Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:50 Asalamualaikum warahmatullahi 1:51 wabarakatuh. 1:55 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 1:57 sholli ala sayyidina Muhammad wa ali 1:59 sayyidina Muhammadhi 2:01 rahmatillah adama fi ilmillah shat 2:04 wasalaman bid mulkillah waa alihi 2:07 wasahbihi wasallim. 2:10 Jemaah 2:11 Masjid Raya Cibubur countri dan 2:16 pemirsa Rasil TV yang berbahagia. 2:20 Pertama-tama mari kita panjatkan puji 2:22 dan syukur kita ke hadat Allah Subhanahu 2:23 wa taala yang telah memberikan begitu 2:26 banyak nikala yang telah memberikan 2:28 begitu banyak nikmat pada kita semua 2:30 sehingga kita bisa menjalankan ibadah 2:32 salat subuh berjamaah dan kita lanjutkan 2:35 dengan mengikuti kajian Ahad pagi dengan 2:38 tema kita diskusi Islamik. 2:41 Alhamdulillah pada kesempatan Ahad pagi 2:44 ini materi diskusi Islami akan diisi 2:47 oleh Al Habib Abdullah bin Yahya Lc 2:52 dengan 2:54 tema mengenal ekonomi syariah dalam 2:57 kehidupan sehari-hari. 3:00 Ya, tentunya terkait dengan 3:04 ekonomi, hubungan ekonomi dalam 3:06 kehidupan kita sehari-hari banyak sekali 3:07 hubungannya ya. Jadi mulai dari 3:09 bagaimana kita mendapatkan, bagaimana 3:11 kita membelanjakan, bagaimana kita 3:14 berbagi dan menyimpan, melakukan 3:16 investasi dan lainnya tentunya kita 3:19 perlu memahami 3:21 mengenal ekonomi syariah yang memang 3:23 diatur menurut aturan Islam yang kita 3:28 patuhi. Dan tema dan kajian kita ini 3:33 melalui diskusi Islami. Jadi kita akan 3:35 ada sesi interaksi nanti di sesi akhir 3:38 bagi para jemaah terkait dengan materi 3:41 yang akan kita sampaikan. Jika ada hal 3:43 yang ingin ditanyakan atau didiskusikan, 3:45 dipersilakan untuk sesi pada sepatu pagi 3:47 ini dan juga bermanfaat bagi para jemaah 3:49 yang lain dan juga pada pemirsa yang 3:52 menyimak materi ini. Demikian 3:54 selanjutnya saya persilakan pada Habib 3:56 untuk menyampaikan materinya. Tafadal 3:58 Ustaz. 4:06 Asalamualaikum warahmatullahi 4:09 wabarakatuh. 4:17 Alhamdu ala sayyidina rasulillah wa ala 4:20 alihi wasahbihi wa manwalah. Allahumma 4:23 sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin 4:26 wa ala ali sayyidina Muhammad. 4:28 Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul 4:32 uqdatan m lisani yafqohu qauli ya 4:36 fattahu ya alim iftah alaina fathan 4:38 qorib. Amin ya rabbal alamin. 4:43 Masyural hadirin wal hadirat, Bapak, Ibu 4:46 semuanya, jemaah Masjid Raya Cibur Kri 4:50 yang dimuliakan Allah subhanahu wa 4:52 taala. Dan juga pemirsa Rasil TV kita 4:55 doakan mudah-mudahan kita senantiasa 4:59 diberikan selalu penjagaan oleh Allah 5:01 Subhanahu wa taala. Allah berikan sehat 5:04 afiat. Yang punya hajat Allah kabulkan 5:06 hajatnya. Yang sedang sakit Allah 5:07 berikan kesembuhan. Amin ya rabbal 5:10 alamin. 5:12 Bapak, Ibu semuanya pada tema kali ini 5:15 saya akan membahas daripada 5:18 materi-materi yang telah saya pelajari 5:20 setelah saya berdiskusi bersama para 5:25 pakar-pakar waktu kami belajar di Dewan 5:29 Syariah Nasional itu offline ya dan 5:32 online sekitar hampir 2 mingguan ya. 5:35 Masyaallah begitu ya. ee kalau kita 5:39 urusan dengan muamalat, masyaallah 5:41 begitu fokus, begitu puyengnya 5:43 masyaallah. Tapi alhamdulillah 5:47 daripada hasil tersebut ee daripada para 5:50 ulama memikin rangkuman-rangkuman 5:52 sehingga kita mudah untuk kita pelajari. 5:54 Alhamdulillah. 5:57 Jadi apa sih kita sering mendengar 5:59 mungkin ekonomi syariah atau ekonomi 6:01 Islam ya? Artinya Bapak, Ibu semuanya, 6:05 ekonomi syariah ini bukan hanya mohon 6:07 maaf ya, ruang lingkupnya bank saja ya 6:11 atau asuransi syariah atau investasi 6:15 syariah ya, itu termasuk bagian daripada 6:19 ruang lingkup ekonomi syariah. 6:23 Kita kaji kembali dari sebelumnya gimana 6:25 sih ya. Jadi pada dulu tuh pada 6:29 awal-awal ya kejayaan Islam itu sekitar 6:32 abad 18 ya. Jadi dulu tuh Islam lagi 6:35 jaya-jaya. Masyaallah Bapak Ibu semuanya 6:38 ya. Dulu tuh masyaallah sistem ekonomi 6:41 itu masih ya menggunakan daripada 6:43 ekonomi Islam sesuai dengan apa 6:46 arahan-arahan Nabi Muhammad sallallahu 6:48 alaihi wasallam. Ya. Kenapa? Mohon maaf 6:51 ya, sekarang kok bisa munculnya ada 6:54 ekonomi sistem konvensional ya 6:58 betul-betu dikaitakan dengan sistem 7:00 ekonomi kapitalis atau sosialis. Ini 7:03 kapan sih munculnya? Ya, sebenarnya ini 7:06 munculnya itu setelah Islam. Kenapa? Di 7:10 akhir-akhir di abad 18 Masehi. Ya. Jadi 7:14 Islam dulu tuh lagi jajanya. Tetapi 7:16 karena mungkin namanya masa kekhalifahan 7:19 itu waktu itu ya antara kadang raja aja 7:22 jangan bawahan itu ada aja macam-macam 7:24 penyakitnya ya. Ada yang pengin apa 7:26 dunia ada lain sebagainya sehingga 7:29 gampang di apa diotak-atik oleh orang 7:33 Barat ingin bagaimana untuk 7:34 menghancurkan Islam. Nah, itu ketika 7:37 umat Islamnya sudah mundur ya, maka 7:40 mereka langsung apa merubah daripada 7:43 sistem ekonomi Islam tersebut menjadi 7:45 apa dengan sistem ekonomi kapitalis atau 7:47 sosialisme atau yang serang sering kita 7:50 sebutkannya apa dengan yang namanya 7:52 ekonomi konvensional 7:54 itu tahun daripada mulai berdirinya. 7:59 Jadi apa sih pengertian daripada ekonomi 8:02 syaria itu atau ekonomi Islam ya? Jadi 8:04 ekonomi kita sudah jelas definisinya apa 8:07 kalau ekonomi itu adalah ilmu sosial 8:11 yang mempelajari kegiatan manusia yang 8:14 berhubungan dengan baik produksi ya 8:16 distribusi maupun juga kon konsumsi 8:19 terhadap barang dan juga jasa. Ini makna 8:21 ekonomi. Adapun syariahnya adalah salah 8:25 satu ajaran ya Islam yang berisi tentang 8:29 apa? ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu 8:31 wa taala yang berkaitan dengan amaliah 8:34 manusia yang sering kita lakukan ya, 8:37 baik dari ibadah maupun daripada mua 8:40 muamalah [berdehem] sehingga digabungkan 8:42 namanya ekonomi s syariah atau bahasa 8:46 Arabnya al-iqtisad alislami atau ekonomi 8:50 Islam ya itu di di antaranya. 8:55 Jadi kalau kita lihat bagaimana sih 8:57 simpelnya perbedaannya ya, ada ekonomi 9:01 syariah atau ekonomi Islam atau 9:03 dikatakan ada lagi ekonomi konvensional. 9:07 Nah, kita lihat kata para ulama yang 9:09 pertama dari segi aspek dulu. Apa? Dari 9:12 segi aspek sumber kekayaan. 9:16 Kalau ekonomi syariah, Bapak, Ibu 9:18 semuanya ya, sumber kekayaannya apa? 9:21 Alam semesta ini berasal semua dari 9:24 ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Itu 9:27 prinsip di dalam ekonomi syariah. Adapun 9:31 di ekonomi conven itu apa? Mereka 9:34 mengatakan di sini charity of resource. 9:37 Artinya apa? Sangat langka. Artinya 9:39 mereka bilang ini kekayaan ini bukan 9:42 dari Allah Subhanahu wa taala. Intinya 9:44 kalau ada nemu ya bahasa kita 9:46 alhamdulillah. Kalau enggak ada berarti 9:48 langkah. 9:50 itu pemahaman mereka. 9:53 Adapun dari segi aspek kepemilikan ya, 9:56 nah ini penting apa kalau kata ikon 9:59 syariah adalah ya semua yang dimiliki 10:03 arti yang kita semua kita miliki baik 10:05 rumah atau harta semuanya itu adalah 10:08 hanya titipan dari Allah Subhanahu wa 10:12 taala. Kita enggak bakal ibaratnya 10:14 memiliki seutuhnya. Ini semuanya yang 10:16 kita miliki adalah titipan dari Allah 10:19 Subhanahu wa taala. yang artinya adalah 10:21 ama amanah. Tetapi kalau kata ekonomi 10:24 konvensional ya adalah apa? Mereka 10:27 katakan setiap pribadi bebas untuk 10:31 menguasai kekayaan yang dia peroleh ya 10:34 atau bahkan dalam ee yang lain semua 10:38 milik negara ini ya artinya apa? Semua 10:41 ini milik negara 10:43 sebagaian dalam sosialis itu. Jadi 10:45 artinya mereka itu bebas ibaratnya punya 10:48 saya punya saya terserah mau digimanakan 10:51 ya. Bahkan enggak ada yang namanya milik 10:53 pribadi semua adalah milik negara. Itu 10:57 kata ekonomi konvensional yang sosialis. 