Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Assalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil 0:19 alamin. Wassalatu wassalamu ala 0:21 sayyidina Muhammad wa ala alihi 0:23 wasahbihi ajmain. Rabbi zidni ilman 0:26 Allahumma anfani bima alamtani wa alimni 0:29 ma yanfauni warzuqni ilman yanfauni. 0:31 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:34 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 0:36 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:38 Rasiltv untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:41 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:43 taala, apa kabar Anda di malam hari ini? 0:46 Semoga dalam keadaan sehat walafiat. 0:49 Senang sekali saya Angga Aminudin 0:51 ditemani oleh Fahri di meja operator, 0:53 ada juga Ondy di kameramen. Kami hadir 0:56 hari Ahad, 8 Februari 2026. 1:01 Ini Ahad yang kedua ya di bulan ini. 1:04 Kami hadir dalam acara Buka Mata, Buka 1:07 Telinga bersama narasumber kita, Dr. 1:10 Sarbini Abdul Murad, Direktur Indonesia 1:13 for Peace and Humanity. Assalamualaikum 1:17 warahmatullahi wabarakatuh, Dr. Ben. 1:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:21 wabarakatuh, Mas Angga. Alhamdulillah, 1:23 apa kabar nih? 1:24 Nah, kita bisa mengudara lagi nih, Dok, 1:26 ya. Alhamdulillah. 1:27 Ya, alhamdulillah. Artinya makin 1:31 eh apa ya, polemiknya, lalu juga eh 1:36 dinamikanya mengenai Board of Palestine 1:40 nih. Bukan hanya secara global, tapi di 1:42 dalam negeri juga, Dok. Kayak tambah 1:45 hangat saja, tambah panas saja. Menyeret 1:47 ormas-ormas soalnya, Dok. 1:52 Jadi, topik kita di malam hari ini itu 1:53 BOP, Board of Peace dan relevansi 1:58 kemerdekaan Palestina. 2:00 Tamu siapa yang kita undang di malam 2:02 hari ini, Dok? 2:03 Iya, Mas Angga malam. Masya Allah nih 2:05 tamu penting ini. Nah, sama-sama kita 2:08 menandatangani penolakan BOP ini. 2:12 Oleh sebab itu kita undang pada 2:14 kesempatan 2:15 malam hari ini untuk sama-sama kita 2:18 bicarakan masalah BOP ini. 2:20 Karena BOP ini sepertinya ini apa mau 2:22 kita katakanlah 2:24 produk haram ya yang yang menimbulkan 2:26 polemik di mana-mana ini. 2:28 Oleh sebab itu pada kesempatannya kita 2:30 undang seorang 2:32 penyanyi, seorang pernah politisi, 2:35 seorang seniman 2:37 dan sekarang adalah boleh membolehkan 2:39 seorang pembela Palestina. Iya. Beliau 2:41 adalah 2:42 Mbak Anisa Teresia Eben Eben 2:45 Eben Ebenze. 2:48 Eee 2:49 malam hari ini kita undang beliau ya 2:50 kita ajak untuk diskusi 2:52 sebagai pencerahan bagi para pendengar 2:55 Radio Ras FM. Ya, mudah-mudahan dengan 2:56 kehadiran beliau akan menguatkan barisan 2:59 kita untuk terus kita bela Palestina. 3:01 Beliau beliau orangnya 3:03 masya Allah syadid kalau kata orang Arab 3:05 syadid benar-benar teguh dengan 3:08 pembelaan terhadap Palestina enggak ada 3:09 yang lain. 3:10 Tadi saya tanya beliau enggak umrah nih 3:12 ke Yerusalem? Enggak katanya nih memang 3:14 pegang 3:15 fatwa 3:16 Qardhawi enggak mau menyerahkan uang 3:18 sedolar pun untuk Zionis. Masya Allah 3:20 beliau. 3:21 Itu Angga sekarang bersama kita ini 3:23 beliau ini. 3:24 Oke, telah bersama kita Mbak Anisa 3:26 Teresia. Assalamualaikum, Mbak Tere. 3:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:31 wabarakatuh. Masya Allah. Sehat-sehat 3:34 semuanya ya, Dokter Ben, Mas Angga dan 3:37 semua yang menyaksikan insya Allah 3:40 diberikan barokah ya. Allahumma 3:41 bariklana fi Sya'ban wa balighna 3:43 Ramadhan. Amin Allahumma amin. 3:45 Amin amin amin. Ini senang nih ya, Mbak 3:49 saya enggak manggilnya Mbak Anisa atau 3:51 Mbak Tere? Tere saja, ya? 3:53 Boleh Mbak Tere. Kalau sama bocil-bocil, 3:55 alhamdulillah sekarang kami dikasih 3:57 amanah untuk membersamai anak-anak 3:59 belajar Iqro, biasanya dipanggilnya 4:02 Umanisa, tapi kalau sama mama-mamanya 4:04 dipanggilnya Kak Tere. 4:06 Kak Tere ini. 4:08 [tertawa] 4:09 Alhamdulillah nih bisa bersama Dokter 4:11 Ben, ya, di acara Buka Mata Buka 4:12 Telinga. Jadi ini Dokter Ben sekarang 4:14 punya acara di acara baru di Rasio nih. 4:17 BMBT, apa yang tidak diungkap di publik 4:21 ataupun yang tidak diberitakan di media 4:24 di di acara Buka Mata Buka Telinga ini 4:27 kita sampaikan nih. Begitu ya, Dok, ya? 4:30 Iya, iya, benar sama-sama. Iya. 4:32 Keterbuka semua ini. Terbuka semuanya. 4:36 Eh, ini cukup ramai juga di media 4:38 sosial, Dok, ya, karena banyak mantan 4:40 pejabat, lalu juga aktivis, begitu ya, 4:43 yang terus menyoroti tentang eh eh BOP 4:45 ini. 4:46 Banyak yang menilai bahwa ini bukan 4:48 Dewan Perdamaian, begitu ya. Jangan 4:50 disebut atau ditulis Dewan Perdamaian 4:53 deh, kalau misalkan ini tidak ada 4:55 perwakilan Palestina sama sekali, begitu 4:58 ya. Lalu juga apa yang diinginkan oleh 5:00 Amerika dan Israel itu pengendalian 5:03 secara utuh, begitu, walaupun lewat eh 5:07 tangan eh Amerika, tentu saja. Sebagai 5:10 pembuka, Dok, BOP dan relevansi 5:12 kemerdekaan Palestina ini 5:15 apa, Dok, pembukanya dari Dokter? 5:19 Iya, eh kita bersama beberapa 5:22 teman-teman, ada Prof. Darnoto, kemudian 5:24 ada Mas Ansor, [mendengus] 5:26 kemudian saya, kemudian Mbak Wanda, 5:28 kemudian Mbak Tere, kita buat petisi 5:31 ini, Mas Ega. Hmm. Petisi bahwa kita 5:33 menolak, kita menolak sama sekali yang 5:35 namanya BOP ini. Memang 5:37 enggak relevan sama sekali dengan 5:38 situasi kondisi yang memang kita lihat 5:41 sekarang ini enggak ada progres apapun 5:44 terhadap eh pembelaan tanah Palestina. 5:46 Jadi 5:47 jadi kita menilai ya sebagai warga 5:49 negara kita speak up ya, kita menilai 5:51 bahwa sepertinya kok enggak ada 5:53 manfaatnya buat Palestina, apalagi ya ya 5:56 buat Indonesia juga mungkin ada 5:58 mudaratnya nanti. Maka kita buat petisi 6:00 itu Mas Angga, kita sebarkan semua ee 6:03 sehingga ini adalah bagian dari 6:05 pencerahan kita ee terhadap ee publik ya 6:08 bahwa ee 6:11 ee warga Indonesia atau umat Islam 6:14 khususnya menolak gitu loh. Jadi, Pak 6:16 Pak Pak Prabowo ini memutuskan sesuatu, 6:19 beliau memutuskan dulu baru kemudian 6:21 mengajak berunding yang lain. Jadi, 6:24 biasanya orang kan ee berpikir dulu, 6:26 berunding dulu, diskusi dulu, kemudian 6:28 baru maju untuk memutuskan ee atau masuk 6:31 atau tidak yang sebagai member BOP ini. 6:34 Nah, oleh sebab itu Mas Angga, 6:36 kita melihat bahwa ee kenapa 6:39 ada BOP atau jangan oke lah jangan BOP, 6:42 tapi setelah perdamaian perdamaian di di 6:44 Camp David ini sepertinya kok enggak ada 6:46 progres apapun yang dilakukan, terutama 6:48 oleh pemerintah Indonesia. Karena dari 6:50 pertemuan dengan para tokoh ee 6:54 Prabowo mengatakan bahwa kalau tidak ada 6:56 manfaat bagi Palestina 6:58 dan Palestina jauh dari kemerdekaan, 7:01 kita akan keluar. Saya pikir itu itu itu 7:03 statement yang kontraproduktif Mas Angga 7:06 saya pikir ya. Karena memang 7:08 ee kita melihat ya kemarin tanggal 2 7:10 Februari ada pemboman ya korbannya 7:12 masyaallah ini 7:14 sama-sama 7:15 tapi statement-nya ya Allah 7:18 sangat-sangat sumut nah sumut, malahan 7:21 saya baca tuh pernyataan Men Sekneg, 7:23 beliau mengatakan bahwa saya kami 7:25 khawatir dengan serangan ini, 7:26 mengkhawatirkan serangan Israel ya Allah 7:29 mengkhawatirkan. 7:30 Jadi, statement-statement ini 7:32 benar-benar menunjukkan bahwa tidak ada 7:33 pembelaan terhadap ee aksi-aksi yang 7:36 dilakukan Israel ya terhadap serangan 7:38 ini. 7:38 kayaknya Dok ya. 7:40 Ya, warga sipil ini Mas Angga. Padahal, 7:42 padahal ini masuk fase-fase perdamaian. 7:45 Nah, maka oleh sebab itu kita meragukan 7:47 bahkan bahwa BOP-nya akan menjadi salah 7:50 satu hal atau alat atau instrumen 7:52 Indonesia untuk menekan Israel, kita 7:55 sangat meragukan karena banyak 7:56 event-event yang memang kita lihat tidak 7:59 ada satu langkah yang yang progresif 8:02 yang dilakukan oleh pemerintah untuk ee 8:04 aksi-aksi yang nyata untuk menahan 8:06 serangan Israel. Itu sebagai pembukaan 8:08 itu Mas Angga. Kita lihat juga bagaimana 8:11 misalnya 8:12 ee para ormas datang dengan semangat 45 8:16 ya, tapi kita ketika Pak Presiden kayak 8:20 kerupuk rupanya sebelum ada Dokter Wen 8:22 enggak diundang kemarin, Dok? 8:24 Tapi saya dengar 8:25 ya Dokter Wen enggak diundang kemarin? 8:27 Gimana? 8:28 Enggak diundang kemarin, Dok. Kalau 8:30 diundang jadi-jadi masalah masalah 8:31 masalah besar itu Mas Angga jadi masalah 8:34 itu ya. [tertawa] Nah, jadi jadi 8:35 sebenarnya ee 8:37 apa-apa kok bisa seperti ini dan dan dan 8:39 kita melihat ini bahwa ini tidak 8:40 mewakili rakyat Indonesia. Ini mewakili 8:43 lebih cenderung mewakili pribadi 8:45 masing-masing ya, bukan mewakili ormas 8:46 mereka juga karena terlihat selalu ada 8:48 pengakuan atau penerimaan itu yang 8:51 penolakan di mana-mana artinya enggak 8:52 berhenti penolakan. Sebagai itu Mas 8:54 Angga, sebagai pembukaan dari dari saya. 8:58 Baik, Dokter Wen. Itu 9:00 karena tadi disebut juga nama Prof ee 9:03 Sudarnoto ya, makanya ketika 9:05 ada berita pertemuan ormas dan juga 9:08 tokoh-tokoh MUI dengan Presiden lalu 9:11 statement-nya MUI kok bertolak belakang 9:14 dengan statement pertama yang 9:15 dikeluarkan oleh ee bidang hubungan luar 9:17 negeri, rekan saya di Aksi Cepat King 9:19 itu langsung ee japri Prof Sudarnoto, 9:22 ini berita ini benar enggak? Ternyata 9:24 Prof Sudarnoto saja enggak tahu gitu 9:25 baru mau dikonfirmasi gitu ya. 9:28 Nah, jadi ada ada ada perbedaan. 9:31 Tapi saya melihatnya begini ee kepada ee 9:35 Batere. 9:36 Jadi sepertinya setelah kita melihat 9:39 bagaimana Board of Peace di dalam negeri 9:42 ini jadi eh polemik karena kan memang 9:45 yang eh mendukung pemerintah, mendukung 9:48 sikap pemerintah juga banyak gitu ya. 9:51 Yang menolak juga tentu saja lebih 9:52 banyak lagi. 9:54 Jadi, seperti ada gelombang gitu, Mbak 9:56 Tere. Jadi, ada gelombang 9:58 eh pihak-pihak yang sepertinya ingin 10:00 ditonjolkan, "Oh, ini mendukung 10:02 keputusan presiden." gitu ya. Ada 10:04 pihak-pihak yang memang mengkritisi 10:06 sekali gitu, menolak keputusan eh 10:08 presiden. 10:09 Lalu, sementara secara eh global gitu 10:12 ya, negara-negara Eropa mengurai sikap 10:13 sendiri gitu ya. Negara-negara Timur 10:15 Tengah yang bergabung juga itu sudah 10:17 terserah Amerika lah. Nah, 10:19 gelombang-gelombang ini eh apa 10:21 sebenarnya yang perlu kita eh jaga? 10:24 Fokusnya itu harus ke Palestina deh, 10:26 jangan sampai keganggu dengan dinamika 10:28 politiknya, manuver-manuvernya. Oke, 10:31 Mbak Tere, bagaimana melihat eh BOP ini? 10:34 Monggo. 