Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Asalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh, Ikhwan Akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:22 Alhamdulillah wasyukurillah kita 0:24 dipertemukan kembali di acara yang 0:28 mudah-mudahan akan mempersuasi kita 0:31 untuk menjadi 0:33 ayah, ibu, atau anak-anak. Karena di 0:37 psikologi keluarga ini mudah-mudahan 0:39 banyak yang bisa menambah pemahaman kita 0:43 terkait menjadi bagian dari keluarga 0:46 yang optimal. Tidak lupa salam selawat 0:49 kita lantunkan untuk junjungan umat 0:51 kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:54 sallallahu alaihi wasallam. 0:56 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 0:59 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:02 saat-saat yang sangat kita rindukan di 1:04 yaumil akhir. Ikhwan akhwat, seperti 1:07 biasa psikologi keluarga menghadirkan 1:09 Ustaz Husein dan juga Ustaz Abu Bakar 1:13 Baraja. Dan asalamualaikum 1:17 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:19 Waalaikumsalam. 1:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:21 wabarakatuh. 1:22 Sebelum kita mulai, kita seperti biasa 1:25 bersama-sama akan membaca ummul kitab. 1:30 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:35 Bismillahirrahmanirrahim. 1:40 Alhamdulillahirabbil 1:43 alamin 1:45 arrahmanirrahim. 1:49 Maiki yaumiddin 1:53 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 1:59 ihdinasirathal 2:01 mustaqim 2:04 shathalladzina 2:06 an'amta alaihim 2:10 ghairil maghdubi alaihim waladin. 2:19 Amin. Allahum amin. Jadi, Ustaz dan juga 2:23 ikhwan akhwat, kasus hari ini 2:26 mudah-mudahan 2:28 akan menjadikan kita berpikir lebih 2:31 dalam lagi terkait dengan buah hati 2:32 kita. Ada seorang ibu yang selalu jadi 2:35 sasaran anak saya. Saya dipukulin, 2:39 Ustaz, dan dilempar pakai apa saja yang 2:41 dia lihat ketika dia marah. Jadi badan 2:45 saya sampai memar-memar 2:47 dan kalau tidak ada saya, dia selalu 2:50 mencari mama ke mana. Nanti dia 2:53 sayang-sayang dan selalu ingin bersama. 2:56 Tapi kalau dia marah, dia akan memukul 2:59 saya. [mendengus] 3:00 Memang sih sejak SMA dia sudah bertemu 3:04 berteman dengan kawannya yang suka pergi 3:08 itu tanpa sepengetahuan saya. 3:10 Setelah saya tahu dia bermain dengan 3:13 orang yang tidak baik, dengan 3:15 pergaulannya yang bebas itu, saya jadi 3:18 takut. Saat itu saya datangi orang itu, 3:22 anak itu dan mengatakan, "Jangan lagi 3:25 main sama anak saya." Nah, ketika itulah 3:29 dia mulai kesal sama saya. Sebelumnya 3:32 anak ini baik, sayang sama saya. Jadi 3:35 apa yang terjadi, Ustaz? Ada apa dengan 3:38 dia selama dia bermain dengan temannya 3:41 itu? Saya jadi curiga deh. Dia melakukan 3:44 juga perbuatan yang enggak benar seperti 3:47 main dukun misalnya. Jadi saya takut 3:50 kalau yang dia lakukan itu tidak baik. 3:53 Mohon bimbingannya. Terima kasih. Iya. 3:57 Bismillahirrahmanirrahim. 4:00 Alhamdulillahi rabbil alamin 4:04 hamdan katan thyiban mubarakan fik 4:08 yuhibbu waard. Allahumma sholli wasallim 4:11 wabarik ala abdika wa rasulik sayyidina 4:15 wa nabina Muhammadin wa alihi wasohbihi 4:19 wabarik wasallim. 4:22 Allahumma atina minika rahmah waimna 4:25 minadunka ilman nafi wafana bimaamtana. 4:30 Allahumdina subulasalam waakrijna 4:33 minulumatian nur wahdinaal 4:36 mustaqim wajirna minabi jahanama ya 4:40 rahman ya rahim ya rabbal alamin 4:42 wamullahi 4:44 warahmatullah wabarakatuh [berdehem] 4:47 waalaikumsalam [mendengus] 4:50 sesuai dengan [berdehem] 4:53 keterangan ibu tadi yang mengeruhkan 4:56 anaknya yang suka memukul dirinya Ya, 5:01 sebelumnya dia merupakan anak yang baik, 5:03 [berdehem] sayang pada orang tuanya. 5:06 Tapi semenjak dia bergaul dengan 5:08 seseorang mulai perilakunya berubah, 5:11 suka memukul ibunya. 5:16 Dan pada waktu di SMA dia bergaul dengan 5:18 pria ini yang menyebabkan terjadinya 5:20 perubahan pada perilaku anaknya. Dia 5:23 mendatangi 5:26 anak tersebut. 