Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 Brazil 0:14 [musik] 0:20 [musik] 0:30 [musik] 0:35 [musik] 0:37 Bismillahirrahmanirrahim. 0:39 Asalamualaikum warahmatullahi 0:41 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:43 rahimakumullah. 0:45 Syukur alhamdulillah kita dikaruniai 0:47 kesempatan untuk bersama-sama kembali di 0:50 acara ruang kesehatan Radio Silaturahim 0:53 yang mudah-mudahan bahasannya akan 0:56 mempersuasi kita, memotivasi kita untuk 0:59 bisa melangkah lebih nyaman hidup sehat 1:02 lahir dan batin ya. Semua sehat, aman, 1:05 terkendali? Alhamdulillah. Tidak lupa 1:08 salam selawat kita lantunkan untuk 1:10 kekasih kita junjungan umat Muhammad 1:13 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:16 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:18 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:21 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 1:24 akhir. Ikhwan akhwat, topik hari ini 1:28 memang akan lebih banyak membuat para 1:33 akhwat lebih peduli. Karena tadi waktu 1:36 di off air dokter yang hadir hari ini 1:40 dan Anda juga mungkin sudah lihat di ee 1:42 flyer-nya Rasil bahasannya itu terkait 1:46 dengan 1:48 deteksi dini pencegahan pengobatan 1:51 kanker payudara. Masyaallah. Dan untuk 1:56 para ikhwan yang juga menyimak, bisa 1:59 jadi wanita adalah bagian dari 2:01 perjalanan hidup Anda juga kan. Ibuah, 2:04 istri kah atau anak gadis kita. Baik, 2:07 Dr. Ramadan Karsono, spesialis bedah 2:11 onkologi yang merupakan alumnus dari 2:15 Universitas Indonesia dan sekarang aktif 2:18 di Rumah Sakit Termaiz sudah ada di 2:19 sini. Kita sapa beliau yuk. 2:21 Asalamualaikum warahmatullahi 2:23 wabarakatuh. 2:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:26 wabarakatuh. 2:27 Alhamdulillah. Terima kasih di tengah 2:29 kesibukan masih juga bisa hadir di 2:31 Rasil. I. 2:32 Jadi, e enggak salah ya, kalau tadi 2:34 Nuning bilang yang kita bahas adalah 2:37 deteksi dini, pencegahan dan pengobatan 2:40 kanker payudara. 2:41 Ya, betul. 2:41 Oke. Baik. Ee, ikhwan akhwat, mari kita 2:44 simak sepenuh hati, sepenuh jiwa kita. 2:47 Silakan, Dok. 2:48 Ya. Ee 2:52 mengenai kanker payudara ini 2:55 sebenarnya penyakit ini ya resiko untuk 2:59 ee wanita sebenarnya. Kenapa untuk 3:01 wanita? Karena memang 3:03 pria enggak punya payudara kan? 3:04 Iya. Pria enggak punya payudara tapi ada 3:07 yang kanker payudara di pria walaupun 3:09 angkanya kecil. 3:11 Jadi pria pun mestinya juga melihat ini 3:13 Bu Mending 3:15 bukan wanita aja. 3:17 Ada beberapa saya pasien yang pria. Nah, 3:21 bagaimana yang penting itu untuk ibu-ibu 3:24 ya perempuan itu bagaimana kita 3:27 mengetahui 3:29 ee proses perjalanan kanker. Yang 3:33 penting itu 3:36 bagaimana mendeteksinya kalau kita 3:38 enggak punya gejala. Nah, kita mesti 3:40 tahu. Tahunya apa? Ada perempuan yang 3:44 memang punya risiko. 3:46 Siapa itu yang punya risiko? 3:49 Satu, perempuan dengan bertambahnya usia 3:51 saja itu sudah merupakan risiko untuk 3:53 menjadi kanker payudara. 3:55 Usia kalau misalnya pasien itu datang ke 3:59 saya usia muda 20 30 tahun itu 4:02 sebenarnya jaranglah yang kanker 4:03 payudara umur 20 30 tahun dengan 4:06 benjolan maksudnya. Iya. 4:07 Tapi kalau ada seorang 4:09 wanita usia tua 70 tahun datang ke saya 4:14 itu otomatis saya berpikir, "Oh, ini 4:16 kemungkinan kanker payudara." Kenapa? 4:19 Dengan bertambahnya usia usia yang naik 4:21 itu risiko untuk mendapatkan kanker 4:24 payudara itu meningkat juga. 4:27 Nah, berapa peningkatan itu cukup 4:30 lumayan. He. 4:31 Jadi pada akhirnya kalau kita tuh itu 4:34 istilahnya lifetime risk. Jadi 4:36 kemungkinan kita menderita kanker 4:38 payudara dengan bertambahnya usia itu 4:40 kalau usia kita hidup sampai 85 tahun 4:42 itu cukup tinggi bisa sampai 10% itu. 4:45 Tapi kalau usia 20 ya kecillah 4:47 kemungkinan kanker. Itu satu. 4:50 Kedua risiko yang [mendengus] 4:53 cukup lumayan besar itu adalah ketika 4:56 kita memakai obat-obat hormonal. Nah, 4:59 obat hormonal yang mana? Terutama obat 5:02 hormonal yang 5:05 di dalamnya itu ada yang kita sebut 5:07 estrogen atau progesteron. Nah, itu 5:09 resiko untuk menjadi kanker payudara. 5:13 Faktor hormonal ini juga dipengaruhi 5:16 oleh apa? Oleh 5:19 satu jumlah anak. 5:23 Jadi perempuan-perempuan yang hamil itu 5:27 resiko kanker payudarnya menurun Bu 5:29 Nuni. Ya. Jadi saya nganjurkan ya punya 5:33 banyak anak. Memang ini sebenarnya 5:35 tentangan dengan program KBI kita. Salah 5:37 satu cara untuk mengurangi risiko itu 5:40 adalah punya anak yang banyak, menyusu 5:43 yang lama. Jadi memang ya agama itu 5:45 sudah betul. Kita dianjurkan menyusu 5:48 yang lama untuk apa? untuk mengurangi 5:51 resiko kanker payudara. 5:55 Punya anak banyak, menyusi yang lama, 5:58 jangan pakai obat-obat yang hormonal. 6:01 Sifatnya tadi sudah disebutkan. 6:04 Nah, ada satu faktor yang memang kadang 6:07 kita enggak bisa pisahkan itu dari 6:10 faktor turunan. 6:12 Apa itu? Sekarang ada pemeriksaan di 6:15 apa? Di laboratorium, laboratorium itu 6:18 yaitu pemeriksaan genetik. 6:20 Jadi mutasi beberapa ee gen-gen tertentu 6:23 itu menyebabkan 6:25 kanker. Tapi enggak begitu juga 6:28 maksudnya walaupun kita mutasi belum 6:30 tentu juga dari kanker jadi kanker. 6:33 Karena enggak gampang juga seorang 6:34 perempuan menjadi kanker. Kenapa? Karena 6:37 di badan kita sendiri itu sebenarnya 6:38 punya juga program untuk tidak menjadi 6:41 kanker. Ya, kalau yang tadi mutasi itu 6:44 menyebabkan kanker, tapi kita juga punya 6:45 badan, kita punya alat secara genetik 6:49 untuk melindungi kita supaya enggak jadi 6:51 kanker. Banyak faktor-faktor yang ada di 6:55 lingkungan kita kan akan menyebabkan 6:57 kanker. Sinar matahari saja itu 6:58 menyebabkan kanker. Tapi enggak semua 7:02 orang kena sinar matahari jadi kanker. 7:04 Begitu juga enggak semua orang yang kena 7:06 tadi hormon untuk kehamilan itu menjadi 7:09 kanker. Karena apa? Karena badan kita ya 7:11 memang alam 7:13 Allah Subhanahu wa taala tuh sudah 7:14 menciptakan. Enggak gampang kok. Itu 7:16 pada akhirnya ya di dalam 7:17 program-program kita itu ada semua 7:19 lengkap di alam ini. Cuman ya kita suka 7:22 melawan dengan keadaan alam ini. 7:25 Kemudian tadi anak banyak sudah usia 7:28 sudah hamil. 