Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 Pertentangan dan persaingan politik 0:14 dalam [musik] memperebutkan kekuasaan 0:16 merupakan hal yang lazim ditemukan dalam 0:19 alam demokrasi. Namun [musik] bagaimana 0:22 menjadi seorang yang kritis terhadap 0:24 kekuasaan dengan tetap bersikap 0:27 rasional, bertanggung [musik] 0:28 jawab, dan santun pernah dicontohkan 0:31 dengan baik oleh Bung Hatta, terutama 0:34 [musik] setelah tokoh proklamator 0:36 kemerdekaan bangsa Indonesia ini 0:38 mengundurkan diri dari jabatannya 0:40 [musik] sebagai wakil presiden pada 0:43 tanggal 1 Desember 1956. 0:48 Tidak ada yang tahu persis apa alasan 0:51 Bung Hatta mengundurkan diri. 0:53 Beberapa analis menduga Hatta mundur 0:56 karena kecewa dengan jalannya 0:58 pemerintahan dan posisi jabatannya yang 1:01 tidak memungkinkan ia berperan maksimal 1:05 dalam [musik] pemerintahan kala itu. 1:07 Pemerintah Republik Indonesia memang 1:09 bercorak demokrasi parlementer. 1:13 Dalam sistem pemerintahan ini, [musik] 1:15 kerja-kerja eksekutif menjadi domain 1:18 kekuasaan dan wewenang [musik] kabinet 1:20 yang dipimpin seorang perdana menteri. 1:23 Sementara Presiden dan Wakil Presiden 1:25 [musik] 1:26 hanya menjadi simbol negara belaka. 1:29 Yang ngatur itu adalah perdana menteri. 1:30 Perdana menteri itu pemimpin pemerintah, 1:32 Presiden dan Wakil Presiden itu lebih 1:34 sebagai simbol. Jadi tidak bisa masuk 1:37 dan apalagi pada saat itu pergantian 1:39 pergantian-pergantian kabinet kan sangat 1:41 cepat gitu. 1:42 Di situ terlalu cepat masuk demokrasi 1:44 [musik] parlementer. Bung Hatta enggak 1:46 happy kok. 1:49 Analisis lain menyatakan keputusan Hatta 1:52 untuk mundur dikarenakan [musik] 1:54 perbedaan pandangan-pandangannya dengan 1:57 Presiden Soekarno yang sebelumnya kerap 2:00 terjadi sudah tidak bisa terjembatani 2:03 lagi. Dalam salah satu surat-suratnya 2:06 pada Bung Karno, Hatta pernah menulis 2:09 bahwa ia mundur untuk memberi kesempatan 2:12 pada Presiden Soekarno [musik] 2:14 dalam mewujudkan apa-apa yang diyakini 2:17 dan kerap dikatakannya. [musik] 2:19 Memang politiknya waktu itu juga 2:21 menjauhkan kedua tokoh ini. Bung Hatta 2:24 secara fair ya ee mengatakan, "Saya tahu 2:27 cita-cita Bung Karno itu sangat mulia, 2:30 tetapi mungkin jalan yang ditempuhnya 2:33 agak salah. 2:34 Begitu salahnya mungkin apa 2:36 environmentnya yang memberi feeding 2:39 masukan ke Bung Karno itu banyak yang 2:42 salah. 2:51 Setelah mundur dari kekuasaan, Hatta dan 2:53 keluarganya pindah dari istana wakil 2:56 presiden di Jalan Merdeka Selatan ke 2:59 rumah lama di Jalan Diponegoro 57 3:02 Jakarta. sejak tak lagi menjadi wakil 3:05 presiden hatta menggantungkan hidupnya 3:08 dari mengajar menjadi dosen dan menulis. 3:11 Beliau memang orang yang suka menulis, 3:13 suka membaca dan mendengarkan radio. Ee 3:18 kesukaannya membaca tentu tidak hilang 3:21 dan ini untuk kesehariannya hanya ada 3:25 radio. 3:25 Bung Hatta teratur mengajar di Jogja 3:28 dulu. Bahkan ee saya tahu benar dia 3:32 dosen paling populer. Tetapi pada waktu 3:35 itu saya MI mengadakan demonstrasi 3:39 menentang kehadiran Bung Hatta. bahwa 3:41 saya marah benar saya tidak menghendaki 3:44 apa-apa cuma dia memberikan ilmunya tapi 3:47 orang PG SGM itu demonstrasi menentang 3:49 harta itu kan penghinaan kepada seorang 3:52 mantan wakil presiden itu lakukan orangi 3:55 yang yang komunis itu. 3:59 Tak lama setelah Bung Hatta mundur dari 4:01 jabatannya sebagai wakil presiden, 4:04 terjadi pergolakan di luar Pulau Jawa, 4:06 terutama di Sumatera dan Sulawesi. 4:09 Selain menuntut otonomi daerah yang 4:11 lebih besar, sejumlah tokoh militer dan 4:14 politik di Sumatera dan Sulawesi juga 4:17 menuntut agar Bung Hatta yang sangat 4:20 dihormati di luar Pulau Jawa 4:22 dikembalikan lagi ke pemerintahan 4:25 sehingga perwujudan konsep duwiit 4:27 tunggal bisa dipulihkan. 4:29 Itu akumulasi ya dari berbagai hal gitu. 4:32 ada keinginan untuk ee mengembalikan 4:35 Hatta sebagai wakil presiden, tetapi 4:38 juga seperti yang disebut-sebut [musik] 4:40 di dalam sejarah itu ee karena Soekarno 4:44 di dianggap [musik] ee terlampau dekat 4:46 dengan ee PKI. Kemudian ee ada lagi 4:49 persoalan yang lain yaitu munculnya 4:51 menurut hemat saya elit militer di 4:54 daerah. Nah, saya lebih cenderung ee 4:57 kepada yang terakhir ini, kelompok yang 4:59 terakhir ini yang yang ee melakukan ee 5:03 pemberontakan [musik] 5:11 [musik] 5:14 meski keduanya sempat dipertemukan dalam 5:17 Forum Musyawarah Nasional pada tanggal 5:19 11 September 1957 [musik] 5:22 dan bahkan menandatangani pernyataan dan 5:25 ikrar bersama. Namun keduanya tetap 5:28 bersilang jalan. Soekarno tetap 5:31 bersikukuh dengan konsepsi demokrasi 5:34 terpimpin yang ingin diwujudkannya. 5:37 Sehari setelah pertemuan ini, [musik] 5:39 Hatta yang kecewa menulis surat pribadi 5:42 pada Bung Karno dan memperingatkan 5:45 sahabatnya ini bahwa upaya mewujudkan 5:48 konsepsi demokrasi terpimpin bisa 5:51 membuat negara terjerumus dalam [musik] 5:53 perang saudara. 6:03 Pandangan dan nasihat-nasehat Muhammad 6:05 Hatta tidak banyak diindahkan Presiden 6:08 Soekarno. Segala yang dikhawatirkan Bung 6:11 Hatta dalam suratnya akhirnya 6:14 benar-benar terjadi pada awal tahun 6:16 1958. 6:18 Peran saudara pecah di Sumatera dan 6:20 Sulawesi. Menurut politik yang terjadi 6:23 di Indonesia sepanjang tahun 1957 6:27 tidak merendah hingga pergantian tahun. 6:30 Setelah tuntutan pembubaran kabinet 6:32 Juanda dan sejumlah tuntutan lainnya 6:35 tidak ditanggapi pemerintah pada tanggal 6:37 15 Februari 1958, 6:41 sejumlah tokoh militer di Sumatera 6:44 memproklamasikan berdirinya pemerintahan 6:46 revolusioner Republik Indonesia atau 6:50 PRRI di Padang, Sumatera Barat. 6:56 Proklamasi PR ini kemudian mendapat 7:00 dukungan [musik] dari kelompok permesta 7:02 atau perjuangan rakyat semesta di 7:05 Sulawesi yang sudah lebih dulu 7:07 memproklamirkan [musik] 7:08 diri pada tanggal 2 Maret 1957. 7:13 Bung Hatta yang sangat [musik] dihormati 7:15 oleh masyarakat di luar Jawa sempat 7:17 diminta bergabung. Namun Hatta menolak. 7:21 Bagi [musik] Hatta, persoalan perbedaan 7:23 pendapat dalam urusan pemerintahan tidak 7:26 bisa diselesaikan lewat jalan 7:29 pemberontakan. [musik] 7:30 Hatta itu menolak untuk bergabung dengan 7:34 ee pihak pemberontak [musik] 7:37 atau menolak untuk datang ke Sumatera 7:40 Barat untuk bergabung misalnya dengan 7:42 Nsir, dengan yang lain-lain gitu. Jadi, 7:45 bagi saya ini suatu ee keteladanan yang 7:48 luar biasa gitu. [musik] Karena meskipun 7:50 ee kita bersikap kritis terhadap 7:52 pemerintah itu bisa disampaikan melalui 7:55 berbagai media, tapi tidak dengan 7:57 pemberontakan [musik] 7:58 gitu. Karena pemberontakan itu kan pasti 8:00 mempunyai dampak yang sangat-sangat luar 8:02 biasa. [musik] 8:07 Untuk menghadapi PR, Bung Karno sempat 8:11 meminta Hatta melakukan perundingan 8:13 dengan kaum [musik] pemberontak atas 8:15 nama pemerintah pusat. Keduanya bahkan 8:18 [musik] sempat bertemu. Namun upaya 8:20 melibatkan Hatta dalam penyelesaian 8:23 konflik ini tidak berlanjut. Pemerintah 8:26 kemudian menumpas pemberontak PR [musik] 8:30 dengan kekuatan militer. Pendekatan 8:33 militer ini sempat dikecam Bung Hatta. 8:37 Hatta sendiri [musik] ya tidak suka 8:38 dengan kekerasan itu. Dan kita tahu 8:40 bahwa ee di dalam perjalanannya ee 8:43 sampai meletusnya ee FRI itu kan ee 8:46 perundingan itu berlangsung [musik] 8:48 berkali-kali gitu. Nah, ee ya puncaknya 8:52 ketika ya peri itu meletus dan ee 8:55 terjadi penumpasan eh yang dipimpin oleh 8:58 ee Nasution gitu. 9:01 Sementara itu, hingga memasuki tahun 9:04 1959, 9:06 situasi politik nasional terus diwarnai 9:09 kekisuhan. 9:10 Presiden Soekarno yang kala itu 9:12 menganggap pemerintahan kabinet yang 9:14 lahir dari demokrasi parlementer tidak 9:17 efektif melontarkan gagasan pembentukan 9:21 kabinet gotongroyong yang di dalamnya 9:24 harus melibatkan PKI. Menghadapi kemelut 9:28 berlarut-larut ini dengan dukungan TNI 9:31 dan PKI, Soekarno [musik] kemudian 9:33 mengumumkan dekret Presiden untuk 9:36 kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. 9:41 menetapkan 9:43 Undang-Undang Dasar 1945 9:48 berlaku lagi. 9:50 [musik] 9:51 Lewat dekret ini, Presiden Soekarno 9:53 kemudian merombak pemerintahan berdasar 9:56 pada sistem demokrasi terpimpin yang 9:59 langsung dipimpin dirinya. Soekarno 10:02 kemudian juga membubarkan [musik] 10:03 DPR dan Konstituante hasil Pemilu 1955 10:09 dan membentuk DPR gotongroyong yang para 10:12 anggotanya banyak yang 10:14 [musik] 10:14 ia tunjuk sendiri. Langkah politik 10:17 Soekarno ini dikecam keras Bung Hatta 10:20 lewat tulisan panjang berjudul Demokrasi 10:23 Kita yang dipublikasikan di majalah 10:26 Panji Masyarakat 10:28 pada tahun 1960. 