Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:19 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Waalaikumsalam. 0:21 Selamat siang bagi kita semuanya. 0:25 Ee 0:27 kalau dari grup ya, dari grup nih WAG 0:32 kita itu masih banyak yang di perjalanan 0:35 ee dimaklumi karena memang mobilitas ee 0:39 orang tua dengan membawa anak-anak di 0:41 Babel itu agak sedikit lambat ya. Ee dan 0:45 biasanya ee itu karena mereka ada acara 0:49 di tempat lain baru ke sini ya. Jadi ee 0:55 kalau Ibu lihat 0:58 ee saya ini jabatannya merangkapangkap 1:00 Bu Repot gitu kan dan selalu kalau acara 1:05 saya paling cantik. 1:08 Sekarang ada saya 1:09 sekarang ada teman Bang Abdullah sama ee 1:13 kameramen. Jadi bisa bersaing sama saya 1:16 kan gimana yang lebih cantik mana yang 1:18 tidak. Oke. Ee 1:21 yang lalu itu kita memang batasi 20 1:24 orang. Yang sekarang ini kita enggak 1:26 kita enggak batasi, tapi ee ternyata ada 1:28 banyak hambatan di grup ini masih di 1:30 dalam perjalanan. Kita ee enggak apa-apa 1:33 kita mulai saja nanti yang lainnya bisa 1:34 nyusul dan menyesuaikan. 1:37 Ee 1:39 hari ini ee kita kedatangan tamu 1:42 undangan Ibu ee Zeba Evolusi Cilitonga, 1:47 dokter. 1:48 Kemudian beliau ini aktivis juga. Jadi 1:51 enggak usah khawatir kalau aktivis itu 1:53 bahasanya advokatif ya dan provokatif. 1:58 Dan ee beliau juga ternyata ee saya baca 2:02 di Google ya, saya Googling itu ee apa 2:06 saya penjahat Google Bu. Jadi saya suka 2:08 mau cari tahu siapa ini Ibu Ibu Ibu Zewa 2:12 ee ternyata ahli madia mantan ahli madia 2:15 di Dinkes Kesehatan yang memang secara 2:18 profesi dan keahlian 2:21 ee pas karena menyangkut pelayanan 2:24 pelayanan kesehatan. Karena yang ee FGD 2:27 kita yang lalu itu banyak ibu-ibu yang 2:29 mengeluh tentang soal ee pelayanan 2:32 kesehatan di Paskes ya. ee terutama bagi 2:36 anak-anak yang punya ee disabilitas 2:39 khusus seperti ee CPELI 2:43 dan syndrome autis yang dibatasi sampai 2:47 usia 7 tahun gitu. Padahal ee ee 2:51 parameter atau ukuran tubuh kembang anak 2:54 normal dengan tidak normal itu berbeda 2:57 ya. Berbeda. Karena saya juga mengalami 2:59 Bu saya juga dengan anak autis ya. saya 3:02 ngalamin ee saya juga orang tua dari di 3:05 Pabel ya. Nah, tapi alhamdulillah kalau 3:08 saya kebetulan ngambil langkah 3:10 homeschooling Bu ya. Saya homeschooling. 3:13 Jadi anak-anak saya saya angkat tangani 3:16 ee di luar kecuali sempat ee ikut ee apa 3:22 namanya ee terapi wicara di 3:26 Rumah Sakit Patmawati Sonar Lumba-lumba. 3:29 Lumayan biayanya Rp500.000 R per satu 3:31 kali pertemuan itu tahun 2004 3:35 ya. Itu sangat lumayan. 3:38 Apalagi kalau sekarang dihitung berapa 3:40 biayanya kan gitu. Nah, itu kalau dengan 3:43 kondisi ekonomi apalagi situasi 3:45 Indonesia yang lagi ngurat-marit begini 3:48 ya ee kami keluarga di Pablo para orang 3:51 tua ini memang akan pasti mengalami 3:52 hambatan dan mungkin nanti Bu akan 3:54 memberikan solusi. Kemudian ee di 3:57 samping kami, kita juga ada Pak Abdullah 4:00 Hemahua ya. Enggak apa-apa panggil 4:03 Abang, enggak apa-apa beliau masih muda 4:05 ya. Kalau aktivis itu biasa dipanggil 4:06 abang. Saya biasa manggilnya Bang Dulah 4:08 meskipun usianya sudah 79 tahun ya. Nah, 4:13 tetap saya panggilnya Bang Abdullah 4:16 aktivis senior masih kuat untuk 4:20 demonstrasi. Jadi nanti kalau kita mau 4:22 demo ke MKES, nah Bang Dulah kita bisa 4:26 aja ya buat orasi. Beliau ini ee 4:31 termasuk 4:33 ee apa namanya? Dewan ee pembina di Kad 4:37 Inklusi ya. Dewan pembina e jelas kalau 4:40 keahliannya kalau pernah menjadi dewan 4:42 pengawas di KPK ya ngawasin kita aja 4:45 kecil gitu loh ya. Ngawasin korupsi aja 4:48 bisa gitu kan. Nah, lagi kita yang 4:50 jujur-jujur nih diawasin lebih gampang 4:53 kan begitu ya. Nah, silakan Bu langsung 4:56 langsung kita ambil ada suci kiri suci 4:58 kanan ya. Enggak apa-apa di kanan. Kalau 5:01 yang paling depan biasa surganya duluan 5:04 tuh nanti ya. Ah. 5:07 Nah, nanti Bang Dulah ini akan 5:10 menjelaskan 5:12 tentang pasal 34 Undang-Undang Dasar 5:15 implementasinya. Sehingga kita punya ee 5:18 ibu-ibu ketika berhadapan dengan paskes 5:22 yang secara ee lokal mereka punya 5:25 kebijakan berbeda dengan pemerintah. Ibu 5:27 bisa dalam tanda petik melawan secara 5:30 argumentatif 5:32 ya, secara argumentasi. ini loh 5:34 Undang-Undang 34 implementasinya ini loh 5:37 Undang-Undang Kesehatan ya nomor 8 tahun 5:40 2016 ini loh ee pasal-pasalnya kan gitu 5:44 ya. Nah, ya jadi wah biasa nampir ee 5:49 petugas itu bingung tuh wah pintar 5:51 sekali nih Ibu nih sekarang nih kan gitu 5:53 ya. Oke. Eh, saya undang Ibu Zeba. 5:56 Silakan maju ke depan dan Pak Abdullah. 6:00 Kita kasih applause. Ibu-ibu maju aja, 6:03 Bu. Maju di depan. Di depan. Ayo duduk 6:05 di depan. 6:06 Enggak apa-apa. Di depan itu. Eh, yang 6:08 belakang, Bu. Bu, di depan. 6:11 Nah, pindah ke depan nih. Jangan nanti 6:13 miring nih. Ayo ke depan. Enggak apa-apa 6:16 ya. 6:19 Silakan. 6:25 Maju lagi, maju lagi, Bu. Eh, di sini, 6:27 Bu. Enggak apa-apa. Ayo, biar biar kita 6:29 lebih dekat, 6:31 lebih akrab. 6:34 Ini bukan seminar ya. Kita kita ee 6:37 namanya focus group discussion. Jadi, 6:40 kita diskusi 6:42 ini narasumber utama. Ibu juga bisa jadi 6:45 narasumber berdasarkan pengalaman ya. 6:49 Ayo, depan lagi. Enggak apa-apa. Ini 6:51 kosong nih. Kosong entar ada setan loh 6:53 situ 6:56 ya. Oke. Karena Bu Jaiba 7:00 waktunya sangat padat jadi saya kasih 7:02 duluan. Nanti kita santai saja enggak 7:04 usah ee terlalu kaku ya. Ee Bang 7:09 Abdullah nanti belakangan ya. ee 7:13 setelah Bu Deba bicara itu nanti silakan 7:16 langsung ee bicara langsung tanya jawab 7:18 atau mungkin ngajukan permasalahan nanti 7:21 kita direkam ya ee semuanya nanti kita 7:24 akan rumuskan ya menjadi rumusan karena 7:26 ee tugas saya sebagai social empowerment 7:30 salah satunya adalah FGDangan FGD. FGD 7:33 ini merupakan bagian dari kita meneliti 7:35 persoalan-persoalan yang dihadapi oleh 7:37 keluarga di Fabel dan kita akan pecahkan 7:40 secara bersama-sama. Oke, demikian saya 7:43 berikan waktu kepada Ibu Zeba. Ee 7:46 terserah maksimal 30 menit, terserah mau 7:48 dipakai 1 jam enggak ada masalah ya. 7:50 Oke, 7:51 terima kasih Pak Imron, sang moderator 7:54 dan eh pimpinan FPD ya. Baik. 7:58 Asalamualaikum warahmatullahi 7:59 wabarakatuh. 8:02 Selamat siang semua. Pertama-tama ee 8:06 kami mengucapkan terima kasih ee 8:08 terutama untuk Pak Imron dan tim Bu Rani 8:11 dan ee semua dari tim Kadi Provinsi DKI 8:16 ya, Pak ya. Oh, pusat. Oh, KDI pusat ya. 8:20 Begitu juga dengan Pak Ustaz ya. Terima 8:23 kasih sudah bergabung. Kami di sini, 8:26 terutama saya mewakili dari IDI cabang 8:31 Jakarta Timur. Jadi masih dekat ya 8:33 Jakarta Timur. Sedikit pemberikan 8:36 profil. Tadi Bu Erna Abu Rani bilang 8:39 profilnya enggak ada ya Bapak ya. Saya 8:41 tinggal sebetulnya sama dengan K di 8:44 pusat tetangga. Saya tinggal di dekat 8:47 Walikota Jakarta Timur penggilingan. 8:50 Nah, saya tinggal di situ. Ee saya 8:53 sekarang aktif di beberapa komunitas 8:56 terutama untuk IDI cabang timur dan 9:00 wilayah Jakarta ee DKI Jakarta dan ee 9:05 menjadi salah satu fasilitator nasional 9:08 tentang kesehatan juga. Ee tadi sudah 9:11 menyangkut tentang Dinas Kesehatan. Saya 9:13 mantan. kebetulan saya sudah ee selesai 9:17 untuk bertugas di Dinas Kesehatan 9:20 Provinsi DKI Jakarta. Singkat cerita, 9:23 Ibu-ibu, Bapak-bapak eh Bapaknya oke ee 9:27 Ibu-ibu semua ya. Ee sedikit kita 9:29 menceritakan sebetulnya ada PR dari ee 9:34 teman-teman K di pusat apa sih seetulnya 9:37 hak inklusi divabel dalam bidang 9:41 kesehatan? Iya. Kenapa sayang? 9:51 Baik ya. Nah, Ibu-ibu semua ee jadi ee 9:57 saya kita diskusi aja langsung. 10:00 Tetapi untuk hak inklusi devabel dalam 10:02 bidang kesehatan saya ee kami mengambil 10:06 ee tema yang subtopiknya membangun 10:09 lingkungan yang ramah, setara, dan 10:12 mendukung kesehatan penyandang di fabel. 10:15 Ya, jadi di situ melingkup tadi ada 10:17 masalah-masalah tentang terkait dengan 10:20 FKTP atau fasilitas kesehatan. N kita 10:23 bahas ya. Sebetulnya kita memahami 10:25 realitas warga di Fabel dan keluarganya. 10:28 Tadi sedikit ee diskusi dengan Pak Imron 10:31 ee permasalahan sekarang kita bukan ke 10:34 anak di fabelnya tetapi bagaimana kita 10:37 keluarga terutama sebagai orang tua. 10:40 Nah, apa sebenarnya yang diperjuangkan 10:43 orang tua ya dengan disabilitas dalam 10:48 perjalanan mereka mendapatkan pelayanan 10:50 kesehatan? Tepat sekali ya. Banyak 10:53 sekali pengalaman pengalamannya. 10:56 Sebetulnya kalau kita memahami seperti 10:58 itu, kita ada beberapa yang perlu kita 11:01 ketahui sebagai orang tua atau keluarga. 11:05 Yang pertama adalah kebutuhan kesehatan 11:07 anak. Contoh yang di samping kiri kanan 11:10 kita, di depan atau di panggung. 11:12 Bagaimana kebutuhan anak kita? Anak kita 11:15 yang ee yang ee kita dalam arti ya ee di 11:19 fabel ya. Apakah kita sudah memahami 11:22 kebutuhan anak tersebut? Anak. Kalau 11:25 anak boleh usia berapa, Ibu-ibu? Anak 11:33 anak. Anak mencakup semua ya. Nol. 11:37 Betul sekali. Dan di stapik itu 11:40 sebenarnya nolnya itu sebelum lahir juga 11:42 termasuk ya. Jadi nol ya. Baik. Yang 11:45 kedua, akses pemeriksaan dan terapi. 11:49 Nah, ini tadi bagaimana asep pemeriksaan 11:52 kalau anak itu kesehatannya kurang baik 11:55 di saat misalnya hari ini atau besok 11:58 lusa dan seterusnya. Informasinya apakah 12:02 terbatas terkait dengan itu. Kemudian 12:05 hambatan komunikasi ya. Kemudian 12:09 kelelahan orang tua. Betul enggak, Bu? 12:12 Beda sekali kan Ibu? Mohon maaf, kita 12:15 sekarang fa-feran aja deh ya. Mohon 12:17 maaf, Ibu punya anak berapa, Bu? 12:21 Tiga. Yang pertama 12:25 bagaimana di fabelnya? Yang di urutan ke 12:27 berapa? 12:29 Heeh. Yang ketiga. Yang pertama aman. 12:33 Yang kedua aman. Nah, bagaimana 12:35 perbedaannya? 12:36 Sangat berbeda ya. Ee pasti ya. Jadi 12:40 memang ada acuan dalam kelelahan orang 12:42 tua, tetapi itu tidak menjadi ee 12:45 beberang kita ya. Kemudian kekhawatiran 12:48 tentang masa depan itu yang pasti. 12:51 Setuju gimana nih saya nih? Apalagi 12:54 mohon maaf kalau orang tua mempunyai 12:56 riwayat ya punya kormob ee ya punya dan 13:01 lain-lain. Gimana ini saya apa yang 13:03 harus saya lakukan? Bagaimanapun juga 13:05 itu anak adalah PR kita. PR dari yang di 13:10 atas memberikan mau diabel atau normal 13:13 harus sama seperti itu ya. Baik. Nah, 13:17 dari sekian permasalahan 13:20 perjuangan kita sebagai orang tua atau 13:23 keluarga, ada beberapa yang perlu kita 13:26 ingatkan. Perjuangan keluarga di Fabel 13:29 bukan hanya tentang menangani kondisi 13:32 anak tersebut. Setuju enggak? 13:34 Bukan. Kenapa 13:36 kira-kira karena apa? Karena kita juga 13:40 harus memastikan anak memiliki 13:43 kesempatan untuk yang pertama tubuh 13:45 sehat. Setuju? 13:47 Jadi jangan mau berang anak saya di 13:48 fabel. Aduh bagaimana saya? Kita akan 13:51 menjalan menjadi alur ee air mengalir. 13:54 Tetapi yang pasti yang pertama adalah 13:56 tumbuh sehatnya. 