Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat pendengar Radio Silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kemb Ahad ini.
- Saya Fahri temani Zen dan juga Neza
- hadir di acara kajian pagi bersama Ustaz
- Hamzah Alatas. Alhamdulillah beliau
- telah di studio Imanat. Kita sapa saja.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat
- Ustaz? Alhamdulillah sehat walafiat
- sehat ya. Dan hari ini Ustaz akan
- membahas tema mengenai Al-Qur'an
- berbicara tentang pentingnya waktu. Dan
- nanti juga yang ingin bergabung,
- berkomentar atau bertanya, Anda bisa
- kirimkan seperti biasa di WhatsApp atau
- SMS kami di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Silakan, Ustaz. Syukran.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wain'uhu
- wastagfiruh wa naud nauzubillahi min
- syururi anfusina wamin sayiati aalina
- yahdihillah fala mudillalah wam yudlilhu
- fala hadiyaalah wa ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh
- wa
- habibuhu kiru nabiyin arsala arsalah
- amanah ummah wahada fillah haqqa
- jihadakil baid
- lailhariha lahuha illaik allahumma falli
- wasallim wabarik ala had nabiyil karim
- waa alihi
- wasohbihi ajma
- Subhanaka ilana illa maamtana inaka
- antalimul hakim. Rabbana zidna
- ilmaqnain. Rabbana laz qulubana ba'da
- haditana wahablana minadunka rahmah.
- Innaka antal wahab.
- Rabbisrohli sodri wa yassirli amri
- wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- quli. Amma
- ba'du. Para pendengar radio rasil serta
- pemirsa Rasil Visual di mana pun antum
- berada.
- Salamullahi warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah wasyukrulillah.
- Kita panjatkan puji syukur kita ke
- hadirat Allah Subhanahu wa taala atas
- segala karunia yang tiada
- terhingga, yang tiada
- terputus, yang senantiasa tercurah
- kepada
- kita juga rahmat, taufik dan
- hidayah-Nya
- sehingga kita
- dapat mendengarkan
- merenungi, mengkaji firman-firman Allah
- Subhanahu wa taala di pagi hari
- ini. Para pendengar Radio Rasil serta
- pemirsa Rasil Visual yang yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala. Kajian kali
- ini dengan
- judul Al-Qur'an berbicara tentang
- pentingnya waktu.
- Saya pilih judul ini karena kita berada
- saat ini di minggu terakhir ya dari
- bulan ee Desember ya dan minggu depan
- kita sudah bertemu dalam tahun yang baru
- ya tahun yang ee 2019
- ya ee berbicara mengenai
- tahun perubahan
- hari perubahan
- bulan, perubahan
- tahun itu tidak lepas kaitannya
- dengan waktu.
- itu tidak lepas
- kaitannya dengan jatah yang Allah
- Subhanahu wa taala berikan bagi kita
- untuk hidup di dunia
- ini. Setiap kita sejak Allah Subhanahu
- wa taala
- ciptakan, Allah sudah tentukan kita
- punya ajal.
- Allah sudah
- tetapkan sampai kapan kada luarsanya
- kita di dunia ini. Artinya seperti ya
- perusan obat atau produk-produk lain.
- Ketika memproduksi dia sudah punya
- target ya ini kira-kira kad luarsanya
- sekian tahun. Begitu juga kita Allah
- Subhanahu wa taala tegaskan dalam
- Al-Qur'anul Karim tumma qada ajala ya.
- Hualladzi
- khalaqakum min turabin tumma min
- nutfatin tumma min alaqatin tumma min
- mudgatin mukhalaqatin giri mukhalaq
- whairi mukhalaqah. Allah ciptakan kalian
- ya dari tanah kemudian dari alaqah
- nutfah mudgha dan seterusnya ya.
- Kemudian Allah subhanahu wa taala qada
- ajal Allah tetapkan batasan waktunya.
- Jadi di dunianya ini jatahnya berapa
- tahun? Dikasih target
- maksimal. Dia bisa enggak gunakan tahun
- ini? Allah Subhanahu wa
- taala berfirman tentang pentingnya
- waktu. Berkali-kali diingatkan kita akan
- pentingnya
- waktu dalam berbagai
- surah ya.
- Bukan saja surah Al-Ashr yang sering
- kita
- baca. Kalau kita masih kecil dulu sering
- kalau habis habis belajar itu di akhir
- pelajaran kita baca surah Al-Asr. Memang
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya
- para sahabat Rasul kalau setelah mereka
- berkumpul di satu
- majelis ya mereka tidak berpisah
- kecuali mereka baca ini surah Al-Ashr
- ya.
- Bukan dalam surah Al-Asr saja, Allah
- berkali-kali mengingatkan
- kita akan pentingnya waktu
- ini. Ya, kalau dulu zamannya perang,
- Sayidina Ali mengatakan
- almaqtuf. Waktu itu bagaikan
- pedang. Faam taqt qak. Ya, kalau dulu
- saat perang ya Sayidina
- Ali ibaratkan kalau lagi perang
- bertanding itu waktu itu bagaikan
- pedang. Kalau ada pedang di sana, kalau
- kita tidak mengambil kesempatan kita
- ambil itu pedang ya pedang itu diambil
- oleh musuh ya. Misalnya dalam perang
- bertanding pedang jatuh, dua-duanya
- tidak bawa pedang misalnya.
- Maka ya yang lebih dulu menggunakan
- waktu itu dialah yang dapat mengambil
- kesempatan ya. Atau
- sekarang orang-orang
- yang orientasinya kepada dunia
- mengatakan time is money. Waktu adalah
- uang. Ya. Jadi di mana ada waktu di
- situlah kesempatan mereka dikatakan
- untuk mencari uang. Nah, berbicara
- mengenai waktu ini dan berkenan juga
- kita ee di penghujung tahun
- 2018, marilah kita renungi firman-firman
- Allah Subhanahu wa taala tentang
- pentingnya waktu bagi kita. Ya, tentunya
- nanti kita akan
- baca ya suratul
- Ashr juga. Kita akan baca nanti surah
- al-Munafiqun akhir surah
- al-munafiq
- itu ee ee tepatnya di ayat 19 eh ayat 9
- sampai 11 dan beberapa ayat Al-Qur'an
- yang
- lain. Untuk itu, sebagaimana biasa,
- marilah kita
- awali kajian kita ini dengan membaca
- ummul kitab,
- suratul
- fatihah.
- Kemudian kita
- baca suratul
- Asr dan setelah itu kita baca ya akhir
- surah almunafiq.
- Semoga dengan bacaan suratul fatihah ini
- Allah subhanahu wa taala membukakan
- hati-hati
- kita,
- membersihkan hati-hati kita dari
- alfaahisy al-batinah. Memaafkan segala
- kesalahan dan dosa kita. Juga memaafkan
- segala kesalahan dan dosa kedua orang
- tua kita, para guru kita, orang-orang
- yang telah berjasa kepada kita, juga
- saudara-saudara kita kaum mukminin dan
- mukminat.
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- [Musik]
- Maiki
- yaumiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Wal
- asr.
- Innal insana lafi khusrin
- illa illalladzina amamanu wailus shihati
- wat tawasau bilhaqqi wa
- tawau bisabr.
- Ya
- ayyuhalladzina amamanu laa tulhikum
- amwalukum wala auladukum an
- dzikrillah wamay yaf'al dzalika
- faulaika humul khasirun.
- Wa
- anfiquu mimma
- razzaqnakum min qabli ay ya'tiya
- ahadakumul mautu fayaqu rabbi
- laula fayaquula rabbi
- laula
- akharatani ila ajalin
- qarib
- faasaddaqa waakum minas shihin
- nafsan
- ja
- ajaluha wallahu khabirum bimaa ta'malun.
- Sadaqallahul
- adzim wasodq rasuluhun nabiyul habibul
- karim wahnu ala dalalika minasyahidin
- syakirin walhamdulillahi rabbil
- alamin. Para pendengar radio rasil serta
- pemirsa rasil visual di mana pun antum
- berada.
- Allah Subhanahu wa taala
- berkali-kali mengingatkan kepada
- kita tentang pentingnya
- waktu. Allah Subhanahu wa taala sampai
- bersumpah dengan waktu tersebut.