7:30 Nah yang penting menyusui. Nah menyusui 7:32 yang lama 2 tahun yang dianjurkan. He 7:35 kenapa exposure. Jadi selama orang 7:38 kehamilan itu kadar hormon estrogen 7:41 progesteron itu relatif tinggi. Yang 7:42 bahaya itu fluktuasi yang bulanan. Nah, 7:45 kalau dia hamil 7:49 9 bulan fluktuasi hormon estrogennya itu 7:52 enggak ada. Nah, tiap bulan kita itu 7:54 perempuan, semua perempuan itu 7:56 dirangsang. Jadi tiap bulan ketika akan 7:59 hamil eh ketika akan apa ee mau 8:02 menstruasi itu hormon estrogen 8:04 progesteronnya yang dari ee dari indung 8:08 telur itu merangsang sel payudara, 8:11 membengkak dia itu tiap bulan kejadian 8:13 yang seperti itu. Nah, kalau dia hamil 8:16 9 bulan enggak ada artinya. Belum lagi 8:19 nanti kalau dia punya anak, punya anak 8:22 ee menyusui 2 tahun itu enggak ada tuh 8:25 rangsangan fluktuasi fluktuasi artinya 8:27 kan kita untung. Jadi ya itu salah satu 8:30 cara pencegahan 8:33 kanker. Nah, inilah yang terjadi 8:35 sebenarnya di negara Eropa, Amerika tuh 8:38 angka kejadian kanker ini tinggi sama 8:41 dengan Indonesia, tapi di sana lebih 8:43 tinggi lagi. Kenapa? Karena mereka satu 8:46 pakai hormon-hormon itu, kedua 8:50 mereka enggak mau punya anak, enggak mau 8:52 menyusui. Ya, akibatnya ya seperti 8:55 itulah. Jadi mereka melawan apa? Alam ya 8:59 kelihatannya gitu. Kita enggak boleh 9:01 melawan alam ini, enggak boleh merusak 9:02 alam ini. 9:04 Kerusakan hutan, apa yang sifatnya 9:06 rusak-rusak tuh jauhiilah. Jadi itu ee 9:10 faktor risiko. Nah, bagaimana kita 9:14 mengetahui ini 9:17 kanker atau bukan? Sebenarnya perempuan 9:19 itu dia harus konsern dengan dirinya 9:22 sendiri. Dia harus memeriksa dirinya 9:25 sendiri. Kapan? Ada yang namanya sadari. 9:27 H. 9:28 Sadari itu artinya pemeriksaan diri 9:32 sendiri. Tujuannya apa? Untuk mengetahui 9:36 kanker. 9:38 kanker kalau ketahuan dalam stadium yang 9:40 dini ukurannya itu kecil sehingga apa? 9:43 Kalau ukurannya kecil angka harapan 9:45 hidupnya tinggi. Nah, bagaimana caranya? 9:48 Gampang. Jadi kalau kita eh perempuan ya 9:54 seminggu setelah atau setelah selesai 9:56 menstruasi, periksa aja payudara 9:58 sendiri. He he. 9:59 Periksa payudara sendiri. Nah, batas 10:01 payudara itu dari tulang ini namanya 10:03 tulang klavikula nih yang di atas ini 10:06 sampai lekukan bawah ketiak samping itu 10:09 periksa tiap bulan. Nah, perempuan itu 10:12 harus mengetahui apa perubahan yang ada 10:15 di badannya sendiri. Nah, kalau dia bisa 10:18 mengetahui ada benjolan di dalam 10:21 badannya ini, dia akan pergi ke 10:24 apa? Ke fasilitas yang lain. Itu satu. 10:27 Periksa payudara sendiri. kerjakanlah 10:30 setiap bulan. Jadi setelah dia 10:32 menstruasi apa ee setelah menstruasi 10:34 umur-umur 20 itu kerjain aja 10:38 perempuan sendiri yang tahu dirinya 10:39 sendiri. Itu satu 10:42 sadari itu yang dianjurkan. Mudah, murah 10:47 kapan saja setelah selesai menstruasi 10:51 kita bisa periksa perempuan-perempuan 10:54 bisa meriksa dirinya sendiri. Nah, kalau 10:57 memang ee sudah ada benjolan, datang ke 11:01 fasilitas. Fasilitas apa? Yang ada di 11:03 Puskesmas. Di Puskesmas itu sekarang ada 11:05 USG. Bisa dokter-dokter itu, beberapa 11:08 dokter sudah dilatih untuk melakukan 11:09 USG. 11:12 Setelah dia melakukan USG atau kadang 11:14 ada beberapa dilengkapi dengan 11:16 mamografi, itu ketahuan. Itu ketahuan 11:19 dalam ee 11:22 stadium yang awal. Nah, yang masalah itu 11:25 sebenarnya yang mana? Yang masalah itu 11:26 kalau nanti datangnya sudah terlambat 11:28 biasanya banyak 60 70% pasien kita itu 11:32 datang dalam keadaan stadium 3 atau 11:35 stadium 4 yang jelek sekali keadaannya. 11:37 Apa sudah berdarah, 11:40 ulkus, berbau sehingga pengobatan itu 11:43 sudah enggak efektif. Kenapa? Karena 11:45 angka harapan hidupnya 11:48 pendek. Kalau stadium 4 itu ya median 11:51 overall survival-nya pendeklah. Walaupun 11:54 sekarang ada obat-obat yang bisa 11:55 memperpanjang tapi relatif pendek. Untuk 11:59 beberapa jenis kanker misalnya triple 12:01 negatif itu ya di angka median over 12:05 survival orang Indonesia sekitar hanya 12:07 550 hari penelitian kita yang ada di 12:10 Darmais itu untuk ee deteksi dininya. 12:15 Ya. Jadi pertama saya ulangin sadari 12:17 kemudian saya datang ke fasilitas 12:19 sadanis ada bidan. Bidan juga sekarang 12:21 dilatih untuk meriksa payudara. Setelah 12:24 itu baru USG mamografi. Nah, kalau 12:26 ketahuan biasanya ini stadium-stadium 12:29 awal. Ada yang stadium sangat awal, 12:31 stadium nol. Jadi, stadium nol itu 12:33 kanker itu adanya di dalam saluran apa? 12:36 Saluran 12:37 ee air susu itu angka harapan hidupnya 12:41 sama aja bukan dengan orang kanker. Jadi 12:43 ketahuan pun kanker tapi stadium-stadium 12:45 nol angka harapan hidupnya sama dengan 12:48 orang bukan kanker cukup diambil 12:50 benjolannya 12:52 itu ya. Jadi itu. Nah, pengobatannya 12:54 bagaimana? Pengobatan sebenarnya ada 12:56 tiga. 12:58 Satu operasi. 13:00 Dua, radiasi. Tiga, obat-obat yang 13:04 namanya obat-obat sistemik. mulai dari 13:07 ee mulai dari kemoterapi, hormonal 13:10 terapi, target terapi, imunnoterapi. 13:13 Nah, Sahabat perempuan enggak usah takut 13:16 kalau dia datang tadi dalam stadium awal 13:19 ada yang namanya prosedurnya BCS, breast 13:23 conserving surgery. Enggak semuanya 13:25 kanker payudara itu diangkat 13:26 payudaranya. Cukup diambil comot sedikit 13:30 di payudara, nanti kelenjar getah 13:32 beningnya dibersihkan. Kemudian setelah 13:35 itu diradiasi. Nah, kalaupun dia 13:39 sudah dioperasi, enggak semuanya juga 13:42 perlu dikemoterapi. Kenapa? Ada 30 13:46 sampai 40% pasien itu tidak memerlukan 13:48 kemoterapi. 13:50 Kebanyakan pasien-pasien itu datang ke 13:52 saya takutnya bukan takut pembedahan 13:55 sebenarnya, takutnya obat-obatnya, 13:57 kemoterapi. Nah, tapi enggak usah takut 13:59 kalau nanti tipe kankernya luminal A 14:02 ada 30 40% dari 100 kasus itu ada 30 40 14:06 orang enggak perlu dikemoterapi 14:07 sekarang. Kemoterapi itu cenderung untuk 14:09 ditinggalkan. Kenapa? Karena sifatnya 14:11 toksik. Itu apa itu sifat toksik? bikin 14:14 rambut rontok, mual, muntah, mencret, 14:17 semuanya kena ya. Sel-sel yang 14:19 bagus-bagus itu kena dengan kemoterapi 14:21 itu apa yang mestinya enggak dirusak, 14:24 sekarang dirusak dengan kemoterapi. Nah, 14:27 obat sekarang jadi 30 40% cukup hormonal 14:30 terapi dan ada yang disebut target 14:32 terapi, imunoterapi. He 14:34 itu daya rusaknya enggak seperti 14:37 kemoterapi. Kemoterapi sudah 14:39 ditinggalkan dan ya saintis itu berusaha 14:42 sekarang bagaimana meninggalkan 14:44 obat-obat yang itu yang toksik itu. Jadi 14:48 satu pembedahan. Pembedahan enggak perlu 14:50 semuanya diangkat. Payudara bisa 14:52 dipertahankan. 14:54 Nah, ada yang kita angkat semua 14:55 payudara. Mastektomi. Mungkin sudah 14:57 pernah kenal dengar mastektomi ya 14:59 dibikin rata. Tapi itu pun enggak usah 15:01 takut. Kenapa? Karena dokter bisa juga 15:03 membuat bisa dari otot punggung, bisa 15:06 dari otot perut atau kalau perlu kita 15:08 masukkan silikon. 15:10 Nah, lain halnya kalau sudah study 4 ya 15:13 sifat pengobatan itu palliatif. 15:15 Apa itu paliatif? dia hanya simptomatis 15:17 saja. Dia tidak memperpanjang angka 15:20 harapan hidup, tapi menghilangkan 15:22 simptom apa perdarahan, bau, lumpuh. 15:25 Kalau sudah metastasis di apa di 15:28 misalnya di tulang pungung dia plegi 15:30 lumpuh, ya pengobatan kita bagaimana 15:34 supaya dia bisa kencing. Karena orang 15:35 yang lumpuh itu enggak bisa kencing, 15:37 enggak bisa buang air besar. 15:39 Jadi sifatnya simptomatis dan angka 15:41 harapan hidupnya pendek. Ya. Jadi ee 15:45 sudah dibicarakan satu pengobatannya, 15:49 pembedahan, terapi sistemik, dan 15:51 radiasi. Dan radiasi pun sebenarnya 15:53 enggak ada efek samping hanya ya paling 15:55 hitam-hitam. Hitam-hitam di payudara dua 15:58 2 minggu nanti hitam-hitamnya juga 16:00 hilang. Lain halnya stadium 4 yang 16:03 radiasi kepala itu ya itu memang tetap 16:06 tadi konsepnya stadi 4 itu sifat 16:08 pengobatan yang pallif. Kita enggak bisa 16:10 banyak berbuat sebenarnya kalau yang 16:12 stadium 4 itu. Nah, ini yang kita mesti 16:15 kurangi. Tapi enggak usah takut. 