Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:02 Brail TV 1:11 wal anfusi wasamarat 1:15 wabasyirisirin 1:19 alladzinaathumah 1:25 qu 1:29 wa inna 1:31 ilaihi rojiunika 1:36 alaihim shawatum 1:39 mirbi 1:40 warahmah 1:42 wa ulaika humul muhtadun 1:46 sadaqallahulzim 1:53 dear leaders dan calon leaders Indonesia 1:55 dan luar negeri kembali lagi kita pada 1:57 acara Indonesia Leader Stal yang malam 2:00 ini sudah memasuki seri ke-285 2:04 dengan mengangkat tema Menteri Keuangan 2:07 Baru ciptakan lapangan kerja. Ee 2:10 sahabat-sahabat sekalian, tema ini 2:12 penting karena pada akhirnya masyarakat 2:14 tidak hanya membutuhkan angka 2:15 pertumbuhan ekonomi yang tinggi. 2:18 Masyarakat membutuhkan pekerjaan, 2:20 penghasilan yang layak, kesempatan 2:21 berusaha, dan ruang untuk meningkatkan 2:23 taraf hidup. Karena itu pertanyaan 2:26 pentingnya adalah sejauh mana kebijakan 2:28 fiskal dan APBN benar-benar dapat 2:30 menjadi instrumen penciptaan lapangan 2:32 kerja. Dalam ee diskusi malam ini, isu 2:36 tersebut ditempatkan dalam konteks 2:38 tantangan menjaga kredibilitas APBN 2:40 sekaligus mendorong kebijakan fiskal 2:42 yang lebih pro pertumbuhan. APBN 2:45 diharapkan tidak sekedar menjaga 2:46 stabilitas makroekonomi, tapi juga mampu 2:49 memberikan multiplier effect kepada 2:52 sektor investasi UMKM, dan pada akhirnya 2:55 penyerapan ee tenaga kerja. 2:58 Pertanyaannya, bagaimana kebijakan 2:59 fiskal dapat lebih efektif mendorong 3:02 investasi, menggerakkan sektor ril 3:04 sekaligus menciptakan lebih banyak 3:06 pekerjaan? Bagaimana pula menjaga 3:09 kredibilitas fiskal tanpa kehilangan 3:11 momentum pertumbuhan ekonomi? Untuk itu, 3:13 pada malam hari ini kita akan 3:15 membedahnya dari berbagai perspektif 3:17 bersama ee para narasumber. Yang pertama 3:20 sudah hadir Mbak Huriah eh akademisi 3:23 kita dari UI. Asalamualaikum Mbak 3:26 Hurriah. 3:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:29 wabarakatuh. Selamat malam, Mas 3:33 Iani, 3:34 Pak Budiawan. 3:37 Berikutnya sudah hadir bersama kita Mas 3:41 Budiawan dari e LD Kompas ya. Eh, Mas 3:46 Budiawan selamat malam. 3:48 Selamat malam Mas 3:51 Pak Tauhid Ahmad nanti mungkin akan 3:54 menyusul ya. E beliau tadi bilang e 3:57 paralel lagi ada acara insyaallah segera 3:58 menyusul. 4:00 Ya. Baik. Dan juga sudah hadir tuan 4:02 rumah Stok Pak Mardan. Asalamualaikum 4:05 Pak Mardani. 4:07 Bang Haldi. Kayaknya Pak sudah ada tuh 4:10 ya itunya. 4:11 Pak Dalan sudah juga 4:14 siap nanti gabung. 4:15 Oke nanti semoga bisa bergabung. Baik eh 4:18 sahabat-sahabat sekalian eh sebelum kita 4:22 mulai acara Indalid Stok ini kami ingin 4:24 mengucapkan ee terima kasih yang 4:27 sebesar-besarnya kepada seluruh pemirsa 4:29 setia Stok baik di dalam negeri ataupun 4:32 luar negeri dan juga kepada rekan-rekan 4:34 media dan wartawan yang senantiasa 4:36 menyaksikan acara kita ini. Acara 4:39 inisial stok ini bisa disaksikan secara 4:41 langsung melalui siaran live streaming 4:43 YouTube Mardani Alisera dan juga Rasil 4:46 TV dan juga bisa didengar melalui siaran 4:49 radio Rasil 720 AM untuk sahabat-sahabat 4:52 di Jabur Ditabek dan juga direlay di 4:55 beberapa kota yang terhubung dengan 4:57 jaringan radio rasel di seluruh 4:59 Indonesia. Baik, sahabat-sahabat 5:01 sekalian ee kita mulai ee diskusi kita 5:04 pada malam hari ini terkait dengan 5:06 Menteri Keuangan yang baru ee yang kita 5:09 harapkan bisa segera membuka lapangan 5:11 kerja kepada Pak Marani dipersilakan 5:13 berikan pengantar awal. 5:16 Izin Mas Budiawan eh mengantarkan. 5:20 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 5:22 warahmatullahi wabarakatuh. 5:25 Alhamdulillah. Allahumma shi ala 5:26 sayidina Muhammad. 5:29 Selamat malam dan salam sejahtera untuk 5:31 kita semua leaders dan calon leaders. 5:34 Mbak Mbak Huriah, Mas Budiawan. Eh, 5:39 tentu mengejutkan ya Mbah dan Mas 5:41 Budiawan. Tiba-tiba Purbaya diganti 5:44 kayaknya sudah berusaha sekuat tenaga 5:48 untuk menjaga agar program prioritas Pak 5:50 Prabowo e jadi kayak Argo Bimo ya, Argo 5:55 Bromo jalan terus. Tetapi itulah 5:58 faktanya. 6:00 Dan di Indonesia leader Stok malam ini 6:02 fokusnya adalah 6:05 berharap MenQ baru betul-betul fokus 6:08 pada penciptaan lapangan pekerjaan 6:10 karena tiga hal. Yang pertama daya beli 6:14 kita ee turun sekali. Nah, yang kedua 6:17 kita punya ee bonus demografi 6:21 yang akan mulai mengecil 2030 dan ee 6:25 2035. 6:27 Dan yang ketiga memang produktivitas 6:30 kita selalu kecil. Kepemimpinan yang 6:33 baik, kepemimpinan nasional yang baik 6:35 yang mampu membuat ee 6:38 domestik potensial itu melampaui 6:42 ekspektasi harapan masyarakat. Jangan 6:45 malah sebaliknya. Karena itu ee Pak S 6:51 ya, Sua hasil betul-betul dituntut 6:54 memperbaiki 6:56 fiskal ya. Kalau ee rupiah kita melemah, 7:01 banyak pihak Mas Budiawan Mbah Huria 7:03 mengatakan, "It's not a macroeconomic 7:07 problem, it's a fiscal problem." Ya, Mas 7:10 Budiawan Kompas berapa kali angkat tema 7:13 ini luar biasa tajam dan dalam. Dan buat 7:16 saya memang quality spending eh eh good 7:19 governance eh prudent eh karakter yang 7:23 selama ini di zaman Pak Jokowi dan Bu 7:26 Sri Mulyani pegang tuh belakangan agak 7:29 loose gitu loh. Nah, pengangkatan Pak 7:32 Swa yang memang quote and unquotan dan 7:35 menyebut Bu Sri Mulyani sejak lama sudah 7:37 di posisi Departemen keuangan lama, 7:40 profesor ekonomi juga diharapkan berani 7:43 ee mengatakan tidak ya. Karena ketika 7:48 Pak Swa sama saja dengan Pak Purbaya, 7:50 the show must go on, project-project 7:53 yang quality spendingnya terus berjalan, 7:56 saya agak khawatir bleedingnya akan 7:59 terus terjalan. Eh, resep kayak apapun 8:02 karena memang besar pasak daripada tiang 8:05 dan tadi ya bleedingnya. Padahal Pak 8:07 Prabowo adalah salah satu presiden yang 8:10 sangat koncern kepada rakyat. ee KDMP ee 8:16 tidak banyak presiden yang punya 8:18 komitmen kepada koperasi luar biasa ya. 8:21 kemudian selalu ee ingin terdepan dalam 8:24 pemberantasan korupsi. Walaupun beberapa 8:27 menterinya juga ada yang kesandung 8:29 korupsi 8:30 dan padadan ee kepala BGN pernah dipuja 8:33 dan dipuji ya, tapi belakangan juga kena 8:36 kasus korupsi. Ya, tentu ini menjadi 8:39 pamparan bagi kita semua. Dan karena itu 8:41 tiga hal pandangan saya Mas Budiawan, 8:44 Mbak Uriah yang harus dilakukan oleh Pak 8:47 Purbaya eh pengganti Pak Purdaya, Pak 8:50 SUA yang pertama tentu alokasi 8:53 untuk betul-betul mengembalikan APBN 8:57 sebagai motor ee penciptaan lapangan 9:00 pekerjaan. Tentu dengan ee plaapon yang 9:04 sangat pendek sekarang ada Danantara 9:07 harus realistis juga. Nah, ini bisa 9:09 tektokan dengan Danantara betul-betul 9:12 pada saat awal ini Danantara tidak 9:14 profit oriented, tetapi penciptaan 9:17 lapangan kerja oriented. Itu nomor satu. 9:20 Karena ee orang nganggur itu ee lelah 9:24 lahir batin. Ee kriminalitas bisa 9:27 meningkat, disarmoni sosial bisa 9:29 meningkat, dan menciptaan lapangan 9:31 pekerjaan menjadi kewajiban harian dan 9:33 kewajiban utama kita. 9:36 Dan karena itu ee perlu sekali ee Pak 9:39 Sak punya roadmap yang jelas bagaimana 9:43 Kementerian Keuangan yang baru 9:44 memberikan ee 9:47 message yang jelas. Tentu 9:49 debirokratisasi, 9:52 deliberasi ya tentu ee peningkatan 9:56 penegakan hukum ee sistem perpajakan 9:58 yang lebih ee transparan, akuntabel ya. 10:03 Kemudian termasuk kepada bagaimana 10:05 mendukung ee ee usaha kecil menengah itu 10:09 menjadi prioritas kedua. Nah, di titik 10:11 ini dulu ada faktor 88 ya Mas Budiawan 10:15 ya, bagaimana bisa menstimulus dengan 10:17 kebijakan kebijakan terakhir yang ketiga 10:20 tentu penegakan hukum harus dijalankan. 10:23 Kasihan sekali Mbak Uia pasti sangat 10:25 tahu banyak investasi besar di Indonesia 10:30 ee dari luar itu keganjal, banyak 10:33 premannya, banyak ee punglinya ya, how 10:38 long can you go? Gimana bisa maju? Nah, 10:41 ini enggak bisa dibiarkan. Jarang-jarang 10:44 kadin Cina itu biasanya tidak terbuka. 10:47 Kemarin setahun yang lalu membuat surat 10:50 terbuka gitu. Nah, buat saya ee ini 10:54 menjadi perhatian sangat besar dan 10:56 karena itu ee berani ee menyuarakan 11:00 apa yang pahit tapi saat yang sama 11:03 berani untuk memperjuangkan 11:06 liberalisasi terbatas gitu loh untuk 11:08 menghidupkan iklim usaha ee dan 11:12 memberikan dan antara guidance atau 11:14 kerja sama agar betul-betul fokus ke ee 11:18 lapangan pekerjaan oriented menjadi 11:20 pekerjaan besar Dan kita enggak bisa 11:22 nunggu sebulan ini. Mungkin seminggu 11:25 masih kita tunggu Mas e Budiawan, Mbak 11:27 Huria. Tapi kalau sebulan terus tidak 11:29 ada message yang clear, kita agak 11:32 khawatir 11:33 begitu. Bang Hali, Mas Budiawan, Mbak 11:36 Auriah. Monggo dilanjutkan. 11:39 Baik. Eh, terima kasih Pak Mardani atas 11:42 pengantarnya. Sekarang kita dengar Mbak 11:45 Huaiah dipersilakan ee untuk berikan ee 11:48 pandangannya terkait ee 11:51 ee isu terbaru adanya pergantian MenQ 11:54 ini dan harapan kita terhadap MenQ yang 11:56 baru. 11:58 Ee ya, makasih Mas Haldi. 12:01 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 12:03 warahmatullahi wabarakatuh. 12:05 Waalaikumsalam 12:05 ee Ustaz Mardani. 12:09 Ini ee berapa kali nih ya saya diundang 12:12 nih ya? di rumah ILT ini. 12:15 Alhamdulillah. 12:17 Ee lalu juga ada Mas ee Budiawan senang 12:20 sekali ya membersamai teman-teman di ee 12:23 ILT. 12:25 Ee tadi Pak Mardadi sudahudah memulai 12:29 gitu ya dengan beberapa catatan penting. 