5:28 minta untuk tidak bermain lagi dengan 5:30 anaknya. 5:35 Kita berhadapan dengan anak yang 5:38 perilakunya semacam ini. 5:42 Ini menunjukkannya ada ada sebab yang 5:45 melahirkan perubahan sikap dari anak 5:47 yang baik, yang sayang, yang taat 5:50 menjadi anak yang mudah terbakar 5:52 emosinya. 5:54 Berarti ada sesuatu ya yang dia senangi, 5:57 yang dia sukai ya 6:00 terganggu dan yang mengganggu ternyata 6:02 ibunya. 6:05 Akhirnya mulai muncul ledakan tersebut. 6:08 Nah, dari sini seharusnya ibu berupaya 6:11 untuk mencari. Mencari bukan hanya 6:14 menebak-nebak, 6:15 mencari sebab apa yang membuat anaknya 6:19 bisa berubah. apa yang dilakukan oleh 6:22 temannya hingga membuat anak ini 6:24 berubah. 6:26 Ini penting sekali. Karena kalau kita 6:28 hanya melihat 6:31 ranting dan daunnya tanpa melihat 6:34 akarnya sehat apa sakit, walaupun kita 6:37 berupaya untuk mengobati ya pohon 6:39 tersebut dia tidak akan sembuh sama 6:41 sekali. seperti seorang yang yang 6:44 luka muncul luka di tangan atau kakinya 6:47 akibat gula darah tinggi. 6:50 Walaupun kita berikan salaf yang 6:52 bagaimanapun ampuhnya untuk mengobati 6:54 luka tersebut, manfaatnya amat-amat 6:56 minim dan tidak sama sekali ke akar 7:00 persoalan. Seharusnya bagaimana kita 7:04 berupaya untuk menurunkan kadar gula 7:06 orang tersebut hingga normal. 7:10 Baru setelah itu kita berupaya untuk 7:12 menyembuhkan baik dengan memberikan 7:13 antibiotik yang diminum begitu juga 7:17 salep ya yang digunakan untuk [berdehem] 7:20 mengobati bahagian luka tersebut. 7:23 Tapi kalau akarnya 7:25 tidak apa tidak sama sekali diobati, 7:30 maka penyakit tersebut bukan hanya akan 7:32 e bukan hanya tidak akan sembuh bahkan 7:34 akan mulai menyebar ke sana maupun 7:37 kemari. Nah, upayakanlah ibu untuk 7:40 mengetahui 7:43 apa sebabnya anak ini berubah. 7:46 Ibu jangan pergi langsung untuk mencari. 7:48 Ibu bisa minta kepada seseorang untuk 7:50 mengetahui perilaku apa yang dilakukan 7:53 oleh anak ibu bersama temannya ketika 7:56 mereka pergi bersama-sama. 7:59 Baru setelah itu kita berupaya untuk 8:01 mencari terapi yang sesuai bagi kondisi 8:04 keadaan anak yang dihadapi. [mendengus] 8:07 Nah, pada saat anak tersebut sedang 8:09 marah-marah, 8:12 berupayalah ibu untuk menahan diri ya, 8:16 menjaga keselamatan dan jangan ibu 8:18 berikan nasihat panjang lebar pada anak 8:21 pada saat dia meledak-ledak, 8:23 tapi berusaha menghindar. Nanti pada 8:26 saat dia dalam keadaan dingin, dalam 8:28 keadaan cool, berikan kata-kata yang 8:31 manis. Kata-kata yang menyentuh. Bukan 8:33 emosi yang meletup-letup, tapi kata-kata 8:36 yang menyentuh. 8:38 Jelaskan bahwa saya ini ibu kamu yang 8:41 mencintai kamu, yang menyayangi kamu, 8:43 yang membesarkan kamu. Dan tidak ada 8:46 orang yang lebih peduli terhadap kamu 8:48 dari orang tuamu. 8:50 Betapa teganya kamu menyakiti ibu yang 8:54 membesarkan, merawat, menyusui kamu. Kau 8:57 gunakan tanganmu untuk memukul orang 8:59 tuamu. Berikan nasihat yang baik. Oleh 9:03 karena itu yang perlu diperhatikan kita 9:05 bukan mengatakan pada temannya jangan 9:07 bermain bersama anak saya, tapi upayakan 9:10 ibu menumbuhkan imunitas di hati anak 9:13 ini. Kesadaran untuk tidak bermain 9:16 bersama temannya. 9:18 Tapi kalau anak ibu belum sadar, ibu 9:20 berikan peringatan pada temannya, 9:22 pastinya anak akan marah. 9:24 Dianggap ibu menghalang-halangi apa 9:27 kesenangannya 9:28 dan pasti dia akan merasa malu di 9:30 hadapan temannya. 9:32 dianggap dirinya masih anak-anak. 9:35 Nah, anak-anak muda zaman sekarang kan 9:37 merasa mereka ingin bebas ya, ingin bisa 9:41 mandiri. Walaupun dia masih bergantung 9:44 pada orang tuanya, tapi dia menunjukkan 9:46 kesannya bahwa dia mandiri. Nah, di saat 9:48 ibu datang kepada temannya mengingatkan 9:51 dia untuk tidak bermain bersama anak ibu 9:53 sedangkan penyakitnya ada pada anak ibu, 9:58 maka 10:00 cara ini tidak akan betul-betul ampuh. 