Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:13 Brail TV. [musik] 0:20 Bismillahirrahmanirrahim. 0:22 Asalamualaikum warahmatullahi 0:23 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:25 sayyidina Muhammad wa ali sayyidina 0:27 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 0:29 lagi hari ini hari Senin tanggal 8 0:32 Syakban 1442 Hijriah atau tanggal 22 0:36 Maret 2021 ya seperti biasa Radio 0:39 Solotarem dan Rasil TV kemb Rasil TV 0:42 melalui YouTube kembali menghadirkan 0:44 acara jendela sekolah kali ini yang kita 0:47 hadirkan adalah 0:49 Bapak dan Ibu guru dari 0:53 ee Sekolah 0:55 Insan Mandiri Cibubur Boarding Sch I 0:59 Insan Mandiri Cibubur Boarding School. 1:02 Ada Pak Oni di sini sebagai kepala 1:04 sekolah juga. Ada Ibu Winda sebagai 1:06 perwakilan guru 1:09 juga nanti ada insyaallah ada Hamzah, 1:12 ada Siatya dan Ihsan mewakili siswa. 1:16 Asalamualaikum Pak Oni. 1:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:19 wabarakatuh. Mas Pak Wind. Bu Winda. 1:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:23 wabarakatuh. 1:24 Sudah pada vaksin belum nih? 1:27 Belum, Pak. Baru 1:28 kita koordinasi dengan ee Puskesmas. 1:32 Iya. Insyaallah nanti Sampurna 1:33 mengadakan sendiri di sini. 1:35 Oh, iya. 1:35 Mandiri. Mandiri mengadakan ini. 1:37 Mandiri. 1:38 Oke. 1:39 Ee Pak Oni ini apa ini yang dimaksud 1:43 Fancy One First Century Academy? 1:46 Saya pikir nih apa nonton bareng-bareng 1:48 atau apa ini 1:50 atau ini ya agen properti. 1:52 Agen properti mirip-mirip namanya. Jadi 1:56 apa yang dimaksud itu? 1:57 Iya. Ee Mas Krishna 2:02 sekolah itu sebagai sebuah lembaga, 2:06 lembaga proses. 2:07 Iya. 2:07 Kalau lembaga proses itu ya pekerjaannya 2:10 bagaimana caranya siswa yang belum mampu 2:15 dia belajar agar mampu. 2:17 Siswa yang belum bisa dia belajar agar 2:21 bisa. He. 2:22 Siswa yang belum punya rasa percaya diri 2:25 berproses berada di sekolah, dia punya 2:28 seperti itu. 2:29 Nah, karena lembaga proses ini salah 2:32 satu fungsinya adalah mempersiapkan 2:34 generasi penurus bangsa, He. Maka kita 2:37 ingat dengan ee 2:40 sebuah 2:42 ee kata-kata yang disampaikan oleh 2:46 sahabat Rasulullah Sayidina Ali bin Abi 2:48 Thalib yang mengatakan bahwa didiklah 2:51 anak sesuai dengan zamannya. 2:53 Hm. 2:54 Kalau tidak salah tadi malam di radio 2:56 ini pun ee direktur sekolah kami Pak 2:59 Munif Hatim mengatakan bahwa anakku 3:02 bukan aku. 3:03 Hm. Artinya anak kita 3:07 harus kita didik untuk anak ini siap 3:10 menghadapi tantangan zaman yang berbeda 3:13 dengan zaman kita. 3:14 Menurut informasi di tahun 2035 itu 3:17 berarti kurang lebih antara 13 tahun 3:21 lagi 3:21 lebih dari 50 3:23 ee jenis pekerjaan yang 3:26 semula ada di zaman kita itu akan 3:28 hilang. 3:29 Benar. H gitu. Kalau anak-anak kecil 3:32 dulu ditanya cita-citanya mau jadi apa, 3:35 tentu hal-hal yang prestisius yang 3:38 berkaitan dengan ada seragam, ada 3:41 peralatan dan lain sebagainya. Kalau 3:43 sekarang beda sekali. 3:45 Nah, 3:46 oleh karena itu sebagai lembaga proses 3:50 sekolah itu harus mempersiapkan dan 3:53 mendidik anak-anaknya dengan apa yang 3:55 disebut dengan diferensiasi sekolah. 3:57 Hm. sekolah bisa sama tapi ada hal-hal 4:01 yang berbeda di dalam prosesnya. 4:03 I 4:03 Nah, di sekolah kami di SMA IT Insan 4:05 Mandiri di Cibubur ini ee kami 4:10 mengaplikasikan 4:12 apa yang disebut dengan keterampilan 4:14 abad 21 atau 21 Century Academy. Ini 4:19 berawal dari setiap tahun di Swiss ya 4:23 itu ada forum ee ahli ekonomi dunia. 4:27 Heeh. Mereka mengundang setiap tahun itu 4:30 tokoh-tokoh yang berpel berperan dalam 4:33 dalam ee perubahan dunia. Baik itu 4:37 kepala negara, politikus, negarawan, 4:40 kemudian ilmuwan, seniman dan lain 4:43 sebagainya. Mereka berkumpul di tahun 4:45 2015 kalau saya tidak salah. ee salah 4:48 satu rumusannya adalah menentukan apa 4:52 sih yang diperlukan 4:55 bagi ee bagi manusia untuk tetap bisa 4:59 eksis di abad ee 21 ini atau di abad 5:03 milenial ini. 5:04 Itu ada tiga hal yang ee dari sekian 5:07 banyak hal itu ada tiga hal yang bisa 5:10 kita aplikasikan. apa yang disebut 5:11 dengan 21st Century Academy. Nah, eh 5:16 21st Century Academy atau keterampilan 5:18 di abad 21 ini terbagi menjadi tiga 5:20 rumpun. Hm. 5:21 Rumpun pertama 5:24 ee awalnya disebut dengan 5:27 kualitas karakter. 5:29 Hm. 5:29 Nah, kualitas karakter itu sebuah sifat 5:33 yang ee rasa memiliki 5:37 kejujuran, berkolaborasi. 5:40 Nah, ee ini di sekolah kami yang terkait 5:44 dengan kualitas karakter ini kita 5:49 ee fokuskan menjadi apa yang disebut 5:51 dengan karakter building. 5:52 Iya. 5:53 Membangun karakter yang berawal dari 5:56 siswanya. Jadi ee misalnya siswa SMA ini 6:01 dengan range usia antara 14 sampai 6:03 dengan 17 tahun itu secara normatif. 6:08 normatif itu adalah 6:10 anak seusia tadi disebut dengan ee 6:14 mereka remaja dan masuk sebagian ke 6:16 dewasa muda ini. Mereka itu secara 6:20 kognitif semestinya seperti apa sih? 6:23 Secara emosional seperti apa sih? Secara 6:26 pengembangan fisik harusnya seperti apa 6:27 sih? Kemampuan daya nalarnya seperti 6:30 apa? Nah, itu normatifnya. 6:32 Nah, kemudian ternyata ada yang memang 6:35 matang, yang memang selesai, dan ada 6:38 juga yang belum selesai. Maka dari 6:41 permasalahan karakter ini mana yang bisa 6:44 kita angkat dari siswa kita? Nah, itulah 6:47 yang menjadi ee sebuah pokok bahasan 6:51 untuk pendidikan karakter di sekolah 6:53 kita. Itu yang pertama. Kemudian yang 6:55 kedua ee ada skill. 6:59 Hm. Nah, skill yang di ee di yang ee 7:05 menjadi fokus itu terkait dengan lebih 7:09 dikenal dengan 4C, Mas Krishna. 