Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 Brail TV. 0:08 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:10 subhanahu wa taala. Seperti biasa kami 0:12 akan berdialog dengan narasumber kami ee 0:16 jural senior ada Bang Nuim Hayat 0:19 langsung dari Australia. Asalamualaikum 0:21 warahmatullahi wabarakatuh, Bang Nuim. 0:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:25 wabarakatuh. 0:25 Apa kabar, Bang Nuim? Sehat, Bang Nuim? 0:27 Ya, 0:27 alhamdulillah. Cuman ya panas dingin. 0:30 Panas dingin terus ini 0:31 panas dingin. Kalau kemarin di sini 0:33 hujan, Bang Nuim. Alhamdulillah ini 0:35 mudah-mudahan titik apinya sudah ikut 0:38 mereda juga Bang Nuim. [tertawa] 0:40 Alhamdulillah kalau begitu di sini 0:42 begitulah berganti siang dengan malam, 0:44 berganti juga terang dengan gelap. 0:47 Iya. Tapi kalau ngomong-ngomong untuk 0:50 bicara masalah ee kebakaran begitu ya, 0:53 ini bukan hanya ee itu saja menjadi 0:57 perhatian bagi khalayak keramai ini. Kan 0:59 kemarin juga ada temuan dari Ombutsman 1:03 di ee apa namanya di Lapas Cibinong 1:07 begitu. Nah, Bang Noim, publik 1:10 dikejutkan dengan temuan Ombudutsman di 1:12 Lapas Cibinong yang disebut memiliki 1:14 fasilitas menyerupai hunian mewah. Ee 1:17 sebenarnya ee bagaimana kemudian Bang 1:20 Nuim melihat hal ini gitu ya. Jika 1:23 memang benar ada warga binaan yang bisa 1:25 menikmati fasilitas jauh berbeda 1:27 daripada narapidana lainnya. Apakah ini 1:30 sekedar persoalan fasilitas ataukah 1:31 sudah menyentuh prinsip keadilan dalam 1:34 sistem pemasyarakatan? Silakan Bang 1:36 Noim. 1:38 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:41 Waalaikumsalam. 1:42 Iya, saya ketawa ya. Saya ketawa karena 1:44 kita ini bukan saja rakyat kita ya 1:47 umumnya pelupa juga pemaaf. 1:50 Heeh. 1:50 Kita ingat ada seorang perempuan 1:53 panggilan sehari-harinya Ayin di 1:56 Jakarta. 1:57 Ain. 1:57 Dia ini diketahui Ayin. Bukan Ain tapi 2:00 Ayin. A Y. 2:03 Heeh. 2:03 Orang ini adalah kalau tidak salah wakil 2:07 Samsu Nur Salib 2:09 di Jakarta. 2:10 Iya. Iya. Nah, dia kemudian sempat 2:13 menjalani hukuman oleh Pengadilan Indah 2:17 Pidana Korupsi Jakarta dijatuhi hukuman 2:20 5 tahun dalam pada tanggal 29 Juli tahun 2:24 2008. 2:25 Nah, ketika diadakan sidak, nah ini dia 2:29 inspeksi mendadak di kamar ain di 2:34 lembaga pemasyarakatan di Jakarta, 2:37 terlihatlah kabar itu waduh mewahnya 2:40 bukan alang kepalang berbeda dengan 2:44 orang-orang lainnya begitu. Nah, Ayin 2:47 ini tentu saja dia sanggup ya. Karena 2:49 apa? Karena dia ini, maaf ya, ini saya 2:52 akan cerita dan saya akan dituduh lagi 2:54 nih sebagai orang BLBI. Saya itu selalu 2:58 di oleh jenderal-jenderal dulu juga suka 3:00 bilang, "Oh, ini dia Mister BLBI." 3:02 Karena terus-terusan mengangkat 3:03 persoalan BLBI, BLBI. Karena waktu itu 3:07 kan ratusan triliun rupiah diberikan 3:09 kepada berbagai pemilik bank. Nah, 3:12 sementara di antaranya melarikan itu 3:14 termasuk seorang bernama Sabs Dur Salim 3:17 dan dia punya wakil di Jakarta. Wakil 3:19 ini namanya Ayin. Ayin ini kemudian 3:22 tertangkap dan dia dimasukkan ke dalam 3:24 penjara dan ketika disidak kamarnya itu 3:27 memang sungguh sangat luar biasa 3:29 mewahnya. Menarik karena berbeda dengan 3:32 kabar para em 3:35 narapidana lainnya. Kok dia bisa begitu 3:37 mewah dan lain sebagainya. Tapi ini 3:39 bukan hal baru. 3:40 Bukan hal baru. Saya ingin mengingatkan 3:42 Pak Agus begini. 3:44 Waktu itu Jaksa Agung menugaskan seorang 3:50 yang disebutkan jaksa terbaik 3:52 se-Indonesia. 