- Ini
- menunjukkan sumpah yang Allah Subhanahu
- wa taala sebutkan ini adalah merupakan
- suatu hal yang harusnya menjadi
- perhatian bagi
- kita. Allah Subhanahu wa
- taala boleh bersumpah dengan apa saja.
- Ya, berbeda dengan kita. Kita harus
- bersumpah. Tidak boleh bersumpah dengan
- segala
- sesuatu. Demi apa?
- Demi apa makhluk-makhluk Allah. Tidak
- boleh. Ya. Kita diperintahkan hanya
- bersumpah dengan nama Allah. Ya.
- Wallahi. Demi Allah ya. Ada tiga kalimat
- sumpah kalau dalam bahasa Arab. Ada wau,
- ada
- ba, ada ta. Ya,
- wallahi atau billahi atau tallahi ya.
- Allah Subhanahu wa taala boleh bersumpah
- dengan nama apa saja kalau kita tidak
- boleh ya bersumpah kecuali dengan nama
- Allah atau dengan yang dikaitkan dengan
- Allah. Ya gak boleh kita bersumpah demi
- Rasulullah gak bukan ya.
- hendaknya kita bersumpah hanya demi
- Allah atau seperti kalimat-kalimat lain.
- Warabbi Ka'bah demi Tuhannya Ka'bah itu
- maksudnya Allah juga ya. Warabbis
- samawati wal ard. Demi Tuhan langit dan
- bumi itu maksudnya adalah juga demi
- Allah. Ya. Ini yang diajarkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Kembali kepada sumpah tadi. Allah
- Subhanahu wa taala
- bersumpah demi waktu subuh, demi waktu
- fajar, demi waktu siang, demi waktu
- malam dalam berbagai surahnya. Ya, kita
- ketahui ya Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Wal
- fajri wayalin
- asr wasyafi'i wal watar." Ini Allah
- subhanahu wa taala bersumpah demi waktu
- fajar.
- juga Allah subhanahu wa
- taala
- berkali-kali ya
- bersumpah dengan waktu malam ini paling
- sering wallaili id adbar wallaili idza
- as'as wallaili wama wasaq wallaili idza
- yasr wallaili id yag
- ya
- saja
- ya demikian
- pula dengan demi waktu subuh
- wasubhi id
- asfar ya demi waktu subuh kalau
- sudah ee menguning atau wasubhi idza
- tanaffas jadi wasubhi idza asfar kalau
- demi waktu subuh
- Apabila sudah
- menguning dan demi waktu subuh apabila
- sudah nampak aktivitas di sana sudah
- bernafas tak nafas. Arti dengan di waktu
- subuh bagaimana manusia sudah bangun,
- sudah bergerak, sudah melakukan
- aktivitas. Berbagai makhluk pun seperti
- itu. Allah Subhanahu wa taala bersumpah
- juga
- demi siang wahari idza
- tajalla. Ya. Dan juga Allah subhanahu wa
- taala bersumpah dengan waktu secara umum
- dengan surah yang tadi kita baca. wal
- asri demi
- masa. Allah subhanahu wa taala bersumpah
- ya walaupun kata wal asri sebagian juga
- menafsirkan demi waktu asar tapi ya
- sebagian lain menyebutkan demi demi
- masa, demi waktu secara umum.
- Ini Allah subhanahu wa taala
- bersumpah dengan waktu-waktu ini. Tiada
- lain adalah untuk
- mengingatkan akan pentingnya kita
- menggunakan waktu
- tersebut. Untuk mengingatkan
- bahwasanya kita hidup di dunia ini tidak
- kekal. Allah Subhanahu wa taala berikan
- jatah
- waktu kepada kita.
- Agar benar-benar kita gunakan waktu kita
- ini. Allah berikan kesempatan
- kita untuk hidup di dunia
- ini. Di mana Allah gambarkan kita hidup
- di dunia ini ya bagaikan kita masuk di
- dalam ruang ujian.
- di mana pada saat ujian kita diberikan
- waktu di sana ya. Orang ujian apakah
- ujian masuk perguruan tinggi atau ujian
- kenaikan kelas dan sebagainya pasti ada
- waktunya. Tidak dibiarkan oh kerjakan
- aja semau-mau kamu. Tidak ada waktunya
- di
- sana ya. Kalau kita tidak menggunakan
- waktu tersebut ya kita akan
- rugi. Seperti saya ingat dulu
- kalau ujian masuk perguruan
- tinggi ya sampai bisa dihitung itu
- jumlah soalnya itu diberi waktu mungkin
- 2 menit seperti itu ya. Ada sekian soal
- diberikan waktu 2 jam.
- Nah, setiap soal itu memiliki waktu
- sekitar 2 menit untuk kita gunakan waktu
- tersebut untuk bisa menjawab soal
- tersebut. Demikian pula kita di dunia
- ini diberikan waktu oleh Allah Subhanahu
- wa
- taala agar supaya kita benar-benar
- gunakan kesempatan waktu kita
- ini dengan sebaik-baiknya.
- Mungkin pada saat ini di akhir tahun
- banyak orang
- bergembira,
- bersukacita ee menghadapi tahun yang
- baru dengan harapan agar
- supaya ya tahun yang akan datang ini
- lebih baik dari tahun yang
- sebelumnya. Itu merupakan sesuatu yang
- wajar.
- Akan
- tetapi yang lebih penting dari itu
- dengan
- bertambahnya waktu atau
- dengan berpindahnya
- waktu dari kemarin menjadi hari ini,
- dari tahun 2018 menjadi
- 2019 dan juga usia kita makin bertambah,
- hendaknya kita ingat
- bahwasanya jatah waktu kita ini semakin
- sedikit. Jatah waktu kita semakin
- sedikit.
- Dan ketahuilah
- bahwasanya
- waktu yang diberikan kepada kita ini
- adalah juga merupakan modal modal
- dasar di dalam kita menempuh ujian dalam
- kehidupan dunia ini. Kita diberik
- diberikan modal oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Yaitu modal yang pertama di sini
- adalah diberikan waktu. Kemudian
- modal-modal berikutnya diberikan
- keahlian, diberikan
- akal, diberikan panca indra. Ini adalah
- modal-modal untuk bagaimana kita bisa
- menempuh ujian ini,
- mengharungi ee kehidupan ini dengan
- tidak rugi. Kalau orang diberikan modal,
- ya ini juga bisa dianalogikan. Ar kalau
- tadi saya menganalogikan kita hidup di
- dunia bagaikan kita menempuh suatu ujian
- ya. Ini berdasarkan awal
- surah
- Tabarak. Alladzi khalaqal mauta wal
- hayata
- liyabluakum. Ya, untuk menguji kalian.
- Saya analogikan dengan tadi kita sedang
- masuk di ruang
- ujian atau juga kita
- analogikan kita hidup di dunia ini
- sedang melakukan perdagangan, sedang
- melakukan perniagaan di mana di dalam
- biasanya kalau orang mau mulai berdagang
- tentu dia memerlukan modal.
- Nah, modal yang Allah Subhanahu wa taala
- berikan pertama adalah waktu ini ya.
- Allah berikan waktu bagi kita. Ini
- adalah modal ya.
- Dan dengan modal ini diharapkan kita
- bisa menggunakan waktu ini dan
- mendapatkan
- keuntungan yang
- besar ketika
- kita
- menjalankan perniagaan
- ini. Ini digambarkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala ketika kita hidup di
- dunia ini ya Allah gambarkan innallah
- minal mukminina anfusahum wa amwalahum
- bi lahumul jannah. Allah subhanahu wa
- taala membeli dari kaum mukminin
- seolah-olah Allah kita ini sedang
- bertransaksi kepada Allah ya. Allah
- beli ya bertransaksi ini bayarannya apa?
