Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Bang Ihsanudin Indonesia, 0:20 apa kabar, Bang? 0:22 Waalaikumsalam warahmatullah 0:24 wabarakatuh. Ah, [menghela napas] 0:27 nampaknya luar biasa nih. Katanya 0:30 bulan-bulan depan nih ada ngelamar k 0:33 ngelamar lagi ngeramal itu memperkirakan 0:37 kiamat. Nampaknya orang di luar negeri 0:39 itu dengan ya mungkin keimanan yang 0:41 pas-pasan atau bagaimana kisah ini akan 0:44 menjadi pusing karena melihat dunia luar 0:47 biasa. 0:48 Hari-hari ini, Bang. Di Timur Tengah 0:50 luar biasa peruncingan konflik. 0:53 Nampaknya memang itu yang diharapkan 0:55 oleh Zionis Israel. Ya, Saudi lagi 0:57 kebingungan macam orang kecebur nyari 1:00 gedebong pisang ke mana-mana. Ini susah 1:02 ya. Yang mau tolong dengan sebuah negeri 1:05 Yaman yang kata orang di negeri Konoha 1:07 itu pergi saja ke sana. Tapi ini negeri 1:11 luar biasa dapat mengganggu petro dolar 1:14 di sana. dan juga kisah lain dari dunia 1:17 yang tidak baik-baik saja. Malap 1:20 malapetaka mengguncang Amerika lah. Ini 1:23 dari sana juga kan urusan minyak dan 1:25 juga Indonesia yang nampaknya wuh luar 1:28 biasa ISG dolar. Apa kata Bang 1:31 Ihsanuddin Nurzi? Benar nih kejadian nih 1:34 enggak turun-turun malah naik ini. Apa 1:37 yang terjadi dengan negeri hamba ini, 1:38 Bang? Hutang krisis 98 tahu-tahu dibayar 1:43 sama surplus BI. Ini kan pajak rakyat ke 1:46 mana ini? Pengemplang BLBI ya salam 1:49 uncang-uncang kaki. Apa yang terjadi? 1:51 Belum lagi setting 2029 undang-undang 1:54 pemilu kata Surya Pak Loh, ya tahun ini 1:57 aja jangan nanti aja kita pahamlah 2:00 supaya enggak kena prikick dari MK ya 2:03 Mahkamah Konstitusi. Apa yang Bang 2:05 Ihsanuddin Nursi ingin sampaikan mungkin 2:07 lebih daripada yang saya bincang lagi 2:10 dari keadaan yang luar biasa dari 2:13 berbagai forum yang Bang Iksanud Nursi 2:15 sampaikan bagaimana alkisah dari 2:18 perjalanan dunia ini. Silakan Bang 2:20 Isanuddin Nursi. [berdehem] 2:23 Bismillahirrahmanirrahim. 2:25 [mendengus] 2:26 Alhamdulillahiabbilamin. 2:28 Subhanakall 2:29 ilamana innaka antal alimul hakim. 2:33 Allahumma shi sayidina Muhammad. 2:36 Rabbana. 2:40 Yang pertama situasi internasional ini 2:44 maaf agak nih 2:46 lagi terkena flu berat. 2:49 [tertawa] 2:50 Insyaallah Allah berikan kesehatan. 2:52 Mantap. Nanti kita kirimin madu dari 2:54 dari Ustaz Husin. Insyaallah ada kirim. 2:57 Insyaallah. Amin. Terima kasih. Syukran. 2:58 Alhamdulillah. Insyaallah. He 3:00 ini ini ee batuknya juga seru. J 3:04 [berdehem] kalau kita melihat situasi 3:07 di Amerika, lihat situasi Timur Tengah 3:12 ee 3:14 sebenarnya 3:16 ee TU 3:19 dan Washington makin gelisah 3:22 ketika melihat 3:25 Iran [berdehem] 3:26 negara kecil 3:28 itu dapat melakukan perlawanan 3:31 dan cenderung dapat legitimasi menang. 3:36 Hm. 3:37 Itu yang mereka tidak terima. 3:39 Jadi, Iran yang kecil seperti itu mampu 3:42 melakukan perlawanan dan mendapat 3:45 legitimasi global. 3:47 Mereka menang lawan Amerika. Ya. 3:49 Heeh. He. 3:51 Ee sementara 3:54 kalau Amerika sebagai Israel besar mampu 3:58 dilawan dan menang, maka sebenarnya 4:02 Amerika kecil Israel 4:04 hm 4:04 itu dengan mudah bisa dikalahkan. 4:07 Nah, di sana 4:09 kita ngelihat ee 4:12 ada kalau kita bikin dikhotominya 4:15 Heeh. Ada problem 4:17 di satu sisi Amerika Israel 4:20 dengan kekuatan Iran yang diam-diam 4:24 didukung oleh kekuatan Cina dan kekuatan 4:28 Rusia. Tapi di sisi lain ada NATO 4:31 [berdehem] yang berhadapan dengan fakta 4:33 Makkah. 4:35 Tapi fakta NATO ini pun berhadapan 4:36 dengan 4:38 ee bagaimana kekuatan 4:41 dari 4:43 ee SCO. He. 4:46 Mereka enggak menyebut sebagai sebuah 4:48 adalah Shang High Cooperation 4:49 Organization yang kita bahas 3 minggu 4:52 lalu. 4:54 adalah satu organisasi dari 10 negara 4:57 yang 4:59 ee tidak secara tegas menyatakan sebagai 5:03 koalisi keamanan pertahanan, tapi lebih 5:06 merupakan respon atas perilaku Amerika 5:10 yang semena-mena dalam ee mengarahkan 5:14 panggung global ee perekonomian dan 5:17 energi 5:18 panggung energi dan perekonomian dunia. 5:22 Nah, dari sini kemelut [berdehem] yang 5:24 dibangun ee sebenarnya memberi pesan 5:27 kepada 5:28 dunia. 5:31 Melihat Venezi dan melihat Irak. 5:33 Hm. Maka 5:36 menurut 5:38 buku yang ditulis oleh John Fkins, buku 5:42 baru 5:43 8 September dengan judul The Art of the 5:47 Field, seni mencuri, 5:50 The Trump of Economic Fatment 5:52 Presidency. 5:53 Itu judul bukunya gitu. 5:55 Eh, itu menunjukkan bahwa 5:58 Trump sedang mengirim pesan, Amerika 6:00 sedang mengirim pesan ke seluruh dunia. 6:04 tunduk atau takluk gitu. 6:09 Ikuti kemauan atau kami taklukkan. Ah, 6:12 pendekatan begitu. 