13:58 Jadi mohon maaf ya sekali lagi ibu-ibu 14:01 kita belakangnya modifel ada kekurangan 14:04 itu akan berjalan terus 14:07 terus sampai dia nanti dewasa ee dan 14:11 lain lansia dan lain-lain ya. Tetapi 14:14 kita harus yang pertama ad bagaimana dia 14:16 tumbuh sehat. Berbeda sekali ya ibu-ibu. 14:19 Halo, Ibu-ibu yang baik ya. Beda sekali 14:23 ya. tumbuh anak di fabel dengan kita 14:26 harus tumbuh sehat. Itu harus yang jadi 14:28 PR kita. Yang kedua, dia harus 14:30 berkembang walaupun memang berbeda ya. 14:34 Berkembang ya dalam tubuh itu akan 14:37 panjang bisa lebar. Kalau berkembang itu 14:41 bagaimana perkembangan sesuai dengan 14:44 usia. Usia tanda petik. Oke ya. Yang 14:47 ketiga adalah apa? Memiliki masa depan. 14:50 Setuju ya? Baik. Apa yang dimaksud 14:53 sebetulnya dengan inclusi defabel? Ada 14:55 enggak yang tahu 14:57 inclusi defabel? Belum. Yuk, kita simak 15:01 ya. Ya, coba diperhatikan. Inklusi 15:04 adalah upaya memastikan 15:08 ya anak-anak kita yang penjandang di 15:11 fabel dapat 15:13 berpartisipasi 15:15 penuh 15:16 ya. kemudian setara dan martabat 15:20 kehidupan masyarakat. 15:23 Ya, jadi ada sekolah SLB, sekolah luar 15:27 biasa ya. Kalau kita masuk sekolah luar 15:30 biasa, ada juga yang beberapa 15:33 ee orang tua yang memasukkan seperti 15:36 anak teman saya masukkan ke sekolah luar 15:39 biasa. Karena apa? dan tanda petik ya 15:43 mungkin karena dia punya pengalaman 15:44 keluarga atau punya pengalaman ee dalam 15:47 arti tanda petik ee anaknya untuk bisa 15:50 merangkul ee apa masyarat lain itu bisa 15:54 jadi ya. Nah, sekarang izin anak-anak 15:57 kita ini sekolahnya di mana? 16:00 Di S di SRB. Jadi tepat sekali ya karena 16:05 mapel mata pelajaran itu bisa diimbangi 16:07 dengan apa? Kementerian Pendidikan 16:10 terkait dengan divabel ya. Kemudian 16:13 inklusi bukan sekedar menyediakan 16:16 fasilitas ya khusus ya, tetapi 16:20 memastikan tidak ada hambatan fisik 16:22 seperti itu ya inklusi itu jadi inklusi 16:25 lagi ya kan bagaimana penyandang 16:28 berpartisipasi 16:30 ke tetangga, keluarga besar atau sekolah 16:34 ke guru itu setara tidak ada ee 16:37 pengurangan-pengurangan. 16:39 Oke ya, Bu ya. Setuju ya. Kemudian bukan 16:43 sekedar ingat inklusi bukan sekedar 16:47 memberikan apa ee fasilitas khusus, 16:51 tetapi fasilitas khususnya kalau kita 16:53 nanti kita bahas di ee di fasilitas 16:56 kesehatan memudahkan. Contoh, bila anak 17:00 menggunakan kursi roda, kita akan 17:03 memudahkan supaya dia dapat berjalan 17:06 dalam arti ada rem dan ee beraktivitas 17:09 di fasilitas kesehatan dengan aman. Buka 17:12 fasilitas kesehatan aja. Kalau 17:14 jalan-jalan ke mall ada enggak? Siapa 17:16 yang pernah ke jalan-jalan ke mall? 17:18 Anaknya di bawa ada. Ada enggak? Nah, 17:22 ya. Betul, Ibu ya. Jadi tidak Iya, betul 17:25 sekali. Jadi prinsip utama dari 17:28 pengertian inklusi di fabel itu ya bukan 17:33 penyandang disabel yang harus 17:36 menyesuaikan diri. Ingat ya, bukan 17:39 anak-anak kita bukan yang menjadi dia 17:42 menyesuaikan ayo kamu bergaul dengan 17:44 itu. Bukan. Tetapi ya, tetapi bagaimana 17:49 layanan terutama kami di bidang 17:52 kesehatan harus dapat mengakses semua 17:57 orang. Ingat ya, Ibu-ibu ya. Jadi nanti 18:01 kalau ada masalah di faskes tidak ada 18:04 rem RAM atau misalnya ee ee digabungkan 18:09 dengan ee apa ee pasien lain. Nah, kita 18:13 nanti akan bahas karena kita sudah punya 18:16 kebijakan-kebijakan baik dari pusat 18:18 maupun pemda DKI Jakarta ya. Jadi 18:22 inklusi itu menciptakan lingkungan di 18:26 mana penyandang disabel akan enjoy. 18:30 Ya. Jadi jangan bilang, "Aduh anak saya 18:33 divabel ee apa untuk fasilitas kesehatan 18:38 dibatasi." Tidak. bukan seperti itu. 18:40 Jadi inklusi diabel bagaimana kesetaraan 18:44 anak-anak kita yang mengalami disabel ya 18:48 divabel dan bagaimana terutama fasilitas 18:52 kesehatan meng ee memberikan ee apa ee 18:57 informasi dalam arti bagaimana 18:59 penanganan terutama untuk layanan 19:01 kesehatan ya. Jadi jangan berpikir 19:04 sekali lagi bagaimana kita membantu 19:07 orang divabel, bagaimana kita membantu 19:10 anak divabel, tetapi apa yang harus kita 19:13 lakukan agar mereka dapat berpartisipasi 19:18 secara mandiri dan bermanfaat. 19:21 Jelas ya, Ibu-ibu ya. Jadi jangan di 19:23 dikunci anaknya saya divabel. Tidak ya. 19:27 Walaupun anak kita divabel di luar, anak 19:30 kita bisa ee bergaul. ya seperti yang 19:34 lain tentunya orang anak yang normal 19:37 tanda petik juga dalam pergaulan dengan 19:39 anak di fabel di SLB atau di manaun atau 19:43 di tempat umum dia akan juga mengayomi 19:48 dalam arti mengerti dan itu juga masuk 19:50 di kurikulum ee sekolah ee yang normal 19:54 bagaimana anak divabel tersebut begitu 19:56 ya ibu-ibu ya. Baik. Nah, sekarang 20:00 mengapa hak inklusi dalam kesehatan 20:03 penting? Nah, tadi ada bisik-bisik ya, 20:06 ternyata ada hanya sampai 7 tahun. Terus 20:10 habis gitu kesehatannya bagaimana? Nah, 20:13 kita bahas sekarang ya teman Ibu-ibu ya. 20:16 Penyadang di Sabel memiliki hak yang 20:18 sama. Tadi kita sudah ya semuanya ya 20:20 atau ada pertanyaan langsung atau nanti? 20:23 Oke. Baik. Tetapi ingat ya ee fasilitas 20:28 kesehatan 20:29 apakah sudah memenuhi atau tidak. 20:33 Jadi kita bisa badikan dua sebetulnya 20:36 kita sudah kenal dengan ee apa ee 20:41 pelayanan kesehatan pertama dan tindak 20:45 lanjut. Nah, kalau terkait dengan BPJS 20:49 ya semua punya BPJS? 20:51 Iya. 20:52 Aman. Amin. Siapa yang belum punya? 20:56 Aduh aman. Kalau kita sekarang ada ya 20:58 undang-undang bagaimana kita warga 21:00 negara kita mempunyai BPJS karena itu 21:03 salah satu ee pemerintah akan membantu 21:06 secara tidak langsung ya. Jadi bilamana 21:09 fasilitas kesehatan belum diketahui 21:11 sepenuhnya tentang divabel bisa kita 21:15 diskusikan. Tetapi kita punya dua pusat 21:17 dan pemda. Jadi kalau kita ngomong ee 21:22 fasilitas pertama itu yang disebut FKTP 21:26 itu FKTP itu ada di mana? Di klinik 21:29 fasilitas 21:31 kesehatan tingkat pertama. Nah, di 21:33 Puskesmas, di klinik, di mana BPJS 21:37 ibu-ibu ya, Bapak-bapak bilamana 21:39 memerlukan fasilitas rujukan dia dapat 21:43 itu dulu. Tidak mungkin. Halo, Ibu-ibu, 21:46 tidak mungkin ibu-ibu langsung ke rumah 21:49 sakit. 21:50 Tidak bisa lagi sekarang. Betul. 21:55 Iya. Baik. Puskesmas 21:58 dia masuk ke kalau memerlukan rujukan 22:01 rujukan tipe C atau D. Kalau C dan D 22:04 tidak bisa langsung ke A dan B. Oke ya. 22:08 Sip ya. Baik. Nah, sekarang kesulitan 22:11 memperoleh informasi kesehatan. 22:15 Sebetulnya tidak lagi semua punya HP 22:20 punya. Nah, sekarang ada Google. Nah, 22:23 kita bisa lihat ya bagaimana informasi 22:26 kesehatan. Ternyata saya enggak mau ah 22:29 pusing baca-baca 22:31 jalan ke FKTP terutama ke Puskesmas. 22:34 Karena FKTP berbeda ya. Kalau ada yang 22:38 ee swasta itu yang klinik-klinik pratama 22:41 swasta. Tapi kalau Puskesmas itu 22:43 kebilikan pemda. ya. Dan itu akan 22:45 betul-betul kita sudah memapping bahwa 22:50 ee SDM kesehatan memberikan informasi 22:54 terupdate terkait dengan kesehatan di 22:56 faber. Kemudian hambatan komunitas 22:59 antara pasien dan tenaga kesehatan. Ada 23:02 enggak? 23:04 Aman. Sebelah sini, Ibu. Ada masalah? 23:07 Enggak apa-apa, jujur aja. Ada ya? 23:10 Ee sebelah sini aman. Kalau ada enggak 23:13 apa-apa catat nanti kita bahas ya. Terus 23:16 stigma diskriminasi ada enggak? 23:20 Aman ya. Tapi kalau ada enggak apa-apa 23:22 kita bahas ya. Ya. 23:34 Ya, saya langsung jawab. Takut lupa ya. 23:37 Nah, Teman-teman semua itu sebetulnya 23:40 mohon maaf kita saya di sini bukan 23:43 mengadu dambakan BPJS memerlukan data 23:47 update-nya. 23:49 Data update-nya harus gimana caranya 23:52 yang terkini kesehatan anaknya dibawa 23:54 atau enggak 23:56 dibawa? 24:02 yang 24:09 permasalahannya karena untuk ee 24:12 fisioterapi. 24:16 Fisioterapi bukan kesehatan dalam arti 24:20 kan 24:24 iya betul yang bermasalah di FKTP 24:28 ya. Iya. Jadi kita bisa bandingkan ya 24:30 Ibu-ibu ya. Kalau misalnya fasilitas 24:33 untuk fisioterapi, untuk tumbuh kembang 24:36 anak itu pasti akan lancar. Dalam arti 24:39 kita kan punya ada lima, tujuh kali itu 24:42 akan lancar. Tetapi kalau dalam arti ee 24:45 riwayat penyakit misalnya jantung itu 24:48 akan dilihat. Maka dari itu, Ibu-ibu 24:50 sekali lagi kalau misalnya ditujuk di 24:53 FKTL rumah sakit tolong minta surat 24:57 balasan rujuk baliknya. Jangan lupa 25:01 dengan itu teman-teman dari FKTP akan 25:04 lancar. 25:11 Oke. 25:14 Oke. Ya, enggak apa-apa. Jadi masukan, 25:16 ya. Jadi nanti saya sebagai dari IDI 25:18 Jakarta Timur ee terutama untuk pas 25:22 Jakarta Timur ya, Pak ya. bagaimana 25:24 untuk mengoptimalkan ya ujung-ujung 25:27 kebetulan saya juga di di wilayah DKI 25:29 Jakarta juga bagaimana lima kota dan 25:32 satu kabupaten bisa ya makasih Ibu untuk 25:35 masukannya ya. Baik ya. Jadi ee 25:39 pelayanan ee apa ee ini pertama akses, 25:44 kedua kesetaraan, 25:46 yang ketiga apa? Mandiri ya ingat ya. 25:50 Pertama aksesnya nih dapat enggak semua 25:52 nih kita? Oke. Yang kedua apa tadi? 25:55 Setara. 25:57 Setara. Yang ketiga mandiri. Kemudian 26:00 yang keempat menghormati terhadap 26:03 martabat manusia. Itu yang baik. Oke 26:08 kalau gitu jadi inklusi itu bukan 26:11 sekedar membantu penyandang disabilitas 26:14 ya ibu-ibu ya. Sudah jelas ya. Tetapi 26:19 bagaimana 26:21 memastikan mereka mengakses 26:24 ya, berkomunikasi dengan yang lainnya 26:28 sehingga dia akan ketara dalam arti 26:31 tanda petik ya. Jadi ingat akses 26:35 informasi, 26:37 partisipasi dan martabat itu yang 26:40 penting. Oke. Baik, kita lanjutkan. 26:44 Oke, sekarang bagaimana nih pelayanan 26:46 kesehatan? 26:47 yang pelayanan kesehatan mendapatkan 26:49 pelayanan ya 26:52 mendapat pelayanan kesehatan tidak boleh 26:54 mendapatkan pelayanan yang berbeda 26:57 berbeda atau ditolak hanya karena 27:00 diabelnya di fabelnya 27:02 enggak ada ya karena ini sudah ada 27:05 undang undang-undang terutama di DKI 27:08 sudah DKI ya apalagi secara eh Indonesia 27:11 ya karena K ini adalah pusat mendapatkan 27:14 informasi informasi mengal Kondisi 27:17 pemeriksaan anak dapat enggak semuanya? 27:20 Kalau ke FKTP? 27:23 Apakah diam-diam dokternya enggak ngasih 27:25 tahu kesehatan anaknya? 27:27 Kasih tahu. 27:27 Kasih tahu. Ya. Baik. Ya. Dilibatkan 27:31 enggak mengambil keputusan? 27:35 Contoh. Contoh ya. Ibu anaknya kita 27:39 rujuk ya ke rumah sakit. 27:42 rumah sakitnya kita ambil yang rumah 27:45 sakit A ya ternyata agak jauh. 27:50 Bagaimana Ibu dia mengeluarkan enggak ee 27:53 ee apa tanggapan ke Ibu? Enggak. Saya 27:56 maunya dekat saja. Nah, kita masuk 27:59 aplikasi 28:00 masuk ternyata ada kotak kosong. Nah, 28:03 itu kami yang akan mengutamakan 28:05 bisa ya. Oke, ya Bu ya. Kemudian 28:09 mendapatkan privasi enggak? 28:12 Jujur aja dapat enggak? Ada kursi di 28:14 Fabel ada ya? Ada loket di Fabel? Ada 28:20 belum? Ada. 28:23 Oh, 28:26 Papua. 28:27 Papua Papua. 28:33 Baik ya. Nah, sekarang kita masuk ke 28:36 Indonesia ya. Ee ke Indonesia. Jadi 28:39 memang ee privasi itu sudah ada 28:42 sebetulnya Pak Imron ya dan Ibu-ibu 28:45 sekalian sudah ada undang-undang 28:47 bagaimana nanti akan dibahas oleh Pak 28:49 Ustaz ya bagaimana Vivabel itu akan 28:51 mendapatkan ee privasi ya mendapatkan 28:55 aksesibilitas 28:57 lingkungan, pelayanan dan lain-lain dan 28:59 terakhir diperlukan dengan diperlakukan 29:02 secara format. Ada semuanya? Baik. Nah, 29:06 sekarang kita masuk ke ee coba siapa 29:09 yang di Depok yang di Tangerang. 29:14 Tangerang ada 29:16 Jakarta Barat. 29:18 Tetangga tetangga Depok. Pasar Minggu 29:21 tetangga penjaringan Kaliderek masih 29:25 Jakarta Barat. E 29:29 oke. E domisilinya di mana, Bu? 29:33 Jakarta. 