Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. Alhamdulillah ya, kita 0:24 ada di hari ke-12 Ramadan dan selama 12 0:27 hari kita menahan diri bukan hanya dari 0:30 lapar dan haus tetapi juga dari 0:32 emosi-emosi yang bisa saja mengurangi 0:35 nilai puasa kita. Dan hari ini kembali 0:40 kita dipertemukan dengan Dr. Hamid Pati 0:43 5 di acara perlindungan anak yang juga 0:46 mudah-mudahan membuat kita semakin mampu 0:48 menempatkan diri terkait dengan tugas 0:53 peran kita sebagai ayah bunda atau ee 0:57 sebagai apapun bagi anak-anak kita, anak 1:00 bangsa ini juga termasuk ya. Dan tidak 1:03 lupa selawat selawat kita lantunkan 1:05 untuk junjungan umat kekasih kita 1:08 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 1:10 wasallam. 1:11 Semoga kelak kita mendapat syafaat 1:13 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:17 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 1:19 akhir. Ikhwan akhwat, bicara soal 1:23 kebutuhan 1:24 kepentingan terkait dengan anak ini 1:27 pakarnya sudah ada bersama kita Dr. 1:29 Hamid Patima. Asalamualaikum 1:30 warahmatullahi wabarakatuh. 1:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. Apa kabar, Bunda? 1:36 Alhamdulillah 1:38 senang sekali bisa hadir di acara ini. 1:41 Yang jelas yang namanya komunikasi aman 1:43 sama anak tuh kayaknya zaman sekarang 1:45 ini makin susah deh. [tertawa] Persisnya 1:47 bahasan kita 1:50 membahas pengasuhan positif, 1:53 disiplin tanpa kekerasan, dan komunikasi 1:56 aman. 1:57 Masyaallah. Jadi ikhwan akhwat, kalau 2:00 disiplin tanpa kekerasan itu gampang 2:03 enggak sih? Tapi itulah mari kita simak 2:06 sepenuh hati, sepenuh rasa dengan 2:08 telinga jiwa kita. Silakan Bung Hamid. 2:12 Baik, terima kasih Bunda. 2:14 Bismillahirrahmanirrahim. 2:16 Asalamualaikum warahmatullahi 2:18 wabarakatuh. 2:20 Pendengar Radio Rasil di mana saja 2:23 berada. Alhamdulillah kita masih diberi 2:26 kesempatan oleh Allah untuk berbagi 2:29 informasi. Kali ini terkait dengan 2:33 pengasuhan positif, 2:36 disiplin tanpa kekerasan, dan komunikasi 2:40 aman. 2:41 Topik ini 2:44 menarik untuk kita perhatikan. Terutama 2:49 pada bulan-bulan Maret ini kita terutama 2:52 pada tanggal 8 itu ada hari perempuan 2:55 dunia ya. 2:56 He. 2:56 Kita harus ee peringati dan ini menjadi 3:00 salah satu bagian hal yang perlu kita ee 3:05 kemukakan. 3:07 Ayahanda dan bunda, sebagaimana kita 3:10 ketahui Indonesia 3:13 telah meratifikasi konvensi 3:16 hak anak melalui keputusan Presiden 3:20 nomor 36 tahun 1990 3:25 yang kemudian itu di 3:29 terjemahkan melalui berbagai peraturan 3:32 perundangan di Indonesia yang paling 3:37 utama itu yang ada di 3:42 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 3:46 di pasal 28B ayat 2. Setiap anak berhak 3:52 hidup, tumbuh, terlindungi dari 3:55 kekerasan dan diskriminasi. 3:59 Lalu kemudian kita bisa lihat di 4:01 Undang-Undang Perlindungan Anak dan 4:04 Undang-Undang Kesejahteraan. 4:06 Dan yang tidak kalah penting juga 4:09 Undang-Undang yang terbaru yaitu terkait 4:11 dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 4:15 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak di 4:19 1000 ee awal kehidupan anak. 4:24 Kita kembali ke konvensi H anak. Di 4:28 konvensi H anak yang perlu diketahui 4:32 oleh setiap orang tua bahwa 4:38 di pasal 28 ayat 2 itu anak berhak 4:44 mendapatkan ee disiplin ee 4:49 tanpa kekerasan. Lalu kemudian yang 4:53 tidak kalah penting bahwa pengasuhan itu 4:58 menjadi utama itu sebagaimana diatur di 5:02 pasal 5 5:05 dan di pasal 5 ini dikaitkan 5:08 dengan pasal 18 terkait dengan tanggung 5:12 jawab. Misalnya kalau orang tua itu 5:15 tidak lagi sanggup untuk 5:20 mendidik atau meningkatkan pengetahuan, 5:25 negara telah menyediakan pusat 5:28 pembelajaran keluarga. Tinggal 5:31 pertanyaan kepada ayahanda dan bunda. 5:34 Apakah kita pernah mengakses tidak pusat 5:39 pembelajaran keluarga yang dibangun oleh 5:42 bupati atau walikota untuk setiap orang 5:47 tua? 5:49 Atau apakah ayahanda dan bunda pernah 5:52 mengakses? Tidak. LK3S di setiap ibu 5:56 kota kabupaten 5:58 itu ada 6:00 atau saat kita ee sedang mempersiapkan 6:05 untuk diikat dalam ikatan perkawinan 6:10 itu ada di Kauah itu ada balai. Di situ 6:15 sebetulnya tempat-tempat 6:18 kita untuk meningkatkan pengetahuan. 6:22 Terutama pada pembahasan kali ini 6:25 berhubungan dengan pengasuhan positif 6:29 itu seperti apa. Ini sangat ditentukan 6:33 oleh apakah kita benar-benar tegas 6:38 tampak keras. Nah, itu bagaimana Bunda 6:41 Nuning tuh? Ah, di sini ee kali ini kita 6:46 coba berbagi 6:48 informasi dan 6:50 keterampilan. Tetapi yang paling utama 6:52 itu adalah sikap. sikap ini saya ingin 6:57 kembali lagi 6:59 memastikan kita harus selalu bersifat ee 7:05 nondiskriminasi pada anak-anak kita 7:09 tanpa membeda-bedakan atau 7:12 berkata saja kepada mereka itu. itu 7:16 tidak pernah terlintas dari pikiran kita 7:20 apalagi sampai tersalur melalui mulut 7:24 kita. Kadang-kadang juga diskriminasi 7:27 itu tanpa diungkapkan dari gerak tubuh 7:31 kita terhadap anak kita itu membuat anak 7:35 merasa tidak nyaman itu dia sudah 7:37 mengalami diskriminasi. Nah, itu poin 7:40 penting yang