Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- ahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar radio silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- Ahwat di Kamis malam hari ini di tanggal
- 7 Rabiul Akhir 1448
- Hijriah atau bertepatan dengan tanggal
- 17 September 2026.
- Kita kembali bersama-sama di acara
- tausiah malam kajian kitab Alulu Wal
- Marjan bersama Dr. K. H. Zaki Mubarok,
- MA. Beliaulah Mustasyar PBNU yang
- alhamdulillah sekarang hari ini telah
- bergabung bersama kami di live aplikasi
- Zoom Ikhwan Ahwad. Kita sapa Ustaz
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Kabar sihat Ustaz ya?
- Oke. Halo, Ustaz.
- Ini suaranya kurang.
- Terdengar jelas.
- Suaranya kecil.
- Iya.
- Bagaimana, Ustaz? Sekarang terdengar
- jelas ya, De.
- Hah?
- Sekarang terdengar jelas.
- Masih kecil.
- Masih kecil.
- Coba dicek dulu ya. Hubung dari sini
- mungkin ada teknis.
- suara sekarang Ustaz
- masih kecil
- masih kecil ya
- tapi suara Ustaz ee sudah terdengar
- jelas di sini
- jelas
- e baik Ustaz ee kita akan membahas tema
- mengenai proses turunnya wahyu Ustaz ya
- baik silakan nanti kalau ingin ingin
- bergabung Wut bisa pergunakan WhatsApp
- kami di 0811999720
- Ustazam
- Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi
- hadana lihadza
- wama kunna linahtadiya laula an
- hadanallah.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah
- wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh. Allahumma sholli wasallim ala
- hadan nabiyil karim sayyidina wa maulana
- Muhammadin waa alihi wa ashabihi wat
- tabiin waman tabiahum biihsanin
- ila yaumiddin
- amma ba
- ikhwan akhwat para pendengar radio
- silaturahim dan pemirsa rasil TV yang
- kami cintai alhamdulillah
- Malam hari ini kita dapat jumpa kembali
- dalam kajian kitab Allu wal Marjan.
- Semoga kajian ini dapat mengantarkan
- kita pada pemahaman yang utuh dari
- ajaran agama dan bisa kita amalkan dalam
- kehidupan sehari-hari. Amin ya rabbal
- alamin.
- Para jemaah,
- proses turunnya wahyu
- itu melalui tiga cara.
- Yang pertama secara langsung.
- Makana basyarin
- ayukallimahullah illa wahyan.
- Tidak ada bagi makhluk manusia itu
- untuk bisa langsung bercakap dengan
- Allah kecuali melalui wahyu secara
- langsung.
- Yang kedua, war hijab
- dengan jalan di balik tirai. Misalnya
- wahyu disampaikan kepada Nabi Musa di
- Bukitena.
- Musa mendengar firman Allah tapi Musa
- tidak melihat.
- Itu namanya
- hijab. Yang pertama wahyan langsung
- misalnya wahyu yang disampaikan Allah
- kepada Nabi Ibrahim mengenai ditugaskan
- untuk mengorbankan putranya Ismail.
- itu dalam suit.
- Dan yang ketiga
- melalui perantaraan malaikat Jibril.
- Malaikat Jibril disebut Jibril, disebut
- juga ruhul kudus, disebut juga arruh,
- disebut juga arruhul amin
- atau namus. Itu nama nama Jibril ya.
- Saya ulangi. Jibril
- arruhul quus. Arruhul amin, arruh saja
- atau namus.
- Itu nama-nama Jibril. Jadi ruhul kudus
- itu nama Jibril ya. Sudah jelas.
- Nah, yang melalui perantara malaikat
- Jibril ini
- rasula di situ
- mengutus malaikat
- melalui tiga cara juga.
- Yang pertama, yang pertama Jibril datang
- menyerupai wajahnya bentuknya yang asli.
- Ini sangat jarang terjadi.
- Pernah terjadi seperti ini sehingga Nabi
- itu sampai berkeringat, sampai ya kaget
- na
- ketakutan.
- Sara yang pertama jarang.
- Yang kedua, Jibril datang
- dengan menyerupai
- suara bel. Keminsnya bel
- ya. Seperti suara bel.
- Dan yang ketiga, Jibril datang
- menyerupai seorang laki-laki.
- Ini yang paling sering yang nomor tiga.
- Lalu menyampaikan kepada Nabi Muhammad.
- Itulah secara umum ya Al-Qur'an mengenai
- cara wahyu turun.
- Nah, di sini dalam hadis ini dijelaskan
- tentang salah satu
- ee cara bagaimana Jibril datang kepada
- Nabi Muhammad untuk menyampaikan wahyu
- pertama. Ya, wahyu pertama maka saya
- jelaskan di sini adalah proses turunnya
- wahyu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Hadis Aisyata.
