kenapa 32:19 memang saya kalau ini saya kan tidak 32:22 nyusahkan Anda. Saya dikasih makan sama 32:24 adik saya, adik saya juga ikhlas kan 32:26 gitu. 32:27 Ada yang kayak gitu 32:28 gitu kan. Kan enggak ada masalah kalau 32:31 tidak ada masalah. Jadi masalah itu 32:33 ketika adiknya menggerutu, 32:36 ketika istri adiknya protes, 32:39 "Mas, kamu kok ngasih makan dengan 32:42 gratis kepada abangmu yang tidak 32:44 bekerja?" Nah, itu jadi masalah. Maka 32:47 cari solusinya. Tapi kalau tidak ada 32:50 masalah, ya tidak harus dipermasalahkan. 32:52 Lah gitu loh. Syariat itu. 32:55 Syariat itu begitu. 32:58 Jadi kalau kan begini 33:01 iktikaf 10 hari 33:05 gitu ya, iktikaf 33:07 kalau tidak ada masalah penghasilan 33:10 ngasir terus yang di rumah dapat 33:12 kebagian makan gitu kan maka iktikaf 10 33:15 hari. 33:17 Tapi kalau kemudian disebabkan kamu 33:19 iktikaf di masjid, kamu tidak cari 33:21 nafkah, istri dan anakmu 10 hari tidak 33:24 makan gitu kan, maka jadi masalah. Maka 33:28 sekali lagi iktikaf menjadi sesuatu yang 33:31 tidak disukai. 33:32 Madurat 33:32 tuh jadi madarat kan begitu loh. Masa 33:35 sunah? Aduh kembali kembali kembali 33:37 kembali. Syariat 33:40 sunah Nabi itu ada yang hukumnya haram. 33:45 Ah kan begitu. 33:46 [tertawa] 33:47 Jadi sunah Nabi itu kan sering kita 33:49 pahami itu hukumnya wajib sama mandub 33:53 atau mustahab 33:56 tuh. Tapi setelah diteliti ada sunah 33:59 Nabi yang hukumnya makruh 34:03 bahkan ada yang hukumnya haram. 34:07 Satu saja penjelasan para ulama, sunah 34:10 Nabi yang hukumnya haram adalah nikah 34:13 dengan maksud menyakiti perempuan. 34:18 Masa nikah kok haram? Ya, tapi kan 34:20 niatnya mau menyakiti. Oh, berarti 34:22 karena niat menyakitinya 34:26 gitu loh, maka itu yang menjadikan ha 34:28 haram. 34:30 Nah, kemudian istri lebih dari sembilan. 34:32 Nah, sekarang mohon maaf ya, saya 34:34 mengambilnya tidak di ee tidak di grey 34:38 area, tidak di area abu-abu. 34:41 Karena tentang batas ee batas maksimal 34:45 istri itu paling tidak di ahlusunah 34:50 atau paling tidak ada yang berpendapat 34:53 maksimal empat, 34:55 tapi ada lagi yang berpendapat dengan 34:58 tafsirnya itu maksimal sembilan. 35:03 yaitu penafsiran kata wa masna wa tulasa 35:08 wa rubaa yang menyatakan maksimal empat 35:12 wnya dipahami au 35:16 masna au sulata au rubaa dua atau tiga 35:22 atau empat tapi kalau wnya dimaknai dan 35:28 berarti masna dua dan tiga jadi lima dan 35:32 empat jadi lah. 35:35 Ah, intinya mah begini yang penting ah 35:38 kan jadinya begitu nanti bila perdebatan 35:40 lagi ramai lagi gitu loh. Yang penting 35:43 mah nikahnya akur dan istrinya sah. Para 35:46 istri-istrinya akur saling mencintai 35:49 karena Allah. Anak-anaknya juga 35:51 tersantuni. Kan begitu intinya. 35:53 Iya 35:53 daripada istrinya satu tapi enggak adil. 35:57 Satu 35:57 terbengkalai lagi kan begitu. Nah, oke 36:00 oke oke. Tapi sekali lagi kalau kita 36:02 mengambilnya pemahamannya pemahaman 36:05 fikih ya harus dituntaskan itu gak boleh 36:08 itu ee mentolelerir 4 dan gitu. Harus 36:13 ada satu pemahaman yang dipegang. 36:16 Padahal ee masing-masing ilmu itu memang 36:19 punya konsekuensi. 36:21 Ilmu fikih begini konsekuensinya, 36:24 tapi ilmu tafsir juga ada 36:26 konsekuensinya. Nah, orang yang 36:29 bijaksana itu memadukan seluruh ilmu 36:31 yang ada, 36:33 tidak e mengkhususkan satu bagian gitu 36:37 loh. Ya, maka ditinjau maka 36:40 istilah-istilah aja juga tergantung 36:43 ulamanya ee ulama apa dulu berpendapat. 36:47 Menurut ulama ushul maksudnya ushul 36:49 fikih sunah itu begini begini begini. 36:54 Menurut ulama, menurut ulama hadis 36:58 sunah itu adalah begini begini sudah 37:00 beda 37:01 tuh. Nah, maka oleh sebab itu maka aduh 37:05 iya ya, kenapa mesti ribut ya? Saya 37:07 bilang gitu tinggal duduk bersama aja 37:09 dibahas gitu. Oke. Baik. Nah, ini saya 37:12 kira sebagai pengantar ya. Jadi, mm jadi 37:15 ketika Maryam ditanya dari mana? Dari 37:18 sisi Allah. dari sisi Allah itu bisa 37:20 memang Allah memberi rezeki dengan jalan 37:24 yang tidak disangka-sangka turun dari 37:27 langit gitu loh atau melalui syariat 37:30 lain. Misalnya Maryam ada yang ngasih 37:33 hadiah. Kalau Maryam ya kalau 37:37 kategorinya boleh memakan apa? Sodqah 37:40 berarti ada yang sodqah. Tapi kalau oh 37:42 Maryam enggak boleh makan sodqah. Oh 37:44 berarti hadiah gitu loh. Nah jadi mana 37:47 kamu? Dari Allah sebagaimana saya 37:50 gajihan. 