harus kita pastikan. Lalu 7:44 kita selalu 7:46 memastikan adalah kepentingan terbaik 7:50 bagi anak 7:51 di dalam pemilihan kata 7:55 atau dalam melakukan gerakan, dalam 7:58 menatap, dalam apa? menyentuh anak itu 8:03 kita harus pastikan apakah sentuhan saya 8:07 atau tatapan mata saya atau ucapan saya 8:11 itu membuat anak merasa 8:15 ee nyaman tidak itu harus selalu kita 8:18 tanyakan karena nanti mereka yang akan 8:21 merasakan kalau mereka sejak dari awal 8:25 mereka merasa aman nyaman tapi yang 8:29 tidak kalah penting adalah mereka merasa 8:32 dihargai, 8:33 itu otomatis akan menjadi pembiasaan 8:36 pada diri anak kita masing-masing. Dan 8:40 itu yang kemudian baru terasa apa yang 8:43 kita upayakan pada anak kita saat 8:47 anak-anak kita sudah mulai menjalin 8:50 komunikasi, sedang menjalin pertemanan 8:54 atau bermain bersama dengan 8:56 teman-temannya itu akan terlihat wih 9:00 anak Bunda ya kalau ketemu dengan anak 9:03 saya kok begitu sangat membuat anak saya 9:06 nyaman dan dia sangat suka bermain 9:08 dengan anak Bunda. Nah, itu coba itu itu 9:13 adalah salah satu 9:15 keluaran dari apa yang ayahanda dan 9:20 bunda upayakan. 9:22 Tapi yang tidak kalah penting ya kita 9:26 harus selalu memastikan apa yang dimakan 9:30 oleh anak kita dan apa yang diminum oleh 9:34 kita itu harus terpastikan halal dan 9:39 sampai kalau anak tuh kalau harus lapar 9:42 mikir dulu apakah ini bersumber dari 9:44 keuangan yang jelas. Karena itu semua 9:47 akan 9:49 diolah oleh tubuh anak kita dan di 9:52 disalurkan dalam bentuk darah itu 9:55 akhirnya akan menggerakkan tubuh. Kalau 9:58 itu semua dalam kondisi halal dan thaib, 10:01 insyaallah akan terlihat dari perilaku 10:05 anak kita. Tapi yang tidak kalah penting 10:08 adalah 10:10 setiap detik, setiap menit, setiap jam 10:14 itu anak selalu 10:17 mengambil pelajaran yang positif dari 10:20 lingkungan dia. Terutama dari siapa 10:23 kalau bukan dari 10:26 model dia, dari ayah, dari ibu, dan 10:31 model lain. mungkin dari kakek, dari 10:35 nenek atau dari paman. Kalau dia selalu 10:38 mengambil hal-hal yang positif, 10:40 insyaallah itu yang akan menjadi sangat 10:43 penting. Tapi yang perlu juga selalu 10:46 ditekankan kepada anak kita, nak dari 10:50 ibu saja itu tidak perlu diambil atau 10:54 dihitung atau di apa diekspresikan. 10:58 Kalau ada hal-hal yang menurut kamu itu 11:02 tidak pantas atau tidak layak, itu semua 11:06 keluar dari mulut kita. Itu pengasuhan 11:10 itu yang harus kita. Tapi yang tidak 11:14 kalah penting ini yang terakhir, Bunda 11:15 Nuning ya. 11:16 He. 11:17 Kita harus selalu 11:21 bertanya kepada anak kita. Menurut kamu 11:25 ini bagaimana? Menurut pendapat kamu ini 11:29 seperti apa? Jadi itu itu semua ayah 11:32 Anda dan bunda. Kalau kita menemukan 11:35 anak-anak kita seperti itu, insyaallah 11:38 apa yang tadi dikhawatirkan oleh Pak 11:42 Ihsan 11:43 waktu pagi berdiskusi kok sekarang ya 11:47 anak-anak di rumah atau di sekolah itu 11:52 sepertinya orang tua tidak memiliki lagi 11:57 ee apa itu 12:00 mendapat respek dari anak-anak. 12:03 Pokoknya anaknya pengin selalu didengar. 12:06 Sebetulnya yang menjadi catatan kita ini 12:11 dari mana kita harus memulai. Nah, 12:13 melalui pertemuan kali ini sebetulnya 12:17 apa yang kita dapat dari 12:21 ee atau yang kita temukan pada anak-anak 12:23 kita, kita tidak ee berdaya lagi itu 12:26 sebetulnya yang jadi soal adalah dari 12:31 orang tua yang hari ini ketegasan itu 12:36 tetap ada tapi tanpa kekerasan. Ah, 12:40 bagaimana caranya? Ah, pertama yang 12:42 harus kita ee pertegas di dalam 12:47 pengasuhan positif itu pertama 12:50 segala semua peraturan yang kita susun 12:56 di rumah itu harus bersama anak. Jadi, 13:01 kita diskusikan menurut anak itu seperti 13:05 apa, menurut ibu seperti apa, menurut 13:09 siapa nih? Pokoknya yang ada di rumah 13:10 itu kita ajak berdiskusi. 13:13 Tapi semua 13:15 keputusannya itu ada di ayah. Itu 13:20 keputusan. 13:21 Heeh. 13:22 Ahah. Yang menjadi tantangan kali ini 13:26 adalah setelah keputusan itu dibuat itu 13:32 benar-benar harus jelas. 13:35 Apa yang dimaksud dengan jelas itu? 13:38 Pertama, aturan itu harus singkat, lalu 13:41 kemudian tidak berubah-ubah. Jadi kalau 13:45 sudah diputuskan oleh ayah aturan A itu 13:49 A. 13:51 Lalu yang kedua harus tenang. 13:56 Bagaimana ketenangan? Nah, di sini 14:00 sebelum kita membahas ketenangan ini, 14:03 kalau sudah ada aturan Bunda Nuning 14:06 itu kan aturan harus ditegakkan. 14:10 Penegakan aturan itu ini perlu harus 14:14 ditekankan ya ayahanda dan bunda sebagai 14:17 pengasuh yang hebat. 14:20 penegakan aturan itu 99,9% 14:27 adalah sosialisasi. 14:30 Jadi sosialisasi 14:33 tugas anak itu cuma satu adalah lupa. 14:39 Lupa itu pokoknya 14:41 intinya anak itu ya kayak seperti ibu 14:46 bapak hari ini masih tetap jadi anak 14:49 dari ayah ibu bapak juga kan yang hari 14:53 ini jadi kakek dari cucu cucunya atau 14:56 dari anak-anak kita. Kita tetap tuh 14:59 kalau ketemu sama ayah sama bunda, lupa, 15:02 Pak. Lupa, Bun. Itu memang tugas anak 15:07 itu alamiah. Tugas anak. Lalu tugas 15:10 orang tua apa? Tugas orang tua itu 15:14 adalah 15:16 sosialisasi, mengingatkan. 