- Hadis dari Sayidah Aisyah,
- Ummul Mukminin, ibunya orang-orang
- mukmin radhiallahu anha semoga Allah
- meridainya. AT menginformasikan
- awalu ma bihi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam minal wahyi yang pertama
- kali dimulai
- ya
- yang pertama kali dimulai
- ya
- wahyu kepada nabi adalah aryhahum
- fil naumi
- itu mimpi yang benar
- Ya finumi di waktu tidur. Jadi ada mimpi
- arh
- laar ryan
- illa jaat m falaq sub.
- Dan cara seperti ini tidak bisa dilihat
- dengan suatu penglihatan kecuali datang
- seperti
- sinarnya waktu subuh.
- Falaqus subuh ya.
- Apa yang disebut dengan e fajar ya.
- Fajar subuh seperti fajar subuh.
- kemungkinan
- wakana yahlu hir
- dan beliau sering bersepi-sepi
- menyendiri di guah
- melakukan perenungan
- ya melakukan lakukan semacam tahannus
- ya, tirakat dan sebagainya
- di gua Hirahanasu
- fihu. Beliau bertahannas itu
- wahua taabud, yaitu melaksanakan ibadah
- di malam hari.
- Ayali di malam hari zawatil adadi
- dalam hitungan yang cukup banyak
- sebelum beliau kembali kepada
- keluarganya
- dan beliau membawa bekal
- untuk bertahanus di gua Hiro itu.
- Untuk menyepi di gua Hiro itu membawa
- bekal dari rumah dari Khadijah.
- Khijah. Kemudian bel kembali kepada
- Khadijah.
- Kemudian beliau mengambil bekal juga
- seperti biasa. Begitu bekalnya habis,
- kembali ke rumah Khadijah ke rumahnya
- bawa bekal lagi yang serupa itu.
- Hatta jaahul haqqu. Sehingga datanglah
- kebenaran, yakni datanglah malaikat
- Jibril wira ketika dia berada di gua
- Hiro.
- Wahul malaku. Maka datanglah malaikat.
- Faqalaq.
- [berdehem]
- Maka mereka itu berkata, "Iqra, bacalah
- wahai Muhammad." Q Nabi menjawab, "Ma
- ana biqin,
- aku bukanlah orang bisa baca. Aku enggak
- bisa baca kata Nabi."
- Nabi menjelaskan.
- Kemudian malaikat itu memeluk Nabi
- dengan keras sekali
- sehingga Nabi merasakan
- agak berat
- ya. Kemudian melepaskannya kembali.
- Nabi di rangkul oleh Jibril keras
- sekali.
- Kemudian dilepas lagi.
- Waqala iqra.
- Kemudian berkata Jibril, "Bacalah wahai
- Muhammad."
- Qullu ma ana biq. Aku menjawab, "Aku
- enggak bisa baca."
- Kemudian yang ketiga kalinya
- ya
- yang ketiga
- kemudian jadi Nabi seperti dibekap itu
- oleh Jibril sampai tiga kali
- ya kemudian dilepaskan kembali. Faqala
- iqra bismibikalladzi
- khalaq. Maka yang ketiga ini Nabi bisa
- membacanya.
- Apa wujudnya? Iqra. Bacalah bismibikall
- dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah
- menjadikan
- insana menjadikan manusia minumpal
- darah.
- Iqrabal
- bacalah. Sesungguhnya Tuhanmu maha
- pemurah maha mulia.
- Alladzi alama bilqulam yang mengajarkan
- manusia dengan penak pengetahuan dengan
- penak.
- yang mengajarkan manusia dengan penak
- itu segala sesuatu yang belum
- diketahuinya.
- Inilah para jemaah sekalian wahyu yang
- pertama
- yang dialami oleh Nabi Besar Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Setelah peristiwa ini, kejadian yang
- aneh ini,
- para maka Nabi kembali biha dengan
- peristiwa itu.
- Ya, kembali ke rumahnya beliau
- ya menemui keluarganya
- yarjufuahu.
- Berdebar hati beliau
- enggak tenang. Beliau resah hatinya
- karena menjumpai kejadian yang aneh baru
- beliau jumpai itu apa ini enggak jelas.
- Fadakola ala Khadijah. Maka beliau masuk
- kembali ke rumahnya yakni rumah istrinya
- Khadijah binti Khuwailid.
- Khadijah binti Khuilid.
- Waqala zammiluni
- berkata zammiluni. Selimuti aku. Kata
- Nabi.
- Selimuti aku.
- Zamiluni. Selimuti aku.
- Maka kemudian mereka meliputi Nabi
- Khadijah dan anak-anaknya.
