Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:09 TV 0:11 [musik] 0:20 [musik] 0:27 [musik] 0:32 [musik] 0:36 Bismillahirrahmanirrahim. 0:39 Asalamualaikum warahmatullahi 0:40 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:42 rahimakumullah. 0:45 Alhamdulillah ya, kita dipertemukan di 0:48 acara Bincang Komunikasi bersama Dr. 0:51 Laila Monaganim yang mudah-mudahan 0:56 mempersuasi kita semua dan memotivasi 0:59 kita untuk bisa melangkah lebih baik 1:02 terkait dengan berkomunikasi. 1:06 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 1:08 untuk junjungan umat kekasih kita 1:11 Muhammad Rasulullah. 1:13 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 1:16 kita mendapatkan syafaat beliau dan 1:19 dipertemukan di saat yang sangat kita 1:21 rindukan di yaumil akhir. Ikhwan akhwat, 1:24 narasumber kita sudah hadir, Dr. Laila 1:27 Monaganim. Asalamualaikum warahmatullahi 1:29 wabarakatuh. 1:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:32 wabarakatuh. 1:33 Sehat, Bugar Gar ya? 1:34 Alhamdulillah, Mbak Nuning. Sehat? 1:36 Alhamdulillah. Alhamdulillahamdulillah. 1:38 Dan wajahnya tampak lebih cerah. Amin. 1:40 Alhamdulillah. I 1:42 tadi waktu of air kita bicara tentang 1:44 bagaimana ya cara pandang kita, 1:47 keyakinan kita 1:49 dan penilaian kita atau sebaliknya dari 1:51 orang yang berbicara dengan kita itu 1:54 tampaknya tidak mudah ya bagi semua 1:55 orang ya. 1:56 Heeh. Heeh. 1:57 Persisnya jadi ee aura 2:01 yes. [tertawa] 2:02 Aura kita. 2:03 Aura kita. 2:04 Seperti apakah gerangan? 2:06 Seperti apakah gerangan? 2:07 Mari kita simak sepenuh hati, sepenuh 2:09 rasa. Silakan Mbak Mona. 2:11 Terima kasih Mbak Nuning. Ee Iwan dan 2:14 akhwat yang dirahmati Allah. 2:16 Asalamualaikum 2:17 warahmatullahi wabarakatuh. 2:19 Yuk kita bahas aura bukan aura kasih, 2:23 [tertawa] 2:24 [terkesiap] aura diri dalam 2:26 berkomunikasi. 2:27 Nah, ee atau ee bahasa lainnya adalah 2:33 konsep diri gitu ya. 2:36 Jadi ee 2:39 apa sih yang ada di dalam diri kita, 2:41 dalam pikiran kita ketika kita 2:44 berkomunikasi sama orang lain? Nah, 2:48 komunikasi saya dengan saya atau cara 2:52 saya melihat diri saya, cara saya 2:55 melihat aura saya gitu ya, akan 2:59 berpengaruh pada perilaku saya pada 3:02 orang lain 3:03 dan ini akan memberikan 3:07 ee 3:09 ee reaksi orang lain kepada saya lagi 3:12 gitu. Jadi, jadi umpan balik orang 3:15 kepada diri saya. Jadi, bagaimana cara 3:17 saya memandang diri 3:20 kemudian akan tertampil pada perilaku 3:24 saya. He. 3:25 Dan perilaku saya kepada orang lain 3:28 menimbulkan reaksi orang lain kepada 3:31 diri saya. Jadi, muter di situ gitu. 3:34 Ini yang seru untuk kita bahas pada hari 3:38 ini ya. 3:40 ee kecenderungan 3:43 orang untuk kalau berperilakunya itu 3:48 sesuai dengan cara dia melihat dirinya. 3:52 Ini 3:55 ee ketika seseorang berperilaku itu 3:58 dipengaruhi oleh cara dia ngelihat 4:00 dirinya. Ini adalah komunikasi saya 4:03 dengan saya. 4:04 Kalau saya berpikir saya menarik, saya 4:09 akan benar-benar menarik. Kalau saya 4:11 berpikir 4:13 saya ee malu, saya akan malu. Kalau saya 4:18 berpikir saya 4:20 cuek, saya akan cuek. Kalau saya 4:23 berpikir saya ee 4:28 ee 4:29 baik, saya akan baik. Hm. 4:31 Jadi 4:33 ee 4:35 pikiran itu berpengaruh pada bagaimana 4:38 orang lain jadi merasakan diri kita 4:41 karena itu yang kita proyeksikan, itu 4:43 yang kita tampilkan, gitu. 4:46 Jadi apa yang dipikirin 4:49 menjadi aura diri kita dan menjadi 4:53 perilaku. 4:56 Jadi eh ada yang bilang kayak begini, 5:00 "You don't think what you are. You are 5:03 what you think." H 5:06 Anda tidak berpikir 5:10 apa diri Anda, tapi Anda adalah apa yang 5:15 Anda pikirkan gitu ya. Jadi ee untuk itu 5:19 kita kita perlu ee 5:24 memahami cara berpikir kita ini sensitif 5:27 loh dalam kita ngobrol sama orang lain 5:32 gitu. 5:34 Nah, ee kalau kita berpikir positif, 5:38 maka kita jadi positif. 5:40 Konsep diri atau aura diri positif itu 5:44 ada ee indikator-indikatornya gitu ya. 5:50 Yang pertama, ketika 5:53 diri kita yakin bahwa kita mampu 5:57 mengatasi masalah, 5:59 maka 6:01 ee aura diri kita jadi positif. 6:03 Kelihatan kayak 6:05 PD untuk nyelesaiin masalah gitu. 6:09 Ketika kita merasa kita setara sama 6:12 orang lain, aura diri kita juga 6:15 menampilkan bahwa kita tuh sama kok sama 6:18 orang lain. Enggak minder, enggak lebih 6:21 tinggi, enggak sombong, enggak ngerasa 6:25 lebih hebat atau enggak ngerasa lebih 6:27 kecil gitu. Nah, jadi pikiran itu 6:33 ee cara saya memaknai diri saya 6:36 itu akan mencerminkan aura diri saya 6:38 gitu. Yang tadi saya yakin saya mampu 6:42 ngatasin masalah maka kita akan 6:44 mengekspresikan kita mampu mengatasi 6:46 masalah. Kedua, saya merasa saya sama 6:49 kok sama orang lain gitu. Enggak lebih 6:52 tinggi, enggak lebih rendah. Maka aura 6:54 kita menampilkan seperti itu. 6:57 Dia juga bisa menerima pujian tanpa rasa 7:01 malu gitu ya. Orang tersebut kalau 7:04 dipuji ya 7:06 ee masyaallah alhamdulillah gitu aja. 7:11 Enggak jadi ah enggak gitu ya ee atau 7:16 rasanya seperti malu dan lain sebagainya 7:19 gitu. 7:21 Dia sadar bahwa setiap orang punya 7:25 berbagai perasaan, 7:27 punya berbagai keinginan dan perilaku 7:31 yang tidak sepenuhnya disetujui oleh 7:34 orang lain, oleh masyarakat. Jadi dia 7:36 bisa nerima bahwa bisa jadi orang lain 7:40 itu 7:41 atau setiap orang bisa punya pikiran, 7:45 punya perasaan, punya perilaku yang 7:48 mungkin masyarakat enggak setuju. Bisa 7:51 aja toh itu normal aja. Orang yang ber 7:55 konsep diri positif akan ngelihat hal 7:58 itu, tidak secara negatif memaknai orang 8:02 lain. Kemudian orang yang berkonsep diri 8:05 positif 8:07 atau mengekspresikan aura diri positif 8:10 karena apa? dia mampu memperbaiki 8:13 dirinya karena [berdehem] dia sanggup 8:15 mengungkapkan 8:18 hal-hal kepribadian yang enggak 8:20 disenangi 8:22 dan berusaha mengubahnya. Jadi, dia bisa 8:26 otentik nerima dirinya gitu. Oke, saya 8:29 enggak bisa ini atau saya enggak suka 8:31 ini dan tapi saya siap untuk 8:33 memperbaikinya. 8:35 Jadi, dia 8:37 merasa mampu nyelesaiin masalah. bukan 8:39 berarti bukan berarti harus ee apa 8:44 namanya pernah punya pengalaman 8:46 nyelesaiin masalah itu. Punya pengalaman 8:49 enggak punya pengalaman ya enggak 8:51 apa-apa kita selesaiin aja, kita 8:52 berusaha jalanin aja gitu. Itu orang 8:55 yang ee cara berpikirnya begitu, auranya 8:58 akan tampil positif. Kemudian dia 9:01 ngerasa sama orang lain. Dia enggak 9:04 ngerasa lebih tinggi atau lebih rendah. 9:06 dia nerima pujian biasa aja gitu ya. 9:10 Kemudian dia juga sadar bahwa semua 9:13 orang punya pikiran, perasaan, dan 9:16 perilaku yang belum tentu orang lain 9:20 bisa terima, belum tentu masyarakat bisa 9:22 terima gitu ya. Ya, enggak apa-apa gitu. 9:26 Dan juga dia mampu memperbaiki dirinya. 9:29 dia sanggup menyampaikan 9:32 ee hal-hal yang dia enggak suka atau dia 9:35 enggak ngerasa nyaman, tapi dia berusaha 9:38 untuk menyelesaikannya, berusaha untuk 9:40 mengubahnya, gitu. Jadi orangnya sekali 9:42 lagi saya suka dengan kata-kata otentik 9:45 itu gitu ya. 9:48 Kalau 9:49 kamu merasa kamu pandai, kamu saleh, 9:54 kamu rajin, kamu bertanggung jawab, itu 9:58 karena cara berpikirnya 10:02 ee saya pandai, saya saleh, saya rajin, 10:06 saya bertanggung jawab, dan perasaannya 10:09 juga saya PD, saya enggak suka menyerah, 10:14 enggak mudah menyerah, saya suka 10:16 tantangan. Jadi pikirannya kayak gitu, 10:18 perasaannya kayak gitu, perilakunya 10:21 kayak gitu, orang auranya membacanya 10:23 kayak gitu gitu. 10:27 Nah, Mbak Nuning, ada satu 10:32 panduan yang menurut saya menarik untuk 10:35 bisa tahu orang yang punya 10:39 konsep diri positif sehingga bisa 10:42 menampilkan aura yang positif itu 10:45 karakteristiknya kayak gimana ya? Yuk, 10:47 kita bahas satu-satu ya, Mbak Nuning ya. 10:51 ini saya mengambil dari Hamek ya. 10:56 Pertama adalah 10:59 dia orangnya yakin betul bahwa 11:04 ee punya nilai-nilai dan prinsip-prinsip 11:07 tertentu. 11:09 Dia bersedia mempertahankannya. Dia 11:11 yakin satu keyakinan tertentu atau 11:14 prinsip-prinsip tertentu dan bersedia 11:17 mempertahankannya. 11:19 meskipun pendapat orang lain tuh beda 11:21 sama pendapatnya dia gitu 11:24 atau menghadapi pendapat dari kelompok 11:27 lain yang kuat misalnya dia yakin bahwa 11:30 ee ini warnanya putih begitu Mbak Nuning 11:34 ya. 11:34 He. 11:35 Ee dia akan tetap meyakini itu dan akan 11:38 berpegang pada itu meskipun orang lain 11:40 berpegang bahwa itu bukan putih misalnya 11:42 begitu ya. Ee nah kalau kalau ini kalau 11:46 ini ee tampak tampak clear gitu ya ee ee 11:50 warnanya ya. Tapi dalam keyakinan 11:53 misalnya kita meyakini bahwa si A benar 11:57 atau si B gitu ya. Itu kan satu 11:59 keyakinan yang kita yakin. Meskipun 12:02 orang lain bilang itu salah tapi dia 12:04 yakin dia tuh akan tetap 12:06 mempertahankannya gitu. bersedia 12:08 mempertahankannya. 