7:11 Apa itu 4C? 7:12 4C itu yang pertama adalah creative 7:15 thinking. 7:16 H. 7:17 Yang kedua adalah eh Oh, maaf critical 7:20 thinking. He. 7:21 Kemudian ada eh kreativitas. 7:25 Setelah itu ada eh communication, 7:27 setelah itu ada kolaboratif. 7:30 Nah, yang ee 7:34 berpikir kreatif atau creative thinking 7:36 ini di kami diganti dengan problem 7:39 solving. Sebetulnya 4C kan itu supaya 7:42 mudah mengingatnya. Nah, itu ada problem 7:46 solving, kemudian communication, 7:49 kemudian kolaboratif, dan satunya adalah 7:52 kreatif. Nah, yang kreatif ini kalau di 7:54 sekolah kami ini disebut dengan creative 7:57 trainer. H 7:58 maksudnya apa? Banyak orang kreatif itu 8:02 mereka tidak entrepreneur, 8:04 tapi banyak juga 8:06 entrepreneur 8:06 entrepreneur yang 8:08 mereka kehilangan kreativitas. 8:11 Nah, jadi 8:12 ee dalam proses pembelajarannya itu 8:14 adalah creative trainer. Nah, 4C ini eh 8:19 yang problem solving, kemudian yang eh 8:22 communication, collaboratif, dan 8:24 creative trainer ini yang menjadi ee 8:27 pokok bahasan di sekolah kami. Kemudian 8:29 rumpun ketiga namanya literasi, Mas. 8:32 Nah, literasi ini ee banyak. Paling 8:35 tidak ada enam hal literasi yang bisa 8:39 dikembangkan di sekolah kami. Literasi 8:41 pertama adalah ee pentingnya siswa 8:43 memahami literasi bahasa. Kenapa? Karena 8:48 banyak anak sekarang bisa baca tapi 8:50 enggak paham makna. 8:52 Hm. Bagaimana seseorang itu akan bisa 8:54 berpikir kreatif kalau dia enggak paham 8:57 dengan makna apa yang ee bahasan yang 9:00 dibacanya. Yang ee kedua, literasi 9:03 numerik. Literasi numerik itu tidak sama 9:06 dengan anak ee hanya bisa menghitung 9:10 kemudian mengkalkulasi, 9:12 tapi kemampuan prediksi. Sebagai contoh 9:15 misalnya anak ini mau pergi ee mau pergi 9:21 bersama dengan ee kelompoknya di sekolah 9:25 itu pukul 6.00 harus sudah ada di 9:28 sekolah. Maka si anak ini sudah punya 9:30 kemampuan untuk memanajemen waktu 9:33 dirinya. Oh, saya untuk bangun jangan ee 9:36 jangan sampai lebih dari jam 5. pagi 9:40 karena ee keperluan untuk sarapan. 9:42 Kemudian sebelumnya mandi ee persiapan 9:45 pribadi dan lain sebagainya. Ini anak 9:48 sudah punya kemampuan untuk menghitung 9:50 waktunya. 9:51 Hm. 9:51 Karena banyak anak-anak sekarang ini 9:53 mereka mau pergi ke mana pun itu seperti 9:56 santai saja. 9:58 Seolah-olah di jalan itu 10:01 bisa mereka yang atur. 10:03 Padahal kita enggak bisa atur kalau 10:05 misalnya kita tidak punya kemampuan 10:08 manajemen waktu. Nah, ee literasi ee 10:12 numerik ini lebih ke kemampuan mereka 10:15 memperkirakan segala sesuatu berdasarkan 10:18 ee rasionalisasi dalam berpikir. Nah, 10:21 kemudian yang ketiga adalah ini literasi 10:24 digital. Kita sudah semua tahu bahwa 10:27 kita berada di dunia digital. Maka ee 10:31 ini tak ayal lagi anak kita harus punya 10:34 kemampuan untuk bagaimana mereka bisa 10:36 ikut di dunia digital ini. Kemudian yang 10:39 keempat ada yang disebut dengan literasi 10:43 ee sains. 10:45 Anak harus paham bahwa di dalam 10:48 kehidupannya tidak pernah lepas dengan 10:51 yang namanya ilmu pengetahuan scienti. 10:54 mereka ee 10:57 semua kecanggihan, semua alat bantu, 10:59 semua hal yang memudahkan itu tidak 11:01 pernah lepas dari ilmu pengetahuan. Maka 11:03 anak harus punya literasi sains. 11:07 Kemudian yang berikutnya adalah literasi 11:09 finance. 11:12 Punya kemampuan untuk bagaimana caranya 11:15 menentukan 11:17 ee persiapan-persiapan terkait dengan ee 11:21 finansial. 11:23 itu penting nanti anaknya bisa jadi 11:25 cerdas finansial. Nah, ee satu lagi 11:29 adalah literasi budaya. 11:33 Kalau kita ketahui bahwa semua bentuk 11:37 daripada destinasi wisata salah satunya 11:40 adalah menjual budaya, menjual alam plus 11:45 di sana ada budayanya. ke manaun kita 11:48 ketahui bahwa dulu banyak orang lebih 11:51 kenal Bali dibanding dengan Indonesia. 11:54 Kalau ditanya Indonesia itu sebelah 11:56 mananya Bali. Nah, yang mereka lihat di 11:59 sana adalah unifikasi daripada budaya 12:03 kehidupan masyarakat Bali. Nah, anak itu 12:08 harus dia paham dia tinggal di mana, dia 12:12 asalnya dari mana, dan dia tahu apa sih 12:17 uniknya daerahnya, 12:19 apa sih pengetahuannya, apa sih 12:22 hebatnya. Contoh misalnya kita di 12:24 sekitar ee daerah Betawi 12:26 Hm. 12:28 Itu terkenal dengan ee apa yang disebut 12:31 dengan apa ee jawara pitung. 12:34 Hm. Nah, pitung itu sebetulnya apa 12:37 memang tokoh atau memang ajaran atau ee 12:41 budaya-budaya apa lagi dari orang 12:44 Betawi? Pitung itu kalau tidak salah ee 12:47 salah satunya adalah bagaimana seorang 12:50 guru mengajarkan kepada tujuh orang 12:52 muridnya 12:53 pituah pitulung. 12:55 Betul. Nah, hal-hal seperti ini harus 12:57 kita pahami sehingga anak-anak kita 13:00 punya kemampuan kalau dia di manaun 13:03 berbicara tentang daerahnya, berbicara 13:05 tentang budayanya, berbicara tentang 13:08 Indonesia, ada sesuatu yang bisa 13:10 diangkat. Nah, itu tiga rumpun terkait 13:13 dengan 21st Century Academy. Jadi, 13:15 dimulai dengan karakter building, 13:18 kemudian life skill, ya, dan satu lagi 13:21 adalah literasi. Itu, Mas. 13:23 Masyaallah. Iwan dan Ahwat masih di 13:26 acara jendela sekolah. Tadi yang 13:29 berbincang-bincang itu adalah Pak Oni. 13:31 Beliau adalah kepala sekolah dari SMA IT 13:35 Insan Mandiri. Oke, sekarang saya ken ke 13:38 Bu Winda dulu nih. Bu Winda nih salah 13:40 satu gurunya ya. Apa saja yang 13:42 dipelajari dalam problem solving? 