- menyelimuti Nabi
- hatta
- sehingga hilang ketakutannya, hilang
- keresahannya.
- Waq Khadija, maka beliau cerita kepada
- Khadijah wa akbar alar
- dan beliau menceritakan kejadian di gua
- Hiro tadi kepada Khadijah.
- khitu nafsi aku khawatir menimpa diriku
- keburukan terhadap diriku wahai Khadijah
- aku mendapati kejadian yang sangat aneh
- pada diriku aku khawatir harus terjadi
- apa-apa pada diriku
- jadi merasa khawatir itu kasi kejadian
- apa kemarin di gua
- Waqolat Khadijah. Maka istri beliau
- Khadijah membesarkan hati Nabi.
- Kalallahi tidak. Demi Allah Khadijah ma
- yuhzikallahu abad. Allah tidak akan
- merendahkan kamu
- untuk selama-lamanya.
- Mengapa engkau orang yang ahli
- silaturahim? Menghubungkan silaturahim,
- meraju silaturahim.
- Ya. Kemudian engkau orang yang sering
- membantu orang lain.
- Kemudian kau orang yang ahli menghormati
- tamu.
- Kau adalah orang yang menolong kepada
- orang yang susah.
- Jadi kata enggak mungkin wahai suamiku
- kamu ditimpa suatu kerendahan enggak
- mungkin karena kau orang yang ahli
- silaturahim, ahli berbuat baik, ahli
- membantu orang-orang miskin, ahli
- membantu anak-anak yatim,
- orang yang sangat baik bergaul dengan
- keluarga dan teman-teman.
- Nah, setelah itu
- dan beliau itu selalu menegakkan
- kebenaran.
- Nah, begitu di mana-mana ya aktivitasnya
- menegakkan kebenaran.Q
- bihi Khadijat. Maka Khadijah berangkat
- bersama Nabi
- hattabihi sehingga beliau mendatangi
- dengan Nabi itu warq Warq ibna Naufalin.
- Waraqah bin Naufal bin Asad
- Ibnu Abdul Uzza ya temunya di situ.
- Barqoh
- bin Noval bin Asad bin Abdul Uzza.
- Siapa dia? Ibna ammi Khadijah. Warq itu
- adalah anak paman Khadijah. Jadi saudara
- misalnya Khadijah. Saudara sepupu kata
- orang Jakarta. Saudara saya nyebutnya
- saudara misa Khadijah.
- Wakana tanasor fil jahiliyah.
- Dia adalah seorang Arab yang
- masuk dalam agama Nasrani
- bilahyati di masa zahiliah. Jadi bangsa
- Arab pada waktu itu waktu Nabi diangkat
- jadi rasul kaum jahiliyah itu dibagi
- tiga saudara.
- yang paling besar itu musyrik.
- Orang-orang Arab musyrik jahiliah.
- Kemudian yang kedua adalah kaum hanif.
- Orang-orang yang hidup di masa itu tetap
- mengikuti agama Nabi Ismail atau Nabi
- Ibrahim. Namanya kaum hanif. Tidak
- musyrik.
- Ini bagian kecil.
- lebih lebih kecil lagi lebih kecil lagi
- adalah yang masuk agama Nasrani.
- Contohnya Maraqokah bin Nafal.
- Nah, mengenai
- agama Hanif kita jumpai banyak nama-nama
- mereka Abdullah.
- Hamba Allah. Abdullah
- itu ciri-ciri dari orang yang
- beragama Hanif, agamanya Nabi Ismail.
- Kalau yang lain itu ada Abdus Syams ya,
- nama-nama Abdul Syams ya. Ee jadi
- hambanya matahari ada Abdul Uzza.
- Nah, Abdullah itu menunjukkan orang itu
- menamakan dirinya hamba Allah. Itu yang
- termasuk agama H.
- Nah, yang menjadi Nasrani, agama Nasrani
- adalah Barokah ini.
- Ya, dia adalah seorang yang beragama
- Nasrani. Wakana yaktubul kitaba
- alibranih. Beliau menulis Alkitab dalam
- bahasa Ibrani
- baik Taurat maupun Injil.
- Ya,
- masyaallah. Apa yang dikehendaki Allah?
- Anyaktuba
- yang dikehendaki Allah untuk dia bisa
- menulis.
- Jadi beliau menulis kitab-kitab
- ya lama baik Taurat maupun Injil dalam
- bahasa Ibrani.
- Wakana sikhon kabiron. Dan dia itu adah
- seorang tua yang sudah sangat sepuh,
- sangat lanjut usia.
- Qad amiya. Dan dia sudah enggak melihat
- matanya sudah buta.
- Tunaetra
- usianya mendekati 80.
- Waqolat lahu. Maka berkatalah kepada
- Waraqah, "Siapa
- Khadijatu?" Khadijah.
