Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
3:37 [musik] 3:49 Bismillahirrahmanirrahim. 3:50 Asalamualaikum warahmatullahi 3:52 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 3:54 wabihi nastain ala umu dunya waddin 3:57 wasatu wasalamu ala Muhammad waa alihi 3:59 wasbihi ajma rbi zidni ilma allahumf 4:03 bimaamtani waimni mafuni warzuqni ilman 4:06 yang dipancarkan dari Jalan Masjid 4:08 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 4:11 Bekasi radio silaturahim dan Rasil TV 4:14 untuk Islam yang satu ikhwan akhwat yang 4:17 dirahmati Allah subhanahu wa taala 4:19 pendengar di mana pun saja Anda berada 4:21 apa kabar Anda di sore hari ini semoga 4:22 Semoga selalu dalam keadaan sehat 4:25 walafiat. Saya Angga Ibinudin ditemani 4:28 oleh Yusuf Subangkit Meja operator. Ada 4:30 Neza di kameramen dapat kembali menyapa 4:32 Anda di mana pun saja Anda berada. 4:34 Semoga kabar Anda selalu sehat ikwan 4:37 akhwat dan e yang mendengarkan siaran 4:40 kami di manaun termasuk yang 4:42 mendengarkan melalui live streaming di 4:46 sore hari ini. Ikhwan akhwat kami hadir 4:47 dalam acara tausiah sore edisi hari 4:50 Kamis. Kita sudah memasuki hari yang 4:52 ke-17 di bulan September 2026 dan 4:56 tausiah sore edisi hari Kamis, kita akan 4:58 mendengarkan nasihat dan juga tausiah 5:00 dari guru kita yang alhamdulillah beliau 5:03 telah hadir di studio Rasil, Ustaz Zain 5:06 Alhadi. Asalamualaikum warahmatullahi 5:09 wabarakatuh, Pak Ustaz. 5:10 Waalaikumsalam warahmatullahi taala 5:12 wabarakatuh. 5:13 Bagaimana, Pak Ustaz, kabarnya sore hari 5:15 ini? 5:15 Alhamdulillah. 5:16 Alhamdulillah 5:17 semuanya. Alhamdulillah 5:18 semuanya. Alhamdulillah. bisa kembali 5:22 bersua dengan pendengar melalui udara ya 5:25 Pak Ustaz ya. Dan di tausiah sore kali 5:27 ini kita akan mengangkat topik hubungan 5:30 erat antara Nabi Muhammad sallallahu 5:33 alaihi wasallam beserta sahabat dan 5:36 kerabatnya. Ini Pak Ustaz ya. 5:38 Nah, [berdehem] 5:38 ingatan kembali ikhwan akhwat bagaimana 5:41 sosok Rasulullah sallallahu alaihi 5:43 wasallam yang berdampingan dengan 5:46 sahabat dan juga kerabat-karabatnya gitu 5:47 Pak Ustaz. 5:48 Masyaallah. [mendengus] 5:49 Iya. secara jujur baca riwayat-riwayat 5:52 itu. Heeh. 5:53 Akhirnya nampaknya indah jadinya. 5:55 He. 5:56 Hubungan Nabi dengan sahabatnya, 5:59 keluarganya. 6:00 Iya. He 6:02 dan lain-lain. 6:03 Indah betul. Mereka itu akur sampai 6:07 Muhajirin dan Ansar itu 6:08 Muhajirin Ansar apa? Bersaudara membagi 6:12 apa yang mereka 6:12 dipersaudarakan kan Pak Ustaz ya. 6:14 Betul. dan memberikan apa yang mereka 6:16 punya kelebihan sampai yang punya istri 6:19 dua tiga cerat kasih saudaranya yang 6:21 dari Mekah 6:22 sampai sebegitunya. [tertawa] 6:24 Masyaallah. Kita akan lihat bagaimana 6:27 yang disampaikan oleh Ustaz Zain Alhadi. 6:29 Mari kita simak. Tafadul ya Ustaz. 6:32 Bismillahirrahmanirrahim. 6:34 Alhamdulillahirabbil 6:36 alamin wasalatu wasalamu ala sayyidina 6:40 Muhammadin asrofil mursalin wa thhirin 6:44 wa ashabihil mayamin w ba'du. 6:47 Asalamualaikum warahmatullahi taala 6:49 wabarakatuh. 6:53 Kita bahas semampunya ya hubungan erat 6:57 antara Nabi Muhammad, 7:00 sahabatnya 7:02 dan kerabatnya. 7:06 Sikap Nabi Muhammad semua kita lihat 7:09 dalam sejarah ini sehubungan dengan hari 7:11 kelahiran Nabi. 7:15 Hubungan erat antara Nabi Muhammad 7:17 sendiri 7:19 beserta sahabat-sahabatnya dan 7:20 kerabatnya. 7:23 itu diriwayat betul kita lihat penuh 7:25 sekali keindahan-keindahan di situ. 7:28 Sikap Nabi 7:31 sallallahu alaihi wasallam terhadap 7:33 istri-istrinya, 7:35 para sahabatnya, 7:37 kerabatnya, keluarganya, Ahlil Bait dan 7:40 sikap mereka terhadap Nabi Muhammad. 7:43 Sikap Nabi indah sekali kepada 7:45 sahabat-sahabatnya dan keluarganya 7:48 dan sahabat-sahabatnya 7:51 erat, penuh kehangatan, keindahan, kasih 7:55 sayang. Itu yang kita baca dari 7:57 riwayat-riwayat itu. Semua riwayat 7:59 seperti itu. 8:01 Sebelum ada peperangan, 8:04 sebelum ada fitnah dan peran Yahudi 8:07 tetap saja dari dulu itu sampai sekarang 8:09 mengadu domba itu ada. Terus 8:12 di situ ada di zaman itu juga sudah ada 8:15 [mendengus] 8:19 sikap Nabi terhadap istri-istrinya. 8:21 Lihat keindahannya luar biasa. 8:29 Firman Allah dalam Al-Qur'an. Surah 8:32 Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 107. 8:37 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 8:40 Wama arsalnaka 8:43 illa rahmatan lil alamin. 8:47 Allah tidak akan mengutus Nabi Muhammad 8:49 untuk ini, untuk itu. Tidak sama sekali. 8:52 Diutus Nabi Muhammad untuk menyampaikan 8:54 rahmat-rahmat Allah. 8:58 Diutus Nabi Muhammad hanya untuk membawa 9:00 rahmat bagi alam. 9:04 Rahmat yang banyak dari Allah itu 9:07 disebarkan oleh Nabi. Disebarkan. Arti 9:09 apa? Paling banyak rahmat. Hidup kita 9:11 ini teratur seperti ini. Rahmat. 9:19 Turun agama itu membawa rahmat. 9:22 Kita hidup 9:24 beradab, 9:26 berperi kemanusiaan. 9:29 Sekarang ini. Iya. beradab berperi 9:31 kemanusiaan dari mana itu? Dari agama 9:35 yang diturunkan Allah. Rahmat bagi semua 9:38 alam. 9:40 Alamnya apa itu? Alam yang mendapat 9:42 rahmat semua. Alam benda, 9:47 alam tumbuhan. 9:49 Lagi perang pun gak boleh nebang pohon. 9:52 Lagi perang tidak boleh nebang pohon. 9:54 Hatta pohon dihargai, dihormati, diberi 9:57 rahmat. Tidak boleh nebang pohon. Ada 9:59 hukumnya itu 10:02 sampai itu alam alam alam tumbuhan alam 10:05 hewan juga 10:08 menyembelih hewan pisaunya tajam jangan 10:11 diangkat-angkat dilama-lamain 10:14 pisunya gak jangan sampai terangkat 10:17 ada rahmat juga buat hewan-hewan tuh 10:20 kalau tidak 10:22 terjepit 10:24 dilarang mengganggu hewan 10:27 apalagi lainnya nya. Kemudian dari alam 10:30 benda, 10:32 tumbuhan, 10:34 alam hewan. 10:36 Kadang-kadang peraturan itu orang-orang 10:39 lain lebih manusiawi. 10:42 Saya dengar di zaman Belanda itu 10:45 kalau ada orang tuh apa mecut ya, cemeti 10:49 kuda itu ditangkap, didenda. 10:53 Jadi kuda juga punya hak. 10:57 Memang di Islam seperti itu. 11:00 Tapi saya ngamalkan sekarang kebanyakan 11:02 yang nonmuslim. 11:06 Nah, baru manusia manusia juga dihargai. 11:09 Betul. Maka banyak tuh hukum-hukum 11:11 pidana tuh denda-denda ketika seseorang 11:14 melanggar hak asasi manusia di Islam 11:17 paling dijaga ketat itu rahmat. 11:21 Apakah rahmat kalau hidup sading bunuh? 11:25 Apa Islam tidak boleh? Tidak boleh. 11:27 Dibolehkan berbunuh-bunuh ketika kita 11:30 membela diri karena diserang. Nanti ada 11:33 ayatnya nanti. Pada saat hum 11:35 yuqotilunakum 11:37 sehingga kalian diperangi, kalian diusir 11:39 dari tanah air kalian. Ah itu baru 11:41 perang. 11:43 Tidak pernah Nabi itu perangnya di luar 11:46 di luar Makkah Madinah hanya satu kali 11:48 menjemput sudah mau diserang dihalangi 11:50 dari di luar di kota Madinah. Lainnya 11:53 semua peperangan itu di Makkah Madinah. 11:56 Mereka yang nyerang. 11:59 Islam bertahan. 12:03 Jadi peperangan dalam Islam itu terpaksa 12:05 atau dipaksa perang oleh musuh. 12:10 Jadi rahmat tuh 12:13 Islam datang membuat rahmat. 12:16 Tapi jangan diganti rahmat tuh jadi 12:18 bencana, jadi nikmat. Namanya rahmat itu 12:21 nikmat. 12:23 Nikmat. Nikmat ya nikmat menyenangkan. 12:27 Lawannya nikmat. Nikmat. 12:33 Jadi rahmat bagi benda, bagi tumbuhan, 12:37 bagi hewan. Apalagi bagi manusia. 12:44 Kemudian dalam ayat lain surah al-Qalam 12:47 ayat 4 12:50 auzubillahiminasyaitanirrajim. 12:53 Wa innaka laa khuluqin adzim. 12:57 Dan sungguh 12:59 engkau 13:01 wahai Muhammad 13:03 berbudi pekerti yang amat luhur. 13:07 Jadi kemanusiaan yang adil dan beradab. 13:11 Kalimat itu ada di Undang-Undang Dasar 13:13 45 kita. Itu memang demikian. Tuhan 13:16 ciptakan manusia harus adil dan beradab. 13:21 Tidak buas. 13:23 tidak menginjak-nginjak hak asasi 13:26 manusia. 13:31 Nah, kemudian manusia yang sudah adil 13:34 dan beradab, 13:36 manusia qurani yang sudah mengamalkan 13:40 isi ayat-ayat Quran, 13:43 dialah Nabi Muhammad sallallahu alaihi 13:46 wasallam. 13:47 Kalau kita ditanyakan 13:50 apa bisa enggak tunjukkan ke saya figur 13:54 yang sudah mengamalkan Pancasila? 13:58 Siapa? 14:00 Siapa pejabatkah? 14:03 Apa itu budayawan, 14:07 ahli agama yang sudah mengamalkan 14:09 Pancasila? 14:13 Bisa tunjuk? Enggak ada yang bisa 14:15 tunjuk. 14:16 Kalau yang sudah mengamalkan Al-Qur'an 14:19 ada 14:21 yang sudah mengamalkan Al-Qur'an 14:24 makannya, minumnya, tudnya semua 14:26 geraknya qurani. 14:28 Dan bisa dicontoh siapa ingin 14:30 mengamalkan Quran, contoh itu 14:31 orang-orang itu 14:34 yang sudah mengamalkan Quran 100% Nabi 14:37 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 14:40 Sampai dinamakan Nabi Muhammad itu 14:42 Al-Qur'an berjalan. 14:46 Pancasila apalagi sudah diamalkan semua 14:49 itu. 14:52 Jadi kalau tanya saya mau niru siapa ini 14:54 kalau saya mau jadi Pancasila? 14:56 Saya bilang saya enggak tahu selain Nabi 14:58 Muhammad siapa yang sudah mengamalkan 15:00 Pancasila. 15:02 Dan ada yang membanding Nabi Muhammad 15:05 dengan Bapak Soekarno. Ya beda. 15:09 Bapak Soekarno itu meletakkan dahinya di 15:11 tanah, sujud dia salat, dia muslim. 15:16 Jadi siapa yang dihormati? 15:18 Kalau Bapak Soekarno sujud di tanah, di 15:21 langit dahinya itu sujud dia kepada 15:24 siapa? Kepada Allah. Nah, Nabi Muhammad 15:27 siapa? Rasulnya Allah. 15:30 Ya. Jadi tidak tidak bisa dibanding 15:34 ingin mengerti. 15:41 Kemudian surat Al-Ahzab ayat 21. 