Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 1:07 Bismillahirrahmanirrahim. 1:08 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 1:10 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 1:12 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 1:14 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 1:16 akhwat, pendengar radio silaturahim dan 1:18 juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati 1:21 Allah. Alhamdulillah kita kembali 1:23 berjumpa di Rabu pagi hari ini Wan 1:25 Akhwat di tanggal 9 Syakban 1444 Hijriah 1:30 atau 1 Maret 1:33 2023. Seperti biasa di Rabu pagi hadir 1:36 tausiah pagi tentunya bersama Ustaz Abul 1:39 Hidayat Sairoji yang alhamdulillah telah 1:42 hadir di tengah-tengah kita. Kita sapa 1:44 terlebih dahulu Iwan Ahwa. 1:46 Asalamualaikum warahmatullahi 1:47 wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam 1:49 warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, 1:51 Ustaz. Kabarnya ya? Alhamdulillah. 1:53 Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan 1:55 disampaikan adalah mengenai lima 1:58 golongan orang yang dicintai Allah 2:01 subhanahu wa taala. Tentunya bukan hanya 2:03 lima lah saja Ustaz ya. Sebenarnya 2:04 banyak sekali tapi ini lima yang akan 2:06 Ustaz sampaikan di hari ini dan nanti 2:09 yang ingin bergabung bertanya silakan 2:10 Anda bisa bergabung bersama kami Wanawat 2:12 di WhatsApp Rasil di 2:18 0811999720 ataupun telepon di 2:23 0218451512 T ustaz. 2:28 Bismillahirrahmanirrahim. 2:31 Asalamualaikum warahmatullah 2:35 wabarakatuh. 2:37 Alhamdulillah 2:40 wasyukrulillah la haula wala quwwata 2:43 illa billah. Amma 2:45 ba'd. Ayul ikhwah rahimakumullah. Para 2:49 ikhwan, 2:51 saudara-saudaraku pendengar dan 2:54 pemirsa TV Rasil dan Radio Silaturahim. 2:59 Alhamdulillah kita berjumpa 3:02 kembali dalam kesempatan yang 3:04 mudah-mudahan pagi yang diberkati oleh 3:08 Allah subhanahu wa taala. Tentu saja 3:11 ucapan yang harus kita kemukakan, harus 3:13 kita ucapkan adalah 3:17 alhamdulillah. Segala puji bagi Allah 3:20 itu juga berarti segala 3:22 kebajikan, 3:24 keutamaan, kebenaran, kemuliaan. 3:28 adalah milik 3:30 Allah. Semua anugerah yang dinikmati 3:33 oleh kita manusia khususnya 3:37 adalah mutlak anugerah dan hadiah gratis 3:42 dari Allah Subhanahu wa 3:45 taala. Mengingat itu semua 3:48 maka semestinya kita sebagai manusia 3:52 sadar 3:53 diri kalau hari ini kita hebat, hari ini 3:56 kita gagah. 3:58 Hari ini kita pintar, hari ini kita 4:00 kaya, hari ini kita disegani karena 4:03 pangkat jabatannya. Ingat itu semua 4:06 adalah hadiah dari Allah, anugerah 4:10 Allah. Itu artinya sebenarnya kita tidak 4:14 memiliki sesuatu 4:15 apapun yang patut kita banggakan apalagi 4:20 mau kita sombongkan. 4:22 Kita lahir ndak gak punya apa-apa, tidak 4:25 bawa apa-apa, tidak bawa 4:28 modal, tidak membawa segenggam 4:32 berlian, tidak tahu 4:34 apa-apa. 4:37 Olo-oleh oon, enggak ngerti apa-apa, gak 4:40 tahu apa-apa, ndak bawa apa-apa. 4:43 Selembar benang pun tidak menempel pada 4:45 tubuh kita. 4:47 Nah, ini mengingatkan kita betapa kasih 4:50 sayang Allah kepada kita, betapa rahman 4:53 dan rahimnya Allah kepada kita. Maka 4:57 kesadaran inilah 4:59 insyaallah 5:02 membangkitkan kesadaran untuk 5:04 memposisikan diri sebagai hamba di 5:07 hadapan sang pencipta. 5:11 Kalau sadar diri kemudian memposisikan 5:14 diri di hadapan sang pencipta tentu 5:17 tidak ada kata lain. Kita mesti takzim, 5:20 kita mesti taat, kita mesti tawadu, kita 5:24 mesti samina wa ketika ada titah dan 5:27 perintah dari yang telah menciptakan 5:30 kita. Itu insyaallah baru manusia yang 5:34 paling tidak punya hati dan punya 5:37 pribadi yang baik. 5:39 Kalau kita sudah diciptakan oleh 5:42 Allah dari barang hina menjadi manusia 5:45 mulia, tidak bisa apa-apa, tidak punya 5:48 apa-apa, tidak ngerti apa-apa, menjadi 5:50 hebat, menjadi pintar, menjadi kaya, kok 5:53 enggak tahu diri, enggak sadar 5:55 diri, malah petentang-petenteng, berani 5:59 menentang 6:00 Allah, mengabaikan perintahnya, 6:03 melanggar larangannya. Masyaallah. 6:05 Terlalu berani kepada 6:07 Allah. Dari segi kualitas manusianya 6:10 sudah bisa diperkirakan manusia cap opo 6:13 itu yang begitu manusia tidak tahu 6:17 diri. 6:19 Makanya masuk dalam kategori dosa besar 6:22 orang yang ingkar meninggalkan salat. 6:25 diperintah puasa, embung puasa, 6:28 diperintah zakat, duitnya banyak tidak 6:30 dia 6:31 keluarkan. Diperintah haji dia tidak 6:34 lakukan. Diperintah untuk berbuat baik, 6:37 menebarkan salam kedamaian, dia lakukan 6:40 masalah-masalah dalam 6:41 kehidupan. Ini betul-betul manusia yang 6:44 tidak tahu diri. 6:46 Kita berlindung pada Allah dari golongan 6:48 manusia seperti ini. Dan mudah-mudahan 6:51 kita selalu menjadi manusia yang sadar 6:53 diri dan mengakui tentang keagungan 6:57 kemuliaan Allah dan siap menerima titah 7:00 dan perintahnya dengan sukacita dan 7:03 keridaan hati kita. 7:05 Insyaallah. Teriring doa untuk antum 7:07 semuanya, para pendengar, para pemirsa, 7:10 pencipta silaturahim. 7:12 Mudah-mudahan antum 7:14 semuanya dimantapkan iman Islamnya, 7:16 diampuni segala dosanya, dimurahkan 7:19 rezekinya, dipanjangkan umurnya, dan 7:23 dimudahkan dari segala 7:25 urusan. Dan jika menghadapi masalah 7:29 mudah-mudahan Allah yang memberikan 7:30 solusi yang terbaik. Amin. Allahumma 7:35 amin. Hari ini saya ingin menyampaikan 7:37 lima golongan orang yang dicintai Allah. 7:42 Betul kata Kang Fahri tadi, bukan hanya 7:46 lima, dari satu sisi lima golongan 7:49 mungkin termasuk 7:50 istimewa. Manusia-manusia macam apakah 7:55 yang menjadikan turunnya kecintaan Allah 7:58 kepada dia? Bahkan Allah menetapkan 8:01 dirinya, "Kecintaanku aku tetapkan untuk 8:04 lima golongan ini." Nah, ini yang ingin 8:07 saya sampaikan. Mudah-mudahan bisa 8:08 memberikan inspirasi, membangkitkan 8:11 kesadaran, mempertebal iman, kemudian 8:14 makin diberi kepekaan iman sehingga 8:17 kita cenderung kepada kebenaran dan 8:20 tidak suka kepada keburukan. 8:25 Di dalam surah Ali Imran 8:28 ayat 8:31 102, Allah mengingatkan pada kita 8:36 semuanya. Allah berfirman, 8:40 azubillahiminasyaitanirrajim. Ya 8:41 ayyuhalladzina 8:43 amanutqulaha haqqo 8:45 tuqatih wala tamutunna illa wa antum 8:49 muslimun. Ini ayat ini populer benar. 8:52 Tiap khotbah 8:53 disampaikan, "Wahai orang-orang yang 8:56 beriman, ini panggilannya nidaul mukmin, 9:00 panggilan pada orang beriman. 9:02 Yang gak mau dengar 9:04 boleh. Karena orang yang tidak mau 9:06 mendengar panggilan ini berarti 9:08 memposisikan dirinya menjadi orang yang 9:09 tidak 9:10 beriman. Kalau orang beriman ya buka 9:12 telinganya baik-baik. Karena yang 9:15 manggil adalah Allah Subhanahu wa taala 9:17 yang memberi kita 9:19 telinga, yang memberi kita hidup, 9:21 jantung, paru-paru, dan memberikan 9:24 rezeki setiap 9:26 saat. Bertakwalah kamu kepada 9:30 Allah. Ini kan perintah kalau tidak 9:33 disebut orang beriman kalau tidak 9:35 bertakwa. Tapi masih diingatkan bertakwa 9:37 kamu kepada Allah. Artinya apa? Satu, 9:41 berarti takwa itu penting sekali. 