Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:22 Rasul TV 0:30 Bismillahirahmanirahim, 0:31 alhamdulillahirabbil alamin. Allahuma 0:33 shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:35 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:37 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala 0:39 yang dapat meraih kami baik itu lewat 0:41 radio 729 AM maupun lewat Rasul Visual 0:45 via Rasul TV. Assalamualaikum 0:47 warahmatullahi wabarakatuh. 0:50 Alhamdulillah saya Caroline hadir lagi 0:52 di ruang dengar ikhwan dan akhwat 0:54 didampingi para pejuang dakwah ada Ondy, 0:57 ada Algi. Kami hadir saat ini dengan 1:00 sesi bincang mualaf atau mualaf talk. 1:03 Dan masyaallah tamu yang hadir di studio 1:06 kali ini spesial karena yang satu adalah 1:09 sahabat lama alhamdulillah bisa 1:10 silaturahim kembali. Saya akan sapa 1:12 terlebih dahulu Mbak Sally. 1:13 Assalamualaikum. 1:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:17 wabarakatuh. 1:18 Masyaallah, sehat? 1:20 Alhamdulillah ketemu lagi tuh 1:21 benar-benar rezeki deh yang kita bisa 1:23 silaturahim. 1:24 iya. 1:25 Iya berapa purnama kalau kata Kak Dian 1:27 Sastro Kak Dian. 1:29 Dari mualaf eh apa Irene eh Irene 1:31 Center. Baik dan dari eh apa yang akan 1:35 kita wawancara lebih deep, lebih dalam 1:37 adalah tamu kita yang kedua merupakan eh 1:42 apa namanya saudari kita yang sudah 1:45 memeluk Islam insyaallah kaffah. Beliau 1:48 merupakan eh apa juga tergabung dalam 1:51 Irene Center. Kita sapa terlebih dahulu 1:53 Ci Melissa Untoro. Assalamualaikum. 1:56 Waalaikumsalam. 1:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:59 wabarakatuh. Sudah langsung frekuensinya 2:00 sama, masya Allah. Ini pertama kali Ci 2:03 ke Rasya? 2:04 Iya, alhamdulillah. Pertama kali. 2:07 Dan enggak macet tadi ya? 2:08 Enggak, alhamdulillah. Lancar jaya. 2:11 Alhamdulillah, dan puasanya masih 2:14 semangat? 2:14 Masih semangat dong. 2:16 Dan itu yang kita harapkan juga dialami 2:18 juga oleh para pendengar kita pada hari 2:20 ini. Kita langsung saja berbincang 2:22 dengan saya awali ke Ci Melissa. 2:25 Karena ini memang sesi bincang mualaf, 2:28 eh pertanyaan paling pertama yang kerap 2:31 saya pertanyakan untuk tamu mualaf 2:34 adalah alasan atau eh apa trigger-nya 2:38 yang membuat Ci Melissa akhirnya 2:41 memutuskan bahwa Islam adalah agama yang 2:45 akan saya pilih setelah agama yang eh 2:49 mungkin sebelumnya. Boleh tahu 2:50 sebelumnya memeluk agama apa atau 2:52 kepercayaan apa? 2:53 Eh, gini ya, Mbak Karol. Aku tuh eh 2:56 awalnya 2:57 memeluk agama Katolik sebelumnya. 2:59 Katolik. 3:00 Dari lahir memang sudah dibaptisnya 3:03 secara Katolik sama keluarga. 3:05 Dan yang membuat aku akhirnya memilih 3:08 menja eh apa agama Islam 3:10 itu karena aku melihat bahwa memang 3:13 Islam itu bagi aku setelah aku 3:16 searching-searching dan research 3:19 itu agama yang paling benar bagi saya, 3:22 gitu. Dan 3:24 prosesnya itu lumayan panjang. Ada 3:27 kayaknya sekitar 4 tahun. 3:29 4 tahun? 4 tahun berapa memeluk agama 3:32 Islam? 3:32 Eh, syahadat di 2016, alhamdulillah. 3:36 Awal tahun 2016. 3:37 He em. Boleh dong apa yang memicu dari 3:40 Katolik kemudian terpanggil untuk mau eh 3:43 mempelajari agama Islam sampai akhirnya 3:45 memutuskan 3:46 this is it. 3:47 Panjang nih. 3:48 Boleh, kita punya waktu. 3:50 Proses aku unik nih. 3:51 Boleh. 3:52 Jadi memang sebagai seorang Katolik 3:55 Heeh. 3:55 aku juga hanya dua bersaudara perempuan 3:59 dan emm dari pihak papaku itu dia 4:03 agamanya Buddha. 4:04 Oke. 4:05 Dan dari mamaku dia agamanya Katolik. 4:08 Tapi kita aku dan kakakku berdua ikut 4:12 mama. 4:12 Heeh. Jadi papa juga enggak terlalu 4:14 sering ke wihara apa lebih sering ke 4:16 gereja malah tapi enggak pernah 4:19 convert ke Katolik enggak pernah 4:22 Eee dan aku itu 4:24 bisa dibilang diharapkannya saat lahir 4:28 mungkin 4:29 papa kepenginnya anak cowok. 4:30 Emm. 4:31 Gitu. 4:32 Tapi enggak dapat nih ceritanya. Jadi 4:36 eee 4:38 apa yang 4:39 anak-anak lelaki 4:41 pas kecil suka gitu mainan gitu. 4:44 Kasih. 4:45 Aku diberikan. 4:45 Oke. 4:46 Heeh. 4:47 Dan aku diajarin sport eee apapun sport 4:51 itu juga beliau dukung gitu maksudnya. 4:53 Jadi aku bisa dibilang saat kecil itu 4:55 aku tomboy. 4:57 Heeh. 4:58 Nah dan 5:00 salah satu ah eee hal yang diberikan dan 5:03 didukung gitu sama orang tua memang 5:06 secara kehidupan aku alhamdulillah 5:08 tercukupi sekali 5:09 sangat-sangat tercukupi 5:11 jadi kendala apapun yang aku minta tuh 5:13 pasti 5:15 ada aja gitu 5:17 selama ada izinnya gitu dari orang tua 5:19 dan 5:20 pas itu eee 5:23 muncul yang namanya game 5:26 PS1 5:28 PS2, Xbox dan lain-lain itu aku semua 5:31 punya. 5:31 Heeh. 5:32 Punya, dikasih, di disediakan gitu heeh 5:36 diberikan. 5:37 Di di situ awal mula aku memiliki hobi. 5:41 Oke. 5:41 Jadi suka main game. 5:42 Heeh. 5:43 Masih. 5:44 Dan eee kerap berkembangnya zaman 5:49 muncul yang namanya game online. 5:51 Nah, itu pun aku difasilitasin. 5:54 Kalau yang pertama kali muncul itu ada 5:56 namanya Ragnarok Online dan itu aku 5:58 sudah 5:59 dibiayain. Nah, itu aku masih 6:01 6 SD 6:03 sudah dikasih main game itu. 6:06 Eh, 6:08 internet dipasangin. Dulu internet masih 6:10 mahal banget gitu. 6:12 Heeh, dan itu aku disediain di rumah 6:13 yang penting aku main di rumah enggak ke 6:15 warnet gitu. Ya, aku main segala 6:18 dan di situ aku melihat dunia lain. 6:21 Dunia di mana 6:23 banyak orang muslim 6:25 ada di situ. Sedangkan sebelumnya aku 6:27 kalau main memang eh, secara 6:30 neighborhood dan tetangga sekitar itu 6:32 semua cuman 6:34 eh, orang-orang 6:36 Chinese gitu. Enggak ada yang orang 6:38 pribumi apa, yang pribumi muslim pun 6:40 jarang, sedikit. 6:42 Gitu dan eh, setahu tahunya aku tentang 6:46 orang Islam itu ya cuman aku ngelihat 6:48 pembantuku di rumah saja, ART di rumah. 6:51 Dan setelah itu di situ aku ketemu 6:55 orang-orang yang namanya game online kan 6:57 dari seluruh Indonesia dia bisa ketemu 6:59 gitu kan. Nah, di situ aku baru eh, tahu 7:02 gitu dan baru pertama kali berteman 7:04 dengan orang muslim itu di situ. 7:06 Online? 7:07 Online, secara game. 7:09 Tapi tetap mempunyai stigma di belakang 7:12 bahwa eh, apa? 7:14 Mereka itu orang-orang muslim itu adalah 7:16 orang-orang yang eh, jahat gitu kan. 7:19 Apalagi kejadian 98 aku ngalamin masih 7:22 kelas 1 SD saat itu. 7:25 Jadi aku 7:26 takut, masih ada rasa takut gitu. 7:29 Tapi 7:30 tahun-tahun aku mulai masuk ke gereja 7:35 dan mulai ikut kepemudaan. 7:38 Tapi aku masih hobi main game di 7:40 belakang, game online. 7:41 Setiap hari kerjaan aku gitu, sekolah, 7:44 pulang ke gereja, habis pulang dari 7:46 gereja aku main game online lagi. Itu 7:48 aja kesehariannya, Mbak. Itu-itu terus 7:50 aja muter-muter. Nah, 7:53 game online kan ada banyak ya, Mbak, 7:55 perkembangan zaman. 7:56 He eh. 7:57 Dan itu aku berteman terus, ganti game, 8:00 ketemu lagi dengan orang muslim, ganti 8:02 game, ketemu lagi dengan orang yang 8:04 baru. 8:05 Sampai suatu saat di gereja aku itu 8:08 ada omongan dari seorang 8:11 eh Romo, 8:12 "Bahwa siapa yang bisa membawa domba 8:14 tersesat kembali ke gereja, itu surga 8:18 imbalannya." Untuk anak remaja aku saat 8:21 itu sekitar 15 atau 16 tahun, 8:25 yang lagi aktif-aktifnya gereja, lagi 8:27 seneng-senengnya sama agama sendiri, 8:30 diomongin kayak gitu tuh rasanya 8:32 "Wih, pengen dong." Gitu kan, masuk 8:34 surga siapa yang enggak mau gitu ya, 8:36 Mbak ya. 8:37 Alhasil, aku 8:40 cari mangsa. 8:41 Cari mangsanya di game online yang 8:43 banyak orang muslimnya, gitu. 8:46 Jadi akhirnya aku ketemu sama temanku. 8:50 Eh, aku ngelihat dulu gitu 8:52 background-nya. Kayaknya nih orang 8:54 Islam tapi bukan yang 8:56 taat-taat banget, taat-taat banget gitu. 8:59 Kayaknya kerjaannya cuma pulang kerja, 9:01 online sampai pagi, terus dia kerja lagi 9:02 gitu. Ya segitu aja. Kalau weekend 9:04 kayaknya dia online mulu loh gitu kan. 9:08 Akhirnya aku mentargetkan beliau. Gitu. 9:11 Aku serang, aku yang nanya duluan. 9:14 He eh. 9:15 Apa sih yang diserang tuh? 9:17 "Kok Islam teroris 911 sih?" 9:21 Gitu, "Kok Islam boleh nikah lagi sih?" 9:24 "Kok Islam eh dulunya enggak boleh makan 9:26 kepiting, sekarang boleh sih?" 9:28 Itu semua dia bisa jawab. 9:30 He eh. 9:31 Tapi giliran dia nanya aku soal agama 9:33 aku, 9:34 aku enggak bisa jawab. 9:36 Ah. 9:36 Dan aku itu merasa yang lagi aku setiap 9:39 hari ke gereja loh. 9:41 Contohnya contohnya, pertanyaan dia apa? 9:42 Pertanyaan 9:43 dia ke aku gini, kok 9:45 lu enggak boleh makan babi, lu makan 9:46 babi sih. 9:47 Ah iya, oke. 9:48 Gitu, kok eh kamu disuruh pakai 9:51 kerudung, ke gereja lu enggak pakai sih, 9:53 gitu kan. Itu hal-hal yang tidak 9:55 diajarkan di gereja. Jadi aku memang 9:58 sering ke gereja 10:00 tapi buka Alkitab tuh jarang, karena 10:03 kita memang biasanya hanya mendengarkan 10:05 apa yang di 10:06 sampaikan 10:06 eh disampaikan oleh Romo itu 10:09 per minggu, setiap minggu dan 10:12 pertahun itu itu-itu lagi diulang-ulang 10:14 lagi. Jadi sudah ada 10:17 kayak step-stepnya. Jadi buka Alkitab 10:19 pun ya di situ-situ aja, kisahnya ya 10:21 yang kita tahu ya kisah-kisah itu aja 10:23 gitu. Detailnya sampai apanya tuh enggak 10:26 pernah. 10:27 Nah, saat itu aku bingung, aku enggak 10:29 bisa jawab. 10:31 Dalam istilah dunia online, Mbak kita 10:34 bisa yang bilang disconnect. Jadi aku 10:37 kalau sudah kalah debat sama dia, enggak 10:39 bisa jawab, aku belaga alt F4. 