37:52 Gajian dapat R10 juta. 37:55 Orang tua saya nanya, "Kamu punya duit 37:57 segitu dari mana?" Saya jawab, "Dari 38:00 Allah." 38:01 Salah enggak tuh? Enggak. Padahal itu 38:04 hasil ker hasil kerja. Tapi hakikatnya 38:08 minallah. Maka saya katakan dari Allah, 38:12 Pak, atas doa dari Ibu dan Bapak, 38:15 alhamdulillah saya dapat gaji dari Allah 38:17 tuh. Padahal dari bosnya gitu loh, ya. 38:21 Nah, begitu juga pernyataan. Maka ada 38:23 pengertian dekat, ada pengertian jauh. 38:26 Semuanya jika ditafsirkan untuk 38:28 ketakwaan kepada Allah azza wa jalla 38:30 berarti laisa hunaka musykilah, tidak 38:33 ada persoalan. Oke. Baik. Kemudian ee 38:37 penjelasan ee ayat yang diambil kembali 38:40 oleh Imam an-Nawawi dalam bab ini adalah 38:43 surat Al-Kahfi ayat 16-17. 38:47 Nah, saya kira ee apa namanya ee sebagai 38:51 pengantar dalam kajian kita ini cukup 38:53 membahas ayat-ayat sebagai keutamaan 38:57 kemuliaan dan keutamaan para wali Allah. 39:00 Adapun hadisnya panjang-panjang ya, 39:02 panjang-panjang sehingga kemudian 39:04 insyaallah di pertemuan berikutnyaalah 39:06 kita akan bahas ya. Heeh. Baik, saya 39:09 kira itu saja sebagai pengantar dalam 39:11 kajian ee kajian kita pada sore hari 39:14 ini. Wasallallahu ala nabiina Muhammadin 39:18 walhamdulillahi rabbil alamin. Wallahu 39:21 aam bisawab. 39:24 Alhamdulillahirabbil alamin. Wallahuam 39:26 bawab. Jazakumullah khairan kir ustaz. 39:29 Sudah satu hadis ya, Ustaz ya? 39:31 Ee belum, belum, masih ini. Heeh. Masih 39:33 pengantar ayat pengantar. 39:34 Pengantar. Masyaallah baru pengantar 39:37 sudah banyak yang sudah disampaikan oleh 39:39 Ustazh. Masyaallah. 39:41 Masyaallah. Masyaallah. 39:42 Baik, Ikhwan Ahmad. Ee kita masih 39:46 [mendengus] 39:46 dalam tema kemuliaan dan keutamaan para 39:50 wali Allah. Baru pengantarnya saja. 39:53 Baik, silakan bagi one out yang ingin 39:55 berpartisipasi dapat mengirimkan 39:57 pertanyaan Anda di 0811999720. 40:02 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 40:04 dapat menghubungi di 0218451512. 40:08 Tetap di radio silaturahim. Kami akan 40:10 segera kembali. Terima kasih. 40:15 [musik] 40:28 Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima 40:29 kasih Iwan Awat masih bersama Radio 40:31 Silaturahim. Alhamdulillah kita berada 40:33 di sesi dua 40:35 masih dalam tausiah sore bersama Ustaz 40:38 Ahmad Saleh tentang kemuliaan dan 40:41 keutamaan para wali Allah. 40:44 Sebelum kita bacakan 40:45 pertanyaan-pertanyaan 40:46 ee kita bacakan komentar dari 40:49 ikhwan-akhwat yang sudah masuk. Terutama 40:52 dari Ibu Anihani. Alhamdulillah hadir 40:54 menyimak tausiah Ustaz Ahmad Shih. 40:57 Semoga sehat walafiat, Ustaz. 40:59 Amin. Barakallahu fikum. 41:01 Pak Baron Betawi. Alhamdulillah di 41:06 kamar dan di radio ada radio. 41:08 Barakallahu fikum. Masyaallah. 41:11 Ibu Darni. dari Niwati. 41:15 Asalamualaikum warahmatullahi 41:16 wabarakatuh. 41:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:18 wabarakatuh. 41:19 Alhamdulillah. Terima kasih Ustaz 41:20 ilmunya dan infonya. 41:22 Barakallahu fikum. 41:23 Kemudian Pak Edwin Saleh menyimak di 41:27 dalam perjalanan pulang. 41:28 Masyaallah. Maakumullah jamian. 41:31 Wasalamah. 41:32 H. 41:33 Kemudian Pak Naro, 41:35 Pak Dodi di Cilangkap. Pak Dodi di 41:37 Cilangkap. Ini pertanyaan Ustaz. 41:39 Oke. Baik. 41:41 Asalamualaikum warahmatullahi 41:42 wabarakatuh, Ustaz. 41:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:45 wabarakatuh. 41:47 Ustaz, izin bertanya ee sebagaimana 41:50 dalam hadis Rasulullah sallallahu alaihi 41:52 wasallam 41:53 namam 41:53 bahwa Islam itu nanti akan ada 73 41:57 golongan dan hanya ada satu golongan 42:00 yang 42:01 selamat. 