Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:11 Brail TV 0:20 [musik] 0:32 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu 0:35 yang masih dipancaruaskan dari Jalan 0:38 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimangis 0:41 Cibubur, Bekasi. 0:42 Bismillahirrahmanirrahim. 0:44 Asalamualaikum warahmatullahi 0:46 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:49 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:51 wa ala ali sayyidina Muhammad. Ikhwan 0:54 dan akhwat, bagaimana kabar Anda di 0:55 siang hari ini? Semoga dalam keadaan 0:57 sehat walafiat dan selalu dalam 1:00 lindungan Allah subhanahu wa taala. 1:03 Senang sekali kami dapat kembali menyapa 1:05 Anda di udara dalam program tausiah 1:08 siang bersama guru kita Ustaz Umar 1:11 Rasyid Hasan. Beliau telah hadir di 1:12 tengah-tengah kita. Asalamualaikum 1:14 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:17 wabarakatuh. 1:18 Sehat, Ustaz? Ya, 1:19 alhamdulillah wasyukrulillah. Tema pada 1:22 siang hari ini, Ikhwan dan Akhwat, 100 1:24 tahun Gontor dari pesantren untuk Umat 1:27 Menatap abad kedua ee yang akan 1:29 disampaikan oleh guru kita Ustaz Umar 1:31 Sasan di mana beliau adalah salah satu 1:35 dari alumni pondok ee modern Pesantren 1:38 Gontor, Ustaz ya. 1:39 Nah, 1:39 tahun berapa sih, Ustaz? 1:40 '85. 1:41 Heh, 1:41 '85. 1:42 Tahun 5 lulus? 1:44 Iya. I 1:45 lulus tahun '85. 1:46 Iya. 1:46 Masyaallah. 1:48 Berarti masuknya tahun berapa, Ustaz? 1:49 79. tahun 7. 1:51 Iya. 1:52 Setelah setelah itu Ustaz melanjutkan ke 1:56 mungkin bisa cerita selepas ini. 1:58 Oh ya sudah berarti apa dulu lupa saya. 2:01 Baiklah ikhwat kita langsung saja ee 2:04 kita dengarkan 2:05 ee tausiah [berdehem] yang akan 2:07 disampaikan oleh guru kita Ustaz Umar 2:10 Rasyid Hasan. Tafadul Ustaz. 2:12 Bismillahirrahmanirrahim. 2:15 Asalamualaikum warahmatullahi 2:16 wabarakatuh. 2:19 Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu wa 2:22 nastagfiruh wa naud nazubillahi min 2:24 sururi anfusina wamatialina 2:28 yahdihillahu fala mudillalah waman 2:31 yudlil fala hadialah wa ashadu alla 2:34 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 2:37 ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh 2:40 allahumma shi ala muhammadin waa alihi 2:42 wasohi ajma amma ba subhanaka lana illa 2:46 maamtana inaka 2:54 Allah inuka naqalan 2:57 mutaqala. 3:00 Ikhwat al iman yang dirahmati Allah, 3:02 sedianya 3:04 ee tausiah siang ini seperti biasa, 3:06 Ustaz isi dengan materi-materi tafsir. 3:11 Heeh. Tapi 3:13 nampaknya dari pekan kemarin itu Ustaz 3:17 menelepon ee Nang Angga untuk memberikan 3:21 kesempatan Ustaz mengisi ee temanya itu 3:28 yang diusung adalah 100 tahun Gontor. 3:32 Karena di tanggal 20 September ini 3:35 merupakan ee hari di mana tahun itu 3:40 tahun 26 didirikannya Gontor tanggal 20 3:44 September 1926. 3:46 Mungkin orang bilang sekarang nih akan 3:50 mengadakan reuni akbar gitu kan mungkin 3:55 ya juga dikatakan hud apa hud 3:58 hari ulang tahun gitu ya ulang tahun 4:00 gitu. 4:01 Jadi di siang hari ini ee kita 4:05 bincang-bincang saja di sekitar ee 4:09 peringatan berdirinya Gontor 4:13 di tahun ini yang merupakan usia Gontor 4:16 ke 100 tahun. Nah, itu 4:20 ee saudara sekali sekalian, sedianya 4:24 siang hari ini dihadiri oleh beberapa 4:27 alumni Gontor. kan ustaz sudah 4:31 menghubungi di antaranya ee 4:36 kawan-kawan 4:38 ee di luar alumni ya, tetapi yang 4:41 sifatnya ee merupakan 4:45 ee pegiat ya, pegiat dakwah gitu. Ada 4:50 ketua-ketua lembaga gitu seperti ustaz 4:53 juga mengundang 4:55 ketua ee ketua DII gitu kan. Namun 4:59 beliau juga sedang sibuk dan sangat 5:01 padat kesibukannya gitu. 5:04 Itu dan juga kawan-kawan Gontori ini ya 5:09 termasuk juga 5:11 kita hari ini sebetulnya sedang menunggu 5:13 nih Abi Agus. 5:14 Iya 5:15 sedang menunggu ee 5:18 kalau kita bilangnya Bapak Kiai ya. 5:20 He. 5:21 Bapak K. Ha. Habib Muhsin Ahmad Al-Attas 5:25 itu 5:26 ya. yang kesehariannya beliau di FPI 5:28 tentunya kan gitu 5:30 dulu 5:31 ya. Juga kita mengundang 5:34 pimpinan Pondok Pesantren Darun Najah 5:38 Bapak K. H. Sopan Manaf 5:40 juga beliau dalam keadaan sibuk 5:43 sampai jam .00 Tadi kita memang 5:46 keterketir takut Habib Muksin pun tidak 5:50 hadir. Benar-benar enggak hadir sebab 5:52 sibuk semua rupanya 5:54 itu. 5:56 Jadi alangkah baiknya walaupun sedikit 5:59 ee walaupun sendiri yang sedikit 6:01 informasi ini karena sudah disiapkan 6:04 untuk itu maka ee mohon maaf kepada 6:07 pendengar Radio Rasil di siang hari ini 6:10 Ustaz tidak memberikan materi tafsir. 6:14 Apa yang 6:16 dicita-citakan oleh banyak orang masuk 6:18 gontor itu sebetulnya kita hari ini 6:21 berbicara gontor itu dari mana awalnya 6:23 ya gitu kan. 6:25 Karena kalaupun kita mengawali dari akan 6:29 adanya perayaan sekarang di Gontor itu 6:32 kan sekarang sudah tahun 2006 gitu. 6:36 Menurut Ustaz ada baiknya kita bicara 6:38 gontor itu mungkin dari awal-awal 6:40 kayaknya ya gitu ya dari sejarah ee 6:43 adanya ee pono pesantri montor setahu 6:46 ustaz gitu ya. itu karena versi 6:50 kawan-kawan juga mungkin kalau melihat 6:53 daripada latar belakang berdinya guontor 6:56 itu berbeda ee versinya. 7:01 Setahu ustaz bahwa [berdehem] 7:05 ustaz itu tidak mengerti pesantren 7:06 dulunya itu. 7:08 Bahkan ustaz itu ee 7:12 relatif lebih besar lebih banyak 7:14 dibesarkan di pasar. 7:17 itu ada di Jakarta Selatan itu di 7:20 Karbela namanya karet belakang bukan 7:22 Karbala ya Karbela karet belakang itu 7:26 emang kampung ustaz Karbela loh karet 7:28 belakang namanya itbela selatan ustaz di 7:32 Karbela Selatan setiabudi diapit oleh 7:35 dua besar jalan Sudirman dan ee ee apa 7:39 itu namanya Rasuna Said di belakang Seti 7:41 Perbanas itu. 7:44 itu dulu ustaz tidak pernah mengerti apa 7:47 sih pesantren gitu kan. Tapi ketika di 7:51 tahun 9 itu lulus SMP, 7:55 saya itu ikut 7:58 ikut ujian di STM Jaya di lapangan 8:02 Banteng. 8:03 Tahu Abi lapangan Banteng? 8:05 Tahu, Ustaz. 8:06 Dekat dekat Monas ya, dekat Istiqlal ya. 8:10 itu ikut ujian tapi enggak lulus itu 8:15 lalu 8:16 ikut ujian SMA 28 kalau enggak salah di 8:20 kalau enggak salah di apa di Pasar 8:23 Minggu pun enggak lulus. 8:26 Ah udahlah mau jadi penerbang aja mau 8:27 jadi pilot gitu kan ikut ujian di SMA 8:32 Penerbangan Bulungan tahu Bulungan. 8:34 Heeh. Blok sebelum BlokM ya 8:37 juga enggak lulus. [tertawa] 8:41 Entah karena memang nilainya pas-pasan 8:43 atau minus kita enggak ngerti ya. Tapi 8:47 usaha ya keras gitu untuk bisa diterima 8:50 di STM supaya jadi insinyur gitu kan. 8:54 Bahkan ee saat itu rumor dari keluarga 8:59 mau dititipkan ke Akabri katanya gitu. 9:01 Tapi saya tu kan baru SMP kan kalau 9:04 lulus SMA nanti ke Akabri gitu. Nah, itu 9:07 jadi intinya saat di era 79 itu buat 9:14 ustaz sangat sulit untuk memasuki STM 9:16 dan SMA. Akhirnya orang tua itu 9:21 setelah ngobrol dengan keluarga yang 9:23 lain, dia bilang, "Ada tuh untuk anak 9:26 bapak katanya 9:29 manggilnya mamang sih ya." Untuk anak 9:31 mamang tuh katanya dipesantrenin aja di 9:34 Jawa Timur katanya. 9:37 supaya bisa mengenal agama gitu kan. 9:41 Nah, akhirnya sama orang tua saya itu 9:44 ditawarin, "Kamu ke pesantren ya?" 9:46 Katanya, "Waduh, pesantren orang maunya 9:49 ke SMA gitu kan, [tertawa] 9:50 mau nyuk ke STM." Eh, ya kita dengan 9:54 orang tua kan samina Agus enggak bisa 9:58 ngelawan atau berontak gitu enggak bisa. 10:01 Semua dikendalikan sama orang tua kok. 10:03 Iya kan? makan minum jajan 10:07 pakaian sepatu sendal mereka yang ngurus 10:09 gitu ya enggak bisa berontak ya kita 10:12 manut 10:13 di saat itu ustaz ingat itu dibawa ke 10:17 gusuran gusuran itu daerah apa ya 10:20 pejompongan itu untuk belanja ya 10:24 alat-alat 10:26 ya anduk gitu kan alat mandi atau apa 10:29 handuk etas apa kaos sepatu belanjalah 10:32 ke gus ee ke daerah ee pejompongan itu 10:36 tuh udah beres gitu. Besoknya berangkat 10:39 tuh 10:41 melalui stasiun Senin. 10:45 Dari Senin itu pertama naik kereta api 10:48 itu tahun segitu '9. 10:52 Dari Senin langsung menuju ke Madiun. 10:57 Cirebon lewat 10:59 Pekalongan lewat Semarang lewat. 11:02 Tiba-tiba Madiun. Aduh di Madiun 11:05 capek rasanya mereka tapi jauh dari 11:08 Madiun keluar. Nah kita saat itu karena 11:13 mungkin kendaraan kayak kayak angkot itu 11:16 belum ada ya. Kita naik dokar Agus dari 11:19 Madiun ke Ponorogo. Naik dokar 11:22 kan jauh. 11:22 Iya naik dokar. Subhanallah. 11:26 dari Ponorogo ke Gontor naik dokar lagi. 11:29 Karena mungkin dari Madiun ke Ponorogo 11:31 tuh kuda udah enggak kuat kayaknya. Kita 11:35 ee ganti Dokar dari Ponorogo ke Pondok 11:40 Pesantren Gontor. Nah, ketika udah masuk 11:44 area kampus Gontor, jiwa itu berontak. 