3:53 Heeh. 3:54 Jaksa tersebut dari kalau tidak salah 3:56 saya dari Bali ya. namanya orang ini 4:00 memang di Bali sudah punya rumah yang 4:02 cukup wahlah kalau dipikir cukup uah itu 4:05 [tertawa] 4:05 rumahnya di Bali dan dia dipercaya untuk 4:08 meneliti tentang kasus 30 triliun 4:12 yang diberikan oleh pemerintah Orde Baru 4:14 kepada Samsud Salim untuk menyelamatkan 4:18 waktu itu bank-bank yang terancam 4:21 rahasia. Orang tidak percaya lagi pada 4:23 bank ini. Terjadi krisis ekonomi, krisis 4:26 keuangan. Orang mau nari duit dari bank. 4:28 bank tidak punya duit, maka pemerintah 4:30 Orde Baru memberikan memberikan bantuan 4:33 yang harusnya dikembalikan nanti kepada 4:35 pemerintah, tapi dibawa lari. 4:36 I. 4:36 Nah, dipilihlah seorang jaksa terbaik 4:39 se-Indonesia bernama Urip Trigwan. 4:42 Hm. 4:43 Maka dia memimpin sekelompok jaksa untuk 4:46 meneliti untuk meneliti kasus Shamsul 4:49 Nur Salim. Setelah melakukan dalam tanda 4:52 kutip penelitian, dia mengumumkan bahwa 4:56 kasus Samsun Nur Salim dengan 30 triliun 5:00 kurang lebih rupiah yang dibawanya lari 5:03 ke Singapura adalah katanya soal yang 5:05 sudah selesai karena telah keluar surat 5:07 keterangan lunas di bawah pemerintahan 5:10 Megawati Soekarno Putri. Pada hari dia 5:13 mengumumkan hal itu, begitu dia selesai 5:15 mengumumkan hal itu, dia langsung ke 5:17 tempat Ayin. Kemudian rupanya dia 5:19 diikuti oleh jaksa. Dia tertangkap 5:22 karena Ayin memberikan kepada jaksa 5:25 terbaik se-Indonesia, Urip Trigaman, 5:27 senilai 660.000 5:31 dolar Amerika. Jadi, Bung Agus tidak, 5:35 [tertawa] 5:35 tidak ada yang baru. Nah, menariknya 5:37 lagi begini. 5:38 Menariknya lagi begini. 5:40 Kemudian saya mendengar di Australia ini 5:43 waktu itu saya masih di Radio Australia 5:45 ada yang mengatakan Samsun Nur Salim 5:48 datang ke Melbour. "Wah, saya mau jumpa 5:50 tidak dikasih." 5:52 Tidak dikasih. Saya bilang tidak 5:53 mungkin. Lalu ada dari konsulat jenderal 5:56 mengatakan, "Kenapa tidak mungkin, Bang 5:58 Noim?" Karena Samsun Nur Salim itu 6:00 dipanggil ke Jakarta untuk 6:01 mempertanggungjawabkan kasus R triliun 6:05 rupiah yang diberikan Soeharto Orde Baru 6:07 kepadanya. Dia tidak bisa terbang ke 6:09 sana karena punya surat dokter 6:10 mengatakan dia sakit. Tapi kok bisa 6:12 terbang 8 jam ke Melbourne dari 6:14 Singapura. 6:17 [tertawa] 6:17 Ini pihak negara kita ini betul-betul 6:20 hebat. Apa ini ya? Banyak banyak 6:23 barangkali aladinnya ini banyak yang 6:25 punya lampu aladin. [tertawa] 6:27 Sudah bukan itu saja ya. [berdehem] 6:28 Bukan itu saja. Pada suatu kali saya 6:31 naik taksi di Singapura jadi saya 6:33 ngomong-ngomong dalam bahasa hokan yang 6:35 masih saya ingat dengan suir taksi. 6:37 Heeh. 6:38 Dan dia super taksi bilang, "Lihat nih, 6:40 katanya nih gedung-gedung ini, lihat nih 6:42 apartemen-apartemen ini. Ini orang 6:43 Indonesia yang punya." 6:44 Allah. 6:45 Saya bilang, "Siapa?" E rupanya 6:47 kepunyaan Samsu Nur Salim. Menariknya 6:51 Samsun Nur Salim yang mengaku sakit. Dia 6:54 memang menyewa sebuah kabar rumah sakit 6:57 termahal di Singapura. Tapi dia 6:58 ditunggui oleh wartawan dari Indonesia 7:00 pada waktu itu. Dia tidak pernah nginap 7:02 di rumah sakit itu. Hanya dia bayar aja. 7:04 Ya, dia bayar dengan uang kitalah, uang 7:05 rakyat Indonesia. 7:06 Hm. Nah, jadi yang di Cibidong ini 7:09 adalah lanjutan 7:12 yang di Cibidong ini. Maaf, maaf beribu 7:15 maaf ini lanjutan dari apa yang 7:18 [tertawa] sudah terjadi. Tapi kan kita 7:19 lupa. Jadi saya ingin mengingatkan kalau 7:22 orang lain tidak mengingatkan, saya 7:24 mengingatkan ini. Ya, orangnya bernama 7:26 Ayin. Pakiatnya luar biasa. Kalau dia 7:29 pakai itu seksi sekali. Sampai-sampai 7:31 saya pernah mengatakan kepada seorang 7:33 sahabat saya yang kebetulan mengenal 7:36 mantan Kapolda Sumatera Utara yang 7:38 terkenal sangat sangat sangat jujur. 