Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:13 Asalamualaikum warahmatullahi 0:14 wabarakatuh. Mas Toni apa kabar? 0:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Kabar baik Pak. 0:21 Alhamdulillah. 0:22 Mantap. Mas Toni apa kabar ini negeri 0:25 ya? Luar biasa. Anda kelar-kelar ini 0:28 urusan berbagai kisah sandiwara dunia. 0:31 Tapi apakah ulama akan bersatu atau ada 0:36 hang hengghong lain dalam muktamar 0:38 Nahdatul Ulama yang Agustus besok akan 0:41 dilakukan? [mendengus] Nah, tadi itu ada 0:44 pengacara dari Justice Kolaborator Sony 0:47 nampaknya mengundurkan diri. Ini juga 0:50 menjadi cerita lain dari urusan BGN dan 0:52 juga urusan Badan Gizi nasional ini 0:56 menjadi sorotan ketika 0:59 terjadi pemborosan dan kelakuan yang 1:02 luar biasa. Dana besar tanpa 1:04 undang-undang ini e nampaknya menjadi 1:06 bancakan di berbagai tempat. Kisah ini 1:09 cobalah apa ada di balik layar ini. Dan 1:12 untuk mengurangi peristiwa kritik 1:15 nampaknya buruh. Dua pentolan buru telah 1:18 dilekatkan dalam jabatan pemerintah. Dan 1:21 kemarin juga ada pejabat yang dulunya 1:24 para demonstran diusir atau digeruduk ya 1:27 di Gadah Mada. Dan nampaknya bagaimana 1:30 antara idealisme dan mempertahankan kata 1:33 mereka berjuang dari dalam. Dari dulu 1:35 tuh saya dengar cerita itu. Ah digulung 1:38 pula lagi ya. Ah bagaimana pula itu di 1:40 Bea Cukai Mas Toni? Apa yang terjadi? 1:43 Kartel kah atau ada apa? Belum lagi 1:45 urusan BPK yang terakhir kami bacakan 1:48 tadi. Nampaknya ini ada mafia entah apa 1:52 ya wajar tanpa pengecualian menjadi 1:55 komoditas yang luar biasa diperjual 1:58 belikan. Tangkap tuh orang-orangnya 1:59 sebagian ya. Silakan Mas Toni Rosid. E 2:02 kami ingin dengarkan kisah pandangan, 2:05 tulisan atau perhatian Mas Toni untuk 2:08 hal tersebut. Silakan Mas Teni. 2:10 Baik Pak dan seluruh pendengar hasil 2:12 yang pertama terkait dengan PPNO ya. Ee 2:16 setelah lama Kisro sebelumnya PPNO 2:19 dengan kehadiran partai politik yang 2:22 bernama PKP yang diduga ikut serta di 2:26 dalam muktamar-muktamar sebelumnya 2:28 sehingga mempengaruhi siapa yang jadi 2:30 kepimpinan. Kemudian belakangan gak 2:33 kalah PKB hubungan antara PKB dengan 2:37 PPNO Kisro. Kemudian habis itu hubungan 2:40 antara Ketua PPNO dengan ee Rais AM 2:45 Kisro, habis itu juga ketua PPNU dengan 2:48 Sekjen PNU Kisro. [berdehem] Ini perlu 2:51 dicari akar persoalannya apa. Begini Pak 2:55 Ihsan. 2:56 Dan ini kan organisasi 3:00 keagamaan 3:02 ee ormas keagamaan kan. 3:05 Kalau ormas itu mampu mensterilkan diri 3:10 dari atau membikin sistem pemilihan atau 3:14 mekanisme pemilihan yang mampu 3:16 mensterilkan diri dari ambisi-ambisi 3:21 para calon ini, NUA akan selamat. 3:25 Kuncinya di situ 3:26 harus ada sistem peralihan apa peralihan 3:30 kepemimpinan. ee ada ee apa e sistem ini 3:35 ya mekanisme peralihan kepemimpinan yang 3:38 tidak memberikan ruang bagi ee siapapun 3:42 yang ee siapapun untuk me apa 3:46 mengaspirasikan ambisinya untuk terhadap 3:50 organisasi ini. Akhirnya lugu datar ee 3:56 apa adanya saja dipilih gitu loh. Nah, 3:59 sebagai contohlah misalnya kalau 4:00 membandingkan dengan Muhammadiyah dan 4:02 tidak ada hero piko 4:04 pada saat itu misalnya e di dari 80-an 4:09 kemudian diperas menjadi ya belasan 13 4:12 diperas kemudian menjadi ee akhirnya 4:15 menjadi satu gitu kan dari ratusan 4:17 kemudian 