12:32 Ee kalau dibilang 12:34 mengagetkan, iya mengagetkan gitu ya. 12:36 Tetapi apakah kemudian pergantian 12:39 Menteri Keuangan yang tiba-tiba sekali 12:41 gitu ee juga akan menghasilkan kebijakan 12:45 yang mengagetkan 12:47 ee 12:49 itu ee jadi kayaknya kalau saya nih ya 12:53 ee Ustaz Madadi lebih kaget dengan 12:54 pergantian yang tiba-tibanya gitu ya. 12:56 Tetapi saya mungkin tidak tidak akan 13:01 berekspektasi bahwa ada kebijakan yang 13:03 ee mengagetkan gitu ya dari Menkou yang 13:06 baru. Topik ee malam ini ee menurut saya 13:11 sangat menarik gitu ya, karena ILT 13:13 mengaitkan 13:15 ee pergantian Menteri Keuangan dengan 13:19 menghidupkan kembali ya menghidupkan 13:21 kembali ee diskursus soal janji politik 13:26 ee Presiden Prabowo soal penciptaan 13:29 lapangan kerja gitu ya. Kalau kita 13:32 flashback ke 2024 kan ee salah satu yang 13:35 dijanjikan itu kan adalah 19.8 ke 13:37 lapangan kerja. Ee 13:40 saya melihatnya begini ee ee tadi 13:43 sebenarnya juga di disinggung gitu ya 13:45 soal ee ee ee keberadaan menteri baru 13:49 ini ya, keberadaan Menteri Keuangan Baru 13:51 ini kan memang statement di awal sekali 13:54 gitu ya. setelah beliau dilantik yang ee 13:58 sempat saya saya simak gitu ya, beliau 14:02 menekankan juga nih soal ee 14:03 kesinambungan kebijakan fiskal gitu ya, 14:06 termasuk ee bicara soal target ee 14:08 defisit APBN gitu. Tapi ada hal yang 14:10 menarik ee juga yang saya simak dari 14:14 statement pertama Menk itu adalah soal 14:17 bagaimana pesan khusus Presiden itu 14:20 adalah soal mengamankan program-program 14:22 prioritas gitu. Nah, ini membawa membawa 14:26 saya pada ee pertanyaan balik nih 14:29 sebenarnya kepada ILT gitu ya. Apakah 14:32 iya penciptaan lapangan pekerjaan itu 14:36 menjadi salah satu program prioritas 14:39 presiden yang secara khusus misalnya 14:41 gitu ya juga ee dititipkan 14:45 dititipkan kepada ee Menko yang baru 14:48 gitu. Nah, ee penginnya sih begitu. saya 14:51 punya harapan seperti itu ya ee Ustaz 14:53 Mardani gitu ya, bahwa ee Presiden ee 14:58 apa namanya akan mengingatkan ya kepada 15:00 menteri yang baru. Cuma saya enggak 15:03 punya optimisme itu gitu. Kalau melihat 15:05 statement pertama itu soal mengamankan 15:07 program prioritas, kita tahu saja 15:09 misalnya gitu ya di dalam beberapa kali 15:11 kunjungannya presiden ke daerah bencana 15:13 masih sempat-sempatnya gitu ya bicara 15:15 tentang MBG misalnya gitu. Jadi, jadi 15:19 ini ee ee apa namanya? Menurut saya 15:23 sinyal ya sinyal apakah ee lapangan 15:27 pekerjaan gitu akan menjadi ee program 15:30 prioritas. Nah, bicara soal lapangan 15:33 pekerjaan saya melihatnya begini. Saya 15:35 saya tidak akan ee menyentuh banyak ya 15:38 di aspek ee ekonominya gitu ya. Tetapi 15:41 saya melihat 15:43 kalau kita ee 15:46 apa namanya? memotret secara umum saja 15:48 gitu ya. Problem problem ketenagakerjaan 15:51 di Indonesia itu kan yang pertama adalah 15:53 yang paling kelihatan itu soal 15:54 unemployment gitu ya, jumlah 15:57 pengangguran. Kalau ngecek di datanya 15:59 ini mungkin data ada keragaman gitu tapi 16:02 sekitar 7 jutaan gitu ya yang tercatat 16:04 sebagai pengangguran. Tapi sebenarnya 16:06 kan pengangguran terselubung saya yakin 16:08 jumlahnya lebih banyak gitu ya. pun 16:10 ketika kita bicara employment ya 16:12 orang-orang yang kemudian sudah memiliki 16:14 pekerjaan ee data apa umum yang bisa 16:19 kita lihat itu adalah ternyata sebagian 16:21 besar orang yang bekerja itu lebih 16:23 banyak mengandalkan sektor informal gitu 16:24 ya ketimbang formal gitu. Lalu juga 16:27 misalnya ada problem di mana eh ya orang 16:30 itu under employment gitu. Lalu juga 16:32 misalnya ada employment tapi 16:34 produktivitasnya rendah. Nah, ini kan 16:36 menjadi catatan juga sebenarnya apakah 16:39 lapangan pekerjaan yang tersedia hari 16:42 ini gitu memang sudah memenuhi gitu ya 16:46 ekspektasi masyarakat soal penciptaan 16:49 lapangan kerja yang diharapkan gitu. 16:51 Nah, ee hal yang lain yang juga mungkin 16:53 banyak disoroti oleh orang-orang ini 16:55 adalah ee soal mismatch gitu ya, 16:59 ketidaksinkronan, 17:00 ketidaksesuaian antara lapangan 17:03 pekerjaan yang tersedia gitu ya dengan 17:06 skill yang dimiliki oleh ee orang-orang 17:08 gitu. Jadi kadang-kadang gini, orang 17:10 nganggur itu bukan karena dia mau 17:12 nganggur gitu ya, tetapi ee atau orang 17:15 itu nganggur karena dia tidak kompetitif 17:18 gitu misalnya pendidikannya rendah gitu 17:21 ya, dia enggak punya skill. Tetapi 17:22 sebaliknya beberapa problem yang ee apa 17:26 namanya kita sering lihat gitu ya yang 17:29 terjadi adalah educated workers itu 17:31 semakin meningkat gitu ya. Karena kita 17:34 punya misalnya ee jumlah sarjana itu 17:36 meningkat gitu ya. orang yang ee apa 17:38 namanya? Skillful itu meningkat tetapi 17:41 pekerjaannya justru enggak enggak 17:42 tersedia gitu ya. Nah, ini yang menjadi 17:45 problem ee skill mismatch ini gitu ya. 17:49 Nah, artinya kalau kita melihat dari 17:52 tiga potret ini saja ada angka 17:53 unemployment yang cukup tinggi, lalu 17:55 kemudian juga di sisi employment gitu ya 17:58 ada ee persoalan, lalu juga ada problem 18:00 mismatch. problem ketenagakerjaan kita 18:03 ini ee bukan cuma problem yang sifatnya 18:11 ee ee apa namanya ee ee problem ekonomi 18:15 biasa saja gitu ya, tetapi dia adalah 18:17 problem yang menurut saya lebih 18:18 struktural sifatnya dan enggak bisa juga 18:21 gitu ee kita bebankan ya masalah ini 18:24 atau PR ini hanya kepada Kementerian 18:27 Keuangan gitu. Karena kalau kita 18:28 ngomongin ketenagakerjaan kan berarti 18:30 ini sudah lintas kementerian gitu ya, 18:33 karena problemnya struktural ee dan 18:36 bahkan bukan cuman ee lintas kementerian 18:38 tetapi juga lintas kepentingan gitu. 18:40 Saya melihatnya di situ. Nah, jadi saya 18:42 ingin menyoroti pada problem politik 18:45 kebijakannya bukan ee persoalan 18:48 kebijakan ketenagakerjaan 18:50 ee ansih gitu. Nah, menurut saya isu 18:55 lapangan pekerjaan ini bukan cuma 18:58 semata-mata isu ekonomi gitu ya, e Ustaz 19:00 Mardani, Pak Budiawan, tetapi bagaimana 19:03 sebenarnya politik kebijakan pemerintah 19:06 dalam hal ini pemerintahan Prabowo ya 19:08 mengenai tadi tuh ya model pembangunan 19:12 yang bisa menciptakan kesesuaian antara 19:17 skill pekerja dengan pekerjaan yang 19:19 tersedia. 19:21 Karena pengamatan umum saya misalnya 19:24 berkaitan dengan penciptaan lapangan 19:26 pekerjaan yang dilakukan oleh Presiden 19:28 hari ini ya ini sangat terkait justru 19:31 pada distribusi kepentingan bukan 19:34 pertimbangan 19:36 teknokratis gitu ya. Bahwa misalnya oh 19:38 kita punya jumlah educated worker nih 19:40 sekian, kita punya lulusan sarjana 19:43 sekian, kita punya lulusan pasca sarjana 19:45 sekian gitu. Lalu maka mari kita 19:48 ciptakan lapangan pekerjaan yang sesuai 19:51 dengan pasar tenaga kerjanya gitu ya. 19:53 Saya justru melihatnya politik e politik 19:56 kebijakan ketenagakerjaan kita itu lebih 20:00 dominan di ee politik kebijakannya. 20:04 Kalau bicara politik kebijakan karena 20:06 latar belakang saya dari politik berarti 20:08 kita akan bicara siapa sih yang dapat 20:09 insentif gitu ya dari kebijakan yang 20:11 akan dibuat. Itu pertama. Yang kedua, 20:14 siapa kira-kira yang akan dapat subsidi 20:16 dari kebijakan yang dibuat oleh 20:18 pemerintah gitu. Lalu yang ketiga 20:20 misalnya ketika bicara investment, 20:22 karena tadi ee Ustaz Maradi juga 20:23 menyinggung gitu ya soal investasi ini 20:25 kira-kira siapa sih yang akan 20:26 mendapatkan 20:28 kemudahan gitu ya di dalam berinvestasi 20:31 misalnya ee untuk ee apa namanya 20:34 penciptaan lapangan pekerjaan di 20:35 Indonesia atau siapa yang kemudian 20:36 diprioritaskan. Kalau kita bicara 20:38 tentang investasi, apakah investasi 20:40 asing atau investasi dalam negeri 20:42 misalnya. Lalu siapanya gitu ya dan 20:44 siapa yang akan menanggung ongkos 20:46 politik, ongkos sosial dari kebijakan 20:49 ketenagakerjaan di Indonesia. Baru di 20:52 ujungnya itu adalah siapa yang kemudian 20:53 akan mendapatkan pekerjaan gitu. Nah, 20:56 pilihan-pilihan ini misalnya begini. 20:57 Kalau kita lihat apakah misalnya ya kan 21:01 karena kita semakin banyak punya punya 21:04 educated workers gitu ya, apakah 21:06 misalnya pemerintah akan memprioritaskan 21:09 misalnya sektor industri gitu ya, 21:11 industrialisasi atau misalnya 21:14 apa namanya memprioritaskan misalnya ee 21:18 industri ekstraktif gitu ya, wabil 21:20 khusus ekstraksi ee sumber daya alam 21:23 misalnya. Itu contoh saja misalnya gitu. 21:25 Atau misalnya apakah pemerintah politik 21:28 kebijakannya itu memprioritaskan 21:30 keberadaan pekerja dengan upah murah ya 21:34 untuk mengundang investasi asing gitu ya 21:36 atau sebenarnya mau memberikan pekerjaan 21:39 yang lebih layak gitu sesuai dengan tadi 21:41 tuh ketersediaan pasar tenaga kerjanya 21:43 misalnya. Apakah pemerintah di dalam 21:46 mendesain politik kebijakannya 21:49 memberikan fleksibilitas gitu ya yang 21:52 mudah atau sebenarnya ingin 21:54 memprioritaskan perlindungan tenaga 21:55 kerja gitu 21:57 atau apakah misalnya tadi ya investasi 21:59 asing atau misalnya investasi dalam 22:01 negeri gitu ya atau desain kebijakannya 22:06 mau menyasar pada perubahan jangka 22:07 pendek misalnya ya tadi itu mendatangkan 22:10 investasi secara cepat mendapatkan 22:12 keuntungan atau jangka panjang gitu ya, 22:14 menciptakan perubahan yang lebih 22:16 struktural. Nah, di sinilah kita bisa 22:18 membaca sebenarnya ee teman-teman 22:20 semuanya ya ee yang menyimak ILT malam 22:23 ini. Indonesia itu punya persoalan 22:26 serius yaitu apa? Kita itu masih banyak 22:30 menjadi negara distributor kayaknya gitu 22:33 ya. Saya enggak tahu istilahnya nih 22:34 tepat apa enggak gitu ya. Tapi ketimbang 22:35 misalnya produsen gitu ya, kayaknya kita 22:37 lebih lebih heavy menjadi distributor. 