7:42 Sehingga ketika itu kawan saya datang ke 7:45 Australia, dia bertanya, "Kau ingat 7:47 nomor sepatu Kapolda Sumatera Utara 7:50 berapa?" Saya bilang, "Nomor sekian." 7:52 Kenapa? Oh, dia enggak bisa tuh beli 7:53 sepatu. Aku belikan dia sepatu yang 7:55 baguslah di sini. Duia ini orang setelah 7:58 dia selesai jadi Kapolda dia ke Jakarta 8:02 suka mengadakan semacam karaoke di 8:04 rumahnya. Nah ini si Ain ini datang 8:07 dengan pakaian yang sangat menggiurkan. 8:09 Saya katakan tolong diingatkan Pak 8:11 Kapolda ni jangan nanti sampai bisa 8:14 terjerubus gara-gara si Ain ini. Jadi 8:17 masalahnya ini kita melupakan. Maka saya 8:20 menganggap perlu mengingatkan kembali 8:23 ini bukan persoalan baru. Yang penting 8:26 bagaimana kita mencegah di masa depan 8:28 bukan lalu membongkar dan melaporkan 8:30 kepada rakyat. Padahal ini sudah terjadi 8:32 di masa lalu. Kok bisa terjadi? 8:35 Heeh. 8:35 Ini ini yang ini yang menjadi ini 8:37 menjadi masalah di kita. Jadi ingatlah 8:39 Ayin ini pernah sidak 8:42 di ditebukkan. Wah rupanya mewahnya luar 8:46 biasa. Itu dia berbeda dari narapidana 8:48 lainnya. Iya. Dan syukurnya Bang Nuim 8:52 bahwa [berdehem] katanya ee pemerintahan 8:55 Prabowo sudah melunasi ya utang BLBI ya. 8:57 Dalam hal ini 9:01 sudah dilunasi. 9:02 Sudah dilunasi Bang Nuim. 9:04 Tidak. 9:05 Nah, Bang Noim kalau di luar penjara 9:07 orang kemudian bisa membeli kemewahan. 9:09 Jangan sampai muncul anggapan bahwa di 9:12 dalam penjara pun keadilan bisa dibeli. 9:14 Apa yang sebenarnya harus dibenahi agar 9:16 hukum tidak berhenti sebagai tulisan di 9:18 atas kertas, tetapi benar-benar 9:20 dirasakan oleh seluruh rakyat. 9:23 [mendengus] 9:24 Ini susah sekali. Ini yang menjadi 9:26 masalah kita sekarang ini. Coba Agus 9:29 pikir ya, berapa banyak kasus korupsi 9:32 yang terbongkar hampir saban hari kalau 9:35 tidak bupati de semua ikut bagaimana. 9:38 Karena barangkali mereka melihat contoh 9:40 di atas. Kata orang kita kalau guru 9:42 titik-titik berdiri maka murid [tertawa] 9:44 titik-titik berlari. Tapi Taufik Taufik 9:47 ya seorang seorang sastrawan kita, 9:50 seorang pujangga kita mengatakan kalau 9:52 guru titik-titik berdiri nanti gurunya 9:55 harusnya dititik-titikin murid. Tapi 9:56 enggak nih muridnya titik-titik berlari. 9:59 Ini masalah yang sangat besar. 10:01 Karena belakangan ini memang terjadi ya 10:04 kasus korupsi yang sangat luar biasa dan 10:07 jumlahnya itu triliunan. Kita tahu Harve 10:09 Moiz kan antaranya lah ini ya 10:11 Harwi Moiz dari timah itu berapa dahsyat 10:15 itu ke dahulu harus saya katakan dari 10:18 sejak dahulu sudah ada korupsi di 10:20 Indonesia makanya pernah terjadi debat 10:23 yang sangat luar biasa antara mantan ee 10:27 wakil presiden almarhum Muhammad Hatta 10:30 dengan mantan pemilik surat kabar 10:32 Indonesia Raya yaitu Mukhtar Lubis 10:35 almarhum Mukhtar Lubis Hatta mengatakan 10:38 kan sayang bahwa korupsi nampaknya sudah 10:41 membudaya di Indonesia. Membudaya di 10:44 Indonesia. Lalu MAR Lubis mengatakan, 10:48 "Bapak mantan wakil presiden kalau sudah 10:50 membudaya ya diajarkanlah di sekolah." 10:53 Nah, kalau kita melihat ada satu lagu. 10:56 Lagu ini menarik sekali, lucu lagunya. 