12:10 Tapi 12:11 dia juga merasa ee dirinya cukup tangguh 12:15 untuk mengubah prinsip itu kalau ada 12:18 bukti yang bilang itu salah. Jadi 12:20 misalnya 12:21 dia meyakini bahwa perginya itu ke 12:25 kanan. 12:27 Meskipun orang lain bilang ke kiri, dia 12:29 akan tetap bilang ke kanan. Tetapi 12:32 ketika bukti menunjukkan bahwa yang 12:35 benar adalah ke kiri, dia akan enggak 12:39 apa-apa mau tuh pindah ke kiri gitu. Itu 12:42 orang yang punya konsep diri positif dan 12:46 dia akan menampilkan aura yang positif 12:49 gitu, Mbak Nuning. 12:50 Iya. 12:52 Mmagi ya, Mbak Nuning ya 12:54 untuk yang itu tadi aja harus punya rasa 12:56 percaya diri. 12:57 Iya, exactly. Betul, sekali. 12:58 Tanpa itu. Heeh. 13:00 Iya. ya. 13:01 Oke. 13:01 Situasi lain misalnya Mbak Nuning ya ee 13:04 ketika kita ee 13:09 bisa menyampaikan satu pandangan ee 13:13 bahwa ee pilihan terbaik adalah ee 13:20 cara A. 13:21 Hm. 13:22 Orang lain pada bilang cara B, cara C. 13:25 dia tetap bilang cara A karena dia 13:28 meyakini dan dia punya data yang 13:30 menjelaskan bahwa cara A adalah cara 13:33 terbaik. Tapi orang ini bersedia kalau 13:38 nanti cara B adalah lebih baik setelah 13:42 ada data yang lebih tepat, bukti 13:46 bahwa dia salah, dia tidak merasa binder 13:50 untuk mengakui kesalahannya dan 13:52 berpindah ke cara B begitu. 13:56 Keren kan kalau ada orang kayak begitu, 13:58 Mbak Nuning. 13:59 Terus sebaliknya kalau ada yang dablek 14:01 percaya sama [tertawa] yang dirinya 14:03 sendiri doang. 14:04 Iya percaya diri sendiri. Padahal ada 14:06 bukti lain yang menyatakan I 14:08 lebih akurat gitu misalnya. 14:10 Betul. Betul. 14:11 Ya. 14:12 Kemudian yang kedua adalah supaya 14:15 auranya positif nih gitu ya. 14:18 ee cara berpikirnya adalah dan 14:21 perasaannya adalah mampu bertindak 14:24 berdasarkan pernilaian yang baik tanpa 14:27 merasa bersalah, berlebihan 14:30 atau menyesali tindakannya kalau orang 14:33 lain enggak tidak setuju. Jadi dia itu 14:37 akan 14:39 ee memilih yang a tadi ketika dia yakin 14:44 A. 14:45 Meskipun orang lain ee merasa yang benar 14:49 adalah B, tapi dia masih meyakini bahwa 14:52 yang benar adalah A gitu. Dia tidak 14:55 merasa 14:57 ee merasa bersalah. Dia tidak merasa 15:01 menyesali tindakannya. Kenapa dia 15:03 percaya A? meskipun orang lain enggak 15:05 setuju gitu, ya udah enggak apa-apa 15:08 disalahin juga ee ketika dia masih 15:12 meyakini bahwa itu adalah benar ya dia 15:14 bukan berarti jadi jadi agresif ya 15:17 enggak. 15:18 Tetapi dia 15:19 ee punya keyakinan gitu itu akan 15:24 tertampil pada auranya. [tertawa] 15:27 Ya udah, enggak apa-apa. Salah. Enggak 15:29 apa-apa. Enggak apa-apa berbeda gitu. 15:32 Bukan berarti salah ya. Ini kan karena 15:34 dia masih yakin. 15:36 Lain kalau misalnya sudah 15:37 kebentur-bentur ya. 15:39 Lain lain misalnya kalau benar salah 15:40 ternyata. Iya kan? 15:42 Iya. 15:42 Heeh. 15:43 Contohnya apa, Mbak Nuning? Misalnya 15:45 pengalaman 15:48 terkait dengan aku punya pendapat A 15:51 padahal yang lainnya bukan A misalnya. 15:54 Itu dengan ee kesehatan misalnya. 15:58 Heeh. 15:58 Banyak orang bilang enggak bisa kalau 16:00 kita begini begini. Hah. Padahal beda 16:02 pendapat. 16:03 Betul. 16:04 Itu kadang-kadang terjerembap sendiri 16:06 kita pada kondisi bahwa enggak 16:08 apa-apanya itu jadi 16:09 apa-apa. 16:11 Itu terkait dengan kesehatan. Belum lagi 16:13 kalau ee bukan dengan kesehatan tapi 16:16 dengan perasaan. 16:17 Ee maksudnya gini Mbak Duning. Yang 16:19 kedua tadi adalah ketika kita ee punya 16:23 keyakinan tentang kesehatan kita, 16:26 cara makan ini, kalau mau ini misalnya 16:29 begitu ya, cara sehat supaya enggak 16:31 sakit apa makan bawang misalnya begitu 16:35 ya. 16:36 Nah, sementara orang lain bilang enggak, 16:38 enggak kayak gitu. Nah, kita itu tidak 16:41 merasa kecil hati. Iya. 16:45 Ee meskipun orang lain enggak setuju. 16:47 Oke. Saya misalnya ya saya masih 16:51 meyakini itu atau saya meyakini saya 16:54 pergi ke tenaga medis misalnya begitu 16:57 daripada pakai obat-obat ee apa ya ee 17:02 herbal-herbal yang kita masih tidak 17:04 terlalu yakin 17:05 gitu misalnya. He 17:06 i kan e ketika kita bisa tetap tegar 17:12 gitu ya, [tertawa] 17:13 itu tuh kerasa auranya gitu, Mbak 17:15 Nuning. 17:16 Nah, ini yang perlu diciptakan. 17:18 Iya. 17:19 Padahal aura itu kalau kita enggak yakin 17:22 dengan diri sendiri pasti enggak keluar. 17:24 Iya, betul sekali. Betul. 17:25 Siapa sih gue? Nah, 17:27 satu pertanyaan itu kan kadang-kadang 17:29 membawa kita kepada suasana, posisi, 17:32 perasaan tertentu. 17:33 Iya. Iya. 17:34 Meskipun kita mungkin ya punya kok rasa 17:36 percaya diri, tapi kalimat aku nih siapa 17:39 sih? 17:40 Ketika berhadapan dengan ee 17:42 kelompok-kelompok tertentu. 17:43 Betul. 17:44 Itu munculnya biasanya karena apa? 17:47 Pengalaman atau karena apa? 17:48 Eh karena kita punya pengalaman, karena 17:52 kita punya pengetahuan, karena kita 17:54 punya keyakinan. He 17:57 itu kalau kita jaga betul itu akan jadi 17:59 positif gitu, Mbak Nuning. 18:01 Jadi dasar kepribadian kita ya 18:04 dengan pengalaman itu. 18:05 Betul teman-teman semuanya ngajakin 18:06 ngerokok misalnya gitu ya. Nah dia tidak 18:10 tidak mau merokok tidak. Dan dia merasa 18:13 bahwa ya udah enggak apa-apa silakan 18:15 Anda merokok saya [tertawa] enggak 18:16 ngerokok gitu ya kan. He. 18:18 Jadi enggak enggak merasa kecil, enggak 18:20 ngerasa enggak ngerasa ee terlalu 18:23 bersalah berlebihan ketika menolak 18:25 temannya gitu. Ee kalau orang lain 18:28 enggak setuju sama perilakunya gitu, ya 18:30 udah dia tenang aja gitu. Nah, itu 18:34 auranya itu kerasa gitu, Mbak Nuning. 18:37 Oke, 18:38 lanjut. Lanjut. Yang ketiga. Yang ketiga 18:41 adalah 18:42 dia tidak menghabiskan waktu yang enggak 18:45 perlu untuk mencemaskan apa yang 18:47 terjadi, 18:49 yang akan terjadi besok, 18:51 yang telah terjadi masa lalu, dan apa 18:54 yang sedang terjadi di waktu sekarang. 18:56 Jadi enggak ngabisin waktu 18:59 untuk cemas aja gitu. Jadi dia akan 19:04 berbuat yang terbaik. Enggak perlu 19:06 cemas-cemas aja apa yang kemarin besok 19:09 kayak gimana ya, kemarin kok kayak 19:11 begitu ya, sekarang kok kayak gini ya 19:13 gitu. 19:16 Ini orang yang auranya keren, [tertawa] 19:20 auranya positif. Kita lanjut Mbak 19:22 Nuning, ya. 19:23 Iya. 19:24 Dia punya keyakinan pada kemampuannya 19:27 untuk mengatasi persoalan 19:31 bahkan ketika dia menghadapi kegagalan 19:33 atau kemunduran. Wih, keren banget nih 19:36 orang auranya. Uh, 19:38 jadi orang yang punya keyakinan, oke, I 19:42 can handle it, gitu ya. Saya bisa 19:45 jalanin ini, saya bisa ngerjain ini. 19:47 Ketika dia pernah gagal juga atau sedang 19:50 mundur, tapi dia punya keyakinan yang 19:53 sangat baik gitu. Amin. 19:58 [mendengus] 19:58 Kemudian 19:59 I can handle it gitu ya. Saya bisa 20:02 jalanin ini, saya bisa ngerjain ini. 20:05 Jika dia pernah gagal juga atau sedang 20:08 mundur, tapi dia punya 20:09 Baik, Mbak Nuning ya. 20:11 Terganggu. Maaf banget itu. 20:12 Enggak apa-apa, Mbak Nuning. Ee 20:14 selanjutnya adalah mm 20:17 orang yang punya konsep diri positif. 20:20 Yang kelima adalah dia merasa sama 20:23 dengan orang lain. Enggak ngerasa lebih 20:25 tinggi, enggak ngerasa lebih rendah. 20:28 Sebagai manusia tidak tinggi hati. atau 20:32 minder. Walaupun ada perbedaan dalam 20:36 kemampuan tertentu, misalnya latar 20:38 belakang keluarga, sikap orang lain 20:41 kepada dirinya, dia tuh 20:44 tetap 20:46 merasa sama orang lain gitu. Ee ini 20:50 enggak mudah, Mbak Nuning di dalam 20:52 situasi di mana dia berada dalam lingkup 20:56 orang-orang yang pada 20:59 apa namanya? ee 21:02 posisi yang tinggi-tinggi misalnya 21:04 begitu ya. 21:05 He 21:06 bisa jadi seseorang merasa minder 21:09 atau dia berada di latar belakang orang 21:14 lain yang ee misalnya posisinya adalah 21:18 ee 21:21 secara ekonomi di bawah dia misalnya 21:22 begitu. Terus dia merasa dia lebih hebat 21:25 gitu. Nah, ini enggak kayak gitu gitu. 21:27 orang yang konsep dirinya positif, 21:30 yang kerasa dari auranya itu kalau cara 21:34 mikirnya kayak gitu, auranya kerasa 21:36 gitu, vibes-nya kerasa kayak gitu gitu. 21:40 Nah, kemudian dia sanggup menerima 21:44 dirinya sebagai orang yang penting dan 21:47 bernilai bagi orang lain. Paling tidak 21:50 bagi orang-orang yang dipilih sebagai 21:52 sahabatnya. dia ngerasa dia orang 21:56 penting untuk orang-orang yang ada di 21:58 lingkungannya. 