22:41 Kita sering banget bicara soal 22:43 hilirisasi misalnya kayak gitu. Tapi apa 22:45 iya gitu ya kita secara serius misalnya 22:47 membangun industri soal itu gitu. Saya 22:50 baru aja kemarin nonton video ee di 22:54 medsos gitu ya yang ee anak ITB gitu ya 22:56 beberapa kali tuh yang yang ada 22:58 presentasi mereka menang di luar negeri, 23:00 mereka dihargai gitu ya. Tetapi kemudian 23:03 ketika mereka presentasi di ee salah 23:06 satu apa namanya? Salah satu 23:10 ee saya lupa ee apa gitu ya posisinya, 23:13 tapi di BUMN tuh yang bilang bahwa ya 23:16 ini yang kalian bikin 23:18 ada manfaatnya enggak nanti gitu loh. 23:20 Akan kepakai enggak nih gitu ya. 23:22 Kira-kira kayak gitu kan lebih cepat 23:23 ngejual aja misalnya daripada ee bikin 23:27 baru gitu ya. Lalu juga ada statement 23:29 yang ee salah satu salah satu orang gitu 23:32 ya di di video itu orang asing yang 23:33 bilang Indonesia tuh punya semua sumber 23:37 daya tapi kita tidak pernah menjadi 23:39 produsen. Kira-kira kayak gitu. Nah, ini 23:41 kan kita bicara soal prioritas gitu ya. 23:43 Padahal skill skill workernya ada, 23:46 educated workers-nya ada bukannya enggak 23:49 ada gitu ya. Nah, tetapi karena 23:50 orientasi kita tadi pada upah murah, 23:54 kemudian pada fleksibilitas, 23:56 kemudahan-kemudahan untuk investasi, 23:58 tetapi kemudahan investasi itu juga 24:00 kemudian tercederai gitu ya, oleh 24:03 praktik pungli dan lain sebagainya. 24:06 Ini yang ee ee turut menurut saya 24:08 berkontribusi pada ee problem struktural 24:11 ketenagakerjaan di Indonesia termasuk 24:13 perilaku berburu rente gitu ya. kita 24:16 penginnya untung cepat ee ee semua 24:19 pendekatannya ada dilihat sebagai proyek 24:21 akhirnya berburu rente nih gitu nyari 24:23 keuntungan. Nah, ini kan kita lihat nih 24:26 contoh saja misalnya ketika pemerintah 24:27 membuka lapangan pekerjaan dengan adanya 24:31 SPPG, KDMP 24:34 apalagi itu ya segala macam gitu ya itu 24:36 semangatnya apakah mengubah kondisi 24:40 misalnya kondisi struktural gitu ya, 24:42 soal stunting, soal ee akses pendidikan 24:45 misalnya ke gizi dan sebagain atau ini 24:48 persoalan berburu rente, persoalan 24:51 distribusi ee apa namanya resour Sources 24:54 gitu ya, distribusi keuntungan. Nah, apa 24:57 yang sebenarnya ingin diubah oleh 24:58 Presiden lewat Resavel Menteri Keuangan 25:01 secara tiba-tiba ini? Saya tidak 25:03 membacanya sebagai upaya untuk mendorong 25:07 perubahan kebijakan khususnya di dalam 25:10 ketenagakerjaan gitu ya. Tetapi 25:13 nampaknya ini menjadi sinyal politik 25:15 bagi Presiden untuk mengubah pengelola 25:18 kebijakannya 25:20 gitu. Jadi bukan perubahan kebijakannya, 25:22 tetapi perubahan pengelola kebijakannya 25:25 gitu yang masih akan diterapkan di ee 25:28 Indonesia ya. Saya kira prioritas ketika 25:31 prioritas pemerintah itu adalah 25:34 mendapatkan keuntungan yang cepat, lalu 25:36 kemudian distribusi resources gitu ya, 25:39 sumber daya, lalu keuntungan, berbagi 25:42 kue kekuasaan, maka kebijakan 25:46 ketenagakerjaan akan sangat dipengaruhi 25:48 oleh orientasi kepentingan politik yang 25:52 ingin diamankan oleh ee pemerintah. 25:55 siapa yang mendapatkan pekerjaan, 25:57 pekerjaan apa yang akan diberikan, siapa 26:00 yang kemudian memutuskan gitu ya, dan 26:02 juga siapa yang akan membayar. Dan ini 26:04 terlihat sekali pada bagaimana kebijakan 26:10 ee MBG, pembangunan SPPG, sekolah 26:14 rakyat, KDMP memang memberikan pekerjaan 26:18 pada orang-orang yang kemudian 26:20 diasumsikan akan memberikan keuntungan 26:22 elektoral di 202. ee nanti termasuk juga 26:26 soal konsolidasi kekuasaan. Saya ee 26:30 mungkin mengomentarinya di situ nanti 26:32 urusan yang lebih dalam soal ekonominya 26:35 mudah-mudahan bisa dengan ee Mas 26:37 Budiawan. Makasih banyak. Saya 26:38 kembalikan ke Mas Haldi 26:40 ya. Terima kasih Mbak Huriah atasnya. 26:45 Sekarang kita ke Mas Budiawan. Bagaimana 26:48 dari sudut pandang 26:50 media nih, Pak Budiawan, tanggapan 26:53 masyarakat dan analisis ee kebijakan 26:55 publiknya 26:57 ya. Ee asalamualaikum warahmatullahi 26:58 wabarakatuh. Selamat malam 27:02 dan Mbak Auriaha 27:04 tadi ya paparannya ee Mbak Auriah tadi 27:07 maknya Mbak aja kali ya. 27:09 Mbak Huriah. 27:10 Iya. 27:10 I 27:11 ya. Saya panggil Mbak kayaknya saya 27:13 ngelihat Ustaz Jazuli bukan sih? di 27:15 samping. 27:16 Iya, Ustaz Juli itu. 27:17 Uh, 27:18 luar biasa. Asalamualaikum, Ustaz. 27:21 Nih mantan bos nih soalnya nih. 27:28 Iya, ini saya coba akan paparin dari 27:30 sudut pandang ekonomi dan perspektif 27:32 kita yang kita tangkap dari masyarakat. 27:34 Begitu ya. Jadi kalau ee boleh saya izin 27:36 share sedikit ee presentasi kami. 27:42 Bentar nih baru saya mintakan. 27:46 Tolong di ini teman-teman 27:49 ee share screennya. 28:14 Iya. ini sambil menunggu apa 28:17 diizinkan memang ee pergantian menteri 28:20 ini kan memang apa ya 28:24 bagi sebagian orang menjadi hal yang 28:27 penuh harapan gitu ya. Tetapi kalau 28:29 disampaikan tadi sama Baiah kan juga 28:31 masih dikatakan fifty-fifty begitu ya. 28:33 Artinya ee belum sepenuhnya kalau kita 28:36 belum melihat ee kinerjanya seperti apa 28:39 ya artinya ada hal yang patut atau perlu 28:42 kita pertanyakan di kemudian hari. 28:46 Ini kelihatan Mas ya presentasi saya ya? 28:49 Iya kelihatan Pak. 28:50 Kelihatan Mbak Kiawan. 28:53 Iya. 28:56 Jadi kalau kita lihat secara umum memang 28:58 kondisi 29:01 karena kita ini topiknya terkait dengan 29:03 ekonomi dan ketenagakerjaan ini yang 29:05 mungkin akan saya ee sampaikan di awal 29:07 dan nanti jelang akhir juga ya terkait 29:09 dengan persepsi kami dari teman di 29:11 masyarakat. Memang kalau kita lihat dari 29:13 grot ekonominya memang di tahun ini 29:16 salah satu yang ee menggembirakan begitu 29:19 ya karena memang dari laporan 29:22 satu ataupun dua kita mencatatkan 29:24 pertumbuhan ekonomi yang relatif ee 29:27 cukup cukup cukup ya cukup tinggi 29:31 maksudnya yang ee kemudian membuat ee 29:35 pemerintah kita semakin optimis bahwa 29:37 nanti di penghujung tahun atau nanti di 29:40 tahun depan pertumuhan ekonomi yang 29:42 katakanlah 6% itu akan ee tercapai 29:45 begitu. Dan kalau kita lihat dari jangka 29:47 menengahnya hingga nanti rezim ini 29:50 katakanlah berakhir di 2008-2009 29:53 ee growth ekonomi sampai 8% harapannya 29:55 bisa ee tercapai. Ya, kalau kita lihat 29:58 memang hingga diulan 2 salah satu yang 30:02 pertumbuhan masih tinggi itu memang dari 30:05 konsumsi pemerintah atau belanja 30:07 pemerintah itu yang salah satu yang 30:08 mendorong ee grut kita ee cukup tinggi 30:11 gitu ya di triluan 1 dan triuan 2 memang 30:14 e di triliulan 2 ini sedikit menurun 30:16 tetapi dian satu du itu ee pendorong 30:19 pertumbuhan ekonomi ini memang berasal 30:21 dari ee konsumsi pemerintah dan kalau 30:24 kita lihat dari apa ee distrib 30:26 distribusinya memang masih konsumsi 30:29 rumah tangga yang mendominasi. Cuma 30:30 kalau kita lihat dari persentasenya di 30:32 tikulan 2 ini sedikit mengalami 30:34 penurunan. Artinya daya beli masyarakat 30:36 katakanlah sedikit mengalami penurunan 30:38 dibanding periode-periode sebelumnya. 30:41 Ee 30:43 memang ini menjadi hal yang relatif 30:46 enggak mudah bagi rencana pertumbuhan 30:48 ekonomi tinggi begitu ya. Karena kalau 30:50 kita lihat di pembentukan modal tetap 30:51 butuh kita memang ini salah satu yang 30:53 mendominasi kedua sekitar ya hampir 30% 30:56 gitu ya. Tapi kalau kita dari laju 30:57 pertumbuhannya dari ke tahun, dari tahun 30:59 ke tahun memang ee kita kurang dari 10%. 31:03 Padahal kalau kita menemahu mencapai 31:05 pertumbuhan ekonomi yang tinggi, 31:07 harapannya growth ekonomi itu terkait 31:09 dengan ee investasi atau PMTB itu lebih 31:12 dari 10%. Cuman hingga saat ini grow 31:15 dari PMTB kita hanya dikisaran 56% 31:18 sekitar itu atau bahkan kurang. Dan ini 31:21 terkait dengan ketenagakerjaan. 31:23 Kalau kita lihat dari data ini memang 31:26 katakanlah ini menggembirakan begitu ya. 31:28 Ee teman-teman yang bekerja jumlahnya 31:31 semakin banyak. Ee teman-teman yang 31:33 menganggur juga semakin ee menyusut. 31:35 Tadi sudah disampaikan oleh Mbak Uriah e 31:37 panjang lebar terkait dengan bagaimana 31:39 pengangguran dan klasifikasinya. Ya, itu 31:41 memang begitu yang ee tercatatkan oleh 31:44 ee pemerintahan kita yang artinya angka 31:47 ini ee bukan mustahil adalah angka 31:51 baselin yang bisa jadi kalau kita 31:53 telisik lebih dalam angkanya jauh lebih 31:55 besar. Memang kalau lihat dari data-data 31:58 ini memang sesuatu tanda kutip 32:00 menggembirakan. Kalau kita lihat memang 32:02 ee pekerjaan informal masih mendominasi. 