15:44 Ini sehubungan dengan hari kelahiran 15:46 Nabi ya. 15:49 Laqad kan lakum fi rasulillahi uswatun 15:52 hasanah liman kana yarju yarjullaha. 15:58 Sesungguhnya pada diri Rasul sallallahu 16:01 alaihi wasallam itu ada suri tauladan. 16:04 Jadi yang manusia bisa contoh buat 16:06 meniru. Meniru manusia sempurna, 16:11 manusia yang dipilih oleh Allah. 16:14 Manusia yang diberi ilmu dan hikmah dari 16:18 Allah 16:21 dan boleh di meniru Nabi Muhammad 16:23 mengikuti jejak dan amalnya pasti akan 16:26 mendapat rida Allah 16:28 dan dapat berjumpa dengan Allah di 16:31 akhirat 16:33 itu. Jadi mengikuti Nabi Muhammad itu 16:38 seluruh kehidupan. 16:42 Karena gerak-gerak Nabi itu semua Quran. 16:45 Jadi kalau kita mengikuti Al-Qur'an ada 16:47 ada contohnya 16:50 mengikuti 16:53 akhlak Nabi. 16:59 Kemudian kita surat lagi, lihat lagi 17:00 dalam surah at-Taubah ayat 128. 17:04 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 17:07 Laqod jaakum 17:10 rasulun min anfusikum 17:13 azizun alaihium 17:16 harisun alaikum bil mukminina rfurah 17:19 rahim. 17:21 Sungguh Allah telah datang kepada kalian 17:23 wahai manusia seorang rasul dari kaum 17:27 kalian 17:30 berasa rasa terasa olehnya penderitaan 17:33 kalian 17:35 sangat menginginkan keimanan 17:39 dan keselamatan kalian. Nabi amat sayang 17:42 siang malam dia memikirkan umatnya. 17:45 Amat jelas kasih kasih sayangnya 17:47 terhadap mukminin 17:50 dan muslimin itu. Nabi Muhammad sangat 17:52 berat kasih sayangnya kepada muslimin. 17:56 Tapi musliminnya juga sudah dapat 17:59 berkasih sayang sebagian. 18:02 Dan pada masa lu sangat jelas kasih 18:04 sayang itu. 18:07 Tapi pada masa kini sebagian besar masih 18:10 ada kasih sayang. Tapi sebagian kecil 18:12 berkasih sayang bersama musuh-musuh 18:15 Islam. 18:20 [mendengus] 18:22 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 18:25 rela mengorbankan kepentingan, 18:27 kesenangan, dan bahkan kebutuhan dirinya 18:31 dan umatnya. 18:33 Kebutuhan dirinya dan kerabatnya, 18:35 familinya demi untuk umat Islam. 18:39 kasih sayangnya dan cintanya selalu 18:41 untuk umat Islam. 18:49 Nabi Muhammad 18:52 sangat perhatian kepada umatnya, sangat 18:55 perhatian kepada istri-istrinya, 18:58 sangat menyayangi sahabat dan 18:59 kerabatnya. 19:02 Nabi. Nabi dalam ada suatu majelis, 19:05 suatu tempat 19:09 dia dikasih minum air, minuman air. 19:12 Sahabatnya tidak dikasih, Nabi tidak 19:15 minum. Dia tidak bisa menelan air dia 19:18 sendirian. Yang lain tidak. 19:23 Maka dari itu, 19:26 wahai muslimin, saudara kita semua, 19:29 sebaiknya 19:31 bila ada acara-acara 19:33 apalah rejaban atau apapun namanya itu 19:37 janganlah memberi minuman atau buah-buah 19:42 hanya untuk yang duduk di depan, 19:45 untuk ustaz-ustaz 19:47 atau pejabat di situ. [mendengus] Jadi 19:50 tidak pantas kalau umat tidak diberi, 19:54 umat yang banyak itu nonton kita makan 19:56 kue-kue, buah-buah di hadapan mereka. 20:00 Itu tidak, tidak pantas. Umat Nabi 20:02 Muhammad tidak begitu. 20:05 Semua yang ada dihormati. 20:08 Kita kan gak tahu mungkin di antara umat 20:11 yang duduk di belakang di sandal-sandal 20:13 itu di pinggiran, mungkin dia orang 20:15 saleh, mungkin hatinya bersih. 20:19 Hormati semuanya muslimin. Sayangi 20:22 semuanya tidak separuh-separuh, 20:25 tidak pilih-pilih. 20:28 Nah, itu kalau niru nabi. 20:32 Jadi, jangan menyediakan makanan untuk 20:34 sebagian orang saja. Untuk semua. 20:39 Tidak, tidak semua. 20:44 Nabi Muhammad sangat menyayangi 20:46 sahabatnya. Bahkan menghormati 20:50 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 20:51 wasallam. Berhubungan baik dengan semua 20:53 sahabatnya seperti Khalifah Abu Bakar, 20:56 Umar, Utsman dan Ali. 20:59 Dan para sahabat juga sangat menghormati 21:01 beliau, sangat menghormati Nabi. Tapi 21:05 Nabinya tahu diri. 21:08 Dalam satu majelis ada nabi hadir di 21:11 situ, banyak sahabatnya juga. Kadang 21:13 Nabi Muhammad yang mana orang dari lihat 21:15 di luar gak gak bisa bedain pakaiannya 21:18 hampir sama. 21:20 Pakaiannya hampir sama. 21:26 Ada riwayat menyatakan bahwa dalam 21:29 pandangan Nabi Muhammad sallallahu 21:31 alaihi wasallam, para sahabatnya yang 21:33 utamu yang utama bukan hanya pendamping 21:37 dalam dakwah tetapi juga cerminan 21:41 keutamaan akhlak. 21:47 Melalui sebuah hadis yang diriwayatkan 21:49 oleh Imam at-Tirmidzi 21:52 dari Anas bin Malik 21:54 radhiallahu anhum. Nabi Muhammad 21:57 sallallahu alaihi wasallam menggambarkan 22:00 karakter istimewa masing-masing sahabat 22:03 besar. Jadi sahabat ini kelebihannya 22:05 ini, sahabat ini kelebihannya ini. Itu 22:07 selalu disebut oleh Rasulullah. 22:09 Tiap-tiap sahabatnya dipuji sama dengan 22:11 yang lain. 22:15 Dan terkenal sahabat Abu Bakar itu 22:17 terkenal karena penyayang kepada umat. 22:22 Khalifah Umar bin Khattab tegas dalam 22:24 menegakkan perintah Allah. Kalau ada 22:26 yang berbuat kriminal itu saya langsung 22:29 ditangkap itu oleh Khalifah Umar 22:32 dan tegas. 22:36 Kalau 22:37 Khalifah Ali dia apa itu selalu membela 22:42 kalau ada sidang pengadilan dia pembela 22:44 dia. 22:46 Olipomar jaksa dia nuntut tegas enggak 22:49 ada yang ditakuti. Jadi masing-masing 22:51 punya kelebihan. 22:55 Khalifah Utsman bin Affan pemalu dia. 23:00 Nah, Khalifah Ali dia paling bijak dan 23:03 memutuskan hukum adil sekali. 23:10 Jadi semua sahabat punya kelebihan. 23:14 Salman Farisi itu ahli perang. 23:17 Karena perang Khandak itu bikin parit. 23:19 itu idenya dia. 23:27 Jadi dalam arti sebenarnya maulid itu 23:31 atau itu kelahiran. Jadi sebaiknya untuk 23:34 bisa diterima oleh semua pihak. Tidak 23:37 lagi kita namakan maulid susah dipahami. 23:41 Habis apa? Bersyukur atas kelahiran 23:43 Nabi. Bersyukur kepada Allah dikirim 23:45 Nabi. Kalau enggak ada Nabi kita gak 23:47 tahu hidup ini bagaimana. Enggak 23:50 tahu kalau enggak diajarin dan kita 23:53 tidak mengenal Allah. 23:56 Nah, di situ yang jadi kita syukuri. 23:59 Kalau kita bersyukur ya tidak bidah 24:00 dong. Kan bersyukur. Untung aja dikasih 24:04 Nabi. Kalau enggak dikasih Nabi kita 24:05 bengang-bengung 24:07 [mendengus] mau ngapain. 24:09 Enggak tahu apa arti hidup. 24:13 Kemudian ada satu ayat yang luar biasa 24:15 kalau kita baca itu kalau tahu artinya 24:19 luar biasa. Ini ayat Al-Hasyr ini 24:22 menyangkut masalah Nabi dan sahabat. 24:23 Masalah sahabat Al-Hasyr ayat 9. 24:28 Wiruna ala anfusihim walauana bihim 24:31 khos. 24:33 Gak tahu bisa enggak sekarang seperti 24:34 ini. Ini ayat Quran ini. Jadi mereka 24:38 dulu para sahabat tu pendahulu kita 24:41 mereka lebih mementingkan 24:44 sahabatnya 24:46 daripada dirinya sendiri walaupun mereka 24:49 sedang susah. Kalau habis perang tuh ada 24:51 yang luka-luka banyak tuh. Nanti datang 24:53 yang mau nyelamatkan atau bantuan itu 24:56 dia mau dibantu. Jangan-jangan saya saya 24:59 tidak parah ni saudara yang sebelah ini 25:01 lebih parah. Obati dia dulu angkat dia 25:03 dulu. Nah itu disebut isar. Isar di 25:06 Quran bahasanya isar. Isar itu apa? 25:09 Lebih menyayangi saudaranya, lebih 25:10 menting-mentingkan saudaranya daripada 25:12 dirinya sendiri. Itu isar. Itu ajaran 25:15 Islam sebenarnya yuk sirun. Dia berisar 25:18 lebih mementingkan saudaranya. Oh 25:20 berarti dia duduk hadir lebih parah. 25:22 Saya masih bisa bertahan. Selalu ada 25:24 seperti itu. 25:26 Bukan rebutan. 25:28 Minta saudaranya didahulukan 25:30 untuk diselamatkan. Itu namanya isar. 25:33 Tolong dihafalin bahasanya. Isar. Jadi 25:35 disebarkan ada isar pakai sa ya. Kalau 25:39 menyebut sa yang seperti ba titik tiga 25:41 di atas isar ujung lidah tak letakkan di 25:46 ujung gigi atas. Jadi bunyinya s sama 25:49 campur t. Isar 25:53 isar yirun. Mereka berisar mengalahkan 25:56 kepentingan dirinya itu kepentingan 25:58 sahabatnya. 26:00 Sampai sahabat-sahabat yang Muhajirin 26:02 dibantu penuh oleh Anshar. 26:11 Itu baiknya Nabi, sayangnya Nabi kepada 26:13 umatnya. Waduh, luar biasa. yang dulu 26:16 dan yang sekarang. Nabi acap kali nangis 26:20 nangis. 26:22 Sahabat bertanya, "Kenapa ya 26:23 Rasulullah?" 26:26 Aku rindu. Rindu kepada siapa, ya 26:28 Rasulullah? [mendengus] Aku rindu kepada 26:31 saudara-saudaraku. 26:34 Mereka yang hidup di zaman yang akan 26:36 datang jauh dan keadaan mereka dapat 26:39 ujian yang besar. 26:41 Aku selalu mendoakan mereka. 26:44 Aku 26:46 kangen 26:48 pada saudara-saudaraku itu. Sahabat 26:50 berkata, "Ya Rasulullah, bukankah kami 26:52 ini saudaramu?" "Bukan. Kalian 26:54 sahabatku. 26:56 Saudaraku tuh nanti yang hidup di zaman 26:58 nanti itu banyak fitnah di zaman mereka 27:02 itu. 27:05 Itu 27:09 begitu keadaan Nabi. Di ayat lagi 27:14 Nabi daahul miskun 27:17 daahul miskinu ajaba ijabatan muajjalah. 27:21 Ini kalimat ini ada di kitab maulid. 27:24 Jadi waktu muludan itu dibaca tapi 27:26 sayangnya tidak diterjemahkan ke bahasa 27:28 Indonesia. 27:31 Aneh juga mereka dengar, mereka baca 27:34 tapi tanpa pemahaman. 27:36 Itu yang aneh. Jadi boleh saja silakan 27:39 adakan apa tuh peringatan boleimana 27:42 akhlak-akhlak [mendengus] nabi yang bisa 27:44 kita tiru. Itu bagus sekali kalau 27:46 mauludnya seperti itu. 27:49 Zadaahul miskun. Jadi bukan miskin, 27:51 bukan maulid kita namain bersyukur atas 27:55 kelahiran Nabi. Fajar dong. Nabi sifat 27:59 Nabi lagi gini, daahul miskin. Jika Nabi 28:02 Muhammad dipanggil oleh orang miskin, 28:04 dia penuhi kehendak orang miskin itu 28:07 segera. Segera dia penuhi. Enggak 28:09 telat-telat. 