9:45 Yang kedua, selalu diingatkan agar tidak 9:47 lepas dari diri kita. Sebab namanya 9:50 manusia iman itu kadang naik turun, maka 9:53 diingatkan 9:55 takwa-takwa. Dan ternyata memang takwa 9:57 itu adalah puncak prestasi manusia di 10:01 mata Allah. 10:03 Allah menciptakan kita sebagai manusia, 10:06 sebagai hamba Allah, makhluknya, 10:08 rahmatnya 10:11 dibagi-bagi. Dengan segala kebijakan dan 10:13 keadilan. Allah yang maha adil dan maha 10:16 tahu. Ada yang diberikan 10:19 kekayaan sehingga dia usahanya mudah 10:22 walaupun melewati 10:25 proses. Ada yang diberikan ilmu 10:27 pengetahuan, otaknya 10:29 cerdas, 10:31 mudah 10:33 apa menyerap ilmu 10:36 pengetahuan. Kemudian ada yang diberikan 10:38 kewibawaan, ada yang diberikan 10:41 kekuasaan, ada yang cakep. 10:44 Banyak juga yang 10:46 jelek. 10:47 Macam-macam warna kulit juga beraneka 10:50 macam suuba 10:52 waqoba dari berbagai macam bangsa yang 10:56 budayanya berbeda-beda, bahasanya 11:00 berbeda-beda. Tapi itu 11:03 semuanya tidak boleh ada yang mengklaim 11:05 yang paling hebat, paling pintar, paling 11:08 mulia. Allah tidak membeda-bedakan itu 11:11 semua. Mau kempleng, kulitnya hitam, 11:14 kemudian orangnya jelek, pendek, repek 11:19 umpamanya. Tapi kan dia bertakwa mulia 11:22 di sisi 11:23 Allah. Ada orang yang tampan seperti 11:25 bintang film, aduha kekayaannya 11:27 berlimpah hebat dia menjadi perhatian 11:30 banyak orang. Tapi gak ada takwanya, 11:32 jatuh 11:35 martabatnya. Gak ada gunanya itu hidung 11:38 mancung. 11:39 Gak urung yang keluar dari hidungnya 11:41 juga 11:42 apa. Orang kadang-kadang memoja-moja 11:45 orang tampan, orang cantik, hidungnya 11:47 mancung, matanya mbak bintang kejora 11:51 bersinar, kemudian senyumnya, ah itu kan 11:55 cuma casing 11:57 aja. Mata yang indah yang keluar dari 12:00 mata apa? Pelek 12:03 tahu. Kulit yang halus mulus 12:06 menjadi apa? idola dan kebanggaan kaum 12:09 wanita, kaum hawa. Coba jangan mandi 3 12:13 hari gosok tuh kulit naon 12:18 keluar. Jadi apa yang dibanggakan? 12:21 Memang bukan 12:23 itu dan itu ujian. Semua 12:26 diuji. Yang tampan diuji dengan 12:29 ketampanannya. Sombong apa 12:32 tidak? Diobral apa tidak? itu 12:34 ketampanannya, 12:36 kecantikannya. Yang jelek, jelas, karuan 12:39 dia ujian kadang dibully 12:42 orang. Sejauh di mana sabarnya, 12:45 prasangka buruknya atau berprasangka 12:48 baik kepada Allah. Walaupun dalam 12:49 keadaan seperti 12:51 itu, demikian juga orang yang diberi 12:53 kekayaan berlimpah, rumah megah, 12:55 kendaraan 12:56 mewah, apakah hatinya itu ikut tinggi 12:59 tinggi hati jalannya dongak ke atas 13:03 menyepelekan orang. Kalau itu terjadi 13:05 dia 13:06 kaya harta tapi sebenarnya miskin 13:09 jiwanya. Mungkin dia kedudukannya tinggi 13:12 tapi rendah di mata Allah. 13:15 Karena memang parameter manusia itu 13:17 ditentukan dengan takwanya. Maka 13:20 diperintahkan di 13:21 situ. Sekalipun dia orang beriman, 13:25 ittaqulah. Takwanya bukan sekadar takwa 13:28 tapi haqqo tuqatih dengan takwa yang 13:35 sebenar-benarnya. Masih distressing lagi 13:37 bahwa pada akhir ayat wala tamutunna 13:41 illa wa antum muslimun. Dan jangan kamu 13:44 mati. Jangan sekali-kali kamu mati. 13:47 Maksudnya bukan berarti tidak bisa mati, 13:50 jangan mau mati. Tapi illa wa antum 13:54 muslimun. Ada istisnanya, ada 13:57 pengecualiannya. Kecuali dalam keadaan 13:59 muslim. Artinya distressing di sini 14:02 muslimnya bukan tidak 14:04 matinya. Jadi mati dalam keadaan muslim. 14:07 Muslim itu apa? Orang yang pasrah diri. 14:10 Adzulu wal khudu. Orang yang tunduk 14:14 andab asar pasrah sumarah kepada Allah 14:17 subhanahu wa taala dengan sikap tawadu 14:21 dan takzim kepada Allah dan sekaligus 14:24 juga memperhatikan takzim terhadap semua 14:29 perintah. Yang diperintah dijalankan 14:31 dengan sungguh-sungguh yang dilarang dia 14:34 tinggalkan dengan 14:36 sungguh-sungguh. Jadi memang takwa itu 14:38 penting sekali. 14:42 Saya sering menggambarkan 14:44 bahwa ibarat perahu yang 14:49 berlayar, iman dan takwa itu seperti 14:52 kompas dan kemudi sebuah kapal atau 14:55 biduk. 14:57 dia akan mengarungi samudra. Enggak usah 15:00 samudra lah, lautan saja itu harus pakai 15:03 kompas dan 15:04 kemudial samudra 15:08 lepas untuk sampai kepada tujuan. 15:10 Walaupun kalau sudah sampai di tengah 15:13 laut itu tak tampak 15:16 daratan, tapi dengan kompas, dengan 15:20 kemudirah kapal akan berjalan sesuai 15:24 dengan guit dan yang menuju atau yang 15:28 membawa pada tujuan tempat 15:34 berlabuh. Kalau ada kapal yang berlayar 15:36 kok coba-coba. Karena mungkin sekalipun 15:39 kapalnya dibuat 15:41 keker tapi tidak pakai kompas dan 15:44 kemudi apa yang terjadi? Dia akan 15:47 dipermainkan oleh arus gelombang 15:51 kehidupan. Kemudian putar sana putar 15:53 sini arahnya tidak 15:55 jelas dan tidak mungkin sampai kepada 15:58 tujuan. Malah mungkin dia terdampar pada 16:01 batu karang penyesalan yang 16:02 berkepanjangan. 16:05 Itulah gambaran takwa kira-kira 16:09 menurut apa logika pemikiran 16:13 saya. Jadi orang hidup mencoba dalam 16:16 kehidupan dalam rentang waktu 40, 50, 16:20 60, 70 tahun atau lebih 80 16:24 tahun dia coba hidup ini tanpa iman dan 16:28 takwa pasti akan dipermainkan oleh 16:31 gelombang selera syahwat semata. 16:34 terhempas dalam 16:36 penyesalan. Padahal setiap waktu, setiap 16:39 saat kita berpacu dengan 16:42 waktu. Produknya tidak jelas, tujuannya 16:45 tidak jelas. Untuk apa dia cari harta 16:49 sebanyak? Mungkin sampai tidak habis 16:51 dimakan tujuh 16:53 turunan. Untuk apa dia meraih prestasi 16:56 hebat? Punya bintang di e di pundaknya, 17:00 punya tanda jasa di dadanya. 17:03 atau akhirnya itu hanya sementara 17:06 imitasi 17:10 sebentar seperti pergantian siang dan 17:12 malam di waktu siang terang cemerlang 17:16 matahari tapi lambat laun cepat ataupun 17:20 lambat toh matahari akan tenggelam juga 17:23 di ufuk 17:24 barat sementara dia sendiri tidak tahu 17:27 ke mana hidup ini, untuk apa dan harus 17:30 bagaimana. 17:32 Nah, ini kekeliruan besar 17:34 manusia. Salah persepsi dalam memandang 17:38 kehidupan. Maka Quran memerintahkan, 17:42 "Jangan kamu sekali-kali mati kecuali 17:44 dalam keadaan 17:46 takwa." Jadi, takwa ini penting sekali. 17:49 Khutbah-khotbah Rasulullah sahu alaihi 17:51 wasallam banyak dibaca pada 17:54 ayat surah Ali Imran 102 ini. Ditambah 17:59 lagi surah An-Nisa ayat 1, surah 18:02 Al-Ahzab ayat 70 dan 71 kalau tidak 18:05 keliru. 