Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:12 Brail [musik] 0:33 Bismillahirrahmanirrahim. 0:35 Asalamualaikum warahmatullahi 0:36 wabarakatuh. 0:37 Waalaikumsalam. [mendengus] 0:39 Alhamdulillahiabbil 0:41 alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa 0:44 ala ali Muhammad. 0:46 Dipancar luaskan dari jalan Masjid 0:49 Silaturahim nomor 36 Kalimagis Cibuber 0:53 Bekasi, Radio Silaturahim untuk Islam 0:57 yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 0:59 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:02 Alhamdulillah. 1:04 Semoga kabar Anda baik selalu dan kami 1:08 berharap Anda dalam lindungan Allah 1:11 Subhanahu wa taala. Di pagi hari ini, 1:13 Ikhwan dan Akhwat, kembali kita berjumpa 1:16 dalam program Keluarga Islami edisi 8 1:21 Januari 2021 1:24 yang juga bertepatan di tanggal 24 1:26 Jumadil Awal 1442 1:30 Hijriah. telah hadir di tengah-tengah 1:32 kita setiap hari Jumat pagi, Ustaz Agus 1:36 Sudarmaji yang akan memberikan 1:38 tausiahnya dan pembahasan kita di pagi 1:42 hari ini yaitu cinta dan benci karena 1:45 Allah subhanahu wa taala. Langsung saja 1:48 ikhwan dan akhwat kita sapa beliau. 1:50 Asalamualaikum warahmatullahi 1:51 wabarakatuh Ustaz. 1:52 Waalaikumsalam warahmatullah 1:53 wabarakatuh. Bang 1:54 sehat Ustaz ya? 1:55 Alhamdulillah barokah. Saya Agus 1:58 ditemani Ondi dan juga Fahri di meja 2:02 operator akan menemani Anda hingga nanti 2:07 menjelang pukul 2:09 30 menit. Baiklah ikhwan dan akhwat, 2:11 langsung saja kita akan simak pemaparan 2:13 yang akan disampaikan oleh Ustaz Agus 2:15 Darmaji. Tafadal Ustaz. 2:17 Bismillahirrahmanirrahim. 2:20 Asalamualaikum 2:23 warahmatullahi wabarakatuh. 2:27 Alhamdulillahi rabbil alamin. Ashadu 2:30 alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah 2:34 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 2:36 rasuluhu la nabiya ba'dah. Allahumma 2:39 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad 2:41 wa ba'. Qallahu taala fil quranil karim. 2:47 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:49 Bismillahirrahmanirrahim. 2:54 Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqo 2:57 tuqatih wala tamutunna illa wa antum 3:01 muslimun. Sadaqallahzim wa ba'du. Ikhwan 3:04 dan akhwat rahimakumullah. 3:08 di hari-hari 3:10 di menjelang pekan terakhir ya 3:15 dari bulan Rabiul maaf Jumadil Awal kita 3:20 bersyukur kepada Allah dalam keadaan 3:23 sehat walafiat dan mudah-mudahan kita 3:26 diberikan oleh Allah kemampuan untuk 3:28 menyempurnakan ibadah kita sebagaimana 3:32 doa kita [mendengus] Allahumma aina ala 3:35 zikrika 3:40 Ya Allah, 3:42 tolonglah aku 3:45 untuk senantiasa 3:47 mengingat engkau, berzikir kepada 3:49 Engkau, dan untuk bersyukur kepada 3:52 Engkau 3:54 dan untuk menyempurnakan ibadahku kepada 3:57 Engkau. 4:00 Selawat dan salam semoga Allah curahkan 4:05 kepada junjungan kita ya. Selawat, salam 4:08 keberkahan, 4:10 kemuliaan, keagungan, 4:13 kesejahteraan. Semua yang terbaik semoga 4:17 Allah limpahkan atas junjungan kita, 4:20 teladan kita, uswah kita kanjeng Nabi 4:23 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 4:26 beserta keluarga beliau, para sahabat 4:28 beliau, dan orang-orang yang setia 4:30 mengikut [mendengus] sunah beliau enggak 4:32 akhir zaman. Ikhwan sekalian, kita masih 4:34 dalam serial MMA MMA. E kalau orang eh 4:41 ingat MME itu langsung terbayang Conor 4:43 McGregor ya 4:45 atau Habib Nurm Gemodev ya 4:49 nanti ada hubungannya dengan kedua orang 4:50 itu insyaallah ya. Tapi MMA di sini 4:53 adalah mengenal dan mencintai Allah. 4:58 Kajian yang utama di dalam kitab-kitab 5:00 tauhid ya yakni 5:03 makrifatullah 5:05 wa mahabatullah. 5:08 mengenal dan mencintai Allah. 5:11 Kita sudah bicara 5:14 secara berterusan nih 2 bulan terakhir 5:17 ini ya tentang MMA. Nah, pagi ini kita 5:21 akan secara khusus bicara tentang cinta 5:24 dan benci 5:26 karena Allah ya. cinta dan benci karena 5:30 Allah. 5:33 Di dalam hidup kita sebenarnya 5:36 persoalan cinta dan benci itu persoalan 5:39 yang paling penting dalam hidup kita. 5:41 Apapun, 5:43 apapun selalu di balik itu kita temukan 5:47 adanya cinta dan benci, 5:52 adanya suka atau tidak suka. Contoh, 5:57 Anda lihat sebelah saya, 6:01 Bang Agus Susilo. 6:04 Dia pakai topi kopiah hitam ya. Kari ini 6:08 kelihatan gagah dia ya. Kenapa dia pakai 6:12 kopiah itu? Karena dia suka. 6:16 Kalau dia tidak suka maka dia tidak 6:18 pakai. Betul, Bang, ya? 6:20 Iya. 6:20 Iya. 6:22 bawahnya dia pakai baju batik nih. 6:25 Baju batiknya bagus motifnya ya kayak 6:28 motif Tora aja apa-apa itu ya. Baju 6:30 biru. Wah kerenlah. Keren, Ustaz 6:33 ya. 6:33 Anda juga keren. 6:34 Kenapa Anda pakai ini? Coba saya tanya 6:36 kenapa Anda pakai baju itu? Suka atau 6:39 tidak suka? 6:39 Suka, Ustaz. 6:40 Oh, sangat suka. Kalau dia tidak suka, 6:43 baju itu sudah mungkin 6:45 discrirabnya atau dibuang tempat sampah, 6:47 ya kan? Nah, tapi karena dia suka ini 6:51 adalah acara yang penting, acara yang 6:53 baik. Dia tampil di depan orang banyak, 6:55 dia pakai yang terbaik. Dan baju yang 6:57 terbaik yang dipilihnya pagi ini, yang 6:59 disukainya pagi ini adalah baju batik 7:02 warna biru. Ya, subhanallah. 7:07 Mari kita lacak lagi. 7:09 Pagi-pagi ada anak ditanya sama 7:12 bundanya, "Pagi ini kamu mau sarapan 7:15 apa, Sayang?" 7:17 Mau Bunda buatkan 7:20 ee omelet. Dia bilang, "Dak ah, Bunda. 2 7:23 hari ini kan aku omelet terus makannya 7:25 kalau pagi." Sekarang pagi ini minta 7:27 apa? Aku minta nasi goreng saja. 7:31 Oke. Nasi goreng pakai apa? Omelet juga. 7:34 Oh, gak Bunda. Aku mau telur ceplok. 7:37 Telur mata sapi. Bundanya dengan apa? 7:40 Nah, anak itu meminta sesuatu yang 7:44 disukainya. 7:46 Dan setelah bundanya 7:49 membuatkan sesuai yang dipesan, dia 7:52 makan dengan lahap cepat pula. Gak 7:54 sampai 15 menit selesai. Ayahnya sudah 7:56 menunggu di sana di atas motor. Ayah, 7:59 ayo nak berangkat. Itu sebelum pandemi, 8:01 ya kan? Sekarang kalau pandemi semua 8:03 enggak ada cerita tuh ditunggu apa 8:04 enggak sama ojek. Karena di rumah 8:07 semuanya sekolah. Nah, 8:09 anak itu makan sesuatu dengan lahap 8:13 karena sesuatu itu dia suka, dia cinta. 8:19 Pada sisi sang Bunda, gimana 8:22 coba? 8:24 Pagi-pagi bundanya ingin buah hatinya 8:29 berangkat ke sekolah dalam keadaan 8:31 sehat, dalam keadaan senang hati. Karena 8:34 apa? Dia senang melihat anaknya makan 8:37 dengan lahap 8:39 dari buah tangannya sendiri. Maka sang 8:42 Bunda 8:43 dengan segenap skillnya, segenap 8:46 kemampuannya membuat nasi goreng 8:48 terbaik, dia buat tuh nasi goreng 8:49 terbaik ya. Nasi goreng terbaik. Gak 8:53 puas dia dengan bumbu-bumbu instan yang 8:55 ada di toko-toko supermarket. Dia buat 8:57 sendiri nasi goreng warisan Nusantara. 9:01 Wah. Jadi bundanya pun senang 9:05 melakukan sesuatu pekerjaan, suatu 9:08 aktivitas karena apa? Hatinya sedang 9:11 senang, hatinya cinta. 9:14 Apapun rupanya yang kita lakukan dalam 9:17 hidup kita antara dua hal, suka atau 9:21 tidak suka, senang atau tidak senang, 9:24 cinta atau benci. Ya, cinta atau benci. 