10:35 Baik, [berdehem] bismillah. Terkait 10:37 dengan 10:38 Board of Fed of eh kok Board of Fed 10:40 salah ya bahasanya. Eh 10:42 Board of apa tadi? 10:44 [tertawa] 10:45 Eh Board Peace of 10:47 Peace 10:48 Peace Eh Peace of Gaza ya. Everybody 10:50 wants 10:51 a Peace of Gaza. Sebenarnya itu kan. 10:53 Kalau dalam eh letter luck ya. 10:56 Yang menjadi agenda 10:59 Trump, Tony Blair, Jared Kushner, 11:01 Witkoff, Kushner ya. Dan eh 11:05 apa namanya? Orang-orang yang ada di 11:06 balik itu semua. 11:08 Sebenarnya agendanya adalah ingin 11:12 ikut mengambil bagian dalam upaya 11:16 neokoloniali- eh kolonialisme 11:18 di Gaza pasca 11:21 pembantaian 11:22 genosida 11:24 setelah mereka membangunkan umat sedunia 11:26 lewat Tufanul Aqsa-nya. Gitu. Iya kan? 11:29 [berdehem] 11:30 Nah, sayangnya 11:31 message besar yang disampaikan para 11:33 pejuang untuk membangunkan umat ini 11:36 enggak semuanya 11:37 nyampe banyakan tulalit ya termasuk ke 11:41 orang-orang yang sudah lebih dulu 11:43 normalisasi hubungan dengan Zionis 11:46 makanya kayak di Uni Emirat Arab ya 11:48 mana lagi Bahrain terus 11:52 ya sejumlah ada berapa belas negara yang 11:55 katanya mayoritas muslim tapi malah 11:58 ada di sisi penjajah ini membuktikan 12:00 bahwa 12:03 yang merdeka itu cuma Gaza kita semua 12:06 tersandera tersandera oleh apa oleh tadi 12:09 ketakutan politik kah ya katanya nanti 12:11 kalau enggak kita di Venezuela-in ya itu 12:13 kan ketahuan banget ya berarti kita 12:15 secetek itu imannya gitu ya kan terus 12:19 tapi kalau misalnya enggak ikut ini 12:20 kesempatan besar untuk Indonesia ambil 12:22 bagian dalam ke 12:24 dalam membangun kemerdekaan untuk 12:27 Palestina emang lupa tahun 98 198 8 kan 12:30 Palestina sudah self proclaim tuh di 12:32 Aljazair untuk kemerdekaannya 12:35 jadi berarti kan sebenarnya kita sendiri 12:36 yang sudah mengakui kedaulatannya 12:38 Palestina justru sedang menghianati 12:40 Palestina ya enggak sih dengan berada 12:42 satu kubu sama 12:44 Netanyahu loh yang ada di World Office 12:48 undangan khusus dari Trump 12:49 [berdehem] 12:50 coba itu logika asas berpikirnya berarti 12:52 sudah 12:54 apa logika fals-nya itu dahsyat banget 12:56 gitu kegagal berpikirannya orang-orang 12:58 yang menganggap bahwa BOP ini adalah 12:59 sebuah eh 13:01 bentuk terbaru manuver terkini diplomasi 13:05 Indonesia untuk Palestina no big no 13:08 kenapa karena yang sejatinya [berdehem] 13:10 terjadi adalah Indonesia sedang stabbing 13:14 apa nusuk-nusuk Palestina dari depan 13:16 belakang kiri kanan semua arah 13:19 naudzubillah 13:20 ya 13:22 kenapa kita bisa sebodoh itu karena kita 13:24 terjajah secara pemikiran kalau kata 13:26 Prof Abdul Fattah El Awaisi you cannot 13:28 liberate the land without liberate your 13:31 mind. 13:32 Dengan apa? Dengan knowledge yang 13:34 benar-benar sumbernya nyambung sampai ke 13:36 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 13:38 Sekarang kita belajar, nih ya mohon maaf 13:40 lahir batin ya, eh saya bukan orang yang 13:43 eh apa alim dalam hal ini, tapi 13:46 alhamdulillah Allah izinkan saya belajar 13:48 tentang Baitul Maqdis langsung dari 13:50 pakarnya, dari Prof. Abdul Fattah 13:51 Al-Awaisi dan kita menyaksikan betul 13:53 bahwa 100 tahun lebih ini ya, peradaban 13:56 Islam itu carut marut karena apa? 13:59 Terjadinya nakbah intelektual. 14:01 Bencana besar intelektual ketika 14:03 orang-orang yang seharusnya menjadi 14:05 garda terdepan yang membela Baitul 14:07 Maqdis Al-Quds Al-Muqaddasah malah 14:09 salaman dengan tangan-tangan penuh darah 14:11 para penjajah. Kalau ingat bagaimana 14:14 Syarif Hussein dengan lugunya menerima 14:17 eh usul McMahon ya waktu itu ya, yang 14:19 dilanjut sama 14:21 siapa? 14:22 Eh 14:24 eh siapa namanya ya? Eh Edward eh of 14:26 Arabia itu, eh atau Lawrence ya, 14:28 Lawrence of Arabia. Lalu me- 14:31 mendeclare Arab Revolt untuk melepaskan 14:33 diri dari Utsmaniyah 14:36 agar bisa menguasai wilayah tanah suci 14:41 di Haramain dan plus juga 14:44 maksudnya Baitul Maqdis. Enggak tahunya 14:45 dia dicepoin kan sama Inggris gitu. Itu 14:48 kan ada pelajaran ya. Pattern Alquran 14:51 selalu ngajarin kita untuk berpikir 14:53 dengan akal sehat, mengambil hikmah dari 14:55 peristiwa yang terjadi dan belajar 14:58 supaya enggak keulang lagi itu cycle 15:00 yang salah. 15:02 Bisa jadi kita enggak belajar. Kenapa? 15:04 Karena mayoritas umat muslim saat ini 15:06 khususnya di Indonesia bahkan 15:07 literasinya jadinya emm lis- literasinya 15:10 berapa kemarin? Nomor dua dari akhir. 15:12 Iya kan? Terus 15:14 orang-orangnya semakin lama semakin 15:18 enggak ngerasa terkoneksi dengan 15:19 perjuangan di di Palestina karena 15:21 menganggap oh ini kan urusan 15:25 domestik dari masing-masing 15:27 state gitu ya, berpikirnya 15:29 terfragmentasi seolah-olah ini urusan 15:33 antar negara saja. Padahal Rasulullah 15:36 sallallahu alaihi wasallam juga sudah 15:37 mengatakan bahwa urusan umat muslim itu 15:40 adalah 15:41 urusan semua kita gitu ya, kalau ada 15:43 salah satu bagian tubuh yang sakit 15:45 harusnya kita yang ada di bagian tubuh 15:48 lainnya ikut merasakan sakit. Tapi saat 15:51 ini kita semua sedang 15:53 baal gitu ya ya apa 15:54 jadi lagi enggak enggak ini enggak 15:57 enggak enggak punya enggak punya sense 15:59 of belonging bahwa 16:01 tanah yang menjadi saksi 16:02 diperjalankannya Rasulullah sallallahu 16:04 alaihi wasallam dalam peristiwa Isra 16:05 Mikraj, tanah ini sedang berdarah-darah 16:09 memanggil orang-orang muhsin yang insya 16:12 Allah bisa jadi thaifah manshurah untuk 16:14 membebaskan Baitul Maqdis ketiga 16:16 kalinya. Tapi sayangnya 16:18 hanya sedikit yang mendengar. 16:20 Mudah-mudahan yang sedikit itu adalah 16:21 kita, wallahu a'lam bishawab. He em, he 16:23 em. 16:25 Amin. 16:26 Kita lihat ada pandangan yang akhirnya 16:29 dilihat eh sederhana nih. 16:32 Ketika pemerintah sikapnya kan sekarang 16:34 eh mau bersama-sama dengan eh Amerika 16:37 gitu ya. Sederhananya itu cuma dilihat 16:39 begini saja pro atau dia kontra gitu ya 16:42 sama sikap-sikap eh pemerintah ini. 16:44 Sementara 16:45 tadi kalau kita lihat pertanggungjawaban 16:48 eh secara eh moral ini kan darah 16:51 Palestina ini jadi 16:52 seolah-olah itu dianggap eh tidak 16:55 penting. Nah, Mbak Tere melihat eh 16:58 bagaimana eh sebenarnya 17:01 pengaruh gitu ya, pengaruh besar 17:03 pimpinan-pimpinan gitu ya 17:05 kepada tokoh-tokoh perjuangan gitu ya, 17:08 kepada organisasi-organisasi yang fokus 17:11 kepada pembelaan Palestina 17:13 atau eh kepada pihak-pihak yang selama 17:16 ini tuh eh konsisten gitu sama sama 17:18 perjuangan Palestina gitu. Ini dampaknya 17:20 kira-kira dari pro kontra ini apa kalau 17:22 Mbak Tere lihatnya, Mbak? 17:28 Ya. Ee alhamdulillah saya melihat ini 17:30 adalah salah satu cara Allah untuk 17:33 memfilter kita, mana yang bisa layak 17:36 untuk naik level. Level iman, level 17:39 ketaatan, level kekuatan sumutnya kayak 17:42 apa, teguhnya kayak apa, supaya bisa 17:45 mendekati paling enggak sepersedian dari 17:47 kualitas rakyat Gaza yang sudah Allah 17:49 jamin ada sekelompok umatnya Rasulullah 17:52 sallallahu alaihi wasallam yang selalu 17:53 berada dalam kebenaran dan itu ada di 17:54 Baitul Maqdis dan tepi-tepinya. Nah, 17:57 dengan adanya simplifikasi dan logika 17:59 yang tak berdasar untuk apa? Untuk 18:02 membuat seolah-olah yang kritis terhadap 18:04 pandangan board of peace ini kemudian 18:08 menjadi apa namanya? Ee 18:11 menjadi sebuah 18:13 apa? Pilihan ganda gitu ya. Mending 18:16 ganda, binomial ya. Benar atau salah 18:18 gitu ya. Kalau ganda kan ada empat ya 18:20 biasanya gitu. Ini lebih parah lagi. Ini 18:23 membuktikan bahwa sebenarnya 18:26 orang-orang yang saat ini 18:29 ee berkuasa dengan segala wahannya, 18:32 dengan segala 18:34 mmm ya keduniaannya gitu ya, sedang 18:37 berusaha 18:38 apa ya? Ee dengan kepanikannya 18:41 tersendiri sedang berusaha untuk me 18:43 membuat label gitu. Seolah-olah kalau 18:46 yang enggak sama enggak mengikuti 18:48 pemerintah itu adalah 18:51 orang-orang yang ee 18:53 mendukung teroris gitu ya. Kan arahnya 18:55 ke sana kan? Seperti yang dilakukan 18:58 Trump lewat ICE-nya kepada orang-orang 19:01 di ee apa? Di 19:04 warga negara di sana juga yang mulai 19:06 dari Mahlu maaf Mahmud Qalil kalau 19:08 enggak salah saya waktu itu ya Pak 19:09 mahasiswa-mahasiswa yang pro Palestine 19:11 waktu itu ditangkepin dan akhirnya 19:13 berujung sama 19:14 eh warga negaranya sendiri ditangkepin 19:16 bahkan dibunuh ya. Alex Pretty kemarin 19:18 kan dibunuh. Dan itu menjadi gong buat 19:20 orang-orang warga negara di Amerika 19:22 Serikat sendiri untuk bangun dan sadar 19:24 bahwa hello, ternyata negara saya negara 19:27 kami negara kita nih lagi dipimpin oleh 19:29 pedofil gila gitu. Hmm. Ya, mereka 19:32 sedang berusaha juga gitu. Cuman saya 19:34 enggak tahu nih di Indonesia sesadar itu 19:36 enggak gitu. 19:37 Karena 19:38 biasanya mereka temenan sama yang sekufu 19:39 kan? 19:40 Hmm. 19:41 Heeh. Nah, jadi kalau kita lihat 19:44 sekarang ini adalah momen kalau buat 19:46 saya. Challenge sekaligus momen untuk 19:49 pembuktian. 19:51 Apakah kamu benar layak di barisan ini? 19:54 Barisan yang guraba, barisan yang akan 19:56 megang panasnya bara api seperti yang 19:59 dilakukan oleh Gaza karena dia terus 20:01 bertahan dalam kebenaran 20:03 atau kamu akan jadi orang-orang yang 20:05 merugi. 20:06 Orang-orang yang celaka karena memilih 20:08 jadi pendusta. 20:09 Dan itu enggak pandang bulu ya, walaupun 20:11 kamu punya ilmu bisa juga kamu 20:13 terperosok di situ. 20:15 Karena 20:16 ini adalah ujian akhir zaman. Ujungnya 20:18 apa? Fitnah Dajjal. 20:19 Koluman. 20:21 Heeh. 20:21 Ini pasti ada hubungannya juga tadi 20:23 karena disinggung 20:25 eh penjajahan eh pemikiran gitu. Berarti 20:28 ini hasilnya gitu ya bahwa umat muslim 20:30 ini sudah sangat lama gitu pemikirannya 20:33 eh terjajah jadi gampang untuk di 20:37 disetir, dimanipulasi, bahkan 20:40 propaganda 20:43 dan apalagi tentang eh perjuangan dan 20:45 juga kepedulian terhadap Palestine gitu 20:46 ya eh materi ya. 20:48 Betul sekali karena memang ya makanya 20:50 kita dikasih ayat pertamanya kan iqra 20:52 bismi rabbikalladzi khalaq begitu ya. 20:54 Supaya apa? Kita tuh kritis. 