6:14 Jadi artinya [berdehem] 6:17 ee dia tidak lagi menggunakan rule base 6:20 order berbasis kepercayaan satu sama 6:22 lain, 6:23 rule based order berbasis kebersamaan 6:25 satu sama lain 6:26 dengan tetap menempatkan posisi Amerika 6:28 sebagai hegemon hegemoni gitu ya. He. 6:31 Tapi sudah mendapatkan kekerasan militer 6:34 sebagai alat untuk memaksa 6:37 ee negara lain untuk tuduk dan takluk. 6:41 Nah, ini ee pergeseran model hegemoni ke 6:45 dominasi. Nah, pergeseran [berdehem] 6:48 hegemoni ke dominasi ini acap kali ee 6:55 membingungkan orang. 6:57 Hegemoni adalah satu model kekuasaan 7:02 yang didasarkan atas kepercayaan. 7:05 Sementara kalau namanya dominasi adalah 7:08 satu kekuasaan yang didasarkan atas 7:11 kekuatan militer, 7:12 atas paksaan. 7:13 Jadi itu berbeda. Nah, Amerika sedang 7:15 memainkan dua-duanya. Amerika sedang 7:17 memaksa hegemoni. Amerika sedang memaksa 7:20 dominasi. Untuk bisa seperti itu menurut 7:24 John Perkin salah satunya memang 7:26 ee ada empat caranya. 7:29 Cara yang pertama men John Ken itu 7:33 dengan tetap menebarkan utang. 7:35 Hm. 7:37 Menebarkan utang artinya strateginya 7:40 strategi finansial 7:43 itu. Makanya Amerika sekarang utangnya 7:44 sampai R0 triliun 7:47 US dolar. Hm. Strategi kedua dibangun 7:51 kecemasan akan kelangkaan 7:54 anxiety for itu. Nah, itu energi 7:57 diganggu. Nah, itu makanya saya bilang 7:58 sebagai kalau dalam diskusi 8:02 saya diil 8:04 saya menyebutnya sebagai eh supply chain 8:07 war. 8:09 H 8:09 perang rantai pasokan energi itu akan 8:13 mengganggu 8:14 supply change eh sektor lain dan itu 8:17 terkena karena kemarin platus itu 8:21 menjadi gangguan terhadap pasokan 20% 8:26 energi dunia dan selama Iran 8:29 memberlakukan hormus dalam kekuasaannya 8:31 maka pasokan yang lewat alat hormus itu 8:34 menurun hingga 87%. 8:38 Jadi yang itu tinggal 13%. 8:40 Sementara ketika mereka menggunakan BAB 8:43 Elmandat Laut Merah itu pun akhirnya 8:47 menurun pasokannya. Hati sebagai praksi 8:51 Iran itu berhasil juga menurunkan 8:54 pasokan minyak energi ee Arab Saudi 8:58 ke berbagai belahan dunia. 8:59 Apa dampaknya? 9:01 ee dampaknya 9:03 sekitar 35% pasokan energi dunia itu 9:07 terganggu. 20%an itu dari Selatormus, 9:12 15% dari BAP El Mandap, 9:14 dan dampaknya lagi lebih lanjut adalah 9:17 stok energy, 9:19 cadangan energi 9:21 dunia 9:21 global 9:22 dunia itu menurun dan satu-satunya 9:26 negara yang punya stok energi tidak 9:27 terganggu dalam cerita 9:30 ee International Energy Agency 9:34 itu cuman Amerika. Yang menariknya 9:37 walaupun dia punya stok yang cukup 9:39 naik 9:39 harga solar seperti ada yang naik 9:42 itu karena 9:43 karena stabilitas harganya terganggu 9:45 juga. 9:46 Oh 9:47 stabilitas harganya terganggu juga. Jadi 9:49 ketika [tertawa] stabilitas ketika 9:51 stabilitas harganya terganggu naiklah 9:54 harga solar dia hingga 29.640. 9:58 H. 10:00 Jadi masih lebih mahal Indonesia 10:02 dibanding Amerika. 10:04 Indonesia pernah mencapai 30.250 kan? 10:07 Betul betul iya 10:07 iya kan harga minyak wangi Masar sama 10:10 [tertawa] 10:12 iya sama kan di situ ya. Nah Indonesia 10:15 masih lebih mahal Indonesia 10:16 Amerika masih lebih murah sedikit 10:18 karena dia menempatkan harga solarnya 10:21 Rp29.640. 10:24 Nah, ketika energi terganggu 10:28 sebenarnya apa yang sedang terjadi? yang 10:30 sedang terjadi adalah 10:33 Amerika sungguhnya tidak kuat untuk 10:35 masuk langsung perang dalam renewable 10:38 energy, 10:39 energi baru terbarukan. 10:41 Karena itu bisa kelihat 10:43 e di situ kelihatan 10:45 betapa yang namanya Amerika 10:47 mengembalikan fosil 10:49 selama Trump era kedua, Trump tidak 10:52 pernah tidak mendukung yang namanya ee 10:54 energi baru terbarukan. 10:56 Iya. Dia tidak mendukung. Nah, 10:58 sebenarnya dia tidak ingin 11:00 dia tidak ingin industri eh industri 11:02 energi baru terbarukan gitu. 11:05 Ee muncul ke permukaan siapa yang 11:07 sebenarnya tidak dikehendaki? Cina. 11:09 Cina yang lebih siap begitu ya. 11:12 [mendengus] 11:13 Yang lebih siap. Nah, artinya ee 11:15 walaupun Amerika unggul ee ee ee 11:18 mengambil posisi ee teratas dalam 11:21 pertarungan ee industri, teknologi dan 11:24 informasi komunikasi, tetapi dia 11:27 ketakutan juga. Kenapa? Karena dia 11:29 tergantung pada pasukan mineral earth, 11:32 tanah jarang. 11:33 H. 11:35 Jadi artinya dia menggunakan strategi 11:37 ini untuk tetap menunjukkan bahwa dia 11:39 tetap leading. Makanya dia dia surutkan 11:42 pertarungan itu. Bahkan dia berani 11:43 mengeluarkan uang R miliar untuk ee 11:48 memangkas dana R miliar gitu untuk 11:51 menghidupkan kembali fosil dan 11:53 kemudianah untuk soal kelingkungan hidup 11:56 dia pangkat. Jadi kelihatan pertolongan 11:58 republik sama demokratnya kencang di 12:00 situ. 12:01 Nah, itu bergejola ke seluruh dunia. 