10:30 mengkritik sistem demokrasi terpimpin 10:33 yang dijalankan Soekarno sebagai 10:36 pemerintahan otoriter. Dan ketika 10:39 terjadi 10:40 politik yang perbenturannya keras di 10:42 dalam konstituante, seperti kita ketahui 10:45 waktu itu ada dua kelompok besar dan 10:48 akhirnya ee ujungnya adalah dekrit 10:50 presiden 5 Juli tahun 9, kita masuk di 10:53 dalam satu periode yang namanya 10:55 demokrasi terpimpin. demokrasi terpimpin 10:58 ini dianggap sebuah kediktatoran baru. 11:02 Karena tidak lama setelah demokrasi 11:04 terpimpin ee Bung Karno melakukan 11:09 ee pembubaran terhadap partai politik 11:12 itu juga akibat ada peristiwa PR. Tapi 11:16 dua partai yang sangat penting, satu 11:18 Partai Masumi dan Partai PSI, Partai 11:20 Sosialis dibubarkan. Kemudian banyak 11:23 tokoh yang ditangkap, tokoh-tokoh yang 11:26 juga ikut menjadi pendiri republik ya. 11:30 Mereka yang aktif di dalam pergerakan 11:33 seperti Safruddin Prawiranegara, 11:35 Muhammad Natsir, mantan perdana menteri, 11:38 Kasman Singodimejo, Buya Hamka, anak 11:41 Agung Gede Agung itu banyak 11:43 dipenjarakan. 11:44 Malah Mukhtar Lubis lebih dahulu tahun 6 11:48 sampai tahun '66 Mukhtar Lubis dipenjara 11:50 karena tulisan-tulisannya. 11:52 Jadi, Bung Hatta mengkritik ini dalam 11:54 sebuah buku kecil yang berjudul 11:57 Demokrasi Kita. 11:59 Dan buku ini ee menjadi buku terlarang 12:03 [musik] pada waktu itu karena kritik 12:06 dari Bung Hatta kepada Bung Karno. 12:11 Dalam risalah demokrasi kita, Hatta juga 12:14 mengkritik kinerja pemerintah yang tidak 12:17 maksimal dalam mewujudkan kesejahteraan 12:20 rakyat. Tak lama setelah memuat tulisan 12:23 demokrasi kita, majalah Panji Masyarakat 12:26 yang dipimpin Buya Hamka dilarang 12:28 [musik] terbit. Hamka bersama sejumlah 12:31 tokoh politik Masumi dan PSI yang 12:34 dianggap terlibat PRTA 12:37 juga ditangkap [musik] dan dipenjara. 12:40 Nasib Buhatta sendiri tidak lebih baik 12:43 meski tidak ditahan. Saat itu aktivitas 12:46 Hatta kerap diawasi intel pemerintah. 12:50 Hatta juga [musik] dicekal hingga tidak 12:52 bisa mengikuti sebuah acara di luar 12:55 negeri. Ia juga dikucilkan dari 12:58 pergaulan [musik] politik. 12:59 Ayah sangat kecewa bahwa 13:03 beliau sebagai seorang tokoh, seorang 13:06 akademisi, seorang negarawan 13:09 untuk seminar di luar negeri itu 13:11 kemudian tidak boleh. 13:14 Dan juga dalam tahun itu, tahun-tahun 13:17 itu sahabat-sahabatnya pada dipenjara. 13:21 Jadi, Sultan Syahrir di penjara, 13:25 terus ee Bapak Sultan Syahrir di 13:27 penjara, Bapak Tide Anak Agung Ged Agung 13:30 di penjara, terus ada Bapak Subadio 13:33 Sastro Satomo yang generasinya lebih 13:36 muda daripada 13:41 pada masa demokrasi terpimpin ini, Hatta 13:44 yang khawatir tulisan-tulisan kritiknya 13:47 pada Bung Karno bisa menyebabkan media 13:50 cetak yang memuat tulisannya di beredel 13:53 pemerintah. Kemudian dia memilih 13:56 mengkritik sahabatnya itu lewat 13:57 surat-surat pribadi. Pada 19 Januari 14:01 1962 misalnya, Hatta menyurati Bung 14:05 Karno untuk mengingatkan agar 14:08 pemerintahannya tidak mudah menangkap 14:10 dan memenjarakan tokoh yang dianggap 14:13 sebagai lawan pemerintah. 14:15 Pada masa ini, meski kerap bersih 14:17 tegang, hubungan persahabatan Bung Karno 14:19 dan Bung Hatta tetap terjaling baik. 14:23 Saat Bung Hatta sakit pada tahun 1963 14:26 [musik] misalnya, Bung Karno 14:28 menjenguknya di rumah sakit. Sang 14:31 Presiden kemudian bahkan juga memohon 14:33 sahabat D ini agar mau dirawat di luar 14:36 negeri dengan biaya negara. Hatta 14:39 sendiri di kemudian hari juga menjenguk 14:43 Soekarno sahabatnya ini yang terbaring 14:45 sakit menjelang kematiannya [musik] 14:47 pada tahun 1970. 14:51 Setelah Presiden Soekarno Tumbang dan 14:54 Soeharto tampil memimpin Orde Baru, Bung 14:57 Hatta pernah dijadikan penasihat 14:59 presiden untuk pemberantasan korupsi 15:02 dalam Komisi 4. Namun komisi ini hanya 15:06 bisa bekerja sebentar. karena kemudian 15:09 dibubarkan sendiri oleh Presiden 15:12 Soeharto 15:13 telah diberikan oleh Bung Hatta itu 15:15 enggak enggak ada enggak ada akibat 15:18 apa-apa korupsinya jadi juga. Karena 15:20 itulah Bung Hatta sempat mengeluarkan 15:22 karena rasa marah ini korupsi sudah 15:24 menjadi budaya ini. Nah, orang mengira 15:27 Bung Hatta menganggap korupsi itu budaya 15:29 padahal itu dia kritik karena korupsi 15:31 sudah mulai menjajah juga. 15:37 [musik] 15:42 Bung Hatta juga sempat melontarkan 15:44 gagasan pendirian Partai Demokrasi 15:46 Islam, sebuah [musik] partai yang 15:48 bertujuan mempersatukan 15:50 kelompok-kelompok nasionalis dan 15:52 kelompok-kelompok [musik] Islam. Namun 15:55 upaya pendirian partai ini terganjal 15:58 karena tidak diizinkan rezim Soeharto. 16:01 [musik] 16:01 Kalangan umat Islam sendiri kurang 16:05 menyambut baik. Hanya ada dua tokoh 16:08 Islam yang mendampingi 16:10 memberikan dukungan kepada Bung Hatta 16:12 pada waktu itu, yaitu Profesor Deliar 16:15 Nur dan Ismail Hasan Metarium. 16:18 Perjalanan hidup Pak Hatta itu memang 16:21 tidak pernah aktif di lingkungan 16:23 aktivitas organisasi Islam. Jadi itu 16:26 nanti psikologinya itu kurang klop. di 16:29 samping ada rencana-rencana dari 16:33 tokoh-tokoh Islam pada waktu itu untuk 16:36 merehabilitasi kembali ee Partai Masumi. 16:46 Nama Bung Hatta pada tahun 1978 16:49 juga tercatat bergabung dalam Yayasan 16:52 Lembaga Kesadaran Berkonstitusi atau 16:55 YLKBI 16:57 yang didirikan Jenderal Purnawirawan 16:59 Abdul Haris Asifon. Di belakang hari 17:02 pada bulan Mei 1980, 17:05 yayasan ini mengeluarkan petisi yang 17:08 ditandatangani 50 tokoh mengkritik 17:11 berbagai penyimpangan yang dilakukan 17:14 pemerintahan Soeharto. 17:15 Pada waktu itu. Walaupun orde baru 17:19 mengatakan setiap rekonstitusi tapi 17:22 penyelewengan-penyeleywengan sudah 17:23 terjadi dan juga Pak Naskan orang yang 17:26 disingkirkan juga dan dia tahu benar. 17:29 Di luar aktivitas politiknya pada tahun 17:32 1970-an, 17:34 nama Bung Hatta sempat diberitakan di 17:36 media massa karena pola hidupnya yang 17:39 sangat sederhana. Karena kesederhanaan 17:42 hidupnya, mantan wakil presiden ini 17:44 diberitakan kesulitan membayar air pam 17:48 bulanan. Berita ini kemudian terdengar 17:51 oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. 17:55 Sebagai penghargaan untuk Bung Hatta, 17:57 Ali Sadikin kemudian menjadikan mantan 17:59 wakil presiden itu sebagai warga kota 18:02 Jakarta utama dan dibebaskan dari 18:05 kewajiban membayar uang listrik dan pam. 18:07 [musik] 18:08 Masa-masa itu sangat susah. ee gak bisa 18:11 dibandingkan dengan sekarang ee wakil 18:13 [musik] presiden 18:16 pensiunnya cukup tinggi ee zaman 18:19 sekarang ini ya. 18:21 Tapi dulu [musik] kalau dihitung dengan 18:24 uang sekarang ee pensiun Bung [musik] 18:27 Hatta itu sekitar 1,8 atau 1,9 juta itu 18:33 sudah tunjangan ee itu sudah pensiun 18:35 wakil presiden termasuk tunjangan 18:37 sebagai perdana menteri. 18:38 Tetap jujur, hemat, lalu juga tidak 18:41 [musik] 18:42 melakukan korupsi. itu beliau contohkan 18:44 bahkan misalnya ketika beliau berkunjung 18:46 ke ee luar negeri ketika pulang beliau 18:50 akan memerintahkan stafnya untuk 18:51 menghitung secara rinci berapa 18:52 pengeluarannya dan sisanya harus 18:54 dikembalikan kepada negara. Atau 18:56 misalnya ketika Bung Hatta naik haji, 18:58 beliau ditawari oleh Bung Karno untuk 18:59 naik pesawat terbang e dengan biaya 19:01 negara, beliau menolak dengan tegas. 19:03 Banyak orang di Indonesia dan mayoritas 19:04 orang di Indonesia menganggap harta itu 19:07 adalah contoh bagaimana hidup sederhana. 19:11 Bagaimana orang bisa membedakan antara 19:14 ranah privat dengan ranah publik. 19:16 Pokoknya orang yang tidak mau 19:17 mempercampurkan kekuasaan yang 19:19 dimilikinya dengan keluarga yang ada 19:21 pada di depan matanya. Membuktikan 19:23 kepada kita dengan kekuasaan besar Hatta 19:26 tidak pernah jadi orang kaya. Sebetulnya 19:28 kaya dalam pengertian uang. 19:31 [musik] 19:34 Pemandangan alam yang indah laksana 19:36 sepotong rahasia kecantikan di tengah 19:39 [musik] kedahsyatan alam Minangkabau. 19:42 Bentangan bukit barisan yang memanjang 19:45 melintas teguh [musik] memagari payah 19:48 kumbuh. 