10:43 Alt F4 10:43 Disconnect. Disconnect. Jadi kita off 10:46 dari game itu. 10:49 Hilang dong poinnya atau 10:50 Enggak sih, aku cuman bilang aja terus 10:52 entar habis itu zaman BBM dulu ya, masih 10:55 BBM. Entar aku BBM ke dia aku bilang 10:57 eh internetnya jelek gitu. Alasannya 11:01 gitu terus, tapi 11:03 nanti aku cari tahu lagi nih gitu kan, 11:05 bisa diserang lagi ya gitu kan. Nanti 11:07 setiap kali gitu. Jadi emang aku 11:09 sebenarnya dari situ sudah salah target. 11:13 Dia memang orang yang ternyata belajar 11:15 Kristolog dikit-dikit. 11:18 Sudah sudah qadarullah itu. 11:21 Dan aku memang eh 11:25 alhamdulillah sebagai seorang 11:27 anak non muslim dulu, ABG, aku terjaga. 11:31 Karena memang hobi aku main game online 11:33 doang, aku enggak pernah itu yang 11:34 namanya 11:36 clubbing, minum. Bahkan saat kuliah pun, 11:39 aku muda masuk kuliah, sudah umur yang 11:41 boleh begitu-begitu, 11:42 aku enggak sentuh sama sekali. Aku 11:44 memiliki indra penciuman yang sangat 11:46 tajam, di mana durian aku enggak bisa 11:49 kena, bir aku enggak bisa cium sama 11:52 sekali bau gitu bagiku. Dan kulit aku 11:54 itu kalau kena asap rokok, itu 11:56 bentol-bentol merah kayak gini. 11:58 Subhanallah. 12:00 Jadi aku enggak bisa itu yang namanya 12:01 masuk ke club gitu. Itu pasti aku 12:03 bopeng-bopeng. 12:04 Oke. 12:05 Entah kenapa itu. Jadi sudah dijaga sama 12:08 Allah. Jadi aku gitu-gituan enggak 12:10 pernah kena. Alhamdulillah. 12:12 Gitu. Dan di situ aku merasa 12:15 jadi apa lebih sering 12:17 sudah karena kuliah saat itu dan saat 12:19 itu kuliah juga aku di asrama. 12:22 Jadi aku enggak pernah ke gereja lagi. 12:25 Jarang jadi kuliah itu. Tapi di sana 12:28 karena teman aku yang online itu pun dia 12:31 merasa sudahlah cukup kita ngomongin 12:32 gini-ginian ya nanti kita ribut gitu 12:34 kan. 12:35 Loh kalau mau apa ada 12:38 pertanyaan-pertanyaan kayak gini, 12:40 lihat saja deh ke itu apa YouTube-nya 12:42 Ahmad Deedat sama Zakir Naik. Saat itu 12:45 dia kasih aku begitu. 12:47 Jadi dari situ 12:48 Laki-laki perempuan? 12:49 Laki-laki. 12:50 Karena rata-rata pemain game online 12:51 pasti laki-laki, Mbak. 12:53 Berarti kamu enggak di atas rata-rata. 12:56 Dikit sekali. Populasi populasi 12:58 perempuannya tuh sedikit dan saat 13:01 perdebatan itu terjadi, dia tidak tahu 13:04 kalau aku perempuan. 13:05 Karena nickname-nya 13:07 Heeh. 13:07 atau profilnya juga enggak 13:08 Enggak sih sebenarnya secara karakter di 13:10 dalam game aku perempuan. Cuman karena 13:13 banyaknya juga lelaki yang suka pakai 13:16 karakter perempuan, jadi dia agak-agak 13:18 enggak percaya enggak gampang percaya 13:20 lah gitu kalau itu perempuan. Sampai 13:23 suatu saat pas lagi kuliah itu ada 13:24 perkumpulan komunitas yang dibikin dari 13:26 game itu. 13:27 Baru di situ kita ketemu, baru dia tahu, 13:30 "Oh, ternyata memang benar perempuan." 13:32 Ketemu akhirnya. 13:33 Ketemu, tapi aku pun juga karena eh apa 13:36 ngobrolnya kayak lelaki ya sudah 13:39 basisnya aku tomboy gitu kan. Ya jadi 13:42 dia enggak tahu. 13:44 Nah, 13:45 eh saat itu beliau emmm mempunyai 13:48 tunangan sudah. 13:50 Mmm. 13:50 Gitu dan aku saat itu juga enggak ada 13:52 kepikiran sama sekali karena beliau 11 13:55 tahun lebih tua dari aku. 13:56 Mmm. 13:57 Heeh. 13:58 Gitu. 13:58 Yang main game tuh ya? Enggak banyak 14:00 yang cewek ya? 14:00 Memang banyak, memang banyak gitu, tapi 14:03 aku alhamdulillah banget. Entah kenapa 14:06 kalau orang pada bilang 14:08 game online tuh banyak mudaratnya, 14:10 bagi aku enggak. 14:12 Aku masuk Islam dari situ gitu maksud 14:14 aku. Ada saja jalan Allah untuk 14:16 ngedakwahin orang tuh di situ dan 14:18 alhamdulillah 14:20 apa yang aku nonton Ahmad Deedat, Zakir 14:22 Naik itu semua secara logika ke aku 14:24 masuk, aku terima gitu maksudnya. 14:27 Mmm. 14:27 Dan dari situ aku pelajarin terus, 14:29 pelajarin dan akhirnya aku pun jadi 14:32 timbul pertanyaan. Kalau lagi pulang 14:34 dari asrama weekend gitu suka pulang ke 14:37 rumah, ke gereja aku suka iseng nanya 14:39 sama Romo gitu kan. 14:41 Eee Romo kok ini trinitas begini sih 14:45 gitu kan. Jadi kita ikutinnya yang mana 14:47 nih gitu. 14:49 Dan suatu hari 14:51 aku disuruh cuti kuliah sama mamaku 14:54 untuk ikut beliau ziarah ke 14:56 eee makam Bunda Maria. Eh apa Gua Maria 15:00 bukan makam, sorry. Gua Maria gitu kita 15:02 ziarah ke sana. 15:03 Di mana? 15:04 Di Semarang. 15:05 Oh. 15:06 Ada namanya Gua Maria di Semarang? 15:08 Iya, ada. Jadi banyak orang yang suka 15:09 ziarah ke sana karena itu besar sekali 15:11 dan ya mungkin bagi orang Katolik itu 15:14 tempat eee apa ibadahlah ya. Jadi 15:18 eee kita ke sana. 15:21 Eee aku cuti sekitar 4 hari pas itu. 15:24 Sampai sana beliau doa, aku juga ikut 15:27 doa gitu kan, karena memang masih 15:29 Katolik saat itu. 15:31 Di situ 15:32 saat kita keluar dari gua tersebut di 15:35 halaman-halaman parkirannya itu banyak 15:37 orang yang jualan. 15:39 Jualan patung-patung Bunda Maria, patung 15:41 Yesus Kristus dan lain-lain yang disalib 15:44 dan itu. 15:45 Di situ 15:46 uniknya 15:48 karena yang jualan warga situ 15:50 yang jualan pakai hijab. 15:52 Pakai jilbab. 15:53 Pakai jilbab. Jadi, eh aku bingung pas 15:56 itu. Kok mereka Islam tapi mereka jualan 15:59 ini, tapi ternyata memang saat aku 16:01 pelajarin lagi tidak ada halangan untuk 16:03 apa namanya berniaga antara muslim dan 16:06 non muslim. He em. 16:08 Jadi 16:09 eh aku pun pas itu di situ yang bikin 16:12 aku titik sadar aku itu aku sudah harus 16:14 pindah, sudah enggak cocok nih gitu. 16:17 Pertama kita ke Gua Maria, kita berdoa 16:19 gitu, kita lihat wah, Gua Maria gitu. 16:21 Sudah, pulangnya 16:23 di pelataran mamaku samperin tuh salah 16:25 satu yang penjualnya gitu. Jadi, beliau 16:28 niatnya kepengin taruh patung Bunda 16:30 Maria kecil di aku punya kamar, jadi 16:33 dibikin altar kecil gitu. Jadi, dia mau 16:35 pilih patungnya. 16:37 Dia pegang dua patung, dia panggil aku, 16:39 "Mel, sini." Gitu kan. 16:41 "Kamu lihat deh cakepan mana ya?" 16:44 Eh, itu di situ aku waduh, enggak benar 16:47 nih. 16:48 Kok disuruh pilih yang mana yang lebih 16:50 cakep mukanya. Yang satu mukanya agak 16:54 Tionghoa kayak Dewi Kwan Im, yang satu 16:56 mukanya agak Arab dengan baju yang 16:57 berbeda. Yang satu putih bajunya 16:59 Versi-versinya di situ. 17:01 Yang biru dia syar'i kayak kita. Gitu. 17:05 Sedangkan yang satu lagi dia cuman 17:07 sekedar menggunakan kerudung, rambutnya 17:09 masih kelihatan tapi mukanya agak 17:11 Tionghoa dikit gitu kan. Terus 17:13 aku enggak bisa jawab di situ. 17:15 "Terserah Mama saja deh." Aku begitu. 17:18 Aku benar-benar yang titik 17:21 lagi otakku perang, beneran di situ. Aku 17:23 juga mau pilih yang ini salah, yang itu 17:25 salah. 17:27 Dan saat pulang, kita pulang di dekat 17:30 rumahku di Pluit itu, 17:32 ada dua gereja yang berbeda gitu. Yang 17:35 maksudnya dekat ya, dua gereja Katolik 17:37 satu Regina Coeli sama satu lagi Stella 17:40 Maris Pluit. Aku biasa di Stella Maris 17:42 Pluit. 17:43 Dan di situ aku baru ngeh. 17:46 Kayaknya, kayaknya patungnya beda. 17:50 Oh. 17:50 Sama-sama punya patung Bunda Maria, 17:52 sama-sama punya patung Yesus Kristus. 17:55 Iya kan, yang disalib besar begitu. 17:57 Dan pulang dari situ 17:59 istirahat sehari, besoknya sebelum 18:01 berangkat harus ke asrama lagi 18:04 aku memutuskan untuk ngecek 18:07 kedua gereja itu. 18:09 Yang satu benar. 18:11 Yang satu mukanya beda, yang satu 18:12 mukanya beda. Enggak Yesus-nya enggak, 18:15 Bunda Maria-nya. 18:16 Di situ sudah jadi 18:18 apa ya, jadi perdebatan batin buat aku. 18:21 Ini 18:23 jadinya kita nyembah siapa ini? Begitu 18:26 kan. Ini dua orang berbeda nih, mukanya 18:29 beda begitu kan. 18:31 Dan 18:32 kan ditulis di Alkitab enggak boleh 18:35 menyembah sesuatu yang menyerupai. 18:38 Berarti ini kan enggak mirip nih 18:39 dua-duanya gitu, enggak sinkron nih 18:41 gitu. Jadi aku bilang ini menyerupai 18:43 doang dong. Berarti ini berhala doang 18:45 gitu. 18:46 Di situ aku sudah langsung 18:47 sudah aku sudah enggak mau lagi. Dan di 18:49 situ aku stop gereja, stop 18:51 eh stop kegiatan apapun semua aku oper 18:54 dulu yang apa, kepemudaan-kepemudaan itu 18:57 aku semua aku oper. 18:59 Dan aku sempat 19:00 eh debat batin lama di situ sekitar satu 19:03 setengah tahun, sempat balik lagi diajak 19:06 sama teman ayo ke gereja lagi ke 19:08 kepemudaan lagi. Aku merasa kan aku anti 19:10 banget di situ Mbak. Benar-benar jadi 19:12 yang kayak bisa dibilang 19:15 eh belum ke agama Islam juga tapi ke 19:18 Katolik juga sudah enggak percaya gitu. 19:20 Jadi aku empty banget di situ. Satu 19:22 setengah tahun itu aku kosong banget. 19:25 Dan akhirnya diajak teman 19:27 ya kan 19:28 mereka kan biasa eh mereka melakukan 19:30 yang namanya worship. Jadi mereka 19:33 nyanyi-nyanyi pujian kepada Tuhan Yesus 19:35 Kristus. Di situ aku sudah enggak 19:36 percaya. 19:37 Mereka mau angkat tangan sampai 19:38 tutup-tutup mata apa segala aku cuman di 19:41 ya sekedar ikut nyanyi saja gitu. Cuman 19:44 dalam batinku 19:47 he's not a God gitu loh. Dia bukan 19:49 Tuhan gitu kan. 19:51 Beda nih gitu dan aku sudah 19:54 berpikir bahwa Tuhannya itu ya satu itu 19:56 ya Al Allah ya sebutannya kalau di situ 19:59 kalau kita Islam Allah dia Allah gitu. 20:02 Ini ada di Alkitab nih Allah nih gitu 20:04 kan. Terus kenapa kita ke sana gitu ke 20:06 Yesus gitu kan. Kita teriak-teriak dia 20:09 yang Tuhan. Terus ini si Allah ini 20:11 siapa? Gitu apakah setelah Yesus si 20:13 Allah ini enggak ada? Dan saat aku 20:15 tanyakan itu ke Romo dia enggak bisa 20:16 jawab. 20:18 Dia cuman bilang sama aku kamu sudah 20:20 dirasuki setan. 20:23 Cukup imani saja apa yang diajarkan. 20:26 Itu yang di dikasih tahu ya. Jadi di 20:30 situ pun aku enggak nemuin jawaban. Gitu 20:32 dan akhirnya 20:33 aku setelah lost contact sekitar dua 20:36 tahunan sama temanku itu aku kontak dia 20:39 lagi. 20:40 Di situ aku bilang sama dia itu 2015 20:44 pertengahan aku bilang aku mau masuk 20:46 Islam lu mau bantuin gua apa enggak? 