- dari Allah ya. harta dan jiwa kita itu
- dibayar dengan surga kalau kita
- benar-benar
- bisa ee memanfaatkan waktu
- ini. Jadi Allah Subhanahu wa
- taala ya berbagai macam mengumpamakan
- kehidupan kita
- ini. diberikan tamsil, dibagi diberikan
- perumpamaan-perumpamaan yang
- bermacam-macam. Kadang tadi bagaimana
- kita diumpamakan ketika hidup di dunia
- bagaikan orang yang menempuh
- ujian. Kita ini di hidup ee di dunia
- hidup di dunia ini bagaikan seorang yang
- sedang melakukan perniagaan. Dan ini
- memang kenyataannya seperti
- itu. Dan juga kadang-kadang Allah
- perumpamakan kehidupan dunia ini supaya
- kita engeh, supaya kita ingat, supaya
- kita sadar. Allah berikan
- perumpamaan-perumpamaan apa yang ada di
- sekeliling kita. Bagaimana Allah
- Subhanahu wa taala perumpama
- perumpamakan dengan turunnya hujan dari
- langit.
- Kemudian Allah tumbuhkan
- tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan dari
- asalnya benih, bertunas, bercabang
- menjadi besar ya, berbuah menghasilkan.
- Kemudian tua mengering dan mati.
- Demikian pula kehidupan di dunia ini.
- Itu gambaran yang Allah
- berikan ya. Berkali-kali dalam Al-Qur'an
- ini tamsil-tamsil yang Allah Subhanahu
- wa taala kemukakan tiada lain agar
- menyadarkan
- kita bahwasanya kita hidup di dunia ini
- tidak lama.
- Walaqad sarofna fi hadal qurani min
- kulli matsal. Sungguh kami telah
- ulangi, ceritakan berkali-kali,
- berulang-ulang di dalam Al-Qur'an ini
- min kulli matal berbagai ee berbagai
- contoh perumpamaan. Allah berikan
- perumpamaan-perumpamaan di dalam
- Al-Qur'an
- ini. Faaba aksarunasi illa kufur. Maka
- kebanyakan orang gak mau
- mengambil ibrah dari contoh-contoh
- tersebut melainkan
- kekafiran. Para pendengar Radio Rasil
- serta pemirsa Rasil Visual yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala.
- Marilah kita coba baca dan renungi
- firman Allah Subhanahu wa taala dalam
- surah Al-Asr
- tadi. Allah Subhanahu wa taala bersumpah
- wal
- asri demi
- masa. Innal insana lafi
- khusrin.
- Sungguhnya semua manusia itu berada di
- dalam kerugian.
- Kalau
- secara tata bahasa Arab alif lamnya dari
- kata al insan ini lil
- istighraq artinya meliputi siapa
- saja. Innal insana sesungguhnya manusia
- siapa saja mereka lafi lafi khususrin
- berada di dalam
- kerugian. Allah Subhanahu wa taala
- menyebutkan demi masa. Ya, ini
- menunjukkan betapa pentingnya masa ini.
- Demi
- waktu. Ya, Allah bersumpah dengan waktu
- ini menunjukkan betapa pentingnya waktu
- ini
- untuk dipergunakan dengan
- sebaik-baiknya agar supaya kita tidak
- merugi. Innal insana lafi khusin.
- Sesungguhnya manusia ini semuanya itu
- berada di dalam kerugian.
- illalladzina amanu
- melainkan
- yaitu yang tidak merugi. Ya, tadi
- disebutkan semuanya, tapi di sini ada
- istisna namanya, ada
- pengecualian di antara semua manusia
- yang akan merugi itu ya ada yang tidak
- merugi ya. Yaitu Allah kecualikan di
- sini illalladzina
- amanu melainkan orang-orang yang
- beriman.
- wa amilus shihat dan beramal
- saleh. Ya, itulah orang-orang yang tidak
- merugi ya di dunia
- ini. Kalau kita bayangkan
- ya, bagaimana kehidupan di dunia ini
- kita diberikan modal waktu di mana
- dengan waktu ini banyak orang
- menghabiskan waktunya untuk mencari
- kesenangan dunia, menumpuk harta.
- me meniti karir sampai mendapatkan
- jenjang kedudukan yang
- tinggi. Mencari jabatan semuanya diup
- upayakan siang malam sampai
- terkadang melupakan Allah subhanahu wa
- taala.
- Andai kata semuanya yang diupayakan itu
- karena Allah memberikan kebebasan kepada
- manusia ini. Ya Allah berikan jalan bagi
- mereka yang sungguh-sungguh insyaallah
- dia
- mendapatkannya. Jika dia berusaha keras
- untuk
- mencapai berbagai apa yang dia inginkan.
- Apakah itu kedudukan, jabatan, harta
- yang banyak, semuanya
- dimiliki sampai dia menjadi orang
- terkaya di dunia sekalipun.
- Tapi
- apabila dia kemudian tidak mendapat,
- tidak beriman dan beramal
- saleh, kemudian
- dia tidak selamat di
- akhirat, maka dia ini menjadi orang yang
- merugi.
- Ya, Sayidina Ali
- mengatakan kalian ini bagaikan sedang
- bertransaksi kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Janganlah, janganlah kalian
- ini ya menjual sesuatu yang kalian
- miliki
- ini selain daripada imbalannya surga.
- Ya, karena kalau apapun waktu yang kita
- miliki
- ini yang Allah sudah berikan kepada kita
- ini sebagai modal, kemudian dengan modal
- ini kita akan mendapatkan
- kekayaan. Menjadi orang terkaya
- sekalipun di dunia ini, menjadi orang
- yang paling tinggi jabatannya sekalipun
- di dunia
- ini,
- tapi kita celaka di akhirat. Ketahuilah
- kita berada di dalam
- kerugian. Kita ini termasuk ya dalam
- orang-orang yang merugi tadi. Tapi kalau
- orang yang selamat di akhirat tentunya
- untuk selamat di akhirat dengan apa?
- Kuncinya adalah dengan iman dan amal
- saleh. Illalladzina amanu wailus sh.
- melainkan mereka-mereka yang beriman dan
- beramal
- saleh untuk menjaga
- keimanan dan amal saleh ini terus
- langgeng ya. Karena keimanan dan amal
- saleh ya bukan diperlukan sesaat, akan
- tetapi harus dijaga dan dipelihara
- sampai kita
- ee mengakhiri ajal kita.
- Nah, tentunya di dalam memegang teguh
- dan beristikamah dalam keimanan dan amal
- saleh ini terkadang banyak sekali
- gangguan, banyak segala banyak sekali
- rintangan ya. Makin tinggi derajat kita,
- makin tinggi keimanan
- kita, godaan, gangguan, bujukan makin
- besar.
- Nah, di sinilah perlu
- kita
- menjaga ya kestabilan, menjaga
- keistiqamahan kita dalam keimanan dan
- amal saleh, yaitu dengan watwu bilhaq,
- dengan saling berwasiat, saling
- mengingatkan, saling berpesan antara
- kita dengan kebenaran. Ya, karena setiap
- kita tidak akan
- luput dari
- kesalahan. Oleh karena itu, kita perlu
- diingatkan siapapun kita, apakah
- kita seorang awam? Apakah kita seorang
- yang pintar, yang berkedudukan tinggi,
- seorang ulama kah, seorang habibkah?
- Kita perlu ada orang yang mengingatkan.
- Jangan mentang-mentang kita sudah
- memiliki titel ulama. Oh, kita sudah
- paling
- hebat ya. Kita sudah merasa oh paling
- aman seperti itu. Tidak. Tetap Allah
- Subhanahu wa taala sebutkan di sini
- watau
- bilhaq. Hendaklah mereka itu saling
- berwasiat, saling
- berpesan ya dengan kebenaran. watu
- bisabr dan juga saling berpesan, saling
- berwasiat dengan kesabaran.
- itu karena di antara kita ya setiap kita
- akan mengalami cobaan, mengalami
- musibah,
- mengalami
- terpa dan bujukan dari berbagai arah.
- Untuk menjaga keimanan dan amal saleh
- ini perlu adanya
- kesabaran, perlu adanya
- keuletan, keteguhan hati ya untuk selalu
- konsisten di dalam iman dan amal saleh
- ini. Inilah orang-orang
- yang tidak akan merugi nanti di yaumil
- kiamah.
- menggunakan
- waktu dengan
- sebenar-benarnya. Ya, ini adalah
- merupakan sesuatu yang sangat-sangat
- penting yang kita nanti akan menyesal
- apabila kita tidak gunakan dengan
- sebaik-baiknya. Seperti yang dikemukakan
- oleh Allah Subhanahu wa taala di dalam
- akhir surah Al-Munafiqun yang tadi kita
- baca.