12:05 H 12:05 dampaknya termasuk ke Indonesia. Nah, 12:07 salah satunya dampaknya tentu 12:10 orang akan mencari satu kondisi yang 12:14 paling aman karena Indonesia punya 12:16 ketergantungan impor energi 68,6% 12:22 17 miliar US dolar untuk energi untuk ee 12:28 he 12:29 crut 12:30 23 miliar untuk minyak olahan oil produk 12:33 ulang ya 17 miliar lebih 17,3 17,3 untuk 12:39 grow 20 miliar untuk oil produk minyak 12:43 olahan. Maka situasi minyak yang kayak 12:46 gini dengan harga yang terus melambung 12:48 ya Indonesia terkena. Nah, ketika 12:50 Indonesia terkena, 12:52 dia secara ekonomi disebut sebagai cost 12:55 inflation, imported inflation. inflasi 12:59 yang disebabkan oleh dorongan biaya, 13:01 inflasi yang disebabkan oleh kebutuhan 13:02 impor. Nah, di situ 13:05 terkena ketergantungan kita makin tinggi 13:08 di situ terkena itu yang saya sebut 13:10 terjerat di jalan sesat. 13:12 tergerak di jalan jalan [tertawa] 13:17 terkena di situ. E pada saat yang sama 13:21 agar ini terus berantakan ke koru-karuan 13:23 bikin konflik makin meruncing di kawasan 13:25 Timur Tengah sehingga tidak ada 13:27 persatuan. 13:28 H. He. 13:29 Jadi ketika ketika fakta Makkah dibikin 13:32 gitu ya, fakta Makkah dibikin antara 13:34 Turki, Arab Saudi dan ee Turki dan 13:38 Pakistan he 13:39 sebenarnya menunjukkan bahwa situasi itu 13:42 ee Pakistan, Turki terutama Arab Saudi 13:47 sedang membangun pertahanan terhadap dua 13:50 hal, terhadap Israel sendiri dan 13:53 terhadap Iran sendiri. 13:55 Karena faktanya adalah mereka bikin 13:57 fakta pertahanan ee sunni, bukan fakta 14:00 pertahanan berislam. Ah, di sini 14:02 lagi-lagi terbukti oki bukan sekedar 14:05 lumpuh. Oke. Bukan cuma sekedar 14:08 ee tidak berguna gitu ya, tapi oke mati 14:12 suri. 14:14 Enggak ada kan kita enggak dengar 14:15 suaranya sama sekali kan. 14:17 Kita tidak dengar suara sama sekali. 14:18 Hilang. habis sudah 14:20 hilang sudah mati suri dia. 14:22 Nah, dari situ bukti bahwa umat Islam di 14:26 dunia 14:27 sesungguhnya belum disatukan hatinya 14:30 oleh Allah. 14:32 disebabkan kita hanyut dalam posisi 14:35 sekularisme, 14:38 materialisme, 14:40 material sekular sekularisme. Jadi, jadi 14:43 dalam ada sekuler yang tidak ee yang 14:47 tidak material, yang spiritual gitu ya, 14:49 tapi juga ini jelas sekuler 14:51 materialisme. 14:53 Nah, 14:54 kecintaan pada dunia sebagai 14:57 ee wujud ini 15:00 terkena ke seluruh umat Islam di manaun 15:03 termasuk Indonesia. 15:04 Masyaallah. 15:05 Maka hampir-hampir tiap bulan ada OTT, 15:08 [tertawa] 15:09 OTT KPK, OTT KPK, OTT KPK. Nah, itu 15:13 menunjukkan 15:14 gitu ya, 15:15 krisis di Indonesia itu terus berjalan. 15:19 krisis sosial, krisis politik, krisis 15:21 ekonomi, krisis hukum, dan [berdehem] 15:24 bahkan 15:24 darurat korupsi terus berjalan diangan 15:26 yang punya narasi religius pula lagi ya 15:29 itu. [tertawa] 15:31 Iya. [berdehem] 15:33 Sampai artinya ee kalau kita bilang ee 15:37 bahkan ada Islam ala Prabowo gitu ya, 15:40 itu kan nunjuki betul ada kesalahan 15:42 besar dalam memahami tentang Islam itu 15:45 tidak ada alanya Allah. ini tidak ada 15:48 alanya Prabowo, tidak ada alanya Joko 15:50 Widodo, tidak ada alanya siapapun. Islam 15:53 ya Islam maknanya sebagaimana Rasulullah 15:56 kita sebut sebagai [berdehem] 15:57 panutan kita Islamnya cuman Islam alam 15:59 Muhammad, tidak ada yang lain. Maka kita 16:02 satnya [berdehem] 16:03 Islam yang satu itu gitu. Nah, itu 16:06 menunjukkan 16:08 eh kekacauan dalam dalam 16:11 memaknai ajaran untuk kita enggak perlu 16:15 kita enggak perlu cerita tentang jude 16:17 Christianity yang memang mereka 16:19 jalan 16:20 sedang ehjuangkan 16:21 naikin ke atas panggung gitu. Sedang 16:23 mereka perjuangkan 16:24 sehingga disebut dengan tulisan si Peter 16:27 behx sebagai American Crusade gitu ya. 16:30 Mengambil semangat juang perang salib 16:33 gitu kan. He 16:34 ee untuk menegakkan ee Amerika sebagai 16:36 sebuah bangsa besar. 16:38 H 16:38 tapi kan judul bukunya sudah jadi seru. 16:40 Iya. 16:41 Itu itu saya tulis sebagai pengantar 16:44 untuk bukunya ee John Perkins gitu ya. 16:47 Iya. 16:47 E buku yang akan beredar dalam waktu 16:49 dekat ini. 16:50 Oh ada buku baru ya. Insyaallah ya. 16:52 Iya. Insyaallah dari waktu dekat. Nah, 16:54 dari sana 16:56 sesungguhnya kita melihat ee ketika 17:01 krisis kepercayaan itu yang saya sebut 17:04 sebagai social distust, krisis 17:07 kepercayaan itu muncul dari panggung 17:08 global ke panggung regional sampai ke 17:11 panggung nasional sampai ke panggung 17:13 tribal gitu ya antar suku bangsa. He. 17:16 Maka ee orang akhirnya merasa perlu 17:20 untuk ngebangun ee kelompoknya 17:22 sendiri-sendiri. Nah, di sini seorang 17:25 pemimpin tetap harus menjadi teladan. 17:28 Dan ketika keteladanan yang dimuncul 17:30 keteladanan yang buruk, 17:32 sesungguhnya [berdehem] 17:34 krisis itu bukan lagi krisis sosial, 17:36 krisis politik, krisis ekonomi, tapi 17:39 krisis kepemimpinan. 17:40 Kris. Nah, ini lebih berbahaya. 