Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil
- alamin.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, apa
- kabarnya di pagi hari ini? Senang sekali
- saya Rizal HA kembali hadir dalam
- program acara Hikmah Pagi Kajian
- Keluarga Islami untuk edisi Jumat.
- Bertepatan dengan 14 Jumadil Akhir 1439
- Hijriah.
- Juga 2 Maret 2018.
- Alhamdulillah Ustaz Agus Darmaji akan
- kembali melanjutkan kajian keluarga
- Islamiyah di hari ini.
- Kita sapa terlebih dahulu Ustaz Agus
- Darmaji. Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik
- dan sehat ya, Ustaz ya. Alhamdulillah
- karena pertolongan Allah ya.
- Baik, lanjutan di hari ini kita masih
- akan membahas eee tema besar mengenai
- membangun benteng
- ruhiyah dalam keluarga ya.
- Karena beberapa pekan ini kita bahas
- mengenai hal ini di pagi hari ini kita
- akan mengkhususkan untuk eee mengkaji
- bagaimana menguatkan hati
- dengan zikrullah Ustaz
- zikrullah
- Baik, Ikhwan akhwat tidak berpanjang
- lebar lagi langsung saja kita simak
- bersama pemaparannya dan nanti insya
- Allah di sesi tanya jawab kita akan
- lebih perdalam lagi dengan eee
- pertanyaan dari Ikhwan akhwat. Untuk itu
- mari kita simak bersama. Kami
- persilakan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahirobbil alamin. Asyhadu
- alla ilaha illallah wa asyhadu anna
- Muhammadar Rasulullah.
- Masyallah ukan wa malam yasya lam yakun
- la haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad wa ba'du.
- Qalallahu taala fil kitabihil karim.
- Audzubillahiminasyaitonirojim.
- Ya ayyuhalladzina amanu taqullaha haqqo
- tuqotih. Wala tamutunna illa wa antum
- muslimun.
- Sadaqallahuladzim amma ba'du.
- Ikhwan dan akhwat rahimakumullah syukur
- pada Allah
- di pertengahan bulan
- Jumadil
- akhir ini kita
- dipertemukan kembali oleh Allah
- Subhanahu wa ta'ala.
- Yang
- pada hari ini kita akan melanjutkan
- kajian kita tentang membangun kekuatan
- ruhiyah di dalam keluarga.
- Beberapa pertemuan terakhir sudah kita
- bahas beberapa hal
- tentang ruhiyah kita.
- Kita
- menyadari bahwa
- kekuatan kita itu tidak lain dan tidak
- bukan
- berasal dari Allah Subhanahu wa ta'ala.
- Maka kekuatan badan, kekuatan fisik,
- kekuatan lahiriah
- itu
- sangat ditentukan kekuatan ruhiyah kita.
- Kesempatan kali ini kita akan
- membahas tentang bagaimana membangun
- kekuatan ruhiyah itu melalui zikrullah.
- Ikhwan akhwat sekalian
- orang yang mempunyai hati yang kuat
- dia akan mampu
- mewujudkan semua keinginannya.
- Mampu
- mengatasi berbagai kesulitan-kesulitan
- hidup
- dan bertahan
- di atas prinsip-prinsip yang benar.
- Apalagi di zaman penuh fitnah seperti
- ini.
- Kita ketahui bahwasanya
- Indonesia sebagai negeri
- mayoritas muslim dan
- dengan jumlah penduduk muslim terbesar
- di dunia
- menjadi bulan-bulanan serangan
- musuh-musuh Allah.
- Serangan yang bertubi-tubi melalui
- berbagai cara.
- Melalui ekonomi.
- Dicari begitu banyak cara agar
- umat Islam Indonesia itu bergantung
- betul kepada
- hutang luar negeri
- yang menumpuk, menumpuk dan terus
- menggunung.
- Akhirnya nanti menjerat lehernya.
- Maka
- negeri kita meskipun sudah
- mengklaim dirinya merdeka, tetapi
- para ahli mengatakan kita belum memiliki
- kedaulatan ekonomi.
- Apalagi sekarang
- mohon maaf tidak ber
- maksud untuk
- eee menyudutkan kelom eee
- pihak-pihak tertentu.
- Kita seolah-olah
- sangat bergantung kepada World Bank
- ya
- dan IMF, IMF.
- Padahal kita tahu berbagai kajian
- mengatakan
- seharusnya kita harus
- bisa
- mengambil jarak yang jauh
- dengan kedua lembaga ini. Karena apa?
- Sudah terbukti
- ketergantungan kita kepada kedua lembaga
- dunia ini justru membuat kita semakin
- lemah.
- Jauh dari kemandirian.
- Nah.
- Saudara sekalian
- itu serangan berupa
- pelemahan ekonomi.
- Kemudian ideologi, masyaallah.
- Berbagai macam ideologi yang
- bertentangan dengan akidah Islam
- coba
- dimasukkan secara perlahan maupun
- terang-terangan
- isu-isu terakhir ideologi-ideologi yang
- merusak akidah Islam itu begitu marak
- sekularisme
- pluralisme
- liberalisme
- seolah-olah
- dimasukkan ke dalam alam pikiran umat
- sehingga melemahkan hati
- yang tadinya mempunyai dinamika
- dan keyakinan atas jihad di jalan Allah
- menjadi lemah ya
- coba kita dengar apa yang dikatakan oleh
- para
- propagandis
- pluralisme
- kalau bicara tentang intoleransi
- anti kebinekaan mesti
- ditundingkan kepada umat Islam
- nah
- baru-baru ini ada satu
- eh partai yang akhirnya diterima oleh
- KPU menjadi eh salah satu peserta
- eh pemilihan umum yang akan datang
- saya tidak sebut partainya
- yang diusung adalah
- anti intoleransi
- dan
- anti
- anti tesis terhadap anti kebinekaan nah
- yang ditunding pasti umat Islam
- sebagai intoleran, anti kebinekaan ya
- bahkan ujung sana akan disudutkan umat
- Islam sebagai anti Pancasila
- ini begitu rupa
- dan satu hal yang menonjol
- hari kemarin
- ada koran besar
- bahkan termasuk koran yang paling top di
- negeri ini
- melansir satu laporan
- satu sindikat
- pengedar narkoba
- berhasil digulung
- dan disita asetnya sekitar 6,4 triliun.
- Itu baru satu sindikat
- dan baru baru
- dikatakan akan di terbuka lagi sindikat
- yang lebih besar.
- Masyaallah, triliunan rupiah. Artinya
- apa Saudara sekalian?
- Ada begitu banyak uang yang
- dikelontorkan untuk merusak anak-anak
- kita, untuk merusak generasi kita,
- bahkan untuk merusak orang-orang dewasa
- dengan apa? Dengan narkoba.
- Narkotika
- obat-obat terlarang
- dan zat adiktif.
- Penggunanya sekarang berbagi tingkatan
- usia
- berbagai tingkatan ekonomi.
- Dulu yang beli narkoba itu, beli
- narkotika atau ee pengguna
- itu orang-orang berduit. Sekarang kita
- dengar kasus-kasus terakhir
- anak-anak tidak mampu di pojok-pojok
- dusun sana juga sudah terserang narkoba.
- Naudzubillah min dzalik. Ni Ikhwan
- sekalian, inilah kita dibuka oleh Allah
- Subhanahu wa Ta'ala
- bagaimana
- cabaran, ujian-ujian, fitnah-fitnah
- yang menghantam kita
- melemahkan kita.
