Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Innalhamdalillah
- nahmaduhu wa'inuhu wafiruh
- wa naud nauzubillah
- min syururi anfusina
- wamin sayiati a'malina.
- May yahdihillah
- fala mudillalah.
- Wam yudlil fala hadiyaalah.
- Ashadu alla ilahaillallah.
- Wahdahu la syarikalah
- wa ashadu anna sayyidana muhammadan
- abduhu wa rasuluh.
- Masyaallahu ka wama lam yasya lam yakun
- la haula wala quwwata illa billah. Amma
- ba'd.
- Ikhwan akhwat pemirsa TV silaturahim
- dan pendengar radio silaturahim yang
- sangat disayang oleh Allah subhanahu wa
- taala. Alhamdulillah malam hari ini kita
- kembali dapat bersilaturahim
- lewat kajian terjemah Quran lafziah.
- Pada malam Jumat yang lalu kita telah
- sampai pada ayat yang ke-26
- dari surah An-Nahl.
- Malam hari ini kita akan lanjutkan mulai
- ayat yang ke-27
- sampai menjelang Isya nanti. Untuk itu
- marilah kita awali kajian ini dengan
- bersama-sama membaca doa tholabul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbi zidni ilma. Allahumf bima alamtani
- waimni ma yangfauni
- warzuqni ilmafauni.
- Kita mulai dari ayat yang ke-27.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- tumma yaumalqiamati
- yukhziim
- waquulu aina syuraialladina
- kuntum tusyaquuna
- fihim
- qalladzina
- utul ilma innal khziyyal yauma wasu
- alal kafirin
- Arti lafziahnya
- kemudian yaumalqiamati
- pada hari kiamat
- yukzihim
- ya Allah akan menghinakan mereka
- dan ia berkata
- aina syurqai mana sekutu-sekutuku
- alladzi kuntum yang alladzina kuntum
- yang kalian
- semuanya
- dahulu
- tusyaquuna
- menentang
- para nabi
- fihim
- dalam membela mereka artinya sekutu
- qala berkata alladzina utul ilma
- orang-orang yang diberi ilmu oleh Allah
- subhanahu wa taala.
- Innal hijziya sesungguhnya kehinaan
- alyauma pada hari ini wasua dan siksaan
- itu alal kafirin atas orang-orang kafir
- secara keseluruhan.
- Kemudian Allah menghinakan mereka pada
- hari kiamat
- dan berfirman, "Di mana sekutu-sekutuku
- yang karena membelanya kamu selalu
- memusuhi mereka para nabi dan
- orang-orang beriman?"
- Sungguh orang yang diberi ilmu
- berkata,
- "Sesungguhnya kehinaan dan azab pada
- hari ini ditimpakan kepada orang-orang
- kafir."
- Ini masih kelanjutan dari cerita
- orang-orang yang menentang
- aturan-aturan Allah Subhanahu wa taala
- yang mulai dari ayat yang ke 19
- bahkan ayat sebelumnya menjelaskan
- bagaimana
- orang-orang kafir tidak mengakui adanya
- Allah.
- Nah, kemudian mereka juga berlaku
- sombong dan seterusnya.
- Nah, orang yang demikian itulah yang
- nanti yang akan dihinakan oleh Allah
- pada hari kiamat. Pada hari kiamat itu
- Allah akan berkata pada mereka, "Mana
- yang kau jadikan sekutu-sekutuku?
- Sehingga
- karena membela sekutu-sekutu yang kau
- jadikan untuk mempersekutukan aku itu,
- kamu menentang para nabi.
- Maka kemudian orang-orang yang diberi
- ilmu oleh Allah, yaitu
- para malaikat, para nabi, dan orang
- beriman akan berkata,
- "Memang pada hari ini
- siksaan dan kehinaan, kehinaan dan
- siksaan akan menimpa orang kafir."
- Nah, kemudian
- siapa orang kafir itu? Antara lain
- disebutkan Allah pada ayat 28.
- Alladzina tawa alladzina tatawaffahumul
- malaikatuimi
- anfusihim.
- Faalqus salama maa [berteriak]
- kunna na'malu min su.
- Bala
- innallaha
- alimum bimaa kuntum ta'malun.
- Orang-orang kafir adalah alladzina yaitu
- orang-orang tatawaffa yang mematikan
- mereka mereka.