10:58 Ini Minal Aidin wal Faizin. [tertawa] 11:01 Ini digubah di tahun-an. Heeh. 11:03 Di situ di akhir lagu itu ada pesan 11:07 korupsi jangan lakuin lagi tahun depan 11:09 gitu faizin. Maaf lahir batin 11:11 korupsi jangan. Tapi kan ini sudah tahun 11:13 50-an. Bedanya ada bedanya di zaman lalu 11:18 orang korupsi dia malu-malu menggunakan, 11:22 menampakkan, memamerkan hasil 11:24 korupsinya. Sekarang 11:27 mereka malahan mengumbar. Jadi ada 11:29 misalnya polisi yang ajun komisaris atau 11:32 apa punya rumah yang dianggap mewahnya 11:33 sangat luar biasa. Kecuali kalau rumah 11:35 itu memang pusaka kita tidak tahu. Ini 11:37 kan tidak jauh dari Jakarta. 11:38 Nah, saya ceritakan 11:40 dahulu di Medan, Nah, saya ini orang 11:42 Medan. Dahulu [tertawa] di Medan itu 11:45 orang jual lotre di pinggir jalan. 11:47 Biasanya orang-orang Tionghoa yang sudah 11:49 kakek-kakek itu jual lotre di pinggir 11:51 jalan. Nah, ini hadiahnya kalau tidak 11:53 salah pada waktu itu hadiah pertamanya 11:55 Rp1 juta. Wah, Rp1 juta di zaman itu, 11:58 wih luar biasa banyaknya. Nah, beredar 12:02 isu beredar semacam keterangan eh kau 12:06 kalau beli tiket loteri kau menang nomor 12:09 satu jangan diuangkan lah. Kenapa 12:12 jangan? Kalau kau diuangkan, kau hanya 12:14 dapat Rp1 juta. Kau jual kepada pejabat 12:17 yang korupsi. Hah? Iya. jual ke dia 12:20 dengan dia kan beli dengan harga 12:22 Rp1.100.000 12:24 lah. Kok bisa? Ah begini dia beli Rp1 12:27 juta.000 ya. Jadi dia punya tiket nih 12:30 loteri nanti dia umumkan di koran. Wah 12:32 pejabat anu menang loteri Rp1 juta. 12:35 Kemudian ketika dia menghabiskan R5 12:37 juta, orang bilang ya dia kan menang 12:38 loteri. Orang kan enggak ngitung dia 12:40 beli mobil harganya ber enggak ngitung. 12:42 Jadi masih ada malu-malunya. Jadi kalau 12:45 mau dikatakan bahwa manusia yang punya 12:48 malu itu masih punya etika ini [tertawa] 12:51 adalah orang korupsi seperti ini masih 12:53 ada etikanya tapi tetap saja korupsi ini 12:57 sudah menjadi seperti dikatakan almarhum 13:00 Muhammad Hatta budaya dan ini mau 13:04 dibantah mau di apa silakan tapi ini 13:06 kenyataan kita tahu ketika almarhum 13:10 Muhammad Hatta wafat itu di kamarnya 13:14 kata di antara buku-buku dan di dalam 13:17 majalah kalau tidak satu majalah itu ada 13:19 kedapatan gambar 13:22 gambar ini adalah gambar iklan sepatu 13:25 Bali buatan Swis 13:27 rupanya sang wakil presiden kita ini 13:30 almarhum ini yang luar biasa ini yang 13:32 menulis suatu cerita suatu esi ya naskah 13:36 mengenai demokrasi kita rupanya dia 13:38 kepengin membeli sepatu tapi belum ada 13:40 rezeki untuk itu. 13:41 Iya. 13:42 Maka ya sampai wafatnya. Ah ini tidak 13:45 menjadi contoh. Malahan dianggap eh 13:47 bodoh amat ada kesempatan kok tidak. Ini 13:50 dia. Ini yang ingin kita susah. Jadinya 13:52 orang itu menganggap ada kesempatan 13:54 korupsi kok enggak mau korupsi ini. 13:57 Sedangkan orang lain semuanya korupsi. 13:58 Ah itu banyak orang lain korupsi. Ini 14:01 yang ini yang barangkali perlu kita 14:02 atasi. Dan adanya hukuman yang jauh 14:05 lebih berat. Jangan orang yang tidak 14:07 bersalah dikriminalisasi. 14:09 orang yang bersalah malahan dicoba untuk 14:11 dibebaskan. Jadi masalah hukum ini 14:14 seperti dikatakan oleh Mahfud ya MD 14:17 sendiri bahwa di Indonesia ini celakanya 14:20 kalau sudah berkuasa itu malaikat pun 14:23 bisa jadi iblis. Jangan 14:25 kita sehendaknya bisa menghindari semua 14:27 ini. Ini penting sekali ini bukan bukan 14:31 bukan apa. Kasihan rakyat kita. Kasihan 14:33 kita tahu kan 14:35 MBG belum apa-apa baru paginya 14:37 dipuji-puji sorenya ditangkap karena 14:39 korupsi tapi belum belum diputus 14:42 bersalah tapi sudah ada dua bukti yang 14:45 meyakinkan makanya dia bisa ditangkap 14:46 orangnya 14:47 ini kan kasihan kita