20:48 Gitu kan. 20:49 Dia enggak mau. 20:51 Dia ngomong kayak lu jangan main-main 20:52 loh sama agama lu gitu kan. Lu hilang 20:54 dua tahun tiba-tiba hubungin gua bilang 20:56 mau masuk Islam gitu kan. Lu jangan 20:58 main-main loh sama agama gitu. Tapi 21:00 alham dia juga enggak paham prosesnya 21:03 akhirnya pas itu 21:05 eh dibantuin sama 21:07 apa orang tuanya beliau. 21:09 Orang tuanya beliau bantuin aku 21:11 He em. 21:12 syahadat di Masjid Raya Bintaro pas itu. 21:15 Aku syahadat, tapi 21:17 pulang pun aku enggak bilang apa-apa ke 21:19 orang tua. 21:21 Akhirnya eee, di situ coba diam-diam kan 21:24 salat dan lain-lain. Itu itu sudah 21:25 normal lah bagi mualaf-mualaf yang 21:27 diam-diam. Salat susah, makan susah 21:30 karena mereka kan masih konsumsi B2. 21:32 He em. 21:33 Dan kita kalau makan itu orang Chinese 21:35 itu selalu makannya makan meja. Jadi, 21:37 dalam arti kata bareng-bareng semuanya. 21:39 Itu bagaimana kita 21:41 menolak gitu kan, walaupun katanya 21:43 enggak apa-apa, apa segala gitu kan. 21:46 Kita perdebatan batin. Akhirnya 21:48 sampai Januari 21:51 itu aku 21:52 bilang. 21:53 Tapi bilangnya pun cuman sekedar 21:57 "Mah, aku mau masuk Islam." 21:59 He em. 22:00 Enggak tahu nih aku sudah Islam belum. 22:02 Wah, responnya parah. 22:03 Pasti. 22:03 Pasti, itu sudah normal gitu kan. 22:06 Dipukulin sudah, dikunciin sudah, 22:08 ditendang sudah gitu. Dan aku sampai 22:11 sekarang kalau aku nengok sebelah kiri 22:13 sini 22:14 aku burem, kayak ada color-color gitu di 22:17 sini. Itu karena aku ketendang di sini 22:19 sama papaku sendiri gitu. 22:22 Tapi ya 22:23 lagi-lagi kita kan maklumi. 22:25 Karena dia marah saat itu, ya kan. 22:28 Kecewa pasti kan. 22:30 Dan akhirnya aku eee, apa namanya, 22:33 memutuskan untuk keluar rumah. 22:35 Pas itu di 22:36 aku cari ke 22:38 Mualaf Center bantuan. Dibantu sama Koh 22:41 Hanny Kristiyanto, diurusin sampai kabur 22:43 apa segala macam karena orang tuaku itu 22:46 eee, yang sifatnya keras. 22:49 Dan dia mempunyai power secara uang. 22:52 Jadi, saat itu Koh Hanny juga bilang 22:54 katanya "Syahadat lagi deh, sudah 22:55 diseret ke gereja sudah, dibaptis kena 22:58 apa, air suci lagi juga sudah. Terus 23:00 kedua nanti secara hukum itu apa eh 23:04 suratnya juga udah tanggalnya udah lama 23:07 gitu kan, jadi kan kalau ngakunya kan 23:09 baru mau masuk Islam jadi akhirnya aku 23:11 syahadat ulang 23:12 di almarhum Ustaz Arifin Ilham di situ, 23:16 di Az-Zikra 23:17 dan 23:19 saat itu sengaja dibikin kita syahadat 23:21 lagi 23:22 zikir akbar 23:24 kebayang kan zikir akbarnya 23:27 Ustaz Arifin Ilham itu 23:30 jamaah itu puluhan ribu kayaknya 23:33 di situ memang selalu begitu kalau zikir 23:34 akbar katanya, jadi 23:37 dan saat itu 23:38 he eh dan papaku saat itu 23:41 dikontak oke sama Ustaz Arifin juga 23:44 bilang papaku boleh datang gitu kan 23:47 jadi dia datang duduk di mimbar 23:50 sama Ustaz Arifin 23:52 gitu dan dia enggak ngeh bahwa hari itu 23:54 aku bakal syahadat 23:55 cuma diundang sama Ustaz almarhum 23:57 almarhum dan dibawa sama Koh Hanif 23:59 dibawa ke sana duduk gitu kan beliau 24:02 enggak tahu dalam rangka apa diundang 24:03 tapi beliau mau datang jadi dia tidak 24:06 menyangka bahwa di situ akan segitu 24:08 banyak manusia 24:09 gitu, Koh Hanif bilang eh nanti udah 24:12 sampai sana 24:14 dikerjain tuh sama Koh Hanif 24:15 suruh wudu diajarin wudu kan dimasukin 24:18 air tuh hidungnya gitu kan papaku 24:21 mau demi mau bawa aku pulang saat itu 24:25 saat dia lihat segitu banyak manusia dia 24:27 tidak bisa apa-apa tidak bisa marah juga 24:30 dan pas sudah di mimbar baru dibilangin 24:33 ini mau syahadat gitu kan jadi dia 24:35 enggak bisa apa-apa 24:37 tapi setelah aku syahadat alhamdulillah 24:39 lancar terus eh balik ke rumah Ustaz 24:43 Arifin 24:44 di situ aku dipertemukan sama papa 24:46 mama enggak ikut 24:48 mama ada di mobil 24:50 dia enggak bisa masuk karena tidak ber 24:53 oh eh berkerudung, jadi kan itu memang 24:55 area untuk yang menutup aurat, jadi saat 24:58 itu 24:59 eee 25:00 papaku aja yang itu, itupun papaku pun 25:02 dipeciin sama Kohani. 25:04 Dipakein peci di situ. 25:07 Udah apa ngobrol sama beliau, 25:09 papa ngobrol dengan Ustad Arifin Ilham 25:12 saat itu dan dia bilang katanya suruh 25:14 pulang. 25:16 Gitu kan. 25:17 Di situ dicegat sama apa sama Kohani, 25:20 saya enggak boleh pulang. 25:22 Karena Kohani udah tahu kalau yang 25:24 begini ini tipenya orang tuanya pasti 25:26 akan 25:27 eee apa namanya 25:29 enggak, pasti akan dipaksalah untuk 25:31 balik lagi gitu ke agama yang 25:33 sebelumnya. 25:34 Jadi setelah itu aku dilarikan, 25:38 diungsiin 25:39 ke temannya beliau Aa Gym. 25:42 Jadi sama Aa Gym aku di kasih tempat 25:46 tinggal saat itu aku belajar fikih di 25:48 sana gitu, belajar iqro dasar di situ. 25:51 atau 25:52 Di Gegerkalong, di Daarut Tauhiid. 25:53 Di Daarut Tauhiidnya. 25:54 Alhamdulillah. 25:55 Di tempat santri yang wanita berarti. 25:56 Iya, santri yang wanita. 25:57 Eee. 25:58 Itu sekitar sebulan saat itu. 26:02 Setelah itu aku baru 26:03 eee apa namanya dihubungin Kohani, 26:06 dibilang katanya 26:07 eee apa kalau mualaf perempuan seperti 26:10 aku itu lebih baiknya ada imamnya, 26:13 dibilang gitu. 26:15 Jadi saat itu 26:16 eee 26:18 aku memutuskan untuk menikah. 26:20 Baru habis itu aku ikut suami dan orang 26:24 tua udah di situ udah langsung cut. 26:26 Dia udah enggak mau, he eh. 26:28 Gitu. 26:30 Ih kisahku begitu Mbak. 26:33 Menarik banget kan. 26:34 Masyaallahnya eee 26:36 eee apa highlight-nya adalah ketika 26:39 si Melma memutuskan untuk melepaskan 26:44 kemewahan yang sudah di-provide oleh 26:47 keluarganya, kemudian melarikan diri 26:49 tanda kutip, beliau dinaungi oleh 26:52 orang-orang yang 26:54 buat kita itu eee susah diraih. 26:57 Maksudnya Ustaz Arifin Ilham almarhum 27:00 ya, mudah-mudahan beliau saat ini sedang 27:02 berada di dalam keadaan yang tempat yang 27:04 terbaik yang Allah berikan. Kemudian Aa 27:06 Gym secara langsung eee menaungi Ci 27:10 Melisa. Jadi, menurut saya memang ketika 27:13 kita meninggalkan sesuatu karena Allah 27:17 itu Allah kasih yang 27:19 Iya. 27:19 di luar sana lah tiba-tiba kan saya 27:22 sudah kebayang Ci Mel pasti hah 27:24 Ustaz Arifin Ilham 27:25 Iya, iya. 27:26 Aa Gym gitu ya. 27:28 Tokoh-tokoh yang biasa cuma lihat di TV 27:30 doang. 27:31 Tokoh-tokoh nasional kalau kita boleh 27:34 menyebutkan beliau-beliau ini gitu ya 27:36 kan ya. 27:36 Betul, betul. 27:37 Gimana 27:39 Tapi gimana? 27:40 Tapi kalau aku tadi eee menarik banget 27:42 yang disampaikan sama Kak Meli nih ya. 27:45 Eee masalah hidayah. 27:47 Heeh. 27:48 Ternyata hidayah itu 27:50 eee aku baru tahu loh kalau Kak Meli itu 27:52 hidayahnya justru didapat dari game 27:54 online. Betul. Ada jadi 27:58 eee apa namanya Kak Caroline memang luar 28:01 biasa ya para mualaf ini dan kita enggak 28:03 pernah mendapatkan aku terutama enggak 28:06 pernah mendapatkan satu alasan yang sama 28:09 untuk para mualaf masuk Islam itu enggak 28:11 iya betul beda-beda semuanya. Dan ini 28:14 unik. Ada yang karena game online. Kalau 28:17 yang kemarin aku cerita itu enggak eee 28:20 dia eee agamanya non itu dia tertariknya 28:24 karena kerudung, karena hijab. Bahkan 28:26 ketika dia masih non 28:28 eee dia sudah pakai 28:30 hijab 28:30 hijab sampai teman-temannya loh ngapain 28:33 kamu bukan muslim pakai kerudung, pakai 28:35 ini gamis seperti itu. Macam-macam. 28:37 Bahkan ada yang masuk Islam juga karena 28:39 kokok ayam. 28:41 kokok ayam 28:42 Karena 28:43 ayam berkokok. Ayam berkokok itu 28:45 menginspirasi untuk dia terus kemudian 28:48 tergerak masuk Islam. Bayangin coba. 28:50 Ada yang lebih luar biasa lagi, yang 28:52 paling menurut saya paling unik. Ada 28:53 salah satu mualaf yang pernah 28:54 diwawancarai ketika saya berkesempatan 28:57 sekitar 2 tahun yang lalu mungkin. 28:59 Tertarik sama Islam karena dia orangnya 29:01 resahan, insecure kalau bahasa anak-anak 29:04 sekarang. Masih muda sekali, masih muda. 29:06 Tapi setiap bulan Ramadan 29:08 tidur nyenyak, tenang. Jadi tanda, dia 29:10 selalu nandain setiap bulan Ramadan 29:13 tenang. 29:14 Oh, gitu. 29:15 Masyaallah. 29:16 Itu ketika belum masuk Islam ya? 29:17 Belum masuk. Dia waktu itu Buddha. 29:18 Mmm. 29:19 Dia sudah mau jadi pendeta. Waktu dia 29:20 mau di, dijadiin, sudah mau jadi pendeta 29:22 akhirnya aku Islam. Karena setiap 29:25 Ramadan, kalau kita kan kalau Ramadan 29:26 kan 29:27 sedih. Nah, itu dia yang paling sedih 29:29 dibandingkan kita yang muslim. Jadi 29:30 kalau Ramadan mau meninggal, sudah mau 29:32 habis nih, itulah detik-detik dia akan 29:35 aku akan resah lagi, katanya gitu. 29:36 Betul-betul. 29:37 Itu masyaallah, masyaallah. 29:39 Allah itu ternyata memberikan hidayah 29:41 kepada hambanya itu caranya itu apa aja. 29:45 Betul. 29:45 Apa aja gitu, yang kadang-kadang kita 29:47 tuh enggak nyangka gitu. 29:49 He em. 29:49 Jadi kadang-kadang ya ee 29:51 ada sedikit, ini ini koreksi buat, buat 29:54 aku pribadi terutama. Merasa tahu, 29:57 merasa lebih tahu gitu terus kemudian 30:00 merasa bisa menginspirasi para mualaf 30:02 gitu kan. Padahal enggak, Allah itu 30:05 yang, yang memberikan hidayah itu hak 30:08 prerogatif Allah dan caranya itu kita 30:11 tidak sangka-sangka. 30:12 tahu. 30:13 He em. Semua sudah diatur. 30:15 Betul. 30:16 Kadang-kadang kita ngoyo gitu ya, ngajak 30:19 apa debat, diskusi katanya. Diskusi 30:21 segala macam menjelaskan sampai detail, 30:23 bahkan sejarah ini, sejarah itu, apa 30:25 perbandingan begini begitu. 