16:19 Pemerintah sekarang ada programnya itu 16:23 sadari sadis itu bisa di semua untuk 16:26 deteksi dini di apa di ada di puskesmas 16:29 di daerah. Jadi akan datang 16:33 pasien-pasien itu dengan ee 16:36 angka harapan hidup yang bagus, usianya 16:38 panjang. Jadi aman istilahnya gitu Bu 16:41 Ning [tertawa] 16:44 ya. 16:46 Untuk sementara sampai di sini. Kalau 16:48 ada yang ingin ditanyakan silakan karena 16:51 ini live ya jadi boleh bertanya untuk 16:56 apa yang menjadi bahasan kita kali ini. 16:59 Tapi ini sambil jalan boleh kali ya, Dok 17:01 ya? 17:01 Boleh. 17:03 Itu perbedaan antara sadari dan yang 17:05 satunya lagi apa? Sadani mau dong. Tadi 17:09 telat dengar. Oh. 17:10 Oh iya. Jadi sadari itu ya itu periksa 17:13 payudara sendiri gampang. Tiap bulan 17:15 setelah menstruasi 17:18 raba aja payudara sendiri. Payudara kiri 17:20 pakai tangan kanan, payudara kanan pakai 17:23 tangan kiri. Itu sadari periksa payudara 17:25 sendiri. Sadanis datang aja ke 17:29 puskesmas. Puskemas itu ada. Jadi ada 17:33 apa? Tenaga kesehatan lah ya ke dokter. 17:35 Nanti dia periksa. Nah, kalau setelah 17:37 sadari sadanis nanti tergantung. Kadang 17:41 enggak semua benjolan itu kanker loh. 17:43 Kalau usia muda biasanya bukan kanker, 17:46 tumor jinak enggak bikin mati kasarnya 17:48 gitulah. Aman. 17:50 Iya. Iya. 17:50 Kista hampir 80% perempuan itu ada 17:53 kistanya aman. Paling disedot 17:57 atau paling-paling kista itu paling 17:58 banter dia jadi abses sebenarnya 18:01 bernanah. Tapi enggak apa-apa kasih 18:02 antibiotik 5 hari selesai. Jadi 18:06 kalau kita suka sadari sadanis apa 18:09 ketahuan itu kecil-kecil. Nah, perempuan 18:10 paling banyak kista usia muda. Farm 18:14 fibro adinumami. Mungkin eh 18:16 sejawat-cewat apaan sudah tahulah itu. 18:19 Fibru adenomaameami. 18:21 Itu bukan kanker. Kasarnya enggak bikin 18:23 mati juga cuman bikin pening aja. Ini 18:26 ada benjolan apa enggak tahu ini apa. 18:29 Nah, 18:31 di beberapa klinik itu sebenarnya 18:32 gampang untuk mendiagnosis ini. 18:34 Mendiagnosisnya bagaimana? pakai jarum 18:36 hanya paling 2 3 menit ditusuk diambil 18:39 selnya nanti sama dokter patologi sel 18:41 itu ditaruh di kaca di kaca mikroskop 18:45 itu nanti kasih zat warna dilihat selnya 18:48 ketahuan apakah tumor jinak tumor ganas 18:50 itu ketahuan jadi gampang banget dan oh 18:54 ya yang penting lagi itu jangan takut 18:56 karena di luaran itu ada rumor 18:59 sebenarnya kalau di biopsi nanti nyebar 19:03 enggak apapun caranya nya di seluruh 19:06 dunia untuk mendiagnosis penyakit kanker 19:09 harus biopsi. Ingat harus ada jaringan 19:13 yang diambil. Bagaimana caranya? Tadi 19:15 paling gampang FNAB needle aspirasi 19:18 biopsi pakai jarum ditusuk enggak sampai 19:22 setengah menit nanti ditaruh di kaca di 19:24 gelas itu kasih zat warna dilihat. Itu 19:27 paling gampang. Tapi kalau nanti kalau 19:29 untuk menentukan subtipe namanya baru 19:32 kita ambil yang agak besar pakai jarum 19:33 besar. Jadi aman semuanya. Jangan 19:36 dengar-dengar rumor yang nanti ada 19:38 dilarang makan ini, makan ini. 19:40 Menyulitkan. Jadi banyak hook-hooks itu 19:43 yang di luaran itu kalau makan ini jadi 19:45 kanker enggak gitu gampang. Tadi kan 19:47 saya sudah bilang kanker itu jadi 19:48 walaupun dia makan ini makannya 19:50 aneh-aneh. Banyak kok orang makan 19:51 aneh-aneh. Enggak kanker-kanker 19:54 [tertawa] 19:54 kecuali yang satu Dok kantong kering 19:56 karena banyak yang dibeli. [tertawa] 20:01 Iya iya. Ini dari Ibu Arini, 20:04 Dok. Kalau untuk pemeriksaan bisa pakai 20:07 BPJS atau enggak, ya? Pengin tahu aja 20:10 sih. Umur saya 32 tahun. Iya. 20:13 Ya, kalau apa ee kan ada yang enggak 20:17 diperiks, yang enggak bayar tadi yang 20:19 penting sebenarnya. 20:20 He 20:21 sadari 20:22 periksa aja sendiri. Heeh. 20:24 Kalau sudah ada benjolan baru datang, 20:26 datang ke Puskesmas 20:29 atau datang ke fasilitas-fasilitas yang 20:31 ada. Nah, nanti 20:34 ee berdasarkan itu 20:38 datang ke rumah sakit atas indikasi. 20:41 Jadi semuanya itu ada indikasinya. Kalau 20:42 memang ada benjol nanti di USG itu 20:44 gratis kok. Sekarang mamografi itu 20:47 gratis. Tapi kalau usia 32 20:50 jaranglah yang kanker. Sudah kalau 20:51 memang ada keluaran datang aja biasanya 20:54 itu tumor jinak insyaallah tumor jinak. 20:56 He. 20:57 Jarang untuk orang Indonesia kanker itu 20:58 usia 47 rata-rata angka kita di 21:02 terendah tuh ya 21:03 enggak rata-rata. 21:04 Rata-rata. Jadi 21:05 beda dengan orang Eropa mereka tuh 21:07 rata-rata usia 55. Jadi postmenopaus 21:10 kita premenopaus. Jadi pada saat orang 21:13 masih ee menstruasi 21:15 he 21:16 dia datang usia periode-periode 21:18 menstruasi itu dia datang 47 21:21 perimopause. Kalau di luar negeri itu 21:23 post menopause. Nah, ini nanti juga 21:25 berhubungan dengan behavior kankernya. 21:28 Kanker Indonesia itu ya kelihatannya 21:29 lebih lebih ganas lah karena datang 21:31 lebih usianya lebih muda. Biasanya lebih 21:33 ganas. 21:34 Tapi tadi ya yang penting itu datang 21:37 sadari dulu nanti setelah itu sadanis 21:40 nanti kalau perlu nanti USG mamografi 21:42 enggak usah takut paling kista kista 21:44 disedot aja selesai kalau tumor jinak 21:47 enggak semua tumor jinak farm itu perlu 21:49 dioperasi kalau kecil-kecil biarin aja 21:51 tunggu sampai usia tua misalnya 25 tahun 21:55 ada farm curiga jinak enggak usah 21:57 diambil biarin aja dia post menopause 21:59 nanti kecil sendiri sama dengan mium di 22:02 wanita mium di wanita Kita juga gitu dia 22:05 pos menopus hilang itu 3 cent 4 cent 22:07 yang ada di kandungan hilang. Begitu 22:10 juga farm di payudara hilang. Kalau 1 22:13 centti 1eng centti hilang. Enggak usah 22:14 dilakukan tindakan-tindakan. 22:17 Nah tindakan untuk tumor jinak ini 22:19 kadang hanya untuk tadi. Paling kalau 22:21 memang mau dibiopsi aja pakai ya tusuk 22:24 sama dokter patologi diambil dilihat 22:26 selnya aman. Itu 22:29 enggak sakit lagi kan ya? 22:30 Enggak enggak sakitlah ya. Kalau itu gak 22:33 sakit yang kalau perlu nanti pakai jarum 22:36 besar kor biopsi namanya. Tapi itu di 22:38 bius lokal juga persis kayak bius lokal 22:40 untuk sunat itu aman enggak? Enggak 22:43 sakit anak kecil aja enggak nangis kok. 22:46 [tertawa] 22:47 Oke ini yang berikutnya enggak ada 22:50 namanya 0811 sekian terkait dengan 22:54 menepos tadi, Dok. 22:55 Iya. 22:56 Meningkatkan resiko kanker. Kalau 22:58 kaitannya dengan orang yang semakin 23:01 gemuk katanya juga iya. Apakah ada 23:04 perbedaannya antara obesitas dengan yang 23:08 normal ketika menepus dan ee kondisi 23:12 terpapar kankernya? 23:13 Iya. Jadi Heeh. Iya betul. Jadi 23:16 perempuan yang waktu dia usia muda dia 23:18 tuh kurus terus waktu dia pos minopus 23:21 gemuk 23:21 dianya gemuk itu ya punya resiko. 23:23 Kenapa? 