- Maka bagaimana kita membangun kekuatan
- kalau tidak dimulai dari kekuatan
- ruhiyah, kekuatan yang berdasarkan
- akidah Islam.
- Nah
- pangkal dari kekuatan itu adalah kalbu,
- hati kita.
- Hati yang kuat tadi saya sebutkan akan
- mampu bertahan terhadap semua
- ancaman, serangan, cabaran
- godaan hati yang kuat
- maka
- kepentingan kita adalah
- bagaimana membuat hati kita kuat sebagai
- pribadi juga sekeluarga
- kalau tidak masya Allah
- justru keluarga mengundang serangan dari
- luar
- ini yang naudzubillah
- ikhwan sekalian
- salah satu ideologi yang merusak adalah
- kapitalisme
- kapitalisme ini begitu merasuk kehidupan
- umat
- sehingga dikatakan meskipun kita meng
- mencoba untuk mengadopsi ekonomi
- Pancasila tapi
- kapitalisme masih begitu
- kental sekitar kita
- yang kaya makin kaya, yang miskin
- tertinggal jauh
- ekonomi di atas riba
- kepercayaan begitu langka di sekitar
- kita
- apa-apa di ujung-ujungnya duit akhirnya
- negeri ini terpuruk wajahnya memalukan
- karena apa? karena fitnah korupsi ini
- kapitalisme
- semua
- dinilai dengan duit
- seolah-olah tidak ada yang
- bisa dilakukan tanpa duit
- ya Allah
- bahkan di rumah ibadah ada duit, bahkan
- departemen atau kementerian
- yang mengurusi urusan agama
- yang seharusnya jauh dari citra
- korupsi justru menjadi sarangnya
- korupsi, Saya tidak sebut kementeriannya
- apa.
- Anda sudah bisa menebak.
- Kalau orang berurusan untuk membuka
- sekolah agama, duit.
- Apalagi urusan
- perjalanan umrah dan haji,
- itu bau korupsinya begitu kental.
- Kita pernah juga dengar,
- cetak-mencetak Alquran saja dikorupsi.
- Allahu Rabbi.
- Akhirnya ada seorang penyair mengatakan,
- "Inilah negeri para bandit."
- Maka para sekalian, Subhanallah.
- Kita tidak mungkin lepas
- dari
- cabaran ini. Kita tidak mungkin lepas
- dari
- hempasan fitnah ini.
- Maka satu-satunya cara adalah kita
- kembali kepada kekuatan yang Allah dan
- Rasul-Nya sudah
- gariskan buat kita. Itu kekuatan
- ruhiyah, kekuatan iman, kekuatan
- takwa kita, kekuatan berdasarkan akidah
- Islam.
- Nah, satu hal yang mudah untuk kita
- lakukan setiap hari adalah
- zikir kepada Allah.
- Sekalian, zikir ini dahsyat sekali.
- Begitu banyak ayat di dalam Alquran dan
- juga kita temukan dalam berbagai hadis
- perintah kita untuk memperbanyak zikir
- kepada Allah.
- Pertanyaan saya,
- sudah berapa banyak kita berzikir kepada
- Allah?
- Jumat ini saja,
- ada satu ayat satu surah
- yang diturunkan oleh Allah pada
- Nabi sallallahu alaihi wasallam
- dan dikenal dengan surah Al-Jumu'ah.
- Dan surah Al-Jumu'ah ini
- sering dibaca Nabi sallallahu Alaihi
- Wasallam
- pada salat Jumat
- di bagian
- terakhir
- itu ada perintah untuk memperbanyak
- berzikir
- Auzubillahiminasyaitanirrajim
- Ya ayyuhalladzina amanu
- idza nudiya lisshalati min yaumil
- jumu'ah fas'au ilaa dzikrillaahi wa
- dzarul bait
- wahai orang-orang beriman
- apabila diseru
- kepada
- salat
- Jumat
- maka bersegeralah
- kamu memenuhi panggilan itu
- wa dzarul bait
- dan tinggalkanlah atau hentikanlah
- perniagaan semua aktivitas bisnis,
- aktivitas dunia, stop. Nah, Ikhwan
- sekalian artinya apa?
- Yang membuat hati kita lalai dan menjauh
- dari panggilan Allah adalah
- rutinitas
- keseharian kita
- dalam mencari kehidupan dunia
- wa dzarul bait
- ya
- fa idza qudhiyyatishalati
- fa idza qudhiyyatishalah fantasyiru fil
- ardh
- apabila sudah ditegakkan salat, kalau
- sudah selesai salat fantasyiru fil ardh,
- bertebaranlah kamu di muka bumi, boleh
- sekalian kamu
- untuk mencari keutamaan Allah di muka
- bumi
- wadzakurullahal katsira la'allakum
- tuflihun dan banyaklah berzikir pada
- Allah, mengingat Allah
- semoga kalian
- menjadi orang-orang yang menang, menjadi
- orang-orang yang sukses.
- ya sekalian, ini subhanallah.
- Di sini
- mengandung hikmah yang dahsyat. Kalau
- kamu mau sukses hidupmu, banyaklah
- berzikir kepada Allah.
- Kalau kamu jauh dari zikir kepada Allah,
- hidupmu akan jauh dari kesuksesan di
- mata-Nya Allah.
- Di hadapan Allah.
- Kalau di hadapan manusia barangkali
- suksesnya gemilang gemilang, tapi di
- hadapan Allah tidak bermakna.
- Kalau jauh dari zikir kepada Allah.
- Bahkan di satu ayat yang lain,
- apabila menjauhi zikir, Allah akan
- berikan ganjaran banyak padanya,
- ma'isyatan dhonka.
- Hidup yang terpuruk, hidup yang hina.
- Ini masya Allah karena apa? Orang jauh
- dari zikir kepada Allah.
- Saudara sekalian, berapa banyak kita
- berzikir kepada Allah setiap hari?
- Jawabannya adalah seharusnya kita jangan
- lepas dari zikir kepada Allah.
- Kalau ada ulama yang
- me
- memesankan kepada kita untuk berzikir
- sekian kali,
- tahlil
- sekian kali tasbih dan sebagainya,
- lakukan saja.
- Tapi kalau sudah 1.000 kali tahlil,
- apakah kita berhenti untuk zikir kepada
- Allah? Tidak, lanjutkan yang lainnya.
- Artinya, jaga hati jangan sampai lalai,
- lepas dari ingat kepada Allah.
- Nah, subhanallah.
- Walhamdulillah,
- wa la ilaha illallah.
- Allahu Akbar.
- La haula wa la quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- Dalam setiap kesempatan, jaga, eh saya
- kok lupa sama Allah.
- Terhubung enggak?
- Connected enggak kita kepada Allah?
- Kalau hati kita kosong dari hubungan
- dengan Allah
- artinya hati kita sedang lalai.
- Kita tidak berzikir pada Allah. Di
- situlah kekosongan dan apabila hati kita
- kosong
- maka
- setan akan masuk. Dan apa yang dilakukan
- setan? Setan akan mengisi hati kita
- dengan kesibukan yang jauh dari
- mengingat Allah. Saat itulah kita
- menjadi orang yang
- berhati lalai. Dilalaikan oleh setan.
- Memang pekerjaan setan seperti itu.
- Tupoksinya setan adalah menggoda manusia
- dan menjadikan hatinya lalai dari
- berzikir kepada Allah.
- Akhirnya
- orang
- jauh
- dari mengingat Allah
- jauh dari melaksanakan hukum Allah dan
- ujung-ujungnya
- meninggalkan perintah Allah.
