Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofili iya wal mursalin.
- Waa alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'du.
- Masih dipancar luaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Inilah radio
- silaturahim untuk Islam yang satu, untuk
- Indonesia bersatu. Ikhwan akhwat, para
- pendengar radio silaturahim dan juga
- ikhwan akhwat rasil visual di mana pun
- Anda berada. Bagaimana kabar Anda di
- pagi hari ini? Semoga pagi hari ini
- masih dalam keadaan sehat walafiat dan
- penuh syukur kita kepada Allah subhanahu
- wa taala atas yang karunia Allah berikan
- kepada kita semuanya. Dan senang sekali
- rasanya Muhammad Anis Mualim dapat
- berjumpa kembali menemani ikhwan akhwat
- pendengar Radio Silaturahim di edisi
- hari ini di hari Sabtu 2 Rabiul Aal 1440
- Hijriah bertepatan di tanggal 10
- November 2018 dan tentunya dalam kajian
- kita Fathul Bari di hari Sabtu ini
- bersama guru kita yaitu bersama Ustaz
- Ahmad Sanusi. Alhamdulillah beliau telah
- hadir di studio. Langsung saja kita sapa
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat walafiat, Ustaz, ya
- di pagi hari ini. Masyaallah, senang
- sekali, Ustaz, dalam kondisi sehat
- walafiat dapat memberikan tentunya
- kajiannya kepada kita semuanya. Baik,
- ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim di mana pun Anda berada.
- tentunya di kajian kita Fathul Bari ini
- insyaallah Ustaz Ahmad Sanusi masih
- melanjutkan di pembahasannya yaitu di
- pembahasan hadis Bukhari yaitu di 4.349
- 349 dan tentunya dibantu kitab Fathul
- Bari di juz yang ke-8 dan dipersilakan
- untuk ikhwan akhwat yang mempunyai
- kitabnya dibuka dan langsung saja kita
- awali program kajian kitab Fathul Bari
- ini dengan kita membaca doa thabul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- ilman allahumf bimaamani
- waimnif warzuqni ilman amin baik tafadal
- ustaz
- asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
- waalaikumsalam
- warahmatullahiyaitanirjim
- bismillahirrahmanirrahim
- alhamdulillahiabbil alamin wal aqibatul
- muttaqin wala udwana illa aladim
- ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah khalaqal
- insanaamahul bayan wa ashadu anna
- muhammadan abduhu waasuluhu
- wauhuakatal wa jawami alam shawatubbi
- wasalamuhu alaihi waa alihi
- wahabih amma ba'du fay Ya
- ibadallahwallah
- itqulahqatih w tamna illaum
- muslimun. Pendengar radio silaturahim
- dan pemirsa televisi visual silaturahim
- di mana saja. Pada kesempatan kali ini
- kita akan mempelajari hadis Bukhari
- nomor hadisnya
- 4.349 insyaallah sampai
- 4.351 di antaranya dengan bantuan kitab
- Fathul Bari juz 8 halaman 81 insyaallah
- sampai 87.
- Untuk itu mari kita awali dengan ummil
- kitab
- alfatihah.
- [Musik]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- [Musik]
- iki
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin
- [Musik]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Qulim maa fis
- samaawati wal ard. Qul
- lillah kataba ala nafsihi rahmah
- lajmaannakum.
- yaumilqiamati laba
- f alladzina
- khasiru anfusahum fahum laa
- yukminun. Surah al-An'am surah yang ke-6
- ayat 12. Qul berkatalah siapa engkau?
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam. Liman yaitu milik
- siapa? Ma adapun segala sesuatu fis
- samawat yang ada di dalam beberapa
- langit wal ardhi dan bumi. Qul
- menjawablah siapa engkau? Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa asahbihi
- wasallam ketika ditanya milik siapa itu
- langit, bumi dan seisinya? Jawablah qul
- lillah. Lillah yaitu milik Allah. Kalau
- mau minta ya mintalah kepada Allah.
- Mendekatlah kepada Allah. Allah
- menyampaikan meskipun langit bumi milik
- Allah, Allah menyampaikan kataba ala
- nafsi rahmah. Memestikan siapa Allah ala
- nafsihi atas diri Allah memastikan
- katabrahmah kepada kasih sayang. Jadi
- jangan khawatir kasih sayang Allah luas.
- Layjmaannakum. Tapi di sisi yang lain
- sungguh pasti mengumpulkan siapa Allahum
- kepada kalian semua. Ila yaumil qiamah.
- di hari kiamat. La rba fih. Tentang
- keberadaan hari kiamat. Kita harus
- mempertanggungjawabkan segala perbuatan
- kita sekecil apapun. Itu pun pasti.
- Kasih sayang Allah pasti. Tapi
- mempertanggungjawabkan sekecil apapun
- perbuatan kita waktu di dunia itu pun
- pasti. Alladzina orang-orang
- khosiru sayang orang-orang yang
- merugikan siapa mereka? Anfusahum pada
- diri mereka. Fahum. Maka adapun mereka
- la yukminuna, yaitu tidak beriman kepada
- kasih sayang Allah sehingga mudah putus
- asa. Satu sisi dia juga tidak beriman
- bahwa segala perbuatannya sekecil apapun
- harus dipertanggungjawabkan sehingga dia
- kadang-kadang merugikan dirinya dan
- merugikan orang
- lain. Menurut sahabat Abi Hurairah
- radhiallahu anh di antaranya yataaqobuna
- fikum malaikatum baili wa malaikatum bin
- nahar. Malaikat itu bergantian yang jaga
- malam dan yang jaga siang. Wajtamiuna fi
- shatil fajri. Mereka bertemu waktu salat
- subuh wasatil asri dan waktu salat asar.
- Tumma ya'ruju alladina batu fihim.
- Kemudian yang jaga malam naiklah kalau
- sudah mau masuk pagi. Fayas'aluhum wahua
- bihim. Kemudian Allah bertanya kepada
- para malaikat tadi, "Bagaimana keadaan
- hambaku saat ditinggal?" Fayquuluna.
- Maka menjawab, "Siapa malaikat tadi?"
- "Taroknahum wahum yusalluna. Kami
- meninggalkan sebagian hamba-Mu ya Allah
- dalam keadaan beliau salat. Waatainahum
- dan kami waktu datang para malaikat hum
- kepada hamba-hambau itu wahum yusallun."
- Mereka dalam keadaan salat.
- Alhamdulillah. Mudah-mudahan saat
- malaikat datang kita dalam keadaan salat
- dan saat malaikat meninggalkan kita
- untuk laporan kepada Allah, kita dalam
- keadaan salat.
- Dan kita dalam keadaan salat subuh tadi
- mudah-mudahan berjamaah. Hadis Bukhari
- 55
- 7429
- 7.486 Muslim
- 633 Malik juz 1 halaman 170 Ahmad juz 2
- halaman
- 257
- 34 Ibnu Hibban
- 1736 sampai 1737.
- Menurut sahabat Anas bin Malik
- radhiallahu anh qala
- innakumaluna hiya adqui aunikum min.
- Kalian itu melakukan perbuatan yang
- menurut kalian ee tidak ada artinya
- bahkan lebih kecil dari ukuran rambut.
- Padahal in kunna lana naudduha ala ahdin
- nabi shallallahu alaihi wa alihi asbihi
- wasallam almubiqat. Padahal kami dulu
- melakukan dosa kecil itu kami anggap itu
- dosa-dosa besar. Qala Abu Abdillah yakni
- bidzalika almukhlikat. Hadis Bukhari
- 6492 Fathul Bari juz 11 halaman 400.
- Mudah-mudahan di pagi ini kita bisa
- menjauhi segala larangan Allah sekecil
- apapun.
- Bismillahirrahmanirrahim. Kita masuk
- kepada materi kita yaitu hadis Bukhari.
- Hadis Bukhari nomor
- 4.349. Babu bau bisa dibu, bisa dibaca
- ba. Ali ibni Abi Thalib Alaih Salam w
- Khalid ibnil Walid ilal Yaman qobla
- hajatil wadda. Bab ini menerangkan
- tentang diutusnya Sayidina Ali bin Abi
- Thalib dan sahabat Khalid bin Al-Walid
- radhiallahu anhuma diutus ilal yaman
- kiaman qobla hajjatil wada. sebelum haji
- wada tepatnya setelah beliau pulang dari
- Thaf dan setelah pembagian ee
- barang-barang di Jranah. Kalau Janah
- upah kalau ja padang pasir. Haddasani
- Ahmad ibn Utsman. Haddasana Syurah ibnu
- Maslamah haddasana Ibrahim Ibnu Yusuf
- ibn Ishaq bin Abi Ishaq haddasani Abi an
- Abi Ishak sami tu mendengar siapa Abi
- Ishaq Albara kepada sahabat Bara
- radhiallahu anh baatana suatu ketika
- mengutusna kepada kami sahabat Bara
- radhiallahu anh Rasulullah siapa
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam ma Khalid ibnil Walid
- bersama sahabat Khalid ibnil Walid
- diutus ilal Yaman ke Yaman
- Q berkata, "Siapa sahabat barma ba?"
- Kemudian setelah itu mengutus siapa Nabi
- Alian kepada Sayidina Ali. Ba'alika
- setelah diutusnya sahabat Khalid dan aku
- sahabat bara makahu sebagai gantinya
- sahabat Khalid. Faqala. Maka
- menyampaikan siapa? Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi ashabihi
- wasallam kepada Sayyidina Ali. Nur
- merintahlah siapa engkau Sayyidina Ali?
- Ashab khidin kepada teman-temannya
- sahabat Khalid pasukannya sahabat Khalid
- man kepada orang syaa yang berkenan
- siapa man minhum dari ashab Khalid
- perintahnya ayyuqiba maah agar pulang
- bersama kamu untuk apa?
- Yang mau ya silakan diajak pulang karena
- untuk persiapan terjadinya kalau
- tiba-tiba ada serangan berikutnya dari
- musuh sehingga pasukan sudah ada yang
- siap di belakang. Waman. Dan adapun
- siapa orang syaa falyuqbil kalau dia ada
- yang tidak mau pulang ya biarin saja.
- Fauntu fiman aqaba maahu. Maka aku
- sahabat bara termasuk orang yang pulang
- bersama Sayidina Ali untuk mengikuti
- perang-perang selanjutnya. Khawatir umat
- Islam ada yang nyerang untuk jaga-jaga.
- Qala berkata, "Siapa sahabat bara?"
- "Faganim awak dawati adad."
- Alhamdulillah atas izin dan rida Allah,
- setiap perjuangan kita selalu disertai
- oleh pertolongan Allah Subhanahu wa
- taala. Sama saja ini juga seperti kasus
- Habib Rizq ya di Makkah itu.
- Mudah-mudahan selalu dilindungi oleh
- Allah beliau sehingga yang memfitnah
- cepat ketemu dan cepat selesai.
- Hati-hati zaman sekarang umat Islam
- karena sekarang ini fitnah dari berbagai
- penjuru. Makanya Nabi sudah menyampaikan
- inna minal bayani lasikran.
- Kadang-kadang fatwa pengajian apakah itu
- kadang-kadang berselubung tapi isinya
- fitnah. Itu hadis Bukhari dari sahabat
- Abdullah bin Umar
- 5.146,
- 5.76 atau
- 5.76. Fathul Bari juz 10 halaman
- 290-292. Padahal agama ini mudah, mudah.
- Agama ini berada di dalam kemudahan.