28:14 Dia mungkin seperti sekarang ini penerus 28:17 nabi, 28:22 ustaz atau kiai atau apa namanya 28:25 diundang untuk acara apa di rumah entar 28:28 doa atau selamatan 28:30 oleh mereka yang miskin itu para dai-dai 28:33 itu segera memenuhi permintaan. 28:39 Kenapa? 28:40 Kalau orang yang miskin tidak mampu, 28:43 kita telat-telat dia tersinggung. Jadi 28:46 kalau mereka yang ngundang lebih cepat 28:48 datangnya. Jangan telat. 29:02 Dan Nabi di surah Al-Ahzab ayat 6. 29:06 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 29:09 An nabi aula bil mukminin. Nabi itu 29:12 lebih diutamakan bagi orang-orang yang 29:15 mukmin. 29:16 mengutamakan orang-orang yang beriman 29:19 dan dari mereka sendiri 29:21 dari istri-istrinya ee istri-istri Nabi 29:24 itu dinamakan ibu-ibu muslimin. Tapi 29:29 disebut ummahatul muslimin atau umahatul 29:32 ummahatul mukminin. Jadi semua 29:35 istri-istri nabi itu 29:37 disebut ummahatul mukminin. Di sini an 29:40 nabi aula bil mukminin 29:42 min anfusihim. Nabi lebih diutamakan 29:45 bagi orang yang beriman lebih 29:47 mengutamakan Nabi dari dirinya sendiri. 29:50 Wa azwajuhu. Dan istri-istri Nabi itu 29:53 ummahatum. Dan istri-istri Nabi adalah 29:56 ibu para muslimin. Disebut umahatul 30:00 mukminin atau ummahatul muslimin. 30:03 Tapi sering disebut umahatul mukminin. 30:05 Jadi ibu istri-istri Nabi itu ibu-ibunya 30:09 muslimin mukminin. 30:11 Erat dar hubungan erat 30:14 nabi dan umatnya. 30:16 Umat sesama umat erat. 30:20 Erat banget gitu. 30:23 Ini yang hampir padam 30:26 yang ada perselisih-perselisihan 30:30 maki-makian, 30:32 mengkafirkan, 30:34 membidahkan itu semuanya itu dibuanglah 30:36 semua dibuang. Kalau betul siapa yang 30:38 benar Islamnya yang saling sayang itu 30:40 aja. 30:42 Saling sayang 30:45 sesama muslimin lebih wajib daripada apa 30:48 yang kita ributkan. 30:51 Kalahkan yang kita ributkan itu lebih 30:53 kewajiban bersatu. 30:56 Gak mau tidak ada acara maulid enggak 30:58 apa-apa. 31:01 Kalau saudara kita enggak senang, ya 31:02 sudah jangan diajak. 31:05 Kalau jadi yang mereka senang itu saya 31:08 usulkan ganti kalimat maulid. Ganti 31:11 [mendengus] menghidupkan sunah rasul. 31:15 Kan bisa 31:18 kalau menghidupkan sunah rasul juga 31:20 harus wajib 31:22 dengan maulid dengan bukan maknya kita 31:24 namain sekarang sa maulid itu nanti 31:26 jangan sebut lagi menghidupkan sunah 31:28 rasul sebut namanya menghidupkan sunah 31:31 apa salahnya bersyukur atas kelahiran 31:33 nabi 31:40 tahlilan semua ganti berzikir 31:44 Kenapa ada orang mati? Ya daripada 31:46 bengung ngobrol-ngobrol di tempat orang 31:48 sedang balas kawa ya kita baca Quran 31:50 atau berzikir. Jadi supaya benar apa 31:55 yang dibaca 31:56 pada saat orang meninggal kita takziah 31:58 ke rumahnya. Takziah kalau baca-baca 32:02 berzikir selesai 32:04 doakan orang mati. Ya wajib 32:07 disuruh doain orang mati. 32:14 dicari jalan tengah tidak saling ngotot. 32:23 Kemudian masih kita bicara masalah 32:25 sahabat. Jadi kalau kita cinta Nabi, 32:28 cinta Rasul, kita cinta juga pada 32:30 sahabatnya, pada keluarga Nabi, sahabat 32:32 Nabi. 32:35 Kan itu sangat rasional. 32:43 Ya, kita berhentilah, tobatlah dari 32:45 kesalahan-kesalihan masa lalu 32:48 yang kita lakukan. Sekarang berubah, 32:51 apalagi dunia sedang begini, muslimin 32:53 diperangi, 32:57 kita sudah punya musuh banyak. Setan, 33:03 siapa lagi? Khonnas. 33:06 itu semua memusuhi kita. Belum lagi 33:10 manusia dan jin memusuhi kita. Sudah 33:12 banyak musuh, kenapa cari lagi sesama 33:15 muslim jadi musuhan? 33:17 Kan tidak rasional hidup kita itu. 33:24 Kemudian firman Allah dalam surah 33:26 at-Taubah ayat 100. 33:28 Wasabiquunal awwalun. Orang-orang 33:31 terdahulu yang hidup lebih dulu dari 33:34 kita. 33:35 dari zaman Nabi sampai sekarang yang di 33:38 zaman Nabi itu ada Muhajirin, ada Ansar 33:41 berkasih sayang, bersaudara, 33:43 membagi-bagi harta. Iya. Yang punya dua 33:46 rumah kasih orang dari Makkah, yang 33:48 punya istri dua dicerain satu kasih 33:50 orang dari Makkah. Sampai ke situ. 33:53 Nah, ini disebut di Quran wasabiquunal 33:55 awalun. Muslimin yang terdahulu yang 33:58 hidup lebih dulu dari kita dulu, baik 34:01 Muhajirin atau Ansar. Walladina 34:03 tabauhum. Dan mereka tabiin tabiin yang 34:05 ikut mereka dari nabi dan lagi tabiin 34:08 generasi setelah sahabat 34:11 itabauhum mengikuti mereka mengikuti 34:14 sahabat biahsan 34:16 dengan biihsan dengan cara yang baik. 34:20 Radhiallahu orang-orang itu yang 34:21 terdahulu itu Muhajirin Anshar dan 34:23 tabiin-tabiinnya 34:25 ya mengikut sunah Nabi yang benar, 34:27 ajaran Nabi yang benar radhiallahu anhu. 34:29 Mereka semua didapat rida Allah. 34:33 anhu dan orang-orang itu juga rida 34:36 kepada Allah maka orang juga meridai 34:38 mereka mau apaagi 34:41 kalau mau dirida Allah kita tiru mereka 34:44 saling sayang 34:46 yang dibedakan tuh tidak ada masalah 34:49 kalau itu ada enggak ada kitabnya enggak 34:51 ada ajarannya jadi beda, ya sudah cari 34:53 yang tidak beda. Apa tadi? Ganti maulud. 34:55 Jangan namain maulud. 34:58 Zikir. Nah, sudah zikirlah. 35:01 Dan mendoakan orang yang wafat. 35:05 Maulud menghidupkan sunah Nabi, belajari 35:07 riwayat Nabi untuk ditiru. Begitu 35:11 n bacaan kitabnya yang bahasa Arab 35:13 diganti dong bahasa Indonesia. 35:16 Habis bahasa Arab diterjemahkan gitu. 35:17 Saya bikin maulid bahasa Indonesia sudah 35:20 bikin apa nanti sunah ngidupan sunah 35:22 Rasul. sebut Maulud sekarang masih 35:24 lidahnya masih nyebut itu kita ganti ada 35:28 yang bahasa Indonesia saya sudah tulis 35:29 tuh ada berapa 35:32 berapa 35:35 berapa berapa tulisanlah 35:38 itu. Jadi orang ngerti kalau dalam 35:40 bahasa Arab terus siapa yang ngerti 35:42 enggak tahu yang baca ngerti apa enggak 35:45 apalagi yang dengar. 35:48 Jadi kita tidak bikin yang sia-sia. 35:51 Kalau dibilang ini kita baca bahasa Arab 35:53 dapat barokah. Lebih barokah lagi kalau 35:55 kita ngerti gitu dong. 36:00 Kita ngerti diartiin ke bahasa Indonesia 36:02 isinya bagus. Itu kitab Maulud itu 36:04 semuanya isinya bagus. Mengenal Nabi 36:08 sayang. Bagaimana dibaca tidak dipahami? 36:12 Apa itu kita rasional? 36:16 Nah, terus buat apa dibaca? 36:19 Nah, terus ganti ceramah lagi di 36:21 acaranya. Ceramahnya apa? 36:26 Maaf ya. Saya pernah menghadiri di satu 36:29 masjid 36:30 di Indonesia lah. Di mana enggak tahu, 36:32 lupa saya melupakan tempat itu. 36:36 Ada penceramahnya ada empat. 1 2 3 4 36:39 orang [mendengus] mau nguburin jenazah 36:42 nih terus dibaca doa terus yang Bapak 36:46 satu ceramah ngantam Bapak nomor dua 36:49 Bapak nomor dua ngantem Bapak nomor satu 36:51 nomor tiga sampai yang empat terus 36:53 berjam-jam itu ribut empat penceramah 36:55 itu di depan jenazah 36:57 H 36:58 mau ngobin jenazahnya jam berapa 37:01 enggak lama ada yang sadar satu orang 37:03 kiai berdiri dimarahin ini [tertawa] 37:06 jenazah di sini ada jenazah Kalian 37:08 berempat ribut di tengah-tengah rakyat, 37:10 tengah masyarakat. Kinya main 37:13 hantam-hantaman [mendengus] 37:16 ini dulu ya kayaknya sekarang sudah 37:17 enggak ada itu. 37:19 Mudah-mudahan sudah hilang. Bukan begitu 37:22 sunah Nabi. 37:24 Sunah Nabi itu penuh kasih sayang. 37:27 Dia di yang lain dia dikasih minum yang 37:29 lain gak mau nabi itu [mendengus] 37:32 gak mau minum dia. 37:35 Harisun alikum bil mukminin rufur rahim 37:38 dian. Nabi sangat wanti-wanti sangat 37:41 sayang kepada umatnya ini. Nangis tuh 37:43 ada hadisnya banyak. Dia nangis cinta 37:46 kangen pada umatnya. Dan Nabi sering 37:48 mikirkan umat yang seperti kami sekarang 37:51 ini. Nabi sedih ter setiap dengar itu 37:53 dia nangis 37:55 karena dia tahu kita hidup dengan 37:57 tantangan yang sangat luar biasa. Musuh 38:00 dari manusia dan setan banyak banget. 38:03 Anak-anak kita selalu dijerat. Lihat 38:05 korban-korban sudah banyak. 38:08 Kita masih berantem. 38:12 Dia itu enggak lihat. 38:14 Bagaimana muslimin dibunuhin di India? 38:18 Di mana lagi? Kamboja, Myanmar. 38:20 Myanmar 38:21 semua enggak yang Hindu sama 38:23 Islam. 38:25 Di mana lagi? 38:27 Di India itu tiap hari dihina lagi. 38:30 Kadang-kadang babi bangkainya di 38:32 dilempar ke masjid. 38:35 Banyak sekali. Luar luar biasa 38:37 menghinanya dan perdana menterinya yang 38:39 nyuruh. Iya 38:41 kan aneh. Kok enggak ada yang bilang 38:43 melanggar aksasi manusia? Kok enggak ada 38:45 yang nyalain? 38:47 Begitulah umat. Kalau sudah seperti itu 38:50 kita ini terus masih mau ribut ke dalam 38:52 lagi. Aneh aneh. 38:56 Kapan itu bisa memperhatikan Palestina? 38:58 Berapa puluh tahun mereka dibunuh, 39:00 dihina, dikatain, diinjak, ditindas, 39:04 dituduh teroris lagi. Kan aneh dan kita 39:07 diam. 39:10 Yang mana yang teroris? Yang merebut 39:12 tanah orang, merebut rumah orang, 39:13 merebut harta orang. Itu yang teroris. 39:17 Bukan pihak yang korban disebut teroris. 39:19 Nah, di situlah kelemahan kita. Enggak 39:21 berdaya. 39:23 Masih ribut ke dalam lagi. 39:27 Siapa yang ngaku benar? Kalau kita masih 39:29 seperti itu, dua-duanya enggak benar. 39:40 Sini ada ayat Quran. 39:42 Sebagian dari asabigun yang hidup zaman 39:45 dulu di zaman Nabi itu Muhajirin dan 39:47 Ansar dan tabiin yang mengikuti mereka 39:50 diridai Allah dan Allah dan mereka rida 39:53 kepada Allah. Kurang apa lagi? 40:20 adalah hadis Nabi diriwayatkan oleh Abu 40:22 Hurairah. Allah Nabi Muhammad berfirman, 40:25 "La tasubbu ashabi." Jangan kalian 40:28 maki-maki sahabatku. Jangan kalian 40:31 maki-maki sahabatku. 