18:07 Intinya 18:09 takwa. Penganten juga itu dibacakan 18:12 khotbah nikahnya dengan empat ayat tadi. 18:15 Tiga 18:16 surat. Surah Al Imran, surah An-Nisa, 18:19 surah Al-Ahzab. Isinya tentang 18:24 takwa. Dan takwa itu kata Nabi, "Attuna 18:29 sambil beliau menunjukkan ke dada di 18:31 sini." Takwa itu bukan di sini. 18:35 Artinya dinamo kehidupan manusia akan 18:39 ditentukan apa yang bersemayam di dada, 18:42 yaitu iman dan takwa kepada Allah 18:44 Subhanahu wa taala. 18:48 Nah, untuk bisa menjadi manusia yang 18:50 takwa dengan takwa yang 18:53 sebenar-benarnya dan mati dalam keadaan 18:56 istiqamah sebagai seorang muslim yang 18:59 azzulu wal 19:02 khudu harus dilanjutkan. Karena pada 19:04 ayat berikutnya ada wau atof yang 19:07 menghubungkan antara surah Ali Imran 19:10 ayat 102 dengan 103 berikutnya. 19:15 Wasimu bihablillahi jamia wala 19:21 tafarrqu dan berpegang 19:24 tekulah kamu 19:26 sekalian dengan tali Allah yaitu 19:30 konsekuen memegang teguh tali Allah 19:34 adalah agama Allah 19:37 dinullah sebagai penghubung seorang 19:39 hamba kepada sang pencipta 19:43 kita. Jadi yang maksud tali Allah adalah 19:46 agama Allah, syariat 19:49 Allah. 19:51 Jamiah 19:54 bersama-sama sararea orang sesarengan 19:58 kita 19:59 berbareng-bareng kompak dan bersatu 20:01 tidak 20:03 masing-masing, tidak sendiri-sendiri. 20:06 Karena beban yang dibebankan, 20:09 diamanatkan pada manusia ini luar 20:15 biasa. Sebagai makhluk satu-satunya 20:18 makhluk yang menerima amanat 20:21 besar diperintahkan menjaga kelestarian 20:24 dan keharmonisan hidup dunia 20:28 ini adalah manusia. Maka gak bisa 20:32 sendiri, harus bersama-sama. 20:37 Ini yang kadang-kadang 20:40 dilupakan. Maunya sendiri, merasa hebat 20:43 sendiri, kelompoknya sendiri, saya ndak 20:46 butuh orang lain. Sombong 20:48 ini gak ada sebagai makhluk sosial yang 20:51 bisa hidup sendiri mesti membutuhkan 20:54 orang 20:58 lain. Saya kan orang kaya, saya orang 21:00 hebat. 21:03 Iya. Walaupun punya mobil 10, yang mau 21:06 nyupiri 21:07 siapa? Mau naik 21:10 sendiri ke kantor siapa yang 21:14 nyupiri mobil yang satu lagi? Siapa lagi 21:17 yang mau mengendarai? Kan sopir. Berarti 21:21 dia setinggi-tinggi pangkat seorang 21:23 masih butuh yang namanya sopir atau 21:28 driver. Rumahnya luas. Yang mau 21:30 bersih-bersih rumah tuh siapa? Tukang 21:33 kebun. Tukang kebunnya, tukang tamannya, 21:36 tukang masanya, tukang tukang. Tukang 21:39 bisa 18 orang 21:42 diperlukan. Berarti dia menunjukkan 21:45 manusia itu gak hebat, lemah, butuh 21:47 orang lain. Makanya enggak boleh 21:49 sombong, Mas. Apalagi pembantu 21:53 sewiyah-wiyah, mau-mau main bentak, mau 21:56 menghardik, memarahi, enak aja. Udah dia 21:59 dibantu pekerjaannya, mentang-mentang 22:01 bisa bayar kemudian perlakuan 22:05 seenaknya. Maka dalam Islam 22:08 diperintahkan sebagaimana Rasul sahu 22:10 alaihi wasallam memberikan pengarahan. 22:11 Kalau kamu punya pembantu, jika 22:13 pekerjaannya terlalu berat, 22:16 ringankan. Jangan dipaksa jam .00 suruh 22:19 bangun. Nanti tak tidur sampai jam . jam 22:21 .00 baru bisa tidur. Jam .00 harus sudah 22:25 bangun lagi. Semua pekerjaan diserahkan 22:27 pada dia seenaknya. Kemudian 22:29 diperlakukan lagi seomong-ngomong kita 22:31 kalau mau ya dia manusia jangan 22:34 lupa ingat tuh nih pada 22:36 saudara-saudaraku orang-orang kaya yang 22:38 punya pembantu jangan semena-mena jangan 22:42 sak wiyah-wiyah tiap kalimat yang keluar 22:46 kalau sampai menusuk hatinya dia tidak 22:49 berdaya wong statusnya sebagai pembantu. 22:52 Tapi Allah yang menciptakannya tidak 22:54 rida. Allah tidak terima hamba. 22:58 diperlakukan dengan semenah-menah. Ini 23:01 juga berlaku bagi para penguasa, para 23:03 pejabat, para direktur, para kepala, 23:05 para ketua. Jangan semena-mena. 23:08 Mentang-mentang ketua punya kedudukan, 23:10 punya jabatan, kemudian seenaknya saja 23:13 terhadap bawahnya. Allah yang marah 23:15 nanti. Dia manusia yang harus kita 23:17 hormati. 23:24 Maka di situ 23:27 diperintahkan berpegang teguh dengan 23:30 tali Allah, agama Allah itu 23:33 bersama-sama. Gak bisa 23:35 sendiri-sendiri apalagi menyangga 23:38 peradaban. Karena agama itu hakikatnya 23:41 adalah harus mewarnai terhadap peradaban 23:44 supaya peradaban itu adalah peradaban 23:47 yang santun. 23:52 yang melahirkan kehidupan yang 23:56 harmonis, melahirkan kehidupan yang 23:59 ayam, 24:01 tentram, penuh 24:04 persaudaraan, bertebarannya kasih 24:06 sayang, jauh dari permusuhan. Itu 24:09 sebenarnya inti agama. 24:13 Jadi kalau orang menuduh bahwa agama itu 24:15 menjadi 24:16 musuh atau kemudian dianggapnya membuat 24:20 masalah, nah ini keliru besar. Suruh 24:22 belajar dulu 24:23 orang. Kalau mau ngomong agama ya 24:25 belajar agama dengan 24:30 benar. Watasimu bihablillahi jamia wala 24:34 tafarqu. Jangan berpecah 24:38 belah. Jangan berparti-parti. 24:42 Jangan berkelompok-kelompok yang saling 24:46 sulaya. Wadkuru nikmatallahi alaikum. 24:50 Ingat terhadap nikmat-nikmat Allah yang 24:52 sudah diberikan 24:57 kepadamu. Wadkuru nikmatallahi 25:01 alaikum id kuntum a'daan faallafa baina 25:07 qulubikum faasbahtum binikmati ikhwana. 25:12 Ingat bahwa dahulunya kamu berada pada 25:14 tepi jurang neraka dalam keadaan 25:17 jahiliah, dalam keadaan kebodohan, 25:20 perilaku-perilaku yang jauh daripada 25:23 moral. Kejahatannya dilakukan, hidup 25:26 hanya mengikuti nafsu belaka, saling 25:29 bermusuhan, saling membenci, saling 25:32 berebut, saling melibas. Itu kehidupan 25:35 jahiliah di luar 25:37 Islam sebelum datangnya Islam. 25:46 Kemudian datanglah Islam sebagai satu 25:48 nikmat dari Allah Subhanahu wa 25:51 taala. Idz kuntum a'daan faallafa. Maka 25:55 dengan Islam itulah hatimu menjadi 25:58 lembut. Faallafa baina 26:02 qulubikum faasbahtum binikmati ikhwana. 26:06 Jadilah kamu menjadi saudara. 26:11 Jadi dulu individu-individu, nafsi-nafsi 26:13 sendiri-sendiri, saling sengketa, saling 26:15 membenci. Tapi begitu Islam turun yang 26:19 mengajarkan tentang persaudaraan, kasih 26:22 sayang, maka mereka menjadi berkasih 26:25 sayang seperti terhadap saudara. 26:29 itu intinya Islam di 26:32 situ. 26:34 Maka pada pertemuan yang beberapa pekan 26:37 yang lalu saya 26:39 nyampaikan Isra 26:42 Mikraj satu peristiwa luar biasa. 26:45 Kemudian mendapatkan perintah Allah 26:47 salat. Ternyata salat tidak semata-mata 26:51 ritual, tapi punya makna syarat akan 26:55 makna yang di sana ternyata memiliki dua 26:58 dimensi 27:00 nilai. Seorang yang salat berarti mampu 27:03 dia mikraj menghubungkan diri kepada 27:04 sang pencipta. Jiwanya terhubung kepada 27:11 Allah. Kemudian yang 27:13 kedua, pesan dari salat tanhail fasai 27:16 wal munkar. 27:19 dia 27:22 melakukan atau dia selalu berbuat baik 27:24 dan tidak melakukan fahsyat dan 27:27 kemungkaran dalam kehidupan. 