Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tertawa]
- [Musik]
- Ya Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggi,
- Cibubur, Bekasi. Inilah Radio
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan dan akhwat yang
- dimuliakan Allah. Bagaimana kabar Anda
- hari ini? Semoga selalu dalam keadaan
- sehat walafiat. Bahagia sekali saya
- Rizka Agustin, Yusuf Subangki juga Zen
- dan Robi dari TV menjumpai Anda kembali
- dalam acara kajian pagi pada hari ini ee
- edisi Ahad 16 Jumadil Akhir 14.39
- Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 4
- Maret 2018. Dan siaran ini juga dapat
- disaksikan secara langsung melalui
- YouTube Rasil TV. Kajian pagi pada hari
- ini akan dibawakan oleh Ustaz Hamzah
- Alatos yang telah hadir di studio. Kita
- akan sapa dulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat ya, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah sehat walafiat.
- Alhamdulillah ya, Ustaz. Pada hari ini
- kita akan membahas tema dengan judul
- kita belum lagi mengagungkan Allah
- dengan sebenarnya. Demikian ya, Ustaz
- ya. Ya, ikhwan dan akhwat. Itu mungkin
- menjadi pertanyaan bagi masing-masing
- diri kita selama ini ya. Kita akan
- temukan jawabannya di tausiah guru kita
- Ustaz Hamzah Alafas. Silakan Ustaz.
- Syukran.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
- wafiruh wa naud nauzubillahi min syururi
- anfusina wamin sayiati
- a'alina yahdihillah fala mudhillalah wam
- yudlilhu fala hadiyaalah. Wa ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
- wa habibuhu wasofiyuh khairu nabiyin
- arsala.
- arsalahullahu rahmatan lil alamina
- basyir wair faqadag risalah waal
- amanah ummah wahada fillahi haqq
- jihadana baid
- lailahariha lahu illa
- allahumma wasallim wik nabi
- Waa alihi wasbihi ajmain. Subhanaka la
- ilma lana illa ma alamtana innaka antal
- alimul
- hakim. Rabbana zidna ilma walhiqna
- bisolihin. Rabbana la tuzig dlubana
- ba'daid haditana wahablana minadunka
- rahmatan innaka antal wahab.
- Rabbisrohli sodri wa yassirli amri
- wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Amma
- ba'du. Para pendengar Radio Rasil serta
- pemirsa Rasil TV di mana pun antum
- berada.
- Salamullahi
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah wasyukrulillah. Kita
- panjatkan puji syukur kita ke hadirat
- Allah Subhanahu wa
- taala yang begitu banyak tercurah nikmat
- dan karunianya kepada
- kita terutama sekali nikmatul iman wal
- Islam wa kafa bihima min naik'mah.
- Para pendengar Radio Rasil serta pemirsa
- Rasil TV yang dimuliakan Allah subhanahu
- wa taala.
- Pada kesempatan kali
- [Musik]
- ini
- setelah pada minggu-minggu yang
- lalu kita membahas
- bagaimana
- kemukjizatan Al-Qur'anul Karim dari segi
- penulisannya. Ini adalah sebagian dari
- mukjizat Al-Qur'anul Karim.
- Al-Qur'an yang merupakan
- kalamullah, firman Allah Subhanahu wa
- taala. Al-Qur'an merupakan
- kitab
- yang tersusun demikian rapi, demikian
- serasi, demikian indah.
- Sehingga Allah subhanahu wa taala
- menantang
- para
- pujangga di masa jahiliah pada waktu itu
- dari kaum Quraisy maupun kabilah-kabilah
- lainnya
- untuk menandingi Al-Qur'anul
- Karim
- membuat suatu kitab yang seperti
- Al-Qur'anul
- Karim. Setiap kali tantangan dari Allah
- Subhanahu wa taala diajukan kepada
- mereka, tak satuun di antara mereka yang
- sanggup
- untuk menandinginya.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- menurunkan tantangannya ini, level
- tantangannya dari membuat satu
- Al-Qur'an, satu kitab yang seperti
- Al-Qur'an
- diturunkan level
- tingkatannya. Kalau kalian enggak
- sanggup, silakan buat 10
- surah. Biasisyri suarin minal Qur'an. 10
- surah daripada Al-Qur'an.
- Mereka pun tidak
- sanggup. Kemudian diturunkan lagi
- levelnya menjadi satu
- surah daripada
- Al-Qur'an pun mereka tidak sanggup
- untuk melayani tantangan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Bahkan Allah subhanahu wa taala
- menantang mereka agar supaya silakan
- mereka itu bukan satu persatu seperti
- dalam
- pertandingan satu persatu
- untuk menandingi Al-Qur'anul Karim.
- Mereka ditantang oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Silakan mereka bekerja sama baik
- di antara manusia maupun antara manusia
- dengan jin sekalipun. Silakan.
- Walau ijtamaal insu wal jinnu ala
- ayatumlial
- qurani. Ya, seandainya jin dan manusia
- berkumpul
- untuk membuat seperti Al-Qur'an ini,
- mereka tidak akan
- sanggup. Inilah salah satu kemukjizatan
- Al-Qur'an.
- baik dalam segi penyusunannya, keindahan
- bahasanya, apalagi kandungannya yang
- begitu yang begitu dalam.
- Bukan itu saja, bagaimana kandungan
- Al-Qur'an
- [Musik]
- ini ya, yang ternyata juga
- ya karena ini adalah merupakan refleksi
- dari ilmu
- Allah, maka apa-apa
- yang ada di alam di dalam
- Al-Qur'an akan
- menggambarkan baik itu
- hal-hal yang
- terjadi di masa lampau, masa kini,
- maupun masa akan datang.
- dan juga akan menceritakan
- hal-hal yang ada dan berlangsung di
- alam fana ini dan juga apa yang akan
- berlangsung di alam akhirat
- nanti. Semuanya tercakup dalam
- Al-Qur'anul Karim karena ini adalah
- kitab Allah, karena ini adalah
- kalamullah.
- Nah, para pendengar Radio Rasil serta
- pemirsa Rasil TV yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala.
- Pada kali ini
- kita akan
- membahas judul atau
- topik, yaitu kita
- belum mengagungkan Allah dengan
- sebenarnya. Kita belum lagi mengagungkan
- Allah dengan sebenarnya. Ini saya ambil
- dari firman Allah Subhanahu wa taala
- dalam surah
- Az-Zumar ayat 67 maupun dalam surah
- Al-An'am ayat
- 91. Yang mana Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Wama qadarlaha haqqa
- qadrihi."
- Mereka belum lagi mengagungkan Allah
- atau menghargai Allah dengan
- sebenar-benarnya pengagungan atau dengan
- sebenar-benarnya
- penghargaan. Para pendengar Radio Rasil
- serta pemirsa Rasil TV yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala.
- Untuk lebih jauh kita
- mendalami firman-firman Allah Subhanahu
- wa taala ini, marilah
- kita
- membaca ee surah
- Az-Zumar ayat 67 juga nanti diikuti
- dengan surah Al-An'am ayat 91.
- Akan tetapi terlebih dahulu marilah kita
- awali dengan membaca ummul kitab suratul
- fatihah. Semoga Allah subhanahu wa
- taala membukakan hati
- kita, memaafkan segala kesalahan dan
- dosa kita juga kesalahan dan dosa kedua
- orang tua kita, para guru
- kita, orang-orang yang telah berjasa
- kepada kita juga
- dosa saudara-saudara kita kaum mukminin
- dan mukminat.
- Al
- had wa had Muhammadin sallallahu alaihi
- wasallam.
- Alfatihah.
- [Musik]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- Maiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Wama qadarullaha haqqa
- qadrih wal arduhu
- jamian qabdatuhu yaumal qiyamati
- wasamawati
- mathwiyatum
- biyaminih
- subhanahu wa
- taala
- amma yusyrikun
- fq man
- fisamawati fil ardhi
- illa
- Allah tumma nufikha fihi ukhra faidza
- hum
- qiamun yandzurun
- Kita baca juga suratul
- An'am ayat
- 91. Wama qadarullaha haqqa
- qadrihi
- idalu maa
- anzalallahu ala
- basyarim minai.
- qul man anzalal
- kitaballadzi
- jaa bihi musa nur wa hud
- linnas nur wa hud linnasi
- taj'alunahu
- qaraisa
- tubdunaha wa
- tukhfuna katsir
- Waimtum ma lam
- tamu antum wa wala
- abaukum
- qulillah tummadarahum fi khaudihim
- yal'abun wa hadza kitabun
- anzalnahu
- mubarakum musaddiqu
- baina
- yadaii ummal qura
- wanadina yumminuna bil akhirati
- yumminuna bihi wahum ala
- shatihim
- [Musik]
- yuhafidun
- sadaqallahulzim wasodq rasuluhun nabiul
- habibul karim wahnuika
- Walhamdulillahiabbil
- alamin. Para pendengar Radio Rasil serta
- pemirsa Rasil TV yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala.
- Allah Subhanahu wa taala
- menyebutkan di dalam surah Az-Zumar ayat
- 67
- ini dengan
- firmannya padaan
- azubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim balillah wama
- qadarlaha haqqa
- qadrihi dan mereka tidak mengagungkan
- Allah sebagaimana
- mestinya
- atau kita katakan wama qadarullaha haqqa
- qadrihi dan mereka belum lagi menghargai
- Allah dengan sebenar-benarnya
- penghargaan.
- Artinya Allah Subhanahu wa taala di
- sini menyindir
- manusia, mengingatkan
- manusia bahwasanya mereka belum lagi
- mengagungkan Allah Subhanahu wa
- taala dengan sebenar-benarnya
- pengagungan. Belum lagi menghargai Allah
- dengan sebenar-benarnya penghargaan.
- Kalau mereka
- menghargai
- seorang pejabat, seorang yang
- berpangkat dengan begitu
- pengagungan. Tapi banyak sekali di
- antara manusia yang tidak menghargai
- Allah subhanahu wa taala.
- terutama sekali ya seperti yang
- yang kita jelaskan pada minggu-minggu
- yang lalu tentang mukjizat kalamullah
- ini
- dengan sindiran dari Allah Subhanahu wa
- taala dengan peringatan dari Allah
- Subhanahu wa taala kepada kita
- bahwasanya banyak manusia yang tidak
- menghargai Allah dengan sebenar-benar
- nya
- penghargaan termasuk bagaimana
- menghargai Allah adalah bagaimana
- manusia ini tidak menghargai firman
- Allah Subhanahu wa taala, tidak
- menghargai Al-Qur'anul Karim yang
- merupakan petunjuk langsung dari Allah
- Subhanahu wa taala. Mereka menganggap
- Al-Qur'an ini sama
- seperti karangan manusia.
- Sehingga kalau kita melihat,
- mendengar bagaimana orang suka
- mengatakan ada beberapa ayat Quran, oh
- ini hilang. Ada beberapa ayat Quran ini
- dihapus.
- ini sebenarnya
- juga secara tidak langsung, secara tidak
- sadar bahwasanya kita
- menyamakan firman Allah Subhanahu wa
- taala ini sama seperti karangan manusia.