13:45 Iya. Jadi eh problem solving ini kan 13:47 adalah kemampuan pemecahan masalah untuk 13:50 menentukan 13:51 ee untuk dapat memutuskan suatu tindakan 13:53 yang sifat itu solutif. Nah, sebenarnya 13:55 kemampuan ini tuh harus dimiliki oleh ee 13:57 semua orang ya, harus dimiliki oleh 13:59 semua orang. Maka ini hal yang luar 14:01 biasa 14:02 didapatkan siswa di SMA IT Insan Mandiri 14:05 Cibubur. Nah, apa aja sih yang 14:07 dipelajari di ee SMA IT Insan Mandiri 14:11 itu pertama siswa ee tahu definisi dari 14:15 masalah 14:16 apa itu problem. Kemudian siswa juga 14:19 belajar mengidentifikasi masalah cara ee 14:23 cara siswa untuk merespon ketika 14:26 dihadapkan suatu masalah. Kemudian ee 14:29 siswa juga memiliki keterampilan untuk 14:31 ee 14:33 mengetahui ini tuh sebuah masalah atau 14:35 bukan gitu kan. Kemudian setelah itu 14:38 siswa juga belajar untuk mencari 14:40 penyebab masalahnya apa, kemudian apa 14:43 dampaknya sampai ee sampai siswa ini 14:46 mampu untuk mencari 14:48 alternatif-alternatif yang bisa 14:49 dijadikan solusi. Nah, ini dipelajari 14:51 siswa selama ee satu semester. Begitu, 14:55 Pak Krisna. 14:56 Masyaallah. Oke, Iwan. Kami juga akan 14:58 membacakan nomor HP yang Anda bisa 15:00 hubungi untuk bertanya lebih lanjut 15:02 mengenai SMA IT Insan Mandiri Cibubur 15:05 Boarding School yang letaknya tidak jauh 15:08 dari dari radio Rasil. Ini nomor 15:11 teleponnya. Hubungin Pak Jo di 0812. 15:16 Kemudian 27 kemudian 09 15:21 29 07 0812 15:26 279 15:28 2907. 15:30 Nanti kami akan juga menghubungi ee 15:32 siswa 15:34 dari SMA IT Insan Mandiri Cibur. Yang 15:38 pertama kali barangkali Hamzah. Silakan 15:40 ee Mas Anis untuk menghubungi Hamzah. 15:44 Kita akan ngobrol-ngobrol dengan dia. 15:45 Tapi sebelum kita terhubung dengan 15:48 Hamzah, saya akan tanya lagi nih ya 15:51 mengenai latar belakang siswa harus 15:53 menguasai ini. Kenapa Pak ini kepala 15:55 sekolah kita ini. 15:57 Iya. Jadi ee Mas Krishna 16:00 ee seperti tadi di awal saya 16:02 menyampaikan tentang 16:05 ee anak kita ini sudah menjadi bagian 16:09 daripada masyarakat dunia. Keberadaan 16:12 mereka tidak mungkin terlepas dari ee 16:16 kondisi saat sekarang dengan 16:19 diketemukannya 16:21 ee internet. ini yang akhirnya ee 16:25 membuat dunia itu semakin tidak 16:27 terbatas. Nah, kalau anak kita itu tidak 16:31 punya kemampuan dan mempersiapkan 16:33 dirinya menjadi masyarakat, menjadi 16:35 bagian dari masyarakat global, maka ini 16:39 akan tertinggal. 16:41 Nah, lembaga sekolah itu harus berperan 16:45 aktif untuk mempersiapkan siswanya siap 16:49 menghadapi ee masyarakat global ini. 16:52 Mengapa? 16:53 Karena tidak semua orang tua di dalam 16:56 keluarganya menyiapkan hal yang sama. 16:59 Nah, sekolah dengan ee program-program 17:02 yang ada salah satunya adalah 17:04 mempersiapkan ini. Kenapa? Sekali lagi 17:06 kita harus mempersiapkan anak kita bukan 17:10 sesuai zaman kita karena dia akan hidup 17:13 di zaman yang berbeda. Kita tahu bahwa 17:16 saat sekarang itu tingkat kompetitif ee 17:20 sangat tinggi. Nah, kalau anak kita itu 17:22 tidak diberikan bekal, bagaimana caranya 17:25 mereka itu bersikap menghadapi 17:27 perubahan-perubahan 17:29 yang tadi Bu Winda sampaikan ee ini 17:32 masalah atau bukan, maka tidak pernah 17:36 akan ada jati diri bangsa ini jika 17:41 nanti generasi penerusnya itu selalu 17:44 terbawa. [berdehem] Ada isu A itu 17:46 ikut-ikutan. Ada isu A. Ada isu B 17:51 angin barat istilahnya ketiup ke barat. 17:54 Angin ee timur ketiup ke timur. Ada dulu 17:57 gayanya dari apa namanya? Eh, 18:02 gaya potongan rambut dari Korea 18:06 itu semua bentuknya kayak Korea. 18:10 Oke. 18:10 Iya, 18:11 Poni mohon maaf kita potong dului. 18:13 Kita sudah terhubung dengan Hamzah ini 18:15 siswa dari SMA IT Insan Mandiri Cibubur. 18:19 Halo. Asalamualaikum Hamzah. 18:21 Waalaikumsalam Pak. 18:22 Masyaallah. Sedang apa Hamzah? 18:26 Ee habis selesai belajar online Pak. 18:29 Oh. gitu. Masyaallah. 18:31 Hamzah, apa saja yang sudah kamu 18:34 pelajari dari problem solving 18:37 dari Insan Mandir Cibubur ini? 18:39 Sudah dipelajari. 18:40 Iya. 18:41 Menarik nih, Pak. Sebenarnya banyak sih, 18:43 Pak, yang saya pelajari tapi ee saya 18:47 coba untuk yang intinya aja ya, Pak, ya. 18:50 Iya. 18:51 Nah, yang saya pelajari dari problem 18:55 solving ini kan ee sebuah pembelajaran 18:59 yang apa namanya yang apa yang kelebihan 19:04 yang lebih gitu kan di sekolah kita. 19:06 Nah, dan ini juga pembelajaran ini juga 19:09 menurut saya sangat bagus gitu loh. Yang 19:11 saya pelajari di problem solving ini 19:14 yang pertama nih, Pak ee saya tahu 19:17 gimana membedakan apa yang namanya 19:20 masalah atau bukan gitu. 19:22 Kebanyakan orang kan ee menilai masalah 19:24 wah ini masalah gitu kan tapi apakah itu 19:27 masalah atau bukan gitu kan. Nah, di 19:29 situ saya bisa mengetahui itu masalah 19:31 atau bukan atau ee atau mendefinisikan 19:35 masalah. 19:36 Terus juga ya intinya kita bisa belajar 19:41 untuk menemukan solusi masalah itu gitu 19:43 loh, Pak. Ee kita bisa membedakan mana 19:46 masalah atau enggak, terus kita juga 19:48 bisa menemukan solusinya gitu. Nah, 19:50 kayak gitu sih, Pak. 19:52 Hm. Contohnya bisa diberikan enggak apa 19:54 misal masalah apa misalnya. 19:56 Nah, contohnya nih, Pak. Contohnya 19:58 misalkan ee saya ngambil contoh dari 20:00 keseharian saya aja ya. Kayak misalkan 20:02 kemarin saya kan ee sharing nih baru aja 20:05 kemarin ee berapa minggu mungkin kemarin 20:07 sama Bu Inda mungkin ada ya Pak Bu Inda 20:09 di sini Pak ya ee ketika pertemuan DCC 20:13 kan ada setiap hari Jumat saya saya ee 20:16 men-share masalah saya bahwasanya saya 20:19 tuh ee suka malas belajar terus juga 20:23 suka 20:24 kurang bisa memanage waktu. Nah, itu kan 20:28 menurut masalah itu kan menurut saya kan 20:29 masalahnya kan ya kan, Pak ya. Itu kan 20:32 sebuah situasi yang tidak ideal menurut 20:34 saya gitu kan. Itu kan bisa disebut 20:36 disebut masalah. Nah, itu kan saya share 20:39 tuh ke Bu ke Bu Winda tuh masalahnya 20:42 kayak gini gini gini gini. Nah, kita 20:44 ramai-ramai kita ramai-ramai kita numbuk 20:47 ee kita ee kita musyawarahkan ini 20:50 masalah atau bukan gitu loh. Nah, memang 20:53 setelah kita musyawarahkan ee pas pada 20:56 saat pertemuan itu memang itu masalah. 