15:19 Ada satu surat loh yang diabadikan 15:23 oleh Allah kepada Rasulullah itu surat 15:27 wal asr. He he. 15:29 Demi 15:30 waktu 15:32 semua orang merugi kecuali orang yang 15:36 beriman dan saling mengingatkan dalam 15:40 rangka kebaikan dan kesabaran. Aduh 15:43 sabar tuh. 15:45 Kalau di 15:48 negara barat, surat wal itu 15:52 diterjemahkan dalam 15:55 satu program tuh behavior 15:58 change communication. 16:02 Merubah perilaku itu melalui komunikasi. 16:08 Lalu kemudian ada di skema Rasulullah 16:13 memperkenalkan 16:15 salat kepada anak-anak. Coba tuh 16:16 penekanannya itu kalau kita 16:19 hitung-hitung 16:20 totalnya itu 16:23 mengingatkan anak dari usia 7 tahun 16:26 sampai 10 tahun lalu kemudian dia ee 16:32 salat. itu coba hitung satu hari 16:35 ayahanda dan bunda coba hitung berapa 16:38 kali azan. Berarti minimal kalau kita 16:42 mau mengingatkan anak-anak kita atas 16:46 satu aturan atau satu perbuatan baik itu 16:50 sehari minimal lima kali 16:55 selama 3 tahun. Nah, coba kita hitung 16:59 tuh matematikanya. Heeh. 17:01 5 * 3 15 1 tahun itu 17:05 360. 17:06 365 17:07 hari. Jadi totalnya ada sekitar 5.000 17:12 745 17:14 kali. 17:16 Itu 99,9% 17:21 penegakan itu. Itu kabar gembira 17:25 peringatan. Kabar gembira peringatan. 17:28 Nak, kalau kamu melaksanakan perintah 17:32 ayah atau 17:35 menegakkan aturan ayah, insyaallah kamu 17:38 akan nyaman, tenang. Tapi kalau kamu 17:42 tidak melakukan, kamu sendiri yang akan 17:44 merasakan itu. Sosialisasi terus-menerus 17:48 supaya menjadi sebuah kebiasaan. 17:52 Kebiasaan itu nanti akan menjadi adat 17:55 istiadat. Jadi adat istiadat itu adalah 17:58 pembiasaan. Jadi dia sudah biasa bangun 18:02 pagi, dia sudah biasa sikat gigi, dia 18:06 biasa membersihkan tempat tidur, dia 18:09 biasa untuk salat, salat wajib, salat 18:12 sunat, itu semua dia lakukan. Itu harus 18:16 melalui pembiasaan. Berapa kali 18:18 pembiasaan itu 18:21 tadi diingatkannya itu lima kali dalam 18:25 sehari itu behavior change communication 18:29 itu aturan tuh. Kemudian 18:33 0,1-nya buat apa? Kalau anak itu 18:37 melanggarkan ketegasan kita harus tegas. 18:41 tegas itu berarti ada ee 18:46 permintaan tanggung jawab. Kita kan 18:49 sudah sosialisasi lima kali dalam sehari 18:52 selama 3 tahun tetapi dia tidak ee 18:57 menaruh perhatian kepada kita. Berarti 18:59 ada sesuatu nih. Sesuatu bisa saja dari 19:03 kita. Bagaimana cara kita berkomunikasi? 19:07 Lalu bagaimana cara anak menangkap dan 19:10 kemudian memahami itu juga perlu kita 19:14 pertimbangkan. Nah, itu nanti di proses 19:17 penghukuman itu kita harus punya 19:20 pengetahuan. Bunda Nuning, ayahanda dan 19:23 kita laksana sebagai seorang polisi. 19:26 Jadi melakukan penyelidikan. 19:30 Penyelidikan. Kenapa ya ada aturan ini 19:33 kok anak saya tidak ee serta-merta 19:37 melakukan atau melaksanakan kok 19:41 kelihatannya dia agak sedikit melawan. 19:44 Oh itu ada apa nih? Ahah itu ilmu polisi 19:48 itu. Terus kita kedua harus menuntut ya. 19:53 kita nuntut ini ada apa nih kamu tidak 19:57 melakukan apa yang sudah disepakati 20:00 bersama ayah dan bunda misalnya nih itu 20:03 berarti kita pakai ilmu jaksa 20:06 sering-seringlah nonton televisi kalau 20:08 ada persidangan kita ambil 20:11 kemampuan dari seorang jaksa itu 20:14 menyusun tuntutan lalu kemudian tuntutan 20:18 itu harus ada dibuktikan kan 20:22 pembuktiannya itu harus dari bukti ee 20:26 fakta atau dari ahli. Ah, kita bisa 20:31 tanya-tanya. Jadi, ayah Anda dan bunda 20:34 itu kalau sudah kita biasakan insyaallah 20:37 kita akan menjadi terbiasa. Lalu kita 20:41 punya kemampuan yang ketiga yaitu harus 20:46 menghukum. Ah, menghukum itu berarti 20:48 ilmunya hakim. Hakim itu di seluruh 20:52 dunia, di mana-mana dia memutuskan atas 20:55 nama Tuhan yang maha esa. Berarti 21:00 ayah Anda dan bunda, pada saat kita 21:03 memutuskan sebuah kesalahan pada anak 21:07 kita itu harus kita 21:11 membawa atas nama Tuhan. Di situlah 21:16 kepentingan terbaik bagi anak. 21:18 mendengarkan suara menjadi penting. Itu 21:20 pertama ya harus jelas 21:24 aturan ini sudah jelas. Kemudian yang 21:26 kedua, kita harus selalu tenang. 21:29 Bagaimana nih ketenangan itu dibutuhkan 21:33 terutama 21:35 dari seorang ibu? Wah, bagaimana itu? 21:40 Seorang ibu itu 21:42 memang 21:44 ee individu yang penuh tantangan. 21:48 anaknya ini rewel, bagaimana bisa tenang 21:51 ya? Anaknya juga membanting, bagaimana 21:54 bisa tenang nih? Mau tidak mau ee reflek 22:00 pada masa kecil kalau itu kalau dia 22:03 pernah mengalami kekerasan itu akan 22:07 terkspresi 22:09 tindakan kekerasan. Ah, untuk itu 22:12 bagaimana caranya? Ya, minimal kita 22:15 mulai atur tun suara kita. Anak-anak 22:21 sangat senang ayah dan bundanya 22:24 menggunakan frekuensi anak pada saat 22:29 me 22:30 ekspresikan atau menanggapi apa yang 22:35 dilakukan oleh anak-anak kita. Jadi 22:37 suara kalau boleh suara anak kita agak 22:41 sedikit kencang kita suara kita 22:43 ditenangkan. Baik deh apa nih? Nah itu 22:47 memilih itu ya. Dan ini Bunda, Ayahanda 22:50 dan Bunda tidak bisa langsung sim 22:54 salabim, tapi harus melalui ee dari 22:59 proses 23:00 pertumbuhan dan perkembangan 23:02 sehingga 23:03 ini menjadi satu paket yang sangat ee 23:08 perlu untuk kita perhatikan. Jadi 23:11 tenang. 