- Kalau manusia
- boleh ketika mengarang sesuatu kemudian,
- oh ini kesalahan ini, ini
- kelupaan dihapus.
- atau apabila manusia mengarang tentang
- sesuatu kemudian di karangan lain atau
- seringkiali di kitab yang sama, di
- susunan yang
- sama terdapat
- paradoks, terdapat kontradiksi antara
- satu pernyataan dengan pernyataan yang
- lainnya.
- Kalau itu boleh, kalau itu buatan
- manusia itu
- maklum.
- Itu adalah karya manusia yang diif, yang
- sering alfa alpa, yang sering lupa. Itu
- wajar. Tapi jangan
- samakan Al-Qur'an
- ini seperti karangan manusia. ini
- berarti kita tidak menghargai Allah
- dengan
- sebenar-benarnya. Itu tadi dalam hal
- penyusunan. Begitu juga dalam hal hukum.
- Terkadang apa yang Allah Subhanahu wa
- taala firmankan dalam
- Al-Qur'an secara jelas, secara
- sorih, secara
- muhkam tentang satu hal, tapi tetap kita
- mengatakan, "Ah, itu kan bukan begitu
- maksudnya. Bukan begitu yang dimaksud.
- Yang benar adalah
- seperti kata guru saya seperti ini
- seperti itu. Padahal ini
- adalah suatu firman yang sori yang
- jelas. Saya kasih contoh misalnya ada
- perintah Allah Subhanahu wa
- taala yang
- memerintahkan berkali-kali kalau kita
- mendengar suatu
- berita hendaklah tabayyun
- dulu, cek
- dulu, receck
- lagi. Ini kan perintah Allah Subhanahu
- wa taala. Ya ayyuhalladzina amanu in
- jaakum fasiqu binabinim
- fatabayyanu. Wahai orang yang beriman,
- kalau datang kepada kalian seorang yang
- fasik dengan satu berita fatabayyanu.
- Jelas
- dulu, cek dulu berita
- tersebut. Asa anusibu
- bijahalatin fatusbihu ala ma fa'altum
- nadimin. Barangkali saja nanti kalau
- kamu menerima langsung berita tersebut,
- kalian bisa menjatuhkan vonis kepada
- seorang.
- melakukan
- eksekusi, melakukan suatu
- tindakan dengan tidak benar, dengan
- tanpa ilmu, tanpa dirck. Fatusbihu ala
- ma faaltum nadimin. Sehingga kalian
- nantinya akan menyesal terhadap apa yang
- kalian kerjakan itu. Kalau kita menuduh
- seorang, ternyata menuduh seorang dengan
- tuduhan yang tidak benar, ternyata orang
- itu bersih dari tuduhan kita, tidak
- seperti yang dikhabarkan oleh berita
- yang datang kepada
- kita, maka tanggung sendiri. Kita akan
- di samping
- men dimintai pertanggungjawaban oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala. Menuduh seseorang dengan tuduhan
- yang tidak benar adalah merupakan dosa
- yang
- besar. Ya, itu adalah dosa besar.
- Dan nantinya akan dimintai
- pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu
- wa taala.
- kita akan disidang oleh Allah Subhanahu
- wa taala di akhirat
- nanti. Oleh karena
- itu, orang yang benar-benar beriman
- kepada Allah dan yaumil
- akhir, dia akan tidak akan melakukan
- suatu tindakan kecuali dia pikirkan
- dulu.
- Dia tidak akan berkata dengan suatu
- ucapan melainkan dia pikirkan
- dahulu. Karena semua itu akan dimintai
- pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu
- wa taala nanti di yaumil
- kiamah. Ini satu contoh. Banyak sekali
- contoh-contoh yang lain ya dari berita
- tadi saja. Bagaimana sampainya berita
- kita
- harus mengecek terlebih
- dahulu mengecek kebenarannya. Bertanya
- dulu, pikirkan dulu seperti
- itu. Bukan ketika
- diingatkan kita kan harus tabayun dulu,
- harus cek dulu. Oh, kalau kepada mereka
- sih orang seperti itu enggak perlu
- tabayun.
- Kata fulan, "Saya dengar dari si
- fulan, dari dengar dari siapapun namanya
- manusia yang tak lepas dari hawa nafsu,
- dari
- sifat iri
- dengki yang tidak
- lepas
- dari latar belakang dan
- kepentingan
- tetap karena ini adalah perintah Allah.
- Allah maha
- tahu setiap hati manusia, setiap hati
- hambanya. Oleh karena itu, Allah
- ingatkan ini adalah standar yang akan
- menyelamatkan
- kita. Menyelamatkan kita dari
- pertanggungjawaban yang begitu besar di
- yaumul
- kiamah. Nah, banyak Allah tidak
- menghargai firman Allah Taala ini lebih
- menghargai ucapan manusia. Oh, kalau
- orang seperti itu mah kalau sering
- diistilahkan ahli bidah, enggak boleh
- didengerin ucapannya itu sudah pasti
- salah. Apapun yang mereka kalah katakan
- itu, itu ini tidak
- benar ya.
- siapapun
- ya kalau ucapannya benar kita bisa
- terima ya seperti itu. Nah ini
- ya apa yang Allah Subhanahu wa taala
- firmankan dalam ayat-ayatnya yang sori
- dalam ayat-ayatnya yang jelas dalam
- Al-Qur'anul Karim. Terkadang
- kita dengan gampangnya saja
- menyingkirkan penegasan peringatan dari
- Allah Subhanahu wa taala tadi, kita
- lebih menghargai ucapan
- seseorang. Inilah
- yang ingin saya ingatkan. Wama
- qadarullaha haqqa
- qadrihi. Mereka sama sekali tidak
- menghargai Allah dengan sebenar-benarnya
- penghargaan.
- Padahal amal kita begitu
- sedikit. Gak patut kita berbangga diri
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Tak layak kita mengangkat kepala
- kita ke hadapan Allah Subhanahu wa
- taala dengan
- membanggakan segala amal yang telah kita
- kerjakan.
- Diriwayatkan bagaimana nanti ya saya
- baca dalam kitab Annashaihuddiniah dalam
- kitab yang dikarang oleh Al Habib
- Abdullah bin Alwi Al Haddad Sahibur
- Ratib
- diriwayatkan bagaimana nanti di yaumil
- qiamah
- tatkala pengadilan
- digelar untuk para manusia
- Ya. Hamba-hamba Allah dari para
- malaikat yang sejak diciptakan oleh
- Allah Subhanahu wa taala mereka selalu
- patuh kepada Allah subhanahu wa taala
- yang diperintahkan untuk sujud. Mereka
- sujud kepada Allah subhanahu wa taala
- yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu
- wa taala untuk rukuk. Mereka rukuk ya
- sampai yaumul
- qiamah. Mereka
- semuanya
- yang sejak diciptakan mengabdi kepada
- Allah subhanahu wa taala
- mereka berkata, "Ya Rabbi ma abadnaka
- haqqo
- ibadatik wnaka haqqofatik."
- Wahai Tuhanku, kami sama sekali belum
- mengabdi kepada Engkau dengan
- sebenar-benarnya
- pengabdian dan kami belum mengenal
- Engkau dengan sebenar-benarnya
- pengenalan. Ini yang diciptakan oleh
- Allah Subhanahu wa taala ya sejak awal
- sampai yaumul kiamah selalu diisi dengan
- ibadah kepada Allah, kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Demikian pula
- manusia
- ya manusia pun akan mengal
- mengalami dan merasakan seperti
- itu. sungguh sombong, sungguh
- congkak. Orang yang baru beramal
- sedikit, baru berinfak
- sedikit, sudah
- me menybongkan diri, sudah dengan
- bangganya menganggap dirinya paling
- suci, menganggap dirinya paling benar.
- Padahal Allah Subhanahu wa
- taala
- berfirman, "Fala tuzak
- anfusakum." Maka janganlah kalian
- menganggap diri kalian itu suci. Hua
- a'lamu bimanittaqo. Allahlah yang paling
- tahu siapa orang yang bertakwa.
- Karena yang menghisab kita, yang menilai
- kita adalah Allah Subhanahu wa taala.
- Kita ini di dunia ini seperti berada di
- dalam arena
- ujian semuanya.
- Semua kita dari rakyat jelata sampai
- pemimpin, dari orang yang jahil sampai
- ulamanya semuanya kita ini berada di
- arena ujian. Semuanya kita
- diuji sesuai dengan kapasitas dan
- kemampuan kita masing-masing. Allah maha
- adil.
- Dan semua kita ini bukan
- muhasib, bukan yang memberi nilai,
- bukan. Kita ini semuanya muhasab.
- Arti orang yang dihisab oleh Allah
- Subhanahu wa
- taala yang ikut ujian dan akan dinilai
- oleh Allah Subhanahu wa
- taala sampai kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- pun Allah berfirman, "Innama alaikal
- balag wa alainal hisab."
- Tugasmu ya Rasulullah, ya asrafal
- khalqi, menyampaikan risalah
- ini, memberikan penjelasan kepada
- manusia tentang firman-firman Allah
- ini. Tapi setelah itu
- selesai ya, selesailah tugas Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Wa alainal
- hisab. Dan tugas kamilah, bagian kamilah
- yang akan menghisab mereka. Jadi yang
- menghisab Allah Subhanahu wa
- taala. Innama anta
- mudzakir. Sesungguhnya engkau ya
- Rasulullah sebagai pemberi
- peringatan lasta alaihim
- bimusitir. Engkau bukanlah sebagai
- seorang eksekutor
- bukan. Yang menghisab nanti adalah Allah
- Subhanahu wa taala.
- Oleh karena
- itu,
- hendaklah al-fakir mengajak dan
- sekaligus mengingatkan diri al-fakir
- sendiri juga para pendengar dan pemirsa
- Rasil Radio Rasil maupun Rasil TV untuk
- sama-sama maas diri dan ingat kepada
- Allah Subhanahu wa taala. selalu
- mengkoreksi segala ucapan dan tindakan
- kita. Selalu senantiasa
- memikirkan dampaknya apakah baik atau
- buruk yang kita
- ucapkan. Apakah yang akan kita ucapkan
- ini
- akan
- berdampak yang tidak baik terhadap
- saudara kita?
- Hal ini perlu
- dipikirkan apalagi kalau kita menerima
- berita yang tidak baik. Hendaklah kita
- check and research sesuai sesuai dengan
- firman Allah dan perintah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Wama qadarullaha
- haqqa
- qadrihi. Dan mereka belum menghargai
- Allah.
- belum mengagungkan Allah dengan
- sebenar-benarnya pengagungan. Wal ardu
- jamian qdatu
- yaumalqiamah. Padahal semuanya bumi ini
- dengan segala isinya berada di dalam
- genggaman Allah subhanahu wa taala. Kita
- sering menghargai manusia di dunia ini.
- Seorang penguas penguasa
- atau seorang yang berpangkat
- tinggi. Padahal di dunia mereka ini
- fana. Sebentar mereka berikan umur dan
- kesempatan setelah itu sirna. Tapi yang
- memiliki dunia ini yang segala sesuatu
- yang terjadi di dunia ini di dalam
- genggamannya artinya di dalam kekuasaan
- dan iradahnya Allah Subhanahu wa taala.
