Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 Brazil TV 0:16 [musik] 0:38 [musik] 0:43 [musik] 0:48 Bismillahirrahmanirrahim. 0:49 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:51 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:54 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:56 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:59 akhwat, pendengar radio silaturahim dan 1:01 juga pemirsa Rasul TV yang dirahmati 1:04 Allah. Alhamdulillah kita kembali 1:06 berjumpa Iwan Ahmad di Kamis siang hari 1:08 ini tanggal 20 Rabiul Akhir 1448 1:12 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 1 1:16 Oktober 1:18 2026. 1:19 Kembali hadir di acara tausiah siang 1:23 kajian tafsir Ibnu Katsir bersama Ustaz 1:25 Umar Rasyid Hasan yang alhamdulillah 1:27 telah hadir di tengah-tengah kita. Kita 1:29 sapa Ustaz Wan Akhwat. Asalamualaikum 1:32 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:35 wabarakatuh. 1:36 Apa kabar, Ustaz? Sehat ya? 1:38 Alhamdulillah sehat walafiat. Baru 1:40 datang dari Majaleng K. 1:42 Iya. Dari Gontor itu tanggal 21 pulang 1:48 hari Senin itu 1:50 langsung ada pembelajaran ilmu waris di 1:55 Pondok Pesantren Salman di Cirebon. 1:58 Oh, di Cirebon. Jadi, Ustaz langsung ke 2:00 Cirebon di hari Rabu berangkat. 2:03 He. 2:04 Eh, kemudian Kamisnya itu membuka ee 2:08 daurah ee ilmil wam mawaris di pesantren 2:11 itu selama satu pekan. He. 2:13 Maka suaranya agak 2:15 agak hilang nih. [tertawa] 2:17 Masyaallah. 2:18 Heeh. 2:19 Tetap tetap menjaga pit ya. 2:21 Insyaallah. Insyaallah. Iya. Kopi pahit 2:23 insyaallah selalu 2:25 iya selalu. 2:26 Jangan pakai gula, Ustaz, ya. 2:27 Gak gak pakai gula. Tapi ada juga yang 2:29 santri itu mungkin saking menghormati ya 2:33 karena belum belum tahu kita disuguhi 2:35 juga kopi yang sudah ada gulanya enggak 2:38 diminum gimana, diminum gimana akhirnya 2:41 ketimbang dibuang ya kita minum 2:44 itu dengan dengan tujuan menghormati 2:47 pemberian. Betul 2:48 itu. 2:49 Baik, Ustaz. Ee Ustaz kemarin kan ke 2:51 Gontor ya. 2:52 Iya. 2:52 Belum sempat cerita nih di sini nih, 2:54 Ustaz. Itu 2:55 ceritakan pengalamannya, Ustaz. 2:56 Bagaimana? 2:57 [tertawa] 2:58 Mungkin mungkin ee Ustaz barangkali 3:02 melaporkan sebagai pertanggungjawaban 3:04 kerasil kayaknya ya karena ee satu pekan 3:07 eh du pekan kemarin tidak hadir gitu kan 3:10 ya. Mungkin sedikit banyaknya kita akan 3:12 bicara masalah ee 100 Gontor kemarin 3:16 karena masih hangat ini. Masih hangat 3:18 banget. Presiden datang, beberapa 3:20 menteri datang, Menteri datang, 3:23 bahkan 3:24 ketua MPR, 3:26 ee ee ek ketua Muhammadiyah itu 3:29 berdatangan mereka itu 3:32 karena alumninya juga sudah menyebar ke 3:34 mana-mana. Ya, kalau Gontor menyebar itu 3:38 udah ke segala lini kayaknya ada yang ke 3:41 pemerintahan, ada juga yang menjadi ee 3:46 pegiat 3:48 kesewastaan gitu kan. 3:49 Luar bi memang sudah nampaknya sudah 3:53 kita saksikan bersama seperti itu. 3:56 Heeh. Dan hari ini juga tema yang akan 3:58 Ustaz sampaikan Wahwad adalah kita 4:00 pelajari sama-sama Quran surah Attaubah 4:02 Ustaz ya 4:03 ayat 122 dan ini juga berkaitan dengan 4:07 subtemanya Global Holistic Education 4:10 Program. 4:11 Nah, ini apa nih Global Holistik ini? 4:13 Mungkin ada yang belum tahu. Saya juga 4:14 enggak tahu nih seperti apa nanti 4:16 [tertawa] Ustaz ee jelaskan ya tentang 4:18 education global holistic education 4:20 program. 4:22 Mungkin langsung saja Ustaz. 4:24 Baik. Kita sampai jam berapa, Nak? Ada 4:26 waktu berapa? 4:27 Sampai ee 4:28 1 jam lebih ya. 4:29 1 jam lebih. 4:30 Baik. Iya. Jazakallah khair. 4:32 Bismillahirrahmanirrahim. 4:34 Asalamualaikum warahmatullahi 4:36 wabarakatuh. 4:38 Alhamdulillahiabbil alamin 4:41 wal aqibatu lil muttaqin wala udwana 4:44 illa alimin wala ilahaillallahu 4:48 ilahul awalin wal akhirin wa qayyumus 4:51 samawati wal ardin waiki yaumiddin wa 4:55 ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 4:57 syarikalah wa asyhadu anna muhammadan 5:00 abduhu wa rasuluh allahumma sholli ala 5:02 muhammadin wa ala alihi wasahbihi ajmain 5:04 amma ba'd 5:06 sebetulnya tema ini ikhwan ee setelah 5:09 kita bersyukur pada Allah dan berselawat 5:11 pada Nabi kita Muhammad sallallahu 5:12 alaihi wasallam ada semacam 5:16 tema yang memang itu identik dengan 5:21 ayat yang akan kita bahas. 5:23 Iya kan? 5:24 Ayat yang akan kita bahas itu adalah 5:27 surah at-Taubah ayat 122. 5:31 itu dulu sudah ustaz sampaikan di 5:33 awal-awal Rasil itu berdiri kita juga 5:37 mencuplik tafsir ini dari Ibnu Katsir 5:40 rahimahullahu taala. Ee ayat ini 5:44 berbunyi azubillahiminasyaitanirrajim 5:48 tentunya kita menyapa dulu jemaah ya. 5:50 [tertawa] 5:51 Semoga iya lupa nih. Semoga pendengar 5:54 dan pemirsa radio dan televisi Rasil 5:58 semuanya dalam keadaan sehat walafiat 6:00 dan dapat menjaga ee 6:04 apa ritme kehidupannya ya. Ee kadang 6:07 karena dunia ini ee kadang-kadang 6:09 terbalik. 6:11 Yang dianggap bahagia ternyata sengsara, 6:15 yang dianggap sengsara ternyata bahagia 6:18 gitu kan. 6:19 yang dianggap jauh ternyata dekat. 6:22 Begitu dianggap dekat ternyata jauh. 6:25 Macam-macam 6:26 i itulah dunia. Jadi ee mohon kiranya di 6:31 apa namanya? Perhatikan juga ee kondisi 6:34 kehidupan kita. Maunya ustaz semoga kita 6:38 berdoa dikabulkan Allah. maunya kita 6:41 semua kita sehat walafiat, tidak kurang 6:43 suatu apa dan 6:45 dalam kehidupannya diberkahi Allah 6:46 subhanahu wa taala, dinaungi rahmat dan 6:48 magfirah Allah subhanahu wa taala. Itu 6:50 tujuan kita. Dan ayat yang akan kita 6:53 kaji tadi ustaz sampaikan dalam surah 6:56 at-Taubah 122 6:58 yang ini identik dengan yang tadi kita 7:02 ee anggap sebagai sebagai tema ya. Ayat 7:06 ini berbunyi 7:07 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 7:08 Bismillahirrahmanirrahim. 7:11 Wama kaal mukminuna liyanfiru 7:15 kafah. 7:18 Falaula nafar min kulli firqatim minhum 7:23 thifatun 7:26 thifatun 7:28 liyatafaqqohu 7:30 fiddin 7:32 waliyundziru qumahum idza roja'u ilaihim 7:37 la'allahum yahdarun. 7:42 Makna makna bebasnya 7:46 wakanal mukminun. Tidaklah layak bagi 7:49 keseluruhan orang beriman liangfiru 7:52 kafah untuk pergi berjihad ke medan 7:55 perang seluruhnya. Kafah itu secara 7:58 menyeluruh. Fala nafar min kulli firq 8:02 minhum thifatun hendaknya. Namun 8:05 setidaknya ada beberapa ya kan ee 8:09 beberapa kelompok dari kaum muslimin 8:11 yang beriman itu tidak pergi berangkat 8:14 perang namun ya toh ee mempersiapkan 8:17 diri untuk menjadi pelajar belajar 8:20 pelajar menjadi dan belajar serta 8:23 mengajar kan gitu li tafaqquhu fiddin 8:26 untuk belajar eh tafaqhuh fiddin tafakh 8:31 fiddin itu memahami 8:33 agama 8:34 itu kan memahami itu kan awalnya dengan 8:36 belajar kan gitu 8:37 memahami agama ee agar apa ee agar 8:42 ketika kawan-kawan yang berjihad itu 8:44 kembali ke mereka waliundungiruahum 8:48 id rojau ilaihim agar orang-orang yang 8:51 berjihad ketika pulang itu diberi 8:54 nasihat diberi arahan yang baik oleh 8:56 yang belajar 8:57 i 8:58 barangkali dalam berperang tu ada yang 9:00 melakukan kesalahan 9:02 i kan ada yang melakukan ee sifatnya 9:07 kekurang-kekurangan agama gitu kan. 9:09 Padahal berjihad dulu ada kan kasusnya 9:12 kan ketika musuh sudah 9:16 terkafar lalu tinggal ditebak saja leher 9:19 gitu kan. Lalu musuh itu mengucapkan 9:22 asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu 9:25 anna muhammadan rasulullah. Lalu ditebas 9:27 juga oleh sahabat kan gitu. itu 9:29 merupakan kesalahan yang dalam ayat ini 9:32 perlu diluruskan kan gitu. 9:35 Waliundiru kaumah untuk supaya yang 9:38 belajar itu ee 9:42 melakukan semacam ee evaluasi gitu kan. 9:46 ehiru 9:48 kaum untuk mengevaluasi memberikan e 9:52 warning-warning e keagamaan atas kaumnya 9:55 yang pulang dari berperang itu e roja 9:59 ilaihim laallahum yahzarun agar semua 10:02 yang ikut perang itu merasa ee apa 10:06 namanya yahdarun itu khawatir dengan 10:09 perbuatan yang sia-sia yang dilakukan 10:11 dalam peperangan itu. Dalam peperangan 10:13 saja 10:14 ada peraturan. Iya, ada peraturannya 10:15 [tertawa] 10:16 kan gitu. 10:17 Gak mungkin ada yang membunuh anak 10:20 enggak sengaja orang-orang tua ya 10:23 mungkin juga kan itu merusak ee 10:26 perkebunan barangkali itu kan ee hal-hal 10:28 yang tidak boleh dalam Islam itu. Nah, 10:32 tafsir ijmalinya tafsir secara global 10:35 saja Ustaz sampaikan karena kita akan 10:38 membicarakan juga tentang tema ya. Jadi 10:42 tafsir Ibnu Katsir mengatakan ini 10:44 tafsir-tafsir 10:46 ee cuplikan-cuplikan sebetulnya 10:49 eh 10:50 surah ini tadullu ala annahu la yambaghi 10:54 lil mukminin. Ayat ini menggambarkan 10:57 pada kita bahwa tidak layak la yambaghi. 