melihat sebuah ini. 14:50 Jadi saya pernah ngomong dengan 14:54 barangkali polisi yang di Indonesia 14:56 tidak ada taranya dalam soal kejujuran 14:58 yaitu Pak Hugeng setelah almarhum tidak 15:01 lagi menjadi kepolisi karena dia masuk 15:03 di petisi 50. Barangkali banyak yang 15:06 tidak ingat lagi dalam pendengar ee 15:08 rasil ini tentang petisi 50 ini adalah 15:11 suatu petisi satu kelompok orang terdiri 15:14 dari 50 orang dipimpin oleh antara lain 15:16 almarhum Ali Sadikin yang merupakan 15:19 bentuk oposisi terhadap Soeharto. Nah, 15:21 Pak Hugeng ini kalau bicara dengan saya 15:25 begitu berdiskusi dia tidak mau 15:27 mengatakan Soeharto. Tidak. Tapi si 15:30 Harto itu si Harto. 15:33 Jadi saya ya dia mengatakan saya katanya 15:37 pada suatu kali didatangi seorang calon 15:40 Kapolri yang mengundang saya untuk 15:42 menghadiri pelantikannya keesokan 15:45 harinya. Jadi saya katakan kepada beliau 15:48 ini tolong dong disampaikan kepada 15:50 anggota kepolisian Republik Indonesia 15:53 jangan puli punggutan liar ini itu. Nah 15:57 ini calon Kapolri bilang bagaimana Pak 15:59 ini gajinya enggak cukup. Kalau gaji 16:00 enggak cukup cari makan tempat lain. 16:02 Heeh 16:02 begitu. Tapi besoknya pagi-pagi gitunya 16:05 saya terima telepon Pak. Maaf Pak 16:07 undangan untuk menghadiri pelatikan saya 16:09 terpaksa dibatalkan. 16:11 Si Harto tidak setuju dengan undangan 16:13 terhadap Pak ee Hugang ini. Pak Hugang 16:16 ini orangnya sangat sederhana. Saya 16:17 ingat pakai semacam sandal saja ya. Itu 16:20 mereka tiap hari 16:22 Selasa dan Kamis itu 16:23 bertemu di Jalan Borobudur di tempat 16:25 Ahli Sadikin. Dan saya kalau di Jakarta 16:27 saya sih enggak di sana karena saya 16:28 senang 16:29 makanan-makanan ee Sundanya ya yang 16:32 banyak lalapnya gitu, banyak ulap lalap. 16:34 Saya senang, saya suka hadir dan jumpa 16:36 mereka untuk wawancara. Jadi ini dia 16:39 mengatakan kalau merasa gaji tidak 16:41 cukup, jangan menjadi polisi cari makan 16:44 di tempat lain. Ingat 16:45 beberapa waktu yang lalu belum begitu 16:47 lama berselang ada seorang guru 16:50 melaporkan ketika dia menanyakan kepada 16:52 murid-muridnya di Indonesia itu, "Kamu 16:54 nanti kalau besar ingin jadi apa?" "Jadi 16:56 polisi." Kenapa? "Wah, banyak uang 16:59 masuknya, Pak." Begitu. Jadi kan 17:00 [tertawa] kasihan kan polisi ini 17:02 dengan presisinya dan lain sebagainya. 17:06 Hm. Baik. Bang Noim, tapi kan kita juga 17:09 kemarin juga terhanyak ya ketika mantan 17:12 Jaksa Agung Muda tindak pidana khusus eh 17:15 Febri Adriansa ini juga ee dijadikan 17:18 ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan 17:20 pada bulan Juli 2026 terkait dugaan 17:24 korupsi dan TPPU. Walaupun perkara ini 17:26 masih terus diproses berdasarkan asas 17:29 praduga tak bersalah. Namun kemudian 17:31 yang menjadi ironi besar adalah ketika 17:34 pejabat yang pernah berada di garda 17:37 depan pemberantasan korupsi justru 17:39 terseret dugaan korupsi. Kalau aparat 17:42 saja ini diduga melakukan pelanggaran, 17:45 lalu siapa yang akan mengawasi pengawas? 17:47 Dan bagaimana pula Presiden Prabowo bisa 17:50 memastikan bahwa pemberantasan korupsi 17:53 apalagi semangat ee Prabowo ini untuk 17:56 pemberantasan korupsi juga tidak 17:57 kaleng-kaleng gitu ya. tidak hanya tajam 17:59 ke bawah, tetapi juga berlaku bagi 18:01 orang-orang di lingkar kekuasaannya. 