- Ya ayyuhalladzina amanu la tulhikum
- amwalukum wala
- auladukumikrillah. Wahai orang-orang
- yang beriman. Ini diingatkan kalau kita
- memang mengaku beriman tentunya ketika
- ada seruan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Ya ayyuhalladzina
- amanu. Ini adalah seruan kasih sayang
- dari Allah. seruan keistimewaan yang
- Allah sebutkan bagi mereka-mereka yang
- telah beriman kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Ini Allah sayang bagi orang-orang
- yang beriman ini. Sehingga diingatkan,
- "Ya ayyuhalladzina amanu la
- tulhikum amwalukum wala
- auladukumikrillah."
- [Musik]
- Janganlah sampai kalian itu
- dilupakan oleh harta dan anak-anak
- kalian dari mengingat Allah, dari
- zikrullah. Ya, jangan sampai kesibukan
- kita mencari
- harta, kesibukan kita bersenda
- gurau, bercengkrama dengan anak-anak
- kita, melupakan kita dari mengingat
- Allah.
- Wam
- yaf'alika. Barang siapa yang melakukan
- itu, pekerjaannya,
- kesibukannya, anak-anaknya,
- keluarganya,
- hartanya, jabatannya, melupakan dia dari
- zikrullah, dari mengingat
- Allah. Faulaika humul khasirun. Maka
- merekalah orang-orang yang
- merugi. Sama seperti tadi dalam surah
- Al-Ashr, Allah bersumpah, "Innal insana
- lafi khususrin." Di sini Allah tegaskan
- lagi, bagaimana orang itu merugi. Ya,
- kalau mereka itu ya kesibukan mereka ee
- bisnis
- mereka, karir
- mereka ya dan berbagai aktivitas
- mereka juga anak-anak mereka, keluarga
- mereka, harta
- mereka
- melupakan mereka dari mengingat Allah
- Subhanahu wa taala.
- Maka mereka ini adalah termasuk
- orang-orang yang
- merugi. Kemudian Allah jelaskan lagi
- bagaimana bukti dari Allah, dari
- orang-orang yang tidak melupakan Allah.
- Bukti daripada keimanan mereka
- ini Allah sebutkan dalam ayat berikut.
- Wa
- anfiqu mimma razqnakum min qobli ay'tiya
- ahadakumul mautu fquulbi laula akartani
- ila ajalin
- qib wa anfiqu mimma
- razzaqnakum dan
- infakkanlah sebagian dari apa yang kami
- rezekikan kepada kalian enggak disuruh
- menginfakkan semuanya tidak
- sebagian apakah
- itu 5%, 10%,
- 20% atau kalau ada harta
- yang mengendap sampai 1
- tahun ya wajib dikeluarkan ya. Kalau itu
- sudah mencapai nisab wajib dikeluarkan
- 2,5%.
- Ya, adapun harta yang produktif yang
- kita
- usahakan
- termasuk ya penghasilan kita apakah
- sebagai dokter,
- pengacara atau pengusaha dan sebagainya
- yang terus mendapatkan penghasilan, maka
- jangan dikeluarkan
- 2,5%. 2,5% itu untuk dahahab wal fidah.
- itu untuk barang yang tidak bergerak,
- yang tidak produktif yang disimpan.
- Allah juga ya Allah juga
- mengerti
- kalau ya barang yang disimpan kalau
- disuruh mengeluarkan
- banyak-banyak ya nanti harta kamu habis.
- Nanti kamu tidak bisa untuk berinvestasi
- lagi. Tidak.
- Tapi untuk barang yang disimpan, apakah
- kita punya emas, apakah kita punya uang
- yang kita tabuk kita simpan. Kalau
- sudah, kalau
- itu ee mencapai ni ya, biasanya 90 gr
- emas ya, hitung saja harga emas berapa
- selama 1
- tahun maka itu wajib
- dikeluarkan ya 2,5%. Akan tetapi kalau
- penghasilan yang lain, gaji kita
- kemudian perdagangan kita bukan ya
- dengan dengan 2,5% ya. Petani saja yang
- susah payah berusaha hasilnya sedikit
- dikenakan 5 sampai
- 10%. Demikian pula kita kiaskan ya
- kepada penghasilan-penghasilan yang lain
- dengan itu ya.
- Ini pembahasannya mengenai zakat ya. Ee
- ada pembahasan yang khusus. Tapi di sini
- Allah Subhanahu wa taala berbicara
- secara umum. Wa anfiqu mimma razqnakum.
- Infakkanlah dari sebagian apa yang kami
- rezekikan kepada kalian
- minqli ahadakumul mautu. Sebelum datang
- kepada salah seorang di antara kalian
- kematian.
- Lalu kemudian dia mengatakan, "Wahai
- Tuhanku, coba kamu berikan tangguh pada
- umurku ini. Ditunda ya
- Allah ila ajal qarib sedikit
- saja.
- Faasdaq pasti aku akan mau bersedekah.
- Waakum min shihin. Aku akan menjadi
- orang-orang yang
- saleh. Wakhirallahu nafsan idza jaa
- ajaluha wallahu khirum bima tamalun.
- Allah tidak akan
- mengakhirkan satu jiwa kalau sudah
- datang waktunya. jatahnya kalau sudah
- habis sudah memang ee umurnya sudah
- habis enggak bisa ditunda lagi. Kenapa
- pada saat itu orang kemudian semuanya
- bah ya ini yang Allah sebutkan ini
- menunjukkan ya firman Allah ini adalah
- kenyataan. Setiap orang pada akhir
- ajalnya itu pasti akan mengatakan itu.
- Pasti akan menyesal terhadap waktu-waktu
- yang sudah diabaikan sebelumnya.
- Ini cerita Allah Subhanahu wa taala
- bukan dongeng ya. Ini kenyataan ya yang
- akan kita
- alami pada saat setiap orang
- ya menghadapi ajalnya. Dia akan menyesal
- terhadap waktu
- yang dia tidak pergunakan dengan
- sebaik-baiknya.
- Di ayat yang lain ya Allah Subhanahu wa
- taala
- menyebutkan
- ya bagaimana
- ya Allah
- mengingatkan qul ya ibadi amanu yuqimus
- shah wa yunfiqu mimma razqnaahum sir
- Dalam surah Ibrahim ayat 31, katakanlah
- kepada hamba-hambaku yang
- beriman, hendaklah mereka mendirikan
- salat dan
- menginfakkan dari apa yang kami
- rezekikan kepada mereka sirron waaniah.
- Baik itu secara terang-terangan, baik
- itu secara sembunyi-sembunyi maupun
- secara terang-terangan.
- min qbli ayti yaumun fi w khilal sebelum
- datang suatu hari yang tadi yang yang di
- sana tidak berlaku ya tidak ada jual
- beli dan juga
- pertemanan setiap orang pada saat
- mencapai ajalnya mendekati
- ajalnya ya pada saat
- roh
- dicabut saat rohnya ini meninggalkan kan
- jasadnya. Karena roh ya tentu akan
- melihat menyaksikan alam arwah, alam
- yang gaib. Roh kita ini bisa melihat
- alam yang gaib
- kalau dia sudah keluar dari
- sangkar jasad kita
- ini. N kita tidak bisa melihat yang gaib
- karena roh kita ini terbatas
- oleh sangkar jasad ini. di mana jasad
- memiliki
- ya
- organ-organ yang memiliki
- keterbatasan. Pandangan mata kita ini
- memiliki
- keterbatasan. Kita tidak bisa melihat di
- dalam kegelapan.
- Walaupun mata kita ini sehat, tidak
- pakai kacamata.
- Tapi kalau tidak ada cahaya, kita tidak
- bisa
- melihat. Demikian pula pendengaran kita
- mendengar hanya pada
- frekuensi
- tertentu. Ya, kita ketahui ya, kita
- hanya dapat mendengar dari ee frekuensi
- 20 Hz sampai 20 kHz. Di bawah itu kita
- bisa tidak bisa dengar. Di atas itu pun
- kita tidak bisa dengar.
