Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:07 [musik] 0:15 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. 0:20 Asalamualaikum warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:24 rahimakumullah. 0:26 Bersyukur sekali kita bisa bersama-sama 0:28 di acara ruang kesehatan Radio 0:30 Silaturahim yang semoga saja senantiasa 0:34 mampu mempersuasi dan memotivasi kita 0:37 semua melangkah lebih keren mendapatkan 0:40 kesehatan lahir dan batin. Untuk hari 0:42 ini semuanya juga baik-baik saja. 0:45 Alhamdulillah. Dan karena baru saja kita 0:49 lewati hari anak ya, hari anak nasional, 0:53 kira-kira ee apakah yang akan dibahas 0:57 nanti? Kita akan simak dari narasumber 1:01 kita yaitu dr. Tita Khairinisa yang 1:07 pada pagi ini siap dengan bahasan 1:10 terkait dengan ada kaitannya dengan hari 1:13 anak nasional. Beliau adalah alumnus 1:15 Trisakti yang sekarang di Rumah Sakit 1:18 Umi yang ada di Jalan Empang 2 nomor dua 1:23 juga di Kelurahan Empang Kecamatan Bogor 1:26 Selatan, Kota Bogor sebagai manajer 1:29 marketing ya. Sudah ada di seberang 1:32 sana. Asalamualaikum warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. Drter Tita 1:39 sehat ya? 1:40 Alhamdulillah sehat. Ibu sehat Buillah. 1:43 Iya. Kalau enggak enggak duduk di sini. 1:44 [tertawa] 1:46 Persisnya kita bahas terkait dengan ee 1:48 peringatan Hari Anak Nasional apa nih, 1:50 Dok? Jadi kan ee kita ini sekarang bisa 1:54 dibilang darurat untuk ee kebebasan seks 1:57 ya. Mohon maaf, saya mungkin agak 1:59 sedikit ee membahas tentang hal itu. 2:01 Jadi, saya akan membahas bagaimana nih 2:04 ee orang tua atau misalnya ada yang 2:06 mendengar anak-anak juga bisa menjaga 2:08 diri di situasi dan kondisi lingkungan 2:11 yang saat ini bisa mengendalikan diri 2:14 bahwa kita masih bisa menjaga diri kita 2:16 masing-masing dan juga bisa menata masa 2:18 depan yang jauh lebih baik. Jadi, kita 2:20 mengenali tubuh kita dan juga menjaga 2:22 masa depan anak-anak kita. itu seperti 2:25 itu nanti yang akan saya bahas. Edukasi 2:27 kesehatan, reproduksi remaja. 2:30 Nah, ikhwan akhwat, kalau kita punya 2:32 anak yang remaja, penting banget remaja 2:37 juga mendengarkan ini keren banget ya. 2:39 Bagaimana kesehatan reproduksi untuk ee 2:43 remaja kita. Baik, Dok. Kita akan simak 2:47 dengan sepenuh rasa, [mendengus] sepenuh 2:49 jiwa. Silakan. 2:50 Baik, terima kasih. Asalamualaikum 2:52 warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikums 2:57 atas kesempatan yang diberikan kepada 2:59 saya. Salam kenal saya. Titah. 3:03 Hari ini saya ingin ee lebih ke arah 3:06 berbagi pengalaman karena tadi di ee 3:09 informasikan bahwa para pendengarnya 3:11 rata-rata orang tua yang sudah mempunyai 3:13 anak gitu ya. Mungkin ada juga yang 3:15 anaknya sedang memasuki masa-masa ee 3:18 pubertas gitu ya atau ya ee atau ya 3:21 anak-anak yang masa-masa SD menjelang 3:23 SMP ataupun juga SMA. Kenapa saya 3:25 membahas tentang kenali tubuhmu, jaga 3:27 masa depanmu? Karena kita mengetahui 3:30 sendiri ya zaman saat ini ee kebebasan 3:33 dalam bermedia sosial itu tidak bisa 3:35 kita bendung lagi dalam arti ee 3:37 pemakaian em apa namanya gadget gitu. 3:42 itu sudah susah nih untuk kita apa untuk 3:44 kita hindar. Kalaupun kita bisa 3:47 meminimalisir saja pemakaian weekend, 3:49 itu pun weekend tidak mungkin kita 3:50 mendampingi anak kita sampai seharian 3:53 dalam pemakaian gadget tersebut. Jadi 3:55 saya akan membahas tentang kenali 3:57 tubuhmu, jaga masa depanmu. 4:00 Ken kenapa yang saya bahas ini? Kita 4:02 harus tanyakan nih Bapak dan Ibu semua. 4:05 Ee mungkin kalau misalnya itu kita harus 4:07 tanyakan kalau kita sebagai orang tua 4:09 ini kemarin kan saya ee ke anak-anak ya. 4:11 Jadi kalau saya bertanya ke mereka, "Apa 4:14 sih mimpimu saat dewasa nanti?" Nah, 4:16 kalau ke orang tua berarti apa rencana 4:18 orang tua terhadap anak-anak ini? Ke 4:20 depannya kita sebagai orang tua yang 4:23 sudah diamanahkan sama Allah, anak-anak 4:25 gitu ya, pastinya kewajiban kita adalah 4:28 memberikan kehidupan yang baik. baik 4:31 dalam arti bukan hanya harta saja, tapi 4:33 juga bagaimana kita memberikan 4:34 pendidikan yang berkualitas dan juga 4:37 kita sudah memplooting nih ke depannya 4:38 anak ini menjadi apa gitu ya. Apakah 4:41 nanti akan menjadi dokter, atlet, 4:44 pengusaha, guru gitu ya, seorang ahli 4:48 sejarah dan sebagainya gitu. Jadi kita 4:50 harus punya orang sebagai orang tua kita 4:52 punya mimpi anak kita ee bukan rencana 4:56 bahwa suatu hari anak kita akan menjadi 4:58 apa gitu. Jadi tidak hanya sekedar 5:01 menyekolahkan, tidak hanya sekedar 5:03 membesarkan, mendidik dan menyekolahkan 5:05 dan selesai. Terserah nanti anak kita 5:06 enggak bisa begitu juga. Sebagai orang 5:08 tua, kewajiban kita adalah mengarahkan 5:10 anak-anak sesuai dengan kita pasti tahu 5:13 set ee paham anak kita lebih punya bakat 5:16 seperti apa gitu. Saya berbicara seperti 5:18 ini bukan hanya teori saja karena sini 5:20 saya sudah mengalami sendiri. Jadi saya 5:22 punya anak laki-laki tiga yang paling 5:25 besar usia 20 tahun. Yang nomor dua dan 5:27 nomor 3 ee umur 12 dan 11. Dan ini 5:30 memang sudah kami punya rencana sendiri 5:33 ya. Kenapa kita membahas tentang masa 5:35 remaja? Karena masa remaja itu memang 5:37 seru ya ibu-ibu, bapak-bapak. 5:40 Anak-anak tumbuhnya tubuhnya berubah, 5:42 emosinya makin kuat yang mungkin dulu 5:45 mudah gitu untuk kita kasih atur-atur. 5:48 Enggak boleh ini, enggak boleh itu, gitu 5:49 tanpa alasan, tanpa bertanya. mereka 5:52 nurut gitu. Tapi kalau mereka udah mulai 5:54 dewasa, mereka akan emosin lebih kuat 5:57 dan hal yang ingin mereka ketahui jauh 5:59 lebih banyak lagi. Kenapa? Akan bertanya 6:01 kenapa, gitu ya. Dan ini hal yang wajar 6:04 dan alami. 6:06 Ee jadi saya akan membahas tentang 6:07 kesehatan reproduksi gitu ya. Salah 6:10 satunya adalah ee kenapa sih gini apa 6:12 itu kesehatan reproduksi sendiri? yaitu 6:15 kondisi sehat menyangkut orban tubuh 6:17 yang berhubungan dengan kehamilan, haid 6:20 atau perubahan saat pubertas. 