23:24 Jadi 23:26 di panggul perempuan wanita itu kan 23:28 banyak lemak. Lemak itu sebenarnya 23:29 sumber estrogen. Jadi 23:33 itulah yang menyebabkan dia faktor 23:35 risiko. Makanya olah rajin berolahraga 23:38 itu juga menurunkan risiko sebenarnya 23:41 supaya apa? Supaya enggak ada timunan 23:42 lemak. 23:44 Dari mana lemak ditimbun? Ya, dari 23:46 makanan. Makanan kita sehari-hari, 23:48 karbohidrat terutama. Nah, perempuan 23:50 yang posmenopus itu kan aktivitasnya 23:52 rendah. 23:54 apa metabolismen rendah di 23:57 ditimbun dalam bentuk lemak. Nah, itu 23:59 faktor risiko. 24:00 Nah, walaupun perempuan itu nanti 24:03 sebenarnya kadar estrogennya itu 24:05 darahnya itu rendah. 24:07 He, 24:08 kalau dia kanker itu tetap diturunkan 24:10 itu estrogennya itu obat-obatnya kalau 24:12 dia memang tipe hormonal reseptor 24:14 positif. Jadi, ya kalau bisa sejak usia 24:17 muda sampai tua jangan nambah berat 24:19 badan. Jadi memang kita dianjurkan 24:21 olahraga untuk mengurangi faktor risiko. 24:24 Iya. 24:24 Oke, ya. He, 24:26 Dok. Dari Bunda Rani tanya, apakah 24:29 benjolan di payudara atau juga keputihan 24:32 yang enggak biasa itu adalah tanda-tanda 24:35 kanker, Dok? Terima kasih. 24:36 Nah, jadi enggak semua benjolan payudara 24:40 kanker. Ingat, kalau usia muda biasanya 24:43 paling banter tumor jinak. Usia muda 24:46 yang sering apalagi? Kista. 24:47 Kista bukan kanker. 24:50 Ada kadang kista di ovarium tiap bulan 24:52 tuh perempuan tuh ada kistanya tuh di 24:54 ovarium dia datang tu ada kistanya 24:56 biarin aja kista begitu juga di payudara 25:00 nah cuman kan ada yang mesti 25:02 diintervensi misalnya apa yang kista di 25:05 payudara mesti intervensi misalnya tadi 25:08 di USG kelihatan oh kista bagus itu 25:11 bentuknya bagus tapi di dalamnya itu ada 25:13 tumbuhan di dalam nah itu yang mesti 25:16 kita hati-hati tapi jarang juga ada 25:19 pertumbuhan di dalam kista itu jarang 25:22 juga. 25:23 Jadi enggak semua benjolan itu ee 25:28 kanker. Yang satu yang satu kista. Kedua 25:32 paling farm kalau usia muda. 25:34 Kadang-kadang apa? Abses. Ibu-ibu 25:36 menyusui itu 25:37 air susunya enggak keluar. Jadilah dia 25:40 abses. 25:41 Iya. 25:42 Kemudian ada lagi karena ya memang 25:45 ada yang namanya fibrosystic disease ya. 25:47 itu mirip-mirip benjolan. Memang anatomi 25:50 payudaranya mirip-mirip benjolan ya. 25:52 Kayak kayak kanker gitu. Tapi bukan ada 25:55 apa di raba tuh ada kayak 25:57 grenjel-grerenjel gitu. Jadi aman ya 26:00 enggak usah takutlah ya. 26:03 Jadi kecemasan yang belum ee jelas itu 26:06 jangan kita biarkan ya. 26:09 Ini dari enggak ada namanya 0878 sekian. 26:14 Eh, Dok, mau tanya apakah penggunaan 26:16 terapi alternatif atau herbal bisa 26:20 menggantikan pengobatan medis standar 26:22 terkait dengan penyakit ini? Terima 26:25 kasih. Iya. 26:26 Iya. Jadi, pertanyaan sering, apakah 26:28 pengobatan herbal memenuhi ee bisa 26:32 menggantikan yang standar? Jadi, di 26:34 dunia kedokteran tuh ada yang namanya 26:36 evident base. Evident base itu 26:41 dasarnya apa? Penelitian. 26:44 Penelitian itu bagaimana? Penelitian itu 26:47 mulai dari seline. He 26:49 kemudian ke binatang, binatang coba, 26:52 kemudian ke manusia. manusia pun fase 26:54 satu, fase clinical trial, fase 1, 2, 3, 26:57 4. Nah, 27:00 penelitian-penelitian yang ada di herbal 27:02 ini belum melengkapi itu. 27:05 Jadi, kadang enggak ada penelitiannya di 27:06 hewan belum ada atau di seline belum 27:10 ada. Di manusia juga kadang belum ada. 27:13 He. 27:13 Yang ada itu lebih banyak 27:15 katanya-katanya. He. 27:17 Jadi, ada yang namanya penelitian 27:20 randomize, control, trial. Jadi harus 27:23 dilakukan penelitian yang sifatnya RCT. 27:27 Nah, itu banyak herbal-herbal itu enggak 27:29 ada. Yang ada tu iklan sebenarnya. 27:31 Heeh. 27:32 Iklan ini bisa menyembuhkan ini ini. 27:35 Tapi lab-nya mana? Harus jelas itu 27:37 lab-nya di mana? Siapa yang melakukan 27:40 penelitian? Yang melakukan penelitian 27:42 itu terakreditasi enggak? 27:45 Jadi harus ada beberapa kelompok yang 27:48 meneliti, yang menilai itu orangnya 27:50 mesti beda-beda. Itu enggak boleh dia 27:52 meneliti, dia menilai nanti dia menjual. 27:55 Itu enggak boleh. Itu yang banyak 27:56 sekarang. Dia sendiri peneliti, dia 27:58 sendiri yang menilai, dia sendiri yang 28:00 menjual. Itu namanya iklan. Nah, itu 28:02 yang banyak pasien-pasien itu datang 28:04 terlambat. 28:05 Terlambat tadi stadium 3 kenapa sudah 28:08 herbal? He 28:10 boleh-boleh aja sebenarnya herbal ini, 28:12 tapi gini, ikuti apa yang ada di dunia 28:15 medis dulu yang sudah terstandarisasi 28:19 itu pasti lebih baiklah hasilnya. Herbal 28:22 boleh, boleh, tapi belakangan. Kalau 28:25 untuk biasanya herbal itu untuk sifatnya 28:27 itu imunologi ya, apa menaikkan daya 28:29 tahan tubuh itu boleh-boleh aja 28:32 gitu. 28:32 Pencegahan bukan pengobatan ya lebih ke 28:34 Iya ya. memperbaiki daya tahan tubuh apa 28:37 itu boleh herbal tapi ikutlah yang 28:40 standar dulu karena ya saya tuh sudah 28:45 hampir 30 tahun di onkologi ini ya 28:49 jumlah pasien yang kanker payudara 28:51 stadium 34 tuh enggak menurun mestinya 28:52 kan 28:53 masyaallah 28:54 enggak menurun jumlahnya mestinya yang 28:56 banyak tuh sekarang setelah saya 30 40 28:59 30 tahun praktik ini mesti banyak streim 29:01 satu du enggak kenapa karena ya polanya 29:05 nya masih seperti itu, masih percaya 29:06 herbal apa. Jadi kasihan pasien ini. 29:10 Apalagi kalau nanti kanker, payudara, 29:12 stadium 4 triple negatif itu maaf cepat 29:16 meninggalnya itu. Jadi kelihatannya 29:18 pengobatan itu enggak ada gunanya juga 29:20 gitu karena cepat meninggalnya kalau 29:21 sudah di empat apalagi metastasis hati 29:24 itu 6 bulan rata-rata. 29:26 Kasihan gitu Bu Nini. 29:28 Iya. Baik, lanjut ke Ibu Sarmila. 29:32 Asalamualaikum Dok. 29:34 Saya ingin bertanya, seberapa efektifkah 29:37 pemeriksaan mamografi dibandingkan 29:40 dengan USG atau MRI di dalam mendeteksi 29:44 kanker payudara pada jaringan 29:48 payudara yang padat. Terima kasih 29:51 banyak. Iya. MRI, USG, sama mamografi. 29:55 Jadi gini, masing-masingnya ada syarat 29:57 indikasinya MRI, USG. Nah, untuk yang 30:02 MRI biasanya biasanya kita kerjakan pada 30:05 wanita yang kita memang curiga kanker 30:09 yang usia muda. Kenapa wanita usia muda 30:11 ini payudari itu padat? 30:15 Nah, jadi kita gunakan MRI. Nah, si 30:19 mamografi enggak bisa ngelihat kista. 30:23 Kista enggak kelihatan pakai mamografi. 30:25 Enggak begitu jelaslah. Tapi kalau 30:27 dengan USG itu jelas banget. Makanya 30:29 kalau di seperti Yayasan kanker ya itu 30:31 kita rutin melakukan MRI dan eh sori USG 30:36 dan mamografi. MRI jarang itu atas 30:39 indikasi yang kena ee harganya juga 30:42 mahal. Ee 30:45 nah mamografi ini bagusnya untuk siapa? 30:48 Untuk orang yang usia lebih tua pada 30:51 payudaranya yang sudah kendur gitu ya. 30:54 Kita pakai mammografi karena gampang 30:55 melihat mikrokalsifikasi. 30:57 Jadi semua pemeriksaan itu ada syarat 30:59 dan indikasinya, ada untung ruginya. 