20:57 Kita tuh 20:58 eh pay attention gitu kan, sadar gitu 21:01 bahwa 21:02 di semua 21:04 eh keputusan atau peristiwa yang terjadi 21:06 di sekitar kita dalam setiap waktunya 21:09 itu ada tanda eh ada kodenya Allah untuk 21:12 berpikir gitu. 21:13 Kan disuruh juga tuh di surat Ali Imran 21:15 kita disuruh pelajarin dalam dalam 21:17 pergantian siang dan malam segala macam. 21:20 Ya kita disuruh mikir afala 21:21 yatadabbarunal Quran afala ta'qilun itu 21:24 kan semua kode ya dari Allah ya buat 21:26 kita 21:27 yang mau mempercayai Alquran untuk 21:29 menggunakan otak kita, hati kita 21:32 seoptimal mungkin agar bisa menganalisa 21:35 dan mensintesa serta mengambil keputusan 21:38 dari semua fenomena yang saat ini 21:40 terjadi. Karena fenomena fitnah Dajjal 21:42 itu ya emang begitu orang baik malah 21:45 ditangkap kan makin banyak sekarang. 21:47 He em. Ya kan malah korbannya malah yang 21:49 ditangkap ya 21:51 pencopetnya malah 21:53 apa tuh kemarin keluarga pencopetnya 21:55 bilang punya hak asasi ya kan kayak gitu 21:57 ya sekarang banyak banget tuh fenomena 21:58 kayak gitu. Jadi Iya. eh kita jangan 22:01 pusing jangan pusing terus kita harus 22:03 gimana dong buat office tapi kan mereka 22:05 eh apa dukung sama negara, sama ulama. 22:10 Iya iya. Jangan khawatir dari dulu 22:11 metodenya para anbiya tuh begitu Nabi 22:13 Ibrahim alaihissalam 22:15 ngadepin siapa? He em. Ngadepin Namrud 22:18 ya kan. 22:19 Kisahnya sama sampai Nabi Isa 22:21 alaihissalam 22:22 ngadepin siapa? Ngadepin Pontius Pilatus 22:24 sama semua modelnya raja-raja zalim 22:28 itu dihadapi oleh para pemegang 22:30 kebenaran. 22:32 Nah pertanyaannya apakah kita siap untuk 22:34 terus tadi sumut 22:36 stat fastnas teguh di atas kebenaran 22:39 karena kita tahu kita bertransaksinya 22:42 sama Allah 22:43 yang nanti ujungnya 22:45 ya kita mau tiket gold tiket dan saya 22:48 sendiri kalau misalnya lagi lagi mulai 22:50 mulai apa ya 22:52 longgar mulai pusing gitu biasanya saya 22:54 suka ngulang-ngulang tuh 22:56 eh statement-nya Abu Ubaidah 22:58 He em. 23:00 Kita tuh udah dipanggil dari kapan? Dari 23:02 bikin lagu tuh kan ya Jakarta, Tanyir 23:04 kan bikin lagu tuh waktu itu tuh waktu 23:06 awal-awal 23:07 belum belum Fathul Aqsa. Itu itu kode 23:11 gitu. Terus terakhir sebelum Abu Ubaidah 23:14 ditemukan syahid kan sudah bilang ya 23:16 kami akan berhadapan dengan kalian wahai 23:18 para pengkhianat-pengkhianat gitu. Ehm. 23:21 Saya sih enggak ridho kalau di akhirat 23:23 nanti dikategorikan pengkhianat. Ehm. 23:25 Dan kita pasti akan ditanya. Allahu alam 23:29 eh tapi saya yakin saudara-saudara kita 23:31 di Gaza itu sudah punya doa-doa mustajab 23:35 yang siap dijawab sama Allah karena 23:37 mereka bilang ainul muslimun ainul arab. 23:40 Mana nih orang-orang ngakunya umatnya 23:43 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 23:44 kami di sini berdarah-darah kalian di 23:46 sana bisa-bisanya ya joget-joget sama 23:48 Shakira, joget-joget sama apalah itu ya 23:51 yang disanakan kemarin tuh. Terus lagi 23:53 kita malah sibuk sendiri gitu ditambah 23:56 lagi pejuangnya malah di-framing sebagai 23:58 teroris. 24:00 Ini kan sebenarnya pola yang sama ya 24:01 kalau kita belajar dengan berbagai 24:03 data-data sejarah juga. Nelson Mandela 24:05 juga disebutnya teroris sampai akhirnya 24:07 diubah tuh statement-nya. 24:09 Banyak sekali manipulasi-manipulasi data 24:12 yang dilakukan oleh pemilik kekuasaan 24:15 untuk agenda-agenda kekuasaannya dan 24:19 yang paling mengerikan memang saat ini 24:20 adalah elite quotation. Bagaimana mereka 24:22 menggunakan tokoh-tokoh sentral yang 24:24 dianggap sebagai eh apa eh 24:28 eh apa tokoh berpengaruh untuk opinion 24:31 leader. 24:32 trendsetter. 24:32 Dikuasai gitu. Leader dikuasai by by apa 24:36 by power dengan cara eh represi kan 24:39 sangat mungkin ya diancam atau di 24:43 diberikan leks eh leksuri seperti 4000 24:46 meter di kawasan HI misalnya ya kan 24:48 gitu. Nah tapi balik lagi mereka kan 24:51 juga akan ketemu Tuhannya masing apa eh 24:54 masing-masing akan ketemu sama Allah 24:55 ketemu sama Tuhannya. Ehm. Yaitu 24:57 silakan urusan mereka masing-masing. 24:59 Tapi kalau saya pribadi, saya memilih 25:01 untuk 25:02 siap bertugas, ribat, 25:05 sampai Allah panggil saya pulang atau 25:07 Allah izinkan saya menjadi saksi bahwa 25:10 Baitul Maqdis akan dimenangkan Allah, 25:12 gitu. Ehm, mantap. Masyaallah. 25:15 Eee sebelum saya ke Dokter Rei, satu hal 25:17 lagi ini eee Mbak Tere, 25:19 waktu pas gelombang suara masyarakat eee 25:23 dunia itu mendukung Palestina dan 25:25 betul-betul 25:26 eee melawan kebiadaban Zionis ya, 25:29 genosida beberapa waktu yang lalu, 25:32 itu kan harapan kita tuh, kita seperti 25:35 eee wah kita bisa bareng-bareng nih, 25:36 gitu ya. 25:37 Eee pemerintahnya juga sikapnya cukup 25:40 keras, gitu ya. Lalu tokoh-tokohnya juga 25:42 tokoh-tokoh eee influencer ataupun 25:45 tokoh-tokoh bangsa, gitu ya. Sepertinya 25:47 senada nih, gitu ya. Wah ini kita akan 25:49 bareng nih. Eh, enggak tahunya dalam 25:52 hanya waktu beberapa saja, gitu ya. 25:55 Tahu-tahu pemerintahannya berbeda sikap, 25:57 tokoh-tokohnya juga langsung berbeda 25:59 haluan, gitu ya. Nah, kira-kira 26:02 perjuangannya akhirnya kan tadinya kita 26:04 mau berhadapan langsung nih, eh harus 26:06 berhadapan lagi dengan yang sesama 26:07 muslimnya juga. Berhadapan dengan sesama 26:10 sesama sukunya juga, nih gimana Mbak 26:12 Tere melihat eee ternyata perjuangan ini 26:14 eee sangat berat, gitu ya. Atau 26:16 bagaimana, Mbak Tere? 26:19 Ya, sekali lagi alhamdulillah 26:21 kita sedang dihadapkan sama Allah 26:23 fenomena yang terjadi di 26:25 umi Palestina Ehm. bahwa 26:28 saudara-saudara kita yang di Gaza itu 26:29 kan yang paling purify ya. Makanya ada 26:31 afdholu apa eee afdholu jihad, ar-ribat, 26:34 afdholu afdholu ribat 26:36 eee Asqalan gitu ya. Sebaik-baiknya 26:38 jihad adalah ribat, sebaik-baik ribat 26:40 adalah di Asqalan. Yang saat ini wilayah 26:43 Asqalan itu 26:44 wilayah di Gaza sudah occupied by Zionis 26:46 ya. 26:48 Tapi kita enggak memungkiri juga bahwa 26:51 wilayah-wilayah di sekitar eee occupied 26:53 Palestine atau masuk di West Bank itu 26:55 kan banyak sekarang sudah tersusupi ya, 26:58 karena ee 26:59 ya itu tadi ee 27:02 setan ee apa beraksi dengan caranya gitu 27:05 ya, sehingga 27:07 Ehm. 27:08 kondisinya sangat amat kompleks kalau 27:09 yang di Tepi Barat, makanya banyak 27:11 musta'ribin gitu ya, orang-orang yang 27:13 kemudian jadi penghianat gitu dan Iya. 27:17 ee ya bahkan kita tahulah ada ada 27:19 sejumlah kisah korupsi-korupsi yang juga 27:21 ee 27:23 dialami oleh Palestinian Authority gitu 27:25 dan itu yang saat ini sebenarnya kalau 27:27 buat saya pribadi ini Allah sedang 27:29 menggambarkan itu terjadi di negeri 27:30 kita. 27:31 Ehm. Gitu. 27:33 Dan tugas kita apa? Tugas kita ya ya 27:35 tadi teguh saja, teguh berikhtiar karena 27:39 memang Allah mengasih apa memberikan 27:41 cobaan tuh kan untuk ngecek. 27:43 Kan 27:44 emang gampang masuk surga sebe sebelum 27:47 ada ujian ee buat kamu seperti yang 27:50 dilakukan kepada orang-orang terdahulu 27:52 gitu kan. 27:53 Ehm. Ya jadi 27:54 ini adalah 27:56 moment of 27:58 ee proof gitu ya buat kita 28:00 kita mau enggak diaku sebagai jundullah 28:03 gitu, sebagai penolong agama Allah. 28:06 Kalau dikasih ujian saja kita sudah 28:08 ngabur, kita sudah tadi tuh sudah flip 28:11 gitu ya, switching pindah ke kubu yang A 28:13 gitu. Cetek amat dong gitu, padahal kita 28:17 diminta yang Allah suka apa sih? 28:19 Hal yang sederhana. 28:21 Amal yang 28:23 istiqomah. Ahsanu amala bukan 28:25 banyak-banyakan amal. 28:27 Ahsan dengan keistiqomahan dan itulah 28:30 yang dicontohkan oleh Gaza kepada dunia 28:32 sehingga masya Allah tabarakallah 28:34 berbondong-bondong orang-orang di Barat 28:37 sekarang lagi 28:38 berusaha untuk masuk agama Allah. Ada 4 28:40 juta loh pasca Tufanul Aqsa, Eropa 28:43 berbondong-bondong masuk agama Allah. 28:45 Sementara di Indonesia la haula wala 28:46 quwwata illa billah, decreasing terus. 28:49 Baik itu karena madan sekuler, baik itu 28:51 juga karena ada upaya-upaya 28:53 misionarisasi, ya, apapun itu yang 28:55 terjadi faktanya kita bukan lagi muslim 28:58 terbesar di dunia, no. 29:00 Ehm. Itu kode kalau buat saya. Kode buat 29:03 apa? Buat berpikir karena di surat Al 29:05 apa? Surat Al Maidah 54 salah satunya 29:07 yang saya ingat, kalau kamu mundur kata 29:09 Allah gampang saja diganti sama kaum 29:11 yang lain dan saya enggak mau jadi kaum 29:14 yang tergantikan. Saya pengin satu 29:16 barisan sama para mukawamah yang 29:18 jelas-jelas 29:20 memberikan 29:21 apa? Indikator bahwa 29:24 pulangnya mereka itu disambut sama para 29:26 malaikat, seperti itu ya, dengan eh 29:29 kasturinya dan sebagainya. 29:32 Oke, 29:33 masyaallah. 29:34 [tertawa][terkesiap] 29:34 Dokter Ben, wah ini kita lihat bagaimana 29:37 eh sebenarnya 29:39 ini jadi tes kualitas gitu ya, bagi para 29:42 eh pejuang yang menyuarakan mari bela 29:44 Palestina, mari bela Al Aqsa, dinamika 29:47 yang terakhir terjadi ini. 29:49 Dokter Ben juga 29:51 kira-kira bagaimana eh 29:54 ini kan 29:55 urusan keberanian kita gitu ya, 29:59 menegakkan keadilan gitu ya. 30:01 Sekarang walaupun dari tubuh kaum 30:03 musliminnya seperti ini gitu ya, lalu 30:05 atau musuhnya terlihat lebih kuat, yang 30:08 perlu dievaluasi apa sih Dok kira-kira 30:10 ini Dokter Ben? 30:13 Kalau gini Mas Angga. Ehm. 30:15 Pengalaman perjalanan, pengalaman 30:18 saya itu eh 30:20 yang apa? Melihat masalah ini Mas Angga. 