29:34 Di Jakarta. Kalau ada yang di luar 29:36 Jakarta. Kalau di Jakarta saya bisa 29:39 sedikit membantu. Heeh. Bekasi, Depok, 29:43 Jawa Barat, dan Banten. 29:46 Aman ya. Mungkin nanti Pak Imron nanti 29:49 ee memberikan informasi ya kalau ada 29:51 kendala ya. Baik. Kalau kita mendapatkan 29:54 pelayanan yang pertama apa? Datang ke 29:56 paskesnya. Daftar. 29:59 Daftar semuanya. Oke. Terus menunggu 30:02 enggak? 30:03 Loket buka ya. 30:05 Oh, sampai loket buka. Datangnya jam 30:07 berapa? 30:10 30 ya. Oke. Tapi kalau menunggu Ibu 30:14 aksesnya nyaman enggak? 30:17 Jujur aja Ibu enggak apa-apa. 30:20 Hah? Enggak nyaman ya, Bu? 30:26 Oke, 30:29 ya. Silakan. 30:39 Asalamualaikum warahmatullah 30:40 wabarakatuh. Ee saya memiliki anak down 30:43 syndrome. Baru dia tuh terlalu aktif. 30:46 Kalau lama sekali dia ngamuk-ngamuk. 30:50 Kadang buang air dari tengah atas ke 30:53 aduh 8 tahun. 31:03 Ya, alhamdulillah dia sudah operasi 31:06 Amanda, sudah operasi segala macam. 31:12 Iya, 31:17 ya. Alhamdulillah ada terapinya. 31:21 terapi bicara 31:26 I. 31:33 Baik, Ibu ee gimana Ibu FKTP-nya? 31:43 Oh, sekarang di Oh, harapan kita 31:46 sekarang enggak apa-apa kan sudah 31:47 dirujung ke harapan kita ya. Kalau 31:50 enggak salah di harapan kita akses untuk 31:53 ee tunggunya sudah tersendiri deh, Bu. 31:58 Iya. 32:02 Oh, suasai. Iya. Baik, baik. Karena 32:06 sudah pengalaman ya, Bu. Karena memang 32:08 Bapak-bapak, Ibu-ibu enggak semua rumah 32:11 sakit atau klinik swasta bisa ee 32:15 memfasilitasi 32:17 apa yang sudah ada di pemerintahan. baik 32:19 hutan maupun ya ujung-ujungnya ya. Kalau 32:23 pusat sama 32:25 ada pemda pusat sama pemda daerah kita 32:29 sudah punya anggaran tersendiri ya Pak 32:31 ya. Itulah dilemanya. Kalau bisa nanti 32:33 ke kalau ke ke punya pemerintah aja 32:37 dulu, Bu karena spesialis. Iya iya ya. 32:42 Kalau bisa kalau bisa ya nanti kita 32:43 diskusi lagi. Baik. Kemudian diperiksa. 32:47 Kemudian ada komunikasi hasil 32:50 pemeriksaannya ada tindakan medis yang 32:53 dilakukan ada izin envirment concern 32:56 tanda tangan ada. Nah, coba nanti kalau 33:00 enggak ada enggak apa-apa Ibu kasih tahu 33:02 aja karena kita bisa melihat ee 33:05 fasilitas swasta sama pemerintah bisa 33:08 kita mengimbangi karena terutama di DKI 33:11 ujung-ujung karena ini di DKI apaak 33:13 karena sebagian besar itu sudah ada ee 33:16 kebijakan pemdanya nanti kita bahas ya 33:18 Bu ya. Baik. Oke kita masuk lagi 33:23 kebijakan. Nah, sekarang kebijakan 33:25 tentunya ini terkait yang pertama adalah 33:27 Undang-Undang 45 hak atas kesehatan dan 33:31 tanggung jawab negara. Nanti lebih bahas 33:34 dibahas oleh Pak Ustaz. Undang-undang 33:36 nomor 8 tahun 2016 ada Bu hak penyandang 33:40 disabilitas, aksesabilitas dan akomonasi 33:44 yang layak. 2019 loh itu. Sekarang tahun 33:47 berapa? 33:49 Jadi sudah berapa? 33:51 Sudah 7 tahun. Nah, betulnya 33:54 dilaksanakan undang-undangnya. Nah, 33:56 Ibu-ibu yang yang pengalaman ya. 33:59 Kemudian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 34:02 2023 34:04 yaitu tentang upaya kesehatan penyandang 34:06 disabel dan dukungan bagi keluarga. Itu 34:10 ada di undang-undangnya ya dari nah ada 34:14 peraturan pemerintahnya ya nomor 28 34:17 tahun 2024 setelah pandemi kemarin ya. 34:21 Implementasi pelayanan kesehatan dan 34:24 aksesibilitas. 34:25 Ada arus ada PP-nya ya. Kemudian nah 34:30 tahun PP PP itu peraturan pemerintah 34:33 tahun 0 tahun 2019 ternyata adus ada 34:38 perencanaan penyelenggaraan 34:41 untuk hak diabel ada semua sebetulnya 34:44 ya. Nah, Permen PPN BAPENAS ada run ya 34:50 2026 sampai 2029 masih berlaku. Sekarang 34:53 bagaimana partisipasi penyandang di Bali 34:56 di ee disabilitas ya. Jadi di Pemda DKI 35:01 ya, hak ases, pelayanan, pendampingan, 35:05 pemberdayaan, partisipasi advokasi itu 35:08 ada di pemerintah. DKI enggak mau kalah. 35:11 Dari sekian yang tadi saya bacakan ada 35:14 perdanya, peraturan daerah 35:17 ya. Al perda tuh mohon maaf yang di 35:20 Banten sama yang di Jawa Barat ini 35:23 khusus perda peraturan daerah DKI 35:25 Jakarta nomor 4 tahun 22 itu bagaimana? 35:29 bagaimana semua tenaga kesehatan ya 35:33 dalam melakukan kesehatan perlu 35:35 mendapatkan partisipasi pencandang 35:38 diabitas 35:39 salah satunya. Terus dari perda itu ada 35:43 instruksi gubernur 35:46 ya nomor 14 tahun 19 menyediakan 35:50 aksesibilitas aksesilitas 35:54 ya bagi penyandang disabilitas di 35:56 lingkungan kita di DKI. Terdiri apa aja? 36:02 Jalur pemandu. Ada enggak? Jalur pemandu 36:06 di Sabel? 36:09 Iya. Ada enggak? Kalau di Trontoar ada 36:12 enggak? Ada. Selasar di fasilitas di ee 36:18 ee puskesmas atau di ee mall ada enggak? 36:22 Celaka ee ada rem untuk kursi rod ee 36:27 apa? ee kursi roda ada pintu kolindor 36:32 dan lain-lain untuk keamanan. Nah, dari 36:34 inup itu Dinas Kesehatan Provinsi DKI 36:37 Jakarta mengeluarkan surat edaran ya, 36:41 bagaimana layanan pemberi surat 36:45 keterangan 36:47 penyandang di Sabel di Puskesmas dan di 36:51 rumah sakit. Ada ini 36:53 ada habis 36:55 ya. Tapi memang kepemilikan Pemda DKI. 36:59 Jadi saya bukan menghancurkan 37:02 pindah-pindah pindah ya. Nah itu 37:04 dikembalikan ke Ibu-ibu semua. Nyamannya 37:07 di mana? 37:09 Mau enggak nyaman daripada kita stres, 37:11 sudah bawa anak kita dan lain-lain 37:13 panas-panas nyamannya di mana? Nah, itu 37:16 yang kita tuju 37:17 ya. Baik. Ee tentunya ada sedikit ya 37:23 peran lingkungan tenaga kesehatan ya. 37:27 kita akan bertanya 37:29 dan mendengarkan 37:32 memahami, menyesuaikan dan hormati. 37:36 Nah, peran keluarga bagaimana nih? 37:39 Mohon keluarga merupakan lingkungan yang 37:42 terdekat dengan 37:44 anak-anak dibel. Setuju. 37:46 Nah, keluarga dapat memberikan dukungan 37:49 emosional. 37:51 emosionalnya seperti kalau anak ee anak 37:54 berteriak. Jangan nanti kita menjadi 37:57 emosional yang jadi lawan arah dalam 37:59 arti berlawanan malah kita harus 38:02 merampung lebih merendah 38:04 ya. Kemudian memberikan memastikan akses 38:08 terhadap pelayanan kesehatan dukung 38:11 menemani bila sakit tidak lepas jalan 38:15 terdiri atau di dikasih tahu seseorang 38:17 yang tidak mengerti ya. Kemudian 38:20 mendukung kemandirian tentunya 38:23 menghindari sikap overprotective. 38:26 Nah, jangan hati-hati kamu jangan ke 38:28 situ. 38:30 Tapi anaknya sudah mandiri sekali. Nah, 38:32 itu jangan sampai ee apa ee dilihat ee 38:38 anak dibatasi. Contoh HP. Apakah semua 38:43 anak-anak di Fabel ee familiar dengan 38:46 HP? 38:49 pasti. Nah, kita yang lebih mengakkan 38:53 ya. Ingat hati-hati klik aja ternyata 38:56 salah. 38:56 Bahaya 38:58 bahaya itu apalagi anak-anak ya karena 39:02 ini betul-betul IT kita enggak enggak 39:04 enggak bisa terkunci. lain. Kalau 39:06 ibu-ibu bisa langsung ke ee Telkomsel 39:10 mintanya jangan sampai ee apa masalah 39:14 kedewasaan ada di HP anak saya dan 39:16 lain-lain gitu ya Bu. 39:18 Betul. Nah, peran masyarakat di mana 39:21 tadi? Tenaga kesehatan, keluarga, peran 39:24 masyarakat jangan mengasihi, 39:27 mengasihani. 39:29 Ya, tentunya ee ada enggak tempat 39:32 tinggal Ibu? Ibu tinggal di mana? 39:34 di Tom ada enggak tetangga jadi kasihan 39:37 sama anak saya? Tidak ada. Kalau ada 39:40 seperti itu ingatkan bisa ke RT, ke RW 39:44 atau bisa ke Puskesmas supaya puskesmas 39:47 turun itu enggak boleh sebetulnya. itu 39:49 tugas ingat teman-teman, tenaga 39:50 kesehatan kudu mesti memberikan 39:53 penyuluhan supaya lingkungan yang dekat 39:57 dengan pasien ee apa bukan pasien ya 40:00 dengan anak di fabel itu mengayomi. Oke 40:04 ya, ingat 40:07 betul. 40:17 Nah, itu salah satu kasih tahu 40:21 salah satu ya. Terlalu cuek juga kagak 40:23 enak juga. RT tahu Ibu Pak RT punya anak 40:29 itu 40:32 maksudnya Pak RT tahu anak Ibu RT-nya 40:36 tahu. 40:36 Tahu. Nah, itu juga tugas. Jadi bukan 40:39 tugas ee kita-kita sendiri bukan 40:42 keluarga. ingatkan RT 40:43 taga-takai yang aja gitu orang Pak ee di 40:47 sini ada yang iya Bu saya juga pusing 40:50 dari sini tu beda-beda gitu 40:54 gitu aku enggak cuman jamnya ini sudah 40:58 pas 40:58 baik oke itu menjadi catatan ya nanti 41:02 kami bisa karena kita kan punya posyandu 41:05 salah satu itu ada Bu ya program 41:08 dibernya nanti ingatkan RT atau ke 41:11 Ibu-ibu. Ibu kader Ibu ET aja dia akan 41:14 pasti ee merupakan tim dari posandu ya. 41:17 Bagus juga pertanya e 41:20 ada yang melihat 41:23 enggak ada yang 41:25 jadi 41:28 R.000 Ibu gitu nih. Tapi 41:31 alhamdulillahnya ada ada yang 41:37 iya ee paling tidak kalau kita punya 41:39 ibu-ibu ya kalau kita kontrak A dan B 41:42 bergantian tolong dilaporkan ya ke RT 41:46 sehingga nanti RT akan meneruskan ke 41:48 kader posiandu dan tentunya akan 41:52 familiar untuk lingkungan ke tempat ya 41:55 Bu ya. 41:57 Oke, ingat enggak usah takut, enggak 41:59 usah malu ya. Baik, itu untuk masyarakat 42:02 ya. Oke. Nah, sekarang ee sedikit untuk 42:08 kesimpulan ya. Ee jadi inklusif itu 42:13 Halo. Hai, hai, Ibu-ibu. 42:17 Inklusi itu tentunya kita pasti tahu ya 42:19 ada empat akses. Mau ke mana nih kita? 42:23 Kayak tadi nih, contoh bagus sekali anak 42:25 saya ternyata saya agak teledor mau 42:28 masak, anak sudah di ujung. Kita tahu 42:31 aksesnya seperti apa. Bagaimana supaya 42:33 akses itu bagus? Informasikan bahwa anak 42:37 saya, salah satu anak saya penyandang di 42:39 Fabel K RT. 42:43 Anak aku ini anak istimewa anak. 42:45 Iya betul. 42:46 Kalau dipani itu enggak bakalan nyawur. 42:51 Betali ya sudah. 42:53 Iya betul. 43:00 Iya. Baik. 43:03 Baik. Tempat baru ya. Ya. 43:08 Iya. Memang berlapis-lapis Bu ya 43:11 pengetahuannya juga ya. Ya, maka itu 43:13 mudah-mudahan ini pulang harus pintar 43:15 nih semuanya ya. Paling tidak adalah 70% 43:20 jangan 50 ya 70% ya. Jadi akses 43:24 kesetaraan bagus Bu anaknya main boleh 43:27 tapi hati-hati lihat kondisinya ya 43:30 kondisi keamanan juga jalan raya dan 43:33 lain-lain. Kemudian partisipasi. Nah, 43:37 partisipasi tetangga RT itu termasuk ya. 43:40 dan martabat. Bagaimana martabat anak 43:42 ini harus dihargai, jangan dicuekin dan 43:45 lain-lain ya, Bu ya. Baik. Kemudian ke 43:49 kesimpulan kedua, pelayanan kesehatan 43:52 yang inklusif ya berarti tidak ada 43:55 seorang pun yang tertinggal dalam 43:57 memperoleh pelayanan kesehatan. Kalau 44:00 ada tertinggal, yuk kita diskusikan di 44:02 saat ini ya. Baik. Kemudian yang ketiga, 44:08 masa depan anak disabel bukan hanya 44:11 tanggung jawab orang tua itu sudah masuk 44:14 ke dada pemda seperti yang tadi kami 44:17 sampaikan, ya. Kemudian 44:21 masa depan mereka tanggung jawab kita 44:23 bersama. Ya memang itu anak saya, anak 44:29 tapi ingat undang-undang dan lain-lain 44:31 turunannya itu adalah anak negara, anak 44:34 bersama ya. Nah, tentunya Ibu-ibu semua 44:39 ee jangan hanya membantu masyarakat, 44:43 membantu orangnya, tetapi bagaimana 44:45 mengubah lingkungan dan sistem menjadi 44:49 tidak menjadi hambatan. Oke. Ee 44:53 sepertinya sedikit dari saya ada 44:56 bukannya 44:58 bukannya pantun ya. Nah, enggak usah 45:00 pakai cakep ya. hanya memberikan 45:03 penekanan dari kepedulian kita yang 45:06 hadir, 45:08 dari pendampingan kita yang menguatkan, 45:11 dari pemberdayaan kita menumbuhkan 45:14 kemandirian, 45:16 dari advokasi kita mendorong perubahan. 45:19 Setuju, Ibu? 45:21 Cakep baru sekian dari saya. Saya 45:25 serahkan Bapak Indra. 