- Ini adalah keterbatasan-keterbatasan
- karena fisik jasad kita memang
- diperuntukkan untuk alam nyata ya di
- dunia ini. Tapi ketika roh meninggalkan
- jasad ya ketika menjelang kematian itu,
- maka pada saat itu akan terlihat
- semuanya yang gaib.
- Nah, pada saat itu ya orang akan
- mengatakan
- rbirjiun
- laaluan. Ya Tuhanku kembalikan aku ke
- dunia ini semoga aku
- bisa ya beramal saleh. Tidak seperti
- dulu. Dulu aku malas-malasan untuk
- beramal
- saleh. Dulu aku kikir untuk berinfak.
- Selalu takut. takut fakir, takut miskin,
- takut susah, ya. Tapi pada saat itu
- semuanya ya akan ingin minta
- dikembalikan ya, terutama sekali kalau
- mereka memang bukan orang yang beriman
- dan beramal saleh di umur-umur
- sebelumnya.
- Ya, ini pun
- diceritakan oleh Al-Qur'anul Karim
- bagaimana afwan bagaimana ketika
- tenggorokan ya ketika roh mencapai
- tenggorokan. Hatta idza balagatil
- hulquum wa antum
- hinaidin tanzurun.
- Ya. Hatta balagatil hulkum. Sehingga
- apabila roh sudah mencapai di
- tenggorokan. Wa antum hina idin. Dan
- kamu ketika itu hina idin. Kata idin ini
- hina arti ketika idin ini ada tanwin di
- sini ketika itu aina balagtil hulqu
- yaitu ketika roh sudah sampai di
- tenggorokan. tanzurun, kamu akan melihat
- ya alam arwah, kamu akan melihat
- kenyataan yang sebenarnya.
- Ya, inilah kenapa
- ya Firaun
- pun yang
- begitu durhakanya kepada
- Allah yang begitu yang begitu sombongnya
- sampai dia mengatakan ana rbukumul a'la.
- Aku adalah Tuhan kalian yang yang maha
- tinggi. Tapi
- ketika sudah
- tenggelam, sudah mau meninggal,
- dikatakan, "Ya,
- amant ya billadzi amanat bihi bani
- Israil." Aku beriman dengan Tuhan yang
- diimani oleh Bani
- Israil. Apakah bermanfaat keimanan pada
- waktu itu?
- Allah katakan
- alan apakah baru sekarang kamu mau
- beriman waqad asita qablu padahal
- sebelumnya kamu telah bermaksiat sudah
- tidak bermanfaat lagi. sehingga
- ayat-ayat ini
- kalau
- kita juga pernah baca e di dalam hadis
- Nabi Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pernah bersabda
- ya innallaha yaqbalu taubatal abdi ma
- lam yarghir. Sesungguhnya Allah menerima
- taubatnya seorang hamba selama belum dia
- belum sekarang. Ya, karena pada saat itu
- sudah tidak guna lagi keimanan, sudah
- tidak guna lagi kita mau bertobat, sudah
- tidak ada kesempatan lagi yang diberikan
- kepada kita. Inilah ya pentingnya. Ya,
- mumpung kita masih sehat ya, mumpung
- kita masih kuat, mumpung kita masih
- punya harta ya gunakanlah dengan
- sebaik-baiknya sesuai dengan sabda Nabi.
- Tanim khamsan qabla
- khamsin hayataka qobla
- mautik wasabaka qabla
- e
- sikhik
- wahataka qblqamik ya.
- Winaka qobla faq ya ini walaupun
- terbalik-balik ya intinya seperti itu. A
- kama qala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam atau seperti apa yang
- disabdakan oleh Rasul. bagaimana kita
- benar-benar harus menggunakan kesempatan
- waktu ini. Sekali
- lagi seperti pindahan waktu atau
- bertambahnya umur kita
- janganlah ya membuat melupakan kita diri
- ini melupakan
- akan berkurangnya jatah umur kita di
- dunia ini. hendaknya kita ya bertambah
- umur kita ini hendaknya bertambah dekat
- kepada Allah, bertambah kita ee selalu
- mengingat kepada Allah Subhanahu wa
- taala bertambah untuk berusaha
- meningkatkan keimanan kita, meningkatkan
- amal saleh kita agar supaya benar-benar
- kita bisa termasuk orang-orang yang
- tidak merugi ketika kita menghadap Allah
- subhanahu wa taala. Ini saja yang dapat
- saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
- Billahi taufik wal hadiah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian kebersamaan kita
- di acara kajian pagi bersama Ustaz
- Hamzah Alattas di sesi yang pertama ini
- mengenai tema Al-Qur'an berbicara
- tentang pentingnya waktu. Nanti yang
- ingin bergabung di sesi yang kedua di
- tanya jawab Anda bisa kirimkan komentar
- at pertanyaan Anda di 0811999720.
- ataupun telepon kami di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- Ya rahman
- [Musik]
- Rah syahid
- He.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- J
- [Musik]
- S
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- Allahu
- Akbar.
- Allahu Akbar.
- Lailahaill
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Radio Rasul Islam yang satu masih
- bersama kami di acara kajian pagi
- bersama Ustaz Hamzah Alatnas mengenai
- tema Al-Qur'an berbicara tentang
- pentingnya waktu. banyak surat-surat
- Al-Qur'an yang ee menjelaskan betapa
- pentingnya waktu yang kita lalui harus
- benar-benar kita lalui dengan
- bermanfaat, Ustaz. Ya, karena waktu yang
- ee kita lewati tidak mungkin terulang
- kalian Hawat. Sudah banyak SMS yang
- masuk. Ee saya bacakan yang pertama
- datangnya dari hamba Allah di Jakarta
- Selatan. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Hamzah Alatas.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, bagaimana
- evaluasi diri di akhir tahun menurut
- Islam? Apakah Nabi mencontohkan hal ini,
- Ustaz? Heeh. He pencerahannya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- ya kita janganlah ya sebelum menjawab
- pertanyaan ini janganlah kita
- ee jadinya apriori dengan
- sesuatu yang ada yang kita alami pada
- saat ini
- ya muhasabah
- ya kita itu introspeksi diri bukan hanya
- ya pada tahun menghadapi tahun yang baru
- seperti ini. Ini adalah momen yang
- penting untuk mengingatkan setiap
- manusia. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam selalu ya kalau ada kesempatan
- memberikan sesuatu mauidah hasanah
- memberikan nasihat ya dalam segaik
- kesempatan Rasulullah ya lakukan seperti
- itu. introspeksi diri dan muhasabah. Ya,
- bukan saja ya setiap tahun, tidak.
- setiap saat kita harus
- muhasabah ya sampai
- ya setiap kita mau
- tidur ya kita hendaknya sebenarnya harus
- muasabah hari ini kita melakukan apa
- saja seperti itu. Apalagi pada saat ya
- ada suatu peristiwa ya yang besar yang
- biasa masyarakat sekeliling kita ini
- lupa diri. Maka pada saat itu kita
- diperintahkan untuk selalu mengingatkan
- inilah bagian dari wat tawasau
- bilhaqqi wa tawu
- bisabr. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ya pernah
- bersabda, "Alkayisu manana
- nafsah waamila lima ba'dal maut." Orang
- yang cerdas itu alkayis kata Nabi,
- "Mandah orang yang mau mengoreksi
- dirinya.
- Waila lima baal maut. Dan dia beramal
- untuk
- mempersiapkan ya kehidupan setelah
- kematian. Wal ajizu man atba nafsahu
- hawa watamanna alallahil amani.
- Sebaliknya orang yang
- lemah, orang yang
- pandir, orang yang
- bodoh adalah orang yang mengikutkan hawa
- nafsunya.
- ya yang hawa nafsunya ee yang dirinya
- mengikuti hawa
- nafsunya apa saja demi keinginan hawa
- nafsunya diikuti. Walaupun itu
- melabrak ketentuan Allah, melanggar
- ketentuan Allah ya dilanggar semuanya
- itu. Ini orang yang lemah tapi di
- samping itu watamanna alallahi al amani.