80-an dan sebagainya. Kalau 4:20 mekanisme itu meskipun tidak persis sama 4:22 ya supaya tidak dianggap sebagai 4:24 mengcopi, tapi itu adalah mekanisme yang 4:27 poinnya adalah itu adalah mekanisme yang 4:30 tidak memberikan ruang atau memperkecil 4:33 ruang bagi ee calon untuk berambisi 4:38 gitu. He. 4:38 Dan pada saat itu ketika pemilihan 4:40 banyak ee contohnya lah misalnya si 4:43 siapa itu Pak Hewan saya itu Pak Anwar 4:47 ya ee itu suaranya terbanyak tapi ee 4:52 para tokoh-tokohnya bilang ini terlalu 4:54 keras yang ke benturan dengan pemerintah 4:57 dan akhir membuat tidak kondusif. Beliau 4:59 dengan logowo mengalah 5:02 dipilih kemudian edar gitu loh. Nah, 5:05 maksud saya kalau di pemilihan di BBNU 5:08 itu menggunakan sebuah mekanisme dan 5:11 sistem pemilihan yang bisa meminimalisir 5:15 menekan ya ee kemungkinan adanya ee 5:19 ambisi-ambisi itu teraspresikan. Saya 5:22 pikir NU akan mandiri, NU akan ee apa 5:25 bisa ee PPNU akan berjalan dengan tidak 5:28 mudah di intervensi itu. Ah, bagaimana 5:31 ee mekanisme itu? Ya, silakan Pak 5:33 orang-orang apa tokoh-tokoh NU untuk ee 5:36 untuk berijtihad gitu kan. Untuk 5:38 berijtihad. Jadi, Pak Ihsan dan seluruh 5:41 pendengar ee Rasil ee kita tahu ada yang 5:46 oh saya dapat dukungan ini. Apa bedanya 5:49 antara ormas keagamaan dengan partai 5:51 politik? 5:52 H 5:53 iya 5:53 gitu. Menurut saya aneh. 5:56 He. 5:56 Saya dapat dukungan ini, banyak 5:58 mendukung saya banyak ini gitu loh. Ee 6:00 mestinya berpikir aja kemuan gagasan 6:03 ya. Soal kemudian saya maju atau tidak 6:06 ya itu terserahlah. itu itu nomor 12 6:09 lah. Yang penting ini ada aspirasi dari 6:13 warga Nahdiyin agar NU dibenahi, agar NU 6:16 ke depan damai, agar NU betul-betul 6:19 menunjukkan keulamaannya. NU itu 6:21 independ independen, NU itu menjaga 6:25 marwah dan karismanya. Nah, jadi NU 6:27 harus melakukan A B C D siapapun jadi 6:31 pimpinannya nanti. Ini adalah merupakan 6:33 suara warga Nadin yang perlu saya 6:36 sampaikan. Itu akan bagus. 6:38 Tapi kalau kemudian bilang bahwa saya 6:40 mendapatkan dukungan, banyak dukungan, 6:43 ini apa bedanya dengan PKB? 6:47 Ini apa bedanya dengan partai-partai 6:49 yang lain? 6:50 Menurut saya sudah tidak tidak etis itu 6:54 dimunculkan. Itu menunjukkan adanya 6:56 ketika ada orang saya mendapatkan 6:58 dukungan dan sebagainya 7:00 itu seperti secara implisit menunjukkan 7:04 adanya ee apa namanya? ambisi untuk maju 7:09 ya siapapun itulah siapapun itu gitu kan 7:13 kebetulan saya orang NU dan saya 7:14 kenallah Gus-gus ulama-ulama NU saya 7:17 kenal cukup baik gitu tapi ee perlu NU 7:21 itu diselamatkan intinya kan itu 7:23 diselamatkan dari suat situasi kemarin 7:27 yang betul-betul ee dianggap terpuruk di 7:31 mata baik warga Nadin maupun di mata 7:34 bangsa ini. 7:36 marwah yang jatuh inilah perlu 7:38 dikembalikan melalui sebuah proses 7:41 namanya muktamar. 