Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- e
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Alhamdulillah ya berkah banyak yang
- mengundang juga dan mendapatkan banyak
- inspirasi lagi ya Mas Ad. Iya.
- Alhamdulillah. Sehingga waktu itu
- setahun yang lalu saya diundang oleh
- Radio Silaturahim dan Rasel TV
- wawancara. Enggak lama kemudian diundang
- lagi oleh Trans TUJ. Hm. Trans di
- program acara Hitam Putih.
- Alhamdulillah. Terus di RCTI juga. Terus
- di sempat di Islam itu indah di Trans TV
- dan TV-TV lainnya sampai sekarang masih
- banyak ya undangan-undangan itu untuk
- Mas Adit memberikan inspirasi ya. Iya
- alhamdulillah sempat juga di TV One
- tayang. Oke. Yang paling berkesan di
- mana pas saat diundang? Di mana? Radio
- Silaturahim. Oh radio silaturahim.
- Masyaallah. Alhamdulillah ya.
- dan Ikhwanawat mungkin bagi Ikhwana
- Nawat yang baru mungkin ya mendengar
- bagi dan banyak juga Ikhwan Nawat yang
- langsung mendapatkan inspirasi dari pas
- mendengar siaran pertama di Rasil juga
- di media-media TV lain di radio lain.
- Kemudian banyak artikel-artikel juga di
- media cetak ya. Iya. Kemudian di blog,
- di internet sangat banyak sekali ya. Dan
- sekarang beliau itu merupakan salah satu
- orang terkaya di dunia.
- Em, definisi kaya di sini tuh seperti
- apa sih, Mas Adi? Itu salah satu orang
- terkaya di dunia. Seperti apa sih
- sebenarnya orang kaya itu bukan hanya
- dia memiliki harta yang banyak, mobil
- mewah, uang yang miliaran. Itu bukan.
- Itu bukan definisi orang kaya. Karena
- kalau misalkan dikatakan banyak harta
- kaya itu bukan. Si Qarun. Qarun. Kisah
- Qarun. Pernah tahu dengar kisah tentang
- si Qarun? Qarun. Nah, Qarun itu hartanya
- banyak di dunia menimbun harta harta ya.
- Iya, banyak sekali hartanya. Tapi Allah
- tidak sebut Qarun itu orang kaya. Bahkan
- Allah sebut Qarun itu adalah penghuni
- api neraka yang kekal abadi
- selama-lamanya di dalam api neraka.
- Firaun. Firaun itu hartanya banyak.
- Seorang raja. Nah, yang memiliki banyak
- harta yang kejam. Tapi Allah tidak sebut
- bahwa Firaun itu kaya juga tidak. Orang
- kaya yang sesungguhnya itu adalah orang
- yang apabila dia bayar zakat, dia infak,
- dia sedekah, dia membantu fakir miskin,
- kaum duafa yang ada di sekitarnya dia,
- itu baru orang kaya. Itulah orang kaya
- yang
- sebenar-benarnya. Karena harta ini kita
- hidup hanya sementara, sedangkan dunia
- ini hanya sementara, akhirat
- selama-lamanya, gitu. Iya, Mas Adit kan
- ini mungkin sudah sering ya dengan
- pertanyaan ini dan Mas Adit juga sudah
- sering menjawabnya gitu mengenai rumah
- makan gratis ini. Iya. Nah, idenya tuh
- seperti apa sih, Mas Adit? Kan yang kita
- dengar juga sebelumnya Mas Adit juga ya
- sama mungkin ee sama orang-orang yang
- tidak tidak berkecukupan gitu, malah ber
- kekurangan gitu kalau dari sisi materi
- gitu. Tapi ee punya ide yang mungkin ya
- buat sebagian banyak orang gitu yang
- enggak logis gitu. Iya. Gimana tuh?
- Masyaallah. Jadi, jadi
- gini. Pertama kali saya mendirikan rumah
- makan gratis itu kita hanya mampu
- berbagi itu 50 porsi per hari. 50 porsi?
- Iya. Di saat itu juga ya ekonomi saya
- merasa sulit. Itu 50 porsi itu berapa
- kalau dirupiahkan kira-kira berapa saat
- itu? Kalau setiap hari kan kita belanja
- itu kan Rp300.000. Heeh. Rp300.000 itu
- ya bisa beli ayam, beli Oh, jadi 50
- porsi aja ya. Untuk 50 porsi 50 orang
- yang makan setiap hari. Nah, itu
- pendapatan saya pada waktu itu kisaran
- paling besar itu Rp100.000. Rp100.000
- tapi bisa jalan per hari Rp100.000. Per
- hari Rp100.000 tapi bisa ngejalani rumah
- makan gratis istikamah setiap hari gitu.
- Berbagi 50 porsi setiap hari. Nah, itu
- karena apa? karena adanya kekuatan Allah
- yang alhamdulillah saya tuh mendapatkan
- kemudahan, mendapatkan rezeki yang
- datang tanpa disangka-sangka. Itulah
- kekuatan Islam yang sesungguhnya
- sebenarnya gitu yang saya rasakan.