11:01 Layambaghi itu dalam bahasa Arab tidak 11:03 layak. 11:04 Iya. 11:05 Tidak boleh gitu. Tidak senonoh. Banyak 11:08 maknanya kan. 11:10 bagi tidak senonoh lil mukminin untuk 11:13 orang-orang berimanakuju 11:15 jamian 11:17 jihad 11:20 ardil jihad tidak senonohonnya bahwa 11:25 seluruh orang beriman itu ee keluar 11:29 semua ke medan perang itu loh watatruku 11:34 an nabiya sallallahu alaihi wasallam 11:36 sehingga nabi ditinggalkan seorang diri 11:39 Tuh ini ini tafsirnya. 11:41 Jadi orang beriman ibarat 1000 pergi 11:44 semua ke medan jihad itu enggak boleh 11:46 sehingga Rasul sendirian. 11:48 Nah itu maka dijelaskan watatrukun 11:51 nabiya shallallahu alaihi wasallam 11:53 wahdah sehingga rasul ditinggalkan oleh 11:56 mereka seorang diri. 11:58 Bal. Nah tetapi hendaknya bal yajibu an 12:02 yakhruju juj'am minhum. 12:05 Eh bal akan tetapi seyoganya 12:10 yajibu juj minhum sebagian keluar untuk 12:15 berjihad wabq jujun ak lalumi wal indar. 12:21 Ini ini tafsir secara ijmalinya 12:25 secara globalnya. 12:26 Namun hendaklah ada sebagian lain untuk 12:30 diam gitu kan di tempat gitu kan di 12:34 Madinah. gitu kan bersama Rasul 12:37 sallallahu alaihi wasallam untuk apa? 12:39 Untuk belajar l taallumi untuk bela 12:43 belajar wal indar. Kalau sudah belajar 12:45 kan dapat ilmu. 12:47 Ilmu apa? Ya ilmu yang berkaitan dengan 12:50 ee perilaku-perilaku perilaku kehidupan. 12:55 Kehidupan yang normal nasihatnya begini. 12:58 Kehidupan tidak normal nasihatnya 12:59 begini. Kan begitu. Semua itu melalui 13:01 belajar agar kita tidak salah 13:04 menempatkan nasihat ya kan Pak yang 13:07 dibutuhkan oleh masyarakat. Karena 13:09 sekarang banyak nasihat itu gini nak 13:12 nasihat yang semestinya untuk masa 13:14 tenang 13:15 ya kan malah digunakan nasihat untuk 13:18 masa krisis 13:20 itu enggak kena. Yang sebaliknya nasihat 13:24 ini yang cocoknya untuk masa krisis 13:26 malah disampaikan dalam masa tenang. itu 13:29 pun tidak tidak kena gitu, tidak efeknya 13:32 itu ya tidak tepat sasaran gitu. 13:35 Nah, ini tafsir secara ijmalinya dari 13:38 ayat yang kita bahas surah at-Taubah 13:41 122. 13:43 Nah, ee Ustaz sebelum ke sini itu ada 13:47 pemikiran ya, Nak ya? 13:48 Iya. 13:50 Pertama, sebelum Ustaz ee urai pemikiran 13:54 itu, kepada seluruh pendengar dan 13:56 pemirsa bahkan kepada ya boleh dikatakan 14:01 pemilik Rasil ini [tertawa] 14:04 ya, kita kan hanya sebagai narasumber 14:06 ya, Nak ya. 14:08 Ya, meskipun ikut ee memprakar saya 14:11 macam-macam itu kan yang memiliki rasir 14:13 bukan kita. 14:15 sebagai pertanggungjawaban Ustaz saat 14:17 mengikuti 100 tahun Gontor itu ya Ustaz 14:20 pertama mengucapkan banyak terima kasih 14:22 kepada 14:24 ke pihak Rasil dan CEO Rasil dan krunya 14:28 yang telah mengizinkan Ustaz pergi ke 14:31 Gontor kan gitu. Nah, kemudian ee dan 14:35 mohon maaf sekiranya kalau bukan laporan 14:37 sebetulnya ya oleh-oleh ya [tertawa] 14:40 oleh-olehnya agak sedikit terlambat. 14:42 Tapi sampai sekarang pun subhanallah 14:45 kejadian itu direspon oleh berbagai 14:47 media. 14:48 Betul. Betul. 14:49 Oleh berbagai dalam dan luar negeri 14:51 bahkan 14:52 podcast-podcast berjamuran ikut 14:54 membicarakan juga gon Gontor gitu. 14:57 Karena presiden datang. 14:59 Iya. saat itu Presiden datang itu. Nah, 15:03 ee tema yang mungkin sepadan dengan ayat 15:07 tadi ikhwat al iman adalah ini ungkapan 15:10 usaha sendiri dengan ee dengan ee 15:13 mengutip bahasa Inggris gitu kan. Itu 15:16 jadi ada tema yang akan kita bahas ini 15:18 adalah global holistic education 15:21 program. 15:23 Jadi, Global Holistic Education Program 15:26 ini ternyata tidak semua eh wilayah 15:32 pendidikan atau yang di dalamnya ada ee 15:36 katakanlah semacam dunia akademisi ya 15:39 kan itu tidak banyak yang melakukan ee 15:44 pada tema ini. 15:46 Itu contohnya 15:48 ee SMP lalu ke atasnya SMA. 15:53 atau SMP ke sananya STM yang sekarang 15:56 mungkin 15:57 mungkin apa sekarang tuh ee ke kejuruan 16:01 ya MK ya 16:01 SMK 16:02 SMK itu dari STM ada SMK 16:05 ada SMA kan gitu. Nah, ee setelah banyak 16:09 peneliti ee tentang praktik pendidikan 16:13 di sekitar SMP, SMA atau SMK itu sendiri 16:18 ee tidak banyak yang berani gitu kan 16:23 menerapkan tema ini, 16:25 cara-cara seperti ini, Global Holistic 16:28 Education Program. 16:31 Namun pun ada terobosan lain untuk 16:33 supaya mendekati pada tema ini yaitu 16:36 dengan SDIT. 16:38 Iya. 16:38 E SMP IT. Ada enggak SMA IT? Ada ya. 16:41 Ada. 16:42 Ada SMA IT yang mereka menambah waktu 16:44 pelajaran sampai sore. 16:46 Heeh. 16:46 Ah itu. 16:47 Nah ini mendekati ke arah holistik gitu. 16:51 Nah mendekati kepada holistik dalam 16:53 dunia pendi pendidikan. Namun demikian 16:57 ee holistik yang mereka perjuangkan 16:59 mungkin ee agak sama programnya tapi 17:03 berbeda hasilnya. 17:05 Programnya sama tapi mungkin berbeda 17:08 hasil gitu. Karena di sana ada guru ada 17:12 pendidik. 17:14 Di di tema ini akan dilibatkan guru dan 17:17 pendidik. 17:18 Mungkin di di ST di SMP SMA itu mungkin 17:22 guru yang ada. Heeh. 17:24 Oke. Betapapun dia menggunakan IT ya, 17:29 SMA IT. 17:30 Islam terpadu. 17:31 Ah, Islam terpadu gitu. Tapi kalau yang 17:34 namanya pendidik rata-rata adanya di 17:36 pesantren. 17:37 Ya, guru ya pendidik. I 17:39 itu karena keseharian mereka selalu 17:42 dengan siapa? 17:43 Pendidik itu ya. 17:44 Ya, dengan guru ee ustaz atau kiai ya 17:48 dengan san santri. santri kesehariannya 17:51 dengan guru atau ustaz atau kiai 24 jam. 17:55 Nah, kalau SMP SMA tidak bisa seperti 17:58 itu. 17:58 Itu yang boarding ya. 17:59 E itu yang boarding ya kan. Untuk untuk 18:02 IT sendiri itu tidak sampai ke arah 18:05 kesempurnaan seperti itu. 18:07 Namun pun demikian yang saya katakan 18:08 tadi ada program yang sama namun hasil 18:11 berbeda ya. Semua kita harus ee lihat 18:15 fakta 18:16 gitu kan. lihat fakta dan maslahat serta 18:19 manfaat ee kehadiran ee ee holistic 18:23 education pada anak-anak kita ini. 18:26 Sejauh mana ee cita-cita kita bersama 18:29 antara ee yang ya ee cita-cita bersama 18:32 itu yang ustaz maksudkan cita-cita orang 18:34 tua dan anak ini sejauh mana ee untuk 18:39 mencapai cita-cita itu. Nah, ikhwan 18:42 fillah yang dirahmati Allah subhanahu wa 18:43 taala. 18:45 Tentu suara Ustaz mungkin didengar juga 18:47 di debat Batam ya 18:49 atau di cabang-cabang rasil yang lain. 18:52 Ee Ustaz hanya ingin mengenalkan dunia 18:54 pesantren sebetulnya. [tertawa] 18:56 Subhanallahiladzim. Eh, ketika Ustaz 19:00 kemarin ikut dalam acara 100 Gontor itu, 19:04 ya Allah ya Rabbi di luar dugaan nak ee 19:08 saya kira sebagai katakanlah sebagai 19:11 orang yang pernah belajar di Gontor itu 19:13 saya kira hanya acara sederhana. 19:16 Saya kira hanya untuk kumpul-kumpul 19:17 koko-koko dengan satu almamater kan e 19:21 satu generasi. Karena generasi itu ada 19:23 yang dari tahun 0-an 19:25 bahkan ada yang tahun 60-an. Udah 19:27 kakek-kakek banget. Sampai yang baru 19:30 keluar kemarin 2026 itu kumpul 19:35 ya. Wallahualam. Yang ustaz dengar itu 19:39 kalau yang diundang 12.000 itu yang 19:41 hadir hampir 30.000-an 19:43 itu kan dahsyat ya kan 19:45 penuh sesak kemarin. [tertawa] 19:47 Nah, makanya saya pikir itu acara biasa 19:51 gitu kan. Ternyata luar biasa. Nah, di 19:54 dalamnya ada presiden hadir ya kan. 19:57 Kemudian beberapa menteri Indonesia maju 20:01 ini sekarang Indonesia maju ya. 20:03 Nah, itu juga datang di antara Menteri 20:06 Agama gitu kan dan ee menteri apalah 20:09 yang dekat dengan Pak Prabowo itu kan 20:12 itu datang juga 20:15 datang x-ek menteri yang lain gitu kan. 20:18 Lalu ketua-ketua organisasi besar juga 20:21 ikut hadir dan itu semuanya adalah ee 20:24 terkecuali ya presiden dan menteri 20:26 menteri yang sekarang semuanya itu 20:28 lulusan kontor. 