7:43 Hm. He itu Pak Pak Ian ini ini sekedar 7:48 ee kegundahan dan refleksi pentingnya 7:51 refleksi terhadap NU apalagi saya juga 7:54 bagian daripada warga warga NU perlu 7:57 perlu juga membuka diri untuk belajar 7:59 pada ormas-ormas yang lain bukan karena 8:01 besar itu benar semuanya benar mutlak 8:04 selalu benar tidak 8:06 jadi perlu saling belajar ormas yang 8:08 lain belajar kepada NU NU juga harus 8:10 membuka diri belajar kepada ormas yang 8:12 lain termasuk di dalam rangka maka ee ee 8:15 membuat mekanisme pemilihan NU ini kan 8:18 ee sebuah ormas yang ee apa moderat ya, 8:23 ormas yang ee tasamuh ya ee selalu mampu 8:27 untuk beradaptasi ya tunjukkan kemampuan 8:29 beradaptasi terhadap sesuatu yang baik 8:32 meskipun itu dari tempat yang prinsipnya 8:35 kan almuh alqadimh 8:38 jad alaslah ini kan sebuah dialektika 8:41 yang harus menjadi sebuah prinsip di 8:43 dalam menjalankan roda organisasi itu 8:46 Pak Isan. Kemudian kita masuk 8:48 ke BPK. 8:49 H 8:50 BPK dulu [berdehem] 8:51 silakan. 8:51 Eh Sony Sony dulu Sony dulu. Saya sudah 8:54 nulis ini Pak Ihsan enggak bisa kemudian 8:57 saya terbitkan kalau Sony sudah menarik 8:59 diri dari e jadi kolaborator. 9:02 Belum belum menarik dari ini 9:03 pengacaranya yang mengatakan. 9:06 Iya. Pengajarnya kan dari dari ini 9:09 dari Jadi 9:11 ada tulisan saya enggak bisa saya 9:13 posting jadinya ini. [tertawa] 9:15 Jadi saya teringat saya nuliskan 9:17 beberapa kali terhadap dengan apa ee 9:20 Hastok 9:21 pada Sekjen PDP dulu. Hast kan ee 9:24 nyiapin data-datanya terus kemudian ee 9:27 video-videonya 9:29 lalu dititipin orang ya ee bahkan 9:33 kononnya sebagian itu dibawa ke Rusia 9:35 dan sebagainya macam-macam dan saya 9:37 bilang ee enggak bakal terjadi 9:40 gitu loh ya ee kenyataannya kan memang 9:42 tidak terjadi kan betul 9:44 kalau enggak salah tidak kurang dari 9:45 tiga artikel saya menulis tentang Hasto 9:47 itu 9:48 ya akan terjadi itu hanya sebagai sebuah 9:51 proses negosiasi begitu itu juga Sony 9:53 enggak akan terjadi. 9:55 Hm. 9:55 Gitu kan. Eh, tapi kebetulan sudah belum 9:57 saya tulis sudah di apa belum saya 9:59 posting sudah ditarik. [tertawa] Jadi 10:01 enggak seru dong gak seru. Saudaranya 10:05 gini Pak jadi 10:08 dia ada niat betul oke saya akan menjadi 10:11 apa namanya mengajukan ee justice 10:14 kolaborator ya. ee saya akan ungkap ya 10:17 ee semua ini saya tidak mau sendiri 10:20 karena apa ya kayak gini kan di kartel 10:22 Pak enggak mungkin sendiri enggak 10:24 mungkin tiga orang empat orang kemudian 10:26 menjadi empat orang enggak mungkin 10:28 ya yang kemudian HP-nya Sony diambil 10:31 lalu ada beberapa nama di dalam situ itu 10:34 kan ya selama ini kan 10:36 ee dugaan sing seperti itu kan hampir di 10:39 semua korupsi negara bukan hanya di MDG 10:43 lembaga ini lembaga ini, lembaga ini, 10:46 lembaga ini pemainnya si ini si ini siu 10:49 pimpinannya, wakil pimpinannya dan 10:50 sebagainya. Ini kan selalu seperti itu 10:53 dan itu jajam umum. H 10:56 ya sekarang begini kalau Sony menjadi 10:58 didekati eh kamu mau itu kalau kamu 11:02 pakai nama-nama aku hati-hati. Bukan 11:04 kamunya 11:05 gitu kan, tapi yang lain-lain, 11:07 keluarganya lah, macam-macam. Satu itu 11:09 berpac eh kamu enggak usah sebut-sebut, 11:11 kamu mau aman enggak 11:13 gitu kan. semua kita bantu ya kita 11:16 usahakan lobi A, lobi C, lobi C D supaya 11:20 apa ee ringan gitu kan 11:23 bukan meringan gitu kan. 11:26 ada semacam enrichement e dan apa 11:30 namanya punishment yang pada akhirnya 11:33 dan itu sifatnya masif kepada Sony dan 11:35 itu akan berhitung ulang 11:38 dan kepada siapapun H kepada siapapun 11:41 akan seperti itu akhirnya apa ee terjadi 11:43 sebuah e apa ee bergaining posisi tawar 11:47 h 11:48 gitu loh justru enggak akan ya kamu 11:50 kalau kencang semua yang terlibat ini 11:53 enggak akan bantu kamu tapi kalau enggak 11:55 kencang, semua akan bantu kamu gitu kan 11:58 ya. Baik bantu pada saat proses hukum 12:01 sehingga pasal-pasalnya bisa 12:03 dinegosiasikan atau kemudian bantu pada 12:06 saat ketika kamu ada di dalam gitu loh 12:08 atau membantu kalau tidak kamu dimusuhi 12:09 semua orang ya. Jadi sudah sudah dapat 12:13 punishment eh apa law punishment 12:15 punishment hukum gitu kan. terus 12:17 kemudian mendapat sosial punishment. 