23:13 Lalu yang ketiga nih pada saat untuk 23:16 menegakkan sebuah aturan itu harus 23:20 konsisten. 23:22 Jadi tidak boleh ee pagi 23:27 apa pagi tahu sore tempeak harus ya 23:32 konsisten. 23:35 Kenapa konsistensi ini menjadi penting? 23:40 Karena 23:42 ini satu teori yang ditemukan oleh Kevin 23:46 Lins dalam pengembangan ee kabupaten 23:50 kota Laya anak Bunda Nuning 23:52 itu 23:53 anak sangat senang belajar dari orang 23:59 cara-cara orang dewasa. Ah, kalau orang 24:02 dewasa itu melakukan segala sesuatu itu 24:06 secara konsisten, menegakkan aturan 24:10 secara konsisten, insyaallah anak sangat 24:13 senang dan itu nanti dia akan coba pada 24:19 saat dia mulai bermain dengan temannya 24:23 itu apa yang kita investasikan 24:28 kepada anak kita dari tindak akan kita 24:31 di rumah misalnya nih ya ada sampah. 24:36 Sampahnya kita 24:39 tempatkan di tempang sampah atau anak 24:42 kita suruh 24:44 menutup jendela. Dia tutup jendela itu 24:47 memang sudah tugas dia. Kalau dia tidak 24:51 melakukan kita ingatkan. Lalu kita 24:54 ingatkan terus-menerus sampai dia akan 24:57 sadar. Ini 25:00 ibu bapak menurut kami ibu bapak lebih 25:03 hebat ya dari apa yang kami ceritakan 25:05 ini. Kami hanya menceritakan hal yang 25:09 mungkin orang anggap ini kok masa 25:12 seperti ini di jadi materi di radio 25:15 Rasil. Ya 25:17 memang kecil-kecil berkata ah saja tidak 25:20 boleh apalagi yang macam-macam ya. nih 25:23 konsistensi ya. Kalau kita sudah 25:26 konsisten, insyaallah 25:28 anak-anak kita akan menjadi individu 25:32 yang konsisten. Berarti kalau kita 25:35 telusuri sekarang nih, kok banyak ya 25:38 orang enggak konsisten. Nah, itu bisa 25:40 ditelusuri dari rumahnya. 25:43 kita bisa telusuri di rumah sudah 25:45 konsisten di sekolahnya 25:48 di sekolah sudah konsisten berarti di 25:51 komunitas. Jadi itu saja tuh anak 25:54 belajar dari 25:58 tempat di mana dia tinggal dan ayahanda 26:01 dan bunda 26:03 0 sampai 8 tahun itu 80% 26:11 kecerdasan 26:12 anak itu terbentuk dari rumah. Ahah. Itu 26:16 sisanya 20%. 20% itu di sekolah atau di 26:24 lingkungan di mana dia bermain atau 26:27 berinteraksi dengan teman-temannya. 26:29 Untuk itu, Ayah dan Bunda, menjadi orang 26:33 tua hari ini adalah 26:37 satu kesempatan untuk membangun sebuah 26:41 negeri yang hebat. Berarti 26:46 kegagalan sebuah negeri itu sangat 26:49 ditentukan oleh kehadiran ayah dan 26:53 bunda. Untuk itu harus sejak dari awal 26:56 dengan anak kita itu tegas tanpa keras. 27:01 Pertama harus jelas, 27:04 tenang. Lalu yang penting adalah 27:08 konsisten. 27:10 Tegas itu batas yang jelas. 27:16 Keras itu melukai. Ah, melukai. 27:20 Bagaimana cara melukainya? Sederhana. 27:22 Kemarin di 2 minggu lalu kita ada bahas. 27:25 Melukai anak itu berkata ah saja itu 27:30 sudah melukai. Apalagi misalnya nih 27:32 Bunda Nun niing kita pegang jari anak 27:35 kita terus kita agak sedikit cek atau 27:40 nih ya kita nutup pintu aja nutup pintu 27:44 kamar atau pintu Bunda. Lalu kemudian 27:48 anak merasa 27:50 kok begitu ya Bunda itu kita sudah 27:54 membuat dia terluka. Bagaimana supaya 27:57 tidak terluka? Berarti siapa yang 28:00 dilatih? 28:02 Anaknya atau ayah dan bundanya? 28:05 Pertanyaan besar tuh ya, Bunda Nuning 28:07 ya. Jadi 28:10 untuk itu apa yang perlu kita ee dorong 28:14 lagi nih? 28:17 Ada hal yang perlu dibangun 28:22 secara bersama-sama terkait dengan 28:26 disiplin positif ini atau disiplin tanpa 28:31 kekerasan ini. Saya minta kembali lagi 28:35 ayahanda dan bunda ambil ee gadgetnya 28:41 ketik di Google Konvensi H anak. Nah, 28:47 Konvensi Anak itu adalah hukum 28:50 internasional. 28:54 di pasal 28 28:57 ayat 2 di sana itu ada kata disiplin. 29:02 Ah, disiplin tuh bagaimana caranya 29:06 mendisiplinkan anak tadi 29:10 diawali dengan membangun sebuah aturan. 29:14 Itu kita harus coba ee pahami baik-baik. 29:18 Ah, untuk itu 29:22 apa yang perlu kita hindarkan agar kita 29:28 tidak mudah 29:29 melakukan hal-hal yang membuat anak kita 29:33 tidak aman atau tidak nyaman. Untuk itu, 29:37 coba ambil pasal 19. He 29:41 konvensi hak anak itu ada di situ. Baca 29:45 tuh, pahami, dimengerti, didiskusikan 29:49 loh di kamar tidur ya. Nih hukum 29:53 internasional menyebutkan nih anak-anak 29:55 tidak boleh begini nih. Tugas kita 29:58 supaya apa nih? Ah itu jadi pahan untuk 30:01 kita diskusikan. Lalu kemudian 30:05 coba nih ini penting 30:09 supaya kita terbiasa berkomunikasi 30:12 dengan anak itu dengan aman 30:15 tidak ada apa. Kita ambil pasal 17. 30:21 Pasal 17 itu adalah terkait dengan 30:25 informasi. 