- Tapi kadang-kadang karena berbagai
- kepentingan sehingga agama ini
- kadang-kadang subhanallah dipelintir
- enggak karu-karuan. Kata sahabat
- Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma
- qala qala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam lay yazal mukmin fi fushatim
- min dinih malam yusibdaman haraman.
- Sebenarnya orang mukmin itu di dalam
- keluasan tentang agama ini. Apalagi
- masalah politik malam yusibdaman haram.
- Selama kita tidak melakukan sesuatu
- menumpahkan darah yang diharamkan. Hadis
- Bukhari
- 6862
- 68.863 Fathul Bari juz 12 halaman
- 229 sampai
- 234. Jangan sampai kita dengan ee
- berbagai kepentingan lalu menyakiti
- saudara kita. Apalagi kita kalau
- melakukan dosa di Makkah, dosanya berat,
- hukumannya sangat berat. itu nanti
- mudah-mudahan cepat bertobat, minta maaf
- dan jangan mengulangi lagi itu koalat
- nanti itu.
- Bismillahirrahmanirrahimani menurut
- Sayidina Ali baatani mengutus ni
- kepadaku Sayidina Ali annabiyu siapa?
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- diutus ilal yaman ke Yaman. faqul maka
- berkata siapa aku kepada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam ya Rasulullah
- wahai Rasulullah tabatuni ilaumin asanna
- minni mengutus siapa engkau nabi ini
- kepadaku diutus ila kaumin ke suatu kaum
- asanna yang lebih tua siapa kaum minni
- dari aku waana dan hali adapun aku ali
- haditus sinni umurnya belum terlalu tua
- la absorul qada aku ini tidak terlalu
- pintar di dalam masalah peradilan tawadu
- Sayidina Ali. Kenapa enggak yang lain
- saja yang lebih tua dan yang lebih
- pandai dan lebih bijaksana? Qala
- menyampaikan siapa Sayidina Ali. Setelah
- ee Nabi mendengarkan ucapan Sayidina Ali
- seperti itu, fawad maka meletakkan siapa
- Nabi yadahu kepada tangannya Nabi ala
- sodri atas dadaku dadanya Sayidina Ali
- waqala dan berdoa siapa Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam. Allahumma tsabbit lisanahu
- wahdi qolbahu. Allahumma ya Allah kami
- telah mengutus Sayidina Ali,
- keluargaku, mantuku, kalau bahasa kita
- muridku. Tsabbit Allahumma ya Allah
- tsabbit menetapkanlah, mengokohkanlah
- siapa Engkau ya Allah lisanahu kepada
- lisannya Sayidina Ali. Mudah-mudahan dia
- mudah dan lancar untuk menyampaikan
- kebenaran wahdih dan memberilah
- petunjuk, siapa Engkau ya Allah qalbahu
- pada hatinya Sayidina Ali sehingga
- selalu menyampaikan dan melakukan
- kebenaran dan menegakkan kebenaran.
- Itulah doa Nabi kepada Sayidina
- Ali yang diabadikan di dalam ee yaitu
- kitab Fathul Bari juz 8 halaman 82 di
- sebelah kanan.
- waqala dan menyampaikan siapa Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wa
- asabi wasallam. Ya Aliu wahai Sayyidina
- Ali begini Sayidina Ali mohon maaf ya
- jalasa apabila duduk kamu ilaika datang
- ilaika kepadamu alkasmani apa dua orang
- yang sedang bermasalah ee dia
- bermasalah fala taqdi. Maka kamu jangan
- mudah menerima penjelasan dari salah
- satu pihak tabayun dulu. Fala takdi.
- Jangan langsung mengambil keputusan
- bainahuma di antara keduanya. Hatta
- tasmah. Sehingga kamu Sayidina Ali
- betul-betul sudah mendengarkan
- penjelasan dari kedua pihak minal akhiri
- dari yang lain. Ini bijaksananya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- asabi wasallam.
- Ada siapa aku?
- Baru setelah kita mendekati pulang
- karena aku sahabat bara ini termasuk
- orang yang pulang ikut Sayidina Ali.
- Fasolla bina Aliun. Kemudian salat
- berbina bersama kita para sahabat Aliun.
- Siapa? Sayidina Ali. Sayidina Ali
- menjadi imam.
- Wasofnaan wahidan tumma taqadama baina
- aidina faq alaihim kitaba rasulillah
- sallallahu alaihi wa alihi asabi
- wasallam. Kemudian setelah salat
- Sayidina Ali menyampaikan suratnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- asahbihi wasallam. Karena memang sebagai
- perwakilan keluarga Sayidina Ali inilah
- yang biasa diutus oleh Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa asahbihi
- wasallam. Termasuk waktu membatalkan
- perjanjian dengan orang kafir Quraisy
- karena harus keluarga.
- Nabi tidak bisa hadir. Yang hadir adalah
- Sayidina Ali setelah diutusnya sahabat
- Abu Bakar. Sahabat Abu Bakar sebagai
- perwakilan umat Islam, sahabat.
- Sedangkan Sayidina Ali sebagai keluarga.
- Coba cek itu di dalam semua tafsir dan
- semua hadis tentang ee penyampaian ee
- yaitu bahwa setelah itu tidak boleh ada
- orang kafir yang tawaf di sekitar Makkah
- bahkan tinggal di Makkah karena tidak
- boleh telanjang dan tidak boleh
- menyakiti umat Islam. Sehingga
- orang-orang yang melakukan perbuatan
- dosa di Makkah itu dari dulu memang
- dikutuk. Ah, apalagi sekarang
- hati-hati jangan Anda itu luar biasa itu
- kalau ketangkap itu yang membuat apa ini
- naruh bendera lalu memfotonya lalu
- meng-upload-nya lalu menyiarkan berita
- di Indonesia. Fitnah begitu kencang.
- Faaslamat. Begitu Sayidina Ali ee
- menyampaikan tentang surat Rasulillah
- sallallahu alaihi wasallam, pesan-pesan
- Rasulillah, pesan-pesan Al-Qur'an Asunah
- yang sangat lembut dan santun. Faaslamat
- maka masuk Islam Hamdanu apa kelompok
- yang banyak jamian hali semuanya. Fakat
- maka mengirim surat Aliun siapa?
- Sayidina Ali. Karena alhamdulillah atas
- izin Allah banyak orang masuk Islam.
- Begitu Sayidina Ali menyampaikan
- menyontohkan Islam dan mendoakan mereka
- supaya mereka bisa masuk Islam lalu
- mengirim surat Aliun siapa? Sayidina Ali
- sebagai kabar gembira ila rasulillah
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam biislamihim tentang Islamnya
- banyak orang. Falamma qoraah. Maka
- setelah membaca siapa? Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi ashabihi
- wasallam alkitabah kepada kita. Banyak
- orang Islam masuk Islam di Yaman. Orang
- Yaman ini pemberani. Dan itu hadis
- Bukhari. Saya melihat di YouTube juga
- waktu berperang luar biasa dia beraninya
- semalam biasanya enggak pernah lihat
- itu. Enggak sengaja kok ada tayangan
- seperti itu di HP. Falamma qora. Maka
- setelah melihat siapa Nabi membaca siapa
- Nabi alkitabah kepada suratnya Sayidina
- Ali. Aliahdidni itu alnya karena dia
- depan berbicara tentang Sayidina Ali
- suratnya Sayidina Ali. Begitu Nabi
- membaca suratnya Nabi khara maka e
- langsung sujud. Siapa Nabi? Sajidan
- jungkel kata orang Jawa. Sajidan hali
- sujud. Langsung nabi sujud. Tumma
- rafaah. Kemudian mengangkat siapa nabi?
- Setelah sujud rasahu kepada kepalanya
- nabi, siranya nabi waqala dan ee dan ee
- menyampaikan siapa nabi? Assalamu ala
- hamdan. Adapun keselamatan ee rahmat dan
- kasih sayang dari Allah. Adapun
- keselamatan al hamdan. atas
- kelompok-kelompok yang sudah masuk
- Islam. Materi kita berikutnya adalah
- 4.350. Haddasani Muhammad Ibnu Basyar,
- haddasana Rauh ibnu Ubadah, haddasana
- Ali ibnu Suwaid Ibnu Majuf an Abdillah
- ibni Buraidah an abihi qala. Suatu
- ketika ba mengutus an naabiyu siapa?
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- ashabihi wasallam. Alian kepada Sayidina
- Ali diutus ila Khalidin kepada menemui
- sahabat Khalid untuk apa? Liyaqbillah.
- untuk membagi siapa? Sayidina Ali
- menerima dan membagi alkumus kepada
- seperlima gimah. Dulunya kan yang diutus
- sahabat Khalid. Lalu Nabi mengutus
- Sayidina Ali. Tujuannya untuk menerima
- dan membagi seperlima dari harta-harta
- yang ditinggalkan oleh orang kafir untuk
- dibagi oleh Sayidina Ali sebagai wakil
- dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa
- ali wasahbihi wasallam dan sebagai wakil
- dari keluarga. Wauntu dan ada siapa aku?
- Aku Buraidah.
- Ee dari
- ayahnya dari Buraidah berarti abghiduh
- bisa
- abghuduh.
- Ee aku waktu itu mohon maaf sempat
- curiga dan kurang suka alian kepada
- Sayidina Ali kata sahabat Buraidah
- waqodiutasala. Kenapa? Ya karena waktu
- itu aku belum paham dan belum menerima
- penjelasan sehingga aku sempat kurang
- suka kepada Sayidina Ali. Dan setelah
- itu Sayidina Ali mandi karena
- mendapatkan ee bagian
- yaitu ee budak budak lalu Sayidina Ali
- bergaul.
- Faqulu kenapa? Karena itu boleh itu yang
- tidak boleh itu kalau kan beristri lagi
- yang tidak boleh. Jadi yang tidak boleh
- itu kalau Sayidina Ali di dalam hadis
- Bukhari itu waktu itu Nabi menyampaikan
- itu kalau beristri lagi bukan tidak
- boleh beristri lagi sebenarnya tidak
- boleh Siti Fatimah putri Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam disandingkan
- dengan musuhnya Nabi yang jelas-jelas
- Nabi sudah dikasih tahu bahwa mereka
- musuh dunia akhirat dan tidak akan
- pernah beriman. Bahkan dia pernah
- mengecewakan keluarga Nabi. Ketika
- keluarga Nabi ada yang menikah
- dengan
- keluarganya ee orang kafir, lalu disuruh
- cerai oleh orang tuanya. Saya bacakan
- saja. Wallahu la tajtamiu bintu
- rasulillah shallallallahu alaihi wa
- alihi wa ashabihi wasallam wa bintu
- aduwuillah. Dalam hal ini, Nabi
- menyampaikan, "Sungguh tidak mungkin
- bisa dikumpulkan antara putri Rasulillah
- dengan putrinya Abi
- Jahal." Kenapa Juwairiyah binti Abi
- Jahal ini? Karena Abi Jahal ini luar
- biasa. Jadi itu yang dimaksud Sayidina
- Ali jangan menikah dengan ee putrinya
- Abi Jahal. Tentu kalau dengan yang lain
- boleh.
- Itu indarjulin wahid. Itu yang dimaksud.
- Coba cek di dalam hadis Bukhari itu ee
- 3.110
- 3.729 itu ceritanya. Karena Ruqayyah
- binti Rasulillah tadinya itu kan menikah
- dengan putranya Abi Lahab. Belum apa-apa
- oleh bapaknya suruh cerai itu putri
- Rasul. Alangkah kecewanya itu putri
- Rasul sebagai manusia biasa. Begitulah
- kejamnya. Gara-gara dia tidak suka
- kepada bapaknya. sampai anaknya
- bermusuhan ee orang-orang kafir itu.