11:01 Adapun dari segi aspek ya tujuan gaya 11:04 hidup nah ini perlu dijelaskan lagi apa 11:07 tujuan ekonari ini adalah apa? linail 11:09 saadah f dunia wal akhirah. Untuk apa? 11:13 Untuk mencapai ya kesejahteraan baik 11:16 dunia dan juga akhirat. Itu tujuannya. 11:20 Adapun dalam tujuan ekonomi 11:21 konvensional, apa tujuannya? Mereka 11:24 untuk kepuasan pribadi ya atau juga 11:27 untuk hanya kesejahteraan di antara 11:30 orang-orang yang punya punya punya 11:32 harta. Ya. Adapun dari segi sumbernya, 11:37 nah ini sangat penting. Kalau ekonomi 11:39 syariah, sumbernya apa? Yang pertama ada 11:41 Al-Qur'an, ada Al-Hadis, ya. Ada juga 11:45 yang namanya al-ijma, kesepakatan ya, 11:49 para sahabat, para tabiin atau para para 11:52 ulama dan juga apa? Al al alqas ya. 11:55 Al-qias itu artinya ketika hukum 11:59 ya enggak ada di Quran dan hadis atau 12:01 ijma maka di dikiaskan tetapi sesuai 12:04 dengan dalilnya ya namanya kias 12:09 serta nilai-nilai syariat Islam itu di 12:11 antara sumbernya. Adapun sumber daripada 12:14 ekonomi konvensional adalah hanya 12:17 sekedar aspek materialisme ya. Artinya 12:21 hanya sekedar dari sisi material saja 12:24 ya. 12:25 dan juga ideologi markisme ya artinya 12:29 sesuai dengan hanya materi saja bukan 12:32 tidak mengambil daripada Al-Qur'an dan 12:34 juga al-Hadis itu daripada segi aspeknya 12:37 dari sumber kekayaan, kepemilikan, dan 12:40 juga tujuan gaya hidup dan sum 12:42 sumbernya. Nah, kira-kira jelas Bapak 12:44 Ibu semuanya ya. Itu B bedanya 12:48 ya biar kita tahu bahwasanya ekonari itu 12:51 bukan hanya apa bank syariah atau 12:54 investasi atau asuransi syariah ya. Nah, 12:57 sekarang kita masuk ke ruang lingkupnya 13:00 ya. Apa ruang lingkupnya? Jadi Islam ini 13:03 sebenarnya Bapak Ibu semuanya tidak 13:06 hanya mengatur kita bagaimana salat, 13:08 bagaimana berpuasa, bagaimana zakat, 13:10 bagaimana haji, tapi Islam ini apa? Why? 13:13 of life. Artinya, Pak, mengatur semua 13:15 sistem kehidupan ya, lengkap secara 13:18 universital kata para ulama ya. 13:21 Artinya ruang lingkupnya di mana? Ya, 13:24 kata para ulama di sini ekonomi Islam 13:27 ini bisa masuk pada bisnis syariah 13:30 pertama ya, sektor real. Bisa masuk apa 13:33 contohnya? Bisa ada kuliner halal ya, 13:37 ada fashion yang halal yang islami. Ada 13:41 juga kalau kita sering lihat di Bogor 13:43 itu ada rumah sakit Islam Syariah. Nah, 13:46 itu sudah sesuai dengan syariah ya di 13:49 dalam pelaksanaannya. Kalau ada yang 13:51 kurang-kurangnya berarti jangan salahkan 13:53 syariatnya, salahkan daripada pelaku 13:56 yang di sananya oknumnya. Ada juga hotel 13:59 syariah atau juga wisata ramah muslim 14:02 atau wisata syariah. Itu dari segi 14:05 bisnis syariah. 14:08 Ada juga ruang lingkupnya apa? Ada 14:10 lembaga keuangan syariah. Nah, baik ini 14:13 apa? Ada bank dan juga nonbank. Bank 14:16 syariah kita jelas ada bank syariah 14:18 umum, ada juga bank-bank swasta ya kayak 14:21 mungkin BSI atau muamalat itu swasta BSI 14:24 pemerintah atau yang sekarang yang baru 14:26 ini ee BSN ya pecahan daripada BTN atau 14:31 macam-macam bank swasta banyak ya dan 14:34 juga apa ada lemeng keuangan non bank 14:36 contohnya ada asuransi syariah ada 14:39 koperasi syariah ya pegadaian syariah 14:41 atau kita sering dengar ada BMT ya 14:44 baitul mal itu Di antaranya ada juga 14:48 masuk lagi nonbank. Nonbank itu apa? Di 14:50 antaranya ada pasar modal syariah. Ini 14:53 sering kita dengar dengan apa? saham 14:55 saham syariah atau ada sukuk ya SBN 14:59 kalau dalam syariah surat berharga 15:01 negara atau juga reksadana syariah atau 15:05 kita sering dengar juga deposito syariah 15:09 ya 15:11 ini yang kaitannya dengan ee apa nonbank 15:14 syariah yang ketiga ruang lingkupnya apa 15:18 pada keuangan sosial syariah dalam 15:21 artian di sini filantropi yang berkaitan 15:23 dengan apa? yaitu dengan ziswaf ya, 15:26 zakat, infak, sedekah dan juga wa wakaf 15:29 ya. Nah, ini di antara ruang-ruang 15:32 lingkup pada ekonomi s syariah. 15:36 Jadi ekonomi syariah Bapak, Ibu semuanya 15:38 ini sangat luas ya. Bukan hanya bank 15:42 saja, bukan hanya asuransi saja, tetapi 15:45 ya zakat atau ziswaf disingkat itu infak 15:49 sedekah adalah masuk pada ruang lingkup 15:52 ekonomi s syariah. Nah, kira-kira jelas 15:55 Bapak, Ibu semuanya ya. Jadi intinya 15:57 tujuan ekonomi syari ini apa? Untuk biar 16:00 kita ini umat Nabi Muhammad sallallahu 16:02 alaihi wasallam biar mencapai namanya 16:05 kebahagiaan dunia dan juga akhirat. Ya, 16:08 itu di antara tujuan ekonomi s syariah. 16:14 Nah, adapun kaidah ya yang dipakai pada 16:17 ekonom syari bagaimana ya? Alasal fil 16:20 asya ya fil muamalah almubahah illa 16:24 ayadul dalil ala tahrimiha. 16:27 Apa dalilnya? Ya, dalilnya itu pada 16:29 sebuah kaidah hukum asal dalam sebuah 16:33 bentuk muamalah adalah boleh dilakukan 16:36 kecuali ada dalil yang jelas 16:38 mengharamkannya. Ya, itu di antara dalil 16:41 ijtihad para para ulama yang berdasarkan 16:44 mereka memahami Quran dan juga ha hadis. 16:47 Ya, 16:49 contoh ya kita terkait ini 16:52 di antaranya apa? ada hal-hal ya biar 16:56 kita tahu ini haram atau halal ya. 16:59 Contohnya apa? Ada yang namanya alharam 17:02 lidzatihi ya artinya haram yang zatnya 17:06 sudah sudah haram sudah jelas. Contohnya 17:09 apa ya? Kayak miras kayak narkotika atau 17:13 obat-obat terlaralang itu adalah jelas 17:16 kayak khamer. Jelas sudah dengan nas 17:19 Al-Qur'an ya kayak yasalunakailam wal 17:23 maisir tuh. 17:24 Alkar di dilarang. Walisir perjudian di 17:27 dilarang baik yang offline maupun yang 17:29 online ya. Itu semua jelas sudah ada nas 17:33 Al-Qur'an zatnya sudah di dilarang 17:37 ya. 17:41 Bahkan sampai apa dalam Al-Quran Allah 17:43 katakan rijsun min amali setan. Allah 17:47 mengatakan alkamar ya obat-obatan atau 17:49 miras atau judi itu atau mengundi nasib 17:52 dengan anak panah. Ya, kalau anak pernah 17:54 ke sana berarti oh saya dapat itu atau 17:57 saya dapat baik ya. Itu seperti apa? 17:59 Ridun seperti kotoran ya. Min amalian 18:03 termasuk daripada perbuatannya setan. 18:07 Fastanibuhu kata Allah subhanahu wa 18:09 taala. Maka jauhilah hal-hal tersebut. 18:12 Laallakum tuflihun. Supaya apa? Agar 18:14 kalian hidupnya beruntung. Jadi kalau 18:17 kita ingin hidup beruntung ya maka 18:19 jauhilah. Spiral sekarang kan ada judul 18:22 ya. Masyaallah sekarang banyak 18:24 akun-akun. Kalau kita enggak sengaja ini 18:26 buka internet, tiba-tiba ada muncul 18:28 daripada iklan ju judul ya. Nauzubillahi 18:32 min dalzalik. 18:35 Dan juga ada haram yang selanjutnya dari 18:38 dzatihi. Contohnya apa? Ada daripada 18:40 contoh bangkai, darah, daging babi ya 18:43 atau hewan yang disembelih dengan tidak 18:47 ya menyebut nama Allah Subhanahu wa 18:49 taala. itu sudah jelas dalam firman 18:51 Allah Subhanahu wa taala ya. Dan juga 18:55 ada yang namanya haram lighairihi. 18:57 Berarti haram bukan zatnya, tapi karena 19:00 sebab lain ya. Contohnya apa? Nah, 19:03 contohnya ini yang menjadikan prinsip 19:06 dalam eko syariah apa contohnya? Yang 19:07 pertama adalah algorar. Ya, prinsip 19:10 al-garor. 19:12 Artinya apa? Garar itu adalah 19:15 ketidakjelasan. 