- Terjadilah maksiat di situ.
- Ya, terjadilah maksiat.
- Maka ikhwan sekalian, banyaklah kita
- berzikir kepada Allah. Nah.
- Dalam ayat yang lain surah Al-Baqarah
- 152 disebutkan
- audzubillahiminasyaitanirrajim
- fazkuruni
- azkurkum. Oh, ini masyaallah.
- Hendaknya kamu
- banyak mengingat Aku, kata Allah.
- Azkurkum, maka
- Aku akan ingat ingat kepada kamu.
- Nah.
- Wasykuruli wala takfurun
- dan banyaklah kamu bersyukur kepadaku
- dan jangan
- menjadi kufur
- akan nikmat Allah.
- Ikhwan sekalian, Al-Baqarah 152 ini
- begitu dahsyat.
- Begitu dahsyat.
- Kalau kita ingin diingat Allah pada
- setiap kesempatan,
- kalau kita ingin dipenuhi semua
- keperluan kita,
- kalau kita ingin
- dicukupkan semua kebutuhan kita,
- maka satu hal,
- kita berzikir pada Allah.
- Di sini mengatakan bahwa
- banyak orang yang
- terputus hubungannya pada Allah,
- lupa kepada Allah, maka Allah akan
- melupakan dia.
- Allah tidak menjaga dia.
- Allah membiarkan dia. Diapakan?
- Digarap oleh berbagai
- godaan,
- ancaman,
- serangan dari luar.
- Apa yang terjadi coba?
- Analogikan atau umpamakan dengan tubuh
- kita.
- Kalau orang
- menjaga tubuhnya,
- ya, dia ingat tubuhnya harus diberi ini,
- diberi itu,
- asupan yang bergizi,
- antibodi dan lain-lain,
- maka tubuh itu akan membangun antibodi.
- Tapi kalau dia lupa,
- kesehatannya dilupakan,
- gaya hidupnya itu jauh dari kesehatan.
- Bahkan mengkonsumsi
- makanan dan zat-zat yang merusak
- antibodi,
- maka
- tubuh akan lemah
- dan berbagai penyakit akan datang.
- Ikhwan akhwat sekalian,
- artinya selama kita mengingat Allah,
- selama itu pula
- Allah pasang badan buat kita. Kalau
- Allah mengingat kita, gimana?
- Ada seorang laki-laki
- sedang berbisnis.
- Begitu banyak orang yang ingin
- menggarapnya.
- Begitu banyak musuh-musuhnya
- ingin melihat dia hancur.
- Apalagi dia menggunakan prinsip-prinsip
- bisnis yang syar'i.
- Menjauhi berbisnis dengan ribawi.
- Maka setan yang berbentuk
- jin dan manusia
- yang kelihatan atau tidak kelihatan
- akan berusaha untuk menghancurkan dia.
- Tetapi kalau dia terus berzikir kepada
- Allah, dia ingat selalu mau buat ikatan
- bisnis diingat ini sesuai dengan dengan
- perintah Allah tidak? Ini melanggar
- hukum Allah apa tidak?
- Artinya zikir di sini bukan sekedar
- lidahnya saja mengucapkan subhanallah
- walhamdulillah sambil memutar tasbih,
- apa buah-buah tasbih.
- Ya, tasbih sendiri sebenarnya artinya
- kalimat-kalimat yang mensucikan Allah.
- Tapi kemudian menjadi tasbihku mana
- tasbihku? Nah, artinya apa? Butir-butir
- untuk menghitung jumlah zikir, ya.
- Bukan itu saja.
- Tetapi zikir ini adalah ketika kita mau
- buat perikatan bisnis
- ini bisnis bahaya tidak dalam hubunganku
- dengan Allah.
- Apakah perikatan bisnis ini akan meng
- melampaui,
- ya
- halal dan haram.
- Kalau ini berbahaya menurut agamaku,
- maka aku akan ber menjauhkan diri dengan
- sejauh mungkin. Ini orang berzikir dalam
- bisnis. Nah.
- Ikhwan Allah sekalian nah
- jadi orang-orang yang selalu menjaga
- hatinya tetap eh, connected kepada Allah
- akan dijaga oleh Allah subhanahu wa
- taala, akan dijaga.
- Wazkuruni askurkum, masya Allah.
- Langsung kepada aku,
- sifatnya privat.
- Hubungan kita dengan Allah sifatnya
- privat.
- Ikhwan sekalian, ada sepasang kekasih
- yang begitu saling mencintai,
- kemudian mereka menjadi suami istri dan
- terus menjaga cintanya.
- Di manapun suami berada, dia ingat
- istrinya.
- Di manapun istrinya berada, dia ingat
- suaminya.
- Suami pergi berjauhan,
- mereka tetap berhubungan
- melalui telepon,
- WhatsApp dan lain-lainnya.
- Connected.
- Ketika tidak terkoneksi,
- menjadi menjadi resah, apa yang terjadi
- dengan kekasihku di sana.
- Ikhwan sekalian, inilah cinta.
- Sebenarnya zikir ini yang paling penting
- adalah
- menjaga agar jalinan cinta kita kepada
- Allah, jalinan cinta kita dengan Allah
- terus
- hidup.
- Kalau kita berhenti mengingat Allah,
- jalinan cinta itu pun akan merenggang
- dan terus merenggang dan terus
- merenggang.
- Akhirnya apa?
- Allah disebut namanya, Allahu Akbar
- Allahu Akbar,
- tak tersentuh sedikit pun.
- Padahal surat Al-Anfal mengatakan salah
- satu ciri orang beriman
- adalah ketika disebut asma Allah,
- disebut Allah, hatinya bergetar.
- Ikhwan sekalian, orang yang saling
- mencintai
- itu bergetar hatinya kalau disebut
- namanya.
- Ya, Mas Rizal misalnya.
- Ketika ditanya
- kepada istrinya, "Mas Rizal di mana?"
- Dengar Mas Rizal disebut saja istrinya
- sudah bergetar. Allahu Akbar, di mana
- dia?
- Ikhwan sekalian,
- inilah
- cinta kita
- menjadi begitu hidup
- dan terus melampaui kecintaan-kecintaan
- kita kepada apapun.
- Inilah hakikatnya
- zikir kita
- yang kita pelihara terus
- menguatkan cinta kita kepada Allah. Hati
- yang dikuatkan
- dengan
- mahabbatullah.
- Cinta kepada Allah. Ini hati yang sangat
- dahsyat. Hati yang selalu diingat oleh
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Maka Ikhwan sekalian,
- ingat terus Allah Subhanahu Wa Ta'ala di
- manapun kita berada.
- Surah Ali Imran
- 191
- menggariskan
- pada
- kita sekalian.
- Hendaknya kita berzikir di manapun,
- kapanpun, dalam kondisi apapun.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Ulil Albab. Apa itu Ulil Albab?
- Alladzina yadzdzikrunallaha qiyamaw
- waqu'udaw wa'ala junubihim.
- Adalah Ulul Albab ini, orang-orang
- berakal.
- Akalnya sebenarnya bukan pada akal
- IQ rasional saja, tetapi justru secara
- integrated, terpadu.
- Kecerdasannya itu bersumber dari
- kecerdasan insani yang mulia.
- Yaitu terletak di kalbu. Ya, ada seorang
- guru besar psikologi dari
- Sudan mengatakan justru
- kecerdasan itu oleh Alquran terletak
- pada kalbu.