32:05 Cuman kalau kita lihat dari ee waktu ke 32:07 waktu dari tiga ee titik waktu ini 32:10 pekerjaan informal sedikit menyusut ya. 32:12 Lagi-lagi kalau kita dari data pekerja 32:15 informal itu semakin menyusut ya 32:17 katanglah berita yang cukup bagus begitu 32:20 ya. Pekerja formal juga mengalami 32:22 peningkatan meskipun enggak banyak tapi 32:24 meningkat begitu ya. Artinya semakin 32:26 banyak ee tenaga kerja yang tersap di 32:28 sektor formal ee harapannya semakin 32:31 banyak kesejahteraan, kepastian ee 32:34 kesejahteraan lebih ee membaik 32:36 dibandingkan ee pekerja informal itu 32:39 sendiri. Jadi kalau kita lihat dari data 32:42 secara umum dari data yang laporan 32:44 pemerintah kondisinya relatif semakin 32:47 membaik. Ini debatable tapi dari data 32:49 ini relatif membaik. Nah, ee tadi sudah 32:53 disampaikan memang kalau kita lihat dari 32:55 tren panjangnya kemiskinan eh maaf 32:58 pengangguran memang semakin menyusut ya. 33:01 Ini berita baiknya begitu ya. Dan kalau 33:03 kita lihat dari ee tingkat pengangguran 33:06 terbukanya ini tadi sudah disampaikan 33:09 juga sama Mbak Auriah bahwa ee tingkat 33:12 pendidikan kita terkait dengan 33:15 pengangguran ini memang ironi gitu ya. 33:18 Ini ironinya kenapa? karena 33:21 ee pengangguran yang sifatnya itu 33:24 skillful, yang berpendidikan tinggi itu 33:27 termasuk yang salah satu yang besar gitu 33:30 ya. Ini kan katakanlah di ee bulan Mei 33:33 gitu ya, laporan di bulan Mei 2026 itu 33:36 dia mencapai 6,09. Artinya dari 100 ee 33:41 apa? dari 100 ee angkatan kerja itu 6% 33:45 di antaranya itu menganggur. Jadi boleh 33:48 dikatakan dibandingkan di tahun akhir 33:50 tahun 2025 33:52 di teman-teman yang berpendidikan tinggi 33:54 itu semakin besar dan kalau dijumlahkan 33:57 kan lebih dari sekitaran 1 juta ee 34:01 teman-teman kita berpendidikan tinggi 34:02 itu yang sekarang menganggur dan itu 34:04 tentu saja ironi ya ee teman-teman 34:06 dengan pendidikan tinggi tetapi 34:07 kenyataannya memang relatif sulit 34:09 mendapatkan pekerjaan di negeri ini. 34:11 Nah, ini dari hasil survei kita yang 34:14 coba kita compile dari April dan Agustus 34:16 di 2026 begitu ya. Ini di 38 provinsi 34:21 ada 1200 responden yang ee kita 34:24 wawancarai face to face secara langsung 34:26 begitu. Ini 34:31 kalau ini ee penilaian kondisi ekonomi 34:33 bangsa 58% ini kondisi di April. Jujur 34:36 kalau kita bandingkan dengan kondisi 34:38 Agus ini enggak saya tampilkan 34:39 kondisinya jauh lebih buruk lagi 34:42 penilaian masyarakat terhadap kondisi 34:44 bangsa dan ini kalau kita lihat ini 34:47 penilaian masyarakat terhadap ekonomi 34:48 bangsa dan ekonomi keluarganya 34:50 masing-masing ini memang terjadi gap 34:52 gitu ya terjadi gap ee yang apa ee cukup 34:57 signifikan kalau masyarakat secara 35:00 pribadi itu menilai kondisi keluarganya 35:01 relatif lebih baik dalam 3 bulan 35:03 terakhir. Sedangkan kalau menilai ee apa 35:07 kondisi bangsa itu mayoritas menyatakan 35:09 buruk. Nah, ini ada gap yang cukup 35:11 besar. Jadi ee masyarakat itu cenderung 35:15 lebih percaya kondisi perekonomian dia, 35:17 emirik dia di lapangan dibandingkan 35:19 narasi yang dibangun oleh pemerintah 35:21 terkait dengan kondisi bangsa itu yang 35:23 membaik. Katakanlah begitu ya. Jadi ee 35:27 ada rasa yang boleh dikatakan kurang 35:29 bukan kurang percaya tetapi 35:33 ee 35:35 masyarakat tidak mudah percaya demikian 35:38 saja dari laporan yang disampaikan oleh 35:39 pemerintah terkait dengan kondisi 35:40 ekonomi yang relatif membaik itu. 35:44 Lalu kalau kita lihat di sini, salah 35:47 satu yang menjadi poin ee perhatian 35:50 masyarakat itu adalah sulitnya 35:52 mendapatkan pekerjaan di wilayahnya ee 35:55 mereka tinggal begitu ya. Jadi ini ada 35:58 78,5 jadi hampir 7 78 eh 79% responden 36:02 yang menyatakan selnya mencari pekerjaan 36:04 di daerahnya. Dan ee ironinya masyarakat 36:08 yang ee relatif sulit mendapatkan 36:10 pekerjaan tadi mereka ini ya ee hampir 36:14 87% 36:16 itu 36:17 tidak memiliki tabungan atau dana 36:19 darurat untuk kebutuhan hidupnya. Jadi 36:21 belu dikatakan sudah sulit mendapatkan 36:23 pekerja mereka tidak memiliki dana yang 36:26 cukup untuk menopang kehidupan mereka. 36:27 Jadi boleh dikatakan kondisinya memang 36:29 relatif sulit gitu ya ee yang dirasakan 36:32 oleh masyarakat itu sendiri. 36:34 Dan kalau dilihat ee perubahan 36:36 pendapatan rumah tangga dalam 3 bulan 36:38 terakhir ini ee 36:41 relatif stagnan ya mayoritas. Tetapi di 36:44 sini menjadi potret yang menjadi 36:46 perhatian ini adalah yang justru yang 36:48 menurun ini ada sekitar 33% responden 36:50 yang menyatakan demikian. Memang artinya 36:53 ee kondisi yang saat ini itu memang ee 36:57 sulit dirasakan oleh masyarakat untuk 36:59 mendapatkan ee penghasilan atau 37:01 penghasilan yang cukup untuk memenuhi 37:02 kebutuhan hidupnya. 37:05 Dan kalau kita coba lihat penilaian 37:08 kondisi ekonomi keluarga saat ini, ini 37:10 kalau kita coba bagi berdasarkan sosial 37:11 ekonomi ee respondennya begitu ya. Ini 37:14 justru kelompok masyarakat menengah ke 37:17 bawah ini yang benar bukan ee hampir 37:20 semuanya merasakan begitu ya. baik itu 37:22 kelompok atas, menang atas, menang 37:24 bawah, ataupun bawah itu merasakan bahwa 37:26 kondisi saat ini itu adalah 37:30 boleh dikatakan ee 37:32 tingkat penilaian baiknya itu terus 37:34 menyusut begitu dan penilaian terhadap 37:36 penilaian buruknya itu cenderung 37:38 meningkat. Dan salah satu yang paling 37:39 besar terkait dengan penilaian ini 37:41 adalah kelompok menengah bawah. Jadi 37:43 masyarakat yang berada di fase menengah 37:45 bawah ini gitu, ini ee memiliki gap 37:48 penilaian terhadap kondisi saat ini yang 37:50 relatif ee buruk ee terbesar di antara 37:53 kelompok ee ekonomi lainnya. 37:57 Jadi boleh dikatakan kalau coba kita 38:00 ngambil data di triwulan 1 2026 kemarin 38:03 grut ekonomi sampai 5,61% 38:06 di mana itu diklaim atau memang 38:08 merupakan data pertumbuhan ekonomi yang 38:10 cukup tinggi ya sejak tahun 2013. Tapi 38:13 kenyataannya ee 38:17 lebih atau mayoritas ee ekonomi keluarga 38:20 masyarakat itu menyatakan tidak menentu 38:22 bergejolak ataupun kritis. Jadi 38:25 sebenarnya pertumbuhan ekonomi itu siapa 38:26 yang merasakan? Kurang lebih begitu ya 38:29 yang di ee disampaikan oleh masyarakat. 38:35 Jadi tadi ini ee 38:38 yang disampaikan tadi sudah disinggung 38:40 juga di depan. Jadi, jadi kalau memang 38:43 kondisi ekonomi itu memburuk itu hampir 38:46 62% responden di Indonesia ini belum 38:49 siap ee jika kondisinya terjadi 38:51 turbulensi di ee hari esok atau hari ke 38:54 depan nanti gitu. Dan ini kan sesuatu 38:56 yang sangat berisiko ya bagi ee rumah 38:59 tangga dan tentu saja bagi masyarakat 39:01 luas. Jadi dan untuk menghadapi ini 39:04 mereka harus melakukan shifting terkait 39:06 dengan perubahan gaya hidup mereka untuk 39:08 mengantisipasi ketidakpastian ekonomi 39:10 dan ee apa sih yang menjadi kekhawatiran 39:12 publik itu terkait dengan kondisi bangsa 39:14 ini? Ini ada jumlah ee hal tapi yang 39:17 paling besar di sini terkait dengan 39:18 harga bahan pokok yang naik. Kalau kita 39:21 perhatikan dari jumlah laporan terkait 39:24 dengan inflasi, laporan inflasi 39:25 pemerintah memang hingga laporan 39:27 terakhir Agustus ya dari awal tahun 39:29 hingga Agustus kemarin itu yang menjadi 39:32 andil inflasi terbesar itu adalah harga 39:35 bahan pokok. Jadi kenaikan harga bahan 39:38 pokok menjadi sesuatu yang ee 39:41 mendominasi dalam andil inflasi itu. Dan 39:44 itu ee tercermin juga dari hasil temuan 39:47 ee riset kami itu menjadi konsern bahwa 39:51 ee kenaikan harga pangan menjadi sesuatu 39:53 yang 39:55 menjadi fokus mereka yang sangat 39:56 dikhawatirkan hingga akhir tahun. Dan di 39:59 saat pertama ee bersamaan kita juga 40:01 dengar bahwa pemerintah klaim kita 40:02 mencapai salasada pangan. Nah, ini kan 40:05 sesuatu yang cukup apa ya anomali begitu 40:08 ya. Ketika pemerintah klaim terjadi 40:10 swasmada pangan tapi kenyataannya harga 40:12 pangan di masyarakat cenderung merangka 40:14 naik. Dan kalau coba kita lihat dari 40:15 laporan BPS harga ee beras di 40:19 penggilingan gitu ya, di tingkat 40:20 penggilingan ee awal gitu baik di ee 40:23 medium ataupun premium harganya terus 40:25 meningkat. Ya, ini kan sesuatu yang ee 40:28 cukup ee tentu saja membebani ya. 40:31 Sekarang kalau kita dari berbagai macam 40:32 tingkatan level ekonomi menengah ke 40:34 bawah ataupun e golongan menengah begitu 40:36 ya, itu kan mayoritas belanja mereka 40:38 masih terfokus untuk kebutan pokok yang 40:40 nota bene harga bahan ee pangan itu 40:42 sendiri. 40:44 Dan kalau kita lihat ee kelompok 40:46 menengah kita itu populasinya terus 40:48 menyusut begitu ya dari 2019 hingga 40:51 tahun 2025. Jadi ini yang menambah ee 40:56 kelompok masyarakat menuju kelas 40:58 menengah itu semakin banyak begitu ya. 41:00 mungkin kelompok miskinnya dia semakin 41:02 naik e kelas, tetapi ee kondisi ini juga 41:05 pasti tentu saja relatif tidak 41:07 menguntungkan bagi mereka ya kalau 41:09 semakin banyak masyarakat yang terkumpul 41:10 di ee kelompok masyarakat menuju ke 41:12 kelas menengah dengan rus penghasilan 41:14 atau pendapatan perkapitnya sekitar 41:16 900-an hingga 2 juta. Ini kan sesuatu 41:19 yang ee cukup ee 41:22 enggak mudah untuk menjalani ekonomi e 41:24 setiap hari ya. 41:28 He. 41:34 Nah, ini kalau kita lihat kira-kira ee 41:37 untuk menghadapi situasi yang sulit ini 41:39 seperti apa yang harus dilakukan oleh 41:41 masyarakat itu? Memang sebagian besar 41:44 mereka mencari pekerjaan lagi. Beliau 41:46 dikatakan ee mereka membuka apa ee 41:50 peluang menambah ee side job begitu ya 41:53 di luar pekerjaan utama mereka. Dan 41:56 artinya ini ada upaya yang kreatif 41:58 dilakukan oleh masyarakat untuk berusaha 42:00 untuk menambahkan penghasilan mereka. 42:02 Tapi di sini ee ada ee poin di sini ee 42:06 terkait dengan peminjaman uang ini 42:09 menjadi alternatif solusi ketika ee 42:13 kondisinya relatif ee tidak membaik 42:14 terutama bagi masyarakat yang mengalami 42:17 ee PHK dan kalau kita lihat PHK yang 42:20 terjadi saat ini relatif cukup tinggi ya 42:22 hingga di ee pertengahan tahun kemarin. 