19:51 Tampak jelas tebing-tebing [musik] curam 19:53 di Lembah Ngarai Sianok juga lembah 19:56 harau yang indah seakan mengirim pesan 19:59 kedamaian dan ketentraman. [musik] 20:02 Kota Bukittinggi berkembang menjadi 20:04 salah satu pusat pengajaran [musik] 20:06 agama Islam di Minangkabau. 20:14 Syekh Abdurrahman seorang [musik] 20:16 pemimpin gerakan tarekat Islam membuat 20:19 nama Batu Hampar menjadi terkenal. 20:22 Ranah Minang banyak melahirkan tokoh dan 20:26 kiai-kiai besar seperti Haji Agus Salim, 20:29 Buya Hamkah, penyair Taufik Ismail, dan 20:33 masih banyak sederetan nama-nama besar 20:36 lain. 20:40 Di kota Bukittinggi [musik] inilah pada 20:42 tanggal 12 Agustus 1902, 20:46 Syekh Abdurrahman mendengar tangisan 20:49 [musik] pertama sang cucu yang kemudian 20:51 diberi nama Atar. Atar adalah nama kecil 20:55 Muhammad Hatta yang telah menjadi 20:58 proklamator kemerdekaan Indonesia. 21:00 Masih kecil kan bilang Atar [musik] 21:02 tidak bisa bilang R gitu. Atta ata. Jadi 21:05 akhirnya orang memanggil semua ee 21:08 [musik] apa dia dengan kata ata jadi 21:10 hatta. 21:17 [musik] 21:21 Muhammad Hatta adalah putra dari 21:23 pasangan Haji Muhammad [musik] Jamil 21:25 dengan salhah. Pada usia 8 bulan, Hatta 21:29 menjadi anak yatim karena ayahnya 21:31 meninggal dunia. Hatta dibesarkan oleh 21:34 ibunya Shah dan mendapat pengasuhan yang 21:37 baik. [musik] Terutama sejak ibunya 21:39 menikah kembali dengan Hajining, seorang 21:42 saudagar kaya dari Palembang. 21:45 Hatta kecil tumbuh dalam [musik] 21:46 lingkungan keluarga ulama pedagang. 21:49 Secara ekonomi, keluarga Hatta cukup 21:52 mapan. Demikian pula dalam kehidupan 21:54 sosial memiliki status yang tinggi. 21:58 Kepribadiannya pun terbentuk dari 22:01 perpaduan antara [musik] pengajaran 22:03 agama yang kuat serta keterampilan 22:06 berniaga yang diwariskan oleh 22:08 keluarganya. untuk mengenali akar 22:11 [musik] seorang hatta ee tidak bisa lain 22:15 harus pelajari atau mengenali lingkungan 22:19 keluarga dari ee Hatta sendiri dari 22:23 keluarga ibu sebagai keluarga 22:27 saudagar dan di lain pihak Hatta juga ee 22:31 turunan seorang sufi, seorang ulama 22:34 besar dari Batuhampar, sebuah negari 22:38 dari sekitar 10 km dari Payakumbuh dan 22:43 ee dua lingkungan dari kedua belah pihak 22:47 ayah dan ibu ini saya kira ee di dalam 22:51 diri Hatta ketemu ee suatu hal kekuatan 22:54 yang membuat dia unik dan menjadi 22:56 seorang Hatta yang dikenal di dalam ee 23:01 sejarah bangsa ini gitu. [musik] 23:09 Masa kanak-kanak diwarnai [musik] 23:11 dengan pendidikan agama yang ketat. 23:14 Bahkan telah disiapkan rencana mengirim 23:16 harta yang masih kecil untuk memperdalam 23:19 pendidikan agama di Mekah atau Kairo 23:22 Mesir. Namun ada keberatan dari pihak 23:25 keluarga ibunya. Seperti dituturkan 23:28 kepada Deli Ararnur yang menulis [musik] 23:30 biografi Hatta karena sebelumnya terjadi 23:33 tarikmenik antara keluarga ayahnya dan 23:35 keluarga ibunya. 23:37 Karena ada sebagian [musik] dari 23:39 keluarganya 23:41 dari kalangan turunan Syekh Abdurrahman 23:44 ini menghendaki supaya Hatta bisa 23:46 menggantikan kakeknya kalau sudah besar. 23:49 Jadi ada rencana membawa dia ke Makkah 23:52 kemudian ke Mesir. 23:55 Tapi pihak keluarga Ibu kurang setuju 23:58 karena Hatta masih dianggap sangat 24:00 kecil. [musik] 24:01 Akhirnya Bung Hatta melanjutkan ke 24:04 sekolah Belanda Milo di Padang, Prince 24:08 Hendric School di Jakarta dan kemudian 24:10 ke negeri Belanda. Tapi penghta kecil 24:13 ketika itu sudah berjanji kepada 24:16 keluarga kakek bahwa dia akan tetap 24:19 berpegang kepada ajaran Islam. 24:26 Dengan tetap berpegang pada ajaran Islam 24:29 pada tahun 1913, 24:31 Hatta menempuh pendidikan Europses La 24:35 School atau ILS di Bukittinggi. 24:38 Beruntung bagi Hatta, ia berkesempatan 24:41 memasuki lembaga pendidikan yang hanya 24:43 diperbolehkan untuk orang Eropa dan kaum 24:46 timur asing yang terpandang karena 24:49 status sosial yang tinggi dari 24:51 keluarganya. Saat itu masyarakat 24:53 Bukittinggi mengetahui Kakek Hatta 24:56 adalah orang yang kaya dan memiliki 24:59 sejumlah bendi yang disewa pemerintah 25:01 kolonial untuk mengantarkan surat-surat 25:04 pos. 25:07 Selama menempuh pendidikan Europes La 25:10 Shere School, Hatta juga belajar agama 25:13 Islam pada Syekh Abdul Jamil Jambek. 25:16 Dasar-dasar ilmu agama yang kuat 25:18 membentuk harta hingga tumbuh menjadi 25:21 anak yang rajin, disiplin, serta taat 25:24 aturan. 25:26 Hatta juga menunjukkan jiwa kesatria 25:29 dengan bersedia menerima hukuman jika 25:31 dianggap salah. 25:33 Datuk Oya, pimpinan Surau Batu Hampar 25:36 yang juga masih keluarga Hatta memiliki 25:39 cerita menarik tentang Hatta kecil yang 25:42 penuh disiplin. 25:43 Pernah beliau tinggi [musik] dihukum 25:45 oleh orang tuanya. Dibuat garis, dibuat 25:48 batang pohon di muka itu buat garis. 25:51 [musik] 25:52 Kalau gak boleh pi bergerak dari garis 25:54 ini 25:56 hanya garis di tanah, maka dia gak gerak 26:00 berjam-jam gituah. [musik] Kalau dia 26:02 dihukum hang gak boleh k jawabnya ha 26:05 siko saja [musik] cara awak ha gak 26:09 begitulah keras hatinya 26:13 [musik] 26:19 [musik] 26:21 benteng for thecock di Bukit Tinggi yang 26:24 merupakan salah satu tempat kesukaan 26:27 [musik] Hatta untuk bermain. Dari 26:29 sinilah Hatta melihat potret [musik] 26:31 suasana kolonial di Kota Bukittinggi, 26:34 sebuah kota yang sejak akhir abad ke-19 26:38 menjadi pusat pemerintahan kolonial 26:40 Belanda terpenting di Sumatera. 26:43 Masa kanak-kanak ini [musik] juga 26:45 menandai lahirnya watak antikolonialisme 26:49 dari Hatta. Watak itu terbentuk setelah 26:52 menyaksikan pamannya dihukum pemerintah 26:55 kolonial hanya karena mengkritik seorang 26:58 pejabat Belanda [musik] yang dinilai 27:00 bertindak tidak patut lewat artikel yang 27:03 ditulisnya. 27:05 Pada tahun 1977, Hatta pernah menuturkan 27:08 pengalamannya yang membekas itu pada 27:11 sebuah stasiun televisi Belanda. 27:18 Saudara sepupu kakek saya terlibat dalam 27:21 pemberontakan itu. Dan ketika ia dibawa 27:24 ke padang, saya lihat dia lewat rumah 27:27 kami. 27:31 Pemberontakannya tidak berlangsung lama 27:34 karena apa daya penduduk yang tidak 27:37 bersenjata terhadap tentara yang 27:39 bersenjata. 27:41 Itulah pengalaman saya yang pertama yang 27:45 tidak mengenakkan mengenai kolonialisme. 27:47 Iya. Ee pada waktu itu memang ada cerita 27:50 bahwa Bung Hatta melihat pamannya 27:52 diseret gitu dan pengalaman itu membekas 27:54 pada diri Bung Hatta dan satu pengalaman 27:57 yang sangat personal dalam memandang 27:59 kolonialisme itu sendiri. Menurut dia 28:01 kolonialisme itu sebuah sistem yang 28:03 harus ee apa di dilawan. 28:10 Setelah merampungkan masa belajarnya di 28:12 Bukit Tinggi, Hatta selanjutnya menempuh 28:15 pendidikan di Muloh di Kota Padang. 28:17 Sekolah ini didirikan waktu zaman 28:19 Belanda. Kemudian tahun sampai dengan 28:22 tahun 1942 28:25 itu sekolah ini dinamakan dengan sekolah 28:27 mulo. Waktu itulah Bung [musik] Hatta 28:30 sekolah di SLTP Negeri 1 ini. 28:36 [musik] 28:38 Selama belajar di Mulo, Hatta sering 28:40 mengunjungi sejumlah serikat usaha yang 28:43 didirikan oleh kaum pribumi di Kota 28:45 Padang. Pembicaraan-pembicaraan [musik] 28:47 tentang usaha kaum bumiputra untuk 28:50 bangkit menghadapi perusahaan Belanda 28:52 dan [musik] perusahaan orang-orang Cina 28:54 amat berkesan dalam diri Hatta. 28:57 Pengalaman itu membuat Hatta semakin 28:59 [musik] peduli dengan kondisi ekonomi 29:01 kaum bumiputra. 29:03 Selepas menamatkan pendidikan mulo di 29:06 Padang, Muhammad Hatta pada tahun 1919 29:09 meneruskan pendidikan di Batavia. Hatta 29:12 menempuh ilmu di Prince Henrik School. 29:15 sebuah sekolah menengah atas [musik] 29:17 jurusan ekonomi. Masa studi di Batavia 29:20 diwarnai dengan berbagai kegiatan 29:22 [musik] selain kegiatan rekreatif Hatta 29:25 juga aktif di organisasi kaum pemuda 29:28 Pelajar Sumatera atau Yong Sumatera 29:31 Nenbon. Selain aktif di Yong Sumatera 29:34 Nenbon, Hatas sempat bertemu dengan 29:37 sejumlah tokoh nasionalis terkemuka asal 29:39 Sumatera. Menurut Hatta yang paling 29:42 berkesan adalah perjumpaannya [musik] 29:44 dengan Abdul Muiz dan Haji Agus Salim, 29:47 dua tokoh pergerakan kemerdekaan yang 29:50 juga aktivis syarekat Islam. Ceramah 29:53 kedua tokoh penentang keras [musik] 29:54 penjajahan Belanda itu amat membekas di 29:57 hati Hatta. Kesadaran itu pula yang 30:00 terus-menerus hidup dalam diri Hatta. 