17:43 H 17:44 kalau kita ngalami krisis, krisis 17:46 sosial, krisis politik ekonomi, 17:48 kepemimpinan yang tidak krisis itu masih 17:50 bagus. He 17:52 tapi ini kita sudah sampai krisis ke 17:54 pemimpin. 17:54 Kita pernah ngalamin dulu itu lapar 17:56 minta ampun tapi pemimpinnya oke ditahan 17:59 begitu ya. 18:00 [mendengus] 18:02 Bung 18:02 krisis kepemimpinan itu, 18:04 krisis kepemimpinan itu tidak boleh 18:06 terjadi di Amerika. Walaupun situasinya 18:09 seperti itu, Trang masih didukung oleh 18:12 40% 18:13 30 18:14 sekian orang itu masih kuat dia masih 18:17 kokoh. Terutama mereka yang ikut dalam 18:20 white lifter. 18:22 Oh iya Londan. 18:25 Iya betul. 18:26 Supremasi kulit putih gitu ya. Ee dan 18:28 kemudian diajar habis-habisan ini tr 18:31 masih menunjukkan itu gitu walaupun dia 18:33 diproses habis-habisan soal kegagalan 18:35 menstabilkan harga, 18:37 kegagalan menurunkan harga-harga tapi 18:39 Trump dianggap masih tetap menjadi 18:41 pembela bagi kepentingan segelintir 18:43 sekelompok 18:44 ee orang-orang di Amerika kayak gitu. 18:46 Nah, Indonesia krisis itu terus menjalar 18:50 menjalar sampai ke level kepemimpinan 18:52 dan itu yang mengakibatkan gitu ya 18:55 resiko politik di Indonesia meningkat. 18:57 Nah, ketika risiko politik meningkat 18:59 namanya political risan mereka 19:01 itu akan mengganggu harga-harga dan 19:04 harga-harga yang paling nampak di situ 19:06 diindikasikan pada indeks harga saham 19:09 gabungan gitu ya dan nilai tukar 19:12 itu menggabarkan politik risiko politik 19:14 meningkat gitu memahamin 19:16 itu makanya pada merosot gitu ya harga 19:19 saham gitu teras hilang itu ya 19:21 habis enggak perukaruan he 19:23 nah dan di sini sesungguhnya yang harus 19:26 kita ambil pembelajaran maknya gitu ya. 19:30 Mengembalikan posisi bagaimana 19:32 sesungguhnya ee sistem nilai kita, 19:36 kebijakan strategi kita sampai fungsi 19:38 dan instrumentasi kehidupan kita 19:40 itu memenuhi apa yang diamanatkan oleh 19:45 pendiri republik 19:46 yang tertulis dengan tegas dalam 19:49 pembukaan Undang-Undang Dasar 45. Jadi 19:52 secara filosofi ada di situ. Sementara 19:54 secara operasional gitu ya, 19:56 secara operasional kita enggak bisa 19:59 terus menerus begini. Kita harus tetap 20:01 mengambil jalan keluar dari 20:03 tekanan-tekanan yang menjerat di jalan 20:05 sesat ini. 20:07 Ini kan dengan ketergantungan pada 20:08 impor, ketergantungan pada fundan rate 20:10 gitu ya, pada kebijakan dan 20:12 ketergantungan pada utang, 20:14 ketergantungan pada impor 20:16 membuat kita enggak berdaya. He 20:18 indikator coba coba Ihsan ingat kapan 20:22 saya bicara tentang 20:25 kredit yang sudah disetujui tapi tidak 20:27 dicairkan sebesar 2.57 20:30 yang per hari ini muncul 2.548 548 20:34 triliun itu kan saya bicara sudah kapan 20:35 tahu 20:36 akhirnya banknya taruh di BLB apa di apa 20:39 di sukuk di mana [tertawa] 20:41 menterinya ngamuk ini lu nyari duit dari 20:43 duit negara bayarnya pajak lagi bunganya 20:46 lucu ya negeria 20:48 dan itu yang disebut dengan 20:49 finansialisasi 20:51 finansialisasi itu 20:52 ketika dibilang bunganya dibayar dari 20:54 pajak yang dibayar dari pajak itu kan 20:56 berarti menyisap orang kecil 20:57 betul [tertawa] 20:59 nah itulah kesimpangan 21:01 yang kaya mangkin Nah, 21:03 kaya yang miskin makin miskin kenanya 21:05 jadi begitu gitu. Nah, kalau kita 21:07 ngelihatnya ngelihatnya siklusnya kayak 21:09 gitu artinya sesungguhnya kita sudah 21:12 terperangkap gitu ya secara sistematik 21:14 struktural pada moneter fiskal dan 21:17 sektoril gitu bahasanya. 21:19 He 21:20 itu yang disebut dengan keterperangkapan 21:21 di sektor fundamental, 21:24 fungsional dan struktural namanya. 21:26 Pendekatannya [berdehem] begitu kalau 21:27 ngambil kajiannya. Ya, 21:29 sekarang kalau saya menyampaikan itu 21:33 secara terbuka lalu disebut sebagai 21:36 goblok gitu ya. [tertawa] 21:41 Ini mungkin karena gaya di militer itu 21:44 biasa tapi kan ini orang pakar dibilang 21:46 goblok. Ya Allah ya. Tapi nasiblah. 21:49 [tertawa] Nasib ya. Nasib. Lanjut Bang. 21:52 Jadi kalau kalau Anda mengakui kepakaran 21:55 tapi kemudian Anda 21:57 menyebut juga goblok ya, 22:00 itu artinya ada 22:03 paradoksal makna. 22:05 Oh, 22:06 ada paradoksal makna. [mendengus] H 22:09 paradoksal makna itu ee itu hanya bisa 22:12 dijelaskan untuk mengatakan bahwa ada 22:16 keterbatasan pengetahuan. Saya enggak 22:17 bilang wudu ya. ada keterbatasan 22:20 pengetahuan dan keras kepala atas 22:22 keterbatasan pengetahuan itu dan 22:24 bertahan atas posisi keterbatasan 22:26 pengetahuan itu dan karenanya menjadi 22:27 goblok. 