42:26 Dan ee ini kembali lagi kalau kita 42:29 bicara terkait dengan pinjaman terutama 42:31 di golongan kelompok ekonomi menengah 42:33 gitu. Ini ee 42:37 growth dari pinjaman daring begitu ya 42:40 atau pinjol itu growth-nya tuh relatif 42:43 sangat tinggi kalau dibandingkan tahun 42:44 lalu lebih dari 30-an% kalau tidak salah 42:47 ya. dan ee pay juga demikian. Dan dari 42:53 kedua model pinjaman ini itu growth-nya 42:56 melebih dari pinjaman perbankan yang 42:58 kurang lebih sekitar 5-6%. Jadi dalam 43:00 kondisi yang seperti ini masyarakat 43:02 melakukan upaya apa ya langkah singkat 43:05 untuk menutupi kebutuhan hidupnya dengan 43:07 e pinjaman online ya. Artinya ada 43:10 potensi risiko yang kemungkinan akan 43:12 dihadapi masyarakat apabila ekonomi 43:15 tidak membaik, apabila mereka masih 43:17 sulit mendapatkan pekerjaan apa ee dan 43:20 apabila mereka juga tidak mendapatkan ee 43:23 penghasilan yang optimal ketika dia juga 43:25 sudah berusaha untuk menambah pekerjaan 43:27 tambahan di luar pekerjaan utama mereka. 43:30 Ini masih umum. Ini antara hingga saat 43:33 ini memang ekonomi masih berpusa di Jawa 43:35 567% masih berpusa di Jawa. Makanya 43:38 enggak heran ketika ee dari responden 43:41 kita coba kalau kita potret yang 43:43 menyatakan sulit mencari pekerjaan itu 43:45 adalah teman-teman yang berada di luar 43:47 ee Pulau Jawa. Demikian juga dengan 43:49 kondisi ekonomi keluarga yang cenderung 43:51 buruk itu memang cenderung berada di 43:52 wilayah luar Jawa. Jadi bisa dibayangkan 43:56 ee tadi ketika ee Mbak Uriah tadi bilang 44:00 terkait dengan hilirisasi dan seterusnya 44:03 begitu ya. Ini kan kalau kita lihat dari 44:04 sisi investasi mayoritas ee investasi 44:08 apalagi terkait dengan hilirisasi, 44:09 pertambangan dan seterusnya dan 44:11 ekstraksi itu cenderung berada di 44:12 wilayah luar Jawa. Tetapi pada 44:14 kenyataannya wilayah yang memiliki 44:17 potensi sumber daya ekstraktif tadi itu 44:21 di saat bersamaan juga memiliki tingkat 44:23 ketimpangan sosial yang tinggi, tingkat 44:24 kemiskinan yang tinggi, terjadi 44:27 degradasi lingkungan, ee koefisien gini 44:29 juga terus melebar dan seterusnya. 44:31 Artinya ada hal yang memang harus 44:33 dilakukan oleh ee pemerintah gitu ya, 44:35 baik dalam jangka pendek atau menah dan 44:37 panjang guna untuk mengantisipasi hal 44:40 ini karena ee kondisi memang relatif 44:44 cenderung semakin tidak baik dalam 44:46 situasi saat ini. Itu sementara yang 44:49 bisa sampaikan. Mungkin bisa nanti 44:50 lanjut di diskusi. Terima kasih. 44:53 Baik, terima kasih Mas Budiawan atas 44:56 data-data yang disampaikan. 44:59 Ee selamat datang, Pak Dalan Iskan. 45:01 Asalamualaikum. 45:05 Masih di kameranya masih di off, Pak. 45:11 Suaranya juga belum kedengaran. 45:16 Halo, Pak Dahlan. 45:21 Oke, sambil kita tunggu ya, Pak Dahlan. 45:25 Ee kita Pak Mareni juga. Oh, Pak Meni. 45:27 Baik, Pak Mareni. Bagaimana ee 45:29 tanggapannya tadi paparan data dari Mas 45:31 Budiawan sama Mbak Hori? Ya, kira-kira 45:35 ee ee apa langkah-langkah yang perlu 45:38 disegera dilakukan oleh Menteri Keuangan 45:40 Baru dengan bukan hanya masalah bangsa 45:43 ya, bahkan masalah internalnya KemenQ 45:46 juga harus segera diselesaikan juga agar 45:48 bisa nyelesaiin masalah bangsa. Silakan, 45:51 Paki. 45:57 Wah, 45:59 lagi ada gangguan ya. 46:05 Halo. Ah, 46:10 lagi ada gangguan. Baik, Pak Dan, apa 46:12 sudah bergabung, 46:15 Pak Dalan? 46:23 Ee baik kalau gitu kita ke Mbak Horia. 46:27 Mbak Horia saja. Baik. Ee Mbak Horia. 46:32 Halo, Pak Mar. 46:33 Iya, Mas Saldi. 46:34 Oke. Oke. Dari sisi politik kenegaraan 46:38 ada satu ini sedikit out of ya ee tema 46:43 ya. 46:44 Mungkin nanti Pak Marene juga ngelihat 46:45 ya, bagaimana begitu mendengar suaranya 46:49 Prabowo melakukan penggantian 46:51 di tengah sebenarnya secara 46:55 Iya. Halo. Oke, Pak Marani dulu silakan 46:58 Pak Marani. 47:00 Komen sedikit ya. Yang pertama dari Mbak 47:02 Huriah. Betul sekali Mbak Huriah. 47:05 Walaupun ganti menteri tapi kalau 47:08 kebijakan 47:09 dari BOS para menteri tidak berubah ini 47:12 yang dikhawatirkan. Karena itu 47:14 kekhawatiran dari Mbak Huria. Betul. 47:17 Karena itu kita mendorong tidak boleh 47:19 para menteri itu ABS harus berani 47:24 membawa argumen teknokratisnya. 47:27 Dan itu kalau pernyataan pertama saya 47:31 masih memaafkan Mbah Huriah karena 47:33 bagaimanapun itu menenangkan ee bos 47:37 katakan. Tapi data dari Mas Budiawan 47:40 meng khawatirkan sekali. Saya malah 47:44 menilainya kita sudah ditubir jurang ya. 47:47 pinjaman yang luar biasa, kesulitan naik 47:50 kelasnya, kondisi ketat 47:53 ketenagakerjaan kita 47:56 ditunda setahun nih, kondisi akan sangat 47:59 berat. Ee 48:01 akan susu bahasanya sudah tidak bisa 48:05 diselamatkan. Karena itu kita menuntut 48:08 dan mendoakan, 48:11 berharap dalam sepekan dan sebulan 48:14 terakhir ini ada kebijakan yang 48:16 betul-betul memberikan kabar gembira 48:19 bagi industri, bagi UMKM, bagai bagi 48:23 pelaku bisnis ee bagi masyarakat. ee 48:28 stimulus bisa dikeluarkan sesuai dengan 48:31 harapan ee ee yang diharapkan oleh 48:35 Presiden Prabowo. Begitu di 48:38 E baik Mbak Pak Marani terima kasih. 48:41 Sekarang kita ke Mbak Huriah ya. Mbak 48:44 Uria ini secara politik ya mau gimanapun 48:47 ee kementerian ini lembaga politik ya 48:49 negara. 48:51 Bagaimana Mbak Huria membaca 48:54 ee keputusan politik ya dari Presiden 48:57 Prabowo yang sangat begitu mendadak di 48:59 tengah sebenarnya kebertimaan publik 49:02 terhadap Pak Purbaya cukup bagus ya dan 49:04 juga secara kinerja juga ee beliau juga 49:07 terlihat ee bersungguh-sungguh ya 49:09 melakukan perubahan perbaikan. kira-kira 49:12 apa ini ee yang diinginkan oleh Pak 49:15 Prabowo dengan keputusan politik yang 49:18 sangat mendadak dan dampaknya cukup 49:20 besar juga gitu. 49:23 Iya. Ee yang pertama gini ya, saya 49:26 melihatnya kalau dari sisi 49:29 ee apa namanya konstitusionalitas dalam 49:32 sistem presidensiil menteri itu kan 49:35 memang menjadi hak prerogatif presiden 49:37 ya. Presiden bisa menunjuk siapa apa 49:40 memilih siapapun dan memberhentikan gitu 49:42 ya atau mengganti gitu. Nah, ini adalah 49:46 ee 49:48 apa kewenangan presiden ya yang sifatnya 49:51 legal gitu ya memang dibolehkan di dalam 49:54 sistem eh presidensial. Jadi istilahnya 49:56 nih legal authority gitu. Nah, tetapi 49:58 kan legal authority yang dimiliki oleh 50:01 Presiden untuk membuat keputusan politik 50:03 secara tiba-tiba tidak serta-merta 50:08 menjadikan keputusan itu akuntabel 50:11 secara politik gitu. Nah, di sinilah 50:13 yang saya kira problemnya tuh di situ 50:15 gitu loh. Dia punya legal authority 50:18 untuk memberhentikan tetapi keputusan 50:20 ini jadi 50:23 lack of political accountability lah 50:25 kira-kira. 50:26 Pertama kalau kita lihat dari momennya 50:28 ya kan ee Pak ee Pak Purbaya kok Pak 50:31 Prabo. Pak Purbaya ini kan bahkan dia 50:34 sedang mengikuti rapat kan. Rapat itu 50:37 membahas soal APBN ya ee apa namanya 50:41 APBN 202 gitu ya. Lagi tengah-tengah 50:44 rapat lalu kemudian mendapatkan telepon 50:47 gitu dan lalu diberhentikan begitu saja 50:50 gitu. dari sisi ketata ketatanegaraan 50:53 ini kan ini tidak menunjukkan gestur 50:56 administrasi 50:58 ee dan pengelolaan ee apa namanya 51:01 kenegaraan yang baik dari seorang 51:03 presiden gitu pun juga dengan alasan 51:06 yang tidak tidak clear sebenarnya gitu. 51:09 Apa kira-kira dasarnya? Kalau misalnya 51:11 kalau kita bicara performa kan harusnya 51:13 akan kelihatan gitu ya. Apa sih kemudian 51:14 performa performa apa yang dianggap 51:16 misalnya buruk gitu. Nah, ee saya 51:20 melihat ada kecenderungan di belakang ee 51:23 apa namanya ee kalau kita tarik ke 51:24 belakang gitu ya, resavel ini 51:26 kadang-kadang bukan semata-mata soal 51:29 performa tetapi soal popularitas. Itu 51:32 justru juga jadi problem. Kalau tadi 51:34 dibilang Pak Purbaya ini cukup populer 51:36 di masyarakat. Bahkan saya ingat di 51:38 waktu itu di momen ee apa sih perayaan 51:42 apa gitu ya ee hari guru atau apa gitu 51:44 yang Pak Purbaya mendapatkan tepukan 51:46 tangan panjang sekali gitu ya 51:48 dibandingkan ee dengan presiden itu 51:51 sendiri gitu ya. Justru kadang-kadang 51:53 kalau menteri terlalu populer dia 51:54 dianggap sebagai poten potensial eh 51:58 enemi gitu ya, potensial kompetitor 52:01 nanti gitu loh pas pemilu. Ini yang kita 52:03 lihat misalnya kenapa kok walaupun dulu 52:05 ya ee Pak Anis populer ee Bu Susi 52:08 populer gitu ya, tapi kemudian 52:10 diberhentikan gitu. Saya juga saya 52:13 menduga ya ini karena sebagai akademisi 52:15 politik saya melihatnya gitu. Faktor 52:17 popularitas itu justru malah tidak 52:18 menguntungkan buat Purbaya gitu ya. 52:22 karena justru bisa menjadikan dia 52:23 sebagai potensial kompetitor gitu. Nah, 52:26 tetapi lagi-lagi kalau ditanya apa yang 52:28 diinginkan oleh Presiden, saya ee 52:32 melihatnya pada hari ini gitu ya, 52:36 Presiden menginginkan 52:38 ee semua orang yang bekerja dengan dia 52:41 mendukung semua keputusan politik, 52:43 mendukung semua kebijakan-kebijakan 52:45 politik regardless the consequences gitu 52:48 ya. sebagai seorang ee apa namanya? 