12:19 Punishment sosial dalam pengertian eh 12:21 environment eh punishment punishment 12:24 lingkarannya, lingkaran sosialnya 12:27 dan itu makin berat, makin tersiksa. 12:30 Kan itu yang terjadi, Pak Ihsan. Jadi 12:32 kalau ada orang kemudian eh wh blower 12:35 atau justice kolaborator enggak bakal 12:38 Pak Ihsan karena apa ya? membayangkan 12:41 dia akan mendapatkan eh apa social 12:44 punishment-nya itu enggak kecil. 12:47 Fireb jadi balik bumerang ya. Jadi macam 12:50 bumerang gitu. 12:51 Iya. Iya. Makanya saya sudah tulis itu 12:55 aduh sayangnya sudah terlalu cepat dia 12:57 mundur [tertawa] 12:59 gitu. 13:01 ituak secara secara praktis ee enggak 13:05 enggak akan sulit saya membayangkan itu 13:07 bisa ee akan diambil ee situasi itu 13:11 karena ee partismen psikologisnya itu 13:14 luar biasa enggak kecil gitu. itu. Nah, 13:17 beda misalnya gitu kan dan itu sudah 13:20 menjadi sebuah ee mekanisme yang 13:23 didukung di dalam sebuah sistem hukum 13:26 kita dan sistem sosial kita misalnya 13:30 bahwa ee orang dilindungi betul-betul 13:34 diamankan ada lembaga 13:37 apa namanya menjadi saksi itu 13:39 dilindungi. Betul. 13:40 Dan kemudian ee ini jajaran 13:42 lembaga perlindungan saksi. Heeh. 13:44 Perlindungan saksi. [berdehem] Kalau itu 13:46 berjalan betul itu aman. Nah, kemudian 13:49 kita masuk ke PPK. Nah, he [berdehem] 13:52 Pak Ihsan. 13:53 He. 13:53 Kita kan seringkiali dikenal WTB wajar 13:56 tanpa tanpa 13:58 pengecualian. 14:00 Pengecualian 14:02 semua daerah yang kepala daerahnya 14:05 tertangkap. WTP enggak itu. [tertawa] 14:08 Iya. 14:09 Jangan kita lihat ya. kita sekali 14:13 melihat terutama media ya melihatnya itu 14:16 dari satu cash to cash karena media 14:18 bicara tentang cash to cash tapi bagi 14:20 kami akademisi itu ya itu akan selalu 14:24 melihat dari apa namanya kan ada itu 14:28 namanya ee pendekatan induktif gitu kan 14:31 pendekatan induktif pendekatan induktif 14:34 itu dari Ren discut itu kan dari kasus 14:38 satu kasus du kasus 5 kasus 10 kasus 20 14:41 kasus itu ditarik ee benang merahnya 14:44 menyebutkan sebuah kesimpulan teoritis. 14:47 Oh, berarti semua dawp bisa dikatakan 14:50 kalau semua itu kan nanti kena hukum ya 14:54 hampir semua supaya enggak kena hukum ya 14:56 hampir semua WTP namanya juga riset itu 15:00 ada 15:02 margin errornya gitu. Makanya bahasa 15:04 yang paling tepat adalah hampir semua 15:06 yang WTP itu gitu kan ya itu ada 15:09 permainan siapa yang memainkan lemb apa 15:13 bukan lembaga tapi oknum di lembaga itu 15:16 yaitu BPK berkolaborasi dengan ini. 15:20 Padahal ini menjadi pintu pertama. Kalau 15:22 itu kemudian tidak WTP gitu kan, 15:25 kemudian tercatatan, mikir kerja 15:28 ya itu semua apa bukan semua hampir 15:31 semua ada angkanya itu Pak WTP 15:35 hampir semua ya yang dimainkan oleh para 15:38 oknum. kenyataannya coba Pak Ehsan dan 15:40 seluruh pendengar hasil cek 15:42 kepala-kepala daerah baik bupati, 15:45 walikota, maupun gubernur yang kena ee 15:48 apa kasus korupsi baik oleh KPK, 15:51 Kejaksaan, maupun kepolisian itu WTP 15:53 enggak itu? 15:54 Hm. 15:55 WTP, Pak. dan berpuluh-puluh tahun 15:59 WTP-nya ee apa namanya sekian sekian 16:03 wekian 5 tahun 5 tahun 5 tahun WTP terus 16:06 luar biasa gitu kan. Ah pertanyaannya 16:09 adalah gitu kan kenapa enggak sinkron 16:11 antara WTP dengan ee korupsi? 