27:29 Apalagi ada miniatur 27:32 kehidupan kehidupan di luar di luar di 27:36 masyarakat dengan belajar dari salat 27:39 berjamaah di masjid. 27:42 Guyub, rukun gerakannya indah, 27:46 seirama terpimpin oleh imam 27:48 salat safnya 27:51 rapat. Faidza kabaro fakabiru. Kalau 27:54 imamnya takbir, takbir semua kalimatnya 27:57 sama walaupun sukunya 27:59 berbeda. Faid rakaa farkau. Ketika 28:02 rukuk-rukuk sama, ketika sujud-sujud 28:05 sama. Masyaallah, indah. 28:08 Itu gambaran umat Islam yang satu tadi. 28:11 Faallafa baina qulubikum faasbahtum 28:14 binikmati 28:15 ikhwana. Menjadi saudara. Begitulah 28:18 mestinya dalam kehidupan di luar masjid 28:22 menjadi satu kekuatan, satu 28:26 kesatuan menjadi umatan wahidah wihdatul 28:30 ummah union and unity dengan kasih 28:33 sayang atas dasar agama semata-mata, 28:37 atas 28:38 dasar ikatan batin yang dalam tinjauan 28:42 sosiologi masuk dalam kategori 28:45 masyarakat half. atau masyarakat 28:48 paguyuban bukan karena 28:51 materi, bukan karena 28:54 politik, bukan karena kepentingan 28:56 interest personal, interest kelompok gak 28:59 ada. Tapi mereka dipersatukan oleh jiwa 29:02 yang sama-sama iman dan takwa kepada 29:05 Allah. Berarti kasih sayang. Faalafa 29:09 baina qulubikum faasbahtum binikmati 29:12 ikhwana. Inilah sebenarnya inti daripada 29:15 ajaran Islam. Jadi secara vertikal 29:18 tauhid yang benar. Kemudian yang kedua 29:20 tasimahi jamiah bersama-sama sararea 29:24 orang sesarengan kemudian hatinya 29:26 terikat menjadi satu ikatan batin yang 29:28 kuat ikatan 29:32 iman. Dalam 29:34 beberapa tafsir penjelasan 29:37 dari makna fa'alafa baina qulubikum, ada 29:41 sebuah hadis qudsi yang saya mau peru 29:43 saya sampaikan. Ternyata ada lima 29:46 golongan manusia yang menjadikan Allah 29:49 menetapkan cinta dan kasih sayangnya 29:51 kepada mereka. Penjabaran dari surah Ali 29:54 Imran ayat 29:57 105 dalam hadis qudsi itu Allah 30:00 berfirman, "Haqat mahabbati lil 30:04 mutahabi lil 30:06 mutahabina 30:10 fiyah. Aku tetapkan 30:12 kecintaanku kata Allah. 30:15 lil mutahabi. Lil 30:18 mutahabina 30:20 fiya. Untuk siapa? Untuk satu 30:24 orang-orang yang saling 30:27 mencintai fiya karena aku. Kata 30:31 Allah. Nah, ini kan makin ke sini makin 30:35 langkah. Yang muncul yang dominan itu 30:38 ego. Ego sentris, ego kelompok, ego 30:42 golongan. 30:44 egoisme, ego. Semua aku, aku, 30:48 kelompokku, 30:50 bangsaku, dia tidak peduli orang lain. 30:53 Nah, ini kalau mau menjadi manusia yang 30:55 dicintai oleh Allah dan Allah sudah 30:57 menetapkan dirinya, kecintaan itu akan 31:00 aku tetapkan kepada siapa? lil 31:03 mutahabbina fiha orang yang saling 31:06 mencintai karena aku. Bukan karena 31:09 ekonomi, bukan karena politik, bukan 31:11 karena suku, bukan karena warna kulit, 31:14 bukan bahasa, tapi karena Allah. Itu 31:17 artinya agama, sama-sama 31:19 iman. Itu satu. Yang kedua, wahaqqat 31:25 mahabbati lil lil 31:28 mutawasilina fiya. 31:32 Aku tetapkan kecintaanku pada 31:34 orang-orang yang saling 31:38 bersilaturahim, menyambung kasih sayang. 31:42 Fiya karena aku, kata Allah, ada orang 31:45 baik-baik tapi ada udang di balik 31:48 peyek. Ada udang di balik batu ada 31:50 maunya. Biasa itu. Kalau di dunia dagang 31:54 juga begitu. Kalau dia perlu modal 31:57 supaya dagang, wah baiknya bukan main. 32:01 Maka di dalam usaha itu ada namanya 32:05 Pramuniaga untuk menjaga tokonya, untuk 32:09 apa namanya? 32:11 Promosi. Dia berdiri dicari orang yang 32:16 tinggi semampai, kulitnya kuning, 32:18 kemudian senyumannya aduh. Hai, luar 32:20 biasa. Kemudian dia akan ramah sekali 32:23 memperlakukan siapapun yang lewat di 32:25 depan toko itu, Pak. Mangga, Pak. 32:28 Silakan, Pak. Masuk. Lihat-lihat saja 32:30 dulu gak ada membentak-bentak gak ada 32:33 mesti santun luar 32:36 biasa. Kalaupun kita lewat di rumah 32:38 makan itu pun 32:40 ada orang baik sekali menawarkan kita, 32:43 "Pak, mampir, Pak. Makan dulu Pak. 32:45 Silakan 32:46 Pak." Begitu kita masuk masyaallah 32:50 langsung di tempat duduk disiapkan 32:54 langsung disodori menu. Iya. dilayani 32:58 apa yang kita katakan, apa yang kita 33:00 minta dalam hitungan menit keluar semua 33:05 minta tambah lagi akan ditambah coba. 33:08 Kurang apa itu baik orang 33:12 masyaallah tapi jangan coba-coba keluar 33:15 dari rumah makan itu hanya mengucapkan 33:17 terima 33:18 kasih berubah yang ramah menjadi marah. 33:22 Kenapa dia melakukan seperti itu? karena 33:24 ada 33:26 sesuatunya, karena ada duitnya, karena 33:28 ada 33:30 fulusnya. Jadi kalau itu kasih 33:33 sayang, saling menghubungkan 33:35 silaturahim, dia datang situ karena 33:38 saling 33:39 membutuhkan, bukan karena Allah. Tapi 33:41 yang dikehendaki oleh Allah silaturahim 33:44 karena aku. Kata Allah, karena agama 33:47 Allah, karena iman, karena ukhuwah 33:51 islamiah. Apakah dia orang kaya, apa 33:53 orang miskin, apakah orang Sunda apa 33:55 orang Jawa apa orang Sumatera, apa orang 33:58 Malaysia. Gak ada urusan itu. Kalau satu 34:00 akidah dipersaudarakan mereka faallafa 34:03 baina qulubikum. Itulah saling 34:08 bersilaturahim, saling menyayangi, 34:11 saling mencintai, saling 34:14 bersilaturahim. Jadi orang-orang yang 34:16 suka 34:18 bersilaturahim, menyambung kasih sayang, 34:21 membangun 34:22 persaudaraan, masyaallah. Tapi itu 34:25 dilakukan yang akan mendapat cinta dari 34:27 Allah. Kalau dilakukan karena Allah, 34:31 bukan karena 34:35 pamrih. Itu yang kedua. Yang ketiga, 34:39 wahaqqat mahabbati lil mutanasikhina 34:47 fi. Aku 34:49 tetapkan 34:51 kecintaanku bagi orang-orang yang saling 34:56 nasihat-menasihati dan itu dilakukan 34:59 karena aku. Kata 35:02 Allah. Kadang-kadang dinasihati marah. 35:04 Ngapain loh? Apa urusannya 35:08 lu? Emang gua siapa? Emang el siapa? 35:11 Siapanya gua? 35:13 Waduh, beraninya kamu nasihati. Duh, 35:16 sono di masjid kalau mau nasihat, mau 35:19 ceramah, mau khotbah. Ya Allah, ya 35:22 Allah, ya Rabb. Padahal kasih sayang itu 35:26 adalah maksudnya supaya dia tidak 35:28 terjebur pada kesesatan dan kebinasaan. 35:32 Tapi ini ada hamba-hamba Allah yang rida 35:34 dan ikhlas didasarkan pada keimanan 35:37 kepada Allah. Dia saling nasihat 35:40 penasihati. Tawaso bilhaq wat taw 35:43 bisobr. Tawaso bisobr wat taw bil 35:49 marhamah. Jadi dengan kasih 35:53 sayang saling menasihati. Menasihatinya 35:57 karena Allah. Dan yang keempat adalah 36:00 wahaqqat mahabbati lil mutazawirina 36:05 fihaya. Aku tetapkan 36:07 kecintaanku kepada hamba-hambaku yang 36:11 mereka saling 36:14 berkunjung dilakukan karena aku. Jadi 36:17 saling berkunjung itu, Mas nengok 36:21 keselamatannya. Kalau saudara kita 36:23 bahagia, kita ikut bahagia. Kalau dia 36:26 sedang musibah, kita ada simpati dan 36:29 empati. Saudara kalau jauh terkenang, 36:32 lantunan doa mengiringi, dia lontarkan 36:36 kepada Allah supaya saudaranya karena 36:38 Allah itu selamat. Kalau ada keperluan, 36:41 ada kerinduan dia datang. Perjalanan 36:44 kerinduan karena Allah untuk mengunjungi 36:46 saudaranya yang bukan karena pamrih 36:49 selain hanya karena Allah. 