30:27 Tapi ternyata hidayah yang Allah berikan 30:29 itu bukan lewat situ. 30:30 He em. 30:30 Iya. 30:31 Betul. 30:32 Game online coba. 30:33 Game online. 30:34 Tapi kan tadi diceritakan tentang 30:37 apa keraguan atau kebimbangan setelah 30:40 mengetahui bahwa 30:42 ada perbedaan 30:44 apa ya 30:46 pencitraan Tuhan di dalam Katolik 30:49 kemudian Bunda Maria yang patungnya 30:51 berbeda-beda versi-versinya kemudian nah 30:53 tapi untuk kan agama banyak iya kan 30:58 apakah memang langsung aja ke Islam 31:01 waktu itu Cimei memutuskan atau memang 31:03 ada sempat coba yang lain dulu deh yang 31:06 pelajari yang yang mungkin Hindu atau 31:09 gitu ada kemudian ya itu kita tuh pengen 31:12 tahu oke Islam nih apa yang membuat itu 31:15 kemudian jadi firm 31:17 karena setelah itu setelah kejadian 31:19 patung itu of course aku 31:22 mengeksplor agama lain selama satu 31:24 setengah tahun aku kosong itu 31:25 aku ke Hindu udah 31:27 oke 31:28 sama aku menemukan berhala 31:29 mohon maaf ya bagi aku bagi aku itu 31:32 berhala 31:33 dan aku eksplor lagi ke Buddha sama 31:35 lebih banyak lagi dia 31:37 Tuhannya ada 30 lebih 31:40 itu banyak sekali dia gitu kan dan 31:43 aku juga akhirnya ya 31:45 membandingkan lagi ke 31:48 Islam 31:50 tidak ada gambarnya 31:51 hanya tulisan aja gitu kan karena mereka 31:55 tidak bisa memastikan bahwa dulu Allah 31:57 wujudnya seperti ini atau Nabi Muhammad 31:59 wujudnya seperti ini gitu dan bagi aku 32:01 itu 32:02 iya 32:03 it makes sense gitu maksud aku dibanding 32:05 dengan 32:07 Buddha yang banyak dewanya dan lain-lain 32:09 gitu karena aku juga udah pernah nanya 32:11 ke Papa gitu kan Pak ajak aku ke vihara 32:13 dong gitu kan pengen tahu gitu kan 32:15 ibadahnya seperti apa sih gitu kan 32:18 dan 32:19 dalam satu vihara itu aku keliling 32:21 ke patung-patungnya berbeda dan setiap 32:23 patung dewa-dewa tersebut aku harus 32:25 pai-pai harus pasang hio harus ini itu 32:29 dan di situ aku udah enggak nyaman gitu 32:31 karena dewanya pun wujudnya beda-beda 32:34 ada yang 32:36 wujud binatang gitu kan ada yang dan 32:38 yang utama pun yang paling besar ya Dewi 32:40 Kwan Im gitu, kan, dengan wujud 32:42 perempuan gitu, kan. 32:44 Di situ aku bingung. Di situ pun aku 32:46 perdebatan batin juga Dewi Kwan Im 32:48 digambarkan cantik dengan rambutnya yang 32:51 sangat panjang, ya. Tapi kok biksunya 32:55 botak semua 32:56 perempuan maupun laki-laki gitu, ya. 32:59 Itu aku perdebatan gitu, kan. Apa cuma 33:01 Dewi Kwan Im yang boleh gitu. 33:03 kita baru baru ke situ. Iya, benar juga, 33:05 ya. 33:06 Iya, kan. Semua biksuninya kan botak. 33:08 Botak. 33:08 Heeh. Dewi Kwan Im 33:10 panjang, cantik, putih. 33:12 Iya, putih bersih gitu, kan. Sampai 33:14 oke. Dan di Alkitab pun ditulis saat itu 33:17 juga aku mengingat gitu ayat itu bahwa 33:20 kalau kita 33:21 enggak bisa menutup rambut kita, botakin 33:24 aja. Itu ada di Alkitab. 33:25 Oh. 33:26 Ada. Gitu. Aku lupa ayatnya apa yang 33:29 persis itu. Tapi itu ada di dalam situ. 33:31 Dan itu juga jadi bahwasanya, oh iya, 33:33 ini kenapa biksu botak gitu, kan. Tapi 33:36 kok dewanya rambutnya 33:38 kelihatan dengan berbagai apa tidak 33:40 tertutup auratnya dan lain-lain gitu, 33:42 kan. Cantik bahkan gitu, kan. 33:45 Terkenal dengan cantik, ya, gitu. Dan di 33:46 situ udah, oke, it doesn't 33:48 klop gitu. Enggak kloplah buat aku gitu. 33:50 Maksudnya enggak enggak masuk ke 33:52 logiknya aku gitu. Jadi akhirnya 33:54 again, ya, mau enggak mau the best buat 33:57 aku, ya 33:58 Masya Allah. 33:58 Islam. Alhamdulillah. 34:00 Nah, kalau dari beberapa nih Mas Eli 34:02 juga saya pernah ke wawancara mualaf 34:05 ketika mereka 34:07 dari agama terutama Nasrani dan Kristen, 34:10 ya. 34:11 Menuhankan Tuhan Yesus. Kemudian masuk 34:13 ke Islam, ada rasa resisten resisten 34:16 untuk mengagumi atau mencintai Nabi 34:19 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 34:21 Apakah itu juga berlaku untuk Jema 34:23 Elisa? 34:23 Iya. Awal-awal. Ini kita jujur-jujuran 34:26 Perfera. 34:28 Sebelum aku akhirnya klop memutuskan 34:30 masuk Islam 34:32 yang menjadi perdebatan bagi aku itu 34:33 adalah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi 34:35 Wasallam gitu. Karena aku belum 34:37 mengetahui background beliau, belum 34:39 mempelajari beliau, belum memiliki rasa 34:41 cinta untuk beliau gitu ya. 34:45 Eee bagi aku Nabi Muhammad 34:47 itu saat itu 34:49 mohon maaf ya 34:51 pedofil. 34:51 He 34:52 Karena diajarinnya pun seperti itu. 34:54 Gitu. 34:55 Jadi orang eee di gereja itu baiknya 34:58 memberi stigma bahwa dia itu seorang 35:00 pedofilia. 35:00 He 35:01 Dan seorang yang tukang nikah lagi. 35:03 He 35:03 Gitu. 35:04 Tanpa mengetahui back story-nya dia 35:06 seperti apa. 35:07 He 35:07 Jadi eee 35:09 tapi ya itu rasa cinta itu kan tumbuh 35:12 muncul. Gitu akhirnya mempelajari 35:15 beliau, mengetahui back story-nya 35:17 beliau, kisahnya saat masih kecil sampai 35:20 dia apa eee menjadi seorang nabi itu 35:23 bagaimana gitu kan. 35:25 Setiap ayat yang turun pada dirinya 35:27 bagaimana dia mencoba untuk eee apa 35:30 membuat umatnya percaya. Gimana sih gitu 35:33 rasanya memiliki sembilan istri tapi 35:36 saat ayat itu turun cuman boleh empat 35:38 untuk yang orang-orang itu kan berarti 35:39 kan beliau pun pasti kan ada merasa 35:42 wah gimana ya ngajarinnya gitu kan. Tapi 35:44 ya beliau 35:46 beliau orang yang hebat. 35:47 Masya Allah 35:48 Gitu baru aku aku pun dari yang bisa 35:51 dibilang anti dengan yang namanya 35:53 poligami gitu. 35:55 Sekarang menerima bahwa di Islam itu 35:58 memang ada yang namanya poligami itu dan 36:00 itu diperbolehkan. 36:02 He 36:03 He 36:03 Kenapa ini saya tanyakan karena memang 36:05 eee untuk para ikhwan dan akhwat ketika 36:07 kita berinteraksi baik itu secara sosial 36:11 maupun offline ternyata fitnah yang 36:13 paling besar dilancarkan oleh para 36:15 musuh-musuh Allah adalah tentang 36:18 kesayangan kita yaitu Nabi Muhammad 36:19 Shallallahu Alaihi Wasallam. Tentang 36:21 beliau yang difitnah sebagai eee apa itu 36:24 tadi main perempuan, kemudian suka 36:26 kepada anak kecil. Nah kita perlu 36:27 sebagai seorang muslim mempelajari lebih 36:30 dalam lagi sehingga nanti ketika fitnah 36:32 itu hadir di dalam aktivitas sosial 36:35 kita, kita bisa menjawabnya. Latar 36:37 belakang beliau apa melakukan atau 36:40 menikahi Ummu Aisyah. 36:42 Usia yang sebenar-benarnya Ummu Aisyah 36:44 itu harusnya kita paham gitu. Jadi 36:46 enggak yang kita terima atau yang di apa 36:49 iya ya, apa iya jadi itu yang harusnya 36:52 benteng yang harus dimiliki oleh para 36:54 Islam yang dikaruniai keislaman sejak 36:56 lahir yang harus kita lebih 36:59 awareness-nya lebih tinggi. Bukan begitu 37:01 Mas Ali. Jadi kita yang paling prihatin 37:04 iqra atau ke iqra atau keinginan kita 37:06 untuk belajar para muslim-muslimah ini 37:08 yang sejak lahir itu masih perlu 37:10 dimotivasi. 37:12 Setuju enggak? 37:13 Setuju banget. Jadi 37:15 gini Kak Olin apa 37:17 eee kalau yang yang pengalaman yang aku 37:20 aku dapatin ya 37:21 He em. 37:22 berinteraksi dengan para mualaf dan 37:24 ketika 37:25 eee aku diamanahin satu mata pelajaran 37:29 yang lumayan istilahnya berat juga kalau 37:32 di program santri mualaf itu ada materi 37:35 tentang sirah. 37:37 Sirah, sirah nabawi ya? 37:38 iya iya. 37:39 Sirah tentang bagaimana Rasulullah 37:42 eee 37:43 itu memang agak sulit 37:46 menjelaskan karena apa? Mereka sudah 37:48 punya pemahaman jadi beda santri biasa, 37:52 santri maksudnya santri-santri anak-anak 37:54 kecil gitu ya terus kemudian dengan 37:57 santri mualaf itu 37:58 Beda beda 37:58 ibaratnya cangkir kalau para mualaf itu 38:01 itu sudah ada isinya 38:03 isinya betul 38:03 kalau diisi lagi tumpah dong 38:06 nah kalau anak kecil kan dia kosong 38:08 Kosong 38:09 diisi diisi penuh maksudnya adik dia 38:12 bertahan di situ mengendap bertahan 38:15 kemudian seperti kalau para mualaf itu 38:17 sudah ada isinya 38:18 Betul 38:19 dan ternyata ya itu tadi yang Kak Olin 38:21 ceritakan yang tanyakan ke apa Kak Mel 38:25 bahwa gimana pandangan 38:28 orang-orang non terhadap Rasulullah itu 38:30 buruk banget. Betul. 38:31 Kak Mel tadi bilang pedofil gitu kan, 38:34 terus kemudian gemar menikah gitu kan, 38:36 terus 38:37 gemar berperang gitu ya. Terus habis itu 38:40 disebut nabi palsu gitu kan, terus habis 38:43 itu 38:44 ini kata-kata teman-teman mualaf yang di 38:47 di ini 38:49 Ustazah kenapa mukjizatnya Nabi Muhammad 38:51 enggak keren? Kok cuman buku doang? 38:54 Cuman buku doang gitu katanya. 38:57 Nah terus maksudnya kenapa enggak keren? 38:59 Iya Ustazah kan kalau Nabi Musa kan 39:01 membelah laut. Kalau 39:03 misalnya Nabi Daud itu sampai bisa 39:05 memilih-milih 39:07 gitu Nabi Sulaiman bicara dengan semut 39:09 Ustazah gitu. Nabi Muhammad kok cuman 39:11 buku doang gitu, enggak keren gitu. Nah 39:14 seperti itu gitu. Terus habis itu bahkan 39:18 sampai Alquran dikatakan itu karangan 39:20 Nabi Muhammad gitu kan, terus kemudian 39:22 ini yang paling parah Nabi Muhammad 39:25 disamakan dengan anti antikristus benar 39:27 enggak? Iya. Nah Nabi Muhammad dituduh 39:30 antikristus yang berambisi menggantikan 39:33 posisi Yesus. 39:35 Jadi banyak banyak banyak jadi akhirnya 39:39 satu persatu ini terus kemudian kalau di 39:42 apa di di programnya Irena Center itu 39:45 kita kupas satu satu. 39:48 Jadi sejarah kalau kita sampaikan ke 39:49 anak-anak itu mulai dari 39:51 tanda-tanda kelahiran nabi gitu ya. 39:54 Terus kemudian lahirnya Nabi Muhammad 39:56 terus Abraham bla bla bla bla gitu ya. 39:58 Kalau kita enggak 40:00 dari belakang dulu kita bahas. Fitnahnya 40:01 apa? Cocok cocok cocok cocok cocok. 