- Zat yang menguasai itu kita tidak
- hargai. Allah Subhanahu wa taala
- ingatkan ini. Wal ardu jamianu
- yaumalqiamah
- wasamawatuamini. Bumi dan segala isinya
- berada di dalam genggamannya di yaumil
- kiamah. Wasamawatu matwiyatum biamini.
- langit-langit semua akan terlipat dalam
- genggaman
- tangannya.
- Artinya di
- dalam kekuasaan Allah Subhanahu wa
- taala. Subhanahu wa taala amma
- yusyrikun. Maha suci Allah dan maha
- tinggi dari apa yang mereka
- persekutukan.
- Di ayat yang lain dalam surah Al-An'am,
- Allah pun
- mengingatkan, wama qadarullah haqqa
- qadrihi. Dan mereka belum lagi
- mengagungkan Allah atau menghargai Allah
- dengan sebenar-benarnya penghargaan atau
- pengagungan. Idzalu ma anzalallahu ala
- basyarim minai. Tatkala mereka
- mengatakan Allah tidak menurunkan
- sesuatu kepada
- manusia. Artinya Allah tidak, mereka
- tidak percaya bahwa Al-Qur'an ini
- kalamullah. Bahwa Al-Qur'an ini adalah
- firman Allah yang
- diwahyukan ya kepada Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Kemudian
- Allah bertanya.
- Allah mengatakan, "Qul, katakanlah ya
- Rasulullah, man anzalal kitaballadzi jaa
- bihi Musa." Siapa kalau gitu yang
- menurunkan
- Alkitab yang dibawa oleh Nabi Allah Musa
- Alaih
- Salam? Nur wah hudan linas sebagai nur,
- sebagai
- cahaya sebagai
- penerang wah hudan dan sebagai petunjuk
- linnas bagi manusia.
- Siapa kalau gitu ya? Ini terutama sekali
- Allah Subhanahu wa taala
- menyindir orang-orang yang paham atau
- mempercayai
- bagaimana. Nabi Musa pun membawa kitab
- suci dari Allah Subhanahu wa
- taala. Siapa yang menurunkan itu?
- menurunkan kitab yang
- diturunkan kepada Nabi Musa atau yang
- dibawa oleh Nabi Musa sebagai nuran
- linas tajalunahu
- qataunahafuna. Yang kalian jadikan kitab
- itu sebagai
- lembaran-lembaran ya yang tidak
- berharga.
- Tubuh
- dunaha kalian nampakkan sebagian watfuna
- katir dan kalian banyak sembunyikan yang
- lain. Jadi bagaimana ini sebenarnya
- bukan saja terhadap sindiran terhadap
- ahlul kitab tapi juga sebenarnya kepada
- umat Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang diberikan Alkitab juga
- yakni Al-Qur'anul Karim.
- bukan saja saja kepada bani is bani
- israil baiknya itu ee ee ataupun juga
- bukan saja kepada orang-orang Nasra yang
- diberikan kepada mereka
- kitab. Bagaimana kitab itu mereka tidak
- hargai dengan sebenar-benarnya dianggap
- sebagai ya lembaran-lembaran biasa yang
- dinampakkan sebagiannya. Artinya yang
- dinampakkan yang apa? Yang sesuai dan
- sejalan dengan kepentingannya.
- banyak
- orang untuk mendukung
- kepentingannya, mendukung
- kelompoknya, mendukung hawa nafsunya,
- dicarikan ayat-ayat Quran yang sesuai
- dengan itu. Kemudian ditampakkan ini
- kebiasaan dan kelakuan Ahlul Kitab pada
- waktu itu. Dan ini nampak
- sehingga banyak di dalam kitab tersebut
- terjadi
- takrif, terjadi
- perubahan-perubahan pemalsuan-pemalsuan.
- tubdunaha wfuna
- katir
- ditampakkan yang sesuai dengan keinginan
- mereka yang sesuai dengan kepentingan
- mereka watfuna katiran dan kalian
- menyembunyikan banyak hal ya kalau
- dahulu ya bagaimana mereka
- menyembunyikan sesuatu
- bisyarah yang sangat besar yang
- diberitakan oleh para nabi-nabi
- sebelumnya itu tentang adanya Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
- tentang datangnya Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yang hal
- tersebut terdapat di dalam kitab mereka
- ciri-cirinya. Nah, ini
- disembunyikan. Kenapa
- disembunyikan? Karena tidak sesuai
- dengan harapan mereka, tidak sesuai
- dengan kepentingan mereka. Disembunyikan
- hal itu, ayat-ayat tersebut.
- Jadi tubdunaha wafuna katir ada yang
- kalian
- tampakkan tapi banyak yang kalian
- sembunyikan. Itu
- tergantung
- kepentingannya. Nah, ini
- berarti orang seperti ini tidak
- menghargai Allah subhanahu wa taala
- haqqa
- qadrihi. Ingat apa yang Allah ceritakan
- terjadi kepada kaum-kaum sebelum Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam.
- kepada ahli
- kitab ya, kepada Bani
- Israil ya. Bukan berarti oh mereka kita
- kemudian berbangga diri. Oh kita sih
- bukan ini yang dimaksud dengan ayat
- ini. Bukan ini yang Allah tujukan dengan
- ayat
- ini. Padahal ayat ini Al-Qur'an adalah
- diturunkan untuk umat Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Kenapa
- diceritakan tentang Bani Israil seperti
- itu? Banyak dalam Al-Qur'an
- kisah-kisah tentang Bani Israil, tentang
- pengingkaran mereka, tentang penentangan
- mereka
- terhadap firman-firman Allah, penghinaan
- mereka terhadap nabi-nabi
- mereka. Ini bukan hanya sekedar cerita.
- Karena Al-Qur'an bukan buku sejarah.
- Al-Qur'an bukan
- buku sirah. Al-Qur'an adalah firman
- Allah yang berisi peringatan, yang
- berisi pelajaran. Kenapa diceritakan
- hal-hal yang yang terdahulu? ini sebagai
- ibrah bagi
- kita, sebagai tazkirah bagi
- kita, sebagai zikra ya atau peringatan
- bagi
- kita agar supaya kita tidak melakukan
- hal seperti apa yang mereka lakukan.
- seperti itu. Inilah yang dilakukan oleh
- para sahabat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi
- wasallam tatkala bagaimana di perangan
- di dalam perang
- peperangan satu
- peperangan mereka mengatakan begitu
- patuhnya mereka kepada perintah
- Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam sampai mereka mengatakan ingat
- akan firman
- Allah bagaimana kurang ajarnya Bani
- Israil kepada Nabi Musa yang
- mengatakan ketika diperintahkan untuk
- maju
- berperang, mereka
- mengatakan, "Idhab anta waabbuka
- faqatila innahauna
- qa'idun." Pergi saja kamu dan Tuhan
- kamu. Lihat kurang ajarnya Bani Israil.
- Idzhab anta warabbuka. Enggak dibilang
- warabbuna. Pergilah kamu, berangkatlah
- kamu hai Musa
- dan Tuhanmu. Inna hauna qaidun. Saya mau
- duduk-duduk aja di sini. Kamu aja yang
- pergi. Nanti kalau sudah menang saya
- ikut. Seperti itu
- istilahnya. Tapi para sahabat Nabi tidak
- demikian. Artinya
- bagaimana? Apa yang diceritakan dalam
- Al-Qur'an tentang sikap kurang ajarnya.
- mereka terhadap Nabi enggak. Itu adalah
- sebagai peringatan. Enggak bakal
- diikutin oleh para sahabat Nabi seperti
- itu
- dikatakan mereka mengatakan la naquulu
- kama qala Banu Israil. Ketika mereka
- diperintahkan untuk ikut berperang kami
- tidak akan mengatakan ya Rasulullah
- seperti apa yang dikatakan oleh Bani
- isra israil idhab anta
- warabbuka faqatila inna hauna qidun.
- Tapi
- kami
- mengatakan idhab
- antaabuka
- faqatila inna maakuma
- muqatilun. Pergilah kamu dengan Tuhanmu
- berperang. Kami pun ikut berperang
- bersama kamu. Seperti
- itu. Para pendengar Radio Rasel dan
- pemirsa Rasil TV yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala. Kita kembali
- mengingatkan
- bagaimana terkadang manusia ini tidak
- menghargai Allah dengan
- sebenar-benarnya. Terutama sekali di
- dalam penghargaan mereka terhadap firman
- Allah Subhanahu wa
- taala. Firman Allah dianggap sama
- seperti ucapan
- manusia. Firman Allah dianggap sama
- seperti karangan manusia yang bisa
- salah.
- yang mungkin ada kelupaan kali di sana.
- Padahal Allah Subhanahu wa taala sudah
- katakan, "Wama kanana rbuka nasiya." Dan
- Tuhanmu tidak mungkin
- lupa. Dan Allah Subhanahu wa taala juga
- mengatakan, "Ma faratna fil kitabi
- minai." Tidak ada suatu yang kami
- luputkan dalam Al-Qur'an ini. Arti
- segala
- sesuatu disebutkan dalam Al-Qur'an.
- Memang Al-Qur'an tapi tidak menyebutkan
- segala
- sesuatunya ya secara rinci seperti itu.
- Kalau dirincikan Al-Qur'an ini tebalnya
- seperti
- apa? Ya, sulit kita membacakan dan
- segala sesuatu biasanya kalau yang
- terlalu rinci
- itu dia akan termakan oleh zaman ya.
- Kecuali firman Allah mungkin ya. Tapi
- kalau dalam hal secara umum, segala
- sesuatu yang terlalu rinci ya dia
- terzaman oleh makan. Artinya kalau yang
- terlalu rinci nanti setelah berlalunya
- zaman ternyata
- keadaannya berubah dan tidak seperti
- yang dirincikan tadi ya kecuali yang
- dirincikan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. ini secara umumnya seperti
- itu. Saya ingin memberikan contoh apa
- yang Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan. Terkadang kita tidak
- menghargai firman Allah ya ini dalam
- hal apa yang Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan
- tentang alam ini. Allah Subhanahu wa
- taala ceritakan dalam akhir surah
- Luqman.
- Itu di ayat 34 Allah katakan
- innallahahu ilmus
- saah waunazilul gita walamu ma fil
- arham w tadri nafsum maza taksibu gada w
- tadri nafsum biayyi ardin tamut
- innallaha alimun
- khabir innallahahu ilmus saah sungguhnya
- Allah pada sisinya
- nyalahnya pada sisinyalah
- atau hanya Allah Subhanahu wa taala yang
- mengetahui
- tentang hari
- kiamat. Innallahahu ilmus
- sa'ah. Ilmu atau pengetahuan tentang
- datangnya kapan hari kiamat hanya di
- sisi Allah. Hanya Allah yang
- tahu ya, tidak ada yang
- mengetahuinya. Jadi kalau ada
- orang-orang memprediksi
- ya sering beredar di medsos, oh umur
- dunia akan sekian tahun, 1500
- tahun ini menyalahi perintah Allah
- pernyataan
- Allah. Tidak ada yang tahu tentang hari
- kiamat ini kecuali Allah. Rasulullah
- saja
- ditanya oleh malakar Jibril
- matah. Rasulullah menjawab, "Mal masulu
- anha biama minil." Katanya yang ditanya
- enggak lebih tahu dari yang nanya.