- Ulul Albab itu di sini tempatnya. Apa
- itu Ulul Albab? Ya.
- Alladzina yadzdzikrunallaha.
- Orang-orang yang selalu mengingat Allah.
- Qiyaaman wa qu'uudan.
- Wa'ala junubihim.
- Dalam keadaan berdiri.
- Eee.
- Berdiri.
- Wa qu'uudan, atau duduk.
- Wa'ala junubihim, atau sedang berbaring
- pada rusuk-rusuk mereka.
- Ikhwan sekalian.
- Manusia cuma tiga posisi.
- Dalam keadaan apapun, kita golongan
- kepada tiga posisi. Kalau Anda tidak
- sedang berdiri, Anda pasti sedang duduk.
- Kalau Anda tidak sedang duduk, Anda
- pasti sedang berbaring.
- Ustaz, kalau saya sedang berkendaraan
- bagaimana?
- Ya kalau kamu sedang berkendaraan di
- Baso Aci misalnya, sedang duduk, itu
- yang kedua.
- Tapi kalau kamu enggak dapat duduk, atau
- kamu memberikan dudukmu kepada orang
- tua.
- Ya.
- Ini alhamdulillah sudah mulai ada budaya
- di atas kendaraan umum, kalau orang tua
- atau orang-orang difabel ya.
- Diberi tempat, anak-anak muda tahu
- dirilah.
- Ya.
- Begitu kamu berdiri.
- Kamu oleh Allah disebutkan.
- Qiyaaman.
- Sedang berdiri, kemudian kalau duduk.
- Wa qu'uudan, atau di rumah berbaring.
- Manusia apapun keadaannya, selalu dalam
- tiga posisi ini. Dan ketika kita tiga
- posisi ini saudara sekalian, kita ingat
- lagi berdiri, aku lagi berdiri ngapain
- nih? Zikir pada Allah.
- Yadz-kuruunallah.
- Sedang duduk. Kita apakan?
- Kamu sedang apa?
- Sedang duduk, ayo tidak.
- Kita kita ganti sekarang, kamu sedang
- apa sekarang? Aku sedang zikir kepada
- Allah.
- Nah.
- Saya tanya kepada Mas Rizal.
- Sedang apa Mas sekarang Mas?
- Sedang siaran. Sedang zikir kepada
- Allah. Nah, duduk. Iya. Jadi di sini
- sebenarnya tupoksi kita
- lagi berdiri ngapain kamu?
- Zikir kepada Allah, iya kan?
- Lagi duduk, zikir kepada Allah.
- Lagi berbaring?
- Zikir. Berbaring zikir kepada Allah.
- Berbaring lagi ngapain, Mas? Lagi nonton
- TV, salah. Berbaring sedang
- me
- ngingat Allah, berzikir kepada Allah.
- Nah.
- Ditambahkan ciri lain daripada
- orang-orang ulul albab ini, orang-orang
- tercerahkan, orang-orang sangat cerdas,
- terpelajar, tercerahkan.
- Ya.
- Wa yatafakkaruna fi khalqis samawati wal
- ard.
- Dan mereka memikirkan
- penciptaan Allah
- di langit dan di bumi.
- Dan mereka berkata, "Rabbana
- ma khalaqta hadza batila.
- Subhanaka. Faqina adzaban nar." Ini
- semua zikir. Rabbana kalau orang kalau
- orang menyebut Allah Rabbana itu ingat
- Allah.
- Ma khalaqta hadza batila.
- Tidak ada yang Engkau ciptakan ini
- semuanya yang sia-sia. Semuanya setiap
- yang Kau ciptakan itu, ya Allah
- bermanfaat. Engkau ciptakan debu orang
- mengatakan debu itu merusak, tidak. Debu
- ada manfaatnya.
- Jangan dilihat negatifnya.
- Ustaz, debu itu merusak. Elektronik kita
- rusak semua.
- Itu diciptakan oleh Allah supaya kamu
- berpikir gimana tidak rusak. Ciptakan
- teknologi untuk apa? Melindungi semua
- perangkat itu.
- Sekurangnya kalau kamu punya kamera yang
- bagus, ya, supaya tidak dirusak oleh
- debu, masukkan dalam kantungnya.
- Diberi plastik pelindung dan yang lain.
- Nah.
- Kemudian dia berzikir, subhanaka ya
- Allah.
- Maha suci Engkau ya Rabb.
- Ya.
- Faqina adzabannar.
- Maka
- orang-orang yang disebut ulul albab ini
- yang selalu berzikir kepada Allah,
- ujung-ujungnya adalah apa? Meminta
- perlindungan kepada Allah dari apa? Dari
- api neraka.
- Dari siksa neraka.
- Siksa neraka itu dimulai dari dunia
- Saudaraku.
- Orang-orang ahli neraka itu sudah mulai
- jadi ahli neraka dan ahli surga itu
- sudah mulai terkategori
- di
- muka bumi ini.
- Di dalam kehidupan dunia ini.
- Nah, inilah orang-orang yang selalu
- eee
- berzikir di manapun berada, ya.
- Terakhir sebelum kita jeda saya akan
- bacakan lagi satu ayat yang berkenaan
- dengan zikir untuk menguatkan hati.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Silakan dibuka surat Ar-Ra'd
- ayat 28.
- Alladzina amanu
- dan orang-orang yang eee adalah
- orang-orang yang beriman
- watatmainnu qulubuhum bidzikrillah.
- Dan hati mereka menjadi tenteram
- mutmainnah,
- ya.
- Menjadi tumakninah hatinya itu
- dengan mengingat Allah.
- Watatmainnu
- qulubuhum bidzikrillah.
- Dan hati mereka itu menjadi tenang,
- menjadi
- eee
- mutmainnah ini
- cuma tidak cuma sekedar tenang, tetapi
- stabil,
- kuat.
- Ya.
- Alabidzikrillahi tatmainnul
- qulub.
- Maka ingatlah.
- Dengan berzikir pada Allah, tatmainnul
- qulub.
- Maka menjadi kuatlah.
- Menjadi tentramlah.
- Menjadi tenanglah.
- Hati-hati kamu.
- Ikhwan sekalian, ini Quran surah Ar-Ra'd
- ayat 20. Delapan.
- Mari kita hafal sama-sama.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Alladzina amanu.
- Watatmainnu
- qulubuhum
- bidzikrillah.
- Ala bidzikrillah.
- Tatmainnul.
- Qulub.
- Orang-orang beriman itu.
- Menjadi.
- Tenang hati mereka. Diulang dua kali
- ini. Dalam ayat yang sama. Diulang dua
- kali. Dengan redaksi yang digeser saja.
- Ya.
- Orang-orang beriman cirinya adalah.
- Yang mereka mendapatkan ketentraman
- batin.
- Kestabilan emosional.
- Ini saya kalau sedang disuruh. Me.
- Membuat analisis psikologi.
- Asesmen psikologi untuk calon-calon
- karyawan. Salah satu yang diminta oleh.
- Para pimpinan.
- Perusahaan itu adalah.
- Kestabilan emosi. Kematangan jiwa.
- Penting tidak? Oh, sangat penting
- saudara.
- Kestabilan emosi ini.
- Diperlukan untuk keberhasilan.
- Menuntaskan berbagai tugas.
- Wartawan saja coba, wartawan.
- Nih wartawan kalau.
- eh moody ya toh
- maksudnya apa? Mood-moodan istilahnya
- ya.
- I'm in a good mood.
- Ya.
- Lagi good mood.
- Apa itu good mood istilahnya ya.