9:30 Nah, Ikhwan sekalian, kesempatan kali 9:32 ini kita akan bicara 9:35 bagaimana sebenarnya 9:37 kita harus mencintai dan membenci 9:39 sesuatu. Ya, 9:43 jadi 9:45 di dalam Islam 9:48 yang namanya cinta dan benci ini sudah 9:50 diatur oleh Allah Subhanahu wa taala. 9:56 Jadi kalau kita mencintai sesuatu, 9:59 kita 10:03 tentunya 10:04 mencintai sesuatu itu 10:08 karena landasan 10:11 antara pertama ya [mendengus] 10:14 landasan 10:15 iman dan landasan syahwat. 10:23 Kalau landasannya 10:25 syahwat, 10:29 maka kecintaan kita itu kecintaan yang 10:33 syahwati. 10:37 Contoh, seorang laki-laki 10:40 kepada perempuan itu kecintaan syahwat 10:46 dan itu ada syahwat itu ada 10:48 bermacam-macam. 10:52 Zuyina linasi hubus syahwati minanisa. 10:58 Diperindah dalam pandangan manusia 11:01 perasaan cenderung syahwati 11:06 kepada siapa? Perempuan. 11:10 Kemudian kepada anak-anak. 11:13 Kemudian kepada harta benda, tunggangan, 11:17 emas, perak, dan sebagainya. 11:20 Di surah An-Nisa 11:22 disebutkan begitu syahwat. 11:27 Jadi apapun kita, di mana pun kita 11:30 berada, 11:34 kita melakukan sesuatu dan syahwat kita 11:37 pun bekerja di sana. 11:40 syahwat kita menuntun kita menyukai 11:44 sesuatu, mencintai sesuatu, 11:47 menggandrungi sesuatu, itu syahwat 11:49 manusiawi dan ini sangat manusiawi. 11:52 Boleh tidak boleh? 11:56 Silakan 11:59 ya. Silakan. 12:05 Namun 12:07 hati-hati, 12:11 hati-hati kata Allah di dalam Al-Qur'an 12:16 bahwasanya 12:19 orang yang mencintai karena syahwat akan 12:22 berakhir sekedar pada kepuasan syahwati. 12:28 Dan boleh jadi kepuasan syahwati itu 12:31 justru merusaknya. 12:33 justru merusaknya. 12:37 Mari kita lihat 12:40 beberapa ayat yang berkenaan dengan itu 12:43 ya. Allah firmankan di dalam surah 12:48 An-Nisa ya. 12:52 Para ikhwan sekalian 12:54 yang B mushaf Quran silakan ya. 13:00 Kita akan bicara tentang itu. 13:02 bahwasanya 13:05 kita tidak boleh sekedar ya mencintai 13:10 karena syahwat 13:14 dan bahwa 13:17 kita kalau sekedar berbicara tentang 13:19 syahwat 13:22 maka syahwat kita 13:24 akan menjadi syahwat yang kata Allah 13:27 dalam surah Nabi eh surah Yusuf ya surah 13:30 tentang Nabi Yusuf. 13:34 nafsu kita. Innan nafsa la amaratun bisu 13:40 illa ma rahimabbih. 13:43 Semua syahwat kita, nafsu syahwat kita 13:45 itu akan membawa kita kepada keburukan, 13:48 kepada kejahatan asyu 13:53 [mendengus] kecuali ya kecuali yang 13:57 mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu 13:59 wa taala. 14:03 Nah, ikhwan sekalian, 14:05 kita 14:09 menjadi paham bahwasanya bagaimanapun 14:13 syahwat itu kita perlukan. 14:16 Orang tidak mungkin ya untuk menjadi ee 14:20 senang pada sesuatu kecuali syahwatnya 14:22 pun bekerja. 14:24 Ya. Namun 14:27 kita tidak bisa membiarkan syahwat itu 14:30 bekerja sendiri. Syahwat itu harus di 14:34 [mendengus] harus diide. 14:36 Guidance-nya dari apa? Dari iman. 14:43 Nah, tadi di dalam surah Ali Imran, 14:46 mohon maaf Ali Imran ya, 14:50 dikatakan bahwasanya 14:55 ketakwaan kepada Allah itu 14:59 menjadikan kita 15:02 mampu mengendalikan syahwat kita. Ya, 15:13 kalau kita mampu bertakwa kepada Allah, 15:17 maka syahwat kita pun akan terkendali. 15:21 Kalau tidak, 15:24 masyaallah 15:25 ya 15:28 ikhwan sekalian. 15:32 di dalam 15:34 ee surah Al Imran tadi 15:38 silakan dibuka 15:42 surah Al Imran 15:45 ayat ke-14 ya. Silakan. Surat Al-Imran 15:48 ayat ke-14. 15:57 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 16:01 hubusahwati minisa 16:05 walqikaultun 16:17 wallahu indahu husnul maab 16:23 dihiasi buat manusia semua manusia 16:28 selama spesial nya manusia terkena 16:32 ayat ini. 16:35 Hubus syahwati minanisa. 16:38 Mencintai bersyahwat cenderung 16:42 ya mencari kepuasan. 16:46 Jadi ada sesuatu yang oleh Allah 16:49 dimasukkan dalam konstruksi kejiwaan 16:51 manusia yaitu haus terhadap pemuasan 16:54 sesuatu. Dan ini adalah disebut dengan 16:56 syahwat. Dan Allah memberikan ini 17:00 sebagai apa? Sebagai perhiasan di dunia. 17:06 Kepada siapa dia bersyahwat? Pertama 17:08 kepada perempuan. Sebaliknya kalau ini 17:11 perempuan kepada lelaki yang normal 17:13 begitu. 17:16 Nah, kalau enggak normal syahwatnya 17:17 bukan kepada lawan jenis, kepada sesama 17:20 jenis. Nah, ini tidak normal. 17:24 Wal banina dan kepada 17:28 anak-anak 17:29 lelaki di sini anak-anak lelaki yang 17:32 apa? Yang membanggakan. 17:35 Walqatiril muqantati minadzahabi 17:39 ya 17:41 wal fidoti waliril musami war. 17:45 Dan masyaallah 17:48 juga diberikan kecenderungan 17:52 berpuas-puas hati, berpuas-puas badan 17:57 dengan apa? dengan harta, 18:01 dengan 18:03 emas, [mendengus] 18:05 dengan perak, dengan kuda-kuda, dengan 18:09 ternak dan juga dengan kebun yang 18:14 memuaskan. 18:17 Kata Allah, "Dzalika mataul hayatid 18:19 dunya." Yang demikian itu adalah apa? 18:24 Adalah perhiasan dunia. Wallahuahu 18:29 husnul maab. 18:32 Dan di sisi Allah itu 18:35 ada sesuatu yang lebih baik, ya 18:40 lebih baik 18:42 sebagai tempat kembali. Jadi di Allah 18:45 itu mengkaunounter, jangan kamu berhenti 18:47 di situ. Kepuasan syahwati, kepuasan ee 18:52 untuk dipuasi secara lahiriah, secara 18:54 batiniah. Ya, batin kita juga ada 18:57 kebosan-kebosan tertentu, 18:59 perasaan-perasaan kita. Ya, cinta itu 19:03 memuaskan. Memuaskan apa? dahaga batin. 19:08 Dahaga batin. Nah, 19:11 qul a unabbiukum bhair minzalikum. 19:18 Disuruh oleh Allah Nabi Muhammad tentu 19:20 sekarang kepada kita. 19:23 Mau enggak kamu aku beritahu sesuatu 19:27 yang lebih baik dari semua itu yang kamu 19:29 cintai di dunia? Ia cinta kepada lawan 19:32 jenis, kepada keluarga, kepada harta 19:35 benda, kepada tunggangan. Kalau 19:38 tunggangan dulu ya kuda, sekarang apa? 19:40 Mobil yang hebat, mobil yang bagus, 19:43 mobil mahal. 19:45 Ya, mobil rupanya semakin sedikit 19:48 pintunya semakin mahal. 19:50 Ya, [tertawa] 19:51 kalau yang pintunya banyak itu murah 19:53 itu. Nah, jadi ada pintu ada mobil 19:56 pintunya lima 19:57 ya, kanan kiri. dua-dua ya, belakang 20:01 satu. Nah, mobil yang pintunya cuma dua 20:05 itu mahal sekali ya. Tapi enggak tahu 20:08 ada ada mobil yang pintu satu tidak ya. 20:12 Intinya para ikhwan, tunggangan itu 20:14 sekarang silakan mau dilihat sebagai 20:17 tunggangan kuda yang hebat, yang 20:19 membanggangkan atau mobil. Namun kata 20:22 Al-Qur'an 20:24 ya surah apa tadi? Surah Ali Imran ayat 20:28 ke-14 ya. 20:30 Sekarang ayat ke-15. 20:33 Ada sesuatu yang lebih baik dari yang 20:34 sedemikian itu. Lilladintaqbihim 20:39 jannat. 20:42 Bagi orang-orang yang hatinya dipenuhi 20:46 takwa kepada Allah, 20:50 kepada Tuhan semesta raya, buat dia di 20:55 sisi Tuhannya jannat. 20:58 Jannat. Jannah. 21:01 Jannah ini isinya apa? Oh, jannah itu 21:04 isinya semua tadi yang disebutkan. 21:08 Kalau yang digandrungi manusia itu 21:10 kebun, taman, taman surga, heaven. Ya, 21:14 Eden. Taman Eden. 21:17 Pasti orang semua suka taman. 21:20 tajri min tahtihal anhar. 21:25 Yang di dalam taman-taman surga yang 21:28 indah itu mengalir sungai-sungai yang 21:31 indah pula. Sungai-sungai yang laksana 21:35 permata bergemerlapan. 21:38 Ya, kholidina fiha. 21:42 Mereka orang-orang bertakwa itu 21:44 dimasukkan ke dalam ke dalam apa? surga 21:47 yang memuaskan dia itu kholidina fiha 21:51 selama-lamanya. 