18:03 Bang Noim. 18:04 Iya. Coba bayangkan 18:07 siapa yang mengawasi sang pengawas? Nah, 18:09 ini ada suatu ungkapan ya. 18:11 Iya. 18:12 Di dalam bahasa Latin. Dalam bahasa 18:14 Latin siapa yang mengawasi sang 18:17 pengawas? Ini yang jadi kadang-kadang 18:19 kita bilang, "Wah, [berdehem] kalau gini 18:20 enggak ada habisnya. Sang pengawas ini 18:22 harus diawasi. Harus tidak bisa. di mana 18:24 kejujuran ini yang harusnya kita melihat 18:27 yang paling menyedihkan bagi saya bukan 18:30 saja tertangkapnya ya saudara Febri 18:34 Arjansyah bukan itu. Tetapi barangkali 18:37 Pak Agus ingat sebelumnya pihak 18:41 kejaksaan telah mengeluarkan instruksi 18:45 kepada seluruh kejaksaan di seluruh 18:47 Indonesia untuk memeriksa MBG. 18:52 He 18:52 benar. 18:52 Heeh. ada surat edaran dari kejaksaan. 18:55 Tetapi ketika kasus ini setelah ditangk 18:59 diungkap oleh polisi, oleh ee 19:01 kepolisian, diserahkan kepada kejaksaan, 19:04 tahu-tahu instruksi itu dicabut kembali. 19:07 Apa maknanya? Apa maknanya? Apakah orang 19:10 tidak berpikir kenapa dikeluarkan 19:13 instruksi sebelumnya agar semua 19:15 kejaksaan di seluruh Republik Indonesia 19:17 melakukan penyelidikan terhadap 19:21 MBG? Tahu-tahu setelah ini diserahkan di 19:24 kabarnya kabarnya ada instruksi dari 19:28 yang lebih tinggi supaya eh jangan 19:29 menyebut kegaduhan. Kita lihat, kita 19:31 lihat saja apa yang terjadi dengan 19:34 saudara Purbaya. 19:35 Heeh. 19:36 Dia di dia dia baru setahun lah 19:38 kira-kira sudah dikeluarkan. Kenapa? 19:41 Karena ada persoalan dengan Direktorat 19:44 Pajak dan Direktorat Bea Cukai. Dia 19:47 ingin melakukan orang mengatakan ingin 19:49 melakukan pembersihan di sana. 19:52 Nah, ini berbahaya. Jadi nampaknya kalau 19:57 kita di Indonesia ini ada yang 20:03 jujur, mampu, mungkin tidak lama 20:07 karirnya. Buktinya juga bagi saya 20:10 sebagai wartawan broadcaster, Habibi itu 20:13 besar jasanya dalam memerdekakan 20:17 media di Indonesia untuk melakukan 20:19 tugasnya sebagai the state. Jadi bukan 20:23 trias politika, tapi ada satu lagi yang 20:26 di Inggris disebutkan sebagai 20:28 trias yang keempat. Jadi ada yudikatif, 20:32 ada eksekutif, ada legislatif, ada 20:35 media. 20:37 Media ini dianggap sebagai default 20:39 estate melengkapi yang tiga karena harus 20:41 ada pengawasan. 20:43 Ya, ini sayangnya tidak berjalan. 20:46 Kemudian ketika media mencoba untuk 20:49 melakukan pengawasan seperti yang 20:52 menjadi tugasnya, lalu dikatakan antek 20:56 asing, londo, ireng, e macam-macam. Jadi 21:00 kita juga bagaimana karena kita tidak 21:02 punya oposisi resmi. 21:05 Mana ada oposisi dulu kita mendengar wah 21:08 ya PKS itu adalah oposisi di parlemen. 21:11 Tidak kedengaran sama sekali sekarang 21:12 ini. 21:13 Heeh. 21:13 Tidak ada kedengaran sama sekali. Jadi 21:16 tanpa oposisi ya tidak bisa. Tidak bisa. 21:20 Ini menjadi masalah yang sangat luar 21:23 biasa. Dan dalam Islam itu setiap orang 21:26 itu mesti menjadi semacam oposisi 21:28 terhadap lainnya. dalam artian 21:30 mengingatkan orang itu, "Ini perbuatan 21:32 kamu salah." Tapi kalau ini 21:34 terus-terusan, bagaimana kita bisa 21:37 mengharapkan akan terjadi perbaikan? 21:40 Kalau ini dianggap sebagai suatu yang 21:42 sangat biasa, ya itu jadi orang menjadi 21:45 unli dan lain sebagainya itu sudah 21:47 menjadi ya kata orang itu bagian dari 21:49 kehidupan kita. 21:51 Heeh. 21:51 Padahal tidak seharusnya demikian. Tidak 21:54 seharusnya itu rasyah. Rasywah itu di 21:57 dalam Islam diharamkan. tidak boleh. 