10:02 Jadi, pertama-tama ibu berupaya untuk 10:06 mengingatkan dirinya, 10:08 mengingatkan juga tanggung jawabnya. 10:10 Oleh karena itu penting dari mulai masa 10:12 dini sebelum anak kita belajar kumon, 10:16 belajar membaca, menulis, belajar 10:18 matematik, anaknya diperkenalkan kepada 10:20 Allah. 10:23 Anak ini didik diberikan pendidikan 10:25 adab-adab bagaimana sikapnya bersama 10:28 Allah, sikapnya bersama orang tua, 10:30 bersama saudaranya. Pendidikan akhlak 10:33 ini yang paling utama. 10:35 Apabila nilai-nilai akhlak tertanam 10:37 dalam dirinya dan hatinya juga 10:40 betul-betul takut kepada Allah Subhanahu 10:43 wa taala, insyaallah akan membentengi 10:45 dirinya dari teman-teman yang serupa. 10:47 Dia akan memberi nanti teman-teman yang 10:49 baik. Dan saya merasakan pada saat saya 10:52 kecil yang paling berbekas di hati itu 10:56 nasihat orang tua kita, terutama sekali 10:58 ibu kita. 11:00 Oleh karena itu penting memilih ibu 11:02 wanita yang baik sebagai istri maupun 11:04 sebagai ibu. Dia bercerita kepada kita 11:07 pada masaak dan anak-anak itu paling 11:09 suka mendengarkan cerita. 11:12 Si ibu suka mendengarkan cerita yang 11:14 positif, membaca kisah-kisah tauladan, 11:17 kemudian diceritakan pada anaknya dengan 11:19 bahasa yang dapat dipahami oleh 11:20 anak-anak. Ini subhanallah akan berbekas 11:24 di hati dan menjadi fondasi yang kokoh 11:27 baginya. 11:28 Tapi kalau kita hanya menekankan kepada 11:31 pendidikan umum, 11:33 kemudian masuk kursus sana, kursus sini 11:36 agar sekolahnya angkanya dalam keadaan 11:39 baik, tapi kita lupakan pendidikan 11:41 akhlaknya, maka satu hari kita akan apa? 11:45 Terkena imbas 11:47 dari apa? Dari pendidikan yang salah 11:50 ini. Anaknya semakin cerdas, tapi 11:52 adabnya semakin buruk. 11:55 anaknya cerdas, sekolahnya baik, tapi 11:57 terhadap orang tuanya sikapnya apa? 11:59 Meremehkan dan mengecilkan. Jadi, coba 12:03 dalam menghadapi anak semacam ini jangan 12:06 kita lawan keras dengan keras, marah 12:08 dengan marah. Kita jaga sikap kita, 12:12 keamanan kita, dan jangan kita berikan 12:14 nasihat pada saat dia sedang 12:16 meletup-letup. Tunggu sampai dia reda 12:19 sampai tidak lagi mengeluarkan erupsi. 12:22 Baru pada saat itu kita ajak bicara. 12:24 Tapi bicaranya pun bicara yang menyentuh 12:26 perasaannya, 12:28 yang membuat hatinya apa? Tersentuh, 12:30 hatinya juga bersedih dengan sikap dan 12:33 perbuatannya. Dengan mengingatkan 12:35 bagaimana kasih sayang seorang ibu 12:37 sekarang ibu alhamdulillah masih hidup 12:39 bersama kamu. Gimana di saat ibu nanti 12:41 meninggalkan dunia? 12:44 Kamu akan merasakan kehilangan. Sebagai 12:46 bukti ketika ibu tidak ada, kamu 12:48 mencari-cari ibu ke sana kembali. 12:50 berarti apa yang kamu lakukan di luar 12:51 kesadaran kamu. 12:54 Jangan kamu lakukan sesuatu yang akan 12:55 membawa penyesalan buat kamu. Jadi 12:58 pertama cari sebabnya. 13:01 Kemudian ingat tempat didik anak kita 13:05 dari mulai dini agar anak tersebut 13:07 mengenal Allah, mengenal adab-adab 13:10 bersama Allah, bersama rasulnya, bersama 13:12 orang tuanya, bersama saudaranya, 13:14 bersama masyarakatnya. Ini yang menjadi 13:17 pendidikan utama. Kita lihat di Jepang 13:20 sebagai contoh Mbak Nuning. 13:22 Di Australia di negara-negara yang cukup 13:25 maju dan berakhdat itu yang paling utama 13:30 menjadi perhatian guru-guru mendidik 13:32 murid-muridnya. Sampai ada yang 13:34 mengatakan 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun 13:36 pendidikan adab dan akhlak yang 13:38 diberikan pada anaknya. Bahkan di 13:40 Belanda kita saksikan Belanda negara 13:43 yang cukup bebas. Bagaimana membangun 13:45 karakter buat anak-anak di sekolah itu 13:48 agar menghormati nilai-nilai baik dan 13:51 mulia. Apalagi kalau dihubungkan dengan 13:53 Allah Subhanahu wa taala. 