- Almalaikatu
- malaikat
- zalimi sementara mereka menganiaya
- anfusihim diri merekaimi
- anfusihim menganiaya diri mereka
- falqu maka kemudian mereka
- ber menyerahkan
- assalama
- kepasrahan
- artinya menyerah
- ma kunna tidaklah kami dulu
- naalu
- beramal min su yang buruk
- bala bahkan
- innallaha sesungguhnya Allah alimun maha
- mengetahu bima kuntum dengan apa yang
- kalian dulu takmaluna kerjakan
- arti secara keseluruhan
- orang kafir adalah orang yang
- ketika dicabut nyawanya oleh para
- malaikat dalam keadaan berbuat zalim
- pada diri mereka sendiri. Lalu mereka
- menyerah
- sambil berkata, "Kami tidak pernah
- mengerjakan suatu kejahatan pun."
- Malaikat menjawab, "Pernah. Sesungguhnya
- maha Allah maha mengetahui apa yang
- telah kamu kerjakan."
- Inilah dialog yang menyedihkan.
- antara malaikat pencabut nyawa dengan
- orang-orang kafir
- yang ketika mereka disebut dicabut
- nyawanya dalam keadaan berbuat zalim,
- melakukan kemaksiatan,
- menyembah kepada selain Allah, melakukan
- pelanggaran syariat dan seterusnya.
- Maka ketika nyawa mereka dicabut, mereka
- pasrah. Ya sudah memang begini nasib
- kami kurang begitu. Tapi kami kan dulu
- tidak pernah melakukan keburukan itu.
- Mereka dengan ringannya mengatakan gitu.
- Maka malaikat bala bahkan
- kamu dulu melakukan keburukan minsuk.
- Ingat Allah maha mengetahui dengan apa
- yang kamu lakukan. Inilah kepasrahan
- yang tidak berguna yang dilakukan oleh
- orang kafir ketika nyawa mereka dicabut
- oleh Allah.
- Selanjutnya Allah menyatakan,
- "Fadkhulu
- abwaba jahanama khidina fiha
- falabiswal
- mutakabbirin
- fadkulu." Maka masuklah kalian abwaba
- jahanama,
- pintu-pintu jahanam. khidina
- mereka semuanya kekal fiha di dalamnya.
- Maka sungguh buruk matwal mutakabbirin
- tempat orang-orang yang menyombongkan
- diri
- secara keseluruhan.
- Maka masukilah
- pintu-pintu neraka jahanam.
- kamu kekal di dalamnya
- dan pasti itu seburuk-buruk tempat
- bagi orang-orang yang menyombongkan
- diri. Selesai cabut nyawanya langsung
- sudah tentu menunggu alam barzakh segala
- besok pada hari kiamat telah selesai
- semua perhitungannya dikatakan oleh
- Allah masuklah kalian ke neraka jahanam.
- Ini adalah tempat yang paling buruk bagi
- orang yang menyombongkan diri.
- Nah, itulah kisah orang-orang yang
- kafir. Bagaimana orang-orang yang baik?
- Ayat 30 menjelaskan.
- Waqila lilladzinattaqau
- maza
- anzalaukum
- qolu
- kohar.
- Lilladzina ahsanu fi hadid dunya hasanah
- darul akhirati khair
- wmaul
- muttaqin
- waqila. Dan dikatakan lilladina kepada
- orang-orang ittaqo yang bertakwa maza
- apa anzala yang telah menurunkan rbukum
- tuhan kalian qolu mereka berkata koiran
- kebaikan
- lilladzina ahsanu bagi orang-orang yang
- berbuat baik fid dunya di dunia
- hasanatun akan mendapat kebaikanul
- dan sungguh negeri akhir dan sungguh
- negeri akhirat khairun lebih baik wala
- nikmah dan sungguh sebaik-baik
- itu tempat darul muttaqin
- bagi orang-orang yang bertakwa itulah
- sebaik-baik tempat bagi orang yang
- bertakwa arti secara keseluruhan ayat
- yang ke30
- dan kemudian dikatakan kepada orang yang
- bertakwa
- apakah yang telah diturunkan oleh Tuhan
- Tuhanmu. Mereka menjawab, kebaikan.
- Bagi orang-orang yang berbuat baik di
- dunia, mereka akan mendapatkan balasan
- yang baik. Dan sungguh di negeri akhirat
- pasti menjadi mendapatkan yang lebih
- baik. Dan itulah sebaik-baik tempat
- kembali. Ah, orang-orang yang bertakwa
- ketika ditanya oleh malaikat, dikatakan
- juga oleh Allah, apa coba yang
- diturunkan oleh Allah? Mereka jawab
- kebaikan. Nah, ini jadi thayibin dalam
- keadaan baik. Artinya ee mereka menjawab
- dengan singkat padat bahwa semua yang
- diturunkan oleh Allah itu mengandung
- nilai-nilai kebaikan. Itu. Jadi kalau
- orang-orang yang bertakwa ketika ditanya
- oleh Allah, apa yang Allah berikan
- kepada manusia? Kebaikan.