40:03 Dibedah satu satu. 40:05 Bahwa Nabi Muhammad itu enggak enggak 40:07 ada urusan sama antikristus gitu. Kita 40:10 kita bahas bahwa Nabi Muhammad itu 40:12 memang manusia 40:13 gitu. Bukan seperti nabi yang lain 40:16 maksudnya nabi sebelumnya kemudian bisa 40:18 digeser menjadi 40:20 dituhankan gitu kan, nah nabi Muhammad 40:22 enggak bisa. 40:23 Jelas. 40:24 Apa namanya bagaimana sirah, bagaimana 40:27 riwayat tentang nabi Muhammad mulai dari 40:29 sebelum kelahiran sampai meninggalnya 40:31 beliau detail, sahabatnya siapa aja, 40:34 detail ucapan Rasulullah itu apa aja, 40:38 lengkap banget. Lengkap banget, nah itu 40:41 tuh 40:42 kita jelaskan dan dan dan insyaallah 40:45 semoga para mualaf yang mendapatkan 40:48 pelajaran sirah seperti itu. 40:51 Akhirnya paham dan terhapus 40:53 fitnah-fitnah 40:55 Islamophobia itu tadi. 40:58 Dan yang yang luar biasa Kak Olin 41:00 ternyata Islamophobia itu bukan bukan 41:02 semenjak 911, memang agenda yang 41:08 sejak awal munculnya perang salib itulah 41:11 titik Islamophobia. 41:13 Didanai yang besar, di endorse oleh 41:17 public public speaker yang luar biasa, 41:19 public public figure yang punya platform 41:21 yang besar, 41:23 jadi memang 41:24 kita juga harus aktif 41:26 dan luar biasa tadi kita sudah apa 41:29 dicerahkan bahwa buat mungkin para orang 41:32 tua anak-anaknya yang suka main game mau 41:36 jadi apa sih gitu kan, tapi ternyata Ci 41:38 Melisa mendapatkan hidayah lewat game 41:40 online. 41:41 Iya betul betul, 41:43 jadi mungkin 41:46 sedikit apa ya kalau boleh untuk 41:49 kita 41:50 anak-anak itu, anak-anak kita itu kan 41:53 harus tahu sirah, harus kenal nabi 41:56 Muhammad itu seperti apa. Ketika dia 41:58 berinteraksi dengan teman-temannya 42:00 mungkin yang non gitu, mungkin dia bisa 42:04 jadi seperti apa ya temannya Kak Melly 42:06 ini tadi ketika di dunia online 42:09 bisa menjawab 42:11 coba 42:11 sudah jadi suamiku sekarang 42:13 Oh masyaallah Kak Olin 42:15 bilang? 42:15 Enggak diceritain ternyata itu. Udah 42:17 ketemu lama banget sekali, kan. Lama, 42:19 ya. 42:19 Udah ketemu enggak? 42:22 Ini sih tunangan ini yang sudah 42:23 bertunangan. 42:24 Iya, iya. Qadarullah pas aku ketemu dia 42:27 2 tahun 42:28 Oke, ini coba diceritakan lagi kemudian. 42:30 Kita flashback. Kita flashback lagi. 42:32 Kemudian kita mundur lagi. Kenapa ini 42:33 akhirnya ketika Koh Hanny yang bilang 42:36 bahwa 42:37 untuk 42:38 apa, lebih baik 42:40 menikah. 42:40 Iya. 42:42 Nah, ini tuh 42:43 ini awal lanjutannya bisa ke situ. 42:45 Karena ceritanya udah di udah punya 42:46 tunangan, kan. 42:47 Iya, jadi saat itu kan aku memang enggak 42:50 berniat ya sama dia gitu. Cuman ya saat 42:53 itu 42:54 eh 42:55 bisa dibilang tuh 42:57 eh yang daftar saat itu untuk taaruf 43:00 sama aku 43:01 banyak. 43:03 Gitu. Dan saat itu aku sempat sampai 43:05 didatangin sama satu orang di Darut 43:08 Tauhid. Dia meminta aku menjadi istri 43:10 keduanya. 43:11 Istrinya datang, gitu loh. 43:16 Hebat gitu. Dia datang gitu dengan 43:18 kondisi dia sedang hamil besar juga 43:20 gitu. Cuman bukannya saat itu aku 43:24 anti gitu ya. Bukannya aku anti poligami 43:27 dan lain-lain. Cuman maksud aku saat itu 43:29 aku berpikir masih banyak 43:30 kandidat-kandidat lain yang 43:33 menginginkan aku dan jadi istri 43:37 pertama pula gitu, kan. 43:39 Dan akhirnya saat aku lihat-lihat list 43:41 gitu, kan. 43:43 Ada dia. Aku kaget gitu. 43:46 Dia bisa radarnya gitu. 43:50 Dia memang hubungin Koh Hanny saat itu. 43:53 He eh, dia menghubungi Koh Hanny. Dia 43:54 bilang katanya dia kenal sama aku gitu, 43:56 kan. Apa segala. Dan Koh Hanny bilang 43:59 katanya ini ada satu orang ngakunya 44:00 kenal sama lu. Dia bilang gitu, kan. 44:06 Iya 44:06 dan aku menghilang sih setelah setelah 44:09 aku nikah aku menghilang waktu itu 44:11 karena pengen ngilangin viralnya itu 44:13 saat itu. 44:15 Jadi, eee apa udah 44:18 aku kaget ada dia gitu dan aku pikir 44:20 dibanding aku menikah pula dengan orang 44:22 yang aku enggak kenal gitu kan dan 44:25 saat itu juga aku udah kenal sama dia 44:27 gitu dan aku juga sempat nanya sih 44:29 kenapa kenapa gitu kan cuman ya dia 44:32 bilang kata "Ya, banyak hal lah 44:33 kejadian." dia bilang gitu. Intinya dia 44:36 tidak jadi menikah saat itu. 44:37 pertunangannya batal? 44:39 Heeh, bukan jodohnya lah gitu maksudnya 44:42 dia saat itu. 44:44 Dan apa akhirnya ya aku 44:47 memilih dia daripada aku belum kenal 44:49 belum tahu siapa gitu kan ya. 44:52 Jodohnya sebelum janur melengkung 44:55 masih bisa berubah. 44:57 Kan lewat online 44:59 akhirnya udah gitu 45:00 luar biasanya ya Allah ya memang 45:02 sebaik-baiknya perencana. 2 tahun 45:04 menghilang dan dulu sempat ketemu. Heeh, 45:06 enggak ada hubungan maksudnya hubungan 45:07 sama 45:08 Enggak, karena aku mencari apa aku stop 45:11 game online juga saat itu. 2 tahun itu 45:13 saat aku awal mulai kuliah dan aku 45:15 mempelajari Islam aku enggak nge-game. 45:19 Tapi sekarang di rumah saya kebayang itu 45:20 ada kanan kiri nelayan bikin toko-boka 45:23 terus ini 45:24 semuanya 45:24 Betul sekali. 45:26 Masih main game online sampai saat ini? 45:28 Sama suami karena kita memiliki memiliki 45:30 hobi yang sama. Heeh. 45:32 Jadi sport game juga kan jangan-jangan 45:34 juga. Jadi kita sebenarnya aku dia dan 45:38 dia gitu. Dia lagi pengen mengilangi 45:40 stigma bahwa 45:42 eee game online itu 45:44 banyak mudaratnya gitu. Memang benar 45:46 gitu tapi dengan 45:48 banyaknya zaman sekarang perkembangan 45:50 zaman enggak mungkin anak eee seumur 13 45:54 tahun 14 tahun enggak sentuh game itu 45:56 enggak mungkin gitu. Maksudnya daripada 45:58 dan dia tak 46:00 kita tuh takut aku tuh gini, eee, aku 46:02 tuh memiliki iseng. 46:05 Gitu, aku orangnya iseng. Jadi, aku 46:07 masih suka kepo dengan gereja-gereja aku 46:10 yang dulu, gitu. Jadi, aku suka 46:12 ngintipin gitu kan gereja Katolik 46:14 misalkan di Rawamangun yang besar apa 46:15 gitu yang aku pernah ik pernah ke sana 46:18 gitu maksudnya. Aku masih suka kepo 46:20 gitu. 46:20 Lewat apa? 46:21 Instagram. 46:22 Oh, Instagram. 46:23 Mereka kan memiliki Instagram. 46:25 Mereka itu sudah mempunyai program 46:29 eee, main game online bareng. 46:31 Mabar. 46:32 Heeh, mabar. 46:33 Anak sekarang bilangnya. 46:34 Pertandingan mabar 5 vs 5, hadiahnya 5 46:37 juta. 46:39 Dan semua agama boleh ikut. 46:42 Ya kan, kita mayoritas orang muslim loh 46:45 di Indonesia. Bagi anak seumur 17 tahun, 46:48 dia dia ada batasnya 15 sampai ke 46:51 ataslah gitu, 15 ke atas. Bagi mereka 46:54 dapat 1 juta 1 orang, itu udah gede 46:56 banget buat duit jajan. 46:57 Betul. 46:58 Ya kan, 46:59 jadi mereka narikin 47:01 caranya begitu sekarang. Dengan 47:03 perkembangan zaman nih, mereka narikin 47:06 anak 47:06 di masjid enggak boleh loh, di gereja 47:09 boleh, ayo dong gitu kan. Jadi, di 47:10 gereja 47:11 mabarnya. 47:13 Mereka sediain aula di gereja dan mereka 47:15 mabar di situ. 47:16 Oke. 47:17 Hadiahnya 5 juta, semua boleh ikut. 47:19 Terbuka untuk semua, 47:20 umum itu. 47:21 Umum. 47:22 Mmm, itu PR itu kan. 47:24 Itu PR, itu PR memang kita harus 47:26 Artinya mereka ngambil ngambil apa ya 47:28 cara dakwah atau uslub dakwah 47:30 Iya, itu heeh, caranya begitu. 47:32 seperti itu. Nah, kita itu enggak 47:34 kepikir gitu. Bahkan memusuhi 47:37 secara 47:39 Heeh. 47:39 total gitu. Pokoknya kalau misalnya game 47:41 online udah haram aja. 47:42 Iya, heeh kan. 47:43 Karena enggak ada enggak boleh nih 47:45 pokoknya. 47:46 Iya. 47:47 Walaupun sebenarnya eee, kalau di secara 47:49 internasional global itu eee, iya enggak 47:53 juga sih. Karena di Instagram tuh ada 47:55 kayak si Absorbi atau si Hamzah yang 47:57 bikin game online khusus untuk membela 48:00 Palestina karena ada dia jadi dia 48:02 benar-benar TikTokers yang memang 48:03 terkenal banget jadi dia bikin eh apa 48:07 game platform sendiri kemudian anak-anak 48:10 kecil yang ikut semua main sambil dia 48:12 dakwah tentang pertama kali Palestina 48:16 kedatangan tamu-tamu dari Islam itu 48:18 ditembak-tembak kayak Mobile Legends 48:19 gitu cuman versi versi Palestina 48:22 Zion gitu yang memang harusnya 48:24 di Indonesia karena sudah terjadi 48:25 seperti itu kita juga harus ada 48:27 Hamzah-Hamzah yang lain seperti yang ada 48:28 di Amerika 48:30 perubahan apa namanya media perubahan 48:33 zaman seperti itu itu kan memang kita 48:35 enggak bisa enggak bisa nahan ya 48:36 Betul 48:36 mengubah stigmanya itu susah gitu karena 48:40 sekarang saja aku kalau sering ikut-ikut 48:42 kajian parenting kajian parenting gitu 48:45 rata-rata semua bilang wah enggak boleh 48:47 game online enggak boleh K-Pop 48:50 iya kan ikutin K-Pop idol gitu sedangkan 48:52 anak-anak zaman sekarang itu enggak 48:54 mungkin untuk tidak mengikuti dan 48:56 tereksploit itu gitu 48:58 Justru kalau kalau yang menurut kami sih 49:01 harusnya didampingi ya anak-anak 49:03 didampingi terus kemudian dijelaskan 49:05 Iya 49:05 ini begini kalau kita orang Islam kita 49:08 begini mungkin seperti itu jadi ada 49:10 kajian parenting harus 49:11 pesan-pesannya harus sampai 49:12 sudah mulai apa ya 49:14 Al Imar harus bikin kajian parenting 49:16 tandingan loh betul kan di di 49:19 pakar saya oleh 49:20 Irane Center kita bikin yang memang 49:23 yang sesuai dengan 49:25 sesuai dengan zaman bukan kita tidak 49:26 membilang bahwa para 49:29 apa ahli-ahli 49:30 apa yang anak-anak sekarang ini di luar 49:33 kita tidak mengikuti zaman tapi ini ada 49:35 insight baru gitu dari ayo Mbak 49:38 ayo 49:38 mungkin 49:39 nanti kita tunggu ya 49:41 Ikhwan dan Akhwat baik saya akan ambil 49:43 jeda sebentar kami undang Ikhwan dan 49:45 Akhwat untuk eh mau ngobrol langsung 49:48 sama kita tapi enggak bisa kayaknya 49:49 langsung ya only karena kita 49:51 kalau yang langsung ini telepon belum 49:54 bisa menerima jadi silahkan kirim 49:56 pertanyaan lewat WhatsApp. Nomornya 49:58 tidak berubah masih sama 08111999720. 