70.000 Ribu 36:52 malaikat mendoakan rahmat buat 36:56 dia. Siapa yang duduk di tempat 36:59 saudaranya yang terkena musibah, kita 37:01 lakukan itu karena saling mencintai, 37:03 saling mengunjunginya, maka sama seperti 37:07 dia duduk di taman surga.Aya ya Allah 37:10 nikmat benar sebenarnya kasih sayang 37:12 Allah itulah ajaran 37:13 Islam. Dan yang terakhir adalah wahaqqat 37:17 mahabbati lil mutabadilina fiya. 37:21 Aku tetapkan kecintaanku," kata Allah, 37:24 "bagi orang yang saling memberi." Saling 37:27 memberi. 37:30 Orang kaya gak usah diminta ngerti orang 37:34 susah. Jadi kalau ada orang susah itu 37:38 justru resiko bagi orang kaya kalau dia 37:41 tidak memberi. Itu konsekuensi harta. 37:45 Kan gampang sih orang susah dideteksi. 37:48 Duduknya aja beda, jalannya juga beda. 37:52 Kelihatan tuh orang enggak punya duit 37:53 sama punya uang. Tukang copet juga 37:55 ngerti itu. 38:00 Dia mengulurkan 38:03 tangannya. Ada tetangga yang susah, gak 38:06 usah sampai minta. Karena tidak semua 38:08 orang suka meminta. Walaupun dia 38:11 kadang-kadang sedang dalam keadaan 38:13 keprihatinan, dia gak mau minta, tapi 38:15 kita mesti ada 38:17 kepekaan. Oh, ini orang susah. Ya Allah, 38:19 kenapa anaknya nangis terus? 38:21 Jangan-jangan dia tidak ada makanan di 38:24 rumahnya. Itu otomatis anterin beras ke 38:27 sana, kasih uang belanja atau apa. 38:30 Enggak usah sampai minta. 38:34 Walaupun orang yang susah itu tidak mau 38:37 menjaga harga dirinya, menjaga muruah di 38:40 mata Allah, dia tidak mau 38:43 meminta tuh. Jadi jangan saling meminta 38:46 itu minta melulu. Kalau minta meluluhah 38:49 ngemis 38:52 namanya. Dia kaya di satu kampung, ada 38:55 anak-anak terlantar tidak sekolah karena 38:57 enggak punya ayah dan ibu. Kepekaan itu 39:00 yang menentukan. 39:02 Ya Allah, tuh anak kenapa enggak 39:05 sekolah? Waktunya jam sekolah dia tidak 39:07 dipanggil, "Nak, sini nak, kenapa kamu 39:09 enggak 39:10 sekolah?" Saya enggak ada yang membiayai 39:13 sekolah saya gak punya ayah ibu. Itu 39:16 tersentuh hatinya. Itu baru iman 39:19 namanya. Itu yang dicintai oleh 39:22 Allah. Sini, Nak. Udah kamu besok 39:25 sekolah ya, Bapak nih. Jadikan sebagai 39:28 orang tua asuh kamu sekolah dia sampai 39:31 menjadi 39:33 sarjana. 39:34 Memutus apa namanya nasibnya yang kurang 39:38 baik menjadi baik. Itu akan dikenang 39:40 sampai di akhirat. Tidakkan rugi Allah 39:44 balas itu di dunia apalagi di akhirat. 39:46 Apalagi anak yatim anak yatim piatu 39:49 orang miskin, orang terlantar. 39:51 Masyaallah itu ajaran Islam. 39:57 Jangan kemudian ada orang susah 39:59 tetangganya malah rasain 40:02 loh modar 40:05 sekalian 40:07 biarin kan urusan sendiri-sendiri lo 40:10 gue-gue kan masing-masing hidup ini. 40:13 Kenapa dia 40:14 miskin? Kenapa enggak seperti saya? Saya 40:17 kan usaha kerja keras, dia enggak mau. 40:20 Alah, kerja keras sampai bonyok juga 40:23 kakinya mlocot. Tidak akan kaya kalau 40:25 Allah tidak memberikan kekayaan. Itu 40:28 jangan 40:29 sombong. Nah, inilah luar biasa. Jadi 40:33 lima hal yang insyaallah justru Allah 40:36 akan sayang pada satu orang yang saling 40:39 menyayangi. Kemudian yang kedua bagi 40:42 orang yang saling bersilaturahim 40:44 menghubungkan silaturahim, saling 40:46 nasihat-menasihati, saling berkunjung 40:49 dan saling memberi, memberikan ilmu, 40:51 memberikan bantuan, berikan tenaga. 40:53 Walaupun antar mereka tuh tidak ingin 40:56 meminta kepada yang lain, tetapi itu 40:59 dilakukan hanya karena Allah 41:03 semata-mata. Mudah-mudahan ada 41:05 manfaatnya. Asalamualaikum 41:07 warahmatullahi wabarakatuh. 41:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:10 wabarakatuh. Demikian Iwan akhwat, lima 41:12 golongan orang yang dicintai Allah. 41:14 Semoga apa yang disampaikan tadi dapat 41:17 ee membuat kita tambah wawasan, tambah 41:20 iman juga ya, Wawat ya. Dan semoga kita 41:22 termasuk kelima golongan yang tadi Ustaz 41:24 sampaikan. Amin. Dan yang ingin 41:26 bergabung, bertanya, silakan Anda bisa 41:28 bergabung bersama kami di 41:32 0811999720 ataupun di 0218451512. 41:36 kami 41:38 [Musik] 42:02 kembali 42:03 waalu fasayarallahu 42:10 [Musik] 42:13 wasadduna 42:15 ilaimil ghaibi 42:18 wasyahadah 42:21 fayunabbiukum bimaa 42:24 kuntum ta'malun 42:28 [Musik] 42:41 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 42:44 perhatian Allah dan 42:46 Rasulnya. Jika perhatian dari atasan, 42:49 pejabat, dan orang-orang yang berkuasa 42:52 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 42:55 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 42:58 pencipta alam semesta beserta ciptaan 43:02 yang paling indah yaitu baginda nabi. 43:06 Apalagi yang kita cari di dunia selain 43:09 dua hal 43:15 tersebut. Perhatian tadi bisa didapat 43:17 hanya jika kita beramal saleh apapun 43:20 bentuknya. bisa dengan tenaga, harta, 43:25 pemikiran, dan lain 43:27 sebagainya. Namun amalan yang paling 43:30 menyenangkan baginda Nabi adalah 43:33 memperjuangkan ajarannya, meneruskan 43:36 perjuangan beliau, berdakwah di 43:38 jalannya. 43:40 [Musik] 43:44 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 43:46 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 43:50 bersama-sama berjuang bersama Radio 43:52 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 43:55 rekening berikut. 44:06 [Musik] 45:11 Radio Rasil untuk Islam yang satu masih 45:13 bersama kami Ikhwan Nawat di acara 45:15 tausiah Pagi bersama Ustaz Abul Hidayat 45:17 Sairji membahas tema mengenai lima 45:19 golongan orang yang dicintai Allah. Ini 45:23 saya bacakan nih ee sapaan-sapaan dari 45:25 pendengar dari Iwan Ahwad yang telah 45:27 bergabung di WhatsApp 45:29 Rasil. Saya menyapa Ibu Pemi di Tebet. 45:31 Terima kasih sudah menyimak Bapak Nur 45:33 Agung, Bapak Juana juga sedang menyak 45:36 menyimak Ibu Habibah, Bapak Muhammad 45:39 Rosidi. Terima kasih Ustaz atas 45:40 nasehatnya. Ibu Suryani, Bapak Abah juga 45:44 ya. Abah Abah di Sukabumi sedang 45:45 menyimak walaupun hujan katanya ya. 45:47 tetap semangat menyimak dan Umu Arif, 45:50 Ibu Arfah, Bapak Fajrin Nur 45:54 Insiroh, Ibu Aliah Yahya, Ibu Woro, Ibu 45:58 Pija Fitriana, Bapak Syahril, Bapak Agus 46:01 Hakim di Ciputat juga tengah menyimak. 