- Padahal tidak begitu mestinya. Kalau
- hanya perbedaan apa itu mestinya di
- kalangan tertentu. Lalu setelah dicerai
- oleh Abu Lahab Ruqayyah itu oleh Nabi
- dinikahkan oleh kepada orang yang baik
- agamanya ee santun akhlaknya yaitu
- sahabat Utsman bin Affan radhiallahu
- anh. Makanya Nabi menyampaikan Fatimah
- bisabbi bisabbu bisab bidatum minni
- famanha aobani. Itu silakan Bukhari
- 3.000. 1714 Fathul Bari juz 7 halaman 97
- sampai
- 99. Makanya Nabi menyampaikan kalau
- nikah itu harus satu agama. Kenapa harus
- satu agama? Karena kalau tidak satu
- agama nanti kapal itu mau dibawa ke
- mana? Hubungan kita mau dibawa ke mana?
- Kalau bahasa kita nanti satunya mau ke
- kanan dia maunya ke kiri gitu. Nah,
- makanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasabi wasallam menurut Siti Aisyah
- radhiallahu anha menyampaikan samun nabi
- shallallahu alaihi wasallam yaakul al
- arwahu junudum mujannad fama taarofa
- minhaalafa w tanakaro minha ikhtalafa
- hadis bukhari
- 3336 fathul bari juz 6 halaman
- 4556 kalau sudah satu keluarga pertama
- harus sesama muslim dan harus sama-sama
- misinya yaitu itu untuk membuat mencetak
- rumah tangga yang taat kepada ee sesuatu
- yang diridai oleh Allah Subhanahu wa
- taala dan rasulnya. Dan berusaha untuk
- sakinah dan mawaddah bukan punya aturan
- masing-masing. Yang rumahnya seperti
- rumah sakit nanti orangnya enggak pernah
- ketemu istrinya ke mana, suaminya ke
- mana. Kita lanjutin kembali lagi kepada
- materi kita
- 4.350. Faqulu maka berkata siapa aku?
- Buraidah lihalid kepada sahabat Khalid.
- Sahabat bilang kepada sahabat, "Ala tar
- coba kamu lihat wahai sahabat Khalid.
- Ini Sayidina Ali." Nah, dia curiga
- kepada Sayidina Ali. Makanya kalau
- apa-apa itu sebelum kita curiga terlalu
- jauh, mendingan kita mendekat
- kekeluargaan, ngobrol baik-baik.
- Begitulah supaya tidak terjadi apa yang
- terjadi, yaitu kasusnya sahabat Buraidah
- dan sahabat Khalid yang sempat curiga
- kepada Sayidina Ali. Akhirnya begitu dia
- disampaikan apa adanya oleh Sayidina
- Ali, dia menjadi orang yang sangat cinta
- dan sayang kepada Sayidina Ali. Wain
- kunta tuhibbuhu fasdad lahu hubban. Itu
- nanti yang disampaikan oleh Nabi. Kamu
- itu jangan benci kepada Sayidina Ali.
- Kalau kamu cinta maka harus ditambah
- cintanya nanti. Faqulu khid ala
- taramma qimna al nabi shallallahu alaihi
- wa wasallam. Setelah datang siapa kami
- menemui Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam zakartu melaporkan siapa aku
- Buraidah dalalika kepada kasusnya
- Sayidina Ali kecurigaanku kepada
- Sayyidina Ali aku laporkan lahu kepada
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam sahabat itu saling
- terbuka tapi Nabi bisa menyelesaikan
- dengan bijak karena Nabi tidak punya
- kepentingan uang dan jabatan sehingga
- bisa menyelesaikan, meredupkan, dan
- mencairkan hubungan masyarakat dan bisa
- membuat sejuk. Kalau seorang ulama punya
- kepentingan jabatan dan uang, enggak
- akan bisa meredupkan situasi. Demikian
- juga oknum pejabat. Kalau punya
- kepentingan, repot dong. Pejabatnya ikut
- bermain, ulamanya ikut bermain.
- Bagaimana? Siapa yang mau jadi
- wasit? Siapa yang mau jadi hakam?
- Falamma qodimna alan nabi shallallahu
- alaihi wa alihi asabi wasallam fabatu
- hakam min ahlihi waakam min
- ahliha. Lahu faqala ya buraida, wahai
- buraid atabidu alian.
- Nabi menyampaikan, "Ya Buraidah, wahai
- sahabat Buraidah atabid, apakah benci
- siapa engkau? Curiga tidak suka siapa
- engkau?" Alian kepada Sayidina Ali kayak
- orang sekarang kan curiga kok ada Habib
- Rizq itu luar biasa. Padahal dulu
- rukunnya luar biasa bangsa Indonesia
- dengan orang Arab. Dia sadar bahwa yang
- bawa Islam itu orang Arab. Saudara
- tertuanya orang Arab. Sekarang luar
- biasa lisannya. Luar biasa. Kalau bahasa
- Alquran itu
- yuridunallahi bwahim
- wallahuhi wal kafirun asf ayat 8. Banyak
- orang yang pengin meredupkan nur, cahaya
- Allah, Al-Qur'an yang disampaikan oleh
- para ulama yang masih lurus. Wallahu
- mutimmu nurihi walau karihal kafirun.
- Dan Allah akan menolong orang-orang yang
- menyampaikan Al-Qur'an, asunah, agama
- Allah apa adanya. Meskipun tidak suka
- alkafirun. Siapa orang-orang kafir dan
- pendukung pemikir-pemikir orang kafir
- ini? Faqulu naam. Maka menjawab ketika
- ditanya, "Wahai sahabat Buraidah, apakah
- kamu benci kepada Sayidina Ali?"
- "Faqulu," Maka menjawab, "Siapa aku?"
- "Nam, iya, Nabi. Saya tidak suka, saya
- curiga, saya benci." Qala menjawab,
- "Siapa Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam." Ini hadis Bukhari loh ya,
- 4350. Kalau curiga seperti ini hapus
- hadisnya. Qala maka menyampaikan siapa
- nabi?
- Jangan pernah membenci siapa engkau
- sahabat Buraidahu kepada Sayidina Ali.
- Fainna lahu fil humusi aksar minalik.
- Karena sesungguhnya Sayidina Ali itu
- punya hak lebih daripada seperlima yang
- diambil oleh Sayidina Ali. Kenapa?
- Sayidina Ali itu mendapat bagian
- seperlima itu dia sudah tawadu mengambil
- lebih kecil dari bagian mestinya. Kenapa
- mestinya dia lebih besar? Kenapa lebih
- besar? Dia utusan saya, dia keluarga
- saya, dia mewakili bagian saya. Belum
- dia juga berjuang langsung. Dia pasukan
- khusus, pasukan inti di depan dia.
- Fainna lahu fil khumusi aksaro min
- dalzalika. Silakan cek itu hadis Bukhari
- 4.350. Aslinya itu. Ini Fathul Bari juz
- 8 halaman 82. Di kanan saya hitung dari
- bawah 1 2. Ah, sudah tiga baris ke atas
- tuh menjelaskan tuh.
- khidqan lamu ahadulan min quraisin lam
- uhibbu illa alan. Bahkan aku saking
- bencinya sampai itu waktu salah paham
- kepada Sayidina Ali, aku pun cinta
- kepada orang yang bisa benci kepada
- Sayidina Ali. Coba itu jadi sejarah itu
- terulang lagi kali.
- min
- quraisinu
- waqal
- maqam humus sayidina Ali menyampaikan
- begini, "Mas, bagian yang saya ambil itu
- pun saya sudah mengambil lebih sedikit,
- lebih rendah dari target yang
- sebenarnya. Satu, keduanya, tummaat fi
- Ali Muhammad itu adalah bagian Nabi.
- Cuman Nabi berpesan diwakilkan untuk
- saya." Tummaat fi aliin fawaq biha.
- Mudah-mudahan Anda enggak salah paham
- lagi ya. Makanya Nabi menyampaikan wain
- kunta tuhibbuhu fasad lahu sekarang
- jangan benci lagi salah paham kepada
- Sayidina Ali. Kalau bisa kamu sayang.
- Kalau kamu bisa sayang, kalau perlu
- ditambah. Fawalladzi nafsu Muhammadin
- biyadihi. Maka demi Allah yang jiwa Nabi
- Muhammad ee yang jiwa Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam di dalam
- genggaman kekuasaan Allah. Lasibu Aliin.
- E sungguh bagian Sayidina Ali fil humus
- di seperlima itu afdolu min wasifah.
- Dari itu sebenarnya dia lebih berhak,
- lebih banyak dapat itu dari bagian yang
- dia terima dan dia ambil itu.
- Wazana minanas. Kemudian Buraidah
- menyampaikan sahabat Buraidah ini, fama
- ahadum minanasi ahabba ilai min alin.
- Setelah dapat penjelasan dari sahabat
- Ali, diyakinkan oleh Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
- wasallam melalui Al-Qur'an dan Asunah.
- Tidak ada seorang pun yang lebih aku
- cintai daripada Sayidina Ali. Mestinya
- begitu. Orang Arab itu kaku dulu itu
- begitu disampaikan Al-Qur'an dia menjadi
- cair. Makanya Al-Qur'an diturunkan di
- Arab. Eh, kita di Indonesia Al-Qur'an
- bukannya hanya satu. 1000 Al-Qur'an ada
- di rumah. 1000 Al-Qur'an ayat
- disampaikan kepada kita enggak cair-cair
- kita, enggak lembut-lembut hati kita. W
- taqu fi aliyin fnahu minni wa minhu
- wahua waliyukum ba'di. Nabi menyampaikan
- jangan pernah benci lagi ya kepada
- Sayidina Ali karena Sayidina Ali itu
- minni termasuk bagianku. Ini sabda Nabi.
- Wa ana dan ada hali adapun aku Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- minhu yaitu bagian dari Sayyidina Ali
- wahua dan hal. Adapun Sayyidina Ali
- waliyukum yaitu pelindungnya kalian
- wahai umat Islam ba'di setelah aku
- meninggal. Faizan maka tiba-tiba an
- naabiyu. Adapun nabi ketika eh qodih mar
- wajhu ketika ada orang benci kepada
- Sayidina Ali marah siapa kelihatan merah
- wajhu apa wajahnya Nabi serius Nabi
- yaakulu bersabda siapa nabi? Man kuntu
- waliyuhu faaliyun waliyuhu. Maka adapun
- siapa orang kuntu yaitu ada siapa man
- kuntu yaitu ada siapa aku nabi. Waliyuhu
- yaitu walinya man. Faaliyun maka adapun
- Ali waliyuhu yaitu pelindungnya man.
- Wahukun yuq. Adapun ini hadis menguatkan
- satu dengan satu yang lain. Q abu alu
- inama
- abanahu raahu ak
- minalamahuamahbiahu akq minqhi
- ahabbahu wahua takwilun
- hasan had jawar binti rasulillah
- bikilafazwiji alaiha waq hadil miswar fi
- kitabin nikah sekarang hadis bukhari
- 4351 materi kita nah ini baru
- pelan-pelan
- sedikit hadana hadana abdul wahid an
- umarah ibnil qqaq ibniuma hadana
- abdurahman ibni abi nu q aba said
- alkhudri yaakuluh berkata siapa sahabat
- abid alkhudri baasa suatu ketika
- mengirim baat mengirim aliyun siapa
- sayidina ali ibnu abi thalib radhiallahu
- anh mengirim ila rasulillah ke
- rasulillah sallallahu alaihi wa alihi wa
- ashabihi wasallam dari mana minal yaman
- dari
- Yamanuhaibatin dengan
- potongan
- potongan potongan emas murni. Nah,
- Sayidina Ali dapat potongan emas murni
- di Yaman langsung dikirim ke Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam di Madinah.