- Artinya kita sama-sama enggak
- tahu. Kok ada yang memprediksi sekian
- tahun, sekian
- tahun. Itu enggak bukan urusan kita. Hal
- itu kita diperintahkan seperti yang di
- Rasulullah ketika ditanya oleh seorang
- badui, "Ya Rasulullah, mata
- sa'ah kapan terjadi hari kiamat?"
- Rasulullah enggak jawab, tidak mempredik
- sila ma a'dadta
- laha. Apa yang kau telah persiapkan
- untuk menghadapi kiamat tersebut? Enggak
- usah ditanya kapan terjadinya.
- Kulluatin qorib. Segala sesuatu yang
- bakal datang itu dekat. Enggak usah
- ditanyakan tapi
- wadalaha. Apa yang kamu persiapkan? Amal
- apa yang kamu sudah persiapkan untuk
- menghadapi kiamat
- tersebut? Kiamat ini hanya Allah
- Subhanahu wa taala yang tahu. Jadi
- enggak perlu kita memprediksi-prediksi
- seperti itu. Rasulullah ditanya,
- Rasulullah tidak memprediksi.
- Tapi bagaimana kita mempersiapkan diri
- untuk menghadapi yaumul kiamah nanti?
- Bukan saja yaumul kiamah ya, mungkin
- lebih jauh ya, yaitu menghadapi kematian
- kita yang datangnya tidak kita tidak
- bisa ketahui. Jangan kira orang yang
- sudah sakit, oh dia bakal mati lagi.
- Banyak orang yang kagak gagah, lagi
- kuat, lagi sehat, kemudian meninggal.
- Ada dalam satu riwayat disebutkan
- rubahikin
- milhi. Berapa banyak orang yang sedang
- tertawa dengan
- terbahak-bahak?
- Waakfanuhu injar. Dan padahal kafannya
- sedang
- disiapkan. Artinya kafan yang ada di
- toko menjadi atau di tempat ee yang suka
- memandikan jenazah sedang dipersiapkan
- di sana. sama-sama enggak tahu. Tapi
- Allah maha tahu. Berapa banyak orang
- yang sedang
- terbahak-bahak, bergembira, tertawa
- padahal umurnya sudah
- dekat. Itu yang perlu kita perhatikan
- untuk kita
- persiapkan. Di sini Allah Subhanahu wa
- taala menyebutkan, "Innallahahu ilmus
- sa'ah wazilul gita." Dan Allahlah
- yang menurunkan hujan. Allah tahu
- bagaimana kadar hujannya, bagaimana
- jumlahnya, kepada siapa yang diturunkan,
- ke daerah
- mana yang Allah akan
- turunkan. Ini Allah yang maha
- tahu. Ingat ini Allah samanya
- menyebutkan Allah mengetahui hal itu
- dengan
- sedetail-detailnya. Lalu apakah ini
- tidak bertentangan? Ustaz misalnya orang
- bertanya dengan suka kita itu ada
- ramalan
- cuaca ya. Hal ini tidak bertentangan
- dengan hal tersebut. Ramalan cuaca
- adalah bagian dari kemajuan teknologi,
- kemajuan ilmu pengetahuan yang itu
- semuanya juga itu anugerah dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- bukan hal suatu hal yang
- yang mungkin kita anggap sebagai ini
- bertentangan dengan firman Allah. Sama
- sekali tidak. Allah itu mengetahui ya
- kapan terjadinya hujan, kepada siapa
- diturunkan, butir-butir kadarnya itu
- seperti
- apa. Ya. Kemudian setiap air tetes itu
- dimanfaatkan oleh siapa? Allah tahu
- semuanya. Apakah BMKG tahu semuanya itu?
- tidak hanya
- prediksi. Dan prediksi ini sebagai
- analoginya, sebagai gambarannya seperti
- ya pernah juga saya kemukakan seperti
- kita yang berada di studio ini. Kita
- enggak tahu apa yang terjadi di
- luar. Terjadi di luar ada apa ya? Apakah
- sedang matahari redup ataukah berawan?
- Karena kita tertutup di sini, kita
- enggak
- tahu. Nah, tapi orang yang ada di luar
- lebih tahu dari
- kita. Karena dia ngelihat langsung, "Oh,
- alam cuacanya cerah ini." Oh, misalnya
- awannya ee mataharinya sedang mendung
- ini tertutup awan. Orang yang di luar
- lebih tahu dari kita yang di dalam sini.
- Ini juga perbandingannya bagaimana orang
- di BMKG itu kenapa kok lebih tahu dari
- kita? Sebab dia dengan menggunakan
- alat-alat ya dengan menggunakan
- teknologi bisa melihat bagaimana
- pergerakan awan, anginnya ke mana. Dia
- mempredikkan oh kecepatan
- angin sekian
- km/jam arahnya ke daerah sini. Ada di
- sana kumpulan awan yang mengandung air.
- Oh, kira-kira sampai di daerah sini dia
- akan turun hujan. Diprediksi seperti
- itu. Kenapa saya tahu? Karena ibarat
- tadi dia ada di luar, kita ada di
- dalam. Seperti
- itu ya. Nah, kalau bagi Allah, Allah
- tahu segala sesuatunya. Di sini di akhir
- ayat Allah katakan innallaha alim. Maha
- mengetahui. Khabir, maha mengetahui
- segala sesuatu yang detail. Jadi bukan
- hanya tahu kapan turunnya hujan, tapi
- Allah tahu
- butiran-butirannya. Kepada siapa saja
- ini akan
- jatuh, ke daerah mana saja yang akan
- jatuh, Saudara. Ya, waktunya,
- kapasitasnya, semuanya ya. Curah hujan.
- Allah maha mengetahui seperti
- itu. Demikian pula wa'lamu ma fil arham.
- Allah maha mengetahui apa yang ada di
- dalam rahim. Ini juga jangan di kita itu
- a teknologi misalnya oh wah enggak
- percaya ah ee dengan adanya sekarang
- orang suka pakai USG
- ultrasonografi itu yang bisa melihat di
- rahim bayi yang dalam kandungan.
- Bahkan sekarang dulu musikin hanya tiga,
- dua dimensi, kemudian meningkat tiga
- dimensi, sekarang sampai empat dimensi.
- Bisa kelihatan arti bentuknya bentuk
- fisik kelihatan bayi itu di
- dalam di dalam rahim. Dulu masih
- waktu ya anak saya mungkin ngelihatnya
- saya enggak bisa kalau bukan dokter yang
- ngelihat masih dua dimensi gurem. Kalau
- sekarang kelihatan bentuknya seperti
- itu, apakah lalu kemudian ini lebih
- hebat dari apa yang Allah Subhanahu wa
- taala katakan. Allah Subhanahu wa taala
- katakan way'lamu wa fil arham. Allah
- hanya Allah yang mengetahui apa yang di
- dirahim. Berarti manusia juga mengatakan
- tidak. Manusia ini adalah diberikan
- anugah anugerah ilmu dari Allah
- Subhanahu wa
- taala untuk
- memprediksi ya untuk menyelidiki apa
- yang ada di dalam tubuh
- manusia. Sebab Allah sudah sebutkan
- sanurihim ayatina filqi wafi anfusihim.
- Kami akan perlihatkan tanda-tanda
- kekuasaan kami fil afaq di angkasa luar
- ini wafi anfusih dan di dalam diri
- mereka. Ini janji Allah. Allah akan
- perlihatkan bagaimana hebatnya ya
- kekuasaan Allah Subhanahu wa taala.
- Seharusnya ee hal ini ya setiap kali
- terungkap suatu ilmu pengetahuan yang
- mengungkapkan
- rahasia tentang penciptaan manusia atau
- rahasia tentang apa yang ada di dalam
- tubuh kita ini. Ini harusnya menambah
- keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Ya, kalau USG dengan bisa melihat di
- dalam perut, di dalam rahim paling
- dilihat bisa
- tahu
- bentuknya ya, jenis kelaminnya bisa tahu
- laki atau perempuan ya. Akan tetapi yang
- Allah maksudkan di sini wa'lamu ma fil
- arham.
- Ya Allah mengetahui ma ini ma isim
- mausul nih artinya segala sesuatu apa
- yang ada di rahim ya bukan hanya saja
- dia bentuknya laki apa dia jenis
- kelaminnya laki atau
- perempuan tapi Allah tahu segala
- kondisinya denyut jantungnya
- darahnya gennya apa semuanya Allah
- tahu ya sampai segala sesuatunya Ya,
- bagaimana dia ini akan hidup besar
- seperti apa, umurnya berapa tahun
- rezekinya seperti apa Allah maha tahu.
- Walamu ma fil aram. Ma ini itu segala
- sesuatu yang tidak la hasrala ya yang
- artinya segala sesuatu ee yang tidak
- terbatas bagi Allah subhanahu wa taala.
- Mengetahui apa
- saja yang terjadi dalam al-arham. Jadi
- bukan hanya tahu jenis kelamin atau
- beratnya kira-kira
- berapa, tapi Allah tahu umurnya berapa.
- Nanti si bayi ini dia nanti setelah
- lahir dia akan melakukan apa. Allah tahu
- semuanya. Kemudian nanti ketika sudah
- dewasa dia akan berjodo dengan siapa?
- Allah tahu. Ya. Tapi bukan berarti Allah
- kemudian menggiring segala perbuatan
- manusia. Tidak.
- Ya, Allah mengetahui apa yang terjadi,
- tapi Allah berikan kepada manusia ya
- kemampuan untuk melakukan aktivitas
- seperti
- itu. Wama tadri nafsum ma taksibu. Dan
- manusia pun tidak tahu apa yang akan dia
- lakukan pada esok hari. Ini juga hal ini
- tidak berarti ya. kita ini tidak boleh
- memprediksikan apa yang akan terjadi
- besok. Misalnya kita merencanakan,
- membuat planning itu silakan saja tidak
- adaan bertentangan. Tapi secara realnya
- kenyataannya akan terjadi apa kita
- enggak tahu. Boleh saja
- manusia
- memprediksi, membuat rencana biasa.
- Bahkan rencana itu biasanya kalau di
- dalam usaha bukan hanya
- sehari ke depan, seminggu ke depan,
- sebulan ke depan, tapi bagaimana
- prediksi setahun membuat misalnya bisnis
- plan ya, kemudian nanti ada midterm plan
- kemudian ada lagi jangka panjang sampai
- misalnya berapa tahun, 5 tahun kemudian
- bagaimana predik ini prediksi-prediksi
- boleh saja bukan hal-hal yang dilarang
- atau bertentangan dengan ini gak. Tapi
- kenyataannya yang akan terjadi seperti
- apa? Hanya Allah yang
- tahu. Ya waamu wama tadri nafsun maza
- taksibu gada w tabdri nafsun biiri ardin
- tamud. Setiap jiwa tidak tahu di mana
- dia akan
- meninggal. Ya kadang seorang sudah
- mempersiapkan tempat dia mana meninggal
- tapi dia tidak meninggal di sana.
- Kita
- kenal panglima perang atau pahlawan
- perang umat Islam Khalid bin
- Walid.