40:33 Walladzi nafsi biyadihi. Demi sumpah 40:36 Nabi Muhammad kepada Allah, 40:39 kalau kalian itu menafkahkan kalian 40:41 sebanyak-banyak ee emas, ya 40:47 masih tidak sama dengan perjuangan para 40:49 sahabat. 40:51 Di riwayat Sahih Muslim 41:00 mencintai sahabat dan kerabat Nabi Ahlul 41:04 Bait 41:07 merupakan bagian yang tidak terpisahkan 41:09 dari mencintai Nabi Muhammad sallallahu 41:11 alaihi wasallam. Mencintai kerabatnya, 41:13 mencintai sahabatnya, sama juga 41:15 mencintai Nabi Muhammad. Karena apa? 41:17 Karena apa? Kalian sahabat Nabi. Yang 41:19 ini kalian juga kerabat Nabi. Darah 41:22 dagingnya. 41:24 Jadi dua-duanya dihormati. 41:30 Begitu cinta Nabi 41:42 dari Siti Aisyah radhiallahu anha. Abu 41:47 Bakar radhiallahu anhu berkata, "Sungguh 41:50 kerabat Rasulullah sallallahu alaihi 41:51 wasallam itu lebih aku cintai daripada 41:54 kerabatku sendiri." 41:57 Itu Khalifah Abu Bakar dan putrinya 42:01 mengatakan, "Sungguh kerabat Rasulullah 42:03 sallahu alaihi wasallam itu lebih aku 42:04 cintai daripada kerabatku sendiri." 42:11 Riwayat Bukhari. 42:22 Dari Ibnu Umar radhiallahu anh, Abu 42:24 Bakar berkata, "Perhatikanlah Nabi 42:26 Muhammad sallallahu alaihi wasallam pada 42:27 ahlul baitnya." Itu anjuran dari 42:31 Khalifah Abu Bakar. 42:34 Dari 14 putra 42:37 Sayidina Hasan, Sayidina Hasan cucu Nabi 42:39 punya putra. 42:46 14 putranya itu dua di antaranya diberi 42:50 nama Abu Bakar dan Umar, putra Al-Husin. 42:54 Dan di antara sembilan putra Al-Husin 42:57 tadi, putra Hasan ya, 42:59 dua di antaranya diberi nama Abu Bakar, 43:01 Umar, Hasan dan Husein. Dua-dua itu 43:04 putra-putranya dua diberi nama Abu Bakar 43:07 dan Umar. 43:20 Pemberian nama Hasan dan Husein memberi 43:22 nama Abu Bakar dan Umar tentu saja sudah 43:25 dipilih. Iya dong. Dari nama orang-orang 43:28 yang di menjadi sahabatnya itu tidak 43:31 mungkin diambil dari sembarang orang 43:33 atau dari musuhnya. Enggak mungkin. 43:37 Karena dia beri nama anaknya kan, pasti 43:40 diambil nama orang-orang baik. 43:44 Itulah alasan kita yang melandasi alasan 43:48 ya keharusan mencintai sahabat dan 43:50 keluarga Nabi. 43:56 Dan sudah pasti mereka mengambil 43:58 nama-nama itu tidak bersandiwara tapi 44:01 adalah ketudusan dan keikhlasan. Berarti 44:03 mereka tahu ini adalah orang baik. 44:08 Itu prinsip di dalam Islam ada tawassud 44:12 wasaton. Umat wasaton. 44:15 Tawazun ada keseimbangan 44:18 dan iktidal adil. Kesit juga adil. 44:22 Ya kalau kesimpulannya itu tidak 44:24 menyimpan kebencianlah. 44:31 Dan cintanya kepada Nabi itu luar biasa. 44:34 Sahabat-sahabat yang menderita di Makkah 44:36 ditindas ditindas oleh orang-orang 44:39 jahiliah seperti Pak Umar, istri Amar 44:42 bin Yasir. Istri Amar bin Yasir. Pak 44:46 Amar bin Yasirnya juga sudah mati 44:47 dibunuh, dibentang di padang pasir, 44:49 dipanas. 44:52 Kemudian Nabi lewat, Nabi mengucapkan, 44:56 "Wahai keluarga Amar bin Amar, wahai 44:59 keluarga Amar, insyaallah kita akan 45:01 jumpa di surga. 45:04 Maka anaknya disuruh diizinkan oleh 45:06 Allah kamu silakan mengaku tidak Islam 45:10 untuk menyelamatkan dirimu. 45:12 Itu disebut takiah dalam keadaan nyawa 45:15 akan hilang boleh mengatakan aku tidak 45:18 Islam lagi. Itu bukan bohong itu taktik 45:21 menyelamatkan diri. 45:23 Ada di Quran itu turunnya peristiwa Amar 45:27 bin Yasir. Jadi pada mula-mula pemulaan 45:29 Islam itu banyak pemuda-pemuda gak ada 45:31 kerja gak apa-apa. Dia menderita betul 45:34 disiksa keluarganya, dimiskinkan segala 45:36 macam. Itu penderitaan sangat luar 45:37 biasa. Nabi enggak tega sebagian ke 45:42 Habasyah. Ngungsi Kristen di sana. 45:45 Rajanya Kristen. Tapi dia sambut Amr bin 45:48 Ash kejar dari Makkah ngejar ke situ. 45:51 Mau minta dipulangkan lagi ke Makkah. 45:52 mau disiksa raja enggak mau. Raja 45:56 Habasyi. Habasyah itu saya dengar 45:59 kemarin penceramah di mana? Di TV apa di 46:01 Rasil? Maaf ya. Jangan lagi Bapak jangan 46:06 nyebut. Dibilang ini duluah Alhsyi itu 46:10 orang apa ya di Ethiopia Habasyah. Dia 46:13 bilang itu orang Arab dari 46:15 Habasyah 46:15 ada Habsyinya ke situ. Ini waktu waktu 46:19 itu belum ada Alabsyi, 46:20 belum ada klan, 46:21 belum ada hadromut 46:24 bapaknya. Cobalah sedikit sadar, Pak. 46:26 Belum ada hadromut. Jadi ini enggak 46:28 apa-apalah saya enggak masalah. Cuma kan 46:30 kalau salah bisa dibetulin kan lebih 46:32 baik lebih baik. Jangan apa tuh 46:35 menyebar-nyebar kebencian 46:38 sudah enggak Islam enggak begitu. Sudah 46:39 pasti sudah kalau Islam tidak begitu 46:41 kita yakini itu buanglahas 46:44 nafsi zaman baru nafs baru ada itu di 46:47 zaman dulu sebelum Nabi menyebarin agama 46:52 memperbaiki aja. Nah, Nabi itu kirim 46:56 pemuda-pemuda. Ada Amar bin Yasir yang 46:58 ayahnya dibunuh tuh ada Mus'ab bin Umair 47:02 dia ini terkemuka dia kaya tuh. Dia 47:05 masuk Islam tidak punya apa-apa. Tapi 47:07 Nabi gak tega. Kata Nabi, "Nih, aku 47:10 kasih parang kamu pergi ke gunung-gunung 47:12 tuh tebang kayu kau jual ke kota untuk 47:16 makan." 47:18 Sampai ke situ. Itu pemuda keren, 47:20 ganteng, kaya dia, tapi dia Islam hilang 47:22 semua itu sampai suruh cari kayu sama 47:25 Nabi. Akhirnya Nabi kumpulin semua itu 47:28 hijrah [mendengus] pertama itu ke 47:29 Habasyah. Ada sebagian orang itu Amr bin 47:33 Ar maksa minta orang-orang yang ke sana 47:35 itu dipulangin sama Habasyah. Enggak 47:37 boleh 47:39 seperti itu. Tapi yang kedua itu ke 47:42 Madinah Nabi kirim duluan termasuk itu 47:44 Amar bin Yasir. Am banyak tuh 47:47 sahabat-sahabat berangkat duluan ke 47:49 Madinah. Nah, KKA dengar Nabi akan 47:52 datang uh mereka senang betul sebelum 3 47:56 hari sudah naik ke bukit-bukit 47:58 gunung-gunung kecil. Mereka tidur di 48:00 situ nunggu kedatangan Nabi 48:01 sebentar-sentar angkat mekahnya ke jaruh 48:04 jalan nunggu mana dia sudah muncul belum 48:06 sampai 3 hari 3 malam enggak lama Nabi 48:08 datang betul kelihatan dari jauh 48:09 rombongan Nabi itu sudah sudah dalam 48:11 perjalanan dekat ke situ sudah kemudian 48:14 mereka kumpul dan kemudian mereka 48:17 membawa lagu-lagu 48:19 memuji Nabi. Itu yang thala al Badru 48:21 alaina itu. Silakan pendengar kalau yang 48:24 bisa bawa lagunya cobalah. 48:27 Tha al badru alina telah terbit bulan 48:31 kepada kami telah datang sinar bulan itu 48:34 maksudnya ketatangan nabi. Nabi 48:35 diibaratkan seperti nur cahaya. Betul 48:38 dia membawa cahada kedudukan gelap gak 48:40 kenal siapa yang bikin dunia enggak 48:42 kenal hidup mesti bagaimana enggak ada 48:45 sama sekali. Nah sedang datang rasul 48:47 baru diajin ini ada Tuhan yang bikin 48:49 bumi, bikin ini Allah Subhanahu wa 48:52 taala. Nah, dia kita ditaruh di sini mau 48:55 diperiksa, mau dicari mana yang bisa 48:58 ditempatkan di surga, mana yang tidak. 49:01 Nah, di situ diajarin hidup begini, 49:04 hidup begini, ini haram, ini gak boleh. 49:07 Kenapa gak boleh? Ini kenapa dibikin? 49:09 Kalau enggak boleh jangan bikin dong. 49:10 Jadi dibikin untuk nguji nurut apa tidak 49:14 dan seterusnya seperti ujian penyaringan 49:17 untuk ditempatkan di surga. itu aja 49:19 nanti diajarin buku pintarnya ada 49:22 Al-Qur'an 49:24 cara hidup begini hidup begitu. Nah, 49:27 jadi muslimin ada muslimin yang aneh dia 49:30 mau terima Islam tapi yang urusan ibadah 49:33 doang. Kalau negara enggak usah negara 49:36 urus sendiri pakai akal. 49:38 Akal kita sampai di mana akal kita? 49:47 Akal tunduk pada Quran. 49:50 Boleh pakai akal, tapi akalnya 49:52 diqurankan. 49:54 Jangan Qurannya diakalin 49:56 supaya sekuler. 50:00 Mana manusia mau lebih pintar dari 50:02 Tuhan? 50:04 Kamu bisa enggak bikin diri satu? Enggak 50:05 usah pakai anak. Bikin aja bisa enggak? 50:07 Enggak bisa. Yang bikin kita siapa? 50:09 Allah. Nah, kalau sudah tahu nyerah 50:11 dong. Allah lebih pintar. 50:15 Ada apa lagi yang mau banding Nabi 50:16 Muhammad dengan manusia biasa? Ya enggak 50:19 bisa dong. Itu isi UD45 bikin dari mana? 50:23 Akal siapa yang bikin isi UD45? 50:27 Pancasila. Akalakal orang. Ambil dari 50:29 mana ilmunya? Dari Al-Qur'an. 50:32 Semua lima sila dalam Al-Qur'an itu 50:34 isinya Quran. 50:38 Ketuhan yang maha esa ada di mana? 50:41 Ahad. 50:43 Ahad itu esa. 50:47 Manusia jangan begitu tuh mau lebih dari 50:50 Nabi Muhammad. 50:52 Lihat isiguran kagum enggak tuh? 50:55 Waktu itu ada enggak buku-buku presiden 50:57 atau buku siapapun yang bisa mengatakan 51:00 seperti di surat Arra'du tuh ayat 1 51:04 apa isinya? 51:06 Allah yang membikin kilat. Kilat atau 51:09 halilintar itu 51:12 bintang, bulan, matahari semua itu ada 51:14 benda-benda langit ngambang tidak 51:17 diikat, tidak pakai tiang. 51:19 Sampai di disebut yang menciptakan 51:22 biwiri amadin taraha itu bulan-bulan 51:26 bintang, semua matahari kamu lihat tidak 51:29 ada tiangnya, tidak ada tali pengikat 51:33 tapi enggak ke mana-mana, tetap di 51:34 jalurnya. Ya, di orbitnya 51:37 pikir aja itu. Itu 1400 tahun yang lalu 51:41 Sayidina Ali menafsirkan ayat itu apa 51:43 dia bilang kan diur di bilang tidak ada 51:45 tiang kau melihatnya. Sayidina Ali 51:47 mengartikan itu apa? Ada tiang yang kamu 51:49 tidak lihat. 51:52 Nah, tiang yang manusia enggak lihat 51:53 apa? 51:55 Gravitasi 51:57 itu membuat benda-benda langit itu pada 52:00 tempatnya. 