16:15 Gini Pak perlu dibongkar juga ada yang 16:18 namanya 16:20 ee apa namanya? dana-dana yang harus 16:22 diberikan dan itu ilegal dan itu membuat 16:25 kepala daerah juga tidak bisa berbuat 16:27 apa-apa. 16:28 H 16:28 ee bagaimana mau bersih kalau sistem 16:31 ininya tidak dibersihkan? Kepala daerah 16:34 enggak bisa apa-apa, Pak. 16:37 Enggak bisa apa-apa gitu kan. Katakanlah 16:40 kepala daerah harus setoran begini, 16:42 kepala daerah harus bayar ini, kepala 16:43 daerah harus ini melalui proyek ini 16:45 harus sekian sekian sekian gitu kan. 16:47 bisa apa kalau enggak habis dia lebih 16:50 awal gitu loh 16:51 ya. Jadi kalau kemudian ada kepala 16:54 daerah bersih ya 16:57 itu di laporannya gitu loh. 16:59 He iya 17:00 ya kalau kemudian Enim sekarang ya 17:02 ditangkap gitu loh. Apakah yang lain itu 17:04 juga tidak kolaborasi dengan pertanyaan 17:06 kan gitu 17:07 apakah yang lain itu tidak melakukan hal 17:10 yang sama? Pertanyaan yang kedua, atau 17:13 melakukan yang sama cuma nasibnya baik 17:14 saja. 17:17 Makanya ketika ketua MPG itu di kepala 17:20 MPG itu ditangkap baru mulang haji orang 17:24 ribut gitu kan. Wah padahal baru haji. 17:27 Justru saya bilang ini hajinya mabrur. 17:30 Oh gitu. 17:32 Kenapa mabrur? 17:34 Selamatkan dia 17:35 di dunia. Ya betul. [berdehem] 17:37 Iya Allah selamatkan dia. Jadi pulang 17:40 gitu kan. Terus kemudian setelah pulang 17:42 ditangkap. Allah selamatkan dia. Allah 17:44 enggak ingin. Ya, ini kalau bahasa 17:46 religiusnya, bahasa suinya ya, bahasa. 17:49 Allah enggak ingin dia terus-menerus. 17:50 Tuhan enggak ingin dia terus-menerus 17:52 melakukan korupsi. Dihentikan di situ. 17:55 Di situlah mabrurnya. 17:57 Hm. 17:58 Gitu loh, Pak. Jadi kalau kemudian ada 18:02 ee kepala daerah yang ee atau 18:06 pejabat-pejabat yang ee memiliki sebuah 18:09 tradisi terus-menerus untuk ee melakukan 18:13 korupsi ya, melakukan korupsi gitu kan 18:17 ee apa namanya kemudian ditangkap ya itu 18:21 karena ee berbaik sangkalah kepada Allah 18:23 bahwa dia diselamatkan. Inilah 18:25 orang-orang yang akan selamat gitu loh. 18:27 Wah, itu 18:28 yang diselamatkan. Berpikirnya seperti 18:31 itu. Semoga di Indonesia makin banyak 18:32 yang 18:33 saya ingat waktu bincang dengan Pak 18:35 Novel, Baswedan pun bilang begitu. 18:37 Harusnya begitu bersyukur dia dengan KPK 18:40 ya. Tapi Persepsi orang lain-lain. Ayo 18:43 lanjut, Bang. Lanjut. 18:45 Iya. Kemudian kita masuk di mana lagi? 18:48 Ini buruh ini Sayid Iqbal juga para 18:50 aktivis ya. Apa 18:53 idealisme mereka ketika dan dari dulu 18:55 tuh saya sering dengar berjuang dari 18:57 dalam tapi apa yang terjadi? Mungkin Mas 19:00 Toni juga kalau masuk ke dalam juga 19:02 enggak gampang itu perjuangan. Silakan 19:04 Mas Toni. 19:04 Enggak gampang. Belum tentu saya bisa 19:06 Pak dulu kayak ini apa namanya buruh 19:09 gitu kan. Buruh 19:11 buruh. Ada kesan dua-dua dua-duanya 19:13 mendadak kan pimpinan ini satu 19:16 berbarengan dengan Hari Buruh ya. Betul. 