- Ya, dia akan selalu berperang di depan.
- Dia selalu menjadi
- komandan ya, pimpinan
- pasukan. Perang itu sudah
- menjadi darah dagingnya. Tapi
- meninggalnya bukan di dalam peperangan.
- dia meninggalnya di di tempat
- tidur ya tidak ada yang tahu di mana. W
- adrita nafsum biay ardin
- tamut innallaha alimun khabir.
- Sesungguhnya Allah maha
- mengetahui. Ya, secara umum khabir maha
- mengetahui yang yang detail. Ya, inilah
- hendaknya kita pahami ya. Dan juga kita
- harus meyakini, harus menghargai Allah,
- mengagungkan Allah dengan
- sebenar-benarnya. Juga kita mengagungkan
- kitab sucinya ini, Al-Qur'anul Karim.
- Karena ini adalah firman Allah, jangan
- kita samakan sama seperti kitab karangan
- manusia ini. Kita harus utamakan. Dan
- Allah sudah nyatakan ini adalah hudan wa
- nur dan juga sebagai mizan, sebagai
- neraca tolak ukur bagi kitab apa saja.
- Al-Qur'an ini adalah
- ukurnya sebagai
- mizannya ya. Tanpa tolak ukur yang pasti
- yang kita gunakan, kita akan berada di
- dalam perselisihan. Kita akan berada di
- dalam pertentangan, percecokan. Oleh
- karena itu, kalau kita tahu talak
- ukurnya ke mana ya, perbedaan pendapat,
- perbedaan ee mazhab, perbedaan ee cara
- berpikir, itu hal menjadi hal yang
- biasa, menjadi hal yang rumrah, menjadi
- hal yang wajar. Ya, akan tetapi
- perbedaan hati itu yang dilarang oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Saling benci
- membenci, saling
- musuh-musuhi. Itu
- yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa
- taala dan diwanti-wanti oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Jangan
- kalian berselisih ya. Yaitu berselisih
- ya. Karena hati kalian saling dengki,
- saling memusuhi, saling benci. Itu yang
- membuat keretakan di antara kaum
- muslimin. Itu yang membuat kaum muslimin
- tidak bersatu, tidak kompak. Akan tetapi
- kalau perbedaan di antara kaum muslimin
- diiringi dengan perbedaannya hati,
- perbedaannya tujuan, maka itu menjadi
- suatu kekuatan yang sangat
- dahsyat. Ini saja yang dapat saya
- sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat.
- Lebih kurang saya mohon maaf. Billahi
- taufik wal hidayah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ya rabbana
- atarofna
- [Musik]
- biannanafna wa annana
- asrafna aladha
- asrofna fatub alaina
- taubah tagsilhu kulla
- haubah
- wasurlanal
- aurati wa aminir rauah
- [Musik]
- rabi wa
- mauludina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah au jiratin au shohbah wal
- muslimina ajma amin
- [Musik]
- wudanin
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- sula wasallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi
- wasahbihi adadat
- [Musik]
- Ya Allah, kami mengaku bahwa kami
- berdosa, kami melampaui batas, kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam, kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan.
- Puji bagi Allah sejak awal hingga akhir.
- Ikhwan dan akhwat yang dimuliakan Allah,
- demikian tadi telah kita simak bersama
- tausiah dari Ustaz Hamzah Alatos dengan
- temanya pada hari ini kita belum lagi
- mengagungkan Allah dengan sebenarnya.
- Untuk ikhwan dan akhwat yang ingin
- bertanya atau mungkin menanggapi atau
- mungkin juga berdialog dengan Ustaz
- Hamzah Alatos bisa melalui layanan
- interaktif kami di nomor telepon
- 0218451512 atau melalui SMS atau
- WhatsApp di
- 08
- 111999 720.
- Kami akan kembali setelah yang berikut
- ini.
- Ya.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Sungguh hati manusia itu lebih mudah
- berbolak-balik daripada air dalam bejana
- yang telah mendidih. Hadis riwayat Imam
- Ahmad. Duhai jiwa yang
- terluka. Tidak sepatutnya kau tumpahkan
- air mata di sosial media.
- Namun tumpahkanlah air matamu di dalam
- kesunyian di hadapan Allah azza
- waalla. Karena hanya Dialah yang mampu
- memberikan solusi
- hakiki. Sementara sosial media hanya
- meresponmu dengan rasa iba.
- Duhai jiwa yang
- gelisah yang kesunyian dalam
- kerinduan. Jangan kau tuturkan resahmu
- di sosial media.
- Sehingga syahwat
- dunia mengatur siasat untuk
- menerkammu, membuahimu dengan semua kata
- semu. Ketika kau lengah dan lumulai,
- maka dia akan
- menjeratmu. Curahkanlah hanya kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Karena hanya
- Allah azza waalla yang mampu memberikan
- solusi terbaik bagi setiap
- makhluknya. Sementara kepada makhluk
- hanya akan menimbulkan kekecewaan
- lainnya.
- Maka janganlah kau pajang auratmu di
- sosial
- media, terlebih lagi isi hatimu.
- Q
- [Musik]
- inama asku bi huzni ilallahi waamu
- minallahi ma laun.
- [Musik]
- Rasil TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Masih bersama saya
- Riska Agustin, juga ada Yusuf Subangkit
- di meja operator dan Zen serta Robi
- daerah Rasil TV dalam acara kajian pagi
- bersama Ustaz Hamzah Alatos dengan
- temanya pada hari ini kita belum lagi
- mengagungkan Allah dengan sebenarnya.
- Ya, Ustaz, kita langsung menuju ke
- pertanyaan ee pertanyaan
- pertama melalui
- WhatsApp
- dari hamba Allah di Jakarta. Iya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Hamzah Alatos.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apakah tidak mengagungkan Allah dengan
- sebenar-benarnya itu manusiawi?
- Sejauh mana hal tersebut bisa ditolerir
- ya, Ustaz? Mohon pencerahannya.
- Jazakumullah khair.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli wasallim ala sayyidina
- Muhammadin wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Manusiawi atau tidak manusiawi
- ini tergantung ya. Tapi kita harus ingat
- firman Allah Subhanahu wa taala tatkala
- Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Ittaqulaha haqqa
- tuqatih." Bertakwalah kalian dengan
- sebenar-benarnya
- ketakwaan. Artinya kita diperintahkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala hendaknya
- kita bertakwa dengan
- sebenar-benar ketakwaan.
- Demikian pula kalau kita mengagungkan
- Allah, harus kita mengagungkan dengan
- sebenar-benarnya pengagungan kepada
- Allah Subhanahu wa
- taala dalam firmannya, dalam kitab
- sufunya dengan sebenar-benarnya
- pengagungan.
- Kemudian sampai batas mana ya
- pengagungan tersebut yang diperintahkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala dengan
- sebenar-benarnya seperti tadi ketakwaan
- kepada Allah dengan sebenar-benarnya
- takwa. Allah pun maha tahu tentang
- keadaan kita. Allah pun maha tahu
- tentang kapasitas kita. Oleh karena itu,
- Allah pun berfirman, "Ittaqulahahum."
- Bertakwalah kalian sesuai dengan
- kemampuan kalian. Artinya Allah
- Subhanahu wa taala menginginkan kita
- bertakwa dengan sebenar-benarnya sesuai
- dengan kemampuan kita masing-masing.
- Akan tetapi ya di sini jangan diartikan
- semau kita bukan artinya
- kita upayakan.
- kita laksanakan dengan sebenar-benarnya,
- tapi setiap kita akan memiliki
- kapasitas, memiliki kemampuan
- masing-masing seperti itu. Nah, oleh
- karena itu Allah pun maha tahu. Tidak
- mungkin kapasitas misalnya seorang
- pedagang ya, petani misalnya mau
- disamakan seperti ya ibadahnya
- seorang ulama yang abid seperti itu ya.
- beda karena bidangnya beda. Nah, tetapi
- ketakwaannya Allah Subhanahu wa taala
- memiliki penilaian masing-masing.
- Seorang
- pedagang ya, petani misalnya,
- pekerja, pekerja keras
- misalnya, pekerja kasar
- misalnya, ya. Allah pun memiliki
- penilaian terhadap mereka. Asal mereka
- ingin bertakwa dengan sebenar-benarnya.
- Bagi si pedagang, dia berdagang dengan
- jujur ya, dengan
- amanah, dengan benar ya, tidak
- berkhianat ya. Itulah dia kapasitas dia.
- Adapun dia misalnya mau mau ibadahnya
- karena waktunya enggak cukup, enggak
- seperti orang yang alim, yang abid
- misalnya, yang waktunya luang
- untuk beribadah dalam hal hablum
- minallahnya banyak.
- Tapi si pedagang ini ya agak kurang.
- Tapi bagaimana dia melakukan
- perdagangannya itu dengan baik? Maka
- Allah memiliki penilaian tersendiri.
- Setiap orang dengan
- kapasitasnya masing-masing ya mungkin
- dia nanti di sisi Allah akan sederajat
- seperti itu. Inilah yang diharapkan dari
- kita ya. Ittaqulaha haqqa tuqatih dan
- juga
- ittaqulaha e mastatum. Ini sebenarnya
- kenyataannya diharapkan bagi kita adalah
- ittaqulah haqq taqatih. Dan tentunya
- sesuai dengan kapasitas masing-masing.
- Allah maha tahu.
- Ittaqulaha'tum. seperti itu. Demikian
- pula tadi, jadi tentang pengagungan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala
- hendaklah dengan sebenar-benarnya tapi
- Allah Subhanahu wa taala maha tahu ya.
- Kalau kita mau mau ingin mencapai
- sesuatu yang
- tertinggi ya Allah Subhanahu wa taala
- maha tahu ya setiap kita ini adalah ya
- ada memiliki kapasitas masing-masing.
- Akan tetapi dalam hal yang kita berikan
- contoh tadi bagaimana kita harus
- benar-benar ya mengagungkan
- firman-firman Allah, menempatkan
- firman-firman Allah di atas segala ya
- ucapan. di atas
- segala ee karangan atau kitab ya seperti
- itu. Wallahualam. Iya. Baik, pertanyaan
- selanjutnya kita ada
- telepon ee kita akan terima. Halo.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh. Iya. Dengan
- Bapak siapa ini, Pak? Di mana? Dari Pak
- Daud. Ini di Jalan Percetesakan Negara.
- Oh, iya. Baik. Ee mohon volume radionya
- dikecilkan ya, Pak ya. Ya, sebentar, Bu
- ya. Maklum di pinggir jalan sebentar.
- Nah, kalau sekarang, Bu. Iya. Oke.
- Sudah, sudah. Ya, silakan, Pak. Dengan
- Ustaz Hamzah Alatos. Asalamualaikum, Pak
- Ustaz.