21:53 Ini sebenarnya nyindir kita nih. Apapun 21:56 yang kita cari di dunia, 21:57 kepuasan-kepuasan itu sifatnya sementara 22:00 temporer. Coba 22:03 saya tanya ke sebelah saya, "Bang, 22:07 suka sate enggak, Bang?" 22:08 Suka, Ustaz. 22:09 Sate apa, Bang? Suka Bang? 22:11 Apa aja suka? 22:12 Waduh. Yang paling suka ayam atau 22:15 kambing, Bang? Kambing. 22:16 Kambing. 22:18 Sanggup berapa tusuk makan sate kambing, 22:20 Bang? 22:20 10. 22:21 Oh, 10 saja. Lebih dari 10 dia sudah 22:24 kelenger mungkin ya. 22:25 Sama sopnya, Ustaz. 22:26 Oh, sama sopnya. Enak enggak, Bang? 22:27 Enak banget. Berapa menit selesai makan 22:30 itu? 22:30 Ya, mungkin 20 menit. 22:33 Enggak sampai 1 jam, ya, Bang? 22:34 Enggak. 22:34 Enggak. 22:35 Tapi lebih enak lagi kalau dibayarin, 22:37 Ustaz. 22:37 Alhamdulillah. Sekarang kalau saya suruh 22:40 antum nih makan sate sepuasnya, sop 22:44 sepuasnya 24 jam, kira-kira gimana? 22:48 Kelenger, Ustaz. 22:49 Kelenger. Nah, itu [tertawa] 22:51 para ikhwan ini disindir sama Quran. 22:53 Apapun kita, apapun kita ya yang kita 22:56 makan yang enak-enak di dunia itu 22:59 sementara saja nikmatnya. Kita pun 23:01 enggak mampu 24 jam ya. Enggak mampu 24 23:03 jam. Makan, makan apa aja [mendengus] 23:07 ya? diundang ke satu pesta. 23:11 Wih, begitu masuk gedung yang mewah, 23:16 di tengah ada buffet utama, kanan kiri 23:18 ada apa ini istilahnya itu ee yang 23:22 payung-payung itu ya. Yang sana ada 23:24 somai, yang sini ada soto, yang sana ada 23:27 manisan. Lengkap. Kira-kira ada yang 23:31 mampu enggak makan setiap itu? 23:34 Paling sedikit-sedikit ya. 23:35 Nah, sedikit-sedikit. Maka sementara 23:38 sementara 23:40 oke 23:43 kepuasan apaagi nih? Kepuasan ya 23:45 biologis, hasrat biologis, seksual. 23:48 Berapa lama orang ya mampu mencapai 23:52 kepuasan itu? Enggak ada yang 24 jam. 23:55 Jangankan 24 jam, bahkan 24 menit saja 23:58 mungkin orang sudah kelenger ya. 24 24:01 menit ya. Jangankan 24 jam. Nah, ini di 24:05 sini sama Quran. 24:07 Ya, khidina fiha. 24:11 Di dalam taman-taman itu mengalir ee 24:15 sungai-sungai yang indah. Kamu 24:17 [berdehem] di sana 24:19 abadi selama-lamanya. Ditambah lagi, wa 24:23 azwajum mutahaharatun 24:26 waridwanum 24:28 minallah. 24:31 Dan ada istri-istri 24:35 yang selalu suci, perawan. 24:39 Haduh, 24:41 ini ada wanita-wanita yang perawan terus 24:45 ya. Kalau keperawanan di dunia kan 24:48 direnggut dalam hitungan menit saja. 24:51 Tapi ini di di surga itu perawan terus. 24:56 Ya, dalam surah yang lain disebutkan 24:57 surah ee at-Tahrim. Wa abkaro 25:02 selalu perawan. Nah, disebut di situ 25:04 apa? 25:07 Warid wahnum minallah dan keridaan dari 25:11 Allah. 25:13 Wallahu basir bil ibad. 25:17 Dan Allah itu maha melihat dan maha 25:20 melihat atas hambanya. 25:23 Allah tidak pernah ya lalai atas 25:27 hamba-Nya. Ikhwan sekalian ini 25:30 jadi sama Allah kita disindir. Kalau 25:34 kamu mau ikut syahwatmu silakan 25:37 tapi semuanya itu berlaku. Berlaku apa? 25:40 Sementara. Bahkan syahwat itu akan 25:44 membawa kamu kepada keburukan, 25:47 membawa kepada kejelekan, bahkan kepada 25:49 kejahatan. 25:51 In nafs amartum bisu illahi. 25:56 Sesungguhnya nafsu manusia itu kepada 25:59 menunjuki kepada membawa kepada 26:02 keburukan kejahatan kecuali yang 26:04 mendapatkan rahmat kasih sayang dari 26:05 Allah. Nah, diberi 26:09 opsi option alternatif yang lebih baik 26:12 daripada semua syahwat mencari kepuasan 26:15 itu apa? Bertakwa kepada 26:17 Allah. 26:18 Allah. 26:19 Dan orang-orang bertakwa kepada Allah 26:21 bukan orang-orang yang kehilangan semua 26:23 kepuasan itu. Tidak. Orang kalau takwa 26:26 sama Allah justru takwanya itu membuat 26:28 dia akan mampu mendapatkan 26:30 kepuasan-kepuasan di duniawi dengan 26:33 benar dan betul-betul. Ya, sekarang kita 26:37 lihat apa yang mau dicari orang. 26:40 Kepuasan apa? Kepuasan makan. 26:44 Kalau makan kebablasan 26:46 justru yang 26:49 diperoleh akibatnya adalah keburukan. 26:53 Bang, kalau tiap hari kita makan sate, 26:56 kambing ya, 26:58 sop 27:01 terus kita makan sepuas-puasnya. Kira 27:03 apa terjadi? Itu 27:04 kelenger, Ustaz. 27:05 Satu kelenger. Yang kedua di badan 27:07 gimana jadinya? 27:08 Panas. 27:09 Panas kolesterol tinggi. 27:11 Heeh. 27:12 Ya kan? over 27:14 dosis, 27:15 overweight bukan overdosis, [tertawa] 27:17 obesitas dan lain-lain itu baru makan. 27:21 Oke. Kepuasan biologis misalnya silakan. 27:26 Tapi apa yang terjadi kalau orang sudah 27:28 sampai seks addicted, apa yang terjadi? 27:32 Ngeri. Ngeri. Tapi kalau dalam Islam 27:36 orang bertakwa, silakan kamu mau cari 27:38 kepuasan silakan. 27:41 Tapi semuanya dikendalikan, nafsumu 27:43 dikendalikan dan nafsu yang dikendalikan 27:46 itu bisa merasakan nikmat yang benar. 27:51 Karena semua itu di diciptakan oleh 27:53 Allah dalam keadaan yang benar, untuk 27:57 tujuan yang benar, dengan takaran yang 28:00 benar. Tetapi syahwat manusia yang tidak 28:02 terkendali, yang di luar kendali takwa 28:05 kepada Allah berjalan berlebihan. Maka 28:09 yang diperoleh adalah kehancuran, 28:12 kerusakan. Ya. Maka kita lihat para 28:16 pemuja syahwat apa yang terjadi? 28:18 Hidupnya rusak. Di dunia saja sudah 28:20 rusak, apalagi nanti di akhirat. Tapi 28:23 orang yang bertakwa di dunia dia 28:24 mendapatkan kepuasan. 28:26 Kepu makan orang takwa. Orang takwa 28:29 makan makan apa adanya. 28:32 Orang takwa makan tidak mau kecuali dari 28:35 yang halal. Halal pun cuma sedikit. 28:37 Alhamdulillah sedikit disyukuri, banyak 28:39 juga disyukuri. 28:42 Makan cuma dengan masyaallah sebungkus 28:45 nasi padang sudah nikmat. Oh, nasi 28:46 padang kok cuma sebungkus gak. Nasi 28:48 Padang itu mewah, nikmat makannya. Cuma 28:51 sebungkus selesai stop. Kata Nabi, 28:54 "Berhentilah sebelum kamu kenyang." Dia 28:56 ingat itu orang takwa. Nikmati makan, 29:00 nikmat di hati, itulah takwa kita. 29:03 Ya, orang yang mencari kepuasan seksual, 29:06 mencari kepuasan syahwati dengan yang 29:08 lain-lain seperti meminum air laut makin 29:12 diminum 29:14 makin haus 29:15 itu ya. Jadi kita tangkap dulu. 29:17 Iya. 29:18 Kalau kita cinta 29:20 kepada sesuatu karena dorongan syahwat, 29:23 habislah kita apapun. 29:26 Contoh nih, [mendengus] 29:30 ada seorang istri disuruh suaminya 29:33 memilih pakaian yang terbaik 29:37 di satu butik yang mahal, 29:40 di satu butik yang ternama. Istrinya 29:43 dibawa, "Ini hari ulang tahun kamu, 29:44 sayang. Silakan kamu memilih yang 29:48 terbaik." 29:50 Kalau sang istri 29:52 hanya memuasi syahwatnya berpakaian, 29:56 maka dia milih yang indah, yang bagus, 29:58 yang mahal, 30:00 bahkan kalau perlu yang mempertontonkan 30:03 kemolekan tubuh wanita. Tapi sebaliknya 30:06 kalau sang istri istri yang salehah dia 30:09 lihat, "Mas, kayaknya aku enggak mau deh 30:13 kalau disuruh pakai pakaian yang kayak 30:16 beginian ini. Aku mau yang di butik 30:19 muslimah aja. Yuk, kita cari butik 30:21 muslimah. Ayo, yuk kita cari butik 30:23 muslimah." Di butik Muslimah dia cari 30:26 gamis yang panjang. Gamis yang menutup 30:29 auratnya tidak ketat. Masyaallah. 