22:28 Hm. 22:30 Itu itu itu menjadi logis dia menjadi 22:33 tidak paradoksa kalau begitu tidak 22:35 menjadi sesuatu yang 22:37 contradiksi indeterminis pakai bahasanya 22:39 satu makna yang bertentangan satu sama 22:41 lain gitu ya. 22:42 Itu enggak boleh terjadi karena ee kan 22:45 tidak mungkin orang kita namakan 22:47 Muhammad. misalnya mungkin enggak 22:50 [tertawa] 22:53 kan enggak mungkin kita namakan Muhammad 22:55 Firaun misalnya kan enggak mungkin nama 22:57 it 22:58 enggak enggak mungkin 22:59 iya [tertawa] 23:00 e contohnya begitu gitu kita nama kan 23:02 enggak mungkin gitu asal 23:03 kalau Anda pakai nama nama Muhammad 23:05 Yazid aja masuk Tehran imigrasi bengong 23:08 gitu ngelihatnya [tertawa] 23:10 iya 23:13 itu 23:13 Muhammad Ali Yazid 23:16 lanjut 23:17 itu itu menggambarkan 23:18 He. 23:19 Bahwa kata-kata yang paradoksal tadi 23:22 menunjukkan gitu ya, ada kegelisahan. 23:25 H. 23:26 Kegelisahan dalam mencermati keadaan. 23:29 Ada ada keterbatasan dalam menerima 23:33 masukan. baik keterbatasan karena posisi 23:35 egoisme, kekuasaan ataupun karena 23:38 lain-lain. 23:39 Nah, kalau dalam konstruksi komunikasi 23:42 gitu ya, kita ambil dalam konstruksi 23:44 komunikasi 23:45 dia menggambarkan 23:48 satu kan kita ngambilnya tiga nih. Ada 23:50 yang tersurat, 23:52 H 23:52 ada yang tersirat, 23:54 H 23:54 ada yang terselubung gitu ya. Kita 23:55 ngambil ini tiga nih. 23:57 Ada yang ambil eksplisit, implisit, dan 23:59 presit. Tersurat, tersirat, dan 24:01 terselubung. He. 24:02 Kalau kita ngambil terselubungnya, maka 24:05 sesungguhnya kekuasaan ini sedang 24:08 terganggu. Pemegang kekuasaan ini sedang 24:10 terganggu 24:11 dengan kritik-kritik yang muncul. 24:13 Maka ketika ketika disebut sebagai 24:17 menghendaki harmoni, 24:19 h 24:19 ojo gumeh oj ojo gaduh gitu ya 24:22 ee ojo kagetan, ojo gumunan kayak gitu. 24:24 Jangan gaduhlah. Loh, Anda masih 24:26 bertanya, Anda sedang menghidupkan 24:29 sistem apa dalam kehidupan politik, 24:30 ekonomi, dan hukum? Anda sedang tegak di 24:33 atas sistem kayak apa? Nah, di situ para 24:38 pemimpin yang menyatakan jangan gaduh. 24:40 Kita butuh ketenangan dalam membangun, 24:42 kita butuh kedisipinan. Padahal sistem 24:44 yang Anda tegakkan adalah sistem yang 24:45 gaduh. Itu artinya lagi-lagi paradoksal. 24:49 He. 24:50 Apalagi kemudian Anda membenarkan, ya 24:52 sudah, Presiden tetap kita pilih ee 24:55 secara langsung pada masyarakat. 24:57 Itu kegaduhan. 24:59 Itu model sistem kegaduhan. 25:01 Jadi artinya ketika kita ambil ke gitu, 25:03 mereka tidak sadar bahwa [berdehem] 25:07 relasi modal sosial, relasi modal 25:10 politik, relasi modal ekonomi, relasi 25:13 modal peradaban 25:15 ya itu sudah dijahit oleh yang namanya 25:18 lebih kental dijahit oleh yang namanya 25:20 digital. sehingga frekuensi hubungan 25:22 antara modal sosial, modal politik, 25:25 modal ekonomi, dan modal peradaban itu 25:28 sudah lebih terbaca cepat oleh 25:30 masyarakat. Walaupun masyarakat mungkin 25:33 memahami cuma sekedar pada casing dan 25:35 pada konteks, hanya pada kemasan dan 25:37 pada konteksnya, tapi begitu masyarakat 25:39 lain memahami tentang konten dan 25:41 kedalamannya, di situ makin menguat apa 25:43 yang disebut dengan krisis kepercayaan. 25:46 dan Kristus kepercayaan akan 25:48 terindikasikan pada kepemimpinan. 25:51 Begitu cara pandangnya. 25:54 Jadi tidak layak Anda [berdehem] 25:56 menyampaikan 25:57 gitu ya 25:58 satu kondisi dengan bahasa-bahasa yang 26:01 tidak menunjukkan keteladanan. Tidak 26:04 layak. Enggak boleh. 26:06 Iya. 26:06 Itu yang saya bilang berkali-kali di di 26:08 berbagai media gitu ya. [tertawa] 26:10 Rasul sudah ngomong kapan 26:13 capek kita 26:15 udah udah 8 tahun lebih saya kita 26:18 ngejelasin derasil begini loh J karena 26:20 kita ngambil format yang namanya uswah 26:23 itu 26:24 uswatun hasanah itu 26:25 ketaladan yang baik itu 26:27 dia tidak datang pada posisi eh 26:32 yang ee tenang-tenang enggak dia datang 26:35 pada posisi yang sedang gaduh Muhammad 26:38 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 26:39 hadir itu dalam posisi betapa 26:43 kacaunya situasi kehidupan sosial 26:45 politik ekonomi di Makkah. 26:47 Hm. 26:48 Sehingga dia kemudian mengambil sikap 26:49 prihatin dan ingin mencari jawaban atas 26:52 posisi kondisi masyarakat Makkah yang 26:54 seperti itu. 26:56 Nah, ee di situ kelihatan ee ada modal 26:59 pada individual dan ada modal pada 27:02 sistem. Maka jawabannya bis Mirabek. 27:06 Masyaallah. 27:07 dengan ilmu Allah. Bismbik. 27:10 Jawab kamu dengan ilmuku. Bismibik. 27:13 Itu karena ada kepemimpinan pada dirinya 27:16 yang modal dasarnya adalah kejujuran. 27:19 Kejuran. Itu jadi barang langka. 27:22 Sekarang 27:23 itu modal dasar. Itu yang kita bilang 27:25 berkali-kali bahwa kejujuran itu adalah 27:28 mata uang universal. 27:31 Dia bisa diterima di di manapun, di 27:33 manapun dan kapanpun. He. 27:35 Tapi dengan model dasar itu kita bisa 27:37 ngebenahin situasi yang emburadul. 