13:55 Kan indah sekali Mbak Runi. 13:58 Jadi apa-apa yang terjadi pada anak ini 14:01 mungkin dipengaruhi oleh 14:02 tontonan-tontonan yang ditonton, 14:05 bacaan-bacaan yang dibaca, 14:08 pergaulan-pergaulan di luar yang 14:10 memberikan kebebasan buat apa? buat e 14:14 instingnya, buat nafsunya untuk dapat 14:17 apa? Untuk dapat disahurkan bersama 14:19 teman-temannya. Nah, kalau ibu datang 14:21 langsung berdiri tengah-tengah berupaya 14:24 untuk membendung keadaan tersebut, maka 14:26 ibu akan tergilas. 14:28 Iya. 14:28 Jadi usahakan ibu jangan berhadapan 14:31 dengan hal ini secara langsung. Berusaha 14:35 untuk berputar. 14:37 Jadi berputar tidak menghadapi arus 14:39 emosinya, marahnya atau kebebasannya 14:42 yang merasa itu merupakan apa? Hal yang 14:44 amat menyenangkan. Karena kita masih 14:46 kecil juga begitu. Kita terkadang 14:48 bersembunyi dari orang tua kita karena 14:51 ingin melakukan sesuatu ya yang apa yang 14:54 menyenangkan kita dengan bebas. 14:57 Tidak mau terikat dengan perintah orang 14:59 tua yang perintahkan kita belajar. 15:00 Bahkan terkadang kita marah-marah 15:02 lagi main bersama teman-teman ya disuruh 15:05 pulang beristirahat di waktu siang 15:07 supaya bisa belajar di sore hari. Kita 15:09 anggap ini penjara semuanya. 15:11 Tapi begitu kesadaran kita muncul kita 15:14 menyadari apa yang diarahkan orang tua 15:16 merupakan hal yang terbaik. Jadi bangun 15:18 kesadaran dalam dirinya. tumbuhkan 15:20 betul-betul ya 15:23 kesadaran bahwa apa yang dilakukan saat 15:25 ini untuk kemaslahatan, kepentingan dia. 15:28 Maka jangan sekali-kali orang tua itu 15:31 biasa ayah ibu sudah cukupi kebutuhan 15:34 kamu. Sekolah di tempat yang baik, 15:37 pendidikan yang baik, kamu harus 15:39 mendapatkan angka yang terbaik. Itu yang 15:42 jadi perhatian orang tua. 15:44 Sedangkan hatinya, perasaannya tidak 15:46 pernah mendapatkan perhatian. Coba 15:47 berikan kehangatan di rumah untuk 15:49 anak-anak kita. 15:50 beri mereka, duduk bersama mereka, 15:52 ngobrol bersama mereka, cerita bersama 15:54 mereka. Itu anak-anak kalau merasakan 15:57 kehangatan bersama ayah ibunya, pulang 16:00 sekolah yang dicari ayah ibunya. 16:02 Tapi kalau ayah ibunya jaga image 16:05 kemudian menekankan kepada pendidikan, 16:07 kepada angka, kepada ini, kepada itu, si 16:10 anak merasa dirinya diabaikan. Maka Pak 16:13 Luning ee ada satu kejadian seorang 16:16 dokter 16:18 dia 16:20 di antara pekerjaan dia datang ke pusat 16:23 rehabilitasi 16:25 anak-anak yang terkena narkoba. Masih 16:27 muda-muda belia. Anak-anak yang tampan, 16:30 wanita-wanita yang cantik yang berasal 16:32 dari keluarga yang kaya. 16:35 Waktu ditanya, "Kenapa kalian kok 16:37 melakukan semua ini? Padahal kalian tuh 16:38 punya kesempatan untuk bisa sekolah 16:40 dengan baik. Dia mengatakan, "Dok, tahu 16:43 enggak orang tua kita setiap hari itu 16:46 kalau bertemu dengan kita, katakan di 16:48 meja makan atau di mana, ingat orang tua 16:51 sudah berkorban untuk kalian, 16:54 memasukkan kalian sekolah yang baik, 16:56 memberikan kalian juga kebutuhan kalian, 16:58 bahkan orang tua berikan kalian kartu 17:00 kredit. 17:02 Kemudian berikan mobil 17:05 sopir yang mengantar kalian. Ayah, ibu 17:07 tidak mau tahu, 17:09 yang penting kalian mendapatkan angka 17:11 yang baik. Nanti bertemu lagi dengan 17:13 orang tua di malam hari. Bahkan 17:15 terkadang tidak sempat bertemu. 17:18 Pagi-pagi yang ditanya, "Gimana 17:20 pelajaran kamu? Bagaimana hasil PR 17:22 kamu?" Tidak pernah sama sekali dia 17:24 dianggap sebagai manusia yang 17:26 berperasaan yang membutuhkan kehangatan 17:28 orang tua. Akibatnya apa? 17:31 Akibatnya si anak karena frustasi 17:33 mencari hiburan bersama teman-teman yang 17:36 menawarkan mereka narkoba, kamu akan 17:38 rasakan perasaannya beda. Kamu lupa 17:40 [berdehem] semua penderitaan kamu. Dia 17:42 mulai coba sedikit-sedikit. 17:45 Akhirnya apa? 17:46 Menjadi pencandu. 17:48 Dari sana mulai muncul penyakit yang 17:50 bermacam-macam. Waliazubillah. Jadi 17:53 ingat orang tua jangan menghadapi 17:56 anaknya sebagaimana seorang instruktur. 