52:02 Gaya tarik-menarik 52:05 paling ada perubahan apa? Tarik-menarik 52:07 gravitasi itu ada 52:16 pasang surut laut. Iya kan? Dari situ 52:22 to albadru al minyatil wada. Telah 52:25 kelihatan itu sinar sudah datang ke kita 52:30 menyinari kehidupan. 52:32 Tidak pakai ikut Quran. Hidup kita 52:34 sesat, tidak berarti. 52:36 Tidak. Kita tidak mengenal siapa yang 52:38 bikin bulan bintang, enggak kenal siapa 52:41 yang bikin diri kita sendiri. Enggak 52:42 kenal. 52:48 Dari mana itu bulan sudah datang? Sinar 52:50 terang Nabi Muhammad maksudnya sudah 52:53 kelihatan di di Desa Tsaniatul Wada'. 52:56 Kelihatan dari bukit. 52:59 Wajabas syukru alaina. Kita wajib 53:01 bersyukur. 53:03 Kita jadi hidup kita teratur, 53:06 berakhlak. 53:08 Ajaran dari Allah lewat Nabi Muhammad. 53:11 Mari kita bersyukur atas ajakan Allah 53:14 lewat Rasul, lewat daa lillahi da, lewat 53:18 dai dari Nabi sampai ke ustaz-ustaz 53:21 sekarang mengikuti apa yang Allah ajak 53:25 itu. diajak makan ini ini saat ini tidak 53:29 hidup begini hidup begitu ada hati ada 53:33 perasaan ada cinta 53:36 itu 53:39 yang bikin hidup itu tenang itu cinta 53:41 itu cinta Allah cinta Rasul cinta 53:43 keluarga Rasul cinta sahabat Rasul 53:50 ayyuhal mabudu fina ji bil amril mut Ya 53:54 Allah wahai utusan Tuhan 53:58 kepada kami 54:02 engkau datang 54:04 membawa ajaran yang kami taati. Muta 54:11 itu almabus Nabi Muhammad 54:15 wajabas syukur. Kita wajib bersyukur 54:18 karena adanya agama, adanya rasul 54:22 mengajak mengikuti ajaran yang Allah 54:25 inginkan. Bagaimana disuruh di dunia 54:27 hidupnya bagaimana 54:29 menzalimi orang enggak boleh 54:34 dikasih kasih sayang percikan dari kasih 54:37 sayang Allah dari nur mahabbah dari 54:39 Allah 54:41 jadi mahabbatullah kita punya cinta 54:44 cinta duduk kepada Allah di surat 54:47 Albaqarah 165 walladzina amanu asyaddu 54:50 hubban lillah adapun orang yang beriman 54:52 sangat berat cintanya kepada Allah 54:56 itu cinta kepada Allah dulu. Nomor satu 54:59 jangan mencintai yang lain lebih banyak. 55:07 Ibadah itu iman itu cinta. Kalau kita 55:09 beriman kepada Allah, Allah paling kita 55:11 cintai. 55:16 Baru Nabi Muhammad, baru Rasul Nabi 55:18 Muhammad, sahabat Nabi Muhammad, 55:20 muslimin semuanya ada cintaan sama kita. 55:25 Ini yang hilang. 55:29 Udah ego. Enggak ada lagi yang seperti 55:32 sahabat Muhajirin dan Ansar bersaudara. 55:41 [mendengus] Itu para sahabat yang sudah 55:43 ke Madinah lebih dahulu setiap saat itu 55:47 naik bukit menunggu kedatangan Nabi. 55:50 Sudah kangen betul. Mereka sudah rindu 55:51 banget. Semua yang baru masuk Islam juga 55:54 di Madinah banyak yang masuk Islam. Di 55:55 Makkah itu yang lama itu sampai akhirnya 55:58 cuma hanya 300. Di Madinah itu yang 56:01 beribu-ribu masuk Islam bikin masjid. 56:05 Ada masjid dior dibangun. Ada masjid 56:08 yang bahaya merusak itu. Masjid dior itu 56:11 memecah belah membikin 56:13 kelompok-kelompok. 56:15 Waktu itu 56:17 sudah ada itu naman masjid dior masjid 56:19 berbahaya. 56:25 Tapi sekarang jangan enggak ada masjid 56:27 di dunia Islam. Sekarang enggak ada 56:30 jarang. Jadi tetap rukun cuma bereda 56:34 masalah mazhab itu bukan mazhab itu 56:36 bukan agama. 56:39 Bukan agama mazhab artinya mazhab itu 56:41 apa? Dari zahaba yazabu pergi mazhab 56:45 tempat bepergian mencari hukum fikih. 56:51 Jadi mazhab itu kayak jalanan. Mau ke 56:54 Bogor boleh lewat tol. Kalau bannya 56:57 enggak enggak jelek. Kalau bannya jelek 56:59 kempes-kempes jangan dong. Di tol di tol 57:01 enggak ada bengkel. Enggak ada bengkel. 57:04 Nanti kalau pecaban repot. 57:06 Lihat mobilnya juga. Pa. Ada masuk 57:08 mazhab Cibinong. Mau ke Bogor lewat 57:10 Cibinong. 57:11 Di situ ada kebakaran pindah-pindah 57:14 lewat lewat Pasar Minggu terus lewat 57:17 Ciputat. Banyak jalan. 57:20 Taktik itu mazhab boleh berubah. Yang 57:22 enggak boleh iman Islamnya enggak boleh 57:24 dirubah. 57:25 Mau ke Bogor ya ke Bogor. Jangan ganti 57:27 ke Bandung. 57:30 Tujuan itu Islam juga begitu. Tujuan 57:32 tidak boleh dirubah. Tapi mencapai 57:34 tujuan boleh ganti jalan-jalan yang mana 57:37 yang bisa lebih cocok. Jangan bikin 57:40 hukum-hukum sendiri. Jadi pindah-pindah 57:43 mazhab enggak boleh. Boleh. 57:46 Boleh cari yang lebih benar. Harus 57:48 boleh. Jangan bilang enggak boleh. 57:50 Berani membuat hukum sendiri. 57:53 Mazhab itu kan baru bikin. Enggak ada 57:55 hukumnya ngikut apa itu ngikut mazhab 57:57 itu. Tapi ikut lebih baik karena kita 57:59 enggak bisa memahami Quran. Ikut 58:01 silakan. Tapi mazhab tidak mengikat. 58:06 Yang mengikat itu rukun-rukun iman tuh. 58:09 Ajaran dari Allah dan Rasul itu 58:11 mengikat. 58:12 Silakan ikut sahabat boleh 58:15 sekarang ikut mazhab Syafi'i, besok ikut 58:17 nahanfi silakan ya. Enggak boleh tipi 58:20 Quran ada kitab lain Quran 58:24 pegang teguh gigit dengan taringmu di 58:26 hadis di akhir zaman itu banyak terlalu 58:29 godaan. Kalau mau selamat kata hadis ada 58:31 juga dari Allah gigit tuh Al-Qur'an 58:33 dengan taringmu. Jangan lepas Quran 58:35 pelajari Al-Qur'an. 58:38 Pelajari Al-Qur'an ini saya sudah berapa 58:41 tahun yang dirasil selalu ayat Quran 58:46 karena ayat Quran aja belum kita amalin 58:47 kokat 58:50 enggak boleh orang awam enggak boleh 58:52 baca astagfirullahalazim kan sudah 58:54 diterjemahin banyak terjemah depak 58:56 terjemah banyak deh Alazhar banyak 58:59 sekali itu semua enggak salah kalau 59:00 salah sudah ada yang betulin banyak yang 59:03 usul betulin salah baris saja tahu 59:07 Baca itu artinya boleh. Tapi kalau kita 59:10 baca dari Al-Qur'an cuma artinya jangan 59:12 berfatwa 59:14 karena ada kainat ayat dengan ayat lain. 59:16 Itu pernah dulu dari Malang apa itu dia 59:19 rubah dia baca di Quran baca artinya 59:22 jangan kau salat kalau lagi mabuk. 59:26 Terus dia keluar fatwa bilang kalau 59:27 tidak mau salat boleh mabuk. 59:32 Benar. Itu pengharaman khamar itu empat 59:35 ayat tahapan. 59:37 Ditahap dulu jangan itu enggak bagus. 59:40 Buah-buahan yang renum 59:42 membahayakan. Terus tadi manfaatnya 59:45 lebih dikit, bahayanya lebih banyak. 59:48 Baru turun lagi ayat, "Jangan kau salat 59:51 kalau lagi mabuk supaya kau ngerti apa 59:54 yang kau ucapkan." Baru lagi di Malang. 59:56 Jadi kita mesti ngerti nih bacaan salat. 59:59 Jadi kita lebih baik salatnya pakai 1:00:00 bahasa Indonesia supaya ngerti. Nah, itu 1:00:03 kan ilmu itu mesti dipahami. Itu ada 1:00:06 empat ayat tahapan. Nanti yang ayat 1:00:10 keempat baru khamr haram, riba haram. 1:00:14 Empat ayat juga riba baru pertama 1:00:16 dibilang beda antara riba dengan untung. 1:00:19 Riba itu gembeliannya 1:00:22 besar tapi isinya enggak ada gitu loh. 1:00:24 Arti enggak berkah duitnya yang mulai 1:00:26 dari riba itu enggak berkah. belanjanya 1:00:28 ngawur gak garuan gitu loh. Kalau dari 1:00:31 hasil yang halal manfaat keluarga bisa 1:00:34 beli yang manfaat-manfaat tidak 1:00:35 terbuang-buang 1:00:38 gitu. 1:00:39 Jadi sudah jelas ya Quran yang diikuti. 1:00:42 Terus ingat namanya ikut Nabi, cinta 1:00:45 Allah, cinta Nabi, cinta Nabi, cinta 1:00:49 sahabat Nabi dan keluarganya. Itu saja 1:00:52 baru cinta kepada sahabat, kepada 1:00:54 semuanya yang ke ada Islamnya. Itu deh. 1:00:57 Jadi kalau kita bisa ikutin Quran 1:00:59 seperti ini, hati kita tuh senang, 1:01:01 tenang, enggak menyimpan kebencian. 1:01:04 Nyimpan kebencian tuh akhirnya kita 1:01:06 benci sama diri kita sendiri. kita yang 1:01:08 bikin rusak hati kita. 1:01:11 Biarkan hati ini jangan diisi hal-hal 1:01:13 yang dendam, benci, kesal, apa itu. 1:01:18 Tapi kalau menjaga keselamatan diri itu 1:01:21 boleh, tapi tanpa maki. 1:01:26 Apalagi kalau sampai mengkafirkan atau 1:01:29 lain-lain. 1:01:30 Nabi enggak begitu. 1:01:33 Nabi itu maha kasih, maha penyayang. 1:01:37 Mudah-mudahan apa yang kita dengar tadi 1:01:40 itu bisa bermanfaat. 1:01:47 Insyaallah 1:01:49 akan apa ya bermanfaat dan kita mulai 1:01:53 mau tanam sayang di hati. Tadi awal 1:01:56 cinta wajib pada Allah nomor satu baru 1:01:59 kepada Nabi, sahabatnya, keluarganya dan 1:02:02 muslimin semua. Insyaallah ini 1:02:04 dipraktikkan. Praktikkan selamat. Allah 1:02:07 rida, Allah sayang. Karena yang dinat 1:02:09 hati Allah pun dari sekarang yang 1:02:11 dilihat hati kita, bukan muka kita, hati 1:02:14 kita. Apa isinya? Sampai Allah 1:02:16 berfirman, "Wahai hambaku, aku sudah 1:02:18 bersihkan tempatempat untukmu di surga 1:02:21 nanti. Sudah ku bersihkan, sudah rapi. 1:02:23 Sekarang bersihkanlah untukku bisa ber 1:02:26 apa? beristirahat dan memandang hatimu. 1:02:29 Bersihkanlah hatimu agar aku dapat 1:02:31 memandang hatimu. Jadi Allah memandang 1:02:34 hati kalau kita bukan muka. Nah, muka 1:02:36 ini kan bangkai juga. Hati yang abadi 1:02:39 ruh itu yang dilihat Allah. Insyaallah 1:02:42 bermanfaat. Asalamualaikum 1:02:44 warahmatullah. 1:02:46 Ikhwan afwat yang dirahmati Allah 1:02:48 subhanahu wa taala. tausia sore di edisi 1:02:51 hari ini bersama guru kita Ustaz Zain 1:02:54 Alhadi. Kami mengundang Anda Ikhwan 1:02:57 Ahwat untuk bergabung bersama kami. 1:02:59 Silakan sampaikan pertanyaan ataupun 1:03:00 komentarnya ke nomor WhatsApp berhasil 1:03:02 di 0811999720. 1:03:06 Kami akan jeda sejenak ya onwat. 1:03:08 Tetaplah bersama kami. Kami akan segar 1:03:10 kembali. 