21:59 He. 22:01 Ee atau orang-orang yang dianggap 22:03 sebagai sahabatnya. Jadi, dia juga 22:05 merasa diri berharga gitu. 22:08 Itu vibes-nya akan kerasa, auranya akan 22:11 kerasa, gitu. 22:15 Kemudian Mbak Nuning, 22:17 dia dapat menerima pujian tanpa 22:19 pura-pura rendah hati dan menerima 22:21 penghargaan tanpa rasa bersalah. 22:24 Jadi orang ini adalah kalau dipuji 22:28 terima kasih atau masyaallah 22:30 alhamdulillah gitu ya. 22:32 Ee 22:34 dan menerima penghargaan tanpa rasa 22:38 bersalah gitu. Jadi oke alhamdulillah 22:42 masyaallah terima kasih misalnya kita 22:45 ucapkan seperti itu gitu ya. 22:48 dia cenderung menolak usaha orang lain 22:52 untuk mendominasinya. Orang yang 22:55 ee 22:57 kan kalau kita lihat dari gaya 23:00 berkomunikasi itu ada empat ya. 23:02 Satu 23:03 agresif, dua pasif agresif, tiga 23:08 ee pasif, empat asertif. 23:12 Dia nih asertif gitu. dia tidak merasa 23:15 lebih tinggi ee ngeremehin orang lain, 23:19 ngerasa ngenyek-ngenyek ke orang lain, 23:22 atau merasa siap untuk atau merasa mau 23:25 didominasi sama orang lain, merasa diri 23:27 lebih rendah dari orang lain. Enggak 23:29 kayak gitu. Vibes-nya adalah vibes yang 23:33 punya kepercayaan diri gitu. Tapi enggak 23:36 sombong. balik lagi tadi gitu. 23:39 Dia sanggup mengaku pada orang lain 23:42 bahwa dia mampu merasakan berbagai 23:45 dorongan dan keinginan dari perasaan 23:48 marah sampai cinta, dari sedih, sampai 23:52 bahagia, dari kecewa yang mendalam 23:56 sampai kepuasan yang mendalam pula. 23:58 Hm. 23:59 Dia bisa ngomong senang, dia enggak bisa 24:01 ngomong hal yang sedih, dia bisa 24:03 ngomong, dia bisa nyampein perasaan bers 24:06 marah. nya dia bisa menyampaikan rasa 24:09 cintanya, 24:12 sedih, bahagia, kecewa atau puas yang 24:15 mendalam. 24:17 Ini orang yang seperti ini kan ada di 24:20 dalam kehidupan kita ada sesuatu yang 24:24 mengecewakan dan pantas untuk kita 24:26 sampaikan bahwa saya kecewa akan hal itu 24:28 gitu. 24:29 He, 24:30 Mbak Nuning, kita enggak mudah 24:32 menemukan. Saya pernah punya satu 24:35 pengalaman menyampaikan satu perasaan 24:38 kecewa kepada seseorang yang menurut 24:41 saya memang itu ee cukup pantas untuk 24:44 disampaikan, tetapi tidak mudah untuk 24:47 mendapatkan reaksi yang seperti yang 24:49 saya harapkan gitu ya. 24:52 Saya jadi kaget, aduh ee 24:56 ini kok jadi seperti ini ya reaksinya. 24:59 Cukup awalnya saya cukup menyadari bahwa 25:03 oke ini tidak seperti yang saya harapkan 25:06 tapi ya lambat laun ya udahlah enggak 25:07 apa-apa saya terima juga gitu ya. Itu 25:10 itu ada dalam hidup ini gitu. 25:12 He. 25:14 Mbak Nuning. Yang berikutnya adalah 25:17 dia mampu menikmati dirinya secara utuh. 25:21 ini vibes-nya akan, auranya akan keluar 25:23 keren. Dia mampu menikmati dirinya 25:25 secara utuh dalam berbagai kegiatan 25:28 meliputi ada kerja, ada main, ada 25:32 pengungkapan diri yang ee kreatif, 25:34 persahabatan, atau sekedar mengisi 25:37 waktu. Jadi, dia itu bisa jadi manusia 25:39 yang fleksibel gitu. lagi main-main 25:42 bisa, lagi kerja bisa, lagi serius bisa 25:46 ee lagi mengungkapkan diri secara 25:49 kreatif bisa gitu persahabatan atau 25:52 cuman ngasih ngisi waktu dan lain 25:55 sebagainya itu dia bisa melakukannya. 26:00 Ee pernah enggak nemuin orang yang kayak 26:03 gitu, Mbak Nuning? 26:04 Tidak mudah. Karena itu tadi banyak hal 26:07 yang kemudian seseorang merasa tadi Mbak 26:10 Mona bilang ada yang merasa tertekan 26:12 terintimidasi 26:14 punya kepribadian seperti asertif tadi 26:17 itu 26:18 hebat ya kerjuangan 26:19 perlu iya iya iya iya perlu kedewasaan 26:21 perlu kematangan ya 26:23 nah yang ke-11 adalah Mbak Nun dia peka 26:28 pada kebutuhan orang lain pada kebiasaan 26:31 sosial yang telah diterimanya 26:33 dan terutama sekali pada gagasan bahwa 26:35 dia tidak bisa bersenang-senang dengan 26:38 mengorbankan orang lain. Peka dia, dia 26:41 sensitif orang lain ternyata butuh apa. 26:44 Dia juga bisa nerima oh bagaimana 26:46 kebiasaan masyarakat itu seperti apa. 26:50 Terus dia juga enggak mau 26:51 bersenang-senang di atas kesulitan orang 26:53 lain. 26:55 Ini orang yang tercermin pada auranya, 27:00 pada vibes-nya. Vibes-nya positif. Kalau 27:04 kita bilang nih orang nih vibes-nya 27:06 positif banget. Nah, ini ciri-cirinya 27:08 kayak gini nih. Gitu. 27:10 Dan pada saat kita berkomunikasi dengan 27:12 dia, kita akan nyaman berkomunikasi 27:14 dengan orang itu, gitu. Mbak Nuning, ada 27:16 yang mau ditambahin enggak, Mbak Nuning? 27:19 Kalau 27:20 mungkin ada sharing 27:22 yang terkait dengan 27:25 orang yang punya harga diri terlalu 27:28 tinggi itu sebetulnya salahnya ada di 27:31 mana sih? Iya. Di harga diri yang 27:35 terlalu tinggi artinya enggak tepat 27:38 begitu ya. Karena terlalu tadi ya 27:39 enggak tepat ya. Itu karena 27:43 pikirannya kayak begitu, 27:45 perasaannya kayak begitu, 27:47 maka terasa dalam perilakunya seperti 27:50 itu gitu. Tidak hanya dalam mungkin 27:54 perilakunya dari verbal nonverbal, 27:57 kata-katanya, dari gerak tubuhnya 27:59 nunjukin bahwa 28:02 aku lebih tinggi dari kamu. Ee nanga 28:05 misalnya gitu ya 28:06 atau misalnya dari pilihan katanya yang 28:10 yang ee menyakitkan misalnya gitu atau 28:15 pilihan intonasinya yang menyakitkan 28:17 misalnya begitu. Itu karena mindsetnya 28:20 Mbak Nuneng, konsep dirinya. Iya. Iya. 28:22 Kira-kira karena banyak yang menyimak 28:25 acara kita kan, Ayah Bunda ya. 28:27 Iya. 28:28 Pengaruh dari orang tua terhadap anak 28:30 dengan kepribadian yang seperti itu 28:33 besar sekaliah atau lebih banyak 28:35 lingkungan yang mempengaruhi 28:36 semua Mbak Nuning, 28:38 situasi situasi dirinya ee pengalaman 28:42 anak tersebut ee kenyamanan dia, 28:47 lingkungan-lingkungan keluarga yang 28:49 berpengaruh, lingkungan sosial yang 28:51 berpengaruh gitu. ketika dia misalnya ee 28:55 punya keinginan tapi 28:57 dia tidak dicukupi, dia ditekan dan lain 29:02 sebagainya sehingga dia merasa ee konsep 29:06 dirinya enggak utuh gitu. 29:08 Iya. 29:08 Heeh. 29:10 Mm. 29:11 Tadi Mbak Mona bilang, kita tuh 29:13 seharusnya 29:15 bisa sensitif terhadap kondisi 29:18 seseorang. 29:19 Heeh. 29:20 Ini kepedulian yang luar biasa banget. 29:23 Karena sensitif 29:25 memandang kondisi seseorang itu kan 29:27 perlu kesabaran, pemahaman, 29:31 kedewasaan. Itu juga perlu dipelajari. 29:34 Iya. 29:36 Ee 29:38 kalau orang bisa sensitif pada ee 29:42 kondisi orang lain, 29:43 kondisi orang lain itu karena dia 29:45 itu tadi konsep dirinya positif. 29:48 Hmm. He 29:49 dia bisa merasakan perasaan orang lain 29:52 karena semua orang tuh punya kebutuhan 29:54 dasar yang sama. 29:56 Butuh butuh ee kebutuhan praktis, 29:59 kebutuhan personal, dihargai, dianggap 30:02 penting, diperhatikan, didengar. Ya kan? 30:06 itu kan kebutuhan yang universal gitu 30:08 Mbak Nuni. Semua orang butuh itu dan dia 30:11 bisa merasakan ketika orang lain. Jadi 30:13 kalau orang yang selfish, yang 30:16 eh egois, yang konsep dirinya negatif, 30:19 He 30:20 ee dia akan enggak peduli sama hal-hal 30:22 itu. Ee kita boleh lihat konsep diri 30:24 yang positif dan negatif ya, Mbak 30:26 Nuning. Tadi yang positif, sekarang yang 30:28 negatif kecuali ada yang mau disampaikan 30:29 dulu. 30:30 Lanjut dulu. 30:31 Lanjut dulu ya. Oke, Mbak Nuning tolong 30:34 carikan Mbak Nuning yang anak-anak 30:36 belajar dari kehidupan. Ee bila dia 30:40 diemehkan 30:41 dia akan begini. Bila 30:44 ada ada puisi, ada puisi yang 30:48 menjelaskan seperti itu. Itu itu terasa 30:51 dari konsep diri ini. Tetapi izinkan 30:53 saya membahas dulu tentang konsep diri 30:56 ee negatif ya. 30:58 Eh, ini adalah konsep diri negatif. 31:02 Empat tanda orang yang punya konsep diri 31:05 negatif gitu ya. Dia peka pada kritik. 31:08 Dia kalau dikritik itu peka sekali 31:11 gitu ya. 31:12 Orang ini sangat enggak tahan kalau 31:15 dikritik. 31:16 Kalau ada kritik yang diterimanya dia 31:18 enggak tahan. Mudah marah, mudah naik 31:21 pitam. Dalam komunikasi, orang yang 31:24 punya konsep diri negatif cenderung 31:26 menghindari dialog yang terbuka 31:29 dan bersih keras mempertahankan 31:31 pendapatnya dengan berbagai justifikasi 31:35 atau logika yang keliru. Jadi biasanya 31:38 orang yang seperti ini tuh kalau di 31:43 kritik sedikit misalnya ada sesuatu 31:45 kesalahan dia dikasih ee kritik dia akan 31:49 sangat emosional. Apalagi yang 31:52 mengkritiknya tidak menggunakan 31:53 pendekatan yang asertif. 