31:04 Nah, tapi sekarang dengan kemajuan 31:06 teknologi sekarang USG itu bisa ya 31:09 samalah ya dengan ee USG itu 31:13 bagus-bagus, enggak invasif, murah, 31:16 cuman ditempel aja di itu bisa 31:18 mengetahuilah ya ada kriteria-kriteria 31:22 tertentu di USG untuk menentukan kanker 31:24 payudara atau bukan. He. 31:27 Baik. Ini pertanyaan dari Bapak-bapak, 31:30 Pak Din. Asalamualaikum. Maaf, Dok. 31:32 Telat dengar. Penyebab timbulnya kanker 31:35 payudara itu sebetulnya apa sih? Terima 31:37 kasih. 31:38 Oh, iya. Penyebab kanker payu. Jadi, 31:40 kanker itu penyebab pastinya belum 31:41 ketahuan, ya. Pasti 31:44 penyebab pastinya belum ketahuan, tapi 31:45 sifatnya itu multifaktorial. 31:48 Jadi genetik itu ada sekitar 15 sampai 31:50 20% itu ada faktor genetik yang memang 31:52 diturunkan dari ee orang dari orang tua 31:55 kita. sisanya itu karena environment 31:57 lingkungan lingkungan tadi yang resiko 32:00 cukup apa ya itu hormonal itu tadi 32:03 faktor ee 32:06 menyusui obat-obat KB apa ee 32:12 riwayat kehamilan punya anak banyak tuh 32:14 prevensi enggak punya anak itu resiko. 32:17 Jadi environment itu bobot lingkungan 32:18 itu 32:19 cukup besar sih sekitar 70% untuk 32:22 terjadinya kanker ya oncogenesis kanker 32:24 itu sangat dipengaruhi oleh faktor 32:26 lingkungan. Makanya kadang-kadang diet 32:28 ini bisa menyebabkan apa misalnya jadi 32:31 apa vegetarian itu bisa ya memang secara 32:34 statistik ada angkanya tapi enggak gitu 32:37 juga karena banyak juga orang vegetarian 32:39 itu juga kanker juga gitu orang yang 32:42 enggak makan daging merah itu juga 32:44 kanker juga jadi masih banyak 32:46 faktor-faktor yang kita justru belum 32:48 diketahui tapi sifatnya itu kumulatif 32:51 gitu ya 32:54 Dok kalau ini enggak enggak ada nama 32:57 namanya kalau di rumah suami merokok 33:00 dibilangin susah. Kalau sudah diomelin 33:04 baru ngerokoknya di luar. Tapi tetap 33:06 saja apakah kebiasaan ini mempengaruhi 33:11 seorang wanita yang kemungkinan nanti 33:15 akan menjadi perokok pasif? Apakah 33:18 mungkin mengganggu keseimbangan hormon 33:20 di dalam darah, Dok? Kalau menjadi 33:22 perokok pasif? 33:24 Wahai para ikhwan. Merokoknya di mana? 33:27 Di lapangan aja kali ya. [tertawa] 33:30 Gimana dong? 33:31 Iya. Sebenarnya rokok itu risikonya 33:33 untuk kanker baru ya. 33:35 He he. 33:36 Kalau payudara nih sebenarnya enggak 33:38 begitu besarlah pengaruh rokok. Jadi ya 33:41 memang ee rokok ya untuk yang 33:45 tetangganya istri atau para suami itu ya 33:48 resiko untuk kanker 33:50 kanker paru sebenarnya. Karsinogenik. 33:53 Jadi memang di dalam rokok tuh 33:54 karsinogeningnya banyak banget tuh zat 33:56 kimia itu banyak banget. Janganlah ya 33:59 tapi ke paru-paru lebih banyak 34:01 dibandingin ke payung. 34:02 Iya itu evident base-nya juga sudah kuat 34:05 bahwa ee rokok bisa menyebabkan kanker 34:08 paru-paru itu banyak penelitiannya. Tapi 34:11 ada juga yang iklan dari orang yang pro 34:13 rokok itu dia bikin lagi penelitian 34:16 biasa di kedokteran seperti itu 34:17 kontroversialnya. Kalau kita punya 34:19 genetik A B C D ngerokok berapa banyak 34:22 rokok pun enggak bakalan kanker. Jadi 34:25 itu biasa di dunia medis itu pro kontra 34:27 itu biasa. He. 34:29 Tapi yang sebagian besar mengatakan 34:31 janganlah rokok karena rokok itu untuk 34:34 kanker paru itu. 34:37 Oke lanjut Dok dengan bahasan tambahan. 34:39 Nanti kita tunggu lagi. 34:41 I 34:41 silakan 34:42 kalau ada materi yang perlu ditambahkan. 34:46 Saya tambahkan. He 34:48 iya. Jadi gini ee karena saya kerja di 34:51 rumah sakit ya, apalagi di pusat rujukan 34:54 biasanya kanker itu datang ke Dharmais 34:56 itu dari ee daerah sebenarnya enggak 35:01 perlu juga datang ke Dharmais. Kenapa? 35:04 Karena hampir sebagian besar kasus 35:07 kanker payudara itu bisa ditangani di 35:10 daerah. 35:11 Kenapa? karena banyak ahli bedah 35:13 onkologi. Jadi ahli bedah onkologi itu 35:15 ada 340 350 itu tersebar di seluruh 35:19 Indonesia. 35:21 Untuk melakukan mastektomi misalnya itu 35:23 bisa dilakukan di tiap rumah sakit 35:25 provinsi bisa enggak perlu ke Jakarta 35:28 kasihan nanti datang ke Jakarta obatnya 35:30 sama aja. 35:32 Untuk mastektomi bisa di daerah daerah 35:35 tingkat satu, tingkat du bedah 35:38 onkologinya banyak. Itu yang penting. 35:40 Jadi jangan semuanya ke Jakarta, 35:43 semuanya ke Jakarta. Karena apa? Karena 35:45 pengobatan kanker itu kan perlu amunisi 35:48 yang panjang. 35:49 He. 35:50 Perlu biaya yang panjang, penyakitnya 35:52 tahunan. 35:53 Jadi cukup di daerah bisa ditangani. 35:57 Nah, yang yang mana yang perlu ke 35:59 Jakarta? Ya memang kadang-kadang kalau 36:02 memang punya biaya, punya uang boleh ke 36:04 Jakarta hanya untuk kontrol-kontrol aja. 36:06 misalnya melakukan pemeriksaan yang di 36:08 daerah enggak ada memang perlu dirujuk 36:11 itu banyak juga yang seperti itu. Tapi 36:14 sebagian besar tindakan pembedahan untuk 36:17 kanker payudara bisa dilakukan di 36:20 daerah. Itu satu. Kedua, 36:23 pengobatan. Tidak semua kanker payudara 36:27 itu perlu kemoterapi. 36:30 Pasien-pasien itu sebenarnya lebih takut 36:32 dia dengan pemberian kemoterapi daripada 36:37 pembedahannya sendiri. Pemuda tuh enggak 36:38 sakit, tapi pasien takutnya kemoterapi. 36:41 Nah, kemoterapi enggak semuanya juga di 36:43 kemo. Ada 30 40% 36:46 enggak perlu di kemoterapi. Cukup makan 36:49 obat hormonal 5 tahun atau kalau dia 36:52 nanti ee 36:55 kankernya itu tipenya luminal A, 36:56 premenopaus juga enggak perlu di 36:59 kemoterapi, cukup disuntik, 37:01 diberhentikan menstruasinya. Kenapa? 37:03 Tadi kan sudah cerita apa e salah satu 37:06 faktornya itu hormonal. He. 37:08 Hormonalnya diturunkan. Bagaimana 37:10 caranya? Mulai dari diangkat indung 37:12 telurnya, bisa juga dikasih obat, 37:16 disuntik di perut supaya apa? Supaya 37:18 ovariumnya enggak enggak apa? Enggak 37:21 berproduksi. Nah, kalau stadium 4 37:24 hormonal reseptor positif itu juga 37:25 enggak di kemo. 37:28 Ada beberapa yang di kemo 37:31 itu Bu Nun. G. Oke. Baik, kita lanjut ke 37:36 pertanyaan yang sudah dikirim dari Ibu 37:40 Sundari. 37:41 Iya. 37:41 Asalamualaikum, Dok. Mohon bertanya. 37:45 Kalau punya saudara yang sudah dioperasi 37:48 katanya kanker tiroid, terus diminta 37:51 untuk terus minum obat levotiroksin 37:54 sodium ini bisa sembuhkah 37:59 dan 38:01 menghentikan minum obat? Itulah lagi. 38:05 Terima kasih. 38:06 Iya. Iya. Kanker tiroid minum eltiokin. 38:11 Iya. Jadi kanker tiroid itu saya enggak 38:14 tahu nih ceritanya gimana, bagaimana. 38:16 Heeh. 38:17 Biasanya biasanya nih kalau dia 38:21 dokternya itu memilihkan treatment 38:22 adalah totalktomi. Jadi sudah diangkat 38:25 itu kelenjar tiroidnya. dia harus seumur 38:28 hidup makan itu eliroxin, levotiroxin 38:32 untuk apa? Untuk suplementasi. 38:35 Karena dia sudah enggak punya kelenjar 38:37 gondok, dia enggak memproduksi 38:39 istilahnya hormon tiroksin. 38:42 Harus minum itu obat seumur hidup enggak 38:45 bisa lepas itu. Udah kalau dia lepas itu 38:48 ya apalagi betul-betul atiroid ya 38:50 sudah bersih 38:52 nanti masalnya itu lain lagi. Masalnya 38:54 timbul di jantung. Jantung apa? Tidak 38:57 ada hormon tiroksin. Jantung-jantungnya 39:00 lemah nanti badannya bengkak dekom 39:03 sampai ada pasien saya enggak minum dia. 39:06 Ya itu datang merangka itu. 39:08 Heeh. Merangka karena dia enggak mau 39:10 minum banden bengkak. 