30:03 Saat berangkat ke negeri, [musik] 30:04 Belanda melanjutkan studi di Rotterdam 30:07 Handeles School pada tahun 1921 30:11 di negeri Belanda Hatta bersama sejumlah 30:13 [musik] mahasiswa Indonesia aktif dalam 30:16 Indesis Ferening, sebuah organisasi yang 30:20 menghimpun [musik] pelajar Hindia 30:21 Belanda. Secara resmi pula pada tahun 30:24 1924, 30:26 Indonesiaus Ferening berubah [musik] 30:28 menjadi perhimpunan Indonesia. 30:35 Aktivitas politik terus berkembang saat 30:38 menjadi ketua perhimpunan [musik] 30:39 Indonesia hatta bertemu dengan para 30:42 pejuang gerakan kemerdekaan dari 30:44 berbagai negara termasuk Jawa Haral 30:47 Nehru yang telah menjadi Perdana Menteri 30:50 pertama India Merdeka. 30:53 Pemikiran Hatta tentang sosialisme dan 30:55 demokrasi mengalami pematangan pada 30:58 periode ini. 30:59 Bung Hatta di dalam menggagas demokrasi 31:01 pun dia tidak melihat demokrasi kita itu 31:04 sekedar demokrasi politik yang 31:06 menginginkan sekedar kekuasaan. 31:09 Bukan hanya sekedar demokrasi ekonomi 31:13 yang ingin persamaan. Tapi menurut dia 31:17 demokrasi kita harusnya adalah demokrasi 31:19 sosial. sebuah gabungan dari demokrasi 31:22 politik dan demokrasi ekonomi, tapi 31:24 demokrasi sosial. Demokrasi sosial itu 31:27 akarnya adalah tradisi. Akarnya adalah 31:30 adat istiadat tradisi kita, budaya kita. 31:35 Salah satunya ya gotong-royong dan 31:36 sebagainya gitu. 31:40 Meski masih berstatus mahasiswa, namun 31:42 karir politik Hatta mengalami kemajuan 31:45 pesat. Artikel-artikel harta tentang 31:48 kewajiban [musik] pemerintah Belanda 31:50 untuk memerdekakan Indonesia dimuatnya 31:53 dalam majalah Indonesia Merdeka terbitan 31:56 Perhimpunan Indonesia di Belanda. 31:57 [musik] 31:58 Artikel-artikel ini mengundang simpati 32:01 berbagai kalangan, tidak terkecuali 32:04 kalangan dalam masyarakat [musik] 32:05 Belanda sendiri seperti Partai Sosial 32:08 Demokrat Belanda dan Partai Pekerja 32:11 Belanda. [musik] 32:13 Pernah suatu ketika di negeri Belanda 32:17 itu di kabarkan 32:20 akan dicalonkan oleh salah satu partai 32:24 partai sosial demokrat atau partai 32:26 sosialis 32:28 sebagai anggota parlemen Belanda, 32:29 anggota 32:32 beritanya sampai ke Indonesia 32:36 mencak-mencaklah ini terut 32:40 Hei Hatta, 32:42 kenapa kamu berbuat demikian? 32:46 Nah, itu tidak betul. Itu tidak ada. 32:54 Pemerintah kerajaan Belanda akhirnya 32:56 mencurigai aktivitas [musik] politik 32:58 HTA. Pada tanggal 23 September 1927, 33:02 [musik] 33:04 setibanya di Denk, sepulang dari 33:06 konferensi Liga Internasional [musik] 33:08 Wanita di Swiss, Hatta ditangkap polisi 33:11 Belanda. Hatta dibawa ke [musik] penjara 33:14 kasus teran bersama tiga aktivis 33:17 perhimpunan Indonesia lainnya, antara 33:20 lain Nasir Datuk Pamuncak, Ali Sastro 33:23 Amijoyo, dan Abdul Majid Joyo 33:26 Adiningrat. Mereka dikenakan tiga 33:29 tuduhan menjadi anggota perhimpunan 33:32 terlarang, terlibat dalam pemberontakan, 33:36 dan menghasut untuk menentang kerajaan 33:38 Belanda. Penangkapan Hatta dan 33:41 kawan-kawannya mendapat perhatian luas 33:43 [musik] dalam masyarakat Belanda. Pada 33:46 persidangan di Denk, Hatta bahkan dibela 33:50 sejumlah pengacara Belanda yang dipimpin 33:52 oleh Mr. Dois, seorang pengacara yang 33:56 juga aktivis Partai Sosial Demokrat 33:59 Belanda. Dalam persidangan itu, Hatta 34:02 menyampaikan pidato pembelaan yang 34:04 sangat terkenal yang berjudul Indonesia 34:07 Merdeka. Dalam play-doya, Hatta [musik] 34:10 membantah keras semua tuduhan yang 34:12 dialamatkan kepada dirinya dan 34:14 perhimpunan Indonesia di depan mahkamah. 34:17 Hatta menegaskan bahwa hari kemerdekaan 34:20 Indonesia pasti akan tiba. Hatta 34:23 mengingatkan lahirnya kemerdekaan 34:25 [musik] 34:25 Indonesia bisa terjadi lewat pertumpahan 34:28 darah, bisa pula lewat jalan damai. 34:32 Bagaimana kemerdekaan itu akan lahir? 34:34 Menurut harta akan [musik] ditentukan 34:36 oleh sikap pemerintah Belanda sendiri. 34:39 Akhirnya pengadilan [musik] Denhard pada 34:41 tanggal 22 Maret 1928 34:45 membebaskan Muhammad Hatta, Nasir 34:48 Pamuncak, Ali Sastro Amijoyo, [musik] 34:50 dan Abdul Majid Joyo Adiningrat dari 34:53 segala tuduhan. 34:55 Jadi, Bung Hatta itu sebagai mahasiswa 34:57 ditangkap 34:59 masuk di penjara Skyeningen diadili 35:03 diadili. majelis hakimnya mengatakan 35:05 atau penuntut umum Anda ini 35:08 dipersalahkan 35:10 karena mahasiswa kok berpolitik. 35:13 Mahasiswa itu tidak boleh berpolitik. 35:15 Lalu Bung Hatta mengatakan pada majelis 35:17 hakim, 35:19 "Loh, Anda perlu belajar sejarah Anda 35:23 sendiri karena waktu dijajah Spanyol 35:25 yang berjuang mahasiswa Belanda. Waktu 35:29 dijajah Jerman mahasiswa Belanda 35:32 berpolitik. 35:34 Waktu Napoleon mahasiswa berpolitik 35:38 mereka enggak bisa bicara kan. Jadi scor 35:42 sidang selanjutnya dikataan lagi kami 35:45 telah mempelajari Anda bahwa Anda itu 35:48 dari keluarga yang sangat 35:51 privileg, sangat terhormat, cukup kaya. 35:55 Kok jadi revolusioner? 35:58 Revolusi itu kan berarti darah. 36:01 Bunga menjawab, "Untuk kemerdekaan 36:04 Indonesia kalau perlu darah mengalir di 36:07 dalam keluarga saya." 36:10 Scor lagi ketika dibuka lagi. 36:14 Apa Anda bisa mengurus bangsa yang 36:17 begitu besar? Kalau memang diperoleh 36:19 kemerdekaan yang Anda perjuangkan. 36:22 Anda bilang bukan urusan tuan-tuan. 36:25 Dan kalau kami tidak bisa mengurus, saya 36:28 lebih suka melihat Nusantara. 36:31 tenggelam ambles di bawah laut daripada 36:34 menjadi jacahanmu. 36:37 Ketok palu bebas murni sekolah lagi ini 36:40 sampai tamat. 36:49 Selepas menuntaskan studinya di negeri 36:51 Belanda pada tanggal 5 Juli 1932, 36:55 Hatta pulang ke tanah ayat. Begitu tiba 36:58 di Batavia tertulis dalam biografinya 37:00 Hatta menuturkan betapa dirinya sering 37:03 diawasi PID atau politike itengendin. 37:09 Hal ini terjadi karena pemerintah 37:11 kolonial hingga Belanda mengambil 37:13 kebijakan keras menghadapi sepak terjang 37:16 kaum nasionalis. terutama selepas 37:19 pecahnya pemberontakan kaum komunis pada 37:22 tahun 1926 hingga 1927 37:26 yang diredam dengan kekuatan militer. 37:29 Pada akhir tahun 1932 37:31 Hatta bertemu Soekarno di Bandung. 37:34 Pertemuan pertama dengan Soekarno itu 37:36 dilukiskannya berlangsung biasa-biasa 37:39 saja. Soekarno menawarkan agar kekuatan 37:43 nasionalis yang terpecah dalam Partai 37:45 Indonesia dan PNI, Partai Pendidikan 37:48 Nasional Indonesia dipersatukan kembali. 37:52 Pertemuan itu terjadi setelah PNI, 37:54 Partai Nasionalis Indonesia yang 37:56 didirikan [musik] Soekarno pada tahun 37:58 1927 di Bandung membubarkan diri dan 38:02 berganti menjadi partai Indonesia. 38:04 [musik] 38:05 Sedangkan Hatta adalah aktivis Gerakan 38:08 Merdeka yang bersama Sahrir telah 38:11 memegang kendali kepemimpinan PNI 38:14 Pendidikan [musik] Nasional Indonesia. 38:16 Hatta memperhatikan tawaran Soekarno. 38:19 Namun [musik] Hatta tidak bisa menerima 38:21 keputusan PNI membubarkan diri atas 38:25 sarannya Mr. Sartono setelah Soekarno 38:28 ditahan di penjara Suka [musik] Miskin 38:30 Bandung. Langkah itu menurut Kam 38:32 menghilangkan kepercayaan rakyat kepada 38:35 PNI sebagai partai pembimbing massa. 38:38 Hatta juga berbeda pendapat dengan 38:40 Soekarno soal sikap nonkooperatif 38:43 [musik] dengan pemerintah Hindia 38:45 Belanda. Hatta akhirnya menolak ajakan 38:48 Soekarno [musik] 38:49 dan memilih tetap memimpin PNI 38:52 pendidikan nasional Indonesia. Hatta 38:55 selanjutnya memperkenalkan metode 38:57 perjuangan partai kader sebagai 38:59 alternatif dari metode partai massa yang 39:03 diterapkan [musik] Soekarno dalam PNI. 39:07 Bagaikan ikut dengan PNI Bung Karno, 39:10 tetapi dia seorang yang kritis ya. Bung 39:14 Karno itu 39:16 merakyat dalam arti dia menggalang 39:20 kekuatan rakyat. Tapi kekuatan rakyat 39:24 yang digalangnya itu bagaikan terbatas 39:27 pada 39:28 rapat-rapat umum. Ah, di situ memang 39:31 banyak rakyat datang dan Bung Karno 39:33 [musik] membangkitkan semangat. Bata 39:36 pendekatannya lain diperlukan 39:38 kaderisasi. 39:41 [musik] 39:43 Tokoh PNI Ruslan Abdul Ghani termasuk 39:47 generasi yang menyaksikan tur kampanye 39:49 Bung Harta itu. 39:51 Pada waktu Bung Harta sudah datang di 39:53 Jakarta dengan reken PNI. 39:57 PNI-nya Bung Karno namanya Partai 39:59 Nasional Indonesia mengatakan pendidikan 40:02 nasional. Beliau datang ke Surabaya. 40:05 Jadi pada waktu itulah saya mendengarkan 40:07 sendiri dari jauh rapat-rapat 40:11 tantangannya Bung Hatta. 40:14 Kesan saya pengatta itu sama dengan Bung 40:18 Karno yaitu mempunyai gagasan yang sama. 40:21 tidak mau bekerja dengan kolonialisme. 