19:16 Ya, artinya masih samar, masih kagak 19:19 jelas ya. Ya. Lalu kata para ulama ada 19:23 goror macam-macam. Ada goror ya yang 19:26 enggak jelas, yang samar, ada yang 19:28 banyak. Artinya apa? Goror ini bisa 19:31 berpotensi ya merugikan pihak yang 19:33 berakad atau melahirkan perselisihan. 19:36 Contohnya ya di sini dikatakan jual beli 19:40 buah sebelum layak panen 19:43 ya itu kita enggak boleh kita pesan buah 19:46 nih entar bulan sekian tapi buahnya 19:48 belum belum matang. Nah itu tidak tidak 19:50 boleh itu gor kasir. Khawatirnya apa? 19:51 Nanti ada buah yang matangnya ter apa 19:54 mungkin ada yang busuk ada yang tidak 19:56 tidak matang ya. Jadi belum tidak tidak 19:58 boleh. 20:01 Ada juga gor yasir ya, enggak jelas yang 20:04 sedikit. Contohnya apa? Contohnya 20:09 kita jual beli rumah tanpa melihat 20:11 pondasi ya. Itu kita jual beli sekedar 20:14 lihat apa brosurnya aja. Nah, itu goror 20:17 yang yesir. 20:19 Afdolnya kita harus ada yang namanya 20:21 apa? Kunjungan langsung, cek langsung. 20:24 Jangan sampai kita lihat hanya brosurnya 20:25 aja. Brosur itu editan ya. Ada juga 20:29 garorar yang mutawas yang sedang-sedang 20:31 saja. Artinya bisa juga banyak, bisa 20:34 juga sedikit. Ya, contohnya apa? Seperti 20:38 benda yang tertanam di tanah. 20:41 Kita lagi jual beli ke orang, tiba-tiba 20:43 ada ben benda di dalam tanah kita. Ya, 20:46 itu namanya goror yang baru diketahui 20:49 ketika sudah di dibongkar. Intinya apa? 20:52 Ketika ada hal-hal yang goror ini yang 20:53 tidak jelas ini hendaknya kita hindari 20:56 supaya apa hikmahnya? agar terjaga 20:59 haknya juga para pihak yang berakad dan 21:02 juga apa biar terpelihara yang namanya 21:05 saling rida dalam transaksi dan juga apa 21:09 biar kita ini terhindar daripada 21:12 perbuatan saling menzalimi. Itu di 21:15 antara haram lighhairihi. Yang kedua 21:18 juga apa di antara haram lighairihi 21:20 artinya haram karena sebab lain. 21:23 Contohnya apa? Yaitu arriba ya arriba. 21:27 Riba itu secara bahasa adalah tambahan 21:30 ya. Secara bahasa 21:39 ini sudah jelas daripada nas Al-Qur'an 21:41 ya. 21:49 Nah, contohnya di antaranya 21:52 faillam taf'alu fa'dan bi minallahi 21:54 waasulih. Nah, bahkan 21:58 dalam ayat lain itu jelas ya Allah 22:01 menghalalkan jual beli dan juga apa? 22:04 Mengharamkan riba. Nah, itu sudah jelas 22:06 ya. Tapi ini masuk juga daripada haram 22:10 lihairihi dalam segi apa namanya ee 22:13 aspeknya. 22:19 Nah, riba ada macamnya juga ya. Ada yang 22:23 ketiga, tiga jenis di sini dikatakan ada 22:26 riba jahiliah. Riba pada saman jahiliah. 22:30 Contohnya apa? Waktu orang dulu itu ya 22:32 kalau minjam ya pasti ada tambahan 22:36 meskipun Rp1 rupiah saja. Itu namanya 22:38 riba ya zaman dulu ya. Karena apa? 22:43 Bahkan orang sampai ada sampai 22:45 mengkritik loh kok ini sama aja ya apa 22:48 sama-sama untung. Jadi orang-orang dulu 22:51 tuh dalam tafsir dikatakan sampai apa 22:53 mereka itu ya ini wahai Nabi Muhammad 22:56 ini riba sama jual beli sama aja 22:59 sama-sama untung ya tapi 23:03 itu adalah apa pikiran daripada mereka 23:06 padahal beda secara akad ya kalau riba 23:09 jahil dulu orang minjam apa uang ya 23:12 akhirnya dilebihin 1000 kah atau 2.000 23:15 dibuka meskipun ada taman itu namanya 23:16 riba. Nah, ada juga riba yang model 23:20 fadal ya. Apa fadal ini adalah contoh 23:23 orang punya dia jual 10 gram emas yang 23:27 24 karat tapi jualnya lagi apa? Dengan 23:30 yang 11 gram emas tapi beda-beda 23:33 karatnya. Dua-dua karat contohnya. Atau 23:35 dia jual 5 kilo gandum. Ada kualitas 23:39 baik tapi jual lagi. Dia dapat dengan 23:41 gandum yang lebih jelek kualitasnya. Itu 23:44 namanya riba. Riba fadlal. Artinya apa? 23:47 Ada kekurangan dalam segi kualitas. Ya. 23:51 Adapun riba yang ketiga adalah riba 23:53 nasiah adalah tambahan ya yang dikaitkan 23:57 dengan penundaan pembayaran atas hutang. 24:00 Contoh orang tadi ya, di antaranya 1 24:03 juta dia hutang ya. 24:07 Kalau misalkan dia lewat daripada itu 24:10 maka dia harus nambah lagi R00.000 24:13 contohnya. Maka itu dikatakan riba ya. 24:16 Intinya enggak boleh ada tambahan. 24:19 Makanya dalam akad syariah itu ada yang 24:20 namanya qardul hasan. Pinjaman yang 24:24 baik. Arti bagaimana? minjam sejuta ya 24:26 dibayar sejuta. Adapun ya dalam bahasa 24:30 apa? Dalam bahasa ekonomi syari itu ada 24:33 namanya apa? Attazir ya. Kenapa sih 24:36 kalau kita telat ya kalau dalam apa 24:40 konven itu mereka ada bunga ya bayar 24:42 bunga dendanya tapi kalau dalam syariah 24:44 ada takzir yaitu denda tapi untuk 24:48 mendidik. Artinya apa? Biar dia itu apa? 24:50 Semangat untuk bayar. Nah, ini kalau 24:53 bedanya kalau dalam syariah ini apa? 24:56 Mereka dipakai apa untuk kemaslahatan 24:59 umum seperti jalan atau fasilitas umum 25:02 itu buat seperti itu. Jadi bukan kembali 25:04 ke bank bukan ya. Artinya untuk kembali 25:06 kepada halayak umum, manfaat umum. Itu 25:09 di antara macam-macam haram lihairihi. 25:14 Artinya bedanya jual beli sama riba apa? 25:17 Intinya sudah jelas kalau jual beli ya 25:20 waahallallahul biah sah halal dan juga 25:23 penuh-penuh barokah. Kalau riba wa 25:25 harama riba sudah jelas ha haram tidak 25:28 sah ya bahkan jauh dari ber berkah ya. 25:34 Dan juga bedanya apa ke jual beli uang 25:36 sebagai alat-alat tukar ya kalau riba 25:39 uang sebagai komoditas. Artinya dalam 25:41 jual beli ini ya kita beli uang ya ada 25:44 ada barang. Kalau dalam riba ini 25:46 kebanyakannya apa? Sebagai kita malah 25:48 jual-jual uang ya, minjamin uang. 25:51 Akhirnya apa? Makanya sekarang kenapa 25:52 ada inflasi itu begitu besar? Di 25:55 antaranya apa? Sebabnya kata para ulama 25:57 ini karena banyak orang yang apa? Minjam 26:00 uang. Minjam sekarang tahun sekarang 26:02 entar tahun 2000 sekian itu pasti apa? 26:05 Nilainya tu turun. Itu gara-gara banyak 26:08 orang yang yang min yang minjam. Ya, 26:11 alhamdulillah Bapak, Ibu semuanya kita 26:14 di Jakarta ada teman kami, masyaallah 26:16 ada ruang dakwah lepas riba. Masyaallah. 26:20 Jadi mereka bukan hanya teori tapi 26:22 masyaallah membina, merangkul bagaimana 26:25 orang-orang yang sudah masuk ke dalam 26:28 terjerumus ke dalam apa? Utang utang 26:30 riba. Artinya kita, Bapak, Ibu semuanya 26:33 ya ketika saya lihat di ruang dakwah 26:36 ini, kebetulan saya sore ada kegiatan di 26:38 sana. Mereka ini masyaallah ya ketika 26:42 menghadapi orang-orang yang sudah 26:43 terjerumus pasti macam-macam alasannya. 26:45 Karena tekanan, karena urusan 26:47 macam-macam. Ada yang bahkan sampai uh 26:49 miliaran utangnya. Tetapi kadang mereka 26:52 bingung untuk bayarnya ya. Bingung 26:54 enggak paham mungkin ee di mana terkait 26:57 bank-bank itu seperti itu ya aturannya. 26:59 Mereka datang ke mereka masyaallah 27:01 dibimba, dibina, dibimbing. Bukan apa, 27:03 mohon maaf, bukan disalah-salahkan, 27:05 bukan contoh. Oh, kamu nih udah 27:07 melakukan yang haram. Riba haram. Betul. 