- Lagi bagus hatinya. Kerja dia. Tapi
- kalau lagi bad mood.
- Dia enggak kerja. Akhirnya apa?
- Yang target ada misalnya delapan berita
- satu hari. Dia cuma dapat dua paling
- banyak. Karena apa? I'm in a bad mood.
- Lagi bad mood dia. Wah dia lagi bete.
- Bete sekarang ya.
- Itu bad mood. Karena apa? Emosinya tidak
- stabil. Lihat sini.
- Ya.
- Tapi kalau lagi good mood. Waduh dia
- produktif. Akhirnya saudara sekalian
- kita ketahui.
- Kestabilan emosi, kematangan jiwa itu
- merupakan prasyarat.
- Utama.
- Untuk hidup menjadi produktif.
- Kontributif kalau tidak.
- Diganggu dia dengan berbagai.
- Gangguan emosional.
- Ini Quran yang mengatakan.
- Diganggu dengan berbagai ke gangguan
- emosional.
- Ya.
- Lagi enggak konsen nih.
- Kerjaan nagarnya apa?
- Tidak selesai-selesai.
- Nah kemudian. Ala bidzikrillah
- tatmainnul
- qulub.
- Ingatlah dengan mengingat Allah ya.
- Kamu. Akan mendapatkan.
- Ketenangan.
- Hati.
- Ini.
- Dua kali Allah sebutkan di dalam ayat
- yang sama.
- Tentang hubungan antara zikir dengan.
- Ketenangan hati. tatmainnul qulub, ya.
- Mutmainnah.
- Makanya ada ada satu ayat
- yang mengatakan nafsul mutmainnah. Ya
- ayyatuhan nafsul mutmainnah.
- Dalam surah apa, Mas?
- Al
- Fajr, ya.
- Itu
- golongan manusia yang terbaik.
- Yang disebut
- nafsul mutmainnah. Ini golongan yang
- tertinggi.
- Nafs yang apa? Tenang. Berbagai
- hempasan, berbagai godaan, tenang saja.
- Tidak bergeming, tidak tertarik.
- Digoda apa? Digoda harta, lewat harta.
- Tidak tertarik.
- Digoda apalagi? Kekuasaan. Tidak
- tertarik.
- Digoda wanita.
- Ah, ini mikir-mikir. Ya. Digoda wanita
- pun tidak bergeming. Ini masya Allah.
- Ya, banyak pejabat kita digoda
- macam-macam, ya. Termasuk godaan tiga ta
- itu.
- Harta, tahta,
- wanita. Ini luar biasa ini.
- Begitu banyak orang terpuruk,
- tergelincir, terpeleset kariernya karena
- apa? Tiga ta ini. Nauzubillah min zalik.
- Maka masya Allah, kekuatan batin
- dimulai dengan zikrillah. Ya.
- Terus kuatkan hati kita, banyak
- berzikir. Nah.
- Insya Allah setelah ini barangkali kita
- akan sedikit membahas bagaimana zikir
- supaya hati kita menjadi kuat. Wallahu
- a'lam
- bis
- Rabbana a'tarofna
- bi annana qotarofna
- wa annana
- Ya Allah, kami mengaku bahwa kami
- berdosa.
- Kami melampaui batas.
- Kami hampir tergelincir.
- Berilah kami pengampunan.
- Membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami, ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti.
- Ampunilah ayah bunda kami.
- Juga anak-anak kami. Famili dan
- saudara-saudara,
- serta semua teman
- dan yang mereka kami cintai tetangga
- atau sahabat
- serta seluruh muslim semuanya
- amin terimalah harapanku
- semata anugerah dan kemuliaanmu
- bukan karena usaha kami
- dengan kedudukan Al Mustofa Shallallahu
- Alaihi Wa Alihi Wasallam kabulkan
- permintaan kami
- selawat dan salam semoga Allah limpahkan
- kepada Rasulullah senantiasa sebanyak
- butiran awan
- puji bagi Allah sejak awal hingga akhir
- Ya alhamdulillah amin ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah telah kita simak bersama
- tadi
- pemaparan yang disampaikan oleh Ustad
- Agus Darmaji bagaimana kita menguatkan
- hati dengan zikrullah ini masih
- bagian dari pembahasan membangun benteng
- ruhiyah dalam keluarga
- dan sebelum kita ke sesi tanya jawab
- Ustad Agus Darmaji akan sedikit
- melengkapi Ustad pemaparannya bagaimana
- zikrullah yang bisa menguatkan hati
- tersebut baik langsung saja kita
- lanjutkan seperti apa pemaparannya
- Bismillahirrahmanirrahim Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad
- wa ba'du ikhwan sekalian perhatikan
- seorang atlet
- apa yang dilakukan dia untuk menjaga
- staminanya bahkan memper tahankan
- prestasinya dan untuk meningkatkan
- dia akan menjaga
- porsi tertentu latihan
- latihan fisik latihan mental latihan
- teknis
- asupannya dijaga dan lain-lain
- dalam hal berzikir pun begitu
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- adalah contoh terbaik
- bagi kita dalam segala urusan
- termasuk dalam berzikir pada Allah
- cukuplah beliau yang kita ikuti jangan
- berlebihan
- bagi saya
- zikir yang pas itu zikirnya Rasulullah.
- Apa yang beliau lakukan?
- Beliau berzikir adalah dengan salat,
- banyak salat.
- Di Quran dikatakan dan kamu ber
- tegakkanlah salat untuk mengingat Aku,
- kata Allah.
- Jadi, salah satu cara untuk kita
- menjaga zikir kita
- menjaga koneksi kita, ke hubungan kita
- dengan Allah adalah banyak-banyak salat.
- Orang yang makin jauh dari Allah
- salatnya makin jarang, kita lihat.
- Lihat tuh orang yang lalai hatinya.
- Salat cuma sekedar lima waktu saja
- 17 rakaat saja.
- Tapi makin hatinya makin
- cinta kepada Allah
- ditambah salat-salat yang sunah.
- Bahkan salat
- malam, masyaallah.
- Hatinya menjadi begitu lembut
- dan memerlukan zikir banyak-banyak.
- Makin banyak zikir makin lembut, makin
- nikmat zikir, terus.
- Bahkan ada sesuatu yang hilang kalau
- tidak salat malam.
- Biasa salat duha
- sesuatu yang hilang kalau tidak salat
- duha, rasanya begitu.
- Jadi, apa yang dilakukan Nabi sallallahu
- alaihi wasallam dalam hal berzikir
- banyak-banyak salat.
- Apa saja Ustaz salat yang harus kita
- lakukan?
- Terutama yang harus kita lakukan 17
- rakaat dengan sempurna. Di mana? Kalau
- laki-laki di masjid. Kalau wanita di
- mana? Silakan di rumah boleh, tapi jaga
- di awal waktu. Ya.
- Setelah orang-orang pulang dari masjid
- Ibu-ibu sudah punya wudu, langsung.
- Ya.
- Kemudian
- selain itu Nabi sallallahu alaihi
- wasallam menjaga
- membaca Alquran.