- Berkata Khadijah kepada
- wahai anak pamanku katanya.
- Wahai saudara misanku,
- isma min ibni ahika. Dengarkan cerita
- dari anak saudaramu.
- Maksud Nabi Muhammad,
- dengarlah apa yang terjadi dari anak
- saudaramu, yakni Muhammad. Waq lahu
- warok.
- Maka berkatalah kepada Muhammad,
- "Ya Ibna Ahi, wahai anak saudaraku,
- taro,
- apa yang kamu lihat? Apa yang kamu
- alami?"
- Maka mengabarkan kepada Waraqah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dengan berita dengan kejadian apa yang
- dia lihat.
- Ceritakan semua tuh.
- oleh Nabi Muhammad kepada Waraqokah.
- Sejak beliau di rangkul dengan erat
- sekali sehingga dadanya sesak. Kemudian
- dilepaskan lagi, dirangkul lagi katakan
- iqra jawab
- aku bukan orang yang bisa baca. Terus
- sampai kemudian turun iqra
- bismibikalladzi khalaq
- khalaq insana min alq iqbukal akr
- alladziama bilqamal
- insana maam yam itu
- diceritakan semua kepada barokah
- faqala maka berkatalahu kepada nabi
- warqoh warqoah maka berkatalah kepada
- nabi warakah itu mengatakan kepada nabi
- hadan namus oh itu namus
- alladzi nazzalallah ala musa ya namus
- yang Allah menurunkan kitab kepada musa
- yakni Jibril maksudnya jadi sebutkan
- tadi ada nama Namus di sini
- ya Waraqah menyebutkan Namus tadi saya
- sebut Jibril
- Ruhul qudus US
- Rhul Amin
- ya.
- Kemudian Arrukh saja. Kemudian namus.
- Nah, ini saya betulkan namus
- alladinaallah ala Musa yang Allah
- menurunkan
- ya
- melalui namus itu melalui Jibril Alkitab
- kepada Musa demikian juga kepada Isa
- sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, di situ baru ada penjelasan bahwa
- itu wahyu Nabi Muhammad didatangi oleh
- Jibril seperti pernah datang kepada Musa
- dan Isa dan nabi-nabi lahir.
- Maka apa lanjutan
- informasi dari
- Barqoah yaani?
- fiha jad
- jaani
- sekup
- ketika kamu wahai Muhammad diusir oleh
- kaumu sendiri
- saya akan bela kamu Nabi Muhammad agak
- kaget
- ya sekiranya saya masih hidup dan waktu
- kamu diusir oleh kaummu, saya akan bela
- kamu kamu maka Nabi enggak kaget.
- Faqala Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam,
- amuhrijah hum.
- Apakah mereka kaumku itu akan
- mengusirku? Kata Nabi. Agak kaget.
- Apakah aku akan diusir oleh kaumku
- sendiri? Hum. mereka q naam beliau jawab
- iya Muhammad
- kamu pasti pernah akan diusir oleh
- kaummu sendiri lamulun
- bimli
- tidak ada seorang yang menjadi nabi
- seperti kamu yang tidak dimusuhi oleh
- kaumnya sendiri
- semua nabi dimusuhi oleh kaumnya
- Musa, Nabi Isa, ya nabi-nabi lain semua
- dimusuhi oleh kaumnya sendiri.
- ya,
- termasuk Nabi Harun, termasuk semua
- illa ud kecuali disakiti.
- Wain yudrikuni
- ya muka. Sekiranya aku menjumpai
- hari di mana kamu diusir, kata Waraqo,
- ansuruka nasron muazzar. Aku akan tolong
- kamu sekuat tenagaku,
- sekuat kemampuanku untuk bisa
- menyelamatkan kamu dari
- kejahatan kaum.
- Hanya setelah perjumpaan ini, Marqab bin
- Nafal
- beberapa
- tahun berikutnya wafat.
- Sehingga beliau tidak menjumpai
- peristiwa Nabi diusir oleh kaumnya.
- Sehingga beliau harus berhijrah ke
- Madinah. Ke Yastrib namanya ke Yastrib.
- Inilah para jemaah sekalian prosesnya
- wahyu yang pertama.
- Nanti berproses lagi turunnya tadi
- melalui tiga cara
- ya. Nah, inilah salah satu informasi
- dari Nabi mengenai beliau menerima
- wahyu. Itu jelas sekali dari sana.