- Alhamdulillah, Pak, ya, saya
- mendengarkan radio silaturahim baru kali
- ee mungkin dua kali, Pak, ya. Saya on
- air ini memang selalu saya radio saya
- taruh di depan aja gitu, Pak. Iya. yang
- jadi pertanyaan saya jadi begini ee
- orang bertakwa itu sendiri Pak ya ee
- cara kita tuh katakanlah kita kan
- sebagai hamba Allah gitu ya ee bagaimana
- seumpamanya gini Ustaz ee Pak ya ee
- seumpamanya saya nih sebagai pedagang
- gitu ya apakan saya nih harus sejujur
- juga
- ya Allah putus ee sudah terputus ya
- kira-kira apa kayak pertanyaan ya, Ustaz
- ya. Ya, mungkin tadi pertanyaan Pak Daud
- ya. Ya, saya karena terputus e iya
- teleponnya menyinggung juga tadi tentang
- profesi ee beliau ya sebagai apa tadi?
- Pedagang. Iagang arti dan juga
- menyinggung tentang ketakwaan. ini sama
- dengan jawaban saya sebelumnya ya tadi.
- Bagaimana masing-masing kita memiliki ee
- kapasitas yang berbeda. Masing-masing
- kita memiliki profesi yang berbeda ya.
- Dan profesi masing-masingnya itu
- semuanya mendapatkan penilaian dari
- Allah Subhanahu wa taala. ya. Apakah dia
- seorang dokter, apakah dia seorang
- insinyur, apa dia seorang ee kontraktor,
- apa dia seorang pedagang, apa dia
- seorang petani, semuanya ya sesuai
- dengan kapasitas mereka ya Allah
- Subhanahu wa taala berikan penilaian dan
- masing-masing bisa menjadi seorang yang
- muttaqin, bertakwa, seorang pedagang ya
- dengan dagangannya. Kalau dia jujur ya,
- dia amanah ya, dia tidak
- berkhianat, dia melakukan perdagangan
- dengan baik ya. Ya, maka itu amalan apa
- yang dia kerjakan itu adalah juga bagian
- daripada ibadah. Ya, ibadah ini ibadah
- yang disering di ulama menyebutkan
- ibadah ghair mahdah ya. Kalau ibadah
- yang mahdah arti ibadah yang ibadah
- khusus seperti kita salat, puasa seperti
- itu ya. pergi haji itu ibadah khusus ya.
- Ya. Kalau orang yang seperti tadi
- seperti pedagang atau petani kalau dia
- berusaha mencari rezeki dalam mencari
- rezeki untuk menafkahi keluarganya ya
- dengan baik maka itu adalah bagian
- daripada ibadah dia. Dan Allah Subhanahu
- wa taala maha adil dan maha mengetahui
- segala kondisi hambanya. Allah Subhanahu
- wa taala mempunyai penilaian yang begitu
- ee begitu adil yang maha adil ya.
- Penilaian yang diiringi dengan rasa
- rahmat ya.
- Allah Subhanahu wa taala bisa mengangkat
- satu kaum ee seseorang dengan
- amalan-amalan yang kadang-kadang katanya
- dianggap amalan
- ini ya kecil seperti itu. Tapi Allah
- Subhanahu wa taala memiliki penilaian
- tersendiri ya. Kalau di sana terdapat
- keridaan Allah Subhanahu wa taala maka
- dia akan terangkat dengan amalnya itu
- dan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala ke dalam surganya. Oleh karena itu
- ya jangan artinya jangan kecil hati
- sebagai apapun predik ee apa pekerjaan
- kita ya agar agar apabila kita
- melakukannya dengan baik dengan
- penuh
- ee tekun ketekunan, dengan penuh
- kejujuran ya Allah Subhanahu wa taala
- tidak menyia-nyiakan innallaha yudiu
- ajra amala amilin ya si Fl tidak akan ee
- menyia-nyiakan setiap pekerjaan orang
- yang bekerja tersebut. Ya, ini mungkin
- ini prediksi dari pertanyaan karena tadi
- ee terputus teleponnya. Wallahualam.
- Iya. Baik. Ee pertanyaan selanjutnya ya
- untuk Pak Daud. Mudah-mudahan terjawab
- ya. I untuk pertanyaan selanjutnya dari
- SMS dari hamba Allah di Sukabumi. Iya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz yang dirahmati
- Allah. Terima kasih atas
- pencerahannya.
- Pertanyaan ee kami, bagaimana dengan
- orang muslim siapapun itu yang mengajak
- masyarakat untuk menghalangi umat Islam
- untuk melaksanakan ketakwaan kepada
- Allah?
- dan benci terhadap ulama yang istikamah
- menjunjung tinggi agama Allah Subhanahu
- wa taala.
- Iya. Allahumma shallli wasallim ala
- sayyidina Muhammadin wa ala ali
- sayyidina
- Muhammad. Ya, kalau orang seperti ini
- ya kalau
- menghalangi ketakwaan kepada Allah
- Subhanahu wa taala tapi muslim ya Ustaz
- ya. Iya. Hal ini pun ya banyak ya di
- antara di zaman dia lakukan di apa
- dialami oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam orang yang mengaku
- muslim tapi kerjaannya
- menghalang-halangi selalu ee kaum
- muslimin untuk melakukan kebaikan,
- selalu
- me lemahkan persatuan kaum muslimin.
- membikin kacau di antara
- mereka, memberikan berita-berita yang
- tidak baik supaya terjadi kekacauan di
- antara kaum muslimin ya. Menggambarkan
- bagaimana akan datang pasukan musuh yang
- begitu besar, yang begitu dahsyat. Itu
- biasa dilakukan oleh orang yang mengaku
- muslim.
- Tapi ya kerjaan seperti itu yang dialami
- oleh Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam tentunya bagi mereka
- ya akan
- mendapatkan ee azab dari Allah Subhanahu
- wa taala lebih daripada orang-orang yang
- kafir. Ya seperti itu. Orang munafik
- kalau orang munafik. Tapi hal ini ya
- tidak bisa kita men-judge mereka itu
- langsung sebagai munafik karena kita
- enggak tahu hati orang. Tapi ketahuilah,
- ingatkan kepada mereka, pekerjaan mereka
- ini sama seperti pekerjaan orang-orang
- munafik di zaman Nabi itu Abdullah bin
- Ubay bin Salul CS. Ya, mereka subhanahu
- wa taala nyatakan, "Innal munafiqina
- fidqil asfali minanar." Sesungguhnya
- orang munafik berada di dasar yang
- paling bawah dari api neraka. Tapi kita
- enggak bisa men-judge seorang ini, "Oh,
- kamu munafik gak ya." Tapi kita ingatkan
- saja jangan sampai kamu nanti
- digolongkan ke kepada golongan mereka
- ya. Kamu ngaku muslim ya, mengaku Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- sebagai nabi kamu. Tapi nanti ketika di
- yaumul kiamah enggak diakuin ya. Kita
- ingatkan, kita nasihatkan orang yang
- seperti itu. Tapi jangan kita judge ya,
- karena kita enggak tahu hati orang.
- Wallahualam.
- Iya.
- Baik.
- Ee pertanyaan
- selanjutnya melalui WhatsApp dari Bapak
- ee Oh, ini ee hamba Allah di Bekasi.
- Iya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Mohon
- pencerahan apa bagaimana perbedaan
- antara qada dan qadar? Terima kasih.
- Ya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala sayidina Muhammad. Ini masalah
- qada dan
- qadar. Sering orang menjadi rancu ya.
- Sering orang juga salah
- memahaminya. Bukan hal itu saja ya.
- Bukan untuk untuk masyarakat umum. Saya
- pun dulu seperti itu ya.
- Tapi ketika kita memahami dari
- Al-Qur'anul Karim ya, karena qada dan
- qadar ini banyak
- ya ini berkaitan dengan Allah Subhanahu
- wa taala ya. Qada dan qadar adalah kekus
- Allah kan. Kekuasaan Allah ada sesuatu
- yang berhubungan dengan Allah yang
- paling pas yang menerangkan adalah Allah
- subhanahu wa
- taala. Ya. Masalah qada dan qadar
- ini qada.
- Ya, secara bahasa kita artikan qada
- yaqdi. Qadaan artinya
- menetapkan ya memutuskan seperti dalam
- firman Allah. Waqad rabbuka alla tab'udu
- illa iyah wabil walidaini
- ihsana. Dan Allah telah menetap
- menetapkan menentukan mewajibkan alla
- ta'budu illallah. agar supaya kalian
- tidak menyembah kecuali kepada
- Allah. Wabil walidaini ihsanan. Dan
- Allah telah menetapkan kepada kalian,
- mewajibkan kepada kalian untuk berbuat
- baik kepada kedua orang tua. Ini kata
- qada ya. Qada. Qada yaqdi qadaan. Bentuk
- masdarnya itu tadi kata kerjanya. Terus
- kemudian kata kerja ee kata bendanya
- atau kata bentukan dari kata qada yaitu
- qada.
- Artinya adalah
- ketetapan dan ketentuan Allah yang
- berlaku pada alam semesta ini dan juga
- pada makhluknya. Qada. Jadi arti qada
- itu kalau qadar apa dari arti qadar?
- Qadar arti dari
- kata qaddara yuqaddir qadar atau takdir.
- Ya,
- kalau takdir
- artinya dari asal kata qaddaro yuqaddiru
- taqdiron.
- Ya, qaddarah itu isim fa'ilnya, fi'il eh
- eh qaddarah itu fi'il madhinya.
- Yuqaddiru fi'il mudhori takdir menjadi
- isim masdar kata bendanya, kata
- jadiannya, kata
- bentukannya. Qaddarah artinya apa?
- Qaddarah artinya
- menentukan kadarnya,
- menetapkan. Ya sudah jadi bahasa
- Indonesia juga kadar. Qadar itu jadi
- bahasa Indonesia yang artinya kadar.
- Ya,
- ukuran qaddarah itu artinya Allah
- menentukan
- ukurannya
- ya. Menentukkan ukurannya, menentukan
- jenisnya, menentukan batasannya itu
- qadar ya. Artinya kita seperti kita
- ee apa? Mengkadar mentahu mengetahui
- kadar sesuatu ya. kadar air misalnya ee
- kadar oksigen dalam air itu kita arti
- tahu ukurannya berapa, volumenya berapa,
- persentasenya berapa, seperti itu. Kadar
- hidrogen dalam air seperti itu dan yang
- lain-lainnya itu kadar Allah Subhanahu
- wa taala yang menentukan itu. Menetapkan
- segala sesuatunya ditetapkan
- ukuran-ukurannya ditetapkan bagaimana
- garam itu rasanya asin ya. Bagaimana ya
- api itu panas itu adalah ketentuan
- Allah. Arti takdir Allah. Nah, takdir
- arti ketentuan Allah. Jadi kalau di sini
- kita definisikan apa itu
- takdir ya. Takdir adalah
- ketetapan ya dan kepastian terjadinya
- suatu
- ya ee ee takdir Allah arti ketentuan
- batasan, ukuran yang Allah tetapkan bagi
- makhluk
- ciptaannya. Ya, artinya tadi ketentuan
- batasan, dan ukuran yang Allah tetapkan
- bagi makhluk ciptaannya. Apa makhluk apa
- saja bukan manusia aja ya. Bagaimana
- takdir Allah api ya ketetapan Allah
- ketentuan Allah bagi api ini itu
- panas dia bisa
- membakar. Kemudian Allah tetapkan air ya
- dia bentuknya cair dan permukaannya
- terus selalu rata. Itu semuanya
- ketetapan-ketetapan Allah yang Allah
- tetapkan bagi makhluknya. Ya, seperti
- itu contohnya ya. Ketetapan yang lain
- yang disebutkan dalam surah Yasin apa?