11:47 Wah, enggak mau di [tertawa] sini. 11:49 Terlalu jauh sama orang tua gitu kan. 11:52 yang namanya orang kesehariannya di 11:55 pasar diatur sama orang tua dagang gitu 11:58 kan. Sesekali bandel dengan anak-anak 12:01 pasar kan biasa itu kan [berdehem] gitu 12:04 ya. Memang orang tua mengkhawatirkan 12:06 kalau anaknya itu besar di besar di 12:09 pasar lalu terpengaruh ya dengan kondisi 12:13 pergaulan di pasar ya. jadi pemabuk. 12:16 Jadi ya katakanlah enggak jelas masa 12:20 depan itu 12:21 saat itu. 12:22 Eh iya saat itu. Jadi bukan keterpaksaan 12:25 sebetulnya. Dia sudah niat untuk membawa 12:28 saya dimasukkan ke Gontor. Masuk ke 12:30 wilayah itu sudah pusing tuh kepala tuh. 12:33 Pusing karena apa? Saya orang umum tidak 12:36 mengerti pesantren kok dipaksa ke sini 12:38 gitu. Engak. Bayangan saya saat itu di 12:41 79 itu bayangan saya ini akan dihadapkan 12:45 kepada huruf-huruf Arab semua gitu. Itu 12:49 emang huruf Ara. 12:50 Iya kan itu padahal saya juga di SMP 12:52 Muhammadiyah saat itu gitu. 12:55 Ceritanya masuk 12:58 bulan Ramadan saat itu. Karena dapat 13:02 informasinya memang di bulan Ramadan. 13:05 Maka orang tua saya daftar ke 13:07 pendaftaran. daftarnya itu kalau tidak 13:10 salah Rp113.000. 13:14 Oh, Rp113. 13:15 Iya, R3.000. 13:18 Oh, 13:18 di saat itu. Nah, setelah daftar Bapak 13:23 saya tuh langsung beli kasur, beli apa? 13:26 Lemari. 13:27 Iya. Iya. 13:28 Pokoknya setelnya lulus gitu. 13:31 Itu tahun 13:32 7 tahun 79. 13:34 Tahun '9. 13:35 Iya. setakin aja Bapak saya lulus gitu 13:38 kan. 13:38 Itu daftar Rp113.000. 13:40 Iya daftar Rp113.000 13:43 itu 13:44 uang bulanan. 13:45 Uang bulanan kalau gak salah itu 13:48 R.000 apa R.000 gitu. 13:50 13 [tertawa] 13:51 gitu ya. Wong makan, wong SPP, 13:53 macam-macam. Di luar di luar ee ee 13:57 kegiatan lain ya. 13:59 Singkat cerita, daftarlah. 14:01 Baru satu malam Bapak saya pulang. 14:04 [tertawa] 14:05 Waduh, ditinggal Bapak baru satu malam 14:08 di Gontor itu kan pening kita. 14:10 Heeh. 14:10 Ini hidup kok saya ditinggal sendiri, 14:12 gimana ini? Ee itu alhamdulillah 14:15 ternyata Gontor itu sudah menyiapkan tim 14:18 untuk menerima capel. Istilah capel ya, 14:22 calon pelajar. 14:23 Sekarang istilah capel masih dipakai 14:25 kan. 14:26 Capel itu diurus oleh kakak ke kelas 14:28 kita kelas 5, kelas 6 gitu kan. termasuk 14:31 saya diuruslah oleh 14:34 kakak Agus e Agusah dari lupa nama Agus 14:39 apa gitu 14:41 bukan Abi Agus ya 14:42 bukan [tertawa] 14:43 Agus juga tuh dari Yogyakarta 14:46 diajarin saya ajarin tulisan Arab imla 14:50 gitu kan terus berhitung kan masih 14:52 menggunakan berhitung angka dan soal 14:54 gitu belajar ee adab gimana sopan santun 14:58 terus 15:00 Sampailah pada ketika ujian itu dibuka. 15:04 Kalau enggak salah saat itu ada sekitar 15:08 sekitar 15:10 2.000 atau berapa gitu 15:12 santri di 79 itu yang diterima 15:15 dan kelas 1 satunya kan ada 1 B C D E F 15:20 GH. 15:21 Heeh. itu antara atau enggak enggak 15:24 sampai 2000 enggak 15:26 ya mungkin kalau satu kelasnya 40 ya 15:29 mungkin sekitar 15:31 300-an enggak sampai ribuan satu itu. 15:33 Heeh. 15:33 Kalau sekarang kan ribuan mungkin ya. 15:35 Iya 15:35 itu. 15:37 Nah diceritalah masuk diterima di 1B 15:40 saya 15:42 1B itu kelas yang paling unggul gitu 15:45 gitu. Soal ke sininya jebot itu lain 15:49 masalah gitu kan. [tertawa] 15:51 Nah, itu masuk di Gontor untuk tahun '9 15:55 sampailah paruh waktu 85. 16:00 Kita singkatnya aja ya. Nah, itu 16:02 kita keluar 85. 16:05 Kalau tadi Agus Abi Agus 8 dari lulus ke 16:08 Gontor tuh ke mana? Saya saat itu 16:10 alhamdulillah 16:12 mungkin dari angkatan saya, saya yang 16:14 pertama ke luar negeri kayaknya. 16:16 Hm. di era itu yang pertama ke luar 16:19 negeri ke Malaysia. Saya 16:21 Malaysia 16:22 saya ke Malaysia ikut sekolah di Darul 16:25 Arkom ngambil ekonomi. 16:26 He 16:27 itu karena saat itu ekonomi Alarkom pun 16:30 pesat sekali. 16:31 Iya. 16:32 Di saat itu cuma enggak lama 1 tahun 16:35 karena keluarga meninggal dunia pulang 16:37 ke ke Indonesia saat itu disuruh nikah 16:40 sama orang tua. 16:42 Ketika nikah ya namanya anak muda nikah 16:45 belum siap kan. ekonomi. 16:47 Akhirnya '89 setelah nikah itu ada 16:50 kesempatan saya ke Saudi. 16:52 He. 16:53 Akhirnya saya tempuh ke Saudi Arabia 16:55 dari tahun 16:57 89 akhir sampai berlanjut kepada 2001. 17:03 Coba berapa tahun tuh? 17:04 H 17:05 berapa tahun tuh? Kurang lebih 11 ya. 11 17:08 tahun 17:09 dari 17:10 89 katakan 90 lah [mendengus] 17:13 sampai 2001 17:15 berarti kurang lebih 11 tahun tentunya 17:17 11 tahun tuh tidak monoton di sana ada 17:19 masa ijazah ada ada masa masa libur 17:23 kalau masa libur ya kita pulang di sana 17:25 sekolah tuh hanya kurang lebih 6 bulan 17:28 selebihnya libur 17:31 uang saku jalan terus kan gitu 17:35 jadi untuk masa saya di sana itu ya saya 17:39 tidak mungkin mengenal Saudi, tidak 17:42 mungkin mengenal dunia luar kalau tidak 17:44 belajar Gontor gitu. Karena di Gontor 17:46 itu alhamdulillah soal bahasa memang 17:48 saat itu sangat ketat 17:50 saat itu 17:50 saat itu sangat ketat sekali bahasa Arab 17:52 dan bahasa Inggris itu ketat sekali ya. 17:55 Alhamdulillah sekeluarnya dari Gontor 17:57 itu ya saya tiba-tiba dengan izin Allah 17:59 ya tentunya saya bisa ke London, saya 18:02 bisa ke Turki ya kan saya bisa ke 18:04 Libanon ya. Kalau Malaysia itu ya kata 18:08 orang jalan ke air lah gitu ya, jalan ke 18:10 tempat mandi itu kan 18:12 bisa ke Saudin macam-macam itu. Itu 18:14 kelebihan Gontor untuk pribadi saya dan 18:16 saya banyak mengucapkan banyak terima 18:18 kasih kepada Gontor dalam masalah ini. 18:22 Ee kemudian Abi Agus ee untuk 18:25 kita sampai jam berapa nih? 30. 18:28 30 ya. Iya. 18:30 Sebetulnya 18:32 untuk sejarah Gontor itu ee 18:37 sudah masuk di wilayahnya teknologi ya. 18:41 semisal AI itu memuat informasi YouTube, 18:45 memuat informasi 18:47 dari gontor awal tuh seperti apa. Yang 18:50 setahu saya karena itu memang 18:52 diinformasikan ya, bahwa Gontor itu 18:55 sebelum diperjuangkan 18:59 oleh Trimurti, Trimurti itu nanti kita 19:02 akan jelaskan ya. itu itu ee pada zaman 19:07 dulunya di eh di abad 18 ya kan ada di 19:13 daerah Ponorogo, di daerah Gontor itu 19:16 hutan dulunya tuh. Kalau hutan itu kan 19:20 identik dengan ya macam-macam ya dunia 19:23 klenik kali ya. 19:24 Iya. 19:25 Apalagi 19:27 Gontor itu kan terkenal dengan waronya 19:29 kan dengan apa ee 19:32 di daerah Gontor. 19:33 Iya. apa namanya? Warak tuh yang ee re 19:36 ponorogonya kan 19:38 itu 19:39 itu identik dengan begitu. Dan di situ 19:42 banyak sekali kejahatan 19:44 saat itu ya? 19:44 Iya saat itu makanya dikatakan gontor 19:48 itu gontor setahu saya kata kiai kita 19:51 itu adal enggon kotor. 19:53 Enggon kotor. 19:54 Gontor tuh enggon 19:55 kotor. Apa? Enggon kotor tuh tempat yang 19:57 kotor kan ya. Kotor dari masalah-masalah 20:00 kejahatan 20:02 gitu kan. 20:03 dari dari masalah keyakinan macam-macam 20:07 itu ya, perdukunan macam-macam, warok 20:10 macam gitu kan. Ah itu disebutnya gontor 20:13 itu kotor. Nah, ketika 20:17 saat itu ada kiai yang namanya 20:22 Kiai Ageng Hasan Besari yaitu di 20:26 Tegalsari namanya. itu cikal bakal 20:29 gontor tuh dari situ 20:32 diutuslah kiai yang namanya Sulaiman 20:36 Kiai Sulaiman Jamaluddin diutus oleh 20:39 Kiai Ageng Hasan Besar itu. Pergi kamu 20:42 ke Gontor 20:44 dakwah di sana 20:47 sekemampuan kamu istilahnya gitu kan. 20:50 Karena tempat itu sangat kotor. Dari 20:51 kesyirikan ajar mereka untuk 20:53 mentauhidkan Allah. 20:56 Dari kejahatan-kejahatan kemasyarakatan 20:59 coba dakwahi mereka untuk jadi orang 21:01 baik. Macam-macam itu kan itu di abad 18 21:05 itu di abad 18. Nah, ketika sudah 21:11 dilakukan semacam dakwah ke sana oleh 21:14 [batuk] 21:16 oleh Kiai ee ee Sulaiman Jamaluddin atas 21:21 perintah daripada Kiai Ageng Hasan 21:23 Basari itu 21:26 masa masa 21:28 kepesantrenan di saat itu mengalami 21:31 kepakuman. Agak bagus. 21:33 Kenapa, Ustaz? Karena mungkin kondisi ya 21:36 kondisi zaman peperangan itu kan zaman 21:38 Belanda. He. 21:40 Iya kan? Tentunya ada semacam intimidasi 21:43 penekanan-penekanan dari kolonial di 21:46 saat itu kan. Jadi pesantren Tegal Ser 21:50 itu mengalami kepakuman 21:53 itu cikal bakalnya Gontor. Nah di era 21:57 Trimurti. Nah itu Trimurti akan kita 21:59 sebutkan. Trimurti. Tri kan tiga ya kan? 22:02 Murti enggak tahu nama apa kelanjutan 22:04 makna murti itu gitu kan. Nah, itu ee 22:08 pada tahun tanggal tepatnya tanggal 20 22:12 September 22:14 1926 22:16 itu 22:18 kepakuman ke pesantren Tegasar itu 22:22 baru dikatakan diambil alih oleh 22:24 Trimurti. Nah, Trimurti itu siapa kan 22:26 gitu. Pertama yang namanya Tri Murti 22:29 adalah [batuk] 22:32 pertama Kiai Haji eh Kiai ee ee Abdullah 22:38 Sahal ya, Kiai Abdullah Sahal. 22:43 Yang kedua adalah 22:46 Kiai 22:48 Zainuddin Fanni. 22:50 Yang ketiga, Kiai Imam Zarkasi. ini 22:55 disebut tiga serangkai ini dinamakan 22:58 Trimurti. 