42:01 Namam. Yang dimaksudkan dengan satu 42:04 golongan yang selamat itu apakah umat 42:06 Islam yang dalam persatuan Islam atau 42:10 yang hanya satu aliran atau satu mazhab? 42:12 Ustaz, 42:13 Masyaallah. La haula wala quwwata illa 42:15 billah. Tayib. Jadi orang yang selamat 42:19 itu yang mengikuti 42:22 Rasulullah dan para sahabatnya. Ma ana 42:25 alaihi wa ashabi. Di mana aku dan para 42:29 sahabatku ada di atasnya. Siapa yang 42:32 mentubuh jalan di mana Nabi dan para 42:35 sahabatnya, maka dialah yang akan 42:38 selamat. Gitu loh. Gitu ya. Itu 42:40 teoritisnya. Itu yang harus diyakini. 42:44 Iya kan? Nah, kan jelas itu sudah 42:47 selesai. Ah gitu. Namun kemudian kita 42:51 evaluasi diri 42:53 apakah kita termasuk orang yang di atas 42:56 manhaj Nabi dan para sahabatnya 42:59 atau sebatas pengakuan saja. Ini ee 43:03 tertuju juga kepada ee narasumber ya 43:06 untuk evaluasi diri gitu loh ya. Tidak 43:09 bisa diklaim gitu ya. Diyakini iya 43:14 diyakini bahwa ini jalan kebenaran yang 43:17 tempuh. Ah, gitu loh. Diyakininya 43:20 begitu. Tapi diklaim 43:22 satu-satunya jalan yang benar itu, yang 43:25 selamat itu hanya jalan yang ditempuh 43:27 oleh aku. 43:29 Kan Imam Syafi'i juga pernah mengatakan, 43:31 "Ini yang aku yakini kebenarannya, tapi 43:34 bisa jadi juga aku salah atau kamu 43:38 salah, tapi bisa jadi juga memiliki 43:40 peluang benar gitu loh. Nah, maka oleh 43:43 sebab itu semuanya diserahkan kepada 43:44 Allah Subhanahu wa taala. Maka saya 43:48 menggunakan ee apa namanya? Pendekatan 43:51 yang sederhana saja. 43:54 Manqala la ilahaillallah dakalal jannah. 43:58 Siapa yang mengucapkan lailahaillallah 44:01 masuk surga. 44:03 Itu yang saya pakai gitu loh ya. Nah, 44:06 bahwa kemudian ada berbagai macam 44:08 pemahaman diurai satu persatu. 44:13 Ada di akidahnya 44:16 apa nam mantap tapi ribut melulu. 44:19 Tapi ada dalam akidah fikihnya ya 44:23 normatiflah aku bersatu padu gitu kan. 44:28 Tetapi lagi-lagi punya 44:29 kelemahan-kelemahan 44:31 gitu loh. Maka oleh sebab itu saling 44:33 mendoakan saja kepada orang yang 44:36 mengucapkan lailahaillallah 44:39 muhammadur rasulullah. Ya Allah. 44:42 sayangi dia karena dia umat Nabi 44:44 Muhammad. 44:46 Satukan dia dengan diriku. 44:49 Cabutlah kedengkian-kedengkian dalam 44:52 dada-dada kami. Jangan kami menganggap 44:55 remeh mereka 44:57 dan jangan pula mereka merasa diremehkan 45:00 oleh kami. Tuh begitu Ali kan begitu. 45:04 Itu ketika apa namanya? Ketika 45:07 pengikutnya ada yang mohon maaf ya, ada 45:10 yang menghujat menghujat pasukan 45:13 Muawiyah. 45:15 Ali menegurnya, "Uskut anta, diam kamu. 45:18 Aku khawatir kamu jadi seorang pencela. 45:22 Kenapa tidak kau berdoa kepada Tuhanmu?" 45:24 Kepada Allah, "Ya Allah, satukan kami 45:27 dan mereka, 45:30 sayangi mereka dan juga kami." Kenapa 45:33 tidak kau katakan itu? Tuh. Padahal kan 45:36 Ali menurut pandangan kita, Ali di atas 45:38 kebenaran. 45:40 Tapi bagaimana orang sepakih Ali bin Abi 45:44 Thalib itu masih berharap ada orang lain 45:48 bahkan dalam tanda petik rivalnya, saya 45:51 tidak mengatakan musuhnya ya, rivalnya 45:54 itu masih didoakan kebaikan. 45:57 Masyaallah. Tuh 46:00 Ali. Sekarang gini saya mau nanya, ada 46:03 sunahnya enggak salat sebelum Idul Adha 46:07 di lapangan? 46:08 Enggak ada. 46:09 Enggak ada. Terus bagi ke mana kalau 46:11 kemudian ada orang melakukan salat 46:14 sebelum Idul Adha dua rakaat? Apa yang 46:17 akan kita lakukan? [tertawa] 46:19 Tuh, tentu itu bidah, tidak ada pernah 46:22 contohnya. Tapi Ali bin Abi Thalib 46:25 enggak begitu. Ketika ada orang 46:27 melakukan salat dua rakaat di lapangan, 46:33 dibiarkan oleh Ali. 46:36 Kemudian temannya nyolek, "Ya, Amirul 46:39 Mukminin, kenapa engkau tidak larang dia 46:42 salat?" 46:44 Kenapa sahabat ini bertanya begitu? 46:46 Karena menurut pengetahuan sahabat tidak 46:48 ada sunahnya. 46:49 Tapi apa kata Ali? Hah? Aku tidak mau 46:53 mencegah dia karena aku khawatir akan 46:56 digolongkan kepada orang-orang yang 46:59 menghalangi orang mau salat. 