27:09 Tetapi apa kita sebagai apa umat Nabi 27:12 Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang 27:13 punya ibaratnya ilmu, punya arahan, kita 27:16 jangan langsung ibaratnya langsung kamu 27:19 bakal haram, kamu neraka. Jangan kita 27:21 rangkul. Biar perlahan-pelan mereka ini 27:24 dibantu keluar agar apa? Biar lepas 27:27 pelan-pelan daripada keharaman. Akhirnya 27:29 dibantu saya lihat banyak masyaallah ya 27:32 yang mereka mungkin bingung akhirnya 27:34 apa? Sedikit-sedikit diarahkan bagaimana 27:36 cara bayarnya. ada bagaimana 27:38 prioritasnya biar juga pelan-pelan agar 27:41 apa agar keluar daripada apa namanya 27:43 ruang lingkup utang riba kebanyakan 27:46 orang-orang ini ya karena pertama ke 27:48 kepepet karena juga tean ya tapi 27:53 alhamdulillah masyaallah ini ruang 27:55 dakwah yang sangat membantu bagi umat 27:57 Islam yang mana zaman sekarang 27:59 masyaallah emang berputar terkait 28:01 ekonomi ya mudah-mudahan Allah mudahkan 28:03 ekonomi kita amin ya rabbal alamin 28:06 dan juga Ada masuk Bapak Ibu semuanya 28:08 haram lighirihi ya haram yang karena 28:11 sebab lain. Contohnya apa? Ada maisir ya 28:13 ju judi. Nah itu jadi ha jadi haram ya 28:18 baik online maupun offline. 28:24 Ada juga haram yang sebab lain karena 28:27 apa? Karena ada tadlis ya. Apa tadlis? 28:29 Tadlis itu artinya apa? di antaranya ma 28:33 manipulasi atau penipuan atau juga di 28:36 antaranya lainnya tidak menjelaskan 28:38 sesuatu ya. Ada yang ditutup-tutupi ya 28:42 artinya dia ini contoh apa? Contoh 28:45 terkait kuantitas ya. Contoh kita jual 28:49 ya beras yang ditimbang 5 kilo tetapi 28:52 yang disampai jadi 44 kilo atau 4 kilo 28:55 kurang ya enggak sampai 5 kilo. Itu yang 28:57 namanya tadlis ya. Ada juga yang namanya 29:01 tadlis kualitas ya, nyembunyiin 29:04 cacatnya. 29:05 Contoh zaman sekarang kita lihat viral 29:08 sering mungkin kita kalau beli buah beli 29:10 parasel itu apa? Yang di atas bagus, 29:13 yang di bawah jelek. Nah, itu masuk 29:15 tadlis kualitas. Berarti dia haram ya 29:19 jualannya haram. Ada juga tadlis harga 29:22 ya penipuan untuk manfaatin karena 29:26 ketidaktahuan seorang apa? Pembeli 29:28 tentang harga. Akhirnya dia naikin 29:29 padahal harganya mu murah. Kalau kita 29:32 aji mumpung nih, oh ini enggak tahu 29:34 orang baru nih. Itu namanya tadlis. 29:36 Islam tidak mengajarkan apa untuk apa 29:39 yang namanya berlebihan dalam cari 29:41 keuntungan. Artinya kaya boleh tapi 29:43 dengan cara yang yang halal dan juga 29:46 yang sesuai daripada ajaran Islam. Kayak 29:50 bahasanya contoh kayak orang supir-supir 29:53 ya. Oh biasanya harga sekian tapi karena 29:55 ini orang baru nih dia dinaikin daripada 29:57 harga yang mahal. 29:59 Ya, ada juga tadlis waktu penyerahan ya. 30:03 Contohnya apa dia? Penipuan dengan cara 30:05 menutupi ya jangkanya. Contoh dia bilang 30:09 ya ada proyek contoh bangun properti 30:12 harusnya selesai 6 bulan tapi dia malah 30:16 selesai jadi 7 7 bulan atau 8 bulan ini 30:19 maka ya itu banyak keharamannya. Kenapa 30:23 sih kita perlu menghindari yang haram? 30:25 Ya, kata para ulama 30:28 ya, kita ini yang masuk kepada perut 30:31 kita harus daripada yang yang halal. 30:33 Kenapa? Agar nanti mudah dan kuat untuk 30:37 bisa digunakan ibadah kepada Allah 30:39 Subhanahu wa taala. Itu penting yang 30:41 halal. Tetapi kalau kita mohon maaf ya, 30:44 banyak daripada unsur yang haramnya itu 30:47 semakin nanti akan kita ini apa? Akan 30:50 berat ya untuk melakukan ibadah kepada 30:52 Allah Subhanahu wa taala. itu gara-gara 30:55 daripada makanan yang yang haram. 30:58 Mudah-mudahan kita insyaallah Allah 30:59 cupkan kita dengan rezeki yang halal. 31:01 Amin ya rabbal alamin. Dan juga yang 31:04 selanjutnya daripada haram karena sebab 31:07 lain ada yang namanya ikhtikar. Apa 31:10 iktikar? Kalau bahasa kita ya orang lagi 31:15 ramai-ramainya apa contoh? Lagi ramainya 31:17 minyak, lagi butuh minyak. Ya, akhirnya 31:20 dia timbun nih. Tahu bakal bulan ini 31:22 bakal orang butuh minyak. Dia timbun 31:23 dulu. B sekarang ya. Nah, seperti itu 31:26 dengan niat supaya orang beli kepada dia 31:28 lebih mahal. Nah, itu tidak boleh ya 31:32 karena haram sebab-sebab lain. Bahkan 31:34 dalam hadis dikatakan, "Barang siapa 31:36 yang nimbun makanan selama 40 hari, 31:40 sungguh ia terlepas dari Allah Subhanahu 31:42 wa taala dan Allah terlepas darinya." 31:44 Arti bagaimana? Sudah dia Allah enggak 31:47 peduli sama dia. Allah berpaling ama 31:49 amadiah. Kenapa? Karena dia menyusahkan 31:52 umatnya Nabi Muhammad. sallallahu alaihi 31:54 wasallam menyusahkan hamba Allah 31:55 subhanahu wa taala. Artinya jangan 31:58 sampai kita seperti itu ya. Kita sengaja 32:01 nimbun barang agar harganya naik ya. 32:05 Artinya mengambil keuntungan ketika 32:08 orang lain sangat sangat butuh ya. Mohon 32:11 maaf kayak sekarang tiba-tiba ya lagi 32:14 ramai kemarin debu erupsi ya Gunung Kak 32:17 Krakatau 32:18 apa namanya 32:20 masker ya. masker harga sekian saya cek 32:23 di check out itu langsung Rp100.000 32:24 Rp300.000 naudubillah minzalik. Ini 32:27 tidak boleh ya harga normal sekian tapi 32:31 karena lagi FOMO viral akhirnya di 32:33 naikin tidak boleh ngambil untung 32:35 sedangkan orang lain lagi terdesak lagi 32:38 kebutuhan. Ini tidak tidak boleh ya. 32:42 Intinya Islam ini mengajarkan bagaimana 32:44 agar semua ini enggak ada dapat unsur 32:47 zalim. Semuanya saling rida biri rida. 32:49 Untung sekian dia rida ya saya siap. 32:52 Jangan sampai berlebihan ya sampai apa 32:54 tadi? Menzalimi daripada hak orangorang 32:57 lain. Makanya kita lihat mohon maaf 33:00 sahabat Abdurrahman bin Auf itu di 33:03 antara keberkahan hartanya bahkan sampai 33:06 hijrah ke Madinah bersama Nabi itu semua 33:09 harta di Makkah ditinggalin tuh karena 33:11 dia meang ahli dalam bidang perdagangan 33:14 bisnis ya. Sampai Nabi itu 33:16 dipersaudarakan kata apa? 33:19 Abdul bin Auf ini dengan apa? Kaum Ansar 33:23 ya. Bilang orang Ansar ini bilang, 33:27 "Wahai Abdurrahman bin Auf ya saya akan 33:29 kasih nih saya punya tanah, punya uang." 33:31 Kata beliau apa? Saya enggak mau ya. Ya 33:34 saya apa? Dani ala sukin. Tunjukkan 33:37 kepada siapa yang namanya apa? Pasar. 33:39 Beliau datang ke pasar ya, lalu apa 33:42 dengan ahli strategi bisnisnya 33:44 masyaallah jadi punya daripada bahkan 33:47 beberapa lahan dan juga banyak hartanya. 33:49 Tapi kuncinya apa? Di situ beliau ketika 33:52 semakin kaya tidak lupa kepada 33:55 orang-orang lain. Artinya tidak lupa 33:57 untuk zakat, untuk sedekah itu pasti itu 33:59 kuncinya. Jadi beliau itu selalu 34:01 benar-benar apa hartanya selalu ingat 34:04 kepada orang-orang lain. Itu kuncinya 34:06 agar rezeki berkah. Bahkan semakin baru 34:08 bertambah. Udah sampai apa dikeluarin 34:11 lagi bertambah lagi. Bahkan kata 34:12 Rasulullah, "Wahai Abdurrahman bin Auf 34:15 nanti ini ada kamu nih apa aku 34:17 khawatirkan nanti kamu masuk surga dalam 34:19 keadaan apa? Haban-haban, merangkak 34:22 paling terakhir. Karena apa? Kamu banyak 34:24 hartanya." Di situ beliau tahu langsung 34:26 apa? Semuanya disegerahkan di jalan 34:28 Allah Subhanahu wa taala. Banyak lagi 34:30 sampai bingung katanya. Ya Rasul 34:32 bagaimana? Ya. Ya. Akhirnya kata Rasul 34:35 sallahu alaihi wasallam, "Ya kamu yang 34:38 penting dalam hatimu ya tidak apa yang 34:41 namanama ada yang namanya sifat 34:42 alwahan." Apa al-wahan? Yaitu sifat 34:44 terlalu cinta kepada dunia. Artinya 34:48 meskipun kamu punya dunia tetapi kamu 34:50 enggak ada cinta, insyaallah termasuk 34:52 orang-orang yang yang selamat. Ya, 34:55 makanya dalam hadis tentang akhir zaman 34:57 itu mohon maaf kenapa ya sekarang kok 35:00 banyak kejadian seperti ini ya 35:02 macam-macam ya. Ini di antaranya 35:06 dalam hadis itu yusakul umam ya antadaa 35:10 ya alq alusatiha. Jadi Nabi mengatakan 35:13 nanti keadaan umat akhir zaman ini nanti 35:16 mohon maaf alumam itu orang-orang kufar, 35:18 orang-orang kafir nonmuslim itu mereka 35:21 itu nanti ibarat apa? Kita ini melihat 35:24 kepada orang Islam seperti apa? Ada 35:26 hidangan. 