27:39 Ketemu lagi buku saya, selamat datang di 27:41 negeri amburadul. [tertawa] 27:45 Tapi kalau enggak setuju kan dibilang 27:47 tunggu aja 202 belum sampai 2019 27:50 rancangan undang-undang ini sudah 27:52 akal-akalan. Ini marwah Mahkamah 27:54 Konstitusi itu gimana, Bang? Ya itu kan 27:57 sudah diketok ya. Tapi sepertinya ini 27:59 mau dikasih waktu injury time nanti di 28:02 RUU ini diterbitkan sehingga enggak ada 28:04 waktu lagi buat di MK-kan. Macam mana, 28:06 Bang? 28:08 A itu menggambarkan 28:10 bahwa para pihak sedang mempertontonkan 28:13 keserakahan akan kekuasaan, 28:16 rakus akan takhta 28:18 dan satu itu satu perilaku itu itu 28:20 pendekatan perilaku. 28:22 Sementara pendekatan lain bisa 28:24 ditunjukkan bahwa sesungguhnya 28:26 Mahkamah Konstitusi itu efektivitasnya 28:29 juga dipertanyakan. 28:31 Hm. 28:32 Efektivitas keputusannya. Tidak ada satu 28:34 lembaga 28:36 yang bisa memaksa agar keputusan 28:38 Mahkamah Konstitusi itu dilaksanakan. 28:41 Anda bayangkan kalau Mahkamah Konstitusi 28:43 juga berhasil memanipulasi satu situasi 28:46 gitu ya. 28:47 Benar. Ini kejadian kejadian ini 28:49 kejadian. 28:50 Oke. Bagaimana Anda bisa dibenarkan atas 28:53 usia karena dengan istilah perkembangan 28:56 zaman gitu ya. Lalu kemudian bisa lolos 28:58 dan itu melanggar moral dan etika. 29:00 Masyaallah. ada ada nilai-nilai 29:02 [mendengus] yang berkembang dari 29:04 masyarakat yang dilanggar dan diabaikan. 29:06 Nah, itu karena sudut pandang yuridis 29:08 formal. He. 29:09 Yuridis lehalnya cuma memandang kayak 29:11 gitu tanpa memandang yuridis filosofis, 29:13 tanpa memandang yuridis sosiologis. Nah, 29:16 satu rumusan hukum yang tidak berpijak 29:19 kepada rumusan sosiologis, 29:22 rumusan-rumusan yang berkembang pada 29:23 filosofis, dia akhirnya 29:26 dia akhirnya gitu ya akan menimbulkan 29:29 satu kerentanan sosial. 29:31 H. 29:32 Nah, ini jadi kenyataan itu yang saya 29:34 heran kepada orang-orang yang merasa 29:36 cerdas cendekia pada bidang hukum kayak 29:38 gitu ya. Membenarkan permainan permainan 29:40 itu saya heran. 29:42 Heeh. Itu yang saya bilang kalau Anda 29:44 membenarkan satu norma hidup tanpa basis 29:47 sosial h 29:48 nilai-nilai berkembang di masyarakat 29:50 tampak tanpa merujuk pada adab kebiasaan 29:53 maka norma tadi sesungguhnya akan 29:55 melahirkan kerencanaan dan itu akan 29:58 menimbulkan kegelisan karena norma tadi 30:00 mengatur 30:01 mengatur untuk sesuatu yang tidak bisa 30:03 diterima secara sosiologis, tidak bisa 30:05 diterima secara filosofis gitu 30:07 ngelihatnya. 30:08 Nah, dampak dari situ bian kelihatan 30:11 Mahkamah Konstitusi pun sebagai alat 30:12 kekuasaan jadinya. 30:15 Itu yang berbahaya. 30:17 Ah, muncullah istilah paman, istilah 30:20 muncul istilah paman Utsman, muncullah 30:22 istilah mahkamah kalkulator. Itu kan 30:25 krisis namanya. Heeh. 30:27 Jadi, [berdehem] 30:28 jadi kalau sekarang para pihak kemudian 30:30 tidak mengindahkan juga keputusan 30:32 Mahkamah Konstitusi, yaitu bagian dari 30:34 krisis kepercayaan yang muncul 30:36 h 30:37 di antara para pihak. 30:38 Siapa yang lebih berkuasa? Nah, itu 30:40 disebabkan oleh kegagalan sistem dan 30:44 kegagalan aktor namanya. 30:46 Sistem gagal, aktor gagal. 30:49 Ah, itu kalau pakai kuadran samna watna. 30:52 Kalau kita pakai kuadran watona 30:55 dan kuadran itu kita terapkan dalam 30:57 sistem dan aktor, maka aktornya negatif, 31:01 sistemnya negatif. Nah, itu situasi 31:03 Indonesia dan itu dibaca oleh para 31:06 pemodal gitu loh. [tertawa] 31:11 Jadilah situasi tadi menjadi sarana 31:14 untuk menghisab, mengekstraksi, 31:17 menghisab habis-habisan ee situasi di 31:20 dalam negeri alam. ya sudah berantakan 31:23 kita gitu. 31:24 Jadi [berdehem] situasi ini ya karena 31:26 tadi kesalahan kita [mendengus] sendiri 31:27 gitu melihat 31:28 iya 31:28 begitu. 31:30 Tahun berganti dunia sedang berubah 31:33 nampaknya kejadian ini boleh enggak Bang 31:35 Ihsanuddin Rusi mengatakan tidak terjadi 31:38 di Indonesia saja di beberapa negara pun 31:41 terjadi atau memang sedang ada sebuah 31:44 fenomena yang sedang terjadi di dunia 31:47 ini? Pandangan Bang Ihsanuddin Nursi 31:48 macam mana, Bang, melihat e 31:50 kejadian-kejadian 31:52 unik di muka bumi ini, Bang? [berdehem] 31:55 Eh, 31:57 sebenarnya karena kalau pakai eskatologi 32:01 Islam, he 32:02 ya ini nunjukin yang namanya dunia makin 32:05 tua. 32:06 Luar biasa. 32:07 Dunia makin tua, 32:09 krisis, [berdehem] 32:10 krisis nilai-nilai itu 32:13 menjalar ke seluruh belahan dunia. 32:16 krisis kepemimpinan menjalan ke seluruh 32:19 belahan dunia. 32:20 Heeh. 32:21 Artinya dalam bahasa yang lain 32:22 [berdehem] 32:23 ada Al-Qur'an tapi ditinggalkan. 32:25 Heeh. 32:26 Di kalangan masyarakat Islam ada 32:27 Al-Qur'an tapi ditinggalkan gitu ya. 32:29 Nauzubillah minzalik. 32:30 Astagfirullahalazim. 