23:00 Nah, dikembangkan kembalilah 23:03 pesantren yang sempat takum itu oleh 23:05 ketiga kiai besar ini, Subhanalladzim, 23:08 yaitu tadi pada tanggal 20 September 23:11 1926. 23:13 Nah, di tahun di 10 tahun berikutnya, 23:18 10 tahun berikutnya yang saya dengar itu 23:20 gini. sebelum didirikannya Gontor itu 23:24 rumah kiai itu penuh sesak dengan 23:27 santi-santi kalong. 23:28 Iya. Iya. 23:29 Kayak kalau saya di sana itu dari magrib 23:32 ke isya gitu. santri-santri kalong 23:34 sampai rumah kia itu ee rumah kia itu 23:37 penuh sesak dengan santri-santri itu. 23:40 Maka dengan inisiatif kiai dan tentunya 23:44 wali-wali santri membangunlah itu kan 23:47 pendopo gitu kan untuk lokasi belajar di 23:52 luar rumah kiai gitu ya. Terjadilah 23:55 sampai membangun-membangun begitu. Nah, 23:58 10 tahun Kiai Trimurtini mendidik 24:01 generasi barulah berdiri namanya KMI 24:06 di tahun 1936. 24:10 Itu KMI itu adalah Kuliyatul Muallimin 24:13 al-Islamiyah. Tujuannya adalah mencetak 24:15 guru. 24:17 Guru apa? Guru aga 24:19 agama. [tertawa] 24:21 mencetak guru agama itu. Dan di situlah 24:25 di tahun dari tahun 36 itu diberlakukan 24:28 secara ketat disiplin untuk menguasai 24:32 dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa 24:35 bahasa Inggris. Ah, ini ikhwan yang saya 24:38 tahu dari Gontor seperti itu. Kemudian 24:41 ee untuk memajukan dan 24:45 boleh dikatakan 24:47 mendisiplinkan 24:49 baik para kiainya, para ustaz-ustaznya 24:52 dan santir-santirnya itu gontor itu 24:55 memiliki semacam moto h 24:58 gitu kan. Kalau di sana dinamakan sunah 25:02 pondok. 25:03 Sunah 25:03 ya. Sunah pondok tentunya. Bukan sunah 25:06 Rasul sallallahu alaihi wasallam ya, itu 25:08 sunah pondok itu. Nah, sunah-sunah 25:10 pondok itu di antaranya ada [berdehem] 25:13 moto kita selama di sana itu di 25:15 dikenalkan kepada moto itu. 25:20 Moto Gontor itu ada lima, Bi. Agus. 25:23 Pertama, keikhlasan. 25:26 Jadi, kita belajar di sana itu ya harus 25:30 mengatasamakan keikhlasan gitu. 25:34 ikhlas mau dibangunkan jam .00 malam kan 25:38 gitu. Lalu rangkaian ee kegiatan lain 25:43 salat subuh gitu kan. Habis salat subuh 25:47 diajari mufrodat gitu kan terus 25:51 baca Quran gitu kan. Sampai menjalan jam 25:54 .00 sekolah sampai siang ada ee darsul 25:58 idofi dari 26:01 asar ke menjelang magrib gitu kan. 26:03 pelajaran tambahan macam-macam. Di 26:05 samping itu juga ada berbagai bentuk 26:08 olahraga juga ada. Itu semua melalui 26:11 apa? Keikhlasan. 26:14 Jadi kalau tanpa keikhlasan saya rasa 26:16 juga memang akan menghasilkan hal-hal 26:19 yang 26:21 ee manfaatnya kurang gitu, Abi Agus. Itu 26:24 terus yang kedua motogontor itu adalah 26:26 kesederhanaan. 26:28 kita dikenalkan oleh guru-guru kita tuh 26:31 bahwa 26:32 hidup sederhana itu bukan berarti miskin 26:35 gitu kan. Hidup sederhana 26:39 bukan berarti miskin, tetapi pun untuk 26:43 masalah keduniaan itu dibebaskan gitu. 26:47 Dibebaskan. Makanya lulusan-lulusan 26:49 kontor juga kan selain jadi pejabat 26:53 mereka juga banyak jadi pengusaha. Ada 26:55 pengusaha Jenang Kudus itu lulusan 26:59 sampai sekarang besar tuh almubarok 27:00 namanya. Jenang Kudus Al Mubarok Mubarok 27:04 itu satu leting sama saya namanya 27:07 kalau boleh saya sebut namanya Ustaz 27:08 Helmi Ponda [tertawa] 27:10 itu mungkin kalau suara yang didengar di 27:13 sana mungkin lagi ngedengerin 27:16 itu kesederhanaan. Yang ketiganya adalah 27:18 motor pondok itu berdikari harus mau 27:22 istilahnya hidup mandiri karena jauh 27:24 sudah orang tua kan. 27:26 Iya. 27:26 Ya. Nyuci-nyuci sendiri hanya tidak 27:28 dibolehkan masak di Gontor tuh tidak 27:30 boleh masak meskipun mandiri. Kalau soal 27:33 nyuci pakaian 27:35 boleh sendiri tapi juga ada binatuh 27:37 namanya ada ee kalau sekarang laundry 27:40 gitu. itu. 27:42 Jadi untuk berdikari ini kita betul di 27:45 dibentuk dari dari semenjak kita masuk 27:47 ke Gontor itu harus berani berdikari. 27:51 Kamu jauh dari orang tua gitu kan. Tidak 27:55 selamanya kiai itu bersama kamu gitu 27:57 kan. 27:57 Iya. itu jadi bagaimana bisa hidup ee 28:01 normal di pesantren, bisa beradaptasi ya 28:04 harus mandiri itu modal itu. Nah, di 28:08 situ juga kita di 28:11 diajarkan 28:13 ee kepada sebuah ee 28:17 kalau saya katakan itu fenomena besar 28:19 dalam di dunia ini ee pada ukhuwah 28:22 islamiah 28:25 yang kalau kita sebelum keegontor itu 28:26 hanya mengenal saya di Muhammadiyah dari 28:29 kecil SD, SMP Muhammadiyah tapi saat itu 28:33 kemuhammadiahan saya tidak terkontrol. 28:35 Kenapa? karena belum memiliki banyak 28:38 teman. 28:39 Meski saat itu sering terjadi antara NU 28:43 dan Muhammad itu tarung di saat itu 28:46 tarung betul-betul berantem. Nah, kita 28:49 saat itu belum banyak teman. Nah, ke 28:51 Gontor subhanallah kok ini teman saya 28:54 ada yang dari Kalimantan, 28:56 ada yang dari Sulawesi, Irian Jaya. 28:58 Irian Jaya ada tiga orang. Saya sampai 29:00 sekarang hafal nama mereka kawan 29:02 siapa aja? Muhammad Zin Farisah, Nasir 29:04 Fuarada, Mukhtar Furu saya masih hafal 29:08 itu ada dua orang satu kelas sama saya 29:10 Nasir Fuarada, Mukhtar Puru, kemudian 29:13 tadi Zan Farisah 29:14 masih sampai sekarang 29:15 masih ada masih hidup tig-tiga orang 29:16 masih kontak 29:17 masih ada kontak beberapa saat kemarin 29:19 dari kawan yang lain bahwa mereka masih 29:21 ada sebagian mereka sempat ketemu di 29:23 Jakarta 29:25 dan ada yang jadi pejabat semacam dari 29:27 Kemenag atau apa gitu. Alhamdulillah itu 29:30 di masa saya ya ada yang dari Sumatera. 29:32 Sumateranya dari Aceh 29:34 Iya 29:34 sampai Lampung. 29:37 Sulawesinya dari Gorontalo sampai 29:39 Makassar. Allahu Akbar. Bahkan ada dari 29:43 negara tentara tetangga Malaysia. 29:45 Heeh. 29:46 Saya punya teman dari Malaysia tuh ada 29:48 saya sebut namanya nih. 29:49 Iya. Enggak apa-apa. 29:50 Raja Kasim namanya. Kemudian ee Fuad 29:53 Imam Wahdan. 29:54 Heeh. Ya, itu dari yang satu dari Sabah, 29:57 yang satu dari Kuala Lumpur kalau tidak 29:59 salah. Itu bahkan ada dari Suriname. 30:02 Suriname. 30:03 Iya. Suriname itu namanya Gustaf. Gustav 30:06 Samiaji 30:08 kalau tidak salah ya. Kalau tidak salah 30:09 ya jadi menteri pertahanan kalau salah 30:12 di sana itu si Gustaf itu. Gustaf itu. 30:15 Ee moga-moga dia mencalonkan diri 30:17 presiden ya [tertawa] 30:19 biar memanggil kita ke sono gitu. 30:22 Ada juga yang lain Teguh namanya itu 30:26 sezaman dengan kita. Subhanallah. Kalau 30:28 Teguh itu anak daripada konsulat 30:31 Indonesia yang ada di Malaysia itu nah 30:34 kita ee dihadapkan pada jaringan ukhuwah 30:38 islamiah 30:40 karena kita sudah masuk pada satu milu 30:43 yang memang dari berdatangan dari 30:46 berbagai daerah kan. Itu saja Indonesia 30:50 segitu dahsyatnya kan. Apalagi kalau 30:52 sampai kita memaknakan miniatur 30:56 pertemuan di Arafah kan. 30:58 Heeh. 30:58 Di Arafah itu. 31:00 W luar biasa. Maka keempatnya itu moto 31:03 gontor itu mau tidak mau kita harus 31:06 berteman dan sifatnya harus memiliki 31:09 teman banyak melalui ukhuwah islamiah 31:12 itu. Bahkan dari ada yang dari Bangka 31:15 orang Cina satu dari Kalimantan orang 31:18 Cina juga masuk situ. Yang 31:20 [mendengus][berdehem] terakhir kalau 31:21 tidak salah motogor itu adalah 31:24 kebebasan. 31:26 Kebebasan berpikir, berekspresi 31:29 gitu kan. Dan di Gontor itu untuk 31:32 kebebasan berekspresi di antaranya ada 31:34 Darsul Khitabah namanya. Eh, public 31:37 speaking club. 31:39 Eh, do you know what is the meaning of 31:42 public speaking club? 31:43 He 31:44 It kayak eh penampilan ceramah, latihan 31:47 ceramah. 31:48 Iya. Iya. [mendengus] Dengan bahasa 31:49 Inggris 31:49 dengan tiga bahasa. Indonesia. 31:51 Oh, tiga bahasa ya. 31:52 Iya. Indonesia, Inggris, dan Arab. 31:56 Dan untuk menempa 31:58 kepribadian agar kita menjadi orang yang 32:02 berani 32:04 tampil gitu. Bukan hanya dengan public 32:07 speaking club itu. Di sana juga ada 32:11 kursus bahasa Inggris di luar pelajaran 32:14 seperti stimulip English. 32:18 Saya masuk di stimulip English saat itu. 32:21 Iya. 32:21 Itu yang yang saya ingat hanya itu saja 32:24 ya. yang lain-lain ada lagi. Kemudian 32:27 juga ada ee kepramukaan. 32:30 Iya, kepramukaan. 32:31 Nah, kepramukaan ini mau ee kalau kita 32:34 sudah masuk ke peramukaan, kita dibentuk 32:36 e karakter kita ya. Karakter kita 32:40 dibentuk karena kita akan dihadapkan 32:42 pada perkajum semalam. Perkam itu 32:45 perkemahan Kamis Jumat itu dan kita 32:50 perkajum itu tidak hanya hacking saja 32:53 atau mengenal sawah tu. Tidak. Kita 32:56 ditempa untuk menjadi orang berani di 32:58 tengah malam ada jurit malam namanya. 