47:01 Itu kan di dalam sur dalam juz 30 itu 47:05 apa ee apa ya ee surat Iqra apa ya? 47:10 Ee dan menghalangi orang-orang yang 47:13 salat. 47:14 Aku khawatir nanti dimasukkan ke ke 47:17 kelompok itu tuh kedalaman ilmu Ali. 47:21 Jadi tidak semua bidah gitu loh harus 47:24 serta-merta disikapinya apa? Disikapinya 47:27 frontal. 47:30 Begitu juga tadi 47:33 Ali itu masyaallah. 47:35 Sehingga ketika ada sahabatnya mencaci 47:37 maki Muawiyah dan pasukannya, bahkan Ali 47:41 mencegahnya. 47:43 Diam kamu, Uskut anta. Masyaallah. Loh, 47:47 saya bilang, "Akhlak dari mana beliau 47:49 dapatkan?" Oh iya, dari Rasulullah 47:51 sallallahu alaihi wasallam tuh. Bahkan 47:56 kan Nabi ada jenazah Yahudi lewat 47:59 berdiri Nabi. Ya Rasulullah dia kan 48:01 Yahudi. 48:04 Tapi kan kita tidak tahu matinya seperti 48:06 apa. Kata Nabi kan begitu. Oh. Nah, maka 48:10 mesti ada pendekatan selain nas. 48:16 Jadi tidak hanya 48:18 berpegang kepada nas saja, kepada teks 48:21 saja. Kalau di zaman Imam Syafi'i kan 48:23 ada ee dalalah kan begitu. Nah, jadi 48:27 pendekatannya berargumentasinya dengan 48:29 dalalah atau dengan pengertian ilat atau 48:34 dengan hikam, hikmah-hikmah 48:37 atau sekarang maqasid. 48:40 Nah, maka oleh sebab itu saya kira ee 48:43 apa namanya? 48:45 ee apa ee cukup jelas lah ya. Ya. Jadi 48:49 ee ini ee kemudian ee pertanyaan 48:52 berikutnya apa? 48:53 Pertanyaan berikutnya kalau misalnya 48:55 contoh sahabat dalam melihat Rasulullah 48:58 salat ada yang beda pendapat. Ada yang 49:01 pakai niat dan ada yang tidak pakai 49:03 niat. Ada yang pakai niat. Bagaimana 49:05 dengan perbedaan ini? Apakah 49:08 dikorelasikan dengan satu golongan yang 49:11 selama tadi? 49:12 Oh iya. Jadi kalau masalah itu mohon 49:14 maaf ya, mohon maaf saya ee 49:17 ya dua-duanya yang talafud bin niat 49:20 dengan yang enggak selama khusyuk, 49:23 ikhlas sesuai dengan keyakinan yang 49:25 ngikuti sunah Rasulullah enggak ada 49:27 masalah. Loh, memang Nabi pakai ini 49:31 talaudiah salatnya kan gitu. Memang 49:33 kenapa talaudun niat? Wong di luar salat 49:35 kok. Usi farduhri arba rakaatin 49:39 mustqbilia 49:41 makmuman lillahi taala. Masalahnya di 49:44 mana tuh? Wong belum salat kok. 49:46 [tertawa] Kan salat itu mulai dari 49:49 takbir Allahu Akbar kan begitu baru tuh 49:53 salat. 49:54 Kalau sebelum salat mah kan enggak ada 49:56 masalah berarti gitu loh ya. Oke. Jadi 49:58 saya kira talafud binniah juga punya 50:01 dasar 50:03 analisa dari jam' ee adillah 50:07 mengumpulkan dalil-dalil 50:10 haji niatnya dilafazkan talafudunah. 50:15 Qurban juga talafuzunah. 50:18 Oh, berarti dipahami bahwa dengan dua 50:22 macam ibadah ini ada talafud duniah. 50:25 Bahkan ketika Nabi mau puasa juga tidak 50:28 ada makanan di rumahnya, beliau katakan 50:30 inni shoim. Kalau begitu aku puasa. Oleh 50:33 sebagian ulama dimaknai itu adalah niat 50:36 yang dizahakan. 50:38 Nah, pen itu maka kemudian bolehnya 50:41 sebagian ulama sekali lagi sebagian 50:43 ulama mazhab Syafi'i membolehkan ya 50:47 awalnya membolehkan membolehkan 50:48 talafuzun niah bahkan kemudian 50:51 menganjurkan. 50:52 Imam Syafi'i sendiri tidak tidak 50:55 talafudun niat gitu loh. Tapi mazhabnya, 50:59 ulama-ulamanya 51:00 ee mengajarkan seperti itu. Wallahualam 51:03 ya. Jadi enggak ada masalah gitu loh. L 51:07 masalahnya nanti salatnya khusyuk apa 51:09 enggak. Satu salatnya karena Allah apa 51:12 karena siapa? Dua gitu. Yakin enggak 51:15 bahwa dia ngikuti Rasulullah atau tidak? 51:17 Kan gitu 51:22 persoalannya. Makanya saya sekali lagi 51:24 tidak ingin ribut tuh di situ lah. 51:26 Kenapa ribut orang? Itu juga belum salat 51:28 kok. Seperti begini, mohon maaf. Saya 51:32 masuk apa? Masuk masjid 51:35 ketemu sudah qat itu saya masuk masjid 51:38 kemudian qat ketemu teman lama. Eh, Kang 51:41 ke mana aja ngobrol dulu saya 51:44 sebelum salat tuh padahal sudah qat. 51:47 Sudah, Kang. A udah ngobrol sudah Kang 51:49 mau salat. Pas mau salat mau takbir 51:52 ingat pakaian hujan. 