40:28 [musik] 40:30 Sebagai tokoh nonkooperatif, Hatta 40:32 bekerja keras ketika Soekarno ditangkap 40:35 polisi Hindia Belanda pada tanggal 31 40:38 Juli 1933. 40:40 Apalagi menyusul penangkapan kali kedua 40:43 itu, nasib Soekarno tidak bisa 40:45 ditentukan karena akan mengalami 40:47 pembuangan di ende Flores. Hatta 40:50 menyadari sepenuhnya penangkapan [musik] 40:52 Soekarno sebagai pemimpin yang terkenal 40:54 dan dicintai rakyat akan sangat 40:57 merugikan gerakan [musik] kemerdekaan. 41:00 Namun Hatta mengingatkan bahwa itulah 41:03 resiko perjuangan. Ia kemudian [musik] 41:05 menulis dalam majalah Daulat Rakyat. 41:09 Tragedi Soekarno merupakan [musik] 41:10 pelajaran pahit bagi masa depan 41:13 kemerdekaan. Bung 41:14 Karno memang lebih suka dengan maring 41:17 menuntukkan gerakan massa. Nahata 41:20 mengatakan tidak begitu. Sebab kalau itu 41:22 yang terjadi, satu pemimpin hilang, kita 41:25 tidak punya pemimpin lagi. Dan dia 41:28 sangat terkesan dengan dengan peristiwa 41:30 ketika Bungk ditangkap tahun 29 atau 30 41:35 dan diadili dia TNI membuarkan dirinya 41:39 dan Hatta marah-marah sekali karena 41:42 itulah harta orang kawan-kawannya 41:44 mendekan gerakan merdeka. Ketika 41:46 Soekarno ditangkap, lalu PNI mau 41:48 dibubarkan, 41:50 Bung Hatta enggak setuju. Masa ee hanya 41:54 karena pemimpinnya ditangkap, maka 41:56 kemudian partainya dibubarkan. 42:02 [musik] 42:05 Tak lama kemudian pada tanggal 25 42:07 Februari 1934, 42:10 Hatta akhirnya ditangkap polisi kolonial 42:12 Belanda bersama Sahrir dan Bondan selama 42:15 setahun. Hatta ditahan di penjara 42:18 Glodok. Pada bulan Januari 1935, 42:22 pemerintah kolonial akhirnya memutuskan 42:24 mengirim Hatta ke Bovenigle, sebuah kam 42:28 pembuangan bagi para tahanan politik 42:30 yang terletak di rimba Papua. Keputusan 42:34 politik pemerintah Hindia Belanda 42:35 membuang Hatta dan Sahrir ke Boven Big 42:38 ternyata mendapat protes keras dari 42:40 sejumlah kalangan di negeri Belanda 42:42 sendiri. Partai Buruh dan Partai Sosial 42:45 Demokrat Belanda memprotes keputusan 42:48 pembuangan tanpa proses pengadilan itu. 42:51 Waktu rakyat dan anggota DPR Belanda 42:55 mendengar bahwa harta servis sakit keras 42:57 daripada dibuang di Bondiku 43:00 itu ada kampanye dari DPR Belanda dari 43:03 buruh ya Partai Arbet yang memprotes 43:08 kepada pemerintah Belanda bahwa wah 43:10 tuan-tuan 43:12 pelajar Indonesia ini dibuang diuli 43:14 rupanya pelamban mau dimatiin sama mau 43:16 dikasih mati sama Belanda 43:23 Akhirnya pada bulan Januari 1936, 43:26 Hatta dan Sahrir dipindahkan ke Pulau 43:29 Bandana Naira di Maluku Tengah. 43:32 Pertemuan dengan Iwa Kusumaantri dan 43:34 Cipto Mangun Kusumo yang juga dibuang di 43:37 Banda Naira membuat Hatta dan Sahrir 43:40 menemukan rekan yang bisa diajak 43:42 mendiskusikan persoalan politik dan 43:44 [musik] masa depan pergerakan 43:46 kemerdekaan. Pada tanggal 8 Desember 43:49 1941, 43:50 Jepang membom pangkalan militer Angkatan 43:53 laut Amerika Serikat di Per Harbor 43:56 sekaligus memulai [musik] perang 43:57 Pasifik. Dua hari setelah peristiwa itu, 44:01 Hatta mendapat telegram langsung dari 44:03 Gubernur [musik] Jenderal Hindia Belanda 44:05 yang berisi keputusan memulangkan mereka 44:08 ke Pulau Jawa. Pemindahan para tokoh 44:11 utama gerakan [musik] kemerdekaan itu 44:13 dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya 44:16 pengaruh politik Jepang di tanah air. 44:19 Pemerintah Hindia [musik] Belanda 44:21 selanjutnya menahan Hatta dan Shahrir di 44:23 Sukabumi, Jawa Barat dengan harapan 44:25 [musik] agar keduanya tidak dijadikan 44:28 alat propaganda militer Jepang. Namun, 44:31 pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 9 44:34 Maret 1942 44:36 menyerah tanpa syarat kepada militer 44:38 Jepang. Hatta dan Sahrir akhirnya 44:41 dibebaskan oleh penguasa [musik] militer 44:43 Jepang dan dirangkul untuk memperkuat 44:46 propaganda perang Asia Timur Raya. 44:49 Invasi militer [musik] Jepang di 44:51 Indonesia berlangsung sangat cepat. 44:54 Sejak mendarat di Banten pada bulan 44:56 Maret 1942, 44:58 ofensif militer Jepang tak mampu [musik] 45:00 dibendung militer kolonial Belanda. Pada 45:03 bulan Juni 1942, 45:06 seluruh Indonesia telah diduduki [musik] 45:08 militer Jepang. Bala tentara Dain Pong 45:11 hanya memerlukan waktu beberapa minggu 45:14 untuk menggulung [musik] kekuasaan 45:16 kolonial Belanda di Indonesia yang telah 45:19 bercokol selama 350 [musik] 45:21 tahun lamanya. 45:23 Pada awal Juni 1942, 45:26 Hatta yang telah dibebaskan dari penjara 45:28 di Sukabumi diangkat menjadi penasehat 45:31 [musik] 45:31 militer Gan Saikan atau gubernur militer 45:35 Jepang di Jakarta. 45:38 Saya jawab hanya dengan syarat bahwa 45:42 saya diberi tersendiri 45:45 tanpa atasan atau bawahan Jepang. 45:58 Pada tanggal 9 Juli 1942, 46:01 Hatta mendengar kabar Soekarno yang 46:03 dibawa Jepang dari Padang, Sumatera 46:06 Barat telah mendarat di Pasar Ikan 46:08 [musik] Jakarta. Hatta menjemput 46:10 langsung kedatangan kawan 46:12 seperjuangannya itu. Yang 46:13 pergi ke sana, Bung Hatta menjemput Bung 46:16 Karno. Bung Hatta sudah ada di Jakarta. 46:19 Nah, waktu itu sampai di sini di Jakarta 46:23 mereka ketemu 46:26 singkat kata di situ. Lalu mereka 46:28 sepakat kerja samalah dengan Bala 46:32 tentara di Pon ini. Dan pada waktu 46:34 Jepang juga mau cari dukungan daripada 46:39 rakyat, mereka juga melihat pada Bong 46:42 Karno dan Bong. Setan itu betul-betul 46:45 sini tentunya satu masalah besar. Bina 46:49 bisa mengajak rakyat Indonesia itu ikut 46:53 berperang 46:55 melawan sekutu. 46:57 Kalau dilihat pemimpin nasional yang 47:00 mempunyai nama di antara rakyat banyak 47:02 cuma dua itu. Soekarno ada 47:17 saat itu Soekarno dan Hatta berjanji 47:19 mengesampingkan seluruh perbedaan 47:21 pandangan di masa lalu dan akan bekerja 47:24 sama demi kemerdekaan Indonesia. 47:27 Dua tokoh besar itu menjadi duit tunggal 47:30 dan menjadi simbol kepemimpinan nasional 47:33 bangsa Indonesia. Soekarno dan Hatta 47:36 kemudian mendapat panggilan populer Bung 47:39 Karno dan Bung Hatta. Pembentukan peta 47:43 dan badan-badan kelas karan memberi 47:45 kesempatan kepada bangsa Indonesia 47:47 berlatih kemiliteran. Pemerintah militer 47:50 Jepang pada bulan Mei 1945 47:53 membentuk Dokoritsusakai. 47:56 atau Badan Penyelidik Usaha-usaha 47:59 Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung 48:02 Karno, Bung Hatta, dan para pemimpin 48:04 rakyat dihimpun dalam organisasi itu. 48:07 Dalam badan yang diketuai oleh dr. 48:09 Rajiman Wid Ningrat itu, Bung Karno 48:12 menguraikan dasar negara Pancasila. 48:15 Badan itu juga merancang Konstitusi 48:18 Indonesia Merdeka yang telah disebut 48:21 dalam Undang-Undang Dasar 1945. 48:25 Pada permulaan bulan Agustus 1945, 48:29 BPU PKI berubah menjadi panitia 48:32 persiapan kemerdekaan Indonesia. 48:39 Pada awal Januari 1946, 48:42 karena alasan keamanan, [musik] pusat 48:44 pemerintahan Republik Indonesia 48:46 dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta 48:49 karena Belanda telah merancang sebuah 48:51 serangan militer ke wilayah [musik] 48:53 Republik Indonesia. Kabinet Sahrir 48:56 memutuskan menemput jalan diplomasi 48:59 dengan menggelar perjanjian Linggar Jati 49:01 [musik] pada tanggal 11 November 1946 49:05 untuk mendapatkan pengakuan [musik] 49:06 keberadaan Republik Indonesia dari 49:09 masyarakat internasional. 49:11 Bung Karno dan [musik] Bung Hatta 49:13 memainkan peran menentukan ketika Komite 49:16 Nasional Indonesia Pusat atau KNIP 49:18 [musik] 49:19 menolak hasil perjanjian Linggar Jati. 49:24 een naam die [musik] tot een begrip tot 49:26 een overeenkomst welke nieuwe wegen op 49:28 tot een vreedame 49:31 energië 49:39 diingarti in Indonesia mengalah tidak 49:43 sampai sabang Merauk tapi hanya [musik] 49:47 Sumatera dan Pulau Jawa itu Indonesia. 49:50 Kenapa alasannya? Karena Indonesia Timur 49:53 sudah dibuat negara bagian oleh Belanda. 49:57 Nah, perundingan di Linggar Jati itu 50:00 Sultan Sahir. Nah, kemudian dilanggar 50:03 ini ketika kita lagi ribut-ribut 50:07 menyelesaikan 50:08 Sultan Sahir diturunkan kan gitu diganti 50:12 dengan [musik] Amir Syarifuddin. Tetapi 50:15 Belanda mengadakan penyerangan 50:18 namanya aksi polusioner pertama. Nah, 50:22 agar pertama inilah nanti 50:25 wilayah-wilayah Indonesia itu diduduki 50:27 oleh Belanda. 