- Mudah-mudahan kita bisa memahami dengan
- baik dan kita bisa terus-menerus
- mempelajari
- apa yang disampaikan Nabi kepada para
- sahabatnya sehingga menjadi pedoman kita
- dalam kehidupan sehari-hari. Amin ya
- rabbal alamin. Demikian mohon maaf kalau
- ada kekhilafan. Wasalamualaikum
- [berdehem]
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat
- telah kita bersama-sama simak tausiah
- malam kajian kitab Allu Wal Marjan yang
- telah disampaikan oleh Dr. K. H. Zaki
- Mubarak, MA bel Mustasyar PBNU. Tema
- yang disampaikan adalah mengenai proses
- turunnya wahyu. Sudah ada yang bergabung
- di WhatsApp Rasil di 0811999720.
- Yang menyimak kita di malam hari ini
- yang menyapa ada Bapak Yuman sedang
- menyimak juga. Ini ada
- dari Ibu Ani Cani Hudaifah yang selalu
- setia menyimak rasia. Terima kasih Ustaz
- tausiahnya. Ibu Maryati di Sukabumi, ada
- juga Bapak Mugi Jumana, ada juga Bapak
- Ramitra Tangsal Tangerang Selatan, ada
- juga Ibu Dian, Bapak Abdul Hakim, ada
- juga Ibu Maskur di Bekasi, Ibu Fani dan
- ee masih banyak lagi yang sudah
- mengirimkan WhatsApp. Terima kasih
- banyak. Ini pertama, Ustaz, saya akan
- bacakan ee pertanyaan dari Bapak Yusman,
- ya. Yuman. Mohon maaf, Bapak Yuman.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Halo, Ustaz. Terdengar jelas
- suaranya kecil.
- Baik. Dari Bapak Ibu
- suaranya sedikit lagi.
- Iya.
- Di sini suara Ustaz jelas kok ya.
- Iya,
- Pak Ustaz mohon pencerahannya.
- Nabi Sulaiman Alaih Salam dapat ayat
- bismillah itu wahyu atau dari mimpi dari
- Allah, Pak Ustaz? Demikian
- dapat bismillah.
- Bismillah ya. Nabi Sulaiman
- gimana?
- Bismillah pertanyaannya bismillah.
- Iya. Apakah Nabi Sulaiman mendapatkan
- ayat bismillah itu dari wahyu atau dari
- mimpi dari Allah? Begitu.
- Dari wahyu. Dari wahyu Allah itu.
- Hm.
- Ya.
- Innahu min Sulaiman wa innahu
- bismillahrahim. Itu Nabi Sulaimannya
- dapat wahyu dari Allah.
- H.
- Maka dapat bismillah itu adalah wahyu
- Allah.
- Iya. Ya, Nabi Sulaiman dapat, Nabi
- Muhammad juga dapat.
- Ya, di surah Al-Fatihah kan ada itu ya.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Sebelumnya
- adalah bismillahirrahmanirrahim.
- Nah, jadi itu wahyu dari Allah Subhanahu
- wa taala yang turun kepada Nabi Muhammad
- dan turun kepada Nabi Sulaiman.
- Ya,
- terima kasih.
- Baik, selanjutnya beralih ke pertanyaan
- dari Bapak AD di Jakarta Timur. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, mengapa Al-Qur'an tidak
- diturunkan sekaligus dalam satu waktu
- tetapi secara bertahap selama kurang
- lebih 23 tahun, Pak Ustaz?
- Baik. Kalau Al-Qur'an diturunkan
- sekaligus
- itu penguasaannya berat, menghafalnya
- berat.
- Ya, semua itu bertahap
- step by step.
- Enggak ada yang langsung blek gitu ya,
- termasuk Al-Qur'an.
- Nah, dengan Al-Qur'an diturunkannya itu
- yang pertama sekali melalui asbabun
- nuzul
- ya, background dari turunnya Al-Qur'an
- itu
- sehingga jelas ya misalnya tentang
- diharamkannya
- judi dan minuman keras
- itu pertama kali datang kepada Nabi tiga
- orang,
- dua orang ya mewakili
- senior sahabi dan junior sahabi. Umar
- bin Khattab sebagai senior sahabi dan
- Muadz bin Zabal sebagai junior sahabi.
- Kudian datang pada Nabi. Dia katakan,
- "Ya Rasulullah, aftina fil khamri wal
- maisir. Berikan fatwa kepada kami
- Rasulullah tentang
- judi." Ya, tentang minuman keras dan
- judi.
- H
- tanyakan pada Nabi.
- Qul katakan Muhammad.
- Kabir.
- Pada keduanya itu baik judi maupun ee
- minuman keras adalah dosa yang besar.
- Tapi masihkan
- dan ada manfaatnya bagi manusia.
- Apa manfaat judi? Misalnya
- memperoleh uang dengan tanpa susah payah
- dapat perjudian kan.
- Bilaadin
- isobatul mal bilaadin memp uang dengan
- tidak susah payah
- demikian juga khamar bisa menghilangkan
- sementara
- keresaan-keresahan
- tapi kata kata Al-Qur'an wauhuma akbar
- minima tapi dosa keduanya jauh lebih
- besar dari manfaat
- nah itu mulai dil
- belum cukup itu ayat itu.