6:23 Lalu saya akan membahas tentang 6:25 tanda-tanda pubertas ya. Mungkin nih 6:28 perlu disimak dengan orang tua gitu ya. 6:30 Kadang anak-anak ini suka malu, segan 6:33 gitu. 6:34 Mungkin zaman-zaman kita masih kecil 6:36 kita segan masih okelah ya. Karena masih 6:38 tahun-tahun 90-an itu rasanya masih 6:41 tabu. Kita mau pai maha maaf baju dalam 6:45 berak aja kita masih malu gitu. Padahal 6:46 harusnya kita sudah pakai. Kalau zaman 6:48 [mendengus] seperti ini mau tidak mau 6:50 lebih baik kita terus terang terbuka apa 6:53 adanya dengan bahasa-bahasa yang masih 6:55 bisa dipahami dan tidak terlalu vulgal 6:57 terhadap vulgar terhadap anak-anak. 6:59 Jadi, Bapak, Ibu harus mengetahui 7:02 tanda-tanda pubertas pada anak-anak 7:04 perempuan dan juga laki-laki. Kalau pada 7:06 anak perempuan sendiri, kalau zaman dulu 7:08 kita mungkin pubertas dimulai usia 12 7:10 ya, Ibu ya. Tapi dengan kita makanan 7:13 baik yang dimodifikasi, banyaknya e food 7:15 ee apa namanya ee yang cepat gitu, yang 7:18 instan jadi bergeser anak-anak usia 8 7:21 sampai 9 tahun itu sudah mulai mengalami 7:25 haid itu ee atau tanda-tanda pubertas 7:28 itu sudah bisa terjadi gitu. Yang 7:31 pertama adalah perkembangan payudara, 7:34 adanya pertumbuhan rambut itu biasanya 7:36 rambut-rambut halus, maaf di daerah 7:38 kelaminnya ada perubahan bentuk tubuh. 7:40 Tapi kan kalau ibu sama bapak melihat 7:43 kita kan enggak mungkin sampai melihat 7:44 secara detail seperti itu ya. Tapi 7:46 mungkin kita secara harfiah ngelihat 7:48 anak kita dadanya kok mulai ada benjolan 7:51 gitu ya dua-duanya. Oh mulai berbentuk 7:54 berarti kita sudah mulai aware nih. 7:55 Nanti kita tanyakan mana kita, "Nak, itu 7:58 kamu udah mulai itu pakai bajunya jangan 8:00 sembarangan gitu ya." Atau nanti dia 8:03 nanti tanya, "Nak, kamu sudah mulai ada 8:05 tanda-tanda haid atau enggak gitu." 8:06 gitu. Karena mereka terkadang ee di 8:09 usia-usia kayak gitu enggak ngeh gitu. 8:11 Masih mungkin masih suka bermain, masih 8:13 suka ee teman-temannya main 8:15 masak-masakan dan sebagainya gitu ya. 8:17 Lalu ada perubahan tinggi badan. 8:19 Biasanya kalau wanita ini ada perubahan 8:21 tuh tinggi badan agak tinggi dia dan 8:24 mulai berjerawat dan juga bau badan. 8:26 Untuk bau badan ini sebetulnya sangat ee 8:28 agak konsern ya, Ibu dan Bapak. Kita 8:31 harus tahu ketika perubahan hormon 8:32 anak-anak ini menjadi purbertas itu 8:35 baunya aduh luar biasa gitu. Jadi kita 8:37 harus lebih mengarahkan anak-anak kita 8:40 untuk lebih bersih dalam menjaga 8:42 higienis diri. Kalau mungkin biasanya 8:44 dia habis main bola terus masih bisa 8:46 goleran di lantai dulu segala macam ini 8:48 kita harus buru-buru dia mandi. 8:50 Anak-anak kita pulang sekolah biasanya 8:51 malas ganti baju kita suruh buru-buru 8:53 dia mandi gitu. Karena bau badan ini 8:55 akan menetap kalau kita tidak 8:57 mengarahkan dari awal ketika si anak ini 8:59 mulai bau badan. Lalu adanya keputihan, 9:02 menstruasi, dan ini yang paling sering 9:04 terjadi adalah perubahan suasana hati. 9:06 Ini perubahan suasana hati anak 9:08 perempuan ini luar biasa nih. Kalau ini 9:10 saya sharing dari teman-teman saya yang 9:11 punya anak perempuan gitu 9:13 bahwa anak-anaknya menjelang haid ini 9:15 sedikit-sedikit tantrum, sedikit-sedikit 9:17 ngambek, enggak mau keluar kamar. Karena 9:19 di situlah harus beware, harus lebih 9:21 hati-hati, terutama kalau memang kita 9:24 dalam keadaan terpaksa memang memberikan 9:26 gadget terhadap anak kita ya. Misalnya 9:29 anak ini sekolahnya agak jauh dari rumah 9:31 sehingga kita tidak mungkin tidak 9:33 memberikan dia gadget, takutnya ada 9:34 apa-apa di jalan. Nah, kalau anak 9:36 cenderung di kamar, di kamar dan gadget 9:39 hampir hampir 12 jam itu harus 9:41 benar-benar dipahami, harus benar-benar 9:44 jangan kita terus-terusan membuat karena 9:47 dia lagi ya udah deh diamin aja anak 9:49 perempuan. Enggak. Kita harus berasa 9:50 memahami dan juga ee ee selain memahami 9:54 kita harus juga bisa tetap masuk gitu ke 9:57 anak itu. Jangan sampai anak ini terlalu 10:00 larut dalam perubahan suasana hati yang 10:02 sebetulnya itu terjadi akibat perubahan 10:04 hormon saat pubertas. 10:07 Ya, itu adalah pada perempuan. 10:10 Kalau tanda tangan perempuan gitu, apa 10:11 bedanya dengan laki-laki? Nah, kalau 10:13 laki-laki agak bergeser sedikit. Kalau 10:15 tadi kan perempuan ee di usia 8 tahun 10:18 mulainya, laki-laki zaman sekarang di 10:19 usia 9 tahun biasanya sudah mulai itu 10:22 sama pertbuhan organ reproduksi itu 10:24 biasanya maaf alat kelaminnya mulai 10:26 ukurannya membesar. Mungkin di usia 9 10:28 tahun kadang ma ambilin anduk, ibu 10:30 ambilin anduk kadang masih lari gitu ya 10:32 keluar kamar mandi. Kita harus lihat tuh 10:34 gitu eh anak kita udah beda nih gitu 10:36 enggak kayak yang dulu lagi. Nah, terus 10:38 ada pertumbuhan rambut, perubahan suara 10:41 ya. Jadi perubahan suara tuh biasanya 10:43 terjadi dua kali tuh. Agak pecah dikit 10:45 dan benar-benar pecah. Nah, itu kita 10:47 harus lihat tuh biasanya kalau sudah 10:48 pulih perubahan suara tuh usia 12 13 ya. 10:52 Itu juga ada pertumbuhan tinggi badan, 10:54 jerawat, bau badan juga sama ee terus 10:57 badannya mulai berotot dan juga ada 11:00 mimpi basah. Nah, ini untuk mimpi basah 11:02 sendiri Bapak dan Ibu ee saran saya jauh 11:06 dari sebelum dia pubertas ya. Maksudnya 11:09 kita lihat di usia 10 saat ini sudah 11:11 mulai ada komunikasi gitu ya, 11:13 mengajarkan apa itu mimpi basah, seperti 11:17 apa yang dirasakan sehingga anak ini 11:19 akan bercerita ketika memang mereka 11:21 mengalami mimpi basah. Karena kan ketika 11:23 mereka mengalami mimpi basah, mereka 11:25 harus mandi junub agar bisa salat lagi 11:28 gitu ya. Agar salatnya juga sah gitu, 11:30 tidak ada najis di dalam tubuhnya gitu. 11:32 Jadi itu yang harus ee dikomunikasikan. 11:35 Apa itu mimpi basah? Seperti apa? cairan 11:38 yang keluar seperti itu. Dan juga sama 11:41 perubahan suasana hati. Kalau wanita 11:44 biasanya dikit-dikit masuk kamar apa 11:46 namanya mengkurung dirian kamar. 