20:29 H 20:30 gitu loh. Ketua menteri ee ketua ee 20:34 organisasi besar dan ek ketua ee Din 20:38 Samsudin 20:39 gitu. sempat datang ee Pak Hidayat 20:42 Nurwahid datang Pak Lukman Lukman ee 20:47 Lukman Saifudin itu kawan Ustaz juga 20:49 dikontrol itu datang satu generasi sama 20:52 Ustaz Stu. 20:53 Nah, itu jadi ikhwan fillah ee 20:58 kenapa kita mengangkat tema Global 21:00 Holistic Education? di dalamnya ada 21:03 program-program karena memang kita 21:06 khususnya di Pondok Kontor itu memanfaat 21:10 memanfaatkan betul 24 jam itu 21:14 h 21:15 keseharian kita 24 jam itu betul-betul 21:18 ee di dimaksimalkan 21:22 gitu. Nah, dan ee kiai dulu pernah 21:27 bilang gini, "Kalau kiai mati, oke, atau 21:32 kiai sedo, sedo itu bahasa Jawa 21:34 meninggal dunia." [tertawa] 21:36 Eh, nek kiaine sedo, pesantren ojo melu 21:40 sedo. 21:41 Opo, [tertawa] 21:42 kiainya meninggal, pesantren meninggal. 21:45 Nah, iya. Kalau kiainya meninggal, 21:47 pesantren ya jangan ikut meninggal, 21:49 tetap jalan harus. Nah, inilah ke arah 21:51 holistik itu 21:53 mes katakan tanpa tanpa kiai pun 21:56 pesantren harus tetap ja itu. Nah, 22:00 otomatically kita harus memaknahkan 22:02 kepada 24 22:05 jam itu agar pesantren itu hidup seperti 22:08 apa kan gitu. 22:09 Maka diatur oleh pertama kiai kemudian 22:13 pembantu kiai dari para ustaz. Di sana 22:15 juga ada teachers counsel, dewan guru ya 22:19 kan. Ada teachers counsel di sana di 22:21 Gontor tuh ada dewan guru, ada dewan ee 22:25 dewan murid ee dewan santri yang namanya 22:28 OPPM organisasi ee OPPM organisasi 22:32 pelajar pondok pesantren modern itu. Itu 22:35 diatur semuanya. Jadi ada 24 jam itu 22:39 aturan-aturan yang sudah harus 22:41 dilaksanakan. Bangun jam .00 ada yang 22:44 .30 empat dikatakanlah menjelang subuh 22:47 harus e sudah bangun ee ada yang 22:50 tahajud, ada yang ee tilawat Al-Qur'an, 22:54 ada yang zikir, der bedug [mendengus] 22:57 subuh apa bedug subuh? Kalau Sunda kan 23:00 derbeduk ya, derbeduk subuh ee apa 23:04 namanya? Ee bedug di tabuh subuh pada ke 23:07 masjid gitu kan. keluar ee setelah 23:09 keluar masjid mereka kembali ke rayon 23:11 masing-masing. Dia di situ ee 23:15 vocabularies. 23:17 Ee vocabularis itu ee kosakata. 23:20 Iya. 23:21 E kosakata. Mufrodat-muprodat dalam 23:23 bahasa Arab, bahasa Inggris itu rutin 23:26 setiap hari. Iya. Pagi lalu menjelang 23:30 makan pagi ya sarapan. 23:33 Ada yang olahraga ee atau dibagi waktu 23:36 olahraga dan sarapan. sehingga tidak 23:39 terlambat untuk masuk kelas. 23:41 Dulu Ustaz di diberlakukan 5 menit 23:44 sebelum 7 tank itu sudah harus ada di 23:46 kelas. 23:47 Bagaimanapun sibuknya santri mengatur 23:50 waktu olahraga, mengatur makan pagi, 23:53 mengatur mandi, pokoknya jam 0. 5 harus 23:56 sudah di galas. 23:58 Ketat, 23:59 ketat. Ketat. itu dulu zaman ustaz itu 24:01 masih ada sistem pemukulan ya. Oh gitu. 24:05 Yang itu juga ustaz tidak senang 24:07 sebetulnya. 24:07 Sekarang enggak 24:08 ee alhamdulillah ya sekarang mungkin 24:10 takut takut kasus juga kan sekarang 24:13 sekarang apa dilaporin 24:15 iya ya dulu kan ada yang meninggal kan 24:16 kasus bully di Gontor tapi sudah selesai 24:19 kasusnya dengan baik gitu kan. Nah itu 24:21 kita khawatir begitu. Nah, sempat di 24:24 zaman ustaz itu masih ada kekerasan 24:25 dalam pendidikannya itu nampaknya ee 24:29 santri itu merasa tertekan 24:31 itu dan ustaz sendiri merasa orang yang 24:33 pihak yang tertekan dengan kekerasan itu 24:36 itu dan itu tidak setuju itu. Bahkan 24:39 waktu ustaz e sekolah di luar negeri itu 24:41 di Saudi, Ustaz kirim surat ke Gontor 24:44 untuk tentikan cara-cara kekesaran dalam 24:46 kekerasan dalam pendidikan itu soal 24:49 diterima saran atau tidaknya itu kembali 24:52 kepada pengelola gontor itu kita tidak 24:54 juga menyalahkan. Nah, yang ada kita 24:57 bersyukur dapat ilmu dari Gontor 24:59 meskipun berdarah-darah. [tertawa] 25:02 saya sempat ya yang saya sebagai ee 25:05 orang yang belajar Gontor berdarah-darah 25:08 itu nah ini oleh karenanya ee kepada 25:12 pendengar semua ini ee dalam pendidikan 25:16 holistik itu ternyata sejauh mana 25:19 berhasilnya kita memanfaatkan 24 jam 25:23 itu. Itu kalau kalau tadi ustaz katakan 25:26 jam 0.30 bangun atau jam . gitu kan 25:29 sampai jam .00 harus masuk ke sekolah 25:32 sampai sebelum zuhur lalu salat lalu 25:36 setelah salat zuhur ee makan siang ada 25:40 yang istirahat sampai menjelang asar ada 25:42 yang kekurangan pelajaran ada darsul 25:46 idofi namanya pelajaran tambahan yang 25:48 dilakukan ee mungkin mungkin dulu dari 25:52 zuhur ee dari zuhur ke asar atau asar ke 25:55 magrib biasanya gitu 25:57 atau ee di waktu-waktu yang senggang 25:59 untuk menambah sulam pelajaran yang 26:01 tertinggal itu kan padat kan? 26:04 Iya, 26:04 padat sekali kan. 26:05 Betul. Nah, sudah menjelang magrib 26:08 kumpul di masjid dari magrib sampai isya 26:11 ya tilawah ya kan ya di itu 26:15 pengontrolannya dari ee teachers counsel 26:17 itu ketat ketat sekali itu. Bayangkan 26:22 kalau itu ketatnya sampai 6 tahun. 26:23 Bayangkan ya kan? [tertawa] 26:26 ee itu ketat bukan hanya sehari dua hari 26:29 selama kita jadi santri itu ketat 26:31 sekali. 26:32 Nah, dan ketat itu tidak karena 26:35 disiplinnya santri, bukan karena ee 26:38 kerasnya disiplin sebetulnya cara-cara 26:40 tapi kesadaran akhirnya. 26:42 Karena kalau melawan otomatis 26:44 mendapatkan sanksi kan. 26:46 Kalau seseorang sanksi mulu dari santi 26:49 ya lambat tahun ah ketimbang begini gua 26:51 gua harus itu kan sadar sendiri gitu. 26:55 Iya. Nah. untuk sendiri akhirnya ya. 26:56 Iya, termuk sendiri gitu. Nah, nah oleh 26:59 karenanya itulah kejadian di Gontor. 27:01 Jadi habis isya diberikan waktu untuk 27:04 belajar sampai jam 10. malam malah 27:06 H 27:07 itu 10 malam tidur dan digontor saat 27:10 Ustaz di sana itu diberlakukan ee lampu 27:14 itu 27:15 padam hanya untuk tempat-tempat tertentu 27:18 saja karena masih menggunakan generator 27:21 set. 27:22 Oh, genset. 27:23 Genset dua besar. genset di Komas, 27:25 genset di dapur A itu 27:29 masyaallah. Nah, dan ternyata sangat 27:33 sangat ini ya mungkin kita harus betul 27:36 ee mencontoh ya cara-cara program ee 27:39 gontor mendidik untuk mendapatkan nilai 27:41 holistik itu. Di Gontor sendiri berbagai 27:44 jenis olahraga di diajarkan 27:47 dan ditawarkan pada santri. ada bola, 27:51 ada tenis, ada pingpong, ada takrau, ada 27:55 silat itu kan, ada karate, ada basket, 27:59 ya kan? Macam-macam olahraga. 28:02 Ee kemudian pramuka yang membentuk 28:04 kepribadian ya, tahan uji, tahan wereng 28:07 [tertawa] 28:07 dengan mereka melakukan kemah 28:10 kemah-kemah di mana itu perkemahan gitu 28:13 kan. ee ada ada tengah hutan, ada tengah 28:16 sawah, ada di gunung gitu loh itu. Nah, 28:19 kemudian dan kalau saya perhatikan 28:22 keunggulan daripada Gontor itu adanya 28:24 pada organisasinya. 28:26 Jadi organisasinya itu ee 28:31 organisasinya itu diatur sedemikian 28:34 rupa. 28:36 Guru mengatur guru. 28:39 Sesama guru dengan guru 28:41 mengatur guru. 28:41 Iya. Sesama santri. 28:44 adalah dengan organisasi santri yang 28:46 mana nanti sang kiai ini membawahi guru, 28:50 guru membawahi eh kiai membawahi guru ya 28:54 kan. Ee 28:57 kemudian 29:00 kiai membawahi guru dan santri. Oke. 29:03 Guru-guru membawahi santri. Santri 29:05 mengatur diri untuk dewasa dengan apa? 29:10 Dengan organisasi. Maka di sana setahu 29:13 setahu ustaz ya ada bagian penerimaan 29:16 tamu. 29:18 Jadi tamu yang datang dari mana pun 29:19 diterima oleh bagian ini. Dia tanya, 29:21 "Bu, mau ketemu anak santri?" "Iya 29:23 namanya siapa?" Si anu. Diberitakan di 29:25 masjid. 29:27 Nah, ada bagian e kismul namanya. Ee 29:31 bagian penerangan. Kalau dulu di 29:33 Indonesia kan ada menteri penerangan, 29:35 Harmoko ya. [tertawa] 29:37 Iya. Nah, itu diungkapkanlah semua 29:40 informasi-infektur oleh Kismul Islam 29:42 namanya. Bagian penerangan di masjid. 29:44 Habis biasanya habis magrib ke isya eh 29:46 habis habis magrib itu pener apa 29:48 informasi itu. Nah, ada Kismul Aman 29:51 namanya bagian keamanan yang sangat di 29:54 tidak disukai [tertawa] 29:56 oleh santri dan mereka takut. 29:59 itu ada ee kismut taklim bagian 30:03 pengajaran ya kan ee ada bagian dapur 30:07 kism matbakh i kan matbah itu dapur 30:11 ee ada juga bagian pramuka kasyafah tadi 30:14 ee permuka atau kasyafah 30:16 kasyafah 30:16 ee ada bagian ya bufiah bufiah tu kayak 30:22 kopel kayak koperasi pelajar yang 30:24 menjual apapun kebutuhan santri Dan ada 30:28 juga qismul lughah bagian mahkamah 30:32 lughah bagian yang 30:35 melakukan apa namanya e pelanggaran 30:38 bahasa 30:39 yang berbahasa selain Arab dan Inggris 30:41 itu dilaporkan ke mahkamah ini [tertawa] 30:44 dan 30:44 lengkap ya. 30:45 Iya. dan Ustaz Umar termasuk yang paling 30:47 sering masuk ke mahkamah lugoh. Kenapa? 