32:31 Astagfirullahalazim. Astagfirullahalazim 32:33 gitu ya. 32:34 [berdehem] 32:34 Nah, dan itu bisa kita lihat sebenarnya 32:38 sebagai bagian bahwa ketika orang 32:42 mengabaikan 32:44 suara kalbunya 32:45 h 32:46 dan lebih mewujudkan suara nafsunya, 32:48 maka dia akan sampai pada satu posisi 32:50 yang tidak menyenangkan dalam hidup. 32:51 Nauzubillah minzalik. Kita berlindung 32:53 pada Allah. 32:54 Nah, ee 32:56 itu terjadi pada seluruh lapisan 32:59 masyarakat. Saya menyebutnya karena 33:02 Islam mengenal ada tujuh lapisan 33:04 dari individu, keluarga, komunitas, 33:08 kelempuan sosial, negara, nasional, 33:11 regional, dan internasional. Maka di 33:14 level internasional 33:16 dia bisa terlihat pada perilaku yang 33:18 namanya Amerika dan kawan-kawannya 33:20 berhadapan dengan Cina dan kawan-kawan. 33:23 W berantakan kakur-karua. 33:24 Di level regional juga bisa kita lihat 33:27 yang namanya oki enggak bisa bikin 33:28 apa-apa. H 33:29 yang namanya ASEAN tidak juga punya 33:32 sikap bagaimana mengatasi ke mulut ini. 33:35 Oke. Kayak gitu, ASEAN juga kayak gitu. 33:37 Begitu masuk ke negara masing-masing 33:38 bisa kita lihat juga situasinya kayak 33:40 gimana. Masing-masing akhirnya 33:41 menyelamatkan diri sendiri-sendiri. 33:43 Sampai pada level keluarga pun akhirnya 33:45 ujungnya menyelamatkan diri 33:46 masing-masing. Di situ tidak ada istilah 33:48 umatan wahidah. 33:50 Iya. di situ kelihatan tidak ada 33:52 rahmatan lil alamin. 33:54 Jadi situasi sekarang menggambarkan 33:56 tidak adanya rahmatanil alamin 33:58 disebabkan tadi manusia betul-betul 34:01 menunjukkan perlawanan terhadap ajaran. 34:04 Ah itu fenomenanya 34:06 [berdehem] 34:06 apalagi ditambah dengan digital 34:09 yang memang bertujuan untuk gitu ya 34:11 menjadi alat untuk mengendalikan 34:13 manusia. Lagi-lagi saya bilang hati-hati 34:16 dengan rekening Rp50.000 R.000 ini. 34:18 Oh iya. Itu kan jadi unik juga. Ada apa 34:21 di balik itu dengan data KTP Rp50.000 34:25 rekening akses dan macam-macam. Gimana 34:28 tuh, Bang? 34:28 Rp50.000 itu adalah biaya untuk 34:31 mendapatkan data. 34:32 Oh, 34:34 dengan begitu nanti mudah terkendali, 34:37 dimasukin nomor HP, 34:39 selesai terkendali semua 34:41 gitu. Itu itu yang disebut oleh Cemar 34:44 sebagai human global control. 34:47 Jadi kendali manusia global. Ah, itu 34:50 yang saya tulis barusan ini. Kalau saja 34:53 para para penguasa IT itu bersatu, 34:57 mungkin 34:58 dunia sudah ditunjukkan oleh kekuatan 35:01 kekuatan AI, kekuatan IT. Iya. 35:04 Untungnya si Max Kebakg tidak setuju 35:08 jalan JPSOS. 35:09 JPos tidak setuju dengan Bill Gates. 35:11 Bill Gates tidak setuju dengan Jenson 35:14 Wang. Jong tidak setuju dengan Jepos. 35:17 Berantakan semua masih ketemu. [tertawa] 35:20 Iya yang simpel ajalah mereka bisa tahu 35:22 penduduk Jakarta 40 juta. Orang sini 35:25 enggak ada yang tahu kalau siang hari 35:26 40. Mereka tahu dari bergeraknya itu 35:29 nomor-nomor HP yang bertebaran. Bukan 35:31 begitu, Bang. 35:33 Betul itu. Makanya saya bilang 35:35 itu e 35:36 apalagi itu, Bang kemarin itu ya ada 35:38 film Naza itu yang di Gaza sampai apa 35:42 tuh kicauan anak-anak tuh mereka bisa 35:44 dengar gitu kan. Begitu kan, Bang? 35:46 Betul. Betul. [berdehem] 35:48 Nah, itu berdampak itu itu semua 35:51 disebabkan bekerjanya IT mereka dengan 35:55 baik. 35:55 Hm. H. 35:56 Kalau mereka ee ee ee ee maka perhatikan 36:00 hmm 36:00 menara-menara BTS yang menara-menara BTS 36:03 yang ada di sekitar Anda. 36:05 Betul. 36:07 Ah, itu salah satu alat untuk bagian 36:09 untuk mengikuti Anda di mana 36:12 ee perilaku Anda kayak apa. 36:14 Anda bisa kemudian diprofile. 36:16 Lalu kemudian ketika itu bisa disadap 36:19 sedemikian rupa 36:20 ketika alat-alatnya diarahkan ke sana. 36:22 Iya. Nah, itu beberapa kudutan besar di 36:25 Indonesia di Jakarta 36:27 itu sudah menyiapkan anti sadap. 36:29 Iya. Iya. 36:29 Jadi ada model-model anti sadap itu 36:32 kayak kedutaan besar Cina, Amerika, 36:34 Jepang, macam-macam itu. Di dalamnya 36:37 sudah sudah alat anti sadap. 36:39 Sudah dibikin sedemikian rupa. Nah, 36:41 [berdehem] 36:41 pertarungan itu berjalan gitu ya, 36:44 berjalan 36:45 karena tujuannya mengendalikan umat 36:46 manusia. 36:47 Oh, 36:48 kalau pakai tekemas. 36:50 He. He. 36:50 Ini saya bilang di waktu di COVID ini. 36:52 Iya. Iya. 36:53 Jadi waktu COVID saya bilang yang waktu 36:55 itu saya agak disinisin oleh hampir 36:59 [tertawa] seluruh manusia di Indonesia 37:00 gitu ya. Dan sekarang terbukti gitu ya. 37:02 He 37:03 loh. Iya saya di sini 7 tahun 7 tahun 37:06 lebih kan ketika saya 6 tahun lebih kan 37:08 karena saya berteriak hati-hati tulisan 37:10 saya keluar ini perang ekonomi ini dalam 37:12 [tertawa] rangka mengendalikan manusia 37:14 sampai gara-gara gara-gara ente orang 37:16 dicolok jidatnya pakai temperatur enggak 37:18 mau [tertawa] 37:20 enggak mau. Iya pokoknya saya di sini. 37:23 Tapi hari ini, hari ini boleh saya 37:25 bilang saya, saya kemarin merecek 37:27 kembali 37:28 ee kapan 37:30 Tulsi Gabbar 37:31 he 37:32 menyatakan bahwa sudah terjadi 37:34 perkembangan laboratorium geologi yang 37:37 berhubungan dengan teknologi. Wah, 37:39 ternyata dikumukkan pada 37:41 12 [berdehem] Juni. 37:43 Iksan Nursi mengungkapkannya pada 37:45 November 2024 dalam buku Prahara Bangsa. 