30:32 Syahwatnya berpakaian 30:35 dikendalikan, 30:38 disibgoh, 30:39 diwarnai oleh apa? Takwanya kepada 30:42 Allah. Ini istri-istri yang salehah 30:44 nanti di akhirat menjadi wanita-wanita 30:46 surga yang perawan terus. Masyaallah 30:51 ya. 30:53 Jadi kalau ditanya sama suami, 30:56 "Kira-kira mau enggak istrinya perawan 30:59 terus?" 31:00 Kalau ada suami yang bilang enggak 31:02 perlu, enggak penting, itu suaminya 31:04 enggak normal. Ya, 31:07 ini sudah sama Quran dibilang itu 31:08 syahwat. 31:10 Nah, jadi [berdehem] apapun yang kita 31:12 cintai 31:14 selama kita mencintai dengan benar 31:17 insyaallah. 31:19 Nah, kaitan ini saya 31:21 ingin menyampaikan satu hadis ya 31:25 dari kitab syarah Mukhtarul Ahadis. 31:30 Di sana ditemukan 31:32 satu perkataan Nabi yang diriwayatkan 31:36 dari Imam At-Turmudzi. 31:38 Artinya begini, 31:40 "Cintailah kekasihmu dengan 31:43 sedang-sedang saja. 31:46 Siapa tahu di suatu hari dia akan 31:49 menjadi musuhmu. 31:51 Ah, 31:53 sebaliknya bencilah orang yang mau kamu 31:56 benci itu sedang-sedang aja, biasa aja, 32:00 biasa wae, ya kan? 32:02 Nah, siapa tahu suatu ketika dia menjadi 32:06 sahabat kamu yang kamu cintai ini. 32:09 Masyaallah. 32:12 Ini Nabi yang pesan. 32:15 Jangan kita 32:18 berlebihan 32:20 mencintai sesuatu, mencintai seseorang 32:25 yang berliburan itu mestinya syahwat. 32:28 Tapi kalau kita mencintai sesuatu 32:30 berdasarkan ya berdasarkan 32:33 takwa kepada Allah, masyaallah 32:37 ya, Ikhwan sekalian. 32:39 Di dalam satu hadis yang lain dikatakan 32:42 begini. 32:44 Pada beberapa pertemuan lalu sudah kita 32:46 bahas, tapi kita bahas lagi karena 32:47 masyaallah kajian MME ini tidak lepas 32:50 dari hadis ini. 32:52 Bismillahirrahmanirrahim. 32:54 Salasun man kunna fihi wajada bihinna 32:57 halawatal iman. 33:00 Ada tiga perkara, ada tiga hal. Apabila 33:04 ada pada diri seseorang, 33:08 maka orang itu akan merasakan halawatul 33:11 iman. Halawatal iman. Apa itu manisnya 33:15 iman? 33:19 Pertama, ayakunallahu 33:22 wa rasuluhu ahabba ilaihi mimma 33:25 siwahuma. 33:28 Kalau dia mampu ya 33:32 menjadikan Allah 33:36 dan nabinya 33:38 ya dan nabinya 33:42 sebagai yang dia cintai melebih kepada 33:46 kecintaan kepada apapun. 33:48 mimma siwahuma 33:51 wa yuhibbal mara la yuhibbu illa ya 33:59 kata hadis itu 34:03 dan apabila dia mencintai dia tidak 34:06 mencintai sesuatu pun kecuali illa 34:09 lillah 34:15 dia mencintai sesuatu 34:17 atau membenci sesuatu 34:24 mencintai atau membesu kecuali lillah 34:27 karena Allah 34:31 yaakroha 34:35 ayuda fil kama yakrohu ay yuqfa finar 34:41 dan 34:43 dia pun membenci untuk kembali kekafiran 34:46 Sebagian dia benci dilemparkan ke api 34:49 neraka. Hadis riwayat Bukhari dan 34:50 Muslim. Ikhwan sekalian. 34:56 Jadi ada tiga perkara nih ya. Pertama 35:02 menjadikan Allah dan Rasul sebagai 35:05 kecintaan. 35:07 Yang kedua, 35:08 mencintai seseorang atau sesuatu tidak 35:12 mencintainya kecuali karena lillah. 35:16 illa lillah. Yang ketiga, tidak mau 35:20 dikembalikan dikembalikan kepada neraka 35:26 [mendengus] 35:27 ya. Tidak mau kembali kekafiran 35:31 seperti tidak maunya dia kembali kepada 35:33 neraka. Nah, sekarang aplikasinya 35:36 bagaimana, 35:38 Ikhwan sekalian? 35:41 Kalau kita cinta sesuatu ataupun benci 35:44 sesuatu karena Allah, itu yang benar. 35:47 Dan kita akan mendapatkan apa yang 35:49 disebut halawatul iman. 35:53 Manisnya iman. 35:56 Iman itu manis. Ini hadis oleh para 36:01 ahli hadis sebutkan. 36:05 Menyandingkan kata iman dengan kata 36:07 manis. 36:09 Manis itu sebenarnya sesuatu yang kita 36:11 cintai, sesuatu yang kita tidak tolak. 36:17 Orang normal, orang sehat mesti tidak 36:20 tolak. Itu sesuatu yang manis. 36:23 Kalau orang ada ada ditanya nih, "Bang 36:27 Agus, 36:28 mau kopi enggak?" 36:29 Mau, Ustaz. 36:31 Kopi pahit, kopi kampung manis? 36:34 Setengah pahit aja. 36:35 Oh, tapi ada manisnya kan? 36:36 Iya. 36:37 Nah. 36:38 Kalau dikasih sama orang yang sakit 36:40 diabetes, 36:41 kira-kira mau enggak dia yang manis? 36:43 Enggak mau. 36:43 Enggak mau. 36:45 Diabetes saja enggak mau, Pak, yang 36:47 manis. 36:49 Sakit yang lain juga apalagi mulutnya 36:51 mulutnya pahit. Kalau orang mulutnya 36:53 pahit, sesuatu yang manis tidak terasa 36:55 oleh dia. Betul tidak? Iya. 37:01 di rumah sakit 37:04 dikasih minum manis juga enggak mau. 37:07 Tapi begitu penyakitnya diangsur-angsur 37:11 diangkat sama Allah, dikembalikan lagi 37:14 selera makannya, dikembalikan lagi nafsu 37:17 makannya, pengecapannya mulai normal, 37:19 dia mulai haus untuk mencari sesuatu 37:22 yang nikmat. 37:25 Akhirnya rata-rata ini survei yang 37:29 ee survei-survei 37:32 jalanan lah. 37:34 Itu satu makanan favorit yang dirindui 37:38 oleh setiap pasien dan ingin dimakan 37:42 begitu dia keluar dari rumah sakit. Apa 37:43 coba? 37:45 Nasi padang. Nasi bungkus 37:48 bukan nasi padang nih. Coba deh ini saya 37:51 survei beberapa orang nasi padang di 37:53 kepalan itu nasi padang. Kenapa? Nasi 37:55 paling enak itu padang yang dibungkus 37:56 kan. Nah itu. 37:57 He. 37:58 Oh gitu ya. Kenapa? Karena ketika dia 38:01 makan di mana? Di rumah sakit makanan 38:03 hambar tidak ada rasa. Saya tanya ke ee 38:06 kita tanya deh ke mana? Ke bagian dapur. 38:09 Memang enggak dikasih garam, Mas? Enggak 38:11 dikasih bumbu-bumbu? Dikasih, Pak. Kok 38:13 rasanya hambar? Ya kan orang sakit, Pak. 38:16 Iya kan orang sakit semuanya rasanya 38:18 hambar. Nah, Ikhwan sekalian, 38:21 orang tidak akan merasakan nikmatnya 38:23 iman kalau sedang sakit hatinya. 38:28 Maka supaya hatinya tidak sakit, 38:31 kembalikan tadi ada tiga perkara. 38:36 Supaya hati tidak sakit, supaya hati 38:38 sehat dan mampu merasakan nikmatnya 38:41 iman. Aduh, nikmat iman itu seperti 38:43 nikmat kita mencintai seseorang. Kita 38:45 cintai loh. 38:48 Sesuatu yang ada, indah, manis, nikmat, 38:53 agung, 38:56 dirasakan oleh hati, tapi tidak bisa 38:58 kita definisikan apa itu cinta. Ya kan? 39:01 Coba 39:04 kita kalau kenang kita waktu masih muda 39:06 ya, waktu masih awal-awal mencintai 39:09 istri kita ya, itu ke mana-mana kita 39:12 terkenang-kenang ya, sendirian pun 39:13 senyum-senyum karena mengenang dia ya 39:15 kan. Sekarang masih ya, Bang ya, masih 39:17 kalau ngenang istri di mana pun pergi 39:19 gitu masih senyum-senyum ya. 39:21 Alhamdulillah. 39:24 Ini nikmatnya terasa di hati tapi tidak 39:28 mungkin kita definisikan. Definisi yang 39:31 banyak berbuku-buku, berjilit-jilit oleh 39:33 para bujangga itu pun tidak pasti. 39:37 Ada nikmat indah 39:42 tapi tidak terdin apa itu cinta? 39:46 Nah, cinta kepada Allah 39:51 adalah cinta yang agung dan menjadi 39:53 dasar benarnya cinta kepada apapun. Nah, 39:56 kita tidak mencintai seseorang ataupun 39:58 membenci seseorang kecuali karena Allah 40:01 lah. Kalau sudah ini terjadi, insyaallah 40:04 hidup kita itu indah. Di mana-mana pun 40:07 kita cukup 40:09 dengan cinta sama Allah, hati kita sudah 40:12 selalu merasai nikmat manisnya ya, 40:15 nikmat bercinta katanya. Kata siapa itu? 40:19 Ada lagunya Krish ya. Heeh. Jadi nikmat 40:22 bercinta itu 40:25 karena kita cinta kepada Allah. 