33:01 He 33:01 jurit malam itu sampai saya pernah 33:04 [tertawa] dari dari pohon ke pohon sana 33:07 pohon sana tambang malam-malam nih ada 33:09 ada semacam ee apa ee pocong. di 33:14 dijalanin semalam banding bagaimana 33:17 enggak takut tuh itu di kita dididik 33:20 ditempak ke di dalam kuburan loh di area 33:23 kuburan itu jurut malam namanya setelah 33:26 itu happy-happy dengan api unggun 33:29 macam-macam nyanyi-nyanyi poksong apa 33:31 gitu dan alhamdulillah saya dulu pernah 33:34 menjadi ketua 33:36 salah satu pot itu apa ya ee 33:42 aduh lupa 33:43 lupa makna itu. Tapi gugus gugus depan 33:45 gitu kan gugus besan POT 1. Saya pernah 33:48 jadi bindep nih. Ee bindep itu 33:52 pembina gugus depan atau apa gitu. Pot 33:56 satu. Dan untuk olahraga bagus. Oh 33:59 cabangnya banyak. 34:01 Ada bola, ada pingpong, ada badminton, 34:04 ada basket, ada poli, ada karate, ya 34:08 kan? ada takrau, [mendengus] 34:11 segala jenis olahraga itu ee selalu 34:15 dapat apa perhatian dari santri-santri. 34:18 Saya sendiri pernah menjadi ketua ee 34:21 namanya ee Nadi Quratul Qadam ee Meteor 34:27 Kilat [tertawa] 34:29 dan Meteor Kilat di masa saya jadi 34:32 pimpinannya dua kali saya jadi ketua 2 34:34 tahun berturut-turut itu juara 34:37 meteor kilat 34:38 meteor kilat bola [tertawa] 34:40 kalau kita menggunakan kaosnya kayak 34:42 kaos Belanda tuh apa ayak yang kuning 34:45 tuh yang ayak ya yang kuning Ya. I 34:48 iya. Netherland itu kan wah kita bikin 34:50 kayak bentuk kaosnya sama persis 34:52 warnanya seperti ee ee pemain nasional 34:55 Belanda. Itu saja bagus. Apa yang 34:57 mungkin ya 34:59 yang saya bisa sampaikan tentang e edisi 35:03 kita di siang ini? Dan kepada 35:05 kawan-kawan pendengar hasil ya tentunya 35:08 mungkin ada sebagian lulusan Gontor juga 35:11 macam-macam gitu dan kita bisa mungkin 35:12 bypon menghubungi seseorang atau 35:15 beberapa yang mungkin bisa mengisi waktu 35:17 sekarang. Jazakallah khair. 35:18 Baik ikhwan dan akhwat. Sedikit cerita 35:22 ee nostalgia dari Ustaz Umar. Beliau 35:26 alumni dari Pondok Pesat Modern 35:28 Pesantren Kontor yang ee pada tahun ini 35:31 memasuki usia yang ke-100 tahun, satu 35:35 abad. Dan refleksi 100 tahun ini 35:38 mengingatkan Ustaz Umar pada bagaimana 35:41 dan seperti apa kehidupan di Gontor 35:43 serta Lika ee pertama kali menginjakkan 35:48 kakinya di pondok pesantren, Ustaz. Ya. 35:50 Iya. [tertawa] 35:52 Menarik [mendengus] sih. Kalau masuknya 35:54 berapa, Ustaz? Rp113.000 ya? 35:55 Iya Rp113.000 35:57 uang bulanannya Rp10.000 35:58 Rp10.000 kurang [tertawa] lebih saya 36:00 dapat uang sakut jajan dari Bapak itu 36:02 R.000 3 bulan 36:04 per bulan [tertawa] 36:06 ikhwat akhwat kami akan sejenak kami 36:09 anda untuk bergabung silakan jika Anda 36:12 mungkin ada yang memang orang tuanya 36:15 santri di Gontor begitu ya baik putra 36:18 maupun putri atau alumni pondok mod 36:21 pondok modern pesantren Gontor juga 36:23 silakan untuk ee bergabung atau nanti 36:26 kita juga akan menghubungi salah satu 36:28 dari kawan Ustaz ya 36:30 sudah coba kontak. Namun sebelum itu 36:33 kami akan jeda rehat sejenak. Tetaplah 36:37 bersama kami masih dalam program 36:38 [mendengus] tau siap. 40:57 [musik] 41:04 [musik] 41:08 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 41:11 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 41:13 subhanahu wa taala. Terima kasih atas ee 41:17 perhatian dari Anda yang masih menyimak 41:18 kami dalam program tausiah siang yang 41:21 dipancaruaskan dari Jalan Masjid 41:24 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 41:27 Bekasi. Kami undang Anda untuk berdialog 41:30 untuk bergabung. Silakan kirimkan ee 41:33 WhatsApp Anda di 0811999720. 41:40 Kami ingin menyapa ada Eyang Sri. 41:44 Asalamualaikum warahmatullahi 41:46 wabarakatuh. 41:47 Semoga kru Rasil juga Bapak Kiai 41:50 pendengar selalu dalam lindungan dan 41:53 rahmat Allah. Amin. 41:54 Amin ya rabbal alamin. Semoga Eyang Sir 41:56 dalam keadaan sehat walafiat insyaallah. 41:58 Selamat sahabat Pesantren Gontor. Sem 42:01 Gontor abadi. 42:01 Alhamdulillah. 42:02 Selamat untuk Bapak Kiai yang 42:04 menyebarkan ilmu. 42:05 Allahu Akbar. Jontor semoga pesantren 42:09 tidak diracuni kata dia. [tertawa] 42:11 Aduh pelas saya merinding ya Bi. Terima 42:13 kasih yangang seri doanya semoga 42:16 dikabulkan Allah subhanahu wa taala. 42:17 Ada Ibu Aminah di Indra. Akbar. 42:20 Asalamualaikum. Saya menyimak saja 42:22 warahmatullahi wabarakatuh. Ilmunya 42:24 Ustaz. Lalu ada Ibu Sundari. Masyaallah. 42:27 Ee asalamualaikum. Subhanallah. 42:28 Menyimak. Cerita ustaz tadi dipisahkan 42:32 di saat belum siap dengan orang tua dan 42:35 lingkungan yang baru. Masyaallah. 42:37 Allah. 42:37 Terima kasih atas semua ilmu dan 42:39 tausiahnya. Jazakallah khair. 42:40 Semoga Allah selalu memberikan 42:42 kesehatan, keberkahan dan lindungan 42:45 untuk ustaz dan keluargail. 42:49 Kemudian ada Ummu Altaf. 42:52 Kalau sekarang namanya JMK Ustaz 42:55 Jamiatul 42:56 Jamiatu Il Khutoba katanya. 42:58 Apa tuh? 42:59 Kalau sekarang namanya JMK. 43:01 JMK. Jamiatul 43:02 Jatul Khutoba. 43:04 Jam Jamiatul Khutoba. Ya, mungkin itu 43:06 dulu kayak ee ee apa namanya? Kalau di 43:11 Inggrisnya tuh public speaking club gitu 43:13 kan. Darsul Khitabah. Kalau dulu 43:15 khitabah mungkin sama aja. [tertawa] 43:17 kita sudah terhubung dengan salah satu 43:21 ee 43:22 alumni Pondok Modern Pesantren Gantor 43:25 gitu ya dengan ee Habib Muhsyin Alatas. 43:29 Asalamualaikum warahmatullahi 43:30 wabarakatuh Habib. 43:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:34 wabarakatuh. 43:36 Masyaallah Bibar Bib Habib. [tertawa] 43:39 Alhamdulillah alhamdulillah sehat 43:40 walafiat 43:42 Ustaz Umar 43:43 semua kita dihasil semuanya sehat Bib. 43:46 Alhamdulillah. He 43:48 iya. Ya. Ya. 43:49 Sedikit cerita dari Habib Muhsin mungkin 43:51 ee katakan apa namanya ee temanya 43:55 tentang 100 tahun Gontor. Ee Habib 43:57 sebagai seorang alumni, 43:59 apa yang yang 44:01 membuat Habib ee terkesan dengan Gontor? 44:05 Ya, Gontor adalah ee sebagaimana di 44:08 dalam hipne sebagai ibu kandungku. Sub 44:11 yang kedua iya ibu kandung dalam dalam 44:14 tataran pendidikan yang mempengaruhi 44:17 rohaniah, pemikiran, didikan, mentalitas 44:21 ya kan ya di situlah ee punya banyak 44:25 pengaruh terhadap kehidupan ee pribadi 44:28 saya sebagai alumni Gontor. 44:30 Alhamdulillah ee sekarang sudah ee 100 44:35 tahun umurnya Gontor dan semakin 44:38 berkembang, semakin maju, semakin luar 44:41 biasa. 44:41 Alhamdulillah. 44:42 Mudah-mudahan diberikan kekuatan 44:44 istikamah dan semakin maju. 44:46 Alhamdulillah 44:47 dan bisa menjawab tantangan zaman sampai 44:50 ila yaumil kiamah. 44:51 Amin ya rabb. Amin. Insyaallah. 44:54 Iya. 44:56 Ee 44:58 kenapa Ustaz ee memilih Gontor sedangkan 45:01 banyak pesantren lain di luar Gontor 45:03 yang ee apa namanya? Ilmunya juga tidak 45:07 kalah bagus, tidak kalah baik. 45:09 Subhanallah. 45:11 Ya. Ya. Kita kan waktu 45:15 masih muda, masih belia, remaja dulu, 45:18 kita melihat alumni-alumni dari Gontor. 45:21 Bagaimana cara berpikirnya, bagaimana ee 45:25 cara mendidik, bagaimana ya kita 45:28 akhirnya dari situ berangkat kita 45:30 simpati dan ingin ee terdidik di 45:35 pesantren itu juga gitu kan. Betul. 45:37 Lalu kemudian kita banyak mengetahui ini 45:39 pesantren modern yang apa namanya 45:42 mengkombinasikan 45:44 ee keilmuan keislaman mulai dari dasar 45:47 mental ya, spiritual dan ee sosial ya 45:52 kan. 45:52 Heeh. 45:53 Nah, itu menjadi kita ee tertarik dan 45:56 akhirnya kita masuk di Gontor. 45:58 Alhamdulillah. Dan alhamdulillah ee yang 46:02 tidak terasa kita sudah sudah 46:05 menjadi manusia dewasa. Allahu Akbar. 46:08 [tertawa] 46:08 Itulah kita 46:09 banyak hal-hal yang kita dulu di digont 46:12 kita tidak suka. Lalu ternyata 46:15 ketika kita dalam kehidupan 46:16 bermasyarakat itu ternyata dibutuhkan. 46:19 Allahu Akbar. 46:22 Heeh. 46:23 Ustaz angkatan tahun berapa, Ustaz? 46:24 Tahun 9. 46:26 Umar. 46:27 Bapak lulus tahun 5 46:29 ya. 46:30 Oh '. Nah 46:31 1985 ya. 46:33 Baik Habib. Selama 100 tahun ini kan 46:35 Gontor telah melahirkan banyak alumni ya 46:38 di berbagai bidang. 46:39 Apa yang menjadi kunci pendidikan Gontor 46:42 sehingga alumninya mampu berkiprah di 46:44 masyarakat? 46:47 Ya. Karena begini ini kan sebetulnya ee 46:50 sebuah peradaban pendidikan ya peradaban 46:52 Islam juga dalam dunia pendidikan 46:55 ya. Seorang pendidik dan lembaga 46:57 pendidikan yang bagus itu adalah yang 47:00 bisa mengikuti perkembangan tanpa 47:03 mengurangi prinsip dasar pendidikan 47:06 Islam tapi tidak bis tidak ketinggalan 47:09 dengan perkembangan zaman. Jadi kalau 47:12 dalam satu kaidah itu almuhfadah ala 47:16 qadim wal bil jadidil aslah. He. 47:19 Jadi kita mempertahankan 47:22 ee prinsip-prinsip dasar Islam atau 47:24 pendidikan Islam yang prinsip penting 47:27 itu tidak di dihilangkan, tetap dijaga. 