18:00 di hadapan bawahannya. Tapi hendaknya 18:03 berikan kehangatan, berikan belayan, 18:05 berikan perhatian duduk bersama 18:06 anak-anak, Bapak maupun Ibu. Hingga 18:09 anak-anak di saat dia pulang dari 18:13 sekolah atau pekerjaan dia, dia bukan 18:14 merindukan teman di luar, merindukan 18:16 orang tuanya. 18:18 Dan dia merasa bangga dengan ayah 18:20 ibunya, hatinya penuh dengan kehangatan. 18:23 Mudah-mudahan ibu mendapatkan solusi 18:26 yang baik buat anak ibu. Cari sebabnya. 18:28 Kemudian berikan kehangatan buat anak 18:30 ibu. Kemudian tanamkan adab dan 18:34 nilai-nilai baik. Di saat berbicara pada 18:35 anak semacam ini, gunakan bahasa yang 18:37 lembut, yang menyentuh, yang membuat 18:40 betul-betul apa? Perasaan dan air 18:43 matanya berlinang-linang menyesali 18:44 perbuatan yang dilakukan. Wallahuam. 18:47 Masyaallah. Jadi, ikhwan akhwat terutama 18:50 para Bunda, betapa apa yang kita lakukan 18:54 itu akan sangat berpengaruh terhadap 18:57 tumbuh kembang buah hati kita. 19:01 Masyaallah zaman sekarang lebih-lebih 19:02 lagi ya. Lantas apa kata Ustaz Abu Bakar 19:06 Baraja terkait dengan hal ini? Yuk kita 19:10 simak. 19:14 [berdehem] 19:14 Bismillahirrahmanirrahim. 19:17 Asalamualaikum warahmatullahi 19:20 wabarakatuh. 19:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 19:22 wabarakatuh. 19:23 Alhamdulillah, 19:26 segala puji dan syukur kita haturkan 19:31 kepada Allah. 19:33 Bagaimana tidak kita haturkan? 19:36 Karena yang bisa memberikan hanya kepada 19:40 Allah. 19:42 Ketika hati kita bersama-sama 19:46 mendekatkan diri kepada Allah, yakinkan 19:50 bahwa itu adalah yang terbaik. 19:55 Kedekatan kita kepada Allah itu yang 19:59 luar biasa. Bagaimana kita bisa jauh 20:02 dari Allah. 20:04 Bagaimana kita bisa meninggalkan Allah 20:08 sedangkan Allah selalu bersama dengan 20:10 diri kita. 20:13 Allah tidak pernah meminta kita ini itu 20:17 itu. Tidak. Hanya dia perhatikan apa 20:21 yang bisa kamu lakukan untuk Allah. 20:25 Ketika itu kamu akan mendapatkan 20:29 berbagai macam. Apa saja yang kamu minta 20:33 pasti ada. 20:35 Kita melihat kasus 20:39 seorang ibu dengan seorang anak. 20:43 Anaknya sudah masuk ke SMA. 20:49 Mulai 20:50 ketika itu hanya dilarang untuk bermain 20:57 berpergaulan 20:59 dengan dirinya. 21:02 Maka dengan dilarang itu dia kesal, dia 21:07 marah. 21:09 Walaupun sebelumnya sayang dengan tidak 21:12 mau jauh dari ibunya ke mana ibunya 21:15 dicari. 21:18 Namun ketika diputus hubungannya dengan 21:23 temannya, dia mulai jengkel. Dia tetap 21:27 sayang. Tapi ketika muncul perasaan 21:31 pengin berteman, muncul aku dilarang 21:34 lagi, aku dilarang lagi, aku dilarang. 21:38 Ketika dilarang munculnya perasaan itu. 21:43 Coba kita perhatikan 21:45 ketika anak lagi asik bermain, 21:48 apakah dia bergaulnya bebas, 21:51 pergaulannya enggak benar atau tidak? 21:54 Kita ingatkan 21:56 anak kita bukan orang lain. 22:02 Kalau kita ingatkan orang lain, anak 22:05 kita enggak bisa dia lagi ingat sama 22:08 orang itu. Tapi kita ingatkan anak kita 22:12 untuk tidak bergaul pada orang lain. 22:15 Bukan orang lain yang kita ingatkan. 22:19 Ketika orang lain yang kita ingatkan, 22:22 anak kita masih tetap 22:26 masih tetap bersama dengan orang lain, 22:28 berkeinginan dengan orang lain. Anak 22:31 kita masih tetap. Tapi kalau kita 22:35 ingatkan anak kita, maka dia sudah 22:38 lepas, 22:43 ya. Jadi dia sudah lepas dari pergaulan 22:47 daripada anak kita. 22:52 Jadi bagaimana dengan anak kita kalau 22:56 kita cuman bicarakan orang lain? Kita 23:00 membicarakan orang lain bukan anak kita. 23:07 Jadi perhatikan ketika kita mau yang 23:11 kita kuatkan adalah anak kita, kita 23:15 sampaikan perbuatan baik seperti yang 23:18 tadi. Bagaimana ee Ustaz Husin 23:22 mengatakan 23:23 ajaran akhlaknya? 