30:50 ya mungkin menjadi apa ya [tertawa] 30:54 tapi yang saya rasakan bahasa lebih 30:57 akhirnya karena di antara sanksi ketika 31:01 kita masuk ke mahkamah lughah itu sanksi 31:04 kita harus harus menghafal Quran katakan 31:07 dua surat 31:08 atau tiga surat besoknya ee setor atau 31:13 membuat membuat karangan bahasa Arab 31:15 bahasa Inggris aduh itu yang 31:17 kadang-kadang menguras otak Udahlah 31:19 harus belajar satu hari itu 13 atau 14 31:22 sampai 17 pelajaran. Tambah harus 31:25 ngarang. Kapan ngarangnya? Malam mau 31:27 tidur. 31:29 Ah itu. Jadi intinya semua ee 31:33 bagian-bagian organisasi itu dihidupkan 31:36 oleh anak santri itu sendiri. 31:38 He. 31:38 Dibimbing oleh dewan guru Tes kansel 31:40 tadi. 31:41 Iya. Nah, santri dan dewan guru diawasi 31:44 dan diarahkan oleh Pak Kiai 31:47 itu 24 jam, Nak. 31:50 Selama ustaz di situ 6 tahun ya 6 tahun 31:52 kali jam 31:54 terbiasa 6 tahun. 6 tahun dengan 24 jam 31:58 isinya seperti itu. Allahu Akbar. Ini 32:03 yang dinamakan kalaupun iya itu sebuah 32:07 terobosan yang kita rasakan nilainya 32:10 luar biasa. Inilah nilai holistik 32:12 sebetulnya 32:13 gitu kan. tidak tidak 100% sempurna, 32:17 tetapi inilah sesungguhnya ee holistik 32:20 yang diraih oleh ee dunia pendidikan di 32:23 Gontor itu. Nah, itu jadi kita mau tidak 32:27 mau mengakui itu karena kita pernah 32:28 merasakan hidup di Pondok Pesantren 32:31 Gontor sendiri. Nah, kembali nak ee 32:34 dunia pesantren pernah ee terpuruk ya di 32:37 tahun-tahun kemarin ya 32:39 sehingga pengelola pesantren itu 32:41 ketar-ketir 32:43 itu. Betul. kata-ketir loh kita. 32:45 Iya. 32:46 Terutama 32:48 saat adanya oknum-oknum yang tidak 32:50 bertanggung jawab yang mereka katakan 32:53 inisialnya pengelola pesantren 32:55 ya kiai-kiainya yang tidak senonoh 32:57 memperlakukan santriwati 33:00 ya kan yang terjadi di di Jepara ya eh 33:03 di Pati. 33:04 Pati. 33:04 Iya kan di Pati ya. Itu itu sudah enggak 33:08 usah diceritakan ngeri ya. kita agak 33:10 sedikit apa ya gondok ya kesal ya gitu. 33:13 Belum lagi oknum yang ada di Garut ya 33:16 kan di Bandung tempo hari kan sangat 33:19 miris sebetulnya mendengar itu ya. Tapi 33:22 pun demikian kalau dibandingkan 33:24 persentasi ya dari kurang lebih 20 33:26 28.000 pesantren ya kejadian di Pati 33:30 atau di Jepara atau di Garut dan Bandung 33:34 itu hanya oknum saja kelihatannya 33:35 cuma berapa persen gitu ya? Ya, hanya 33:37 tinggal hanya tapi itu pun cukup untuk 33:39 menjadikan 33:40 ee dunia pesantren ini harus mawas diri 33:44 terutama para kiainya merasa ketak-ketir 33:47 kan. Aduh jangan sampai kita 33:48 disamaatakan kan gitu. Nah, ikhwan 33:51 fillah. Nah, dengan adanya kemarin 33:54 ee 33:56 bukan perayaan sebetulnya kesyukuran. 33:58 Kesyukuran. 33:59 Jadi kiai mengatakan kesyukuran. 34:00 kesyukuran ee 100 tahun gontor itu saya 34:05 pribadi menilai ya ini cukup untuk 34:08 menjawab keterpurukan pesantren melalui 34:12 ulah daripada oknum tadi. 34:15 Jadi terpuruknya pesantren itu karena 34:17 ulah oknum bukan global ya. Jadi tidak 34:20 digeneralisir 34:21 itu. Alhamdulillah menurut saya pribadi 34:24 cukup menjadi jawaban untuk 34:26 membangkitkan kembali dunia pesantren 34:30 dengan acara 100 tahun kemarin tuh. 34:33 He. 34:34 Ah. Oh ini obat ini ya. Ini yang sedang 34:37 kita tunggu-tunggu nih. 34:39 Karena yang bicaranya adalah presid 34:41 presiden gitu dengan kata-kata yang wah 34:45 menanamkan sekali tuh Indonesia ke depan 34:48 gitu. 34:49 harus diperjuangkan oleh santri. Wah, 34:52 [tertawa] santri santriwati itu kan 34:56 menurut saya pribadi ini merupakan 34:58 ulasan yang kalau kita lihat cukup 35:02 menjawab untuk keterpurukan ee pesentren 35:05 dengan ulah oknum tadi gitu kan. Nah, ee 35:10 kemarin sempat juga ya Allah ya Rabbi ya 35:13 kiai itu luar biasa luar biasa kiai 35:15 ya. Oke, itu luar biasa. Waktu aja 35:18 ya waktu Pak Masih ada waktu dikit lagi 35:20 ya. 35:21 Waktu Pak Prabowo hadir. Wah, itu luar 35:24 biasa kan beliau turun dari helikopter 35:27 tuh [tertawa] 35:29 lalu nauk naik mobil maung. 35:31 H. 35:31 Iya kan? Mobil maung buatan pindat ya. 35:34 Iya. 35:34 Iya. Buatan pindat ya. Wah berupa jeep 35:37 tuh. 35:38 Wah dilulukan oleh santri yang di 35:40 pinggir kanan pinggir kiri jalan tuh. 35:42 Aduh, Pak Bro, Pak Bro. Itu singkat 35:46 cerita sampailah masuk ke ruangan gitu 35:48 kan, ruangan ee BPPM namanya. Balai BPPM 35:53 Balai ee BPPM Balai Pendidikan Pondok 35:58 Pesantren Modern. Itu aula lah 36:01 aula 36:02 itu auditorium itu masuk 36:05 luas 36:06 luas muat ee mungkin kapasitasnya sampai 36:10 R5.000 36:11 R.000 36:12 4 sampai 5.000 kemarin Pak Kiai bilang 36:14 seperti itu. Kalau di beranda mungkin 36:17 bisa lebih gitu kan. 36:18 Nah, yang sampai hari ini nih yang 36:22 sampai hari ini ee 36:25 kepribadian Ustaz ya meskipun ustaz 36:28 sudah berdakwah ini kurang lebih 22 36:31 tahun dari semenjak pulang dari Saudi 36:35 itu saya sudah 20 kalau enggak salah 23 36:38 tahun malah berdakwah. 36:40 Khusus berdakwah ya. Tidak, tidak khusus 36:42 cari duit istilahnya. Karena dulu, dulu 36:45 ustaz perit enggak dakwah. 36:48 Tempo hari tempat sempat dakwah terus 36:50 tidak cari uang. Nah, setelah melihat 36:54 ketimpangan begitu, Ustaz ganti, Ustazah 36:58 cara ee menghadapi hidup ini. Oh ya, 37:00 kalau gitu harus cari duit, harus da 37:03 dakwah. Nah, dengan cara seperti itu, 37:05 Ustaz Sal rasakan sudah hampir 23 tahun. 37:08 Iya. 37:09 Nah, ketika kemarin mendengarkan uraian 37:15 ee Kiai Gontor yang namanya Pak K. H. 37:19 Hasan Abdullah Sahal 37:22 itu masalah carmuk, cari muka. Ngelihat 37:25 Pak Nak Pahri juga ikut ya ngelihat ya. 37:28 Apa kata beliau nih? Ini ustaz akan 37:31 istilahnya mengutip ungkapan ya. itu 37:35 kata beliau 37:38 dari September gitu kan. Ee ketika Pak 37:42 Prabowo bilang ke saya, "September, 37:44 September, September otak saya, Pak, Pak 37:48 Browo, Pak, Pak Browo kan gitu." Itu Pak 37:51 Kiai bilang ee itu semua pada tepuk 37:55 tangan dan ee pada tertawa, terhibur 37:59 gitu. 38:01 Terus dia bilang, "Gimana, andai kata 38:03 hari ini Pak Bro tidak hadir." Ah, ini 38:06 katanya gitu muka saya muara di mana? 38:09 [tertawa] 38:10 Itu saja kita sebagai santri yang bekas 38:13 santri sana. Oh, iya juga ya. Dulu 38:16 kejadian ini kan Ustaz sendiri dulu 38:19 sempat ketemu Pak Pak Harto ya. 38:23 He 38:23 ya. Kemudian ke dari 79 ke 85 itu pernah 38:29 ketemu beberapa 38:31 kepala negara dan menteri-menteri gitu 38:33 kan. Uh, rasanya seperti itu kok. 38:36 Luar biasa. 38:37 Nah, ketika Pak Kiai andai kata Pak 38:39 Prabowo tidak datang hari ini gitu kan. 38:43 Nah, ini katanya gitu. Muka saya mau 38:46 ditaruh di mana gitu. ber pada ketawa 38:49 lagi. Terpaksa saya harus cari muka ke 38:52 presiden. [tertawa] 38:53 Nah, ini yang dibahas oleh media 38:55 akhirnya. Ee n sekarang kan fenomena 38:59 sekali kan orang cari muka kan itu oleh 39:02 Pak Kiai dibilang ee karena sekarang 39:05 banyak juga yang cari muka. Oke ya kayak 39:06 benar benar gitu. Eh, itu kan enggak 39:10 punya ijazah cari ijazah. [tertawa] Itu 39:12 sampai diusik itu. Enggak punya uang 39:15 cari uang maksudnya dengan yang haram 39:17 gitu kan. Tidak punya jabatan cari 39:20 jabatan. Termasuk yang tidak punya muka 39:23 harus cari muka. [tertawa] 39:25 Oh, ini pure dibuka oleh media. 39:28 Betul. 39:28 Itu 39:29 itu nyindirnya halus. Nyindir 39:30 ah. Saya rasa Pak ya itu tidak ada niat 39:34 untuk menyindir, tapi ee retorika e dia 39:37 menyampaikan isi unek-uneknya seperti 39:40 itu. Dan kalau dikatakan dia pemberani 39:43 ya ya memang kiai enggak boleh menjadi 39:46 penakut dia harus menjadi pemberani 39:48 dalam segala hal. 39:49 Depan siap pun juga gitu. 39:50 Iya dalam segala ee dalam di depan 39:53 siapapun juga gitu kan. Tetapi itu kan 39:55 sifatnya bukan membenci. 39:58 apa kia membenci malah diajak makan 40:00 siang kok [tertawa] 40:02 kan ee yang lebih terkesan lagi dari 40:06 ungkapan Pak Kiai kita ini ee dan saya 40:11 bangga bersyukur Pak Kiai Haji e Pak 40:15 Hasan ini dulu saya punya ayah angkat 40:17 yang di Mesirnya bareng sama beliau. 40:20 He. 40:20 Nah, sebelum sebelum saya ke Gontor saya 40:22 di dididik oleh ayah angkat saya ini 40:24 namanya juga Hasan. Sama ini Makmun 40:27 Hasan itu Hasan Abdullah Sahal Pak 40:30 Makmun Hasan ini satu teman di waktu di 40:33 Mesirnya barengan. 