50:06 Insya Allah Ci Melisa dan Kak Sali insya 50:09 Allah akan menjawabnya tapi setelah jeda 50:11 nasyid berikut ini. 51:06 Radio silaturahim juga Rasya TV Ikhwan 51:08 dan Akhwat kami saat ini live di radio 51:11 bersama Ci Melisa Untoro juga dari Irena 51:15 Center Mbak Sali. Kita masih bincang 51:18 mualaf dan yang masih mau bertanya kami 51:23 tunggu. 51:24 Ibu kemana aja nanyain siapa yang 51:26 narasumbernya menarik sekali namanya Ci 51:28 Melisa dan Mbak Sali silahkan kalau ada 51:30 pertanyaan ya. Ini saya boleh langsung 51:33 ke ini ya. Pertanyaan ya Mbak Sali dan 51:37 Ci Melisa. 51:39 Ini dari Bapak Ramli Tangerang. 51:41 Assalamualaikum warahmatullahi 51:42 wabarakatuh. Waalaikumsalam 51:44 warahmatullahi wabarakatuh. 51:45 Waalaikumsalam. 51:46 Mohon penjelasan dong, apakah arti 51:49 istilah mabar? Itu main game bareng Pak 51:51 yang di coding di gereja. 51:53 Teknisnya itu bagaimana sehingga saya 51:54 bisa berhati-hati? 51:57 Jadi yang saya perhatiin dari mereka, 51:59 mereka menyediakan aula, mereka 52:01 menyediakan konsumsi. 52:03 Jadi 52:04 permainan game online 5 vs 5 itu 52:07 Heeh. 52:07 bukannya suatu hal yang cepat. Jadi dia 52:10 pasti waktunya bisa berjam-jam. 52:13 Nah, di situ saat eh sudah selesai 52:15 permainan 52:17 saat mereka lagi menunggu penilaian dan 52:19 menunggu hasil pemenang itu mereka 52:22 dikasih konsumsi 52:23 makanan. 52:25 Jadi mereka makan, bayangin kalau orang 52:27 muslim masuk ke situ lagi makan 52:28 disetelin lagu gereja. 52:30 Heeh. 52:30 Iya, tanpa sadar ya. 52:32 Tanpa sadar itu terdoktrin. 52:34 Musik itu adalah alat yang paling mereka 52:37 gunakan untuk brainwash. 52:39 Jadi mereka lagi makan, nungguin 52:42 terdengar musik-musik seperti itu, ya 52:44 kan? Dan akhirnya 52:46 rasa nyaman pun itu akan keluar. 52:49 Bagaimana mereka tidak nyaman diberikan 52:51 konsumsi, ya kan? 52:53 Kalau menang dapat gratis 52:55 ya kan? Eh maksudnya kalaupun apa eh 52:58 mereka kalah tidak dapat makan gratis 53:01 gitu. 53:02 Kalau menang dapat uang. 53:03 1 juta seorang. 53:05 Ya kan karena 5 vs 5 kalau menang 53:07 berlima 5 juta bagi 5 jadi 1 juta per 53:10 orang. 53:11 Untuk anak seumur 15 tahun ke atas 1 53:14 juta. 53:15 Satu harian mereka main game dapat 1 53:18 juta kemungkinannya. 53:19 Betul. 53:20 Itu nothing to lose. 53:21 Betul. 53:21 Heeh. 53:22 Itu di di promosikannya di IG. 53:24 Oh, di IG. 53:25 Heeh. 53:26 Kupikir di platform misalnya kita lagi 53:28 main game tiba-tiba ada iklan pop up 53:30 gitu. Ada kayak begitu enggak sih kalau 53:31 Enggak belum ada. Kalau aku perhatiin 53:33 sama aku masih main game sekarang belum 53:36 ada. Yang pop up khusus gereja. 53:38 Rata-rata malahan mohon maaf judi 53:41 online. 53:41 Heeh. 53:42 Heeh, di situ. 53:44 Sebenarnya Kak Olin, kalau misalnya ya, 53:48 ini kan akhirnya ya terbuka ya, ada 53:51 fakta-fakta seperti ini gitu kan. 53:53 Eee, ada apa ya? 53:56 Cara menarik, cara memikat generasi 54:00 eee, muda muslim gitu kan untuk kepada 54:02 akidah yang lain dengan cara-cara yang 54:04 seperti ini yang yang kita itu miss gitu 54:06 loh, enggak kepikir sampai sini. 54:08 Padahal ini juga baru tahu nih saya. 54:09 Betul. Nah, padahal kalau misalnya kita 54:12 nih umat Islam ini, para pendakwah ini 54:14 berjamaah 54:16 gitu kan, berjamaah bersama-sama. 54:17 Sebenarnya nilai 1 juta, 5 juta itu 54:20 kecil loh. 54:21 Kecil. 54:21 Kecil sebenarnya. 54:22 Kecil sekali. 54:23 Tapi kalau kita misalnya me me membuat 54:27 eee, proyek dakwah ini secara berjamaah 54:29 gitu karena 54:30 kembali lagi, memang eranya itu seperti 54:33 itu, eranya online seperti itu yang yang 54:35 kita enggak bisa 54:37 parenting kemudian diisi game online, 54:39 harga mati enggak boleh gitu kan, enggak 54:41 bisa. 54:41 Enggak bisa. 54:42 Enggak bisa. 54:43 Mereka lari nanti. 54:44 Betul, yang harus kita masuk pelan-pelan 54:46 ke situ. Terus kemudian juga kita harus 54:48 cerdas gitu loh, gimana membawakan kisah 54:51 para sahabat Rasulullah itu dengan cara 54:52 yang menarik, dengan cara yang heroiknya 54:55 itu 54:56 kelihatan gitu loh. Kayak misalnya eee, 54:59 sahabat Khalid bin Walid gitu kan, 55:01 betapa hebatnya gitu kan. 55:03 Sampai ketika mau berperang dengan 55:05 Persia gitu kan, Persia ini ketakutan 55:07 terus kemudian kontak ke Kaisar Cina 55:10 minta bantuan gitu kan, Kaisar Cina 55:12 cuman bilang gini 55:13 "Aku enggak bisa melawan sebuah kaum 55:16 yang ketika dia berharap sebu bisa apa, 55:19 mengu eee 55:21 berharap memindahkan gunung maka gunung 55:24 itu berpindah." 55:25 Itu pengen coba. 55:27 Itu sebuah kaum. 55:28 Bangsa apa Khalid itu orang? 55:30 Indonesia mendahului namanya. 55:31 Di Cina itu 55:33 sudah sudah terkenal secara umum bahwa 55:35 orang-orang ini bisa mindahin gunung 55:37 gitu, hebat banget. 55:39 Gunungnya enggak mau dipindahin. 55:41 Itu. 55:41 Gunung lucu. 55:43 Kalau misalnya di apa ya, itu kan 55:46 sosok-sosok yang real, yang ada, 55:49 faktanya ada dan kita bisa trace dalam 55:51 sejarah gitu kan, ada beneran 55:54 manusianya, bukan yang yang khayal 55:56 seperti Superman, Batman, apa segala 55:58 men, apa itu, itu kan khayal. 56:00 Sudah waktunya kita 56:02 kedepankan 56:04 para sahabat-sahabat yang memang gagah 56:06 berani secara real, secara siroh dan itu 56:09 harusnya mengalahkan pahlawan-pahlawan 56:12 yang imajiner. 56:14 Bener, itu sudah ada loh, Mbak. 56:16 Jadi, 56:17 aku pernah lagi jalan di mall. 56:20 Aku lihat satu area, mereka sewa gitu. 56:23 Jadi, mereka bikin 56:25 4D Max. 56:27 4D Max. 56:27 Heeh, cerita kisah nabi, 56:30 sahabat-sahabat nabi. Jadi, anak-anak 56:32 bisa dengan apa? 56:33 Oh, iya, iya, iya, tayangan ya. 56:35 4D bukan tayangan 4D, dia pakai alat 56:38 gaming, apa yang apa ya, lupa deh. Jadi, 56:42 dia seakan-akan dia ada di dalam dunia 56:44 nabi gitu saat itu dibikinnya. Dan itu 56:48 sekali apa, anak-anak sana dan bahkan 56:52 banyak banget yang seumuran kita nyobain 56:54 gitu ya, 56:55 virtual ya, virtual gitu dia pakai duduk 56:57 di kursi, kursinya nanti goyang-goyang 56:59 gitu-gitu, tapi kita ada di dunia sana 57:01 gitu. Setelah selesai nonton kisah nabi 57:05 pada nangis semua. 57:06 Di tempat di situ juga. 57:08 Ya, harusnya kayak gini-gini 57:09 diperbanyak. 57:10 Heeh, kita tuh harusnya harusnya 57:12 diperbanyak, benar. 57:15 Benar, benar. 57:15 Eee, apa namanya, dia tuh di 57:18 apa, di media mengangkat, kemudian 57:20 secara secara biaya juga anak-anak 57:23 terjangkau sehingga semua bisa merasakan 57:26 dan bisa memanfaatkan. 57:27 pendengar Hasil harusnya bisa nih. 57:29 Insya Allah. 57:29 Insya Allah. 57:30 Iya kan, harusnya bisa. 57:31 Moga-moga ya, jadi perdana nih. gitu. 57:38 Baik, saya ke Ibu Darma. Ci Melisa, 57:40 masya Allah. Tahun kita ini kayaknya 57:42 tahun 2015 57:44 itu saya pas hadir deh di Azikra. 57:47 Namanya Ibu Darma. Mungkin beliau 57:50 2016 itu, mungkin yang lain. Banyak 57:52 soalnya di Azikra itu. Tapi masya Allah 57:55 ya. 57:56 Bagaimana kabar keluarga terutama mama 57:58 dan ayah dari Ibu Melisa? 58:01 Nah, 58:03 alhamdulillah kabarnya baik ya, Bu ya. 58:05 Tapi ya qadarullah masih belum bisa 58:08 menerima sampai sekarang. Begitu. 58:11 Apakah 58:13 masih terjalin komunikasi, sering 58:16 bersaling berkunjung? 58:17 Enggak. 58:18 Oh, enggak. 58:19 Heeh, karena dari 58:21 pihak orang tua aku sudah keras banget 58:23 sampai bukannya kita enggak mau ketemu 58:27 ya, cuman kalau kita melihat dari 58:31 mereka saja masih keras begitu kan, 58:33 masih sangat menolak. Daripada nanti 58:37 kita datang dengan kondisi aku sudah 58:38 berhijab syar'i begitu kan, 58:40 nangis-nangis dan lain-lain begitu. Buat 58:43 apa begitu kan, maksud aku. 58:45 Terakhir ketemu berarti ketika di Azikra 58:47 atau? Itu saja? 58:48 Iya. 58:49 Terakhir ketemu papa di Azikra sama 58:51 mama, di Azikra. 58:53 Begitu. Dan melihat aku berhijab syar'i 58:55 di Azikra saja mama sudah nangis. 58:57 Nangis senangis-nangisnya begitu. 58:59 Kamu tadi dua bersaudara ya kalau enggak 59:01 salah? 59:01 Heeh, aku dua bersaudara. 59:03 Aku yang paling kecil dan aku memang 59:06 yang paling dekat sama mama. Jadi 59:08 kebayang kekecewaannya dia saat itu. 59:11 Betul-betul. Jadi 59:13 tidak ada kontak sama sekali? 59:14 Kontak masih. Aku suka ngabarin begitu 59:17 kan, saat itu pas aku sudah punya anak 59:18 aku ngabarin. Terus kadang juga aku 59:21 masih suka kontak diam-diam begitu. 59:23 Di-reply dengan bahasa yang sangat wah, 59:26 luar biasa. 59:28 Setidaknya pasti kecewa. 59:31 Kecewa. 59:32 Tahu bahwa orang tua masih ada, sehat. 59:35 Tapi alhamdulillah teman-teman aku yang 59:37 eh ada beberapa teman aku yang accept 59:40 bahwa aku tuh sudah masuk Islam gitu. 59:42 Masih suka bilang, "Eh, Mel ada apa? Ada 59:45 orang tua lu nih di sini gitu." 59:48 Laporan. 59:48 Lagi eh pada suka laporan gitu. Karena 59:51 mereka kan memang tinggalnya di kawasan 59:52 Pluit gitu kan. Jadi mungkin mall-mall 59:55 di situ juga kalau suka ngelihat gitu. 59:56 Rekan-rekan yang bekas mantan kepemudaan 59:58 gitu ya Mbak tadi. 59:59 Iya, ada juga yang teman kuliah gitu 1:00:01 yang masih tinggal di Pluit gitu kan. 1:00:03 Dia di bidang pariwisata dia bilang, 1:00:05 "Emak, bapak lu mau jalan-jalan nih lagi 1:00:07 di tempat gue gitu." Terus aku bilang, 1:00:09 "Oh iya-iya alhamdulillah." 1:00:11 Paling aku balas gitu. "Servis terbaik 1:00:13 ya orang tua gue tuh." Gue bilang gitu. 1:00:16 Hal-hal seperti itu lah gitu ya. 1:00:18 Alhamdulillah. 