- Dia berangan-angan. Oh, biar saya
- melanggar juga kan. Allah Maha Rahman,
- Rahim, Maha Pengasih, penyayang. Ini
- yang namanya orang yang lemah, bukan
- orang yang cerdas seperti yang di
- disebutkan oleh Nabi tadi. Sayidina Umar
- pun mengatakan,
- "Hasibu
- anfusakum qobla an
- tuhasabu." Koreksi diri
- kalian ya, muhasabah sendiri. Ini
- Sayidina Umar mengatakan seperti itu.
- QBLA an tuasabu sebelum kalian nanti
- dihisab oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Kapan? Setiap saat kita harus
- muhasabah. Apalagi pada saat ada
- peristiwa-peristiwa penting yang banyak
- orang itu lalai dan lupa pada Situn.
- Nah, sekarang ini ya momen seperti ini
- ya kita gunakan seperti itu. Jangan
- dilihat oh zaman Rasul ada enggak
- seperti ini?
- Gak semua ya apa yang ada di zaman Rasul
- ada di alam ini. Tapi garis besarnya
- Rasulullah sudah contohkan agar supaya
- kita
- pintar ya. Kita ini ya kalau baca
- Al-Qur'an kita jadi pintar ya. Dalam
- surah Yusuf Allah Subhanahu wa taala
- awal surah Yusuf Allah sebutkan inna
- anzalna ilaika quranan arabiyan
- la'allakum taqilun. Sungguhnya kami
- turunkan Al-Qur'an dengan bahasa Arab
- ini supaya kalian pintar. Taqilun
- artinya bukan kalian punya akal. Kita
- semuanya memang sudah punya akal. Tapi
- supaya kita pintar maksudnya
- berkali-kali Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi jangan selalu oh ini kan enggak ada
- zaman Rasul. Kalau dalam hal ubudiyah
- ibadah mahdah enggak boleh kita
- rubah-rubah. salat yang sudah ditetapkan
- subuh dua rakaat, asar 4 rakaat, zuhur 4
- rakaat. Jangan rubah itu mau tambahin
- ya. Kita mau tambahin du subuh biar
- banyak kali pahalanya kita en rakaat deh
- gitu atau kita jadikan empat rakaat.
- Jangan dirubah-rubah. bidah namanya itu.
- Tapi dalam hal-hal
- yang berubah almutahawwilat, maka itu
- dipersilakan kita ya berijtihad di sana.
- Inilah kenapa ketika Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- mengutus ee
- utusannya
- sahabat
- ee ee Muadz bin Jabal ke Yaman,
- Rasulullah katakan, "Bima tahkum ya
- Muad." Dengan apa nanti kalau kamu di
- Yaman? Kan enggak ada Rasulullah di
- sana. Kamu mau sendirian di sana. Sama
- juga ketika kita di sekarang di sini
- ditinggal oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, wahyu sudah terputus.
- Hendaklah kita pikir seperti itu
- analoginya. Rasulullah sudah berikan
- contoh bima tahkum ya Muad. Ketika
- Rasulullah ingin
- mengutus Muad ke Yaman. Ya, di Yaman kan
- enggak ada Rasulullah. Kalau dia
- memutuskan suatu
- perkara bagaimana caranya? Rasulullah
- tanya dia sebelum
- berangkat. Muadz bin Jabal mengatakan,
- "Ahkumu
- bikitabillah." Akan aku akan menghukum
- dengan kitabullah.
- Faillam tajidhu kata Rasul, kalau kamu
- tidak dapati. Artinya memang Al-Qur'an
- itu tidak berbicara secara semuanya
- dibicarakan secara detail. Tidak. Tapi
- semuanya ada di dalam Al-Qur'an tapi
- secara global. Yang detail justru
- masalah-masalah
- keluarga. Rasulullah katakan, "Faillam
- tajidhu kalau kamu tidak dapati artis
- secara secara tekstual tidak ada dalam
- Al-Qur'an." Bagaimana?
- Fabisunnati rasulillah. Maka aku akan
- menghukumi ya memutuskan suatu perkara
- dengan sunahnya
- Rasulullah. Terus Rasul tanya lagi terus
- lagi dikejar sama Rasul tanya lagi,
- "Faillam tajidhu kalau kamu enggak
- dapatin." Di sunah Rasul enggak ada.
- Enggak ada secara jelas. Karena yang di
- Yaman mungkin kondisinya ya berbeda
- dengan di Madinah.
- Ya, begitu juga kondisi zaman Rasul
- berbeda kan dengan sekarang. Apa yang
- ada sekarang enggak semuanya ada pada
- zaman Rasul. Nah, itu perlu. Bagaimana
- pemecahannya? Muad bin Zabal dengan
- cerdas, ajtahidu nafsi. Aku akan
- berijtihad. Ya, ijtihad arti dengan
- mengambil istimbat dari Al-Qur'an, dari
- yang berbicara secara umum ya. ada
- ayat-ayat pasti dalam Al-Qur'an itu ada
- ya sesuatu ee jawaban dari segala
- permasalahan yang ada di alam ini ya
- yang di zaman ini ya yang dulu karena
- Al-Qur'an ini untuk zaman bukan saja
- untuk zaman Rasulullah bukan untuk zaman
- sahabat tapi zaman tabiin tabi tabiin
- zaman kita dan zaman yang akan
- datang ya Allah Subhanahu wa taala
- katakan ma faratna fil kitabi minai
- Baik. Tidak ada sesuatu pun yang kami
- luputkan dalam
- Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an ini memang
- kitab ya yang Allah peruntukkan untuk
- manusia di zaman Rasul, di zaman
- sahabat, tabiin, kita dan zaman yang
- akan datang. Oleh karena itu, apa yang
- ada di dalam Al-Qur'an pasti
- menjawab berbagai tantangan zaman.
- Karena Al-Qur'an adalah refleksi dari
- ilmu Allah. Allah jangan kita kalkan
- Allah hanya tahu yang terjadi di zaman
- Rasul. Allah enggak terjadi, enggak tahu
- zaman sekarang. Ini rusak keimanan kita
- kalau begini ya. Jadi semuanya ada
- secara garisar besar. Oleh karena itu
- dicontohkan oleh Muad bagaimana ketika
- menghadapi masalah yang tidak dihadapi,
- yang tidak ada di zaman
- Rasul. Ya, kita harus berijtihad
- mengambil ayat-ayat Quran tadi ya.
- Mengambil sunah
- Rasul ya.
- untuk kita
- aplikasikan ya ke zaman kita sekarang
- ini. Jadi hendaknya jangan kita katakan,
- "Oh, apa ada sunahnya nih kita di akhir
- tahun ni apalagi ini tahun hij bukan
- tahun ee hijriah, tahun masih ya. tahun
- itu semuanya ya di dalam ee ini juga
- tahun artinya ee baik kita di tahun
- menghitung dengan Masehi atau menghitung
- dengan Hijriah ya ini semuanya ya ini
- adalah kenyataan yang ada ini adalah
- suatu kenyataan yang ada memang ya kita
- harus ya
- itu ya ditekankan kita harus
- menghitungnya dengan hitungan hijriah
- karena hitungan hijriah itu sangat erat
- kaitannya dengan ee masalah ibadah ya.
- ya. Karena di sana ada ee berkait dengan
- masalah ibadah tentang misalnya puasa
- bukannya di bulan April kah, di bulan
- Agustus kah, tapi kan di bulan
- Ramadan tentang adanya asyhurul hurum
- bukan Januari, Februari, Maret itu tapi
- asyhurul hurum adalah ee Zulkadah,
- Zulhijah, Muharram dan Rajab tentang
- adanya yaumu Arafah itu di bulan
- Zulhijah, 9 Zulhijah dan seterusnya ya.
- Itu kita harus ya itu harus menjadi
- patokan kita. Itu yang harus menjadi
- hitungan kita ya dalam masalah hijriah.
- Tapi kita juga tidak menutup mata
- terhadap apa yang terjadi di sekeliling
- kita. Dan Islam menjawab semuanya. Di
- Al-Qur'an pun kenapa ada rahasia di
- dalam surah Al-Kahf, surah
- Kahfi ya. Kenapa Allah Subhanahu wa
- taala menyebutkan Ashabul Kahfi itu
- tidur di goa berapa
- tahun? Ya, mereka tidur di goa Allah
- sebutkan walabitu fi kahfihim
- salatin sinina wazdadu tisa.