35:28 Jadi mereka ini ibarat seperti melahap 35:29 kita. Itu bahasa kiasan Nabi. Artinya 35:32 apa? Mereka ini di sini benar-benar ya 35:34 ingin nanti akhir zaman ingin 35:36 benar-benar bagaimana menghancurkan 35:39 daripada umat-umat Islam. Baik dengan 35:41 budayanya, dengan fashion-nya, baik 35:43 dengan tadi contoh ini akad-akad 35:45 syariahnya. Ini kan di antara apa? 35:48 Cara-cara mereka menghancurkan umat 35:49 Islam ya. Baik dengan cara memimpinnya, 35:52 macam-macam semuanya. Bahkan dari cara 35:55 apa? Dari cara belajar Al-Qur'annya atau 35:58 hadisnya. Bahkan sampai ada orang yang 36:01 sengaja dulu belajar Quran dan hadis, 36:03 tapi bukan untuk apa? Alim, bukan untuk 36:06 manfaat, tapi untuk benar-benar dicari 36:08 bagaimana kelemahan-kelemahan umat-umat 36:11 Islam. Bagaimana nih pemahamannya agar 36:13 dibelokkan agar kalau zaman sekarang 36:15 agar pemahamannya ngawur atau nyeleneh. 36:18 Itu di antaranya. Makanya Nabi bilang 36:20 seperti itu, jangan kaget karena itu di 36:23 antara apa? min alamati saah kata Nabi, 36:27 di antara tanda-tanda di antara 36:29 akhir-akhir zaman. Ya, makanya kita 36:33 kalau sudah sampai zaman tersebut, yuk 36:35 perkuat bagaimana iman kita kepada Allah 36:37 Subhanahu wa taala. Kita belajar 36:40 benar-benar agar kita menjadi orang yang 36:43 beriman, orang yang kuat iman kita 36:45 kepada Allah Subhanahu wa taala dan juga 36:48 apa tidak terkecoh ya dengan 36:50 keadaan-keadaan sekarang. Makanya kita 36:52 lihat, mohon maaf zaman sekarang kita 36:53 lihat medsos ya. Banyak yang ribut sana 36:56 sini gara-gara beda imam, beda mazhab 36:59 atau beda sekarang lagi ramai ini mohon 37:01 maaf tentang Syekh fulan, Syekh Fulan 37:04 ya. Padahal itu adalah ranah ilmiah. Ini 37:07 tidak perlu dibesar-besarkan 37:09 ya. Artinya kita 37:11 yuk kita utamakan apa? Al-ukhuwah 37:13 alislamiyah daripada persaudaraan 37:15 seagama Islam. Persoara seiman itu harus 37:19 kita kuatkan dalam diri kita ya. Karena 37:21 mohon maaf ini di antara ee 37:23 proyek-proyek daripada orang-orang 37:25 kufar. Jadi mereka ini tahu kenapa sih 37:28 kalau misalkan umat Islam bersatu ini ya 37:30 pasti bakalan bakalan kuat. Semuanya 37:32 bersatu. Para ulamanya, umaranya bersatu 37:35 pasti bakalan kuat. Akhirnya mereka 37:37 bagaimana? Menghancurkan dengan apa? 37:40 Dengan memecah-memecahkan. 37:41 Dipecah-pecah. Itu di antara 37:43 proyek-proyek daripada orang-orang 37:45 kufar. Mudah-mudahan Allah jaga kita. 37:47 Amin ya rabbal alamin. Itu di antara ee 37:50 daripada 37:52 kembali yaitu tentang bagaimana cara 37:54 kita mahami ekonomi syariah. Jadi 37:57 lengkap Pak ya bukan hanya bank syariah, 38:00 bukan hanya asuransi syariah, tapi apa 38:03 lengkap semuanya. Bahkan Zwaf pun 38:06 termasuk daripada ekonomi syariah. Ya. 38:09 Adapun mohon maaf zaman sekarang yang 38:11 saya perlu apa ada tips dari para guru 38:14 kami itu kita sebagai umat Islam ya 38:18 jangan ikut FOMO ikut-ikutan yang lagi 38:21 viral. Oh ini contoh invest ya murah nih 38:25 cepat dapat sekian ini jangan ya. 38:27 Kenapa? Mohon maaf sekarang lagi ramai 38:30 kasus ya yang sering kita lakukan ini 38:32 dilihat di apa di YouTube atau di 38:35 manapun sebagainya lagi viral itu sampai 38:37 ada yang namanya apa invest dengan dalih 38:40 properti ya mungkin di tahun kedua 3 38:43 aman ya sekian bulan besar karena apa 38:46 profitnya besar 18% 38:48 ya itu dikatakan 38:51 sampai sekarang kerugiannya hampir 1,22 38:54 triliun dana nak nasabah ya orang-orang 38:57 tergiur kenapa Pak, karena mohon maaf di 38:59 situ ada Dewan Pengawas Syariah akadnya 39:01 syariah. Betul. Tetapi ya endingnya 39:05 bagaimana ya kata para ulama di situ 39:08 ternyata mohon maaf ya jadi ketika ada 39:11 yang seperti ini ini karena ini PT 39:13 perseorangan 39:15 apa contohnya kata beliau jangan sampai 39:19 kita menyalahkan syariah. Jangan kita 39:21 salahkan daripada oknum syariah dan juga 39:24 kita jangan sampai mohon maaf nyalahkan 39:25 para ulama di majelis ulama. Jangan. 39:27 Tapi apa? Mohon maaf ya ketika saya 39:30 kepadanya, kok antum di situ tapi kok 39:32 apa namanya? Kok seperti ini jadi kacau 39:35 begini jadi kolap ya. Ternyata apa? 39:37 Mohon maaf ustaz ya. Kita di sini sudah 39:39 ngawasin apa? Secara akadnya. Akadnya 39:42 sudah betul tapi apa? Ada yang namanya 39:44 pohon maaf perusahaan itu internalnya 39:46 bagian keuangannya. Nah, ini kita enggak 39:48 bisa masuk itu hanya bagian internal. 39:50 Jadi kita hanya bagian akad saja. 39:53 Akhirnya apa? Setelah kemarin ramai di 39:56 OJK itu terkait data ternyata ada yang 39:59 namanya tata kelola keuangan yang tidak 40:01 tidak sehat. Dicek itu di audit ternyata 40:04 ada yang bermasalah artinya bagian ke 40:06 keuangan. Makanya zaman sekarang jangan 40:09 sampai kita terlalu terburu-buru nih ada 40:10 invest sekian dapat sekian juta jangan. 40:13 Karena apa? Itu sudah ibaratnya melebihi 40:17 bagaimana keekuasaan Allah Subhanahu wa 40:21 taala. Kan tiap bulan dapat sekian itu 40:23 enggak boleh. 40:24 Artinya apa? Kalau dalam bank syariah 40:25 itu ada deposito, ada sukuk, itu mereka 40:28 nisbahnya itu enggak sampai gede seperti 40:30 itu. Nisbahnya itu menyesuaikan ya. 40:32 Kalau lagi untung ya untung, kalau lagi 40:34 rugi ya rugi. Jadi seperti itu. Jangan 40:37 sampai sudah tetap sekian persen. Nah, 40:40 walaupun syariah tetapi itu berarti udah 40:43 apa? melampaui bagaimana hak Allah 40:45 Subhanahu wa taala dalam urusan rezeki. 40:49 Ya, jadi kita harus hati harus 40:51 hati-hati. Intinya kita ber terkait 40:53 prinsip tadi y bagaimana kita berprinsip 40:56 agar menjadi orang-orang yang apa yang 40:59 berekonomi syariah. Artinya saleh secara 41:01 syariah. Kalau bahasanya kata guru kami 41:04 itu ekonomi itu orang yang kaya. 41:07 Syariahnya apa? orang yang kaya tapi 41:09 saleh. Jadi tahu-tahu hal yang tadi kita 41:12 enggak boleh maisir, enggak boleh apa 41:14 tadi? Enggak boleh ada riba, enggak 41:16 boleh ada yang namanya tipu-menipu, 41:18 enggak boleh ada yang namanya goror, 41:20 enggak jelas, ya. Maka itu tidak boleh. 41:22 Itu insyaallah kita kalau sudah 41:25 menanamkan prinsip tadi, insyaallah 41:26 hidup kita akan penuh keber keberkahan 41:29 dari Allah Subhanahu wa taala. Nah, itu 41:32 di antara yang namanya terkait bagaimana 41:34 ekonomi syariah. Intinya ini bukan ilmu 41:37 baru, tetapi sudah lama ya yang 41:40 diajarkan oleh Rasulullah sallallahu 41:42 alaihi wasallam. Ulama sekarang itu 41:45 bikin rangkuman apa? Agar kita kita 41:48 mudah memahami bagaimana sih cara 41:50 ekonominya Rasulullah sallallahu alaihi 41:53 wasallam. 41:55 Jadi kalau misalkan mohon maaf ada 41:57 kekurangan di mana-mana, artinya setiap 42:00 kekurangan itu pasti ada oknumnya ya. 42:03 Ya, mohon maaf seperti itu. Sekarang 42:05 lagi viral investasi atau asuransi ya 42:09 ada pengawasnya tapi rata-rata itu 42:11 bagian internal pro perusahaannya. Itu 42:13 yang bikin gara-gara seperti itu 42:15 oknumnya. Makanya untuk zaman sekarang, 42:17 mohon maaf di zaman ekonomi indis 42:19 ekonomi ini ya kita jangan terlalu 42:22 terburu-buru. 42:23 Ada yang viral untung sekian jangan. 