37:49 tertulis [tertawa] di sana. 37:51 Hati-hati nanti terlalu pintar nanti 37:54 ente dibilang orang goblok lagi. 37:56 [tertawa] 37:57 Masyaallah. 37:59 Masyaallah 38:00 akbar. Memang kalau derajat mau diangkat 38:03 tuh mesti dihina dulu. Kadang-kadang 38:04 begitu ya. [tertawa] 38:06 [terkesiap] 38:06 Loh, saya kalau kalau sudah sampai pada 38:09 posisi begitu, Alib, 38:11 saya dihina oleh 38:14 presiden itu berkali-kali. [tertawa] 38:19 [berdehem] 38:19 ada yang di dihinanya secara langsung 38:22 gitu kan, langsung disampaikan pada saya 38:26 mengucapkan alhamdulillah semoga Allah 38:28 ee melindungi saya gitu ya. 38:30 Alhamdulillah itu terjadi biasa aja sih 38:32 gitu ya soal hina menghina kayak gitu. 38:35 Makanya saya bilang di sebuah di sebuah 38:37 stasiun TV 38:39 seorang pemimpin itu dilarang ee 38:42 menyebarluaskan membudidayakan 38:44 civility war. 38:46 Oh. Oh, harusnya 38:49 ya ini yang penting. 38:50 Jadi ketika dia menyampaikan 38:52 menyampaikan secara terbuka 38:54 ee satu diksi-diksi yang bermuatan 38:57 sivility, dia sudahud sedang membangun 39:00 kebiasaan civility war. 39:02 Enggak boleh. 39:04 Enggak boleh begitu. Enggak bagus. Ini 39:07 ini soal akhirnya soal apa yang saya 39:09 sebut sebagai kepekaan sosial, kepekaan 39:11 politik. Bukan kemudian mudah 39:13 ketersinggungan, bukan 39:15 tapi kepekaan sosialnya 39:17 untuk menunjukkan bahwa dia punya social 39:19 responsibility yang benar. Jadi bukan 39:22 corporate social responsibility tapi 39:24 political social responsibil politic, 39:26 government social responsibility yang 39:28 bisa kita kembangkan. Masyaallah. 39:29 Nah, itu yang 39:30 makin dirasakan. 39:32 He. 39:33 Menyuruh saya enggak bilang, saya enggak 39:35 bilang leluruh ya. Government social 39:38 responsibility, tanggung jawab sosial 39:40 pemerintahan itu makin curut. 39:42 Indikasinya di mana? 39:43 H 39:44 indikasinya di APBN. 39:46 Hm. H 39:47 indikasinya di APP, indikasinya di 39:49 sistem politik, indikasinya di sistem 39:51 sosial, 39:52 indikasinya di sistem ekonomi. 39:54 Di APBM modal sosial itu, belanja sosial 39:57 itu makin terdesak 40:00 disebabkan bayar hutang tinggi. 40:04 Bisa kelihatan pada persoalan bagaimana 40:06 biaya pendidikan 40:08 dihitung head-nya. 40:11 Masyaallah. 40:11 Kan kita lihat 40:13 menggeser-menggesernya itu begitu gitu. 40:15 Heeh. Nah, apalagi terus kemudian 40:17 kepekaan sosial itu tidak ditunjukkan 40:18 pada perilaku politik 40:21 dengan modal finansialisasi orang kaya 40:24 makin kaya miskin maskin miskin dengan 40:26 model penerbitan surat utang. Lalu 40:28 dengan enak ngomong surat BLBI sudah 40:30 lunas. Loh, ini mekanisme apa yang 40:32 lunas? 40:35 [tertawa] 40:36 Itu omongan bias itu omongan yang 40:38 omongan buat saya seorang menteri 40:40 keuangan menyatakan itu. Itu 40:42 ditertawakan oleh pemegang surat utang 40:44 rekapitalisasi perbankan. Saya ulang ya. 40:46 He 40:46 saya ulang. 40:47 He. 40:47 Omongan itu ditertawakan oleh pemegang 40:50 rekap perbankan. 40:51 Diambil dari keuntungan BI gila. Ya 40:54 udahlah macam mana ya? Yang mana 40:57 yang enggak ngutang dulu bingung gua 40:59 tahu gitu. Gua ngutang yang banyak tuh 41:00 kan. [tertawa] 41:03 Ya, begitulah, Bang. 40 menit sudah 41:05 lewat nih, Bang. 41:06 Heeh. 41:07 Oke. 41:08 Aduh. 41 menit sudah 41:10 41 menit. Silakan. Enggak apa-apa. 41:13 Closing statement. 41:14 Satu, Pak. Kalau kemarin saya menghadiri 41:17 satu pameran kaligrafi 41:19 H. 41:20 Di hari hari Sabtu kemarin. 41:23 Heeh. He 41:25 saya menghadiri pameran kaligrafi dan 41:27 salah satu pameran kaligrafi itu 41:30 menuliskan tentang bagaimana lailatul 41:33 qadar dan untuk sampai pada posisi 41:37 penjiwaan yang menjumpai satu 41:39 kejernihan, satu kesucian jiwa gitu ya. 41:43 Oh, pakai bahasa gitu ya. Bagaimana jiwa 41:45 itu kemudian mendapatkan kejernihan, 41:47 ketenangan gitu supaya dapat nafsul 41:49 mutmainah kayak gitu. di bawahnya ada 41:51 segitiga. 41:52 Segitiga itu saya terjemahkan sebagai 41:55 sudut puncaknya adalah ya 42:01 sudut kirinya saya terjemahkan sebagai 42:07 sudut kanannya saya terjemahkan sebagai 42:10 di tengahnya gitu ya 42:12 di tengahnya 42:13 itu dalam raka menegakkan lah 42:20 subhanakallah wabihamdika asadua anta 42:23 Asalamualaikum warahmatullahi 42:24 wabarakatuh. 42:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:28 wabarakatuh.