45:27 Oke, terima kasih Bu Dewa. Jadi 45:31 paskan ya ini kalau menjadi pendamping 45:34 kita juga. 45:37 Oke, 45:39 ini kita punya dokter nih sekarang punya 45:41 dokter Bu Jeba. Insyaallah ee 45:44 pengalamannya luar biasa apalagi 45:46 menyangkut tentang pelayanan fasilitas 45:48 kesehatan. Jadi boleh nanti dicatat 45:50 nomor handphone-nya ya. Nah, tapi nomor 45:53 rekening enggak usah. 45:54 Nomor rekening saya aja yang catat. 46:00 Ah, oke. Dicatat boleh nanti berbagi 46:03 informasi nanti atau minta sama Bu Rani 46:05 nanti nomornya ya. Kalau ada konsultasi 46:08 atau apa mau datang ke rumahnya 46:09 silaturahmi atau ke kantornya atau ke 46:11 tempat praktiknya. Nah, boleh ya. Oke. 46:17 Ah. Oke. Ee sebelum sebelum ke Pak 46:21 Abdullah, ada lagi ke Bu karena Bu 46:23 mungkin mau pamit duluan karena ada 46:25 acara banglur dokter harus buka warung. 46:32 Iya. Ada yang ini atau ini dulu pembina 46:37 KD Inklusi Ibu Elma mungkin mau 46:39 memberikan sebentar. 46:43 Oke. 46:47 Ee izin sebelumnya asalamualaikum 46:49 warahmatullahi wabarakatuh. 46:51 Maaf, Bu Dokter. Ee sebelumnya saya 46:54 punya cerita sama punya pertanyaan, Bu. 46:56 Yang pertama ee saya punya anak 46:58 sindrome. Memang belum dewasa baru 3 47:00 tahun gitu kan. Cuman pengalaman saya 47:03 yang pertama nih ee saya kan faskusnya 47:06 di Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, 47:08 Jakarta Timur. pertama kali waktu dia 47:12 lahir di Faskus ee kelurahan. Nah, 47:15 sayangnya di fasus kelurahan itu buat 47:17 saya tidak ramah dengan eh down 47:20 syndrome. Jadi pada saat itu sempat 47:22 dikatakan emang anaknya down sindrome Bu 47:25 digituin sama dokternya. Saya bilang 47:28 dokter spesialis anak saya pada saat 47:30 lahir menyatakan down syndrome tapi 47:32 enggak kelihatan katanya gitu. Akhirnya 47:34 karena saya tidak nyaman dengan itu, 47:37 saya pindah Faskes ke kecamatan. Faskes 47:40 Kecamatan Cipayung. Di situ di Faskes 47:44 Kecamatan Cipayung alhamdulillahnya 47:47 ramah, tetapi memang ee apa ya 47:51 fasilitasnya kurang buat saya. Kenapa? 47:53 Karena e banyak yang bilang anak saya 47:55 enggak kelihatan daun sindromnya gitu. 47:58 Jadi enggak dianggap ee disabilitas 48:00 gitu. Tapi kalau sudah ketemu dokter 48:02 untuk minta rujukan dan lain-lain ya 48:04 masih aman dokternya ya, tapi 48:06 pelayanannya aja gitu kan. Itu 48:08 ceritanya. Jadi di wilayah saya pribadi 48:12 seperti yang Bu Dokter bilang tadi untuk 48:14 RT dan sebagainya 48:16 belum ada sih Bu Dokter gitu kan untuk 48:19 ee penyandang disabilitas diabel dan 48:21 lain-lain. Karena memang di kelurahan 48:23 saya pun ee untuk disabilitas mungkin 48:26 enggak banyak gimana saya enggak ngerti 48:28 deh ya. Tapi saya sudah mengajukan dan 48:30 sudah sudah mengatakan bahwa saya punya 48:33 anak disabilitas selalu mengatakan kok 48:36 enggak kayak down syndrome, kok enggak 48:38 kelihatan dan sebagainya gitu kan. Apa 48:40 emang harus jadi pikiran saya harus 48:42 kelihatan dulu gitu apa gimana supaya 48:45 anak saya ini gitu kan difasilitasi apa 48:48 gimana gitu. itu. Jadi itu. Nah, terus 48:50 pertanyaannya yang saya ini kebetulan 48:52 ketemu ke dokter, saya pernah ee 48:55 mendengar, enggak tahu ini hoak atau 48:57 benar bahwa menyatakan BPJS kalau dalam 49:01 30 hari si anak ini masuk rumah sakit 49:05 berturut-turut dengan gejala yang sama, 49:08 itu tidak tercover BPJS. Itu benar atau 49:10 tidak? karena ee anak saya kan juga kan 49:13 sebulan bisa dua kali, tiga kali masuk 49:14 ke rumah sakit ya jaga itu ee benar atau 49:17 tidak. Dan saya juga pernah juga 49:19 pengalamannya ee di RSUD Cipayung dan 49:22 sekarang di RSUD Pasarbo anak saya. 49:24 Cuman ini pengalamannya di RSUD Cipayung 49:27 itu ee tidak juga difasilitasi 49:31 disabilitasnya gitu loh. Jadi yang ramah 49:34 disabilitas di wilayah saya hanya 49:36 beberapa rumah sakit yang memang ee ya 49:39 maksudnya jadi saya mikir ini anak saya 49:41 baru belum 3 tahun belum belum besar ya 49:44 belum dewasa gitu kan. sudah saya di di 49:47 sekeliling saya nih kok jadi tidak ramah 49:49 gitu loh gitu loh dokter itu aja sih 49:51 terima kasih asalamualaikum 49:52 warahmatullahi wabarakatuh 49:58 yang kedua ya langsung 50:02 asalamualaikum warahmatullahi 50:04 wabarakatuh 50:06 nama saya diri Kurniasi ee orang tua 50:09 dari Rabi Abdal Maulana penyandang 50:11 disabilitas dan syindrom yang ingin saya 50:14 tanyakan ee Ee pertama saya terapi dari 50:18 usia 7 tahun sampai 12 tahun. Nah, untuk 50:22 terapi ini ee masih dibatasi usia atau 50:25 tidak? Yang kedua yang saya ingin 50:28 tanyakan masalah ee tes EQ untuk 50:31 disabilitas. 50:32 Saya mau minta Bu Dokter agar bisa 50:35 digratiskan. Begitu saja, Bu. Terima 50:38 kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi 50:40 wabarakatuh. 50:43 Iya. Kalau gratis nanti kita perjuangkan 50:48 yang penting kita komunikasi dulu kan 50:50 gitu. Oke, ada lagi 50:53 atau doa-dua dulu aja atau doa dulu 50:55 dijawab enggak apa-apa. Hah? Dua dulu. 50:59 Baik ya. Takut lupa ya. Yang pertama. 51:02 Nah, pasien down syndrome ibu-ibu. Halo. 51:07 Kita internezo aja ya, just info saja 51:11 supaya nanti ada adik perempuan, ada 51:16 keponakan, ada cucu dan lain-lain. 51:20 Bilamana punya rencana. Ingat sori e 51:25 dalam satu keluarga 51:27 kehamilan lebih baik direncanakan. 51:32 itu ya patokannya itu direncanakan 51:35 sambilan. Jadi bukan hanya sekedar 51:37 dikasih Tuhan alhamdulillah bukan begitu 51:41 direncanakan karena apa itu adalah bakal 51:45 apa penerus kita. Kalau kita sudah 51:49 rencanakan pemeriksaan ANC rutin dan 51:52 lain mohon maafcaya anak kita akan 51:55 sehat. Saya tidak membongkar untuk 51:58 masalah ibu-ibu yang ke depan. Tetapi 52:01 yang ke depan ee untuk ke belakang, tapi 52:04 yang ke depan. Oke, ya. Nah, kalau kita 52:07 lihat down syndrome itu sebetulnya tanda 52:11 petik saat kita ANC itu ketahuan 52:15 bisa kelihatan apalagi kalau sudah usia 52:19 usia 20 minggu akan kelihatan. Tetapi 52:23 memang skill dokter ke dokter berbeda. 52:26 Kalau kita melihat kita tentunya kami 52:29 dokter umum akan meneruskan untuk ee apa 52:33 ke ee dokter ee spesialis anak ya eh 52:37 sori kebidanan terutama kita lihat DJJ. 52:41 DJJ itu tahu enggak 52:44 ingat ya waktu itu? Nah, bunyi jantung 52:47 janin. Nah, itu kita harus harus tahu. 52:51 Jadi, Ibu kalau nanti hamil lagi atau 52:54 punya anak keponakan dan lain jangan ya 52:57 ya just infokan tadi ya. Harus 53:00 betul-betul diperhatikan ya. Ya. Jadi 53:03 kehamilan itu harus diperhatikan 53:05 mengurangi 53:07 permasakalan yang ada. Karena daun 53:09 syndrome itu adalah bagaimana telur dan 53:13 ovum antara ee Bapak dan Ibu tidak 53:18 bukan tidak menyatu, tidak pecah atau 53:21 berkembang sebagai masalah mestinya. 53:25 Bisa aja karena ada sakit, stres, bla 53:28 bla bla dan lain-lain ya. Intermoezo aja 53:30 ya, tetapi ada faktor X juga ya. Baik. 53:34 Kemudian saya lihat. Kemudian bagaimana 53:38 nih down syndrome-nya ke Nah, Ibu 53:41 semuanya kayaknya sebagian besar anaknya 53:43 down syndrome ya. 53:45 Oh, sudah rungguh. Kita lihat EAN down 53:47 syndrome dulu. Nah, ketahuannya kapan? 53:50 Saat lahir sudah ketahuan 53:54 ketahuan 53:56 hamil. 53:57 Iya, kayak yang tadi saya ceritakan 53:59 waktu hamil kalau ANC rutin itu masih 54:01 ketahuan. ternyata dokternya atau 54:04 bidannya kebablasan. Nah, habis itu 54:07 ketahuannya saat lahir. Saat dia lahir, 54:11 halo nol hari itu ketahuan sebetulnya. 54:16 Nah, tunggu dulu, tunggu ya. Harus 54:20 ketahuan. Nah, bagaimana kok bisa enggak 54:22 ketahuan? Nah, namanya ada skill nanti 54:25 mungkin 54:26 ee kami dari IDI ya, ID tanda Petik 54:30 memberikan informasi profesi ee dokter 54:34 dan bersama dengan IBI bagaimana untuk 54:37 terkait dengan ee apa penatalaksanaan 54:42 bayi lahir ya sehingga kita bisa 54:45 memutuskan jangan sampai berkelanjut ya. 54:48 Kemudian itu ya, Bu ya. Nah, terus ee 54:51 tentang BPJS ya, Bu. Nah, tentang BPJS 54:55 untuk diabel tadi sudah sedikit ee 54:58 diskusi sama Pak Imron ya. Kalau 55:01 misalnya BPJS, kalau untuk anggaran 55:04 untuk ini kita bisa manggil BPJS Pak 55:07 Apalagi nanti ke depan ada HAM ya, Pak 55:09 ya. ya. Nah, itu bisa mudah-mudahan 55:10 nanti ke depan karena ee BPJS itu Halo, 55:15 Ibu-ibu. BPJS itu masih menyangkut ee 55:19 masih 55:20 menganggarkan tumbuh kembang tumbuh 55:24 kembang pada divabel masih ada rungu? 55:27 Ada rungu ada. Iya, ada semuanya. Tapi 55:31 tanda petik rumah sakitnya enggak 55:33 seluruh rumah sakit 55:36 ya tergantung space. Jadi kalau lihat 55:38 nanti kasih tahu dokter di FKTP-nya 55:41 kalau dirujuk rumah spesialis anak yang 55:44 dalam arti tahu tumbuh kembang. 55:48 Nah, Arkit juga ada loh hard. 55:52 Nah, kalau untuk 7 tahun nanti ya 55:54 catatan ya, Pak ya. Mudah-mudahan nanti 55:56 kita bisa diskusikan dengan ee BPJS ya. 56:01 Kemudian jadi sudah ya Bu ya kejawab ya 56:03 Bu. Oke, kayaknya masih deh 56:15 ya. Ee jadi itu tergantung dari dokter 56:19 penanggung jawab. Jadi pas nanti mau 56:22 pulang kan ada dokter penanggung jawab 56:25 di ruangan yang menangani dokter gimana 56:28 nih rujukannya? Oh iya, Ibu nanti datang 56:30 lagi ya sebulan lagi. Apa yang harus 56:33 dilakukan? Nanti bisa. Jadi, Ibu-ibu 56:36 kalau di rumah sakit ingat rujukannya 56:38 ya, minta akses oleh dokter penanggung 56:42 jawab yang ada di yang menangani di 56:45 rumah sakit. 56:47 Iya, betul kan? Pasti kan rujukan kan 56:51 disuruh ngujuk kan suruh kontrol kan. 56:57 Jadi tanda 57:06 oh karena di IGD. IGD semuanya bisa ya. 57:10 Sakitnya apa, Bu? 57:14 Pasti. Jadi, Ibu-ibu, kita aja 57:16 orang-orang ee non divable. Kita datang, 57:20 Pak. Kita ke IGD, ternyata dia kuning. 57:24 Kuning apalagi merah itu dilakukan ee 57:26 bisa di cover BPJS. Tapi kalau hijau 57:30 enggak karena itu gawat darurat. Nah, 57:34 Ibu gimana penyakitnya? Disuruh pulang 57:37 atau gimana? 57:39 Kalau ya 57:45 Oh, coba nanti dipastikan juga ceritanya 57:49 ya. Tetapi yang pasti Ibu-ibu kalau ke 57:52 gawat darurata jangan masuk ke poli ke 57:56 IGD 57:57 langsung ke IGD ditangani dengan BPJS 58:00 walaupun kemarin baru datang kalau gawat 58:03 darurat ya. Ya, yang itu ya gawa darurat 58:07 dalam arti kuning atau hijau kan ada tuh 58:10 hijau, kuning, merah, hitam. Jangan 58:13 sampai merah hitam ya. Nah, itu tentunya 58:17 ee bisa diatlasi gitu ya, Bu ya. Ya, 58:21 emang bisik-bisikan berantai agak 58:23 sedikit tapi nanti enggak apa-apa 58:25 informasi Ibu bagus ya. Kemudian 58:28 pertanyaan kedua sebentar saya nyontek. 58:31 Oke. 7 tahun. Oke. Nah, itu juga 58:34 kendalanya. kendala BPJS pasti kalau 58:37 anak daun sindrome untuk anak tumbuh 58:39 kembang seperti yang tadi ya 58:41 diinformasikan mungkin nanti ke depan ya 58:43 dengan BPJS harus dibongkar nih gimana 58:46 akibatnya apakah seseorang ibu yang 58:49 punya anak divabel dari diketahui sedini 58:53 mungkin sampai 7 tahun apakah memang 58:56 sudah rutinitas untuk dilakukan ee 59:00 perbaikan dalam arti ee fisioterapi dan 59:04 lain-lain adaak seperti itu. Ternyata 59:06 maaf ya, ibunya sibuk, anaknya ya sudah 59:10 nanti aja bulan depan. Nah, jangan 59:12 begitu. 59:14 Nah, bagus. Kalau akan terus itu pasti 59:17 akan ada perubahan walaupun tidak 59:20 seperti anak normal. Pasti ada dia 59:24 mengerti. Oke, ya. Agak sabar-sabar ya, 59:26 Bu ya. Baik, 59:29 sudah terjawab. Oke. Baik, ya. 59:37 Oh, 59:41 tes IQ. Mau tahu, Bu? Di posandu ada. 59:48 Iya. Tumbuh kembang. 59:51 Serius? 