30:26 Untuk itu kita harus mulai itu me 30:32 mengatur diri. 30:34 Setiap kita berkomunikasi dengan 30:37 anak-anak, 30:39 setiap kata dan kalimat itu harus kita 30:45 sarik, 30:46 kita filter, atau kita pilih mana nih 30:52 kata yang membuat anak nyaman dan kata 30:57 yang sama tetapi tekanannya yang membuat 31:00 anak itu tidak nyaman. Wah, itu penting 31:02 juga itu Bunda Nuning. Berarti public 31:05 speaking penting ya. Jadi menjadi ayah, 31:09 menjadi bunda, penting sekali. Untuk itu 31:13 sangat sederhana kalau ada kelihatan tuh 31:16 ayah berkata-kata yang lemah lembut pada 31:19 anaknya itu. 31:22 Kita lihat saja tampilan anaknya itu 31:26 tampilan anak yang sangat menyenangkan 31:29 orang banyak. Tetapi coba kita lihat di 31:32 sekeliling kita tes aja ayahanda dan 31:35 bunda di rumah pasti punya tetangga 31:37 anak-anak toh. 31:38 Nah, lihat tuh ni anak ini kok seperti 31:43 ini ya. Ah kita coba flashback ke 31:45 belakang seperti apa ayahnya, seperti 31:48 apa bundanya? Seperti apa orang-orang di 31:51 sekitarnya. Tetapi ada yang anomali 31:55 wening ya. He 31:57 ayah dan bundanya kayaknya omongannya 31:59 agak membuat orang lain itu tidak 32:01 nyaman. Tapi kok anaknya itu sangat 32:04 menyenangkan semua orang. Itu bertanda 32:07 anak itu mendapatkan cahaya dari Allah. 32:11 Dia belajar 32:13 dari apa yang dia lihat di rumahnya. 32:15 Penting juga tuh. Jadi segala sesuatu 32:20 yang harus kita ee pastikan 32:24 apa yang perlu terusmenerus 32:27 ee kita bangun di dalam pengasuhan 32:32 positif ini? Ada 3 T. 3T Bunda Nuning 32:36 yang harus saya perkenalkan hari ini. 32:39 Kalau tadi kan jelas, tenang, konsisten. 32:44 Ini lagi 3T lagi. 3T pertama adalah 32:48 terkait 32:50 terkait kalau dengan anak itu 32:54 kalau kita mau mengoreksi dia itu harus 32:58 selalu terkait. 33:01 Jadi 33:03 berhubungan untuk merubah perilaku dia 33:05 tuh. He. 33:06 Misalnya dia kalau 33:10 ee bicaranya 33:13 tidak ee membuat kita nyaman, coba kita 33:16 ganti tuh, 33:18 Dek. Boleh ya berkata-kata, tapi 33:22 pastikan kata-kata itu membuat orang 33:24 lain nyaman. Atau anak kita itu sudah 33:28 mulai ee bertingkah. 33:31 yang tidak ee baik dengan teman-temannya 33:35 langsung kita harus kita segera koreksi, 33:40 "Dek, 33:42 pasti kamu tidak nyaman kalau kamu 33:45 dikerasin oleh temanmu." Itu tuh 33:50 membuat dia langsung Oh, iya ya, dia 33:54 langsung 33:56 flashback pada diri dia. Tapi kapan itu 33:59 kita akan melakukan koreksi? Nah, itu 34:02 harus ada timing-nya, harus cari waktu. 34:05 Bukan pada saat dia sedang berproses itu 34:08 langsung kita tegur, anak adalah 34:11 manusia. Dia punya harga diri. Harga 34:15 diri itu penting juga penempatannya. 34:18 Tidak langsung dia melakukan sesuatu 34:21 yang membuat kita dan nyaman. Lalu 34:24 langsung kita tegur di depan itu kita 34:26 harus cari waktu nih. Rumusnya apa itu 34:30 Bunda Ning? Kalau mau mengoreksi anak 34:35 satu koreksi untuk satu masalah. 34:40 Siapkan jawaban 34:43 diakhiri dengan kasih sayang di ruangan 34:47 tertutup. Ah, itu benar nih. Jadi kalau 34:50 kita mau mengoreksi anak, 34:53 kalau seorang bunda tidak boleh di depan 34:56 ayah. 34:59 Gimana caranya itu ya? 35:01 Lalu begitu juga kalau ayah mau 35:04 mengoreksi anak tidak boleh di depan 35:07 ibu. He he. 35:09 Begitu juga kalau anak kita ini punya 35:12 kakak atau adik, tidak boleh di depan 35:15 kakaknya atau di depan adiknya. 35:19 Kenapa Bunda Noning itu tidak boleh 35:22 atau tidak dimungkinkan? 35:24 Kenapa? 35:27 Karena anak itu punya harga diri. Nah, 35:31 itu jadi penting ini. 35:34 Jadi, anak adalah manusia. ciptaan Allah 35:40 yang memiliki harkat dan martabat untuk 35:43 itu selalu ditinggikan. Termasuk 35:46 anak-anak yang bermasalah. Insyaallah 35:50 dengan kita meninggikan harkat 35:53 martabatnya, 35:54 dia akan me balas kita dengan respek 36:00 atau hormat yang paling tinggi yang 36:03 mungkin dia tidak pernah lakukan pada 36:06 orang lain, tetapi itu dilakukan kepada 36:09 diri kita. Bayangkan tuh benda kita 36:12 penting tuh terkait. Lalu yang kedua, 36:17 T yang kedua adalah tenang. 36:22 Tenang itu ketenangan Bunda Nuning 36:25 dengan anak-anak itu penting. Se tantrum 36:30 anak kalau dia lihat kok ibunya tidak 36:34 bereaksi ya, ayahnya kok tidak bereaksi 36:37 atas perbuatan diri si anak ini. Ahah. 36:40 Ini pas dia akan ee malas sendiri. Jadi 36:47 dia nangis kok tidak ditanggapi. 36:49 Dibiarin aja kan. Enggak ada orang 36:52 nangis sampai berminggu-minggu. Ya, 36:56 anak itu kalau dia nangis kemungkinan 37:01 besar dia hauskah, 37:04 dia lapar kah atau dia gerahkah atau dia 37:09 ngantukkah atau ada sesuatu yang dia 37:13 minta tidak terpenuhi tetapi dia tidak 37:17 memiliki 37:19 cara untuk mengungkapkan melalui 37:23 kata-kata atau tulisan yang paling cepat 37:25 itu melalui tangisan atau 37:30 ada itu anak ketemu dengan ayahnya 37:33 misalnya lama sekali baru berjumpa dia 37:37 menangis. Nah, itu menangis ee apa itu 37:40 ee sangat terharu atau gembira itu itu 37:44 banyak juga. Untuk itu boleh ya ayah 37:47 Anda dan bunda coba ee 37:52 ingat-ingat atau catat ya jenis-jenis 37:56 tangisan anak kita. Penting tuh. 38:00 Lalu yang ketiga, T yang ketiga tetap 38:06 tetap di sini apa Bunda? Nuningnya 38:09 tidak berubah tadi konsistennya. Jadi 38:12 tadi apa? 38:13 konsisten 38:15 terusmenerus. 38:18 Dan yang menjadi penting juga 38:24 kita perlu ketahui bersama-sama ini di 38:27 dalam proses 38:30 pengasuhan ini. 38:32 Ini yang perlu saya ingatkan kembali 38:35 lagi menjadi ayah dan bunda itu bukan ee 38:40 terjadi begitu saja. Apa 38:44 yang perlu kita segerakan 38:49 sebagai orang tua? Kita harus mengenal 38:53 siapa anak kita. 38:55 Ahah. 38:57 Yang me 39:00 jadikan atau anak itu 39:03 kita harus telusuri dari 39:06 sebelum lahir, setelah lahir, lalu dari 39:11 bangun. 