- Iya
- ya.
- Masih orang suka minum
- para sahabat.
- Ya. Sampai datang ayat berikutnya ketika
- ada seorang sahabat yang menjadi imam
- salat. Kebetulan bacanya bacaan surah
- Al-Kafirun masih dalam keadaan agak
- mabuk sehingga bacaannya salah. Qul ya
- ayyuhal kafirun. Dia baca
- mestinya la a'budu ma ta'budun. Aku
- tidak menyembah. Aku dibaca a'budu ma
- ta'budu. Aku menyembah. Jadi terbalik
- sama sekali artinya
- semua itu terbalik artinya.
- Iya. [berdehem]
- Karena la nafinya itu dibuang enggak
- dibaca sehingga terbalik artinya. Tidak
- menyembah apa yang kamu sembah. Akhirnya
- menyembah apa yang kamu sembah dan
- seterusnya.
- Nah, pada saat itulah kasus itulah turun
- ayat
- laqus wa antum suka.
- Janganlah kau mengerjakan salat padahal
- kamu dalam keadaan mabuk. Ah, di situ
- mulai orang enggak berani siang hari
- mabuk karena ada salat.
- Di malam hari masih berani.
- Cuma makan waktunya sudah sempit. H
- akhirnya menjauh mereka dari perbuatan
- tercela kham dan judi. Lalu ditugaskan
- sekali di kalimat ayat berikutnya.
- Innamal khamru wal masiru wal azlamu
- run min amalian.
- Sesungguhnya khamar judi mengudak
- semua itu jijik najis min aman setanu.
- Maka jauhilah. Nah, sejak ayat ini turun
- ya sama sekali enggak boleh. Jadi
- bertahap semua
- memudahkan umat Islam. Maka kalau ada
- orang begitu baru masuk Islam jangan
- disuruh segala-gala dikerjain.
- Suruh salat, suruh puasa, suruh ini.
- Entar pelan-pelan suruh salat diajarin
- dulu wudunya bagaimana cara berwudu,
- bagaimana cara salat begitu bertahap
- semua. Itu yang kedua.
- Yang kedua, ya. Nah, yang ketiga mengapa
- dia itu ee apa namanya? Tidak sekaligus
- ya supaya mudah dihafal.
- Iya,
- sangat mudah dihafal Al-Qur'an. Maka
- Al-Qur'an dihafal oleh sampai sekarang
- oleh jutaan umat manusia hafal Quran ya.
- Luar biasa ya Quran. Kita menghafal
- hadis saja agak lama, susah. Tapi kalau
- menghafal Quran cepat sekali tapi harus
- dijaga
- bacaannya. Kalau dilupakan sedikit aja
- lupa. Iya.
- Seperti kata Nabi seperti
- kambing atau unta. Kalau enggak diikat
- hilang dia larinya. Itu perlu diikat.
- Nah, dikat apa dengan diulang-ulang baca
- Quran. Ya, saya kira demikian. Terima
- kasih.
- Baik. Jadi tidak sekaligus tadi karena
- memang itu ya supaya ee salah satunya
- supaya mudah dihafal. Selanjutnya, Ustaz
- dari Bapak Deni di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, apa hubungannya antara asbabun
- nuzul dengan proses turunnya wahyu?
- Apakah setiap ayat Al-Qur'an memiliki
- sebab turunnya yang khusus? Begitu,
- Ustaz?
- Baik.
- Banyak ayat yang ada asbabun nuzulnya,
- tapi banyak pula yang tidak pakai sebab
- nuzul.
- Ya, itu nanti kita pelajari Al-Qur'an
- itulah kenyataannya.
- Ada yang ada sebzulnya, ada yang enggak
- ada.
- Tapi semua itu disampaikan oleh Nabi
- kepada
- sahabatnya dan kemudian sampai kepada
- umatnya, pada kita.
- melalui lisan Nabi diterima oleh para
- sahabat kemudian ditulis
- ya dalam berbagai alat-alat tulis waktu
- itu ya tentunya ya pakai kulit kayu,
- pakai kulit hewan
- kemudian dijilit jadi satu Quran
- di tempat di rumahnya
- Hafsah binti Umar. Hafsah binti Umar.
- Kemudian Quran itu diperbanyak,
- dicopy, diperbanyak ya. H
- di masa Utsman. Jadi salah kalau
- mengatakan Quran ditulis masa bukan
- diperbanyak digandakan Quran
- di masa Utsman aslinya sudah ada.
- Iya
- yang dijilid oleh Abu Bakar dan Umar
- waktu itu
- ya. Lalu kemudian di masa Utsman bin
- Affan ditulis kembali itu Quran dipengin
- yang asli tadi menjadi lima jilid.