47:31 Tapi kita tidak menutup untuk hal-hal 47:33 yang baru yang lebih relevan, tapi 47:36 sesuai dengan azaman gitu kan. 47:38 Betul. He. 47:39 Sehingga di situ ee apa namanya ee 47:42 alumni Gontor tuh di mana pun dia berada 47:44 selalu terpakai bisa mengikuti, bisa 47:47 menyesuaikan 47:48 beradaptasi bukan hanya 47:51 doktrin, bukan hanya pelajaran yang 47:53 diberikan ke dalam intelektual dalam 47:55 otaknya, tapi juga mentalitas dan 47:58 bagaimana ee harus bersikap dengan 48:00 situasi lingkungan tempat dia tempat 48:02 berada. 48:03 Ya kan? 48:04 Betul. ketika dia jadi politisi ya dia 48:06 menjadi politisi. Ketika dia menjadi 48:09 akademisi ya menjadi akademisi yang baik 48:12 dan yang dan apa namanya bisa memberikan 48:15 ee pengaruh p yang lain gitu kan 48:18 berbobot berkualitasul 48:20 ketika bisnis juga dia juga begitu. Jadi 48:23 alhamdulillah itu sangat penting 48:24 pendidikan itu ya. 48:26 Masyaallah. 48:27 Baik. Sebagai seorang alumni, Habib ee 48:30 Gontor dikenal dengan nilai keikhlasan, 48:33 kesederhanaan, kemandirian, dan juga 48:36 ukhuwah dan 48:38 juga ee nilai-nilai baik lainnya. 48:41 Bagaimana kemudian sebagai seorang 48:43 alumni ee Habib menilai bahwa 48:46 nilai-nilai ini tetap dipertahankan di 48:48 tengah perubahan zaman serta apa warisan 48:51 terbesar yang ditinggalkan para pendiri 48:53 Gontor selama 1 abad ini? 48:57 Ya, itu keikhlasan dalam berjuang. 48:59 Contohnya keikhlasan dalam berjuang kita 49:02 dididik untuk ikhlas, tidak banyak 49:04 pamana Allah Subhanahu wa taala. 49:07 Tentunya manusia ini adalah makhluk yang 49:10 nalurinya adalah pamre lah. Pamre itulah 49:12 yang yang di apa yang di arahkan supaya 49:17 pamri itu ee hanya kepada Allah 49:19 Subhanahu wa taala ya kan. Sehingga 49:21 inilah mewujudkan sebuah keikhlasan 49:23 dalam berjuang ya kan. dan ee ketika 49:27 kita dalam perjuangan ee sesuatu kita 49:31 harus optimal ya, tidak main-main, 49:34 serius gitu kan ee sehingga bisa 49:36 mendapatkan ee apa namanya hasil yang 49:38 optimal ya dengan keikhlasan dan 49:41 kesungguhan lalu kemudian ee berdikari 49:45 ini semua didikan-didikan mentalitas 49:47 yang luar biasa. Heeh. 49:48 yang ketika kita ada di masyarakat akan 49:51 sangat dibutuhkan oleh ee apa nilai 49:54 kepribadian seorang muslim yang baik. 49:57 [berdehem] 49:57 Heeh. Baik, Bib. Setelah 100 tahun ini, 50:00 tantangan apa yang paling besar bagi 50:02 Gontor dalam memasuki abad kedua? 50:04 Masyaallah. 50:05 Dan apa yang tidak boleh berubah dari 50:07 Gontor meskipun zaman terus berubah? 50:09 Subhanallah. 50:11 ya prinsip prinsip yang sudah diajarkan 50:14 itu dalam dalam 50:16 keikhlasan, dalam apa namanya ee dalam 50:20 kesungguhan 50:22 kesederhanaan ya. Heeh. He 50:24 ya. Kesederhanaan itu terus 50:26 dipertahankan di situ. Nah, di situlah 50:28 karena nilainya di situ gitu kan. 50:30 sekarang ini dengan ee Indonesia juga 50:34 dalam persimpangan jalan yang luar biasa 50:37 ini juga dibutuhkan 50:38 mentalitas-mentalitas 50:40 sesuai dengan pendidikan yang ada di 50:41 Gontor itu. Kalau enggak ya sudah mereka 50:44 akan larut. 50:45 Kita hanya dua pilihan. Kita 50:46 mempengaruhi ee mempengaruhi yang dengan 50:50 positif 50:51 atau kita larut gitu kan. Kalau 50:53 Allahu Akbar. 50:54 Iya. Kalau kita [berdehem] memang sudah 50:55 lupa dengan pendidikan di Gontor ya bisa 50:57 larut ya. 50:58 Heul. Berapa banyak jadi teman-teman 51:00 Gontor juga kadang-kadang larut ada juga 51:02 tapi alhamdulillah banyak yang sukses 51:05 lah. 51:05 Alhamdulillah. 51:07 Masyaallah 51:08 Ustaz ingin 51:09 Iya. Ini Bib dari Ana sendiri Bib semoga 51:13 BB sehat Biballah ya. 51:15 Alhamdulillah. Alhamdulillah ya. 51:17 Ana sendiri merasa terkesan ketika 51:19 bersahabat dengan Antum di Gontor. Ya, 51:21 bahkan kita sempat juga di Timur Tengah 51:23 di Saudara Bia ya, Bib ya. [tertawa] 51:25 kita sempat satu mobil dari Riyad ke 51:28 Alqasim beli buku di kotanya Syekh 51:31 Muhammad Utaimin ya, Bib ya. [tertawa] 51:33 Itu 51:34 I. 51:34 Jadi intinya saya merasa terkesan dan 51:37 merasa bahagia sekali ya berteman 51:40 terutama dengan antum ini. Dan ketika 51:44 Antum berada di EP itu yang mengejutkan 51:46 saya sebetulnya. Loh, ini kok [tertawa] 51:49 kan kawan kita dari Gontor tiba-tiba 51:52 Allahu Akbar ada di FPI dengan ee yang 51:55 terhormat Habib Rizq Shab kan gitu. 51:57 Allahu Akbar. Ana sendiri sampai 52:00 sekarang belum mengerti sejarah antum 52:03 sampai apa istilahnya menjadi pejuang di 52:05 EP itu ya. Paling tidak sedikitnya agar 52:08 masyarakat juga mengerti. Silakan Bu 52:10 barangkali uraikanlah semampuan. Anda 52:13 juga penasaran masalahnya gitu B. 52:17 Ya, itu kan memang kita sudah tertanam 52:20 perjuangan sejak ee di Gontor dulu dan 52:23 kita 52:24 ee sempat kuliah di Kingshut University. 52:26 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 52:27 Dan ketemu dengan Habib Riz di sana. 52:30 Masyaallah. 52:30 Lalu kemudian sama-sama pulang 52:32 di Jakarta sudah menyelesaikan 52:34 pendidikan S1. 52:35 Alhamdulillah. 52:36 Ya, ternyata kita langsung menghadapi 52:38 situasi masyarakat, situasi politik, 52:41 situasi sosial yang sudah tidak karuan 52:43 gitu kan. 52:44 Betul. dengan banyaknya apa namanya 52:46 kemungkaran-kemungkaran kemaksiatan yang 52:48 sistematis. 52:49 Subhanallah. 52:50 Dan itu akan menjadi tantangan kita 52:52 dalam sebagai seorang pendidik dan 52:54 pendakwah gitu loh. Betul. B 52:55 sehingga kalau ini 52:57 cuman prihatin saja mengelus data ini 53:00 tidak bukan solusi. 53:01 Iya tidak ada perubahan ya Bu ya. Harus 53:03 dalam kita apa ejawantahkan dalam bentuk 53:06 pergerakan. Itulah akhirnya kita 53:08 mencetuskan sebuah organisasi pergerakan 53:11 amar makruf naik mungkar. 53:12 Alhamdulillah. Baik. Ee satu Oh, mulai. 53:17 Iya, silakan. 53:18 Baik. Ee mungkin satu pertanyaan 53:20 terakhir ya. Belum untuk Habib. 53:22 Untuk Habib 53:23 ee Habib Muhsin ee sebagai seorang 53:26 alumni ee Gontor, apa pesan yang ingin 53:29 ee Antum sampaikan kepada umat Islam 53:32 Indonesia melalui momentum 100 tahun 53:35 Gontor atau satu abad Gontor? 53:38 Iya. kita mengajak kepada umat Islam 53:41 seluruh Indonesia, mari ee apa ee kita 53:45 kembali kepada jati diri bangsa kita 53:49 sebagai bangsa yang beragama dan 53:52 menjunjung tinggi nilai-nilai agama. 53:54 Iya. 53:54 Ee kita harus dalam berbangsa bernegara 53:58 ini harus ee penuh dengan moralitas 54:01 ee yang benar sesuai dengan ajaran 54:04 agama. Karena agama itu pusat daripada 54:07 moralitas, spirit moralitas yang ada. 54:09 Mau agama apa juga mengajarkan moralitas 54:12 kebaikan ataupun kebenaran satu agama 54:15 itu adalah masing-masing. Tapi 54:18 dalam hal ini ee kita harus sebagai 54:21 seorang muslim yang harus yakin dengan 54:23 kebenaran Islam gitu kan ya. Tanpa harus 54:26 kita mengakui daripada kebenaran agama 54:30 lain. 54:31 Hanya cukup kita menghormati dan 54:32 bertoleransi saja. 54:34 Masyaallah. Tapi secara umum 54:36 ya kita mengajak kepada umat Islam untuk 54:39 meningkatkan ee kualitas pendidikan kita 54:42 baik itu di sekolah, di pesantren. 54:44 Karena sekarang ini sudah sudah mulai 54:47 terjadi gradasi yang luar biasa, 54:50 perubahan nilai moralitas. Kita lihat 54:53 bagaimana di media sosial Subhanallah 54:55 ee murid-murid sudah berani apa memukuli 54:57 gurunya gitunya. 55:00 Ini kan fenomena yang 55:02 ee berarti pendidikannya itu seperti 55:04 apa? yang diajarkan itu sehingga sudah 55:06 enggak ada moral lagi, enggak ada agama 55:07 lagi. 55:08 Subhanallah. 55:08 Apalagi pernah di kebijakan itu bahwa ee 55:12 apa namanya? Kurikulum agama dan ee 55:15 pendidikan moral akan dihilangkan. Itu 55:17 kan suatu ancaman. 55:18 Allahu Akbar. 55:19 Bagaimana bangsa ini akan menjadi barbar 55:21 kalau begitu tanpa moral, tanpa agama ya 55:25 kan? Ya, itulah tantangan kita. Oleh 55:27 karena itu, maka sekarang sudah ee kita 55:31 sangat gembira di Indonesia ini 55:33 perkembangan dunia pesantren semakin 55:35 pesat. Di mana-mana ada pesantren 55:38 tahfidul Quran, di mana ada pesantren 55:40 modern berkembang semuanya semuanya 55:42 harus fastab khairat. Ya, kita 55:45 menebiskan perbedaan-perbedaan yang 55:47 sifatnya tidak prinsip. Lalu kemudian 55:50 kita bersatu sama-sama kita dalam satu 55:53 prinsip-prinsip dasar Islam itu aja. 55:55 Masyaallah. H 55:55 mudah-mudahan ini adalah sebuah 55:57 kebangkitan Islam di Indonesia gitu. 56:00 Alhamdulillah. Amin. Amin. Baik. 56:01 Jazakallah. Jazakallahir insyaallah. 56:04 Salam ke keluarga Bib semuanya sama 56:06 ikhwan-ikhwan. 56:07 Sehat selalu. Asalamualaikum 56:09 warahmatullahi wabarakatuh. 56:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:13 wabarakatuh. 