46:03 Terima kasih Ustaz nasihatnya. Ibu Eti 46:06 Rustam juga banyak lagi yang setelah 46:09 mengirimkan WhatsApp di pagi hari ini. 46:10 Terima kasih banyak. Saya akan bacakan 46:12 yang pertama, Ustaz. Pertanyaan yang 46:14 masuk ini cukup panjang dari Ibu Luna di 46:19 SU Jagakarsa. Asalamualaikum 46:21 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 46:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:25 wabarakatuh. Ee saya sangat gamang 46:27 dengan kondisi saat ini, Ustaz. Bila 46:29 harus banyak anak karena melihat zaman 46:31 yang sudah berubah dengan gadget yang 46:34 mempengaruhi kehidupan anak-anak zaman 46:36 sekarang. Rasanya setengah mati mengajak 46:38 mendidik anak sangat sulit bahkan lebih 46:41 sulit. Ustaz, saya takut nanti keempat 46:43 anak saya tidak dapat mendidik anak 46:45 sesuai dengan ajaran Islam. Anak 46:47 perempuan saya 46:48 bertanya, "Mah, saya enggak usah banyak 46:51 anak ya, karena zaman sudah berubah. 46:54 Takut godaan tidak dapat menjadi anak 46:56 Islam yang seharusnya." Saya tidak bisa 46:58 menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz. 47:00 Karena memang ngeri bila keturunan nanti 47:02 rusak akhlaknya. Ini mohon pencerahan 47:04 dan juga nasihat, Ustaz. Demikian, 47:06 Ustaz. 47:11 Ibu siapa tadi? Luna. Ibu Luna. Iya. 47:17 Bukan Luna Maya ya? Bukannya. Bukan. K. 47:21 Memang 47:22 dunia berubah. Iya. Dunia selalu 47:27 bergolak. Fenomena kadang fitnah datang 47:30 ber silih berganti. Bahkan Rasulullah 47:33 pernah mengatakan bahwa akan ada fitnah. 47:37 Fitnah itu keburukan-keburukan dan 47:39 ujian-ujian seperti datanya malam gelap 47:42 kulit. 47:44 Sampai-sampai dikatakan yusbihu rajul 47:47 mukminan waumsi kafiron. Pagi masih 47:50 dalam keadaan beriman tapi sore sudah 47:52 berubah menjadi kafir. Wumsi mukminan 47:55 wausbihu kafiron. Sorenya mukmin paginya 47:58 kafir. Kenapa? Yabiu kaumun dinahum biar 48:02 minad dunya. yaitu satu kaum yang 48:05 menggadaikan agama untuk kesenangan 48:08 dunia. Jadi memang ini sudah diprediksi 48:11 bahwa kemajuan, tetapi sangat 48:14 tergantung karena perubahan 48:17 zaman, berkembangnya sains, 48:20 teknologi, munculnya kemudahan-kemudahan 48:23 sangat tergantung bisa positif bisa 48:25 negatif. 48:28 Walaupun anak satu, anak 48:31 dua itu juga bisa positif. bisa negatif. 48:34 Tidak jaminan kalau punya anak sedikit, 48:35 punya anak satu, anak dua, kemudian 48:38 menjadi saleh. Tergantung bagaimana kita 48:43 mendidiknya. Banyak anak yang orang 48:45 punya anak 10 hafal Quran semua. 48:49 Ada ada yang punya anak lima tapi yang 48:52 satu jadi doktor, yang 48:53 satu ya satu master yang macam-macam. 48:57 Jadi sangat tergantung bagaimana kita 48:59 melihatnya. 49:01 Oleh karenanya sebenarnya itulah 49:04 pentingnya agama. Harus dikembalikan 49:06 pada agama. Kalau wanita tidak mau 49:09 beranak, yang suruh beranak sopo? Sing 49:12 kon manaki. 49:14 Sopo? Memang tugas mulia orang tua itu 49:18 selain melahirkan anak bagi ibu-ibu 49:20 sampai kalaupun ada risiko konsekuensi 49:23 dari melahirkan itu menjadikan penyebab 49:26 kematiannya itu mati syahid. Iya. Luar 49:29 biasa. 49:31 Kalau seorang ibu itu merawat anak 49:34 dengan kasih sayang, dengan mendidik, 49:37 tahu pahalanya, barangkali ibu tiap 49:40 tahun inginnya beranak terus. 49:42 Cuma pahala itu gak pernah kelihatan. 49:45 Makanya untuk menjadi orang beriman 49:47 syarat utamanya adalah alladzina 49:49 yukminuna bil ghaib. 49:51 Iman pada yang gaib. Jadi jangan dilihat 49:54 susahnya. Kita tuh hanya 49:56 usaha. Yang bisa mengimankan itu Allah. 50:00 Hanya sekarang yang menjadi masalah 50:02 sejauh di mana kita usaha dengan 50:05 maksimal mendidik 50:07 anak. Gadget itu kan sebenarnya HP itu 50:10 ada bisa manfaat, bisa positif, bisa 50:13 negatif. Jangankan anak-anak, emak-emak 50:16 juga bisa berubah. Nanti kalau musanya 50:19 dasarnya karena perkembangan anak, aduh 50:21 saya enggak mau punya istri. Ah, kenapa 50:24 istri zaman sekarang sudah berubah? 50:27 Suka berdandan, suka bersaleh, suka 50:29 ngeluyur ke mana-mana, 50:31 boros pergaulannya gak terarah. Sudah 50:35 saya enggak mau punya istri lah. Kan 50:37 repot nanti yang perempuan juga gitu. 50:40 Ah, sekarang laki-laki mah sudah berubah 50:42 gayanya macam-macam enggak tanggung 50:44 jawab. Sudah saya enggak mau punya 50:45 suami. Bubar dunia ini. Masyaallah. Jadi 50:49 oleh karena yang penting kita melihat 50:51 sesuatu tentu ada dasar yang Allah 50:53 turunkan konsep dalam 50:56 bermasyarakat yaitu kokohkan 50:59 agama. Orang yang hidup di dalam 51:02 tantangan dia kuat itu akan lebih bagus. 51:05 Pahalanya berbeda dengan orang yang 51:07 hidup dalam suasana nyaman, aman, gak 51:11 ada problem. berbeda. 51:14 Tapi kalau kita di tengah kehidupan 51:15 begitu kuat, kita mau berpegang teguh 51:18 pada agama, insyaallah pahalanya 51:21 berlipat-lipat. Hanya sekali-kali jangan 51:24 hanya mengandalkan rasio dan logika 51:29 semata, tapi harus bergantung kepada 51:32 sang pencipta. Kita hanya memberikan 51:35 bimbingan dengan sungguh-sungguh, 51:37 maksimal. Kita doakan ketika anak-anak 51:40 tidur, kita lantunkan doa. Kita lihat 51:43 satu persatu. Ketika anak belajar mau 51:46 sekolah, kita iringi dengan doa, kita 51:49 kawal dengan doa. Kalau dalam perjalanan 51:51 yang jauh kita gak ketemu, selalu 51:53 dikawal dengan 51:54 doa-doa. Hindari yang makanan yang 51:57 haram, insyaallah jadi anak yang saleh. 51:59 Wallahualam. Baik, selanjutnya ini 52:02 komentar-komentar dari YouTube Rasil TV 52:06 dari Muhammad Kadapi sedang menyimak. 52:09 Ustaz, terima kasih dari akun Alam Raya 52:12 ini bertanya, "Asalamualaikum 52:13 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz." 52:14 Waalaikumsalam warahmatullah. Apakah 52:16 orang yang bertakwa sudah lengkap dalam 52:19 keimanannya, Ustaz? Jazakallah. 52:23 Iya. Sebenarnya kalau diperinci seperti 52:25 itu, kalau iman dia mesti takwa dong. He 52:28 tidak disebut orang beriman kalau dia 52:29 gak bertakwa. Heeh. Dan kalau dia 52:32 bertakwa jelas harus beriman. Cuma kan 52:35 perintah Allah itu udkulu fisilmi kafa 52:38 masuk kamu ke dalam Islam itu secara 52:41 totalitas. Karena perinciannya begitu 52:43 banyak. Artinya pola pikir, pola pola 52:48 hidup cara memandang persoalan itu juga 52:51 menjadi satu kesatuan yang gak bisa 52:53 dipisahkan. 52:56 Iman dengan takwa ya satu. Cuma sekarang 53:00 masalahnya sejauh di mana keimanan kita 53:03 kadang naik kadang turun. Nah, itu 53:06 menjadi plus minusnya. Tapi dua-duanya 53:08 gak bisa dipisah. 53:10 Iman itu keyakinan. Takwa itu praktik 53:13 dalam kehidupan. Wallahuam. 53:16 Baik. Selanjutnya ini kalau di tausiah 53:18 pagi Rabu nih pasti ada yang bertanya 53:20 dengan bahasa Jawa nih, Ustaz. Ya, ini 53:21 enggak apa-apa, Ustaznya saya bacakan 53:22 ya. 53:24 Kangen sama acara ini taubat ya. 53:27 Asalamualaikum warahmatullahi 53:28 wabarakatuh Bapak Margiono ya. 53:30 Waalaikumsalam warahmatullah Ustaz ing 53:33 Al-Qur'an jelas banget bukti katresnane 53:36 Allah iku sing dikandakake Ustaz. 