39:11 Mixidem namanya. Bengkak dikasih itu 39:15 obat lagi. Karena dia pasti tidak punya 39:17 LT3 T4 dikasih itu obat ya baik lagi. 39:20 Jadi harus enggak bisa ditawar itu 39:23 jangan. Dan kalau perlu diukur tuh kadar 39:26 hormon tiroksinnya T3 T4 cukup enggak? 39:29 Harus 39:30 berapa kali dalam waktu berapa lama 39:32 pemeriksaan kadarnya itu? 39:34 Enggak lama. Hanya 2 3 hari datang ke 39:37 laboratorium nanti diperiksa cuman 39:39 diambil darahnya cukup enggak? Kalau 39:41 enggak cukup nanti biasanya dokter 39:42 tambahin. Karena enggak boleh orang yang 39:45 kanker gondo kekurangan itu hormon 39:47 enggak boleh. Nanti dia memicu namanya 39:48 TSH. H. He. 39:50 Nah, Tesa yang tinggi ini yang bahaya. 39:51 Nanti 39:52 setelah minum obat sekian lama, periksa 39:54 lagi untuk cek berapa lama tuh. 39:57 Ee enggak berapa iya jadi [berdehem] 39:59 dokter itu kan dia juga lihat-lihat ini 40:00 kan pem juga lumayan harganya. 40:03 Ee dia lihat aja kalau ini orang 40:05 biasa-biasa aja apa ee enggak ada 40:08 masalah dia enggak periksa. He. 40:10 Tapi kalau kadang kalau obat itu kadang 40:11 ada beberapa dokter mengasih dengan 40:13 dosis tinggi justru jadi dia tuh 40:15 palpitasi, gemetar gitu diperiksa 40:17 kadang-kadang diturunin sedikit nanti 40:19 dosisnya supaya enak jantungnya enggak 40:22 debar-debar. 40:23 Iya. Iya. 40:24 Jadi ikhwan akhwat kalau karena tiroid 40:27 tadi dikasih obat sesudahnya jangan 40:30 berhenti diminum obat. 40:31 Iya. Jangan berhenti. Itu sem 40:32 meskipun sudah enggak ada rasa apa-apa 40:34 meskipun sudah membaik ya. Oke, 40:37 berikutnya kalau kemoterapi lebih berat 40:40 dibanding dengan operasi. 40:42 Emm, gimana penjelasannya ya, Dok? Saya 40:45 kok bingung dengarnya. Heeh. 40:47 Iya. Gini, jadi ya setelah operasi, jadi 40:51 ini kanker sudah dioperasi nanti 40:53 jaringan itu diperiksa. 40:55 Jaringan diperiksa pemeriksaan 40:57 histopatologi namanya. Nah, dari 40:59 jaringan histopatologi itu nanti 41:01 diperiksa lagi ada yang namanya 41:02 imunohistokimia. 41:05 pembedahan harus enggak bisa di apa 41:09 tawar 41:10 enggak bisa ditawar karena ini solid 41:11 tumor harus dibedah bedahnya bisa 41:13 macam-macam. 41:15 Nah, biasanya memang pasien itu lebih 41:17 tak bukan lebih berat lebih takut dia 41:20 pembedahan eh ee kemoterapi daripada 41:22 pembedahan. Kenapa? Karena rumornya ini 41:25 rumornya itu nanti botak, mual, muntah, 41:29 badan kurus, sakit-sakit. 41:32 Iya. 41:32 Padahal enggak gitu-gitu banget. Ya, 41:34 karena semua itu kan ada antinya. Kalau 41:36 botak nanti tumbuh lagi rambutnya. Kalau 41:39 mencret ada obat mencret, mual muntah 41:41 ada obat mual muntah. 41:43 Iya. 41:44 Aman-aman aja. 41:45 Kadang-kadang sih ya, Dok ya, informasi 41:47 yang didapat dari luar itu pengaruhi. 41:49 Itu dia mesti tanya betul sama 41:50 dokternya, "Dok, ini gimana? Semua itu 41:52 ada antisipasi semuanya itu di dalam 41:54 kedokteran onkologi itu calculated at 41:57 ris. Pembedahan, kemoterapi, radiasi itu 42:01 sudah dihitung, 42:02 dikalkulasi. 42:04 untung ruginya. Nah, kalkulasinya 42:07 bagaimana? Ya udah ikutin 42:10 apa yang ada di dunia medis karena itu 42:11 akan ujungnya akan lebih untung itu. 42:15 Iya. Ini dari Ibu Nita, Dok. Kalau 42:20 melahirkan [berdehem] 42:21 dan baru beberapa bulan air susunya 42:25 sudah tidak keluar lagi ini karena tadi 42:28 kan informasinya 42:30 sebaiknya 2 tahun. 42:33 Kalau baru setengah tahun sudah tidak 42:35 lagi keluar, apa yang harus dilakukan 42:38 seorang ibu agar bisa ee produksi 42:43 susunya tinggi dan kan terkena kanker 42:48 payudaranya juga akan ee minim karena 42:52 menyusui panjang. Terima kasih, Mbak. 42:54 Iya. Jadi 42:56 ya kalau bisa 2 tahun kan masalahnya tuh 42:59 sekarang ini nih pasien 43:02 dia habis ee habis apa? Habis melahirkan 43:07 dia hanya mau 3 bulan, 4 bulan itu 43:09 enggak bagus itu. Padahal air susunya 43:11 masih ada. Nah, sekarang masalahnya 43:15 air susunya masih ada memang terus 43:18 tiba-tiba stop ya itu enggak bisa enggak 43:21 bisa dihalangin. Tapi jangan takut juga 43:25 toh bukan karena faktor menyusui saja 43:29 yang menyebabkan kanker. Kanker kan 43:31 banyak faktornya 43:33 dan biasanya menyusui itu kan juga ada 43:36 hubungannya. Ada kalau dianya ibu-ibu 43:39 sibuk kerja 43:41 itu air susunya memang 43:44 stop itu. Kadang-kadang bayinya juga 43:45 enggak mau karena mungkin lebih asam ya 43:48 ibu-ibu yang bekerja itu. 43:50 Kalau disimpan di lemari es bukannya 43:52 aman, Dok? 43:52 Oh, itu aman. Enggak. Maksud saya kalau 43:54 yang jadi asam laktat itu bikin tinggi 43:57 di dalam air susu. 43:57 Oh, di air susunya. Heeh. 44:00 Ya, kalau bisa ya jangan dietop lah. 44:02 Nah, kalau memang sudah stop sendiri apa 44:04 boleh buat memang. He. 44:06 Tapi kan faktor kenapa stop itu juga 44:08 banyak faktor mesti cari juga kenapa 44:11 stopnya itu cepat gitu, 44:13 Dok. Ini ada yang tanya soal genetik. 44:15 Dokter tadi katakan kalau ada genetik 44:18 itu apakah khusus yang kanker payudara 44:22 atau kanker-kanker yang lain? Soalnya 44:25 orang tua saya ada kanker tapi ibu bukan 44:28 kanker payudara. Apakah ini termasuk 44:31 yang tadi dibahas genetik? Terima kasih. 44:35 Iya. Jadi genetik ini sebenarnya di 44:39 cerita tentang braka mutasi. 44:41 Braka mutasi itu sebenarnya untuk kanker 44:45 payudara awalnya. Tapi mutasi braka ini 44:48 ternyata juga ada di kanker prostat, di 44:51 kanker kolon. Banyak kanker-kanker lain 44:53 juga ikut beraka mutasi. Nah, yang 44:56 genetik ini bukan hanya di braka saja 45:00 gen braka itu, tapi banyak gen-gen lain 45:02 yang sifatnya genetik ee diturunkan P53 45:06 itu juga ee genfnya diturunkan dari 45:11 orang ke orang itu. 45:13 Jadi kalau anamnesis, jadi 45:16 pemeriksaannya itu untuk mutasi ini apa 45:19 genetik ini harus ditanya memang riwayat 45:23 keluarga Bapak, Ibu sampai nenek 45:27 moyangnya itu pun ditanya itu di mana. 45:29 Kadang-kadang memang enggak ada itu 45:31 nenek moyang enggak ada tapi tiba-tiba 45:33 ditemukan beraka mutasi pada cucu. Bisa 45:35 jadi 45:37 nenek moyangnya punya beraka tapi kan 45:39 juga dia enggak jadi kanker. yang jadi 45:41 kanker ya si cucunya ini. 45:43 He 45:43 banyak yang seperti itu. Enggak ada 45:45 riwayatnya enggak ada, Dok. Tapi 45:46 diperiksa belakangnya mutasi dan 45:48 ternyata kanker. Nah, jadi kembali ke 45:52 yang sifatnya itu nasib ya yang Allah 45:54 yang nentukan. Walaupun dia ada beraka 45:57 mutasi belum tentu juga kanker gitu. 46:01 Baik. Mm kita masih punya cukup waktu. 46:04 Ini pertanyaan dari Bu Ida. Dok, kalau 46:10 melajang terus sampai sekarang di usia 46:13 yang seperti ini tidak mungkin menikah 46:16 berarti tidak menyusui dong karena tidak 46:18 hamil. Kannya terkena 46:21 kanker payudara seberapa banyak, Dok? 46:24 Terima kasih. Jadi lajang dia. 46:26 Iya. Jadi ya memang itu faktor risiko 46:28 ya. 46:29 Tapi kan ada juga pencegahannya. 