- Karena gini, banyak orang kaya, hartanya
- banyak, pendapatannya besar, tapi
- hidupnya enggak tenang. Hidupnya itu
- enggak bahagia, hidupnya enggak berkah.
- Nah, sekarang saya ingin membuktikan
- kita orang biasa saja, pendapatan kita
- sedikit tapi alhamdulillah seba
- berkecukupan, tidak merasa kekurangan.
- Karena saya baca Al-Qur'an, sesungguhnya
- Allah itu tidak pernah menciptakan
- satuun manusia yang hidup di dunia itu
- miskin. Tidak ada manusia ciptaan Allah
- itu miskin. Tidak ada. Yang ada manusia
- itu sendiri yang merasa dirinya miskin.
- He. Carilah di dalam Al-Qur'an
- dalil-dalilnya. Ada enggak Allah
- menciptakan manusia hidup di dunia?
- Miskin itu tidak ada gitu. Nah, kami
- sebagai umat Islam meyakini Al-Qur'an
- bahwa Allah itu hanya menciptakan dua.
- Yang pertama kelebihan harta, yang kedua
- perkecukupan harta. Makanya jangan
- pernah kita tuh merasa kekurangan.
- Fabiayibikuma
- tukadziban. Kenikmatan Allah yang
- manakah yang kalian dustakan? H gitu.
- Jangan pernah sekali-kali kita
- itu tidak mengakui atas segala nikmat
- yang telah Allah berikan. Gajib
- mensyukuri atas segala nikmat yang telah
- Allah berikan kepada kita. Jadi kuncinya
- itu niat yang baik dihiasi dengan SSI.
- Sabar, syukur, ikhlas. Sabar ketika kita
- diuji. Bersyukur apa yang kita miliki
- gitu. Apa yang kita miliki saat ini itu
- adalah pemberian, itu adalah rezeki dari
- Allah. Wajib kita syukuri. Lalu ikhlas.
- Ketika kita berbagi, ketika kita
- beribadah, salat, zikir, bekerja, itu
- kita wajib ikhlas. Nah, dengan adanya
- kekuatan ini, niat yang baik dihiasi
- dengan SSI, sabar, syukur, ikhlas.
- Alhamdulillah semuanya Allah mudahkan
- semuanya. Pendapatan saya cuma
- Rp100.000. Alhamdulillah Allah datangkan
- orang dermawan untuk membantu.
- Alhamdulillah rumah makan gratis bisa
- jalan. istri saya bisa ya untuk
- kebutuhan rumah tangga kami tercukupi,
- rumah makan gratis tercukupi, semuanya
- tercukupi. Alhamdulillah. Subhanallah
- sampai saat ini. Sekarang pun sudah 300
- lebih. 300 lebih ya dari 50 porsi
- sekarang sudah 300 porsi. Itu tahun
- berapa pertama mulai itu Mas? Tahun 2016
- kita pertama kali mulai rumah makan
- gratis di akhir 2016 terus tahun 2017 ya
- kalau enggak salah 2017 2018 saya pernah
- diundang di Rasil di Radio Silaturahim
- setahun yang lalu. Masyaallah sampai
- saat ini. Alhamdulah sekarang sudah 300
- porsi. Sekarang usia berapa, Mas Adit?
- Usia saya baru 27 tahun. 27 tahun 28
- lagi. Nah, ini kan Mas Adit ee bagi kita
- yang mungkin tadi ee kalau di sebenarnya
- tidak ada orang miskin ya. Mungkin bagi
- kita yang merasa belum belum
- berkecukupan, bagaimana melatih hati
- kita, diri kita tuh tidak berat untuk
- bersedekah gitu. Dan ketika bersedekah
- pun bagaimana meluruskan niat kita, hati
- kita agar ikhlas gitu. Itu kan berat
- sekali gitu. Banyak yang akhirnya ngasih
- tapi kan ikhlasnya belum tentu. Iya
- gitu. Nah, bagaimana Mas Adit sendiri
- istilahnya apa melatih diri gitu ya.
- Iya. Jadi gini, kita hidup itu kalau
- bisa menjadi orang yang dermawan dan
- bijaksana, apalagi seorang lelaki.
- Kita itu lelaki, kita itu pemimpin,
- gitu. Kita harus belajar bagaimana
- caranya biar kita tuh menjadi orang yang
- bijaksana. Bagaimana kita biar bisa
- menjadi orang yang dermawan. Ya, kita
- harus belajar dengan orang yang bisa
- dipercaya. Seperti contohnya para
- sahabat. Kita belajar tentang dari
- kisah-kisahnya para sahabat. Lihat saya
- pernah membaca kisah tentang Abu Bakar
- Assiddiq radhiallahu anhu. Beliau
- seorang sahabat yang sangat berhati
- emas. Masyaallah ya. Dermawan. Dermawan.