39:12 sampai tidur kembali itu kita harus tahu 39:17 siapa anak kita itu sendiri. Itu yang 39:20 pertama, Bunda Nuning. 39:22 Supaya saat kita mendampingi, 39:26 membimbing, mengasuh anak kita itu 39:29 benar-benar akan lebih jelas. Kedua, 39:34 kita harus tahu bagaimana pertumbuhan 39:38 dan perkembangan anak kita hari ini. 39:42 Masih ada enggak ayah dan bunda terutama 39:46 untuk anak di bawah usia 5 tahun 39:50 memperhatikan 39:51 buku KIA anaknya? 39:54 Ah, 39:55 he 39:56 cek buku KIA atau KMS kartu menuju sehat 40:01 itu sebagai bekal kita untuk melakukan 40:05 pengasuhan. 40:07 Lalu kemudian bagaimana 40:10 aspek-aspek perkembangan dia? Aspek 40:13 perkembangan dia itu ada enam ya. Kalau 40:17 di Indonesia itu 40:20 pertama nilai-nilai agama dan moral dia 40:25 bagaimana? 40:26 Apakah dia selalu bersyukur atau apakah 40:31 dia melakukan segala sesuatu hanya 40:34 karena Allah atau karena orang tua atau 40:37 karena guru. Itu juga harus kita 40:40 pastikan ya. Segala sesuatu yang 40:42 dilakukan oleh anak itu hanya karena 40:45 Allah Tuhan yang Maha Esa. Lalu ini yang 40:51 selalu 40:53 orang banyak mengabaikan untuk selalu 40:56 mengecek apakah anak kita itu selalu 41:01 minta izin tidak. 41:04 atau selalu berucap terima kasih tidak 41:07 kepada kita sebagai orang tua yang 41:11 sedang mendampingi membimbing anak kita. 41:16 Itu berhubungan dengan moral. Nah, ini 41:20 ini menjadi penting. Kemudian aspek 41:23 perkembangan yang lainnya itu akan 41:26 menjadi ee tambahan. Tapi yang paling 41:30 utama ini nilai-nilai agama dan moral. 41:36 Karena kalau kita menemukan anak-anak 41:39 kita, segala sesuatu apa-apa hanya 41:43 karena Allah, insyaallah segala sesuatu 41:46 yang akan dia lakukan itu dia penuh 41:49 dengan ketulusan dan keikhlasan. 41:54 Begitu juga saat dia menanggapi 41:57 atau menjalankan perintah-perintah yang 42:01 diberikan oleh ayah dan bunda. 42:05 Dan moral tadi menjadi sangat penting 42:09 untuk mengukur apakah anak kita itu 42:13 selalu bertanya, "Bunda, izin ini punya 42:19 siapa? 42:20 Bunda, boleh enggak aku ingin memiliki 42:23 ini? Bunda, bolehkah aku ee menguasai 42:30 ini? Ini dia selalu lalu yang paling 42:34 penting dia selalu berucap, "Terima 42:37 kasih Bunda. Aku sudah dibuat sambal 42:40 yang enak. Aku sudah di beri pakaian 42:46 yang sudah disetrika dan ada peangnya. 42:49 Oh, itu menjadi penting tuh. Kalau itu 42:53 sudah tidak kita dapat dari anak-anak 42:55 kita, itu berarti ada sesuatu yang 42:58 terjadi pada diri ayah dan bundanya yang 43:02 tidak lagi mengingatkan anak-anaknya. 43:05 ini menjadi penting. 43:08 Tapi yang tidak kalah penting, modal 43:11 terakhir yang ingin saya sampaikan 43:13 kepada ayah Anda dan bunda di rumah 43:15 adalah 43:17 3 K hari ini tiga. Terus nih, Bu Ning. 43:21 Pertama, 43:23 coba kita kenali emosi anak-anak kita. 43:30 emosi dia. 43:33 Kita kenali emosi anak kita. Kapan kita 43:36 mengenali emosi anak kita? 43:39 Sangat sederhana. 43:42 Dari dia bangun bagaimana tuh? Sudah 43:46 mulai tuh 43:48 gembira kah, marah-marahkah atau 43:52 banting-banting kah 43:54 atau suaranya apa narik napasnya. 43:59 sangat ee membuat 44:02 melihat ada kekesalan atau tidak. 44:06 Pertanyaannya 44:07 ini menjadi perhatian tidak dari ayah 44:11 dan bunda? 44:12 He. 44:14 Kalau kita mampu 44:17 mendeteksi sejak awal, insyaallah kita 44:21 akan lebih mengenal mengenai emosi 44:26 anak-anak kita. 44:28 yang kita harap yang ada positif, emosi 44:33 yang positif. Kalau negatif bagaimana 44:36 tuh? Itu di 44:38 ee temuan kami dalam meneliti resiliensi 44:44 itu salah satu menghitung nilai-nilai 44:47 anak. 44:48 He. 44:49 Yang positif berapa, yang negatif 44:52 berapa. Kalau kita sudah menemukan 44:55 sekian positif anak tapi ada satu 44:57 negatif dari anak itu khawatir yang 45:00 positif itu biar bisa rusak. Emosi 45:03 kenali. Lalu yang kedua, 45:07 kunci 45:09 batas. Ketiga, kunci batas. Ah, batas 45:13 ini siapa yang menentukan batas-batas 45:15 Bunda? Kalau di rumah batas-batas 45:19 ini harus 45:21 ee kita pertegas, 45:26 kita minta sama anak. Kalau di anak saya 45:31 dia mau melakukan aktivitas ya waktu 45:33 masih kecil ya, Bunding. 45:34 He, 45:36 dia harus buat sebuah tulisan. Aku boleh 45:40 melakukan ini dan aku tidak boleh 45:42 melakukan ini. 45:43 Hm. 45:44 Jadi ayahnya tidak perlu ceramah nih 45:47 melakukan ini. Yang di rumah kita banyak 45:51 larangan kayak di taman mana itu? Jangan 45:54 ini, jangan ini, jangan ini. Jadi 45:59 bagaimana anak bisa mengekspresikan 46:02 hal-hal yang boleh? Nah, untuk itu kita 46:06 buat daftar mana yang boleh, mana yang 46:09 boleh lebih banyak daripada yang 46:12 jangannya. H 46:13 supaya anak itu mampu mengeksplore 46:19 bakat dan minat dia. Dia mampu mengenal 46:23 secara keseluruhan apa yang diharapkan 46:28 oleh orang-orang yang ada di di sekitar 46:30 dia. Kita lebih banyak yang bolehnya 46:33 kita 46:33 kita perkenalkan. 