30:23 Bahwa orang itu kan punya sudut pandang 30:26 yang berbeda melihat persoalan di 30:28 Palestina ini. Enggak sama satu sama 30:30 yang lain. Nah, 30:31 kalau seperti kata eh Mbak Tere ini kan 30:34 eh 30:34 itu sebenarnya hakikat sebenarnya yang 30:36 harus kita lihat ya, apa? Ada sangat 30:38 mendasar sekali dalam dalam melihat 30:40 persoalan di Gaza. Tapi ada juga pada 30:42 sisi lain, pada barisan lain itu ada 30:45 yang mulia bahwa sisi-sisi politik ya, 30:47 sisi politik. Misalnya kata-kata eh 30:50 solusi apa, solusi dua negara, two state 30:52 solution ya kan. Ehm, itu solusi dua 30:55 negara itu kan solusi politik yang 30:56 memang kita melihat itu adalah satu 30:58 upaya-upaya sudah hopeless yang 31:00 dilakukan oleh negara-negara Arab dalam 31:02 rangka untuk memerdekakan atau 31:04 melepaskan Palestina dari penjajahan 31:06 Israel. Nah, makanya saya lihat eh Mas 31:08 Angga arah-arah barisan yang yang 31:11 menurut saya itu ya sangat pragmatis 31:13 adalah melihat solusi dua negara itu. Di 31:15 mana solusi itu eh Israel menolak solusi 31:18 itu, Palestina juga sebagian menolak 31:20 solusi itu. 31:22 Jadi ini tiba-tiba ajaib ajaib aja ini 31:24 solusi datang dari dari orang lain. 31:26 Artinya yang masalah yang persoalan yang 31:28 lain kemudian yang memunculkan yang 31:30 memunculkan solusi pun negara yang lain. 31:32 Nah, makanya ada sebuah pertemuan 31:33 terbatas Mas Angga. Saya katakan begini 31:35 ya. 31:36 Eh suka tidak suka, enaknya enak ya, 31:39 saya katakan 31:41 dan ini eh 31:43 mungkin ya saya enggak akan ceritakan di 31:45 luar forum ini karena sangat sensitif 31:47 dan mungkin saudara-saudara pun enggak 31:49 akan mau mengakui kebenaran ketika akan 31:51 mungkin mengungkapkan di luar sana. 31:54 Bahwa solusi untuk untuk penyelesaian 31:57 masalah Palestina cuma satu. 31:59 Cara Iran saya bilang. Itu solusi yang 32:01 paling yang paling mantap itu. Itu 32:03 solusi utama itu solusi yang paling yang 32:06 paling itu adalah perang melawan Israel. 32:09 Perang. Nah, solusi Iran solusi Iran kan 32:11 tidak asing nih Mas Angga. Mutar-mutar 32:13 mutar-mutar enggak ada ujungnya ya kan. 32:15 Nah, jadi sebenarnya solusi dua 32:16 negaranya adalah solusi di mana 32:18 negara-negara Arab sudah sudah hopeless. 32:20 Seperti kata-kata tadi eh materi ya 32:22 artinya nilai-nilai ideologi perjuangan, 32:25 nilai-nilai jihad ini sudah terkubur 32:27 jauh. Jadi enggak ada satu resep yang 32:30 tepat untuk mengatakan bahwa 32:33 ya harus perang enggak bisa ya. Jadi 32:35 politiklah solusinya Mas Angga. Sampai 32:36 hari ini kan enggak bisa selesai, Mas 32:37 Angga. Hmm. Dan ini solusi menurut saya 32:40 solusi ajaib ya, solusi solusi ajaib 32:42 yang memang tidak bisa menyelesaikan 32:44 masalah Palestina 32:45 hari ini. Nah, makanya 32:46 saya memahami betul ya, kenapa misalnya 32:48 ketika teman-teman ya sebelum ketemu 32:51 Bapak Presiden itu ngomongnya vokal. 32:54 Iya. Tapi setelah ketemu Bapak Presiden 32:56 jadinya 32:57 jadi berbeda gitu. Nah, kalau kita ambil 32:59 positifnya, Mas Angga, bahwa eh menurut 33:01 teman informasi teman-teman bahwa 33:03 eh memang monolog. Yang monolog Presiden 33:06 yang yang menyampaikan, kemudian eh 33:09 tidak ada suatu diskusi ya. Mungkin 33:11 kalau ada diskusi bisa jadi eh bisa jadi 33:13 eh ada cerita lain. Nah, ini enggak ada 33:15 diskusi, Mas Angga. Ada beberapa 33:18 pertanyaan ya menurut kata orang, 33:19 beberapa pertanyaan dari Pak Kiai. Tapi 33:22 ini kayak kayak pesantren. Mereka tuh 33:24 bukan bukan ngomongin rokok, ngomong 33:26 tentang nasib pesantren yang bagaimana 33:27 lembaga lembaga ini. Jadi, enggak enggak 33:29 nyambung ceritanya. Makanya jadi 33:31 jadi yang berangkat di sana tuh dengan 33:33 minim literasi, Mas Angga, minim 33:34 literasi, kemudian minim argumentasi, 33:38 hmm, dan kemudian 33:41 apa ya, kaku beku ya ketemu kan dengan 33:43 [berdehem] Presiden. Hmm, hmm. 33:45 Jadi, ada juga yang berprasangka positif 33:48 terhadap Firaun dunia ya pada si Trump. 33:51 Ada juga yang berposisi positif. Jadi 33:53 jadi kumpulan-kumpulan cerita seperti 33:54 ini, Mas Angga, jadi tidak [berdehem] 33:56 menimbulkan satu kekuatan yang 33:57 mengatakan, "Pak, keluar, Pak." 33:59 Kita kita bisa bayangkan 17 triliun, Mas 34:01 Angga, kita harus serahkan uang Iya. 34:03 untuk tidak merdeka, kita keluarin kan 34:05 dengan statement Pak Presiden ini kan 34:08 artinya 34:09 statement-nya secara sekarang kan beliau 34:10 enggak tahu masalah gitu loh. Apa sih 34:11 masalah di Palestina? Ada beberapa 34:13 statement-statement yang beliau 34:14 sampaikan itu adalah menggambarkan bahwa 34:17 sebenarnya beliau tidak tidak terlalu 34:18 dalam memahami persoalan Palestina. Hmm. 34:20 Walaupun ada beberapa apa cerita-cerita 34:23 yang tidak bisa disebarkan ya yang 34:24 sampai oleh Bapak Presiden. Okelah kita 34:26 apresiasi pemberian beliau terhadap 34:28 Palestina ya. 34:29 Tapi kalau kalau seperti ini gimana, Mas 34:31 Angga? Pokoknya uang sudah diselamatkan 34:32 uang 17 triliun. 34:34 Artinya gimana nih? Yang hancurkan 34:36 siapa? Yang harus bangun siapa? Gitu 34:38 kan. Jadi jadi 34:40 ini memang ada ancaman. Saya saya tahu 34:42 ancaman dari Citra bahwa kalau keluar 34:44 ada ancaman. Itu kan ancaman itu. Apakah 34:46 kita ketika diancam kita takut? Itu kan 34:49 jadi aneh ya. Ini jadi aneh. Jadi ketika 34:51 kita di di di tantang ya kita harus 34:53 menantang dengan cara-cara cara-cara 34:55 kita okelah jangan 34:57 kita bukan negara kuat ya tapi kita 34:59 punya cara untuk bisa menangkis atau 35:01 melakukan argumentasi 35:03 ancaman Citra Mini kan. Nah 35:05 dari pembicaraan dengan teman-teman saya 35:06 sharing bahwa ada kekhawatiran ya 35:09 kekhawatiran Indonesia kalau keluar dari 35:11 BOP ya. Kekhawatiran yang berlebihan 35:13 inilah yang saya sangka 35:15 sehingga ada pembenaran tanda petik ya 35:18 dilakukan oleh tokoh-tokoh dan para 35:20 Menlu dan mantan Menlu karena ada 35:22 kekhawatiran andai kata keluar resiko 35:24 seperti ini dan saya bertanggung jawab 35:26 dengan 270 juta rakyat Indonesia bla bla 35:29 bla bla Bapak sekalian dan itu tanggung 35:31 jawab saya. Saya saya akan 35:33 saya akan melakukan ini demi kalian loh. 35:36 Nah persoalan hari ini kenapa lu masuk 35:39 gitu loh. 35:40 Nah sudah masuk sekarang baru 35:42 didiskusikan gitu loh. Kan gitu jadi 35:43 persoalan besar. Nah maka saya di 35:45 pertemuan-pertemuan saya katakan bahwa 35:47 Menlu hari ini itu Menlu yang paling 35:49 buruk dalam perjalanan Indonesia setelah 35:53 Orde Baru saya katakan. Kalau kita ada 35:54 ranking saya bilang ranking pertama itu 35:56 adalah Ali Alatas Sujono ranking paling 35:58 bawah. Jadi jadi karena kemampuan Menlu 36:01 yang minim 36:03 apa ya literasi tentang persoalan 36:05 Palestina ditambah dengan 36:07 Mas Wapres yang memang beliau 36:10 ikut kata orang hayo hayo sendiri ya 36:13 bahwa Mas Wapres ini beliau enggak tahu 36:14 masalah siapa Prabowo enggak ada mitra 36:17 diskusi ya dan ambil keputusan sendiri 36:20 masalah undang umat tokoh-tokoh untuk 36:22 gimana bisa gua salah nih ya gitu. 36:25 Kira-kira gitu Mas Rektor. 36:27 Minim literasi itu jadi eh 36:29 kalimat yang eh 36:31 eh ironi gitu ya, Dok ya. Ironi sekali 36:34 gitu ya. Di posisi posisi jabatan yang 36:36 sangat strategis, masalah yang begitu 36:37 krusial tapi minum minim eh litera- eh 36:40 literasi malah terjadi gitu ya. Ini 36:43 kayaknya 36:44 apa ya? Penjajahan pemikirannya sudah ke 36:46 semua sektor nih ya eh Dokter ya kalau 36:49 kita singgung ya. 36:51 Eh terus juga kita lihat, Dok eh 36:55 di ini dilansir Al Jazeera ya terbaru 36:59 gitu ya. 37:00 Dalam beberapa pekan terakhir bahkan isu 37:02 board office itu eh menguat tapi 37:05 korban-korban 37:07 dari rakyat Gaza terus jatuh, Dok. 37:09 Beberapa 37:10 eh bulan ini saja sudah 500 warga Gaza. 37:13 Terakhir serangan masih terus-menerus. 37:15 Yang dilihat dari respon ini berbeda 37:19 sekali, Dok. Respon-respon dari 37:21 negara-negara eh Arab maupun 37:23 negara-negara Islam, juga negara-negara 37:25 eh Eropa. Apalagi setelah ada isu 37:27 tentang board office ini. Suaranya makin 37:29 kecil, Dok. Sebelumnya mah makin banyak 37:32 kan yang mengecam mengecam mengecam 37:33 mengecam gitu ya. Sekarang kok korbannya 37:35 terus tapi kecamannya makin minim. 37:38 Ini tanda bahwa 37:40 eh langkah-langkah 37:42 mereka ini berhasil ya untuk meredam 37:44 suara. Bagaimana, Dok? 37:46 Ya begini lho, Mas Angga. Kita lihat ya 37:47 bagaimana Pak Prabowo mengatakan bahwa 37:50 eh kekerasan sudah berkurang, kemudian 37:53 eh bantuan makanan sudah masuk full gitu 37:55 ya. 37:56 Hmm. Hmm. Bantuan gitulah. Jadi dia 37:58 menggambarkan bahwa 38:00 beliau kan enggak enggak enggak ngerti 38:02 ya. Hmm. Enggak ngerti dan 38:04 dan apa ya Mas Angga ya? 38:07 Bahwa enggak ada upaya-upaya yang yang 38:09 yang serius dan tegas yang 38:12 yang bisa kita lihat satu indikasi bahwa 38:14 kita senang oh ada ada respon dari 38:16 pemerintah untuk untuk mengatasi eh 38:18 persoalan ini. Ini kan enggak ada respon 38:20 sama sekali. Kita yang ngomong negara 38:21 Arab, Mas Angga ya. negara Arab itu 38:22 memang kan mereka negara otoriter ya, 38:24 artinya rakyat tuh kita kita kita bisa 38:26 pahami bahwa rakyat orang-orang Arab itu 38:28 kan orang-orang yang sangat terdepan ya 38:30 untuk membela membela Palestina, tapi 38:31 ketika rezim tidak mengizinkan suara 38:34 mereka, mereka membungkam suara rakyat, 38:37 jadi kekritisan rakyat ini kan menjadi 38:39 berhenti di situ. Dan kita lihat Eropa 38:41 hari ini Mas Angga dengan persoalan 38:42 Greenland-nya ya kan. Greenland-nya 38:44 kemudian persoalan boleh naik yang 38:46 persoalan saja Fred Epstein ini kan ini 38:48 ini semua masalah-masalah yang sengaja 38:49 di munculkan saja dimunculkan sehingga 38:51 apa yang dilakukan Israel sekarang lebih 38:53 leluasa karena memang karena enggak ada 38:55 enggak ada buffer buffer yang bisa bisa 38:58 menghambat apa ya kegilaan daripada 39:02 Benjamin Netanyahu ini Mas Angga. Jadi 39:04 jadi 39:05 jujur saya katakan bahwa 39:07 ya kita okelah kita percaya bahwa 39:09 Presiden punya maksud baik ya, kita 39:10 percaya itu dia punya maksud baik. He 39:12 eh. Tapi ini masalah besar loh, masalah 39:14 besar loh. Dan dia masih percaya dengan 39:16 Uni Emirat Arab, dia percaya sama Raja 39:18 Hussein. Dia percaya sama Asisi itu, dia 39:22 enggak tahu siapa Asisi. Dalam konteks 39:24 yang Mas Prabowo di sini dia enggak tahu 39:25 siapa Abdullah Hussein itu. "Oh Abdullah 39:27 Hussein itu kan sahabat saya dulu 39:28 sama-sama latihan komando di Amerika. 39:31 Dia menolong saya." Itu kan. Uni Emirat 39:33 siapa? Dia enggak tahu peta, dia enggak 39:35 tahu enggak tahu peta. Jadi jadi dia 39:37 enggak bisa enggak bisa mengambil sebuah 39:39 kesimpulan dari sebuah cerita-cerita 39:40 yang memang berseliweran sekarang di 39:43 media. 