- Beliau pernah ee menginfakkan segala
- hartanya. Semua hartanya itu diinfakkan
- ke jalan Allah. Tapi tidak ada satuun
- riwayat bahwa beliau itu miskin. Hm.
- Betul. Betul. Tidak ada satu riwayat
- satuun riwayat yang ee menulis bahwa
- beliau itu pernah miskin. Heeh. Gitu.
- malah Allah lipat gandakan gitu apa yang
- beliau infakkan ke jalan Allah. Jadi
- jangan pernah berhitung karena
- hitung-hitungan logika akal matika
- matematika manusia itu sangat jauh
- berbeda dengan logikanya Allah. Iya
- gitu. Matematika manusia kalau 1 + 1 =
- 2. Kalau matematikanya Allah, logikanya
- Allah 1 + 1 = 1000 gitu. 1 + 1 = 1000
- 1000 gitu. Apalagi kita bersedekah di
- waktu sempit. Di waktu kita sedang
- miskin kita banyak-banyak bersedekah.
- bersedekah itu malah Allah lipat
- gandakan itu jauh lebih besar pahalanya
- daripada orang yang sudah kaya. Orang
- kaya pahalanya cuma 10. 10 kali lipat.
- Lagi kaya lagi lapang kayaknya berat
- banget enggak sih? Apalagi lagi sempit
- gitu. Nah itu jadi di waktu jadi gini
- Allah mengangkat derajat kita hm memberi
- kita rezeki itu terkadang di saat kita
- sedang diuji. Hmm itu kita harus catat.
- Jadi Allah mengangkat
- kita derajat. Heeh. memberi kita rezeki
- di saat kita sedang diuji. Nah, di saat
- kita sedang diuji itulah kita tuh harus
- sabar. Nah, gitu. Di saat kita sedang
- diuji itulah kita makin bersemangat,
- makin banyak lagi kita bersedekah. Kita
- punya uang Rp10.000, perut kita sudah
- kenyang. Misalkan contoh uang Rp10.000
- ini kita sedekahkan, kita belikan susu,
- susu yang kaleng itu susu krim. Lalu
- kita masak, kita ambil gelas itu kurang
- lebih 20 sampai 30 gelas. Lalu kita
- takar satu gelas. Satu gelas. Satu gelas
- itu susu itu kita bagikan ke tukang sapu
- di waktu subuh. Di waktu subuh itu kan
- banyak tukang sapu. Tukang sapu di
- depan-depan jalan-jalan itu kan banyak.
- Kita bagikan itu ada 20 sampai 30 tukang
- sapu. Kita bagikan susu. Susu, susu.
- Silakan silakan Ibu. Silakan silakan
- silakan. Yang tukang sapu-tukang sapu
- tuh kita bagikan. Hati mereka senang
- gitu kan. Kita pun ikut senang bahagia.
- Itu malaikat mencatat segala amal
- perbuatan kita tuh kita dicatat. Nah
- gitu.
- Kita sedekah diam-diam pahalanya besar,
- dosa kita diampuni. Kita sedekah
- terang-terangan, pahalanya besar tapi
- dosa kita tidak diampuni. Jadi sedekah
- itu boleh terang-terangan, boleh secara
- sembunyi-sembunyi. Sembunyi-sembunyi
- jauh lebih baik. Nah, itu itu tips kalau
- misalkan punya uang Rp10.000 bisa
- bersedekah. Sedekah produktif H untuk 20
- sampai 30 orang. Masyaallah. Gitu. Kita
- beliin susu, kita bagikan ke tukang
- sapu. Tukang sapu. Lihat hasilnya nanti
- siang. Jangan langsung instan. Jangan
- langsung aja gitu ya. Lihat hasilnya
- nanti siang subuh-subuh kita sedekah
- siangnya seperti apa. H kelaparan enggak
- kita? Enggak mungkin. Enggak mungkin
- Allah itu membuat hambanya itu sengsara
- sampai mati kelaparan. Enggak mungkin.
- Enggak ada sejarahnya. Saya enggak
- pernah dengar orang tinggal di masjid
- beribadah tahu-tahu mati kelaparan.
- Enggak. Enggak pernah saya dengar. Atau
- orang sedekah tahu-tahu hidupnya itu
- sengsara, miskin gitu. Jadi kaum duafa
- itu enggak ada. Justru orang yang
- sedekah itu jadi orang yang dermawan.