53:39 Kandake. Oh kandake. Nanging kok akeh 53:42 wong sing ora gelem meluk tresno marang 53:46 Allah. Syukron ustaz. Monggo ustaz. Itu 53:49 bukan pertanyaan apa komentar ya. ya 53:52 komentar. Jadi maksudnya sudah begitulah 53:56 bukti kasih sayang 53:57 Allah kepada manusia di dalam 54:01 Al-Qur'an. Tapi heran kenapa manusia 54:04 banyak yang tidak mau. Memang hidup itu 54:07 pilihan, 54:10 Pak. Allah bentangkan peta kehidupan. 54:16 Sebelumnya manusia sudah dibekali 54:18 kecerdasan, akal pikiran, hati nurani, 54:22 diturunkan Al-Qur'an, diutusnya Nabi. 54:26 Itu jelas modal utama. Jadi kalau 54:28 alasannya ada manusia yang apa menjadi 54:32 manusia yang ingkar, itu gak bisa 54:34 diterima alasannya. Karena Allah sudah 54:36 memberikan modal luar biasa. Luar biasa. 54:38 Dengan akal budi saja kita bisa memilah 54:40 dan memilih mana yang benar, mana yang 54:42 salah. 54:43 dengan hati nurani. Kalau kita sejenak 54:47 mau mengambil keputusan, berhenti 54:49 dengarkan suara hati, hati nurani, dia 54:52 akan berjalan di atas jalan kebenaran 54:53 yang lurus. Apalagi dengan bimbingan 54:57 Al-Qur'an yang lengkap dan sempurna. 55:00 Dipraktikkan lagi oleh baginda Nabi dan 55:02 dilaksanakan 23 tahun memberikan 55:04 bimbingan pada manusia dan Allah 55:07 menyatakan, "Hari ini telah aku 55:09 sempurnakan agamamu." Jadi gak ada 55:11 alasan. Namun demikian, Allah dengan 55:14 maha bijaksana setelah dipetakan peta 55:17 kehidupan, dijelaskan ini banyak sekali 55:20 jalan-jalan 55:21 kehidupan. Ada jalan ke 55:24 surga, jalan kemuliaan, jalan keutamaan, 55:27 jalan kebajikan. Ah, tapi ada 55:29 jalan-jalan, jalan kemaksiatan, jalan 55:32 apa? Menuju kebinasaan, jalan sesat. 55:35 Rata-rata petunjuk 55:37 arah apa namanya? 55:40 rambu-rambu lalu rambu-rambu menunjukkan 55:43 agar ini jalan kemuliaan, jalan 55:45 kebahagiaan, jalan ke surga itu yang 55:47 diperintahkan untuk jalan. Sedangkan 55:49 jalan-jalan kesesatan, jalan yang menuju 55:52 ke neraka itu diperbuat dan dilarang, 55:56 tapi masih juga ditempuh. Jadi kalau itu 55:58 ditempuh, ya jangan nyalahkan 56:01 siapa-siapa, salahkan pada dirinya 56:04 sendiri. Karena Allah sendiri itu tidak 56:06 menghendaki orang tersesat, tapi pilihan 56:08 manusia. Kenapa Allah membiarkan? Karena 56:11 sudah diberikan modal dan tes kualitas 56:14 siapa yang mereka taat pada Allah dan 56:16 siapa yang ingkar. Wallahuam. 56:20 Baik, Bapak Hadi. Asalamualaikum 56:22 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 56:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:25 wabarakatuh. Eh, budaya pamer saat ini 56:27 sudah mengkhawatirkan dari para pesohor, 56:31 orang biasa sampai pejabat 56:33 berlomba-lomba untuk memperlihatkan 56:35 kemewahan yang dia yang dimilikinya, 56:37 Ustaz. Apalagi sejak media sosial jadi 56:40 tren banyak orang saat ini. Ini 56:42 bagaimana menyikapi hal tersebut? Apa 56:45 penyebab saat ini akhlak begitu miris 56:47 padahal pendidikan mereka tidak rendah 56:50 ya, Ustaz? Ya, mohon pencerahannya, 56:51 Ustaz. Demikian. 56:52 Iya. Iya. 56:55 emang dunia itu nikmatnya pamernya 56:58 itu. Ada seorang cendekiawan memberikan 57:01 satu gambaran 57:04 permisalan. Jadi dunia itu 57:07 satu kalau 57:10 apa kita ikuti seperti orang meminum air 57:14 laut. Makin banyak minumnya makin haus 57:17 dan dahaga. 57:19 Makin banyak harta, makin 57:22 banyak keinginan-keinginannya. 57:25 Iya. Nah, keinginan orang kaya kan beda 57:28 dengan keinginan orang 57:30 miskin. Kalau orang miskin paling 57:32 keinginannya hari ini bisa mencari uang 57:35 untuk makan sehari itu sudah senang dia 57:38 dapat beli beras 1 liter aja beli tempe, 57:41 beli ikan asin. Itu sudah problemnya 57:44 itu. Tapi kalau orang 57:46 kaya problemnya buat pabrik. 200 miliar. 57:51 Nah, loh kan tambah pusing itu ya. 57:53 Tambah pusing. Jadi dunia itu memang 57:57 sifatnya seperti itu. Itu satu. Yang 58:00 kedua, yang menumpuk harta kekayaan itu 58:03 belum tentu menjadi 58:07 rezekinya. Kalau hak milik atas nama hak 58:09 miliknya betul. He. Tapi yang menikmati 58:12 kadang-kadang orang 58:14 lain. Dicontohkan seperti petasan. 58:19 Orang kaya di kampung gak mau kalah sama 58:21 yang lain kalau sudah nyulut petasan mau 58:23 lebaran 58:24 umpamanya jang kadu pembans dipanggil 58:28 pangikun te petasan nu panggena kalau 58:32 perlu rajanya dibeli paling gede. Jangan 58:35 kalah sama yang lain namanya orang kaya. 58:38 H belilah petasan yang besar. 58:42 Kemudian ketika mau disulut dicarekan si 58:45 Ujang tadi naonan 58:48 siia mau diapain? Mau disulut Pak jangan 58:51 sembarangan aja kamu. Terus diapain Pak? 58:54 Entar dulu kalau menyulut saya tak nutup 58:56 telinga dulu. Ditutupin sudah mulai bar 59:01 dinyalakan. Nu nenge saha tak? Nu 59:04 ngupingkan saha? Batur atau salah? 59:09 orang lain apa dirinya yang dengar kok 59:11 kenapa dia enggak menikmati sebab mercon 59:13 itu dibeli petasan itu apanya suaranya 59:18 an tapi dia tutup 59:20 telinganya itulah gambaran dunia tapi 59:23 dia dapat kebahagiaan dapat bangga gitu 59:27 gus suaranya belegur ke gunung meletus 59:31 saja apa gunung meletus bunyi apa ya 59:34 seperti apa namanya meriam aja punya ah 59:37 sah deui lah untuk si anu ini si anu 59:40 tuh. Nah kan dapat bangga. Maka itu 59:43 lahir. Kalau dia kekayaan cuma disimpan 59:45 sendiri di mana 59:47 kebanggaannya? Dengan mewah dengan apa? 59:50 Nah kalau niatnya pamer seperti itu ya 59:52 sudahlah kita enggak usah 59:55 ikut-ikutan. Kita ambil pelajaran kalau 59:58 bisa. Kalau mau amar makruf nahi 59:59 mungkar. H kita nasih itulah tugas para 1:00:02 dai, para ulama, para ustaz, para kiai, 1:00:06 dan juga setiap muslim. Coba kalau 1:00:08 berani diingatkan. Kalau mengingatkan 1:00:11 gak berani ya kita doakan mudah-mudahan 1:00:13 Allah berikan petunjuk kepada dia. 1:00:16 Masyaallah. Wallahuam. 1:00:18 Komentar kembali dari akun YouTube TV 1:00:20 dari Anggit Andayani. Alhamdulillah 1:00:22 sedang menyimak e tausiah ustaz dari 1:00:24 Malaysia. Ibu Siti Anis juga dari Bali 1:00:27 sedang menyimak tausiah Ustaz pagi hari 1:00:29 ini. Bapak Dimas Angga juga ya. 1:00:34 Kita kita baik sama kelompok sendiri 1:00:36 Ustaz katanya gitu. Terus lagi 1:00:40 ee Bapak Sofyan Sofyan Batam ya. Tapi 1:00:43 ini pakai bahasa Sunda. Ustaz nih 1:00:44 pertanyaannya. Asalamualaikum 1:00:46 warahmatullahi wabarakatuh. 1:00:47 Waalaikumsalam. Ustaz izin naroskeun 1:00:49 dupi urang langkung seueur shawat. Nah, 1:00:52 eta teh mangrupa bukti kacintaan urang 1:00:54 ka Kanjeng Nabi. Muhun. Ee serta oge eta 1:00:57 salah sahiji tina lima golongan anu 1:01:00 dipikah ku Allah. Iya. Kalau selawat itu 1:01:03 termasuk juga apa yang dicintai Allah? 