21:59 Tapi apa boleh buat? Ini tidak menjadi 22:02 masalah. Sekarang saja kita tahu ketika 22:04 KPK misalnya direvisi undang-undangnya 22:08 dia menjadi ASN ee aparatur Sipil Negara 22:11 itu kan waktu itu ratusan 22:15 profesor dan lain sebagainya memohon 22:17 kepada Presiden ketujuh, 22:19 tolong Pak jangan disetujui keputusan 22:22 DPR. Tapi presiden mengatakan ini 22:25 kemauan rakyat tuh DPR ya. dia 22:27 tandatangani ya sudah jadi kalau ada 22:30 kekuatan itu ya itulah makanya kita 22:33 mengatakan kenapa kita menganggap atau 22:35 banyak orang atau ada orang yang 22:37 menganggap bahwa sebenarnya Habibi 22:40 adalah presiden yang cukup mumpuni 22:43 ketika dia mengambil alih setelah 22:45 reformasi itu dolar waktu itu 17.600 22:50 iya 22:50 bisa ditekan sampai 6000 22:52 6 22:53 e 6.500 22:56 Dia memerdekakan media dan ketika 22:59 setelah dia digantikan oleh Abdurrahman 23:01 Wahid allahyarham, saya pergi pesiar 23:05 dengan kawan. Ada kawan mengajak pesiar 23:07 dari Inggris naik kapal namanya Queen 23:09 Mary. 23:10 Dari Southampton kita pergi ke Yunani ke 23:12 mana-mana. Nah, waktu naik ke kapal 23:15 untuk ngikuti CRUS itu pelayaran itu, 23:17 kebetulan kita diperkenalkan kepala 23:20 dapur. Kepala dapurnya seorang warga 23:22 negara Indonesia yang pernah menjadi ee 23:24 suka mendengarkan Radio Australia. Jadi 23:26 dia tahu nama saya. Ketika berkenalan 23:28 dia mengatakan, "Aduh sayang, Pakim, 23:30 Bang Nuim. Kenapa harusnya ikut 23:32 pelayaran yang lalu?" Kenapa pelayaran 23:35 yang lalu ada Pak Habibi? Lalu 23:38 di mana saja kita singgah, Pak? itu 23:41 pejabat-pejabat setempat dengan mobil 23:43 pakai bendera datang untuk memberi 23:45 penghormatan hanya untuk salapan pada 23:47 beliau. 23:47 Oh 23:48 ya. Tapi saya bilang di Indonesia enggak 23:49 laku dia. 23:50 Baru 17 bulan sudah disingkirkan. 23:53 Iya. 23:53 Iya ya sayangnya. Ah itu dia. Sayangnya 23:57 ya itu dia. Tapi kita tidak berbuat 23:59 apa-apa kan sayang saja gitu. Jadi ini 24:02 dia mampu ada yang mengatakan benar atau 24:05 tidak wallahuam bawab. Karena dia pernah 24:07 menjadi wakil presiden measure smith 24:09 dari perusahaan penerbangan di di 24:11 Jerman. Dia ada yang mengatakan tidak 24:13 ada satu pesawat terbang pun yang 24:14 mengudara sekarang ini yang tidak ada di 24:17 dalamnya sumbangan dari pemikiran 24:19 Habibi. 24:20 Allahyarham. 24:21 Oh. Tapi tapi beliau karena diisukan 24:24 bagian dari Orde Baru makanya kemudian 24:26 ditolak oleh masyarakat saat itu Bang 24:29 Nuim ya. Padahal ee beliau adalah 24:32 pemimpin terbaik. Begitu bisa dikatakan 24:35 seperti itu, Bang Dib ya. 24:36 Iya. Iya. Bisa. Ada yang mengatakan, 24:38 "Iya, tapi dia itu bikin kesalahan 24:39 fatal. Apa kesalahannya? Ya ituu Timor 24:43 Timur lah. Itu bukan kita punya." 24:45 Heeh. 24:46 Lah bagaimana? Ya, saya pernah di sini 24:49 saya mewawancarai di Australia. Menteri 24:51 luar negeri waktu itu ada balik 24:53 allahyarham. 24:54 Heeh. Dia dengan gaya medan mengatakan 24:57 kepada saya, "Eh, kau jangan 24:59 macam-macam. Jangan lewat Radio 25:01 Australia. Nanti kau bilang itu Timur 25:03 Dili." Timur Dili. Dulu bukan Timor 25:05 Lesti namanya Timur Dili. Itu bukan kita 25:07 punya. Itu Portugis punya kita punya itu 25:09 Rian Barat katanya. Kita enggak ikut 25:11 cabut. Nah, waktu itu tapi kita coba 25:13 baca buku-buku yang ditulis oleh 25:15 orang-orang Amerika. Bagaimana waktu itu 25:18 Orde Baru Soeharto kan masuknya pada 25:21 tanggal 7 Desember 25:24 7 Desember 1975 25:26 masuknya Indonesia ke Timor Dili waktu 25:29 itu. Itu terjadi sehari setelah Presiden 25:33 Ford dan Henry Kisser meninggalkan 25:36 Jakarta 25:38 itu masuk. Dan menurut menurut seorang 25:40 jenderal kalau tidak salah saya Beni 25:42 Murdani, dia mengatakan belum pernah 25:45 ABRI kehilangan begitu banyak prajurit 25:47 seperti ketika akan masuk ke timur Dili. 25:50 Dan akhirnya apa? Itu memang bukan kita 25:53 punya. Itu sudah diketahui yang kita 25:55 punya itu adalah Irian Barat bukan 25:58 Timord itu Portugis bukan Belanda yang 26:01 berkuasa di situ. Kenapa kita masuk? 