- He. Allah lipat gandakan rezekinya
- seperti itu. Ada aja jalannya tanpa
- disangka-sangka gitu. Masyaallah. Baik,
- Iwan Watat. Saat ini mungkin bagi Iwan
- Wanat yang baru bergabung kita e tengah
- berbincang-bincang dengan Mas Adit
- Prayoga. Mungkin bagi Iwan Nawat yang
- pernah dengar si Andi Rasil kemudian
- juga lihat video-videonya di YouTube
- sangat banyak sekali. sudah tidak asing
- lagi ya dengan Mas Adit ini. Beliau ee
- pemilik atau pendiri rumah makan gratis
- yang berada di Ciangsana ee Gunung Putri
- Bogor. Dulu sebelum di sini tempatnya ee
- di mana? Agak ke dalam ya? Agak di masuk
- katanya ya. J Pajarmadani. Di Gir Pajar
- Madani itu dekat Kampung Pabuaran Kulon
- juga dekat komplek AL. Terus saya pindah
- selama 7 bulan di sana saya pindah ke
- Kampung Pabuaran Kulon RT 1 RW 16 Desa
- Ciang sana. Terus selama berjalan di
- situ sekitar 8 bulan, pindah lagi ke
- pinggir jalan raya, Desa Ciangsana depan
- Nurko Orange, Kecamatan Gunung Putri,
- Kabupaten Bogor. Pinggir jalan raya.
- Sekarang makin besar tempatnya, makin
- ramai yang makan. Alhamdulillah sekarang
- sudah sampai 300 porsi per hari. Setiap
- hari kita berbagi seperti itu. Setiap
- hari juga banyak yang ikut ee berbagi
- ya, bawa lauk gitu ya, bawa nasi gitu.
- Ada juga ya masaknya. Iya. Jadi
- sebenarnya kita masak itu kadang-kadang
- masak nasi doang. Karena sudah banyak
- SMS ada
- seorang ibu-ibu, "Pak, saya mau nyumbang
- sop, sayur sop, tapi saya kasih ceker
- gitu kan. Satu panci besar boleh
- enggak?" Boleh, Ibu. Silakan kita catat.
- Untuk hari apa, Ibu? Untuk besok boleh.
- Terus ada yang nyumbang ayam sampai 300
- ekor itu boleh. Ada yang nyumbang ini
- ikan, ada yang nyumbang sayur-sayuran
- juga. Sayur tumis-tumisan. Nah, berarti
- kita cuma masak nasi doang dong. Nah,
- gitu. Pernah seperti itu. Sering malah
- gitu. Nah, kalau di bulan Ramadan
- seperti ini ee itu
- bukanya untuk buka atau kalau di bulan
- Ramadan kita dua. Jadi dua setiap hari
- itu dua. Ada makan sahur sama buka puasa
- bersama. Hmm. Sahur juga ya. Sahur
- bareng anak-anak yatim dan kaum duafa.
- Sedangkan buka puasa bersama umum. Siapa
- saja boleh ikut. Nonmuslim juga boleh
- ikut. Nonuslim walaupun dia tidak puasa.
- nonmuslim yang berbeda agama. Kalau dia
- lapar, enggak punya uang, silakan kita
- kasih makanan-makanan. Selagi makanan
- itu tersedia, silakan. Selagi rumah
- makan gratis buka ada makanan, silakan.
- Siapa saja boleh seperti itu. Nah,
- bagianwat yang saat ini menyimak atau
- yang mungkin ingin silaturahim main-main
- ke rumah makan gratis, silakan ya. Le di
- Maps juga ada ya, di Google Maps tinggal
- diketik aja rumah makan gratis Ciangsana
- ya. Iya. Siang sana, pinggir jalan
- tepatnya di depan ruko orange Iwan.
- Sangat mudah ya untuk di apa? Dicapai
- dan mungkin di bulan Ramadan ini bagi
- Iwan Nawat yang mungkin juga ingin
- berbagi juga ee kepada yang membutuhkan
- ya bisa melalui rumah makan gratis juga
- ya Mas Adit ya. Silakan. Nomor telepon
- yang bisa dihubungin mungkin Mas Adit
- 0812
- atau 0812. Iya. 9 9 1000 1000 266
- 266
- 0812
- 9100 gitu ya. 26 266. Ini nomor Mas Adit
- sendiri ya? Itu nomor call center Rumah
- Makan gratis. Ada WhatsApp-nya, ada imo
- kalau untuk Instagram boleh di catat
- juga Instagram-nya. Nama Instagram-nya
- Rumah Makan gratis atau Rumah Makantis.
- Gratis ya. Silakan Iwan Watat untuk
- follow ya. YouTube-nya juga ada. YouTube
- juga ada. Ada. Masyaallah. Ada
- YouTube-nya Rumah Spasi Makan Spasi
- gratis. Rumah makan gratis. Itu
- kegiatan-egiatan itu besar semua. Semua
- kegiatan rumah makan gratis ada di
- YouTube, Instagram dan Facebook.