23:26 Nah, di situ kita berikan informasi 23:30 bahwa perbuatan yang tidak baik itu 23:32 tidak benar. bahwa kamu itu adalah orang 23:35 yang baik, kamu itu anak yang baik, kamu 23:38 anak yang manis. 23:41 Nah, ketika dia berhadapan dengan yang 23:43 enggak baik, dia tinggalkan. 23:46 Jadi, informasikan 23:49 segala sesuatu itu pada anak kita 23:53 sesuatu yang baik, 23:57 ya. Nah, itu yang perhatikan. Namun 24:00 terjadinya sudah seperti ini dan dia 24:03 sudah marah, sudah maki-maki, sudah 24:07 memukul. 24:10 Nah, kita perhatikan. Kita mulai kita 24:14 peluk dia. Pertama kali peluk 24:20 anaknya peluk 24:24 karena anaknya perempuan, 24:26 temannya anak laki-laki. Itu yang kita 24:29 harusikan bahwa peluk anak itu 24:33 dia memberontak. Dia tidak mau kalah 24:36 sudah lepas nanti peluk lagi. Dia lagi 24:39 sayang-sayang lagi nyenderan kepada 24:41 kita, kita peluk. Jangan nyender-nyender 24:45 melulu. 24:47 Jangan kita katakan seperti itu. 24:51 Kalau kita katakan, "Ih, nyender-nyendar 24:53 mul itu yang membuat kesal dirinya." 24:59 Jadi perhatikan ketika itu peluk dia. 25:04 Seringkan peluk agar supaya hilang 25:08 teman-temannya. Cuma ingatkan bahwa kamu 25:11 tuh anak baik. Kamu itu semua perbuatan 25:14 yang baik, akhlaknya baik. Coba kamu 25:18 lihat senyum sama teman, senyum sama 25:21 orang-orang. Tuh kamu itu anak baik. 25:25 Jadi kita katakan anak baik selalu kita 25:29 katakan bahwa dia anak baik. 25:35 Jadi kata-kata yang baik ini akan masuk 25:38 ke dalam diri dia. Perbuatan yang tidak 25:41 baik dia akan tinggalkan. 25:45 Dia akan tinggalkan perbuatan yang tidak 25:48 baik. Karena di pikirannya dia sesuatu 25:52 yang baik. 25:55 Dia berbuat baik. 26:00 Coba kita perhatikan 26:02 ketika dia bergaul dengan perbuatan yang 26:05 tidak baik, perbuatan yang 26:08 bebas, yang ke sana, yang kemari, 26:11 perhatikan. Karena dia tidak pernah tahu 26:15 bahwa perbuatan dia itu baik. 26:18 Jadi kita informasikan kepada anak kita 26:21 bahwa kamu itu baik, kamu itu anak yang 26:25 menyenangkan. Kamu itu menolong orang 26:28 tua, menolong anak-anak yang lain. Kamu 26:31 tuh penolong. Jadi ketika berhadapan 26:35 dengan orang yang tidak menolong, 26:37 berhadapan dengan orang-orang yang 26:39 kasar, berhadapan dengan 26:40 perbuatan-perbuatan yang tidak baik, 26:44 dia akan tinggalkan. 26:46 Karena di dalam dirinya adalah kebaikan. 26:53 Ketika dia mempunyai kekuatan yang baik, 26:57 tenangkan. 27:00 Tenangkan diri kita. Kita selalu seperti 27:04 itu. Namun, bagaimana dengan 27:06 perbuatannya? Dia sekarang sudah marah. 27:08 Apakah dia didukunin? Apakah dia? Tidak. 27:13 Dia mau pakai dukun, dia mau pakai 27:15 sihir, dia mau pakai apa itu biarkan dan 27:19 kita tetap 27:21 kita biasakan bacakan Fatihah. 27:26 Ketika dia lagi marah-marah, kita 27:28 bacakan Fatihah. 27:32 Kita bacakan Fatihah agar supaya 27:36 semuanya hilang 27:38 dengan bahasa kita bacakan Fatihah 27:42 perbuatan dia tidak akan marah, dia 27:45 tidak akan mukul, dia tidak akan karena 27:48 Fatihah itu menghilangkan 27:52 perbuatan-perbuatan yang tidak baik. 27:56 Jadi ketika dia lagi mukul, lagi marah, 28:00 lagi kesal, kita bacakan Fatihah. Jangan 28:03 kita kabur, jangan kita ngumpet, jangan 28:06 kita lari. Nanti dia akan cari 28:10 cari dia sayang, nanti marah lagi. 28:13 Ketika dia marah, kita bacakan Fatihah. 28:17 Jadi ketika datang perbuatan-perbuatan 28:20 yang enggak baik, kita fatihahkan. 28:24 Kita katakan terus habis setelah baca 28:26 Fatihah, anak yang baik kamu itu anak 28:30 baik kamu itu melakukan satu perbuatan 28:33 baik walaupun dia berbuat yang tidak 28:35 baik. 28:36 Kita tetap katakan bahwa kamu anak baik. 28:39 Jangan kamu tuh kamu mukul-mukul. Enggak 28:42 boleh mukul-mukul. Jangan kita katakan 28:46 kita tinggalkan, kita katakan kamu anak 28:48 baik. Jadi kebaikan-kebaikan itu 28:51 tanamkan pada dirinya. Insyaallah dia 28:55 akan menjadi orang yang baik. 28:57 Insyaallah. 