- Fi adimin fi adim maqrud di apa ini?
- Ditaruh di kulit yang disamak dengan
- daun salam. Lam tual min turabiha. Belum
- dibersihkan tuh duhaibah kirim begitu
- saja apa adanya oleh Sayidina Ali.
- Karena Sayidina Ali itu tidak mau
- terkena fitnah masalah harta. Ada harta
- sedikit banyak langsung diserahkan
- kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wa alihi wasahbihi
- wasallam. Qala berkata, "Siapa sahabat
- Abi Said? Faqosamaha maka membagi siapa
- Nabi ha kepada harta kiriman Sayidina
- Ali itu baina arti nafarin dibagikan ke
- empat orang." Baina Uyainah ibni Badrin.
- Yaitu pertama diberikan kepada Uyainah
- bin Badrin wa Aqraa ibni Habis. Yang
- kedua diberikan kepada Aqra bin Habit wa
- Zaid ibnil Khalil. Yang ketiga
- dikasihkan kepada Zaid alkalil alkhail.
- Yang keempat imma alqamah wa imma Amir
- ibnu
- Tufail. Ini yang keempat ini rawinya
- ragu. Apa dikasih ke Alqomah atau Amir
- bin
- Tufail. Alqamah ini masuk Islam.
- Ini pernah dua saudara ini rebutan
- masalah jabatan Alqomah dan Amir bin
- Tufel. Faqala rajulun min ashabihi.
- Ketika Nabi memberikan potongan emas
- kiriman dari Sayidina Ali itu, Nabi
- tidak terlepas dari fitnah. Nabi ini
- loh. Faqala. Maka berkata, "Rajulun
- siapa? Seorang laki-laki min ashabihi
- dari sahabat Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam.
- Kunna, adapun kami para sahabat nahnu ya
- kami ahqu yaitu lebih berhak. Bihadza
- dengan ini e potongan emas duhaibah min
- haulai dari orang yang diberi oleh Nabi
- tadi eh kepala ahli najed tadi orang
- Quraisy dan orang itu dan sebagian orang
- ansar itu. Jadi katanya begitu.
- Maka sampailah dalika apa ucapan nahnuqu
- min haula eh ngegrutu tidak setuju
- bahkan fitnahan kepada nabi itu sampai
- an naab kepada nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam.
- Kemudian setelah sampai kepada Nabi,
- Nabi berusaha untuk menenangkan. Ee
- mohon maaf para sahabat ala takmanuni.
- Ee mengapa tidak percaya? Apakah tidak
- percaya? Siapa kalian semua ni kepadaku?
- Belumkah kalian percaya sampai sekarang?
- Kenapa Anda masih belum sepenuhnya
- percaya kepada aku? Wa anana tentang
- segala tindak tandukku. Padahal aku ini
- melakukan karena tentu pertimbangan
- Al-Qur'an dan asunah. Wama yantiqu anil
- hawa in hua illa wahyu yuha anajm dan
- empat itu. Waana dan adapun aku Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi
- wasallam aminu fisama. Sedangkan
- malaikat saja percaya kepadaku. Semua
- malaikat di langit itu percaya kepadaku.
- Kenapa Anda mohon maaf belum percaya
- sampai sebegitunya Nabi yatini? Buktinya
- apa? Datang nih kepadaku e Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam khabarus sama
- apa wahyu sabahan kadang-kadang hal di
- waktu pagi waasaan kadang-kadang di
- waktu
- sore.
- Qala jadi qala berkata siapa? Rawi
- sahabat Abi Saad faqomah maka
- berdiri rajulun. Siapa seorang
- laki-laki ghairul ain? Ee laki-laki yang
- ghairul ain cekung kedua
- matanya. Ee orang yang cekung kedua
- matanya
- ini saya lanjutin dulu ya. Kalau saya
- bicara hadis yang lain takut
- bingung. Musriful
- wajnatain. Ee dia itu kelihatan tebal.
- Ee tulang di sini loh. Tulang pipi di
- samping ini loh. Cekung kedua matanya.
- Tulang di pipi nih di sebelah pipi atas
- nih. E kan ada tulang nih. Tebal dia.
- Nasisul jabhah jenung
- jidadnya. Katulih tebal
- jenggotnya. Ini mohon maaf ya saya baca
- apa adanya ya. Jangan tersinggung loh.
- 4.351. Yang punya hadis tolong dibuka.
- Saya akan bicara apaadanya. Jangan
- tersinggung dan ikuti sampai
- selesai. Makhluk rasi, gundul
- kepalanya. Ini ciri-ciri orang yang
- sebenarnya ee Nabi benci dan Nabi pengin
- ngebunuh ini orang karena ciri-ciri
- orang begini ini tapi tidak semuanya.
- Biasanya dia kaku dan merasa paling
- benar. Dia merasa wulul. Dia paling
- wulul merasa agamanya paling bagus. Dia
- merasa paling hati-hati dia atas nama
- hati-hati. Makhluk rasi gundul
- kepalanya. Apakah tidak boleh
- berjenggot? Ya boleh. Yang tidak boleh
- itu ee kasar, merasa paling benar.
- Apakah tidak boleh gundul? Boleh. Yang
- tidak boleh itu kasar merasa paling
- benar. Musyamarul izri dia ngatung
- celananya. Mohon maaf ini saya baca
- 4.351.
- Saya hitung ya dari bawah ini Fathul
- Bari juz 8 halaman 84. Saya hitung dari
- bawah tu
- 2 11. Coba cek. Saya cuman baca aja.
- Ngatung dia sarungnya. Ee apa apakah
- tidak boleh ngatung itu? Ee sebenarnya
- begini ya. Ada hadis kalau kita tidak
- ngatung di neraka. Ee begitulah
- kira-kira yang paling mudah. Tapi orang
- yang ngatung ini oleh Nabi diancam mau
- dibunuh. Hadis Bukhari
- 4.350 51.
- 4.351. Hadis Bukhari. Jadi bagaimana
- jalan keluarnya? Jalan keluarnya itu
- bukan tidak boleh ngatung. Kalau mau
- ngatung ngatunglah silakan. Meskipun
- sebenarnya aturan agama itu bukan
- ngatung tapi bukan ngelumreh. Ngelumh
- itu apa? Keseret-keseret ke tanah. Itu
- loh. Jadi yang benar itu disampai di
- mata kaki sebenarnya. Kalau hadis
- dua-duanya digabung yang kalau enggak
- ngatung katanya di neraka begitu yang
- ngatung oleh Nabi diancam mau dibunuh.
- Ini nanti hadis Bukhari. Kenapa? Karena
- dia kasar dan dia tidak mudah menerima
- kebenaran dan dia selalu merasa paling
- benar. Itu ciri-cirinya biasanya. Coba
- kan dikit-dikit bidah. Saya ulangi ya.
- Hadis tentang masalah ngatung
- ini
- jarah asal minal kain minal
- izarinar
- inqari minhu faq nabi shallallahu alaihi
- wa
- wasallam eh last mim yasnau khuyala
- sedangkan nabi ketika sahabat abar
- karena orangnya kurus suka ngelembre itu
- kamu itu kan tidak termasuk orang
- sombong Bahkan nabi itu pernah ngelembre
- ketika apa? Khasafat syamsu wahnuan nabi
- shallallahu alaihi wasallam faqama
- yajurbahu musta'jilan. Itu coba cek
- paling tidak saya sudah baca itu lebih
- daripada 200 halaman tentang masalah
- celana ngatung ini. Mohon maaf jangan
- salah paham ya. Silakan kalau mau
- ngatung-ngatung yang penting jangan
- pernah merasa paling sunah paling benar.
- Karena hadis itu saling menjelaskan.
- Pada dasarnya yang mau ngatur-ngatung,
- yang enggak mau ngatur jangan
- ngelembreh. Jadi yang tawas itu ee yang
- wasaton itu seperti dalam Al-Qur'an
- surah Albaqarah juz 2 itu adalah yang
- tengah-tengah. Begitu kita baca semua
- memadukan antara yang ngatung dan enggak
- ngatung. ee
- 4.351 yang enggak ngatung itu ternyata
- di tengah-tengah yaitu ada di mata
- kaki 5.000 ee
- 3.665783
- 5.791 ee 7.021 7.22
- 7.475 6.62
- 5.785. Bahkan kenapa terjadinya celana
- ngatung itu? Karena di zaman Nabi memang
- zaman sangat sulit. Sehingga sahabat
- saja ee ada yang waktu meninggal itu
- kalau kepalanya ditutup kakinya yang
- kebuka. Kalau kakinya yang kebuka,
- kepalanya yang dibuka. Itu kan sahabat
- Hamzah. Itu bagaimana sahabat
- Abdurrahman ketika melihat kasusnya
- sahabat Hamzah sampai dia makanan depan
- makanan di depannya enggak jadi dimakan
- oleh sahabat Abdurrahman itu. Itu
- melihat bagaimana waktu Uhud itu kafan
- itu ada di dalam hadis Bukhari 644.
- Bahkan saking sulitnya kehidupan di
- zaman dulu itu, waayyuna lahu tsubani
- ala ahdin nabi shallallahu alaihi
- wasallam. Bahkan kita itu dulu para
- sahabat itu hanya punya satu baju, punya
- satu sarung, satu kain. Itu pun kalau
- salat bukan hanya ngatung, tapi
- dililitkan di kepalanya. Jadi dililitkan
- kepala, bayangkan sarung diikatkan di
- kepala lalu salat. Karena saking
- miskinnya dulu itu. Dan itu sangat
- banyak hadis seperti itu. Hadis Bukhari
- 352, 353. 361 sampai 370 dan seterusnya.
- Jadi mohon maaf ya. Jadi saya ulangi,
- kalau mau ngatung ngatunglah. Kalau mau
- tidak ngatung yang penting jangan
- ngelumreh. Saya bacain terus dulu
- bagaimana dengan hadisnya sahabat Umar.
- Saya bacain ya hadisnya sahabat Umar
- itu. Sahabat Umar itu bukan soal ee
- ngatung tidak ngatung sebenarnya. Waktu
- beliau mau wafat, ada tamu anak muda
- yang celananya ngelumbreh. Ngelumbreh
- itu apa sih? Nyeret-nyeret ke tanah itu
- loh, Akhi. Jadi karena nyeret-nyeret ke
- tanah makanya falamma adbaro idan
- izaruhu yamul ard. Yamasul ard itu
- nyeret-nyeret tanah. Q rdu alai alhulam
- faqahi. Kemudian Sayidina Umar
- menyampaikan irfa saubaka tolong angkat
- dikit. Kenapa Mas? kainnya di samping
- kita ini musim orang miskin itu baju
- Anda nanti kalau keinjak orang jatuh
- belum kena najis belum menunjukkan orang
- lain sulit anda sudah banyak kainnya
- fainnahu abqa lsuika karena dengan
- demikian ketika Anda kainnya tidak
- menyeret ke tanah itu lebih awet kalau
- kenyeret ke tanah kan lebih cepat kotor
- dan rusak kan lisubika waqab lobbika dan
- supaya kamu tidak kelihatan sombong coba
- lihat hadis bukhari itu. Hadis Bukhari
- silakan cek 3.700 Fathul Bari ee juz 7
- ee coba cek
- halaman halaman 74 dari kanan sampai ke
- belakang itu panjang sekali. Jadi bukan
- mohon maaf bukan kita tidak baca bukan
- kita tidak melindungi ee teman-teman
- yang ngatung. Kita sama-sama melindungi
- tugas kita hanya menyampaikan apa
- adanya. Ngatung ngatunglah yang penting
- jangan kasar. Jangan merasa paling
- benar. Yang tidak ngatung jangan
- ngelumbreh. Pada akhirnya dua-duanya
- sama benar. Kedua-duanya kena ancaman.