31:55 Hm. 31:56 Yang mengkritiknya menggunakan 31:58 pendekatan yang agresif atau pasif 32:00 agresif. Ini akan jauh lebih buruk lagi 32:02 begitu. Tetapi orang yang berpikir yang 32:06 konsep diri positif ketika dikritik dia 32:09 bisa switch untuk melihat bahwa oke 32:13 ee ini adalah hadiah, ini adalah e 32:17 kesempatan saya untuk memperbaiki diri. 32:20 Thank you very much eh sudah ngasih 32:23 masukan berharga untuk saya bisa lebih 32:25 baik gitu ya. Nah, itu beda banget sama 32:28 orang yang konsep dirinya negatif yang 32:32 auranya jadi kelihatan kerasa gitu 32:34 vibes-nya jadinya vibes-nya negatives 32:37 gitu. Kemudian yang kedua adalah orang 32:41 yang punya konsep diri negatif responsif 32:44 sekali kalau dipuji. Yang tadi ee lemes 32:49 banget kalau dikritik. Respon ini 32:52 responsif sekali kalau dipuji. Dan 32:55 hiperkritis pada orang lain. Sangat 32:57 kritis sama orang lain. Selalu ngeluh, 33:01 mencela, meremehkan apapun siapapun. 33:05 Mereka enggak pandai, tidak sanggup 33:07 mengungkapkan penghargaan, enggak pandai 33:09 menghargai orang lain, enggak pandai 33:11 mengungkapkan apresiasi atau pengakuan 33:14 atas kelebihan orang lain. Jadi, 33:17 orangnya ee kalau dikritik itu melempem 33:22 banget, kalau dipuji wow banget. 33:24 Melambung, melambung banget. 33:25 Melambung banget gitu ya. Dan enggak 33:28 bisa ee apa namanya? memberikan ee 33:32 penghargaan kepada orang lain. Kemudian 33:35 yang berikutnya adalah orang dengan 33:38 konsep diri negatif cenderung merasa 33:40 tidak disenangi orang lain. Kayaknya dia 33:42 nyebel sebel deh sama gue deh. Kayaknya 33:43 dia gini deh dan lain sebagainya dan 33:45 lain sebagainya gitu ya. 33:47 Kemudian orang yang punya konsep diri 33:50 negatif bersikap pesimis terhadap 33:54 kompetisi. Enggak mau ikut kompetisi. Ah 33:57 udah deh mendingan saya gini aja. karena 33:59 dia takut untuk melakukan kompetisi 34:02 begitu, Mbak Roning. 34:04 Masyaallah. Jadi, bagaimana kita dinilai 34:07 orang itu juga 34:10 terkait banget dengan bagaimana kita 34:11 menilai diri kita sendiri ya. 34:13 Betul. Betul. Saya lagi cari anak-anak 34:16 belajar dari kehidupan. Itu judulnya 34:18 puisinya Mbak Nuning. 34:19 Oh, ya. 34:20 Heeh. 34:21 Mudah-mudahan ketemu 34:22 anak belajar dari 34:25 yang jelas ikhwan akhwat selama Mbak 34:28 Mona mencari puisi tadi godaan itu 34:31 datang silih berganti. 34:33 Sementara 34:34 ee ajakan yang buruk tiba-tiba juga bisa 34:37 saja datang dari kiri kanan depan 34:40 belakang tergantung bagaimana konsep 34:42 diri kita untuk bisa melangkah dengan 34:45 tegar dan tegap ya. Yakin ada lagu kan? 34:49 Pernah dengar enggak? Dunia ini 34:51 panggung 34:52 panggung sendiwara. Jadi memang sih 34:55 banyak hal yang bisa kita temui pada 34:58 saat perjalanan kita di dunia yang cuma 35:02 sandiwara ini 35:04 yang merupakan kesenangan bagi mereka 35:07 yang lalai tentu ya Mbak Mona ya. Kalau 35:09 yang serius enggak enggak merasa 35:11 ee sak enake dewe gitu. 35:15 Ini Mbak Nuning. 35:15 Iya. Jika dia dibesarkan dengan celaan, 35:19 celaan 35:19 anak belajar memaki. Jika dibesarkan 35:22 dalam kasih sayang dan dukungan, anak 35:25 belajar menghargai diri sendiri dan 35:27 orang lain. Nah, jadi ini ee ada 35:31 sejumlah ee puisinya ya yang menjelaskan 35:34 anak-anak belajar dari kehidupan. 35:36 Children learn what they live. 35:39 Bacain dong. 35:40 Iya, saya sedang mencari yang full-nya 35:44 ya. 35:46 Nah, ini dia Mbak Nuning. Maksudnya ini 35:48 menjawab tadi yang Mbak Nuning sampaikan 35:50 bahwa kenapa kok orang ee apa yang 35:53 membuat seseorang memiliki perilaku yang 35:58 konsep diri negatif karena 35:59 lingkungannya. Bisa jadi karena hal-hal 36:02 ini. Jika anak dibesarkan dengan celaan, 36:05 dia belajar memaki. 36:07 Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, 36:09 dia belajar berkelahi. Jika anak 36:12 dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar 36:15 rendah rendah diri. Jika anak dibesarkan 36:18 dengan hinaan, dia belajar menyesali 36:20 diri. Jika anak dibesarkan dengan 36:22 toleransi, dia belajar menahan diri. 36:25 Jika anak dibesarkan dengan dorongan, 36:27 dia belajar percaya diri. Jika anak 36:30 dibesarkan dengan pujian, dia belajar 36:33 menghargai. 36:34 Jika anak dibesarkan dengan 36:36 sebaik-baiknya perlakuan, dia belajar 36:38 keadilan. 36:39 Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, 36:42 dia belajar menaruh kepercayaan. Jika 36:46 anak dibesarkan dengan dukungan, dia 36:48 belajar menyenangi dirinya. Jika anak 36:50 dibesarkan dengan kasih sayang dan 36:52 persahabatan, dia belajar menemukan 36:55 cinta dalam kehidupan. 36:58 Ini ee menarik sekali ya. 37:00 Iya. 37:02 Jadi, Mbak Nuning ee 37:05 ee 37:07 masa kecil itu berpengaruh sekali kepada 37:09 konsep diri seseorang. Tidak hanya itu, 37:12 pengalaman. He 37:14 ee misalnya pengalaman di ee kasih 37:18 perilaku yang enggak menyenangkan atau 37:20 pengalaman traumatis sekali atau 37:22 ee itu akan membentuk pikiran, keyakinan 37:26 ee persepsi dan lain sebagainya. Jadi 37:28 tadi si konsep diri itu aura kita kalau 37:32 kita ketemu sama orang ini auranya asik 37:34 deh. Auranya vibes-nya positif deh. 37:36 Bicara belum saja sudah bisa dirasakan. 37:38 Nah, itu karena isi kepalanya kayak 37:40 gitu. Yang tadi tuh konsep dari positif. 37:43 Dan kalau isi kepalanya konsep diri 37:45 negatif ya jadinya jadinya kita ngerasa 37:48 kayaknya enggan deh dekat sama dia deh 37:50 gitu. Itu vibrasi ya. 37:52 Itu vibrasi. 37:53 Betul. 37:53 Iya. Iya. 37:54 Jadi ikhwan akhwat kalau di rumah 37:57 Heeh. 37:58 buah hati kita sering sekali mendapatkan 38:01 dorongan dari kita sebagai orang tuanya. 38:04 Rasa percaya dirinya juga akan tumbuh 38:06 dengan baik. 38:07 Betul. 38:07 Waktu ke waktu ya. He. 38:09 Karena dukungan dari kita orang yang 38:12 terdekat dari mereka dengan mereka itu 38:15 akan memunculkan rasa menyenangkan bagi 38:19 mereka dan juga senang terhadap diri 38:21 mereka sendiri. 38:22 Betul. Betul. 38:24 Apakah kita mudah melakukan itu di 38:26 rumah? [tertawa] 38:28 Apalagi kalau tadi Mbak Mona bilang di 38:29 antara puisi tadi kan bahwa kalau hinaan 38:32 atau celaan 38:34 Heeh. membuat mereka yang anak-anak kita 38:37 yang dihina dan dicela ini jadi gampang 38:39 memakai. 38:40 Enggak salah juga ya. Karena itu kita 38:43 yang memunculkan perasaan itu. 38:44 Betul. Betul. Betul. 38:48 Sementara tadi kalau banyak dihina 38:50 meskipun cuman sepele 38:52 tapi 38:53 intinya adalah membuat anak merasa 38:55 terhina. Yang muncul apa? 38:59 Yang muncul jadinya rendah hati. Rendah 39:01 rendah rendah diri. Rendah diri bukan 39:03 rendah hati. rendah hati. Keren dong. 39:04 Keren. Heeh. Rendah diri. 39:06 Rendah diri. Jadi pemarah. Jadi merasa 39:11 ee ingin berkelahi, merasa 39:14 ingin nonjok gituing. [tertawa] Betul. 39:16 Betul. Dan itu peran kita luar biasa ya 39:19 sebagai orang tua. Apalagi di Golden Age 39:22 yang sampai 10 tahun 39:24 itu. 39:25 Masyaallah. 39:26 Betul. 39:27 Ini karena live kalau ikhwan akhwat mau 39:31 telepon juga bisa. Iya. 39:34 Ee kalau ada yang mau ditanyakan. 39:36 Iya, mungkin 39:37 Om ini informasi sebentar dari Mbak 39:40 Retno nih. Masyaallah, makasih banyak. 39:43 Bincang parentingnya mengena banget. 39:46 Saya ingat dulu waktu kuliah pelajaran 39:48 psikolog belajarnya satu semester itu ya 39:53 yang dibahas ini masyaallah. Oke. I 39:56 emm, sebentar sekali lagi kalau ada yang 39:59 mau kirim 40:02 ee pertanyaan melalui WA atau bisa juga 40:05 telepon karena ini live dan seperti yang 40:09 Mbak Mona barusan bilang, kita break 40:11 sebentar. Silakan kalau seandainya ada 40:15 yang ingin ditanyakan ya. Terima kasih 40:18 untuk radio-radio yang juga 40:19 menyebarluaskan siaran-siaran dari 40:21 Rasil. 40:32 [musik] 40:38 [musik] 40:49 [musik] 40:53 Masih bersama Rasil untuk Islam yang 40:56 satu di acara Bincang Komunikasi bersama 41:00 Dr. Laila Monaganim. Jadi, ikhwan 41:03 akhwat, kalau cara pandang kita, 41:05 keyakinan dan ee penilaian terhadap diri 41:09 sendiri, baik itu secara fisik atau 41:13 psikologi atau ya itu ternyata bikin 41:17 kita nyaman atau enggak nyaman ya, Mbak 41:18 W ya. 41:19 Iya. Oke. Ee kebetulan ada yang bertanya 41:21 terkait dengan eman, 41:28 kok sering banget kita enggak nyambung 41:30 sama orang. Itu yang salah saya atau 41:32 bagaimana ini? [tertawa] 41:34 Iya iya iya ya. 41:35 Ngomongin masak sama bapak-bapak enggak 41:37 nyambung dong. Benar. 