42:25 Kita sudah fokus apa? Fokus dengan 42:27 keuangan kita, fokus dengan prioritas 42:30 kita, keluarga kita, sekolah kita, anak 42:33 kita, dan juga pembangun kira-kiranya 42:35 pebisnis yang kira-kira masuk akal. 42:38 Jangan sampai kita terlalu rugi dan juga 42:41 jangan sampai kayak gini ikut investasi 42:43 seperti ini, akhirnya apa? banyak orang 42:45 yang orang yang rugi ya. Jadi seperti 42:47 itu. Mudah-mudahan manfaat. Mungkin kita 42:49 kembali ke pertanyaan 42:55 ya. Alhamdulillah terkait 42:57 terkait dengan bagaimana kita mengenal 43:00 ekonomi syariah dalam kehidupan 43:02 sehari-hari. Tadi Habib Abdullah telah 43:05 menyampaikan ee dengan cukup detail 43:08 bagaimana dalam implementasi dan juga 43:10 beberapa contoh atau kasus yang terjadi 43:14 gitu ya. Karena terkait dengan ekonomi 43:17 syariah dalam kehidupan sehari-hari itu 43:18 banyak kita interaksinya. Jadi bagaimana 43:20 kita memperoleh penghasilan, terus juga 43:23 jual beli, pinjam-eminjam investasi dan 43:26 lain-lainnya itu cukup ee banyak kita 43:29 melakukan interaksi terkait dengan hal 43:32 itu. Nah, terkait dengan ekonomi syariah 43:36 dalam kehidupan kita sehari-hari mungkin 43:37 dari para jemah jika ada yang ditanyakan 43:39 dipersilakan. dan juga oh iya ee sambil 43:43 menunggu itu juga ada pertanyaan dari 43:45 sambil dari 43:48 pemirsa ini dari Pak Sohartono Bekasi 43:51 ada dua pertanyaan sambil ketemu 43:55 ini dari Pak Suhartono Bekasi Habib izin 43:58 bertanya apakah bekerja atau menjadi 44:01 karyawan di lembaga keuangan 44:02 konvensional langsung membuat gajinya 44:05 haram menurut ekonomi syariah itu yang 44:08 pertama. Yang kedua dari hamba Allah di 44:10 Cengkareng 44:12 ee beliau menanyakan, "Habib, apa 44:14 bedanya menabung di bank syariah dengan 44:17 bank konvensional kalau ujung-ujungnya 44:20 sama-sama ada bagi hasil atau tambah 44:23 saldo di sana gitu ya. Demikian 44:25 pertanyaan dari pemirsa ee yang menyimak 44:29 pada pagi ini. Sekian, 44:33 masyaallah itu pertanyaan yang sangat ya 44:35 sering diulang-ulang. Yang pertama 44:37 bagaimana sih pertama hukum orang yang 44:39 kerja di sana? Ada karyawan staf. Ya, 44:43 intinya 44:44 ya pertama kalau kita lihat dari segi 44:47 apa pendapat yang ibarat yang kuat, yang 44:50 muktamad ya al-afdol bukan berarti haram 44:54 nih. Artinya apa? Yang paling utama 44:56 hendaknya kalau misalkan ya dia masih 44:59 ada kerjaan yang di luar itu ya 45:01 hendaknya dia dia keluar. Ini pendapat 45:03 yang kuat nih kata para ulama. Karena 45:05 apa? di situ mohon maaf ya meskipun ya 45:08 bisa dipisah-pisah ada kaidah dibedakan 45:11 antara hal haram intinya kalau yang 45:13 bunga ya beda lagi tapi mungkin ada yang 45:15 namanya apa jasa itu kan boleh ya kalau 45:18 sudah unsur bank itu enggak boleh kata 45:21 para ulama alafdol ketika bisa ada 45:23 solusi cari tempat dikejalain contoh di 45:25 bank syariah atau di perusahaan yang 45:27 lain itu maka hendaknya afdal dia keluar 45:29 kenapa ada unsur antara halal dan juga 45:33 haram 45:34 tercampur di situ. ya karena dikatakan 45:36 maka kan ada syubhat enggak jelas 45:38 haramnya ya artinya hendaknya dia dia 45:41 keluar kalau ada tempat solusi. Tapi 45:43 yang kedua, ada pendapat kedua nih. 45:46 Kalau misalkan dia di situ tahu bisa 45:49 misahkan antara hal dan haramnya tadi 45:51 seperti bunganya ya, maka dia tahu oh 45:53 ini ternyata bukan pendapatan daripada 45:55 yang bunga nih. Ini karena emang dari 45:57 jasa, dari potongan admin ya wajar ya 46:00 buat nge-print, buat apa itu kan ya itu 46:02 boleh. Nah, maka kalau diambil jelasnya 46:05 dari situ bisa dipisahkan maka dia tetap 46:08 boleh bekerja di situ. Itu pendapat yang 46:11 kedua. 46:13 Pendapat yang ketiga ya artinya 46:16 bagaimana? Artinya bahkan [berdehem] 46:19 sampai 46:20 ada pendapat yang keras kalau ini apa 46:22 sampai sudah jelas kamu haram udah kamu 46:25 langsung dari situ udah tapi apa kamu 46:28 itu langsung keluar saja benar-benar 46:30 enggak enggak boleh haram banget. Jadi 46:33 ulama ngasih tiga ketika dapat ini ya. 46:36 Lalu bagaimana contoh kita misalkan ee 46:40 kita enggak kerja di sana tapi kita 46:42 gajiannya dengan bank sana misalkan 46:44 gimana nih contoh kita bank ini bank apa 46:46 bank M contohnya ya. Lalu gimana kata 46:48 para ulama hendaknya apa kita sudah 46:50 punya gaji di situ pindahkan langsung 46:53 kepada bank-bank yang syariah karena apa 46:56 unsurnya apa di situ insyaallah 46:58 akad-akadnya kebanyakan syariah di situ 47:01 ya. Jadi intinya ada tiga pendapat ya. 47:03 Kalau bisa dia pindah segera, ada solusi 47:06 lain maka segera pindah. Yang kedua, 47:09 kalau dia tahu bisa memisahkan di mana 47:11 yang halal yang haram tadi, maka dia, 47:13 "Oh, saya ini kayaknya pendapatnya jelas 47:15 nih daripada hasil admin, bukan hasil 47:17 bunga, bukan kayak tadi minjin orang, 47:19 bukan. Tapi hasil daripada motong biaya, 47:22 lain sebagainya." Maka itu dia boleh 47:24 tetap kerja di situ. Yang ketiga, haram 47:26 mutlak dia langsung keluar enggak boleh 47:28 sama sekali. Ya, artinya benar-benar 47:31 seperti itu. Adapun yang tadi terkait 47:32 gaji tadi, maka ya harus segera di 47:36 dipindahkan. Ini pendapat yang keempat. 47:38 Nah, adapun yang tadi apa? Pertanyaan 47:40 kedua 47:41 ee apa bedanya menabung kalau sama ada 47:45 satu? 47:45 Betul. Apa bedanya? 47:48 Betul. Nah, kalau dalam apa kita lihat 47:51 di bank syariah ini ada yang namanya 47:53 akad wadiah, akad nitip. Contoh kita 47:57 punya yang sejuta, sejuta, enggak ada 47:59 tambahan, enggak ada admin. Contoh kayak 48:01 di BSI ini enggak ada admin, udah 48:04 uangnya segitu aja, enggak ada tambahan. 48:05 Ada yang namanya akad mudarabah. Nah, 48:07 mudarabah ini kerja kerja sama. Jadi, 48:09 uang kita ini diputar lagi dengan akad 48:12 kerja kerja sama. Maka maka boleh arti 48:15 bagi hasil. Jadi, kalau bahasanya emang 48:17 agak mirip nih tadi jual beli kayak 48:19 riba, tapi beda secara a akadnya. Kalau 48:24 di akad syariah ibaratnya kita itu jelas 48:28 nih saya punya modal ibaratnya boleh 48:32 dipakai ke bank. Jadi sama-sama IBank 48:34 itu ibarat pengelolanya kita punya 48:37 modalnya. Akadnya seperti itu. Mudo 48:39 mudarabah atau syirkah ya atau muro 48:43 murabahah. Kalau di bank konvensional 48:46 itu akadnya apa? Kita ini akadnya 48:48 minjamin uang ke bank. Jadi nasabah 48:51 punya uang Rp100 juta, nanti banknya 48:54 apa? Minjam. Nah, arti orang minjam bank 48:57 dalam artian apa? Mereka ngasih uang ke 48:59 kita 5%, 1%. Nah, itu beda secara 49:02 akadnya. Jadi, akadnya minjam meminjam. 49:04 Tapi kalau dalam akad syariah, jadi 49:07 ibaratnya sama-sama ada yang namanya 49:09 yang punya harta, ada yang punya punya 49:12 dana. Jadi namanya syir syirkah atau mud 49:14 mudarabah. Itu bedanya. Jadi seperti itu 49:17 ya. Jadi insyaallah kita ini harus apa? 49:20 Harus punya ibaratnya prinsip dukung ya 49:23 bank-bank masyariah ini kita lihat di 49:25 mana di Saudi atau di Qatar, di Malaysia 49:29 itu bank syariah didukung masyarakatnya 49:30 sehingga apa? Sehingga meskipun ada 49:32 kekurangannya pelan-pelan apa? Dikoreksi 49:35 sehingga apa? Berusaha biar jadi 49:37 benar-benar bank Islam ya yang 49:39 benar-benar ngasih manfaat kepada umat. 49:42 Artinya kalau kata ada sampai pendapat 49:44 seorang praktisi itu kalau bisa mohon 49:46 maaf sekarang keluar dari bank konvens 49:49 keluar segera kat seperti itu. Itu 49:51 pendapatnya benar-benar mereka apa kalau 49:52 bahasa kita saklek ya benar-benar. Tapi 49:55 kata beliau kenapa? Karena ya mohon maaf 49:58 konven tadi kita lihat kan sistem 50:00 ekonomi kapitalis ya. Makanya segera 50:03 kita untuk berpindah kepada bank bank 50:05 syariah agar hidup kita insyaallah penuh 50:08 keberkahan. Artinya ini ibaratnya solusi 50:13 yang sudah dilakukan oleh para ulama. 