51:55 Mohon maaf ya, saya sebut misalnya siapa 51:57 istrinya lah ee apa ya misalnya jeng 52:01 jeng angkatin pakaian ini hujan. Allahu 52:05 Akbar dengan dibandingkan dengan yang 52:08 tadi. Usholi fard zuhri arba rakaatin 52:12 Allahu Akbar. Sama-sama sebelum takbir. 52:19 Apa yang jadi masalah? Sekali lagi tuh. 52:22 Kemudian pertentangan ini menajam 52:25 karena kita menggunakan karakteristik 52:28 pemahaman para sahabat yang nyaris 52:32 memahami syariat itu seperti memahami 52:35 akidah 52:38 gitu ya. Nah, makanya kan di zaman 52:40 sahabat itu perintah terserah mau 52:43 hukumnya apa. Pokoknya perintah 52:44 dikerjakan, 52:46 dilarang oleh Nabi. Terserah hukumnya 52:49 apa ditinggalkan. Nah, kemudian nanti 52:52 para ulama di apa ushul fikih di 52:54 zamannya Imam Syafi'i dimulai maka 52:56 muncullah lima hukum. Ada wajib, ada 53:00 mustahab, ada mubah, ada haram, ada 53:03 makruh. Nah, dari situlah kemudian nanti 53:08 perintah tidak selalu wajib. Kalau ada 53:11 yang memalingkan jadi mustahab. 53:14 Larangan yang asalnya di zaman awal-awal 53:17 itu selalu haram. 53:19 [tertawa] 53:20 larangan kemudian tiba-tiba jadi makruh 53:22 karena ada yang memalingkan tuh. Nah, 53:25 perkembangan itu sekarang kita mau 53:27 bersikap pakai apa dan seharus tidak 53:30 tidak harus dipertentangkan. Yang 53:31 berpegang kepada ee paradigma para 53:33 sahabat dengan orang-orang pasca tabiin. 53:39 Oh, enggak. Kita harus kepada Nabi. Oke, 53:41 kepada Nabi. 53:44 Kalau kepada Nabi berarti terlalu banyak 53:48 hal yang harus kita rubah dalam ibadah. 53:51 Bukan hanya dalam dalam beragama gitu 53:54 kan. 53:55 Nanti kan jadi masalah gini, 53:58 haji 54:00 Nabi hajinya pakai apa? Kan yang ada itu 54:05 jalan kaki sama naik unta naik kuda kan 54:07 gitu. Iya 54:10 lah. Saya kan naik kapal. 54:13 Kalau mau dipersoalkan nih kalau mau 54:15 dipersoalkan. 54:17 Ah ganti pakai unta. Nah, saya kan naik 54:20 ee kapal laut ganti pakai kuda 54:25 sekali lagi tuh. Nah, tetapi kemudian 54:27 kan Islam tidak 54:30 menghalangi perkembangan 54:32 gitu loh. Nah, maka Islam itu menjadi 54:35 menjawab Quran saja shihun likulli zaman 54:39 wa makan. 54:42 Jadi kalau 54:44 merujuk kepada tafsiran mutlak satu 54:46 tafsir, tafsir Nabi sallallahu alaihi 54:48 wasallam, pertama tidak semua ayat 54:51 ditafsirkan oleh Nabi. 54:55 Kedua, aduh berarti kita harus kembali 54:58 ke abad 7 Masehi nih, gitu loh. Jadi 55:01 abad sekarang [tertawa] abad ke-21 harus 55:04 kembali ke abad 7 lagi. Tuh, apa begitu 55:07 gak? 55:09 Quran punya karakter 55:12 shihun likulli zaman wa makan. 55:16 Para ulama mengatakan anususu mutanahiah 55:21 wa hawadisu ibadi eh wadisu ibadillah 55:27 giru mutanahiah. 55:30 Nas-nas itu terbatas ada akhirnya. 55:35 Sementara persoalan 55:37 hawadisul ibad ibadillah, 55:41 persoalan-persoalan hamba yaitu hamba 55:44 Allah senantiasa berkembang sesuai 55:46 dengan perkembangan zaman. Nah, maka ini 55:49 sesungguhnya Ibnu Qayyim ingin 55:50 menegaskan tentang fungsi qias. 55:55 Nah, digunakan oleh ulama lain asalnya 55:58 bukan annusus, asalnya ee al-usul. 56:04 Ah ya usul maksudnya usuluddin. 56:08 Eah usuluddin itu terbatas. Tapi 56:10 kemudian di apa saya tidak tahu persis, 56:13 saya belum meneliti bagaimana 56:14 perkembangan dari usuluddin menjadi 56:17 annusus, menjadi nas-nas, menjadi 56:20 teks-teks. Nah, maka oleh sebab itu Ibnu 56:22 Qayyim ingin mengajak bahwa Islam ini 56:25 selalu bisa menjawab persoalan. 56:28 Kalau Imam Syafi'i itu tadi nas dengan 56:31 dalalah, jadi tidak menggunakan nas, 56:34 tapi menggunakan dalalah gitu. Tah 56:37 kemudian dan itu juga sudah terjadi di 56:40 zaman sejak zaman Nabi. 56:44 Orang yang mencuri menurut Quran itu 56:46 harus diapain? 56:47 Dipotong tangan. 56:47 Dipotong tangan. Wasariquuna wasariqati. 