- Masyaallah. Seperti itu. Ini membuat di
- Mesos juga niatnya untuk menginspirasi
- lebih banyak orang lagi ya. Iya. Saya
- juga enggak nyangka rumah makan gratis
- ini bisa terus istikamah sampai saat
- ini. Waktu itu rumah makan gratis itu
- kan tanahnya itu cuma dapat izin selama
- 2 tahun. Hm. Nah, terus sudah waktunya
- di bulan Oktober kemarin itu saya harus
- pindah dari tempat itu. Dan
- alhamdulillah saya berdoa sama Allah,
- "Ya Allah, mudah-mudahan rumah makan
- gratis ini bisa terus berjalan
- istikamah." Akhirnya apa? Allah
- datangkan orang dermawan ee beliau itu
- seorang tokoh di Desa Siang sana. Ketua
- PPD Desa Ciangsana namanya Bapak Haji
- Udin Saputra, SH. Alhamdulillah, Dit, lu
- lagi di mana, Dit? Lagi di rumah, Pak.
- Akhirnya ketemu. Setelah ketemu, sudah
- jalan aja terus rumah makan gratis. Itu
- saya punya tanah pinggir jalan di depan
- ruko Ciang sana. Masyaallah. Allahu
- Akbar. Doa saya dikabulkan sama Allah.
- Akhirnya rumah makan gratis bisa terus
- berjalan dan terus istikamah sampai saat
- ini. Eh, nah Iwan Awat ee yang sekali
- lagi tadi ya, yang baru menyalakan
- radionya di kesempatan ini dan juga
- mungkin baru bergabung di YouTube TV
- Iwan Nawat. Kita masih
- berbincang-bincang dengan Mas Adit
- Prayoga di rumah ee makan gratis ya,
- tepatnya di Ciangsana Gunung Putri Bogor
- ya. Kalau Iwan Ah yang mungkin sudah
- sering main di sekitar Jalan Transyogi
- Cibubur kalau ke kalau di daerah Jakarta
- kalau ke kanan itu masuknya ke mana? Ke
- rumah Pak SBY ya? Iya situ ya. Kalau ini
- ke sebelah kirinya ke arah utara Iwan
- Nawat bisa menemukan rumah makan gratis
- ini Iwan Nawat. Nah, Mas Adit selama Mas
- Adit tadi ee dari 2016 ya? Iya. Luar
- biasa membuka rumah makan gratis. Ini
- keajaiban-keajaiban apalagi sih yang
- pernah Mas Adit ya rasakan gitu yang
- bisa di-sharing kepada ikhwan-ahwat yang
- mungkin bisa memotivasi untuk ee selalu
- berbagi meskipun tidak ya tidak lapang
- juga gitu ya. Jadi saya dulu pernah
- sakit-sakitan. Hm. Saya dulu pernah
- sakit-sakitan. Sakit apa? Sakit saya ada
- gejala jantung. Oh, masyaallah. Gejala
- jantung dan gejala paru-paru. Dua
- penyakit saya tuh. Saya sempat merasa
- ketakutan juga pada waktu itu semenjak
- hasil ronsen itu oleh dokter bahwa saya
- itu mengedap ada gejala jantung dan
- paru-paru. He. Nah, saya berdoa terus
- sama Allah. Saya juga berpikir kalau
- cuman doa aja mungkin enggak cukup gitu.
- Akhirnya saya juga harus ikhtiar, harus
- berusaha itu iya untuk ya bekerja cari
- uang biar bisa beli obat. Tapi
- pendapatan saya tetap aja sedikit.
- Akhirnya saya ambil jalan pintas saja.
- Saya baca-baca buku itu tentang
- kisah-kisah ee orang-orang yang sembuh
- penyakitnya Allah angkat penyakitnya.
- Benar-benar penyakit itu hilang hanya
- gara-gara sedekah. Hm. Gitu. Jadi ada
- kisah di Saudi di Jeddah itu ada seorang
- ibu-ibu yang ibu-ibu itu mengedap
- penyakit kanker sudah stadium 4 ya orang
- Arab gitu ya. Orang Arab. Jadi di Timur
- Tengah di Arab itu ada seorang
- ibu-ibu suami istri dia itu. Nah, ibu
- itu kena penyakit kanker sudah stadium 4
- s diponis oleh dokter. Kalau misalkan
- operasinya yang terakhir itu gagal, dia
- kemungkinan bisa meninggal. Meninggal
- karena saking parahnya ya. Iya. Akhirnya
- ibu itu ya meminta kepada suaminya untuk
- dicarikanlah seorang pekerja atau
- pembantu pembantu rumah tangga, asisten
- rumah tangga gitu. Nah, dapatlah di
- Indonesia TKW. Hm. Gitu. Tenaga kerja
- asal Indonesia seorang wanita.
- Nah, ketika TKW itu datang ke Timur
- Tengah bekerja sama seorang ibu-ibu itu,
- dia lihat TKW itu rajin, ibadahnya
- bagus, rajin gitu kan, suka salat. Habis
- salat dia ya berdoa, zikir gitu.