59:52 Oke, kalau gitu ke Puskesmas tes IQ 59:55 bukan ngelihat angka ya, tidak melihat 59:58 angka tapi aktivitas dia misalnya 7 7 1:00:03 tahun dia sudah bisa enggak pakai baju 1:00:05 yang seperti biasa. 1:00:08 Jadi ASQ macam-macam bukan karena harus 1:00:11 nominal 1:00:14 sekolah. 1:00:15 Oh, ke sekolah 1:00:17 nanti. Emang lewat sendiri ya, Pak? 1:00:21 Nanti colek Pak Imron lagi ya. Baik. 1:00:25 Iya. 1:00:27 Kalau yang lama 1:00:33 iya. 1:00:34 Oke. Nanti ee saya punya relasi nanti 1:00:38 kita tesq di sini aja 1:00:41 ya. Tapi menjelang menjelang periman 1:00:44 murid-murid baru kan. E 1:00:47 kalau TS ini boleh sama saya. yang mana 1:00:50 tiba-tiba enggak dip 1:00:52 ya enggak ee nanti kita usahakan jadi 1:00:55 dengan lembaga resmi 1:00:57 resmi ya bukan pribadi. Kalau pribadi 1:00:59 banyak ya kita juga punya psikolog ada 1:01:03 juga ee kanselor ada saya sendiri 1:01:06 kanselor ya saya saya sering ee 1:01:09 mengadakan juga parenting skill ya. Oke. 1:01:14 Nah, terus ee saya mau jelasin sedikit 1:01:18 ini. Ibu kenal enggak nih? 1:01:23 Kalau kita aktif di dunia di Fabor, kita 1:01:27 kenal ini namanya 1:01:30 Musa 1:01:32 ya. 1:01:37 Ya, Musa ini adalah penderita serebal 1:01:40 palsi. 1:01:42 usia saat meninggal ini sudah meninggal. 1:01:44 Ibunya aktivis lingkungan Ibu Dwi ee 1:01:49 punya yayasan bumi langit. Jadi dia 1:01:51 aktivis ee permakultur ya. 1:01:56 Nah, satu-satunya obat yang bisa 1:02:00 mengendalikan 1:02:02 posisinya, penyakitnya itu adalah 1:02:05 marihuana. 1:02:08 Makanya kami dulu pernah memberikan 1:02:10 gugatan kepada MK untuk legalisasi ganja 1:02:13 medis. Kenapa? Kalau morfin medis bisa 1:02:17 ganja medis tidak bisa. Padahal ganja 1:02:20 Indonesia itu adalah ganja terbaik di 1:02:21 dunia. 1:02:23 Ya, itu kenapa kita enggak bisa. Nah, 1:02:26 ini mungkin jadi catatan. Akhirnya 1:02:30 ee anak ini meninggal karena tidak 1:02:32 tertangani. 1:02:34 Ya, sempat juga lembaga internasional 1:02:36 memberikan ee apa pengobatan gratis di 1:02:39 Australia. Tapi sepulang dari Australia 1:02:41 ke Indonesia enggak mendapatkan lagi 1:02:42 ganja karena itu masuk pada ee kepada 1:02:46 undang-undang narkotika. Tambah kasusnya 1:02:49 dengan Purwati, seorang pengindap kanker 1:02:53 ee di Kalimantan yang suaminya pernah 1:02:55 ditangkap. suaminya ASN ditangkap karena 1:02:58 beli ganja buat istrinya, tapi setelah 1:03:01 ditangkap istrinya meninggal. Nah, ini 1:03:04 juga menjadi polemik tentang beberapa 1:03:06 obat yang yang sebenarnya dibutuhkan 1:03:09 oleh di Pabel terutama untuk tebal 1:03:11 palsi. Karena ee orang tua dengan anak 1:03:14 sebel palsu itu 1:03:16 ibu pasti ngalamin kan kalau sebal itu 1:03:19 ee ya susah tidur Bu ya kan pasti kurus 1:03:23 ya. Pokoknya ibunya ruet, mukanya ruet 1:03:25 enggak susah senyum ya karena senyumnya 1:03:28 sudah habis buat anaknya kan gitu. Nah, 1:03:31 ini PRPR juga ya. Di samping ee nanti 1:03:35 termasuk batasan usia ya ee kita akan 1:03:38 memberikan advokasi namanya kan komite 1:03:41 advokasi ini FGD ini juga merupakan 1:03:45 bagian dari advokasi. Advokasi 1:03:46 pengetahuan. Kita memberikan pengetahuan 1:03:49 supaya kita punya product knowledge ya. 1:03:51 Bagaimana kita bisa mengadvokasi kita 1:03:53 sendiri di ketika kita berhadapan. Kayak 1:03:56 contoh gini, anak saya usia ee 9 tahun 1:04:00 pernah tersinggung dengan tetangga. 1:04:02 Akhirnya tetangga ee apa sendal tetangga 1:04:05 saya jumptin sama anak saya. Ya kan 1:04:09 gitu. Nah, saya sudah kasih tahu ini 1:04:11 anak disabilitas gitu kan. Jangan, 1:04:14 jangan sampai tersinggung itu. Akhirnya 1:04:16 dia mau lapor polisi. Ya, kita main 1:04:19 power-powan kayak panggil aja e 1:04:21 kaporesnya kan saya bawa. Bu, mau lapor 1:04:24 polisi? Lapor, Bu. Sekarang 1:04:27 kayak kayak kadang-kadang ee situasi ee 1:04:30 kita juga di lingkungan mengharuskan 1:04:31 kita punya power 1:04:34 ya. Punya power, Bu. Jadi kalau salah 1:04:36 satu power adalah kita harus berdung 1:04:38 dalam satu organisasi 1:04:40 ya kan gitu. Dalam satu organisasi kita 1:04:42 bergabung, kita enggak harus jadi 1:04:43 anggota, tapi kita bernaun dalam satu 1:04:45 organisasi supaya kita bisa memberikan 1:04:48 advokasi bila 1:04:50 anak kita mengalami diskriminasi, baik 1:04:52 disiminasi sosial, pendidikan, ee 1:04:55 terapis dan sebagainya ya. Oke, untuk 1:04:59 Ibu Zeba cukup ya karena Bu Zeba. 1:05:03 Oke. Oh, nanti penasaran nanti. 1:05:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:14 wabarakatuh. Nama aku Mas Nawati dari 1:05:18 putri saya Nazwarila Putri. Ini, Dok, 1:05:22 aku mau tanya masih ganjel ya. Terapi 1:05:25 Nazo masih aman sampai sekarang. Dari 1:05:29 pasker kesatu itu Nazwa dibilangnya ke 1:05:31 aku dia terapi panjang. Nah, ee apa 1:05:36 dokter tumbuh kembang anak pun katanya 1:05:38 panjang dari faktus kesatu kedua. Nah, 1:05:41 aku paksus ketiga dari dokter terapinya 1:05:44 Nazwa pun masih panjang sama dokter anak 1:05:46 pun sama. Tapi dari dokter tunggu 1:05:49 kembang anak ini, Nga bidangnya sih mau 1:05:52 dietop karena dari PPJS sudah umur 7 1:05:55 tahun. Nah, nanti aku tanggal 14 1:05:59 Oktober ketemu sama dokter tubuh kembang 1:06:02 anak. Aku bingung dong gimana jawabnya 1:06:05 nanti gitu ya. Namanya awam enggak bisa 1:06:08 jawab ya. Terus sedangkan dari dokter 1:06:11 tumbuh kembang anak apa dokter anak sama 1:06:13 dokter terapi nazo masih aman masih 1:06:16 panjang gitu ya bingung aku jadinya dok 1:06:20 sekarang ini gitu soalnya udah nazwa 1:06:24 dimasukin ke apa kata dokter kembang 1:06:27 anak bulan yang lalu masukin ke sekolah 1:06:30 SLB kata dia gitu kan sedangkan Nazo ini 1:06:34 masih ada apa maksudnya tantruknya 1:06:37 kadang-kadang kan mukulin kepala 1:06:39 suka dorong orang. Nah, kemarin Nazwa 1:06:42 dianjurkan ke dokter psikiater anak. 1:06:45 Udah dia minum obat kan cuman dosisnya 1:06:47 rendah baru 1 bulan tuh situ. Nah, dari 1:06:51 dokter anak nih aku mau ngadap nih ke 1:06:52 dokter tunggu kembang anak jadinya galau 1:06:55 gitu. Gimana? Terima kasih, Dok. Dengan 1:06:58 itu yang aku tanya. 1:07:01 Iya. antara dokter spesialis anak tumbuh 1:07:04 kembang dengan ee spesialis yang ee anak 1:07:07 yang biasa ya amat terapinya itu yang 1:07:10 mendilema ya Bu ya. Ee di satu sisi 1:07:14 rumah sakit harusnya berkolaborasi. 1:07:17 kolaborasi dalam arti misalnya saya 1:07:19 tumbuh kembang, Pak Im spesialis anak 1:07:22 paru misalnya ya, ada sub-subnya, saya 1:07:25 juga harus tahu seperti itu. Tapi tolong 1:07:27 deh, Bu dilihat rujukan dari dokter 1:07:31 tumbuh kembang kan harus terus ya. Nah, 1:07:34 yang tidak diteruskan dari dokter 1:07:37 spesialis anak 1:07:39 yang enggak pindah ee maksudnya kan dari 1:07:43 fasus ke satu kedua. 1:07:45 Oke, itu aman. Iya. 1:07:48 sudah lu ditaran di 1:07:49 iya betul 1:07:52 nanti kan masih panjang 1:07:54 aman ditarangan 1:07:56 tapi kenapa sekarang ini dokter 1:07:57 pembuangannya mau gitu per 1:08:02 karena apa 1:08:04 oh kembali lagi Pak ya baik Bu ya 1:08:07 mudah-mudahan nanti ya Bu ya nanti 1:08:10 mudah-mudahan kita bisa 1:08:13 lalu 1:08:14 saya 1:08:17 supaya pendengarannya kurang apa karena 1:08:20 rungut saya minta berak sukses berak 1:08:23 sama dokter yang mau saya datangin itu 1:08:26 sebenarnya dokter A nih katanya ee 1:08:28 dokter A ada tapi dikasih ke dokter yang 1:08:31 dokter B dokter B ini sudah memvonis 1:08:35 untuk pakai implan koklea 1:08:38 sedangkan anak saya pribadi aja kalau 1:08:41 maaf ya kayak saya Banggil sekali aja 1:08:44 itu nengok. 1:08:45 Kadang saya batu tidak ada getaran itu 1:08:48 dia nengok. 1:08:49 Makanya saya dilema aduh nih apa harus 1:08:51 berhenti ke dokter ini apa gimana kan. 1:08:54 Jadi saya bingung kalau impan toko yang 1:08:56 murah siapa sih orang tua yang kepengin 1:09:00 ibu-ibu. 1:09:02 Ibu-ibu ya. Jadi ibu sudah ya ibu yang 7 1:09:06 tahun tadi sudah catat ya. Ibu-ibu 1:09:09 bilamana 1:09:11 rujukan ternyata ke rumah sakit ternyata 1:09:15 berbeda dokternya dokter A dan B itu 1:09:19 adalah hak kita untuk mencari untuk 1:09:23 mencari ee enggak apa-apa, Ibu ee enggak 1:09:26 apa-apa, Dokter mohon maaf. Betul enggak 1:09:28 sih, Dok? Karena dengan cara saya 1:09:31 memanggil sederhana aja dia masih. 1:09:33 Apalagi Ibu pasti sudah baca-baca dong 1:09:36 referensinya. Apalagi saya sudah 1:09:38 membaca, mohon maaf dosen, baiknya 1:09:40 seperti apa sehingga alat itu kan ada 1:09:43 pasti yang pertama untuk kalau emang 1:09:46 enggak enggak apa enggak berfungsi 1:09:48 maksimal untuk apa dimasukkan? Yang 1:09:50 kedua, dananya juga anggarannya 1:09:52 menghabiskan dananya itu. Tapi enggak 1:09:55 apa-apa, enggak usah malu karena kami 1:09:56 sudah mempunyai ee dari kementerian 1:09:59 seluruh ee tenaga medis itu bisa ee 1:10:03 keluarga atau pasien bisa meminta 1:10:07 informasi sedalam-dalamnya. 1:10:14 Boleh, Ibu. Oke. 1:10:19 Oke. Nanti kalau dokternya bilang, 1:10:21 "Enggak apa-apa ke dokter A dulu. Sama 1:10:23 dokter A enggak apa-apa ngomong aja." 1:10:25 Yang tadi kita bilang, "Dok, saya agak 1:10:27 bimbang." Sebab sebetulnya indikasinya 1:10:30 apa? Indikasinya itu faktor yang dia 1:10:33 harus pakai itu apa saja? Kenapa dokter 1:10:36 harus ee ini apakah memang ee sudah 1:10:39 harus anak saya memiliki ee alat bantu 1:10:42 seperti 1:10:47 itu tidak? 1:10:52 Iya. Apalagi dananya sendiri lagi ya. Ee 1:10:57 iya. Oh, alatnya. Alatnya. 1:11:01 Oh, alatnya. 1:11:17 Baik, enggak apa-apa, Ibu. Terus terang 1:11:20 aja karena memang kelihatan dana dan 1:11:21 lain-lain. Tolong diminimaliskan dulu 1:11:24 tujuannya apa itu aja ya, Bu ya. 1:11:27 Semangat. 1:13:07 moderator. 1:13:10 Kalau bicara tentang hukum Indonesia, 1:13:14 saya terus frustrasi 1:13:18 ya. Jadi 1:13:21 enggak sedih seperti buang garam ke laut 1:13:25 seperti itu. 1:13:27 Tapi mau dan tidak mau karena kita 1:13:29 negara hukum, 1:13:31 kita harus memahaminya. 1:13:34 Setidaknya menurut moderator tadi, 1:13:37 Undang-Undang Dasar 45 pasal 34 1:13:43 ada empat ayat. 1:13:45 Ayat pertama itu menyebutkan fti miskin 1:13:48 dan anak terlantar dipelihara oleh 1:13:51 negara. 1:13:53 Jadi bukan diurus oleh negara, 1:13:57 dipelihara oleh negara. 1:13:59 Jadi kalau diurus itu sama saja. 1:14:04 Tapi kalau dipelihara seperti ibu-ibu 1:14:07 pelihara anaknya di rumah. 1:14:10 Jadi pemerintah bertanggung jawab 1:14:14 sediakan rumahnya, sediakan 1:14:16 pendidikannya semua karena dipelihara. 1:14:23 Sementara 1:14:26 pemerintah menganggap bahwa yang 1:14:28 dimaksud dengan pelihara itu antara 1:14:31 adalah MPG. 1:14:40 Ada ratusan ribuan anak-anak keracunan 1:14:43 di seluruh Indonesia karena MB. 1:14:47 Cuma satu anak yang protes, 1:14:50 anak tahu. 1:14:53 Nah, 1:14:59 yang kedua, 1:15:03 pendidikan dan kesehatan itu merupakan 1:15:07 tanggung jawab negara 1:15:12 di negara-negara di dunia. 1:15:16 Setahu saya tidak dari PJS. 1:15:21 Saya 15 tahun tinggal di Malaysia. 1:15:25 Kalau saya demam flu saya datang ke 1:15:30 polnik langganan perusahaan saya 1:15:34 kasih lihat kartu saya. Kemudian obat 1:15:38 gratis, dokter gratis. Gaji saya tidak 1:15:41 dipotong 1:15:42 perusahaan. 1:15:44 Karena itu kewajiban 1:15:46 perusahaan 1:15:48 untuk memberikan 1:15:50 pengobatan gratis. 1:15:55 Tadi ibu-ibu sudah mengeluh 1:15:58 bahwa sudah 1 bulan obname. Mohon dan 1:16:01 diteruskan lagi. 1:16:07 Padahal 1:16:09 presiden sampai lura 1:16:13 itu digaji oleh ibu-ibu, bapak-bapak 1:16:19 kan. Ibu-ibu bayar pajak. 