- Ini amalan yang dijaga oleh para
- ulama
- para sholihin
- membaca Alquran dalam satu hadis
- disebutkan
- barangsiapa yang
- tidak membaca Quran 50 ayat maka
- digolongkan
- orang yang lalai
- satu hari satu malam kita tidak membaca
- Quran
- kita lalai
- bahkan disebut dalam hadis itu 50 ayat
- nah 50 ayat itu sekitar berapa
- dalam eh empat halaman
- kurang lebih dua lembar ya empat
- itu kalau di menitkan
- satu halaman itu sekitar lima menit cuma
- 20 menit kita lepas dari
- kategori orang yang lalai maka kawan
- sekalian coba
- dengan memelihara
- bacaan Quran kita insyaallah
- ya
- sekarang kalau repot bawa Quran
- downloadlah Quran digital begitu ya Mas
- Uje
- downloadlah di App Store itu banyak
- Quran digital mau yang ber
- eh dengan terjemahan atau tidak
- terjemahan
- terjemahannya mau bahasa Inggris bahasa
- Urdu
- yang lain-lain silakan
- itu ya
- kemudian
- salat-salat sunah
- yang lain adalah
- salat rawatib
- dua rakaat sebelum subuh
- dua rakaat
- sebelum dan sesudah salat zuhur
- jadi yang sunah itu ada 12 rakaat
- ya sebelum dan sesudah salat zuhur
- kemudian sebelum salat asar
- jadi delapan rakaat
- kemudian
- dua rakaat lagi ba'da salat maghrib
- dan dua rakaat lagi
- ba'da salat isya jadi ada
- 12 rakaat Mau ditambah lagi
- sebelum salat Isya boleh tidak? Boleh,
- karena Nabi juga disebutkan
- pernah melaksanakan itu, silakan.
- Nah, Ikhwan sekalian
- ini salat-salat sunah dahsyat sekali.
- Kemudian
- ee salat sunah, baca Quran dan
- zikir pagi.
- Zikir pagi dan petang. Ada Hasanul Ulama
- Imam Hasan Al Banna
- me- menghimpun
- zikir pagi dalam dalam satu paket doa
- ma- Al Ma'tsurat ya.
- Itu bagus tuh dari-dari Nabi Shallallahu
- Alaihi Wasallam. Apa yang
- biasanya di- di- di- baca?
- Pertama
- Ayatul Kursi.
- Kemudian dua ayat terakhir dalam
- Surah Al Baqarah.
- Ini ayat peng- peng- hilang godaan
- setan.
- Tiga su- tiga surah terakhir dalam
- Quran.
- Qulhu, Al Falaq dan An Nas.
- Kemudian tahlil
- tahmid tasbih
- dan seterusnya.
- Kemudian juga Sayyidul Istighfar.
- Dan sebagainya. Ini zikir pagi dan
- petang terus, masya Allah.
- Bagaimana Ustaz kalau kita sedang kerja?
- Jaga hatimu, connected kepada Allah.
- Terhubung kepada Allah. Insya Allah kamu
- akan menjadi orang yang hebat. Menjadi
- orang yang dimu- dahkan segala urusanmu.
- Tadi
- Allah berfirman dalam
- Surah Al Baqarah tadi. Ya.
- Ingatlah kamu, maka Aku akan mengingat
- kamu, ya kan?
- Ini insya Allah akan menjadi pegangan
- buat kita sekalian di manapun kita
- berada.
- Fadz- kuruni adz- kurkum.
- Ingatlah kamu pada Allah, maka
- Aku akan mengingat kamu.
- Orang yang selalu diingat Allah kayak
- apa itu?
- Allah mengingat orang ini.
- Karena apa? Dia ingat Allah.
- Dicukupi semua keperluannya, dimudahkan
- semua persoalannya.
- Dimudahkan semua urusannya.
- Dijaga dia dari semua fitnah, dijaga
- dari orang-orang yang jahat.
- Masyaallah, ya.
- Maka jagalah hati kita, jangan sampai
- lalai dari mengingat Allah, ya.
- Terakhir,
- yang lain-lain adalah zikir dalam
- dalam hal menjaga supaya amaliyah kita
- itu
- tidak
- melanggar norma-norma agama. Contoh,
- berbicara.
- Ketika kita ingat Allah, kita akan
- menjaga lisan kita, enggak bohong.
- Ya. Jangan bohong.
- Yang kedua, karena zikir juga, kita
- menjaga lisan kita tidak menyakiti
- perasaan orang lain.
- Yang ketiga, kita jaga lisan kita
- tidak merendahkan,
- apalagi memaki orang lain,
- apalagi memfitnah,
- menceritakan keburukan orang lain. Ini
- kita ingat Allah karena apa?
- Ketika kita ingat Allah, kita ingat
- ancaman Allah, "Jangan kamu memaki,
- jangan kamu berdusta, jangan kamu
- berghibah, menceritakan keburukan
- saudaramu." Semua itu kita ingat Allah,
- kita takut.
- Ya.
- Hati yang dilembutkan oleh Allah, takut
- untuk melanggar apa? Melanggar
- larangan-larangan Allah. Dengan begitu,
- hati kita selalu connected, terhubung
- dengan Allah.
- Dan insyaallah, hati kita makin kuat,
- makin kaya hati kita, ya, dengan hikmah,
- ilmu dan hikmah yang Allah berikan,
- dengan jalan yang hanya Dia yang tahu,
- ya. Kita kok menjadi paham dengan
- berbagai berbagai persoalan-persoalan di
- tengah-tengah kita, karena apa? Allah
- yang kasih, ya. Banyak baca Quran, ya.
- Allah buat buat kita adalah furqan,
- pembatas antara hak dan batil, antara
- yang baik dan buruk.
- Demikian, semoga Allah Subhanahu wa
- Ta'ala menolong kita untuk menjaga diri
- kita untuk selalu berzikir kepada Allah
- Subhanahu wa Ta'ala. Amin Allahumma
- Amin.
- Amin Allahumma Amin. Allahumma Amin.
- Baik, terima kasih Ustaz Agus dan Ustaz
- Bajatas pemaparannya. Selanjutnya
- langsung kita masuki sesi tanya jawab,
- Ustaz, ya.
- Ehm. Eee, pertanyaan pertama dari Pak
- Asep di Sukabumi, Ustaz. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, ketika kita sudah
- zikir, tapi hati masih gelisah dan
- khawatir, katanya. Adakah yang salah
- dengan hati ini, Ustaz? Mohon.
- Ya, silakan.
- Bismillahirahmanirahim. Allahumma sholli
- ala Muhammad wa ali Muhammad.
- Pak Asep,
- zikirnya ditambah,
- ya.
- Zikirnya bukan cuma sekedar
- di lisan, ya.
- Di lisan saja.
- Subhanallah, walhamdulillah,
- walailahaillallah, Allahu Akbar. Tapi
- zikirnya di jiwa,
- di hati kita.
- Nah, kalau Bapak masih zikir juga,
- masih belum tenang juga,
- berarti harus ditambah zikirnya. Ala
- bidzikrillahitathmainulqulub.
- Allah janjikan itu. Banyak zikir kepada
- Allah menenangkan jiwa.
- Dan ditambah yang yang salah satu porsi
- tambahannya adalah baca Quran, Pak.
- Coba baca Quran. Kalau belum belum betul
- bacaan Quran-nya, nah, belajar.
- Alhamdulillah,
- Ustaz Otong tadi pagi, ya,
- membahas itu tentang
- eee, tahsinul Quran, ya.
- Belajar baca Quran yang baik. Karena
- apa? Quran itu mukjizat.
- Beda Quran dibaca saja tanpa di di eee,
- apa namanya tilawah kan berbeda.
- Apalagi kalau tilawahnya tartil.
- Itu dahsyat menghujam.
- Menghujam kalbu kita.
- Dengan apa?
- Dengan ketenangan.