- Senanglah majikan ini. Nah, sekian lama
- dia bekerja, tiba-tiba sang ibu ini
- berkata kepada suaminya, "Wahai suamiku,
- pembantu yang kamu dapatin itu sangat
- bagus sekali, rajin kerjanya. He. Tapi
- ada satu kebiasaan yang selalu membuat
- aku itu curiga. Apa tuh? Pembantu itu
- kalau misalkan masuk kamar mandi itu
- lama sekali. He. Bisa setengah jam, bisa
- 1 jam, bahkan pernah 2 jam baru keluar
- dari kamar mandi. Aku itu selalu curiga.
- Setiap dia masuk kamar mandi, aku
- tungguin gitu lama gitu sampai kesal
- nungguin lama tak tinggal aja. Itu saya
- tuh selalu curiga dengan pembantu itu.
- Nah, akhirnya suatu ketika ketika ada
- panggilan dia berangkat mau ke hospital
- di Jordan. He. Rumah sakit mewah di
- Jordan itu dia mau ee melanjutkan
- operasinya. Nah, itu sebelum dia
- berangkat ke rumah sakit itu tiba-tiba
- sang ibu ini meminta kepada suaminya
- nanti dulu tunda dulu berangkat ke rumah
- sakit sebelum pembantu ini keluar dari
- kamar mandi. Karena dia sudah setengah
- jam menunggu sang pembantu itu tidak
- keluar-keluar dari kamar mandi. Apa yang
- dia lakukan di kamar mandi itu gitu.
- Jadi mau langsung ditanya gitu ya.
- Akhirnya menunggulah sang ibu sampai
- pembantu itu keluar. Ketika pembantu itu
- keluar ada suaminya. Nah, langsung
- majikan ini bertanya kepada pembantunya,
- "Wahai Ibu, kamu jawab jujur apa yang
- kamu lakukan? Apa yang kamu kerjakan di
- dalam kamar mandi?" Setiap kali masuk
- kamar mandi itu lama sekali. He bisa
- setengah jam, bisa 1 jam, bahkan pernah
- 2 jam saya tungguin gitu kata sang
- majikan ini. Akhirnya dijawab jujurlah
- oleh sang pembantu sambil menangis.
- Pembantu itu bilang, "Saya jujur sebelum
- saya berangkat ke Timur Tengah ini
- sebenarnya saya itu melahirkan seorang
- anak perempuan yang anak perempuan itu
- anak pertama saya. Lalu saya titipkan ke
- orang tua saya karena tuntutan ekonomi.
- Saya itu miskin, saya punya banyak
- kebutuhan-kebutuhan. Sedangkan saya
- tidak punya pekerjaan saya melamar ke
- mana-mana ditolak. Akhirnya saya dapat
- info ada lowongan ke Timur Tengah
- sebagai TKW. Saya melamar, akhirnya saya
- diterima dan saya terpaksa menitipkan
- anak saya, anak pertama saya itu ke
- orang tua. Orang tua saya. Ke mana
- suamimu? suamiku sudah lama pergi
- meninggalkan aku. Di saat dia ee begitu
- barulah hamil, suaminya pergi
- meninggalkan dia. Masyaallah. Akhirnya
- sampai dia lahir anaknya, anaknya pun
- dititipkan ke orang tuanya. Lalu dia
- bekerja. Nah, sekarang susu saya ini
- kalau tidak saya keluarkan itu rasanya
- pedih sekali. Sakit ya? Sakit gitu.
- Akhirnya saya tuh kalau di kamar mandi
- itu buang susu saya. Susu kanan, susu
- kiri ini dikeluarin semua di WC. Asinya
- itu ya diperas ya. Asi. Iya. Saya tuh
- buang ASI setiap hari gitu. Kalau enggak
- dikeluarin, kalau enggak dibuang itu
- pedih rasanya sakit. Akhirnya sang
- majikan ini menangis sedih mendengar
- kisah pembantu ini lalu berkata ke
- suaminya, "Wahai
- suamiku, sesungguhnya kita tidak terlalu
- penting bagi anak yang dia miliki.
- Anaknya jauh lebih penting daripada dia,
- daripada kita.
- Tolong berikan cek kepadaku wahai
- pembantu kamu. Kami kontrak selama 2
- tahun bekerja. Selama 2 tahun itu pula
- gajimu kami lunasi, kami bayar. Anakmu
- jauh lebih penting daripada kami.
- Terimalah uang gaji ini. Anggap saja
- sedekah dari kami. Kami sedekah kepada
- kamu. Tolong jaga amanah ini sampai
- anakmu tumbuh besar. Sampai anakmu itu
- kuliah kalau bisa gitu. Kamu jaga
- anakmu. Jangan kamu tinggalkan gitu.
- Akhirnya pulanglah pembantu ini ke
- negaranya dengan hati yang senang dan
- gembira bawa uang banyak. Akhirnya dia
- amanah, jaga amanah itu sampai anaknya
- itu itu diasuh sama dia. Nah, setelah
- itu sang majikan ini melanjutkan
- perjalanan ke hospital Jordan. Nah, di
- rumah sakit. Begitu sampai di rumah
- sakit, dokter itu bertanya sama majikan
- ini, "Wahai
- Ibu, selama Ibu di rumah apakah Ibu
- melakukan terapi-terapi terapi kanker
- atau makan obat-obatan lain? Tidak,
- dokter. Ini ada sesuatu yang aneh kata
- dokter. Kenapa,
- Dokter? Penyakit kanker ibu itu hilang.