1:01:05 Iya. Banyak kan tadi sudah disebutkan 1:01:08 oleh host kita bukan hanya lima 1:01:11 sebenarnya ada yang tujuh golongan, ada 1:01:14 segala macam. Tapi antara lain adalah 1:01:17 yang saya kemukakan lima golongan tadi 1:01:19 dalam hadis qudsi ini. Adapun selawat 1:01:23 atut jelas itu mah Allah sayang pada 1:01:28 hambanya. Sehingga mengucapkan selawat 1:01:30 satu dibalas oleh Allah 10. Itu jelas. 1:01:33 Cuma ya cuma 1:01:37 disempurnakan kita sikap kita kepada 1:01:39 Rasulullah. Waamu anna fikum rasulallah. 1:01:43 Ketahuilah oleh kamu bahwa di 1:01:45 tengah-tengah kamu itu ada utusan Allah. 1:01:47 Nah, pada kalimat ini stressingnya para 1:01:50 mufasir menafsirkan agar kita mencintai 1:01:54 Rasul. Nah, maka bacakan selawat. Tapi 1:01:58 tidak cukup itu. Memuliakan beliau 1:02:00 dengan meneladani perintahnya. Jadi 1:02:04 jangan hanya selawat di bibir aja tapi 1:02:06 kita ikuti ittiba kepada Rasul. 1:02:09 bagaimana akhlak beliau, bagaimana salat 1:02:12 beliau, bagaimana syukur beliau, 1:02:15 bagaimana apa pergaulan beliau dan 1:02:18 seterusnya. Insyaallah jika itu benar ya 1:02:21 pasti itu jelasya dia termasuk golongan 1:02:25 orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu 1:02:27 wa taala. Wallahuam. Masyaallah. Dari 1:02:30 Ibu Tini, Ustaz. Asalamualaikum 1:02:31 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:33 wabarakatuh. Ee ustaz ingin bertanya, 1:02:36 apakah seseorang yang mengaku Islam 1:02:39 apakah dia sudah pasti beriman? Pak 1:02:41 Ustaz syukran. 1:02:45 Ada ayat dalam surat Al-Hujurat ayat 1:02:48 14. 1:02:51 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Qolatil 1:02:53 a'rabu 1:02:54 amanna qulam tumminu wakin qulu 1:02:58 aslamna. Alayah soddaqallahulazim. 1:03:02 Ada orang Arab Badwi 1:03:05 datang kemudian dia mengatakan, "Saya 1:03:08 beriman." 1:03:10 Allah menurunkan apa? Mengingatkan 1:03:14 dengan firman Allah tadi. Katakan 1:03:16 Muhammad bahwa kamu belum beriman. Iya. 1:03:19 kamu baru 1:03:21 taslim sehingga iman itu meresap ke 1:03:25 dalam hati 1:03:26 sanuar. Maka kemudian para ulama 1:03:29 memberikan satu definisi bahwa iman itu 1:03:32 ada tiga 1:03:33 syaratnya. Nuah hiji ini Sunda bukan 1:03:36 bukan ya? Bukan bukan Sunda. Satu ilmu 1:03:40 dibenarkan oleh hati tasdiqu bil jinan. 1:03:44 hatinya 1:03:45 membenarkan. Benar itu iman pada Allah. 1:03:48 Ada hari kiamat, malaikat, nabi, kitab. 1:03:51 Benar dalam hati. Tapi irar bilisan 1:03:56 diikrarkan. Diikrarkan ashadu alla 1:03:59 ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar 1:04:01 rasulullah. Saya beriman. Saya tapi dua 1:04:05 ini belum cukup. Wal amalu bil arkan. 1:04:09 Harus direalisasikan dalam kehidupan. 1:04:12 Jadi kalau Islam belum tentu dia beriman 1:04:16 baru pengakuan secara 1:04:19 lisan. Tapi akan dibuktikan keimanannya 1:04:22 betul dia beriman kalau dia 1:04:24 mempraktikkan daripada apa yang menjadi 1:04:26 perintah Allah Subhanahu wa taala. Jadi 1:04:28 tidak otomatis kalau Islam dia iman. 1:04:30 Belum tentu. Belum tentu ya. Maka 1:04:32 tergantung bagaimana aplikasinya apa 1:04:34 yang dia katakan itu. Wallahuam. 1:04:37 Pertanyaan terakhir Ustaz ya dari Bapak 1:04:40 Amsir Tabrani. Asalamualaikum 1:04:41 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:04:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:44 wabarakatuh. Semoga Ustaz sehat selalu. 1:04:46 Amin. Terima kasih. Insyaallah 1:04:47 mudah-mudahan Pak Tams juga sehat 1:04:49 selalu. Ustaz, apakah sifat kesombongan 1:04:51 dari manusia akan tetap ada sampai hari 1:04:55 kiamat nanti? Contoh, kemarin baru aja 1:04:58 ada anak pejabat yang menyombongkan 1:04:59 kekayaan orang tuanya. Syukron, Ustaz. 1:05:02 Iya. Akan tetap ada selama setan itu 1:05:04 masih ada. 1:05:06 Selama manusia punya nafsu jelas. Jadi 1:05:09 itu menjadi satu kenyataan ya. Tidak 1:05:14 bisa tadi akan kesombongan tetap ada. 1:05:16 Makanya keberhasilan itu bisa 1:05:20 merupakan anugerah dan itu kebahagiaan 1:05:24 atau sebaliknya. Itu justru awal 1:05:27 daripada sebuah kebinasaan. Kehancuran. 1:05:30 Orang yang sombongnya itu sudah sampai 1:05:32 pada puncak 1:05:33 itu berarti awal kebinasaan dirinya. 1:05:37 Orang makin sombong itu makin dekat 1:05:38 dengan kehancuran dirinya. Jadi kapan 1:05:41 sombong itu berhenti? Wallahuam. Tapi 1:05:43 yang jelas selama masih ada setan, 1:05:45 selama manusia tidak berpegang teguh 1:05:47 pada agamanya dengan benar, pasti masih 1:05:49 ada kesombongan-kesombongan itu dengan 1:05:52 berbagai macam warna dan karakternya. 1:05:54 Wallahuam. Akan selalu ada, Ustazah. 1:05:57 Contohnya Firaun itu pasti Ustaz kita 1:06:00 dibatasi oleh waktu saya pamit mungkin 1:06:02 disimpulkan kita ustaz di hari ini. Ayul 1:06:04 ikhwah 1:06:06 rahimakumullah inilah ter 1:06:10 nyata peta kehidupan tempat kita bermain 1:06:15 dalam tanda petik ini sungguh banyak 1:06:18 sekali warna-warninya. 1:06:22 persakan hamparan kita pilihan-pilihan. 1:06:25 Maka jangan sampai salah 1:06:28 memandang, salah persepsi. Kalau salah 1:06:31 memandang akan salah 1:06:33 persepsi. Kalau salah persepsi dalam 1:06:36 hidup ini akan salah melangkah. Salah 1:06:38 melangkah berarti tidak akan sampai pada 1:06:42 tujuan. Maka wasiat Rasulullah, 1:06:44 berpegang teguhlah kamu kepada firman 1:06:47 Allah kepada dua qalaqala Allah dan qala 1:06:50 rasul. Itulah jaminnya akan selamat. 1:06:53 Agama menjadi penting. Silakan menjadi 1:06:55 orang cerdas, silakan jadi orang kaya, 1:06:58 silakan jadi orang hebat. Tidak dilarang 1:07:01 oleh Allah. Tapi ingat, 1:07:04 basicnya hatinya dulu, takwanya dulu 1:07:07 yang dikuatkan. Sehingga kalau dia 1:07:09 menjadi orang kaya, kaya harta dan kaya 1:07:11 hati. Kalau dia menjadi orang pejabat, 1:07:14 tinggi pangkatnya juga tinggi 1:07:16 martabatnya di mata Allah. atau 1:07:18 sebaliknya kalau menjadi orang miskin 1:07:21 yang miskin harta tapi tidak miskin 1:07:25 jiwanya. Inilah yang bisa saya 1:07:27 sampaikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. 1:07:29 Mohon maaf segala kekurangan kekeliruan. 1:07:31 Wabillahi taufik wal hidayah. 1:07:33 Wasalamualaikum warahmatullah 1:07:35 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:07:36 warahmatullahi wabarakatuh. Demikian 1:07:38 Iwan Hawa tausiah pagi bersama Ustaz Abu 1:07:40 Hidayat Saoji membahas tema mengenai 1:07:42 lima golongan orang yang dicintai Allah. 1:07:45 Semoga apa yang disampaikan dapat 1:07:47 menambah ilmu agama kita juga menambah 1:07:49 iman kita kepada Allah Subhanahu wa 1:07:51 taala. Saya yang bertugas Fahri ditemani 1:07:53 Atep dan juga Anis Nur pamit. 1:07:55 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:07:57 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:08:00 atubu ilaik. Wasalamualaikum 1:08:01 warahmatullahi wabarakatuh.