- salat baik, zakat baik, saum baik,
- sodqah baik, semua dipandang baik oleh
- orang-orang yang bertakwa. Nah, kemudian
- Allah menyatakan bagi orang-orang yang
- berbuat baik akan mendapatkan balasan di
- dunia dia akan dapat balasan. Ingat para
- ikhwan, jadi tidak mungkin orang berbuat
- baik di dunia tidak akan mendapat
- balasan, di akhirat juga dapat balasan.
- yang lebih baik daripada kehidup barasan
- di dunia. Maka jangan pernah khawatir
- kebaikan yang kita keluarkan kadang kita
- ragu mendapatkan tidak. Allah menyatakan
- lilladzina ahsanu fi hadid dunya
- hasanah. Sebagian ulama menyatakan ini
- masih ucapan bagi orang-orang
- yang dijupkan oleh orang-orang yang
- baik-baik itu. Nah, apa balasan mereka
- di akhirat? Allah menyatakan
- jannatu
- adni yadkhulunaha
- tajri
- tajri min tahtihal anharu lahum fiha maa
- yasyaun
- kadzalika yajzillahul
- muttaqin
- jannatu adnin surga adn yadkhuluna yang
- memasukinya
- tajri yang mengalir min tahtiha dari
- bawahnya
- alanharu sungai-sungai
- lahum bagi mereka fiha di dalamnya ma
- yasyaun
- apa yang mereka kehendaki.
- Alika demikianlah
- yajzi membalas Allahu Allah almuttaqin
- orang-orang yang bertakwa.
- Arti secara keseluruhan ayat 31
- bagi orang-orang yang bertakwa akan
- mendapatkan kebaikan. Apa itu? Yaitu
- surga-surga aden yang
- mereka masuki mengalir di bawahnya
- sungai-sungai.
- di dalamnya mereka mendapatkan segala
- sesuatu yang diinginkan. Demikianlah
- Allah memberikan balasan kepada
- orang-orang yang bertakwa.
- Nah, jadi inilah balasan orang-orang
- yang baik, orang yang bertakwa. Mereka
- akan mendapatkan apa yang mereka
- inginkan. Lahum fiha maa yasyaun.
- Demikianlah balasan
- Allah bagi orang-orang yang bertakwa.
- Selanjutnya mengatakan,
- "Alladzina tatawaffahumul
- malaikat
- thyibina yaquulun
- yaquuluna salamun alaikum udkulul
- jannata bimaa kuntum tamalun."
- Orang-orang yang
- telah mewafatkan mereka alikatu malaikat
- dalam keadaan baik ya mereka malaikat
- berkata salamun keselamatan alaikum atas
- kalian udulu maka mas al jannata surga
- bima disebabkan kuntum yang kalian
- takmaluna telah yang telah bima kuntum
- dengan apa-apa yang kalian takmaluna
- kerjakan.
- Ayat 32 artinya yaitu orang-orang yang
- diwafatkan oleh para malaikat dalam
- keadaan baik dan mereka para malaikat
- mengatakan kepada mereka salamun
- alaikum.
- Masuklah ke dalam surga karena apa yang
- telah kamu kerjakan.
- Nah, jadi ee orang-orang yang berbuat
- baik, orang-orang yang baik itu mereka
- akan diwafatkan oleh malaikat dalam
- keadaan baik, dalam keadaan suci dari
- kekafiran, dalam keadaan tidak berbuat
- maksiat, dalam keadaan senang dan
- seterusnya. Inilah orang-orang yang
- takwa. Jadi ketika di
- diwafatkan oleh Allah, dicabut nyawanya,
- mereka kondisinya baik. Maka banyak kita
- dapati orang sedang salat ee mereka
- kemudian meninggal dan sedang membaca
- Quran seperti Utsman bin Affan meninggal
- yang sedang salat ketika seperti ee Umar
- bin Khattab dan seterusnya itulah
- orang-orang yang baik. Ah, kemudian
- ketika sudah dicabut nyawanya,
- malaikat memberikan salam pada mereka.
- Jadi, salam adalah
- kehormatan yang diberikan di awal
- kehidupan sampai dengan akhir kehidupan
- bahkan di tengah-tengah kehidupan. Maka
- marilah kita tebarkan salam di mana
- saja. Selanjutnya Allah menyatakan ayat
- yang 23.