1:07:13 Radio Silat Rahim untuk Islam yang satu. 1:07:16 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:07:17 subhanahu wa taala, terima kasih masih 1:07:19 bersama kami dalam acara tausiah sore di 1:07:23 kesempatan kali ini bersama guru kita 1:07:25 Ustaz Zain Alhadi. Hubungan erat antara 1:07:29 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1:07:32 beserta sahabat dan kerabatnya. Itu 1:07:35 topik yang dibahas di sore hari ini. 1:07:37 Ikhwan akhwat. Saya akan menyapa 1:07:40 terlebih dahulu. Ini ada Ibu Ani C 1:07:45 Hudzaifah yang menyelak menyimak siaran 1:07:47 di sore hari ini. Asalamualaikum Pak 1:07:49 Ustaz Zain. Alhamdulillah. 1:07:51 Waalaikumsalam. 1:07:51 Menyimak tausiah sore di Rasil. Semoga 1:07:54 Ustaz dan keluarga besar Rasil selalu 1:07:56 sehat. 1:07:57 Amin. 1:07:57 Begitupun Pak Arwin ini menyampaikan 1:07:59 WhatsApp-nya. Terima kasih atas tausiah 1:08:00 dan nasihat Pak Ustaz. Semoga Pak Ustaz 1:08:03 dan pejuang dakwah serta para pendengar 1:08:05 Radio Rasil selalu dalam lindungan Allah 1:08:07 Subhanahu wa taala. 1:08:09 Ada Pak Rozi. Asalamualaikum 1:08:11 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:14 Pak Ustaz Mahab ini saya bertanya 1:08:17 bagaimana bagaimana bisa kok seseorang 1:08:21 yang beragama nonmuslim itu disumpah 1:08:24 jabatan dengan menggunakan Al-Qur'an. 1:08:26 Videonya viral, Pak Ustaz, Menteri 1:08:28 Keuangan yang baru. Bagaimana menurut 1:08:31 Pak Ustaz? 1:08:34 Bismillahirrahmanirrahim. 1:08:36 Ee kalau kita mesti menggunakan hukum 1:08:39 yang sebenarnya 1:08:40 mesti disumpah ulang. 1:08:42 Hm. 1:08:43 Karena deminya itu itu sumpahnya ada di 1:08:45 situ. 1:08:46 Iya. 1:08:47 Dia enggak iman pada Quran, bagaimana 1:08:48 disumpah dengan Quran? 1:08:51 Nah, ini bukan masalah apa ya kesalahan 1:08:54 diperbaiki. 1:08:56 Jadi tidak sah 1:08:58 itu saya ditanya saya mesti jawab yang 1:09:00 jujur. 1:09:01 Iya, 1:09:01 tidak sah. Dia enggak yakin kok. 1:09:04 Ini salah penyelenggaranya kayaknya nih. 1:09:05 Nah, itu dia [tertawa] itu pengenjaranya 1:09:09 juga 1:09:10 itu. Apa itu gak tahu saya bingung. Ini 1:09:13 yang di penggantinya lebih baik dari 1:09:15 yang lama atau gimana? 1:09:16 Nah, wallahuam. 1:09:17 Kita enggak tahu tahu. Iya. 1:09:19 Kita cuma apa itu bertanya-tanya. 1:09:22 Iya. 1:09:22 Kalau yang lama kan sudah kelihatan tuh 1:09:24 kerjanya. 1:09:25 Iya, 1:09:26 gitu 1:09:28 ya. 1:09:30 Baik. Selanjutnya ada Ibu Retno. Pak 1:09:32 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 1:09:34 wabarakatuh. Hadir menyimak tahu saya 1:09:35 sore. Salam Qolbun Salim. Ada dari 1:09:39 08131045. 1:09:41 Sekian-sekian tidak menyebutkan nama. 1:09:43 Asalamualaikum warahmatullahi 1:09:45 wabarakatuh. Pak Ustaz, bagaimana 1:09:48 meneladani keluarga Rasulullah 1:09:50 sallallahu alaihi wasallam untuk 1:09:53 diajarkan kepada anak-anak kita? Saat 1:09:56 ini yang mereka nonton itu 1:09:58 kartun-kartun, film-film, tapi tidak ada 1:10:03 apa tayangan yang menggambarkan tentang 1:10:06 kehidupan nabi kita tercinta. 1:10:09 Iya. Bagaimana ini Pak Ustaz? 1:10:11 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 1:10:13 Betul Bapak sudah waktunya Bapak 1:10:15 ingatkan juga yang lain-lain ini sudah 1:10:18 beras waktunya Bapak Ibu semua berjuang 1:10:22 untuk nyelamatkan anak-anak kita. Karena 1:10:24 ini khonasnya setan khonasnya ini sudah 1:10:27 keterlaluan 1:10:28 sampai masuk ke rumah, masuk di 1:10:31 handphone, masuk di mana-mana, kita 1:10:33 enggak bisa diam. 1:10:36 Itu tantangan yang wajib kita lakukan. 1:10:40 Wajib kita lakukan. itu tugas kita 1:10:42 menyelamatkan 1:10:43 h 1:10:43 generasi ini, menyelamatkan generasi 1:10:46 yang akan datang. Jadi pada yang lain 1:10:48 juga jangan iri ya. Kita ini agama 1:10:52 Islam, agama Islam ini indah sekali. 1:10:55 Saya lihat kita mau menyelamatkan 1:10:57 anak-anak bangsa yang akan datang. Apa 1:11:00 tega mau mau lihat mau biarkan ini 1:11:02 anak-anak rusak, anak-anak bangsa rusak 1:11:04 apa jadinya negara ini nanti 1:11:08 kalau memang cinta negara selamatkan 1:11:11 anak-anak semua yang Islam, yang Masehi, 1:11:14 yang Hindu, Buddha silakan masing-masing 1:11:18 diselamatkan generasi yang akan datang. 1:11:23 kewajiban kita yang kita nikmati 1:11:25 sekarang ini, kemarin-kemarin hasil 1:11:28 karya bapak kita, kakek kita, kita 1:11:31 tinggal metik 1:11:33 buah-buahan yang mereka tanam 1:11:37 dan lain-lainnya. Nah, sekarang kita mau 1:11:39 tinggalkan apa buat anak-anak kita? 1:11:40 Budaya yang rusak, 1:11:44 budaya mabuk-mabuk. 1:11:49 Ini yang merasa dapat manfaat dari judi, 1:11:53 dari narkoba. 1:11:55 Janganlah hidup di atas kerusakan 1:11:57 anak-anak bangsa. Jangan cari uang 1:12:02 yang yang sebabnya merusakkan anak 1:12:04 bangsa. 1:12:07 Bilang tidak ada. Semua tahu. Semua tahu 1:12:11 mereka dapat bayaran itu. 1:12:14 Dia dapat uang. 1:12:16 Tapi anak-anak bangsa ini rusak. 1:12:21 Kenapa selalu bilang hak asasi manusia 1:12:23 untuk penjahat tapi tidak pernah bilang 1:12:26 hak asasi manusia untuk untuk orang baik 1:12:29 yang dijahati, yang dikorbankan. 1:12:34 Ar kalau ada ahli narkoba mau dihukum 1:12:36 berat jangan hak asasi manusia lah. 1:12:39 Kenapa orang jahat hak nasinya 1:12:41 diperjuangkan? Perjuangkan hak asain 1:12:43 anak-anak untuk hidup layak 1:12:47 untuk bisa menikmati kebaikan negeri 1:12:49 ini. 1:12:52 Kalau orang meninggalkan pohon berbuah 1:12:55 dan berbunga dari kakek moyang. Kita 1:12:58 tebang pohonnya. Bukan kita ambil saja 1:12:59 buahnya. buahnya diambil, daun-daun 1:13:02 diambil, 1:13:03 bunga-bunganya diambil, dibuat rusak 1:13:06 semua. 1:13:10 Kakek moyang banyak ninggalkan kebaikan. 1:13:14 Ada beberapa negara itu punya kekayaan 1:13:16 tidak diambil. Ini buat anak cucu kita 1:13:18 ambil yang ini saja. Banyak itu kita 1:13:21 dikuras habis. 1:13:26 itu cuma mendengar hasil alam ke mana. 1:13:32 Tapi negara kurang uangnya itu 1:13:38 selalu bilang apa itu kejar itu rakyat 1:13:41 keluarkan pajak sampai bahasanya tuh. H 1:13:45 kok seperti itu? 1:13:47 Banyak yang kaya-kaya itu yang 1:13:49 besar-besar 1:13:55 yang di bawah itu di disubsidi. 1:14:00 Tapi kadang kasih subsidi yang kena 1:14:01 orang kaya lagi yang dapat 1:14:09 keseimbangan 1:14:11 keadilan. 1:14:13 Keadilan itu sudah jauh. 1:14:16 Yang menyebutnya sudah enggak ada, sudah 1:14:17 bosan. 1:14:20 Kalau kita dengar suara keadilan tentu 1:14:22 kaget kita. 1:14:25 Biasanya untuk lagu wajib. 1:14:28 Merdeka itu lagu wajib. 1:14:35 Maaf, khatib Jumat kadang-kadang membaca 1:14:38 lagu wajib atau [mendengus] iya. 1:14:41 Innallaha yamuru bil adli wal ihsan. 1:14:45 Itu diat kan Tuhan memerintahkan untuk 1:14:47 bersikap adil dan bijak. 1:14:51 Di mana adilnya 1:14:55 dan bijaknya? 1:14:58 Ya, mari kita mulailah seperti tadi kita 1:15:00 mulai kita dah kita dululah ee ikut Nabi 1:15:04 deh. Cinta Allah, cinta Rasul, cinta 1:15:06 Nabi, sahabatnya, dan tabiin. 1:15:09 Kita ikutin dan kita lakukan. 1:15:13 Itu tadi saya mohon kalau ada yang 1:15:16 ribut-ribut diganti biar akur semua gitu 1:15:18 loh. 1:15:20 Maulud itu bikin namanya apa? 1:15:23 membaca riwayat Nabi, mengenal Nabi, 1:15:25 boleh juga mengenal Nabi, mengenal sunah 1:15:27 Nabi, menghidupkan sunah Nabi, itu semua 1:15:29 bagus dirubah juga. 1:15:32 Pakai bahasa Indonesia boleh pakai 1:15:34 bahasa Arabnya satu dua seperti itu. 1:15:36 Supaya agak enak kali sudah karena dari 1:15:38 nenek moyang kalau ditinggalkan jadi 1:15:40 ribut. Ikutlah baca sedikit tapi ada 1:15:43 bahasa Indusianya juga. Jadi amal kita 1:15:45 enggak sia-sia. 1:15:48 Bahasa Indonesia. Jadi tahu mereka 1:15:50 bagaimana sikap Nabi akhlak Nabi ada di 1:15:52 kitab Maulud itu. 1:15:54 Tapi yang baca yang baca ngerti. Ada 1:15:56 juga yang enggak ngerti 1:15:58 apalagi yang dengar. Jadi jangan bikin 1:16:01 sesuatu yang sia-sia. 1:16:04 Semua apa yang kita amalkan apa itu ada 1:16:06 guna, 1:16:08 ada tujuan yang akan dicapai. 1:16:11 Kalau setiap 1:16:13 1 bulan Maulid seperti ini diadakan 1:16:16 acara seperti itu setiap hari ada berapa 1:16:19 kali sudah banyak betul dari kecil 1:16:21 mendengar riwayat Nabi itu. Itu kalau 1:16:24 dipahami kan sudah luar biasa 1:16:27 kan masih ditiru diteruskan tuh 1:16:28 bagaimana cara Nabi, cara sahabat dan 1:16:30 tabiinnya itu 1:16:34 dari riwayat yang banyak salah ya kita 1:16:36 hindari. Ada juga memang 1:16:39 di akhir sudah sahabat 4 tuh ada 1:16:43 peperangan atau nah itu kita lihat siapa 1:16:45 yang salah yang benar. Ikuti ajaran yang 1:16:47 benar buang yang salah dan harus 1:16:50 objektif. 1:16:51 Inolah yang berlu bil adli itu objektif. 1:16:55 Menilai apa-apa itu objektif itu di situ 1:16:57 sudah salah. Kita tidak objektif itu 1:16:59 kita sudah ngikuti dosa. 1:17:02 Jadi yang dibilang suci berwudu suci 1:17:04 yang harus disucikan bukan muka 1:17:05 sebenarnya. Niatnya ke muka. Simbol yang 1:17:09 disucikan pikiran dan perasaan hati. 1:17:13 Makanya kalau wudu pakai pakai tanah eh 1:17:17 tayamum. Kenapa enggak tayamum pakai 1:17:20 bedak? 1:17:21 Iya kan? Mestinya 1:17:22 kok tanah 1:17:24 itu simbol yang dibersucikan itu hati 1:17:29 dalam berdoa. Ya Allah sucikan mukaku. 1:17:32 Sucikan juga hatiku ya Allah. Ya, itu. 1:17:36 Jadi apa yang di itu tadi ya kita 1:17:38 pelajari buku-buku tentang akhlak Nabi 1:17:41 dibaca, anak-anak juga diajarin. 1:17:44 Tapi kita ini semua punya kemampuan 1:17:46 terbatas. Kita ustaz juga duh kepengin 1:17:48 dakwah banget tapi kemampuan terbatas. 1:17:51 Misalnya saya bisa bikin insyaallah itu 1:17:55 pengenalan Allah dan Nabi buat anak-anak 1:17:57 tapi enggak sempat terus. 