46:36 Lalu larangan itu kita minta dia, "Coba 46:39 sebaiknya apa nih yang tidak boleh kamu 46:41 lakukan? Insyaallah akan keluar tuh. Aku 46:45 yang tidak boleh itu ee kalau keluar 46:49 rumah tidak bertanya. Ah itu 46:52 kalau aku mau makan atau minum tidak ee 46:55 konsul dulu sama Bunda tuh. Bun boleh 46:57 enggak aku makan ini? Tu tuh jadi 47:00 penting tuh. Boleh enggak aku ke sini 47:04 Bunda? Boleh enggak aku tidur di sini 47:06 Bunda? Ah itu penting juga tuh. Ya. Lalu 47:09 K terakhir kasih pilihan. Wah, 47:16 anak adalah manusia makhluk Allah yang 47:20 diberikan pilihan. 47:23 Pilihan itu hanya dua, Bunda Nuning. 47:26 Heeh. Heeh. 47:26 Pilihan ke kanan atau ke kiri. 47:30 Iya. 47:31 Yang baik atau yang 47:33 buruk? 47:34 Tidak baik. Pilihan. Tetapi di sinilah 47:40 peran dari ayah dan bunda sebagai 47:44 pendidik pertama dan utama harus 47:49 memberikan 47:51 informasi. Ah ni kabar gembira. Kabar 47:55 gembira. Nak kalau kamu tidur tepat 47:59 waktu insyaallah kamu bangun 48:02 segar. Tapi 48:06 kalau kamu tidur 48:09 telat apa 48:11 tidur lambat, 48:13 He 48:15 kamu pasti bangunnya mukanya itu kusel, 48:18 pucat atau apa. Kalau kamu buat PR tepat 48:23 waktu, pasti kamu akan segera menemukan 48:27 kekurangan dari PR-mu dan kamu akan 48:31 mendapatkan nilai plus dari gurumu. 48:34 Tetapi kalau kamu telat buat PR, kamu 48:38 akan tertekan 48:40 dan kamu akan 48:43 tidak mampu lagi me-review atau membaca 48:46 ulang atau memperbaiki lagi karena 48:49 waktunya tidak ada. 48:51 Itu semua dari siapa? Bunda mening dari 48:54 ayah dan bunda 99,9% 48:58 tuh tugasnya tuh 49:02 di surat wal asr. 49:04 Itu yang mungkin yang bisa kita 49:07 sampaikan di dalam pertemuan kali ini 49:11 terkait dengan 49:13 pengasuhan 49:15 positif melalui disiplin tanpa kekerasan 49:20 dan komunikasi. yang aman. 49:25 Ini semua dapat dilakukan oleh ayah dan 49:28 bunda bila kita punya pengetahuan, punya 49:33 keterampilan, tapi yang tidaklah penting 49:36 punya sikap yang kesemuanya ini akan 49:41 menjadi kompetensi ayah dan bunda 49:44 sebagai pendidik pertama dan utama untuk 49:48 anak-anak kita yang akan kita persiapkan 49:52 untuk mengisi 49:54 pembangunan baik pembangunan di 49:56 keluarga, di daerah, di 50:01 negara, dan yang tidak kalah penting 50:04 untuk agama. 50:06 Sehingga anak-anak yang kita harapkan 50:10 anak yang saleh salehah sesuai dengan 50:14 profesi dia itu nanti kita akan temukan 50:18 insyaallah saat kita sudah di alam 50:23 di sana transfer 50:26 surah al-Fatihah itu selalu kita terima 50:28 dari anak-anak kita. itu semua atas 50:32 upaya yang kita lakukan dengan seizin 50:36 Allah. Demikian. Asalamualaikum 50:37 warahmatullahi wabarakatuh. 50:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:41 wabarakatuh. Jadi ikhwan akhwat kalau 50:45 99% 50:48 itu aturan yang ditegakkan di rumah 50:52 sehingga 50:54 bagaimanapun juga selama anak-anak 50:58 berada di bawah asuhan kita itu 80% 51:01 dibentuk oleh bagaimana sikap kita 51:03 terhadap mereka ya. Dan kalau 51:08 dari yang sudah disampaikan tadi 51:10 kira-kira mana yang paling sulit nih? 51:13 membuat aturan yang ditegakkanah atau 51:17 membuat apa suara kita jadi enak 51:21 intonasinya ketika menyampaikan sesuatu 51:24 ya tergantung juga dengan bagaimana 51:28 kebiasaan kita di rumah ini. Seperti 51:30 yang ditanyakan oleh mana tadi ya? Nah, 51:35 Ibu Ida ya mohon pencerahan. Saya 51:40 dibilang, "Mama wewet sebel, anaknya 51:44 sudah kelas 5. Harus gimana?" Padahal 51:46 saya tuh kalau memberitahu itu sudah 51:48 dengan lembut tapi dibilangnya wewet. 51:51 Ohoh. 51:52 Baik, terima kasih Bunda di rumah yang 51:55 punya pengalaman menarik bersama 51:59 anaknya. 52:02 ee langkah awal yang perlu Ibu ee 52:06 perhatikan 52:08 atau catat 52:10 waktu 52:13 anak itu di dalam kandungan ibu. Masih 52:16 ingat enggak tuh perilaku ibu saat anak 52:20 kita dalam kandungan? 52:23 Ee kalau banyak melakukan hal-hal yang 52:26 positif itu insyaallah akan keluar yang 52:28 positif. Lalu kalau ada yang tadi itu 52:32 mulai dapat respon dari anak seperti 52:35 itu, itu ada catatan. Coba perhatikan 52:37 tuh. Lalu yang kedua, 52:42 pada 52:44 waktu-waktu tertentu mungkin anak kita 52:48 dalam kekesal kekesalan tingkat tinggi, 52:52 lalu kita banyak memberi ee 52:54 perintah-perintah. Itu itu juga penting 52:57 juga tuh. harus kita telusuri 53:00 bagaimana cara untuk 53:03 mengurangi hal ini. Cari waktu bersama 53:08 anak kita dalam kondisi sama-sama dalam 53:12 kegembiraan yang penuh. Ya, modalnya 53:15 mungkin ibu buat kue lalu kuenya yang 53:19 enak disukai oleh anak kita. 53:21 Dari situlah kita mulai ajak bicara. 53:25 Wah, dengan anak usia 2 tahun boleh 53:28 diajak masih dalam kandungan saja bisa 53:30 diajak bicara apalagi yang sudah ada di 53:34 dunia. 53:36 Intinya adalah ajak bicara. Ah, kita 53:39 bicara. 