19:18 Heeh. 19:18 Iya. Ini ini satu sisi memang langkah 19:22 taktis yang dilakukan oleh penguasa. 19:24 Saya kalau jadi Pak Prabowo mungkin juga 19:26 akan melakukan itu, tapi ini kan jangka 19:28 pendek. 19:29 Hm. 19:30 Untuk seperti mengungkap bahwa ya ada 19:34 persoalan di buruh ini. Kenapa persoalan 19:36 gitu kan kan banyak efisiensi Pak. 19:39 Hm. Iya. Jadi ini masa transisi. Masa 19:42 transisi Pak Prabowo melakukan sebuah 19:45 kebijakan-kebijakan yang menurut saya 19:47 dalam tanda kutip ee fenomenal ya, 19:50 fenomenal dengan melawan oligarki. Oke. 19:53 Saya saya dan saya yakin ee kalau kita 19:56 mau objektif kita setujui itu gitu kan. 19:59 Setuju. Tapi kan ada efek 20:02 ya. Ada efek efek ini apa? Akhirnya 20:04 terjadi sebuah ee sebuah turbulensi ee 20:09 kelas menengah dan kelas atas para 20:11 pengusaha itu kelabakan dengan kondisi 20:13 seperti ini ya. Jadi orientasinya banyak 20:16 kepada punishment sementara solusinya ee 20:19 belum gitu kan belum nampak. Ah akhirnya 20:22 banyak colab terjadilah efisiensi 20:24 perusahaan-perusahaan ee PHK dan 20:26 sebagainya. Ini kan berkaitan dengan 20:28 buruh. untuk meredam ini 20:30 pimpinan-pimpinan buruh ini itu di di 20:34 dirangkul ya itu menurut saya taktis 20:36 tapi ini kan jangka pendek next seperti 20:38 apa jangka panjangnya yang kitaak kita 20:40 kan kemudian harus menunggu next itu 20:42 artinya jangka pendek itu ya jadi kalau 20:45 Pak Eh itu istilahnya ee apa itu mm 20:51 lapar misalnya gitu kan lapar 20:54 ya sekarang ada ada kebetulan ee ee daun 20:59 singkong sedikitlah atau ager-ager 21:01 dimakan itu. Tapi kan ini tidak lama. 21:04 Bentar lagi juga ini apa apalagi orang 21:07 Indonesia belum ketemu nasi belum belum 21:08 belum ini perutnya belum belum 21:10 [mendengus] siap kan. Kira-kira seperti 21:12 itu kan ya untuk untuk jangka pendek, 21:15 jangka panjangnya seperti ini kan 21:17 penyelamatan sementara ya. 21:19 Bagaimana yang permanennya ini yang 21:21 perlu kemudian di persoalkan yang jelas 21:24 posisi sekarang kelas menengah turun ya 21:27 ee cukup banyak ee kelas menengah turun 21:29 ee lebih dari 11% gitu kan menurut 21:32 data-data yang ada. Kemudian kemiskinan 21:35 apa, pengangguran nambah, PHK nambah, ee 21:38 barang-barang kemudian naik terjadi 21:39 deflasi dan sebagainya ya. daya daya 21:42 beli ee makin makin berat dan 21:44 sebagainya. Ini merupakan sebuah ini 21:46 berjalan lama kemudian ditambah lagi 21:49 situ kebijakan pemerintah yang masa 21:52 transisi itu dan itu menurut saya wajar 21:54 alami hal yang biasa gitu loh. Cuman 21:57 sampai kapan pertanyaannya kan ee kan 21:59 gitu. Nah, dalam konteks ini 22:01 kebijakan-kebijakan itu harus diikuti. 22:03 Misalnya Pak Ihsan gini Pak Ihsan 22:05 kebijakan itu 22:07 apa? Okelah MBG misalnya ya. Kalau 22:09 kemudian daerahnya di daerah-daerah 3T, 22:12 daerah terpencil, daerahusak, wah itu 22:15 bukan hanya 100% 1000% kita dukung. 22:18 Oh. G. Tapi dengan catatan dengan 22:22 catatan ee orang-orang yang menangani 22:25 itu memang betul-betul ya memiliki 22:28 kapasitas dan integritas satu gitu kan. 22:31 Yang kemudian yang kedua gitu kan ya ee 22:36 apa perencanaannya bagus sehingga ee 22:40 prosesnya apa namanya ee perencanaannya 22:42 bagus sehingga operasinya atau prosesnya 22:45 bagus. 