- Wasyamsu tajri limustaq laha dalalika
- taqdirul azizil alim. Lihat ada kata
- takdir di sini ya. Wasyamsu tajriq laha.
- Dan
- matahari ya beredar ya pada garis
- edarnya.
- Allah tetapkan ini matahari ya dan juga
- planet-planet yang lain Allah tetapkan
- bagaimana dia beredar pada gadis edar
- yang tidak berbenturan satu sama
- lain. Karena Allah tetapkan, Allah buat
- bagaimana ada gaya tarik, ada gravitasi
- matahari, ada gravitasi bumi, ada gaya
- sentrifugal, gaya sentrial semuanya kan
- dipelajari. Kalau dulu orang enggak tahu
- seperti itu, sekarang dengan ilmu
- pengetahuan dipelajari itu bagaimana
- apanya Allah Subhanahu wa taala begitu
- teliti ya menjaga keseimbangan alam
- semesta ini. Wasyamsu tajri lima
- mustaqarin laha. Dan matahari ya beredar
- pada garis edarnya. Dalika taqdirul
- azizil alim. itu semuanya adalah
- ketetapan
- ya dan
- ketentuan ya tentang batasan-batasannya
- dari al-Azizil Alim yang maha perkasa
- lagi maha mengetahui. Allah nyatakan di
- sini ya dengan
- al-Aziz yang maha perkasa bahwasanya
- Allah e yang
- maha kuasa, yang maha perkasa, yang maha
- mampu untuk melakukan hal itu. Karena
- itu adalah hal benda-benda yang begitu
- besar, begitu
- dahsyat. Jutaan, miliar, miliaran kali
- lebih besar dari bumi kita.
- Matahari-matahari yang
- yang kita lihat bagai sebagai
- bintang-bintang itu begitu besar
- semuanya itu beredar pada garis edarnya.
- Ini adalah ketetapan al-Azizil alim
- takdir
- tadi. Walqamara qaddarnahu manazila
- hatta kalal urjunil qadim.
- Begitu
- juga bulan ya kami qaddarna ya dari kata
- qaddar yuqaddiru takdir tadi kami
- tetapkan juga dia punya
- manazil-manazilnya ya tempat-tempatnya
- dia punya ee garis edarnya pula ya yang
- berbeda dari matahari
- tadi ya sehingga bagaimana bisa
- tampak ee ee bulan itu ya dari mulai
- bulan sabit ya kemudian melebar-melebar
- menjadi bulan purnama kemudian dia
- kembali lagi kal urjunil qadim kal
- urjunil qadim seperti ya tandanan kurma
- yang sudah tua gitu jadi melengkung
- seperti itu ya kembali seperti itu. Ini
- adalah namanya takdir
- ketetapan. Ini harus dipahami ya. ini.
- Jadi apa semuanya itu ditetapkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala di alam ini
- ya. Nah, bagaimana antara qada dan qadar
- tadi? Sebenarnya ini pembahasan bisa
- satu
- ee 1 jam tersendiri ini masalah qada dan
- qadar. Insyaallah nanti ya kita akan
- bahas dalam ee
- pembahasan tauhid dalam Al-Qur'an ya.
- mengenal dasar-dasar tauhid dalam Islam
- yang kita ambil dari Al-Qur'anul Karim.
- Kemudian apa bedanya suka antara orang
- bingung antara qada dan qadar? Ya,
- seperti yang ditanyakan tadi, qada
- artinya ketetapan Allah Subhanahu wa
- taala. Kepastian akan adanya atau
- terjadinya sesuatu.
- Kalau qadar
- tadi Allah tetapkan secara kadarnya,
- secara rincinya molekul-molekul alam
- yang ada di air, molekul-molekul dari
- tubuh kita semuanya sel-sel Allah
- semuanya tetapkan
- semuanya ya molekul-molekul atom dari
- uranium apa semuanya Allah tetapkan
- kekuatannya ya peredarannya proton
- neutron dan seterusnya Allah tetapkan
- semuanya.
- Ee antara qada dengan qadar kalau saya
- analogikan begini, apa beda qada dan
- qadar? Kalau qada itu ketetapan Allah
- Subhanahu wa taala secara umumnya.
- Seperti Allah sebutkan dalam Al-Qur'an.
- faqadahunna sab samawatin.
- Ya, maka Allah subhanahu wa taala
- menetapkan bahwasanya alam semesta ini
- menjadi tujuh tujuh lapis e langit ya fi
- yaumaini dalam dua masa. Wa fi kulli
- samain amra. Dan Allah wahyukan setiap
- langit itu segala urusannya. Wayannaad
- dunya bimobiha. Ya. Dan kami hiasi
- langit dunia dengan ya bintang-bintang
- wah hifd dan
- sebagai ee penjaga. Dalika taqdirul
- azizil alim. Itu semuanya adalah
- ketetapan alazizil alim.
- Ya, kalau saya analogikan begini, antara
- qada dengan qadar misalnya seperti kita
- atau sebagai seperti seorang yang ingin
- membangun suatu gedung.
- Saya ingin bangun
- gedung ya. Pokoknya
- gedungnya ee dibuat misalnya tujuh
- lantai. Nah, tujuh
- lantai
- dengan ee ketinggian sekian meter kan
- seperti itu setiap
- lantainya. Ee kemudian warnanya seperti
- apa, bentuknya seperti apa, seperti itu.
- Itu namanya qada. ketentuan secara umum
- ya. Kalau kalau qada qal qadar ya kalau
- qadar itu takdir artinya yang lebih
- rinci lagi. Nah, setiap lantainya itu
- ada apa?
- Oh, setiap lantainya itu misalnya
- diisi
- ada berapa
- kamarnya, ada berapa
- toiletnya, bagaimana penerangannya,
- lampu-lampunya itu ditentukan semuanya
- kadarnya. Arti lebih detailnya lagi
- ditentukan ini
- ditentukan ya kadar atau ketentuan
- ketentuan yang lebih detailnya
- itu ya apa perbedaan secara umum seperti
- itu ya.
- Kemudian juga mengenai takdir isinya
- atau ketetapan Allah Subhanahu wa taala.
- Apa yang Allah tetapkan? Takdir Allah di
- alam semesta ini tadi seperti tadi air
- Allah Allah tetapkan dia
- itu ee datar selalu
- permukaannya ya. Api itu panas
- membakar kita ini bernapas
- dengan udara ya. Kalau kita dalam air
- tersedak itu susah enggak bisa napas.
- Ini adalah ketetapan-ketetapan Allah
- Subhanahu wa taala di alam semesta
- ini. Tapi karena Allah yang tetapkan,
- bisa saja Allah merubah ketetapan ini.
- Contohnya Nabi Allah
- Ibrahim ketika
- dibakar, dilemparkan oleh Namrud ke
- dalam api. Sebenarnya secara umum sesuai
- dengan ketetapan Allah, orang yang
- dibakar oleh HP akan merasakan panas.
- terbakar dia. Tapi kalau yang menutupkan
- sesuat menentukan sesuatu ingin merubah
- ketentuannya ya kan Allah Subhanahu wa
- taala
- menyebutkan yamhullahu ma yasya wausbitu
- waahu ummul kitab. Allah bisa menghapus
- apa saja yang Allah kehendaki. Waahu
- ummul kitab. Dan dia e di sisinyalah
- adalah ada induk alkitab. Jadi lauhul
- mahfud. Allah bisa saja merubah
- ketentuan Allah tadi ya. Api kan
- membakar. Tapi bagi Nabi Allah Ibrahim
- Allah katakan ya naru kuni bardan
- wasalaman ala Ibrahim. Hai api, jadilah
- kamu dingin dan menjadi keselamatan bagi
- Ibrahim. Ini jadi ketetapan Allah ya
- bisa saja Allah rubah. Demikian pula
- tadi ketetapan Allah tadi tentang air
- permukaannya datar selalu ketika Nabi
- Musa sudah kepepet ya terdesak. Di
- depannya ada lautan laut merah di
- belakangnya ada tentara Firaun.
- Ya, pada saat itu. Nah, dengan kekuasaan
- Allah, Allah perintahkan Nabi Musa ya
- untuk
- mengetukkan tongkatnya ke air, maka air
- itu terbelah.
- Ya, air kemudian terbelah. Padahal air
- itu sifatnya dia itu datar terus. Tapi
- bagaimana bisa ya air seperti dinding ya
- ya berpisah antara satu dengan lainnya
- sehingga membuat lorong yang Nabi Musa
- bisa lewat di sana. Padahal air sifatnya
- dia bisa dia selalu mencari celah untuk
- menyatu seperti
- itu. Ini adalah ketentuan Allah yang
- Allah Subhanahu wa taala bisa e
- merubahnya. Ya. Jadi kembali kepada qada
- dan qadar tadi ya. Perbedaan qada tadi
- ya secara qada adalah ketentuan Allah
- secara umum. Kalau takdir itu lebih
- lebih rinci lagi bagi ee setiap sesuatu
- yang ada di makhluk ini. Ini pembaca
- pemberi apa penjelasan tentang qada dan
- qadar ini ee nanti ada insyaallah
- pembahasan tersendiri. Nanti ada qada
- takwini, apa itu qada tasyrii seperti
- itu ya. Insyaallah di kesempatan yang
- lain. Wallahuam. Iya.
- Baik. Ee pertanyaan selanjutnya dari
- WhatsApp. Iya. Dari hamba
- Allah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya ingin bertanya tentang
- hal pekerjaan saya sebagai pemain musik
- yang menjadi pertanyaan, apakah bila
- saya membantu dalam pembuatan musik
- untuk lagu rohani agama lain?
- Apakah itu
- dibenarkan? Mohon penjelasan, Ustaz.
- Terima kasih. Ee agar saya mampu
- mengambil sikap dalam hal ini.
- Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Mengenai musik ya secara umum
- itu musik adalah
- merupakan sesuatu juga yang Allah
- Subhanahu wa taala tetapkan di alam
- semesta ini ya.
- Bagaimana Allah ciptakan musik ya dari
- misalnya
- ee hewan-hewan dari burung mengeluarkan
- bunyi-bunyi yang indah itu adalah
- merupakan keindahan zinatullah. Ya, itu
- adalah zinatullah artinya hiasan-hiasan
- yang Allah Subhanahu wa taala berikan
- kepada kita.
- Kemudian juga
- dari nada-nada yang terbentuk dari
- benda-benda ya, apakah dari daw
- air-dawah air senar itu menjadi suatu
- nada-nada yang indah atau dari udara
- yang ditiup menjadi suatu bunyi juga
- yang indah. itu adalah
- merupakan keindahan dan karunia Allah
- Subhanahu wa taala di alam semesta
- ini. Sama seperti karunia-karunia yang
- lain ya. Jadinya ya itu adalah sesuatu
- yang yang indah, yang baik ya ee yang
- tergantung nantinya
- bagaimana ya penggunaannya.