40:27 Nikmatnya cinta sama istri karena apa? 40:30 Cinta sama Allah. 40:32 Kalau orang sudah redup cintanya kepada 40:34 istri, itu terapi yang efektif adalah 40:38 diubah cinta sama Allah dulu. 40:42 Apapun kalau orang sudah tidak cinta 40:45 kepada kehidupan yang sederhana dibawa 40:48 kepada cinta pada Allah. Ya, maka itu, 40:51 Ikhwan sekalian, sebagai penutup di ee 40:54 bagian pertama ee kajian kita bahwasanya 41:00 orang yang mencintai dan membenci karena 41:02 Allah 41:04 insyaallah 41:06 ya 41:08 akan ditemukan benarnya kehidupan, 41:11 sejatinya keindahan cinta, sejatinya 41:15 kemanisan iman ya. 41:19 Dengan begitu 41:21 kita mampu menggunakan anugerah yang 41:25 Allah berikan kepada kita, 41:27 yakni kalbu kita dengan benar. Kapan 41:31 kita mencintai, kapan kita membenci, 41:33 kita dapat menggunakannya dengan benar. 41:36 Karena cinta dan benci ada di dalam hati 41:39 kita. 41:40 Ya, tidak boleh kita berpikir 41:44 menghancurkan keduanya. Wah, inilah 41:46 karena cinta ya. 41:49 Jadi orang banyak yang hidupnya 41:51 sengsara. Betul enggak? Nah, coba aja 41:54 lihat buat list buku-buku sastra, 41:59 film-film romance atau drama. 42:03 Berapa banyak yang bicara tentang broken 42:05 heart? Maka ada istilah broken heart ya. 42:07 Toh broken heart itu. Tahu enggak, Bang, 42:10 apa itu, Bang? 42:12 Hatinya rusak. 42:13 Hatinya hancur. Hatinya hancur karena 42:16 apa? Karena cinta. 42:19 Kesimpulannya 42:21 jalan pintas. Karena cinta membuat orang 42:25 sengsara, banyak yang broken heart, 42:28 banyak orang yang bunuh diri karena 42:30 cinta juga. Maka aku bertekad 42:32 menghapuskan cinta dari hatiku. Waduh. 42:36 Besoknya dia ketemu lagi sama kajian 42:38 lain. Benci itu merusak manusia. Karena 42:41 benci saling berselisih, saling 42:44 menghancurkan, saling serang-menyerang. 42:47 Saling bunuh, saling bantai. Maka dia 42:49 berpikir berikutnya, "Karena benci 42:52 membuat manusia rusak, sengsara, aku 42:55 akan hilangkan benci dari hatiku." 42:57 Enggak benar juga. Cinta dan benci 42:59 diberikan oleh Allah sebagai apa? 43:01 Instrumen survival kita. Supaya kita 43:04 selamat dunia akhirat. Kita gunakan 43:06 cinta dan benci kita dengan benar ya, 43:10 dengan benar. 43:13 berpakaian. 43:15 Jangan karena senang saja, oh senang 43:17 pakaianku. Tetapi pakaian itu tidak 43:22 sesuai dengan 43:24 tuntunan Allah. Mana didulukan? Kalau 43:27 kita dulukan Allah dan Nabinya, kita 43:29 turut tuntunan Allah dan Nabiya dalam 43:31 berpakaian. 43:34 Pakai pakaian yang disesuai, yang sesuai 43:36 dengan kehendak Allah dan Nabinya. 43:38 Jangan sekedarnya, jangan sekedar 43:41 menggunakan syahwatnya, memuasi 43:42 syahwatnya, bukan ya. Tetapi cinta dan 43:46 benci bisa bersamaan dalam waktu yang 43:50 sama, berseberangan tetapi terjadi sama. 43:53 Contoh 43:55 Bang Ondi namanya ya. 44:00 Dia senang cinta untuk beribadah 44:04 tapi di saat yang sama dia juga benci 44:08 kepada apa? Kepada maksiat. Nah, 44:12 itu tidak berpisah. Itu cinta ibadah, 44:17 benci maksiat itu selalu terjadi di 44:20 manaun. 44:22 Tapi ada Ustaz STMJ apa itu? 44:26 Salat terus maksiat. 44:27 Wah itu itu ada. Iya itu berarti ada 44:30 yang enggak benar, ada yang enggak beres 44:32 itu salat katanya terus jalan salat lima 44:36 waktu tetapi maksiat terus, korupsi 44:38 terus, 44:41 selingkuh terus. Nauzubillah. 44:44 Enggak ada cerita itu di dalam kamus 44:46 agama kita. Enggak ada cerita. Kalau 44:48 orang sudah cinta ibadah, 44:51 maka dia tidak akan cinta kepada 44:56 maksiat. Sebaliknya, kalau orang lebih 44:58 cinta maksiat, dia tidak akan cinta 45:01 ibadah. Ya, demikian. Mudah-mudahan 45:05 Allah Subhanahu wa taala menuntun kita 45:08 untuk benar 45:09 iya 45:10 dalam mencintai dan benar dalam 45:12 membenci. Ya, amin. Allahum amin. 45:15 Walhamdulillahiabbil alamin. 45:18 Baik, terima kasih banyak Ustaz Agus. 45:20 Jazakallah khairan kat dan ikhwan 45:24 akhwat, demikian tadi ta telah 45:26 disampaikan oleh Ustaz Agus Darmaji di 45:28 pagi hari ini. Cinta dan benci karena 45:30 Allah Subhanahu wa taala. Ada kalimat 45:33 yang mungkin bisa Anda catat yang mana 45:38 beliau tadi sampaikan orang tidak akan 45:40 merasakan nikmatnya iman jika hatinya 45:42 sedang sakit. Ini analoginya orang yang 45:45 keluar dari rumah sakit dikasih makanan 45:47 enak apapun dia tidak akan pernah 45:49 merasakan enak itu makanan. 45:52 Setelah keluar dari rumah sakit dia cari 45:54 nasi padang [tertawa] 45:56 atau sate Madura. 45:57 Atau sate Madura. Baik ikhwan dan 46:00 akhwat. Kami akan jeda sejenak. Setelah 46:03 nada takwa ini kami akan kembali lagi ke 46:05 ruang dengar Anda. tetap [musik] 46:19 berasil 46:38 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu 46:41 yang dipancaraskan dari Jalan Masjid 46:43 Silaturahim nomor 36 Kalimangis, 46:46 Cibubur, Bekasi. Ikhwan dan akhwat yang 46:48 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 46:49 Terima kasih Anda masih bersama kami di 46:53 kesempatan hari ini, di pagi hari ini 46:55 dalam kajian keluarga islami bersama 46:59 Ustaz Agus Sudarmaji. Kita masih punya 47:01 waktu kurang lebih setengah jam ke 47:03 depan, Pak Ustaz. 47:04 Kemudian ini ada beberapa pertanyaan 47:05 kurang lebih ada sembilan pertanyaan, 47:07 Ustaz, ya. 47:07 Oke. 47:08 Baik, kita akan sapa terlebih dahulu 47:10 pendengar yang sudah bergabung di nomor 47:12 telepon Rasil. Asalamualaikum 47:14 warahmatullahi wabarakatuh. 47:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:18 wabarakatuh. Baik. Dengan Pak siapa di? 47:20 Dengan Bapak Taswin. 47:21 Pak Taswin. Silakan Pak Taswin. Sehat ya 47:24 Pak ya. Asalamualaikum Pak Ustaz. 47:26 Waalaikumsalam Pak Taswin. Apa kabar 47:28 Pak? 47:28 Sehat nih kita ketemu lagi Pak Ustaz ya. 47:31 Alhamdulillah Pak. 47:32 Saya mengenai sakit saya menggambarkan 47:34 gini Pak Ustaz. Diri saya sendiri ini 47:37 yang yang sedang terjangkit gitu ya. Ee 47:41 ini saya merasa ya ee kalau sakit itu ee 47:45 lemah gitu loh Ustaz. 47:47 Iya Pak. 47:48 e apa apabila ada aktivitas dan 47:50 sebagainya. Kemudian maaf aja misalnya 47:54 saya kecopet juga saya enggak bisa lari 47:56 kotot gitu. 47:57 Iya, Pak. Baik. 47:57 Enggak bisa ngejar di negeri ini pun 48:00 kalau kita bayangkan ini bukan saya 48:02 ngerti negeri juga memang keadaan begini 48:05 lagi sakit juga gitu loh, Ustaz. 48:07 Heeh. 48:07 Pemimpinnya juga begitu segala macam. 48:09 Oh, iya. 48:10 Sehingga apa? 48:11 Negerinya diambil orang pun dia enggak 48:13 bisa ngejar gitu, Ustaz. 48:15 [tertawa] 48:16 Kasarnya sekarang kita kan semua segala 48:18 macam dikoroki, dirampok, bahkan 48:20 ditembak segala macam ini ngacau semua. 48:23 Jadi kalau orang sakit Pak Ustaz katakan 48:25 lemah makanya sembuhkan penyakit itu. 48:29 Ee dengan keimanan, dengan kebersihan 48:31 kan gitu ustaz ya. 48:32 Kalau kita enggak bersih segala macam ya 48:35 pemimpin kita sekarang ini zalim semua. 48:37 Akhirnya kita kita lemah. Enggak saya 48:39 dicopet nih enggak bisa lari saya gitu. 48:41 Sekali lagi dirampok rumah saya, saya 48:44 enggak bisa lawan karena yang ngambil 48:46 itu orangnya galak-galak gitu loh. 48:47 Baik, Pak. 48:48 Lalu pertanyaannya Pak Tas pertanyaannya 48:51 sembuhkanlah 48:52 iya 48:53 negeri kita ini yang sedang sakit para 48:55 pemimpinnya. Gitu aja, Pak Ustaz. 