22:46 Heeh. Kemudian yang ketiga hasilnya 22:48 kemudian terukur gitu kan. Ee per 22:52 problemnya adalah coba 1 hari diambil R 22:55 1 miliar gimana? Itu baru yang 22:58 gelondongan Pak. 23:00 Itu itu [berdehem] ini negeri luar biasa 23:02 yang gelondongan gitu kan ya. Akhirnya 23:05 kan kemudian publik publik 23:07 mempertanyakan ya ini benar-benar untuk 23:10 rakyat murni orang stunting ee mengatasi 23:13 stunting ee ibu hamil lansia anak-anak 23:17 miskin anak-anak sekolah supaya EQ-nya 23:19 apa supaya bergizi sehingga otaknya 23:21 menjadi otak yang cerdas atau memang ada 23:25 ini kalau itu dilakukan pun dampak 23:26 politisnya juga besar kok Pak. H 23:29 kalau itu dilakukan benar gitu dampak 23:31 politisnya juga besar. 202 itu mulus Pak 23:34 Prabowo. 23:36 Tapi kalau kemudian acak-acakan begini 23:38 akhirnya banyak kritik ya. Semoga dengan 23:40 proses pembenahan ini menjadi baik. 23:42 Begitu juga misalnya perampasan aset 23:45 gitu loh ya. Siapa yang ada di situ 23:49 yang merampas aset itu dan sebagainya 23:51 gitu kan. Terus kemudian bagaimana 23:53 pengelolanya, bagaimana antisipasinya, 23:55 efek daripada kan ada kalau kita bicara 23:58 tentang ee tindakan itu ada akibat ada 24:00 namanya akibat laten, ada akibat 24:02 manifest. Manifest itu akibat yang 24:04 terukur diprediksi, akibat laten itu 24:06 yang tidak terukur. Ini latenya banyak. 24:09 Nah, ini yang harus diantisipasi. 24:11 Ada namanya ee apa, Mas? Misdisfunction. 24:14 Eh, ada dysfunction, ya, bukan mis, ada 24:17 dysfunction. 24:18 itu ee tidak sesuai dengan fungsi yang 24:21 sesungguhnya. Ah, dalam konteks ini 24:23 banyak kebijakan bagus. Misalnya eh satu 24:27 apa untuk meng ee supaya tidak ada un 24:30 invoicing dan undervoicing satu pintu. 24:33 Oke, semua harus bayar pajak kewajiban. 24:37 Oke, gitu. Tapi jangan ada pihak-pihak 24:39 yang ikut malak gitu di dalamnya gitu 24:41 loh. Malak sini, malak ke situ. Yang 24:43 kemudian masalah lagi. Kemudian yang 24:45 terakhir Pak Ihsan terkait tadi ya 24:48 tentang diajai 24:51 ee Pak Ihsan gitu kan. Saya sudah pernah 24:55 bilang bahwa 24:57 ee hampir 2000 kan dulu seringkiali di 25:01 sini saya bilang hampir ee sekitar 2.000 25:05 triliun bisa diselamatkan. Kalau 25:07 kepabianan itu di 25:09 luar biasa 25:10 perbaiki, diterkan gitu kan. I 25:13 lagi-lagi Pak Isan ya ee di pihak cukai 25:19 ini kan semua ya sulit kartel-kartel 25:24 isinya ekspor, impor, banyak kartel gitu 25:27 kan 25:28 ya. Coba kita bayangkan apa namanya 25:31 mulai dari kita ekspor impornya itu 25:34 berapa ee berapa miliar US dolar Pak per 25:38 tahun? 25:39 Weh. Iya. Kalau pajaknya ini benar buat 25:41 biaya pendidikan apa ini kan bisa 25:43 tertolong ya. sekarang mahal banget lagi 25:45 sekolah ini kan kuliah. Tapi 25:47 ee di fakultas saya, Pak Ihsan, itu 25:51 semester ini 25:52 ada sekitar 100 orang yang ee mahasiswa 25:57 yang mundur. 25:59 Nah, enggak bayar enggak bisa bayar 26:00 kuliah. Itu baru satu fakultas ya. Itu 26:03 baru satu fakultas 26:04 itu belum universitas 26:06 karena juga 26:07 terus kemudian. Nah, lanjut. 26:09 Semalam saya bincang-bincang sama 26:11 tetangga 26:12 ya ee di salah satu pesantren kelas 26:15 menengah atas lah. 26:16 Itu satu kamar aja itu dari 14 orang 26:21 tinggal 10 itu baru satu kamar. 