- Maka silakan Pak Asep baca Quran
- banyak-banyak.
- Lagi gundah-gulana.
- Ambil wudu dua.
- Apa namanya mengambil wudu kemudian
- kita.
- Eee minimal dua lembar.
- Bagus tiga lembar.
- Tiga lembar berarti enam halaman.
- Insyaallah hati mulai tenang.
- Kalau belum tenang juga.
- Bapak mungkin ada makan sesuatu yang
- salah.
- Ya karena hati ini.
- Menjadi tidak tenang sesuatu yang masuk
- ke dalam.
- Badan kita tidak betul.
- Entah zatnya haram.
- Atau boleh jadi kita kemasukan dari
- sesuatu yang amaliyah kita.
- Batil tidak benar.
- Ya.
- Maka masyaallah.
- Lakukan.
- Pembersihan kita, pembersihan.
- Zakat infak sedekah ya.
- Kemudian banyak berzikir insyaallah.
- Jadi Pak Asep saran saya.
- Perhatikan semua apa yang Bapak lakukan
- kalau masih masih kurang tenang kurang.
- Eee.
- Apa namanya.
- Mutmainah hati kita ya.
- Maka ada sesuatu yang belum betul ya.
- Perhatikan makan pergaulan kita minta
- maaf pada orang-orang sekitar kita ya
- hati kita insyaallah akan.
- Makin tenang. Insyaallah.
- Baik dan selanjutnya dari Umuriyan Ustaz
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Di Tangerang.
- Ustaz enggak bisa dipungkiri katanya eee
- sekarang ini gadget atau HP itu. Banyak
- menjauhkan kita dari yang mengingat
- Allah daripada zikrullah itu sendiri.
- Anak-anak usia SD sekarang saja sudah
- diajarkan dikasih gadget.
- Sampai banyak yang kecanduan dengan
- game-nya. Orang dewasa kecanduan dengan
- media sosial yang ada di dalamnya dan
- lain-lain. Bagaimana dengan hal ini,
- Ustaz? Ya, bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad wa ba'du.
- Semua hal di luar kita itu tergantung
- kita.
- Gadget itu bahkan saya dengar
- orang yang paling kaya di dunia karena
- gadget.
- Itu yang sudah men- meninggal, mendiang
- Steve Jobs. Atau sekarang
- Microsoft
- eh owner-nya Microsoft, Bill Gates, itu
- melarang
- anak-anaknya
- keluarganya itu memegang
- gadget. Anak di bawah umur tidak boleh
- pegang gadget.
- Karena memang gadget ini melalaikan kita
- dari mengingat Allah.
- Coba saja.
- Berapa jam orang menghabiskan waktu
- untuk membaca WhatsApp?
- Apalagi kalau dia
- masuk menjadi grup eh grup member atau
- anggota dari suatu grup.
- Macam-macam grupnya. Bisa 10 grup.
- Sekali buka grup itu 5 menit kata-
- katakanlah.
- Jadi, berapa tuh? Sudah 50 menit, 10
- grup.
- Jadi, rata-rata menurut penelitian
- orang menghabiskan gadget sehari semalam
- itu minimal 90 menit. Minimal 90 menit.
- 90 menit ini kalau kita gunakan baca
- Quran bisa sudah satu ja- satu juz
- setengah.
- Tapi, apa yang dilakukan orang?
- Orang tidak mem-
- me- apa namanya?
- Menyempatkan untuk membaca Quran.
- Tapi, selalu sempat membaca WhatsApp,
- betul tidak? Betul.
- Kemarin saya bersama Ustaz Abu Hidayat
- takziah ke Solo.
- Kita punya waktu
- tunggu 2 jam
- di bandara.
- 2 jam ini banyak orang menghabiskan
- waktu dengan
- gadget-nya masing-masing.
- Ya.
- Tetapi coba 2 jam ini
- banyak enggak yang men mendatangi
- musala di di di mana di
- di bandara untuk salat duha? Cuma satu
- dua orang saja.
- Lebih banyak menghabiskan sempat membaca
- gadget tapi tidak sempat salat duha.
- Nah, inilah.
- Maka masyaallah ikhwan sekalian,
- terpulang pada kita ini terserah mau
- diisi apa hari-hari kita, umur kita,
- terserah.
- Tetapi orang yang bijak
- dia akan mengontrol gadget-nya, tidak
- menguasai dirinya, tidak menguasai
- kesadarannya apalagi membuatnya lalai
- dari mengingat Allah.
- Ya, batasi gadget Anda.
- Katakanlah
- saya lakukan apa, saya tidak on online
- terus-menerus.
- Jam-jam tertentu saja.
- Terutama kalau sudah pagi ada urusan
- dinas saya buka antara jam 07.00 sampai
- jam 09.00. Setelah itu tutup.
- Hmm.
- Nanti jam 12.30 setelah salat zuhur
- buka.
- Ya, karena apa kalau sebelum salat zuhur
- dibuka?
- Kita akan
- asik membaca
- pesan-pesan yang masuk.
- Bahkan salatnya bisa masbuk.
- Ini banyak kejadian.
- Pada zuhur buka.
- Ya.
- Tutup lagi nanti mau mau apa namanya?
- Mau kerja.
- Setengah jam kita baca, kita jawab yang
- penting-penting ya, tergantung kita
- memang.
- Jam 01.00 mulai kerja lagi. Ingat ini
- amanah.
- Amanah dari orang banyak apalagi Anda
- para
- eh, aparatur negara
- sipil maupun militer.
- Begitu besar amanah yang
- dipikulkan pada pundak Anda.
- Jangan terlalu banyak
- me- menghabiskan waktu untuk di luar
- amanah itu.
- Ya, kendalikan waktu untuk membaca
- gadget Anda.
- Ya, Pak
- masyaallah, kita lihat di atas bus
- di atas bus
- semua orang sibuk dengan gadget-nya,
- kalau tidak you- YouTube-an YouTube
- kalau bagus membuka tausiah-tausiah para
- ustaz, ya.
- Ini banyak you- YouTube untuk apa?
- Musik. Lalai.
- Movies.
- Kemudian
- games online.
- Masyaallah.
- Ibu-ibu juga
- habis waktu dengan game online.
- Tapi coba lihat dari orang paling depan
- sampai orang paling belakang di atas
- bus, katakan lampu bus itu ada 50 orang
- duduk situ
- lihat berapa orang membuka
- Quran digital, berapa orang?
- Masyaallah.
- Ikhwan sekalian, marilah
- waktu kita sangat terbatas, hidup kita
- begitu singkat, ya, tahu-tahu kita sudah
- usia
- sekian-sekian-sekian
- tapi kita harus lebih bijak menggunakan
- gadget kita. Ya.
- Mudah-mudahan Ummu Riyan sekeluarga
- diberi oleh Allah kekuatan untuk
- mengendalikan gadget-nya, bukan
- dikendalikan oleh gadget-nya, ya. Amin
- Allahumma Amin.
- Baik, seperti tafsir Alquran, tafsir
- Asmaul Husna dan kajian tasawuf,
- katanya.
- Kenapa, Ustaz? Bismillahirrahmanirrahim,
- Allahumma shalli ala Muhammad wa ala
- alihi Muhammad wa ba'du. Bunda Rida,
- terima kasih
- kalau
- urusan
- tidak tertarik dengan kajian agama itu
- sudah dari zaman
- zaman bahala.
- Nah, zaman now lebih parah lagi, ya.
- Karena apa?