41:38 Pasti bukan itu maksudnya. Iya. 41:39 Iya. Jadi ee kadang-kadang kita mau mau 41:44 cerita aja gitu ya, tapi orang lain 41:47 ngasih 41:48 misalnya kita lagi ngomong sama pasangan 41:50 kita, kita mau lagi mau curhat aja gitu 41:52 ya, tapi pasangan kita 41:55 udah mendingan gini aja, 41:58 bentar bentar bentar aku sebenarnya mau 42:00 curhat doang nih, enggak mau cari solusi 42:01 nih, gitu. bisa aja kayak gitu kan 42:03 tujuannya itu beda gitu atau ee dia 42:08 enggak sungguh-sungguh dengerin karena 42:10 ketika seseorang mendengarkan dengan 42:12 baik itu ee dia akan pertama dia akan 42:19 ee 42:21 ee nyambung ya enak rasanya gitu. Kedua, 42:25 dia ngerti 42:27 apa yang ee ditanyakan. ketiga, dia 42:31 ngerti cara ngeresponnya. Mungkin aja 42:34 dia enggak dengerin secara utuh sehingga 42:38 ee vibes-nya enggak enak gitu ya, 42:41 auranya enggak enak, kemudian dia juga 42:43 enggak nyambung ee karena dia enggak 42:46 dong, jadi dia ngeresponnya enggak 42:48 nyambung gitu. Jadi ee kenapa orang kok 42:51 enggak nyambung? bisa jadi karena 42:52 beberapa alasan itu atau ketika kita 42:55 ngomongnya mungkin enggak enggak enggak 43:00 selevel-nya dia gitu misalnya kita 43:02 ngomongnya ee beda beda beda bahasa gitu 43:08 bukan beda bahasa ee bahasanya ya tapi 43:10 beda beda beda ketinggian ngomongnya 43:14 gitu misalnya ee ngomongnya ee dia 43:18 orangnya ngomongnya 43:20 ee ee 43:22 bahasanya untuk 43:25 untuk bahasa sehari-hari. Sementara kita 43:28 ngomongnya bahasanya yang serius banget 43:31 gitu. Jadi enggak nyambung atau 43:34 situasinya lagi enggak enggak enak gitu, 43:37 enggak enggak enggak pas gitu. Bisa saja 43:40 kan situasinya enggak pas. Misalnya dia 43:43 baru pulang capek banget. 43:46 Jadi kalau kita merasa omongannya kok 43:50 enggak nyambung ya 43:52 kali-kali karena yang bisa kita 43:54 kendalikan adalah diri kita sendiri. 43:55 Maka kita yang perlu mencari cara untuk 43:59 supaya nyambung. Oh ya mungkin bahasanya 44:03 dipermudah. Oh mungkin cari waktunya 44:05 gitu 44:06 gitu. 44:07 Iya 44:08 bukan cuman bahasannya berarti ya. 44:10 Bukan cuman bahasannya. Betul. Kalau 44:12 tadi kan aku bilang ngobrolin soal 44:15 masakan sama Bapak-bapak. Kalau yang 44:17 memang enggak pernah ke dapur enggak 44:18 nyambung kali ya. 44:19 Tetapi bisa jadi ee caranya seperti yang 44:22 Mbak Mona bilang cara menyampaikannya. 44:24 He. 44:25 Ee kalau bahasanya gaul kita pakai 44:27 bahasa e apa? KBBI. 44:30 KBI 44:31 kan enggak lucu juga ya. Baik, ini kita 44:33 ke pertanyaan berikutnya dari Mas Tejo 44:35 Sukmono. 44:36 He 44:37 izin bertanya ya. Bagaimana konkretnya 44:41 mengatasi anak usia 14 tahun yang 44:45 gandrung main game Roblox? 44:49 Meskipun belum parah sih, tapi kan 44:51 sangat disayangkan waktunya terbuang 44:53 dengan hal tersebut 44:55 dan sepertinya berpengaruh di dalam 44:57 emosinya 44:58 terkait dengan betul 45:00 hal ini bagaimana ya berkomunikasinya. 45:03 Iya. 45:05 Ee ini Bapak atau Ibu ya? Bapak Tejo 45:07 Sukmo, 45:08 Pak Tejo e tantangan 45:12 banyak orang tua ya, anak-anak yang 45:14 masih ee remaja, dia ee tergulung oleh 45:21 apa namanya? Permainan-permainan yang 45:24 seru gitu ya. ee dan memang perjuangan 45:28 dari orang tua untuk me apa memastikan 45:34 ee anaknya ee di jalan yang tepat untuk 45:39 anak di usia tersebut. Jadi ada ada 45:41 pelajaran-pelajaran yang harus dia 45:43 selesaikan untuk kehidupannya dia, baik 45:46 pelajaran sekolah maupun pelajaran 45:48 kehidupan dan lain sebagainya. Yang 45:50 perlu kita lakukan adalah cari waktu 45:52 yang pas, yang nyaman. 45:56 ee ajak ngobrolnya yang benar-benar 45:59 nyaman gitu. Terus kita bisa jelaskan 46:03 ee 46:05 bahwa aku cinta 46:08 ke kamu, I love you very much, gitu ya. 46:11 Ee jadi yuk kita ngobrol yuk ee hal-hal 46:15 yang penting untuk kehidupan kehidupan 46:19 ke depan 46:19 ke depan supaya kamu juga ee apa namanya 46:23 jadi orang yang sukses, yang bermanfaat, 46:26 yang saleh gitu. Kita ajakin ngobrol, 46:30 kita ajakin ke mana dulu pembahasannya. 46:33 Lalu kita balik ke pembahasan. Mudalnya 46:36 kita jelaskan dulu tentang 46:39 ee perjalanan hidup seseorang itu ee 46:46 ee nanti tuh misalnya usia segini, usia 46:49 segini, usia 20 misalnya dia dia enggak 46:54 enggak benar-benar belajarnya nanti dia 46:57 enggak bisa dapat apa yang dia 46:59 cita-citakan, enggak bisa kuliah dengan 47:00 baik dan lain sebagainya gitu. Jadi kita 47:03 kasih kasih gambaran-gambaran 47:05 supaya dia bisa melihat dengan dengan 47:09 apa dengan baik dan ee upaya itu perlu 47:12 sungguh-sungguh atau kita alihkan dulu. 47:14 Kan itu kan tadi percakapannya ya 47:16 ngomongnya kayak gimana ya. 47:18 Upaya-upayanya juga bisa dengan berbagai 47:20 perilaku dan juga omongan. Jadi kita 47:25 jangan dimarah-marahin karena itu 47:27 ternyata enggak jalan gitu. ee kita 47:30 pakai cara sebagai ee orang tua yang 47:33 agresif itu enggak jalan, tetapi seperti 47:36 asertif dekatin bahwa saya tuh sahabatmu 47:40 yang ingin mencarikan cara yang terbaik 47:43 supaya kamu juga happy sekarang dan ke 47:46 depan gitu. Kalau kamu ngelihat itu 47:49 nanti resikonya besar seperti apa dan 47:51 lain sebagainya. Saya gambarkan juga 47:53 resikonya ee enggak jadi apa-apa 47:57 resikonya 48:00 mm pelajaran sekolah jadi rusak dan lain 48:03 sebagainya. Nah, itu kita perlu 48:06 pendampingan yang baik, perlu dekat, 48:08 perlu perlu nyaman hubungannya sama si 48:11 anak ini gitu ya. He. 48:13 Ee sehingga anak itu jadi percaya, jadi 48:16 butuh butuh waktu untuk membuat anak itu 48:19 percaya gitu. Dibandingkan kita langsung 48:21 omongin 48:22 ee enggak enggak boleh dan lain 48:24 sebagainya begitu. Heeh. 48:26 Oke. Ini 48:27 ini perjuangan Mbak Nuning. 48:29 Pernah mengalami Heeh. 48:32 Dari Mbak Rina yang ada di Bekasi. 48:35 Bagaimana caranya membangun aura positif 48:38 saat berbicara agar lawan bicaranya 48:41 merasa nyaman? Heeh. 48:42 Meskipun yang kita sampaikan adalah 48:46 hal-hal yang kurang menyenangkan. 48:48 Iya. Ee 48:51 aura positif kita itu perlu kita 48:54 pikirkan dalam ee di kepala kita, di 48:58 dalam perasaan kita, dan kita akan 49:01 terasa dalam bagaimana kita 49:03 menyampaikannya. Jadi apa yang kita mau 49:06 sampaikan Heeh. 49:08 Ini baik enggak untuk dia? 49:11 Meskipun 49:13 enggak enak tapi ini memang harus 49:15 disampaikan. Ya, sampaikan gitu. 49:18 Misalnya ee 49:21 kita mau sampaikan bahwa dia ternyata 49:24 tidak lulus dalam sebuah tes misalnya 49:28 begitu ya. Enggak enak kan 49:31 menyampaikannya tapi itu perlu 49:33 disampaikan. Saya 49:36 tidak mudah untuk menyampaikan hal ini, 49:38 tapi saya harus sampaikan 49:41 ee apa adanya ya. Jadi kita cari cara 49:44 untuk menyampaikannya tidak merasa lebih 49:47 tinggi, tidak merasa lebih rendah, buat 49:49 situasinya nyaman, 49:51 kita berempati sama dia. Jangan 49:53 ngomongnya kamu enggak lulus gitu ya. 49:56 Tapi ee kita cari waktu yang ini. Oke. 50:00 Ee banyak hal positif yang sudah ee 50:04 terjadi dalam proses ini. Misalnya kita 50:06 jelaskan dulu apa yang sudah positif, 50:09 apa yang ini. Kesimpulannya adalah ini. 50:11 Tapi banyak hal yang bisa kita ambil 50:13 dari pengalaman berharga ini. Ajak dia 50:16 untuk bisa melihat dengan cara yang 50:17 positif gitu. 50:19 Iya. 50:20 Heeh. 50:20 Enggak mudah. Tapi bisa kalau memang ee 50:23 apa namanya? 50:25 apa yang ingin disampaikan adalah untuk 50:28 kepentingan dia. Ini agak mirip dengan 50:29 apa yang ditanyakan Ibu Siti yang ada di 50:32 Cibubur nih. 50:34 Heeh. 50:34 Bagaimana 50:36 kalau kita lagi kondisi emosi atau marah 50:40 pada saat berbicara tapi bisa tetap 50:43 tenang? 50:44 Heeh. 50:45 Emosi marah 50:46 tapi tenang. Gimana tuh? [tertawa] 50:49 Ee kan ada cara-caranya ya. ee tarik 50:53 napas 50:54 ee keluarkan gitu ya. Ee tenangkan dulu 50:58 pikiran kita kemudian kasih jeda 51:01 sebentar ya. Jadi jangan langsung 51:03 ngomong ee lagi emosi kemudian bisa 51:07 dengan duduk dulu gitu ya atau kalau 51:09 masih emosi dengan tiduran dulu gitu ya 51:13 tenangkan diri atau ambil air wudu. Jadi 51:15 jangan emosional 51:18 karena ini akan merugikan diri kita 51:20 gitu. tenangkan diri dulu. Tapi itu 51:23 memang perlu disampaikan. Oke, 51:25 sekarang saya sudah tenang. Cari 51:27 sisi-sisi positif dari percakapan tadi 51:30 bahwa ee 51:33 misalnya kita lagi marah sama seseorang 51:36 dan orang itu melakukan kesalahan, coba 51:37 dilihat bentar ya. Saya belum tahu kok 51:40 sudut pandang dia. Kenapa dia melakukan 51:42 kesalahan itu yang saya pikir itu adalah 51:44 kesalahan gitu. 51:45 Tenangin dulu. Oke, saya mau ngebahas 51:49 tentang ini ya. Ini begini begini 51:52 begini. Kita sampaikan saja 51:54 deskriptifnya 51:56 ee penjelasannya secara jelas aja gitu. 52:00 Ee saya enggak nyaman di sini nih 52:02 perasaan saya begini begini. Ketika kita 52:05 secara jujur itu juga positif kok ya. 52:08 Kita bisa menyampaikan pikiran dan 52:09 perasaan kita. Saya jadi enggak nyaman 52:12 merasakan seperti ini. Tapi secara 52:15 deskriptif aja disampaikan bukan saya 52:17 jadi masinya janganak enggak kayak gitu 52:20 gitu. Heeh. [tertawa] 52:21 Iya. Iya. 52:22 Heeh. 52:23 Jadi deskriptifnya memang seperti itu, 52:26 tapi emosinya simpan. 52:28 Emosinya simpan. 52:31 Ini tadi ibu-ibu ya, sekarang Bapak nih 52:34 ee yang ada di Depok. Pak Fajar. 52:36 I Pak Fajar. Apakah aura diri itu bisa 52:40 dirasakan dari nada suara doang saja 52:43 tanpa melihat langsung? 