56:51 Orang laki-laki pencuri dan perempuan 56:54 pencuri hendaknya dipotong aid di hima 56:57 kedua tangan keduanya tangan laki dan 57:00 perempuan itu. Tapi Nabi kemudian 57:02 mengatakan jangan potong tangan orang 57:05 yang mencuri saat berperang. Ini bisa 57:07 dipahami taksis dikhususkan 57:11 kecuali dalam perang tidak boleh 57:13 dipotong tangan. Bisa begitu. Tapi di 57:16 sisi lain dicari ilatnya kenapa Nabi 57:19 melarang. Oh. 57:21 Kalau ada gitu loh hikmah lain yang 57:24 lebih besar, lebih manfaat, maka itu 57:26 yang diambil. Karena ketika perang orang 57:30 mencuri dipotong tangannya maka dia bisa 57:33 berbelot 57:35 gabung ke musuh. 57:37 Di musuh dia ceritakan 57:39 kelemahan-kelemahan, strategi-strategi 57:41 umat Islam. Oh, ini bahaya. Maka diduga 57:44 keras Nabi melarangnya 57:46 supaya apa? supaya tidak 57:49 belot 57:49 tidak belot gitu loh ya. Maka ee 57:52 pemahaman ini menarik menarik sekali. 57:54 Bahkan ah iya ya ngapain ribut-ribut 57:57 gitu loh. Nah maka oleh seb tapi tetap 58:00 kita harus berpegang tebuh berpegang 58:02 teguh kepada nas-nas 58:05 ya. Pertama nas-nas ee tekstual ya 58:09 normatif dulu ya tekstual dulu. Nah, 58:12 nanti kemudian boleh saja setelah itu 58:15 mensosialisasikan 58:17 ee kontekstual 58:19 atau dalalah atau ilat atau hikam atau 58:24 maqasidus syariah atau maqasidul Quran. 58:28 Nah, saya kira seperti itu dulu yang 58:31 bisa saya jawab. Jadi, tidak ada masalah 58:33 ya yang talafudun niat dengan yang tidak 58:36 ya. Ee karena memang yang talafudun niat 58:39 belum memulai salat gitu ya. 58:42 Ee kemudian yang dak juga mudah-mudahan 58:45 bisa khusyuk ya. Jadi intinya bahasa 58:48 yang harus kita kejar adalah khusyuk 58:50 dalam salat dan mengaplikasikan 58:52 pesan-pesan salat dalam kehidupan 58:54 sehari-hari. Itu intinya maqasid yang 58:58 pentingnya itu gitu ya. Demikian yang 59:00 bisa saya jelaskan. Wallahu aam bisawab. 59:05 Wallahuam bisawab. Demikian Pak Dodi 59:08 semoga dapat menjawab. Berikutnya 59:09 pertanyaan dari Pak Khairuddin, Ustaz. 59:12 Nam. 59:13 Asalamualaikum warahmatullahi 59:14 wabarakatuh, Ustaz. 59:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:16 wabarakatuh. 59:18 Izin bertanya, Ustaz. Apakah waliullah 59:20 itu petunjuk Allah atau qadarullah? 59:22 Ustaz? [tertawa] 59:24 Masyaallah, ya Allah. Oke, saya jawab 59:27 dulu, ya. 59:30 Petunjuk Allah atau qadarullah 59:33 [berdehem] 59:33 dalam prosesnya itu adalah petunjuk 59:37 Allah. 59:39 Tapi dalam faktanya itu adalah 59:42 qadarullah. 59:45 Jadi dua pemahaman qadariah jabariah 59:48 saya gabung gitu loh ya. Maka oleh sebab 59:51 itu tidak ada yang ditonjolkan disebut 59:55 ee apa nama qadarullah. Karena memang 59:58 siapa yang bisa mengubah dirinya? Siapa 1:00:00 yang bisa mencapai derajat mulia kecuali 1:00:03 Allah yang menetapkan. Tetapi sekali 1:00:06 lagi Allah menghargai upaya-upaya. 1:00:10 Nah, gitu loh ya. Jadi kalau kalau 1:00:12 qadarullah gitu kan ee apa apa tadi 1:00:16 qadarullah dan apa istilahnya? 1:00:18 Petunjuk Allah. 1:00:19 Hah? Petunjuk Allah. Nah, petunjuk Allah 1:00:21 berarti kita mengikuti petunjuk-petunjuk 1:00:23 Allah sehingga kita sampai waliullah. 1:00:26 Nah, ketika kita mengikuti 1:00:28 petunjuk-petunjuk Allah berarti itu 1:00:30 kategorinya petunjuk. Ketika kita sampai 1:00:32 dan menjadi waliullah itu qadarullahnya. 1:00:36 Qadarullahnya sampai kepada makam yang 1:00:40 tinggi yaitu apa? Waliullah. Tapi 1:00:44 sebelum jadi waliullah prosesnya ah maka 1:00:47 prosesnya itu juga memang ee harus kita 1:00:51 pahami. Maka oleh sebab itu petunjuk 1:00:53 Allah itu proses gitu. Ketika sampai itu 1:00:57 adalah qadarullah. 1:00:59 Kalau kita mau membagi, tapi kalau mau 1:01:01 saklek-sakeklan 1:01:04 ya saya lebih memilih qadarullah kalau 1:01:07 mau saklek-saklekan gitu loh. Tapi kan 1:01:09 harus dipahami gitu loh. Nah, maka 1:01:11 dipahaminya tadi oh upaya-upaya 1:01:14 upaya-upaya itu berarti proses-proses 1:01:17 itu adalah memes 1:01:23 petunjuk Allah gitu kan. Maka setelah 1:01:25 sampai adalah qadar qadarullah dan saya 1:01:29 menurut saya itu yang paling selamat 1:01:31 gitu ya. Demikian yang dapat saya jawab. 1:01:33 Wallahu aam bisawab. 