40:34 Iya barang waktu saya ke Gontor nulis 40:37 surat ayah angkat saya itu. Eh kasihkan 40:40 ke Pak Hasan ini dari saya kata dari 40:42 Bapak Bapak angkat saya tuh di Ponog itu 40:45 ketika saya ke Gontor sebelum saya jadi 40:48 santri masih jadi capel calon pelajar 40:50 itu surat itu sampaikan ke Pak Hasan 40:53 Abdul Sahal. Apa isinya? Wallahualam. 40:55 gitu kan. Nah, yang lebih lagi pada kita 40:58 sebagai orang yang pernah digontor itu 41:00 ungkapan Pak Kiai yang mengatakan ee 41:04 saya akan mengatakan kepada Pak Presiden 41:07 dan boleh disaksikan gitu. Nak PI lihat 41:10 enggak? 41:11 Kalau makanan saya, 41:14 kalau minuman saya, kalau pakaian yang 41:17 saya pakai ini, kalau rumah saya, kalau 41:21 kendaraan saya lebih dari makanan, lebih 41:24 daripada pakaian, santri boleh dikritik. 41:28 Pernah enggak dengar? 41:29 Nah, itu kan boleh dikritik. Bahkan 41:31 diulang lagi, saya ulangi, andai kata 41:35 makanan saya, pakaian saya gitu kan, 41:39 kendaraan saya, pekerjaan saya melebihi 41:44 daripada 41:45 aktiv santri, boleh dikritik, 41:48 boleh di ee apa namanya? setelah kritik 41:52 itu ee ujung-ujungnya boleh didemo. 41:56 [tertawa] 41:58 Itu kan luar biasa 42:00 untuk zaman hari ini kan. Nah, itu kalau 42:03 saja semua orang ini memahami retorika 42:07 Pak Kiai. Oh, saya rasa untuk sup 42:11 nasional kita insyaallah banyak 42:12 perubahan itu 42:14 untuk untuk ee setertahan ya. I 42:18 saya rasa banyak perubahan itu 42:20 gitu loh. Terlebih lagi Pak Pak Perobo W 42:25 seakan-akan 42:27 saya e mimiknya Pak Perobo itu di di 42:30 direspon 42:31 loh oleh semua santri dan yang hadir 42:34 saat itu. Pak Prabo sendiri luar biasa 42:38 mengatakan 42:40 bahwa dia bilang Indonesia 42:44 di masa akan datang harus dipimpin oleh 42:48 santri-santri ya bukan hanya Gontor ya 42:50 santri-santri dan mati mungkin ada terus 42:53 capap Gontornya. 42:55 Bahkan Pak Prabowo enggak gemen-gemen 42:57 loh. 42:59 Soal ketika ee duta besar Palestina 43:03 disebutkan, tepuk tangan semua kita. Ee 43:07 tepuk tangan semua kita. Akhirnya apa? 43:10 Pak Prabowo di diselendangin 43:13 apa? 43:14 E selendang 43:15 Palestin. 43:16 Palestina. Wah, peluk-pelukan. 43:19 Sampai Pak Barobo bilang, "Pre Palestin 43:22 [tertawa] 43:25 pre Palestine." Allahu Akbar. PR 43:28 Palestine. Hingar-bingar itu yang 43:31 namanya BPPM itu. Itu Balai Pertemuan 43:35 Pondok Pesantren itu uh luar biasa 43:37 gemuruh. Dan kita banyak yang menangis 43:40 saat itu ketika Pak Prabowo mengucapkan 43:43 pri Palestine, kita ikuti pri Palestine 43:46 merdeka gitu. Nah, ini ikhwan pilah yang 43:50 dirahmati Allah, pendengar Rasid Rasil 43:52 dan pemirsa televisi Rasil di mana saja 43:55 berada. Ee tema yang mungkin eh tidak 43:59 sempurna ini cerita tentang Global 44:02 Holistic Education eh program. Ternyata 44:06 nak pahari ini sedang 44:09 di tempuh cara-cara seperti ini. 44:14 Cara-cara holistic education program ini 44:17 ditempuh dan diperjuangkan oleh 44:20 ahli-ahli pendidik internasional 44:22 h 44:23 terutama Eropa dan Amerika. 44:25 Iya. 44:26 Betul. Makanya ustaz mengatakan global 44:29 holistic education program ini sudah 44:31 mendunia. Padahal Gontor sudah 44:33 menerapkan ini semenjak kapan? Semenjak 44:36 berdirinya. Berdiri Gontor tahun berapa 44:38 coba? 44:39 1926 ya? 44:39 I 1926. 44:42 Berarti tentang holistic education 44:44 program ini Gontor telah menerapkannya 44:47 dari tahun 1926. 44:49 Soal nanti combine ya kan ee istilahnya 44:53 saling menyempurnakan program itu soal 44:55 lain. Tapi program ini semenjak Gontor 44:58 berdiri sudah diperjuangkan. 45:01 Nah, hari ini soal holistik education 45:05 program ini akan mendunia, akan 45:06 menglobal. 45:07 Nah, maka judul hari ini dengan ayat ee 45:10 Taaubah 122. Saya rasa ini ayat saya 45:14 mengutipnya dari ayat ini 45:15 i 45:16 harus kita jadikan eh holistic education 45:19 program ini sebagai program dunia yang 45:21 mengglobal itu loh. Kenapa? Karena kalau 45:25 katakan di Eropa saja 45:27 yang muslimnya dari hari ke hari semakin 45:29 bertambah 45:30 bertambah terus 45:31 akan mencetak generasi muslim Eropa 45:35 dengan cara-cara pesantren. Mau enggak 45:37 mau mereka harus belajar ke Indonesia. 45:40 Bagaimana menggunakan waktu 24 jam di 45:43 pendidikan umat Islam di Eropa. Demikian 45:47 di Amerika. Dan di Amerika sudah ada 45:49 saudara kita ya kan Ustaz Samsi Ali. 45:52 itu ada kalau enggak salah 11 hektar 45:54 atau 13 hektar itu di New York 45:56 beliau sudah mendirikan pesantren 45:58 namanya pesantren Nusantara 46:00 i kan dan dulu kalau pernah sudah ke 46:02 sini kan sering dan menjadi kontributor 46:04 kita kan 46:05 Ustaz Samsi Ali 46:06 iya 46:07 menjadi kontributor kita itu dan saya 46:09 bersyukur saat dia ke Indonesia anak 46:11 saya yang mendampingi ke mana-mana itu 46:13 anak menantu saya itu alhamdulillah itu. 46:15 Nah, intinya ikhwan baik di Australia, 46:18 Eropa, Amerika, hatta kepada ee ee ee 46:22 apa namanya? Afrika sendiri bagi yang 46:24 menginginkan 46:26 umat Islamnya mendapatkan pendidikan 46:28 secara holistik gitu kan ya. Dia kalau 46:32 holistik itu kan menyeluruh, Nak. 46:34 Tidak. Pelajar ini hanya mendapatkan 46:37 ilmu yang diterapkan di sekolahnya saja. 46:40 Iya. 46:41 Tetapi bagaimana dia menguasai waktu 46:43 sesungguhnya. 46:45 Makanya untuk menguasai waktu itu ia 46:47 belajar ilmu, ia menggunakan daripada ee 46:52 waktu yang sempat itu untuk apa? Untuk 46:55 berbagai bentuk disiplin kehidupan yang 46:57 lain, olahraga, pramuka. Bahkan dulu 47:02 waktu ustaz digontor itu, ustaz itu 47:05 masuk pada kelompok barisan 47:09 barisan kehormatan. 47:11 Hm. Apa itu? Nah, Ustaz kasih tahu ya. 47:15 Barisan kehormatan itu adalah orangnya 47:18 tertentu terbatas 47:20 mungkin antara 40 atau 30 berapa gitu 47:23 dipilih. 47:24 Nah, dipilih yang yang posturnya agak 47:26 tinggi-tinggi, Ustaz. Ini kan 175 47:29 menurut ee kiai oh ini cukup cocok untuk 47:33 menjadi pasukan elit gitu. Ee pasukan 47:37 kehormatan. Nah, termasuk Pak Lukman 47:40 Saifudin, Menteri Agama dulu tuh itu 47:42 sejajar dengan Ustaz tuh. Masuknya juga 47:45 tahu semasuk sama tahun '9 masuknya. 47:48 Iya. Eh, e masuknya dia tahun 2 kalau 47:52 enggak salah. Kalau Ustaz e 79 karena 47:54 dia eksperimen 4 tahun saja. Nah, itu 47:57 termasuk dimasukkan ke bagi ee tadi 48:00 pasukan kehormatan. Fungsinya untuk apa? 48:03 fungsinya untuk menjadi barisan 48:06 menghormati tamu. 48:08 Dan kita kalau sudah ada informasi dari 48:10 kiai bahwa 45 hari lagi akan ada tamu 48:14 besar A B C D itu kita tidak usah lagi 48:18 menunggu perintah 48:21 pimpinan kita itu yang pimpinan dari 48:23 regu itulah yang dia kerja keras 48:26 iya 48:26 ya untuk latihan beberapa hari asal tahu 48:29 tempatnya di mana, ke mana kunjungannya 48:32 ya itu kita mendampingi tamu terus 48:34 akhirnya itulah pasukan kehormatan 48:37 ternyata diambil daripada POTPOT. POT 48:40 itu namanya ee gugus depan ee pramuka. 48:45 Ada POT 1, POT3, POT 5 dan sebagainya. 48:48 Ustaz sendiri ketua POT 1 48:51 namanya Bindep pimpinan gugus depan itu 48:54 POT 1. Nah, yang lain POT3 5 dan 48:57 sebagainya itu ee membentuk karakter 49:00 seseorang untuk percaya diri. 49:02 Iya. Bagaimana tidak lawung kita di 49:05 hadapan kita dan percaya diri luar biasa 49:07 kan kita enggak boleh tengok kanan kiri 49:10 saat jadi jadi apa ee 49:13 menjadi ee apa tadi barisan kehormatan 49:17 itu. Tetapi kita harus betul-betul ee 49:21 menguasai ee keadaan 49:23 di pinggir kita adalah pejabat tinggi. 49:26 di pinggir kita itu e ada menteri yang 49:30 sedang kita kawal. 49:32 Di pinggir kita ada presiden, di pinggir 49:34 kita ada duta besar negara lain. Itu 49:37 ustaz sendiri mengalami betapa 49:39 dahsyatnya pendidikan Gontor pada 49:40 kepribadian 49:42 itu loh. Nah, ini di antara 49:45 ikhwat al iman yang saya merasa harus 49:48 bersyukur gitu. Makanya alhamdulillah 49:51 Ustaz tidak bangga dan bersyukur sekali 49:54 ee walaupun bagaimana Ustaz pernah ee 49:57 belajar di sana. Adapun kelengkapan 50:00 untuk mendapatkan ilmu lain ya bukan 50:03 berarti Gontor memberikan 100% 50:05 segalanya. Gak. Kita hanya diberi kunci. 