1:00:19 Iya ditanggapi secara casual di video. 1:00:22 Oke. Mbak Syeli, untuk Irene Center kan 1:00:25 ada program online ya kita mau 1:00:26 diceritain sedikit tentang santri 1:00:28 mualaf. 1:00:29 Iya iya 1:00:30 itu. Jadi alhamdulillah eh Irene Center 1:00:33 eh lembaga yang membina para mualaf ya. 1:00:38 Eh kalau alhamdulillah kemarin itu eh 1:00:41 Kak Meli itu langsung di rescue dengan 1:00:44 apa namanya? Dengan teman-teman dari 1:00:46 Mualaf Center ya. Terus kemudian 1:00:48 diberikan pendidikan yang terbaik eh 1:00:49 yang ada di eh Darut Tauhid gitu kan. 1:00:53 Dan memang kalau Lin para mualaf ini 1:00:56 setelah syahadat itu memang butuh banget 1:01:00 dibina itu butuh banget dan 1:01:02 enggak bisa dilepas. Kasihan kalau 1:01:04 dilepas kasihan karena 1:01:06 eh mohon maaf mohon maaf banget kalau 1:01:08 sekedar ikut eh pengajian-pengajian 1:01:11 taklim yang ada di masjid itu kurang. 1:01:15 Makanya Kak Kak Meli itu untuk supaya 1:01:17 dia apa? 1:01:19 Kuat. 1:01:19 Kuat menerima Islam digoncang kayak apa 1:01:22 insya Allah. 1:01:23 Nah. 1:01:23 Itu tuh memang harus-harus pemahaman dan 1:01:26 apa pendidikan Islam yang diterimanya 1:01:29 itu memang harus lebih luas lagi. 1:01:31 Makanya di Irene Center program 1:01:34 pembinaan mualaf itu yang mulai dari 1:01:36 masalah akidah, syariat itu apa gitu 1:01:39 kan, hadis Arbain 40 itu kita sampaikan 1:01:43 gitu kan, terus kemudian ibadah fikihnya 1:01:45 seperti apa, kemudian hafalan-hafalan 1:01:48 doa, sirah terutama. Terus kemudian ini 1:01:50 yang penting. Saksiah atau 1:01:53 kepribadian Islam. 1:01:56 Kan sekarang ini orang Islam tapi 1:01:58 kepribadiannya kadang-kadang bukan 1:02:00 Islam. 1:02:01 Agak oleng. 1:02:02 Keberatan-beratan kadang-kadang. Iya, 1:02:05 gitu kan, terus kadang-kadang ke 1:02:07 Korea-koreaan atau gimana gitu, tapi 1:02:10 kadang-kadang juga enggak punya 1:02:11 kepribadian. 1:02:12 Iya, betul. 1:02:13 Saking ke kanan ke kiri, ke kanan ke 1:02:14 kiri. 1:02:15 Betul-betul-betul. Gitu nah, itu nanti 1:02:17 di akan diajarkan di apa namanya di 1:02:20 Irene Center selama 3 bulan, insya 1:02:22 Allah. Dan harapan 1:02:23 mualafnya? 1:02:24 Ada yang untuk mualaf khusus. 1:02:26 Mualaf perempuan ya, Mel? 1:02:27 Ah, itu yang mualafah. 1:02:29 Itu harapannya ya 1:02:30 mualaf itu kayak Kak Melly gitu, firm 1:02:33 gitu loh, sudah enggak meleng-meleng 1:02:35 lagi atau kemudian kerudungnya 1:02:37 Walaupun kelihatannya casual tapi firm. 1:02:40 Kan ketika nyantri apa ya, ketika awal 1:02:43 jadi mualaf kerudungnya panjang tapi 1:02:45 seiring 1:02:47 jalan kerudungnya naik-naik. 1:02:49 Hilang. 1:02:50 Habis itu hilang. 1:02:52 Jipon. 1:02:53 Sekarang anak-anak sekarang itu kan 1:02:54 nulisnya gitu. 1:02:55 Apa jipon? 1:02:55 Jilbab poni. 1:02:56 Oh. 1:02:56 Oh, gitu. 1:02:58 kalau misalnya lebih membelalakkan mata 1:03:00 lagi, saat ini ada fenomena anak-anak 1:03:03 SMP, SMA, pokoknya teen gitu, mereka 1:03:05 pakai jilbab tapi poninya harus 1:03:07 kelihatan. 1:03:09 Oh, jipon namanya. 1:03:10 Itu juga tahu dari si Kakak. 1:03:12 Karena itu kalau punya jipon, jadi 1:03:15 mereka bahkan bikin komunitas, luar 1:03:16 biasa kan? Ada komunitas jipon namanya, 1:03:19 jadi kalau misalnya lo enggak jiponan 1:03:21 enggak masuk ke kita. 1:03:22 Nah, jadi 1:03:23 Eksistensinya ditegasin dengan cara 1:03:26 bikin komunitas. 1:03:27 Nanti dipanggil sama sekolah, disuruh 1:03:30 biasanya malah di di di sekolah-sekolah 1:03:32 Islam. 1:03:33 Yang begini karena kan mereka 1:03:34 mengkhususkan para putri yang siswa 1:03:37 putrinya memakai jilbab, kemudian 1:03:39 dimodifikasi. Sehingga sudah begitu 1:03:41 kadang-kadang mereka di 1:03:43 pokoknya bagian yang paling depannya itu 1:03:45 diwarnai, jadi harus sudah merah orange. 1:03:48 Ini kan PR banget ya bagi kita orang 1:03:50 tua, ini PR banget. 1:03:51 Kalau buat di mata kita kan sakit ya 1:03:53 mata ngelihat, tapi buat mereka paling 1:03:54 keren. Kita kan kayak Bu, iya. 1:03:57 Kaca gitu. 1:03:59 Kan kebayang kan, soalnya soalnya level 1:04:01 kerennya sudah beda. 1:04:02 Mungkin. Mungkin Mbak Salis sama Cimel 1:04:05 enggak terlalu paham karena enggak 1:04:06 terlalu melihat, tapi kalau setelah dari 1:04:08 sini coba lebih lagi memperhatikan anak 1:04:10 sekolah. 1:04:11 laki-laki sih. 1:04:12 Oh iya sih, iya benar sih anakku 1:04:14 perempuan. dan ABG. 1:04:16 Jadi memang benar-benar radarnya harus 1:04:18 kuat. 1:04:18 Benar benar, ini PR banget. 1:04:20 Luar biasa bombardir ke krisis identitas 1:04:24 baik muslim maupun muslimah, terutama 1:04:26 anak-anak muda penerus dari 1:04:29 Peradaban. 1:04:31 dakwah keislaman yang digerus kanan dan 1:04:34 kiri ini memang jadi PR rumah 1:04:37 masing-masing para orang tua dan jangan 1:04:38 lengah jangan cepat men-judge karena 1:04:41 mereka kaum-kaum agar-agar ya. 1:04:43 Iya. 1:04:43 Menurut saya jadi kayak cakep 1:04:45 warna-warni tapi kalau dipencet sedikit 1:04:47 hancur. 1:04:48 Strawberry. 1:04:49 Strawberry, banyak istilahnya. Puding 1:04:51 apalagi. 1:04:52 Pokoknya yang lembek-lembek. Masya 1:04:54 Allah. Baik, eh saya beralih ke 1:04:56 pertanyaan berikutnya hamba Allah, 1:04:57 assalamualaikum warahmatullahi 1:04:59 wabarakatuh Cimelisa. 1:05:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:02 wabarakatuh. 1:05:02 Saya doakan mudah-mudahan istikamah 1:05:04 dalam keislaman keluarganya sakinah 1:05:07 mawadah warahmah. 1:05:08 Amin. 1:05:09 Dari hamba Allah bertanya, kalau 1:05:11 misalnya ada teman saya yang ingin eh 1:05:16 yang ingin masuk Islam, kemudian 1:05:18 keluarganya kuat sekali bahkan dari 1:05:20 angkatan, bagaimana cara atau langkah 1:05:23 supaya dia aman? Apakah memang harus 1:05:25 berpisah dari keluarganya? 1:05:27 Eee, mungkin aku ya? 1:05:28 Boleh, silakan. 1:05:29 Boleh. 1:05:29 Kalau pengalaman di Irena Center, 1:05:31 pertama perempuan ya kasusnya perempuan. 1:05:34 Kalau laki-laki mungkin gampang tinggal 1:05:36 lari aja ke masjid selesai gitu kan. 1:05:38 perkara ya. 1:05:40 Kalau perempuan enggak bisa, enggak bisa 1:05:41 lari ke masjid. Makanya ada ada safe 1:05:44 house kayak misalnya di apa namanya 1:05:47 eee Mualaf Center punya safe house ya 1:05:49 kan? Nah, di Irena Center juga kita ada 1:05:51 safe house seperti itu. 1:05:52 Maka kalau mualaf perempuan atau 1:05:54 mualafah ini eee kita syaratkan harus 22 1:05:59 tahun ke atas. 1:05:59 Oh. 1:06:00 Karena kalau misalnya dia lari dalam 1:06:03 posisi usianya masih 19 atau 20 1:06:06 orang tuanya bisa melaporkannya karena 1:06:08 masih terkategori anak anak. Dan masih 1:06:11 dalam eee 1:06:12 perlindungan atau kewajiban orang tua, 1:06:14 eee tanggung jawab orang tua. Nah, 1:06:16 seperti itu. 1:06:17 Gitu. Jadi kalau misalnya usianya masih 1:06:19 muda, belajar dulu, belajar dulu. 1:06:22 Belajar aja dulu. Sabar, belajar dulu. 1:06:24 Sampai kalau usianya sudah sudah cukup 1:06:27 maka ya itu tadi. Nanti insya Allah 1:06:29 teman-teman 1:06:31 teman-teman dari dari Mualaf Center atau 1:06:33 dari mana-mana insya Allah akan bantu. 1:06:35 Seperti Kak Melly tadi ceritanya. 1:06:37 Ada ada tahapan tadi Kak Melly saya 1:06:39 bilang bahwa ada sembunyi-sembunyi. Jadi 1:06:42 eee salatnya susah, masih dapat makan 1:06:44 bareng. Tapi ketika merasa sudah kuat 1:06:47 dan sudah ada terbangun jaringan relasi 1:06:50 tadi ditemukan oleh Kak Errol dan Kak 1:06:52 Anis segala macam kemudian Kak Anis. 1:06:54 Jadi eee barulah, jadi jangan gegabah 1:06:57 gitu kan maksudnya poinnya itu. Karena 1:06:59 bahaya juga ya. 1:07:00 Aku memang dulu aku step by step, aku 1:07:03 planning semuanya. 1:07:04 Nah. 1:07:04 Gitu. Jadi memang aku sudah prediksi oh 1:07:08 ini mungkin orang kita kan yang tahu 1:07:10 sendiri orang tua kita seperti apa. 1:07:11 Betul. 1:07:12 Pasti kita yang apa sudah hidup sama 1:07:13 mereka bertahun-tahun, kita tahu. Jadi, 1:07:16 dari situ aku sudah ber-planning, aku 1:07:17 sudah melihat, oh 1:07:19 ke mereka tuh bisa untuk nyewa orang, 1:07:23 mempunyai uang gitu maksudnya, 1:07:25 berkecukupan untuk nyewa orang, untuk 1:07:27 nyewa polisi atau apapun itu, pengacara 1:07:30 dan lain-lain, mereka bisa gitu. 1:07:31 Makanya, saat itu aku mencari eh bantuan 1:07:35 power house yang sangat tinggi gitu. Dan 1:07:37 saat itu 1:07:39 adanya di Kohani. 1:07:40 Heeh. 1:07:41 Nah, sekarang eh seiring waktu berjalan, 1:07:45 banyak lembaga-lembaga mualaf-mualaf 1:07:47 yang kuat-kuat juga banyak. Seperti 1:07:49 Irena Center, Graha Mualaf juga ada 1:07:53 gitu. Graha Mualaf gitu kan, itu di eh 1:07:56 ada Kodonditan di situ yang siap maju 1:07:58 untuk para mualaf gitu kan. Ada Mualaf 1:08:01 Center, ada Mualaf Center Peduli juga. 1:08:04 Jadi, banyak sekali gitu. Jadi, untuk 1:08:06 sekarang kontak ke mana pun, ya antara 1:08:10 lembaga-lembaga ini, insyaallah, 1:08:12 insyaallah diurusin. Di sosmed juga, di 1:08:14 Instagram, kontaknya ada. Di Instagram, 1:08:16 sosmed dan lain-lain. 1:08:17 Walaupun tetap harus waspada, karena 1:08:19 kita ber-planning, 1:08:21 apa disusupi banyak pihak ada ya 1:08:24 istilahnya C1, C2, 1:08:27 C3, C5 yang ujungnya yang istilahnya 1:08:30 yang memang penginjil atau pengkristen 1:08:32 yang ma jadi ustaz. 1:08:34 Iya. 1:08:34 Kan ada ada C5 ya kalau enggak salah. 