50:16 Artinya, mohon maaf kalau kita lihat ya 50:19 kalau pukul apa sekarang kita kan semua 50:21 akses bank semua sekarang ya. Kalau kita 50:23 mohon maaf kita nyimpan di rumah atau di 50:25 mana kan khawatir kebakaran atau 50:27 gimanapun ya. Makanya itu usahakan kita 50:29 sama dukung sama-sama memberi kritik ya. 50:32 Mudah-mudahan perekonomi syariah semakin 50:34 maju, berkembang dan mudah-mudahan 50:36 insyaallah bisa apa sekarang kadang 50:37 mohon maaf kata Bang Syarah ini 50:39 pertumbuhannya baru lumayan meningkat 50:40 terus ya 10% sudah banyak tapi baru 50:45 secara ee ibarat teori ya belum 50:47 praktiknya belum tapi mudah-mudahan kita 50:49 lihat pemerintah sudah dukung semua 50:51 mudah-mudahan akan menjadi maju dan 50:53 terus berkembang dan bisa membantu para 50:56 umatnya Rasulullah sallallahu alaihi 50:57 wasallam seperti itu. 51:00 Pak. 51:06 Asalamualaikum warahmatullahi 51:07 wabarakatuh. 51:09 Ee begini, Pak Ustaz ee kita ee sebagai 51:14 ASN ini 51:17 rasanya 51:18 kalau enggak berhutang tuh enggak 51:19 mungkin ya. Ya. Iya. Karena logikanya 51:23 pasti kalau kita tidak berhutang 51:27 mengambil rumah contohnya atau mobil, 51:29 saya pastikan mengumpulkan uang itu 51:31 tidak bisa. 51:33 Nah, tetapi ee setelah kita mengambil 51:35 rumah itu 51:37 kita istilahnya kalau saya saya abaikan 51:39 saja syariahnya gitu, Pak Ustaz. 51:41 Betul. 51:41 Karena kalau kita pikir-pikir secara 51:43 syariah 51:45 ya utang kita R50 juta misalnya ke bank. 51:49 Kalau kita cicil 10 tahun hampir 900 51:52 juta loh ya. Tapi kalau kita pikir lagi 51:55 kalau seandainya kita tidak berhutang 51:57 itu impossible kita bisa itu ya. 52:00 Tapi setelah kita jalani kalkulator kita 52:03 sama kalkulator Allah itu beda gitu. 52:06 Betul. 52:06 Jadi kalau kita mungkin 3 * 3 9 tapi 52:09 kalkulator Allah setiap bulan itu beda. 52:11 3 * 3 bisa 6 juta sebulan gitu. 52:14 [berdehem] Pokoknya pasti alah untuk 52:15 membayarnya. 52:17 Ah, yang saya tanyakan bagaimana 52:20 hukumnya itu? Ini maaf Ustaz, ini sudah 52:22 terlanjur nih. Rumah sudah lunas ya, 52:24 baru saya tanya sekarang. 52:25 Ah, bagaimana itu hukumnya? Kadang kita 52:28 di di bank ini, Pak Ustaz, 52:31 kita cari yang syariah 52:33 ee penguasa juga tidak syariah loh. 52:36 Pernah saya dulu 2010 ngambil rumah di 52:39 sini, saya coba di Bank BRI, saya coba 52:41 di BNI Syariah malah lebih mahal lagi 52:44 gitu. Jadi antara penguasa sama 52:48 kita rakyat biasa ini tidak tidak jalan. 52:53 Sementara penguasa teriak-teriak 52:54 syariah, sementara dia pun tidak 52:57 syariah. Bagaimana kita orang kecil 53:00 seperti ini tidak berhutang? 53:03 Itu satu. Yang kedua, ini masalah halal 53:06 dan haram. Saya pernah tinggal di 53:09 Australia 2 seteng tahun, Pak Ustaz. 53:12 Ee kalau saya yakin ya dalam otak kita, 53:15 kita sebagai muslim ini setiap kita 53:18 membeli ayam atau ikan itu sudah pasti 53:20 tidak baca tidak baca nama Allah gitu. 53:23 Sudah pasti tidak. Logika kita pasti 53:26 berpikir gitu. Malahan dia 53:29 mengapakan sapi itu bukan disembelih di 53:32 di listrik, Pak Ustaz. 53:33 I 53:33 tapi dagingnya lembut loh di listrik 53:35 itu. 53:35 Iya betul. 53:36 Ah jadi otak kita mengatakan ini pasti 53:39 tidak bismillah gitu. Tidak, tidak 53:41 dengan nama Allah, tapi kita tetap 53:43 jalankan karena kita tinggal di daerah 53:46 yang ya nonmuslim gitu. Ah, bagaimana 53:50 itu ee 53:52 hukumnya gitu kita sudah tahu, tapi 53:55 bagaimana keadaannya. Kita harus seperti 53:57 itu gitu. Hanya itu. Terima kasih. 54:00 Asalamualaikum warahmatullahi 54:01 wabarakatuh. 54:04 Saya jawab dulu yang kedua. Jadi ini 54:07 pengalaman daripada waktu kami waktu 54:10 belajar di Yaman ya. Yaman ini negara 54:13 yang banyak impor dari luar. Contohnya 54:16 apa? Di antara waktu itu ada ya ayam ya 54:20 ayam Prancis, ayam Brazil ya. Ada ayam 54:23 mungkin dari Oman. Kalau Saudi sudah 54:25 jelas ya. Ada seorang daripada orang 54:28 awam nanya ke mufti di sana. Wahai 54:31 Syekh, ini saya mau beli apa? mau beli 54:35 daripada mau beli ayam yang paling murah 54:38 ayam Brazil, ayam Prancis ya. Lalu kata 54:42 saya ini bertanya, "Ya, 54:45 kamu beli harga berapa?" "Paling murah, 54:47 Syekh ya. Tapi apa di sana kira-kira ada 54:51 muslim atau tidak? Di Brazil atau di 54:53 Prancis?" 54:54 Insyaallah si ada. Setiap dunia 54:56 insyaallah ada orang mau muslim, ya. 54:59 Nah, lalu bagaimana pendapatnya? Kata 55:01 beliau yang pertama ya kalau misalkan ya 55:05 kita dahulukan husnudan dulu barangkali 55:08 di sana itu yang motongnya ada seorang 55:10 muslim maka kamu enggak apa-apa ambil 55:12 pendapat ini boleh untuk membeli makan 55:14 daripada ayam aram tersebut husnudonnya 55:17 di sana barangkali meskipun 55:19 perusahaannya punya nonmuslim tapi 55:21 mungkin ada yang motongnya orang muslim 55:24 ya mudah-mudah dengan bismillah tadi 55:26 kamu ambil pendapatnya ini insyaallah 55:28 kamu s selamat Ya. Tapi pendapat yang 55:32 kedua kalau misalkan gini, kita ini 55:35 dianjurkan untuk apa? Untuk misalkan di 55:37 situ kamu dicari ada mana pilihan tadi? 55:40 Ayam yang Oman atau dari Saudi atau dari 55:43 ayam mahalli atau ayam yang dalam negeri 55:45 arti dari Yaman itu. Maka kalau ada 55:47 pilihan itu kamu bisa mampu, maka kamu 55:49 beli yang itu. Jangan sampai kamu sudah 55:51 mampu tapi malah beli yang tadi dari 55:53 impor tadi. Itu pendapat yang kedua. 55:57 Yang ketiga, ya kamu apa? alijtinab ya 56:01 harus kamu apa harus menjauhi daripada 56:03 ayam-ayam tadi impor tadi daripada 56:05 selain negara-negara Islam biar apa biar 56:08 kamu ini punya yang namanya sifat al 56:10 alwara sifat kehatihat hatian karena apa 56:14 meskipun di sana mungkin ada orang Islam 56:16 tapi kamu karena ini apa impornya dari 56:19 negara Islam kamu hendaknya berhati hati 56:22 alwara kalau orang sudah punya sifat 56:24 wara itu insyaallah artinya apa kata 56:27 para ulama mau ibadah itu gampang 56:29 katanya. Terus juga ada semangat lagi 56:31 terus itu gara-gara alwara sikap 56:33 kehati-hatian. Jadi intinya ada tiga 56:36 pendapat tadi, Pak. Jelas, Pak. Ya, jadi 56:38 alwara. Makanya 56:41 yang keempat kalau misalkan contoh di 56:44 Australia ada teman saya di Melbourne, 56:46 di Sydney itu kalau misalkan ya ada 56:49 mungkin toko di sana yang halal ya maka 56:51 cari cari di situ atau 56:54 ya udah kamu solusinya misalkan sudah 56:56 mentok nih enggak ada ambil pendapat 56:59 yang tadi atau ya sudah kamu hindari 57:01 kira-kira binatang-binatang yang 57:03 disembelih kayak ayam mungkin sapi ya 57:07 atau kerbau cari seperti apa yang ikan 57:09 yang jelas halalnya ya mungkin udang 57:11 seperti itu. Kalau misalkan benar-benar 57:14 mentok sudah tidak ada mungkin seperti 57:16 itu jawabannya. Jelas Pak ya. Ini 57:18 pendapat para para ulama ya. Lalu 57:21 terkait bagaimana terkait akad syariah 57:23 itu benar ini emang pertanyaan yang 57:24 sangat diulang-ulang di sana. Artinya 57:27 kok banyak Pak Ustaz kok kenapa ya saya 57:29 minjam di sana kok malah sama aja ya? 57:32 Betul. Pertama, karena mohon maaf di 57:34 orang-orang bank syariah ini aslinya 57:37 mereka itu daripada bank konvent 57:39 konvensional. Cuman karena sekarang apa 57:42 ibaratnya banyak perubahan ekonomi ya, 57:45 akhirnya desakan dari MUI itu bikin 57:48 bank-bank syariah. Bahkan sekarang mau 57:50 dibikin danantara syariah nih, bisnis 57:52 syariah. Alhamdulillah para ulama ini 57:54 masyaallah jasanya ya. meskipun mohon 57:56 maaf di kenyataannya banyak yang 57:58 kekeliruan ini adalah oknum, tapi kita 58:00 sudah berterima kasih kepada mereka, 58:02 sudah berijtihad sehingga timbullah 58:04 akad-akad syariah. Adapun tadi betul ya, 58:10 bagaimana sih kita sudah beli rumah atau 58:13 minjam rumah tapi emang kita harus 58:14 berhutang. Tapi ya kalau kata dari segi 58:18 syariah itu benar 58:20 kalau kita minjam ke bank konven itu di 58:24 akadnya minjamin minjamin uang Pak ya 58:26 jelas Pak minjamin uang ya artinya 58:30 kita makanya ya harga harganya mungkin 58:32 agak beda dikit lebih mahal syariah ya 58:35 kalau kita lihat dari praktiknya ya tapi 58:38 kalau dari segi akadnya Pak ya mohon 58:39 maaf kalau di konfen itu minjamin 58:42 minjamin uang artinya kalau orang 58:44 minjamin 58:45 uang sudah jelas daripada keribaannya, 58:47 jelas haramnya, Pak. Ya. Tetapi kalau 58:50 dalam akad syariah ini nama ada yang 58:53 namanya aqdul murabah. Akad murabah. 