28:58 Masyaallah. [terkesiap] 29:00 Jadi biar bagaimanapun juga ya, Ikhwan 29:04 Akhwat, sebetulnya hati seorang ibu 29:07 adalah ruang bagi anak-anak belajar 29:10 karena ada cinta di sana, ada kasih 29:13 sayang, dan ada kesabaran. 29:15 Emm, bagaimana kalau kita simak sepenuh 29:18 jiwa, sepenuh raga, sepenuh hati? 29:21 Closing idea dari Ustaz Husein Alatas. 29:25 Silakan. 29:27 [berdehem] 29:31 Seperti yang Ustaz Abu Bakar Baraja 29:33 katakan, 29:36 salat doa ini merupakan bala bantuan 29:38 yang amat benar. 29:41 Di saat kita tidak berdaya, tidak mampu 29:46 dalam melakukan sesuatu, 29:49 apalagi berhubungan dengan hati dan 29:52 kepribadian seseorang. 29:54 Jangankan hati orang lain. 29:57 Kita terkadang tidak berdaya di hadapan 30:00 berbagai macam godaan yang mengganggu 30:02 diri kita. 30:05 Kecondongan-kecondongan yang tidak baik. 30:09 Tapi dengan kita kembali pada Allah 30:13 Rabbul Alamin juga yang menggenggam hati 30:16 kita yang tadinya sulit bahkan mustahil 30:20 menurut perhitungan kita. Allah 30:23 Subhanahu wa taala akan betul-betul 30:26 memberikan kabar gembira yang buat yang 30:28 indah buat kita semuanya. Allah 30:30 berfirman, "Wastainu 30:32 bisabri was." Hendaklah kalian 30:35 menjadikan salat dan sabar sebagai bala 30:38 bantuan kalian dalam menghadapi berbagai 30:41 macam tantangan dan urusan kalian. 30:45 Wa innaha lakabiratun illa alal khosiin. 30:49 Dan orang salat dengan benar dan rapi 30:51 itu tidak mudah 30:54 kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. 30:57 Banyak orang salat tapi salatnya tidak 30:59 meninggalkan bekas di hatinya. Bukan 31:01 salat semacam ini yang diinginkan Allah, 31:04 tapi salat yang menghubungkan hatinya 31:07 dengan Allah, membuat dia meresapi 31:10 kebesaran keagungan Allah, meyakini 31:13 kekuasaannya 31:14 yang mutlak yang berlaku di seluruh alam 31:17 semesta. Di saat dia menghendaki 31:19 sesuatu, semua akan terjadi dengan 31:21 kehendaknya. Tak ada satuun kekuatan 31:24 yang mampu untuk merat, merubah 31:26 keputusan ketetapan 31:29 dengan penuh 31:32 merasakan kehadiran dirinya di hadapan 31:34 Allah. Allah berada di hadapannya, 31:36 meresapi kebesaran keagungannya. Juga 31:39 menyadari akan rahmat dan kasih-Nya yang 31:42 tak terhing. 31:44 Rasa malu kita di hadapan Allah. Kita 31:47 pada saat bertakbir juga meresapi 31:49 kebesaran keagungannya. 31:51 Membaca suratul fatihah betul-betul 31:54 dengan penuh penghayatan. 31:58 Kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur'an 32:00 tidak perlu yang panjang-panjang asal 32:02 diresapi. 32:04 Kemudian kita bertakbir kembali rukuk di 32:07 hadapan kebesaran Allah. Menundukkan 32:10 tubuh kita sambil bertasbih kepadanya. 32:12 Subhana rabbiyal adzim wabihamdih. 32:15 Subhana rabbiyal adzim wabihamdih. 32:17 Subhana rabbiyal adzim. 32:20 Maha suci Tuhanku yang maha agung. 32:22 Segala puji bagi Nah, kalau yang Maha 32:24 Besar turun dan dia tidak bersekutu 32:27 membantu kita, apa yang sulit? 32:30 Kemudian samiallahu liman hamidah sambil 32:33 memuji Allah rabbana lakal hamd. 32:35 Kemudian kembali kita tersungkur sujud 32:38 berlepas diri dari selain Allah dan 32:40 sepenuhnya hanya berharap mohon kepada 32:43 Allah. 32:44 Kalau gerakan-gerakan salat bacaannya 32:47 kita resapi, kita merasa kita selalu 32:49 hadir di hadapan Allah. Allah 32:52 mendengarkan 32:54 dan mengabulkan doa-doa kita, betapa 32:57 mudahnya bagi Allah untuk mengubah 32:59 perilaku anak kita yang kurang baik. 33:01 Jadi jadikan salat dan sabar. Jangan 33:05 tergesa-gesa, jangan terburu-buru, 33:06 jangan menggunakan kata-kata yang penuh 33:08 emosi, apalagi tumpahan, cacian, makian, 33:11 maupun laknatan dan kutukan. 33:14 Tapi doakan semoga Allah memberikan 33:16 hidayah padamu. Semoga Allah subhanahu 33:19 wa taala membukakan pintu rahmatnya 33:22 kepada kamu. Jadi hamba yang taat pada 33:24 Allah, hamba juga yang bakti pada kedua 33:27 orang tua. Lalu saya ingat ketika saya 33:32 masih kuliah di Mesir, 33:34 kebetulan kita dari mulai SD ini terbawa 33:38 teman-teman yang merokok. Pepat Arab 33:40 mengatakan manjalas dana seorang kalau 33:42 duduk sama seseorang kecipatan. 