20:59 Nah, masalahnya di mana gitu kan kita 21:00 harus bisa mendefinisikannya dulu ini 21:03 masalahnya di mana gitu kan. Kenapa bisa 21:05 seperti ini gitu kan. Nah, ternyata 21:08 masalahnya memang ee saya tidak punya 21:10 tidak punya jadwal terus juga saya 21:13 kurang kurang memanage waktunya kurang 21:15 dengan kurang tepat gitu kan. Saya ee 21:18 tidak terlalu apa namanya tidak 21:21 menghargai waktu. Nah, di situ kan saya 21:24 bisa tahu oh kurang kurangnya di sini. 21:26 Jadi saya harus seperti ini, harus 21:28 seperti itu. Nah, ketemuah ketemu 21:31 sudahudah solusinya gitu loh kan, Pak. 21:32 sekarang sudah punya tim table, 21:34 Pak. 21:37 Halo, Pak 21:38 Hamzah. 21:39 Halo. 21:39 Sekarang sudah punya tim table, ya. 21:42 Gimana? 21:43 Sekarang sudah punya pengaturan waktu, 21:45 tercatat sudah, ya. 21:46 Nah, insyaallah. Iya, Pak. Sudah, Pak. 21:49 Alhamdulillah. 21:52 Apa yang ee kamu sudah rasakan selama 21:56 e sudah mendapatkan dari problem solving 21:59 ini? Apa 22:00 yang saya rasakan, Pak? Hm. 22:04 Yang saya rasakan berarti manfaatnya ya, 22:05 Pak ya? Manfaatnya sih besar sih, Pak. 22:07 Benar, Pak. Karena kan ee 22:09 masa karena kan seseorang tidak bisa ee 22:14 maksudnya seseorang kan tidak bisa 22:17 mempunyai ilmu problem solving gitu, 22:18 Pak. 22:19 Ya kan? Semua orang pasti harus punya 22:20 gitu. Maksudnya semua orang harus punya 22:22 dan 22:23 dan juga mereka harus punya bekal gitu 22:25 loh buat survive di kehidupan mereka 22:28 gitu. gitu loh. Nah, dampaknya buat saya 22:30 yang saya rasakan gitu loh, Pak. Saya 22:31 tahu mana masalah dan enggak gitu. 22:34 Ya, saya juga tahu ee untuk ke depannya 22:36 bagaimana ketika saya mendapatkan 22:39 sesuatu masalah ataupun bukan bagaimana 22:42 ya intinya saya bisa memposisikan diri 22:44 saya ketika ee masalah itu ada gitu loh, 22:48 Pak. He. 22:48 Nah, pada dasarnya kan manusia itu kan 22:52 tempat Allah dan masalah ya kan, Pak? 22:54 Nah, maka dari itu ee dengan adanya 22:57 pembelajaran ini saya bisa memposisikan 22:59 diri ketika ada masalah dan salah itu 23:03 gitu loh, Pak. Kayak gitu sih, Pak. 23:06 Ee Hamzah suka ada orang curhat enggak 23:09 ke Hamzah, teman-teman atau siapa? 23:13 Ada sih, Pak. 23:14 He. Terus 23:15 tapi kalau sekarang Oh, maksudnya yang 23:18 share masalahnya ke saya gitu. 23:19 Iya. 23:20 Oh, jarang sih, Pak. Tapi kadang-kadang 23:23 ada 23:24 artinya kamu bisa ngasih solusi kan 23:26 orang-orang terdekatlah. Hah? Gimana, 23:28 Pak? 23:28 Bisa memberikan saran atau solusi 23:32 sebagai pembelajaran juga kan? 23:34 Iya, itu pembelajaran. Karena kan saya 23:37 saya juga kan diajarin dari ustaz-ustaz 23:39 di juga ketika ada yang minta nasihat 23:42 pasti gitu kan. Ketika ee ada yang 23:46 meminta saran ya saya berikan gitu kan. 23:50 kayak gitu sih, Pak. 23:52 Baik, terima kasih Hamzah 23:54 atas ceritanya tentang problem solving. 23:58 Mudah-mudahan sehat ya. 24:00 Insyaallah, Pak. 24:01 Dan bisa kembali lagi nih. Kalau COVID 24:03 sudah selesai kita kembali lagi sekolah. 24:06 Terima kasih. Salam untuk keluarga, ya. 24:08 Iya, Pak. 24:09 Ya. Asalamualaikum, Hamzah. 24:11 Waalaikumsalam. 24:13 Baik, itu tadi Hamzah siswa 24:17 dari SMA IT Insan Mandiri Cibubur. Dari 24:20 caranya bicara udah dewasa ya, udah udah 24:24 paham sepertinya. Gimana Pak Oni? 24:27 Iya. Ee [berdehem] salah satu hal yang 24:33 didapat oleh siswa itu mereka jauh lebih 24:37 efektif di dalam memanfaatkan waktu. 24:40 Kenapa? 24:41 Karena mereka tahu bahwa ini yang 24:44 dihadapi itu masalahnya atau bukan. 24:46 H. 24:47 Kemudian dari masalah ini mereka belajar 24:51 untuk melihat ini penyebabnya apa. 24:54 Hm. 24:55 Dampaknya bagaimana 24:57 dampaknya ini? Ini perlu dengan sebuah 25:02 ee upaya yang hanya biasa saja atau 25:06 harus dengan sebuah upaya yang ee cukup 25:10 besar. membutuhkan konsentrasi 25:12 menyelesaikan masalah-masalah tersebut. 25:16 Nah, ini efektivitas itu penting. 25:19 Kemudian siswa kita juga harus bisa 25:21 belajar untuk memilih dan memilah. Mas 25:23 Krishna, coba bayangkan seseorang yang 25:25 enggak tahu bahwa ini ternyata bukan 25:27 masalahnya. 25:28 Dia menghabiskan energi, dia ngobrol 25:31 dengan banyak orang, tapi ternyata itu 25:34 bukan masalahnya. Bukankah sekarang 25:37 banyak terjadi seperti itu? kita 25:40 membicarakan masalah yang tidak esen 25:42 tidak apa namanya tidak langsung 25:44 berhubungan dengan kita. [tertawa] Kita 25:46 tuh membicarakan sesuatu yang apa ya 25:49 kalau kata orang Sunda namanya pepesan 25:51 kosong 25:52 gara-gara ataupun karena kita tidak 25:55 memiliki keterampilan mengetahui mana 25:58 yang masalah mana yang bukan. 