50:30 Untuk memuluskan ratifikasi, Presiden 50:33 Soekarno memutuskan menambah anggota 50:35 [musik] KNIP. Pertimbangannya, penduduk 50:39 di luar Jawa dan Sumatera perlu mendapat 50:41 kursi perwakilan. Bung Hatta membela 50:45 [musik] keputusan Bung Karno itu dengan 50:47 berpidato berapi-api di muka sidang KNIP 50:50 yang digelar di Malang pada tanggal 25 50:52 [musik] 50:53 Februari 1947. 50:57 Hasil perjanjian Linggar Jati akhirnya 50:59 diratifikasi setelah anggota [musik] 51:02 KNIP ditambah. Sejarah mencatat inilah 51:06 salah satu masa keemasan kerja sama Dwi 51:09 tunggal Soekarno Hatta dalam memimpin 51:11 [musik] Republik Indonesia. Ketika itu 51:14 Hatta yang ke depan dan sekali itu Hatta 51:18 berpidato dengan penuh semangat dengan 51:22 kata-kata yang berapi-api 51:25 mempesona orang yang hadir sampai-sampai 51:28 dikabarkan stilograf juga tidak mencatat 51:31 apa yang harus dia catat. Semua 51:34 bagaikan terpaku dengan pidatonya. 51:37 Memang pidatonya itu keras dengan suara 51:40 keras, suara lantang. Dan ini tidak 51:42 biasa pada Bung Hatta dengan menuruh 51:45 pilih kalau tidak setuju dengan 51:48 keputusan presiden, silakan cari 51:50 presiden dan wakil presiden yang lain. 51:52 Wah, itu orang Knip juga tidak berpikir 51:56 untuk mengganti mereka. 51:58 Pada awal Juli 1947, [musik] Belanda 52:01 secara mengejutkan membatalkan 52:03 perjanjian Linggar Jati. Puncaknya pada 52:06 tanggal 21 Juli [musik] 1947, 52:09 Belanda melancarkan serangan militer di 52:12 wilayah Republik Indonesia yang dikenal 52:14 sebagai agresi militer pertama. 52:18 Agresi ini mendorong terjadinya [musik] 52:20 perjanjian Renfield yang digelar pada 52:22 tanggal 17 Januari 1948 [musik] 52:26 di atas kapal Renfield milik Amerika 52:29 Serikat yang tengah berlabu di Jakarta. 52:32 Di situlah menurut Muhammad Nasir ketika 52:36 Jawa Barat parantos di kawasaan [musik] 52:40 Kualanda, 52:41 maka Bungata nanti punya ide bagaimana 52:46 kalau Jawa Barat tidak bisa dikosongkan. 52:49 Karena nanti perjanjian Renfield itu 52:52 Belanda meminta supaya Jawa Barat 52:54 dikosongkan dari TNI, Siliwangi semua 52:57 pindah ke Jawa Tengah, Jawa Barat 53:00 kosong. Nah, bagaimana ini? Kalau Jabar 53:04 semuanya dikosongkan, maka dibentuklah 53:08 DII 53:10 itu Darul Islam dipimpin oleh Kartuswir 53:14 itu mengadakan perlawanan dan tentaranya 53:18 disebutnya bukan TNI tapi tentara Islam 53:21 Indonesia supaya tidak melanggar 53:24 perjanjian Renfield. Begitu sejarahnya. 53:28 [musik] 53:34 Perjanjian Renfield ternyata sangat 53:36 merugikan Republik Indonesia. Akibat 53:39 perjanjian itu, kekuasaan Republik 53:42 Indonesia hanya tinggal meliputi 53:44 Yogyakarta dan sekitarnya. 53:47 Pada tanggal 21 Desember 1948, [musik] 53:51 pasukan Belanda tiba-tiba menggempur 53:53 Kota Yogyakarta dengan kekuatan penuh. 53:57 Serangan ini merupakan agresi militer 53:59 kedua terhadap Republik Indonesia. Dwi 54:03 Tunggal Soekarno Hatta segera menggelar 54:05 sidang kabinet untuk memutuskan 54:07 kelangsungan hidup Republik Indonesia. 54:11 Sidang kabinet memutuskan membentuk 54:14 pemerintahan darurat Republik Indonesia 54:16 di Sumatera. Jika para pemimpin Republik 54:19 Indonesia ditangkap tentara [musik] 54:21 Belanda, maka diputuskan bahwa Dr. 54:24 Sudarsono, Kepala Perwakilan Republik 54:26 Indonesia di New Delhi, India [musik] 54:29 untuk menjalankan pemerintahan darurat 54:31 Republik Indonesia di luar negeri jika 54:33 pemerintah [musik] darurat Republik 54:35 Indonesia dihancurkan Belanda. Namun, 54:39 panglima besar TNI Jenderal Sudirman 54:41 tidak setuju hasil sidang kabinet dan 54:44 memilih bertempur [musik] melawan 54:46 Belanda. Ibu kota Republik Indonesia 54:49 Yogyakarta akhirnya jatuh ke tangan 54:51 Belanda. Presiden Soekarno, Wakil 54:54 Presiden [musik] Muhammad Hatta, Sultan 54:56 Sahrir, Haji Agus Salim, dan tokoh-tokoh 54:59 Republik Indonesia ditangkapi Belanda 55:01 dan dibuang ke Pulau Bangka. 55:04 Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB segera 55:06 campur tangan dalam [musik] sengketa 55:08 Indonesia Belanda dengan membentuk 55:10 Komisi Tiga Negara. Belanda akhirnya 55:13 bersedia berunding. Sejalan dengan itu, 55:17 Belanda juga harus mengembalikan 55:19 Soekarno dan Hatta ke Yogyakarta. Maka 55:21 pada tanggal 6 Juli 1949, 55:25 Bung Karno, Bung Hatta, dan para 55:27 pemimpin [musik] 55:27 Republik Indonesia tiba kembali di 55:30 Yogyakarta dari Bangka. 55:32 Soekarno Hatta sebagai pucuk pimpinan 55:35 pemerintahan Republik Indonesia akhirnya 55:38 bersatu kembali dengan [musik] pucuk 55:40 pimpinan TNI di bawah pimpinan Panglima 55:43 besar Jenderal Sudirman. Pada Agustus 55:46 1949, 55:48 Bung Hatta bersama para pemimpin [musik] 55:49 negara bagian bentukan Belanda berangkat 55:52 ke Denhap. Bung Hatta memimpin delegasi 55:55 Republik Indonesia Serikat dalam [musik] 55:57 konferensi meja bundar yang digelar 56:00 mulai tanggal 23 Agustus hingga 1 56:02 November 1949. 56:06 Perundingan konferensi meja bundar 56:08 berjalan lancar. Dengan kewibawaannya 56:10 [musik] 56:11 yang besar, Hatta mampu menyatukan 56:13 pandangan delegasi Republik Indonesia 56:16 dengan delegasi negara bagian bentukan 56:18 Belanda. Konferensi meja bundar berakhir 56:22 dengan hasil yang [musik] sangat 56:23 menguntungkan perjuangan Republik 56:25 Indonesia. Di akhir konferensi, kerajaan 56:29 Belanda mengakui [musik] kedaulatan 56:31 Republik Indonesia Serikat. 56:35 door de jonge staat de republiek der 56:38 Verenigde Staten van Indonesië 56:41 als mede het afstand doen daarvan door 56:43 het koninkrijk der Nederlanden 56:46 en het aangaan van een unie 56:49 en anderzijds doat nooit duidel naar 56:53 voren is gekomen de diepe sympathie der 56:58 volken 57:00 saya berpendapat mana kita yang 57:03 berunding di meja bundar ini dengan 57:05 sungguh-sungguh mau mencari penyelesaian 57:07 dalam soal Indonesia yang akan berakhir 57:09 dengan penyerang kedaulatan yang penuh 57:11 dan nyata dan tidak bersyarat. Maka kita 57:14 harus memusatkan minat kita kepada 57:16 kepentingan masa datang daripada bangsa 57:19 kedua kita kedua belah pihak. Marilah 57:22 kita sekarang memulai sejarah baru di 57:24 atas dasar damai dan kerja sama bangsa 57:27 Indonesia dan bangsa Belanda 57:29 kedua-duanya akan memperoleh bahagianya. 57:32 Moga-moga Tuhan yang maha kuasa 57:35 memberkati pekerjaan kita pada 57:36 konferensi meja bendar ini. 57:48 Selepas konferensi meja bundar, 57:50 muncullah aspirasi rakyat agar Republik 57:53 Indonesia Serikat kembali menjadi negara 57:56 kesatuan. Aspirasi itu mendorong pihak 57:59 Republik Indonesia dan Republik 58:01 Indonesia Serikat berunding di 58:03 Yogyakarta pada tanggal 19 Mei 1950. 58:08 Perundingan itu menghasilkan sebuah 58:10 piagam persetujuan. 58:12 Soal kedudukan Hatta menjadi perdebatan 58:15 keras dalam perundingan itu. Pihak 58:18 Republik Indonesia dan Republik 58:20 Indonesia Serikat berdebat soal 58:22 kedudukan Bung Hatta dalam Negara 58:24 kesatuan. apakah wakil presiden atau 58:27 sebagai perdana menteri. Pada tanggal 17 58:31 Agustus 1950, 58:33 akhirnya Republik Indonesia Serikat 58:35 kembali menjadi negara kesatuan. Tapi 58:38 soal kedudukan Hatta sendiri baru 58:40 selesai pada tanggal 17 Oktober 1950 58:44 saat Bung Hatta dilantik menjadi wakil 58:47 presiden konstitusional. 58:50 Bung Hatta hanya menjadi simbol 58:52 persatuan bangsa. Mulai saat itu 58:54 benih-benih perbedaan pendapat antara 58:56 Bung Karno dan Bung Hatta mulai nampak. 58:59 Ketika Bung Hatta baru saja menjadi 59:01 perdana menteri demisioner, Bung Karno 59:04 kepada pers mengutarakan keinginannya 59:07 untuk tur ke daerah-daerah dan tampil 59:10 berpidato di depan rapat-rapat [musik] 59:12 umum dalam kampanye pembebasan Irian 59:15 Barat. Bung Hatta lewat surat 59:17 mengingatkan Bung Karno sebagai Presiden 59:19 konstitusional perlu berunding dengan 59:22 Perdana Menteri jika hendak berpidato 59:25 tentang Irian Barat. Bung Hatta 59:27 berpendapat Indonesia perlu segera 59:30 melaksanakan pembangunan. [musik] 59:32 Sedang soal Irian Barat bisa 59:34 diselesaikan di kemudian hari. 59:36 Dengarkan, Saudara-saudara. 59:38 Komando saya dengan tegas ialah gagalkan 59:42 hei seluruh rakyat Indonesia, gagalkan 59:45 pendirian negara Papua itu. Tegak saya 59:48 memberi komando ini. Ibarkan bendera 59:51 sang merah putih di Irian Barat. Ibarkan 59:54 bendera kita dan akan datangnya 59:57 mobilisasi umum. 1:00:00 mobilisasi umum yang mengenai seluruh 1:00:02 rakyat Indonesia untuk membebaskan Irian 1:00:05 Barat sama sekali daripada cengkraman 1:00:08 imperialisme Belanda. 