56:13 Baik akhwan, demikian sambungan telepon 56:16 kita dengan Habib Muhyin Alatas 56:18 ee [berdehem] alumni Pondok Pesantren 56:20 Modern Gontor. Ini satu kelas sama 56:22 antum, Ustaz? Eh, tidak satu kelas tapi 56:24 satu periode ustaz ya. Satu angkat 56:27 karena kelas tuh ada ada B, C, D, F, 56:29 Fituah. 56:31 Belum pernah satu kelas tapi memang satu 56:33 zaman [tertawa] 56:34 generasi. Kita terkenalnya alumni 2 56:37 zaman. 56:37 Oh, alumni 2 zaman. 56:38 Alumni Zaman itu adalah alumni yang di 56:41 mana mengalami dua kiai besar. Kita di 56:45 tahun '85 itu ditinggalkan kiai-kiai 56:48 besar yaitu K. K Haji ee Imam Jarkasih, 56:53 peninggal dunia di bulan Ramadan itu. 56:55 Nah, pergantian kiai berikutnya adalah 56:59 ke generasi keduanya. Di dalamnya ada 57:02 Pak ee Lukman Soimanul Hakim, ada ee 57:06 Kiai Haji Abdullah Zarkasih 57:09 e dan lain sebagainya. Itu kita masuknya 57:12 ke dua zaman. Akhirnya zaman pertama 57:15 zaman K.H. Imam Jarkasi, zaman keduanya 57:18 generasi berikutnya gitu. [mendengus] 57:20 Nah, Ustaz, [berdehem] jika ee para 57:23 pendiri Gontor dapat melihat Gontor pada 57:25 hari ini, Ustaz, ya. 57:26 Heeh. 57:27 Menurut Ustaz, apa yang paling penting 57:29 untuk disyukuri dan apa yang masih 57:31 menjadi pekerjaan rumah? Ya, saya rasa 57:35 untuk sekup nasional kesyukuran ini 57:38 tidak boleh berhenti. He. 57:40 Karena Gontor sendiri adalah mau enggak 57:42 mau ya harus diakui pemasok 57:46 semua devisi ataupun unsur-unsur 57:49 kehidupan bernegara. 57:51 Lulusan Gontor 57:53 ada yang pernah ee boleh katakan ee itu 57:57 wakil presiden ya. 57:58 Heeh. 57:59 Hasyim uzadi almarhum. Iya kan? 58:03 Lulusan kontor ada menteri 58:05 ya kan? Lon Gontor ada ee rektor 58:10 banyak itu. 58:11 Iya. Hidayat Nur Wahid pun juga 58:13 Bang Hidayat Wahid juga adalah Lang 58:15 Gentor ketua MPR. 58:16 He. 58:17 Bang Din Samsudin ketua Muhammadiyah ya 58:20 kan. Kemudian eh PKS itu ada semua 58:24 lulusan kontor. Bahkan NU diketuai oleh 58:27 Pak Hasyim Muzaadi itu lulusan kontor. 58:30 Itu loh intinya. 58:32 eh untuk menjaga semua itu adalah ee 58:35 kesyukuran kami terhadap Gontor. Sekali 58:37 lagi bahwa Gontor itu pemasuk gitu loh. 58:40 Pemasuk apa? Pemasuk generasi ke semua 58:42 lini. Dan ini tidak boleh berhenti 58:45 kesyukuran ini. Nabi Agus saya pribadi 58:48 ya dengan Habib Muhsin Alatas ini saya 58:51 satu periode di Gontor di Timur 58:53 Tengahnya di satu wilayah Riyad cuman 58:56 beda almamater. Kalau beliau di di 58:59 Jamiatul Malik Suud ya kan kalau saya di 59:02 Darul Iftah. 59:03 Heeh. Heeh. Darul Ift ini kumpulan 59:05 ulama-ulama besar yang membentuk saya 59:07 seperti ini hari ini. I kan dipimpin 59:10 oleh Syekh Abdul Aziz ibn ibn Abdullah 59:12 ibn Bas rahimahullahu taala itu guru 59:14 pribadi saya dan saya merupakan salah 59:17 satu min jumlati man yahdur fi baitihi. 59:20 Saya merupakan pelajar khusus di rumah 59:23 beliau 59:24 rahimahullahu taala di Badiah Tahat 59:26 namanya itu. Nah, kemudian ee kita di 59:30 Kibar Ulama ini di Darul Iftah itu 59:32 diberi kebebasan untuk belajar di 59:35 mana-mana mulazamah kepada guru-guru 59:37 yang lain. Nah, berbeda dengan Habib 59:40 Husein Alatas dia di universitas tapi 59:43 saya yang sering mengunjungi mereka 59:45 keak ke itu karena kita diberi 59:47 kebebasan, ada kendaraan macam-macam. 59:49 Dan memang latar belakang saya dengan 59:50 Habib Musin masuk Gontor itu berbeda. 59:53 Kalau saya masuk Gontor itu dari 59:55 ketidakmtian Gontor tapi Habib Husin 59:59 seperti tadi ingin meniru dari lulusan 1:00:02 kan gitu dari alumni. Beda, dia beda 1:00:04 jauh ya beda jauh. Tapi pun demikian, 1:00:06 alhamdulillah Gontor telah membentuk 1:00:09 kepribadian kita seperti ini dan itu 1:00:12 kami manfaatkan. 1:00:13 Baik, 1:00:13 kami manfaatkan sehingga kami hari ini 1:00:15 alhamdulillah ya boleh dikatakan menjadi 1:00:17 insan media ya. Karena sebelum kita 1:00:19 mendirikan Rasil juga ikut mendirikan 1:00:21 Rasil, saya pernah menjabat sebagai ee 1:00:23 direktur penyiran radio Pajir FM di 1:00:26 Bogor juga ikut ya membidanilah lahirnya 1:00:30 Radio Roja di Cilengsi itu. Itu jangan 1:00:33 lupa itu ada jasa saya juga itu. 1:00:35 Kemudian saya juga ikut dakwah di Paji 1:00:38 ee di apa ee di Bekasi itu ee Dakta Rod 1:00:43 Dakta 1:00:44 pengisi 1:00:45 pengisi pengisi Rio Dakta itu luar 1:00:47 biasa. Oleh karenanya ee untuk Gontor 1:00:50 sendiri patut kita ee mensyukuri kepada 1:00:53 Gontor dan ee sesama keluaran dari 1:00:57 Gontor ini kita harus ukhuwah Islamnya 1:00:59 harus terjaring. 1:01:00 Baik, Ustaz. 1:01:01 Sebentar, Abus. Jadi untuk untuk Gontor 1:01:04 [berdehem] sendiri Heeh. 1:01:05 ee saya sendiri merasa bersyukur belum 1:01:08 ini 1:01:09 qadarullah ya kita digontor. Jadi 1:01:13 mengenalnya kita dunia lah luar kayak 1:01:15 kita pernah dikirim ke sana kemari itu 1:01:17 kan 1:01:19 mengatasamakan konferensi macam-macam 1:01:22 itu itu cetakan kontor sebetulnya. 1:01:25 termasuk pada pengalaman saya ketika ke 1:01:27 Libanon, teman kita itu putra daripada 1:01:31 Kiai ee Jayanuddin Penani loh yang 1:01:35 namanya K. H. Ee Husnan Bay. Saat itu 1:01:38 beliau jadi duta besar Azerbaizan. 1:01:42 Nah, sebelum e saya pergi ke Libanon 1:01:45 jauh-jauh itu kata dia, "Antum ke 1:01:47 Ajarbajan deh." Kata b silaturahim ke 1:01:49 ana biar kita bisa kongkok gimana gitu. 1:01:52 Malah saya ke Libanon melonensi. 1:01:55 Nah, di Libanon itu saya bertemu sama 1:01:58 gurunya ee Ustaz Husin Bay jadi duta 1:02:02 besar juga. Saya bilang, "Pak, saya juga 1:02:04 punya teman jadi duta besar di apa di 1:02:06 Azerbaijan. Namanya siapa?" Pak Husnan 1:02:09 Bay. Tiba-tiba ee duta besar itu 1:02:13 langsung nelepon dia. Pas tersambung 1:02:16 kata dia, "Pak, ini ada yang 1:02:17 ngaku-ngaku." Katanya, "Kenapa, Pak?" 1:02:19 Astagfirullahalazim. Kalau kalau saya 1:02:21 bohong repot kan gitu kan. Tapi 1:02:23 alhamdulillah saya itu sempat ngobrol 1:02:25 dengan duta besar kita di Azerbijan, 1:02:27 Ustaz Husandi. Inilah kiprah kita. 1:02:30 Inilah anak-anak Gontor yang betapun dia 1:02:33 ee di gontolnya kelasnya berbeda, tapi 1:02:37 di luar dia berkiprah sesuai dengan 1:02:39 kemampuannya. Ada istilah kata guru 1:02:41 kita, "Jadilah kamu orang besar." Apa 1:02:44 sih orang besar yang dimaksud? Bukan 1:02:46 menjadi pejabat, bukan jadi pengabat. 1:02:48 Yang menjadi orang besar itu adalah yang 1:02:49 peduli pada kebutuhan masyarakat dari 1:02:52 pendidikan, dari ekonomi, dari sosial 1:02:54 itu ikut larut memperjuangkan. Itulah 1:02:57 kamu orang besar gitu loh. Sata kepada 1:02:59 mengelola anak-anak di kolong jembatan 1:03:01 itu kata Kiai Zarkasi seperti itu. Kamu 1:03:04 orang besar saat itu. Meskipun kamu jadi 1:03:06 guru di pedalaman sana, kamulah orang 1:03:08 besar. Jadi kita tidak terbatas pada oh 1:03:12 saya harus jadi pengusaha agar jadi 1:03:14 orang besar. Oh, saya harus jadi menteri 1:03:16 agar jadi orang besar. Tidak. Kata-kata 1:03:20 orang besar ini dibebaskan ke mana-mana. 1:03:22 Sehingga di dari Gontor sendiri memiliki 1:03:26 kebebasan jadi orang besar itu ya memang 1:03:28 ya ada kebablasannya ya. Seperti Zaitun 1:03:31 sendiri itu ee lulusan kantor itu 1:03:34 zaitun. 1:03:35 Iya. Yang pemimpin zaitun, pesantren 1:03:37 Zaitun di Indram itu kan Iya. Alitun itu 1:03:40 kan lulusan kontor. Meskipun akhirnya 1:03:42 tidak diakui karena bermasalah kan gitu. 1:03:44 seperti ee juga pengelola pendidikan ee 1:03:48 Nur Kholis Majid itu pun dari Gontor. 1:03:51 Namun pemikirannya kebablasan kan gitu. 1:03:53 Siapa yang tidak tahu sepak terj Nur 1:03:55 Kholis dengan liberalisasinya kan itu 1:03:58 intinya ikhwat al iman soal kesyukuran 1:04:00 kita tidak berhenti dan kita 1:04:02 sangat-sangat ee berterima kasih pada ee 1:04:05 ee apa namanya KMI Gontor yang selama 1:04:08 ini mendidik kita, menjadikan diri kita 1:04:11 ee bermanfaat bagi masyarakat. 1:04:13 Wallahuam. 1:04:14 Baik, kemudian ada pertanyaan dari Ibu 1:04:17 Nisa. Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:18 wabarakatuh, Ustaz. 1:04:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:21 wabarakatuh. 1:04:22 Apakah beda antara Gontor dan 1:04:23 pondok-pondok salaf lain? Karena katanya 1:04:26 santri Gontor tidak belajar kitab 1:04:27 kuning. 1:04:28 Ah, bismillahirrahmanirrahim. 1:04:31 Yang saya alami di Gontor itu adalah 1:04:35 kita diberi kunci 1:04:37 gitu loh. Kuncinya itu adalah bahasa 1:04:40 Arab dan bahasa Inggris. 1:04:43 Tidak secara langsung santri-santri itu 1:04:46 duduk sorogan gitu kan. Duduk sorogan 1:04:49 membuka kitab kuning. Istilah kitab 1:04:51 kuning itu memang kertasnya kuning. 