26:00 Oke Mas Sani juga sedang menghubungi 26:04 Satya ya. Satya ini kalau enggak salah 26:06 dari Blora. Mas Anis silakan hubungi 26:09 Satya, seorang siswa juga dari SMA IT 26:12 Insan Mandiri Cibur. Nanti kita ajak 26:14 ngobrol-ngobrol. Tapi sementara 26:17 kita menunggu terhubungnya Satya, kita 26:20 akan ngobrol juga dengan Ibu Winda nih. 26:23 Bu Winda, secara praktiknya bagaimana 26:26 pembelajaran problem solving ini? 26:28 Oke. Baik, Pak Krisna. Jadi secara 26:30 praktiknya itu pada proses pembelajaran 26:33 siswa diminta untuk ee list 26:35 masalah-masalah mereka yang sedang 26:36 dialami. Apa aja sih ee yang sedang 26:40 dihadapi saat ini? Apa apa aja 26:42 problemnya? Kemudian setelah itu ee 26:45 diidentifikasi dengan memberikan scoring 26:48 atau skala pada setiap masalahnya. Ini 26:51 tujuannya untuk menentukan prioritas 26:54 mana masalah yang besar sampai yang 26:55 ringan. Begitu, Pak. Kemudian eh dalam 26:59 proses mengidentifikasi ini saya 27:01 mengajak siswa untuk menjadi untuk 27:04 membayangkan menjadi seekor burung. 27:06 H 27:06 kenapa? Karena kalau burung terbang itu 27:09 kan dia ee burung ini bisa melihat ke 27:11 segala arah. Jadi untuk membantu siswa 27:13 berpikir objektif terhadap masalahnya 27:15 jadi seperti wakar burung. 27:17 Iya. Jadi bisa melihat ee masalah itu 27:19 dari berbagai sudut pandang seperti itu, 27:21 Pak. Nah, kemudian ee setelah 27:24 diidentifikasi, maka selanjutnya adalah 27:27 untuk mencari ee penyebabnya sampai 27:30 menemukan solusinya. Begitu, Pak. 27:34 Oke. Itu masalahnya ee masalah yang 27:38 dikarang-karang atau imajinasi atau 27:40 memang benar masalah yang dialami? 27:42 Ee masalah yang benar dialami dan itu ee 27:45 variatif sekali ya. masalah siswa zaman 27:47 sekarang itu ee sangat apa ya karena 27:51 tuntutan ya tuntutan di abad 27:53 21 ini masalahnya lebih kompleks 27:56 tuntutan mereka 27:57 ee yang sering ditemukan sih itu masalah 28:01 keluarga kemudian kalau untuk saat ini 28:03 ya itu sering ditemukannya adalah 28:06 masalah addictif gadget 28:09 seperti itu, Pak. 28:11 Nah, kemudian ee di akhir project dari 28:14 problem solving ini adalah nanti siswa 28:17 eh maaf di akhir dari ee pembelajaran 28:19 problem problem solving ini adalah siswa 28:21 nanti membuat sebuah project 28:23 dan projectnya itu siswa ee diminta 28:25 untuk mendengarkan masalah orang lain 28:28 kemudian membantu mencarikan solusinya 28:31 seperti itu, Pak. 28:33 Berarti guru-gurunya juga mesti ngikutin 28:35 terus nih, mesti update terus ya. 28:36 Iya. Iya. 28:37 Mesti literasinya mesti kuat nih 28:38 guru-gurunya. 28:39 Iya, memang kita ada 28:42 ee sebuah pelatihan juga untuk guru. Mas 28:45 Krishna dalam pembelajaran itu kan ada 28:48 yang sifatnya 28:49 ee direct kurikulum, ada juga yang 28:53 indirect kurikulum. 28:54 Kalau direct kurikulum itu ee dulu 28:58 mungkin pada saat kita sekolah tuh ada 29:01 pembelajaran budi pekerti. 29:03 Hm. Jadi budi pekerti itu termasuk dalam 29:05 mata pelajaran tersendiri. Kalau indir 29:08 kurikulum itu tidak ada di dalam 29:11 pelajarannya, tapi semua guru itu 29:14 menyampaikan di setiap kali proses 29:16 pembelajaran tentang pentingnya budi 29:18 pekerti. Nah, kalau di kita di kami di 29:22 SMA IT Insan Mandiri di Cibubur ini kami 29:26 memasukkan 29:27 eh 21st Century Academy ini menjadi 29:30 direct kurikulum. Hm. 29:31 Jadi memang ada kurikulumnya termasuk 29:34 misalnya nanti di akhir siswa kelas 12 29:37 mereka ada yang disebut dengan ujian 29:39 komprehensif. 29:40 Hm. 29:41 Mereka boleh memilih apapun dari ee mata 29:46 pelajaran ataupun projek-projek yang 29:48 pernah dilaksanakan selama 3 tahun 29:50 mereka bersekolah. Nah, kemudian mereka 29:54 nanti mempresentasikan seperti kalau 29:57 kita sidang skripsi ataupun sidang tesis 30:01 gitu loh, Mas. Mereka presentasi di 30:03 depan ee teman-teman ada yang bimbing 30:06 nanti ada yang pengujinya. Nah, mereka 30:09 itu menyampaikan 30:12 misalnya tentang ee problem solving. Ada 30:15 project yang harus menyelesaikan 30:16 masalahnya siapa. Nah, setelah itu baru 30:20 dipresentasikan di depan penguji, 30:22 guru-guru penguji seperti itu, Mas. 30:25 Oke. Baik, kita tunggu Mas Anis 30:28 reportnya gimana? Apakah Satya sudah 30:30 terhubung, Mas Anis? Satya Blora. Oh, 30:34 belum. Kalau gitu Iksan aja dulu. Iksan. 30:37 Iksan. 30:40 Eh, kalau Satya belumbung Ihsan salah 30:42 satu siswa juga yang kita ajak bicara. 30:45 Hm. 30:47 Ee kemudian ee 30:51 mm 30:54 kalau dilihat siswa-sisanya kok enggak 30:57 ada yang nakal ya? [tertawa] 31:00 Ini kenapa ini? Dari beberapa kami 31:03 wawancara siswanya kok rata-rata 31:06 baik-baik 31:08 ya. 31:08 Gimana bisa begitu tuh? Kalau yang 31:11 namanya siswa SMP, SMA, apalagi SMA itu 31:15 kadang-kadang hari ini mereka sangat 31:18 rajin, sangat baik, besok bisa berubah, 31:21 Mas. 31:22 Berubahnya gimana nih? 31:23 Ee 31:25 mereka ya bisa bisa berubah. 31:28 Oke. 31:28 Iya. 31:29 Baik. Kita sudah terhubung nih. Ini 31:30 dengan Satya apa Iksan nih. Halo. 31:32 Asalamualaikum. 31:34 Halo, Pak. 31:35 Ini dengan Satya. 31:36 Dengan dengan Iksan, Pak. 31:38 Oh, dengan Iksan. 31:41 Iksan sudah menghadapi problem solving. 31:44 Iya, Pak. 31:45 Sudah. Seperti apa yang Iksan hadapi? 31:50 Untuk pertama sih ya problem solving. 31:53 Pertama kita juga harus tahu kayak 31:56 gimana sih cara identifikasi masalah 31:58 ini, problem ini gitu. 32:01 problem itu kan adalah segala situasi 32:03 yang bisa dibilang tidak ideal 32:06 yang berlaku bagi seseorang dan terjadi 32:09 pada saat ini. 32:10 Masyaallah. 32:11 Alur masalah ini biasanya dimulai dari 32:14 identifikasi problem, lalu respon 32:17 menghadapi problem, penyebab problem, 32:19 lalu dampak problem, lalu di sanalah 32:21 kita bisa masuk ke solvingnya, problem 32:24 solving-nya. 32:27 Jadi untuk saya sih problem yang saya 32:30 sering hadapi saat ini itu mungkin 32:34 berada pada sifat saya. 32:38 Hm. 32:39 Seperti semisal kurang percaya diri, 32:43 h 32:44 ee 32:46 kurang berani kadang saat melakukan 32:47 sesuatu. 