46:31 Pencegahannya bagaimana? olahraga 46:35 kan bisa kan bisa olahraga itu 46:38 pencegahan 46:39 masuk ya itu olahraga 46:40 masuk pence 46:41 apapun juga yang dilakukan iya 46:43 mau jalan pagi 46:44 iya jalan pagi apa itu pencegahan dia 46:46 olahraga itu satu kedua jangan 46:49 berat badan itu nambah dengan 46:51 bertambahnya usia tetap olahraga 46:55 kemudian nanti kalau dia maaf sudah tua 46:58 apa gitu pengin tetap cantik gitu kan 47:00 nanti pakai obat-obat hormonal 47:02 jangan juga dipakai itu obat-obat 47:04 hormonal ya kan. Jadi perempuan menopaus 47:08 itu kadang-kadang badan suka 47:09 sakit-sakit, kulitnya keriput itu ada 47:11 sekarang estrogen ya yang itu 47:13 itu oles pun berpengaruh. 47:14 Iya iya berpengaruh. Jangan 47:17 ya. Jadi ya semuanya itu ada untung 47:20 ruginya. Pengin cantik tapi ada resiko 47:25 gitu. Kita mesti milih [tertawa] 47:27 pengin cantik. Jadi dioles juga termasuk 47:29 sama seperti kalau dikonsumsi 47:32 masuk ke dalam tubuh juga ya. He. 47:34 Dioles itu dia diserap itu di sama 47:38 dengan yang dimakan. 47:40 He. Kalau terkait paparan radiasi, Dok, 47:43 apakah itu juga tinggi ininya? 47:46 Iya jadi dulu jadi dulu itu ya dululah 47:50 gitu itu jerawat aja dulu itu di sinar 47:55 itu jerawat ada di dada di muka. Nah, 47:57 itu dia yang disinar di dada itu yaitu 48:00 risiko. Apalagi radiasi yang mengenai 48:03 dada wanita pada usia muda itu resiko 48:06 untuk kanker payudara. Tapi dulu 48:09 sekarang kita sudah enggak dunia 48:11 kedokteran udah enggak gitu seperti 48:13 zaman dulu lagi. Itu hanya history. Ya 48:17 memang radiasi menyebabkan risiko kanker 48:19 payudara tapi ceritanya dulu ada jerawat 48:22 itu dulu diradiasi itu 48:25 tapi bukan Indonesia. Tapi di sejarahnya 48:28 seperti itu. 48:31 Kalau terkait dengan menstruasi, Dok, 48:34 kan ada orang yang terlambat sekali atau 48:37 ada yang lebih awal di usia belasan saja 48:40 sudah mengalami menstruasi itu apakah 48:43 ada pengaruhnya juga? 48:44 Iya, risiko. Jadi orang yang 48:46 menstruasinya cepat misalnya 8 tahun 48:48 sudah he 48:48 nanti posmenopusnya stop menstruasi umur 48:51 55 itu kan panjang. 48:53 Oh, itu ada efeknya juga. 48:54 Iya. Jadi efek panjang. Jadi awal 48:56 menstruasinya cepat umur 8, nanti 48:59 menopausnya stop menstruasinya umur 55. 49:01 Itu kan dari 55 - 8 artinya 47. 47 tahun 49:08 dia tuh tiap bulan dia itu siklus 49:11 Heeh. 49:13 siklus hormonal itu ada itu. Nah, itu 49:16 yang bahaya siklusnya itu. Makanya 49:18 dianjurkan hamil, dianjurkan punya anak 49:20 menyusu yang lama supaya apa? Supaya 49:22 siklusnya itu enggak ada. 49:24 yang bayi itu tiap bulan ada siklus 49:26 estrogen, progesteron meningkat pada 49:28 waktu akan ee menstruasi, nyeri apa 49:31 segala. Nanti bulan depannya gitu lagi. 49:34 Bulan depannya gitu lagi. 49:36 Nah, sel-sel itu kan tiap bulan 49:37 dirangsang, dirangsang, dirangsang. Itu 49:38 yang enggak bagus. Makanya hamil, hamil, 49:41 punya anak banyak, menyusui yang lama, 49:43 jangan pakai obat-obat yang 49:46 estrogen di dalamnya atau progesteron di 49:48 dalamnya. Itu 49:51 baik, Dok. Kalau ini dari ee hamba 49:54 Allah, banyak orang yang mengira kanker 49:57 itu murni penyakit keturunan. Sehingga 50:00 dokter sering dimintai penjelasan soal 50:02 faktor risiko non genetik seperti 50:05 infeksi virus, HPV, gaya hidup atau 50:10 paparan hormon. 50:12 Ini bagaimana penjelasannya, Dok? Oke. 50:17 Gimana pertanyaannya tadi? 50:19 Banyak orang mengira kanker itu murni 50:21 penyakit keturunan. 50:23 Oh, enggak. Tadi kan saya sudah cerita 50:25 gaya hidup enggak sehat juga kena ya? 50:27 Iya kena gaya hidup ya itu 50:30 ee tadi hormonal terutama hormonal 50:33 karena payudara itu 50:35 sangat dipengaruhi perkembangan oleh 50:37 hormonal 50:39 ee gaya hidup. Jadi mungkin kalau 50:43 anak-anak IPA ya zaman saya dulu IPA 50:45 sekolah tuh IPA, IPS bahasa cuman tiga. 50:48 Nah, anak IPA tuh tahu bahwa phenotype 50:51 itu adalah genotype tambah environment. 50:54 Genotype itu 20% bobotnya. Environment 50:56 itu lingkungan ya, gaya hidup apa segala 50:58 itu 80% bobotnya. Jadi 20% kejadian 51:02 kanker itu karena genetik. 51:05 80% sisanya itu karena environment 51:09 lingkungan mulai makanan apa segala gaya 51:11 hidup 51:13 dan terakhir ya mungkin nasiblah ya 51:15 [tertawa] 51:16 karena pada akhirnya kita juga enggak 51:17 tahu nih ada orang genetiknya jelek gitu 51:20 ya 51:20 tapi aman 51:21 tapi aman-amannya sampai dia meninggal 51:23 meninggalnya bukan kanker banyak 51:25 meninggalnya misalnya sakit jantung apa 51:27 kayak gitu 51:29 baik kalau masyarakat kerap panik saat 51:33 menemukan perubahan fisiknya untuk 51:36 pertama kali. Terus dia pengin tahu cara 51:38 membedakan apakah itu tumor jinak atau 51:42 infeksi biasa. Dengan ee kondisi seperti 51:47 ini bagaimana, Dok? Apakah gejala 51:49 seperti ini membahayakan atau tidak? 51:53 Iya. Jadi, tadi enggak semua benjolan 51:56 itu kanker. Ingat, tidak semua benjolan 51:58 itu kanker. 52:02 Benjolan apa yang bukan kanker? Kita 52:05 kepentok 52:07 kening kena itu benjolan tapi bukan 52:10 kanker. Jadi enggak usah takut. Atau 52:12 gini kita ketusuk duri ada benjolan di 52:15 kaki kita. Itu bukan kanker itu infeksi. 52:17 Itu abses. 52:19 Atau ada benjolan di payudara. Enggak 52:22 semua juga benjolan payudara itu kanker. 52:24 Bisa aja kista atau bisa saja tumor 52:26 jinak. Bisa saja itu mastitis. 52:28 Kadang-kadang TBC payudara pun mirip 52:31 dengan apa? Dengan kanker. Nah, pastinya 52:35 apa? Harus dibiopsi. 52:38 Biopsi itu cara paling gampang adalah 52:43 kalau ke dokter minta yang namanya FNAB, 52:46 fine needle aspirasi biopsi. 52:49 di di banyak datang ke dokter patologi 52:54 di mana-mana banyak dokter patologi 52:55 datang aja enggak mesti jadi dokter 52:58 patologi itu kita harus biasa dengan 52:59 dokter patologi karena memang itu tugas 53:01 dia 53:02 menegakkan diagnosis sekolahnya dia itu 53:05 datangin aja ada pelang dokter patologi 53:08 dok saya ragu ini gini gini gini 53:10 tolongnab dokter patologi di mana-mana 53:13 banyak sekarang dan ini kalau memang 53:16 ketahuan stadium ma awal bagus prognosis 53:21 itu. 53:23 Iya. 53:23 Heeh. 53:24 Kalau terkait dengan olahraga tadi, Dok, 53:27 ini Pak Budi tanya. 53:28 He. 53:29 Apakah harus di luar ruangan atau cukup 53:32 di dalam saja? Karena untuk kami 53:36 dengan kondisi seperti ini, olahraga di 53:40 rumah pakai threadmal cukup istri saya 53:43 melakukan itu. Apakah boleh atau 53:45 bagaimana menurut dokter? Terima kasih. 53:48 Ya, olahraga ya boleh mau di rumah. Di 53:50 rumah, mau di luar. 53:51 Iya. Tapi kalau saya sih Iya. Kalau saya 53:53 paling enak di luar biar udarnya juga 53:56 enak kan. [tertawa] 53:57 Iya. Iya. 53:59 Oke, mungkin bisa dirangkum closing idea 54:03 terkait dengan mencegah 54:05 kanker payudara. Bahasan kita hari ini, 54:07 Dok. 54:08 Iya. Jadi 54:10 ee pencegahan kanker payudara itu bisa 54:12 dikerjakan oleh masing-masing wanita. 54:16 Caranya bagaimana? menghindari tadi 54:18 faktor risiko. Faktor risikonya apa 54:22 itu? Jadi kita harus punya anak yang 54:24 banyak rupanya supaya enggak kanker 54:25 payudara. Harus menyusi yang lama 54:29 2 tahun paling tidak. 