1:16:22 Pajak itu dipakai untuk bayar gaji 1:16:24 presiden, Wak. Presiden, Menteri, 1:16:27 Gubernur, Bupati, Walikota. 1:16:38 Coba ada guru honor. Saya baru 2 hari 1:16:41 lalu dari Maluku. 1:16:43 Ada guru honor di Pulau Serang itu 1:16:46 honornya 400.000 bulan. 1:16:50 3 bulan. 1:16:52 baru dibayar 1:16:56 bos MBG itu 1 hari R miliar 1:17:01 1 hari R miliar 1:17:07 jadi 1:17:10 ibu-ibu perlu niru anak raka tahu 1:17:15 anak K tahu kan protes 1:17:20 ibu-ibu juga protes. 1:17:25 Jangan bayar pajak. 1:17:30 Jangan bayar pajak. 1:17:40 Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 1:17:44 tentang anak-anak di Babel 1:17:47 itu disebutkan bahwa negara bertanggung 1:17:51 jawab terhadap jiwa, 1:17:56 raga, kesehatan, pendidikan, dan segala 1:18:00 yang lain. 1:18:03 Tadi ibu dokter sudah jelaskan bahwa ibu 1:18:06 mengatakan semua ada fasilitas, ada 1:18:09 dorong dan seterusnya. 1:18:12 Tapi memang 1:18:14 dokter itu ada yang dokter baik, ada 1:18:18 dokter yang brengsek 1:18:20 seperti itu. 1:18:23 Misalnya 1:18:28 ada yang 1:18:32 seorang teman datang ke dokter 1:18:36 terus kemudian 1:18:38 kata dokter itu, "Oh, Bapak sudah tua. 1:18:41 Jadi seperti itu." 1:18:44 Itu bukan satu pernyataan dari seorang 1:18:47 dokter. 1:18:50 Dari fisiologi itu salah. 1:18:54 seharusnya dia memberikan bahwa Bapak 1:18:58 sabar jalani pengobatan. Insyaallah 1:19:04 dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 1:19:07 itu, Ibu-ibu punya hak untuk menuntut 1:19:11 misalnya 1:19:13 perusahaan swasta itu minimal 1% 1:19:17 harus menyediakan lapangan kerja bagi 1:19:22 perusahaan negara BUMN BUM minimal 2% 1:19:28 harus untuk diap 1:19:32 Otomatis di dalam kantor di perusahaan 1:19:35 itu harus ada sarana prasarana 1:19:39 bagi yang diabet. Misalnya 1:19:42 ada lif 1:19:44 atau ada yang 1:19:47 tangga berjalan itu tangga berjalan 1:19:51 seperti itu harus seperti itu. 1:19:58 Jadi dengan begitu maka 1:20:01 penyesalan persoalan undang-undang itu, 1:20:07 undang-undang di Indonesia itu dibuat 1:20:09 oleh mereka 1:20:12 yang hanya untuk kepentingan 1:20:15 pemilu. 1:20:18 Jadi untuk pemilu maka mereka buat 1:20:21 misalnya 1:20:23 berapa hari yang lalu ada unjurasa 1:20:28 untuk Undang-Undang Perapasan Aset. 1:20:35 Saya 8 tahun di KPK. 1:20:38 Jadi saya tahu betul undang-undang itu 1:20:41 maksud bagi orang yang korupsi, 1:20:44 koruptor, bukan untuk masyarakat. 1:20:48 buat koruptor 1:20:51 di sita kekayaannya negara. 1:20:55 Tapi kemudian setelah unjurasa dan 1:20:58 seterusnya 1:20:59 maka kemudian 1:21:01 tidak untuk koruptor. 1:21:04 Bahkan 1:21:06 presiden Anda itu mengatakan 1:21:08 siapa presiden anda? 1:21:12 Siapa? 1:21:15 Yang mana? Yang mana ya orangnya? Oke, 1:21:22 dia terbitkan 1:21:25 ke 1:21:27 yang para pengomat, pengusaha, orang 1:21:30 kaya itu kalau investasi uangnya di 1:21:33 danantara dia aman dari penegah hukum, 1:21:38 tidak diganggu oleh pindah hukum. 1:21:42 Jadi kalau Prabowo bilang saya kejar 1:21:45 koruptor sampai benuh Antartika, 1:21:48 benuh Antartika ternyata korupsi di 1:21:52 antara kita 1:21:54 ya, di antara para menteri antara 1:21:56 mereka. 1:21:58 Nah, jadi Ibu-ibuang 1:22:03 saya serangkan kan tadi sudah beritahu 1:22:04 sama dokter bahwa saya mau punya HP. 1:22:08 Punya HP nanti pulang buka Google. 1:22:12 kemudian datang ke Undang-Undang Nomor 8 1:22:16 Tahun 2016 1:22:19 ini di situ ada 1:22:22 butir-butir tentang apa kewajiban 1:22:26 pemerintah dan apa hak daripada para 1:22:30 divael. 1:22:33 Jadi seperti tadi Ibu tu katakan setelah 1:22:36 1 bulan kemudian harus 1:22:41 perpanjang lagi dan seterusnya. 1:22:45 Maka kemudian 1:22:48 saya sudah pernah jumpa beberapa waktu 1:22:51 lalu dengan seorang doktor yang turut 1:22:55 menyusun undang-undang PPJS. 1:23:00 Dia katakan, beliau katakan bahwa bukan 1:23:02 hanya satu pekan, dua pekan, satu bulan 1:23:04 atau du bulan. Tidak. Tapi sampai 1:23:06 sempuh. 1:23:09 Sampai sembuh. Jadi masuk rumah sakit 1:23:12 sampai sembuh. 1:23:14 Beliau turut menyusun undang-undang 1:23:16 BPJS. 1:23:20 Tahun lalu anak saya dosen IPB, 1:23:24 ASN. 1:23:28 operasi hernia 1:23:31 2 hari dia belum bisa bangun duduk 1:23:34 harus pulang 1:23:38 belum bisa duduk saya bantu untuk duduk 1:23:41 harus pulang 1:23:44 alasannya waktu itu mau krismas Natal 1:23:49 dokter pulang kampung apa segala macam 1:23:52 seperti itu. 1:23:55 Jadi itu sama sekali dokter yang tidak 1:23:57 punya etika dan rumah sakit yang tidak 1:24:00 punya etika. 1:24:03 Ini anak saya normal, dia dosen 1:24:08 bahkan sudah asosiative profesor. 1:24:11 Bagaimana dengan orang-orang kampung, 1:24:16 orang-or miskin yang anak-anaknya ada di 1:24:18 Babel dan seterusnya? 1:24:23 sama dengan misalnya 1:24:27 lawyer. 1:24:29 Kalau Ibu-ibu atau Bapak-bapak yang 1:24:32 punya pengalaman kurus sertifikat 1:24:34 tanah atau AJB atau sertifikat rumah itu 1:24:41 kan mahal. 1:24:43 Apa dibilang kenapa mahal? Oh, saya 1:24:45 sekolah mahal ya. 1:24:48 Tamat sarjana hukum, sekolah lawyer lagi 1:24:51 kan setahun atau 2 tahun. 1:24:54 Jadi orang jadi lawyer, orang jadi 1:24:58 dokter, orang jadi insinyur bukan untuk 1:25:01 mengabdi kepada 1:25:04 masyarakat 1:25:06 karena Allah, tapi karena mau 1:25:08 mengembalikan 1:25:11 biaya ketika dia kuliah. 1:25:15 Seperti itu. 1:25:18 Sekarang saya mau 1:25:21 ke bidang yang bukan hukum. 1:25:28 Bapak, Ibu, 1:25:30 anak itu adalah amanah, 1:25:34 titipan dari Allah. 1:25:37 Ketika saya kuliah di Makassar, 1:25:40 ada senior saya, Dokter kembar. 1:25:44 Dokter kembar. 1:25:47 Saking kembarnya itu saya pernah 1:25:49 tertipu. 1:25:51 Tertipu kenapa 1:25:53 saya demam? Saya datang berobat dia, dia 1:25:57 kasih obat demam. 1:26:00 Lantas kemudian obat saya habis belum 1:26:04 sembuh saya datang lagi 1:26:06 ke dokter itu, 1:26:09 "Bang, habis obat." 1:26:11 Dia bilang, "Kapan saya kasih obat sama 1:26:13 kamu?" Waktu minggu lalu ternyata 1:26:17 kembarannya 1:26:20 jadi kembarnya. 1:26:22 Sampai kemudian 1:26:24 pacar pun tertukar 1:26:27 karena kembar kembar siap. Betul. Hanya 1:26:30 untuk tidak menjadi orang keliru, maka 1:26:33 disepakati yang satu pakai campang, yang 1:26:36 satu tidak pakai campak supaya terbit. 1:26:40 Tapi yang mau saya katakan dalam konteks 1:26:42 amanah ini 1:26:44 yang abangnya itu menikah dulu 1:26:48 sekian tahun tidak punya anak. 1:26:52 Padahal menurut teori dokter yang paling 1:26:54 tahu kan cara buat anak. 1:26:58 Tapi enggak punya anak. 1:27:00 Sekitar 7 tahun baru adik kembarnya itu 1:27:02 menikah. 1:27:04 2 tahun kemudian adik kembarnya istrinya 1:27:07 hamil baru dia angin 1:27:10 ya abangin. Jadi betul-betul anak itu 1:27:14 betul-betul titipan. 1:27:18 Ada yang puluhan tahun 1:27:21 tidak 1:27:23 punya anak. 1:27:25 Ada kalau ibu-ibu lihat dioses ada 1:27:28 sekitar 2 tahun lalu seorang suami istri 1:27:33 suami umur 60 tahun istri 50 tahun lebih 1:27:38 hamil 1:27:40 seperti itu. Jadi itu otoritas anak. 1:27:44 Sehingga ketika kita diberikan Allah 1:27:46 anak dalam kondisi apapun 1:27:50 itu adalah amanah kepergaan. 1:27:54 Ada hadis Rasulullah yang mengatakan 1:27:56 bahwa kalau mereka punya anak perempuan 1:27:59 dipelihara dengan baik, bapak ibunya 1:28:03 surga. Sahabat tanya, "Kalau dua anak 1:28:05 surga, tiga anak surga, empat anak surga 1:28:09 anak perempuan." 1:28:11 Karena mengurus anak perempuan tentu 1:28:13 saja lebih susah daripada anak 1:28:15 laki-laki. Ini normal. Apalagi di Pabel. 1:28:20 di Pabel itu kan bukan hanya perhatian 1:28:25 dari soal makannya, minumnya, paknya, 1:28:28 tapi juga jiwa 1:28:30 hati. 1:28:32 Pertama, 1:28:34 marah enggak kita sama anak kita? Emosi 1:28:37 enggak kita? Pernah enggak tangan kita 1:28:40 melayang? 1:28:41 Karena saking jengkel seperti belum lagi 1:28:44 dengan tetangga dan seterusnya. Ada 1:28:46 enggak ibu-ibu merasa malu? 1:28:50 Ketika misalnya diketahui oleh teman, 1:28:55 tetangga, anak di Pabel, 1:28:57 ada saya menemukan orang tua 1:29:01 ketika datang tamu, anaknya itu 1:29:03 disembunyikan 1:29:05 di kamar, tidak boleh keluar karena 1:29:07 anaknya diabet. 1:29:10 Berarti itu kan menghina Allah. 1:29:13 Allah yang memberikan anak. 1:29:16 Ada orang yang tidak punya anak. 1:29:18 Alhamdulillah kita punya anak meskipun 1:29:20 dipakar itu adalah kurniah. 1:29:24 Oleh karena itu maka terlepas dari 1:29:27 kesalahan, kelemahan dan seterusnya 1:29:29 sebelum itu. Tapi ketika Allah 1:29:31 memberikan anak kita seperti itu, maka 1:29:34 kemudian satu kesempatan untuk kita, "Ya 1:29:37 Allah, maafkan saya dulu karena saya 1:29:39 begini begini. Allah berikan kepada saya 1:29:42 anak seperti ini sebagai peringatan 1:29:44 kepada saya. Saya akan gunakan waktu 1:29:46 saya untuk mengurus dia dengan 1:29:48 sebaik-baik. Itu adalah kesempatan 1:29:53 untuk kita perbaiki diri. Kemudian kita 1:29:56 mengabdi kepada Allah dengan mengurus. 1:30:01 Terakhir, 1:30:05 ibu-ibu mungkin pernah lihat di TV 1:30:09 seorang anak di faber 1:30:12 dia bisa hafiz Quran. 1:30:15 pernah lihat kan? Iya. 1:30:19 Jadi Quran itu satu mukjizat 1:30:23 dari Rasulullah, 1:30:26 dari semua para nabi. 1:30:30 Kalau injil itu saya SD 6 tahun, SR, SMP 1:30:36 3 tahun, SMA 3 tahun belajar agama 1:30:39 Kristen. 1:30:40 Karena di sekolah saya cuma saya tiga 1:30:44 orang muslim. 1:30:46 Sehingga tidak mungkin pemerintah 1:30:48 datangkan guru agama Islam untuk 1:30:50 mengajar kami tiga. Maka belajar Injil. 1:30:54 Ternyata Injil itu dalam Islam disebut 1:30:57 dengan hadis qudsi. Hadis qudsi itu 1:31:00 adalah isinya dari Allah, ucapannya dari 1:31:04 Nabi. 1:31:06 Maka Injil itu adalah hadis qudsi. 1:31:08 Kenapa Allah turunkan Injil itu 1:31:10 sekaligus 1:31:12 kepada Nabi Isa? Baru Nabi Isa ngomong, 1:31:16 "Kalau Al-Qur'an tidak. 1:31:19 Allah turunkan bertah bertahap supaya 1:31:22 kemudian dilaksanakan. 1:31:25 Bah kemudian Allah beritahu kepada 1:31:26 Rasulullah, jangan buru-buru baca ketika 1:31:29 wahyu 1:31:31 tunggu resapi sampai sudah selesai baru 1:31:35 bacakan kepada. 1:31:38 Nah, oleh karena itu maka 1:31:41 Quran itu mukjizat Rasulullah. Sehingga 1:31:44 ketika kita baca, kita pelajari, kita 1:31:48 amalkan insyaallah. Karena itu mulailah 1:31:52 besok ibu-ibu ajarkan anak-anak yang 1:31:56 diabel itu untuk setiap hari paling 1:32:00 tidak satu a baca Quran baik mulai dari 1:32:07 pandang maupun 1:32:09 dari Al-Fatihah atau Al-Fatihah sampai 1:32:13 kemudian 1:32:15 mereka ulangi ulangi ulangi sampai 1:32:17 kemudian mereka hafal. Pak, 1:32:22 saya 1:32:24 ketika di Malaysia kontrak rumah 1:32:29 seperti kalau di Jakarta di Kalido 1:32:34 yang punya itu 1:32:39 stroke 1:32:41 stroke jalan pincang tangannya begini 1:32:46 dia tahu saya orang Indonesia Dia 1:32:49 beranggapan bahwa orang Indonesia itu 1:32:51 semua bisa jadi mau berobat sama saya. 1:32:56 Saya pikir saya enggak bisa. Tapi 1:32:58 kemudian berdasarkan pemahaman tentang 1:33:00 Al-Qur'an, 1:33:02 waktu menjelan asar saya suruh dia ajar 1:33:06 kan dia enggak ngomongkan anu ee apa 1:33:10 pelet apa? 1:33:13 Ah, seperti itu. Saya bilang aja azan. 1:33:18 Dia bilang, "Enggak bisa azan." Azan. 1:33:21 Nah, dia azan tapi seperti serat begitu. 1:33:26 Terus kemudian di sebelah rumah saya 1:33:29 buat 1:33:32 kaleng kemudian kasih batu kemudian saya 1:33:36 suruh dia dia tarik dia tarik. 1:33:42 Satu pula 1:33:44 salat dengan saya suruh azzar. 