- Satu almusful imam Quran yang pedomannya
- Utsman sendiri di Madinah satu dikirim
- ke Makkah satu dikirim ke Mesir ke Kufra
- dan ke Basraim.
- Ya itu ya. Jadi itulah cara Al-Qur'anul
- terima kasih.
- Baik.
- Kita beralih ke pertanyaan dari Ibu
- Pani. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam [berdehem]
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Izin bertanya, Pak Ustaz. Wahyu surat
- apakah yang dirasakan paling berat
- ketika Rasulullah menerimanya dan
- mengapa demikian, Pak Ustaz? Syukran.
- Mohon diulang.
- Surat atau ee wahyu dalam bentuk surat
- apa ketika Nabi menerimanya itu begitu
- berat begitu, Ustaz? Dan mengapa bisa
- demikian? Iya.
- Yang menerimanya ya.
- Iya. Pas ayat apa gitu? Pas ayat apa
- ketika Nabi begitu berat menerima wahyu
- tersebut?
- Ya nanti ayatnya saya lihat lagi di
- tarikh ya. Tarikh ayat ayatnya ayat apa?
- Tapi itu pernah mengalami Bu.
- He.
- Bahkan ditegaskan sampai beliau itu
- keluar keringat ya pada saat hari sangat
- dingin.
- Iya.
- Di Madinah itu hari kalau musim dingin
- itu sampai 10 derajat atau 12 derajat.
- Ya, sampai dinginnya ke tulang ya. Saya
- merasakan itu.
- Nah, itu Nabi berkeringat saking
- beratnya menerima ayat seperti itu ya.
- Nanti saya lihat ayatnya ayat apa ada
- nanti
- ya. Terima kasih.
- Dari Bapak Hendra di Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apa perbedaan antara wahyu
- yang berupa Al-Qur'an dengan wahyu yang
- disampaikan kepada Nabi dalam bentuk
- petunjuk atau informasi-informasi
- lainnya, Pak Kiai? Demikian.
- Ya, kalau Al-Qur'an itu
- jelas sekali.
- Diawali dari surah Al-Fatihah sampai
- surah An-Nas. H.
- Ya, kalau wahyu yang lain nanti
- terangkum dalam hadis.
- Hadis Nabi atau sunah Nabi itu wahyu
- juga,
- tapi bukan Al-Qur'an berupa hadis. Ada
- hadis juga.
- Iya.
- Ya. Yang disebut dengan hadis qudsi itu
- ada
- firman Allah
- ya. Hadis qudsi itu yang
- diskusi
- mengguna yang disampaikan oleh Nabi.
- Tapi mutakalimnya adalah Allah. Seperti
- misalnya ya ibadi, wahai hamba-hambaku.
- Inni hartulma ala nafsi. Sesungguhnya
- aku mengharamkan kezaliman sendiriku.
- Itu Tuhan firman Tuhan.
- Ya fala tadalamuazanlah
- kamu salim zalimi. Itu adalah wahyu tapi
- bukan Al-Qur'an.
- Heeh.
- Yang yang lain-lain ya. Mengapa ee wahyu
- juga disebut apa namanya hadis atau
- sunah disebut wahyu? Karena disebut
- dalam Quran wwa
- in tidaklah Nabi berbicara menurut
- kemauannya sendiri. Sesungguhnya yang
- disampaikan kepadanya adalah wahyu yang
- disampaikan kepadanya. Jadi semuanya,
- Pak ya. S nanti ada hal-hal yang
- berkaitan dengan ee masalah-masalah
- kemanusiaan itu. Itu ada yang bukan
- wahyu, perkataan-perkataan kemanusiaan
- ya. Tapi yang sifatnya yang lain adalah
- yang tergolong dalam hukum syariat
- adalah semuanya wahyu baik Al-Qur'an
- maupun Al-Hadis. Terima kasih.
- Iya. Dari
- dari
- Ibu Halimah di Bekasi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Pak Ustaz. Kalau Al-Qur'an dahulu turun
- secara bertahap untuk membentuk generasi
- para sahabat.
- Apa yang salah jika hari ini kita hanya
- membaca Al-Qur'an tetapi tidak mengikuti
- proses perubahan yang dituntunkannya?
- Pak Ustaz mohon pencerahannya. Demikian.
- Baik. kita pasti berproses semuanya kita
- mempelajari Qurannya kan berproses
- enggak bisa langsung bisa kan dari huruf
- dulu
- ya kemudian hurufnya disambung
- ya huruf misa itu abatasa kemudian
- bagaimana cara menyambungnya bagaimana
- cara membacanya ada fathah ada kasr ada
- fathatin ada kasrat ada domah ada
- domaten ada sukun itu semua kan
- berproses
- iya
- enggak bisa langsung sampai nanti Nanti
- bacaannya dengan tajwidnya
- nun mati atau tanwin ketemu fa
- ya. Jadi ikhfa min fadlik misalnya ya.