1:01:37 Wallahuam bisawab. Demikian. Ee kemudian 1:01:40 selanjutnya, apakah syarat menjadi wali 1:01:44 berat atau tidak? Apakah bisa pribadi 1:01:47 [berdehem] 1:01:47 menyatakan bahwa saya sudah menjadi 1:01:49 wali? [tertawa] 1:01:52 Baik. Pertama, syaratnya jadi wallah itu 1:01:54 berat. Nah, berat itu bagi kita. 1:01:59 Bagi kita itu berat, tapi bagi orang 1:02:02 yang dikehendaki Allah tidak berat. Gitu 1:02:05 loh. Kan tadi sudah disebutkan cirinya 1:02:08 apa? Amanu. Amanu itu uraiannya banyak. 1:02:12 Tidak mungkin digapai semuanya. 1:02:15 Wu yattaquuna. Dan adalah mereka 1:02:18 senantiasa bertakwa untuk menahankan 1:02:21 takwa. Jangankan menahankan apa? 1:02:23 Menanamkan ketakwaan sepanjang hayat. 1:02:26 Dari Ramadan ke Ramadan aja kita enggak 1:02:29 sampai tuntas. 1:02:31 Tanggal 15 Syawal aja sudah hilang tuh 1:02:33 ciri-ciri ketakwaan. [tertawa] Padahal 1:02:35 ketika Idul Fitri serasa waduh saya 1:02:38 sudah sampai kepada laalakum tatun 1:02:40 sampai saya menjadi orang bertakwa. 1:02:43 Karena apa? Karena tahajudnya ini salat 1:02:46 apa? Baca Qurannya ini masyaallah. Eh 15 1:02:49 Syawal sudah maassalamah. 1:02:51 sudah goodbye. Nah, apalagi ini 1:02:54 mempertahankan sepanjang hayat, maka 1:02:57 dinyatakan berat. 1:03:00 Tapi bagi orang yang dikehendaki Allah, 1:03:01 bagi orang dicintai oleh Allah, gampang 1:03:06 loh. Kok jadi enggak jelas begitu? Ya 1:03:08 memang begitu. 1:03:12 Karena begini, 1:03:14 di antara kita ada yang memiliki ilmu, 1:03:19 tapi di antara kita juga tidak semuanya 1:03:21 mampu mengamalkan ilmunya. 1:03:24 Dia tahu betul ilmunya bahwa dia tuh 1:03:27 harus begini, harus begini, begini. Tahu 1:03:29 betul, tapi dia tidak mampu 1:03:32 mengamalkannya. 1:03:33 Dia tahu bahwa salat yang paling baik 1:03:37 setelah salat fardu di sisi Allah itu 1:03:39 salat tahajud. 1:03:42 Tapi tidak semua orang yang memahami ini 1:03:45 mengamalkan tahajud. 1:03:48 Kenapa? Apa dia malas? Bisa jadi? 1:03:52 Oh, enggak. Dia sadar. Sadar. Bangun jam 1:03:55 .00 tapi tidak salat. Kenapa? Karena ada 1:03:58 pemahaman lain. 1:04:01 Karena ada keengganan, kemalasan. 1:04:04 Sehingga tidak berdaya. Dia katakan la 1:04:06 haula wala quwwata illa billah tapi 1:04:08 tidak bergerak dia. 1:04:11 Dia sadar betul bahwa salat tahajud itu 1:04:14 afdolul ibadah ba'da faraid. Setelah 1:04:18 apa? Ba'da fardu. Bakda fardi. 1:04:22 Tapi dia tidak bergerak. Maka kemudian 1:04:24 katakan la haula wala quwwata illa 1:04:27 billah. 1:04:28 Dia sadar ada di antara kita yang 1:04:31 seperti itu. Tuh. Maka oleh sebab itu 1:04:33 saya kira semuanya maka wajarlah kalau 1:04:36 ya bagi mereka yang sudah sampai ke situ 1:04:38 ya dia akan senantiasa mengatakan la 1:04:40 haula wala quwwata illa billah. Bahkan 1:04:43 dia tidak akan pernah mengaku bahwa dia 1:04:45 waliullah. 1:04:51 Bahkan dia kalaupun ada orang bertanya, 1:04:54 "Apakah ustaz atau antum pernah ketemu 1:04:57 mimpi dengan Rasulullah?" Kalaupun dia 1:05:00 pernah bertemu dalam mimpinya dengan 1:05:02 Rasulullah, dia katakan, 1:05:05 "Saya enggak begitu yakin." 1:05:09 Ee saya enggak begitu yakin, gitu. Jadi 1:05:12 ambigu jawabannya. 1:05:14 Karena khawatir, sekali lagi khawatir ya 1:05:17 kecuali alasan-alasan tertentu. Khawatir 1:05:19 ketika dia jelaskan secara tuntas, 1:05:22 khawatir loh dia sudah ngaku-ngaku 1:05:26 satu. Atau kedua akan orang akan ada 1:05:29 yang menganggap wah dia sudah sekelas 1:05:32 ketemu dengan Rasulullah sallallahu 1:05:35 alaihi wasallam. 1:05:39 Makanya ketika orang ditanya itu ya 1:05:42 sebaiknya 1:05:45 ya pertama kalau ah enggak saya belum 1:05:47 pernah 1:05:48 satu atau ambigo jawabannya. 1:05:53 Nah gitu ya. Tapi ada orang juga yang 1:05:55 ditanya karena mungkin ilmunya terbatas 1:05:58 apakah Anda pernah ya saya pernah 1:06:00 ketemu. 1:06:01 Sudah gitu. 1:06:02 Ayo sudah gitu ya. Sudah 1:06:05 itu. Nah, lagi-lagi lagi-lagi kan 1:06:07 waliullah itu adalah orang yang takut 1:06:10 kepada Allah. Tidak ada ketakutan, tidak 1:06:12 ada kekhawatiran, tapi paling takut 1:06:15 kepada Allah. Tuh, paling takut kepada 1:06:18 Allah. Takut amalan-amalnya diketahui 1:06:20 oleh makhluk. 