1:00:11 [musik] 1:00:16 Meski diingatkan Bung Hatta, Presiden 1:00:18 Soekarno justru semakin agresif, [musik] 1:00:21 Bung Karno mengecam partai-partai 1:00:23 politik yang terus bertikai. Tidak 1:00:26 adanya kabinet [musik] yang secara 1:00:28 serius mengusahakan pembebasan Irian 1:00:31 Barat. Juga terlalu seringnya pergantian 1:00:34 [musik] kabinet membuat Bung Karno 1:00:36 semakin membenci partai. Politik Bung 1:00:40 Karno [musik] bahkan berkali-kali 1:00:42 meminta agar partai politik dikubur 1:00:45 saja. 1:00:46 Bung Hatta juga jengkel [musik] terhadap 1:00:48 partai politik yang bertengkar terus 1:00:50 serta menjalankan ultra demokrasi tanpa 1:00:54 disertai tanggung jawab kepada rakyat. 1:00:57 Namun, Bung Hatta masih berpandangan 1:00:59 bahwa hal semacam itu merupakan bagian 1:01:02 dari proses belajar berdemokrasi. 1:01:04 Nah, Soekarno seorang tidak sabar 1:01:08 e dia ingin campur terutama Ian Barat. 1:01:11 Jadi 1:01:14 mendapatkan alat bagi nasionalisme baru 1:01:17 yaitu Iden Barat. Perjuangan belum 1:01:19 selesai bagi Hatta dia tidak mau campur 1:01:21 itu. Jadi bisa terjadi konflik dengan 1:01:24 parta dengan kabinet terutama dengan 1:01:26 kabinet misalnya 1:01:30 telah [musik] memanggil kita 1:01:33 rakyat menyambut. 1:01:36 Pada tahun 1955, 1:01:38 bangsa Indonesia menggelar pemilihan 1:01:41 umum pertama dalam sejarah Indonesia 1:01:43 merdeka. Masyarakat berduyun-duyun 1:01:46 datang ke tempat pemungutan suara 1:01:49 memberikan suaranya. Tidak terkecuali 1:01:52 Presiden Soekarno dan Wakil Presiden 1:01:54 Muhammad Hatta. 1:01:56 Pemilihan umum 1955 1:01:58 menghasilkan empat partai politik besar 1:02:01 [musik] 1:02:01 masing-masing PNI, Mas NU dan PKI. 1:02:06 Pada Pemilu pertama 1955, 1:02:09 empat pemenang konstituante yaitu MPR 1:02:12 waktu itu. Partai Bung Karno namanya 1:02:16 PNI, Partai Nasionalis Indonesia meraih 1:02:18 58 kursi. 1:02:20 Partai Islam yang didirikan oleh Kiai 1:02:22 Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama 1:02:25 pada tanggal 7 sampai 9 September 1945, 1:02:29 3 minggu setelah Indonesia merdeka 1:02:31 diadakan Kongres umat Islam pertama di 1:02:33 Yogyakarta. Maka satu-satunya Partai 1:02:36 Islam waktu itu yang direstui oleh para 1:02:38 ulama se-Indonesia pada kongres umat 1:02:40 Islam pertama adalah Masumi Majelis 1:02:42 Syura Indonesia. 1:02:44 meraih 1:02:46 kedudukan pertama juga sama banyaknya 1:02:48 dengan PNI 58 kursi konstituante. 1:02:52 Ketiga adalah partai NU yang pada saat 1:02:55 detik-detik mau dilaksanakannya pemilu 1:02:58 pertama ketika itu tokoh-tokoh NU dengan 1:03:02 Bung Karno dengan tokoh-tokoh pendukung 1:03:04 PKI naik haji. Entah apa terjadi lobi di 1:03:07 sana. Pulang dari 1:03:10 Makkah naik haji, NU keluar dari Masumi. 1:03:13 Partai Islam yang dibentuk oleh Kiai 1:03:16 Hasyim Asy'ari. 1:03:18 NU membuat partai sendiri Partai 1:03:20 Nahdlatul Ulama. Mungkin visi pandangan 1:03:22 mereka berjuang tidak cocok dengan 1:03:25 Partai Masumi. Akhirnya NU berhasil 1:03:28 mendudukkan pada posisi ketiga dengan 30 1:03:30 kursi. Dan partai pendudukan keempat 1:03:33 dipegang oleh Partai Komunis Indonesia 1:03:35 pimpinan DNI 1:03:37 4 besar 28. 1:03:42 Selepas Pemilu 1955, 1:03:45 Bung Karno mulai merangkul PKI dan 1:03:47 mendekati tentara serta secara efektif 1:03:50 menekan partai-partai politik. Bung 1:03:53 Hatta akhirnya merasakan ada perbedaan 1:03:56 pendapat yang dalam antara dirinya dan 1:03:58 Bung Karno. Sebagai seorang demokrat, 1:04:01 Bung Hatta menyatakan jika Bung Karno 1:04:04 meyakini pandangan yang dianutnya benar, 1:04:07 maka ia harus diberi kesempatan yang 1:04:09 adil untuk menjalankannya. 1:04:11 Bung Hatta memang ada beberapa 1:04:13 perselisihan dengan Bung Karno. Bung 1:04:15 Hatta menganggap bahwa setelah pemilihan 1:04:19 umum ya harusnya ada pemilihan presiden 1:04:20 dong. Tapi ternyata Bung Karno tidak 1:04:24 mau. 1:04:26 Dan kita tahu bahwa sejak pemilu 55 1:04:29 tidak pernah ada lagi pemilu dan tidak 1:04:31 ada pergantian presiden. Malah akhirnya 1:04:33 ada presiden seumur hidup. Nah, Bung 1:04:36 Hatta merasa itu tidak fair. Maksudnya 1:04:40 tidak fair kepada rakyat. Untuk apa ada 1:04:43 pemilu kalau tidak ada kemudian setelah 1:04:45 itu pemilihan presiden. Makanya Bung 1:04:47 Hatta tanggal 1 Desember tahun 6 1:04:50 mengundurkan diri. 1:04:51 dari wakil presiden. Karena ee Bung 1:04:56 Karno dan Bung Hatta ini kan pada waktu 1:04:58 menghadapi waktu itu komunis yang ingin 1:05:01 melakukan pemberontakan 48, Soekarno dan 1:05:04 Hatta ini ya tetap masih Dwi tunggal dan 1:05:07 juga mengatakan dalam pidatonya Soekarno 1:05:10 mau pilih Soekarno Hatta atau mau pilih 1:05:12 Muso. Nah, tetapi di tahun 2 Partai 1:05:16 Komunis kemudian balik lagi. Mereka 1:05:20 terutama generasi mudanya waktu itu 1:05:22 Aidit Lukman Nyoto itu bertiga bertemu 1:05:25 Soekarno dan melakukan satu manuver 1:05:29 menggagas apa yang disebut sebagai 1:05:30 strategi aliansi dengan kanan. Jadi 1:05:33 mereka mengatakan mereka posisinya 1:05:35 nasionalis dan sebagainya. Jadi ada 1:05:37 mulai kedekatan Bung Karno dengan kaum 1:05:39 komunis ketika itu yang membuat Hatta 1:05:42 lebih mengambil jarak gitu. Bung Hatta 1:05:45 ini kan ee menjadi orang yang 1:05:48 dipersalahkan 1:05:49 oleh kaum komunis karena kegagalan 1:05:52 pemberontakan tahun 8. Jadi tahun 8 itu 1:05:56 sebelumnya adalah kabinet Amir 1:05:58 Syarifuddin tahun 7. Kemudian ada 1:06:01 perjanjian Renfield. Di dalam perjanjian 1:06:04 Renfield itu dianggap kita berkolaborasi 1:06:07 dengan Belanda. Kemudian ada usaha yang 1:06:10 namanya RER Ra, reorganisasi, 1:06:13 restrukturisasi, ya semacam itu yang ee 1:06:16 termasuk banyak dianggap kelompok ee 1:06:19 kiri itu disingkirkan. 1:06:21 Tetapi sebetulnya kejatuhan kabinet Amir 1:06:23 Syarifuddin karena Masumi ee Partai 1:06:28 Masumi dan Partai PNI menarik diri dari 1:06:31 koalisi itu. Maka jatuhlah kabinet Amir 1:06:34 Sarifuddin dan kabinet Hatta ee langsung 1:06:38 ditunjuk ya menjadi wakil presiden 1:06:41 sekaligus menjadi ee apa namanya 1:06:44 pemimpin kabinet gitu loh. Nah, itu yang 1:06:46 membuat kaum komunis marah dengan Hatta. 1:06:49 Dan dengan kembalinya musuh dari Soviet 1:06:52 waktu itu di bulan-bulan Agustus tahun 1:06:55 48, tahun Septembernya mereka berusaha 1:06:57 untuk mengambil alih republik ya. Dan di 1:07:00 situ ee ketika gagal dianggap yang 1:07:06 menggagalkan itu Hatta. Makanya kaum 1:07:08 komunis, kaum PKI ketika itu sangat 1:07:13 benci kepada Hatta. Sangat benci. 1:07:16 Hatta mengungkapkan hal itu dalam 1:07:18 pidatonya pada akhir November 1956 1:07:22 saat memperoleh gelar doktor honoris 1:07:24 Kausa dari Universitas Gadjah Mada. 1:07:28 Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1956, 1:07:31 proklamator kemerdekaan Republik 1:07:33 Indonesia, Muhammad Hatta mengundurkan 1:07:36 diri dari jabatannya sebagai wakil 1:07:38 presiden atas kemauan sendiri. Seminggu 1:07:41 setelah itu, Bung Hatam memboyong 1:07:43 keluarganya keluar dari istana wakil 1:07:46 presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan 1:07:48 nomor 13 menuju tempat kediamannya yang 1:07:51 baru di Jalan Diponegoro nomor 57, 1:07:55 Jakarta Pusat. Bung Hatta memang tidak 1:07:58 lagi duduk dalam pemerintahan, namun 1:08:00 rakyat tetap menghormatinya sebagai 1:08:02 proklamator kemerdekaan Republik 1:08:04 Indonesia. Selepas pengunduran diri dari 1:08:07 jabatannya sebagai wakil presiden, 1:08:10 banyak pihak menghendaki Bung Hatta 1:08:12 tampil kembali ke gelanggang politik. 1:08:15 Fraksi-fraksi dalam DPR bahkan 1:08:18 menyuarakan agar Dwi tunggal Soekarno 1:08:20 Hatta dipersatukan kembali. Bung Hatta 1:08:24 ternyata tetap teguh pada prinsipnya 1:08:27 untuk tidak kembali ke gelanggang 1:08:29 politik. 1:08:30 Meskipun DPR gagal berikhtiar menyatukan 1:08:33 Soekarno Hatta, tak kurang tokoh-tokoh 1:08:36 masyarakat dari Sumatera dan Sulawesi 1:08:38 menyatakan persatuan Soekarno Hatta 1:08:41 merupakan jaminan bagi persatuan 1:08:43 Indonesia. Pasalnya mereka telah melihat 1:08:46 pengaruh PKI yang menghendaki duit 1:08:49 tunggal Soekarno Hatta tidak bersatu 1:08:51 lagi. Pada tahun 1957, pemerintah 1:08:55 memprakarsai digelarnya Konferensi 1:08:57 Nasional Indonesia dan Konferensi 1:09:00 ekonomi Indonesia. pernah dua konferensi 1:09:03 nasional diadakan itu di bawah kabinet 1:09:06 Belanda diadakan dengan maksud juga 1:09:10 supaya terdapat 1:09:12 persesuaian antara Soekarno dan Hatta 1:09:15 tapi nyatanya kedua-dua pihak tidak 1:09:19 bertemu di dalam konferensi itu. 1:09:22 Maksudnya pemikiran-pemikiran 1:09:24 berlanjut tanpa bersesuaian. 