- Kalau merasa paling benar dan merasa
- paling sunah dan kasar. Yang ngelumbreh
- merasa paling benar diancam juga neraka.
- Yang ngatung diancam juga nanti mau
- dibunuh oleh Nabi. Bahkan sahabat
- dianjurkan kalau tapi tidak sampai
- begitu. Itu cuman bicara
- ancaman. Faqala. Maka
- menyampaikan, siapa laki-laki tadi?
- Laki-laki yang cekung kedua matanya,
- tebal tulang pipinya. Kedua tulang
- pipinya yang jenung jidadnya, tebal
- jenggotnya. Saya juga berjenggot nih.
- Panjang juga jenggot saya. Tapi saya
- enggak terlalu ngatung juga enggak
- terlalu ngerembreh. Biasa-biasa saya mah
- mohon maaf. Makhluk rasi saya gundul
- juga. Kenapa? Kalau keramas enak kalau
- gundul. Meskipun sebenarnya nabi itu
- tidak gundul tapi tidak gondrong.
- Seperti orang-orang di YouTube itu yang
- kadang-kadang lisannya kotor, tapi tidak
- semuanya orang gondrong lisannya kotor.
- Banyak yang bagus-bagus. Aslinya Nabi
- tidak gundul. Cuman orang gundul itu
- biasanya khawarij. Bukan kata saya
- Fathul Bari nanti saya bacain. Silakan
- baca. Saya cuman bacain. Kalau di sini
- ada 1000 orang pegang kitab, saya bacain
- juga apa adanya. Sama aja ini di luar
- juga ditonton orang 1000 orang lebih
- mungkin berjuta-juta dalam luar negeri.
- Saya cuman bacain aja. Tugas saya enggak
- ada lebih dan kurang dan tidak boleh ada
- kebencian sesama umat Islam. Kan dosa
- kalau ada sedikit kebencian. Kita harus
- melindungi semua. Kita lanjutin. Faqala.
- Maka orang tadi yang gundul dan
- celananya ngatung atau sarungnya ngatung
- itu langsung bicara begini. Ya
- Rasulullah, wahai Rasulullah,
- ittaqillah. Takutlah kamu kepada Allah.
- Coba tuh Nabi dibilang begitu. Hei
- Rasul, "Eh, Muhammad, takutlah kamu
- kepada Allah. Kamu itu dibilang enggak
- takut sama Allah." Luar biasa itu orang.
- Nabi dibilang begitu. Itu hadis Bukhari
- 4351 qala maka menyampaikan siapa nabi?
- Waaka celaka kamu. Bagaimana kamu bisa
- menuduh saya tidak bertakwa kepada
- Allah? Awalastu ahaqqo ahlil ardhi. Itu
- khabarnya laisa itu. Bukankah aku
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- ahaqqa ahlil ardhi. Ayyattaqiallah.
- Yaitu paling berhaknya penduduk di bumi.
- Ayyattaqiya untuk bertakwa. Siapa? Ahlil
- ard. Atau ahlul ard. Kalau dibaca ahlul
- ard karena fa'il. Kalau dibaca ahlil ard
- karena muraatan lilfi, muraatan lafzi
- ayattaq takut siapa ahlul ard. Allah
- kepada Allah. Subhanallah, Mas. Saya aja
- dianggap enggak takwa apalagi orang
- lain. Bahkan terbiasa orang seperti itu.
- Ini mohon maaf orang seperti itu
- terbiasa. Di dalam hadis Bukhari banyak
- sekali sahabat Idban bin Malik yang
- badannya gemuk, besar, sudah tua, buta
- lagi. Dia itu orang dijamin masuk surga
- oleh Allah melalui lisannya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Kenapa? Dia orang ikut perang Badar itu
- orang tua dibilang munafik sama dia.
- Sama orang yang ciri-ciri seperti tadi
- itu. Itu mudah dia membidahkan orang,
- mengkafirkan orang, kalau perlu ngebom
- ee memunafikkan orang segala macam itu.
- Coba cek hadis Bukhari
- 425. Padahal sahabat Idban itu Badran
- mimman syahida badran minal anshar.
- Sahabat Anshar. Dan justru Nabi
- menyampaikan yang munafik itu dia
- sendiri sebenarnya. Itu kata siapa? Kata
- hadis Bukhari. Bukan kata saya. Fa inna
- naro wajhahuahu ilal munafikin. Karena
- dia telah mengatakan faqala ba'duhum
- daka munafikun. Idban bin Malik itu
- karena dia salat di rumah, membuat
- musala di rumah padahal karena uzur kan.
- Itu orang munafik. La yuhibbullah wa
- rasul. La yuhibbullah wa rasulah. Faqala
- rasul faqala Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. La taqul dalik. Mas
- sampeyan tuh jangan kasar-kasar kalau
- sesama umat Islam mah enggak boleh
- begitu. Sampean tuh khawarij. Khawarij
- itu cirinya begitu. Kasar sesama muslim
- bekerja sama sama orang kafir. Gereja
- dilindungin, masjid dioyak-oyak.
- Mestinya enggak begitu. Gereja kalau mau
- dilindungin-lindungin umat Islam dibuat
- tenang juga. Begitu. Ana tarahu. Kata
- siapa? Kata Fathul Bari. Saya enggak
- bicara politik. Ini saya tunjukkan nanti
- nomornya, halamannya, barisnya. Saya
- buat apa sih bicara politik? Enggak ada
- untungnya. Lagian saya siapa? Orang
- bodoh begini. Ala tarahu qodq la
- ilahaillallah yuridu bidalika wajhallah.
- Bukankah dia sesama muslim melakukan
- sesuatu sama-sama mengharap rida Allah?
- Qala Allahu wa rasulu alam. Begitu
- dikasih nasihat, "Iya kalau begitu Allah
- dan rasulnya lebih tahu." Qala. Coba
- perhatikan bagaimana Nabi menasihati
- orang-orang munafik. Fainna
- narajahual munafikin. Itu wah kalau saya
- bicara itu panjang. Nantilah bertahap
- dulu. Terlalu banyak ini materi biar
- nanti ini materi masih ada paling tidak
- tiga lagi yang perlu yang sangat
- penting. Kita lanjutin dulu.
- Kemudian faqala hadis Bukhari materi
- kita kita lanjutin
- 4.351. Ya Rasulullah ittaqillah qala
- wailaka. Bahkan ada orang
- sahabat itu disampaikan kamu itu membagi
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- bukan karena mengharap rida Allah. Itu
- hadis Bukhari ya. itu Zul Huwaisirah.
- Hadis Bukhari
- 219
- 221 itu Fathul Bari juz 1 halaman 429
- 432 itu. Jadi terlalu sering Nabi
- dibegitukan itu. Kita lanjut
- dulu. Awalastu ahaqqo ahlil ardi
- ayyattaqiallaha qala berkata siapa?
- Sahabat Abi Said. Tumma walla. Kemudian
- setelah orang itu mencaci maki Nabi q
- ema walla kemudian berpaling mundur
- arrajul siapa laki-laki tadi mundur
- selangkah qala Khalid ibnul Walid
- berkata siapa sahabat Khalid Ibnu Walid
- melihat Nabi dicaci seperti itu suruh
- bertakwa kepada Allah ya Rasulullah
- wahai Rasulullah ala adribu
- unqahu apakah tidak memukul siapa aku
- sahabat Khalid unuqohu apakah aku tebas
- saja ini orang yang telah berani mencaci
- maki Nabi, menuduh Nabi tidak bertakwa.
- Apakah memukul siapa aku? Sahabat Khalid
- onqahu kepada leher laki-laki ini.
- Laki-laki yang tadi itu cekung kedua
- matanya, tebal dua tulang pipinya dan
- seterus itu. Qala menjawab, "Siapa
- Nabi?" Apa jawaban Nabi? Lah, tidak,
- tidak. Jangan sesama muslim biarin dia.
- Biar dia mengatakan, "Aku enggak
- bertakwa di biarin. Jangan seperti orang
- puas kalau caci maki sama umat Islam."
- Kenapa? gara-gara membela pilihannya,
- cawapresnya. La haula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim. Puas anda ya
- mencaci maki sama muslim. Itulah menurut
- Allah Subhanahu wa taala. Gara-gara Anda
- membela orang kafir, Anda bisa berantem
- sama saudara sama muslim. Itu Al-Qur'an
- itu. Itu nanti kita
- lanjutin. Mestinya kita lindungi semua.
- Apalagi sama muslim.
- La laallahu ayakuna
- yusoli.
- Mudah-mudahan ayakuna ada siapa rajul
- yang mencaci aku tadi yusoli. Mungkin
- dia salat, Mas, tapi hatinya kasar. Ee
- casing-nya sih begitu. Casing sih bagus
- tapi harus disesuaikan dengannya dan itu
- bagus. Kita jenggot bagus, e mau ngatung
- juga bagus, enggak mau ngatung yang
- penting jangan ngelembre juga bagus.
- Insyaallah sama-sama ahli surga. Yang
- penting tidak boleh keras mulai dari
- sekarang. Ah, yang penting ada
- penjelasan Al-Qur'an dan Asunah harus
- diterima dan Anda harus hijrah. Kalau
- Anda fanatik pada satu radio, satu
- televisi, Anda hijrah. Itu tidak boleh.
- Itu ya harus antum dengerin juga radio
- lain, televisi lain, kajian lain. Faqala
- Khalid. Kalau kajian membuat adem dengan
- Al-Qur'an dan Asunah, membuat rukun dan
- dia mengatakan bahwa semua jemaah itu
- insyaallah ahli surga, ikuti. Tapi kalau
- dia mengklaim dia paling ahli surga, ah
- kalau sudah begitu tinggalkan saja.
- Faqala Khalid wam
- musquisani kemudian sahabat Khalid
- menyampaikan, "Betapa banyak orang yang
- sudah salat ya berkata siapa musallin
- orang yang salat tadi bilisanihi dengan
- kata-katanya dengan lisannya maaisa
- fiqbihi yang tidak ada di dalam hatinya.
- Terlalu banyak orang munafik lisannya
- berkata A, hatinya berkata B. Demikian
- juga sebaliknya." Qala Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Sahabat
- Khalid masih jengkel sama orang itu
- karena telah menuduh Nabi tidak
- bertakwa. Itu orang munafik. Nabi antara
- lisan tidak sama, hati tidak sama dengan
- lisannya. Qala Rasulullah, coba lihat
- tuh Rasulullah. Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam berkata, "Siapa
- Rasulullah?" Tapi kalau kita melihat
- pidatonya Imam Syekh atau kiai atau
- habaib, pimpinan partai atau pemimpin
- jemah selalu memprovokasi umatnya,
- jemaahnya supaya dia fanatik kepada ee
- pilihannya, kelompoknya, jemaahnya, dan
- menyalahkan kelompok lain. Entah itu
- namanya orasi kebangsaanlah, entah itu
- namanya tablig akbar, entah namanya itu
- istighasah, entah itu namanya apa.