32:49 Ee dan alhamdulillah sekarang semenjak 32:53 belajar problem solving ini akhirnya 32:54 sudah mulai 32:56 bisa gitu ee 32:59 bisa mengenal masalah dan cara untuk 33:02 membereskan atau men-sorting masalah ini 33:05 itu sudah ngerti gitu, Pak. 33:08 Ee selain ini apa lagi, Pak yang 33:11 ditanya, Pak? [tertawa] 33:17 Kamu kok bisa ini enggak percaya diri 33:19 dari cara ngomong aja runtun bagus 33:23 kata-katanya teratur bagus sebenarnya 33:25 enggak ada problem ya. 33:27 Hm. 33:28 Kemudianna kalau Iksen ini dari siswa 33:32 kami dari Sukabumi. 33:33 Oh iya 33:34 yang memang pada saat awal-awal masuk 33:37 itu punya masalah dengan rasa percaya 33:40 dirinya. Padahal Ihsan ini 33:43 itu jago videografi, 33:46 fotografi, 33:47 kemudian e broadcast. 33:49 Masyaallah. 33:50 Alhamdulillah kita kan ada kelas master 33:52 class itu ya. Jadi kita ee belajar 33:54 dengan ahlinya 33:56 Ihsan ini kemarin menjadi salah satu 33:59 hostnya kayak Mas Krishna ini. 34:00 Oh gitu. 34:02 Iya. 34:03 Jadi enggak ada alasan ya Bu Wina ya? 34:05 Iya 34:05 Pak Iksan ini untuk 34:06 Iya betul. Saya juga minta Krishna sih 34:09 eh maaf minta Iksan untuk menjadi MC. 34:12 Saya tantang Iksan kamu berani challenge 34:14 diri kamu enggak gitu kan. Karena ee 34:16 ketika saya minta untuk listing masalah 34:20 mereka 34:20 salah satunya kan Iksan menyebutkan 34:22 masalah ee kurang percaya diri gitu kan. 34:25 Kemudian ada sebuah wadah yang bisa 34:29 siswa ee lakukan gitu ya. Kenapa tidak 34:32 dicoba kepada Iksan gitu kan, diberikan 34:34 kesempatan untuk Ihsan untuk berani 34:36 mencoba gitu kan. Ini bisa jadi ee 34:39 sebuah apa ya sebuah penyelesaian 34:41 masalah untuk ee Ihsan sendiri begitu, 34:43 Kak. 34:44 Dari kemampuan Ihsan yang luar biasa ini 34:46 enggak ada alasan sebenarnya untuk 34:47 enggak percaya diri. [tertawa] 34:50 Ihsan dapat belajar itu dari mana, 34:53 Iksan? 34:54 tentunya ee banyak sih mungkin untuk 34:58 saat ini gara-gara rata-rata ya 35:01 pengalaman karena saya tuh dulu itu 35:04 tidak percaya diri mungkin karena saya 35:06 tuh takut untuk mencoba. 35:08 Hm. 35:10 Gitu 35:11 sekarang sudah enggak lagi dong. 35:13 Insyaallah sih, Pak. Tapi saya [tertawa] 35:15 ada kadang 35:17 menghadapi masalah. 35:18 Ee Ihsan apa yang dirindukan dari 35:22 sekolah Insan Mandiri ini? karena lama 35:24 sudah enggak datang ke sekolah ya. Apa 35:26 yang paling dirindukan? 35:32 Halo Isan. 35:35 Halo. 35:38 Terputus soalnya. 35:42 Oh, terputus. Oh, sayang sekali ya. 35:46 Waduh, luar biasa nih guru-gurunya nih. 35:48 Pintar nih menurunkan ilmu ke 35:51 murid-muridnya sehingga pintar-pintar ya 35:53 dalam mendeskripsikan apa yang ingin 35:56 dibicarakannya itu. 35:58 Satya bagaimana? Sudah terhubungkah 36:00 Satya? 36:05 Satya belum. 36:06 Kami ya memang harus belajar Mas Krishna 36:09 dalam artian gini, guru itu tidak boleh 36:12 berhenti belajar. Kenapa? 36:15 Bisa kita bayangkan jika seorang guru 36:17 itu berhenti belajar. He. 36:20 Padahal yang akan nanti dihadapi oleh 36:24 siswanya belum tentu sama dengan kita. 36:26 Hm. 36:28 Salah satu fungsi guru itu bagaimana ee 36:31 teman-teman guru ini harus mampu untuk 36:33 menjadi inisiator mereka menjadi 36:35 inspirator. Mereka juga ee harus mampu 36:40 untuk memberikan contoh, mendorong, 36:42 membangun. 36:43 Hm. 36:44 sehingga dengan guru-gurunya saja yang 36:47 mau belajar, guru-gurunya yang terus 36:49 mengembangkan diri ini akan ee memantik 36:53 anak-anak kita. Mereka bahkan akhirnya 36:56 punya ide-ide yang ee jauh dari 37:00 perkiraan kita, Mas. 37:01 H 37:01 kami punya ee adik kelasnya Isan ya, 37:05 siswa-siswa kelas 10 itu mereka langsung 37:09 buat semacam ee podcast. He. Ihsan. 37:13 Salah satunya mereka apa namanya Bu 37:15 Inda? Gen Pro ya? 37:16 Iya. Gen Pro. Gen Pro itu mereka yang 37:18 cari sendiri 37:19 sehingatannya generasi produktif. 37:21 Masyaallah. 37:22 Bentuk salah satu bentuknya adalah ee 37:25 podcast mereka berbicara tentang apa 37:28 yang sedang ee menjadi problem mereka. 37:31 Jadi proses belajar akhirnya menjadi ee 37:36 sebuah materi yang dibahas dalam 37:39 ee podcast-podcast seperti itu. 37:42 Masyaallah, luar biasa ya. 37:45 Mem bagaimana Bu Wina kita cara 37:48 komunikasi 37:50 dengan mereka? Kadang-kadang nih karena 37:52 keterbatasan 37:54 pengetahuan suka ada benturan-benturan 37:56 juga jadi terhalang gitu. Bagaimana cara 37:59 komunikasi mereka supaya nyambung terus? 38:01 Iya, untuk komunikasi tentunya kita ee 38:03 harus terus ee aktif ya, maksudnya 38:05 menanyakan kabar segala macam kepada 38:07 siswa gitu untuk ee mengambil hati 38:10 mereka agar tetap ee kita bisa menjaga 38:12 komunikasi dengan siswa gitu. Memang ini 38:15 agak apa kendala juga ya dengan daring 38:17 ini. Kita tidak bisa secara langsung ee 38:21 membangun apa ya bisa dibilang membangun 38:24 empati dengan mereka karena kan dengan 38:26 jarak. Nah, ini ee adalah ee sebuah 38:31 tantangan untuk kami untuk bisa tetap 38:35 berhubung dengan mereka apapun ee 38:37 kendalanya gitu kan dengan byphone, 38:39 dengan chatting berhubung terus dengan 38:41 mereka seperti itu, Pak. Baik eh Iwan 38:45 dan pendengar radio silaturahim, kami 38:46 akan bacakan nomor HP yang Anda bisa 38:49 hubungi kalau Anda ingin bertanya tanya 38:52 tentang SMA IT Insan Mandiri Cibubur ini 38:54 nomornya hubungi Pak Jo. Pak Jo di 0812 39:00 27 39:02 097 39:07 0812 39:10 279 39:12 29 39:14 07 SMA ya IT Insan Mandiri Cibubor 39:19 Boarding School. Ini sudah pembukaan 39:21 penerian penerimaan 39:23 siswa baru ya sudah mulai terima ya. 39:26 Iya. Kalau untuk siswa baru memang kita 39:29 sejak tahun lalu bulan September itu 39:32 sudah mulai terima karena kami kan 39:35 sistemnya kuota. 