1:04:53 Heeh. 1:04:54 Kalau sekarang kitab kitab warnanya 1:04:56 putih ya berarti kitab putih dong. G 1:04:58 loh. Kita tidak mengalami sorogan dengan 1:05:01 kiai-kiai kita, ustaz-ustaz kita di 1:05:03 Gontor mempelajari e katakanlah salamut 1:05:06 taufik atau apa gitu ya, attqrib atau 1:05:09 apa tidak. Tapi kita si klasikal 1:05:13 kelas klasikal kita di kelas-kelas. Jadi 1:05:16 kita mendapatkan ilmu itu di kelas-kelas 1:05:18 tidak melalui sorogan. Tetapi tetapi 1:05:20 dememikian kita diberi diberi ee modal 1:05:23 yang utama yaitu bahasa. Jadi 1:05:25 sekeluarnya dari gontor itu kita sudah 1:05:28 mampu membaca kitab 1:05:31 gitu loh. Kita sudah mampu membaca 1:05:33 kitab. Bahkan sebelum keluar dari Gontor 1:05:35 itu ada masa Fathul Kitab namanya. 1:05:37 Fathul Kutub. Fathul Kutub itu acara 1:05:40 khusus ee calon-calon alumni ini ee dia 1:05:45 diwajibkan untuk membaca buku banyak dan 1:05:48 diuji benar atau tidak bacaannya gitu 1:05:50 loh. Nah, oleh karenanya perbedaan kita 1:05:53 digontor dengan pesantren yang lain yang 1:05:55 mengajarkan kitab kuning intinya sama 1:05:57 para kiai itu mengajarkan bagaimana 1:06:00 santri-santri ini supaya bisa membaca 1:06:02 kitab. Nah, kami dengan cara seperti itu 1:06:04 pun masih bisa membaca kitab ya kan. ee 1:06:08 syukur-syukur kalau yang di ee langsung 1:06:11 praktik gitu kan membaca kitab kuning 1:06:13 itu juga seperti kita atau kita seperti 1:06:16 mereka itu kita syukuri bersama. Jadi 1:06:19 ada nilai yang sama untuk ee untuk ke 1:06:21 arah bagaimana seseorang santri dapat 1:06:24 menguasai isi kitab itu dengan 1:06:26 membacanya gitu. 1:06:28 Baik. Kemudian pertanyaan selanjutnya, 1:06:30 Pak Ustaz ini dari 1:06:33 ee 1:06:35 siapa ini? 1:06:38 Ibu Nina. Asalamualaikum warahmatullahi 1:06:40 wabarakatuh. 1:06:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:42 wabarakatuh. 1:06:43 Ustaz, bagaimana tips mencari pondok 1:06:46 yang baik agar ilmu dunia dan akhirat 1:06:50 terpenuhi? Apa saja kriteria yang harus 1:06:53 diperhatikan? Ya, Bunda yang Allah 1:06:57 rahmati. Sebetulnya untuk memilih ee 1:07:00 pesantren itu kan ee sudah diberikan 1:07:05 semacam keleluasaan. 1:07:08 Di Jawa Barat sendiri ee pesantren yang 1:07:12 berafiliasi ke Gontor dan ada sekarang 1:07:15 namanya KMI muadalah istilahnya gitu. 1:07:19 KMI muah, 1:07:19 KMI muadalah itu sudah banyak tersebar 1:07:23 seperti Darun ya kita sebutkan nama aja 1:07:25 ya begus ya. 1:07:26 Iya Darun Darurahman yang itu 1:07:29 diketahuai. Oh Pak Sukron Makun sendiri 1:07:31 lulusan kantor 1:07:32 Sukron Makun. 1:07:33 Pak Sukron Makun sesepuh kita. Sesepuh 1:07:35 dia punya pesantren Darurahman. 1:07:37 Iya iya 1:07:37 di di Culodong sini. 1:07:39 Bukan Cilodong 1:07:39 awalnya Cilodong. Oh 1:07:41 dekat. Iya dekat Senayan. Saya sering ke 1:07:42 sana lawang putranya teman saya. 1:07:45 Oh 1:07:45 itu putra itu teman saya 1:07:46 Cilodong sini. 1:07:47 Cilodong sini. Oh, 1:07:48 dia ke senopati. 1:07:50 Nah, itu lalu mengembangkan di Bogor di 1:07:53 Jakarta Selatan ini. 1:07:55 Nah, itu 1:07:56 jadi untuk memilih pesantren untuk 1:07:58 anak-anak generasi kita bisa Bunda 1:08:00 memilih di ee sekitar Jakarta itu kan 1:08:03 atau kalau mau di daerah Banten ada 1:08:06 Darulqalam kan gitu. 1:08:08 Di Garut ada Darussalam juga namanya 1:08:10 gitu. Kalau di Jawa Tengah, di Jawa 1:08:13 Barat kayak Cirebon, Kuningan di situ 1:08:15 ada husnul khatimah. Itu husnul khatimah 1:08:18 sendiri saya ikut memprakarsai dan saya 1:08:20 pernah jadi guru di situ. Dan di 1:08:22 dalamnya ada Kak Hidat Nurwahid gitu 1:08:24 kan, ada Profesor Satori Ismail 1:08:27 macam-macam. Ada saya sebutkan akhirnya 1:08:30 ya saya sebutkan ada e Muhammad Ahsin 1:08:33 Sakho kawan kita dari Arjawiangun dan 1:08:36 ada juga Pak Didin Hafiduddin ikut ikut 1:08:39 memperaksa itu dan Ustaz Kholil Ridwan 1:08:43 itu Kak Kholil Ridwan itu sendiri 1:08:45 keluarin kontor Ustaz Khalil Ridwan 1:08:48 itu dicuci jantung punya pesantren 1:08:50 Alhasanain itu pun lulusan kontor. Jadi 1:08:53 intinya kepada Bunda yang bertanya 1:08:55 silakan pilih di mana pesantren yang ada 1:08:57 itu. Nah, kriteria yang memang harus 1:09:00 dipenuhi ee terutama sekali untuk 1:09:03 anak-anak santri agar agar dapat 1:09:06 disiplin dengan baik, cepat beradaptasi 1:09:09 di pesantren itu, di rumahnya dididik 1:09:11 dulu, dididik supaya apa istilahnya 1:09:15 mengenal lingkungan bagaimana kalau jauh 1:09:17 dari orang tua. Itu pentingnya. kemudian 1:09:20 berakhlak mulia antara sesama dan 1:09:22 apalagi kepada guru. 1:09:24 Iya 1:09:24 gitu kan dan manfaatkan waktu 1:09:26 sebaik-baiknya gitu kan agar tidak 1:09:29 terlalu mengingat rumahnya kan gitu. Nah 1:09:31 oleh karenanya dalam masalah siapa yang 1:09:34 akan menjadi santri itu setidaknya di 1:09:36 rumah sudah diberi dulu bekal dari orang 1:09:38 tuanya. Semoga ee gayung bersambut gitu 1:09:41 ya Buus ya. Orang tua yang berharap 1:09:43 generasinya dididik di pesantren, 1:09:45 pesantrennya juga dengan segala 1:09:47 perangkat yang ada dapat mencetak 1:09:49 generasi yang selanjutnya generasi ini 1:09:52 diserahkan kembali kepada orang tuanya. 1:09:54 Bagaimana kiprah di masyarakat. Kita 1:09:56 lihat lulusan kontor di mana-mana. Ada 1:09:58 jadi menteri, 1:09:59 ada jadi ketua-ketua partai, ada yang 1:10:02 jadi ketua lembaga tertinggi organisasi. 1:10:06 I kan kayak Muhammadiyah NU itu 1:10:07 anak-anak Gontor. Bukan kita bangga tapi 1:10:09 bersyukur dengan kondisi ini kan gitu. 1:10:12 Selanjutnya moga-moga lulusan Gontor ini 1:10:15 dapat berkibrah di mana-mana terutama 1:10:17 saya sendiri ya saya mengaku tapi tidak 1:10:20 juga bangga bangga ya bersyukur ya 1:10:22 menjadi insan media kan gitu. Insan 1:10:24 media kayak begini kan ini kan instan 1:10:25 media kita kan bisa yang sudah didengar 1:10:28 oleh kurang lebih 10 juta gitu kan atau 1:10:31 lebihnya dakta sendiri 10 12 juta itu 1:10:34 kalau saya ceramah itu didengar oleh 1:10:35 sekian banyak orang e meskipun tidak 1:10:37 sebanyak yang di di apa namanya Pajri FM 1:10:40 gitu kan. Ini kesyukuran saya. Oleh 1:10:42 karenanya ikhwat al iman yang dirahmati 1:10:43 Allah kesempatan di siang hari ini 1:10:46 menurut saya adalah penting disampaikan 1:10:49 sejarah daripada Trimurti. Bagaimana 1:10:51 ketika kiai-kiai yang begitu zuhud ya 1:10:55 dalam hidupnya, begitu berjihad 1:10:57 fisabilillah dengan sekuat tenaga 1:10:58 mereka, mengerahkan segala kekayaan, 1:11:01 pikiran semuanya hanya untuk sebuah 1:11:04 generasi 1:11:05 yang terbaik bagi masa depan gitu. 1:11:07 Insyaallah. 1:11:08 Ada lagi yang mau ditelepon, Ustaz? 1:11:09 Gak. Kayaknya sudah pasti cukup 1:11:10 insyaallah. He. 1:11:12 Baik. 1:11:13 Nah, Ustaz, pertanyaan terakhir, Ustaz. 1:11:15 Ya, 1:11:15 jika diberi kesempatan kembali menjadi 1:11:18 santri Gontor untuk satu hari, [tertawa] 1:11:21 hal apa yang paling ingin Ustaz rasakan 1:11:24 kembali dan juga satu nasihat dari guru 1:11:28 atau kiai di Gontor yang hingga hari ini 1:11:30 Ustaz tidak pernah lupakan. 1:11:32 Saya kalau boleh mengulangi satu hari 1:11:34 aja digontor. Saya mau ditempeleng sama 1:11:36 guru. [tertawa] 1:11:37 Saya mau ditabok sama guru. Tapi meang 1:11:39 menyakitkan. Ini ada satu ee hal yang 1:11:43 tidak bisa saya lupakan. menyakitkan 1:11:44 tapi mendidih. 1:11:45 Iya iya iya. Tapi saya pernah mengalami 1:11:47 syok ya dengan hal itu dan saya menaruh 1:11:50 rasa dendam. 1:11:51 Terus terang saya menaruh rasa dendam. 1:11:53 Kesalah. 1:11:54 Kesal sebab saya orang yang paling 1:11:56 dikorbankan saat digontor. Ya paling 1:11:59 tetapi memang kebandelan saya. Tapi satu 1:12:01 event tidak melalui kebandelan saya. 1:12:03 Saya dianggap bandel. Saya orang yang 1:12:05 paling masuk banyak paling masuk ke 1:12:07 mahkamatul lughah. Saya paling banyak 1:12:09 masuk ke bagian bahasa, pelanggaran 1:12:11 bahasa. Malam ini E Subita lagi. Besok 1:12:15 nama saya kan bukan Umar Hasid Hasan. 1:12:17 Ebi Subita. Kalau Umar Hasid Hasan nama 1:12:19 nama hijrah saya setelah hajian 1:12:21 gitu kan. E Subitaahur 1:12:25 maktab mah gitu halan salti magrib. 1:12:28 Terus du hari kemudian ada lagi nama 1:12:31 saya disebutkan. Dari itu saja saya. 1:12:33 Tapi untungnya ketika banyak masuk 1:12:36 mahama satu lugha itu bahasa saya lebih 1:12:38 gitu loh 1:12:39 bahasanya itu karena iqamnya itu 1:12:42 sanksinya harus membikin karangan Abi 1:12:44 Agus 1:12:45 masyaallah 1:12:45 karangan atau hafalan Quran itu loh. Nah 1:12:48 kemudian saya pernah mengalami hal yang 1:12:50 saya tidak salah tapi saya dipukul 1:12:52 sampai berdarah. 