- Pokoknya semuanya kalau sesuai Al-Qur'an
- ikuti. Kalau enggak adem, enggak sesuai
- Al-Qur'an, mendingan jangan didengarin.
- Qala Rasulullah, coba lihat jawaban Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Inni suungguhnya aku lam Umar. Yaitu
- tidak pernah diperintahkan siapa aku
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- anqu untuk menilai dalamnya isi hati
- orang. Qulubannas. Membolongi,
- mengintip, menilai dalam isi hati orang.
- Qulubannas. W tidak seperti orang
- sekarang. Kalau orang sekarang kalau
- tidak ikut pilihan dia, kita dibilang
- Wahabi lah, yang dibilang HTI lah, yang
- dibilang ee anti NKRI lah, anti
- kebinekaan, luar biasa tukang bohongnya.
- Fitnah disebarkan oleh berbagai pihak
- sekarang. Padahal dua-duanya itu sedang
- memperalat umat. Inni lam umar
- anqubaubanas. Saya tidak diperintahkan
- untuk menilai dalam isi hatinya orang.
- Sudahlah maafkan saja. Wala asuq
- butunahum. Dan saya tidak pernah
- diperintahkan oleh Allah untuk apa ini?
- Membelah butunahum kepada perut-perutnya
- manusia. Tidaklah. Sudahlah maafkan
- saja. Qala berkata siapa? Abu Said
- Alkhudri. Tumma kemudian melihat
- memandang siapa Nabi ilaihi kepada
- laki-laki yang mencaci Nabi tadi. Wahua.
- Dan adapun laki-laki tadi muqofin dalam
- keadaan ketakutan tapi Nabi memuliakan.
- Coba bayangkan laki-laki tadi yang caci
- maki Nabi itu ketakutan. Kayak orang
- yang menjebar fitnah nih di Makkah lagi
- ketakutan tuh. Jangan-jangan bisa
- dipancung itu di Arab. Karena di Arab
- tuh enggak main-main. Jangan main-main
- di negara orang. Anda bisa buat fitnah
- di sini. Kalau di sana bisa luar biasa.
- Kalau terbukti itu. Itu melakukan
- spionase di sana luar biasa.
- Hati-hatilah. Sudahlah berhenti yang
- kayak begitu-begitu. Kalau mau pemilu,
- pemilu aja yang senang. Pilihlah sesuai
- yang kira sesuai dengan Al-Qur'an dan
- Asunah. Faqala. Tapi dimuliakan itu
- orang meskipun caci maki oleh Nabi.
- Innahu sesungguhnya yahruju. Nabi hanya
- menyampaikan menyampaikan kepada para
- sahabat supaya kita hati-hati. Nabi
- menyampaikan ini hadis Bukhari loh ya.
- Hadis Bukhari 4351.
- Yahruju bahwasanya Yahruju akan keluar
- ni fi'il mudori akan keluar mini h dari
- keturunan orang laki-laki nih yang
- mencaci saya ini ummun apa suatu kaum
- yatluna kitaballah yang dia itu rajin
- membaca kitab Allah bahkan menghafalkan
- Quran ee jidat sih boleh hitam boleh
- tidak sih kalau bisa kalau enggak asli
- jangan dihitin kenapa itu kenapa
- memaksakan diri kan atau dipanasin atau
- dibuat e sujud srat gitu kan. Atau
- supaya kelihatan nih lihat nih jidat
- saya hitam nih. Kalau kamu enggak hitam
- nih. Nah, itu kan jadi apa itu ya. Kalau
- sudah hitam biarin kita husnudan bahwa
- itu hitam karena betul-betul hitam.
- Kadang-kadang kurang 1 2 3 kadang-kadang
- ya. Kalau enggak hitam jangan dipaksain.
- Kalau sudah hitam enggak apa-apa.
- Insyaallah semuaanya ahli surga. Hza
- qumun yatluna kitaballah. Itu nanti dari
- orang yang caci maki itu akan lahir
- keturunannya. Ini namanya nubuwah.
- Bagaimana belum kejadian nabi sudah
- diberi oleh Allah, beritahu oleh Allah
- bahwa akan terjadi nanti anak keturunan
- orang yang caci maki Nabi itu orangnya
- ahli hafal Al-Qur'an. Rotban dia
- berzikir terus enggak pernah kering itu
- lisannya. Rotban basah. Rutab itu kan
- kurma yang basah. E rotban lisannya
- basah berzikir hafal Quran. La yujawizu
- hanajirahum. Tapi bacaan Quran itu tidak
- menyentuh hatinya dan perbuatannya dan
- ucapannya. tidak pernah menyentuh
- beberapa hanajirum melewati kepada
- beberapa kerongkongannya yamrukuna
- minadin lewat begitu saja kama
- yamrukusahmu seperti lewat apa anak
- panah minaramiah dari alat pemanah
- waunuhu dan aku meyakini sahabat Abi
- Said alkhudriu kepada Nabi qala bersabda
- siapa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi ashabihi wasallam lain adraktu
- jika mendapatkan siapa aku nabi jika aku
- masih hidup ketika orang ini yang ee
- hafal Quran selalu berzikir tapi dia
- merasa paling benar mencaci maki ee umat
- Islam bahkan kalau perlu bermusuhan
- bahkan membunuh sama umat Islam merasa
- paling benar mudah membidahkan,
- mengkafirkan lain adrakuhum hum kepada
- kaum yang yang mana yang yakruju min
- humun yatluna kitaballah
- rbanirahum yamruk minamrukah
- Jadi anak cucu dariulun ain musul wajin
- nasul
- jabahyah makhluk
- musyamarulri. Kalau aku masih hidup
- ketemu dengan orang yang seperti itu,
- sungguh pasti membunuh siapa aku? Aku
- nabi. Hum. Kepada mereka qatlaamuda.
- Sebagaimana kita pernah ee orang Islam
- pernah menghabisi kaumnya Nabi Tsamud.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Waamuda akhum shiha Ala'raf ayat 73.
- Gara-gara mengganggu unta. Mengganggu
- unta aja dibinasakan oleh Allah apalagi
- mengganggu sesama umat umat Islam. Nah,
- sekarang saya baca syarahnya dulu. Baru
- syarahnya. Kalau tadi aslinya itu saya
- baca masih ada waktu dikit lagi. Sayati
- fi awak tauhid min wajhin akal
- khawarijahumahlik. Bahwa tanda-tanda
- orang khawarij itu memang gundul.
- salaf yfiruna yahlunaha. Sedangkan orang
- salaf itu sebenarnya tidak gundul, tapi
- tidak mesti begitu. Fathul Bari juz 8
- halaman 86. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
- 13 14 15 16 17 dari
- bawah. Wana thqatul khawarij halq jami
- rusihim. Eh iya begitulah. Jadi gundul
- dia khawarij itu kita baca duluah.
- Ada yang bilang Zul Huwaisi Attamimi,
- ada yang bilang Nafi, ada bilang Harkus
- Ibnu Zuhair Asdi. Inama
- umir
- umur
- injiba
- alqib
- alqatahu asahu. Mestinya orang itu
- memang boleh dibunuh seperti itu. Tapi
- Nabi kenapa melarang? Karena Nabi tidak
- mau timbul fitnah bahwa umat Islam itu
- Nabi itu ee membunuh sahabatnya sama
- umat Islam itu harus dijaga. Wala siama
- man sha apalagi orang yang sudah
- sama-sama salat. K taqadam nadiru fiqti
- Abdillah ibni Ubay. Wahi sifatul
- khawarij alladinau la yutiunal khulafa.
- Sifatnya khawarij itu biasanya dia tidak
- rukun sesama umat Islam. Wakjal kalam
- makhrajajar waahum b'lihim. Nabi
- menyampaikan hadis seperti ini supaya
- kita waspada kepada orang yang mengikuti
- langkah khawarij. Dalika yakrujuna minal
- islam. Orang-orang yang seperti ciri
- tadi itu sebenarnya dia keluar dari
- Islam alkamil yang sempurna tapi dia
- mengaku paling Islam kamil mukamil. Wada
- said Ibnu Mas fi riwayat ahlal
- Islam. Apa itu ciri-ciri orang khawarij?
- Mereka membunuh siapa? Khawarij. Ahlal
- Islam kepada
- muslim ahlan. Dan dia membiarkan kepada
- penyembah-penyembah patung. Fathul Bari
- juz 8 halaman 87 di sebelah kiri. Saya
- hitung dari atas sekarang. 1 2 3 4 5 6 7
- 8 9 10 11 12. Saya cuma membacakan.
- Wahua mimma akhbaro bihi. Wahua. Adapun
- hadis seperti ini termasuk ciri-ciri
- nubuwah akbar yang mengkhabarkan bihi
- dengan ma siapa sallallahu alaihi
- wasallam minal maghibat dengan dari
- cerita-cerita yang belum terjadi di
- zaman Nabi. Fawaq kamaqala. Dan ini
- terjadi waktu zaman Sayidina Ali
- radhiallahu
- anhu. Musliminaf. Dan dijawab bahwa dia
- arada menyampaikan siapa Nabi bahwa
- khawarij seperti itu yang ciri-ciri di
- dalam hadis Bukhari tadi yaitu
- 4351 bahwa dia pasti keluar pasti ada
- orang itu wattiradihim dan dia akan
- menentang siapa? Khawarij memusuhi
- almuslimina kepada orang-orang Islam
- bisaifi dengan pedangnya. Kalau sebentar
- dulu dikit lagi. Walam
- yakunikamanii di zaman Nabi tidak ada
- orang khawarij seperti ciri-ciri seperti
- tadi. Tapi waalu zamani aliin hua
- mashur. Adapun pertama timbulnya
- khawarij seperti itu yaitu keluar di
- zaman Sayidina Ali radhiallahu anh
- waqat. Dan dialah yang membunuh Sayidina
- Ali. Bayangkan sahabat khawarij apa?
- Membunuh Sayidina Ali.
- Khawarij itu sebenarnya takfiri orangnya
- takfiri dan dianggap sebenarnya keluar
- wahya masalatunahiratun fil usul dan ini
- sudah terkenal di dalam kitab-kitab yang
- sangat dipercaya muktabar alam bai minha
- fistatil murtadin. Dan ini sebagai
- pelajaran bahwa kita jangan mudah ee
- tidak memaafkan orang, jangan bertindak
- keras apalagi sama muslim. lebih baik
- kalau bahkan ada orang murtad pun harus
- diminta bertobat kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Bahkan di dalam Al-Qur'an
- sudah disampaikan yaitu di dalam
- Al-Qur'an surah An-Nisa surah yang ke4
- ayat 94.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya
- ayyuhalladzina amanu idtum fiabilillah
- fatabayyanu. Dalam perang aja harus
- tabayun. Wala takulu liman alqikumam.
- Jangan kita menuduh orang yang
- bersyahadah mengucapkan assalamualaikum
- tidak beriman. Kamu mudah mencaci maki
- sama muslim tabtauna arad dunya. Karena
- kamu punya kepentingan uang dan jabatan.
- Faallahi maganimir. Kamu kalau minta
- uang dan jabatan jangan begitu caranya.