26:03 Karena ketakutan ketah itu Amerika baru 26:06 dikalahkan di Vietnam. Iya. 26:08 Maka takutlah menyebar ni 26:11 takut komunisme menyebar. Iya. Itu dia. 26:14 Maka Indonesia dibujuk. Dan saya pernah 26:17 dalam satu seminar di Australia ini 26:19 mengatakan kepada para profesor dari 26:22 Universitas MON, saya katakan, "Kalian 26:25 jangan coba-coba untuk mengecam 26:27 Indonesia di Timor Timur. Kalianlah yang 26:30 menyuruh Indonesia masuk ke Timor Timur. 26:32 Sekarang kalian lepas tangan." Mereka 26:34 mengatakan setelah itu iya benar, 26:36 Saudara benar. kita telah dipermainkan, 26:39 kita menjadi alat, lalu kita marah. Nah, 26:42 ini Habibi mengatakan, "Oke, adakan 26:45 pembubutan suara diadakan." Dan memang 26:48 sebagian terbesar rakyat Timor Dili atau 26:51 Timor Timur atau Timor Leste ingin untuk 26:53 pisah dari Indonesia. Padahal waktu itu 26:57 seorang pimpinan gereja yang terkemuka 27:00 yaitu dari dari Timur waktu itu dia 27:04 mengundang saya. Dia datang ke Melbon, 27:06 dia mengundang minta diinterview. Saya 27:08 bilang, "Untuk apa, Pak Pendeta?" Pak 27:10 Bisop, Pak cukup. Saya katanya ingin 27:12 menyampaikan kepada pemerintah 27:13 Indonesia, kepada kami jangan ditawarkan 27:15 merdeka terlebih dahulu. Beri kami 27:18 otonomi. Setelah berapa tahun baru kami 27:20 belum siap untuk merdeka. Kata dia waktu 27:21 itu. Carlos Belo, 27:23 Carlos Belo, saya berani bersumpah bukan 27:26 saya. Saya ada teman saya juga dari 27:27 siaran bahasa Inggris saya ajak untuk 27:29 wawancara. Dia mengatakan, "Kami belum 27:31 siap sebenarnya. Berilah kami waktu, 27:33 beri kami otonomi. Habis itu baru kami 27:35 diinterview. E waktu ditanya apakah 27:37 ingin merdeka atau tetap bersama 27:39 Indonesia. Ya, ini kacau juga kita. Tadi 27:41 Habibi melakukan ini sudah serahkan 27:43 kembali kepada PBB. 27:45 Iya. Iya. Dan itu baru diketahui 27:48 saat-saat ini setelah beliau sudah tidak 27:50 ada. Bang Nuim, kita sudah berada di 27:53 penghujung acara. Bang Nuim mungkin ada 27:54 sedikit kesimpulan dari dialog kita di 27:56 pagi hari ini, Bang Nuim. 27:59 ee ya kalau kita melihat ya ee ajaran 28:04 dari dari agama kita, agama Islam. Jadi 28:08 kalau kita lihat ada ee surat dalam 28:13 surat Sad iya surat Sad itu surah ke-38 28:18 ayat 26 itu bagus sekali isinya. 28:21 mengatakan Allah Subhanahu wa taala 28:22 berfirman, "Hai Daud, sesungguhnya kami 28:25 menjadikan engkau khalifah di bumi. Maka 28:27 berilah keputusan antara manusia dengan 28:30 benar dan janganlah engkau mengikuti 28:32 hawa nafsu, niscaya ia akan menyesatkan 28:34 engkau dari jalan Allah. Sesungguhnya 28:37 orang-orang yang sesat dari jalan Allah, 28:39 bagi mereka azab yang lepedih karena 28:41 mereka melupakan hari perhitungan." 28:44 Jadi, ya barangkali ini peringatan untuk 28:46 kita semua. Bukan hanya para hakim, para 28:48 jaksa, 28:49 para polisi, para tentara, tapi untuk 28:51 kita semua di jalan yang benar itu 28:53 penting. Karena kita saban hari, saban 28:56 hari kita ketika salat meminta kepada 28:59 Allah azza waalla, ihdinasiratal 29:02 mustaqim. Tunjukilah kami jalan yang 29:04 benar. 29:06 Baik, Bang Noim. Jazakallah atas 29:08 pencerahannya di pagi hari ini, Bang 29:10 Nuim. Sehat-sehat selalu. Insyaallah 29:11 kita jumpa lagi di hari Senin pekan 29:14 depan. Asalamualaikum warahmatullahi 29:16 wabarakatuh, Bang Noim. 29:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 29:19 wabarakatuh.