26:23 He. 26:23 Yang empat mundur siswa itu, Pak. 26:26 Iya. Karena biaya ya umumnya. Heeh. 26:28 [berdehem] 26:28 Karena biaya. Artinya apa? 26:30 Kita punya ee apa namanya? pemasukan 26:34 dari pajak itu luar biasa untuk individu 26:37 nantilah kejar-kejarannya. He 26:39 yang pertama yang utama itu adalah kelas 26:42 ee para pengusaha-pengusaha besar 26:44 tertibkan semua itu oligarki itu. Jadi e 26:48 ini kan tapi juga jangan kemudian 26:51 mencaptikan oligarki baru yang oh pasti 26:54 oligarki lama itu pasti akan melahirkan 26:57 oligar ada namanya circulation eh of 27:00 oligarch oligarki ya itu eh teorinya 27:04 Filfugo Pareto itu eh circulation of eh 27:08 apa oligarki elit itu. Jadi ada 27:11 sirkulasi oligarki. Tidak mungkin sebuah 27:14 bangsa tidak ada oligarki. Oligarki yang 27:17 lama hilang dan oligar baru. Ee 27:20 berdasarkan kepemimpinan ee ada yang 27:22 beradaptasi, ada yang kemudian 27:23 terpinggirkan dan itu terus-menerus. 27:25 Nah, kita berharap bahwa ee secara 27:28 teoritis, teori manapun bahwa sejarah 27:31 itu ditentukan oleh kelompok elit, Pak. 27:33 Dan itu jumlahnya kecil. bagaimana kita 27:35 di Indonesia ini ya dengan 27:37 kebijakan-kebijakan presiden itu 27:39 melahirkan kelompok-kelompok elit ya 27:42 yang betul atau oligarki yang lebih e 27:45 ramah sosial gitu kan ya ramah 27:49 kemanusiaan 27:50 artinya apa? Satu dia itu tidak 27:53 menciptakan ee apa namanya tidak 27:56 intervensi regulasi untuk mementingkan 27:59 diri sendiri. Karena bagaimanapun hukum, 28:01 undang-undang itu enggak netral, Pak. 28:04 Itu tarik-menarik antara oligarki dengan 28:06 rakyat di situ penuh dengan kepentingan. 28:09 Undang-undang apapun itu gitu kan ya. Ee 28:12 ada ada teori ee apa namanya ee siapa 28:16 itu yang bilang Roberto ya. Roberto eh 28:20 apa ungga. Roberto Ungga itu dari 28:23 Harvard University ya bilang hukum itu 28:25 tidak netral. Dan memang undang-undang 28:27 kita itu banyak terintervensi oleh 28:29 oligarki. Bagaimana oligarki yang lahir 28:31 itu tidak mengintervensi undang apa 28:34 [berdehem] undang-undang sehingga 28:35 menguntungkan dirinya. Dia ngikutin 28:37 prosedur yang ada. Kemudian dia bayar 28:39 pajak yang benar. Tidak tidak menjadi 28:42 perampok-perampok ke berikutnya ya. 28:45 Tidak menjadi pengembang-pengembang 28:46 pajak berikutnya. Tidak kemudian 28:48 mengatur negara ee sesuai udelnya 28:51 seperti sebelumnya. Itu yang diharapkan 28:53 gitu, Pak. 28:54 Masyaallah. Oh, waktu pula yang 28:56 memutuskan kita sebagai closing 28:58 statement dari seorang Dr. Tony Rosy 29:01 terhadap bangsa ini. Apa Mas Toni 29:03 penutup kisah? 29:04 Ee bahwa bangsa ini sedang di dalam masa 29:07 transisi. Maka masa transisi itu ya 29:10 ketika tidak dikelola dengan ee benar 29:13 maka akan terjadi bisa menciptakan 29:15 sebuah turbulensi. Oleh karena itu perlu 29:18 ada hanya komunikasi yang transparan dan 29:22 transparansi antara pihak pengelola 29:24 negara dan rakyat yang mewakilkan negara 29:28 ini dikelola. Bos yang sesungguhnya, 29:31 tuan yang sesungguhnya adalah rakyat. 29:33 Maka bagi pengelola negara ini wajib 29:35 memberikan laporan kepada rakyat 29:38 Indonesia dengan cara mengkomunikasikan 29:41 segala sesuatunya dan transparansi 29:43 terhadap segala sesuatunya. Begitu, Pak. 29:45 Insyaallah. Terima kasih, Mas Toni 29:48 Rasyid. Semoga Allah memberikan 29:49 keberkahan dan bangsa ini diselamatkan 29:51 dari berbagai bencana. Asalamualaikum 29:54 warahmatullahi wabarakatuh, Mas Toni. 29:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 29:57 wabarakatuh.