- Minta saja kepada Allah cari yang
- halal. Kamu juga seperti itu dulu.
- Famanallahu alikum fatabayu. Ulang lagi.
- Fatabayu inallah bimal khir. Annisa ayat
- 94. Subhanallah subhanakallahumma
- wabihamdik nashadu alla ilaha illa anta
- nastagfiruka wa atubu ilaik wallahu aam
- bissawab. Baik ikhwan akhwat para
- pendengar radio silaturahim yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Di
- kesempatan pagi hari ini sudah kita
- simak bersama-sama kajian kita Fath Bari
- bersama Ustaz Ahmad Sanusi dan tentunya
- di sesi kedua kami akan melanjutkan di
- sesi tanya jawabnya. Dan dipersilakan
- untuk ikhwan akhwat yang ingin
- memberikan pertanyaan langsung untuk
- Ustaz Ahmad Sanusi bisa langsung saja ee
- mengirimkan pertanyaan melalui SMS dan
- WhatsApp-nya di 08 ee
- 111999720 dan juga untuk via teleponnya
- di
- 0218451512. Dan tentunya pembahasan di
- hadis Bukhari di
- 4.349 terjadi bantuan kita fatul bari di
- juz yang ke-8. Baik ikhwan akhwat
- pendengar Radio Silaturahim, kami akan
- segar kembali tetap di Radio Silaturahim
- untuk Islam yang satu untuk Indonesia
- bersatu.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Barang siapa yang ingin berbicara kepada
- Allah, bermunajat, memohon kepada Allah,
- hendaklah dia salat. Tidak cukup mungkin
- salat lima waktu, salat malam-malam
- salat tahajud. Kita mengadu kepada Allah
- Subhanahu wa taala, ungkapkan segala
- kelukah kita. Segala apa yang kita
- harapkan kepada Allah Subhanahu wa taala
- saat kita sujud kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Kata Nabi, "Man arada
- ayukallimah." Barang siapa yang ingin
- berbicara kepada Allah hendaklah dia
- salat. Karena pada saat kita salat kata
- Nabi, "Aqrabu ma
- yakunulduhi wahua sajid." Paling dekat
- orang kepada Allah, pada Tuhannya yaitu
- pada saat dia sujud. Momen yang paling
- dekat kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala itu pada saat
- kita sujud.
- Wa aisyata binta Abi Bakrin
- radhiallahu dan dari Aisyah binti Abu
- Bakar radhiallahu anhuma, ia berkata
- bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasal
- dan bangun di sepertiga akhir. Lalu
- beliau salat.
- Adapun alasan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam senang tidur di awal
- malam adalah dikarenakan beliau ingin
- bangun pada tengah malam atau sepertiga
- malam untuk kemudian beliau mengambil
- air wudu dan mengerjakan salat tahajud.
- Namun demikian bukan berarti kita tidak
- boleh tidur tengah malam. Sebab beliau
- sendiri terkadang juga tidur pada larut
- malam sekiranya sedang ada keperluan
- yang harus dikerjakan.
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu
- untuk Indonesia bersatu masih
- dipancaruaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, Cibubu
- berur Bekasi dan radio silaturahim untuk
- Islam yang satu untuk Indonesia bersatu.
- Baik, ikhwan akhwat pendengar radio
- silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala dan juga ikhwan
- akhwat Rasil Visual. Ee tentunya di
- kesempatan pagi hari ini ikhwan Ahwat
- sedang menyimak program kajian kitab
- Fathul Bari bersama narasumber kita
- yaitu Ustaz Ahmad Sanusi di edisi 2
- Rabiul Awal 1440 Hijriah. Dan tentunya
- sudah di ee bahas untuk kajiannya di
- hadis Bukhari
- [Musik]
- 4.349 dibantu di kitab Fathul Barinya di
- juz yang ke-8. Baik, di sesi kedua ini
- kami memasuki ee sesi tanya jawab dan
- tentunya untuk ikhwan akhwat yang ingin
- mengirimkan pertanyaan dipersilakan dan
- langsung saja Ustaz kita bacakan
- pertanyaan yang sudah masuk di
- kesempatan pagi hari ini. Baik, ini dari
- SMS dan juga WhatsApp. Langsung saja,
- Ustaz, ya kita bacakan. Baik ini yang
- pertama dari Bapak Terek, Ustaz di
- Semarang. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Warahmatullahi wab.
- Pak Ustaz, di dalam Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa taala berfirman dalam Quran
- surah at-Taubah ayat 84. Ustaz Iya.
- Dalam artinya dijelaskan orang munafik
- kalau mati tidak boleh disalati.
- Pertanyaannya S Ustaz, kalau orang Islam
- yang tidak sembahyang, apa termasuk
- orang-orang munafik dan apakah tidak
- boleh disalati ketika ia meninggal?
- Syukran, Ustaz. Dan pertanyaan yang
- kedua, Ustaz, ini dari hamba Allah,
- Ustaz di Bandung. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Semoga Pak Ustaz selalu senantiasa dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala. Pak
- Ustaz, saya ingin bertanya. Saya pernah
- dengar bahwa Nabi rambutnya panjang
- sebahu. Apakah benar keterangan itu?
- Soalnya di pesantren saya suka lihat
- santri yang rambutnya gondrong. Dan yang
- pertanyaan ketiga, Ustaz, ini dari Ibu
- Nunu di Bekasi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Pak
- Ustaz ee minta nasihat untuk saudara
- muslim kita agar sadar dan terbuka
- hatinya, Ustaz. Dalam Quran surah Assaf
- ayat yang ke-14 itu kan ada artinya ee
- kata-kata penolong Allah. Untuk bahasa
- Arabnya Ustaz pasti paham. Nah, iya kok
- zaman sekarang ini dia malah berbeda
- benar apa yang tadi Ustaz sampaikan.
- Gereja dijagain, acara pengajian di
- masjid malah dibubarin. Nah, kondisi
- seperti ini bikin saya greget aja,
- Ustaz, melihat berita berita seperti
- itu. Nasihatnya harus gimana, Ustaz?
- Syukran. Tiga pertanyaan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Quran surah
- at-Taubah. Memang sebenarnya orang yang
- enggak salat itu orang munafik. Itu
- Quran itu.
- Dan termasuk orang yang netral sekarang
- ini kan sebenarnya enggak netral. Ini
- yang orang netral itu munafik. Itu
- menurut Al-Qur'an bukan kata saya.
- Mudzabdabina bainaalik. Jadi dia tidak
- berpihak kepada orang Islam, tidak
- berpihak kepada orang kafir. Mudabdabina
- bainaalik la ilahaula wala ila haula.
- Lalu apa? Innal munafikina fidqil asfali
- minanar wanajahum nasir itu annisa mulai
- dari
- 143
- 145 inal
- munafikina Allah aja mau ditipu sama dia
- lah luar
- biasa itu
- jelasunallah illa tapi kalau ditanya
- tentang disalati apa tidak disalati
- karena dulu tokoh munafik itu jelas
- Sahabat. Siapa yang bilang bukan
- sahabat? Abdullah bin Ubay bin Salul.
- Sahabat. Sahabat Nabi. KTP-nya Islam.
- Dia pribumi asli Madinah. Cuman dia
- berpikirnya mendukung asing dan aseng
- aja. Pulang kan dari Uhud. Fitnah
- keluarga Nabi, hadisul Ifqi. Kayak Habib
- Rising aja. Sampai di Makkah pun dikejar
- di fitnah. Persis Abdullah bin Ubay bin
- Salul Firaun zaman sekarang. Sebenarnya
- kejadian sekarang itu cuman mengulangi
- sejarah yang sudah
- ditulis di dalam Al-Qur'an.
- Jadi
- bagaimana ee kalau e yang yang ditanya
- tadi orang enggak salat itu
- disalatati apa tidak nyalatin Pak Ustaz?
- Kalau enggak nyalatin enggak apa-apa
- jangan dipaksain Pak Ustaz. Kenapa?
- Waktu hidupnya dia enggak mau ke
- masjid tapi
- disalatin. Itu satu si ee coba cek ya.
- Itu penafsiran ee itu ayat yang dibaca
- tadi. Wala tusolli ala ahadim minhum
- mata abada. Karena dia dianggap mati.
- Belum mati sudah dianggap mati. Karena
- enggak berfungsi dia. Dan waktu hidupnya
- dia hanya membuat keonaran saja
- dia. Wala takum ala qabri. Kuburannya
- jangan didatangin. Kenapa? Karena dia
- sudah oleh Allah sudah jelas-jelas dia
- tempatnya. Percuma kita datang.
- Sepertinya kita lebih daripada Allah.
- Kalau kita mau datang ke kuburan kepada
- orang yang baik-baik baru suruh datang.
- Itu buktinya apa? Nabi datang ke
- kuburan, salat di kuburan. Hadis Bukhari
- seabrek itu ketika siapa? Marbotnya
- wafat. Marbotnya wafat, Nabi salat di
- atas. Bukan khusus. Kalau dibilang
- khusus dosa itu. Karena Nabi sudah
- bilang itu tidak ada kekhususan untuk
- Nabi. Buktinya apa? Sahabat makmum di
- belakang. Kalau itu khusus, Nabi sudah
- ngusir tuh sana, sana ini khusus untuk
- saya. Keduanya di dalam hadis tidak ada
- penjelasan khusus. Ketiganya di kitabnya
- sudah dijelasin. Kalau ada orang
- mengatakan khusus bohong saya. Makanya
- saya berani ngomong di dalam Fathul Bari
- maupun di tafsir wala takum alqri
- innahum kafaru billahi waasul waasulih
- karena waktu hidupnya dia telah kufur
- pada Allah dan rasulnya dan wamatu wahum
- fasikun dan mati dalam keadaan seperti
- itu. Makanya bertobatlah hijrahlah
- ataubah ayat 84 penjelasan seperti itu
- panjang lebar silakan cek di dalam
- tafsir Al-Qurtubi juz 8 halaman 202 itu
- kan Attubaah ayat 84. Silakan cek juga
- tafsir an-Nawawi, tafsir Munir An-Nawawi
- kalau orang suka itu juz 1 halaman
- 350 atau tafsir di dalam tafsir Khazin
- juz 2 halaman 250. Tapi hati-hati karena
- tafsir itu ada kelebihan, ada kekurangan
- masing-masing. Ee berikutnya tadi ada
- pertanyaan apa ya? Assaf. Asfat
- 14. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asf ayat 14.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ya
- ayyuhalladzina amanu kunu ansarallah.
- Wahai orang yang beriman, hendaklah
- kalian menjadi ansarallah, penolong
- Allah. Ya, Bansernya, ya Ansarnya, ya
- Hizbut Tahrirnya, ya FPI-nya, semuanya
- lebih dan kurangnya ayo bersatu.
- Semuanya menjadi penolong penolong
- Allah. Hizbullah apa pokoknya namanya
- semuanya kalau ada yang kurang dari
- saudara kita
- dilurusin itu hak kita. Watawasau
- bilhaqqi
- watwri watwasau begitu hawari
- manallah qal hawariyun nahnu ansarullah.