- Mereka
- ya tidur di gua mereka itu Ashabul Kahfi
- selama
- 300
- tahun ya 300
- tahun. Wazdadu tisa dan
- lebih 9 bulan. Nah, 300 tahun ternyata
- ini 300
- tahun dan 9 bulan ini kenapa Allah
- Subhanahu wa taala menyebutkan enggak
- 300 tahun saja ya atau 309 apa ini ada
- kata ilnya di sini ini ternyata ada
- rahasianya ketika
- dihitung kalau
- itu 300 tahun itu kalau dihitung dengan
- hitungan hijriah maka itu ya jumlahnya
- adalah 309 tahun. Tapi kalau hitungan
- dengan hitungan matahari ya itu adalah
- 300 tahun. Ini daripada rahasia
- Al-Qur'anul Karim dan hitungan ya hari
- berdasarkan matahari ini juga ini
- perhitungan
- berdasarkan ee makhluk-makhluk Allah
- yaitu matahari ya. peredaran matahari ya
- dan perhitungan ee hijriah pun
- berdasarkan perhitungan pergerakan
- makhluk Allah yaitu bulan ya
- kedua-duanya ya itu bisa saja sebagai ee
- dijadikan sebagai hitungan. Akan tetapi
- yang lebih utama bagi kita kaum muslimin
- hendaklah di di ya hendaklah kita sangat
- berpatokan dengan
- ee ee kalender hijriah ya. Karena di
- sana sangat berkaitan dengan amal ibadah
- kita. Jadi kembali kepada ee penanya
- tadi ya ee apa tadi dasarnya gitu ya?
- Al was al dasarnya banyak sekali ya dari
- hadis-hadis Nabi dan juga ayat-ayat
- Al-Qur'an yang kita aplikasikan pada ee
- era saat ini yang kita hadapi.
- Wallahualam.
- Ee ragu melakukannya, Ustaz. Ada
- petunjuknya dalam Al-Qur'an kan? He
- sunah Nabi. Baik, kembali ke pertanyaan
- selanjutnya datang dari Bapak Syukur
- Khairul Ibad di Semarang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, manusia sering
- terlena dengan waktunya di dunia
- meskipun dia tahu kehidupan dunia ini
- hanyalah fatamurgana. Amalan apa supaya
- manusia tidak terlena sehingga ia dapat
- selamat di dunia dan akhirat? Kelak
- ustaz.
- Bismillah. rahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Ee tentunya
- ee agar supaya kita tidak terlena ketika
- menjalani kehidupan dunia
- ya banyak hal ya. Kalau dulu zaman
- sahabat ketika mereka lupa turun ayat
- Quran
- mengingatkan ya ketika bertemu Nabi
- mereka lagi ee jadi ingat Allah
- Subhanahu wa
- taala. Kalau zaman sekarang seperti
- apa? Al-Qur'an sudah apa ayat-ayat Allah
- sudah tidak turun lagi. Wahyu sudah
- terputus.
- Tapi ingat pada saat ini Allah juga ya
- Allah bukan saja memberikan rahmatnya
- kepada umat yang ada pada zaman
- Rasulullah, tapi pun Allah subhanahu wa
- taala memberikan rahmatnya kepada kita
- juga. Ya Allah pun sayang kepada umat
- Nabi yang bukan saja yang di zaman Nabi
- tapi juga yang sampai akhir zaman. Umat
- Nabi ini ya disayang Allah Subhanahu wa
- taala.
- yaitu dengan apa? Dengan Allah Subhanahu
- wa taala jaga Al-Qur'an
- ini. Al-Qur'an tetap otentik sejak zaman
- Rasul sudah diturunkan sampai
- sekarang. Ya, kalau dulu ya ketika
- seorang orang kaum mukminin lalai
- diingatkan turun wahyu Allah. Nah, kalau
- sekarang bagaimana? Ya, kita baca
- Al-Qur'anul Karim, kita baca dan renungi
- ayat-ayat Allah supaya kita tidak lalai.
- Ya, samping itu ya kita mendawamkan
- mujal mujalasatus
- shihin ya. Kita
- senantiasa mencari teman-teman orang
- yang
- baik ya. hadir di pengajian
- ya. Ya, berteman dengan orang-orang
- orang-orang yang saleh, orang-orang yang
- baik. Karena dengan berteman dengan
- orang-orang saleh, orang-orang yang baik
- ini ketika kita lalai ada yang
- mengingatkan kita karena dia paham tadi
- makna watwasau bilhaqqi wat tawasau
- bisabr.
- Bahkan
- ee dalam satu riwayat menyebutkan pakai
- ini hadis atau ini umat ulama ya kita
- diperintahkan
- jalis atau rafiq man
- tuzakkirukumullahu
- ryatuh. Ya
- temanilah
- sahabat-sahabat yang kalau kita
- ngelihatnya dia saja kita ingat
- Allah ya.
- itu kita lihat siapa sahabat ee
- sahabat-sahabat yang seperti itu,
- teman-teman kita yang seperti itu. Kalau
- kita ngelihat dia, kita ingat Allah ya
- tentu ada orang-orang yang saleh ya.
- Kalau orang-orang yang yang suka
- minum-minuman kena, ker suka pergaulan
- bebas, ketika kita ngelihat dia aja kita
- ingatnya ke perbuatan maksiat. Jangan
- ditemani yang seperti itu. Temanilah ya
- orang-orang yang ketika kita melihat
- saja kita ingat kepada Allah Subhanahu
- wa
- taala. Inilah pentingnya tadi karena
- untuk mendapatkan tawasi bilhaq wat
- tawasi bisabr. Karena tawasi bilhaq wat
- tawasi bisabr enggak kita dapatkan
- kepada dari orang-orang ahlil maksiat
- ya. Bahkan kita
- dijerumuskan ya. Kita enggak minum-
- minuman keras. Dibju-buju ah minumlah
- sedikitlah. Ah, ini apa? Supaya
- menghormati tamulah apa semuanya seperti
- itu. Menjaga persahabatan itu dibujuk
- dengan rayon seperti itu. Enggak akan
- kita dapatkan tawasi bilhaq wat tawasi
- bisabr. Tapi yang kita dapatkan seperti
- itu. Bahkan ya mereka menjadi a'wanus
- setan. Mereka menjadi kaki tangannya
- setan yang akan menjerumuskan kita ya ke
- dalam kelalaian ya. Ya, tentunya amalan
- saleh tadi yang harus menjadi selalu
- kita rutinkan hendaknya ya kita
- senantiasa mentadaburi firman-firman
- Allah karena ini akan membantu kita
- seolah-olah Al-Qur'an ini turun lagi
- kepada kita ya seolah-olah Allah
- Subhanahu wa taala berbicara kepada kita
- ini sesuai dengan hadis
- Nabi. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam katakan, "Man
- arada
- ayyukallimahullah falyaqra falyaqrail
- Quran." Barang siapa yang mau yang ingin
- diajak bicara oleh Allah hendaklah baca
- Al-Qur'an. Sebaliknya waman arada ayy
- yukallimallaha falyusolli. Barang siapa
- yang ingin berbicara kepada Allah ya dia
- salat. Inilah ya tali hablum minallah,
- tali yang menghubungkan kita kepada
- Allah, Al-Qur'anul Karim. Ya, jadi
- insyaallah kalau kita
- senantiasa akrab dengan Al-Qur'an, kita
- kenal Al-Qur'an, Al-Qur'an akan
- membimbing kita ya. Dan juga jangan lupa
- senantiasa mujal mujalasatus shihin
- artinya duduk bersama orang-orang yang
- saleh ya berteman dengan orang-orang
- yang baik ya itu akan membantu kita agar
- supaya kita tidak lalai wallahuam.
- Baik, semoga terjawab dan mungkin ini
- pertanyaan terakhir sebelum pamit ee
- karena kita dib waktu tapi ini di luar
- tema, Ustaz mengenai tadi Ustaz
- menyinggung masalah zakat mungkin ini
- ada yang bertanya juga ee asalamualaikum
- Pak Joko di Depok ini apakah rumah yang
- ditinggali kena zakat Ustaz dan rumah
- yang dikontrakkan dengan hasil per tahun
- Rp15 juta wajib zakat juga ustaz gitu.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalliim ala sayyidina Muhammad wa ali
- sayidina Muhammad. Pertanyaan bagus.