48:57 Baik, terima kasih banyak, Pak Tasmin. 48:59 Baik, Ustaz. Agus menang. 49:01 Bismillahirrahmanirrahim. 49:03 Allahumma shalli ala Muhammad waduh. 49:05 Terima kasih Pak Taswin. 49:06 Senang saya ini Pak Taswin lagi sehat 49:09 jadi suaranya mantaplah ya. menggebu. 49:12 Nah, meskipun beliau masih menjalani 49:15 iya 49:15 hemodialisa ya. Nah, cuci darah nih tapi 49:18 semangat. Nah, Pak Taswin betul orang 49:21 sakit itu lemah semua, Pak. Syahwatnya 49:25 aja juga lemah, Pak. Jadi kalau sudah 49:28 udah sakit, syahwatnya juga lemah. Mau 49:30 ngapain aja juga diambil tuh sama Allah. 49:33 Jadi syahwat itu sebenarnya anugerah 49:35 dari Allah, Pak. 49:36 punya syahwat yang menggebu-gebu itu ee 49:40 anugerah dari Allah. Ada suami 49:43 syahwatnya besar itu anugerah dari 49:45 Allah. Ada istri syahwatnya besar itu 49:48 anugerah dari Allah. Nikmat dari Allah. 49:51 Ya. Kemudian 49:54 kalau sakit semua diambil oleh Allah. 49:56 Enggak mampu dia enggak mampu ee 50:01 melampiaskan kemarahan segala macam. 50:03 Jadi kemarahan itu adalah anugerah juga 50:04 dari Allah. 50:06 Lihat barangnya dia ambil orang karena 50:08 sakit, Pak. Ya, maka betul siapapun 50:12 sakit 50:14 harus disembuhkan dulu. Nah, kesembuhan 50:17 itu dari mana? Jadi, sakit ada dua, Pak, 50:19 ya. Ada sakit karena fisik, ada sakit 50:23 karena hati. Nah, yang berat ini karena 50:25 hati. Badannya mungkin sehat, mungkin, 50:28 tapi hatinya sakit. Waduh, gak bisa 50:31 apa-apa, Pak. 50:32 Tapi kalau hati sakit, dia pasti cepat 50:35 atau lambat mempengaruhi kesehatan fisik 50:39 juga ya. Kalau orang hatinya sakit mesti 50:42 lambat laun fisiknya, badannya, tubuhnya 50:45 juga sakit. Ya, karena Nabi pernah 50:47 bersabda, 50:49 "Di dalam tubuh itu ada tubuh kamu 50:52 manusia ada segumpal daging. Kalau 50:54 daging ini sehat, sehat seluruh tubuh. 50:57 Kalau daging ini rusak, rusak sakitlah 51:00 seluruh tubuh." Nah, jadi kita sembuhkan 51:03 dulu nih, Pak. Apanya? Kalbunya, 51:06 hatinya. Caranya gimana? Bertobat sama 51:09 Allah. Stop itu maksiatnya. 51:12 Ya, 51:13 stop itu maksiatnya. Orang penguasa 51:15 bermaksiat enggak? Maksiat, Pak. 51:18 Kalau maksiatnya anak muda apa? Anak 51:20 muda maksiatnya enggak jauh dari urusan 51:22 bawah perut. Ya, bawah perut anak muda, 51:25 Pak. 51:26 Tapi kalau sudah jadi penguasa 51:29 itu syahwatnya apa? Syahwat berkuasa. 51:31 Syahwat berkuasa apa? Mengeruk kekayaan, 51:35 memuasi nafsu, berkuasa kalau perlu jadi 51:38 dinasti. Ya. Nah, kemudian apaagi? 51:44 Menindas orang yang berseberangan dengan 51:47 dia. Ini nafsu, nafsu berkuasa. 51:51 Nah, semua nafsu ini la amaratum bisu 51:55 kata kata Allah dalam Quran ya surah 51:58 Yusuf 52:00 semua nafsu seperti itu, syahwat seperti 52:02 itu akan menyeret manusia kepada 52:05 kejahatan. 52:07 Nah, jadi pertama obatnya tadi Pak, 52:10 tobat sama Allah. Tinggalkan maksiat 52:13 itu. Tobat namanya tobat. Tinggalkan 52:14 tobatan nasuha. tinggalkan semua itu. 52:19 Ya. Yang kedua, 52:24 tegakkanlah perintah-perintah Allah. 52:26 Tegakkanlah agama. Salat yang benar. 52:30 Jangan salat sendirian. Enggak mau 52:32 dipimpin orang. Ya, mentang-mentang saya 52:34 sudah jadi pimpinan negara, ya. Saya 52:37 pimpinan daerah enggak mau salat di 52:39 belakang imam. Yang lebih rendah dari 52:41 saya derajatnya. Nah, jadi salat benar, 52:44 puasa benar, banyak-baca Quran dekat 52:46 dengan para ulama. Jangan sama ulama 52:48 justru suuzon terus sama ulama 52:52 ya. 52:54 Eah ini kalau orang sudah jauh dari 52:56 ulama, sudah jauh dari ilmu, eh, enggak 52:59 bisa, Pak. Gak bisa itu diluruskan. 53:02 Satu hal kita doakan mudah-mudahan Allah 53:04 turunkan 53:06 urusannya. Ya sudah serahkan sama Allah. 53:09 Iya. 53:09 Saya kira gitu buat Pak Taswin. Sehat 53:11 selalu, Pak. Dan jaga hati, Pak, ya. 53:13 Jaga hati terus supaya Bapak terus 53:15 sehat, banyak baca Quran, Pak Taswin, 53:17 ya. 53:17 Kalau dalam keadaan dicuci darah, 53:21 hemodialisa banyak selawat Nabi, banyak 53:24 banyak 53:26 zikir ya, Pak ya. Mudah-mudahan 53:28 sahabat-sahabat kita yang juga ee 53:30 melaksanakan hemodialisa pun selalu di 53:33 dalam rahmat dan cintanya Allah. Amin. 53:36 Allahum amin. 53:37 Baik. Ada satu komentar, Pak Ustaz 53:41 datang dari pendengar kita. 53:43 Asalamualaikum warahmatullahi 53:45 wabarakatuh, Ustaz Agus. Alhamdulillah, 53:47 terima kasih untuk tausiah dan ilmunya 53:49 di pagi hari ini. 53:51 Sangat-sangat bermanfaat. Nasihat untuk 53:54 kami pendengar Rasil, terutama untuk 53:57 keluarga yang saat ini sedang terkena 53:59 musibah, sedang isolasi mandiri karena 54:02 COVID. 54:02 Hm. hati menjadi lebih tenang, lebih 54:05 semangat menjalani hidup, dan 54:07 termotivasi untuk lebih baik lagi dalam 54:11 ibadah 54:11 dan menjalani hidup ke depan. 54:13 Masyaallah. 54:14 Pendengar kita yang ada di daerah 54:16 Jakarta Barat, Pak Ustaz. 54:18 I masyaallah. Bismillahirrahmanirrahim. 54:19 Allahumma shalli ala Muhammad wa w 54:21 ba'du. 54:23 Para ikhwan, saya mendengar 54:25 bahkan keluarga besar pendengar Rasil 54:27 pun ada yang diambil oleh Allah karena 54:30 COVID. 54:31 Tempor saya diminta oleh pimpinan kita, 54:35 Pak Farid 54:37 untuk memimpin salat gaib mendoakan. 54:40 Karena ada sahabat kita, sahabat Rasil 54:43 diambil oleh Allah dengan jalan 54:46 wabah Covid. Itu takdir Allah. 54:50 Takdir Allah itu insyaallah 54:54 orang-orang yang ikhlas 54:56 menerima 54:58 takdir Allah terkena wabah ini ikhlas 55:03 labang dada rida sama Allah 55:08 insyaallah kesabarannya itu sudah 55:11 dicatat sama Allah dan kalau dia mati 55:12 insyaallah dalam keadaan khususnul 55:14 khatimah 55:16 kan dikasih sama Allah 55:19 ya dikasih sama Allah. Bahkan beberapa 55:21 ulama mengatakan sahabat-sahabat kita 55:23 yang sabar menerima ya menerima pandemi 55:28 ini diambil oleh sebab pandemi itu 55:30 matinya mati syahid syahid dunia ya 55:34 bukan syahid jihad fisabilillah tapi 55:36 syahid dunia karena apa? ikhlasillahi 55:38 taala menerima ini seperti orang 55:41 meninggal karena melahirkan dan 55:43 lain-lain. 55:45 Jadi itu sahabat-sahabat kita, 55:48 sahabat-sahabat Rasil yang bisa 55:49 menjangkau siaran ini yang sedang ada di 55:51 rumah-rumah sakit atau di rumah sedang 55:52 isolasi mandiri kita doakan ya. 55:55 Kita doakan ayo sama-sama diaminkan ya. 55:58 Amin. 55:58 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 56:00 Bismillahirrahmanirrahim. 56:01 Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali 56:03 Muhammad. 56:04 Allahumma rabbanasil 56:07 basa. 56:08 isfi jami minal muslimin wal muslimatin 56:13 mustamiin radio silaturahim ya Allah 56:16 antas syafi ya Allah 56:18 antas syafi 56:19 antas syafi la siifaa illa syifauk syifa 56:24 la yodiru saqomah hasbunallah w nikmal 56:27 wakil nikmal maula nir la haula wala 56:30 quwwata illa billahil aliyilim wasall 56:32 ala muhammad wa muhammad 56:34 walhamdulillahabbil alamin 56:35 alhamdulillahabbil alamin Ini juga buat 56:37 semua yang sakit tidak karena COVID juga 56:39 ya. Insyaallah. 