1:18:00 Ini saya juga mau terbitkan ada buku 1:18:02 nanti insyaallah kita bagiin 1:18:05 mengenal Allah bayang-bayang Allah itu 1:18:07 banyak sebin khusus untuk anak-anak 1:18:09 untuk orang tua juga boleh. Bagaimana 1:18:11 mengenal Allah lewat hewan, lewat 1:18:13 tumbuhan alam. Lewat alam. 1:18:15 Kitab tauhid mengenal Allah itu adalah 1:18:17 bukan buku alam ini baca tuh buah-buahan 1:18:21 batang kayu. Kayu bisa mengeluarkan itu 1:18:25 tuh manggi jeruk. Bahannya dari mana? 1:18:28 Kok lewat di batang kayu? 1:18:31 Tanah berdiri, kayu berdiri kan pohon 1:18:33 tuh kan bahannya lain-lain. 1:18:36 Ramuannya dari mana? Itu di situ belajar 1:18:40 mengenal Allah itu belajar mengenal 1:18:42 ciptaannya 1:18:44 baru mengenal Allah. Kan kagum kita 1:18:47 pikirin itu saja. pohon-pohon itu 1:18:48 mengeluarkan buah berbeda-beda itu sudah 1:18:50 pikirin bahannya dari mana itu 1:18:54 kayu yang bikin bahan itu. 1:18:57 Nah, di situ di situ kita bertemu dengan 1:19:00 Allah mengenal Allah lewat itu saja 1:19:01 merenung lihat pohon ada berapa jenis 1:19:05 buah-buahan? 1:19:07 Aduh telur 1:19:09 satu hari berapa triliun itu yang 1:19:11 dimakan manusia? 1:19:13 Telurnya dipecahkan, ayamnya dipotong, 1:19:17 tapi ayamnya enggak habis-habis. Banyak, 1:19:20 murah lagi. Kalau kucing itu jarang 1:19:22 disembelih tapi enggak pernah banyak. 1:19:25 Padahal lahirnya banyak karena kucing 1:19:27 haram, enggak boleh dimakan. Jadi, Tuhan 1:19:29 bikin sikit. 1:19:30 Heeh. 1:19:31 Tapi kalau ayam dimakan orang berapa ton 1:19:35 satu hari? 1:19:37 Banyak terus ayam tuh jadi murah. Coba 1:19:39 ayam sedikit mahal. 1:19:42 sudah diatur betul oleh Allah Subhanahu 1:19:44 wa taala. Lihat itu ikan pangan ada di 1:19:47 permukaan laut. Ngambilnya gampang. Jadi 1:19:49 jualnya murah. Coba ikan ikan pangan ada 1:19:52 di dalam 1:19:55 dapat sedikit nelayan. Mahal harga ikan. 1:19:58 Jadi kelihatan kebesaran Allah, adanya 1:20:00 Allah, ciptaan Allah. Sekali lagi kalau 1:20:03 ajarin anak-anak tauhid lewat alam 1:20:06 tunjukkan bahan air H2O. Apa itu 1:20:09 bahannya? Dari mana? Tuhan bikin air 1:20:10 bahannya dari mana? 1:20:12 H 1:20:13 airnya enggak ada. Terus Tuhan bikin air 1:20:15 pusing enggak? 1:20:18 Ahah. Baru diajak berpikir anak-anak 1:20:21 bukan beriman menghafal tidak mengenal 1:20:24 Allah. Ajak mengenal. Kalau sudah 1:20:26 mengenal iman ada di kepalanya, di 1:20:28 otaknya, di perasaannya, 1:20:31 dia disuruh kafir mendingan mati. Kalau 1:20:33 sudah iman ada di kepala, bukan di 1:20:36 telinga, bukan di bibir. Tolong 1:20:39 ditambahin lagi keimanan di rumah. Bapak 1:20:42 dapat dari ceramah dari mana? Kumpulin 1:20:44 anak-anak sambil makan sore atau minum 1:20:46 teh. Keluarkan. 1:20:48 Kita rubah dulu enggak apa-apa hafal 1:20:50 sifat 20 imannya sudah kuat dulu. 1:20:53 Hafal sekarang gak bisa. Anak-anak kita 1:20:56 sekarang kritis. Kurang-kurang kita bisa 1:20:58 kasih keimanan yang rasional yang bisa 1:21:00 diterima akalnya. Insyaallah saya tambah 1:21:03 semangat lagi dikumpulin lagi. 1:21:04 Insyaallah kita tutup buku nanti 1:21:06 dibagiin buat anak-anak yang mengenal 1:21:08 Allah. Bagaimana di perut ibu dia di 1:21:11 apa? Diinpus. 1:21:12 Iya. 1:21:13 Ini infus rat sebesar. 1:21:15 Subhanallah. Apa? Natrium. 1:21:18 Hm. 1:21:18 Gula 1:21:20 dapat di dalam perut dikasih makan sama 1:21:23 Tuhannya. Kalau bukan Tuhan bisa ngasih 1:21:25 makan. 1:21:27 di dalam perut pakai selang plasenta 1:21:31 lewat pusar pusarnya bolong. 1:21:33 Begitu lahir langsung rapat enggak pakai 1:21:35 dijahit. 1:21:38 Besar dikit enggak cukup itu lahir ada 1:21:41 susu di dada ibu. Ibu enggak makan 1:21:43 rumput, sapi e kambing makan rumput, 1:21:46 makan daun-daun keluar susu ibu enggak. 1:21:49 Dari mana itu datang ke susu? 1:21:52 Nah, itu anak-anak diajak diskusi 1:21:53 seperti itu. Imannya akan kuat 1:21:55 insyaallah. Insyaallah. 1:21:58 Baik, terakhir Pak Ustaz, ini pertanyaan 1:22:00 dari Pak Abdullah. Asalamualaikum 1:22:01 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:22:04 Bagaimana kita mengajarkan kepada 1:22:06 keluarga tentang kisah istri Rasulullah 1:22:09 sallallahu alaihi wasallam, Siti 1:22:10 Khadijah yang mengorbankan seluruh 1:22:13 hartanya untuk dakwah Rasul. Karena 1:22:15 melihat rumah tangga sekarang sepertinya 1:22:17 orientasinya dunia, dunia dan hanya 1:22:19 dunia. Bagaimana mengajarkan ini 1:22:21 kisahnya, Pak Ustaz? Terima kasih. 1:22:23 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:22:25 Betul, betul, betul. Ini kita sadarin di 1:22:30 dunia kita hanya mengikuti ujian 1:22:34 keimanan. Hanya, hanya 1:22:38 makanya diwafatkan. 1:22:41 Singgah di dunia sebentar, hanya 1:22:44 mengikuti ujian. Lulus gak lulus pulang. 1:22:49 Memang kita di akhirat bukan dari dunia 1:22:51 kita. Ruh kita di akhirat ke dunia cuma 1:22:55 ngambil badan. Kenapa dapat badan di 1:22:57 dunia? Untuk mengikuti ujian. Kalau ada 1:23:01 raga ujiannya kelihatan bisa direkam. 1:23:06 Direkam. Kalau enggak ada badan, enggak 1:23:07 bisa direkam. Ruh enggak kelihatan gitu. 1:23:11 Jadi sebentar di sini banyak yang sudah 1:23:14 pulang. Banyak. Betul. kita dalam 1:23:17 perjalanan rujiun. 1:23:21 Saya juga berasa masih kecil kemarin 1:23:23 dulu main kelereng, main layangan, 1:23:25 sekarang sudah di depan pintu akhirat. 1:23:27 He. 1:23:28 Ah, itu menyadari. Nah, hidup selamanya 1:23:32 di sana. Nah, sekarang masa depan di 1:23:34 sana mau 1:23:36 senang apa tidak? 1:23:38 Allah sudah kasih jalan gini-gini dia 1:23:40 maha kuasa. Saya akan kasih kamu surga. 1:23:43 Ada nikmat di sana. Nah, kalau mau niat 1:23:45 sebagian yang akan diberikan Allah 1:23:47 begitu kita mau meninggal, lihat surat 1:23:49 Fusilat 3031. 1:23:52 Fusilat 3031. 1:23:54 Di surat itu 2 ayat 301 ada tujuh bonus 1:23:59 yang akan diberikan Allah kepada kita. 1:24:02 Sebagian di dunia, sebagian lagi akan 1:24:04 diberikan di akhirat. 1:24:06 di dunia diturun malaikat mengawal kita 1:24:10 dan malaikat itu akan menyenangkan kita, 1:24:13 memberi hiburan kita ketika kita dalam 1:24:15 keadaan sakaratul maut. Apa hiburan yang 1:24:19 diberikan oleh malaikat? Malaikat 1:24:20 menyampaikan firman Allah yang berbunyi 1:24:26 itu Allah suruh malaikat bisikin ke 1:24:31 telinga kita. 1:24:33 Allah akan kalau kamu bertakwa betul 1:24:36 kepada Allah, Allah akan memberi kamu 1:24:38 malaikat-malaikat yang mengawalmu dan 1:24:41 menjagain kamu di dunia, di kuburan 1:24:43 sampai ke akhirat 1:24:46 tuh. Dan jangan takut dosamu semua 1:24:48 diampuni. Dan yang akan datang kamu akan 1:24:50 dijaga, dilindungi oleh Allah seterusnya 1:24:52 di kuburan, di masyar, di siratal 1:24:54 mustaqim, di pengadilan, di mana akan 1:24:56 dilindungi, dibantu. 1:24:59 Itu terus siratul mustaqim kamu indah, 1:25:02 kanan kiri bunga-bunga. 1:25:04 Itu siratul mustaqim yang seram-seram 1:25:05 itu buat orang yang enggak ibadah. 1:25:08 Ibadah enggak, siratul mustaqimnya 1:25:09 indah, harum. 1:25:12 Terus nanti sampai ke sana. Itu dia itu 1:25:15 yang bicara siapa? Allah yang punya 1:25:17 dunia, punya akhirat dia punya kasih. 1:25:19 Kalau dia ngasih tahu tuh pasti benar. 1:25:22 Kalau yang janji orang-orang 1:25:23 manusia-manusia belum tentu. Ar juga 1:25:25 kalau lagi kampanye mau pemilu-pemilu, 1:25:27 lihat pada janji-janji hebat-hebat, 1:25:30 tapi enggak ada isinya. Bohong semua. 1:25:33 Tapi kalau Allah memang dia yang punya 1:25:34 dunia, dia yang bikin, nurut aja sama 1:25:37 Allah beres. 1:25:39 Enggak pusing-pusing. Senang di sana 1:25:41 selamanya. Ya, di sini 1:25:44 kalau ada harta lebih kirim buat 1:25:46 akhirat, kirim buat kita juga kita 1:25:49 amal-amal membantu perjuangan dakwah 1:25:52 buat kita itu hasilnya di bank kita 1:25:54 disimpan di sana bank muamalat kita itu 1:25:56 bukan muamalat yang di sini 1:25:58 sana bank pahala itu 1:26:02 kirim per kita di sana sayangi diri 1:26:05 sendiri sayangi diri sendiri agar 1:26:08 selamat dunia dan akhirat jangan siksa 1:26:11 dirimu. Jangan susahin dirimu di dunia 1:26:14 maupun di akhirat jangan sayangin diri. 1:26:17 Ingat ini. Jangan bilang, "Ah, aman 1:26:20 enggak? Ini yang berbicara Allah." Pasti 1:26:23 surga ada, neraka ada. Pasti itu. Karena 1:26:27 yang bicara yang punya dunia, yang 1:26:29 berjanji. 1:26:31 Sayangin dong diri. Sayangin diri 1:26:33 anak-anak biar mereka bisa senang. Di 1:26:36 dunia tenang, di akhirat senang. 1:26:39 Jangan lupa itu kita sedang rojiun, 1:26:42 sedang jalan pulang ke sana kepada Allah 1:26:45 biar dibangunin surga di sana itu 1:26:47 istana-istana kita 1:26:50 mesti maaf ya. Saya pernah sampaikan 1:26:52 pada orang-orang nomor satu lah di 1:26:54 negerinya masing-masing. Datung 1:26:57 saya bilang, "Bapak kalau mau jadi raja 1:26:59 bukan di sini sementara. Jadi raja di 1:27:03 akhirat selamanya. 1:27:07 Kalau mau jadi presiden juga sudah dua 1:27:10 kali, makan tiga kali, empat kali. Kalau 1:27:12 mau jadi presiden seumur hidup ibadah. 1:27:15 Jadi presiden di surga 1:27:18 abadi. Kalau di surga jadi gembel, eh di 1:27:21 akhirat jadi gembel ya rugi. 1:27:24 Bahagia dan senang bukan di sini. 1:27:26 Sementara kok tua tua sakitan. 1:27:31 Nah, [menghela napas] 1:27:32 kalau mau jadi raja di surga, mau jadi 1:27:34 presiden di sana di surga, 1:27:37 mau jadi orang kaya di surga selamanya. 