1:08:36 Saya pokoknya saya ketemu-ketemu eh 1:08:38 teman-teman mualaf atau mualafah 1:08:40 menceritakan tentang kenyataan-kenyataan 1:08:42 yang 1:08:43 saya pikir cuma ada di film Mission 1:08:44 Impossible. Ternyata 1:08:46 itu di aplikasikan di sini. 1:08:48 memang. Dan memang kalau mualaf-mualaf 1:08:51 seperti ini, eh seperti yang Mbak Sally 1:08:54 bilang, sabar dan planning satu-satu, 1:08:57 step by step apa yang harus kalian 1:08:58 lakukan, kontaknya ke siapa, diam-diam 1:09:01 dulu, jangan bikin orang tua sudah wah 1:09:05 heboh duluan baru di planning itu sudah 1:09:07 terlambat kalau sudah kayak gitu. 1:09:10 Terkhusus mualaf ya. 1:09:11 Iya memang betul-betul tadi yang 1:09:13 disampaikan Mas Ali bahwa kalau mungkin 1:09:15 ikhwan dia bisa menyendiri self 1:09:18 self bisa sendiri ke masjid diam-diam 1:09:20 saja sudah kasih sudah makan nak dikasih 1:09:22 makan dia tidur di masjid saja beres. 1:09:25 Kalau perempuan enggak bisa. 1:09:25 Akhwat enggak bisa. 1:09:26 Akhwat enggak bisa lebih sulit ya. 1:09:28 Baik pertanyaan dari hamba Allah namanya 1:09:29 pertanyaan terakhir namun sebelum 1:09:31 benar-benar menutup mari kita minta dari 1:09:34 Ci Melissa dan Mas Ali untuk 1:09:36 menyampaikan sepatah dua patah tiga 1:09:38 patah tiga patah untuk para pendengar 1:09:39 juga para pemirsa Rasil TV tafadhol. 1:09:42 Mas Ali dulu. 1:09:44 Aku dengar Mas Ali. 1:09:44 Ali 1:09:45 silakan Mas Ali. 1:09:47 Eee mungkin ini ya apa namanya eee 1:09:50 sebenarnya tadi banyak ya poin-poinnya 1:09:52 disampaikan eee sama Kak Meli terutama 1:09:55 bahwa eee ternyata PR kita PR kita di 1:10:00 luar gitu kan terutama untuk anak-anak 1:10:02 ya gimana menjaga akidah mereka gitu kan 1:10:06 dengan tadi yang sudah di spill sama Kak 1:10:08 Meli bahwa ada loh cara-cara 1:10:10 pendangkalan akidah itu seperti 1:10:12 sulitnya seperti itu gitu. Nah ini bagi 1:10:15 kita orang kita sebagai orang tua ini 1:10:16 memang PR banget gitu. 1:10:18 Yang selebihnya adalah ya 1:10:22 perbincangan seperti ini gitu kan 1:10:25 eee membuat kita orang-orang muslim yang 1:10:29 sudah muslimah dari keturunan seperti 1:10:32 itu melihat mualaf ini mendapatkan Islam 1:10:35 itu ternyata caranya tuh enggak 1:10:36 sederhana loh. 1:10:37 Betul. 1:10:38 Gitu jadi kita yang sudah muslim kita 1:10:41 yang sudah sudah enak dengan keluarga 1:10:43 yang sangat mendukung gitu kan Kak Meli 1:10:46 coba gimana? 1:10:47 Mama papanya 1:10:49 masih anti 1:10:50 Ya masya Allah sedih banget kan 1:10:52 kepinginnya kan kalau kalau Ramadan bisa 1:10:55 sahur dan berbuka bareng apalagi Idul 1:10:57 Fitri kepinginnya kan bisa cium tangan, 1:10:59 sungkeman gitu kan. 1:11:01 Sedih banget loh. Nah, 1:11:03 teman-teman yang sudah sudah dalam Islam 1:11:06 harapannya bersyukur, bersyukur banget. 1:11:09 Jangan jadi luntur bahkan akidahnya, 1:11:12 tergerus ke sana, tergerus ke sini. 1:11:14 Harusnya bersyukur dan apa ya? Ayo 1:11:18 sama-sama ngebarengin para mualaf-mualaf 1:11:21 ini dalam langkah hijrahnya. 1:11:23 Supaya dapat pahala harian insyaallah 1:11:26 berjamaah. 1:11:27 Insyaallah. 1:11:27 Amin. Dan semoga Irena Center tetap 1:11:31 istikamah. 1:11:32 Mohon doanya. Insyaallah mohon doanya. 1:11:34 membangun banyak safe house, safe house 1:11:36 yang lain. Insyaallah, insyaallah. 1:11:39 Ada Irena Center, ada Mualaf Center, 1:11:41 Mualaf Peduli ya. Terus kemudian Koh 1:11:43 Doni, Geram Mualaf. Insyaallah banyak. 1:11:45 Jadi teman-teman yang kepingin hijrah, 1:11:49 jangan khawatir. 1:11:51 Insyaallah. 1:11:52 Jimeili, silakan. 1:11:52 Iya. 1:11:53 Kalau dari aku untuk siapapun 1:11:56 mualaf-mualaf di luar sana, mualafah 1:11:59 terutama ya. 1:12:01 Jangan gegabah. Itu aja. Kalau memang 1:12:04 misalkan kepingin masuk Islam ataupun 1:12:07 udah syahadat atau masih ada di keluarga 1:12:10 yang kuat, yang keras dan lain-lain, 1:12:13 jangan takut. Temannya banyak sekarang 1:12:16 gitu. Enggak sesulit saat aku dulu. 1:12:18 Kalau aku dulu bahkan safe house aja 1:12:20 belum zaman dulu tuh makanya aku 1:12:22 dioper-oper kanan kiri saat itu. Tapi 1:12:24 kalau zaman sekarang safe house sudah 1:12:25 banyak. Perkembangan orang yang masuk 1:12:28 Islam juga udah makin banyak di 1:12:30 Indonesia. Jadi itu kenapa 1:12:32 komunitas-komunitas komunitas-komunitas 1:12:34 mualaf-mualaf ini udah siap semua secara 1:12:36 legal, pengacara udah disediain dan 1:12:39 lain-lain. Jadi apa mereka kuat gitu 1:12:41 secara hukum pun mereka kuat gitu. Dan 1:12:45 kalau buat aku untuk orang tua-orang tua 1:12:47 muslim di luar sana, 1:12:50 jangan selalu berpikir eh bahwa 1:12:54 apa pun hobi anak Anda yang sekarang 1:12:56 dilakoni sama dia, itu banyak mudaratnya 1:12:59 dan akan menjadi eh ke depannya tidak 1:13:02 baik bagi mereka gitu. 1:13:04 Eh terutama kalau untuk kasus aku, aku 1:13:07 berbicara spokesperson untuk game online 1:13:09 gitu ya. 1:13:09 He eh. 1:13:11 Banyak loh sekarang 1:13:13 yang nge-game duitnya masya Allah sekali 1:13:16 gitu maksudnya. Jadi memang tidak 1:13:18 kelihatannya sebagai karir path itu 1:13:21 enggak keren gitu Mas ya. Anaknya tukang 1:13:23 main game gitu kan. 1:13:24 Karirnya apa game online? 1:13:25 Iya game online gitu kan. 1:13:27 Jabatannya apa? 1:13:28 Ehm YouTuber gitu. 1:13:31 Tapi enggak salah loh. YouTuber sekarang 1:13:33 itu yang game online itu masya Allah 1:13:35 kalau misalkan khawatir untuk karir path 1:13:37 seperti itu. Tapi yang saya pengin itu 1:13:41 orang tua sekarang adalah menaungi 1:13:43 anak-anak mereka dengan hobinya. Jadi 1:13:45 enggak enggak ujug-ujug aku tuh sering 1:13:47 banget dengar kasus dan kisah seperti 1:13:49 ini. Kalau dibilangin orang tuanya 1:13:52 ngomong, "Daripada kamu main game online 1:13:53 mendingan kamu baca Quran sana." Gitu 1:13:55 kan. 1:13:56 Itu 1:13:57 perbandingannya tuh enggak enggak keren 1:13:59 banget gitu maksudnya untuk anak-anak 1:14:00 seumur gitu. Quran itu adalah suatu hal 1:14:03 yang kita butuhkan secara rohani. Gitu 1:14:05 untuk untuk eh iman kita memang itu 1:14:08 kewajiban bukan hobi. Sedangkan game itu 1:14:11 adalah levelnya hobi. Anak gitu kan. 1:14:13 Enggak tentu si orang tua ini yang 1:14:16 ngomong ke anaknya seperti itu tidak 1:14:18 memiliki hobi. 1:14:19 Dia pasti memiliki hobi entah itu 1:14:21 mungkin karena dia sudah lebih eh sepuh 1:14:23 gitu ya lebih tua. Dia hobinya mungkin 1:14:26 ngotak-ngatik motor atau ngotak-ngatik 1:14:28 mobil. Nah itu baru selevel dengan game 1:14:30 online gitu maksudnya. Jadi 1:14:33 jangan eh membikin anak Anda kabur dari 1:14:37 Anda. Gitu maksudnya karena kita mau 1:14:39 menjaga akidahnya dia suka tidak suka 1:14:42 dengan perkembangan zaman yang ada 1:14:44 sekarang, kita harus rangkul mereka. 1:14:47 Bahkan kalau bisa Bapak Ibu pelajari 1:14:50 itu apa sih Dek? Kok gitu sih Dek? Gitu 1:14:53 kan. 1:14:53 Supaya bisa memberikan koreksi di situ 1:14:55 ya dengan kata-kata yang bahasa yang 1:14:56 baik. 1:14:57 Betul. Jadi mereka pun sama Anda juga 1:15:00 merasa oh nyaman, senang gitu. 1:15:03 Ke depannya insya Allah mungkin 1:15:04 wadah-wadah ini akan muncul gitu ya. 1:15:07 Sebagai apa ya? Aku penginnya sih pada 1:15:09 wake up sekarang gitu. Entah 1:15:11 ustaz-ustaz, entah pelopor agama yang 1:15:13 lain atau entah masjid-masjid yang 1:15:15 memang sekarang masjid banyak kok yang 1:15:18 di apa kelola oleh anak muda gitu kan. 1:15:20 Banyak sekali gitu. 1:15:22 Let's start gitu loh maksud aku. 1:15:25 Karena kalau kita enggak start dari 1:15:27 sekarang, kita kalah dengan yang lain. 1:15:29 Udah kayaknya. 1:15:29 Heeh, udah heeh, udah colong start 1:15:32 mereka gitu. Jadi daripada ini anak-anak 1:15:35 kita yang generasi muda kita ketarik ke 1:15:37 sana, lebih nyaman di sana. 1:15:40 Kenapa kita enggak bikin mereka nyaman 1:15:41 di kita? 1:15:42 Ngerangkul tetap. 1:15:43 Heeh. 1:15:43 Heeh. 1:15:44 Again, game online ataupun hobi yang 1:15:46 lainnya, it's not haram. 1:15:49 Cuman banyak mudaratnya aja. Dan mudarat 1:15:51 ini 1:15:52 bisa kita ubah menjadi ladang dakwah. 1:15:55 Why not gitu. 1:15:57 Itu aja dari aku. 1:15:58 Masya Allah, masya Allah. Alhamdulillah, 1:16:00 terima kasih Ci Melisa, terima kasih 1:16:02 Mbak Sali atas waktunya. 1:16:04 Sama-sama. 1:16:04 Kemudian juga bersedia sharing kepada 1:16:07 kami ini merupakan insight yang baru 1:16:09 buat saya secara khusus dan pendengar 1:16:11 juga pemirsa Rasya TV pada umumnya. 1:16:13 Insya Allah ini menjadi pendalaman 1:16:15 akidah kita, jangan jadi pendangkalan 1:16:17 akidah seperti yang tadi disampaikan 1:16:18 Mbak Sali, itu merupakan warning untuk 1:16:19 kita semua. Mudah-mudahan kita bisa 1:16:21 menjaga keluarga kita dari fitnah 1:16:24 Dajjal, fitnah akhir zaman. Oleh karena 1:16:26 itu kita harus sebagai orang tua harus 1:16:28 cerdas, banyak-banyak 1:16:31 membuka diri, mau belajar sehingga kita 1:16:33 bisa memanfaatkan yang tidak haram tadi 1:16:36 seperti disampaikan oleh Ci Melisa 1:16:37 menjadi sesuatu yang bermanfaat sebagai 1:16:40 ee atau arena dakwah kita kepada 1:16:43 keluarga dan anak-anak. Amin, 1:16:44 insyaallah. Baik, saya undur diri yang 1:16:47 bertugas pada hari ini ada Ondy, ada 1:16:49 Algi. Seperti biasa saya ingatkan jangan 1:16:51 putus-putus, jangan lelah, tetap 1:16:54 istikamah. Doakan saudari-saudari kita, 1:16:56 saudara-saudari kita yang ada di 1:16:57 Palestina, juga teman-teman MER-C yang 1:17:00 kabarnya sudah memasuki ee Gaza Utara 1:17:03 setelah bisa menembus perbatasan Rafah. 1:17:05 Mudah-mudahan 11 orang relawan MER-C 1:17:08 diberikan perlindungan oleh Allah 1:17:10 subhanahu wa taala dan misi 1:17:12 membawa ee bantuan untuk saudara-saudari 1:17:15 kita di Palestina berjalan lancar dan 1:17:17 mereka semua dalam keadaan sehat 1:17:18 walafiat. Kami undur diri. 1:17:20 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an 1:17:22 la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu 1:17:24 ilaik. Wabillahi taufik wal hidayah. 1:17:26 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:17:28 wabarakatuh. 1:17:29 Waalaikumsalam.