56:40 Baik. Amin ya rabbal alamin. Baik, 56:43 pertanyaan selanjutnya dari datang dari 56:45 Bunda Fajar. Pak Ustaz, ada beberapa 56:48 pertanyaan saya langsung jadikan satu, 56:50 Pak Ustaz ya. Mohon maaf karena dibatasi 56:52 oleh waktu. Ee Ustaz Agus mohon 56:55 nasihatnya bagaimana cara kita membenci 56:58 yang baik. Misalkan dalam kita 57:02 mengingatkan saudara atau sahabat yang 57:04 melenceng atau melakukan hal-hal yang 57:07 bisa membuatnya jauh dari agama, tapi 57:10 sudah berkali-kali diingatkan, tidak 57:12 berubah juga dan seperti tidak 57:14 menghiraukan dan membuat kita merasa ya 57:18 sudahlah yang penting saya sudah 57:19 mengingatkan. Tapi ada rasa sedikit 57:22 kesal dalam hati, Ustaz. Apakah ini juga 57:25 disebut benci karena Allah? 57:27 I baik. Kemudian dari Ibu Ai di Garut, 57:31 Pak Ustaz. 57:32 Masyaallah. 57:32 Ee 57:34 asalamualaikum warahmatullahi 57:36 wabarakatuh. 57:37 Ustaz, saya ingin menanyakan tentang 57:39 cinta dan benci. Cinta yang seperti apa? 57:42 [mendengus] 57:42 Yang karena Allah lalu harus bagaimana 57:44 kita menjaga hawa nafsu kita dan benci 57:48 yang bagaimana yang diperbolehkan dengan 57:50 agama kita. Sekian, terima kasih. 57:54 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 57:55 sholli ala Muhammad wa ali w ba'du. 57:58 Pertama Bunda Fajar dan juga Bu Ai di 58:02 Garut ya Bu Ai ya. 58:03 Iya. 58:03 Masyaallah ditangkap siaran kita di 58:05 Garut ya. Alhamdulillah. Ini tentang 58:08 cinta dan benci sama sesuatu atau 58:11 seseorang 58:13 itu kita pakai kacamata takwa 58:17 ya. Kalau kita pakai kacamata syahwat 58:21 berbahaya. 58:22 Isinya apa? Mesti kita jadi terdorong 58:27 untuk mencari kepuasan syahwati. 58:29 Kacamatanya ganti. 58:31 Pakai kacamata takwa. 58:32 Bismillahirrahmanirrahim. Kacamata 58:34 takwa. Kacamata takwa. 58:38 Ya. 58:40 Kalau sudah pakai kacamata takwa gimana? 58:43 Serahkan pada Allah. 58:46 Serahkan sama Allah. Contoh pada 58:48 kasusnya Bu Fajar tadi. Bunda Fajar kan 58:50 bilang, 58:52 "Sudah nasihati ini saudara saya ya, 58:55 kerabat dekat famili 58:58 mbok i tobat tobat. 59:02 Udah umur makin tua enggak kunjung 59:06 tobat, disuruh salatnya malas. 59:10 Ya, akhirnya timbul kesal sendiri." 59:14 Nah, ini sebenarnya Bunda Bunda Fajar 59:18 ujian kita dalam dakwah 59:22 ya kan 59:24 perintahnya singkat Bu. 59:28 Wattawas bilhaqi wat tawisr. 59:33 Ibu disuruh 59:35 mendakwahkan orang. Mendakwahi orang 59:39 disuruh mengajak orang ngingatin orang 59:41 dengan kebenaran. Yang benar begini loh, 59:45 tapi tidak titik. Itu dilanjutkan ayat 59:49 berikutnya al-asr ya. Wattawil haqqi 59:53 wattawab. 59:54 Pakai kacamata itu kita jadi lapang 59:58 dada. Enggak nyesek, Bu. 1:00:01 Kalau ada sesuatu sesek karena kita 1:00:02 sedang dakwah itu mesti kacamatanya 1:00:05 belum benar. Kalibrasi mungkin sudah 1:00:07 pakai kacamata takwa nih, Ustaz. 1:00:09 Dikalibrasi dulu kacamatanya ya. 1:00:11 Dikalibrasi dulu, ya. 1:00:13 Kalau gitu kacamata takwa ini kita pakai 1:00:15 kapanpun. Karena memang disuruh kita 1:00:17 pakai kacamata takwa di mana pun. 1:00:20 Ittaqulah hauma kunta itu kita pakai 1:00:24 kacamata takwa. Takwa kita pakai. 1:00:27 Ya, kalau ada yang bilang takwa itu 1:00:29 ibarat pakaian boleh. Fatazzawadu 1:00:33 takwa. Betul. APD kita yang paling 1:00:37 penting nih APD kita ya, Bang ya. APD 1:00:40 itu singkatannya apa, Bang? 1:00:41 Alat pelindung diri. pelindung diri ya 1:00:46 ee 1:00:48 apa namanya 1:00:51 APD itu dalam bahasa Inggris self 1:00:53 protective equipment 1:00:55 ya 1:00:57 APD kita itu takwa 1:01:00 kalau sudah ada takwa virus apapun mesti 1:01:04 mental semua nah termasuk yang dipakai 1:01:08 APD yang paling penting kalau dalam 1:01:10 kasus COVID ya di bagian mata. Betul 1:01:13 enggak, Bang? 1:01:13 Iya. 1:01:13 Iya. Mesti pakai Google tuh 1:01:16 dokter para ee 1:01:19 nakes ya, tenaga kesehatan. Kalau dekat 1:01:22 pasien dia pakai Google tuh pakai 1:01:24 kacamata yang tertutup semuanya. 1:01:27 Enggak ada loh. Ee bawahnya pakai 1:01:29 pakaian astronaut yang APD itu atasnya 1:01:33 bolongan. Gak tutup. Kacamata kita pun 1:01:36 kacamata takwa. Jadi Bunda Fajar sabar 1:01:39 Bu, sabar. Kacamata takwa lah. Yang 1:01:42 butuh masuk surga siapa coba? Ya kan? 1:01:45 Nah, Ibu sudah selesai tugas Ibu 1:01:48 selesai. Jangan sampai kesel. 1:01:51 Khawatir nanti ibu mengurangi 1:01:52 keikhlasan. Keikhlasan itu setannya 1:01:55 masuk itu 1:01:58 tuh kan 1:02:02 diomongin enggak mau bandel sih ya. 1:02:04 kepala itu setannya mulai ngumul-ngrumul 1:02:07 ya toh ee ikhlas saja Bu lillahi taala 1:02:10 dia dengar atau tidak dengar 1:02:14 itu sudah dak sudah konsekuensi dakwah 1:02:18 ingat Kanjeng Nabi, baginda Nabi 1:02:20 sallallahu alaihi wasallam itu 1:02:22 orang apa beliau kasih sayang sama 1:02:23 manusia sama keluarganya sendiri 1:02:28 masih bagus dicuekin baginda Nabi 1:02:31 diserang minimal apa itu dari keluarga 1:02:33 dekat dekat beliau tuh dia boleh 1:02:36 diomongi diaci difitnah dikirimi apa 1:02:40 kirimi kotoran hewan 1:02:42 h 1:02:43 bahkan dilempari batu nah kita sabar itu 1:02:48 sekarang kepada Bu Ayi nah 1:02:51 Bu Ai 1:02:53 benci seperti apa yang karena Allah 1:02:55 cinta seperti apa karena Allah 1:02:57 kembalikan kepada tuntunan Quran dan 1:03:00 sunah di Quran dan sunah kita disuruh 1:03:04 membenci sesuatu yang Allah murkai. 1:03:10 Kita disuruh mencintai sesuatu yang apa? 1:03:13 Yang Allah cintai. 1:03:16 Ya. Jadi kalau Allah mencintai sesuatu, 1:03:19 kita cinta. 1:03:21 Allah cinta apa, Bu? Cinta kita. 1:03:25 Allah cinta kalau melihat kita itu 1:03:27 bersedekah. Tapi syahwat kita, ngapain 1:03:31 lu sedekahin orang? 1:03:33 Orang dia aja enggak mau cari hidup 1:03:36 dengan benar, hidupnya malas-malasan. 1:03:40 Ya, iya juga sih ya. Ada orang miskin 1:03:43 nanti kalau dikasih makan dia jadi 1:03:46 tergantung sama orang lain. Ini juga 1:03:48 pikiran-pikiran negatif. Sodqah aja. 1:03:51 Bismillah [mendengus] ya. Ah, jadi 1:03:54 Bunda, Bunda ayi 1:03:59 singkatnya cinta seperti apa? Yang 1:04:02 karena Allah cinta sesuai yang disuruh 1:04:05 di Quran dan hadis ya. Benci seperti 1:04:08 apa? Nah, kita benci seperti apa? Kitab 1:04:11 benci ini saya bacakan ya. Ya, silakan 1:04:14 buka. 1:04:16 [berdehem] 1:04:18 Silakan buka di 1:04:22 surah Al-Hujurat 1:04:25 ayat yang keet7 ya, surah Al-Hujurat. 1:04:30 Silakan dibuka yuk. Kita buka yuk. 1:04:32 Al-Hujurat 1:04:34 ayat yang keet7. 1:04:36 Iya. Udah ketemu belum? 1:04:44 Surat Hujurat itu surat yang ke-49. Ayat 1:04:47 yang keet7. 1:04:50 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:04:56 Waamu 1:04:57 anna fikum rasulallah. 1:05:03 Lau yutiukum fi katrim minal amri 1:05:07 laittum. 1:05:08 Walakinnallaha 1:05:11 habbaba ilaikumul iman 1:05:14 wayanahu fi qulubikumha 1:05:18 ilaikumul kufro wal fusuqo walyan 1:05:23 ulaika humur rasyidun. 