54:30 Iya. 54:32 Terus ee jangan pakai obat-obat 54:34 hormonal. 54:35 H. 54:36 Terus apalagi? Olahraga. Olahraga tuh 54:39 bagus. Jadi untuk perempuan-perempuan 54:42 yang usianya mulai menopaus itu 54:45 cenderung untuk berat badannya itu 54:47 nambah. Nah, itu harus olahraga. Kenapa? 54:51 Kalau dia enggak olahraga 54:54 nanti lemaknya banyak. Lemak itu sumber 54:57 estrogen 54:59 yang ada di panggul. Itu resiko untuk 55:01 kanker payudara. Nah, kalau sudah 55:03 bagaimana kalau genetik ada sekarang tes 55:06 genetik 55:07 di laboratorium-laboratorium, 55:10 tapi mutasi genetik pun tarlah ketahuan 55:14 beraka mutasi itu belum tentu juga 55:16 kanker. Jadi enggak usah takut juga. 55:19 He he. 55:20 Kalau memang keturunan ada yang kanker, 55:22 enggak usah takut. Cuma nanti kan 55:24 masalahnya itu dengan asuransi. 55:27 asuransi itu kalau kita tahu dianya tahu 55:29 kita berak mutasi gitu mungkin enggak 55:31 mau dia meng-cover itu. 55:36 Terus 55:38 nah memang ada juga sekarang sebenarnya 55:41 toksin ya apa obat-obat insektisida itu 55:44 juga ada yang mengatakan golongan 55:46 karbamat organoposfat itu ya obat-obat 55:49 nyamuk itu juga sifatnya itu estrogenik. 55:51 He 55:52 sifatnnya itu mirip-mirip dengan ee 55:55 hormon wanita itu juga di Taiwan kemarin 55:59 ada profesor itu datang dia meneliti itu 56:02 untuk yang di Taiwan ternyata ada 56:04 hubungannya apa obat-obat insektisida 56:07 itu itu untuk pencegahan bagaimana 56:11 pengobatan. Pengobatan tadi 56:15 tiga pilar utama dari pengobatan kanker. 56:19 satu operasi, 56:21 dua terapi sistemik, tiga radiasi 56:26 dan semuanya itu enggak ada yang 56:27 menyakitkan. Nah, untuk operasi, untuk 56:31 operasi enggak sakit karena yang ada itu 56:34 cuman hanya rasa takut. Operasi itu 56:37 enggak boleh sakit. Kenapa? Karena ada 56:39 dokter anestesi yang tugasnya memang 56:42 menghilangkan rasa sakit. 56:44 Nah, 56:46 toh kalau kanker enggak semuanya juga 56:48 diangkat payudaranya. Payudaranya juga 56:51 bisa dipertahankan. 56:53 Ada yang namanya sekarang BCS, Breast 56:56 Conserving Surgery. 56:58 Itu enggak semuanya diangkat, disisakan 57:00 payudara 57:02 sehingga payudaranya juga masih bagus. 57:05 Nah, kalau memang perlu dimastektomi 57:07 diangkat, dokter bisa bikinkan. 57:11 Bikinkannya dari mana? bikinkannya dari 57:14 otot punggung, otot perut, 57:19 bisa dengan operasi mikro atau bisa juga 57:21 dimasukkan implan silikon. Jadi setelah 57:24 dioperasi di mastektomi payudaranya 57:27 sudah enggak ada, ambil impl. Implan 57:30 dimasukkan jadi masih punya gundukan dan 57:34 itu enggak sakit. Kenapa enggak sakit? 57:36 Ada dokter anestesi yang membius. 57:38 Setelah operasi juga 57:41 dikasih obat analgetik. Itu bagus-bagus 57:43 sekarang itu untuk operasinya. Nah, ini 57:46 yang tadi kemoterapi momok banget. 57:49 Pasien gampang disuruh operasi tapi 57:51 kemoterapi pada takut. Rata-rata seperti 57:54 itu. 57:56 Nah, tapi kan saya sudah bilang enggak 57:58 semuanya juga perlu dikemoterapi. Ada 30 58:01 sampai 40% kelompok kanker yang namanya 58:04 Luminal A. 58:05 Hm. 58:06 itu enggak dikemoterapi, 58:08 hanya dikasih obat hormonal, makan obat 58:11 5 tahun atau nanti ada juga yang indung 58:14 telurnya diangkat supaya estrogennya itu 58:18 hilang. Jadi setelah diangkat makan obat 58:21 5 tahun enggak perlu dikemoterapi. Cuman 58:24 ya efek samping dari pengangkatan indung 58:27 telur itu kita jadi nenek-nenek, jadi 58:31 tua kita apa badannya sakit-sakit ya 58:34 memang dibikin tua. Atau kalau enggak 58:36 mau diangkat indung telurnya bisa juga 58:38 disuntik. Disuntik di perut atau di 58:41 paha. Tujuannya apa tadi? mengurangi 58:44 estrogen. 58:46 Mengurangi estrogen efeknya bagaimana? 58:49 Karena yang suntik itu mirip dengan 58:50 diangkat indung telurnya. Jadi mirip 58:52 nenek-nenek juga. Cuman kalau yang 58:53 disuntik ini sifatnya itu reversibel. 58:56 Bisa kembali lagi setelah suntik itu kan 58:59 2 sampai 3 tahun. Kalau dia masih usia 59:02 premenopaus 2 3 tahun nanti tahun 59:05 keempat sudah kembali lagi menstruasinya 59:08 sudah enggak sakit-sakit. Nah, kalau dia 59:10 diangkat indung telur atau di hambat 59:13 produksi estrogen, progesteron itu badan 59:15 memang sakit-sakit. Mukanya tuh 59:17 flashing, kulitnya kering, kadang-kadang 59:19 ada beberapa juga rontok mirip-mirip 59:21 kemo juga tapi nanti tumbuh lagi setelah 59:24 tahun ketiga. Setelah obat itu enggak 59:26 dikasih. 59:27 Jadi itu kalau dia memang tipe kankernya 59:30 luminal A. Ada juga kanker yang tipenya 59:35 triple negatif. Nah, kalian tripel 59:36 negatif ini memang sampai sekarang 59:39 obatnya itu hanya kemoterapi ditambahkan 59:41 lagi ya ada istilahnya itu imunoterapi 59:44 atau antibraka gitu. Tapi memang ini 59:48 triple negatif ini tipe yang ee bad lah 59:52 ya apa enggak baguslah prognosisnya. 59:54 Nah, di antaranya itu ada yang tipe H2. 59:57 H2 itu harus dikasih kemoterapi dan juga 1:00:00 dikasih obat target. Targetnya apa? ada 1:00:03 reseptor di permukaan tuh harus ditarget 1:00:05 itu ditutup supaya enggak supaya sel 1:00:08 kankernya enggak bisa membelah itu ya. 1:00:11 Jadi saya pikir ini cukup jelas ya. 1:00:14 [tertawa] 1:00:15 Terima kasih banyak Dr. Dr. Ramadan 1:00:18 Karsono yang merupakan spesialis bedah 1:00:21 onkologi sudah mempersuasi kita dan 1:00:24 mencerahkan kita. Dan jangan salah ya, 1:00:26 bukan cuma wanita ya, karena pria punya 1:00:28 jaringan payudara meskipun tidak. Saya 1:00:31 pernah di televisi lain juga [tertawa] 1:00:33 baik. Sekali lagi mudah-mudahan 1:00:35 kapan-kapan dokter bisa hadir lagi. 1:00:38 Terima kasih. Tapi sebelum mengakhiri 1:00:40 acara ini ada satu informasi 1:00:44 ikhwan akhwat yuk hadir di majelis 1:00:46 umahat silaturahim. Ibu-ibu, 1:00:49 bapak-bapak, kanak eh kakak-kakak, 1:00:51 sahabat pendengar yang dirahmati Allah 1:00:53 subhanahu wa taala. Jangan lewatkan 1:00:55 kesempatan untuk menambah ilmu, 1:00:58 memperkuat iman, dan mempererat 1:00:59 silaturahim di Majelis Umahat 1:01:02 Silaturahim. Kapan tuh? 23 September jam 1:01:07 09.00 pagi di Masjid Silaturahim. Dekat 1:01:10 dengan Studi Rasil sih dengan narasumber 1:01:14 Ustaz Hamzah Alatas dan temanya adalah 1:01:18 berakhlak pada Rasulullah sallallahu 1:01:20 alaihi wasallam. bisa berkesempatan 1:01:23 berdialog atau berkonsultasi langsung 1:01:25 dengan Ustaz Hamzah Alatas di dalam 1:01:27 majelis. Jadi, yuk kita luangkan waktu 1:01:30 sejenak dari kesibukan kita untuk duduk 1:01:32 bersama dalam majelis ilmu. Ajak deh 1:01:36 saudara, sahabat, tetangga, atau 1:01:38 teman-teman muslimah lainnya untuk hadir 1:01:41 bersama. Karena bisa jadi langkah kita 1:01:44 mengajak seseorang ke majelis ilmu itu 1:01:46 juga menjadi jalan bertambahnya 1:01:48 keberkahan. Ya. Baik, insyaallah kita 1:01:50 ketemu di Masjid Silaturahim. Jangan 1:01:53 lupa catat waktunya di tanggal 23 1:01:58 September jam 09.00 pagi. Sekali lagi 1:02:00 terima kasih, Dok. 1:02:01 Iya. 1:02:02 Dan untuk semuanya billahi taufik 1:02:04 walhidayah. Wasalamualaikum 1:02:05 warahmatullah wabarakatuh. 1:02:07 Waalaikumsalam warahmat