- Kita membela ulama, membela habaib,
- membela NKRI. yang kita tidak suka musuh
- kita adalah orang asing dan yang mau
- menguasai negara kita ini. Kekayaannya,
- kekuasaannya yang mengacak-acak
- kerukunan yang mengadu domba antara
- jemah ini dengan jemah ini. Mbok yo
- terasalah yang tepuk tangan itu mereka
- tepuk tangan itu Nasakom dan komunis
- itu. Saya bangga menjadi mereka tepuk
- tangan dia di belakang layar kita yang
- diadu domba. Qal hawariuna nahnu
- ansarullah faaman thifatum min bani
- israil wafarat thaifah. sayang ada
- thaifah yang amanat ada yang kafarat itu
- ada yang malam ada yang
- siangadina amanu
- aluhimbahahirin kemudian Allah pasti
- membantu orang yang dekat kepada Allah
- beriman kepada Allah untuk mengalahkan
- musuh-musuh mereka dan musuh-musuh Allah
- faasbahuirin mereka pasti menang sejarah
- itu pasti itu yang namanya kebenaran
- lambat laun pasti tampak pasti menang
- sudahlah itu insyaallah sudah ya yang
- apa nih satu lagi rambut yang satu
- rambut masalah Kalau rambut itu enggak
- terlalu panjang, enggak terlalu pendek,
- biasa-biasa saja. Sudahlah tawas itu
- jadi wasato. Aki saya mau melanjutkan
- materi bisa nih saya sampaikan ini dikit
- lagilah kalau sesampainya saja. Jadi itu
- juga pelajaran dari belajar dari
- bertanya. Kita ini umat Islam harus
- menguasai pemerintahan dan kekuasaan dan
- jabatan dan masalah ekonomi. Negara ini
- mesti kita kuasai karena kita mayoritas.
- Coba lihat Nabi itu enggak bisa salat
- jemah waktu di Makkah. Jadi coba
- wikafsual Islam falam yahjata qala Umar.
- Nabi mau salat isya aja harus tengah
- malam supaya tidak ada orang-orang kafir
- itu yang mengetahui Nabi lagi salat.
- Jangankan salat jemah, mau salat sendiri
- saja harus nunggu malam siang.
- Betul-betul
- malam sei gitu kan. Baru umat Islam baru
- bisa salat. Luar biasa. Itu hadis
- Bukhari 566. Fathul Bari juz 2 halaman
- 59 sampai 62 atau hadis Bukhari 862
- 864. Wala yusoli yaumaidin illa bil
- Madinah. Nabi itu baru bisa salat
- tenang, berjamaah, e melaksanakan
- syariah dan kekhalifahan. Ini itu baru
- di Madinah. Bukhari 569 Fathul Bari juz
- 2 halaman 62 sampai 63. Dan jangan
- jangan lupa Nabi itu salat di Makkah itu
- yang ada bukannya jemah dikasih kotoran.
- Iya.
- oleh orang kafir Abu Jahal, Abu Lahab
- dan teman-temannya itu. Bukhari 520
- Fathul Bari juz 1 halaman 780
- 782 itu
- pentingnya. Nah, Nabi ini adalah orang
- kalau kita sudah berkuasa maka kita
- harus rahmatan lil alamin. Sayang kepada
- non Islam, sayang kepada umat Islam,
- sayang. semuanya harus disayang, semua
- harus dilindungi. Kita lihat bagaimana
- Nabi ijtihad Nabi demi sayang kepada
- umatnya. Allah menurunkan Alqur'an ayat
- at-Tahrim ayat 1.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhan nabiu
- thaqisaidhin waulidah
- watqulahabakum lahjuhunna buyutin w
- yakna
- illa
- bimahka
- hududullah
- hududah attahrim ayat 1q kami lupa lupaq
- ayat
- Atala ya ayyuhan nabi. Coba bayangkan
- Allah itu memuliakan nabi. Kita aja
- kadang-kadang panggil Muhammad. Allah
- memuliakan wahai nabi idoltum itu pakai
- antum. Itu panggilan itu bilfil jamaah
- takdiman wa tafhiman itu. Nah yang
- menjadi masalah ketika Allah
- menyampaikan bukan masalah ee menjadi
- sesuatu yang menyenangkan. La
- tukhrijuhunna min buyutihinna. Apabila
- andai saja umatnya Nabi ada yangak
- istrinya karena terpaksa karena berbagai
- halidina maka tolak dalam keadaan yang
- mudah dia langsung bisa ee menikah lagi
- kalau sudah iddahnya habis. Contohnya
- dalam keadaan suci waul idah dan itu
- harus dihitung.
- Wattaqubakum dan takutlah kalian kepada
- Tuhan kalian. Pertama la tuhrijuhunna
- min buyutihinna. Jangan pernah
- suami-suami itu menyakiti istri yang
- sudah ditolak, baik dengan kata-kata,
- baik dengan fisik, bahkan mengusir dari
- rumah itu tidak boleh. Ee siapa tahu dia
- pengin balik lagi. Itu satu. Wala
- yakhujna. Demikian juga istri yang sudah
- ditolak itu tapi masih dalam iddah raji
- itu tidak boleh keluar dari rumah illa
- bifatin mubayinah kecuali karena
- perceraian, karena akibat perzinaan.
- Misal watilka hududullah
- itulah barang siapa melanggar hukum
- Allah maka dianggap zalim menzalimi diri
- sendiri. Laadri laallah yuhdis itu
- aturan Allah. Siapa tahu setelah itu ada
- hikmahnya. Coba lihat saya ulangi ya. Di
- dalam Al-Qur'an surah at-Talaq, Allah
- menyarankan kepada suami melalui lisan
- Nabi tidak boleh mengeluarkan
- istri-istri yang ditolak dalam ee yang
- masih bisa rujuk itu tidak boleh
- dikeluarkan dari rumah, tidak boleh
- disakiti fisiknya dengan kata-kata.
- Kalau tolak, tolak saja. Kalau pisah,
- pisah saja. Sama dengan pemilu. Kalau
- Anda berbeda, berbeda saja tapi enggak
- usah caci maki. Wala yahrujna. Istrinya
- juga enggak usah keluar. Siapa tahu
- nanti ada ee hikmah di balik ee
- pertengkaran yang sebenarnya masih bisa
- rujuk itu. Lalu Nabi menyampaikan di
- dalam kesempatan an Jabir ibni Abdillah
- dari sahabat Jabir bin Abdillah qala
- menyampaikan siapa sahabat Jabir
- tulliqat dicerai ditolak kholati siapa
- bibiku faaradat maka bibik dari ibu
- faaradat maka bermaksud siapa khalati
- bibikku antajudda untuk memetik siapa
- khalati bibikku naklaha kepada ee
- kurmanya mau panen mau metik mau belanja
- mau ke pasar mau bekerja karena enggak
- ada orang lagi yang untuk memenuhi
- kebutuhan nya. Sedangkan ee sudah dipot
- dicerai kan. Ee siapa ekonominya yang
- ekonominya disuplai itu? Kalau dia punya
- anak, rezekinya anak atau hamil kan.
- Sedangkan kalau sudah dicerai posisi
- begitu suami khawatirnya enggak
- men-suplai. Jadi dia kebutuhannya keluar
- dari rumah kalau enggak bisa bagaimana
- dia memenuhi kebutuhan makannya.
- Fazaraha maka melarang ha kepada khalati
- rajulun. Siapa seorang laki-laki
- antahruja untuk keluar siapa khalati.
- Begitu mau ke pasar dihalang-halangi
- oleh seseorang. Karena menurut Al-Qur'an
- surah Atalaq ayat 1 enggak boleh keluar.
- La tuhrijuhunna min buyutihinna wala
- yahrujna faatat. Maka melapor e bibiku
- tadi melapor annabi. Ini kan ada
- atasannya ada yang alim di atas langit
- ada yang langit ada di atas orang yang
- alim ada yang lebih alim. Faatat maka
- melapor siapa khai an nabi kepada Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- faqala. Maka menyampaikan siapa Nabi
- setelah disampaikan cerita aslinya,
- keadaannya seperti orang kalau ditolak
- kadang-kadang suaminya akan kejam
- daripada dia disakiti dengan kata-kata
- bahkan disakiti fisiknya, diintimidasi,
- dicaci maki, dihina, maka dia boleh
- keluar. Al-Qur'an tadi enggak boleh
- keluar kan. Tapi Nabi berijtihad itu
- untuk keadaan normal yang diharapkan
- bisa kembali lagi yang enggak boleh
- keluar. Tapi kalau justru berada di
- dalam rumah diintimidasi, disakiti,
- dicaci maki segala macam, bahkan sulit
- untuk memenuhi kebutuhannya ee si
- perempuan tadi yang ditolak tadi. Maka
- Nabi menyampaikan solusinya,
- makhrajanya. Faqala, maka menjawab,
- "Siapa Nabi?" "Bala, silakan kamu
- keluar. Keluar ke pasar untuk bekerja
- untuk memenuhi kebutuhannya meskipun
- kamu dalam iddah. Fajuddi silakan kamu
- metik buah naklaki kepada kurmamu wahai
- khati fnaki. Maka sesungguhnya kamu asa
- barangkali antasqi setelah kamu memetik
- kurmanya bisa bersedekah siapa kamu khai
- au tafali atau melakukan eh melakukan
- siapa kamu khai makrufan kepada
- perbuatan yang baik. Kharajahu Muslim
- hadis Muslim
- 1483 Ahmad juz 3 halaman 321 hadis dari
- sahabat Jabir. Bagaimana Nabi sayangnya
- dan bisa memberi solusi satu. Masih bisa
- lagi. Cukup
- cukup. Kalau cukup ya sudahlah. Berarti
- ini masih tiga lagi. Insyaallah Sabtu
- depan saja ya. Insyaallah. Sebenarnya
- ini banyak ilmu yang kayak begitu. Jadi
- kelihatan satu dalil begini, satu dalil
- begini. Dan itu sangat diperlukan
- biasanya untuk oleh para penceramah
- biasanya. Insyaallah daripada yang awal
- yang belakang ini yang suka dan bisa
- merukunkan umat. Sebenarnya satu hadis
- begini, satu hadis begini solusinya
- begini. Subhanakallahumma bihamdik
- nashadu alla ilaha illa anta nastagfir
- wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik ikhwan akhwat para
- pendengar silaturahim yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Tentunya
- selesai sudah untuk kajian kita Fathul
- Bari di pagi hari ini. Semoga dapat
- bermanfaat bagi kita semuanya dan kami
- ucapkan ee tentunya terima kasih untuk
- Ustaz Ahmad Sanusi yang telah hadir
- menemani ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim. Semoga dapat bermanfaat
- bagi kita semua dan menambah keimanan
- dan juga ketakwaan kita di sisi Allah
- subhanahu wa taala. Kita doakan semoga
- Ustaz Ahmad Sa selalu diberikan
- kesehatan dan juga tentunya selalu
- diberikan keistikamahan dalam memberikan
- dakwah-dakwah kepada kita semuanya. Baik
- ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim, terima kasih yang telah
- memberikan SMS dan juga WhatsApp-nya.
- Semoga pulsa yang dikeluarkan dicatat
- oleh Allah subhanahu wa taala.
- digantikan dengan pahala yang merebat ke
- Anda. Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik,
- saya Muhammad Anis Mualim dan juga ada
- Fajar di kameraman dan juga switcher dan
- juga ada Muhammad Panji di meja
- operator. Mohon undur diri dari ruang
- dengar Anda. Mohon maaf bila ada kata
- salah yang kami ucapkan dan mohon maaf
- ada SMS SMS yang masuk yang belum sempat
- kami bacakan. Insyaallah di lain waktu
- kita akan membacakannya. Baik, kita
- tutup kajian kita Fathul Bari ini dengan
- kita membaca doa kafatul majelis.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Bill taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- [Musik]
- [Musik]