- Hal yanzuruna
- illa
- an tatiahumul
- malaikatu
- au ya'ti amru rabbik
- kadzalika fa'alalladzina
- min qoblihim
- wama doalamahumullahu
- wakin kanu
- anfusahum
- yadlimun
- hal yangun tidaklah mereka orang kafir
- menunggu
- kecualium
- akan datang pada mereka alaikat malaikat
- pencabut nyawa
- atau datang amrubik urusan perintah
- Tuhanmu artinya azab kalika demikianlah
- faala telah berbuat alladina orang-orang
- minqoblin dari sebelum mereka wamahum
- dan tidaklah mengani mereka Allah
- walakin tetapi kanu adalah mereka
- anfusahum pada diri-diri mereka ylimun
- berbuat zalim. Selanjutnya ayat 33 arti
- secara keseluruhan. Tidak ada yang
- ditunggu oleh orang kafir selain
- datangnya para malaikat kepada mereka
- atau datangnya perintah Tuhan.
- Demikianlah yang diperbuat oleh
- orang-orang kafir sebelum mereka. Allah
- tidak menganiaya mereka, tapi merekalah
- yang menganiaya diri mereka sendiri.
- Jadi, kehidupan orang kafir itu di dunia
- hanya menunggu dua.
- Pertama menunggu kematian.
- Yang kedua menunggu azab Allah Subhanahu
- wa taala. Lantas apa enaknya menjadi
- orang kafir? Itu yang ditunggu dengan
- segala macam kemewahnya, hartanya,
- kedudukannya yang ditunggu hanya dua,
- yaitu apa? Malaikat atau azab Allah.
- Selanjutnya Allah menyatakan, "Faobahum
- sayiatu ma amilu wahaqo bihim
- wahaq bihim mau
- bihi yastahziun
- fasobahum." Maka menimpa mereka apa?
- Sayiatu ma amilu keburukan apa yang
- telah mereka lakukan.
- Wahaqom dan meliputi
- ma kanu apa yang mereka dahulu bihi
- dengannya yastahziun perolok-olok.
- Arti secara keseluruhan
- mereka orang-orang kafir
- yang tadi menunggu
- dua malaikat atau siksaan Allah,
- akhirnya mereka ditimpa oleh azab
- disebabkan
- akibat perbuatan mereka dan diliputi
- oleh azab yang dulu selalu mereka
- perolok-olok.
- Nah, inilah akhir dari kehidupan
- orang-orang kafir ya. Nah, ketika
- telah sampai masanya
- kalau tidak kematian ya ini apa?
- Siksaan. Kenapa siksa? Maamilu karena
- balasan yang mereka lakukan. Jadi Allah
- tidak akan menyiksa manusia apabila
- mereka itu tidak melakukan perbuatan
- yang menyebabkan datangnya siksaan.
- Bukankah Allah menyatakan dulu pada
- surah Arra, innallaha la yughayiru ma
- biquin hatta yugayyiru ma bianfusihim.
- Jadi yang merubah nikmat jadi azab ya
- mereka sendiri.
- Mereka akan mendapatkan siksa Allah
- disebabkan perbuatan mereka. Dan yang
- lebih mengenaskan lagi, wahaq bihim mau
- bihi yastaziun.
- Akan meliputi pada mereka apa yang
- selama ini mereka hinakan, mereka
- perolok-olok.
- Apa perolok mereka? Bahwasanya azab
- tidak mungkin datang.
- siksaan Allah tidak mungkin datang.
- Neraka itu tidak ada dan sebagainya.
- Ketika disampaikan keburukan, kebaikan,
- mereka selalu mengolok-olok.
- Dan ketika
- mereka meninggal dunia telah sampai pada
- ajalnya, baru mereka akan merasakan.
- Karena apa? Karena yang dulu mereka
- tolak, yang mereka olok-olok.
- Akhirnya hao
- meliputi
- menimpa mereka secara keseluruhan zahir
- dan batin. Inilah para ikhwan semuanya
- akhir dari kehidupan orang-orang kafir.
- Mudah-mudahan kita semuanya dijauhkan
- dari kehidupan yang semacam ini. Amin ya
- rabbal alamin. Insyaallah kita akan
- lanjutkan pada Jumat yang akan datang
- dengan episode yang lain ya. Karena ini
- sudah sampai pada ain. Ain adalah
- singkatan daripada rukuk. Rukuk adalah
- topik ya. Kalau kita baca di dalam salat
- kita urut, maka kita disunahkan untuk
- rukuk pada tanda-tanda ain itu. Maka ain
- adalah singkatan dari rukuk dan itu
- bagian topik dalam Al-Qur'an yang
- biasanya satu dengan yang lain. Ada jeda
- beda hanya memang punya urutan yang
- punya hubungan yang sangat erat.
- Demikian para ikan, akhirnya mari kita
- akhiri kajian ini dengan bersama-sama
- membaca doa kafaratul majelis.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Alfa minkum syukron.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.