11:49 Kalau laki-laki tuh biasanya lebih 11:50 emosional gitu yang kayak kalau 11:53 dinasihatin lebih ngeyel terus tahu-tahu 11:56 pergi aja pergi. Kalau kita salah dalam 11:58 berkomunikasi saat anak-anak memasuki 12:00 dunia pubertitas ini, maka ya susah 12:03 nanti ke depannya. Itulah yang sering 12:05 terjadi bahwa salah pergaulan dan 12:07 sebagai macam. Mungkin bukan salah orang 12:09 tuanya ketika mendidik, cuma ketika 12:11 anak-anak ini masuk pubertas, anak ini 12:14 enggak ngerti apa yang dirasain, kok 12:15 rasanya bawaannya emosional terus. Orang 12:18 tua juga ngerasa anak berubah. Jadi ada 12:20 miscom di ee saat ee terjadinya pubertas 12:23 itu sih yang sering terjadi gitu. Jadi 12:25 bukan salah perasaan ibu mah benar 12:27 ngedidiknya ya. Cuma mungkin 12:29 kesalahannya saat itu komunikasi yang 12:32 tidak baik, yang tidak clear antara anak 12:34 dan orang tua. 12:38 Lalu kita tentang membahas tentang 12:41 pergaulan sehat dan pergaulan bebas gitu 12:43 ya. Karena memang aduh agak-agak tricky 12:45 saat ini gitu. Enggak mungkin kita 12:48 terus-terusan memeluk anak kita sehingga 12:50 anak kita tidak berkembang, tidak 12:52 bergaul gitu ya. Tapi di satu sisi kita 12:54 harus benar-benar memilah-milah dengan 12:57 siapa anak kita bergaul gitu dan 12:59 berteman. Jadi kita harus lihat-lihat 13:02 antara pergaulan sehat seperti apa nih. 13:04 Jadi sebisa mungkin mengenal teman-teman 13:07 yang sering diucap sama anak kita gitu. 13:09 Misalnya sering mengucap si A, si B, 13:12 yang mana orangnya, yang mana 13:13 bentukannya, anak siapa. Tapi ee jangan 13:17 langsung bertanya itu seolah-olah ee 13:20 sedang melakukan ee 13:22 interogasi 13:24 seperti itu ya. J misalnya oh iya lagi 13:26 sambil makan itu kamu sering banget 13:28 misalnya ya e ketemu main sama Ibnu 13:31 gitu. Emang Ibnu anak mana? Anak sini 13:33 Bu. Oh gitu-gitu anak sama kamu juga. 13:35 Iya rumahnya di mana gitu. Jadi santai. 13:38 Jadi kita benar-benar naluri kita 13:40 sebagai orang tua memang benar-benar 13:42 harus digunakan gitu ya. 13:44 Jadi kita tanya jawabnya seperti itu. 13:46 Jadi dia tidak merasa diintegrasi dan 13:48 akan mengalir dengan sendirinya siapa 13:50 teman dia kerja apa, sekolahnya di mana, 13:53 rumahnya di mana. Nah, jadi kita bisa 13:54 tahu tuh sekolahnya di sini sini gini. 13:56 Kita kalau saya tuh biasanya di belakang 13:58 layar saya cari-cari tahu lagi tuh 14:01 aman. Makanya kalau saya saya sendiri 14:03 ya, Ibu. Saya ini walaupun usia begini 14:06 saya tahu TikTok, tahu Instagram. 14:07 Kenapa? Karena saya harus menyelam di 14:09 dunia anak-anak saya gitu loh. Saya 14:11 harus tahu istilah-istilah. Jadi ee 14:13 ketika anak saya berbicara sama saya, 14:16 ngobrol sama saya nyambung gitu. 14:17 Terkadang kita lupa nih. 14:19 Bukan berarti kita jangan sampai bablas 14:21 juga. Bukan berarti kita gaul 14:22 kebablasan. Cuma kita harus mengetahui 14:25 apa medan apa yang sedang dihadapi 14:27 anak-anak kita gitu. Anak-anak kita lagi 14:30 suka yang gen alfa lagi suka apa tuh 14:32 istilahnya? Anomali. Saya sampai cari 14:34 tahu apa nih anomali. Saya tanya sama 14:36 anak-anak e apa dek adik tahu anomali 14:40 mau yang kayak gitu-gitu aja sih Bu. 14:41 Adik main sih aneh katanya gitu. Oh oke. 14:44 Berarti saya tahu. Oh soalnya semua 14:45 bahas gitu kan. Ee kalau anak saya yang 14:48 getset kan kayak misalnya 14:49 istilah-istilah yang ini lagu apa saya 14:52 jadi tahu gitu. Jadi kita jangan sampai 14:55 enggak ngerti. Akhirnya mungkin nanti 14:57 anak kita malas ngobrol rumah kita ibu 14:58 kita jadul banget misalnya atau yang 15:00 kedua anak kita ngakalin kita gitu ya. 15:02 Jadi kita enggak tahu nih dia salah 15:05 pergaulan terus dia g terus kita oh iya 15:07 iya iya gitu. memang jadi challenging ya 15:11 Bu ya kalau menurut saya nih saat ini 15:14 seperti itu challenging menjadi orang 15:15 tua saat ini. 15:17 Lalu jadi kalau misalnya kita ya 15:19 nauzubillah saya berharap semoga 15:21 anak-anak kita selalu dilindungi Allah 15:24 gitu ya ee dalam sangat yang sehat yang 15:27 saling menghargai, saling jujur dan 15:29 menjaga batasan gitu. Karena kalau 15:31 misalnya kita anak-anak kita terjerumus 15:33 atau salah belok gitu ya, ya kan kita 15:36 banyak sekali ya zaman sekarang ini 15:38 adanya bahaya pergaulan bebas tuh ada 15:41 dari kesehatan fisiknya bisa terjadi ee 15:44 penyakit menular seksual, kehamilan yang 15:46 tidak diinginkan, gangguan kesehatan 15:49 lainnya. Lalu ketika dia salah pergaulan 15:51 bebas, kesehatan mentalnya pasti 15:53 terganggu. bagaimana dia ngerasa udah 15:55 salah jalan tapi salah kalau balik lagi 15:57 kalau ngaduk ke orang tua, orang tua 15:59 maafin atau enggak gitu ya. Terus 16:01 gimana? Terus akhirnya dia mengalami 16:02 depresi tuh apa ee ee mengurung diri 16:06 gitu ya dan juga akhirnya dia penurunan 16:08 prestasi akademis, isolasi sosial dan 16:11 juga terhadap keluarga makin retaklah 16:13 karena anak ini lebih suka memendam 16:15 gitu. Suka membendam karena takut orang 16:19 tua marah. Ya, pasti orang tua memang 16:21 marah, cuma memang kanang mau enggak mau 16:23 kita tetap rangkul ya, Bu. Namanya juga 16:25 anak gitu. Soalnya mama masih bisa kita 16:27 selamatkan ya kita selamatkan 16:29 gitu. Jadi jangan sampai ee kenapa 16:32 kemarin sih saya mengedukasi di sekolah 16:34 itu jangan sampai terjadi seperti itu 16:36 karena mereka harus ditekankan ee secara 16:39 semuanya Bu ke anak-anak. Mereka harus 16:42 punya tujuan hidup. Apa sih tujuan hidup 16:44 mereka gitu? Mau jadi apa nih ke 16:47 depannya gitu. Kamu punya pengin apa? 16:49 pengin jadi apa ke depannya? Karena 16:51 kalau anak-anak kita punya target, orang 16:53 tua punya target juga target dalam arti, 16:56 "Oh, anak saya nanti ke arah sini 16:57 harusnya bakatnya seperti ini." Itu kita 17:00 nanti anak itu sendiri akan mikir dua 17:02 kali kalau mau nyasar-nyasar gitu ya. 17:04 Kalau mau salah pergaulan karena dia 17:07 sudah punya ee tujuan di dalam hidupnya 17:09 ke depannya dia mau jadi apa 17:13 seperti itu. Jadi, bagaimana, Dok? Kalau 17:16 misalnya gimana ya, Dok, cara anak-anak 17:18 saya ini bisa menjaga dirinya dan 17:20 menjaga mimpinya gitu ya. Jadi kita ee 17:24 ajarkan anak-anak untuk boleh berkenal 17:26 dengan siapun, boleh kenal dengan 17:28 siapapun tapi dalam berteman kita harus 17:31 cari kalau istilah dalam Islam sekufu ya 17:33 gitu ya Bu ya. Harus benar-benar lihat 17:36 gitu kita. Harus benar-benar lihat anak 17:38 ini semuanya. Jadi bukan berarti kita 17:41 berpilih-pilih dia orang. Enggak. 