1:12:53 Iya iya 1:12:53 di masjid saya dipukul oleh bagian bukan 1:12:55 keamanan bagian taklim kism taklim. Saya 1:12:57 enggak sebut namanya karena saya pernah 1:12:59 dendam sama dia. 1:13:01 Dipukul saya sampai bercucuran dari 1:13:03 hidung saya itu darah penuh sampai saya 1:13:07 pulang ganti baju. Ketika itu saya 1:13:10 teringat jadi kalau saya mau mengulangi 1:13:13 satu kali di Gontor saya ingin 1:13:14 ditempeleng guru gitu. Tapi itu 1:13:16 menyakitkan memang. Ketika saya kuliah 1:13:18 di Saudi Arabia, saya sempat menulis 1:13:20 surat ke Kiai Besar Gontor karena beliau 1:13:24 adalah salah satu teman terbaik ee ayah 1:13:27 angkat saya. 1:13:28 Ayah angkat saya namanya lulusan Mesir, 1:13:30 MA. Namanya Kiai Makmun Hasan. Temannya 1:13:33 adalah Ustaz eh Hasan Abdullah. Itu loh 1:13:36 itu teman ayah ayah angkat saya itu. 1:13:39 Makanya saya berani dari Saudi saya 1:13:41 tulis surat Abi Agus begini isi surat 1:13:43 saya. Agar tidak banyak orang terkorban. 1:13:47 [tertawa] 1:13:48 dipukul sampai berdarah. Mohon Pak Kiai 1:13:51 untuk menghentikan gitu kan. Itu surat 1:13:54 saya loh itu untuk menghentikan 1:13:56 cara-cara kasar dalam dunia pendidikan. 1:13:58 Saya orang yang banyak terkorban 1:14:00 masalahnya gitu. 1:14:01 Iya. Dan saya bilang jika Pak Kiai tidak 1:14:04 suka dengan tulisan saya, saya berani e 1:14:07 bertanggung jawab lahir batin dan saya 1:14:10 siap dipanggil ke Gontor. Sampai saya 1:14:12 begitu itu saya kirimkan surat dari 1:14:14 Saudi Arabia dari Riyad. Kalau tidak 1:14:16 salah itu di era 1900 1994 1:14:22 akhirnya 1:14:23 itu akhirnya ya mungkin surat itu sampai 1:14:25 ke Gontor. Mungkinlah dibaca oleh Pak 1:14:27 Kiai Hasan Abdullah Sahal itu sehingga 1:14:30 sekarang banyak perubahan. perubahan ini 1:14:32 bukan karena surat saya loh, tetapi 1:14:34 sebagiannya saya punya ee ide apa 1:14:36 namanya ee semacam ee apa namanya ya ee 1:14:42 arahan-arahan untuk bagaimana cara-cara 1:14:45 kasar di Gontor itu tidak diberlakukan 1:14:47 lagi. Dan sekarang alhamdulillah banyak 1:14:48 perubahan. Gontor tidak lagi melakukan 1:14:51 ee cara-cara kasar dalam mendidik. 1:14:53 Adapun IQnya diberlakukan dengan 1:14:55 cara-cara lain yang lebih manusiawi. 1:14:57 Begitu, Abi Agus. Kemudian pesan dari 1:15:00 guru atau kiai di Gontor yang masih 1:15:02 teringat 1:15:04 oleh Ustaz. 1:15:05 Iya. Ee saya banyak kesan yang memang 1:15:09 kalau diamati saya suka menangis. 1:15:13 Di antaranya adalah brand hidup tak 1:15:14 takut mati. 1:15:16 Takut mati jangan hidup. Kalau sudah 1:15:18 takut hidup mati saja. Itu ungkapan 1:15:22 kalau kita, saya sendiri pernah 1:15:24 dikejar-kejar ramil loh. Lulus dari 1:15:26 Gontor itu saya dikejar-kejar dan ramil 1:15:29 saya [tertawa] 1:15:29 ketika ceramah. Ini cerita lama ya. 1:15:32 Karena saya dulu ceramah itu membawahi 1:15:35 Pak ee apa? Asas tunggal. 1:15:37 Oh [tertawa] 1:15:38 zaman asas tunggal. 1:15:38 Masih agas Pak Harto itu. Saya anak muda 1:15:42 dari Gontor. Saya ceramah itu ee bahwa 1:15:45 asas tunggal kita tuh bukan Pancasila. 1:15:48 Asas tunggal kita kalimat 1:15:49 lailahaillallah. [tertawa] 1:15:51 Muhammad Rasul dikejar dan rambil saya 1:15:53 sampai saya hijrah ke Malaysia itu 1:15:55 sekolah gitu. Itu di antaranya. Dan juga 1:15:58 ada ee apa namanya 1:16:02 ee moto-moto yang membuat kita itu ee 1:16:07 sempat apa namanya merasa gitu kan. 1:16:10 Saya kalau tidak digontor bukan apa-apa 1:16:12 saya. 1:16:13 Siapa saya tidak mengerti kalau tidak 1:16:15 gegontor gitu. Maka ee kata-kata seperti 1:16:18 itu merupakan ee cambuk buat saya untuk 1:16:21 lebih maju, kan gitu. Ada juga kata-kata 1:16:24 yang semacam gini ee kalau tadi ee 1:16:27 berani hidup takut ngerti ya. Ee aduh 1:16:31 kata yang lain lupa lagi tuh. Agak 1:16:32 banyak sih sebetulnya ya. [tertawa] 1:16:35 Banyak sebetulnya hanya mungkin karena 1:16:37 sudfah begini pada hilang itu kata-kata 1:16:40 mutiara itu. Itu Agus. Masyaallah. 1:16:43 Baik ikhwan dan akhwat. Tidak 1:16:45 sudah habis waktu ya. 1:16:46 [tertawa] satu sudah terasa kita sudah 1:16:48 berada di 1:16:49 Oh gini satu lagi jangan lupa wong urip 1:16:52 iku marani patin 1:16:54 ah itu yang penting yang saya suka 1:16:56 menangis itu. Kalau tadi berani hidup 1:16:58 tak takut mati takut mati jangan hidup 1:17:01 takut hidup mati saja. Nah sekarang wong 1:17:03 urip iku marani patine. 1:17:05 Heeh. 1:17:06 Sjeruning urip toto-toto pirantine. Ini 1:17:09 yang menjadi saya itu. Oh iya ya. Kalau 1:17:12 kalau diarahkan ke hadis bunyi hadisnya 1:17:15 alqayisana 1:17:25 itu hadisnya ada. Masyaallah itu luar 1:17:28 biasa. Wong urip iku marani patine. 1:17:32 Orang hidup itu kan mendekati ajalnya 1:17:34 kan. Wong urip iku maranti saing urup to 1:17:39 pirantine selama hidup harus menata. ya 1:17:41 kan perbekalan apa yang akan dibawa ke 1:17:43 kubur kan gitu 1:17:45 saj tototo pirantina itu saja jadi 1:17:48 banyak muti kata-kata mutiara yang oleh 1:17:51 semua lulusan kontor ini ee tidak pernah 1:17:55 dilupakan gitu sampai akhir hayat pun 1:17:58 itu akan menjadi apa semacam pelibur 1:18:01 larah gitulah wallahuamab 1:18:04 baik ikhwan akat [mendengus] 1:18:06 langsung saja kita dengarkan kesimpulan 1:18:08 ya kesimpulannya 1:18:09 bismillahirrahmanirrahim ikhwatiman 1:18:11 semua pendengar hasil masih berada. Ee 1:18:14 sengaja sekali Ustaz me menggeser ya 1:18:18 menggeser e taklim ustaz ini dari tafsir 1:18:20 Ibnu Katsir ke arah 100 ee tahun Gontor. 1:18:24 Kenapa? Karena event ini event event 1:18:26 yang ee sifatnya jarang terjadi kan 1:18:28 gitu. Maka dalam kesempatan 100 Gontor 1:18:31 ini saya sengaja sekali untuk sedikit 1:18:34 banyaknya mengenalkan perjuangan 1:18:37 Trimurti dari awal berdirinya Gontor 1:18:40 sampai saya pernah di sana bahkan sampai 1:18:43 ee masa akan datang. Semoga Gontor ini 1:18:46 tetap dijaga oleh Allah Subhanahu wa 1:18:47 taala, diberikan keberkahan dari 1:18:50 kiai-kiainya, dari ustaz-ustaznya, dari 1:18:52 santri-santrinya yang tersebar di 1:18:55 seluruh ee cabang-cabang Gontor dan 1:18:57 pondok alumni. Ada ada cabang Gontor, 1:18:59 ada ada pondok alumni B Agus. Semoga 1:19:02 Allah menjaga ee Gontor dan semuanya dan 1:19:05 semoga Allah menjaga pula anak-anak 1:19:08 capel-capel ya. Ini capel-capel yang 1:19:11 akan masuk Gontor satu, Gontor DU sampai 1:19:13 seterusnya. Dan semoga mereka diterima 1:19:15 oleh Pondok Gontor sebagai santri yang 1:19:17 kelak akan menjadi generasi yang lebih 1:19:19 baik daripada generasi yang sebelumnya. 1:19:22 Dan semoga mereka menjadi anak-anak yang 1:19:24 saleh dan salehah. E Abi Agus sendiri 1:19:26 anaknya digontor kan? Di Mantingan putri 1:19:29 di Kediri, Ustaz. 1:19:30 Kediri sekarang. 1:19:31 Gontor putri empat. 1:19:32 Ee Gontor putri empat. Moga-moga semua 1:19:34 santri baik laki-laki ataupun perempuan 1:19:37 menjadi anak saleh dan salehah yang 1:19:39 berguna bagi agama, bagi nusa dan 1:19:42 bangsa, dan bagi orang tuanya. Itu saja, 1:19:44 Abi Agus. Ee sebagai penutup dari saya. 1:19:47 Jazakallah khair. 1:19:48 Jazakallah ustaz. Jazakallah ustaz 1:19:50 ee pencerahannya dan sebagai alumni 1:19:53 gontor semoga tetap membawa nilai-nilai 1:19:55 gontor 1:19:56 amin ya rabbal alamin. 1:19:57 Hingga akhir hayat. 1:19:58 Amin ya rabbal. [tertawa] 1:20:00 Makasih Ustaz ikhwan sebelum ditutup 1:20:02 informasi selanjutnya kami informasikan 1:20:04 kepada Anda 1:20:05 dalam rangka milat rasil yang ke-17. 1:20:08 Oh iya. 1:20:09 Insyaallah ini Rasil mengadakan bakti 1:20:10 sosial Tibur Nabawi pada hari Sabtu 1:20:13 besok tanggal 19 September 2026 pukul 1:20:16 09.00. sampai dengan pukul sore di 1:20:19 lantai 2 Studio Rasil ada bekam, ada 1:20:23 Fasdu, ada totok punggung, ada juga 1:20:25 pijat refleksi sekaligus launching Gria 1:20:29 Sehat Rasil. Bagi ikhwan dan akhwat yang 1:20:31 ingin ikutan silakan e kirimkan nama 1:20:35 Anda ke saya Abi Agus di 0858 1:20:39 1179399 1:20:42 0858 1:20:44 117 1:20:46 9399. 1:20:49 Berarti Rasil juga September ya? 1:20:51 Heeh. 1:20:51 Masyaallah. Tanggal 1:20:53 tanggal 9 bulan 9 1:20:54 se bulan 9 2009 1:20:57 serba. 1:20:57 Allahu Akbar. Allahu Akbar. ada kesamaan 1:21:00 dengan kontor di September ya. 1:21:01 Alhamdulillah. Itu dia. Jadi bagi Anda 1:21:04 yang ingin ikut acara Tibur Nabawi 1:21:06 silakan. 1:21:07 Yang sudah lama [berdehem] tidak dibekam 1:21:09 monggo silakan. Alhamdulillahdu juga 1:21:11 silakan ee apa namanya ee siapkan infak 1:21:16 terbaik saja begitu ya. Tidak dipungut 1:21:20 biaya dengan nilai nominal tertentu 1:21:22 ya. Saya besok pagi berangkat ke Gontor. 1:21:25 Besok pagi? 1:21:25 Iya. Jadi hari ini pulang ke rumah 1:21:27 siap-siap untuk bertemu di Darunjah. 1:21:30 Dari Darun Najah menggunakan bus Darunah 1:21:32 bersama-sama alumni 85 ke Gontor besok 1:21:35 pagi jam . insyaallah doakan ya bagus 1:21:37 ya. 1:21:38 Darunaj 1:21:38 Darunaj Pusat ada Jakarta Selatan Ulu 1:21:41 Jami. 1:21:41 Jam 1:21:42 Ulu Jami. Doakan ya Bu ya 1:21:44 sampai tanggal 20. [tertawa] 1:21:46 Jazakallah Ustaz Abi Agus. Terima kasih 1:21:49 Undi. Terima kasih juga ada Ustaz Algi 1:21:51 di meja operator. Saya Bi Agus mohon 1:21:54 undur diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:21:56 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:21:58 wabarakatuh.