33:46 Tamat SD teman-teman kita bahkan di 33:48 pesantren merokok akhir kita ikut 33:49 merokok bersama mereka. Berangkat ke 33:52 Mesir kuliah di Alazhar kita masih 33:53 merokok. 33:56 Nah kita merasakan betul-betul gangguan 33:58 dari rokok. bertemu dengan teman-teman 34:00 pelajar di Mesir di Alazhar mereka 34:03 mengatakan ya Syekh Husein min fadlik 34:06 kuntahin ibtaid antaid 34:09 taal ilaina Syekh Husein kalau kamu 34:13 merokok coba menjauh dari kamu sudah 34:15 selesai merokok silakan kumpul lagi 34:17 bersama kamu guru juga yang mencintai 34:20 kita satu kali menjumpai kita merokok di 34:23 lorong sekolah si guru mengatakan ya 34:26 Syekh Husein 34:28 waq 34:29 fika saya betul-betul kecewa sama kamu. 34:31 Saya berharap kamu jadi seorang daiah 34:33 yang berdakwah mewakili Alazar, ternyata 34:36 kamu merokok. 34:39 Itu mulai saat itu panggilan untuk 34:41 berhenti. Tapi di samping juga nasihat 34:45 doa nenek kita. Nenek kita selalu 34:48 bilang, "Ya Allah semoga diparingi 34:50 hidayah." Bukan dengan makian, cacian 34:53 dan kutukan, tapi diparingi hidayah 34:55 supaya bisa berhenti merokok. Kok jadi 34:57 anak yang saleh. Terus doa seperti itu, 35:00 itu menyentuh hati kita daripada 1000 35:03 nasihat yang diberikan. 35:05 Karena menggambarkan perhatian dan 35:06 kecintaan. Allah kasih. Alhamdulillah 35:10 kita berdoa di Ka'bah mohon pada Allah, 35:12 orang tua kita juga doakan kita sampai 35:14 akhir kita bisa berhenti meninggalkan 35:16 kebiasaan rokok yang buruk menjadi orang 35:19 yang merdeka. Arti kita ini semuanya tak 35:22 luput dari perbuatan-perbuatan, 35:24 kesalahan-kesalahan 35:26 yang melekat pada kita. Jadikan ini 35:28 pengalaman bagaimana kita bisa 35:29 meninggalkan semua ini. Di samping 35:32 pendidikan buat anak kita, bangun 35:34 lingkungan yang baik, berikan 35:36 kehangatan, jangan pernah berhenti 35:38 berdoa. Doa sebagaimana dalam hadis adua 35:42 silahul mukmin. Doa ini merupakan 35:44 senjatanya orang yang beriman. Dalam 35:46 riwayat yang lain, adaa ya mukh mul 35:50 ibadah. Doa ini inti sumsum dari ibadah. 35:53 Kemudian dalam hadis yang lain, la 35:55 yaruddulq illa. Tidak akan ada yang 35:58 mampu untuk merubah ketentuan Allah 36:00 kecuali hanya doa. 36:01 Api yang panas membakar ditentukan oleh 36:04 Allah. Dengan doanya Ibrahim berubah 36:06 menjadi sejuk 36:07 dan membawa keselamatan baginya. Begitu 36:10 juga Nabi Zakaria yang mandul. Begitu 36:13 pula istri di hari tua, Allah berikan 36:14 anak dengan doa. 36:16 Nabi Ayub, Allah sembuhkan penyakitnya 36:17 dengan doa. 36:18 Nabi Yunus Allah selamatkan dari perut 36:20 ikan 36:22 juga dengan doa. Jadi jangan pernah kita 36:25 lupa untuk berdoa. Uduni 36:28 astajib lakum. Mohon padaku. Aku akan 36:29 kabulkan permintaan kalian. Jadi 36:31 insyaallah doa ibu untuk anak ibu serupa 36:34 dengan doa nabi untuk umatnya. 36:37 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 36:40 ilahailla anta astagfiruka waubuaium. 36:44 Asalamualaikum. 36:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 36:47 wabarakatuh. Masyaallah. 36:50 Wahai ikhwan akhwat yang dirahmati 36:53 Allah. [menghela napas] 36:55 Ibu selalu akan berjuang demi 36:57 membahagiakan anak-anaknya. Sekalipun 37:00 dia harus sakit, dia harus lelah. Tetapi 37:04 itulah yang kita dengar hari ini dan doa 37:08 adalah sesuatu yang sangat utama. Terima 37:10 kasih Ustaz Husein, Ustaz Abu Bakar dan 37:13 semua. Mudah-mudahan di bulan ini ee 37:18 yang penuh dengan kedamaian dan 37:19 keberkahan bagi kita semuanya. Kita 37:22 jumpa kembali di ee minggu yang akan 37:24 datang ya. Billahi taufik walhidayah. 37:26 Wasalamualaikum warahmatullahi wab. 37:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:30 wabarakatuh. 37:33 Bagaimana kabar 37:35 langsung layat ya?