- dari Pak siapa? Pak Joko. Pak Joko ya.
- Semoga Allah Subhanahu wa taala
- senantiasa menjaga keimanan kita ya dan
- ketakwaan kita sampai akhir hayat kita.
- Ee pertanyaan bagus ya ee apakah rumah
- kita yang kita tempati itu di wajib
- dizakatkan ya itu tidak ya. Apakah
- kendaraan yang kita pakai untuk bekerja
- wajib dizakatkan itu tidak. Ya, zaman
- Rasul bukan e kendaraannya bukan mobil
- ya, kuda. Kuda kalau yang dipakai untuk
- berusaha ya atau keledai itu tidak wajib
- dizakatkan. Kalau rumah kemudian kalau
- kita punya rumah ee selain yang kita
- tinggalkan, kita kontrakkan, maka rumah
- itu ya wajib dizakatkan. Kalau rumah
- saja, oh kita punya rumah tapi enggak
- enggak diisiin apa rumah 2 3 4 dan
- seterusnya ya. Enggak dikontrakan ya.
- Kalau enggak dikontrakkan saja itu ya
- sama juga seperti orang punya tanah
- dibiarin aja seperti itu ya. Itu nanti
- kena kalau sudah sampai 1 tahun itu kena
- zakat itu kalau haul sudah haul sudah
- nisab ya kena zakat
- 2,5%. Tapi kalau ke kita ya sewakan kita
- kontrakkan dengan
- penghasilannya berapa juta setahun. Nah,
- ketika kita dapat e hasilnya itu ya kita
- ee wajib mengeluarkan 5 sampai 10% ya
- 10% kalau ee kotor seperti itu. Tapi
- kalau kita oh kita biaya listriknya
- sudah kita keluarkan ya kita bisa
- mengeluarkan 5% dari 15 juta yang di
- dapat itu ya. Jadi kalau R juta ee kalau
- 10%
- 1,5 juta ya itu kita keluarkan ya atau
- kalau 5%
- Rp750.000. Ini kalau artinya kalau 10%
- itu kotor ya kalau kita artinya oh
- listrik dia yang bayar apa semuanya ya.
- Tapi kalau listriknya kita yang
- bayar ya, airnya dan semuanya ya, itu
- bisa di dikurangi menjadi 5% seperti
- itu. Ini dikiaskan dengan pertanian ya,
- pertanian. Kalau pertanian orang yang
- bertani kemudian irigasinya dia yang
- nyiramin apa semuanya itu dia wajib ya
- ee dia ee mengeluarkan 5%. Tapi kalau
- tada hujan ya, petani-petani yang
- mengandalkan dari dari cuaca saja maka
- itu 10% ya. Dan ini sama juga ya kalau
- itu petani nanam nanam ee padi misalnya
- atau nanam kelapa sawit atau nanam ee
- jeruk atau nama-nanam apa tumbuhnya kan
- hasilnya itu. Kalau ini kan nanam beton
- ya di tanah nanamnya beton yang
- keluarnya nanti ya itu penghasilan ya
- itu betonnya enggak di enggak dihitung.
- ya. Tapi yang dihitung nanti dari yang
- dikeluarkan dari hasil ee hasil tadi
- pendapatannya ya. Ini ini ya itu kenapa
- tadi kalau kalau ee tanah atau misalnya
- bangunan enggak diisiin, enggak ada
- didiamin aja begitu itu kena zakatnya
- itu. Karena itu hendaknya kita
- diperintahkan supaya jangan ada harta
- yang diam bergerak itu ke buah supaya
- dihasilkan. Kalau dihasilkan kalau ee
- jadi bisa menghasilkan suatu
- ee uang penghasilan dan itu bisa berbagi
- dengan orang lain. Kalau tanah misalnya,
- tanah kosong saja ya. Kalau kita mau oh
- supaya enggak kena zakatnya ya suruh apa
- orang garap ya nanti ya kita keluarkan
- dari dari hasil garapan itu. Entar orang
- itu dapat seperti itu ya bagi ya bagi
- hasil dan dia akan
- dapat. Nah dari bagian itu dan bisa kita
- terbebas dari ee mengeluarkan zakat dari
- tanahnya itu karena yang sudah
- dihasilkan ada penghasilannya seperti
- itu ya. Sebegitu juga tadi rumah ya
- kalau kosong ya kalau kosong enggak
- diterempatan itu jangan malah jadi
- hancur ya lebih baik di dikontrakan. Nah
- dari kontrakannya zakatnya bukan 2,5% ya
- karena 2,5% itu zakat simpanan ya yang
- enggak bergerak yang enggak enggak
- tumbuh berkembang. Tapi kalau
- menghasilkan sesuatu itu zakatnya
- dikiaskan kepada ya di zaman Rasul yaitu
- petani ya dengan dua apa dengan 5 atau
- 10%. Wallahualam. Sebaliknya tadi kalau
- yang kita tempati kendaraan juga yang
- kita pakai untuk kerja itu tidak
- dizakati. Wallahuam. Mungkin nanti lain
- waktu ada bahasan yang khusus untuk
- zakat Ustaz ya kan lebih lebih detail
- lagi. Baik dan disimpulkan Ustaz bahasan
- kita di pagi ini tentang masalah waktu
- ini.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ali sayidina Muhammad.
- Ya. Ee hendaknya kita ingat senantiasa
- ya dari pembahasan kita ini
- yaitu surah yang pendek ya. Surah
- Al-Ashr ini walaupun pendek memiliki
- makna yang begitu luas ya.
- Sampai Imam Syafi'i radhiallahu anhu ya
- rahimahullahu taala waradahu anhu ya dia
- mengatakan andai kata yang diturunkan
- ini dari Al-Qur'an surah Al-Asr saja
- sudah cukup ini buat bekal bagi kita ini
- sungguh-sungguh apa karena Imam Syafi'i
- melihat bagaimana em makna dari surah
- ini begitu luasnya ya kalau juga saya
- baca bahas tadi secara luas itu lebih
- panjang lagi dari ini ya. Tapi kita
- tidak fokus kepada itu, tapi kita fokus
- pada waktunya.
- ee sampai-sampai Rasulullah ee para
- sahabat Nabi diriwayatkan setiap kali
- mereka ee selesai suatu pertemuan mereka
- selalu baca surah Al-Ashr ini. Ya, ini
- surah yang penting agar supaya kita
- benar-benar menghargai waktu, menghargai
- ee masa yang kita diberikan atau jatah
- waktu yang kita diberikan di dunia ini
- untuk benar-benar meraih surganya Allah
- Subhanahu wa taala. Ini saja yang dapat
- saya sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat
- lebih kurang saya mohon maaf. Billahi
- taufik wal hidayah. Wassalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Namun demikian kajian
- pagi bersama Ustaz Hamzatas mengenai
- Al-Qur'an berbicara tentang pentingnya
- waktu semua apa yang disampaikan nama
- ilmu ilmu agama kita juga menambah iman
- dan tak kita kepada Allah subhanahu wa
- taala saya Fah ditemani Neza dan juga
- Zain Nur pamit subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik
- wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- ustaz
- [Tepuk tangan]
- astagfirullah
- Allah rabbal
- baraya.
- Astagfirullah minal khataya.
- [Musik]
- ilman
- na
- waqni
- amalan
- shihah ya
- rasulallah
- salamun
- alaik ya
- [Musik]
- jiratal
- alami ya
- uhailal
- judi wal
- karomi ya uhailal
- [Musik]
- karomi
- ngawiti
- ingsun nglar
- syiran
- kelawan
- [Musik]
- muji pangeran
- kang paring
- rahmat lan geni
- kenikmatan
- rino
- wengine
- tanpa
- bidungan
- rina
- wengine
- tanpa
- [Tepuk tangan]
- bidungan. Duh bolo
- konco pri wanita.
- Ojo mung ngaji
- [Musik]
- gur pinter
- dongeng nulis lan
- moco tembe
- Bu