52:46 Jadi kalau misalnya mungkin lewat 52:48 telepon atau bagaimana ya mungkin 52:49 maksudnya 52:50 terus 52:51 melatih agar tanpa 52:54 lihat aura diri kita nyaman itu 52:58 latihannya gimana? 53:00 Iya. 53:00 Oke. [mendengus] 53:02 Iya. Aura diri itu kerasa dari suaranya, 53:07 kerasa dari tampilan fisiknya, terasa 53:11 dari ee tampilan fisik dan nonverbalnya 53:15 gitu, gerakan tubuhnya ya. Karena ee 53:19 kita jadi orang jadi bisa ngerasain kita 53:21 tuh kayak gimana sih gitu. karena karena 53:25 ee welcome, karena ee ee positif, karena 53:30 suaranya juga kerasa positif dan lain 53:33 sebagainya. Itu aura itu diciptakannya 53:36 di dalam pikiran dan perasaan kita. 53:38 Ketika kita merasakan bahwa kita merasa 53:42 setara dengan orang lain, kita enggak 53:44 ngerasa lebih tinggi dari orang lain, 53:45 kita juga enggak ngerasa lebih rendah 53:47 dari orang lain, kita merasa kita mampu 53:49 menyelesaikan masalah, kita merasa kita 53:53 ee ee bisa menerima 53:58 pujian dan kritikan dari orang lain. 54:01 Ketika dipuji, oke, oke, berarti saya 54:03 tahu saya sudah benar di perilaku X, 54:06 gitu. Ketika kita dikritik, kita jadi 54:09 tahu bahwa oke, berarti saya tahu bahwa 54:11 saya ee jadi lebih ee memahami bahwa 54:16 saya tidak benar di perilaku yang ini. 54:19 Jadi, saya malah berterima kasih karena 54:21 kamu ngasih tahu ke aku supaya saya jadi 54:24 lebih baik, gitu. Kemudian kita juga 54:27 merasa bahwa setiap orang punya pikiran 54:29 dan perasaan masing-masing. Jadi dari ee 54:34 kriteria-kriteria yang tadi sudah 54:35 disampaikan ketika kita yakini dalam 54:38 diri kita, auranya akan terpancar gitu. 54:41 Jadi si vibes positive vibes atau aura 54:44 positif tadi akan terasa gitu. 54:49 Kalau Pak Andi di Bogor itu bertanya 54:53 terkait dengan ikhlas. 54:55 Heeh. Kalau ikhlas di dalam hati, apakah 54:59 benar-benar bisa mempengaruhi aura di 55:02 dalam komunikasi kita sehari-hari? 55:05 Iya. Iya, bisa. Menurut saya bisa. 55:09 Karena ikhlas itu kan perasaan legowo, 55:14 perasaan 55:16 eh 55:18 welcome, perasaan terbuka begitu ya 55:20 kepada orang lain. Jadi ee atau terhadap 55:25 sesuatu yang menimpa diri kita gitu ya. 55:28 Itu juga memberikan dampak positif pada 55:31 vibes kita gitu. He. 55:33 Jadi eh yuk kita tambahkan terus. Jadi, 55:37 you are what you think gitu ya. Ketika 55:40 kita pikiran kita merasa bahwa kita ini 55:43 bisa, kita bisa. Ketika pikiran kita 55:46 merasa kita enggak bisa, ya kita enggak 55:47 bisa. Maka si pikiran ini ketika kita 55:51 mau berkomunikasi sama orang lain atau 55:53 di dalam keseharian kita, kita kelola 55:56 sedemikian rupa dengan konsep diri 55:58 positif yaitu yang tadi itu ee meyakini 56:02 betul nilai-nilai prinsip tertentu dan 56:05 mau mempertahankannya. 56:07 Tapi kita mau berubah kalau kita ngerasa 56:10 oh itu ternyata salah ya yang saya 56:12 yakini ya. Enggak apa-apa baik-baik aja. 56:15 Terus kita ee tidak merasa bersalah 56:18 berlebihan. Kalau ada orang lain enggak 56:20 setuju sama kita, ya udah enggak 56:22 apa-apa. Ikhlas aja gitu. Ee orang lain 56:25 enggak setuju sama kita, ya kita ikhlas 56:27 aja. Kemudian enggak ngabisin waktu 56:29 untuk mencemaskan yang kemarin, yang 56:33 besok, yang sekarang. Ikhlas aja. Itu 56:36 juga positif. 56:38 Heeh. Heeh. 56:40 Kalau ikhlas sedemikian luar biasa 56:42 pengaruhnya, kita semua memang harus 56:44 belajar ya. Apapun itu belajar ikhlas. 56:46 Belajar. 56:47 Emm. Baik. Ini asalamualaikum dari 56:50 Rahmat. 56:51 Pak Rahmat di Jakarta Timur. 56:53 Silakan. 56:55 Pertanyaannya gimana caranya biar 56:57 komunikasi kita itu memancarkan wibawa 57:01 tapi hilang dari kesan sombong? 57:04 Heeh. 57:05 Nada suara kali ya atau sikap tubuh 57:07 juga. 57:08 Iya. Betul. 57:09 Ee kalau yang dari pembahasan kita ini 57:12 adalah dari cara berpikir kita dulu tadi 57:16 gitu ya. Cara berpikir kita merasa 57:19 setara, merasa enggak lebih tinggi, 57:21 enggak lebih rendah dari orang lain. 57:24 Merasa bahwa kita ee bisa mengatasi 57:28 masalah. Kalau kita merasa oke ada 57:31 masalah, terus kita bisa ngatasi 57:33 masalah, kita bisa ee 57:36 menyampaikan pikiran dan perasaan kita 57:38 sebaik mungkin, feel free lah gitu dalam 57:40 hidup kita. Itu akan membuat kita 57:43 menjadi orang yang nyaman ya, Mbak 57:47 Nuning. 57:48 Ee jadi Bapak tadi mengatakan bahwa dia 57:53 gimana Mbak Nun? Saya buka lagi tadi. 57:56 Tunggu sebentar. 57:59 Gaya gaya tercermin dari mana gitu ya, 58:02 Mbak Nuning ya? 58:02 Iya. 58:03 Iya. Tercermin yang pertama dari pikiran 58:05 kita. Ketika pikiran kita seperti itu, 58:07 ekspresi suara kita juga jadi nyaman. 58:10 Kalau kita enggak ngerasa kita lebih 58:11 tinggi dengan lebih rendah dari orang 58:13 lain, ya biasa aja gitu 58:15 kalau kita merasa. Jadi dari pilihan 58:18 kata kita juga jadi mikir. Karena 58:20 pikiran itu kan menghasilkan omongan 58:24 kan. He. 58:24 Kita enggak ngerasa lebih tinggi, enggak 58:26 ngerasa lebih rendah. Ngerasa kalau 58:29 salah, kalau kita yakin akan sesuatu ya 58:31 kita pegang. Kalau kita merasa, "Oh, 58:33 ternyata yang benar adalah itu." Oh, 58:35 oke. Sor ya. Saya tadi berpikir begini, 58:38 ternyata yang benar seperti ini. Saya 58:41 memilih yang ini. Enggak apa-apa juga 58:43 gitu. 58:44 Iya. 58:45 Enggak benar, enggak enggak sombong. 58:47 Jadi, Pak Rahmat di Jakarta Timur 58:50 semoga menjawab Pak Rahmat. 58:51 Mudah-mudahan ya. Enggak kok, enggak 58:54 akan terkesan sombong kalau tadi apalagi 58:56 dibingkai dengan ikhlas. Ya, 58:58 betul. 58:58 Memberi nasihat orang bukan hal mudah. 59:01 Tapi kalau 59:02 tujuan kita baik dan ada rasa ikhlas, 59:04 kalau toh nanti dia protes, 59:06 kayaknya suaranya jadi lebih keren ya. 59:08 Iya. Iya. 59:09 Penyampaiannya. [tertawa] Baik. Ini lagi 59:11 dari hamba Allah di Bekasi. 59:14 Asalamualaikum Mbak Mona. 59:15 Waalaikumsalam. 59:17 Kita kan sering ingin didengar. 59:19 Iya. 59:19 Ingin dihargai saat bicara. 59:21 Iya. Iya. Iya. Tapi 59:24 apakah nanti jangan-jangan buruknya aura 59:28 komunikasi kita justru karena kita 59:31 jarang mau mendengar orang lain, maunya 59:33 didengar? 59:34 Iya. Iya. 59:35 Jadi, setiap orang punya kebutuhan untuk 59:38 didengar, untuk diperhatikan, dianggap 59:40 penting, tidak direndahkan, 59:43 ee disayang, 59:46 ee dihargai gitu ya. Itu kebutuhan dasar 59:49 semua orang. Nah, ketika kita bisa 59:53 menempatkan kebutuhan itu ada pada 59:55 setiap orang. Setiap orang bisa punya 59:58 perasaan yang sama, punya perasaan, 1:00:01 punya keinginan, punya perilaku yang 1:00:05 bisa saja ee apa namanya ee berbeda 1:00:10 dengan kita gitu ya kan. Jadi ee ketika 1:00:14 kita punya pikiran dan ee perasaan 1:00:19 ee ingin dihargai, orang juga ingin 1:00:21 dihargai, maka ee kita akan mendengarkan 1:00:24 orang lain, kita akan memberikan 1:00:26 perhatian sama orang lain. Ee dan dengan 1:00:29 begitu orang lain akan membalasnya gitu. 1:00:32 Jadi kita kasih aja dulu ke orang lain 1:00:34 sehingga orang lain akan membalasnya. 1:00:36 Jangan dari awal kita sudah minta dulu 1:00:37 gitu. 1:00:39 Iya. Iya. 1:00:39 Heeh. Mudahkah? Rasanya iya, tapi bisa 1:00:43 juga tidak. Tergantung lagi kepada diri 1:00:45 kita. 1:00:46 Betul. 1:00:47 Sekali lagi pokoknya terima kasih banyak 1:00:49 nih yang sudah menyimak ee bincang kita 1:00:52 hari ini. 1:00:54 Ini dari emm siapa nih? 1:00:58 Oh, Pak Dudi. 1:00:59 Pak Dudi, 1:01:01 gimana caranya memperbaiki 1:01:04 aura komunikasi yang udah terlanjur 1:01:07 dikenal negatif nih oleh orang-orang di 1:01:10 sekitar kita? 1:01:12 Gimana caranya? 1:01:13 Ee caranya adalah ubah aja, [tertawa] 1:01:16 perbaiki aja aura aura negatifnya jadi 1:01:20 aura positif. Ee lakukan ee nanti nanti 1:01:24 ee ee waktu yang akan menjawab begitu. 1:01:28 Jadi dengan kita mengupayakan, 1:01:31 memberikan yang terbaik, memberikan 1:01:33 perhatian, jadi kita dulu yang sekarang 1:01:35 mengupayakan 1:01:37 ee berpikir positif ee konsep diri 1:01:40 positif kita pertahankan. Kemudian dari 1:01:43 sana ee kita akan 1:01:46 membuat orang-orang di sekeliling kita 1:01:49 merasakan aura positif kita gitu. 1:01:51 Kok berubah ya, S? 1:01:52 Kok berubah ya? Heeh. 1:01:54 Iya. 1:01:54 Iya. kita bisa merasakan itu kok sama 1:01:56 orang lain. 1:01:57 Tidak ada yang tidak bisa diperbaiki 1:01:59 kalau niatnya 1:02:00 betul 1:02:01 kuat kemudian mau kita laksanakan 1:02:03 meskipun ini perjuangan enggak gampang 1:02:05 ya. 1:02:06 Betul. 1:02:07 Oke. Emm kalau tadi Pak Dudi tanya 1:02:10 tentang itu, 1:02:13 ini dari 1:02:15 siapa nih? Oh, Ibu Diana yang ada di 1:02:17 Depok. 1:02:18 Ibuana 1:02:19 di era media sosial sekarang 1:02:21 orang bisa terlihat baik lewat 1:02:24 kata-katanya. Ya, 1:02:25 tapi 1:02:26 berbeda di dunia nyatanya. 