50:09 Kuncinya apa? Bahasa Arab dan bahasa 50:11 Inggris. Makanya tidak heran kalau 50:14 anak-anak Gontor itu ya ada jadi duta 50:16 besar, ada jadi pengusaha, ada jadi 50:20 pemerintah, ada juga yang sekolahnya ke 50:22 luar negeri ya, ada juga yang menjadi 50:26 pengusaha di luar negeri itu tidak 50:27 heran. Kenapa? Karena sudah ada bekal 50:30 kunci bahasa gitu. Bahasa itu wajib ya. 50:33 Iya, itu wajib. Bahkan kalau ada 50:35 pelanggaran seperti tadi masuk ke 50:37 mahkamah bahasa untuk dikasih nasehat 50:40 dan 50:41 dikasih arahan gitu. Ya, Ustaz sendiri 50:44 merasa bersyukur setelah dari Gontor itu 50:47 tahun 5 Ustaz bisa sekolah di Malaysia 50:50 ya kan. Meskipun hanya 1 tahun ngambil 50:53 ekonomi. 50:55 Setelah pulang alhamdulillah bahkan 50:56 setelah nikah anak punya anak dua ustaz 50:59 ada kesempatan belajar di Riyad di ibu 51:02 kota Saudi Arabia. Itu kan harus 51:04 disyukuri. 51:05 Betul. Dan pulang-pulang alhamdulillah 51:07 ustaz tidak menjadi orang nganggur. 51:09 [tertawa] 51:10 Meskipun tua ada cita-cita 51:14 membangun pesantren dan Allah kabulkan 51:17 cita-cita ustaz untuk memiliki 51:19 pesantren. Meskipun sudah usia 64 tahun 51:23 ustaz sekarang yaitu pesantren di 51:25 Majalengka. Majalengka 51:27 itu 51:27 dan masih dalam proses ya. 51:28 Nah, masih dalam proses. Moga-moga 51:30 santrinya insyaallah ee berdatangan 51:33 gitu. 51:34 Ee itu saja. Nah, Pakri ee mungkin 51:37 secara 51:39 secara apa namanya ee 51:43 eksplisitnya 51:45 eh tema Global Holistic Education 51:48 Program ini diserahkan sepenuhnya pada 51:51 pendengar [tertawa] 51:53 karena masing-masing kita punya 51:54 pengalaman yang berbear 51:58 juga ada yang pernah nyantir di Gontor, 52:00 ada yang pernah nyantir di 52:02 pesantren alumni Gontor. 52:04 atau di pesantren yang tidak ada kaitan 52:07 dengan Gontor dan alumni kan itu 52:09 [berdehem] seperti Tebu Ireng Ploso itu 52:12 kan hal yang lumrah. Namun ee kita harus 52:16 ada sistem kesatuan terpisah dalam 52:19 menyikapi kondisi. Semua santri, semua 52:22 guru, semua kiai harus sepakat bahwa 52:26 soal perbaikan etika dan akhlak itu 52:28 tanggung jawab mereka. Oke. Namun pun 52:31 demikian, perbedaan pesantren dengan 52:33 yang lain, apakah itu ada kolasi dengan 52:37 gontor atau tidak, ini harus tetap 52:39 bersatu. 52:40 Iya. 52:40 Harus tetap bersatu mendidik anak bangsa 52:43 ini ke arah yang lebih baik agar persis 52:45 negara ini seperti yang dielu-elukan 52:48 omongannya sama Pak Presiden Prabowo 52:50 kemarin, Indonesia akan masyaallah 52:54 menjadi negara yang kuat ketika didukung 52:56 oleh para santri. Bahkan beliau katakan 52:59 memimpin negara ini dari pesantren. Itu 53:02 kalau jadi doa dikabulkan Allah tidak 53:04 mustahil 202 itu yang akan jadi presiden 53:08 adalah anak sanak santri. 53:09 Ah itu tidak mustahil kan. Dan itu 53:12 doanya Pak Prabowo dan diaminkan oleh 53:15 semua santri dan pejabat yang hadir. 53:18 Artinya tidak mustahil di 202 seorang 53:21 menteri kebanyakan dari pesan 53:22 pesantren. 53:23 Seorang ee gubernur kebanyakan dari 53:25 pesan. Demikian seterusnya 53:28 ikhwan fillah. Itu saja ee yang dapat 53:30 Ustaz berikan di siang hari ini. Semoga 53:34 dimaklumi. Semoga dimaklumi dan ee kalau 53:37 ada yang bertanya jangan susah-susah 53:40 karena soal soal bagaimana menceritakan 53:43 apa yang didapat dari Gontor itu. 53:45 Wallahualam bissawab. 53:47 Insyaallah. 53:48 Baik kita jadi dulu ya, Ustaz. Yaak. 53:50 Ya, mau bertanya. Tapi ingat ya tadi 53:52 ayatnya surat at-Taubah 122. Ini hanya 53:56 cuplikan daripada ayat itu saja. 53:59 He 53:59 baik kami tunggu IMAT di 0811999720 54:03 yang ingin bertanya, berkomentar ataupun 54:05 punya pengalaman tadi di pesantren 54:07 seperti apa nanti bisa di-sharing ya. 54:09 Tetap bersama kami Iwan Awan. 57:03 [musik] 57:15 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 57:17 bersama kami Ikhwan Awwat di acara 57:18 tausiah siang kajian tafsir Ibnu Katsir 57:21 bersama Ustaz Umar Rasid Hasan. Kita 57:23 tadi bersama-sama pelajari Quran surah 57:25 at-Taubah ayat 122 ee dengan subtema 57:29 Global Holistic Education Program dan 57:31 juga tadi sharing-sharing Ustaz mengenai 57:33 ee Gontor Ustaz ya. Pondok pesantren 57:35 Gontor. 57:36 Iya. 57:36 Salah satu pesantren yang sudah ee tua 57:39 sekali ya. 57:40 100 tahun. 57:41 100 tahun. Masyaallah. 57:43 Ada yang lebih tua sebetulnya ya. di 57:45 antaranya yang di Jawa Timur tuh di 57:47 Gresik lebih tua sebetulnya. Masyaallah. 57:50 Ini juga ada yang sudah berkomentar, Pak 57:52 Ustaz yang masuk di ee WhatsApp rahasia 57:55 di 0811999720. 57:59 Ibu Hajah Syaidah juga menyimak ya. 58:01 Terima kasih Ustaz 58:03 mengenai 58:03 alhamdulillah 58:04 apa namanya pesantren Gontor. Ternyata 58:06 di bulan alumni Gontor ya Pak Ustaz ya. 58:09 [tertawa] 58:10 juga sedang nyimaktaki juga Bapak 58:14 ee Ali ya. 58:15 Alhamdulillah Ibu Mani Ibu Suratmi, 58:19 Bapak Nurdin, 58:21 Bapak 58:22 Nur, Bapak Nur ya sedang Bapak Bambang 58:25 juga Ibu Astuti 58:27 dan juga ini komentar dari Eyang Sri ya. 58:29 Selalu Eyang Sri masyaallah semoga 58:31 semuanya pada sehat walafiat termasuk 58:33 Eyang Sri. Amin. Ini juga berkomentar, 58:36 "Semoga alumni Gontor katanya yang jadi 58:39 pejabat jadi pejabat yang amanah." 58:41 [tertawa] 58:44 Alumni yang jadi pejabat semoga amanah 58:46 ya. Ahah. Ini harus didengarkan nih oleh 58:49 semua pejabat lulusan Gontor nih. Jangan 58:51 memalukan 58:53 sama mater ya. 58:53 Iya. Jangan memalukan amat dan teman. 58:58 Allah ya. Itu kadang godaannya besar 58:59 sekali ya. Ya. 59:00 Ya. 59:01 Godaannya besar sekali kalau jadi bajab. 59:02 Uh, masyaallah. 59:03 Oh, iyalah. 59:05 Hm. 59:06 Bapak Sandi Wiriyatami juga sudah 59:08 menyimak ya. 59:08 Heh. 59:10 Baik. 59:12 Ada pertanyaan Pak Ustaz yang masuk dari 59:14 Bapak Deni. Asalamualaikum 59:15 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustaz. 59:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:18 wabarakatuh. 59:19 Mengapa pendidikan saat ini tidak cukup 59:21 hanya membentuk anak yang pintar secara 59:24 intelektual? 59:25 Iya. 59:26 Mengapa seperti itu, Pak Ustaz? 59:27 Iya. Itu akan kita jawab dan diulang 59:32 lagi nanti kalau Ustaz lupa. Ya kan? 59:34 Yang pertama, Ustaz akan melihat itu 59:36 sharing tadi bahwa ee apa tadi yang 59:42 pertama tuh 59:43 pejabat 59:44 ya. Itu yang pejabat bahwa Ustaz katakan 59:48 tadi jangan memalukan ya. 59:49 Iya. Jangan memalukan 59:50 kepada kawan-kawan Gontori. Kita katakan 59:54 Gontori. 59:54 Oh Gontori. Sebannya 59:55 Gontori itu istilahnya kawan-kawan yang 59:58 pernah jadi gontor. 1:00:00 Apakah pernahnya itu lulus atau tidak 1:00:02 lulus? sama saja. 1:00:03 Karena yang namanya alumni itu tidak 1:00:05 mesti lulus sebetulnya dalam maknanya. 1:00:07 Makna dalam bahasa Inggris itu alumni 1:00:09 itu yang pernah di satu lembaga meskipun 1:00:12 tidak lulus boleh dikatakan alumni. 1:00:14 Syukur-syukur kalau lul lulus. Nah, 1:00:17 kepada semua ee kawan-kawan yang pernah 1:00:21 digontor lalu menjadi pejabat gitu kan, 1:00:23 ini penting dibahas. 1:00:26 Iya. 1:00:26 Dan penting saling mengingatkan. 1:00:29 Karena anak-anak Gontor sendiri hari ini 1:00:31 banyak yang ee berjuang lintas partai. 1:00:36 H 1:00:37 ya kan di PDI banyak anak Gontor. Jangan 1:00:40 kira [tertawa] 1:00:42 I di PDI banyak anak Gontor. Di Gerindra 1:00:45 punya anak Gontor. Apalagi di PKS P3 ya 1:00:51 itu Pak Lukman Saifudin P3.3. Iya juga 1:00:55 duta besar kita Ajar Beja anak Pak Kiai 1:00:57 Gontor itu di P3 juga kawan dekat ustaz 1:01:00 profesor itu. Itu. Nah jadi lintas 1:01:04 partai ada juga di partai-partai lain ya 1:01:08 kan ee partai umat juga ada anak-anak 1:01:11 Gontor yang dengan Pak Amir Ais itu kan 1:01:14 dulu Ustaz juga dapat undangan untuk 1:01:15 mengikuti launchingnya Partai Umat ya di 1:01:19 Yogyakarta. Cuman Ustaz enggak ada waktu 1:01:22 gitu. Nah, intinya kawan-kawan Gontori 1:01:25 yang dapat amanat mengurus umat ya kan 1:01:29 dari kementerian ini ke menteri itu. 1:01:32 Bahkan Pak Menteri Pertanian Pak Amran 1:01:35 itu anaknya digontor Pak Amran Sulaiman. 1:01:38 Iya. Jadi, Pak Amran Sulaiman kalau 1:01:40 salah akan dinasiah anaknya [tertawa] 1:01:43 gitu loh. 1:01:46 Jadi ini sebuah kesempatan ya buat kita 1:01:48 saling memberikan semacam ee 1:01:51 arahan-arahan kehidupan yang ee positif 1:01:54 bagi pejabat-pejabat jebolan Gontor. 1:01:57 Pertama, jaga kejujuran. 1:02:01 Kedua, jaga almamater, 1:02:05 ya kan? Jangan memalukan 1:02:08 itu loh. Karena sekarang kalau kita 1:02:10 sebut satu persatu susah saking 1:02:11 banyaknya. 