17:42 Kalaupun misalnya perekonomian kita 17:45 tidak sama, tapi ternyata akhlaknya 17:46 baik, kenapa tidak begitu? Apalagi kalau 17:49 anaknya terk lebih ee punya semangat 17:52 yang bagus ee ke depannya, ya sudah kita 17:55 berteman enggak masalah. Lalu ajarkan 17:57 anak-anak untuk punya sikap berani 17:59 bilang tidak. Ini yang sering sekali 18:02 nih. Makanya yang terjadi pembulian 18:04 segala macam. Mungkin ee kita ini ee 18:07 punya budaya orang Indonesia tuh enggak 18:09 enakan gitu ya. Benar enggak, Bu? enggak 18:12 enakan gitu ya. Terus iya aja dulu gitu. 18:14 Nah, itu tanpa kita sadari dalam 18:17 mendidik anak pun sama seperti itu kita 18:20 tanpa kita sadari akhirnya kita lupa 18:22 anak itu kita jangankan anak kita 18:24 sebagai diri kita sendiri ketika kita 18:26 memang tidak mau ya kita harus berkata 18:29 tidak. Dan anak itu akan mencerminkan 18:31 diri kita sendiri. Kalau dia lihat orang 18:33 tuanya juga tegas untuk hal-hal yang 18:35 tidak benar gitu, anaknya juga pasti 18:37 akan ee bersikap yang sama. Jadi ajarkan 18:40 anak untuk berkata tidak. Jadi kalau 18:42 misalnya nanti ada hal-hal yang 18:44 teman-teman mengajak yang aneh-aneh gitu 18:46 ya, misalnya ngajak bolos atau ngajak 18:50 pulang malam terus untuk hal-hal yang 18:52 tidak penting, dia punya bisa bilang 18:54 tidak, tapi juga dia akan membuat suatu 18:57 komunikasi yang baik bahwa tidaknya itu 18:58 bukan berarti dia, "Oh, enggak, saya 19:00 enggak mau. Apaan itu? Enggak benar." 19:02 Enggak. Tapi enggak, saya mau pulang, 19:04 ibu saya menunggu di rumah gitu. Enggak, 19:07 saya pulang karena saya lagi banyak 19:08 tugas. Enggak, saya pulang karena saya 19:10 masih ada yang lain ee apa namanya? E 19:13 PR-PR yang lain gitu. Dan bagaimana pula 19:17 cara menjaga anak itu tetap terjaga gitu 19:19 ya dari pergaulan bebas adalah dekat 19:21 dengan orang tua. Kita tidak pungkir ya, 19:24 Bu, orang tua mana sih yang enggak capek 19:26 ya dalam ee dalam arti ketika kita ee 19:30 kita terkadang terlalu fokus bagaimana 19:33 membahagiakan anak secara materi dalam 19:35 arti nyari duit aja gitu ya. karena 19:38 pengin anak sekolah yang bagus, pengin 19:41 bisa bawa anak-anak jalan-jalan, pengin 19:43 bisa bawa anak ee nyekolahin anak sampai 19:46 S1 sampai selesai. Tapi lupa, dalam 19:48 perjalanan itu anak kita bukan robot 19:50 gitu. Jadi anak kita adalah orang yang 19:53 memang harus kita ajak diskusi, diajak 19:55 ngobrol. Terkadang anak-anak itu tidak 19:58 selalu masalah harta kok gitu. Enggak 20:00 selalu masalah dia pengin ke mana, bikin 20:01 ke mana. Tapi ketika hasilnya hatinya 20:04 terisi dengan komunikasi dari kita, 20:07 dengan ngobrol kita, ya sudah mereka 20:09 enjoy aja walaupun ee jalan-jalan yuk 20:12 entar dulu ya uangnya belum cukup ke 20:13 sana. Ya sudah santai gitu. Atau kadang 20:15 cuma beli es krim di apa sih namanya? Di 20:18 dekat-dekat rumah gitu ya. Kita beliin 20:20 es krim yang di warung-warung tuh mereka 20:22 happy-happy aja. Jadi ee jangan sampai 20:25 kita terlalu lelah mengejar harta dengan 20:28 tujuannya padahal untuk anak, tapi kita 20:30 lupa bahwa anak itu butuh komunikasi, 20:34 butuh kualitas. Bukan hanya kuantitas 20:36 yang disekolahin yang tempat bagus gitu 20:39 ya. Dibeli tas yang paling mahal, 20:41 support mahal, HP mahal, tapi kita lupa 20:44 masalah komunikasi. Dan ini sering juga 20:47 terjadi ya ee sering terjadi dan memang 20:49 realita gitu. Makanya banyak belajar 20:52 sebagai orang tua bukan berarti kita 20:53 belajar ee sampai teoris gimana, tapi 20:56 kita langsung praktikkan saja ke anak 20:58 kita sendiri gitu seperti itu. 21:03 Nah, 21:05 jadi terus bagaimana ee kasih kita 21:08 ajarkan ke anak-anak gitu gimana cari 21:10 teman yang terbaik kan orang-orang 21:12 kadang suka mikir dari teman terbaik apa 21:14 sih kriterianya? Kalau zaman dulu kan 21:17 iya teman terbaik tuh misalnya kakak 21:18 enggak kalau menurut saya ee pilih teman 21:22 itu kayak milih dalam tim gitu 21:24 [mendengus] ya dalam tim suatu ee 21:26 kejuaraan kita pasti akan pilih 21:29 orang-orang yang terbaik yang bukan 21:31 berarti orang apa orang yang terbaik 21:33 walaupun kita belum tentu menang cuma 21:35 kita pengin orang yang terbaik terbaik 21:37 dalam arti 21:41 cacat ee terbaik dalam arti dia itu ee 21:45 ee bisa menghantarkan kita menuju ke 21:47 suatu prestasi gitu. Jadi kita ngasih 21:50 tahu anak kamu kalau mau berteman 21:52 ibaratnya kamu mau mendayung nih. Kamu 21:54 mau mendayungnya kamu sendiri mendayung 21:56 gitu ya. Yang lainnya goleran atau orang 21:58 yang mau mendayung kita maunya lurus dia 22:01 maunya ke kiri atau ada satu lagi maunya 22:02 ke kanan. Jadi benar-benar memastikan 22:04 bahwa berteman itu teman-teman yang ee 22:07 bagus gitu. Lalu teman terbaik yang lain 22:10 adalah yang tentu saja orang tua. Kita 22:13 sebagai orang tua harus menjadi teman. 22:14 Tapi kita tidak bisa menggantikan 22:17 pertemanan anak kita itu 100%. Karena 22:20 kan tidak mungkin anak kita bisa 22:22 menggantikan sampai 100%. Anak-anak kita 22:24 harus tetap bergaul dengan teman-teman 22:26 seusia dia, bergaul dengan yang lain. 22:29 Kita tidak boleh juga posesif terhadap 22:31 anak-anak kita gitu. Jadi ee ee kita 22:34 tetap menjaga berteman dalam arti anak 22:37 kita akan menceritakan apapun gitu. Itu 22:39 itu yang saya bangun dengan anak saya 22:41 yang paling besar ya, yang usia 20 22:43 tahun. saya menciptakan sesuatu yang 22:45 apapun dia akan cerita gitu. Apapun dia 22:47 akan cerita walaupun bukan berarti 22:49 ceritanya yang kayak gimana. Jadi 22:51 misalnya sambil makan nanti nanti dia 22:53 cerita gitu. Dan saya pun tidak pernah 22:55 sampai nanya, "Bang, ini kemarin gimana, 22:57 Bang?" Enggak. Jadi biarkan dia nyaman 22:59 dia akan pasti akan cerita. Lalu kita 23:02 ajarkan teman-teman mereka harus 23:04 berteman cari orang-orang yang punya 23:05 nilai-nilai positif, berakhlak baik. 23:08 Dalam kita dalam muslim kita lihat dalam 23:10 berteman saya selalu bilang sama anak 23:11 saya, "Tertib enggak salat teman kamu? 23:14 Kalau teman kamu salatnya enggak tertib, 23:16 jangan terlalu akrab gitu. Karena nanti 23:18 suatu hari akan susah nih, gitu. Kita 23:21 kita hanya manusia biasa gitu ya, Bu ya. 23:23 Kita hanya manusia biasa. Jangan sampai 23:25 kita kepeleset sama ee jangan sampai 23:27 kita kepeleset. Terus teman yang 23:29 kepeleset juga ya emang biasa kepeleset 23:30 gitu. hati-hati itu seperti itu. 23:33 Lalu juga tentang ee cari teman yang 23:35 bisa diajak diskusi tentang masalah, 23:37 memberikan dukungan, dan menjauhkan dari 23:39 perilaku negatif. 23:42 Jadi, bagaimana nih ee tipsnya bangun? 