58:55 Artinya apa? Kenapa agak mahal? Ya 58:58 mungkin karena mohon maaf mereka itu 59:00 profitnya bukan dari bunga. Makanya 59:02 mungkin ngambil untungnya dari yang dari 59:04 yang lain. Kayak tadi contoh orang beli 59:07 rumah. Makanya dengan akad berubaha ini 59:09 contohnya kita mau punya rumah. Contoh 59:11 di sini kita ngajuin ke bank. Nah, 59:14 modelnya bukan kita utang uang-uang 59:16 dengan bank, bukan. Tapi apa kita ini 59:19 bilang ke bank apa bank itu akan membeli 59:22 contoh harganya? 1 M. Contoh harga rumah 59:24 itu, bank dibeli dulu sama bank. Berarti 59:27 ini rumahnya udah milik milik bank, 59:30 bukan milik developer lagi. Akhirnya 59:32 apa? Kita bayar ke bank. Bang, ngasih 59:34 harga berapa nih? Oh, saya jual ke kamu. 59:36 Harganya apa? 1 M 2 R00 juta contohnya. 59:39 Maka itu menjadi jelas akad jual jual 59:42 beli atau akad murabahah, Pak. Jadi dari 59:44 segi akadnya insyaallah, Pak ya jelas 59:47 secara syaria insyaallah penuh 59:48 keberkahan, Pak. Seperti itu, Pak. Ya, 59:50 jelas, Pak. Ya. Jadi, mohon maaf, adapun 59:53 yang sudah terlanjur bagaimana misalkan 59:55 ya, mohon maaf ya. Ya, kalau alhukum 59:58 itu, Pak, tergantung bagaimana kalau 1:00:00 misalkan ketika kita enggak tahu. Jadi, 1:00:03 kalau kita benar-benar enggak tahu, Pak. 1:00:05 dulu masih jauh daripada ilmunya ya itu 1:00:08 masih apa Pak masih dima dimfu 1:00:11 insyaallah diampuni oleh Allah subhanahu 1:00:13 wa taala rahmat ini lu luas rahmat Allah 1:00:15 subhanahu wa taala kalau sudah terlanjur 1:00:17 kayak tadi orang yang sudah haram 1:00:19 bagaimana jangan sampai kita ini di apa 1:00:22 kamu bakal neraka jangan tetapi 1:00:24 insyaallah mudah-mudahan apa dimafunya 1:00:28 dengan kita perbanyak tobat kepada Allah 1:00:29 subhanahu wa taala dengan kita perbanyak 1:00:31 sedekah insyaallah mudah-mudahan itu 1:00:33 bisa ngunggurin daripada dosa dosa-dosa 1:00:35 kita seperti itu, Pak. Mudah jelas, Pak. 1:00:37 Ya. Jadi intinya akad-akadnya insyaallah 1:00:40 sesuai syariah. Adapun banyak 1:00:41 kekurangan, Pak, tadi kayak seperti ini. 1:00:43 Mudah-mudahan entar kita sampaikan lagi. 1:00:45 Mudah-mudahan karena sekarang yang 1:00:47 pertumbuhannya masih sedikit, Pak. Tapi 1:00:49 mudah-mudahan ya pemerintah dukung. 1:00:52 Alhamdulillah mudah-mudahan ke depannya 1:00:53 menjadi seperti di Qatar atau di 1:00:55 Malaysia mudah-mudahan menjadi bank 1:00:57 syariah yang yang kuat yang benar-benar 1:00:59 akadnya mudahkan bagi umat-umat Islam. 1:01:02 seperti itu. 1:01:05 Jadi inti kesimpulannya 1:01:07 ya kita harus sama-sama ya mendukung 1:01:11 daripada tentang ekonomi syariah dalam 1:01:13 diri kita. Artinya apa? Dalam contoh 1:01:15 dalam diri kita, Pak harus punya sifat 1:01:17 adil kepada orang lain, kepada diri 1:01:19 kita. Enggak boleh zalim kepada orang, 1:01:22 enggak boleh nipu kepada orang. Enggak 1:01:24 boleh tadi manipulasi, enggak boleh, 1:01:26 Pak, dalam jual beli. Dan juga apa harus 1:01:28 kita hendaknya apa? selalu ya kalau 1:01:32 misalkan diusahakan ya untuk mulai 1:01:35 sekarang ambillah daripada bank-bank 1:01:37 syariah. 1:01:39 Tapi kalau saran daripada k guru-guru 1:01:42 kami hendaknya bank-bank yang sudah 1:01:44 jelas daripada trek rekornya Pak ya. Ya, 1:01:47 mohon maaf ada bank-bank mohon maf yang 1:01:49 kecil-kecil nih, Pak. Bukan kita nyalain 1:01:51 banyak yang kecil-kecil ini. Contoh BPRS 1:01:54 contohnya ini banyak yang kasus-kasus 1:01:56 mohon maaf ya. Jadi kita cari bank yang 1:01:59 benar-benar besar. 1:02:00 besar asetnya, besar nasabahnya, sudah 1:02:02 jelas jutaan. Jangan sampai cari yang 1:02:05 kecil-kecilangan. Kenapa? Khawatir tadi, 1:02:07 Pak atau PT asuransi yang kecil itu 1:02:09 khawatir nanti banyak yang namanya ke 1:02:11 apa? Penipuan atau manipulasi banyak 1:02:14 disalahgunakan. Karena apa? Karena 1:02:16 memang otoritasnya kecil, Pak. Udah 1:02:18 otoritas kecil mohon maaf dananya juga 1:02:19 kecil. Tapi kalau yang sudah otoritasnya 1:02:22 besar contohnya terkait dengan 1:02:24 pemerintah, arti kita dukung. Pemerintah 1:02:26 sudah dukung kita syariat kita dukung. 1:02:28 Alhamdulillah kita lihat diaudit sama 1:02:31 OJK jelas alhamdulillah diaudit sama LPS 1:02:33 alhamdulillah artinya kita ada khusus 1:02:36 kepada pemerintah mereka berusaha apa 1:02:38 untuk memberikan solusi bagi umat umat 1:02:40 Islam jadi seperti itu, Pak. Makanya 1:02:42 mohon maaf sekarang ini kasus yang apa 1:02:44 PT yang ini yang lagi viral ini ini 1:02:47 sedang benar-benar digugat di peradilan 1:02:49 ya orangnya sudah jelas digugat semuanya 1:02:51 asetnya di mau disita artinya ada usaha 1:02:54 baik daripada pemerintah daripada 1:02:57 auditnya alhamdulillah maka insyaallah 1:03:00 untuk ke depannya kita jangan gampang 1:03:01 ikut ikikutan ya ada yang viral ini ada 1:03:04 yang nawarin ya kita jangan sampai 1:03:06 percaya sama orang jangan jangan kalau 1:03:08 ini untung sekian jangan tapi apa kita 1:03:11 benar-benar kita lihat bisnisnya apa, 1:03:13 bagaimana track recordnya, halal atau 1:03:16 tidak. Intinya jelas, Pak. Jadi enggak 1:03:18 ada unsur tadi, enggak ada unsur goror, 1:03:20 unsur tadlis atau unsur daripada 1:03:22 perjudian. Ya, jadi seperti itu dan juga 1:03:25 lihat benar-benar dananya. W maaf 1:03:28 sekarang banyak timbul yang baru-baru, 1:03:29 Pak. Kita lihat ayo berinvestasi di kami 1:03:31 gitu. Kita lihat masih baru, jangan 1:03:33 masih kecil ya jangan. Kita lihat yang 1:03:35 sudah besar, yang aset sudah besar dan 1:03:38 juga diling oleh pemerintah. Maka 1:03:39 insyaallah akan harta kita akan dijaga 1:03:43 kita berindung kepada Allah Subhanahu wa 1:03:44 taala. Mudah-mudahan kita insyaallah 1:03:46 cupkan rezeki kita, Allah cupkan harta 1:03:47 kita. Amin ya rabbal alamin. Mungkin 1:03:50 seperti itu kesimpulannya 1:03:52 ya. Alhamdulillah rabbil alamin. Materi 1:03:54 kajian kita pada Ahad pagi ini dengan 1:03:57 materi mengenal ekonomi syariah dalam 1:03:59 kehidupan sehari-hari telah kita simak 1:04:02 dan kita bisa mengambil pelajaran dari 1:04:04 yang kita telah ee dapatkan pada pagi 1:04:08 ini. Semoga kita bisa menjalankan, bisa 1:04:10 mengamalkan dalam kehidupan kita 1:04:12 sehari-hari dalam mengelola perkenungan 1:04:14 kita secara syariah, secara syariat 1:04:16 Islam dan juga kita bisa me menyampaikan 1:04:20 kepada saudara-saudara atau teman dekat 1:04:23 kita sehingga kita bisa mengamalkan ilmu 1:04:26 yang kita dapatkan pada pagi hari ini. 1:04:29 Dari saya cukup sekian. Jika ada 1:04:31 kesalahan mohon maafkan. Wabillahi 1:04:32 taufik walhidayah. Asalamualaikum 1:04:33 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04:37 Sallallah ala Muhammad sallallah alaihi 1:04:43 wasallam.