1:05:28 Ini ayat menjawab semua pertanyaan 1:05:31 persoalan kita sehari-hari. 1:05:35 Kita disuruh cinta sama Allah, tapi 1:05:38 ikutnya siapa? Baginda Nabi. 1:05:42 Wamu anna fikum rasulullah. Ketahuilah 1:05:46 dan ketahuilah, 1:05:48 pahamilah, mengertilah 1:05:51 bersama. Sesungguhnya bersama kamu itu 1:05:54 ada Rasulullah. 1:05:56 Rasulullah sudah enggak ada sama kita, 1:05:57 tetapi keajaran beliau masih sama kita. 1:06:01 bekas-bekas pendidikan beliau bersama 1:06:03 kita masihum 1:06:07 minal amrium 1:06:09 ini perintah peringatan Allah 1:06:12 kalau saja baginda nabi mengikuti 1:06:15 sebagian dari kalian ya dalam beberapa 1:06:21 hal atau banyak hal maka 1:06:24 yang terjadi itu justru akan kesusahan 1:06:28 kamu ah Ya. 1:06:31 Jadi ini kalau kalau agama ya ini juga 1:06:35 mau jawab tadi Pak Taswin ya. Kalau 1:06:38 agama dibawa 1:06:40 sesuai dengan syahwat manusia mengikuti 1:06:43 keinginan kamu, mengikuti keinginan 1:06:45 mereka, 1:06:46 rusak agama ini. Kehidupan kita rusak. 1:06:49 Yang susah siapa? Kita semua. Jadi agama 1:06:51 ini kalau saklek ini tegakkan ini, ini 1:06:55 tegakkan. Tegakkan jangan sesuai selera. 1:06:58 Jangan sesuai syahwat. 1:07:01 Ah. Ya. Jadi dijamin kita tidak susah 1:07:06 kalau mengikuti kehendak Allah dan 1:07:08 nabinya. Sebaliknya kalau kita paksa 1:07:10 Nabi 1:07:12 mengikuti kita, aduh rusak hidup kita 1:07:16 ya. Jadi jangan mau kita dijajah syahwat 1:07:18 sendiri. Berikutnya wakinallaha hababa 1:07:21 ilaikumul iman. 1:07:27 melainkan ya walakina 1:07:31 Allah itu 1:07:33 menyukai buat kamu ya supaya apa kamu 1:07:39 mengikuti keimanan habbaba ilaikumul 1:07:42 iman menjadikan apa menjadikan kamu 1:07:46 cinta sama keimanan itu Allah 1:07:51 kemudian wazayyanahu dan Allah membuat 1:07:56 indah, menghiasi 1:07:58 iman itu indah dalam hatimu. 1:08:01 Wakara ilaikumul kufro. Dan Allah 1:08:03 menjadikan kamu benci. Ya, ini Allah 1:08:07 berkena, Bu. Benci sama iman. Karoha apa 1:08:10 yang dibenci? Apa? Alkufr. Kekufuran. 1:08:14 Nah, ini Bu Ayi ya. Tadi Bu jawabannya 1:08:16 di surah apa? Al-Hujurat ayat yang 1:08:18 keet7. 1:08:21 Satu yang kita benci kekufuran. 1:08:24 Jangan sampai kita punya sedikit pun 1:08:27 tawaran sama kekufuran. 1:08:29 Yang kedua, alfusuqo. 1:08:32 Yang kedua itu kefasikan. Ini fasik 1:08:35 termasuk apa? Termasuk berbohong, ya. 1:08:40 Termasuk hal-hal yang merusak 1:08:43 masyarakat. Kemudian wal isyan dan 1:08:48 kedurhakaan dan kemaksiatan. 1:08:51 Jadi tiga hal tadi ya. Alkufro wal 1:08:54 fusuqo wal isyan. Tiga hal ini 1:08:57 masyaallah ini yang kita benci ya. 1:09:00 Ulaika humur rasyidun. 1:09:03 Orang-orang yang mengikuti Nabi ini 1:09:05 disebut orang-orang yang dalam jalan 1:09:09 yang lurus. Ya, demikian Bu Fajar dan Bu 1:09:12 Ayi. 1:09:13 Iya. 1:09:13 Semoga kita benar dalam mencintai dan 1:09:16 membenci sesuatu atau seseorang ya. 1:09:18 Amin. Allah. 1:09:19 Ustaz terima kasih banyak atas 1:09:21 jawabannya. 1:09:22 Sebenarnya [berdehem] masih banyak 1:09:23 pertanyaan, Ustaz. Namun karena kita 1:09:24 dibatasi oleh waktu, 1:09:26 siapa aja yang belum di? 1:09:27 Ada Pak Yudi, kemudian ada Pak Irfan, 1:09:30 He. 1:09:31 Lalu ada Bapak Masud di Batam, ada Ibu 1:09:34 Nugroho di Kemayoran, dan ada Ibu Ina di 1:09:37 Batam. 1:09:37 Allah. Allahu Akbar. [mendengus] 1:09:39 Jadi kami mohon maaf kepada pendengar 1:09:42 kami yang sudah memberikan 1:09:43 pertanyaannya, namun belum sempat ee 1:09:47 dijawab oleh Ustaz karena kami sudah 1:09:49 dibatasi oleh waktu. Setelah ini akan 1:09:51 hadir program selanjutnya yaitu topik 1:09:54 berita. Baik, ikhwan dan akhwat dan juga 1:09:56 ustaz yang dirahmati Allah. Ee mohon 1:09:59 kiranya untuk memberikan kesimpulan atau 1:10:02 kosing saya teman dalam perjemuan kita 1:10:04 [berdehem] di pagi ini. 1:10:05 Bismillahirrahmanirrahim. 1:10:08 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 1:10:10 sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa 1:10:13 ashabihi ajmain. Ikhwan sekalian, 1:10:17 hati kita ini 1:10:21 [berdehem] 1:10:22 tergantung kita mau baah ke mana. 1:10:28 Kalau kita membawa hati kita sehat 1:10:32 dengan mengkonsumsi 1:10:34 ya makanan-makanan hati yang sehat, 1:10:38 insyaallah hati kita akan menuntun kita 1:10:41 hidup dengan benar. Tapi sebaliknya, 1:10:44 kalau kita memaksa hati, hati itu 1:10:46 sebenarnya terpaksa memakan apa? Memakan 1:10:49 makanan-makanan yang merusaknya. 1:10:52 Hati itu enggak enggak rela dia menolak. 1:10:56 Bayangkan 1:10:58 dan rasakan betul bagaimana hati itu 1:11:01 menolak 1:11:03 ketika apa? Ketika kita memberinya 1:11:05 makanan-makanan yang busuk, 1:11:08 makanan-makanan yang buruk, 1:11:12 hati itu menolak. Enggak mau. Enggak mau 1:11:14 diajak bohong, enggak mau diajak menipu, 1:11:17 enggak mau diajak korupsi, enggak mau 1:11:19 diajak selingkuh, enggak mau diajak 1:11:21 zalim. 1:11:22 Hati itu inginnya apa? Cinta sama Allah 1:11:25 terus. Ya, mari kita berlomba-lomba 1:11:28 mengisi hati kita dengan apa? Dengan 1:11:31 indahnya iman. Tiga hal tadi. Pertama, 1:11:36 jadikan Allah dan Nabinya 1:11:39 kecintaan yang utama dalam hidup kita. 1:11:42 Yang kedua, kita tidak mencintai atau 1:11:45 membenci apapun kecuali karena Allah. 1:11:49 Yang ketiga, kita benci kepada 1:11:51 kekafiran. Ya, pertama tadi 1:11:55 bicara tentang full ya, full love, full 1:11:59 cinta, full alhub. Sekarang bicara 1:12:03 tentang benci 1:12:05 tengah-tengah antara benci dan cinta. 1:12:07 Benci dan cinta karena Allah. Tapi 1:12:09 terakhir benci apa? Benci kepada 1:12:11 kekafiran sebagaimana 1:12:14 kita benci, tidak suka, tidak ingin 1:12:17 ingin selalu jauh lari jauh dari apa? 1:12:21 Api neraka. Ya, itu hadis dari Bukhari 1:12:24 Muslim yang sahih. Ya, demikian 1:12:26 mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala 1:12:27 menjadikan kita para pecinta, pecinta 1:12:30 Allah, pecinta Nabi, pecinta jihad 1:12:32 fisabilillah 1:12:34 minkum. Mohon maaf dari kami. 1:12:36 Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:37 wabarakatuh. 1:12:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:39 wabarakatuh. Terima kasih banyak, Ustaz. 1:12:41 Jazakullah khairan katsirah 1:12:43 atas tausiahnya di pagi hari ini yang 1:12:46 insyaallah mencerahkan. Dan terima kasih 1:12:50 kepada para pendengar kami di mana pun 1:12:52 Anda berada. Semoga apa yang beliau 1:12:55 sampaikan bermanfaat bagi kami, bagi 1:12:58 Anda maksud saya ya. Baiklah ikhwan dan 1:13:00 akhwat. Saya Abi Agus juga ada Ondi di 1:13:04 meja operator dan Bung Fahri 1:13:08 undur diri. Ee kami juga ingin 1:13:10 menginformasikan kepada Anda, jangan 1:13:12 lewatkan nanti malam Indonesia Leader 1:13:14 Stok cara mengelola ormas. 1:13:17 belajar dari pembubaran FPI bersama 1:13:21 Mardani Alisera kemudian Siti Zuhro guru 1:13:25 besar peneliti LIPI Haris Azhar direktur 1:13:30 eksekutif Lokataru dan Roki Gerung guru 1:13:33 dan pengamat nanti malam dihasil jam 0 1:13:37 sampai jam 10.00. Akhirul kalam kami 1:13:41 yang bertugas mohon undur diri dari 1:13:43 ruang dengar Anda. Subhanakallahumma 1:13:46 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:13:50 astagfiruka wa atubu ilaik. Ilalq 1:13:52 billahi taufik wal hidayah. 1:13:54 Wasalamualaikum warahmatullah 1:13:56 wabarakatuh.