23:45 Kemarin banyak yang tanya juga gimana 23:46 tipsnya biar bisa ee terhindar dari 23:49 pergaulan bebas? Yang pertama adalah 23:51 tentu saja mempererat hubungan orang tua 23:53 dan anak. Ya. Jadi kalau kata 23:56 orang-orang pendidikan agama, kalau 23:57 menurut saya orang tua dulu nih. Karena 23:59 gini, banyak ini kasus-kasus memang 24:02 terjadi. Saya dulu pernah menjadi dokter 24:04 di salah satu pesantren gitu ya. Jadi 24:08 beberapa pesantren itu memang 24:09 kasus-kasusnya adalah anak itu merasa 24:11 dibuang, Ibu, Bapak gitu. Ee mungkin 24:14 tujuan orang tuanya tidak tidak 24:16 mungkinlah orang tujuan orang tua untuk 24:17 pesantren anak tujuannya jelek. Enggak 24:19 ada lah. Saya bilang orang tua pasti 24:21 berniat baik. Tapi seperti saya 24:23 sebutkan, terkadang orang tua lupa 24:25 mendengarkan apa anaknya sudah siap 24:27 untuk pesantren gitu. Apakah ini juga 24:30 yang diinginkan oleh anak-anak gitu. 24:32 Jadi kita harus mengal asukan 24:34 komunikasi. Jadi di pesantren itu banyak 24:35 yang kurus gitu ya sampai kurang gizi 24:38 karena dia rindu. Hanya rindu pelukan 24:41 orang tua, hanya rindu untuk berbicara 24:43 dengan orang tua gitu ya. 24:45 Ee kalau kata orang tua, "Tapi mak-mak 24:48 ibu pengin kamu yang terbaik gitu ya. 24:49 pengin menjadi ini. Cuma memang harus 24:52 benar-benar keputusan ketika pesantren 24:54 adalah keputusan dua pihak. Emang orang 24:57 tuanya mau apa tujuannya orang tua yang 24:59 sangat baik dan anaknya juga memang mau 25:02 gitu. Seperti itu sih menurut saya. Jadi 25:04 perah hubungan orang tua dan anak. 25:06 Begitu juga sama ketika pemilihan anak 25:09 ini memasuki IPA, IPS atau ketika kuliah 25:13 atau ketika jurusan itu maunya apa gitu. 25:17 Jadi harusnya kita memang duduk bersama 25:19 mempererat hubungan jangan satu arah. 25:21 Jangan ee jangan hanya kita 25:23 terus-terusan minta anak-anak, menyuruh 25:26 anak-anak atau malah kebalikan. Ya, 25:28 sekarang juga banyak ya orang tua yang 25:29 terlalu mengarah, mengalah 25:31 karena e metode pendidikan apa namanya 25:34 persuasif itu juga salah juga. kita 25:36 harus bergain. Erat hubungannya, tapi 25:38 kita harus punya bergen bahwa 25:40 bagaimanapun kita adalah orang tua 25:41 kalian, gitu loh. Keputusan kita apa 25:44 namanya, kami ini orang tua kalian gitu. 25:46 Kita bukan teman yang setara terus 25:48 sehingga kita bisa bagaimana tuh. Enggak 25:50 seperti itu. Yang kedua pasti setelah 25:53 itu semua oke memperkuat pendidikan 25:55 agama. Jadi kita membiasakan tertib 25:58 salat. Tertib salat pasti akan 25:59 diciptakan dari orang tua yang tertib 26:01 salat juga gitu. Nah, jadi mempererat 26:04 pendidikan agama. 26:06 ee lalu ada lagi membentuk karakter yang 26:08 positif 26:10 ya. Terus e kita memilih-milih teman 26:12 buat anak kita melihat gitu ya. Jangan 26:15 sampai anak kita salah dalam memilih 26:17 teman, menghindari lingkungan yang tidak 26:19 kondusif, 26:21 mengisi waktu luang, memperluas 26:23 pengetahuan, dan ajarkan anak-anak untuk 26:26 bisa menerima dirinya sendiri. misalnya 26:29 yaitu tidak berkulit putih misalnya, 26:31 kita harus bisa ngasih tahu ke anak kita 26:34 bahwa ya masalnya apa Allah akan 26:37 menciptakan kita versi sempurna gitu, 26:40 tidak ada yang tidak gitu. Walaupun 26:42 mungkin terlihatnya kata orang-orang 26:43 enggak sempurna, tapi mungkin 26:45 kesempurnaan yang lain pasti ada di anak 26:47 kita, gu ya. Dan juga menetapkan tujuan 26:49 hidup seperti yang tadi saya bilang, mau 26:51 jadi apa? 26:53 Iya, 26:53 mungkin seperti itu yang bisa saya 26:55 sampaikan. Kalau ingin ada yang bertanya 26:58 silakan kita diskusi saja di sini. 27:00 Baik, terima kasih. Dan 27:04 dari bahasan kali ini terkait dengan 27:08 bagaimana kesehatan reproduksi remaja 27:12 bahkan anak kita tadi ini kebetulan ada 27:15 yang tanya tidak ada namanya 0811 sekian 27:19 tadi dokter bicara soal kemungkinan 27:23 anak masih umur 9 tahun sudah mengalami 27:27 menstruasi. 27:29 Anak saya kebetulan 9 tahun tapi belum. 27:33 Saya ingin tahu bagaimana cara membahas 27:36 tentang menstruasi ini sebelum dia 27:39 mengalami menstruasi. Ngomongnya seperti 27:42 apa, Dok? Biar dia paham. Oke, terima 27:44 kasih. 27:45 Baik, terima kasih. Pertanyaan bagus ya, 27:47 Bu. Eh, jadi nanti kalau sama anak-anak 27:50 tuh biasanya ee ketika duduk ngobrol 27:53 kalau untuk hal-hal seperti ini saya 27:55 lebih cenderung agak serius ngebahasnya 27:57 dalam arti tidak bisa berbicara santai. 27:59 J nanti kita ngobrol nak sini gini ibu 28:01 mau ngobrol sesuatu gini karena usianya 28:04 sekarang 9 tahun nanti ee wanita itu nak 28:08 gitu ya nanti ada masanya. Nah, ada 28:11 masanya haid. Haid itu apa? Nanti itu 28:14 keluar darah. Keluar darah dari ya 28:16 istilah ya Ibu terserah ya. Kalau 28:17 mungkin ada orang tua yang bilangnya 28:19 vagina, maaf gitu ya, atau alat kelamin 28:22 dan sebagainya, nanti ada kalau misalnya 28:24 ada yang coklat cokelat itu ngomong sama 28:26 ibu ya. Itu artinya gitu ya. Ee kamu itu 28:30 mulai dewasa. Nanti kalau misalnya ada 28:33 yang bik kok tiba-tiba rasanya kesal, 28:36 rasanya 28:37 apa namanya? Kesal sama ibu gitu ya atau 28:40 kesal aja entar ngomong juga sama ibu 28:42 ya. Jangan diam aja nanti biar kita bisa 28:45 biar ibu bisa tahu nih apa sih yang 28:47 dikeselin dan ibu bisa bantu mungkin apa 28:49 kakak maunya apa seperti itu. Jadi kita 28:52 memang harus komunikatif sih Bu zaman 28:54 sekarang seperti saya sebutkan memang 28:56 tidak bisa lagi menyebut bahwa hal itu 28:59 adalah hal yang tabu gitu. Jadi kita 29:01 duduk bersama duduk bareng ngobrol boleh 29:04 misalnya sambil makan es krim atau 29:05 gimana nak kamu umur ee hari akhir-akhir 29:08 ini kamu 9 tahun ya? Ya udah itu mau 29:11 nanya dong kalau pipis gimana? Maksudnya 29:14 ada lendir-lendir atau enggak keputihan 29:16 seperti itu? 29:17 Biasanya tanda-tandanya seperti itu gitu 29:20 ya. Tapi kalau misalnya Ibu melihat 29:22 misalnya payudara anak Ibu masih rata 29:24 seg itu kannya kecil sih Bu. Biasanya 29:26 yang mulai terjadi itu kalau misalnya 29:28 udah mulai payudara mulai terbentuk gitu 29:30 ya badan anak juga agak tinggi. Nah itu 29:32 baru Ibu ajak ngobrol. Boleh juga tapi 29:35 untuk ke depannya biar dia anak ini 29:36 enggak kaget. Ibu ngobrol santai tapi 29:39 memang benar-benar ee 29:42 mengedukasi Bu J. Jadi itu bukan sesuatu 29:45 hal yang jangan kaget terus langsung aja 29:47 ngobrol sama Ibu ya. Jangan ngobrol sama 29:49 siapa-siapa lagi gitu. Jadi usahakan ya 29:52 orang yang pertama yang diberitahu anak 29:53 kita adalah kita sendiri. Seperti itu ya 29:55 Bu. 29:57 Jadi 29:58 intinya jangan khawatir tapi beri dia 30:00 penjelasan agar 30:02 dia juga tidak bimbang dengan loh kok 30:04 begini gitu ya. 30:06 Betul. Jadi kalau nanti kejadian dia 30:08 enggak ketakutan lagi gitu. 30:11 Heeh. 30:12 Ini dari Ibu Darma di Bekasi. 