1:02:13 Setidaknya ketua umum ee Muhammadiyah 1:02:19 yang organisas sangat besar yang 1:02:21 memiliki ratusan triliun rupiah. Oh itu 1:02:24 dahsyat. 1:02:25 Dan organisasi terbesar yang paling kaya 1:02:28 di dunia itulah Muhammadiyah. Gitu. Saya 1:02:31 pesan secara pesan moral ya kepada 1:02:34 kawan-kawan yang menjabat dari Gontor 1:02:37 ini, jagalah kejujuran, jagalah amanat 1:02:40 yang sebaik-baiknya. Jangan dikhianati 1:02:42 amanat di tengah-tengah zaman sekarang 1:02:46 ee semraweraut amburadul. Yang salah 1:02:49 jadi benar. Betul gak? Yang benar jadi 1:02:53 salah. 1:02:54 Yang berkhianat dipercayai, 1:02:57 yang semestinya dipercayai dikh 1:03:00 dikhianati. 1:03:02 Banyak berjanji dengan janji palsu. 1:03:05 Tidak pernah ada buk bukti. I kan ini 1:03:09 masalah loh. 1:03:11 Sekarang ini pemerintah tuh sangat sulit 1:03:13 dipercaya. Gemarnya berkhian berkhianat. 1:03:17 Jangan sampai anak-anak Gontor ini masuk 1:03:20 pada wilayah itu. 1:03:23 Muncul pertanyaan, "Untuk apa kamu 1:03:25 digontor?" Kan gitu. 1:03:27 Kalau gitu enggak usah ke Gontor aja, 1:03:29 memalukan gitu. Ini ini penting kita 1:03:32 sampaikan untuk kawan-kawan yang menjadi 1:03:35 pejabat Algontori ini supaya apa? Supaya 1:03:38 mereka melihat jati diri yang ditanamkan 1:03:41 oleh Gontor kepada dia dan Gontor itu 1:03:44 menanamkan kejujuran. Oh, luar biasa. 1:03:47 menanamkan agar kamu jangan jadi 1:03:49 pengkhianat, kamu harus jujur, amanah, 1:03:51 adil, itu luar biasa itu. Kemudian yang 1:03:55 kedua tadi pertanyaan, 1:03:58 gimana, Nak? Pertanyaan tadi 1:04:00 mengapa ee pendidikan saat ini tidak 1:04:02 cukup hanya membentuk anak yang pintar 1:04:04 secara intelektual saja? 1:04:05 Iya. Kenapa sekarang pendidikan itu 1:04:08 tidak cukup hanya mengandalkan agar anak 1:04:11 itu ee pintar secara 1:04:13 intelektual? 1:04:14 Intelektual saja. Sekarang gini, saya 1:04:16 akan mengutip ee kisah kiai besar 1:04:20 mengatakan 1:04:22 mendidik anak pintar 1:04:26 dan benar. 1:04:28 Gimana anak parsi anak? Mendidik anak 1:04:31 pintar 1:04:32 dan benar. 1:04:34 Ini kan menuju kepada intelektualitas. 1:04:36 Betul. 1:04:37 Betul. 1:04:38 itu lebih mudah 1:04:41 bila dibandingkan mendidik anak yang 1:04:44 pintar tapi belum benar. 1:04:48 Coba ini kalimat sedikit perbedaannya 1:04:50 ya. Mendidik anak pintar dan benar itu 1:04:53 mudah. 1:04:56 Ini semua orang akan mau ke sana maunya. 1:04:58 Orang tua mana yang tidak mau dengan 1:05:00 keistimewaan kalimat ini? 1:05:03 itu loh. Dan kepada pengelola pendidikan 1:05:06 baik di di umum ataupun di pondok pes 1:05:09 itu merasa terbantu mudah. 1:05:12 Mendidik anak pintar dan benar itu 1:05:14 mudah. 1:05:16 Artinya gini, anak sudah tahu pintar, 1:05:19 benar lagi nghormati guru, akhlaknya 1:05:22 baik gitu kan. 1:05:26 dinasehati, nerima nasihat diarahkan mau 1:05:28 berjalan pada jalan arahan itu ke kiai 1:05:32 tawadu bukan tawadu tahu warna duit 1:05:35 [tertawa] 1:05:37 kan ada tawadu ya tahu tahu warna duit 1:05:40 [tertawa] 1:05:41 dia dinasehati mau ini yang diharapkan 1:05:45 oleh wali santri dan guru. 1:05:48 Betul itu yang diharapkan ya. ya. Karena 1:05:50 wali santri menitipkan anaknya ke 1:05:52 pesantren itu untuk jadi yang ini untuk 1:05:55 jadi anak pintar dan baik 1:05:58 itu idealnya seperti yang tadi 1:06:00 dikatakan. 1:06:02 Nah, kenapa tidak cukup hanya menjadikan 1:06:04 anak itu menjadi intelektualitas? 1:06:08 Tidak cukup itu. Tanpa tanpa nilai-nilai 1:06:12 yang namanya akhlakul karimah itu nilai 1:06:16 intelektualitas itu dapat dibantahkan. 1:06:19 akan jadi apa mereka tanpa akhlak? 1:06:21 Nah, inilah menjadi kemudahan kita 1:06:25 pendidik karena dari Gontor itu ada guru 1:06:27 dan pendidik. Ada guru plus pendidik, ya 1:06:29 kan? Nah, 1:06:31 berbeda dengan ketika mengajarkan apapun 1:06:34 pada anak didik kita yang pintar tapi 1:06:36 belum ben 1:06:38 benar. 1:06:39 Coba anaknya pintar tapi pemabuk kan 1:06:42 enggak benar. 1:06:44 Anaknya pintar tapi suka judi. Uang saku 1:06:47 dari ayahnya dijadikan judi. Modal untuk 1:06:51 berjudi. 1:06:52 Banyak sekarang anaknya pintar tapi 1:06:54 keluar dari rumah malah pacaran. Memilih 1:06:57 memilih teman perempuannya di 1:07:00 dibawa-bawa dengan motor dia. Betul gak? 1:07:04 Nah, ini artinya kita akan menjadi 1:07:07 pendidik yang sulit 1:07:09 dan orang tua akan merasa kecewa karena 1:07:13 apa? Karena anaknya yang dititipkan ke 1:07:16 lembaga katakan pesant itu tidak bisa 1:07:19 sang kiai, sang ustaz mendidik secara 1:07:21 baik. Kenapa? Karena dia hanya pintar. 1:07:25 Oke. Siap jadi intelektual. Oke. Namun 1:07:28 dia tidak benar dalam perilaku. 1:07:33 Nah, kita 1:07:35 lagi-lagi ditantang oleh kondisi seperti 1:07:37 ini. Kita inginkan secara idealismenya, 1:07:42 yuk kita mendidik anak yang pintar plus 1:07:45 itu benar 1:07:46 benar. Dan ini menjadi tantangan kita di 1:07:51 mana pun kita berada, di perkotaan, di 1:07:53 pedesaan ya, Nak ya. Ketika kita 1:07:56 mendidik anak bangsa ini yang pintar 1:07:59 belum benar, ini PR berat buat kita 1:08:02 sebagai pendidik. Ini PR berat untuk 1:08:05 orang tua yang menitipkan anaknya keluar 1:08:07 dari lembaga pendidikan. Ya kan? Menjadi 1:08:10 anak yang diharapkan oleh ibu bapak 1:08:12 mereka. Menjadiid anak yang saleh, 1:08:16 menjid anak pintar dan berakhlak. Nah, 1:08:18 hari ini oleh karenanya, Ustaz ini 1:08:21 sharing sebetulnya jawaban seperti 1:08:23 sharing. Saya mengajak pada semua 1:08:27 stakeholder ya, stakeholder pendidikan, 1:08:30 pemerintah ya, masyarakat untuk apa? 1:08:34 Untuk sama-sama 1:08:36 memiliki PR mencetak generasi plus 1:08:41 akhlak dari pendidikan. Jangan hanya 1:08:43 kita memberikan ilmu, ilmu, ilmu, ilmu. 1:08:46 Iya. Oke, banyak ilmu tapi tanpa ada 1:08:49 akhlak mulia. Habis itu ilmu. Saat dia 1:08:52 jadi pejabat mungkin jadi koruptor. 1:08:55 Saat dia beri di amanat amanat dia 1:08:56 sia-siakan. Betul gak? 1:08:58 Karena dia pintar, tidak berakhlak. 1:09:00 Tidak berakhlak. 1:09:01 Saat dia mungkin menjadi pejabat, hanya 1:09:04 orang bilang kemarin ustaz mengutip 1:09:07 lagi, mungkin saat jadi hakim malah 1:09:08 diadili. 1:09:09 He 1:09:10 iya kan? Saat dia jadi jaksa malah 1:09:13 dituntut. Bisa jadi itu karena ilmunya 1:09:16 doang tidak berak akhlak atau mungkin 1:09:19 jadi polisi malah disidik bukan menyidik 1:09:22 gitu. Itu persis seperti satpam kok 1:09:25 malah banyak yang ditangkap [tertawa] 1:09:27 diamankan padahal tugasnya mengaman 1:09:30 mengamankan. Begitu juga para kiai zaman 1:09:33 sekarang banyak kiai yang mengakali 1:09:35 mengakali itu yang terjadi di Jepara itu 1:09:38 kiai yang mengakali dan banyak ustaz 1:09:41 yang malah menjadi mencari maslahat 1:09:43 dengan ilmunya. Am 1:09:45 amplop yang dimaksudkan. 1:09:47 Tidak saya tidak akan datang kalau tarif 1:09:49 saya tidak dipenuhi sekian puluh juta. 1:09:52 Dan banyak hari ini guru yang keliru 1:09:54 dalam mengerahkan pendidikannya. 1:09:57 Ini harus menjadi PR bersama. 1:10:00 Makanya kita jauh-jauh hari ee kepada 1:10:03 khususnya pendengar rasil di mana saja 1:10:04 berada, saya akan bersyukur ya kan 1:10:09 ketika ada kita ini memiliki persatuan 1:10:12 mencetak generasi ke arah jadikan anak 1:10:15 kita menjadi masyaallah figur-figur 1:10:18 intelektual yang jempolan plus memiliki 1:10:22 akhlak mulia, memiliki attitude. 1:10:25 Dan kita tidak menginginkan hanya bisa 1:10:27 mencetak generasi memiliki 1:10:30 intelektualitas yang tinggi namun tanpa 1:10:33 akhlak. Ah, ini yang tidak kita 1:10:35 harapkan. Yang justru menjadi beban itu. 1:10:38 Yang kedua, aduh anak saya pintar sekali 1:10:41 tapi kok ahli narkoba ya gitu ya. 1:10:44 Iya. Sekarang kan banyak pelajar-pelajar 1:10:46 yang pintar, otaknya cerdas tapi doyan 1:10:49 dengan narkoba. Betul gak? Oh, itu sudah 1:10:52 tidak dipungkiri, Nak. 1:10:54 Tidak pungkiri. 1:10:55 Sekecil-kecilnya aja. Aduh kok anak saya 1:10:58 pintar tapi ngerokok ya. 1:11:00 Kecilnya ngerokok. Dari ngerokok terus 1:11:03 ke mana? Menambah kepada keinginan 1:11:06 mencicipi sabu-sabu. 1:11:09 Menambah keinginan untuk mencicipi 1:11:12 narkoba dan macam-macam. 1:11:14 Iya kan? Naudubillah min dalzalik gitu. 1:11:18 Jadi intinya pertanyaan tadi, mengapa 1:11:21 kita tidak cukup ya kepada anak generasi 1:11:23 ini mencetak mereka menjadi ee 1:11:26 intelektualitas gitu kan. Ee karena apa? 1:11:30 Karena soal moral 1:11:32 itu harus diutamakan. 