- Orang sudah dunia begitu rupa, ya,
- menyita kesadaran mereka. Padahal gadget
- itu bisa digunakan untuk
- untuk ibadah, untuk berzikir, bisa
- enggak? Untuk kajian, bisa enggak? Oh,
- bisa sekali.
- Buka mau Ustaz siapa, Habib siapa,
- di YouTube silakan.
- Atau di website website
- kajian-kajian Quran, banyak sekali.
- Mau download
- e-books
- atau sekedar artikel-artikel ringkas,
- itu begitu banyak.
- Maka tadi, Mas Rizal, yang di luar kita
- itu tergantung kita. He eh.
- Mau digunakan untuk apa?
- Keperluan yang sifatnya entertainment,
- silakan.
- Ya.
- Kalau
- media massa menurut eh para ahli kan
- tiga ya fungsinya.
- Ya.
- To inform.
- Apa lagi?
- Entertainment. To in eh to influence eh
- to educate dan to entertain, ya.
- To entertain.
- Pertama to inform.
- Apakah informasi kita? Padahal banyak
- tuh misalnya Republika Online,
- koran-koran online banyak. Kita buka
- enggak?
- Buka, Ustaz, tapi
- apa namanya koran hiburan. Ya, itu yang
- ketiga, entertainment.
- Nah.
- Yang kedua, educ oge educ eh educate to
- educate.
- Kita mengedukasi diri enggak dengan
- membaca-baca
- eh kajian-kajian yang serius?
- Banyak kajian serius yang bisa
- didownload dengan gratis.
- Dan yang ketiga entertain, media massa.
- Banyak digunakan untuk entertainment.
- Ya.
- Maka, Bunda Rido,
- anak-anak sekarang apalagi ya,
- masyaallah.
- Ya, ini karena apa? Itu tadi krisis
- kalbu.
- Krisis kalbu dari apa? Zikir pada Allah.
- Kalau kalau hatinya banyak zikir pada
- Allah, dia akan mencari kok.
- Mencari betul.
- Di mana ini
- menentramkan hati saya. Saya takut nanti
- Allah akan menimpakan azab kalau saya
- melakukan ini, melakukan itu.
- Ini hati anak-anak muda begini pun ada
- yang terpanggil.
- Ya.
- Mau azan, sudah
- buru-buru ke masjid.
- Itu banyak anak-anak muda pakai
- seragam eee ojek online ya.
- Itu memenuhi masjid-masjid, masyaallah.
- Mereka anak-anak saleh ini. Ya.
- Habis
- eee salat sempatin baca di gadget
- mereka, setelah itu mereka meluncur.
- Pantang surut di luar biasa.
- Jadi, Bunda
- memang ini adalah tugas kita
- mengajak anak-anak kita untuk
- memperbanyak zikir. Eh, Nak, kamu sudah
- zikir belum? Kamu sudah baca Quran
- belum?
- Pagi ini baca Quran dulu.
- Ya, anak-anak saya pun begitu. Sudah
- baca Quran belum?
- Baca Quran dulu.
- Karena baca Quran ini merupakan
- pembuka zikir.
- Insyaallah, begitu baca Quran hatinya
- mulai lembut, mulai tenang, dia akan
- meminta
- eee hatinya mulai butuh lagi. Untuk apa?
- Ini hati yang mulai sehat itu memerlukan
- apa? Asupan-asupan yang sehat. Tapi
- kalau hati sudah ter tercemar dengan
- racun-racun dunia, ya.
- Apalagi racun-racun setan.
- Hati ini akan terus meminta
- eee pemuasan syahwat. Ya.
- Misalnya contoh
- mohon maaf, mohon maaf, kecanduan
- pornografi.
- Itu makin dituruti makin uh,
- subhanallah.
- Yang tadinya cuma lihat gambar-gambar
- tanpa bergerak. Akhirnya apa? Terus
- minta gambar-gambar yang
- bergerak dan terusnya.
- Akhirnya penyimpangan-penyimpangan
- seksual dimulai dari situ. Itu karena
- apa? Hatinya teracuni, tercemar,
- terinfeksi, ya.
- Ah, makin apa?
- Kecanduan, ya.
- Akhirnya
- hatinya makin jauh dari Allah.
- Satu-satunya adalah hati ini dihentikan
- dan betul-betul dikarantina,
- ya. Demikian Bunda Rido, mudah-mudahan
- anak-anak kita kita selalu doakan, kita
- ingatkan terus untuk jangan lupa dari
- zikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Demikian.
- Baik, Ustaz. Nah, makanya kita sudah di
- penghujung acara. Sebelum diakhiri,
- mungkin bisa menyampaikan penutupnya,
- Ustaz. Dipisahkan.
- Terima kasih, Mas Rizal.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala alihi
- Muhammad. Para hadirin sekalian,
- tidak ada orang tua yang
- tega melihat anak-anaknya itu
- terpuruk kehidupannya
- di dunia,
- apalagi akhirat.
- Maka peganglah
- apa yang Allah katakan di dalam surah
- Al-Jumu'ah itu,
- Fadz-kurullaha katsiran la'allakum
- tuflihun.
- Ini Allah yang perintah.
- Banyaklah kamu berzikir kepada Allah,
- la'allakum tuflihun. Kamu akan menjadi
- orang yang sukses.
- Dan orang sukses ini dimulai dari banyak
- berzikir. Hatinya sukses.
- Hati yang sukses akan mengantarkan orang
- menjadi orang yang sukses. Tapi hati
- yang gagal
- menjadikan orang gagal.
- Hati yang lalai menjadikan menjadikan
- orang yang lalai. Maka marilah
- pastikan anak-anak kita memperoleh
- kesuksesan hidup dunia dan akhirat
- dengan menyuruhnya
- banyak-banyak berzikir kepada Allah
- Subhanahu wa Ta'ala.
- Nah, sekeluarga kita kalau perlu
- pagi-pagi sebelum berangkat, ayo kita
- sama-sama berzikir pagi bareng-bareng.
- Kita di pesantren pun begitu ya. Eh,
- Ustadz Rizal kalau sedang marosim
- pagi-pagi sedang marosim sedang apel
- pagi
- kita baca apa? Zikir pagi.
- Kemudian
- sayyidul istighfar.
- Kemudian doa menuntut ilmu. Nah, ini
- yang kita lakukan di rumah pun begitu.
- Nah, di di meja makan mau berangkat pun
- begitu. Buru-buru, tetapi jangan
- jangan sampai kita
- eh, ternalaikan ya.
- Demikian, mudah-mudahan Allah Subhanahu
- wa Ta'ala meridai kita sekalian. Billahi
- taufiq wal hidayah. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustadz atas
- kehadiran dan juga pemaparannya di hari
- ini. Insyaallah kita bertemu kembali di
- Jumat depan Ustadz ya? Insyaallah.
- Insyaallah semoga diberikan eh,
- kesempatan dan juga kesehatan. Amin
- Allahuma amin.
- Amin.
- Dan Ikhwan dan Akhwat, terima kasih atas
- kebersamaannya di hari ini. Mohon maaf
- atas mohon maaf atas SMS yang belum
- sempat kita bacakan karena keterbatasan
- waktu.
- Akhirnya saya Rizal Haf ditemani eh,
- teman-teman di pagi hari ini yang
- bertugas ada Bang Fajar, Bang Zulfikar
- dan juga Bang Atep undur diri.
- Subhanakallahuma bihamdika asyhadu alla
- ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu
- ilaik. Billahi taufiq wal hidayah.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Wabihamdihi
- Subhanallah.