52:51 ekonom Pak Purbayar berpengalaman itu 52:53 kan juga ee saya kira ya setengah mati 52:56 juga gitu loh berusaha mempertahankan 52:58 gitu ya ee APBN yang sehat di tengah 53:02 kebijakan-kebijakan yang menggerogoti 53:04 dana APBN yang sangat luar biasa gitu. 53:06 Mau manuvernya gimana lagi? Kita tahu 53:07 misalnya ee bagaimana ee apa dana daerah 53:11 kemudian terpaksa harus dikurangi lalu 53:13 kemudian pajak jadi digencarkan dan lain 53:16 sebagainya. semua demi membiayai ambisi 53:19 politik ee presiden gitu ya dengan 53:22 program-program populis, dengan 53:23 program-program yang bahkan tidak punya 53:26 tidak punya basis kajiannya dulu gitu. 53:29 Saya saya kok tidak melihat ada 53:32 political accountability yang baik gitu 53:34 ya dari keputusan politik ini gitu ya 53:37 Mas Haldi gitu. Dan yang kedua kalau 53:39 tadi ee Ustaz Mardani menyinggung soal 53:42 jangan sampai nih ee menteri itu jadi 53:45 yes men gitu. Nah, saya justru malah 53:46 menduga yang diinginkan oleh presiden 53:49 itu adalah menteri-menteri yang yesmen 53:51 gitu. Karena kan latar belakang Pak Pak 53:54 Prabowo kan dia sebenarnya tidak punya 53:56 pengalaman sebagai pemimpin politik yang 53:58 terbiasa dengan perbedaan. Ya, bayangkan 54:02 dia ee dibesarkan gitu ya dan memimpin 54:05 di ee apa namanya ee di institusi 54:08 militer gitu ya yang tentara itu pasti 54:11 patuh gitu kan pada pada perintah 54:13 atasan. Lalu kemudian dia memimpin 54:15 partai politik. Apakah dia punya 54:16 pengalaman sebagai political leader? 54:18 Memimpin partai karena partainya 54:20 sifatnya adalah presidentialized party 54:22 bahkan personalis party. Ya, partai 54:25 Gerinda harus ikut apa kata dia gitu 54:27 loh. Jadi begitu kemudian dia menjadi 54:29 presiden, dia harus mendengarkan ee apa 54:33 namanya masukan gitu ya dari para 54:36 pembantunya. Dia harus berhadapan dengan 54:38 kepentingan politik yang berbeda-beda. 54:40 Dia harus berhadapan dengan daerah. Saya 54:43 tidak melihat Pak Prabowo 54:45 ee apa namanya berhasil gitu ya 54:50 menerapkan model kepemimpinan yang mau 54:53 mendengar dan mau mengelola perbedaan 54:55 termasuk menerima masukan dari para ee 54:58 menteri-menterinya gitu. Jadi bisa jadi 55:01 ee masukan-masukan dari Pak Purbaya gitu 55:04 ya, yang dari sisi ekonomi ee sebenarnya 55:07 bisa dipertanggungjawabkan 55:10 gitu ya, reasonable gitu ya. Tetapi ini 55:12 tidak sesuai dengan kemauannya Pak 55:15 Prabowo yang penginnya diturutin gitu 55:18 ya. Penginnya semua nurut apa maunya 55:21 Presiden. Saya membacanya seperti itu 55:24 sih, Mas Saldi. 55:27 Iya. Baik, terima kasih Mbak yaah. Kita 55:29 sekarang ke Mbak Pak Dalan Iskan, apa 55:31 sudah bisa bergabung Pak Dalan? 55:36 Halo Pak Dalan. Suaranya belum 55:38 kedengaran sama videonya. 55:42 Oh, baik. Mungkin masih ada gangguan 55:46 kita sekarang ke Mas Budiawan. Mas 55:48 Budiawan. 55:53 Oke, 55:53 I 55:55 ya. Baik, Mas Budiawan. Dari sisi market 55:58 nih, kita pengin lihat dari sisi market 56:00 ya. Ee bagaimana kira-kira ee 56:05 respon market ee keuangan ekonomi ya ee 56:10 terkait dengan keputusan politik yang 56:12 sangat tiba-tiba ini ee apakah ini 56:15 mengarah ke hal yang baik ee dengan 56:18 adanya pergantian mendadak ini atau 56:20 bagaimana? 56:23 Ya, kalau kita lihat pergerakan pasar 56:26 kemarin setelah itu diumumkan itu kan 56:28 dan sehari berikutnya gitu istidaknya 56:31 ini kan ada respon yang positif gitu ya. 56:34 Artinya ditangkap sebagai sesuatu yang 56:37 baik ee proses pengantian ini gitu. 56:40 karena ee 56:42 menteri yang baru ini kan memiliki track 56:44 record yang panjang, diakademisi juga 56:47 dan memiliki ee pengalaman yang juga 56:49 panjang gitu ya terkait dengan institusi 56:51 ini. Jadi apalagi ini kan bergerak di 56:54 sektor keuangan yang notab itu kan harus 56:57 pruden begitu ya, harus hati-hati dan 56:59 disiplin. Itu kan sesuatu yang penting 57:01 bagi pasar karena pasar itu juga melihat 57:04 kalau memang sesuatu yang boleh 57:05 dikatakan tidak bisa dibreaksi tanda 57:08 kutip begitu ya. Karena kalau itu 57:09 kaitannya dengan politik adalah sesuatu 57:11 yang memang relatif sulit untuk 57:12 diprediksi karena ada sesuatu yang 57:13 kadang turbulensi dalam waktu yang 57:14 sangat singkat gitu ya. Nah, kalau 57:17 dilihat sementara memang tampaknya 57:19 membaik atau ee sesuatu yang positif 57:22 begitu. Tetapi itu tadi seperti yang ee 57:25 Mbak Ariah tadi sampaikan ini kan ee 57:30 apakah memang akan demikian atau justru 57:34 penggantian ini ada upaya yang memang 57:37 agar tadi yang disampaikan tadi yesmen 57:39 tadi gitu ya agar ee bisa melangsungkan 57:43 apa yang menjadi program yang sifatnya 57:45 populis itu sendiri. Nah, kalau kita 57:48 mengacu ke sana ini akan ya katakanlah 57:50 ini ada dua hal ya harapan kami gitu ya 57:52 sebagai anak bangsa gitu ya akan 57:56 meningkatkan ee kedisiplinan tata kelola 57:58 yang lebih baik begitu ya dan 58:00 kaidah-kaidah yang memang ada di 58:01 undang-undang keuangan itu benar-benar 58:03 terpenuhi dengan semangat yang memang 58:04 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 58:06 lebih egalit bagi seluruh masyarakat. 58:08 cuman itu tadi ada kemungkinan yang bisa 58:10 jadi ee bertelak belakang. Nam juga 58:13 kemungkinan pasti selalu ada yang kita 58:14 harus mengantisipasi hal ini. Karena 58:16 kalau itu nanti memang arahnya hanya 58:18 untuk hanya tuh ee tanda kutip ya hanya 58:22 untuk mengarahkan terkait dengan 58:23 kebijakan yang populis tadi. Nah, ini 58:25 tentu saja akan memberikan risiko yang 58:26 pasti akan besar di ee kemudian hari. 58:29 Kalau kita lihat dari anggaran 58:31 pemerintah yang memang dianggarkan itu 58:33 kan memang sebagian besar atau bahkan 58:35 mayoritas berada di projek-projek yang 58:37 sifatnya itu populis itu sendiri. Nah, 58:41 pertanyaannya apakah projek yang populis 58:43 tadi memberi 58:45 growth yang juga besar bagi masyarakat? 58:49 Memang ada klaim yang berdampak bagi 58:51 masyarakat ee mendorong pertumbuhan 58:53 ekonomi di desa dan seterusnya dan 58:55 seterusnya. Nah, ini kan harus kita 58:57 cross check karena hingga saat ini belum 58:59 ada kajian yang benar-benar bisa 59:01 meyakinkan kami setidaknya gitu ya, 59:04 bahwa MBG itu misalnya ini salah satunya 59:07 benar-benar mendorong pertumbuhan 59:08 ekonomi di desa sekian persen, menyerap 59:10 sekian persen, dampaknya dalam jangka 59:12 panjang, menengah itu seperti ini dan 59:13 seperti ini. Jadi hingga saat ini kami 59:16 sendiri masih belum menemukan angka yang 59:18 benar-benar validnya tinggi terkait 59:21 dengan hal ini dan itu sudah diklaim 59:23 memang menjadi sebuah hal yang positif 59:25 bagi rezim ini. Nah, ee 59:29 artinya kita juga dalam hati juga bisa 59:32 bertanya gitu ya. Kalau kita lihat dari 59:33 ee APBN kita majority terserap atau 59:36 dialokasikan untuk program publis tadi 59:40 MBG dan seterusnya. Lalu sektor e 59:44 pertahanan, berikutnya sektor keamanan. 59:47 Kita juga bisa membatin ya mungkin dalam 59:48 hati gitu ya. Dengan alokasi ini 59:51 kira-kira 59:52 apakah akan menstimulasi pertumbuhan 59:54 ekonomi lebih atau mencapai 6% atau 59:57 bahkan sampai 8%. Karena kalau kita gali 59:59 dari rencana BAPENAS harusnya di tahun 1:00:02 ini kita itu growth-nya mencapai 6,5% 1:00:05 kalau kita akan road map-nya menuju 8%. 1:00:08 Dan kita tahu sekarang terakhir kan 5 1:00:10 sekian ya, 5,3 5,29 di turunan terakhir. 1:00:14 Artinya itu masih hal yang sangat 1:00:16 panjang untuk mencapai pertumbuhan 1:00:17 ekonomi yang tinggi. Dan kalau kita mau 1:00:20 pertumbuhan ekonomi tinggi, kita 1:00:24 setidaknya bisa melihat pola yang 1:00:25 terjadi di Vietnam begitu ya. Vietnam 1:00:28 itu kan punya prototipe untuk mencapai 1:00:29 pertumbuhan ekonomi tinggi mirip seperti 1:00:31 Cina. dia dalam rentang waktu yang cukup 1:00:34 panjang growth-nya itu di atas 6% 7% itu 1:00:36 terus berulang dan berulang dan 1:00:38 seterusnya dan Vietnam sudah melakukan 1:00:40 hal ini gitu dan 1:00:43 bila dulu pendapatan per kapita mereka 1:00:45 10 tahun silam itu masih timpang jauh 1:00:46 dengan kita sekarang sudah mendekati dan 1:00:49 kemungkinan di tahun depan tahun-tahun 1:00:51 depan lagi kalau memang dia konsisten 1:00:53 seperti itu dan kita masih dengan pola 1:00:54 yang sama V6 akan melampaui kita ya itu 1:00:57 tadi artinya ada hal yang benar-benar 1:00:59 harus diubah baik di sisi regulasi kita 1:01:02 baik baik itu fiskal ataupun moneter 1:01:04 sehingga benar-benar bisa setidaknya 1:01:05 menarik investasi yang benar-benar bisa 1:01:07 mendorong ekonomi dan bisa menj ee 1:01:09 menyatakan banyak itu, Mas. 1:01:14 Baik, terima kasih Mas Biawan. Selamat 1:01:16 datang. Asalamualaikum Pak Dahlan. 1:01:19 Ya, aku sudah mulai tadi cuma ee tidak 1:01:22 ada videonya ya. 1:01:24 Iya. Baik, baik baik. Sekarang ee 1:01:27 bagaimana pandangan Pak tentang isu 1:01:29 pergantian yang sangat mendadak? ee 1:01:32 Menteri Keuangan ee bagaimana Pak 1:01:34 Prabowo melakukan keputusan politik yang 1:01:37 mendadak ini cara penggantiannya dan 1:01:39 kira-kira situasi yang sedang 1:01:40 berkembang. Bagaimana Pak Dhan 1:01:42 melihatnya? 1:01:43 Ya, saya setuju tadi pembicara yang 1:01:45 terakhir semakin 1:01:48 semakin jauhlah ee mencapai 6% tahun ini 1:01:53 dan mencapai 8% ee 2 tahun lagi. Em 1:02:00 hah tentang cara segala macam ya situ 1:02:02 terserah presidenlah ee bahwa ee 1:02:06 dianggap e kurang sopan, dianggap kurang 1:02:08 manusiawi. Tapi kan ya mungkin 1:02:11 dua-duanya kan sudah tahu Amerika di 1:02:13 Amerika begitu juga enggak apa-apa. Tapi 1:02:18 ya ini menguntungkan secara politik 1:02:20 menguntungkan Pak Purbaya karena simpati 1:02:22 menjadi ke Pak Purbaya begitu. Ee dan 1:02:27 tentang pertumbuhan 1:02:30 awalnya 1:02:32 saya sebetulnya 1:02:35 sejak awal saya bilang bahwa ini 1:02:37 perjudian besar sekali bahwa mengubah 1:02:40 orientasi ekonomi dari yang lama ke yang 1:02:42 baru. Tetapi kan tadi pembicara terakhir 1:02:45 juga menyebutkan belum punya angka 1:02:48 apakah MBB segala macam itu betul-betul 1:02:50 secara ri menunjukkan pertumbuhan di 1:02:54 pertumbuhan ekonomi di bawah dan 1:02:55 seterusnya. Ini perjudian besarnya itu 1:02:58 begini 1:03:00 bahwa sudah pasti selama 10 tahun 1:03:03 terakhir dengan cara yang lama maka 1:03:07 kemajuan Indonesia tidak signifikan. 