1:02:28 Iya. 1:02:28 Mana sih sebenarnya yang mencerminkan 1:02:32 aura diri seseorang? 1:02:34 Iya. 1:02:34 Apa di medsos atau 1:02:36 ini di di medsos ee tulisannya 1:02:39 bagus-bagus gitu ya. Jadi memang medsos 1:02:42 itu punya 1:02:44 ee peluang untuk seperti itu gitu ya. 1:02:47 Bisa saja apa yang dituliskan berbeda 1:02:49 dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan 1:02:52 dalam keseharian. Maka yang perlu kita 1:02:55 lakukan adalah jangan sepenuhnya percaya 1:02:57 sama medsos dan kita juga perlu 1:03:00 berhati-hati dalam menggunakan medsos. 1:03:03 Cobalah ee ee menggunakan dengan otentik 1:03:06 untuk kita gitu, tapi tidak sepenuhnya 1:03:10 ee apa ya meyakini ee 1:03:15 medsos karena itu adalah framing gitu 1:03:18 ya. Ada ada ee tampak muka, tampak 1:03:22 belakang gitu ya. tampak mukanya 1:03:24 seseorang itu ditampilkan dalam media 1:03:26 sosial. Bisa saja ee di dalam pagung 1:03:29 aslinya kehidupannya belum tentu sama 1:03:32 seperti itu. Ketika kita bisa melihat 1:03:34 orang sama itu, itu bagus berarti 1:03:36 begitu. Jadi ee kita perlu berhati-hati 1:03:41 terhadap ee orang-orang termasuk kita 1:03:44 juga perlu berhati-hati terhadap diri 1:03:46 kita sendiri. Jangan sampai kita 1:03:48 menampilkan yang ee dua panggung begitu 1:03:51 ya. itu 1:03:54 ya maksudnya dua panggung tak ee 1:03:58 dalam konteks yang negatif gitu ya yang 1:04:00 ee panggung yang sama dalam konteks yang 1:04:03 positif itu yang sebaiknya kita lakukan. 1:04:07 Iya. Ini dari Mbak Nin Nira. Iya. Nira. 1:04:12 Seringki 1:04:14 saya merasa enggak nyaman ketika 1:04:15 berkomunikasi dengan siapapun bahkan 1:04:18 dengan keluarga 1:04:20 itu sayanya yang perlu memperbaiki diri 1:04:23 tapi bagian apa ya kok enggak nyaman 1:04:26 enggak zamannya apa ya kalau ada engak 1:04:28 dijelasin atau kalau orang yang memang 1:04:30 pendiam dan suka mengurung diri iya 1:04:33 sekarang ini banyak orang ee apa ya ee 1:04:39 sibuk sendiri gitu ya jadi 1:04:42 ee 1:04:44 orang yang ee introvert gitu ya. Karena 1:04:49 media sosial membuat kita jadi sendiri 1:04:51 dan lain sebagainya. Maka 1:04:53 percakapan-percakapan yang memperhalus 1:04:56 eh small talks ya, omongan-omongan 1:04:58 ringan itu perlu kita biasakan deh. 1:05:00 Karena kalau kita enggak biasa ngomong, 1:05:02 jadi kan ee dalam kehidupan keluarga itu 1:05:06 kan percakapan-percakapan ringan itu 1:05:08 diperlukan gitu. He 1:05:09 enggak enggak ngomongin sesuatu yang ee 1:05:13 tugas teknis dan lain sebagainya begitu 1:05:17 saja gitu. Tapi percakapan ringan ee 1:05:21 bahasa sundanya heri gitu ya atau 1:05:23 candaan dan lain sebagainya itu sangat 1:05:26 diperlukan dan itu menjadi penghalus. 1:05:30 Kemudian ee etiket dalam pergaulan ee 1:05:35 atau ee percakapannya, cara ngomongnya 1:05:39 juga enggak pakai gaya yang tadi ya, 1:05:42 gaya agresif, gaya pasif-agresif, 1:05:45 nyindir-nyindir atau gaya yang 1:05:47 galak-galak dan lain sebagainya. Itu 1:05:50 akan menghangatkan gitu ya. Jadi topik 1:05:54 percakapannya kita cari supaya ee ee 1:05:59 kita juga bisa dekat sama orang-orang 1:06:01 yang ada di rumah kita, di lingkungan 1:06:03 kita, gitu ya. Dan juga cara kita 1:06:06 berbicaranya juga yang baik sehingga 1:06:08 kita jadi ngerasa nyaman gitu. ee 1:06:12 curhatan perasaan bisa sharing. Coba deh 1:06:15 ee saya mencoba melakukan seperti ini, 1:06:18 Mbak Nuning. Ketika saya ketemu sama 1:06:19 seseorang, 1:06:21 saya mencoba untuk klikin nama dia. Apa 1:06:24 ya yang bisa saya pelajari dari dia ya? 1:06:27 Apa ya percakapan yang menarik ya dari 1:06:29 dia ya? 1:06:30 Itu saya dapat loh Mbak Nuning 1:06:32 dengan cara seperti itu. 1:06:33 Dengan cara seperti itu. Heeh. Jadi Oh 1:06:36 iya ya. ternyata menarik sekali dirinya 1:06:38 ya gitu. [tertawa] 1:06:40 Niat dan keinginan untuk melakukan itu 1:06:43 perlu ditumbuhkan. 1:06:44 Perlu ditumbuhkan. Heeh. 1:06:45 Iya. Iya. 1:06:47 Ini ada pertanyaan tidak disebutkan 1:06:50 namanya. Heeh. 1:06:51 Bagaimana kalau saya sering sekali 1:06:55 merasa tidak mampu ini enggak bisa, itu 1:06:59 enggak bisa. Heeh. 1:07:00 Itu kalau nanti anak saya 1:07:04 sudah berumur 34 tahun, apa yang harus 1:07:08 saya lakukan agar dia tidak seperti 1:07:10 saya? 1:07:11 Iya. Yang pertama dari sekarang ee 1:07:14 sebaiknya ee Ibu ee punya konsep diri 1:07:18 yang positif tadi bahwa ee saya 1:07:23 mampu, saya mampu atas sesuatu meyakini 1:07:26 bahwa saya mampu. Gimana caranya? Ya 1:07:29 mampuin aja gitu. Bahwa kita tuh mampu 1:07:32 kok nyelesaiin masalah kok. Dalam hidup 1:07:35 ini pasti ada masalah dan kita bisa 1:07:37 nyelesaiin kok. 1:07:38 Pasti ada jalan keluarnya gitu. 1:07:41 eh berusaha do your best and it is 1:07:44 enough. Eh dan kemudian berdoa gitu. 1:07:47 Usaha doa ee apa ya apa tuh tadi? Ee 1:07:53 berdoa, berusaha dan tawakal gitu ya. 1:07:57 Iya. Tambah ikhlas. 1:07:58 Ikhlas ya. Ee semua itu akan membuat 1:08:01 kita menjadi kuat, kokoh gitu. 1:08:04 Iya. Karena kita melakukan yang terbaik. 1:08:06 Eh do your best. It is enough. lakukan 1:08:08 yang terbaik dan enggak apa-apa itu udah 1:08:10 cukup gitu. Kalau ternyata itu belum 1:08:14 belum berhasil ya kita cari cara lagi 1:08:16 untuk menyelesaikannya. Karena ketika 1:08:18 kita punya punya keyakinan, oke saya 1:08:20 pasti bisa menyelesaikannya. 1:08:22 Kalau ee sekarang belum selesai nanti 1:08:25 pasti Allah pasti membantu. Nah, 1:08:27 keyakinan-keyakinan itu perlu kita 1:08:28 tumbuhkan gitu. Saya enggak bisa ini, 1:08:31 enggak bisa itu. Perlu enggak? Misalnya 1:08:33 kayak begini, saya enggak bisa cara 1:08:37 benerin AC. Perlu enggak? Enggak perlu. 1:08:40 Ya udah, enggak usah. Saya enggak bisa 1:08:42 cara benerin lampu atau ee apa namanya? 1:08:46 Mm mesin e kulkas misalnya begitu ya. 1:08:50 Perlu enggak? Enggak perlu. Cari aja 1:08:51 orang lain. Jadi kita merasa mampu untuk 1:08:54 mengatasinya bisa jadi oleh diri kita 1:08:56 sendiri atau melalui caranya 1:08:59 ahlinya gitu. enggak perlu kita mampu 1:09:01 melakukan semua hal gitu. Ini akan bikin 1:09:05 stres ya. Enggak semua orang tahu semua 1:09:07 hal begitu. Memang kita memang manusia 1:09:10 yang lemah. Kapasitas kita tidak bisa 1:09:14 menguasai semua hal yang ada di dunia 1:09:16 ini. Jadi yang bisa kita lakukan kita 1:09:19 jadi kayak mata ee pisau itu ya ee jadi 1:09:23 bagian yang kita ee asah itu yang memang 1:09:28 ee bukan yang tumpul tapi yang tajam 1:09:31 gitu. Kita pertajam terus gitu. Jadi 1:09:34 skill yang kita lakukan, yang kita 1:09:36 miliki kita perdalam, kita tingkatkan, 1:09:39 kita tambah lagi dan lain sebagainya. 1:09:42 Yang enggak enggak bisa kita lakukan ya 1:09:45 kita bisa mengatasinya. Belum tentu kita 1:09:48 saya misalnya enggak bisa benerin kulkas 1:09:50 ya enggak akan saya kutak-kutik. Mbak 1:09:52 Nuning itu ngabisin waktu. Heeh. 1:09:55 Ngabisin waktu saya kutak-kutik malah 1:09:57 ngerusak gitu. Saya aja cari orang yang 1:10:00 [tertawa] 1:10:01 bisa benerin itu kan. Kok saya mampu 1:10:04 menyelesaikan masalah? Ketika kita punya 1:10:06 keyakinan bahwa kita mampu, itu akan 1:10:08 membuat kita menjadi oke bisa kok. Nanti 1:10:11 tanya aja sama orang lain, cari cara. 1:10:14 Gampang tanya pasti Allah cari ee kasih 1:10:17 jalan. Heeh. Nah, dengan demikian 1:10:19 membuat kita menjadi lebih percaya diri 1:10:22 dan ini akan berpengaruh kepada 1:10:23 lingkungan kita, anak-anak kita, gitu. 1:10:26 Dan kalau kita bisa menerima kelemahan 1:10:29 kita, 1:10:29 Heeh. 1:10:30 mengakui 1:10:31 Heeh. Kemudian ya kalau memang harus 1:10:33 dipelajari belajar boleh juga keren juga 1:10:35 ya. 1:10:36 Betul. Iya. Kalau perlu dipelajari ya 1:10:38 belajar. Betul. 1:10:40 Ketika kita merasa tidak mampu 1:10:42 Heeh. 1:10:42 di A, di B, di C, 1:10:45 He. 1:10:45 kayaknya merasanya enggak deh, enggak 1:10:47 gue banget. 1:10:48 Heeh. 1:10:48 Itu kan memunculkan rendah diri juga 1:10:52 kan. 1:10:52 Iya, betul, Mbak Nuning. 1:10:54 Ini pertanyaan dari Pak Budi. 1:10:56 Iya. 1:10:57 Seseorang 1:10:58 Heeh. yang merasa rendah diri, sering 1:11:01 menyalahkan diri sendiri. He. 1:11:04 Adik saya itu sering sekali, "Iya deh, 1:11:07 salahku, salahku." Tapi saya sebagai 1:11:10 kakaknya rasanya kok aduh kapan tegar 1:11:13 dan tangguhnya nih. Apa yang harus saya 1:11:15 lakukan? 1:11:16 Itu yang namanya konsep diri negatif, 1:11:19 Mbak Nuning. 1:11:19 Si adik tadi itu ya. 1:11:20 Iya. Auranya jadinya negatif. Kenapa? 