1:27:41 Ingat itu pasti ada itu. Yakin? Sebab 1:27:45 yang berbicara Tuhan yang mengadakan 1:27:46 ini, mengadakan matahari semua dia pasti 1:27:50 kita ada. Kalau Tuhan enggak ada, kita 1:27:52 enggak ada. Kalau kita ada, Tuhan pasti 1:27:54 ada. Karena yang bikin kita hanya Tuhan 1:27:57 Allah, tidak siapa-siapa. Yang lain 1:27:59 tidak bisa membuat. 1:28:01 Jangan lagi buat kita. Buat semut juga 1:28:04 enggak bisa. 1:28:06 Buat pasir sebutir juga tidak bisa. 1:28:08 Manusia siapap pun dia. 1:28:11 Nah, itu 1:28:13 hidup di situ. Kesadaran Bapak di surga 1:28:16 di betah anak enggak ikut. Didik supaya 1:28:20 hidup di surga bersama anak. Serius 1:28:21 semua ajarin keimanan. Mengenal Allah. 1:28:25 Mengenal Allah. Mengenal Allah itu 1:28:26 gampang. Bukan ngfalin buku. 1:28:30 Lihat alam, lihat matahari, 1:28:33 air [berdehem] bagi siapa yang bikin? 1:28:34 Apa bahannya? Bikin jeruk bahannya apa 1:28:36 saja? Bikin anggur bahannya apa saja? 1:28:39 Pikirin ke situ. 1:28:41 Ada berapa juta buah-buah itu numbuh 1:28:44 terus enggak habis-habis. 1:28:47 Sampai pepaya itu paling aneh. Kenapa 1:28:50 dikasih biji banyak betul di dalam 1:28:51 pepaya? 1:28:53 Tuhan suruh manusia banyak-banyak makan 1:28:55 pepaya. Jangan takut habis. Tuh, aku 1:28:58 titip bijinya tuh di dalamnya banyak. 1:29:00 Kau lempar saja ke tanah akan tumbuh 1:29:02 pepaya-pepaya banyak lagi. Tuh sampai ke 1:29:05 situ. 1:29:07 Dari satu bibit terus berulang-ulang. 1:29:12 Semua yang lain juga begitu. Ayam-ayam 1:29:14 enggak habis-habis. Itu 1:29:18 sadar dong kita. Apa yang kita makan 1:29:20 dari sejak dulu sampai sekarang kita 1:29:21 minum semua itu bikinan Allah. 1:29:25 Tuhan bikinnya gimana kita enggak tahu. 1:29:28 Nanti di akhirat nanti ada kumpul-kumpul 1:29:30 kita diajarin Allah bikin manusia 1:29:32 gimana, [tertawa] 1:29:34 bikin jeruk gimana. Nah, itu dia. Kalau 1:29:37 di sini kenapa enggak dikasih tahu? Itu 1:29:40 supaya kita kagum berpikir. Siapa yang 1:29:43 bikin ini? Allah. Subhanallah. Terus 1:29:45 kita sujud. Lihat jeruk aja satu bisa 1:29:47 sujud, bisa beriman. Bagaimana 1:29:50 bungkusnya kok lembut? Bisa dikupas. 1:29:54 Hah? Terus jeruknya itu dibungkusnya 1:29:56 satu-satu. 1:29:58 Satu-satu terus dibikinnya bulat lagi. 1:30:01 Subhanallah. 1:30:03 Rasanya gimana? Manis. Ada asem dikit. 1:30:07 Kok enggak habis-habis? Bahan bakunya 1:30:09 dari mana? Tuhan bikin jeruk. 1:30:12 Gulanya ngambil dari mana? 1:30:14 Itu semua didiskusikan. 1:30:18 Insyaallah iman akan kuat. Yang masuk 1:30:20 yang beriman akal dan perasaan. 1:30:24 Bukan bibir 1:30:26 tu. Kalau orang begitu iman di bibir itu 1:30:28 pada berantem. 1:30:34 Insyaallah. 1:30:34 Insyaallah. Baik, Pak Ustaz. Itu 1:30:37 pertanyaan terakhir yang bisa kita jawab 1:30:39 di kesempatan kali ini. Saya ingin 1:30:41 menyapa Pak Rozi dan juga Ibu Supi 1:30:44 Depok. 1:30:46 Ada juga ini Pak Rama di Tangerang 1:30:49 Selatan. Dan Pak Ustaz sebagai penutup 1:30:53 dari seluruh bahasan kita yang ingin Pak 1:30:55 Ustaz ingatkan kembali kepada pendengar 1:30:57 apa Pak Ustaz? 1:30:59 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 1:31:02 Kita menyadari 1:31:04 bahwa kita sedang berjalan pulang 1:31:07 sekarang sedang dalam perjalanan 1:31:09 melangkah menuju ke sana. 1:31:13 Dari menit ke menit, dari hari ke hari. 1:31:15 Makin dekat makin dekat tempat pulang. 1:31:19 Makin dekat makin dekat waktu pulang. 1:31:22 Tapi hidup ini 1:31:27 seperti 1:31:30 putik buah kelapa. 1:31:32 Kalau kita lewat di bawah kelapa, di 1:31:34 bawah itu berserahkan kelapa-kelapa 1:31:36 kecil 1:31:38 putihnya masih kecil-kecil banyak 1:31:40 berserakan. Di situ kita bisa tahu bahwa 1:31:43 kelapa ini putihnya gugur lebih dulu 1:31:46 daripada buahnya yang tua. 1:31:49 Kita manusia juga sekarang lihat 1:31:51 anak-anak muda sudah banyak sudah dekat 1:31:53 ke neraka. Dulu penyakit buat orang 1:31:55 tua-tua sekarang anak-anak kena semua. 1:31:58 anak-anak sudah kena apa itu penyakit 1:32:01 gula kena radang banyak sekali itu juga 1:32:05 apa itu yang orang tua kena-kenan sudah 1:32:08 mulai juga sendi anak muda kena nah jadi 1:32:12 nanti akan sedikit itu aki-aki dan nini 1:32:16 banyak yang cepat meninggal jadi jangan 1:32:18 nunggu hari tual mau tobat sudah 1:32:21 siap-siap nikmati dunia enggak apa-apa 1:32:23 senang senang itu bukan ada di benda 1:32:26 senang itu adanya di hati kita kalau 1:32:28 hati kita bersih, tidaknya pendam dan 1:32:30 benci, insyaallah bisa tenang hidup ini. 1:32:33 Benar. Biar kita punya duit banyak, 1:32:36 kaket jadi jenderal, jadi presiden, 1:32:38 susah hidup kalau hati tidak tenang. 1:32:43 Itu saja. Bagaimana bisa tenang? 1:32:46 Bersihkan hati. Qolbun salim. Senang. 1:32:51 Tidak bisa senang. Adanya di hati hati 1:32:54 yang ruet gak bisa senang. hati yang 1:32:56 salim, selamat dari apa itu? Benci, 1:33:00 selamat dari dendam, kesal dan 1:33:02 sebagainya. 1:33:04 Sudah tenang. Kalau sudah tenang pasti 1:33:07 senang. Tidak ada orang senang tidak 1:33:09 tenang. 1:33:11 Nah, sudah itu tawakal pada Allah, dekat 1:33:13 sama Allah, cinta pada Allah, ingat 1:33:15 terus. Senang hidup, senang di dunia aja 1:33:18 tenangsang. 1:33:20 Alikrillah tatmainul qulub. Hanya 1:33:22 mengenang Allah, mengingat Allah, hati 1:33:24 menjadi tenang dan tentram. Allahumalna 1:33:27 minhum. Kita doa ya sikitlah. 1:33:30 Bismillahirrahmanirrahim. 1:33:32 Allahumma 1:33:35 inna nas'aluka 1:33:37 nafsan mutmainnah. 1:33:39 Ya Allah, ya Tuhan, kami mohon diberikan 1:33:42 jiwa yang mutmainah, jiwa yang tenang. 1:33:48 jiwa yang selalu ingat sedang berjalan 1:33:51 mau jumpa denganmu ya Allah. 1:33:54 Ya Allah ajari kami untuk bisa 1:33:55 mensucikan hati kami agar kami berjumpa 1:33:58 denganmu kelak. Engkau rida kepada kami 1:34:01 dan kami juga rida pada-Mu ya Allah. 1:34:05 Nafsan mutmainah, jiwa yang tentram yang 1:34:08 damai. 1:34:11 yang akan yakin memang sekarang aku 1:34:13 sedang jalan pulang kepadamu ya Allah. 1:34:16 Semoga Allah terima kita dengan senyum 1:34:21 biqada jiwa yang rida bersyukur pada 1:34:25 Allah. 1:34:26 Putusan Allah diberi senang, diberi 1:34:28 sakit, diberi apa saja diberi susah, 1:34:32 diuji tetap kita terima dengan senang 1:34:34 hati. Karena kita sadar bahwa itu apapun 1:34:37 yang Allah takdirkan pasti untuk 1:34:39 kebaikan kita. Tidak mungkin Tuhan tidak 1:34:41 sayang pada kita. Kenapa ada sakit itu? 1:34:44 Supaya Allah sayang sakit biar kita 1:34:46 sadar tidak cinta pada dunia. Kalau 1:34:48 enggak punya problem terlalu cinta 1:34:50 kepada dunia. Kalau cinta dunia udah tak 1:34:53 tak salat lagi gak mau jadi orang baik. 1:34:56 Kita enggak boleh cinta kepada dunia. 1:34:59 Cinta benda mati kok. 1:35:01 Cinta pada Allah 1:35:04 itu tard biqadaik. 1:35:08 Jiwa yang rida, jangan yakin sedang 1:35:10 jalan pulang mau kembali kepada Allah. 1:35:12 Maka kita siapkan membersihkan hati 1:35:15 karena Allah terima yang hatinya bersih. 1:35:17 Nah, hati bisa dibersihkan dengan 1:35:18 syariat, dengan ibadah. 1:35:21 Ibadah semua membersihkan hati. Boleh 1:35:22 ibadah tambahan baca Quran membersihkan 1:35:24 hati. 1:35:28 rid apun takdir dan keputusan Allah 1:35:31 ridik 1:35:34 bersyukur berterima kasih merasa puas 1:35:37 apapun yang Allah berikan apapun mau 1:35:39 sedikit mau banyak enak gak enak kita 1:35:41 terima kita qanaah qonah itu menikmati 1:35:45 apa yang ada bersyukur saja makan nasi 1:35:47 sama kerupuk alhamdulillah 1:35:50 syukur kita karena kita bersyukur bersat 1:35:52 terima kasih kepada Allah makan itu 1:35:54 menjadi nikmat walau Walaupun pakai 1:35:56 kerupuk. Tapi ketika kita tidak rida, oh 1:35:59 cuma begini, hanya begini, tidak bisa 1:36:02 kita menikmati makanan. Tanpa rida tidak 1:36:05 mungkin bisa menikmati 1:36:08 rida pada Allah. Apapun yang Allah 1:36:10 berikan wataknaik puas makanan apa saja. 1:36:14 Berterima kasih bersyukur. Nikmat makan 1:36:16 adanya di situ, di hati yang rida. 1:36:19 Biar makan di hotel bintang 10, makanan 1:36:22 yang penuh, hati tidak rida. 1:36:25 merasa dimahalinlah atauikang itu kurang 1:36:29 ridanya enggak ada tidak enak tuh 1:36:31 makanan semua 1:36:33 jadi yang kita butuhkan hidup ini hati 1:36:36 yang rida yang selalu berterima kasih 1:36:38 kepada Allah bersyukur hati diberi sakit 1:36:41 masih nerima kan enak lagi sakit masih 1:36:44 bisa senyum terus ketawa terus 1:36:46 karena rida ini Allah kasih saya sakit 1:36:49 ni sedang diselamatkan 1:36:51 supaya saya tidak ke sana ke situa 1:36:53 enggak sakit saya mungkin ke mana-mana 1:36:55 itu ada bahaya di sana. Nah, itu iman 1:36:59 kepada Allah termasuk rida apapun takdir 1:37:01 Allah. Jadi kita baca 1:37:04 bismillahirrahmanirrahim. 1:37:05 Allahumma nas'aluka nafsan mutmainnah 1:37:09 tminu biliqoik 1:37:11 watard biqadaik 1:37:13 wataknau biatik. Wasallallahu ala 1:37:16 Muhammad wali Muhammad. 1:37:17 Walhamdulillahiabbil alamin. 1:37:19 Amin. Amin ya rabbal alamin. Demikianlah 1:37:22 ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:37:23 subhanahu wa taala, tausiah sore edisi 1:37:26 hari ini bersama guru kita Ustaz Zain 1:37:29 Alhidadi. Semoga apa yang beliau 1:37:31 sampaikan bermanfaat untuk kita semua. 1:37:33 Terima kasih banyak atas kebersamaan 1:37:35 Anda dari studio kami undur diri. Mohon 1:37:37 maaf atas segala kesalahan kata. Billahi 1:37:39 taufik wal hidayah. Subhanakallahumma 1:37:41 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:37:43 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:37:45 Asalamualaikum warahmatullahi 1:37:46 wabarakatuh.