1:03:11 kelas menengahnya menurun, kemudian 1:03:15 pendapatan per kapita ya di bahkan di 1:03:18 bawah 5.000 ee artinya naiknya 1:03:21 sangat-sangat sedikit. Berarti 10 tahun 1:03:25 lagi pun kalau tidak ada perubahan ya 1:03:28 begitu-begitu saja gitu. Padahal banyak 1:03:31 sekali orang yang pengin Indonesia ini 1:03:33 maju sekali dan terbukti dengan cara 1:03:35 yang lama selama 10 tahun terakhir itu 1:03:38 tidak tercapai. Nah, kelihatannya Pak 1:03:41 Prabowo pengin mengubah ee karena sudah 1:03:45 terbukti tidak tercapai, masa kita mau 1:03:48 meneruskan cara itu 10 tahun lagi 1:03:51 begitu. E kan berarti semakin tidak 1:03:54 tercapai. Nah, karena itu beliau ubah 1:03:56 orientasinya lebih ke bawah dan itu 1:04:01 satu perjudian karena belum tentu juga 1:04:06 berhasil. 1:04:08 Tetapi kalau pakai yang lama kan pasti 1:04:10 tidak berhasil. Jadi ini dari pasti 1:04:13 tidak berhasil menuju siapa tahu 1:04:15 berhasil. Tapi kan siapa tahu kan tetap 1:04:17 perjudian juga gitu. Apalagi kalau 1:04:20 orientasi ekonomi ke bawah ini sekaligus 1:04:24 ditafsirkan sebagai anti atas, anti 1:04:28 ekonomi besar, anti kapitalis, anti 1:04:31 segala macam. Jadi pro rakyat sekaligus 1:04:35 ditafsirkan sebagai anti ee kapitalisme 1:04:40 begitu. Nah, ini akan tambah eh menurut 1:04:44 saya eh complicated eh komplikasi kalau 1:04:49 yang kecil ini ditafsirkan sekaligus 1:04:52 anti yang besar dan indikasi-indikasi 1:04:55 itu kan ee jelas sekali begitu. dan para 1:05:00 pengusaha-pengusaha 1:05:01 para pengusaha umumnya juga mengeluh 1:05:04 seperti itu. Nah, karena itu sebetulnya 1:05:07 di tengah keinginan Pak Prabowo yang 1:05:10 mengubah orientasi ekonomi ini harusnya 1:05:13 ada kampanye besar untuk menjaga yang 1:05:18 besar-besar. 1:05:20 Jadi dalam rumusan saya begini, 1:05:25 yang kecil dibantu maksimum, 1:05:28 yang besar tidak akan diganggu. Saya 1:05:30 pengin sebetulnya begitu dan bahkan saya 1:05:33 pengin ee mengumpulkan 1:05:35 pengusaha-pengusaha besar. Dan saya 1:05:37 pernah bicara di depan kira-kira 1000 1:05:40 orang pengusaha Tionghoa ee di Batu 1:05:43 Malang kira-kira 6 bulan yang lalu. Ee 1:05:46 saya bilang bahwa memang kelihatannya 1:05:50 orientasi ekonomi ini akan berubah dari 1:05:53 pro atas ke pro bawah. Tetapi yang sulit 1:05:57 adalah kalau di ee kalau berubah dari 1:06:03 pro bawah anti atas begitu. Sehingga 1:06:06 mungkin para pengusaha yang selama ini 1:06:09 merasa besar itu perlu berkumpul dan 1:06:12 membuat satu usulan moto baru yang bisa 1:06:19 membuat ketenangan lebih baik. Jadi 1:06:21 motonya itu begini. Silakan pemerintah 1:06:25 membantu all out yang kecil, 1:06:28 yang besar-besar jangan dibantu, tetapi 1:06:32 tolong satu saja, jangan diganggu. 1:06:35 Begitu. Jadi yang besar-besar itu gak 1:06:38 usah dibantu karena tanpa dibantu pun 1:06:41 sudah bisa lari. Tapi jangan diganggu 1:06:43 begitu. Jadi bantulah yang kecil, jangan 1:06:47 ganggu yang besar begitu. Nah, saya 1:06:50 pengin sekali sebetulnya tapi kan sudah 1:06:52 agak telat sekarang. Saya pengin sekali 1:06:54 misalnya sejak tahun lalu ini 1:06:56 didengungkan ee bantu yang kecil. Semua 1:07:00 potensi, semua ee kekuatan dikerahkan 1:07:04 untuk menggerakkan ekonomi yang di 1:07:05 bawah, tetapi jangan mengganggu yang di 1:07:08 atas. Jadi nanti karena membantu yang di 1:07:12 bawah ini kan dalam 2 tahun misalnya kan 1:07:16 belum tentu sudah menghasilkan karena 1:07:19 perlu proses kan begitu. Ee kan belum 1:07:22 tentu 2 tahun misalnya seluruh daya, 1:07:25 seluruh upaya digelontorkan ke bawah. 1:07:27 Apakah dalam 2 tahun sudah menghasilkan? 1:07:30 Kan belum tentu. Mungkin perlu 3 tahun, 1:07:32 mungkin perlu 4 tahun. Tetapi kalau 1:07:35 kesan bahwa karena menggelontorkan yang 1:07:38 bawah itu sekaligus anti yang atas, maka 1:07:42 sikap anti ini itu langsung dampaknya 1:07:46 itu seketika. Begitu. Jadi yang membantu 1:07:49 yang kecil tadi dampaknya ee tidak 1:07:52 seketika perlu waktu tetapi mengganggu 1:07:56 yang besar atau anti besar itu dampaknya 1:07:59 seketika. Apakah capital flight, apakah 1:08:02 PHK, apakah ee ya tidak mau investasi 1:08:07 dan dan segala macam itu, itu dampaknya 1:08:10 seketika. Jadi sementara ekonomi besar 1:08:14 ini berdampak seketika, katakanlah 1:08:17 slowdown begitu, sementara yang kecil 1:08:20 ini perlu waktu untuk menggantikan 1:08:22 begitu. Sehingga menurut saya perlu masa 1:08:25 transisi 5 tahun agar 1:08:28 kita bantu habis-habisan yang kecil. 1:08:30 Katakanlah pemerintah jangan pedulikan 1:08:33 yang besar tapi jangan ganggu gitu. 1:08:36 Cukup itu cukup jangan pedulikan, jangan 1:08:39 dibantu, tapi jangan diganggu. Mungkin 1:08:42 enggak itu ee teman-teman pembicara yang 1:08:45 depan tadi itu bisa diwujudkan pro yang 1:08:48 kecil tanpa anti yang besar. Terima 1:08:51 kasih. Terima kasih ee Pak Dahlan. Baik 1:08:55 kita Mbak Huriah. Bagaimana Mbak Huriah 1:08:57 tanggapan dari Pak Dahlan? Pro yang 1:08:59 kecil tanpa mengganggu yang besar? 1:09:04 Ee 1:09:05 silakan. 1:09:06 Iya. Ee 1:09:09 ini harapannya kan begitu ya ee pro 1:09:12 terhadap yang kecil. 1:09:14 Ee cuma memang kayaknya kita ini 1:09:17 seringkiali ya ee padalan ya bertepuk 1:09:20 sebelah tangan kayaknya gitu ya. dengan 1:09:23 ee dengan pemerintah gitu ya. Apa yang 1:09:26 kita mau, 1:09:27 apa yang kita harapkan. Tapi nampaknya 1:09:29 pemerintah berjalan dengan logika 1:09:31 kebijakannya, 1:09:33 logika kebijakannya sendiri gitu. 1:09:36 Jadi ee 1:09:39 maksudnya saya saya ee sepakat dengan 1:09:41 apa yang disampaikan oleh Pak Dahlan. 1:09:43 Tapi terus terang ee sulit sekali hari 1:09:47 ini membangun optimisme gitu ya. bahwa 1:09:50 ee nasihat itu atau masukan itu ee akan 1:09:53 didengarkan oleh pemerintah. Saya baru 1:09:54 aja buka 1:09:55 bisa gini ya, saya baru aja buka ee 1:09:58 informasi gitu di media sosial yang ee 1:10:02 di situ bunyinya adalah Kepala BGN gitu 1:10:05 ee mengeluarkan iklan apa dana iklan 1:10:09 puluhan juta ya di Facebook hanya untuk 1:10:12 menjual gitu ya ee menjual program MBG 1:10:16 gitu ya. Jadi sampai segitunya gitu 1:10:19 maksud saya tuh ya. Termasuk juga 1:10:21 misalnya mewajibkan sekolah itu kan mau 1:10:23 ada ee edaran MDISDM ya apa ee menteri 1:10:27 menteri pendidikan tinggi ya dan ee 1:10:29 sekolah menengah gitu ya hanya untuk 1:10:30 mewajibkan sebuah program gitu. Jadi 1:10:33 kalau kalau kemudian prioritasnya adalah 1:10:37 program-program yang berbiaya besar, 1:10:40 pasti mau enggak mau pada akhirnya 1:10:42 kemudian sulit mengharapkan pemerintah 1:10:45 membuat kebijakan yang pro terhadap 1:10:47 ekonomi ee kecil menengah gitu loh. ee 1:10:52 bahkan mungkin malah ya yang yang besar 1:10:54 pun jadinya ikut ikut diganggu gitu. 1:10:57 Karena hari ini 1:10:59 APBN kita dipaksa untuk membiayai 1:11:01 program-program berbiaya fantastis yang 1:11:04 pengeluarannya sangat irrasional, 1:11:07 pengelolaan 1:11:08 pengelolaan dananya juga sangat tidak ee 1:11:13 apa namanya ee baik gitu ya secara 1:11:15 administrasi. Jadi terusang ee padahal 1:11:18 saya enggak punya optimisme bahwa 1:11:21 harapan itu akan ee bersambut dari 1:11:25 pemerintah. 1:11:26 Itu yang bisa saya respon. Makasih. 1:11:31 Setuju. Setuju. 1:11:33 Baik, sekarang pandangan Mas Bediawan. 1:11:35 Silakan. 1:11:37 I yang disampaikan Pak Dalan Iskandar 1:11:39 itu menarik ya ee membantu yang bawah 1:11:43 tanpa harus mengganggu yang atas gitu. 1:11:46 Kurang lebih begitu. Cuman ya ini di 1:11:50 luar dari pandangan saya dari saya 1:11:52 sebagai peneliti ya ee 1:11:55 atau bahkan rencananya membantu fokus 1:11:58 yang bawah 1:12:02 tapi sayangnya bawahnya enggak optimal 1:12:04 tapi justru mendapatkan benefit bagi 1:12:05 yang atas. 1:12:07 H 1:12:08 atas mendapat benefit ini itu adalah 1:12:11 dalam lingkup yang memang berkepentingan 1:12:13 dengan pemerintah atau rezim ini gitu. 1:12:16 Karena ee harus kita kalau kita coba 1:12:19 lihat dari data makro, 1:12:22 salah satu kontributor besar kita bagi 1:12:25 stabilisasi rupiah begitu itu yang salah 1:12:26 satunya dari neraca perdagangan 1:12:28 internasional dan komoditas yang memberi 1:12:31 kontribusi yang besar terhadap surplus 1:12:33 ee ee neraca perdanaan kita itu dari 1:12:36 sektor nonmigas. Kita bisa sebut kok 1:12:38 satu terkait dengan sawit, kedua terkait 1:12:41 dengan batuara. Nah, ini kan hal yang 1:12:44 kalau tadi Pak Dalang bilang yang besar 1:12:45 ini memang salah satu yang atau dua hal 1:12:47 yang sangat besar di negeri ini gitu. 1:12:50 Tapi apakah mungkin itu ee enggak 1:12:52 diganggu gitu ya? Ya, kenyataannya saya 1:12:55 tidak terganggu 1:12:58 tapi itu yang saat ini terjadi gitu ya 1:13:01 ee kondisinya begitu. Jadi di satu sisi 1:13:05 di bawahnya belum optimal gitu ya atau 1:13:08 susah dioptimalkan karena memang tata 1:13:10 kelola yang mungkin belum juga sesuai 1:13:12 dengan apa yang diharapkan gitu. Tetapi 1:13:15 di sisi atasnya di satu sisi ada yang 1:13:17 mendapatkan benefit tetapi di satu sisi 1:13:19 justru merasa terganggu tadi gitu. Dan 1:13:22 yang terganggu kebetulan mungkin 1:13:23 institusi-institusi yang mungkin 1:13:25 berkontribusi besar bagi tadi saya 1:13:27 bilang terkait dengan neraca perdagangan 1:13:28 kita untuk stabilisasi rupiah kita salah 1:13:30 satu tujuannya. Nah, ini tentu hal yang 1:13:34 relatif 1:13:36 apa ya? Kalau tadi Pak Dalan bilang ini 1:13:39 sebuah perjudian gitu ya, ini adalah 1:13:41 sebuah cara yang mungkin sedang 1:13:43 dilakukan dengan mungkin hal baru atau 1:13:46 paradigmal baru yang sedang coba 1:13:47 dilakukan oleh ee pemerintah saat ini. 1:13:50 Cuman itu tadi kondisi realnya 1:13:53 masyarakat sekarang kondisinya menilai 1:13:56 kondisi yang relatif tidak baik, sulit 1:13:59 mendapatkan pekerjaan, penghasilan 1:14:00 stagnan. 