30:17 Emm, masyaallah benar banget, Dok. Cucu 30:20 saya 3 bulan yang lalu juga sudah head 30:23 padahal baru 9 tahun. Kita waktu itu 30:26 juga sempat kaget, tetapi ee karena di 30:30 sekolah agamanya, gurunya selalu kasih 30:33 tahu tentang harus bagaimana kalau ee 30:37 seorang anak perempuan mengalami 30:40 menstruasi, jadi lumayan aman. Oh, jadi 30:43 cucu ya. Tapi begitulah ya, Dok ya. 30:46 Kalau memang di sekolah juga memberikan 30:49 gambaran, asik juga tuh. 30:52 Betul. Jadi enggak khawatir lagi. Jadi 30:53 dia mungkin kalau kejadian haid-nya di 30:55 sekolah dia akan ngomong sama gurunya, 30:56 "Bu guru, gitu ya kan. Kan kita enggak 30:59 tahu nih kejadiannya di sekolah atau di 31:01 rumah nih ketika dia haid pertama kali 31:03 itu." He iya. 31:07 Jadi bisa juga sahabat-sahabat yang 31:11 lain, teman-teman yang menyimak acara 31:14 ini, yang anak gadisnya masih belum 31:18 lulus sekolah SD saja itu kalau 89 tahun 31:23 tuh baru kelas 4 kelas 5 ya, Dok ya? 31:25 Iya, betul. 31:27 Ini dari siapa nih? Ibu Ayu di Denpasar. 31:32 Saya mau bertanya dong. Denpasar I 31:34 Asalamualaikum. 31:35 Waalaikumsalam. 31:37 Anak saya sudah 9 tahun belum head. 31:40 Terus em waktu di pondok masih lancar 31:46 pulang ke Indonesia keluar head baru 31:49 bagaimana saya harus tahu sekarang 31:52 sedang kuliah di Al-Azhar. 31:55 Pertanyaannya apa nih? Saya harus 31:57 konsultasi ke mana? Umurnya 22 tahun. 32:02 Ini Ibu Ayu persisnya 32:06 saya ulang ya, Dok ya. Aku bingung 32:07 bacanya nih. 32:08 Anak saya sudah 32:11 Oh, 9 bulan ini bukan 9 tahun. 9 bulan 32:14 ini tidak head. Sekarang kuliah di 32:17 Alazar. Waktu di pondok masih lancar. 32:20 Waktu pulang ke Indonesia juga keluar 32:22 head-nya. Bagaimana keluar head-nya ini 32:26 bagaimana ya, Dok? Ya, konsultasi ke 32:28 mana? Umurnya sudah 22 tahun. Jadi 9 32:31 bulan ini tidak mengalami menstruasi 32:34 begitu ya. Oke. 32:36 Baik. Ee baik. Terima kasih 32:38 pertanyaannya Bu. Ini kalau menurut saya 32:40 kalau tadi analisanya 32:42 dari Ibu ketika di pondok pesantren itu 32:45 haid lancar lalu kuliah di Alazar itu 32:48 enggak lancar pulang ke ee ke Indonesia 32:51 lancar. Sepertinya mungkin ada gangguan 32:53 normal. 32:53 Stres. 32:54 Iya. Enggak ada gangguan normal yang 32:56 berkaitan dengan ee stres kali ya Bu ya. 32:58 Jadi terkadang kita kalau stres itu ya 33:01 mungkin wajar stres dalam arti kan di 33:03 sana kita kuliah enggak main-main ya 33:04 apalagi di Alazar gitu. Jadi mungkin ada 33:07 stres terpendam kita, mungkin banyak 33:09 target-target, tugas-tugas yang ee 33:12 memang deadline-nya luar biasa. Jadi 33:15 ketika di sana dia fokus, terlalu fokus 33:17 sama kuliah sampai akhirnya dia lupa 33:19 nih, iya ya belum hid. Jadi ya hormon 33:22 yang membuat dia cemas, kecemasan yang 33:25 ganggu apa ee dia stres karena sekolah 33:28 itu mengganggu hormon termasuk hormon 33:30 untuk haid-nya. Saran saya 33:33 dikonsultasikan ke dokter Spog ya untuk 33:35 ke depannya. Jadi biar tahu juga nih 33:38 gangguan hormon. Benarkah perkiraan saya 33:40 yang tadi saya sebutkan gangguan hormon 33:43 karena stres atau memang ada gangguan 33:45 hormon yang lainnya seperti itu? Jadi 33:47 saran saya nanti ketika pulang ke 33:49 Indonesia dibawa konsultasikan ke dokter 33:51 Spog, Ibu. 33:53 Nah, baik Ibu Ayu. Mudah-mudahan ee 33:56 memang stres itu bisa mengganggu 33:59 hadirnya menstruasi 34:01 nanti seperti yang tadi dokter bilang 34:03 ketika kembali ke Indonesia. Sekarang 22 34:06 tahun sih ya, Dok ya. Baik, pertanyaan 34:08 berikutnya ini dari Pak Budi. 34:14 Kalau untuk bicara dengan anak laki-laki 34:17 yang belum mandi basah, belum ee ya 34:22 pokoknya pria yang belum mandi basah, 34:24 bagaimana agar dia tahu bahwa 34:27 keluarnya sperma itu adalah normal tapi 34:30 dia sendiri belum tahu hal tersebut. 34:32 Membuat dia mengenali hal itu seperti 34:34 apakah? Karena seperti yang dokter 34:38 bilang, pergaulan sehat penting. Jadi 34:41 ketika dia belum mulai ee 34:45 remaja beneran, saya harus kasih tahu 34:48 apa nih. Baik. 34:50 Baik, Pak. Terima kasih pertanyaannya. 34:52 Ini kebetulan kasusnya sama nih sama 34:54 anak saya yang nomor dua ya. 34:56 Anak saya yang nomor dua itu kan e 34:58 usianya saat ini 12 tahun. Jadi saya 35:01 langsung bilang sih sama dia bahwa dia 35:03 sekarang ini mengunjak 12 tahun. Artinya 35:06 nanti ee Usamah kan namanya ama dengerin 35:09 ibu ama ini sekarang 12 tahun. 12 tahun 35:12 itu biasanya nanti ama sudah mulai 35:14 suaranya pecah. Ibu ngomong apa sih? Ya 35:17 memang itu udah sunatullah dan udah udah 35:19 memang Allah sudah ketentukan seperti 35:21 itu. Nanti kalau suara Amah pecah, Amah 35:24 nanti tolong kasih tahu Ibu kalau Amah 35:26 nanti lagi tidur malam tiba-tiba amah 35:29 keluar cairan putih dari ee kalau saya 35:32 langsung ngomong dari ee ininya Amah 35:34 gitu ya, dari burungnya Amah. Ibu 35:37 ngomong apa sih ngomong kayak gitu gitu. 35:39 Cuma saya langsung bilang ya memang itu 35:41 udah kata Allah memang seperti itu. Jadi 35:43 Amama enggak usah khawatir. Amma harus 35:45 kasih tahu kenapa. Karena nanti ada ee 35:48 Abi saya langsung ngomong, "Abi akan 35:50 ngajarin amah tuh ya. Amah jangan 35:51 khawatir ya kata suami saya gitu. Itu 35:53 memang kata udah seperti itu gitu. Allah 35:56 menciptakan manusia ketika di usia akril 35:59 balig dan akan mengalami suaranya pecah. 36:02 Kalau laki-laki nih terus nanti ada 36:03 keluar cairan tuh ama pas lagi tidur 36:06 malam terus ama tiba-tiba bangun 36:07 celananya basah gitu. Nanti bilang sama 36:10 Abi nanti kita belajar untuk mandi 36:12 junub. Karena kalau am enggak mandi 36:14 junub, salat aman nanti enggak sah gitu. 36:16 Nanti itu karena itu ee najis jatuhnya. 36:20 Jadi kita harus mandi junub gitu. Kalau 36:23 Amah enggak cerita ya enggak akan paham 36:24 Abi juga gitu sih. Kalau saya ngobrolnya 36:27 seperti itu. Jadi seperti sama tadi yang 36:29 ee pertanyaan Ibu sebelumnya duduk 36:32 bersama diajarkan diobrolkan 36:34 bareng-bareng seperti itu sih. Semoga 36:37 berkenan. Iya. 36:40 Ini dari tidak ada namanya, Dok. 36:44 Tetangga saya itu punya anak perempuan 36:47 umurnya belum 9 tahun, tetapi emang sih 36:52 berat badannya luar biasa sekali. Sudah 36:54 lebih dari ee 40 kg kemarin saya dengar 36:58 itu. Apakah ada kaitannya kalau 37:02 seandainya 37:04 si apa nih? Ada yang bilang, "Awas loh, 37:07 kalau anak kecilmu gede-gede, 37:09 gemuk-gemuk nanti cepat puber." Dokter 37:13 bisa kasih penjelasan soal ini enggak? 37:15 Oke, terima kasih. 