39:44 Jadi saya lihat Mas Angga sekarang ini 39:45 memang 39:46 Prabowo alone ya, dia sendiri dalam 39:49 menangani masalah Palestina enggak ada 39:51 masukan-masukan yang akurat, yang 39:53 detail, yang bisa menggugah dia tuh 39:55 tidak melakukan 39:57 hal-hal yang bisa membuat mudarat banyak 39:59 bagi Palestina. Satu waktu teman-teman 40:01 teman-teman Palestina mengatakan, "Loh 40:03 kok ini saya 40:03 kok seperti itu?" Ya kan. He eh he Yalah 40:06 saya katakan bahwa ya memang Presiden 40:09 kami ini untuk luar negeri ini memang 40:10 lebih lebih aktif ya. Jadi beliau itu 40:13 memutuskan sesuatu itu adalah memutuskan 40:15 pribadi sendiri ya, kemudian tinggal 40:17 gemblung mencari dalil ayat untuk 40:19 membenarkan keputusan presiden. Itu yang 40:21 terjadi hari ini. Heeh, heeh. 40:23 Gitu, Mas Anda? Oke. 40:25 Saya akan ke Mbak Tere lagi. 40:28 Eh, Mbak Tere. Ini kan 40:30 aksi-aksi pembelaan harus terus 40:32 berjalan, ya. Suara-suara untuk 40:35 menentang kezaliman juga harus terus 40:37 lantang. 40:38 Bagaimana Mbak Tere menjaga eh aktivitas 40:41 para pejuang nih, ya? Eh, yang mereka 40:44 tuh terus mengkampanyekan pembelaan 40:46 terhadap eh Palestina di dalam negeri 40:48 maupun di luar negeri untuk menjaga 40:51 aksi-aksi itu bagaimana Mbak Tere? Lepas 40:54 dari dinamika politik global maupun 40:56 internasional. 40:59 Iya, baik. Jadi, kalau kita bicara 41:01 tentang aksi, ini bahan bakarnya kan 41:03 harus punya 41:05 literasi, ya. Jadi, enggak mungkin FOMO. 41:07 Kebanyakan pergerakan aksi di Indonesia 41:09 kenapa semakin terus meredup? Karena 41:11 cuma ikut-ikutan. Emosional 41:14 apa, ya? Emosional reaction, ya. Karena 41:16 lagi ramai, eh lagi lagi demo 41:18 ramai-ramai, yuk ikut, yuk gitu. 41:21 Makin lama makin dikit. Beda dengan 41:23 saudara-saudara kita di Eropa atau di 41:25 Amerika yang ketika mereka tercerahkan 41:28 lewat literasi, mereka berjuang 41:31 totalitas. Karena mereka biasanya sampai 41:33 titik darah penghabisan untuk membela 41:35 kebenaran gitu, ya. Makanya ada 41:36 encampment di kampus-kampus gitu, ya. 41:39 Dan sekarang sekarang ini saya dapat 41:41 kabar yang Italia lagi terus nih, ya. 41:43 Panas. Iya. Dan eh enggak cuma itu, ya. 41:46 Maksudnya banyak negeri lain, ya. Kayak 41:48 di Inggris juga dia tiap weekend itu 41:50 konsisten gitu, ya. Eh, bergerak secara 41:54 eh organik. Ya. 42:01 Enggak enggak didesain gitu, enggak 42:03 enggak gitu, ya. Bahkan di Jerman itu 42:05 subhanallah, ya. Saya pengen lihatnya 42:07 luar biasa, ya. Sudah di dipukulin 42:09 sedemikian rupa gitu sama polisi-polisi 42:12 mereka yang di training langsung oleh 42:13 Israel. Tapi mereka tetap tetap sumut 42:16 gitu, tetap teguh gitu. Nah, makanya 42:19 kalau buat teman-teman yang 42:20 alhamdulillah hatinya masih terus 42:22 dipautkan sama Allah untuk berjuang 42:24 untuk Palestina, untuk Baitul Maqdis, 42:26 ayo kita level up lagi dari segi 42:28 literasinya. Literasi ini dimensinya 42:30 banyak, tidak hanya literasi dalam aspek 42:32 keimanan atau teologis, tapi juga 42:34 literasi dalam aspek historikal, 42:37 geopolitik termasuk di antaranya gitu 42:39 ya. Supaya paham gitu bahwa 42:42 konstelasi yang terjadi ini 42:45 walaupun memang ee 42:47 apa? Dibumbui oleh banyak-banyak ee 42:51 istilahnya ingredient gitu, tapi konsep 42:54 besarnya nyata. It's all about 42:56 occupation. Ini tentang penjajahan, ya. 42:59 Story of the stolen land. Bagaimana 43:02 orang-orang yang katanya ee apa? People 43:05 without land ee discover a land without 43:09 people gitu kan. Mereka selalu membuat 43:11 narasi palsu yang bahkan oleh Ilan Pappé 43:14 sendiri, seorang historian Israel 43:16 sendiri, sudah mengatakan itu hoax gitu. 43:20 Terus kok bisa-bisanya kita malah yang 43:21 mengamini gitu. Itu kan sebuah kebodohan 43:23 nyata ya. 43:24 Dari situ kita harusnya upgrade terus, 43:27 termasuk juga ketika kita ee menambah 43:30 literasi tentang bagaimana 43:32 kejahatan 43:34 ee kemanusiaan, daftar kejahatan 43:36 kemanusiaan yang telah dilakukan oleh 43:37 Israel, sebuah negara haram ini dengan 43:42 apa? Dengan dalih hasbara mereka bahwa 43:45 it's all because Palestinian did the 43:48 Tufanul Aqsa gitu kan. Selalu mereka 43:50 bilang it's all about 7 of October gitu. 43:54 Emang sebelum 7 Oktober enggak ada 43:56 apa-apa? 43:57 Itu itu apa Nakba? Apa itu Naksa? Ya, 44:00 Yom Yom Kippur, terus 44:02 Intifada. Itu semua kan 44:05 hasil dari 44:07 ee 44:08 sebuah pembantaian sistemik gitu yang 44:11 dilakukan oleh Israel di-support penuh 44:14 oleh Amerika Serikat, ee Inggris dan 44:16 Eropa sehingga saudara-saudara kita di 44:19 Palestina itu kehilangan hak hidup gitu. 44:21 Dan itu harusnya 44:23 secara internasional ee government gitu 44:26 ya, itu hak untuk melawan itu hak yang 44:29 legit loh yang dimiliki oleh siapapun di 44:31 muka bumi ini. 44:34 Kok kita sudah tahu ada pembantaian dan 44:37 kita juga punya ee konstitusi jelas ya 44:40 bahwa 44:41 kita itu 44:43 untuk menolak segala bentuk penjajahan 44:45 ya kan. Ee dalam pembukaan Undang-Undang 44:49 Dasar kita jelas. Terus kok kita bisa ya 44:51 diam-diam aja gitu ngelihatin 44:53 saudara-saudara kita sudah lebih dari 44:54 73.000 44:56 syahid dan lebih ya kalau mereka yang 44:58 pelaku genosida ya enggak heran sama 44:59 mereka. Anak mereka aja mereka ee 45:02 recehin, bahkan mereka makan sendiri itu 45:04 dengan file-file Epstein kita kan tahu 45:06 tuh akhirnya bagaimana Allah membuka ya 45:08 wamakaru makarallah wallahu khairul 45:10 makirin. Ini kan sama Allah sudah 45:12 dikasih lihat ini loh propaganda mereka 45:16 itu kacau semua, itu semuanya 45:19 pasti akan sesuai di surat Al-Isra ya, 45:21 pasti akan Allah runtuhkan. Ini kita 45:24 sudah kelihatan episode akhirnya Zionis. 45:27 Cuman kita sudah menyaksikan ini masa 45:29 iya sih kita cuma diam terpaku 45:30 bengong-bengong aja. Ya ayolah do 45:32 something by apa ee by konsen kita sadar 45:37 bahwa saya punya syakirat ini nih, saya 45:39 punya kemampuan ini nih. Oke, saya 45:41 bisanya ee mungkin enggak bisa sampai 45:43 turun ke lapangan kayak Kak Wanda 45:44 Hamidah gitu yang turun sampai ke apa ee 45:47 ke laut Mediterania gitu. Ya sudah saya 45:50 nulis lah di gadget saya. Karena kan 45:52 melihat kemungkaran enggak bisa dengan 45:54 tangan ya sudah dengan dengan lisan ya 45:56 lisan versi tulisan gitu ya. Atau 45:58 mungkin saya enggak bisa berbuat banyak 46:00 ya sudah saya nyiapin anak saya untuk 46:03 peduli tentang Baitul Maqdis. Ehm. 46:05 Coba bayangin ada berapa perempuan di 46:07 Indonesia, kalau misalnya semua ibu 46:10 sadar untuk menyiapkan generasi 46:12 pembebasnya dari rumah. 46:15 Kita enggak usah perlu lama-lama, nanti 46:17 2, 3, 4 tahun lagi kita yang berangkat 46:19 bantuin saudara-saudara kita, itu 46:21 kemenangan insya Allah di depan mata. 46:23 Iya, iya, iya. Pertanyaannya kita itu 46:26 punya iman enggak untuk itu? Itu yang 46:28 harus dijawab oleh setiap yang mengaku 46:29 muslim. 46:30 Ehm, nah. 46:32 Ditambah lagi api api perjuangan itu 46:34 banyak yang nyiramin. 46:35 Gitu ya. 46:37 Iya, tapi kan kalau kita tahu bahwa 46:41 ini semua kan drama-drama kehidupan ini 46:43 kan memang Allah siapin ya. 46:46 Ehm. 46:46 Untuk melihat mana yang serius, mana 46:48 yang enggak. Dramaturgi ini pasti akan 46:51 kita saksikan gitu, bahwa akan ada 46:54 orang-orang kayak Pinokio gitu, akan ada 46:57 orang-orang yang jadi pelengkap 46:58 penderita gitu. Ehm. 47:00 Tapi orang-orang yang mau jadi 47:02 pengikutnya Nabi Muhammad sallallahu 47:04 alaihi wasallam, itu adalah orang-orang 47:06 yang Allah siapkan untuk jadi hero. Coba 47:08 kita baca sirah para eh 47:10 sahabat, sahabiyah. 47:12 Dari awalnya 47:14 orang-orang yang 47:15 bahkan ya, kebayang enggak sih bunuh 47:17 anak sendiri, 47:18 bikin tuhan-tuhan sendiri, kan gitu kan. 47:21 Ya kan kalau kisahnya Umar bin Khattab 47:22 waktu itu kan, hal yang paling lucu apa? 47:24 Saya bikin tuhan terus habis itu 47:26 tuhannya saya makan. Terus hal yang 47:27 paling sedih apa? Eh saya bunuh anak 47:30 saya sendiri. Itu orang-orang kayak gitu 47:32 sama Allah disif goh dengan Alquran, 47:34 sehingga dia bisa membebaskan Baitul 47:36 Maqdis. Awalnya dia sendiri sa 47:38 ngsi kalau dia bisa ngelawan Romawi. 47:41 Berarti kan membuktikan apa? It's all 47:42 about mental state. Nah, sekarang 47:44 Indonesia dan seluruh belahan dunia lagi 47:46 diisukan sama mental state eh apa? Eh 47:50 mental health issue, itu sebenarnya 47:52 akal-akalannya Zionis. Biar apa? Biar 47:54 kita udah kalah sebelum berperang. Nah. 47:57 Berapa banyak sekarang yang perempuan 47:59 isunya eh saya punya isu inner child, 48:01 sementara yang laki-laki jadi tulang 48:02 lunak, iya kan? Itu kan agendanya Zionis 48:05 untuk menghancurkan umat muslim dari 48:08 mulai di nuclear family. Iya, iya, iya. 48:11 Jadi enggak heran hasilnya output-nya 48:13 adalah pemimpin-pemimpin yang enggak 48:15 berkualitas. 48:16 Saya enggak mau menjustifikasi pemimpin 48:18 saat ini, ya. Karena pasti dia punya 48:22 skenario hidupnya sendiri, tapi saya 48:23 yakin setiap orang punya pilihan. Dan 48:25 ketika dia memilih untuk satu bagian 48:28 dengan para eh genocider ini, Hmm. ya 48:32 dia sudah punya konsekuensi. 48:33 Konsekuensinya nyata karena dalam 48:35 Alquran jelas, ya, nanti pemimpinnya 48:37 juga bakal ditanyain kan. 48:39 Iya. Ya, dan dan yang ngikut juga 48:41 ditanyain ngapain ngikut dia tahu salah. 48:43 Hmm. 48:44 Minimal kita beraksi untuk melepas diri 48:46 di hadapan Allah nanti di akhirat, 48:48 insyaallah. 48:50 Baik. 48:54 Ikhwan akhwat, pendengar dan juga 48:56 pemirsa, saat ini Anda sedang menyimak 48:58 siaran live acara Buka Mata Buka 49:01 Telinga, BOP dan relevansi kemerdekaan 49:04 Palestina dengan narasumber kita Dr. 49:07 Sarbini Abdul Murad dan juga Mbak Anisa 49:10 Teresia, Umi Anisa. Nah, ikhwan akhwat 49:12 kami mengundang Anda untuk bergabung, 49:14 silakan sampaikan pertanyaan ataupun 49:16 komentarnya ke nomor WhatsApp Rasil di 49:17 08111999720. 