- Sama seperti halnya seorang memiliki
- pisau ya. Pisau ini bisa digunakan untuk
- hal-hal yang
- bermanfaat. Dibuat ee
- memotong kue, memotong bumbu-bumbu
- seperti itu ya. Itu menjadi memotong
- daging dan seterusnya itu menjadi hal
- yang bermanfaat ya. Dan juga bisa
- digunakan untuk hal
- yang mudarat. Pisau dibuat nusuk orang.
- seperti itu. Itu kan menjadi madarat ya.
- Jadi pada saat dia digunakan untuk yang
- bermanfaat di situ adalah ada adalah ada
- kebaikan. Tapi dalam ketika digunakan
- untuk yang
- madarat maka itu menjadi sesuatu yang ee
- ada ada dosa di sana. Bagaimana
- kaitannya dengan
- tadi dengan lagu-lagu ya?
- Ya, ini ya mungkin saya akan
- mengungkapkan pendapat saya bisa benar
- bisa salah ya.
- ee melihat dari tadi ya bagaimana
- penggunaannya tadi ya musik itu kalau
- digunakan untuk
- musik untuk menambah kedekatan Allah
- Subhanahu wa taala kedekatan yang
- menambah kedekatan kita, kedekatan
- masyarakat kedekatan makhluk ini kepada
- Allah Subhanahu wa taala menyadarkan
- manusia misalnya tentang alam semesta
- ini. menjaga alam semesta ini,
- menyadarkan manusia untuk saling ya ee
- berbagi di antara mereka. itu hal-hal
- yang baik yang bermanfaat kalau isi
- puisinya seperti itu. Tapi kalau
- isinya menjauhkan manusia dari Allah
- Subhanahu wa taala atau isinya di situ
- berisi tentang mensekutukan Allah
- Subhanahu wa taala seperti tadi ya yang
- ditanyakan di sana adalah memuji-muji
- misalnya syairnya itu
- bahwasanya Nabi Isa adalah anak Tuhan.
- Ya, Nabi Isa adalah ee Tuhan seperti
- itu. Itu adalah sesuatu yang apa?
- mendorong orang supaya musyrik kepada
- Allah Subhanahu wa taala. maka ini
- menjadi haram seperti itu. Tapi kalau e
- lagu-lagunya itu ya untuk ee misalnya
- memberikan kemanfaatan kepada manusia ya
- yang menganjurkan orang supaya berbagi
- ya bercare terhadap
- lingkungannya, terhadap
- kebersihan, terhadap ee orang-orang di
- sekitarnya yang membutuhkan di karang
- lagu yang menyentuh hati. Maka itu
- menjadi manfaat, itu menjadi ee ladang
- pahala bagi orang-orang yang bagi
- pemusik
- tadi
- ya. Sering
- orang mengambil dalil katanya dari surah
- Luqman. Liyudilla an sabilillah ya
- lahwal hadis ya.
- itu artinya pembicaraan
- yang melalaikan yang tujuannya
- adalah yudilla anabil menyesatkan dari
- jalan Allah. Maka itu benar itu
- diharamkan. Jadi kalau ee musik itu
- ataupun apapun bukan musik saja yang
- membawa orang kepada
- kesesatan, yang menyimpangkan orang dari
- kebenaran itu haram. Ini ketetapan Allah
- yang begitu fleksibel, yang begitu
- bagaimana bisa diterapkan dalam berbagai
- hal. Bukan hanya musik saja, apapun yang
- digunakan untuk membuat
- orang ee menyesatkan ee sesat dari jalan
- Allah, menyimpangkan orang dari jalan
- Allah. Ya, walaupun itu dengan
- menggunakan ayat Quran, tapi digunakan
- untuk menyesatkan orang, maka itu dia
- berdosa seperti itu karena tidak apa ee
- menyampaikan Al-Qur'an dengan
- sebenarnya. Banyak orang seperti itu ya.
- Jadi menggunakan ayat-ayat untuk tujuan
- kepentingannya sendiri ya, untuk
- memenuhi hasrat hawa nafsunya. Nah, ini
- yang menjadikan yang disebut
- yang Rasulullah katakan, "Man ja'al
- qurana
- khalfahu saqahu ilanar." Barang siapa
- menjadikan Al-Qur'an di belakangnya,
- arti Al-Qur'an hanya buat stempel bagi
- dia. Al-Qur'an ya harus mengikuti
- kemauannya. Al-Qur'an harus mengikuti
- keinginannya. Ya, dicarikan ayat-ayat
- yang sesuai dengan keinginannya.
- ditinggalkan Al-Qur'an yang menuntun dia
- ke jalan yang
- benar, maka nanti Al-Qur'an akan
- menjerumuskan dia ke dalam neraka.
- Seperti itu. Kembali ke tadi kepada
- pertanyaannya, ya. Jadi kalau isinya
- syair-syair tersebut adalah mendorong
- kepada kemusyrikan, mendorong kepada
- ee ee persekutuan Allah subh,
- mensekutukan Allah subhanahu wa taala,
- maka itu menjadi dosa. Lebih baik
- ditinggalkan. Ya, maka itu harus harus
- ditinggalkan seperti itu. Nah, kita
- alihkan. Jadi bukan kita mengharamkan
- musiknya, tapi bagaimana dialihkan
- bagaimana musiknya itu ya bisa
- ya mengingatkan Allah ke mengingatkan
- manusia ke jalan Allah atau menyadarkan
- manusia tentang fungsi dan dan peran
- manusia di muka bumi ini ya agar suatu
- selalu saling bantu-membantu,
- tolong-menolong dan bekerja sama di
- antara mereka dan juga musik itu bisa ya
- memberikan berikan hiburan
- bagi mereka ya di saat mereka misalnya
- lagi ee lagi penat dan karena ini adalah
- lantunan-lantunan nada yang Allah
- Subhanahu wa taala sebuah sudah tetapkan
- hal tersebut. Bagaimana ya dari
- pergesekan alat, bagaimana dari
- pergetaran dawah itu menimbulkan suatu
- suatu nada yang indah. Itu adalah
- ketetuan Allah. Kalau Allah tidak tent
- tutupkan ya seperti e tidak ada udara
- yang
- Allah adakan di lapisan bumi ini
- walaupun dipetik itu gitar seperti dalam
- ruangan ini hampa tanpa udara mak akan
- berbunyi seperti itu. Ini adalah
- ketentuan Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- kembali kepada tadi bagaimana
- digunakannya ya musik tersebut dan juga
- syair-syair juga bagaimana syair-syair
- tersebut ya ee berisikan sesuatu yang
- bermanfaat. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pun punya dulu ahli-ahli syair
- yang kalau di zaman jahiliyah mereka
- bersyair sesuai dengan
- dengan ee
- pesananpesanan
- orang-orang yang jahiliah dan isinya pun
- tidak karuan seperti itu. Tapi ketika
- mereka menjadi muslim maka
- syair-syairnya dirubah menjadi
- syair-syair yang memberikan semangat
- kepada para sahabat pada saat mereka
- berperang. Pada saat mereka bekerja
- sama, saat mereka gotong-royong,
- menggali khendak, keluarlah syair-syair
- ya yang memberikan semangat kepada
- mereka ini. Jadi dialihkan, alihkanlah
- gitu. Bukan jadi kita tidak enggak boleh
- mematikan ya karunia bakat setiap orang
- yang memilikan, memiliki bakat seni,
- bakat lukis, bakat apa sajalah ya. Tapi
- gunakanlah bakat tersebut di dalam ee
- saluran yang benar, di dalam jalur yang
- benar sehingga menjadi suatu ibadah di
- jalan Allah Subhanahu wa taala.
- Wallahualam. Iya. Baik, Ustaz. Ee itu
- tadi pertanyaan terakhir di pagi hari
- ini. Silakan untuk
- kesimpulannya. Allahumma shallli
- wasallim ala sayyidina Muhammadin wa
- sayidina Muhammad.
- ee dari apa yang kita
- bahas, dari apa yang kita baca dari ayat
- Quran
- tadi. Saya ingin sebenarnya ingin
- mengingatkan kembali kepada kita semua
- dan juga
- kepada ee orang-orang yang
- memiliki kemampuan bahasa Arab,
- kemampuan membaca kitab ya
- untuk hendaknya kita jangan melupakan
- kitab suci
- ini. Jadikanlah kitab suci ini sebagai
- tolak ukur. Jadikanlah kitab suci ini
- sebagai sesuatu di atas segala kitab ya,
- sebagai panutan, sebagai referensi dari
- segalanya, dari segala kitab karangan
- manusia. Karena ini adalah kalamullah,
- kalam Rabbul alamin. Mengapa Allah
- Subhanahu wa taala memberikan begitu
- banyak pahala ketika kita membaca
- Al-Qur'an?
- sampai setiap huruf diberikan ganjaran
- agar supaya kita care dengan dengan
- kalamullah ini. Agar supaya kita
- benar-benar ya menghargai firman Allah
- Subhanahu wa taala ini. Kita jadikan
- sebagai panutan kita, kita jadikan
- sebagai mizan, talak ukur bagi
- segala
- ee kitab apa yang ada di di hadapannya.
- kita jadikan sebagai
- ee musaddiq, sebagai stempel, sebagai
- scanner ya, sebagai detektor
- kebenaran bagi segala kitab, segala
- perkataan, segala apapun yang disaarkan
- di hadapan Al-Qur'anul Karim. Ini saja
- sebenarnya yang kita inginkan, yang kita
- harapkan ya. kita sama-sama
- mengingatkan ee saudara-saudara kita ya
- karena inilah yang mampu kita lakukan ee
- semuanya kembali kepada masing-masing
- ya. Karena setiap kita akan menghadap
- Allah Subhanahu wa taala dan kita akan
- dipertanyakan ya dimintai
- pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Jangan sampai nanti seperti
- yang apa yang Al-Qur'an sebutkan. Waqal
- rasulu inna qumakadzu hadal qurana
- mahjur. Nanti Rasulullah mengadu kepada
- Allah Subhanahu wa taala, "Ya Allah,
- sesungguhnya kaumku ini menjadikan
- Al-Qur'an itu mahjur, artinya
- ditinggalkan." Mudah-mudahan kita tidak
- termasuk ee golongan tersebut. Ini saja
- yang dapat saya sampaikan lebih kurang
- saya mohon maaf. Billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat yang
- dimuliakan Allah. Demikianlah kajian
- pagi pada hari ini. Semoga bermanfaat,
- semoga menambah keimanan kita, dan
- insyaallah kita menjadi hamba-hamba yang
- terus mengagungkan Allah dengan
- sebenar-benarnya. Amin ya rabbal alamin.
- Terima kasih kepada Ustaz Hamzah Alatos
- yang telah membagi ilmunya di pagi hari
- ini. Terima kasih juga kami ucapkan
- kepada ikhwan dan akhwat yang telah
- setia menyimak dan berpartisipasi. Kami
- mohon maaf belum menjawab pertanyaan
- semuanya ya. Insyaallah di lain waktu.
- Saya Riska Agustin Yusuf Subangkit juga
- Zen dan Tobi Daerah Sil TV beserta
- seluruh kerabat kerja kami di seluruh
- Indonesia. Mohon pamit, mohon dimaafkan
- segala kekhilafan dan kekurangan.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]