1:11:36 Ulama dulu mengatakan kuntu atlubul adab 1:11:39 salat sanah 1:11:42 waubul 1:11:46 isah. Ini perbedaan kata ulama dulu saya 1:11:51 untuk menyikapi saya ini jadi siapa di 1:11:54 dunia saya belajar tentang adab, etika 1:11:57 akhlak mulia itu 30 tahun tapi belajar 1:12:01 ilmu hanya 20 tahun. Bedanya 10 tahun, 1:12:03 Nak. Maka dari ini saja kita harus bisa 1:12:06 memaknakan bahwa betapa pentingnya 1:12:09 akhlakul karimah dalam pendidi 1:12:11 pendidikan. Apalagi kalau sampai 1:12:14 akhlakul karimah ini dikelola oleh 1:12:16 sistem pendidikan holistik ya kan 1:12:19 education program dan ini kita 1:12:21 menginginkan secara global gitu. 1:12:23 Wallahuam bisaab. 1:12:24 Baik. Ini ada lagi yang ee memberikan 1:12:27 komentar Ustaz dari e Bapak Sandi Wirya. 1:12:30 Subhanallah. Alhamdulillah 1:12:32 Ustaz. Alhamdulillah ketiga anak saya 1:12:33 alumni Gontor. 1:12:34 Wow. Ini perlu perlu dikatakan wow. 1:12:37 [tertawa] 1:12:38 Tapi mereka belum mau berdakwah langsung 1:12:40 Pak Ustaz. ini mereka jadi pendidik ee 1:12:43 Pak Ustaz anak yang pertama guru ASN, 1:12:45 yang kedua guru SMP, dan yang ketiga 1:12:48 masih kuliah. 1:12:49 Allahu Akbar. 1:12:49 Dan saya mau tanya mau, Pak Ustaz, maaf 1:12:51 kalau jadi guru di luar pesantren sulit 1:12:54 menerapkan sistem pendidikan Gontor, 1:12:56 terutama tentang nilai rapot. 1:12:58 Hmm. Iya. Ya, pertama saya syukuri bahwa 1:13:02 anak-anak Bapak lulusan Gontor soal 1:13:05 mereka belum tertarik dengan dunia 1:13:07 dakwah. Ya, barangkali satu saat kita 1:13:10 doakan agar mereka dapat mewakili gitu 1:13:12 kan kebutuhan dakwah. Karena apa? Dakwah 1:13:15 itu tidak boleh berhenti 1:13:16 sampai mati. 1:13:19 Dan kita harapkan di tempat 1:13:21 beliau-beliau ini mencari rezeki juga 1:13:24 sisipkan dakwah akhlak itu tadi ke 1:13:27 murid-muridnya. Baik yang tadi guru SMP 1:13:30 ya, yang sekarang kuliah. Manfaatkan 1:13:33 waktu-waktu kuliah dengan dakwah kepada 1:13:35 teman-temannya. Jangan ikut kepada ee 1:13:38 mahasiswa-mahasiswa yang menggerakkan 1:13:40 apalah istilahnya tawuran ya kan banyak 1:13:43 kan mahasiswa tawuran kan yang sifatnya 1:13:45 mahasiswa di luar jalur pendidikan yang 1:13:49 diinginkan kan gitu. Nah itu jadi kita 1:13:51 berharap ee kepada Bapak ini untuk 1:13:56 supaya tetap berharap pada anak-anaknya 1:13:58 bisa berdakwah gitu. Wallahualam bawab. 1:14:02 Insyaallah. Baik, Ustaz, kita dibatasi 1:14:04 oleh waktu mungkin 1:14:06 habis insyaallah ya. Oke. 1:14:08 Jadi, mm dalam ulasan siang hari ini ee 1:14:16 da Darussalam yaitu 1:14:19 pondok Gontor. Sebetulnya nama pondoknya 1:14:24 sendiri bukan Gontor. 1:14:25 Bukan. Ustaz 1:14:26 bukan 1:14:26 apa tuh 1:14:28 nama pondoknya itu? Darussalam. 1:14:31 Kok bisa sebut duantor? 1:14:32 Ya, [tertawa] itu e 1:14:34 di 3 pekan kemarin sudah Ustaz sampaikan 1:14:38 itu nama pondoknya sendiri adalah 1:14:41 Darussalam. Dar adalah tempat atau rumah 1:14:45 penyemaian lah gitu kan. 1:14:47 Salam yang selamat. 1:14:49 Yang selamat. Jadi inti daripada tujuan 1:14:52 Darussalam itu mencetak generasi yang 1:14:55 selamat dan menyelamatkan 1:14:57 itu yang di semai dibibitnya itu di 1:15:02 Gontor. 1:15:02 Santa di Gontor itu. 1:15:03 Nah, Gontor ini merupakan tempat desa. 1:15:06 H nama desanya. 1:15:07 Nah, kenapa dinamakan Gontor? Sang kiai 1:15:09 lagi-lagi mengenalkan kepada muridnya 1:15:12 meskipun murid sudah tahu gontor ini 1:15:15 adalah enggon kotor. 1:15:17 Itu gon gontor kotor. 1:15:20 Tempat kotor 1:15:21 ya. Tempat kotor. Di tempat itu. Di 1:15:23 Gontor itu dulu terjadi banyak 1:15:25 kesyirikan, kekafiran, pembunuhan, 1:15:28 perzinaan, perjudian itu lengkap sudah. 1:15:31 Iya. yang namanya maksiat di tempat yang 1:15:34 namanya gontor itu, Gonor itu. Nah, sang 1:15:38 kiai dengan menugaskan pada ee kalau 1:15:43 tidak salah itu [berdehem] Kiai Sepuh ya 1:15:46 ee Kiai Sulaiman Jamaluddin kalau tidak 1:15:49 salah disuruh oleh Pak Kiai Hasan Besar 1:15:53 Hasan Ageng Besari 1:15:56 dari Tegalsari untuk 1:15:58 berdakwah ke Gontor itu. berubahlah 1:16:01 kesyirikan menjadi tauhid gitu kan. 1:16:04 Perjudian menjadi ekonomi yang jauh dari 1:16:07 penipuan macam-macam. Akhlak mula 1:16:10 ditanamkan untuk tidak berjudi, tidak 1:16:12 berzina, macam-macam. Lambat laun ada 1:16:15 keberhasilan. Nah itu digontor. 1:16:18 Kenapa kok yang terkenalnya Gontor gitu? 1:16:22 Mungkin ini mungkin karena Darussalam 1:16:24 sendiri adanya di Desa Gontor. Jadi 1:16:28 desanya yang dimunculkan menjadi brand 1:16:31 ee menjadi apa namanya ee brandingnya 1:16:34 Gontor. Tetapi justru di situ ee nilai 1:16:38 sesungguhnya adalah dari salam. Intinya 1:16:41 bahwa 1:16:43 apapun bentuk pendidikan itu tidak lepas 1:16:46 dari menjual label dan produk. 1:16:50 Gontor nih atau selain gontor sama-sama 1:16:53 tujuannya 1:16:55 memperkenalkan label dan menjual produk. 1:16:59 Betul gak nak? Aqua nih. Aqua air Aqua 1:17:02 atau ini apa nih? Ee ya untuk pemberisi 1:17:06 tangan ya. Ini kan mana yang menjadi 1:17:09 label? 1:17:10 ini label 1:17:11 namanya itu di depan 1:17:12 i 1:17:12 merek 1:17:13 produknya mana yang di dalamnya kan. 1:17:16 Nah, pondok pesantren manaun atau 1:17:18 lembaga e edukasi manaun tidak lebih 1:17:22 dari menjual label dan produk. Nah, kita 1:17:25 inginkan produk itu sesuai dengan label 1:17:27 yang dipasarkan. 1:17:30 Betul. 1:17:31 atau nilai yang diambil oleh ee oleh 1:17:35 masyarakat itu sesuai dengan produk yang 1:17:38 ditawarkan. 1:17:40 Iya, 1:17:40 itu kan. Nah, percuma dong kita sekarang 1:17:43 hidup ini apa? Hidup ini cukup dengan 1:17:46 label 1:17:48 gak? Labelnya beras Cianjur. Ini label 1:17:53 nama. Apakah kita makan nama ini beras 1:17:55 Cianjur? Gak. Kita makan berasnya 1:17:58 dalamnya. 1:17:59 Dalamnya kan gitu. Maka inti dari semua 1:18:01 pendidikan adalah mensucikan, 1:18:04 membersihkan 1:18:05 produk 1:18:08 apapun labelnya. 1:18:10 Soal label malah aqua, aku pipa, 1:18:14 [tertawa] 1:18:15 firma, macam-macam minum kok. Yang kita 1:18:19 manfaatkan adalah air minum. Air 1:18:21 minumnya bukan namanya kan gitu. apapun 1:18:23 namanya Darussalam kek, Lirboyo kek, 1:18:26 pelosok kek, inilah itu, Darun Najah 1:18:29 lah, sendiri, Darul Hijrah, enggak 1:18:31 peduli pada nama-nama itu. Yang penting 1:18:33 adalah produk untuk dimiliki oleh santri 1:18:37 yang itu sangat disyukuri oleh wali 1:18:39 santri saat santri pulang ke rumah. Itu 1:18:42 makanya sebagi kiai sebetulnya berat 1:18:45 hidupnya, sangat berat. Kenapa? Karena 1:18:48 jadi kiai itu ya dia harus jadi guru ya 1:18:50 dia harus jadi pendidik. 1:18:53 kesehariannya dikatakan 24 jam ini harus 1:18:57 bersama santri. Nah, itu ini tanggung 1:18:59 jawab yang sangat-sangat berat. Semoga 1:19:01 ke depan ikhwat al iman, pendengar radio 1:19:04 Rasil dan pemirsa televisi Rasil di mana 1:19:06 sejat atau kawan-kawan Gontori yang 1:19:08 sama-sama ikut mendengarkan ini, semoga 1:19:11 kehadiran kita khususnya di Rasil 1:19:14 membawa katakanlah pencerahan ya, Nak, 1:19:16 ya, kepada khalayak ramai. Inilah bentuk 1:19:20 pesantren yang ada di Indonesia. tidak 1:19:23 terfokus pada gontor, tapi semua ee 1:19:26 level-level pesantren itu sama memiliki 1:19:29 label 1:19:30 dan sama sama-sama memiliki pro 1:19:33 produk kita fastabiquul khairat dengan 1:19:36 label dan produk yang kita miliki 1:19:38 sehingga kita dapat layak mendapatkan 1:19:41 rida Allah, 1:19:43 magfirah Allah dan rahmat Allah 1:19:45 subhanahu wa taala. Wallahuam bissawab. 1:19:49 Baik, Ustaz. Alhamdulillah. Terima 1:19:50 kasih. Allah. 1:19:51 Terima kasih kembali nak Fahri. 1:19:53 Semoga menginspirasi kita nih semuanya 1:19:54 yang mungkin ee anaknya belum ee 1:19:57 pesantren gitu ya bisa masukkan 1:19:59 pesantren. Insyaallah ee ke depan kita 1:20:01 punya pemimpin yang ee benar-benar 1:20:04 amanah ya. Bukan hanya pintar secara 1:20:06 intelektual tapi secara 1:20:07 akhlak juga ya. [tertawa] Yang paling 1:20:09 itu akhlaknya ya. 1:20:10 Karena yang pintar banyak 1:20:11 ya tapi yang 1:20:12 agak jarang ya. 1:20:13 Agak jarang punya. [tertawa] 1:20:15 Makanya korupsi banyak kalau misalkan 1:20:16 naubillahik 1:20:18 ya Allah untuk semuanya. 1:20:21 Terima kasih atas kebersamaan nawat saya 1:20:22 yang bertugas pahemani onih dan juga 1:20:26 subhanakallahum wabihamdika asadu alla 1:20:28 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:20:30 ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:20:32 wabarakatuh.