1:33:48 itu mulai tangannya tadinya begini sudah 1:33:51 mulai 1:33:54 kakinya masih t jalan pincang sudah 1:33:55 mulai 1:33:57 1 bulan kemudian dia bilang mau pulang 1:34:00 ke kampung 1:34:02 saya bilang kenapa mau ketemu istri 1:34:07 maaf jadi selama itu 1:34:11 alat vitalnya tidak berfungsi 1:34:14 ketika saya urut 1:34:17 kemudian suruh azan dan seterusnya. Maka 1:34:20 kemudian alat pitanya hidup mau pulang 1:34:22 ketemu istri. 1:34:25 Jadi Quran itu obat dari segala obat. 1:34:32 Tapi kalau kita sudah lakukan semua itu, 1:34:35 Ibu-ibu, 1:34:37 orang meninggal bukan karena sakit. 1:34:42 Orang tidak meninggal bukan karena 1:34:44 sehat. 1:34:46 Kalau orang meninggal karena sakit, 1:34:49 dokter tidak meninggal. 1:34:52 Karena dokter yang paling tahu penyakit. 1:34:54 Tapi dokter meninggal. 1:34:57 Jadi orang meninggal karena waktunya 1:34:59 sudah sampai. 1:35:03 Jadi ibu-ibu akan menyaksikan nanti 1:35:06 justru ibu-ibu mungkin lebih duluan 1:35:08 meninggal daripada anaknya yang diabet 1:35:12 atau sebaliknya. 1:35:16 Mahasiswa saya 1:35:18 komplain sama saya, "Kalau begitu kenapa 1:35:21 Nabi Muhammad meninggal umur 63 tahun?" 1:35:26 63 tahun kan relatif masih muda. 1:35:30 Sekarang orang bisa 80 90. 1:35:33 Saya baru 2 hari lalu dari kampung saya 1:35:36 ketemu dengan om saya 90 tahun. 1:35:40 Umur 90 tahun masih bisa apa ee buat 1:35:46 kerja apa segala macam ke masjid dan 1:35:48 seterusnya. 1:35:50 Saya bilang sama saya, "Bersyukurlah 1:35:53 Nabi meninggal umur 63 tahun." 1:35:57 Coba kalau Nabi meninggal 100 tahun, 1:36:00 Quran itu tidak 114 surah. 1:36:05 Quran itu bisa 200 surah. 1:36:08 Sekarang 11 sudah kita tidak bisa 1:36:12 bacaan atau hafaz 1:36:16 hadis-hadis itu puluhan juta. 1:36:21 Jadi nabi meninggal bukan karena sakit. 1:36:24 Nabi meninggal karena tugasnya 1:36:27 sebagai nabi sudah selesai. 1:36:31 Nah, karena itu 1:36:34 ibu-ibu kalau malam mau tidur 1:36:38 anak-anak itu kemudian sudah tertidur 1:36:41 apa lus kepalanya kemudian baca doa. Doa 1:36:48 insyaallah 1:36:50 dengan doa itu 1:36:52 Allah memberikan mukjizat yang ibu-ibu 1:36:55 tidak akan sah. 1:36:57 Bah bisa saja. Kemudian yang tadi tuna 1:37:00 rungum bisa saja kemudian 1:37:04 bicara dan 1:37:08 karena 1:37:10 Quran itu asyifat 1:37:14 Quran itu obat. 1:37:19 Sesudah itu, Ibu-ibu 1:37:22 jangan panggil anak-anak ibu dengan 1:37:26 panggilan yang tidak baik. 1:37:30 Hei si nakapal, hei si panden. He sien. 1:37:35 Jangan 1:37:36 panggilan. Hai anak cantik, 1:37:39 hai anak ganteng, 1:37:42 hai anak saleh, hai anak salehah, 1:37:46 itu akan masuk diri 1:37:51 sehingga kemudian akan memotivasi. 1:37:55 Kalau ada orang minta-minta, 1:37:58 ada yayasan apa bawa proposal. 1:38:04 Kalau tidak ada uang, bicara dengan 1:38:06 baik. Maaf dan waktu. Tapi kalau ada 1:38:10 1000, 2.000, 5.000, jangan ibu yang 1:38:13 kasih, yang bapak yang kasih. Berikan 1:38:15 anaknya, 1:38:17 anaknya itu yang kasih. 1:38:20 Ya. 1:38:22 Iya. 1:38:23 Ya. 1:38:27 Ya. 1:38:29 Maka kemudian itu secara fisologi akan 1:38:32 memotivasi dia sangat besar dewasa untuk 1:38:36 selalu memberi. 1:38:39 Dan kata Rasulullah tangan di atas lebih 1:38:42 terhormat dari tangan di bawah. 1:38:46 Ini beberapa metode daripada 1:38:51 sistem Islam. di samping apa yang 1:38:53 disampaikan oleh dokter Riba tadi dari 1:38:58 pendekatan dokter atau kesehatan 1:39:04 beritahu suami-suami ibu 1:39:09 mereka pergi ke masjid atau musyaah ajak 1:39:14 ajak anaknya 1:39:16 ke masjid bapaknya ya seperti itu. Tentu 1:39:20 saja salat ujung paling kiri atau ujung 1:39:25 paling kanan atau di belakang. 1:39:28 Karena 1:39:30 ada itu cucu saya tadi ke mana itu 1:39:34 umur 4 tahun. Kalau salat 1:39:38 kemudian kita bangun dari sujud dia 1:39:41 guling-guling di bawah. Enggak apa-apa 1:39:45 kita perkenalkan 1:39:47 masjid kepada dia muson 1:39:50 maka 1:39:52 taruhlah paling ujung kanan, ujung kiri 1:39:54 atau paling belakang 1:39:57 sehingga kemudian meskipun dia di babel 1:40:01 dia bisa mengenal masjid masal seperti 1:40:05 itu. 1:40:07 Apalagi 1:40:08 kalau dengan doa-doa 1:40:11 pemerintah harus melaksanakan 1:40:13 Undang-Undang Nomor 8 2015 harus ada 1% 1:40:18 lapangan kerja bagi divabel pemerintah 1:40:22 2% maka harus ada sarana persarana 1:40:25 pasediakan 1:40:27 maka kemudian ibu-ibu harus yakin bahwa 1:40:29 masa depan anak Ibu itu juga punya masa 1:40:33 depan 1:40:35 sehingga dengan itu bisa ibu-ibu tenang, 1:40:40 tidak terganggu jiwa, tidak terganggu 1:40:43 emosi, tidak terganggu gangguan fisika. 1:40:48 Saya kira itu beberapa hal yang saya 1:40:51 ingin sampaikan. 1:40:53 Soal undang-undang sudah banyak di 1:40:56 Indonesia, tinggal lagi mau dilaksanakan 1:40:59 atau tidak. 1:41:01 Seperti disebutkan oleh Pak Imron tadi, 1:41:04 ibu-ibu punya hak dan juga sekaligus 1:41:06 punya kewajiban untuk ingatkan Pak 1:41:09 Lurah, ingatan Pak Camat Walikota agar 1:41:13 supaya hak-hak di fabel itu disediakan 1:41:16 dan dilaksanakan dengan optimal. Saya 1:41:20 kira kalau ada yang mau bertanya silakan 1:41:25 langsung seperti tadi 1:41:31 apa? 1:41:37 Asalamualaikum warahmatullahi 1:41:39 wabarakatuh. 1:41:43 Ee ini Pak Ustaz aku bertanya Nazwa ini 1:41:48 e dari lingkungan ya dari pemerintahan 1:41:51 gitu. Nazo ini dari umur setahun kan 1:41:54 udah di apa sih? dari bansos udah 1:41:59 disurvei, 1:42:01 udah difoto. Terus ee aku itu saat itu 1:42:05 kan tinggal di tempat mertua almarhum 1:42:10 sudah difoto sampai 6 tahun. Kemarin pun 1:42:13 udah di 1:42:15 ini lagi Pak Ustaz tapi di data DTKS-nya 1:42:18 aku dapat bantuan terus nazo juga dapat. 1:42:23 Tapi sampai sekarang aku pernah nanya ke 1:42:24 kelurahan bilangnya aku belum dapat 1:42:27 kotak. Tapi itu Heeh. Dari pihak 1:42:30 kelurahan bilangnya belum dapat kota 1:42:33 tapi ee apa datanya udah masuk 1:42:38 di apa aku sama Nazwa tuh dapat laporan 1:42:41 ke RT itu responnya kurang mengenakkan 1:42:44 gitu, Pak. 1:42:46 Terus ee 1:42:48 lancang apa enggak gitu. Aku bertanya 1:42:51 lagi ke Pak RT kelurahan gitu. Terus 1:42:53 dari pihak kelurahan itu dari Bantos 1:42:55 bilang gini, "Tunggu aja ya, Bu. Nanti 1:42:57 ada surat undangannya." Sudah Nazuk 1:42:59 sudah umur 7 tahun nih, Pak. Cuman 1:43:01 begitu doang. Iya, cuma disurvei foto 1:43:06 udah enggak ada jawaban. Jawabannya 1:43:09 begitu aja sampai sekarang. 1:43:13 Begitu aja, Pak. Makasih. Asalamualaikum 1:43:15 warahmatullahi wabarakatuh. 1:43:19 langsung aja 1:43:21 mungkin inklusi bisa ada kasus-kasus 1:43:24 begini dikumpulkan kemudian disampaikan 1:43:29 secara resmi baik ke pemda maupun ke 1:43:32 DPRB 1:43:33 seperti itu. Sebab 1:43:37 ee waktu zaman Joko itu kan 1:43:40 ada yang 1 M ada yang 2 M kayak 1:43:43 diura-ura seperti itu. Kalau Jakarta kan 1:43:47 lebih tinggi karena APBT-nya kan tinggi 1:43:51 seperti itu. Sehingga harus dicek apakah 1:43:54 betul anggarannya belum turun atau 1:44:00 ada bentuk fikih. 1:44:21 jawabannya lebih 1:44:24 iya 1:44:27 ya. 1:44:32 Iya. itu nanti ee karena saya 1:44:37 inklusif bisa mengajukan kasus-kasus 1:44:40 begitu ee baik ke lurah, kepala desa 1:44:44 atau karena Jakarta ini walikota. Nah, 1:44:48 bisa seperti itu sehingga kemudian bisa 1:44:52 diproses nanti 1:44:56 paling tidak ee didengar langsung dari 1:44:59 inkusi datang. Apa sebabnya? penyebabnya 1:45:03 apakah anggaran belum turun atau 1:45:05 anggaran turun. Tapi jadi ada data 1:45:08 fiktif. Data fiktif begini. 1:45:13 Tahun 2007 ketika saya masih di KPK, 1:45:17 pemerintah daerah provinsi itu buat 1:45:21 daftar bansos. 1:45:23 Bansos itu 50% itu fiktif. artinya tidak 1:45:27 ada tapi keluarganya kemanakannya 1:45:30 sebatnya seperti itu. Nah, jadi itu 1:45:34 pengalaman saya di KPK. Karena itu bisa 1:45:36 saja ee apa hal itu terjadi di tingkat 1:45:41 desa atau seluar negeri. Jadi, karena 1:45:43 itu saya serangkan inklusi bisa ee 1:45:47 memproses seperti itu. 1:45:50 Baik. 1:45:53 Iya. 1:45:54 Ada lagi? 1:45:59 Sudah. Iya. 1:46:08 Belajar lagi anak. 1:46:11 Oh. 1:46:27 masih ada. 1:46:29 Oke. Ee gini 1:46:34 ee 1:46:36 ada ibu yang bisa bahasa isyarat, 1:46:39 Bu. 1:46:40 Hah? Masih belajar? 1:46:42 Telat belajar mah. Anaknya tena rungu 1:46:45 baru belajar. Oke, maksud saya begini. 1:46:49 Kalau memang ada kita pasasi tempatnya 1:46:52 untuk mengajar ngaji buat anak-anakungu. 1:46:56 Nah, termasuk ee anak-anak hebat ini 1:46:59 bisa ee kita adakan pengajian di sini 1:47:03 ya. Ee cuman memang kami belum punya ee 1:47:07 guru spesialis 1:47:09 kecuali kalau ada ibu-ibu yang bisa 1:47:12 menjadi voluntir untuk mengajar. Ya. 1:47:15 Jadi dari kita untuk kita nih ee tempat 1:47:18 kami sediakan di sini atau di ruko kan 1:47:21 begitu lantai dua. Kalau dua enggak 1:47:23 mungkin lah kayaknya di sini aja ya. Itu 1:47:25 itu yang pertama. Yang kedua 1:47:29 ee semua ini kan direkam ya kita direkam 1:47:32 ya. ee nanti dari rekaman ini kita akan 1:47:36 buat rumusan dari berbagai macam 1:47:38 persoalan itu. Enggak usah DPR, DPR RI 1:47:40 aja bisa kita ya itu kalau kalau DKI 1:47:45 Latif agak mending, agak bagus ya. Saya 1:47:49 bilang enggak bagus sekali, agak bagus. 1:47:52 Artinya masih punya punya sejak dipimpin 1:47:56 oleh tiga gubernur ke belakang mulai 1:47:59 dari Ahok, Anis sampai ke sekarang ini 1:48:03 itu relatif ada peningkatan Bang untuk 1:48:05 ee sarana pasarana ee untuk di Fabel 1:48:10 kecuali 1:48:11 soal kesedaran masyarakat. 1:48:14 Kayak contohnya masyarakat ini 1:48:15 menyangkut ee ya korupsi juga sebenarnya 1:48:18 Bang masyarakat ini ya kayak giden line 1:48:21 trotoar itu geden line jalur kuning itu 1:48:23 banyak dipakai buat dagang. 1:48:25 Iya benar 1:48:26 gitu. Padahal itu untuk tuna netra ya 1:48:29 itu sebenarnya korupsi korupsi sosial 1:48:32 itu terjadi di masyarakat ya itu kip 1:48:35 sosial nih tapi kita juga enggak bisa 1:48:37 protes karena yang kita hadapi preman ee 1:48:41 lokal kemudian preman itu setoran ke 1:48:43 oknum 1:48:45 ee 1:48:46 iya dan seterusnya ya kayak kayak rajia 1:48:50 itu cuman angin-anginan hari ini rajia 1:48:52 besok ada lagiah rajia 1:48:54 heeh kan gitu Ya, gitu terjadi juga 1:48:57 korupsi ya. Sarana transportasi kita 1:49:01 juga belum semuanya memenuhi kayak ee 1:49:04 mulai ada lif ya di beberapa koridor 1:49:07 BASP atau ee penyeberangan JPU cuman 1:49:10 kadang-kadang nyalahnya angin-anginan 1:49:13 ya gitu. Kalau ada sudah ada angin ribut 1:49:15 baru nyala. Nah, kalau agak protes ya 1:49:19 dimatiin. 1:49:21 Tapi hebatnya lagi poser listriknya 1:49:23 jalan terus. 1:49:26 kayak begitu. Jadi memang ee korupsi itu 1:49:29 sekarang terjadi justru juga lebih 1:49:31 banyak di masyarakat. Korupsi hak orang 1:49:34 lain ya yang arsya itu punya hak orang 1:49:36 lain digunakan buat kepentingan 1:49:38 pribadinya. Contoh yang paling nyata 1:49:41 saya pernah ee buat buat film dokumenter 1:49:45 agak diprotes sama Kapores Jakarta 1:49:47 Timur. 