1:14:01 dan mereka hidup di apa ya tekanan yang 1:14:05 relatif berat bagi mereka. Kalau 1:14:07 seandainya kita bilang terkait dengan 1:14:08 tadi program MBG, kalau dulu waktu 1:14:10 awal-awal program transisi dari 1:14:12 pemerintahan Jokowi ke 1:14:14 sebenarnya ngelihat kalau kita lihat 1:14:16 dari ininya ya ee rencana-rencana ini 1:14:19 kan sebenarnya sesuatu yang positif gitu 1:14:20 ya. nanti berusaha untuk membangun 1:14:22 sebuah ekosistem dari Grace Root untuk 1:14:25 menyuplai ke sistem MBG yang tujuannya 1:14:27 untuk pengentasan stunting lah, 1:14:29 peningkatan gizi dan seterusnya, tetapi 1:14:31 melibatkan masyarakat bawah secara 1:14:33 optimal. Tapi kenyataan saat ini kita 1:14:36 bisa lihat yang terjadi adalah sesuatu 1:14:38 yang bisnis as usual. Begitu bisnis sesu 1:14:41 itu dilakukan yang terjadi profit 1:14:43 oriented. Masyarakat yang tujuannya tadi 1:14:46 gresurut akan ditingkatkan kualitas 1:14:47 hidupnya katana petani itu justru tidak 1:14:50 mendapatkan benefit yang optimal dari 1:14:52 hal itu gitu. Meskipun pemerintah ini 1:14:54 spesifik misal terkait dengan beras 1:14:56 pemerintah sudah menaikkan dari 6.000 ke 1:14:58 6.500 terkait dengan harga gapah kering 1:15:01 panen begitu ya. Tapi kenyataannya harga 1:15:03 beras saat ini trennya terus meningkat 1:15:04 dan petani yang notab ini itu jumlahnya 1:15:08 pekerja terbanyak di negeri ini salah 1:15:10 satu yang merasakan keluhan itu. Jadi 1:15:13 niatnya baik tetapi nyatanya dampaknya 1:15:15 tidak optimal di grass root dan bahkan 1:15:17 mereka merasakan tekanan yang besar bagi 1:15:20 sisi ekonominya gitu Mas. 1:15:23 Jadi banyak sekali paradoks ya 1:15:25 begitu Pak. 1:15:26 Banyak sekali paradoks ya. 1:15:29 Baik. 1:15:30 Oke, 1:15:30 terima kasih Mas Budiawan. Pak Marani 1:15:33 sambil masih ada acara juga di DPR. Eh, 1:15:37 Pak Budiawan sekarang peneliti di mana 1:15:39 ya? Saya agak ketinggalan tadi. 1:15:41 Di Libang Kompas, Pak. 1:15:42 Kompas. 1:15:43 Oh, Libang Kompas. Oke. 1:15:46 Hebat. 1:15:47 Baikh. 1:15:49 Eh, sekaligus silakan Pak Merani. Kita 1:15:52 sudah tiba di akhir acara sekaligus 1:15:54 closing. Kita mulai closing statement. 1:15:57 Silakan. 1:16:01 leaders naik turun karena kepemimpinan. 1:16:05 Menteri boleh berganti kalau presidennya 1:16:07 tidak membuat kebijakan yang 1:16:09 berorientasi kepada rakyat. Berat Bang 1:16:13 tadi sudah menyampaikan ee tidak boleh 1:16:15 ABS. 1:16:18 Pakudiawan sudah menyampaikan berat 1:16:20 kondisi hutang ee masyarakat untuk naik 1:16:24 kelas segala macam dan kita tidak punya 1:16:26 kemewahan menunggu waktu. Karena itu 1:16:29 kita serukan ayo pemerintah dan kita 1:16:32 semua sadar rakyat tidak sedang 1:16:34 baik-baik saja. segera berikan 1:16:37 kesempatan bekerja dan lapangan 1:16:39 pekerjaan dan antara khususnya buat saya 1:16:42 fokus kepada penciptaan lapangan 1:16:44 pekerjaan 1:16:46 dana ee desiden BUMN yang diambil itu 1:16:50 baliknya harus dihitung berapa jumlah 1:16:53 pekerjaan yang tersedia begitu. 1:16:57 Baik terima kasih, Pak Mardani. 1:16:59 Berikutnya Mbak Huria persilakan closing 1:17:01 statement-nya Mbak. 1:17:03 Iya. Eh meskipun resavel Menteri 1:17:07 Keuangan ini adalah ranah kewenangannya 1:17:11 eh Presiden menjadi legal authority eh 1:17:14 Presiden, tetapi eh political 1:17:17 accountability dari keputusan Presiden 1:17:20 untuk melakukan resavel penting 1:17:22 diperhatikan. Bicara soal lapangan 1:17:24 pekerjaan terlepas dari angka. Menurut 1:17:28 saya isu lapangan pekerjaan adalah soal 1:17:31 pengalaman, soal rasa yang dialami 1:17:35 oleh ratusan juta warga negara Indonesia 1:17:39 gitu ya. Jadi kalau hari ini jutaan 1:17:42 warga Indonesia merasa cari kerja 1:17:46 jauh lebih sulit, mencari pekerjaan yang 1:17:50 layak pembayarannya jauh lebih sulit 1:17:54 menjadi apa? mendapatkan atau ee 1:17:58 merasakan ee mobilitas vertikal dengan 1:18:01 memiliki pekerjaan yang aman jauh lebih 1:18:03 sulit. Maka itu adalah pengalaman yang 1:18:06 real yang dirasakan oleh warga. Dan 1:18:09 inilah yang harus diperhatikan oleh 1:18:11 pemerintah kalau pemerintah mau 1:18:14 menjalankan mandat konstitusinya untuk 1:18:16 memberikan pekerjaan kepada warga 1:18:19 negara. menciptakan lapangan pekerjaan 1:18:21 yang layak bukan berdasarkan selera 1:18:25 pemerintah, bukan berdasarkan selera 1:18:27 presiden gitu ya, tetapi berdasarkan 1:18:29 pengalaman jutaan warga negara Indonesia 1:18:33 sehari-hari. PR ini bukan cuman ada di 1:18:36 tangan Kementerian Keuangan ya, bukan 1:18:39 cuma ada di Menteri Keuangan. Karena 1:18:42 sebagai Menteri Keuangan memang ee 1:18:45 tugasnya adalah tadi ya menjaga soal 1:18:47 kebijakan fiskal. ee menjaga APBN agar 1:18:51 tetap sehat. Tetapi kuncinya itu ada di 1:18:54 presiden. Keputusan-keputusan politik 1:18:56 Presiden untuk menerapkan kebijakan 1:18:59 ekonomi yang arahnya adalah merespon 1:19:03 kebutuhan warga, merespon ee harapan 1:19:06 warga, atau merespon keinginan ee 1:19:11 personal presiden dan juga keinginan dan 1:19:15 keuntungan politik ee orang-orang yang 1:19:18 mendapatkan 1:19:19 ee apa namanya insentif ya. dari 1:19:21 keputusan politik presiden. Pilihannya 1:19:23 ada di presiden bukan di tangan Menteri 1:19:26 Keuangan yang baru. Terima kasih. 1:19:30 Baik, terima kasih Mbak Wia. Berikutnya 1:19:33 Mas Budwan, silakan closing 1:19:34 statement-nya. 1:19:36 ya ee saya rasa pemerintah dan 1:19:39 jajarannya harus mau mendengar begitu 1:19:42 ya, mau mendengar terkait dengan 1:19:44 aspirasi masyarakat yang dirasakan saat 1:19:46 ini. Ee ada jumlah hal yang disampaikan 1:19:48 tetapi ada setidaknya ada dua hal yang 1:19:50 menjadi perhatian serius. Satu terkait 1:19:53 dengan penyediaan lapangan pekerjaan. 1:19:55 Lalu berikutnya terkait dengan 1:19:56 pengendalian harga pangan. itu dua hal 1:19:58 yang benar-benar dibutuhkan dan sangat 1:20:01 membebani kebutuhan ee ee keuangan 1:20:04 masyarakat hingga saat ini. Artinya 1:20:07 pemerintah dengan berbagai macam 1:20:09 kebijakan yang coba untuk diterapkan ke 1:20:12 masyarakat harus setidaknya dalam jangka 1:20:14 pendedeng ini berorientasi pada hal itu. 1:20:16 Karena kalau lepas dari itu yang terjadi 1:20:19 adalah resiko yang besar. Bagi siapa? 1:20:21 Bagi masyarakat yang notab ini adalah 1:20:23 teman, keluarga atau bangsa kita 1:20:25 sendiri. Jadi ketika pemerintah itu 1:20:27 berusaha menerapkan sebuah kebijakan 1:20:29 berenteria pada kondisi saat ini karena 1:20:31 memang kondisi saat ini relatif enggak 1:20:33 mudah dan semakin dirasa berat oleh 1:20:36 masyarakat. Jadi kalau saya boleh cerita 1:20:38 dalam range transisi pemerintahan hingga 1:20:42 detik ini dari era Jokowi hingga saat 1:20:44 ini salah satu hal yang mendapatkan 1:20:47 penilaian relatif buruk tingkat 1:20:50 kepuasannya terkait dengan pengalaman 1:20:52 masyarakat sehari-hari itu terkait 1:20:54 dengan perekonomian yang itu kondisinya 1:20:57 saat ini relatif paling rendah di antara 1:21:00 periode-periode waktu ee masa jabatan 1:21:02 Prabowo ini. Jadi pemerintah harus mau 1:21:04 mendengar, mau mengevaluasi dan cari 1:21:08 alternatif solusi yang tepat bagi sebuah 1:21:11 kebijakan atau program yang tetap mau 1:21:13 dijalankan. Jikapun MBG, Koperasi Desa 1:21:16 Merah Putih ee Sekolah rakyat mau 1:21:18 dijalankan, orientasilah pada masyarakat 1:21:20 Jangan notab ini. Kondisi masyarakat 1:21:23 kita sebagian besar berada di golongan 1:21:24 menengah bawah ini. Begitu, Mas. 1:21:28 Baik, terima kasih, Mas Budiawan. 1:21:30 Terakhir, Pak Dahlan. Silakan gongnya, 1:21:32 Pak. 1:21:35 Ya, pergantian ini sekali lagi Bapak 1:21:38 Presiden kehilangan waktu lagi 1 tahun. 1:21:43 Jadi waktu yang tadi Pak Marani bilang 1:21:45 sangat sangat mewah itu ini terbuang 1:21:48 lagi 1 tahun dan sekarang sudah 2 tahun. 1:21:52 Jadi semakin kita semakin kehilangan 1:21:55 waktu untuk mengejar apa yang diinginkan 1:21:58 itu. Makasih. 1:22:00 I. Baik. Ee terima kasih Pak Dahlan. Ee 1:22:05 mudah-mudahan ee Pak Presiden, jajaran 1:22:08 pemerintah juga bisa mendengar masukan 1:22:11 dan feedback dari masyarakat dan salah 1:22:13 satunya feedback dari narasumber pada 1:22:15 edisi kita pada malam hari ini. Kita 1:22:19 menghormati keputusan hak prerogatif 1:22:21 dari Presiden terkait pergantian menteri 1:22:24 gitu ya. Tetapi ada beberapa hal yang 1:22:26 juga perlu diperhatikan karena tanggung 1:22:28 jawab Presiden sangat besar terkait 1:22:31 keberlangsungan negara kita dan juga 1:22:33 dalam rangka memegang hak mandataris 1:22:36 dari rakyat. Baik, ee demikian sampai 1:22:39 ketemu pada acara ini selus tepukan 1:22:41 depan. Terima kasih kepada para 1:22:42 narasumber. Asalamualaikum 1:22:44 warahmatullahi wabarakatuh. 1:22:46 Waalaikumsalam warahmatullah.