Cibubur, Rasilnews — Suasana Idul Adha 1447 H tahun ini terasa berbeda di lingkungan Masjid Silaturahim, Cibubur. Bukan hanya proses pemotongan hewan kurban yang berlangsung tertib dan rapi, tetapi juga karena inovasi unik dari panitia kurban yang sukses mencuri perhatian warga sekitar.
Melalui sebuah spanduk besar yang dipasang di area basement Sekolah Insan Mandiri Cibubur, panitia kurban menyampaikan informasi menarik: setiap paket daging yang dibagikan kepada warga telah dilengkapi bumbu siap masak, seperti bawang putih bubuk dan kecap manis.
Langkah sederhana tersebut ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga mengaku terbantu, terutama karena saat momen Idul Adha banyak pasar tutup dan bahan dapur cukup sulit ditemukan.
Ketua DKM Masjid Silaturahim, Tedy Rostedy, mengatakan inisiatif tersebut muncul dari kebutuhan masyarakat saat hari raya.
“Kalau hari lebaran seperti ini biasanya susah cari bumbu. Jadi pihak DKM punya inisiatif untuk menambahkan bumbu dalam paket daging kurban agar masyarakat lebih mudah mengolahnya,” terang Tedy kepada Rasilnews.
Tidak sedikit warga yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian yang lebih dari sekadar berbagi daging kurban.
Namun perhatian masyarakat tidak berhenti di situ. Masjid Silaturahim juga memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah pasca pemotongan hewan kurban. Dalam informasi yang tertulis di spanduk, limbah organik dipilah, diproses, lalu diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Konsep tersebut dinilai sebagai langkah modern yang memadukan nilai ibadah dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu warga, Septi (35), mengaku kagum dengan inisiatif tersebut. “Jarang ada panitia kurban yang memikirkan dampak lingkungan sampai sedetail ini,” ujarnya.
Selain itu, panitia juga memberikan panduan penyimpanan daging kurban agar tetap segar dan aman dikonsumsi. Edukasi tersebut mencakup cara menyimpan daging di kulkas maupun freezer, hingga teknik mencairkan daging beku dengan benar sebelum diolah.
Pendekatan informatif seperti ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami cara penyimpanan daging yang aman setelah pembagian kurban.
Di tengah maraknya berita viral yang sering kali dipenuhi kontroversi, langkah sederhana dari Masjid Silaturahim justru menarik perhatian karena dinilai membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Tak sedikit warga berharap konsep serupa dapat diterapkan lebih luas di berbagai masjid dan komunitas pada perayaan Idul Adha mendatang.
“Ini bukan hanya soal berbagi daging, tetapi juga berbagi kepedulian, edukasi, dan kebermanfaatan,” tutup Tedy Rostedy.