37:17 Oke. Baik. Ee jadi mungkin gini ya, Bu. 37:19 Kalau anak yang gemuk gitu kan itu 37:22 biasanya identik dengan makan-makanan 37:24 itu yang ee instan ya, Bu ya. Yang 37:27 mungkin banyak mengandung bahan pengawet 37:29 dan sebagainya ada atau 37:31 junk food atau yang kedua memang anak 37:33 ini kurang banyak bergerak. Tapi kan 37:35 mostly yang terjadi saat ini adalah 37:37 karena ya itu makan-makanan yang junk 37:39 food itu. Kalau makanan junk food yang 37:41 saya e yang saya tahu tuh memang bisa 37:43 memper cepat pertumbuhan 37:46 prosesnya. Betul. Jadi nanti dia cepat 37:48 ee hide kalau di laki-laki cepat juga 37:51 untuk apa sih namanya? E ee pubertas 37:55 juga sama gitu. Jadi memang ada 37:57 benarnya. Ada benarnya. Cuma kalau di 37:59 satu sisi nanti ketika dia haid pun bisa 38:02 jadi haid-nya enggak terakhir juga 38:04 karena dia gangguan hormon akibat dia 38:06 kegemukan. Itu seperti itu, Bu. 38:09 Iya. Jadi memang jadi orang tua punya 38:13 kepedulian yang harus luar biasa ya pada 38:16 tumbuh kembang anak-anak kita. Ini 38:19 pertanyaan dari Mbak Tati nih. Bahasa 38:21 yang dipakai bahasa apa ya waktu jelasin 38:24 soal alat reproduksi saya kok risi? Ooh. 38:28 [tertawa] 38:29 Tidak disebut sih, tapi anaknya umur 38:30 berapa nih? Oke. 38:32 Memang ya itulah si Bu ya kekurangan 38:34 kita itu karena kita dulu ya dulu zaman 38:37 kita itu ee membahas bahwa itu tuh 38:41 adalah hal yang fullback gitu ya. Tabu 38:43 gitu. Enggak boleh ngomong apa sih kamu 38:45 apa udah anak kecil tahu apa misalnya 38:48 gitu ya. 38:48 Tapi kayak kita mau enggak mau sih Bu 38:50 belajar. Kalau saya, kalau saran saya 38:53 pakailah bahasa kedokteran dalam arti ee 38:55 misalnya untuk ee payu apa e ini 38:59 disebutnya payudara, terus yang 39:01 perempuan adalah vagina, terus yang anak 39:03 laki-laki kita melukap e bilangnya penis 39:06 gitu ya, biar enggak terlalu vulgar. 39:08 Jadi bahasa seperti itu. Jadi ee Ibu 39:11 menjelaskannya bahwa nanti prosesnya 39:13 kamu nanti kalau misalnya vaginamu 39:15 berdarah gitu ya atau vagina kamu 39:18 mengeluarkan lendir-lendir itu cerita 39:19 sama ibu. gitu ya. Atau nanti kok kamu 39:22 ngerasa payudar kamu keras terus ada 39:25 jendol itu kasih tahu sama ibu gitu sih 39:27 seperti itu Bu. Itu kalau menurut saya 39:29 sudah bahasa terbaik dan tidak vulgar 39:31 juga karena susah juga Bu kalau kita 39:33 terlalu formal anak jadi ibu ini bahasa 39:36 apa sih gitu [tertawa] ya. Tapi kalau 39:38 kita terlalu takut terlalu ketakutan ibu 39:40 masalah ngerti enggak makin pusing? Iya 39:42 [tertawa] 39:43 kalau menurut saya gitu ya Bu. Jadi 39:45 pertimbangkan antara kepahaman dan 39:48 antara ke apa ya keenakan didengar 39:51 telinga. 39:52 Iya yang menggunakan bahasa yang memang 39:54 bisa dipahami anak-anak. Jangan terlalu 39:56 formal tapi mungkin untuk istilahnya si 39:59 alat kelamen ini kita gunakan bahasa 40:01 kedokteran aja. Jadi enggak terlalu 40:02 vulgar seper 40:03 biar enggak vulgar. Ee ini pertanyaan 40:06 yang terakhir kita sudah di penghujung 40:09 sebelum nanti closing statement. He. 40:12 Saya pernah dengar ada anak masih remaja 40:16 banget, SMP aja belum, itu sudah 40:20 melakukan hubungan seksual. Ini salah 40:23 siapa? Bagaimana orang tua harus 40:25 mendidik anak-anaknya? 40:27 Kalau belum SMP itu berarti belum lewat 40:29 dari 12 tahun ya kan? Biasanya SD sampai 40:33 12 tahun. Oke, Dok. Itu pertanyaannya. 40:36 Baik. Ini tadi ben langgaranya tadi saya 40:39 sebut nih, Bu. Jadi ketika masa anak ini 40:42 menjelang pubertas atau memasuki 40:44 pubertas yang saya bilang ada gangguan 40:46 suasana hati 40:47 seperti itu ya. Kalau ee ada beberapa 40:50 hal. Yang pertama adalah kalau anak-anak 40:53 itu kehadiran dalam arti kehadiran 40:55 mendidik orang tuanya baik ayah maupun 40:58 ibu. Ee tadi ada saya bahas juga ya 41:01 kalau orang tua terlalu fokus misalnya 41:04 terlalu fokus mencari harta nih dia lupa 41:07 bahwa anak ini perlu komunikasi. 41:09 Akhirnya terkadang kekosongan. Jadi anak 41:12 ini dikasih handphone, dikasih apa, tapi 41:13 kualitas dalam ee berkomunikasi dengan 41:16 orang tua itu kurang. Akhirnya anak ini 41:18 menggunakan ee gadget yang dia punya itu 41:21 untuk searching-searching gitu ya, untuk 41:24 ngelihat akun TikTok misalnya, tapi 41:25 untuk hal-hal yang ini terus akhirnya 41:27 mau kenalan atau kita enggak ngeh nih, 41:29 enggak pernah ngontrol ternyata bikin em 41:32 kan apalagi anak-anak zaman sekarang 41:34 nih, Bu. Jadi dia tuh saya juga 41:37 ngelihatnya sedih gitu ya, umur 9 tahun 41:39 udah bisa joget-joget yang kayak 41:40 gitu-gitu gitu ya. Jadi akhirnya 41:42 memancing ya orang-orang buat 41:43 kenalan-kenalan seperti itu. Jadi kalau 41:46 saya ni berdasarkan pengalaman pribadi 41:48 saya pengapati gitu ya karena saya 41:49 seorang dokter yang juga beberapa kali 41:51 mendapatkan konsultasi hal yang sama 41:53 adanya ketidakhadiran ayah ketika dalam 41:56 pendidikan gitu. Karena ayah ini 41:58 dituntut ee harus menafkahi, harus ini 42:02 sampai ini harus ini, harus ini. Jadi 42:04 akhirnya ayah ini terlalu fokus untuk 42:07 membahagiakan ee istri dan anak-anaknya 42:10 dalam ee bentuk materi. Tapi beliau lupa 42:13 bahwa ayah ini sebetulnya juga punya 42:17 peran penting dalam kehadiran 42:19 anak-anaknya. Kalau misalnya ngantal 42:20 sekolah, ngajak ngobrol gitu ya. Terus 42:23 juga jangan lupa juga, Bu, ayah juga 42:25 butuh bahagia. Ibu, istri butuh bahagia, 42:27 ayah juga butuh bahagia. Jadi kalau 42:29 tidak ada laki-laki yang tidak punya 42:31 hobi sih pasti ada. Cuma mungkin sungkan 42:33 ngomongnya sama istri. Jadi perbaiki 42:35 dulu hubungan suami dan istri. Itu 42:37 pertama. Yang kedua adalah masalah 42:39 mendidik agama gitu. Mendidik agama 42:42 biasakan kita salat tertib gitu ya. 42:45 Kalau yang laki-laki salat ke masjid dan 42:47 kita berusaha untuk salat selalu tertib. 