1:06:23 Makanya, aduh, masyaallah ya Allah ya 1:06:25 rabbal. 1:06:27 K dia, "Ya Allah, cabutlah nyawaku. 1:06:30 Ternyata sudah ada hambamu yang 1:06:31 mengetahui aku." Tuh, padahal kan enggak 1:06:34 apa-apa. Oh, diketahui kok. [tertawa] 1:06:37 Tetapi masyaallah la haula wala quwwata 1:06:40 illa billah. Maka oleh sebab itu, para 1:06:41 ikhwan sekalian, hendaknya kita menjaga 1:06:44 hati mohon kepada Allah kekhusyuan, 1:06:48 keikhlasan. 1:06:50 Yang paling penting, "Ah, ya Allah cuma 1:06:51 ini yang bisa aku lakukan. Terima ya 1:06:54 Allah." 1:06:55 Kemudian kalau ditanya orang, "Ah, 1:06:56 enggak tahu saya. Pokoknya itulah yang 1:06:58 bisa saya lakukan." Gitu aja. Tidak 1:07:01 merasa paling saleh, tidak merasa paling 1:07:04 taat, tidak merasa paling ahli tahajud, 1:07:07 tidak. Bahkan kemudian diingkarinya 1:07:10 nilai-nilai itu, gelar-gelar itu dia 1:07:12 ingkari. Tidak. 1:07:15 Aduh, saya mah masih belajar tahajudnya 1:07:18 juga. 1:07:19 Masih ingat di pasar, masih ingat di 1:07:22 kantor. Tahajud saya mah enggak pantes. 1:07:27 Padahal susunya mereka, masyaallah 1:07:29 mereka itu ketik baru takbir saja, 1:07:32 Allahu Akbar, para malaikat berkerumun 1:07:36 langsung dan dia merasakannya. Ini orang 1:07:39 yang sudah merasakan katanya kalau dia 1:07:41 meras kemudian tiba-tiba setjukan 1:07:44 yang 1:07:46 apa yang bergerak dalam jiwanya. 1:07:49 seperti AC gitu. Ah, tapi dia pura-pura 1:07:53 aja khusyuk baca fokus pada bacaan gitu. 1:07:57 Nah, tetapi lagi-lagi masyaallah saya 1:08:00 kadang iri kepada mereka tuh 1:08:03 kepada mereka yang telah mendapatkan 1:08:05 itu. Saya sering nanya, sering banyak 1:08:08 belajar, sering banyak mendengarkan 1:08:10 kisah-kisah mereka. Masyaallah. La haula 1:08:12 wala quwwata illa billah. Karena saya 1:08:14 belum menemukan nas yang tegas yang 1:08:18 memberi penilaian-penilaian itu, maka 1:08:19 saya hanya sebagai ya referensi aja. 1:08:23 Didustakan enggak, dibenarkan juga 1:08:25 belum, kan begitu. Tetapi 1:08:27 isyarat-isyarat oh ya gitu gitu ya. Oke, 1:08:31 saya kira itu saja yang dapat saya 1:08:33 jelaskan. Wallahuam 1:08:35 bisawab. 1:08:37 Wallahuam bawab. Demikian Pakudin semoga 1:08:40 dapat menjawab. 1:08:41 Mungkin sekaligus penutup, Ustaz. 1:08:44 Sekaligus penutup dari Pak Rahman juga 1:08:46 yang mohon diijazahkan salah satu wirid 1:08:49 dari para wali biar bisa dipraktikkan 1:08:51 sehari-hari. 1:08:52 Masyaallah. Aduh, saya mah bukan wali 1:08:54 atuh. Ya nantilah kita cari di 1:08:56 kitab-kitab yang berbicara tentang itu. 1:08:59 Kalau ditemukan wirid-wiridnya 1:09:01 insyaallah nanti ee saya ee apa? copy 1:09:04 paste gitu ya. Saya copy paste insya 1:09:07 insyaallah ya. Oke, jadi kesimpulannya 1:09:10 kita berharap kepada Allah, kita 1:09:12 termasuk orang-orang tergorong 1:09:14 auliaullah gitu ya. Dengan tidak 1:09:17 menyombongkan diri ee upayakan untuk 1:09:20 bisa tadi ya ee karena petunjuk Allah, 1:09:22 saya menggunakan petunjuk Allah 1:09:24 sekarang. Maka hendaknya kita menempuh 1:09:26 nilai-nilai keimanan, ketakwaan. 1:09:30 Kita senantiasa pasrah dan rida kepada 1:09:32 takdir yang Allah tentukan. 1:09:35 Jangan mengeluh jika ada hal-hal yang 1:09:37 menimpa diri kita. Sabar gitu. Dan tidak 1:09:41 takut kepada selain Allah gitu ya. Tidak 1:09:44 takut kepada selain Allah. Nah, jadi 1:09:47 saya kira itu saja sebagai penutup yang 1:09:50 dapat saya kebukakan. Wasallallahu ala 1:09:53 nabiina Muhammadin walhamdulillahi 1:09:56 rabbil alamin. Wasalamualaikum 1:09:59 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:03 wabarakatuh. Jazakumullah khair khair 1:10:05 ustaz. 1:10:06 Oh iya. 1:10:07 Baik demikian ikhwan terima kasih banyak 1:10:09 sudah menyimak tausiah sore bersama 1:10:12 Ustaz Ahmad Saleh. Semoga dapat diambil 1:10:15 ilmunya dari kemuliaan dan keutamaan 1:10:18 para wali Allah. Baik saya Fauzi Ridwan 1:10:21 mohon maaf dan mohon diri Neza dan juga 1:10:24 Yusuf Subangkit. Subhanakallahum 1:10:26 wabihamdika 1:10:30 warahmatullahi wabarakatuh.