- Tidak ada bekas-bekas akar-akarnya
- sedikit pun tidak ada. Padahal sudah
- stadium empat tadi, ya. Padahal sudah
- stadium. H. Sedangkan hasil cek yang
- kita lakukan penelitian kemarin itu, itu
- pun hilang di dalam tubuh Ibu tuh sudah
- tidak ada penyakit kanker lagi sedikit
- pun. Dari ujung kaki sampai ujung rambut
- enggak ada penyakit lagi. Sehat
- walafiat. Masyaallah. Nah, gitu. Lalu
- ibu ini menjawab kepada dokter, "Wahai
- dokter, apabila apa yang engkau ucapkan
- itu benar, maka itu sesungguhnya
- alhamdulillah Allah yang mengangkat
- penyakit saya. Perantara saya bersedekah
- kepada seorang TKW asal Indonesia." Lalu
- sang dokter langsung catat kisah ibu
- ini. Alhamdulillah kisah ibu ini kisah
- nyata dan dicatat oleh tim redaksi di
- internasional itu ada bukunya. Kalau
- misalkan kita ke Jeddah, ke Madinah atau
- ke Makkah almukarramah itu ada kisah
- sang ibu ini sampai sekarang masih
- diabadikan kisah ini. Nah, itu jadi
- Ustaz Khalid Basalama yang suka timbul
- di ee YouTube itu pernah juga
- menceritakan tentang kisah seorang TKW
- asal Indonesia itu yang mendapatkan gaji
- ee selama 2 tahun lalu sang majikannya
- sembuh dari penyakit kanker.
- Subhanallah. Allah angkat penyakitnya
- itu. Itulah keajaiban dari Allah
- Subhanahu wa taala. Itulah indahnya
- Islam juga. Jadi jangan pernah kita itu
- merasa rugi atau merasa takut miskin
- ketika ingin berbagi. Bagaimana mungkin
- kita ini takut rugi, takut miskin,
- sedangkan kita ini diciptakan oleh
- Allah, diciptakan oleh zat yang maha
- kaya yang menciptakan langit dan bumi
- beserta isi-isinya. Oleh karena itu,
- marilah kita bantu saudara-saudara kita
- yang membutuhkan. kita bantu
- perjuangan-perjuangan, sahabat-sahabat,
- teman-teman kita, ustaz-ustaz kita,
- guru-guru kita, perjuangan dakwah beliau
- kita bantu gitu. Kita bersedekah, kita
- berinfak, kita berzakat, itu adalah
- kewajiban kita, gitu. Jadi, oleh karena
- itu, marilah kita sama-sama berbuat baik
- dan jangan pernah bosan untuk berbuat
- baik, gitu. Karena dunia ini sementara,
- sedangkan akhirat selama-lamanya. Mari
- kita pikirkan dunia kita dan akhirat
- kita. Masyaallah, kisahnya menginspirasi
- sekali ya, Ikhwan Akhwat. E tadi seorang
- ibu yang stadium 4 ya tadi kanker ya.
- Iya. Sembuh dengan Masyaallah biiznillah
- ya karena Allah dengan bersedekah kepada
- TKW Indonesia luar biasa ini suatu
- keajiban dari Allah. Betul ya atau
- mungkin mukjizat gitu ya. Allahu Akbar.
- Ini bukti bahwa sedekah itu masyaallah
- langsung Allah balas. Dan tadi Mas Adit
- pun yang tadinya sakit-sakitan sekarang
- saya sakit-sakitan. Terakhir saya cek
- penyakit saya di Cibubur itu.
- Alhamdulillah rumah sakit mitar keluarga
- saya cek satu pun enggak ada penyakit
- saya. Masyaallah. Yang tadinya tadi
- paru-paru jantung ya. Yang tadinya kata
- dokter ada penyakit gejala jantung.
- Enggak pernah saya minum obat. Demi
- Allah enggak pernah. Terapi atau
- olahraga tuh enggak pernah. Saya terus
- terang kalau habis salat subuh tuh saya
- zikir. Habis zikir tuh saya tuh ngantuk.
- Enggak bisa saya nahan ngantuk itu gitu.
- saya tuh kalau misalkan harus tidur
- dulu, air tidur. Nah, bangun tidur
- itulah baru saya masak, sibuk segala
- macam gitu kan. Sibuk di rumah makan
- gratis gitu. Jadi ee waktu olahraga tuh
- jarang olahraga saya. Saya paling
- olahraga itu ya sore atau malam seperti
- itu. Dan alhamdulillah penyakit saya tuh
- hilang gitu. Dan saya enggak cerita juga
- ke dokter yang diakit ini Rumah Sakit
- Mitar Keluarga itu begitu saya lihat
- hasil ronsen saya alhamdulillah penyakit
- saya itu enggak ada sehat. Allahu Akbar.