- Min qoblik ya juga enggak minqblik. min
- qoblika. Min qoblik
- misalnya itu ada ikhfa
- ee ada bahasan-bahasan lain ada mad ya
- semua itu semua berproses bertahap
- enggak bisa langsung
- sampai menjadi orang yang qari yang
- betul-betul ee hafal Quran kemudian
- tajwidnya bagus makhraj hurufnya juga
- bagus. Terima kasih. Baik.
- Yang terakhir, Ustaz dari Ibu Maryam di
- Jakarta Selatan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Ustaz. Bagaimana caranya kita membangun
- kembali hubungan dengan Al-Qur'an agar
- ayat yang kita baca tidak hanya di lisan
- saja, tetapi juga masuk ke dalam hati
- dan mengubah perilaku kita. Demikian,
- Ustaz.
- Ya, caranya
- enggak ada lain kita harus terus-menerus
- mempelajari Quran dan kita berusaha
- diamalkan gitu loh.
- Iya.
- Jangan sampai enggak diamalkan
- ya. Itu orang yang hatinya mati.
- Apa contoh orang hatinya mati?
- Qubul quranaamalu
- kalian baca Quran tapi tidak mengamalkan
- Quran itu orang hatinya mati.
- Yang kedua,
- orang mengaku mencintai Nabi. Luar
- biasa.
- Iya.
- Ya. Aku mencintai Nabi. Nabi disyair
- dalam lagu-lagu yang indah. Anta
- syamsun, anta badrun, anta nurun fauqu,
- antairu w anta misbahus.
- Tapi dia meninggalkan sunahnya.
- Itu sunah nabi itu namanya orang yang
- hatinya mati
- ya. Atau orang itu
- selalu melihat kekurangan orang lain.
- Kalau kekurangan orang lain dilihat dari
- jauh sudah kelihatan. Tapi kekurangan
- dirinya sendiri enggak pernah dia lihat.
- Nah, itu namanya orang yang mati hatinya
- ya. Orang matinya hatinya itu ya itu
- tadi
- ya mempelajari tapi enggak diamalkan.
- Harus diamalkan. Terima kasih.
- Diamalkan dan jangan hanya dihafal saja
- Ustaz ya. Ditadaburi dan diamalkan. Baik
- Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu mungkin
- sebelum pamit disimpulkan tema kita hari
- ini, Pak Ustaz.
- Baik.
- Jadi, ikhwan akhwat sekalian, Al-Qur'an
- ini menjadi pedoman hidup kita
- lengkap.
- Apapun dijelaskan
- termasuk hadis
- yang memberikan penjelasan Al-Qur'an
- sebagai tafsir Quran, hadis.
- Maka yang sifatnya umum diperinci oleh
- hadis misalnya perintah salat ya mus
- salat gitu aja
- salat
- halo ustaz
- ya. Sepertinya ada gangguan teknis. Iwan
- Awat mohon maaf. Coba kembali. Halo,
- Ustaz.
- Ya, sudah terhubung kembali Ustaz.
- Sebentar sebentar. I.
- Baik, kita coba untuk
- kembali terhubung dengan Ustaz Zaki
- Mubarok di malam hari ini. Tadi sampai
- ke kesimpulan terakhir, Ustaz ya. Di
- malam hari ini di kajian kitab Alulu Wal
- Marjan mengenai proses turunnya wahyu.
- Baik.
- Ada telepon masuk.
- Baik. Baik.
- Engak sengaja.
- Jadi sedikit lagi ya. Ig.
- Nah, jadi itulah yang hal-hal yang harus
- kita kembangkan dalam kehidupan kita
- supaya kita bisa mengamalkan Al-Quran
- dengan baik.
- Caranya bertahap juga ya. Terus
- yang sudah kita lakukan lakukan terus
- ya. Jadi itu adwamuha
- rutinitas yang penting meskipun
- dilakukan sehat.
- Terima kasih mohon maaf kekhilafan.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Demikian
- telah kita bersama-sama simak kajian
- kitab Allu wal Marjan yang telah
- disampaikan oleh Dr. K. H. Zaki Mubarak,
- MA. Beliau adalah Mustasyar PBNU. Tema
- yang disampaikan adalah mengenai proses
- turunnya wahyu. Semoga tadi yang telah
- ustaz sampaikan banyak manfaat untuk
- sesamanya. Saya yang bertugas Pak Harani
- Neza dan juga Yusuf Subang Pamit.
- Subhanakallahum wabihamdika ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.