49:22 Saya akan ke beberapa atensi dulu dari 49:25 pendengar yang sudah masuk di malam hari 49:28 ini. Ada Pak Indra Astono, alhamdulillah 49:31 menyimak Rasil siaran BMBT di malam hari 49:34 ini, mantap. Selanjutnya juga ini ada 49:36 Ibu Fani, assalamualaikum warahmatullahi 49:38 wabarakatuh. Selalu mengikuti acara Buka 49:41 Mata Buka Telinga di malam hari ini. 49:43 Selamat tugas semua kru Rasil, 49:45 barakallah. Ada juga nih Ibu Mani, 49:47 alhamdulillah Mas Angga bisa menyimak 49:50 acara Buka Mata Buka telinga di malam 49:52 hari ini mendengarkan narasumbernya yang 49:55 muslimat alhamdulillah baik Ibu Wani 49:58 itu eee 50:00 Mbak Anisa Theresia Ibu Wani narasumber 50:03 kita lalu juga ini ada Ibu Sri 50:06 assalamualaikum warahmatullahi 50:08 wabarakatuh 50:10 eee Dokter Ben dan juga Mbak Tere 50:12 ringkasnya Gaza ini akan dirampok 50:18 lalu dijual ke mana-mana yang menjadi 50:21 korban selalu rakyat Palestina 50:24 oke 50:26 saya langsung saja nih ya 50:28 ke Dokter Ben dulu Dok 50:30 yang Sri langsung memberikan eee 50:33 WhatsApp-nya ini ya ringkasnya dengan 50:36 BOP ini Gaza ini dirampok gitu ya secara 50:39 struktural begitu Dok 50:42 ya 50:43 memang memang kan sudah dirancang sama 50:44 si si Gusnar bahwa akan dibuat seperti 50:48 kan Gaza dibagi tiga nih Mas enggak ada 50:51 ada hijau kuning sama merah kan yang 50:53 hijau dibuat properti sama-sama kita 50:55 lihatlah akan bangunan-bangunan yang 50:58 menurut mereka sangat indah gitu kan 51:00 jadi semua warga Gaza ditumpuk di di 51:02 selatan semuanya itu jadi ini sudah 51:04 sudah 51:05 sudah akal-akalan yang sangat busuk 51:07 sebenarnya yang kita yang kita lihat ya 51:09 hmm hmm bahwa eee Gaza itu bukan untuk 51:12 diperjual 51:14 diperjualbelikan 51:16 sebenarnya itu jadi 51:18 jadi memang 51:20 saya pikir ya 51:21 kita harus melakukan apa yang bisa kita 51:23 lakukan 51:24 [mendengus] 51:24 sebagai apa ya sebagai orang yang pernah 51:27 berkecimpung 51:29 di di dunia dunia dunia apa dunia 51:32 perjuangan nih 51:33 dan eee ya saya pikir ya kita harus 51:35 lakukan apapun yang bisa kita lakukan 51:37 jadi jadi kalau selemah-lemah iman itu 51:38 ya artinya ya berdoalah artinya berdoa 51:40 itu kan selemah-lemah iman kalau 51:41 istilahnya dalam Islam 51:43 jangan sampai sudah enggak berjuang tapi 51:45 orang berjuang di 51:47 di misalnya ditikam dari belakang atau 51:48 di di di di bully-bully itu yang yang 51:50 yang 51:51 kita kita bisa melihatlah bagaimana 51:53 orang mem-bully atau mem-bully 51:54 orang-orang yang 51:55 yang banyak Palestina. Ngapain jauh-jauh 51:57 bela dalam negeri aja itu di Tamiang, di 51:59 Aceh, di Sumatera, di Banjarmasin, di 52:00 Manado, macam-macam macam. 52:02 Jadi memang ada orang-orang yang memang 52:03 enggak tahu masalah kemudian 52:05 pro seakan-akan tahu masalah ini ya. Itu 52:08 yang yang yang menjadi masalah ya 52:10 artinya ya Anda yang bantu ya sudah 52:12 kirim doalah selemah-lemahnya iman, 52:13 enggak usah 52:14 terlalu speak up yang enggak benar gitu 52:16 loh. Jadi 52:18 bisa melemahkan sebagian orang atau Anda 52:20 memberi angle yang salah [berdehem] 52:22 pada publik untuk melihat visi yang 52:24 tidak benar gitu loh. 52:26 Dan memang memang dalam perjuangan ya 52:28 ya pasti masing-masing diuji kayak Mas 52:30 Enggak ada yang di pertama diuji ada di 52:32 mana itu dan itu. Ya artinya kita 52:34 melihat ini adalah berbahaya maka kita 52:36 speak up dan makanya berapa 52:38 berapa kali kita buka masalah BOP ini 52:40 ya. Jadi agar publik ini paham betul 52:42 bahwa 52:43 eee 52:45 Amerika Serikat lagi menyusun sebuah 52:46 skenario yang sangat halus dan sangat 52:48 licik ya 52:50 kita harus hati-hati dan kita harus 52:52 mengatasi itu semua. 52:54 Oke itu Mas Enggak. Iya, ini senada nih 52:56 tadi dengan yang Sri juga ya dari hamba 52:59 Allah tidak menyebutkan nama 53:01 apa yang dilakukan oleh Trump CS 53:05 BOP itu hanya namanya saja yang indah 53:07 tapi jelasnya itu ingin menghancurkan 53:10 rakyat Gaza dan Palestina. Oke, Bang 53:13 Tere komentarnya? 53:18 Iya, jadi kita harus eee 53:21 lihat dulu paradigmanya dari paradigma 53:23 ruhiyah apa paradigma zahir. Ehm. Kalau 53:26 zahir iya emang Gaza sekarang sedang 53:28 dicaplok sana sini ya dicaplok oleh para 53:31 pemimpin eee negeri-negeri kolonial 53:34 modern gitu ya dengan ide 53:37 apa 53:38 eee real estate-nya Kushner gitu kan 53:40 bikin Gaza baru yang bentuknya lebih 53:43 mirip Las Vegas gitu ya, tempat maksiat 53:45 terbaru yang ditujukan untuk para crazy 53:47 rich mungkin untuk teman-teman alumni 53:49 Epstein files-nya 53:50 eh Trump kali ya, kita enggak tahu tuh. 53:53 Ya, ah jadi 53:55 practically ya enggak buat rakyat Gaza 53:57 juga, rakyat Gaza juga pasti akan 53:59 tersingkirkan sebagaimana metodologi 54:02 neokolonialisme yang sudah berlaku di 54:04 berbagai 54:08 berbagai tempat ya, termasuk di 54:10 Indonesia kan ya, kayak di Papua, 54:12 Jayapura dan dan tempat-tempat yang saat 54:15 ini sedang dikuasai oleh ide 54:18 hormat teknologis ya, dengan panas 54:21 buminya. Nah, 54:23 itu aspek yang zahir ya, tapi kita 54:26 enggak bisa memungkiri secara ruhiyah, 54:29 itu Gaza enggak akan pernah terkalahkan. 54:32 Sudah dijamin sama Allah bahwa orang 54:34 paling 54:36 paling teguh, paling bagus imannya di 54:38 akhir zaman, iman itu adanya di Syam, 54:40 khususnya di mana? Ya itu, tempat ribat 54:42 terbaik 54:43 di Gaza. 54:45 Maka, 54:46 kalau kita melihatnya dengan kacamata 54:48 optimisme, 54:49 harusnya kita melihat bahwa ini bentar 54:51 lagi 54:53 janji Allah akan ditepati. 54:55 Mereka kan sudah kelihatan nih bagaimana 54:57 peradaban Barat ini sudah sebobrok itu, 55:00 bahkan sampai orang-orang di 55:02 warga negara sendiri sudah enggak 55:03 percaya sama eh kamuflase mereka, 55:06 apalagi dengan sistem-sistem palsunya 55:08 mereka itu katanya demokrasi-demokrasi 55:11 dan segala macam, ya kan? 55:13 Iya. 55:14 Peradaban Barat sudah mau runtuh. 55:16 Pertanyaannya, apakah peradaban Islam 55:18 siap untuk kembali mengambil [berdehem] 55:21 kesempatan itu untuk menjadi panglima 55:24 tertinggi di bumi Allah ini agar kita 55:26 bisa menjadi orang-orang yang ya itu, 55:29 dalam eh filosofi paling mendalam di 55:32 surat Al-Baqarah 30 kan kita memang 55:34 disuruh jadi 55:35 eh 55:36 pemimpin-pemimpin yang menjalankan 55:39 keadilan gitu ya, rahmatan lil alamin 55:42 dengan konsep Islam yang 55:44 eee intinya adalah tadi itu, eee 55:47 memberikan ruang hidup koeksist 55:51 yang 55:52 indah gitu ya, tidak mem-mem-membully 55:54 yang minoritas tapi tetap memperlihatkan 55:56 bahwa ini loh jalan yang diridhoi Allah 55:59 gitu. Nah, itu makanya penting buat kita 56:04 memahami secara komprehensif bahwa ini 56:07 bukan sekedar penjajahan 56:10 Ehm. 56:11 tanah. Kita ini lagi dijajah, akal kita 56:13 yang dijajah makanya segitu banyak 56:16 negeri Arab padahal kalau mau kompak ya 56:18 elah berapa banyak sih Zionis paling 56:20 mentok 15 juta plus-plus sama eee 56:22 orang-orang yang tersebar dengan dua 56:24 kewarganegaraan. Ehm. Kita punya berapa 56:27 banyak? Lebih dari 2 miliar. 56:31 Cuman memang kata Allah 56:34 itu sunatullahnya yang dikit yang lain 56:36 yang banyak. Ehm. Maka bersyukurlah jadi 56:39 sedikit. 56:41 Gitu. Jadi eee Gaza ini adalah 56:45 parameter. Parameter 56:47 untuk dunia. Bahwa 56:50 apa yang terjadi di Gaza 56:52 sangat mungkin terjadi di seluruh 56:53 belahan dunia lainnya kalau kita terus 56:56 diam jadi setan bisu, enggak berusaha 56:58 untuk berdiri di atas kebenaran melawan 57:00 kezaliman. Iya. 57:02 Umat ini harus siap gitu ya dan ternyata 57:05 sekarang umatnya belum siap. 57:08 Oke, saya akan ke Pak Abdullah di Depok. 57:12 Assalamualaikum warahmatullahi 57:13 wabarakatuh. 57:15 Eee BOP itu cuman satu cara aja dari 57:19 berbagai macam cara yang akan dilakukan 57:22 oleh Zionis Yahudi. 57:25 Umat ini harus waspada karena kita ini 57:28 pasti menjadi target apalagi Indonesia. 57:31 Pelan-pelan pejabatnya 57:34 disusupi supaya korup, rakyatnya 57:38 juga tidak peduli dengan sesama, lalu 57:39 umat ini dijauhkan dari nilai-nilai 57:41 Alquran. 57:43 Salut untuk para pejuang. Terima kasih 57:45 Rashid. Oke. 57:48 Dokter Ben, boleh komen terlebih dahulu 57:50 dari Pak Abdullah ini di Depok. 57:53 Ya, memang memang memang gitu Mas Angga 57:55 artinya Ehm. ya saya pikir seperti kata 57:57 materi tadi itu ya harus kita kuatkan 58:00 keimanan kita Mas Angga, keimanan kita 58:02 harus kuat, literasi kita harus kuat. 58:05 Jadi eh 58:07 apapun yang menyangkut Palestina harus 58:08 kita kuasai. Kita akan bukan hanya 58:10 mendapatkan dari satu sumber tapi banyak 58:12 sumber kita harus tahu. Nah, sehingga 58:14 langkah-langkah kita ke depan itu akan 58:16 lebih tertata, akan tepat, enggak 58:19 enggak menyimpang gitu ya. Artinya 58:20 ketika ada trouble kita enggak mundur, 58:22 tapi ada trouble kita akan mencari jalan 58:24 untuk bisa mencapai itu. 58:26 Jadi semua itu Mas Angga saya pikir 58:27 adalah eh bagaimana konsistensi kita 58:30 meyakini bahwa membela Palestina ini 58:32 adalah fardhu ain seperti kata Syekh 58:34 Yusuf Qardhawi ya bahwa hari ini membela 58:36 Palestina itu adalah fardhu ain. Nah, 58:38 fardhu ini ini akan ditanya oleh Allah 58:40 apakah kamu melakukan atau tidak ya. 58:42 Minimal kita mempunyai jawaban ya Allah 58:44 aku sudah melakukan ini, ini dan ini. 58:47 Jadi jadi jadi ini bagian dari fakta. 58:49 Jadi kalau kita anggap bahwa 58:51 eh 58:52 masalah Palestina ya itu masalah yang 58:54 jauh-jauh dari Arab itu saya pikir 58:56 bukanlah satu pernyataan seorang muslim 58:59 ya muslim ya. 59:01 Mana Nabi mengatakan bahwa muslim itu 59:03 bersaudara. Satu luka semua luka. Jadi 59:06 ketika Palestina dibantai ya sama 59:08 seperti dibantai orang-orang yang ada di 59:10 di Indonesia. Jadi itu saya pikir Mas 59:12 Angga. 59:13 Ehm. 59:15 Baik. 59:17 Saya ini selanjutnya ada Pak Beni ya di 59:19 Bekasi. Assalamualaikum warahmatullahi 59:22 wabarakatuh. Ini konteks board office 59:25 itu kan 59:27 pemerintah beralasan fungsinya sebagai 59:31 pembentuk untuk perdamaian. Nah, yang 59:34 menempatkan Amerika sebagai aktor 59:37 utamanya atau aktor sentralnya. 59:40 Jangan bicara perdamaian deh sama 59:42 Amerika. Semua negara yang dimasuki oleh 59:46 Amerika Serikat itu pasti hancur. 59:49 Bagaimana eh kita sebagai warga negara 59:52 Indonesia ini kan langsung berkontra dan 59:55 juga bertolak belakang dengan para 59:57 pemimpin. 59:59 Oke, itu aja dari Pak dari dari 1:00:02 Pak Beni, ya. 1:00:04 Saya ke materi dulu, bagaimana materi? 