39:37 Jadi begitu kuotanya sudah terpenuhi ee 39:40 kami tutup ya. 39:42 Ee alhamdulillah walaupun dalam kondisi 39:45 online seperti ini itu animonya termasuk 39:49 yang kemarin ada dari Aceh. 39:51 Oh dari Aceh. 39:52 Dari Iya. Kemudian juga yang dari 39:54 Kalimantan. dari Riau. Alhamdulillah 39:57 siswa-siswa kami saat sekarang siswa 40:00 terjauh itu dari Papua. 40:02 Oh, dari Papua. 40:04 Dari mana mereka? 40:05 Ee mereka ada yang ada yang browsing ya. 40:09 Kemudian juga 40:10 ada juga yang informasi dari kakak 40:13 kelas. 40:14 He 40:14 ya. Ee yang dari Maluku juga ada. kita 40:20 apa yang paling menjadi daya tarik 40:22 mereka sehingga mereka mendaftarkan diri 40:24 di SMA Insan Mandiri Boarding School ini 40:28 apa karena base of Qurannya based on 40:30 Al-Qur'an atau apa? 40:31 Iya. Kalau untuk siswa SMA itu tidak 40:35 bisa ditentukan hanya dari orang tua. H 40:38 biasanya 40:40 ee siswa SMP ataupun SMA yang mau 40:43 boarding itu bukan hanya sekali cari 40:46 sekolah dapat Mas Krisna. H 40:48 mereka itu ee melakukan ee perbandingan 40:52 dengan sekolah-sekolah yang lain. Nah, 40:55 ee kekuatannya ada di program, kemudian 40:59 juga ada dari bentuk-bentuk karya siswa 41:04 serta 41:06 kenyamanan dari ee boarding atau 41:09 asramanya itu penting sekali Mas 41:12 Krishna. He. 41:13 Karena bagaimana caranya 41:16 yang namanya sekolah dan asrama itu 41:18 menjadi rumah kedua? 41:20 Kalau dulu pada saat mereka masih 41:23 sekolah offline sebelum pandemi itu 41:26 malah jadi nomor satu. Karena waktu di 41:29 rumah selama 3 tahun dengan dibanding 41:32 dengan di ee asrama dan di sekolah itu 41:36 lebih banyak di rumah dan di sekolah, 41:38 Mas Krishna. 41:40 Oke, ini ada yang tanya nomor telepon 41:42 Pak Jo. Ini nomor telepon Pak Jo ya. 41:44 0812 41:46 27 0907 41:51 081227 41:54 0927. 41:56 Masih di acara jendela sekolah. Kami 41:59 akan kembali setelah yang [musik] 42:12 berasil TV. 42:18 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 42:20 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggi 42:23 Cibubur masih acara Jenderal Sekolah 42:25 bersama Bapak Kepala Sekolah kita dan 42:28 juga guru dari SMA IT Insan Mandiri 42:31 Cibubur. 42:33 Ee Pak Oni, Pak Oni ini kepala 42:34 sekolahnya. Sekarang kalau anak-anak 42:36 ingin mencari sekolah, apa sih yang 42:38 paling dicari dari anak-anak itu tentang 42:41 sekolah yang akan dia masuki itu? Apa? 42:43 Iya. ee beda siswa TK SD, SMP dengan SMA 42:49 karakteristiknya. 42:51 Jadi secara umum siswa SMA itu 42:55 tidak bisa hanya dengan ee informasi 42:59 yang didapat oleh orang tuanya. He. 43:01 Tadi ee di awal sebelum jeda ee saya 43:04 sempat sampaikan bahwa 43:06 untuk mencari sekolah apalagi yang 43:10 boarding itu pasti orang tua dan 43:13 siswanya 43:15 biasanya lebih dari tiga, empat sekolah 43:17 yang dikunjungi. 43:18 Hm. He. 43:19 Nah, ee 43:21 hal-hal yang menjadi ee ketertarikan itu 43:25 diawali dari prestasi sekolah, kemudian 43:29 lingkungan di sekitar, setelah itu 43:31 fisik sekolah menjadi pertimbangan juga 43:32 enggak? 43:33 Untuk fisik sekolah mungkin standar, 43:36 tapi kalau untuk boardingnya, 43:39 he 43:40 itu menjadi pertimbangan mereka. 43:42 H. He. 43:42 Alhamdulillah kita punya asrama yang ee 43:47 empat lantai 43:49 dan nyaman. 43:51 Ee enggak pakai AC, tapi kalau sudah di 43:55 dalam apa itu 43:56 enggak gerah ya? 43:57 Adem, Mas. 43:58 Adem? 43:59 Iya, adem. 44:00 Kozi. 44:01 Iya. Alhamdulillah seperti itu. Kemudian 44:04 suasana yang terbangun ee banyak siswa 44:09 yang bahkan pernah ada dari satu 44:11 boarding. Satu boarding dia posisinya 44:14 kelas 9 tapi dia mogok sekolah, Mas. 44:17 Enggak mau sekolah di sana. 44:19 Ee waktu itu yang diterima adalah 44:21 bullying. 44:22 Hm. 44:23 Di sekolah lamanya. Nah, kemudian ee 44:26 setelah survei ke tempat kami waktu itu 44:29 masih ada 3 bulan lagi anak ini mau 44:31 ujian. Tapi orang tuanya minta agar si 44:35 anak ini bisa ee bersekolahnya dengan 44:39 anak-anak kami. 44:40 Hm. 44:41 Akhirnya ee kami melihat dari sisi ee 44:45 psikis 44:47 jangan sampai 44:49 ee anak ini menjadi tidak percaya diri 44:51 hanya hal-hal yang ee dia tidak bisa 44:53 tangani. Nah, kemudian selama 3 bulan 44:57 anak ini bersekolah dengan teman yang 45:01 bukan ee satu sekolahnya. Nah, ee 45:04 alhamdulillah 45:06 kemudian setelah 3 bulan ikut ee 45:10 pengayaan materi dan lain sebagainya 45:12 dengan kami hanya datang ke sekolah itu 45:15 pada saat ujian. 45:16 Hm. 45:17 Itu SMP dan SMA-nya sekarang akhirnya 45:20 dengan kami. 45:22 Kalau secara 45:24 secara administratif tetap masih 45:26 tercatat sebagai sekolah lamanya. Tapi 45:28 yang kami perlihat, kami perhatikan 45:31 adalah ee dampak psikologis. 45:34 Nah, ini kan sekali lagi sekolah ini 45:36 lembaga proses di sekolah kami ini ee 45:40 menggunakan bukan the best input, Mas 45:43 Krishna. Artinya ada sebuah proses 45:48 penerimaan siswa baru yang cukup ketat 45:50 dengan menerapkan banyak tes. He. 45:53 Nah, di sekolah kami ini bukan seperti 45:54 itu. 45:55 Di sekolah kami ini begitu kuotanya 45:58 terpenuhi, mohon maaf seperti apapun 46:02 kondisinya kami terima. 46:04 Syaratnya yang penting ee masih ada 46:07 denyut nadi kata Pak Munit begitu. 46:09 [tertawa] 46:10 Iya, 46:11 masih ada napasnya masuk. Iya, seperti 46:13 itu, Mas Krishna. Nah, nah yang karena 46:17 sekolah ini bukan the best input, maka 46:21 bagaimana caranya anak itu bisa 46:23 menemukan jati dirinya, guru-gurunya 46:27 harus tahu cara belajar siswanya seperti 46:29 apa. Setelah itu baru gurunya mengajar 46:33 dengan cara belajar siswa. Maka ee 46:36 harapannya siswa jadi percaya diri 46:38 dengan proses belajar dan dia akan 46:40 menemukan cara belajarnya. Ini penting, 46:42 Mas Krishna, kenyamanan di dalam ee 46:45 proses pembelajaran. Karena kalau 46:47 siswanya tidak nyaman pada saat belajar, 46:49 sebetulnya percuma hari itu. Kalau 46:52 semalam kita dengarkan dari Pak Munif 46:54 juga di sekolah yang banyak tekanan 46:57 terhadap siswanya itu akhirnya tidak 47:01 akan muncul potensi siswanya. 