1:11:23 Karena dia merasa meyakini peka sama 1:11:26 kritik. Kemudian juga dia juga tidak ee 1:11:31 merasa tidak mampu menyelesaikan masalah 1:11:33 gitu ya. Merasa tidak ee pesimis, merasa 1:11:38 tidak disenangi oleh orang lain. Nah, 1:11:41 gimana caranya? Yuk, kita dorong, kita 1:11:45 support dia untuk punya konsep diri 1:11:48 positif tadi. Merasa mampu menyelesaikan 1:11:51 masalah, mengatasi masalah, bisa 1:11:56 merasa tidak di bawah orang lain, tidak 1:12:00 lebih tinggi dari orang lain, merasa 1:12:02 setara sama orang lain. Itu 1:12:05 perasaan-perasaan yang tadi kita sudah 1:12:07 kupas itu kita masukkan dalam pikiran 1:12:09 kita. 1:12:11 He 1:12:11 ee enggak enggak semua hal harus kita 1:12:14 kuasai. Tapi ketika kita memang 1:12:16 benar-benar enggak mampu ngerjain itu, 1:12:19 kita mampu mencarikan solusi untuk 1:12:22 menyelesaikan masalah itu ketika masalah 1:12:23 itu perlu diselesaikan. Ya kan? Tanya 1:12:26 sama ahlinya, minta bantuan orang lain, 1:12:30 enggak apa-apa gitu. Nah, kita dorong 1:12:32 tuh e saudara kita untuk bisa punya 1:12:36 kepercayaan diri seperti itu. Saya pun 1:12:39 enggak punya kemampuan untuk benerin 1:12:42 kulkas, tapi 1:12:43 ada ahlinya. 1:12:44 Saya akan tanya pada ahlinya. 1:12:46 He. 1:12:47 Saya enggak akan sibuk berpikir bahwa 1:12:49 saya tuh bukan ahli kulkas. Sedih banget 1:12:52 saya. Enggak. Saya punya keahlian 1:12:55 tertentu yang saya bisa kembangkan dan 1:12:56 saya kembangkan. 1:12:59 kita perluas aja keahlian kita, tapi ee 1:13:02 ada hal-hal yang memang menjadi minat 1:13:05 kita, passion kita kembangkan. Yang 1:13:07 enggak jadi minat kita, kita minta orang 1:13:09 lain. Karena itulah hidup kita 1:13:11 bersama-sama di dunia ini. Begitu. 1:13:14 Iya. Ini terkait dengan pertanyaan ee 1:13:17 orang tua. Agar 1:13:18 anaknya bisa punya rasa percaya diri, 1:13:22 perlukah di 1:13:24 berikan pujian-pujian pada hal-hal 1:13:27 sederhana yang dia lakukan? 1:13:29 Iya. 1:13:29 Mohon petunjuknya. 1:13:30 Iya. Menurut saya iya ee pada hal yang 1:13:35 ee pujiannya itu ee cukup gitu. 1:13:38 Ee misalnya dia ee apa namanya? 1:13:42 mengambilkan minuman itu kan sederhana 1:13:44 ya. Ee kita bilang, "Makasih ya sudah 1:13:48 bawain Bunda minuman." 1:13:51 Ee itu kan e apresiasi 1:13:54 kecil tapi keren ya bagi dia ya. 1:13:56 Heeh. 1:13:57 Ee terus misalnya ee ee sesuatu yang dia 1:14:02 bisa menyelesaikan satu bisa memasak 1:14:05 gitu ya, memasak memasak nasi goreng 1:14:08 misalnya begitu ya. itu kan untuk anak 1:14:10 umur 10 tahun mungkin tantangan gitu ya 1:14:12 dan dia bisa memasak nasi goreng. 1:14:15 Wow keren banget nasi gorengnya. 1:14:17 Masyaallah hebat banget nih anak bunda 1:14:19 nih gitu. Ee 1:14:22 ee apresiasi 1:14:25 atas perilaku dia gitu. Jadi ee itu akan 1:14:29 membuat dia merasa lebih hebat ee lebih 1:14:32 lebih percaya diri lebih ee yang dia 1:14:35 lakukan sudah on the right track. Benar. 1:14:38 ee kemudian yang dia memang pantas untuk 1:14:41 dapat apresiasi ya kenapa enggak? Kenapa 1:14:43 mahal sih gitu? Ada ada orang yang punya 1:14:45 prinsip ee memang harus melakukan harus 1:14:49 melakukan yang terbaik dalam hidup. Ya 1:14:51 udah lakukan saja, enggak usah dipuji. 1:14:53 Ada yang punya prinsip seperti itu. 1:14:55 Saya memiliki keyakinan bahwa enggak 1:14:58 apa-apa kok kita memuji ee karena 1:15:02 manusia tuh punya kebutuhan dasar. 1:15:04 dihargai, dianggap penting, disayang, di 1:15:09 ee perhatikan gitu. 1:15:11 Kelihatannya sepele pujian itu, tapi 1:15:14 akan membuat sang anak merasa 1:15:17 dirinya ternyata berguna. 1:15:19 Betul. 1:15:20 Keren banget ya. 1:15:22 Kalau tadi ee ini tidak ada namanya 1:15:25 bicara soal saya punya teman itu kok 1:15:28 mau-maunya sih kalau di tekan sama 1:15:31 orang, diperbudak sama orang. 1:15:34 Heeh. 1:15:35 Itu salah di mana ya? Saya kok jadi 1:15:37 takut nanti kalau saya tidak mampu 1:15:40 membesarkan anak saya dengan baik. Mau 1:15:42 ditekan orang, mau disuruh-suruh orang. 1:15:45 Iya. 1:15:45 Ada orang seperti itu. 1:15:46 Ada orang seperti itu. 1:15:48 Kenapa? karena dia bisa jadi ee konsep 1:15:51 dirinya negatif. 1:15:52 He. 1:15:53 Karena dia merasa dia tidak setara 1:15:55 dengan orang lain. Dia enggak bisa 1:15:57 nyelesaiin masalah. Jadi dia ee 1:16:00 dikerjain sama orang lain. Oke. Dia 1:16:04 merasa enggak pede, dia merasa ee apa 1:16:08 namanya? takut dikritik sama orang lain, 1:16:11 dia merasa di bawah orang lain. Bisa aja 1:16:13 tuh konsep diri seperti itu. 1:16:16 Ee kasihan orang yang seperti itu. Maka 1:16:20 ee ketika kita ee memiliki orang 1:16:24 terdekat kita atau sahabat kita atau 1:16:26 orang yang kita kenal seperti itu, kita 1:16:28 bantu, kita bantu, kita ajakin ngomong, 1:16:32 kita ee apa namanya? ee kita ajakin 1:16:36 ngomong bahwa menurut aku itu kayaknya 1:16:40 enggak perlu deh seperti itu dan lain 1:16:42 sebagainya. Kita kita dengarkan pikiran 1:16:44 dan perasaan dia. 1:16:46 Oh, barangkali dia punya pengalaman, 1:16:48 trauma masa lalu dan lain sebagainya 1:16:51 gitu. Jadi kita bantu dia juga gitu 1:16:54 untuk bisa 1:16:56 ee menjadi orang yang lebih percaya 1:16:58 diri. 1:17:00 Karena seseorang yang bersedia dia 1:17:02 apa-apain itu pasti ada alasannya ya 1:17:05 sebelumnya ya. 1:17:06 Iya. Ini kan kita melihatnya itu sudah 1:17:09 sampai keterlaluan kan itu tadi ya kan 1:17:11 dia sudah dewasa sudah berarti 1:17:13 pengalamannya sampai dia udah deh mau 1:17:16 diapain terserah ngalah pokoknya aku 1:17:18 aman gitu kali ya. 1:17:20 Masyaallah. 1:17:20 Heeh. Kasihan ya. He kalau ada yang 1:17:23 seperti ini sebagai sahabat bisa jadi 1:17:26 ikhwan akhwat perlu ee sedekah bantuan. 1:17:30 Bantuannya adalah pemahaman. Ya. 1:17:32 Betul. Betul. Oke, lanjut dulu Mbak Mona 1:17:35 sambil kita tunggu pertanyaan yang lain. 1:17:37 Mbaking, I think eh saya 1:17:41 conclude ya, Mbak Nun eh bahwa yang 1:17:44 pertama 1:17:45 ee aura diri yang positif dalam 1:17:50 berkomunikasi itu kita ciptakan. 1:17:53 ee ketika kita punya ketika kita 1:17:57 berpikir kita bodoh, maka kita akan 1:18:00 benar-benar bodoh. Ketika kita berpikir 1:18:02 kita pintar, kita akan bisa pintar. 1:18:04 Ketika kita berpikir kita baik, kita 1:18:06 akan menjadi baik, gitu. 1:18:07 Wow. You are what you think. 1:18:09 You are what you think. Makanya penting 1:18:11 sekali untuk kita memikirkan yang 1:18:13 positif. Maka konsep diri yang positif 1:18:16 tadi ketika pikiran kita, perasaan kita 1:18:20 akan terekspresikan dalam ee perilaku 1:18:24 kita, percakapan kita, omongan kita, dan 1:18:28 vibes kita, aura kita pada orang lain, 1:18:31 gitu. Ee yang saya ingin ee jelaskan 1:18:36 kembali, kita yakin bahwa kita punya 1:18:38 prinsip tertentu dan mau 1:18:39 mempertahankannya. Nanti kalau ada ada 1:18:41 ternyata kesimpulannya ada ada yang 1:18:45 lebih baik, ya udah kita mau pindah PD 1:18:47 aja enggak apa-apa gitu. Terus kita ee 1:18:51 tidak merasa bersalah berlebihan, enggak 1:18:54 ngabisin waktu untuk mencemas-cemaskan 1:18:56 masa lalu, masa depan, masa kini. 1:18:59 Kita juga punya keyakinan untuk mampu 1:19:01 mengatasi persoalan. Ee bahkan ketika 1:19:05 kita pernah gagal, kita punya keyakinan 1:19:07 untuk bisa menyelesaikan masalah. kita 1:19:09 merasa sama orang lain, enggak ngerasa 1:19:11 lebih tinggi, enggak ngerasa lebih 1:19:12 rendah. Kita merasa diri kita sanggup 1:19:16 jadi orang penting bagi orang lain gitu 1:19:18 ya. Orang-orang yang kita pilih sebagai 1:19:20 sahabat kita. Ee ketika dipuji kita bisa 1:19:24 menerima dengan baik. Kita cenderung 1:19:27 tidak mendominasi orang lain tadi itu 1:19:29 ya. Karena ada orang lain yang mau 1:19:31 mendominasi orang lain. Itu berarti 1:19:33 orang yang dua-duanya konsep dirinya 1:19:35 negatif tuh. mendominasi dan mau 1:19:38 didominasi gitu. 1:19:40 Kemudian kita ee sanggup mengaku bahwa 1:19:44 ee kepada orang lain bahwa dia kita 1:19:47 mampu merasakan suka, senang, gembira, 1:19:51 sedih, dan lain sebagainya. Kita mampu 1:19:54 menikmati diri kita secara utuh. Bisa 1:19:56 bersenang-senang, bisa sedih, bisa 1:19:59 ketawa-ketawa, bisa serius. ada ada 1:20:02 kegiatan kita peka pada pikiran dan 1:20:04 perasaan orang lain. Ini keren banget 1:20:07 kalau kita bisa terapkan dalam diri kita 1:20:08 ya. 1:20:09 Masyaallah. 1:20:10 Heeh. 1:20:10 Iya. Iya. Terima kasih sekali Mbak Mona 1:20:14 untuk bahasan 1:20:16 aura konsep diri kita ini 1:20:19 memang ya ee ikhwan akhwat kita 1:20:21 kebetulan juga sudah di penghujung ini. 1:20:24 Bagaimana sudut pandang kita, keyakinan 1:20:26 kita juga penilaian kita terhadap diri 1:20:30 kita sendiri. ternyata ee sangat 1:20:33 mempengaruhi 1:20:34 i 1:20:35 tentang aura tadi itu ya Mbak Mona ya. 1:20:37 Iya. 1:20:38 Dan terima kasih sekali lagi untuk Anda 1:20:41 yang bersama-sama radio silaturahim 1:20:45 dibincang komunikasi yang sayangnya cuma 1:20:49 hadir sebulan sekali. [tertawa] 1:20:52 Mbak Mona terima kasih ya. 1:20:53 Sama-sama. Terima kasih. 1:20:54 Billahi taufik wal hidayah. 1:20:56 Wasalamualaikum warahmatullah 1:20:58 wabarakatuh.