1:49:48 Kadan saya saya dokumentasikan di depan 1:49:51 Kapolat Timur itu banyak dipakai untuk 1:49:54 pasir motor dan dagang. Yang hebatnya 1:49:56 lagi polisi-polisi yang nongkrong di 1:49:58 situ kayak begitu ya. Nah, oke. Ee nanti 1:50:03 ini kita akan rangkum ya. Kita akan 1:50:05 rangkum. Kita bertahap ya, bertahap dan 1:50:07 enggak bisa sekali. Maksud saya 1:50:10 pertemuan ini ee kita juga nanti ke 1:50:13 depan ini akan ngundang HAM ya, 1:50:16 aktivitas HAM. Nah, kita bisa diberikan 1:50:19 advokasi nanti secara pengetahuan ee apa 1:50:23 namanya hak-hak asasi manusia untuk 1:50:25 difabel ya. Karena ini hukum nih gituah 1:50:29 kan. Karena kita bicara hak nih bukan 1:50:31 kewajiban. Kalau kewajiban kita sudahlah 1:50:33 paling tidak kita kalau belanja di 1:50:34 market kena pajak ya kan. Kita belanja 1:50:37 di minarket kena pajak, pajak dipajak 1:50:40 lagi kan gitu ya. E padahal sebenarnya 1:50:43 pajak itu hanya berlaku untuk ee bumi 1:50:46 ya. sama penghasilan. Tapi belanja juga 1:50:49 kenapa aja? 1:50:51 Kenapa? Akhirnya jadi mahal. Nah, ini 1:50:53 kita akan rangkum semuanya. Kita akan 1:50:55 rangkum. Oke, saya kira pertemuan hari 1:50:59 ini kita cukup dan ee 1:51:04 baru baru kemarin tanggal 17 yang lalu 1:51:07 setelah salah seorang anggota grup kita, 1:51:11 komunitas kita itu Ibu almunawarah 1:51:14 meninggal dunia. 1:51:16 ee orangnya aktif 1:51:19 anaknya Abi 2 tahun lalu pentas di acara 1:51:23 HDI yang kami laksanakan ya. Nah, ee 1:51:27 sering juga datang dan sering memberikan 1:51:29 kontribusi dan pengetahuan kepada 1:51:30 ibu-ibu lain ya. 1:51:33 Sebenarnya hari ini saya janji mau 1:51:36 ketemu mau bicara karena e untuk 1:51:39 kepengurusan di K inklusi ya secara ee 1:51:43 dulu dia sudah sudah oke tinggal ketemu 1:51:45 secara resminya tapi Allah berkehendak 1:51:48 lain ya dituntaskan tugasnya di dunia 1:51:53 sudah selesai dan kita berharap ee ee ee 1:51:57 perjuangan-perjuangan 1:51:59 ee para almarhum dan almarhumah seperti 1:52:02 Bank Fikri dan Ibu almunawarah ini 1:52:04 enggak berhenti kita lanjutkan. Jadi ee 1:52:08 sesama kita harus saling support 1:52:10 melanjutkan. Jadi kita berjuang ini 1:52:12 bukan hanya untuk anak kita, juga buat 1:52:14 anak-anak lain ya, anak-anak istimewa 1:52:17 yang lain yang mungkin mereka enggak 1:52:19 bisa mengadvokasi diri sendiri. Jadi 1:52:22 kami terbuka nih. Jadi grup Kadi inklusi 1:52:24 itu enggak sebatas ibu sudah ikut 1:52:27 organisasi di mana pun enggak ada 1:52:28 masalah. Kita sifatnya partisipatif di 1:52:31 sini ya. Partisipatif. Yang mau 1:52:33 berpartisipasi. Yes. Oke, kita welcome. 1:52:36 Mau kegiatan di sini boleh ya, Ibu. Ada 1:52:40 kegiatan di fabol enggak punya tempat di 1:52:42 sini aja. 1:52:43 Free ya, enggak ada tarik bayar apa-apa 1:52:46 ya. Oke. Tapi konsumsi masing-masing ya. 1:52:50 Nti kecuali acara begini ya, kita akan 1:52:53 siapkan. Nah, untuk itu kita ee khusus 1:52:57 ee mendoakan Ibu Siti Almunawarah ya. Ee 1:53:02 mari kita doa bersama-sama untuk Ibu 1:53:04 almunawarah sebelum nanti terakhir 1:53:07 closing statement dari Bu Elma ya. Ah ee 1:53:11 untuk yang beragama Islam kita membaca 1:53:13 al-Fatihah. Bagi yang ee nonmuslim bisa 1:53:16 berdoa menurut agama masing-masing. 1:53:18 Ilahun 1:53:20 alfatihah. 1:53:29 Amin. Oke. Ee berikutnya eh closing 1:53:34 statement dari Bu Elma. Bu ini salah 1:53:39 satu pembina ee di Kadi Inklusi. Beliau 1:53:42 juga istri dari almarhum Bapak Fikri 1:53:46 Talib. Ee pernah jadi anggota MPR RI 1:53:49 utusan ee golongan dulu, utusan golongan 1:53:53 di Fabel dulu. Pak Fikri dulu salah 1:53:55 satunya ya termasuk pejuang inklusi 1:53:58 yang enggak yang enggak berhenti sampai 1:54:01 menjelang wafat beliau masih nekanin tuh 1:54:04 ya. Jangan sampai ee kita jaga 1:54:06 kesejahteraan ee inklusi ya. Ya, silakan 1:54:10 Bu Salman 1:54:12 di sini. 1:54:14 Nah, di situ aja. 1:54:28 Asalamualaikum warahmatullahi 1:54:30 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:54:32 warahmatullahi wabarakatuh. 1:54:36 Alhamdulillahiabbil alamin. Saya 1:54:38 bersyukur sekali Alhamdulillah bersyukur 1:54:41 pada Allah karena telah terlaksananya 1:54:45 pertemuan kita hari ini. Kita anggap ini 1:54:49 silaturahim 1:54:51 seperti almarhum 1:54:53 suami saya Bapak Fikri Allahaham. Beliau 1:54:57 sangat suka bersilaturahim. 1:55:01 Pernah menurut cerita dari Ustaz 1:55:05 Abdullah sampai ke rumah Ustaz Abdullah 1:55:09 di Depok menyetir sendiri dengan mobil 1:55:11 modifikasi. Saya sendiri enggak tahu. 1:55:14 Beliau mencari dengan semangatnya 1:55:16 bagaimana pengin bersilaturahim 1:55:19 ketemu. Saya pun baru tahu setelah 1:55:21 beliau wafat. Abdullah 1:55:25 bercerita. 1:55:27 Jadi saya di sini juga merasa bersyukur 1:55:31 ibu-ibu semua telah menyempatkan waktu 1:55:34 yang saya tahu pasti dari ibu-ibu semua 1:55:37 ini bukan semuanya mempunyai waktu yang 1:55:40 benar-benar lega. Ada yang 1:55:44 sebetulnya kurang sehat tapi 1:55:46 disehat-sehatkan untuk hadir demi ilmu, 1:55:50 demi kita bisa bertemu, saling bertukar 1:55:55 pikiran. 1:55:57 Ada juga yang masih punya kesibukan 1:55:59 harus memasak 1:56:02 atau meninggalkan 1:56:04 pekerjaan di rumah. Ada juga yang 1:56:07 mungkin mempunyai acara di tempat lain, 1:56:10 tapi lebih memilih di tempat ini. Saya 1:56:14 sekali lagi dengan sedalam-dalamnya 1:56:17 berterima kasih. Mudah-mudahan 1:56:20 amal 1:56:22 ibadah ibu semua, ringan langkah Ibu 1:56:26 semua ke sini, Allah balas dengan 1:56:29 kebaikan yang lebih banyak. Amin ya 1:56:31 rabbal alamin. Saya ingin sedikit 1:56:33 cerita. Boleh ya, Bu? Ya, sedikit. 1:56:36 Jadi suami saya 1:56:40 itu mungkin ada yang sudah tahu dan ada 1:56:42 yang belum tahu mungkin ya terkena polio 1:56:46 di usia 5 tahun. 1:56:49 Saat itu dengan segenap perjuangan dari 1:56:54 ayah ibunya dengan berbagai terapi dan 1:56:58 pengobatan, 1:57:00 akhirnya bukan sembuh ya, Bu, tapi bisa 1:57:04 menjadi 1:57:06 sosok yang mandiri. bersekolah di SLB 1:57:12 ee YPAC Hangliku. Singkat cerita ya, Bu, 1:57:15 6 tahun beliau menjadi pribadi yang 1:57:19 selain karena di sana kan dididik 1:57:22 macam-macam ya, Bu. Ada berenang. 1:57:25 Kemudian dengan berbagai keterampilan 1:57:27 yang memang ee sesuai dengan kurikulum 1:57:30 di SLB YPAC, akhirnya bisalah dia 1:57:36 menjadi 1:57:38 sosok yang kuat, jadi bertanggung jawab 1:57:43 dan mempunyai beberapa keterampilan. 1:57:48 Salah satu hal yang 1:57:51 sekedar cerita juga, salah satu hal yang 1:57:53 membuat saya juga kagum dengan beliau 1:57:58 adalah semangatnya yang tidak berhenti 1:58:00 untuk membersamai teman-teman 1:58:03 di fabel ya dengan kemampuan dia, dengan 1:58:07 keikhlasan, dengan ketulusan yang 1:58:10 sedalam-dalamnya. Karena 1:58:13 di pikirannya adalah bagaimana caranya 1:58:15 teman-teman di Fabel itu mempunyai 1:58:18 kesetaraan seperti beliau dalam 1:58:20 keluarganya juga diperlakukan setara 1:58:23 egaliter oleh orang tuanya. Itu yang 1:58:25 saya pelajari dari orang tua beliau. 1:58:28 Memperlakukan anaknya secara egaliter, 1:58:30 tidak dibeda-bedakan dan penuh cinta. 1:58:33 Artinya kakak beradik dalam keluarganya 1:58:36 itu kompak dan saling sayang. Jadi itu 1:58:39 mempengaruhi 1:58:41 suami saya untuk tumbuh menjadi orang 1:58:43 yang percaya diri. Jadi 1:58:47 suami saya punya kebiasaan setiap pagi 1:58:51 jika tidak ada uzur, tidak ada apa tuh 1:58:54 keluhan kesehatan selalu ke masjid Bu. 1:58:58 Kalau dulu masih kecil kan ee waktu 1:59:01 pertama terserang polio kan pakai bris, 1:59:03 pakai tongkat. Waktu menikah sama saya 1:59:05 masih pakai tongkat, dua tongkat. 1:59:08 Kemudian untuk seterusnya dalam 1:59:09 aktivitas di rumah kan pakai kursi roda. 1:59:11 Nah, kalau untuk ke masjid beliau harus 1:59:14 berpindah dari kursi roda ke 1:59:18 ee 1:59:20 motor modifikasi karena jalanan dari 1:59:22 rumah saya menuju masjid itu agak 1:59:24 menanjak. 1:59:26 Masing-masing kita punya perjuangan yang 1:59:28 masing-masing ya, Bu. di antaranya suami 1:59:30 saya itu kalau mau ke masjid membutuhkan 1:59:34 lebih banyak effort, beli lebih banyak 1:59:38 ee apa namanya? perjuangan. Jadi dari ee 1:59:43 bangun 1:59:44 harus pasti jam .00 ya karena akan 1:59:48 banyak ee 1:59:51 tahapan-tahapan dari misalnya dari 1:59:54 tempat tidur ke kursi roda, dari kursi 1:59:56 roda ke kamar mandi, kamar mandi balik 1:59:58 lagi kursi roda, kursi roda balik lagi 2:00:00 ke tempat tidur 2:00:03 untuk bebenah. Kemudian balik lagi ke 2:00:06 kursi roda lagi. Setelah itu baru kita 2:00:09 ke ruang tengah untuk berganti ke 2:00:13 kursi ee ke motor modifikasi untuk ke 2:00:16 masjid itu untuk mencapai beliau ke 2:00:19 masjid itu ada beberapa perjuangan yang 2:00:22 itu hanya sedikit dari aktivitas beliau 2:00:25 tapi sampai sekarang saya masih teringat 2:00:29 karena itu bukan hal yang mudah bagi 2:00:32 orang yang biasa pun ke masjid subuh 2:00:34 gitu ya apalagi untuk 2:00:38 suami saya. Dan tahun ini 1 tahun lebih 2:00:41 beliau 2:00:43 berpulang ke rahmatullah. Mudah-mudahan 2:00:46 dari apa yang beliau selama ini 2:00:49 perjuangkan 2:00:50 apapun ya sekalipun itu hanya 2:00:55 langkahnya menuju ke masjid dengan kursi 2:00:58 rodanya, prosig roda yang dimodifikasi 2:01:01 olehnya menjadi motor. Semoga Allah 2:01:03 terima menjadi amal ibadah yang amin. 2:01:08 Mulia yang memuliakan beliau di sisi 2:01:10 Allah Subhanahu wa taala. 2:01:12 Terima kasih Ibu yang telah menjembatani 2:01:16 amalan untuk suami saya dengan Ibu 2:01:20 berkenan hadir ke sini. 2:01:24 Saya yakin 2:01:26 jika suami saya bisa merasakan pasti 2:01:31 akan sangat bersyukur, sangat berbahagia 2:01:34 meskipun tidak bertemu langsung ya Bu. 2:01:36 Saya berterima kasih sekali dengan niat 2:01:39 baik Ibu semua yang telah meluangkan 2:01:42 waktunya berkenan hadir ke sini. Sekali 2:01:45 lagi kita bersama-sama saling berbagi 2:01:48 rasa, berbagi cerita, mencari solusi. 2:01:52 Insyaallah Allah akan memberikan jalan 2:01:55 yang terbaik. Asalamualaikum 2:01:56 warahmatullahi wabarakatuh. Ada lagi Bu, 2:01:59 satu lagi Bu yang istimewa Bu. 2:02:03 Jadi hari ini 2:02:07 adik saya, sahabat saya, 2:02:12 gur ibu guru dari TK Umar bin Khattab, 2:02:17 hari milu Rani Nurini. 2:02:23 Ibu Rani Nurini 2:02:26 barakallah umrun 2:02:29 wal akhir saya minta mohon Ustaz 2:02:33 Abdullahua 2:02:35 untuk mendoakan Ibu Rani semoga panjang 2:02:39 umur, sehat bisa membersamai kita. 2:02:42 Karena saya terus terang saya bukan 2:02:44 orang yang kuat seperti suami saya. Saya 2:02:47 kalah kuat, saya rap, saya lemah. Jadi 2:02:50 saya butuh orang-orang seperti Bu Rani. 2:02:53 Saya perlu semangat dari sahabat suami 2:02:56 saya Bapak Imron. Jadi dan juga dukungan 2:03:00 dari semua ibu-ibu di sini. Ayo Ibu 2:03:02 Rani. Kita mau meminta Ustaz Abdullah 2:03:04 untuk berdoa. Ini momennya pas ya. 2:03:07 Ibu-ibu datang 2:03:10 silakan 2:03:11 doanya. 2:03:13 Tentunya doa yang makbul itu adalah doa 2:03:18 dari yang bersangutan. 2:03:21 Saya karena itu hanya akan menyampaikan 2:03:24 doa dalam Al-Qur'an. 2:03:27 Kita mulai dengan istigfar. 2:03:30 Astagfirullahalazim. 2:03:32 Astagfirullahalazim. 2:03:34 Astagfirullahalazim. 2:03:36 Allah 2:03:38 mukminat wal muslim 2:03:41 muslimatanaamusanafiranahamirinbana 2:04:28 warhamna anta maulanairin 2:04:33 rabbana 2:04:34 minna inilbanaun 2:04:42 hasanah akalhamdulillahabilamin 2:04:57 Oke, terakhir ee penyerahan 2:05:01 dari Bu Elma ke 2:05:05 atau Kema? Kema 2:05:07 ngasih ke Bang Dula 2:05:14 di depan sini. Nah, 2:05:21 ya. Ya, begitu. 2:05:23 Kita kalau acara narasumber ini cepat 2:05:25 bisa ngasih ginian enggak yang lain. 2:05:28 Sementara narasumber ngasih ilmu sama 2:05:30 kita ya. Mari kita akhiri dengan membaca 2:05:34 hamdalah. Alhamdulillahirabbil alamin. 2:05:36 Asalamualaikum warahmatullahi 2:05:38 wabarakatuh. 2:05:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:05:40 wabarakatuh.