47:03 Hm. Nah, ya. 47:04 Bahkan bahkan anak-anak akan ee dia 47:07 tidak lagi ee punya cita-cita 47:11 karena apa? 47:12 beban pendidikan, tugas-tugas itu tidak 47:16 berpihak kepada siswa. 47:18 Nah, ini penting Mas Siswa, Mas Krishna 47:20 dalam 47:21 dalam memilih sekolah. 47:22 Oke. Oke. Sekarang ke Bu Winda ni wakil 47:26 dari guru. Itu jam kerja guru tuh dari 47:30 jam berapa sampai jam berapa sebenarnya? 47:32 Jam kerja guru untuk saat ini dari 0.30 47:35 sampai jam .00 sore ya, Pak. Cuman 47:37 kadang ee beberapa guru pulangnya lebih 47:40 dari itu kalau misalkan kita di sekolah 47:42 atau kalau saya sih ee karena 47:45 berhubungan dengan anak langsung jadi ee 47:48 kadang suka melayani chat gitu kan 47:51 sampai malam gitu kalau ada yang mau 47:52 konsultasi [tertawa] 47:54 jam kerjanya panjang ya sampai rumah pun 47:56 masih 47:57 melayani siswa-siswa ya. 48:00 Biasanya apa saja yang 48:03 ditanyakan oleh mereka? Ini sih, Pak, 48:05 lebih kepada konsultasi perguruan tinggi 48:07 karena kan untuk kelas 12 ini sedang 48:09 mempersiapkan untuk mereka masuk ke 48:10 perguruan tinggi. Jadi, ada yang tanya 48:12 tentang jurusan, kemudian cara apa jalur 48:16 masuk dan sebagainya. Itu sih, Pak. 48:18 Nah, di Insan Mandiri kan ada SD-nya, 48:21 ada SMP-nya, ada SMA-nya. 48:23 Apakah orang yang e siswa yang sudah SMP 48:27 lalu SMA-nya juga akan di sana lagi atau 48:29 keluar? Bagaimana rata-rata 48:32 kalau presentasinya 48:36 itu di memang belum belum sampai 50% 48:39 siswa SMP ke SMA itu rata-rata ee mereka 48:43 selalu menyampaikan ee ingin cari 48:46 suasana lain. 48:47 He. 48:48 Tapi kenyataannya begini, Mas. He. 48:50 Siswa SMP yang ee sudah pindah ke tempat 48:54 lain itu mereka tuh masih selalu janjian 48:57 ketemu dengan wali asrama, [tertawa] 48:59 dengan teman-temannya kumpul itu ketemu 49:02 dengan wali asrama atau ee mereka itu 49:05 mau kan karena ini online juga jadi kita 49:09 undang alumni-alumni itu. Nah, mereka 49:12 itu sekolahnya SMA-nya di tempat lain 49:14 tapi masih tetap ee dengan kita. Nah, ee 49:19 Mas Krishna ini di memang ee kondisi 49:23 saat sekarang ini kan sebetulnya ya 49:26 bukan hanya karena pandemi saja ya, tapi 49:28 sistem dari pembelajaran abad 21 salah 49:31 satunya dengan blended learning. Nah, ee 49:34 anak-anak kita ini mereka punya ee 49:38 sekarang untuk yang mungkin belum belum 49:41 mampu tadi ya, karena tidak tidak 49:43 semuanya juga ee sudah langsung belajar 49:46 problem solving, mampu menyelesaikan 49:48 masalah. Kadang-kadang ada juga di 49:50 antara mereka yang ee terjebak dalam 49:52 rutinitas sehingga ee belajar online ini 49:57 ee kadang-kadang suka disalah artikan. 49:59 anaknya sedang belajar, ibunya bilang, 50:01 "Kamu setiap hari lihatnya handphone 50:02 aja." 50:04 Itu seperti itu. Nah, ee 50:07 kami memang di di sekolah ini membangun 50:10 sinergi dengan orang tua. Setiap hari 50:13 wali kelas itu menyampaikan kepada orang 50:15 tuanya ee anak-anak yang belum hadir. 50:19 Kemudian selain itu ee mereka juga 50:22 menyampaikan tugas-tugas yang belum 50:23 selesai. di kita ini 1 bulan sekali kami 50:27 menyampaikan progres pembelajaran siswa 50:29 baik itu yang sifatnya adalah 50:31 pembelajaran di sekolah maupun ee 50:34 tugas-tugas yang ada di boardingnya. 50:36 Jadi anak-anak yang belum selesai mereka 50:39 itu dari orang tua diingatkan dari wali 50:41 kelas dan juga guru di sekolah. Inilah 50:44 cara kami salah satunya dalam kondisi 50:46 online ini untuk tetap menjaga 50:48 sinergitas dengan orang tua dalam 50:50 memantik ee kemajuan siswanya. Mas 50:53 Krisna. 50:54 Baik, Ikana Nawat. Ee demikian tadi 50:56 bincang-bincang kami dengan Pak Guru dan 51:00 eh dengan Bu Guru dan juga kepala 51:01 sekolahnya dari SMAI IT Insan Mandiri 51:04 Cibubur. Ini kita sudah dibati segala 51:07 waktu. Ada terakhir yang mau 51:07 disampaikan? 51:09 Oke. Baik. 51:10 Ada. Silakan. Ee di sekolah kami di SMA 51:12 IT Insan Mandiri Cibubur ini selain 51:15 siswa diajarkan kemampuan kognitifnya 51:17 ya, Pak, ee siswa juga mendapatkan eh 51:21 life skill yang bisa mereka aplikasikan 51:23 di abad 21. 51:25 Kemudian eh salah satunya itu tadi 51:27 problem solving eh yaitu anak dibekali 51:29 kemampuan untuk memecahkan masalahnya 51:31 sendiri dan ada program khusus di 51:34 sekolah kami gitu ya. Mungkin ini tidak 51:36 ada di sekolah yang lain 51:38 gitu, Pak. dari Poni. 51:40 Iya. Ee sukses masa depan ditentukan 51:44 dengan ee sukses memilih sekolah yang 51:49 mampu memantik potensi siswa menjadi 51:52 kompetensinya. 51:54 Iya. Udlah insan mandiri. 51:56 Kami kan 51:58 kalau salat zuhur atau apa ya jemah nih 52:02 banyak tuh siswa-siswa yang salat 52:03 berjamaah ya. Oke, e ini nomor 52:06 teleponnya yang Anda bisa tanyakan untuk 52:09 keterangan lebih lanjut mengenai SMA IT 52:12 Insan Mandiri Cibubur. Nomornya 0812 52:16 279 52:18 2907 52:20 0812 52:22 27 092907. 52:27 Terima kasih, Pak Oni, Ibu Winda. 52:29 Mudah-mudahan 52:32 ee pada enggak kehabisan kuota nih 52:35 orang-orang yang mau daftar karena 52:36 peminatnya banyak sekali ya. 52:37 Iya. 52:37 Oke, terima kasih saya Muhammad Krishna 52:39 Niza dan Anis Mali mohon pamit. 52:41 Wabillahi taufik walhidayah. 52:43 Wasalamualaikum warahmatullahi 52:44 wabarakatuh.