53:41 Karya Bunda sangat senang ya kalau ee 53:45 apa yang Bunda sampaikan nanti ee adik 53:50 harus seperti ini atau seperti apa. Tapi 53:53 menurut adik bagaimana? Ah, kita minta 53:55 sama dia. Lalu 53:58 tadi pagi Bunda ya catat ya, adik 54:02 kok ada sesuatu yang membuat adik kesal 54:05 terus itu yang kemudian ditimpakan 54:07 kepada bunda. Sebetulnya ada apa tuh? 54:11 Kapan itu kita lakukan? Boleh. Kalau ibu 54:15 masih anak itu dibawa, masih sering ibu 54:18 mandikan, ah itu boleh diajak ngobrol 54:20 tuh 54:21 di momen itu. Atau pada saat 54:24 dia sedang digantikan pakaian, disisir, 54:29 itu bisa jadi ee beri informasi. Tapi 54:33 harus pastikan kalau dia buru-buru mau 54:36 main sama temannya, jangan dipaksa ya 54:38 sambil nyisir 54:39 lama-lama gitu. itu ee secara reflek 54:44 yang tidak teratur itu kita suka 54:46 narik-narikah itu membuat anak merasa 54:49 tidak nyaman juga. Itu diskriminasi 54:52 loh. [tertawa] 54:54 Diskriminasi. Jadi tidak harus ee 54:58 me membanding-bandingkan apa itu 55:02 menarik. Bunda punya pengalaman enggak? 55:04 Sedang disisir terus anak ini mau mau 55:06 main tuh pasti dia buru-buru toh. 55:09 Iya. 55:09 Apalagi nih sedang disuapin ya. Uh 55:13 suapin kanya sudah dibuat yang enak. 55:17 Udah apa nih? 55:19 Tapi masih 55:20 tapi dia kok buru-buru mau kabur. Karena 55:23 yang ada di 55:25 diri dia saat itu bermain bukan makan. 55:29 Nah, itu juga harus kita untuk itu cari 55:32 waktu yang bagus saat anak mau menjalan 55:36 tidur itu untuk motivasi besok hari. 55:39 Tetapi untuk refleksi hari ini itu 55:43 magrib. Ah, di magrib kita kan magrib 55:47 menjelang isya itu kan banyak waktu tuh. 55:49 Pasti ibu sudah selesai masak, ibu sudah 55:52 selesai nyetrika, ibu mungkin sudah 55:55 selalu sudah melakukan hal yang banyak. 55:59 Pokoknya hanya ibadah kepada Allah. Ah, 56:02 gunakan momen itu saat anak mungkin ee 56:06 sudah selesai buat PR atau tidak gitu 56:09 ya, Bundan Ning. 56:10 Iya. 56:11 Komunikasi lalu cari apa penyebab 56:16 mungkin dia dapat dari YouTube kah 56:19 atau dari temannya kah, dari 56:23 ee tontonan TV kah atau dari siapa? Itu 56:28 yang kemudian kita perlu luruskan. 56:32 Kita harus tegas ya. Tegas 56:36 bukan melukai. 56:39 Iya. 56:41 Sebetulnya saya enggak waktu kita sudah 56:43 mepet banget nih. Ini ee komentar saja 56:46 tadi saya dengar kegagalan sebuah negeri 56:49 tanggung jawab orang tua. Waduh, korupsi 56:52 meraja lela ini salah orang tua dulu 56:54 dong. Oke. Em, ikhwan akhwat. 56:58 Kita tahu banget bagaimana kalau 57:01 mengoreksi tadi seperti dibilang satu 57:03 masalah aja. Jangan ketika mengoreksi 57:05 bertumpuk-tumpuk anak jadi bingung ya. 57:08 Dan kalau kita harus menyampaikan 57:10 sesuatu dengan jelas, dengan tenang dan 57:12 juga konsisten seperti yang tadi 57:16 disebutkan di pasal-pasal tertentu itu 57:19 luar biasa sekali. Sayang sekali lagi 57:21 waktu kita sudah di penghujung closing 57:24 statement silakan Dr. Hamid. Baik, 57:26 terima kasih ayahanda dan bunda. 57:30 Untuk menjadi pendidik pertama dan utama 57:34 itu merupakan pemberian atau jabatan 57:37 dari Allah kepada setiap orang tua. 57:41 Untuk itu, Ayahnda dan Bunda, kita harus 57:43 pastikan kita harus memiliki 57:46 pengetahuan, 57:48 memiliki keterampilan, dan memiliki 57:51 sikap. Itu semua tidak datang begitu 57:54 saja. tetapi harus dipelajari. 57:59 Belajar dari mana saja? Dari buku. Tapi 58:02 yang paling utama ya, ini yang paling 58:05 penting. Karena manusia itu penuh 58:09 aturan. Aturan ada yang dibuat oleh 58:13 Allah yang ada di Quran. Tolong baca 58:17 Al-Qur'an. cari sarikan ee seperti surah 58:21 Luqman itu menjadi penting. Yang paling 58:24 penting juga adalah surah wal asar demi 58:28 masa. Lalu yang kedua yang tidak kalah 58:31 penting kita perlu mempelajari sirah 58:36 nabawiyah dari nabi-nabi. Itu banyak 58:39 pengetahuan yang akan kita dapat. Begitu 58:42 juga dengan sirah sahabat. Tapi supaya 58:46 lebih tegas, kita mempelajari 58:50 hadis-hadis 58:51 yang berhubungan dengan pengasuhan itu 58:54 banyak sekali. Lalu yang tidak kalah 58:57 penting hukum internasional. Kalau kami 59:00 fokus menekankan pada hukum 59:02 internasional dan sudah ada juga 59:05 landasannya di hukum nasional itu 59:08 pelajari dibaca. Dengan kita menguasai 59:12 itu sebetulnya kita sedang menurunkan 59:15 pengetahuan yang banyak kepada anak-anak 59:17 kita. Tapi ini yang perlu kita pastikan 59:21 ya, anak sangat senang me 59:27 lihat atau mempelajari cara-cara orang 59:30 dewasa dalam menyelesaikan masalah. 59:33 Kalau penyelesaian masalah itu dengan 59:36 bijak, insyaallah anak-anak kita akan 59:39 menjadi anak yang bijak. Dan itu semua 59:42 sangat ditentukan. Tanggung jawab orang 59:45 tua sebagai pendidik. 59:48 Tugas utama anak itu adalah lupa. Tugas 59:53 orang tua adalah selalu mengingatkan. 59:57 Ingatkan tuh kabar gembira dan 1:00:00 peringatan dari Allah. Ini mungkin yang 1:00:03 bisa kami sampaikan. Semoga Allah selalu 1:00:06 memberikan cahaya kepada kita yang hari 1:00:10 ini sudah lembut, semakin lembut kepada 1:00:14 anak-anak kita. Demikian. 1:00:16 Asalamualaikum. warahmatullahi 1:00:18 wabarakatuh. 1:00:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:21 wabarakatuh. Terima kasih, Dr. Hamid dan 1:00:24 Ikhwan akhwat di bulan yang berlimpah 1:00:26 berkah ini. Mudah-mudahan kita lebih 1:00:30 meningkatkan bertanya, minta pendapat 1:00:33 pada anak yang bisa membantu ee tumbuh 1:00:35 kembang mereka dengan jauh lebih baik. 1:00:37 Sekali lagi terima kasih. Billahi taufik 1:00:39 wal hidayah. Wasalamualaikum 1:00:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:00:42 Waalaikumsalam.