- Ini kisah nyata lagi. Dulu waktu di
- Kampung Pabuaran Kulon RT 1 RW 16 di
- Desa Ciangsana itu saya dipinjamin tanah
- oleh seorang ibu-ibu. Yang ibu-ibu itu
- mantan kolonel. Mantan kolonel dia itu
- punya tanah. Nah, tanah itulah yang kami
- pinjam untuk bangun rumah makan gratis.
- Dan ibu itu sakit kanker. Hm. Sudah
- stadium 4 juga. Iya. Iya. Iya. Nah,
- semenjak dia meminjamkan tanahnya untuk
- kami buka rumah makan gratis itu Allahu
- Akbar. Penyakit kankernya pun sembuh.
- Masyaallah. Pada waktu pertama kali
- kenal saya kenal ibu ini. Ibu ini sakit.
- Sakit kanker. Terbaring di tempat tidur.
- Kalau misalkan malam jam . jam 3. Subuh
- itu suaminya suka nelpon saya. Ustaz
- Adit minta tolong ini istri saya ini
- kesakitan. Dadanya tuh sakit panas
- katanya gitu. Meriang-meriang, panas
- dingin juga katanya gitu. Akhirnya saya
- mau datang ke rumahnya udah masih subuh
- belum belum subuh malah jam . Jam jam
- .00 subuh. He. Nah, akhirnya besok ya,
- Pak, insyaallah saya bilang nanti saya
- kita rukiah lah, kita bantu rukiah. Nah,
- kami bantu rukiah. Setelah kami bantu
- rukiah, kami terus melakukan sedekah.
- Jadi,
- SDRT itu metode. Kalau misalkan kita
- punya penyakit yang aneh-aneh itu SDRT
- obatnya. SDRT itu singkatan dari
- sedekah, doa, rukiah, tazkiah. SDRT.
- SDRT. Jadi untuk pendengar radio
- silaturahim dan Rasil TV kalau misalkan
- kita punya keluarga atau saudara atau
- sanak famili atau kita yang
- sakit, coba kita lakukan metode SDRT.
- Karena sering saya lakukan SDRT ini
- alhamdulillah ada yang sakit jantung
- sembuh, ada yang lumpuh sedekah. SDRT
- itu singkatan dari sedekah. Heeh. Doa.
- Doa. Rukiah. Rukiah. Tazkiah. Tazkiah.
- Tazkiah itu pensucian jiwa. membersihkan
- manusia dari kotoran-kotoran hati,
- penyakit-penyakit hati. Nah,
- penyakit-penyakit hati sombong, dengki,
- iri, nah suka jahat sama orang, suka
- hilangkan semua hilangkan semua itu
- penyakit-penyakit itu. Nah, itu ada ada
- kitabnya pun ada. Beli buku Tazkiyatun
- Nufus atau Tazkiyatun Nafs namanya itu.
- Baca buku itu. Itu bagus itu buku itu.
- Nah, itulah insyaallah kita yakin sama
- Allah bahwa Allah yang maha
- menyembuhkan, Allah yang mendatangkan
- penyakit dan Allah yang menyembuhkan
- penyakit. Insyaallah dengan ikhtiar kita
- sedekah, doa, rukiah, tazkiah. Kalau
- misalkan enggak ada uang, enggak
- apa-apa. Rp10.000 pun bisa sedekah. Beli
- nasi bungkus, kasih makan nasi bungkus
- itu ke anak-anak yatim. Anak yatim satu
- aja satu bungkus nasi. Kan ada nasi
- bungkus yang harganya Rp10.000 kan? Iya.
- Nah, beli nasi ayam atau nasi ikan atau
- nasi goreng gitu kan. Nah, antarin ke
- yayasan yatim piatu tanya ada anak
- yatimnya enggak? Enggak ada. Oh, berarti
- bukan yayasan yatim piatu. Nah, kalau
- ada anak yatimnya baru yayasan yatim
- piatu. kasih nasi bungkus itu ke anak
- yatim satu aja gitu sedekah. Nasi
- bungkus itu dimakan sama anak yatim
- masyaallah berkah jadi darah, jadi
- daging anak yatim itu baca Quran, puasa,
- salat kita dapat pahalanya juga.
- Insyaallah. Insyaallah penyakit kita
- sembuh. Insyaallah. Insyaallah. Baik,
- menarik sekali nih perbincangan kita,
- Mas Adit. Iya. Kita jeda dulu ya, Mas
- Adit. Siap. Iwan. Jangan ke mana-mana.
- Kita akan lanjutkan bincang-bincang
- dengan Mas Adit, pendiri rumah makan
- gratis Ciangsana Gunung Putri Bogor.
- Kami akan kembali setelah jeda
- berikutnya.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]