1:09:29 [musik] 1:09:30 Pada tahun 1957, 1:09:32 pemerintah menggelar Musyawarah Nasional 1:09:35 Pembangunan. Musyawarah diikuti oleh 1:09:37 para tokoh pemerintahan baik sipil 1:09:40 maupun militer dari seluruh Indonesia. 1:09:44 Berpisahnya duit tunggal Soekarno Hatta 1:09:46 ternyata memperbesar konflik 1:09:48 pemerintahan pusat [musik] dengan 1:09:50 pemerintahan daerah khususnya dalam hal 1:09:52 pemerataan pembangunan. 1:09:55 Bung Karno dan Bung Hatta berhasil 1:09:57 dipertemukan secara fisik dalam [musik] 1:10:00 musyawarah nasional pembangunan. Bung 1:10:02 Karno dan Bung Hatta juga menandatangani 1:10:05 piagam proklamasi yang berisi kebulatan 1:10:08 tekad untuk menjaga tegaknya [musik] 1:10:10 negara proklamasi. 1:10:12 Meski terobosan politik itu mendapat 1:10:14 dukungan besar dari berbagai kalangan, 1:10:17 namun penyatuan [musik] kembali Bung 1:10:18 Karno dan Bung Hatta tidak pernah 1:10:21 terwujud. 1:10:22 sulit ya. Saya ingat itu ee Musyawarah 1:10:27 Nasional yang diadakan di gedong 1:10:32 proklamasi pada waktu itu kita memang 1:10:36 sudah dapat menyatukan artinya Bung 1:10:40 Karno datang, Bung Harta datang. 1:10:43 bukan sebagai wakil presiden. Dan kita 1:10:46 pada waktu itu sudah punya konsepsi 1:10:49 yaitu bahwa harus ada Dewan [musik] 1:10:52 Nasional dan Dewan ee Dewan Perencanaan 1:10:56 Ekonomi. 1:10:58 Nah, kita usulkan Bung Karno menjadi 1:11:01 presiden dan ketua dari dewan nasional 1:11:04 seperti politik. Bung H adalah kembali 1:11:07 jadi wakil dan ketua dewan perancang 1:11:11 nasional. 1:11:12 [musik] 1:11:13 Sudah kita mau begitu-begitu 1:11:16 ada granat dilemparkan di Cikini 1:11:20 tahun 7. Wajar dibubar lagi semua. 1:11:27 Seiring gagalnya penyatuan kembali Dwi 1:11:29 tunggal Soekarno Hatta, situasi politik 1:11:32 nasional terus memanas. Puncaknya pada 1:11:35 tahun 1958 1:11:37 meletus peristiwa PR. 1:11:40 Sejumlah perwira militer di Sumatera dan 1:11:43 Sulawesi mengangkat senjata melawan 1:11:45 pemerintah pusat. [musik] 1:11:47 Bung Karno memerintahkan Jenderal 1:11:49 Nasution untuk meredam pemberontakan itu 1:11:51 secara militer. Meski Bung Hatta [musik] 1:11:53 tidak pernah menyetujui adanya gerakan 1:11:56 PR Resta, namun Bung Hatta memprotes 1:11:59 keras langkah pemerintah [musik] meredam 1:12:02 PR 1:12:03 dengan menggunakan kekuatan militer. 1:12:06 Namun protes yang [musik] disampaikan 1:12:08 Bung Hatta dalam posisinya sebagai warga 1:12:10 negara biasa itu tidak mampu [musik] 1:12:12 menghentikan operasi militer menumpas 1:12:15 PR. 1:12:17 Inilah komitmen Bung Hatta untuk 1:12:20 mengingatkan Bung Karno bahwa PR Resta 1:12:24 adalah saudara sendiri. 1:12:31 Sebagai konsekuensi dari sikap 1:12:32 politiknya, Bung Hatta menjalani 1:12:34 kehidupan yang berat selama era 1:12:37 demokrasi terpimpin. 1:12:39 Berkunjung ke luar negeri dilarang, 1:12:41 bahkan menulis [musik] 1:12:43 artikel pun dilarang. Namun Bung Hatta 1:12:46 sebagai seorang demokrat tetap teguh 1:12:48 pada pendiriannya bahwa demokrasi sejati 1:12:52 bertumpu pada kedaulatan rakyat bukan 1:12:54 [musik] kedaulatan pemimpin. Karena itu, 1:12:57 Bung Hatta mengkritik keras pelaksanaan 1:13:00 gagasan demokrasi terpimpin setelah Bung 1:13:03 Karno mengeluarkan dekret Presiden pada 1:13:05 tanggal 5 Juli [musik] 1959. 1:13:09 Tahun 1959 1:13:11 adalah tahun penemuan kembali revolusi. 1:13:16 Tahun 1559 1:13:19 adalah tahun rediscovery of our 1:13:22 revolution. 1:13:25 Oleh karena itulah maka tahun 1959 1:13:29 menduduki tempat yang istimewa dalam 1:13:31 sejarah perjuangan nasional kita. Satu 1:13:34 tempat yang unik. 1:13:38 Hatta berbeda dengan pejuang kemerdekaan 1:13:41 kebanyakan. Dia termasuk sedikit dari 1:13:43 pejuang yang memikirkan dan memiliki 1:13:46 konsep bagaimana negara dan bangsa ini 1:13:48 dikelola setelah kemerdekaan diperoleh. 1:13:52 Penderitaan rakyat di bawah imperialisme 1:13:55 dan kapitalisme kolonial sangat 1:13:58 berpengaruh terhadap pikiran-pikiran 1:14:00 ekonomi Hatta. Meski ia kuliah di 1:14:03 Rotterdam Handels Hawk School Belanda, 1:14:05 ia tidak menelan mentah-mentah 1:14:07 teori-teori kapitalisme [musik] 1:14:09 sosialisme. Dalam ajaran Islam dan 1:14:12 praktik perekonomian desanya yang 1:14:14 menjunjung tinggi kebersamaan dan 1:14:16 kekeluargaan, ia yakini [musik] 1:14:18 sebagai model perekonomian yang mampu 1:14:21 melawan penindasan imperialisme. Hatta 1:14:24 yakin kemerdekaan sesungguhnya 1:14:26 menciptakan perekonomian untuk 1:14:29 kemakmuran bersama. 1:14:31 Sentimen antiimperialisme dan 1:14:33 kapitalisme [musik] 1:14:34 kolonial membuat pikiran dan konsepsi 1:14:37 Hatta selalu mulus disepakati tanpa 1:14:40 [musik] perdebatan di BPU PKI. 1:14:43 Pikirannya terumuskan dalam Pasal 33 1:14:46 Undang-Undang [musik] Dasar 1945. 1:14:50 Pasal ini merupakan konsep politik 1:14:52 perekonomian untuk mencapai kemakmuran 1:14:54 rakyat, bukan [musik] orang perorang. 1:14:58 Perekonomian berdasarkan atas demokrasi 1:15:00 ekonomi sebagai usaha bersama berazaskan 1:15:03 kekeluargaan. 1:15:05 Bentuk usaha yang tepat adalah koperasi 1:15:08 didukung BUMN [musik] 1:15:09 dan swasta. Bukan sebaliknya. 1:15:13 Perhatian besar khatam membangun 1:15:14 koperasi membuat rakyat menyebutnya 1:15:16 [musik] 1:15:17 sebagai bapak koperasi. Hal ini terjadi 1:15:20 pada akhir tahun 1953. 1:15:24 secara tegas Hatta menolak ekonomi 1:15:26 [musik] kapitalistik dan liberalistik. 1:15:29 Namun yang terjadi berlainan dengan 1:15:31 konsep HTA. Kebijaksanaan kabinet 1:15:33 [musik] yang silih berganti cenderung 1:15:36 meninggalkan konsep perekonomian yang 1:15:39 telah disepakati. Hal ini terjadi pada 1:15:42 akhir tahun [musik] 1953. 1:15:45 Namun Hatta tetap tak bisa berbuat 1:15:47 banyak ketika kebijaksanaan pembangunan 1:15:50 yang ditempuh kabinet hanya mencekik 1:15:53 rakyat, membunuh yang kecil, 1:15:55 menguntungkan yang besar, atau kelompok 1:15:58 tertentu. Puncaknya Hatta kecewa ketika 1:16:01 Kabinet [musik] Ali Sastro Amijoyo kedua 1:16:04 mengesahkan undang-undang modal asing 1:16:06 yang menganut liberalisme dan 1:16:08 menguntungkan [musik] pengusaha asing. 1:16:11 Seian hari cita-cita demokrasi ekonomi 1:16:14 Bung Hatta terus dilanggar. Sejak Orde 1:16:17 Baru [musik] berkuasa bahkan hingga kini 1:16:20 penyimpangan dan praktik liberalisme 1:16:23 semakin meraja lela. Gagasan ekonomi 1:16:26 Bung Hatta merupakan gagasan [musik] 1:16:28 seorang ekonom yang sekaligus negarawan 1:16:31 dan pemimpin bangsa memadukan antara 1:16:34 [musik] idealisme dan kesungguhan hati. 1:16:37 Hatta melihat realitas keangkuhan 1:16:40 pikiran yang mengagung-agungkan 1:16:42 angka-angka ekonomis dan pertumbuhan 1:16:45 yang tanpa moral. Hatta sendiri seakan 1:16:48 tak pernah punya kesempatan untuk 1:16:50 mewujudkan cita-citanya. [musik] 1:16:55 Sejarah terus berjalan. Harapan terhadap 1:16:59 Orde Baru ternyata tak bertahan lama. 1:17:02 Ahli ekonomi di belakang Soeharto mulai 1:17:05 masuk jurang liberalisme. 1:17:07 Beda arah dengan apa yang diharapkan 1:17:10 Hatta. 1:17:12 Hatta juga menulis buku pengalaman dan 1:17:14 perjalanan hidupnya [musik] 1:17:16 yang diterbitkan saat ulang tahunnya 1:17:18 yang ke-77. 1:17:21 Buku memoar [musik] Hatta setebal 598 1:17:25 halaman ini menjadi karya dan 1:17:27 peninggalan terakhirnya. 1:17:30 Usia tak bisa dibangun. Dan awal tahun 1:17:33 1980, 1:17:35 Bung Hatta mulai sakit-sakitan dan hanya 1:17:38 berbaring di tempat tidur. Tanggal 13 1:17:41 Maret, keluarganya membawa Hatta ke 1:17:43 Rumah Sakit Ciptomun Kusumo. Namun sore 1:17:46 [musik] hari tanggal 14 Maret, Hatta 1:17:49 menghembuskan nafas terakhir diiringi 1:17:51 tangis anak cucu dan seluruh rakyat 1:17:54 Indonesia. Indonesia pun berduka. 1:17:58 Karangan bunga dan puluhan [musik] ribu 1:18:00 warga ibu kota menghantar Hatak ke 1:18:03 tempat peristirahatan terakhir di 1:18:06 pemakaman umum tanah kusir. Hatta ingin 1:18:10 tetap dekat dengan rakyatnya seperti 1:18:13 yang selama [musik] hidupnya dia 1:18:15 perjuangkan. 1:18:17 Bung Hatta memang telah tiada. Cita-cita 1:18:21 dan pemikirannya belum banyak terwujud 1:18:24 di negeri ini. Namun keteladanannya 1:18:27 sebagai seorang pemimpin yang jujur, 1:18:30 bijaksana, dan sederhana selalu menjadi 1:18:33 ilham bagi generasi penerusnya. 1:18:37 Tidakkah bangsa ini merindukan sosok 1:18:39 seperti Bung Hatta? 1:18:42 Demikian tokoh dan peristiwa [musik] 1:18:44 yang mencatat berbagai kejadian dan 1:18:46 sosok yang melatari narasi sejarah 1:18:49 negeri ini. Maasalam.