42:49 Jangan sampai terlihat sama anak-anak 42:51 kita salat enggak tertib. Karena memang 42:52 salat adalah kewajiban kita sebagai 42:54 muslim. Nah, yang ketiga adalah, nah 42:57 yang ini yang terkadang ini satu dua 42:59 udah bagus nih, Bu. Tapi lupa nih ketika 43:01 anak pubertas yang saya bilang tadi 43:03 gangguan suasana hati itu tidak 43:05 dimengerti. Makanya ibu atau ayah suka 43:08 ngomong, "Anak saya perasaan dulu nurut 43:10 itu gitu ya kan anak saya dulu." Tapi 43:12 kan kita enggak pernah tahu sebetulnya 43:14 kenapa anak kita kayaknya begitu. Karena 43:16 memang ketika dia pubertas dia juga 43:18 enggak bisa ngontrol gitu, Bu. Hormon 43:20 ini meledakmeledak gitu. membuat hati 43:22 dia tuh kok hari ini rasanya pengin 43:24 marah, hari ini begini, kok kayaknya di 43:26 mata saya ibu saya salah, kok rasanya 43:29 yang biasanya ibu saya ngomong nasihatin 43:31 saya itu oke-oke aja, kok kali ini di 43:34 kuping saya gitu. Nah, itulah kalau 43:36 menurut saya kuncinya adalah di ketidak 43:40 miskomunikasi ketika anak ini tengah 43:42 mengalami perubahan suasana hati. ini 43:44 memang benar-benar tricky, benar-benar 43:46 menguras tenaga kita sebagai orang tua. 43:49 Tapi di sinilah kita berhasil melewati 43:51 fase ini, maka kita akan insyaallah 43:54 anak-anak kita terjaga. Memang susah, 43:55 Bu, susah gitu. Tapi kalau saya kemarin 43:58 ngadapin anak saya yang umur 20 tahun, 44:01 saya ee apa ya? Saya tetap galak, tapi 44:03 saya tetap ngayong gitu. Jadi anak saya 44:05 paham tuh. Jadi 44:07 ee dia pengin ya pastilah pengin jalan 44:09 ke sini, jalan ke sini. Enggak boleh, 44:10 Bang. Gini gini gini. Kenapa? Kenapa? 44:12 kan pasti tanya kan pasti kenapa itu 44:14 saya akan kasih tahu tapi di satu sisi 44:16 saya dan suami saya gitu saya dan ibu 44:19 dan Abi akan selalu ada kapanpun Abang 44:21 butuh gitu akan selalu berkomunikasi 44:23 akan selalu kayak gimana itu jadi 44:26 trikynya ya kita enggak bisa lagi Bu 44:29 ayah gitu ya satu arah lag enggak bisa 44:32 lag ketika anak-anak sudah pubertas 44:34 mereka tetap harus didengarkan tapi 44:36 tetap keputusan yang terbaik adalah di 44:38 orang tua 44:39 itang orang tua kadang gini Anak ini 44:42 yang terjadi ya, Bu. Anak umur segitu 44:44 biasanya anak laki-laki pengin motor 44:46 tuh. Pakai sti pengin motor. Pengin 44:48 motor, pengin ngodif motor. Terus orang 44:50 tua kadang sayangnya orang tua adalah 44:52 enggak mau ribut. I iya dibeliin, 44:54 dibeliin, dibeliin. Dengan dia dikasih 44:55 motor, modifikasi motor mainlah deh ke 44:58 mana-mana. Salah h tongkrongan. Benar 45:00 enggak, Bu? 45:02 Makanya kalau saya dulu anak saya mau 45:03 minta motor enggak? Belum saatnya beli 45:06 motor, tapi yang lain motor ya saya 45:08 kasih tahu kenapa enggak. Tapi di satu 45:10 sisi saya akan belikan yang lain gitu 45:12 seperti itu. Jadi bagaimana ee kalau ada 45:16 yang tadi pertanyaan yang hamil itu ya 45:18 Bu ya? Betul ya. Berarti yang salah 45:19 adalah dari awal kesalahan komunikasi ya 45:22 Bu. 45:23 Ketika komunikasi ketika anak ini 45:25 mungkin lagi meletup-letup gitu ya, 45:27 pengin ngomong Mas siapa terus ibunya 45:28 bilang main terus di kamar [tertawa] 45:31 gitu. Karena kita pasti kesal sih Bu 45:33 ketika anak masuk pubertas ih memang ih 45:36 luar biasa bikin kita kesal. R banget 45:38 bagi ayah bunda ya. Anaknya kesal, kita 45:41 kesal. Selesai. Ketika kita sama-sama 45:43 kesal, akhirnya masuklah orang-orang 45:45 yang bisa mempengaruhi nih yang 45:47 seolah-olah jadi pacarnya dia, yang 45:49 seolah-olah bisa memahami hati dia, 45:52 padahal mah sebetulnya hanya untuk 45:54 menggunakan dia gitu seperti itu. Jadi 45:56 kesalahan ada di dua. Cuma kita sebagai 45:58 orang tua kita pasti harus introspeksi. 46:00 Karena anak itu kita harus introspeksi. 46:03 Oh, kita nih yang salah. Harusnya kita 46:04 lebih mengalah sama anak gitu. mengalah 46:06 dalam arti ego kita kita turunin yang 46:09 biasanya kita kesal banget tapi kadang 46:10 kita harus nyelamatin dia karena kita 46:12 harus paham nih ketika lagi pubertas ini 46:16 hormon luar biasa meledak-meledak dan 46:18 mereka pun bingung apa yang terjadi sama 46:20 mereka seperti itu. 46:22 Iya perubahan suasana hati yang enggak 46:25 bisa ditawar untuk anak-anak kita yang 46:28 sedang pubananya ya. Betul. Oke, Dr. 46:32 Tita Khairinisa, kita eh sampaikan 46:35 closing statement di acara ruang 46:37 kesehatan kali ini. 46:40 Baik. 46:42 Ee jadi di dalam dunia yang seperti ini 46:46 ya, Bu ya, bahwa kita menjaga anak-anak 46:49 kita itu penting, wajib gitu ya. Dan 46:52 usahakan komunikasi yang sangat baik 46:54 untuk anak-anak. Jaga anak-anak kita 46:56 dengan cara pertama menjaga hubungan 46:59 baik dengan anak-anak kita. Yang kedua 47:01 adalah mengajarkan dia ketaatan kepada 47:04 Allah. Ya, tertib salat. Karena kalau 47:07 kenapa saya mendekatkannya salat? Karena 47:09 kalau orang sudah tertib salat 47:10 insyaallah Bu mau ada angin ombak ambil 47:12 itu akan kembali lagi ke Allah gitu ya. 47:15 Terus yang ketiga adalah kita harus 47:17 punya prospek tujuan untuk anak-anak 47:19 kita. Jadi kita jangan terlalu fokus 47:21 mencari nafkah, tapi kita lupa bahwa 47:24 anak-anak ini butuh kasih sayang, butuh 47:27 pengarahan sesuai dengan bakat dan ke 47:30 depannya seperti apa. Karena kalau 47:31 misalnya kita bisa komunikasi, ngasih 47:33 tahu anak kita maunya apa gitu ya, terus 47:35 tujuan kenapa ee anak kita harus kuliah 47:38 ini, kenapa dia harus masuk SMK, kenapa 47:40 dia harus masuk IPA atau IPS dan kita 47:42 ajarkan dia akan paham. Oh iya betul ini 47:45 memang tidak mudah. Kenapa saya berani 47:47 ngomong ini? ini sudah saya terapkan di 47:49 anak saya yang paling besar yang usia 20 47:51 tahun. Jadi ketika ayah abinya melihat 47:54 bahwa anak saya ini punya bakat dalam 47:56 menggambar, membuat market, maka suami 47:58 saya bilang, "Abang, nanti SMK, nanti 48:01 kamu masuk SMK." Maha manyun. Gitu ya. 48:03 Cuma kita pelan-pelan kasih tahu, 48:05 kita kasih tahu, kita kasih tahu sampai 48:07 akhirnya alhamdulillah saat ini sudah 48:08 kuliah dan juga sambil kerja gitu. Jadi 48:11 karena memang akhirnya dia tahu, oh iya 48:13 benar kalau orang tua kemarin enggak 48:15 ikut orang tua walaupun alhamdulillah 48:17 anak pertama tuh gitu ya karakternya 48:18 bersungut-sungut tapi masih dijalanin 48:21 gitu. 48:22 Jadi memang ya seperti itu sih Bu. Jadi 48:24 komunikasi orang tua 48:26 dasar agama dan juga pengarahan yang 48:29 baik gitu ya. Komunikasi efektif itu 48:31 penting dalam menjaga anak-anak kita 48:34 agar terhindar dari pergaulan bebas. Itu 48:36 komplisi dari saya sih. 48:38 Terima kasih dr. Tita kirin Nisa dari 48:40 Rumah Sakit UMI Bogor. Dan ikhwan 48:44 akhwat. Mudah-mudahan 48:47 wahai ayah hand in hand dengan istri ya 48:51 ialah bagaimana menjadi sahabat bagi 48:53 anak-anak kita karena penting bagi 48:56 mereka mengenali tubuh mereka dan 48:58 menjaga masa depan mereka. Sekali lagi 49:01 terima kasih. Billahi taufik wal 49:02 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 49:04 wabarakatuh. What?