1:00:07 [berdehem] 1:00:09 Iya, saya tuh jadi teringat sama hadis 1:00:11 yang 1:00:12 apa? Rasulullah sallallahu alaihi 1:00:13 wasallam mengingatkan bahwa ada yang 1:00:15 lebih bahaya daripada fitnah Dajjal. 1:00:17 Ehm. 1:00:18 Heeh, yaitu [berdehem] fitnah 1:00:20 eh ulama su gitu, ya. 1:00:23 Dan ya subhanallah, sekarang memang umat 1:00:26 sedang dibuat semakin bingung karena 1:00:28 tadi aktor-aktor yang seharusnya 1:00:30 memberikan suluh penerang buat umat 1:00:32 untuk jadi acuan dalam eh mengambil 1:00:35 fatwa, sekarang kan sudah digoyang juga, 1:00:38 ya. Gitu, ya. Jadi, memang PR besar kita 1:00:41 adalah bagaimana agar kita siap ya, di 1:00:45 tengah badai yang makin dahsyat ini, 1:00:48 kita punya 1:00:50 akal sehat untuk bisa membedakan mana 1:00:53 yang benar, mana yang salah gitu. Dan 1:00:57 kalaupun kita harus menyampaikan 1:01:00 kebenaran itu 1:01:02 kepada pemimpin yang tidak benar, 1:01:04 Ehm. ya, itu adalah bagian dari jihad. 1:01:06 Kan sebaik-baiknya jihad salah satunya 1:01:08 itu, ya, mengingatkan apa-apa pemimpin 1:01:10 yang yang tersesat gitu. 1:01:12 Dan itu yang dicontohkan sama para 1:01:14 ulama, kan? Ya, kalau kita lihat Imam 1:01:16 Ahmad, ya, Imam apa namanya? 1:01:20 Para nabi eh 1:01:22 eh orang-orang yang yang berjalan di 1:01:24 jalan kebenaran itu punya tugas seperti 1:01:26 itu 1:01:27 menyampaikan kebenaran agama Allah, tapi 1:01:29 tentunya dengan 1:01:30 skill yang harus juga mumpuni gitu. Ya, 1:01:33 kalau saat ini kita ada di posisi-posisi 1:01:35 yang diamanahkan Allah untuk bisa 1:01:37 berdialog, melakukan diskursus dengan 1:01:39 orang-orang yang ada di tempat-tempat 1:01:41 strategis, ya lakukan tugas kita. 1:01:44 Sebenarnya itu sih yang harus juga kita 1:01:46 mulai optimalkan. Jadi, 1:01:48 al-ma'rifah ini, pemahaman tentang 1:01:50 pengetahuan yang benar apa Baitul Maqdis 1:01:53 sesuai dengan Alquran dan As-Sunnah 1:01:55 harus di-backup juga dengan 1:01:58 apa as-siyasiyah, bahwa kita harus punya 1:02:00 strategi dan strategi ini enggak bisa 1:02:02 tuh 1:02:03 apa namanya 1:02:05 dilakukan secara perorangan gitu. 1:02:07 Strategi ini harus melibatkan 1:02:09 unsur-unsur yang lain agar 1:02:12 semua mendapatkan peran yang signifikan 1:02:15 untuk melakukan perubahan kolektif yang 1:02:18 nyata gitu. Karena 1:02:19 Allah juga bilang kan bahwa pertolongan 1:02:21 Allah bersama dengan jemaah gitu. Kita 1:02:24 enggak bisa 1:02:25 solo karir gitu dalam dalam upaya 1:02:27 membela kebenaran, kita harus melakukan 1:02:29 ini bersama-sama agar perubahannya 1:02:31 nyata. 1:02:32 Mungkin itu sih kalau saya yang bisa 1:02:34 saya share gitu ya. 1:02:35 Jadi, jangan cuma saleh sendiri juga, 1:02:38 kita harus berusaha membangunkan yang 1:02:39 lain yang belum sadar. 1:02:41 Itu. Dokter Ben, kita jangan saleh 1:02:44 sendiri, jangan berdoa sendiri. Makanya 1:02:45 ada ada ada juga tuh yang pakai 1:02:49 tagline-nya pejuang bergerak berjemaah. 1:02:52 Nah, dalam hal ini kan kita juga perlu 1:02:54 ada ini sepertinya Dok ya, kepemimpinan 1:02:57 moral dan juga intelektual. Disinggung 1:03:00 tadi sampai ke strategi dan siyasi oleh 1:03:03 Mbak Tere. 1:03:04 Jadi, bukan cuman paksaan politik gitu, 1:03:08 apalagi bicara tentang common sense 1:03:10 masyarakat internasional. Bagaimana Dok? 1:03:12 Dari Dokter Ben. 1:03:14 [berdehem] 1:03:15 Iya. 1:03:16 Ya, benar-benar Mas Angga. Jadi, jadi 1:03:18 memang eh 1:03:20 sekarang ini kita kan krisis 1:03:21 kepemimpinan Mas Angga. Kepemimpinan 1:03:23 antara apa yang bantu satu yang bantu 1:03:25 yang lain harus sama. Kita memang agak 1:03:27 agak sedikit kewalahan untuk mencari 1:03:30 eh pemimpin yang sempurna. Tapi, ya kita 1:03:32 yakin masih banyak ya. Masih banyak yang 1:03:33 belum muncul. 1:03:35 Dan memang dengan 7 Oktober ini kan 1:03:37 serangan ini kan memunculkan banyak 1:03:38 tokoh-tokoh sebenarnya itu yang dulunya 1:03:40 memang mereka itu sepi untuk 1:03:42 mendiskusikan masalah Palestina. Tapi, 1:03:44 setelah melihat bagaimana 1:03:46 eh peristiwa apa yang terjadi di sana 1:03:47 kan muncullah kesadaran mereka, muncul 1:03:49 perhatian perhatian 1:03:52 daripada tokoh-tokoh ini ya. Maka, 1:03:53 seperti yang tadi eh kata Mas Heri tadi 1:03:55 itu artinya 1:03:56 memang kita jangan berangkat dengan 1:03:58 kekosongan ya. Enggak ada literasi 1:03:59 apapun ya yang 1:04:01 sehingga eh kita ini ikut-ikutan ketika 1:04:05 orang demo datang untuk selfie, untuk 1:04:07 cari konten gitu. Tapi, setelah itu ya 1:04:10 enggak ada gairahnya. Ya, beda sama di 1:04:12 Eropa. Eropa itu kan bukan muslim ya. 1:04:14 Kesadaran mereka mulai di sisi 1:04:15 kemanusiaan. Artinya, ada sisi yang 1:04:17 mereka perjuangkan. 1:04:19 Jadi, kita kasihan dengan dengan eh eh 1:04:21 orang-orang Katolik dan Kristen di 1:04:23 Indonesia karena kita lihat bahwa mereka 1:04:25 itu adalah korban di sana. Tapi, mereka 1:04:27 itu enggak se-vokal orang-orang Eropa. 1:04:29 Okelah. Mereka melihat bahwa itu adalah 1:04:32 eh tanah tanah eh kaum muslimin. Tapi 1:04:35 kan mereka harus tahu bahwa di sana juga 1:04:37 banyak orang-orang Katolik ya, 1:04:38 orang-orang Kristen yang diperlakukan 1:04:40 yang 1:04:40 sangat tidak tidak adil dan juga 1:04:42 mengalami kekerasan. 1:04:44 Jadi, jadi jadi saya lihat bukan itu mau 1:04:46 umat Islam yang harus bangkit. Tapi, 1:04:47 kesadaran itu juga harus di di stimulus 1:04:50 ya pada eh non non non Islam ya. 1:04:53 Sehingga eh kita satu kata dalam dalam 1:04:56 hal ini. Jangan sampai ada upaya-upaya 1:05:00 yang dilakukan oleh orang-orang yang pro 1:05:02 Israel di Indonesia semakin banyak 1:05:04 mereka itu yang eh yang mencoba untuk 1:05:06 memecah belahkan kita dengan melihat 1:05:08 persoalan-persoalan yang 1:05:09 yang terjadi hari ini dan mencoba untuk 1:05:11 membersihkan ya, membersihkan bahwa 1:05:14 sebenarnya bukan Israel pelakunya gitu 1:05:16 ya, cuma untuk membesar-besarkan 7 1:05:17 Oktober itu ya. Ini memang di sini perlu 1:05:20 literasi sehingga ketika muncul ada 1:05:22 counter fake itu ya. 1:05:24 Kita bisa 1:05:25 tahu ya apa maksud arah ke mana. 1:05:27 Kira-kira gini-gini masalahnya. Baik. 1:05:30 Ini saya akan ke WhatsApp selanjutnya 1:05:31 dari 08122470 1:05:33 sekian-sekian tidak menyebutkan nama. 1:05:35 Assalamualaikum warahmatullahi 1:05:37 wabarakatuh. Dokter Sarbini, menurut 1:05:40 saya posisi Indonesia sekarang ini sudah 1:05:44 bergeser 1:05:46 dari pembela keadilan Palestina secara 1:05:50 substantif tapi sekarang ini 1:05:54 hanya menjaga stabilitas geopolitik 1:05:57 semata oleh pemerintahan sekarang. 1:05:59 Bagaimana menurut Dokter? Oke. 1:06:03 Langsung ke Dokter Bendi ini. 1:06:05 Enggak, eh saya masih berpikir positif 1:06:08 ya terhadap Pak Bowo ya. Hanya 1:06:10 beliau yang saya tahu ya dari 1:06:13 informasi-informasi yang saya dapatkan 1:06:14 dari teman-teman beliau itu beliau itu 1:06:16 komit membela Palestina. Ehm. Jadi 1:06:18 sebenarnya itu dalam masalah BOP ini ada 1:06:20 kesalahan, ada ke-ke polosan, keluguan 1:06:23 Keluguan. 1:06:24 beliau itu jadi ada yang dorong, ada ada 1:06:27 ada yang yang ngerokin beliau ya. Ehm. 1:06:29 Tapi uh 1:06:30 eh memang ada perges-pergeseran 1:06:32 sedikit iya. Kenapa? Karena memang Menlu 1:06:35 hari ini itu memang 1:06:36 kita pahami eh agak 1:06:39 agak bocil lah. Kalau sudah luar negeri 1:06:40 agak bocil dia. Saya sering katakan 1:06:42 bahwa 1:06:43 Iya iya. eh Menlu Menlu rasa ajudan gitu 1:06:46 ya. Jadi memang ada di-back up sama 1:06:47 Wamenlu Pak Anis semata yang yang bisa 1:06:50 meng-cover eh 1:06:51 scope-nya Timur Tengah misalnya gitu. 1:06:53 Jadi jadi enggak enggak seluruhnya salah 1:06:55 juga ya yang dikatakan tadi bahwa eh ada 1:06:58 pergeseran tapi secara substantif memang 1:07:01 Indonesia eh masih-masih mem-back ya, 1:07:03 masih mem-back Palestina. Tapi saya tadi 1:07:05 itu saya katakan itu ada kesalahan ya. 1:07:07 Kesalahan 1:07:08 teknis yang menurut saya itu sangat 1:07:09 fatal, ya, menjadi anggota BOP dengan 1:07:12 pemahaman yang keliru dari dari Prabowo. 1:07:14 Karena Prabowo ini kan dia ada temannya 1:07:16 itu Raja Raja Abdullah. Jadi Abdullah 1:07:19 ini kan orang yang antengnya Israel. Dia 1:07:20 enggak ngerti, ya. Kalau dijerokin sama 1:07:22 Abdullah enggak ngerti. Ini kan sahabat 1:07:24 dalam semua hal, gitu. 1:07:26 He em. Atau Uni Emirat, misalnya, kan. 1:07:28 Dia pikir itu sahabat sahabat abadi, ya. 1:07:30 Jadi jadi Jadi sebenarnya di sini perlu 1:07:33 saya Pak Presiden membuka 1:07:35 saluran, ya. Bisa juga Pak Presiden 1:07:37 panggil menteri yang diskusi masalah 1:07:39 ini, kan. Sehingga ada semangat jihad 1:07:41 juga di Pak Presiden. Untuk bisa 1:07:43 digunakan untuk membela Palestina. 1:07:45 Begitu menurut saya. 1:07:47 Apa circle juga circle itu mempengaruhi, 1:07:49 ya? Jadi sepertinya circle 1:07:51 pimpinan-pimpinan negara ini harus sama 1:07:53 circle pejuang, tapi mereka juga enggak 1:07:55 mau sama circle pejuang. 1:07:57 Bagaimana materi ini? Lingkungan kita 1:07:59 mempengaruhi apa yang kita pikirkan, apa 1:08:01 yang kita perjuangkan. Begitu mungkin, 1:08:02 materi. 1:08:03 Iya, bismillah saya juga mengingatkan, 1:08:05 ya. Rasulullah Shallallahu Alaihi 1:08:06 Wasallam pernah bilang 1:08:07 kamu itu, ya, sebagaimana agama 1:08:10 teman-teman kamu. Makanya kalau kamu mau 1:08:12 agak bermutu, ya, temenanlah sama para 1:08:14 penjual minyak wangi walaupun enggak 1:08:15 bisa bikin minyak wanginya, minimal ikut 1:08:17 wangi, gitu, kan. Jangan sampai 1:08:20 ketemunya sama Iya, kan gitu, kan, ya. 1:08:22 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 1:08:23 sendiri sudah ngasih kisi-kisinya gimana 1:08:25 panduan ee berteman, gitu. Jangan sampai 1:08:28 salah circle jadinya kita jadi ikutan 1:08:32 ee ya ikutan dungu, gitu. Ya, kalau 1:08:35 pakai kosakata kosakatanya Rocky Gerung. 1:08:38 Begitu 1:08:38 [tertawa] 1:08:38 gitu. Jadi 1:08:39 ya memang kan itu kan faktanya, 1:08:42 bayyinahnya nyata, ya. Tinggal buka saja 1:08:44 scrolling-scrolling itu juga sudah 1:08:45 kelihatan, gitu. Cuman kan ada 1:08:48 orang-orang yang saking tidak punya 1:08:50 referensinya, sehingga untuk connecting 1:08:52 the dots saja enggak bisa. Gitu. Nah, 1:08:54 mungkin kita husnuzan barangkali Bapak 1:08:56 Presiden kita termasuk yang jenis itu, 1:08:58 gitu, ya, saat ini. Makanya harusnya ada 1:09:01 orang-orang yang bisa feeding beliau 1:09:03 dengan ilmu-ilmu yang tepat gitu. Kalau 1:09:07 kita lihat Al Julani itu kan kenapa 1:09:08 Mahkay bisa terus terus apa punya 1:09:11 positioning walaupun 1:09:13 saat ini fitnahnya cukup dahsyat gitu 1:09:15 ya, karena di sekitar dia orang-orang 1:09:17 yang memang benar-benar 1:09:19 punya kapasitas dan kapabilitas untuk 1:09:21 memberikan masukan-masukan yang 1:09:23 bermanfaat untuk dia benar-benar 1:09:26 berfungsi sebagai seorang ulil amri 1:09:27 gitu. Dan memang ya enggak bisa 1:09:29 dipungkiri ya, beliau memang seorang 1:09:31 hafidz Quran juga gitu. Jadi 1:09:34 alhamdulillah keberkahannya beda gitu 1:09:35 ya. Nah, mungkin ini adalah salah satu 1:09:38 momen sih kalau saya buat buat saya ya 1:09:40 ini ya saya selalu suka untuk 1:09:43 berkontemplasi ya dari dulu tuh saya 1:09:44 karena keren gitu. Ya mungkin ini momen 1:09:46 untuk setiap warga negara Indonesia 1:09:49 untuk doain presidennya supaya bisa 1:09:53 mendapatkan cahaya kebenaran insyaallah 1:09:54 mau masuk bulan Ramadan siapa tahu gitu 1:09:56 kan tring gitu dapat hidayah ya kan. 1:09:59 Kita kan enggak tahu loh apapun bisa 1:10:01 terjadi ya. Itu kalau aspek ruhiyahnya 1:10:04 tapi aspek 1:10:05 eh zahirnya ya kita harus bersuaralah 1:10:07 enggak mungkin diam aja heeh heeh iya 1:10:09 betul Pak Presiden botol fish ya enggak 1:10:11 bisa. Kita harus suarakan kebenaran itu 1:10:14 walaupun pahit. 1:10:16 Walaupun ada konsekuensi. 1:10:18 Ya kan memang itu tujuannya kenapa ada 1:10:20 Alquran 1:10:21 membedakan yang hak dan yang batil, 1:10:23 kenapa kita disuruh jadi 1:10:25 nasrullah para penolong agama Allah 1:10:27 supaya kita nanti bisa masuk surga lewat 1:10:29 jalur tadi itu jalur eh apa jalur khusus 1:10:32 kalau insyaallah eh syahid di jalan 1:10:34 Allah gitu. 1:10:36 Kenapa kita pusing? Amin. Kenapa kita 1:10:38 takut? Kan gitu pertanyaannya. Berarti 1:10:40 kita kena lahan dong. Nah, itu 1:10:42 pertanyaan yang harus dijawab kepada 1:10:43 diri masing-masing. 1:10:46 Baik. 1:10:47 Saya ke WhatsApp terakhir ini ya dari 1:10:51 Ibu Siti ini ya. Assalamualaikum 1:10:53 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:56 Sekarang kondisi Gaza sendiri bagaimana 1:11:00 berita terakhir? 1:11:01 Itu pintu perbatasan Rafah dibuka, 1:11:05 apakah betul-betul ada bantuan yang 1:11:07 masuk atau memang sekarang 1:11:10 kon 1:11:11 disi Gaza dengan pasukan-pasukan 1:11:14 Hamasnya itu sudah tidak ada, oke. 1:11:16 Bagaimana Dokter Ben? Ini dari Ibu Siti 1:11:18 ya. 1:11:20 Memang kita lihat ya berita itu bahwa 1:11:22 Rafah dibuka berarti lewat via Mesir. 1:11:25 Itu untuk ee evakuasi dari dari dari 1:11:29 dalam keluar Mas Angga jadi 1:11:31 istilahnya SKK membuka 1:11:33 keran ya pintu [berdehem] 1:11:35 hanya harus keluar itu ya. 1:11:37 Keluar untuk tidak masuk lagi gitu loh 1:11:38 kira-kira, bukan bukan bantuan bantuan 1:11:40 makanan, bukan bantuan lain-lain bukan 1:11:42 sembako bukan tapi memang dievakuasi 1:11:44 orang 1:11:45 ee Gaza keluar. 1:11:47 Jadi itu yang yang terjadi ya memang 1:11:50 enggak ada kontrol, enggak ada kontrol 1:11:53 Ehm. Enggak ada kontrol lagi sekarang 1:11:54 nih ya. 1:11:56 Siapapun yang masuk ke Gaza semua harus 1:11:58 ada izin Israel. 1:11:59 Jadi memang enggak ada undang-undang 1:12:00 yang bebas jadi jadi kita kasihan ya 1:12:02 kasihan banget jadi kalau dibilang bahwa 1:12:04 ada perubahan situasi kondisi yang 1:12:06 membaik itu 1:12:07 kosong itu yang orang yang ngomong itu 1:12:09 orang yang enggak paham masalah. 1:12:11 Jadi kalau kita ngomong gitu pasti 1:12:12 enggak enak ya pasti yang ngomong gitu 1:12:13 ya pasti yang ngomong gitu kan membaik 1:12:15 apa yang membaik? Yang mati yang mau 1:12:17 masa ukuran kematian orang memang 1:12:21 apa manusia itu enggak enggak ada satu 1:12:23 dengan seribu kan sama aja yang namanya 1:12:26 Jadi memang enggak ada perbaikan sama 1:12:27 sekali hari ini tapi karena karena media 1:12:30 mungkin sudah lelah sudah jenuh jadi 1:12:33 enggak semua mengangkat atau memang 1:12:34 skenario-skenario lain. 1:12:36 Tapi itu yang kondisi enggak ada berubah 1:12:37 sama sekali apalagi musim dingin ini Mas 1:12:39 Angga kita lihat bayi-bayi ya Allah ya 1:12:41 kita enggak enggak tega Bu 1:12:43 untuk bisa menerasikan enggak tega. 1:12:46 Intinya saya memprihatinkan lah. 1:12:49 Itu Mas Angga. 1:12:51 Oke baik itu menjadi WhatsApp terakhir 1:12:53 yang bisa kita jawab dari Ikhwan dan 1:12:55 Akhwat. Namun ini ada WhatsApp dari Uni 1:12:58 Yunita Abbas. Assalamualaikum, salam 1:13:01 buat sistere dari Uni ya. 1:13:05 Dari Uni Yunita Abbas ini buat sistere 1:13:07 katanya. 1:13:08 Ya, sebagai penutup saya akan ke 1:13:12 Mbak Tere dulu. Dari seluruh bahasan 1:13:14 kita, penutup dari Mbak Tere apa yang 1:13:15 ingin diingatkan kepada seluruh 1:13:18 pendengar dan pemirsa Radio Rodja. 1:13:21 Ya, bismillah jangan salah kode ya 1:13:23 teman-teman semua yang menyimak. Itu 1:13:25 tadi ada Uni, masyaallah Assalamualaikum 1:13:27 Uni. Ya, 1:13:28 kita sering diskusi juga. 1:13:30 Banyak saat ini orang-orang yang salah 1:13:32 kode. Yang teman disangka lawan, yang 1:13:34 lawan disangka teman. Banyak enggak bisa 1:13:35 bedain pejuang 1:13:37 penjaga Gaza ya, yang selama ini bantuin 1:13:40 penduduk Gaza untuk bisa terus berdiri 1:13:42 tegak menjaga kebenaran malah di-frame 1:13:45 sebagai terorisnya. 1:13:47 Dan kalau kita dengan lugunya mengikuti 1:13:49 itu berarti la haula wala quwwata illa 1:13:51 billah, berarti kita sudah 1:13:53 mendeklarasikan diri kalau kita adalah 1:13:55 di pasukan musuh. Nah, makanya untuk 1:13:57 bisa membedakan kita nih di pasukan yang 1:13:59 mana. Karena nanti Dajjal juga gitu 1:14:01 ngasih surga padahal isinya neraka. Nah, 1:14:03 kalau kita salah kode bisa-bisa 1:14:05 naudzubillah kita ada di pasukan 1:14:07 Aduh, amit-amit naudzubillah. 1:14:09 Jangan sampai kita tahu-tahu ada di 1:14:10 pasukan Dajjal kita sangka itu di 1:14:11 pasukan pembela kebenaran. 1:14:13 Makanya tugas pertama yang dikerjain 1:14:16 baca dengan nama Tuhanmu yang 1:14:17 menciptakan berarti enggak cuman baca 1:14:19 tad tazwid tapi lakukan tugas kita 1:14:22 tadabbur, kita baca tuh 1:14:24 tafsir-tafsirnya, kita diskursi apa 1:14:26 diskursus dengan orang-orang yang paham 1:14:28 ya dengan guru-guru yang masih punya eh 1:14:32 kesambungan ilmu dan eh sambung akhlak 1:14:35 dengan Rasulullah sallallahu alaihi 1:14:37 wasallam ya walaupun sekarang memang 1:14:38 jadinya lebih langka gitu tapi pasti ada 1:14:40 kok. Minta sama Allah, ya Allah 1:14:42 tunjukkan kepadaku cahaya ya agar aku 1:14:45 aku nih eh waratsatul anbiya nih, 1:14:47 orang-orang yang masih punya energi 1:14:49 kenabian di era yang penuh dengan fitnah 1:14:52 du khaima ini. Supaya apa? Supaya kita 1:14:55 bisa punya kacamata filter yang bersih 1:14:58 untuk bisa ngelihat, "Yang ini salah 1:15:00 nih." "Yang ini benar." 1:15:02 Terus kita jadi tahu how to do. 1:15:04 Jadi, apa ya? Habis ini kita mesti 1:15:06 ngapain ya? Sebenarnya itu ada di 1:15:07 Alquran, tapi kita kan enggak punya 1:15:09 kemampuan untuk ekstraksi Alquran 30 juz 1:15:11 dengan bahasanya yang sangat tinggi, 1:15:13 kita perlu panduan. Panduan yang paling 1:15:15 gampang, lihatlah orang-orang yang 1:15:17 berjuang di Gaza, itu parameternya. 1:15:20 Kalau saya 1:15:21 lihat 1:15:22 kita sekarang lagi kehilangan sosok. 1:15:24 Tadi kepemimpinan ya, Dokter Ferdi 1:15:25 bilang, karena kita enggak punya tadi, 1:15:28 enggak punya ikatan akidah yang kuat. 1:15:30 Orang-orang di Gaza, satu syahid, tek, 1:15:33 langsung tuh. Saleh Al Jafarawi syahid, 1:15:35 adiknya langsung standby, "Aku 1:15:36 menggantikan." Coba kalau di Indonesia, 1:15:38 misalkan ya, bismillahirrahmanirrahim, 1:15:40 saya pulang syahid, siapa yang gantiin? 1:15:41 Wallahualam, belum tahu. 1:15:43 Karena kita belum menyiapkan sistematika 1:15:46 yang kuat untuk tadi, menyiapkan umat 1:15:49 bangun menyambut 1:15:52 momentum pergantian peradaban yang sudah 1:15:54 Allah siapkan saat ini. Jadi, jangan 1:15:56 cuman bengong, ambil peran, lakukan 1:15:59 tugas kita. I'dad al ma'rifi, i'dad al 1:16:02 siyasi, siapin askar terbaik kita, mulai 1:16:05 dari rumah kita, diri kita, sampai Allah 1:16:07 siapkan 1:16:09 apa, golden ticket untuk kita sekeluarga 1:16:12 is kariman aw mutasyahidan pulang ke 1:16:14 jannah Allahu Akbar. 1:16:16 Masya Allah, Allahu Akbar. 1:16:18 Dokter Man, penutup dari Dokter Man. 1:16:22 Ya, 1:16:23 ee, dari saya saya pikir ee, apa yang 1:16:25 disampaikan oleh materi itu luar biasa, 1:16:28 itu menjadi apa, modal masukan buat kita 1:16:30 semua bahwa 1:16:31 dalam perjuangan kita punya arah, punya 1:16:33 tujuan, dan semua yang kita tuju Allah. 1:16:35 Jadi, kalau kita tuju Allah itu paling 1:16:37 enak, paling gampang. 1:16:38 Karena kalau ada apa-apa di di 1:16:40 atau dalam perjuangan ada trouble, kita 1:16:42 enggak menyimpang dari apa yang kita 1:16:44 perjuangkan. 1:16:45 Nah, sekali lagi kalau memang-memang 1:16:47 enggak setuju dengan perjuangan, maka 1:16:49 janganlah menusuk dari belakang. 1:16:52 Jadi, selemah-lemahnya iman berdoalah. 1:16:54 Enggak sanggup berdoa, ya diamlah. Jadi, 1:16:56 jangan sampai ee bisa mengganggu barisan 1:16:59 perjuangan yang telah disusun oleh umat 1:17:02 Islam pada hari Saya pikir itu 1:17:03 masukannya. 1:17:05 Baik. 1:17:06 Terima kasih banyak kepada para 1:17:08 narasumber kita di malam hari ini, Mbak 1:17:11 Anisa Theresia. Terima kasih banyak. 1:17:13 Dokter Ben juga, ya. Terima kasih 1:17:15 banyak. Ini semoga apa yang disampaikan 1:17:17 di malam hari ini bermanfaat untuk 1:17:19 ikhwan dan akhwat. Demikianlah, ikhwan 1:17:21 akhwat, acara buka mata buka telinga 1:17:24 kita di malam hari ini. Sekali lagi saya 1:17:26 sampaikan terima kasih banyak kepada ee 1:17:29 kedua narasumber. Dan juga terima kasih 1:17:31 banyak kepada Anda yang telah [berdehem] 1:17:32 bergabung bersama kami. 1:17:34 Kami undur diri. Mohon maaf atas segala 1:17:37 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:17:38 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:17:41 asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:17:43 waatubu ilaik. Assalamualaikum 1:17:44 warahmatullahi wabarakatuh. 1:17:47 Ah.